P. 1
50402301 Karya Ilmiah Kelas 3 SMA

50402301 Karya Ilmiah Kelas 3 SMA

|Views: 4,167|Likes:
Published by Mas Dikin

More info:

Published by: Mas Dikin on Jul 16, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/26/2013

pdf

text

original

Istilah tentang novel antara Negara satu dengan Negara lain beragam. Dalam

Bahasa jerman disebut Novelle. Sedangkan dlam bahasa perancis disebut

Nouvelle. Kedua istilah tersebut dipakai dalam pengertian yang sama yaitu prosa

yang agak panjang dan sederhana karena hanya menceritakan maksud kejadian

yang memunculkan suatu konflik yang mengakibatkan adanya perubahan nasib

pelakunya.

Beberapa pendapat mengenai novel dikemukakan oleh para ahli sastra. Namun

sampai saat ini belum ada patokan yang dapat diterima oleh semua pihak.

Novel dalam arti umum berarti cerita berbentuk prosa dalam ukuran yang luas

yaitu cerita dengan plot dan tema yang kompleks, karakter yang banyak dan

setting cerita yang beragam. Novel merenungkan dan melukiskan realitas yang

dilihat, dirasakan dalam bentuk tertentu dengan pengaruh tertentu atau ikatan

yang dihubungkan dengan tercapainya gerak-gerik hasrat manusia.

Novel memiliki ciri-ciri sebagai berikut :

1.Menceritakan sebagian kehidupan yang luar biasa

2.Terjadinya konflik hingga menimbulkan perubahan nasib

11

3.Terdapat beberapa alur atau jalan cerita

4.Terdapat beberapa insiden yang mempengaruhi jalan cerita

5.Perwatakan atau penokohan dilukiskan secara mendalam

Novel ialah suatu cerita dengan alur panjang mengisi satu buku atau lebih yang

Mengarang kehidupan manusia yang bersifat imajinatif The Advanced Meaner Of

Current English, menceritakan kehidupan manusia hingga terjadinya konflik yang

dapat menyebabkan perubahan nasib bagi para pelakunya.

Manfaat dari membaca novel adalah memberi kesadaran kepada pembaca

tentang kebenaran-kebenaran hidup ini. Selain itu dapat memberikan kegembiraan

dan kepuasan batin, memberikan penghayatan yang mendalam terhadap apa yang

kita ketahui, serta dapat menolong pembacanya menjadi manusia yang berbudaya.

Hasil cipta sastra akan selalu berbicara masalah manusia dengan segala

permasalahan hidupnya, baik hubungan manusia dengan manusia, manusia

dengan lingkungannya maupun manusia dengan penciptaNya.

Hasil karya sastra novel mengandung keindahan yang dapat menimbulkan rasa

senang, nikmat, terharu, menarik perhatian, menyegarkan perasaan pembaca,

pengalaman jiwa yang terdapat dalam karya sastra memperkaya kehidupan batin

manusia khususnya pembaca.

2.Cerpen

12

Cerpen mengalami perkembangan yang sangat pesat ketika masa penjajahan

jepang. Pada masa itu segala sesuatu dituntut serba singkat dan cepat. Karena

pengaruh suasana, maka dalam mengutarakan perasaannya pengarang juga

mengikuti keadaan. Pengarang mengutarakan segala sesuatu secara singkat dan

memilih medianya yaitu bentuk cerpen.

Cerpen singkatan dari cerita pendek. Oleh karena itu bentuknya yang pendek,

maka yang ditampilkan oleh cerpen hanyalah sebagian saja dari kehidupan yang

dialami oleh tokoh cerita.

Sebuah cerpen pada dasarnya menuntut adanya perwatakan yang jelas. Tokoh

merupakan pusat sorotan dalam cerita. Unsur penokohan dalam cerpen terasa

lebih dominan, daripada unsur yang lain. Dengan membaca cerpen seorang

pembaca akan memahami karakter tokoh cerita yang dimiliki. Jadi, membaca

cerpen tidak sekedar mengetahui jalan cerita tetapi mengetahui manusia dengan

sifat-sifatnya.

Suatu hasil sastra dapat dikategorikan ke dalam cerita pendek harus dilihat dari

ruang lingkup permasalahan yang ditampilkan dalam karya sastra tersebut.

Biasanya cerpen hanya akan menampilkan suatu pokok permasalahan saja dalam

cerita. Karena permasalahan yang ditampilkan hanya satu atau permasalahannya

tunggal, maka tidak memungkinkan tumbuhnya digresi dalam cerita pendek.

Cerpen yaitu kisahan yang memberi kesan tunggal yang dominant tentang

suatu tokoh dalam latar dan satu situasi dramatik.

13

Predikat pendek pada kata cerita pendek bukan ditentukan oleh banyaknya

halaman untuk mewujudkan cerita itu atau sedikitnya tokoh yang terdapat dalam

cerita itu, melainkan lebih disebabkan oleh ruang lingkup permasalahan yang

ingin disampaikan oleh bentuk karya sastra tersebut. Jadi, sebuah cerita pendek

belum tentu dapat digolongkan ke dalam jenis cerita pendek apabila ruang

lingkup permasalahan yang persyaratan yang dituntut oleh cerita pendek.

Berdasarkan uraian tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa cerpen hanya

menceritakan permasalahan tunggal. Mengenai jumlah halaman tidak akan

berpengaruh banyak terhadap jenis karya sastra ini. Cerita yang pendek belum

tentu cerita pendek dan cerita agak panjang pun kadang-kadang dapat

dikategorikan sebagai cerpen jika permasalahannya tunggal. Oleh karena

permasalahannya tunggal, maka cerpen cenderung pendek.

Perbedaan antara Novel dan Cerpen

No

Novel

Cerpen

1

Terjadi konflik batin

Tidak harus terjadi

2

Perwatakan digambarkan

secara detail

Perwatakan digambarkan secara

singkat

14

15

3

Alur lebih rumit

Akhir ceritanya

sederhana

4

Latar lebih luas dan

waktunya lebih lama

Latar hanya sebentar

dan terbatas

5

Novel lebih panjang

karangannya daripada

cerpen

Cerpen lebih pendek

karangannya

6

Unsur-unsur cerita

dalam novel lebih

kompleks dan beragam

dibandingkan cerpen

Unsur cerita dalam

cerpen

relative

sederhana dan pasti

tunggal

7

Novel

minimal

halamannya

adalah 100 halaman

Cerpen halaman

maksimal 30 kuarto

8

Jumlah kata dalam

novel minimal 35.000

kata

Jumlah kata dalam

cerpen maksimal

10.000 kata

9

Lama

untuk

membaca novel kira-

kira 30-90 menit

Waktu

yang

dibutuhkan untuk

membaca cerpen

hanya 10 menit

16

No

Persamaan antara Novel dan Cerpen

1

Keduanya sama-sama prosa baru

2

Mengandung unsur intrinsik

3

Sama-sama termasuk karya sastra

4

Sama-sama termasuk cerita fiksi

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->