MAKALAH

LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING DI SEKOLAH MENENGAH
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah Bimbingan dan Konseling oleh dosen Dr. Ilfiandra,S.pd., M.pd. disusun oleh : Azhari Amarulloh Fitria Kusuma P M Kharis Fahmi Puput Pujawati A Rahmah Afrianti Ristiani Hotimah 0908136 0905698 0901998 0905806 0905852 0905814

JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK ARSITEKTUR FAKULTAS PENDIDIKAN TEKNOLOGI DAN KEJURUAN UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA

jurusan Pendidikan Teknik Arsitektur.BANDUNG 2010 KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT. Ilfiandra.. Makalah ini disusun untuk diajukan sebagai tugas mata kuliah Bimbingan dan Konseling dengan judul “Layanan Bimbingan dan Konseling di Sekolah Menengah” di Universitas Pendidikan Indonesia. Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat serta hidayah-Nya makalah ini dapat diselesaikan. selaku dosen mata kuliah Bimbingan dan Konseling yang telah memberikan kuliah demi lancarnya tugas ini. Terima kasih kami sampaikan kepada Bapak Dr. sehingga penyusunan Bandung.pd. 22 Oktober 2010 Penyusun . Demikian tugas ini disusun semoga bermanfaat dan dapat memenuhi tugas mata kuliah Bimbingan dan Konseling. S.pd. M.

Pelarian masalah melalui jalan pintas yang bersifat sementara juga adiktif seperti penggunaan obat-obatan terlarang. Situasi global membuat kehidupan semakin kompetitif dan membuka peluang bagi manusia untuk mencapai status dan tingkat kehidupan yang lebih baik. tetapi juga konflik fisik. Tidak hanya konflik psikis. Kemampuan seperti ini tidak hanya menyangkut aspek akademis.BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Kemajuan berfikir dan kesadaran manusia akan diri dan dunianya. sosial. dan sistem nilai peserta didik. Pendukung utama bagi terciptanya sasaran pembangunan manusia Indonesia yang bermutu adalah pendidikan yang bermutu. tetapi harus didukung oleh peningkatan profesionalitas dan sistem manajemen tenaga kependidikan serta pengembangan kemampuan pesertra didik untuk menolong diri sendiri dalam memilih dan mengambil keputusan demi pencapaian cita-citanya. Berkaitan dengan pemikiran tersebut. Adanya ambisi kelompok yang dapat menimbulkan konflik. tetapi menyangkut aspek perkembangan pribadi. tampak bahwa . kecemasan. kematangan intelektual. dan frustasi. serta dinamis dan kreatif. bermoral. Hal ini sesuai dengan visi misi pendidikan nasional. stress. yaitu manusia yang harmonis lahir batin. telah mendorong terjadinya globalisasi. Untuk menangkal dan mengatasi masalah tersebut perlu dipersiapkan insan dan sumber daya manusia yang bermut. meningkatkan kemampuan dan tidak puas terhadap apa saja yang dicapai pada saat ini. Pendidikan yang bermutu tidak cukup hanya dilakukan melalui transformasi ilmu pengetahuan dan teknologi. sehat jasmani dan rohani. Dampak positif dari kondisi global telah mendorong manusia untuk terus berfikir. menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi secara profesional. Adapun dampak dari globalisasi tersebut adalah : • • • Keresahan hidup di kalangan masyarakat yang semakin meningkat karena banyaknya konflik.

dan tugas-tugas perkembangan yang harus dipenuhinya. Bagaimana Strategi Layanan Bimbingan dan Konseling yang di laksanakan di Sekolah Menengah? E. Tujuan apa yang hendak dicapai dari Layanan Bimbingan dan Konseling di Sekolah menengah? C. Apa fungsi dari layanan Bimbingan dan Konseling di Sekolah Menengah? B. Bagaimana fokus layanan Bimbingan dan Konseling di Sekolah Menengah? D. Peserta didik di sekolah menengah adalah para remaja yang memiliki karakteristik. Pencapaian standar kemampuan profesional/akademis dan tugastugas perkembangan peserta didik memerlukan kerjasama yang harmonis antara para pengelola dan pelaksana manajemen pendidikan. Rumusan Masalah Rumusan masalah dalam penulisan makalah yang berjudul “Layanan Bimbingan dan Konseling di Sekolah Menengah” ini adalah : A.pendidikan yang bermutu di Sekolah Menengah adalah pendidikan yang mengantarkan peserta didik pada pencapaian standar akademis yang diharapkan dalam kondisi perkembangan yang sehat dan optimal. Siapa saja Personil yang terlibat dalam kegiatan layanan Bimbingan dan konseling di Sekolah Menengah? . kebutuhan. pengajaran dan bimbingan sebab ketiganya merupakan bidang – bidang utama dalam pencapaian tujuan pendidikan.

