Pintu Atas Panggul

LAPORAN PENDAHULUAN

Membahas Tentang CEPHALOPELVIC DISPROPORTION (CPD)

DISUSUN OLEH : RESDIMA PUTRI 09.2.0.1.026

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKes) PROGRAM STUDI D-III KEBIDANAN PAYUNG NEGERI PEKANBARU 2011
0

Laporan American College of Obstretician and Gynaecologist (ACOG) menyatakan bahwa seksio sesarea primer terbanyak pada primigravida dengan fetus tunggal. fetal distress. hipertensi dan preeklampsi/eklampsi 12.9%. Indikasi primigravida tersebut untuk seksio sesarea adalah presentasi bokong. Dari angka tersebut.9%. Pada tahun 2002 terdapat 27. dan elektif. Distosia adalah persalinan yang abnormal atau sulit dan ditandai dengan terlalu lambatnya kemajuan persalinan. kelainan janin (passenger).000 kematian maternal akibat komplikasi kehamilan dan persalinan. Angka ini menunjukkan peningkatan dibandingkan penelitian Gregory dkk pada 1985 dan 1994 masing-masing 49.9%. abortus 12. Distosia merupakan indikasi terbanyak untuk seksio sesarea pada primigravida sebesar 66. tanpa komplikasi.9%. Kelainan persalinan ini menurut ACOG dibagi menjadi 3 yaitu kelainan kekuatan (power). Sebab kematian tersebut adalah perdarahan 24. distosia.6 % seksio sesarea dari seluruh proses kelahiran. 19.1 Seksio sesarea di Amerika Serikat dilaporkan meningkat setiap tahunnya. dan sebab langsung yang lain 7. Panggul sempit (pelvic contaction) merupakan salah satu kelainan jalan lahir yang akan menghambat kemajuan persalinan karena ketidaksesuaian antara ukuran kepala janin dengan panggul ibu yang biasa disebut dengan disproporsi sefalopelvik. infeksi dan sepsis 14. preeklampsi.7% dan 51.7%. Dari angka tersebut terjadi 585. Istilah disproporsi sefalopelvik muncul pada masa dimana indikasi utama seksio sesarea adalah panggul sempit 1 . persalinan macet (distosia) 6.9%.4% distosia menyebabkan seksio sesarea. Latar Belakang Data dari Reproductive Health Library menyatakan terdapat 180 sampai 200 juta kehamilan setiap tahun.8%.BAB I PENDAHULUAN A. dan kelainan jalan lahir (passage). presentasi vertex.1% merupakan seksio sesarea primer.

Disproporsi sefalopelvik sejati seperti itu sekarang sudah jarang ditemukan.3 Berdasarkan uraian di atas maka kami perlu menguraikan permasalahan dan penatalaksanaan pada disproporsi sefalopelvik sebagai salah satu penyebab distosia penting dimiliki oleh dokter. umumnya disebabkan oleh janin yang besar. 2 .yang disebabkan oleh rakhitis.

Secara klinis. serta pinggir atas simfisis. Disproporsi sefalopelvik disebabkan oleh panggul sempit. Ukuran Panggul 1. Pintu atas panggul dibentuk oleh promontorium corpus vertebra sacrum 1. konjugata diagonalis dapat diukur dengan memasukkan jari telunjuk dan jari tengah yang dirapatkan menyusur naik ke seluruh permukaan anterior sacrum. linea innominata. 3 . Jarak antara ujung jari pada promontorium sampai titik yang ditandai oleh jari telunjuk merupakan panjang konjugata diagonalis. Konjugata obstetrika merupakan konjugata yang paling penting yaitu jarak antara bagian tengah dalam simfisis dengan promontorium. promontorium teraba sebagai penonjolan tulang.5 cm. Konjugata diagonalis adalah jarak dari pinggir bawah simfisis ke promontorium. Dengan jari tetap menempel pada promontorium.BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Definisi Disproporsi sefalopelvik adalah keadaan yang menggambarkan ketidaksesuaian antara kepala janin dan panggul ibu sehingga janin tidak dapat keluar melalui vagina. Konjugata vera yaitu jarak dari pinggir atas simfisis ke promontorium yang dihitung dengan mengurangi konjugata diagonalis 1. tangan di vagina diangkat sampai menyentuh arcus pubis dan ditandai dengan jari telunjuk tangan kiri. janin yang besar ataupun kombinasi keduanya. panjangnya lebih kurang 11 cm. Selisih antara konjugata vera dengan konjugata obstetrika sedikit sekali. B.

Diameter pada Pintu Atas Panggul 2. Jarak antara kedua spina ini yang biasa disebut distansia interspinarum merupakan jarak panggul terkecil yaitu sebesar 10. 3.Gambar 1.5 cm). Pintu Bawah Panggul Pintu bawah panggul bukanlah suatu bidang datar namun terdiri dari dua segitiga dengan dasar yang sama yaitu garis yang menghubungkan tuber isciadikum kiri dan kanan. Pintu bawah panggul yang dapat diperoleh melalui pengukuran klinis adalah jarak antara kedua tuberositas iscii atau distansia tuberum (10. 4 . sehingga bermakna penting pada distosia setelah kepala engagement. Diameter sagital posterior.5 cm).5 cm). dan jarak antara pinggir bawah simpisis ke ujung sacrum (11. jarak antara sacrum dengan garis diameter interspinarum berukuran 4. Pengukuran klinis panggul tengah tidak dapat diperoleh secara langsung.5 cm. Terdapat penyempitan setinggi spina isciadika. Panggul Tengah (Pelvic Cavity) Ruang panggul ini memiliki ukuran yang paling luas. Diameter anteroposterior setinggi spina isciadica berukuran 11.5 cm. jarak dari ujung sacrum ke tengah-tengah distensia tuberum atau diameter sagitalis posterior (7.5 cm.

Kriteria dan Metode Penanganannya Pola Persalinan Kriteria Diagnostik Penanganan yang dianjurkan Penanganan Khusus 5 . Distosia dapat disebabkan oleh kelainan pada servik. janin. Kelainan jalan lahir (passage). Pola Kelainan Persalinan. kekuatan mengejan yang kurang misalnya pada hernia atau sesak nafas. Kelainan kekuatan (power) yaitu kontraktilitas uterus dan upaya ekspulsif ibu. misalnya letak lintang.C. Panggul Sempit Distosia adalah persalinan yang sulit dan ditandai oleh terlalu lambatnya kemajuan persalinan. hidrosefalus. Kelainan his : inersia uteri / kelemahan his b. misalnya panggul sempit. Kelainan ini oleh ACOG dibagi menjadi tiga yaitu: 1. letak dahi. tumor yang mempersempit jalan lahir. tulang panggul ibu atau obstruksi lain di jalan lahir. a. uterus. 3. Kelainan yang melibatkan janin (passenger). Diagnostik. 2.

pintu bawah panggul. Dengan demikian. penyakit pada sendi sakroiliaka dan sendi sakrokoksigea.5 cm. panggul Robert. osteomalasia. Selain panggul sempit dengan ukuran yang kurang dari normal. Diameter anteroposterior pintu atas panggul sering diperkirakan dengan mengukur konjugata diagonal secara manual yang biasanya lebih panjang 1. Ukuran panggul dapat menjadi lebih kecil karena pengaruh gizi. Kelainan panggul karena kelainan pada kaki: koksitis. penyempitan pintu atas panggul biasanya didefinisikan sebagai konjugata diagonal yang 6 . Panggul sempit yang penting pada obstetric bukan sempit secara anatomis namun panggul sempit secara fungsional artinya perbandingan antara kepala dan panggul. 4. luksasio koksa. atrofi atau kelumpuhan satu kaki. Kelainan karena kelainan tulang dan/ sendi: rakitis. Setiap penyempitan pada diameter panggul yang mengurangi kapasitas panggul dapat menyebabkan distosia saat persalinan. lingkungan atau hal lain sehingga menimbulkan kesulitan pada persalinan pervaginam. split pelvis. nekrosis.Panggul dengan ukuran normal tidak akan mengalami kesukaran kelahiran pervaginam pada janin dengan berat badan yang normal. yaitu: 1. neoplasma. skoliosis. Kelainan karena gangguan pertumbuhan intrauterine: panggul Naegele. Penyempitan pintu atas panggul Pintu atas panggul dianggap sempit apabila diameter anterioposterior terpendeknya (konjugata vera) kurang dari 10 cm atau apabila diameter transversal terbesarnya kurang dari 12 cm. 1. 2. atrofi. pintu tengah panggul. fraktur. atau panggul yang menyempit seluruhnya. Panggul ini digolongkan menjadi empat. penyempitan dapat terjadi pada pintu atas panggul. juga terdapat panggul sempit lainnya. 3. panggul asimilasi. spondilolistesis. Kelainan panggul karena kelainan tulang belakang: kifosis.

tidak terdapat tekanan kepala terhadap serviks dan segmen bawah rahim sehingga kontraksi menjadi inefektif dan pembukaan berjalan lambat atau tidak sama sekali. pembukaan yang berlangsung lambat dapat menjadi prognosa buruk pada wanita dengan pintu atas panggul sempit. sehingga sangat sulit bagi janin bila melewati pintu atas panggul dengan diameter anteroposterior kurang dari 10 cm.kurang dari 11. bagian terbawah janin biasanya sudah masuk dalam rongga panggul sebelum persalinan. Wanita dengan tubuh kecil kemungkinan memiliki ukuran panggul yang kecil.5-9.3 Mengert (1948) dan Kaltreider (1952) membuktikan bahwa kesulitan persalinan meningkat pada diameter anteroposterior kurang dari 10 cm atau diameter transversal kurang dari 12 cm. Pada nulipara normal aterm. Dari penelitian Thoms pada 362 nullipara diperoleh rerata berat badan anak lebih rendah (280 gram) pada wanita dengan panggul sempit dibandingkan wanita dengan panggul sedang atau luas. Diameter biparietal janin berukuran 9. Distosia akan lebih berat pada kesempitan kedua diameter dibandingkan sempit hanya pada salah satu diameter. Setelah selaput ketuban pecah.5 cm.8 cm. Adanya penyempitan pintu atas panggul menyebabkan kepala janin megapung bebas di atas pintu panggul sehingga dapat menyebabkan presentasi janin berubah. Jadi. Akibatnya ketuban dapat pecah pada pembukaan kecil dan terdapat resiko prolapsus funikuli. namun juga memiliki kemungkinan janin kecil. Pada wanita dengan panggul sempit terdapat presentasi wajah dan bahu tiga kali lebih sering dan prolaps tali pusat empat sampai enam kali lebih sering dibandingkan wanita dengan panggul normal atau luas. sehingga gaya yang ditimbulkan oleh kontraksi uterus secara langsung menekan bagian selaput ketuban yang menutupi serviks. 7 . Pada panggul sempit ada kemungkinan kepala tertahan oleh pintu atas panggul.

Apabila ukuran ini kurang dari 9. Penyempitan Pintu Bawah Panggul Pintu bawah panggul bukan suatu bidang datar melainkan dua segitiga dengan diameter intertuberosum sebagai dasar keduanya.5 cm atau kurang. 8 . Disproporsi kepala janin dengan pintu bawah panggul tidak terlalu besar dalam menimbulkan distosia berat. kurang dari 900 sehingga oksiput tidak dapat keluar tepat di bawah simfisis pubis. Penyempitan pintu tengah panggul belum dapat didefinisikan secara pasti seperti penyempitan pada pintu atas panggul. Penyempitan panggul tengah Dengan sacrum melengkung sempurna. Penyempitan pintu bawah panggul biasanya disertai oleh penyempitan pintu tengah panggul. Penyempitan pintu tengah panggul lebih sering dibandingkan pintu atas panggul. Hal ini berperan penting dalam menimbulkan robekan perineum.2. foramen isciadikum cukup luas. Penyempitan pintu bawah panggul terjadi bila diameter distantia intertuberosum berjarak 8 cm atau kurang. dan spina isciadika tidak menonjol ke dalam. (3) Ukuran terpenting yang hanya dapat ditetapkan secara pasti dengan pelvimetri roentgenologik ialah distansia interspinarum.Hal ini menyebabkan terhentunya kepala janin pada bidang transversal sehingga perlu tindakan forceps tengah atau seksio sesarea. Kemungkinan penyempitan pintu tengah panggul apabila diameter interspinarum ditambah diameter sagitalis posterior panggul tangah adalah 13. perlu diwaspadai kemungkinan kesukaran persalinan apalagi bila diikuti dengan ukuran diameter sagitalis posterior pendek. Hal ini disebabkan arkus pubis yang sempit. 3. melainkan menuju ramus iskiopubik sehingga perineum teregang dan mudah terjadi robekan.5 cm. dapat diharapkan bahwa panggul tengah tidak akan menyebabkan rintangan bagi lewatnya kepala janin. dinding-dinding panggul tidak berkonvergensi.

4 Pelvimetri dengan CT scan dapat mengurangi pajanan radiasi. luas bidang panggul. Melalui pelvimetri dalama dengan tangan dapat diperoleh ukuran kasar pintu atas dan tengah panggul serta memberi gambaran jelas pintu bawah panggul.D. Selain itu juga dapat dilakukan pemeriksaan dengan MRI dengan keuntungan antara lain tidak ada radiasi. Misalnya pada tuberculosis vertebra. Apabila pada persalinan terdahulu berjalan lancar dengan bayi berat badan normal. tingkat keakuratan lebih baik dibandingkan radiologis. pengukuran panggul akurat. Pada wanita dengan tinggi badan yang kurang dari normal ada kemungkinan memiliki kapasitas panggul sempit. pencitraan janin yang lengkap. kapasitas panggul. namun bukan berarti seorang wanita dengan tinggi badan yang normal tidak dapat memiliki panggul sempit. Dari pelvimetri dengan pencitraan dapat ditentukan jenis panggul. Dari anamnesa persalinan terdahulu juga dapat diperkirakan kapasitas panggul. Tetapi pemeriksaan ini memiliki bahaya pajanan radiasi terutama bagi janin sehingga jarang dilakukan. poliomyelitis. kemungkinan panggul sempit adalah kecil. namun biayanya mahal. kifosis. ukuran pangul yang sebenarnya. serta daya 9 . Pelvimetri radiologis dapat memberi gambaran yang jelas dan mempunyai tingkat ketelitian yang tidak dapat dicapai secara klinis. lebih mudah. Pengukuran panggul (pelvimetri) merupakan salah satu cara untuk memperoleh keterangan tentang keadaan panggul. Pemeriksaan ini jarang dilakukan karena biaya yang mahal. Pemeriksaan ini dapat memberikan pengukuran yang tepat dua diameter penting yang tidak mungkin didapatkan dengan pemeriksaan klinis yaitu diameter transversal pintu atas dan diameter antar spina iskhiadika. Adapun pelvimetri luar tidak memiliki banyak arti. Perkiraan Kapasitas Panggul Sempit Perkiraan panggul sempit dapat diperoleh dari pemeriksaan umum dan anamnesa.

Biasanya untuk berat janin 4000-5000 gram pada panggul normal tidak terdapat kesulitan dalam proses melahirkan. Frekuensi berat badan lahir lebih dari 4000gram adalah 5. postmaturitas. penggunaan alat ultrasonic 10 . Selain itu. Selain itu. Pada metode Osborn. Factor keturunan memegang peranan penting sehingga dapat terjadi bayi besar. sedang dua jari tangan yang lain masuk ke vagina untuk menentukan seberapa jauh kepala mengikuti tekanan tersebut dan ibu jari yang masuk ke vagina memeriksa dari luar hubungan antara kepala dan simfisis. dan pada grande multipara. E. Berat badan neonatus lebih dari 4000gram dinamakan bayi besar. dan berat badan lahir yang melihi 4500gram adalah 0. Kadang-kadang bayi besar baru dapat kita ketahui apabila selama proses melahirkan tidak terdapat kemajuan sama sekali pada proses persalinan normal dan biasanya disertai oleh keadaan his yang tidak kuat. Untuk menentukan besarnya janin secara klinis bukanlah merupakan suatu hal yang mudah.4%. Pada kehamilan yang aterm dengan presentasi kepala dapat dilakukan pemeriksaan dengan metode Osborn dan metode Muller Munro Kerr. Metode Muller Munro Kerr dilakukan dengan satu tangan memegang kepala janin dan menekan kepala ke arah rongga panggul. yang dapat menyebabkan bayi besar adalah ibu hamil yang makan banyak.akomodasi yaitu volume dari bayi yang terbesar yang masih dapat dilahirkan spontan. satu tangan menekan kepala janin dari atas kearah rongga panggul dan tangan yang lain diletakkan pada kepala untuk menentukan apakah kepala menonjol di atas simfisis atau tidak. Janin yang besar Normal berat neonatus pada umumnya 4000gram dan jarang ada yang melebihi 5000gram. Untuk kasus seperti ini sangat dibutuhkan pemeriksaan yang teliti untuk mengetahui apakah terjadi sefalopelvik disproporsi. hal tersebut masih diragukan.3%. Janin besar biasanya juga dapat dijumpai pada ibu yang mengalami diabetes mellitus.

Bahu yang lebar selain dapat ditemukan pada janin yang memiliki berat badan lebih juga dapat dijumpai pada anensefalus. Sedangkan penarikan kepala janin yang terlalu kuat ke bawah dapat mengakibatkan terjadinya cedera pada nervus brakhialis dan muskulus sternokleidomastoideus. Persalinan percobaan hanya dilakukan pada letak belakang kepala. tidak bisa pada letak sungsang. Cara ini merupakan tes terhadap kekuatan his. termasuk moulage karena faktor tersebut tidak dapar diketahui sebelum persalinan. Ketentuan lainnya adalah umur keamilan tidak boleh lebih dari 42 mingu karena kepala janin bertambah besar sehingga sukar terjadi moulage 11 . letak muka. akan tetapi karena lebarnya bahu mengakibatkan terjadinya macet dalam melahirkan bagian janin yang lain. Pada panggul normal. atau kelainan letak lainnya. atau karena bahu yang lebar sulit melalui rongga panggul. letak dahi. daya akomodasi. Penanganan 1.juga dapat mengukur secara teliti apabila terdapat bayi dengan tubuh besar dan kepala besar. F. Kesulitan dalam persalinan biasanya terjadi karena kepala janin besar atau kepala keras yang biasanya terjadi pada postmaturitas tidak dapat memasuki pntu atas panggul. biasanya tidak menimbulkan terjadinya kesulitan dalam proses melahirkan janin yang beratnya kurang dari 4500gram. Persalinan Percobaan Setelah dilakukan penilaian ukuran panggul serta hubungan antara kepala janin dan panggul dapat diperkirakan bahwa persalinan dapat berlangsung per vaginan dengan selamat dapat dilakukan persalinan percobaan. Janin dapat meninggal selama proses persalinan dapat terjadi karena terjadinya asfiksia dikarenakan selama proses kelahiran kepala anak sudah lahir.

Persalinan percobaan ada dua macam yaitu trial of labour dan test of labour.dan ada kemungkinan disfungsi plasenta janin yang akan menjadi penyulit persalinan percobaan. Saat ini test of labour jarang digunakan karena biasanya pembukaan tidak lengkap pada persalinan dengan pangul sempit dan terdapat kematian anak yang tinggi pada cara ini. Apabila dalam proses kelahiran kepala bayi sudah keluar sedangkan dalam melahirkan bahu sulit. Bila cara tersebut masih juga belum berhasil. sedangkan test of labour sebenarnya adalah fase akhir dari trial of labour karena baru dimulai pada pembukaan lengkap dan berakhir 2 jam kemudian. kepala ditarik curam kebawah dengan hati-hati dan tentunya dengan kekuatan terukur. Trial of labour serupa dengan persalinan percobaan di atas. dapat dilakukan pemutaran badan bayi di dalam rongga panggul. Persalinan percobaan dihentikan apabila pembukaan tidak atau kurang sekali kemajuannnya. Pada keadaan ini dilakukan seksio sesarea. keadaan ibu atau anak kurang baik. ada lingkaran bandl. penolong menggunakan tangan kanannya. Keberhasilan persalinan percobaan adalah anak dapat lahir sontan per vaginam atau dibantu ekstraksi dengan keadaan ibu dan anak baik. Untuk melahirkan lengan kiri. Pada janin yang besar kesulitan dalam melahirkan bahu tidak akan selalu dapat diduga sebelumnya. 12 . Kemudian bahu depan diputar ke diameter miring dari panggul untuk melahirkan bahu depan. penolong memasukkan tangannya kedalam vagina. dan berusaha melahirkan janin dengan menggerakkan dimuka dadanya. serta pada forceps yang gagal. sebaiknya dilakukan episiotomy medioateral yang cukup luas. setelah pembukaan lengkap dan ketuban pecah kepala tidak masuk PAP dalam 2 jam meskipun his baik. kemudian hidung dan mulut janin dibersihkan. dan sebaliknya. sehingga menjadi bahu depan dimana sebelumnya merupakan bahu belakang dan lahir dibawah simfisis. Bila hal tersebut tidak berhasil.

4.2. Seksio Sesarea Seksio sesarea elektif dilakukan pada kesempitan panggul berat dengan kehamilan aterm. maka dilakukan seksio sesarea. Seksio juga dapat dilakukan pada kesempitan panggul ringan apabila ada komplikasi seperti primigravida tua dan kelainan letak janin yang tak dapat diperbaiki. 13 . Apabila panggul sangat sempit sehingga janin tetap tidak dapat dilahirkan. 3. Simfisiotomi Tindakan ini dilakukan dengan memisahkan panggul kiri dan kanan pada simfisis. atau disproporsi sephalopelvik yang nyata. Kraniotomi dan Kleidotomi Pada janin yang telah mati dapat dilakukan kraniotomi atau kleidotomi. Tindakan ini sudah tidak dilakukan lagi. Seksio sesarea sekunder (sesudah persalinan selama beberapa waktu) dilakukan karena peralinan perobaan dianggap gagal atau ada indikasi untuk menyelesaikan persalinan selekas mungkin sedangkan syarat persalinan per vaginam belum dipenuhi.

Bandung: Elemen. 10 Mei 2009.132/search?q=cache:RqVXzDPzkgIJ:yayanakhyar. 2007. The Dystocia Epidemic in Nulliparous Women.235. dkk. Edisi 21. dkk. Edisi Ketiga.%20Craig. Obstetri Williams. Lowe. [Online] Hyperlink: http://72.%20C.J.33. Lestari. Bagian Obstetri & Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran Bandung.DAFTAR PUSTAKA Saifuddin AB. 2008. Edisi Keempat. Leveno KJ. Israr YA. School of Nursing Oregon Health & Science University. Obstetri Patologi. 1983. Bandung: Elstar. 2005. Gant FN.com/2008/09/05/arrest-of-decent-cephalopelvic-disproportioncpd/+Cephalo-pelvic+disproportion&cd=1&hl=id&ct=clnk&gl=id.102/1961%20VOL%20XXXV%20JulDec/Articles/10% 20October/3. Irwan M.pdf. Arrest of Decent. Winkjosastro H. 1982. Jakarta: BPSP. Cunningham FG. N. Ilmu Kebidanan Sarwono Prawirohardjo.T. 2008.K. Mei 2009.wordp ress. 20 14 .159. Jakarta: EGC. [Online] Hyperlink: http://196. Obstetri Fisiologi.Cephalopelvc Disproportion (CPD). Jakarta: YBP-SP. 2005.5%20A%20CLINICAL%20CLASSIFICATION%20OF%20 CEPHALO-PELVIC%20DISPROPORTION. Bagian Obstetri & Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran Bandung.14. Ilmu Kebidanan.

Akhir kata semoga Laporan Pendahuluan yang sederhana ini dapat bermanfaat bagi perkembangan ilmu pngetahuan khususnya ilmu kebidanan. Pekanbaru. penulis menyadari masih jauh dari kesempurnaan oleh karena itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran untuk perbaikan dimasa mendatang.KATA PENGANTAR Segala puji bagi Tuhan YME yang telah melimpahkan Rahmat dan Kasih karunianya sehingga penyusunan Laporan Pendahuluan ini dapat terselesaikan. Laporan Pendahuluan ini disusun untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam menyelesaikan pendidikan pada Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Payung Negeri Program DIII Kebidanan Tahun 2011 dengan judul ³CEPHALOPELVIC DISPROPORTION´. Dalam penyusunan Laporan Pendahuluan. Juli 2011 Peneliti 15 i .

.................. C.............................................................. Definisi ................ ..................................................... Janin Yang Besar ................................................................. B................... .DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ................................................. Penanganan .......... F.. BAB I PENDAHULUAN A..................................... Panggul Sempit. DAFTAR ISI ........................ D...................... Latar Belakang ......................................... E....... BAB II TINJAUAN PUSTAKA A.......... Ukuran Panggul .................................................................................................................................... Perkiraan Kapasitas Panggul Sempit .................................................................................. i ii 1 3 3 5 9 10 11 DAFTAR PUSTAKA ii 16 ...................................

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful