P. 1
Zakat Dan Pemberdayaan Ekonomi Umat

Zakat Dan Pemberdayaan Ekonomi Umat

|Views: 2,599|Likes:
Published by Raya Fatimatuzzahra

More info:

Published by: Raya Fatimatuzzahra on Jul 16, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/05/2015

pdf

text

original

1

ZAKAT DAN PEMBERDAYAAN EKONOMI UMAT
A. Pengertian Zakat Ditinjau dari segi bahasa, menurut lisan orang arab, kata zakat merupakan kata dasar (masdar) dari zakat yang berarti suci, berkah, tumbuh, dan terpuji, yang semua arti ini digunakan didalam menerjemahkan Al-Qur¶an dan hadits. Menurut terminologi syariat(istilah), zakat adalah nama bagi sejumlah harta tertentu yang telah mencapai syarat tertentu yang diwajibkan oleh Allah untuk dikeluarkan dan diberikan kepada yang berhak menerimanya dengan persyaratan tertentu pula.1 Kaitan antara makna bahasa dan istilah ini berkaitan erat sekali, yaitu bahwa setiap harta yang sudah dikeluarkan zakatnya akan menjadi suci, bersih, baik, berkah, tumbuh dan berkembang. Dalam penggunaannya, selain untuk kekayaan, tumbuh dan suci disifatkan untuk jiwa orang yang menunaikan zakat. Maksudnya, zakat itu akan mensucikan orang yang mengeluarkannya dan menumbuhkan pahalanya.2 Sedangkan dalam istilah ekonomi, zakat merupakan tindakan pemindahan kekayaan dari golongan kaya kepada golongan tidak punya.3 A. Qodri Azizy dalam bukunya menyimpulkan bahwa zakat hendaknya tidak sekedar konsumtif, maka idealnya zakat dijadikan sumber dana umat. Penggunaan zakat untuk konsumtif hanyalah untuk hal-hal yang bersifat darurat. Artinya, ketika ada mustahiq yang tidak mungkin untuk dibimbing untuk mempunyai usaha mandiri atau memang untuk kepentingan mendesak, maka penggunaan konsumtif dapat dilakukan.4

Dikutip oleh K. H. Didin Hafidhhuddin (2002) dalam buku, Zakat Dalam Perekonomian Modern. (Jakarta: Gema Insani), hlm. 7. 2 Muhammad dan Ridwan Mas¶ud. Zakat., hlm. 34 3 Ibid, hlm. 42 4 A. Qodri Azizy (2004). Membangun Fondasi Ekonomi Umat (Meneropong Prospek Berkembangnya Ekonomi Islam), cet. 1. (Yogyakarta: Pustaka Pelajar), hlm 148-149.

1

Sehubungan dengan hal itu. bukan berarti mekanisme zakat tidak ada sistem kontrolnya.kegiatan tertentu saja yang berdasarkan pada orientasi konvensional. Namun demikian. Ini merupakan seperangkat alternatif untuk mensejahterakan umat Islam dari kemiskinan dan kemelaratan. Namun dalam era modern saat ini. Cet.2 B. Urgensi dan Tujuan Zakat Zakat pada era emasnya merupakan instrumen fiskal negara yang berfungsi bukan hanya untuk mendistribusikan kesejahteraan umat secara lebih adil dan merata tetapi juga merupakan bagian integral akuntabilitas manusia kepada Allah SWT atas rezeki yang telah diberikan-Nya. Tujuan zakat tidak sekedar menyantuni orang miskin secara konsumtif. seperti dalam program pengentasan kemiskinan dan pengangguran dengan memberikan zakat produktif kepada mereka yang memerlukan sebagai modal usaha. zakat tidak memiliki dampak balik apapun kecuali ridha dan mengharap pahala dari Allah semata. Zakat Dalam Dimensi Mahdah dan Sosial. yang dikarenakan sistem pajak telah menjadi instrumen fiskal bagi suatu negara menyebabkan zakat hanya menjadi representasi tanggung jawab umat manusia atas limpahan rezeki dari Allah SWT sekaligus tidak jarang hanya menjadi ritual budaya periodik umat Islam. 83-84. 2 (Jakarta: PT. . maka zakat dapat berfungsi sebagai salah satu sumber dana sosial-ekonomi bagi umat Islam. 5 Abduracchman Qadir (2001). Untuk itu perlu dibentuk lembaga-lembaga sosial Islam sebagai upaya untuk menanggulangi masalah sosial tersebut. Raja Grafindo Persada) hlm. Artinya pendayagunaan zakat yang dikelola oleh Badan Amil Zakat tidak hanya terbatas pada kegiatan.5 Salah satu yang menunjang kesejahteraan hidup di dunia dan menunjang hidup di akhera t adalah adanya kesejahteraan sosial-ekonomi. Berbeda dengan sumber keuangan untuk pembangunan yang lain. tetapi mempunyai tujuan yang lebih permanen yaitu mengentaskan kemiskinan. Zakat memiliki peranan yang sangat strategis dalam upaya pengentasan kemiskinan atau pembangunan ekonomi. tetapi dapat pula dimanfaatkan untuk kegiatan-kegiatan ekonomi umat.

dan mengembangkan sedekah (zakat)´. sehingga mereka dapat memenuhi kebutuhan hidupnya dengan layak. Justice. kesehatan. sekaligus memberantas sifat iri. sehingga diharapkan akan lahir masyarakat marhamah di atas prinsip ukhuwah Islamiyah dan takaful ijtima¶i. antara lain tersimpul sebagai berikut:6 1. Menolong. Sebagai sumber dana bagi pembangunan sarana maupum prasarana yang dibutuhkan umat Islam. berzakat merupakan upaya mensyukuri nikmatnya. Journal of Thought and Ideas. Sebagai realisasi iman kepada Allah SWT. ³Zakat. and Social Equality´ Volume I August: 6-14. dengki dan hasad yang mungkin timbul ketika mereka (orang-orang fakir miskin) melihat orang kaya yang berkecukupan hidupnya tidak mempedulikan mereka. dapat beribadah kepada Allah SWT. Signifikansi Zakat Kewajiban zakat dan dorongan untuk terus menerus berinfaq dan bershadaqah yang demikian mutlak dan tegas itu. 3. pendidikan. sosial dan ekonomi. 2. karena itu aturannya harus sesuai dengan petunjuk syari¶ah. terhindar dari bahaya kekufuran. ³Allah memusnahkan riba (tidak berkah). Ahmad Erani Yustika dan Jati Andrianto. Zakat mengembangkan harta benda. (QS 2:276). disebabkan karena di dalam ibadah ini terkandung berbagai hikmah dan manfaat (signifikansi) yang demikian besar dan mulia baik bagi muzakki (orang yang harus berzakat). mustahiq maupun masyarakat keseluruhan. pengembangan tersebut dapat ditinjau dari segi spiritual keagamaan berdasarkan firman Allah. seperti sarana ibadah. 5. sekaligus sarana pengembangan kualitas sumber daya manusia muslim. Zakat adalah ibadah. . Untuk mewujudkan keseimbangan dalam kepemilikan dan distribusi harta. membantu dan membina kaum Dhuafa¶ (orang yang lemah secara ekonomi) maupum mustahiq lainnya ke arah kehidupan yang lebih baik dan lebih sejahtera. 6 Jurnal Ilmiah.3 C. 4.

mereka tidak harus bertemu langsung dengan muzaki. Modul Mata Kuliah. 8 Muhammad Ridwan (2005). Fungsi Organisasi Pengelola Zakat Organisasi pengelola zakat apapun bentuk dan posisinya secara umum mempunyai dua fungsi yakni8: a. dan pengawasan terhadap pengumpulan. Untuk mengingatkan muzaki. AlTaubah: 60 sesungguhnya memiliki peran penting. ada empat peran amil. Organisasi Pengelola Zakat Pengertian Organisasi Pengelola Zakat Organisasi Pengelola Zakat merupakan sebuah institusi yang bergerak di bidang pengelolaan dana zakat. cet 2. dan shadaqah. menumbuhkan ketegangan batin dan kehidupan. D. Lebih dari itu. mereka yang hidupnya kekurangan namun tidak 7 Rifqi Muhammad (2006). Karena dengan perantaraan amil. Sebagai perantara keuangan Amil dituntut menerapkan azas trust (kepercayaan). pendistribusian. Yusuf Qardhawi menyebutkan. 1. (Yogyakarta: UII Press). pengorganisasian. dan pendayagunaan zakat. menghilangkan sifat kikir dan rakus. hlm 2. ´Akuntansi Lembaga Keuangan Publik Islam´. Menumbuhkan akhlak mulia dengan memiliki rasa kemanusiaan yang tinggi. pelaksanaan. dengan cara kerja amil yang proaktif mendatangi muzaki dan mustahik. Menyebarkan dan memasyarakatkan etika bisnis yang baik dan benar. Manajemen Baitul Maal Wa Tamwil(BMT). .7 Definisi menurut UU Nomor 38 Tahun 1999 tentang Pengelolaan Zakat adalah kegiatan perencanaan. Menjaga ³air muka´ para mustahik. 2. karena naluriah manusia adalah bakil.4 6. hlm. sekaligus mengembangkan harta yang dimiliki. 207 ± 208. Amil yang disebut secara eksplisit dalam QS. (Yogyakarta: FIAI UII). infaq. 7. Sebagai perantara keuangan Amil berperan menghubungkan antara pihak Muzakki dengan Mustahiq.

Zakat merupakan salah satu dari lima nilai instrumental yang strategis dan sangat berpengaruh pada tingkah laku ekonomi manusia dan masyarakat serta pembangunan ekonomi umumnya 9 Dikutip dari Sayyid Sabiq. Salah satu cara menanggulangi kemiskinan adalah dukungan orang yang mampu untuk mengeluarkan harta kekayaan mereka berupa dana zakat kepada mereka yang kekurangan. sesungguhnya upaya mewujudkan misi pembentukan Amil. b. Zakat Hilangkan Kemiskinan Kemiskinan merupakan bahaya besar bagi umat manusia dan tidak sedikit umat yang jatuh peradabannya hanya karena kefakiran. Untuk menentukan prioritas dan pendistribusian zakat yang produktif dan konsumtif. Pemberdayaan Fungsi ini. yakni bagaimana masyarakat Muzakki menjadi lebih berkah rezekinya dan ketentraman kehidupannya menjadi terjamin disatu sisi dan masyarakat Mustahiq tidak selamanya tergantung dengan pemberian bahkan dalam jangka panjang diharapkan dapat berubah menjadi Muzakki baru.5 membiarkan diri mereka meminta-minta di jalanan. Ini diharapkan dalam satuan waktu tertentu. Beirut: Dar al-Fikr . Untuk mengontrol agar mustahik menerima pemberian zakat dari mana-mana. Karena prioritas pendistribusian zakat kepada para mustahik juga harus dilaksanakan secara proporsional.9 Islam sebagai Ad-diin telah menawarkan beberapa doktrin bagi manusia yang berlaku secara universal dengan dua ciri dimensi. dengan mengembangkan zakat yang diterimanya sebagai modal usaha. Fiqh al-Sunnah (1977). 3. E. Karena itu seperti sabda Nabi yang menyatakan bahwa kefakiran itu mendekati pada kekufuran. 4. yaitu kebahagiaan dan kesejahteraan hidup di dunia serta kebahagiaan dan kesejahteraan hidup di akhirat. mustahik dapat berubah menjadi muzaki. akan mendapat perhatian secara proporsional.

pemerintah melalui kementerian urusan zakat hendaknya melakukan pendataan terhadap kaum mustahiq dengan menggunakan lembaga independent yang bebas dari nepotisme. kemudian dana tersebut digunakan sebagai modal kerja untuk membeli barang-barang produksi. Langkah yang dilakukan Khalifah Umar dapat diadopsi ke Negara Indonesia. sehigga meningkatkan permintaan dan akhirnya meningkatkan produksi nasional. dengan langkah.10 Pertama. Selanjutnya dana zakat didistribusikan melalui badan pengelola zakat swasta maupun milik pemerintah kepada kaum mustahiq dengan rekomendasi lembaga independent tersebut. M. Kebijakan yang dilakukan Khalifah Umar agar mereka mampu meningkatkan daya beli mereka dari dana zakat yang mereka peroleh. Pendistribusi dana zakat oleh lembaga pengelola juga harus diikuti dengan melakukan manajemen terhada mustahiq yang memperoleh dana tersebut.Si (Ketua Bidang Ekonomi Yayasan Bening Hati Alumni Pascasarjana Ekonomi Syariah UI) . Juli 2008 | Hilmi. Kedua. SE.6 Kalau kita lihat pada sistem pengololaan dana zakat yang dilakukan oleh Umar bin Abdul Aziz yaitu memberikan kepada mereka yang memilki daya beli rendah. salah satu keberhasilan khalifah umar mengembangkan zakat produktif karena sifat kejujurannya yang diturunkan kepada masyarakat. Pengelolaan dilakukan secara desentralisasi dengan batasan wilayah propinsi masing-masing.com. Pelajaran yang diambil dari kejujuran beliau adalah menggambarkan sifat transparansi yang harus diterapkan dalam pengelolan dana zakat.langkah sebagai berikut. Dana zakat tersebut akan terus berkembang karena semakin banyak orang yang menggunakanya sebagai dana produktif. Kebijakan ini diusahakan untuk meningkatkan kesejahtera masyarakat diwilayah tersebut. Badan tersebut berhak melakukan audit terhadap lembaga zakat yang mengelola dan berhak pula membuat rekomendasi kepada menteri zakat 10 Dikutipdari inilah. Pola distribusi zakat seperti ini tidak hanya menghilangkan kemiskinan absolute akan tetapi juga meningkatkan perekonomi secara makro. Untuk menjaga transparansi pengelolaan dana zakat hendaknya dibuat satu badan independent yang mengawasi langsung perolehan dan pengalokasian dana tersebut.

Kenyataan itu harus kita wujudkan saat ini agar kemiskinan yang menjadi musuh kita dapat diatasi. bila potensi zakat umat digali secara optimal. Pada masa krisis ekonomi yang masih berlangsung masalah 11 Dikutip dari agustiantocentre.7 untuk memberhentikan operasionalnya. Dosen Pascasarjana Ekonomi Keuangan Syariah PSTTI UI. jika terjadi mismanage dana zakat tersebut. tetapi juga produktif. niscaya aku akan membunuhnya´. Logika penggunaannya tentu sama saja.Paramadina . Ali bin Abi Thalib pernah berkata. Di zaman Umar bin Abdul Aziz dalam tempo 30 bulan tidak ditemukan lagi masyarakat miskin. Makna ucapan khalifah keempat tersebut ialah bahwa ia mendeklarasikan secara tegas ³perang terhadap kemiskinan´. ³Seandainya kemiskinan berwujud seorang manusia. S2 MBKI Univ. Pengaruhnya tentu tidak besar bagi para pembayar pajak yang juga merupakan para pembayar zakat karena tidak dikreditkan langsung pada pajak terutang.com. Ketiga. Penerapan zakat pengurang pajak selama ini hanya pada tataran zakat tersebut sebagai biaya pengurang penghasilan. Kita sudah rindu dengan zaman seperti khilafah Umar bin Abdul Aziz. Program S2 IEF Trisakti. Zakat dan Ekonomi Umat 11 Fakta sejarah membuktikan di zaman sahabat. karena semua muzakki mengeluarkan zakat dan distribusi zakat tidak sebatas konsumtif. dengan melakukan stimulant terhadap para pembayar zakat berupa kompensasi pajak secara langsung. Jumat 15-04-2011 | oleh: Agustianto. Akan tetapi tentu akan lebih terasa besarnya pengaruh zakat terhadap pajak jika zakat tersebut dapat di kreditkan langsung ke pajak penghasilan. ekonomi umat. Sebuah harapan yang sangat besar rekomendasi konferensi dewan zakat asia tenggara (DZAT) dapat diimplemetasikan segera. F. Pajak digunakan untuk pembangunan dan kesejahteraan karyawan begitu juga zakat yang memiliki implikasi kesejahteraan dunia dan akhirat. dan bahkan juga berharap pemerintah berperan aktif dalam mewujudkan rekomendasi tersebut. ummayah dan Abbasiah.

tanpa melibatkan Badan/Lembaga Amil Zakat yang sudah profesional.8 kemiskinan sedang menjadi isu penting. Mulai dari tidak efektifnya UU No 38/ 1999. sisanya dititipkan melalui Badan/Lembaga Amil Zakat. yang terdiri dari 50 BAZ dan 50 LAZ menemukan bahwa zakat fitrah menempati 33 % dari total dana sosial/pertahun (Rp 6. Walhasil. Islam menyediakan seperangkat ajaran yang komprehensif utnuk memecahkan masalah kemiskinan.2 triliun tunai.2 triliun). Yang termasuk kategori sedang dan kaya 61%.1 triliun dalam bentuk barang dan Rp 14. penerima zakat fitrah dan mal 70% adalah masjid. Potensi zakat di Indonesia sesungguhnya sangat besar. Menurut penelitian Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta bekerja sama dengan The Ford Foundation. hingga kinerja Badan/Lembaga Amil Zakat yang tidak optimal. Penelitian yang melibatkan 1. sedekah (ZIS) tersebut. dari 22. karena jumlah rakyat miskin membengkak secara luar biasa. Zakat dan Pemberdayaan Ekonomi Rakyat 12 Zakat sebagai instrumen ekonomi dalam Islam tampaknya belum dapat dikelola dengan baik dan profesional di negeri ini. Lebih lanjut penelitian tersebut mengungkapkan bahwa 61% zakat fitrah. Sekretaris MUI Jateng . Kolom WACANA oleh Prof Dr Ahmad Rofiq. potensi zakat di Indonesia tahun 2006 adalah Rp 19. Kalau negeri yang mayoritas penduduknya beragama Islam. infaq. Untuk zakat mal. Implikasinya kalau 39%-nya miskin.3 triliun. dan sisanya zakat maal. diberikan langsung kepada penerima. boleh jadi 210 juta dari 220 juta warga itu muslim. Rp 5. maka bagian terbesar warga miskin adalah beragama Islam. 93 % diberikan langsung kepada penerima.5 juta menjadi hampir 100 juta jiwa. Banyak faktor bisa dikemukakan untuk mendukung statemen tersebut. G. diantaranya melalui lembaga zakat. Badan Amil Zakat (BAZ) hanya mampu menghimpun sebanyak 5% 12 Dikutip dari Suara Merdeka.500 responden di 11 provinsi. Dengan kata lain.

Kedua. pendayagunaan. dan supaya fakir miskin dapat menjalankan atau membiayai kehidupannya secara konsisten. dan kekurangan lapangan kerja. dengan adanya masalah tersebut maka perlu adanya perencanaan yang dapat mengembangkan zakat bersifat produktif tersebut. dan pendistribusian dana zakat. dan 3% zakat mal. Sistem Ekonomi Islam Zakat dan Wakaf. Karena 80% responden lebih senang menyalurkan dana zakat ke panitia setempat. 52-53. Ketiga. Dengan dana zakat tersebut fakir miskin akan mendapatkan penghasilan tetap. nilai zakat yang dibayarkan relatif kecil.9 zakat fittrah. 1. ketidakadaan modal kerja. untuk pemberdayaan ekonomi penerimanya. Angka tersebut belum terurus dengan baik. H. membagi sendiri lebih mudah dilakukan. mereka tidak 13 Mohammad Daud Ali (1988). hlm.13 Pengembangan zakat bersifat produktif dengan cara dijadikannya dana zakat sebagai modal usaha. yang antara lain faktor kedekatan jarak. 10 % masyarakat tidak percaya kepada BAZ/LAZ. (Jakarta: UI Press). sulit mengakses layanan BAZ/LAZ. pertama. . karena masih kecilnya penyaluran zakat melalui BAZ/LAZ. cet. Penelitian Pirac mengasumsikan potensi zakat di Indonesia adalah Rp 20 triliun/tahun. Alasan yang dikemukakan dari responden bermacam-macam. dan keempat. Pendayagunaan zakat produktif sesungguhnya mempunyai konsep perencanaan dan pelaksanaan yang cermat seperti mengkaji penyebab kemiskinan. Pengaruh Zakat Terhadap Perekonomian Zakat yang diberikan kepada mustahiq akan berperan sebagai pendukung peningkatan ekonomi mereka apabila dikonsumsikan pada kegiatan produktif. mengembangkan usaha serta mereka dapat menyisihkan penghasilannya untuk menabung Dana zakat untuk kegiatan produktif akan lebih optimal bila dilaksanakan Lembaga Amil Zakat karena LAZ sebagai organisasi yang terpercaya untuk pengalokasian. Sementara Lembaga Amil Zakat (LAZ) hanya menghimpun 4% zakat mal. meningkatkan usaha.

pengelolaan zakat secara profesional dan produktif dapat ikut membantu perekonomian masyarakat lemah dan membantu pemerintah dalam meningkatkan perekonomian negara. Pengaruh zakat yang lainnya adalah terjadinya pembagian pendapatan secara adil kepada masyarakat Islam. (Yogyakarta: UII Press). hlm. Zakat dapat dijadikan sebagai salah satu bentuk modal bagi usaha kecil. 2. Zakat dan Kemiskinan Instrumen Pemberdayaan Ekonomi Umat. 3. zakat memiliki pengaruh yang sangat besar dalam berbagai hal kehidupan umat. meningkatnya daya beli masyarakat akan diikuti oleh pertumbuhan produksi. sehingga menjadi sumber dana pendukung dakwah Islam 14 Muhammad dan Ridwan Mas¶ud (2005). Dengan kata lain. . memberikan pengarahan serta pelatihan agar dana zakat tersebut benar-benar dijadikan modal kerja sehingga penerima zakat tersebut memperoleh pendapatan yang layak dan mandiri. Dengan demikian. 127. Misi pembangunan ekonomi dan bisnis yang berpedoman pada ukuran ekonomi dan bisnis yang lazim dan bersifat universal. pertumbuhan sektor produksi inilah yang akan menjadi salah satu indikator adanya pertumbuhan ekonomi. Misi membangun kekuatan ekonomi untuk Islam. yaitu terberdayanya ekonomi umat sesuai dengan misi-misi yang diembannya. Diantara misi-misi tersebut adalah:14 1. Dengan berkembangnya usaha kecil menengah dengan modal berasal dari zakat akan menyerap tenaga kerja. Misi pelaksanaan etika bisnis dan hukum. berkurangnya angka pengangguran akan berdampak pada meningkatnya daya beli masyarakat terhadap suatu produk barang ataupun jasa.10 memberikan zakat begitu saja melainkan mereka mendampingi. di antaranya adalah pengaruh dalam bidang ekonomi. Hal ini berarti angka pengangguran bisa dikurangi.

Si (Ketua Bidang Ekonomi Yayasan Bening Hati Alumni Pascasarjana Ekonomi Syariah UI) Suara Merdeka. Zakat dan Kemiskinan Instrumen Pemberdayaan Ekonomi Umat. Kolom WACANA oleh Prof Dr Ahmad Rofiq. ´Akuntansi Lembaga Keuangan Publik Islam´. cet. Abduracchman (2001). Modul Mata Kuliah. Jumat 15-04-2011 oleh: Agustianto. Rifqi (2006). Manajemen Baitul Maal Wa Tamwil(BMT). Qodri (2004). Muhammad (2005). Beirut: Dar al-Fikr Yustika.1 cet. M. 1. cet 2. Juli 2008 | Hilmi. Mohammad (1988). (Jakarta: Departemen Agama) Sabiq.com. (Jakarta: CV Rajawali) Proyek Pembinaan Zakat dan Wakaf (1982).Paramadina . ed. Sistem Ekonomi Islam Zakat dan Wakaf. (Yogyakarta: Pustaka Pelajar) Muhammad.11 DAFTAR PUSTAKA Muhammad dan Ridwan Mas¶ud (2005). Raja Grafindo Persada) Saefuddin. Program S2 IEF Trisakti. Didin (2002) dalam buku. Ekonomi dan Masyarakat dalam Perspektif Islam. (Yogyakarta: FIAI UII) Ridwan. Journal of Thought and Ideas. (Yogyakarta: UII Press) Hafidhhuddin. cet. Volume I August: 6-14 ³Zakat. (1977). Sekretaris MUI Jateng Agustiantocentre. Zakat Dalam Dimensi Mahdah dan Sosial. Ahmad Erani dan Jati Andrianto. (Jakarta: UI Press) Qadir. Ahmad M. Pedoman Zakat (4).1. (1987). and Social Equality´ inilah. SE. Cet. (Jakarta: Gema Insani) Azizy. Sayyid. Dosen Pascasarjana Ekonomi Keuangan Syariah PSTTI UI. 2 (Jakarta: PT. (Yogyakarta: UII Press) Daud Ali. 1. Justice. S2 MBKI Univ. Membangun Fondasi Ekonomi Umat (Meneropong Prospek Berkembangnya Ekonomi Islam). Zakat Dalam Perekonomian Modern.com. Fiqh al-Sunnah. Jurnal Ilmiah.

12 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->