1

ZAKAT DAN PEMBERDAYAAN EKONOMI UMAT
A. Pengertian Zakat Ditinjau dari segi bahasa, menurut lisan orang arab, kata zakat merupakan kata dasar (masdar) dari zakat yang berarti suci, berkah, tumbuh, dan terpuji, yang semua arti ini digunakan didalam menerjemahkan Al-Qur¶an dan hadits. Menurut terminologi syariat(istilah), zakat adalah nama bagi sejumlah harta tertentu yang telah mencapai syarat tertentu yang diwajibkan oleh Allah untuk dikeluarkan dan diberikan kepada yang berhak menerimanya dengan persyaratan tertentu pula.1 Kaitan antara makna bahasa dan istilah ini berkaitan erat sekali, yaitu bahwa setiap harta yang sudah dikeluarkan zakatnya akan menjadi suci, bersih, baik, berkah, tumbuh dan berkembang. Dalam penggunaannya, selain untuk kekayaan, tumbuh dan suci disifatkan untuk jiwa orang yang menunaikan zakat. Maksudnya, zakat itu akan mensucikan orang yang mengeluarkannya dan menumbuhkan pahalanya.2 Sedangkan dalam istilah ekonomi, zakat merupakan tindakan pemindahan kekayaan dari golongan kaya kepada golongan tidak punya.3 A. Qodri Azizy dalam bukunya menyimpulkan bahwa zakat hendaknya tidak sekedar konsumtif, maka idealnya zakat dijadikan sumber dana umat. Penggunaan zakat untuk konsumtif hanyalah untuk hal-hal yang bersifat darurat. Artinya, ketika ada mustahiq yang tidak mungkin untuk dibimbing untuk mempunyai usaha mandiri atau memang untuk kepentingan mendesak, maka penggunaan konsumtif dapat dilakukan.4

Dikutip oleh K. H. Didin Hafidhhuddin (2002) dalam buku, Zakat Dalam Perekonomian Modern. (Jakarta: Gema Insani), hlm. 7. 2 Muhammad dan Ridwan Mas¶ud. Zakat., hlm. 34 3 Ibid, hlm. 42 4 A. Qodri Azizy (2004). Membangun Fondasi Ekonomi Umat (Meneropong Prospek Berkembangnya Ekonomi Islam), cet. 1. (Yogyakarta: Pustaka Pelajar), hlm 148-149.

1

tetapi dapat pula dimanfaatkan untuk kegiatan-kegiatan ekonomi umat. Urgensi dan Tujuan Zakat Zakat pada era emasnya merupakan instrumen fiskal negara yang berfungsi bukan hanya untuk mendistribusikan kesejahteraan umat secara lebih adil dan merata tetapi juga merupakan bagian integral akuntabilitas manusia kepada Allah SWT atas rezeki yang telah diberikan-Nya.5 Salah satu yang menunjang kesejahteraan hidup di dunia dan menunjang hidup di akhera t adalah adanya kesejahteraan sosial-ekonomi.2 B. . Namun dalam era modern saat ini. Untuk itu perlu dibentuk lembaga-lembaga sosial Islam sebagai upaya untuk menanggulangi masalah sosial tersebut. Cet. bukan berarti mekanisme zakat tidak ada sistem kontrolnya. Zakat memiliki peranan yang sangat strategis dalam upaya pengentasan kemiskinan atau pembangunan ekonomi. Namun demikian. seperti dalam program pengentasan kemiskinan dan pengangguran dengan memberikan zakat produktif kepada mereka yang memerlukan sebagai modal usaha. zakat tidak memiliki dampak balik apapun kecuali ridha dan mengharap pahala dari Allah semata. maka zakat dapat berfungsi sebagai salah satu sumber dana sosial-ekonomi bagi umat Islam.kegiatan tertentu saja yang berdasarkan pada orientasi konvensional. 83-84. yang dikarenakan sistem pajak telah menjadi instrumen fiskal bagi suatu negara menyebabkan zakat hanya menjadi representasi tanggung jawab umat manusia atas limpahan rezeki dari Allah SWT sekaligus tidak jarang hanya menjadi ritual budaya periodik umat Islam. Raja Grafindo Persada) hlm. Berbeda dengan sumber keuangan untuk pembangunan yang lain. Zakat Dalam Dimensi Mahdah dan Sosial. Artinya pendayagunaan zakat yang dikelola oleh Badan Amil Zakat tidak hanya terbatas pada kegiatan. 2 (Jakarta: PT. Ini merupakan seperangkat alternatif untuk mensejahterakan umat Islam dari kemiskinan dan kemelaratan. 5 Abduracchman Qadir (2001). Sehubungan dengan hal itu. Tujuan zakat tidak sekedar menyantuni orang miskin secara konsumtif. tetapi mempunyai tujuan yang lebih permanen yaitu mengentaskan kemiskinan.

seperti sarana ibadah. Zakat mengembangkan harta benda. dan mengembangkan sedekah (zakat)´. terhindar dari bahaya kekufuran. antara lain tersimpul sebagai berikut:6 1. sehingga diharapkan akan lahir masyarakat marhamah di atas prinsip ukhuwah Islamiyah dan takaful ijtima¶i. sekaligus memberantas sifat iri. Menolong. berzakat merupakan upaya mensyukuri nikmatnya. 4. 2. kesehatan. pengembangan tersebut dapat ditinjau dari segi spiritual keagamaan berdasarkan firman Allah. sehingga mereka dapat memenuhi kebutuhan hidupnya dengan layak. pendidikan. Sebagai realisasi iman kepada Allah SWT. 6 Jurnal Ilmiah. 5. 3. ³Allah memusnahkan riba (tidak berkah). membantu dan membina kaum Dhuafa¶ (orang yang lemah secara ekonomi) maupum mustahiq lainnya ke arah kehidupan yang lebih baik dan lebih sejahtera. (QS 2:276).3 C. sekaligus sarana pengembangan kualitas sumber daya manusia muslim. karena itu aturannya harus sesuai dengan petunjuk syari¶ah. Zakat adalah ibadah. dengki dan hasad yang mungkin timbul ketika mereka (orang-orang fakir miskin) melihat orang kaya yang berkecukupan hidupnya tidak mempedulikan mereka. Journal of Thought and Ideas. disebabkan karena di dalam ibadah ini terkandung berbagai hikmah dan manfaat (signifikansi) yang demikian besar dan mulia baik bagi muzakki (orang yang harus berzakat). Ahmad Erani Yustika dan Jati Andrianto. and Social Equality´ Volume I August: 6-14. Justice. sosial dan ekonomi. mustahiq maupun masyarakat keseluruhan. ³Zakat. dapat beribadah kepada Allah SWT. Sebagai sumber dana bagi pembangunan sarana maupum prasarana yang dibutuhkan umat Islam. Untuk mewujudkan keseimbangan dalam kepemilikan dan distribusi harta. . Signifikansi Zakat Kewajiban zakat dan dorongan untuk terus menerus berinfaq dan bershadaqah yang demikian mutlak dan tegas itu.

Sebagai perantara keuangan Amil dituntut menerapkan azas trust (kepercayaan). (Yogyakarta: UII Press).7 Definisi menurut UU Nomor 38 Tahun 1999 tentang Pengelolaan Zakat adalah kegiatan perencanaan. (Yogyakarta: FIAI UII). dan pengawasan terhadap pengumpulan. hlm. Fungsi Organisasi Pengelola Zakat Organisasi pengelola zakat apapun bentuk dan posisinya secara umum mempunyai dua fungsi yakni8: a. D. karena naluriah manusia adalah bakil.4 6. ´Akuntansi Lembaga Keuangan Publik Islam´. dan pendayagunaan zakat. sekaligus mengembangkan harta yang dimiliki. cet 2. Organisasi Pengelola Zakat Pengertian Organisasi Pengelola Zakat Organisasi Pengelola Zakat merupakan sebuah institusi yang bergerak di bidang pengelolaan dana zakat. Sebagai perantara keuangan Amil berperan menghubungkan antara pihak Muzakki dengan Mustahiq. Menjaga ³air muka´ para mustahik. pengorganisasian. Manajemen Baitul Maal Wa Tamwil(BMT). mereka yang hidupnya kekurangan namun tidak 7 Rifqi Muhammad (2006). pelaksanaan. 8 Muhammad Ridwan (2005). . 1. Yusuf Qardhawi menyebutkan. Menyebarkan dan memasyarakatkan etika bisnis yang baik dan benar. 207 ± 208. mereka tidak harus bertemu langsung dengan muzaki. Lebih dari itu. AlTaubah: 60 sesungguhnya memiliki peran penting. dengan cara kerja amil yang proaktif mendatangi muzaki dan mustahik. Amil yang disebut secara eksplisit dalam QS. Modul Mata Kuliah. 7. ada empat peran amil. pendistribusian. menumbuhkan ketegangan batin dan kehidupan. menghilangkan sifat kikir dan rakus. Karena dengan perantaraan amil. 2. Untuk mengingatkan muzaki. infaq. Menumbuhkan akhlak mulia dengan memiliki rasa kemanusiaan yang tinggi. dan shadaqah. hlm 2.

mustahik dapat berubah menjadi muzaki. Untuk menentukan prioritas dan pendistribusian zakat yang produktif dan konsumtif. Zakat merupakan salah satu dari lima nilai instrumental yang strategis dan sangat berpengaruh pada tingkah laku ekonomi manusia dan masyarakat serta pembangunan ekonomi umumnya 9 Dikutip dari Sayyid Sabiq.5 membiarkan diri mereka meminta-minta di jalanan. yaitu kebahagiaan dan kesejahteraan hidup di dunia serta kebahagiaan dan kesejahteraan hidup di akhirat. Fiqh al-Sunnah (1977). Salah satu cara menanggulangi kemiskinan adalah dukungan orang yang mampu untuk mengeluarkan harta kekayaan mereka berupa dana zakat kepada mereka yang kekurangan. 3. Beirut: Dar al-Fikr .9 Islam sebagai Ad-diin telah menawarkan beberapa doktrin bagi manusia yang berlaku secara universal dengan dua ciri dimensi. E. dengan mengembangkan zakat yang diterimanya sebagai modal usaha. sesungguhnya upaya mewujudkan misi pembentukan Amil. Pemberdayaan Fungsi ini. yakni bagaimana masyarakat Muzakki menjadi lebih berkah rezekinya dan ketentraman kehidupannya menjadi terjamin disatu sisi dan masyarakat Mustahiq tidak selamanya tergantung dengan pemberian bahkan dalam jangka panjang diharapkan dapat berubah menjadi Muzakki baru. Karena prioritas pendistribusian zakat kepada para mustahik juga harus dilaksanakan secara proporsional. b. akan mendapat perhatian secara proporsional. Untuk mengontrol agar mustahik menerima pemberian zakat dari mana-mana. Ini diharapkan dalam satuan waktu tertentu. Zakat Hilangkan Kemiskinan Kemiskinan merupakan bahaya besar bagi umat manusia dan tidak sedikit umat yang jatuh peradabannya hanya karena kefakiran. 4. Karena itu seperti sabda Nabi yang menyatakan bahwa kefakiran itu mendekati pada kekufuran.

kemudian dana tersebut digunakan sebagai modal kerja untuk membeli barang-barang produksi.langkah sebagai berikut. pemerintah melalui kementerian urusan zakat hendaknya melakukan pendataan terhadap kaum mustahiq dengan menggunakan lembaga independent yang bebas dari nepotisme.6 Kalau kita lihat pada sistem pengololaan dana zakat yang dilakukan oleh Umar bin Abdul Aziz yaitu memberikan kepada mereka yang memilki daya beli rendah. Juli 2008 | Hilmi. SE. sehigga meningkatkan permintaan dan akhirnya meningkatkan produksi nasional.com. dengan langkah. Badan tersebut berhak melakukan audit terhadap lembaga zakat yang mengelola dan berhak pula membuat rekomendasi kepada menteri zakat 10 Dikutipdari inilah. Langkah yang dilakukan Khalifah Umar dapat diadopsi ke Negara Indonesia.Si (Ketua Bidang Ekonomi Yayasan Bening Hati Alumni Pascasarjana Ekonomi Syariah UI) . Selanjutnya dana zakat didistribusikan melalui badan pengelola zakat swasta maupun milik pemerintah kepada kaum mustahiq dengan rekomendasi lembaga independent tersebut. Pelajaran yang diambil dari kejujuran beliau adalah menggambarkan sifat transparansi yang harus diterapkan dalam pengelolan dana zakat. Pendistribusi dana zakat oleh lembaga pengelola juga harus diikuti dengan melakukan manajemen terhada mustahiq yang memperoleh dana tersebut. Dana zakat tersebut akan terus berkembang karena semakin banyak orang yang menggunakanya sebagai dana produktif. Untuk menjaga transparansi pengelolaan dana zakat hendaknya dibuat satu badan independent yang mengawasi langsung perolehan dan pengalokasian dana tersebut. M. Pengelolaan dilakukan secara desentralisasi dengan batasan wilayah propinsi masing-masing. salah satu keberhasilan khalifah umar mengembangkan zakat produktif karena sifat kejujurannya yang diturunkan kepada masyarakat. Kebijakan ini diusahakan untuk meningkatkan kesejahtera masyarakat diwilayah tersebut. Kebijakan yang dilakukan Khalifah Umar agar mereka mampu meningkatkan daya beli mereka dari dana zakat yang mereka peroleh. Pola distribusi zakat seperti ini tidak hanya menghilangkan kemiskinan absolute akan tetapi juga meningkatkan perekonomi secara makro.10 Pertama. Kedua.

Pajak digunakan untuk pembangunan dan kesejahteraan karyawan begitu juga zakat yang memiliki implikasi kesejahteraan dunia dan akhirat. Pada masa krisis ekonomi yang masih berlangsung masalah 11 Dikutip dari agustiantocentre. F. Penerapan zakat pengurang pajak selama ini hanya pada tataran zakat tersebut sebagai biaya pengurang penghasilan. Logika penggunaannya tentu sama saja. Zakat dan Ekonomi Umat 11 Fakta sejarah membuktikan di zaman sahabat. Ketiga. Program S2 IEF Trisakti. dengan melakukan stimulant terhadap para pembayar zakat berupa kompensasi pajak secara langsung.Paramadina . Di zaman Umar bin Abdul Aziz dalam tempo 30 bulan tidak ditemukan lagi masyarakat miskin. jika terjadi mismanage dana zakat tersebut. ³Seandainya kemiskinan berwujud seorang manusia. niscaya aku akan membunuhnya´. Kita sudah rindu dengan zaman seperti khilafah Umar bin Abdul Aziz. ummayah dan Abbasiah. tetapi juga produktif. karena semua muzakki mengeluarkan zakat dan distribusi zakat tidak sebatas konsumtif. Ali bin Abi Thalib pernah berkata. Sebuah harapan yang sangat besar rekomendasi konferensi dewan zakat asia tenggara (DZAT) dapat diimplemetasikan segera.7 untuk memberhentikan operasionalnya. Kenyataan itu harus kita wujudkan saat ini agar kemiskinan yang menjadi musuh kita dapat diatasi. ekonomi umat. S2 MBKI Univ. dan bahkan juga berharap pemerintah berperan aktif dalam mewujudkan rekomendasi tersebut. Pengaruhnya tentu tidak besar bagi para pembayar pajak yang juga merupakan para pembayar zakat karena tidak dikreditkan langsung pada pajak terutang. Makna ucapan khalifah keempat tersebut ialah bahwa ia mendeklarasikan secara tegas ³perang terhadap kemiskinan´. Dosen Pascasarjana Ekonomi Keuangan Syariah PSTTI UI. bila potensi zakat umat digali secara optimal.com. Jumat 15-04-2011 | oleh: Agustianto. Akan tetapi tentu akan lebih terasa besarnya pengaruh zakat terhadap pajak jika zakat tersebut dapat di kreditkan langsung ke pajak penghasilan.

hingga kinerja Badan/Lembaga Amil Zakat yang tidak optimal.500 responden di 11 provinsi. Menurut penelitian Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta bekerja sama dengan The Ford Foundation. Walhasil. diberikan langsung kepada penerima. Mulai dari tidak efektifnya UU No 38/ 1999. Sekretaris MUI Jateng .2 triliun tunai. Islam menyediakan seperangkat ajaran yang komprehensif utnuk memecahkan masalah kemiskinan. boleh jadi 210 juta dari 220 juta warga itu muslim. dan sisanya zakat maal.5 juta menjadi hampir 100 juta jiwa. Implikasinya kalau 39%-nya miskin. infaq. Untuk zakat mal. penerima zakat fitrah dan mal 70% adalah masjid. Banyak faktor bisa dikemukakan untuk mendukung statemen tersebut. 93 % diberikan langsung kepada penerima. diantaranya melalui lembaga zakat. Rp 5.1 triliun dalam bentuk barang dan Rp 14.2 triliun). tanpa melibatkan Badan/Lembaga Amil Zakat yang sudah profesional. karena jumlah rakyat miskin membengkak secara luar biasa. Lebih lanjut penelitian tersebut mengungkapkan bahwa 61% zakat fitrah. Yang termasuk kategori sedang dan kaya 61%. G.8 kemiskinan sedang menjadi isu penting. Kolom WACANA oleh Prof Dr Ahmad Rofiq. sedekah (ZIS) tersebut. sisanya dititipkan melalui Badan/Lembaga Amil Zakat. maka bagian terbesar warga miskin adalah beragama Islam. Dengan kata lain. potensi zakat di Indonesia tahun 2006 adalah Rp 19. Badan Amil Zakat (BAZ) hanya mampu menghimpun sebanyak 5% 12 Dikutip dari Suara Merdeka. Zakat dan Pemberdayaan Ekonomi Rakyat 12 Zakat sebagai instrumen ekonomi dalam Islam tampaknya belum dapat dikelola dengan baik dan profesional di negeri ini.3 triliun. Penelitian yang melibatkan 1. Kalau negeri yang mayoritas penduduknya beragama Islam. yang terdiri dari 50 BAZ dan 50 LAZ menemukan bahwa zakat fitrah menempati 33 % dari total dana sosial/pertahun (Rp 6. dari 22. Potensi zakat di Indonesia sesungguhnya sangat besar.

Karena 80% responden lebih senang menyalurkan dana zakat ke panitia setempat. Sistem Ekonomi Islam Zakat dan Wakaf. dan keempat. nilai zakat yang dibayarkan relatif kecil. (Jakarta: UI Press).13 Pengembangan zakat bersifat produktif dengan cara dijadikannya dana zakat sebagai modal usaha. cet. karena masih kecilnya penyaluran zakat melalui BAZ/LAZ. . mengembangkan usaha serta mereka dapat menyisihkan penghasilannya untuk menabung Dana zakat untuk kegiatan produktif akan lebih optimal bila dilaksanakan Lembaga Amil Zakat karena LAZ sebagai organisasi yang terpercaya untuk pengalokasian. dan 3% zakat mal. dan pendistribusian dana zakat. pendayagunaan. Angka tersebut belum terurus dengan baik. Alasan yang dikemukakan dari responden bermacam-macam. meningkatkan usaha. untuk pemberdayaan ekonomi penerimanya. H. Ketiga. dan kekurangan lapangan kerja. dan supaya fakir miskin dapat menjalankan atau membiayai kehidupannya secara konsisten. Pengaruh Zakat Terhadap Perekonomian Zakat yang diberikan kepada mustahiq akan berperan sebagai pendukung peningkatan ekonomi mereka apabila dikonsumsikan pada kegiatan produktif. Dengan dana zakat tersebut fakir miskin akan mendapatkan penghasilan tetap. membagi sendiri lebih mudah dilakukan. 52-53. 10 % masyarakat tidak percaya kepada BAZ/LAZ. pertama. sulit mengakses layanan BAZ/LAZ. 1. Sementara Lembaga Amil Zakat (LAZ) hanya menghimpun 4% zakat mal. ketidakadaan modal kerja. Penelitian Pirac mengasumsikan potensi zakat di Indonesia adalah Rp 20 triliun/tahun. yang antara lain faktor kedekatan jarak. dengan adanya masalah tersebut maka perlu adanya perencanaan yang dapat mengembangkan zakat bersifat produktif tersebut. Kedua. mereka tidak 13 Mohammad Daud Ali (1988).9 zakat fittrah. hlm. Pendayagunaan zakat produktif sesungguhnya mempunyai konsep perencanaan dan pelaksanaan yang cermat seperti mengkaji penyebab kemiskinan.

Dengan kata lain. di antaranya adalah pengaruh dalam bidang ekonomi. berkurangnya angka pengangguran akan berdampak pada meningkatnya daya beli masyarakat terhadap suatu produk barang ataupun jasa. 2. (Yogyakarta: UII Press). sehingga menjadi sumber dana pendukung dakwah Islam 14 Muhammad dan Ridwan Mas¶ud (2005). Misi pelaksanaan etika bisnis dan hukum. hlm. Dengan demikian. meningkatnya daya beli masyarakat akan diikuti oleh pertumbuhan produksi. zakat memiliki pengaruh yang sangat besar dalam berbagai hal kehidupan umat.10 memberikan zakat begitu saja melainkan mereka mendampingi. Hal ini berarti angka pengangguran bisa dikurangi. 3. pertumbuhan sektor produksi inilah yang akan menjadi salah satu indikator adanya pertumbuhan ekonomi. Zakat dapat dijadikan sebagai salah satu bentuk modal bagi usaha kecil. Diantara misi-misi tersebut adalah:14 1. pengelolaan zakat secara profesional dan produktif dapat ikut membantu perekonomian masyarakat lemah dan membantu pemerintah dalam meningkatkan perekonomian negara. Misi pembangunan ekonomi dan bisnis yang berpedoman pada ukuran ekonomi dan bisnis yang lazim dan bersifat universal. yaitu terberdayanya ekonomi umat sesuai dengan misi-misi yang diembannya. Misi membangun kekuatan ekonomi untuk Islam. Dengan berkembangnya usaha kecil menengah dengan modal berasal dari zakat akan menyerap tenaga kerja. . memberikan pengarahan serta pelatihan agar dana zakat tersebut benar-benar dijadikan modal kerja sehingga penerima zakat tersebut memperoleh pendapatan yang layak dan mandiri. Pengaruh zakat yang lainnya adalah terjadinya pembagian pendapatan secara adil kepada masyarakat Islam. Zakat dan Kemiskinan Instrumen Pemberdayaan Ekonomi Umat. 127.

(Yogyakarta: Pustaka Pelajar) Muhammad. 1. cet. Rifqi (2006).com. Jurnal Ilmiah. Ahmad M.1 cet. 1. Volume I August: 6-14 ³Zakat. Mohammad (1988). Dosen Pascasarjana Ekonomi Keuangan Syariah PSTTI UI. Manajemen Baitul Maal Wa Tamwil(BMT). Qodri (2004). Juli 2008 | Hilmi. Justice. Sistem Ekonomi Islam Zakat dan Wakaf.com. (1987). (Yogyakarta: UII Press) Hafidhhuddin. Jumat 15-04-2011 oleh: Agustianto. Pedoman Zakat (4). ed. 2 (Jakarta: PT. and Social Equality´ inilah. Sayyid. cet. Sekretaris MUI Jateng Agustiantocentre. SE. (Yogyakarta: FIAI UII) Ridwan. Ahmad Erani dan Jati Andrianto. Zakat Dalam Dimensi Mahdah dan Sosial. (Jakarta: CV Rajawali) Proyek Pembinaan Zakat dan Wakaf (1982). M. Zakat Dalam Perekonomian Modern. Beirut: Dar al-Fikr Yustika. (Yogyakarta: UII Press) Daud Ali. Journal of Thought and Ideas. ´Akuntansi Lembaga Keuangan Publik Islam´. Raja Grafindo Persada) Saefuddin.Si (Ketua Bidang Ekonomi Yayasan Bening Hati Alumni Pascasarjana Ekonomi Syariah UI) Suara Merdeka.Paramadina .11 DAFTAR PUSTAKA Muhammad dan Ridwan Mas¶ud (2005). Abduracchman (2001). Ekonomi dan Masyarakat dalam Perspektif Islam. (Jakarta: Departemen Agama) Sabiq. S2 MBKI Univ. (Jakarta: UI Press) Qadir.1. cet 2. Muhammad (2005). Fiqh al-Sunnah. (1977). Program S2 IEF Trisakti. Modul Mata Kuliah. Zakat dan Kemiskinan Instrumen Pemberdayaan Ekonomi Umat. (Jakarta: Gema Insani) Azizy. Membangun Fondasi Ekonomi Umat (Meneropong Prospek Berkembangnya Ekonomi Islam). Kolom WACANA oleh Prof Dr Ahmad Rofiq. Didin (2002) dalam buku. Cet.

12 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful