KARYA ILMIAH ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK

DISUSUN OLEH:

DEWI RAHAYU
( 10.312.017 )

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH GRESIK FAKULTAS EKONOMI PRODI. MANAJEMEN 2011

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, taufik dan hidayah -Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan karya ilmiah remaja ini dengan baik dan lancar. Karya ilmiah yang berjudul :
³ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK´ , dapat berguna

dalm dunia pendidikan. Kaya ilmiah ini dapat diselesaikan berkat kerjasama dan dorongan serta dari berbagai pihak, untuk itu pada kesempatan ini penulis menyampaikan ucapan terimakasih kepada : 1. Bapak dan ibu yang telah membimbing, mengarahkan penulisan karya imiah ini. 2. Bapak dan ibu yang tela h memberikan pengertian, perhatian, du kungan, semangat dan doanya. 3. Rekan-rekan yang telah berpatisipasi dan memotivasi dalam penulisan karya ilmiah ini. Semoga bantuan, doa dan kebaikan Bapak/Ibu serta rekan -rekan mendapat imbalan dari Allah SWT. Penulis menyadari bahwa karya ilmiah ini masih jauh dari sempurna, untuk itu kritik dan saran yang membangun sangat diharapkan demi kesempurnaan karya ilmiah ini. Akhirnya penulis berharap agar karya ilmiah ini dapat bermanfaat khususnya dalam dunia pendidikan. Gresik, 06 Mei 2011 Penulis

2 Perumusan Masalah 1.1 Kesimpulan 5.5 Metode Analisis Data BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.2 Definisi Operasional Variabel 3.2 Saran DAFTAR PUSTAKA .1 Variabel Penelitian 3.1.DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL KATA PENGANTAR DAFTAR ISI ABSTRAK BAB I PENDAHULUAN 1.3 Hipotesis BAB III METODE PENELITIAN 3.4 Metode Pengumpulan Data 3.3 Tujuan Penelitian 1.4 Interpretasi Hasil BAB V PENUTUP 5.1.2Kerangka Pemikiran 2.1 Kualitas 2.1 Variabel Penelitian dan Definisi Operasional Variabel 3.1 Pengendalian Kualitas 2.3 Analisis dan Pembahasan Pegendalian Kua litas Statistik 4.1.1 Latar Belakang Masalah 1.4 Manfaat Penelitian BAB II LANDASAN TEORI 2.

Hal ini dapat dilihatpada grafik kendali dimana titik berfluktuasi sangat tinggi dan tidak beraturan.31%). Check sheet dan histogramdigunakan untuk menyajikan data agar memudahkan dalam memahami data untukkeperluan analisis selanjutnya. Kemudiandilakukan identifikasi terhadap jenis cacat yang dominan dan menentukan prioritasperbaikan menggunakan diagram pareto. Hasil analisis peta kendali p menunjukkan bahwa proses berada dalam keadaan tidak terkendali atau masih mengalami penyimpangan. Darianalisis diagram sebab akibat dapat diketahui faktor penyebab misdruk berasaldari faktor manusia/ pekerja. prioritasperbaikan yang perlu dilakukan adalah untuk jenis kerusakan yang dominan yaituwarna kabur (28. Kata kunci : Pengendalian kualitas.79%) dan terpotong (19. Berdasarkan diagram pareto. peta kendali p. tidak register (19. Langkah selanjutnya adalah mencari faktor -faktoryang menjadi penyebab terjadinya kerusakan produk menggunakan diagramsebab akibat untuk kemudian dapat disusun sebuah rekomendasi atau usulan perbaikan kualitas. dia gram pareto dan diagram sebab-akibat. Analisis pengendalian kualitas dilakukan menggunakan alat bantu statistik berupa check sheet. Peta kendali p digunakan untuk memonitor produkyang rusak apakah masih berada dalam kend ali statistik atau tidak. .serta banyak yang keluar dari batas kendali. mesin produksi. material/ bahan bakudan lingkungan kerja. kualitas produk. metode kerja. histogram.ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan pengendalian kualitas menggunakan alat bantu statistik bermanfaat dalam upaya mengendalikan tingkat kerusakan produk di perusahaan. sehingga peru sahaan dapat mengambil tindakanpencegahan serta perbaik an untuk menekan tingkat kualitas dan meningkatkan kualitas.50 %).

dalam arti sempit kualitas diartikan sebagai tingkat kesesuaian produk denga n standar yang telah ditetapkan (Juita Alisjahbana. 2007).1 LATAR BELAKANG MASALAH Dewasa ini perkembangan bisnis meningkat semakin ketat meskipun berada dalam kondisi perekonomian yang cenderung tidak stabil. 2007). Kualitas dapat diartikan sebagai tingkat atau ukuran kesesuaian suatu produk dengan pemakainya. karena melalui program kualitas yang baik akan dapat secara efektif mengeliminasi pemborosan dan meningkatkan kemampuan bersaing perusahaan. kualitas yang baik akan dihasilkan dari proses yang baik dan sesuai dengan standar kualitas yang telah ditentukan berdasarkan kebutuhan pasar. Hal tersebut memberikan dampak terhadap persaingan bisnis yang semakin tinggi dan tajam. . Kualitas suatu produk bukan suatu yang serba kebetulan ( occur by accident) (Suyadi Prawirosentono. Salah satu cara agar bisa memenangkan kompetisi atau paling tidak dapat bertahan di dalam kompetisi tersebut adalah dengan memberikan perhatian penuh terhad ap kualitas produk yang dihasilkan oleh perusahaan sehingga bisa mengungguli produk yang dihasilkan oleh pesaing. Kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa perusahaan yang sukses dan mampu bertahan pasti memiliki pr ogram mengenai kualitas. Setiap usaha dalam persaingan tinggi dituntut untuk selalu berkompetisi dengan perusahaan lain di dalam industri yang sejenis.BAB I PENDAHULUAN 1. baik di pasar domestik maupun di pasar internasional. Permasalahan kualitas telah mengarah pada taktik dan strategi perusahaan secara menyeluruh dalam rangka untuk memiliki daya saing dan bertahan terhadap persaingan global dengan produk perusahaan lain (La Hatani. 2005). Jadi.

2 RUMUSAN MASALAH Adapun permasalahan yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. Untuk menganalisis bagaimana penerapan alat bantu statistik dalam mengendalikan kualitas produk dan menekan terjadinya kerusakan produk. 2. Bagaimana pelaksanaan pengendalian kualitas dalam upaya menekan tingkat kerusakan produk ? 2. Menganalisis jenis-jenis kerusakanyang terjadi pada produk yang diproduksi.3 TUJUAN PENELITIAN Tujuan dari penelitian ini adalah : 1. 4. Faktor-faktor apa saja yang menyebabkan kerusakan pada produk yang Yang di produksi ? 1. Untuk menganalisis bagaimana pe laksanaan pengendalian kualitas dalam upaya menekan tingkat kerusakan produk . Mengidentifikasi faktor-faktor apa saja yang menyebabkan kerusakan pada produk yang diproduksi. 3.1. . Jenis kerusakan produk apa saja yang terjadi pada produk yang di produksi ? 3.

2. 3. Memberikan arahan dan tambahan referensi bagi kalangan akademisi untuk keperluan studi dan penelitian selanjutnya mengenai topik permasalahan yang sama.4 MANFAAT PENELITIAN Adapun kegunaan penelitian ini adalah : 1. Memberikan manfaat bagi pihak manajemen sebagai bahan masukan yang berguna terutama dalam menentukan strategi pengendalian kualitas yang dilakukan oleh perusahaan di masa yang akan datang sebagai upaya peningkatan kualitas produksi. . Memberikan pengetahuan tentang bagaimana pengendalian kualitas menggunakan alat bantu statistik dapat bermanfaat untuk mengendalikan tingkat kerusakan produk yang terjadi.1.

sehingga definisi dari kualitas memiliki banyak kriteria dan sangat bergantung pada konteksnya terutama jika dili hat dari sisi penilaian akhir konsumen dan definisi yang dib erikan oleh berbagai ahli serta dari sudut pandang produsen sebagai pihak yang menciptakan kualitas. relatif. Namun demikian perusahaan dalam menentukan spesifikasi produk juga harus memperhatikan keinginan dari konsum en. sebab tanpa memperhatikan itu produk yang dihasilkan oleh perusahaan tidak akan dapat bersaing dengan perusahaan lain yang lebih memperhatikan kebutuhan konsumen.BAB II LANDASAN TEORI 2. Oleh karena itu definisi kualitas dapat diartikan dari dua perspektif. Kualitas yang baik menurut produsen adalah apabila produk yang dihasilkan oleh perusahaan telah sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan oleh perusahaan. keseluruhan ciri-ciri atau karakteristik suatu produk yang diharapkan oleh konsumen. Konsumen dan produsen itu berbeda dan akan merasakan kual itas secara berbeda pula sesuai dengan standar kualitas yang dimiliki masing masing. Kualitas yang baik menurut sudut pandang konsumen adalah jika produk yang dibeli tersebut sesuai dengan dengan keinginan. yaitu dari sisi konsumen dan sisi produsen.1 KUALITAS Pengertian atau definisi kualitas mempunyai cakupan yang sangat luas. memiliki manfaat yang sesuai dengan kebutuhan dan setara dengan pengorbanan yang dikeluarkan . Begitu pula para ahli dalam memberikan definisi dari kualitas juga akan berbeda satu sama lain karena mereka membentuknya dalam dimensi yang berbeda. Sedangkan kuali tas yang jelek adalah apabila produk yang dihasilkan tidak sesuai dengan spesifikasi standar yang telah ditentukan serta menghasilkan produk rusak. berbeda-beda dan berubah-ubah. Namun pada dasarnya konsep dari kualitas sering dianggap sebagai kesesuaian.

Kualitas mencakup produk. Di samping itu harus ada ukuran yang bersifat kualitatif. mengidentifikasikan delapan dimensi kualitas yang dapat digunakan untuk menganalisis karakteristik kualitasbarang. dimensi kualitas menurut Garvin (dalam Gazperz. Jadi. Kualitas mencakup usaha memenuhi atau melebihi harapan pelanggan. namun dari beberapa definisi kualitas menurut para ahli di atas terdapat beberapa persamaan. terdapat spesifikasi barang untuk setiap produk. walaupun satu sama lain sangat bervariasi tingkat spesifikasinya. c. 2005:3): a. isi. Sifat khas mutu/ kualitas suatu produk yang andal harus multidimensi karena harus memberi kepuasan dan nilai manfaat yang besar bagi konsumen dengan melalui berbagai cara. 1997:3) sebagaimana ditulis oleh M. tenaga kerja. Kualitas merupakan kondisi yang selalu berubah (misalnya apa yang dianggap merupakan kualitas saat ini mungkin dianggap kurang berkualitas pada masa mendatang). Kualitas tidak bisa dipandang sebagai suatu ukuran sempit yaitu kualitas produk semata-mata. N. Hal itu bisa dilihat dari bebera pa pengertian tersebut di atas. b. sebaiknya setiap produk harus mempunyai ukuran yang mudah dihitung (misalnya. dimana kualitas tidak hanya kualitas produk saja akan tetapi sangat kompleks karena melibatkan seluruh aspek dalam organisasi serta diluar organisasi. N. maka mereka ak an menganggapnya sebagai produk yang berkualitas jelek. Meskipun tidak ada definisi mengenai kualitas yang diterima secara universal. seperti warna yang unik dan bentuk yang menarik. proses dan lingkungan. berat. Apabila kualitas produk tersebut tidak dapat memenuhi keinginan dan kebutuhan konsumen. Nasution (2005: 4-5) dan Douglas C. Montgomery (2001:2) dalam bukunya. luas) agar mudah dicari konsumen sesuai dengan kebutuhannya. yaitu sebagai berikut: .oleh konsumen. yaitu dalam elemen -elemen sebagai berikut (M. Nasution. Secara umum. Oleh karena itu.

3. 6. kompetensi. kemudahan serta akurasi dalam perbaikan. 4. berkaitan dengan perasaan pelanggan dalam mengkonsumsi produk tersebut. 7. 5. Performa (performance) Berkaitan dengan aspek fungsional dari produk dan merupakan karakteristik utama yang dipertimbangkan pelanggan ketika ingin membeli suatu produk. keramahan/ kesopanan. Kemampuan Pelayanan ( serviceability) Merupakan karakteristik yang berkaitan dengan kecepatan. 2. 8. Karakteristik ini berkaitan dengan daya tahan dari produk itu. berkaitan dengan pilihan-pilihan dan pengembangannya. Kualitas yang dipersepsikan (perceived quality) Bersifat subjektif. Estetika (esthetics) Merupakan karakteristik yang bersifat subjektif sehingga berkait an denganpertimbangan pribadi dan refleksi dari preferensi atau pilihan individual. Keistimewaan (features) Merupakan aspek kedua dari performansi yang menambah fungsi dasar. Keandalan (reliability) Berkaitan dengan kemungkinan suatu produk melaksanakan fungsinya secara berhasil dalam periode waktu tertentu di bawah kondisi tertentu. Konformasi (conformance) Berkaitan dengan tingkat kesesuaian produk terhadap spesifikasi yang telah ditetapkan sebelumnya berdasarkan keinginan pelanggan. Daya tahan (durability) Merupakan ukuran masa pakai suatu produk. .1.

Mengusahakan agar biaya produksi dapat menjadi serendah mungkin. pengendalia n kualitas merupakan salah satu teknik yang perlu dilakukan mulai dari sebelum proses produksi berjalan.1.2. hingga proses produksi berakhir dengan menghasilkan produk akhir. 3. Perusahaan me mbutuhkan suatu cara yang dapat mewujudkan terciptanya kualitas yang baik pada produk yang dihasilkannya serta menjaga konsistensinya agar tetap sesuai dengan tuntutan pasar yaitu deng an menerapkan sistem pengendalian kualitas ( quality control) atas aktivitas proses yang dijalani. Tujuan Pengendalian Kualitas Tujuan dari pengendalian kualitas menurut Sofjan Assauri (1998:210) adalah: 1. . maka bagi manajemen. 4. Pengendalian kualitas dilakukan agar dapat menghasilkan produk berupa barang atau jasa yang sesuai den gan standar yang diinginkan dan direncanakan. Dalam menjalankan aktivitas. Agar barang hasil produksi dapat mencapai standar kualitas yang telah ditetapkan. pada saat proses produksi. Persaingan yang sangat ket at menjadikan pengusaha semakin menyadari pentingnya kualitas produk agar dapat bersaing dan mendapat pasar yang lebih besar. kualitas produk menjadi lebih penting dari sebelumnya. Mengusahakan agar biaya desain dari produk dan proses dengan menggunakan kualitas produksi tertentu dapat menjadi sekecil mungkin. 2.1 Pengendalian Kualitas Dengan semakin banyaknya perusahaan yang berkembang di Indonesia dewasa ini. serta memperbaiki kualitas p roduk yang belum sesuai dengan standar yang telah ditetapkan dan sedapat mungkin mempertahankan kualitas yang telah sesuai. Mengusahakan agar biaya inspeksi dapat menjadi sekecil mungkin.

Hal ini disebabkan karena semua kegiatan produksi yang dilaksanakan akan diken dalikan.Tujuan utama pengendalian kualitas adalah untuk mendapatkan jaminan bahwa kualitas produk atau jasa yang dihasilkan sesuai dengan standar kualitas yang telah ditetapkan dengan m engeluarkan biaya yang ekonomis atau serendah mungkin. Tidak ada gunanya mengendalikan suatu proses dalam batas-batas yang melebihi kemampuan atau kesanggupan proses yang ada. Faktor-faktor Pengendalian Kualitas Menurut Douglas C. supaya barang dan jasa yang dihasilkan sesuai dengan rencan a yang telah ditetapkan. bila ditinjau dari segi kemampuan proses dan keinginan atau kebutuhan konsumen yang ingin dicapai dari hasil produksi tersebut. Montgomery (2001:26) dan berdasarkan beberapa literatur lain menyebutkan bahwa faktor -faktor yang mempengaruhi pengendalian kualitas yang dilakukan perusahaan adalah: 1. Pengendalian kualitas juga menjamin barang atau jasa yang dihasilkan dapat dipertanggungjawabkan seperti halnya pad a pengendalian produksi. Dalam hal ini . Spesifikasi yang berlaku Spesifikasi hasil produksi yang ingin dicapai harus dapat berlaku. Dengan demikian antara pengendalian produksi dan pengendalian kualitas erat kaitannya dalam pembuatan barang. 2. Pengendalian kualitas tidak dapat dilepas kan dari pengendalian produksi. dimana penyimpangan-penyimpangan yang terjadi diusahakan serendah rendahnya. karena pengendalian kualitas merupakan bag ian dari pengendalian produksi. Kemampuan proses Batas-batas yang ingin dicapai haruslah disesuaikan dengan kemampuan proses yang ada. Pengendalian produksi baik secara kualitas maup un kuantitas merupakan kegiatan yang sangat penting dalam suatu perusahaan.

haruslah dapat dipastikan dahulu apakah spesifikasi tersebut dapat berlaku dari kedua segi yang telah disebutkan di atas sebelum pengendalian kualitas pada proses dapat dimulai. Biaya Deteksi/ Penilaian (Detection/ Appraisal Cost) Adalah biaya yang timbul untuk menentukan apakah produk atau jasa yang dihasilkan telah sesuai dengan persyaratan -persyaratan kualitas sehingga dapat menghindari kesala han dan kerusakan sepanjang proses produksi. 3. Tingkat pengendalian yang diberlakukan tergantung pada banyaknya produk yang berada di bawah standar yang dapat diterima. Biaya kualitas Biaya kualitas sangat mempengaruhi tingkat p engendalian kualitas dalam menghasilkan produk dimana biaya kualitas mempunyai hubungan yang positif dengan terciptanya produk yang berkualitas. Biaya Pencegahan ( Prevention Cost) Biaya ini merupakan biaya yang terjadi untuk mencegah terjadinya kerusakan produk yang dihasilkan. Biaya Kegagalan Internal (Internal Failure Cost) Merupakan biaya yang terjadi karena adanya ketidaksesuaian dengan persyaratan dan terdeteksi sebelum barang atau jasa tersebut dikirim ke pihak luar (pelanggan atau konsumen). . 4. Biaya Kegagalan Eksternal ( Eksternal Failure Cost) Merupakan biaya yang terjadi karena produk atau jasa tidak sesuai dengan persyaratan-persyaratan yang diketahui setelah produk tersebut dikirimkan kepada para pelanggan atau konsumen. Tingkat ketidaksesuaian yang dapat diterima Tujuan dilakukan pengendalian suatu proses adalah dapat mengurangi produk yang berada di bawah standar seminimal mungkin. b. d. c. a.

. Standar administrasi. 5. 6. Terus-menerus melakukan perbaikan. Standar kualitas barang setengah jadi. 5. Mencari dan memperbaiki penyebab kualit as yang rendah. Standar kualitas bahan baku yang akan digunakan. 3. Standar kualitas proses produksi (mesin dan tenaga kerja yang melaksanakannya). Menentukan bagaimana cara mengukur setiap karakteistik. 2. Standar kualitas barang jadi. 4. karena tidak semua hasil produksi sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. 4. Tahapan Pengendalian Kualitas Untuk memperoleh hasil pengendalian kualitas yang efektif. Menurut Suyadi Prawirosentono (2007. maka pengendalian terhadap kualitas suatu produk dapat dilaksanakan dengan menggunakan teknik-teknik pengendalian kualitas.Langkah-langkah Pengendalian Kualitas 1.72). Menetapkan program inspeksi. Menetapkan standar kualitas. Mendefinisikan karakteristik (atribut) kualitas. 3. terdapat bebe rapa standar kualitas yang bisa ditentukan oleh perusahaan dalam upaya menjaga output barang hasil produksi diantaranya: 1. 2. pengepakan dan pengiriman produk akhir tersebut sampai ke tangan konsumen.

Kegiatan ini dilakukan karena biasanya sering terjadi ketidaksesuaian antara standar yang diinginkan dengan hasil produksi. Pengendalian kualitas secara statistik . 2006:253). salah satu tindakan yang dapat dilaku kan adalah dengan menerapkan suatu sistem pengendalian kualitas agar dapat meminimali sir terjadinya kerusakan produk (product defect) sampai pada tingkat kerusakan nol ( zero defect). agar sesuai dengan standar yang ditetapkan serta sesuai dengan harapan konsumen.2 KERANGKA PEMIKIRAN Di dalam menghadapi persaingan bisnis yang semakin meningkat. Selain itu. Ol eh karena itu perusahaan harus mampu menghasilkan produk yang baik. Pengendalian kualitas dapat dilakukan secara statistik dengan menggunakan alat bantu yang terdapat pada SPC ( Statistical Process Control) danSQC (Statistical Quality Control). Kualitas merupakan kemampuan suatu produk atau jasa dalam memenuhi kebutuhan pelanggan (Heizer & Render. mempertahankan dan meningkatkan kualitas suatu produk dan jasa agar sesuai dengan standar yang te lah ditetapkan (Vincent Gasperz (2005:480). kualitas juga harus sesuai dengan yang disya ratkan atau distandarkanatau conformance to requirement (Philip B. Crosby. Untuk men gatasi hal tersebut. Di dalam proses menciptakan suatu produk yang berkualitas sesuai dengan standar dan selera konsumen. perusahaan dituntut untuk dapat menghasilkan pr oduk yang berkualitas. Pengendalian kualitas adalah suatu teknik dan aktivitas/ tindaka n yang terencana yang dilakukan untuk mencapai.2. 1979). Oleh karena itu dalam pengendalian kualitas perlu memperhatikan prod uk yang dihasilkan. Suatu produk memiliki kualitas apabila sesuai dengan standar kualitas yang telah ditentukan. seringkali masih terjadi penyimpangan yang tidak dikehendaki oleh perusahaan sehingga menghasi lkan produk rusak yang tentunya akan sangat merugikan perusahaan. sesuai dengan keinginan pelanggan.

Pengendalian kualitas secara statistik dapat digunakan untuk menerima atau menolak produk yang telah di produksi dan dapat dipergunakan untuk mengawasi proses sekaligus kualitas produk yang sedang dikerjakan.3 HIPOTESIS Atas dasar pertimbangan di dalam rumusan masalah. maka hipotesis yang penulis kemukakan adalah : . 2. 2006:268). mengukur dan melakukan tindakan perbaikan terhadap produk atau j asa yang diproduksi (Heizer dan Render.yaitu sebuah proses yang digunakan untuk menjaga standar.

Dalam penelitian ini menggunakan 2 macam variabel penelitian yaitu variabel utama yaitu pengen dalian kualitas dan subvariabel pengukuran kualitas yang diteliti yaitu pengukuran secara atribut yang digunakan untuk menentukan tingkat ketida ksesuaian yang terjadi terhadap produk yang dihasilkan oleh perusahaan. mempertahankan dan meningkatkan kuali tas kinerja perusahaan sehingga menghasilkan suatu produk atau jasa sesuai dengan sasaran mutu yang telahditetapkan perusahaan di awal kegiatan.BAB III METODE PENELITIAN 3.1.1 Variabel Penelitian Variabel penelitian merupakan suatu atribut atau sifat yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan ditarik kesimpulannya (Sugiyono.2 Definisi Operasional Variabel 1. 3.1.1 VARIBEL PENELITIAN DAN DEFINISI OPERASIONAL VARIABEL 3. yaitu: . Pengendalian Kualitas Pengendalian kualitas untuk mencapai tingkat kualitas produk yang distandarkan oleh perusahaan sesuai dengan pedoman kualitas yang ditetapkan oleh perusahaan yaitu suatu aktivitas di dalam departemen kerja yang terencana yang dilakukan untuk mencapai. Pengendalian kualitas yang dilakukan perusahaan meliputi 3 (tiga) tahapan. 1999).

Pengukuran Kualitas Secara Atribut Pengukuran kualitas yang digunakan dalam melaksanakan pengendalian kualitas dilakukan secara atribut yaitu pengukuran kualitas terhadap karakteristik produk yang tidak da pat atau sulit diukur. Penyerapan tinta tidak merata (warna kabur). 4. jenis kerusakan y ang dicatat adalah jenis kerusakan paling dominan yang terdap at pada 1 eksemplar koran hasil produksi. Lipatan tidak simetris dengan batas toleransi 2 mm. 3. 2. Peta kendali p digunakan untuk menganalisis produk yang mengalami kerusakan (misdruk) dan tidak dapat diperbaiki lagi seperti halnya produk yang dihasilkan.1) Pengendalian terhadap bahan baku/ material produksi 2) Pengendalian terhadap proses produksi yang sedang berjalan 3) Pengendalian terhadap produk jadi sebelum pengepakan Perusahaan menggunakan istilah misdruk untuk menyebutkan kerusakan terhadap produk yang cacat/ rusak. Adap un perusahaan menggunakan lima karakteristik produk yang dianggap misdruk yaitu: 1. 5. Misdruk yang terjadi pada 1 eksemplar koran hasil produksi dimungkinkan terdapat tidak hanya satu jenis ker usakanan (misdruk). Oleh karena itu. 2.3 mm. akan tetapi bisa lebih dari satu macam. Terdapat bagian yang terpotong melebihi garis tepi. Peta kendali p digunakan dalam pengendalian kualitas secara atribut yaitu untuk mengetengahkan cacat( defect) atau kecacatan . Pengukuran kualitas secara atribut di lakukan dengan menggunakan peta kendali p (p chart). berhasil atau gagal. Posisi lipatan tengah tidak register (persisi) dengan batas 0. Nantinya dengan menggunakan pengukuran metode ini akan dapat diketahui karakteristik kualitas produk yang baik atau buruk. Koran kotor (terdapat goresan).

(defective) pada produk yang dihasilkan dan untuk mengetahui apakah masih berada dalam batas yang disyaratkan. Dalam hal ini adalah dengan pihak manajemen/ karyawan yaitu data mengenai jenis-jenis misdruk dan penyebabnya. Teknik pengumpulan data yang di lakukan adalah sebagai berikut: 1. laporan jum lah produksi dan jumlah misdruk. . mengamati proses produksi dari awal sampai akhir.4 METODE PENGUMPULAN DATA Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan melakukan pengamatan langsung di perusahaan yang menjadi objek penelitian. proses produksi serta bahan baku yang digunakan. rencana kerja. dan kegiatan pengendalian kualitas. Wawancara Merupakan suatu cara untuk mendapatkan data atau informasi dengan tanya jawab secara langsung pada orang yang mengetahui tentang objek yang diteliti. 2. Dokumentasi Yaitu dengan mempelajari dokumen -dokumen perusahaan yang berupa laporan kegiatan produksi. Observasi Yaitu pengamatan atau peninjauan secara langsung di tempat penelitian yaitu dengan mengamati sistem atau cara kerja pegawai yang ada. 3. 3. serta dokumen kepegawaian.

Mengumpulkan data menggunakan check sheet Data yang diperoleh dari perusahaan terutama yang berupa data produksi dan data kerusakan produk (misdruk) kemudian disajikan dalam bentuk tabel secara rapi dan terstruktur dengan menggunakan check sheet. digunakan peta kendali p (peta kendali proporsi kerusakan) sebagai alat untuk pengendalian proses secara statistik.3. . maka digunakan alat bantu statistik yang terdapat pada Statistical Quality Control (SQC) dan Statistical Process Control (SPC). Penggunaan peta kendali p ini adalah dikarenakan pengendalian kualitas yang dilakukan bersifat atribut.5 METODE ANALISIS DATA Dalam melakukan pengolahan data yang diperoleh. 3. serta data yang d iperoleh yang dijadikan sampel pengamatan tidak tetap dan produk yang mengalami kerusakan (misdr uk) tersebut tidak dapat diperbaiki lagi sehingga harus di reject dengan cara di lebur atau di daur ulang. Hal ini dilakukan agar memudahkan dalam memahami data tersebut sehingga bisa dilakukan analisis lebih lanjut. 2. Adapun langkah-langkahnya adalah sebagai berikut: 1. Membuat peta kendali p Dalam hal menganalisis data. maka data tersebut perlu untuk disajikan dalam bentuk histogram yang berupa alat penyajian data secara visual berbentuk grafik balok yang memperlihatkan distribusi nilai yang diperoleh dalam bentuk angka. Membuat histogram Agar mudah dalam membaca atau menjelaskan data dengan cepat.

4 INTERPRETASI HASIL Sebagai perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang percetakan dan penerbitan. Mengumpulkan data menggunakan check sheet 2. akan dilakukan langkahlangkah sebagai berikut: 1. Dalam upayamenerapkan pengendalian kuali tas untuk . perusahaan diharuskan dapat menyelesaikan seluruh order tepat waktu sesuai target. dituntut untuk selalu menghasilkan produk yang berkualitas. Melakukan uji kecukupan data 5. Dengan beroperasi di waktu siang d an malam. senantiasa membuat sasaran mutu sebagai pedoman dalam melakukan pekerjaan.3 ANALISIS DAN PEMBAHASAN PENGENDALIAN KUALITAS STATISTIK Dalam menyelesaikan permasalahan pengendalian kualitas. Mencari faktor penyebab yang dominan (dengan diagram sebab akibat) 7.BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4. Membuat peta kendali p 4. Menentukan prioritas perbaikan (menggunakan diagram pareto) 6. Setiap awal tahun buku. Saat ini perusahaan telah memegang sertifikat ISO9001 : 2000 dari konsultan manajemen RWTUV Jerman dan sertifikat dari PPGI (Persatuan Perusahaan Grafika Indonesia). Oleh karena itu perusahaan harus menerapkan sistem produksi yang tepat dan sistematis yaitu dengan menerapkan program pengendalia n kualitas terhadap produk yang dihasilkan oleh perusahaan. Membuat histogram 3. Membuat rekomendasi/ usulan perbaikan kualitas 4.

Pengendalian kualitas dilakukan terhadap bahan baku. Dari hasil analisis dengan menggunakan SQC. bahkan cenderung tidak terkendali karena titik-titik befluktuasi tidakberaturan dan berada keluar dari batas kendal inya. proses produksi dan produk jadi oleh bagian Quality Control. Hal tersebut dilandasi dari kebijakan perusahaan akan peningkatan jumlah order yang masuk. manusia (pekerja) dan mesin menjadi penyebab utama yang sangat mempengaruhi misdruk tersebut. . perusahaan menetapkan standar kualitas produksi untuk target misdruk kumulatif Suara Merdeka ditentukan sebesar 6 % dari jumlah yang diproduksi. Hal ini dikarenakan misdruk terjadi pada saat proses berlangsung dan setelah produk keluar dari mesin. diketahui bahwasannya misdruk yang terjadi cukup tinggi dan melampaui batas toleransi yang ditetapkan oleh perusahaan. mencari penyebab kerusakan dan menentukan batas kendali (Titop Dwiwarno. Hasil perhitungan peta kendali pmemberitahukan bahwasanya proses produksi tidak dalam batas kendali yang ditentukan. Secara umum. Terlepas dari faktor metode k erja. Perusahaan membutuhkan suatu tindakan yang dapat mengatasi permasal ahan tersebut. Dari pengamatan dan pengumpulan data yang dilakukan. Tingginya angka kerusakan produk tentunya menjadi sebuah kerugian bagi perusahaan karena akan menciptakan pemborosan. dapat diketahui jenis-jenis misdruk yang terjadi pada produk yang dihasilkan beserta hal-hal yang menyebabkan kerusakan tersebut. bahan baku yang digunakan serta lingkungan kerja. 2009). Penelitian La Hatani (2008). Statistik proses kontrol merupakan alat statistik yang bisa digunakan untuk melakukan pengendalian kualitas sekaligus dapat mengetahui prioritas kerusakan yang paling besar.menekan tingkat kerusakan produk (misdruk). Sugiono dan Susilo Toto (2003) serta penelitian lainnya menggunakan meto de statistik untuk menganalisis permasalahan yaitu dengan alat bantu yang terdapat pada Statistical QualityControl (SQC). Bayu Prestianto. faktor utama yang menyebabkan terjadinya misdruk adalah disebabkan oleh faktor manusia (pekerja/ operator) dan mesin produksi yang digunakan.

31 % atau lebih dari seperempat dari keseluruhan misdruk yang terjadi. dimana dalam sistem ini kegiatan pemeliharaan bersifat memperbaiki atau hanya dilakukan saat mesin telah mengalami kerusakan. Sedangkan tindakan pencegahan (preventive maintenance) yang berlaku hanya sebatas pemel iharaan rutin sederhana seperti adanya inspeksi dan perawatan harian seperti pembersihan. Dengan penelusuran lebih lanjut kemudian dapat disusun rekomendasi usulan tindakan yang bisa dilakukan oleh perusahaan untuk menekan tingkat misdruk yang terjadi. Hasil ini cukup untuk dapat membuka pandangan perusahaan untuk meningkatkan kinerja manufakturn ya terutama dalam hal melakukan pengendalian kualitas produksi secara total agar secara konsisten dapat menghasilkan produk yang berkualitas dengan menekan tingkat misdruk menjadi serendah mungkin. Kejadian tersebut dikarenakan menitik beratkan pada sistem pemeliharaan corrective maintenanceyaitu pemeliharaan mesin rusak. sehingga jumlah misdruk yang dihasilkan juga tidak beraturan tergantung dari kondisi-kondisi tertentu. komponen yang seringkali rusak serta sering macet.Hal tersebut bisa terjadi dikarenakan order dari perusahaan bersifat job shop yang artinya bahwasanyaperusahaan berproduksi dan menentukan jumlah produksinya disesuaikan dengan permintaan. hal tersebut l ebih banyak disebabkan oleh ketidakstabilandari mesin yang digunakan untuk produksi baik settingannya yang mudah berubah. Kerusakan yang paling besar yaitu karena warna kabur sebesar 28. pelumasan dan pengencangan komponen mesin. .

1 KESIMPULAN 5. Hal tersebut berdasarkan pengamatan yang dilakukan dimana kerusakan pada koran terjadi pada saat proses produksi koran berlangsung menggunakan mesin cetak perusahaan yang mana setiap mesin dijalankan oleh beberapa operator.BAB V PENUTUP 5. Secara umum penyebab utama terjadinya kerusakan atau misdruk berasal dari faktor manusia dan mesin. 2. Perusahaan perlu menggunakan metode statistik untuk dapat mengetahui jenis kerusakan yang sering terjadi dan faktor-faktor yang menjadi penyebabnya. . Dengan demikian perusahaan dapat segera melakukan tindakan pencegahan untuk mengurangi terjadinya misdruk.2 SARAN 1.

2006.´ Jurnal Ventura. 2008.DAFTAR PUSTAKA Alisjahbana. 2004.google. Manajemen Pabrik. 8.com/Jurusan Manajemen FE Unhalu. ³Manajemen Pengendalian Mutu Produksi Roti Melalui Pendekatan Statistical Quality Control (SQC).google. Sofjan. 1. ³Evaluasi Pengendalian Kualitas Pada Bagian Produksi. Hendradi.´ Diakses 12 Maret 2010. Diakses tanggal 21 Maret 2010. M. Yogyakarta : Penerbit Andi. Bogor : Ghalia Indonesia. 2006. Operations Management (Manajemen Operasi ). 2005. Jakarta : LP FE UI Dwiwinarno. La. Gasperz. 2009. Hasan. Juita. Hadiguna. Vincent. Jakarta : Salemba Empat. 2005. Vol. No. Total Quality Management . Gramedia Pustaka Utama. 1998. Heizer. Jakarta : PT. Tri. Iqbal. Pokok-pokok Materi Metodologi Penelitian dan Aplikasinya .´ www. Rika Ampuh. C. Statistik Six Sigma dengan Minitab. Manajemen Operasi Dan Produksi . ³Evaluasi Pengendalian Kualitas Total Produk Pakaian Wanita Pada Perusahaan Konveksi. Jakarta : Bumi Aksara. dari www. Hatani. Total Quality Management . Soewarso. April 2005.com. Hardjosoedarmo. Titop. Assauri. Yogyakarta : Penerbit Andi . 2002. Jay and Barry Render. 2009.