4 Kemampuan Dasar Guru Profesional: a. Kemampuan komunikasi, yt kemampuan menyampaikan materi pelajaran kepada peserta didik. b.

Kemampuan kolaborasi, yt kemampuan bekerjasama dgn pihak terkait untuk meningkatkan mutu pendidikan. c. Kemampuan teknologi, yt kemampuan menggunakan perangkat teknologi informasi dalam pembelajaran. d. kemampuan evaluasi, yt kemampuan melakukan penilaian terhadap pencapaian peserta didik. 4 Komponen penting Guru Profesional: a. Basis pengetahuan, yt (a) G memahami teori belajar, pengembangan kurikulum, pengembangan peserta didik dan tahu bagaimana menggunakan penget tsb di dlm merencanakan pembelajaran utk mencapai 7an kurikulum. (b)G Profesional slalu aktif mencari pengetahuan baru dalam pembelajaran. (c) G harus memahami kebutuhan peserta didik di kelas baik berdasarkan budaya, komunitas, suku, ekonomi & bhs. b. Pedagogik, yt (a) G yg efektif slalu meningkatkan pembelajaran untuk mencapai prestasi peserta didik sesuai dgn harapan standar yg ditentukan. (b) Pembelajaran menekankan pembelajaran aktif yg menggunakan berbagai macam teknik, materi dan pengalaman belajar utk smua peserta didik. (c) G yg efektif mengandalkan penget pedagogik yg berkualitas utk penentuan kurikulum, pemilihan strategi pembel, perencanaan pengembangan pembel dan merumuskan penilaian utk mengukur kemampuan belajar peserta didik. c. Kepemimpinan, yt (a) kepemimpinan yg fokus pd peningkatan prestasi peserta didik yg lebih baik, (b) sbg pemimpin, G harus mampu menempatkan prioritas pd keunggulan (excellent), mengandalkan penget

dan ketramp merumuskan strategi BM yg efektif. (c) Guru menjalin kerjasama (networking) dg sesama pendidik & pihak lain utk meningkatkan kualitas program dan berbagi kemampuan yg lebih maju. d. Personal Attributes, yt (a) G harus bersikap jujur & adil (b) G memiliki visi pribadi yg bisa membimbing peserta didik untuk mencapai 7an belajar (c) G yg efektif selalu melakukan evaluasi diri atas sikap/tindakan yg dilakukan demi kemajuan peserta didik. 3 Kompetensi Guru menurut Raka Joni: a. Komp profesional, memiliki penget yg luas dr bid studi yg diajarkannya, memilih & menggunakan berbagai metode mengajar di dlm proses BM yg diselenggarakannya b. Komp kemasyarakatan, mampu berkomunikasi, baik dg siswa, sesama guru maupun masy luas. c. Komp persoanl, yt memiliki kepribadian yg mantap dan patut diteladani. 4 Kompetensi Guru menurut PP No. 19 Th 2005 ttg Standar Nas Penddkan: a. Komp. Pedagogik yt kemampuan guru dlm pengelolaan peserta didik. (a) pemaham-an wawasan/landasan kependidikan (b) P terhdp peserta didik (c) pengembangan kurikulum/silabus (d) perancangan pembelajaran, (e) pelaks pembel yg mendidik & dialogis (f) evaluasi hasil belajar (g) pengemb peserta didik u mengaktualisasikan berbagai potensi yg dimilikinya. b. Komp. Kepribadian yt kemampuan pribadi yg (a) mantap (b) stabil (c) dewasa (d) arif & bijaksana (e) berwibawa (f) berakhlak mulia (g) mjd teladan bg peserta didik & masy (h) mengevaluasi kinerja sendiri (i) mengemb.kan diri secara berkelanjutan. c. Komp. Sosial, yt mrpk kemampuan pendidik sbg bagian dari masy. Utk (a) berkomunikasi lisan & tulisan (b) menggunakan teknologi komunikasi dan informasi scr fungsional (c) bergaul secara efektif dgn peserta didik,

sesama pendidik, tenaga kependidikan, ortu/ wali peserta didik (d) bergaul secara santun dgn masy sekitar. d. Komp. Profesional mrpk kemampuan penguasaan materi scr luas & mendalam yg meliputi (a) konsep, struktur, dan metoda keilmuan/tekn/seni yg menaungi/ koheren dg materi ajar (b) materi ajar yg ada dlm kurikulum seklah (c) hub konsep antar mata pelajaran terkait (d) penerapan konsep2 keilmuan dlm kehidupan sehari2, (e) kompetensi sec profesional dlm konteks global dgn tetap melestarikan nilai dan budaya nasional. Dlm melaksanakan tugas keprofesionalan G berkewajiban 1. merencanakan pembelajaran, melaksana-kan proses pembelajaran yg bermutu, serta menilai & mengevaluasi hasil pembelajaran 2. meningkatkan mutu & mengembangkan kualitas akademik dan kompetensi scr berkelanjutan sejalan dg perkemb iptek dan seni 3. bertindak objektif dan tdk diskriminatif atas dasar pertimbangan jenis kelamin, agama, suku, ras dan kondisi fisik tertt, atau latar belakang keluarga, status sosial ekonomi PD dlm pembelajara. 4. menjunjung tinggi peraturan perUUan, hukum, kode etik guru, serta nilai2 agama dan etika. 5. memelihara dan memupuk persatuan dan kesatuan bangsa. Pengembangan Prof. G b erbasis Karakter lewat: 1. pendidikan profesi (sekaligus memenuhi kualifikasi guru) 2. pembinaan berkelanjutan melalui peningkatan kualitas supervisi akademik oleh Pengawas dan KS, inservice training, KKG/MGMP. KKG/MGMP mrpk salah satu wadah guru dlm mengembangkan kompetensinya melalui kerjasama, diskusi, sharing pengalaman dlm mempersiapkan pembel & mengatasi masalah pembel di kelas. 7an utama pd aspek kualitas

pembelajaran. Dlm KKG G juga mengembangkan kontak akademik dan melakukan refleksi diri. Guru Prof berbasis Karakter maka G harus: Memiliki personal attributes seperti bersikap jujur & adil, memiliki visi pribadi, melakukan ev diri, juga guru dituntut memiliki (a) citra diri yg positif (b) etika (c) etos kerja (d) komitmen (e) empati. Citra diri yg positif adl sebuah gambaran mental yg G ambil utk diri G sendiri, & tanpa disadari gambaran metal tersbt mjd dasar G dlm bertindak & mengambil keputusan pd seluruh aktifitas G. Citra Positif G yt G memiliki ciri2 (a)menghargai orang lain sebaik menghargai diri sendiri (b) selalu memberikan upaya terbaik dlm segala aktifitas yg dilakukan (c) selalu bekerja ke arah pencapaian yg lebih baik (d) selalu mendorong orang lain di sekitarnya utk menikmati keberhasilan seperti dirinya. Cara untuk mendapatkan Citra Positif : Taat beribadah, menghargai orang lain, selalu berpikir positif dlm segala hal, jujur, buat daftar prestasi diri, ajarkan keahlian kpd orang lain (teman sejawat, PD), ingat pd moment yg membahagiakan ketika kehilangan motivasi, tulis sifat yg paling menarik bagi orang lain, tulis sifat2 yg anda ingin miliki, berikan pujian pada orang lain. Etika menyangkut cara dilakukannya suatu perbuatan sekaligus memberi norma dari perbuatan itu sendiri, mis: tdk mencuri, jujur. Etika bersifat absolut, memandang manusia dari dlm & orang yg beretika tdk mungkin bersifat munafik, sebab orang beretika pasti orang sungguh2 baik. Etos Kerja yt totalitas dedikasi (kepatuhan) & loyalitas pengabdian, ukurannya terlihat dari rasa tg jwb menjalankan amanah, profesi yg diembannya & rasa tg jwb moral. Komitmen organisasi adl suatu keadaan di mana seseorang memihak utk memperta-hankan keanggotaannya dlm organisasi tsb.