Perubahan pada mendasar paradigma dari istilah “penyuluhan” tidak menjadi didasari bahwa konselor melakukan penyuluhan yang mempunyai konotasi sebagai pekerja lapangan (misal : penyuluh pertanian atau penyuluh KB). melalui kurikulum 1994.BAB II LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING DI SEKOLAH MENENGAH Pelaksanaan bimbingan dan konseling telah dirintis sejak tahun 1960-an dan dilaksanakan secara serempak di sekolah sejak tahun 1975. Dengan demikian. Perkembangan dunia bimbingan dan konseling di Indonesia mengalami proses yang berliku. yaitu saat diberlakukannya kurikulum ’75. . hingga pada tahun 1994. istilah guru BP dirubah menjadi guru BK. tetapi lebih pada usaha membantu Konseli/siswa sesuai dengan karakter siswa yang bersangkutan. Istilah tersebut pada akhirnya memunculkan suatu sebutan bagi pelaksanan bimbingan dan penyuluhan di sekolah dengan sebutan guru BP. istilah Bimbingan dan Penyuluhan mulai diganti dengan istilah Bimbingan dan Konseling “konseling” (BK). Pada saat itu istilah yang diperkenalkan dan dipergunakan adalah Bimbingan dan Penyuluhan (BP). Siswa lebih dihargai untuk dapat menyelesaikan masalahnya sendiri.

Kesatuan ini tampak dalam pelaksanaan pembelajaran di lapangan. dosen. Guru mata pelajaran memberikan bahan atau materi pembelajaran kepada siswa dengan penekanan-penekanan pada bidang kognitif. pada pasal (3) disebutkan bahwa tugas pokok guru pembimbing adalah menyusun program bimbingan. Bimbingan dan konseling di sekolah merupakan satu kesatuan (integral) dalam keseluruhan proses pendidikan di sekolah (Munandir:1993). Peranan guru BK pada tahap ini adalah menyeimbangkan antara kekuatan kognitif dan afektif yang dimiliki siswa. Mereka dihadapkan pada banyak pilihan serta konflikkonflik batin. Pembelajaran yang berorientasi kognitif secara umum telah dilakukan oleh guru bidang studi di kelas. 84/1993 tentang jabatan fungsional guru dan angka kreditnya. analisis hasil pelaksanaan bimbingan dan tindak lanjut dalam program bimbingan terhadap peserta didik yang menjadi tanggungjawabnya. Paradigma ini mengacu pada pelaksana konseling adalah konselor.SK Menpan no. Dengan kata lain bahwa pelaksanaan pendidikan atau pembelajaran di sekolah akan mempunyai ketergantungan yang timbal balik antara proses belajar klasikal di kelas dengan bantuan bimbingan dan konseling. Pada tahun 2003. mereka mengalami kesulitan yang luar biasa. evaluasi pelaksanaan bimbingan. Dengan kata lain bahwa konselor termasuk salah satu tenaga pendidik. Konselor sekolah akan membantu siswa dalam mengatasi masalah-masalah yang timbul sesuai dengan karakteristik siswa yang bersangkutan. Seringkali . Seringkali kita temui bahwa siswa mempunyai kemampuan untuk menyelesaikan segala bentuk tugas yang diberikan oleh guru bidang studi. terjadi perubahan mendasar terhadap pelaksana bimbingan dan konseling di Sekolah. konselor. Permasalahan yang dihadapi siswa tidak bisa diselesaikan dengan mempergunakan kekuatan kognitif atau logika berpikir semata. Pada saat inilah peranan guru BK akan tampak semakin nyata. Menurut Undang-undang nomor 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Bab I pasal 1 ayat (4) dinyatakan bahwa Pendidik adalah tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru. Tetapi pada saat mereka dihadapkan untuk menentukan pilihan masa depan atau mengambil keputusan tentang masa depannya. Dengan demikian penggunaan istilah guru BK di lingkungan sekolah akan berubah menjadi konselor sekolah. melaksanakan program bimbingan.

yaitu fungsi bimbingan dan konseling yang akan menghasilkan pemahaman tentang sesuatu oleh pihak – pihak tertentu sesuai dengan kepentingan pengembangan peserta didik. yaitu membantu petugas – petugas di sekolah khususnya guru. Sebagai contoh. b. pemeliharaan dan penyembuhan. Fungsi adaptasi. Fungsi ini dilaksanakan dalam rangka mengidentifikasi. Di sini terlihat perspektrum yang semakin luas untuk dapat menyelesaikan masalah siswa secara tuntas. bakat. yaitu membantu peserta didik untuk memperoleh penyesuaian pribadi dan memperoleh kemajua dalam perkembangannya secara optimal. Dengan menggunakan informasi yang memadai para peserta didik. dan memecahkan masalah. Fungsi pemahaman. dan lapangan pekerjaan yang sesuai dengan minat. memahami. guru pembimbing / konselor perlu bekerjasama dengan pendidik lainnya di sekolah menengah maupun di luar sekolah menengah. kemampuan. A. Fungsi penyaluran. guru pembimbing / konselor dapat membantu guru untuk memperlakukan peserta didik secara tepat. Fungsi penyesuaian. Fungsi Layanan Bimbingan dan Konseling di Sekolah Menengah Pada dasarnya. tetapi juga melihat kepribadian. minat. untuk mengadaptasikan program pendidikan terhadap minat. dan ciri – ciri kepribadian lainnya. masalah penjurusan tidak bisa diselesaikan hanya dengan melihat hasil kogitif siswa melalui nilai rapor. bakat dan keadaan lingkungan siswa tersebut. bimbingan dan konseling dilakukan dalam bentuk upaya pemahaman. Dalam melaksanakan fungsi. yaitu membantu peserta didik dalam memilih jurusan sekolah. jenis sekolah. . dan kebutuhan peserta didik. pencegahan. d. Setiap bentuk upaya tersebut mengacu kepada empat fungsi bimbingan yaitu : a. c. Kegiatan fungsi penyaluran ini meliputi bantuan untuk memantapkan kegiatan belajar di sekolah menengah.permasalahan yang muncul adalah karena pertentangan emosi (afeksi) siswa. baik dalam mengelola memilih materi pelajaran yang tepat dalam mengadaptasikan bahan pelajaran kepada kecepatan dan kemampuan peserta didik.

dengan upaya pokok memberikan kemudahan perkembangan individu melalui perekayasaan lingkunngan perkembangan. yaitu : . karena titik sentral tujuan bimbingan dan konseling terletak pada perkembangan optimal dan strategi.Sesuai dengan fungsiya. serta c) Merencanakan kehidupan masa depan siswa yang sesuai dengan tuntutan dunia pada saat ini ataupun masa yang akan datang. dan bimbingan dan konseling akan diarahkan kepada hal terselenggaranya terpenuhinya keperluan bantuan dalam pendataan. konsultasi. serta kemampuan siswa seoptimal mungkin. menerima. keluarga. Secara khusus layanan bimbingan dan konseling bertujuan membantu para siswa mencapai tugas-tugas perkembangan. bukan pada korektif atau terapeutik. Pengembangan. Dengan demikian akan terciptanya kemudahan bagi terselenggaranya proses dan tercapainya tujuan program pendidikan di Sekolah Menengah yang bersangkutan dengan lancar dan berhasil seperti yang diharapkan. B. bakat. informasi dan orientasi. d) Bimbingan dan konseling perkembangan di Sekolah menengah sebagai upaya pemberitahuan bantuan kepada peserta didik yang dilakukan secara berkesinambungan. Outreach. walaupun hal itu tetap ada dalam kepedulian bimbingan dan konseling perkembangan. dan komunikasi kepada peserta didik dan pihak-pihak lain yang berkepentingan. sekolah dan masyarakat. dan mengembangkan minat. pengembangan. dan outreach. keluarga. dan masyarakat serta kehidupan pada umumnya. karena titik berat kepedulian bimbingan dan konseling terletak pada pencegahan dan pengembangan. Edukatif. Dengan demikian tujuan umum bimbingan dan konseling adalah: a) Memahami. supaya mereka dapat memahami dirinya sehingga mereka sanggup mengarahkan dirinya dan dapat bertindak secara wajar sesuai dengan tuntutan dan keadaan lingkungan sekolah. b) Menyesuaikan diri dengan keadaan lingkungan. karena target populasi bimbingan dan konseling tidak terbatas kepada individu bermasalah dan dilakukan secara individual tetapi meliputi ragam dimensi dalam rentang yang cukup lebar. Tujuan Layanan Bimbingan dan Konseling di Sekolah Menengah Bimbingan dan konseling yang berkembang saat ini adalah bimbingan dan konseling perkembangan. mengarahkan. Visi bimbingan dan konseling adalah edukatif.

l) Memiliki sikap positif terhadap perkawinan dan hidup berkeluarga. menyayangi orang tua setulus hati. yaitu menerima keadaan fisik. memahami konsep hokum. baik pria maupun wanita. h) Menerima keadaan diri dan menerapkannya secara efektif. politik yang berlaku di negaranya. tidak manja. berusaha untuk menabung. berusaha agar studi tepat waktunya. serta memahmi syarat – syarat yang sesuai dan diperlukan untuk pekerjaan yang dicita – citakannya. menerima. f) Mengembangkan hubungan sosial yang mantap dengan teman sebaya. yaitu menghargai perkawainan dan memahami hak dan kewajiban sebagai anggota keluarga. serta menghargai keadaan dirinya (Self-esteem). i) Memiliki sikap dan dan perilaku emosional yang mantap. yaitu mampu membuat pilihan secara sehat. memahami jenis kursus. dan tidak memaksakan kehendak pada kelompoknya. membantu pekerjaan orang tua. m) Memiliki keterampilan intelektual dan memahami konsep – konsep yang diperlukan untuk menjadi warga Negara yang baik. bakat. . ekonomi. berani mengambil resiko. memilih kegiatan ekstrakulikuler yang nantinya dapat menghasilkan nafkah. j) Mempersiapkan ke arah kemandirian ekonomi.e) Mengembangkan keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. mau dan mampu mengerjakan peran sosial pria atau wanita sesuai dengan norma masyarakat. mengembangkan bakat. mampu memilih kegiatan ekstrakulikuler. yaitu berpartisipasi aktif dalam kegiatan sosial di sekolah dan masyarakat. dapat menyelsaikan konflik dan masalah. yaitu tidak cepat putus asa. memelihara fisik. g) Mengembangkan peran sosial pria untuk siswa pria atau peran perempuan untuk siswa perempuan sesuai dengan norma masyarakat yaitu mengetahui. menerima teman dari lawan jenis yang berbeda. yaitu penuh perhitungan dalam membeli sesuatu. memahami program studi yang ada di perguruan tinggi. membuat keputusan secara efektif. n) Memiliki sikap dan perilaku sosial yang bertaggung jawab. yaitu mampu bekerjasama dalam kelompok. memahami. dan menghormati guru secara ikhlas. yaitu mampu memilih jurusan yang sesuai dengan cita – cita pekerjaannya. k) Memilih dan mempersiapkan suatu pekerjaan.

menolong teman yang memerlukan bantuan. Bidang belajar. cara mengatasi konflik dengan teman. yang isinya sesuai dengan tujuan bimbingan dan konseling yang telah dikemukakan di atas. Bidang pendidikan. Layanan dasar bimbingan ini juga berisi layanan bimbingan belajar. maka kerangka kerja layanan bimbingan dan konseling dalam suatu program bimbingan dan konseling yang dijabarkan dalam tiga kegiatan utama. dan kemampuann. minat. atau mungkin kuratif. layanan ini untuk seluruh peserta didik. yaitu layanan dasar bimbingan. C. bimbingan pribadi dan bimbingan karir. Layanan Dasar Bimbingan Layanan dasar bimbingan adalah layanan bimbingan yang bertujuan membantu seluruh siswa mengembangkan perilaku efektif dan meningkatkan keterampilan – keterampilan hidupnya. cara memelihara persahabatan yang baik. Fokus Layanan Bimbingan dan Konseling di Sekolah Menengah Berdasarkan fungsi dan prinsip bimbingan. 3. menyantuni fakir miskin dan menengok teman yang sakit. o) Memahami nilai – nilai dan etika hidup bermasyarakat. 2. jujur dalam bertindak dan menghargai perasaan oranng lain. Bidang sosial. topik-topiknya adalah pemilihan program studi di sekolah menengah yang sesuai dengan bakat. Isi Layanan Responsif adalah sebagai berikut : 1. Layanan dasar bimbingan ini disajikan secara sistematis bagi seluruh siswa. Layanan ini lebih bersifat preventif. dan pemilihan program studi lanjutan di perguruan tinggi. yaitu cara belajar efektif dan cara mengatasi kesulitan belajar. disajikan atau di luncurkan dengan menggunakan Strategi klasikal dan dinamika kelompok. Layanan Responsif Layanan responsif adalah layanan bimbingan yang bertujuan membantu memenuhi kebutuhan yang dirasakan sangat penting oleh siswa pada saat ini. dan layanan perencanaan individual. bimbingan sosial. yaitu sopan santun dalam bergaul. . yaitu cara memilih teman yang baik. layanan responsif.

dan perencanaan waktu luang untuk kegiatan yang produktif. proses kegiatan dan sarana penunjang kegiatan. Bidang kehidupan lainnya. pengenalan karakteristik dan lingkungan pekerjaan. konsultasi. Layanan perencanaan Individual Layanan perencanaan individual adalah upaya bimbingan yang bertujuan membantu seluruh siswa membuat dan mengimplementasikan rencana – rencana pendidikan. Bidang sosial pribadi yaitu perencanaan pengembangan konsep diri yang positif. yaitu penngenalan bahaya perilaku seks bebas. 6. 3. serta perecanaan pengembangan keterampilan – keterampilan sosial yang tepat. Strategi mencakup tujuan kegiatan. karier. siapa yang terlibat dalam kegiatan. D. Strategi yang diterapkan dalam layanan bimbingan dan konseling disebut strategi layanan bimbingan dan konseling. Bidang pendidikan yaitu perecanaan belajar dan perencanaan studi lanjutan. yaitu pengenalan tata tertib sekolah dan pengembangan sikap serta perilaku disiplin. perncanaan pekerjaan ke perusahaan – perusahaan. Tujuan utama dari layanan ini adalah membantu siswa belajar memantau dan memahami perkembangannya sendiri. 2. Bidang narkotika. perencanaan jabatan. Strategi bimbingan dan konseling dapat berupa konseling individual. dan kehidupan sosial pribadinya. konseling kelompok dan pengajaran remedial. . dan pembentukan pola karier. Bidang pribadi. serta pencegahan perilaku seks bebas. yaitu pembetukan identitas karier. kemudian merencanakan dan mengimplementasikan rencana-rencana hidupnya atas dasar hasil pemantauan dan pemahamannya itu. cara berpacaran yang baik. isi kegiatan. Bidang disiplin. 8. yaitu pengenalan bahaya penggunaan narkotika dan pencegahan terhadap bahaya narkotika. 5. Isi layanan perencanaan individual adalah sebagai berikut : 1. Bidang perilaku seksual.4. yaitu perecanaan pekerjaan. 7. Strategi Layanan Bimbingan dan Konseling Strategi adalah suatu pola yang direncanakan dan ditetapkan secara sengaja untuk melakukan kegiatan atau tindakan. Bidang karier.

1. Konseling ditujukan kepada individu yang normal. orang tua. karena dalam interaksi tersebut. Pengertian Konsultasi dalam program bimbingan dipanadang sebagai suatu proses menyediakan bantuan teknis untuk guru. keputusan diri sendiri sehingga ia dapat lebih baik menyesuaikan diri dengan lingkungannya dan memberikan kesejahteraan pada diri sendiri dan masyarakat sekitarnya. Konsultasi dalam pengertian umum dipandang sebagai nasihat dari seorang yang professional. kegiatannya penyampaian informasi yang berkenaan dengan masalah pendidikan. Penataan bimbingan kelompok pada umumnya berbentuk kelas yang beranggotakan 20 sampai 30 orang. Konseli merasa ada orang lain yang dapat mengerti masalah pribadinya dan mau membantu memecahkannya. pribadi. dan sosial dimana ia tidak dapat memilih dan memutuskan sendiri. Dalam konseling diharapkan konseli dapat merubah sikap. dan masalah sosial yang tidak disajikan dalam bentuk pelajaran. Konsultasi Konsultasi merupakan salah satu strategi bimbingan yang penting. Konselor dan konseli saling belajar dengan pengalaman hubungan yang bersifat khusus dan pribadi ini. dan konselor lainnya dalam mengidentifikasi dan memperbaiki masalah yang membatasi efektivitas peserta didik atau sekolah. konseling hanya ditujukan kepada individu – individu yang sudah menyadari kehidupan pribadinya. 2. administrator. Dalam konseling terdapat hubungan yang dinamis dan khusus. pekerjaan. Oleh karena itu. konseli merasa diterima dan dimengerti oleh konselor. 3. Konseli mengalami kesukaran pribadi yang tidak dapat ia pecahkan sendiri. pekerjaan. Bimbingan Kelompok Bimbingan masalah atau kelompok kesulitan dimaksudkan pada diri untuk mencegah Isi berkembangnya terdiri atas konseli. yang menghadapi kesukaran dalam masalah pendidikan. kemudian ia meminta bantuan konselor sebagai petugas yang profesionaldalam jabatannya dengan pengetahuan dan keterampilan psikologi. sebab banyak masalah karena sesuatu hal akan lebih berhasil. Konseling Individual Konseling Individual adalah proses belajar melalui hubungan khusus secara pribadi dalam wawancara antara seorang konselor dan seorang konseli (siswa). Informasi yang diberikan dalam bimbingan kelompok itu terutama dimaksudkan untuk memperbaiki dan mengembangkan .

Secara skematik prosedur remedial tersebut dapat digambarkan sebagai berikut : a. e. Pilihan alternatif tindakan. orientasi pada kenyataan. c. Selain bersifat pencegahan. 4. saling mempercayai. Konseling Kelompok Konseling kelompok adalah suatu upaya bantuan kepada peserta didik dalam rangka memberikan kemudahan dalam perkembangan dan pertumbuhannya. Konseling kelompok adalah suatu proses antar pribadi yang dinamis yag terpusat pada pemikiran dan perilaku yang sadar dan melibatkan fungsi – fungsi terapi seperti sifat permisif. terkoordinasi. katarsis. g. terarah. b. sedangkan perubahan sikap merupakan tujuan yang tidak langsung. terorganisir. Pengajaran Remidial Pengajaran remedial dapat didefinisikan sebagai upaya guru untuk menciptakan suatu situasi yang memungkinkan individu atau kelompok siswa tertentu lebih mampu mengembangkan dirinya seoptimal mungkin sehingga dapat memenuhi kriteria keberhasilan minimal yang diharapkan. saling memperlakukan dengan mesra. Fungsi – fungsi terapi itu dikembangkan dalam suatu kelompok kecil melalui cara saling memperdulikan diantara para peserta konseling kelompok. Pelaksanaan pengajaran remedial. konseling kelompok dapat pula bersifat penyembuhan. d. terkontrol dengan lebih memperhatikan taraf kesesuaiannya terhadap keragaman kondisi objektif individu atau kelompok siswa yang bersangkutan serta daya dukung sarana dan lingkungannya. Pengukuran kembali hasil belajar mengajar. Rekomendasi / referral. Layanan konseling. Pengajaran remedial merupakan salah satu tahap kegiatan utama dalam keseluruhan kerangka pola layanana bimbingan belajar. f. Penelaahan kembali kasus. serta merupakan rangkaian kegiatan lanjutan logis dari usaha diagnostik kesulitan belajar mengajar. Diagnostik kesulitan belajr mengajar. saling pengertian. saling menerima dan mendukung.pemahaman diri dan pemahaman mengenai orang lain. 5. . dengan melalui suatu proses interaksi yang berencana.

serta mendukung peran guru dan administrator sekolah agar program bimbingan tersebut berhasil. serta layanan dukungan terhadap konselor dan orang yang terlibat dalam program bimbingan. serta pengembangan sistem support. Reevaluasi / Rediagnostik. Secara hukum. Adapun orang tua siswa dan anggota masyarakat dilibatkan dalam program bimbingan. Pendekatan preventif ditujukan kepada siswa tertentu yang diperkirakan akan mengalami hambatan terhadap pelajaran yang akan ditempuhya. administrator / kepala sekolah. j. Hasil yang diharapkan. Pendekatan pengembangan merupakan tindak lanjut dari upaya diagnostic yang dilakukan guru selama berlangsung program PBM. adalah men-support perkembangan aspek – aspek pribadi sosial. Konselor bertugas memberikan berbagai layanan dan mengkoordinasikan program bimbingan. guru. Tugas tambahan. Pada jenjang ini . i. Bekerjasama. karir dan akademik siswa. Konselor dan guru harus bekerja sama dalam merecanakan pelaksanaan program bimbingan. Mereka masuk dalam komite atau dewan penasihat masyarakat sekolah yang bertugas memberikan rekomendasi. melalui pengembangan menu program bimbingan dan konseling bantuan kepada siswa dalam individual student planning.h. semuaya berperan sebagai narasumber dalam program bimbingan. Dalam sistem pendidikan di Indonesia konselor di Sekolah Menengah mendapat tempat yang cukup leluasa. Oleh sebab itu guru harus diberi kesempatan untuk berpartisipasi aktif dalam perencanaan dan implementasi program. Keterlibatan staf pengajar / guru adalah sangat penting. E. siswa. Startegi dan teknik pengajaran remedial dapat dilakukan secara preventif. posisi konselor di Sekolah menengah telah ada sejak tahun 1975. yaitu sejak diberlakukannya kurikulum bimbingan dan konseling. Kegiatan – kegiatan bimbingan disajikan dalam bidang materi yang tepat sehingga posisi guru tidak diganti oleh konselor dalam kelas. kuratif jika dilakukan setelah program PBM utama selesai diselenggarakan. Personil Layanan Bimbingan dan Konseling di Sekolah Menengah Konselor. orang tua siswa. pemberian layanan responsif. Peran konselor sebagai komponen student support services.

developmental. maupun fungsi kuratif. BAB III . yang meliputi fungsi preventif.konselor menjalankan semua fungsi bimbingan dan konseling.

bimbingan dan konseling dilakukan dalam bentuk upaya pemahaman. Bimbingan dan konseling di sekolah merupakan satu kesatuan (integral) dalam keseluruhan proses pendidikan di sekolah (Munandir:1993). orang tua siswa. layanan responsif. yaitu fungsi pemahaman. Dalam proses pembelajaran di Sekolah. guru. Bimbingan dan konseling perkembangan di Sekolah menengah pada dasarnya adalah membantu siswa agar mereka dapat memahami dirinya sehingga mereka sanggup mengarahkan dirinya dan dapat bertindak secara wajar sesuai dengan tuntutan dan keadaan lingkungan sekolah.KESIMPULAN Perkembangan dunia pendidikan di Indonesia menyebabkan terjadinya perubahan mendasar terhadap pelaksana bimbingan dan konseling di Sekolah. Dalam hal ini. administrator / kepala sekolah. konseling kelompok dan pengajaran remedial. semuanya berperan sebagai narasumber dalam program bimbingan. Agar program yang dilaksanakan dalam program bimbingan dapat berjalan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. yaitu layanan dasar bimbingan. keluarga. siswa. dan layanan perencanaan individual. Konselor. Semua pihak yang terlibat dalam program bimbingan diharapkan dapat saling mendukung dan bertindak sesuai dengan proporsinya masing-masing. pencegahan. Bimbingan mempunyai empat fungsi utama. Layanan bimbingan dan konseling dalam suatu program bimbingan dan konseling yang dijabarkan dalam tiga kegiatan utama. siswa juga membutuhkan konselor untuk membantu menyelesaikan permasalahan yang tidak bisa diselesaikan menggunakan kemampuan kognitif sesuai dengan karakteristik masing-masing siswa. fungsi penyaluran. Sedangkan strategi bimbingan dan konseling dapat berupa konseling individual. konsultasi. Pada dasarnya. . selain membutuhkan guru mata pelajaran dalam mengembangkan kemampuan kognitifnya. Peranan guru BK( Bimbingan dan Konseling ) pada tahap ini adalah menyeimbangkan antara kekuatan kognitif dan afektif yang dimiliki siswa. dan masyarakat serta kehidupan pada umumnya. fungsi adaptasi dan fungsi penyesuaian. pemeliharaan dan penyembuhan.

google.DAFTAR PUSTAKA http://www.com .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful