MEDIASI DAN ARBITRASE Tantangan Kurikulum Fakultas Syari’ah dan Hukum

Dr. A. Hamid Sarong, S.H., M.H
email: hamid.sarong@yahoo.com

Abstrak
Kebiasaan pola penyelesaian sengketa di Indonesia sepenuhnya menjadi kewenangan pengadilan. Setiap ada sengketa pengadilanlah yang menentukan bagaimana keputusan atau penetapannya. Hal ini memang sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku. Karena semua sengketa diselesaikan melalui pengadilan. Indonesia menyiapkan Hukum Acara dengan sangat ketat. Bahkan hukum formil itu dimasukkan ke dalam hukum publik. Di samping itu juga dalam bidang hukum acara Perdata disebutkan hakim/ pengadilan harus bersikap pasif. Hanya menunggu keluhan dan tuntutan pihak yang berkepentingan. Tanpa tuntutan, pengadilan tidak dapat berbuat apapun. Disebutkan pula hakim cukup menemukan kebenaran formal saja. Akan tetapi akhir-akhir ini telah muncul pola penyelesaian, melalui tawar menawar penyelesaian, yang kadang kala telah dirancang sebelum mereka bersengketa, yang disebut arbitrase. Mahkamah Agung telah mengeluarkan Peraturan Mahkamah Agung dan yang terakhir No 1 Tahun 2008 yang memuat rumusan penyelesaian perkara melalui win-win solution. Hakim harus aktif menawarkan penyelesaian melalui urunrembuk antara pihak-pihak yang bersengketa. Hal ini sangat sesuai dengan pola penyelesaian sengketa dalam hukum Islam, terutama sengketa yang diselesaikan di Pengadilan Agama. Cara seperti ini pula dapat mengurangi beban pengadilan atasan, Pengadilan Tinggi dan Mahkamah Agung Kata Kunci; (1) Mediasi; (2) Kurikulum Fakultas Syari’ah dan Hukum (3) Penyelesaian sengketa; A. Pendahuluan Indonesia, akibatnya dari penjajahan Belanda telah mendarah daging sistem hukum continental.1 Padahal sebelumnya nusantara ini adalah negara musyawarah. Semua sengketa yang terjadi di dalam masyarakat dimusyawarahkan, win win solution. Dalam bersengketa tidak ada yang menang dan tidak ada yang kalah. Akibat dari sistem hukum continental tersebut, semua hal harus tunduk dan mengikuti arah perundang-undangan. Bagaimana bunyi perundang-undangan begitu jalan yang harus ditempuh. Perundang-undangan memberi isyarat, kalau ada persengketaan dipersilahkan ke pengadilan yang berwenang. Kalau tidak puas terhadap putusan pengadilan pertama, silahkan ke pengadilan berikutnya. Untuk putusan tingkat Mahkamah Agungpun diberi kesempatan peninjauan kembali, walaupun diketahui tidak memenuhi persyaratan. Tidak ada bukti baru yang perlu ditunjukkan. Tetapi untuk menghargai para pihak pengadilan memfasilitasi kehendak pihak yang bermaksud untuk itu.
1 Hasanuddin AF (et.al), Pengantar Ilmu Hukum, (Jakarta: PT. Pustaka al-Husna Baru, 2004), hlm. 137. Hakim dalam mengadili harus berpegang pada undang-undang. Kalaupun hakim mempertimbangkan sumbersumber lain di luar undang-undang hakim harus mengkaitkan dengan undang-undang. Tindakan hakim seperti ini dilindungi oleh hukum berdasarkan Pasal 20 Al gemene Bapalingen van wetgeving (AB).

Varia Peradilan. kalaupun berperkara hasilnya juga seperti itu. Itulah salah satu alasan yang mendorong semangat untuk melemparkan ide adanya kurikulum mediasi. Nampaknya masyarakat kita sekarang ini bukan menyelesaikan masalah yang terjadi. komitmen pendidikan hukum di Indonesia sebagaimana telah disebutkan. Belanda terus menerus berusaha untuk menyakinkan warga negara di nusantara. melalui mediasi. Mantan Panitera Kepala Mahkamah Syar’iyah-Banda Aceh. B. akan dapat berkurang upaya banding lebih banyak lagi. Pendidikan Mediasi di Kampus Selama ini. Atau bersengketa untuk merebut beberapa centimeter tanah. Belum ada usaha yang komprehensif untuk melahirkan model penyelesaian sengketa melalui mediasi. Mereka membuat kriteria tertentu. Sampai saat ini belum ada tanda-tanda dari satu perguruan tinggipun yang menawarkan gagasan untuk memilah jenis sengketa di antara warga negara. Mahkamah Agunglah yang akan menentukan. karena untuk membatasi pihak-pihak berperkara merupakan suatu hal yang sukar. hlm. Majalah Hukum No 248 Juli 2006.Kalaupun tidak memenuhi persyaratan. karena dapat dituduh melanggar hak-hak asasi manusia. “Mediasi Sebagai Alternatif Menyelesaikan Sengketa”. Padahal model mediasi telah tertanam kuat dalam hukum adat dan hukum agama sebelum penjajah tiba di nusantara. Pengadilan hanya akan menetapkan hasil penyelesaian mereka di tingkat musyawarah anggota keluarga. Toh. Pengadilan Agama/ Mahkamah Syar’iyah. tetapi sedang mencari kepuasaan. walaupun persengketaan terjadi di antara saudara kandungnya sendiri. Menurut hasil penelitian mahasiswa banyak sekali sengketa keluarga seperti hanya dibuat-buat saja. Akan tetapi bagi orang Islam mensosialisasikan yang makruf marupakan suatu keniscayaan. Mana perkara yang harus diselesaikan oleh pengadilan dan mana sengketa yang cukup dengan musyawarah saja. Dalam satu garis keturunan menyimpan permusuhan sampai mati. Secara Bandingkan pengakuan Ketua Mahkamah Agung R. Tanggal 15 Juli 2006 . terutama dalam Program Studi Hukum Keluarga Islam. dapat berkurang perkara diperkirakan sekitar 30%. Begitulah seterusnya orang berperkara di negeri ini. orang yang dapat berhukum dengan hukum Belanda. Masyarakat akan lebih damai dan berusaha untuk menyelesaikan sendiri masalah yang dihadapinya. Kalau ide ini dapat direalisasikan. Soufyan Arsyad. bila ada pendidikan tambahan di bidang mediasi. dengan tidak merugikan orang lain.3 Di samping itu dapat diprediksikan. atau siapa pun. Artinya sengketa-sengketa itu masih dapat diselesaikan di tingkat gampong. 15 3 2 Wawancara.2 Memang usaha untuk membatasi pihak-pihak berperkara merupakan suatu hal yang sukar. bahwa hukum Belanda lebih baik dan lebih bergengsi. Bagir Manan.I. hanya menyesuaikan diri dengan kehendak sistem hukum warisan penjajahan Belanda.

4 Berdamai dan saling mengalah dianggap menggoyahkan suatu kepastian. Justeru itulah penyerahan masalah keluarga kepada pemegang kuasa sama artinya dengan membuka aib. walaupun ada kuasa yang selalu siap hadir. Hukum acara adalah hukum publik. Bingkainya harus selalu pasti. apalagi masalahnya itu sangat rahasia. Orang yang bersangkutan harus datang sendiri ke pengadilan. Keaiban itu harus diterangkan secara telanjang kepada pemegang kuasa agar pemegang kuasa dapat mempertahankan haknya. walaupun sangat pribadi ataupun nilai sengketa sangat rendah diperbolehkan memberi kuasa. Semua perkara. Pada hal membuka aib sesuatu yang dilarang dalam agama. Pusat Penelitian IAIN Ar Raniry Darussalam Tahun 1984/1985 4 . in zich tidak diperkenankan menunjuk kuasa. yang mendewakan kepastian dan menomorduakan keadilan. Pasal 195 RBg/ 130 HIR menyebutkan bahwa terbuka luas terjadinya perdamaian di antara para pihak yang bersengketa. Hukum acara yang ditinggalkan oleh Belanda kepada Indonesia tidak memuat pembatasan itu. salah satu topik bahasan dalam mata kuliah lainpun harus ada isyarat berorientasi kepada mediasi. Padahal masyarakat muslim mengetahui. karena persyaratannya sangat ketat. Hukum Eropah yang diterapkan di nusantara adalah sistem hukum continental. tentu saja sengketa-sengketa keluarga.psikologis masyarakat nusantara menganggap hukum Belanda lebih baik. orang yang tersangkut langsung untuk menghadap sendiri. Khusus dalam lingkungan Peradilan Agama/ Mahkamah Syar’iyah sengketa yang sangat pribadi. 5 Drs Moehammad Moein ”Kedudukan Kuasa dan Peran Hakim dalam Memberi Putusan”. Principal harus menyampaikan sendiri masalah yang menyangkut dengan sengketa. Mereka beralih kepada hukum Eropah. Dalam Hukum Acara Perdata Negeri Belanda ada ketentuan sengketa-sengketa yang menyangkut hal yang sangat pribadi. Hal ini menunjukkan bahwa ada sesuatu kesulitan yang dihadapi oleh pengadilan ketika berhadapan dengan kasus yang sangat pribadi. Selalu ada usaha untuk meningkatkan secara lebih efektif dan efisien lembaga damai (dadling). Akan tetapi harus diingat lembaga dading ini dalam koridor hukum acara. Majelis hakim telah memperkirakan seorang kuasa tidak dapat menjelaskan maksud pertanyaan majelis hakim. dan peran keluarga merupakan unsur penting dalam menanamkan nilai-nilai penyelesaian sengketa dan mediasi. Pendidikan harus mengutamakan bentuk-bentuk pelatihan dan pengalaman. 5 disampaikan oleh pemegang kuasa. Penelitian. Selain isi sillabi. Sikap dan prilaku pendidik. lingkungan pendidikan. membeberkan keaiban adalah sesuatu yang dilarang. Untuk menyelamatkan kehendak mediasi juga diperlukan isyarat yang jelas tentang peran kuasa/ pengacara dalam penyelesaian sengketa. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa sering majelis hakim memanggil principal. Akibatnya masyarakat nusantara mulai meninggalkan hukum agama dan hukum adat.

8 Dari pengertian mediasi sebagaimana disebutkan di atas. tentang Arbitrase. Kepuasan hukum yang mempunyai kekuatan hukum yang tetap tak kunjung tiba. Dengan adanya kesepakatan yang telah dibuat oleh kedua belah pihak diharapkan dapat meminimalisir terbuangnya waktu serta biaya yang akan dikeluarkan oleh mereka dalam menyelesaikan sengketa. Berlarut-larutnya upaya hukum telah menyebabkan berlarut-larutnya kepastian hukum. Mereka tidak peka terhadap masyarakat yang telah bertahun-tahun bergelimang dengan persengketaan. ahli hukum Islam harus dapat mengambil peran. Dari sudut teori orang kampus adalah manusia yang tidak senang bersengketa. Mediasi merupakan alternatif penyelesaian sengketa atau biasan dikenal dengan istilah ”mekanisme alternatif penyelesaian sengketa” yang merupakan terjemahan dari ”alternative dispute resolution” yang tumbuh pertama kali di Amerika Serikat. para pihak diharapkan dapat mencapai kesepakatan yang menguntungkan bagi kedua belah pihak melalui jalur perundingan dengan dibantu oleh mediator. Orang-orang desa berduyun-duyun dengan susah payah menghadap pengadilan. dan A.6 Oleh sebab itu ide kurikulum mediasi harus muncul dan tumbuh subur di kampus. perubahan hukum yang sangat cepat seperti sekarang ini. Skripsi Fakultas Syari’ah IAIN AR-Raniry Tahun 2008. Hal tersebutpun secara implisit menyiratkan betapa rendahnya penghargaan kepada civitas akademika. Kalau tidak berhasil berarti dunia pendidikan mengalami kegagalan dari aspek kurikulumnya. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa 20% persengketaan harta warisan tidak sempat dinikamati oleh para pihak yang berperkara. ”Penyelesaian Sengketa Bisnis dan Relevansinya dengan ash-Shulhu (studi Analisis Pasal 7-11 UU No 30 Tahun 1999. . Mediasi ini lahir dilatarbelakangi oleh lambannya proses penyelesaian sengketa di pengadilan. dan khususnya menyadari keberadaan masyarakat itu sendiri. Mereka adalah guru yang menjadi panutan masyarakat. halaman 206. mengantisipasi kejenuhan pemikiran hukum. sementara para pihak telah terlebih dahulu meninggal dunia. kebersamaan. terutama yang ada sangkut pautnya dengan hukum Islam. dalam menjawab persoalan yang dihadapi oleh masyarakat dan bangsa saat ini. Akibatnya. pada hal sengketanya hanya secuil.9 Persengketaan harta warisan biasanya terjadi ketika usia para pihak sudah lanjut. 7 Oleh sebab itu sudah waktunya perguruan tinggi hukum/ syari’ah untuk segera memasukkan mediasi ke dalam kurikulumnya. Bandingkan Cik Hasan Bisri. Peradilan Agama di Indonesia (Jakarta: Raja Grafindo Persada. 1998). halaman 103 8 7 Lihat rumus Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) 9 Syaubari. Rahmat Rosyadi dan Ngatino. 2002). masyarakat kampus memiliki kepekaan yang cukup untuk membangun toleransi. oleh karena itu 6 Berdasarkan kenyataan seperti itu.sehingga tercermin dalam prilaku kehidupan sehari-hari. Arbitrase dalam Perspektif Islam dan Hukum Positif (Bandung: Citra Aditya Bakti. seperti yang telah disebutkan. Atau hukum yang menjadi kewenangan Pengadilan Agama.

10 Hal ini karena mediasi tidak memberi satu model yang dapat diuraikan secara terperinci dan dibedakan dari proses pengambilan keputusan lainnya. Pada hal di nusantara telah lam dipratekkan tentang penyelesaian sengketa melalui musyawarah. hlm. Menurut John W. Para pihak dan mediator menyelesaikan masalah tanpa meninggalkan sisa sengketa. Peranan pihak ketiga tersebut adalah dengan melibatkan diri untuk membantu para pihak mengidentifikasi masalah-masalah yang disengketakan dan mengembangkan sebuah proposal. Mediation: Principle. yaitu: ”Mediasi adalah penyelesaian sengketa melalui proses perundingan para pihak dengan dibantu oleh mediator”. yaitu: ”Mediator adalah pihak yang bersifat netral dan tidak memihak. Mediator adalah jabatan propesional sehingga tidak mungkin ada tipu muslihat. mediator dianggap sebagai ”kendaraan” bagi para pihak untuk berkomunikasi. Dalam Peraturan Mahkamah Agung No. pengertian mediasi disebutkan pada Pasal 1 butir 6. (Sydney: Butterworths. Dimensinya sangat jamak dan tak terbatas. Mediasi sangat sulit diberi pengertian. pratice. Di sini disebutkan kata mediator. mediasi adalah suatu prosedur penengahan di mana seseorang bertindak sebagai ”kendaraan” untuk berkomunikasi antar para pihak. Dari definisi tersebut. Pada proposal yang diajukan bukan atas dasar tipu muslihat. harus dijelaskan dengan sempurna. process. Sehingga banyak orang yang menyebutkan mediasi tidak mudah diberi definisi. Istilah khusus dalam pengadilan disebut dengan mediasi. Proposal tersebut diharapkan dapat digunakan sebagai acuan untuk menyelesaikan sengketa tersebut. yang harus mencari ”berbagai kemungkinan penyelesaian sengketa” yang diterima para pihak. yang berfungsi membantu para pihak dalam mencari berbagai kemungkinan penyelesaian sengketa”. Mediator tidak akan ikut campur dalam menghasilkan putusan. ”Mediation is not easy to definite”. tetapi tanggung jawab utama tercapainya suatu perdamaian tetap berada di tangan para pihak sendiri. 3 . Para pihak akan mengambil keputusan sendiri atas dasar negosiasi dengan pihak lawannya. 1 Tahun 2008. Penegertian mediator. disebutkan dalam Pasal 1 butir 5. Mediasi sangat tergantung pada lakon yang dimainkan oleh pihak yang terlibat dalam penyelesaian masalah.mediasi ini muncul sebagai jawaban atas ketidakpuasan yang berkembang pada sistem peradilan yang bermuara pada persoalan waktu. Oleh sebab itu 10 Laurence Boulle. sehingga pandangan mereka yang berbeda atas sengketa tersebut dapat dipahami dan mungkin didamaikan. 1996). biaya dan kemampuannya dalam menangani kasus yang kompleks. Head. Banyak pihak mengakui bahwa mediasi adalah proses untuk menyelesaikan sengketa dengan bantuan pihak ketiga. Pada posisi-posisi mana saja di antara para pihak itu ada kelemahan dan kelebihannya. Pihak yang terlibat adalah pihak mediator dan pihak yang tersangkut dalam sengketa.

Kesamaan tersebut mungkin dari segi hubungan kekeluargaan. yang membantu para pihak yang bersengketa mencapai penyelesaian sengketa yang diterima kedua belah pihak. Pihak yang netral tersebut tugas pertamanya adalah menolong para pihak memahami pandangan pihak lainnya sehubungan dengan masalah-masalah yang disengketakan.dapat diduga bahwa putusan yang dihasilkan melalui mediasi akan permanen dan menyenangkan pihak-pihak yang telah mengakhiri sengketa. yaitu mediasi adalah sebuah intervensi terhadap proses negosiasi yang dilakukan oleh pihak ketiga. Dalam praktek. dan apa saja yang dirasakan dapat memperdekat jarak dengan para pihak yang bersangkutan.. hobi.pertemuan antara mediator dengan salah satu pihak tanpa dihadiri oleh pihak lainnya. Cara praktek itu tampaknya kemudian dituangkan dalam Perma No 01/ 2008. mediasi merupakan suatu proses informal yang ditujukan untuk memungkinkan para pihak yang bersengketa mendiskusikan perbedaan-perbedaan mereka secara ”pribadi” dengan bantuan pihak ketiga yang netral. profesi. Pihak ketiga memiliki kewenangan untuk mengambil keputusan. Tujuannya adalah membantu para pihak bernegosiasi secara lebih baik atas suatu penyelesaian. yaitu: ”.. meminimalkan perbedaan-perbedaan. Banyak cara yang dapat dilakukan mediator untuk menanamkan kepercayaan. Definisi tersebut menegaskan hubungan antara mediasi dan negosiasi. mendengarkan secara aktif. dan selanjutnya membantu mereka melakukan penilaian yang objektif dari keseluruhan situasi. Berdasarkan uraian di atas. Pengertian kaukus disebutkan dalam Pasal 1 butir (4). Di sini mediator perlu membangun kepercayaan para pihak yang bersengketa lebih dahulu. Semua harus terbuka dan tanpa tipu muslihat. mediator seharusnya tetap bersikap netral. Pasal 9 ayat (3): ”Apabila dianggap perlu. Mediator tidak akan mempengaruhi salah satu pihak untuk menggoalkan citacita pihak yang lain. Jadi. dan menitikberatkan persamaan. agama. pendidikan.. the intervention in a negotiation or a conflict of an acceptable third party who has limited or no authoritative decision-making power but who assists the involved parties in voluntarily reaching a mutually acceptable seltment of issues in dispute”.11 Yang menarik adalah pengertian lain dari mediasi. Kemudian harus dijelaskan pula bahwa mediator mampu merahasiakan Keterangan yang disampaikan oleh pihak-pihak tidak akan menjadi bukti di persidangan jika proses mediasi ini gagal 11 . sebagai bagian dari proses mediasi. yaitu: ”. mediator berbicara secara tertutup masing-masing pihak. misalnya dengan memperkenalkan diri melakukan penelusuran kesamaan dengan para pihak. ”Pembicaraan atau diskusi-diskusi tersebut dilakukan tanpa adanya prasangka. selalu membina hubungan baik berbicara dengan bahasa para pihak. mediator dapat melakukan kaukus”.. menekankan pada keuntungan potensial.

kepercayaan. bertindak sebagai fasilitator bagi kepentingan negosiasi yang membantu para pihak tersebut mencapai solusi yang saling menguntungkan. Oleh karena itu. Dalam UU No 30 Tahun 1999. Dalam ayat (3) nya secara jelas disebutkan bahwa: ”Dalam hal sengketa atau beda pendapat sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) tidak dapat diselesaikan. Biasanya kalau orang yang bersengketa bertemu langsung tentu saja akan terkipas dengan emosional. Sebagai pihak ketiga yang netral. rasa keadilan. Nilai-nilai itu dapat meliputi hukum. Oleh sebab itu pihak ketigalah yang dapat menetralisir situasi persengketaannya. tetapi tidak mempunyai kewenangan untuk menetapkan atau membuat keputusan atas masalah yang menjadi pokok sengketa. agama. moral dan lain-lain. Mediasi merupakan suatu proses di mana mediator yang telah disepakati oleh pihak-pihak yang bersengketa. Dari ketentuan tersebut tampak kaitan erat antara mediasi dan negosiasi. mediasi sering dinilai sebagai perluasan dari proses negosiasi. Pasal 6 ayat (2) UU No 30 Tahun 1999 menyebutkan: ”Penyelesaian sengketa atau beda pendapat melalui alternative penyelesaian sengketa diselesaikan dalam pertemuan langsung (negosiasi) oleh para pihak dalam waktu paling lama 14 (empat belas) hari dan hasilnya dituangkan dalam suatu kesepakatan tertulis”. dalam mediasi pihak ketiga akan membantu pihak-pihak bertikai dengan menerapkan nilai-nilai terhadap fakta-fakta untuk mencapai nilai akhir. Sebagaimana diketahui. Jadi dari UU No 30 Tahun 1999 .sengketa pihak-pihak yang sedang dihadapi. Hal ini penting agar para pihak tidak sungkan dalam mengemukakan akar perselisihan dan menemukan jalan keluar. Hal itu disebabkan para pihak yang tidak mampu menyelesaikan sengketanya sendiri menggunakan para pihak ketiga yang bersikap netral untuk membantu mereka mencapai suatu kesepakatan. maka atas kesepakatan tertulis para pihak sengketa atau beda pendapat diselesaikan melalui bantuan seorang atau lebih penasihat ahli maupun melalui seorang mediator”. etika. mediator merancang dan memimpin diskusi serta bertindak sebagai pencegah untuk memfasilitasi kemajuan kea rah penyelesaian. Mediator mengarahkan jalannya negosiasi. mediasi adalah sebuah intervensi terhadap proses negosiasi atau suatu konflik yang dilakukan oleh pihak ketiga yang tidak memihak. Tidak seperti proses ajudikasi di mana pihak ketiga menerapkan hukum terhadap fakta-fakta yang ada untuk mencapai suatu hasil. mediasi merupakan kelanjutan negosiasi dan dilaksanakan jika proses negosiasi telah gagal. tentang Arbitrase dan Alternatif penyelesaian sengketa. Mediasi dan Negosiasi Sebagaimana diketahui. C.

. harta bersamaan dan lain-laim. para pihak yang bersengketa melakukan perundangan secara langsung tanpa dibantu pihak ketiga.dapat disimpulkan tentang adanya ”kewajiban” untuk melaksanakan proses negosiasi terlebih dahulu sebelum masuk pada penyelesaian sengketa melalui mediasi. yakni sebagai berikut: a. tidak memiliki kepentingan terhadap proses perundingan maupun hasilnya. Agar maksud perceraiannya tuntas diperlukan penyelesaian yang melingkupi persengketaan itu misalnya soal nafkah anak. antara lain jika kewenangan wakil terlalu dibatasi. Peran sebagai wakil atau kuasa memiliki beberapa kelemahan. Penyelesaian sengketa sepenuhnya dikontrol para pihak sendiri untuk mencapai kesepakatan kesempatan lagi untuk mundur karena posisi mereka masing-masing terbuka. b. disetujui oleh para pihak yang bersengketa. Namun demikian. Situasi tersebut dikenal dengan mediation situation karena secara fundamental situasi tersebut memiliki kesamaan karakteristik. tidak mempunyai kepentingan financial atau kepentingan lain terhadap kesepakatan para pihak. keuntungannya adalah apabila negosiasi mengalami kebuntuan. Kegagalan yang terjadi akibat negosiasi secara langsung tersebut dapat memperburuk masalah sengketa. masih terbuka kesempatan untuk menawarkan kemungkinan mediasi dengan cara lain. dan e. tidak mempunyai hubungan keluarga atau semenda sampai dengan derajat kedua dengan salah satu pihak yang bersengketa c. Oleh karena itu. pengambilan keputusan kemungkinan menjadi lebih lambat karena setiap ada tawaran baru dari pihak lawan di luar batas kuasa yang diberikan. d. Penyebutan kriteria atau persyaratan sebagai mediator secara terperinci menjadi sangat penting (kerusial) karena dalam Perma 01/ 2008 hal itu tidak diatur. di mana para pihak secara langsung bertatap muka. Dalam proses negosiasi. meskipun mereka dapat didampingi oleh pengacaranya masing-masing. Ada beberapa situasi yang dapat diselesaikan melalui mediasi. yaitu peran langsung. kriteria atau persyaratan di atas sangat bermanfaat dan dapat digunakan sebagai acuan bagi pengangkatan mediator dalam berbagai kasus. misal ”mediasi soal perceraian” memiliki situasi yang sama dengan ”keduaduanya merasakan telah terjadi percekcokan dalam keluarga”. Artinya. tidak memiliki hubungan kerja dengan salah satu pihak yang bersengketa. hal itu tentu akan mengurangi kredibilitas wakil tersebut. pihak wakil tidak berani mengambil keputusan tanpa berkonsultasi dengan orang yang di wakilnya. Beberapa karekteristik umum terdapat dalam mediation situations yang merupak ciriciri mediasi. Tidak ada cara lain kecuali dengan melakukan perceraian.

b. atau c. dan titik penyelesaian yang saling menguntungkan. termasuk 180 hari sesudahnya. menurut Pasal 1 butir 10 Perma No 02/ 2003. sejak berakhirnya hubungan kerja yang bersifat jangka pendek tersebut. mediator dapat berasal dari kalangan hakim dan bukan hakim yang memiliki sertifikat sebagai mediator. Di lingkungan Peradilan Agama/ Mahkamah Syar’iyah di Aceh dalam lingkup hukum keluarga yang disebut dengan hakam telah disediakan. Dengan bekal berbagai kemampuan yang dimilikinya. . Mediator perlu memahami dan memberikan reaksi positif (meskipun tidak berarti setuju) atas persepsi masing-masing pihak dengan tujuan membangun hubungan baik dan kepercayaan. jika proses mediasi dilakukan melalui pengadilan. baik secara langsung maupun tidak langsung. memenuhi kriteria sebagai berikut: a. Dan Pasal 6 ayat (3) nya disebutkan: ”Setiap pengadilan wajib memiliki daftar mediator beserta riwayat hidup dan pengalaman kerja mediator dan mengevaluasi daftar tersebut setiap tahun”. Dalam praktek. adalah dokumen yang menyatakan bahwa seseorang telah mengikuti pelatihan atau pendidikan mediasi yang dikeluarkan oleh lembaga yang diakreditasi oleh Mahkamah Agung.Seorang calon mediator dianggap memiliki benturan kepentingan atau hubungan afiliasi jika yang bersangkutan. Dalam kaitan itu. memiliki perbedaan kepentingan ekonomis terhadap permasalahan yang sedang menjadi sengketa. mediator diharapkan mampu melaksanakan perannya untuk menganalisis dan mendiagnosis suatu sengketa tertentu. mediator berperan membantu pihakpihak dalam pertukaran informasi dan proses tawar-menawar. Jika para pihak sudah percaya kepada mediator dan proses mediasi. Ia kemudian mendesain serta mengendalikan proses mediasi untuk menuntun para pihak mencapai suatu kesepakatan yang sehat. serta kesiapannya untuk memaham dengan empati pandangan para pihak. Selanjutnya. biasanya pensiunan Kantor Urusan Agama atau panitera yang sangat berpengalaman. setelah berakhirnya hubungan kerja jangka panjang yang bersifat umum. Yang dimaksud dengan sertifikat mediator. Kemampuan pribadi yang terpenting adalah sifat tidak menghakimi. Ia menjadi katalisator untuk mendorong lahirnya suasana yang konstruktif bagi diskusi. mediator sangat membutuhkan kemampuan personal yang memungkinkannya berhubungan secara menyenangkan dengan masing-masing pihak. mediator akan lebih mampu membawa mereka ke arah consensus. yaitu dalam kaitannya dengan cara berpikir masing-masing pihak. memiliki hubungan kerja jangka panjang dengan salah satu pihak yang bersengketa atau beda pendapat sampai dengan jangka waktu 180 hari. memiliki hubungan kerja yang bersifat jangka pendek.

dan c. yaitu membangun komunikasi dan menciptakan saling pengertian. Pasal 3 ayat (1) Perma No 01/ 2008 menyebutkan. memperlancar dan mengendalikan komunikasi. Lagi pula para pihaklah yang menentukan dalam memperoleh penyelesaian sengketa mereka. b. d. dan membawa mereka pada tiga tahap sebagai berikut: a. Tahap pertama dan kedua. mengajar para pihak dalam proses dan ketrampilan tawar-menawar. sehingga masing-masing lebih memahami persoalannya sendiri dan. e. Dengan bantuan dan bimbingan mediator. tugas mediator adalah mengarahkan dan memfasilitasi lancarnya komunikasi dan membantu para pihak agar memperoleh pengertian tentang perselisihan secara keseluruhan sehingga memungkinkan setiap pihak membuat penilaian yang objektif. terdapat kecenderungan bahwa mediator menjelaskan mediasi dan peranan mediator. para pihak bergerak ke arah negosiasi penyelesaian sengketa mereka. Mereka tentu saja akan mempertimbangkan untung-rugi berperkara. kafaah. mengidentifikasi masalah serta kepentingan-kepentingan kritis para pihak. dan menciptakan pilihanpilihan untuk memudahkan penyelesaian problem. b. Sebagai pihak netral yang melayani kedua belah pihak. dan f. yang lebih penting. memanfaatkan komunikasi tersebut untuk menjembatani atau menciptakan saling pengertian di antara para pihak (berdasarkan persepsi mereka atas perselisihan tersebut dan kekuatan serta kelemahan masing-masing. Hakim wajib memberikan penjelasan kepada para pihak tentang prosedur dan biaya mediasi). beberapa peranan penting yang harus dilakukan mediator antara kami adalah sebagai berikut: a. mengetahui cara pandang pihak lain. Tentu saja ada hal lain yang perlu dipertimbangkan yaitu antara para pihak haruslah ada kesetaraan. Hal ini untuk memperkuat betapa penting mediasi. Dalam praktek. memfokuskan pada upaya membuka komunikasi di antara para pihak. harus selalu diarahkan untuk memungkinkan para pihak mendiskusikan perselisihan mereka dan melakukan tukar pandangan. Mengetahui cara pandang orang lain tentu dapat memudahkan melakukan negosiasi. (Bahkan untuk proses mediasi di pengadilan.Dalam praktek. melakukan diagnosis konflik. manfaat serta pertarungan martabatnya. agar penjelasan-penjelasan yang diberikan dipahami secara serentak dengan bahasa yang sama. . mediator berperan melakukan interaksi dengan para pihak baik secara bersama atau secara individu. c. memfokus pada munculnya penyelesaian. membantu para pihak mengumpulkan informasi penting. Dalam kaitan itu. menyusun agenda.

bahkan Al-Qur’an menyuruh memerangi mereka. Dengan demikian keberadaan saksi ahli dianggap tidak begitu penting karena belum ada kajian hukum yang menempatkan saksi ahli pada porsi yang menentukan.13 Oleh karenanya kurikulum mediasi dan arbitrase. 49: 9 13 Undang-Undang R. Rumusan-rumusan hukum dalam Islam. Penjelasan itu terutama berkaitan dengan identitas dan pengalaman mediator. hukum perkawinan sudah sangat rinci. harus menjadi fokus utama dalam bagian silabus yang berkenaan dengan hukum acara yang diajarkan pada Fakultas Syari’ah. kalaupun tidak berhasil. Fakultas syari’ah yang membidangi al ahwal sakhsiyyah dan muamalat sangat relevan gagasan mediasi ini. mekanisme pelaksanaannya. bahkan tidak membedakan hukum pidana. harus ada satu usaha untuk mendamaikannya. Bahkan satu-satunya sengketa dalam Islam yang disebut langsung penyelesaiannya diutamakan melalui mediasi. Praktek Peradilan Agama Dalam kasus rumah tanggapun dianjurkan melakukan mediasi. sudah sangat jelas dan rinci. Oleh sebab itu diskusi mahasiswa telah membuktikan perubahan hukum yang dahsyat di Indonesia 14 . tetapi ditempelkan saja pada keyakinan hakim.12 kalau tidak patuh kepada mediator. Alat bukti yang sekarang digunakan Penagadilan sebagai sarana pembuktian gugatan mengacu pada Hukum Acara peninggalan Belanda: padahal praktek hakim selalu memanggil pihak-pihak yang mempunyai keahlian di bidang yang sedang dipersengketakan. D.S. Tidak mungkin ada rahasia yang disembunyikan untuk menekan salah satu pihak yang bersengketa. Hal ini seperti yang telah disebutkan. terutama bidang perkawinan. dan hasil-hasil dari mediasi. Mereka yang keliru harus diluruskan sebagaimana mestinya. akan sangat bermanfaat apabila mediator menjelaskan semuanya di hadapan kedua belah pihak dalam sebuah pertemuan. proses mediasi. Saksi ahli itu tidak dapat berdiri sendiri. harus ditunjukkan siapa di antara mereka yang bersengketa itu yang diperkirakan keliru. Semua hal yang berkenaan dengan mediasi disampaikan secara transparan. Hukum Islam sangat mengharapkan adanya penyelesaian sengketa melalui mediasi. kerahasiaannya. Mediasi dalam Islam sangat luas. perwarisan dan kewenangan lainnya yang telah diberikan selama ini kepada Pengadilan Agama. Pada system hukum Anglo Saxon. Diusahakan secermat mungkin. sifat netral mediator.14 Hal ini berkaitan dengan kebutuhan masyarakat akhirakhir ini. jurilah yang akan mencerahkan proses pengadilan untuk menemukan hukum yang adil.I No 3 Tahun 2006 tentang perubahan Undang-Undang No 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama Hal lain juga sedang menjadi kajian di kalangan mahasiswa adalah soal alat bukti. dan hukum perdata atau makar sekalipun. bila pengadilan menghadapi hal yang krusial. oleh sebab itu kalau terjadi masalah akan lebih mudah diselesaikan lebih-lebih lagi ketika kedua belah pihak 12 Q.Meskipun salah satu atau kedua belah pihak sudah mengetahui cara kerja mediasi dan peranan yang harus dilakukan mediator. Jika ada dua kelompok yang bersengketa.

itu baru pada pemeriksaan pada Pengadilan tingkat pertama (Pengadilan Negeri/ Pengedilan Agama atau Mahkamah Syar’iyah) belum lagi jika dihitung dengan proses pemeriksaan pada Pengadilan tingkat Tinggi dan Mahkamah Agung. Pada Al-Quran menyuruh harus bertindak netral dan tidak boleh memberi pendapat yang dapat mempengaruhi pihak-pihak.I yang menyebutkan ”tidak dibolehkan anggota keluarga menjadi hakam” Pengalaman menunjukkan bahwa bila terlibat anggota keluarga menjadi hakam. Belakangan ini hakam dianggap tidak efektif bila yang diangkat menjadi hakam itu dari keluarga sebagaimana pesan Al-Qur’an. masalahnya tidak akan selesai. Hakam dapat memberi pendapat penjatuhan talak kalau memang tidak ada cara lain untuk menyelesaikannya. Pertama. Melakukan negosiasi tawar menawar penyelesaian masalah yang terjadi adalah hal yang biasa. pendapat ini tidak bisa disalahkan karena memang secara prosedural untuk memulai hingga sampai pada tingkat pemeriksaan suatu perkara di pengadilan membutuhkan waktu antara 5 sampai 6 bulan.S. sebagai mediator. Mempercepat Proses Penyelesaian Sengketa. bukanlah terikat dalam proses peradilan tetapi merupakan pola yang dapat diintegrasikan dalam proses peradilan. dibandingkan dengan keluarga dari masing-masing pihak. Surat Edaran Menteri Agama R. . sengketa itu bertambah rumit dan muncul permusuhan-permusuhan baru. Karena yang seperti ini sudah biasa dilakukan dalam masyarakat. 4: 35 16 Bandingkan. Artinya hakam disini telah berpihak. ketika terlibat hakam dalam penyelesaian sengketa.tidak kemasukan emosional yang berlebih-lebihan. Keluarga sempat emosional. lembaga mediasi diperlukan untuk. Banyak pengalaman dari peradilan agama/ mahkamah syar’iyah. kasasi dan Peninjauan Kembali. untuk menjadi hakam. apabila ada upaya hukum baik itu Banding. bahkan menjadi besar dan rumit”. bisa bertahun-tahun lamanya suatu perkara memperoleh putusan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap.16 Peradilan Agama. Artinya gagasan ini tidak dalam arti membangun sistem pengadilan baru. Berperkara di pengadilan ditengarai memakan waktu dan lambat. 15 Q. Sejak zaman dahulu sudah menjadi pekerjaan rutin orang tua-tua di kampung. Mediator yang profesional dianggap lebih netral. hakam yang diistilahkan oleh Al-Qur’an membenarkan menjatuhkan talak. Untuk maksud tersebut di atas. Bahkan dalam hadits. Ayat Al-Qur’an15 sebagaimana disebutkan mengajak keluarga kedua belah pihak untuk ikut aktif berperan menyelesaikan sengketa. majelis hakim mencari orang-orang yang benar ahli di bidang kerumah tanggaan. Dalam perkembangannya kemudian istilah yang digunakan adalah dispute resolution atau mekanisme penyelesaian sengketa karena lebih memberikan nuansa yang tidak menyudutkan lembaga peradilan dan memang dalam perkembangannya. Oleh sebab itu hakam haruslah orang-orang yang ahli dalam bidangnya.

Menurut M. karena dengan melakukan hal itu akan mencegah terjadinya kerugian yang lebih besar. demikian asas peradilan yang cepat dan biaya ringan belum dapat diwujudkan sepenuhnya. Biaya berperkara sedemikian rupa tinggi. Putusan Pengadilan tidak bersifat problem solving di antara pihak yang bersengketa melainkan Putusan Pengadilan cenderung menempatkan kedua belah pihak pada dua sisi ujung yang saling berhadapan. bukan kedamaian dan ketentraman yang timbul. Kedua.Walaupun keterlambatan itu berasal dari faktor para pihak itu sendiri yang kurang serius dan sungguh-sungguh dalam menyelesaikan sengketa.. op. sehingga dikembangkan wacana untuk sebisa mungkin menyelesaikan persoalan sengketa melalui jalur perundingan. hal ini dapat dilihat dari ketidak hadiran para pihak pada hari sidang yang telah ditentukan. (Biaya pelayanan hukum diketahui mahal.S Atiyah17 sebagai berikut: ”The cost of legal services is well known to be high. Sehubungan dengan biaya perkara yang mahal. Karena itu dengan jalan mediasi diharapkan biaya yang dikeluarkan untuk berperkara di Pengadilan dapat dikurangi seminimal mungkin. karena menempatkan salah satu pihak pada posisi pemenang (the winner) dan menyudutkan pihak yang lain sebagai pihak yang kalah. tetapi pihak yang kalah timbul demam dan kebencian sepanjang zaman.cit. Sinyalement tersebut mencerminkan Putusan Pengadilan terkadang tidak serta merta menyelesaikan persoalan. hal ini tentunya kurang membawa dampak yang positif bagi pihak yang memenangkan sesuatu dengan. hlm. Biaya mahal yang harus dikeluarkan oleh para pihak untuk menyelesaikan sengketa di pengadilan timbul oleh karena mereka diwajibkan membayar biaya perkara yang secara resmi telah ditentukan oleh Pengadilan belum lagi ditambah dengan upah yang dibayarkan kepada Pengacara/ Advokat bagi pihak yang menggunakan jasa mereka. sehingga hampir-hampir tidak terjangkau oleh orang-orang yang hanya mempunyai kemampuan ratarata). and the cost of litigation is so high as to be almost prohibitively for people of ordinary means”. tidak ada putusan Pengadilan yang mengantarkan para pihak yang bersengketa kea rah penyelesaian masalah. Bagir Manan pernah menyebut pendapat P. Menekan biaya. 6 . 17 Bagir Manan. ”Menang jadi arang kalah jadi abu” begitu kira-kira pameo yang menggambarkan jika suatu sengketa diselesaikan dengan menggunakan jalur Ligitasi.. Yahaya Harahap. Putusan Pengadilan tidak Menyelesaikan Perkara. lebih besar jumlah nominalnya jika dibandingkan dengan nilai materil atau suatu hak yang diperjuangkannya. baik kerugian yang berupa moril maupun materil. Dalam kasus-kasus tertentu terkadang biaya yang dikeluarkan oleh pihak penggugat misalnya. Ketiga.

Masyarakat mempunyai kemampuan untuk menginisiasi mediasi. yaitu pengadilan. Pengalaman selama ini untuk menyelesaikan sengketa. Pihak-pihak yang selama ini sebagai motor hukum formal haruslah berada di garis depan. Hal ini untuk mengingatkan kita selama ini telah tertimbun dengan sistem hukum barat. Penutup Berdasarkan uraian yang telah dikemukakan di atas menunjukkan betapa penting dan sesegera mungkin perguruan tinggi mengambil inisiatif dalam rangka mendesain kurikulum. Untuk mengikis pengalaman seperti itu memerlukan waktu dan kesabaran dari banyak pihak. Pendidikan Advokatpun harus diisi dengan modul-modul mediasi. . kalau dapat yang berbasis kompetensi.E. Sosialisasi penyelesaian sengketa melalui mediasi harus dilakukan dengan intensif. yang terbayang pada para pihak adalah lembaga-lembaga penegakan hukum yang formal. dari berbagai tingkat dan lapisan masyarakat. hal ini akan bersinerji dengan harapan Mahkamah Agung sebagaimana telah disebutkan. karena memang sejak zaman dahulu mediasi telah menjadikan metoda penyelesaian masalah di kalangan mereka sendiri. Bahkan kurikulum kurikulum sekolahpun harus ada inisiasi untuk menggabungkan materi-materi pelajaran yang mengarah ke mediasi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful