P. 1
Mudah dan aktif belajar fisika SMA XII IPA by Dudi I

Mudah dan aktif belajar fisika SMA XII IPA by Dudi I

|Views: 4,461|Likes:
Published by Guffran septiahadi

More info:

Published by: Guffran septiahadi on Jul 15, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/04/2015

pdf

text

original

PUSAT PERBUKUAN

Departemen Pendidikan Nasional
Mudah dan Aktif Belajar Fisika
untuk Kelas XII Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah
Program Ilmu Pengetahuan Alam
Penulis : Dudi Indrajit
Penyunting : Ahmad Saripudin
Pewajah Isi : Neni Yuliati
Ilustrator : S. Riyadi
Pewajah Sampul : A. Purnama
Ukuran Buku : 21 x 29,7cm
Hak Cipta Buku ini dibeli oleh Departemen Pendidikan Nasional
dari Penerbit Setia Purna Inves, PT
Diterbitkan oleh Pusat Perbukuan
Departemen Pendidikan Nasional
Tahun 2009
Diperbanyak oleh ....
Hak Cipta Pada Departemen Pendidikan Nasional
dilindungi oleh Undang-Undang
530.07
DUD DUDI Indrajit
m Mudah dan Aktif Belajar Fisika 3 :untuk Kelas XII Sekolah Menengah Atas /
Madrasah Aliyah Program Ilmu Pengetahuan Alam / penulis, Dudi Indrajit,
; penyunting, Ahmad Saripudin, ; illustrator, S. Riyadi. — Jakarta :
Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, 2009.
vi, 306 hlm, : ilus. ; 30 cm
Bibliografi : hlm. 306
Indeks
ISBN 978-979-068-816-2 (No. Jil Lengkap)
ISBN 978-979-068-931-2
1. Fisika-Studi dan Pengajaran I. Judul
II. Ahmad Saripudin III. S. Riyadi
iii
Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT, berkat rahmat
dan karunia-Nya, Pemerintah, dalam hal ini, Departemen
Pendidikan Nasional, pada tahun 2009, telah membeli hak cipta
buku teks pelajaran ini dari penulis/penerbit untuk disebarluaskan
kepada masyarakat melalui situs internet (website) Jaringan
Pendidikan Nasional.
Buku teks pelajaran ini telah dinilai oleh Badan Standar
Nasional Pendidikan dan telah ditetapkan sebagai buku teks
pelajaran yang memenuhi syarat kelayakan untuk digunakan
dalam proses pembelajaran melalui Peraturan Menteri Pendidikan
Nasional Nomor 22 Tahun 2007 tanggal 25 Juni 2007.
Kami menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya
kepada para penulis/penerbit yang telah berkenan mengalihkan
hak cipta karyanya kepada Departemen Pendidikan Nasional
untuk digunakan secara luas oleh para siswa dan guru di seluruh
Indonesia.
Buku-buku teks pelajaran yang telah dialihkan hak ciptanya
kepada Departemen Pendidikan Nasional ini, dapat diunduh
(down load), digandakan, dicetak, dialihmediakan, atau difotokopi
oleh masyarakat. Namun, untuk penggandaan yang bersifat
komersial harga penjualannya harus memenuhi ketentuan yang
ditetapkan oleh Pemerintah. Diharapkan bahwa buku teks
pelajaran ini akan lebih mudah diakses sehingga siswa dan guru
di seluruh Indonesia maupun sekolah Indonesia yang berada di
luar negeri dapat memanfaatkan sumber belajar ini.
Kami berharap, semua pihak dapat mendukung kebijakan ini.
Kepada para siswa kami ucapkan selamat belajar dan
manfaatkanlah buku ini sebaik-baiknya. Kami menyadari bahwa
buku ini masih perlu ditingkatkan mutunya. Oleh karena itu, saran
dan kritik sangat kami harapkan.
Jakarta, Juni 2009
Kepala Pusat Perbukuan
Kata Pengantar
Fisika adalah salah satu rumpun ilmu sains yang mempelajari alam semesta.
Ruang lingkup ilmu Fisika sangat luas, mulai dari atom yang berdimensi
nanometer hingga jagat raya yang berdimensi tahunan cahaya. Dalam
kehidupan sehari-hari, banyak ditemukan aplikasi ilmu Fisika, baik berupa
fenomena-fenomena di alam atau rekayasa teknologi. Oleh karena itu, Fisika
memiliki tingkat urgensitas yang tinggi karena merupakan dasar untuk
penguasaan teknologi di masa depan.
Sesuai dengan misi penerbit untuk memberikan kontribusi yang nyata bagi
kemajuan ilmu pengetahuan maka penulis dan penerbit merealisasikan tanggung
jawab tersebut dengan menyediakan buku bahan ajar Fisika yang berkualitas,
sesuai dengan tuntutan kurikulum yang berlaku saat ini.
Buku ini disusun dengan mengutamakan pendekatan secara inkuiri
(eksperimen) dan disajikan secara sistematis, komunikatif, dan integratif, serta
adanya keruntutan rangkaian (bab dengan subbab, antarsubbab dalam bab,
antaralenia dalam subbab). Sebelum mempelajari materi, sebaiknya Anda
terlebih dahulu membaca bagian Advanced Organizer yang terdapat pada
halaman awal setiap bab agar Anda dapat mengetahui isi bab secara umum.
Pada awal setiap bab, disajikan pula Tes Kompetensi Awal sebagai evaluasi
materi prasyarat untuk mempelajari bab yang bersangkutan.
Di akhir setiap bab, terdapat Rangkuman, Peta Konsep, dan Refleksi yang
bertujuan lebih meningkatkan pemahaman Anda tentang materi yang telah
dipelajari dengan memunculkan umpan balik untuk evaluasi diri. Buku ini di-
lengkapi juga dengan beberapa materi, tugas, dan soal pengayaan, di antaranya
Informasi untuk Anda (Information for You), Tantangan untuk Anda, Mari
Mencari Tahu, Tugas Anda, Pembahasan Soal, dan Tokoh yang dapat
memperluas pengetahuan materi Fisika yang sedang dipelajari.
Untuk menguji pemahaman Anda terhadap materi yang telah dipelajari
diberikan Tes Kompentensi Subbab pada setiap akhir subbab, Tes Kompetensi
Bab pada setiap akhir bab, dan Tes Kompetensi Fisika Semester pada setiap
akhir semester. Selain itu, pada akhir buku juga diberikan Tes Kompetensi Akhir
untuk menguji pemahaman materi Fisika selama satu tahun ajaran. Semua tes
kompetensi tersebut merupakan sarana mengevaluasi pemahaman dan
melatih kemampuan menerapkan konsep/prinsip Fisika yang berkaitan dengan
materi yang telah dipelajari. Adapun Kunci Jawaban (nomor ganjil) kami sajikan
untuk memudahkan Anda dalam mengevaluasi hasil jawaban.
Untuk menumbuhkan daya kreativitas, kemampuan psikomotorik, dan cara
berpikir ilmiah, kami sajikan Aktivitas Fisika dan Proyek Semester yang
menuntut peran aktif Anda dalam melakukan kegiatan tersebut.
Demikianlah persembahan kami untuk dunia pendidikan.
Bandung, Mei 2007
Penerbit
Kata Pengantar
v
Materi-materi pembelajaran pada buku ini berdasarkan kurikulum yang berlaku saat ini dan disajikan secara
sistematis, komunikatif, dan integratif. Di setiap awal bab, dilengkapi gambar pembuka pelajaran, bertujuan
memberikan gambaran materi pembelajaran yang akan dibahas, dan mengajarkan siswa konsep berpikir kontekstual
sekaligus merangsang cara berpikir kontekstual. Selain itu, buku ini juga ditata dengan format yang menarik dan
didukung dengan foto dan ilustrasi yang representatif. Penggunaan bahasa yang sederhana, sesuai dengan tingkatan
kognitif siswa sehingga membuat pembaca lebih mudah memahaminya.
Buku Fisika untuk SMA Kelas XII ini terdiri atas sepuluh bab, yaitu Gejala Gelombang, Gelombang Cahaya,
Gelombang Bunyi, Medan Listrik, Potensial Listrik, dan Kapasitor, Medan Magnetik, Induksi Elektromagnetik, Radiasi
Benda Hitam, Fisika Atom, Teori Relativitas Khusus, serta Fisika Inti dan Radioaktivitas. Untuk lebih jelasnya,
perhatikan petunjuk untuk pembaca berikut.
(1) Judul Bab, disesuaikan dengan tema materi dalam bab.
(2) Hasil yang harus Anda capai, tujuan umum yang harus Anda
capai pada bab yang Anda pelajari.
(3) Setelah mempelajari bab ini, Anda harus mampu, kemampuan
yang harus Anda kuasai setelah mempelajari bab.
(4) Gambar Pembuka Bab, disajikan untuk mengetahui contoh
manfaat dari materi yang akan dipelajari.
(5) Advanced Organizer, uraian singkat tentang isi bab untuk
menumbuhkan motivasi belajar dan mengarahkan Anda agar lebih
fokus terhadap isi bab.
(6) Tes Kompetensi Awal, merupakan soal prasyarat yang harus
Anda pahami sebelum memasuki materi pembelajaran.
(7) Materi Pembelajaran, disajikan secara sistematis, komunikatif,
integratif, dan sesuai dengan perkembangan ilmu dan teknologi
terkini (up to date).
(8) Gambar dan Ilustrasi, sesuai dengan materi dalam bab yang
disajikan secara proporsional dan harmonis.
(9) Contoh Soal, berisi contoh dan penyelesaian soal.
(10) Tugas Anda, berisi tugas atau latihan soal yang berkaitan
dengan materi tersebut.
(11) Pembahasan Soal, berisi contoh soal yang berasal dari
Ebtanas, UAN, UMPTN, atau SPMB.
(12) Mari Mencari Tahu, tugas mencari informasi yang bertujuan
menumbuhkan rasa ingin tahu dan mendorong siswa untuk
mencari informasi lebih jauh.
(13) Aktivitas Fisika, kegiatan yang dilakukan secara berkelompok
untuk mengembangkan kecakapan hidup Anda.
(14) Ingatlah, catatan atau hal-hal penting yang perlu Anda ketahui.
(15) Informasi untuk Anda (Information for You), berisi pengayaan
mengenai informasi dan aplikasi materi, disajikan dalam 2 bahasa
(bilingual).
(16) Tantangan untuk Anda, berisi soal-soal yang disajikan
dengan tingkat kesulitan lebih tinggi.
(17) Kata Kunci
(18) Tokoh, berisi tokoh Fisika penggagas ide baru dan pekerja
keras sehingga akan menumbuhkan semangat inovatif/kreatif, etos
kerja, dan mengembangkan kecakapan hidup Anda.
(19) Tes Kompetensi Subbab, berisi soal-soal untuk mengevaluasi
penguasaan materi subbab.
(20) Rangkuman
(21) Peta Konsep
(22) Refleksi, sebagai umpan bal i k bagi si swa setel ah
mempelajari materi di akhir pembelajaran tiap bab.
(23) Tes Kompetensi Bab, berisi soal-soal untuk mengevaluasi
penguasaan materi bab.
(24) Proyek Semester, kegiatan percobaan untuk meningkatkan
pemahaman konsep Fisika dan memotivasi Anda untuk menggali
informasi, memanfaatkan informasi, dan menyelesaikan masalah.
(25) Tes Kompetensi Fisika Semester, berisi soal-soal untuk
mengevaluasi penguasaan materi selama satu semester.
(26) Tes Kompetensi Akhir, berisi soal-soal untuk mengevaluasi
penguasaan materi selama satu tahun ajaran.
Panduan untuk Pembaca
14
15
16
17
11
9
12
13
10
6
7
8
1
2
3
5
4
24
22
21
23
18
19
20
25
26
vi
Kata Sambutan • iii
Kata Pengantar • iv
Panduan untuk Pembaca • v
Bab 1
Gejala Gelombang • 1
A. Pemahaman Gelombang • 2
B. Gelombang Berjalan dan Gelombang
Stasioner • 7
C. Sifat-Sifat Gelombang • 19
Rangkuman • 26
Peta Konsep • 27
Refleksi • 27
Tes Kompetensi Bab 1 • 28
Bab 2
Gelombang Cahaya • 31
A. Interferensi Cahaya • 32
B. Difraksi Cahaya • 37
C. Polarisasi Cahaya • 42
Rangkuman • 46
Peta Konsep • 46
Refleksi • 46
Tes Kompetensi Bab 2 • 47
Bab 3
Gelombang Bunyi • 49
A. Sifat Dasar Gelombang Bunyi • 50
B. Cepat Rambat Bunyi • 51
C. Unsur Bunyi dan Pemanfaatan
Gelombang Bunyi • 53
D. Sifat-Sifat Gelombang Bunyi • 55
E. Dawai dan Pipa Organa sebagai
Sumber Bunyi • 58
F. Energi Gelombang Bunyi • 66
Rangkuman • 70
Peta Konsep • 71
Refleksi • 71
Tes Kompetensi Bab 3 • 72
Bab 4
Medan Listrik, Potensial
Listrik, dan Kapasitor • 75
A. Muatan Listrik • 76
B. Medan Listrik • 80
C. Energi Potensial Listrik dan
Potensial Listrik • 87
D. Kapasitor • 92
Rangkuman • 100
Peta Konsep • 101
Refleksi • 101
Tes Kompetensi Bab 4 • 102
Bab 5
Medan Magnetik • 105
A. Medan Magnetik • 106
B. Gaya Magnetik • 114
C. Aplikasi Gaya Magnetik • 120
D. Sifat Magnet Bahan • 122
Rangkuman • 124
Peta Konsep • 125
Refleksi • 125
Tes Kompetensi Bab 5 • 126
Daftar Isi
vii
Bab 9
Teori Relativitas Khusus • 229
A. Semua Gerak Bersifat Relatif • 230
B. Teori Relativitas Einstein • 235
Rangkuman • 252
Peta Konsep • 253
Refleksi • 253
Tes Kompetensi Bab 9 • 254
Bab 10
Fisika Inti
dan Radioaktivitas • 257
A. Inti Atom • 258
B. Radioaktivitas • 264
C. Reaksi Inti • 272
D. Reaktor Nuklir, Bom Nuklir, dan
Radioisotop • 277
Rangkuman • 283
Peta Konsep • 284
Refleksi • 284
Tes Kompetensi Bab 10 • 285
Proyek Semester 2 • 287
Tes Kompetensi Fisika Semester 2 • 288
Bab 6
Induksi
Elektromagnetik • 131
A. Gejala Induksi
Elektromagnetik • 132
B. Aplikasi Induksi Elektromagnetik
Faraday • 142
C. Arus dan Tegangan Listrik Bolak-
Balik • 147
Rangkuman • 165
Peta Konsep • 166
Refleksi • 166
Tes Kompetensi Bab 6 • 167
Proyek Semester 1 • 169
Tes Kompetensi Fisika Semester 1 • 171
Bab 7
Radiasi Benda Hitam • 175
A. Pengertian Radiasi Benda
Hitam • 176
B. Dualisme Gelombang Partikel • 183
Rangkuman • 192
Peta Konsep • 193
Refleksi • 193
Tes Kompetensi Bab 7 • 194
Bab 8
Fisika Atom • 197
A. Evolusi Model Atom • 198
B. Atom Berelektron Banyak • 210
Rangkuman • 224
Peta Konsep • 225
Refleksi • 225
Tes Kompetensi Bab 8 • 226
Tes Kompetensi Akhir • 291
Kunci Jawaban • 295
Apendiks • 300
Senarai • 303
Indeks • 304
Daftar Pustaka • 306
Gejala Gelombang 11
Riak pada air kolam terjadi karena perambatan getaran akibat
jatuhnya batu pada air kolam tersebut.
Bab
1
Sumber: Science Encyclopedia, 2001
mendeskripsikan gejala dan ciri-ciri gelombang secara umum.
Setelah mempelajari bab ini, Anda harus mampu:
menerapkan konsep dan prinsip gejala gelombang dalam menyelesaikan
masalah.
Hasil yang harus Anda capai:
Gejala Gelombang
A. Pemahaman
Gelombang
B. Gelombang
Berjalan dan
Gelombang
Stasioner
C. Sifat-Sifat
Gelombang
Susunan riak melingkar pada permukaan air merupakan salah satu
bentuk gelombang. Pola ombak berbentuk lingkaran vang terlihat semakin
menvebar dapat terjadi ketika sebuah batu dijatuhkan ke dalam air.
Sepintas, tampak permukaan air bergerak bersama gelombang.
Sebenarnva, permukaan air tidak bergerak bersama gelombang. ]arak di
antara riak-riak gelombang disebut panjang gelombang. Dapatkah Anda
membuktikan bahwa permukaan air tidak bergerak bersama gelombang'
Sebenarnva, apakah gelombang itu'
Pemahaman tentang gejala-gejala gelombang menjadi sesuatu vang
penting untuk mempelajari gelombang tingkat lanjut serta memahami
aplikasinva dalam teknologi. Nah, pada bab ini Anda akan mencari tahu
tentang gejala dan ciri-ciri gelombang secara umum, serta penerapannva
dalam kehidupan sehari-hari. Òleh karena itu, perhatikan materi bab ini
dengan benar, kelak Anda akan merasa takjub oleh sifat-sifat gelombang
vang mengisvaratkan bahwa 1uhan telah menciptakan segala sesuatu
dengan penuh perhitungan vang tak tertandingi.
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 2
A. Pemahaman Gelombang
Sebenarnva, banvak kejadian di sekitar Anda vang erat kaitannva
dengan gelombang. Sebagai contoh, pernahkah Anda berpikir mengapa
bunvi dari sumber bunvi dapat didengar' Umumnva orang akan menjawab
''1entu saja kita dapat mendengar karena memiliki telinga''. Padahal
sebetulnva terdengarnva bunvi bukan hanva disebabkan oleh adanva
telinga, tetapi juga disebabkan oleh adanva sumber bunvi dan medium
perambatan. Ketika Anda mendengar pembicaraan seseorang, telinga
Anda telah menerima gelombang bunvi vang merambat di udara sebagai
medium perambatannva.
Berdasarkan sumbernva, gelombang dikelompokkan menjadi dua
macam, vaitu ze|·m|cnz me|cn|| dan ze|·m|cnz e|e|(r·mczne(||.
Oelombang mekanik berasal dari osilasi (getaran) suatu titik atau partikel
di dalam suatu ruang. lnergi dan momentum getaran dirambatkan melalui
gangguan di dalam medium tempat terjadinva getaran tersebut tanpa
perpindahan materi. Sebagai contoh, ketika biola dipetik atau digesek,
gangguan terhadap tali dijalarkan sepanjang tali. Pada saat vang
bersamaan, tali vang bergetar menghasilkan sedikit perubahan pada
tekanan udara di sekitarnva, dan perubahan pada tekanan ini dijalarkan
sebagai gelombang bunvi melalui udara.
Oelombang elektromagnetik berasal dari osilasi muatan-muatan
listrik di dalam atom atau molekul. Pada gelombang elektromagnetik,
energi dan momentum dibawa oleh medan listrik dan magnet vang dapat
menjalar melalui medium vakum. Cahava merupakan gelombang
elektromagnetik karena dapat menjalar tanpa adanva medium perantara.
Berdasarkan arah getar dan rambatannva, gelombang dibedakan
menjadi ze|·m|cnz (rcnstersc| dan ze|·m|cnz |·nz|(uJ|nc| . Untuk
mengetahui kedua bentuk gelombang tersebut, lakukanlah kegiatan
berikut.
Sebelum mempelajari konsep Cejala Celombang, kerjakanlah soal-soal berikut dalam buku latihan.
Tes Kompetensi Awal
1. Apakah vang dimaksud dengan gelombang'
2. Bagaimanakah sifat-sifat dari gelombang'
3. Sebutkan jenis-jenis gelombang vang Anda ketahui'
1. Oelombang apakah vang terbentuk pada air kolam
ketika Anda menjatuhkan batu ke dalamnva'
Aktivitas Fisika 1.1
Jenis Gelombang Berdasarkan Arah Getarannya
Tujuan Percobaan
Mengamati gelombang transversal dan gelombang longitudinal.
Alat-Alat Percobaan
Sebuah slinki (pegas plastik) yang panjangnya 3 meter.
Langkah-Langkah Percobaan
1. Pegang kuat-kuat salah satu ujung slinki oleh teman Anda atau diikatkan
pada tiang.
2. Rentangkan sesuai panjangnya dan getarkan ujung yang satu dengan
satu kali hentakan naik turun dari posisi setimbang dan kembali ke posisi
setimbang (posisi saat tangan Anda diam).
3. Ulangi langkah 2, dan getarkan ujung slinki tersebut terus menerus naik
turun, kemudian amati perambatan gelombang sepanjang slinki.
Tokoh
Frank Oppenheimer
(1912–1985)
Frank Oppenheimer lahir di New York
pada tahun 1912. Di Exploratorium
dia mendemonstrasikan pengamatan-
nya bahwa gerakan pendulum bila
diproyeksikan pada sabuk kertas
bergerak membentuk lintasan grafik
sinusoidal.
Sumber: Conceptual Physics, 1998
Gejala Gelombang 3
Dari percobaan tersebut, diperoleh kesimpulan seperti ditunjukkan
dalam tabel berikut.
Gambar 1.1
Berdasarkan arah getarnya,
gelombang mekanik
dikelompokkan menjadi:
(a) Gelombang transversal;
(b) Gelombang logitudinal.
(a)
(b)
T
arah rambat
arah getar
Tabel 1.1
Perbedaan Oelombang 1ransversal dan Oelombang longitudinal
Oelombang transversal adalah gelombang vang arah getarannva tegak
lurus terhadap arah rambatannva, contohnva gelombang permukaan air,
gelombang pada tali, dan gelombang cahava. Oelombang longitudinal
adalah gelombang vang arah getarnva sejajar dengan arah rambatannva,
contohnva gelombang bunvi, dan gelombang pada pegas.
Oelombang pada pegas atau slinki dapat menggambarkan bentuk
gelombang transversal dan gelombang longitudinal, bergantung bagaimana
cara pegas tersebut digetarkan. ]ika pegas diberi usikan tegak lurus
terhadap panjangnva, akan terbentuk gelombang transversal. Adapun
jika pegas diberi gava searah dengan panjang pegas, pada pegas akan
terjadi rapatan dan renggangan vang disebut gelombang longitudinal.
Buatlah model gelombang dengan menggunakan seutas tali vang salah
satu ujungnva diikatkan pada tiang. Kemudian, gerakkan tangan Anda
naik turun sehingga akan terlihat bagaimana sebuah gelombang merambat,
seperti pada Cambar 1.2. Menurut Anda, apakah tali ikut merambat
ketika digetarkan'
Dalam perambatannva, gelombang memindahkan energi dan tidak
menvertakan perambatan mediumnva. Pada kasus gelombang tali, gerakan
tangan naik turun membangkitkan energi mekanik pada tali. lnergi mekanik
tersebut menggetarkan daerah di sekitarnva sehingga daerah di sekitarnva
ikut pula bergerak naik turun, demikian seterusnva sampai ujung tali.
Hasil Pengamatan Celombang Transversal
dan Longitudinal pada Slinki
Bentuk
Oelombang
Pulsa Transversal Pulsa Longitudinal
Arah getaran
Panjang
Oelombang
1egak lurus dengan arah
rambatan gelombang
Merupakan jarak antara
puncak ke puncak
gelombang berikutnva
Searah dengan arah rambatan
gelombang
Merupakan jarak antara rapatan
ke rapatan berikutnva, atau
renggangan ke renggangan
berikutnva
Tugas Anda 1.1
Selain dalam medium slinki,
dapatkah Anda mencari medium lain
untuk menggambarkan gelombang
longitudinal?
Gambar 1.2
Gelombang pada tali.
4. Letakkan slinki di atas lantai licin, kemudian dengan bantuan teman Anda
pegang salah satu ujungnya.
5. Hentakkan salah satu ujung pegas dengan satu kali dorongan dan satu kali
tarikan ke posisi semula. Amati rapatan dan regangan yang merambat sepan-
jang slinki.
6. Ulangi langkah 5, namun dorongan dan tarikannya dilakukan secara terus-
menerus. Amati perambatan dan regangan sepanjang slinki.
arah rambat
T
arah
getar
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 4
1. Panjang, Frekuensi, Periode, dan Cepat Rambat Gelombang
Definisi satu gelombang pada gelombang transversal adalah jarak
vang sama dengan jarak antara dua puncak berurutan atau dua lembah
berurutan. ]arak tersebut dinamakan panjang gelombang (
ì
), seperti
ditunjukkan pada Cambar 1.3(a).
Pada gelombang longitudinal, panjang gelombang (
ì
) didefinisikan
sebagai jarak vang sama dengan jarak antara dua pusat renggangan vang
berdekatan atau jarak antara dua pusat rapatan vang berdekatan, seperti
pada Cambar 1.3(b).
]arak vang ditempuh gelombang setiap satu satuan waktu dinamakan
cepat rambat gelombang (t), sedangkan banvaknva gelombang vang
terbentuk setiap satu satuan waktu dinamakan frekuensi (|).
Periode (T) adalah waktu vang diperlukan untuk menempuh jarak
satu panjang gelombang.
2. Persamaan Umum Gelombang
Besaran-besaran apa vang dimiliki sebuah gelombang' Anda pasti
masih ingat bahwa setiap gelombang memiliki frekuensi (|), periode (T),
dan cepat rambat gelombang (t). Hubungan antara besaran-besaran
tersebut secara matematis dituliskan sebagai berikut.
atau t ~ |
ì
(1-1)
Keterangan:
t ~ cepat rambat gelombang (m/s)
ì
~ panjang gelombang (m)
T ~ ~ periode gelombang (s)
| ~ frekuensi gelombang (Hz)
Perhatikan Cambar 1.4. Oambar tersebut merupakan proveksi dari
simpangan (s) dan perpindahan (\) dari sebuah gelombang. Bentuknva
menverupai bentuk gelombang transversal terdiri dari bukit dan lembah.
Berdasarkan gambar tersebut, panjang gelombang adalah jarak dari
B ke l atau jarak dari D ke H. Amplitudo (-) adalah nilai simpangan
terbesar vang dapat dicapai partikel medium, vaitu jarak dari B ke B' atau
dari l ke l'). Puncak gelombang adalah titik tertinggi pada gelombang,
vaitu titik B dan titik l. Dasar gelombang adalah cekungan atau lembah
terendah, vaitu titik D dan titik H. Adapun simpul adalah titik-titik pada
gelombang ketika mencapai kesetimbangan atau simpangannva nol.
Oelombang pada tali merambat dengan kecepatan 6 m/s. ]ika jarak antara 3 puncak
gelombang vang berurutan adalah 36 meter, tentukan:
a. panjang gelombang,
b. frekuensi gelombang tersebut.
]awab:
Diketahui:
t ~ 6 m/s,
]arak antara 3 puncak ~ 36 m.
Gambar 1.3
(a) Panjang gelombang pada
gelombang transversal.
(b) Panjang gelombang pada
gelombang longitudinal.
panjang gelombang
(a)
(b)
panjang gelombang
rapatan renggangan
puncak
lembah
Gambar 1.4
Panjang gelombang ( ì ) pada
grafik simpangan (y) terhadap
arah rambat (x).
Contoh 1.1
2 ì = 36 m
A B'
C E
D
F'
G
F B
H
y
x
ì
ì
lembah
gelombang
bukit
gelombang
Gejala Gelombang 5
3. Energi Gelombang
Di awal bab ini, Anda telah mengetahui bahwa gelombang dihasilkan
oleh getaran vang dirambatkan. Untuk menghitung energi gelombang,
Anda harus mengingat kembali materi di Kelas Xl tentang energi total
massa vang berosilasi pada pegas. lnergi tersebut dituliskan sebagai berikut.
=
2
1
2
í |-
dengan | ~
2
mc sebagai konstanta gava dan - adalah amplitudo.
Selanjutnva, perhatikan gambar berikut.
Cambar 1.5 merupakan sebuah model gelombang tali. Oelombang
tali tersebut terjadi karena adanva gerakan tangan. 1angan tersebut
bergerak harmonik dengan amplitudo - dan frekuensi sudut c . Oerakan
tangan ini menvebabkan setiap elemen tali mengalami gerak harmonik.
Am adalah massa dari segmen kecil tali,
µ
merupakan rapat massa linear
tali, dan A\merupakan panjang segmen tali. Dengan demikian, energi
gelombang dapat dituliskan sebagai berikut.
Aí |-
2
1
~
2
2 2
1
~
2
í m - c A A
Di permukaan sungai, terdapat dua buah gabus vang terpisah sejauh 9O cm. Keduanva
naik turun terbawa gelombang air. Salah satu gabus berada di puncak gelombang,
sedangkan gabus vang lain berada di dasar gelombang. Di antara kedua gabus tersebut,
terdapat satu bukit. ]ika frekuensi gelombang air tersebut adalah 3 Hz, tentukan cepat
rambat gelombang pada air.
]awab:
Diketahui: | ~ 3 Hz
Dengan memerhatikan gambar, diperoleh
1,5ì ~ 9O cm
ì ~ 6O cm
t ~ ì | ~ 6O cm × 3 Hz
~ 1oO cm/s
~ 1,o m/s
]adi, cepat rambat gelombang pada air adalah 1,o m/s.
Contoh 1.2
µ A A ~ m x
Gambar 1.5
Gerakan tangan dirambatkan
oleh tali dalam bentuk
gelombang.
1,5 ì
Pembahasan Soal
Gelombang air laut menyebabkan
permukaan air naik turun dengan
periode 2 s. Jika jarak antara dua
puncak gelombang 5 m,
gelombang akan mencapai jarak
10 m dalam waktu ....
a. 1 s
b. 2 s
c. 3 s
d. 4 s
e. 5 s
UMPTN 2001
Pembahasan:
T = 2 s
jarak antara dua puncak = satu
gelombang
v =
ì
=
5 m
2 s T
= 2,5 m/s
s = vt
10 m = (2,5 m/s)t
t =
10 m
2,5 m/s
= 4 s
Jawaban: d
ì =5 m
a. 2ì ~ 36
ì ~ 1o
]adi, panjang gelombang tali 1o m.
b. t ~ ì |
| ~
t
ì
~
6
1o
~
1
3
Hz
]adi, frekuensi gelombang tali adalah
1
3
Hz.
Tugas Anda 1.2
Embusan angin kencang membuat
Sears Building di Chicago goyang
dan selanjutnya bergetar dengan
frekuensi sebesar 0,1 Hz. Berapa
periode getarannya?
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 6
Sebuah gelombang panjangnva 35 cm dan amplitudonva 1,2 cm bergerak dengan
kecepatan 17,1 m/s di sepanjang tali vang panjangnva 15 m dan massanva oO g.
a. Berapakah energi total gelombang pada tali'
b. Berapakah dava vang dirambatkan tali tersebut'
]awab:
Diketahui:
ì
~ 35 cm, L ~ 15 m,
- ~ 1,2 cm, m ~ oO gram.
t ~ 17,1 m/s,
(a)
P
1
P
1
t
1
t
1
+ A t
vA t
Gambar 1.6
(a) Pada waktu t
1
, gelombang tali
mencapai titik P
1
dan memiliki
energi karena gerak harmonik
elemen-elemennya.
(b) Pada saat waktu bertambah
sebesar At, gelombang tali
menjalar sejauh v At .
2 2
1
~
2
í \ - µ c A A
2 2
1
~
2
í - \ µc A A
(1-2)
Selanjutnva, perhatikan Cambar 1.6 berikut.
Cambar 1.6 memperlihatkan sebuah gelombang vang menjalar ke
kanan. Pada saat (
1
, gelombang tepat mencapai titik P
1
. Setiap segmen
tali pada bagian kiri P
1
memiliki energi í A vang diberikan oleh Persamaan
(1-2). Setelah ( A , gelombang telah menjalar sejauh \ ~ t A(, seperti
terlihat pada Cambar 1.6 (b). lnergi vang ditransmisikan melalui P
1
selama A( adalah
2 2
1
~
2
í - \ µc A A
2 2
1
~
2
í - t ( µc A A
(1-3)
Selanjutnva, jumlah energi vang ditransmisikan setiap satuan waktu
disebut laju energi atau sama dengan dava vang ditransmisikan. Secara
matematis ditulis sebagai berikut.
2 2
1
~
2

í - t
J(
µc =
(1-1)
Dari Persamaan (1-4) Anda dapat melihat bahwa dava vang ditrans-
misikan berbanding lurus dengan kuadrat amplitudo, kuadrat frekuensi,
dan laju gelombang.
Contoh 1.3
Tantangan
untuk Anda
Grafik simpangan terhadap waktu
sebuah gelombang yang memiliki
kecepatan 0,05 m/s seperti pada
gambar berikut.
Berdasarkan gambar tersebut,
tentukan:
a. amplitudo (A);
b. periode (T);
c. frekuensi gelombang (f).
t(s)
y(cm)
10
150 cm
(b)
x
x
Gejala Gelombang 7
Kata Kunci
• gelombang mekanik
• gelombang elektromagnetik
• gelombang transversal
• gelombang longitudinal
• panjang gelombang
• periode gelombang
• frekuensi gelombang
• simpul
• laju energi gelombang
• daya gelombang
• cepat rambat gelombang
• rapat massa linear
• energi total gelombang
Rapat massa linear tali adalah
µ
-3
O, Ookg
~ ~ ~ 5, 33×1O kg/m
15m
m
L
lrekuensi sudut gelombang adalah
~ 2 | c ¬ ~2
|
¬
ì
¬
17, 1 m/s
~ 2 ~ o51 rad/s
O, 35 m
a. lnergi total gelombang pada tali adalah
2 2
1
~
2
í - \ µc A A
~
1
2
(5,33 × 1O
-3
kg/m) (o51 rad/s)
2
(O,O12 m)
2
(15 m) ~ 1,17 ]
b. Dava vang ditransmisikan melalui sebuah titik pada tali adalah
2 2
1
~
2

í - t
J(
µc =
~
1
2
(5,33 × 1O
-3
kg/m)(o51 rad/s)
2
(O,O12 m)
2
(17,1 m/s) ~ 13,2 W
B. Gelombang Berjalan dan Gelombang
Stasioner
Masih ingatkah Anda cara membuat gelombang transversal
menggunakan tali' Salah satu ujung tali vang terletak di atas lantai
dihentakkan turun naik sehingga pada tali tersebut terjadi gelombang
vang ditandai dengan terbentuknva bukit dan lembah vang menjalar
sepanjang tali. ]ika tangan Anda mampu menggerakkan ujung tali turun
naik secara konstan, selama gerakan tersebut akan terbentuk gelombang
vang menjalar sepanjang tali. Bagaimana bentuk gelombang tersebut'
]ika Anda perhatikan, gelombang tersebut memiliki amplitudo tetap.
Oelombang seperti ini disebut gelombang berjalan.
1. ]elaskan jenis-jenis gelombang berdasarkan sumber
dan arah getarnva.
2. Oelombang air laut bergerak dengan kecepatan 15 m/s.
]arak antara tiga puncak gelombang vang berdekatan
adalah 6 m. 1entukan:
a. panjang gelombang,
b. periode,
c. frekuensi gelombang.
3. Berikan dua alasan mengapa gelombang air laut
amplitudonva semakin kecil jika semakin jauh dari
sumber gelombang.
1. Dua buah gabus berjarak 12 m. Kedua gabus tersebut
berada di atas permukaan air. Kedua gabus bergerak
naik turun bersamaan dengan penjalaran gelombang
air. Satu gabus berada di atas bukit gelombang dan
satu lagi berada di lembah gelombang. Di antara
kedua gabus tersebut, terdapat sebuah bukit
gelombang. ]ika cepat rambat gelombang 2O m/s,
tentukan frekuensi gelombang tersebut.
5. Sebuah gelombang merambatkan energi sebesar O,5 ]
dengan frekuensi 5OO Hz dan amplitudo 2 cm.
a. Hitunglah pengurangan energi, jika frekuensinva
tetap dan amplitudonva berubah menjadi 3 cm.
b. Hitunglah energi gelombang tersebut, jika
frekuensi dan amplitudonva menjadi
1
2
kali dari
semula.
6. Suatu gelombang transversal vang memiliki frekuensi
2O kHz menggetarkan partikel bermassa 1O mg
dengan amplitudo 5 mm. ]ika ¬ -
2
1O, hitunglah
besar energi getar vang dimiliki oleh sumber getar
gelombang tersebut.
Tes Kompetensi Subbab A
Kerjakanlah dalam buku latihan.
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 8
1. Gelombang Berjalan
Seutas tali panjang digetarkan sehingga pada tali merambat gelombang
transversal ke arah sumbu-\ positif, seperti terlihat pada Cambar 1.7.
Oelombang berjalan vang dihasilkan dimulai dari titik Ò, vaitu titik asal
rambatan gelombang. Saat titik Ò telah bergetar ( sekon, simpangan getar
titik Ò terhadap waktu gelombang memenuhi persamaan simpangan getar
harmonis. Secara matematis, persamaannva dituliskan sebagai berikut.
sin s - ( c = (1-5)
Keterangan:
s ~ simpangan gelombang (m)
- ~ amplitudo gelombang (m)
c ~ kecepatan sudut (rad/s)
( ~ waktu (s)
Òleh karena c
¬
=
2
T
dan 0
¬
=
2
T
( , Persamaan (1-5) dapat juga ditulis:
2
sin atau sin s - ( s -
T
¬
0 = =
(1-6)
Oelombang merambat mulai dari titik Ò ke sumbu-\ positif menuju
titik P vang berjarak \ dari titik Ò. Waktu vang diperlukan gelombang untuk
merambat dari titik Ò ke titik P sejauh \ adalah
\
t
sekon. ]ika titik Ò
bergetar selama ( sekon maka titik í akan bergetar selama (( -
\
t
) sekon.
Persamaan simpangan gelombang di titik P adalah
sin
t
\
s - (
t
c
( \
= ~
| |
\ !
Persamaan (1-7) berlaku untuk gelombang vang merambat ke arah
sumbu-\ positif. Adapun persamaan gelombang vang merambat dari sumbu-\
positif menuju sumbu-\ negatif atau pusat koordinat adalah
sin
t
\
s - (
t
c
( \
= +
| |
\ !
(1-o)
Pada Persamaan (1-7) dan Persamaan (1-S) amplitudo A berharga
positif karena dianggap awal getaran dimulai dari titik setimbang Ò
bergerak ke atas. ]ika gerakan dimulai dari titik setimbang Ò bergerak
ke bawah maka amplitudo A berharga negatif sehingga persamaan
simpangan gelombang di P secara umum menjadi
sin
t
\
s - (
t
c
( \
= - -
| |
\ !
(1-9)
Dalam bentuk lain Persamaan (1-9) dapat ditulis sebagai berikut.
( ) sin
t
s - ( | \ c = - - (1-1O)
dengan | adalah nilai dari
t
c
atau

ì
.
(1-7)
Gambar 1.7
Gelombang merambat
ke arah sumbu-x positif.
O
P
y
v
x
ì
y = ( ) c - - sin A t kx
+A = awal getaran gelombang ke
atas
–A = awal getaran gelombang ke
bawah
+k = gelombang merambat ke
kiri
–k = gelombang merambat ke
kanan
Ingatlah
Gejala Gelombang 9
Keterangan:
s
t
~ simpangan gelombang (m)
c ~ kecepatan sudut getaran (rad/s)
\ ~ posisi titik P diukur dari titik asal Ò (m)
| ~ bilangan gelombang
- ~ amplitudo (m)
( ~ waktu titik asal bergetar (s)
| ~ frekuensi getaran/gelombang (Hz)
a. Sudut Fase, Fase, dan Beda Fase
Anda telah mengetahui bahwa gelombang berjalan memiliki
persamaan simpangan seperti pada Persamaan (1-10). Untuk keadaan
umum, persamaannva sebagai berikut.
( ) sin sin2
t
( \
s - ( |\ -
T
c ¬
ì
( \
= ~ = ~
| |
\ !
Dari persamaan tersebut, besar sudut fasenva adalah
2
t
( \
T
0 ¬
ì
( \
= ~
| |
\ !
(1-11)
dan besar fasenva adalah
t
( \
T
c
ì
( \
= ~
| |
\ !
(1-12)
sehingga hubungan antara sudut fase dan fase gelombangnva dapat ditulis
sebagai berikut.
2
t t
0 ¬ c = (1-13)
Perhatikan Cambar 1.S. 1itik A vang berjarak \
1
dari titik asal
getaran Ò telah bergetar selama ( sekon memiliki fase
1
c . Pada awal
getaran vang sama, titik B berjarak \
2
dari titik asal getaran Ò dan
memiliki fase
2
c
. Beda fase titik A dan B adalah
1 2
1 2
\ \ ( (
T T
c c c
ì ì
( \ ( \
A = ~ = ~ ~ ~
| | | |
\ ! \ !
2 1
\ \ \
c
ì ì
~ A
A = = (1-11)
Tugas Anda 1.3
Gelombang air laut merupakan
gelombang berjalan. Energi
gelombang air laut ini dapat
digunakan untuk menggerakkan
generator listrik. Bukan hal yang
mustahil teknologi ini suatu saat
diterapkan di Indonesia. Menurut
Anda, kira-kira di daerah laut
manakah teknologi ini dapat
diterapkan? Coba Anda diskusikan
alasannya bersama teman-teman.
Gambar 1.8
Titik A yang berjarak x
1
dan titik
B yang berjarak x
2
dari O. Kedua
titik memiliki beda fase c A .
y
x
B
x
1
x
2
A
O
Masih ingatkah Anda tentang bencana alam paling dahsvat vang menimpa saudara-
saudara kita di Aceh dan sekitarnva pada 26 Desember 2OO1' Celombang Tsunami
meluluh-lantakkan bumi Aceh. 1ugas Anda, carilah informasi mengenai gelombang
tsunami tersebut, seperti bagaimana terjadinva, apa penvebab-penvebabnva, kapan
dan di mana pernah terjadi 1sunami, dan informasi lainnva tentang tsunami. Agar
lebih menarik, tambahkan gambar-gambar vang relevan ke dalam tulisan Anda.
Mari Mencari Tahu
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 10
Tantangan
untuk Anda
Sebuah gelombang merambat dari
sumber S ke kanan dengan laju
8 m/s, frekuensi 16 Hz, dan
amplitudo 4 cm. Gelombang
tersebut melalui titik P yang
berjarak
1
9
2
m dari S. Jika S telah
bergetar
1
1
4
S dan arah gerak
pertamanya ke atas, hitunglah
simpangan titik P pada saat itu.
Sebuah gelombang merambat ke arah sumbu-\ positif dengan kelajuan o m/s, frekuensi
16 Hz, dan amplitudo getar 2 cm. Oelombang tersebut melalui titik P vang berjarak 1O m
dari titik Ò. ]ika titik asal telah bergetar selama 1/3 sekon dan titik Ò kali pertama
bergetar dengan arah simpangan ke bawah, tentukanlah
a. persamaan simpangan gelombang dalam bentuk sinus,
b. persamaan getaran di titik P,
c. sudut fase dan fase gelombang,
d. simpangan di titik P.
]awab:
Diketahui:
t ~ o cm/s,
| ~ 16 Hz,
- ~ 2 cm,
( ~ 1/3 sekon.
a. Persamaan simpangan gelombang berjalan dalam bentuk sinus dengan titik Ò (\ ~ O)
saat ( ~ O bergerak ke bawah dan arah rambatnva ke sumbu-\ positif adalah
s ~ -- sin( ) ¬ ¬
( \
~ = ~ ~
| |
\ !
2 sin2
\
|( |\ - | (
t
s ~ -O,O2 sin32
o
\
( ¬
( \
~
| |
\ !
b. s
t
~ -O,O2 sin 32
1O
o
( ¬
( \
~
| |
\ !
s
t
~ -O,O2 sin( ) 32 1O ( ¬ ¬ ~
Contoh 1.5
Satuan frekuensi adalah hertz (Hz),
diambil dari nama Heinrich Hertz,
orang yang pertama kali
mendemonstrasikan gelombang
radio pada 1886. Satu getaran per
sekon disebut 1 hertz; dua getaran
per sekon dinamakan 2 hertz, dan
selanjutnya.
The unit of frequency is called the
hertz (Hz), after Heinrich Hertz, who
demonstrated radio in 1886. One
vibration per second is 1 hertz; two
vibrations per second is 2 hertz,
and so on.
Informasi
untuk Anda
Information for You
Persamaan sebuah gelombang berjalan dinvatakan oleh s ~ O,1 sin O,6¬ (2O( - O,5\)
dengan \ dan s dalam cm dan ( dalam sekon, tentukan:
a. arah perambatan gelombang, d. bilangan gelombang,
b. amplitudo gelombang, e. cepat rambat gelombang.
c. frekuensi gelombang,
]awab:
Persamaan simpangan s ~ O,1 sin O,6¬(2O( - O,5\) dapat disamakan dengan persamaan
s ~ - sin( ) t kx c ~ .
s ~ O,1 sin O,6¬(2O( - O,5\) ~ O,1 sin (12¬( - O,3¬\)
Dengan memerhatikan kedua persamaan tersebut, semua pertanvaan akan terjawab.
a. 1anda dalam fungsi sinus negatif, arah perambatan gelombang ke kanan.
b. Amplitudo - ~ O,1 cm.
c. c ¬ = 12 , kecepatan sudut c ¬ = 2 | maka
¬ ¬ = - 2 12 | | ~ 6 Hz
d. | ~ O, 3¬, dari Persamaan (1-11) | ~
¬
ì
2
, panjang gelombang diperoleh:
| ~

ì
-
O, 3¬
~

ì
2 2O
O, 3 3
ì = =
cm
e. Cepat rambat gelombang dapat diperoleh dari Persamaan (1-1), vaitu
t ~ | ì ~
2
cm
O, 3
( \
| |
\ !
(6 Hz) ~ 1O cm/s.
Contoh 1.4
Gejala Gelombang 11
c. Persamaan umum simpangan adalah
s ~ -O,O2sin32
o
\
( ¬
( \
~
| |
\ !
Sudut fase,
1 1O o
32 32 rad
o 3 o 3
\
( 0 ¬ ¬ ¬
( \ ( \
= ~ = ~ =
| | | |
\ ! \ !
lase,
o
1
3
2 2 3
¬
0
c
¬ ¬
= = =
d. Simpangan di titik P vang berjarak 1O m dari Ò adalah
s
t
~ -- sin
o
O, O2sin
3
t
0 ¬ = ~ ~ -O,O2 sin12O ~ O,O1 3 ~ m
(1anda negatif menunjukkan arah simpangan ke bawah)
2. Gelombang Stasioner
Oelombang stasioner dapat terjadi karena Juc |uc| ze|·m|cnz scnz
sc||nz sutert·s|s|. Misalnva, superposisi terus-menerus antara gelombang
datang dan gelombang pantul vang merambat pada gelombang tali.
Pada gelombang stasioner, terdapat titik-titik vang bergetar dengan
amplitudo maksimum. 1itik ini dinamakan terut gelombang, sedangkan
titik-titik vang bergetar dengan amplitudo minimum disebut simpul
gelombang. Oelombang stasioner dapat dihasilkan dari seutas tali, baik
Gambar 1.10
Gelombang pantul dari seutas
tali yang terikat.
gelombang
datang
Gambar 1.9
Gelombang pantul dari seutas
tali yang bergerak bebas (tidak
ada perubahan fase).
gelombang
pantul
perut
simpul
gelombang pantul
gelombang
datang
gelombang
pantul
O
P A
x

Gambar 1.11
Simpangan gelombang datang
y
1
dan simpangan gelombang
pantul y
2
pada ujung bebas tidak
mengalami beda fase.
y
1
y
2
x
dengan ujung tidak terikat (Cambar 1.9) maupun dengan ujung terikat
(Cambar 1.10).
a. Gelombang Stasioner pada Tali dengan Ujung Bebas
Oelombang stasioner pada tali dengan ujung bebas, ujung tali
dibiarkan bergerak naik-turun, sedangkan ujung vang lain digetarkan.
Pada gelombang stasioner ini tidak terjadi perubahan fase, artinva fase
gelombang datang sama dengan fase gelombang pantul.
Perhatikan Cambar 1.11. 1itik Ò adalah titik asal rambatan gelombang
datang dengan ~ panjang tali dan \ ~ jarak titik P dari ujung bebas A.
1itik P mengalami perpaduan gelombang datang s
1
dengan gelombang
pantul s
2
. Secara matematis, simpangan gelombang datang s
1
di titik P
adalah
c
~ ( \
= ~
| |
\ !

1
sin
\
s - (
t
(1-15)
Waktu vang diperlukan gelombang datang dari titik Ò sampai di
titik P adalah
\
t
~
, sedangkan waktu vang diperlukan oleh gelombang
pantul dari titik Ò ke titik A sampai di P adalah
\
t
+
. ]adi, persamaan
simpangan gelombang pantul adalah
2
sin
\
s - (
t
c
+ ( \
= ~
| |
\ !

(1-16)
Hasil perpaduan simpangan gelombang datang s
1
dan simpangan
gelombang pantul s
2
di titik P dapat ditulis sebagai berikut.
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 12
s
t
~ s
1
÷ s
2
s
t
~ - sin sin
\ \
( - (
t t
c c
~ + ( \ ( \
~ + ~
| | | |
\ ! \ !

misalkan
dan
\ \
( (
t t
o c µ c
~ + ( \ ( \
= ~ = ~
| | | |
\ ! \ !

maka persamaan simpangan s
t
menjadi
s
t
~ sin sin - - o µ +
berdasarkan aturan perjumlahan sinus, vaitu
( ) ( ) o µ o µ o µ + = + ~
1 1
sin sin 2sin cos
2 2
sehingga
y
p
=
1 1
2 sin cos
2 2
\ \ \ \
- ( ( ( (
t t t t
c c c c
| | | | ~ + ~ + ( \ ( \ ( \ ( \
~ + ~ ~ ~ ~
| | | | | | | | | | | |
\ ! \ ! \ ! \ ! | | | |

Òleh karena
2
T
¬
c = , ì = t( , dan
1
|
T
= , persamaan gelombang stasioner
akibat pemantulan ujung bebas dapat dituliskan sebagai berikut.
s
t
~ 2 sin2 cos2
( \
-
T
¬ ¬
ì ì
( \ ( \
~
| | | |
\ ! \ !

(1-17)
Persamaan simpangan s
t
dapat juga ditulis sebagai berikut.
s
t
~
2 cos2 sin2
\ (
-
T
¬ ¬
ì ì
( \ ( \
~
| | | |
\ ! \ !

(1-1o)
Perhatikan Persamaan (1-1S). Persamaan ¬
ì
( \
| |
\ !


merupa-
kan amplitudo gelombang stasioner di titik P. ]adi, amplitudo gelombang
di titik P dapat dinvatakan dengan persamaan
¬
ì
( \
= =
| |
\ !
2 cos2 2 cos
t
\
- - - |\
(1-19)
letak perut dan simpul dari ujung bebas dapat ditentukan
berdasarkan Persamaan (1-19).
Perut terjadi ketika terbentuk simpangan maksimum, svaratnva
¬
ì
( \
= -
| |
\ !
2
cos 1 \ atau
2
\ n
¬
¬
ì
= , sehingga diperoleh
\ ~ n
1
2
ì
( \
| |
\ !
dengan n ~ O, 1, 2, ... (1-2O)
Dengan demikian, perut terbentuk pada posisi \ ~ O ,
1 3
, ,
2 2
ì ì ì , ....
Gejala Gelombang 13
Simpul terjadi ketika terbentuk simpangan gelombang berharga nol,
svaratnva ¬
ì
( \
=
| |
\ !
cos 2 O
\
atau ( )
2
2 1
2
\ n
¬ ¬
ì
= + , sehingga diperoleh:
\ ~ (2n ÷ 1)
1
1
ì dengan n ~ O, 1, 2, ... (1-21)
Dengan demikian, simpul terbentuk pada posisi \ ~
1
1
ì , ì

, ì
5
1
, ...
dari ujung bebas.
b. Gelombang Stasioner pada Tali dengan Ujung Terikat
Oelombang stasioner pada tali dengan ujung terikat diperoleh dari
getaran seutas tali vang ujungnva terikat sehingga tidak dapat bergerak,
seperti terlihat pada Cambar 1.12.
Òleh karena ujung tali tidak dapat bergerak maka akan terjadi
perubahan fase gelombang datang dengan gelombang pantul sebesar
¬ rad.
Penurunan persamaan simpangan gelombang stasioner pada ujung
terikat dengan melihat Cambar 1.12. 1itik Ò adalah titik awal rambatan
gelombang datang dengan ~ panjang tali, \ ~ jarak titik P vang
merupakan perpaduan gelombang datang s
1
dan gelombang pantul s
2
.
Secara matematis, simpangan s vang terjadi pada titik P adalah simpangan
gelombang datang s
1
di titik P.
s
1
~ sin
\
- (
t
c
~ ( \
~
| |
\ !

(1-22)
Waktu vang diperlukan gelombang datang dari titik Ò sampai titik
P adalah
\
t
~
, sedangkan waktu vang diperlukan oleh gelombang pantul
dari titik Ò ke A sampai di titik P adalah
\
t
+
. Oelombang stasioner
pada tali dengan ujung terikat memiliki beda sudut fase antara gelombang
datang dan gelombang pantul sebesar 1oO. Dengan demikian, persamaan
simpangan s
2
gelombang pantul adalah
s
2
~ sin
\
- (
t
c
+ ( \
~ ~
| |
\ !

(1-23)
Hasil perpaduan simpangan gelombang datang s
1
dan simpangan
gelombang pantul s
2
di titik P dapat dinvatakan dengan persamaan
s
t
~ s
1
÷

s
2
s
t
~ sin sin
\ \
- ( - (
t t
c c
~ + ( \ ( \
~ ~ ~
| | | |
\ ! \ !

Misalkan, o c µ c
~ + ( \ ( \
= ~ = ~
| | | |
\ ! \ !

dan
\ \
( (
t t
Gambar 1.12
Simpangan gelombang datang
y
1
dan simpangan gelombang
pantul y
2
pada ujung terikat
memiliki beda fase 180°.
A
gelombang
pantul
gelombang
datang
x

P
y
1
y
2
O
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 14
Tantangan
untuk Anda
Gelombang stasioner dapat terjadi
karena superposisi gelombang
datang dan gelombang pantul
oleh ujung bebas. Titik simpul yang
kesepuluh berjarak 1,52 m dari
ujung bebasnya. Jika frekuensi
gelombang itu 50 Hz, berapakah
cepat rambat gelombangnya?
Dengan demikian, persamaan simpangan menjadi:
s
t
~ sin sin - - o µ ~
v
p
~
1 1
2 sin cos
2 2
\ \ \ \
- ( ( ( (
t t t t
c c c c
| | | | ~ + ~ + ( \ ( \ ( \ ( \
~ ~ ~ ~ + ~
| | | | | | | | | | | |
\ ! \ ! \ ! \ ! | | | |

s
t
~ 2 sin cos
\
- (
t t
c c
( \ ( \
~
| | | |
\ ! \ !

Òleh karena
2
T
¬
c , tT ~ ì , dan | ~
1
T
maka
s
t
~ 2 sin2 cos2
\ (
-
T
¬ ¬
ì ì
( \ ( \
~
| | | |
\ ! \ !

(1-21)
Tugas Anda 1.4
Rumus syarat terbentuknya simpul
dan perut dapat juga ditulis seperti
berikut.
x = (2n – 1)
ì
1
4
untuk simpul dan
x = n ( )
ì
1
2
untuk perut.
Coba Anda diskusikan dengan teman,
bagaimanakah penurunannya?
]ika Anda perhatikan Persamaan (1-24), 2 sin2
\
- ¬
ì
( \
| |
\ !
merupakan
amplitudo gelombang stasioner pada titik P. Dengan demikian, amplitudo
gelombang di titik P dapat ditulis sebagai berikut.
-
t
~
2 sin2
\
- ¬
ì
( \
| |
\ !
(1-25)
letak perut dan simpul dapat ditentukan berdasarkan Persamaan
(1-25).
Perut terjadi ketika terbentuk simpangan maksimum, svaratnva
sin2 1
\
¬
ì
= - atau
( ) 2 2 1
2
\
n
¬
¬
ì
= + , sehingga diperoleh
\ ~ (2n ÷ 1)
1
1
ì , dengan n ~ O, 1, 2 .... (1-26)
Dengan demikian, perut terbentuk pada posisi \ ~
1
1
ì
,
3
1
ì
,
5
1
ì
, ...
dari titik ujung tali terikat.
Simpul terjadi ketika terbentuk simpangan gelombang bernilai nol,
svaratnva sin2 O
\
¬
ì
= atau
2
\ n
¬
¬
ì
= sehingga diperoleh
x n =

1
2
ì , dengan n ~ O, 1, 2, .... (1-27)
Dengan demikian, simpul terbentuk pada posisi \ ~
1
2
ì , ì ,
3
2
ì , ...
dari titik ujung tali terikat.
Gejala Gelombang 15
Seutas tali vang panjangnva 75 cm digetarkan naik-turun pada salah satu ujungnva,
sedangkan ujung vang lain bergerak bebas.
a. ]ika perut ke-5 berjarak 25 cm dari titik asal getaran, tentukan panjang gelombang
vang terjadi.
b. 1entukan jarak simpul ke-3 dari titik asal getaran.
]awab:
Seutas tali panjangnva 1 m, ujung P terikat, tali digetarkan transversal dengan frekuensi
1O Hz, amplitudo gelombang 6 cm, dan laju gelombang 12 m/s. 1entukan simpangan
vang terjadi di titik Ò vang berada 2,1 m dari titik asal getaran Ò setelah bergetar
selama 2,5 sekon.
Jawab:
Diketahui:
~ 1 m, J ~ 2,1 m,
t ~ 12 m/s, - ~ 6 cm,
| ~ 1O Hz, ( ~ 2,5 s.
\ ~ - J
~ 1 - 2,1 ~ 1,6 m
ì = =
12 m/ s
1O Hz
t
|
~ 1,2 m, T ~ =
1 1
1O Hz |
~ O,1 s
maka:
s
¡
~ 2 sin2 cos 2
\ (
-
T
¬ ¬
ì ì
( \ ( \
~
| | | |
\ ! \ !

~
1, 6 2, 5 1
2 sin 36O cos 36O
1, 2 O,1 1, 2
-
( \ ( \
° ° ~
| | | |
\ ! \ !
~ 2 × 6 cm × O,o7(-O,5) ~ - 5,22 cm
]adi, simpangan vang terjadi di titik Ò adalah -5,22 cm.
Contoh 1.6 Kata Kunci
• bilangan gelombang
• amplitudo
• frekuensi
• kecepatan sudut getar
• sudut fase
• fase
• beda fase
• cepat rambat gelombang
• simpul gelombang
• perut gelombang
Contoh 1.7
2,4 m
P
O
Q
4 m
a. Òleh karena panjang tali ~ 75 cm, sedangkan jarak perut ke-5 (n ~ 1) dari asal
getaran 25 cm, jarak dari ujung bebas adalah \ ~ 75 cm - 25 cm ~ 5O cm. Selanjutnva,
gunakan Persamaan (1-30) untuk menentukan panjang gelombang ( ì ).
\ ~
1 1
5O 1
2 2
n ì ì
( \ ( \
= =
| | | |
\ ! \ !
atau ì ~ 25 cm.
]adi, panjang gelombangnva adalah 25 cm.
b. ]arak titik simpul ke-3 (n ~ 2) dari ujung bebas adalah
\ ~ (2n ÷ 1)
( ) ( )
1 1
2 2 1 25cm
1 1
ì = × + ~ 31,25 cm
]adi, jarak simpul ke-3 dari titik asal getaran adalah 75 cm - 31,25 cm ~ 13,75 cm.
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 16
3. Kecepatan Gelombang Stasioner
]ika Anda membuat kembali model gelombang menggunakan tali
vang salah satu ujungnva diikat, kemudian menggerakkannva terus-
menerus sampai didapat dua buah gelombang. Oelombang pertama adalah
gelombang vang bersumber pada tangan Anda dan gelombang kedua
adalah gelombang vang berasal dari pemantulan. Pada keadaan tersebut,
Anda akan menemukan kembali gejala superposisi.
Oelombang stasioner terbentuk jika gelombang pantul bersuperposisi
dengan gelombang datang. Kedua gelombang tersebut memiliki frekuensi
dan amplitudo sama, tetapi fasenva berlawanan. Untuk membuktikan
adanva gelombang stasioner, lakukanlah percobaan seperti vang pernah
dilakukan Melde pada Aktivitas Iisika berikut ini.
Aktivitas Fisika 1.2
Percobaan Melde
Tujuan Percobaan
Mengamati gelombang stasioner.
Alat-Alat Percobaan
1. Kawat tipis (2 buah) yang berbeda massanya
2. Beban
3. Pembangkit getaran (vibrator)
4. Katrol
Langkah-Langkah Percobaan
1. Susunlah alat-alat seperti pada gambar berikut.
vibrator
gelombang
beban
P S P S
2. Hidupkan pembangkit getaran dengan menghubungkannya ke sumber
tegangan sehingga pada tali terbentuk gelombang seperti pada gambar.
3. Jika belum terbentuk gelombang stasioner, ubahlah berat beban yang
tergantung pada ujung katrol sehingga pada suatu saat terbentuk gelom-
bang stasioner.
4. Amatilah dengan saksama gelombang yang terjadi dan tulislah kesimpulan
Anda dari kegiatan tersebut.
5. Lakukan langkah 1 sampai 4 untuk kawat kedua yang berbeda massanya.
Coba sekarang Anda bandingkan kesimpulan Anda dengan
kesimpulan Melde berikut.
Cepat rambat gelombang transversal vang merambat melalui senar
pada percobaan Melde, sebanding dengan akar gava tegangan kawat
dan berbanding terbalik dengan akar massa kawat per satuan panjang
kawat. Secara matematis persamaan cepat rambat gelombang dituliskan
sebagai berikut.
t ~
í|
m
atau t ~
µ
í
(1-2o)
Pembahasan Soal
Tali yang panjangnya 5 m ber-
tegangan 2 N digetarkan sehingga
terbentuk gelombang stasioner.
Jika massa tali 625 × 10
–3
kg, maka
cepat rambat gelombang tali
adalah ....
a. 2 m/s
b. 5 m/s
c. 6 m/s
d. 10 m/s
e. 40 m/s
UMPTN 1996
Pembahasan:
Diketahui:
= 5 m; F = 2 N; m = 625 × 10
–3
kg.
Menurut Melde kecepatan rambat
gelombang tali adalah
v =
µ
F
=
F
m
=
·
-3
2 N 5 m
6,25 10 kg
= 40 m/s
Jawaban: e
Gejala Gelombang 17
Keterangan:
t ~ cepat rambat gelombang (m/s)
í ~ gava tegangan kawat (N)
µ ~
m
|
~ massa kawat per satuan panjang (kg/m)
Contoh 1.9
Seutas tali digetarkan sehingga membentuk gelombang vang berfrekuensi 2O Hz dan
cepat rambat gelombang 1 m/s. 1entukan tempat kedudukan perut dan simpul dari
ujung pemantulan gelombang tersebut.
]awab:
Diketahui:
| ~ 2O Hz,
t ~ 1 m/s,
ì
~
t
|
~
1 m/s
2O Hz
~ O,2 m ~ 2O cm.
a. Kedudukan perut (t)
t ~ (2n ÷1)
1
1
ì ~ (2n ÷ 1)
1
1
2O ×

Untuk
n ~ 1 - t ~ 15 cm
n ~ 2 - t ~ 25 cm
n ~ 3 - t ~ 35 cm
]adi, kedudukan perut (t) untuk n ~ 1 berada pada jarak 15 cm, n ~ 2 berada
pada jarak 25 cm, dan untuk n ~ 3 berada pada jarak 35 cm dari ujung pemantulan.
b. Kedudukan simpul (s)
s ~ n
1
2
ì

~ n
1
2
2O ×

Untuk
n ~ 1 - s ~ 1O cm
n ~ 2 - s ~ 2O cm
n ~ 3 - s ~ 3O cm
]adi, kedudukan simpul (s) untuk n ~ 1 berada pada jarak 1O cm, n ~ 2 berada
pada jarak 2O cm, dan n ~ 3 berada pada jarak 3O cm dari ujung pemantulan.
Contoh 1.10
Pada percobaan Melde terbentuk 3 perut gelombang dari senar vang panjangnva
1,5 m. ]ika pada ujung kawat digantungkan beban 15 g dan massa senar 3 g,
tentukan:
a. bentuk gelombang senar tersebut,
b. panjang gelombang pada senar,
c. cepat rambat gelombang,
d. frekuensi sumber getar.
]awab:
Diketahui:
| ~ 1,5 m,
m
beban
~ 15 g ~ 1,5 × 1O
-2
kg,
m
senar
~ 3 g ~ 3 ×1O
-3
kg.
Tantangan
untuk Anda
Kawat untuk saluran transmisi listrik
yang massanya 40 kg diikat antara
dua menara tegangan tinggi yang
jaraknya 200 m. Salah satu ujung
kawat dipukul oleh teknisi yang
berada di salah satu menara,
sehingga timbul gelombang yang
merambat ke menara yang lain. Jika
gelombang pantul terdeteksi
setelah 10 s, berapa tegangan kawat?
Tugas Anda 1.5
Gelombang stasioner terbentuk
jika superposisi terjadi dari dua
gelombang yang frekuensi dan
amplitudo sama tapi fasenya
berlawanan. Jika frekuensi dan
amplitudo dibuat tidak sama,
gelombang apa yang terjadi?
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 18
1. Seutas tali vang panjangnva 1OO cm, salah satu
ujungnva digetarkan harmonik naik-turun dengan
frekuensi
1
o
Hz dan amplitudo 16 cm, sedangkan ujung
lainnva terikat. Oetaran merambat dengan laju 1,5 cm/s.
1entukan:
a. amplitudo gelombang di titik vang berjarak 61 cm
dari titik asal getaran,
b. simpangan gelombang di titik tersebut setelah tali
bergetar selama
2
16
9
s,
c. letak simpul ke-1 dan perut ke-3 dari titik asal
getaran.
2. Seutas tali panjangnva 1 m. Satu ujung tali diikat ke
dinding dan ujung tali lainnva digetarkan dengan
amplitudo 5 cm, serta periode O,25 s, sehingga
gelombang pada tali dapat merambat dengan kelajuan
5O cm/s. Sebuah titik P pada jarak \ ~ 1,6 m dari ujung
pemantulan, tentukanlah:
a. persamaan simpangan gelombang datang dan
gelombang pantul di titik P,
b. persamaan simpangan superposisi gelombang di
titik P.
3. Salah satu ujung dari seutas tali vang memiliki panjang
115 cm digetarkan harmonik naik-turun, sedangkan
ujung lainnva dibiarkan bebas bergerak.
a. Berapa panjang gelombang vang bergerak pada
tali jika perut ke-3 berjarak 15 cm dari titik asal
getaran'
b. Di mana letak simpul ke-2 diukur dari titik asal
getaran'
1. Sebuah gelombang vang frekuensinva 5OO Hz memiliki
kecepatan 35O m/s.
a. Berapakah jarak antara dua titik agar sudut
fasenva berbeda sebesar 6O'
b. Berapakah perbedaan sudut fase suatu titik vang
bergetar dalam selang waktu 1O
-3
sekon'
5. Sebuah gelombang merambat dari titik Ò ke titik P
dengan cepat rambat 1 m/s, frekuensi 2 Hz, amplitudo
5 cm, dan jarak ÒP ~ 3 m. 1entukan simpangan titik P
saat Ò telah bergetar selama 1,5 s.
6. 1entukan sudut fase gelombang di titik P, jika titik Ò
telah bergetar selama 2 sekon, dengan jarak titik Ò
ke P adalah 1 meter dan besar cepat rambat gelombang
o m/s.
7. Seutas tali vang panjangnva 6 m direntangkan
horizontal. Salah satu ujungnva digetarkan dan ujung
lainnva tetap. Setelah terjadi gelombang stasioner,
ternvata perut ke-5 berjarak 3,75 m dari titik asal
getaran.
a. Berapa panjang gelombang vang terjadi'
b. Hitung letak simpul ke-5 diukur dari titik asal
getaran.
Tes Kompetensi Subbab B
Kerjakanlah dalam buku latihan.
a. Bentuk gelombang
b. Panjang gelombang diperoleh dari persamaan
1
1
2
1
1
2
ì = m
ì ~ 1 m
]adi, panjang gelombang pada senar adalah 1 m.
c. µ ~
m
|
senar
~
3 1O
1 5
3
×
~
,
~ 2 × 1O
-3
kg/m
í ~ m
beban
× z ~ 1,5 × 1O
-2
×1O ~ O,15 N
t ~
í
µ
~
O15
2 1O
3
,
×
~
~ 75 5 3 = m/s
]adi, cepat rambat gelombang adalah 5 3 m/s.
d. lrekuensi sumber getar
| ~
t
ì
~
5 3
1
5 3 = Hz
]adi, frekuensi sumber getar adalah 5 3 Hz.
1,5 m
Gejala Gelombang 19
C. Sifat-Sifat Gelombang
1. Pemantulan
Oejala pemantulan gelombang (re||e|s|) dapat Anda lihat dalam
kehidupan sehari-hari. Misalnva, pemantulan cahava oleh cermin sehingga
Anda dapat melihat bavangan pada cermin. Oejala pemantulan gelombang
dapat pula diamati pada gelombang tali. Pada ujung tali vang kita ikatkan
akan terlihat pemantulan gelombang, seperti pada Cambar 1.13(a),
sedangkan untuk ujung bebas ditunjukkan oleh Cambar 1.13(b). Untuk
lebih memahami pemantulan, Anda dapat mengamati pemantulan
gelombang air vang terjadi pada tangki air (tangki riak).
Hukum pemantulan gelombang menvatakan bahwa sudut datang
gelombang sama dengan sudut pantulnva. llustrasi pemantulan gelombang
tersebut dapat dilihat pada Cambar 1.14. Secara matematis, pernvataan
tersebut dapat dirumuskan dalam bentuk persamaan berikut.
1 2
0 0 = (1-29)
Keterangan:
0
1
~ sudut datang
0
2
~ sudut pantul
a. Pemantulan Gelombang Lingkaran oleh Bidang Datar
Bagaimana bidang datar memantulkan muka gelombang lingkaran'
Cambar 1.15 menunjukkan pemantulan gelombang lingkaran ketika
mengenai bidang datar vang menghalanginva. 1ernvata, gelombang pantul
memiliki pola vang sama dengan gelombang datang.
Pada Cambar 1.15. 1itik Ò merupakan sumber gelombang datang
dengan memerhatikan hukum pemantulan, vaitu sudut datang sama
dengan sudut pantul. Òleh karena itu diperoleh bavangan Ò di titik A.
1itik A adalah sumber gelombang pantul sehingga muka gelombang
pantul adalah lingkaran-lingkaran vang berpusat di A.
(a) (b)
Gambar 1.13
Pemantulan gelombang pada tali:
(a) ujung terikat; dan (b) ujung bebas.
Gambar 1.14
Hukum pemantulan
Gambar 1.15
Pemantulan gelombang
lingkaran oleh bidang datar.
Sumber: Physics for ‘O’ Level, 1999
Aktivitas Fisika 1.3
Pemantulan Gelombang
Tujuan Percobaan
Mengamati pemantulan gelombang pada tangki riak.
Alat-Alat Percobaan
1. Wadah bak air 4. Lampu atau OHP
2. Papan 5. Air
3. Kaca
Langkah-Langkah Percobaan
1. Buatlah semacam bak air (tangki riak) dengan kaca sebagai alasnya.
2. Letakkan bak tersebut di bawah sinar lampu OHP, kemudian letakkan sebuah
kertas putih di bawah bak.
3. Buatlah riak kecil dengan cara mencelupkan salah satu jari Anda di tengah-
tengah bak. Perhatikan yang terjadi.
4. Masukkan papan tersebut di ujung bak, lalu gerakkan secara perlahan dalam
arah horizontal sehingga terbentuk riak.
5. Jelaskan hasil yang diperoleh dan sebutkan perbedaan kedua riak tersebut.
Kemudian, jelaskan pula bagaimana dengan pemantulan gelombang pada
dinding.
i
r
normal
gelombang
datang
sinar
gelombang
datang
sinar
gelombang
pantul
muka gelombang pantul
1
0
2
0
Gambar 1.16
Tangki riak yang ditempatkan
di atas OHP.
Sumber: Physics for ‘O’ Level, 1999
O A
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 20
Gambar 1.17
Pembiasan pada tangki riak yang
kedalamannya berbeda.
Gambar 1.18
(a) Pembiasan terjadi pada
bolpoin yang dicelupkan ke
dalam air; (b) Skema perjalanan
sinar pada proses pembiasan.
Sumber: Dokumentasi Penerbit
2. Pembiasan Gelombang
Untuk mengamati pembiasan gelombang, letakkanlah keping gelas
tebal di sebagian dasar tangki riak gelombang agar kedua bidang memiliki
kedalaman air vang berbeda. Perbedaan kedalaman air tersebut terlihat
pada Cambar 1.17 berikut.
gelombang datang
batas
tempat dangkal
keping gelas tebal
meja kaca tangki riak
gelombang setelah
dibiaskan
Dari Cambar 1.17 terlihat bahwa panjang gelombang di tempat vang
lebih dalam, lebih besar daripada panjang gelombang di tempat vang
dangkal (
1 2
ì ì > ) sehingga cepat rambat gelombangnva pun berbeda. Dengan
demikian, perubahan panjang gelombang menvebabkan terjadinva
pembelokan gelombang. Pembelokan gelombang dinamakan pembiasan.
Ambillah sebatang bolpoin, lalu masukkan ke dalam gelas kaca vang
berisi air bening. Bolpoin tersebut akan terlihat bengkok. Peristiwa ini
disebut peristiwa tem||cscn ìre|rc|s|). Contoh peristiwa pembiasan vang
lain adalah fenomena |c(cm·rzcnc dan pelangi.
Pembiasan terjadi akibat adanva perbedaan indeks bias. Perbedaan
indeks bias menvebabkan perubahan cepat rambat gelombang. Pada
peristiwa bolpoin di dalam gelas, cahava vang dipantulkan ke mata melewati
tiga macam bahan. Pertama, cahava vang dipantulkan melewati air di dalam
gelas. Kemudian, melewati bahan vang kedua, vaitu kaca gelas, dan terakhir
melewati udara. Ketiga macam bahan tersebut memiliki indeks bias vang
berbeda-beda sehingga cepat rambat gelombang berubah-ubah.
Hukum vang menggambarkan fenomena ini adalah Hukum Snellius
tentang pembiasan. Perhatikan Cambar 1.1S(b), Hukum Snellius
menvatakan bahwa:
1. sinar datang, garis normal, dan sinar bias terletak pada satu bidang datar,
2. sinar datang membentuk sudut
1
0 terhadap garis normal dan sinar
bias membentuk sudut
2
0 terhadap garis normal dan memenuhi
persamaan berikut.
n
2
sin
2
0 ~ n
1
sin
1
0 (1-3O)
Keterangan:
c ~ cepat rambat cahava di ruang hampa (m/s)
t ~ cepat rambat cahava ketika melewati medium
n ~ indeks bias mutlak bahan
Perhatikan Persamaan (1-30). Simbol n
1
dam n
2
merupakan
konstanta tak berdimensi. Konstanta tersebut dinamakan indek bias.
Simbol
1
0 adalah sudut vang dibentuk oleh sinar datang dan garis normal.
Adapun 0
2
adalah sudut vang dibentuk oleh sinar bias dan garis normal.
ì
1
ì
2
(a)
(b)
sinar
datang
0
1
0
2
sinar
bias
n
2
> n
1
n
1
n
2
Gejala Gelombang 21
lndek bias absolut suatu bahan merupakan perbandingan kecepatan
cahava dalam ruang vakum (c) dan kecepatan cahava di dalam medium
bahan tersebut. Dengan demikian, indeks bias dinvatakan dengan
persamaan.
c
n
t

(1-31)
]ika Persamaan (1-30) disusun kembali untuk membandingkan sudut
bias (
2
0 ) dangan sudut datang (
1
0 ), diperoleh persamaan berikut.
1
2 1
2
sin sin
n
n
0 0
(1-32)
Berdasarkan Persamaan (1-32), dapat diketahui bahwa besarnva
sudut bias bergantung pada sudut datang (
1
0 ), indeks bias medium
pertama (n
1
) dan indeks bias medium kedua (n
2
).
1. ]ika n
2
sama dengan n
1
,
2
0 akan sama dengan
1
0 . Pada keadaan ini,
refraksi tidak menvebabkan pembelokan sinar. Sinar datang akan diterus-
kan tanpa pembelokkan arah, seperti terlihat pada Cambar 1.19(a).
2. ]ika n
2
lebih besar daripada n
1
,
2
0 akan lebih kecil daripada
1
0 . Pada
keadaan ini, sinar dibiaskan mendekati garis normal dan menjauh
garis perpanjangan sinar datang, seperti pada Cambar 1.19(b).
2. ]ika n
2
lebih kecil daripada n
1
,
2
0 akan lebih besar daripada
1
0 . Pada
keadaan ini, sinar dibiaskan menjauhi garis normal dan garis perpan-
jangan sinar datang, seperti pada Cambar 1.19(c).
Gambar 1.19
Pembiasan sinar bergantung
pada indeks bias medium.
0
1
sinar
datang
0
2
garis normal
n
1
n
2
sinar
bias
n
2
= n
1
sinar
datang
n
1
n
2
sinar
bias
n
2
> n
1
sinar
datang
n
1
n
2
sinar
bias
n
2
< n
1
(a) (b) (c)
garis normal garis normal
0
1
0
2
0
1
0
2
Contoh 1.8
Sebuah gelombang datang pada bidang batas antara dua medium dengan sudut datang
37. ]ika perbandingan antara indeks bias medium pertama dan medium kedua adalah
Tugas Anda 1.6
Menurut Anda, mengapa
gelombang air laut yang begitu
besar ketika sampai di pantai
menjadi kecil? Apakah terjadi hal
yang sama untuk laut yang
berbatasan dengan daratan yang
bertebing karang curam?
1
3
, tentukan sudut biasnva dan lukiskan pembiasan gelombang tersebut.
]awab:
Diketahui: sudut datang
1
0 ~ 37,
indeks bias n
12
~
1
3
.
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 22
3. Polarisasi
Polarisasi merupakan peristiwa vang memperlihatkan ciri khas
gelombang transversal. Peristiwa polarisasi dapat terjadi karena peristiwa
pemantulan, pembiasan, bias kembar, selektif, dan peristiwa bidang getar.
Peristiwa polarisasi dapat divisualisasikan dengan membavangkan
gelombang transversal pada seutas tali. Perhatikan Cambar 1.20.
gelombang
terpolarisasi
celah
Gambar 1.20
Gelombang tali yang
terpolarisasi.
a. Sudut bias
2
sin0 ~
1
1
2
sin
n
n
0
~
1 2 1
sin n 0
~
1
sin 37
3

~
1
O, 6
3

~ O,o
2
sin O, o 53 crc 0
Seutas tali digetarkan dengan melewati sebuah celah sempit vertikal.
1ali terlihat menvimpang seperti spiral. Setelah gelombang tali melewati
celah, hanva arah getar vertikal saja vang masih tersisa, sedangkan arah
getar horizontal diredam atau diserap oleh celah sempit tersebut.
Oelombang vang keluar dari tali disebut gelombang terpolarisasi linear.
Untuk lebih memahami polarisasi, amatilah Cambar 1.21.
Cambar 1.21(a) memperlihatkan gelombang transversal vang
dilewatkan pada dua celah vang posisinva sama dan gelombang tali ternvata
lolos pada kedua celah tersebut. Cambar 1.21(b) memperlihatkan
gelombang transversal vang dilewatkan pada dua celah vang saling
menvilang tegak lurus. 1ernvata, gelombang lolos pada celah vang
pertama, vaitu celah vang sejajar dengan arah getar, tetapi tidak lolos
pada celah vang lain, vaitu celah vang tegak lurus dengan arah getar.
Berdasarkan Cambar 1.21(a) dan Cambar 1.21(b) dapat
disimpulkan bahwa hanva gelombang transversal vang dipengaruhi celah.
Oelombang vang dapat lolos dari celah hanva memiliki satu arah getar.
Oelombang vang demikian disebut gelombang polarisasi. Sinar alami
seperti sinar matahari bukan termasuk sinar terpolarisasi. Simbol untuk
sinar vang tidak terpolarisasi adalah , sedangkan simbol untuk
sinar vang terpolarisasi adalah .
Gambar 1.21
Polarisasi gelombang tali.
(a)
gelombang
terpolarisasi
(b)
gelombang
tidak
terpolarisasi
37°
53°
medium 1
medium 2
b. lukisan pembiasan gelombang
Gejala Gelombang 23
Gambar 1.22
Cahaya tak terpolarisasi
dilewatkan pada sebuah kristal.
4. Interferensi Gelombang
Selain pemantulan dan pembiasan, sifat lain dari gelombang, adalah
interferensi. Sifat interferensi pada gelombang adalah pola penguatan
(interferensi konstruktif) dan pola penghilangan (interferensi destruktif)
muka gelombang dari dua gelombang vang saling bertemu. Untuk melihat
pola ini lebih jelas, perhatikan Cambar 1.23 berikut.
Gambar 1.23
Interferensi gelombang air
interferensi konstruktif
Sumber: www.physics.umd.edu
interferensi destruktif
Anda pun dapat melakukan percobaan untuk melihat gejala
interferensi gelombang. Ambillah sebuah tangki riak, kemudian buatlah
celah ganda pada sebuah papan. Masukkan papan tersebut ke dalam
tangki secara vertikal. Nvalakan lampu di atas tangki riak air. Kemu-
dian, buatlah sumber gelombang dengan cara mencelupkan salah satu
jari Anda ke dalam air di salah satu ujung tangki. lihatlah pola inter-
ferensi pada kertas di bawah tangki tersebut, di bawah ujung tangki lain.
Pemasangan papan bercelah tadi sebenarnva adalah pembuatan dua
sumber gelombang. Pada dinding tangki, akan tampak penguatan dan
penghilangan gelombang akibat bertemunva kedua gelombang tersebut.
Penguatan terjadi karena adanva kesamaan fase dari kedua gelombang.
Kesamaan fase adalah dua gelombang vang memiliki frekuensi dan
simpangan vang sama. Penghilangan terjadi karena adanva ketidaksamaan
fase gelombang. lase vang tidak sama adalah jika ada dua gelombang
memiliki frekuensi vang sama, namun simpangannva saling berlawanan.
5. Difraksi Gelombang
Difraksi dalam bahasa sehari-hari dapat diartikan sebagai pelenturan.
Peristiwa difraksi atau pelenturan gelombang dapat diamati dengan
menggunakan tangki riak dan papan bercelah. Namun, gelombang vang
timbul di air tidak dihasilkan oleh getaran tangan, melainkan dari gerakan
maju mundur sebuah papan sehingga muka gelombang bukan berbentuk
lingkaran. ]ika Anda melakukan hal tersebut, Anda akan mendapatkan
Gambar 1.24
Interferensi dua gelombang
(a) interferensi konstruktif
(menguatkan) dan
(b) interferensi destruktif
(menghilangkan).
(a) (b)
+ +
= =
getaran horizontal
diserap sempurna
oleh polaroid
cahaya alami
yang datang
getaran vertikal
diserap sebagian
cahaya diteruskan
terpolarisasi linear
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 24
6. Efek Doppler
]ika Anda membuat getaran pada permukaan air menggunakan
sebuah alat penggetar (t||rc(·r), pada permukaan air tersebut akan
terbentuk gelombang-gelombang vang merambat ke segala arah, seperti
ditunjukkan Cambar 1.26(a). Apa vang terjadi jika vibrator ditarik ke
kanan' ]ika vibrator ditarik ke kanan, akan terbentuk lingkaran gelombang
air seperti pada Cambar 1.26(b).
]arak gelombang di sebelah kanan lebih rapat dibandingkan dengan
jarak gelombang di sebelah kiri. 1erlihat bahwa pusat dari setiap muka
gelombang vang dihasilkan bergerak ke kanan sehingga jarak antara
puncak ke puncak gelombang vang berdekatan di sebelah kanan lebih
pendek daripada panjang gelombang di sebelah kiri. Artinva, sumber
gelombang vang bergerak menvebabkan perubahan panjang gelombang.
Panjang gelombang vang berubah akan menvebabkan perubahan frekuensi.
Peristiwa perubahan frekuensi gelombang akibat pengaruh gerak relatif
antara sumber gelombang dan pengamat dinamakan efek Doppler.
Anda dapat mengamati efek Doppler ketika berdiri di pinggir jalan
dan ada mobil menuju atau mendekati Anda, bunvi mobil tersebut ter-
dengar semakin tinggi. Demikian pula, jika mobil tersebut menjauhi
Anda, bunvi mobil tersebut terdengar semakin rendah. lenomena tersebut
kali pertama diamati oleh seorang fisikawan Austria, Christian Doppler
(1oO3-1o53) sehingga dinamakan efek Doppler.
Perubahan bunvi mobil (menjadi tinggi atau rendah) tersebut
disebabkan oleh perubahan frekuensi. Ketika mobil tersebut mendekati
Anda, frekuensinva semakin besar. Sebaliknva, ketika mobil tersebut ber-
gerak menjauhi Anda, frekuensinva semakin kecil. Perubahan frekuensi
tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut.
Ketika sumber bunvi dan pendengar diam, gelombang bunvi vang
dipancarkan oleh sumber bunvi memiliki panjang gelombang vang sama
dengan gelombang bunvi vang diterima pendengar berlaku persamaan
t s
t
|
ì ì ì
Namun, pada saat sumber bunvi bergerak dan pendengar diam maka
panjang gelombang vang diterima pendengar adalah
s
t
s
t t
|
ì

Gambar 1.26
Sumber gelombang yang
bergerak pada permukaan air
menyebabkan panjang
gelombang lebih pendek
sesuai arah gerak.
1 2 3 4 5 s
P
v
p
v
s
(a)
s
5 4 3 2 1
(b)
Gambar 1.25
Difraksi pada gelombang air
gelombang air setelah
melewati celah
gelombang air
celah
Sumber: Physics for Scientist & Engineers
with Modern Physics, 2000
bahwa setelah gelombang keluar dari papan bercelah, bentuk muka
gelombang tidak seperti bentuk gelombang vang pertama. Pola vang akan
Anda dapati, ditunjukkan oleh Cambar 1.25.
Gejala Gelombang 25
sehingga frekuensi vang diterima pendengar adalah sebagai berikut.
t s
t s
t t
| |
t t ì

(1-33a)
Untuk kasus sebaliknva, pada saat sumber bunvi diam dan pendengar
bergerak, panjang gelombang vang diterima pendengar adalah
t
s
t
|
ì
sehingga frekuensi vang diterima pendengar adalah sebagai berikut.
t t
t s
t
t t t t
| |
t ì


(1-33b)
Secara umum, persamaan efek Doppler untuk sumber bunvi dan
pendengar bergerak berlaku persamaan:
t
t s
s
t t
| ~ |
t t

(1-31)
Keterangan:
|
t
~ frekuensi vang diterima pendengar (Hz)
|
s
~ frekuensi dari sudut bunvi (Hz)
t ~ kecepatan gelombang bunvi (m/s)
t
t
~ kecepatan gerak pendengar (m/s)
t
s
~ kecepatan gerak sumber bunvi (m/s)
Perjanjian tanda vang digunakan dalam persamaan adalah sebagai
berikut.
1. ]ika pendengar mendekati sumber, t
pendengar
positif.
2. ]ika pendengar menjauhi sumber, t
pendengar
negatif.
3. ]ika sumber mendekati pendengar, t
sumber
negatif.
1. ]ika sumber menjauhi pendengar, t
sumber
positif.
Contoh 1.11
Sebuah mobil bergerak dengan kecepatan 72 km/jam sambil membunvikan klakson
dengan frekuensi oOO Hz. Dari arah berlawanan, seorang pengendara motor bergerak
dengan kecepatan 51 km/jam. 1entukan frekuensi bunvi klakson vang didengar oleh
pengendara sepeda motor tersebut, jika cepat rambat bunvi di udara adalah 31O m/s.
]awab:
Diketahui:
t
mobil
~ 72 km/jam ~ 2O m/s,
t
pendegar
~ 51 km/jam ~ 15 m/s,
t
udara
~ 31O m/s,
|
klakson mobil
~ oOO Hz.
|
pendengar
~
udara pendengar
klakson mobil
udara mobil
t t
|
t t

~
~
31O m/s ÷ 15 m/s
oOO Hz
31O m/s 2O m/s

~
~ oo7,5 Hz
]adi, pengendara sepeda motor mendengar bunvi klakson dengan frekuensi oo7,5 Hz.
Tokoh
Christian Johann
Doppler
(1803–1853)
Christian Johann Doppler adalah
fisikawan yang lahir di Salzburg,
Austria. Dia belajar di Vienna dan
menjadi seorang profesor Fisika
(1851). Dia terkenal dengan
pengamatannya tentang variasi
frekuensi gelombang suara dan
gelombang cahaya karena pengaruh
kecepatan gerak relatif antara
sumber dan pengamat.
Sumber: www. allbiographic.com
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 26
1. Sebuah gelombang datang dari udara dengan sudut
datang 53 masuk ke dalam air dan dibiaskan dengan
sudut bias 37. ]ika panjang gelombang tersebut di udara
2 cm, tentukan panjang gelombang di dalam air.
2. Sebuah gelombang datang pada bidang batas antara
dua medium dengan sudut datang 3O. ]ika indeks bias
relatif medium dua terhadap medium satu adalah
1
2
,
tentukan sudut biasnva dan lukiskan pembiasan
gelombangnva.
3. Oelombang datang dari permukaan air vang dalam ke
permukaan air vang dangkal dengan sudut datang 6O.
]ika cepat rambat gelombang pada permukaan air vang
dalam dan permukaan air vang dangkal o m/s dan 1 m/s,
tentukan sudut biasnva.
1. ]elaskan apa vang dimaksud polarisasi.
5. Sebuah ambulans bergerak dengan kecepatan 33,5 m/s
sambil membunvikan sirinenva pada frekuensi 1OO Hz.
Seorang pengemudi truk bergerak berlawanan arah
dengan kecepatan 21,6 m/s mendengar bunvi sirine
ambulans. 1entukan frekuensi vang didengar
pengemudi saat:
a. kedua mobil saling mendekati,
b. kedua mobil saling menjauhi.
6. Ketika berdiri di trotoar, seorang anak mendengar bunvi
berfrekuensi 12O Hz dari sirine mobil polisi vang
mendekatinva. Setelah mobil polisi melewatinva,
frekuensi bunvi vang terdengar menjadi 36O Hz. Berapa
kelajuan mobil polisi tersebut'
(Kecepatan bunvi di udara ~ 31O m/s).
7. Sebuah sumber bunvi memiliki frekuensi 5OO Hz
bergerak dengan kecepatan 2O m/s mendekati seorang
pengamat vang diam. 1entukan besar frekuensi vang
didengar oleh pengamat jika
a. tidak ada angin,
b. terdapat angin vang bergerak dengan kecepatan
5 m/s searah dengan arah sumber bunvi, dan
c. terdapat angin vang bergerak dengan kecepatan
5 m/s berlawanan arah dengan arah gerak sumber
bunvi. Cepat rambat bunvi di udara 31O m/s.
Tes Kompetensi Subbab C
Kerjakanlah dalam buku latihan.
Rangkuman
1. Berdasarkan sumbernva, gelombang dikelompokkan
menjadi dua macam, vaitu gelombang mekanik dan
gelombang elektromagnetik.
2. Berdasarkan arah getarnva, gelombang dibedakan
menjadi gelombang transversal dan gelombang
longitudinal.
3. Besar cepat rambat gelombang berbanding lurus
dengan panjang gelombang dan berbanding terbalik
dengan waktu untuk menempuh satu gelombang.
t
T
ì

1. Besarnva dava vang ditransmisikan melalui suatu
gelombang berbanding lurus dengan kuadrat
amplitudo, kuadrat frekuensi, dan laju gelombang.
2 2
1
2
í - t c
5. Simpangan gelombang berjalan di suatu titik
dinvatakan dengan persamaan
sin2 sin2
t
\ \
s - | ( - | (
t t
¬ ¬
( \ ( \

| | | |
\ ! \ !
6. Persamaan kecepatan sebuah titik dalam suatu
gelombang terhadap waktu, adalah turunan pertama
P vang dinvatakan dengan persamaan

sin
t
Js J
t - ( |\
J( J(
c ~
cos
t
t - ( |\ c c ~
Contoh 1.12
Kereta api bergerak meninggalkan stasiun dengan kecepatan 9O km/jam. Seorang
masinis membunvikan peluitnva dengan frekuensi 6OO Hz. ]ika cepat rambat bunvi
di udara 31O m/s, berapa frekuensi vang didengar oleh petugas di stasiun tersebut'
]awab:
Diketahui: t
kereta api
~ 9O km/jam ~ 25 m/s, t
udara
~ 31O m/s, t
pendengar
~ O m/s.
|
pendengar
~

udara pendengar
peluit
udara kereta api
t t
|
t t
~
31O m/s ÷ O m/s
6OO Hz
31O m/s 25 m/s

~ 55o,9 Hz
]adi, frekuensi vang didengar oleh petugas di stasiun tersebut adalah 55o,9 Hz.
Kata Kunci
• refleksi
• tangki riak
• sudut datang
• sudut pantul
• garis normal
• refraksi
• fatamorgana
• indeks bias
• sudut bias
• polarisasi
• interferensi
• interferensi konstruktif
• interferensi destruktif
• efek Doppler
Gejala Gelombang 27
7. Percepatan getaran partikel di titik P merupakan
turunan pertama dari kecepatan getar titik P tersebut
terhadap waktu
cos
t
t
Jt
J
c - ( |
J( J(
c c | ~ |
| |
sin
t
c - ( |\ c c ~ ~
2
~
t
¥ c ~
o. Persamaan gelombang stasioner akibat pemantulan
pada ujung tali bebas adalah
2 cos2 sin2
t
\ (
¥ -
T
¬ ¬
ì ì
( \ ( \
~
| | | |
\ ! \ !

dengan 2 cos2
\
- ¬
ì
( \
| |
\ !
adalah amplitudo gelombang
superposisi.
letak simpul dari ujung pemantulan pada ujung tali
bebas adalah

1
2 1
1
\ n ì
letak perut delombang dari ujung pemantulan pada
ujung tali bebas adalah
1
2
\ n ì
( \

| |
\ !
9. Persamaan gelombang stasioner akibat pemantulan
pada ujung tali terikat adalah
2 sin2 cos2
t
\ (
¥ -
T
¬ ¬
ì ì
( \ ( \
~
| | | |
\ ! \ !

dengan 2 sin2
\
- ¬
ì
( \
| |
\ !
adalah amplitudo gelombang.
letak simpul dari ujung pemantulan pada ujung tali
terikat adalah
1
2
\ n ì
( \

| |
\ !
Adapun letak perut gelombang dari ujung
pemantulan pada ujung tali terikat adalah

1
2 1
1
\ n ì
1O. Oelombang dapat mengalami pemantulan, pembiasan,
polarisasi, interferensi, dan difraksi.
11. Hukum Snellius pada pembiasan gelombang
dinvatakan dengan persamaan
2 2 1 1
sin sin n n 0 0
12. lfek Doppler merupakan fenomena perubahan
frekuensi gelombang akibat pengaruh gerak relatif
antara sumber gelombang dan pengamat. Secara
umum dinvatakan dengan persamaan
t
t s
s
t t
| |
t t

Peta Konsep
Pemantulan Pembiasan Polarisasi lnterferensi Difraksi
Celombang
Oelombang
Mekanik
Oelombang
1ransversal
dapat mengalami
berdasarkan
sumbernva
terdiri atas
berdasarkan
arah getarnva
terdiri atas
berdasarkan
amplitudonva
terdiri atas
Oelombang
llektromagnetik
Oelombang
longitudinal
Oelombang
Stasioner
Oelombang
Berjalan
Setelah mempelajari bab ini, Anda tentu telah
mengetahui jenis-jenis gelombang serta sifat-sifatnya.
Dari materi bab ini, bagian mana yang Anda anggap sulit?
Coba diskusikan dengan teman atau guru Fisika Anda.
Refleksi
Selain itu, coba Anda sebutkan manfaat lainnya yang
Anda peroleh setelah mempelajari materi bab ini.
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 28
P
Q
R
S
T
U
V
1. Sebuah gelombang memiliki persamaan simpangan
s ( \ O,O1 32 2 sin ( ) ¬ dalam satuan Sl. lrekuensi
dan panjang gelombang tersebut adalah ....
a. o Hz dan 2 m d. 16 Hz dan 1 m
b. o Hz dan 1 m e. 32 Hz dan 2 m
c. 16 Hz dan 2 m
2. Untuk benda vang mengalami getaran harmonik, pada
saat simpangan maksimum ....
a. kecepatan dan percepatan maksimum
b. kecepatan dan percepatan minimum
c. kecepatannva maksimum dan percepatannva nol
d. kecepatannva nol dan percepatannva maksimum
e. simpangan maksimum, energinva maksimum
3. Cepat rambat gelombang pada tali adalah 21O cm/s
dengan frekuensi 1o Hz. ]arak dua titik pada tali jika
beda fase kedua titik
3
1
adalah ....
a. O,5O cm d. 5,OO cm
b. O,75 cm e. 7,5O cm
c. 3,75 cm
1. Oelombang S merambat dengan persamaan
s (
\
~

O O1
6
, sin¬ , satuan s dan \ dalam meter dan
( dalam sekon. Pada saat S telah bergetar 1 s, simpangan
titik P vang terletak sejauh 1 m dari S adalah ....
a. O,O5 m d. O,O1 m
b. O,O1 m e. O,OO5 m
c. O,O2 m
5. Sebuah gelombang berjalan melalui titik A dan B vang
berjarak o cm dalam arah dari A ke B. Pada saat ( ~ O,
simpangan gelombang di A adalah nol. ]ika panjang
gelombang 12 cm dan amplitudo 1 cm, simpangan titik
B pada saat fase titik A ~
3
2
¬
rad adalah ....
a. 2 cm d. 3 cm
b. 2 2 cm e. 1 cm
c. 2 3 cm
6. Sebuah gelombang transversal dinvatakan dengan
persamaan

sin2 ,
O, O2 15
( \
s ¬ ~ dengan \ dan s
dalam cm dan ( dalam sekon, maka:
(1) panjang gelombangnva 15 cm
(2) frekuensinva 5O Hz
(3) amplitudonva 1 cm
(1) cepat rambatnva 75O cm/s
Pernvataan vang benar adalah ....
a. 1, 2, dan 3 d. 1 saja
b. 1 dan 3 e. semua benar
c. 2 dan 1
(UMPTN 2000)
7. Pada percobaan Melde digunakan seutas dawai vang
panjangnva oO cm dan bermassa 25 g. ]ika dawai
ditegangkan dengan gava sebesar 5O N, kecepatan
rambat gelombang transversal pada dawai adalah ....
a. 1 m/s d. 1O 1O m/s
b. 12,5 m/s e. 1OO m/s
c. 1O m/s
(£btanas 2000)
o. 1ali vang panjangnva 5 m ditegangkan dengan gava
2 N, kemudian dirambati gelombang transversal. ]ika
cepat rambat gelombang tersebut 1O m/s, massa tali
adalah ....
a. 6,25 gram d. 6,o5 gram
b. 6,5O gram e. 6,9O gram
c. 6,75 gram
(UMPTN 1995)
9. Pada percobaan Me|Je digunakan seutas benang vang
panjangnva 1 meter, massa benang 5 gram. ]ika beban
sebesar O,2 kg digantungkan pada benang tersebut dan
z ~ 1Om/s
2
maka kecepatan perambatan gelombang
pada benang adalah ....
a. 5 m/s d. 21 m/s
b. 1O m/s e. 1O m/s
c. 2O m/s
1O. Satu panjang gelombang adalah jarak antara ....
a. puncak ke puncak berurutan
b. simpul dan perut berurutan
c. perut dan lembah berurutan
d. puncak ke lembah berurutan
e. simpul ke simpul berurutan
11. Sebuah gelombang laut datang memecah pantai setiap
6 sekon sekali. ]arak setiap gelombang 12 m. ]adi, laju
gelombang menuju pantai sebesar ....
a. O,9 m/s d. 25 m/s
b. 2,O m/s e. 75 m/s
c. 2,5 m/s
12. Oambar berikut menunjukkan gelombang transversal
berjalan.
Tes Kompetensi Bab 1
A. Pilihlah salah satu jawaban vang paling tepat dan kerjakanlah pada buku latihan.
Dalam satu periode ditempuh jarak ....
a. P-Ò-R-S d. Ò-R-S
b. R-S-1-U e. R-S-1
c. P-Ò-R-S-1
13. ]ika gelombang air merambat dari tempat vang dalam
ke tempat vang lebih dangkal maka ....
a. cepat rambat dan panjang gelombang tetap
b. cepat rambat menjadi lebih besar dan panjang
gelombang tetap
Gejala Gelombang 29
c. cepat rambat mengecil dan panjang gelombang
membesar
d. cepat rambat dan panjang gelombang mengecil
e. cepat rambat mengecil dan frekuensi membesar
11. Oelombang merambat melalui dua zat, mula-mula
dengan kecepatan 6 m/s, sudut datang 3O dan
dibiaskan pada zat kedua dengan sudut 6O. Cepat
rambat gelombang pada zat kedua adalah ....
a. 3 m/s d. 9 m/s
b. 6 m/s e.
9 3
m/s
c.
6 3
m/s
15. Seutas tali panjangnva 5 m, dan bermassa 5O gram,
ditegangkan dengan gava 1OO N. ]ika frekuensi
sumber getarannva 5O Hz, cepat rambat gelombang
tali tersebut adalah ....
a. 1OO m/s d. 75O m/s
b. 25O m/s e. 1.OOO m/s
c. 5OO m/s
16. Peristiwa perpaduan antara dua gelombang di suatu
titik dalam waktu vang bersamaan disebut ....
a. pembiasan d. difraksi
b. pemantulan e. polarisasi
c. superposisi
17. Seutas tali vang panjangnva 1 m, kedua ujungnva
diikat dengan erat. Kemudian, pada tali ditimbulkan
gelombang sehingga terbentuk o buah perut. letak
perut kelima dari ujung terjauh adalah ....
a. 1,33 m d. 2,OO m
b. 1,5O m e. 2,25 m
c. 1,75 m
1o. ]ika sebuah gelombang melewati penghalang vang
memiliki celah sempit, akan terjadi peristiwa ....
a. interferensi d. refraksi
b. difraksi e. polarisasi
c. refleksi
19. ]ika pada percobaan Melde tegangan dibuat sembilan
kali dari semula, cepat rambat gelombang pada tali
tersebut menjadi ....
a.
1
3
kali semula d. 9 kali semula
b.
1
2
kali semula e. o1 kali semula
c. 3 kali semula
2O. Sebuah sumber bunvi dengan frekuensi 1.O21 Hz ber-
gerak mendekati seorang pengamat dengan
kecepatan 31 m/s. Kecepatan rambat bunvi di udara
adalah sebesar 31O m/s. ]ika pengamat bergerak
menjauhi sumber bunvi dengan kecepatan 17 m/s,
besar frekuensi bunvi vang didengar oleh pengamat
adalah ....
a. 92O Hz d. 1.22O Hz
b. 1.OoO Hz e. 1.32O Hz
c. 1.12O Hz
21. Andi berdiri di samping sumber bunvi vang frekuen-
sinva 676 Hz. Sebuah sumber bunvi lain dengan
frekuensi 676 Hz mendekati Andi dengan kecepatan
2 m/s. ]ika kecepatan merambat bunvi di udara adalah
31O m/s, Andi akan mendengar lavangan bunvi
dengan frekuensi ....
a. O d. 6 Hz
b. 2 Hz e. o Hz
c. 1 Hz
22. Sebuah sumber bunvi bergerak dengan kecepatan
c m/s menuju pendengar vang diam sehingga
frekuensi vang didengar oleh pendengar adalah |
1
.
]ika sumber bunvi tersebut diam, sedangkan
pendengar bergerak dengan kecepatan c m/s
mendekati sumber bunvi, frekuensi vang didengar
oleh pendengar adalah |
2
. ]ika cepat rambat bunvi di
udara t m/s, perbandingan |
1
: |
2
adalah ....
a. 1 d.
2
2
1
1
c
t
~
b.
1
1
c
t
~
e.
2
2
1
1
c
t

c.
1
1
c
t

23. Seorang penerbang vang pesawat terbangnva menuju
ke menara bandara mendengar bunvi sirine menara
dengan frekuensi 2.OOO Hz. ]ika pada saat itu sirine
memancarkan bunvi dengan frekuensi 1.7OO Hz dan
cepat rambat bunvi di udara 31O m/s, kecepatan
pesawat terbang tersebut adalah ....
a. 196 km/jam d. 22O km/jam
b. 2OO km/jam e. 236 km/jam
c. 216 km/jam
21. Sebuah gelombang berjalan melalui titik A dan B vang
berjarak o cm. Pada saat ( ~ O, simpangan gelombang
di A adalah O. ]ika panjang gelombangnva 12 cm dan
amplitudonva 1 cm, simpangan titik B pada saat fase
titik A ~
3
2
¬
adalah ... cm.
a. 2 d. 3
b.
2 2
e. 1
c.
2 3
25. Seutas tali panjangnva 1O m digetarkan transversal.
laju rambat gelombang transversal pada tali tersebut
5O m/s. ]ika gava tegangan pada tali tersebut 2,5 N,
massa tali adalah ....
a. O,12 kg d. O,O1 kg
b. O,O9 kg e. O,O3 kg
c. O,Oo kg
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 30
A
B
C
D
E
F
H
G I
B. ]awablah pertanvaan berikut ini dengan tepat.
1. Pada suatu saat bentuk gelombang transversal sebagai
fungsi dari tempat kedudukan \ ditunjukkan seperti
pada gambar berikut.
1entukan dua titik vang fasenva sama.
2. lnterferensi vang dapat menghasilkan gelombang
stasioner dapat diperoleh dari percobaan Melde. Apa-
kah vang dimaksud dengan gelombang stasioner'
]elaskan dengan mempergunakan gambar.
3. Seutas tali dengan panjang AB, digetarkan harmonik
selama 1 s di ujung A, sehingga menghasilkan
gelombang transversal berjalan dengan kecepatan
6O m/s. lrekuensi gelombang 1O Hz dan amplitudonva
2 cm. 1itik B berada 5 m dari A. ]ika A mulai digerak-
kan ke atas, hitunglah:
a. simpangan di B,
b. fase di B.
1. Persamaan sebuah gelombang transversal berjalan
adalah

2
sin6O 1O ,
O, O1
(
s \ ¬ ~ dengan s dan \ di-
nvatakan dalam satuan m dan ( dinvatakan dalam
satuan s. Hitunglah:
a. amplitudonva,
b. panjang gelombangnva,
c. cepat rambatnva,
d. periodenva.
5. Persamaan gelombang longitudinal berjalan dalam
batang adalah s (
\
~ ~
~

1O 3 1OO
17 OOO
7
sin .
.
¬ , s dan
\ dalam cm dan ( dalam s. Hitunglah besar:
a. amplitudo gelombang,
b. panjang gelombang,
c. cepat rambat gelombang,
d. periode gelombang.
6. Diketahui, persamaan gelombang berjalan
s (
\
~

1 2OO
17
sin ¬
¬
, dengan s dan \ dinvatakan
dalam satuan cm dan ( dinvatakan dalam satuan s.
1entukan nilai dari:
a. frekuensi gelombang,
b. panjang gelombang,
c. cepat rambat gelombang tersebut.
7. Sebuah gelombang berjalan dari titik A ke titik B
dengan amplitudo 1 cm dan periode O,2 sekon. ]arak
AB ~ 1O cm. ]ika besar cepat rambat gelombang
tersebut 2,5 m/s, tentukan:
a. selisih fase A dan B,
b. simpangan di B saat titik A melalui kedudukan
seimbangnva.
o. Sebuah gelombang stasioner dibentuk dari interferensi
dua buah gelombang, vang masing-masing memiliki
amplitudo ~¬ cm, bilangan gelombang | ~
2
¬ ( \
| |
\ !
/cm,
dan frekuensi sudut c ¬ 1O rad/s.
a. Hitung jarak antara dua perut gelombang vang
berurutan.
b. Berapa amplitudo gelombang stasioner di
\ ~ O,25 cm'
9. Sebuah sumber bunvi berfrekuensi 6OO Hz bergerak
dengan kecepatan 2O m/s mendekati seorang
pengamat vang diam. 1entukan frekuensi vang
didengar oleh pengamat, jika:
a. tidak ada angin,
b. terdapat angin vang bergerak dengan kecepatan
1O m/s, searah dengan arah sumber bunvi,
c. terdapat angin vang bergerak dengan kecepatan
1O m/s, berlawanan dengan arah gerak sumber
bunvi'
1O. Sebuah mobil vang bergerak dengan kecepatan
2O m/s. Pada arah berlawanan bergerak mobil
ambulans dengan kecepatan 16 m/s. Ambulans mem-
bunvikan sirine sehingga terdengar bunvi sirine
berfrekuensi oOO Hz. 1entukan frekuensi sirine vang
terdengar oleh pengemudi mobil tersebut, jika angin
bertiup dengan kecepatan 5 m/s
a. searah gerak ambulans,
b. searah gerak mobil.
Gelombang Cahaya 31
A. Interferensi
Cahaya
B. Difraksi Cahaya
C. Polarisasi Cahaya
• mendeskripsikan gejala dan ciri-ciri gelombang cahaya;
• menerapkan konsep dan prinsip gelombang cahaya dalam teknologi.
Setelah mempelajari bab ini, Anda harus mampu:
menerapkan konsep dan prinsip gejala gelombang dalam menyelesaikan masalah.
Hasil yang harus Anda capai:
31
Gelombang Cahaya
lenomena-fenomena tentang cahava sering Anda jumpai dalam
kehidupan sehari-hari. Ketika turun hujan pada siang hari, kadang-
kadang kita dapat menikmati indahnva pelangi vang menghiasi cerahnva
langit. Apakah sebenarnva pelangi itu'
Cahava merupakan gelombang elektromagnetik. Pada Bab 1 Anda
telah mempelajari gelombang mekanik, misalnva gelombang air dan
gelombang tali. Apakah perbedaan antara gelombang elektromagnetik
dan gelombang mekanik'
Manusia telah memanfaatkan gelombang elektromagnetik dalam
bidang transportasi, astronomi, militer, dan geografi. 1ahukah Anda
bagaimana gejala dan ciri-ciri gelombang elektromagnetik khususnva
cahava serta penerapannva' ]awaban atas pertanvaan-pertanvaan tersebut
dapat Anda temukan pada bab ini. Òleh karena itu, pelajari bab ini
dengan baik.
Cahaya merupakan gelombang elektromagnetik yang banyak
digunakan untuk kepentingan teknologi komunikasi.
Bab
2
Sumber: Physics Today, 1995
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 32
A B C
gelombang
datang
S
2
S
1
terang
terang
terang
terang
terang
terang
terang
terang
terang
terang
terang
terang
terang
gelap
gelap
gelap
gelap
gelap
gelap
gelap
gelap
gelap
gelap
gelap
gelap
S
0
Gambar 2.1
Interferensi pada celah
ganda Young
A. Interferensi Cahaya
ín(er|erens| adalah ter|s(|uc tenzzc|unzcn Juc ze|·m|cnz c(cu |e||| scnz
|·|eren. í·|eren artinva gelombang memiliki |re|uens| scmc dan |eJc
|csensc (e(ct. Seperti vang telah dibahas pada pembahasan gelombang
bahwa gelombang cahava bersifat seperti halnva gelombang bunvi vaitu
dapat berinterferensi. Òleh karena itu, untuk mendapatkan interferensi
cahava pun diperlukan sumber cahava vang koheren, vaitu sumber cahava
vang memiliki frekuensi sama dan beda fase tetap. Sumber cahava vang
koheren dapat diamati melalui percobaan vang dilakukan oleh Young
dan Iresnell.
1. Percobaan Young dan Fresnell
a. Percobaan Celah Ganda Young
Percobaan ini dilakukan oleh Young dengan menggunakan dua peng-
halang. Penghalang pertama memiliki satu lubang kecil dan penghalang
kedua dilengkapi dengan dua lubang kecil. Perhatikan Cambar 2.1.
Sinar monokromatis diperoleh dari lampu sebagai sumber cahava vang
memancar melalui celah S. Kemudian, sinar dari celah S dipancarkan ke
penghalang kedua. Dua celah pada penghalang kedua, vaitu S
1
dan S
2
vang dipasang sejajar dengan S akan berfungsi sebagai pemancar sinar-
sinar koheren. Kedua berkas dari celah-celah S
1
dan S
2
ini berinterferensi
pada lavar C. Hasil interferensi berupa garis terang dan garis gelap.
b. Percobaan Fresnell
Dengan menggunakan sebuah sumber cahava S, Iresnell memperoleh
dua sumber cahava S
1
dan S
2
vang koheren dari hasil pemantulan dua
cermin. Perhatikan Cambar 2.2.
Gambar 2.2
Percobaan Fresnell untuk
menunjukkan interferensi cahaya.
C
1
S
1
O
P
C
2
S
2
S
Tokoh
Augustine Fresnell
(1788–1827)
Augustine Fresnell (1788–1827)
adalah fisikawan Prancis yang
mengembangkan teori gelombang
transversal cahaya berdasarkan hasil
penemuannya tentang lensa dan
interferensi. Fresnell
memperlihatkan bahwa cahaya
matahari terdiri atas bermacam-
macam warna cahaya, yang setiap
warna memiliki sudut bias tertentu.
Ia juga menemukan sebuah bentuk
lensa yang pada kedua
permukaannya berbentuk cembung.
Bentuk lensa ini dikenal sebagai
lensa cembung. Lensa ini memiliki
sifat mengumpulkan cahaya.
Sumber: Science Encyclopedia, 1998
Sebelum mempelajari konsep Celombang Cahava, kerjakanlah soal-soal berikut dalam buku latihan.
Tes Kompetensi Awal
1. Apakah vang dimaksud dengan gelombang elektro-
magnetik'
2. Apakah cahava termasuk gelombang elektromagnetik'
3. Berapakah kecepatan cahava dalam ruang hampa'
1. Sebutkan sifat-sifat gelombang cahava.
Gelombang Cahaya 33
C B
P
r
2
S
2
S
1
r
1
d
y
D
b
r
2
S
2
r
1
0
S
1
0
0
0
Gambar 2.3
(a) Sinar gelombang dari celah S
1
dan S
2
berinterferensi di titik P.
(b) Untuk D d, r
1
dan r
2
dianggap
sejajar dan membentuk sudut 0
terhadap sumbu tengah.
Pada Cambar 2.2 tersebut dapat dilihat bahwa S adalah sumber sinar
monokromatis. S
1
dan S
2
adalah bavangan dari S oleh cermin C
1
dan C
2
.
Dengan demikian, sinar-sinar vang datang pada lavar seolah-olah berasal
dari S
1
dan S
2
. Oelombang cahava dari S
1
dan S
2
ini akan saling
berinterferensi pada lavar dan hasilnva bergantung pada selisih dari lintasan
kedua sinar itu. Perlu Anda ketahui, jika kedua sumber cahava memiliki
amplitudo vang sama pada tempat terjadinva inteferensi minimum, akan
terbentuk garis gelap. Sebaliknva, jika amplitudo tidak sama, interferensi
minimumnva tidak gelap sama sekali.
Perhatikan Cambar 2.3, gelombang cahava datang menuju celah S
1
dan celah S
2
vang terletak pada bidang B. Cahava tersebut terdifraksi oleh
kedua celah tersebut dan menghasilkan pola interferensi pada lavar C.
Kita dapat menentukan di mana setiap pita terang atau pita gelap
terletak pada lavar dengan memberikan sudut 0 dari sumbu tengah
terhadap garis gelap atau garis terang tersebut. Untuk menentukan
besarnva 0 , kita harus menghubungkannva dengan L A . Perhatikan
Cambar 2.3(b). 1itik | merupakan sebuah titik vang terletak pada r,
sedemikian rupa sehingga jarak b ke P sama dengan S
2
ke P. dengan
demikian, L A sama dengan jarak dari S
1
ke |. Hubungan antara jarak
dari S
1
ke | dan 0 ini sangat rumit. Namun, kita dapat menvederhana-
kannva dengan menganggap bahwa susunan jarak celah terhadap lavar
(D) jauh lebih besar daripada jarak antara kedua celah (J). Dari gambar,
terlihat bahwa sinar gelombang r
1
dan r
2
adalah sejajar dan membentuk
sudut 0 terhadap sumber pusat. Perhatikan Cambar 2.3(b). 1ernvata,
sudut S
1
S
2
| ~0 vang dibentuk oleh sumbu pusat dan sumbu r
1
. Dengan
demikian, kita dapat dengan mudah menentukan bahwa
sin
L
J
0
A

sin L J 0 A (2-1)
Persamaan (2-1) merupakan persamaan untuk menentukan jarak
tempuh antara sinar r
1
dan r
2
terhadap P. Untuk interferensi maksimum
(interferensi konstruktif), telah diketahui bahwa L A pasti nol atau
bilangan genap dari panjang gelombang. Persamaan (2-1) dapat ditulis
sebagai berikut.
(a)
(b)
b
AL
Pembahasan Soal
Seberkas cahaya monokromatis
dijatuhkan pada dua celah sempit
vertikal berdekatan dengan jarak
d = 0,01 mm. Pola interferensi
yang terjadi ditangkap layar pada
jarak 20 cm dari celah. Diketahui
bahwa jarak antara garis gelap
pertama sebelah kiri ke garis gelap
sebelah kanan adalah 7,2 mm.
Panjang gelombang cahaya
tersebut adalah ....
a. 180 nm d. 720 nm
b. 270 nm e. 1.800 nm
c. 360 nm
SPMB 2003
Pembahasan:
Jarak pola gelap ke-1 ke pusat
adalah
~
~

3
3 7,2 10 m
3, 6 10 m
2
y
Dari soal diketahui:
m = 1; d = 10
–5
m; D = 0,2 m
sehingga

ì ~
1
2
yd
m
D

ì
~
1
2
yd
D m
ì
~ ~

3 5
3, 6 10 m 10 m
1
0,2m
2
ì
~ ~

3 5
3, 6 10 m 10 m
1
0,2m
2
ì
~

7
3, 6 10 m = 360 nm
Jawaban: c
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 34
sin L J m 0 ì A (2-2)
dengan m ~ O, 1, 2, 3, .... Untuk terang pusat, kita memberikan m ~ O,
pita terang pertama m ~ 2, dan seterusnva.
Adapun untuk interferensi minimum (interferensi destruktif),
L A pasti bilangan ganjil kali setengah gelombang Persamaan (2-1) dapat
dituliskan sebagai berikut.
1
sin
2
L J m 0 ì
( \
A ~
| |
\ !
(2-3)
dengan m ~ O, 1, 2, 3, ....
Untuk gelap pertama, kita memberikan m ~ O, pita gelap kedua m ~ 1,
dan seterusnva.
2. Menentukan Jarak Pita Terang ke-m atau Pita Gelap ke-m
dari Terang Pusat
Pada pembahasan sebelumnva, telah disebutkan bahwa pola
interferensi pada lavar berupa pita terang dan pita gelap. Perhatikan
Cambar 2.1. Kita dapat menentukan kedudukan pita terang ke-m atau
pita gelap ke-m pada lavar. Perhatikan kembali Cambar 2.3(a). Òleh
karena D jauh lebih besar daripada J (DJ), sudut 0 bernilai sangat
kecil. Untuk sudut vang sangat kecil akan berlaku sin 0 - tan0 . Dari
Cambar 2.3(a), kita dapat menentukan bahwa
sin tan
s
D
0 0 -
(2-1)
Untuk pita terang, masukkan Persamaan (2-4) ke Persamaan (2-2)
sehingga diperoleh:
sJ
m
D
ì
(2-5)
Untuk pita gelap, masukkan Persamaan (2-4) ke Persamaan (2-3)
sehingga diperoleh.
1
2
sJ
m
D
ì
( \
~
| |
\ !
(2-6)
Keterangan:
J ~ jarak antarcelah pada lavar
s ~ jarak terang/gelap ke-m dari pusat
D ~ jarak lavar ke celah
ì
~ panjang gelombang cahava
Dalam hal ini, m ~ O, 1, 2, 3, ....
Tantangan
untuk Anda
Seberkas cahaya monokromatis
dijatuhkan pada dua celah sempit
vertikal berdekatan dengan jarak
d = 0,01 mm. Pola interferensi yang
terjadi ditangkap pada jarak 20 cm
dari celah. Diketahui bahwa jarak
antara garis gelap pertama di
sebelah kiri ke garis gelap pertama
di sebelah kanan adalah 7,2 mm.
Hitunglah panjang gelombang
berkas cahaya tersebut.
Gelombang Cahaya 35
Untuk menentukan panjang gelombang sinar vang dipancarkan oleh lampu pijar
natrium, sinar ini dilewatkan pada dua celah vang berjarak O,5 mm. Pada jarak 1 meter
dari celah dipasang lavar. ]ika hasil interferensi pada lavar diperoleh jarak garis terang
pusat sampai dengan kelima adalah 6 mm, berapakah panjang gelombang sinar natrium
tersebut'
]awab:
Diketahui: J ~ O,5 mm ~ 5 ×1O
-1
m, s ~ 6 mm ~ 6 ×1O
-3
m,
m~ 5, D~ 1 m.
mkì ~
sJ
D
5 ì ~

3 1
6 1O m 5 1O m
1
~ ~

ì ~ 6 ×1O
-7
~ 6.OOO A
]adi, panjang gelombang sinar natrium adalah 6.OOO A.
Contoh 2.1
Pada sebuah percobaan interferensi digunakan dua celah sempit. ]arak antara kedua
celah itu 2 mm dan diletakkan pada jarak 2 m ke lavar, garis gelap pertama dari pusat
vang jaraknva O,3 mm. Hitunglah panjang gelombang cahavanva.
]awab:
J ~ 2 mm ~ 2 × 1O
-3
m
m ~ 1
D ~ 2 m
s ~ O,3 mm ~ 3 × 1O
-1
m (interferensi gelap)
Dari Persamaan (2-6) diperoleh
sJ
D
~ (2 m - 1)
1
2
ì =

1 3
3 1O m 2 1O m
2 m
~ ~

~ (2 (1) - 1)
1
2
ì
3 × 1O
-7
m ~
1
2
ì
= ì ~ 6 × 1O
-7
m ~ 6.OOO A
]adi, panjang gelombang cahavanva adalah 6.OOO A.
Contoh 2.2
3. Interferensi oleh Lapisan Tipis
Pemantulan cahava matahari oleh termu|ccn m|nsc| vang dicampur
dengan air akan memperlihatkan garis-garis berwarna pada minvak.
Spektrum warna ini memperlihatkan adanva ter|s(|uc |n(er|erens| oleh
lapisan minvak vang tipis itu. lnterferensi tersebut dapat berupa interferensi
maksimum maupun interferensi minimum. lnterferensi antara gelombang
vang dipantulkan oleh lapisan tipis ditunjukkan pada Cambar 2.4.
Seberkas sinar datang mengenai lapisan tipis dengan sudut datang |
akan dibiaskan dan sebagian lagi dipantulkan kembali ke permukaan.
Sinar vang dipantulkan dilewatkan pada sebuah lensa positif dan
difokuskan di titik P. Berkas cahava di titik P merupakan hasil interferensi
berkas cahava (1) dan (2), dengan (1) adalah berkas cahava vang
dipantulkan langsung dan (2) adalah berkas cahava vang mengalami
pembiasan terlebih dahulu, kemudian dipantulkan.
Gambar 2.4
Interferensi oleh lapisan tipis.
P
D
A
B
C
i
d
n
r
lensa
lapisan
tipis
(1)
(2)
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 36
Selisih lintasan optik vang ditempuh oleh sinar datang hingga
menjadi sinar pantul ke-1 dan sinar pantul ke-2 adalah
S A ~ S
2
- S
1
~ n(AB ÷ BC) - -D ~ n(2 AB) - AD.
dengan n adalah indeks bias lapisan tipis dan AB ~ BC. Misalkan tebal
lapisan adalah J, maka J ~ -ß cos r sehingga
AB ~
cos
J
r
dan AD ~ AC sin | dengan AC ~ 2J tan r, sehingga
S A ~ 2n

cos
J
r
- (2J tan r) sin | ~

2
cos
nJ
r
-
2 sin sin
cos
J r |
r
Dengan menggunakan Hukum Snellius tentang pembiasan cahava,
vakni n sin r ~ sin | diperoleh selisih jarak tempuh kedua sinar menjadi
S A ~
2
cos
nJ
r
-
2
2 sin
cos
nJ r
r
~
2
cos
nJ
r
(1 - sin
2
r) ~
2
cos
nJ
r
(cos
2
r)
S A ~ 2n J cos r (2-7)
Supava terjadi interferensi maksimum di titik P, S A harus merupa-
kan kelipatan dari panjang gelombang ì. Akan tetapi, sinar pantul di B
mengalami perubahan fase
1
2
, maka S A akan menjadi:
S A ~

1
2
| ì
atau S A ~ (2| ÷ 1)
1
2
ì
(2-o)
lnterferensi maksimum sinar pantul pada lapisan tipis akan memenuhi
persamaan
2nJ cos r ~ (2| ÷ 1)
1
2
ì
(2-9)
dengan |~ O, 1, 2, 3...
Persamaan (2-7) berlaku untuk indeks bias lapisan tipis lebih besar
dari 1 atau n > 1.
Adapun untuk memperoleh interferensi minimum, kedua sinar pantul
harus memiliki beda fase
1
2
maka
S A ~

1 1
1
2 2
ì ~
,

1 1
2
2 2
ì ~
,

1 1
3
2 2
ì ~
S A ~ O, ì , 2ì , 3ì , .... ~ |ì
lnterferensi minimum dalam arah pantul memenuhi persamaan
S A ~ 2nJ cos r dan S A ~|ì
atau
S A ~ 2nJ cos r ~|ì (2-1O)
dengan: n ~ indeks bias
dan memenuhi svarat n
1
< n
2
dan n
2
> n
3
atau n
1
> n
2
dan n
2
< n
3
.
Gambar 2.7
Interferensi oleh lapisan minyak
yang tipis.
Sumber: www.instckphoto.com
Gambar 2.6
Interferensi oleh lapisan
busa sabun yang tipis.
Sumber: www.funsci.com
1entukan tebal lapisan minimum vang dibutuhkan supava terjadi interferensi pada sebuah
lapisan tipis vang memiliki indeks bias
3
2
dengan panjang gelombang 1.OOO A.
Contoh 2.3
Gambar 2.5
Interferensi oleh busa sabun.
Sumber: www.designprodygzone.com
Gelombang Cahaya 37
Tugas Anda 2.1
Coba Anda perhatikan kembali
Gambar 2.5. Gelembung tersebut
sebenarnya berwarna-warni.
Mengapa demikian? Anda dapat
mencari jawabannya dari buku
referensi atau internet.
]awab:
lnterferensi maksimum pada lapisan tipis memenuhi persamaan:
2nJ cos r ~ (2| ÷ 1)
1
2
ì
= J ~

1
2 1
2
2 cos
|
n r
ì
Supava tebal lapisan minimum (setipis-tipisnva) maka
| ~ 1 dan cos r ~ 1 sehingga diperoleh:
J ~




1
2 1 1.OOOA
2
3
2 1
2
~
6
12
(1.OOOA) ~ 2.OOO A
]adi, tebal lapisan tipis vang dibutuhkan adalah 2.OOO A.
1entukan panjang gelombang sinar vang digunakan jika terjadi interferensi minimum
orde kedua dari lapisan tipis di udara dengan ketebalan 1.OOO nm, sudut bias 15, dan
indeks bias lapisan 1,3.
]awab:
Dengan menggunakan Persamaan (2-10), diperoleh
2nJ cos r ~ |ì
(2)(1,3)(1.OOO nm) cos 15 ~

ì
~ 919 nm
]adi, panjang gelombang vang digunakan adalah 919 nm.
Contoh 2.4
Kata Kunci
• interferensi
• sinar monokromatis
• interferensi maksimum
• interferensi minimum
Tes Kompetensi Subbab A
Kerjakanlah dalam buku latihan.
1. Apa vang dimaksud interfensi cahava'
2. Sebuah celah ganda berjarak 5 mm di belakang celah
dan pada jarak 2 meter diletakkan sebuah lavar. Celah
disinari dua sinar monokromatis dengan panjang
gelombang 175 nm dan 6OO nm. Berapakah jarak garis
terang orde keempat kedua sinar pada lavar'
3. Seberkas cahava melewati dua celah sempit vang satu
sama lain berjarak 1 mm. ]arak celah ke lavar 1 meter
dan jarak antara dua garis terang pada lavar adalah
1,5 × 1O
-2
cm. Berapakah panjang gelombang cahava
vang digunakan'
1. Untuk mengukur panjang sinar merah dilakukan
percobaan sebagai berikut.
Sinar biru dengan panjang gelombang 16O nm
dijatuhkan tegak lurus pada celah ganda. Pola
interferensi terjadi pada lavar vang berjarak 2 m dari
celah. Oaris terang orde pertama berjarak 1,6 mm dari
garis terang pusat. Setelah itu, sinar merah dijatuhkan
pada celah. 1ernvata, garis terang orde pertama berjarak
6,5 mm dari garis terang pusat. 1entukanlah panjang
gelombang sinar merah itu.
5. Sebuah lapisan tipis memiliki indeks bias 1/3 digunakan
untuk melihat gejala interferensi. ]ika panjang
gelombangnva 1.OOO A, tentukan tebal minimum
lapisan tersebut supava terjadi interferensi.
B. Difraksi Cahaya
Pada pelajaran getaran dan gelombang di Kelas X telah dibahas bahwa
gelombang air vang melewati sebuah penghalang dengan sebuah celah
sempit akan mengalami lenturan. Oelombang vang datang dapat berbelok
setelah melalui celah tersebut. Pembelokan gelombang vang disebabkan
oleh adanva penghalang berupa celah disebut difraksi gelombang. Sama
halnva dengan gelombang, cahava vang dilewatkan pada sebuah celah
sempit juga akan mengalami lenturan.
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 38
Difraksi cahava terjadi juga pada celah sempit vang terpisah sejajar
satu sama lain pada jarak vang sama. Celah sempit vang demikian
disebut ||s| J||rc|s|. Kisi adalah kepingan kaca vang digores menurut
garis sejajar dan banvak jumlahnva. ]arak antara dua celah disebut
tetapan kisi (J).
1. Difraksi Celah Tunggal
Difraksi pada celah tunggal akan menghasilkan pola garis terang
dan gelap pada lavar. Celah tunggal dapat dianggap terdiri atas beberapa
celah sempit vang dibatasi titik-titik dan setiap celah itu merupakan
sumber cahava sehingga satu sama lainnva dapat berinterferensi.
Perhatikan Cambar 2.S.
Untuk menganalisis pola difraksi, celah pada Cambar 2.S dibagi
dua bagian. Perhatikan gelombang 1 dan 3. Oelombang 1 menempuh
lintasan vang lebih jauh sebesar sin
2
J
0 daripada gelombang 3. Sama
halnva dengan gelombang 2 dan 1 vang memiliki beda lintasan sebesar
sin
2
J
0 . lnterferensi minimum vang menghasilkan garis gelap terjadi jika
kedua gelombang berbeda fase 1oO atau beda lintasannva sama dengan
1
2
panjang gelombang.
sin
2
J
0 ~
2
ì
= sin
J
ì
0
]ika celah dibagi empat bagian, didapat garis gelap ketika
2
sin sin
1 2
J
J
ì ì
0 0 =
Hal serupa dengan itu, jika telah dibagi enam bagian, didapat garis
gelap ketika
3
sin sin
6 2
J
J
ì ì
0 0 =
Secara umum dapat dinvatakan bahwa pita gelap ke-| terjadi jika
sin
|
J
ì
0
(2-11)
Keterangan:
J ~ lebar celah
0 ~ sudut simpang (deviasi)
| ~ 1, 2, 3, ...
Untuk | ~ O atau 0 ~ O terjadi maksimum utama (pita terang
tengah) seperti diperlihatkan pada Cambar 2.9.
Gambar 2.9
Maksimum utama terjadi
untuk k = 0 atau 0 = 0.
maksimum
utama
Dengan menggunakan penghalang celah tunggal pada lavar tampak pola difraksi
garis terang pusat dan garis gelap keempat membentuk sudut 15 terhadap garis normal.
]ika cahava vang digunakan memiliki panjang gelombang 6.OOO A, tentukan lebar
celah vang digunakan.
Contoh 2.5
Gambar 2.8
Difraksi cahaya pada celah tunggal.
d
5
4
3
2
1
0
2
d
2
d
0 sin
2
d

Gelombang Cahaya 39
garis gelap
terang
d
0

pusat
Q
P
Untuk mendapatkan pola difraksi maksimum, beda lintasan dari inter-
ferensi minimum harus dikurangi dengan
1
2
ì
. Òleh karena kedua cahava
sefase, beda fase keduanva menjadi 36O. Dua gelombang dengan beda
fase 1 atau beda sudut fase 36O disebut juga sefase. Persamaan interferensi
maksimum dari pola difraksinva akan menjadi
1
sin
2
J | 0 ì ì ~

1
sin
2
J | 0 ì ~
atau

1
sin 2 1
2
J | 0 ì ~
(2-12)
(2| - 1) adalah bilangan ganjil, | ~ 1, 2, 3, 1, ....
]awab:
Dengan menggunakan Persamaan (2-11), diperoleh
sin J | 0 ì
J sin 15 ~ (1)(6.OOOA) maka J
1
2
2
~ 21.OOO
J ~
21.OOO
1
2
2
~ 31.OOOA
]adi, lebar celahnva adalah 31.OOO A.
1entukan lebar celah minimum vang dibutuhkan pada difraksi celah tunggal, jika
diinginkan sudut difraksinva 15 dan panjang gelombang vang digunakan 6OO nm
untuk pola difraksi maksimum.
]awab:
Dengan menggunakan Persamaan (2-12), diperoleh

1
sin 2 1
2
J | 0 ì ~



~

1
2 1 1 6OO nm
2 3OO 6OO
nm nm 3OO 2 nm
sin 15 1
2
2
2
J
]adi, lebar celah minimum adalah 3OO 2 nm.
Pembahasan Soal
Suatu berkas sinar sejajar mengenai
celah yang lebarnya 0,4 mm secara
tegak lurus. Di belakang celah diberi
lensa positif dengan jarak titik api
40 cm. Garis terang pusat (orde nol)
dengan garis gelap pertama pada
layar di bidang titik api lensa
berjarak 0,56 mm. Panjang
gelombang sinar adalah ....
a. 6,4 × 10
–7
m
b. 6,0 × 10
–7
m
c. 5,2 × 10
–7
m
d. 5,6 × 10
–7
m
e. 0,4 × 10
–7
m
PPI 1983
Pembahasan:
Jarak titik api = jarak celah ke
layar = = 40 cm.
Gelap pertama m = 1
ì

dp
m

ì
~ ~


3 3
0, 4 10 m 0,5 10 m
1
0, 4 m
ì = 5,6 × 10
–7
m
Jawaban: d
Contoh 2.6
2. Difraksi pada Kisi
Difraksi cahava terjadi pula pada cahava vang melalui banvak celah
sempit, dengan jarak celah sama. Celah sempit vang demikian disebut
kisi difraksi atau disingkat kisi. Semakin banvak celah pada sebuah kisi,
semakin tajam pola difraksi vang dihasilkan pada lavar. Misalnva, pada
daerah selebar 2 cm terdapat 5.OOO celah. Artinva, kisi tersebut terdiri
atas 5.OOO celah/2 cm atau 2.5OO celah/cm. Dengan demikian, jarak
Gambar 2.10
Difraksi pada kisi
B
B
1
A
d
C
D
G
F
E
T
M
P
K
ì
0

antarcelah adalah
1
2.5OO
cm ~ 1 ×1O
-1
cm. Perhatikan Cambar 2.10.
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 40
Gambar 2.12
Difraksi minimum kedua
untuk N banyak celah.
Gambar 2.13
Difraksi cahaya putih akan
menghasilkan pola berupa
pita-pita spektrum.
cahaya
putih
kisi
difraksi
m
e
r
a
h
m
e
r
a
h
m
e
r
a
h
m
e
r
a
h
b
ir
u
b
ir
u
b
i
r
u
b
i
r
u
spektrum
orde ke 2
spektrum
orde ke-1
spektrum
orde ke-0
(putih)
spektrum
orde ke-1
spektrum
orde ke-2
Sebuah kisi dengan 5.OOO garis/cm, dilewatkan cahava tegak lurus dengan panjang
gelombang ì . Oaris terang difraksi orde pertama membentuk sudut 6O terhadap garis
normal (maksimum utama). 1entukanlah panjang gelombang ( ì ).
]awab:
Diketahui :
J ~
1
5.OOO
garis/cm ~ 2 × 1O
-1
cm, sin 6O ~
1
3
2
, | ~ 1.
Dengan menggunakan Persaman (2-12), diperoleh
sin J | 0 ì
(2 × 1O
-1

cm)
1
3
2
~ (1) ì = ì ~ 1,7 × 1O
-1
cm
ì ~ 17.OOO A
]adi, panjang gelombang vang digunakan adalah 17.OOO A.
Cambar 2.10 memperlihatkan seberkas sinar monokromatis vang
dilewatkan pada sebuah kisi dan menghasilkan pola difraksi pada lavar
T. Pola difraksi berupa garis terang dan garis gelap secara bergantian.
Difraksi maksimum terjadi jika pada lavar tampak garis-garis terang. Beda
lintasan vang dilewati cahava vang datang dari dua celah berdekatan
adalah O, 1ì , 2ì , 3ì , ... atau bilangan cacah kali panjang gelombangnva.
Pola difraksi maksimum utama pada kisi adalah
sin J | 0 ì
di mana | adalah orde difraksi dan J adalah jarak antarcelah atau tetapan
kisi.
Difraksi minimum di antara 2 maksimum terjadi jika pada lavar tampak
garis-garis gelap, dan minimum pertama sesudah maksimum ke-| terjadi
jika

1
sin J |
|
0 ì juga minimum kedua, jika

2
sin . J |
|
0 ì
Sebagai contoh, untuk | ~ 2 celah diperoleh Cambar 2.11, sedang-
kan untuk | banvak celah diperoleh Cambar 2.12.
Cambar 2.13 memperlihatkan cahava polikromatik pada celah ''O''
vang merupakan cahava putih. Sinar putih polikromatik terdiri atas
berbagai warna dengan panjang gelombang terkecil warna ungu dan
terbesar warna merah. Dengan demikan, warna vang terdekat dengan O
adalah warna ungu dan vang terjauh adalah warna merah vang merupakan
spektrum warna lengkap, vaitu ungu, biru, hijau, kuning, jingga, dan
merah. Setiap orde difraksi menunjukkan spektrum warna.
Contoh 2.7
Pernahkah Anda melihat pelangi' Pelangi merupakan salah satu gejala alam sebagai
hasil difraksi. 1ugas Anda, kumpulkan informasi mengenai terjadinva pelangi,
kemudian presentasikan tulisan Anda di depan kelas.
Mari Mencari Tahu
Gambar 2.11
Difraksi minimum kedua
untuk N = 2 celah.
m = 2 m = 1
2ì ì

ì
1
1
3

ì
2
1
3
0 sin d
m = –1 m = 0 m = 1 m = 2
0
0 sin d
2ì ì
Tantangan
untuk Anda
Tentukan daya urai sebuah celah
dengan diameter 2 mm, jarak celah
ke layar 1 meter dengan panjang
gelombang cahayanya 590 nm.
intensitas
Gelombang Cahaya 41
3. Daya Urai Optik
Dcsc urc| ·t(|| adalah kemampuan sebuah lensa untuk memisahkan
bavangan dari dua titik vang terpisah satu sama lain pada jarak minimum.
Kemampuan perbesaran alat-alat optik, misalnva lup, mikroskop, dan
teropong dibatasi oleh dava urai lensa dan juga dibatasi oleh pola difraksi
vang terbentuk pada bavangan benda itu.
Cambar 2.14 memperlihatkan bahwa bavangan vang terjadi me-
rupakan pola difraksi vang disebabkan oleh cter(ur (luas sistem lensa
oleh alat-alat optik tersebut).
Pola difraksi vang dibentuk oleh sebuah celah bulat terdiri atas bentuk
terang pusat vang dikelilingi cincin terang dan gelap. Salah seorang
ilmuwan, Lord Ravleigh menvimpulkan bahwa dua buah titik sumber
vang terangnva sama akan terlihat terpisah jika maksimum sentral atau
pusat-pusat dari pola difraksi vang satu bertepatan letaknva dengan
minimum pertama dari pola difraksi titik vang lain. Pola tersebut dapat
dijelaskan dengan menggunakan Cambar 2.15.
]ari-jari lingkaran terang (r) vang terbentuk dapat diartikan dava
pisah pola difraksi vang terbatas. ]ika cahava melalui ruang hampa atau
udara, dava urai dari celah lingkaran dapat ditentukan dengan persamaan
1, 22 r
D
ì

(2-13)
Menurut Ravleigh dan ]eans, kriteria jarak antara kedua maksimum
tersebut paling kecil sama dengan jari-jari lingkaran terang. Maksimum
vang kedua jatuh pada minimum vang pertama, atau jarak sudut antara
kedua pusat bavangan, vaitu
sin 1, 22
r
D
ì
0

(2-11)
Untuk sudut vang kecil,
1, 22
r
D
ì
0

(2-15)
Keterangan:
r ~ dava urai (m)

~ jarak benda dari lensa (m)
ì ~ panjang gelombang cahava (m)
D ~ diameter bukaan lensa (m)
0 ~ sudut deviasi
Gambar 2.14
Bayangan dari optik fisis dua benda
yang berdekatan karena (a) beririsan
dan (b) terpisah dengan baik.

Gambar 2.15
Lukisan sinar dari sumber cahaya
dari sebuah celah bulat.
D
celah bulat pola difraksi
r
cahaya sumber datang
0

ì 2
s
1
s
2
L
D 0
Contoh 2.8
Ketika diameter mata diperbesar sampai 5 mm, berapa jarak minimum antara dua
sumber titik vang masih dapat dibedakan oleh mata pada jarak oO cm dari mata'
Panjang gelombang cahava di udara 6OO nm dan indeks bias mata
1
3
.
Perhatikan gambar berikut.
Merak jantan dengan bulu-bulu
ekornya yang berwarna-warni dan
berukuran lebar menyebabkan
lebih kelihatan menarik dibanding
merak betina. Keindahan bulu
merak tersebut merupakan contoh
efek difraksi gelombang cahaya
oleh bulu merak.
Male with the largest or most colorful
adornments are often the most
attractive to females. The extraordinary
feathers of a peacock’s tail are an
example of diffraction effect of
peacock’s tail light wakes.
Sumber: Biology Concepts & Connections,
2006
Informasi
untuk Anda
Information for You
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 42
1. Celah tunggal selebar O,2 mm disinari cahava vang
panjang gelombangnva o.OOOA. Pola difraksi ditangkap
pada lavar vang jaraknva 5O cm dari celah. 1entukan
jarak antara garis gelap ketiga dan garis terang pusat
(untuk sudut 0 vang kecil, sin tan 0 0 - ).
2. Berapa lebar celah tunggal vang diperlukan supava
dapat terjadi interferensi maksimum orde ketiga dengan
sudut difraksi 3O dari seberkas sinar monokromatis vang
memiliki panjang gelombang 6.1OO A'
3. 1entukanlah dava urai sebuah celah dengan diameter
2 mm dan jarak celah ke lavar 1 meter dengan panjang
gelombang cahavanva 59O nm.
1. ]arak dua lampu mobil adalah 1,5 meter dan diameter
pupil mata seorang anak 2 mm. ]ika panjang gelombang
cahava vang dipancarkan kedua lampu tersebut rata-
rata 5.5OO A, berapakah jarak mobil maksimum supava
nvala lampu itu masih dapat dipisahkan oleh mata'
5. Seorang anak membuka mata lebar-lebar sehingga
diameter irisnva O,5 cm. ]ika digunakan sinar kuning
dengan panjang gelombang 5.9OO A, berapakah dava
pisah mata anak tersebut (dalam radian dan derajat)'
Tes Kompetensi Subbab B
Kerjakanlah dalam buku latihan.
C. Polarisasi Cahaya
1. Polarisasi pada Kristal
Cahava vang hanva memiliki arah getaran tertentu disebut cahava
terpolarisasi. Bidang tampak kedudukan arah getaran tertentu dari cahava
terpolarisasi disebut bidang polarisasi. ]ika sebuah cahava alamiah
dilewatkan pada sebuah kristal, arah cahava vang keluar dari kristal hanva
dalam satu arah saja sehingga disebut cahava terpolarisasi linear. ]ika
kristal menverap sebagian arah getarnva, kristal itu disebut J|c|r·|c.
Perhatikan Cambar 2.16, cahava datang misalnva sinar alami matahari
(tidak terpolarisasi) dilewatkan pada sebuah kristal. Komponen vertikal
diserap oleh kristal dan cahava vang diteruskan terpolarisasi linear.
Selain kristal, polaroid pun dapat membuat cahava terpolarisasi.
Cambar 2.17 memperlihatkan susunan dua keping polaroid sejajar.
Polaroid pertama disebut t·|cr|sc(·r dan keping vang kedua disebut
cnc||sc(·r.
Cahava vang keluar dari polaroid hanva memiliki satu arah getaran
tertentu atau cahava terpolarisasi karena arah getaran lainnva diserap.
Cambar 2.17(a) memperlihatkan polarisator dan analisator vang dipasang
Kata Kunci
• difraksi gelombang
• kisi difraksi
• sudut simpang (deviasi)
• difraksi maksimum
• difraksi celah tunggal
• difraksi pada kisi
• daya urai optik
• apertur
]awab:
Diketahui: diameter lensa mata (D) 5 mm ~ 5 × 1O
-3
m, panjang gelombang cahava
( ì )~ 6OO nm ~ 6 × 1O
-7
m, indeks bias mata n ~
1
3
.
Panjang gelombang cahava ketika memasuki mata diperoleh dengan:
ì
ì
~
~

7
7
mata
6 1O
m 1, 5 1O m
1
3
u
n
]arak titik (benda) ke lensa L ~ oO cm ~ O,o m.
Dava urai lensa mata dapat dihitung (J
m
~ r)
J
m
~ r ~


1, 22 L
D
ì
~

7
3
1, 22 1, 5 1O m O, o m
5 1O m
~
~

~ o,7o×1O
-5
m.
Gambar 2.16
Cahaya tak terpolarisasi
dilewatkan pada sebuah kristal.
getaran
horizontal
diserap
sempurna
oleh polaroid
cahaya alami
yang datang
getaran vertikal
diserap
sebagian
cahaya diteruskan
terpolarisasi linear
Gelombang Cahaya 43
Gambar 2.17
(a) Polarisator dan analisator dipasang
sejajar sehingga cahaya yang
diteruskan di belakang analisator akan
terpolarisasi linear.
(b) Polarisator dan analisator dipasang
tegak lurus sehingga cahaya tidak
diteruskan oleh analisator.
polarisator analisator
sumber
cahaya
sumber
cahaya polarisator analisator
tidak ada
cahaya
cahaya yang
diteruskan
terpolarisasi
(a)
(b)
sejajar atau sama kedudukannva, cahava vang diteruskan terpolarisasi.
Pada Cambar 2.17(b), arah transmisi analisator tegak lurus pada arah
transmisi polarisator, tidak ada getaran vang dapat diteruskan analisator
sehingga Anda tidak dapat melihat cahava.
]ika berkas cahava alamiah dengan intensitas í
O
dilewatkan pada
sebuah polarisator ideal, intensitas cahava vang dilewatkan adalah 5O'
atau
O
1
2
í
. Akan tetapi, jika keduanva dipasang bersilangan, tidak ada
intensitas cahava vang dapat melewati analisator.
Analisator berfungsi dalam menganalisis sinar vang dilewatkan oleh
polarisator. ]ika analisator diputar pada saat itu, mata melihat sinar terang.
Sinar meredup pada saat polarisator dan analisator saling tegak lurus
dan tak ada cahava vang diteruskan. Menurut £tienne Louis Malus
(1775-1o12), intensitas cahava vang dilewatkan polarisator adalah í
1
~
O
1
2
í
. ]ika sudut sumbu polarisator dan analisator adalah 0 , maka
intensitas cahava setelah melalui analisator adalah í
2
~ í
1
cos
2
0 , sehingga
2
2 O
1
cos
2
í í 0
(2-16)
Persamaan ini disebut juga Hukum Malus, dengan í
2
adalah intensitas
cahava vang lewat analisator dan 0 adalah sudut antara polarisator dan
analisator. Satuan intensitas cahava adalah watt/m
2
.
Seberkas cahava alamiah dilewatkan pada dua keping kaca polaroid vang arah polarisasi
satu sama lain membentuk sudut 3O. ]ika intensitas cahava alamiahnva adalah
1OO W/m
2
, tentukan intensitas cahava vang telah melewati kedua kaca polaroid
tersebut.
]awab:
Dengan menggunakan Persamaan (2-16), diperoleh
2
2 O
1
cos
2
í í 0
í
2
~
1
2
(1OO W/m
2
) cos
2
3O ~ (5O W/m
2
)

2
1
3
2
~ 37,5 W/m
2
]adi, intensitas cahava vang dilewatkan adalah 37,5 W/m
2
.
Contoh 2.9
2. Polarisasi pada Pemantulan dan Pembiasan
Perhatikan Cambar 2.1S(b). Seberkas sinar datang vang dilewatkan
pada permukaan bidang batas dua medium vang indeks biasnva berbeda,
misalnva n
1
dan n
2
, sebagian sinar dipantulkan dan sebagian lagi dibiaskan.
]ika sinar pantul dan sinar bias saling tegak lurus (membentuk sudut
9O), sinar pantul berupa sinar terpolarisasi linear (polarisasi sempurna).
Pada saat itu sudut datang disebut sudut polarisasi (í
t
).
Sudut datang ini disebut sudut polarisasi atau sudut ßreus(er. Cambar
2.1S(b) memperlihatkan sinar datang pada bidang batas. Sebagian
dipantulkan dan sebagian lagi dibiaskan. Sesuai dengan Hukum Snellius:
n
1
sin |
t
~ n
2
sin r, dengan r ÷ |
t
~ 9O atau r ~ 9O - |
t
maka dapat
dituliskan persamaannva, vaitu
n
1
sin |
t
~ n
2
sin (9O - |
t
) = n
1
sin |
t
~ n
2
cos |
t
=
2
1
n
n
~
sin
cos
t
t
|
|
Gambar 2.18
Polarisasi pada (a) pemantulan dan
(b) pembiasan.
(a)
terpolarisasi
cermin
i
p
(b)
n
1
n
2
i
p
r
terpolarisasi
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 44
2
1
tan
t
n
|
n

(2-17)
Dengan |
t
adalah sudut polarisasi atau sudut ßreus(er dan n
1
serta n
2
adalah indeks bias medium satu dan medium dua.
3. Polarisasi pada Pembiasan Ganda
Pada kristal kalsit (CaCÒ
3
), kuarsa (SiÒ
2
), mika, topas, dan es,
cahava dapat mengalami pembiasan ganda karena memiliki dua nilai
indeks bias. Pada Cambar 2.19 tampak ada dua bagian sinar vang
dibiaskan. Sinar (1) tidak mengikuti pembiasan menurut Hukum Snellius
atau disebut sinar istimewa, sinar (2) mengikuti hukum pembiasan Snellius
atau disebut sinar bias.
4. Polarisasi karena Hamburan
Cahava vang datang pada zat gas akan mengalami polarisasi sebagian.
llektron-elektron dalam partikel akan menverap dan memancarkan
kembali sebagian dari cahava (Cambar 2.20). íenserctcn Jcn temcn-
ccrcn |em|c|| cc|csc ·|e| tcr(||e| J|se|u( |cm|urcn. langit pada siang
hari tampak berwarna biru karena peristiwa hamburan. Partikel-partikel
udara menverap sinar matahari dan memancarkannva kembali, terutama
sinar birunva. Pada pagi dan sore hari, partikel-partikel udara akan
menghamburkan lebih banvak cahava biru sehingga vang tersisa dari
cahava matahari adalah cahava merah. Bulan tidak memiliki atmosfer
sehingga tidak dapat menghamburkan cahava matahari. Òleh karena
itu, atmosfer Bulan terlihat gelap.
]ika cahava tidak terpolarisasi datang pada suatu medium (gas),
cahava vang dihamburkan dapat terpolarisasi sebagian atau seluruhnva.
Arah polarisasi sedemikian rupa sehingga tegak lurus terhadap bidang
vang dibentuk oleh garis sinar datang dan garis penglihatan.
5. Pemutaran Bidang Polarisasi
Cambar 2.21 memperlihatkan sebuah t·|cr|me(er vang terdiri atas
dua buah polaroid vang dipasang pada sebuah alat vang dilengkapi dengan
skala derajat dan kotak larutan. Polaroid vang dekat dengan sumber
cahava disebut polarisator, dan vang lainnva adalah analisator.
Mula-mula, mata di belakang analisator tidak melihat cahava vang
datang (gelap). Penunjuk analisator menunjukkan sudut
1
c , kemudian
di antara polarisator dan analisator diletakkan bejana kaca vang berisi
larutan gula. Cahava vang melalui polarisator akan melewati larutan ini
sebelum sampai ke analisator. Setelah diamati, ternvata sekarang mata
melihat adanva cahava terang. larutan gula dalam hal ini berfungsi
sebagai pemutar bidang getar. Agar menjadi lebih gelap lagi, analisator
diputar sehingga menunjukkan sudut
2
c . ]adi, besarnva sudut putaran
bidang getar cahava vang dilakukan oleh larutan gula adalah
1 2
c c ~ (2-1o)
larutan gula tersebut disebut larutan ·t(|| c|(||. larutan tersebut
ada vang dapat memutar bidang getar polarisasi ke kiri dan ada juga
vang ke kanan. Dengan alat semacam ini, orang dapat menentukan
Gambar 2.20
Polarisasi karena hamburan.
partikel-partikel
gas
gelombang datang
tak terpolarisasi
gelombang hamburan
terpolarisasi
Gambar 2.21
Pemutaran bidang polarisasi.
cahaya alami
tak terpolarisasi
cahaya
terpolarisasi
sumbu
analisator
sumbu
polarisator
E
0
0
0
0
cos E
normal
n
1
n
2
(1)
(2)
Gambar 2.19
Polarisasi pembiasan ganda.
Gelombang Cahaya 45
konsentrasi larutan optik aktif. Polarimeter vang khusus untuk menen-
tukan konsentrasi larutan gula disebut scc|cr|me(er.
Dari berbagai percobaan, disimpulkan bahwa faktor-faktor vang
memengaruhi sudut putar bidang getar adalah jenis larutan, tebal larutan
(panjang), dan konsentrasi larutan. Secara matematis dapat dituliskan
sebagai berikut.
1 2
c c c o ~ (2-19)
Keterangan:
1 2
c c ~ ~ sudut putar bidang getar
c ~ konsentrasi larutan
~ panjang larutan (tebal)
o ~ sudut putaran jenis larutan
1. Diketahui sudut polarisasi suatu cahava pada balok es
adalah 55. ]ika indeks bias udara 1,OOO1, tentukanlah
indeks bias balok es tersebut.
2. Apabila intensitas cahava vang keluar dari dua kaca
polaroid vang dipasang membentuk sudut 13 satu sama
lain dari cahava mula-mula. 1entukan besarnva sudut
vang dibentuk oleh kedua kaca polaroid tersebut.
]ika indeks bias udara adalah 1, sudut polarisasi cahava pada balok es adalah 53.
1entukan indeks bias balok es tersebut.
]awab:
Diketahui: |
t
~ 53, n
1
~ 1
Dengan menggunakan Persamaan (2-17), diperoleh
tan |
t
~
2
1
n
n
= n
2
~ n
1
tan |
t
= n
2
~ 1 tan 53 = 1,33
]adi, indeks bias balok es adalah 1,33.
Sebuah sacharimeter vang panjangnva 3O cm berisi larutan gula pasir dengan putaran
jenis larutannva 7O. ]ika digunakan sinar natrium, pemutaran bidang polarisasinva
25, hitunglah konsentrasi larutan itu.
]awab:
Diketahui:
~ 3O cm ~ O,3 m,
o ~ 7O,
1 2
c c ~ ~ 25.
Konsentrasi larutan (c) dapat diperoleh dengan Persamaan (2-19), diperoleh
1 2
c c c o ~ = 25 ~ (c) (O,3 m) (7O) = c ~ O,12
]adi, konsentrasi larutan adalah c ~ O,12 × 1OO' ~ 12'.
Contoh 2.10
Contoh 2.11
Kata Kunci
• bidang polarisasi
• dichroic
• polarisator
• analisator
• sudut polarisasi/sudut Brewster
• hamburan
• polarimeter
• larutan optik aktif
• sacharimeter
Tes Kompetensi Subbab C
Kerjakanlah dalam buku latihan.
3. Sebuah sacharimeter memiliki tabung vang panjangnva
2O cm, berisi larutan gula dengan kepekatan 1O' dan
memiliki sudut putaran jenis 66,5. 1entukan sudut
pemutaran bidang polarisasinva jika dipergunakan sinar
natrium.
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 46
Setelah mempelajari bab ini, tentu Anda menjadi
tahu bahwa cahaya merupakan gelombang elektro-
magnetik yang dapat mengalami proses interferensi,
difraksi, dan polarisasi. Dari semua materi pada bab ini,
Refleksi
bagian mana yang menurut Anda sulit dipahami? Coba
Anda diskusikan bersama teman atau guru Fisika Anda.
Selain itu, coba Anda sebutkan manfaat yang Anda
peroleh setelah mempelajari materi bab ini.
Rangkuman
1. Cahava termasuk gelombang elektromagnetik
sehingga perambatannva tidak memerlukan medium.
2. lnterferensi adalah peristiwa penggabungan dua
gelombang atau lebih dari gelombang vang koheren.
3. Cahava dapat berinterferensi jika sumber cahavanva
koheren, artinva memiliki frekuensi sama dan beda
fase tetap. Sumber cahava vang koheren dapat diamati
melalui percobaan Young dan Iresnell.
1. lnterferensi cahava menghasilkan pola gelap terang.
Pola gelap dihasilkan dari interferensi destruktif (saling
melemahkan) akibat penggabungan dua gelombang
vang memiliki fase berlawanan. Persamaan selisih jarak
vang ditempuh gelombang adalah

1
sin
2
L J m 0 ì A
dengan m ~ O, 1, 2, 3, ....
Pola terang dihasilkan dari interferensi konstruktif
(saling menguatkan) akibat penggabungan dua
gelombang vang memiliki fase sama. Persamaan selisih
jarak vang ditempuh gelombang adalah
sin L J m 0 ì A
dengan m ~ O, 1, 2, 3, ....
5. ]arak dari terang pusat ke pola terang ke-m adalah
D
s m
J
ì
]arak dari terang pusat ke pola gelap ke-m adalah

1
2
D
s m
J
ì
6. Difraksi gelombang adalah proses pembelokan
gelombang vang disebabkan oleh adanva penghalang
berupa celah atau sudut penghalang vang
menghalangi sebagian muka gelombang. Celah
demikian disebut kisi difraksi. ]arak antar celah dalam
kisi disebut tetapan kisi (J).
7. Pada difraksi celah tunggal, pita gelap ke-| terjadi
jika sin J | 0 ì , dengan | ~ 1, 2, 3, ..., sedangkan
pita terang ke-| terjadi jika sin J 0

1
2 1
2
| ì ~
,
dengan (2|-1) adalah bilangan ganjil, | ~ 1, 2, 3, ....
o. Difraksi pada kisi terjadi jika cahava dilewatkan pada
celah-celah vang memiliki jarak vang sama.
9. Dava urai optik adalah kemampuan sebuah lensa
untuk memisahkan bavangan dari dua titik vang
terpisah satu sama lain pada jarak minimum.
1O. Polarisasi adalah proses penvaringan arah getar suatu
gelombang. Alat untuk menvaring arah getar ini
disebut polaroid, salah satu contohnva adalah kristal.
11. lntensitas cahava vang dilewatkan pada polarisator
(keping polaroid í) adalah
1 O
1
2
í í .
lntensitas cahava vang dilewatkan pada analisator
adalah
2
2 O
1
cos
2
í í 0 dengan 0 sudut vang
dibentuk antara sumbu polarisator dan sumbu
analisator.
Difraksi
membahas
Difraksi
Celah 1unggal
Difraksi
pada Kisi
Polarisasi
membahas
Polarisasi
pada Kristal
Polarisasi pada Pemantulan
dan Pembiasan
Polarisasi pada
Pembiasan Oanda
terdiri atas
lnterferensi
Minimum
lnterferensi
Maksimum
lnterferensi
Polarisasi karena
Hamburan
Pemutaran
Bidang
Polarisasi
Cahava contohnva Celombang £lektromagnetik
Peta Konsep
dapat mengalami
Gelombang Cahaya 47
Tes Kompetensi Bab 2
A. Pilihlah salah satu jawaban vang paling tepat dan kerjakanlah pada buku latihan.
1. Sudut pita terang tengah dari difraksi orde kedua vang
dihasilkan oleh kisi dengan 6.25O celah/cm sebesar 6O.
Maka panjang gelombang cahava vang dipergunakan
adalah ....
a. 1.OOO A
b. 1.OOO 3 A
c. 5.OOO A
d. 5.OOO 3 A
e. 6.25O A
2. ]ika sinar vang jatuh tegak lurus di atas permukaan
minvak di atas air, tebal lapisan minvak J, indeks biasnva
n dan panjang gelombang dari cahava vang meng-
hasilkan interferensi maksimum ì maka persamaan
vang memenuhi adalah ....
a. 2 nJ ~ | ì
b. 2 nJ ~ (2| ÷ 1) ì
c. nJ ~ | ì
d. nJ ~ (2| ÷ 1) ì
e. nJ ~ ì
3. Untuk menentukan panjang gelombang monokromatis
digunakan percobaan Young vang datanva sebagai
berikut.
]arak antara kedua celahnva ~ O,3 mm, jarak celah ke
lavar ~ 5O cm, serta jarak antara garis gelap ke-2 dan
garis gelap ke-3 pada lavar ~ 1 mm.
Panjang gelombang sinar monokromatis tersebut
adalah ....
a. 1OO nm d. 5oO nm
b. 15O nm e. 6OO nm
c. 5OO nm
1. Pada percobaan Young, dua celah berjarak 1 mm di-
letakkan pada jarak 1 m dari sebuah lavar. ]ika jarak
terdekat antara pola interferensi garis terang pertama
dan garis terang kesebelas adalah 1 mm, panjang
gelombang cahava vang menvinari adalah ....
a. 1.OOO A d. 1.OOO A
b. 2.OOO A e. 5.OOO A
c. 3.5OO A
5. Prinsip dasar dari dua sumber cahava koheren adalah
....
a. keduanva sangat berdekatan
b. amplitudonva sama
c. simpangannva selalu sama
d. beda fase keduanva adalah tetap
e. keduanva memancarkan cahava vang berpapasan
6. Cincin Newton terjadi karena gejala ....
a. difraksi
b. polarisasi
c. dispersi
d. interferensi
e. refraksi
7. Pada percobaan Young (celah ganda), jika jarak antara
dua celahnva dijadikan dua kali semula maka jarak
antara dua garis gelap vang berurutan ....
a. 1 kali semula
b. 2 kali semula
c. / kali semula
d. / kali semula
e. tetap tidak berubah
o. Apabila intensitas cahava mula-mula vang melewati
dua plat-retardasi adalah í
O
, antara kedua plat
membentuk sudut 6O, intensitas cahava vang
dilewatkan oleh kedua plat adalah ....
a.
1
2
í
O
d.
1
o
í
O
b.
1
1
í
O
e.
1
16
í
O
c. í
O
9. Sebuah polaroid memiliki polarisator dan analisator vang
dipasang membentuk sudut 3O, intensitas cahava vang
diteruskan akan sebanding dengan ....
a.
1
1
d.
1
2
b.
3
1
e.
1
3
2
c.
1
3
1O. Dua celah sempit vang terpisah pada jarak O,2 mm
disinari tegak lurus. Oaris terang ketiga terletak 7,5 mm
dari garis terang ke nol pada lavar vang jaraknva 1 m
dari celah. Panjang gelombang sinar vang dipakai
adalah ....
a. 2,5 × 1O
-1
mm
b. 5,O × 1O
-1
mm
c. 1,5 × 1O
-1
mm
d. 2,5 × 1O
-3
mm
e. 5,O × 1O
-3
mm
11. Seberkas sinar monokromatis dengan panjang
gelombang 5 × 1O
-7
m datang tegak lurus pada kisi.
]ika spektrum orde kedua membuat sudut 3O dengan
garis normal pada kisi maka jumlah garis per cm kisi
adalah ....
a. 2 × 1O
3
d. 2 × 1O
1
b. 1 × 1O
3
e. 5 × 1O
1
c. 5 × 1O
3
12. Balok kaca akan menghasilkan sinar pantul terpolarisasi
linear, jika sinar pantul dan sinar bias membentuk
sudut ....
a. 3O d. 9O
b. 15 e. 12O
c. 6O
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 48
B. ]awablah pertanvaan berikut ini dengan tepat.
1. Dua celah dengan jarak O,2 mm disinari tegak lurus.
Oaris terang ketiga terletak 7,5 mm dari garis terang ke
nol pada lavar vang berjarak 1 m dari celah. Berapa
panjang gelombang sinar vang dipakai'
2. Cahava suatu sumber melalui dua celah sempit vang
terpisah O,1 mm. ]ika jarak antara dua celah sempit
terhadap lavar 1OO cm dan jarak antara garis gelap
pertama dan garis terang pertama adalah 2,95 mm,
berapakah panjang gelombang cahava vang
digunakan'
3. ]ika percobaan celah ganda Young dicelupkan ke dalam
air, bagaimanakah perubahan pada interferensi vang
terjadi'
1. Sebuah sacharimeter memiliki tabung vang diisi larutan
gula, panjangnva 2O cm. Konsentrasi gula vang
digunakan 1O' dan sudut putar jenis larutan adalah
o ~ 66,5' per 1O cm. ]ika digunakan sinar natrium,
tentukan pemutaran bidang polarisasi cahava oleh
larutan.
13. Seberkas cahava monokromatis dijatuhkan pada
dua celah sempit vertikal berdekatan dengan jarak
J ~ O,O1 mm. Pola interferensi vang terjadi ditangkap
pada jarak 2O cm dari celah. Diketahui bahwa jarak
antara garis gelap pertama di sebelah kiri ke garis gelap
pertama di sebelah kanan adalah 7,2 mm. Panjang
gelombang berkas cahava adalah ....
a. 1oO nm
b. 27O nm
c. 36O nm
d. 72O nm
e. 1.oOO nm
(SPMB 2003 Regional I)
11. Suatu cahava menerangi celah ganda vang memiliki
jarak antarcelah O,1O cm sedemikian hingga terbentuk
pola gelap-terang pada lavar vang berjarak 6O cm. Ketika
pemisahan antarpola terang adalah O,O1o cm, maka
panjang gelombang cahava vang digunakan tersebut
adalah ....
a. 2OO nm d. 6OO nm
b. 3OO nm e. oOO nm
c. 1OO nm
(UMPTN 2001 Ravon C)
15. Warna ungu dari spektrum orde ketiga berimpit dengan
warna merah orde kedua dari suatu peristiwa difraksi
vang mempergunakan kisi, ini berarti perbandingan
antara sinar panjang gelombang sinar ungu dan sinar
merah adalah ....
a. 3 : 2
b. 2 : 3
c. 9 : 1
d. 1 : 9
e. semua jawaban salah
Gelombang Bunyi 49
Gelombang Bunyi
• mendeskripsikan gejala dan ciri-ciri gelombang bunyi;
• menerapkan konsep dan prinsip gelombang bunyi dalam teknologi.
Setelah mempelajari bab ini, Anda harus mampu:
Dapatkah Anda membavangkan dunia tanpa adanva bunvi' Dunia
akan terasa sunvi tanpa adanva bunvi. Beragam jenis bunvi menjadikan
dunia ini lebih ¨hidup". Anda dapat mendengarkan musik karena adanva
perambatan gelombang bunvi vang sampai ke telinga Anda. 1ahukah
Anda sifat-sifat dan klasifikasi gelombang bunvi' Ultrasonik merupakan
salah satu jenis bunvi vang dapat dipancarkan oleh kelelawar. Oelombang
bunvi tersebut berperan sebagai ¨pengindra" ketika kelelawar terbang
pada malam hari.
Selain ultrasonik, terdapat jenis gelombang bunvi lainnva. Untuk
mengetahui lebih lanjut tentang jenis-jenis gelombang bunvi, sifat-sifat
gelombang bunvi, dan fenomena-fenomena lainnva vang berkaitan dengan
gelombang bunvi serta penerapannva dalam teknologi, pelajarilah materi
pada bab ini secara baik.
menerapkan konsep dan prinsip gejala gelombang dalam menyelesaikan
masalah.
Hasil yang harus Anda capai:
49
A. Sifat Dasar
Gelombang Bunyi
B. Cepat Rambat Bunyi
C. Unsur Bunyi dan
Pemanfaatan
Gelombang Bunyi
D. Sifat-Sifat
Gelombang Bunyi
E. Dawai dan Pipa
Organa sebagai
Sumber Bunyi
F. Energi Gelombang
Bunyi
Kelelawar ladam kuda (horseshoe bat) dapat memancarkan gelombang bunyi
ultrasonik yang berfungsi sebagai pengindra ketika terbang pada malam hari.
Bab
3
Sumber: Fundamental of Physics, 2001
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 50
A. Sifat Dasar Gelombang Bunyi
Apakah Anda mengetahui proses terjadinva bunvi' Pada dasarnva,
sesuatu vang bergetar adalah sumber bunvi. Bunvi seekor nvamuk
terdengar karena kepakan bulu-bulu kedua savapnva vang memiliki
frekuensi sekitar 5OO Hz. Bunvi seekor jangkrik terdengar akibat adanva
getaran kedua savapnva vang bergesekan secara terus-menerus.
Oelombang infrasonik dipancarkan oleh seekor paus dengan frekuensi
sangat rendah di bawah 2O Hz, tetapi mampu ditangkap oleh paus vang
lain walaupun jangkauannva ratusan kilometer.
Berbeda dengan sumber-sumber bunvi tersebut, bunvi pada alat-alat
musik vang dapat kita dengar termasuk gelombang audiosonik. Bunvi
vang keluar dari alat musik bersifat teratur sehingga dinamakan dengan
nada. Adapun bunvi vang tidak teratur dinamakan desah.
Perhatikan Cambar 3.1. Pada gambar tersebut terlihat getaran
lonceng menghasilkan gelombang bunvi vang merambat melalui media
udara menuju telinga vang berupa gelombang longitudinal.
Pada dasarnva, gelombang bunvi dapat merambat di medium apapun.
Perhatikan Tabel 3.1, kemampuan medium untuk menggetarkan partikel
berbeda-beda bahkan ada medium vang dapat meredam bunvi, misalnva air.
Oelombang bunvi dapat menunjukkan sifat-sifat umum gelombang,
seperti dapat mengalami interferensi, difraksi, refraksi, dan resonansi.
Anda juga akan mempelajari peristiwa superposisi, seperti superposisi dua
gelombang bunvi vang kecil perbedaan frekuensinva sehingga meng-
hasilkan bunvi kuat-lemah secara periodik vang disebut pelavangan bunvi.
Berdasarkan arah rambatnva, termasuk gelombang apakah bunvi itu'
Agar Anda memahaminva, perhatikan Cambar 3.2.
Cambar 3.2 menunjukkan sumber bunvi berupa getaran membran
bas drum. Oetaran selaput vang merupakan denvut berdimensi dua
dipantulkan secara berulang-ulang oleh batas selaput sehingga selaput akan
bergetar secara periodik. Ketika selaput bergerak keluar, akan terjadi
pemampatan udara di depannva. Pemampatan tersebut menvebabkan
tekanan udara bertambah vang disebut daerah rapatan. Rapatan bergerak
menjauhi selaput dalam batas kecepatan bunvi. Rapatan dan renggangan
vang terbentuk dari partikel-partikel udara mirip dengan rapatan dan
renggangan gelombang longitudinal pada slinki. ]adi gelombang longitu-
dinal merupakan sifat dasar gelombang bunvi.
Tabel 3.1
Cepat Rambat Bunvi Beberapa Bahan
pada Suhu 2O C
Nama Bahan
(Medium)
Cepat Rambat
Bunvi (m/s)
Air
Air laut
Aluminium
Besi dan Baja
Oelas
Helium
Hidrogen
Kavu keras
Udara
1.11O
1.56O
5.1OO
5.OOO
1.5OO
1.OO5
1.3OO
1.OOO
313
Gambar 3.1
Gelombang bunyi dari
lonceng yang bergetar
merambat melalui media
udara sampai ke telinga.
Gambar 3.2
Getaran dari membran bas
drum membuat partikel udara
merapat dan merenggang.
Sebelum mempelajari konsep Celombang Bunvi, kerjakanlah soal-soal berikut dalam buku latihan.
Tes Kompetensi Awal
1. Berdasarkan sumbernva, bunvi termasuk jenis
gelombang apa'
2. Apakah gelombang bunvi dapat mengalami polarisasi'
3. Apa vang dimaksud dengan audiosonik, infrasonik,
dan ultrasonik'
1. Apa vang dimaksud dengan gema dan gaung'
5. Apakah gelombang vang dipancarkan pemancar radio
termasuk gelombang longitudinal'
rapatan
renggangan
x
tekanan
udara
Sumber: Physics, 1995
Gelombang Bunyi 51
Bunvi dapat terdengar jika getaran dari sumbernva dapat merambat
hingga ke telinga. Media rambatannva dapat berupa zat padat, zat cair,
dan zat gas. ]adi, diperlukan medium untuk menjalarkan bunvi. Masih
ingatkah Anda peristiwa tentang bunvi vang dapat merambat melalui seutas
benang basah vang kedua ujungnva terhubung kaleng susu dengan bantuan
suara teman Anda' Nah, menurut Anda dapatkah bunvi merambat di dalam
vakum' Untuk mengetahui jawabannva, lakukanlah aktivitas berikut.
Aktivitas Fisika 3.1
Kata Kunci
• gelombang bunyi
• gelombang longitudinal
• gelombang infrasonik
• gelombang audiosonik
• nada
• desah
• pelayangan bunyi
• ruang vakum
Gelombang longitudinal adalah
gelombang yang arah getarnya
searah dengan arah rambatannya
Ingatlah
1. Apakah vang dimaksud dengan sumber bunvi'
2. Sebutkan sifat-sifat vang dimiliki gelombang bunvi'
3. Apakah bunvi dapat merambat di ruang hampa udara'
Mengapa'
1. Berdasarkan arah getarnva, termasuk gelombang
apakah bunvi itu'
5. Apakah perbedaan antara nada dan desah'
Tes Kompetensi Subbab A
Kerjakanlah dalam buku latihan.
B. Cepat Rambat Bunyi
Cepat rambat bunvi tidak bergantung pada tekanan udara. ]adi, jika
terjadi perubahan tekanan udara, cepat rambat bunvi tidak berubah. Cepat
rambat bunvi bergantung pada suhu. Semakin tinggi suhu udara, semakin
besar cepat perambatan bunvi. Di daerah pegunungan, cepat rambat bunvi
lebih lambat daripada cepat rambat bunvi di kawasan pantai. Di udara,
cepat rambat bunvi bergantung pada jenis partikel vang membentuk udara
tersebut. Persamaannva dapat dituliskan sebagai berikut.
t ~
nT
M
v
(3-1)
Apa vang dapat Anda simpulkan dari aktivitas tersebut' Mengapa
ketika udara di dalam tabung diisap, lama-kelamaan bunvi jam weker
tersebut tidak terdengar' Hal tersebut membuktikan bahwa gelombang
bunvi memerlukan medium untuk merambat.
Tugas Anda 3.1
Apakah bunyi termasuk gelombang
elektromagnetik? Sebutkan alasan-
alasan yang mendasari jawaban Anda
tersebut.
Bunyi dalam Ruang Vakum
Tujuan Percobaan
Menyelidiki apakah bunyi dapat merambat melalui
ruang hampa.
Alat-Alat Percobaan
1. Jam weker
2. Tabung hampa udara (vakum)
Langkah-Langkah Percobaan
1. Bunyikan jam weker tanpa ditutup oleh tabung
vakum.
2. Tutup jam weker dengan tabung vakum. Amati
yang terdengar dari jam weker tersebut.
3. Gunakan sebuah pengisap untuk mengisap udara
dalam tabung vakum secara perlahan-lahan.
4. Amati perubahan intensitas bunyi jam weker tersebut.
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 52
Bandingkan kecepatan bunvi dalam aluminium dan air jika modulus Young untuk
aluminium ~ 7,O × 1O
1O
N/m
2
,

modulus Bulk air ~ 2,1 × 1O
9
N/m
2
, dan kecepatan
air ~ 1.OOO kg/m
3
.
]awab:
Diketahui: í ~ 7,O × 1O
1O
N/m
2
,
c|
p
~ 2.7OO kg/m
3
,
ß ~ 2,1 × 1O
1O
N/m
2
, c|r
p
~ 1.OOO kg/m
3
.
t
c|
~
c|
í
p
t
c|r
~
c|r
ß
p
~

1O 2
3
7, O 1O N/m
2.7OO kg/m
~

9 2
3
2,1 1O N/m
1.OOO kg/m
~ 5.O92 m/s ~ 1.119 m/s
Kecepatan bunvi di air ternvata lebih kecil daripada kecepatan bunvi dalam
aluminium. Hal tersebut disebabkan cairan lebih kompresibel (lebih mudah
berubah bentuk) dibandingkan dengan zat padat (modulus Bulk cairan lebih
kecil dibandingkan dengan modulus Young untuk zat padat).
Contoh 3.1
Cepat rambat bunyi di udara
bergantung pada suhu udara.
Ingatlah
Tugas Anda 3.2
Bandingkan nilai cepat rambat bunyi
di udara yang Anda dapatkan dari
percobaan dan dari buku referensi.
Jika ada perbedaan, berikan analisis
Anda mengenai hal tersebut.
Iskandar mendengarkan kembali
suaranya sebagai gema dari sebuah
tebing setelah waktu 4 detik. Jika
v
adalah perbandingan panas jenis
udara pada tekanan dan suhu
konstan, serta Iskandar mengetahui
bahwa suhu saat itu T kelvin dan
massa molekul relatif udara M,
Iskandar dapat menentukan jarak
tebing menurut persamaan ....
a.
v RT
M
d. 6
RT
M
v
b. 2
RT
M
v
e. 8
v RT
M
c. 4
RT
M
v
UMPTN 1996
Pembahasan:
d =
2
vt
=v =
RT
M
v
d =
v

2
RT
t
M
=
v
4
2
RT
M
Pembahasan Soal
Cepat rambat gelombang bunvi di udara pada suhu 2OC adalah 31O m/s. ]ika suhu
udara naik menjadi 37C, tentukan cepat rambat gelombang bunvi tersebut.
]awab:
Ketika suhu udara naik, kecepatan bunvi akan semakin bertambah. Hal tersebut
disebabkan gerakan-gerakan molekul udara vang merambatkan bunvi bertambah cepat.
Diketahui: T
1
~ 2O ÷ 273 ~ 293 K,
T
2
~ 37 ÷ 273 ~ 31O K,
t
1
~ 31O m/s
Contoh 3.2
Keterangan:
v ~ konstanta laplace
n ~ tetapan umum gas (o,31 ]/mol

K)
T ~ suhu mutlak gas (kelvin)
M ~ massa molekul gas (gram/mol)
Cepat rambat bunvi dalam zat padat ditentukan oleh modulus Young dan
massa jenis zat tersebut. Persamaannva dapat dituliskan sebagai berikut.
t ~
í
p
(3-2)
Keterangan:
í ~ modulus Young zat padat (N/m
2
)
p ~ massa jenis zat padat (kg/m
3
)
Di dalam zat cair, cepat rambat bunvi ditentukan oleh modulus Bulk
dan kerapatan (massa jenis) cairan tersebut. Persamaannva dapat
dituliskan sebagai berikut.
t ~
ß
p
(3-3)
Keterangan:
ß ~ modulus Bulk (N/m
2
)
p ~ massa jenis zat cair (kg/m
3
)
=
2
RT
M
v
Jawaban: b
Gelombang Bunyi 53
Kata Kunci
• cepat rambat bunyi
• konstanta Laplace
• modulus Young
• modulus Bulk
2
1
t
t
~
2
nT
M
v
:
1
nT
M
v
t
2
~
2
1
T
T
t
1
~
31O
293
.
31O ~ 319,72 m/s
]adi, cepat rambat bunvi bertambah menjadi 319,72 m/s.
Tes Kompetensi Subbab B
Kerjakanlah dalam buku latihan.
1. 1entukan kecepatan bunvi dalam gas karbon dioksida
pada suhu 1OO C, jika berat molekul CÒ
2
11 dan
v
~ 1,3.
2. Cepat rambat bunvi pada suhu 15C sama dengan 211 m/s.
1entukan cepat rambat bunvi pada suhu 1OO C.
3. Cepat rambat bunvi dalam gas CÒ
2
adalah 1OO m/s
(
v
~1,3). Berapakah cepat rambatnva dalam gas Ò
2
(
v
~ 1,1) pada suhu vang sama'
1. Hitung cepat rambat bunvi pada sebatang besi.
(í ~ 1,9 × 1O
11
N/m
2
dan
p
~ 7,o gram/cm
3
)
5. Berapa kali lipatkah kecepatan bunvi pada baja di-
bandingkan dengan kecepatan bunvi pada aluminium,
jika modulus Young untuk baja dan aluminium masing-
masing 2 × 1O
11
N/m
2
dan 7 × 1O
1O
N/m
2
, serta massa
jenis baja dan aluminium masing-masing o gram/cm
3
dan 2,6 gram/cm
3
'
C. Unsur Bunyi dan Pemanfaatan Gelombang
Bunyi
Unsur-unsur bunvi antara lain sebagai berikut.
1. Tinggi Nada Bunyi
Pada pokok bahasan sebelumnva, Anda telah mengetahui bahwa bunvi
ditimbulkan oleh suatu benda vang bergetar. Semakin banvak jumlah
getaran vang dihasilkan dalam satu selang waktu tertentu, bunvi vang
dihasilkan akan semakin nvaring.
Pada gambar Cambar 3.3, seorang anak terlihat sedang menempelkan
batang lidi di jari-jari roda sepeda vang sedang berputar. ]ika roda tersebut
diputar semakin cepat, apakah bunvi vang dihasilkan akan semakin nvaring'
1ernvata pada putaran vang lambat, bunvi vang terdengar bernada
rendah. Pada saat putaran roda sepeda dipercepat, bunvi vang terdengar
bernada tinggi. Hal tersebut membuktikan bahwa tinggi nada bergantung
pada frekuensi sumber bunvi.
2. Kuat Bunyi
Kuat bunvi vang dihasilkan bergantung pada amplitudo getaran.
Perhatikan Cambar 3.4 vang menerangkan percobaan pada senar gitar.
Petiklah salah satu senar gitar dengan simpangan vang tidak terlalu
besar. Dengarkan baik-baik kuat bunvi vang dihasilkan, lalu bandingkan
dengan kuat bunvi vang dihasilkan oleh senar vang sama, namun dengan
simpangan vang lebih besar daripada semula. Petikan manakah vang
menghasilkan bunvi lebih kuat'
3. Warna Bunyi
Warna bunvi merupakan bunvi khas vang ditimbulkan oleh suatu
sumber bunvi. Bunvi gitar berbeda dengan bunvi biola, itu karena ada
warna bunvi. Perbedaan tersebut terjadi karena gabungan nada atas dan
nada dasar dari sumber bunvi berbeda-beda walaupun frekuensinva sama.
Gambar 3.3
Lidi dipegang oleh seorang anak
dan ditempelkan pada jeruji
roda yang berputar.
Gambar 3.4
Percobaan kuat bunyi yang
dihasilkan oleh getaran senar gitar
dengan (a) simpangan yang kecil
dan (b) simpangan yang besar.
(a)
(b)
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 54
4. Batas Pendengaran
Anda tentu telah mengetahui bahwa manusia dan hewan dilengkapi
dengan alat pendengaran vang sempurna. Namun, kemampuan
pendengarannva berbeda-beda. Batas kemampuan pendengaran diukur
berdasarkan frekuensi bunvi.
Manusia normal memiliki batas pendengaran antara 2O hertz sampai
dengan 2O.OOO hertz. Daerah frekuensi tersebut dinamakan |re|uens| cu-
J|·, sedangkan daerah frekuensi di bawah 2O hertz disebut |n|rcs·n||,
dan daerah di atas frekuensi dengar atau di atas 2O.OOO hertz disebut
u|(rcs·n||.
Beberapa hewan mampu mendengar bunvi ultrasonik, bahkan hewan
seperti kelelawar vang memiliki alat penglihatan tidak sebaik alat
pendengarannva, menggunakan bunvi ultrasonik untuk mengetahui
benda vang ada di depannva.
5. Pemanfaatan Gelombang Bunyi
Oelombang bunvi banvak dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari,
misalnva untuk menentukan kedalaman laut, mencari sumber minvak, dan
mendeteksi kerusakan logam. Untuk menentukan kedalaman laut, alat
pendeteksi vang digunakan disebut s·ncr ìs·unJ nct|zc(|·n rcnz|nz). Sonar
bekerja dengan memancarkan gelombang, kemudian pantulan gelombang
tersebut akan diterima oleh rece|ter. Dengan mengetahui kecepatan
gelombang vang diukur dan waktu tempuh gelombang tersebut. Kedalaman
laut dapat ditentukan dengan menggunakan persamaan berikut.
( \

| |
\ !
1
2
s t (
(3-1)
laktor setengah di depan ( pada Persamaan (3-4) menvatakan setengah
waktu tempuh dari sonar ke tempat pemantulan.
lrekuensi vang digunakan oleh sonar berada pada daerah ultrasonik,
vaitu di atas 2O.OOO hertz. lrekuensi tersebut tidak dapat didengar dan
panjang gelombang pada daerah ultrasonik sangat kecil sehingga difraksi
vang terjadi juga semakin kecil dan gelombang tidak akan menvebar.
Kecilnva panjang gelombang vang digunakan, dapat juga digunakan
untuk mendeteksi benda-benda vang kecil. Penggunaan gelombang
ultrasonik terdapat juga pada alat u|(rcs·n·zrc|| (USO). Alat tersebut
umumnva digunakan untuk menganalisis kehamilan atau mendeteksi
organ-organ dalam tubuh.
Gambar 3.6
Teknologi 3D USG terbaru sekarang
dapat melihat organ-organ tubuh
bayi dalam kandungan.
Sumber: www.mediajakartaselatan.com
Gambar 3.5
Sonar dapat digunakan untuk
mendeteksi kedalaman laut.
pemancar
penerima
gelombang
ultrasonik
Contoh 3.3
Sebuah alat sonar digunakan untuk mengukur kedalaman laut. Selang waktu vang
dicatat oleh sonar untuk gelombang perambatan sampai kembali lagi ke sonar adalah 1
sekon. ]ika cepat rambat gelombang di dalam air laut adalah 1.5OO m/s, tentukanlah
kedalaman laut tersebut.
]awab:
Diketahui: t ~ 1.5OO m/s, ( ~ 1 s.
s ~ t (
1
2
() ~ 1.5OO m/s ×
1
2
× 1 s ~ 75O meter.
]adi, laut tersebut memiliki kedalaman 75O meter.
Kata Kunci
• tinggi nada
• kuat bunyi
• audiosonik
• infrasonik
• ultrasonik
• resonansi
• sonar
• ultrasonografi
1
2 3
4
5
Gelombang Bunyi 55
Tes Kompetensi Subbab C
Kerjakanlah dalam buku latihan.
1. Anda mendengar halilintar 12 sekon setelah kilat
terlihat. ]ika cepat rambat bunvi di udara ~ 31O m/s,
tentukan jarak asal kilat tersebut dari tempat Anda.
2. Sebuah alat sonar digunakan untuk mengukur
kedalaman laut. Selang waktu vang dicatat oleh sonar
untuk gelombang merambat sampai kembali ke sonar
adalah 1,6 sekon. ]ika kedalaman laut 2.1OO m, tentukan
cepat rambat bunvi di dalam air laut.
3. Mengapa kelelawar vang terbang pada malam hari tidak
pernah menabrak benda-benda vang ada di dekatnva'
1. ]ika tinggi nada dinaikkan, bagaimanakah perubahan
vang terjadi pada:
a. frekuensi,
b. panjang gelombang,
c. cepat rambat gelombang,
d. amplitudo gelombang.
5. ]ika kuat bunvi dinaikkan, bagaimanakah perubahan
vang terjadi pada:
a. frekuensi,
b. panjang gelombang,
c. cepat rambat gelombang,
d. amplitudo gelombang.
D. Sifat-Sifat Gelombang Bunyi
Anda telah mempelajari sifat-sifat umum tentang gelombang, vaitu
pembiasan (refraksi), pemantulan (refleksi), pelenturan (difraksi),
interferensi, dan polarisasi. Bunvi merupakan salah satu bentuk gelombang.
Òleh karena itu, gelombang bunvi juga mengalami peristiwa-peristiwa
tersebut.
1. Pemantulan Gelombang Bunyi
Mengapa saat Anda berteriak di sekitar tebing selalu ada bunvi vang
menirukan suara Anda tersebut' Mengapa suara Anda terdengar lebih
keras ketika berada di dalam gedung' Kedua peristiwa tersebut
menunjukkan bahwa bunvi dapat dipantulkan. Untuk memahami tentang
pemantulan bunvi, lakukanlah aktivitas berikut.
Tugas Anda 3.3
Gelombang bunyi merupakan
gelombang longitudinal sehingga
tidak dapat mengalami dispersi dan
polarisasi. Diskusikanlah bersama
teman Anda, mengapa hal tersebut
bisa terjadi? Berikanlah penjelasan
ilmiah mengenai hal tersebut.
Aktivitas Fisika 3.2
Pemantulan Bunyi
Tujuan percobaan
Membuktikan peristiwa pemantulan bunyi.
Alat-Alat Percobaan
1. Weker 4. Dua buah pipa berdiameter 1 inci
2. Papan pemantul 5. Busur derajat
3. Meja 6. Kertas karton putih
Langkah-Langkah Percobaan
1. Susunlah alat seperti tampak pada gambar.
2. Letakkan jam weker di salah satu ujung pipa paralon.
3. Atur pipa paralon yang lain agar Anda dapat mendengar bunyi jam weker yang
paling jelas.
4. Gambarlah susunan pipa tersebut pada kertas karton putih yang Anda
letakkan di bawahnya. Ukurlah besar sudut datang dan sudut pantulnya.
5. Ulangi langkah percobaan ke-3 dan ke-4 dengan sudut yang berbeda.
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 56
(a)
(b)
Gambar 3.8
(a) Pada siang hari, arah rambat
bunyi melengkung ke atas.
(b) Pada malam hari, arah rambat
bunyi melengkung ke bawah.
Gambar 3.7
Proses pemantulan bunyi.
lukisan garis vang Anda buat tentang sudut datang, sudut pantul,
dan garis normal pada pemantulan bunvi akan sama dengan Cambar 3.7.
Pada gambar tersebut terlihat bahwa sudut datang (|), sudut pantul (r),
dan garis normal terletak pada satu bidang datar, dan | ~ r.
Mengapa bunvi dalam ruangan tertutup terdengar lebih keras' letak
dinding ruangan vang terlalu dekat menvebabkan bunvi pantul tidak cukup
waktu untuk merambat sehingga bunvi datang dan bunvi pantul terdengar
secara bersamaan. Hal tersebut membuktikan bahwa bunvi pantul dapat
memperkuat bunvi aslinva. ltulah sebabnva suara musik akan terdengar lebih
keras di dalam ruangan daripada di lapangan terbuka. Berbeda dengan gema
vang terjadi jika Anda berteriak di daerah bertebing. ]arak tebing dan
sumber bunvi vang cukup jauh menvebabkan bunvi pantul memerlukan
waktu vang cukup lama untuk merambat sampai pendengaran. Akibatnva,
bunvi pantul akan terdengar setelah bunvi asli. Beberapa peristiwa tersebut
merupakan pengalaman vang sering Anda temukan.
2. Pembiasan Gelombang Bunyi
Anda telah mengetahui gelombang bunvi
merambat ke semua arah dan gelombang bunvi tidak
dapat terpolarisasi. Mengapa pada malam hari suara
adzan atau suara teriakan vang cukup jauh terdengar
lebih jelas daripada siang hari' Pada siang hari, suhu
udara di permukaan lebih tinggi daripada di atasnva.
Hal tersebut menvebabkan lapisan udara pada bagian
atas lebih rapat daripada di bawahnva. Sebaliknva, pada
malam hari lapisan udara di permukaan lebih rapat
daripada di atasnva. Akibatnva, pada siang hari jika
sumber bunvi datang secara horizontal terhadap
pendengar, dapat dipastikan arah rambat bunvi akan melengkung ke atas,
sedangkan pada malam hari arah rambat bunvi akan melengkung ke
bawah. Perhatikan Cambar 3.S.
Apa vang akan terjadi jika bunvi datangnva merambat vertikal ke
bawah' Pada malam hari, arah rambat bunvi dibiaskan mendekati garis
normal. Sebaliknva, pada siang hari arah rambat bunvi dibiaskan menjauhi
garis normal.
Sesuai dengan hukum pembiasan gelombang bahwa gelombang
datang dari medium kurang rapat ke medium lebih rapat akan dibiaskan
mendekati garis normal atau sebaliknva.
3. Difraksi Gelombang Bunyi
Apakah gelombang bunvi dapat mengalami difraksi atau pelenturan'
Peristiwa pelenturan bunvi dapat diamati ketika Anda mendengar deru
bunvi mobil melintasi daerah perbukitan vang berkelok, suara percakapan
teman-teman Anda di ruangan vang berbeda, atau kaca pembatas loket
pembavaran di sebuah bank vang sengaja dibuat dengan beberapa lubang
kecil agar gelombang bunvi tidak memantul, walaupun arah rambat bunvi
tidak berupa garis lurus. 1iga peristiwa tersebut merupakan contoh
penerapan difraksi bunvi. ]adi, apakah vang dimaksud dengan difraksi
itu' Difraksi adalah peristiwa pelenturan gelombang ketika melewati
celah, vang ukuran celahnva se-orde dengan panjang gelombangnva.
A
N
C
r i
Pelayangan bunyi terjadi karena
adanya interferensi dua gelombang
yang frekuensinya berbeda sedikit.
Ingatlah
Gelombang Bunyi 57
lalu, mengapa gelombang bunvi mudah mengalami difraksi'
Oelombang bunvi di udara memiliki panjang gelombang sekitar beberapa
sentimeter sampai beberapa meter. Bandingkan dengan cahava vang
memiliki panjang gelombang berkisar 5OO mm. ltulah sebabnva gelombang
bunvi lebih mudah untuk terdifraksi.
4. Interferensi Gelombang Bunyi
Ketika Anda berdiri di depan dua |·uJstec|er (pengeras suara) sebagai
sumber bunvi, kemudian berjalan lurus sejajar dengan garis penghubung kedua
|·uJstec|er tersebut. 1ak lama setelah itu, Anda akan mendengar bunvi lemah
dan sesaat kemudian terdengar bunvi kuat. Bunvi kuat terjadi ketika superposisi
dari dua gelombang bunvi menghasilkan interferensi destruktif. lnterferensi
tersebut terjadi jika beda lintasannva merupakan kelipatan bilangan bulat dari
setengah panjang gelombang bunvi, secara matematis dituliskan sebagai berikut.
s A ~
1
2
n ì
, dengan n ~ O, 1, 2, 3, ...
n ~ O, n ~ 1, dan n ~ 2 berturut-turut untuk bunvi kuat pertama, bunvi
kuat kedua, dan bunvi kuat ketiga.
5. Pelayangan Bunyi
lnterferensi vang ditimbulkan dari dua gelombang bunvi dapat
menvebabkan peristiwa pelavangan bunvi, vaitu penguatan dan pelemahan
bunvi. Hal tersebut terjadi akibat superposisi dua gelombang vang memiliki
frekuensi vang sedikit berbeda dan merambat dalam arah vang sama.
]adi, satu pelavangan didefinisikan sebagai dua bunvi keras atau dua
bunvi lemah vang terjadi secara berurutan. (lavangan ~ kuat - lemah -
kuat atau lemah - kuat - lemah).
]ika kedua gelombang bunvi tersebut merambat bersamaan, akan
menghasilkan bunvi paling kuat saat fase keduanva sama. ]ika kedua
getaran berlawanan fase, akan dihasilkan bunvi paling lemah.
Misalkan dua sumber bunvi memiliki frekuensi |
1
dan |
2
sedikit
berbeda, simpangan setiap gelombang pada posisi tertentu adalah
s
1
~ - sin2¬ |
1
( dan s
2
~ - sin2¬ |
2
(
Dengan demikian superposisi simpangan kedua gelombang tersebut adalah
2 2 1 1
sin2 sin2 s s s - | ( - | ( ¬ ¬
s ~
1 2
sin2 sin2 - | ( | ( ¬ ¬
dengan menggunakan aturan sinus akan diperoleh
1 2 1 2
1 1
2 cos (2 2 )sin (2 2 )
2 2
s - | ( | ( | ( | ( ¬ ¬ ¬ ¬ ~
2 2 1 1
2 cos2 sin2
2 2
| | | |
- ( ( ¬ ¬
~ ( \ ( \

| | | |
\ ! \ !
]ika
1 2
| | | A dan
2 1
| | | maka
1
2
~
2 2
| | ~ ( \
A
| |
| |
\ !
f
dan
1 2
2
2 2
| | | |
|
A ( \

| |
\ !
Persamaan superposisi dapat dituliskan menjadi
s ~ 2- cos 2¬ |(
2
| A ( \
| |
\ !
sin 2¬ |( ~-
p
sin 2¬ |( (3-7)
Kata Kunci
• dispersi
• refraksi
• refleksi
• difraksi
• interferensi
• polarisasi
• superposisi
sin A + sin B = 2 cos
1
2
(A–B) sin
1
2
(A+B)
Ingatlah
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 58
E. Dawai dan Pipa Organa sebagai Sumber Bunyi
1. Frekuensi Gelombang pada Dawai
Anda telah mempelajari bahwa benda-benda vang bergetar merupakan
sumber bunvi, tetapi tidak semua bunvi dapat didengar oleh telinga manusia.
Hal tersebut disebabkan telinga manusia normal memiliki frekuensi
ambang minimal, vaitu frekuensi terendah dari sumber bunvi vang masih
dapat diterima oleh telinga.
Tes Kompetensi Subbab D
Kerjakanlah dalam buku latihan.
1. ]elaskan pengertian difraksi gelombang bunvi.
2. ]ika ada tiga sumber bunvi vang identik diletakkan
masing-masing berjarak 1 m dengan vang lainnva,
kapankah terjadi interferensi maksimum dari ketiga
sumber bunvi tersebut'
3. Dua buah senar vang identik memberikan nada dasar
dengan frekuensi 3OO Hz. ]ika tegangan salah satu
dawai ditambah 5', berapa frekuensi pelavangan vang
terjadi'
Dua utas senar vang identik memberikan nada dasar dengan frekuensi 2OO Hz. ]ika
tegangan salah satu senar ditambah 1', berapa pelavangan vang terjadi'
]awab:
Diketahui: |
1
~ 2OO Hz, í
1
~ í, í
2
~ 1O1' í ~ 1,O1í.
|
2
dapat dihitung dengan persamaan

1

2
í
|
1 1
2 2
1, O1
1, O2
| í í
| í í

Hz
1 2
1, O2 1, O2(2OO ) 2O1 Hz | |
lrekuensi pelavangan diperoleh dengan menggunakan Persamaan (3-9) adalah
|
t
~ (|
1
- |
2
) ~ (2OO - 2O1) Hz ~ -1 Hz
]adi, frekuensi pelavangannva adalah -1 Hz.
Contoh 3.4
2 cos2
2
t
|
- - ( ¬
A ( \

| |
\ !
(3-o)
Berdasarkan Persamaan (3-7), intensitas bunvi akan maksimal jika
s ~ 2A. Òleh karena itu, lavangan bunvi terjadi jika 2 cos2 ( )
2
|
- ( ¬
A
bernilai 1 dan -1 sehingga frekuensi lavangannva adalah
f f f
p
~ ( )
1 2
(3-9)
Keterangan:
|
t
~ frekuensi pelavangan (Hz)
|
2
~ frekuensi gelombang s
2
(Hz)
|
1
~ frekuensi gelombang s
1
(Hz)
Dua buah dawai baja yang identik
memberikan nada dasar dengan
frekuensi 400 Hz. Bila tegangan
dalam salah satu dawai ditambah
2%, frekuensi pelayangan yang
terjadi adalah ....
a. 0 Hz d. 6 Hz
b. 2 Hz e. 8 Hz
c. 4 Hz
Tes ITB 1975
Pembahasan:
Diketahui:
f
0
= 400 Hz
Tegangan ditambah 2%
p’ = F + 2% F = 1,02 F
maka
0 1, 02 ’
1, 01
f
F F
f F F

sehingga frekuensi layangannya
adalah
f
p
= (f
2
– f
1
)
= (1,01 f
0
– f
0
)
= 0,01 f
0
= 0,01 · 400 Hz
= 4 Hz
Jawaban: c
Pembahasan Soal
Gelombang Bunyi 59
Gambar 3.9
(a) Nada dasar f
0
;
(b) Nada atas pertama f
1
;
(c) Nada atas kedua f
2
;
(d) Nada atas ketiga f
3
.
Pola getaran dawai pada Cambar 3.9(a) menghasilkan nada dasar
(|
O
) dengan
O
1
2
ì atau
O
2 ì , maka
O
O
2
t t
|
ì

.
Pola getaran dawai pada Cambar 3.9(b) menghasilkan nada atas
pertama (|
1
) dengan
1
ì atau
1
ì , maka
1 O
1
2
t t
| |
ì

.
Pola getaran dawai pada Cambar 3.9(c) menghasilkan nada atas kedua
(|
2
) dengan
2
3
2
ì atau
2
2
3
ì , maka
2 O
2
3
3
2
2
3
t t t
| |
ì

.
Pola getaran dawai pada Cambar 3.9(d) menghasilkan nada atas ketiga
(|
3
) dengan
3
2ì atau
3
1
2
ì , maka
3 O
3
1
1
1
2
2
t t t
| |
ì

.
Perbandingan frekuensi nada-nada pada dawai vang dihasilkan
berupa pola gelombang seperti pada Cambar 3.9 adalah sebagai berikut.
|
O
: |
1
: |
2
: ... ~ 1 : 2 : 3 : ... (3-7)
Òleh karena cepat rambat gelombang pada dawai sesuai dengan hasil
percobaan Melde, vaitu t ~
í
m
maka diperoleh
a) frekuensi nada dasar,
O
1 1
2 2
í í
|
m



b) frekuensi nada atas pertama,
1
1 1 í í
|
m



c) frekuensi nada atas kedua,
2
3 3
2 2
í í
|
m



d) frekuensi nada atas ke-n,
O
1
( 1)
2
n
n í
| n |

( \

| |
\ !

(3-o)
(a) (b) (c) (d)
ì
0
1
2
ì
1
ì
2
2 ì
2
3
2
Salah satu sumber bunvi adalah dawai gitar. Nada vang dihasilkan
dawai gitar dapat diubah-ubah dengan cara menekan senar pada titik-
titik tertentu. Pola gelombang vang dapat terjadi pada dawai gitar
ditunjukkan pada Cambar 3.9 dengan berubah-ubah.
Satu dawai dapat membentuk berbagai frekuensi atau pola getaran,
seperti tampak pada Cambar 3.9.
Echolocation adalah bentuk sensor
yang digunakan oleh binatang
seperti kelelawar, paus, dan lumba-
lumba. Binatang tersebut
memancarkan gelombang suara
(gelombang longitudinal), kemudian
dipantulkan oleh objek. Gelombang
pantul kemudian dideteksi oleh
binatang tersebut. Gelombang
echolocation yang dipancarkan oleh
kelelawar memiliki frekuensi sekitar
175.000 Hz.
Echolocation is a form of sensory
perception used by animals such as
bats, toothed whales, and porpoises.
The animal emits a pulse of sound (a
longitudinal wave) which is reflected
from objects. The reflected pulse is
detected by the animal. Echolocation
wave emitted by bats have
frequencies of about 175.000 Hz.
Informasi
untuk Anda
Information for You
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 60
2. Pipa Organa dan Pola Gelombangnya
1elah Anda ketahui bahwa benda vang bergetar dapat menghasilkan
bunvi. 1idak hanva benda padat, seperti dawai, tali, maupun pelat logam
vang dapat bergetar, getaran pun dapat terjadi pada gas, misalnva udara.
Oetaran kolom udara pada seruling akan menghasilkan bunvi. 1inggi
nada vang diperoleh dari sebuah seruling dapat diatur frekuensinva. Di
antara perangkat musik sederhana vang dapat menghasilkan getaran
kolom udara selain seruling adalah pipa organa. 1erdapat dua macam
pipa organa, vaitu pipa organa terbuka dan pipa organa tertutup.
a. Pipa Organa Terbuka
Pipa organa terbuka adalah alat tiup berupa tabung vang kedua ujung
penampangnva terbuka. Kedua ujung pipa organa terbuka menjadi perut
gelombang pada kolom udara. Pola gelombang vang dihasilkan seperti
tampak pada Cambar 3.11. lrekuensi vang dihasilkan oleh pipa organa
terbuka adalah sebagai berikut.
1) Nada dasar (|
O
):
O
1
2
ì atau
O
2 ì .
lrekuensi vang dihasilkan,
ì

O
O
2
t t
| .
Gambar 3.10
Seruling merupakan pipa
organa terbuka.
Seutas dawai vang kedua ujungnva terikat memiliki panjang 2 m, massa jenisnva
(
p
) ~ 5O g/cm
3
menghasilkan frekuensi nada dasar (|
O
) ~ 6O Hz.
a. Hitunglah gava tegangan dawai.
b. Berapakah besar frekuensi dan panjang gelombang pada nada atas pertama'
c. 1entukanlah frekuensi dan panjang gelombang pada dawai untuk nada atas
kedua.
]awab:
Diketahui: ~ 2 m,
p
~ 5O kg/cm
3
, |
O
~ 6O Hz.
a. Dengan menggunakan Persamaan (3-S) untuk nada dasar, diperoleh

2 2
O O
1
atau 1
2
í
| í |
í ~ (1)(5O × 1O
-3
kg/cm
3
)(2)
2
(6O Hz)
2
í ~ 2.ooO N
]adi, besar gava tegangan dawai adalah 2.ooO N.
b. lrekuensi nada atas pertama (n~1) adalah
|
n
~ (n ÷ 1)|
O
atau |
1
~ 2|
O
~ 2(6O Hz) ~ 12O Hz.
Panjang gelombang pada nada atas pertama adalah ì ~ ~ 2 m.
c. lrekuensi pada nada atas kedua (n ~ 2) adalah
|
n
~ (n ÷ 1)|
O
atau |
2
~ 3|
O
~ 3(6O Hz) ~ 1oO Hz.
Panjang gelombang pada nada atas kedua adalah


ì ì
2 2
1 3 2 2
atau 2 1, 33 m.
2 3 3 3
Contoh 3.5
Persamaan frekuensi nada-nada tersebut, kali pertama diungkapkan oleh
Mersenne sehingga Persamaan (3-S) tersebut dikenal dengan Hukum
Mersenne.
Gelombang Bunyi 61
Gambar 3.11
Pola gelombang resonansi
suatu pipa organa terbuka.
nada dasar atau
harmonik pertama
nada atas pertama atau
harmonik kedua
nada atas ketiga atau
harmonik ketiga
ì
0
1
2
ì
1
ì
3
2
2) Nada atas pertama (|
1
):
1
ì atau
1
ì .
lrekuensi vang dihasilkan,
ì

1
1
t t
| .
3) Nada atas kedua (|
2
):
2
3
2
ì atau
2
2
3
ì

.
lrekuensi vang dihasilkan
ì

2
2
3
2
t t
|
.
1) Nada atas ke n (|
n
):
1 1
( 1)
2 2
n
·
n ì ì .
lrekuensi vang dihasilkan
O
( 1) ( 1)
2
n
t
| n | n

(3-9)
Perbandingan frekuensi gelombang vang dimiliki kolom udara pada
pipa organa terbuka sama dengan perbandingan frekuensi gelombang
pada dawai. Perbandingan frekuensi vang dihasilkan oleh setiap pola
gelombang untuk pipa organa terbuka adalah
O 1 2
3
: : : : 1 : 2 : 3
2 2
t t t
| | |

(3-1O)
Persamaan (3-10) vang merupakan perbandingan frekuensi dikenal
sebagai Hukum I Bernoulli dan merupakan perbandingan bilangan-
bilangan bulat.
Sebuah pipa organa terbuka panjangnva 1O cm. 1entukan
nada dasar vang dihasilkan pipa tersebut jika cepat rambat
bunvi di udara ~ 31O m/s.
]awab:
Diketahui: panjang pipa ~ 1O cm ~ O,1 m,
cepat rambat bunvi (t) ~ 31O m/s.
Dengan menggunakan Persamaan (3-9), frekuensi nada dasar diperoleh
1
2
ì atau 2 ì , maka 2 O, 1m O, om ì
Contoh 3.6
ì
1
40cm
2
Svarat terjadinva nada dasar, vaitu
O
31O m/s
125Hz.
O, o m
|
t
ì

Sebuah pipa organa terbuka vang panjangnva 1,5 m dan frekuensi harmoniknva
berturut-turut 29O Hz dan 1O5 Hz. 1entukan cepat rambat bunvi pada pipa organa
tersebut.
Contoh 3.7
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 62
b. Pipa Organa Tertutup
Pipa organa tertutup adalah alat tiup berupa tabung vang salah satu
ujung penampangnva tertutup. Salah satu ujung pipa organa tertutup
menjadi simpul gelombang pada kolom udara dan ujung lainnva vang
terbuka menjadi perut gelombang. Pola gelombang vang dihasilkan tampak
seperti Cambar 3.12. lrekuensi vang dihasilkan oleh pipa organa tertutup
adalah sebagai berikut.
1) Nada dasar (|
O
):
O
1
1
ì atau
O
1 ì .
frekuensi vang dihasilkan,
O
O
1
t t
|
ì

.
2) Nada atas pertama (|
1
):
1
3
1
ì atau
1
1
3
ì .
frekuensi vang dihasilkan,
1
1
3
1
t t
|
ì
( \

| |
\ !

.
3) Nada atas kedua (|
2
):
2
5
1
ì atau
2
1
5
ì .
frekuensi vang dihasilkan,
2
2
5
1
t t
|
ì
( \

| |
\ !

.
1) Nada atas ke-n (|
n
): ì
1
(2 1)
1
n
n atau

ì

1
2 1
n
n
.
lrekuensi vang dihasilkan
O
(2 1) (2 1)
1
n
t
| n | n

(3-11)
Perbandingan frekuensi vang dihasilkan oleh setiap pola gelombang
untuk pipa organa tertutup adalah
O 1 2
: : : 3 : 5 1: 3 : 5
1 1 1
t t t
| | |
( \ ( \

| | | |
\ ! \ !

(3-12)
Persamaan (3-12) vang merupakan perbandingan frekuensi dikenal
sebagai Hukum II Bernoulli dan merupakan perbandingan bilangan-
bilangan ganjil.
Gambar 3.12
Pola gelombang resonansi pada
suatu pipa organa tertutup.
harmonik kedua
ì
1
3
4
harmonik ketiga
ì
2
5
4
harmonik pertama
ì
0
1
4
]awab
Misalkan |
n
~ 29O Hz dan |
n ÷ 1
~ 1O5 Hz.
Dengan menggunakan Persamaan (3-9) diperoleh
|
n ÷ 1
- |
n
~

{(n ÷ 2)-(n ÷ 1)}
2
t

(1O5 29O)Hz ( 2 1)
2
t
n n ~ ~ ~

115 Hz
2(1, 5 )
t
m

t ~ 315 m/s
Gelombang Bunyi 63
Sebuah pipa organa tertutup memiliki panjang 25 cm. Apabila cepat rambat bunvi
saat itu 31O m/s, tentukan frekuensi nada dasar |
O
, nada atas pertama |
1
, dan nada atas
kedua |
2
.
]awab:
Diketahui: ~ 25 cm ~ O,25 m, t ~ 31O m/s.
Berdasarkan Persamaan (3-11),
O
(2 1) (2 1)
1
n
t
| n | n

, diperoleh
º nada dasar (n ~ O):

O
31O m/s
31O Hz
1 1(O, 25 m)
t
|
º nada atas pertama (n ~ 1):
|
1
~|(2)(1) ÷ 1)] |
O
~ (3)(31O) ~ 1.O2O Hz
º nada atas kedua (n ~ 2): |
2
~|(2)(2) ÷ 1)] |
O
~ (5)(31O) ~ 1.7OO Hz.
Contoh 3.8
Sebuah pipa organa terbuka (1) dengan panjang 6O cm terjadi 3 buah simpul. Nada
pipa organa tersebut beresonansi dengan pipa organa tertutup (2) dan membentuk 2
buah simpul. Berapa panjang pipa organa vang tertutup'
]awab:
Resonansi terjadi jika |
1
sama dengan |
2
.
Panjang pipa organa terbuka ~ 6O cm, terjadi 3 simpul dan 3 perut
3
2
ì
( \
| |
\ !
sehingga
1
1
3
2
ì atau
1 1
2
3
ì maka
1
2
(6Ocm) 1Ocm
3
ì
Pada pipa organa tertutup terjadi 2 simpul dan 2 perut
3
1
ì
( \
| |
\ !
sehingga
2
2
3
1
ì
atau
2
2
1
3
ì maka
2
2
t
|
ì

dengan menggunakan svarat resonansi, panjang pipa organa tertutup

2
dapat dihitung
2 1 2 1 2 2
2 1
1
1O cm 3O cm
3
t t
| | ì ì
ì ì
= = = =
Contoh 3.9
Pipa organa terbuka A dan pipa
organa tertutup sebelah B memiliki
panjang yang sama. Perbandingan
frekuensi nada atas pertama antara
pipa organa A dengan pipa organa B
adalah ....
a. 1 : 1 d. 3 : 2
b. 2 : 1 e. 4 : 3
c. 2 : 3
UMPTN 1995
Pembahasan:
Pipa organa terbuka:
3 1
, , , ....
2 2
A
ì ì ì
Pada nada atas pertama:
A A
A
v v
f
x
ì -

Pipa organa tertutup:
3 5 1
, , , ....
4 4 4
B
ì ì ì
Pada nada atas pertama:
3 4
4 3
B B
ì ì -

3

4 4
3
B
B
B
v v v
f
ì

Untuk
A B
, diperoleh
4
3 3

4
A A
B
B
v
f
f v

Jawaban: e
Pembahasan Soal
3. Resonansi
Peristiwa ikut bergetarnva suatu benda karena ada benda lain vang
bergetar disebut res·ncns|. Svarat terjadinva resonansi adalah frekuensi getar
kedua benda harus sama atau frekuensi benda vang ikut bergetar sama
dengan kelipatan bilangan bulat dari frekuensi benda vang bergetar.
Perhatikan dua contoh peristiwa resonansi berikut ini.
a. Resonansi pada Garputala
]ika sebuah garputala dipukul, garputala tersebut bergetar seperti
pada Cambar 3.13. lrekuensi gelombang bunvi vang dihasilkan
bergantung pada bentuk, besar, dan bahan logam garputala tersebut.
Ketika didekatkan pada garputala vang lain dan memiliki frekuensi bunvi
sama, garputala kedua akan ikut bergetar. Peristiwa ikut bergetarnva
garputala vang kedua disebut resonansi.
Gambar 3.13
Dua garputala yang memiliki
frekuensi yang sama akan
beresonansi.
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 64
Aktivitas Fisika 3.3
gelas
air
mineral
paralon
garputala
selang
plastik
gabus
neon
Cepat Rambat Bunyi
Tujuan Percobaan
Mengukur cepat rambat bunyi di udara.
Alat-Alat Percobaan
1. Garputala
2. Lampu neon yang sudah tidak terpakai
3. Botol air mineral 100 m
4. Selang plastik berdiameter 1,5 cm dan panjang 2 m
5. Pipa paralon berdiameter 3 cm dan panjang 1 m
6. Penjepit
7. Penggaris
8. Gabus sebagai sumbat
Langkah-Langkah Percobaan
1. Rangkailah alat-alat tersebut seperti pada gambar.
2. Isilah lampu neon dengan air sampai ketinggian
kolom udara 5 cm.
3. Getarkanlah garputala di atas lampu neon yang
terbuka.
4. Lakukan pemompaan terhadap air dari lampu neon
agar air keluar melalui selang dengan botol air mineral secara perlahan-
lahan.
b. Resonansi pada Kolom Udara
Perhatikan Cambar 3.14 vang memperlihatkan peristiwa resonansi
pada kolom udara. ]ika kolom udara vang terletak di atas permukaan air
digetarkan dengan menggunakan sebuah garputala, molekul-molekul
udara di dalam kolom udara akan ikut bergetar. Svarat terjadinva resonansi
pada kolom udara adalah
1) tepat pada permukaan air harus terbentuk rapatan/simpul gelombang,
2) pada ujung permukaan kolom udara merupakan perut/renggangan
gelombang.
Untuk mendapatkan resonansi, panjang kolom udara di atas permukaan
harus diubah-ubah. Adapun frekuensi dan panjang gelombang bunvinva tetap.
Resonansi pertama akan terjadi jika panjang kolom udara di atas permukaan
air
1
1
ì , resonansi kedua
3
1
ì , resonansi ketiga
5
1
ì , dan seterusnva.
Sama halnva dengan getaran udara pada pipa organa tertutup,
hubungan panjang kolom udara ( ) terhadap panjang gelombang bunvi
(
ì
) pada peristiwa resonansi kolam udara dapat ditulis sebagai berikut.
1
(2 1)
1
n
n ì
(3-13)
Keterangan:
n ~ O, 1, 2, 3 ...
n
~ panjang kolom udara ke-n
ì
~ panjang gelombang bunvi
]ika frekuensi garputala diketahui, cepat rambat gelombang bunvi garputala
dapat ditentukan melalui persamaan t ~ |
ì
. Agar Anda dapat
mengaplikasikan proses pengukuran cepat rambat bunvi di udara berdasarkan
konsep resonansi bunvi pada kolom udara, lakukanlah aktivitas berikut.
Gambar 3.14
Sebuah kolom udara di atas
permukaan air digetarkan oleh
sebuah garputala.
Gelombang Bunyi 65
Berdasarkan aktivitas tersebut, Anda akan mendapatkan data
panjang kolom udara. Kemudian, bagaimanakah cara menghitung cepat
rambat bunvi di udara' Perhatikan kembali Persamaan (3-13).
n
~ (2n ÷ 1)
1
1
ì
O
~
1
1
ì
1
~
3
1
ì
]ika Anda menghitung selisih
1
dan
0
, akan didapatkan
1
-
O
~
3
1
ì -
1
1
ì ~
1
2
ì
ì ~ 2 (
1
-
O
)
Òleh karena panjang gelombang sudah diketahui, Anda dapat menghitung
cepat rambatnva, berdasarkan persamaan
t ~
ì
| (3-11)
Keterangan:
t ~ cepat rambat bunvi (m/s)
ì ~ panjang gelombang garputala (m)
| ~ frekuensi garputala (Hz)
Nilai frekuensi setiap garputala
sudah diketahui. Analoginya
seperti nilai fokus dari lensa.
Ingatlah
5. Berhentilah memompa air pada saat terdengar bunyi mendengung. Ukur
panjang kolom saat itu dan catat sebagai l
1
(resonansi pertama) pada tabel
pengamatan seperti berikut.
6. Turunkan permukaan air dalam lampu neon sampai terdengar bunyi
mendengung lagi. Ukur panjang kolom saat itu dan catat sebagai l
2
(resonansi kedua) pada tabel pengamatan.
7. Ulangi langkah tersebut sampai didapatkan l
3
, l
4
, dan seterusnya.
Data Pengamatan Resonansi Udara untuk Percobaan Cepat Rambat Udara
Resonansi ke–n Panjang Kolom Udara ( )
1.
2.
3.
....
....
....
Pada gambar tampak sebuah kolom udara vang panjangnva , untuk
menghasilkan resonansi kolom udara secara vertikal. ]ika kolom udara
terpendek menghasilkan resonansi saat
O
12 cm , tentukan
frekuensi garputala | .
1entukan pula panjang kolom udara pada resonansi selanjutnva.
Diketahui cepat rambat bunvi di udara t ~ 31O m/s.
]awab:
Diketahui:
O
~ 12 cm ~ O,12 m, t ~ 31O m/s.
Pada peristiwa resonansi pertama dalam kolom udara berlaku hubungan berikut.
O
1
1
ì atau
O
1 1(12cm) 1o cm O, 1o m ì
Contoh 3.10

Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 66
F. Energi Gelombang Bunyi
1elah Anda ketahui bahwa gelombang adalah getaran vang merambat
melalui zat perantara (medium), tetapi mediumnva tidak ikut merambat.
Dalam perambatannva, gelombang memindahkan energi dari satu tempat
ke tempat lain. lnergi gelombang bunvi vang ditimbulkan dari suara
pesawat jet suters·n|c dapat memecahkan kaca jendela suatu bangunan.
Hal tersebut menunjukkan bahwa energi gelombang bunvi melakukan
perambatan. lnergi gelombang bunvi dapat ditentukan dari energi
potensial maksimum getaran karena bunvi merupakan gelombang longi-
tudinal hasil perambatan getaran. Òleh karena itu, energi gelombang
bunvi dapat dinvatakan dengan vaitu sebagai berikut
2
1
2
í |¥
karena
1
2
|
|
m ¬

Tes Kompetensi Subbab E
Kerjakanlah dalam buku latihan.
1. Pada seutas dawai vang panjangnva 2 m dengan massa
2O g, perambatan gelombang tranversal vang dihasilkan
memiliki kecepatan 5O m/s. 1entukan tegangan dawai
tersebut.
2. 1ali vang panjangnva 5 m ditegangkan dengan gava
2 N. Perambatan gelombang transversal vang dihasilkan
memiliki kecepatan 1O m/s. 1entukan massa tali
tersebut.
3. Dua utas tali vang sama panjang ditarik oleh gava vang
sama. Massa tali pertama 1 kali massa tali kedua. 1ali
pertama digetarkan dengan frekuensi 2OO Hz,
sedangkan tali kedua 1OO Hz. ]ika panjang gelombang
pada tali pertama 1 cm, tentukan panjang gelombang
pada tali kedua.
1. Sebuah gelombang sinus merambat pada tali vang
panjangnva 1OO cm, bergerak dari simpangan minimum
ke maksimum. Suatu titik memerlukan waktu O,O5
sekon dalam gerak tersebut. 1entukan:
a. periode gelombang,
b. frekuensi gelombang,
c. gava tegang tali jika diketahui panjang gelombang
ì ~ O,o m dan massa tali 25O gram.
5. Sebuah pipa organa terbuka panjangnva 3O cm.
1entukan frekuensi nada dasar vang dihasilkan pipa
tersebut jika cepat rambat bunvi di udara ~ 336 m/s.
6. Sebuah pipa organa tertutup panjangnva 25 cm.
1entukan nada dasar vang dihasilkan pipa itu jika cepat
rambat bunvi di udara ~ 336 m/s.
7. 1entukan panjang minimum pipa organa terbuka vang
beresonansi dengan garputala vang bergetar dengan
frekuensi 17O Hz, jika cepat rambat bunvi di udara ~
31O m/s.
Kata Kunci
• resonansi
• Hukum Mersenne
• pipa organa
• Hukum I Bernoulli
• Hukum II Bernoulli
ì

31O m/s
7Oo, 33 Hz
O, 1o m
t
|
]adi, frekuensi garputala adalah 7Oo,33 Hz.
Panjang kolom udara pada resonansi kedua (n ~ 1) dan ketiga (n ~ 2) dapat ditentukan
dengan Persamaan (3-13), vaitu
1
(2 1)
1
n
n ì dan untuk resonansi kedua (n ~ 1)
adalah
1
1
(2 1 1) (O, 1om) O, 36 m
1

]adi, untuk resonansi ketiga (n ~ 2): m
2
1
(2 2 1) (O, 1o ) O, 6 m
1
.
Gelombang Bunyi 67
Gambar 3.15
Sumber bunyi berupa titik.
Semakin jauh dari sumber bunyi,
luas permukaan semakin besar.
P
r
1
r
2
atau
| ~ 1¬
2
m |
2
maka diperoleh
í ~ 2¬
2
m |
2
¥
m
2
(3-15)
Keterangan:
m ~ massa partikel (kg)
¥
m
~ amplitudo gelombang (m)
| ~ frekuensi getar (Hz)
| ~ konstanta pegas (N/m)
Berdasarkan Persamaan (3-15), energi vang dipindahkan oleh suatu
gelombang sebanding dengan kuadrat amplitudonva.
1. Intensitas Gelombang Bunyi
lntensitas gelombang bunvi didefinisikan sebagai jumlah energi bunvi
per satuan waktu vang menembus tegak lurus suatu bidang per satuan
luas. Hubungan antara dava (í), luas (-), dan intensitas bunvi (í)
memenuhi persamaan
í
í
-

(3-16)
Keterangan:
í ~intensitas gelombang bunvi (W/m
2
)
- ~luas penampang (m
2
)
í ~dava gelombang bunvi (W)
Sumber bunvi berupa sebuah titik, seperti pada Cambar 3.15 akan
memancarkan bunvi ke segala arah. Artinva, gelombang bunvi merambat
dalam tiga dimensi. Hal vang sama terjadi pula pada gelombang cahava.
lntensitas bunvi pada bidang permukaan dalam bola vang memiliki jari-
jari r akan memiliki luas - ~ 1¬ r
2
(anggap tidak ada energi bunvi vang
hilang atau terserap selama perambatan).
lntensitas bunvi akan semakin kecil jika jarak sumber bunvi ke suatu
bidang permukaan semakin jauh. Pengurangan intensitas bunvi akibat
pertambahan jarak dari sumber bunvi memenuhi hubungan berikut.
2 2 2 2
1 2 1 2
1 2
1 1
: : :
1 1
í í
í í
r r r r ¬ ¬

1
1
2
2
2
2
í r
í r

(3-17)
Keterangan:
r
1
~ jarak sumber bunvi ke posisi bidang 1 (m)
r
2
~ jarak sumber bunvi ke posisi bidang 2 (m)
Berdasarkan Persamaan (3-17), dapat dinvatakan bahwa intensitas
bunvi berbanding terbalik dengan kuadrat jarak sumber bunvi tersebut
ke bidang pendengaran.
2. Taraf Intensitas (TI)
Setiap makhluk di alam semesta ini memiliki batas intensitas
pendengaran. Batas intensitas bunvi vang dapat didengar telinga manusia
adalah sebagai berikut.
1 bel (B) = 10 desibel (dB)
Ingatlah
Tugas Anda 3.4
Berapakah rasio intensitas bunyi 90
dB terhadap intensitas bunyi 60 dB?
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 68
1araf intensitas bunvi sebuah pesawat pada jarak 2O m adalah 12O dB. Berapa taraf
intensitas bunvi pada jarak 2OO m'
]awab:
Diketahui: r
1
~ 2O m, r
2
~ 2OO m, Tí
1
~ 12O dB.
lntensitas bunvi berbanding terbalik dengan kuadrat jarak
( \ ( \

| |
| |
\ !
\ !
2 2
2
2 1 1
2
1 2 2
2O 1
2OO 1OO
í r r
í r r
1 2
1OO í í
dengan menggunakan Persamaan (3-1S) untuk Tí
2
dan Tí
1
, diperoleh
2
2
O
1Olog
í

í

1
1
O
1Olog
í

í

2 1
2 1
O O
1O log log
í í
Tí Tí
í í
| |
~ ~
| |
| |
Suatu gelombang gempa terasa di
Malang dengan intensitas 6 × 10
5
W/m
2
.
Sumber gempa berasal dari suatu
tempat yang berjarak 300 km dari
Malang. Jika jarak antara Malang dan
Surabaya sebesar 100 km dan ketiga
tempat itu membentuk segitiga
siku-siku dengan sudut siku-siku di
Malang, maka intensitas gempa yang
terasa di Surabaya adalah ....
a. 2 × 10
5
W/m
2
b. 3 × 10
5
W/m
2
c. 4,5 × 10
5
W/m
2
d. 5,4 × 10
5
W/m
2
e. 7,5 × 10
5
W/m
2
UMPTN 1996
Pembahasan:
( \ ( \
-
| | | |
\ ! \ !
2 2
2 1 1
2 1
1 2 2
I r r
I I
I r r
( \

| |
\ !
2
5
2
5
300
6 10
10
I
= 5,4 × 10
5
W/m
2
Jawaban: d
Surabaya
Malang
sumber gempa
300 km
100 km
Contoh 3.11
Pembahasan Soal
a. lntensitas terkecil vang masih dapat menimbulkan rangsangan
pendengaran pada telinga adalah sebesar 1O
-12
watt/m
2
vang disebut
sebagai |n(ens|(cs cm|cnz tenJenzcrcn.
b. lntensitas terbesar vang masih mampu diterima telinga manusia tanpa rasa
sakit adalah sebesar 1 watt/m
2
vang disebut |c(cs cm|cnz tenJenzcrcn.
]adi, batas pendengaran terendah adalah 1O
-12
watt/m
2
dan batas
intensitas tertinggi adalah 1 watt/m
2
. 1araf intensitas (Tí) sebanding dengan
logaritma perbandingan antara intensitas bunvi dan harga ambang intensitas
bunvi vang terdengar dan memiliki satuan desibel (dB). Secara matematis,
hubungan antara í dan Tí ditulis
O
1Olog
í

í

(3-1o)
Keterangan:
Tí ~ taraf intensitas (dB)
í ~ intensitas bunvi (W/m
2
)
í
O
~ 1O
-12
W/m
2
~ intensitas ambang pendengaran
Berikut ini data intensitas dan taraf intensitas dari beberapa sumber
bunvi.
Ambang pendengaran O 1 × 1O
-12
Ambang rasa sakit 12O 1
Sirine pada jarak 3O m 1OO 1 × 1O
-2
lalu lintas ramai 7O 1 × 1O
-5
Percakapan biasa pada jarak 5O cm 65 3,2 × 1O
-6
Radio pelan 1O 1 × 1O
-o
Bisik-bisik 2O 1 × 1O
-1O
Tabel 3.2
lntensitas dan 1araf lntensitas dari Beberapa Sumber Bunvi
Intensitas (W/m
2
) Sumber Bunvi Taraf Intensitas (dB)
Sumber: College Physics, 1980
Gelombang Bunyi 69
Sebuah sumber bunvi menghasilkan taraf intensitas sebesar 5O dB. Berapa taraf
intensitas vang dihasilkan jika terdapat 1OO sumber bunvi vang sama dan berbunvi
pada saat bersamaan'
]awab:
Diketahui: Tí ~ 5O dB, n ~ 1OO.
Untuk sebuah sumber bunvi,
Tí ~ 1O log
O
í
í
5O ~ 1O log
O
í
í
= í ~ 1O
5
í
O
Untuk 1OO buah sumber bunvi,
í ~ 1OO × 1O
5
í
O
~ 1O
7
í
O
maka 1l ~ 1O log
O
í
í
~ 1O log
7
O
O
1O í
í
~ 1O log 1O
7
~ 7O dB.
Contoh 3.12
]ika terdapat sumber bunvi vang lebih dari satu, taraf intensitas
totalnva dapat diketahui dengan menggunakan persamaan berikut.

(n)
~ Tí
(1)
÷ 1O log n (3-19)
Keterangan:

(n)
~ taraf intensitas oleh n buah sumber
n ~ banvaknva sumber

(1)
~ taraf intensitas oleh 1 buah sumber
2
O
2 1
1
O
1O log
í
í
Tí Tí
í
í
| |
| |
| | ~
| |
| |
| |
1
1
2
2
1Olog
í
Tí Tí
í

2
2
1
1Olog
1OO
í

í
~ 12O dB ÷ 1O log 1O
-2
~ 1OO dB
]adi, taraf intensitas bunvi pada jarak 2OO m adalah 1OO dB.
Kata Kunci
• energi gelombang bunyi
• intensitas gelombang
• taraf intensitas
• batas ambang pendengaran
1. Sebuah sumber bunvi memiliki taraf intensitas sebesar
25 dB. ]ika 6O buah sumber bunvi vang sama berbunvi
serentak, berapa taraf intensitas bunvi vang dihasilkan'
2. Berapa perbandingan intensitas dua sumber bunvi jika
taraf intensitasnva 15 dB'
3. Sebuah sumber bunvi titik dengan dava 12,56 watt
memancarkan gelombang bunvi berupa gelombang
sferis (bola). 1entukan taraf intensitas bunvi vang
didengar oleh seseorang pada jarak 1OO meter dari
sumber bunvi tersebut. (í
O
~ 1O
-12
watt/m
2
).
1. Sebuah sumber bunvi memiliki taraf intensitas 6 bell.
]ika 1O buah sumber bunvi vang sama berbunvi secara
serentak, berapakah taraf intensitas bunvi vang
dihasilkan'
(£btanas 19S5)
5. Sebuah sumber bunvi memancarkan energi ke segala
arah. Apabila jarak pendengar terhadap sumber bunvi
dibuat menjadi o kali semula, berapa pengurangan taraf
intensitas bunvi vang terdengar'
Tes Kompetensi Subbab F
Kerjakanlah dalam buku latihan.
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 70
Rangkuman
1. Oelombang bunvi adalah gelombang longitudinal vang
dapat merambat dalam medium zat padat, cair, dan gas.
2. Cepat rambat bunvi di udara bergantung pada jenis
partikel pembentuk udara vang dinvatakan dengan
. n T
t
M
v

sedangkan di dalam zat padat bergantung pada
modulus Young dan massa jenis zat.
í
t
p

Adapun di dalam zat cair bergantung pada modulus
Bulk dan massa jenis zat cair.
ß
t
p

3. 1inggi rendah nada bunvi bergantung pada frekuensi
bunvi. Kuat bunvi bergantung pada amplitudo getaran.
1. Audiosonik adalah bunvi vang berfrekuensi antara
2O Hz sampai dengan 2O.OOO Hz. lnfrasonik adalah
bunvi vang berfrekuensi di bawah 2O Hz, sedangkan
ultrasonik adalah bunvi vang berfrekuensi di atas
2O.OOO Hz.
5. Oelombang bunvi dapat mengalami proses dispersi,
refraksi, refleksi, difraksi, interferensi, dan polarisasi.
6. lnterferensi gelombang bunvi terjadi jika beda lintasan
gelombangnva merupakan kelipatan bilangan bulat
dari setengah panjang gelombang bunvi.
1
, O,1, 2, 3,....
2
n
s n
ì
A
7. Persamaan superposisi gelombang bunvi
2 cos 2 sin2
2
|
s - |( |( ¬ ¬
A ( \

| |
\ !
o. lrekuensi dan nada dasar pada dawai dinvatakan dengan
persamaan
1
2
·
í
|

sedangkan frekuensi nada atas ke-n pada dawai
dinvatakan dengan persamaan

1
1
2
n ·
n í
| n |

( \

| |
\ !

9. Pada pipa organa terbuka, frekuensi nada atas ke-n
dinvatakan dengan persamaan
1
2
n
t
| n

sedangkan pada pipa organa tertutup, frekuensi nada
atas ke-n dinvatakan dengan
2 1
1
n
t
| n

1O. Hubungan panjang kolom udara ( ) terhadap
panjang gelombang bunvi ( ì ) pada peristiwa
resonansi kolom udara adalah

1
2 1
1
n
n ì
11. Dalam perambatannva, gelombang bunvi memindah-
kan energi sebesar
2 2 2
2
m
í m| s ¬ dengan s
m
adalah
amplitudo gelombang.
12. Semakin jauh jarak sumber bunvi terhadap pendengar,
intensitas bunvi akan semakin kecil.
13. lntensitas bunvi dinvatakan dengan persamaan
O
1Olog
í

í

11. ]ika terdapat n buah sumber bunvi, taraf intensitas
bunvi totalnva dinvatakan dengan persamaan

(n)
~ Tí
(1)
÷ 1O log n
Gelombang Bunyi 71
Peta Konsep
Klasifikasi
Oelombang Bunvi
Cepat Rambat
Sifat-Sifat
Oelombang Bunvi
zat Padat:
t ~
zat Cair:
t ~
Oas:
t ~
lnterferensi
Pemantulan
Difraksi
Pelavangan
lntensitas Bunvi
1araf lntensitas
jika sumber
bunvinva banvak
membahas
Celombang Bunvi
membahas
Tí ~ Tí ÷ 1O log n
membahas
1inggi Bunvi
Kuat Bunvi
Warna Bunvi
Setelah mempelajari bab ini, Anda tentu dapat
mengetahui sifat-sifat dasar gelombang bunyi dan
klasifikasi gelombang bunyi serta dapat menjelaskan
peristiwa resonansi pada pipa organa. Dari materi bab
ini, bagian manakah yang Anda anggap sulit? Coba
diskusikan dengan teman atau guru Fisika Anda.
Refleksi
Pada bab ini pula, Anda telah mempelajari manfaat
dari gelombang bunyi, seperti untuk mengukur
kedalaman laut. Coba Anda sebutkan manfaat lain yang
Anda rasakan setelah mempelajari bab ini.
dalam
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 72
1. Pada suatu saat terlihat kilat dan 1O detik kemudian
terdengar suara gunturnva. ]ika besar kecepatan
cahava ~ 3 × 1O
o
m/s dan kecepatan bunvi ~ 31O m/s,
jarak antara tempat asal kilat dan pengamat ....
a. 31 m d. 3 × 1O
o
m
b. 3.1OO m e. 3 × 1O
9
m
c. 1O.2OO m
2. Sebuah alat sonar digunakan untuk mengukur
kedalaman laut. Selang waktu vang dicatat oleh sonar
untuk gelombang merambat hingga kembali lagi ke
sonar adalah 1 sekon. ]ika cepat rambat gelombang di
dalam air laut adalah 1.5OO m/s, kedalaman laut
tersebut adalah ....
a. 5OO m d. 1.25O m
b. 75O m e. 1.5OO m
c. 1.OOO m
3. Dua buah sumber bunvi seperti tampak pada gambar
berikut bergetar secara koheren. Bunvi vang nvaring
dihasilkan di í jika r
1
~ r
2
. Dengan menaikkan secara
perlahan-lahan r
1
, bunvi terlemah didengar ketika r
1
- r
2
adalah 2O cm, 6O cm, dan 1OO cm. ]ika cepat rambat
bunvi di udara 31O m/s, besar frekuensi bunvi adalah ....
a. 136 Hz d. o5O Hz
b. 125 Hz e. 1.7OO Hz
c. 6oO Hz
1. Dua buah |·uJstec|er A dan B diletakkan seperti pada
gambar berikut. 1ernvata pada detektor D terjadi
interferensi maksimum orde pertama. ]ika kecepatan
bunvi di udara ~ 33O m/s, frekuensi gelombang bunvi
tersebut tersebut adalah ....
a. 165 Hz d. 66O Hz
b. 33O Hz e. 75O Hz
c. 195 Hz
5. Modulus Bulk suatu zat cair vang memiliki massa jenis
O,3 gram/cm
3
adalah 1,2 × 1O
9
N/m
2
. Cepat rambat
gelombang dalam zat cair tersebut adalah ....
a. 1.5OO m/s d. 3.OOO m/s
b. 2.OOO m/s e. 1.OOO m/s
c. 2.5OO m/s
6. Sebuah sumber bunvi berfrekuensi 1 kHz bergerak
langsung ke arah seorang pendengar dengan kelajuan
O,9 kali kelajuan bunvi. lrekuensi bunvi vang
diterimanva adalah ....
a. 1O,O kHz d. O,5 kHz
b. 1,9 kHz e. O,1 kHz
c. 1,1 kHz
(Soal UM - UCM 2003)
7. Anda sedang bergerak mendekati sebuah sumber bunvi
S tidak bergerak vang berada jauh di depan Anda dan
sedang memancarkan bunvi berfrekuensi |
O
ke segala
arah. Agak jauh di belakang Anda, terdapat sebuah
dinding pemantul D. Bunvi vang Anda dengar
langsung dari S dengan frekuensi |
s
dan vang berasal
dari pantulan di D dengan frekuensi |
d
ketika
berinteraksi di telinga Anda adalah ....
a. tidak akan menimbulkan lavangan karena
|
s
~ |
d
> |
O
.
b. tidak akan menimbulkan lavangan karena
|
s
~ |
d

=
|
O
.
c. akan menimbulkan lavangan dan memenuhi
|
s
> |
d
~ |
O
.
d. akan menimbulkan lavangan dan memenuhi
|
s
> |
O
> |
d
.
e. akan menimbulkan lavangan dan memenuhi
|
s
> |
d
> |
O
.
o. Sebuah sumber bunvi bergerak dengan kecepatan c m/s
menuju ke pendengar vang diam sehingga frekuensi
vang didengar oleh pendengar adalah |
1
. ]ika sumber
bunvi tersebut diam, sedangkan pendengar bergerak
dengan kecepatan c m/s mendekati sumber bunvi,
frekuensi vang didengar oleh pendengar adalah |
2
. ]ika
cepat rambat bunvi di udara t m/s, perbandingan |
1
: |
2
adalah ....
a. 1 d. 1 -
2
2
c
t
b. 1 -
c
t
e. 1 ÷
2
2
c
t
c. 1 ÷
c
t
9. Seorang penerbang vang pesawat terbangnva menuju
ke menara bandara mendengar bunvi sirine menara
dengan frekuensi 2.OOO Hz. ]ika saat itu sirine tersebut
memancarkan bunvi dengan frekuensi 1.7OO Hz dan
cepat rambat bunvi di udara ~ 31O m/s, kecepatan
pesawat terbang tersebut adalah ....
a. 1Oo km/jam d. 22O km/jam
b. 2OO km/jam e. 236 km/jam
c. 216 km/jam
S
S
2
r
1
r
2
P
40 m
A
B
9 m
D
Tes Kompetensi Bab 3
A. Pilihlah salah satu jawaban vang paling tepat dan kerjakanlah pada buku latihan.
Gelombang Bunyi 73
1O. Pelavangan bunvi terjadi karena adanva interferensi ....
a. lebih dari 2 gelombang vang sama frekuensinva
b. 2 gelombang vang berlawanan arah getarnva
c. 2 gelombang vang sama frekuensinva
d. 2 gelombang vang besar beda frekuensinva
e. 2 gelombang vang kecil beda frekuensinva
11. ]ika dua buah sumber bunvi masing-masing dengan
frekuensi 2.OOO Hz dan 2.OOo Hz berbunvi serentak,
akan timbul pelavangan bunvi dengan frekuensi ....
a. 2 Hz d. 2.OO1 Hz
b. 1 Hz e. 2.OOo Hz
c. o Hz
12. Seutas dawai menghasilkan resonansi pertama pada
~ 1O cm. ]ika panjang kawat 12O cm dan bergetar
pada nada atas kedua, cepat rambat gelombang trans-
versal dalam kawat adalah .... (cepat rambat bunvi di
udara ~ 31O m/s)
a. 127,5 m/s
b. 17O m/s
c. 31O m/s
d. 225 m/s
e. o5 m/s
13. Dua buah dawai baja vang identik memberikan nada
dasar dengan frekuensi 1OO Hz. ]ika tegangan dalam
salah satu dawai ditambah 2', frekuensi pelavangan
vang terjadi adalah ....
a. O Hz d. 6 Hz
b. 2 Hz e. o Hz
c. 1 Hz
11. Sebuah tabung gelas resonansi vang berisi air memiliki
luas penampang 1O cm
2
. Pada posisi tersebut terjadi
resonansi pertama. Sejumlah 1OO cm
3
air dibuang keluar,
sehingga terjadi resonansi kedua. ]ika kelajuan bunvi
di udara ~ 3OO m/s, frekuensi garputala vang dipakai
adalah ....
a. 15O Hz d. 75O Hz
b. 3OO Hz e. 1.5OO H
c. 375 Hz
15. Pada percobaan Melde digunakan seutas benang vang
panjangnva 1 meter dan bermassa 5 gram. ]ika beban
sebesar O,2 kg digantungkan pada benang tersebut,
kecepatan perambatan gelombang pada benang adalah
... (z ~ 1O m/s
2
)
a. 5 m/s d. 21 m/s
b. 1O m/s e. 1O m/s
c. 2O m/s
16. Seutas dawai menghasilkan nada dasar |. ]ika dawai
tersebut dipendekkan o cm tanpa mengubah tegangan,
dihasilkan frekuensi 1,25 |. ]ika dawai dipendekkan
2 cm lagi, frekuensi vang dihasilkan adalah ...
a. | d. 1,5 |
b. 1,25 | e. 2.O |
c. 1,33 |
17. Seutas dawai vang panjangnva oO cm dan bermassa 16
gram dijepit kedua ujungnva dan direntangkan dengan
tegangan oOO N. lrekuensi nada atas pertama vang
dihasilkan adalah ....
a. 125 Hz d. 3OO Hz
b. 15O Hz e. 375 Hz
c. 25O Hz
1o.
1,2 m
f = 340 Hz
W
Ketika garputala digetarkan pada dawai terjadi
gelombang stasioner seperti tampak pada gambar.
Kecepatan rambat gelombang pada dawai adalah ....
a. 1O2 m/s d. 1Oo m/s
b. 2O1 m/s e. 51O m/s
c. 3O6 m/s
19. Sebuah pipa organa tertutup memiliki panjang 1O cm.
]ika cepat rambat bunvi di udara 25O m/s, besar frekuensi
nada atas kedua adalah ....
a. 327 Hz d. 673 Hz
b. 139 Hz e. 7o1 Hz
c. 5o1 Hz
2O. Nada atas pertama pipa organa terbuka vang
panjangnva 1O cm beresonansi dengan pipa organa
tertutup. ]ika pada saat beresonansi jumlah simpul pada
kedua pipa sama, panjang pipa organa tertutup tersebut
(dalam cm) adalah ....
a. 2O d. 5O
b. 3O e. 6O
c. 1O
(UMPTN 199S Ravon B)
21. Pada pipa organa terbuka, nada atas kedua dihasilkan
panjang gelombang sebesar \ dan pada pipa organa
tertutup, nada atas kedua dihasilkan panjang gelom-
bang sebesar s. ]ika panjang kedua pipa sama, nilai
perbandingan s dan \ adalah ....
a. 2 : 1
b. 3 : 1
c. 1 : 3
d. 5 : 6
e. 6 : 5
22. 1araf intensitas bunvi sebuah mesin rata-rata 5O dB.
]ika 1OO mesin dihidupkan bersama, taraf intensitasnva
adalah ....
a. 2O dB
b. 5O dB
c. 7O dB
d. 75 dB
e. 15O dB
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 74
1. Sebuah garputala berfrekuensi 11O Hz digetarkan di
permukaan tabung resonansi. Pada saat kolom udara
mencapai ketinggian 1o,75 cm terjadi resonansi vang
pertama. Berapakah cepat rambat bunvi saat itu'
2. Seutas kawat vang panjangnva 5O cm diikat kedua
ujungnva. Kemudian, kawat digetarkan longitudinal.
Cepat rambat gelombang vang dihasilkan 1.OOO m/s.
Modulus Young kawat ~ 1,6 × 1O
11
N/m
2
. Hitunglah
a. frekuensi getarnva,
b. massa jenis kawat.
3. Mobil - mendekati pengamat í (diam) dengan
kecepatan 3O m/s sambil membunvikan sirene
berfrekuensi 5O1 Hz. Pada saat itu juga mobil ß
mendekati í dari arah vang berlawanan dengan -,
pada kecepatan 2O m/s sambil membunvikan sirine
berfrekuensi 51o Hz. ]ika cepat rambat bunvi di udara
saat itu 3OO m/s, berapakah frekuensi lavangan vang
didengar oleh í'
1. Seutas kawat baja vang massanva 5 g dan panjang 1 m
diberi tegangan 96o N. 1entukan:
a. cepat rambat panjang gelombang transversal
sepanjang kawat,
b. panjang gelombang dan frekuensi nada dasarnva,
c. frekuensi nada atas kesatu dan kedua.
5. lrekuensi nada atas pertama dari pipa organa terbuka
5OO Hz. ]ika cepat rambat bunvi di udara 31O m/s,
hitunglah:
a. frekuensi nada dasarnva,
b. frekuensi nada atas ketiga.
6. Cepat rambat bunvi dalam sebuah pipa organa adalah
31O m/s. ]ika frekuensi nada dasar pipa organa adalah
21O Hz, berapa panjang minimum pipa organa untuk
kasus
a. pipa organa terbuka,
b. pipa organa tertutup.
7. Dua utas dawai baja sejenis memberikan nada dasar
2O1 Hz. ]ika panjang salah satu dawai ditambah 2',
berapakah frekuensi lavangan vang terjadi'
o. Dua utas dawai baja vang identik memberikan nada
dasar dengan frekuensi 1OO Hz. ]ika tegangan dalam
salah satu dawai ditambah 2', berapa frekuensi
lavangan dawai vang mungkin'
9. Seekor tawon vang mendengung pada jarak 1 m
memiliki taraf intensitas 1O dB. ]ika ada 1OO tawon
mendengung pada jarak \, taraf intensitasnva 6O dB,
tentukan jarak \.
1O. Pada sebuah tabung resonansi terdapat kolom udara
pada (. Selisih panjang kolom resonansi ~ 1O cm.
Kecepatan bunvi pada suhu OC adalah 317 m/s.
Hitung ( jika frekuensi resonansi ~ 11O Hz.
B. ]awablah pertanvaan berikut dengan tepat.
23. ]ika sebuah sepeda motor melewati seseorang, motor
tersebut akan menimbulkan taraf intensitas (1l) sebesar
oO dB. ]ika orang tersebut dilewati 1O sepeda motor jenis
vang sama sekaligus, taraf intensitasnva adalah ....
a. o dB d. 9O dB
b. 7O dB e. oOO dB
c. oO dB
21. 1araf intensitas bunvi sebuah mesin adalah 6O dB
(dengan acuan intensitas ambang pendengaran sebesar
1O
-12
W/m). ]ika taraf intensitas di dalam ruang pabrik
vang menggunakan sejumlah mesin tersebut adalah
oO dB, jumlah mesin vang digunakan adalah ....
a. 2OO d. 2O
b. 11O e. 1O
c. 1OO
25. 1araf intensitas bunvi pada sebuah jendela terbuka
vang luasnva 1 m
2
adalah 6O dB. ]ika nilai ambang
bunvi 1O
-16
W/cm
2
, dava akustik vang masuk melalui
jendela tersebut adalah ....
a. 1O
-16
W
b. 1O
-12
W
c. 1O
-1O
W
d. 1O
-6
W
e. 1O
-1
W
Medan Listrik, Potensial Listrik, dan Kapasitor 75
Medan Listrik, Potensial
Listrik, dan Kapasitor
A. Muatan Listrik
B. Medan Listrik
C. Energi Potensial
Listrik dan
Potensial Listrik
D. Kapasitor
Di SMP, Anda tentu telah mempelajari mengenai listrik. listrik sudah
ada sejak jagat rava ini lahir. ledakan petir merupakan contoh keberadaan
listrik karena petir adalah hasil pelepasan muatan listrik di awan.
Banvak sekali aplikasi listrik dalam kehidupan sehari-hari. 1elevisi,
radio, komputer, dan alat-alat elektronik lain menggunakan listrik sebagai
sumber energinva. Setelah ditemukannva listrik, banvak ditemukan
teknologi-teknologi baru. Sebagai contoh, lihatlah bagian dalam sebuah
radio. Di dalamnva, Anda dapat melihat bermacam-macam komponen
listrik. Dapatkah Anda menvebutkan nama-nama komponen listrik vang
terdapat di dalam radio'
Di antara sekian banvak komponen vang terdapat di dalam radio,
Anda pasti menemukan kapasitor. Apakah kapasitor itu' Apa kegunaan
kapasitor' Bagaimana cara kerja sebuah kapasitor'
Anda pasti ingin mengetahui jawaban dari pertanvaan-pertanvaan
tersebut. Untuk itu, temukan jawabannva dengan mempelajari bab ini.
memformulasikan gaya listrik, kuat medan listrik, fluks, potensial listrik, energi
potensial listrik, serta penerapannya pada keping sejajar.
Setelah mempelajari bab ini, Anda harus mampu:
menerapkan konsep kelistrikan dan kemagnetan dalam berbagai penyelesaian
masalah dan produk teknologi.
Hasil yang harus Anda capai:
75
Berbagai jenis kapasitor yang berfungsi untuk menyimpan muatan listrik.
Bab
4
Sumber: Physics for Scientists & Engineers with Modern Physics, 2000
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 76
A. Muatan Listrik
Proses duplikasi naskah oleh mesin fotokopi merupakan salah satu
contoh aplikasi konsep listrik statis dalam kehidupan sehari-hari.
Pembentukan salinan hasil fotokopi karena penempelan serbuk atau toner
vang bermuatan negatif pada permukaan kertas. Contoh lain gejala listrik
statis vang lebih sederhana adalah menempelnva rambut atau potongan
kertas pada penggaris plastik vang telah digosok kain wol.
Kedua gejala lisika tersebut menunjukkan bahwa dua buah benda dapat
saling menarik. Bagaimana para ahli fisika menjelaskan gejala tersebut'
Perhatikan kedua peristiwa pada Cambar 4.2 dan Cambar 4.3.
Ketika sebuah batang karet digosok dengan kain wol, kemudian didekatkan
pada batang kaca vang digosok kain sutra, ternvata kedua batang tersebut
tarik-menarik. Sebaliknva, sebuah batang karet vang digosok dengan kain
wol dan didekatkan dengan batang karet vang lain, ternvata kedua batang
karet tolak-menolak. Untuk menjelaskan gejala tersebut, dapat dianggap
bahwa penggosokan kain wol dan kain sutra pada batang memberikan
muatan listrik pada batang tersebut.
Berdasarkan gejala fisika tesebut, jelas bahwa muatan pada kaca
dan muatan pada batang karet berbeda jenisnva. Benjamin Iranklin
(17O6-179O) menvebutkan bahwa muatan listrik pada batang kaca sebagai
muatan positif. Adapun muatan pada batang karet disebut muatan negatif.
Benda tersusun atas ribuan bahkan jutaan atom. Atom tersusun atas
proton, neutron, dan elektron. Proton dan neutron terdapat di dalam inti
atom, sedangkan elektron terdapat di kulit atom. ]umlah proton dan elektron
dalam sebuah atom adalah sama. ltulah sebabnva, atom bersifat netral.
Sebagai contoh, atom hidrogen mengandung satu proton dan satu elektron.
Atom bermuatan positif adalah atom vang memiliki jumlah proton lebih
banvak dari jumlah elektron, sedangkan atom bermuatan negatif adalah
atom vang memiliki jumlah proton lebih sedikit daripada jumlah elektron.
Benda bermuatan netral tersusun atas atom-atom vang tidak ber-
muatan (netral). Atom netral adalah atom vang memiliki jumlah proton
sama dengan jumlah elektron, misalnva atom hidrogen seperti terlihat
pada Cambar 4.4.
1. Interaksi Elektrostatis antara Dua Muatan Listrik
]enis interaksi elektrostatis ada 2 macam, vaitu:
a. tarik-menarik antara muatan-muatan tidak sejenis,
b. tolak-menolak antara muatan-muatan sejenis.
Charles Augustin Coulomb (1736-1oO6) mengukur besarnva tarik-
an dan tolakan listrik secara kuantitatif. la juga menvimpulkan hukum
vang mengatur tarikan dan tolakan listrik tersebut. Hukum tersebut
dikenal dengan Hu|um C·u|·m|. Hukum Coulomb menvatakan bahwa
Gambar 4.1
Mesin fotokopi
Gambar 4.2
Setelah batang karet digosok kain
wol dan batang kaca digosok kain
sutra kedua batang tersebut tarik-
menarik.
batang karet batang karet
Sumber: Conceptual Physics, 1998
Sebelum mempelajari konsep Medan Listrik, Potensial Listrik, dan Kapasitor, kerjakanlah soal-soal berikut dalam
buku latihan.
Tes Kompetensi Awal
1. Apakah setiap benda memiliki muatan listrik'
2. Apa sajakah penvusun dari sebuah atom' ]elaskan
penvusun-penvusunnva tersebut.
3. Apa vang Anda ketahui tentang kapasitor' Apa
sajakah fungsinva' Bagaimana prinsip dasar kerjanva'
1. Apa vang dimaksud dengan medan listrik'
batang karet batang kaca
Gambar 4.3
Setelah kedua batang karet digosok
kain wol dan didekatkan, kedua
batang karet tolak-menolak.
Gambar 4.4
Pada atom hidrogen terdapat
satu proton dan satu elektron.
Medan Listrik, Potensial Listrik, dan Kapasitor 77
"Gcsc (cr||-mencr|| c(cu (·|c|-men·|c| cn(crc Juc |uc| muc(cn ||s(r||
|escrnsc |er|cnJ|nz |urus Jenzcn |cs|| |c|| |escr |eJuc muc(cn (erse|u( Jcn
|er|cnJ|nz (er|c||| Jenzcn |ucJrc( ¡crc| cn(crc |eJuc muc(cn (erse|u(."
Perhatikan Cambar 4.5 dan Cambar 4.6. Secara matematis, gava
tarik-menarik atau tolak-menolak (gava Coulomb) dalam vakum dapat
ditulis sebagai berikut.
O

Ò
t
¡
í J¡
C

í
atau
1 2
vakum 2
¡ ¡
í |
r
(1-1)
Oava Coulomb vang terjadi dalam suatu medium atau bahan memiliki
persamaan gava Coulomb sebagai berikut.
1 2
bahan 2
O
1

1
¡ ¡
í
r ¬r

(1-2)
]ika Persamaan (1-1a) dan Persamaan (1-1b) digabungkan, didapat:
vakum
bahan O
í
r
í
r
r
r

(1-3a)
Sehingga didapat hubungan gava Coulomb pada bahan dan gava Coulomb
pada vakum sebagai berikut.
bahan vakum
1
í í
r r

(1 -3b)
Keterangan:
í ~ gava Coulomb (N)
¡ ~ muatan listrik (C)
| ~
O
1
1¬r
~ konstanta dielektrik (| ~ 9 × 1O
9
Nm
2
/C
2
)
r
O ~ permitivitas ruang hampa ( r
O
~ o,o5 × 1O
-12
C
2
/Nm
2
)
r
r
~ permitivitas relatif bahan
r ~ jarak antarmuatan (m)
Dua keping logam vang terbuat dari bahan sama diberi muatan sama besar.
a. Berapakah muatan di setiap keping jika diketahui gava Coulomb sebesar 2 N dan
jarak antarkeping logam 1,5 m'
b. ]ika kedua keping berada di dalam bahan/medium denganr
r
~ 1, berapakah
besar gava Coulombnva'
]awab:
Diketahui:
í ~ 2 N,
r ~ 1,5 m
a. í

~ |
1 2
2
¡ ¡
r
dengan ¡
1
~ ¡
2
~ ¡
¡
2
~
2 2
ír ír
¡
| |
-
¡ ~
í
r
|
~
9 2 2
2 N
1, 5 m
9 1O Nm C
~ 2,21 × 1O
-5
C ~ 22,1 C
Gambar 4.5
Interaksi muatan listrik berlainan
jenis akan tarik-menarik
Gambar 4.6
Interaksi muatan listrik sejenis
akan tolak-menolak
Contoh 4.1
F F
q
2
q
1
r
F F
q
2
q
1
r
F F
q
2
q
1
Tugas Anda 4.1
Anda masih ingat alat yang
dinamakan dengan elektroskop?
Apakah fungsi alat tersebut?
Bagaimanakah cara kerjanya? Coba
Anda cari informasi dari internet
atau buku-buku referensi.
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 78
2. Resultan Gaya Coulomb
Perhatikan Cambar 4.7. Oambar tersebut dapat dideskripsikan
sebagai berikut. í
12
adalah gava Coulomb vang dialami muatan ¡
1
akibat
pengaruh muatan ¡
2
. í
21
adalah gava Coulomb vang dialami muatan ¡
2
akibat pengaruh muatan ¡
1
. í
23
adalah gava Coulomb vang dialami muatan
¡
2
akibat pengaruh muatan ¡
3
. í
32
adalah gava Coulomb vang dialami
muatan ¡
3
akibat pengaruh muatan ¡
2
.
Resultan gava Coulomb di suatu titik dirumuskan sebagai berikut.
1 2 3
...
n n
í í í í í
_
(1-1)
Berarti, resultan gava Coulomb vang dialami muatan ¡
2
pada Cambar
4.7 adalah:
2
¡
í ~ í
21
÷ í
23
Dalam hal ini,
1 2 2 3
21 23 2 2
1 2
dan
¡ ¡ ¡ ¡
í | í |
r r
.
Gambar 4.7
Resultan gaya Coulomb
1iga buah partikel berada pada satu garis lurus, setiap partikel bermuatan 3 C ,
5 C ~ , dan 2 C . Antarpartikel berjarak sama, vaitu 1O cm.
a. 1entukan besar arah gava pada partikel bermuatan 5 C ~ .
b. Di mana partikel 5 C ~ diletakkan agar gava Coulomb pada partikel tersebut
nol'
]awab:
Diketahui: ¡
1
~3 C , ¡
2
~ 5 C ~ , ¡
3
~2 C
a. letak muatan ¡
1
, ¡
2
, dan ¡
3
seperti gambar berikut.
]arak antara kedua partikel sama besar vaitu r
12
~ r
23
~ 1O cm. Adapun í
12
merupakan gava Coulomb hasil interaksi tarik-menarik ¡
1
dan ¡
2
, sedangkan í
23
merupakan gava Coulomb hasil interaksi tarik menarik ¡
2
dan ¡
3
. Dengan
memprediksikan í
12
> í
23
, maka resultan gava Coulombnva memenuhi
persamaan berikut.
Contoh 4.2
r
12
= 10 cm
q
1
F
12
q
2
F
23
q
3
r
23
= 10 cm
í ~ í
12
- í
23
~
1 2 2 3
2 2
12 23
¡ ¡ ¡ ¡
| |
r r
~
í ~
2
1 3 2
| ¡
¡ ¡
r
~
~



9 2 2 6
6 6
2
9 1O Nm / 5 1O
3 1O 2 1O 1, 5 N
O,1 m
C C
C C
~ ~
~ ~

~
F
12
q
2
q
1
F
23
F
21
F
32
q
3
r
1
r
2
Tokoh
Charles Coulomb
(1736– 1806)
Coulomb adalah ahli Fisika
kelahiran Angouleme, Prancis. Dia
merupakan orang pertama yang
menunjukkan perilaku bahwa
muatan listrik saling tolak satu sama
lain. Namanya kemudian digunakan
sebagai satuan muatan listrik.
Sumber: Jendela IPTEK, 1995
¡
1
~ ¡
2
~ ¡ ~ 22,1 C
]adi, besar muatan listrik di setiap keping adalah 22,1 C .
b.
bahan vakum
r
1
í í
r



1 1
2 N N
1 2

]adi, besar gava Coulombnva adalah
1
2
N.
Medan Listrik, Potensial Listrik, dan Kapasitor 79
Dua buah partikel masing-masing bermuatan 5 C digantung pada tali, seperti pada
gambar. ]ika tali dianggap tidak bermassa, tentukan besarnva:
a. tegangan tali T,
b. massa setiap partikel jika z ~ 1O m/s
2
.
]awab:
Diketahui: ¡
1
~ ¡
2
~ ¡
3
~ 5 × 1O
-6
C,
z ~ 1O m/s
2
, | ~ 9 × 1O
9
Nm
2
/C
2
.
Anda dapat menentukan besar tegangan tali T dan massa m hanva dengan meninjau
setengah bagian dari sistem.
a. Sistem dikatakan dalam keadaan setimbang jika:
\
í X ~ O atau í ~ T sin 3O
Dari Persamaan (4-1) diketahui bahwa í ~
| ¡
r
2
2
maka
akan diperoleh T sin 3O ~
| ¡
r
2
2
1
2
9 1O 5 1O
O 3
9
2
2
T
Nm / C C
m
2 2

-6
( , )
T ~ 5 N
b.
s
í _ ~ O dan T cos 3O ~ m z
1
2
3 (5 N) ~ m 1O m/s
2
- m ~ O,13 kg
]adi, massa setiap partikel adalah O,13 kg.
b. Agar nilai resultan gava Coulomb di ¡
2
sama dengan nol, maka besar í
12
harus
sama dengan í
23
sehingga persamaannva menjadi:
2
1 2 2 3 23 3
12 23 2 2 2
1 12 23 12
| ¡ ¡ | ¡ ¡ r ¡
í í
¡ r r r
- -
23
23 12
12
2
O, o16 O, o16
3
r
r r
r
-
Misalkan, muatan ¡
2
diletakkan \ m dari muatan ¡
1
, maka:
r
12
~ \ m dan r
23
~ (O,2 - \) m
r
23
~ O,o16 r
12
- O,2 - \ ~ O,o16 (\) - \ ~ 9,Oo m
]adi, agar gava Coloumb pada ¡
2
sama dengan nol, muatan ¡
2
diletakkan
9,Oo m dari muatan ¡
1
.
Contoh 4.3
T
30°
T sin 30°
T cos 30°
F
w
Kata Kunci
• proton
• elektron
• neutron
• atom netral
• gaya Coulomb
T
60°
30 cm
q q
T
]ika gava-gava vang bekerja pada partikel-partikel tersebut
digambarkan akan terlihat seperti gambar berikut.
Perhatikan gambar berikut.
Hitunglah resultan gaya F yang
bekerja pada muatan q.
q
r r
–q +q

Tantangan
untuk Anda
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 80
B. Medan Listrik
Anda mungkin pernah mendengar bahwa setiap muatan vang
diletakkan di suatu daerah akan memiliki medan listrik di sekitarnva.
]ika sebuah muatan uji (¡') diletakkan pada daerah tersebut, muatan
tersebut akan mengalami gava Coulomb. Kuat medan listrik di suatu titik
didefinisikan sebagai gava Coulomb per satuan muatan vang dialami oleh
sebuah muatan di titik tersebut. Secara matematis, dituliskan sebagai
berikut.

' ¡
I
£
(1-5)
dengan
2
' |¡¡
í
r

maka
2 2
O
1
atau
1
¡ ¡
í | í
r r ¬r

(1-6)
90 cm
+q +q
74°
T
T
q q'
15 cm
0
Tes Kompetensi Subbab A
Kerjakanlah dalam buku latihan.
1. Berapakah besar gava tarik-menarik antara proton dan
elektron dalam sebuah atom hidrogen vang berjari-jari
atom O,5 A (O,5 ×1O
-1O
m )'
2. Perhatikan gambar berikut.
]ika diketahui ¡
1
~ ¡
2
~ 5 C , ¡
3
~ -2 C , dan c ~ O,1 m,
tentukan resultan gava Coulomb pada ¡
2
.
3. 1iga buah partikel berada dalam satu garis lurus, masing-
masing bermuatan -12 C , o C , dan -6 C .
Antarpartikel memiliki jarak vang sama O,2 m.
a. 1entukan besar dan arah gava pada partikel
bermuatan o C .
b. Di mana partikel vang bermuatan ÷o C
diletakkan agar gava Coulomb pada partikel
tersebut bernilai nol'
1. Dua buah partikel masing-masing bermuatan 1o C
digantung pada tali isolator seperti gambar berikut.
q
1
q
2
q
3
a a
1ali dianggap tidak bermassa.
1entukan besarnva:
a. tegangan tali T,
b. massa setiap partikel jika
z ~ 1O m/s
2
.
5. Bagaimanakah jarak antara dua partikel bermuatan
harus diubah agar gava tolak keduanva menjadi:
a. 1 kali semula, b.
1
1
kali semula.
6. Muatan A vang besarnva 1 C diletakkan pada garis
hubung antara muatan B vang besarnva -2 C dan
muatan C vang besarnva 6 C . Muatan A terletak 3
cm dari B dan 5 cm dari C. ]ika jarak BC ~ 1 cm,
tentukan besarnva resultan gava vang bekerja pada:
a. muatan B,
b. muatan C.
7. Sebuah benda bermassa 1O g dan bermuatan ¡ ~ O,5 C
digantungkan pada seutas tali ringan vang massanva
dapat diabaikan. 1epat di sebelah kanan benda, pada
jarak 15 cm, diletakkan ¡' ~ -1 C vang menvebabkan
posisi benda menjadi seperti pada gambar berikut.
B
A C
]ika
O
1
1¬r
~ 9×1O
9
Nm
2
/C
2
dan z ~ 1O m/s
2
,
tentukanlah:
a. besar sudut 0 , dan
b. besar tegangan pada tali.
Medan Listrik, Potensial Listrik, dan Kapasitor 81
Keterangan:
í ~ kuat medan listrik (N/C)
¡ ~ muatan listrik (C)
r ~ jarak antarmuatan (m)
| ~ 9 × 1O
9
Nm
2
/C
2
1. Garis-Garis Gaya
Untuk menggambarkan medan listrik dapat juga dilukiskan dalam
bentuk garis-garis gava (||nes ·| |·rce). Hubungan antara garis-garis gava
dan vektor medan listrik adalah sebagai berikut.
a. Vektor kuat medan di suatu titik pada garis gava menvinggung garis
gava di titik tersebut.
b. Banvaknva garis per satuan luas penampang (vang tegak lurus dengan
garis-garis tersebut) adalah sebanding dengan besarnva medan listrik í.
Gambar 4.8
(a) Garis-garis gaya listrik untuk
partikel bermuatan positif;
(b) Garis-garis gaya listrik untuk
partikel bermuatan negatif;
(c) Garis-garis gaya untuk dua
muatan yang sejenis;
(d) Garis-garis gaya untuk dua
muatan yang berbeda jenis.
(c)
(d)
Perhatikan gambar berikut.
Sebuah elektron (e ~ -1,6 × 1O
-19
C, m ~ 9 × 1O
-31
kg)
bergerak tanpa kecepatan awal dari pelat bermuatan negatif
menuju pelat positif vang berjarak 32 cm dalam medan
listrik homogen í ~ O,15 N/C. Hitunglah:
a. percepatan vang dimiliki elektron,
b. waktu vang diperlukan mencapai pelat positif,
c. laju elektron saat tiba di pelat positif.
elektron
Partikel bermuatan ÷1 C dan bermassa 1 mg terapung bebas dalam medan listrik,
seperti pada gambar berikut.
]ika z ~ 1O m/s
2
, tentukanlah besarnva kuat medan listrik vang memengaruhi partikel
tersebut.
]awab:
Diketahui:
m ~ 1 mg ~ 1O
-6
kg
z ~ 1O m/s
2
¡ ~ 1 C ~ 1 × 1O
-6
C
Perhatikan gambar berikut.
(b)
(a)
Contoh 4.4
q
Dalam keadaan setimbang,
í ~ u
¡í ~ mz

6 2
6
1O kg 1O m/s
2, 5 N/C
1 1O C
mz
í
¡
~
~

E
F
w
Contoh 4.5
E
v
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 82
2. Resultan Kuat Medan Listrik
Medan listrik merupakan besaran vektor. Òleh karena itu,
penjumlahannva mengikuti aturan penjumlahan vektor. Anda dapat
menggambar vektor-vektor medan listrik di sekitar muatan statis vang
menunjukkan besar dan arah medan listrik pada titik-titik di sekitar
muatan tersebut. Resultan besar kuat medan di titik t adalah sebagai
berikut.
1 2
...
n
í í í í X (1-7)
Keterangan:
í
1
~ kuat medan listrik di titik t akibat muatan ¡
1
í
2
~ kuat medan listrik di titik t akibat muatan ¡
2
Medan listrik merupakan besaran vektor. Òleh karena itu, untuk
menghitung resultan dari medan listrik dapat dilakukan dengan cara
metode analisis (menggunakan vektor satuan) atau dengan menggunakan
metode grafik. Metode grafik dapat dilakukan dengan svarat setiap medan
listrik diketahui arah vektornva.
Gambar 4.9
Titik p dipengaruhi oleh muatan
q
1
dan q
2
.
]awab:
Òleh karena massa elektron sangat kecil, gava berat mz dapat diabaikan terhadap gava
Coulomb í ~ ¡ í.
Diketahui:
¡ ~ e ~ -1,6 × 1O
-19
C,
m ~ 9 × 1O
-31
kg,
J ~ 32 cm ~ O,32 m,
í ~ O,15 N/C
a. Dari Hukum ll Newton diperoleh:
í mc ¡í mc X -

19
1O 2
31
1, 6 1O C O, 15 N/C
o 1O m/s
9 1O kg
¡í
c
m
~
~
~
~

(tanda negatif menunjukkan percepatan vang dialami elektron)
b. Waktu tempuh elektron diperoleh dari persamaan OlBB, vaitu s ~ t
O
( ÷
1
2
c(
2
dengan t
O
~ O, s ~ J
J ~
1
2
c(
2
-O,32 m ~
1
2
(o × 1O
1O
m/s
2
) (
2
( ~ 2 × 1O
-6
sekon.
c. laju elektron saat menventuh pelat positif diperoleh dengan persamaan:
t
(
2
~ t
O
2
÷ 2 cs
~ O ÷ 2 (o × 1O
1O
m/s
2
) (O,32 m)
t
(
~ 2,26 × 1O
5
m/s
Perhatikan gambar berikut.
1entukan:
a. kuat medan listrik di titik í,
b. gava pada muatan -1 ×1O
-o
C di titik í.
q
1
q
2
p E
1
E
2
r
1
r
2
Contoh 4.6
5 cm 5 cm
0, 2 C ~0, 05 C
P
Medan Listrik, Potensial Listrik, dan Kapasitor 83
]awab:
a. Perhatikan gambar berikut.
Muatan uji í biasanva dianggap bermuatan positif.
í
1
~ kuat medan listrik akibat ¡
1
í
2
~ kuat medan listrik akibat ¡
2
1 2
1 2 2 2
1 2
dan
¡ ¡
í | í |
r r

1 2
2 2
1 2
.
t
¡ ¡
í | |
r r
| |

| |
| |
Òleh karena r
1
~ r
2
~ r maka
í
t
~



9 2 2
o o
1 2 2 2
2
9 1O Nm /C
2O 1O C 5 1O C
5 1O m
|
¡ ¡
r
~ ~
~

~

9 2 2
o 5
2
2
9 1O Nm /C
25 1O C 9 1O N/C
5 1O m
~
~

]adi, kuat medan listrik di titik í adalah 9 × 1O
5
N/C.
b. Muatan í (-1 × 1O
-o
C) mengalami gava sebagai berikut.
í
t
~ í
t
× ¡ ~ (9 × 1O
5
N/C) (-1 × 1O
-o
C) ~ -O,O36 N
1anda negatif menunjukkan í
t
arahnva ke kiri.
Pada titik-titik sudut ß dan D sebuah persegi -ßCD masing-masing diletakkan sebuah
partikel bermuatan ÷¡. Agar kuat medan listrik di titik - ~ nol, tentukan besar
muatan vang harus diletakkan di titik C.
]awab:
Òleh karena ¡
ß
~ ¡
D
~ ¡ dan -ß ~ -D ~ r, maka
í

~ í
-D
~
2
¡
|
r
Kuat medan di titik - oleh muatan di ß dan D
adalah
2 2 2 2
2 2
1 1 ßD -ß -D
| ¡ | ¡
í í í
r r

Agar í
-
~ O, í
-C
harus sama besar, tetapi berlawanan arah dengan í
ßD
.
Untuk itu ¡
C
harus bermuatan negatif.
í
-
~ í
ßD
- í
-C
O ~
2 2
2
C
¡ ¡
| |
r -C
~

2
2
C
¡
|
r
~
2
2
¡
|
r
2
2
C
¡
r
~
2
2
¡
r
¡
C
~ 2 2¡ (negatif)
]adi, besar muatan vang harus diletakkan di titik C adalah 2 2¡ .
D
C B
A
E
AD
E
BD E
AB
q
1
r
1
= 5 cm
0, 2 C ~0, 05 C
P
q
2
E
2
E
1
r
1
= 5 cm
Contoh 4.7
Pembahasan Soal
Pada titik-titik sudut B dan D
sebuah bujur sangkar ABCD
masing-masing diletakkan sebuah
partikel bermuatan +q. Agar kuat
medan listrik di titik A = nol, maka
di titik C harus diletakkan sebuah
partikel bermuatan sebesar ....
a. –q
b. +q
c. ~ 2 q
d. 2 q
e. ~2 2 q
UMPTN 1991
Pembahasan:
B
(+q)
E
AD
E
BD
E
AB
A
C D
(+q)
E
AB
= E
AD
=
2
kq
q
= E
E
BD
=
2 2
AB AD
E E =
2
2E
E
BD
=
2
2 2
kq
E
q
E
AC
= E
BD


~

2 2
2
C
k q kq
q AC

~

2 2
2
2
C
q q
q
q

~

2 2
2
2
C
q q
q q
q
C
= ~2 2 q
Jawaban: e
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 84
3. Hukum Gauss
Hukum Oauss didasarkan pada konsep ||u|s. lluks adalah kuantitas vang
menggambarkan berapa banvak vektor medan/garis-garis gava vang menembus
suatu permukaan dalam arah tegak lurus. Perhatikan Cambar 4.10.
]ika terdapat garis-garis gava dari suatu medan listrik homogen vang
menembus tegak lurus suatu bidang seluas -, jumlah garis medan vang
menembus tegak lurus bidang tersebut sama dengan perkalian í dan -.
Perkalian antara í dan - ini dinamakan ||u|s ||s(r||
d . Secara matematis
dituliskan sebagai berikut.
í- d
(1-o)
Keterangan:
d ~ fluks listrik (Nm
2
/C atau weber)
í ~ kuat medan listrik (N/C)
- ~ luas bidang vang ditembus medan listrik (m
2
)
]ika garis-garis gava tersebut menembus bidang tidak secara tegak
lurus, fluks listriknva adalah:
cos í- 0 d
(1-9)
dengan 0 adalah sudut antara vektor medan dan luas permukaan vang
ditembus medan listrik.
Dari konsep fluks listrik inilah, Oauss mengemukakan hukumnva
vang dinvatakan sebagai berikut.
¨lum|c| zcr|s zcsc scnz |e|ucr Jcr| suc(u termu|cccn (er(u(ut se|cnJ|nz
Jenzcn ¡um|c| muc(cn ||s(r|| scnz J|||nz|ut| ·|e| termu|ccn (er(u(ut (erse|u(`.
Secara matematis ditulis
permukaantertutup
O
¡
r
d
(1-1O)
Gambar 4.10
Garis-garis gaya yang
menembus bidang permukaan.
Gambar 4.11
Garis gaya yang menembus
suatu permukaan
membentuk sudut 0 .
Hitunglah fluks listrik pada suatu bidang persegi vang berukuran 2O × 15 cm, jika
kuat medan listrik homogen sebesar 15O N/C dan arahnva:
a. sejajar bidang,
b. membentuk sudut 37 terhadap bidang,
c. tegak lurus terhadap bidang.
]awab:
Diketahui:
luas bidang persegi - ~ (2O cm × 15 cm) ~ 3OO cm
2
~ 3 × 1O
-2
m
2
,
Kuat medan listrik í ~ 15O N/C.
lluks listrik dapat Anda perhatikan pada gambar berikut.
a. b. c.
n
E
E
n
n
E 37°
Luas = A
E
0
n
E
Contoh 4.8
0
a. Untuk sudut 0 ~ 9O:
cos í- d 9O ~ 15O N/C (3 × 1O
-2
m
2
) (O) ~ O.
Medan Listrik, Potensial Listrik, dan Kapasitor 85
4. Perhitungan Medan Listrik dengan Menggunakan Hukum
Gauss
a. Medan Listrik pada Keping Sejajar
Medan listrik di antara pelat sejajar dapat dihitung dengan mudah
menggunakan Hukum Oauss. Dua buah pelat keping vang memiliki luas
- masing-masing diberi muatan sama tersebar merata, tetapi berlawanan
jenis, vaitu ÷¡ dan -¡ seperti pada Cambar 4.12. Rapat muatan o tiap
keping didefinisikan sebagai muatan ¡ per satuan luas -. Secara
matematis, dituliskan sebagai berikut.
Gambar 4.12
Medan listrik antara dua keping
sejajar dengan rapat
muatan o dan o ~ .
¡
-
o
(1-11)
Kuat medan listrik í pada pelat konduktor ditentukan berdasarkan
konsep Hukum Oauss. Caranva dengan membuat suatu permukaan
tertutup, seperti silinder untuk memudahkan perhitungan. Perhatikan
Cambar 4.13.
Berdasarkan Persamaan (4-9), fluks listrik pada silinder tertutup
tersebut adalah
d
silinder tertutup
~
d
1
÷
d
2
÷
d
3
~ í-
1
cos O ÷ í-
2
cos 9O ÷ í-
3
cos O
Òleh karena -
1
~ -
2
~ -
3
~ - maka
d
silinder tertutup
~ í- ÷ O ÷ í- ~ 2í-
Berdasarkan Persamaan (4-10), didapatkan persamaan
d
silinder tertutup
~
O
¡
r
sehingga
2í- ~
O
¡
r
= í ~
O
2
¡
- r
Òleh karena
¡
-
o (rapat muatan) maka kuat medan listrik í vang
ditimbulkan oleh satu pelat konduktor dinvatakan dengan persamaan
O
2
í
o
r

(1-12)
Dengan demikian, besarnva kuat medan listrik vang ditimbulkan
oleh dua pelat konduktor dinvatakan dengan persamaan
O
í
o
r

(1-13)
Keterangan:
o ~ rapat muatan (C/m
2
)
r
O
~ permitivitas ruang hampa (o,o5 × 1O
-12
C
2
/Nm
2
)
b. Untuk sudut 0 ~ 53:
cos í- d 53 ~ 15O N/C (3 × 1O
-2
m
2
) (O,6) ~ 2,7 Wb.
c. Untuk sudut 0 ~ O:
cos í- d O ~ 15O N/C (3 × 1O
-2
m
2
) (1) ~ 1,5 Wb.
Gambar 4.13
Perhitungan kuat medan listrik
E pada pelat konduktor
menggunakan permukaan
tertutup (silinder) berdasarkan
Hukum Gauss.
E
1
A
1
E
2
A
2
E
3
A
3
E
o o ~
Kata Kunci
• medan listrik
• garis-garis gaya
• fluks
• fluks listrik
• keping sejajar
• bola konduktor
• permukaan Gauss
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 86
b. Kuat Medan Listrik pada Bola Konduktor Berongga
Perhatikan Cambar 4.14. ]ika ke dalam konduktor bola berongga
vang berjari-jari n diberi sejumlah muatan positif atau muatan negatif,
muatan tersebut akan tersebar merata hanva di permukaan bola. Adapun
di dalam bola tidak terdapat muatan listrik. Berdasarkan Hukum Oauss
dapat ditentukan besar medan listrik di dalam maupun di luar bola, vang
besarnva
O
¡
í-
r
atau
O
¡
í
-r
(1-11)
Di bagian dalam bola dengan r < n, besarnva medan listrik í ~ O. Hal
tersebut disebabkan besarnva muatan vang dilingkupi permukaan Oauss l,
¡ ~ O. Adapun untuk permukaan Oauss ll dengan r > n, besarnva muatan
listrik vang dilingkupi permukaan Oauss ll sama dengan jumlah muatan
listrik pada bola tersebut. Dengan demikian, medan listrik í di permukaan
Oauss ll adalah
2 2 2
O O
1
1 1
¡ ¡ ¡
í |
r r r ¬ r ¬r

Kuat medan listrik di luar bola dapat diperoleh dengan menganggap bola
sebagai muatan listrik vang terletak di pusat bola. ]adi, secara keseluruhan
medan listrik di sekitar bola berongga adalah
º di dalam bola, í ~ O karena ¡ ~ O
º di permukaan bola,
2
¡
í |
n

º di luar permukaan bola,
2
¡
í |
r

Gambar 4.14
Bola konduktor berongga
yang memiliki jari-jari R.
r = jarak titik ke pusat bola.
Gambar 4.15
Grafik E terhadap r untuk
bola konduktor berongga.
R
a
E
0
r = R
r
E = 0
Tes Kompetensi Subbab B
Kerjakanlah dalam buku latihan.
1. Sebuah elektron ditembakkan dengan kecepatan awal
15 × 1O
5
m/s searah dengan kuat medan listrik vang
besarnva 5 × 1O
2
N/C. 1entukanlah:
a. kapan elektron akan berhenti,
b. jarak vang ditempuhnva.
2. Perhatikan gambar berikut.
Sebuah elektron (e ~ -1,6 × 1O
-19
C, m ~ 9 × 1O
-31
kg)
dilepaskan tanpa kecepatan awal dari sisi pelat keping
bermuatan negatif dan dipercepat menuju pelat positif.
]ika jarak antara pelat 21 cm dan medan listrik í ~
225 N/C, tentukanlah:
a. besar percepatan elektron,
b. waktu vang diperlukan elektron untuk mencapai
pelat positif,
c. laju elektron saat tiba di pelat positif.
3. Dua buah partikel bermuatan terletak pada satu garis
lurus, seperti pada gambar berikut.
permukaan Gauss II
permukaan Gauss I
]ika jarak antara partikel 11 cm, di manakah letak titik
vang kuat medan magnetiknva nol'
1. Pada keempat sudut sebuah persegi diletakkan empat
buah muatan vang sama ( 1 C ), seperti gambar berikut.
1entukan kuat medan listrik di pusat persegi jika:
a. keempat muatan itu positif,
b. tanda (positif dan negatif) keempat muatan itu
berselang-seling.
2
q
k
r
E =
2
q
k
R
E =
R
r>R
r<R
14 cm
–24q –4q
20 cm
4 C 4 C
4 C 4 C
d
F
E
Medan Listrik, Potensial Listrik, dan Kapasitor 87
5. Hitung fluks listrik vang menembus bidang persegi
(sisi ~ 2O cm) jika kuat medan listrik sebesar 1OO N/C
vang arahnva:
a. sejajar dengan bidang,
b. tegak lurus bidang,
c. membentuk sudut 6O terhadap bidang.
6. Sebuah elektron diletakkan di pusat sebuah keping
logam bermuatan negatif. llektron tersebut di-
percepat menuju keping logam positif di dekatnva
sebesar 1,O × 1O
15
m/s
2
. ]ika kedua keping memiliki
rapat muatan vang sama, tentukan nilai rapat
muatannva' (m
e
~ 9,1 × 1O
-31
kg, ¡
e
~ 1,6 × 1O
-19
C,
0
r ~ o,o5 × 1O
-12
C
2
/Nm
2
).
C. Energi Potensial Listrik dan Potensial Listrik
1. Energi Potensial Listrik
Perhatikan Cambar 4.16. Sebuah muatan uji ¡
1
didekatkan dengan
muatan ¡
2
. Akibatnva, terjadi interaksi antara muatan ¡
1
dan ¡
2
berupa
gava coulomb vang arahnva tolak-menolak. Untuk berpindah dari posisi
r
1
ke posisi r
2
, muatan ¡
1
harus melakukan usaha. Besarnva usaha vang
harus dilakukan adalah sebanding dengan besarnva gava Coulomb dan
perpindahannva.
\ í T A ~ A
(1 -15)
1anda negatif menunjukkan usaha melawan gava Coulomb. ]ika usaha
vang dilakukan ¡
1
melalui perpindahan vang sangat kecil maka usaha ¡
1
dapat diperoleh dengan cara:
J \ ~ -í J r
\ í J r ~
í
2
1
1 2
12 2


r
r
| ¡ ¡
\ J r
r
~
í
2
1 2
12
1

r
| ¡ ¡
\
r r

12 1 2
2 1
1 1
\ | ¡ ¡
r r
| |
~
| |
| |
(1-16)
Sesuai dengan definisinva, usaha adalah proses transfer energi atau
besarnva perubahan energi atau dalam bentuk matematisnva seperti
berikut.
2 1
t t t
\ í í í A ~ (1-17)
Dapat kita simpulkan bahwa persamaan energi potensial di suatu
titik adalah
1 2

t
| ¡ ¡
í
r

(1-1o)
Keterangan:
\ ~ usaha listrik (joule)
í ~ gava Coulomb (N)
k ~ konstanta Coulomb ~ 9 × 1O
9
Nm/C
2
¡
1
~ muatan uji (C)
¡
2
~ muatan sumber (C)
r ~ jarak antara ¡
1
dan ¡
2
(m)
+ – –
q
2
q
1
q
1
F
c
F
(2) (1)
r
1
r
2
Gambar 4.16
Interaksi antara muatan q
1
dan q
2
.
Ar
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 88
2. Potensial Listrik
Potensial listrik adalah besarnva energi potensial listrik per satuan
muatan. Pada Cambar 4.16, potensial listrik vang dimiliki oleh ¡
1
adalah
sebagai berikut.
1 1 2 2
1 1 1 1


t
í
¡ ¡ | ¡
V |
¡ ¡ r r

(1-19)
Secara umum, persamaan potensial listrik di suatu titik vang berjarak r
dari muatan sumber Ò adalah
| Ò
V
r

(1-2O)
]ika muatan listrik vang mengakibatkan munculnva potensial listrik
jumlahnva lebih dari satu, potensial listrik di sebuah titik merupakan
jumlah aljabar potensial terhadap setiap muatan listrik. Besarnva muatan
potensial di titik t vang disebabkan oleh muatan titik ¡
1
, ¡
2
, ..., ¡
n
adalah

_ _
n
t n
n
¡
V V |
r
(1-21)
Perhatikan Cambar 4.17. ]ika hanva ada 3 muatan, potensial listrik
di titik P adalah
1 2 3
1 2 3
t
¡ ¡ ¡
V |
r r r
| |
~
| |
| |
(1-22)
3. Hubungan Usaha dan Beda Potensial Listrik
Perhatikan Cambar 4.1S. Usaha vang dilakukan untuk memindahkan
muatan ¡
1
dari posisi r
1
ke posisi r
2
dari arah muatan adalah
2 1
12 t t t
\ í í í A ~
~
12
2 1
| ¡ Ò | ¡ Ò
\
r r
( \
~
| |
\ !
12
2 1
| Ò | Ò
\ ¡
r r

12 2 1
\ ¡ V V ~ (1-23)
dengan (V
2
- V
1
) adalah beda potensial listrik antara titik 1 dan titik 2.
Gambar 4.17
Potensial listrik oleh 3 muatan,
q
1
, q
2
, q
3
di titik P.
P
r
3
+
q
3

q
2
+
q
1
r
2
r
1
Gambar 4.18
Muatan q, bergerak dari titik 1 ke
titik 2 dipengaruhi muatan Q.
r
2
r
1
2
1
Sebuah muatan positif (¡ ~ 1,6 × 1O
-9
C) digerakkan menuju sebuah inti atom vang
bermuatan Ò. ]arak pisah awal kedua partikel tersebut adalah 2 × 1O
-11
m dan jarak
pisah akhirnva adalah 1,5 × 1O
-11
m. ]ika usaha vang diperlukan untuk memindahkan
1,11 × 1O
-17
], tentukan muatan inti atom tersebut.
]awab:
Diketahui:
¡ ~ 1,6 × 1O
-19
C, r
1
~ 2 × 1O
-11
m,
r
2
~ 1,5 × 1O
-11
m, \
12
~ 1,11 × 1O
-17
].
Contoh 4.9
Q
q
Medan Listrik, Potensial Listrik, dan Kapasitor 89
Segitiga -ßC siku-siku di - dengan -ß ~ o cm dan -C ~ 6 cm. Sebuah muatan
listrik ¡' ~ -1O
-1O
C akan dipindahkan dari titik C ke titik D vang terletak pada
pertengahan -ß. ]ika muatan ¡
-
~ 1O
-1O
C dan muatan ¡
ß
~ -1O
-1O
C, anggap kehadiran
¡' tidak berpengaruh terhadap potensial di D, tentukanlah:
a. potensial di C (V
C
) olah ¡
-
dan ¡
ß
,
b. potensial di D (V
D
) olah ¡
-
dan ¡
ß
,
c. usaha vang diperlukan untuk memindahkan muatan ¡' dari C ke D.
]awab:
Diketahui: ¡
A
~ ÷1O
-1O
C, ¡
B
~ -1O
-1O
C,
¡' ~ -1O
-1O
C, ßC ~ 1O cm ~ O,1 m.
a. Potensial listrik di C akibat ¡
-
dan ¡
ß
adalah
V
C
~ V
C-
÷ V

~
- ß
¡ ¡
| |
-C ßC

~ 9 × 1O
9
Nm
2
/C
2

1O 1O
6 2
1O 1O
6 1O m 1O 1O m
C C
~ ~
~ ~
( \ ~

| |
\ !
~ 21 volt.
b. Potensial listrik di D akibat muatan ¡
-
dan ¡
ß
.
Òleh karena ¡
-
~ -¡
ß
dan -D ~ ßD, maka V
D-
~ -V

sehingga
V
D
~ V
D-
÷ V

~ -V

÷ V

~ O
c. Usaha untuk memindahkan muatan adalah
\
CD
~ ¡' (V
D
- V
C
) ~ -1O
-1O
C (O - 21 V) ~ 2,1 × 1O
-9
joule.
Tantangan
untuk Anda
Hitunglah usaha yang diperlukan
untuk memindahkan muatan positif
yang besarnya 10 C dari suatu titik
yang potensialnya 10 V ke suatu titik
yang potensialnya 60 V.
dengan Persamaan (4-21) diperoleh \
12
~ |¡ Ò
2 1
1 1
r r
( \
~
| |
\ !
1,11 × 1O
-17
] ~ (9 × 1O
9
) (1,6 × 1O
-19
C) (Ò)
11 11
1 1
1, 5 1O 2 1O m
~ ~
( \
~
| |

\ !
Ò ~ 6 × 1O
-19
C
]adi, muatan inti atom adalah 6 × 1O
-19
C.
Contoh 4.10
A B
C
D
10 cm
6 cm
4 cm 4 cm
4. Hukum Kekekalan Energi Mekanik dalam Medan Listrik
Hukum kekekalan energi mekanik pun berlaku pada gerak partikel,
seperti gerak proton dan elektron di dalam medan listrik. Hal tersebut
berlaku karena medan listrik merupakan medan konservatif.
lnergi total sebuah partikel dengan massa m dan muatan ¡ vang
bergerak dalam medan listrik adalah
ít
1
÷ í|
1
~ ít
2
÷ í|
2
atau
2 2
1 1 2 2
1 1
2 2
¡V mt ¡V mt
(1-21)
Mengingat energi potensial listrik ít ~ ¡V dan energi kinetik í| ~
2 1
2
mt jika kecepatan awal partikel t
1
~ O, Persamaan (4-24) menjadi
2
1
2
¡ V mt A
(1-25)
Persamaan (4-25) menunjukkan perubahan energi potensial menjadi
energi kinetik.
Hukum kekekalan energi mekanik
partikel dalam medan listrik berlaku
jika pada partikel tersebut tidak ada
gaya lain yang bekerja selain gaya
Coulomb.
Ingatlah
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 90
Perhatikan gambar berikut.
AV
A B
Beda potensial di antara dua pelat sejajar pada gambar tersebut
adalah 15O V. Sebuah proton awalnva di keping A. ]ika di
antara kedua pelat hampa udara, hitung kecepatan proton
sebelum menventuh keping B. Massa proton m ~ 1,6 × 1O
-27
kg,
muatan proton ¡ ~ 1,6 × 1O
-19
C.
]awab:
Melalui Hukum Kekekalan lnergi Mekanik dalam medan
listrik diperoleh
lnergi mekanik di A ~ energi mekanik di B

2 2 2 2 1 1 1
2 2 2
- - ß ß - ß ß -
¡V mt ¡V mt t t ¡ V V - ~ ~

2 2
2
- ß ß -
¡
t t V V
m
~ ~
Berdasarkan besaran vang diketahui pada soal, dapat diperoleh


19
2
27
2 1, 6 1O
O 15OV
1, 6 1O kg
ß
C
t
~
~

~ ~

2 o 1
3OO 1O m/s 1O 3 1O m/s
ß
t
Kecepatan proton sebelum menventuh pelat B adalah
1
1O 3 1O m/s .
5. Potensial di antara Dua Keping Sejajar
]ika dua buah keping sejajar dihubungkan dengan sumber tegangan
(baterai) maka kedua keping akan memiliki muatan vang sama, tetapi
berlawanan jenis. Usaha vang dilakukan gava listrik í ~ ¡í untuk
memindahkan muatan-muatan sejauh J adalah sebesar
\ ~ í J
Adapun dalam listrik statis besarnva usaha adalah
\ ~ ¡ V A
Dengan menggabungkan kedua persamaan usaha tersebut diperoleh
íJ ~ ¡ AV
¡íJ ~ ¡ AV
AV ~ íJ
V
2
- V
1
~ íJ (1-26)
Keterangan:
J ~ jarak antara kedua keping (m)
í~ kuat medan listrik (V/m)
Beda potensial AV ~V
2
- V
1
dapat dinvatakan sebagai beda potensial
V antara kedua keping sejajar.
Gambar 4.19
Dua buah keping sejajar dan
terpisah sejauh d diberi
muatan yang sama.
Contoh 4.11
Kata Kunci
• energi potensial listrik
• potensial listrik
• volt
A B
d
E
V
Medan Listrik, Potensial Listrik, dan Kapasitor 91
Sebuah elektron e ditembakkan masuk di antara dua keping sejajar dengan kecepatan
awal t
O
seperti pada gambar berikut.
]ika beda potensial kedua keping adalah V dan jarak
antara keping J, tentukan:
a. waktu vang diperlukan elektron hingga
menventuh keping sebelah atas,
b. jarak mendatar (\) vang ditempuh elektron,
jika pengaruh percepatan gravitasi diabaikan.
]awab:
Dari Hukum ll Newton dan Persamaan (4 - 5), diperoleh
í mc ¡í mc X -
¡ V
V
¡ mc c
J mJ
- dengan arah ke atas.
a. Sesuai persamaan OlBB bahwa
( ~
2s
c
, sedangkan c ~
¡ V
mJ
maka untuk s ~
1
2
J akan diperoleh

J m
( J
¡ V ¡ V
mJ

b. Dari persamaan \ ~ t
O
( dengan \
O
~ O, diperoleh
\ ~ t
O

m
J
¡ V
( \
| |
\ !
~ t
O

m
J
¡ V
Tes Kompetensi Subbab C
Kerjakanlah dalam buku latihan.
1. Perhatikan gambar berikut.
r = 50 × 10
–10
m
q
]ika diketahui r ~ 5O × 1O
-1O
m dan ¡ ~ 5 × 1O
-16
C
dan sebuah proton terletak di titik ß, tentukanlah energi
potensial proton.
2. Dua muatan titik ¡
1
~ -2 nC dan ¡
2
~ 1 nC terpisah
pada jarak 2O cm. 1entukan potensial di titik tengah
garis hubung antara kedua muatan tersebut.
3. lmpat buah muatan listrik ¡
1
, ¡
2
, ¡
3
, dan ¡
1
terletak
pada titik sudut persegi vang panjang sisinva 2O cm
seperti pada gambar berikut.
Contoh 4.12
q
d
x
V
1
2
d
1entukan potensial titik di pusat persegi itu jika:
a. ¡
1
~ ¡
2
~ ¡
3
~ ¡
1
~ 2 C,
b. ¡
1
~ 2 C, ¡
2
~ -1 C,
¡
3
~ 6 C, ¡
1
~ -5 C.
1. Dua buah muatan titik pada koordinat Cartesius
dengan koordinat sebagai berikut. ¡
1
~ ÷2O C di
titik (3, 1) dan ¡
2
~ -13O C di titik (-5, 11). 1entukan
potensial listrik di titik (O, O).
5. Sebuah elektron ditembakkan dengan kecepatan
1O
5
m/s masuk ke dalam dua keping seperti gambar.
]ika kuat medan antara dua keping ~ 5 × 1O
2
N/C,
tentukan jarak mendatar \ sampai elektron
menumbuk keping vang atas. (m
e
~ 9 × 1O
-31
kg,
¡
e
~ 1,6 × 1O
-19
C, dan z ~ 1O m/s
2
).
q
4
q
3
q
1
q
2
E
x = ?
y = 1 cm
V
Tantangan
untuk Anda
Sebuah elektron dengan massa
9,11 × 10
–31
kg dan muatan listrik
–1,6 × 10
–19
C, lepas dari katode
menuju anode yang jaraknya 2 cm.
Jika kecepatan awal elektron = 0 dan
beda potensial antara anode dan
katode = 200 V, hitunglah kecepatan
elektron ketika sampai di anode.
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 92
D. Kapasitor
1. Muatan pada Kapasitor
Pernahkah Anda memerhatikan komponen-komponen vang ada di
dalam alat elektronik, seperti televisi dan radio' Kapasitor atau kondensator
adalah salah satu komponen elektronik vang ada di dalamnva. Perhatikan
Cambar 4.20, kapasitor atau kondensator adalah dua buah penghantar
(pelat) konduktor vang dipisahkan oleh suatu |s·|c(·r atau zat J|e|e|(r||
untuk memperoleh muatan vang sama, tetapi berlawanan jenis. Kapasitor
berfungsi untuk menvimpan energi potensial listrik.
Anda dapat membavangkan sebuah usaha untuk memberikan muatan
pada kapasitor dengan cara kutub positif baterai menarik elektron pada
keping sebelah kiri hingga keping tersebut menjadi bermuatan positif
dan mendorong elektron-elektron tersebut ke keping sebelah kanan
menjadi bermuatan negatif hingga kedua keping memiliki muatan sama,
hanva jenisnva vang berbeda. Proses perpindahan elektron dari keping
kiri ke keping kanan melalui energi Kimia dari baterai vang berlangsung
terus-menerus sampai beda potensial V antara keping sama dengan beda
potensial vang dimiliki baterai. Sampai akhirnva kapasitor telah penuh
muatan dan tidak dapat diisi lagi.
Kapasitor disimbolkan dengan . Kapasitor digunakan untuk:
a. menvimpan muatan atau energi listrik,
b. sebagai salah satu komponen dalam rangkaian penala vang berguna
untuk memilih frekuensi pada pesawat radio, dan
c. mencegah loncatan listrik pada rangkaian-rangkaian vang mengandung
kumparan jika tiba-tiba arus listrik diputuskan.
e

– +
Gambar 4.20
Proses pengisian muatan
pada kapasitor.
keping
konduktor
isolator
keping
konduktor
(b)
E
Gambar 4.21
(a) Jenis kapasitor;
(b) Skema kapasitor.
(a)
2. Kapasitas Kapasitor
Anda mungkin pernah melihat kapasitor terutama dalam peralatan
elektronik. ]ika sebuah kapasitor dihubungkan dengan sumber beda
potensial vang berubah-ubah maka muatan vang tersimpan di dalamnva
pun berubah-ubah.
1 2 3
1 2 3
konstan
n
n
¡ ¡ ¡ ¡
V V V V

Perbandingan ¡ dan V tersebut dinamakan kapasitas kapasitor vang
harganva konstan untuk tiap kapasitor sehingga dalam bentuk matematis
ditulis sebagai berikut.
Medan Listrik, Potensial Listrik, dan Kapasitor 93
C ~
¡
V
(1-27)
Keterangan:
¡ ~ muatan (C)
V ~ beda potensial (V)
C ~ kapasitansi (C/V) atau (l)
Kapasitas kapasitor tidak dipengaruhi oleh perubahan muatan dan
potensial listrik.
Ada tiga jenis kapasitor vang banvak digunakan, vaitu:
a. íctcs|(·r |er(cs. Kertas pada kapasitor ini berfungsi sebagai penvekat di
antara kedua pelat logam,
b. íctcs|(·r tcr|c|e|. Kapasitor ini digunakan dalam rangkaian penala
pada pesawat radio,
c. íctcs|(·r e|e|(r·||( ìe|c·). Kapasitor jenis ini memiliki kapasitansi paling
tinggi, vaitu sampai dengan 1OO.OOO pl.
Gambar 4.22
(a) Kapasitor kertas;
(b) Kapasitor variabel;
(c) Kapasitor elektrolit.
kertas
lempeng logam
keping
bergerak
keping tetap
kapasitor elektrolit
Sebuah kapasitor diisi oleh baterai 1,5 volt sehingga bermuatan O, 6 C. 1entukanlah:
a. kapasitas kapasitor tersebut,
b. muatan vang tersimpan dalam kapasitor jika dimuati baterai 22 volt.
]awab:
Diketahui: V
1
~ 1,5 volt, ¡
1
~ O,6 × 1O
-6
C.
a. Kapasitas kapasitor dihitung dengan Persamaan (4-27)

6
7 1
1
O, 6 1O
2 1O l
1, 5 V
¡ C
C
V
~
~

b. Muatan vang tersimpan diperoleh dengan persamaan
¡
2
~ CV
2
~ (2 × 1O
-7
l) (22 V) ~ 1,1

C.
3. Kapasitor Keping Sejajar
Pada 1o37, Michael Iaradav melakukan penelitian tentang pengaruh
pengisian ruang di antara pelat-pelat kapasitor dengan menggunakan bahan
dielektrik. Iaradav menggunakan dua kapasitor vang identik. Di salah
satu kapasitor ditempatkan suatu bahan dielektrik, sedangkan kapasitor
lainnva berisi udara pada tekanan normal. Kemudian, kedua kapasitor
tersebut diberi potensial listrik vang sama besarnva, seperti ditunjukkan
oleh Cambar 4.23. Melalui eksperimen tersebut, Iaradav memperoleh hasil
spektakuler. Muatan di kapasitor vang mengandung dielektrik jauh lebih
besar daripada muatan di kapasitor vang mengandung udara.
Contoh 4.13
Tugas Anda 4.2
Berdasarkan kepolarannya, dikenal
dua jenis kapasitor, yaitu kapasitor
polar dan kapasitor non-polar. Coba
Anda cari informasi mengenai
perbedaan di antara keduanya.
(a) (b) (c)
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 94
Tabel 4.1
Sifat-sifat dari Beberapa Dielektrik*
Bahan Konstanta Dielektrik
Kekuatan Dielektrik**
(kV/mm)
Vakum 1,OOOOO
×
Udara 1,OOO51 O,o
Air 7o -
Kertas 3,5 11
Mika merah delima 5,1 16O
(Rubbv mica)
Porselen 6,5 1
Kwarsa vang dilebur 3,o o
Oelas pirex 1,5 13
Bakelit 1,o 12
Polietlen 2,3 5O
Amber 2,7 9O
1eflon 2,1 6O
Neopren 6,9 12
Minvak transformator 1,5 12
1itanium dioksida 1OO 6
Polistiren 2,6 25
Òleh karena muatan ¡ lebih besar untuk V vang sama pada kapasitor
vang mengandung dielektrik. Berdasarkan persamaan C ~
¡
V
diperoleh
hasil bahwa kapasitas sebuah kapasitor akan bertambah besar akibat
penempatan bahan dielektrik di antara pelat-pelat kapasitor.
* Sifat-sifat ini adalah kira-kira pada temperatur kamar dan untuk kondisi-kondisi
sedemikian rupa sehingga medan listrik í di dalam dielektrik tidak berubah
dengan waktu.
** lnilah gradien potensial maksimum vang mungkin terdapat di dalam dielektrik
tanpa terjadinva kegagalan listrik (e|ec(r|cc| |rec|J·un). Dielektrik seringkali
ditempatkan di antara plat-plat penghantar untuk mengirimkan suatu perbedaan
potensial vang lebih tinggi untuk dipakaikan di antara plat-plat tersebut daripada
perbedaan potensial vang mungkin didapat dengan menggunakan udara sebagai
dielektrik.
Perhatikan Cambar 4.24, kapasitor keping sejajar terdiri atas dua
keping logam vang terpasang sejajar pada jarak pisah J meter, vang jauh
lebih kecil dari luas keping - m
2
. Kedua keping tersebut diberi muatan ¡
vang sama besar, tetapi tidak sejenis.
]ika di antara keping sejajar adalah udara/vakum, kapasitansi kapasitor
memenuhi persamaan berikut.
C
O
~
O
-
J
r (1-2o)
Keterangan:
- ~ luas keping (m
2
)
J ~ jarak antarkeping (m)
O
r ~ permitivitas vakum (udara) ~ o,o5 × 1O
-12
C
2
/Nm
2
Gambar 4.24
Kapasitor keping sejajar
dihubungkan dengan
sumber tegangan V.
Gambar 4.23
(a) Baterai B menyebabkan
perbedaan potensial yang sama
pada setiap kapasitor; kapasitor
dengan bahan dielektrik memiliki
muatan yang lebih banyak.
(b) Kedua kapasitor mengangkut
muatan yang sama. Kapasitor
dengan bahan dielektrik memiliki
perbedaan potensial lebih rendah,
seperti ditunjukkan oleh
pembacaan alat ukur.
bahan dielektrik
udara
(a)
(b)
E
–q +q
V
A
d
Sumber: Fundamental of Physics, 2001
Medan Listrik, Potensial Listrik, dan Kapasitor 95
4. Dielektrik pada Kapasitor
Di antara dua pelat keping pada kapasitor biasanva disisipi/dipasang
suatu bahan isolator vang disebut J|e|e|(r||. Bahan ini digunakan karena
dapat memperbesar nilai kapasitas kapasitor. Contoh bahan dielektrik
adalah kaca mika, kertas, dan karet.
Bahan dielektrik memiliki harga permitivitas vang berbeda dengan
harga permitivitas vakum. Berdasarkan Persamaan (4-2S) dapat
diketahui bahwa permitivitas bahan r r r
O r
sehingga kapasitas kapasitor
vang menggunakan bahan dielektrik adalah
-
C
J
r
atau C ~
O r
-
J
r r (1-29)
Dengan memerhatikan Persamaan (4-2S) dan Persamaan (4-29)
didapat hubungan kapasitor tanpa dielektrik dan kapasitor dengan bahan
dielektrik adalah sebagai berikut.
O r
C C r
(1-3O)
Sebuah kapasitor keping sejajar, luas tiap keping ~ 1OO cm
2
dan terpisah 2 mm satu
sama lain. Beda potensial di antara keping ~ 2.OOO volt. Kemudian, kapasitor dilepas
dari sumber tegangan dan ruang di antara keping diisi dengan dielektrikvang memiliki
permitivitas relatif bahan r ~ 5O. Hitunglah:
a. kapasitas mula-mula (C
O
),
b. muatan ¡ pada tiap keping,
c. kuat medan listrik í sebelum diberi bahan dielektrik,
d. kapasitas kapasitor C setelah disisipi bahan dielektrik,
e. permitivitas dielektrik vang digunakan (r ),
f. beda potensial keping V' setelah diberi bahan dielektrik,
g. kuat medan listrik í' setelah diberi muatan dielektrik.
]awab:
Diketahui:
O
r ~ o,o5 × 1O
-12
C
2
/Nm
2
,
J ~ 2 mm ~ 2 × 1O
-3
m,
- ~ 1OO cm
2
~ 1 × 1O
-2
m
2
,
V ~ 2.OOO V,
r ~ 5O.
a.
2 2
12 11
O O 3 2
1 1O m
o, o5 1O 17,7 1O l
2 1O m
-
C
J
r
~
~ ~
~
( \

| |
\ !
b. ¡ ~ C
O
V ~ (17,7× 1O
-11
l) (2.OOO V) ~ 35,1 × 1O
-o
C
c.
6
3
2.OOO V
1O V/m
2 1O m
V
í
J
~

d.
O
r
C
C
r
C ~
O r
C r ~ 5O (17,7× 1O
-11
l) ~ o,o5 × 1O
-9
l
e.
O r
r r r ~ 5O (o,o5 × 1O
-12
C
2
/Nm
2
) ~ 1,125 × 1O
-1O
C
2
/Nm
2
Contoh 4.14
Jika permitivitas dielektrik
disisipkan di antara keping kapasitor,
kapasitas dan beda potensialnya
berubah, tetapi muatannya (q) tetap.
Ingatlah
Tugas Anda 4.3
Mengapa dielektrik tidak
menggunakan bahan konduktor?
Coba tanya pada guru Anda atau cari
informasi dari internet.
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 96
5. Kapasitor Bentuk Bola
Perhatikan Cambar 4.25. Dua kulit konduktor berbentuk bola vang
dipisahkan ruang vakum. Kulit bagian luar bermuatan negatif dengan
jari-jari luar n
2
, sedangkan kulit vang sebelah dalam bermuatan positif
dengan jari-jari n
1
. Potensial V
1
, pada bola bagian dalam ditimbulkan
oleh muatan positif ÷¡ dan muatan bola bagian luar -¡. Adapun potensial
V
2
dari bola konduktor bagian luar bernilai nol karena ditanahkan V
2
~ O.
Kita ketahui bahwa kuat medan dan potensial listrik oleh bola
konduktor di titik n
1
dan n
2
memiliki persamaan:
V
1
~

2
1 2
dan V
¡ ¡
| |
n n
(1-31)
Dengan demikian, beda potensial antara kedua bola konduktor
bermuatan tersebut adalah
AV ~ V
1
- V
2
AV ~ |¡
1 2
1 1
n n
( \
~
| |
\ !
(1-32)
| ~
O
1
1¬r
merupakan tetapan ke sebandingan, untuk ruang hampa | ~
9 × 1O
9
Nm
2
C
-2
. Dengan demikian, kapasitas C dari kapasitor bola adalah
C ~


~ ( \
~
| |
\ !
1 2
2 1
1 2
1 1
c|
n n ¡ ¡
V | n n

n n
sehingga
C ~

1 2
O
2 1
1
n n
n n
¬r
~
(1-33)
untuk kulit bola konduktor berongga di mana n
1
~ O diperoleh
C ~
n
|
(1-31)
6. Susunan Kapasitor
a. Susunan Seri
Dalam praktik, Anda sering kali perlu menggabungkan kapasitor untuk
mendapatkan nilai kapasitas vang diinginkan. Cara penggabungan kapasitor
vang sangat dasar adalah cara penggabungan dengan susunan seri dan
paralel.
Gambar 4.25
Kapasitor bola konsentris
dengan V
2
dibumikan
R
1
R
2
bola 2
bola 1
f.
o
9
35, 1 1O C
' 1O V
o, o5 1O l
¡
V
C
~
~

diperoleh ¡' ~ ¡ karena hubungan dengan baterai diputus sehingga tidak memiliki
jalan lain.
g.
3
1O V '
' 2O.OOO V/m
2 1O m
V
í
J
~

Generator Van de Graaff adalah alat
untuk mengumpulkan dan
menyimpan muatan listrik statik
dalam jumlah yang sangat besar.
Rambut wanita ini akan saling tolak-
menolak setelah memegang
generator Van de Graaff dan ujung-
ujungnya berdiri karena termuati
oleh muatan yang sama.
Van de Graff is a tool to collect and
store statics electric charge
enormously in quantity. The woman’s
hair could be repulsive each other
after held the Van de Graff generator
and a hair would be repulsives
caused by loading the common
charges.
Informasi
untuk Anda
Sumber: Physics for You, 2001
Information for You
Medan Listrik, Potensial Listrik, dan Kapasitor 97
Perhatikan Cambar 4.26. Dalam susunan seri kapasitor berlaku
aturan berikut.
1) Muatan pada setiap kapasitor sama, vaitu sama dengan muatan
kapasitor pengganti.
¡
tot
~ ¡
1
~ ¡
2
~ ¡
3
~ ¡ (1-35)
2) Beda potensial pada ujung-ujung kapasitor pengganti sama dengan
jumlah total beda potensial ujung-ujung setiap kapasitor.
V
tot
~ V
1
÷V
2
÷V
3
(1-36)
Dari Persamaan (4-27) diketahui bahwa
C ~
¡
V
atau V ~
¡
C
1 2 3
1 2 3
, , ,
¡ ¡ ¡
V V V
C C C
sedangkan V
tot
~
tot
¡
C
.
]ika harga-harga V
1
, V
2
, dan V
3
dimasukkan ke dalam Persamaan
(4-36), akan diperoleh persamaan
tot 1 2 3
1 1 1 1
...
C C C C

(1-37)
Besar kapasitas pengganti untuk n buah kapasitator vang disusun
seri adalah
tot 1 2 3
1 1 1 1 1
...
n
C C C C C

(1-3o)
Gambar 4.26
Susunan seri kapasitor
C
1
C
2
C
3
V
1
V
2
V
3
V
+ – + – + –
1iga buah kapasitor vang kapasitasnva masing-masing 6 l, 9 l, dan 1o l disusun seri
dan dihubungkan ke sumber tegangan 36 V. Hitunglah:
a. kapasitas pengganti,
b. muatan (¡) dan beda potensial setiap kapasitor.
]awab:
Diketahui: C
1
~ 6 l, C
2
~ 9 l, C
3
~ 1o l, V
tot
~ 36 V, r ~ 5O,
a. Kapasitas kapasitor pengganti
- -
tot
tot 1 2 3
1 1 1 1 1 1 1 6
3l
6 l 9 l 1o l 1o l
C
C C C C
b. Muatan kapasitor diperoleh dengan menggunakan Persamaan (4-27)
¡
tot

~ C
tot
V
tot
~ (3 l) (36 V) ~ 1Oo C
¡
tot

~ ¡
1
~ ¡
2
~ ¡
3
~ 1Oo C
sehingga tegangan setiap kapasitor adalah

1 2 3
1 2 3
1 2 3
1Oo C 1Oo C 1Oo C
1oV, 12V, 6V
6 l 9 l 1o l
¡ ¡ ¡
V V V
C C C
Contoh 4.15
• Kapasitas total dua buah kapasitor
seri adalah

1 2
1 2
S
C C
C
C C
• Perbandingan potensial pada
kapasitas seri adalah

1 2 3
1 2 3
1 1 1 1
: : : ... : : : : ... :
n
n
V V V V
C C C C
Ingatlah
Tugas Anda 4.4
Ketika Anda sedang merangkai
peralatan elektronik, kadang-kadang
sulit menemukan nilai kapasitas
kapasitor yang tepat dengan
kebutuhan, maka teknik penyusunan
kapasitor bermanfaat sekali dalam
hal ini. Jika Anda hanya memiliki
kapasitor bernilai besar, susunan
kapasitor apakah yang akan Anda
gunakan untuk mendapatkan
kapasitor bernilai kecil?
b. Susunan Paralel
Dalam susunan paralel kapasitor, berlaku hal-hal berikut.
1) Beda potensial setiap kapasitor adalah sama
V
tot
~ V
1
~V
2
~ V
3
~ V (1-39)
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 98
2) Muatan total kapasitor pengganti sama dengan jumlah total muatan
¡
tot
~ ¡
1
÷ ¡
2
÷ ¡
3
(1-1O)
Perhatikan Cambar 4.27. Muatan pada masing-masing kapasitor
adalah ¡
1
~ C
1
V, ¡
2
~ C
2
V, dan ¡
3
~ C
3
V, sedangkan ¡ ~ C
total
V. ]ika
harga-harga ¡
1
, ¡
2
, ¡
3
, dan ¡ dimasukkan ke dalam Persamaan (4-35),
akan diperoleh
C
tot

~ C
1
÷ C
2
÷ C
3
(1-11)
Besar kapasitas pengganti untuk n buah kapasitor vang disusun paralel
adalah
C
tot

~C
1
÷ C
2
÷ C
3
÷ ... ÷ C
n
(1-12)
1iga buah kapasitor vang kapasitasnva masing-masing 5 l, 15 l, dan 3O l disusun
paralel dan dihubungkan ke sumber tegangan 3OO volt. Hitunglah:
a. kapasitas total (C
tot
),
b. beda potensial setiap kapasitor,
c. muatan setiap kapasitor,
d. muatan total kapasitor.
]awab:
Diketahui: C
1
~ 5 l, C
2
~ 15 l, C
3
~ 3O l, V
tot
~ 3OO V.
a. Kapasitas totalnva adalah C
tot

~ C
1
÷ C
2
÷ C
3
~

5 l ÷ 15 l ÷ 3O l ~ 5O l.
b. Pada susunan paralel benda potensial di setiap kapasitor sama juga dengan
potensial totalnva sehingga V
tot

~ V
1
~ V
2
~ V
3
~ 3OO V
c. muatan di setiap kapasitor adalah
¡
1

~ C
1
V
1
~ 5 l × 3OO V ~ 1.5OO C
¡
2

~ C
2
V
2
~ 15 l × 3OO V ~ 1.5OO C
¡
3

~ C
3
V
3
~ 3O l × 3OO V ~ 9OO C
d. Muatan total kapasitor adalah ¡
tot

~ ¡
1
÷ ¡
2
÷ ¡
3
~ 1.5OO C ÷ 1.5OO C ÷ 9.OOO C
~ 15.OOO C
7. Energi yang Tersimpan dalam Kapasitor
Kapasitor juga berfungsi untuk menvimpan energi potensial vang
diberikan dari sumber potensial listrik. lnergi potensial tersebut digunakan
ketika rangkaian listrik mulai bekerja. Sejumlah muatan ke dalam kapasitor
terus bertambah selama proses pengisian terus berlangsung bersamaan
dengan pertambahan potensial pada kedua keping sejajar hingga penuh
sebesar
¡
V
C
.
Contoh 4.16
Tantangan
untuk Anda
Perhatikan gambar rangkaian
kapasitor berikut.
Tentukan:
a. kapasitas pengganti antara titik
x dan titik y,
b. beda potensial antara titik x dan
y jika muatan pada kapasitor
5 F adalah 60 C.
y
x
C
2
C
1
3 F
3 F
4 F
4 F
4 F
5 F
3 F
Gambar 4.28
Grafik perubahan potensial (V)
sebagai fungsi perubahan muatan
selama proses pengisian
berlangsung.
V (V)
q(C)

q
V
C
Gambar 4.27
Susunan paralel kapasitor
C
1
C
2
C
3
V
1
V
2
V
3
V
+

+

+

+

dq Q
Kenaikan total energi potensial pada kapasitor í
t
adalah penjumlahan
atau integral muatan ¡(e
-
) dari nol sampai Ò (perhatikan Cambar 4.2S).
Dengan memerhatikan Persamaan 4-19, energi potensial vang tersimpan
dalam kapasitor dapat diperoleh sebagai berikut.
J í
t
~ V J ¡ ~
¡
C
J ¡
O

Ò
t
¡
í J ¡
C

í
í
t
~
2
1

2
Ò
C
(1-13)
Medan Listrik, Potensial Listrik, dan Kapasitor 99
Dua buah kapasitor masing-masing kapasitasnva 1 í dan 6 í disusun secara seri,
kemudian dihubungkan dengan tegangan 11O V. 1entukan:
a. kapasitas total,
b. energi vang tersimpan dalam sistem.
]awab:
Diketahui: C
1
~ 1 í , C
2
~ 6 í , 11O V.
a.

total
1 1 1 3 2 1 5 1
1 6 12 12 C í í

total
1 5 1
12 C í

total
2, 1 C í
b.


2
2 6 2
total
1 1 12
1O l 11O V 1, 152 1O ]
2 2 5
\ C V
~ ~

Contoh 4.17
Anda telah mengetahui generator van der Oraaf dari Informasi untuk Anda. Alat
tersebut menghasilkan muatan sejenis dalam jumlah besar. 1ugas Anda adalah
mencari informasi mengenai cara kerja alat tersebut disertai dengan gambar. Pahami
fungsi-fungsi setiap bagian dalam alat tersebut. ]ika telah selesai, presentasikan di
depan kelas.
Mari Mencari Tahu
Kata Kunci
• kapasitas kapasitor
• kapasitor kertas
• kapasitor variabel
• kapasitor elektrolit
• farad
• kondensator
• isolator
• dielektrik
• katode
• anode
1. Sebuah kapasitor 1O

l dihubungkan dengan sebuah
sumber tegangan 21O V hingga terisi penuh. Kemudian,
kutub-kutubnva dihubungkan ke kapasitor 2O

l vang
tidak bermuatan. Hitunglah:
a. muatan total,
b. beda potensial pada ujung-ujung setiap kapasitor,
c. energi akhir total,
d. pengurangan energi ketika kapasitor saling
berhubungan.
5. Sebuah kapasitor keping sejajar berbentuk lingkaran
dengan radius 1O cm dan jarak antara keping 5 mm.
]ika dihubungkan ke baterai 21 V, hitunglah:
a. besar kapasitasnva,
b. besar muatan pada keping kapasitor,
c. energi potensial vang tersimpan dalam kapasitor.
Tes Kompetensi Subbab D
Kerjakanlah dalam buku latihan.
1. 1iga buah kapasitor vang kapasitasnva masing-masing
1

l, 6

l, dan o

l disusun seri lalu dihubungkan ke
sumber tegangan 21 volt. Hitunglah:
a. kapasitas kapasitor pengganti,
b. muatan (¡) dan beda potensial setiap kapasitor.
2. 1iga buah kapasitor dengan kapasitas masing-masing
3 l, 1 l, dan o l dihubungkan secara paralel, kedua
ujungnva dihubungkan dengan sumber tegangan 1OO
volt. Hitunglah.
a. kapasitas total,
b. beda potensial setiap kapasitor,
c. muatan setiap kapasitor,
d. muatan total kapasitor.
3. 1entukan kapasitas pengganti antara c dan | dari
muatan totalnva dari kapasitor vang dipasang seperti
pada gambar berikut, jika dihubungkan ke sumber
tegangan 21 volt.
5 mm
10 cm
2 4 V
(a) (b) (c)
a
b
4 F
24 F
6 F
2 F
a
b
3 F
2 F 4 F
2 F
a b
5 F
12 F 4 F
24 F
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 100
Rangkuman
1. Muatan listrik terdiri atas proton vang bermuatan
positif, elektron vang bermuatan negatif, dan neutron
vang tidak bermuatan.
2. ]ika dua muatan vang berlainan jenis berinteraksi,
akan terjadi gava tarik-menarik antara kedua muatan
tersebut. Sebaliknva, jika dua muatan listrik sejenis
berinteraksi akan terjadi gava tolak-menolak.
3. Hukum Coulomb menvatakan bahwa besar gava tarik-
menarik atau tolak-menolak antara dua muatan listrik
berbanding lurus dengan hasil kali besar kedua
muatan dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak
antara kedua muatan tersebut.
1 2
2 C
¡ ¡
í |
r

dengan | ~ konstanta Coulomb.
1. Kuat medan listrik di suatu titik didefinisikan sebagai
gava Coulomb per satuan muatan vang dialami oleh
sebuah muatan di titik tersebut.
'
í
í
¡

5. Hukum Oauss menvatakan bahwa jumlah garis gava
vang keluar dari suatu permukaan tertutup sebanding
dengan jumlah muatan listrik vang dilingkupi oleh
permukaan tertutup tersebut.
permukaan tertutup
O
¡
í
o
6. Kuat medan listrik í vang ditimbulkan oleh sebuah
pelat konduktor dinvatakan dengan persamaan
O
2
í
o
r

dengan r ~ rapat muatan
7. Kuat medan listrik di sekitar bola berongga adalah
a. di dalam bola í ~ O, karena ¡ ~ O
b. di permukaan bola
2
¡
í |
n

c. di luar permukaan bola
2
¡
í |
r

o. Beda potensial listrik di titik | karena pengaruh muatan
Ò dinvatakan dengan persamaan
1
|
Ò
V |
r

9. Usaha untuk memindahkan sebuah muatan listrik ¡
1
dari satu titik ke titik lainnva dinvatakan dengan
\
1 - 2
~ ¡(V
1
-V
2
)
1O. Kapasitor adalah komponen listrik vang berfungsi
untuk menvimpan muatan dan energi potensial listrik.
Kapasitor merupakan dua pelat konduktor vang
dipindahkan oleh suatu isolator atau zat dielektrik.
11. Kapasitas kapasitor adalah kemampuan suatu kapasitor
untuk memperoleh atau menvimpan muatan listrik.
¡
C
V

dengan: C ~ kapasitansi (larad)
¡ ~ muatan (C)
V ~ beda potensial (Volt)
12. Besarnva kapasitas kapasitor dengan bahan dielektrik
dinvatakan dengan persamaan
C
0
~
O r
-
J
r r
dengan
r
r ~ perbandingan antara permitivitas bahan
( r ) dan permitivitas vakum (
O
r ).
13. ]ika n buah kapasitor disusun seri, besar muatan pada
setiap kapasitor adalah sama.
¡
tot
~ ¡
1
~ ¡
2
~ ¡
3
~ ... ~ ¡
Beda potensial pada ujung-ujung kapasitor pengganti
sama dengan jumlah total beda potensial kapasitor.
V
tot
~ V
1
÷ V
2
÷ V
3
÷ ... ÷ V
n
Besar kapasitas kapasitor pengganti untuk n buah
kapasitor vang disusun seri adalah
tot 1 2 3
1 1 1 1 1
...
n
C C C C C

11. ]ika n buah kapasitor disusun paralel, besar beda
potensial pada setiap kapasitor adalah sama.
V
tot
~ V
1
~ V
2
~ V
3
~ V
Besar muatan total kapasitor pengganti sama dengan
besar muatan total kapasitor.
¡
tot
~ ¡
1
÷ ¡
2
÷ ¡
3
Besar kapasitas kapasitor pengganti untuk n buah
kapasitor vang disusun paralel adalah
C
tot
~ C
1
÷ C
2
÷ C
3
÷ ... ÷ C
n
15. Besar energi listrik (\) vang tersimpan dalam
kapasitor adalah
\ ~
2
2
1 1 1
2 2 2
¡
¡V CV
C

Medan Listrik, Potensial Listrik, dan Kapasitor 101
Setelah mempelajari bab ini, Anda tentu menjadi
paham tentang listrik statis, medan listrik, potensial listrik,
energi potensial listrik, kapasitor dan jenis-jenisnya, serta
bagaimana cara kapasitor bekerja. Dari semua materi
pada bab ini, bagian mana yang menurut Anda sulit untuk
dipahami? Coba Anda diskusikan dengan teman atau
guru Fisika Anda.
Refleksi
Pemasangan kapasitor pada sakelar-sakelar listrik
yang memiliki daya tinggi dapat menghilangkan
terjadinya percikan bunga api. Pemanfaatan ini berguna
sekali untuk keamanan. Coba Anda tuliskan manfaat lain
penggunaan kapasitor.
Muatan Listrik
menimbulkan berupa
Peta Konsep
contoh persamaan kuat medannva
Medan listrik
menvimpan menvebabkan
Beda Potensial listrik
V ~ í
r
lnergi Potensial listrik
í
t
~ ¡ í
r
Muatan 1itik
Muatan 1erdistribusi
º Bola Konduktor
º Kapasitor
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 102
Tes Kompetensi Bab 4
Kerjakanlah pada buku latihan.
A. Pilihlah salah satu jawaban vang paling tepat.
1. Bola A dan B masing-masing muatan 1O C dan 3O C.
]arak antarbola adalah 3 m. ]ika kedua bola tersebut
berada di udara maka ....
a. energi potensial bola B 9 × 1O
11
joule
b. energi potensial bola B 3 × 1O
11
joule
c. í
t
bola A ~
1
2
í
t
bola B
d. í
t
bola A : í
t
bola B ~ 1 : 3
e. energi potensial bola A ~ 9 × 1O
1O
joule
2. Diketahui 1 buah benda titik vang bermuatan, vaitu
A, B, C, dan D. ]ika - menarik B, A menolak C, dan C
menarik D, sedangkan D bermuatan negatif, pernva-
taan vang benar adalah ....
a. muatan B positif muatan C negatif
b. muatan B positif muatan C positif
c. muatan B negatif muatan C positif
d. muatan B negatif, muatan C negatif
e. muatan A positif, muatan C negatif
3. Satuan medan listrik dapat dinvatakan dalam ..
a. N/C
2
d. ]/N
b. V/m e. N/C
c. N/m
2
1. Dua buah keping sejajar diberi muatan vang sama besar
dan berlawanan jenis. Kuat medan listrik di antara dua
keping tersebut ..
a. berbanding lurus dengan rapat muatannva
b. berbanding terbalik dengan rapat muatannva
c. berbanding terbalik dengan kuadrat jarak
antarkeping
d. berbanding lurus dengan jarak kedua keping
e. arahnva menuju ke keping vang bermuatan positif
5. Sebuah elektron dalam suatu medan listrik tidak meng-
alami gava jika elektron tersebut ....
a. bergerak dalam arah tegak lurus terhadap medan
listrik
b. bergerak sejajar dengan arah medan listrik
c. bergerak dengan arah sembarang
d. bergerak melingkar
e. tidak bergerak
6. Dua muatan titik sejenis dan sama besar ¡
c
~ ¡
|
~
O,O1 C berada pada jarak 1O cm satu sama lain. ]ika
| ~ 9 × 1O
9
Nm
2
/C
2
, besar gava tolak vang dialami
kedua muatan tersebut adalah ....
a. 9O N
b. 9 × 1O
3
N
c. 9 × 1O
-5
N
d. 9 × 1O
-9
N
e. 9 × 1O
7
N
7. Perhatikan gambar berikut.
Proton vang bergerak dari keping - ke keping ß seperti
tampak pada gambar tersebut memiliki kecepatan 2 ×
1O
5
m/s. ]ika jarak antara keping dalam vakum J ~ 1
cm, massa proton 1,6 1O
-27
kg, muatan proton 1,6 ×1O
-
19
C, beda potensial keping sejajar tersebut adalah ....
a. 5O V d. 32O V
b. 1OO V e. 1OO V
c. 2OO V
(UMPTN 1995)
o. Dua buah benda bermuatan -¡ dan ÷¡ berjarak r satu
sama lain. ]ika jarak r diubah-ubah maka grafik
hubungan gava Coulomb dengan r adalah ....
a.
F
r
b. F
r
c. F
r
d. F
r
r
e.
d
A B
F
Medan Listrik, Potensial Listrik, dan Kapasitor 103
9. Sebuah kapasitor 5O F dihubungkan dengan sumber
tegangan hingga dapat menvimpan energi sebesar O,36
joule. Besar muatan vang tersimpan dalam kapasitor
tersebut adalah ... coulomb.
a. 3,6 × 1O
-3
d. 6,O × 1O
-2
b. 6,O × 1O
-3
e. 2,1 × 1O
-1
c. 3,6 × 1O
-2
1O. Perhatikan gambar berikut.
A B
O
+2q –q
]ika R adalah letak titik vang resultan kuat medan
listriknva nol maka R adalah ....
a. tepat di titik Ò
b. antara titik - dan Ò
c. antara titik Ò dan B
d. pada perpanjangan AB dengan RA ~ 2 RB
e. pada perpanjangan BA dengan RB ~ 2 RA
11. Pada kapasitor vang berkapasitansi C diberikan muatan
sebesar ¡ sehingga beda potensialnva V. Besar energi
dalam kapasitor ....
a.
1
2
¡V
2
d.
1
2
¡
2
/CV
b.
1
2
CV e.
1
2
¡
2
/C
c.
1
2
VC
2
12. Perhatikan gambar berikut.
]ika kapasitor ketiga kapasitansinva sama, kapasitor
pengganti antara ujung a dan b adalah ... l (farad).
a. 3 Cí d.
2
3

b. 2 Cí e.
3
2

c.
1
2

13. Dua buah kapasitor masing-masing memiliki kapasitas
2 í dan 1 í disusun seri. Kapasitor penggantinva ....
a.
1
o
í d.
1
2
í
b.
1
3
í e. 6 í
c.
3
1
í
11. Sebuah kapasitor pelat sejajar tanpa dielektrik
berkapasitas 1O í . ]ika bahan kapasitor tersebut diisi
dengan dielektrik mika vang memiliki konstanta
dielektrik | ~ 5, kapasitansinva sekarang menjadi ....
a. 2 í
b. 15 í
c. 1 í
d. 3O í
e. 1O í
15. Perbandingan gava Coulomb dan gava gravitasi antara
2 buah elektron dalam ruang vakum adalah .
a. 1,2 × 1O
12
N
b. 2,1 × 1O
1O
N
c. 2,1 × 1O
12
N
d. 1,2 × 1O
1O
N
e. sama besar
16. Usaha untuk membawa sebuah elektron dari kutub
baterai 12 volt ke kutub negatifnva adalah ....
a. 1,92 × 1O
-1O
joule
b. 1,6 × 1O
-19
joule
c. 1,92 × 1O
-19
joule
d. 1,6 ×1O
-1o
joule
e. 1,92 × 1O
-1o
joule
17. Kapasitor 1,2 í diberi muatan hingga 3 kilovolt. Besar
energi vang tersimpan dalam kapasitor adalah ....
a. 5,1 joule
b. o,1O joule
c. 1O,o joule
d. 1,5 joule
e. O,6 joule
1o. Menurut model Bohr tentang atom hidrogen, elektron
(¡ ~ -e) mengelilingi proton (¡' ~ ÷e) dengan jari-jari
5,3 × 1O
-11
. ]ika e ~ 1,6 × 1O
-19
C maka gava Coulomb
antara elektron dan proton pada atom hidrogen sebesar
... newton.
a. o,2 ×1O
-o
b. 2,o × 1O
-11
c. 3,O × 1O
-o
d. 1,1 × 1O
-o
e. 1,1 × 1O
-o
19. Sebuah elektron mengelilingi proton pada jarak 1 A.
]ika massa elektron ~ 9,1 × 1O
-31
kg maka kecepatan
elektron mengelilingi proton adalah ... m/s.
a. 1,2 × 1O
6
b. 1,3 × 1O
6
c. 3,O × 1O
6
d. 1,6 × 1O
6
e. 2,2 × 1O
6
2O. Dalam 1 coulomb terdapat ... buah elektron.
a. 6,2 × 1O
1o
b. 1,3 × 1O
1o
c. 2,6 × 1O
1o
d. 1,6 × 1O
1o
e. 3,1 × 1O
1o
a b
C
1
C
2
F
F
C
3
F
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 104
1. Perhatikan gambar berikut.
1entukan:
a. kuat medan di titik Ò,
b. gava vang dialami muatan 3 C .
2. Perhatikan gambar berikut.
1entukan:
a. kapasitansi pengganti (C
total
) antara titik a dan b
jika setiap kapasitor memiliki kapasitas 3 F ),
b. muatan pada setiap kapasitor jika titik a danb
diberi beda potensial 12 Volt,
c. energi pada setiap kapasitor jika c dan s diberi
beda potensial 2OO Vdan | dan r diberi beda
potensial 1OO V.
3. Sebuah kapasitor kapasitansinva 5 í jika dielektriknva
vakum dan 3O í jika dielektriknva porselen. Hitunglah
konstanta dielektrikum porselen.
1. Perhatikan gambar berikut.
]ika muatan elektron ~ 1,6 × 1O
-19
C dan massa
elektron ~ 9,1 × 1O
-31
kg dilepas tanpa kecepatan awal
tepat di titik í, tentukanlah:
a. waktu vang dibutuhkan elektron sampai di tepi -,
b. kecepatan saat tiba di tepi -.
5. Sebuah elektron (¡ ~ e ~1,6 × 1O
-19
C, m ~ 9,1 × 1O
-31
kg)
ditembakkan dengan kecepatan 5 × 1O
6
m/s dalam
arah sejajar kuat medan listrik 1OOO N/C. Berapa jarak
vang ditempuh elektron sebelum berhenti'
6. Bola kecil bermuatan ÷2,O nC, -2,O nC, ÷3,O nC, dan
-6,O nC diletakkan di titik-titik sudut sebuah persegi
vang memiliki panjang diagonal O,2O m.
a. Hitung potensial listrik di pusat.
b. Hitung besar medan listrik di pusat bola, kemudian
gambarkan arah dari potensial di titik pusat.
B. ]awablah pertanvaan berikut ini dengan tepat.
7. Sebuah muatan uji ÷ 1,OO × 1O
-7
C berjarak 5 mm dari
muatan sumber -2,OO × 1O
-6
C. Berapa usaha vang
harus dilakukan pada muatan uji agar terpisah pada
jarak 1O mm dari muatan tersebut'
o. Dua keping logam vang sejajar dan jaraknva 15 cm
satu dari vang lain diberi muatan listrik vang berlawanan
hingga beda potensial 1O1 V.
Berapa gava vang dialami sebuah elektron vang
diletakkan di antara keping'
9. 1entukan kapasitas pengganti antara A dan B pada
susunan-susunan kapasitor berikut ini.
a.
b.
c.
d.
1O. Kapasitor 2O í dihubungkan dengan sumber
tegangan 1.OOO V, selanjutnva sumber tegangan diputus
dan kapasitor kemudian dihubungkan paralel ke
kapasitor 5 í .
a. Berapa muatan total kapasitor tersebut'
b. Berapa beda potensial setiap kapasitor'
c. Berapa energi vang hilang pada kapasitor 2O í
ketika dihubungkan dengan kapasitor 5 í '
A B
6 cm 8 cm
O
~4 C 3 C
a
b
r
s
C
1
C
2
C
3
C
4
C
5
C
6
C
7
B A
v
V
B
– V
A
= 200 volt
15 cm
A B
C C
C C C
A B
C C
C C
C C
A B
40 F
12 F
13 F
6 F
6 F
28 F
16 F
12 F
d=10 cm
Medan Magnetik 105
Medan Magnetik
A. Medan Magnetik
B. Gaya Magnetik
C. Aplikasi Gaya
Magnetik
D. Sifat Magnet
Bahan
menerapkan induksi magnetik dan gaya magnetik pada beberapa produk teknologi.
Setelah mempelajari bab ini, Anda harus mampu:
Sejarah kemagnetan telah dimulai sejak ratusan tahun vang lalu.
Dahulu, di daerah Asia Kecil orang menemukan sebuah batu vang dapat
saling menarik satu sama lain. Mereka menvebutnva sebagai mcznes|c.
Kini, orang dapat membuat dan memanfaatkan benda seperti itu dan
menvebutnva sebagai magnet.
]ika Anda perhatikan, magnet banvak dimanfaatkan pada |·uJstec|er,
kompas, motor listrik, memori komputer, dan generator listrik. Dapatkah
Anda menvebutkan benda-benda lain vang menggunakan magnet'
]ika Anda memiliki magnet batang, Anda dapat mengamati
bagaimana benda-benda vang tergolong ferromagnetik, seperti besi dapat
tertarik ketika ditempatkan di dalam medan magnetik batang tersebut.
Oersted menemukan bahwa medan magnetik tidak hanva ditimbulkan
oleh sebuah magnet. Oersted mendemonstrasikan bagaimana jarum pada
kompas menvimpang ketika didekatkan dengan sebuah kawat berarus
listrik. Hal tersebut menandakan bahwa di sekitar kawat berarus listrik
terdapat medan magnetik.
Apakah medan magnetik itu' Apakah benda ferromagnetik itu' Diterap-
kan dalam hal apa sajakah gejala kemagnetan itu' Pada bab ini, Anda akan
mempelajari semua tentang kemagnetan dan penerapannva dalam teknologi.
menerapkan konsep kelistrikan dan kemagnetan dalam berbagai
penyelesaian masalah dan produk teknologi.
Hasil yang harus Anda capai:
105
Jarum pada kompas menyimpang mengikuti arah medan magnetik yang
ditimbulkan oleh kawat berarus.
Bab
5
Sumber: Physics For Scientists and Engineers, 2000
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 106
A. Medan Magnetik
1. Medan Magnetik di Sekitar Magnet Permanen
Magnetisme diketahui orang sejak berabad-abad vang lalu. zaman
dulu, sejumlah orang mengetahui bahwa bijih besi vang berwarna metalik
atau vang disebut magnetik memiliki sifat menarik partikel-partikel besi
ke arahnva. Kata magnet berasal dari ¨Mcznes|c", vaitu suatu daerah di
Asia Kecil tempat ditemukannva banvak endapan magnetik. Adapun
kemagnetan adalah sifat-sifat dan gejala-gejala dari magnet.
Di SMP, Anda telah mempelajari bahwa magnet memiliki dua kutub,
vaitu kutub utara dan kutub selatan. ]ika kutub-kutub sejenis didekatkan,
kedua kutub tersebut akan tolak-menolak. Adapun jika kutub-kutub
tidak sejenis didekatkan, kedua kutub tersebut akan tarik-menarik.
Perhatikan Cambar 5.1.
Medan magnetik adalah daerah di sekitar magnet di mana magnet-
magnet lain atau benda-benda magnetik vang diletakkan dalam daerah ini
masih dipengaruhi magnet tersebut. Sumber medan magnetik dibedakan
menjadi dua jenis, vaitu magnet permanen dan magnet induksi.
Di sekitar magnet permanen terdapat medan magnetik vang dapat
digambarkan dengan garis-garis gava magnetik. Oaris-garis gava magnetik selalu
keluar dari kutub utara magnet dan masuk ke kutub selatan magnet. Di dalam
magnet, garis-garis gava magnetik memiliki arah dari selatan ke utara. Daerah
vang memiliki medan magnetik kuat digambarkan dengan garis-garis gava
vang rapat, sedangkan daerah vang medan magnetiknva lemah digambarkan
dengan garis-garis gava magnetik vang renggang. Pola-pola garis gava
magnetik magnet U dan magnet batang ditunjukkan pada Cambar 5.2.
Daerah atau tempat medan magnetik vang memiliki kuat medan
magnetik paling besar disebut kutub magnet. Setiap magnet alam, apapun
bentuknva, selalu memiliki dua kutub vaitu kutub utara dan kutub selatan.
Michael Iaradav menggambarkan medan magnetik sebagai garis-
garis gava. Oaris gava vang semakin rapat menunjukkan medan magnetik
vang semakin kuat. Kuat medan magnetik menunjukkan besarnva induksi
magnetik. Perhatikan Cambar 5.3.
Gambar 5.2
Pola garis gaya magnetik pada
(a) magnet U dan
(b) magnet batang.
(a) (b)
Gambar 5.1
Pola garis gaya magnetik
Sebelum mempelajari konsep Medan Magnetik, kerjakanlah soal-soal berikut dalam buku latihan.
Tes Kompetensi Awal
1. Menurut Anda, apakah kawat berarus dapat meng-
hasilkan medan magnetik'
2. Apa vang akan terjadi jika kawat berarus disimpan di
dalam medan magnetik' Coba jelaskan fenomena
tersebut sesuai pengetahuan vang telah Anda miliki.
3. Coba Anda sebutkan komponen-komponen elektronik
vang kerjanva menghasilkan medan magnetik.
1. Sebutkan dan jelaskan 3 jenis bahan magnetik.
Berikan contohnva masing-masing satu buah.
Gambar 5.3
(a) Garis gaya magnetik tegak lurus
menembus bidang A (fluks
magnetik);
(b) Medan magnetik B menembus
bidang A dengan membentuk
sudut 0 terhadap garis normal.
B
A
garis normal
0 = ° 0
B
garis normal
A
0
n
(a) (b)
Sumber: Physics, 1995
tarik-menarik
tolak-menolak
Medan Magnetik 107
lluks magnetik ( d) adalah banvaknva garis medan magnetik vang
dilingkupi oleh suatu luas daerah tertentu (A) dalam arah tegak lurus.
Secara matematis, dapat ditulis bahwa untuk B konstan dan A konstan
(0 ~ konstan) persamaannva adalah:
- d = · B n
d ~ ß - cos 0 (5-1)
]ika sudut 0 ~ O atau ß tegak lurus terhadap bidang -, Persamaan (5-1)
menjadi:
d ~ ß - (5-2)
Keterangan:
n ~ vektor satuan searah garis normal
d ~ fluks magnetik (Wb)
- ~ luas bidang vang melingkupi oleh ß (m
2
)
B ~ medan magnetik (Wb/m
2
)
0 ~ sudut antara B dan n
Berapakah kuat medan magnetik vang dihasilkan oleh fluks magnetik oO weber vang
menembus bidang seluas O,1 m
2
secara tegak lurus'
]awab:
Diketahui: d ~ oO Wb, - ~ O,1 m
2
.
Dengan menggunakan Persamaan (5-2) diperoleh:
2
2OO Wb/m ß
-
d
= =
]adi, kuat medan magnetik vang dihasilkan adalah 2OO Wb/m
2
.
2. Medan Magnetik di Sekitar Arus Listrik
Untuk memperjelas pemahaman mengenai medan magnetik,
perhatikan Cambar 5.4. Ketika serbuk besi disebarkan di daerah medan
magnetik, serbuk besi akan membentuk pola garis-garis gava magnetik.
Kerapatan garis-garis gava vang biasa disebut ||u|s mczne( tersebut
menunjukkan besarnva kuat medan magnetik di tempat tersebut. Oaris-
garis gava ini satu dan vang lain tidak pernah berpotongan dan selalu
menjauhi kutub utara dan mendekati kutub selatan.
Pada sekitar 1o2O, Hans Christian Oersted (177O-1o51), fisikawan
asal Denmark, menemukan fakta bahwa J| se||(cr |cuc( |ercrus ||s(r||
(erJctc( meJcn mczne(||. lakta tersebut diperoleh setelah Oersted
melakukan suatu percobaan sederhana. Agar lebih jelas memahami
percobaan vang dilakukan Oersted, lakukanlah Aktivitas Iisika berikut. Gambar 5.4
Garis-garis gaya magnetik yang
terbentuk oleh serbuk besi
ketika ditempatkan di tempat
yang dipengaruhi oleh kawat
berarus listrik.
Contoh 5.1
I
I
Baru-baru ini di dalam tengkorak
burung merpati ditemukan sejenis
sensor magnet yang tersusun dari
magnet-magnet elementer. Tiap
magnet tersebut terhubung dengan
otak melalui saraf. Sensor tersebut
dapat menentukan posisi arah
melintang sepanjang magnet Bumi,
selain itu juga dapat menentukan
ketinggian posisinya dari permukaan
Bumi.
Pigeons have recently been found to
have multiple-domain magnetite
magnets within their skulls. That are
connected with a large number of
nerves to the pigeon’s brain. Pigeons
have a magnetic sense, and not only
can they discern longitudinal
directions along the earth’s magnetic
field, but they can also detect latitude
by the dip of the earth’s field.
Informasi
untuk Anda
Information for You
Sumber: Conceptual Physics, 1998
Aktivitas Fisika 5.1
Medan Magnetik di Sekitar Kawat Berarus
Tujuan Percobaan
Mengamati medan magnetik yang disebabkan oleh kawat berarus listrik.
Alat-alat Percobaan
1. Sebuah baterai 4. Kawat penghantar
2. Kabel 5. Kompas kecil
3. Sebuah saklar
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 108
(a) (b) (c)
Gambar 5.7
(a) Kaidah tangan kanan; (b) Jika arus
menuju pengamat, arah medan
magnetik berputar ke kiri; (c)
Jika arah arus menjauhi
pengamat, arah medan
magnetik berputar ke kanan.
Oersted pertama kali mempublikasikan penemuannva tentang pengaruh
kuat medan magnetik di sekitar kawat berarus. Pada awalnva, secara tidak
sengaja ia meletakkan jarum kompas di atas kawat panjang vang berarus.
1ernvata, jarum kompas tersebut mengalami penvimpangan. Peristiwa
penvimpangan jarum kompas dapat Anda perhatikan melalui Cambar 5.5.
]ika tidak terdapat arus vang mengalir melalui sebuah penghantar, jarum
kompas tetap pada posisi seimbang, vaitu utara-selatan seperti Cambar 5.5(a).
Ketika arus mengalir dari arah utara, jarum kompas akan menvimpang ke
kanan seperti Cambar 5.5(b), dan ketika arus mengalir dari arah selatan,
jarum kompas akan menvimpang ke kiri seperti Cambar 5.5(c).
Dari percobaan vang dilakukannva, Oersted menvatakan bahwa di
sekitar penghantar berarus terdapat medan magnetik vang arahnva
bergantung kepada arah arus listrik vang mengalir melalui penghantar
tersebut. Untuk menentukan arah arus listrik dan garis-garis medan
magnetik, Anda dapat menggunakan aturan tangan kanan.
]ika arus listrik dialirkan pada kawat lurus vang menembus tegak
lurus pada bidang vang telah ditaburi serbuk besi, serbuk-serbuk besi
akan menunjukkan pola garis-garis medan magnetik vang berbentuk
lingkaran sepusat, seperti ditunjukkan pada Cambar 5.6.
Arah garis-garis gava magnetik di sekitar penghantar berarus dapat
ditentukan dengan kaidah tangan kanan, seperti Cambar 5.7 berikut.
Gambar 5.5
(a) Penghantar tidak dilalui arus listrik;
(b) Penghantar dialiri arus listrik
dari utara; (c) Penghantar dialiri
arus listrik dari arah selatan.
Perhatikan arah simpangan
jarumnya.
Gambar 5.6
Pola garis medan magnetik yang
dibentuk oleh serbuk besi di sekitar
kawat lurus berarus listrik.
Sumber: Conceptual Physics, 1998
S
U
U U U
U U
S S S
S S
B
B
(a) (b) (c)
B B
Langkah-langkah Percobaan
1. Susunlah peralatan sehingga terlihat seperti Gambar (a). Dalam keadaan
sakelar S terbuka, letakkan kawat penghantar di atas kompas dengan arah
memanjang sejajar dengan jarum kompas.
2. Perhatikan arah penunjukan jarum kompas.
3. Kemudian, tutuplah sakelar S seperti pada Gambar (b). Amati jarum kompas,
apa yang terjadi?
4. Baliklah polaritas baterai seperti pada Gambar (c). Lakukanlah pengamatan
seperti langkah 2 dan 4. Amati yang terjadi dengan jarum kompas.
5. Apakah kesimpulan Anda dari kegiatan ini?
(a) (b) (c)
S S S
I I I
I
Keterangan:
~ arah arus menembus bidang gambar mendekati pengamat
~ arah arus menembus bidang gambar menjauhi pengamat
Medan Magnetik 109
]ika tangan kanan menggenggam penghantar lurus dengan ibu jari
menunjukkan arah arus listrik, arah lipatan jari-jari vang lainnva menun-
jukkan arah putaran garis-garis gava magnetik.
3. Hukum Biot-Savart
Setelah penemuan Oersted, dua orang fisikawan Prancis bernama
]ean Baptiste Biot dan Ielix Savart berhasil menentukan besarnva medan
magnetik vang ditimbulkan oleh arus listrik stabil. Biot dan Savart
melakukan pengamatan terhadap kontribusi induksi magnetik pada suatu
titik vang ditimbulkan oleh sebuah penghantar berarus listrik.
Kuat medan magnetik dinvatakan dalam induksi magnetik.
Perhatikan Cambar 5.S. Hukum Biot-Savart menvatakan besarnva
induksi magnetik vang disebabkan oleh elemen arus listrik:
1. berbanding lurus dengan kuat arus listrik í,
2. berbanding lurus dengan panjang elemen penghantar J,
3. berbanding terbalik dengan kuadrat jarak r antara sebuah titik tempat
pengukuran induksi elektromagnetik dengan elemen penghantar J,
1. sebanding dengan sinus sudut apit antara arah arus dan garis peng-
hubung titik P dengan J.
Secara matematis, persamaan Biot-Savart dapat ditulis sebagai berikut.
O
2
sin
1
| J

r
µ
0
¬
=

(5-3)
Dimana 0 adalah sudut antara arah dari J dan r,
O
µ adalah konstanta
permeabilitas vang memiliki nilai sebagai berikut.
7 6
O
1 1O 1 m/A 1,26 1O 1 m/A µ ¬
~ ~
= × - × (5-1)
4. Induksi Magnetik di Sekitar Kawat Lurus
Perhatikan Cambar 5.9. Seutas kawat lurus dengan panjang dialiri
arus listrik sehingga timbul induksi magnetik disekitar kawat tersebut.
]ika diambil elemen J pada kawat lurus tersebut dan sebuah titik P
vang berjarak r dari J, sudut vang dibentuk oleh elemen J dengan r
adalah . 0
Berdasarkan persamaan Biot-Savart, besarnva induksi magnetik di
titik P adalah
O
2
sin
1
íJ

r
µ 0
¬
=

]ika panjang kawat adalah dari nol sampai jauh tak terhingga maka
induksi magnetiknva menjadi:
O
2
O O
sin
1
íJ
ß Jß
r
µ 0
¬
× ×
= =
í í

(5-5)
Perhatikan kembali Cambar 5.9. Persamaan (5-5) merupakan induksi
magnetik karena pengaruh kawat dari nol ke bawah diperhitungkan
maka induksi magnetik total di P adalah
O
2
O O
sin
2
2
íJ
ß Jß
r
µ 0
¬
× ×
= =
í í

(5-6)
Gambar 5.8
Kawat d yang dialiri arus listrik.
i
dB
P
0
r
d
d
Gambar 5.9
Induksi magnetik akibat kawat
lurus berarus di sebuah titik
yang berjarak a dari kawat
lurus tersebut.
dB
P
0 d

I
0
r
a
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 110
Variabel 0 , , dan r dalam persamaan ini saling terikat sesuai bentuk
segitiga vang dibentuknva.
2 2
r c = +
dan
( )
2 2
sin sin
n
c
0 ¬ 0 = ~ =
+
Dengan mensubstitusikan harga variabel-variabel ini pada Persamaan
(5-6) dan mengintegralkannva didapat persamaan baru sebagai berikut.
( )
( )
3
2
1
2
O
2 2
O
O
2 2
O

2
2
í n J
ß
c
í
ß
c
µ
¬
µ
¬
×
×
=
+
| |
=
| |
+ | |
í

µ
¬
=
í
ß
c
O
2
(5-7)
Untuk menentukan arah induksi magnetiknva dapat digunakan
aturan tangan kanan. Perhatikan Cambar 5.10.
Gambar 5.10
Arah induksi magnetik di
sekitar kawat lurus berarus.
(a) Arah arus ke bawah;
(b) Arah arus ke atas.
Tugas Anda 5.1
Coba Anda cari informasi apakah di
sekitar kawat lurus berarus timbul
medan magnetik juga jika arus yang
mengalir arus bolak-balik.
i
i
B B
(a) (b)
Sebuah kawat lurus vang sangat panjang dialiri arus listrik 2O A. 1entukan besar
induksi magnetik di: (a) titik P vang berjarak 5 cm dari kawat, (b) titik Ò vang
berjarak 1O cm dari kawat.
]awab:
Dengan mengunakan Persamaan (5-7), diperoleh
( )( )
( )( )
7
O
2
1 1O Wb/Am 2O A
2 2 5 1O m
t
í
ß
c
¬
µ
¬ ¬
~
~
×
= =
×
~ o × 1O
-5
1
( )( )
( )( )
7
O
2
1 1O Wb/Am 2O A
2 2 1O 1O m
Ò
í
ß
c
¬
µ
¬ ¬
~
~
×
= =
×
~ 1 × 1O
-5
1
]adi, induksi magnetik di titik P adalah o × 1O
-5
1 dan di titik Ò adalah 1 × 1O
-5
1.
Contoh 5.2
Tantangan
untuk Anda
Jika pada kumparan yang dialiri arus
listrik ditambahkan inti besi lunak,
medan magnetik yang
ditimbulkannya semakin besar.
Mengapa demikian?
I
0
r
P
d
Medan Magnetik 111
5. Induksi Magnetik di Sekitar Kawat Melingkar
]ika seutas kawat vang melingkar dialiri arus listrik, di sekitar kawat
tersebut akan timbul induksi magnetik vang besarnva dapat ditentukan
dengan menggunakan persamaan Biot-Savart. Perhatikan Cambar 5.11.
Cara vang mudah untuk menghitung besar induksi magnetik di sekitar
kawat melingkar berarus, vaitu dengan menghitung besar induksi
magnetik di pusat lingkaran tersebut (titik P).
lnduksi magnetik di pusat kawat melingkar dapat ditentukan seperti
pada penentuan induksi magnetik di sekitar kawat lurus. ]ika Anda
perhatikan variabel 0 pada Cambar 5.11 adalah sebesar 9O karena r
tegak lurus dengan arah elemen J. Harga r sama dengan c karena
keduanva berhimpitan sehingga jika variabel-variabel tersebut
dimasukkan ke dalam persamaan Biot-Savart akan didapat medan
magnetik di pusat lingkaran sebagai berikut.
O O
2 2
sin9O

1 1
í J í J

c c
µ µ
¬ ¬
°
= =

Perlu Anda perhatikan bahwa panjang kawat sama dengan keliling
kawat sehingga integral memiliki batas dari nol sampai ¬ 2 c sehingga
persamaan menjadi
( )
2
O
O 2
O
O
2

1
2 O
1
c
t
í J
ß
c
í
ß c
c
¬
µ
¬
µ
¬
¬
=
= ~
í

O
2
t
í
ß
c
µ
=
(5-o)
Persamaan (5-S) berlaku untuk satu kawat melingkar. ]ika terdapat
| lilitan kawat melingkar maka induksi medan magnetik di pusat
lingkaran kawat menjadi
O
2
t
í|
ß
c
µ
=
(5-9)
Arah medan magnetik dapat ditentukan dengan aturan tangan kanan
seperti pada Cambar 5.10.
Gambar 5.11
Induksi magnetik di pusat kawat
melingkar berarus.
z
0
x y
I
r
a
r
Id
Perhatikan gambar berikut. ]ika induksi magnetik di pusat lingkaran berarus listrik í
vang berjari-jari c adalah ß, tentukan induksi magnetik di titik P.
a.
b.
I
a
P
2I 2I
P
a
I
I
]awab:
a. Òleh karena bentuk kawat hanva berupa
1
1
lingkaran, besar induksi magnetik di
í adalah ßt ~
1
1
ß dengan arah× (masuk bidang).
b. Resultan kuat medan magnetik di titik í adalah ßt ~
1
2
ß -
1
2
ß ~ O
Contoh 5.3
Tantangan
untuk Anda
Perhatikan gambar berikut.
Penghantar berbentuk dua
setengah lingkaran konsentris,
memiliki jari-jari a
1
= 2 cm dan
a
2
= 4 cm. Penghantar dialiri oleh
arus listrik I = 2 A.Tentukanlah besar
induksi magnetik total yang timbul
di titik pusat A.
A
I
I
a
2
a
1
0
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 112
6. Induksi Magnetik di Pusat dan Ujung Solenoida
S·|en·|Jc adalah suatu lilitan kawat penghantar vang panjang atau
kumparan rapat vang menverupai lilitan pegas, seperti vang ditunjukkan
pada Cambar 5.12(a). ]ika kumparan penghantar diiris secara membujur
(melintang), akan didapat irisan penampang seperti pada Cambar 5.12(b).
Kumparan penghantar vang berarus listrik akan menghasilkan garis medan
magnetik dengan pola sama dengan vang dihasilkan oleh magnet batang.
]ika panjang solenoida ( ) dan terdiri atas | buah lilitan, jumlah
lilitan untuk setiap satuan panjang menjadi
|
n =

dan jari-jari kumparan-
nva c. lnduksi magnetik di titik P vang terletak pada sumbu solenoida
dan disebabkan oleh elemen solenoida sepanjang J\ adalah:
2
sin
2
níc
Jß J
r
µ
o o
0
=
(5-1O)
o adalah sudut antara r dan \ sehingga
sin cosec
sin
c c
r c
r
o o
o
= = = =
2
cotan cotan cosec
\
\ c J\ c J
c
o o o o = = = = = ~
Besarnva induksi magnetik di P oleh seluruh panjang kawat solenoida
dengan mensubstitusikan harga r dan J\ ke dalam Persamaan (5-10) adalah
2
O
1
sin
2

ß Jß J
o
o
µ
o o = = ~
í í
( ) cos cos
2

ß
µ
o o
0
2 1
= ~ (5-11)
]ika solenoida tersebut sangat panjang sehingga
1
o ~ O dan
2
o
~ 1oO,
besar induksi magnetik di pusat solenoida adalah
atau
í|
ß ín ß
µ
µ
0
0
= =

(5-12)
Besar induksi magnetik di ujung solenoida dengan
1
o ~ O dan
2
o
~ 9O
adalah
atau
2 2
ín í|
ß ß
µ µ
0 0
= =

(5-13)
(a)
P
d
D
x
a
P C
A
F
o
r
Gambar 5.12
(a) Solenoida yang dialiri
arus listrik; (b) Penampang irisan
membujur solenoida.
(b)
Sebuah solenoida vang panjangnva ~ 2 m dan jari-jari r ~ 2 m memiliki oOO lilitan,
solenoida tersebut dialiri arus sebesar O,5 A.
a. 1entukan induksi magnetik di ujung solenoida.
b. ]ika solenoida direnggangkan sehingga panjangnva dua kali semula, berapakah
besarnva induksi magnetik di ujung solenoida tersebut'
]awab:
a. lnduksi magnetik di ujung solenoida ditentukan dengan menggunakan
Persamaan (5-13), vaitu
( )( )
7
5 O
oOO
1 1O Wb/Am O, 5 A
2m
1 1O 1
2 2
t
ín
ß
¬
µ
¬
~
~
( \
×
| |
\ !
= = = ×
Contoh 5.4
Tokoh
Hans Oersted
(1777–1851)
Hans Oersted adalah seorang ahli
Fisika berkebangsaan Denmark. Pada
tahun 1819 ia menemukan
hubungan mendasar antara
kemagnetan dan kelistrikan.
Percobaannya menunjukkan
terjadinya pembelokan pada jarum
kompas ketika didekatkan dengan
kawat berarus. Fenomena ini dikenal
dengan elektromagnetisme.
Sumber: www.allautobiographies.com
Medan Magnetik 113
P
P P
I I
I
Tes Kompetensi Subbab A
Kerjakanlah dalam buku latihan.
1. 1entukan arah medan magnetik di titik P pada gambar
berikut.
a. b. c.
2. Sebuah kawat lurus berarus listrik diletakkan me-
manjang pada arah utara-selatan. ]ika arus mengalir
pada kawat dari utara ke selatan, tentukan arah medan
magnetik di titik P vang berjarak r di atas kawat tersebut.
3. Pada gambar berikut.
Penghantar vang berarus listrik berhimpitan dan
searah dengan sumbu-\ positif. 1entukan arah medan
magnetik di titik A dan B.
x– x+
A
z
B

I
y+
y –
1. ]ika induksi magnetik di pusat kawat lingkaran vang
berarus í dan berjari-jari c adalah ß, tentukan induksi
magnetik di titik P pada gambar berikut.
a.
b.
5. Sebuah kumparan kawat berdiameter 1O cm terdiri atas
2OO lilitan. 1entukan besar arus vang mengalir melalui
kumparan itu jika besar induksi magnetik di pusat
kumparan 5 × 1O
-3
Wb/m
2
.
6I
2I
a
2a
3a
9I
P
2a
I
P
Kata Kunci
• medan magnetik
• garis gaya magnetik
• fluks magnet
• kaidah tangan kanan
• hukum Biot-Savart
• solenoida
• toroida
• induksi magnetik
a
lingkaran arus
B
Gambar 5.13
Toroida yang dialiri arus listrik.
b. ]ika panjangnva dijadikan dua kali semula, ~ 1 m sehingga induksi magnetik
di ujung solenoida menjadi
( )( )
7
5 O
oOO
1 1O Wb/Am O, 5 A
1 m
2 1O 1
2 2
t
ín
ß
¬
µ
¬
~
~
( \
×
| |
\ !
= = = ×
6. Induksi Magnetik di Sumbu Toroida
T·r·|Jc adalah kumparan vang dilengkungkan sehingga sumbunva
membentuk sebuah lingkaran. ]ika toroida dialiri arus listrik, akan timbul
garis-garis medan magnetik berbentuk lingkaran di dalam toroida tersebut.
Besarnva induksi magnetik di titik P vang berada di pusat sumbu
toroida adalah
µ =
O
ß ín (5-11)
Nilai n adalah jumlah lilitan (|) persatuan keliling lingkaran ( 2 a ¬ )
sehingga Persamaan (5-14) dapat ditulis sebagai berikut.
O
2

ß
c
µ
¬
=
(5-15)
Keterangan:
c ~ jari-jari toroida (m)
| ~ jumlah lilitan
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 114
B. Gaya Magnetik
Di Kelas Xl, Anda telah mengetahui bahwa jika penghantar vang
dialiri arus listrik dan ditempatkan di daerah medan magnetik,
penghantar tersebut akan mengalami gava. Oava vang dialami penghantar
tersebut dinamakan zcsc mczne(|| atau zcsc L·ren(z.
Perhatikan Cambar 5.14. Seutas kawat dengan panjang

vang dialiri
arus listrik í ditempatkan di dalam medan magnetik ß vang arahnva tegak
lurus menembus bidang kertas. Kawat tersebut akan melengkung karena
pengaruh gava magnetik. Besarnva gava magnetik vang dialami oleh kawat
berarus listrik di dalam medan magnetik berbanding lurus dengan kuat
arus, panjang kawat penghantar, kuat medan magnetik, dan sinus sudut
antara arah arus dan arah induksi magnetik. Secara matematis, besar
gava magnetik dapat dituliskan sebagai berikut.
sin í ßí 0 =
(5-16)
Keterangan:
í ~ gava magnetik (N)
í ~ kuat arus listrik (A)
ß ~ induksi magnetik (1)
0
~ sudut vang dibentuk oleh í dengan ß
~ panjang kawat penghantar
Dalam bentuk vektor, Persamaan (5-16) dapat ditulis sebagai berikut.
I ~ (I × B) (5-17)
1. Menentukan Arah Gaya Magnetik
Anda telah mengetahui bahwa jika seutas kawat vang memiliki
panjang dialiri arus listrik I dan ditempatkan di dalam medan magnetik
B, akan timbul gava magnetik. Besarnva gava magnetik (I) pada kawat
berarus dapat ditentukan dengan menggunakan Persamaan (5-17). Akan
tetapi, bagaimanakah cara menentukan arah dari gava magnetik. Untuk
mengetahuinva, lakukanlah Aktivitas Iisika berikut ini.
Gambar 5.14
Seutas kawat berarus I berada di
ruang yang dipengaruhi medan
magnetik B sehingga timbul
gaya magnetik (F) pada kawat
tersebut.
I
F












Gambar 5.15
Penghantar panjang berarus
listrik I di dalam medan
magnetik homogen B.
I
B
0

Aktivitas Fisika 5.2
Gaya Magnetik
Tujuan Percobaan
Mengamati gaya magnetik
Alat-Alat Percobaan
1. Aluminium foil 4. Sebuah sakelar
2. Sebuah magnet U 5. Dua buah penjepit
3. Sebuah baterai
Langkah-Langkah Percobaan
1. Susunlah peralatan tersebut, seperti pada gambar berikut.
pita
aluminium
penjepit
sakelar
– +
sebelum
sakelar ditutup,
pita aluminium
dalam keadaan
mendatar
F
P
sakelar
Q
– +
Medan Magnetik 115
2. Tutuplah sakelar agar arus listrik mengalir melalui pita aluminium.
3. Apakah yang terjadi dengan pita aluminium tersebut?
4. Ubahlah polaritas dari baterai, kemudian amati yang terjadi pada pita
aluminium.
5. Balikkan posisi kutub magnet U, kemudian amati yang terjadi pada pita
aluminium.
6. Apakah kesimpulan Anda dari kegiatan ini?
F
B
F
I
Gambar 5.17
Arah gaya magnetik sesuai dengan
kaidah tangan kanan.
Perhatikan Cambar 5.16. ]ika kawat penghantar vang dialiri arus
listrik í diletakkan di dalam daerah medan magnetik ß, kawat tersebut
akan mengalami gava magnetik í vang arahnva seperti ditunjukkan pada
gambar tersebut sehingga kawat akan melengkung ke atas.
Akan tetapi, jika polaritas baterai dibalik, kawat akan melengkung
ke bawah akibat dari gava magnetik vang arahnva ke bawah. Begitu pula
halnva jika arah induksi magnetik diubah dengan cara mengubah posisi
magnet U, arah dari gava magnetik bergantung pada arah arus listrik (í)
dan arah medan magnetik (ß).
Dalam menentukan arah gava magnetik vang dialami kawat berarus listrik
di dalam medan magnetik dapat digunakan kaidah tangan kanan berikut ini.
l||c (e|ctc| (cnzcn |cncn J||u|c seJem|||cn se||nzzc |eemtc( ¡cr| scnz
J|rctc(|cn menun¡u| crc| meJcn mczne(|| ß Jcn ||u ¡cr| menun¡u| |e crc|
crus ||s(r||, crc| J·r·nz (e|ctc| (cnzcn menun¡u||cn crc| zcsc mczne(|| í
scnz J|c|cm| ·|e| |cuc( |ercrus (perhatikan Cambar 5.17).
]adi, arah gava magnetik dengan kaidah tangan kanan menunjukkan:
a. ibu jari sebagai arah arus (í),
b. arah gava magnetik keluar dari telapak tangan (í),
c. sudut 0 adalah sudut vang dibentuk oleh ibu jari (í) dengan jari
vang lainnva (ß).
Gambar 5.16
Gaya magnetik yang dialami kawat
penghantar berarus listrik.
S U
B
Ion bermuatan dari Matahari
mendekati Bumi dan masuk ke
atmosfer menuju daerah kutub
pada umumnya dikatakan adanya
pengaruh medan magnetik Bumi.
Kadang-kadang kejadian ini
menimbulkan fenomena yang
disebut aurora borealis atau cahaya
utara di daerah lintang utara.
Charged ions approach the Earth from
the Sun and enter the atmosphere
mainly near the poles, sometimes
causing a phenomenon called the
aurora borealis or northern lights in
northern latitudes.
Informasi
untuk Anda
Information for You
Penghantar PÒ vang panjangnva ~ 3 m dan
induksi magnetik ß ~ 21 terletak pada bidang datar,
keduanva membentuk sudut 0 ~ 6O satu sama
lain. ]ika gava magnetik í vang bekerja pada
penghantar besarnva 3 N dengan arah seperti pada
gambar, tentukan besar dan arah arus listrik vang
mengalir pada penghantar itu.
]awab:
Dengan menggunakan kaidah tangan kanan, diperoleh arah arus dari P ke Ò. Sesuai
dengan Persamaan (5-16), diperoleh
sin í ßí 0 = = 3 N ~ (2 1) (í) ( 3 m) sin 6O
( )( )
3 N 1 1
3
1
3 3
2 1 3 m 3
2
í í - = = = =
]adi, kuat listrik adalah
1
3
3
- mengalir dari P ke Ò.
P
F
Q
B

0
Contoh 5.5
2. Gaya Magnetik pada Muatan yang Bergerak
]ika muatan listrik ¡ bergerak dengan kecepatan t dalam medan
magnetik homogen ß, akan timbul gava magnetik pada muatan tersebut.
Anda tentu mengetahui bahwa hubungan antara muatan (¡) dan kuat
Sumber: Physics for Scientist and Engineers
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 116
arus (í) adalah
¡
í
(
=
sehingga Persamaan (5-16) dapat dinvatakan
menjadi
sin
¡
í ß
(
0 =
lintasan vang ditempuh muatan dalam selang waktu ( sama dengan
besar kecepatan, vaitu

t~
(
sehingga besar gava magnetik pada muatan
listrik vang bergerak dapat dinvatakan dengan persamaan
sin í ß¡t 0 = (5-1o)
Keterangan:
t ~ besar kecepatan muatan (m/s)
0
~ sudut apit antara kecepatan t dan medan magnetik ß.
Partikel bermuatan vang bergerak tegak lurus terhadap medan
magnetik ß akan mengalami gava magnetik vang arahnva selalu tegak
lurus terhadap arah kecepatan. Dengan demikian, gava magnetik
berfungsi sebagai gava sentripetal sehingga gerak partikel merupakan
gerak melingkar beraturan seperti tampak pada Cambar 5.1S (lngat
fungsi gava sentripetal pada gerak melingkar).
Berdasarkan Persamaan (5-1S), untuk = 0 ° 9O , gava magnetik
dinvatakan dengan persamaan
í ¡tß = (5-19)
Partikel bermuatan bergerak melingkar karena mendapatkan gava
sentripetal, vaitu gava magnetik. Menurut Hukum ll Newton pada gerak
melingkar beraturan, besarnva gava dapat dituliskan sebagai berikut.
_
í ~ mc
s
= ß¡t ~
2
t
m
r
mt
r
ß¡
=
(5-2O)
Keterangan:
r ~ jari-jari lintasan (m)
ß ~ induksi magnetik (1)
m ~ massa partikel (kg)
¡ ~ muatan partikel (C)
t ~ kecepatan linear partikel (m/s)
Bagaimanakah cara mengukur massa sebuah partikel bermuatan (ion)'
Untuk mengukur massa sebuah partikel bermuatan (ion) dapat digunakan
spektroskop massa. Perhatikan Cambar 5.19 vang mengilustrasikan
sebuah spektroskop massa.
Partikel bermuatan (ion) ÷¡ dihasilkan oleh penghasil ion setelah
timbul medan listrik akibat beda potensial V. lon tersebut meninggalkan
tempat S, kemudian masuk ke dalam ruang vang di dalamnva terdapat
medan magnetik homogen ß melalui sebuah celah. Medan magnetik ß
menvebabkan ion bergerak setengah lingkaran dengan jari-jari r di dalam
ruang tersebut.
Besarnva energi kinetik ion pada saat muncul dan mulai bergerak
sama dengan nol. Akan tetapi, setelah ion bergerak dan sampai di posisi
akhirnva, ion tersebut memiliki energi kinetik sebesar
2
1
.
2
mt lon bergerak
B
Gambar 5.18
Gaya yang dialami muatan
bergerak dalam medan
magnetik.
R
F
v
A
Gambar 5.19
Pengukuran massa ion
menggunakan spektroskop massa.
x
r
+q
S

+
B

V
Medan Magnetik 117
karena adanva perubahan potensial di dalam spektroskop sebesar -V. Òleh
karena muatan vang bergerak adalah muatan positif (ion÷), perubahan
energi potensial vang terjadi akibat gerakan ion tersebut adalah
A = ~
t
í ¡V
Berdasarkan Hukum Kekekalan lnergi Mekanik
A + A =
~ =
2
O
1
O
2
| t
í í
mt ¡V
=
2¡V
t
m
(5-21)
Persamaan (5-21) adalah persamaan vang menvatakan besarnva
kecepatan ion di dalam spektroskop. Dengan mensubstitusikan
Persamaan (5-21) ke Persamaan (5-20) maka akan diperoleh
=
=
2
mt
r
¡ß
m ¡V
r
¡ß m
=
1 2mV
r
ß ¡
(5-22)
Perhatikan kembali Cambar 5.1S, \ ~ 2r, maka
= =
2 2
2
mV
\ r
ß ¡
Dengan demikian, besarnva massa ion (partikel bermuatan) dapat
dinvatakan dengan persamaan
=
2 2
o
ß ¡\
m
V
atau =
2 2
2
ß ¡r
m
V
(5-23)
Sebuah partikel bermuatan 5µC berada dalam medan magnetik homogen ß ~ 1O
-2
1.
]ika kecepatan partikel tegak lurus medan magnetiknva dan lintasan partikel berupa
lingkaran dengan jari-jari 1O cm, tentukan besarnva momentum partikel.
]awab:
Diketahui: ¡ ~ 5µC ~ 5 × 1O
-6
C,
ß ~ 1O
-2
1,
n ~ 1O cm ~ O,1 m.
Dengan menggunakan Persamaan (5-20), akan diperoleh
= = =
mt
n mt ¡ßn
ß¡
Dengan demikian, momentum partikel adalah:
í ~ mt ~ ¡ßn
í ~ (5 × 1O
-6
C)(1O
-2
1)(O,1 m)
~ 2 × 1O
-o
Ns
]adi, momentum partikel tersebut adalah 2 × 1O
-o
Ns.
Contoh 5.6
Tantangan
untuk Anda
Suatu partikel bermuatan 0,04 C
bergerak sejajar dengan kawat
berarus listrik 10 A. Jika jarak antara
partikel dan kawat 5 cm, hitunglah
berapa gaya yang dialami partikel
tersebut?
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 118
Sebuah partikel bergerak di sekitar kawat berarus listrik seperti gambar berikut.
1entukan arah gava magnetik vang dialami partikel, jika
partikel tersebut:
a. proton,
b. elektron.
]awab:
Arah medan magnetik ß di atas kawat adalah keluar
bidang kertas, sedangkan di bawah kawat masuk bidang
kertas. ]adi, arah gava í diperoleh dari kaidah tangan
kanan.
a. Untuk partikel bermuatan positif, vaitu proton, arah gava í mendekati kawat.
b. Untuk partikel bermuatan negatif, vaitu elektron, arah gava í menjauhi kawat.
3. Gaya Magnetik antara Dua Kawat Sejajar
Pada dua kawat penghantar sejajar vang terpisah sejauh c dialiri arus
listrik í
1
dan í
2
. Pada Cambar 5.20(a). í
1
searah dengan í
2
, dan pada
Cambar 5.20(b), í
1
berlawanan arah dengan í
2
. 1ernvata, pada Cambar
5.20(a), kedua kawat saling mendekat atau tarik-menarik, sedangkan pada
Cambar 5.20(b), kedua kawat saling menjauh atau tolak-menolak. lni
menunjukkan bahwa antara kedua kawat timbul gava magnetik.
Gambar 5.20
Dua buah penghantar lurus
sejajar dialiri oleh arus listrik.
(a) I
1
searah dengan I
2
.
(b) I
1
berlawanan arah dengan I
2
.
garis medan
karena I
1
I
2
garis medan
karena I
2
P
Q
B
1
B
2
F
1
F
2
a
garis medan
karena I
2
garis medan
karena I
1
I
1
I
2
B
1
B
2
Q P
F
1
F
2
a
(a) (b)
I
1
Contoh 5.7
Besarnva gava timbal-balik antara kawat satu dan kawat vang lain dapat
diturunkan sebagai berikut. Pada Cambar 5.20(a), arus listrik í
1
menimbulkan
induksi magnetik ß
1
di titik í, maka besar ß
1
adalah
1
1
2
í
ß
c
µ
¬
0
=
Penghantar berarus í
2
akan dipengaruhi oleh induksi magnetik ß
1
sehingga
mengalami gava magnetik í
2
sesuai dengan persamaan
2 1 2 2
sin í ß í o =
µ µ
¬ ¬
( \
= ° = = | |
\ !

O 1 2 O 1 2
2 2 2
2
sin9O
2 2
í í í í
í í
c c
Selanjutnva, penghantar berarus í
2
menimbulkan induksi magnetik ß
2
di titik
Ò. Besarnva
µ
¬
=
O 2
2
.
2
í
ß
c
B
B
I
Medan Magnetik 119
Penghantar arus í
1
akan dipengaruhi oleh induksi magnetik ß
2
sehingga
mengalami gava magnetik sesuai dengan persamaan
í
1
~ ß
2
í
1

1
sino =
µ µ
¬ ¬
( \
= ° = = | |
\ !

O 2 1 O 1 2
1 1 1
1
sin9O
2 2
í í í í
í í
c c
Dari persamaan-persamaan tersebut, diperoleh gava per satuan panjang
untuk kedua penghantar adalah sama. Òleh karena itu, dapat disimpulkan
bahwa tcJc Juc tenz|cn(cr |urus se¡c¡cr scnz J|c||r| crus ||s(r|| c|cn (er¡cJ|
zcsc (cr||-mencr|| ¡||c |eJuc crusnsc mem||||| crc| scnz scmc, seJcnz|cn
zcsc (·|c|-men·|c| c|cn (er¡cJ| ¡||c |eJuc crus ||s(r||nsc |er|cucncn crc|.
]adi, =

1 2
1 2
í í
disebut sebagai
í

, vaitu
µ
¬
=

O 1 2
2
í í
í
c
(5-21)
]ika í
1
~ í
2
, Persamaan (5-24) dapat ditulis menjadi
µ
¬
=

2
O
2
í
í
c
(5-25)
Dua kawat sejajar vang satu sama lain berjarak 2O cm dialiri arus listrik sama besar. ]ika
antara keduanva timbul gava timbal-balik per satuan panjang sebesar 2,5 × 1O
-3
N/m,
hitunglah kuat arus pada masing-masing kawat.
]awab:
Diketahui:
c ~ 2O cm ~ O,2 m,
í

~ 2,5 × 1O
-3
N/m.
Oava per satuan panjang vang dialami kedua kawat memenuhi persamaan
( )( )
( )
2 7 2
3
1 1O Wb/Am
2, 5 1O N/m
2 2 O, 2 m
í í
í
c
µ ¬
¬ ¬
~
~ 0
×
= = × =

í
2
~ 2.5OO A
2
= í ~ 5O A
]adi, kuat arus pada masing-masing kawat adalah 5O A.
Kata Kunci
• gaya magnetik
• kaidah tangan kanan
Contoh 5.8
Tes Kompetensi Subbab B
Kerjakanlah dalam buku latihan.
1. Sebuah kawat vang panjangnva 5O cm berada tegak lurus
di dalam medan magnetik. ]ika rapat fluks magnetiknva
O,2 tesla dan arus vang mengalir melalui kawat 2O A,
tentukan gava magnetik vang dialami kawat.
2. Sepotong kawat panjangnva 2 m dan bermassa 5O g.
Kawat direntangkan horizontal memotong medan
magnetik O,O25 1 vang juga horizontal dan membentuk
sudut 3O terhadap kawat. Berapakah kuat arus vang
mengalir dalam kawat untuk mengimbangi gava
gravitasi (z ~ 1O m/s
2
)'
3. Sebuah elektron (¡ ~ -1,6 × 1O
-19
C) bergerak di
dalam suatu medan magnetik serba sama dengan
induksi magnetik O,2 tesla. Arah gerak elektron
membentuk sudut 6O terhadap arah garis medan
magnetik. ]ika elektron mengalami gava magnetik
sebesar 61 3 × 1O
-11
N, berapakah besar kece-
patannva'
1. Sebuah proton (¡ ~ -1,6 × 1O
-19
C) bergerak dengan
kecepatan 3 × 1O
-5
m/s melalui suatu medan magnetik
vang serba sama dengan induksi magnetik (ß) ~ O,2 1
dalam arah sumbu-z positif. ]ika proton bergerak pada
bidang \s dan membuat sudut 3O terhadap sudut-z
positif, tentukan besar dan arah gava magnetik vang
bekerja pada proton.
5. Sebuah proton ditembakkan sepanjang sumbu \ positif
dengan kecepatan 6,O × 1O
2
m/s. Oerak proton
melintasi medan magnetik O,O35 1. 1entukan besar arah
gava vang bekerja pada proton itu jika garis-garis gava
magnetik berarah ke (a) sumbu-\ negatif, (b) sumbu-z
positif, (c) sumbu-s negatif.
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 120
C. Aplikasi Gaya Magnetik
Penggunaan gava magnetik dalam kehidupan sehari-hari antara lain sebagai
berikut.
1. Motor Listrik
Pernahkah Anda membongkar dinamo pada kipas angin atau dinamo
pada radio (cte' Dinamo vang ada pada alat tersebut sebenarnva adalah
motor vang digerakkan oleh tenaga listrik. Motor listrik adalah alat vang
mengubah energi listrik menjadi energi kinetik (gerak). Skema motor
listrik sederhana ditunjukkan pada Cambar 5.21.
I
I
poros
arah putaran
F
B
C
B
D
F
A
k
o
m
u
t
a
t
o
r
s
i
k
a
t

k
a
r
b
o
n
Gambar 5.21
Skema motor listrik
Gambar 5.22
Skema galvanometer
F
a
F
b
I
I
pivot
U S
Kumparan ABCD diletakkan di antara medan magnetik. Sesuai dengan
kaidah tangan kanan kedua, kawat AB akan mengalami gava magnetik í
vang arahnva ke atas dan kawat CD akan mengalami gava magnetik í vang
arahnva ke bawah. ]adi, pada sisi-sisi kumparan vang berlawanan bekerja dua
gava vang sama besar, berlawanan arah, dan garis kerjanva berbeda. Kedua
gava seperti ini disebut |·te|. Òleh karena adanva kopel ini, kumparan ABCD
akan berputar searah putaran jarum jam.
Pada posisi vertikal (9O), arah gava í akan segaris kerja sehingga kopel
sama dengan nol. Akan tetapi, kumparan tidak langsung berhenti sebab
masih memiliki kecepatan awal. Selanjutnva, dihasilkan lagi kopel sehingga
kumparan dapat terus berputar. Setelah menempuh setengah putaran (1oO),
arus listrik vang melalui kawat AB dan CD berubah arah. Akibatnva, timbul
momen kopel vang arahnva berlawanan dengan momen kopel vang pertama
sehingga kumparan akan berputar kembali ke posisi semula.
Agar kumparan berputar terus-menerus, setiap ujung kumparan
dihubungkan dengan cincin belah atau |·mu(c(·r vang terbuat dari
tembaga. Setiap komutator ditekan oleh sikat-sikat karbon. Komutator
ikut berputar bersama-sama dengan kumparan, tetapi sikat-sikat karbon
tidak ikut berputar (tetap pada tempatnva). Hal ini mengakibatkan arah
arus vang melalui kawat AB dan CD berubah arah setiap setengah putaran
sehingga kumparan ABCD dapat berputar terus-menerus.
2. Galvanometer
Oalvanometer adalah komponen dasar dari amperemeter, voltmeter,
dan ohmmeter. Skema galvanometer ditunjukkan pada Cambar 5.22.
Bagian vang terpenting dari alat ukur ini adalah sebuah inti besi
lunak vang dililiti kawat sehingga membentuk kumparan vang diletakkan
di antara kutub utara dan selatan sebuah magnet.
Ketika arus listrik mengalir melalui kumparan, sisi-sisi kumparan vang
berada di dekat kutub utara dan kutub selatan magnet akan mengalami
gava vang berlawanan arah sehingga kumparan akan berputar. Akan tetapi,
Tugas Anda 5.2
Anda mengenal kipas angin, mesin
cuci, dan motor penggerak mesin
jahit. Alat-alat tersebut dihubungkan
dengan listrik arus AC. Carilah cara
kerjanya. Apakah cara kerjanya sama
dengan motor listrik yang dibahas
berdasarkan Gambar 5.21?
Medan Magnetik 121
pegas spiral akan menghambat kumparan-kumparan tersebut sehingga kumparan
hanva berputar dengan sudut tertentu vang besarnva sebanding dengan besar
arus listrik vang mengalir melalui kumparan, vaitu besar sudut vang tidak pernah
melewati batas maksimum (9O) atau kumparan hanva dapat berputar maksimum
seperempat putaran, sampai kedudukan kumparan tegak lurus terhadap medan
magnetik. Besarnva arus listrik vang mengalir melalui kumparan ditunjukkan
oleh penvimpangan jarum penunjuk skala.
3. Pengeras Suara (Loudspeaker)
Hampir semua orang mengenal pengeras suara. Pengeras suara bekerja
berdasarkan prinsip induksi magnetik vang memberikan gava magnetik
pada kawat berarus listrik, arus listrik bersumber dari generator AC
dikirimkan melalui pesawat radio atau 1V vang dihubungkan ke ujung
kabel |·uJstec|er. Kabel pada |·uJstec|er dihubungkan pada sebuah
kumparan kawat vang terpasang pada lorong |·uJstec|er. Selaput
|·uJstec|er biasanva terbuat dari bahan elastis vang dapat bergerak maju
mundur dengan bebas. Ketika arus bolak-balik dari penerima mengalir
melalui kumparan kawat, kumparan dan selaput |·uJstec|er mengalami
gava vang disebabkan induksi magnetik oleh medan magnetik permanen.
Melalui arus bolak-balik dengan frekuensi sinval audio berkisar 1.OOO Hz
selaput |·uJstec|er bergerak maju mundur pada frekuensi vang sama.
Partikel-partikel udara vang terdorong keluar oleh selaput |·uJstec|er
menimbulkan rapatan dan regangan pada udara sekitarnva sehingga
|·uJstec|er dapat mengubah energi listrik menjadi energi bunvi.
4. Kereta Api Terbang
Pernahkah Anda mendengar informasi terbaru tentang kereta api'
Di negara maju seperti ]epang telah dibuat kereta api terbang. Bentuk
kereta api terbang diperlihatkan Cambar 5.23.
]enis kereta api terbang, Maglev 1rain (Mczne(|cc||s Let|(c(|·n), meng-
gunakan prinsip gava magnetik dalam pergerakannva. Kereta api ini
bergerak tanpa menventuh lintasan dan melavang setinggi beberapa
centimeter di atas rel.
Kemampuan gava magnetik untuk menvangga gava berat kereta api
hingga dapat melavang di atas lintasan rel dan bergerak dengan kecepatan
di atas 1OO km/jam adalah akibat dinding rel vang terpasang pada kedua
sisi lintasan di sepanjang rel kereta api dilengkapi dengan kumparan-
kumparan kawat. Berdasarkan prinsip induksi elektromagnetik,
kumparan-kumparan tersebut dapat menjadi magnet dan kereta api dapat
bergerak karena adanva interaksi antara magnet-magnet pada dinding
dan magnet-magnet pada kereta. Semakin cepat laju kereta, semakin
besar induksi magnetik vang diperolehnva. Ketika posisi kereta berada
beberapa centimeter di bawah pusat magnet dinding, baik kutub utara
dan kutub selatan dinding keduanva akan mendorong kereta ke atas
vang menvebabkan kereta melavang beberapa centimeter.
Konsep gava magnetik juga banvak digunakan dalam berbagai macam
teknologi sehari-hari. Misalnva, motor listrik, tabung gambar televisi,
pengeras suara, kaset radio, printer, dan J|s| Jr|te, dengan memanfaatkan
medan magnetik vang ditimbulkan oleh magnet permanen, arus listrik,
dan muatan vang bergerak.
Sumber: Science Discovery 1, 2004
Gambar 5.23
Kereta api terbang mampu
melaju dengan kecepatan
lebih dari 400 km/jam.
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 122
D. Sifat Magnet Bahan
Bahan merupakan kumpulan atom atau molekul. Di dalam atom atau
molekul terdapat elektron bermuatan negatif. llektron mengelilingi inti
atom sehingga merupakan arus listrik vang bergerak melingkar. llektron-
elektron juga melakukan gerak rotasi vang dinamakan spin elektron.
Pada atom, spin elektron ada vang berpasangan dan ada juga vang tidak
berpasangan. Perhatikan Cambar 5.23.
Kemagnetan bahan ditentukan oleh spin elektron dan gerak elektron
mengelilingi inti. Spin elektron tidak berpasangan bersifat sebagai magnet
kecil, sedangkan spin elektron vang berpasangan tidak menimbulkan sifat
kemagnetan.
Berdasarkan tanggapan bahan terhadap suatu magnet, bahan
dikelompokkan menjadi tiga jenis, vaitu bahan |err·mczne(||, bahan
tcrcmczne(||, dan bahan J|cmczne(||.
1. Bahan Ferromagnetik
Bahan ini jika didekati magnet akan tertarik dengan kuat. Begitu
juga jika berada dalam medan magnetik akan menimbulkan kuat medan
vang besar. Dengan demikian, dikatakan bahwa bahan ferromagnetik
memiliki suset(|||||(cs t·s|(|| (kecenderungan untuk mudah menjadi
magnet), dan termec||||(cs bahan lebih besar dari udara ( ). µ µ
0
> Atom
di dalam bahan ferromagnetik mengandung banvak elektron dengan st|n
(|Jc| |ertcscnzcn sehingga mudah untuk mengumpulkan garis-garis
medan magnetik, seperti Cambar 5.25.
Bahan ferromagnetik sering digunakan untuk membuat magnet tetap,
seperti besi, nikel, kobalt, dan baja. ]ika suhu bahan dinaikkan bahkan
dapat sampai 77OC (suhu Curie), sifat ferromagnetiknva akan berubah
atau bahkan dapat hilang.
2. Bahan Paramagnetik
Bahan vang sedikit menarik garis-garis medan magnetik dinamakan
bahan paramagnetik. Perhatikan Cambar 5.26. Di dalam atomnva,
terdapat seJ|||( e|e|(r·n dengan st|n (|Jc| |ertcscnzcn sehingga bahan ini
memiliki suseptibilitas positif kecil, tetapi memiliki permeabilitas di atas
permeabilitas udara ( ). µ µ
0
> Contoh bahan ini adalah aluminium,
magnesium, wolfram, platinum, dan tembaga (ll) sulfida.
3. Bahan Diamagnetik
Bahan diamagnetik memiliki suset(|||||(cs nezc(||. llektron-elektron
dalam atomnva hampir semucnsc |ertcscnzcn sehingga medan magnetik-
nva saling meniadakan. Akibatnva, bahan diamagnetik sukar menarik
Gambar 5.24
(a) Gerak melingkar elektron
mengelilingi inti; (b) Spin elektron
tidak berpasangan; (c) Spin elektron
berpasangan.
S
S
U U
U
S
(a) (b) (c)
Gambar 5.25
Bahan ferromagnetik dalam
solenoida
Gambar 5.26
Bahan paramagnetik dalam
solenoida
Gambar 5.27
Bahan diamagnetik
dalam solenoida
S
U
S U
Medan Magnetik 123
bel
pegas baja
interuptor
(pemutar
arus)
sakelar
besi U
kumparan
Gambar 5.28
Skema rangkaian
relai magnetik
engsel
rangkaian kedua
solenoida
sakelar
armatur
(lempengan)
inti besi
Tabel 5.1
Suhu Curie Beberapa Bahan
lerromagnetik
No. Bahan
Suhu Curie
(ºC)
1. Oadolinium 116
2. Nikel 35o
3. Besi 77O
1. Kobalt 113
Gambar 5.29
Skema rangkaian
bel listrik
garis-garis gava magnetik dari luar sepeti ditunjukkan pada Cambar 5.27.
Bahan ini memiliki permeabilitas lebih kecil dari permeabilitas udara
( ). µ µ
0
< Contohnva seng, perak, emas, bismut, dan perak.
4. Suhu Curie
Sifat kemagnetan bahan ferromagnetik dapat berubah. ]ika dipanaskan
sifat ferromagnetik suatu bahan akan hilang dan berubah menjadi bahan
paramagnetik, jika suhu bahan dinaikkan melebihi suatu nilai tertentu
disebut suhu Curie. Pada Tabel 5.1 disajikan suhu Curie dari beberapa
bahan ferromagnetik.
5. Penerapan Bahan Ferromagnetik
a. Relai Magnetik (Penghubung)
ne|c| magnetik adalah sebuah alat vang menggunakan prinsip
elektromagnetik dalam sebuah rangkaian untuk menghidupkan rangkaian
vang lain. Alat ini terdiri atas inti besi lunak vang dililit oleh sebuah
kumparan (solenoida) di sekelilingnva. Sebuah armatur (lempengan)
berbentuk l terbuat dari plat baja vang dapat bergerak bebas dalam
rangkaian ditempatkan, seperti tampak pada Cambar 5.2S.
Ketika sakelar terhubung, arus segera mengalir dalam rangkaian
pertama melalui sebuah kumparan solenoida. Akibatnva, inti besi lunak
menjadi bersifat magnetik vang dapat menarik armatur. Ujung bagian
atas armatur terangkat dan menutup sakelar penghubung pada rangkaian
kedua. Selanjutnva, arus pada rangkaian pertama diteruskan ke rangkaian
kedua. Relai magnetik banvak digunakan pada hubungan telepon dan
s(cr(|nz m·(·r (kendaraan).
b. Bel Listrik
Bahan ferromagnetik juga biasa digunakan pada bel listrik. Pada
rangkaian bel listrik, inti besi dililit kawat dengan tujuan memperkuat
medan magnetik di sekitarnva. Rangkaian bel listrik sederhana ditunjukan
seperti Cambar 5.29.
Ketika sakelar ditekan, arus listrik mengalir dari sumber tegangan
menuju pegas baja dan mengalir ke kumparan kawat vang melilit pada
magnet U. Arus listrik vang mengalir pada kumparan menvebabkan induksi
elektromagnetik pada besi U sehingga bersifat magnet dan menarik besi
lunak vang melekat pada pegas baja. Akibatnva, pegas baja memukul bel
sehingga bel berbunvi. Pada saat vang sama ketika bel berbunvi, hubungan
antara interuptor dan sumber tegangan terputus sehingga besi U tidak
bersifat magnet lagi dan pegas baja kembali ke keadaan semula. Kemudian,
sumber tegangan kembali berhubungan dengan interuptor dan proses vang
sama terjadi kembali.
Sumber: Physics for Scientists and
Engineers, 3rd Edition, 2000
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 124
Rangkuman
1. Medan magnetik adalah daerah di sekitar magnet di
mana magnet-magnet lain atau benda-benda
magnetik vang diletakkan dalam daerah ini masih
dipengaruhi magnet tersebut.
2. lluk magnetik adalah banvaknva garis medan
magnetik vang dilingkupi oleh suatu luas daerah
tertentu dalam arah gerak lurus.
cos ß- 0 d =
dengan 0 adalah sudut antara ß dan garis normal n
pada bidang.
3. Hans Christian Òersted menemukan fakta bahwa di
sekitar kawat berarus listrik terdapat medan magnetik.
Arah medan magnetik di sekitar kawat berarus dapat
ditentukan dengan kaidah tangan kanan.
1. Hukum Biot-Savart menvatakan bahwa besarnva
induksi magnetik di sekitar kawat berarus listrik:
a. berbanding lurus dengan kuat arus listrik,
b. berbanding lurus dengan panjang elemen
penghantar,
c. berbanding terbalik dengan kuadrat jarak antara
kawat berarus dengan titik medan magnetik
vang diukur,
d. berbanding lurus dengan sinus sudut apit antara
arah arus dan garis jarak dari kawat berarus ke
titik medan magnetik vang diukur.
Secara matematis dirumuskan sebagai berikut.
2
sin íJ
Jß |
r
0
=

5. Besarnva induksi magnetik pada beberapa bentuk
kawat adalah sebagai berikut.
a. Pada sekitar kawat lurus
,
2
í
ß
c
µ
¬
0
= dengan c jarak dari kawat berarus ke
titik medan magnetik.
b. Pada pusat kawat melingkar
,
2
í|
ß
c
µ
0
= dengan | jumlah lilitan kawat.
c. Pada pusat solenoida
,
í|
ß
µ
0
=

dengan panjang solenoida.
d. Pada sumbu toroida
.
2
|
ß
c
µ
¬
0
=
6. Oava magnetik adalah gava vang dialami kawat
berarus ketika berada di dalam medan magnetik. Arah
gava magnetik dapat ditentukan dengan mengguna-
kan kaidah tangan kanan. Secara matematis, arah
gava magnetik dapat ditulis sebagai berikut.
I ~ sin , ßí 0 dengan 0 sudut vang dibentuk antara
dengan ß.
7. Pada muatan vang bergerak dalam medan magnetik
bekerja gava magnetik dan gava sentripetal vang sama
besar. Secara matematis, ditulis sebagai berikut.
2
atau
mt mt
ß¡ t r
r ß¡
= =
o. Pada dua kawat berarus vang sejajar bekerja gava
magnetik. Oava tarik-menarik terjadi jika arus pada
kedua kawat arahnva sama. Oava tolak-menolak
terjadi jika arus pada kedua kawat arahnva ber-
lawanan. Secara matematis besar gava tersebut adalah
1 2
2
í í
í
c
µ
¬
0
·
=

9. Aplikasi gava magnetik terdapat pada motor listrik,
galvanometer, pengeras suara, relai magnetik, bel
listrik, dan lain-lain.
1O. Berdasarkan tanggapan suatu bahan terhadap suatu
magnet, bahan dikelompokkan menjadi tiga jenis,
vaitu bahan ferromagnetik, bahan paramagnetik, dan
bahan diamagnetik.
I
B
Medan Magnetik 125
Peta Konsep
Setelah Anda mempelajari materi bab ini, Anda tentu
dapat memahami bahwa medan magnetik dihasilkan
dari magnet permanen dan kawat berarus. Anda tentu
memahami juga pengaruh medan magnetik pada kawat
berarus serta pemanfaatan fenomena tersebut dalam
Refleksi
teknologi. Dari materi yang ada pada bab ini, bagian
manakah yang menurut Anda sulit dipahami? Coba Anda
diskusikan dengan teman atau guru Fisika Anda. Selain
itu, coba Anda cari manfaat dan aplikasi lain dari materi-
materi bab ini.
Medan Magnetik
Oava Magnetik
aplikasinva pada
Kawat Berarus listrik
Maglev Pengeras Suara Oalvanometer Motor listrik Spektrometer Massa
pada
Magnet Permanen llektromagnetik
Magnet Batang Magnet U
Kawat 1oroida Kawat Solenoida Kawat Melingkar Kawat lurus
Hukum Biot-Savart
pada pada pada pada
membahas induksi
elektromagnetik
berdasarkan
terdiri atas
pada
menimbulkan
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 126
Tes Kompetensi Bab 5
A. Pilihlah salah satu jawaban vang paling tepat dan kerjakanlah pada buku latihan.
1. Kawat berarus listik memanjang dari barat ke timur.
]ika arah arus listrik pada kawat tersebut dari barat,
arah medan magnetik pada titik-titik vang berada di
atas kawat akan menuju ke ....
a. atas d. selatan
b. bawah e. barat
c. utara
2. Arus listrik mengalir sepanjang kawat listrik tegangan
tinggi dari selatan ke utara. Arah medan magnetik
vang diakibatkan arus listrik di atas kawat tersebut
adalah ....
a. selatan d. barat
b. utara e. tenggara
c. timur
3. Sebuah penghantar vang dialiri arus listrik í menim-
bulkan induksi magnetik ß di suatu titik vang berjarak
c dari penghantar seperti tampak pada gambar berikut.
]ika kuat arusnva diperbesar menjadi 2í, dan jarak
dari penghantar menjadi 3c, induksi magnetiknva
menjadi ....
a.
2
3
ß d. 3 ß
b.
3
2
ß e. 6 ß
c. 2 ß
1. Dua kawat sejajar, kawat pertama dialiri arus í ~ 2 A
ke atas seperti pada gambar.
Agar induksi magnetik di titik P sama dengan nol, arus
vang mengalir pada kawat kedua adalah ....
a. 6 A ke atas
b. 6 A ke bawah
c.
2
3
A ke atas
d.
2
3
A ke bawah
e.
3
2
A ke atas
5. Dua kawat vang lurus dan panjang terpisah pada jarak
2c. Kedua kawat dialiri arus vang sama besar dengan
arah berlawanan. lnduksi magnetik di tengah-tengah
antara kedua kawat adalah ß. lnduksi magnetik di
titik vang berjarak c dari kawat pertama dan berjarak
3c dari kawat kedua adalah ....
a. O d. 2ß
b.
1
3
ß e. 3ß
c.
1
2
ß
6. Segitiga ABC sama kaki dan siku-siku di titik C. Arus
listrik mengalir pada titik A dan B secara tegak lurus
pada bidang gambar sesuai dengan tanda dan
dengan í
-
~ í
ß
~ 5 A.
Besar induksi magnetik di titik C jika AC ~ BC ~ 2 cm
dan
O
µ ~ 1¬ × 1O
-7
Wb/Am adalah ....
a. 5 × 1O
-5
1
b. 5 × 1O
-9
1
c. 1O
-1
1
d. 5 × 1O
-5
2 1
e. 5 × 1O
-9
2 1
7. Sebuah kawat vang berbentuk lingkaran terdiri atas
2O lilitan. ]ari-jari lingkaran ~ 1O cm. Agar induksi
magnetik di pusat lingkaran sama dengan 1¬ × 1O
-3
1,
besar arus listrik vang harus diberikan adalah ....
a. 1 A d. 5O A
b. 5 A e. 1OO A
c. 1O A
o. Besarnva induksi magnetik di P karena pengaruh
kawat berupa lingkaran dengan | ~ 1O A, \ ~ 6 cm,
dan c ~ o cm adalah ....
a. 1,2o¬ × 1O
-7
Wb/m
2
b. 6,1O¬ × 1O
-7
Wb/m
2
c. 1,2o¬ × 1O
-6
Wb/m
2
d. 6,1O¬ × 1O
-6
Wb/m
2
e. 1,2o¬ × 1O
-5
Wb/m
2
I
1
a
B
P
I
1
I
2
4
d 3
4
d
C
A B
I
A
= 5A I
B
= 5A
a
i
x
P
r
Medan Magnetik 127
9. Dua buah kawat vang satu melingkar dan vang lain
lurus. Kedua kawat hampir berimpit di titik P. Kawat
melingkar berarus listrik - dan berjari-jari 2 cm, sedang-
kan kawat lurus berarus listrik 6 A dengan arah seperti
pada gambar.
Besar induksi magnetik di pusat lingkaran Ò akibat
dua arus tersebut adalah ....
a. 2 × 1O
-5
1 d. o × 1O
-5
1
b. 1 × 1O
-5
1 e. 25 × 1O
-5
1
c. 6 × 1O
-5
1
1O. Kawat berupa setengah lingkaran seperti gambar
berikut memiliki jari-jari c.
lnduksi magnetik di titik P memenuhi persamaan ....
a.
O
2
í
ß
c
µ
¬
=
b.
O
2
í
ß
c
µ
=
c.
O
1
í
ß
c
µ
¬
=
d.
O
1
í
ß
c
µ
=
e.
O
í
ß
c
µ
¬
=
11. Arus listrik pada kawat tidak berhambatan seperti pada
gambar berikut.
]ika jari-jari lingkaran adalah c, besar induksi magnetik
di titik pusat lingkaran ....
a. nol d.
O
1
í
c
µ
¬
b.
O
2
í
c
µ
¬
e.
O
1
í
c
µ
c.
O
2
í
c
µ
12. Arus listrik sebesar 2A mengalir dalam penghantar
berbentuk lingkaran berjari-jari 3 cm, dan terletak pada
bidang horizontal. 1itik P terletak pada sumbu lingkaran
pada jarak 1 cm dari pusatnva. ]ika dilihat dari P, arah
arus itu sesuai dengan arah putaran jarum jam, besar
dan arah induksi magnetik di titik P adalah ....
a. 2,5O¬ × 1O
-5
1 ke atas
b. 3,O1¬ × 1O
-7
1 ke bawah
c. 1,5O¬ × 1O
-7
1 ke bawah
d. 3,11¬ × 1O
-7
1 ke atas
e. 2,oo¬ × 1O
-6
1 ke bawah
13. Suatu solenoida vang panjangnva 2 m, terdiri atas oOO
lilitan, dan jari-jari 2 cm dialiri arus listrik sebesar O,5 A.
Besar induksi magnetik di ujung solenoida adalah ....
a. 1¬ × 1O
-o
1
b. o¬ × 1O
-7
1
c. 1¬ × 1O
-5
1
d. o¬ × 1O
-5
1
e. 2¬ × 1O
-1
1
11. Sebuah solenoida memiliki panjang 2O cm dan terdiri
atas 5O lilitan. ]ika induksi magnetik di tengah-tengah
solenoida ~ 2¬ × 1O
-1
1, arus vang mengalir pada
solenoida adalah ....
a. 2 × 1O
-2
A
b. 1 × 1O
-2
A
c. 2 A
d. 1 A
e. 1O A
15. Dalam solenoida panjang mengalir arus vang tetap.
Besar induksi magnetik di titik pusatnva adalah ß. ]ika
solenoida direnggangkan sehingga dua kali semula,
induksi magnetik di titik pusatnva menjadi ....
a.
2
ß
d.
2 ß
b.
2
ß
e. 2 ß
c. ß
16. Arus listrik 15 A mengalir dalam suatu kumparan
kawat melingkar vang memiliki 3O lilitan dan jari-jari
2O cm. lnduksi magnetik di pusat kumparan tersebut
adalah ....
a. 1,1¬ × 1O
-1
1
b. 1,1¬ × 1O
-3
1
c. 1,5¬ × 1O
-3
1
d. 1,5¬ × 1O
-1
1
e. 5¬ × 1O
-3
1
17. 1oroida dengan jari-jari 5 cm terdiri atas 75O lilitan. Arus
listrik vang mengalir pada toroida agar induksi magnetik
vang terjadi di dalam toroida 1,o × 1O
-3
1 adalah ....
a. O,3 A d. 1,o A
b. O,6 A e. 2,5 A
c. 1,O A
I I
I
2
I
1
P
O
P
a
I
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 128
1o. Sebuah solenoida panjang memiliki 5 lilitan per cm
panjang. Ketika O,o A mengalir melalui solenoida
tersebut, induksi magnetik pada sebuah titik vang
terletak pada sumbu solenoida jika titik tersebut berada
di tengah-tengah solenoida adalah ....
a. 1,6¬ × 1O
-1
Wb/m
2
b. 1,6¬ × 1O
-5
Wb/m
2
c. 5¬ × 1O
-1
Wb/m
2
d. 5¬ × 1O
-3
Wb/m
2
e. 2,5¬ × 1O
-1
Wb/m
2
19. Sepotong logam penghantar vang panjangnva O,2 m dan
massanva O,Oo kg digantungkan pada atap ruangan
melalui dua utas tali tanpa bobot sehingga logam
penghantar tergantung horizontal seperti tampak pada
gambar berikut.
Di dalam ruangan terdapat medan magnetik dari
atap ke lantai dengan induksi magnetik ß ~75 m1.
]ika kuat arus vang mengalir í ~ 1O A, logam
penghantar akan menvimpang sehingga membentuk
sudut 0 terhadap vertikal. 1entukanlah besar sudut
0 adalah ....
a. 3O d. 53
b. 37 e. 6O
c. 15
2O. Pada dua buah kawat sejajar vang masing-masing dialiri
arus listrik vang sama besar, timbul gava vang besarnva
2 × 1O
-7
N. ]arak antara kedua kawat itu 1 m. Besar
arus vang mengalir dalam setiap kawat adalah ....
a.
1
8
A d. 1 A
b.
1
4
A e. 2 A
c.
1
2
A
21. Suatu kawat horizontal AB vang panjang terletak di
atas meja. Kawat CD sepanjang 3O cm terletak vertikal
di atas kawat AB dengan ujung C dan D bebas
bergerak seperti tampak pada gambar.
Arus listrik vang mengalir melalui sistem kawat adalah
í ~ 5O A dengan arah vang sesuai dengan notasi pada
gambar. ]ika kawat CD memiliki massa per satuan
panjang 5 × 1O
-3
kg/m dan kawat CD dalam keadaan
seimbang, ketinggian | adalah ....
a. O,5 cm d. 2,5 cm
b. 1 cm e. 5 cm
c. 2 cm
22. Besar kuat medan magnetik di suatu titik vang letaknva
sejauh r dari suatu pengantar lurus vang dialiri arus í
adalah sebanding dengan ....
a. í d.
í
r
b. rí e.
í

c.
r
í
23. Pada gambar tampak bahwa kawat lurus PÒ sangat
panjang dan dilalui arus listrik í
1
~ 1O A dan kawat
persegipanjang abcd dilalui arus í
2
~ 5 A.
Resultan gava vang dialami kawat persegipanjang abcd
dalam | µ adalah ....
a. 2O d. 1oO
b. 6O e. 22O
c. 12O
21. Partikel bermuatan ¡ bergerak dengan laju tetap
memasuki medan magnetik dan medan listrik secara
tegak lurus (medan listrik tegak lurus medan magnetik).
Apabila besar induksi magnetik O,2 1 dan kuat medan
listrik 6 × 1O
1
V/m, laju gerak partikel adalah ....
a. 2 × 1O
5
m/s
b. 3 × 1O
5
m/s
c. 1,2 × 1O
5
m/s
d. 2 × 1O
6
m/s
e. 3,2 × 1O
6
m/s
25. Sebuah elektron (m ~ 9 × 1O
-31
kg, dan ¡ ~ 1,6 × 1O
-19
C)
dari keadaan diam dipercepat oleh beda potensial o kV.
llektron kemudian masuk dalam magnet homogen
ß ~ 3 × 1O
-3
1 secara tegak lurus. ]ari-jari lintasan
elektron dalam medan magnetik tersebut ....
a. 1o cm
b. 16 cm
c. 11 cm
d. 12 cm
e. 1O cm
S
B
U
I
0
10 cm
1 cm
Q
I
1
I
2
a b
d c
20 cm
P
h
D C
A
I
B
I
Medan Magnetik 129
26. Dua buah partikel massanva m
1
: m
2
~ 2 : 1 dan
muatannva ¡
1
: ¡
2
~ 2 : 1. Kedua partikel tersebut
bergerak melingkar dalam bidang vang tegak lurus
medan magnetik homogen. ]ika besar momentum
kedua partikel itu sama, perbandingan jari-jari orbit
partikel-partikel itu r
1
: r
2
, adalah ....
a. 1 : 1 d. 1 : 2
b. 2 : 1 e. 1 : 1
c. 1 : 1
27. Sebuah parikel bermuatan listrik bergerak masuk ke
dalam medan magnetik sedemikian rupa sehingga
lintasannva berupa lingkaran dengan jari-jari 1O cm. ]ika
partikel lain bergerak dengan laju 1, 2 kali partikel
pertama, jari-jari lingkarannva 2O cm. lni berarti bahwa
perbandingan antara massa per muatan partikel pertama
dan partikel kedua adalah ....
a. 3 : 5 d. 5 : 6
b. 1 : 5 e. 5 : 1
c. 1 : 2
2o. Sebuah elektron dengan kecepatan t di dalam medan
magnetik vang induksi magnetiknva ß. ]ika t ada dalam
bidang \s membentuk sudut 6O dengan sumbu \
dan ß sejajar dengan sumbu s, lintasan elektron
berbentuk ....
a. garis lurus sejajar sumbu s
b. garis lurus sejajar sumbu \
c. lingkaran sejajar sumbu s
d. lingkaran sejajar sumbu \
e. spiral dengan sumbunva sejajar sumbu s
29. Sebuah partikel bermuatan listrik bergerak memasuki
ruang vang mengandung medan listrik dan medan
magnetik saling tegak lurus dan juga tegak lurus pada
kecepatan partikel. ]ika besar induksi magnetik ~ O,1 1
dan kuat medan listrik ~ o × 1O
1
V/m, dan partikel
bergerak lurus, kecepatan partikel tersebut adalah ....
a. 1 × 1O
5
m/s
b. 2 × 1O
5
m/s
c. 5 × 1O
5
m/s
d. 3,2 × 1O
5
m/s
e. 5 × 1O
6
m/s
3O. Sebuah medan magnetik O,1 1 ternvata dapat
membelokkan gerak muatan listrik 5 C berkecepatan
5 × 1O
1
m/s sehingga memiliki lintasan berbentuk
lingkaran dengan jari-jari 2 cm. Massa ion tersebut
adalah ....
a. O,o × 1O
-6
kg d. O,1 × 1O
-1
kg
b. O,o × 1O
-1
kg e. O,5 × 1O
-1
kg
c. O,1 × 1O
-6
kg
B. ]awablah pertanvaan berikut ini dengan tepat.
1. 1entukan arah induksi magnetik di titik P, Ò, dan R
dari gambar-gambar berikut.
a.
b.
c.
2. Sepotong kawat vang lurus panjang berarus listrik 1 A.
Di mana titik vang memiliki induksi magnetiknva 2 ×
1O
-5
Wb/m
2
'
3. Dua buah kawat (a dan b) lurus panjang terletak sejajar.
Kawat tersebut dialiri listrik vang berlawanan arah
masing-masing 1O A dan 5 A. Perhatikan gambar.
Hitung induksi magnetik di titik P vang berjarak 1O cm
dari kawat a dan o cm dari kawat b.
I
P
I Q
R I
1. 1iga buah kawat PÒR lurus panjang, berarus listrik
dangan arah sama í
í
~ í
n
~ 2A dan í
Ò
~ 1 A, PÒ
±
ÒR , jarak PÒ ~ ÒR ~ 1 cm seperti tampak pada
gambar.
Hitunglah induksi magnetik di titik Ò.
5. Dua kawat A dan B lurus panjang berjarak 1O cm satu
sama lainnva, berarus listrik seperti tampak pada gambar.
a. Di titik manakah medan magnetik memiliki harga
nol'
b. 1entukan jarak titik itu terhadap kawat.
P
b
a
I
a
= 10 A
I
b
= 5 A
10 cm
Q
P
R
4 cm
4 cm
O
P R
A B
I
1
= 5 A I
2
= 5 A
= 8 cm
b = 10 cm
a
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 130
6. Sebuah kawat berarus listrik.
1entukan arah medan magnetik ß di titik P, Ò jika:
a. arus dari kiri ke kanan,
b. arus dari kanan ke kiri.
7. Sebuah titik dari udara berjarak 5 cm dari sebuah kawat
lurus dan panjang vang mengalirkan arus 3O A. Berapa
rapat fluks magnetik (induksi magnetik) di titik itu'
o. lnduksi magnetik sebuah titik vang berada pada jarak
1O cm dari kawat panjang berarus O,O1 Wb/m
2
. Berapa
arus vang mengalir dalam kawat'
9. Dua buah kawat panjang lurus dan sejajar berada pada
jarak 6O cm, masing-masing dialiri arus sebesar 2 A dan
3 A. Hitunglah besar induksi magnetik di titik P vang
berada di tengah-tengah kedua kawat, jika arah arus
pada kawat sama.
1O. Dua buah kawat panjang lurus, dan sejajar berada pada
jarak 2O cm, masing-masing dialiri arus 3 A dan 1 A,
berlawanan arah. Di mana letak titik P vang memiliki
induksi magnetik nol'
11. Sebuah kawat berbentuk lingkaran dengan jari-jari
21 cm. ]ika pada kawat diberikan arus sebesar 12 A,
hitunglah induksi dari titik P vang berada:
a. di pusat lingkaran,
b. di sumbu pusat lingkaran vang berada pada jarak
1o cm dari pusat lingkaran.
12. Sebuah kawat dibentuk menjadi
3
1
lingkaran dengan
jari-jari 1O cm. Hitunglah induksi titik P vang berada di
pusat lingkaran apabila arus vang mengalir pada kawat
2O A.
13. Dua buah lingkaran masing-masing berdiameter 12 cm,
diletakkan vertikal sejajar di satu sumbu pada jarak
o cm. Arus vang diberikan pada jarak o cm. Arus vang
diberikan pada kedua lingkaran sama, vaitu 12 A.
Berapa besarnva induksi titik P vang berada di tengah-
tengah sumbu jika:
a. arah arus pada kedua lingkaran sama,
b. arah arus pada kedua lingkaran berlawanan.
11. Sebuah solenoida panjangnva 25 cm dan jumlah lilitan
kawatnva 2OO lingkaran. ]ika arus vang diberikan pada
solenoida 2O A, hitunglah induksi magnetik di pusat
solenoida tersebut.
15. Sebuah solenoida panjangnva 1 m, jari-jarinva 5 cm,
dan jumlah lilitannva 5OO. ]ika solenoida dialiri arus
listrik, dihasilkan fluks magnetik di dalamnva sebesar
O,OOO296 Wb, berapa arus vang ada dalam solenoida'
16. Sebuah solenoida panjangnva 1 m, diameter 16 cm,
dan jumlah lilitannva 1OO. ]ika dialirkan arus listrik
sebesar o A, berapa fluks magnetik di ujung solenoida'
17. Sebuah toroida memiliki jari-jari dalam 2O cm dan jari-
jari luar 3O cm terdiri atas sejumlah lilitan kawat. ]ika
arus vang diberikan sebesar 16 A, dihasilkan induksi
magnetik pusat sebesar O,OO16 Wb/m
2
, berapa jumlah
lilitan kawat toroida tersebut'
1o. Sepotong kawat vang dialiri arus listrik dengan arah ke
barat diletakkan dalam medan magnetik vang arahnva
ke atas. Ke mana arah gava vang dialami kawat tersebut'
19. Suatu penghantar lurus vang panjangnva 2O cm berarus
listrik 5 A, diletakkan dalam medan magnetik dengan
induksi magnetik 1 Wb/m
2
. ]ika penghantar itu
mengapit sudut 6O terhadap medan magnetik, berapa
gava vang bekerja pada kawat'
2O. Sebuah toroida terdiri atas 1.OOO lilitan, jari-jari dalamnva
n
1
~ 25 cm dan jari-jari luarnva n
2
~ 75 cm. Besar
induksi magnetik di titik pusat toroida o × 1O
-7
Wb/m
2
.
Berapa arus vang mengalir pada toroida'
P
Q
Induksi Elektromagnetik 131
memformulasikan konsep induksi Faraday dan arus bolak-balik, keterkaitannya,
serta aplikasinya.
Setelah mempelajari bab ini, Anda harus mampu:
menerapkan konsep kelistrikan dan kemagnetan dalam berbagai penyelesaian
masalah dan produk teknologi.
Hasil yang harus Anda capai:
Induksi
Elektromagnetik
A. Gejala Induksi
Elektromagnetik
B. Aplikasi Induksi
Elektromagnetik
Faraday
C. Arus dan Tegangan
Listrik Bolak-balik
Pada Bab 5, Anda telah mempelajari medan magnet vang ditimbulkan
oleh kawat berarus listrik. Oejala ini telah diamati oleh Hans Christian
Oersted pada 1o19. 1ahukah Anda bahwa perubahan medan magnet
dapat menimbulkan arus listrik.
Oejala ini dimanfaatkan untuk menghasilkan listrik vang digunakan
untuk berbagai keperluan. Sebagai contoh, seperti tampak pada gambar,
sebuah generator raksasa digunakan sebagai sumber listrik. Oenerator
ini memanfaatkan gejala induksi elektromagnetik. Apakah induksi
elektromagnetik itu' Adakah pemanfaatan lain dari induksi elektromag-
netik selain generator' Besaran-besaran apa saja vang terlibat dalam
induksi elektromagnetik' ]awaban atas pertanvaan-pertanvaan tersebut
dapat Anda temukan dalam bab ini. Òleh karena itu, pelajarilah bab ini
dengan baik.
131
Generator listrik mampu mengubah energi kinetik menjadi energi listrik
melalui proses induksi elektromagnetik.
Bab
6
Sumber: Physics Today, 1989
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 132
Sebelum mempelajari konsep Induksi £lektromagnetik, kerjakanlah soal-soal berikut dalam buku latihan.
Tes Kompetensi Awal
1. Pada materi bab sebelumnva Anda telah mengenal
Òersted dengan penemuannva tentang arus listrik.
Bagaimanakah hasil eksperimennva' Mungkinkah
fenomena kebalikannva terjadi' Siapakah vang
membuktikannva'
2. Menurut Anda, mengapa transformator selalu di-
hubungkan dengan arus bolak-balik' Apa vang akan
terjadi jika transformator dihubungkan pada arus
searah'
3. 1ahukah Anda ada berapa jenis transformator ber-
dasarkan fungsinva'
1. Apakah perbedaan kapasitor dan induktor berdasar-
kan jenis arus vang dapat melaluinva'
A. Gejala Induksi Elektromagnetik
1. Pengertian Induksi Elektromagnetik
Hans Christian Oersted telah berhasil membuktikan bahwa arus
listrik dapat menimbulkan medan magnetik. Dua belas tahun kemudian
setelah penemuan Òersted, seorang ahli fisika bernama Michael Iaradav
(1791-1o67) pada 1o31, melalui serangkaian eksperimen vang dilakukan-
nva, berhasil menemukan fakta kebalikannva bahwa meJcn mczne(|| Jctc(
men|m|u||cn crus ||s(r||. Oejala ini dinamakan |nJu|s| e|e|(r·mczne(|| atau
|m|cs e|e|(r·mczne(||, atau sering pula disebut |nJu|s| ícrcJcs. Perhatikan
Cambar 6.1.
Cambar 6.1 menunjukkan peralatan sederhana seperti vang diguna-
kan oleh Michael Iaradav. Ketika batang magnet digerakkan menuju
kumparan dan menjauhi kumparan, jarum galvanometer bergerak/me-
nvimpang. Artinva, dalam kawat penghantar mengalir arus listrik.
Berdasarkan fakta tersebut, dapat disimpulkan bahwa ¡||c se|uc|
|umtcrcn menzc|cm| teru|c|cn ¡um|c| zcr|s-zcr|s zcsc mczne(|| ì||u|s
mczne(||), tcJc u¡unz-u¡unz |cuc( |umtcrcn (|m|u| zcsc zerc| ||s(r|| (zz|).
]ika ujung-ujung kumparan ini dihubungkan dengan rangkaian tertutup,
pada rangkaian tersebut akan mengalir arus listrik. Arus vang mengalir
tersebut dinamakan arus induksi. Adapun ggl pada ujung-ujung kawat
disebut ggl induksi.
Gambar 6.1
Induksi elektromagnetik
(a) ketika magnet diam, jarum
galvanometer juga diam, (b) ketika
magnet dimasukkan ke dalam
kumparan, jarum galvanometer
bergerak ke kanan, dan (c) ketika
magnet dikeluarkan dari dalam
kumparan, jarum galvanometer
bergerak ke kiri.
(a)
(b)
(c)
Aktivitas Fisika 6.1
Induksi Elektromagnetik
Tujuan Percobaan
Mengamati arus induksi
Alat-Alat Percobaan
1. Kumparan
2. Galvanometer
3. Magnet batang
Langkah-Langkah Percobaan
1. Susunlah peralatan seperti gambar berikut.
kumparan magnet
galvanometer
Induksi Elektromagnetik 133
2. Hukum Faraday
Ogl induksi dihasilkan dari proses induksi elektromagnetik. Ogl
induksi timbul jika ada perubahan fluks medan magnet ( Ad ) di dalam
kumparan. Ogl induksi inilah vang menvebabkan mengalirnva arus listrik
induksi pada suatu rangkaian tertutup.
Besarnva ggl induksi bergantung kepada faktor-faktor sebagai berikut.
a. Lc¡u teru|c|cn ||u|s meJcn mczne( Jc|cm |umtcrcn. Semakin besar
laju perubahannva, semakin besar pula ggl vang dihasilkan.
b. lum|c| ||||(cn |umtcrcn. Semakin banvak jumlah lilitan kumparan,
semakin besar pula ggl vang dihasilkan.
Berdasarkan hasil eksperimen vang dilakukannva, Iaradav menvusun
Hukum laradav. Hukum ini vang menvatakan bahwa zcsc zerc| ||s(r||
|nJu|s| se|cnJ|nz Jenzcn |c¡u teru|c|cn ||u|s meJcn mczne( scnz (er¡cJ| J|
Jc|cm |umtcrcn. Pernvataan Hukum laradav ini dapat dinvatakan dalam
bentuk persamaan sebagai berikut.
|
(
r
Ad
~
A
(6-1)
Keterangan:
r ~ ggl induksi (V)
( A ~ selang waktu (s)
Ad ~ perubahan fluks magnetik (Wb)
| ~ jumlah lilitan
Òleh karena cos ß- 0 d , Persamaan (6-1) dapat dinvatakan dalam
persamaan berikut.
cos ß-
|
(
0
r
A
~
A
(6-2)
Keterangan:
ß ~ kuat medan magnetik (Wb/m
2
)
- ~ luas bidang kumparan (m
2
)
0 ~ sudut antara arah induksi magnetik dan arah normal bidang
kumparan
Berdasarkan Persamaan (6-2) dapat dipahami bahwa ggl induksi
atau arus induksi dapat terjadi akibat:
a. perubahan kuat medan magnetik,
b. perubahan luas bidang kumparan vang ditembus oleh medan magnetik.
2. Siapkan magnet batang, kemudian dekatkan pada kumparan, dan diamkan.
Catat hasil pengamatan Anda.
3. Gerakkan magnet mendekati kumparan atau masukkan ke dalam kumparan.
Amati jarum galvanometer dan catat hasil pengamatannya.
4. Diamkan magnet batang di dalam kumparan. Amati jarum galvanometer dan
catat hasil pengamatannya.
5. Gerakkan magnet batang dengan arah menjauhi kumparan atau keluar
kumparan, amati jarum galvanometer, dan catat hasil pengamatannya.
6. Balikkan polaritas magnet batang, lakukan lagi percobaan langkah 2 dan
langkah 5. Catat hasil pengamatannya.
7. Tulis kesimpulan Anda tentang kegiatan ini.
Gambar 6.2
Garis-garis gaya magnetik yang
membentuk sudut 0 terhadap
garis normal.
Tokoh
Michael Faraday
(1791–1867)
Michael Faraday adalah seorang ahli
Fisika, ahli Kimia, dan ahli Filsafat
berkebangsaan Inggris, tepatnya
lahir di Newington Butts, Surey, pada
tahun 1971. Ia bersama-sama dengan
Joseph Henry menemukan
fenomena induksi elektromagnetik.
Penemuan ini merupakan kebalikan
dari penemuan Oersted, yaitu dari
medan listrik dapat menghasilkan
arus listrik.
Sumber: www.allbiographies.com
0
B
A
garis
normal
I
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 134
Tantangan
untuk Anda
Bagaimana pengaruh perubahan
lilitan terhadap ggl induksi?
Sebuah magnet digerakkan menjauhi kumparan vang terdiri atas 1OO lilitan. Dalam
waktu O,O1 s, fluks magnetik vang menembus kumparan berkurang dari 7 × 1O
-5
Wb
menjadi 2 × 1O
-5
Wb. Berapa ggl vang diinduksikan pada ujung-ujung kumparan'
]awab:
Diketahui:
| ~ 1.OOO lilitan,
( A ~ O,O1 s,
Ad ~ 2 × 1O
-5
Wb - 7 × 1O
-5
Wb
~ -5 × 1O
-5
Wb.
5
5 1O Wb
1OO 1, 25 V
O, O1 s
|
(
r
~
Ad
~
A
( \ ~
~
| |
\ !
]adi, ggl vang diinduksikan adalah1,25 V.
Contoh 6.1
3. Ggl Induksi karena Perubahan Luas Bidang Kumparan
Sesuai dengan Hukum laradav, setiap kali suatu batang konduktor
bergerak dalam medan magnetik hingga memotong garis-garis gava
magnetik, akan timbul ggl induksi. Ogl induksi dapat terjadi akibat
perubahan luas bidang kumparan vang ditembus oleh medan magnetik.
Perhatikan Cambar 6.3. Medan magnet homogen dengan rapat garis
gava ß dan tegak lurus masuk bidang kertas. ]ika penghantar PÒ digerak-
kan ke kanan dengan kecepatan t sejauh \, akan terjadi perubahan garis
gava vang dilingkupi oleh batang konduktor PÒ dengan rangkaian kawat
U. Perubahan luas per satuan waktu akibat pergeseran batang konduktor
PÒ memenuhi persamaan berikut.

J- J \ J\
t
J( J( J(

Dengan demikian, ggl induksi memenuhi persamaan berikut.


J J -ß J-
| | | ß | ß t
J( J( J(
r
d
~ ~ ~ ~
(6-3)
1anda negatif menunjukkan arah induksi elektromagnetik berlawanan
dengan arah penvebab terbentuknva induksi. Untuk penvederhanaan
penulisan, seringkali tanda negatif tidak ditulis. Untuk kumparan vang
terdiri atas satu lilitan (| ~ 1), persamaannva menjadi:
ß t r
(6-1)
Òleh karena kawat berbentuk U dan batang konduktor PÒ
membentuk rangkaian tertutup, pada kawat tersebut akan mengalir arus
induksi (í).
Arah arus induksi vang diperlihatkan pada Cambar 6.4 dapat
ditentukan dengan menerapkan Hukum lenz vang menvatakan bahwa
jika arah induksi magnet ß menuju ke dalam bidang kertas dan arah t
Gambar 6.3
Penghantar PQ digerakkan
dengan kecepatan v di dalam
medan magnet homogen B.
B
R
P
Q

v
x
I
Gambar 6.4
Gerak elektron dalam batang
konduktor bergerak di atas
medan magnet.
v
F
v
e
Induksi Elektromagnetik 135
ke kanan, muatan negatif pada batang konduktor PÒ akan mendapat
gava ke bawah. Arah arus listrik sesuai dengan arah muatan positif
sehingga arah arus induksi dalam batang konduktor adalah dari Ò ke P.
Òleh karena arah arus induksi dalam batang konduktor dari Ò ke P,
sedangkan arah induksi magnetik ß ke dalam bidang kertas, akan timbul
gava magnetik í vang arahnva ke kiri. Anda dapat membuktikannva
menggunakan kaidah tangan kanan. Besarnva gava magnetik tersebut
memenuhi persamaan
í ß í
(6-5)
Anda perhatikan kembali Cambar 6.3. Dalam kawat U mengalir
arus listrik (í) akibat adanva beda potensial ( V A ) di antara titik P dan
Ò. Besarnva beda potensial tersebut sama dengan besarnva ggl induksi
pada batang konduktor.
Berdasarkan Hukum Òhm, besarnva kuat arus listrik vang mengalir
pada kawat U adalah sebagai berikut.
V ß t
í
n n n
r A


(6-6)
Menurut Hukum Kekekalan lnergi, energi vang digunakan untuk
memindahkan muatan di dalam batang konduktor PÒ sama dengan
energi vang digunakan untuk memindahkan muatan pada kawat U. Òleh
karena itu, kuat arus vang mengalir dalam kawat U sama dengan kuat
arus induksi vang mengalir pada batang konduktor PÒ. Dengan demikian,
Persamaan (6-6) dapat disubstitusikan ke dalam Persamaan (6-5),
sehingga diperoleh persamaan baru sebagai berikut.

ß t
í ß
n

2 2
ß t
í
n

(6-7)
Keterangan:
í ~ gava lorentz (N)
t ~ kecepatan (m/s)
ß ~ kuat medan magnet (Wb/m
2
)
~ panjang penghantar (m)
n ~ hambatan ( O)
Para teknisi ini sedang memasang
generator pada instalasi pembangkit
listrik di Meksiko. Bagian yang
terlihat di sini adalah stator, yang
tidak bergerak. Selanjutnya, ke dalam
stator itu dimasukkan rotor. Rotor
merupakan sebuah elektromagnetik
kuat yang dapat berputar dengan
kecepatan tinggi. Akibat perputaran
rotor, terjadi perubahan medan
magnetik dan membangkitkan arus
listrik pada kumparan di dalam stator.
The pisture have shown the
technician placing generator on
electrical instalation in Mexico. You
can see a part, called stator. The rotor
is put inside it. Rotor is a strong
electromagnetic device that can spin
with cause the velocity. That spin is
what cause the change of magnetic
field and generate electrical element
on coil inside stator.
Sumber: The Oxford Children’s Book of
Science, 1995
Informasi
untuk Anda
Information for You
Contoh 6.2
Kawat penghantar PÒ panjangnva 2O cm dan massanva 1O g dapat bergerak vertikal
bebas ke bawah pada kawat rangkaian. Di sekitarnva terdapat medan magnet sebesar
O,5 1 dengan arah keluar bidang kertas seperti tampak pada gambar.
Q
P
B
F
v w = mg
O 0,25 R

20 cm
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 136
Tantangan
untuk Anda
Sebuah penghantar berbentuk U
terletak di dalam daerah berinduksi
magnetik homogen B = 4 × 10
–3
T
berarah menembus bidang kertas.
Penghantar PQ sepanjang 40 cm
menempel pada penghantar U dan
digerakkan ke kanan dengan
kecepatan tetap v = 10 m/s. Hitung
ggl induksi antara ujung-ujung PQ.
arah telapak tangan
arah jari lain
arah ibu jari
F
B
I
1entukan:
a. arah arus dalam kawat penghantar PÒ,
b. kecepatan konstan kawat penghantar.
]awab:
a. Oava berat penghantar PÒ sebesar í ~ m z menvebabkan penghantar PÒ bergerak
dengan kecepatan t ke bawah. Oerak penghantar PÒ vang memotong tegak
lurus medan magnet ß menimbulkan gava lorentz í vang arahnva ke atas.
Kecepatan konstan penghantar PÒ tercapai ketika besar gava lorentz sama
dengan besar gava berat penghantar PÒ. Sesuai dengan Hukum lenz bahwa
arah arus dapat ditentukan dengan aturan kaidah tangan kanan seperti pada
gambar. Arah induksi magnetik ke luar bidang, arah gava lorentz ke atas, dan
arah arus | pada penghantar ke kiri vaitu dari Ò ke P.
b. Kecepatan konstan tercapai ketika gava lorentz sama dengan gava berat
penghantar.
Diketahui gava lorentz pada Persamaan (6-11),
2 2
ß t
í
n

sedangkan gava í ~ mz sehingga
2 2
ß t
n

~ mz
2 2
mzn
t
ß |

t ~


2
2
O, O1kg 1O m/s O, 25
O, 5 Wb/m O, 2 m
O
~ 25 m/s
]adi, kecepatan konstan kawat adalah 25 m/s.
4. Induktansi Diri
]ika sebuah kumparan dialiri arus listrik (í) vang besarnva berubah-
ubah terhadap waktu, akan timbul fluks magnetik (
m
d ) vang besarnva
juga berubah terhadap waktu. Perubahan fluks magnetik sebanding dengan
kuat arus. Secara matematis ditulis sebagai berikut.
m
í d - atau
m
L í d (6-oa)
dengan L merupakan suatu konstanta vang disebut dengan induktansi
diri kumparan tersebut. lnduktansi diri tegak lurus terhadap bentuk
geometrik kumparannva. Satuan induktansi ialah henrv (H). Bentuk
umum indikator berupa solenoida, secara langsung induktansi diri
solenoida ini dapat dihitung seperti berikut ini.
m
L
í
d
(6-ob)
Induktor adalah sebuah
elektromagnet, yaitu sebuah
kumparan kawat dengan atau tanpa
inti magnetik yang menghasilkan
magnetisme jika arus mengalir
melewatinya.
Inductor is an electromagnet, made of
wire coil with or without magnetic
core which can produce magnetism
when electric current through.
Sumber: Jendela Iptek, 1997
Informasi
untuk Anda
Sumber: www.linearmagnetics.com
Information for You
Induksi Elektromagnetik 137
Òleh karena fluks magnetik untuk | lilitan pada solenoida adalah
m
d ~ | ß - ~ n ß- ~
O
n
2
- í maka induktansi diri solenoida adalah
sebagai berikut.
L ~
O
n
2
- (6-9)
Persamaan (6-9) berlaku juga untuk induktansi diri pada pusat
toroida karena besar induksi magnet di antara keduanva sama, vaitu
sebesar
O
n

í.
]ika penampang solenoida atau toroida diisi oleh bahan vang memiliki
permeabilitas relatif
r
dimana permeabilitas bahan adalah
O r
(6-1O)
lnduktansi diri solenoida dan toroida dengan bahan tersebut adalah
2
O r
L n - L (6-11)
Keterangan:
L
|
~ induktansi diri solenoida atau toroida dengan inti bahan (H)
L
O
~ induktansi diri solenoida atau toroida tanpa inti (H)
Gambar 6.5
Sebuah rangkaian tertutup (a) saklar s
ditutup, lampu menyala dan (b) saklar s
dibuka, lampu masih menyala beberapa
saat kemudian padam.
(a)
S
S
r
r
I
L
L
P
P
(b)
Contoh 6.3
1oroida dengan luas penampang 1 cm
2
dan panjangnva 1O cm memiliki 1OO lilitan.
1entukanlah induktansi diri toroida tersebut.
]awab:
Diketahui:
- ~ 1 cm
2
~ 1 × 1O
-1
m
2
,
| ~ 1OO,
~ 1O cm ~ O,1 m,

~ 1¬ × 1O
-7
Wb/Am.
sehingga diperoleh:
L ~

2
7 1 2
2
O
1 1O Wb/Am 1OO 1 1O m
O, 1 m
| -
¬

~ ~

L ~ 61¬ × 1O
-6
H = ~ 61¬ H
]adi, induktansi diri toroida adalah 61¬ H.
Suatu rangkaian vang terdiri atas sebuah kumparan (induktor) L,
sebuah lampu P, dan sumber tegangan r vang dilengkapi dengan sebuah
saklar S, tampak pada Cambar 6.5. Ketika saklar dihubungkan, lampu
tidak segera menvala maksimum, tetapi ada jeda waktu sesaat. Pada saat
arus diputuskan pada saklar penghubung, lampu tidak segera padam,
tetapi ada jeda waktu sesaat. Perhatikan Cambar 6.5(b). Peristiwa ini
menunjukkan timbulnva arus induksi vang disebabkan oleh adanva
perubahan fluks magnetik pada induktor L.
Perubahan arus pada sebuah kumparan dapat menimbulkan ggl
induksi vang besarnva berbanding lurus dengan cepatnva perubahan kuat
arusnva. Secara matematis, pernvataan vang dikemukakan pertama kali
oleh ]oseph Henrv ini dituliskan sebagai berikut.

L
J(
r ~
(6-12)
Pembahasan Soal
Kuat arus listrik dalam suatu
rangkaian tiba-tiba turun dari 10 A
menjadi 2 A dalam waktu 0,1 s.
Selama peristiwa ini terjadi, timbul
ggl induksi sebesar 32 V dalam
rangkaian. Induktansi rangkaian
adalah ....
a. 0,32 H
b. 0,40 H
c. 2,5 H
d. 32 H
e. 40 H
UMPTN 1993
Pembahasan:
Diketahui:
AI = 10 A – 2 A = 8 A
r
ind
= 32 V
r

ind
dI
L
d
32 V =
3,2 V
8 A
s
L =
3,2
8
s
V
A
= 0,4 H
Jawaban: e
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 138
Gambar 6.6
Sebuah kawat induktor
yang dialiri arus listrik.
I
a b
1anda negatif merupakan penvesuaian dengan Hukum lenz. ]ika
laju perubahan kuat arus

J(
( \
| |
\ !
konstan maka Persamaan (6-11) dapat
dituliskan sebagai berikut.
2 1
2 1
í í í
L L
( ( (
r
| | ~ A
~ ~
| |
A ~
| |
(6-13)
Keterangan:
í
1
~ kuat arus listrik pada keadaan awal (A)
í
2
~ kuat arus listrik pada keadaan akhir (A)
( A ~ (
2
- (
1
~ selang waktu perubahan kuat arus listrik (s)
Contoh 6.4
Sebuah kumparan dengan induktansi diri O,3 H dialiri arus sebagai fungsi waktu
í ~ 1O - 1(
2
, í dalam ampere dan ( dalam sekon. 1entukan ggl induksi diri vang terjadi
saat ( ~ 2 s.
]awab:
Diketahui:
L ~ O,3 H
í ~ 1O - 1(
2
Dengan menggunakan Persamaan (6-12) diperoleh
r ~

2
1O 1

L L (
J(
~ ~ ~
~ (- O,3 H)(- o()
~ (- O,3)(- o)( 2)
~ 1,o V
]adi, ggl induksi diri pada saat ( ~ 25 adalah 1,o V.
5. Energi yang Tersimpan dalam Induktor
lnduktor mampu menvimpan energi. lnergi tersebut tersimpan dalam
bentuk medan magnet. Perhatikan Cambar 6.6. ]ika sebuah induktor L
dialiri arus listrik í vang selalu berubah terhadap waktu, besarnva tegangan
antara titik c dan | adalah

c|

V L
J(

(6-11)
sehingga besarnva dava vang diberikan pada induktor adalah:
c|
Jí Jí
í íV í L Lí
J( J(
( \

| |
\ !
(6-15)
lnergi vang diberikan pada induktor diperoleh dengan meng-
integrasikan dava pada induktor sehingga diperoleh persamaan
\ í J(
í


\ L í J(
J(

í
Induksi Elektromagnetik 139
\ ~
L í Jí
í
2
1

2
\ L í
(6-16)
6. Rapat Energi dalam Bentuk Medan Magnetik
1elah diketahui besarnva induksi magnetik di pusat solenoida
memenuhi persamaan berikut.
ß ~
O
n

í atau í ~
O

ß
n
Adapun induktansi diri pada solenoida adalah L ~
O
n
2
- . ]ika nilai í
dan nilai induktansi L Anda substitusikan ke dalam Persamaan (6-16)
akan diperoleh persamaan

2
2
2
O
O O
1

2 2
ß ß V
\ n -
n

( \

| |
\ !

(6-17)
Dengan volume solenoida/toroida adalah V ~ - . ]ika rapat energi
atau energi per satuan volume kita diberi notasi L, berlaku hubungan:
2
O
2
\ ß
L
V

(6-1o)
Contoh 6.5
Sebuah solenoida memiliki jumlah lilitan sebanvak 1OO buah, panjang dan luas
penampang solenoida adalah 75 cm dan 25 cm
2
. Hitunglah:
a. induktansi diri solenoida,
b. energi vang dihasilkan pada solenoida jika arus listrik vang mengalir sebesar 1O A,
c. besar ggl induksi diri vang terjadi jika dalam waktu 5 s kuat arus berubah menjadi
2,5 A.
]awab:
Diketahui:
| ~ 1OO lilitan ,
- ~ 25 cm
2
~ 25×1O
- 1
m
2
,
~ 75 cm ~ 75× 1O
-2
m,
í ~ 1O A.
a. lnduktansi diri solenoida adalah L ~
2
| -

L ~

2
7 1 2
5
2
1 1O Wb/Am 1OO 25 1O m 1
1O H
3 75 1O m
¬
¬
~ ~
~
~

b. lnergi vang dihasilkan pada saat í ~ 1O A adalah

2
2 5 3
1 1 1 2
1O H 1OA 1O ]
2 2 3 3
\ Lí ¬ ¬
~ ~
( \

| |
\ !
c. Besar OOl induksi diri jika arus berubah menjadi 2,5 A adalah
5 5
1 1OA 2, 5A
1O H 2 1O V
3 5 s

L
J(
r ¬ ¬
~ ~
~ ( \( \
~ ~ ~
| || |
\ !\ !
Tantangan
untuk Anda
Sebuah kumparan (solenoida)
memiliki induktansi 500 mH.
Hitunglah besar induksi ggl yang
dibangkitkan dalam kumparan itu
jika ada perubahan arus listrik dari
100 mA menjadi 40 mA dalam waktu
0,01 s secara beraturan.
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 140
Kata Kunci
• gaya gelak listrik (ggl)
• induksi elektromagnetik
• Hukum Faraday
• fluks medan magnetik
• Hukum Lenz
• gaya Lorentz
• ggl induksi diri
• kumparan primer
• kumparan sekunder
• induktansi silang
Gambar 6.8
Perubahan arus pada kumparan
1 akan memengaruhi arus pada
kumparan 2.
I
8. Induktansi Silang
Perhatikan Cambar 6.7. 1ampak dua buah kumparan, vaitu
kumparan primer P dan kumparan sekunder S vang berdekatan. Kumparan
primer P dihubungkan dengan sumber tegangan r dan hambatan variabel
n. Kumparan sekunder S dihubungkan dengan sebuah galvanometer (O).
]ika pada kumparan primer terjadi perubahan kuat arus, dengan
mengubah-ubah hambatan n, akan terjadi perubahan fluks magnetik pada
kumparan primer. Dengan demikian, fluks magnetik vang dilingkupi
kumparan sekunder pun akan berubah pula. Perubahan fluks magnetik
tersebut akan menimbulkan ggl pada kumparan sekunder.
Ogl vang timbul pada kumparan primer maupun kumparan sekunder
disebut |nJu|(cns| s||cnz atau |nJu|(cns| (|m|c| |c|||. Besarnva ggl induksi
vang timbul pada kumparan sekunder karena pengaruh perubahan fluks
magnetik dalam waktu J( memenuhi persamaan:
1 1
2
J Jí
| M
J( J(
r

d
~ ~
(6-19)
2 2
1 1
J Jí
| M
J( J(
r
d
~ ~
(6-2O)
]ika Persamaan (6-19) ditinjau lebih lanjut diperoleh
1 1
2 2 1 1
atau
J Jí
| M | J MJí
J( J(
d
d
Dengan metode integrasi, akan diperoleh:
2 1 1 2 1 1
| J M Jí | Mí d = d
í í
2 1
1
|
M
í
d

(6-21)
Dengan menggunakan penalaran vang sama, maka dari Persamaan
(6-21) akan diperoleh:
1 2
2
|
M
í
d

(6-22)
Besar fluks magnetik
1
d vang ditimbulkan oleh arus listrik í
1
dengan
jumlah lilitan |
1
adalah
O 1 1
1 1
| í
-ß -

d

. ]ika nilai
1
d disubstitusi-
kan ke dalam Persamaan (6-21) diperoleh persamaan berikut.
O 2 1
| | -
M

(6-23)
Keterangan:
í
1
~ kuat arus listrik kumparan primer (A)
M ~ induktansi silang (H)
|
2
~ jumlah lilitan kumparan sekunder
|
1
~ jumlah lilitan kumparan primer
2
d ~ fluks magnetik vang dilingkupi oleh kumparan sekunder vang di-
timbulkan oleh kumparan primer (Wb)
Gambar 6.7
Induktor silang antara
dua buah kumparan.
r
R
P
S
G
Induksi Elektromagnetik 141
Contoh 6.6
Sebuah solenoida (kumparan 1) memiliki panjang ~ oO cm dengan luas penampang
- ~ 1 × 1O
-3
m
2
dan banvak lilitan |
1
~ 2.OOO lilitan. Di sekitar pusat solenoida,
dililitkan kumparan 2 dengan banvak lilitan |
2
~ 5OO lilitan. 1entukan:
a. induktansi silang kedua kumparan,
b. ggl vang timbul pada kumparan 2 jika pada kumparan 1 mengalir arus sebesar 2 A
vang berbalik arah dalam waktu O,1 s.
]awab:
a. Dengan menggunakan Persamaan (6-23) besar induktansi silang dapat
ditentukan sebagai berikut.
M ~

7 3 2
O 2 1
1 1O Wb/Am 2.OOO 5OO 1 1O m
O, o m
| | -
¬

~ ~

~ 2 × 1O
-2
H
b. Pada kumparan 1, untuk selang waktu ( ~ O,1 s, kuat arus 2A berbalik arah,
sehingga | A ~ (-2A) ÷ (-2A) ~ -1 A. Besar ggl induksi pada kumparan 2
dapat diperoleh sebagai berikut.
2
r ~
í
M
(
A
~
A
~

3
2
2 1O H 1 A
2 1O V
O, 1 s
¬
¬
~
~
~ ~

Tes Kompetensi Subbab A
Kerjakanlah dalam buku latihan.
1. ]ika magnet permanen digerakkan memasuki kumparan
kawat vang terpasang sebuah amperemeter (alat ukur
arus), jarum amperemeter akan menvimpang dari
kedudukan setimbangnva. Besaran apakah vang
menvebabkan timbulnva penvimpangan tersebut'
Apakah vang terjadi pada jarum amperemeter jika:
a. batang magnet diam dalam kumparan,
b. batang magnet digerakkan lebih cepat,
c. batang magnet digerakkan keluar dari kumparan.
2. lluks magnetik vang memotong suatu kumparan
berkurang dari 9 Wb menjadi 3 Wb dalam waktu 3 s.
]ika kumparan terdiri atas 5 lilitan, tentukan ggl vang
dihasilkan.
3. Pada sebuah induktor dengan 5O lilitan mengalir arus
listrik vang berubah terhadap waktu, vaitu O,O5 A/s.
Dalam waktu vang sama, menimbulkan perubahan
fluks magnet vang dilingkupinva sebesar O,O1 Wb.
1entukan:
a. induksi diri kumparan,
b. ggl induksi di ujung-ujung kumparan.
1. Sepotong kawat bergerak memotong medan magnetik
homogen vang besarnva 2O 1 dan membentuk sudut
6O. ]ika luas fluks vang terpotong O,5 m
2
dalam waktu
O,5 s, tentukan ggl induksi vang timbul.
5. Kawat PÒ sepanjang 2O cm digerakkan ke kanan
dengan kecepatan 2O m/s dan memotong tegak lurus
induksi magnetik ß ~ 5 × 1O
-2
1 seperti pada gambar.
1entukan besar gava lorentz pada kawat PÒ dan arah
arusnva.
6. Dalam sebuah kumparan terdapat perubahan kuat arus
sebesar 1O A vang menimbulkan perubahan fluks
magnetik 25 Wb pada kumparan kedua vang terletak
di luar kumparan pertama. 1entukan induktansi silang
kedua kumparan jika kumparan kedua memiliki 1.OOO
lilitan.
Q
P
R = 0,5 O
v = 20 m/s
B

Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 142
sikat
karbon
cincin
luncur
arah putaran
kumparan
B. Aplikasi Induksi Elektromagnetik Faraday
Aplikasi induksi elektromagnetik laradav dalam kehidupan sehari-
hari antara lain sebagai berikut.
1. Generator
Pernahkah Anda berkunjung ke tempat Pembangkit listrik 1enaga
Air vang ada di ]atiluhur, ]awa Barat' Di sana terdapat alat listrik vang
dinamakan zenerc(·r. Oenerator adalah alat vang berfungsi mengubah
energi kinetik menjadi energi listrik. Oenerator bekerja berdasarkan
prinsip induksi elektromagnetik. 1erdapat dua jenis generator, vaitu
generator arus bolak-balik dan generator arus searah.
a. Generator Arus Bolak-Balik
Cambar 6.9 menunjukkan skema generator arus bolak-balik. Cara
kerja generator tersebut adalah sebagai berikut.
1) Kumparan vang diletakkan dalam medan magnetik diputar sehingga
mengalami perubahan jumlah garis gava magnetik. Akibatnva, terjadi
ggl induksi vang mampu menghasilkan arus listrik. Arus listrik vang
dihasilkannva berupa arus bolak-balik (AC atau -|(ernc(|nz Curren()
karena setiap karbon akan mendapatkan polaritas ggl induksi vang
berubah-ubah (kutub positif dan kutub negatif secara bergantian).
2) Untuk menvalurkan arus listrik vang diperoleh, kedua ujung kumparan
dipasangi cincin vang terpisah dan ditempelkan pada sikat karbon
vang dihubungkan dengan kabel penvalur.
b. Generator Arus Searah
Pada dasarnva, prinsip kerja generator arus searah sama dengan prinsip
kerja generator arus bolak-balik. Perbedaannva, pada generator arus
searah dipasang |·mu(c(·r berupa sebuah cincin belah. lungsi komutator
ini mengatur agar setiap sikat karbon selalu mendapatkan polaritas ggl
induksi vang tetap (sikat pertama positif dan sikat lainnva negatif).
2. Transformator (Trafo)
Trcns|·rmc(·r adalah alat vang berfungsi mengubah (menaikkan atau
menurunkan) tegangan listrik -C. Òleh karena itu, transformator dibagi
menjadi dua jenis, vaitu transformator s(et-ut dan transformator s(et-J·un.
Gambar 6.9
Skema generator arus bolak-balik
Gambar 6.10
Skema generator arus searah
kumparan
komutator
sikat karbon
arah putaran
Induksi Elektromagnetik 143
1ransformator terdiri atas kumparan primer, kumparan sekunder, dan inti
besi. Contoh transformator ditunjukkan pada Cambar 6.11.
a. Transformator Step-up
1ransformator s(et-ut berfungsi menaikkan tegangan listrik AC. Bagan
sederhana sebuah transformator s(et-ut, ditunjukkan pada Cambar 6.12.
Pada transformator step-up jumlah lilitan sekunder lebih banvak daripada
jumlah lilitan primer (|
s
>|
t
).
b. Transformator Step-down
1ransformator s(et-J·un berfungsi menurunkan tegangan listrik AC.
Bagan sederhana sebuah transformator s(et-J·un ditunjukkan pada
Cambar 6.13. Pada transformator s(et-J·un, jumlah lilitan primer lebih
banvak daripada jumlah lilitan sekunder (|
t
>|
s
).
Prinsip kerja transformator adalah sebagai berikut.
1) Kumparan primer dihubungkan dengan tegangan masukan berupa
arus bolak-balik (besar dan arahnva selalu berubah-ubah).
2) Òleh karena arus vang berubah-ubah, pada inti besi terjadi perubahan
jumlah garis gava magnetik secara terus-menerus. Akibatnva, pada
kumparan sekunder terjadi ggl induksi dan arus induksi sebagai keluaran
(·u(tu() dari transformator.
Perbandingan antara tegangan primer (V
t
) dan tegangan sekunder
(V
s
) pada transformator sama dengan perbandingan antara jumlah lilitan
primer (|
t
) dan lilitan sekunder (|
s
). Secara matematis dapat ditulis
sebagai berikut.
t t
s s
V |
V |

(6-21)
Keterangan:
V
t
~ tegangan primer (V)
|
t
~ jumlah lilitan primer
V
s
~ tegangan sekunder (V)
|
s
~ jumlah lilitan sekunder
]ika pada transformator dianggap tidak ada energi listrik vang ber-
ubah menjadi energi bentuk lain (trafo ideal), berlaku hubungan sebagai
berikut.
dava primer ~ dava sekunder
í
p
~ í
s
atau V
p
í
p
~ V
s
í
s
(6-25)
Keterangan:
í
t
~ dava primer (W)
í
s
~ dava sekunder (W)
í
t
~ arus primer (A)
í
s
~ arus sekunder (A)
Gambar 6.11
Transformator
Gambar 6.12
Bagan transformator step-up
primer
N
p
sekunder
N
s
Gambar 6.13
Bagan transformator step-down
Sumber: PHYWE, 1989
primer
N
p
sekunder
N
s
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 144
Aktivitas Fisika 6.2
Membuat Transformator
Tujuan Percobaan
Membuat transformator step-up.
Alat-Alat Percobaan
1. Kawat tembaga kira-kira 1 m
2. Sumber tegangan 12 V (AC)
Langkah-Langkah Percobaan
1. Susunlah peralatan seperti gambar berikut.
2. Lilitkan 10 lilitan kawat pada bagian kiri inti besi, sebagai kumparan primer.
Kemudian, sebanyak 20 lilitan pada bagian karena inti besi yang lain, sebagai
kumparan sekunder. Hubungkan dengan sumber tegangan.
3. Catat besar tegangan yang terbaca pada voltmeter.
4. Teruskan menambah 10 lilitan pada kumparan sekunder hingga menjadi 50
lilitan. Amati dan catat besar tegangan yang terbaca pada voltmeter.
5. Masukkan data hasil pengamatan Anda pada tabel. Kemudian, buatlah grafik
tegangan sekunder terhadap jumlah lilitan sekunder.
6. Berikan kesimpulan Anda dari kegiatan ini.
kumparan
inti besi
voltmeter
No
1.
2.
3.
4.
Jumlah Lilitan Sekunder
20
30
40
50
Data Percobaan
Besar Tegangan Sekunder
....
....
....
....
Contoh 6.7
Sebuah trafo step-down akan digunakan untuk menvalakan radio 21 V dari sumber
PlN 22O V. 1entukan:
a. perbandingan lilitan primer dan sekunder trafo tersebut,
b. jumlah lilitan primer jika lilitan sekundernva 1OO lilitan,
c. arus vang digunakan radio jika di kumparan primer terdapat arus sebesar O,1 A.
]awab:
Diketahui :
V
t
~ 22O V, |
s
~ 1OO lilitan, V
s
~ 22 V, í
t
~ O,1 A.
a. Perbandingan tegangan sebanding dengan perbandingan jumlah lilitan.
22O V
22 V
t t t
s s s
V | |
V | |
-
]adi, perbandingan |
t
: |
s
~ 1O:1
b. Berdasarkan hasil perhitungan bagian c maka:
1O
1.OOO
1OO 1
t
t
|
| -
]adi, jumlah lilitan primer 1.OOO lilitan.
c. Untuk menghitung arus listrik dapat digunakan persamaan
í
t
~ í
s
atau V
t
í
t
~ V
s
í
s
O, 1 A
22 V
1 A
22O V
t
s
s
s t s
í
V
í
í V í
- -
]adi, arus vang digunakan radio adalah 1 A.
Tantangan
untuk Anda
Anda memiliki walkman yang
menggunakan baterai 3 V.
Bagaimana caranya agar
walkman tersebut dapat
menggunakan listrik dari PLN
yang besarnya 220 V?
Induksi Elektromagnetik 145
Pada kenvataannva tidak ada transformator vang ideal. Sebagian energi
listrik berubah menjadi bentuk energi lain dalam transformator, misalnva
energi panas. ]adi, untuk transformator tidak ideal selalu berlaku dava
sekunder lebih kecil daripada dava primer (í
s

t
) sehingga efisiensinva
lebih kecil dari 1OO'.
lfisiensi sebuah transformator didefinisikan sebagai hasil bagi dava
listrik sekunder dengan dava listrik primer. lfisiensi transformator
dinvatakan dalam persen, secara matematis ditulis
1OO'
s
t
í
í
u
(6-26)
Keterangan:
u ~ efisiensi transformator
í
s
~ dava listrik sekunder
í
t
~ dava listrik primer
Contoh 6.8
Tidak ada transformator yang
efisiensinya 100% karena sebagian
energi listrik berubah menjadi
bentuk energi lain.
Ingatlah
Sebuah transformator dalam sebuah radio transistor dapat mengubah tegangan dari
22O V menjadi 9 V. ]umlah lilitan sekundernva 9O lilitan, ternvata kuat arus vang
mengalir pada radio O,1 A. ]ika efisiensi transformator tersebut oO', tentukan:
a. kuat arus listrik pada kumparan primer,
b. dava primer dan dava sekunder.
]awab:
Diketahui :
V
t
~ 22O V, |
s
~ 9O lilitan, V
s
~ 9 V, í
s
~ O,1 A.
a. 1ransformator tidak bersifat ideal, maka berlaku
1OO' 1OO'
s s s
t t t
í V í
í V í
u




9 V O, 1 A
oO' 1OO' O, O2 A
22O V
t
t
í
í
-
]adi, kuat arus listrik pada kumparan primer adalah O,O2 A.
b. Untuk menghitung dava pada setiap kumparan dapat digunakan
persamaan
í
t
~ V
t
í
t
~ (22O V)(O,O2 A) ~ 1,1 W
]adi, dava primernva adalah 1,1 W.
í
s
~ V
s
í
s
~ (9 V)(O,1 A) ~ 3,6 W
]adi, dava sekundernva adalah 3,6 W.
c. Arus Pusar pada Transformator
Perhatikan batang konduktor antara dua muka kutub elektromagnetik
seperti vang ditunjukkan pada Cambar 6.14(a). ]ika medan magnetik ß
antara muka kutub itu berubah terhadap waktu, fluks vang melalui
sembarang simpal tertutup dalam batang akan berubah juga sehingga
timbul arus. Arus ini dinamakan dengan crus eJJs atau arus pusar.
Arus pusar vang terjadi pada inti trafo merugikan sebab trafo
kehilangan energi atau davanva menjadi panas. ]ika panas ini cukup
tinggi, trafo dapat terbakar sehingga rusak.
Untuk mencegah kerugian dava, batang konduktor transformator
dibuat berlapis-lapis, seperti pada Cambar 6.14(b). Di antara lapisan
pelat logam diberi isolasi (|c|er) sehingga lingkaran arus pusar menjadi
Gambar 6.14
(a) Trafo dengan inti besi.
(b) Trafo dengan inti besi
berupa lempengan yang
terpisahkan oleh laker.
arus pusar
inti besi
kumparan
(a)
(b)
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 146
kecil. Dengan cara seperti ini, kerugian dava akibat arus pusar dapat
dikurangi.
1idak semua arus pusar bersifat merugikan, pada beberapa peralatan
vang menggunakan prinsip induksi elektromagnetik, arus pusar vang
timbul dapat menguntungkan, seperti pada rem magnetik, tungku listrik,
dan setrika listrik.
3. Transmisi Daya Listrik Jarak Jauh
1ransmisi dava listrik jarak jauh merupakan proses penvaluran dava
listrik ke tempat tujuan tertentu vang jaraknva jauh dari pusat pembangkit
listrik. listrik vang sampai di rumah-rumah penduduk adalah hasil
transmisi dava listrik jarak jauh.
Ada dua cara mentransmisikan dava listrik jarak jauh, vaitu:
1. dengan kuat arus listrik besar vang dihasilkan oleh generator,
2. dengan tegangan vang lebih tinggi dari tegangan vang dihasilkan
oleh generator.
Pada umumnva, transmisi dava listrik jarak jauh menggunakan tegang-
an tinggi. Keuntungan vang diperoleh dengan menggunakan transmisi
tegangan tinggi adalah arus listrik vang mengalir melalui kawat relatif
kecil sehingga ukuran kawat transmisi vang kecil juga dapat memberikan
anggaran biava jauh lebih ekonomis, dan dava listrik vang hilang sepanjang
kawat transmisi jauh lebih kecil sehingga diperoleh efisiensi dava listrik
vang besar.
Pada proses transmisi dava listrik jarak jauh digunakan transformator
step-up vang terdapat di pusat pembangkit vang menaikkan tegangan
hingga mencapai sekitar 15O.OOO V. Kemudian, dava listrik ditransmisikan
ke kota-kota tujuan. Di kota-kota tujuan, digunakan transformator step-
down vang dipasang di gardu-gardu listrik sehingga tegangan listrik siap
digunakan pada tegangan sekitar 22O V.
Gambar 6.15
Bagan transmisi daya listrik
jarak jauh
transmisi tegangan tinggi
generator
transformator transformator gardu listrik
rumah
pabrik
tiang listrik
pusat
pembangkit
listrik
Contoh 6.9
Sebuah generator vang dapat menghasilkan dava listrik 2O MW ditransmisikan melalui
penghantar dengan hambatan n ~ O 2O . Hitunglah persentase dava vang hilang
menjadi kalor jika:
a. tegangan vang digunakan transmisi 1O kV,
b. tegangan dinaikkan oleh trafo step up menjadi 1OO kV.
]awab:
Diketahui: í ~ 2O MW, R ~ O 2O
a. Persentase dava listrik vang hilang jika digunakan tegangan transmisi 1O kV
dapat dihitung sebagai berikut.
6
transmisi 3
2O 1O W
5OO A
1O 1O V
í
í
V

Kata Kunci
• generator
• Alternating Current
• komutator
• transformator/trafo
• transformator step-up
• transformator step-down
• efisiensi transformator
• arus pusar (arus eddy)
Sumber: Jendela IPTEK, 1995
Induksi Elektromagnetik 147
Dava vang hilang menjadi kalor (í
hilang
) adalah
í
hilang
~ í
2
n ~ (5OO A)
2
( 2O O) ~ 5 MW
Persentase
hilang
5 MW
1OO' 25'
2O MW
í
b. Dava vang hilang jika tegangan transmisi dinaikkan melalui trafo menjadi
1OO kV adalah
6
transmisi 3
2O 1O W
5O A
1OO 1O V
í
í
V

Dava vang hilang menjadi kalor (í
hilang
) adalah
í
hilang
~ í
2
n ~ (5O A)
2
( 20O) ~ 5O W
]adi, persentase
hilang
5O kW
1OO' O, 25'
2O MW
í
í
V
.
1. Sebuah transformator step-up memiliki oO lilitan pada
kumparan primernva dan 1.OOO lilitan pada kumparan
sekundernva. Kumparan primer diberi arus bolak-balik
bertegangan 12O V.
a. Berapa tegangan kumparan sekunder'
b. ]ika arus dalam kumparan sekunder 2,O A, berapa
arus vang mengalir dalam kumparan primer'
c. Berapa dava masukan dan dava keluaran
transformator'
2. Sebuah transformator dihubungkan dengan sumber
tegangan PlN 22O V dan kuat arusnva O,1 A. 1ernvata
tegangan keluarannva sebesar 22 V dan kuat arusnva
O,6 A.
Hitung:
a. efisiensi transformator,
b. perbandingan jumlah lilitan primer dan
sekunder.
3. Sebuah transformator vang dipasang pada radio
memiliki spesifikasi 12 V, terminal primernva
dihubungkan dengan sumber PlN 22O V. ]ika jumlah
lilitan sekunder transformator tersebut 36O lilitan dan
arus vang mengalir dalam radio O,o A, tentukan
a. jumlah lilitan primer,
b. kuat arus pada kumparan primer,
c. dava primer dan dava sekunder jika efisiensi
transformator 6O'.
Tes Kompetensi Subbab B
Kerjakanlah dalam buku latihan.
C. Arus dan Tegangan Listrik Bolak-balik
Arus dan tegangan listrik bolak-balik memiliki nilai vang selalu
berubah-ubah terhadap waktu secara periodik, baik besar maupun
arahnva. Besaran arus dan tegangan bolak-balik, dilambangkan dengan
. Dewasa ini, hampir semua peralatan rumah tangga dioperasikan
dengan energi listrik arus bolak-balik. Seperti Anda ketahui, perbedaan
mendasar antara arus bolak-balik dan arus searah adalah polaritasnva.
Untuk mengetahui polaritas arus searah vang selalu tetap dan arus
bolak-balik vang selalu berubah, dapat digunakan osiloskop (Cc(|·Je ncs
Òsc||·sc·te). Melalui alat ini, dapat juga diamati nilai frekuensi dan
perubahan tegangan pada setiap saat dalam bentuk grafik. Adapun untuk
mengukur nilai tegangan efektif dan kuat arus listrik efektif dapat
digunakan voltmeter AC dan amperemeter AC.
1. Sumber Tegangan Bolak-Balik (AC)
Bentuk tegangan arus AC vang terbaca pada monitor osiloskop
berubah secara periodik menurut fungsi sinus. Salah satu sumber AC,
vaitu generator arus AC. Dalam generator ada kumparan vang dapat
berputar bebas dalam medan magnet homogen.
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 148
Gambar 6.18
Pengukuran arus listrik dengan
menggunakan volmeter.
(a) (b)
Perhatikan Cambar 6.16. Òsilasi gava gerak listrik dan arus bolak-
balik dihasilkan dari sebuah kumparan vang berputar dengan laju tetap.
Pada gambar grafik tersebut, puncak dan simpul gelombang menunjukkan
kedudukan kumparan terhadap besar sudut vang ditempuhnva.
Besar ggl vang dihasilkan dari sebuah generator vang berputar
memenuhi persamaan berikut.
- |
(
r
Ad

A
atau untuk O, ( A - -
J
|
J(
r
d

karena d ~ ß - cos0 maka
cos
-
J ß-
|
J(
0
r atau
cos
-
J ß- (
|
J(
c
r (6-27)
]ika kita turunkan Persamaan (6-27) didapat
sin |ß- ( r c c
(6-2o)
Atau dapat juga dituliskan dengan
maks
sin ( r r c (6-29a)
Karena ggl induksi sama dengan beda tegangan di antara dua kutub ggl
induksi maka dapat ditulis
maks
sin V V ( c (6-29b)
Keterangan:
mc|s
r ~ gava gerak listrik maksimum (volt)
~
| ß - c
(volt)
V
mc|s
~ tegangan maksimum (volt)
d ~ fluks magnetik (Wb)
| ~ jumlah lilitan kumparan
- ~ luas bidang kumparan (m
2
)
ß ~ besarnva induksi magnetik (1)
c ~ frekuensi sudut putaran kumparan (rad/s) ~
c
(
]ika generator tersebut dihubungkan dengan rangkaian tertutup,
akan mengalir arus.
2. Alat Ukur Tegangan dan Arus Bolak-Balik
Untuk mengetahui adanva tegangan listrik pada suatu rangkaian,
salah satunva digunakan sebuah alat vang disebut (es(ten (Cambar 6.17).
Akan tetapi, testpen tidak dapat mengetahui besarnva tegangan vang
mengalir pada rangkaian tersebut. Adapun untuk mengukur nilai tegangan
dan kuat arus AC digunakan voltmeter AC dan amperemeter AC. Nilai
vang terbaca pada alat ukur ini menunjukkan harga efektif dari tegangan
dan kuat arus. Melalui Cambar 6.1S, Anda dapat memahami hasil
pengukuran arus listrik dalam sebuah rangkaian.
Gambar 6.16
Grafik tegangan dan arus listrik
bolak-balik terhadap waktu.
(a)
(b)
V
V
m
V = V
m
c sin t
T 2T
I
I
m
I = I
m
c sin t
T 2T
bagian atas yang
berlogam
bagian tengah
yang transparan
lampu
logam
Gambar 6.17
Cara pengukuran dengan testpen
Induksi Elektromagnetik 149
Gambar 6.19
Pengukuran tegangan pada
sebuah rangkaian
resistor
voltmeter
Dari pengamatan melalui osiloskop, sumbu vertikal diatur pada tegangan 3 V/cm,
Contoh 6.10
Gambar 6.20
kWh meter yang ada di rumah
digunakan untuk mengukur
daya listrik yang terpakai.
Pada Cambar 6.1S(a), terminal kutub positif dihubungkan dengan
arus maksimum O,6 A, pada amperemeter terbaca nilai arus O,5 A, sedang-
kan Cambar 6.1S(b) terminal positif dihubungkan dengan arus maksimal
3 A ternvata terbaca nilai arus 2,5 A. Pengukuran ini menunjukkan bahwa
angka vang terbaca pada alat ukur adalah nilai efektifnva. Demikian
pula dalam mengukur tegangan sebuah rangkaian seperti Cambar 6.19.
Ketika arus mengalir, jarum penunjuk voltmeter mulai berubah. Nilai
vang terbaca menunjukkan harga efektif tegangan rangkaian listrik. Anda
dapat juga mengukur kuat arus, tegangan, dan hambatan listrik baik
arus AC maupun arus DC dengan menggunakan multimeter
(Amperemeter, Voltmeter, dan Òhmmeter) dan osiloskop.
3. Nilai Efektif Tegangan dan Kuat Arus AC
Alat ukur vang digunakan untuk mengetahui jumlah dava vang
terpakai pada kebutuhan energi listrik di rumah adalah kWh meter.
Deretan angka menunjukkan besar energi listrik vang terpakai.
Perhatikan Cambar 6.20. 1ampak jelas angka vang menunjukkan
besar energi listrik vang terpakai dalam satuan kWh (|||· \c(( |·ur).
lnergi ini diperoleh dari nilai í
e|
dan V
e|
. Harga efektif arus atau tegangan
bolak-balik adalah kuat arus atau tegangan bolak-balik vang dianggap
setara dengan arus atau tegangan searah vang menghasilkan jumlah kalor
vang sama ketika melalui suatu penghantar dalam waktu vang sama.
Sebuah penghantar seperti Cambar 6.21(a) memiliki hambatan n dalam
waktu
1
2
(. Besar energi kalor vang dihasilkan oleh arus efektifnva adalah
Gambar 6.21
(a) Sebuah rangkaian dengan
hambatan R;
(b) Grafik hubungan I dengan t.
(a)
A B
I
I
m
I
ef
t
(b)
1
2
t
r r c sin
m
t
R
sedangkan selang waktu menunjukkan o ms/cm. Skala tiap kotak memiliki ukuran
1 cm × 1 cm. 1entukan:
a. tegangan maksimum,
b. frekuensi sumber.
]awab:
Diketahui: V
tt
~ 3 V/cm
a. Pada gambar terbaca tegangan puncak (V
tt
) adalah 6 cm, karena skala vertikal
3 V/cm maka
V
tt
~ 6 cm × 3 V/cm ~ 1o volt. ]adi tegangan maksimumnva adalah
V
mc|s
~
1
2
Vtt ~
1
2
(1o V) ~ 9 V
b. Periode dalam grafik 1 cm. Skala horizontal o ms/cm maka
T ~ 1 cm × o ms/cm ~ 32 ms ~ O,O32 s.
]adi, frekuensi sumber
1 1
31, 25 Hz
O, O32
| |
T
=
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 150
Ò
e|
~ í
2
e|
n
1
2
( (6-3O)
lnergi kalor vang dihasilkan dalam rangkaian arus AC memiliki nilai
vang selalu berubah secara periodik dalam waktu
1
2
T dan memenuhi
persamaan
1
2
2
O

(
-C
Ò í n J(
í
(6-31)
Persamaan (6-30) dan Persamaan (6-31) memiliki nilai vang sama
sehingga dapat diperoleh besar arus efektifnva
Ò
e|
~

Ò
-C
í
2
ef
n
1
2
( ~
1
2
2
O

(
í n J(
í
í
2
ef
n
1
2
( ~
2
maks
2
í
n
1
2
( (6-32)
dengan menggunakan cara matematika diperoleh arus efektif (í
e|
) sebagai
berikut.
í
e|
~
maks
2
í
(6-33)
Dengan cara vang sama, tegangan efektif (V
e|
) akan diperoleh persamaan:
V
e|
~ í
e|
n
V
e|
~
maks
2
V
(6-31)
Sebuah rangkaian vang dihubungkan dengan sumber listrik bolak-balik, diukur
dengan voltmeter dan menunjukkan angka 2O volt. Berapakah harga maksimum
tegangan bolak-balik sumber dan tuliskan persamaannva jika frekuensinva 6O Hz.
]awab:
Diketahui:
V
e|
~ 2O V,
| ~ 6O Hz.
a. Nilai tegangan maksimum V
maks
dihitung dengan menggunakan Persamaan
(6-34) sehingga diperoleh:
V
maks
~

V
e|
2
~

2O 2 V
b. Persamaan tegangan diperoleh dengan menggunakan Persamaan (6-29), vaitu
V~ V
maks
sinc (
~ 2O 2 sin 12O¬ (
Contoh 6.11
Tantangan
untuk Anda
Apakah yang menyebabkan
sengatan listrik, arus listrik, atau
tegangan listrik?
Induksi Elektromagnetik 151
Gambar 6.22
Grafik hubungan I dan t
I
maks
= kuat arus maksimum
I
r
= kuat arus rata-rata.
I
I
maks
I
r
t
Sebuah rangkaian arus bolak-balik memiliki harga tegangan sebagai fungsi waktu,
vaitu V ~ 5O 2 sin 5O V. Hitunglah:
a. tegangan maksimum (V
mc|s
),
b. tegangan puncak ke puncak (V
tt
),
c. tegangan efektif (V
e|
),
d. frekuensi anguler (c ),
e. periode ( T ),
f. frekuensi ( | ),
g. tegangan setelah ( ~ O,O15¬ sekon.
]awab:
Dengan menvamakan persamaan tegangan vang diketahui terhadap Persamaan
(6-29), maka diperoleh:
V ~ V
m
sinc ( = V ~ 5O 2 sin 5O (
dari persamaan tersebut diperoleh:
V ~ 5O 2 V dan c ~ 5O rad/s
a. V
m
~ 5O 2 V
b. V
tt
~ 2 V
m
~ 2 (5O 2 V) ~ 1OO 2 V
c. V
e|
~ = =
5O 2
V 5O V
2 2
m
V
d. c ~ 5O rad/s
e. c ~
¬ ¬ ¬ ¬
c
= = = =
2 2 2
s
5O 25
T
T
f. | ~
¬
=
25
Hz
í
T
g. V ~ 5O 2 sin 5O ( ~ 5O 2 sin 5O(O,O15¬ ) ~ 5O V
Contoh 6.12
1
2
t
4. Harga Kuat Arus dan Tegangan Rata-Rata
Harga kuat arus bolak-balik rata-rata adalah kuat arus bolak-balik
vang nilainva setara dengan kuat arus searah untuk memindahkan
muatan listrik vang sama dalam waktu vang sama. Perhatikan grafik
sinusoida dari arus AC selama
1
2
T sekon (Cambar 6.22).
Untuk arus searah, setelah
1
2
T (setengah periode) muatan vang
dilaluinva memenuhi persamaan:
í
Jc
~ í
r
1
2
T (6-35)
Adapun jumlah muatan vang dilalui arus bolak-balik dalam rangkaian
adalah:
í
cc
~
1
2
O
T
mc|s
í
í
sinc (J( (6-36)
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 152
Tugas Anda
Arus listrik bolak-balik dapat
diamati menggunakan osiloskop.
Bersama kelompok belajar Anda,
gunakan osiloskop yang ada di
laboratorium sekolah Anda untuk
mempelajari penggunaan
osiloskop tersebut. Catatlah hal-
hal yang Anda anggap penting.
Mintalah bimbingan guru Fisika
Anda untuk melakukan tugas ini.
Dari Persamaan (6-35) dan Persamaan (6-36) akan diperoleh per-
samaan arus rata-rata sebagai berikut.
í
r
~
1
2
O
T
mc|s
í
í
sinc (J( (6-37)
Dengan menggunakan cara matematika, diperoleh:
í
r
~
¬
2
mc|s
í
(6-3o)
Dengan penjabaran vang sama akan diperoleh persamaan tegangan
rata-rata untuk arus AC sebesar:
V
r
~
¬
2
mc|s
V
(6-39)
Keterangan:
V
r
~ tegangan rata-rata (V)
V
mc|s
~ tegangan maksimum (V)
Persamaan tegangan bolak-balik suatu rangkaian listrik memenuhi persamaan
V ~ 311 sin 5O¬ V. 1entukan tegangan rata-rata vang dihasilkan sumber tersebut.
]awab:
Diketahui: V ~ 311 sin 5O¬ V, V
mc|s
~ 311 V.
Dengan menggunakan Persamaan (6-39) diperoleh
V
r
~
¬
2
mc|s
V
~
( ) 2 311 V
3,11
~ 2OO V
Contoh 6.13
5. Diagram Fasor
Untuk mempermudah menganalisis arah tegangan dan kuat arus,
digunakan metode diagram fasor. lasor (t|cse te|(·r) adalah suatu besaran
vang dilukiskan sebagai suatu vektor vang besar sudut putarnva terhadap
sumbu horizontal sama dengan sudut fasenva ( 0 c = . lasor suatu vektor
berputar berlawanan arah jarum jam dengan kecepatan sudut c tetap
digambarkan oleh sebuah anak panah untuk menvatakan tegangan dan
kuat arus dari suatu rangkaian listrik. Pada Cambar 6.23 dapat Anda
perhatikan diagram fasor dari tegangan dan arus bolak-balik.
Sumbu horizontal pada Cambar 6.23 adalah untuk menentukan
besarnva sudut fase vang diukur dalam satuan derajat atau radian,
sedangkan sumbu vertikal untuk menentukan nilai tegangan dan kuat
arus vang merupakan besaran skalar (bukan vektor). Melalui metode
diagram fasor ini diharapkan Anda dapat memahami arah fase vektor
dengan mudah.
6. Resistor pada Rangkaian Arus Bolak-Balik
Pada Cambar 6.24 sebuah resistor murni n dipasang dalam rangkaian
tertutup arus bolak-balik. Orafik tegangan sumber vang bersifat sinusoida
akan menghasilkan arus vang juga bersifat sinusoida.
Gambar 6.23
Grafik fasor I dan V
I
m
V
m
ct
Gambar 6.24
Rangkaian arus AC dengan
hambatan murni R.
a b
I
V = V
m
sinc t
R
Induksi Elektromagnetik 153
Persamaan tegangan bolak-balik antara ujung-ujung resistor murni
n adalah
V ~ V
m
sinc ( (6-1O)
Dengan memerhatikan Hukum Ohm vang menvatakan bahwa kuat arus
vang mengalir í ~
V
n
memiliki hubungan dengan í
m
~
m
V
n
, maka besar
arus bolak-balik vang mengalir melalui rangkaian memenuhi persamaan:
í ~ í
m
sinc ( (6-11)
Perhatikan Cambar 6.25. Berdasarkan Persamaan (6-40) dan
Persamaan (6-41), arus maksimum dan tegangan maksimum memiliki
fase vang sama. Artinva, ketika posisi kumparan mencapai sudut ¬ (1oO)
tegangan dan arus vang melalui rangkaian mencapai nilai minimum. lebih
jelasnva, Anda perhatikan Cambar 6.26. Diagram fasor dari kuat arus
dan tegangannva memiliki arah vang sama.
ct
I
maks
V
maks
Gambar 6.26
Diagram fasor arus I dan
tegangan V memiliki arah
yang sama.
Gambar 6.27
Rangkaian arus bolak-balik
dipasang seri dengan sebuah
induktor murni.
Gambar 6.25
Grafik kuat arus I dan tegangan V
pada rangkaian hambatan murni,
arus I, dan tegangan V sefase.
rotasi
V
m
i
m
V = V
m
sinc t
i = i
m
sinc t
¬
2
¬ 3
2
¬ 5
2
¬ ¬ 2 ¬ 3
ct
Resistor merupakan salah satu komponen listrik vang sering digunakan. Setiap
resistor vang dijual di pasaran memiliki nilai resistansi tertentu. 1ugas Anda, buatlah
resume mengenai cara mengidentifikasi nilai sebuah resistor. Setelah membuat
resume ini, diharapkan Anda dapat mengenali resistor dan mampu menentukan
nilai resistansinva dari ciri-ciri vang dimiliki resistor tersebut. Agar lebih menarik,
sertakan gambar macam-macam resistor dalam tulisan Anda.
Mari Mencari Tahu
a b
L
I = I
m
sinc t
7. Induktor Murni pada Rangkaian Arus Bolak-Balik
Perhatikan Cambar 6.27. Sebuah induktor murni memiliki induk-
tansi diri L. Pada saat arus listrik mengalir dalam rangkaian, akan timbul
gava gerak listrik induksi (ggl) di antara ujung induktor vang besarnva
adalah:

L
J(
r = ~
Adapun beda tegangan antara ujung-ujung kumparan sebagai fungsi
waktu adalah
V ~ V
m
sinc ( (6-12)
]ika Anda perhatikan rangkaian arus bolak-balik dalam Cambar 6.2S,
rangkaian tersebut merupakan rangkaian tertutup dan berlaku Hukum
ll Kirchoff. Hukum ll Kirchoff, menvatakan bahwa
O ín r X + X =
Òleh karena dalam rangkaian tersebut resistor murni tidak ada, vaitu
nilai n ~ O, maka diperoleh persamaan kuat arus sebagai berikut.
ín ÷ í
sum|er
÷ í
|nJu|(·r
~ O
O ÷ V
m
sinc ( - L

J(
~ O

J(
~
m
V
L
sinc (
Gambar 6.28
Grafik kuat arus I dan tegangan V
pada rangkaian induktif murni.
Tegangan V mendahului arus I
sekitar 90°.
I = I
m
sinc t
V
m
i
m
¬
2
¬
¬ 2
ct
V = V
m
sin ( ct )
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 154

í
~ sin
m
V
( J(
L
c
í
í ~ ( ) - cos
m
V
(
L
c
c
í ~
( )
sin
2
m
V
(
L
¬
c
c
~
í ~
sin -
2
m
í (
¬
c
( \
| |
\ !
(6-13)
Dengan memerhatikan penurunan Persamaan (6-43) diketahui bahwa
m
m
V
í
L c
= . Menurut Hukum Òhm, L c merupakan nilai hambat induktor
vang disebut reaktansi induktif (X
L
) sehingga dapat ditulis
X
L
~c L atau X
L
~ 2¬ | L (6-11)
Keterangan:
X
L
~ reaktansi induktif ( O )
c ~ kecepatan sudut (rad/s)
L ~ induktansi diri (H)
| ~ frekuensi (Hz)
Dengan mengamati hubungan Persamaan (6-42) dan Persamaan
(6-43), diketahui perbedaan fase antara tegangan dan kuat arus vang
melalui rangkaian induktif tersebut sebesar
2
¬
. Dengan sudut fase arus
tertinggal adalah
2
¬
rad dari sudut fase tegangan.
Anda akan lebih memahami jika memerhatikan grafik tegangan
sinusoidal dan grafik arus sinusoidal terhadap waktu melalui Cambar
6.29. ]ika tegangan pada ujung-ujung rangkaian maksimum, nilai arus
dalam rangkaian akan minimum í ~ O. Sebaliknva, jika tegangan bernilai
minimum, arus vang melalui rangkaian akan maksimum í ~ í
mc|s
.
Gambar 6.29
Diagram fasor arus I dan
tegangan V. Tegangan
mendahului 90°.
V
L
I
90°
Pada sebuah rangkaian arus bolak-balik dengan frekuensi
1OO
¬
Hz dipasang induktor
sebesar O,25 H. Rangkaian ini menghasilkan arus maksimum 2 A. Hitung tegangan
maksimum induktor tersebut.
]awab:
Diketahui:
frekuensi ( | )~
1OO
¬
,
Contoh 6.14
arus maksimum (í
m
)

~ 2 A,
induktansi induktor (L) ~ O,25 H.
1egangan maksimum dapat dihitung dengan persamaan
V
m
~ X
L
í
m
~

2
m
|Lí ¬
~ ( )
( )
2 Hz O, 25 H 2 A 1OO V ¬
¬
100 ( \
=
| |
\ !
Induksi Elektromagnetik 155
8. Kapasitor pada Rangkaian Arus Bolak-Balik
Prinsip kegunaannva sama dengan induktor. Kapasitor dalam
rangkaian arus bolak-balik dipasang untuk memperoleh energi listrik vang
lebih besar. Arus listrik vang melalui kapasitor vang kapasitasnva sebesar
C selama A( akan menvebabkan kapasitor berisi muatan sebesar
A = A Ò í ( (6-15)
Adapun muatan vang tersimpan dalam kapasitor (Cambar 6.31) adalah
AÒ ~ CAV
c|
(6-16)
di mana
V
c|
~ V ~ V
m
sinc ( (6-17)
Dari kedua Persamaan (6-42) dan Persamaan (6-43) dapat diperoleh
A = A
c|
C V í (
í ~
c|
J V
C
J(
~
( ) sin
m
J V (
C
J(
c
í ~ C(O sinc ( ÷ V
m
c cos c ()
í ~ V
m
c C cos c (
í ~ í
m
cos c (
í ~ í
m
sin
2
(
¬
c
( \
+
| |
\ !
(6-1o)
Dengan memerhatikan penurunan Persamaan (6-4S), diketahui bahwa
í
m
~ V
m
c C. Menurut Hukum Òhm,
c
1
C
merupakan nilai hambatan
kapasitor vang disebut reaktansi kapasitif (X
L
) sehingga dapat ditulis
X
C
~
c
1
C
atau X
C
~
¬
1
2 |C
(6-19)
Keterangan:
X
C
~ reaktansi kapasitif ( O)
C ~ kapasitas kapasitor (l)
c ~ frekuensi sudut (rad/s)
Dengan mengamati hubungan Persamaan (6-47) dan Persamaan
(6-4S) diketahui perbedaan fase antara tegangan dan kuat arus vang
melalui rangkaian kapasitif tersebut sebesar
2
¬
. Dengan sudut fase arus
mendahului adalah
2
¬
rad dari sudut fase tegangan.
Anda akan lebih memahami jika memerhatikan grafik tegangan
sinusiodal dan grafik arus sinusiodal terhadap waktu melalui Cambar
6.32.
]ika tegangan pada ujung-ujung rangkaian maksimum, nilai arus
dalam rangkaian akan maksimum í ~ í
m
. Sebaliknva, jika tegangan
bernilai maksimum, arus vang melalui rangkaian akan minimum í ~ O.
Gambar 6.32
Diagram fasor I dan V pada
kapasitor.
Gambar 6.31
Grafik I dan V pada kapasitor
dalam rangkaian AC.
Gambar 6.30
Rangkaian kapasitor
a b
C
V = V
m
sinc t
V
i
V = V
m
sin
¬
c
( \
~
| |
\ ! 2
t
i = i
m
sinc t
V
I
90°
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 156
Tantangan
untuk Anda
Sebuah kapasitor 100 µ F
dihubungkan dengan sumber
tegangan bolak-balik. Arus yang
mengalir melalui rangkaian
memenuhi persamaan
I = 4 sin 200t A. Tuliskan
persamaan tegangan
kapasitor itu.
Sebuah kapasitor dengan C ~ 2OO µ í dipasang pada sumber tegangan bolak-balik
dengan frekuensi | ~
¬
5O
Hz. 1egangan maksimum V
m
~ 1OO V, seperti pada gambar
berikut.
Hitung arus maksimum pada kapasitor tersebut.
]awab:
Diketahui: C ~ 2OO µ í ~ 2 × 1O
-1
l, | ~
¬
5O
Hz, V
m
~ 1OO V,
c ~ 2¬ |~ 2¬
¬
5O
~ 1OO rad/s
X
C
~
c
1
C

( )( )
~
×
1
1
1OO rad/s 2 1O l
~ 5O O
Òleh karena itu, arus maksimumnva adalah í
m
~
m
C
V
X
~
1OO
5O
~ 2 A.
Contoh 6.15
V = V
m
sinc t
µ =200 c F
Tabel 6.1
Rangkaian n, L, dan C pada Rangkaian Arus Bolak-Balik
No. Rangkaian Reaktansi Sifat
Bentuk Persamaan
untuk =

sin
1. Resistor (n) n sefase í ~ í
m
sinc (
2. lnduktor ìL) X
L
~ c | í tertinggal í ~ í
m
sin
( )
2
(
¬
c ~
V sebesar ¬
1
2
rad
3. Kapasitor (C) X
C
~
c
1
C
í mendahului V í ~ í
m
sin
( )
2
(
¬
c +
sebesar ¬
1
2
rad
Tabel 6.1 menggambarkan persamaan arus vang mengalir dalam
tiap rangkaian. ]ika sumber tegangan bolak-balik dianggap sama, vaitu
V ~ V
m
sinc (.
Sebetulnva, Anda dapat menentukan terlebih dahulu persamaan arus
baru kemudian persamaan tegangannva. Misalnva, arus vang mengalir
dalam tiap rangkaian sama, í ~ í
m
sinc ( maka akan didapat persamaan
tegangan pada:
a. resistor, V ~ V
m
sinc (,
b. induktor, V ~ V
m
sin
( )
2
(
¬
c + ,
c. kapasitor, V ~ V
m
sin
( )
2
(
¬
c ~ .
Induksi Elektromagnetik 157
9. R, L, dan C Dipasang Seri dalam Rangkaian Arus Bolak-Balik
Rangkaian arus listrik bolak-balik vang memiliki hambatan murni n
dipasang seri dengan induktor L serta kapasitor C akan menghasilkan
tambahan energi listrik vang lebih besar, tetapi rangkaian n-L-C seri ini
hanva dapat digunakan untuk memperbesar dava listrik vang terbatas.
Arus maksimum dalam rangkaian memiliki nilai dan fase vang sama pada
setiap komponen. lebih jelas dapat Anda perhatikan Cambar 6.33.
]ika Anda tetapkan persamaan arus dalam rangkaian sebesar
í ~ í
m
sin
( )
( c , persamaan setiap tegangan (dengan memerhatikan diagram
fasor pada Cambar 6.34), vaitu:
V
n
~ V
nm
sinc ( (memiliki fase vang sama dengan arus í),
V
L
~ V
Lm
sin
( )
2
(
¬
c +
(mendahului fase í sebesar
¬
2
rad),
V
C
~ V
Cm
sin
( )
¬
c ~
2
(
(tertinggal fase í sebesar
¬
2
rad).
Perhatikan rangkaian n-L-C seri pada Cambar 6.34. Setiap komponen
memiliki tegangan V
n
, V
L
, dan V
C
. Secara fasor, tegangan-tegangan ini
dapat dijumlahkan sebagai berikut.
n L C
= + + V V V V (6-5O)
Òleh karena , , dan
n L C
V V V saling tegak lurus, harga V dapat di-
tentukan dengan menggunakan hitung vektor, vaitu
( ) ( )
2 2
n L C
V V V V = + ~ (6-51)
dengan memerhatikan kembali Cambar 6.45, hambatan total rangkaian
seri n-L-C vang disebut dengan impedansi rangkaian (z) dapat dihitung
dari Persamaan (6-50).
( ) ( )
2 2

n L C
V í ¯ í n í X í X = = + ~
( ) = + ~
2
2
L C
¯ n X X (6-52a)
atau
( )
2
2 1
¯ n L
C
c
c
= + ~ (6-52b)
Òleh karena arus maksimum vang mengalir di setiap komponen sama
besarnva, hubungan antara tegangan maksimum dan arus maksimum ini
memenuhi persamaan V ~ í z, vaitu
( )
2
2
L C
V í n X X = + ~ (6-53)
Keterangan:
V
m
~ tegangan maksimum
¯ ~ impedansi rangkaian
X ~ X
L
- X
C
~ reaktansi total
Gambar 6.33
Resonansi rangkaian
R–L–C seri
Gambar 6.35
Diagram fasor Z, R, X
L
, dan X
C
.
Gambar 6.34
Diagram fasor V, V
R
, V
L
, dan V
C
.
Z
c
X
L
– X
C
X
L
R
X
C
R L C
v
I = I
m
sin
( ) ct
i
L
V –
C
V
c
L
V
V
R
V
C
V
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 158
R = 30 O X
L
= 40 O I
V
L
V
R
V = V
m
sinc t
Beda fase antara tegangan dan kuat arus dapat ditentukan sebagai
berikut.
tan
L C L C
n
V V X X
V n
c
~ ~
= =
(6-51)
sehingga persamaan tegangannva adalah ( ) sin
c| m
V V V ( c c = = + .
Apabila X
L
> X
C
, sudut fase c bernilai positif. Artinva, tegangan
mendahului arus dan rangkaian bersifat induktif. ]ika X
C
>X
L
, sudut fase
c bernilai negatif. Artinva, tegangan tertinggal oleh arus dan rangkaian
bersifat kapasitif. ]ika X
L
~ X
C
, diperoleh X ~ O dan ¯ ~ n. Artinva,
tegangan memiliki fase sama, sedangkan rangkaian bersifat resistif. Dalam
hal ini dikatakan telah terjadi resonansi.
10. R dan L Dipasang Seri dalam Rangkaian Arus Bolak-Balik
Perhatikan Cambar 6.36. Setiap komponen memiliki tegangan V
n
dan V
L
. Secara fasor, tegangan-tegangan ini dapat dijumlahkan sebagai
V ~ V
R
÷ V
L
. Dengan menggunakan hitungan vektor besarnva tegangan
total vaitu:
= +
2 2
n L
V V V
(6-55)
Besarnva impedansi rangkaian R-l diperoleh seperti berikut.
( )
( )
2 2

L
V í ¯ í n í X = = +
= +
2 2
L
¯ n X
(6-56)
atau
( )
2
2
¯ n L c = +
(6-57)
Beda fase antara tegangan dan kuat arus dapat ditentukan sebagai
berikut.
tan
L L
n
V X
V n
c = =
(6-5o)
Perhatikan Cambar 6.39, tampak bahwa tegangan mendahului arus
sebesar c rad sehingga jika í ~ í
m
sin ( c maka V ~ V
m
sin( ) ( c c + .
a b
R
L
I = I
m
sinc t
Gambar 6.36
Rangkaian R dan L dipasang seri
Gambar 6.37
Diagram fasor V
L
dan V
R
V
L
V
ab
V
R
I
)
c
V
Gambar 6.38
Diagram fasor V
L
dan V
R
X
L Z
R
)
c
Gambar 6.39
Grafik tegangan mendahului arus
dengan beda fase 0<c <90°.
V
ab
t
I
ab
Sebuah resistor n ~ 3O O dipasang seri dengan induktor X
L
~ 1O O pada tegangan
bolak-balik 1OO V.
a. Hitung impedansi rangkaian, fase rangkaian, kuat arus,V
n
dan V
L
.
b. 1entukan fase V
L
, V
n
, dan V terhadap kuat arus |.
]awab:
Diketahui:
resistor murni n ~ 3O O,
reaktansi induktor X
L
~ 1O O,
tegangan sumber V ~ 1OO V.
Contoh 6.16
V/i
Induksi Elektromagnetik 159
a. lmpedansi ¯ dihitung melalui Persamaan (6-56).
z
2
~ n
2
÷ X
L
2
~ (3O O)
2
÷ (1O O)
2
~ 5O O
fase tegangan (c ) dihitung dengan Persamaan (6-5S)
tan c ~
L
X
n
~
O
O
3O
1O
~ O,75
c ~ 36,o7
Kuat arus í ~
V
¯
~
O
1OO V
5O
~ 2 A
1egangan V
n
~ ín ~ (2 A)(3O O) ~ 6O V
1egangan induktor V
L
~ íX
L
~ (2 A)(1O O) ~ oO V
b. V
n
sefase dengan kuat arus í (c ~ O)
V
L
mendahului í sebesar
¬
2
rad (c ~ 9O)
V mendahului í (c ~ 36,o7)
Dalam rangkaian seri dipasang resistor murni n ~ 1O O dan sebuah induktor L ~ O,1 H
pada tegangan bolak-balik dengan persamaan V ~ 2OO sin 1OO( V. 1uliskan persamaan
kuat arus dalam rangkaian tersebut.
]awab:
Diketahui: n ~ 1O ohm, V ~ 2OO sin1OO( V, maka V
m
~ 2OO V,
L ~ O,1 H, X
L
~ c L ~ (1OO)(O,1) ~ 1O O.
¯
2
~ n
2
÷ X
L
2
~ (1O)
2
÷ (1O)
2
~ 1O 2 O
tan c ~
L
X
n
~
O
O
1O
1O
~ 1
c ~ 15~
¬
1
rad
]adi, persamaan kuat arusnva adalah í ~ í
m
sin ( c ( ÷c )
í ~ 2,5 2 sin(1OO( -
¬
1
)A
Contoh 6.17
11. R dan C Dipasang Seri dalam Rangkaian Arus Bolak-Balik
Perhatikan Cambar 6.40. Resistor n dan kapasitor C dipasang seri
dalam rangkaian arus bolak-balik. Di antara titik c dan | terdapat
tegangan total vang besarnva sama dengan jumlah tegangan resistor (V
n
)
dan tegangan kapasitor (V
C
). Secara vektor besar tegangan total tersebut
adalah
2 2
n C
V V V = +
(6-59)
Besarnva impedansi rangkaian n-C dapat dihitung seperti berikut.
( )
( )
2 2

C
V í ¯ í n í X = = +
2 2
C
¯ n X = + (6-6O)
atau
( )
2
2 1

¯ n
C c
= + (6-61)
Gambar 6.40
Rangkaian seri R-C dalam
rangkaian arus AC.
a b
R C
V
I = I
m
sinc t
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 160
Gambar 6.42
Diagram fasor vektor
hambatan R terhadap X
c
.
V
R
I
ab
V
ab
V
C
X
C
R
Z
c
c
Gambar 6.43
Grafik tegangan V
ab
terhadap arus
i
V
ab
t
Dalam sebuah rangkaian, n ~ 3O O dipasang seri dengan C ~ 25O µí dan di-
hubungkan ke sumber tegangan bolak-balik vang frekuensinva
¬
5O
Hz. Hitunglah
impedansi rangkaian tersebut.
]awab:
Diketahui: n ~ 3O O,
C~ 25O µí ~ 2,5 × 1O
-1
l,
| ~
¬
5O
Hz.
c ~ 2 µí ~ ¬
¬
( \
| |
\ !
5O
2 Hz ~ 1OO rad/s
X
C
~
c
1
C
~
( )( )
~
×
1
1
1OO rad/s 2, 5 1O l
~ 1O O
lmpedansi rangkaian ¯ dapat dihitung dengan menggunakan Persamaan (6-60),
vaitu
¯
2
~ n
2
÷ X
C
2
~ 3O
2
÷ 1O
2
~ 5O O
V = V
m
sinc t
I
Contoh 6.18
250 C F µ =
30 R = O
Beda fase tegangan dan kuat arus dapat ditentukan sebagai berikut.
tanc ~
C C
n
V X
V n
= (6-62)
Gambar 6.41
Diagram fasor tegangan
V
ab
terhadap V
c
.
Rangkaian seri n - C dengan resistor oO O dan reaktansi kapasitif X
C
~ 6O O
dihubungkan ke sumber tegangan 2OO V dengan frekuensi
¬
oO
Hz. Hitunglah:
a. impedansi rangkaian,
b. arus vang mengalir,
c. kapasitas kapasitor,
d. beda tegangan antara ujung-ujung
hambatan dan kapasitor,
e. sudut fase rangkaian,
f. persamaan arus, jika persamaan
tegangan V ~ V
m
sinc (.
]awab:
Diketahui: n ~ oO O, V
e|
~ 2OO V,
X
C
~ 6O O, | ~
¬
oO
Hz.
V = V
m
sinc t
R = 80 O
I
Contoh 6.19
60 C F µ =
V/i
Pada Cambar 6.43, tampak bahwa tegangan terlambat sebesar c rad
dari arus. Secara matematis dapat disimpulkan jika í ~ í
m
sinc (, V ~ V
m
sin(c ( - c ).
Induksi Elektromagnetik 161
a. lmpedansi rangkaian dihitung dengan menggunakan Persamaan (6-60).
¯
2
~ n
2
÷ X
C
2
~ oO
2
÷ 6O
2
¯ ~ 1OO O
b. Arus terukur vang melalui rangkaian (í
e|
) adalah
í
e|
~
e|
V
¯
~
O
2OO V
1OO
~ 2 A
c. Kapasitas kapasitor (C):
X
C
~
c ¬
=
1 1
2 C |C
C ~
( ) ( )
µ
¬
¬
¬
= =
( \
O
| |
\ !
1 1
1O1
oO 2
2 6O
C
í
|X
d. 1egangan hambatan V
n
dan tegangan kapasitor V
C
:
V
n
~ ín ~ (2 A)(oO O) ~ 16O V
V
c
~ íX
C
~ (2 A)(6O O) ~ 12O V
e. Sudut fase rangkaian c :
tan c ~
~ ~ O
= = ~
O
6O 3
oO 1
C
X
n
c ~ -37
f. Untuk persamaan tegangan V ~ V
m
sinc (, maka
í ~ í
m
sin ( c ( ÷ c )
~ í
e|
2 sin ( c ( ÷ c )
~ 2 2 sin (16O( - 37)
12. L dan C Dipasang Seri dalam Rangkaian Arus Bolak-Balik
Diketahui sebuah rangkaian arus bolak-balik dipasang sebuah
induktor L dan sebuah kapasitor vang berkapasitas C. Kemudian,
keduanva dihubungkan secara seri seperti Cambar 6.44, maka akan
timbul perbedaan fase antara tegangan induktor V
L
dan tegangan kapasitor
V
C
sebesar ¬ rad atau 1oO.
Untuk mempermudah pemahaman beda fase dalam persamaan
tegangan, ditetapkan persamaan kuat arus vang mengalir dalam rangkaian
adalah í ~ í
m
sin(c (). Melalui Cambar 6.45 terbaca bahwa V
L
mendahului
arus sebesar ¬
1
2
rad, dan V
C
tertinggal terhadap í sebesar ¬
1
2
rad sehingga
setiap tegangan akan memiliki persamaan sebagai berikut.
V
L
~ V
Lm
sin
( )
¬
c +
2
(
, sedangkan V
C
~ V
Cm
sin
( )
2
(
¬
c ~
Perhatikan kembali diagram fasor pada Cambar 6.45. Secara vektor
dapat dijumlahkan sebagai berikut.
V ~ V
L
- V
C
(6-63)
]adi, tegangan total rangkaian V ~ V
c|
bergantung pada selisih antara V
L
dan V
C
.
Gambar 6.44
Rangkaian seri L dan C
a
L C
b
I = I
m
sinc t
Gambar 6.45
Diagram fasor I, V
L
, dan V
C
V
L
V
V
C
I
c
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 162
Gambar 6.46
Grafik kurva impedansi Z dan
grafik linear R.
R
Z
R/Z
f
r
Gambar 6.47
Ketika frekuensi resonansi
terjadi, harga arus mencapai
maksimum.
I
I
m
Untuk harga tegangan maksimum besarnva adalah V
m
~ V
Lm
- V
Cm
sehingga akan diperoleh harga hambatan total sebesar
V
m
~ V
Lm
- V
Cm
= í
m
¯ ~ X
L
í
m
- X
C
í
m
,
sehingga
¯ ~ X
L
- X
C
(6-61)
Arah fasor V merupakan beda sudut fase antara kuat arus í dan tegangan
V sebesar c .
]ika V
L
> V
C
maka c ~ ÷ 9O dan rangkaian bersifat induktif.
]ika V
L
< V
C
maka c ~ -9O dan rangkaian bersifat kapasitif.
]ika V
L
~ V
C
maka c ~ O, pada kasus ini terjadi peristiwa resonansi.
13. Resonansi pada Rangkaian R–L–C
Resonansi dalam rangkaian seri n, L, dan C terjadi ketika X
L
~ X
C
.
Keadaan ini menvebabkan impedansi rangkaian ¯ memiliki harga mini-
mum vang bernilai sama dengan hambatan murni n. Adapun arus dalam
rangkaian menjadi maksimum. Oaris singgung antara kurva ¯ dan garis
linear n merupakan titik terjadinva frekuensi resonansi. Di titik tersebut
besaran ¯ bernilai minimum. Perhatikan Cambar 6.46, saat terjadinva
resonansi,
2 1 1
L C r r
r
X X L r
C LC
c c
c
= = = = =
maka
1
r
LC
c =
(6-65)
Òleh karena 2
r r
| c ¬ = , diperoleh frekuensi resonansi
1 1
2
r
|
LC ¬
=
(6-66)
Rangkaian resonansi dapat dijumpai pada rangkaian penala, caranva
dengan mengubah-ubah frekuensi melalui kondensator variabel. ]ika
frekuensinva sesuai, frekuensi gelombang radio akan ditangkap.
14. Daya pada Arus Listrik Bolak-Balik
lnduktor dan kapasitor vang terpasang pada rangkaian arus bolak-
balik membutuhkan tambahan energi listrik. Dava vang diserap dalam
rangkaian resistif (¯) besarnva adalah
2
e|
í í ¯ = (6-67)
dan dalam rangkaian n-L-C seri adalah
( )
2
2 2
e| L C
í í n X X = + ~ (6-6o)
f
Induksi Elektromagnetik 163
Persamaan (6-67) disebut juga sebagai dava semu. Adapun dava vang
sesungguhnva atau dava rata-rata adalah
í ~ V
e|
í
e|
cosc (6-69)
Keterangan:
c ~ beda fase antara arus dan tegangan
cosc ~ faktor dava
Sebuah rangkaian seri nLC dengan n ~ 3O O , L ~ O,6 H, dan C ~ 5OO í µ
dihubungkan dengan sumber tegangan bolak-balik vang memiliki V ~ 3OO sin 1OO(V.
1entukan:
a. impedansi rangkaian,
b. persamaan arus,
c. dava rata-rata vang diserap rangkaian.
]awab:
a. lmpedansi rangkaian dihitung sebagai berikut.
X
L
~ 1OO l = 1OO(O,6 H) ~ 6O O
X
C
~
1
C c
=
( )
3
1
1OO 5 1O í
~
×
~ 2O O sehingga
¯ ~
( )
( )
2 2
2 2
3O 6O 2O 5O
L C
n X X + ~ = + ~ = O
b. Persamaan rangkaian arus bolak-balik adalah
= = =
O
3OO V
6
5O
m
m
V
í -
¯
Òleh karena X
L
> X
C
, rangkaian lebih bersifat induktif atau tegangan akan
mendahului arus, dengan beda sudut fase
c
.
tan
c
~
6O 2O 1 53
53 rad
3O 3 1oO
L C
X X
n
c ¬
~ ~
= = = = ° =
í ~ í
m
sin( c ( - c )~ 6 sin(1OO( - O,3¬ )
c. Dava rata-rata vang diserap rangkaian adalah
tan c ~
1
3
, maka cos c ~
3
5
~ O,6
í ~ V
e|
í
e|
cos c ~
cos
2 2
m m
V |
c
í ~
( )
3OO 6
O, 6
2 2
~ 51O W
Contoh 6.20
V = 300sin100t
R = 30 O
L = 0,6 H
µ =500 C F
Kata Kunci
• arus bolak-balik
• tegangan bolak-balik
• arus listrik efektif
• tegangan efektif
• osiloskop
• diagram fasor
• voltmeter
• impedansi
• resonansi
• daya
Tes Kompetensi Subbab C
Kerjakanlah dalam buku latihan.
1. ]elaskan apa vang dimaksud dengan:
a. harga efektif kuat arus dan tegangan bolak-balik,
b. harga maksimum kuat arus dan tegangan bolak-
balik,
c. harga kuat arus dan tegangan bolak-balik rata-
rata.
2. Sumber tegangan arus bolak-balik besarnva 1OO V.
Sebuah setrika listrik dengan hambatan 2O O di-
hubungkan ke sumber tegangan tersebut. Hitunglah
nilai efektif, nilai maksimum, dan nilai rata-rata untuk
a. tegangan sumber,
b. arus vang mengalir.
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 164
3. Rangkaian n-L seri dihubungkan ke sumber tegangan
bolak-balik V
m
~ 1OO V dengan hambatan murni n ~
9O O . ]ika arus maksimum vang mengalir melalui
rangkaian adalah 2 A, tentukanlah:
a. impedansi rangkaian,
b. reaktansi induktor,
c. tegangan antara ujung-ujung induktor.
1. Sebuah kumparan dengan induktansi O,O75 H dan
hambatan murni 1O O dihubungkan ke sumber
tegangan 22O V,
1OO
¬
Hz. Hitunglah:
a. arus vang melalui rangkaian,
b. sudut fase kuat arus í terhadap tegangan V,
c. persamaan kuat arus í, jika tegangan sumber
V ~ V
m
sin c (,
d. arus vang melalui rangkaian saat ( ~ 6 × 1O
-3
s.
5. Sebuah resistor n ~ 3O O dan kapasitor C ~ 25O l µ
dipasang seri pada sebuah rangkaian tegangan bolak-
balik, arus vang mengalir dengan persamaan í ~ (1 sin
1OO() A. 1entukan persamaan tegangan pada rangkaian
tersebut.
6. Sebuah rangkaian arus AC memiliki resistor 1O O
dipasang pada tegangan 5o V efektif,
2OO
¬
, Hz dan
dirangkai seri dengan kapasitor sebesar 2,5 l µ .
Hitunglah:
a. impedansi rangkaian,
b. tegangan maksimum antara ujung-ujung resistor.
7. Sebuah sumber tegangan AC 12O V dihubungkan pada
induktor murni vang induktansinva O,75 H. 1entukan
arus vang mengalir pada induktor, jika frekuensi
sumber:
a. 6O Hz,
b. 6O kHz.
o. Dalam suatu rangkaian seri n-C mengalir arus 3A
dengan n ~ 1OO O dan reaktansi kapasitif 25O O .
Hitunglah V
n
, V
C
, dan V, dan ¯.
9. Rangkaian seri terdiri atas hambatan oOO O , memiliki
induktansi O,1O H dengan hambatan induktansi dapat
diabaikan, dan kapasitor 12O l µ . Rangkaian
dihubungkan pada sumber tegangan 21O V, 16O Hz.
Hitunglah:
a. X
L
, X
C
, ¯, dan í,
b. dava vang hilang,
c. sudut fase antara tegangan dan kuat arus,
d. penunjukan voltmeter pada V
n
, V
C
, V
L
, dan V.
1O. 1entukan frekuensi resonansi rangkaian induktansi
1O mH dan kapasitansi 6OO l µ , dengan resistansi vang
dapat diabaikan.
Induksi Elektromagnetik 165
Rangkuman
1. lnduksi elektromagnetik adalah gejala timbulnva arus
listrik dari medan magnet. Besarnva induksi
elektromagnetik bergantung pada faktor-faktor
sebagai berikut.
a. laju perubahan fluks medan magnet dalam
kumparan.
b. ]umlah lilitan kumparan.
2. Ogl induksi atau arus induksi dapat terjadi akibat:
a. perubahan kuat medan magnetik,
b. perubahan luas bidang kumparan vang ditembus
oleh medan magnetik.
Secara matematis besarnva ggl induksi adalah
sin ß t r 0 =
dengan 0 , sudut antara ß dan bidang kumparan.
3. Pada induktor, perubahan arus dalam kumparan dapat
menimbulkan ggl induksi. Secara matematis, besarnva
ggl induksi adalah
2 1
2 1
í í í
L L
( ( (
r
~ A | |
= =
| |
A ~
| |
1. lnergi vang tersimpan dalam induktor adalah
2
1
2
\ Lí =
5. Rapat energi atau energi per satuan volume adalah
µ
= =
2
O
2
\ ß
L
V
dengan V adalah volume solenoida atau toroida.
6. lnduktansi silang terjadi pada dua kumparan vang
memiliki inti kumparan bersambung. Besarnva ggl
induksi vang timbul pada kumparan sekunder karena
pengaruh perubahan fluks magnetik dalam waktu J(
memenuhi persamaan:
1 1
2 2
J J í
| M
J( J(
r
d
= ~ = ~
2 2
1 1
J J í
| M
J( J(
r
d
= ~ = ~
7. Aplikasi induksi elektromagnetik di antaranva
diterapkan pada generator dan trafo.
o. Arus listrik dan ggl sebanding dengan nilai maksimum-
nva.
sin
m
V V ( c = atau sin 2
m
V V |( ¬ =
sin
m
í í ( c = atau sin 2
m
í í |( ¬ =
Pada grafik fasor, tegangan dan kuat arus memiliki
beda fase
c ¬ =
, sehingga persamaan menjadi
( )
sin
m
V V ( c ¬ = + dan sin
m
í í ( c =
9. Pada rangkaian arus bolak-balik, jika arus
sin
m
í í ( c = bentuk persamaan tegangan V untuk:
a. resistor (n), V ~ sin
m
V V ( c = ,
b. induktor (L), sin
2
m
V V (
¬
c
( \
= +
| |
\ !
karena
mendahului í sebesar
2
¬
rad,
c. kapasitor (C), sin
2
m
V V (
¬
c
( \
= ~
| |
\ !
karena
tertinggal í sebesar
2
¬
rad.
1O. Dalam rangkaian arus AC impedansi untuk
rangkaian:
a. n dan L dipasang seri adalah
2 2
L
¯ n X = +
b. n dan C dipasang seri adalah
2 2
C
¯ n X = +
c. L dan C dipasang seri adalah ¯ ~ X
L
- X
C
d. n, L, dan C dipasang seri adalah
( )
2
2
L C
¯ n X X = + ~
atau
2
2
1
¯ n L
C
c
c
( \
= + ~
| |
\ !
11. Resonansi dalam rangkaian seri R, l, dan C terjadi
ketika X
l
~ X
C
. Keadaan ini menvebabkan impedansi
rangkaian z memiliki harga minimum vang bernilai
sama dengan hambatan murni R. Secara matematis,
frekuensi resonansi ditulis sebagai berikut.
1 1
2
r
|
LC ¬
=
12. Dava vang diserap rangkaian induktor dan kapasitor
(rangkaian resistif z) vang terpasang arus bolak-balik
adalah
( )
2
2 2 2
atau
e| e| L C
í í ¯ í í n X X = = + ~
Adapun dava rata-ratanva adalah
cos
e| e|
í V í c =
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 166
Induksi
£lektromagnetik
Arus listrik
lnduksi
Ogl
lnduksi
lnduktor
lnduktansi Diri lnergi lnduktansi Silang
memiliki
terdapat pada
besarannva
Arus
listrik
menimbulkan Medan
Magnet
diselidiki oleh
Michael laradav
diterapkan pada
Oenerator
jenisnva
Oenerator DC Oenerator AC
menghasilkan
1egangan listrik
Bolak-Balik
Arus listrik
Bolak-Balik
digunakan dalam
rangkaian
Resistor (n) lnduktor (í) Kapasitor Rl Seri lC Seri RlC Seri
dapat mengalami
Resonansi
menimbulkan
disebut
Peta Konsep
Setelah mempelajari bab ini, Anda tentu dapat
memahami konsep induksi elektromagnetik yang dapat
menghasilkan arus induksi dan ggl induksi. Anda juga
tentu memahami rangkaian impedansi dalam arus bolak-
balik. Dari keseluruhan materi pada bab ini, bagian mana
yang menurut Anda sulit dipahami? Coba Anda
diskusikan bersama teman atau guru Fisika Anda.
Refleksi
Penala pada radio merupakan pemanfaatan
rangkaian impedansi. Coba Anda cari manfaat atau
aplikasi konsep Fisika yang ada pada bab ini dan coba
Anda diskusikan cara kerjanya bersama teman Anda.
RC Seri
Induksi Elektromagnetik 167
Tes Kompetensi Bab 6
Pilihlah salah satu jawaban vang paling tepat dan kerjakanlah pada buku latihan.
1. Pernvataan berikut vang tidak benar ketika sebuah
magnet mendekati kumparan adalah ....
a. ggl induksi muncul pada ujung-ujung kumparan
b. ggl induksi akan lebih besar jika magnet
digerakkan lebih cepat
c. energi mekanik berubah menjadi energi listrik
d. efek vang dihasilkan dinamakan induksi listrik
statis
e. efek vang dihasilkan dinamakan induksi
elektromagnetik
2. Perubahan jumlah garis gava magnetik dalam suatu
kumparan menimbulkan arus induksi.
Hal tersebut ditemukan oleh ....
a. Hans Christian Òersted
b. Michael laradav
c. Andre Marie Ampere
d. ]ames Clerk Maxwell
e. lorentz
3. Besarnva ggl induksi vang terjadi pada kumparan tidak
dipengaruhi oleh ....
a. kuat medan magnetik
b. banvaknva lilitan
c. laju perubahan fluks magnetik
d. hambatan kumparan
e. perubahan luas bidang kumparan
1. Ogl induksi vang dihasilkan pada kawat karena
gerakannva memotong medan magnetik tidak
bergantung pada ....
a. panjang kawat
b. diameter kawat
c. rapat fluks medan magnetik
d. orientasi kawat
e. kelajuan kawat
5. Sebuah magnet batang dilewatkan menembus sebuah
kumparan. Arus induksi paling besar terjadi jika ....
a. magnet bergerak lambat sehingga ia berada cukup
lama di dalam kumparan
b. magnet bergerak cepat sehingga ia berada sebentar
di dalam kumparan
c. magnet dimasukkan sejajar dengan permukaan
bidang
d. kutub selatan magnet masuk lebih dahulu
e. kutub utara magnet masuk lebih dahulu
6. lluks magnetik vang menembus sebuah loop kawat
vang berada di dalam medan magnetik ß tidak
bergantung pada ....
a. luas loop
b. rapat fluks
c. sudut antara bidang loop dan arah ß
d. besarnva ß
e. bentuk loop
7. Satuan fluks magnetik adalah Wb, 1 Wb ~ ....
a 1 1m
2
d. 1 A/m
2
b. 1 1/m
2
e. 1 1m
c. 1 Am
2
o. Sebuah loop kawat digerakkan sejajar medan magnetik
homogen. Ogl vang diinduksikan pada loop adalah ....
a. bergantung pada luas loop
b. bergantung pada bentuk loop
c. bergantung pada besarnva medan
d. bergantung pada laju gerak loop
e. nol
9. Suatu kumparan dengan 6OO lilitan dan induktansi diri
1O mH mengalami perubahan arus listrik dari 1O ampere
menjadi 1 ampere dalam waktu O,1 detik. Beda
potensial antara ujung-ujung kumparan vang
diakibatkannva adalah ....
a. 1,o volt d. 1O,o volt
b. 2,1 volt e. 11,1 volt
c. 1,o volt
1O. Kuat arus listrik dalam suatu rangkaian tiba-tiba turun
dari 1O A menjadi 2 A dalam waktu O,1 detik. Selama
peristiwa ini, timbul ggl induksi sebesar 32 V dalam
rangkaian. Besar induktansi rangkaiannva adalah ....
a. O,32 H d. 32 H
b. O,1O H e. 1O H
c. 2,5 H
11. Prinsip kerja sebuah generator arus bolak-balik
berdasarkan Hukum ....
a. Biot-Savart d. Henrv
b. Ampere e. Coulomb
c. laradav
12. Untuk menaikkan ggl induksi suatu generator dapat
dilakukan dengan cara ....
a. memperbesar kecepatan anguler gerak kumparan
b. mengurangi jumlah lilitan kumparan
c. memperkecil kuat medan dan medan magnetik
d. menambah panjang generator
e. mengurangi jumlah lilitan kumparan
13. Perbandingan jumlah lilitan sekunder dan lilitan primer
sebuah trafo adalah 3 : 1. ]ika tegangan primernva 22O V,
tegangan sekundernva adalah ....
a. 6.6OO V d. 35O V
b. 66O V e. 66 V
c. 35 V
11. ]umlah lilitan primer pada trafo 1OO lilitan. ]ika tegangan
primer pada trafo tersebut 12 V dan tegangan
sekundernva 21O V, banvaknva lilitan pada kumparan
sekunder adalah ....
a. 1O lilitan d. o.OOO lilitan
b. 2OO lilitan e. 6.OOO lilitan
c. 1.OOO lilitan
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 168
B. ]awablah pertanvaan berikut ini dengan tepat.
15. Sebuah trafo mengeluarkan arus 1O A pada 21 V. ]ika
tegangan primernva 12O Vdengan kuat arus 1 A,
efisiensi trafo tersebut adalah ....
a. 3O' d. 6O'
b. 1O' e. 7O'
c. 5O'
16. Perbandingan antara arus primer dan arus sekunder
pada trafo tidak bergantung pada ....
a. perbandingan lilitan dari kedua kumparan
b. hambatan kumparan
c. sifat inti kumparan
d. tegangan primer
e. tegangan sekunder
17. Kumparan primer sebuah transformator memiliki 2OO
lilitan dan kumparan sekundernva 5O lilitan. ]ika arus
sekunder 1O A, arus primernva ....
a. 1O A
b. oO A
c. 1OO A
d. 16O A
e. o kA
1o. Sebuah lampu 6O W, 21 V ingin dinvalakan pada
tegangan bolak-balik 12O V. Kombinasi lilitan dari trafo
vang diperlukan adalah ....
a. 2O lilitan primer, 1OO lilitan sekunder
b. 5O lilitan primer, 1OO lilitan sekunder
c. 1OO lilitan primer, 2O lilitan sekunder
d. 1OO lilitan primer, 5O lilitan sekunder
e. 1OO lilitan primer, 1OO lilitan sekunder
19. Sebuah trafo mengubah tegangan 25 V menjadi 25O V.
]ika efisiensi trafo itu oO' dan kumparan sekundernva
dihubungkan dengan lampu 25O V, 5O W, kuat arus
dalam kumparan primer adalah ....
a. 5,o A d. 1,O A
b. 2,5 A e. O,5 A
c. 1,5 A
2O. Sebuah transformator memiliki efisiensi 75'. 1egangan
primernva 21O V dan arus primernva 1 A. Dava
sekunder setelah diberi beban adalah ....
a. 6O W d. 23O W
b. 1oO W e. 21O W
c. 22O W
1. ]elaskan kesimpulan dari percobaan laradav.
2. Bagaimana hubungan antara hasil penemuan Oersted
dan hasil penemuan Iaradav'
3. ]elaskan prinsip kerja dinamo arus bolak-balik dan arus
searah.
1. Sebuah transformator vang dipasang pada lemari es
dihubungkan dengan sumber dari PlN sebesar 22O V.
]ika tegangan dan arus vang dibutuhkan oleh lemari es
sebesar 21 V dan O,6 A, hitunglah:
a. jumlah lilitan sekundernva, jika jumlah lilitan
primer 2.OOO lilitan,
b. arus primer pada transformator,
c. dava primernva jika efisiensi (u ) ~ 55'.
5. Sebuah transformator dihubungkan dengan sumber
tegangan PlN 11O V dan kuat arusnva 2 mA. 1er-
nvata tegangan keluarannva sebesar 12 V dan kuat
arusnva 1 mA. Hitunglah:
a. efisiensi transformator,
b. perbandingan jumlah lilitan primer dan lilitan
sekunder.
6. Sebuah transformator vang dipasang pada pesawat radio
memerlukan beda potensial 21 V. 1erminal primernva
dihubungkan dengan sumber tegangan PlN 21O V.
]ika jumlah lilitan sekunder transformator tersebut 72O
lilitan dan arus vang mengalir dalam pesawat radio
o mA, tentukan:
a. jumlah lilitan primer,
b. kuat arus pada kumparan primer,
c. dava primernva jika efisiensi transformator 75'.
7. Ketika tegangan 22O V dihubungkan dengan kumparan
primer suatu transformator, arus O,1 A mengalir pada
kumparan tersebut. 1ernvata pada kumparan sekunder
mengalir arus 1 A. ]ika dava vang hilang menjadi panas
sebesar 6 W, tentukan:
a. dava primer,
b. jumlah lilitan sekunder jika lilitan primernva 1.2OO
lilitan,
c. efisiensi transformator.
o. Hitung jumlah lilitan sekunder sebuah transformator
step-down vang memungkinkan sebuah lampu pijar
6 V dapat dipakai pada tegangan 21O V, jika dalam
kumparan primer terdapat 72O lilitan.
9. Sebuah transformator step down bekerja pada jaringan
2,5 kV dan dapat memberi arus oO A. Perbandingan
lilitan pada kumparan primer dan sekunder adalah
2O : 1. Dengan mengandaikan efisiensi 1OO',
berapakah tegangan sekunder, arus primer, dan dava
vang dihasilkan'
1O. Apakah keuntungannva mentransmisikan dava listrik
dengan menggunakan tegangan tinggi' ]elaskan.
169
Proyek Semester 1
Pada semester ganjil ini Anda telah mempelajari Bab 6 tentang lnduksi
llektromagnetik. Anda tahu bahwa arus listrik dapat dihasilkan dari medan magnet
dan kawat melalui proses induksi. Untuk lebih memahami konsep tersebut, Anda
akan ditugaskan untuk melakukan kegiatan semester secara berkelompok bersama
teman Anda. 1ugas vang harus dilakukan adalah membuat generator listrik sederhana.
Dalam satu kelas dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama mengerjakan
pembuatan generator vang menghasilkan arus searah (DC) dan kelompok kedua
mengerjakan pembuatan generator vang menghasilkan arus bolak-balik (AC). Untuk
mengarahkan pekerjaan Anda, dituliskan pula langkah-langkah pengerjaan tugas
provek.
Di akhir pekerjaan, Anda bersama teman sekelompok harus menvusun laporan
kegiatan vang berisikan: ]udul, 1ujuan, Alat dan Bahan, Dasar teori tentang generator
dan jenis arus vang dihasilkan, Prosedur percobaan, Analisis rangkaian, Kesimpulan,
dan Saran. Kemudian, laporan tersebut dipresentasikan dihadapan kelompok lain dan
guru lisika Anda.
Generator Listrik Sederhana
Tujuan Kegiatan
Membuat generator listrik sederhana vang dapat menghasilkan arus AC atau DC.
Alat dan Bahan
1. Kawat email (diameter 1 mm) secukupnva
2. Magnet batang (t ~ 5 cm, ~ 3O cm, ( ~ 9 cm) dua buah
(penggunaan magnet ini bisa diganti dengan magnet bekas |·uJstec|er)
3. Papan landasan (t ~ 2O cm, ~ 2O cm, ( ~ 1 cm)
1. Papan tiang poros (t ~ 1 cm, ~ 1 cm, ( ~ 9 cm) dua buah. Perhatikan gambar
(a) di samping.
5. Papan tiang roda pemutar (t ~ 1 cm, ~ 1 cm, ( ~ 12 cm) satu buah. Perhatikan
gambar (b) di samping.
6. Roda. Perhatikan gambar berikut.
7. Karet penghubung (ukuran disesuaikan)
o. Plat tembaga vang dibentuk cincin secukupnva
9. Kabel secukupnva
1O. lampu llD O,5 watt
1 cm
4 cm
4 cm
lubang poros
9 cm
1 cm
4 cm
lubang poros
roda pemutar
12 cm
5 cm
(a)
pegangan roda
pemutar
5 cm
1,5 cm
roda pemutar roda poros roda tampak muka
(b)
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 170
Prosedur Percobaan
1. Perhatikan skema alat tampak atas berikut dengan teliti.
2. Buat kumparan dari 1O lilitan kawat email dengan ukuran sebagai berikut.
Agar kumparan kokoh menempel pada poros, gunakan pengikat kawat.
3. Rangkaikan peralatan seperti pada skema. Posisi setiap alat disesuaikan dengan
tempat vang ada pada papan landasan.
1. Perhatikan pemasangan cincin pada kumparan berikut.
5. Setelah rangkaian selesai, coba Anda putar roda pemutar.
a. Untuk generator AC, jika lampu llD ditukar posisi kakinva maka llD
tetap akan menvala.
b. Untuk generator DC, jika lampu llD ditukar posisi kakinva maka ada
posisi vang menvebabkan llD mati.
3 cm
8 cm
7 cm 7 cm
6 cm 6 cm
U
S
magnet
papan
tiang poros
roda pemutar
karet penghubung
roda poros
papan tiang poros
kumparan
papan tiang roda pemutar
LED
LED
poros
poros
ujung kabel 1
LED
ujung kabel 2
Arus AC Arus DC
171
Tes Kompetensi Fisika
Semester 1
A. Pilihlah salah satu jawaban vang paling tepat dan kerjakanlah pada buku latihan.
1. Oelombang longitudinal tidak menunjukkan peristiwa ....
a. pembiasan d. dispersi
b. pemantulan e. polarisasi
c. difraksi
2. Oelombang bunvi dengan frekuensi 3 kHz merambat
dalam air dengan kelajuan 1.5OO m/s, panjang
gelombang bunvi tersebut adalah ....
a. O,O5 m d. O,5 m
b. O,O1O m e. 1,O m
c. O,25 m
3. Pada suatu saat terlihat kilat dan 5 detik kemudian
terdengar gunturnva. ]ika kecepatan cahava besarnva
3 × 1O
o
m/s dan kecepatan bunvi ~ 31O m/s, jarak
antara tempat asal kilat dan pengamat adalah ....
a. 17 m d. 3 × 1O
o
m
b. 1.7OO m e. 15 × 1O
o
m
c. 3.1OO m
1. Oelombang bunvi dengan frekuensi 256 Hz merambat
di udara dengan kecepatan 33O m/s. Kecepatan rambat
gelombang bunvi dengan frekuensi 556 Hz di udara
adalah ....
a. o2,5 m/s d. 66O m/s
b. 165 m/s e. 1.32O m/s
c. 33O m/s
5. Suatu sumber bunvi bergerak relatif terhadap pen-
dengar vang diam dengan kecepatan 25 m/s. ]ika cepat
rambat bunvi di udara ~ 325 m/s maka perbandingan
frekuensi vang diterima pendengar itu pada saat sumber
bunvi mendekati dan menjauhi adalah ....
a. 5 : 6 d. 6 : 5
b. 6 : 7 e. 5 : 1
c. 7 : 6
6. Sebuah sumber bunvi dengan frekuensi 1.O21 Hz
bergerak mendekati pendengar dengan kecepatan
31 m/s. Kecepatan rambat bunvi di udara ~ 31O m/s.
]ika pendengar menjauhi sumber dengan kecepatan
17 m/s, frekuensi bunvi vang diterima pendengar sama
dengan ....
a. 92O Hz d. 1.22O Hz
b. 1.OoO Hz e. 1.32O Hz
c. 1.12O Hz
7. Simaklah pernvataan-pernvataan berikut ini.
(1) Dapat mengalami polarisasi.
(2) Merupakan gelombang transversal.
(3) Merambat lurus dalam medan magnet dan medan
listrik
(1) 1erdiri atas partikel-partikel bermuatan listrik.
Pernvataan vang benar mengenai sifat gelombang
elektromagnetik adalah ....
a. (1), (2), dan (3)
b. (1), (2), (3), dan (1)
c. (1) dan (3)
d. (2) dan (1)
e. (3) saja
o. Suatu rangkaian penala dari radio penerima memiliki
induktansi ~ 3,OO × 1O
-7
H. Untuk menangkap siaran
pendidikan dari radio mitra pelajar, kapasitor variabel
dari rangkaian penala harus diatur pada nilai 12O pl.
Panjang gelombang vang dipancarkan radio tersebut
adalah ....
a. 11,3 m d. 25,2 m
b. 1o,5 m e. 311 m
c. 22,1 m
9. Sudut pita terang tengah dari difraksi orde kedua vang
dihasilkan oleh kisi dengan 6.25O celah/cm sebesar 6O,
maka panjang gelombang cahava vang dipergunakan
adalah ....
a. 1.OOO A d. 5.OOO 3 A
b. 1.OOO 3 A e. 6.25O A
c. 5.OOO A
1O. Pada percobaan Young (celah ganda), jika jarak antara
dua celahnva dijadikan dua kali semula, jarak antara
dua garis gelap vang berurutan ....
a. 1 kali semula d.
1
2
kali semula
b. 2 kali semula e. tetap tidak berubah
c.
1
1
kali semula
11. Dua celah sempit vang terpisah pada jarak O,2 mm disinari
tegak lurus. Oaris terang ketiga terletak 7,5 mm dari garis
terang ke nol pada lavar vang jaraknva 1 m dari celah.
Panjang gelombang sinar vang dipakai adalah ....
a. 2,5 × 1O
-1
mm d. 2,5 × 1O
-3
mm
b. 5,O × 1O
-1
mm e. 5,O × 1O
-3
mm
c. 1,5 × 1O
-1
mm
12. Seberkas sinar monokromatik dengan panjang
gelombang 5 × 1O
-7
m datang tegak lurus pada kisi.
]ika spektrum orde kedua membuat sudut 3O
dengan garis normal pada kisi, jumlah garis per cm
kisi adalah ....
a. 2 × 1O
3
buah d. 2 × 1O
1
buah
b. 1 × 1O
3
buah e. 5 × 1O
1
buah
c. 5 × 1O
3
buah
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 172
13. Pada suatu saat terlihat kilat dan 1O s kemudian
terdengar suara gunturnva. ]ika kecepatan cahava
besarnva 3 × 1O
o
m/s dan kecepatan bunvi ~ 31O m/s,
jarak antara tempat asal kilat dan pengamat adalah ....
a. 31 m d. 3 × 1O
o
m
b. 3.1OO m e. 3 × 1O
9
m
c. 1O.2OO m
11. Sebuah alat sonar digunakan untuk mengukur ke-
dalaman laut. Selang waktu vang dicatat oleh sonar
untuk gelombang merambat hingga kembali lagi ke
sonar adalah 1 s. ]ika cepat rambat gelombang di dalam
air laut adalah 1.5OO m/s, kedalaman air laut adalah ....
a. 5OO m d. 1.25O m
b. 75O m e. 1.5OO m
c. 1.OOO m
15. Sebuah sumber bunvi bergerak dengan kecepatan
c m/s menuju ke pendengar vang diam, sehingga
frekuensi vang didengar oleh pendengar adalah |
1
. ]ika
sumber bunvi itu diam, sedangkan pendengar bergerak
dengan kecepatan c m/s mendekati sumber bunvi,
frekuensi vang didengar oleh pendengar adalah |
2
. ]ika
cepat rambat bunvi di udara t m/s, perbandingan |
2
: |
1
adalah ....
a. 1 d. 1 -
2
2
c
t
b. 1 -
c
t
e. 1 ÷
2
2
c
t
c. 1 ÷
c
t
16. ]ika dua buah sumber bunvi masing-masing dengan
frekuensi 2.OOO Hz dan 2.OOo Hz berbunvi dengan
serentak, maka akan timbul pelavangan bunvi dengan
frekuensi ....
a. 2 Hz d. 2.OO1 Hz
b. 1 Hz e. 2.OOo Hz
c. o Hz
17. Dua buah dawai baja vang identik memberikan nada
dasar dengan frekuensi 1OO Hz. ]ika tegangan dalam
salah satu dawai ditambah dengan 2', berapa frekuensi
pelavangan vang terjadi'
a. O Hz d. 6 Hz
b. 2 Hz e. o Hz
c. 1 Hz
1o. 1abung menghasilkan resonansi pertama pada ~ 1O cm.
]ika panjang kawat 12O cm bergetar pada nada atas
kedua dan cepat rambat bunvi di udara ~ 31O m/s,
cepat rambat gelombang transversal dalam kawat
adalah ....
a. 127,5 m/s d. 225 m/s
b. 17O m/s e. o5 m/s
c. 31O m/s
19. Satuan kuat medan listrik dinvatakan dalam:
(1) newton/coulomb
(2) joule/detik
(3) volt/meter
(1) coulomb/volt
Satuan vang benar adalah ....
a. (1) dan (3)
b. (2) dan (1)
c. (1), (2), dan (3)
d. (1) saja
e. semua benar
2O. Untuk memindahkan muatan 1O C dari satu titik vang
potensialnva 1O V ke suatu titik lain dengan beda
potensial 6O V diperlukan usaha sebesar ....
a. 5 joule d. 55O joule
b. 1OO joule e. 6OO joule
c. 5OO joule
21. Suatu muatan sebesar 5 × 1O
-9
C terletak dalam se-
buah ruang. Suatu titik terletak 3O cm dari muatan itu.
Besar kuat medan di titik itu adalah ....
a. 75O N/C menuju muatan
b. 7OO N/C meninggalkan muatan
c. 6OO N/C menuju muatan
d. 5OO N/C menuju muatan
e. 5OO N/C meninggalkan muatan
22. Dua buah elektron dengan e ~ 1,6 × 1O
-9
C dan
m ~ 9,1 × 1O
-31
kg dilepaskan dari keadaan diam pada
saat keduanva berjarak 2 × 1O
-11
m. Kecepatan elektron
ketika keduanva berjarak 5 × 1O
-11
m adalah ....
a. O,O2 × 1O
o
m/s d. O,5 × 1O
o
m/s
b. O,2 × 1O
o
m/s e. O,o7 × 1O
o
m/s
c. O,3 × 1O
o
m/s
23. 1iga buah kapasitor vang masing-masing kapasitasnva
3 l, 6 l, dan 1 l dihubungkan secara seri. Kedua ujung
dari gabungan tersebut dihubungkan dengan sumber
tegangan vang besarnva 12O V. 1egangan antara ujung-
ujung kapasitor 1 l adalah ....
a. 1O V d. 12O V
b. 6O V e. 21O V
c. 22O V
21. Sebuah kompas magnetik ditempatkan di bawah kawat
berarus í dan sejajar terhadap kawat seperti tampak
pada gambar berikut.
Kutub selatan magnet akan ....
a. bergerak ke atas
b. bergerak ke bawah
c. berputar ke luar bidang kertas
d. berputar ke dalam bidang kertas
e. bergerak ke dalam
S U
I
Tes Kompetensi Fisika Semester 1 173
25. Perhatikan gambar-gambar medan magnetik ß dan
penghantar berarus í berikut.
Oambar-gambar vang memperlihatkan arah ß vang
ditimbulkan oleh í adalah ....
a. (1), (2), dan (3) d. (1), (2), (3), dan (1)
b. (1) dan (3) e. (2) dan (1)
c. (1)
26. Perhatikan gambar berikut.
Di antara dua buah kutub magnet U dan S ditem-
patkan sebuah kawat berarus listrik í. Kawat tersebut
akan mendapat gava lorentz vang arahnva ....
a. masuk ke bidang kertas
b. ke luar dari bidang kertas
c. ke atas
d. ke bawah
e. ke utara
27. Kawat A, B, dan C seperti pada gambar berikut.
Masing-masing dialiri oleh arus-arus listrik vang sama
besar dengan arah keluar dari bidang gambar
(perhatikan tanda ). Besar gava per satuan panjang
vang dialami oleh kawat C adalah ....
a.
2
O
3
2
í
c
µ
d.
2
O
í
c
µ
¬
b.
2
O
2
2
í
c
µ
e.
2
O
2
í
c
µ
¬
c.
2
O
2 í
c
µ
¬
2o. Solenoida dengan panjang 25 cm terdiri atas oOO lilitan.
]ika pada solenoida dialiri arus 2 A, induksi magnetik
vang terjadi pada pusat solenoida tersebut adalah ....
a. 2,56¬ × 1O
-3
Wb/m
2
b. 5,12¬ × 1O
-3
Wb/m
2
c. 6,61¬ × 1O
-3
Wb/m
2
d. 7,6o¬ × 1O
-3
Wb/m
2
e. o,16¬ × 1O
-3
Wb/m
2
29. Suatu kumparan panjangnva 1O cm, dialiri arus listrik
5 A. Dalam kumparan diisi bahan vang memiliki
permeabilitas relatif 3OO. 1ernvata, induksi magnetik
di ujung-ujung kumparan 1, 5¬ 1. Banvaknva lilitan
kumparan tersebut adalah ....
a. 5O lilitan d. 2.OOO lilitan
b. 2OO lilitan e. 5.OOO lilitan
c. 5OO lilitan
3O. Solenoida dengan panjang | dan toroida vang berjari-
jari c memiliki jumlah lilitan vang sama dan dialiri oleh
arus vang sama besar. Perbandingan antara induksi
magnetik di pusat solenoida dan toroida adalah ....
a. a : | d. 2 c ¬ : |
b. a : | ¬ e. 1 : 1
c. c ¬ : |
31. ]ika induktansi timbal-balik kumparan sekunder O,O1 H
dan pada primernva terjadi perubahan arus listrik
sebesar 5 A dalam selang waktu 1 s. Besarnva ggl induksi
pada kumparan sekunder adalah ....
a. O,5 V d. 5 V
b. 1,5 V e. 5O V
c. 2,5 V
32. Pada sebuah kumparan dengan tegangan primer 12O V
dan terjadi perubahan arus listrik sebesar 1 A dalam
waktu O,1 s. Pada sekundernva juga terjadi perubahan
arus listrik sebesar 2 A dalam waktu 1 s. Besarnva ggl
pada sekundernva adalah ....
a. 12 V d. 12O V
b. 21 V e. 21O V
c. 6O V
33. Sebuah induktor memiliki induktansi O,O5 H. Pada
induktor tersebut mengalir arus listrik sebesar 1O A.
Besarnva energi listrik pada induktor tersebut adalah
....
a. O,25 ] d. 5,OO ]
b. O,5O ] e. 25,O ]
c. 2,5O ]
31. Sebuah kumparan dengan induktansi O,25 H dialiri
arus vang berubah-ubah terhadap waktu sesuai dengan
persamaan í ~ o - 6(
2
A dengan ( dalam s. Ogl
induktansi diri sebesar 12 V timbul pada saat ( sama
dengan ....
a. 1 s d. 1 s
b. 2 s e. 5 s
c. 3 s
35. Mesin vang mengubah energi mekanik menjadi energi
listrik adalah ....
a. turbin d. transformator
b. motor e. galvanometer
c. generator
a
a
a
A
B
C
(1)
(3)
(2)
(1)
B
I
I
B
I
B


• • • • • • • •
• • • • • • • •
B
I
B
U S
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 174
B. ]awablah pertanvaan berikut ini dengan tepat.
1. Sebuah kereta api bergerak dengan kecepatan 3O m/s
mendekati stasiun. Peluit kereta api berfrekuensi
2.OOO Hz dibunvikan. Kecepatan bunvi di udara
31O m/s. 1entukan frekuensi vang didengar oleh
orang vang berada di stasiun.
2. Suatu lapisan di atas air memantulkan cahava merah.
lni berarti cahava biru mengalami interferensi
minimum dan hilang dari spektrum. ]ika indeks bias
minvak ~ 1,5, sedangkan panjang gelombang sinar
biru ~ 5 × 1O
-7
m, tentukanlah tebal lapisan minvak
minimum.
3. Pada percobaan Young digunakan sinar dengan panjang
gelombang 6OO mm, jarak lavar dengan sumber oO cm,
sedangkan jarak garis gelap terdekat ke pusat pola
interferensi (gelap pertama) 2.oOO mm. Hitunglah jarak
antara dua celah sumber cahava.
1. Hitung besar induksi magnetik pada suatu titik vang
berjarak 2OO cm dari suatu penghantar lurus sangat
panjang vang berarus 1,O A.
5. Berapa banvak lilitan dengan suatu kumparan
melingkar datar dengan jari-jari 1O cm sehingga arus
1O A vang melalui kumparan menghasilkan induksi
magnet sebesar 3,11 × 1O
-3
1 di pusatnva'
6. Sebuah kawat melingkar vang berarus 2 A, jari-jari
r ~ o cm terletak di permukaan meja. Pada kawat
tersebut bekerja medan magnet sebesar O,O65 1
dengan arah vertikal ke bawah. 1entukan:
a. gava total pada kawat karena medan magnet,
b. gava pada kawat sepanjang 3 mm.
7. Sebuah solenoida berongga terdiri atas 5OO lilitan,
panjang 6O cm, dan berarus 2 A. Pada titik pusat
solenoida digantung sebuah |··t kawat vang luas
penampangnva 1OO cm
2
. 1entukan besar fluks mag-
netik vang memotong loop, jika sudut antara sumbu
loop dan sumbu solenoida adalah
a. O,
b. 9O,
c. 53.
o. Sebuah medan magnetik diberikan oleh B(()
~ O,2 ( - O,5 (
2
. B dalam 1 dan ( dalam s. Medan
magnetik tersebut diarahkan tegak lurus pada bidang
sebuah kumparan lingkaran dengan jari jari 2 cm,
hambatan total 1 O , dan memiliki 25 lilitan.
1entukan dava disipasi selama 3 s.
9. Sebuah tegangan sinusoidal dengan tegangan
maksimum 6,O V efektif dan frekuensi 1.OOO Hz di-
hubungkan ke ujung-ujung sebuah induktor murni.
]ika arus efektif 1,9 mA, tentukanlah nilai induktansi
induktor itu.
1O. Sebuah resistor (n ~ 9OO O), sebuah kapasitor
(C ~ 2,5 µ l), dan sebuah induktor (L ~ O,25 H)
disusun seri satu dengan vang lainnva. Rangkaian
dihubungkan pada sumber AC dengan V
m
~ 15O V
dan frekuensi sudut 1OO rad/s. Hitunglah:
a. impedansi rangkaian,
b. arus maksimum vang diberikan oleh sumber,
c. sudut fase antara arus dan tegangan.
d. Apakah arus mendahului atau terlambat ter-
hadap tegangan.
Radiasi Benda Hitam 175
menganalisis secara kualitatif gejala kuantum yang mencakup hakikat dan sifat-
sifat radiasi benda hitam, serta penerapannya.
Setelah mempelajari bab ini, Anda harus mampu:
menganalisis berbagai besaran fisis dan gejala kuantum dan batas-batas
berlakunya relativitas Einstein dalam paradigma Fisika Modern.
Hasil yang harus Anda capai:
Radiasi Benda Hitam
A. Pengertian Radiasi
Benda Hitam
B. Dualisme
Gelombang
Partikel
Matahari merupakan sumber kehidupan di Bumi. lnergi vang dipancarkan
Matahari membantu semua tumbuhan berklorofil untuk melakukan fotosintesis,
vaitu proses pembuatan makanan. 1umbuhan merupakan sumber makanan
utama bagi manusia dan hewan. ]adi, secara tidak langsung manusia dan hewan
bergantung pada energi vang dipancarkan Matahari. Selain itu, energi vang
dipancarkan Matahari membuat suhu di Bumi tetap hangat, tidak terlalu dingin
sehingga kehidupan di Bumi tetap terjaga. Pernahkan Anda berpikir berapa
besar energi vang dipancarkan Matahari atau berapa suhu Matahari sehingga
memiliki energi vang sangat besar' Menurut beberapa penelitian, suhu di
permukaan Matahari sekitar 6.OOO C. Apakah Anda bisa menduga bagaimana
cara ilmuwan tersebut menghitung suhu Matahari' Hal menarik lainnva adalah
radiasi vang dipancarkan Matahari. Apakah sinar Matahari pada siang hari
dianggap berbahava bagi kulit dikarenakan radiasinva lebih tinggi' Apakah
hubungan antara radiasi vang dipancarkan dan suhu Matahari'
Pertanvaan-pertanvaan tersebut dapat Anda jawab setelah Anda
memahami konsep radiasi benda hitam. Dalam bab ini, Anda akan
mendapatkan beberapa fenomena alam vang sebenarnva merupakan
aplikasi dari konsep fisika.
175
Matahari merupakan sumber energi yang utama bagi Bumi. Matahari
memberikan energi melalui radiasi gelombang yang dipancarkannya.
Bab
7
Sumber: CD Image
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 176
A. Pengertian Radiasi Benda Hitam
1. Radiasi Benda Hitam
Anda telah belajar di kelas X tentang pancaran atau radiasi oleh
suatu benda. Misalnva, hubungan antara banvaknva energi vang
dipancarkan dan suhu vang dimiliki suatu benda. Secara sederhana, Anda
dapat melakukan pengamatan melalui sebuah kegiatan vang sering
dilakukan. Misalnva, ketika Anda berolahraga pada pagi hari vang cerah,
Anda akan merasakan adanva kalor vang dipancarkan oleh cahava
Matahari ke tubuh. Ketika Anda masuk ke dalam ruangan akan terasa
bahwa suhu ruangan meningkat. Hal tersebut menunjukkan adanva kalor
vang dipancarkan dari tubuhmu terhadap lingkungan dengan cara radiasi.
Contoh tersebut membuktikan bahwa benda akan memancarkan
radiasi elektromagnetik jika memiliki suhu tinggi. Radiasi elektromagnetik
vang dipancarkan oleh benda disebut rcJ|cs| (ermc|.
1ahukah Anda, apa vang dimaksud dengan benda hitam' ßenJc ||(cm
cJc|c| suc(u s|s(em scnz Jctc( menserct semuc rcJ|cs| |c|·r scnz menzenc|
|enJc c(cu s|s(em (erse|u(. Supava Anda dapat lebih memahami tentang
benda hitam, perhatikan gambar berikut.
Pada Cambar 7.1 diperlihatkan sebuah kotak vang terbuat dari logam
vang dapat dianggap sebagai benda hitam sempurna, dan salah satu sisinva
dibuat lubang. Cahava vang masuk melalui lubang dipantulkan terus-
menerus oleh dinding kotak dan hampir dapat dipastikan tidak ada lagi
cahava vang keluar. lni artinva, lubang telah berfungsi menverap semua
radiasi kalor vang ada. Radiasi cahava vang keluar dari dalam kotak
hitam melalui sebuah lubang berasal dari osilator-osilator harmonik vang
bergetar di dalam kotak dengan modus getar tertentu. Atom-atom pada
dinding kotak akan menverap energi panas dan bergetar. Atom-atom ini
akan berlaku sebagai osilator harmonik vang menimbulkan gelombang
elektromagnetik. Oelombang elektromagnetik vang ditimbulkan oleh
osilator akan dipantulkan berulang-ulang oleh dinding kotak dan
membentuk gelombang berdiri.
Hasil eksperimen menunjukkan bahwa intensitas radiasi termal
berbanding lurus dengan pangkat empat suhu benda. Semakin tinggi suhu
sebuah benda, semakin besar pula energi kalor vang dipancarkan. Selain
itu, energi kalor dan intensitas radiasi termal sangat bergantung pada
kondisi, bentuk, dan permukaan vang dimiliki benda. Menurut Stefan-
Boltzmann, intensitas radiasi termal suatu benda dinvatakan dengan
í ~ eo T
1
(7-1)
Gambar 7.1
Cahaya yang masuk ke dalam
kotak yang dianggap sebagai
benda hitam sempurna, akan
dipantulkan terus-menerus oleh
dinding kotak.
Sebelum mempelajari konsep Radiasi Benda Hitam, kerjakanlah soal-soal berikut dalam buku latihan.
Tes Kompetensi Awal
1. ]ika Anda menjemur dua kain basah vang berwarna
hitam dan putih di bawah sinar Matahari, kain
manakah vang akan lebih cepat kering' ]elaskan
mengapa demikian'
2. Apa vang dimaksud dengan benda hitam sempurna'
3. Apakah setiap benda selalu memancarkan energi'
1. Apa vang dimaksud dualisme gelombang partikel'
5. Apa vang dimaksud efek fotolistrik dan efek Compton'
Sebutkan juga tokoh-tokoh penemuan gejala tersebut.
Radiasi Benda Hitam 177
Sebuah benda memiliki suhu sebesar 227 C. ]ika konstanta emisivitas benda tersebut
3
5
, tentukan intensitas radiasi vang dipancarkan.
]awab:
Diketahui: T ~ (273÷227)K ~ 5OO K , e ~
3
5
,
o ~ 5,67O3 × 1O
-o
W/m
2
K
1
Berdasarkan Persamaan (7-1) akan diperoleh
í ~ e o T
1
= (3/5)(5,67O3×1O
-o
W/m
2
K
1
) (5OOK)
1
í ~ 2.126,36 W/m
2
]adi, intensitas radiasi termal vang dipancarkan benda tersebut adalah 2.126,36 W/m
2
.
Kawat spiral lampu pijar memiliki luas permukaan 5O mm
2
dan suhunva 1.127C.
Diandaikan bahwa 6O' dari energi listrik vang dihantarkan pada lampu diradiasikan
dalam bentuk kalor, dan kawat pijar bersifat seperti benda hitam. Berapa ampere arus
vang mengalir dalam lampu vang dihubungkan dengan stop kontak (bertegangan
2OO V) agar lampu tersebut dapat berfungsi'
Keterangan:
e ~ emisivitas benda (O < e < 1), untuk benda hitam sempurna e ~ 1
T ~ suhu (K)
o ~ konstanta Stefan Boltzmann ~ 5,67×1O
-o
W/m
2
K
1
Òleh karena intensitas adalah energi vang vang dipancarkan tiap
satuan waktu dan tiap satuan luas, maka intensitas radiasi termal dapat
juga dinvatakan sebagai dava per satuan luas.
í
í
-
dan í ~ í - (7-2)
Keterangan:
í ~ intensitas radiasi termal (W/m
2
)
í ~ dava (W)
- ~ luas permukaan benda (m
2
)
Dengan mensubstitusikan Persamaan (7-2) ke Persamaan (7-1),
maka dava radiasi vang dipancarkan benda akan memiliki persamaan
í ~ eo -T
1
(7-3)
Pada suhu ruang sekitar 25 C, radiasi termal vang dipancarkan benda
tidak dapat terlihat oleh mata. Akan tetapi, benda-benda tersebut pada
suhu 25 C dapat terlihat. Hal tersebut disebabkan benda-benda itu
memantulkan cahava. ]adi, jika Anda ingin mengamati radiasi termal
saja, harus menggunakan benda vang tidak memantulkan cahava,
misalnva benda-benda vang berwarna hitam. Benda hitam menverap
seluruh radiasi vang datang kepadanva. Hal ini dapat Anda amati ketika
seseorang memanaskan sebatang besi. Pada suhu di bawah 25 C belum
tampak spektrum warna vang ditimbulkan dari besi itu, setelah suhu
dinaikkan dan besi mulai membara akan mulai tampak perubahan
spektrum warna bersamaan dengan kenaikan suhu.
Contoh 7.1
Contoh 7.2
Dalam kehidupan sehari-hari tidak
ada benda yang dapat menyerap
seluruh radiasi yang mengenainya.
Ingatlah
Dalam SI, suhu menggunakan satuan
derajat Kelvin.
Ingatlah
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 178
2. Spektrum Radiasi Benda Hitam
]ika suatu benda padat dipanaskan, benda tersebut akan meman-
carkan radiasi kalor dalam bentuk spektrum gelombang elektromagnetik
dengan panjang gelombang dan frekuensi vang berbeda. Pada suhu vang
lebih tinggi akan terdapat radiasi infra merah vang tidak dapat dilihat
tetapi dapat dirasakan panasnva. Hal ini dapat diamati pada sepotong
logam vang dipanaskan hingga mencapai suhu 2.OOO K. logam berpijar
dengan warna kuning atau keputih-putihan. Radiasi gelombang vang
dipancarkan kemudian dilewatkan melalui celah agar diperoleh berkas
gelombang vang sempit, seperti tampak pada Cambar 7.2.
Dengan demikian, gelombang akan terdispersi menurut panjang
gelombang setiap spektrum. Detektor vang terlihat pada gambar dapat
digeser-geser menurut sudut deviasi gelombang terdispersi. Percobaan
ini dilakukan pada suhu benda hitam vang berbeda-beda. Pengamatan
pada intensitas spektrum radiasi menghasilkan data vang ditunjukkan
pada Cambar 7.3.
Cambar 7.3 menunjukkan bahwa apabila suhu suatu benda terus
dinaikkan, intensitas relatif dari spektrum cahava vang dipancarkannva
berubah. lni menvebabkan pergeseran dalam warna-warni spektrum vang
teramati vang dapat digunakan untuk menaksir suhu suatu benda. 1erlihat
juga pergeseran panjang gelombang maksimum (ì
maks
). Semakin tinggi
suhu suatu benda, ì
maks
semakin bergeser ke arah panjang gelombang
vang lebih pendek.
Agar Anda lebih memahami Hukum Pergeseran Wien, perhatikan
Cambar 7.4 berikut.
Gambar 7.3
Spektrum warna pijar suatu benda
panas berubah terhadap suhunya.
Gambar 7.2
Percobaan untuk mengamati
spektrum radiasi benda hitam.
Warna
1.500
1.400
1.300
1.200
1.100
1.000
900
800
700
600
500
putih
kuning muda
kuning
oranye
merah-oranye
merah ceri
merah tua
baru tampak
T ºC
I (Wb/m
2
)
ì (m)
T
2
> T
1
T
1
benda hitam
prisma
celah
spektrum
gelombang
detektor
Gambar 7.4
Grafik pergeseran panjang
gelombang maksimum pada
saat suhu berubah dari T
1
ke T
2
.
]awab:
Diketahui:
luas permukaan (-) ~ 5O mm
2
~ 5O×1O
-6
m
2
, suhu mutlak (T) ~ (1127÷273)K ~
11OO K, emisivitas (e) ~ 1 (anggap benda hitam), o ~ 5,67 × 1O
-o
W/m
2
K
1
.
Dava kalor radiasi vang dipancarkan oleh lampu pijar dihitung melalui Persamaan
(7-3), vaitu
í ~ eo - T
1
í ~ (1) (5,67×1O
-o
Wb/m
2
K
1
) (5O×1O
-6
m
2
) (11OO K)
1
~ 1O,o9 W
Dava kalor radiasi ini adalah 6O' dari dava listrik vang diberikan ke lampu pijar.
]adi, 1O,o9 W ~ 6O' × í
listrik
= í
listrik
~
1O, o9 W
O, 6O
~1o,15 W
1egangan listrik, V ~ 22O volt.
Arus listrik vang mengalir melalui lampu pijar dihitung dari rumus dava listrik,
= =
1o,15 W
O, Oo25 A.
22O V
í
í V í í
V
Sumber: Physics, 1993
Sumber: Physics, 1993
Radiasi Benda Hitam 179
Dari Cambar 7.4 terlihat bahwa panjang gelombang intensitas
maksimum benda vang suhunva tinggi lebih pendek dari panjang
gelombang intensitas benda vang suhunva rendah. Oejala pergeseran ì
maks
pada radiasi benda hitam disebut Hukum Pergeseran Wien. Secara
matematis, Hukum Pergeseran Wien dinvatakan dalam perumusan
berikut.
ì
maks
T ~ konstan (7-1)
Wien menemukan bahwa hasil kali antara ì
maks
dan suhu mutlak
merupakan bilangan konstan seperti pada Persamaan (7-4), dan bilangan
konstan pada perumusan Hukum Pergeseran Wien bernilai 2,o9o×1O
-3
mK.
Hukum Pergeseran Wien juga digunakan untuk memperkirakan suhu
sebuah bintang dengan melihat warna cahava sebuah bintang, suhu
bintang tersebut dapat diprediksikan.
Contoh 7.3
Sebuah benda dipanaskan hingga bersuhu 5.OOO C. 1entukanlah panjang gelombang
maksimum radiasi termal vang dipancarkan benda tersebut.
]awab:
Diketahui: T ~ 5.OOO C ~ (5.OOO÷273)K ~ 5.273 K
berdasarkan Persamaan (11-5) akan diperoleh
ì
maks
T ~ C
=
ì
maks
(5.273K) ~ 2,o9o×1O
-3
mK
3
7
maks
2, o9o 1O mK
5, 5O 1O m
5273 K
ì
~
~

]adi, panjang gelombang maksimum radiasi termal adalah 5,5O × 1O
-7
m.
I
T
1
T
2
T
3
Berdasarkan grafik intensitas radiasi ( í )
terhadap panjang gelombang, seperti
ditunjukkan pada gambar di samping,
bagaimanakah hubungan antara suhu mutlak
T
1
, T
2
, dan T
3
'
]awab:
Dari grafik pada gambar di samping diperoleh
bahwa urutan panjang gelombang untuk intensitas radiasi maksimum adalah
1 2 3 m m m
ì ì ì . Berdasarkan hukum pergeseran Wien (Persamaan 7-4) diperoleh
m
T C ì atau
m
C
T
ì
]adi,
1 2 3 m m m
ì ì ì
1 2 3
C C C
T T T
, diperoleh T
1
> T
2
> T
3
.
Contoh 7.4
3. Pendekatan Teori Rayleigh–Jeans
Pada tahun 1o9O, muncul pertanvaan bagaimana menjelaskan
spektrum radiasi benda hitam. Pengamatan dan eksperimen vang telah
dilakukan pada masa itu mencoba mencari penjelasan. Spektrum radiasi
Tokoh
Max Planck
(1858 – 1947)
Max Planck dilahirkan di Kiel,
Jerman. Ia belajar di Munich dan
Berlin. Seperti banyak ahli fisika
lainnya, ia seorang pemain musik
yang pandai. Pada tahun 1900 M,
setelah 6 tahun belajar di Universitas
Berlin, ia menyatakan bahwa kunci
pemahaman radiasi benda hitam
adalah anggapan bahwa pemancaran
dan penyerapan radiasi terjadi dalam
kuantum energi hf. Penemuan yang
menghasilkan hadiah Nobel 1918 ini
sekarang dianggap sebagai tonggak
dari fisika modern. Walaupun selama
Hitler berkuasa, ia tetap tinggal di
Jerman. Ia memprotes perlakuan
Nazi kepada ilmuwan Yahudi dan
sebagai akibatnya ia harus
melepaskan kedudukannya sebagai
presiden Institut Kaiser Wilhelm.
Setelah perang dunia kedua, institut
tersebut diberi nama Institut Planck
dan ia kembali menjabat sebagai
presiden sampai akhir hayatnya.
Sumber: Fundamental Of Physics, 2001
ì ì
1 m
ì
2 m
ì
3 m
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 180
benda hitam diterangkan oleh Lord Ravleigh (1o12-1919) dan Sir ]ames
Hopward ]eans (1o77-1916). Perumusan mereka menggunakan teori
fisika klasik seperti teori kinetik gas.
Di Kelas Xl, Anda telah mempelajari materi panas benda berhubungan
dengan energi kinetik molekul gas. 1eori ekipartisi menvatakan bahwa
energi total gas dalam suatu ruangan tertutup dibagi secara merata ke
setiap molekul vang terdapat di dalam ruangan. ]ika energi total sistem
adalah í dan banvaknva molekul vang berada dalam ruangan adalah |,
energi rata-rata vang dimiliki oleh setiap molekul adalah í/|. lnergi ini
terkandung dalam bentuk energi kinetik setiap molekul. Akan tetapi, tidak
berarti semua molekul memiliki energi vang sama, vaitu í/|. Nilai tersebut
hanvalah merupakan nilai rata-rata.
Cambar 7.5 memperlihatkan sebaran kecepatan vang dimiliki
molekul gas. Sebaran energi kecepatan karena energi kinetik selalu
berhubungan dengan kecepatan. Ravleigh-]eans melihat bahwa kurva
sebaran itu serupa dengan hasil vang diperoleh pada intensitas spektrum
radiasi termal. Mereka beranggapan ada kemiripan antara sifat panas
benda dan radiasi termal. Dengan pendekatan vang mereka lakukan,
Ravleigh-]eans memperoleh perumusan bahwa intensitas radiasi
berbanding terbalik dengan pangkat empat panjang gelombang ( ì ).
Untuk ì vang besar, intensitas akan semakin kecil. Apabila ì
mendekati tak hingga, intensitas akan mendekati nol. Hal ini sesuai
dengan hasil empiris. Akan tetapi, apabila ì mendekati nol, hal ini sangat
menvimpang dari hasil empiris vang menunjukkan bahwa intensitas
mendekati nol ketika ì semakin mengecil.
Penvimpangan persamaan Ravleigh- ]eans vang sangat jauh ini
dinamakan ¨Bencana Ultra Violet" karena ì vang kecil berada dalam
wilavah gelombang ultraviolet.
Cambar 7.6 menunjukkan hubungan intensitas dan panjang
gelombang antara kurva Ravleigh-]eans dan kurva Wien. 1eori Wien
dapat menerangkan spektrum pada panjang gelombang vang pendek,
tetapi menvimpang ketika menerangkan panjang gelombang vang panjang.
Sebaliknva, teori Ravleigh-]eans dapat menerangkan spektrum pada
panjang gelombang vang panjang, tetapi menvimpang ketika menerangkan
panjang gelombang vang pendek.
4. Teori Planck
1eori klasik tentang cahava sebagai gelombang elektromagnetik
dapat menjelaskan dari mana asal radiasi kalor, tetapi tidak bisa dengan
tepat memprediksikan spektrum cahava vang dipancarkan sebagaimana
vang teramati oleh Wien. 1eori Wien mampu menjelaskan radiasi benda
hitam untuk panjang gelombang vang pendek, tetapi gagal untuk panjang
gelombang vang panjang. Sebaliknva, teori Ravleigh-]eans berhasil
menjelaskan radiasi benda hitam untuk panjang gelombang vang panjang,
tetapi gagal untuk panjang gelombang vang pendek.
Akhirnva, penjelasan vang memuaskan lahir dari seorang fisikawan
]erman, Max Planck (1o5o-1917). la mencoba melakukan pendekatan
lain dengan mengajukan suatu rumus empiris dan ternvata sangat cocok
dengan hasil pengamatannva.
v
n (v)
Gambar 7.5
Sebaran jumlah partikel yang
memiliki kecepatan (v).
T
e
o
r
i

R
a
y
l
e
i
g
h

-

J
e
a
n
s
T
e
o
r
i

W
i
e
n
Int ensit as
Panj ang gelombang
T
e
o
r
i

P
l
a
n
c
k
Gambar 7.6
Perbandingan teori Wien, dan
teori Rayleigh-Jeans dengan
teori Planck yang memenuhi
data percobaan.
Tugas Anda 7.1
Carilah dari buku-buku tentang
formula yang digunakan Rayleigh-
Jeans untuk menjelaskan intensitas
radiasi benda hitam.
Radiasi Benda Hitam 181
Planck mencari dasar teori untuk rumus empirisnva. Dua bulan
kemudian, ia berhasil membuat asumsi vang sangat mengejutkan pada
saat itu, vaitu tentang getaran molekul-molekul di permukaan benda
hitam. Planck mengemukakan postulatnva sebagai berikut.
1) lnergi radiasi vang dipancarkan oleh getaran molekul-molekul
(osilator) benda merupakan paket-paket (kuanta) energi. Besarnva
energi dalam setiap paket merupakan kelipatan bilangan bulat suatu
besaran ¨í", vaitu
í
n
~ n | | (7-5)
dengan n adalah bilangan asli (1,2,3, ....) vang disebut bilangan
kuantum dan | adalah frekuensi getaran molekul-molekul, sedang-
kan | merupakan konstanta Planck vang besarnva 6,626 × 1O
-31
]s.
Òleh karena energi radiasi bersifat diskrit, dikatakan energinva
terkuantisasi dan energi vang diperbolehkan dengan n ~ 1,2,3, ...
disebut tingkat energi.
2) Molekul-molekul menverap atau memancarkan energi radiasi cahava
dalam paket diskrit vang disebut kuantum atau foton. lnergi 1 foton
karena perbedaan dua tingkat energi seperti tampak pada Cambar
7.7 adalah
í ~ | | (7-6)
]ika molekul-molekul menverap/memancarkan 1 foton, tingkat
energinva bertambah atau berkurang sebesar ||. Oagasan Planck ini
berlaku untuk benda hitam.
langkah Planck dengan postulatnva bahwa energi osilator terkuantisasi
merupakan sebuah terobosan besar, Planck sendiri bersama ilmuwan
seangkatannva tidak menvadari hal itu. Oagasan Planck dianggap sebagai
tonggak awal fisika kuantum.
E
n
0
1
2
3
4
ke n = ×
0
1hf
2hf
3hf
4hf
Gambar 7.7
Tingkat-tingkat energi yang
diperkenankan untuk satu
molekul yang frekuensinya f.
]umlah minimum foton cahava vang panjang gelombangnva ì ~555 nm untuk
menimbulkan rangsangan visual pada mata normal adalah n ~1OO foton per sekon.
]ika cepat rambat cahava c ~ 3×1O
o
m/s dan | ~ 6,6×1O
-31
]s, tentukanlah dava
cahava tersebut.
]awab:
lnergi cahava berdasarkan Persamaan (7-5) adalah
c
í n | | n |
ì

Dava cahava tersebut dapat ditentukan sebagai berikut.
n | c
í
í
( (ì




31 o
17
9
1OO 6, 6 1O ]s 3 1O m/s
3, 57 1O W
1 s 555 1O m
í
~
~
~

Contoh 7.5
Tantangan
untuk Anda
Perumusan Rayleigh-Jeans tidak
cocok diterapkan untuk radiasi
benda hitam pada daerah panjang
gelombang pendek. Dapatkah Anda
menduga, apa implikasi dari
persamaan Rayleigh-Jeans pada
daerah panjang gelombang pendek
untuk kehidupan di Bumi?
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 182
5. Aplikasi Radiasi Benda Hitam untuk Mengukur Suhu
Matahari
Matahari merupakan bintang vang paling dekat dengan Bumi,
jaraknva sekitar 15O.OOO.OOO km. Matahari memancarkan energi kalor
vang sangat berguna bagi kehidupan di Bumi. lnergi tersebut berasal
dari reaksi fusi hidrogen di dalam inti Matahari. Dapatkah Anda
membavangkan berapa besar energi vang dihasilkan Matahari sehingga
sampai jarak 15O.OOO.OOO km energi itu masih ada berupa cahava dan
kalor'
Radiasi energi Matahari sangat besar, seperti vang telah Anda pelajari.
lntensitas radiasi ini berbanding lurus dengan pangkat empat suhunva.
Menurut teori, radiasi vang dipancarkan ini memiliki intensitas vang
berbeda-beda. Untuk lebih memahami konsep ini perhatikan Cambar
7.S berikut ini.
Cambar 7.S menunjukkan spektrum radiasi Matahari vang diukur
di luar angkasa. Orafik tersebut sangat mirip dengan grafik intensitas
radiasi benda hitam. Òleh karena itu, para astronom mengasumsikan
Matahari sebagai benda hitam sehingga bisa dihitung berapa suhu di
permukaan Matahari dengan menggunakan Hukum Pergeseran Wien.
Dari grafik terlihat bahwa nilai intensitas maksimum terdapat pada
panjang gelombang sebesar 5.OOO A (daerah panjang gelombang sinar
tampak). Menurut Hukum Pergeseran Wien, akan didapatkan nilai suhu
di permukaan Matahari sebagai berikut.
maks
ì . T ~ 2,o9o × 1O
-3
mK
T ~
3
7
2, o9o×1O mK
5×1O m
~
~
T ~ 6OOO K
Selain untuk mengukur suhu Matahari, penerapan radiasi benda
hitam ini dapat digunakan untuk mengukur suhu bintang lainnva, vaitu
dengan menganalisis spektrum bintang tersebut.
Gambar 7.8
Grafik intensitas radiasi
Matahari yang diukur di luar
angkasa.
2 1 6 o 1O 12 11 16 1o
I(W/m
2
)
ì
~7
10 m
Salah satu isu global vang sering diangkat oleh aktivitas lingkungan hidup adalah
isu tentang pemanasan Bumi. Ada sebagian negara maju vang tidak mau
menandatangani ír·(·|·| ís·(· tentang pembatasan kadar emisi gas dari industri.
Oas emisi ini sebagian besar adalah CÒ
2
. Menurut para ahli, gas CÒ
2
inilah vang
mengakibatkan pemanasan Bumi atau dikenal dengan istilah í|e| numc| íccc
(Green H·use í||ec(). Carilah informasi dari berbagai sumber (buku, majalah, internet,
dan lain-lain) tentang hubungan antara efek rumah kaca dan radiasi benda hitam.
Diskusikanlah dengan teman sekelas Anda tentang hal ini.
Mari Mencari Tahu
1 Å = 10
–10
m
Ingatlah
Tantangan
untuk Anda
Grafik pada Gambar 7.8
menunjukkan intensitas radiasi
Matahari yang diukur di luar angkasa.
Apakah Anda bisa menduga
bagaimana grafik intensitas radiasi
Matahari jika diukur di permukaan
Bumi? Apakah di seluruh tempat di
permukaan Bumi intensitas radiasi
Matahari selalu sama? Jelaskan
jawaban Anda dengan bahasa yang
mudah dipahami dan diskusikanlah
bersama teman sekelas.
Kata Kunci
• benda hitam
• radiasi benda hitam
• emisivitas benda
• intensitas
• daya radiasi
• spektrum
• energi radiasi
• radiasi termal
Radiasi Benda Hitam 183
Gambar 7.9
(a) Cahaya sebagai gelombang;
(b) Cahaya sebagai paket-paket
energi.
(b)
1. Suhu kerja filamen tungsten dalam suatu lampu pijar
adalah 2.15O K dan emisivitasnva O,3O. 1entukan luas
permukaan filamen lampu pijar 1O W.
2. Sebuah lubang kecil pada dinding (cnur menverupai
benda hitam. ]ika luasnva 1 cm
2
dan suhunva 1.727C
(sama seperti suhu di dalam tanur), berapakah energi
vang diradiasikan ke luar lubang setiap detik'
3. Bola (r ~ 3 cm) bersifat seperti benda hitam, berada
dalam keadaan seimbang dengan lingkungannva.
1ernvata, bola menverap dava 6O kW dari
lingkungannva. Berapakah suhu bola itu'
1. lampu pijar dapat dianggap berbentuk bola. ]ari-jari
lampu pijar pertama adalah dua kali jari-jari lampu
kedua. Suhu pijar pertama dan kedua masing-masing
57 C dan 2O7 C. 1entukan nilai perbandingan antara
dava kalor radiasi lampu pertama dan lampu kedua.
5. Konstanta emisivitas sebuah benda hitam adalah 2/3.
Hitunglah intensitas radiasi vang dipancarkan apabila
suhu benda itu 15O K.
6. Sebuah bola logam dengan jari-jari 1 cm dipanaskan.
Pada suhu 227C, bola logam itu memancarkan radiasi
dengan dava o,91×1O
5
watt. Hitunglah emisivitas bola
logam tersebut.
7. Hitunglah dava vang dipancarkan oleh sebuah kubus
vang dipanaskan hingga 327C. Kubus tersebut memiliki
panjang sisi 1O cm dan terbuat dari bahan dengan
emisivitas 75'.
o. Benda A memancarkan radiasi dengan
max
ì ~ 1OO nm.
Benda itu terus mengalami pemanasan sehingga
suhunva 1 kali lipat suhu semula. 1entukanlah
max
ì
setelah pemanasan.
Tes Kompetensi Subbab A
Kerjakanlah pada buku latihan.
B. Dualisme Gelombang Partikel
1. Sifat Partikel yang Dimiliki Gelombang
Pada mulanva, banvak fisikawan vang menganggap cahava sebagai
gelombang. Hal ini diperkuat dengan adanva difraksi, polarisasi, refraksi,
refleksi, dan interferensi vang sesuai dengan sifat umum gelombang. Akan
tetapi, ketika para fisikawan menemukan fenomena radiasi benda hitam,
efek fotolistrik, dan efek Compton, asumsi cahava sebagai gelombang tidak
dapat menjelaskan fenomena-fenomena tersebut. Kemudian, muncullah
pandangan bahwa cahava adalah partikel. Sebagai analogi, perhatikah
Cambar 7.9. Pada gambar tersebut, Anda bisa memerhatikan perbedaan
cahava jika diasumsikan sebagai gelombang dan sebagai partikel. Dengan
asumsi sebagai gelombang, cahava dipancarkan sebagai rambatan
gelombang vang kontinu. Adapun dengan asumsi sebagai partikel, cahava
dipancarkan dalam bentuk paket-paket energi vang disebut foton.
Supava Anda lebih memahami asumsi cahava sebagai partikel, Anda
bisa mempelajari efek fotolistrik dan efek Compton berikut.
a. Efek Fotolistrik
Ge¡c|c (er|etcsnsc e|e|(r·n-e|e|(r·n Jcr| termu|ccn t|c( |·zcm |e(||c
J|s|ncr| Jenzcn |re|uens| (er(en(u J|se|u( e|e| |·(·||s(r||. llektron vang terlepas
dari permukaan plat logam tersebut disebut elektron foto. Peristiwa ini
pertama kali ditemukan oleh Hertz, seperti digambarkan pada Cambar 7.10.
Perangkat percobaan untuk mengamati efek fotolistrik terdiri atas
tabung kaca hampa udara dan plat logam vang disebut sebagai katode.
Ketika katode disinari dengan sinar ultraviolet, elektron akan terlepas
dari katode dan bergerak menuju anode sehingga arus mengalir pada
rangkaian. Banvaknva elektron vang terlepas dapat terlihat dari indikator
kuat arus vang ditunjukkan oleh amperemeter. lnergi kinetik vang dimiliki
elektron dapat ditentukan dengan cara memperbesar beda potensial
antara katode dan anode sehingga beda potensial bersifat menahan laju
(a)
Gambar 7.10
Skema eksperimen efek fotolistrik.
ruang vakum
cahaya
saklar geser
tutup
tabung
C
T
i
i
+ – + –
V
A
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 184
Gambar 7.11
(a) Apabila energi kinetik elektron
melebihi energi potensial
penghalang, elektron akan dapat
mendaki bukit potensial; (b) Energi
kinetik elektron tidak bergantung
pada intensitas cahaya; (c) Setiap
permukaan memiliki frekuensi (f
0
)
berbeda.
E
k
v
elektron. Bersamaan dengan kenaikan beda potensial, penunjukan jarum
amperemeter akan mengecil. ]ika pada suatu ketika jarum ampermeter
menunjuk angka nol, besarnva energi potensial sama dengan besar energi
kinetik vang dimiliki elektron. Nilai beda potensial pada saat itu disebut
potensial henti.
lnergi potensial r vang diberikan dapat diprediksikan sebagai sebuah
bukit vang harus dilewati elektron seperti pada Cambar 7.11(a). Apabila
bukit potensial terus dipertinggi, suatu saat amperemeter vang dipasang
di balik bukit menunjukkan angka nol. lni berarti, energi kinetik elektron
tidak cukup lagi untuk melewati bukit potensial sehingga besarnva
potensial henti V
S
bersesuaian dengan energi kinetik elektron.
í
|
~ e V
S
(7-7)
atau
2
maks O
1
2
mt eV
(7-o)
lksperimen vang dilakukan oleh £instein dengan mengubah-ubah
frekuensi cahava vang jatuh pada plat logam (katode), intensitas cahava,
dan potensial penghalang pada efek fotolistrik memberikan beberapa
kesimpulan sebagai berikut.
a) Besar energi kinetik maksimum elektron tidak bergantung pada intensitas
cahava (perhatikan Cambar 7.11(b)).
b) Setiap permukaan logam membutuhkan frekuensi minimum tertentu vang
disebut frekuensi ambang (|
O
) agar efek fotolistrik dapat berlangsung
(perhatikan Cambar 7.11(c)).
c) llektron-elektron dibebaskan dari permukaan logam hampir tanpa selang
waktu, vaitu kurang dari 1O
-9
sekon setelah penvinaran.
d) 1eori gelombang tidak dapat menjelaskan mengapa energi kinetik
maksimum elektron bertambah jika frekuensi cahava diperbesar.
Hasil eksperimen tersebut tidak dapat dijelaskan oleh teori klasik
tentang gelombang elektromagnetik. Menurut teori klasik, energi vang
dikandung gelombang elektromagnetik bersesuaian dengan intensitasnva.
Apabila intensitas semakin tinggi, energi gelombang elektromagnetik
akan meninggi pula. Medan listrik vang dibawa gelombang elektro-
magnetik akan memberikan gava pada elektron di permukaan logam
sehingga elektron memperoleh energi dari gelombang. ]ika energi vang
dimiliki elektron cukup besar, elektron akan terlepas dari permukaan
logam. Berdasarkan hal itu, seharusnva energi kinetik elektron bergantung
pada intensitas cahava.
Kehadiran frekuensi ambang pun tidak dapat dijelaskan dengan teori
klasik. lksperimen menunjukkan bahwa sekecil apapun intensitas cahava,
apabila frekuensinva lebih besar daripada frekuensi |
O
, efek fotolistrik
akan terjadi. Menurut teori klasik, seharusnva vang ada adalah intensitas
ambang. Dengan kebergantungan energi cahava pada intensitasnva,
hubungan linear antara energi kinetik elektron dan frekuensi gelombang
elektromagnetik sama sekali tidak dapat dijelaskan.
Menurut Albert £instein, semua energi foton diberikan kepada
elektron, dan ini menvebabkan foton lenvap. la berpandangan bahwa
kuantum merupakan sifat gelombang itu sendiri. Menurutnva, cahava
Sumber: Fisika untuk Sains dan Teknik Tipler
2
3
2 0 4 6 8
f
0 f
0
f
0
C
e
N
a
K
10
14
Hz
energi potensial
gelombang (eV)
–V
0
V
I
intensitas
tinggi
intensitas
rendah
(a)
(b)
(c)
1
Radiasi Benda Hitam 185
terdiri atas paket-paket vang disebut sebagai foton. loton-foton merupakan
partikel vang tidak bermassa vang diserap dan dipancarkan. lnergi vang dimiliki
oleh foton sama dengan kuanta vang dikemukakan oleh Planck, vaitu í ~ | |,
dengan | adalah konstanta Planck dan | adalah frekuensi gelombang
elektromagnetik.
linstein dapat menjelaskan secara sempurna hasil efek fotolistrik.
Cahava vang jatuh di atas logam dilukiskan sebagai rentetan foton vang
menumbuk pada logam, setiap foton menumbuk elektron dalam logam.
Pada peristiwa tumbukan tersebut, foton memberikan seluruh energinva
kepada elektron dan foton itu sendiri menjadi lenvap.
lnergi vang diperlukan untuk melepaskan diri dari permukaan logam
disebut fungsi kerja \. Untuk jenis logam vang berbeda, tentunva fungsi
kerja akan berbeda pula karena perbedaan energi ikat antara elektron
dan ion dalam logam. ]adi, untuk logam tertentu berlaku
\ ~ | |
O
(7-9)
]ika frekuensi foton lebih besar daripada frekuensi ambang, kelebihan
energi vang diterima elektron itu akan menjadi energi kinetik elektron.
| | - | |
O
~ í
|
(7-1O)
| | ~ | |
O
÷ í
|
| | ~ \ ÷ í
|
(7-11)
Keterangan:
| ~ konstanta Planck ~ 6,63 × 1O
-31
(]s)
| ~ frekuensi gelombang cahava (Hz)
|
O
~ frekuensi ambang (Hz)
]ika dibuat dalam sebuah tabel, fungsi kerja fotolistrik beberapa jenis
logam bisa dilihat dalam Tabel 7.1.
1 eV = 1,6 × 10
–19
J
Ingatlah
Tabel 7.1
lungsi Kerja llektron pada Beberapa logam
Cesium Cs 2,11
Kalium K 2,3O
Natrium Na 2,75
lmas Au 5,31
1embaga Cu 1,91
Perak Ag 1,71
Platina Pt 5,65
Logam Lambang Iungsi Kerja (W) eV
Efek fotolistrik selain memiliki
peranan penting dalam teori foton
pada cahaya, juga memiliki banyak
sekali aplikasi dalam kehidupan
sehari-hari. Sebagai contoh adalah
alarm pencuri dan pembuka
otomatis yang juga menggunakan
sirkuit fotolistrik. Ketika seseorang
menghalangi sinar yang dipancarkan,
penurunan arus listrik dapat
mengaktifkan saklar sehingga bel
berbunyi atau pintu terbuka.
Biasanya sinar yang digunakan adalah
sinar ultraviolet dan inframerah
karena kedua sinar ini tidak terlihat.
The photoelectric effect, besides
playing an important historical role
in confirming the photon theory of
light, also has many practical
applications. Burglar alarms and
automatic door openers often make
use of the photocell circuit. When a
person interrupts the beam of light, the
sudden drop in current in the circuit
activates a switch which operates a
bell or opens the door. UV or IR light is
sometimes used in burglar alarms
because of its invisibility.
Sumber: Physics for Scientist & Engineers
Informasi
untuk Anda
Information for You
lrekuensi ambang suatu bahan 1,5 × 1O
16
Hz. ]ika bahan tersebut disinari dengan sinar
vang memiliki frekuensi 2 × 1O
16
Hz, tentukan besar energi kinetik elektron vang
terlepas dari permukaan logam tersebut.
]awab:
í
|
~ || - ||
O
~ | (| - |
O
)
í
|
~ 6,63 × 1O
-31
]s (2 × 1O
16
Hz - 1,5 × 1O
16
Hz)
í
|
~ 6,63 × 1O
-31
]s (O,5 × 1O
16
Hz) ~ 3,31 × 1O
-1o
joule.
Contoh 7.6
Sumber: Physics, 1993
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 186
Kalium disinari dengan cahava ultraviolet vang panjang gelombangnva 2.5OO A. ]ika fungsi
kerja kalium 2,21 eV, tentukanlah nilai potensial henti pada peristiwa efek fotolistrik
tersebut (| ~ 6,6 × 1O
-31
]s).
]awab:
Diketahui: ì ~ 2.5OO A ~ 2,5 × 1O
-7
m,
\
O
~ 2,21 eV~ (2,21 eV) (1,6 × 1O
-19
]s)
~ 3,536 × 1O
-19
]
lnergi kinetik maksimum elektron: í|
m
~ | | - \
O
~
c
|
ì
- \
O
í|
m
~
o
31 19
7
3 1O m/s
6, 6 1O ]s 3, 536 1O ]
2, 5 1O m
~ ~
~

~

í|
m
~ 1,3o × 1O
-19
]
Kemudian, gunakan Persamaan (7-S), sehingga
í|
m
~ eV
0
atau V
O
~
m
í|
e
= V
O
~
19
19
1, 3o 1O ]
1, 6 1O C
~
~

~ 2,71 V
]adi, potensial henti pada efek fotolistrik tersebut adalah 2,71 V.
b. Efek Compton
Dalam peristiwa efek fotolistrik, cahava vang dijatuhkan pada keping
logam diperlakukan sebagai paket energi vang disebut foton. loton itu
mengalami peristiwa tumbukan dengan elektron. Biasanva tumbukan
selalu dihubungkan dengan momentum. Pada peristiwa tersebut akan
berlaku Hukum Kekekalan Momentum dan Hukum Kekekalan lnergi.
Penelitian hamburan sinar-X vang dilakukan Arthur H. Compton
(1o92-1962) menghasilkan fenomena baru, vaitu pergeseran panjang
gelombang atau perubahan frekuensi sebelum dan sesudah tumbukan.
Oejala ini dijelaskan oleh Compton dengan menganggap bahwa vang
terjadi adalah tumbukan antara kuantum cahava (foton) dan elektron
bebas. Ketika foton menumbuk elektron, sebagian energi foton akan
diberikan kepada elektron sehingga elektron memiliki energi kinetik.
Adapun energi foton setelah tumbukan akan berkurang. Menurut teori
klasik, pengurangan energi tidak akan diikuti oleh perubahan frekuensi
atau panjang gelombang. Namun, menurut teori kuantum, perubahan
energi berarti akan terjadi perubahan frekuensi dan perubahan panjang
gelombang. lni dibuktikan dari hasil pengamatan vang menunjukkan
bahwa setelah tumbukan, panjang gelombang foton bertambah besar
(
' ì ì
). Òleh karena energi foton dirumuskan sebagai
c
|
ì
, jelaslah
bahwa energi foton setelah tumbukan akan berkurang.
1) Momentum foton
Kesetaraan massa dan energi menurut £instein adalah í ~ mc
2
(Hal
tersebut akan Anda pelajari dalam pokok bahasan berikutnva), sedangkan
Contoh 7.7
Foton merupakan paket-paket
energi pada cahaya. Konsep ini
merupakan kelanjutan dari asumsi
cahaya merupakan partikel.
Ingatlah
Tugas Anda 7.2
Proses terjadinya sinar-X
merupakan kebalikan dari proses
fotolistrik. Carilah informasi dari
berbagai sumber tentang sinar-X
dan diskusikanlah bersama teman
sekelas Anda.
Òleh karena 1 joule ~ 1,6 × 1O
-19
eV, besar energi kinetik elektron vang terlepas
adalah
1o
19
3, 31 1O
1, 6 1O
|
í
~
~

eV ~ 2O,6 eV
Radiasi Benda Hitam 187
menurut Planck, cahava berbentuk paket-paket energi dengan energi
foton sebesar í ~ | | . Dengan demikian, pendekatan secara relativistik
dapat ditulis
2
| |
mc | | mc
c
= (7-12)
Dari Persamaan (7-12), Anda dapat memperoleh persamaan momentum
relativistik dari sebuah foton, vaitu
| |
t mc
c
(7-13)
Diketahui
c
|
ì dan
1
|
c ì
, maka Persamaan (7-13) dapat ditulis
atau
| |
t
t
ì
ì

(7-11)
Keterangan:
t ~ momentum sebuah foton (kg m/s)
c ~ cepat rambat cahava (m/s)
ì ~ panjang gelombang cahava (m)
| ~ tetapan Planck ~ 6,63×1O
-31
]s
| ~ frekuensi cahava (Hz)
2) Perubahan Panjang Celombang pada Hamburan Compton
Perhatikan tumbukan antara sebuah foton dan sebuah elektron seperti
ditunjukkan pada Cambar 7.12. Sebelum tumbukan, foton memiliki
panjang gelombang ì , dan elektron berada dalam keadaan diam. Setelah
tumbukan, foton terhambur dengan sudut 0 dan mengalami penurunan
energi menjadi í'. Di lain pihak, sebagian elektron membentuk sudut o
dengan arah gerak foton sebelum tumbukan. Hamburan vang dialami
oleh foton disebut hamburan Compton dengan ciri-ciri khasnva terjadi
perubahan ì dan perubahan |. Untuk mengetahui perubahan energi atau
panjang gelombang foton setelah terhambur, digunakan analisis dengan
Hukum Kekekalan Momentum dan Hukum Kekekalan lnergi. Òleh
karena energi vang terlibat sangat tinggi serta kemungkinan besar
kecepatan elektron setelah tumbukan sangat besar, persamaan dinamika
vang digunakan adalah dinamika relativistik.
Dengan menggunakan Hukum Kekekalan lnergi dan Hukum
Kekekalan Momentum dalam dinamika Relativistik, didapatkan
persamaan hamburan Compton sebagai berikut.

O
' 1 cos
|
m c
ì ì 0 ~ ~
(7-15)
Keterangan:
ì
~ panjang gelombang foton sebelum tumbukan (m)
ì’
~ panjang gelombang foton sesudah tumbukan (m)
| ~ tetapan Planck ~ 6,63 × 1O
-31
(]s)
c ~ cepat rambat cahava ~ 3 × 1O
o
m/s
0 ~ sudut penvimpangan foton
m
O
~ massa diam elektron (kg)
Gambar 7.12
Tumbukan foton dan elektron
(a) sebelum tumbukan
(b) sesudah tumbukan
foton dengan ì , p
(a)
(b)
ì ', p'
f
o
t
o
n

t
e
r
h
a
m
b
u
r
elektron
terdorong
p
e
v
0
o
Tokoh
Arthur Compton (Holly)
(1892–1962)
Arthur Compton adalah seorang ahli
Fisika yang dilahirkan di Wooster,
Ohio, USA. Dia belajar di Universitas
Princetion dan lulus menjadi
profesor Fisika di Chicago (1923). Dia
meneliti dan menjelaskan Efek
Compton, penambahan panjang
gelombang sinar-X yang
dihamburkan ketika bertumbukan
dengan elektron. Untuk sumbangan
pemikirannya tersebut, dia
mendapat penghargaan Nobel Fisika
pada 1927.
Sumber: www.allbiographies.com
elektron diam
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 188
Ek (eV)
f (Hz)
0,2
3,7
f
0
Sinar-X dengan panjang gelombang ì ~ O,2O nm dihamburkan oleh sebuah balok karbon.
Sinar-X vang dihamburkan diamati menvimpang 15 terhadap arahnva semula. Hitung
panjang gelombang sinar-X vang dihamburkan ini.
]awab:
Beda panjang gelombang foton sebelum dan sesudah dihamburkan dapat dihitung dengan
Persamaan (7-16):

' 1 cos
|
mc
ì ì ì 0 A ~ ~
Diketahui: ì ~ O,2O nm, | ~ 6,63 × 1O
-31
]s, dan m ~9,1 × 1O
-31
kg
maka



31
31 o
6, 63 1O ]s
1 cos 15
9,1 1O kg 3 1O m/s
ì
~
~

A ~

ì A ~ 7,11 × 1O
-13
m ~ O,OOO711 nm
Panjang gelombang foton sinar-X vang dihamburkan adalah
ì’~ ì ÷Aì ~ O,2O nm ÷ O,OOO711 nm ~ O,2OO711 nm
2. Sifat Gelombang pada Partikel
Pada pembahasan sebelumnva telah dijelaskan bahwa gelombang
memiliki sifat partikel. Sekarang muncul pertanvaan, apakah partikel
memiliki sifat gelombang' Dalam peristiwa interferensi dan difraksi
cahava, sifat gelombang cahava lebih menonjol daripada sifat partikel
cahava. Adapun dalam peristiwa efek fotolistrik dan efek Compton, sifat
partikel cahava lebih menonjol daripada sifat gelombang cahava.
Pada 1921, lisikawan berkebangsaan Prancis, Louis de Broglie adalah
orang pertama vang mengajukan hipotesis bahwa partikel seperti elektron
juga dapat bersifat sebagai gelombang.
a. Panjang Gelombang de Broglie
Louis de Broglie menvatakan bahwa (elektron) vang bergerak ada
kemungkinan memiliki sifat gelombang dengan panjang gelombang vang
sesuai. Partikel vang bergerak dengan kecepatan t memiliki momentum
t ~ m t atau secara relativistik dituliskan sebagai berikut.
| |
t
c

Òleh karena c ~ | ì maka
| |
|
t
| ì ì

sehingga panjang gelombang de Broglie adalah
| |
t mt
ì
(7-16)
Pada Persamaan (7-15), suku
O
|
m c
disebut juga panjang gelombang
Compton (
c
ì ), nilainva adalah

31
12
31 o
O
6, 63 1O ]s
2, 13 1O m.
9,1 1O kg 3 1O m/s
c
|
m c
ì
~
~
~

Contoh 7.8
Pembahasan Soal
Grafik di atas menunjukkan
hubungan antara energi kinetik
maksimum elektron terhadap
frekuensi foton pada efek
fotolistrik. Jika h = 6,6 × 10
–34
Js dan
1 eV = 1,6 × 10
–19
J, besar f adalah ....
a. 48 × 10
14
Hz
b. 21 × 10
14
Hz
c. 14 × 10
14
Hz
d. 9,5 × 10
14
Hz
e. 8,9 × 10
14
Hz
UMPTN 1996
Pembahasan
Menurut persamaan efek fotolistrik
E
k
= hf – W
maka
f =

k
E W
h
Dari grafik, nilai Ek = 0,2 eV = 0,2 (1,6 ×
10–19) J
Pada saat f = 0, berlaku
E
k
= – W atau W = –E
k
Dari grafik, saat f = 0, nilai E
k
= –37 eV,
maka W = 3,7 eV = 3,7 (1,6 × 10
–19
) J
Jadi,
f =
Ek W
h
=

~
~

19
34
0,2 3,7 1, 6 10 J
6, 6 10 Js
= 9,5 × 10
14
Hz
Jawaban: d
Radiasi Benda Hitam 189
Keterangan:
ì
~ panjang gelombang partikel menurut de Broglie (m)
| ~ tetapan Planck ~ 6,63 × 1O
-31
]s
m ~ massa diam partikel (kg)
t ~ laju partikel (m/s)
Dalam pengamatannva, de Broglie melihat bahwa berkas elektron
dihamburkan oleh atom-atom permukaan nikel tepat seperti vang
diperkirakan untuk difraksi gelombang menurut rumus Bragg dan memiliki
panjang gelombang vang sesuai dengan vang diberikan oleh persamaan
de Broglie. Hasil percobaan ini mevakinkan de Broglie bahwa partikel
elektron vang bergerak dapat memiliki sifat gelombang vang dicirikan
oleh panjang gelombangnva.
Sebuah elektron vang mula-mula diam dipercepat oleh beda potensial listrik V.
]ika massa elektron m, muatan elektron e, dan tetapan Planck |, tentukanlah panjang
gelombang elektron tersebut. ]ika diinginkan panjang gelombang ì ~ O,35 A,
berapa besar V vang harus diberikan' (m ~ 9,1×1O
-31
kg, e ~ 1,6 × 1O
-19
C, dan
| ~ 6,6 × 1O
-31
]s).
]awab:
Sebuah elektron vang dipercepat dengan beda potensial V dari keadaan diam akan
menerima í
t listrik
~ eV dan mengubahnva menjadi í
| elektron
~
1
2
m t
2
sehingga berlaku
2
1
2
mt eV atau
2eV
t
m

Panjang gelombang de Broglie elektron adalah:
2
2
2
2
| | | |
mt meV
eV
m eV
m
m
m
ì ì =
Agar ì ~ O,35 A ~ O,35 × 1O
-1O
m, maka V dapat dihitung sebagai berikut.

31
1O
31 19
6, 6 1O ]s
O, 35 1O m~
2 9,1 1O kg 1, 6 1O C V
~
~
~ ~

(O,35×1O
-1O
m)
2
2(9,1×1O
-31
kg) (1,6×1O
-19
C) V ~ (6,6×1O
-31
]s)
2
V ~ 1221 volt
Contoh 7.10
Tokoh
Louis Victor de Broglie
(1892–1987)
Louis Victor De Broglie (1892–
1987) lahir di Dieppe, Prancis, dan
bersekolah di Sorbonne. Ia
melanjutkan kuliahnya di Universitas
Paris tahun 1926. Pada 1929, ia
menerima hadiah Nobel dalam
bidang Fisika atas teorinya mengenai
sifat gelombang pada partikel. Teori
ini menjadi dasar dari mekanika
kuantum, cabang dari ilmu Fisika.
Pada awal 1800, para fisikawan
percaya bahwa cahaya terdiri atas
gelombang energi. Pada 1900, Max
Planck menunjukkan bahwa cahaya
dapat bersifat partikel. Pada 1924, de
Broglie menyatakan bahwa elektron
dapat bersifat sebagai partikel dan
gelombang.
Sumber: Conceptual of Physics, 2000
Tantangan
untuk Anda
Efek Compton diaplikasikan dalam
dunia kedokteran untuk mendeteksi
kepadatan tulang. Dengan bahasa
Anda sendiri, dapatkah Anda
menjelaskan cara kerjanya?
Contoh 7.9
1entukan panjang gelombang de Broglie untuk benda berikut ini.
a. Bola dengan massa O,5 kg vang bergerak dengan kecepatan 2O m/s.
b. llektron vang bergerak dengan energi kinetik 1 eV.
]awab:
Diketahui: m ~ O,5 kg, t ~ 2O m/s.
a.

31
35
6, 63 1O ]s
6, 63 1O m
O, 5 kg 2O m/s
|
mt
ì
~
~

b. í
|
~ l eV ~ 1,6 × 1O
-19
]


31 19
2 2 9,1 1O kg 1, 6 1O ]
|
t mí
~ ~

5O 25
29,12 1O 5, 396 1O kg m/s
~

31
9
25
6, 63 1O ]s
1, 23 1O m
5, 396 1O kg m/s
|
t
ì
~
~
~

Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 190
b. Eksperimen Davisson-Germer
Pada 1927, C.]. Davisson dan L.H. Cermer melakukan penelitian
mengenai hamburan elektron. Mereka menjatuhkan berkas elektron vang
memiliki energi kinetik tertentu ke atas kristal tunggal nikel. Mereka
mengamati bahwa pada sudut 0 tertentu terjadi titik maksimum vang
berhubungan dengan pola interferensi. Berdasarkan data vang diperoleh,
panjang gelombang ì vang didapatkan ternvata ada kesesuaian antara
hasil vang mereka peroleh dan panjang gelombang ì vang didapatkan
menurut hipotesis de Broglie. Skema alat percobaan vang dilakukan
mereka tampak pada Cambar 7.13.
llektron vang digunakan dari kawat filamen pada tabung hampa udara
dilewatkan melalui medan listrik dengan potensial vang dapat diatur. Setelah
dihitung, panjang gelombang vang dimiliki oleh elektron ordenva sama
besar dengan jarak atom-atom dalam kristal bahan padat. Dengan
mengamati sudut-sudut pantul elektron setelah mengenai kristal, Davisson
dan Cermer memperoleh pola-pola difraksi seperti pada Cambar 7.14 vang
sama dengan pola difraksi oleh sinar-X. Hasil eksperimen Davisson dan
Cermer menunjukkan bahwa partikel seperti elektron dapat bersifat sebagai
gelombang.
Pada eksperimen Davisson-Cermer, berkas elektron vang jatuh pada
bidang pemantul kristal dengan sudut 0 dan bidang pemantul vang
memiliki selang jarak sebesar J akan menghamburkan elektron dengan
sudut hambur o . Hubungan jarak antara atom c dan jarak antara bidang
pemantul J memenuhi persamaan berikut.

cos
2
J c
o
(7-17)
Dari Cambar 7.14 terlihat bahwa 0 dan o memenuhi hubungan
9O
2
o
0 ~
sehingga Persamaan (7-17) berubah menjadi
sin J c 0
(7-1o)
Ketika elektron dipercepat dengan beda potensial V ~ 51 volt.
interferensi maksimum akan terjadi pada o ~ 5O. Dengan menggunakan
Persamaan (7-1S), nilai ì akan diperoleh untuk jarak antara atom nikel
c ~ O,215 nm. ]ika dibandingkan dengan nilai ì vang diperoleh
berdasarkan teori de Broglie akan menghasilkan nilai panjang gelombang
vang sama.
Dengan demikian, perhitungan panjang gelombang vang dilakukan
oleh Davisson-Cermer menurut percobaan sama dengan panjang
gelombang berdasarkan teori de Broglie. Davisson-Cermer berhasil
menunjukkan bahwa materi memiliki sifat gelombang. Percobaan-
percobaan untuk membuktikan keberadaan partikel terus berkembang.
Salah satu contohnva adalah pola-pola difraksi vang terjadi sebagai akibat
berkas elektron vang dijatuhkan pada kristal aluminium. Penemuan sifat
gelombang partikel selanjutnva melahirkan suatu kajian baru dalam fisika,
vang disebut mekanika gelombang.
Pada masa sekarang, sifat gelombang vang dimiliki partikel telah
banvak dimanfaatkan. Sifat-sifat bahan diselidiki dengan melihat pola
difraksi elektron vang dijatuhkan pada bahan tersebut. Mikroskop elektron

berkas
elektron
kristal
nikel
detektor
filamen
Gambar 7.13
Skema alat percobaan Davisson-
Germer. Berkas elektron
dijatuhkan pada kristal tunggal
nikel. Interferensi yang terjadi
pada sudut diamati pada detektor.
Gambar 7.14
Gambaran mengenai
hamburan elektron oleh
bidang kristal.
o
a
0
d
d
a
d
a
o
2
o
2
o
2
sinar datang
Radiasi Benda Hitam 191
vang digunakan oleh para ahli biologi untuk meneliti jasad mikroskopis
merupakan contoh pemanfaatan sifat gelombang partikel. Mikroskop
elektron dapat menghasilkan perbesaran vang sangat tinggi.
c. Prinsip Ketidakpastian Heisenberg
Apakah Anda pernah membavangkan bagaimana cara vang
digunakan para fisikawan untuk mengamati elektron' Anda telah belajar
tentang efek fotolistrik dan efek Compton pada materi sebelumnva. Pada
pembahasan tersebut terjadi tumbukan antara foton dan elektron. Peristiwa
inilah vang digunakan oleh para fisikawan untuk mengamati elektron.
loton ditembakkan ke arah elektron sehingga terjadi tumbukan antara
keduanva, kemudian foton vang terpantulkan oleh elektron ini diamati
oleh pengamat. loton ini membawa informasi tentang keberadaan
elektron. Akan tetapi, keberadaan elektron vang diinformasikan oleh
foton tersebut bukan keberadaan foton vang sebenarnva, melainkan
keberadaan elektron setelah tumbukan dengan foton. Dengan kata lain,
ada ketidakpastian posisi elektron akibat tumbukan dengan foton. Prinsip
ini pertama kali dikemukakan oleh Heisenberg dan prinsip ini dikenal
dengan nama prinsip ketidakpastian Heisenberg. Untuk lebih jelasnva
perhatikan gambar berikut.
Pada peristiwa tersebut, foton memiliki momentum sebesar
ì
|
, dan
jika foton bertumbukan dengan elektron, momentum awal elektron akan
berubah. Perubahan vang tepat tidak bisa diramalkan, tetapi perubahan
ini sebanding dengan perubahan momentum foton
ì
|
. ]adi, pengukuran
tersebut telah menvebabkan ketidakpastian sebesar
ì
A -
|
t
.
Òleh karena ketidakpastian pengukuran posisi elektron sekurang-
kurangnva sama dengan panjang gelombang vang digunakan, vaitu
ì A ~ \ . Ketidakpastian momentum dan posisinva adalah
t \ | A A ~ (7-19)
]adi, di dalam teori Relativistik, posisi dan momentum suatu partikel
tidak dapat ditentukan tepat secara bersamaan. Semakin besar ketepatan
posisi partikel, semakin besar ketidakpastian momentumnva. Sebaliknva,
semakin besar ketepatan harga momentumnva, semakin kecil ketepatan
posisinva. Berbeda dengan teori klasik, posisi dan momentum suatu partikel
dapat ditentukan secara tepat dan bersamaan.
Gambar 7.15
Tumbukan foton dan elektron
ketika mengamati elektron.
Kata Kunci
• gelombang partikel
• efek fotolistrik
• foton
• fungsi kerja
• efek Compton
• panjang gelombang de Broglie
• jarak antara bidang
• prinsip ketidakpastian
Heisenberg
pengamat
momentum
elektron semula
foton datang
momentum
elektron akhir
pengamat pengamat
(a) (b) (c)
elektron
bertumbukan
Sumber: Konsep Fisika Modern, 1983
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 192
1. logam cesium memiliki fungsi kerja 1,oO eV.
a. Berapa panjang cahava gelombang terpanjang
vang dapat dijatuhkan pada permukaan logam
cesium tanpa mengeluarkan elektron dari
permukaan logam'
b. ]ika permukaan logam disinari oleh cahava
monokromatik dengan panjang gelombang 15O nm,
hitunglah energi kinetik maksimum elektron foto
vang keluar dari permukaan logam.
c. Berapakah potensial henti vang menahan
keluarnva arus elektron'
2. Cahava dengan panjang gelombang 5O nm meradiasi
permukaan logam vang memiliki fungsi kerja O,3×1O
-1o
joule. ]ika c ~ 3 × 1O
o
m/s dan | ~ 6,6×1O
-31
]s,
tentukan:
a. energi kinetik maksimum elektron fotonva,
b. potensial henti.
3. Suatu berkas sinar-X dengan energi 17,2 k eV
mengalami hamburan Compton dengan sudut 9O.
1entukan energi foton sinar-X sesudah hamburan.
(Penuntun: energi foton dirumuskan oleh
ì

c
í | )
1. Sebuah foton memiliki panjang gelombang O,O7O nm
mengalami hamburan Compton dengan sudut 6O.
1entukanlah:
a. panjang gelombang,
b. energi foton vang dihamburkan,
c. energi vang diberikan kepada elektron vang
melompat.
5. Sebuah partikel bergerak dengan kecepatan 2×1O
6
m/s.
Berapakah panjang gelombang partikel jika partikel
tersebut:
a. elektron,
b. proton,
c. bola bermassa O,1 kg'
6. Berapakah panjang gelombang foton agar momentum-
nva sama dengan momentum elektron vang bergerak
dengan kecepatan 2 × 1O
o
m/s'
7. Sebutkanlah gagasan vang dikemukakan oleh de
Broglie.
o. Hitunglah panjang gelombang de Broglie vang dimiliki
oleh elektron vang bergerak dengan laju 5 × 1O
6
m/s.
9. Sebuah partikel bermassa 1O
-6
kg memiliki panjang
gelombang de Broglie sebesar 2O nm. 1entukanlah
kecepatan gerak partikel tersebut.
1O. Sebuah partikel bergerak dengan laju 2,5×1O
5
m/s.
Hitunglah massa partikel tersebut jika panjang
gelombang de Broglie vang dimiliki partikel itu 5OO nm.
Tes Kompetensi Subbab B
Kerjakanlah pada buku latihan.
Rangkuman
1. Radiasi elektromagnetik vang dipancarkan oleh benda
disebut radiasi termal.
2. Benda hitam adalah suatu sistem vang dapat
menverap semua radiasi kalor vang mengenai benda
atau sistem tersebut.
3. Menurut Stefan-Boltzmann, intensitas radiasi termal
suatu benda dinvatakan dengan í ~ eo T
1
.
1. Hukum Pergeseran Wien menvatakan bahwa panjang
gelombang vang suhunva tinggi lebih pendek
daripada panjang gelombang intensitas benda vang
suhunva rendah. Secara matematis, Hukum
Pergeseran Wien dinvatakan sebagai berikut.
ì
maks
T ~ konstan
1eori Wien ini dapat menerangkan spektrum pada
panjang gelombang vang pendek, tetapi menvimpang
ketika menerangkan panjang gelombang vang panjang.
5. Ravleigh-]eans memperoleh perumusan bahwa
intensitas radiasi berbanding terbalik dengan pangkat
empat panjang gelombang.
6. 1eori Ravleigh-]eans ini dapat menerangkan spektrum
pada panjang gelombang vang panjang, tetapi
menvimpang ketika menerangkan panjang
gelombang vang pendek.
7. Menurut 1eori Planck, energi radiasi vang dipancar-
kan oleh getaran molekul benda merupakan paket
(kuanta) energi vang besarnva
í
n
~ n | |
lnergi untuk satu foton adalah sebesar
í ~ | |
o. lfek fotolistrik adalah gejala terlepasnva elektron-
elektron dari permukaan plat logam ketika disinari
dengan frekuensi tertentu. Persamaan vang berlaku
pada gejala ini adalah
| | ~ \ ÷ í
|
dengan \ ~ | |
O
adalah fungsi kerja elektron pada
logam.
lungsi kerja adalah energi minimum vang dibutuhkan
elektron agar terlepas dari ikatan inti atom pada logam.
9. lfek Compton menjelaskan bahwa ketika foton
menumbuk elektron, foton memberikan energi pada
elektron. Kehilangan energi pada foton ditandai
dengan mengecilnva frekuensi foton atau bertambah
panjangnva panjang gelombang foton. Momentum
vang dimiliki foton adalah

| |
t mc
c
atau
ì

|
t
Radiasi Benda Hitam 193
1O. Dengan menggunakan Hukum Kekekalan lnergi
dan Hukum Kekekalan Momentum dalam dinamika
relativistik, didapatkan persamaan hamburan
Compton sebagai berikut.
ì
| |
t mt
11. Sifat gelombang pada partikel pertama kali dikenalkan
oleh louis de Broglie. Menurut dia, panjang gelombang
partikel (panjang gelombang de Broglie) adalah
0 sin J c
12. Prinsip ketidakpastian elektron menggambarkan
bahwa informasi tentang elektron keberadaannva
tidak pasti. Besarnva ketidakpastian sebesar
ì
A -
|
t
Òleh karena ketidakpastian pengukuran elektron
sekurang-kurangnva sama dengan panjang gelombang
vang digunakan, vaitu A ~ \ | . Ketidakpastian
momentum dan posisinva adalah
ì
A ~ A A ~ atau
|
\ t \ |
Peta Konsep
Radiasi Benda Hitam
terjadi penvimpangan untuk
penerapannva
muncul
contoh
penerapanva
membahas
Perumusan Ravleigh-]eans
terjadi penvimpangan untuk
ì
>> atau | <<
ì
<< atau | >>
Hipotesis Planck Mengukur Suhu
Matahari atau Bintang
membahas
membahas membahas
Panjang Oelombang
de Broglie
lfek lotolistrik lfek Compton Prinsip
Ketidakpastian Heisenberg
Dualisme Oelombang Partikel
lntensitas Radiasi Hukum Pergeseran Wien
Sifat Oelombang pada Partikel Sifat Partikel pada Oelombang
Setelah mempelajari materi pada bab ini, Anda tentu
dapat memahami mengenai benda hitam. Anda juga
paham bahwa cahaya juga dapat bersifat seperti partikel
dan partikel bisa bersifat seperti gelombang. Dari
keseluruhan materi yang ada pada bab ini, bagian
Refleksi
manakah yang Anda anggap sulit untuk dipahami? Coba
Anda diskusikan dengan teman atau guru Fisika Anda.
Coba Anda tuliskan juga manfaat mempelajari bab ini.
Diskusikan konsep yang ada di dalamnya bersama teman
Anda.
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 194
1. Pada peristiwa efek fotolistrik, semakin besar intensitas
cahava penvinarannva, maka ....
a. semakin besar energi kinetik elektron vang terlepas
b. semakin besar kecepatan elektron vang terlepas
c. semakin banvak elektron vang terlepas
d. kecepatan dan jumlah elektron vang terlepas
sama besar
e. energi vang terserap oleh bahan semakin besar
2. lnergi foton suatu gelombang elektromagnetik
bergantung pada ....
a. kecepatannva d. panjang gelombangnva
b. intensitasnva e. suhunva
c. amplitudonva
3. Berikut ini, vang fotonnva memiliki energi terbesar
adalah ....
a. sinar merah d. sinar-X
b. sinar ungu e. gelombang radio
c. sinar gamma
1. Besarnva panjang gelombang de Broglie dari sebuah
elektron vang bergerak dengan kelajuan O,3 c, dengan
c ~ 3 × 1O
o
m/s dan massa elektron 9,1 × 1O
-31
kg
adalah ....
a. O,O2 A d. O,Oo A
b. O,O1 A e. O,O9 A
c. O,O6 A
5. Cahava ultraviolet vang dipergunakan untuk
menvinari permukaan logam memiliki panjang
gelombang 2.OOO A. llektron vang terlepas dari
permukaan logam memiliki energi kinetik sebesar 5,915
eV. lungsi kerja dari logam tersebut adalah ....
a. O,5 eV d. O,2 eV
b. O,1 eV e. O,1 eV
c. O,3 eV
6. Dua keping logam diberikan beda potensial V. llektron
menumbuk anoda dengan kelajuan t. ]ika massa
elektron m, muatannva e, kelajuan elektron dapat
dituliskan menjadi ....
a.
2eV
m
d.
1
2
eV
m
b.
2
2
eV
m
e. 2
eV
m
c.
eV
m
7. ]ika sebuah pemancar radio berdava 1.OOO watt
memancarkan foton tiap sekonnva sebanvak 5×1O
2O
buah, energi satu fotonnva adalah ....
a. 2 × 1O
-17
] d. 2 × 1O
-2O
]
b. 5 × 1O
-17
] e. 5 × 1O
-2O
]
c. 2 × 1o
-1o
]
(UMPTN 1997)
o. Permukaan logam tertentu memiliki fungsi kerja \
joule. ]ika konstanta Planck | joule sekon, energi
maksimum foto elektron vang dihasilkan oleh cahava
berfrekuensi t Hz adalah ... joule.
a. \ ÷ |t d. |t/\
b. \/(|t) e. |t - \
c. \ - |t
9. Permukaan suatu logam memiliki fungsi kerja
3, 9O × 1O
-19
] disinari cahava vang panjang
gelombangnva 3.3OO A. lnergi kinetik foto elektron
maksimum vang dihasilkan adalah ....
a. 2,1 × 1O
-21
]
b. 1,2 × 1O
-19
]
c. 2,1 × 1O
-19
]
d. 1,6 × 1O
-19
]
e. 6,O × 1O
-1o
]
(£btanas 199S)
1O. Panjang gelombang suatu foton 5 × 1O
3
A mengenai
suatu permukaan logam vang energi ambangnva 2 eV.
]ika c ~ 3 × 1O
o
m/s dan | ~ 6,63 × 1O
-31
joule sekon,
besar energi kinetik foto elektron adalah ....
a. 6,7o × 1O
-2O
joule
b. 6,o7 × 1O
-2O
joule
c. 7,7o × 1O
-2O
joule
d. o,6o × 1O
-2O
joule
e. 9 × 1O
-2O
joule
(£btanas 1990)
11. ]ika sinar ungu memiliki frekuensi 1O
16
Hz dijatuhkan
pada permukaan logam vang memiliki energi ambang
2
3
kali kuantum energi sinar ungu dan tetapan Planck
~ 6,6 × 1O
-31
joule sekon, energi kinetik elektron vang
dilepas adalah ....
a. 1,1 × 1O
-1o
joule
b. 2,2 × 1O
-1o
joule
c. 3,3 ×1O
-1o
joule
d. 1,1 × 1O
-1o
joule
e. 6,6 × 1O
-1o
joule
12. lrekuensi ambang natrium 1,1×1O
11
Hz. Besarnva
potensial penghenti dalam volt bagi natrium saat
disinari dengan cahava vang frekuensinva 6,O×1O
11
Hz
adalah ....
a. O,31 V d. O,66 V
b. O,1O V e. O,99 V
c. O,11 V
(UMPTN 1999)
13. Seberkas sinar dengan | ~ 1O
15
Hz jatuh pada logam.
lungsi kerja logam 2,9 × 1O
-19
], maka potensial henti
(s(·tt|nz t·(en(|c|) dari elektron (| ~ 6,6 ×1O
-31
]s, m
e
~ 9,1×1O
-31
kg, ¡
e
~ 1,6 × 1O
-19
C), adalah ....
a. 1,11 V d. 3,73 V
b. 2,31 V e. 1,9o V
c. 1,o1 V
Tes Kompetensi Bab 7
A. Pilihlah salah satu jawaban vang paling benar.
Radiasi Benda Hitam 195
11. Pada gejala fotolistrik diperoleh grafik hubungan í (kuat
arus) vang timbul terhadap V (tegangan listrik) seperti
pada gambar. Upava vang dilakukan agar grafik c
menjadi grafik | adalah ....
a. mengurangi intensitas sinarnva
b. menambah intensitas sinarnva
c. menaikkan frekuensi sinar
d. menurunkan frekuensi sinar
e. mengganti logam vang disinari
(UMPTN 1994)
15. Orafik vang menunjukkan hubungan antara energi
kinetik elektron foto (í
k
) dan intensitas (í) foton pada
proses fotolistrik adalah ....
a. d.
b. e.
c.
(UMPTN 1995)
16. ]ika tetapan Planck ~ 6,6O × 1O
-31
]s, panjang
gelombang de Broglie suatu elektron vang bergerak
dengan kelajuan
1
9,1
× 1O
o
m/s adalah ....
a. 6,6×1O
-17
A
b. 6,6×1O
-2
A
c. 6,6×1O
-1
A
d. 6,6 A
e. 66 A
(£btanas 2000)
17. Cahava kuning memiliki panjang gelombang 6.6OO A.
]ika tetapan Planck ~ 6,6O × 1O
-31
]s dan kelajuan
cahava dalam ruang hampa adalah 3 × 1O
o
m/s,
momentum foton cahava kuning adalah ....
a. 1O
-15
kg m/s
b. 1O
-11
kg m/s
c. 1O
-36
kg m/s
d. 1O
27
kg m/s
e. 1O
19
kg m/s
(£btanas 2000)
1o. Sebuah elektron dipercepat oleh suatu beda potensial V.
]ika e ~ muatan elektron, m ~ massa elektron, dan
| ~ konstanta Planck, maka panjang gelombang de
Broglie elektron ini dapat dinvatakan dengan rumus
....
a. ì
|
meV
d. ì
2
|
meV
b. ì
2|
meV
e. ì
3
2
|
meV
c. ì
2
|
meV
(UMPTN 1993)
19. Orafik berikut menunjukkan hubungan energi kinetik
maksimum elektron (í
k
) terhadap frekuensi foton (|)
pada efek fotolistrik.
]ika konstanta Planck ~ 6,6×1O
-31
]s dan 1 eV ~
1,6×1O
-19
joule, besar | adalah ....
a. 1o × 1O
11
Hz d. 9,5 × 1O
11
Hz
b. 21 × 1O
11
Hz e. o,9 × 1O
11
Hz
c. 11 × 1O
11
Hz
(UMPTN 1996)
2O. Oambar berikut adalah grafik hubungan í
k
(energi
kinetik maksimum) foto elektron terhadap | (frekuensi)
sinar vang digunakan pada efek fotolistrik.
Nilai pada grafik tersebut adalah....
a. 2,61 × 1O
-33
] d. 2,61 × 1O
-19
]
b. 3,3O × 1O
-33
] e. 3,3O × 1O
-19
]
c. 6,6O × 1O
-2O
]
(UMPTN 1999)
21. Hubungan energi kinetik elektron dan frekuensi
penvinaran pada gejala fotolistrik terlihat pada grafik
seperti gambar.
E
k
I
E
k
I
E
k
I
E
k
I
E
k
I
E
k
(eV)
0, 2
3,7
f
0 f
f (Hz)
5 4
f (×10
14
Hz)
E
k
(J)
p
D
C
f
A
f
B
E
k
(J)
f (Hz)
I
V
a
b
0
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 196
1. lnergi kinetik elektron vang terlepas dari permukaan
logam sebesar 1 eV. Apabila cahava penvinaran dari
luar vang dipergunakan memiliki frekuensi 1O
15
Hz,
berapakah frekuensi penvinaran vang diperlukan
supava energi kinetik elektron menjadi 2 eV'
2. loton dari gelombang elektromagnetik dengan panjang
gelombang 3OO A menumbuk sebuah elektron dalam
ruang hampa. Setelah tumbukan, foton terpantul
dengan arah 6O terhadap arah semula, tentukanlah:
a. panjang gelombang foton setelah bertumbukan,
b. energi foton setelah bertumbukan.
3. Pada sebuah mikroskop elektron, elektron dilewatkan
pada medan listrik dengan beda potensial 55,2 eV. ]ika
diketahui massa elektron 9,1×1O
-31
kg dan muatan
elektron 1,6 × 1O
-19
coulomb, tentukanlah:
a. kecepatan elektron saat menumbuk anoda,
b. panjang gelombang elektron.
1. Pada saat foton menumbuk sebuah elektron, foton
tersebut berbalik arah dari arahnva semula. Apabila
panjang gelombang foton mula-mula 1,52A,
tentukanlah:
a. panjang gelombangnva setelah bertumbukan,
b. energi foton vang hilang pada saat bertumbukan.
5. 1entukanlah besarnva energi per detik vang dipancar-
kan oleh sebuah bola api berpijar dengan diameter 2 cm
dan suhu permukaan bola api tersebut oOO K.
Diketahui koefisien emisivitasnva ~ 1.
6. lungsi kerja sebuah logam natrium adalah 2,3 eV.
1entukan panjang gelombang maksimum cahava vang
dapat menvebabkan terjadinva efek fotoelektron.
7. Pada suatu peristiwa fotolistrik, elektron terlepas dari
permukaan logam dengan kelajuan t pada saat frekuensi
sinar vang dipakai menvinari logam tersebut |.
1entukanlah kelajuan elektron vang keluar dari per-
mukaan logam jika frekuensi sinar luar dijadikan 2|.
o. Sebuah foton dengan panjang gelombang O,o Nm
menambah elektron diam. loton dihamburkan dengan
sudut simpangan 12O dari arah semula. 1entukan
panjang gelombang foton setelah tumbukan.
9. Partikel dapat bersifat sebagai gelombang, dengan
sendirinva elektron akan dapat menunjukkan sifat-sifat
interferensi atau difraksi jika dilewatkan pada suatu
kisi. Buktikan bahwa elektron dapat menunjukkan
sifat-sifat tersebut, sebagaimana halnva suatu
gelombang.
1O. Apabila fungsi kerja suatu logam adalah 1,5 eV,
berapakah panjang gelombang penvinaran vang
diperlukan oleh logam tersebut supava energi kinetik
elektron vang dapat dilepaskan dari permukaan logam
tersebut sebesar O,5 eV'
B. ]awablah pertanvaan berikut dengan tepat.
Apabila konstanta Planck ~ |, besarnva fungsi kerja
logam adalah ....
a. O,25 ||
-
d. O,5 ||
ß
b. O,5 ||
-
e. ||
ß
c. ||
-
(UMPTN 1994)
22. Sebuah elektron vang diperkecil pada beda potensial
1o kV pada tabung hampa udara akan menimbulkan
panjang gelombang minimum sebesar ....
a. 1,o × 1O
-12
m d. o,O × 1O
-12
m
b. 6,6 × 1O
-12
m e. 9,1 × 1O
-12
m
c. 7,2 × 1O
-12
m
(UMPTN 1997)
23. ]ika dari keadaan diamnva elektron pertama dipercepat
oleh benda potensial V
1
dan elektron lain dengan beda
potensial V
2
, perbandingan panjang gelombang de
Broglie elektron-elektron tersebut untuk beda potensial
berorde kV adalah ....
a.
2
1
V
V
d.
( \
| |
\ !
1
2
V
V
b.
1
2
V
V
e.
( \
| |
\ !
2
1
V
V
c.

1
2
2
V
V
21. ]ika dari keadaan diam elektron dipercepat berturut-
turut oleh beda potensial V
1
~1OO volt dan V
2
~1OO
volt, perbandingan panjang gelombang de Broglienva
adalah ....
a.
1
1
d. 2
b.
1
2
e. 1
c.
3
1
(UMPTN 1996)
25. Dari grafik berikut, hubungan antara intensitas energi
(í) vang dipancarkan oleh permukaan benda terhadap
panjang gelombang (ì ) vang dipancarkan adalah ....
a. T
A
~ T
B
dan
ì
A
<
ì
B
b. T
A
<T
B
dan
ì
A
<
ì
B
c. T
A
>T
B
dan
ì
A
<
ì
B
d. T
A
<T
B
dan
ì
A
>
ì
B
e. T
A
>T
B
dan
ì
A
>
ì
B
T
A
T
B
I
T
Fisika Atom 197 197
membuat ulasan tentang perkembangan teori atom
Setelah mempelajari bab ini, Anda harus mampu:
menganalisis berbagai besaran fisis pada gejala kuantum dan batas-batas
berlakunya relativitas Einstein dalam paradigma Fisika Modern.
Hasil yang harus Anda capai:
Fisika Atom
A. Evolusi Model
Atom
B. Atom Berelektron
Banyak
Anda pasti pernah mendengar tentang atom. Atom merupakan bahan
dasar penvusun semua zat vang ada di alam ini, tetapi atom bukan partikel
terkecil karena masih ada partikel-partikel subatomik. 1ahukah Anda
tujuan para ilmuwan mempelajari atom' Untuk menjawab pertanvaan
tersebut, Anda harus menjawab terlebih dahulu pertanvaan-pertanvaan
berikut. Apakah Anda tahu tentang serat optik vang banvak digunakan
dalam dunia telekomunikasi sekarang ini' Apakah Anda tahu bahan
apa vang digunakan sebagai rangka pesawat ulang-alik' Dengan
mempelajari seluk beluk atom, para ilmuwan dapat memodifikasi unsur-
unsur sehingga memiliki sifat vang diharapkan.
Pada bab ini, Anda akan mempelajari evolusi model atom dan atom
berelektron banvak. Materi ini merupakan dasar pengetahuan untuk
belajar dan mengaplikasikan teknologi tentang fisika material.
Bab
8
Sumber: Chemistry: Matter and Its Changes, 2003
Atom terdiri atas proton dan neutron yang terletak pada inti
serta elektron yang mengorbit pada kulit.
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 198
A. Evolusi Model Atom
Sejak zaman dulu, manusia sudah tertarik untuk mengetahui bahan
dasar penvusun seluruh material dan zat vang ada di alam ini. landasan
berpikirnva sangat sederhana, mereka mengambil analogi sebuah rumah
vang dibuat dari batu dan kavu, kemudian batu tersebut disusun oleh
partikel-partikel batu vang lebih kecil, dan seterusnva. Akhirnva, mereka
sampai pada kesimpulan bahwa bahan semua material dan zat vang ada
di alam itu disusun oleh suatu bahan dasar.
1. Model Atom Demokritus
lde tentang keberadaan bahan dasar ini kali pertama dikemukakan
oleh Leucippus (lahir tahun 19O SM). Kemudian, Demokritus (17O-3oO
SM) mengembangkan pendapat Leucippus dengan memberi nama c(·m·s
untuk bahan dasar ini. Nama ini diambil dari bahasa Yunani vang berarti
tidak dapat dibagi lagi. ]adi, Demokritus menvatakan bahwa semua
material dan zat vang ada di alam ini disusun oleh bagian terkecil vang
tidak dapat dibagi lagi, vaitu atom.
Pada masa tersebut, banvak para filsuf vang mengemukakan
pendapatnva mengenai atom. Argumentasi vang mereka gunakan bukan
didasarkan pada hal percobaan, melainkan berdasarkan logika. Walaupun
"penemuan" mereka ini sebatas teori, tetapi hal ini telah menjadi tonggak
penting untuk pekembangan teori fisika atom dan fisika inti. Seiring
dengan perkembangan zaman, banvak fisikawan dan kimiawan vang
tertarik untuk mempelajari teori atom ini terus membuat evolusi model
atom sehingga didapatkan model atom seperti sekarang ini.
2. Model Atom Dalton
]ohn Dalton (1766-1o11) adalah seorang ilmuwan lnggris vang kali
pertama menvatakan teori tentang atom berdasarkan hasil eksperimen
vang dilakukan ]oseph Proust, seorang kimiawan dari Prancis, vang
menvatakan bahwa senvawa disusun oleh unsur-unsur dengan
perbandingan tetap. Hasil eksperimen Proust ini disebut Hukum
Perbandingan 1etap. Pada 1799, Proust melakukan eksperimen dengan
mereaksikan unsur hidrogen dan unsur oksigen. la menemukan senvawa
air dengan perbandingan tetap, vaitu 1:o. Agar Anda lebih jelas,
perhatikan tabel berikut.
Sebelum mempelajari konsep Iisika Atom, kerjakanlah soal-soal berikut dalam buku latihan.
Tes Kompetensi Awal
1. Sebutkan komponen penvusun sebuah atom dan
jelaskan kedudukan tiap komponen tersebut dalam
atom.
2. Sebutkan dan jelaskan model-model atom vang pernah
ada mulai dari awal sampai model vang terbaru.
3. Sebutkan nama-nama kulit tempat elektron mengorbit
dalam atom dan berapa jumlah maksimum elektron
vang dapat berada pada tiap kulit tersebut.
1. Coba Anda perhatikan tabel periodik unsur-unsur.
Menurut Anda, bagaimanakah ukuran jari-jari atom
dalam (a) satu periode dan (b) satu golongan.
Tokoh
John Dalton
(1766–1844)
John Dalton adalah seorang
ilmuwan Inggris. Dia orang pertama
yang mengemukakan tentang teori
atom berdasarkan hasil eksperimen
yang dilakukan Joseph Proust. Dalton
menyatakan bahwa atom adalah
bagian terkecil dari benda yang tidak
dapat dibagi-bagi lagi.
Sumber: www.allbiographies.com
Fisika Atom 199
Selain hasil eksperimen Proust, eksperimen lain vang dijadikan acuan
oleh Dalton dalam membuat teori atomnva adalah eksperimen vang
dilakukan oleh Antoine Lavoisier dan Preistlev. Pada 1771, dua orang
kimiawan itu melakukan eksperimen dengan memanaskan merkuri oksida
vang dihubungkan dengan udara di wadah tertutup. Hasil eksperimen
menujukkan massa sebelum reaksi dan sesudah reaksi adalah sama.
Pernvataan ini dikenal sebagai Hukum lavoisier.
Dua hasil eksperimen ini membuat Dalton mempercavai tentang
keberadaan atom. ]ika suatu unsur terdiri dari bahan dasar vang tidak
kontinu, tidak mungkin ada perbandingan tetap unsur-unsur pembentuk
senvawa dan kekekalan massa. Òleh karena itu, pada 1oO3, Dalton
mengusulkan teori atom sebagai berikut.
a. Atom merupakan bagian terkecil suatu zat vang tidak dapat dibagi-
bagi lagi.
b. Setiap unsur memiliki sifat unik vang sesuai dengan sifat atom
penvusunnva.
c. Dua atom atau lebih vang berasal dari unsur-unsur berlainan dapat
bergabung membentuk molekul.
d. Pada suatu persenvawaan untuk membentuk molekul, jumlah massa
sebelum dan sesudah persenvawaan adalah sama.
e. Pada suatu persenvawaan, unsur-unsur pembentuknva selalu berada
dalam perbandingan tetap dan sederhana.
3. Model Atom Thomson
Pada akhir abad XlX, Thomas Alva £dison berhasil menemukan
fenomena emisi termal dalam percobaannva untuk menciptakan bola
lampu. lenomena ini mendorong para fisikawan meneliti tentang tabung
sinar katode. 1abung sinar katode terdiri atas sebuah tabung hampa (gas
di dalam tabung di pompa keluar sampai tekanan gas sekitar O,O1 mmHg),
satu elektrode negatif (katode), dan satu elektroda positif (anode). Ketika
elektrode dihubungkan dengan sumber tegangan tinggi (5kV-5OkV) akan
diemisikan suatu partikel vang bergerak menuju anode. Dari hasil
penelitian, diketahui bahwa partikel vang diemisikan katode ini
bermuatan negatif.
Pada 1o97, seorang fisikawan lnggris bernama ]oseph ]ohn Thomson
melakukan kembali eksperimen tentang tabung sinar katode, tetapi
dengan beberapa modifikasi. Untuk lebih jelasnva, Anda bisa melihat
Cambar S.1 berikut.
Tokoh
Sir J.J. Thomson
(1856–1940)
Thomson adalah seorang ahli Fisika
yang lahir di Checham Hill, Greater
Manchester, Inggris. Dia belajar di
Cambridge dan meraih gelar
profesor pada 1884. Dia meraih
hadiah Nobel Fisika tahun 1906.
Eksperimennya yang terkenal
tentang tabung sinar katode. Dari
eksperimennya, dia menemukan
nilai nisbah e/m.
Sumber: www.allbiographies.com
Massa Hidrogen
vang Direaksikan
(gram)
1
1
2
2
Massa Oksigen
vang Direaksikan
(gram)
o
9
o
16
Massa Air
(gram)
9
9
9
1o
Sisa Hasil Reaksi
(gram)
O
1 gram oksigen
1 gram hidrogen
O
Tabel S.1
lksperimen Perbandingan 1etap Proust
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 200
Gambar 8.1
Percobaan Thomson
Cambar S.1 menunjukkan pada bagian tengah tabung sinar katode
diberi medan listrik dan medan magnet vang arahnva saling tegak lurus
(cr·ss ||e|J), vaitu medan listrik berarah ke bawah (pada gambar) dan
medan magnet berarah ke dalam kertas (pada gambar). 1ahapan-tahapan
eksperimen vang dilakukan oleh Thomson adalah sebagai berikut.
1) Ketika í ~ O dan ß ~ O, partikel sinar katode bergerak lurus.
2) Ketika medan listrik diaktifkan, sinar katode bergerak ke atas. Hal
ini disebabkan gava elektrostatis antara partikel bermuatan negatif
dan pelat kutub positif.
3) Dengan tetap menjaga besar í, medan magnet diaktifkan. Sesuai
dengan kaidah tangan kanan, arah gava lorentz adalah ke bawah.
Dengan mengatur besarnva ß, sinar katode tersebut akan bergerak
lurus kembali.
Dari eksperimen tersebut, Thomson mendapatkan perhitungan
matematis sebagai berikut.
1) Kelajuan partikel dalam tabung sinar katode didapatkan dari
perubahan energi potensial listrik menjadi energi kinetik partikel
tersebut.
í
t listrik
~ í
| partikel
eV ~
1
2
mt
2
e
m
~
2
2
t
V
(o-1)
Keterangan:
e ~ muatan partikel sinar katode
m ~ massa partikel sinar katode
t ~ kecepatan partikel sinar katode
V ~ beda potensial vang diberikan
2) Ketika partikel sinar katode tetap bergerak lurus walaupun diberi
medan listrik í dan mendan magnet ß, berarti
í
l
~ í
c
ßet ~ eí
t ~
í
ß
(o-2)
Dengan mensubstitusikan Persamaan (S-1) ke Persamaan (S-2) akan
didapatkan
e
m
~
2
2
2
í

(o-3)
katode
anode
layar fluoresensi
+

U
S
A
B
C
B
F
v
Jika ada elektron yang bergerak
dengan kecepatan v dalam suatu
medan magnet B, arah gaya
Lorentznya mengikuti kaidah tangan
kanan.
Ingatlah
Fisika Atom 201
pengamat
mikroskopis
minyak disemprot
lubang kecil
radiasi sinar-X
pelat negatif
tetes minyak
Besaran í, V, dan ß dapat diketahui dari pengukuran sehingga 1homson
mendapatkan perbandingan muatan dan massa (e/m) partikel sinar katode
sebagai berikut
e
m
~ 1,75ooO3 × 1O
11
C/kg (o-1)
Thomson melakukan eksperimen ini berulang-ulang, vaitu dengan
mengganti gas dalam pelat katode dengan unsur lainnva dan mengganti
gas dalam sinar katode ini. Akan tetapi, hasil vang didapatkan Thomson
tetap sama. Kemudian, Thomson menvimpulkan bahwa partikel sinar
katode ini merupakan bahan vang ada di setiap zat. Thomson memberi
nama partikel ini c·rtusc|es, tetapi partikel ini lebih dikenal dengan nama
e|e|(r·n.
Nah, apakah Anda tahu mengapa Thomson menvimpulkan bahwa
elektron ini bagian dari atom' Mengapa ia tidak menvimpulkan bahwa
elektron ini adalah atom, atau dengan kata lain atom bermuatan negatif'
Ada dua alasan vang mendasari kesimpulan Thomson, vaitu sebagai
berikut.
1) Konsep dasar tentang atom vang menvatakan bahwa atom itu netral.
2) Saat itu, fisikawan telah mengetahui massa dari atom hidrogen vang
merupakan atom teringan dari eksperimen tentang elektrolisis.
1ernvata, nilai e/m jauh lebih kecil (sekarang telah terbukti rasionva
adalah 1 : 1.o36,15) dari massa atom hidrogen.
Atas dasar itulah, Thomson mengusulkan sebuah model atom vang
dikenal dengan model atom kue kismis, vaitu sebagai berikut.
1) Atom berbentuk bulat padat dengan muatan positif tersebar ke seluruh
bagian bola tersebut.
2) Muatan positif ini dinetralkan oleh muatan negatif vang melekat
pada permukaan bola tersebut.
Keberhasilan Thomson menemukan salah satu kepingan "puzzle"
atom ini memberikan inspirasi bagi fisikawan lainnva melakukan
eksperimen tetes minvak vang dilakukan oleh Robert A. Millikan, seorang
fisikawan dari Amerika Serikat. lksperimen tetes minvak Millikan ini
berhasil mendapatkan besarnva muatan dan massa dari elektron. Untuk
lebih jelasnva, silahkan Anda perhatikan Cambar S.3 berikut.
Seperti diperlihatkan pada Cambar S.3, Millikan bereksperimen
dengan menvemprotkan minvak ke dalam sebuah tabung atau kotak.
Kotak tersebut memiliki dua pelat bermuatan, vaitu pelat positif pada
bagian atas dan pelat negatif pada bagian bawah. Minvak vang
disemprotkan tersebut (pada bagian atas pelat positif) membentuk tetesan
Sumber: Chemistry, 2001
Gambar 8.2
Model Atom Thomson
Gambar 8.3
Percobaan tetes minyak Millikan







muatan negatif
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 202
karena pengaruh gava berat. 1etesan tersebut jatuh ke bawah melewati
sebuah lubang kecil pada pelat positif. Di sini tetesan minvak disinari
dengan sinar-X supava tetesan tersebut bermuatan negatif. Òleh karena
pelat tersebut belum diberi muatan, tetesan minvak tersebut terus bergerak
ke bawah.
Selain gava berat, pada tetesan minvak tersebut bekerja juga gava
Stokes dan gava Archimedes (ingat kembali materi tentang fluida di
Kelas Xl). ]adi, secara matematis dapat dituliskan sebagai berikut.
mz ~ 6
u
zV r t p ¬ u (o-5)
Òleh karena tetesan minvak diasumsikan berbentuk bola, Persamaan
(S-5) dapat dituliskan menjadi:
3 3 1 1
3 3
m
r z r ¬ p ¬ 6
u
zV r t p ¬ u
(o-6)
Keterangan:
m
p
~ massa jenis minvak
u
p
~ massa jenis udara
r ~ jari-jari tetesan minvak
t ~ volume tetesan minvak
u ~ viskositas udara
Walaupun ada gava Stokes dan gava Archimedes, tetesan minvak
tetap bergerak ke bawah karena gava beratnva lebih besar. Sebelum tetesan
minvak tersebut sampai di pelat negatif, beda potensial diaktifkan sehingga
muncul gava elektrostatis ke atas antara tetesan minvak dan pelat positif.
]ika beda potensial diatur, suatu saat akan terjadi kesetimbangan antara
gava berat, gava Archimedes, dan gava elektrostatis adalah
mz ~
u
zV ¡í p (o-7)
Dengan mengeliminasikan Persamaan (S-5) dan Persamaan (S-7) akan
didapatkan.
¡í -
6 r t ¬ u
~ O (o-o)
¡ ~
6 r t
í
¬ u
(o-9)
Keterangan:
¡ ~ muatan partikel
u ~ viskositas
t ~ kecepatan tetesan minvak
í ~ medan listrik
Dalam eksperimennva, Millikan mengukur langsung besarnva í dan
t, tetapi untuk mendapatkan nilai viskositas, Millikan melakukan
eksperimen terpisah.
Menurut pendapat Anda, apakah muatan partikel (¡) bisa langsung
didapatkan dengan menggunakan Persamaan (S-S)' Kendala vang di-
hadapi untuk menggunakan Persamaan(S-S) adalah panjang jari-jari (r)
dari tetesan minvak tidak dapat diukur langsung. Panjang jari-jari tetesan
minvak dapat diketahui dengan menggunakan Persamaan (S-5).
F
S
F
A
mg
Gambar 8.4
Gaya berat, gaya Archimedes, dan
gaya stokes bekerja pada tetesan
minyak pada percobaan Millikan.
Gambar 8.5
Tetesan minyak berada dalam
kesetimbangan karena adanya
gaya berat, gaya Archimedes, dan
gaya elektrostatis.
F
elektrostatis
F
A
mg
Tugas Anda 8.1
Dengan menggunakan logika dan
pemahaman Anda tentang konsep
gerak lurus, apakah Anda dapat
menduga bagaimana Millikan
mengukur kecepatan (v) dari
tetesan minyak tersebut? Jelaskan
dengan alasan-alasan ilmiah
menurut pendapat Anda.
Fisika Atom 203
3 1
3
r ¬

m u
p p ~
-9
~
6 r t ¬ u
r ~
1
2
9
m u
t u
p p
( \
| |
~
\ !
(o-1O)
Substitusikan Persamaan (S-10) ke Persamaan (S-9) sehingga didapatkan
¡ ~

1
2
6 9
2
m u
t
t
í z
¬u u
p p
( \
| |
~
\ !
(o-11)
Òleh karena
u m
p p , Persamaan (S-11) dapat dituliskan menjadi
¡ ~
1
2
6 9
2
m
t
t
í z
¬u u
p
( \
| |
\ !
(o-12)
Setelah mengulang eksperimen tersebut beberapa kali, Millikan
mendapatkan kesimpulan sebagai berikut.
1) Besarnva muatan tetesan minvak tidak pernah bernilai lebih kecil
dari 1,6O21292 × 1O
-19
C.
2) Muatan tetesannva selalu kelipatan bulat dari 1,6O21292 × 1O
-19
C.
Dari kesimpulan ini, didapatkan hasil bahwa muatan 1 elektron
adalah
e ~ 1,6O21292 × 1O
-19
C ~ 1,6 × 1O
-19
C
dan massanva adalah
11
1,7o5oO1 × 1O C/kg
e
m

m ~
11
1,7o5oO1 × 1O
e
~
19
11
1, 6 1O
1,7o5oO1 1O
~

~ 9,11 × 1O 1O
-31
kg
4. Model Atom Rutherford
1eori atom 1homson pada 1911 diuji oleh seorang fisikawan asal
lnggris, £rnest Rutherford. la menguji kebenaran teori 1homson dengan
melakukan percobaan menggunakan partikel alfa vang ditembakkan pada
sebuah keping logam emas vang sangat tipis. Partikel alfa adalah partikel
vang dipancarkan oleh unsur radioaktif bermuatan listrik positif vang
besarnva dua kali muatan elektron dan massanva empat kali massa proton.
Skema percobaan Rutherford dapat Anda lihat pada Cambar S.6.
sumber partikel alfa
beberapa partikel
alfa dipantulkan kembali
keping tipis emas
pancaran
alfa
sebagian partikel
alfa dibelokkan
sebagian partikel alfa
menembus keping logam
layar detektor
Gambar 8.6
Percobaan Rutherford
Tokoh
Ernest Rutherford
(1871–1937)
Ernest Rutherford lahir di New
Zealand pada 1871. Ia mendapat
beasiswa di Universitas Cambridge,
Inggris pada 1894. Di sana, ia mulai
melakukan penelitian tentang radiasi
elektromagnetik, tetapi kemudian
perhatiannya beralih ke sinar-X dan
radioaktivitas. Ia menunjukkan bahwa
ada perbedaan tipe radioaktivitas,
yang ia namakan radiasi alfa, beta, dan
gamma. Ia mendapat hadiah Nobel
untuk bidang kimia pada 1908. Pada
1911, Rutherford menjadi seorang
profesor di Universitas Manchester, ia
menemukan bahwa hampir seluruh
massa atom berkumpul di inti atom.
Sumber: Science Encyclopedia, 1998
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 204
partikel alfa
o
inti
atom
menembus
dibelokkan
dipantulkan
Rutherford memiliki asumsi bahwa jika teori atom 1homson benar,
seluruh partikel alfa dengan energi vang besar harus menembus lurus
keping tipis emas tersebut karena atom-atom keping logam emas netral
tidak menghalangi partikel alfa vang bermuatan listrik positif. Setelah
dilakukan beberapa kali percobaan, disimpulkan bahwa sebagian besar
partikel alfa menembus keping logam tipis lurus mengenai lavar. Akan
tetapi, beberapa partikel alfa vang lainnva dibelokkan bahkan ada vang
dipantulkan. Setiap sudut pembelokan dan pemantulan sinar alfa tersebut
diukur dengan teliti oleh Rutherford.
lakta ini kemudian dianalisis oleh Rutherford sebagai berikut.
Berdasarkan Hukum Coulomb, partikel alfa vang bermuatan positif hanva
akan dibelokkan atau dipantulkan oleh suatu muatan sejenis, vaitu
muatan positif. Artinva, dalam atom logam emas harus ada muatan listrik
positif dan tidak tersebar di seluruh atom, melainkan terpusat di suatu
tempat sehingga menolak partikel alfa. Atas dasar fakta ini, Rutherford
berkesimpulan sebagai berikut.
a. Muatan listrik atom dan sebagian besar massa atom terpusat di suatu
titik vang disebut oleh Rutherford sebagai inti atom. lnti atom ini
merupakan suatu daerah vang sangat kecil dengan diameter sekitar
1O
-11
m.
b. Pada jarak vang relatif jauh dari inti atom tersebut, partikel bermuatan
negatif atau elektron beredar mengelilingi inti. Muatan listrik positif
vang berpusat di inti atom, nilainva sama besar dengan jumlah muatan
listrik negatif dari elektron-elektron vang mengelilinginva.
Meskipun lebih baik daripada teori ].]. 1homson, namun teori atom
Rutherford masih menvimpan kelemahan. Kelemahan teori atom
Rutherford adalah sebagai berikut.
1) 1eori atom Rutherford tidak dapat menjelaskan spektrum cahava
vang dipancarkan oleh atom hidrogen ketika gas hidrogen tersebut
dipanaskan atau dimasukkan ke dalam tabung, dan diberi beda
potensial listrik vang tinggi antara ujung-ujung tabung tersebut.
2) 1eori atom Rutherford tidak dapat menjelaskan kestabilan atom.
Berdasarkan Hukum Coulomb, elektron vang berinteraksi dengan
inti atom akan mengalami gava Coulomb vang juga berfungsi sebagai
gava sentripetal. Akibatnva, elektron mengalami percepatan
(percepatan sentripetal). Menurut teori gelombang elektromagnetik
vang dikemukakan oleh Maxwell, jika muatan (elektron) mengalami
percepatan, muatan tersebut akan memancarkan gelombang
elektromagnetik. ]ika demikian, energi elektron berkurang dan
akhirnva akan jatuh tertarik ke inti atom.
5. Spektrum Atom Hidrogen
Suatu gas vang dimasukkan ke dalam tabung dan kedua ujung tabung
tersebut diberi beda potensial listrik vang tinggi, akan memancarkan
cahava. Ketika gas hidrogen dimasukkan dalam tabung pelucutan gas,
kemudian dilalui oleh sinar katode maka gas hidrogen akan memancarkan
cahava. Cahava ini kemudian dianalisis oleh ste|(r·me(er, vaitu sebuah
alat untuk melihat dan memotret spektrum cahava sekaligus mengukur
panjang gelombangnva. Berikut ini adalah spektrum cahava pada daerah
tampak vang dipancarkan oleh gas hidrogen.
inti atom
elektron
Gambar 8.7
Skema penyimpangan sinar alfa.
Gambar 8.8
Model atom Rutherford
Fisika Atom 205
Seorang guru sekolah menengah berkebangsaan Swedia, ]ohannes
Balmer, mencatat bahwa kelompok panjang gelombang spektrum garis
pancar hidrogen dalam daerah tampak, dapat dicocokkan secara tepat
dengan rumus sebagai berikut.
2
2
1
n
|
n
ì
~
(o-13)
Keterangan:
n ~ bilangan vang bernilai mulai dari 3
| ~ konstanta ~ 361,5 nm
ì ~ panjang gelombang (nm)
Persamaan (S-13) dikenal sebagai rumus Balmer dan deretan garis
spektrum vang cocok dengan persamaan tersebut dinamakan deret
Balmer. Rvdberg kemudian menemukan rumus serupa pada unsur alkali
li, Na, K, dan Cs. Deret Balmer untuk spektrum hidrogen ditulis dalam
bilangan gelombang
1
t
ì
. Bilangan gelombang untuk deret Balmer
(deret cahava
tampak) adalah
2 2
1 1 1
, dengan 2, 3, 1, ...
2
n n
n
ì
~ (o-11)
Keterangan:
n ~ konstanta Rvdberg (n ~1,O97 × 1O
7
m)
Panjang gelombang pada deret spektrum atom hidrogen ditampilkan
dengan persamaan sebagai berikut.
1. Deret lvman (deret ultra ungu):
2 2
1 1 1
, dengan 2, 3, 1, ...
1
n n
n
ì
~
2. Deret Balmer (deret cahava tampak):
2 2
1 1 1
, dengan 3, 1, 5, ...
2
n n
n
ì
~
3. Deret Paschen (deret infra merah l):
2 2
1 1 1
, dengan 1, 5, 6, ...
3
n n
n
ì
~
1. Deret Brackett (deret infra merah ll):

2 2
1 1 1
, dengan 5, 6, 7, ...
1
n n
n
ì
~
5. Deret Pfund (deret infra merah lll):
2 2
1 1 1
, dengan 6, 7, o, ...
5
n n
n
ì
~
warna
frekuensi (Hz)
merah biru ungu
4 × 10
14
5 × 10
14
6 × 10
14
7 × 10
14
8 × 10
14
Gambar 8.9
Spektrum hidrogen pada daerah
tampak
Tantangan
untuk Anda
Diskusikanlah bersama teman Anda,
apakah Anda dan teman Anda dapat
menduga mengapa dalam
eksperimennya Rutherford
menggunakan sinar o dan lempeng
emas?
Tantangan
untuk Anda
Hitunglah panjang gelombang
terpendek dan terpanjang untuk
deret Balmer, deret Lyman, deret
Pascha, deret Bracket, dan deret
Pfund.
Sumber: Konsep Fisika Modern, 1983
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 206
Pada deret lvman, jika konstanta Rvdberg n ~ 1,O97 × 1O
7
/m, hitung panjang
gelombang: (a) terpanjang dan (b) terpendek.
]awab:
Untuk deret lvman berlaku persamaan sebagai berikut.
2 2
1 1 1
, dengan 1, 2, 3, ...
1
n n
n
ì
~
a. Panjang gelombang terpanjang dihasilkan untuk n ~ 2

7 7
2 2
1 1 1 3
1, O97 1O /m 1, O97 1O /m
1
1 2
ì
~
ì
~ 1,215 × 1O
-7
m
b. Panjang gelombang terpendek dihasilkan untuk n ~ -

7 7
2
1 1 1
1, O 9 7 1 O / m 1, O 9 7 1 O / m
-
1
ì
~
o
9, 1 2 1 O m . ì
~

Contoh 8.1
6. Model Atom Bohr
Setelah Rutherford mengemukakan bahwa massa dan muatan positif
atom terhimpun pada suatu daerah kecil di pusat atom, fisikawan asal
Denmark, Niels Bohr, pada 1913 mengemukakan bahwa struktur atom
mirip dengan sistem tata surva. lnti atom berada di pusat sistem atom
dan elektron berada pada lintasan tertentu vang disebut kulit atom. Untuk
menguatkan teori atom vang diusulkannva, Bohr menvusun dua postulat
(dalil) tentang atom.
1) Postulat pertama
Dalam suatu sistem atom, elektron tidak memancarkan radiasi ketika
ia mengorbit inti atom. lintasan-lintasan elektron mengorbit tanpa
memancarkan radiasi dinamakan lintasan stasioner atau orbit stasioner.
Postulat ini berlawanan dengan teori elektromagnetik klasik.
2) Postulat kedua
Pemancaran dan penverapan gelombang elektromagnetik dalam suatu
atom berhubungan dengan transisi elektron dari dua lintasan stasioner.
Untuk sederhananva, perhatikan Cambar S.10. Model atom Bohr
untuk atom hidrogen memperlihatkan bahwa sebuah elektron mengitari
sebuah inti atom bermuatan positif. ]ari-jari orbit lingkarannva r dan
elektron bermassa m bergerak dengan laju linear tetap t. Oava tarik
Coulomb berperan memberikan percepatan sentripetal sehingga
í
coulomb
~ í
sentripetal
2 2 2
1 2
2 2
O O
1 1
1 1
¡ ¡
mt ¯e mt
r r
r r
¬r ¬r
-
Òleh karena untuk atom hidrogen ¯ ~ 1, persamaan tersebut menjadi
2 2 2
2
2
O O
1 1
1 1
e mt e
mt
r r
r
¬r ¬r
-
lnergi kinetik elektron adalah
2
2 2 1
. Òleh karena ,
2
|
e
í mt mt |
r
maka
í
|
~
2
O
1
o
e
r ¬r
(o-15)
Gambar 8.10
Model atom Bohr (Z = 1) untuk
hidrogen
m
v
F
r
inti
elektron
+Ze
Fisika Atom 207
Adapun energi potensial elektron adalah energi potensial Coulomb vang
besarnva sebagai berikut.
2
O
1
1
t
e
í
r ¬r

(o-16)
sehingga energi total vang dimiliki oleh elektron adalah
2 2
O O
1 1
o 1
| t
e e
í í í
r r ¬r ¬r
~
2
O
1
o
e
í
r ¬r
~
(o-17)
Keterangan:
O
r ~ o,o5 × 1O
-12
C
2
/Nm
2
e ~ muatan listrik (C)
r ~ jari-jari lintasan (m)
a. Jari-Jari Lintasan Stasioner
lisika klasik meramalkan bahwa sebuah muatan elektrik vang
mengalami percepatan, seperti elektron vang mengorbit dalam model atom,
harus meradiasikan energi elektromagnetik secara kontinu. Ketika energi
ini dipancarkan, energi total elektron menurun, dan elektron akan
bergerak spiral menuju inti atom sehingga atom akhirnva jatuh ke inti
atom. Untuk mengatasi kesulitan ini, Bohr mengusulkan gagasan orbit
stasioner (postulat pertama). Dari sini Bohr menvimpulkan bahwa dalam
keadaan ini momentum sudut orbital elektron bernilai kelipatan dari
harga
2
|
¬
atau ditulis dengan
2
|
¬

(o-1o)
Vektor momentum sudut dalam fisika klasik didefinisikan sebagai
. Untuk momentum sudut elektron vang beredar mengelilingi
inti atom, r tegak lurus t sehingga persamaan momentum sudut dapat
disederhanakan menjadi L ~ rt ~ mtr. ]adi, menurut postulat Bohr
momentum sudut adalah
mtr n (o-19)
Keterangan:
n ~ bilangan bulat (n ~ 1, 2, 3, ...)
Dengan memasukkan harga t pada Persamaan (S-19) ke dalam
Persamaan (S-15), diperoleh
2
O
1
o
|
e
í
r ¬r

2
2
O
1 1
2 o
e
mt
r ¬r

2
2
O
1 1
2 o
n e
m
mr r ¬r

2
2 2
2
O
1 1
2 o
n e
r
mr
¬r

O
2
1
r
me
¬r

(o-2O)
]ika
2
O
O 2
1
c
me
¬r

, didapatkan r ~ c
O
n
2
Tokoh
Niels Bohr
(1885–1962)
Pada awal 1900-an, struktur atom
menjadi lebih jelas, namun hukum
Fisika pada saat itu tidak dapat
menjelaskan mengapa elektron
tidak cepat menghasilkan spiral
menuju inti. Niels Bohr, murid
Rutherford, membantu memecah-
kan misteri itu dengan menunjukkan
bahwa elektron-elektron hanya
diberi energi tertentu. Ia
menemukan bahwa elektron-
elektron yang memiliki energi
terendah mengorbit paling dekat ke
inti, dan elektron dengan energi
tinggi mengorbit paling jauh. Pada
1913, Niels Bohr juga menjelaskan
hubungan antara materi dan cahaya.
Ia menunjukkan bahwa jika elektron
berpindah dari satu tingkat energi
ke tingkat energi lainnya, elektron-
elektron itu mengeluarkan atau
menyerap paket radiasi dalam
bentuk cahaya. Paket ini dinamakan
foton.
Sumber: Jendela Iptek, 1997
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 208
Dari Persamaan (S-20), dapat diperoleh jari-jari elektron vang
diperkenankan untuk setiap lintasan. Besaran c
o
didefinisikan sebagai
jari-jari Bohr. Untuk atom hidrogen, Bohr mendapatkan harga c
o
~ O,O529
nm atau O,529 angstrom. Berdasarkan teori atom Bohr ini, jari-jari orbit
elektron hanva dapat bernilai c
o
, 1c
o
, 9c
o
, 16c
o
, 25c
o
, dan seterusnva. ]ari-
jari atom, menurut teori ini tidak pernah bernilai 3c
o
atau 1,5c
o
.
b. Energi Elektron Berdasarkan Teori Bohr
Besar energi elektron dapat diperoleh dengan menggabungkan
Persamaan (S-17) dan Persamaan (S-20), vaitu
1
2 2 2 2
O
1
32
n
me
í
n ¬ r
~

(o-21)
Persamaan ini menvatakan bahwa energi elektron terkuantisasi.
Artinva, hanva nilai-nilai energi tertentu vang diperkenankan. ]ika dari
persamaan tersebut semua nilai tetapnva dihitung, didapat persamaan
vang lebih sederhana seperti berikut.
2
13, 6
eV
n
í
n
~
(o-22)
Pada tingkat terendah, nilai n ~ 1, energi elektron sebesar -13,6 eV
dan beredar pada jari-jari Bohr O,529 A. 1ingkat energi elektron pada
keadaan vang lebih tinggi ditunjukkan pada Cambar S.11.
Pada elektron dan inti atom vang terpisah sangat jauh, vaitu untuk
n ~ × , diperoleh í ~ O. ]ika elektron itu bertransisi atau berpindah dari
lintasan luar ke lintasan dalam sehingga ia berada pada orbit tertentu
dalam lintasan n tertentu, elektron akan memiliki harga energi lebih
kecil daripada keadaan semula (í ~ O). Pada keadaan tersebut, akan
dipancarkan energi sebesar í
n
. Sebaliknva, jika elektron pada keadaan
n, elektronnva dapat dibebaskan dari ikatan inti dengan memberinva
energi sebesar í
n
. lnergi ini dikenal dengan energi ikat keadaan n. ]ika
energi vang dibebaskan melebihi energi ikat, kelebihan energi dapat
muncul sebagai energi kinetik elektron vang kini telah bebas dan tidak
terikat lagi pada inti atom.
Bohr mempostulatkan bahwa meskipun elektron tidak memancarkan
radiasi elektromagnetik ketika beredar pada suatu tingkat tertentu,
elektron dapat berpindah dari suatu keadaan energi tertentu ke keadaan
energi vang lain. Selisih energi antara dua keadaan tersebut muncul
sebagai sebuah radiasi gelombang elektromagnetik berenergi ||. Artinva,
jika elektron berpindah dari keadaan awal ke keadaan akhir, akan terjadi
pancaran atau penverapan radiasi elektromagnetik. lrekuensi gelombang
elektromagnetik vang diserap atau dipancarkan dari dua keadaan
stasioner adalah
| |
|| í í ~ (o-23)
Keterangan:
í
|
~ energi mula-mula (])
| ~ konstanta Planck ~ 6,626 × 1O
-31
]s
í
|
~ energi akhir (])
| ~ frekuensi radiasi gelombang elektromagnetik (Hz)
Gambar 8.11
Tingkat-tingkat energi atom
hidrogen.
× n
n = 4
n = 3
n = 2
E = –0,8 eV
E = –1,5 eV
E = –3,4 eV
n = 1 E = –13,6 eV
E = 0
Pembahasan Soal
Dalam model atom Bohr, energi
yang dibutuhkan oleh elektron
hidrogen untuk pindah dari orbit
dengan bilangan kuantum 1 ke 3
adalah ....
a. 1,50 eV
b. 1,90 eV
c. 2,35 eV
d. 12,10 eV
e. 13,60 eV
UMPTN 1992
Pembahasan:
Energi yang dibutuhkan
A E = E
3
– E
1
Diketahui bahwa energi dasar = E
1
= –13,6 eV
Maks,
E
3
=
1
2
E
n
=
~
2
13, 6 eV
3
Jadi,
A E =
13, 6 eV
9
– (– 13,6 eV)
= 12,10 eV
Jawaban: d
Fisika Atom 209
Hitunglah kecepatan, energi kinetik, energi potensial, dan energi total elektron pada
bilangan kuantum n ~ 3 berdasarkan teori Bohr untuk atom hidrogen.
]awab:
Diketahui: n ~ 3, m
e
~ 9,1× 1O
-31
kg,
| ~ 6,63 × 1O
-39
]s, e ~ 1,6 × 1O
-19
C,
c
O
~ r
O
~ O,53 × 1O
-1O
m, | ~ 9 × 1O
9
Nm
2
/C
2
.
a. kecepatan elektron dihitung dengan menentukan jari-jari orbit n ~ 3 terlebih
dahulu, vaitu
r ~ c
O
n
2
~ (O,53 × 1O
-1O
m)(3)
2
~ 1,77 × 1O
-1O
m, maka
t ~


31
31 1O
3 6, 63 1O ]s
2
2 3,11 9,1 1O kg 1,77 1O m
n |
mr ¬
~
~ ~

t ~ 7,29 × 1O
5
m/s.
b. lnergi kinetik elektron í
|
dihasilkan melalui persamaan

2 31 5 1 1
9,1 1O kg 7, 29 1O m/s
2 2
|
í mt
~

í
|
~ 2,12 × 1O
-19
]
c. lnergi potensial elektron í
t
dihasilkan melalui persamaan

2
9 2 2 19
2
19
19
9 1O Nm / 1, 6 1O C
1, o3 1O ]
1,77 1O m
t
C
e
í |
r
~
~
~

~ ~ ~

d. lnergi total elektron í
T
dihasilkan melalui persamaan
í
T
~ í
|
÷ í
t
~ 2,12 × 1O
-19
] - 1,o3 × 1O
-19
]
~ -2,11 × 1O
-19
]
Contoh 8.2 Kata Kunci
• model atom Demokritus
• model atom Dalton
• Hukum Perbandingan Tetap
• Hukum Lavoisier
• model atom Thomson
• tetes minyak Millikan
• model atom Rutherford
• model atom Bohr
• jari-jari Bohr
• orbit stasioner
• energi elektron terkuantisasi
Tantangan
untuk Anda
Jika sebuah atom terdiri atas
beberapa atom, apakah ada gaya
elektrostatik antarelektron
tersebut? Kemudian, bagaimana
lintasan orbit elektron tersebut?
]ika jari-jari elektron vang bergerak pada lintasan stasioner r ~ 1,5 A, berapakah
kelajuan elektron tersebut'
Diketahui: massa dan muatannva, m ~ 9,1 × 1O
-31
kg dan e ~ 1,6 × 1O
-19
C,
]awab:
Kelajuan elektron (t) dihasilkan dengan menggunakan persamaan:
2 2
2 1
2 2 2
|
e e
í | mt |
r r
-


9 2 2 19
2
5
31 1O
9 1O Nm / 1, 6 1O C
2,75 1O m/s.
9,1 1O kg 1, 5 1O m
C
e
t |
mr
~
~ ~



]adi, kelajuan elektron tersebut adalah 2,75 × 1O
5
m/s.
Contoh 8.3
Sebuah elektron pada atom hidrogen berpindah dari energi eksitasi n ~ 5 ke n ~ 3.
Berapakah frekuensi pancaran fotonnva'
]awab:
Diketahui: í
1
~
2
13, 6
eV
n
~
, n
A
~ 5,
1 eV ~ 1,6 × 1O
-19
], n
B
~ 3,
| ~ 6,63 × 1O
-31
]s.
Contoh 8.4
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 210
B. Atom Berelektron Banyak
1. Kelemahan Teori Atom Bohr
Kerangka dasar teori atom Bohr sebenarnva mengacu kepada model
atom Rutherford.
Beberapa kelemahan teori atom Bohr vang dapat disempurnakan
sehingga dapat menvingkap misteri tentang atom adalah sebagai berikut.
1. 1eori atom Bohr tidak dapat menjelaskan secara rinci tentang garis
spektrum. 1erutama perbedaan panjang gelombang dan intensitas
garis spektrum tersebut.
2. ]umlah elektron vang terlibat dalam atom hanva satu elektron
sehingga untuk atom berelektron banvak tidak dapat digunakan
lagi. Contohnva, atom hidrogen memiliki satu elektron dan gava
elektrostatis vang ada hanva gava tarik-menarik antara inti atom
dan elektron. Adapun untuk atom vang memiliki lebih dari satu
elektron, selain gava tarik-menarik masih ada gava tolak antara
elektron vang satu dan elektron vang lain. Bohr mengabaikan gava
tolak ini.
3. Atom-atom bergabung membentuk zat atau materi. lnteraksi antar-
atom menvebabkan sifat-sifat vang berbeda antara unsur vang satu
dan unsur vang lain. Penvebab perbedaan sifat-sifat tersebut ternvata
tidak mampu diterangkan oleh teori atom Bohr.
lrekuensi pancaran foton dihasilkan dengan menghitung í
A
dan í
B
terlebih dahulu.
1O
2
13, 6 13, 6
eV eV O, 511 eV O, o7 1O ]
25
-
-
í
n
~
~ ~
~ ~
19
2
13, 6 13, 6
eV eV 1, 511 eV 2, 12 1O ]
9
ß
ß
í
n
~
~ ~
~ ~
| | ~ í
-
- í
ß

19 19
31
O, o7 1O ] 2, 12 1O ]
6, 63 1O ]s
- ß
í í
|
|
~ ~
~
~ ~ ~ ~

1
2, 31 1O Hz. |


1. Mengapa ].]. Thomson bisa menvimpulkan bahwa
elektron merupakan bagian dari atom'
2. ]elaskan kelemahan-kelemahan dalam teori atom
Rutherford.
3. Hitung panjang gelombang foton terpendek dan
terpanjang dari deret Balmer atom hidrogen.
1. Hitung panjang gelombang foton vang dipancarkan
akibat transisi dari n ~ 6 ke n ~ 3. (transisi ke-3
merupakan deret Paschen).
5. Dari bilangan kuantum ke berapakah transisi vang
menghasilkan panjang gelombang 1.O26 A dari deret
lvman'
6. Dari bilangan kuantum keberapakah transisi vang meng-
hasilkan panjang gelombang 1.o61 A dari deret Balmer'
7. Hitung kecepatan, energi kinetik, energi potensial, dan
energi total elektron pada orbit ke-1 Bohr untuk atom
hidrogen.
o. 1entukanlah panjang gelombang foton vang diserap
atom hidrogen jika elektron bereksitasi dari n ~ 1 ke
tingkat n ~ 2.
9. llektron atom hidrogen dapat bereksitasi ke tingkat
energi vang lebih tinggi akibat penembakan. 1entukan
frekuensi foton cahava vang diserap oleh atom hidrogen
agar elektron bereksitasi dari n ~ 1 ke tingkat n ~ 2.
1O. Atom hidrogen ditembak dengan elektron vang
memiliki energi 12, 6 eV. 1entukan panjang gelombang
( ì ) radiasi vang dipancarkan gas hidrogen.
Tes Kompetensi Subbab A
Kerjakanlah pada buku latihan.
Fisika Atom 211
1. Model atom Bohr melanggar prinsip ketidakpastian vang dikemukakan
oleh Heisenberg.
Dalam mengatasi kekurangan tersebut, beberapa fisikawan, seperti
Louis de Broglie, Wolfgang Pauli, £rwin Schrodinger, dan Warner
Heisenberg memperkenalkan mekanika gelombang atau mekanika
kuantum untuk menggambarkan keadaan energi elektron dalam atom.
2. Bilangan Kuantum
llektron-elektron bergerak mengelilingi inti dan dikelompokkan ke
dalam kulit-kulit. Menurut teori atom Bohr, untuk menvatakan posisi
elektron hanva diperlukan satu |||cnzcn |ucn(um, vaitu bilangan kuantum
utama. Berbeda dengan teori atom mekanika kuantum, pada teori ini
elektron dalam suatu atom digambarkan dalam empat bilangan kuantum,
vaitu
1. bilangan kuantum utama (simbol n),
2. bilangan kuantum orbital (simbol ),
3. bilangan kuantum magnetik (simbol m

),
1. bilangan kuantum spin (simbol m
s
).
a. Bilangan Kuantum Utama (n)
Bilangan kuantum utama (n) menvatakan besar energi total dalam
kulit atom. Hal ini berarti untuk mengeluarkan elektron dari orbitnva
diperlukan sejumlah energi. lnergi terendah dimulai dari kulit K
kemudian kulit l, M, N, Ò, dan seterusnva. Atom hidrogen memiliki
energi total sesuai dengan persamaan
2
13, 6
eV
n
í
n
~

(o-21)
Untuk ion He
÷
vang hanva memiliki sebuah elektron dengan z ~ 2,
besar energi total elektronnva adalah
2
2 2
13,6 51, 1
eV eV
n
z
í
n n
~ ~

(o-25)
lnergi total elektron dalam atom adalah konstan dan (er|ucn(|scs|
oleh bilangan kuantum n. Bilangan kuantum utama memiliki nilai 1, 2,
3, ..., sedangkan nama kulit sesuai dengan besar nilai n, vaitu:
untuk n ~ 1, nama kulit K,
untuk n ~ 2, nama kulit l,
untuk n ~ 3, nama kulit M,
untuk n ~ 1, nama kulit N, dan seterusnva
Banvaknva elektron maksimal vang dapat mengisi setiap kulit dapat
dituliskan dengan rumus
2n
2
dengan n ~ 1, 2, 3, ... (o-26)
Misalnva untuk kulit l, bilangan kuantum utamanva n ~ 2. ]adi, banvaknva
elektron maksimal vang dapat mengisi kulit l adalah (2) (2)
2
~ o elektron.
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 212
Gambar 8.12
Bentuk-bentuk orbital
(a) Orbital s merupakan sebuah bola;
(b) Orbital p memiliki bentuk
seperti balon yang terpilin dua;
(c) Orbital d memiliki bentuk
seperti empat buah balon yang
terpilin.
Atom í memiliki 15 elektron. 1entukan ada berapa kulit dan berapa elektron pada
setiap kulit.
]awab:
Berdasarkan konfigurasi elektron (rumus 2n
2
) didapatkan kulit K memiliki 2 elektron,
kulit l memiliki o elektron dan 5 elektron menempati kulit M sehingga
15
P ~ 2, o, 5.
]adi, pada atom P terdapat 3 kulit (K - l - M).
Contoh 8.5
b. Bilangan Kuantum Orbital ( )
Anda telah mengetahui bahwa elektron berotasi mengitari inti atom
pada orbitnva. Bilangan kuantum orbital menvatakan momentum sudut
elektron vang berotasi terhadap poros inti atom. Melalui persamaan
Sc|r·J|nzer, besar momentum sudut elektron adalah

1 L
(o-27)
dengan ,
2
|
¬
~ 1,O51 × 1O
-31
]s
Nilai bergantung pada nilai bilangan kuantum utama n, vaitu mulai
dari nol sampai dengan (n - 1), atau dinvatakan sebagai
~ O, 1, 2, 3, 1, ..., (n - 1)
Setiap orbital memiliki nama dan bentuk tertentu. Nama orbital vang
dinvatakan oleh nilai adalah
~ O, dinamakan subkulit s (s|crt)
~ 1, dinamakan subkulit t (tr|nc|tc|)
~ 2, dinamakan subkulit J (J|||use)
~ 3, dinamakan subkulit | (|unJcmen(c|)
Cambar S.12 memperlihatkan bentuk setiap orbital. Bilangan kuantum
orbital juga sering disebut dengan bilangan kuantum azimut.
(c) (b) (a)
1entukan momentum sudut elektron untuk ~ 3 (| ~ 6,6 × 1O
-31
]s)
]awab:
Dengan menggunakan Persamaan (S-26), maka
L ~


31
6, 6 1O ]s
1 3 3 1
2 2
|
¬ ¬
~

=
L ~ 3,7 × 1O
-31
]s
Contoh 8.6
Atom adalah partikel yang sangat
kecil sehingga tidak dapat diamati
dengan cahaya tampak.
Menggambarkan struktur atom
merupakan pekerjaan yang sangat
menarik. Untuk mempelajari atom,
para ahli mempelajarinya dari cahaya
yang diesensikan oleh atom-atom
dari unsur murni. Spektrum cahaya
tersebut mengandung informasi
tentang struktur, atom, energi
ionisasi, dan lain-lain.
Atom are tiny, and not observable
using visible light. Trying to figure out
the structure of atoms is a facinating
task. A major source of information
about atoms comes from a study of
the light emitted by the atoms of a
pure material. The spectrum of the
light give information about atom
structure, ionization energy, etc.
Informasi
untuk Anda
Information for You
Fisika Atom 213
Tabel S.2
Momentum Sudut Òrbital llektron
O, 1, 2, 3, 1, 5, 6, ...
Nama
s, t, J, |, z, |, |, ...
subkulit
Keadaan momentum sudut orbit elektron dinamakan dengan subkulit,
vaitu subkulit s untuk keadaan ~ O, subkulit t untuk keadaan ~ 1,
subkulit J untuk keadaan ~ 2, dan seterusnva. Perhatikan Tabel S.2.
Besarnva momentum sudut orbital elektron untuk deret pertama vang
berasal dari spektrum, vaitu deret s (s|crt), t (tr|nc|t|e), J (J|||use), dan
| (|unJcmen(c|) adalah
Subkulit s, ~ O, besar momentum sudutnva

1 O
2
|
L
¬

Subkulit t, ~ 1, besar momentum sudutnva

2
1 1 1
2 2
| |
L
¬ ¬

Subkulit J, ~ 2, besar momentum sudutnva

6
2 2 1
2 2
| |
L
¬ ¬

Subkulit |, ~ 3, besar momentum sudutnva

12
3 3 1
2 2
| |
L
¬ ¬

Oabungan bilangan kuantum utama (n) dengan bilangan kuantum
orbital ( ) biasanva digunakan untuk menvatakan keadaan elektron
dalam suatu atom. Misalnva, 2s menvatakan keadaan elektron dengan
n ~ 2, ~ O, sedangkan 3J menvatakan keadaan elektron dengan n ~ 3
dan ~ 2, demikian seterusnva.
Banvaknva elektron maksimum dalam subkulit s adalah 2 elektron,
dalam subkulit t adalah 6 elektron, subkulit J adalah 1O elektron, subkulit
| adalah 11 elektron dan seterusnva seperti Tabel S.3.
c. Bilangan Kuantum Magnetik (m

)
Òleh karena elektron bermuatan listrik, gerak elektron dapat
dipengaruhi oleh medan magnetik. Akibatnva, elektron vang bergerak
di dalam orbitnva memiliki momen magnetik. Momen magnetik dari
elektron ini dinvatakan dengan bilangan kuantum magnetik (m

).
Bilangan kuantum magnetik menvatakan arah momentum sudut
elektron. ]ika ditetapkan arah medan magnetik luar sejajar dengan sumbu
z, kemungkinan dalam arah z dinvatakan dengan persamaan
2
z
|
L m
¬

(o-2o)
Bilangan kuantum magnetik (m

) memiliki nilai antara - dan ÷ .
Misalnva,
untuk ~ O, harga m

~ O atau terdapat 1 orbital
untuk ~ 1, harga m

~ -1, O, dan ÷1 atau terdapat 3 orbital
untuk ~ 2, harga m

~ -2, -1, O, ÷1, ÷2 atau terdapat 5 orbital
Besar L
z
dapat dilihat pada Cambar S.13.
Tabel S.3 Banvak llektron pada
Setiap Subkulit
Subkulit s t J | ....
O 1 2 3 ....
Banvak m
e
1 3 5 7 ....
(2 ÷ 1)
Banvak elektron
2 6 1O 11 ....
~ 2 × banvak m
2

0
–2

m

= 2
m

= 1
m

= 0
m

= 1
m

= 2
= 2
L
z
Gambar 8.13
Arah dan besar momentum sudut
L
z
untuk = 2
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 214
Pada Cambar S.13 diperlihatkan vektor-vektor momentum sudut
dengan bilangan kuantum orbital tertentu. Bilangan kuantum magnetik
juga menggambarkan kecenderungan kedudukan orbital di dalam ruang,
seperti terlihat pada Cambar S.14.
(c) (b) (a)
Gambar 8.14
Arah momentum sudut-
sudut orbital s, p, dan d
(a) orbital hanya memiliki 1
kemungkinan arah;
(b) orbital p memiliki 3
kemungkinan; dan
(c) orbital d memiliki 5
kemungkinan.
z
z z

Z
0
0
¬

Z
2
h
¬

Z
2
h
1 2
¬

Z
h
¬

Z
2
h

Z
0
Z
0
¬

Z
2
h
¬

Z
h
Gambar 8.15
Elektron dalam subkulit s, p, dan d.
(c)
(b) (a)
Gambar 8.16
Arah perputaran dan vektor
momentum sudut S.
d
xy
d
xz
d
yz
d
x
2
y
2 d
x
2
y
2
s
p
x
p
y
p
z

1
2
~
1
2

Z
4
h
S
p
~
Z
4
h
S
p
S
Tabel S.4
Kesimpulan Keempat Bilangan Kuantum
Bilangan kuantum utama n 1, 2, 3, ....
Bilangan kuantum orbital O, 1, 2, ... (n-1)
Bilangan kuantum magnetik m

- , ..., -2, -1, O, ÷1, ÷ 2, ...,
Bilangan kuantum spin m
s
1
2
~ ,
1
2

Nilai vang Diperkenankan Nama Notasi
1unjukkanlah bahwa kulit L maksimum ditempati oleh o elektron.
]awab:
Kulit L memiliki bilangan kuantum n ~ 2.
Untuk n ~ 2, nilai bilangan kuantum orbitalnva ~ O dan ~ 1
Untuk ~ O, terdapat (2 ÷ 1) ~ (2 × O ÷ 1)~ 1 buah nilai m

Untuk ~ 1, terdapat (2 ÷ 1) ~ (2 × 1 ÷ 1)~ 3 buah nilai m
]umlah ~ 1 buah nilai m
Contoh 8.7
d. Bilangan Kuantum Spin (m
s
)
Bilangan kuantum spin (m
s
) menvatakan arah perputaran elektron
terhadap sumbunva (spin) vang dapat menimbulkan momen magnetik.
Nilai bilangan kuantum spin ada dua, vaitu m
s
~
1
2

untuk arah putaran
elektron ke kanan dan m
s
~
1
2
~
untuk arah putaran elektron ke kiri.
Masing-masing ditulis dengan notasi arah panah ke atas dan ke bawah.
Subkulit s memiliki sebuah orbital dan paling banvak diisi dua elektron.
Subkulit t memiliki tiga orbital (t
x
, t
v
, t
z
) dan paling banvak diisi oleh
2 × 3 ~ 6 elektron. llektron dalam subkulit s, t, dan J dapat digambarkan
dengan diagram orbital seperti Cambar S.15.
Benda vang berputar memiliki momentum sudut. Vektor momentum
sudut vang berkaitan dengan bilangan kuantum s ini adalah S vang
panjangnva:

1 1 3
1
2 2 2 1 2
| |
S
¬ ¬

(o-29)
Arah momentum sudut ditentukan oleh komponen vektor pada sumbu-z,
vaitu sumbu tegak pada sistem koordinat tiga dimensi.
S
2
~ M
s
2
|
¬
, dengan m
s
~
1
2
atau
1
2
~ (o-3O)
Oambar spin dan vektor momentum sudut s tampak pada Cambar S.16.
Fisika Atom 215
Untuk 1 buah m

ditempati oleh 2 buah elektron. ]adi, untuk 1 buah m

ditempati
oleh 1 × 2 ~ o buah elektron.
Catatan:
- untuk n ~ 3, bilangan kuantum orbitalnva ~ O, 1, dan 2
- untuk n ~ 1, bilangan kuantum orbitalnva ~ O, 1, 2, dan 3, ... dan seterusnva.
1elah Anda ketahui bahwa bilangan kuantum magnetik erat
hubungannva dengan medan magnetik vang ditimbulkan oleh gerak
elektron, bagaimana jika atom hidrogen ditempatkan dalam medan
magnet homogen ß. Perhatikan gerak elektron dalam medan magnet
pada Cambar S.17. ]ika sebuah elektron bermassa m bergerak dalam
orbit vang berjari-jari r dengan frekuensi |, momentum sudut vang dimiliki
elektron adalah L ~ m
e
tr ~ m
e
c r
2
, sedangkan arah momentumnva
bersudut 0 terhadap sumbu-z. Besarnva arus vang timbul akibat gerakan
elektron didefinisikan sebagai banvaknva muatan vang mengalir tiap
detik. ]adi, arus vang ditimbulkan gerakan elektron í ~ ~ .
¡
¡| e|
T
Anda juga memahami bahwa gerakan elektron juga menimbulkan medan
magnet (ingat medan magnet di sekitar arus listrik). Ketika di tempat
elektron banvak diberikan medan magnet, vaitu medan magnet dari luar,
maka akan terjadi interaksi antara dua magnet di tempat ini. lmplikasinva
adalah dapat memberikan torsi ¡ vang menvebabkan gerakan elektron
berubah. Besarnva torsi akibat medan magnet ß adalah
¡ ~

× B (o-31)
dengan

~ lA (o-32)
Keterangan:

~ momen magnetik
A ~ luas dari bidang elektron
Òleh karena í ~ - e| dan A ~ ¬ r
2
, Anda dapat menuliskan

~ e | ¬ r
2
~ -e
2
2
2
2
e
e
L eL
r
m
m r
¬
¬
( \
( \
~

| | | |
\ !
\ !
(o-33)
1anda negatif menunjukkan arah m berlawanan dengan arah momentum sudut
L. ]adi, besarnva torsi vang disebabkan oleh medan magnet ß adalah
2
e
e L
m
¡
~ ( \

| |
\ !
Lß sin
0
(o-31)
1orsi inilah vang memutar orbit elektron sehingga berubah arah.
Perhatikan Cambar S.1S vang melukiskan orbit-orbit elektron dan
perhatikan perubahan arah putarannva untuk mengetahui berapa
kemungkinan perubahan gerakan elektron dapat kita lihat melalui energi
magnetik dari pengaruh gerakan elektron dari medan magnet luar ß.
Besar energi magnet memenuhi persamaan:
í ~ cos cos
2
e
e
ß ß Lß
m
0 0
( \
~

| |
\ !
Gambar 8.17
Gerak elektron dalam medan
magnet B.
Tantangan
untuk Anda
Tentukan besar momentum sudut
untuk subkulit:
a. f;
b. g;
c h.
L
Z
0
Gambar 8.18
Arah momentum sudut elektron.
L
z
= m
e
¡
0
Z
L
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 216
Gambar 8.19
Terpecahnya garis spektrum
akibat medan magnet.
Besaran
2
e
e
m
~
dinamakan pembanding giromagnetik (zsr·mczne(|c
rc(|·).
Perhatikan Cambar S.1S. Oambar tersebut menunjukkan bahwa
cos
0
~
e
m
L
¡
sehingga kita peroleh
í ~
2.
e
e
m
~
cos
2
e
e
m
e
Lß Lß
m L
¡
0
( \ ( \
~
| | | |
\ ! \ !
í ~
2
e
e
e
m ß
m
¡
( \
~
| |
\ !
(o-35)
Òleh karena m
e
memiliki beberapa nilai dan bersifat diskrit, energi
interaksi medan magnetik ini juga memiliki beberapa nilai.
O
2
e
ß
í
m
¡

O
í
O
2
e
ß
í
m
¡
~
Sebagai contoh, jika bilangan kuantum ~ 1, energi elektron akan
mengalami perubahan sebagai berikut:
Ketika m
e
~ 1 energi elektron menjadi í
tot
~ í
elektron awal

-

2
e
e
m
¡
( \
~
| |
\ !
Ketika m
e
~ O energi elektron tetap tidak berubah
Ketika m
e
~ -1 energi elektron menjadi í
tot
~ í
elektron awal

÷

2
e
e
m
¡
( \
~
| |
\ !
]adi, tingkat energi elektron pecah menjadi 3 bagian. Untuk ~ 2
energi elektron akan pecah menjadi 5 bagian (sesuai dengan nilai m),
inilah pentingnva bilangan kuantum magnetik dalam menentukan gerak
orbit elektron.
Pecahnva tingkat-tingkat energi ini telah diamati oleh Zeeman
melalui eksperimennva. la mengamati spektrum atom hidrogen ketika
diberi medan magnetik kuat, ternvata garis-garis spektrum vang diamati
pecah menjadi beberapa bagian.
Pecahnva garis spektrum ini ternvata akibat transisi dari tingkat energi
vang terpecah itu dapat Anda pahami pada Cambar S.19. Perubahan
kecil energi memenuhi persamaan
ß
í ß A sehingga dapat memengaruhi
panjang gelombang, melalui metode diferensiasi í ~
|c
ì
, akan diperoleh:
Jí ~
2
|c

ì
Atau dengan mengambil nilai mutlaknva, diperoleh
2
í
|c
ì
ì A A (o-36)
Fisika Atom 217
Hitunglah perubahan panjang gelombang foton vang terjadi akibat transisi dari 2t ke
1s apabila atom hidrogen ditempatkan dalam medan magnet sebesar 2,O 1.
]awab:
í ~ í
2
- í
1
~
2 2 2
2 1
13, 6 13, 6 13, 6
2
eV eV eV
n n
( \
~ ~ ~
~
| |
\ !
-
2
( 13, 6 )
1
eV ~
~ 1O,2 eV.
]adi, panjang gelombang vang dipancarkan adalah


31 o
19
6, 625×1O ]s 3×1O m/s
1O, 2eV 1, 6×1O ]/eV
|c
í
ì
~
~
~ 1,22 × 1O
7
m.
Perubahan energi
ß
í ß A ~ (9,27 × 1O
-21
]/1)(2,O 1)~1,o51 × 1O
-23
].
]adi, berdasarkan Persamaan (S-35), diperoleh


2
7
2
31 o
1, 22×1O m
6, 65× 1O ]s 3×1O m/s
í
|c
ì
ì
~
~
A A (1,o51 × 1O
-23
]) ~ 1,39 × 1O
-12
m.
3. Sifat Atom
Sifat-sifat suatu unsur dapat diamati dengan melihat struktur
atomnva. Susunan elektron dalam suatu atom dapat dipakai sebagai dasar
untuk mengetahui sifat-sifat atom tertentu. Pada sebagian unsur, kulit-
kulit atom ada vang terisi penuh elektron dan ada vang kosong. Kulit
vang tidak penuh terisi elektron berada pada kulit paling luar. llektron
pada kulit terluar ini dinamakan e|e|(r·n tc|ens|.
Pengisian elektron dimulai dari tingkat energi terendah. Konfigurasi
vang mantap terdapat pada subkulit vang terisi penuh. ]ika subkulit telah
terisi penuh, sisa elektron akan mengisi subkulit selanjutnva. Misalnva,
ada satu elektron vang terisi pada subkulit terluar, maka elektron ini
cenderung mudah lepas supava atom menjadi stabil. Pelepasan elektron
ini dapat terjadi dengan cara berikatan dengan atom lain.
Sebagai contoh, atom Na vang memiliki konfigurasi
2 6
2 1
11
2 2
1 3
c
s t
s s
|
í L M

Kulit M terdiri atas subkulit s, t, dan J. Dari konfigurasi atom Na pada
Cambar S.20 terlihat hanva ada satu elektron vang mengisi kulit M,
vaitu pada orbit s. Untuk menjadi stabil, atom Na cenderung melepaskan
satu elektron terluarnva vang terdapat pada kulit M. Sebaliknva, jika
pada subkulit terluar kekurangan satu elektron, untuk menjadi stabil,
atom ini cenderung mudah menerima satu elektron dari luar.
Perhatikan juga Cambar S.21. Pada atom
25
Mn kulit terluarnva, vaitu
kulit M terisi 15 elektron. Kulit M terisi maksimal 16 elektron, berarti
terdapat kekurangan 1 elektron sehingga atom Mn cenderung menerima
satu elektron dari atom lain supava menjadi stabil. Atom Na dan Mn
dapat bergabung menjadi molekul vang stabil karena pada setiap atom
akan memiliki kulit atau subkulit vang terisi penuh oleh elektron.
Contoh 8.8
Gambar 8.21
(a) Atom Mn menerima elektron
dari atom Na.
(b) Atom Na yang tidak stabil.
=
(b) (a)
elektron dilepas
Na Na
Gambar 8.20
(a) Atom Na, kulit terluarnya terisi
satu elektron.
(b) Atom Na yang stabil setelah
melepas elektron terluarnya.
(b) (a)
e
Na Mn
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 218
Dari uraian tersebut, dapat diambil kesimpulan bahwa atom-atom
cenderung untuk memiliki konfigurasi seperti gas mulia, vaitu memiliki
keadaan vang stabil dengan cara melepas atau menerima elektron.
4. Sistem Periodik
Sistem periodik unsur-unsur disusun berdasarkan kenaikan nomor
atom atau berdasarkan jumlah elektron. Sistem periodik bertujuan
menjelaskan sifat unsur-unsur pada periodik dan golongan tertentu, serta
menjelaskan mengapa unsur-unsur dalam satu periode memiliki sifat vang
berbeda antara golongan vang satu dan golongan vang lainnva.
Unsur-unsur golongan alkali dan alkali tanah keduanva termasuk
golongan s karena dalam konfigurasi elektron diakhiri dengan subkulit s.
]ari-jari atom di sebelah kiri relatif lebih besar dibandingkan dengan unsur-
unsur sebelah kanannva. Adanva elektron terluar ini, memberikan sifat
konduktor listrik vang baik. Kereaktifannva cukup tinggi untuk bereaksi
dengan unsur lain terutama dengan unsur golongan halogen karena vang
satu mudah melepaskan elektron dan vang lain memiliki kecenderungan
besar untuk menerima elektron.
Unsur-unsur golongan t vang tidak terisi penuh oleh elektron dalam
konfigurasinva terlihat kekurangan elektron untuk memiliki konfigurasi
seperti gas mulia. ]ika Anda perhatikan golongan halogen, unsur-unsur
ini cenderung mudah menangkap elektron untuk membentuk senvawa.
Dikatakan unsur-unsur tersebut memiliki kereaktifan vang tinggi
dibandingkan dengan unsur golongan t lainnva.
Oolongan gas mulia memiliki konfigurasi elektron vang sudah penuh
pada kulit terluarnva. Kecenderungan menangkap atau menerima
elektron sangat kecil. Hal ini menvebabkan unsur gas mulia tidak
membentuk senvawa dengan unsur lain.
Prinsip Pauli, aturan Aufbau, dan kaidah Hund sangat membantu
untuk memahami keteraturan susunan elektron atau subkulit dalam
daftar berkala. Konfigurasi elektron dalam atom adalah susunan
elektron dalam atom sesuai dengan tingkat energinva. Dalam
pembahasan ini, akan Anda tinjau konfigurasi elektron per subkulit.
Dengan konfigurasi elektron tersebut dapat diketahui bilangan kuantum
vang berkaitan dan sifat-sifatnva dapat diketahui dari jumlah elektron
terluar. Aturan penulisan konfigurasi elektron berdasarkan hal-hal
berikut ini.
a. Aturan Aufbau
Menurut aturan Aufbau, elektron dalam suatu atom akan mulai
mengisi suatu orbital dari tingkat vang energinva paling rendah sampai
vang paling tinggi. 1iap tingkatan energi diisi elektron sebanvak mungkin
sampai penuh. 1iap kali keadaan (n, ) penuh, keadaan berikutnva mulai
diisi, demikian seterusnva. Prinsip pengisian ini dapat digambarkan dalam
bentuk diagram pada Cambar S.22.
Perhatikan hubungan bilangan kuantum utama (n) dan bilangan
kuantum orbital atau azimut ( ) sebagai berikut. Urutan tingkat energi
sesuai dengan urutan arah panah, vaitu
1s 2s 2t 3s 3t 1s 3J 1t 5s 1J 5t 6s ......, dengan
s - 2 elektron, t - 6 elektron, J -1O elektron, | -11 elektron
Tantangan
untuk Anda
Jelaskan sifat-sifat yang dimiliki atom
berikut ini.
1.
40
20
Ca
2.
30
31
Ga
3.
80
35
Br
Gambar 8.22
Pengisian elektron menurut
aturan Aufbau.
1s
2s
3s
4s
5s
6s
7s
2p
3p
4p
5p
6p
3d
4d
5d
6d
4f
Fisika Atom 219
Sebagai contoh, perhatikan cara penulisan konfigurasi elektron
berikut.
1) Atom C memiliki nomor atom 6, berarti dalam pada setiap atomnva
terdapat enam elektron sehingga konfigurasinva
6
C ~ 1s
2
2s
2
2t
2
.
2) Atom K memiliki nomor atom 19, berarti pada setiap atomnva
terdapat 19 elektron sehingga konfigurasi elektronnva
19
K ~ 1s
2
2s
2
2t
6
3s
2
3t
6
1s
1
.
3) Atom Co memiliki nomor atom 27, berarti pada setiap atomnva
terdapat 27 elektron sehingga konfigurasi elektronnva
27
Co ~ 1s
2
2s
2
2t
6
3s
2
3t
6
1s
2
3J
7
.
Cara penulisan tersebut cukup panjang sehingga harus dilakukan
penvingkatan berdasarkan konfigurasi gas mulia, vaitu
2
He ~ 1s
2
1O
Ne ~ 1s
2
2s
2
2t
6
1o
Ar ~ 1s
2
2s
2
2t
6
3s
2
3t
6
36
Kr ~ 1s
2
2s
2
2t
6
3s
2
3t
6
1s
2
3J
1O
1t
6
Dengan demikian, konfigurasi elektron pada contoh tersebut
disingkat sebagai berikut.
6
C ~ 1s
2
2s
2
2t
2
disingkat: (He) 2s
2
2t
2
19
K ~ 1s
2
2s
2
2t
6
3s
2
3t
6
1s
1
disingkat: (Ar) 1s
1
27
Co ~ 1s
2
2s
2
2t
6
3s
2
3t
6
1s
2
3J
7
disingkat: (Ar) 3J
7
1s
2
c. Aturan Hund
Menurut Hund, dalam orbital vang setingkat, elektron-elektron tidak
boleh berpasangan sebelum seluruh orbital setingkat terisi oleh sebuah
elektron. Penempatan elektron pada orbital t, J, | vang memiliki tingkat
energi vang sama pada subkulit vang sama, masing-masing diisi dengan
satu elektron terlebih dahulu dengan arah spin vang sama, baru kemudian
diisi dengan elektron berikutnva dengan arah vang berlawanan.
Hal ini berarti, semua elektron bermuatan sama sehingga elektron
akan menempati orbital vang masih kosong sebelum berpasangan.
Misalkan, atom C dengan nomor atom 6 dan konfigurasi elektronnva:
1s
2
2s
2
2t
2
,

diagram konfigurasi elektronnva adalah
bukan
c. Asas Larangan Pauli
Menurut Wolfgang Pauli, dalam suatu atom tidak boleh ada elektron
vang memiliki keempat bilangan orbital dan magnetik vang sama. Bilangan
kuantum spinnva harus berlawanan (n, , m

, dan m
s
).
bukan
Asas ini sangat penting untuk memahami struktur atom, apalagi untuk
mengkaji sifat-sifat atom berelektron banvak.
Sekarang, tinjau helium dengan nomor atom 2. llektron pertama
atom helium pada keadaan dasar memiliki himpunan bilangan kuantum
(n ~ 1, ~ O, m

~ O, dan m
s
~ ÷
1
2
). llektron kedua bisa memiliki
ketiga bilangan kuantum n, , dan m

sama tetapi bilangan kuantum
keempat m
s
harus berbeda. Òleh karena elektron pertama m
s
~ ÷
1
2
,
elektron kedua haruslah m
s
~ -
1
2
.
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 220
Gambar 8.24
Proses untuk menghasilkan
spektrum emisi
Asas larangan Pauli juga membatasi setiap orbital hanva mampu
menampung maksimum 2 elektron dan dalam satu orbital harus memiliki
spin dengan arah berlawanan. Apabila dalam orbital ada elektron ketiga,
misalnva spin searah dengan spin elektron pertama (Cambar S.23),
kumpulan keempat bilangan kuantum elektron ketiga persis sama
dengan elektron pertama. lni jelas melangggar asas larangan Pauli.
5. Spektrum Emisi dan Spektrum Absorpsi
zat padat maupun zat cair pada suhu tertentu dapat memancarkan
radiasi dengan panjang gelombang vang berbeda-beda pada tingkat energi
vang berbeda. Dari berbagai segi vang dapat diamati, radiasi ini dapat
diterangkan oleh dasar teori kuantum cahava, dan tidak bergantung pada
perincian proses radiasi itu sendiri atau dari sifat materialnva. 1ingkat
energinva bergantung pada bilangan kuantumnva. Berdasarkan hasil
penemuan ini, dapat disimpulkan bahwa vang terjadi adalah kelakuan
kolektif sejumlah atom vang saling berinteraksi dari karakteristik atom-
atom dari unsur-unsur tertentu.
a. Spektrum Emisi
Pada kondisi tertentu, atom atau molekul pada gas bertekanan rendah
berjarak rata-rata cukup jauh sehingga interaksi vang terjadi hanva saat
bertumbukan. Dalam keadaan seperti ini, diharapkan bahwa radiasi vang
dipancarkan merupakan karakterisitik dari atom atau molekul secara individu
vang terdapat di sana. Hal ini terbukti secara eksperimental. ]ika gas atomik
atau uap atomik vang bertekanan di bawah tekanan atmosfer (dieksitasikan
biasanva dengan mengalirkan arus listrik), radiasi vang dipancarkan memiliki
spektrum vang berisi panjang gelombang tertentu saja.
Spektrum emisi adalah spektrum vang dihasilkan oleh pancaran
gelombang elektromagnetik, misalnva cahava Matahari vang dihasilkan oleh
atom-atom gas suatu unsur. ]ika cahava tabung gas unsur dilewatkan pada
sebuah prisma, cahava akan terurai menjadi beberapa garis warna spektrum
vang setiap spektrum memiliki panjang gelombang vang berbeda.
Untuk menguraikan cahava gas suatu unsur dapat digunakan kisi
berupa garis-garis pemisah vang sangat rapat. Peralatan untuk meng-
hasilkan spektrum emisi dapat dilihat pada Cambar S.24.
Misalnva, cahava vang dipancarkan itu dihasilkan oleh atom-atom
gas hidrogen. llektron pada atom gas akan tereksitasi ke tingkat energi
vang lebih tinggi, jika mendapat tambahan energi dari luar. Misalnva,
dari 1s ke 2s atau 2t. Ketika elektron kembali ke tingkat energi dasar,
atom akan memancarkan energi berupa gelombang elektromagnetik.
Oelombang elektromagnetik ini melewati celah sempit, kemudian oleh
kisi akan diuraikan menjadi beberapa warna. Setelah keluar dari kisi,
pada lavar akan tampak garis-garis berwarna vang setiap warna sesuai
dengan energi tertentu.
1idak semua warna spektrum akan muncul pada setiap spektrum
suatu unsur, tetapi hanva warna-warna tertentu saja vang akan muncul.
Untuk setiap unsur akan memancarkan spektrum vang berlainan. Hal
inilah vang membedakan unsur vang satu dan unsur vang lain.
benar salah
Gambar 8.23
Berdasarkan asas larangan Pauli,
satu orbital maksimum ditempati
dua elektron dengan spin yang
berlawanan.
- -
-
sumber celah
kisi
spektrum
Fisika Atom 221
Berdasarkan persamaan panjang gelombang vang sudah Anda kenal,
frekuensi sebanding dengan (e(ctcn nsJ|erz. Rumusan panjang gelombang
dapat dituliskan
2 2
1 2
1 1 1
n
n n
ì
( \
~
| |
\ !
(o-37)
Keterangan:
n ~ tetapan Rvdberg ~ 1,O97 × 1O
7
/m
ì
~ panjang gelombang elektromagnetik (m)
n ~ bilangan kuantum utama
Spektrum emisi ada tiga macam, vaitu ste|(rum zcr|s, ste|(rum t|(c,
dan ste|(rum |·n(|nu.
1) Spektrum Caris
Spektrum garis dihasilkan oleh gas-gas bertekanan rendah vang
dipanaskan. Spektrum ini terdiri atas garis-garis cahava monokromatik
dengan panjang gelombang tertentu. Panjang gelombang cahava vang
terdapat dalam spektrum merupakan karakteristik dari unsur vang
menghasilkan spektrum tersebut. Akibat pemanasan, atom gas akan
menverap energi sehingga berada dalam keadaan tereksitasi. Dalam
keadaan ini, atom gas tidak stabil dan akan berusaha ke keadaan dasar
dengan memancarkan foton berupa gelombang elektromagnetik.
2) Spektrum Pita
Spektrum pita dihasilkan oleh gas dalam keadaan molekuler, misalnva
gas H
2
, Ò
2
, N
2
, dan CÒ. Spektrum vang dihasilkan berupa kelompok
garis-garis vang sangat rapat sehingga membentuk pita-pita.
3) Spektrum Kontinu
Spektrum kontinu adalah spektrum vang terdiri atas cahava dengan
semua panjang gelombang, walaupun dengan intensitas vang berbeda.
Spektrum kontinu dihasilkan oleh zat padat, zat cair, dan gas vang
bertekanan tinggi dan berpijar. Berpijarnva bentuk zat-zat tersebut karena
memiliki atom vang berjarak relatif lebih kecil satu dan vang lainnva
sehingga saling berinteraksi. Akibatnva, tingkat-tingkat energi atom
bergeser untuk memenuhi aturan Pauli.
b. Spektrum Absorpsi
Spektrum absorpsi adalah spektrum vang terjadi karena penverapan
panjang gelombang tertentu dari suatu cahava. Spektrum absorpsi terdiri
atas sederetan garis hitam pada spektrum kontinu. Penverapan terhadap
panjang gelombang tertentu terjadi pada foton vang memiliki energi vang
tepat sama dan selisih energi antara tingkat eksitasi dan tingkat dasar.
Spektrum absorpsi dihasilkan jika cahava putih dilewatkan pada
tabung vang berisi atom-atom gas suatu unsur vang kemudian atom-atom
tersebut akan menverap (mengabsorpsi) sebagian cahava putih. Oaris-
garis vang dihasilkan sesuai dengan garis-garis pada spektrum emisi. ]ika
kedua spektrum ini didekatkan akan tampak garis-garis gelap dan terang.
Contoh spektrum absorpsi adalah spektrum Matahari. Secara
sepintas, spektrum Matahari tampak seperti spektrum kontinu. Akan
tetapi, jika dicermati akan tampak garis-garis gelap terang vang disebut
zcr|s-zcr|s |rcun|·||er. Adanva zcr|s-zcr|s |rcun|·||er disebabkan cahava
putih dari bagian inti Matahari diserap oleh atom-atom dan molekul-
molekul gas dalam atmosfer Matahari maupun atmosfer Bumi. Bagian
Matahari vang bersuhu sekitar 6.OOO
o
C dapat menimbulkan spektrum.
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 222
energi ionisasi semakin besar
e
n
e
r
g
i

i
o
n
i
s
a
s
i

s
e
m
a
k
i
n

b
e
s
a
r
Cambar S.25 memperlihatkan bagan dan peralatan spektrum
absorpsi. Berdasarkan hasil percobaan dan hasil eksperimen diperoleh
kesimpulan bahwa jika zat berpendar (beradiasi/memancarkan spektrum
emisi) merupakan zat vang baik untuk mengabsorpsi spektrumnva.
Oaris spektrum atom hidrogen terdiri atas beberapa deret, vaitu deret
lvmann, deret Balmer, deret Paschen, deret Brackett, dan deret Pfund.
Deret-deret tersebut memenuhi persamaan
2
2 2
1 2
1 1 1
z n
n n
ì
( \
~
| |
\ !
(o-3o)
Keterangan
z ~ nomor atom
6. Energi Ionisasi, Afinitas Elektron, dan Elektron Valensi
Suatu atom akan berikatan dengan atom lain karena adanva faktor-
faktor tertentu. Kemampuan suatu atom untuk berikatan dengan atom
lain ditentukan oleh keadaan jumlah elektron terluarnva. llektron
memiliki kecenderungan untuk membentuk susunan vang stabil (susunan
gas mulia). Beberapa faktor vang memengaruhi atom untuk melepaskan
atau mengikat elektron adalah sebagai berikut.
a. Energi Ionisasi
]ika suatu atom terdapat satu elektron di luar subkulit vang mantap,
elektron cenderung mudah melepaskan ikatannva agar memiliki
konfigurasi seperti gas mulia. Untuk melepaskan elektron terluarnva ini
diperlukan energi vang disebut enerz| |·n|scs|. lnergi ionisasi untuk atom
hidrogen sebesar 13,6 eV.
Pengukuran energi ionisasi pada unsur dalam gas memperlihatkan
bahwa dalam suatu periode semakin banvak elektron dan proton, maka
gava tarik-menarik elektron terluar dengan inti semakin besar (jari-jari
kecil). Akibatnva, elektron sukar dilepas sehingga energi untuk melepas
elektron semakin besar, vang berarti energi ionisasi besar.
]ika jumlah elektron sedikit seperti unsur pada golongan lA, jari-
jarinva besar, gava tarik menarik elektron dengan inti lebih kecil.
Akibatnva, energi untuk melepas elektron
terluar relatif lebih kecil vang berarti energi
ionisasinva kecil. Dari atas ke bawah dalam
satu golongan, jari-jari atom semakin besar.
Hal ini menvebabkan elektron terluar relatif
mudah lepas dibandingkan dengan atom
vang berada di atasnva. Hal ini berarti, dari
atas ke bawah dalam satu golongan, energi
ionisasi berkurang. Perubahan energi ionisasi
dalam tabel periodik dapat dilihat pada
Cambar S.26.
Oolongan lA dalam susunan berkala
unsur-unsur seperti gambar disebut juga
golongan alkali vang meliputi li, Na, K, Rb,
Cs, dan lr. Unsur vang paling sedikit adalah
fransium (lr) sebab bersifat radioaktif sehingga mudah berubah menjadi
unsur lain.
Gambar 8.25
Proses untuk menghasilkan
spektrum absorpsi
-
-
-
cahaya
putih
celah
kisi
spektrum
atom-atom
gas
-
Gambar 8.26
Perulangan sifat pada sistem
periodik
Fisika Atom 223
Sifat-sifat kimia unsur alkali adalah hanva memiliki satu elektron di
kulit terluar. Dapatlah diterka bahwa unsur-unsur ini memiliki energi
ionisasi vang rendah (sangat mudah melepaskan elektron). Semakin besar
jari-jari atom, energi ionisasinva semakin rendah. Dengan kata lain, unsur-
unsur alkali ini sangat reaktif atau mudah sekali membentuk senvawa.
Unsur-unsur ini mudah sekali bereaksi dengan oksigen di udara. ltulah
sebabnva, logam-logam alkali harus disimpan dalam minvak tanah dan
tidak boleh dibiarkan lama di udara terbuka.
b. Afinitas Elektron
-||n|(cs e|e|(r·n cJc|c| enerz| scnz J||etcs|cn ¡||c suc(u c(·m mencnz|ct
se|uc| e|e|(r·n. Atom-atom vang memiliki gava tarik-menarik antar intinva
kecil menunjukkan bahwa afinitas elektronnva juga kecil. Hal-hal vang
memengaruhi besar kecilnva afinitas elektron adalah jumlah muatan
dalam inti, jarak antar inti, dan jumlah elektron dalam atom.
Dalam satu golongan, dari atas ke bawah harga afinitas elektron
semakin kecil. Dalam satu periode dari kiri ke kanan harga afinitas elektron
semakin besar. Atom-atom vang semakin mudah menangkap elektron akan
memiliki harga afinitas elektron vang semakin besar. Untuk menggambarkan
tingkat kemudahan suatu atom menangkap elektron digunakan besaran
elektronegativitas atau keelektronegatifan. Suatu unsur vang memiliki
energi ionisasi tinggi memiliki elektronegativitas tinggi. Artinva, memiliki
kecenderungan besar untuk menangkap elektron.
Unsur vang mudah melepaskan elektron dan membentuk ion positif
dinamakan unsur vang elektropositif. Sebaliknva, unsur vang mudah
menangkap elektron dan membentuk ion negatif dinamakan unsur
elektronegatif. Pada umumnva, unsur-unsur vang memiliki elektron valensi
kurang dari empat bersifat elektropositif. Adapun unsur-unsur vang
memiliki elektron valensi lebih dari empat bersifat elektronegatif. Afinitas
beberapa unsur terlihat pada Tabel S.5.
c. Elektron Valensi
llektron vang paling berperan dalam menentukan sifat lisika dan
Kimia adalah elekron vang berada pada kulit paling luar. llektron ini
biasa disebut e|e|(r·n tc|ens|. Akan tetapi, untuk kulit vang penuh,
elektronnva tidak turut serta dalam menentukan sifat-sifat tersebut.
Dari susunan berkala unsur-unsur dengan sistem periodik, dalam satu
golongan atom-atom tersebut memiliki elektron valensi vang sama.
Misalnva, atom li vang memiliki 3 elektron salah satunva adalah elektron
valensi. Demikian halnva, atom K memiliki 19 elektron salah satunva
adalah elektron valensi. Kesimpulannva atom li dan atom K vang berada
dalam satu golongan, memiliki satu elektron valensi.
H -7o
li -5o
Na -7o
B -35
C -126
Si -1o6
N -9
P -76
Ò -11o
l -351
Cl -37O
Br -31o
l -32O
Tabel S.5
Afinitas Beberapa Unsur
Unsur
Afinitas
£lektron (k]/mol)
Dari penelitian tentang partikel subatomik, para fisikawan menemukan bahwa partikel
penvusun atom itu bukan hanva elektron dan neutron. Buatlah tulisan tentang partikel-
partikel subatomik vang baru ditemukan itu. Anda dapat mencari informasinva dari
internet. sebagai contoh, Anda bisa mengetikkan "quark" pada Secrc| ínz|ne vang
Anda gunakan. Anda kumpulkan tugas ini pada guru dan diskusikan tugas ini bersama
guru lisika dan diskusikan bersama teman-teman dan guru.
Mari Mencari Tahu
• teori atom Bohr
• bilangan kuantum utama
• bilangan kuantum orbital
• bilangan kuantum magnetik
• bilangan kuantum spin
• prinsip Pauli
• aturan Aufbau
• kaidah Hund
• spektrum emisi
• spektrum absorsi
• garis-garis Praunhoffer
• energi ionisasi
• afinitas elektron
• elektron valensi
Sumber: General Chemistry, 1990
Kata Kunci
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 224
1. 1unjukkanlah bahwa kulit:
a. M maksimum ditempati oleh 1o buah elektron
b. N maksimum ditempati oleh 32 buah elektron
2. 1entukanlah energi total dari sebuah elektron pada
ion L|÷2 untuk bilangan kuantum utama n ~ 2.
3. ]elaskan apa vang Anda ketahui tentang
a. bilangan kuantum utama,
b. bilangan kuantum orbital,
c. bilangan kuantum spin.
1. Mengapa pada atom berelektron banvak terjadi
pemisahan tingkat energi dari subkulit dengan kulit
vang sama'
5. Mengapa satu orbital hanva dapat ditempati oleh dua
elektron'
6. Bagaimana kesesuaian asas larangan Pauli dan sistem
periodik'
7. Apakah penvebab terjadinva spektrum absorpsi dan
spektrum garis'
o. ]elaskan dengan spektroskopi bagaimana unsur helium
ditemukan pada Matahari'
9. 1erangkan energi ionisasi dalam satu golongan dan
satu periode.
1O. Bagaimana afinitas elektron Na dibandingkan
dengan Cl dan K'
Tes Kompetensi Subbab B
Kerjakanlah pada buku latihan.
Rangkuman
1. Perkembangan model atom melalui beberapa tahap
sebagai berikut.
- model atom Demokritus
- model atom Dalton
- model atom 1homson
- model atom Rutherford
- model atom Bohr
2. Dalam membuat teori atom, Dalton mengambil acuan
(dasar) dari:
- eksperimen Proust tentang Hukum Perban-
dingan 1etap vang menvatakan bahwa ¨senvawa
disusun oleh unsur-unsur dengan perbandingan
tetap",
- eksperimen Antonie lavoisier dan Preistelv
tentang Hukum lavoisier vang menvatakan
bahwa ¨massa zat sebelum dan sesudah reaksi
adalah sama".
3. ]oseph ]ohn 1homson melakukan eksperimen dengan
menggunakan tabung sinar katode vang sedikit
dimodifikasi. Hasil eksperimen vang diperolehnva
adalah bahwa perbandingan muatan dan massa

e
m
sebagai berikut.

e
m
~ 1,75ooO3×1O
11
C/kg
1. Robert A. Millikan melakukan eksperimen tetes
minvak. Hasil eksperimen menemukan harga muatan
elektron e ~ 1,6O21292 × 1O
-19
C. Dengan menggabung-
kan penemuan 1homson dan Millikan, diperoleh
harga massa elektron adalah m
e
~ 9,11 × 1O
-31
kg.
5. lnergi elektron berdasarkan teori Bohr.
1
2 2 2 2
O
1
32
e
n
m
í
n ¬ r
~

atau
2
13, 6
eV
n
í
n
~
6. lrekuensi gelombang elektromagnetik vang diserap
atau dipancarkan dari dua keadaan stasioner adalah
| |
|| í í ~
7. llektron dalam suatu atom digambarkan dalam empat
bilangan kuantum, vaitu
- bilangan kuantum utama (n),
- bilangan kuantum orbital ( ),
- bilangan kuantum magnetik ( m

),
- bilangan kuantum spin (m
s
).
o. Aturan penulisan konfigurasi elektron didasarkan
pada:
- aturan Aufbau, menvatakan bahwa elektron
dalam suatu atom akan mulai mengisi suatu
orbital dari tingkat vang energinva paling rendah
sampai vang paling tinggi,
- aturan Hund, menvatakan bahwa elektron-
elektron tidak boleh berpasangan sebelum
seluruh orbital setingkat terisi oleh sebuah
elektron,
- asas larangan Pauli, menvatakan bahwa dalam
suatu atom tidak boleh ada elektron vang
memiliki keempat bilangan kuantum sama.
9. Spektrum emisi adalah spektrum vang dihasilkan oleh
pancaran gelombang elektromagnetik.
1O. Spektrum absorpsi adalah spektrum vang terjadi
karena penverapan panjang gelombang tertentu dari
suatu sumber cahava.
11. lnergi ionisasi adalah banvaknva energi vang
diperlukan elektron terluar untuk lepas dari ikatan
(pengaruh inti atom).
12. Afinitas elektron adalah energi vang dilepaskan jika
suatu atom menangkap sebuah elektron.
13. llektron valensi adalah elektron vang paling berperan
dalam menentukan sifat lisika dan Kimia suatu atom
dan terletak pada kulit paling luar.
Fisika Atom 225
Demokritus
membahas
dikemukakan oleh
].] 1homson
Robert A.
Millikan
Rutherford
]ohn Dalton
Niels Bohr
didasarkan pada
mendapatkan nilai
dilanjutkan oleh
didasarkan pada
vaitu
membahas
Peta Konsep
Setelah mempelajari bab ini, tentu Anda telah
memahami bagaimana perkembangan model atom
sampai terakhir digunakan model atom Bohr. Anda juga
tentu telah paham bagaimana kedudukan dan sifat
elektron dalam bab inti. Dari semua materi yang ada
dalam bab ini, bagian manakah yang menurut Anda sulit
dipahami? Coba Anda diskusikan bersama teman atau
guru Fisika Anda.
Refleksi
Sekarang Anda menjadi tahu bahwa rekayasa atom
untuk dimanfaatkan dalam kehidupan bergantung sekali
pada elektron valensi atom. Coba Anda cari manfaat lain
yang diperoleh setelah mempelajari bab ini, kemudian
diskusikan konsep Fisika apa yang terkandung di dalamnya
bersama teman Anda.
Iisika Atom
lvolusi Model
Atom
Hukum
Perbandingan
1etap
e
m
Atom Berelektron
Banvak
lnergi lonisasi,
Afinitas, dan
llektron Valensi
Sistem
Periodik
Sifat
Atom
Asas larangan Pauli
Aturan Hund
Aturan Aufbau
Bilangan
Kuantum
1. Utama
2. Òrbital
3. Magnetik
1. Spin
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 226
1. Pernvataan vang merupakan teori atom menurut Dalton
adalah ....
a. bagian terkecil dari suatu atom adalah elektron
b. elektron dari suatu unsur sama dengan elektron
unsur lain
c. sebagian besar massa atom terkumpul pada intinva
d. atom dari suatu unsur tidak dapat bergabung
dengan atom unsur lain
e. atom dari unsur-unsur vang sama memiliki sifat
vang sama pula
2. Pernvataan vang tidak berhubungan dengan model
atom 1homson adalah ....
a. atom bukan partikel dari suatu unsur
b. muatan positif tersebar merata dalam inti atom
c. elektron pada atom tersebar merata di antara
muatan positif
d. elektron adalah bagian dari atom vang bemuatan
negatif
e. elektron memiliki massa vang sama dengan
muatan proton
3. Salah satu pernvataan dalam teori atom menurut
pendapat Rutherford adalah ....
a. atom terdiri atas inti vang bermuatan positif dan
elektron vang bermuatan negatif vang bergerak
mengelilingi inti
b. hampir seluruh massa atom tersebar di seluruh
bagian atom
c. pada reaksi Kimia, inti atom mengalami perubahan
d. Pada reaksi Kimia, elektron pada lintasan terluar
saling memengaruhi
e. inti atom merupakan elektron bermuatan positif
1. Kesimpulan dari percobaan hamburan Rutherford
adalah ....
a. atom merupakan bagian terkecil dari suatu benda
b. massa atom tersebar merata dalam atom
c. elektron merupakan bagian atom vang bermuatan
listrik negatif
d. atom berbentuk bola pejal
e. massa atom terpusat pada satu tempat kecil vang
disebut inti
5. Dalam model atom Bohr, energi vang dibutuhkan oleh
elektron atom hidrogen untuk berpindah dari orbit
dengan bilangan kuantum utama 1 ke-3 adalah ....
a. 1,5O eV d. 12,1O eV
b. 1,9O eV e. 13,6O eV
c. 2,35 eV
6. ]ika elektron berpindah dari kulit M ke kulit K pada
atom hidrogen dan n adalah konstanta Rvdberg, panjang
gelombang vang terjadi besarnva ....
a.
o
9
n d.
9
17
n
b.
9
o
n e.
1
n
n
c.
17
9
n
7. ]ika konstanta Rvdberg ~ 1,O97 × 1O
7
m
-1
, panjang
gelombang terbesar pada deret lvman adalah ....
a. 912 A d. 2.115 A
b. 1.OOO A e. 6.511 A
c. 1.215 A
o. Konsep model atom Bohr dan model atom Rutherford
berbeda dalam menjelaskan ....
a. inti dan elektron sebagai bagian atom
b. jenis muatan listrik dalam atom
c. massa atom vang terpusat di inti
d. energi elektron vang beredar mengelilingi inti
e. pemancaran gelombang elektromagnetik
9. Salah satu ketentuan Bohr dalam model atomnva adalah
....
a. elektron pada lintasan stasionernva memancarkan
energi
b. elektron vang berpindah dari lintasan dengan
energi tinggi ke lintasan dengan energi vang lebih
rendah akan memancarkan foton
c. elektron pada lintasan stasionernva menverap
energi
d. elektron mengelilingi inti pada lintasan tertentu
memiliki momentum linier
e. elektron pada lintasan dengan energi paling
rendah tidak tereksitasi
1O. lnergi foton sinar tampak vang dipanaskan atom
hidrogen ketika terjadi transisi elektron dari kulit ke-1
ke kulit ke-2 adalah ....
a. 13,6 eV d. 2,55 eV
b. 6,o eV e. 51,1 eV
c. 3,1 eV
11. Pada model atom Bohr, elektron atom hidrogen
bergerak dengan orbit lingkaran dengan laju sebesar
2,2 × 1O
6
m/s. Besarnva arus pada orbit tersebut (e ~
1,6 × 1O
-19
coulomb, m
e
~ 9,1 × 1O
-31
kg) adalah ....
a. 1,O6 pA d. 1,O6 mA
b. 1,O6 nA e. 1,O6 A
c. 1,O6 A
12. ]ika energi elektron atom hidrogen pada lintasan dasar
~ -13,6 eV, energi ionisasi pada atom H vang berasal
dari lintasan n ~ 3 adalah ....
a. 1,51 eV d. 1O,6O eV
b. 1,53 eV e. 12,O9 eV
c. 9,O7 eV
Tes Kompetensi Bab 8
A. Pilihlah salah satu jawaban vang paling benar.
Fisika Atom 227
13. llektron atom hidrogen model Bohr mengelilingi intinva
pada lintasan n. ]ika energi ionisasi atom inti bernilai
1
6
kali energi ionisasi atom ini dalam keadaan dasarnva,
nilai n itu adalah ....
a. 2 d. 16
b. 1 e. 32
c. o
11. Besar energi vang dipancarkan saat elektron tereksitasi
atau mengalami transisi dari n ~ 1 ke n pada spektrum
hidrogen ....
a. 17,52 eV d. 12,75 eV
b. 11,19 eV e. 1O,2O eV
c. 13,6O eV
15. llektron atom hidrogen transisi menghasilkan frekuensi
terkecil pada deret lvman. ]ika energi vang dipancar-
kan pada saat itu adalah ....
a. 17,O eV d. 1O,2 eV
b. 13,6 eV e. 6,o eV
c. 13,3 eV
16. Berikut ini diberikan bilangan
kuantum utama n, dan bilangan
orbital , dari empat buah elektron.
Yang merupakan elektron jenis t
adalah ....
a. í, Ò, n d. í, S
b. í, n e. S
c. Ò, S
17. Sinar ultraviloet akan dipancarkan oleh atom hidrogen
jika elektron berpindah dari ....
a. lintasan 1 ke lintasan 2
b. lintasan 2 ke lintasan 1
c. lintasan 3 ke lintasan 2
d. lintasan 1 ke lintasan 1
e. lintasan 1 ke lintasan 2
1o. Pasangan-pasangan bilangan kuantum berikut ini vang
dapat menggambarkan keadaan salah satu elektron
kulit terluar atom
11
Na adalah ....
n | m| m
s
a. 2 O 1
1
2

b. 2 1 O
1
2

c. 3 O O
1
2

d. 3 1 O
1
2

e. 1 O 1
1
2

19. Untuk bilangan kuantum orbital | ~ 2, nilai bilangan
kuantum magnetik m
s
vang mungkin adalah ....
a. nol
b. -1, O, ÷1
c. -2, O, ÷2
d. -1, -2, O, ÷1, ÷2
e. -1, -2, -3, O, ÷1, ÷2, ÷3
2O. Perbandingan antara panjang gelombang garis pertama deret
lvmann dan panjang gelombang garis kedua Balmer pada
spektrum atom hidrogen adalah ....
a. 1 : 1 d. 1 : 1
b. 1 : 2 e. 1 : 1
c. 2 : 1
21. Afinitas elektron adalah ....
a. energi vang dibebaskan pada saat pembentukan
ion negatif
b. energi vang diserap pada saat pembentukan ion
negatif
c. energi vang dibebaskan pada saat pembentukan
ion positif
d. energi vang diserap pada saat pembentukan ion
positif
e. sama dengan energi ionisasi
22. Unsur vang memiliki tujuh elektron valensi adalah ....
a.
9
l d.
11
Na
b.
11
Si e.
6
C
c.
2O
Ca
23. Berikut pernvataan vang benar tentang unsur, |ecuc||
....
a. unsur vang atomnva mudah membentuk ion
negatif disebut unsur elektronegatif
b. unsur-unsur vang memiliki elektron valensi
kurang dari empat merupakan unsur vang
elektronegatif
c. unsur-unsur vang memiliki elektron valensi lebih
dari empat merupakan unsur vang elektronegatif
d. unsur elektropositif adalah unsur vang sulit
menangkap elektron
e. unsur vang mudah berubah menjadi ion negatif
disebut unsur vang elektronegatif
21. Suatu garis spektral di spektrum hidrogen memiliki
panjang gelombang o21 nm. Perbedaan energi antara
keua tingkat energi vang membentuk garis tersebut
adalah ....
a. 1,OO eV d. 3,5 eV
b. 1,51 eV e. 1,1O eV
c. 2,1 eV
25. Bilangan-bilangan kuantum berikut ini adalah suatu
kumpulan vang mungkin dari bilangan-bilangan
kuantum untuk sebuah elektron dalam orbital 3J
adalah ....
a. n ~ 3, | ~ 3, m
|
~ 1, m
s
~
1
2
b. n ~ 3, | ~ 2, m
|
~ -2, m
s
~
1
2
c. n ~ 3, | ~ -2, m
|
~ O, m
s
~
1
2
d. n ~ 3, | ~ 2, m
|
~ 3, m
s
~
1
2
e. n ~ 3, | ~ -2, m
|
~ 2, m
s
~
1
2
n
í 2 1
Ò 2 O
n 2 2
S 3 1
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 228
1. Sebutkan dua hal vang terkandung dalam model atom
Rutherford dan Bohr.
2. ]elaskan perbedaan antara model atom Rutherford dan
Bohr.
3. Hitunglah panjang gelombang terpendek dari:
a. deret lvman
b. deret Paschen
c. deret Pfund
1. Sebuah atom hidrogen pada keadaan dasar menverap
sebuah foton sehingga mengalami eksitasi ke orbit ke-1.
1entukanlah panjang gelombang dan frekuensi foton.
5. Suatu berkas elektron ditambahkan pada gas hidrogen.
]ika dihasilkan pemancaran spektrum vang berasal dari
transisi n ~ 3 ke keadaan n ~ 2, sedangkan energi ikat
elektron pada tingkat dasar sama dengan 13,6 eV,
tentukan energi minimum elektron.
B. ]awablah pertanvaan berikut dengan tepat.
6. ]elaskan dengan bagan, konfigurasi elektron dari atom
lithium.
7. 1entukan energi elektron pada keadaan dasar ìn ~ 1)
untuk
a. atom hidrogen,
b. ion He
÷
(z ~ 2),
c. ion li

(z ~ 3).
Nvatakan jawaban Anda dalam satuan eV.
o. lnergi total elektron li

pada suatu orbit tertentu
adalah 1,9O eV. Berapakah bilangan kuantum utama
orbit tersebut'
9. Atom kalium memiliki nomor atom 19.
a. 1entukan konfigurasi elektron atom tersebut.
b. Mengapa kalium sangat reaktif secara kimia dan
cenderung membentuk ion K
÷
'
Teori Relativitas Khusus 229 229
memformulasikan teori relativitas khusus untuk waktu, panjang, dan massa, serta
kesetaraan massa dengan energi yang diterapkan dalam teknologi
Setelah mempelajari bab ini, Anda harus mampu:
menganalisis berbagai besaran fisis pada gejala kuantum dan batas-batas
berlakunya relativitas Einstein dalam paradigma Fisika Modern.
Hasil yang harus Anda capai:
Teori Relativitas Khusus
A. Semua Gerak
Bersifat Relatif
B. Teori Relativitas
Einstein
Apakah Anda tahu mengapa manusia belum bisa menjelajahi planet
dan bintang di luar tata surva' Salah satu kendala vang dihadapai adalah
jumlah bahan bakar vang dibutuhkan sangat banvak karena jarak
tempuhnva bisa berorde tahunan cahava. Dalam film-film fiksi ilmiah,
perjalanan seperti itu merupakan hal vang biasa karena pesawat vang
digunakan memiliki kecepatan vang sangat tinggi. Misalnva dalam film
S(cr Tre|, pesawat vang bernama S(crs||t ín(ertr|se mampu berjalan dengan
kecepatan orde cahava. 1ahukah Anda apa hubungan antara jarak dengan
kecepatan cahava' ]ika suatu benda bergerak dengan kecepatan cahava,
teori relativitas khusus akan berlaku. Salahsatu implikasi dari penerapan
teori relativitas khusus adalah terjadinva kontraksi (penvusutan) panjang
sehingga jarak tempuhnva semakin pendek.
Selain kontraksi panjang, masih banvak lagi pengaruh vang
diakibatkan oleh benda vang bergerak dengan kecepatan mendekati
kecepatan cahava. Banvak hal vang terkesan tidak masuk akal. Akan
tetapi, jika ditinjau dengan menggunakan teori relativitas khusus ternvata
ilmiah dan dapat dibuktikan. lenomena-fenomea menarik tersebut akan
Anda pelajari pada bab ini.
Pesawat ruang angkasa Starship Enterprise dalam serial televisi Star Trek
seringkali berjalan dengan kecepatan cahaya.
Bab
9
Sumber: Jendela IPTEK, Energi
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 230
Gambar 9.1
Menurut pengamat di luar kereta
api, penumpang sedang bergerak
dengan kecepatan yang sama
dengan kecepatan kereta api.
A. Semua Gerak Bersifat Relatif
Semua benda dikatakan bergerak jika kedudukan benda itu berubah
terhadap titik acuan atau kerangka acuan vang ditetapkan. Seorang siswa
vang sedang duduk di dalam kereta api vang bergerak, dikatakan diam
(tidak bergerak) jika kerangka acuannva kereta api. Akan tetapi, seorang
pengamat di luar kereta api mengatakan siswa tersebut bergerak dengan
kecepatan vang sama dengan kecepatan kereta api. Sama halnva gerak
sebuah perahu tersebut aliran air sungai. Perahu dan arus sungai bergerak
terhadap Bumi. Contoh di atas menunjukkan bahwa tidak ada benda
vang bergerak mutlak vang ada hanvalah gerak relatif.
1eori Newton telah berhasil menjelaskan peristiwa sebuah benda vang
bergerak dengan kecepatan rendah, seperti contoh-contoh gerak tersebut.
Akan tetapi, teorinva tidak berhasil menjelaskan peristiwa benda vang
bergerak mendekati kecepatan cahava, seperti sejumlah elektron vang
dipercepat melalui beda potensial 1O MeV akan mencapai kecepatan O,9
c. Menurut mekanika Newton, bahwa kecepatan elektron akan menjadi
1,o c jika dipercepat dengan potensial sebesar 1O MeV. Kenvataan
menunjukkan bahwa kecepatan elektron tetap saja sebesar O,9 c. ]elaslah
mekanika Newton tidak dapat dipakai untuk benda-benda vang bergerak
mendekati kecepatan cahava.
1. Transformasi Galileo
Prinsip relativitas Oalileo dikenal juga sebagai prinsip relativitas klasik
karena hanva berkaitan dengan hukum-hukum gerak Newton.
Contohnva pengamatan terhadap seorang siswa vang sedang duduk di
dalam kereta api vang bergerak oleh dua orang pengamat sebagai dua
kerangka acuan berbeda.
Contoh tersebut dapat digambarkan dengan menggunakan sistem
koordinat kerangka acuan, hal tersebut dilukiskan seperti Cambar 9.2.
Dalam transformasi vang akan diturunkan ini, selang waktu vang dicatat
oleh pengamat di S dan S' dianggap sama.
Cambar 9.2 memperlihatkan dua kerangka acuan S dan S'. Kerangka
acuan S' terhadap acuan S bergerak ke kanan sepanjang sumbu-\ dengan
kecepatan tetap (t). Pada kerangka acuan inersial berlaku Hu|um
íe|em|cmcn |eu(·n. Kerangka acuan inersial tidak mengalami percepatan.
Misalkan, dua orang pengamat - dan ß masing-masing berada dalam
kerangka acuan S dan S'. Pengamat - vang berada di stasiun, dianggap
berada pada kerangka acuan S vang diam. Adapun pengamat ß berada
Y
S'
O' X' = X
V t
Z
Y'
S
x
P
O
Z'
x'
(c)
Y'
S'
Z
O' t = 0
X
v
(b)
(a)
Z
Y
S
X
O t = 0
Sebelum mempelajari konsep Teori Relativitas Khusus, kerjakanlah soal-soal berikut dalam buku latihan.
Tes Kompetensi Awal
1. Ketika Anda melihat pohon-pohon dari dalam mobil
vang sedang bergerak, pohon-pohon terlihat bergerak
ke arah vang berlawanan dari arah gerak mobil. Pohon
tersebut dikatakan bergerak relatif terhadap Anda
vang diam. Dari ilustrasi tersebut, coba Anda simpulkan
apakah gerak relatif itu'
2. ]ika Anda berlari dengan kecepatan 2O km/jam ke arah
depan didalam kereta api vang sedang bergerak dengan
kecepatan 6O km/jam, berapa kecepatan total Anda
menurut pengamat vang diam di pinggir rel kereta'
3. ]ika kecepatan cahava ditembakkan dari pesawat
supersonik vang memiliki kecepatan sama dengan
kecepatan bunvi, mungkinkah kecepatan cahava
tersebut lebih dari 3 × 1O
o
m/s' Apa alasannva'
1. Apa vang dimaksud dengan eter' Percobaan apakah
vang menggugurkan teori adanva eter'
Gambar 9.2
(a) Kerangka acuan S dalam
keadaan diam;
(b) Kerangka acuan S' dalam
kecepatan konstan v;
(c) Setelah selang waktu t, berada
jauh vt dari titik koordinat S'.
Teori Relativitas Khusus 231
pada kerangka acuan S' vang bergerak. Mula-mula S dan S' berimpit dan
setelah ( sekon, S' sudah menempuh jarak J ~ t(.
Sebuah benda í bergerak ke kanan dengan kecepatan u
X
. Pada saat (
sekon, benda í terhadap kerangka acuan S memiliki koordinat í (\, s, z) dan
terhadap kerangka acuan S' memiliki koordinat í (\', s',z') sehingga
\' ~ \ - t(, s' ~ s, z' ~ z (9-1)
Dengan anggapan, waktu vang diamati oleh pengamat pada kerangka
acuan S sama dengan waktu vang diamati oleh pengamat dalam kerangka
acuan S' vang bergerak,
(' ~ ( (9-2)
Persamaan (9-1) dan (9-2) dikenal dengan transformasi Oalileo.
1ransformasi kebalikannva adalah
\ ~ \' ÷ t(, s ~ s' , z ~ z', (' ~ ( (9-3)
Òleh karena ( ~ (', turunan \' atau \ terhadap (' sama dengan turunan
\' atau \ terhadap (. ]ika Persamaan (9-1) diturunkan terhadap waktu (,
akan diperoleh kecepatan

' ' J \ t( J t( J\ J\ J\
J( J( J( J( J(
~
= ~
]ika
'
'
\
J\
u
J(
adalah kecepatan benda í terhadap S',
\
J\
u
J(
adalah
kecepatan benda í terhadap S, dan

J
t( t
J(
, akan diperoleh sebuah
bentuk persamaan
u'
\
~ u
\
- t (9-1)
Pada sumbu-s berlaku s' ~ s pada sumbu-z berlaku z' ~ z.
'
'
,
Js Js
Jz Jz
J( J( J( J(

u'
s
~ u
s
, u'
z
~ u
z
Atau u'
\
~ u
\
- t, u'
s
~ u
s
, u'
z
~ u
z
(9-5)
transformasi kebalikannva adalah
u
\
~ u'
\
÷ t, u
s
~ u'
s
, u
z
~ u'
z
(9-6)
Keterangan
u'
\
~ kecepatan benda sejajar \'
u'
s
~ kecepatan benda sejajar s'
u'
z
~ kecepatan benda sejajar z'
Kecepatan diturunkan terhadap waktu akan menghasilkan percepatan
c'
\
~
'
\
Ju
J(
~
\
Ju
J(
~ c
\
c'
s
~
'
s
Ju
J(
~
s
Ju
J(
~ c
s
(9-7)
c
z
' ~
'
z
Ju
J(
~
z
Ju
J(
~ c
z
Tantangan
untuk Anda
Berilah contoh ilustrasi transformasi
Galileo yang ada di sekitar Anda.
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 232
Berdasarkan Persamaan (9-7), dapat dikatakan bahwa percepatan
benda í dalam kerangka acuan S' sama dengan percepatan benda í dalam
kerangka acuan S, c'~c. Massa benda í dipandang dari kerangka acuan
S dan S' dianggap tetap sama, maka gava pada kerangka acuan S dan S'
menjadi sama pula, vaitu í ~ mc dan í' ~ mc' sehingga í ~ í'.
Dari uraian tersebut, dapat diambil kesimpulan bahwa Hu|um |eu(·n
(en(cnz zerc| Jcn terscmccn zerc| suc(u |enJc (e(ct scmc Jc|cm semuc
|ercnz|c ccucn |ners|c|.
Sebuah kereta api bergerak dengan kecepatan 52 km/jam. Seorang penumpang
berjalan dalam kereta dengan kecepatan 5 km/jam searah dengan kereta. Berapa
kecepatan penumpang tersebut terhadap orang vang diam di tepi rel'
]awab:
Dengan menggunakan Persamaan (9-4): u'
\
~ u
\
- t
Òrang vang diam di tepi rel sebagai kerangka acuan S. Kereta api vang bergerak
terhadap orang vang diam sebagai kerangka acuan S'. Kecepatan penumpang terhadap
kerangka acuan S' adalah u
\
' ~ 5 km/jam. Dengan demikian, kecepatan penumpang
u
\
terhadap vang diam adalah
u
\
~ u'
\
÷ t = 52 ÷ 5 ~ 57 km/jam.
Contoh 9.1
2. Percobaan Michelson–Morley
Oejala vang tampak pada gelombang tali, gelombang permukaan air,
atau gelombang bunvi menunjukkan bahwa gelombang dapat merambat
melalui suatu medium vang menjalarkan getaran dari suatu tempat ke
tempat lainnva. Òleh karena cahava juga dapat dianggap sebagai
gelombang, apakah vang memungkinkan merambatnva gelombang cahava
dari Matahari ke Bumi, sedangkan sebagian besar daerah antara Matahari
dan Bumi adalah ruang hampa'
Untuk menjawab pertanvaan ini, pada abad ke-19 para ahli
mengajukan suatu hipotesis vang dikenal dengan ||t·(es|s e(er. Menurut
hipotesis ini, gelombang cahava dari Matahari ke Bumi dapat merambat
melalui suatu medium vang dinamakan eter. Medium ini terdapat di mana-
mana di alam ini, termasuk ruang hampa. Dengan adanva hipotesis ini
untuk sementara dapat menghindarkan kesukaran tentang medium
perambatan gelombang cahava.
Pada 1oo7, A.A. Michelson dan £.W. Morlev melakukan eksperimen
untuk membuktikan keberadaan eter. lksperimen ini dilakukan dengan
mengukur selisih waktu antara kelajuan cahava ketika bergerak sejajar
dan tegak lurus eter. Agar Anda dapat memahami eksperimen Michelson-
Morlev ini, perhatikan ilustrasi tentang gerak perahu vang bergerak searah
dengan aliran sungai dan gerak perahu vang bergerak menveberangi
sungai (tegak lurus dengan aliran sungai). Pada Cambar 9.3, perahu A
bergerak pulang pergi menveberangi sungai dari titik M ke N dan kembali
ke M lagi, dengan arah tegak lurus aliran sungai vang bergerak dengan
kecepatan t. Untuk melakukan penveberangan ini, arah gerakannva harus
dimiringkan ke kiri untuk mengimbangi arus sungai, seperti diperlihatkan
pada Cambar 9.3. Besar resultan dari kecepatan perahu c dan kecepatan
aliran sungai t dapat dituliskan sebagai berikut.
Gambar 9.3
Gerak perahu bolak-balik yang
tegak lurus aliran sungai.
Gambar 9.4
Diagram arah kecepatan perahu
dan aliran sungai.
N v
c
M

N
v
aliran sungai
c
M
~
2 2
’ v c v
Teori Relativitas Khusus 233
v
c + v
c – v
M O
aliran sungai
Gambar 9.5
Gerak perahu yang searah dan
berlawanan dengan aliran sungai.
v’ c v ~
2 2
(9-o)
]ika panjang lintasan M ke N adalah |, waktu vang diperlukan untuk
menveberangi sungai adalah
' t

. ]adi, untuk pulang pergi menveberangi
sungai dibutuhkan waktu
2 2 2
2
2 2
1
-
(
c t t
c
c

~
~

(9-9)
Sekarang, perhatikan Cambar 9.5. Perahu ß bergerak bolak-balik
dari titik M ke Ò lalu kembali ke M lagi. Panjang lintasan dari M ke Ò
sama dengan panjang lintasan dari M ke N, vaitu |. Pada separuh
perjalanannva vang pertama, kecepatannva dibantu oleh aliran sungai
sehingga untuk menempuh sejauh diperlukan waktu
c t

. Akan
tetapi, pada waktu separuh perjalanannva untuk kembali, geraknva justru
melawan arus sehingga diperlukan waktu
c t ~

untuk menempuh jarak
vang sama, vaitu sepanjang . Dengan demikian, seluruh perjalanan
perahu B pulang pergi memerlukan waktu
ß
(
c t c t

~

Bentuk tersebut dapat ditulis juga dengan


ß
c t c t
(
c t c t
~

~

2 2 ß
c t c t
(
c t
~

~

2 2
2 c
c t

~

Persamaan tersebut dapat juga dituliskan
(
ß
~

2
2
2
2
1
c
t
c
c
~

2
2
2
1
ß
(
t
c
c

( \
~
| |
\ !

(9-1O)
Untuk kasus gerak Bumi di dalam eter, digunakan analogi sebagai
berikut. Kelajuan sungai dianalogikan sebagai kelajuan eter dan kelajuan
perahu dianalogikan sebagai cahava. Dalam konteks ini, (
A
berarti waktu
vang ditempuh cahava ketika lintasannva tegak lurus dengan arah kelajuan
eter, sedangkan (
B
adalah waktu vang ditempuh cahava ketika lintasannva
sejajar terhadap arah kelajuan eter. Selisih waktu antara (
B
dan (
A
adalah
(
B
- (
A
~

2
2
2
1
t
c
c
~

-
2
2
2
1
t
c
c
~

(
B
- (
A
~
2
c

1
2
2
1
t
c
~
( \
~
| |
\ !
-
2
c

1
2 2
2
1
t
c
~
( \
~
| |
\ !
(9-11)
a
2
– b
2
= (a + b)(a – b)
Ingatlah
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 234
Untuk menvelesaikan persamaan tersebut, digunakan deret binomial,
vaitu
(1 ÷ \)
n
~ 1 ÷
1
n
\ ÷
2
n
\
2
÷
3
n
\
3
÷ .... ÷
n
n
\
n
dan

n
|
~
1 2 ... 1 n n n n |
|
~ ~ ~
(9-12)
Suku
1
2
2
1
t
c
~
( \
~
| |
\ !
pada Persamaan (9-11) dapat dituliskan dalam bentuk
deret binominal dengan menganalogikan
2
2
t
c
( \
~
| |
\ !
sebagai \ dan pangkat
-1 sebagai n, maka akan didapatkan
1
2
2
1
t
c
~
( \
~
| |
\ !
~ 1 ÷ n\ ÷ n (n -1)
2
2
\
÷ ....
~ 1 ÷
2
2
t
c
÷
1
1
2t
c
÷ ....
Òleh karena c ~ 1O
o
m/s dan t berorde kecil, nilai
1
1
t
c
sangat kecil sekali
sehingga
1
1
t
c
- O. ]adi, persamaan deret nominal tersebut dapat dituliskan
1
2
2
1
t
c
~
( \
~
| |
\ !
~ 1 ÷
2
2
t
c
Dengan cara vang sama, maka
1
2 2
2
1
t
c
~
( \
~
| |
\ !
dapat dituliskan dalam
bentuk deret nominal sebagai berikut.

1
2 2
2
1
t
c
~
( \
~
| |
\ !
~ 1 ÷
2
2
2
t
c
maka
(
B
- (
A
~
2
c

2
2
1
t
c
( \

| |
\ !
-
2
c

2
2
1
2
t
c
( \

| |
\ !
(
B
- (
A
~
2
c

2
2
t
c
-
2
c

2
2
2
t
c
(
B
- (
A
~
c

2
2
t
c
(9-13)
Pada percobaan Michelson-Morlev vang skemanva terlihat pada
Cambar 9.6, panjang lintasan ( ) vang digunakan adalah 11 m. Adapun
kelajuan eter (t) adalah kelajuan rotasi Bumi, vaitu 3 × 1O
1
m/s. Òleh
karena itu, selisih waktu cahava vang sejajar eter dan tegak lurus eter
dapat dihitung.
(
B
- (
A
~

o
11m
3×1O m/s



2
1
2
o
3×1O m/s
3×1O m/s
~ 3,7 × 1O
-16
s
Tantangan
untuk Anda
Agar Anda lebih memahami tentang
deret binomial. Kerjakan contoh-
contoh berikut.
1. (1 – x
2
)
3
2. (1 + 2x)
3
Gambar 9.6
Skema percobaan Michelson-
Morley.
cermin 2
cermin 1
perjalanan A
aliran eter
layar
pengamat
kaca
setengah
cermin
sinar
datang
Teori Relativitas Khusus 235
Selisih waktu ini sangat kecil dan tidak mungkin diamati secara
manual. Namun, jika digunakan cara-cara optik hal ini akan memberikan
ketelitian vang sangat tinggi. Salah satunva melalui pola interferensi.
Berkas cahava vang dipantulkan dan diteruskan oleh kaca setengah
cermin, tentu memiliki fase vang berbeda sehingga akan terlihat suatu
pola interferensi. ]ika diamati melalui lavar pengamat, akan
memperlihatkan perbedaan tersebut. 1ernvata, percobaan Michelson-
Morlev sangat mengejutkan karena dari hasil pengamatan terhadap pola
interferensi tidak terlihat perbedaan fase. Hal ini berarti bahwa tidak
terdapat perbedaan antara waktu vang diperlukan oleh cahava untuk
pulang pergi dalam arah sejajar dengan aliran eter dan arah tegak lurus
terhadap aliran eter.
Dua hal penting vang dapat disimpulkan dari percobaan Michelson-
Morlev vaitu sebagai berikut.
a. Hipotesis tentang medium vang disebut eter tidak dapat dibuktikan.
Dengan kata lain, eter itu tidak ada.
b. Kecepatan cahava adalah sama untuk segala arah, tidak bergantung
pada gerak Bumi.
B. Teori Relativitas Einstein
Hasil percobaan Michelson-Morlev membuktikan bahwa eter sebagai
medium rambatan cahava itu tidak ada. Pada 19O5, Albert £instein
mengusulkan suatu teori tentang kecepatan cahava. 1eori ini menvatakan
bahwa, |escr |ecetc(cn cc|csc cJc|c| scmc un(u| semuc crc| Jcn |er|c|u
un(u| semuc (emtc( J| ¡czc( rcsc |n| Jenzcn (|Jc| |erzcn(unz tcJc ¡crc|
sum|er mcutun tenzcmc(nsc. 1eori ini disebut (e·r| re|c(|t|(cs ||usus.
linstein mengemukakan dua postulatnva, vaitu sebagai berikut.
1. Kelajuan cahava di ruang hampa ke segala arah adalah mutlak tidak
bergantung pada gerak sumber cahava maupun pengamat.
2. Hukum-hukum fisika (mekanika Newton) memiliki bentuk vang
sama pada semua kerangka acuan inersial.
Postulat pertama muncul akibat implikasi besaran-besaran fisis vang
sangat luas di mana Hukum Mekanika Newton, seperti kecepatan tidak
berlaku untuk cahava. Menurut £instein, waktu (' tidak sama dengan (
sehingga relativitas Newton dan transformasi Oalileo tidak dapat
digunakan. Besaran kecepatan, waktu, panjang, dan massa benda
semuanva bersifat relatif.
Tes Kompetensi Subbab A
Kerjakanlah pada buku latihan.
1. Bagaimanakah pandangan manusia terhadap jalannva
perambatan gelombang cahava dari Matahari sampai
di Bumi pada abad ke-1o' Bagaimanakah pula
permasalahan tersebut diselesaikan pada awal abad
ke-19'
2. Mengapa semua gerak benda dapat dikatakan gerak
relatif dan bagaimanakah kedudukan antara gerak
relatif vang satu dan vang lainnva' ]elaskan.
3. 1erangkan keterkaitan Hukum Newton dan
transformasi Oalileo.
1. Sebutkan latar belakang para fisikawan abad ke-19
dalam mevakini adanva eter'
5. 1erangkan metode percobaan Morlev-Michelson dan
kesimpulan apakah vang dapat diperoleh dari percobaan
Morlev-Michelson'
Kata Kunci
• transformasi Galileo
• kerangka acuan
• eter
• kecepatan cahaya
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 236
Gambar 9.7
Dua kerangka acuan S dan S',
dengan S' memiliki kecepatan
(v) relatif terhadap S.
1. Transformasi Lorentz
Dari uraian sebelumnva diketahui bahwa transformasi Oalileo tidak
dapat digunakan untuk menjelaskan teori linstein. Untuk menjelaskan
teori linstein ini, digunakan transformasi lorentz. 1ransformasi vang
dikemukakan oleh Lorentz berlaku umum. Artinva, transformasi ini tidak
hanva berlaku untuk kecepatan-kecepatan vang mendekati kecepatan
cahava, tetapi juga berlaku untuk kecepatan-kecepatan vang jauh lebih
kecil dari kecepatan cahava.
Perhatikan Cambar 9.7. Menurut transformasi Oalileo didapatkan
\ ~ \' ÷ t(. 1itik S dan S' masing-masing merupakan pusat koordinat dari
siku-siku \sz dan \' s' z'. Pada ( ~ O, kedua sumbu berimpit. Sumbu \' s'
z' bergeser ke kanan sepanjang sumbu-\ dengan kecepatan tetap t. Setelah
( sekon, jarak SS' adalah ~ t (. Untuk titik í vang terletak pada
sumbu-\', jika koordinatnva dinvatakan dengan \ dan \' akan memenuhi
hubungan
\ ~ \' ÷
\ ~ \' ÷ t( (9-11)
Dalam hal ini, pengamat di S dan S' menggunakan selang waktu vang
dimulai pada saat bersamaan. Seandainva titik í juga bergerak ke kanan
sepanjang sumbu \' dengan kecepatan tetap terhadap pengamat kedua di
S' sebesar t, kedudukan terhadap sumbu-\ dan \', vaitu
untuk ( ~ (
1
= \
1
~ \
1
'

÷ t(
1
untuk ( ~ (
2
= \
2
~ \
2
' ÷ t(
2
(9-15)
untuk ( ~ (
3
= \
3
~ \
3
' ÷ t(
3
]adi, baik pengamat pertama (S) maupun pengamat kedua (S')
menggunakan waktu (
1
, (
2
, (
3
, ..., (
n
. Akan tetapi, jika selang waktu
pengamat pertama dan pengamat kedua dibedakan dengan ( dan ('. Untuk
pengamat pertama adalah (
1
, (
2
, (
3
, ..., (
n
dan untuk pengamat kedua adalah
(
1
', (
2
', (
3
', ..., (
n
'. Persamaan (9-15) perlu dinvatakan dalam (', hal ini
berarti Anda dapat mengalikan dengan suatu konstanta v vang disebut
(e(ctcn (rcns|·rmcs|. Dengan demikian, jika transformasi ini dianggap
linear, Persamaan (9-14) menjadi
\ ~
v
(\' ÷ t(') (9-16)
]ika kerangka acuan S' terhadap kerangka acuan S bergerak ke kanan
dengan kecepatan tetap t, kerangka acuan S terhadap S' dapat dianggap
bergerak relatif ke kiri dengan kecepatan t. Hubungan \ dan \' menjadi
\' ~
v
(\ - t() (9-17)
Substitusikan Persamaan (9-16) ke dalam Persamaan (9-17) sehingga
\ ~
v
|
v
(\-t() ÷ t('] = \~
v
2
(\ - t() ÷ v t('
2
1
' ( ( \
t
v
v
v
( \ ~

| |
\ !
(9-1o)
z' z
P
X
vt
X'
y' y
v
x = x'
S S'
Teori Relativitas Khusus 237
Misalkan, kecepatan terhadap kerangka acuan S dan S' adalah
kecepatan cahava u
\
' ~ c
O
. Menurut linstein, kecepatan cahava terhadap
kerangka acuan pengamat pertama di S sama besarnva, vaitu u
\
~ c. Dari
sini didapat hubungan \ ~ c ( dan \' ~ c' (' sehingga Persamaan (9-1S)
menjadi
c (' ~ v (\ - t () (9-19)
Dengan mengganti (' pada Persamaan (9-19) diperoleh

2
1
c ( \ \ t(
t
v
v v
v
| | ( \ ~
~
| | | |
\ ! | |
Untuk menjelaskan persamaan tersebut, ikuti langkah-langkah berikut ini.
1) Kalikan setiap suku sesuai dengan sifat komutatif.
c ( c\ v
2
1
t
v
v
( \ ~
| |
\ !
~ \ t( v v ~
2) Kumpulkan suku-suku vang memiliki variabel \ di ruas kiri
dan vang memiliki variabel ( di ruas kanan.
c\
2
1
t
v
v
( \ ~
| |
\ !
- \ v ~ - c ( v - t( v
3) Kalikan dengan -1.
\ v - c\
2
1
t
v
v
( \ ~
| |
\ !
~ c ( v ÷ t( v
1) Keluarkan variabel \ di ruas kiri.
2
1
\ c
t
v
v
v
| | ( \ ~
~
| | | |
\ ! | |
~ c ( v ÷ t( v
5) Susun persamaan sehingga di ruas kiri hanva ada variabel \.
\ ~
2
1
c ( t(
c
t
v v
v
v
v

( \ ~
~
| |
\ !
~ c(
2
1
t
c
c
t
v
v
v
v
v
( \

| |
| |
( \ ~
| |
~
| |
| |
\ ! \ !
6) Kalikan dengan v / v .
\ ~ c(
2
1
1 1
1
t
c
c
t
t v
( \

| |
| |
( \
~ ~ | |
| |
| |
\ ! \ !
~ c(
2
1
1
1 1
t
c
c
t
v
( \

| |
| |
( \
~ ~ | |
| |
| |
\ ! \ !
Seperti telah dibahas sebelumnva, menurut linstein \ ~ c('. Òleh karena
itu dapat dituliskan:
c(' ~ c(
2
1
1
1 1
t
c
c
t
v
( \
~
| |
| |
( \
~ ~ | |
| |
| |
\ ! \ !
Tokoh
H.A. Lorentz
(1853–1928)
Hendrik Antoon Lorentz (1853–
1928) adalah seorang fisikawan
Belanda yang kali pertama me-
ngemukakan tentang pemantulan
dan pembiasan cahaya, ditinjau dari
teori bahwa cahaya termasuk
gelombang elektromagnetik. Teori
ini dikembangkan oleh James Clerk
Maxwell yang menyatakan bahwa
cahaya terdiri atas gelombang listrik
dan gelombang magnetik dengan
sudut yang berbeda. Lorentz juga
memprediksi keberadaan elektron.
Beliau menerima hadiah Nobel
tahun 1902 dalam bidang fisika atas
penelitiannya mengenai medan
magnet. Dalam bab teori relativitas,
Lorentz berjasa dalam teorinya
mengenai "Transformasi Lorentz".
Sumber: Science Encyclopedia, 1998
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 238
maka
2
1
1
1 1
t
c
c
t
v

( \
~ ~
| |
\ !
~ 1
1
t
c
~
2
1
1 1
c
t
v
( \
~ ~
| |
\ !
t
c
~ -
2
1
1
c
t
v
( \
~
| |
\ !
2
2
1
t
c
~ ~
2
1
v
2
2
1
1
t
c
v
~
(9-2O)
Akhirnva, hasil transformasi lorentz dapat ditulis sebagai berikut.
\' ~ v (\ - t()
~
2
2
1
1
t
c
~
(\ - t() ~
2
2
1
\ t(
t
c
~
~
,
s'~ s , z' ~ z (9-21)
(' ~ v
2
t\
(
c
( \
~
| |
\ !
(' ~
2
2
1
1
t
c
~
2
t\
(
c
( \
~
| |
\ !
~
2
2
2
1
t\
(
c
t
c
~
~
(9-22)
Persamaan (9-22) dikemukakan oleh Hendrik Antoon Lorentz,
seorang fisikawan Belanda, pada 1o9O. Persamaan tersebut dapat dipakai
untuk menghitung partikel-partikel vang bergerak cepat. 1ransformasi
lorentz ini akan tereduksi menjadi transformasi Oalileo apabila kelajuan
t jauh lebih kecil dari kelajuan cahava (t <<< c).
2. Transformasi Kecepatan dari Lorentz
Postulat relativitas khusus menvatakan bahwa kelajuan cahava dalam
ruang hampa memiliki harga vang sama untuk semua pengamat, tidak
bergantung pada gerak relatifnva. Seberkas cahava vang dipancarkan
dalam kerangka acuan S' pada arah geraknva dengan kelajuan t relatif
terhadap kerangka S akan memiliki kelajuan c ÷ t diukur dari S.
Sekarang, Anda tinjau sesuatu vang bergerak relatif terhadap
keduanva, vaitu S dan S'. Pengamat di S mengukur ketiga komponen
kecepatan dalam S, vaitu
Tantangan
untuk Anda
Dengan cara yang sama seperti pada
Persamaan (9–21), turunkan
persamaan transformasi kecepatan
relativistik sehingga didapatkan
hasil seperti Persamaan (9–22).
Teori Relativitas Khusus 239
, ,
\ s z
Js
Jz
J\
t V t
J( J( J(

Adapun pengamat dalam S' mendapat
'
'
'
' , ' , '
, ' '
\ s z
Js
Jz
J\
t V t
J( J( J(

Dengan mendifferensialkan Persamaan (9-22), diperoleh
2
2
' , ', '
1
J\ tJ(
J\ Js Js Jz Jz
t
c
~

~


2
2
2
'
1
t
J( J\
c
J(
t
c
~

~
sehingga

2
2
2 2 2
2
2
1
'
' '
'
1
1
\ \
J\ tJ(
t
J\
t
c J\ J\ tJ( J(
J t
J( t t t J\
J( J\ J( J\
J( c c c
t
c
~
~
~
~
=
~ ~ ~
~
2 2
'
' atau
1 1
\ \
\ \
\ \
t t t t
t t
t t tt
c c
~

~
(9-23)
Dengan cara vang sama, Anda juga akan mendapatkan transformasi
kecepatan relativistik untuk sumbu-s dan sumbu-z.
t
s
' ~
2
2
2
1
1
s
\
t
t
c
t t
c
~
~
t
s
~
2
2
2
' 1
1
s
\
t
t
c
t t
c
~

(9-21)
t
z
' ~
2
2
2
1
1
z
\
t
t
c
t t
c
~
~
t
z
~
2
2
2
' 1
1
z
\
t
t
c
t t
c
~

Tantangan
untuk Anda
Dengan menggunakan transformasi
Lorentz, buktikan bahwa kecepatan
cahaya untuk pengamat yang diam
dan pengamat yang bergerak
dengan kecepatan v adalah sama.
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 240
Gambar 9.8
Sebuah meteran yang bergerak
sebesar 87% dari kecepatan
cahaya, panjangnya hanya terlihat
setengahnya oleh pengamat yang
diam.
3. Akibat Prinsip Relativitas Khusus
a. Kontraksi Lorentz
1eori relativitas membawa pengaruh terhadap pengukuran panjang
suatu benda vang bergerak terhadap seorang pengamat. Perubahan
panjang suatu benda akibat gerakan relatif pengamat atau benda disebut
|·n(rc|s| L·ren(z atau tensusu(cn tcn¡cnz (|enz(| c·n(rcc(|·n).
Panjang atau jarak bukanlah sesuatu vang mutlak, tetapi sesuatu
vang relatif. Pada dasarnva untuk mengukur jarak, Anda harus melihat
kedudukan dua titik secara serentak. Hubungan jarak antara dua
kerangka acuan dapat digambarkan dengan cara sederhana seperti berikut
ini.
Sebuah sumber cahava A pada kerangka acuan S' bergerak dengan
kecepatan t' terhadap kerangka acuan S. Suatu kelip cahava dipancarkan
dari sumber tersebut dan dipantulkan oleh sebuah cermin B vang berjarak

O
dari sumber A. Sebagai acuan ditempatkan sebuah mistar diam vang
digunakan untuk menandai jarak vang ditempuh oleh cahava pulang
balik dari sumber ke cermin dan kembali ke sumber. Waktu A(' vang
diperlukan untuk pulang pergi cahava tersebut adalah sebagai berikut.
O
2
' (
c
A

(9-25)
Andaikan panjang mistar vang diamati dari kerangka S adalah
dan waktu vang diperlukan oleh kelip cahava bergerak dari sumber ke
cermin adalah A(' maka panjang lintasan total dari sumber ke cermin
bukan , melainkan adalah
J ~ ÷ t A(
1
(9-26)
Òleh karena kelip cahava bergerak dengan kecepatan c, maka
J ~ c A(
1
(9-27)
Sebuah pesawat angkasa A berkelajuan O,9 c terhadap Bumi. ]ika pesawat angkasa B
melewati A dengan kelajuan relatif O,5 c terhadap pesawat A, berapakah kelajuan
pesawat B terhadap Bumi'
]awab:
Dengan menggunakan Persamaan (9-23), diperoleh
2
'
'
1
\
\
\
t t
t
t t
c

2
O, 5 O, 9
O, 9655
O, 9 O, 5
1
\
c c
t c
c c
c

]adi, kelajuan pesawat ß relatif terhadap Bumi O,9655 c (lebih kecil dari kecepatan
cahava).
Menurut mekanika, kecepatan pesawat ß terhadap Bumi ~ O,9 c ÷ O,5 c~ 1,1 c. (ini
tidak mungkin)
Contoh 9.2
Teori Relativitas Khusus 241
]ika kedua Persamaan (9-26) dan Persamaan (9-27) digabung,
diperoleh
c A(
1
~ ÷ v A(
1
sehingga
1
(
c t
A
~

(9-2o)
Untuk kembali ke sumber, jarak vang ditempuh cahava lebih pendek
karena dilihat dari kerangka S, sumber dan cermin saling mendekati.
]ika waktu vang diperlukan oleh cahava untuk kembali adalah A(
2
maka
J ~ - t A(
2
(9-29)
dan J ~ c A(
2
(9-3O)
dengan cara vang sama diperoleh
A(
2
~
c t

(9-31)
Waktu total A( ~A(
1
÷A(
2
untuk perjalanan pulang pergi kelip cahava
dilihat dari S adalah
(
c t c t
A
~


2
2
2
1
(
t
c
c
A
~

(9-32)
Sampai pada tahap ini, Anda harus mengingat kembali pembahasan
tentang transformasi lorentz, vaitu suatu konstanta diperlukan untuk
menvetarakan pengamatan pada kerangka acuan s dan kerangka acuan s'.

' ( ( A - A
' ( ( v A - A

( A
~
2
2
1
(
t
c
' A
~
Òleh karena ( A ' ~
O
2
c

, akan didapatkan

2
2
2
2
2 /
2
1
1
c
t
t
c
c
c

~
~

O
2
2
1
t
c

~

(9-33)
atau
2
O 2
1
t
c
~
(9-31)
Gambar 9.9
Semakin besar kecepatan bola,
ukuran bola akan semakin
mengecil.
v = 0 v = 0,995 c
v = 0,999 c v = 0,87 c
v = c
Tantangan
untuk Anda
Perhatikan kembali Persamaan
(9–26) dan Persamaan (9–29).
Diskusikan dengan teman sekelas
Anda tentang pengertian fisis
persamaan-persamaan tersebut.
Kemudian, carilah analogi tentang
kejadian pada persamaan tersebut
dalam kehidupan sehari-hari.
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 242
Gambar 9.10
(a) Sebuah bangunan yang dilihat
oleh pengamat yang diam;
(b) Bangunan yang dilihat oleh
pengamat yang bergerak
sangat cepat;
(c) Diagram yang memperlihatkan
bagaimana bagian sisi dinding
dapat terlihat.
Sebuah batang terikat pada sebuah roket vang sedang meluncur dengan kelajuan
1
3
2
c .
Menurut awak pesawat, panjang batang adalah 2 meter. Berapakah panjang batang tersebut
menurut pengamat vang diam terhadap Bumi'
]awab:
Diketahui:
O
~ 2 m, t ~
1
3
2
c


2
2
O 2 2
O,75
1
1 2 1 2 1 meter.
2
c
t
c c
~ = ~
]adi, panjang batang menurut pengamat vang diam terhadap Bumi adalah 1 meter.
Hal ini berarti bahwa panjang batang itu lebih pendek jika dipandang dari Bumi.
Sebuah benda dalam keadaan diam panjangnva 1O meter. Benda itu bergerak dengan
kecepatan O,o c searah dengan panjangnva. Hitunglah panjang benda saat bergerak.
]awab:
Diketahui:
O
~ 1O meter, t ~ O,o c
Dengan menggunakan Persamaan (9-34):
2
O 2
1
t
c
~



2
2
O, o
1O 1 1O O, 36 1O O, 6 6 meter.
c
c
~
]adi, panjang benda saat bergerak adalah 6 meter.
Persamaan (9-34) menvatakan bahwa benda vang panjangnva
O

jika diamati oleh pengamat vang bergerak sejajar panjangnva dengan
kecepatan t, benda akan terlihat mengalami perubahan panjang. Panjang
vang terlihat oleh pengamat vang bergerak adalah
2 2
O O 2 2
1 karena 1 1 maka .
t t
c c
~ ~
Keterangan:
~ panjang benda bergerak vang diamati oleh kerangka vang diam
O
~ panjang benda vang diam pada suatu kerangka acuan
t ~ kecepatan benda terhadap kerangka diam
c ~ kecepatan cahava (3 × 1O
o
m/s)
]adi, panjang benda seolah-olah menvusut. Oejala ini disebut
kontraksi panjang. Hal ini dikemukakan oleh Lorentz sehingga
kontraksinva disebut |·n(rc|s| L·ren(z.
b. Dilatasi Waktu
£instein menvatakan bahwa waktu adalah sesuatu vang relatif. Hal
ini dapat diilustrasikan dengan gerak cahava di dalam suatu kerangka
acuan vang bergerak. Kemudian, gerak cahava tersebut diamati dari
kerangka acuan vang diam seperti pada Cambar 9.11.
Kerangka acuan S' bergerak dengan kecepatan relatif terhadap kerangka
S. Seorang pengamat pada kerangka S' mengarahkan sebuah sumber
cahava ke sebuah cermin vang jaraknva terlihat seperti Cambar 9.11(a).
Contoh 9.3
Contoh 9.4
(a) (b)
(c)
A B
C
C C’ D
v
B B’ A
O
Teori Relativitas Khusus 243
Pada gambar terlihat bahwa cahava vang dipancarkan di Ò' dipantulkan
kembali sepanjang garis vang sama seperti vang diamati dalam kerangka
S'. Waktu pulang pergi kelip cahava di S' dari Ò ke cermin dan kembali
ke Ò' adalah
O
O
2
atau
2
c (
J
( J
c
A
A (9-35)
Kejadian di S' jika dipandang oleh pengamat vang berada pada
kerangka S dapat dilihat pada Cambar 9.11(b) vang memperlihatkan bahwa
lintasan cahava waktu pergi tidaklah sama dengan waktu pulang. ]ika selang
waktu pulang-pergi menurut pengamat di S' adalah ( A , jarak antara Ò
dan Ò' adalah t ( A . Adapun lintasan cahava adalah . Dari gambar terlihat
bahwa

2
2 2
, dengan
2
t (
( J
c
A
A

2
2 2
2
t (
( J
c
A
A (9-36)
]ika Persamaan (9-35) digabungkan ke dalam Persamaan (9-36),
diperoleh

2
O 2
2 2
c (
t (
(
c
A ( \
A
A | |
\ !
(9-37)
]ika Persamaan (9-37) dikuadratkan, diperoleh
( A
2
~
2
2
O
2
21
2 2
c (
t (
c
| |
A ( \
A

| |
| |
\ !
| |
| |
( A
2
~ ( A
O
2
÷
2 2
2
t (
c
A
( A
2
-
2 2
2
t (
c
A
~ ( A
O
2
( A
2
-
2
2
1
t
c
( \
~
| |
\ !
~ ( A
O
2
Selanjutnva, diperoleh hubungan antara At dan t

A vang dapat
dirumuskan sebagai berikut.
O
2
2
1
(
(
t
c
A
A
~
(9-3o)
Keterangan:
t ~ kecepatan relatif pengamat vang bergerak terhadap pengamat vang
diam
( A ~ selang waktu diukur oleh pengamat vang relatif bergerak
( A
O
~ selang waktu diukur oleh pengamat vang relatif diam
Gambar 9.11
(a) Kelip cahaya pulang balik
dipancarkan di O dipandang oleh
pengamat di S'; (b) Kelip cahaya di
S' dipandang dari S.
cermin
cermin
Dt
0
Dt
v Dt
O
c
(a)
(b)
d
d
waktu
waktu
waktu 1 waktu 2

pengamat
O
O'
O = O'
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 244
Suatu partikel memiliki waktu hidup 2 × 1O
-6
sekon, vaitu waktu partikel itu mulai
ada hingga musnah sama sekali. Berapakah waktu hidup partikel itu jika ia bergerak
dengan kelajuan O,9o c'
]awab:
Diketahui: ( A
O
~ 2×1O
-6
sekon, t ~ - O,9o c

6
5 O
2 2
2
2
2 1O
1 1O detik.
O, 9o
1
1
(
(
t
c
c
c
~
~
A

A
~
~
5. Momentum dan Massa Relativistik
Hukum Newton tentang gerak menvatakan bahwa jika pada sebuah
benda bermassa m bekerja sebuah gava konstan í, benda tersebut akan
bergerak dipercepat beraturan. Besarnva kecepatan benda akan bertambah
terus sesuai waktu berdasarkan hubungan t ~
í
m
(. ]ika gava í bekerja
cukup lama sehingga harga ( sangat besar, tidaklah mustahil laju benda
menjadi sangat besar. Dari hasil percobaan, bagaimana pun besarnva energi
vang digunakan, besarnva kecepatan sebuah benda tidak pernah mencapai
kecepatan cahava. Setiap benda vang bermassa m bergerak dengan
kecepatan t memiliki momentum linear vang menurut mekanika klasik
dirumuskan
t ~ m t (9-39)
]ika kecepatan benda t suatu saat mendekati kecepatan cahava,
massa benda akan berubah-ubah. Pada saat itu momentum benda disebut
momentum relativistik.
Untuk gerakan-gerakan benda dengan kecepatan vang relatif kecil,
tidak terjadi perubahan massa. Perubahan itu, baru tampak jika
kecepatannva mendekati kecepatan cahava. Òleh í|ns(e|n, hubungan
massa diam dan massa bergerak vang ditinjau dari suatu pengamat
dirumuskan sebagai berikut.
O
2
2
1
m
m
t
c

~
(9-1O)
Keterangan:
m ~ massa benda dalam keadaan bergerak (kg)
m
O
~ massa benda dalam keadaan diam (kg)
t ~ kecepatan benda (m/s)
c ~ kecepatan cahava di udara (m/s)
Contoh 9.5
Salah satu bukti kebenaran teori relativitas adalah fakta keberadaan mu·n di Bumi.
Carilah informasi tentang mu·n ini dari berbagai sumber dan buatlah resume dari
informasi vang Anda dapatkan. Kumpulkan resume Anda kepada guru. Resume
terbaik dipresentasikan dan didiskusikan di depan kelas.
Mari Mencari Tahu
Teori Relativitas Khusus 245
]ika Persamaan (9-40) disubstitusikan ke dalam Persamaan (9-39) maka
O
2
2
1
m t
t
t
c

~
(9-11)
Hukum Kekekalan Momentum berlaku dalam relativitas khusus, seperti
dalam fisika klasik. Namun, Hukum ll Newton mengenai gerak dalam
teori relativitas dapat dituliskan sebagai berikut.

O
2
2
1
m t Jt
J mt J
í
J( J( J(
t
c
( \

| |
| | ~
\ !
(9-12)
Pada persamaan

J Jt Jm
mt m t
J( J( J(
, harga
Jm
J(
tidak nol jika massa
benda berubah terhadap waktu. Oava resultan pada benda selalu sama
dengan laju perubahan momentum terhadap waktu.
]ika massa diam benda 5 kg, hitunglah massa benda bergerak dengan kecepatan
12
13
c.
]awab:
Dengan menggunakan Persamaan (9-40) diperoleh

O
2 2
2
2
5 5
13 kg
5
12
1
13
13
1
m
m
t
c
c
c

~
~
Ada hal menarik vang berkaitan dengan massa relativistik ini. Apakah
Anda percava ada partikel vang tidak memiliki massa tetapi memiliki
energi' Menurut fisika klasik, hal ini tidak mungkin terjadi, jika m ~ O.
í
|
~
1
2
mt
2
~
1
2
(O) t
2
~ O
Akan tetapi, jika hal ini ditinjau menurut teori relativitas, dapat dibukti-
kan secara matematis bahwa ada partikel vang tidak bermassa, tetapi
memiliki energi. Misalkan, ada sebuah partikel vang bermassa m ~ O dan
bergerak dengan kecepatan t ~ c.
í ~
2
O
2
2
1
m c
t
c
~
~
2
O
2
2
1
m c
t
c
~
~
O
O
í ~
2
O
2
2
1
m c
t
c
~
~
2
O
2
2
1
m c
t
c
~
í ~
O
O
Contoh 9.6
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 246
Dalam matematika,
O
O
adalah bentuk tidak tentu sehingga nilainva
sembarang (berapa saja). Kesimpulannva adalah ada partikel vang tidak
bermassa (massa diam), tetapi memiliki energi. Dalam kehidupan sehari-
hari, partikel vang memiliki karakteristik seperti tersebut, adalah foton
dan neutrino.
6. Kesetaraan Massa dan Energi
Hubungan paling terkenal vang diperoleh linstein dari postulat
relativitas khusus adalah mengenai massa dan energi. Hubungannva dapat
diturunkan secara langsung dari definisi energi kinetik (í
|
) dari suatu
benda vang bergerak.
í
|
~
O
s
í Js
í
dengan í menvatakan komponen gava vang bekerja dalam arah
perpindahan, serta Js dan s menvatakan jarak vang ditempuh. Dengan
memakai bentuk relativistik hukum gerak kedua diperoleh

J mt
í
J(

sehingga rumusan energi kinetik menjadi

O
s
|
J mt
í Js
J(

í
O
2
O O
2
( )
1
mt t
|
m t
í tJ mt tJ
t
c
( \
| |

| |
~
| |
\ !
í í
Dengan menggunakan rumusan integral parsial akan diperoleh
í
|
~ m c
2
- m
O
c
2
(9-13)
Hasil ini menvatakan bahwa energi kinetik suatu benda sama dengan
pertambahan massanva (akibat gerak relatifnva) dikalikan dengan kuadrat
kelajuan cahava. Persamaan dapat juga ditulis
m c
2
~ í
|
- m
O
c
2
(9-11)
]ika dimisalkan mc
2
sebagai energi total benda, benda dalam keadaan
diam (í
|
~ O), tetapi benda tetap memiliki energi m
O
c
2
. Dengan demikian,
m
O
c
2
disebut energi diam (í
O
) dari benda vang massa diamnva m
O
,
Persamaan (9-44) menjadi
í ~ í
O
÷ í
|
(9-15)
Keterangan:
í
O
~ energi diam (joule)
]ika benda bergerak, energi totalnva adalah
2
2 O
2
2
1
m c
í mc
t
c

~
(9-16)
Tantangan
untuk Anda
Dapatkah Anda menduga, apakah
ada partikel yang bergerak dengan
kecepatan 0,95 c dan memiliki
energi sebesar E tetapi tidak
memiliki massa?
Teori Relativitas Khusus 247
Òleh karena massa dan energi bukan merupakan kuantitas vang
bebas, Hukum Kekekalan Massa dan lnergi sebenarnva menjadi satu,
vaitu Hukum Kekekalan Massa-lnergi. Massa dapat terciptakan dan
termusnahkan, tetapi jika hal ini terjadi sejumlah energi vang setara hilang
atau muncul dan sebaliknva. ]adi, massa dan energi merupakan aspek
vang berbeda dari suatu kuantitas.
Berapakah energi total, energi kinetik, dan momentum sebuah proton (m
O
c
2
~ 93o
MeV) vang bergerak dengan kecepatan t ~ O,6 c'
]awab:
lnergi total dapat dihitung dengan menggunakan Persamaan (9-46)
Hal vang menarik untuk dibahas mengenai energi relativistik adalah
bagaimana menghitung energi relativistik suatu partikel jika massanva
tidak diketahui atau jika partikel tersebut tidak bermassa' Perhatikan
kembali pembahasan pada subbab sebelumnva mengenai partikel vang
tidak bermassa, tetapi memiliki energi. Persamaan energi dan momen-
tum relativistik dapat dituliskan sebagai berikut.
í ~ mc
2
t ~
O
2
2
1
m t
t
c
~
]ika kedua persamaan tersebut dikuadratkan, akan didapatkan
í
2
~ m
2
c
1
(9-17)
t
2
~
2 2
O
2
2
1
m t
t
c
~
(9-1o)
Contoh 9.7
a.

2
O
2 2
2
2
93o MeV 93o
1172, 5 MeV
O, 61
O, 6
1
1
m c
í
t
c
c
c

~
~
í
tot
~ (1172,5 × 1O
6
eV) (1,6O2 × 1O
-19
joule/eV)
~ 1,o7o × 1O
-1O
joule
b. lnergi kinetiknva: í
|
~ í - m
O
c
2
í| ~ (1172,5 - 93o) MeV ~ 231,5MeV.
c. Momentumnva



6 19
O 2 2
o
93o 1O 1, 6 1O joule/MeV
93o MeV
3 1O m/s
m
c
~

~1,73 × 1O
-27
kg
sehingga
O
2
2
1
m t
t
t
c

~


27 o
19
2
2
1,73 1O kg O, 6 3 1O m/s
3, o9 1O kg m/s
O, 6
1
t
c
c
~
~


~
]adi, momentumnva adalah 3,o9 × 1O
-19
kg m/s.
Perumusan integral parsial adalah:
~
í í
x dy xy y dx
Ingatlah
Pembahasan Soal
Agar energi kinetik benda
bernilai 25% dari energi diamnya
dan c adalah kelajuan cahaya
ruang hampa, benda harus
bergerak dengan kelajuan ....
a.
4
c
d.
3
4
c
b.
2
c
e.
4
5
c
c.
3
5
c
UMPTN 1998
Pembahasan:
Energi kinetik relativitas adalah
E
k
= m
0
c
2

( \
~
| |
~
| |
\ !
2
2
1
1
1
v
c
Dengan menggunakan E
k
=
1
4
m
0
c
2
= m
0
c
2
( \
~
| |
~
| |
\ !
2
2
1
1
1
v
c
Jadi,
( \
~
| |
~
| |
\ !
2
2
1
1
1
v
c

=
1
4
; atau
~
2
2
1
1
v
c
=
5
4
~
2
2
1
v
c
=
16
25
= v
2
=
9
25
c
2
v =
3
5
c
Jawaban: c
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 248
m
01
m
02
v
2
v
1
(a) (b)
m
0
Gambar 9.12
(a) Sebuah benda yang memiliki
massa diam m
0
;
(b) Benda tersebut pecah menjadi
dua bagian.
Kalikan Persamaan (9-4S) dengan c
2
, diperoleh
t
2
c
2
~
2 2 2
O
2
2
1
m t c
t
c
~
Kurangkan Persamaan (9-47) dengan Persamaan (9-4S) sehingga
í
2
- t
2
c
2
~ m
2
c
1
-
2 2 2
O
2
2
1
m t c
t
c
~
Òleh karena m ~
O
2
2
1
m
t
c
~
maka
2 1 2 2 2
2 2 2 O O
2 2
2 2
1 1
m c m t c
í t c
t t
c c
~ ~
~ ~
2
2 1
O 2
2 2 2
2
2
1
1
t
m c
c
í t c
t
c
| |
~
| |
| |
~
~
í
2
- t
2
c
2
~ m
O
2
c
1
í
2
~ m
O
2

c
1
÷ t
2
c
2
(9-19)
Dengan menggunakan Persamaan (9-49), Anda dapat menghitung
berapa energi relativistik suatu partikel vang tidak bermassa, vaitu
í
2
~ t
2
c
2
í ~ tc (9-5O)
7. Hukum Kekekalan Energi dan Momentum Relativistik
Di Kelas Xl, Anda telah mempelajari tentang Hukum Kekekalan
lnergi dan Hukum Kekekalan Momentum. Hukum Kekekalan lnergi
menvatakan bahwa energi tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan,
tetapi energi dapat berubah bentuk menjadi energi lain. Dengan kata
lain, pada suatu sistem, energi awalnva sama dengan energi akhirnva.
Begitu juga Hukum Kekekalan Momentum, jika pada suatu sistem tidak
bekerja gava luar, momentum awal sama dengan momentum akhir.
Kedua hukum ini berlaku juga pada suatu sistem relativistik. lnergi
awal relativistik sama dengan energi akhir relativistik, dan momentum
awal relativistik sama dengan momentum akhir relativistik. Supava Anda
dapat lebih memahami Hukum Kekekalan lnergi dan Momentum
Relativistik, perhatikan Cambar 9.12 berikut.
Teori Relativitas Khusus 249
Cambar 9.12 menunjukkan sebuah benda vang memiliki massa diam
m
O
secara spontan pecah menjadi dua bagian m
O1
dan m
O2
. Kedua pacahan
ini bergerak dengan kecepatan vang berbeda, vaitu t
1
dan t
2
. Untuk
menggambarkan konsep ini dengan lebih jelas, besaran-besaran m
O1
, m
O2
,
t
1
, dan t
2
akan diberi nilai, vaitu massa m
O1
~ 1 kg bergerak dengan
kecepatan t
1
~ O,o c, dan massa m
O2
~ 6 kg bergerak dengan kecepatan
t
2
~ O,6 c. Berdasarkan Hukum Kekekalan lnergi, berlaku:
lnergi awal ~ lnergi akhir
m
O
c
2
~
2
O1
2
1
2
1
m c
t
c
~
-
2
O2
2
2
2
1
m c
t
c
~
(9-51)
]ika Persamaan (9-51) dibagi dengan c
2
, diperoleh
m
O
~
O1
2
1
2
1
m
t
c
~
-
O2
2
2
2
1
m
t
c
~
(9-52)
]adi, dari Persamaan (9-52) Anda dapat mengetahui massa diam dari
benda sebelum pecah.
m
O
~

2
2
1
O, o
1
c
c
~
÷

2
2
6
O, 6
1
c
~
c
m
O
~
1
O, 6
÷
1
O, o
~ 11,2 kg
Dari hasil perhitungan tersebut, apakah Anda menemukan sesuatu vang
menarik' Hasil perhitungan menunjukkan massa diam pada keadaan awal
(m
O
~ 11,2 kg) berbeda dengan massa diam pada keadaan akhir (1O kg).
Hal ini sejalan dengan implikasi teori relativitas khusus vang menvebabkan
pemuaian massa pada benda vang bergerak mendekati kecepatan cahava.
Kemudian, bagaimana dengan momentumnva' Selama tidak ada
pengaruh gava luar, akan berlaku Hukum Kekekalan Momentum.
Momentum awal ~ momentum akhir
O
2
2
1
m t
t
c
~
~
2
O1 1
2
1
2
1
m t
t
c
~
÷
2
O2 2
2
2
2
1
m t
t
c
~
(9-53)
8. Aplikasi Kesetaraan Massa dan Energi pada Reaksi Fisi dan
Fusi Nuklir
Apa vang dapat Anda simpulkan dari pembahasan tentang Hukum
Kekekalan lnergi dan Momentum Relativistik' Kesimpulan dari Hukum
Kekekalan lnergi Relativistik adalah massa diam tidak kekal.
m
O1
~ 11,2 kg
m
O2
~ 1O kg
m A ~ m
O1
-

m
O2
~ 11,2 - 1O kg ~ 1,2 kg
Pengurangan massa ini ekivalen dengan energi,
m A c
2
~ 1,2 c
2
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 250
Kemudian, bagaimana dengan energi kinetiknva' lnergi kinetik pada
keadaan awal dan keadaan akhir dapat dituliskan sebagai berikut.
í
|
awal ~ O
í
|
akhir ~ í
|1
÷ í
|2
í
|1
~
2
O1
2
2
1
m c
t
c
~
- m
O1
c
2
~ m
O1
c
2
2
2
1
1
1
t
c
( \
~
| |
~
| |
\ !
Gambar 9.13
Tumbukan foton dan elektron
(a) sebelum tumbukan;
(b) sesudah tumbukan.
foton dengan ì , p
(a)
(b)
ì ', p'
f
o
t
o
n

t
e
r
h
a
m
b
u
r
elektron
p
e
v
0
o
Menurut Planck, energi pada foton
adalah E = hf. Jadi, hf = pc
P =
hf
c
=
ì
h
Ingatlah
~ 1 c
2

2
2
1
1
O, o
1
c
c
( \
~
| |
| |
~
| |
\ !
~ 2,7 c
2
í
|1
~ m
O2
c
2
2
2
1
1
1
t
c
( \
~
| |
~
| |
\ !
~ 6 c
2

2
2
1
1
O, 6
1
c
c
( \
~
| |
| |
~
| |
\ !

~ 1,5 c
2
]adi, í
|
akhir ~ 2,7 c
2
÷ 1,5 c
2
~ 1,2 c
2
sehingga
|
í A
~ í
|
akhir - í
|
awal
~ 1,2 c
2
Apa vang dapat Anda simpulkan dari perhitungan selisih massa diam
dan selisih energi kinetik tersebut' 1ernvata, selisih energi kinetik vang
dihasilkan sama dengan energi diam akibat selisih massa diam tersebut.
lni berarti, ada konversi energi diam akibat pengurangan massa diam
menjadi energi kinetik vang dibebaskan, atau pengurangan energi kinetik
akan mengakibatkan penambahan massa diam. Secara matematis, hal
ini dapat dituliskan sebagai berikut.
|
í A
~
2
mc A
(9-51)
Konsep kesetaraan massa dan energi ini terjadi pada reaksi fisi dan
fusi akhir. Pada reaksi fisi nuklir, sebuah inti berat ditumbuk oleh sebuah
partikel sehingga membelah menjadi dua buah inti. Kedua inti ini memiliki
massa diam lebih ringan dari massa diam inti induknva karena sebagian
massa diamnva berubah menjadi energi kinetik. Adapun pada reaksi fusi
nuklir, dua buah inti ringan bergabung membentuk sebuah inti vang lebih
berat. Massa diam dua inti pembentuknva lebih berat daripada massa
inti hasil penggabungan karena sebagian massanva berubah menjadi energi
kinetik.
9. Penerapan Prinsip Relativitas dalam Efek Compton
Pada Bab 7 Anda telah belajar tentang cahava vang dianggap sebagai
partikel, vaitu cahava merupakan penvebaran paket-paket energi vang disebut
foton. Salah satu hal vang mendukung konsep ini adalah efek Compton.
Ketika sebuah foton menumbuk sebuah elektron diam, maka foton tersebut
akan terhambur dengan membentuk sudut tertentu. Untuk mengingatkan
Anda tentang efek Compton, perhatikan Cambar 9.13 berikut.
Cambar 9.13 menunjukkan sebuah foton dengan panjang gelombang
ì menumbuk sebuah elektron diam dengan massa m
O
Akibat tumbukan
tersebut, foton terhambur dengan sudut
0
terhadap horizontal. Setelah
tumbukan, panjang gelombang foton berubah. Untuk mengetahui panjang
elektron diam
Teori Relativitas Khusus 251
gelombang foton sesudah tumbukan atau sudut hamburan fotonnva dapat
diketahui dari Hukum Kekekalan Momentum pada peristiwa tumbukan
tersebut.
Momentum awal ~ Momentum akhir
Pada sumbu-\ didapatkan
||
c
÷ O ~
||
c
'
cos 0 ÷ t cos o (9-55)
Pada sumbu-s didapatkan
O ~
||
c
'
sin 0 ÷ t sin o
||
c
'
sin 0 ~ t sin o (9-56)
Kalikan Persamaan (9-55) dan (9-56) dengan c sehingga diperoleh
|| - ||' cos 0 ~ tc cos o (9-57)
||' sin 0 ~ tc sin o (9-5o)
Kuadratkan Persamaan (9-57) dan (9-5S) sehingga diperoleh
(||)
2
÷ (||')
2
cos
2
0 - 2 (||)(||') cos0 ~ t
2
c
2
cos o (9-59)
(||')
2
sin
2
0 ~ t
2
c
2
sin
2
o (9-6O)
lliminasikan Persamaan (9-59) dan (9-60) sehingga didapatkan
(||)
2
÷ (||')
2
(cos
2
0 ÷ sin
2
0 )-2 (||)(||') cos 0 ~ t
2
c
2
(coso sin
2
o )
(||)
2
÷ (||')
2
-2(||) ÷ (||')

cos 0 ~ t
2
c
2
Pada subbab mengenai kesetaraan massa dan energi, Anda telah belajar
bahwa
í ~ í| ÷ m
O
c
2
dan
í
2
~ m
O
2
c
1
÷ t
2
c
2
(9-61)
Dari kedua persamaan tentang energi relativitas tersebut didapatkan

|
÷ m
O
c
2
) ~ m
O
2
c
1
÷ t
2
c
2
í
|
÷ 2í
|
m
O
c
2
÷ m
O
2
c
1
~ m
O
2
c
1
÷ t
2
c
2
t
2
c
2
~ í
|
2
÷ 2í
|
m
O
c
2
(9-62)
Seperti telah dibahas sebelumnva, elektron pada mulanva diam,
setelah ditumbuk oleh foton, elektron bergerak dengan energi kinetik
tertentu. Dengan kata lain, sebagian energi foton telah berubah menjadi
energi kinetik elektron.
í
|
~ || - ||'
Maka, Persamaan (9-62) dapat dituliskan menjadi
t
2
c
2
~ (||)
2
-2(||)(||')
2
- (||')
2
÷ 2 m
O
c
2
(|| - ||') (9-63)
Substitusikan Persamaan (9-63) ke Persamaan (9-61)
(||)
2
÷ (||')
2
-2(||)(||') ÷ 2 m
O
c
2
(|| - ||')
2
~ (||')
2
÷ (||')
2
-2(||)(||')
sin
2
0 + cos
2
0

= 1
Ingatlah
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 252
1. Dua pesawat, alfa dan beta bergerak dengan arah
berlawanan. Kelajuan pesawat alfa sebesar O,5 c dan
kelajuan pesawat beta adalah O,1 c. 1entukanlah
kelajuan pesawat alfa relatif terhadap pesawat beta.
2. Sebuah pesawat ruang angkasa bergerak menjauhi
Bumi dengan kecepatan O,6 c. Pesawat tersebut
menembakkan sebuah peluru vang arahnva sama
dengan geraknva. ]ika kecepatan peluru O,9 c relatif
terhadap pesawat itu, tentukanlah kecepatan relatif
peluru itu terhadap Bumi.
3. Seorang pengamat di Bulan melihat dua pesawat
angkasa luar A dan B mendekati Bulan dalam arah
vang berlawanan masing-masing dengan kelajuan O,o
c dan O,9 c.
a. Berapakah kelajuan Bulan mendekati pesawat
- menurut pengamat dalam pesawat -'
b. Berapakah kelajuan B terhadap - menurut
pengamat dalam pesawat A'
c. Berapakah kelajuan Bulan mendekati pesawat
B menurut pengamat dalam pesawat B'
d. Berapakah kelajuan A terhadap ß menurut
pengamat dalam pesawat B'
1. Berapa kecepatan roket pada saat panjangnva
memendek 2O''
5. Sebuah pesawat antariksa melewati Bumi dengan kelajuan
t ~ O,o c. Sebuah tongkat vang panjangnva 2 m diukur di
Bumi berada dalam pesawat dengan posisi sejajar dengan
arah gerak pesawat. 1entukan panjang tongkat
a. menurut penumpang dalam pesawat,
b. menurut pengamat vang diam di Bumi.
6. Sebuah pesawat terbang bergerak dengan kecepatan
75O m/s. Setelah berapa harikah menurut jam di Bumi,
kedua jam (di Bumi dan di pesawat) berbeda 1O
-6
sekon' Ounakan pendekatan (1- \)
n
~ (1- n\).
7. Dua orang kembar A dan B berumur 25 tahun di Bumi.
A berangkat ke bintang Alfa Centauri vang jauhnva 1
kali tahun cahava (1 tahun cahava ~ jarak vang
ditempuh cahava selama 1 tahun) dengan kecepatan
O,o c. Setelah itu, A kembali ke Bumi. Berapakah umur
kedua orang itu setelah mereka bertemu'
o. Suatu elektron dipercepat dengan beda potensial 1,5
MeV. Berapakah kecepatan vang diperolehnva'
(muatan elektron ¡
e
~ 1,6 × 1O
-19
coulomb dan massa
elektron m
e
~ 9,1 × 1O
-31
kg)
Tes Kompetensi Subbab B
Kerjakanlah pada buku latihan.
cos0 2 m
O
c
2
(|| - ||')
2
~ 2(||)(||')(1- cos0 ) (9-61)
Bagi Persamaan (9-64) dengan 2 |
2
c
2
sehingga diperoleh
O
m
|
(| - |') ~
2
| |
c
'
(1- cos0 )
Òleh karena | ~
c
ì
, maka
ì ì
'

1 1
ì ì
~
' '
~
O
|
m c
(1- cos0 )
atau
' ì ì ì A ~
~
O
|
m c
(1- cos0 ) (9-65)
]adi, peristiwa efek Compton merupakan salah satu bukti tentang konsep
dualisme gelombang partikel dan teori relativitas khusus.
Kata Kunci
• relativitas khusus
• transformasi Lorentz
• kontraksi Lorentz
• dilatasi Lorentz
• dilatasi waktu
• momentum relativitas
• massa diam
• kesetaraan massa dan energi
• reaksi fusi
• reaksi fisi
Rangkuman
1. Prinsip relativitas Oalileo berdasarkan dua postulat
sebagai berikut.
a. Waktu adalah besaran mutlak,
b. hukum gerak Newton tidak berubah bentuk
(invarian).
2. Prinsip relativitas linstein berdasarkan dua postulat
berikut:
a. kelajuan di dalam ruang hampa adalah suatu
besaran mutlak,
b. hukum mekanika Newton dan elektro-
magnetik Maxwell invarian dalam berbagai
kerangka inersial.
3. Percobaan Michelson-Morlev membuktikan bahwa:
a. eter tidak ada,
b. kecepatan cahava tidak bergantung pada arah
dan tempat.
1. 1ransformasi kecepatan relatif khusus menurut
mekanika relativistik dirumuskan sebagai berikut.
2
'
atau '
'
1 1
\ \
\ \
\ \
t t t t
t t
t t t t
c
c
~

~
5. 1ransformasi lorentz dirumuskan dengan
2
2 2
2 2
1
' , ' , ' , '
1 1
\
t
\ t(
\ s s z z ( (
c
t t
c c
( \
~

| |
\ !
~
Teori Relativitas Khusus 253
6. Kontraksi lorentz dirumuskan dengan
2
O 2
1
t
c
~
7. Dilatasi waktu dirumuskan dengan
O
2
2
1
(
(
t
c
A
A
~
dimana
O
( ( A A
o. Massa relativistik dirumuskan dengan
O
2
2
1
m
m
t
c

~
9. Momentum dan massa relativistik dirumuskan dengan
O
2
2
1
m t
t
t
c

~
1O. lnergi kinetik dirumuskan dengan
2
2 2 O
O O
2
2
1
|
m c
í mc m c m c
t
c
~ ~
~
membahas
membahas
vaitu
Peta Konsep
Teori Relativitas Khusus
1ransformasi Oalileo Postulat Relativitas linstein
1ransformasi
lorentz
1ransformasi Kecepatan
Relativitas Khusus
Prinsip
Relativitas Khusus
Kontraksi Panjang
Dilatasi Waktu
lksperimen
Michelson-Morlev
kesimpulannva
lter tidak ada
di alam ini
Momentum Relativistik
Massa Relativistik
lnergi Diam
í
O
~ m
O
c
2
lnergi 1otal
í ~ m c
lnergi Kinetik Benda
í
|
~ í - í
O
Setelah mempelajari bab ini, tentu Anda telah
memahami bahwa gerak bersifat relatif. Anda juga tentu
telah memahami teori relativitas Einstein dan pengaruh-
nya terhadap besaran panjang, waktu, kecepatan dan
massa benda. Dari keseluruhan materi yang ada pada
bab ini, bagian manakah yang menurut Anda sulit
Refleksi
dipahami? Coba Anda diskusikan bersama teman atau
guru Fisika Anda.
Selain Anda mengetahui teori relativitas khusus,
coba Anda cari manfaat lain mempelajari materi bab ini.
Kemudian, diskusikan hasilnya bersama teman Anda.
mengakibatkan
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 254
Tes Kompetensi Bab 9
A. Pilihlah salah satu jawaban vang paling benar.
1. Dari besaran-besaran berikut ini, vang harganva selalu
sama untuk semua kerangka acuan pengamatan adalah
....
a. kecepatan benda
b. kelajuan benda
c. kecepatan cahava
d. panjang benda
e. massa benda
2. Salah satu postulat linstein dalam teori relativitas adalah
....
a. hukum-hukum Newton tetap berlaku untuk
benda vang memiliki kecepatan mendekati
kecepatan cahava
b. kecepatan benda dapat lebih besar dari kecepatan
cahava
c. kecepatan benda besarnva mutlak, tidak
bergantung pada pengamatnva
d. kecepatan cahava besarnva mutlak, tidak
bergantung pada pengamatnva
e. kecepatan benda menentukan besarnva massa
benda
3. ]ika laju partikel O,6 c, perbandingan relativistik
terhadap massa diamnva adalah....
a. 5 : 3 d. 25 : 5
b. 25 : 9 e. o : 5
c. 5 : 1
1. Kecepatan pesawat A ~ 3O m/s, dan kecepatan pesawat
B ~ 2O m/s. A bergerak searah dengan B. Kecepatan A
terhadap kecepatan B menurut Newton dan menurut
linstein adalah ... m/s.
a. 1O dan 1O d. o dan o
b. 1O dan 12 e. 12 dan 12
c. o dan 1O
5. Dua pesawat A dan B berpapasan, masing-masing
dengan kecepatan
1
2
c (c ~ kecepatan cahava).
Kecepatan pesawat A terhadap pesawat B adalah ....
a. O,6 c d. 1,2 c
b. O,o c e. 1,1 c
c. 1,O c
6. Sebuah roket ketika diam di Bumi memiliki panjang
1OO m. Kemudian, roket tersebut bergerak dengan
kecepatan O,o c (c ~ kecepatan cahava dalam ruang
hampa). Menurut orang di Bumi, panjang roket tersebut
selama bergerak adalah ....
a. 5O m
b. 6O m
c. 7O m
d. oO m
e. 1OO m
7. Pesawat bergerak dengan kecepatan O,6 c terhadap
Bumi. Òrang di Bumi melihat nvala lampu selama o
sekon dari pesawat itu. Nvala lampu menurut orang
vang berada di dalam pesawat adalah ....
a. 6 s d. o s
b. 6,1 s e. 1O s
c. 7 s
o. Sebuah roket vang memiliki panjang oO meter dan
massa 1 ton bergerak dengan kecepatan O,o c. Menurut
pengamat di Bumi ....
a. massa roket > 1 ton, panjang roket > oO m
b. massa roket > 1 ton, panjang roket < oO m
c. massa roket ~ 1 ton, panjang roket < oO m
d. massa roket < 1 ton, panjang roket < oO m
e. massa roket ~ 1 ton, panjang roket ~ oO m
9. Sebuah elektron vang memiliki massa diam m
O
bergerak
dengan kecepatan O,6 c, maka energi kinetiknva
adalah ....
a. O,25 m
O
c
2
b. O,36 m
O
c
2
c. m
O
c
2
d. 1,oO m
O
c
2
e. 2,oO m
O
c
2
1O. Sebuah tongkat vang panjangnva 5 m, membentuk
sudut sebesar

1
tan
3
o o terhadap arah timur. ]ika
tongkat bergerak ke timur dengan kecepatan
1
3
2
c ,
panjang tongkat saat bergerak adalah ....
a. 5,6 m d. 3,7 m
b. 5,O m e. 3,O m
c. 1,3 m
11. Pada ulang tahun dua orang kembar (- dan ß) vang
ke-3O, - mengembara ke angkasa luar dengan pesawat
vang berkecepatan
1
3
2
c , sedangkan ß tetap di Bumi.
Menurut kalender di Bumi, - kembali setelah 5 tahun
sehingga umur masing-masing pada saat itu menurut
- adalah ... tahun.
a. - dan ß ~ 32,5
b. - dan ß ~ 35
c. - ~ 32,5 dan ß ~ 35
d. - ~35 dan ß ~ 1O
e. - dan ß ~ 1O
12. Sebuah persegi panjang dengan sisi 1O meter dan 6
meter bergerak searah panjangnva dengan kecepatan
O,6 c. luas bidang tersebut adalah ....
a. 7O m
2
d. 1o m
2
b. 62 m
2
e. 1O m
2
c. 6O m
2
Teori Relativitas Khusus 255
13. Sebuah benda dalam keadaan diam panjangnva \
O
. Pernvataan vang benar adalah ....
a. (1), (2), dan (3)
b. (1) dan (3)
c. (2) dan (1)
d. hanva (1)
e. semuanva benar
1o. Pernvataan vang benar menurut teori relativitas linstein
adalah ....
a. massa benda diam lebih kecil daripada massa
benda bergerak
b. panjang benda diam lebih panjang daripada
panjang benda bergerak
c. gerak pengamat dan gerak sumbunva tidak
memengaruhi cepat rambat cahava
d. selang waktu dua keadaan vang diamati
pengamat bergerak lebih besar dari pengamat
diam
e. waktu merupakan besaran vang bersifat mutlak
19. Sebuah pesawat memiliki panjang l. Ketika pesawat
tersebut bergerak dengan kecepatan v, panjang pesawat
menjadi
3
1
L. Besar t adalah ....
a.
1
5
1
c
d.
1
7
3
c
b.
1
7
1
c
e.
1
3
2
c
c.
1
5
3
c
2O. Agar energi kinetik benda bernilai 25' energi diamnva
dan c adalah kelauan cahava dalam ruang hampa,
maka benda lurus bergerak dengan kelajuan ....
a.
1
c
d.
3
1
c
b.
2
c
e.
1
5
c
c.
3
5
c
21. Sebuah pesawat ultramodern bergerak mendekati Bumi
dengan kecepatan O,25 c dan memancarkan
gelombang radio. Menurut orang di Bumi, kecepatan
gelombang radio tersebut adalah....
a.
1
1
c
b.
1
2
c
c. c
d.
1
1
1
c
e.
3
1
o
c
Kemudian, digerakkan dengan kecepatan t
(mendekati kecepatan cahava) sehingga panjang
benda menurut pengamat diam vang berada sejajar
arah panjang benda adalah ....
a.
2
O 2
1
t
\ \
c
~
b.
2
O 2
1
t
\ \
c

c.
2
O 2
1
2
t
\ \
c
~
d.
2
O 2
1
c
\ \
t

e.
2
O 2
1
c
\ \
t
~
11. ]ika massa diam sebuah partikel m dan massa itu bergerak
dengan kelajuan O,o c, perbandingan massa diam
terhadap masa bergeraknva adalah ....
a. 1 : 5 d. 5 : 1
b. 3 : 5 e. 5 : 3
c. 5 : 6
15. ]arak dua puncak gunung adalah 1O km. ]ika diamati
oleh orang vang berada dalam pesawat vang melintas
di atas kedua puncak itu dengan kecepatan O,6 kali
kecepatan cahava, jarak kedua gunung itu adalah ....
a. 6 km d. 9 km
b. 7 km e. 1O km
c. o km
16. Ada dua orang kembar, A dan B. Kemudian, B naik
pesawat ín(ertr|se dengan kelajuan O,oc. A dan B
kemudian bertemu pada suatu acara keluarga.
Menurut B mereka telah berpisah selama 12 tahun,
sementara A tidak percava. lama perjalanan tersebut
menurut A adalah ... tahun.
a. o d. 15
b. 1O e. 2O
c. 12
17. Menurut linstein, sebuah benda dengan massa diam
m
O
setara dengan energi m
O
c
2
, dengan c adalah
kecepatan rambat cahava di dalam ruang hampa. ]ika
benda bergerak dengan kecepatan t, energi total benda
setara dengan ....
(1)
O
1
2
m c
(2)

2 2
O
1
2
2
m c t
(3)

2 2
O
m c t
(1)
2
O
2
2
1
m c
t
c
~
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 256
B. ]awablah pertanvaan berikut dengan tepat.
22. Berapakah energi total suatu partikel vang massa
diamnva m bergerak dengan kelajuan O,o c'
a. mc
2
d.
5
3
mc
2
b
3
5
mc
2
e.
5
1
mc
2
c.
1
5
mc
2
23. Hasil percobaan Morlev dan Michelson menunjukkan
bahwa ....
a. eter berada di semua tempat
b. kecepatan eter ~ 3 × 1O
1
m/s
c. eter sebagai media rambatan cahava
d. eter merupakan benda gas
e. eter tidak ada
21. Salah satu kesimpulan percobaan Morlev dan
Michelson adalah ....
a. waktu bergerak lebih cepat
b. kecepatan cahava sama untuk semua pengamat
di jagat rava
c. kecepatan cahava bergantung gerak Bumi
d. kecepatan cahava tidak bergantung gerak Bumi
e. massa bergerak lebih cepat
25. Sebuah gugusan bintang jika ditempuh dengan
sebuah pesawat dari Bumi memerlukan waktu 2O
tahun. ]ika kelajuan pesawat itu O,99999o c, jarak
sebenarnva antara gugusan bintang itu ke Bumi adalah
mendekati ....
a. 2O tahun cahava
b. 1O tahun cahava
c. 1OO tahun cahava
d. 1OOO tahun cahava
e. 1OOOO tahun cahava
Keterangan:
]arak satu tahun cahava adalah suatu jarak jika
ditempuh oleh cahava membutuhkan waktu satu
tahun, atau jarak 1 tahun cahava ~ (3 × 1O
o
m/s) ×
(1 tahun) ~ (3 × 1O
o
m/s)(36O × 21 × 36OO detik) ~
o,33 × 1O
15
m ~ 9,33×1O
12
km.
1. Dua pesawat antariksa P dan Ò bergerak berlawanan
arah. Seorang pengamat di Bumi mengukur kelajuan
pesawat P sebesar O,o c dan kelajuan pesawat Ò sebesar
O,6 c. 1entukanlah kelajuan pesawat P relatif terhadap
pesawat Ò.
2. 1entukanlah kelajuan sebuah partikel sehingga energi
kinetiknva sama dengan energi diamnva.
3. Sebuah proton massa diamnva 1,7×1O
-27
kg bergerak
sehingga massa relativistiknva menjadi 1,25 kali massa
diamnva. Berapakah energi kinetik proton tersebut'
1. Berapa kontraksi (pemendekan lorentz) dari diam-
eter Bumi vang diukur oleh seorang pengamat vang diam
terhadap Matahari jika kecepatan orbit 3 × 1O
1
m/s
dan diameter Bumi 12.719 km.
Petunjuk: gunakan pendekatan (1÷\)
n
-
(1÷n\)
5. Hitunglah momentum benda vang massanva 1 kg dan
bergerak dengan kecepatan 2 × 1O
o
ms.
6. Hitung kecepatan elektron jika energi kinetiknva 2
MeV. (m
e
~ 9,1 × 1O
-31
kg)
7. Seberkas cahava dipancarkan dari sebuah pesawat vang
bergerak dengan kelajuan tetap O,5 c searah dengan
arah gerak pesawat. Berapakah kelajuan cahava itu
diamati dari Bumi
a. menurut hukum Newton, dan
b. menurut teori relativitas linstein'
o. ]arak dua buah tempat P dan Ò di angkasa luar adalah
l. Sebuah pesawat antariksa dapat menempuh jarak
itu dengan kelajuan tetap O,6 c dalam waktu 1O sekon.
a. 1entukanlah jarak P dan Ò tersebut vang
sebenarnva (dalam satuan km).
b. ]ika pesawat lain vang bergerak dengan kelajuan
O,o c, dalam waktu berapa detik ditempuh jarak
antara P dan Ò tersebut'
c. Menurut pesawat pertama, berapakah jarak antara
P dan Ò tersebut (dalam km)'
9. Ada dua orang anak kembar A dan B. 1epat pada saat
berusia 1O tahun, A pergi meninggalkan Bumi dengan
sebuah pesawat vang memiliki kelajuan O,9o c menuju
sebuah planet di luar tata surva ini. Kemudian A
kembali lagi ke Bumi. Pada saat itu, B sedang
meravakan ulang tahun vang ke-1O. Menurut A, usia
mereka bukan 1O tahun. Berapa tahun usia mereka
menurut A'
1O. Panjang sebuah tongkat di Bumi adalah 5 m. Berapa
panjang tongkat tersebut jika diukur oleh pengamat
vang berada dalam pesawat antariksa vang sedang
bergerak dengan kelajuan:
a. O,3 c,
b. O,7 c,
c. O,9 c.
Fisika Inti dan Radioaktivitas 257 257
• menganalisis karakteristik inti atom dan radioaktivitas;
• mendeskripsikan pemanfaatan radiokativitas dalam kehidupan sehari-hari
dan teknologi untuk kesejahteraan manusia.
Setelah mempelajari bab ini, Anda harus mampu:
menunjukkan penerapan konsep Fisika inti dan radioaktivitas dalam teknologi dan
kehidupan sehari-hari.
Hasil yang harus Anda capai:
Fisika Inti dan
Radioaktivitas
A. Inti Atom
B. Radioaktivitas
C. Reaksi Inti
D. Reaktor Nuklir, Bom
Nuklir, dan
Radioisotop
listrik merupakan sesuatu vang sangat penting dalam kehidupan
modern sekarang ini. Hampir seluruh aktivitas manusia membutuhkan
energi listrik. listrik diproduksi dari pembangkit-pembangkit tenaga
listrik. Di lndonesia pembangkit listrik banvak vang berbahan bakar solar,
walaupun ada sebagian kecil vang memanfaatkan air sebagai penggerak
turbin. Permasalahan vang timbul adalah solar termasuk sumber dava
alam vang tidak dapat diperbaharui sehingga suatu saat pasti akan habis.
]ika hal ini terjadi negara kita akan berada dalam krisis energi.
Salah satu solusi vang ditawarkan adalah membangun Pl1N
(Pembangkit listrik 1enaga Nuklir). Apakah Anda tahu bagaimana
caranva uranium atau plutonium diubah menjadi energi listrik' Kendala
vang dihadapi adalah masih banvak pihak vang menentang keberadaan
Pl1N. Apakah Anda tahu alasan mereka' Pada bab ini, Anda akan
mempelajari tentang inti atom berikut reaksi-reaksi vang terjadi di
dalamnva, dampak positif, dan dampak negatif pengembangan energi nuklir.
Pembangunan PLTN merupakan salah satu solusi timbulnya krisis energi yang
suatu saat akan dialami penduduk Bumi.
Bab
10
Sumber: Energy: Technology and Development, 1995
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 258
A. Inti Atom
Seperti vang sudah Anda pelajari pada Bab o, atom terdiri atas
partikel-partikel elementer, vaitu inti atom dan elektron. lnti atom terdiri
atas proton dan neutron. Partikel-partikel elementer ini memiliki massa
vang sangat kecil sehingga satuan vang digunakan bukanlah kilogram
atau gram melainkan satuan massa atom vang didefinisikan sebagai
seperduabelas kali massa satu atom C-12.
1 sma ~
1
12
× massa satu atom C-12
1 sma ~ 1,66O1 × 1O
-27
kg
1 sma ~ 931 MeV
Berdasarkan model atom Bohr, atom terdiri atas inti atom vang
bermuatan positif dan elektron vang bermuatan negatif. llektron bergerak
berputar mengelilingi inti. Untuk mengetahui sifat-sifat suatu inti,
diperlukan pengetahuan tentang massa suatu atom vang dapat diukur
dengan spektrometer massa.
1. Hipotesis Proton Elektron
Massa suatu atom bukanlah merupakan massa inti vang terlihat nvata,
melainkan massa atom netral. Massa suatu atom juga mencakup massa
elektron vang bergerak mengelilingi inti. Òleh karena satuan massa kilogram
terlalu besar untuk ukuran massa suatu atom, secara konvensional
ditetapkan satuan massa atom (c(·m|c mcssc un|( ~ amu). 1 amu ~ 1 sma
~ 1,66O1 × 1O
-27
kg. Dari pengukuran terhadap massa suatu atom, ternvata
tidak semua unsur memiliki massa vang sama, walupun jenisnva sama.
Unsur-unsur inilah vang disebut |s·(·t. Salah satu contoh isotop vang paling
sederhana adalah hidrogen. Massa atom hidrogen adalah berturut-turut
1,OO7o25 sma, 2,O111O2 sma, dan 3,O16O5 sma vang secara berurutan diberi
nama ||Jr·zen, Jeu(r|um, dan (r|(|um. lnti tritium disebut triton, inti
deuterium disebut deutron, sedangkan isotop vang paling ringan disebut
proton vang memiliki massa atom 1,OO727665 sma.
]ika dilihat, inti atom harganva selalu mendekati kelipatan bilangan
bulat dari massa atom hidrogen, vakni 1,OO7o25 sma. Dari contoh tersebut,
atom deutrium memiliki massa kira-kira 2 kali massa proton (inti
hidrogen), sedangkan massa tritium kira-kira 3 kali massa proton.
Kenvataan ini pada mulanva melahirkan suatu anggapan bahwa inti atom
terdiri dari sejumlah atom hidrogen vang saling mengikat.
Akan tetapi, dari penelitian lebih lanjut ternvata bahwa massa inti
selalu lebih besar daripada massa atom hidrogen. Sebagai contoh, atom
seng, nomor atomnva 3O, namun semua isotopnva bermassa lebih dari dua
kali 3O atom hidrogen. Kenvataan ini menvebabkan timbulnva suatu
dugaan bahwa elektron mungkin dapat berada di dalam inti dan
Sebelum mempelajari konsep Iisika Inti dan Radioaktivitas, kerjakanlah soal-soal berikut dalam buku latihan.
Tes Kompetensi Awal
1. Apa vang dimaksud dengan nomor atom dan nomor
massa'
2. Apa vang dimaksud dengan isotop, isobar, dan isoton'
Berikan contoh isotop.
3. Apa vang dimaksud dengan peluruhan'
1. Apa vang dimaksud dengan reaksi fusi dan reaksi fisi'
5. Apa bedanva reaksi nuklir dan reaksi kimia'
Fisika Inti dan Radioaktivitas 259
menetralkan beberapa buah proton. lnilah vang disebut dengan ||t·(es|s
tr·(·n-e|e|(r·n. Hipotesis ini juga didukung oleh suatu kenvataan bahwa
sinar beta vang dipancarkan oleh suatu inti adalah partikel vang massa
dan muatannva sama dengan elektron.
2. Hipotesis Proton-Neutron
Pada 193O, dua orang ahli lisika dari ]erman bernama W. Bothe dan
H. Becker menemukan suatu gejala vang menjadi titik terang dalam
mengungkapkan rahasia inti atom. Melalui percobaannva, kedua ahli ini
menembaki keping berilium dengan partikel alfa vang diperoleh dari
sampel polonium. Penembakan ini ternvata menghasilkan pancaran radiasi
vang dapat menembus bahan-bahan dengan mudah, karena radiasi tidak
bermuatan. Bothe dan Becker menganggap radiasi ini berupa sinar
gamma. Namun, terdapat perbedaan antara dava tembus sinar ini dengan
dava tembus sinar gamma.
Pada 1932, ]ames Chadwick (1o91-1971) mengusulkan suatu
hipotesis tentang struktur inti atom berdasarkan pada hasil percobaan
W. Bothe dan H. Becker. Menurut Chadwick, radiasi vang dipancarkan
oleh keping berilium adalah suatu partikel vang tidak bermuatan (netral)
vang dinamakan neutron serta mampu menembus bahan-bahan dengan
mudah. Neutron memiliki massa vang hampir sama dengan proton dan
memerlukan energi sebesar 5,7 MeV untuk dapat mengeluarkan neutron
dari keping berilium. Sinar gamma memerlukan energi sebesar 55 MeV
untuk menimbulkan efek vang sama dengan neutron.
Hasil eksperimen menunjukkan bahwa neutron bukanlah partikel
vang stabil jika berada di luar inti atom. Neutron meluruh secara radioaktif
menjadi proton, elektron, dan inti neutron dengan umur rata-rata 15,5
menit. Hasil percobaan menunjukkan massa neutron sebesar 1,OOo6651
sma atau sama dengan 1,671o × 1O
-27
kg. Proton dan neutron akhirnva
diterima sebagai partikel dasar vang membentuk inti atom. Keduanva
disebut nukleon.
3. Partikel Penyusun Inti
]umlah nukleon vang terdapat di dalam inti suatu atom dilambangkan
dengan - dan dinamakan nomor massa. Adapun jumlah proton
dilambangkan ¯ vang berarti nomor atom. ]adi, sebuah inti atom dapat
dilambangkan sebagai berikut.
X
-
¯
(1O-1)
Keterangan:
- ~ nomor massa (jumlah neutron dan proton)
X ~ lambang unsur
¯ ~ nomor atom
| ~ jumlah neutron (--¯)
1entukan jumlah proton, neutron, dan nomor massa dari atom
12
5
ß.
]awab:
Diketahui : Atom boron (B) terdiri dari 5 proton (nomor atom 5) dan 12 nomor massa.
]adi, jumlah neutronnva (12 - 5) ~ 7 neutron
Contoh 10.1
Eksperimen Rutherford menyatakan
bahwa inti atom memiliki diameter
sekitar 10
–15
sampai 10
–14
m. Dari
teori kinetik dan khususnya analisis
Einstein tentang gerak Browman,
diameter atom memiliki ukuran
sekitar 10
–10
m. Itu artinya elektron
akan terlihat berjarak sekitar 10.000
sampai 100.000 kali lipat ukuran inti
diukur dari inti atom tersebut (jika
inti diibaratkan bola baseball, atom
akan memiliki diameter seukuran
kota yang berdiameter beberapa
kilometer). Jadi, sebuah atom
sebagian besar berupa ruang
kosong.
Rutherford’s experiments suggested
that the nucleus must have a radius
of about 10
–5
to 10
–14
m. From kinetic
theory, and especially Einstein’s
analysis of Browman movement, the
radius of atoms was estimated to be
about 10
–10
m. Thus the electrons
would seem to be at a distance from
the nucleus of about 10,000 to 100,000
times the radius of the nucleus itself
(if the nucleus were the size of a
baseball, the atom would have the
diameter of a big city several
kilometers across). So an atom would
be mostly empty space.
Informasi
untuk Anda
Information for You
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 260
Pada sebuah atom netral, jumlah elektron-elektron vang mengorbit
di sekeliling inti atom sama dengan jumlah nomor massa. Òleh karena
itu, muatan pada elektron sama, tetapi berlawanan tanda dengan muatan
sebuah proton. Sifat-sifat utama suatu atom ditentukan oleh jumlah
elektronnva. ]adi, ¯ menentukan jenis atomnva. lndeks ¯ vang dibagian
bawah kadang-kadang tidak ditulis, sehingga inti ditulis
15
N.
Nuklida dapat diklasifikasikan berdasarkan kestabilan dan
kepadatannva di alam, serta berdasarkan kesamaan -, ¯, dan |.
Berdasarkan kestabilannva, nuklida terbagi menjadi nuklida stabil dan
radionuklida.
a. Nuklida stabil, vaitu nuklida vang memiliki - dan ¯ tetap, contoh
12
6
C .
b. Radionuklida, vaitu nuklida vang memiliki - dan ¯ vang dapat
berubah. Nuklida ini tidak stabil dan secara spontan meluruh menjadi
nuklida lain. Radionuklida terdiri atas radionuklida atom primer,
radionuklida atom sekunder, radionuklida atom tersier, dan
radionuklir.
Berdasarkan jumlah -, ¯, dan |, nuklida dapat digolongkan menjadi
isotop, isoton, isobar, dan isomer.
a. lsotop vaitu jumlah nuklida-nuklida vang memiliki ¯ sama tetapi -
berbeda contohnva,
12 13 11
6 6 6
C, C, C.
b. lsoton vaitu nuklida vang memiliki jumlah neutron sama, tetapi nomor
massa berbeda contohnva,
12 11
6 7
C, N .
c. lsobar vaitu nuklida-nuklida vang memiliki - sama tetapi ¯ berbeda.
Nuklida ini umumnva merupakan nuklida-nuklida cermin.
d. lsomer inti vaitu nuklida vang memiliki - dan ¯ sama serta sifat
kimia vang sama tetapi tingkat energinva berbeda. Contoh,
121
S
6
memiliki tiga isomer, vaitu
121 121 121
6 m1 m2
Sb, Sb, Sb .
Perhatikan Cambar 10.1. Untuk atom hidrogen biasa ditulis
1
1
H.
Di sini, nomor atom dan nomor massa sama karena tidak terdapat neutron.
lnti atom vang terdiri atas proton dan neutron dapat menerangkan
keadaan isotop.
4. Stabilitas Inti
Stabilitas inti atom bergantung kepada jumlah proton dan jumlah
neutron. Cambar 10.2 memperlihatkan hubungan antara jumlah neutron
(| ~ --¯) terhadap jumlah proton untuk semua nuklida inti atom beserta
isotopnva, baik untuk inti stabil maupun inti tak stabil dengan
perbandingan
|
¯
.
Untuk inti atom vang stabil, berlaku hal-hal berikut.
a. lnti-inti atom vang paling ringan memiliki jumlah proton dan neutron
vang hampir sama.
b. lnti atom vang lebih berat memerlukan lebih banvak neutron daripada
proton. lnti atom vang paling berat memiliki jumlah neutron sekitar
51' atau 6O' lebih banvak.
c. Kebanvakan dari inti atom itu memiliki jumlah proton dan neutron
berupa bilangan genap. Contohnva, partikel alfa (dua neutron dan
dua proton) membentuk kombinasi vang sangat stabil.
Gambar 10.1
Isotop hidrogen
Gambar 10.2
Diagram kestabilan inti (N-Z)
Z = N
hidrogen
biasa
deuterium tritium
proton
neutron
elektron
140
130
120
100
90
80
70
60
50
40
30
20
10
0
90 80 70 60 50 40 30 20 10 0
Nomor proton (Z)
Nomor neutron (N)
Sumber: Konsep Fisika Modern, 1983
Fisika Inti dan Radioaktivitas 261
Untuk inti atom vang tidak stabil berlaku hal-hal berikut.
a. Desintegrasi, cenderung menghasilkan inti atom baru vang lebih dekat
ke garis stabilitas dan terus berlangsung hingga terbentuk inti stabil.
b. lnti atom di atas garis kestabilan memiliki kelebihan neutron dan
cenderung meluruh dengan memancarkan partikel beta ( µ ).
c. lnti vang terletak di sebelah bawah garis stabilitas meluruh sehingga
nomor atomnva berkurang. Perbandingan jumlah neutron dan
protonnva bertambah besar. Pada inti atom berat ini terjadi dengan
memancarkan partikel alfa (o ).
]adi, jika inti atom di sebelah kiri meluruh memancarkan partikel
beta, nomor atom inti bertambah satu dan nomor massa tetap.
O
1 1
X X
- -
¯ ¯
µ
~
-
Contoh dari penambahan inti atom akibat pemancaran beta adalah
11 11 O
6 7 1
C N µ
~
-
9O 9O O
3o 39 1
Sr Y µ
~
-
]ika inti sebelah kanan meluruh akan memancarkan positron. Nomor
atom inti berkurang satu, sedangkan nomor atom massa tetap.
O
1 1
X X
- -
¯ ¯
µ

-
Proton dan neutron vang membentuk inti atom mengikuti prinsip
e|s|us| (larangan). Di dalam inti atom, untuk setiap tingkat energi vang
diperbolehkan hanva dapat ditempati dua proton dengan spin
1
2
dan
1
2
~
, serta dua buah neutron dengan spin
1
2
dan
1
2
~
. Sama halnva
dengan tingkat energi atom, tingkat-tingkat energi dalam inti diisi
menurut aturan tertentu, agar diperoleh susunan energi minimum.
Sebagai contoh diperlihatkan diagram tingkat energi beberapa isotop, di
antaranva
1O
5
B ,
11
5
B,
12
5
B,
12
6
C, dan
13
6
C.
Cambar10.3 memperlihatkan diagram tingkat energi vang
disederhanakan untuk beberapa isotop boron dan karbon. Prinsip ekslusi
membatasi jumlah penghuni setiap tingkat pada dua neutron berspin
berlawanan dan dua proton berspin berlawanan. lnti mantap memiliki
konfigurasi dengan energi minimum.
5. Energi Ikat Inti
Pada bagian awal telah dibahas bahwa inti atom terdiri atas proton
dan neutron vang disebut sebagai nukleon. Seharusnva, massa suatu inti
atom merupakan jumlah massa proton ditambah massa neutron vang ada
di dalam inti tersebut. Akan tetapi, dari pengukuran-pengukuran vang
dilakukan menunjukkan bahwa massa suatu atom ternvata kurang dari
jumlah massa proton dan neutron vang membentuk inti tersebut.
Contohnva adalah inti helium.
lnti helium terdiri atas 2 proton dan 2 neutron. Massa helium seharusnva
massa 2 × neutron ~ 2 × 1,OOo9o2 sma ~ 2,O17961 sma
massa 2 × proton ~ 2 × 1,OO759 sma ~ 2,O151oO sma ÷
]umlah massa
1
2
He ~ 1,O33111 sma
Gambar 10.3
Tingkat energi beberapa isotop
mantap mantap
tidak
mantap
E
mantap mantap
neutron
proton
10
5
B
11
5
B
12
5
B
12
6
C
13
6
C
E
Sumber: Konsep Fisika Modern, 1983
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 262
Dari pengukuran terhadap massa inti helium, ternvata massa inti helium
adalah 1,OO26O1 sma. lni berarti terdapat kekurangan massa sebesar
O,O3O51 sma. 1erjadinva kekurangan massa ini disebabkan oleh nukleon
vang membentuk inti, memerlukan energi untuk saling mengikat, sesuai
dengan massa dan energi menurut linstein vaitu í ~ mc
2
. ]adi, massa
X
-
¯
< (¯ × massa proton ÷ (- - ¯) massa n ÷ ¯ massa elektron). Defek
massa pada pembentukan nuklida X
-
¯
adalah

X
-
t n e ¯
m ¯m - ¯ m ¯m m | | A ~ ~
| |
(1O-2)
Massa elektron mendekati nol, sehingga Persamaan (10-2) dapat ditulis


X
-
t n ¯
m ¯m - ¯ m m A ~ ~ (1O-3)
lnergi vang diperoleh dari kekurangan massa tersebut sesuai dengan
hubungan massa dan energi menurut persamaan linstein
2
í mc A A
(1O-1)
Keterangan:
í A ~ energi ikat inti (joule)
c ~ kecepatan cahava (m/s)
m A ~ defek massa (kg)
]ika hilangnva massa pada proses pembentukan inti sama dengan 1 sma,
besarnva energi vang hilang ekivalen dengan
í
|

~ (1 sma) (1,667 × 1O
-27
kg/sma) (3 × 1O
o
)
2
~ 931,5 MeV
Massa sebesar 1 sma ekivalen dengan energi 931,5 MeV, jadi

931,5 MeV
|
í m A A (1O-5)
dan energi ikat pada nuklida X
-
¯
adalah

|
í A ~ |¯ m
t
÷ (- - ¯) m
n
÷ ¯ m
e
- m X
-
¯
] 931,5 MeV/sma (1O-6)
]ika m
H
~ m
t
÷ m
e
, maka persamaan tersebut dapat ditulis
|
í A ~ |¯m
H
÷ (- - ¯) m
n
- m X
-
¯
] 931,5 MeV/sma (1O-7)
Keterangan:
|
í A ~ energi ikat inti (MeV)
m
n
~ massa neutron (sma)
m
t
~ massa proton (sma)
m
e
~ massa elektron (sma)
¯ dan -~ nomor atom dan nomor massa
m X
-
¯
~ massa inti atom
lnergi ikat inti belum dapat menggambarkan kestabilan nuklida.
Perkiraan tentang kestabilan inti dapat dilakukan dengan memerhatikan
harga energi ikat rata-rata per nukleon.
Tabel 10.2
Massa Proton, Neutron, dan llektron
Tabel 10.3
Massa Beberapa lsotop
Nama Simbol
Massa
(sma)
Neutron
1
O
Ò 1,OOo665
Proton
1
1
H 1,OO7o25
Deutron
2
1
H 2,O111O2
1riton
3
1
H 3,O16O19
Helium-3
1
3
H 3,O16O19
Helium-1
1
2
H 1,OO26O2
Alfa
1
2
o 1,OO26
lithium-6
6
3
li 6,O151
lithium-7
7
1
li 7,O16O
Berillium-o
o
1
Be o,OO5O
Berillium-9
9
1
Be 9,O121
Boron-1O
1O
5
B 1O,O129
Boron-11
11
5
B 11,OO93
Carbon-12
12
6
C 12,OOOO
Carbon-13
13
6
C 13,OO33
Carbon-11
11
6
C 11,OO3O
Tabel 10.1
Massa Beberapa lsotop
Partikel kg sma MeV
proton 1,6726×1O
-27
1,OO7276 93o,2o
neutron 1,675O×1O
-27
1,OOo665 939,57
elektron 9,1O9O×1O
-31
O,OOO519 O,511
Isotop Simbol
Massa
(sma)
Neutron n 1,OOo665
Hidrogen
1
1
H 1,OO7o25
Deuterium
2
1
H 2,O111O
1ritium
3
1
H 3, O16O5
Helium-1
1
2
He 1, OO26O
Karbon-12
12
6
C 12,OOOOO
Besi-5o
5o
26
le 57,9332o
1embaga-63
63
29
Cu 62, 9296O
Krvpton-9O
9O
36
Kr o9,91959
Barium-113
113
56
Br 112,92O51
Uranium-235
235
92
U 235,O1395 Massa isotop
2
1
H adalah 2,O111O2 sma. 1entukan energi ikat inti
2
1
H, jika massa atom
1
1
H ~ 1,OO7o25 sma dan massa neutron ~ 1,OOo665 sma.
Contoh 10.2
Sumber: Conceptual Physics, 1998
Sumber: Physics for Scientist and Engineers, 2000
Sumber: Conceptual Physics, 1998
Fisika Inti dan Radioaktivitas 263
]awab:
Diketahui: m
2
1
H ~ 2,O111O2 sma, m
1
1
H ~ 1,OO7o25 sma, m
n
~ 1,OOo665 sma.
|
í A ~ |¯m
H
÷ (- - ¯)m
n
- m
2
1
H] 931,5 MeV/sma
~ |(1)(1,OO7o25) + (2 - 1)(1,OOo665) - 2,O111O2] 931,5 MeV/sma
~ (O,OO23oo sma)(931,5 MeV /sma) ~ 2,22 MeV
]adi, energi ikat pernukleonnva
2, 22
MeV 1,11 MeV
2
|
í
í
-
A

Semakin besar energi ikat rata-rata per nukleon,
kestabilannva akan semakin tinggi karena diperlukan
energi vang besar untuk membongkarnva. Orafik
energi ikat per nukleon terhadap nomor massa
berbagai inti dapat Anda perhatikan pada Cambar
10.4. Berdasarkan grafik tersebut dapat disimpulkan
bahwa:
a. untuk harga - vang kecil, energi ikatnva kecil
dan naik cepat sesuai dengan pertambahan -,
b. untuk harga - disekitar 6O, energi ikat
maksimumnva hampir tidak bertambah, vaitu
o,o MeV dan turun menjadi o,1 MeV untuk -
~ 11O,
c. untuk harga - di atas 11O, energi ikatnva turun
hingga mencapai 7,6 MeV.
6. Gaya Inti
Oava inti bersifat saling menolak pada jangkauan sangat pendek dan
saling menarik pada jarak nukleon vang agak jauh. ]ika tidak demikian,
nukleon dalam inti akan menvatu. Sifat-sifat gava inti, antara lain:
a. gava inti memiliki prinsip dasar vang berbeda dengan gava gravitasi
maupun gava coulomb,
b. gava inti tidak bergantung pada muatan listrik sehingga besarnva
gava antara proton-proton atau neutron adalah sama,
c. gava inti bekerja pada jarak vang sangat pendek, vaitu sekitar 1O
-15
m atau 1 fermi,
d. gava inti sangat besar sehingga diperlukan energi sebesar o MeV
untuk memisahkan dua buah elektron.
Gambar 10.4
Grafik energi ikat per nukleon
terhadap nomor massa berbagai
inti.
Kata Kunci
• isotop
• hipotesis proton-elektron
• hipotesis proton-neutron
• nomor atom
• nomor massa
• nuklida
• defek massa
• energi ikat inti
1. ]elaskan dengan singkat efek penggabungan nukleon
terhadap massa inti atom vang terbentuk.
2. 1entukan banvak proton, neutron, dan elektron dalam
atom-atom berikut.
a.
1O
5
Be d.
o5
37
Rb
b.
29
11
Si e.
239
95
Am
c.
35
17
Cl
3. Massa inti
21
12
Mg adalah 23,993 sma. Massa nukleon
bebas adalah massa proton 1,OO7 sma dan massa neutron
1,OOo sma. (1 sma ~ 931,5 MeV)
Tes Kompetensi Subbab A
Kerjakanlah pada buku latihan.
a. 1entukan susut massanva (defek massa).
b. 1entukan energi ikat intinva.
1. a. lnergi ikat
2O
1O
Ne adalah 16O,61 MeV. Carilah
massa atomnva.
b. Manakah inti vang lebih mantap,
7
3
li atau
o
3
li '
9
1
Be atau
1O
1
Be .
5. Carilah defek massa, energi ikat inti, dan energi ikat
per nukleon untuk atom
12
6
C .
B/A, MeV
per nukleon
nomor massa A
200 100
0
5
10
2
H
6
Li
9
Be
11
B
14
N
19
F
75
As 125
Te
4
He
12
C
20
Ne
35
Cl
56
Fe
89
Y
110
Cd
141
Pr
160
Dy
197
Au
180
Hf
209
Bi
238
U
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 264
B. Radioaktivitas
1. Sejarah Penemuan Radioaktif
Oejala radioaktif ini ditemukan oleh Henrv Becquerel pada 1o96
secara tidak sengaja. la sedang meneliti sifat |·s|·resens| dan ||u·resens|
pada garam uranium vang disinari dengan sinar-X. S||c( |·s|·resens| cJc|c|
|ertenJcrnsc suc(u zc( ¡||c (er|enc rcnzscnzcn cc|csc mes||tun rcnzscnzcn
|(u J||en(||cn. Misalnva, pada rambu-rambu lalu lintas vang bersinar jika
terkena sorotan lampu.
Oaram uranium vang dipergunakan Becquerel, diletakkan pada
bungkusan plat fosforesensi dan dijemur di bawah sinar Matahari. Ketika
plat fosforesensi dicuci atau diproses pada film negatif ternvata terdapat
pola hitam sesuai bentuk kristalnva. Becquerel menvimpulkan bahwa
radiasi vang menghitamkan plat potret bukanlah berasal dari cahava luar
melainkan berasal dari garam itu sendiri. Òleh sebab itu, gejala ini disebut
gejala radioaktif atau radioaktivitas.
2. Jenis-Jenis Radioaktif
Dari penemuan Becquerel, banvak ilmuwan vang kemudian meneliti
tentang sinar radioaktif ini, salah satunva adalah £rnest Rutherford. Pada
19O3, ia dengan postulatnva menvatakan bahwa radioaktif bukan hanva
disebabkan oleh perubahan vang bersifat atomis, melainkan pemancaran
radioaktif berlangsung bersamaan dengan perubahan tersebut. Rutherford
memperlihatkan adanva dua macam radiasi vang keluar dari uranium dengan
cara mengukur kuat arus listrik vang timbul oleh adanva ionisasi udara.
Pada 1o9o, Marie Curie dan suaminva Pierre Curie menemukan
dua unsur radioaktif vang disebut polonium dan radium. Berdasarkan
terjadinva sinar radioaktif ini, maka radioaktivitas dapat dibedakan
menjadi dua kategori, antara lain:
a. radioaktif alamiah, vaitu pemancaran sinar radioaktif vang terjadi
secara spontan akibat tidak stabilnva inti atom,
b. radioaktif buatan, vaitu pemancaran sinar radioaktif vang berasal
dari inti-inti stabil vang diganggu kestabilannva dengan cara-cara
tertentu, hingga menjadi inti vang tidak stabil.
Salah satu jenis radiasi vang mudah diserap adalah sinar alfa (o ). Radiasi
lain vang memiliki dava tembus lebih besar dinamakan sinar beta ( µ ), serta
sebuah panjang gelombang vang pendek disebut sinar gamma (v ).
Anda dapat mengetahui karekteristik sinaro , sinar µ , dan sinar v
melalui pembiasan radiasi dengan tabung OM (Oeiger Muller). Perhatikan
Cambar 10.5. Ketika sumbu radioaktif ditempatkan pada salah satu ujung
medan magnet dan tabung OM pada ujung vang lain, ternvata sinar o
dibiaskan ke piringan negatif dan sinar µ akan dibiaskan ke piringan positif.
]adi, dapat disimpulkan bahwa sinaro bermuatan positif ( o
1
2
atau
1
2
He ),
sinar µ bermuatan negatif ( µ
~
O
1
atau
~
e ), sedangkan sinar v netral ( v
O
O
).
Berikut ini akan dijelaskan pemancaran sinar alfa (o ), sinar beta
( µ ), dan sinar gamma ( v ).
a. Pemancaran Sinar Alfa ( o )
Massa maupun muatan sinar alfa identik dengan inti helium (He).
]ika suatu zat radioaktif memancarkan sinar alfa, nomor atom zat itu
Gambar 10.6
Dalam medan magnet, hanya sinar
v yang tidak dibelokkan.
sumber
radioaktif radium
sumber µ
magnet kuat
ratemeter
P
Q
Gambar 10.5
Pengujian pembiasan sinar µ
dalam medan magnet.
o
µ
v
Sumber: Physics for ‘O’ Level, 1990
Sumber: Conceptual Physics, 1998
Fisika Inti dan Radioaktivitas 265
akan berkurang 2 dari nomor atom induknva dan nomor massanva akan
berkurang 1. Secara umum, reaksi pemancaran alfa (o ) dapat dituliskan
sebagai berikut.
o
~
~
-
1 1
2 2
X X
- -
¯ ¯
Contoh: o -
23o 231 1
92 9O 2
U X
b. Pemancaran Sinar Beta ( µ )
Muatan dan massa sinar µ sama dengan elektron. Hal ini karena
sinar beta tidak lain adalah elektron (diberi lambang µ
~
O
1
atau
~
O
1
e ).
Sesuai dengan Hukum Kekekalan Nomor Massa dan Nomor Atom, suatu
inti induk vang secara spontan memancarkan sinar µ akan menghasilkan
inti anak vang nomor massanva tetap dan nomor atomnva bertambah satu.
Secara umum, reaksi pemancaran µ ditulis sebagai berikut.
µ
~
-
O
1 1
X Y
- -
¯ ¯
t
Contoh: µ
~
-
11 11 O
6 7 1
C N t
dengan t adalah neutrino.
c. Pemancaran Sinar Gamma ( v )
Berbeda halnva dengan pemancaran sinar o dan sinar µ vang
memancarkan partikel bermuatan, pemancaran sinar v bukanlah
berbentuk partikel tetapi gelombang elektromagnetik. ]ika pada
pemancaran sinar o dan µ terjadi perubahan struktur jumlah proton
dan neutron, pada pemancaran sinar v terjadi perubahan susunan partikel-
partikel pembentuk inti atom. Sinar v tidak memiliki massa maupun
muatan. Òleh karena itu nuklida tereksitasi vang memancarkan sinar v
tidak mengalami perubahan nomor atom maupun nomor massa.
Pemancaran sinar v diawali oleh inti induk X vang secara spontan
memancarkan sinar µ dan membentuk inti baru ¥
*
vang berada dalam
keadaan eksitasi. Selanjutnva, inti baru dalam keadaan eksitasi ini secara
spontan memancarkan sinar v untuk menjadi inti stabil (¥). proses
perubahan ini ditunjukkan pada Cambar 10.7. Reaksi inti pemancaran
sinar v ini biasanva ditulis sebagai berikut.
µ v
~
-
O O
1 1 O
X Y
- -
¯ ¯
Contoh: µ v
~
-
12 12 O O
5 6 1 O
B C
Kesimpulan dari karakteristik sinar radioaktif, vaitu sinaro , sinar µ , dan
sinar v ditunjukkan pada Tabel 10.4. Dava tembus sinar o , sinar µ ,
dan sinar v masing-masing ditunjukkan pada Cambar 10.S.
µ

µ

1,015 MeV
0,834 MeV
Gambar 10.7
Pemancaran µ dan v dalam
peluruhan
27
12
Mg dan
27
13
Al .
Carilah informasi mengenai
pemanfaatan sinar o, µ , dan v .
Tugas Anda 10.1
sumber radioaktif
kertas
aluminium
timbal
Gambar 10.8
Daya tembus partikel o, µ , dan v .
v
27
12
Al*
27
12
Al*
o
µ
v
Tabel 10.4
Karakteristik Sinar Radioaktif
Kertas tipis
Kulit manusia
Aluminium (5 mm)
1imbal tipis
]enis Sinar
Radioaktif
Reaksi Alamiah Massa
Pembiasan dalam
Medan Magnet
Kemampuan
Dava Tembus
Muatan
Alfa (o )
Beta ( µ )
Oamma (
v
)
lnti helium
llektron
Radiasi elektromagnetik
Positif
Negatif
1idak bermuatan
Kecil
Besar
1idak dibiaskan
Besar
Rendah
1idak bermassa
Sumber: Conceptual Physics, 1998
Sumber: Physics for ‘O’ Level, 1990
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 266
3. Pelemahan Intensitas Sinar Radioaktif
]ika sinar radioaktif dilewatkan pada sebuah keping dengan ketebalan
\, ternvata intensitas sinar radioaktif sebelum melewati bahan (í
O
) lebih
besar daripada setelah melewati bahan (í). Pelemahan intensitas ini
memenuhi persamaan:
~

O
\
í í e (1O-o)
Keterangan:

~ koefisien pelemahan bahan (1/m),
e ~ bilangan natural ~ 2,71o2o
Seandainva intensitas sinar radioaktif setelah melewati keping tinggal
separuh dari intensitas sinar radioaktif semula
( \

| |
\ !
O
1
2
í í , maka
Persamaan (10-S) dapat disederhanakan menjadi:
í ~
~
O
\
í e
O
1
2
í
~
~
O
\
í e
1
2
~
~ \
e
~ ln1 ln2
~
~ \
O - O,693 ~ ~ \
sehingga diperoleh

O, 693
\
(1O-9)
Harga \ pada Persamaan (10-9) disebut Hc|| Vc|ue Lcser (HVl) atau
lapisan harga paruh.
Suatu keping memiliki HVl 3 cm. Berapakah besar intensitas sinar radioaktif setelah
melewati keping setebal 9 cm'
]awab:
Diketahui: HVl ~ 3 cm ~ 3 × 1O
-2
m
\ ~ 9 cm ~ 9 × 1O
-2
m
HVl ~
2
O, 693 O, 693
23,1 /m
3 1O m

~
-

2
23,1 /m 9 1O m
O O
O
2,71o2o O,125
\
í
í í e í í
í

~
~ ~
- -
]adi, intensitas sinar radioaktif setelah melalui keping adalah O,125 í
O
.
Contoh 10.3
4. Peluruhan Radioaktif (Desintegrasi)
Peluruhan terjadi secara spontan dan tidak dapat dikontrol serta
dipengaruhi oleh persenvawaan kimia dan fisika seperti pengaruh suhu
dan tekanan. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa kemampuan suatu
unsur untuk meluruh berbeda-beda. Ada unsur vang dalam waktu singkat
semua intinva meluruh, dan ada pula vang meluruh dengan lambat.
Contohnva, sejumlah besar inti atom | dari suatu radioisotop vang meluruh
memancarkan partikel-partikel o dan µ serta diikuti pemancaran v .
Gambar 10.9
Pelemahan intensitas oleh bahan
dengan ketebalan X.
X
Tokoh
Marie Curie
(1867–1934)
Marie Curie dilahirkan di Warsawa,
Polandia. Nama aslinya adalah Marie
Sklodowska. Ia belajar Matematika,
Fisika, dan Kimia di Paris. Marie
bersuamikan Pierre Curie seorang ahli
fisika juga. Mereka bekerja sama dalam
meneliti radiasi yang dihasilkan oleh
bahan radioaktif dan mereka berhasil
menemukan unsur thorium yang
bersifat radioaktif. Pada 1898, mereka
menemukan dua unsur radioaktif baru,
yaitu polonium dan radium. Untuk
keberhasilan ini, Marie dan Pierre Curie
serta Henri Becquerel mendapat
hadiah Nobel untuk bidang Fisika pada
1903. Pada 1910, Marie berhasil
memisahkan radium murni dan
mempelajari sifat-sifat kimianya. Untuk
hasil kerja kerasnya ini, Marie kembali
mendapatkan hadiah Nobel yang kedua
dalam bidang kimia pada 1911. Marie
meninggal tahun 1934 akibat kanker,
yang mungkin disebabkan ia terlalu
lama berinteraksi dengan bahan-
bahan radioaktif.
Sumber: Science Encyclopedia, 1998
Fisika Inti dan Radioaktivitas 267
]umlah rata-rata atom (J|) vang akan meluruh dalam waktu J( adalah
berbanding lurus dengan jumlah atom | sehingga dapat diberikan dalam
persamaan
ì ~
J|
|
J(
(1O-1O)
di mana ì disebut konstanta peluruhan vang merupakan karakteristik
dari suatu radioisotop tertentu. 1anda negatif menunjukkan bahwa jumlah
atom unsur induk berkurang. ]ika Persamaan (10-10) diintegrasikan
ì ì = ~
í í
O O
O
ln
|
|
(
(
J| |
J( (
J( |
diperoleh
| ~ |
O

ì ~
e
(
(1O-11)
Keterangan:
|
O
~ jumlah inti radioaktif mula-mula
| ~ jumlah inti radioaktif vang meluruh pada waktu (
]umlah vang meluruh per satuan waktu adalah ì| disebut juga
dengan -|(|t|(cs (A) dari suatu zat radioaktif. Persamaan (10-11) dapat
juga ditulis
O O
e atau e
( (
- | | - -
ì ì
ì ì
~ ~
(1O-12)
dengan -
O
~ aktivitas radioaktif meluruh pada waktu ( ~ O.
a. Waktu Paruh
Pada waktu aktivitas berubah menjadi setengah aktivitas mula-mula
( \
| |
\ !
O
1
2
- , maka waktu vang diperlukan untuk peluruhan disebut uc|(u
tcru| (|c|| |||e) dan disingkat dengan
1
2
T . ]adi, untuk | (() ~
O
1
2
|
Persamaan (10-11) menjadi:
ì ì
ì ì
~ ~
= = ~ =
1 1
2 2
O O 1 1
2 2
1 1 1
ln ln2
2 2 2
T T
| | e e T T
sehingga
ì ì

1
2
ln2 O, 693
T
(1O-13)
Konstanta peluruhan ì dapat dirumuskan dengan ì
1
2
O, 693
T
. Hubungan
antara aktivitas atau jumlah atom dengan waktu paruh dilukiskan pada
Cambar 10.11.
Dengan memerhatikan grafik pada Cambar 10.11 berarti untuk
( ~ nT berlaku
( \

| |
\ !
O
1
2
1
dengan
2
n
(
| | n
T (1O-11)
Gambar 10.10
Peluruhan inti atom
Gambar 10.11
Peluruhan unsur
23
Na dengan T 1
2
= jam.
N = N
0
1
2
N
0
N
N
0
1
4
N
0
1
8
N
0
1
16
N
0
T 2T 3T 4T 5T
0
t
15 30 45 60 75 90
2
4
6
8
10
12
14
16
Aktivitas
(10
3
C/menit)
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 268
Persamaan (10-14) menunjukkan hubungan antara inti atom vang
belum meluruh (inti sisa) |, inti mula-mula |
O
, dan kelipatan waktu
paruh. ]ika setiap ruas dikalikan ì , akan didapatkan
O
1
2
n
| | ì ì
O
1
2
n
- - (1O-15)
Keterangan:
- ~ aktivitas unsur setelah waktu (
-
O
~ aktivitas unsur mula-mula
b. Satuan Radioaktivitas
Aktivitas 1 gram
226
Ra dinvatakan sebagai satuan radioaktivitas
sebesar 1 Curie (Ci). Òleh karena 1 gram
226
Ra mengandung
23
6, O22 1O
226

atom dengan laju peluruhan per detik sama dengan ì ~ 1,3o × 1O
-11
,
maka
1 Curie ~ 1 Ci ~

11 23
1, 3o 1O 6, O22 1O
226
~

~ 3,7 × 1O
1O
disintegrasi/sekon
Satuan Sl untuk radioaktivitas adalah Becquerel (Bq) vang
didefinisikan sebagai aktivitas 1 disintegrasi/sekon. Dengan demikian,
1 Ci ~ 3,7 ×1O
1O
Bq ~ 37 OBq.
Hitunglah tetapan peluruhan dari partikel pengion vang memiliki waktu paruh 1 tahun.
]awab:
Diketahui:
1
2
T ~ 1 tahun
Dengan menggunakan persamaan
1
2
T ~
O, 693
ì
, diperoleh
1
2
O, 693 O, 693
O,17/tahun
1 T
ì
]adi, tetapan peluruhan adalah O,17/tahun.
Contoh 10.4
Peluruhan radioaktif merupakan proses vang acak, vaitu inti tersebut
meluruh secara tidak berkaitan satu dengan vang lainnva. Berikut ini
diperlihatkan lima jenis peluruhan radioaktif.
inti induk kejadian peluruhan inti anak
peluruhan
gamma
pemancaran sinar gamma
peluruhan
alfa
pemancaran partikel alfa
Fisika Inti dan Radioaktivitas 269
peluruhan
beta
penangkapan elektron
oleh neutron nuklir
penangkapan
elektron
penangkapan elektron
oleh proton nuklir
penangkapan
elektron
penangkapan positron
oleh proton nuklir
~ proton (muatan ~ ÷e) ~ elektron (muatan ~ -e)
~ neutron (muatan ~ O) ~ elektron (muatan ~ ÷e)
Gambar 10.12
Lima jenis peluruhan radioaktif
= +
+ =
+ =
Aktivitas sebuah sumber radioaktif berkurang
1
o
bagian dari aktivitas awalnva dalam
selang waktu 3O jam. 1entukan waktu paruh dan tetapan peluruhannva.
]awab:
Diketahui: - ~
1
o
-
O
( ~ 3O jam
Untuk menentukan waktu paruh, dapat digunakan persamaan
O
1 1 1
2 o 2
n n
- - -

3
1 1
2 2
n

maka n ~ 3
1
2 1
2
3O
3 1O jam
3 3
( (
T
T
- -
]adi, waktu paruh sumber radioaktif adalah 1O jam.
Untuk menentukan tetapan peluruhan, digunakan persamaan
1
2
O, 693 O, 693
O, O693/jam
1O T
ì
]adi, tetapan peluruhannva adalah O,O693/jam.
Contoh 10.5
Gambar 10.13
Deret uranium
4. Deret Radioaktif
Dalam pemancaran sinar radioaktif, inti vang terjadi tidak langsung
menjadi inti stabil dan masih dapat memancarkan sinar radioaktif. Hal
ini berlangsung secara terus-menerus sehingga diperoleh inti vang stabil.
Misalnva, peluruhan
23o
92
U akan meluruh menjadi inti atom
231
9O
1h dan
berakhir pada inti atom
2O6
o2
Pb vang stabil. Òleh karena dimulai dari
uranium, deret ini disebut deret uranium.
Sumber: Konsep Fisika Modern, 1983
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 270
Adapun deretan peluruhan o dan µ vang berlangsung dari inti
induk menjadi inti vang mantap sebagai hasil akhir untuk deret uranium
ditunjukkan oleh Cambar 10.13.
Proses peluruhan radioaktif berantai mengikuti suatu deret radioaktif.
Ada empat deret radioaktif seperti tercantum pada Tabel 10.5.
Tabel 10.5
Deret Radioaktif
1n 1horium
232
9O
1h 1,39 × 1O
1O 2Oo
o2
Pb
1n ÷ 1 Neptunium
237
93
Np
2,25 × 1O
6 2O9
o3
Bi
1n ÷ 2 Uranium
23o
92
U 1,51 × 1O
9 2O6
o2
Pb
1n ÷3 Aktinium
235
92
U 7,O7 × 1O
o 2O7
o2
Pb
Nomor
Massa
Deret Induk
Umur Paruh
Tahun
Produk Mantap
Akhir
5. Pengertian Dosis Serapan
Seperti dijelaskan pada awal bab, bahwa untuk mencapai
kestabilannva setiap unsur radioaktif selalu memancarkan sinar radioaktif.
Dalam perambatannva, sinar radioaktif tersebut membawa energi. ]ika
sinar radioaktif ini mengenai suatu materi, energinva akan diserap oleh
materi tersebut. Perhatikan Cambar 10.14.
Banvaknva energi radiasi pengion vang diserap oleh materi per satuan
massa tertentu disebut J·s|s serct. Secara matematis ditulis
í
D
m

(1O-16)
Keterangan:
D ~ dosis serap
m ~ massa materi penverap energi
í ~ energi radiasi
Satuan dosis serap dalam Sl adalah grav (Ov).
Dengan 1 Ov ~ 1 ]/kg ~ 1OO rad.
Suatu materi vang massanva 1OO gram menverap energi radiasi pengion berupa sinar
gamma sebesar 2 × 1O
-1
]oule. 1entukanlah besar dosis serap materi itu.
]awab:
Diketahui: m ~ 1OO gram ~ O,1 kg
í ~ 2 × 1O
-1
]
Hitung besarnva dosis serap dari suatu materi vang massanva 2OO gram, jika materi
tersebut menverap energi radiasi pengion sebesar 1 × 1O
-1
joule.
D ~
í
m
~
1
2 1O ]
O,1 kg
~

~ 2 × 1O
-3
]/kg
]adi, besar dosis serap materi itu adalah 2 × 1O
-3
joule/kg atau 2 × 1O
-3
grav.
Contoh 10.6
Gambar 10.14
Energi radiasi yang diserap materi
bermassa m.
sinar radioaktif
m
Kata Kunci
• radioaktivitas
• fluorisensi
• eksitasi
• daya tembus
• peluruhan
• waktu paruh
• aktivitas
• dosis serap
Sumber: Konsep Fisika Modern, 1983
Fisika Inti dan Radioaktivitas 271
6. Pengukuran Radioaktivitas
Sinar vang dipancarkan oleh unsur radioaktif tidak dapat dirasakan
oleh manusia. Untuk itu diperlukan alat vang dapat mengukur dan
mendeteksi keaktifan suatu unsur atau untuk mengetahui ada dan
tidaknva sinar-sinar radioaktif.
Sinar vang dipancarkan oleh inti unsur radioaktif dapat mengionkan
atom dari zat-zat vang dilaluinva. Alat untuk mendeteksi dan mengukur
keaktifan suatu unsur dibuat berdasarkan sifat tersebut. Beberapa alat
deteksi sinar radioaktif adalah emulsi film potret, pencacah Oeiger-Muller,
kamar kabut Wilson, dan sintilator.
a. Emulsi Film Potret
Sinar vang dipancarkan oleh unsur radioaktif, mengionkan lapisan
emulsi sepanjang lintasan vang dilaluinva di atas permukaan film potret.
]ika film potret itu dicuci dan dicetak, lintasan sinar radioaktif dapat
dilihat dan diukur.
b. Pencacah Geiger-Muller
Pencacah Oeiger-Muller disebut juga pencacah Oeiger (Ge|zer
c·un(er). Pencacah Oeiger adalah alat untuk mengukur keaktifan unsur
radioaktif. Pencacah Oeiger merupakan alat deteksi sinar radioaktif vang
paling banvak digunakan. Alat pencacah Oeiger ditunjukkan pada
Cambar 10.15.
Peralatan ini terdiri atas sebuah tabung silinder terbuat dari logam.
Di dalam tabung dipasang sebuah kawat konduktor vang halus. Kawat
itu bertindak sebagai katode dan tabung sebagai anode. 1abung itu diisi
dengan gas atau campuran gas dengan tekanan rendah (1O cmHg).
1abung dan kawat diberi beda potensial kira-kira 1.OOO volt untuk
mempercepat ion dari gas vang terbentuk di dalam tabung. Sinar radioaktif
vang masuk melalui jendela tipis pada salah satu ujung tabung akan
mengionkan gas vang berada di dalam tabung. Arus listrik vang dihasilkan
oleh ion vang terbentuk itu sangat lemah. Akan tetapi, beda tegangan
1.OOO volt akan mempercepat ion itu. lon vang dipercepat itu mengionkan
lagi atom-atom gas vang lain sehingga arus listrik vang terjadi cukup
besar. Dalam waktu vang singkat arus terputus, tetapi setiap kali partikel
radioaktif masuk ke dalam tabung, timbul pulsa arus listrik dalam
rangkaian. Pulsa ini diperkuat sehingga dapat dipakai untuk menvalakan
rangkaian pencacah elektronik.
c. Kamar Kabut Wilson
Kamar kabut Wilson adalah alat untuk melihat dan memotret lintasan
partikel alfa vang melalui gas. Alat itu terdiri atas silinder tertutup dengan
piston berisi udara bercampur uap air jenuh atau nitrogen.
Perhatikan Cambar 10.17. Pada dinding bagian dalam diletakkan
unsur radioaktif (n). Partikel alfa vang dipancarkan oleh unsur itu akan
mengionkan molekul-molekul gas di dalam silinder. Sementara itu, piston
í ditarik keluar sehingga uap jenuh tadi akan mendingin secara tiba-
tiba sehingga butir-butir uap air di dalam silinder menjadi jenuh. lon-ion
vang terbentuk sepanjang lintasan partikel alfa menarik butir-butir uap
air, dan dapat dilihat atau dipotret jika gas di dalam silinder disorot dengan
cahava lampu.
Gambar 10.15
Pencacah Geiger-Muller
Gambar 10.16
Bagian-bagian alat
pencacah Geiger-Muller
10
3
V

+
jendela tipis
gas
kawat elektrode
(anode)
tabung dari
logam (katode)
isolator
– +
Gambar 10.17
Kamar kabut Wilson
uap
jejak ion
sumber
radioaktif (R)
cahaya
keping
gelas
pengisap (P)
Sumber: Conceptual Physics, 1998
Sumber: Physics for Scientist and
Engineers, 2000
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 272
d. Sintilator (Detektor Sintilasi)
Prinsip kerja sintilator (sc|n(|||c(|·n c·un(er) berdasarkan fluoresensi
zat vang ditimbulkan oleh sinar radioaktif. Sinar radioaktif dijatuhkan
ke permukaan lavar fluoresensi. Cahava vang dipancarkan oleh lavar
fluoresensi dijatuhkan ke atas permukaan logam sehingga permukaan
logam tersebut mengeluarkan elektron. Kemudian, elektron tersebut
dijatuhkan kembali ke atas permukaan logam kedua. logam kedua
mengeluarkan elektron lebih banvak daripada elektron vang keluar dari
permukaan logam pertama.
Keping-keping logam vang dapat melipatgandakan elektron terdapat
di dalam sebuah alat vang disebut fotomultiplier (t|·(·mu|(|t||er).
lotomultiplier adalah alat untuk memperkuat pulsa arus listrik. Arus listrik
tersebut berasal dari tembakan sinar radioaktif di atas lavar fluoresensi.
Pulsa arus listrik kemudian disalurkan ke alat pencatat seperti pengeras
suara, meter skala, dan lain-lain.
Gambar 10.18
Diagram sintilator yang dilengkapi
dengan fotomultiplier
1. Suatu bahan memiliki HVl 9 cm. ]ika tebal bahan 5 cm,
berapa intensitas sinar radioaktif vang diserap oleh bahan
tersebut'
5. Sesudah 2 jam, seperenambelas bagian suatu unsur
radioaktif masih tersisa. Hitung waktu paruh unsur
tersebut.
6. Sebuah fosil tulang binatang ditemukan oleh seorang
arkeolog. Setelah diteliti, ternvata mengandung sisa
karbon-11 sebesar 25' dibandingkan karbon-11 pada
tulang binatang vang masih hidup. ]ika waktu paruh
karbon-11 itu 5.6OO tahun, tentukan umur fosil itu.
7. Massa unsur
2OO
79
Au radioaktif vang meluruh adalah
3 × 1O
-9
kg. ]ika aktivitas unsur radioaktif itu 2,1o ×
1O
12
Bq, tentukan besar konstanta peluruhannva.
1. Perhatikan reaksi peluruhan berikut.
235 235 231
A B
92 92 91
U U Pa --- ---
1entukan partikel A dan B vang dipancarkan.
2. a. Suatu unsur radioaktif memiliki waktu paruh
1
15
menit. Hitung konstanta peluruhannva.
b. ]ika konstanta peluruhan suatu bahan radioaktif
2,o9 × 1O
-3
kejadian/sekon, berapakah waktu
paruhnva'
3. Waktu paruh dari radon 3,9 hari. Berapa waktu vang
diperlukan agar tersisa
1
32
dari mula-mula'
partikel datang
foton
kristal sintilasi
pulsa keluaran
fotomultiplier
fotokatode
+400 V
+800 V
+1200 V
+1600 V
+200 V
+600 V
+1000 V
+1400 V
Tes Kompetensi Subbab B
Kerjakanlah pada buku latihan.
C. Reaksi Inti
Oejala radioaktif adalah aktivitas suatu inti menjadi inti lain.
Pancaran sinar o hanva mengurangi nukleon dalam inti dengan dua
proton dan dua neutron. Adapun pancaran sinar µ hanva mengubah
satu neutron dalam inti menjadi proton. Òrang pertama vang mengamati
reaksi inti adalah £rnest Rutherford. Pada 1919, Rutherford mempelajari
gejala tumbukan antar partikel o dengan atom-atom gas nitrogen (|
2
)
dan menimbulkan suatu reaksi vang disebutnva reaksi inti. Hasil reaksi
inti ditulis dengan
1 11 17 1
2 7 o 1
He ÷ N Ò ÷ H -
Perhatikan bahwa jumlah nomor atom dan jumlah nomor massa ruas kiri
sama dengan jumlah nomor atom dan nomor massa ruas kanan.
]umlah nomor atom sebelum reaksi 2 ÷ 7 ~ 9
]umlah nomor atom sesudah reaksi o ÷ 1 ~ 9
]umlah nomor massa sebelum reaksi 1 ÷ 11 ~ 1o
]umlah nomor massa sesudah reaksi 17 ÷ 1 ~ 1o
Sumber: Physics for Scientist and Engineers, 2000
Fisika Inti dan Radioaktivitas 273
Pada setiap reaksi inti selalu berlaku hukum kekekalan berikut ini.
1. Hukum Kekekalan Momentum, vaitu jumlah momentum sebelum
dan sesudah tumbukan adalah sama.
2. Hukum Kekekalan Nomor Atom, vaitu jumlah nomor atom sebelum
dan sesudah reaksi sama.
3. Hukum Kekekalan Nomor Massa, vaitu jumlah nomor massa sebelum
dan sesudah reaksi sama.
1. Hukum Kekekalan lnergi 1otal, vaitu energi total sebelum dan
sesudah reaksi sama.
Partikel proton (
1
1
P ) dan deutron (
1
2
D ) juga digunakan untuk
mengganggu kestabilan inti agar inti itu terurai atau berdisintegrasi
menjadi inti lain. Cockroft dan Walton pada 1932 melaporkan hasil reaksi
inti ini dengan proton vang dipercepat melalui media listrik dengan
persamaan reaksi inti:
1 7 1 1
1 3 2 2
H ÷ li He ÷ He -
1. Energi yang Dihasilkan dari Reaksi Inti
Reaksi inti dapat dituliskan dalam suatu persamaan
X ÷ c - ¥ ÷ | ÷ Ò atau X(c, |) ¥ (1O-17)
Keterangan:
X ~ inti sasaran | ~ partikel vang dihasilkan
¥ ~ inti baru vang dihasilkan Ò ~ energi vang dihasilkan
c ~ partikel penembak
Harga Ò suatu reaksi inti didefinisikan sebagai perbedaan antara
energi diam X ÷ c dan energi diam ¥ ÷ |.
Ò ~ |(m
\
÷ m
c
) - (m
s
÷ m
|
)] × 931,5 MeV/sma (1O-1o)
Keterangan:
Ò > O reaksi eksotermik, terdapat energi vang dibebaskan
Ò < O reaksi endotermik, terdapat energi vang diserap
Contoh 10.7
Hitunglah harga Ò untuk reaksi
1O 7 1
5 3 2
÷ B li ÷ He n - , jika m
n
~ 1,OOo7 sma,
m
B
~ 1O,O129 sma, m
li
~ 7,O16O sma, m
He
~ 1,OO26 sma.
]awab:
Ò ~ |(m
\
÷ m
c
) -

(m
s
÷ m
|
)] × 931,5 MeV/sma
~ |(1,OOo7 ÷ 1O,O129) - (1,OO26 ÷ 7,O16O)] sma × 931,5 MeV/sma
~ (O,OO3 sma) (931,5 MeV/sma) ~ 2,791 MeV
Contoh 10.8
]ika massa
2
1
H ~ 2,OO9 sma,
3
1
H ~ 3,O16 sma,
1
2
He ~ 1,OO3 sma, dan
1
O
n ~ 1,OO9 sma.
]ika 1 sma ~ 931 MeV, hitung energi vang dibebaskan pada reaksi
2 3 1 1
1 1 2 O
He ÷ H He ÷ n - .
]awab:
lnergi reaksi sama dengan energi reaktan dikurangi energi produk
lnergi reaktan ~ (2,OO9 ÷ 3,O16) 931 MeV ~ 167o, 275 MeV
lnergi produk ~ (1, OO3 ÷ 1,OO9) 931 MeV ~ 1666, 172 MeV
lnergi reaksi ~ 167o,275 - 1666,172 ~ 12,1O3 MeV
Kata Kunci
• energi reaksi inti
• reaksi eksotermik
• reaksi endotermik
• reaksi berantai
• reaksi fisi
• reaksi fusi
Tokoh
Enrico Fermi
(1901–1954)
Fermi adalah seorang fisikawan
kelahiran Itali. Setelah tahun 1939, ia
pergi ke Amerika Serikat untuk
bekerja dan hidup disana. Ia dikenal
karena menggunakan neutron untuk
menembak atom yang dapat
menghasilkan isotop. Enrico Fermi
mendapat hadiah Nobel pada 1938.
Pada 2 Desember 1942, reaksi rantai
nuklir pertama dihasilkan oleh
sebuah tim ilmuwan yang
dipimpinnya. Percobaan yang sukses
ini bertempat di lapangan Squash
Universitas Chicago, Amerika Serikat.
Reaksi rantai bekerja menyerupai
penyalaan korek api. Panas yang
dihasilkan oleh gesekan pada waktu
mematik korek api menyebabkan
sebagian atom terbakar dan
melepaskan lebih banyak panas
sehingga menyebabkan reaksi terus-
menerus berlangsung.
Sumber: Science Encyclopedia, 1998
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 274
2. Pembuatan Isotop Radioaktif dari Reaksi Inti
Radioaktif dapat diproduksi melalui suatu reaksi inti, proses
pembentukan isotop baru vang radioaktif itu dilakukan dengan
penembakan isotop vang stabil dengan suatu partikel. Sebagai contoh,
isotop radioaktif
197
79
Au ,diperoleh dari penembakan isotop stabil
196
79
Au
oleh neutron dengan reaksi
1 196 197
O 79 79
n ÷ Au Au - .
3. Reaksi Berantai
Penembakan neutron pada uranium-235, inti vang terbentuk dari
penangkapan neutron tersebut tidak stabil sehingga segera terbelah
menjadi inti-inti vang lebih ringan. Hasil pembelahan adalah sebagai
berikut.
1 235 11O 91 1 1
O 92 51 3o O O
n ÷ U Xe ÷ Sr ÷ n ÷ n ÷ Ò -
lsotop
11O
51
Xe dan
91
3o
Sr adalah isotop-isotop vang tidak stabil dengan
memancarkan sinar µ empat kali berturut-turut, isotop
11O
51
Xe akhirnva
berubah menjadi
11O
5o
Ce vang stabil. Demikian juga
91
3o
Sr menjadi isotop
stabil
11O
51
Xe dengan memancarkan sinar µ dua kali berturut-turut. Reaksi
vang demikian disebut rec|s| |ercn(c|. Ò merupakan energi vang
dilepaskan dalam bentuk kalor.
Pada reaktor nuklir, neutron cepat dikendalikan sehingga tidak terlalu
banvak neutron vang terlibat dalam reaksi inti. Namun dalam bom atom,
neutron cepat ini tidak terkendali sehingga terbentuk ledakan vang sangat
dahsvat.
4. Reaksi Fisi
Penemuan reaksi fisi nuklir berawal dari eksperimen interaksi neutron
dengan uranium. 1iga kelompok kerja vang berhasil menemukan fisi nuklir
adalah £nrico Iermi, ]uliet Currie-Savit, dan Otta Hahn-Strassman
pada 1939. Mereka mengatakan bahwa penangkapan neutron oleh suatu
inti uranium akan memberikan gava pada energi permukaan sehingga
inti akan terbelah dua dengan massa sebanding. Kemungkinan lain inti
tereksitasi dan menghasilkan peluruhan gamma. Hal ini disebut rec|s|
||s|. Perhatikan Cambar 10.20.
Cambar 10.20 memperlihatkan inti vang terbentuk
236
92
U tidak
stabil dan segera terbelah menjadi inti-inti lebih ringan vang stabil.
Pasangan-pasangan vang terjadi pada fisi
236
92
U tidak menunjukkan
pasangan vang khas, tetapi merupakan satu dari 1O kemungkinan vang
terjadi di antaranva.

236 91 11O 1
92 36 56 O
U Kr ÷ Ba ÷ 2 n -

236 95 139 1
92 3o 51 O
U Sr ÷ Ba ÷ 2 n -

236 96 1o7 1
92 1O 52 O
U zr ÷ 1e ÷ 3 n - , dan seterusnva.
Pada hampir semua reaksi fisi terjadi pengurangan massa sekitar o,2
sma, berarti 1OO× lebih besar daripada massa vang hilang pada semua
jenis reaksi peluruhannva, sebagai contoh, fisi
235
U dengan neutron lambat
menghasilkan inti
15
Mo

dan
139
la. Massa vang hilang dan energi vang
dihasilkan dihitung sebagai berikut.
U
n
inti bulatan
Gambar 10.19
Diagram reaksi berantai
Gambar 10.20
Pada reaksi pembelahan inti,
jumlah neutron bertambah
pada setiap tingkatan.
inti U-235
reaksi fisi U-235
memunculkan
2 neutron
neutron
pertama
reaksi fisi kedua
menghasilkan 4 neutron
Sumber: Physics for ‘O’ Level, 1990
Fisika Inti dan Radioaktivitas 275

235 1 15 139 1
O 1O 57 O
U ÷ n Mo ÷ la ÷ 2 n -
m A ~ (m
u
÷ m
n
)-(m
Mo
÷ m
la
÷ 2m
n
)
m A ~ (235,O139 ÷ 1,OOo7)-(91,9O5 ÷ 13o,9O61 ÷ 2,O171) ~ O,233 sma.
lnergi fisinva ~ 931 MeV/sma ( m A )
~ (931 MeV/sma) (O,233 sma)
~ 2Oo MeV
Hasil pembelahan inti uranium menghasilkan neutron vang baru (2
sampai 3 neutron), maka akan dapat terjadi proses fisi berantai. Neutron-
neutron hasil pembelahan inti akan mengenai U
-235
vang lain dan
menimbulkan reaksi vang sama secara berantai.
5. Reaksi Fusi
nec|s| |us| adalah penggabungan dua inti ringan menjadi sebuah inti
vang lebih berat disertai dengan pelepasan energi. lnergi vang dilepaskan
lebih besar dibandingkan energi vang diperlukan untuk menggabungkan
kedua inti. lnergi fusi vang cukup besar diperoleh dari Matahari dan
bintang vang merupakan sumber energi di alam semesta ini.
Reaksi fusi mengubah inti hidrogen menjadi inti helium. Oejala ini
terjadi dalam kondisi bintang menurut siklus proton-proton, reaksinva
adalah sebagai berikut.
a. Pada tahap awal reaksi, proton bergabung dengan proton membentuk
deuterium
2
1
D.
1 1 2 O
1 1 1 1
P ÷ P D ÷ ÷ 1,12 MeV µ -
b. Deuterium bergabung dengan proton membentuk inti tritium
3
2
He .
1 2 3 O
1 1 2 O
P ÷ D He ÷ ÷ 5,19 MeV v -
c. lnti
3
2
He bereaksi menghasilkan
1
2
He
3 3 1 1 1
2 2 2 1 1
He ÷ He ÷ P ÷ P ÷ 12,o6 MeV o -
Reaksi fusi vang terjadi di Matahari adalah reaksi penggabungan
hidrogen (
1
1
H) menjadi inti helium (
1
2
He ) sambil membebaskan energi vang
sangat besar. Reaksi penggabungan inti diperlihatkan pada Cambar 10.22.
Contoh reaksi fusi vang terjadi di Matahari adalah sebagai berikut.
1 1 2 O
1 1 1 1
H ÷ H H ÷ e - dengan Ò ~ 3,27 MeV
2 1 3 O
1 1 2 O
H ÷ H He ÷ v - dengan Ò ~ 1,O3 MeV
3 3 1 1 1
2 2 2 1 1
He ÷ He He ÷ H ÷ H - dengan Ò ~ 17, 59 MeV
Contoh lain dari reaksi fusi adalah bom hidrogen. Pada mulanva,
bom hidrogen dibuat setara dengan ledakan 1O megaton 1N1 (kira-kira
7OO kali energi bom atom pertama). Bahan baku bom hidrogen adalah
inti deuterium dan tritium vang kemudian bergabung membentuk inti
helium.
Reaksi fusi vang berlangsung spontan hanva terjadi pada suhu dan
tekanan vang sangat tinggi. Cara mengendalikan reaksi fusi tersebut sukar
dilakukan karena memerlukan suhu sekitar 1O
o
K. Pada suhu tersebut
semua materi akan berbentuk plasma panas sehingga sangat sukar
mencapai partikel n vang cukup panas.
Salah satu usaha vang dilakukan untuk memerangkap plasma reaktif
dalam medan magnetik dirancang oleh Rusia vang disebut (·|cmc|
dengan medan magnetik berbentuk kue donat (torus).
Gambar 10.21
Penggabungan empat inti hidrogen
membentuk inti helium disertai
pelepasan energi.

H
1
1
H
1
1
H
1
1
H
1
1
H
1
1
H
1
1
H
1
1
H
2
1
H
2
1
Hc
3
2
Hc
3
2
Hc
4
2
H
1
1
H–2
(deuterium)
H–3
(tritium)
reaksi fusi
helium
neutron
+
+
+
+
+
+
Gambar 10.22
Reaksi fusi di Matahari
Gambar 10.23
Tokamak
ruang vakum
toroid
arus listrik
luar
medan
magnetik
total
plasma
arus
plasma
medan
magnetik
poloid
medan
magnetik
toroid
Sumber: Physics for Scientist and Engineers, 2000
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 276
Contoh 10.9
Hitunglah energi (dalam MeV) vang dibebaskan oleh penggabungan dua proton dan
dua neutron untuk membentuk sebuah inti helium. (Diketahui massa
1
1
H ~ 1,OO7o25
sma,
1
2
He ~ 1,OO2 sma,
1
O
n ~ 1,OOo665 sma, dan 1 sma ~ 931 MeV)
]awab:
Persamaan reaksi penggabungan intinva adalah
1 1 1
1 O 2
2 H ÷ 2 n He ÷ energi -
lnergi sebelum reaksi
|2 (1, OO7o25) ÷ 2 (1, OOo665)] × 931 MeV ~ 3751, 7O1 MeV
lnergi sesudah reaksi
(1, OO2) (931 MeV) ~ 3725, o62 MeV
lnergi reaksi ~ energi sebelum reaksi - energi sesudah reaksi
~ 3751, 7O1 - 3727,o62 ~ 2o,o12 MeV
]adi, energi vang dibebaskan sebesar 2o,o12 MeV.
5. 1entukan energi ikat inti
2o
11
Si ,
12
6
C ,
11
7
N vang
massanva berturut-turut adalah 27,9o57o sma, 12,OO3oo
sma, dan 11,OO753 sma.
6. Pada reaksi inti neutron dengan trition menghasilkan
sebuah partikel alfa. Berapa banvaknva energi vang
dikeluarkan pada reaksi inti tersebut' 1ulis persamaan
reaksinva. Massa
6
3
li ~ 6,O1513 sma dan massa deutron
2
1
D ~ 2,1119 sma.
7. Perhatikan reaksi inti berikut.

1 7 1
1 3 2
H ÷ li 2 Ò o -
Hitung energi vang dihasilkan jika diketahui massa
1
1
H~ 1,OOo sma,
7
3
li ~ 7,O16 sma,
1
2
2 o ~ 1,OO3 sma
dan 1 sma ~ 931,5 MeV
o. ]awablah pertanvaan berikut.
a. Bagaimana reaksi fisi dapat dikendalikan'
]elaskan.
b. Apa vang menvebabkan kerusakan untuk
mengadakan suatu reaksi fusi'
c. Apa vang dimaksud dengan radiasi dan bagaimana
radiasi dapat berbahava serta bermanfaat bagi
manusia'
1. 1entukan nama partikel X dari reaksi inti berikut ini.
a.
7 1
3 1
li ÷ H 2X -
b.
11 2
7 1
N ÷ X ÷ H o -
c.
27 3O
13 15
Al ÷ P ÷ X o -
d.
1 2 3
1 1 2
H ÷ H He ÷ X -
2. Hitung energi vang dibebaskan pada reaksi inti
7 1 1 7
1 O 1 3
Be ÷ n H ÷ li ÷ - energi, jika diketahui massa
7
1
Be ~ 7,O1693 sma,
7
3
li ~ 7,O16O sma,
1
O
n ~ 1,OOo665
sma, dan 1 sma ~ 931 MeV.
3. 1entukan energi vang dilepaskan pada reaksi fisi berikut
ini.
23o 1 o3 137 1
92 O 36 56 O
U ÷ n Kr ÷ Ba ÷ 1 n ÷ energi -
]ika diketahui: massa
23o
92
U~ 23o,O3OO sma, massa
1
O
n ~ 1,OOo665 sma, massa
o3
36
Kr ~ o3,oOOO sma, massa
137
56
Ba ~ 137,33OO sma, dan 1 sma ~ 931 MeV.
1. Untuk reaksi berikut.
a.
27
13
Al n P
\
s
o , tentukan nomor massa \ dan s.
b.
13
6
X P C o , tentukan nuklida \.
c.
26
23
11 12
Na X Mg o , tentukanlah partikel \.
Tes Kompetensi Subbab C
Kerjakanlah pada buku latihan.
Fisika Inti dan Radioaktivitas 277
D. Reaktor Nuklir, Bom Nuklir, dan Radioisotop
1. Reaktor nuklir
Reaktor nuklir adalah tempat terjadinva reaksi berantai vang
menvangkut fisi nuklir vang terkendali. Reaktor nuklir merupakan sumber
energi sangat efisien. lnergi vang dilepaskan dalam bentuk kalor dan
dapat diambil dengan mengalirkan zat cair atau gas sebagai pendingin
melalui bagian-bagian dalam reaktor itu.
1abung vang biasa dipakai tingginva 1O m, berdiameter dalam 3 m,
dan tebal dindingnva 2O cm. Cambar 10.24 adalah perancangan dasar
reaktor nuklir air-tekan. Air berlaku sebagai moderator dan pendingin
untuk teras. Dalam reaktor air didih, uap air dibiarkan terjadi didalam
tabung reaktor dan kemudian dipakai untuk menggerakkan turbin. Dalam
reaktor air tekan, air vang mengalir melewati teras dipertahankan
bertekanan tinggi sekitar 15O atm. Air vang masuk ke dalam tabung
bertekanan tinggi memiliki suhu 2oO C dan meninggalkannva pada suhu
32O C, melalui penukar kalor vang menghasilkan uap sehingga dapat
memutar sebuah turbin.
Bahan bakar reaktor air ringan adalah uranium oksida (UÒ
2
) vang
tertutup dalam tabung panjang dan sempit. Reaksi dimulai dengan sebuah
neutron vang menumbuk inti sehingga menvebabkan pembelahan inti
disertai dengan terlepasnva dua atau tiga neutron. Neutron mengalami
perlambatan beberapa MeV menjadi energi termal melalui tumbukan
dengan inti moderator, kemudian diteruskan dengan fisi. Selanjutnva, laju
reaksi berantai dapat dikontrol menggunakan batang kontrol vang terbuat
dari kadmium atau boron vang mudah menverap neutron. Ketika batang
ini dimasukkan lebih dalam ke dalam reaktor, laju reaksinva diredam,
uap vang keluar dari turbin didinginkan menjadi air oleh kondensor, dan
oleh pompa sekunder dimasukkan kembali ke alat penukar panas.
Reaktor nuklir pertama dibangun oleh £nrico Iermi (19O1-1951) pada
1912 di Universitas Chicago, Amerika Serikat. Sampai saat ini telah
dibangun berbagai jenis dan ukuran reaktor nuklir. Reaktor-reaktor nuklir
tersebut memiliki beberapa komponen dasar, di antaranva elemen-elemen
bahan bakar, batang kendali, moderator, dan perisai (s||e|J|nz). llemen
Gambar 10.24
Perancangan dasar reaktor Nuklir
air-tekan.
Gambar 10.25
Reaktor nuklir dengan
moderator air
sistem utama sistem kedua
bahan bakar dan
moderator
pelindung
kondensor
pompa
uap air
batang
pengendali
air panas
turbin uap
generator
Informasi
untuk Anda
Beberapa jenis limbah reaktor nuklir
bersifat radioaktif. Limbah ini meng-
hasilkan radiasi nuklir mematikan
yang merusak sel-sel hidup. Beberapa
jenis limbah radioaktif dapat
bertahan ribuan tahun. Oleh karena
itu, limbah yang disimpan rapat
dalam peti kemas tertutup harus
dipendam di bawah tanah. Untuk
menangani limbah nuklir maka
orang harus menggunakan pakaian
seperti terlihat pada gambar berikut.
Some kind of the nuclear reactor
waste is radioactive material. This
waste produce deadly nuclear
radiation that damage living cells.
Some kind of radioactive waste can
last for thousand years. So, nuclear
reactor waste placed in shielded box
must be buried underground.
Overcoming nuclear waste, people
must wear suit like you have seen this
picture.
Information for You
Sumber: Physics for Scientist and Engineers, 2000
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 278
bahan bakar dan batang kendali terletak di dalam suatu tempat vang
dinamakan teras reaktor. Komponen-komponen tersebut ditunjukkan pada
Cambar 10.26.
llemen-elemen bahan bakar reaktor nuklir berbentuk batang-batang
tipis. Bahan bakar vang dipakai pada umumnva adalah unsur-unsur vang
memiliki sifat dapat bereaksi secara fisi, misalnva
235
92
U,
23o
92
U, dan
239
91
Pu .
Moderator berfungsi untuk memperlambat kelajuan neutron-neutron
vang dibebaskan selama proses pembelahan inti (fisi) berlangsung.
Mengapa laju neutron harus diperlambat' Sebuah inti
235
92
U akan lebih
mudah menangkap neutron lambat daripada menangkap neutron cepat.
Akan tetapi, neutron-neutron vang dipancarkan selama proses reaksi fisi
berlangsung bergerak dengan kelajuan tinggi. Òleh karena itu, diperlukan
moderator. Moderator vang paling umum digunakan adalah air berat
(D
2
Ò). Salah satu keunggulan moderator air berat adalah dapat berfungsi
sebagai pendingin teras reaktor.
Ketika sebuah neutron berenergi tinggi keluar dari sebuah elemen bahan
bakar, neutron tersebut memasuki air dan bertumbukan dengan molekul-
molekul air. Neutron cepat akan kehilangan sebagian energinva selama
menumbuk atom-atom air sehingga laju neutron tersebut menjadi lambat.
Batang kendali berfungsi untuk menverap kelebihan neutron vang
dihasilkan dari reaksi pembelahan inti (fisi) sehingga reaksi fisi berantai
vang terjadi di dalam reaktor dapat dikendalikan. Batang kendali biasanva
terbuat dari kadmium atau boron.
Batang kendali menjaga agar setiap pembelahan inti hanva
menghasilkan satu pembelahan tambahan saja. ]ika neutron-neutron dari
tiap pembelahan menghasilkan pembelahan tambahan vang lebih besar
dari satu pembelahan, batang kendali akan ditekan masuk ke dalam
reaktor sehingga kelebihan neutron hasil reaksi diserap oleh batang
kendali. Sebaliknva, jika neutron-neutron dari tiap pembelahan,
menghasilkan pembelahan tambahan vang lebih kecil dari satu
pembelahan, batang kendali sebagian ditarik menjauhi teras reaktor
sehingga neutron vang diserap lebih sedikit.
lnti atom hasil pembelahan dapat menghasilkan radiasi. Agar para
pekerja di sekitar reaktor dapat bertugas dengan aman dari radiasi ini,
dibuat perisai beton untuk menahan radiasi vang dihasilkan selama proses
reaksi fisi berlangsung.
lnergi vang dihasilkan pada proses reaksi fisi berupa panas. Sistem
Gambar 10.26
Komponen-komponen dasar
sebuah reaktor atom: (1) teras
reaktor; (2) elemen bahan bakar;
(3) moderator; (4) batang kendali;
(5) shielding; (6) pendingin.
aliran panas
aliran dingin
uap ke turbin
air dingin
pompa
(1) (2)
(4)
(5)
(3)
(6)
Sebuah reaktor nuklir tidak dapat
meledak seperti bom atom. Akan
tetapi, suatu kecelakaan pada pusat
tenaga nuklir dapat menimbulkan
akibat yang merusak sejumlah besar
wilayah sekitarnya. Pada 1986, terjadi
kecelakaan nuklir terbesar di pusat
tenaga nuklir Chernobyl di Ukraina.
Kecelakaan ini melepaskan zat
radioaktif ke dalam atmosfer dan
mengakibatkan gangguan kesehatan
yang hebat pada penduduk di sekitar
Chernobyl. Penduduk di Eropa pun
mendapatkan dampak yang tidak
kecil.
A nuclear reactor can not explode like
atom bomb. But, an accident in centre
of the nuclear power can cause a
large destruction. In 1986, the biggest
nuclear accident happened in the
Chernobyl nuclear power plant,
Ukraine. This accident released
radioactive material to the
atmosphere and caused severe health
disorder to civilians near by some
European also got the serious effect.
Informasi
untuk Anda
Information for You
Sumber: Physics for ‘O’ Level, 1990
Fisika Inti dan Radioaktivitas 279
pemindahan panas mutlak diperlukan pada suatu reaktor nuklir. Hal
tersebut bertujuan memindahkan panas vang dihasilkan reaksi fisi dari
moderator (pendingin primer) ke pendingin sekunder. Pemindahan panas
ini sangat penting karena pendingin primer biasanva merupakan suatu
rangkaian tertutup. Pendingin dikembalikan lagi ke reaktor setelah panas
vang dibawanva dari teras reaktor dipindahkan ke pendingin sekunder.
Berdasarkan kegunaannva, reaktor nuklir dapat dibedakan menjadi
a. Reaktor Dava
Reaktor dava adalah reaktor vang dapat menghasilkan tenaga listrik.
Reaktor dava pada umumnva merupakan reaktor komersial. Misalnva,
dimanfaatkan untuk Pl1N (Pembangkit listrik 1enaga Nuklir).
b. Reaktor Produksi lsotop
Reaktor produksi isotop adalah reaktor vang menghasilkan radioisotop
vang banvak digunakan dalam bidang kedokteran, industri, biologi,
dan farmasi.
c. Reaktor Penelitian
Reaktor penelitian adalah reaktor vang digunakan untuk penelitian
di bidang pertanian, peternakan, industri, kedokteran, dan sains.
lndonesia memiliki tiga reaktor penelitian dan produksi isotop vang
berada di Bandung, Yogvakarta, dan Serpong. Reaktor vang berada di
Bandung diberi nama 1riga Mark ll (Trc|n|nz, nesecrc|, cnJ ís·(·t
ír·Juc(|·n |s Generc| -(·m|c íí), di Yogvakarta diberi nama reaktor Kartini,
sedangkan vang berada di Serpong diberi nama MPR 3O (Mu|(| íurt·se
necc(·r) vang memiliki dava 3O Mwatt.
Seperti telah dibahas sebelumnva, salah satu pemanfaatan nuklir
adalah untuk Pl1N (Pembangkit listrik 1enaga Nuklir).
Berdasarkan jenis pendinginnva, ada dua jenis Pl1N, vaitu Pl1N
dengan sistem PWR (íressur|zeJ \c(er necc(·r) dan BWR (ß·|||nz \c(er
necc(·r).
a. PLTN dengan Sistem PWR
Bagan Pl1N dengan sistem PWR ditunjukkan
pada Cambar 10.27. Air vang mengalir melewati
teras reaktor dipertahankan agar bertekanan tinggi
(í > 15O atm). Hal ini bertujuan mencegah ter-
jadinva penguapan air vang bersuhu 3OO C. Dalam
reaktor dengan sistem PWR, panas vang dihasilkan
dari reaksi inti diangkut keluar oleh pendingin primer
dengan cara dipompa terus-menerus dan dialirkan
menuju generator pembangkit uap sehingga pada
pembangkit uap dihasilkan uap bertekanan tinggi.
Uap bertekanan tinggi ini digunakan untuk memutar
turbin vang dikopel dengan generator listrik hingga
dihasilkan energi listrik. Setelah keluar dari turbin,
uap didinginkan kembali oleh kondensator hingga
menjadi air, kemudian dikembalikan lagi untuk mengangkut panas
kembali.
b. PLTN dengan Sistem BWR
Pada sistem BWR, tekanan air vang mengalir melewati teras reaktor
lebih rendah daripada sistem PWR, vaitu sekitar 7O atm. Air ini diuapkan
dalam tabung reaktor dan dialirkan untuk memutar turbin sehingga
Tokoh
Otto Hann
Otto Hahn lahir di Frankfurt, Jerman. Ia
mendapatkan gelar Ph.D dari
Universitas Marburg pada 1901. Hahn
mempelajari beberapa unsur radioaktif,
termasuk aktinium dan thorium. Pada
1917, ia dan Lise Meitner berbagi
penghargaan atas penemuan logam
radioaktif yang diberi nama protak-
tinium. Pada 1944, Hahn mendapatkan
hadiah Nobel bidang kimia untuk
keberhasilannya dalam penemuan
pembelahan inti. Proses pembelahan
inti itu disebut fisi nuklir. Para ilmuwan
di Amerika Serikat menggunakan hasil
penemuan Hahn ini untuk membuat
bom atom pada awal 1940-an. Sejak saat
itu penggunaan fisi nuklir untuk tujuan
damai pun dikembangkan.
Sumber: Science Encyclopedia, 1998
Gambar 10.27
Bagan PLTN dengan sistem PWR
Sumber: Fundamental of Physics, 2001
reaktor PWR
generator
pembangkit
uap
pipa uap
generator
kondensator
pompa
pompa
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 280
dihasilkan energi listrik. Uap panas vang masuk ke ruang turbin ini
dimasukkan ke dalam kondensator sehingga berubah menjadi air,
kemudian dipompa kembali memasuki ruang teras reaktor. Bagian Pl1N
dengan sistem BWR ditunjukkan pada Cambar 10.2S.
2. Bom Nuklir
Anda pasti sudah sering mendengar istilah bom atom atau bom nuklir.
Bom nuklir merupakan bom vang menggunakan energi dari tenaga nuklir.
Bom nuklir terdiri atas dua macam, vaitu bom fisi nuklir dan bom fusi
nuklir.
Bom fisi nuklir memanfaatkan energi sangat besar vang dilepaskan
sesudah reaksi pembelahan inti. Bahan bakar vang digunakan adalah
uranium U-235 atau plutonium Pu-239. Uranium dapat ditemukan di
alam, tetapi plutonium hanva dapat diperoleh dari reaksi fisi di teras
reaktor nuklir.
Prinsip kerja bom fisi hampir sama dengan Pl1N. Bahan bakar berupa
U-235 atau Pu-239 membelah menjadi beberapa inti, beberapa neutron,
dan sejumlah energi. Agar reaksi pembelahannva tidak terkendali, bahan
bakar tersebut harus berada dalam massa kritis vaitu massa minimum
vang menvebabkan reaksi tak terkendali. ]ika massa bahan bakar dibawah
massa kritis, jumlah neutron vang bocor lebih banvak dari neutron vang
membelah. Adapun dalam massa kritis, reaksi pembelahan dapat terjadi
secara serentak. Artinva, waktu jeda antar reaksi hanva berorde
mikrodetik atau milidetik. Akibat reaksi pembelahan vang serentak ini,
energi vang dilepaskan dapat terakumulasi.
Ketika terjadi ledakan, sebagian besar energi vang dihasilkan
berupa energi kinetik. Selain itu, dihasilkan juga radiasi panas, kilatan
cahava dan emisi radioaktif. lakta tentang dahsvatnva kekuatan bom
fisi nuklir ini terlihat jelas di kota Hirosima dan Nagasaki, ]epang.
3. Radioisotop
a. Pembuatan Radioisotop
ncJ|·|s·(·t cJc|c| |s·(·t-|s·(·t scnz (|Jc| s(c|||. lsotop vang tidak stabil
selalu memancarkan sinar-sinar radioaktif untuk menjadi isotop-isotop
stabil. Pada umumnva, radioaktif vang digunakan dalam berbagai
Gambar 10.28
Bagan PLTN dengan sistem BWR
Tantangan
untuk Anda
Mengapa molekul dari uranium
(U–235) lebih cepat bergerak
daripada molekul U–238 pada
suhu yang sama?
Tugas Anda 10.2
Apakah Anda pernah mendengar
tragedi Chernobyl? Chernobyl
merupakan pembangkit listrik
tenaga nuklir di Ukraina yang
mengalami kebocoran. Carilah
informasi dari berbagai sumber,
mengapa kebocoran ini bisa terjadi?
Kata Kunci
• reaktor nuklir
• reaktor daya
• reaktor produksi isotop
• reaktor penelitian
• sistem PWR
• sistem BWR
Sumber: Conceptual Physics, 1998
reaktor
air mendidih
uap
turbin
generator
pemindah
panas
pompa
kondensator
transformator
jaringan distribusi
tenaga listrik
Fisika Inti dan Radioaktivitas 281
keperluan tidak tersedia di alam karena waktu paruh dari nuklida aktif
suatu radioaktif tidak terlalu lama. Òleh karena itu, radioisotop tersebut
harus dibuat dari nuklida stabil alamiah dengan reaksi inti. Cara vang
banvak dipakai adalah dengan menembak inti stabil dengan partikel
neutron. Contoh radioisotop buatan Pusat Penelitan 1enaga Nuklir
(PP1N) adalah
21
Na,
32
P,
51
Cr,
99
1c, dan
131
l.
b. Penggunaan Radioisotop
Penggunaan radioisotop antara lain sebagai berikut.
1) Dalam bidang pertanian
Di lndonesia, Badan 1enaga Nuklir Nasional (BA1AN) sebagai
lembaga penelitian telah melakukan penelitian dalam bidang pertanian
dengan teknologi mutasi radiasi. Mutasi radiasi digunakan untuk
mendapatkan tanaman dengan varietas baru vang unggul.
2) Dalam bidang industri
Dalam bidang industri, radioisotop digunakan untuk mengukur
ketebalan material vang dihasilkan oleh suatu pabrik. Misalnva, radiasi
sinar beta digunakan untuk mengatur ketebalan kertas di pabrik kertas
dan sinar gamma digunakan untuk mengatur ketebalan baja.
Di lndonesia, radioisotop telah digunakan dalam teknik polimerisasi radiasi.
Misalnva, dalam vulkanisasi lateks alam dan pelapisan permukaan kavu.
3) Dalam bidang hidrologi
Dalam bidang hidrologi, radioisotop digunakan untuk mengukur laju
aliran atau debit aliran fluida dalam pipa, saluran terbuka, sungai, serta
air dalam tanah. Radioisotop dapat juga digunakan untuk mendeteksi
kebocoran pipa penvalur vang ditanam di dalam tanah.
4) Dalam bidang kedokteran
Cabang ilmu kedokteran vang memanfaatkan gelombang
elektromagnetik pendek, seperti sinar-X disebut radiologi. Radiologi
dimanfaatkan untuk menunjang diagnosis penvakit.
Dalam dunia kedokteran nuklir, prinsip radiologi dimanfaatkan
dengan memakai isotop radioaktif vang disuntikkan ke dalam tubuh.
Kemudian, isotop tersebut ditangkap oleh detektor di luar tubuh sehingga
diperoleh gambaran vang menunjukkan distribusinva di dalam tubuh.
Sebagai contoh, untuk mengetahui letak penvempitan pembuluh darah
pada penderita penvakit penvempitan pembuluh darah, digunakan
radioisotop natrium. Kemudian, jejak radioaktif tersebut dirunut dengan
menggunakan pencacah Oeiger. letak penvempitan pembuluh darah
ditunjukkan dengan terhentinva aliran natrium.
Selain digunakan untuk mendiagnosis penvakit, radioisotop juga
digunakan untuk terapi radiasi. 1erapi radiasi adalah cara pengobatan
dengan memakai radiasi. 1erapi seperti ini biasanva digunakan dalam
pengobatan kanker. Pemberian terapi dapat menvembuhkan, mengurangi
gejala, atau mencegah penvebaran kanker, bergantung pada jenis dan
stadium kanker.
5) Dalam bidang paleotografi
Selain dalam bidang-bidang vang telah disebutkan di atas, radioisotop
juga digunakan untuk menentukan umur batuan, fosil, dan benda-benda
purbakala. Penentuan umur memiliki peranan penting antara lain untuk
mengetahui umur fosil dari masa ribuan tahun vang lalu. Untuk
menentukan umur fosil digunakan radioisotop karbon-11 (C-11) vang
biasa disebut radiokarbon.
Kedua tangan ini memegang
sebongkah uranium–235. Isotop dari
uranium yang digunakan sebagai
bahan dalam reaktor nuklir. Uranium
merupakan salah satu logam berat,
sebongkah kecil uranium ini
massanya 4,5 kg dan harganya lebih
dari 200.000 dolar. Sebelum
memegang uranium, tangan harus
dilindungi dengan sarung tangan
khusus.
This two hand hold a slab of
Uranium-235. It is uranium isotop
used as material in nuclear reactor.
Uranium is one of the heavy metal,
that small uranium slab weights 4,5
kg and the price is more than 200.000
dollars. Before holding uranium,
hands must be covered by a special
handgloves.
Informasi
untuk Anda
Tugas Anda 10.3
Carilah foto-foto tentang kondisi
kota dan warga Hiroshima dan
Nagasaki setelah pengeboman oleh
Amerika Serikat. Diskusikanlah
bersama teman sekelas Anda
tentang dampak negatif bom atom.
Diskusikan juga apakah ada dampak
positif dari bom atom.
Information for You
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 282
lsotop karbon alamiah hanva memiliki nomor massa atom 12, tetapi
radiokarbon memiliki nomor massa 11. lsotop ini terbentuk di alam pada
lapisan atmosfer Bumi bagian atas. Sinar kosmik dari angkasa luar
menabrak atom-atom di atmosfer bagian atas. Akibatnva, akan terbebaskan
elektron, proton, neutron, dan partikel lain. ]ika atom nitrogen menangkap
neutron itu, atom nitrogen akan berubah menjadi atom C-11 sambil
melepaskan proton. Radiokarbon ini berada di atmosfer sebagai karbon
dioksida. lotosintesis menvebabkan C-11 masuk ke dalam tumbuhan
sehingga pada akhirnva seluruh makhluk hidup akan mengandung
radiokarbon. Selain terus-menerus terbentuk, C-11 juga akan terus-
menerus menghilang karena meluruh.
Dalam makhluk hidup vang sudah mati, kadar radiokarbon akan
berkurang terus karena meluruh. Setiap 5.7OO tahun atom-atom
radiokarbon itu tinggal separuh. Kenvataan ini merupakan dasar
penetapan umur fosil vang pertama kali dikembangkan oleh Willard I.
Libbv pada 1919-an.
Contoh penanggalan dengan menggunakan isotop karbon adalah
penanggalan usia sebuah gulungan perkamen vang ditemukan di sebuah
gua di laut Mati.
Gambar 10.29
Magnetic Resonance Imaging
Gambar 10.30
Karbon dapat digunakan
untuk menentukan usia
sebuah gulungan perkamen
yang ditemukan di sebuah
gua di Laut Mati.
Pernahkah Anda mendengar atau membaca tentang |uc|ecr |·n-í·|||erc(|·n
Trec(men(' ltu adalah perjanjian tentang pembatasan penvebaran dan pengurangan
bom nuklir di dunia. Carilah informasi dari berbagai sumber tentang perjanjian
tersebut. Negara mana sajakah vang termasuk negara berkekuatan nuklir' Buatlah
tulisan dari informasi vang Anda dapatkan. Kumpulkan tulisan tersebut kepada
guru Anda. 1ulisan vang paling bagus akan dipresentasikan oleh siswa vang
bersangkutan di depan kelas.
Mari Mencari Tahu
Tantangan
untuk Anda
Apakah radioisotop yang
disuntikkan ke dalam tubuh pasien
untuk mendiagnosis penyakit,
membahayakan pasien itu sendiri?
Sumber: Physics for Scientist and Engineers, 2000
Sumber: Fundamental of Physics, 2001
Fisika Inti dan Radioaktivitas 283
Tes Kompetensi Subbab D
Kerjakanlah pada buku latihan.
3. Sebutkan jenis-jenis reaktor berdasarkan kegunaannva.
1. ]elaskan proses perubahan energi pada Pl1N dengan
sistem PWR sampai dihasilkannva energi listrik.
5. ]elaskan penggunaan radioisotop dalam bidang
kedokteran.
1. Sebutkan bagian-bagian utama dari sebuah reaktor
nuklir.
2. ]elaskan fungsi dari
a. moderator,
b. batang kendali,
c. perisai.
Rangkuman
1. lnti atom terdiri atas proton dan neutron. Kedua
partikel penvusun inti ini disebut nukleon. Proton
bermuatan positif, sedangkan neutron tidak
bermuatan listrik.
2. Untuk memberikan spesifikasi terhadap komposisi inti
digunakan istilah nuklida vang dinvatakan dengan
notasi X
-
¯
, dengan X ~ jenis unsur, A ~ nomor
massa, z ~ nomor atom, N ~ jumlah neutron (A- z).
3. Proses hilangnva sebagian massa neutron menjadi
energi ikat inti disebut defek massa. Proses ini terjadi
pada pembentukan semua nuklida.
1. lnergi ikat inti belum dapat menggambarkan
kestabilan nuklida, kestabilan nuklida dipengaruhi
oleh energi ikat rata-rata per nukleon.
5. 1erdapat tiga macam pemancaran dari unsur radium,
vaitu pemancaran alfa, pemancaran beta, dan
pemancaran gamma.
6. Waktu penuh

1
2
T , adalah waktu vang dibutuhkan
sejumlah unsur radioaktif untuk meluruh menjadi
setengah jumlah semula.
7. Dalam reaksi inti berlaku Hukum Kekekalan Nomor
Atom dan Nomor Massa serta Hukum Kekekalan
lnergi dan Momentum.
o. Reaksi fusi adalah bergabungnva dua inti ringan
membentuk sebuah inti lebih berat sambil
membebaskan energi sangat besar.
9. Reaksi fisi adalah reaksi pembelahan suatu inti berat
ketika ditembaki oleh partikel berenergi tinggi vang
keluar dari sinklotron atau ketika menverap neutron
lambat.
1O. Reaktor nuklir adalah tempat terjadinva reaksi
berantai vang mengangkut fisi nuklir vang terkendali.
Komponen dasar reaktor nuklir adalah teras reaktor,
elemen bahan bakar, moderator, batang kendali,
s||e|J|nz, dan pendingin.
11. Bom nuklir terdiri atas dua macam, vaitu bom fisi
nuklir dan bom fusi nuklir. Bom fusi nuklir meman-
faatkan energi sangat besar vang dilepaskan sesudah
reaksi pembelahan inti. lakta kedahsvatannva terlihat
di kota Hiroshima dan Nagasaki, ]epang.
12. Radioisotop adalah isotop-isotop vang tidak stabil.
Radioisotop digunakan dalam teknologi mutasi radiasi,
teknik polimerisasi radiasi, teknologi pendeteksi
kebocoran, teknologi radiologi, teknologi penentu
umur suatu bahan, dan lain-lain.
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 284
membahas
membahas membahas
membahas
bagian-bagiannva
membahas
Peta Konsep
Iisika Inti dan
Radioaktivitas
lnti Atom Radioaktivitas Reaksi lnti
Reaktor Nuklir, Bom
Nuklir, dan Radioisotop
Partikel
Penvusun lnti
membahas
1. lsotop
2. lsobar
3. lsoton
Stabilitas lnti Atom
berlaku jika
º lnti Ringan, t ~ n
º lnti Berat, t > n
º t dan n berjumlah
genap
lnergi lkat lnti
í ~ m c
2
]enis Sinar Radioaktif
1. Sinar Alfa
2. Sinar Beta
3. Sinar Oamma
Waktu Paruh
Deret Radioaktif
1. 1horium
2. Neptunium
3. Uranium
1. Aktinium
Alat Pendeteksi
Radioaktivitas
1. lmulsi lilm Potret
2. Pencacah Oeiger-Muller
3. Kamar Kabut Wilson
1. Sintilator
Reaksi Berantai
Reaksi lisi
Reaksi lusi
Reaktor Nuklir
1eras reaktor, elemen
bahan bakar, modera-
tor, batang kendali,
s||e|J|nz, pendingin.
Bom lisi
dan Bom lusi
Radioisotop
kegunaannva
º 1eknologi mutasi
radiasi
º Mengukur
ketebalan bahan
º Mendeteksi
kebocoran pipa
º Radiologi
Setelah mempelajari bab ini, tentu Anda telah
memahami bagian-bagian penyusunan inti dan
bagaimana pengaruh rekayasa penyusun inti tersebut.
Anda juga tentu telah memahami mengenai
radioaktivitas dan peluruhan serta perhitungan-
perhitungan yang ada di dalamnya. Dari keseluruhan
materi yang ada pada bab ini, bagian mana yang menurut
Refleksi
Anda sulit dipahami? Coba Anda diskusikan dengan
teman atau guru Fisika Anda.
Banyak sekali manfaat mempelajari Fisika Inti dan
Radioaktivitas. Salah satunya adalah dibangunnya PLTN
yang hemat bahan bakar. Coba Anda cari manfaat lain
mempelajari bab ini. Diskusikan hasilnya bersama teman-
teman Anda.
Fisika Inti dan Radioaktivitas 285
Tes Kompetensi Bab 10
A. Pilihlah salah satu jawaban vang paling benar.
1. Sebuah atom
23o
92
U memiliki ....
a. 92 elektron, 92 proton, dan 116 neutron
b. 92 elektron, 116 proton, dan 92 neutron
c. 116 elektron, 92 proton, dan 92 neutron
d. 23o elektron, 116 proton, dan 92 neutron
e. 23o elektron, 23o proton, dan 92 neutron
2. Hasil suatu peluruhan inti radioaktif adalah sinar alfa,
sinar gamma, dan inti
222
o6
Rn. lnti induknva adalah ....
a.
221
o6
Po d.
221
o7
lr
b.
226
oo
Ra e.
226
o9
Ac
c.
22o
oo
Rn
3. Sesudah 2 jam, seperenambelas bagian suatu unsur
radioaktif masih bersifat radioaktif. Waktu paruh unsur
tersebut adalah ....
a. 15 menit d. 6O menit
b. 3O menit e. 12O menit
c. 15 menit
1. Dalam reaksi inti atom tidak berlaku ....
a. Hukum Kekekalan lnergi
b. Hukum Kekekalan Massa Atom
c. Hukum Kekekalan Momentum
d. Hukum Kekekalan Nomor Atom
e. Hukum Kekekalan lnergi Kinetik
5.
23o
92
U meluruh menjadi isotop timbal
2O6
o2
Pb oleh emisi
o partikel alfa dan oleh emisi elektron sebanvak ....
a. 6 d. 3
b. 5 e. 2
c. 1
6. Dari proses-proses berikut, vang merupakan contoh dari
peristiwa fusi adalah ....
a. pembentukan helium dari hidrogen
b. pembentukan air dari hidrogen dan oksigen
c. pembentukan barium dari kripton dan uranium
d. pembentukan timbal dari radium oleh peluruhan
radioaktif
e. pembentukan oksigen dari natrium vang ditembak
dengan partikel alfa
7. Berdasarkan grafik peluruhan berikut ini, maka jumlah
zat radioktif setelah 1 jam adalah ....
a.
1
1
N
O
b.
1
o
N
O
c.
1
6
N
O
d.
1
32
N
O
e.
1
61
N
O
o. Pada saat peluru
1
2
o ditembakkan kepada atom
11
7
N
dihasilkan proton dengan reaksi:
1
2
o

÷
÷
11
7
N

-
1
1
l

÷ X
]umlah proton dan neutron dalam atom X masing-
masing adalah ....
a. 7 dan 9 d. 9 dan 7
b. o dan 7 e. 9 dan 9
c. o dan 9
9. Suatu proses fisi
235
92
U mengikuti persamaan
1 235 1
O 92 O
n U Ba Kr 3 n -
]ika pada proses fisi ini dibebaskan energi 2OO MeV, massa
neutron ~ 1,OO9 sma, massa inti
235
92
U ~ 235,O1, dan 1
sma ~ 931 MeV maka massa inti (Ba ÷ Kr) adalah ....
a. 231,oO sma d. 231,O3 sma
b. 232,oO sma e. 231,o9 sma
c. 233,o9 sma
1O. Massa inti
7
3
li adalah 7,O16OO1 sma. ]ika massa proton
N
N
0
1
2
N
0
0 20 30 40
t
menit
|m
p
]~ 1,OO7o25 sma, massa neutron |m
n
] ~ 1,OOo665
sma, dan 1 sma ~ 931 ~ MeV, energi ikat inti
7
3
li
adalah ....
a. 25 MeV d. 15 MeV
b. 3O MeV e. 19 MeV
c. 39 MeV
11. Urutan dava tembus sinar-sinar radioaktif dimulai dari
vang paling kuat adalah ....
a. alfa, beta, dan gamma
b. gamma, alfa, dan beta
c. beta, alfa, dan gamma
d. alfa, gamma, dan beta
e. gamma, beta, dan alfa
12. Aktivitas isotop radioaktif vang baru ditemukan
berkurang menjadi 1' dari harga awalnva dalam selang
waktu 2OO jam. Waktu paruh isotop itu adalah ....
a. 1O,2 jam d. 52,1 jam
b. 31,O jam e. 6o,6 jam
c. 13,O jam
13. Suatu unsur radioaktif meluruh dan tinggal 25'
jumlahnva setelah 2O menit. ]ika mula-mula massa
unsur tersebut 12O gram, setelah setengah jam meluruh
massa unsur vang belum meluruh tinggal ....
a. 6O gram d. 15 gram
b. 1O gram e. 1O gram
c. 3O gram
(UMPTN 2001 Ravon B)
11. Suatu bahan radioaktif Cesium-137 pada awalnva memiliki
laju radiasi foton gamma sebesar 1,5 × 1O
11
partikel tiap
detik. Apabila waktu paruh bahan tersebut 3O tahun,
laju radiasinva pada 1O tahun berikutnva adalah ....
a. 1,67 × 1O
11
partikel/detik
b. 1,5 × 1O
11
partikel/detik
c. 1,2 × 1O
11
partikel/detik
d. O,75 × 1O
11
partikel/detik
e. O,5 × 1O
11
partikel/detik
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 286
15. Dalam waktu 1o hari
63
61
bagian suatu unsur radioaktif
meluruh. Waktu paruh unsur radioaktif tersebut adalah
.... (dalam hari)
a. 6 d. 32
b. 16 e. 36
c. 21
(UMPTN 1996)
16. Suatu peluruhan inti menghasilkan zarah-zarah dengan
massa m
1
dan m
2
vang bergerak saling menjauhi satu
sama lain. ]ika í adalah energi kinetik total kedua
massa, energi kinetik zarah (anggaplah bahwa inti
induknva stasioner sebelum meluruh) bernilai ....
a.
1
2
m
í
m
d.

2
1 2
m
í
m m
b.

1 2
í
m m
e.

1
1 2
m
í
m m
c.
2
1
m
í
m
(UM UCM 2004)
17. Suatu partikel pion (meson¬
O
) dalam keadaan tertentu
dapat musnah menghasilkan dua foton identik dengan
panjang gelombang ì . ]ika massa partikel pion adalah
m, | tetapan Planck, dan c kelajuan cahava dalam
vakum, ì dapat dinvatakan dalam m, c, dan | dalam
bentuk ....
a.

2
|
mc
d.

1
2mc|
b.

2
|
mc
e.

|
mc
c.

2|
mc
1o. Suatu zat dengan nomor atom o1 meluruh secara
radioaktif menjadi atom lain dengan nomor atom o3.
Radiasi vang menvertai proses ini adalah ....
a. hanva partikel alfa
b. hanva partikel beta
c. partikel beta dan sinar gamma
d. partikel alfa dan sinar gamma
e. partikel alfa, partikel beta, dan sinar gamma
19. Pada proses peluruhan
215
o3
Bi menjadi
215
o1
Po terjadi
pelepasan ....
a. positron d. proton
b. partikel o e. elektron
c. neutron
2O. Dari reaksi fusi berikut:
2
1
H ÷
3
1
H -
1
2
He ÷
1
O
n ÷ Ò
]ika massa:
2
1
H ~ 2,O1711 u,
1
1
He ~ 1,OO3o79 u,
3
1
H ~ 3,O16977 u,
1
1
He ~ 1,OOo9o7 u,
dan 1 u ~ 931 MeV, energi vang dibebaskan pada reaksi
inti tersebut adalah ....
a. 171,6 MeV d. O,O1716 MeV
b. 17,16 MeV e. O,OO1716 MeV
c. 1,716 MeV
21. Reaktor nuklir memiliki beberapa komponen dasar.
Berikut ini vang bukan merupakan komponen-
komponen dasar sebuah reaktor atom adalah ....
a. perisai d. batang kendali
b. moderator e. elemen bahan bakar
c. radioisotop
22. Dari ketiga reaktor: A ~ reaktor 1riga Mark ll, B ~
reaktor Kartini, dan C ~ reaktor serba guna (MPR 3O),
vang juga berfungsi sebagai reaktor penelitian (resecrc|
recc(·r) adalah ....
a. A dan B d. A,B, dan C
b. B dan C e. B saja
c. C dan A
23. lungsi batang kendali pada reaktor nuklir adalah untuk
....
a. menurunkan energi neutron
b. menahan radiasi neutron vang dihasilkan
c. memperbesar jumlah neutron
d. menverap neutron vang berlebihan
e. melepas neutron vang stabil
21. Waktu paruh unsur radon adalah 3,o2 hari. Waktu vang
diperlukan agar unsur radon tersebut meluruh menjadi
1
16
dari keadaan semula adalah ....
a. 1,32 × 1O
6
s d. 15,2o hari
b. 13,2 hari e. 152,o hari
c. 1,32 × 1O
6
s
25. Reaksi inti berikut vang menghasilkan radioisotop dari
bahan vang direaksikan adalah ....
a.
12
6
C ÷
12
6
C -
2O
1O
Ne ÷
1
2
He
b.
9
1
Be ÷
1
2
He -
12
6
C ÷
1
O
n
c.
27
13
Al ÷
1
2
He -
3O
15
P ÷
1
O
n
d.
11
7
N ÷
1
2
He -
16
o
Ò ÷
2
1
H
e.
23
11
Na ÷
1
O
n -
21
11
Na
B. ]awablah pertanvaan berikut dengan tepat.
1. Bagaimana cara Henri Becquerel mengetahui bahwa
sinar vang dipancarkan uranium bukan gejala
fosforesensi atau fluoresensi'
2. Apakah vang disebut dengan keaktifan suatu unsur
radioaktif'
3. Apa vang dimaksud dengan energi ikat inti'
1. Apa vang membedakan reaksi fisi berantai vang ter-
kendali dengan reaksi fisi berantai vang tak terkendali'
5. Reaktor atom jenis MPR 3O dalam selang waktu tertentu
menghasilkan energi sejumlah 6 × 1O
1
kWh. Hitunglah
berapa jam reaktor tersebut bekerja.
6. Suatu inti
235
95
U menangkap sebuahv atom neutron
vang sedang bergerak lambat dan terbelah menjadi inti
barium
111
56
Ba dan kripton
92
36
Kr sambil memancarkan
beberapa buah partikel, tentukan nama partikel vang
dipancarkan dan jumlah partikel vang dipancarkan.
287
Proyek Semester 2
Seperti pada akhir semester ganjil vang lalu, pada akhir semester genap ini juga
Anda akan mendapatkan tugas kegiatan semester. Kegiatan semester ini diberikan
agar Anda lebih memahami konsep vang telah dipelajari pada Bab 1O tentang lisika
lnti dan Radioaktivitas.
Dalam satu kelas bentuklah tiga kelompok kerja. 1iap kelompok ditugaskan
untuk membahas kajian vang berbeda dengan tema umum vang digunakan sama,
vaitu tentang Pembangkit listrik 1enaga Nuklir (Pl1N).
Kajian khusus untuk tiap kelompok adalah:
1. Sejarah Pl1N mulai dari menemuannva sampai dibangunnva Pl1N di lndonesia.
2. ]enis-jenis Pl1N dan proses reaksi nuklirnva.
3. Keuntungan dan kerugian dibangunnva Pl1N.
lnformasi untuk tugas ini dapat Anda cari melalui buku referensi, situs internet,
dan wawancara ke narasumber (guru atau ahli di bidang tersebut). Kemudian, susunlah
informasi vang diperoleh ke dalam bentuk makalah. Presentasikan makalah kelompok
Anda di hadapan kelompok lain dan guru lisika Anda.
Berikut ini informasi vang dapat Anda kembangkan menjadi sebuah makalah.
Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir
Pl1N adalah stasiun pembangkit listrik termal di mana panas vang dihasilkan
diperoleh dari satu atau lebih reaktor nuklir pembangkit listrik.
Hingga tahun 2OO5 terdapat 113 Pl1N berlisensi di dunia dengan 111 di antaranva
beroperasi di 31 negara vang berbeda. Keseluruhan reaktor tersebut menvuplai 17'
dava listrik dunia.
Reaktor nuklir vang pertama kali membangkitkan listrik adalah stasiun
pembangkit percobaan lBR-l pada 2O Desember 1951, di dekat Arco, ldaho, Amerika
Serikat. Pada 27 ]uni 1951, Pl1N pertama dunia vang menghasilkan listrik untuk
jaringan listrik mulai beroperasi di Òbninsk, Uni Sovvet. Pl1N skala komersil pertama
adalah Calder Hall di lnggris vang dibuka pada 17 Òktober 1956.
Pl1N dikelompokkan berdasarkan jenis reaktor vang digunakan. Akan tetapi,
ada juga Pl1N vang menerapkan unit-unit independen dan hal ini bisa menggunakan
jenis reaktor vang berbeda.
1. Reaktor lisi
Reaktor dava fisi membangkitkan panas melalui reaksi fisi nuklir dari isotop uranium
dan plutonium. Selanjutnva, reaktor dava fisi dikelompokkan menjadi reaktor termal,
reaktor cepat, dan reaktor subkritis.
2. Reaktor lusi
lusi nuklir menawarkan kemungkinan pelepasan energi vang besar dengan hanva
sedikit limbah radioaktif vang dihasilkan serta dengan tingkat keamanan vang lebih
baik. Namun, saat ini masih terdapat kendala-kendala bidang keilmuan, teknik, dan
ekonomi vang menghambat penggunaan energi fusi guna pembangkitan listrik.
Keuntungan Pl1N dibandingkan dengan pembangkit dava utama lainnva adalah
tidak menghasilkan emisi gas rumah kaca, tidak mencemari udara, sedikit
menghasilkan limbah padat, biava bahan bakar rendah, ketersediaan bahan bakar
vang melimpah, dan baterai nuklir. Adapun masalah vang bisa timbul dengan
penggunaan Pl1N adalah timbulnva risiko kecelakaan nuklir dan limbah nuklir.
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 288
Tes Kompetensi Fisika
Semester 2
A. Pilihlah salah satu jawaban vang paling tepat dan kerjakanlah pada buku latihan.
1. Kuanta energi vang terkandung di dalam sinar ultra
ungu vang panj ang gelombangnva 3. 3OO A.
Konstanta Planck ~ 6,6 × 1O
-35
]s dan kecepatan
cahava ~ 3 × 1O
o
m/s adalah ....
a. 2,O × 1O
-19
]
b. 3,O × 1O
-19
]
c. 3,3 × 1O
-19
]
d. 6,O × 1O
-19
]
e. 6,6 × 1O
-19
]
2. Berikut ini vang fotonnva memiliki energi terbesar
adalah ....
a. sinar merah
b. sinar ungu
c. sinar gamma
d. sinar-X
e. gelombang radio
3. Panjang gelombang vang harus dimiliki radiasi
elektromagnetik jika sebuah foton dalam berkas itu
harus memiliki momentum vang sama dengan
momentum elektron vang bergerak dengan kecepatan
2 × 1O
5
m/s adalah ....
(| ~ 6,6 × 1O
-31
]s, m
e
~ 9,1 × 1O
-31
kg)
a. 36,1 mm d. 3,61 nm
b. 3,61 m e. 36,1 nm
c. O,361 nm
1. Pernvataan vang benar tentang peristiwa fotolistrik
adalah ....
a. seluruh energi foton diberikan pada elektron dan
digunakan sebagai energi kinetik elektron
b. seluruh energi foton diberikan pada elektron dan
digunakan untuk melepaskan diri dari logam
c. foton lenvap dan seluruh energinva diberikan pada
elektron
d. makin besar intensitas foton, makin besar energi
kinetik elektron
e. kecepatan elektron vang lepas dari logam adalah
nol jika energi foton lebih kecil dari fungsi kerja
logam
5. Permukaan logam tertentu memiliki fungsi kerja \
joule. ]ika Konstanta planck | joule sekon, energi
maksimum foto elektron vang dihasilkan oleh cahava
berfrekuensi t Hz adalah .... (dalam ])
a. \ ÷ |t d.
|t
\
b.
\
|t
e. |t - \
c. \ - |t
(UMPTN 1997 Ravon A)
6. Sebuah partikel vang memiliki massa m bergerak
dengan kecepatan t. ]ika tetapan Planck |, panjang
gelombang partikel adalah ....
a.
m
|t
d. m|t
b.
|t
m
e.
|
mt
c.
|m
t
7. Sebuah benda memiliki suhu sebesar 227C. ]ika
konstanta emisivitas benda tersebut 3/5, intensitas
radiasi vang dipancarkan adalah ....
a. 5.67O,3 Wb/m
2
d. 212,636 Wb/m
2
b. 567,O3 Wb/m
2
e. 21,2636 Wb/m
2
c. 2.126,36 Wb/m
2
o. Salah satu konsep atom menurut Dalton adalah ....
a. molekul terdiri atas atom-atom
b. massa keseluruhan atom berubah
c. atom tidak bergabung dengan atom lainnva
d. atom tidak dapat membentuk suatu ikatan
molekul
e. atom dapat dipecah-pecah lagi
9. Percobaan hamburan Rutherford menghasilkan
kesimpulan ....
a. atom adalah bagian terkecil dari unsur
b. elektron adalah bagian atom vang bermuatan
listrik negatif
c. atom memiliki massa vang tersebar secara merata
d. massa atom terpusat di suatu titik vang disebut
inti
e. elektron mengelilingi inti pada lintasan tertentu
1O. Salah satu model atom menurut Bohr adalah ....
a. elektron bergerak dengan lintasan stasioner
b. energi foton vang terpancar berbanding terbalik
dengan |
c. tidak memiliki momentum anguler
d. atom merupakan bola pejal bermuatan positif
e. atom tidak dapat dipecah-pecah lagi
11. Menurut model atom Bohr, elektron bergerak
mengelilingi inti hanva pada lintasan tertentu, dan
besarnva momentum anguler elektron pada lintasan
itu adalah ....
a. berbanding terbalik dengan tetapan Planck
b. berbanding lurus dengan tetapan Planck
c. berbanding terbalik dengan tetapan Rvdberg
d. berbanding lurus dengan tetapan Rvdberg
e. berbanding terbalik dengan momentum linear
Tes Kompetensi Fisika Semester 2 289
12. Persamaan panjang gelombang spektrum atom
hidrogen menurut deret lvman adalah ....
a.
2 2
1 1 1
1
n
n ì
( \
~
| |
\ !
, n ~ 2, 3, 1, ...
b.
2 2
1 1 1
1
n
n ì
( \
~
| |
\ !
, n ~ 3, 1, 5, ...
c.
2 2
1 1 1
1
n
n ì
( \
~
| |
\ !
, n ~ 1, 5, 6, ...
d.
2 2
1 1 1
1
n
n ì
( \
~
| |
\ !
, n ~ 5, 6, 7, ...
e.
2 2
1 1 1
1
n
n ì
( \
~
| |
\ !
, n ~ 6, 7, o, ...
13. ]ika terjadi transisi elektron dalam orbit atom hidrogen,
frekuensi terbesar terjadi jika elektron pindah ....
a. dari n ~ 2 ke n ~ 1
b. dari n ~ 3 ke n ~ 2
c. dari n ~ 1 ke n ~ 3
d. dari n ~ 1 ke n ~ 2
e. dari n ~ 5 ke n ~ 2
11. Berdasarkan mode atom Bohr, tetapan Rvdberg ~
1,O97 × 1O
7
/m. ]ika terjadi transisi elektron dari lintasan
n ~ 1 ke lintasan n ~ 2, dipancarkan foton dengan
panjang gelombang ....
a. 1,o2 × 1O
-7
m
b. 2,13 × 1O
-7
m
c. 3,65 × 1O
-7
m
d. 1,o6 × 1O
-7
m
e. 7,29 × 1O
-7
m
15. ]ika konstanta Rvdberg ~ 1,O97 × 1O
7
/m, panjang
gelombang terbesar dari deret Balmer adalah ....
a. 1,215 A d. 6.563 A
b. 1.O5O A e. o.752 A
c. 5127 A
16. Perbandingan dilatasi waktu untuk sistem vang
bergerak pada kecepatan O,o c dengan sistem vang
bergerak pada kecepatan O,6 c adalah ....
a. 3 : 1 d. 9 : 16
b. 1 : 3 e. 16 : 9
c. 9 : 2
17. ]ika massa diam elektron adalah 9,1 × 1O
-31
kg, massa
elektron vang berkecepatan setengah laju rambat
cahava adalah ....
a. 2,1O × 1O
-3O
d. 1,O5 × 1O
-29
b. 2,1O × 1O
-29
e. 1,O5 × 1O
-2o
c. 1,O5 × 1O
-3O
1o. Menurut pengamat di sebuah planet ada dua pesawat
antariksa vang mendekatinva dari arah vang
berlawanan, masing-masing adalah pesawat A vang
kecepatannva O,5O c dan pesawat B vang kecepatannva
O,1O c. Menurut pilot pesawat A, besar kecepatan
pesawat B adalah ....
a. O,1O c d. O,75 c
b. O,25 c e. O,9O c
c. O,1O c
19. Sebuah roket bergerak dengan kecepatan O,o c. ]ika
dilihat oleh pengamat vang diam, panjang roket itu
akan menvusut sebesar....
a. 2O' d. 6O'
b. 36 ' e. oO'
c. 1O '
2O. Sebuah mobil sedang bergerak dengan kelajuan 6O km/
jam. Seorang penumpang mobil melemparkan sebuah
batu dengan kelajuan 5 km/jam. ]ika arah lemparan
terhadap seseorang vang diam di pinggir jalan adalah
....
a. 55 km/jam d. 7O km/jam
b. 6O km/jam e. 75 km/jam
c. 65 km/jam
21. Kelajuan sebuah elektron vang memiliki massa 1 kali
massa diamnva adalah ....
a.
1
C 15
2
d.
1
C 16
2
b.
1
C 15
1
e.
3
C 16
1
c.
1
C 16
1
22. Sebuah roket waktu diam di Bumi memiliki panjang
1OO m, roket tersebut bergerak dengan kecepatan O,o
c. Menurut orang di Bumi panjang roket tersebut
selama bergerak adalah ....
a. 5O m d. oO m
b. 6O m e. 9O m
c. 7O m
23. ]ika laju partikel O,6 c, perbandingan massa relativistik
partikel itu terhadap massa diamnva adalah ....
a. 239 dan 332
b. 116 dan 239
c. 93 dan 239
d. 93 dan 332
e. 93 dan 116
21. ]umlah proton dan neutron vang ada dalam inti
239
93 p
N adalah ....
a. 239 dan 332
b. 116 dan 239
c. 93 dan 239
d. 93 dan 332
e. 93 dan 116
25. Dua buah nuklida dilambangkan sebagai
16
o
A dan
16
o
B . Pernvataan vang tidak benar adalah ....
a. tiap nuklida memiliki o proton
b. nuklida X memiliki o neutron
c. nuklida Y memiliki 9 neutron
d. kedua nuklida merupakan isotop
e. kedua nuklida memiliki sifat kimia vang berbeda
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 290
26. Unsur radioaktif adalah ....
a. berasal dari unsur buatan
b. memancarkan gelombang radio
c. unsur vang intinva tidak stabil
d. unasur vang memancarkan sinar-X
e. unsur vang memiliki nomor atom besar
27. Urutan dava ionisasi sinar-sinar radioaktif dari mulai
vang paling kuat adalah ....
a. alfa, beta, dan gamma
b. alfa, gamma, dan beta
c. beta, alfa, dan gamma
d. gamma, beta, dan alfa
e. gamma, alfa, dan beta
2o. Urutan dava tembus sinar-sinar radioaktif dimulai dari
vang paling kuat dalah ....
a. alfa, beta, dan gamma
b. alfa, gamma, dan beta
c. beta, alfa, dan gamma
d. gamma, beta, dan alfa
e. gamma, alfa, dan beta
29. Suatu unsur radioaktif waktu paruhnva 1OO detik. ]ika
massa bahan radioaktif itu mula-mula 1 gram, setelah 5
menit massanva tinggal ....
a.
1
3
b.
1
1
c.
1
5
d.
1
6
e.
1
8
3O. Setelah 6O hari, zat radioaktif vang belum berdisintegrasi
masih
1
o
bagian dari jumlah asalnva. Waktu paruh zat
radioaktif tersebut adalah ... hari.
a. 2O d. 35
b. 25 e. 1O
c. 3O
B. ]awablah pertanvaan berikut dengan tepat.
1. Mengapa kotak tertutup rapat vang dilubangi dapat
dianggap mendekati benda hitam sempurna'
2. Sebuah lampu 1OO W dihubungkan ke suplai listrik
pada tegangan spesifikasi. Ketika saklar dihubungkan,
filamen segera mencapai suatu suhu mutlak konstan
sebesar T.
a. Berapakah laju energi hilang dalam bentuk panas
oleh filamen pada suhu ini'
b. ]ika radiasi dari filamen dianggap O,oO kali radiasi
benda hitam opada suhu vang sama, tentukanlah
nilai T. (luas permukaan filamen ~ 5,O × 1O
-5
m
2
)
3. Dari persamaan de Broglie diperoleh panjang
gelombang sebuah elektron vang sedang bergerak
adalah O,1 nm.
a. Hitunglah kecepatan elektron.
b. ]ika energi kinetik elektron digandakan,
berpakah panjang gelombang barunva'
1. 1entukan jumlah elektron maksimum vang dapat
menempati kulit:
a. K, c. M,
b. l, d. N.
5. Berapakah energi vang diperlukan untuk mem-
bebaskan sebuah elektron n ~ 1 (kulit dalam) dari
sebuah atom emas (z ~ 79)'
6. Sebuah piring terbang bergerak ke arah \ dengan
kelajuan O,o c terhadap Bumi. Dari piring terbang
ditembakkan peluru ke arah x dengan laju O,6 c.
1entukanlah laju peluru jika diukur oleh pengamat di
Bumi berdasarkan
a. relativitas Newton,
b. relativitas linstein.
7. Seorang pria bermassa 1OO kg di Bumi. ]ika ia berada
dalam roket vang meluncur O,6 c, berapakah massa
pria tersebut'
o. Massa atom
16
o
Ò adalah 15,995 sma, hidrogen 1,OO7o
sma, dan newton 1,OOo7 sma.
a. Hitung massa total partikel pembentuk inti atom.
b. Hitung defek massa ketika partikel tersebut
bersatu membentuk sebuah atom oksigen.
c. Hitung energi ikat inti oksigen.
d. Hitung energi ikat rata-rata per nukleon.
9. Berapakah energi vang dibebaskan dalam peluruhan
spontan
234
92
U vang mebghasilkan sinar o' (massa
234
92
U
~ 231,O1 sma,
23O
9O
1h ~ 23O,O3 sma, o ~ 1,OO26 sma)
1O. Perhatikan grafik berikut ini.
50
100
10
t (hari)
N (gram)
1entukan:
a. tetapan peluruhan,
b. massa zat vang tinggal setelah 3O hari N (dalam
gram).
291
Tes Kompetensi Akhir
A. Pilihlah salah satu jawaban vang paling tepat dan kerjakanlah pada buku latihan.
1. Perioda dan frekuensi sebuah gelombang vang
merambat dengan kecepatan 2 m/s dan panjang
gelombangnva 1O cm adalah ....
a. O,O2 s dan 5O Hz d. O,O2 s dan 2O Hz
b. O,O5 s dan 2O Hz e. O,O2 s dan 5 Hz
c. O,O5 s dan 5O Hz
2. Sebuah gelombang berjalan memenuhi persamaan
s ~ O,2 sin O,5¬ (1O ( - O,5 \) dengan \ dan s dalam cm
dan ( dalam sekon. lrekuensi dan panjang gelombang
tersebut adalah ....
a. 2,5 Hz dan o cm d. O,25 Hz dan o cm
b. 5 Hz dan o cm e. 5 Hz dan oO cm
c. O,25 Hz dan oO cm
3. Sebuah kereta api bergerak meninggalkan stasiun
Oambir dengan kecepatan 36 km/jam. ]ika pengawas
kereta api vang ada di stasiun membunvikan pluit
dengan frekuensi 1.7OO Hz dan kecepatan perambatan
bunvi di udara 31O m/s maka frekuensi bunvi pluit vang
didengar oleh pengawas vang ada di dalam kereta api
adalah ....
a. 1.752 Hz d. 1.65O Hz
b. 1.52O Hz e. 1.6OO Hz
c. 1.9O1 Hz
1. Dua buah tali vang sama panjangnva ditarik oleh gava
perenggangnva vang sama. Massa tali pertama 1 kali
massa tali kedua. 1ali pertama digetarkan dengan
frekuensi 2OO Hz, sedangkan tali kedua digetarkan
dengan frekuensi 1OO Hz. ]ika panjang gelombang pada
tali pertama 1 cm maka panjang gelombang pada tali
kedua adalah ....
a. 11 cm d. o cm
b. 21 cm e. 16 cm
c. 1 cm
5. Suatu berkas cahava monokromatis setelah melalui
sepasang celah sempit vang jaraknva O,3 mm membentuk
pola interferensi pada lavar vang jaraknva O,9 m dari
celah tali. ]ika jarak antara garis gelap kedua ke pusat
pola 3 mm maka panjang gelombang cahava tersebut
adalah ....
a. 1,3 × 1O
-7
m d. 6,7 × 1O
-7
m
b. 2,2 × 1O
-7
m e. 1O × 1O
-7
m
c. 3,3 × 1O
-7
m
6. Pada sebuah lapisan tipis terjadi interferensi maksimum
ketika disinari oleh cahava dengan panjang gelombang
1.OOO A. ]ika diketahui indeks bias lapisan tipis tersebut
1,2 maka tebal lapisan tipis tersebut adalah ....
a. 2.OOO A d. 3.5OO A
b. 2.5OO A e. 1.OOO A
c. 3.OOO A
7. Seberkas sinar monokromatik dengan panjang
gelombang 1 × 1O
-7
m datang tegak lurus pada kisi.
]ika spektrum orde kedua membentuk sudut 15 dengan
garis normal pada kisi maka jumlah garis setiap cm kisi
adalah ....
a.
5 2
1O
2
d.
1 2
1O
2
b.

5 2
1O
1
e.
1 2
1O
5
c.
5 2
1O
o
o. Sudut polarisasi mempunvai tangen vang sama besar
dengan indeks bias zat. Pernvataan ini disebut Hukum
....
a. Snellius d. lresnel
b. Newton e. Brewster
c. Huvgen
9. Warna bunvi atau timbre vang dihasilkan oleh suatu
sumber ditentukan oleh ....
a. tinggi nada
b. bentuk gelombang
c. amplitudo gelombang
d. frekuensi gelombang
e. nada-nada harmonik
1O. Berikut adalah pernvataan vang benar mengenai bunvi
dan cahava, |ecuc|| ....
a. keduanva adalah gejala gelombang
b. cahava adalah gelombang elektromagnetik,
sedangkan bunvi adalah gelombang mekanik
c. cahava adalah gelombang transversal, sedangkan
bunvi adalah gelombang longitudinal
d. cahava dapat terpolarisasi, sedangkan bunvi tidak
dapat terpolarisasi
e. cahava hanva merambat pada ruang hampa,
sedangkan bunvi hanva merambat pada medium
11. Seutas tali panjang 1O m digetarkan transversal. laju
rambat gelombang transversal pada tali tersebut 5O m/s.
]ika gava tegangan pada tali tersebut 2,5 N maka massa
tali adalah ....
a. O,12 kg d. O,O1 kg
b. O,O9 kg e. O,O3 kg
c. O,Oo kg
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 292
12. ]ika sebuah pipa organa terbuka ditiup hingga timbul
nada atas kedua maka dalam pipa akan terbentuk ....
a. 3 perut dan 3 simpul
b. 3 perut dan 1 simpul
c. 1 perut dan 3 simpul
d. 1 perut dan 1 simpul
e. 1 perut dan 5 simpul
13. Partikel bermassa m dan bermuatan ¡ bergerak dalam
medan partikel lain vang diam dan bermuatan Ò.
Pernvataan vang benar untuk partikel tersebut adalah
....
a. gava vang mengarah ke pusat muatan Ò adalah
gava sentral
b. energi potensialnva tetap
c. energi kinetiknva tetap
d. gava vang bekerja bukan gava konservatif
e. gava Coulomb vang terjadi sebesar
| ¡ Ò
í
r
11. Bola A dan bola B masing-masing bermuatan 1O coulomb
dan 3O coulomb. ]arak kedua pusat bola 3 meter. ]ika
kedua bola terletak di udara maka energi potensial bola
adalah ....
a. 9 × 1O
11
joule
b. 3 × 1O
11
joule
c. 6 × 1O
11
joule
d. 9 × 1O
1O
joule
e. 3 × 1O
1O
joule
15. Satuan kuat medan listrik dapat dinvatakan dalam ....
a. newton coulomb
b. joule/newton
c. coulomb/volt
d. volt meter
e. volt/meter
16. lima kapasitor masing-masing mempunvai kapasitas l
disusun seperti pada gambar. Kapasitas kapasitor vang
dapat menggantikan rangkaian kapasitor tersebut
adalah .....
a.
1
l
5
b.
3
l
7
c.
1
2 l
3
d.
2
2 l
3
e. 5 l
17. Dua kawat vang sangat panjang dipasang vertikal
sejajar dengan jarak J. Kawat pertama dialiri arus
sebesar í ke atas. 1itik P (dalam bidang kedua kawat
itu) terletak di antaranva dan berjarak
1
3
J
dari kawat
pertama. ]ika induksi magnetik di titik P sama dengan
nol, arus vang mengalir dalam kawat kedua adalah ....
a.
1
3
ke bawah d. 2 í ke atas
b.
1
2
ke bawah e. 2 í ke bawah
c. 3 í ke atas
1o. Sebuah solenoida vang panjangnva

terdiri atas |
lilitan. Solenoida itu dialiri arus listrik í, sehingga
membangkitkan induksi magnetik ß di suatu titik di
tengah solenoida. ß ini dapat dinvatakan dengan ....
a.

O
2
|
í
d.

O

b.

O
2

e.
O

c.

O
|
19. Besar gava vang dialami seutas kawat lurus berarus listrik
di dalam suatu medan magnetik vang serba sama tidak
bergantung pada ....
a. posisi kawat di dalam medan magnetik
b. panjang kawat
c. hambatan kawat
d. kuat arusnva
e. kuat medan magnetiknva
2O. Pada dua buah kawat sejajar vang masing-masing dialiri
arus listrik vang sama besar, timbul gava vang besarnva
2 × 1O
-7
newton. ]arak antara kedua kawat itu 1 meter.
Besar arus dalam setiap kawat adalah ....
a.
1
o
ampere d. 1 ampere
b.
1
1
ampere e. 2 ampere
c.
1
2
ampere
21. Rangkaian kawat PÒRS terletak dalam medan magnet
vang kuat medannva O,5 weber/m
2
, dan arahnva masuk
bidang kertas seperti pada gambar berikut.
Bila kawat AB digeser ke kanan dengan kecepatan
1 m/s, gava gerak listrik induksi vang terjadi adalah ....
a. 1 volt dengan arah dari A ke B
b. 1 volt dengan arah dari B ke A
c. 1 volt dengan arah dari A ke B
d. 1 volt dengan arah dari B ke A
e. 1O volt dengan arah dari A ke B
C
1
C
2
C
3
C
4
C
5
P
S
Q
R
A
B
50 cm
Tes Kompetensi Akhir 293
22. Sebuah kumparan (solenoida) mempunvai induktansi
5OO mH. Besar ggl induksi diri vang dibangkitkan dalam
kumparan itu jika ada perubahan arus listrik dari
1OO mA menjadi 1O mA dalam waktu O,O1 detik secara
beraturan sama dengan ....
a. 3 mV d. 3O V
b. 3OO mV e. 3OO V
c. 3 V
23. lfisiensi sebuah transformator adalah 6O'. Hal ini berarti
....
a. kuat arus pada kumparan primer berbanding kuat
arus pada kumparan sekunder 5 : 3
b. tegangan pada kumparan primer berbanding
tegangan pada kumparan sekunder 3 : 5
c. jumlah lilitan kumparan primer berbanding jumlah
lilitan pada kumparan sekunder 3 : 5
d. dava pada kumparan primer berbanding dengan
dava pada kumparan sekunder 5 : 3
e. hambatan pada kumparan primer berbanding
hambatan pada kumparan sekunder 3 : 5
21. ]ika kapasitor C, induksi L, dan tahanan n dipasang
secara seri maka frekuensi resonansi rangkaian dapat
diturunkan dengan ....
a. mengecilkan n
b. membesarkan L
c. mengecilkan C
d. membesarkan tegangan pada ujung-ujung
rangkaian
e. mengecilkan arus dalam rangkaian
25. ]ika tetapan Planck 6,6 × 1O
-31
joule detik, kecepatan
cahava 3 × 1O
o
m/s, dan panjang gelombang cahava
6.OOO A maka energi foton cahava itu adalah ....
a. O,3O × 1O
-19
joule
b. O,33 × 1O
-19
joule
c. 3,3O × 1O
-19
joule
d. 3,OO × 1O
-19
joule
e. 33,OO × 1O
-19
joule
26. Dalam peristiwa efek fotolistrik, energi kinetik
fotoelektron berbanding ....
a. terbalik dengan amplitudo cahava vang digunakan
b. lurus dengan frekuensi cahava vang digunakan
c. terbalik dengan frekuensi cahava vang digunakan
d. lurus dengan intensitas cahava vang digunakan
e. terbalik dengan intensitas cahava vang digunakan
27. Konstanta Planck | ~ 6,63 × 1O
-31
]s. Sebuah partikel
bermassa m ~ 2,21 × 1O
-3O
kg bergerak dengan
kecepatan t ~ 2 × 1O
5
m/s maka panjang gelombang
de Broglie-nva adalah ....
a. 7,3 × 1O
-6O
nm d. 1,5O nm
b. 1,7 × 1O
-3
nm e. 6,OO × 1O
1O
nm
c. O,67 nm
2o. Dari hasil percobaan Compton (efek Compton) didapat
bahwa ....
a. cahava merupakan gelombang elektromagnetik
b. cahava menvimpang di dalam medan magnetik
c. cahava menvimpang di dalam medan listrik
d. cahava mempunvai momentum dan bersifat
seperti partikel
e. cahava mempunvai muatan dan bersifat
radioaktif
29. Pernvataan vang menvatakan bahwa ¨atom tersusun
seperti susunan tata surva" merupakan pernvataan vang
dikemukakan oleh ....
a. Demokritus d. Rutherford
b. Dalton e. Bohr
c. 1homson
3O. ]ika
23O
9
1h memancarkan sinar o maka nomor massa
dan nomor atom inti vang dihasilkan adalah ....
a. 22o dan oo d. 226 dan o6
b. 221 dan 9O e. 226 dan oo
c. 221 dan o9
31. ]ika energi total elektron atom H di kulit M adalah -í
maka energi total elektron di kulit l adalah ....
a.

1
9
í ~
d.

2
3
í ~
b.

1
3
í ~
e.

9
1
í ~
c.

1
9
í ~
32. Bila elektron atom hidrogen berpindah dari lintasan
n ~ 3 ke lintasan n ~ 2 maka akan dipancarkan foton.
]ika konstanta Rudberg ~ 1,O97 × 1O
7
/m maka panjang
gelombang foton vang dipancarkannva adalah ....
a. 6,6 × 1O
-6
m d. 6,6 × 1O
-9
m
b. 6,6 × 1O
-7
m e. 6,6 × 1O
-1O
m
c. 6,6 × 1O
-o
m
33. Setiap detik di matahari terjadi perubahan 1 × 1O
9
kg
materi menjadi energi radiasi. Bila laju cahava dalam
vakum adalah 3 × 1O
1O
cm/s, dava vang dipancarkan
matahari adalah ....
a. 3,6 × 1O
3O
watt d. 1,2 × 1O
1O
watt
b. 1,o× 1O
27
watt e. 5,O × 1O
1O
watt
c. 3,6 × 1O
26
watt
31. Postulat linstein vang benar adalah ....
a. massa benda tidak konstan
b. waktu diam dan waktu bergerak tidak sama
c. panjang diam dan panjang bergerak tidak sama
d. kecepatan cahava dalam vakum vang dipancarkan
oleh sumber diam dan sumber bergerak adalah
sama
e. semua hukum lisika adalah tidak sama untuk
seluruh kerangka acuan vang lembam
35. Satu gram massa berubah menjadi energi. lnergi
tersebut digunakan untuk mengangkat air setinggi
1 km. ]ika z ~ 1O m/s
2
, c ~ 3 × 1O
o
m/s, air vang dapat
diangkat adalah sebanvak ....
a. 3 × 1O
5
m
3
d. 9 × 1O
9
m
3
b. 9 × 1O
6
m
3
e. 3 × 1O
12
m
3
c. 3 × 1O
o
m
3
Mudah dan Aktif Belajar Fisika untuk Kelas XII 294
36. Sebuah roket panjang 1OO meter dan berat 2O ton,
meninggalkan Bumi dengan kecepatan mendekati
kecepatan cahava. Menurut teori relativitas linstein
dapat dikemukakan oleh orang Bumi bahwa ....
a. massa roket < 2O ton, panjang roket > 1OO meter
b. massa roket > 2O ton, panjang roket < 1OO meter
c. massa roket < 2O ton, panjang roket < 1OO meter
d. massa roket > 2O ton, panjang roket > 1OO meter
e. massa dan panjang roket tetap
37. Atom
231
91
Pa mempunvai ....
a. proton ~ 52, elektron ~ 91, dan neutron ~ 91
b. proton ~ 91, elektron ~ 52, dan neutron ~ 91
c. proton ~ 91, elektron ~ 91, dan neutron ~ 113
d. proton ~ 91, elektron ~ 91, dan neutron ~ 52
e. proton ~ 1o2, elektron ~ 91, dan neutron ~ 52
3o. Massa inti
1
2
He dan
2
1
H masing-masing 1,OO26O3 sma
dan 2,O111O2 sma. ]ika 1 sma ~ 931 MeV maka energi
minimum vang diperlukan untuk memecah partikel
alpha menjadi dua deutron adalah ....
a. 1 MeV d. 31 MeV
b. 11 MeV e. 11 MeV
c. 21 MeV
39. ]ika suatu neutron dalam suatu inti berubah menjadi
proton maka inti itu memancarkan ....
a. partikel alpha
b. partikel beta
c. partikel gamma
d. proton
e. deutron
1O. Suatu unsur radioaktif mempunvai waktu paruh 12O
detik. Bila massa bahan radioaktif semula 2 gram maka
setelah o menit bahan vang tertinggal adalah ....
a.
1
32
gram d.
1
1
gram
b.
1
16
gram e.
1
2
gram
c.
1
o
gram
B. ]awablah pertanvaan berikut dengan tepat.
1. Pada percobaan Melde digunakan seutas benang vang
panjangnva 2 m dan massanva 1O gram. ]ika beban vang
digunakan pada percobaan itu 2OO gram (z ~ 1O m/s
2
),
tentukanlah kecepatan gelombang transversal pada
benang tersebut.
2. Dua gelas minum dalamnva sama vaitu 1O cm. Oelas
vang satu diisi air (n ~ 1,333) dan di atasnva diisi minvak
(n ~ 1,173) hingga penuh. ]ika kedua gelas disinari
tegak lurus permukaan dari atas dengan sinar
monokromatik, jumlah gelombang sinar di dalam kedua
gelas sama. Hitunglah tebal lapisan minvak.
3. Suatu sumber bunvi titik dengan dava 12,56 watt
memancarkan gelombang bunvi berupa gelombang
sferis (bola). lntensitas ambang pendengaran sama
dengan 1O
-12
W/m
2
. 1entukan taraf intensitas bunvi
vang didengar oleh pendengar vang berjarak 1OO meter
dari sumber.
1. Sebuah kapasitor mempunvai kapasitas sebesar 5
mikrofarad. ]ika terdapat udara di antara keping-
kepingnva dan 3O mikrofarad. ]ika di antara keping-
kepingnva ditempatkan lembaran porselen, tentukan
tetapan dielektrik porselen tersebut.
5. Sebuah partikel vang bermuatan 2 C bergerak dalam
medan magnet homogen ß ~ 1O
-1
1. ]ika kecepatan
partikel tegak lurus dengan medan magnetnva dan
lintasan partikel berupa lingkaran berjari-jari 2O cm,
tentukan besarnva momentum partikel tersebut.
6. Dari rangkaian listrik bolak-balik seperti pada gambar
diketahui n ~ o
O
, X
L
~ 6
O
, dan X
C
~ 12
O
. ]ika
tegangan generator G ~ 15O V, tentukanlah:
a. dava pada rangkaian (t ~ 1.oOO watt),
b. beda potensial antara c dan J (V
cJ
~ 15O volt).
7. logam vang memiliki energi ambang sebesar 53 × 1O
-22
joule disinari gelombang elektromagnetik vang
mempunvai frekuensi 11 × 1O
12
m/s dan kecepatan
cahava di udara 3 ×1O
o
m/s dan konstanta Planck
5,6253 × 1O
-31
]s. 1entukanlah:
a. panjang gelombang elektromagnetik vang
menvibari logam,
b. kecepatan elektron vang terlepas dari logam,
c. energi foto elektron vang terlepas dari logam,
d. frekuensi minimum gelombang elektromagnetik
agar elektron terlepas dari logam.
o. Suatu berkas elektron ditambahkan pada gas hidrogen,
dihasilkan pemancaran spektrum vang berasal dari
transisi n ~ 3 ke keadaan n ~ 2. ]ika energi ikat elektron
pada tingkat dasar sama dengan 13,6 cV, tentukanlah
energi minimum elektron.
9. Dalam reaksi
11
7
N ÷ o - X ÷ t dilepaskan sejumlah
energi. Pada persamaan reaksi tersebut, tentukan unsur
apakah X.
1O. Sebuah partikel bergerak dengan laju t ~
1
3
2
C
dengan C ~ kecepatan cahava. ]ika m
O
~ energi diam,
m ~ massa bergerak, í
|
~ energi kinetik, dan í
O
~
energi diam. 1entukan:
a. hubungan antara massa diam dan massa bergerak
partikel,
b. hubungan antara energi diam dan energi bergerak
partikel.
295
Bab 1 Gejala Gelombang
Tes Kompetensi Awal
1. Oelombang adalah getaran vang merambat.
3. ]enis gelombang:
a. berdasarkan sumbernva: gelombang mekanik dan
gelombang elektromagnetik,
b. berdasarkan arah simpangan: gelombang transversal dan
gelombang longitudinal.
Tes Kompetensi Subbab A
1. Berdasarkan sumbernva, dibedakan menjadi gelombang
mekanik dan gelombang elektromagnetik (untuk penjelasan
lihat Hal.2). Berdasarkan arah getarnva, dibedakan menjadi
gelombang transversal dan gelombang longitudinal (untuk
penjelasan, lihat Hal. 3).
3. - Karena energinva makin jauh dari sumber makin berkurang.
- Karena kedalaman laut makin pendek.
5. a. pengurangan energinva adalah 5/o ]
b. energi gelombangnva menjadi O,O125 ] atau
1
6
kali energi
awalnva
Tes Kompetensi Subbab B
1. a. s ~ 3,136 sin
1
¬
(( - 25)
b. - ~ O,376 m
c. letak simpul ke-1 adalah \ ~ O,o1 m
letak perut ke-3 adalah \ ~ O,51 m
3. a. O,1 m ì =
b. \ ~ O,125 m
5. s ~ O,23 mm
7. 1, 36 m ì =
\ ~ 3,1 m
Tes Kompetensi Subbab C
1.
2
ì ~ 1,5 cm
3.
2
0 ~ 25,66
5. a. |
t
~ 175,o Hz
b. |
t
~ 337,o Hz
7. a. |
t
~ 531,25 Hz
b. |
t
~ 539,6o Hz
c. |
t
~ 17o,o7 Hz
Tes Kompetensi Bab 1
A. Pilihan Ganda
1. d 9. c 17. a 23. c
3. c 11. b 19. c 25. d
5. a 13. d 21. c
7. c 15. a
B. Soal ur