dramatisasi. 3. Mengamati (a) menatap. / evaluasi (e) mengarang: menulis sesuatu dapat dg melihat objeknya yg nyata dulu dg bantuan gambar atau tanpa bantuan apa2 (f) mendra-makan/bermain drama: memainkan sesuatu teks cerita seperti apa yang tertera pada bacaan. 4. dsb.. tenggang rasa. Ketramp proses juga dikenali pd instruksi yg disampaikan oleh G kpd siswa utk melakukan sesuatu. OKI. (g) mengungkapkan/melapor kan sesuatu dlm bentuk lisan & tulisan: melaporkan darmawisata. Penerapan 7an ini sering dikaitkan dgn cara beljar tuntas. kalimat2. Ke3 kemampuan ini yg disebut dgn ketramp proses. 4.. mengarang. antropologi. dapat berupa kata dasar. mengabaikan minat siswa dlm rangka mencapai 7an. misalnya: memahami. jujur. & pendidikan. kalimat atau kosa kata. Dlm hal ini penget ttg pola2 kalimat. Ketramp proses berkaitan dg kemampuan.. dsb. objektif. Ke3 Kata Kerja itu selalu ditemui dalam KD pokok bahasan pembel membaca. kreatif. jenis kata. serta pandangan kurikulum pengajaran Bhs.. hal yg harus dipikirkan dan ditetapkan lebih dahulu adl 7an yg hendak dicapai. teori kebahasaan. Contoh: Lukiskan situasi yg dialami kuda dlm wacana berikut: . kaidah bahasa dsb. Pengembangan pendekatan WL diilhami oleh pandangan konstruktivisme dlm pendidikan. peninjauan ke lapangan. Pendekatan Tujuan (Goal Oriented) Pendekatan ini dilandasi pemikiran bhw dlm setiap pembelajaran. Pendekatan Struktural (cocok mulai SMA) Pendekatan ini dilandasi oleh asumsi yg menganggap bahasa sbg kaidah. sosial dan fisik. perbedaan / penggolongan. situasi. analisis. OKI pembel bhs harus mengutamakan penguasaan kaidah2 bhs / tata bahasa. pola kata dan suku kata mjd sangat penting. mempersepsi dan merasakan perasaan orang lain. sedangkan yg berhub dg bahasa sbg materi pembel & penentuan isi pembel diwarnai oleh fungsionalisme. kesimpulan dan mengelompokkan suatu wacana (b) mencari dasar penggolongan: mengelompokkan sesuatu berdasarkan suatu kaidah. surat menyurat. mendeklamasikan. yaitu teori belajar. pola.. merencanakan dan mengevaluasi pembel. 3. Karakter BI dlm pendekatan ketrmp proses: 1. Jadi PBM ditentukan oleh 7an yg telah ditetapkan. Dlm ketramp proses diperlukan ketramp intelektual. pertandingan. Pendekatan dlm BI dimaknai sbg seperangkat asumsi tentang hakikat bhs. dan proses belajar berbahasa yg mjd dasar G merancang. asumsi ttg pengajaran & peranan G. dua atau beberapa aspek ketramp proses pd diri siswa. terbuka. KK memahami yg menghasilkan pemahaman selalu dpt dipulangkan kpd ketramp proses mengamati seperti membaca sesuatu atau menyimak sesuatu. 2. berarti KBM dianggap berhasil apabila sedikit2nya 85% dari siswa yg mengikuti pelajaran menguasai minimal 75% dari bahan ajar yg diberikan (berdasar hasil dari tes sumatif). karangan. Ketrampilan proses berfungsi sbg alat menemukan & mengembangkan konsep. Pengertian Pendekatan: Pendekatan mrpk terjemahan dari kata approach. kata bentukan dg memperhatikan ejaan/kaidah bahasa). yt mencari persamaan. bertanya. memahami sesuatu yg dibicara-kan orang lain. Kpd siswa diajarkan bagaimana cara belajar yg baik/ belajar bagaimana belajar. Kelemahannya: G mengabaikan proses seperti memperlakukan siswa tidak manusiawi. Karakteristik WL: Secara umum WL dpt dinyatakan sbg seperangkat wawasan yg mengarahkan kerangka berpikir praktisi . 5. WL dikembangkan berdasarkan berbagai wawasan & hasil penelitian dari berbagai bidang ilmu. WL menggunakan seperangkat asumsi dari 4 landasan. kelemahannya sering mengabaikan pemilihan kata shg muncul kalimat yg tdk lazim seperti anjing digigit adik. (c) memberi arti: mencari arti kata-kata atau mencari pengertian sesuatu wacana kemu-dian mengutarakan kembali baik lisan mau-pun tertulis (d) mencari hubungan situasi: mencari atau menebak waktu kejadian dari suatu wacana puisi. Pendekatan Ketrampilan Proses Dlm pendekatan ketramp proses guru melalui CBSA mengembangkan kemampuan dasar siswa mjd ketramp intelektual. untuk mencapai 7an itu sendiri. Pendekatan jg mrpk dasar teoritis yg mjd dasar pemilihan metode. antara lain pemerolehan bhs & pengembangan baca-tulis. memperhatikan (b) membaca. dll. Jenis2 Pendekatan Pembel BI 1. kalimat. 2. kritis. menerapkan (mengunakan konsep: kaidah bahasa dlm menyusun dapat berupa penulis-an wacana. Menurut Goodman. memahami suatu bacaan (c) menyimak. mofologi dan sintaksis. psikolinguistik. penerapan ketramp proses diletakkan atau inklusif dlm kompetensi dasar. Menafsirkan yt (a) menafsirkan: mencari/menemukan arti. sosial & fisik. dan unsur-unsur. KK menerapkan secara langsung mengacu kpd ketramp proses menerapkan konsep. pola kalimat / wacana. sosiolinguistik. aplikasi. psikologi kognitif dan psiko-logi perkembangan. menerapkan & mengkomunikasikan. Dg demikian kata kerja mengkomuni-kasikan secara langsung mengacu kpd ketramp proses mengkomunikasikan melalui kegiatan diskusi. dpt bekerja sama. OSI pembel bhs perlu dititikberatkan pd penget ttg struktur bhs yg tercakup dlm fonologi. Menggolongkan. KBM pd hakekatnya mrpk rangkaian aktifi-tas siswa & G dlm mencapai 7an pembel. G menentukan metode yg akan digunakan dan teknik pengajaran yang akan diterapkan agar 7an pembelajaran tsb dpt tercapai.Empati. Menghubungkan artikulasi yg satu dg yg lain dari beberapa wacana (e) menemukan pola:menentukan/ menebak suatu pola cerita yg berupa prosa maupun pola kalimat (f) menarik simpulan: mengambil suatu simpulan dari suatu wacana secara induktif maupun deduktif (g) menggeneralisasikan: mengambil kesimpul-an secara induktif atau dari ruang lingkup yg luas drpd menarik kesipulan (h) mengana-lisis: menganalisis suatu wacana berdasar-kan paragraf. Dlm rangkaian aktifitas itu dimungkinkan membina satu. bertgjwb. pengajaran bhs. Ketrampilan proses apa yg tersirat dlm instruksi tsb di atas? Menafsirkan? Kata2 kunci dlm SK pun mrpk petunjuk utk menget ketramp proses mana yg turut dikembangkan. Pendekatan jg dimaknai “a way of beginning something”. Pendekatan Whole Language/ Komprehensip (Menyeluruh) Whole Language adl pandangan ttg hakikat belajar & bagaimana mendorong proses tsb agar siswa dpt belajar sec efektif & efisien shg mencapai hasil yg optimal (Weaver). Kelebihan pendekatan ini adl siswa lebih cermat dlm menyusun kalimat. Surat menulis ayah. perbedaan/pengolongan (dpt berupa wacana. dan rajin. Dgn memperhatikan 7an yg telah ditetapkan. Tanda2 pendekatan ketramp proses berhasil yt siswa menjadi lebih teliti. Mengkomunikasikan (a) berdiskusi: melakukan diskusi dan tanya jawab dg memakai argumentasi/alasan2 & bukti2 utk memecahkan suatu masalah (b) mendeklamasikan: melakukan deklamasi suatu puisi dg menjiwai sesuatu yg dideklamasikan (c) dramatisasi: menirukan sesuatu perilaku dg penjiwaan yg mendalam (d) ber?: mengajukan berbagai jenis pertanyaan yg mengarah kpd: pengetahuan pemahaman. KK memahamipun dpt dikembalikan kpd ketramp proses menggo-longkan seperti mencari persamaan. kata bentukan. sintensis. yt kemampuan seseorang utk mengenali. evaluasi.

Menurut Routman (1991) dan Froese (1991) ada delapan komponen Whole Language. Guru dapat menggunakan bacaan yang terdapat dalam buku teks atau buku cerita lainnya dan membacakannya dengan suara keras dan intonasi yang baik sehingga setiap siswa dapat mendengarkan dan menikmati ceritanya. memahami jalan cerita tersebut. memilih kejadian mana yang akan diceritakan. Menulis jurnal bukanlah tugas yang harus dinilai namun guru berkewajiban untuk membaca jurnal yang ditulis anak dan memberi komentar atau respons terhadap tulisan tersebut sehingga ada dialog antara guru dan siswa. tentunya siswa akan kesulitan. dan menggunakan bahasa dalam bentuk tulisan. Pelajaran bahasa yang seharusnya menyenang kan dan mengasyikkan ternyata jauh dari harapan. Reading aloud Reading aloud adalah kegiatan membaca yang dilakukan oleh guru untuk siswanya. keadaan menjadi terbalik. ketika anak mulai sekolah dan mendapat pelajaran bahasa. jurnal adalah sarana untuk mengungkapkan perasaan pribadi. 3. Australis. Pesan yang ingin disampaikan kepada siswa melalui kegiatan ini adalah : 1. Reading aloud juga dapat dilakukan dan baik dilakukan di kelas tinggi. Semua ini diajarkan tidak secara formal. 4. Guru percaya bahwa siswa memahami apa yang mereka baca. 4.Menjadi dokumen tertulis. Melalui menulis jurnal siswa belajar tata cara menulis. judul. Memberi kesempatan untuk membuat refleksi. Setiap orang memiliki kemampuan berbahasa. Dengan bahasa kita dapat menyampaikan keinginan pendapat dan perasaan. Ada beberapa cara melakukan kegiatan ini. membantu meningkatkan membaca pemahaman. Bahasa sangat pentintg dalam kehidupan. Mereka juga menggunakan bentuk tulisan yang berbeda. Memvalidasi pengalaman dan perasaan pribadi. Meningkatkan kemampuan berpikir. Reading aloud dilakukan setiap hari saat mulai pelajaran. Siswa secara spontan akan membaca hasil tulisannya sendiri setiap ia selesai menulis jurnal. Oleh karena itu pengajaran keterampilan berbahasa dan komponen bahasa seperti tata bahasa dan kosa kata disajikan secara utuh bermakna dan dalam situasi nyata atau autentik. 8. antara lain sebagai berikut : 1. 10. Setelah mereka dewasa. berbicara. Siswa membaca bergiliran. Dalam kegiatan ini siswa diberi kesempatan untuk memilih sendiri buku atau materi yang akan dibavanya. Siswa dapat membaca dan berkonsentrasi pada bacaannya dalam waktu yang cukup lama. dan subtopik. 3. Kegiatan ini sangat bermanfaat terutama jika dilakukan di kelas rendah. Untuk memperbaiki pengajaran bahasa di beberapa negara. Journal writing Journal writing atau menulis jurnal. Dengan bahasa pula kita dapat memahami dan mengetahui apa yang terjadi di dunia dan lingkungan sekitar. dan yang tidak kalah penting adalah menumbuhkan minat baca pada siswa. dan menyusun informasi yang dimiliki menjadi cerita yang dapat dipahami pembaca. Banyak manfaat yang dapat kita peroleh dari kegiatan menulis jurnal ini. Jurnal merupakan sarana yang aman bagi siswa untuk mengungkapkan perasaannya. Contoh pelajaran menulis. 6. Dengan menghargai apa yang ditulis siswa akan membuat siswa merasa dihargai. ternyata anak tersebut belum sekolah. Bagi guru yang menerapkan Whole Language. Manfaat tersebut. Menjadi alat evaluasi. Whole Language adalah satu pendekatan pengajaran bahasa yang menyajikan pengajaran bahasa secara utuh tidak terpisah-pisah. demikian dengan yang lainnya. Jurnal ini sering disebut diary atau buku harian. 6. Komponen-Komponen Whole Language Whole Language adalah cara untuk menyatukan pandangan tentang bahasa. 5. Manfaat yang didapat dari reading aloud. Shared reading Komponen Whole Language yang keempat adalah shared reading. Siswa dapat berbagi pengetahuan yang menarik dari materi yang dibacanya setelah kegiatan SSR berakhir. 7. seperti penggunaan huruf besar. menulis jurnal adalah komponen yang dapat dengan mudah diterapkan. misalnya membaca diajarkan pada jam yang berbeda dengan menulis. Mereka dapat melihat komentar atau respons guru atas kemajuannya. Siswa juga mulia menulis dengan menggunakan topik. Orang-orang yang dimaksud adalah siswa dan guru. antara lain : meningkatkan keterampilan menyimak. 6. Untuk jurnal jenis ini siswa boleh memilih apakah guru boleh membaca jurnalnya atau tidak. seperti : Inggris. sehingga tidak menarik bagi siswa. Biarkan siswa untuk memilih bacaan yang sesuai dengan kemampuannya sehingga mereka dapat menyelesaikan membaca bacaan tersebut. padahal mereka belum pernah melihat laut. New Zealand. 3. Membaca berarti kita berkomunikasi dengan pengarang buku tersebut. yaitu : 1. memperkaya kosa kata. Journal writing dapat digunakan siswa sebagai dokumen tertulis mengenai perkembangan hidup atau pribadinya. Dengan meminta siswa menulis jurnal berarti melatih mereka melakukan proses berpikir. Kesempatan ini dapat digunakan sebagai sarana untuk bereksplorasi. Namun. membeberkan hasil belajarnya. 8. Orang tua mengeluh tentang anaknya yang mendapat nilai kurang untuk pelajaran Bahasa Indonesia. Di samping itu materi yang diajarkan terlihat artifilasi dan tidak relevan dengan kehidupan siswa. halaman. 2. Mari kita mulai dengan reading aloud. menceritakan kejadian di sekitarnya. membaca dan menulis) diajarkan secara terpadu. Meningkatkan kemampuan membaca. Terutama untuk siswa kelas tinggi. 1986). Hal ini disebabkan karena di sekolah bahasa diajarkan secara terpisah-pisah. 3. siswa diminta untuk menulis karangan tentang kehidupan di laut. Reading aloud Journal writing Sustained silent reading Shared reading Guided reading Guided writing Independent reading Independent writing Nah sekarang mari kita pelajari komponen Whole Language tersebut satu per satu. Bahasa yang semula merupakan hal yang mudah dan mengasyikkan berubah menjadi pelajaran yang sulit (Goodman. yaitu : 1. Anda da[at mencoba menerapkannya dengan mengetahui komponenkomponen yang tedapat dalam Whole Language.dlm menentukan bhs sbg materi pelajaran. tanda baca dan struktur kalimat (tata bahasa). Membaca dapat dilakukan oleh siapapun. Guru membaca dan siswa menyimak sambil melihat bacaan yang tertera pada buku. Guru dapat memberi contoh sikap membaca dalam hati yang baik sehingga mereka dapat meningkatkan kemampuan membaca dalam hati untuk waktu yang cukup lama. Menulis jurnal bukanlah kegiatan yang harus dinilai maka siswa tidak perlu takut untuk berbuat salah. mereka dapat melihat kembali hal-hal apa yang pernah anggap penting pada waktu dulu. Kejadian apa saja yang dialami oleh siswa baik di sekolah maupun di luar sekolah dapat diungkapkan dalam jurnal. Seiring kita jumpai anak yang pandai bercerita dengan susunan kalimat yang benar sehingga orang yang mendengarkannya dapat menerima. SSR adalah kegiatan membaca dalam hati yang dilakukan oleh siswa. 2. seperti dialog (percakapan) dan cerita bersambung. 5. isi pembel dan proses pembel. 7. Melalui jurnal siswa dapat merefleksi apa yang telag dipelajarinya atau dilakukannya. B. 2. Whole Language dimulai dengan menumbuhkan lingkungan dimana bahasa diajarkan secara utuh dan keterampilan bahasa (menyimak. Para ahli Whole Language berkeyakinan bahwa bahasa merupakan satu kesatuan (Whole) yang tidak dapat dipisah-pisahkan. Meningkatkan kesadaran akan peraturan menulis. . Sustained silent reading Komponen Whole Language yang ketiga adalah sustained silent reading (SSR). 5. 1991). Kegiatan ini dapat dilakukan baik di kelas rendah maupun di kelas tinggi. Kanada dan AS mulai menerapkan pendekatan Whole Language pada sekitar tahun 80-an (Routman. 2. Menumbuhkan keberanian menghadapi resiko. Guru membaca dan siswa mengikutinya (untuk kelas rendah). Meningkatkan kemampuan menulis. tentang pembelajaran dan tentang orang-orang yang terlibat dalam pembelajara. Shared reading ini adalah kegiatan membaca bersama antara guru dan siswa dimana setiap orang mempunyai buku yang sedang dibacanya. Memberikan tempat yang akam dan rahasia untuk menulis. Siswa dapat melihat kembali jurnal yang ditulisnya dan menilai sendiri kemampuan menulisnya. 9. Dengan menulis jurnal siswa akan terbiasa mengungkapkan pikirannya dalam bentuk tulisan yang kemudian membantunya untuk mengembangkan kemampuan menulis. Terpisah maksudnya guru mengajarkan bahasa secara terpisah. 4. mereka berusaha mengingat kembali. Membaca adalah kegiatan penting yang menyenangkan.

mendengarkan siswa berdiskusi baik dalam kelompok ataupun diskusi kelas. Siswa akan mampu menggunakan pengetahuannya untuk menyelesaikan masalahmasalah baru yang belum pernah dihadapinya dengan peningkatan pengalaman dan pengetahuannya. Sebaiknya anda meneruskan kegiatan ini dengan melibatkan keterampilan lain. Kemudian. sebaiknya anda juga membahas tentang pengarang dan ilustrator yang biasanya tertuis di halaman akhir. Guided writing Komponen Whole Language yang keenam adalah guided writing atau menulis terbimbing. Contoh hasil kerja setiap siswa terpampang di seputar ruang kelas. sistematis dan menarik. pinjam teman atau dari sumber lainnya. siswa berkesempatan untuk memperhatikan guru membaca sebagai model. di toko buku. seperti berbicara dan menulis agar kegiatan Anda menjadi kegiatan berbahasa yang utuh dan riel. dikelas Whole Language siswa berbagi tanggung jawab dalam pembelajaran. Salah satu sudut kelas diubah menjadi perpustakaan yang dilengkapi berbagai jenis buku. dan furniture. Nathan Gage in Brown mendefinisikan pengajaran sebagai berikut. Guru di kelas Whole Language menyediakan kegiatan belajar dalam berbagai tingkat kemampuan sehingga semua siswa dapat berhasil. 3. Pekerjaan siswa ditulis pada chart dan terpampang di seluruh ruangan. penilaian juga berlangsung ketika siswa dan guru mengadakan konferensi. kabinet. Hal ini penting dilakukan agar siswa sadar. Douglas Brown. Menurut penelitian yang dilakukan Anderson dkk (1988). “Teaching is guiding and facilitating learning. bahkan guru juga memberikan penilaian saat siswa bermain selama waktu istirahat. Guru bertindak sebagai pendorong bukan pengatur. dimana guru lebih berperan sebagai model dalam membaca. berkolaborasi. buku-buku yang ada di rumah. bahwa sesungguhnya buku itu ditulis oleh manusia bukan mesin. Melalui pemaduan materi yang dipelajari dengan pengalaman keseharian siswa akan menghasilkan dasar-dasar pengetahuan yang mendalam. Jika siswa telah terbiasa menggunakan komponen tersebut kemudian mencoba lagi menerapkan komponen yg lain. 1994:7). Tidak seperti pada shared reading. Independent reading Komponen Whole Language yang ketujuh adalah independent reading. Siswa dapat saja mendapatkan buku dari berbagai sumber seperti perpustakaan kota/kabupaten. model. Poster hasil kerja siswa menghiasi dinding dan bulletin board. Hal ini dapat membangkitkan rasa percaya diri. fasilitator. Siswa menjaga kebersihan dan kerapian kelas. Siswa yang mempresentasikan hasil tulisannya mendapatkan respons positif dari temannya. dalam guided reading atau disebut juga membaca terbimbing. memperbaiki. dan meningkatkan kemampuan berpikir kritis. dimana siswa berlesempatan untuk menentukan sendiri materi yang ingin dibacanya. Siswa mendengarkan cerita melalui tape recorder untuk mendapatkan contoh membaca yang benar. Dalam guided reading semua siswa membaca dan mendiskusi kan buku yang sama. penilaian juga dilakukan. Dalam hal ini. dan pemberi tuntunan menjadi seorang pengamat. Jenis menulis yang termasuk dalam independent writing antara lain menulis jurnal. menulis. sebagai pemberi saran bukan pemberi petunjuk. Over Head Projector (OHP) dan transparansi digunakan untuk memperagakan proses menulis. Siswa membuat kumpulan kata (words banks). Ciri-Ciri Kelas Whole Language Ada tujuh ciri yang menandakan kelas WL Pertama. Agar siswa dapat belajar sesuai dengan tingkat perkembangannya maka di kelas tersedia buku dan materi yang menunjang. Siswa bertanggung jawab sepenuhnya dalam proses menulis. enabling the learner to learn. guru menjadi pengamat dan fasilitator. Ketika siswa bercakap-cakap dengan temannya atau dengan guru. Contoh dengan satu komponen dulu dan perhatikan hasilnya. di kelas Whole Language siswa terlibat secara aktif dalam pembelajaran bermakna. 4. setting the conditions for learning. meningkatkan kebiasaan menulis. Independent reading atau membaca bebas adalah kegiatan membaca. Guided reading Komponen Whole Language yang kelima adalah guided reading. Konferensi antara guru dan siswa memberi kesempatan pada siswa untuk melakukan penilaian diri dan melihat perkembangan diri. Dalam memperkenalkan buku. Jangan mencoba menerapkan semua kompo nen sekaligus karena akan membingungkan siswa.Maksud kegiatan ini adalah : 1. Keempat. di kelas Whole Language siswa mendapat balikan (feedback) positif baik dari guru maupun temannya. dan pemberi respons. guru memberikan penilaian pada siswa selama proses pembelajaran berlangsung. anda paling tidak dapat menyebutkan nama-nama mereka atau tambahkan sedikit informasi yang anda ketahui. guru senan tiasa memperhatikan kegiatan yang dilakukan siswa. membantu siswa menemukan apa yang ingin ditulisnya dan bagaiman menulisnya dengan jelas. di kelas Whole Language siswa berani mengambil resiko dan bebas bereksperimen. dan melakukan konferensi. dan sudut belajar. dan mengedit dilakukan sendiroi oleh siswa. bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menulis. melakukan brainstorming dan mengumpulkan fakta. C. Dalam independent reading siswa bertanggung jawab terhadap bacaan yang dipilihnya sehingga peran guru pun berubah dari seorang pemrakarsa. bukan sekedar pertanyaan pemahaman. Peran guru di kelas Whole Language lebih sebagai fasilitator dan siswa mengambil alih beberapa tanggung jawab yang biasanya dilakukan guru. Kegiatan ini merupakan kegiatan membaca yang penting dilakukan di kelas. Guru melemparkan pertanyaan yang meminta siswa menjawab dengan kritis. Hasil tulisan siswa dipajang tanpa ada tanda koreksi. Dalam kegiatan ini proses writing. pintu. Memberikan kesempatan untuk memperlihat kan keterampilan membacanya. Ketujuh. membuat draft. Independent writing Komponen Whole Language yang kedelapan adalah independen writing atau menulis bebas. Ketiga. Dengan portofolio perkembangan siswa dapat terlihat secara otentik. selama pembelajaran berlangsung. Keenam. Label yang dibuat siswa ditempel pada meja.” (H. Kelima. Portofolio adalah kumpulan hasil kerja siswa selama kegiatan pembelajaran. Siswa diharapkan dapat membangun pengetahuannya yang akan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dengan memadukan materi pelajaran yang telah diterimanya di sekolah. di kelas WL siswa belajar melalui model atau contoh. Jika tidak ada keterangan tertulis tentang pengarang atau ilustrator. guru memperhatikan siswa menulis. Guru dan siswa bersama-sama melakukan kegiatan membaca. seperti memilih topik. Siswa yang masih kurang terampil dalam membaca mendapat contoh membaca yang benar. dan berbicara. Dalam menulis bebas siswa mempunyai kesempatan untuk menulis tanpa ada intervensi dari guru. Secara informal. Membaca bebas merupakan bagian integral dari Whole Language. di kelas Whole Language siswa bekerja dan belajar sesuai dengan tingkat kemampuannya. membaca bebas yang diberikan secara rutin walaupun hanya 10 menit sehari dapat meningkatkan kemampuan membaca pada siswa. Penilaian dlm Kelas Whole Language Di dalam kelas Whole Language. Buku yang dibaca siswa untuk independent reading tidak selalu harus didapat dari perpus takaan sekolah atau kelas atau disiapkan guru. dan menulis respons. Meja ditata berkelompok agar memungkinkan siswa berdiskusi. Dalam menulis terbimbing peran guru adalah sebagai fasilitator. Mengajar berarti memandu dan memfasilitasi belajar memungkinkan pemelajar . bahwa pemberian feedback dilakukan dengan segera. Siswa secara aktif terlibat dalam kegiatan pembelajaran yang membantu mengembangkan rasa tanggung jawab dan tidak tergantung. Kedua. 2. kelas yang menerapkan WL penuh dengan barang cetakan. penilaian juga dilakukan dengan menggunakan portofolio. Selain penilaian informal. anda telah melakukan shared reading. Ciri kelas Whole Language. Karya tulis siswa dan chart yang dibuat siswa menggantikan bulletin board yang dibuat guru. Sambil melihat tulisan. menyimak. D. Barang-barang tersebut tergantung di dinding. Siswa terlibat dalam kegiatan kelompok kecil atau keinginan individual. Pendekatan Konstekstual Pendekatan kontekstual mengasumsikan bahwa secara natural pikiran mencari makna konteks sesuai dengan situasi nyata lingkungan seseorang melalui pencarian hubungan masuk akal dan bermanfaat.

b. Berdasarkan penjelasan di atas. Contextual Teaching and Learning (CTL) adalah suatu pendekatan pembelajaran yang menekankan kepada proses keterlibatan siswa secara penuh untuk dapat menemukan materi yang dipelajari dan menghubungkannya dengan situasi kehidupan nyata sehingga mendorong siswa untuk dapat menerapkannya dalam kehidupan mereka (Sanjaya. 2007:14). Proses belajar dalam konteks CTL tidak mengharapkan agar siswa hanya menerima pelajaran. Johnson). Pembelajaran yang kontekstual adalah pembelajaran dalam rangka memperoleh dan menambah pengetahuan baru (acquiring knowledge). tetapi sebagai bekal bagi mereka dalam kehidupan nyata. bukan sekedar ‘mengetahui’ apa yang dipelajarinya”. 2) me lakukan pekerjaan yg berarti.untuk belajar. Hernowo (2005:93) menawarkan langkah-langkah praktis menggunakan strategi pembelajaran berdasarkan CTL. Johnson memberikan penjelasan bahwa Contextual Teaching Learning (CTL) adalah sebuah sistem belajar yang didasarkan pada filosofi bahwa siswa mampu menyerap pelajaran apabila mereka menangkap makna dalam materi akademis yang mereka terima. bukan dari ‘pemberian orang lain’. pembelajaran dimulai dengan mempelajari secara keseluruhan kemudian memperhatikan detailnya. Ketiga. Pendekatan kontekstual dapat diterapkan dalam mata pelajaran apa saja. f. bukan transfer pengetahuan dari guru kepada siswa. Dari konsep tersebut ada tiga hal yang harus kita pahami. Kontekstual adalah kaidah yang dibentuk berazaskan maksud kontekstual itu sendiri. Mempraktikkan pengetahuan dan pengalaman tersebut(applying knowledge). Menurut konsep CTL. melainkan untuk dipahami dan diyakini. ada delapan komponen yang harus ditempuh. Hal ini dilakukan sebagai umpan balik untuk proses perbaikan dan penyempurnaan strategi. yt: 1) Membuat keterkaitan-keterkaitan yang bermakna. “Belajar akan lebih bermakna jika anak didik ‘mengalami’ apa yang dipelajarinya. (c) Penting bagi siswa tahu ‘untuk apa’ ia belajar. Pengetahuan baru itu dapat diperoleh dengan cara deduktif. e. Dengan konsep itu. Artinya. Jadi. Proses pembelajaran lebih dipentingkan daripada hasil. kontekstual seharusnya mampu membawa pelajar ke pemelajaran isi dan konsep yang berkenaan atau relevan bagi mereka. Upayakan agar ilmu-ilmu yang dipelajari di sekolah dapat memotivasi anak didik untuk mengulang dan mengaitkannya dengan kehidupan keseharian mereka. berarti pendekatan kontekstual bertujuan membekali siswa dengan pengetahuan yang secara fleksibel dapat diterapkan (ditransfer) dari satu permasalahan ke permasalahan lain dan dari satu konteks ke konteks lainnya. c. Kisahkan terlebih dahulu riwayat hidup sang tokoh atau temukan cara-cara sukses yang ditempuh sang tokoh dalam menerapkan ilmu yang dimilikinya. Tidak terkecuali dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia. Hal ini sangat penting sebab dengan dapat mengkorelasikan materi yang ditemukan dengan kehidupan nyata. CTL menekankan kepada proses keterlibatan siswa untuk menemukan materi. Berdasarkan pengertian di atas dapat dijelaskan bahwa pendekatan kontekstual adalah mempraktikkan konsep belajar yang mengaitkan materi yang dipelajari dengan situasi dunia nyata siswa. Galilah kekayaan emosi yang ada pada diri setiap anak didik dan biarkan mereka mengekspresikannya dengan bebas. (b) keterampilan dan pengetahuan itu diperluas dari konteks yang terbatas (sempit) sedikit demi sedikit. Pengajaran merupakan kegiatan yang sangat memerlukan keterlibatan siswa. pemelajaran kontekstual merupakan satu konsepsi pengajaran dan pembelajaran yang membantu guru mengaitkan bahan subjek yang dipelajari dengan situasi dunia sebenarnya dan memotivasikan pemelajar untuk membuat hubungan antara pengetahuan dengan aplikasinya dalam kehidupan harian mereka sebagai anggota keluarga. CTL mendorong siswa untuk dapat menerapkan pengetahuannya dalam kehidupan. CTL tidak hanya mengharapkan siswa dapat memahami materi yang dipelajarinya. Di sisi lain. materi yang dipelajarinya itu akan bermakna secara fungsional dan tertanam erat dalam memori siswa sehingga tidak akan mudah terlupakan. Artinya. Kaitkan setiap mata pelajaran dengan seorang tokoh yang sukses dalam menerapkan mata pelajaran tersebut. 6) membantu individu untuk tumbuh dan berkembang. dan mereka menangkap makna dalam tugas-tugas sekolah jika mereka bisa mengaitkan informasi baru dengan pengetahuan dan pengalaman yang sudah mereka miliki sebelumnya. 7) mencapai standar yang tinggi. 2005:109). proses belajar diorientasi kan pd proses pengalaman scr langsung. Terdapat lima karakteristik penting dalam proses pembelajaran yang menggunakan CTL: a. 3) melakukan pembelajaran yang diatur sendiri. c. masyarakat. b. 5) berpikir kritis dan kreatif. Materi pelajaran dalam konteks CTL tidak untuk ditumpuk di otak dan kemudian dilupakan. CTL merupakan konsep belajar yang membantu para guru mengaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimiliki dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat. Dalam CTL pembelajaran merupakan proses pengaktifan pengetahuan yang sudah ada (activing knowledge). Dengan demikian. siswa dituntut untuk dapat menangkap hubungan antara pengalaman belajar di sekolah dengan kehidupan nyata. Elaine B. tetapi bagaimana materi itu dapat mewarnai perilakunya dalam kehidupan seharihari. Berikan kebebasan kepada setiap anak didik untuk mengkonstruksi ilmu yang diterimanya secara subjektif sehingga anak didik dapat menemukan sendiri cara belajar alamiah yang cocok dengan dirinya. dan pekerja. Demikian juga dengan pendekatan kontekstual yang berpusat pada siswa. Dengan transfer diharapkan: (a) siswa belajar dari mengalami sendiri. pengetahuan yang akan diperoleh siswa adalah pengetahuan yang utuh yang memiliki keterkaitan satu sama lain. 4) bekerja sama. Johnson. 1989:270). 8) menggunakan penilaian autentik (Elaine B. d. tetapi gagal dalam membekali anak didik memecahkan persoalan dalam kehidupan jangka panjang (Hernowo. Pertama. Bimbing mereka untuk menggunakan emosi dalam setiap pembelajaran sehingga anak didik penuh arti (tidak sia-sia dalam belajar di sekolah). Pembelajaran yang berorientasi pada target penguasaan materi terbukti berhasil dalam kompetisi ‘mengingat’ jangka pendek. Dalam pembelajaran bahasa secara . d. e. Artinya. Artinya. Definisi di atas menunjukkan bahwa pengajaran tidak dapat dipisahkan dari pembelajaran. Dalam pendekatan kontekstual. g. Pengajaran merupakan kegiatan yang diciptakan oleh guru untuk memfasilitasi siswa dalam proses pembelajaran. Kedua. CTL mendorong agar siswa dapat menemukan hubungan antara materi yang dipelajari dengan situasi kehidupan nyata.Rumuskan dan tunjukkan manfaat yang jelas dan spesifik kepada anak didik berkaitan dengan ilmu (mata pelajaran) yang diajarkan kepada mereka. Artinya. a. 2005:61). (Elaine B. dan juga memberi makna dalam kehidupan seharian mereka. dan ‘bagaimana’ ia menggunakan pengetahuan dan keterampilan itu. hasil pembelajaran berlangsung alamiah dalam bentuk kegiatan siswa bekerja dan mengalami. apa yang akan dipelajari tidak terlepas dari pengetahuan yang sudah dipelajari. Melakukan refleksi (reflecting knowledge) terhadap strategi pengembangan penget. 3) Pendekatan Komunikatif Munculnya pendekatan komunikatif dalam pembelajaran bahasa bermula dari adanya perubahan-perubahan dalam tradisi pembelajaran bahasa di Inggris pada tahun 1960an menggunakan pendekatan situasional (Tarigan. pengetahuan dan pengalaman yang diperolehnya harus dapat diaplikasikan dalam kehidupan nyata.Pemahaman pengetahuan (understanding knowledge) berarti pengetahuan yang diperoleh bukan untuk dihafal. Artinya. tetapi yang diutamakan adalah proses mencari dan menemukan sendiri materi pelajaran. menciptakan kondisi belajar. Siswa secara bersama-sama membentuk suatu sistem yang memungkinkan mereka melihat makna di dalamnya.

Saat mengajarkan kalimat. d) sidang-sidang konversasi. 4) Pendekatan Integratif Pendekatan Integratif dapat dimaknakan sebagai pendekatan yang menyatukan beberapa aspek ke dalam satu proses. Dalam audiolingual yang berdasarkan pendekatan struktural itu. b) berbagi dan mengolah informasi. bahasa yang diajarkan dicurahkan pada lafal kata. tapi juga bentuk dan maknanya. h. Perpindahannya diatur secara tipis. dalam Solchan T. Setiap tujuan diorganisasikan ke dalam pembelajaran. dan (f) menyampaikan pesan secara lisan. (d) dramatisasi dialog atau teks yang dilatihkan kemudian siswa memperagakan di depan kelas. mengakui dan menghargai saling ketergantungan bahasa. 1989:270). (b) peniruan dan penghafalan teks itu setiap kalimat secara serentak dan siswa menghafalkannya. ditulis. (b) mengajukan pertanyaan untuk menghilangkan keraguan. 2001:66). Interbidang studi artinya beberapa aspek dalam satu bidang studi diintegrasikan. penelaah dan pengkajian. c) dialog dan bermain peran. yakni adanya kegiatan-kegiatan komunikatif fungsional (functional communi cation activies) dan kegiatankegiatan yang sifatnya interaksi sosial (social interaction activies). Demikian pula sebuah perintah. e) diskusi. dan manajer proses belajar. c. diutarakan. Yang dimaksud dengan komunikatif di sini adalah adanya respon dari lawan bicara. Namun. Kegiatan komunikatif fungsional terdiri atas 4 hal. Integratif terbagi menjadi interbidang studi dan antarbidang studi. juga mengembangkan prosedurprosedur bagi pembelajaran 4 keterampilan berbahasa (menyimak. bahasa diajarkan dengan cara mempraktikkan/melatihkan struktur-struktur dasar dalam berbagai kegiatan berdasarkan situasi yang bermakna. partisipan tugas dan tes. atau peta. Menurut mereka. dan pelatihan pola-pola kalimat berkalikali secara intensif. guru tidak secara langsung menyodorkan materi kalimat ke siswa tetapi diawali dengan membaca atau yang lainnya. Sepucuk surat adalah sebuah produk. membaca. pesan. Materi ajar justru merupakan kesatuan yang perlu dikemas secara menarik. dalam perkembangan selanjutnya. Siswa diberi latihan2 untuk mengasosiasikan kalimat dengan artinya melalui Metode Audiolingual Metode audiolingual sangat mengutamakan drill (pengulangan). (e) menyusun catatan secara logis. konselor. Siswa harus banyak berbicara atau menuangkan gagasannya. Menulis diintegrasikan dengan berbicara dan membaca. penarikan simpulan. Peran guru fasilitator proses komunikasi. Bahkan. dan (e) pembentukan kalimat lain yang sesuai dengan yang dilatihkan 2) Metode Komunikatif . g. yang menekankan pada dimensi semantik dan komunikatif daripada ciriciri gramatikal bahasa. 1984:280. Apa yang dibutuhkan adalah suatu studi yang lebih cermat mengenai bahasa itu sendiri dan kembali kepada konsep tradisional bahwa ucapan-ucapan mengandung makna dalam dirinya dan mengekspresikan makna serta maksudmaksud pembicara dan penulis yang menciptakannya (Howatt. mendengarkan diintegrasikan dengan berbicara dan menulis. 4) Metode Langsung Metode langsung berasumsi bahwa belajar bahasa yang baik adalah belajar yang langsung menggunakan bahasa secara intensif dalam komunikasi. Peran siswa pemberi dan penerima. dan membuat siswa lebih intensif. yakni: a) mengolah infomasi. Dengan menggunakan metode produktif diharapkan siswa dapat menuangkan gagasan yang terdapat dalam pikirannya ke dalam keterampilan berbicara dan menulis secara runtun.situasional. Dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Guru meminta siswa untuk mengulang-ulang sampai tidak ada kesalahan. aktivitas komunikasi dapat terbangun secara menarik. dan f) berdebat. Contohnya menyampaikan pesan kepada orang lain yang sesuai dengan tujuan pembelajaran. Adapun garis kegiatan pembelajaran yang ditawarkan mereka adalah: penyajian dialog singkat. Dengan begitu. (c) mengajukan pertanyaan untuk memperoleh lebih banyak informasi. Prosedur-prosedur pembelajaran berdasarkan pendekatan komunikatif lebih bersifat evolusioner daripada revolusioner. penyajian tanya jawab. Misalnya. Semua gagasan yang disampaikan dengan menggunakan bahasa yang komunikatif. Metode itu muncul karena terlalu lamanya waktu yang ditempuh dalam belajar bahasa target. Tujuan itu dapat dipecah menjadi (a) memahami pesan. produk-produk tersebut dihasilkan melalui penyelesaian tugas yang berhasil. (d) membuat catatan. yaitu: a. Kegiatan interaksi sosial terdiri atas 6 hal. b) aneka simulasi. Setiap pembelajaran dispesifikkan ke dalam tujuan konkret yang merupakan produk akhir. bukan pengetahuan tentang bahasa. e. yang perlu ditonjolkan adalah interaksi dan komunikasi bahasa. aktivitas produksi lisan. dan d) berbagi informasi dengan kerja sama tak terbatas. Teori belajar yang cocok untuk pendekatan ini adalah teori pemerolehan bahasa kedua secara alamiah. pelaksanaan evaluasi. Teori Bahasa Pendekatan Komunikatif berdasarkan teori bahasa menyatakan bahwa pada hakikatnya bahasa adalah suatu sistem untuk mengekspresikan makna.. Sebuah produk di sini dimaksudkan sebagai sebuah informasi yang dapat dipahami. Ada delapan aspek yang berkaitan erat dengan pendekatan komunikatif (David Nunan. dkk. Oleh karena itu. aktivitas interpretatif. 3) Metode Produktif Metode produktif diarahkan pada berbicara dan menulis. 2. Misalnya. (c) penyajian kalimat dilatihkan dengan pengulangan.Tujuan mengembangkan kemampuan siswa untuk berkomunikasi (kompetensi dan performansi komunikatif). penganalisis kebutuhan. d. guru yang pandai mengintegrasikan penyampaian materi dapat menyebabkan siswa tidak merasakan perpindahan materi. laporan. mendalam. atau disajikan ke dalam nonlinguistis. ditolak di Amerika Serikat pada pertengahan tahun 1960-an dan para pakar linguistik terapan Inggris pun mulai mempermasalahkan asumsiasumsi yang mendasari pengajaran bahasa situasional. Materi tidak dipisahpisahkan. Pengintegrasi annya diaplikasikan sesuai dengan kompetensi dasar yang perlu dimiliki siswa. sehingga siswa tidak hanya menguasai bentuk bahasa. f. tidak ada harapan/masa depan untuk meneruskan mengajar gagasan yang tidak masuk akal terhadap peramalan bahasa berdasarkan peristiwaperistiwa situasional. 1989. Tipe kegiatan tukar menukar informasi. negosiasi makna atau kegiatan lain yang bersifat riil. bila kita menulis lawan bicara kita adalah pembaca. Silabus harus disusun searah dengan tujuan pembelajaran dan tujuan yang dirumuskan dan materi yang dipilih sesuai dengan kebutuhan siswa. Dengan begitu. Pendekatan komunikatif adalah suatu pendekatan yang bertujuan untuk membuat kompetensi komunikatif sebagai tujuan pembelajaran bahasa. berbicara. Tujuan metode langsung adalah penggunaan bahasa secara lisan agar siswa dapat berkomunikasi secara alamiah seperti penggunaan bahasa Indonesia di masyarakat. Materi kebahasaan diintegrasikan dengan keterampilan bahasa. Integratif sangat diharapkan dalam pembelajaran bahasa Indonesia. dan menulis). Ciri utama pendekatan komunikatif adalah adanya 2 kegiatan yang saling berkaitan erat. juga merupakan produk yang dapat dilihat dan diamati.W. Peranan materi pendukung usaha mening katkan kemahiran berbahasa dalam tindak komunikasi nyata. Integratif antarbidang studi merupakan pengintegrasian bahan dari beberapa bidang studi. seperti halnya teori linguistik yang mendasari audiolingualisme. Padahal untuk kepentingan tertentu. perlu penguasaan bahasa dengan cepat. bahasa Indonesia dengan matematika atau dengan bidang studi lainnya. pelatihan lisan dialog yang disajikan. Jenis-Jenis Pembelajaran Indonesia 1) Metode Bahasa Desain yang bermuatan komunikatif harus mencakup semua keterampilan berbahasa. pemberian tugas. Langkah-langkah yang biasanya dilakukan adalah (a) penyajian dialog atau teks pendek yang dibacakan guru berulang-ulang dan siswa menyimak tanpa melihat teks yang dibaca. dalam Tarigan. integratif interbidang studi lebih banyak digunakan. Bila kita berbicara lawan bicara kita adalah pendengar. yakni: a) improvisasi lakon-lakon pendek yang lucu. untuk materi bahasan penyampaian pesan saja. b. c) berbagi informasi dengan kerja sama terbatas.

dan sebagainya yang berkaitan dengan isi bacaan. dan membuat peta pikiran dengan cepat. Berikut langkah-langkah metode membaca: (1) pemberian kosakata dan istilah yang dianggap sukar dari guru ke siswa. 5) Metode Partisipatori Metode pembelajaran partisipatori lebih menekankan keterlibatan siswa secara penuh. Strategi pembelajaran langsung merupakan bentuk dan pendekatan pembelajaran yang berorientasi kepada guru (teacher centered approach). Elaborasi kognitif. Dikatakan demikian. Tema yang telah ditentukan haruslah diolah dengan perkembangan lingkungan siswa yang terjadi saat ini. dan sebagainya. Kegagalan individu adalah kegagalan kelompok. Siswa dituntut untuk memperoleh pengetahunan sendiri melalui bekerja secara bersama-sama. Konteks siswa menjadi tumpuan utama. 8) Metode Kuantum Quantum Learning (QL) merupakan metode pendekatan belajar yang bertumpu dari metode Freire dan Lozanov. menambah pengetahuan atau pemahaman. Strategi pembelajaran Cooperative Learning mulai populer akhir2 ini. Hal itu dilakukan jika dipandang perlu oleh guru (5) Pembicaraan kosakata yang relevan (6) Pemberian tugas seperti mengarang (isinya relevan dengan bacaan) atau membuat denah. mengontrol aktivitas siswa serta menentukan fokus dan keberhasilan pembelajaran. membaca. di mana setiap anggota kelompok menginginkan semuanya memperoleh keberhasilan. Hubungan dinamis dalam lingkungan kelas merupakan landasan dan kerangka untuk belajar. Metode ini dapat dilakukan untuk mengajarkan materi-materi khusus. artinya bahwa penghargaan yang diberikan kepada kelompok memungkinkan setiap anggota kelompok akan saling membantu. mereka secara aktif dan meningkatkan belajar. presentasi. konkret. merupakan iklim yang bagus.menjawab suatu pertanyaan. dan sebaliknya keberhasilan individu adalah keberhasilan kelompok. Apa yang terjadi sekarang di lingkungan siswa juga harus terbahas dan terdiskusikan di kelas. Segala sesuatu dapat berarti setiap kata. Tema tersebut harus diolah dan disajikan secara kontekstualitas. 10) Metode Kerja Kelompok Kecil (SmallGroup Work) Mengorganisasikan siswa dalam kelompok kecil merupakan metode yang banyak dianjurkan oleh para pendidik. Gaya belajar mengacu pada otak kanan dan otak kiri menjadi ciri khas QL. 6) Metode Membaca Metode membaca bertujuan agar siswa mempunyai kemampuan memahami teks bacaan yang diperlukan dalam belajar siswa. kontemporer. Dalam metode partisipatori siswa aktif. 2) Strategi Pembelajaran Cooperative Learning Cooperative Learning adalah strategi pembelajaran yang menekankan kepada proses kerja sama dalam suatu kelompok yang biasa terdiri atas 3 sampai 5 orang siswa untuk mempelajari suatu materi akademik yang spesifik sampai tuntas. Bekerja secara tim dengan mengevaluasi keberhasilan sendiri oleh kelompok. Oleh karena itu. & Johnson. gerakan. QL mengutamakan kecepatan belajar dengan cara partisipatori peserta didik dalam melihat potensi diri dalam kondisi penguasaan diri. dan pemahaman. Dengan berpartisipasi aktif. Guru hanya bersifat sebagai pemandu atau fasilitator. pandai berperan sebagai moderator dan kreatif. Siswa berangkat dari konsep ke analisis atau dari analisis ke konsep kebahasaan. Tema tidak disajikan secara abstrak tetapi diberikan secara konkret. Bacaan dibaca dengan diam selama 10-15 menit (untuk mempercepat waktu. bacaan dapat diberikan sehari sebelumnya) (3) Diskusi isi bacaan dapat melalui tanya jawab (4) Pembicaraan tata bahasa dilakukan dengan singkat. ikhtisar. Tugas guru hanyalah memonitor apa yang dikerjakan siswa. bukan berarti guru harus pasif. Perspektif sosial artinya bahwa melalui kooperatif setiap siswa akan saling membantu dalam belajar karena mereka menginginkan semua anggota kelompok memperoleh keberhasilan. 3. Dengan begitu. Abrani. Siswa didudukkan sebagai subjek belajar. diagram. pembelajar dapat mememori.demonstrasi. Setiap anggota kelompok saling bertukar ide tentang suatu isu dengan tujuan untuk memecahkan suatu masalah. semua komponen materi pembelajaran diintegrasikan ke dalam tema yang sama dalam satu unit pertemuan. tindakan. 7) Metode Tematik Dalam metode tematik. dan konseptual. atau membuat suatu keputusan. peragaan. Yang perlu dipahami adalah bahwa tema bukanlah tujuan tetapi alat yang digunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Fokus utama strategi ini adalah kemampuan akademik (academic achievement) siswa. Beberapa penulis seperti Slavin. pikiran. rangkuman. sebab dalam staretgi ini guru memegang peran yang sangat dominan. siswa dapat menemukan hasil belajar. artinya bahwa setiap siswa akan berusaha untuk memahami dan menimba informasi untuk menambah pengetahuan kognitifnya. dan rancangan pengajaran maka sejauh itulah proses belajar berlangsung. Yang ingin diperolah melalui kerja kelompok adalah kemampuan interaksi sosial. penggunaan. dinamis. Melalui Cooperative Learning siswa didorong untuk bekerja sama secara maksimal sesuai dengan keadaan kelompoknya. Siswa dianggap sng penentu keberhasilan belajar. pembelajaran dapat terjadi secara langsung dan bersifat student centered (berpusat pada siswa). perspektif perkembangan kognitif dan perspektif elaborasi kognitif. Hal ini diberikan dengan definisi dan contoh ke dalam kalimat (2) Penyajian bacaan di kelas. Perspektif perkembangan kognitif artinya bahwa dengan adanya interaksi antara anggota kelompok dapat mengembangkan prestasi siswa untuk berpikir mengolah berbagai informasi. dan Chambers (1996) berpendapat bahwa belajar melalui kooperatif dapat dijelaskan dari beberapa perspektif. mengatakan ada komponen yang sangat penting dalam strategi pembelajaran cooperative yaitu kooperatif dalam mengerjakan tugas-tugas dan kooperatif dalam memberikan dorongan atau motivasi. Kerja sama di sini dimaksudkan setiap anggota kelompok harus saling bantu. Begitu pula isi tema disajikan secara kontemporer sehingga siswa senang. Dikatakan berpusat kepada siswa karena sebagian besar input pembelajaran berasal dari siswa. setiap anggota harus memiliki tanggung jawab penuh terhadap kelompoknya. Yang cepat harus membantu yang lambat karena penilaian akhir ditentukan oleh keberhasilan kelompok. yaitu perspektif sosial. Namun. 3)Strategi PembelajaranProblem Solving Mengajar memecahkan masalah berbeda dengan penggunaan pemecahan masalah sebagai suatu strategi pembelajaran. tulisan dinding. Perspektif motivasi. Melalui strategi ini guru menyampaikan materi pembelajaran secara terstruktur. Slavin. tetapi guru juga aktif dalam memfasilitasi belajar siswa dengan suara. Metode pembelajaran dengan kuliah dan demonstrasi merupakan bentuk-bentuk strategi pembelajaran langsung. Diharapkan apa yang disampaikan itu dapat dikuasai siswa dengan baik. Jenis-Jenis Strategi Pembelajaran BI 1) Strategi Pembelajaran Langsung (Direct Instruction) Pembelajaran langsung adalah istilah yang sering digunakan untuk teknik pembelajaran ekspositoris. dan berlaku sebagai subjek. atau teknik penyampaian semacam kuliah (sering juga digunakan istilah “chalck and talk”). serta sejauh mana guru mengubah lingkungan. 9) Metode Diskusi Diskusi adalah proses pembelajaran melalui interaksi dalam kelompok. Johnson. menulis. Mengajar memecahkan . Semua siswa dapat mengikuti proses pembelajaran dengan logika yang dipunyainya. Dikatakan pembelajaran langsung karena guru menentukan tujuan yang harus dicapai melalui diskusi. dan asosiasi. serta mimik secara langsung. Dengan demikian keberhasilan setiap indivindu pada dasarnya adalah keberhasilan kelompok. skema. Konsep2 dasar tidak terlepas. Hal semacam ini akan mendorong setiap anggota kelompok untuk memperjuangkan keberhasilan kelompoknya. gambar. Menurut QL bahwa proses belajar mengajar adalah fenomena yang kompleks. Apabila proses diskusi melibatkan seluruh anggota kelas. atau kemampuan akademik atau mungkin juga keduanya. Kerja kelompok kecil merupakan metode pembelajaran yang berpusat kepada siswa. serta mereka dapat menemukan hasil diskusi mereka. Guru berperan sebagai pemandu yang penuh dengan motivasi.

kedua. Question (bertanya). yang lebih dikenal dengan pemetaan konsep. Menggarisbawahi ide-ide kunci. dalam beberapa hal lebih efektif daripada outlining. Strategi tersebut tentunya perlu diajarkan ke siswa agar terbiasa dengan cara demikian. Strategi PQ4R merupakan strategi belajar elaborasi yang terbukti efektif dalam membantu siswa menghafal informasi bacaan. elaborasi atau organisasi. menanyakan pada diri sendiri. siswa bekerja secara individual atau bekerja dalam kelompok kecil. Analogi merupakan cara belajar dengan pembandingan yang dibuat untuk menunjukkan persamaan antara ciri pokok benda atau ide. Memori yang sudah ada di pikiran dimunculkan kembali untuk kepentingan jangka pendek. dan mengulang secara menyeluruh. ketiga. dan 4R singkatan dari read. dan review atau membaca.siswa menggunakan banyak pendekatan dalam belajar. pengkodean lebih mudah dilakukan dan lebih memberikan kepastian. sedangkan pemecahan masalah adalah sebagai suatu strategi. yakni membuat garis besar. misalnya otak kiri mirip dengan komputer yang menerima dan menyimpan informasi. kedudukan pemecahan masalah hanya sebagai suatu alat saja untuk memahami materi pembelajaran. pembelajaran ditekankan kepada materi pelajaran yang mendukung persoalan. Sedangkan strategi pembelajaran pemecahan masalah adalah teknik untuk membantu siswa agar memahami dan menguasai materi pembelajaran dengan menggunakan strategi pemecahan masalah. . Contoh lain dari strategi sederhana adalah menghafal nomor telepon. dan PQ4R. 5) Strategi Elaborasi Strategi elaborasi adalah proses penambahan rincian sehingga informasi baru akan menjadi lebih bermakna. reflect. Jadi. Pembuatan catatan adalah strategi belajar yang menggabungkan antara informasi yang dipunyai sebelumnya dengan informasi baru yang didapat melalui proses mencatat. Dengan strategi elaborasi. P4QR singkatan dar Preview (membaca selintas dengan cepat). Strategi Mnemonics terdiri atas pemotongan. merefleksi.persoalan untuk dipecahkan dan lebih disukai persoalan yang banyak kemungkinan cara pemecahanya. recite. Strategi tersebut juga berperan sebagai pengindentifikasian ide-ide atau fakta kunci dari sekumpulan informasi yang lebih besar. arah tempat. Mengajar memecahkan masalah berarti pemecahan masalah itu sebagai isi atau content dari pelajaran. waktu tertentu. dan kata berkait. Beberapa bentuk strategi elaborasi adalah pembuatan catatan. siswa dapat menuangkan ide baru dari percampuran dua informasi itu. Penyerapan bahan belajar yang lebih kompleks memerlukan strategi mengulang kompleks. dan menuliskan kembali inti informasi yang telah diterima merupakan bagian dari mengulang kompleks. seketika. hasil dari pemecahan maslah adalah tukar pendapat (sharing) di antara semua siswa. daftar belanjaan.masalah adalah mengajar bagaimana siswa memecahkan suatu persoalan. Mnemonics membantu dengan membentuk asosiasi yang secara alamiah tidak ada yang membantu mengorganisasikan informasi menjadi memori kerja. 6) Strategi Organisasi Strategi organisasi membantu pelaku belajar meningkatkan kebermaknaan bahan-bahan baru dengan struktur pengorganisasian baru. keempat. dan sederhana. Ada beberapa ciri strategi pembelajaran dengan pemecahan masalah. P4QR merupakan strategi yang digunakan untuk membantu siswa mengingat apa yang mereka baca. Dengan mencatat. 4) Strategi Mengulang Strategi mengulang sederhana digunakan untuk sekedar membaca ulang materi tertentu untuk menghafal saja. misalkan memecahkan soal-soal matematika. Strategi organisasi terdiri atas pengelompokan ulang ide-ide atau istilah menjadi subset yang lebih kecil. akronim. analogi. Siswa belajar menghubungkan berbagai macam topik atau ide dengan beberapa ide utama. Bentuk strategi organisasi adalah Outlining. pertama. Dengan demikian perbedaan keduanya terletak pada kedudukan pemecahan masalah itu. dan sebagainya. membuat catatan pinggir. Mapping. Mnemonics membentuk kategori khusus dan secara teknis dapat diklasifikasikan sebagai satu strategi. Strategi elaborasi membantu pemindahan informasi baru dari memori di otak yang bersifat jangka pendek ke jangka panjang dengan menciptakan hubungan dan gabungan antara informasi baru dengan yang pernah ada.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful