4 Kemampuan Dasar Guru Profesional: a. Kemampuan komunikasi, yt kemampuan menyampaikan materi pelajaran kepada peserta didik. b.

Kemampuan kolaborasi, yt kemampuan bekerjasama dgn pihak terkait untuk meningkatkan mutu pendidikan. c. Kemampuan teknologi, yt kemampuan menggunakan perangkat teknologi informasi dalam pembelajaran. d. kemampuan evaluasi, yt kemampuan melakukan penilaian terhadap pencapaian peserta didik. 4 Komponen penting Guru Profesional: a. Basis pengetahuan, yt (a) G memahami teori belajar, pengembangan kurikulum, pengembangan peserta didik dan tahu bagaimana menggunakan penget tsb di dlm merencanakan pembelajaran utk mencapai 7an kurikulum. (b)G Profesional slalu aktif mencari pengetahuan baru dalam pembelajaran. (c) G harus memahami kebutuhan peserta didik di kelas baik berdasarkan budaya, komunitas, suku, ekonomi & bhs. b. Pedagogik, yt (a) G yg efektif slalu meningkatkan pembelajaran untuk mencapai prestasi peserta didik sesuai dgn harapan standar yg ditentukan. (b) Pembelajaran menekankan pembelajaran aktif yg menggunakan berbagai macam teknik, materi dan pengalaman belajar utk smua peserta didik. (c) G yg efektif mengandalkan penget pedagogik yg berkualitas utk penentuan kurikulum, pemilihan strategi pembel, perencanaan pengembangan pembel dan merumuskan penilaian utk mengukur kemampuan belajar peserta didik. c. Kepemimpinan, yt (a) kepemimpinan yg fokus pd peningkatan prestasi peserta didik yg lebih baik, (b) sbg pemimpin, G harus mampu menempatkan prioritas pd keunggulan (excellent), mengandalkan penget

dan ketramp merumuskan strategi BM yg efektif. (c) Guru menjalin kerjasama (networking) dg sesama pendidik & pihak lain utk meningkatkan kualitas program dan berbagi kemampuan yg lebih maju. d. Personal Attributes, yt (a) G harus bersikap jujur & adil (b) G memiliki visi pribadi yg bisa membimbing peserta didik untuk mencapai 7an belajar (c) G yg efektif selalu melakukan evaluasi diri atas sikap/tindakan yg dilakukan demi kemajuan peserta didik. 3 Kompetensi Guru menurut Raka Joni: a. Komp profesional, memiliki penget yg luas dr bid studi yg diajarkannya, memilih & menggunakan berbagai metode mengajar di dlm proses BM yg diselenggarakannya b. Komp kemasyarakatan, mampu berkomunikasi, baik dg siswa, sesama guru maupun masy luas. c. Komp persoanl, yt memiliki kepribadian yg mantap dan patut diteladani. 4 Kompetensi Guru menurut PP No. 19 Th 2005 ttg Standar Nas Penddkan: a. Komp. Pedagogik yt kemampuan guru dlm pengelolaan peserta didik. (a) pemaham-an wawasan/landasan kependidikan (b) P terhdp peserta didik (c) pengembangan kurikulum/silabus (d) perancangan pembelajaran, (e) pelaks pembel yg mendidik & dialogis (f) evaluasi hasil belajar (g) pengemb peserta didik u mengaktualisasikan berbagai potensi yg dimilikinya. b. Komp. Kepribadian yt kemampuan pribadi yg (a) mantap (b) stabil (c) dewasa (d) arif & bijaksana (e) berwibawa (f) berakhlak mulia (g) mjd teladan bg peserta didik & masy (h) mengevaluasi kinerja sendiri (i) mengemb.kan diri secara berkelanjutan. c. Komp. Sosial, yt mrpk kemampuan pendidik sbg bagian dari masy. Utk (a) berkomunikasi lisan & tulisan (b) menggunakan teknologi komunikasi dan informasi scr fungsional (c) bergaul secara efektif dgn peserta didik,

sesama pendidik, tenaga kependidikan, ortu/ wali peserta didik (d) bergaul secara santun dgn masy sekitar. d. Komp. Profesional mrpk kemampuan penguasaan materi scr luas & mendalam yg meliputi (a) konsep, struktur, dan metoda keilmuan/tekn/seni yg menaungi/ koheren dg materi ajar (b) materi ajar yg ada dlm kurikulum seklah (c) hub konsep antar mata pelajaran terkait (d) penerapan konsep2 keilmuan dlm kehidupan sehari2, (e) kompetensi sec profesional dlm konteks global dgn tetap melestarikan nilai dan budaya nasional. Dlm melaksanakan tugas keprofesionalan G berkewajiban 1. merencanakan pembelajaran, melaksana-kan proses pembelajaran yg bermutu, serta menilai & mengevaluasi hasil pembelajaran 2. meningkatkan mutu & mengembangkan kualitas akademik dan kompetensi scr berkelanjutan sejalan dg perkemb iptek dan seni 3. bertindak objektif dan tdk diskriminatif atas dasar pertimbangan jenis kelamin, agama, suku, ras dan kondisi fisik tertt, atau latar belakang keluarga, status sosial ekonomi PD dlm pembelajara. 4. menjunjung tinggi peraturan perUUan, hukum, kode etik guru, serta nilai2 agama dan etika. 5. memelihara dan memupuk persatuan dan kesatuan bangsa. Pengembangan Prof. G b erbasis Karakter lewat: 1. pendidikan profesi (sekaligus memenuhi kualifikasi guru) 2. pembinaan berkelanjutan melalui peningkatan kualitas supervisi akademik oleh Pengawas dan KS, inservice training, KKG/MGMP. KKG/MGMP mrpk salah satu wadah guru dlm mengembangkan kompetensinya melalui kerjasama, diskusi, sharing pengalaman dlm mempersiapkan pembel & mengatasi masalah pembel di kelas. 7an utama pd aspek kualitas

pembelajaran. Dlm KKG G juga mengembangkan kontak akademik dan melakukan refleksi diri. Guru Prof berbasis Karakter maka G harus: Memiliki personal attributes seperti bersikap jujur & adil, memiliki visi pribadi, melakukan ev diri, juga guru dituntut memiliki (a) citra diri yg positif (b) etika (c) etos kerja (d) komitmen (e) empati. Citra diri yg positif adl sebuah gambaran mental yg G ambil utk diri G sendiri, & tanpa disadari gambaran metal tersbt mjd dasar G dlm bertindak & mengambil keputusan pd seluruh aktifitas G. Citra Positif G yt G memiliki ciri2 (a)menghargai orang lain sebaik menghargai diri sendiri (b) selalu memberikan upaya terbaik dlm segala aktifitas yg dilakukan (c) selalu bekerja ke arah pencapaian yg lebih baik (d) selalu mendorong orang lain di sekitarnya utk menikmati keberhasilan seperti dirinya. Cara untuk mendapatkan Citra Positif : Taat beribadah, menghargai orang lain, selalu berpikir positif dlm segala hal, jujur, buat daftar prestasi diri, ajarkan keahlian kpd orang lain (teman sejawat, PD), ingat pd moment yg membahagiakan ketika kehilangan motivasi, tulis sifat yg paling menarik bagi orang lain, tulis sifat2 yg anda ingin miliki, berikan pujian pada orang lain. Etika menyangkut cara dilakukannya suatu perbuatan sekaligus memberi norma dari perbuatan itu sendiri, mis: tdk mencuri, jujur. Etika bersifat absolut, memandang manusia dari dlm & orang yg beretika tdk mungkin bersifat munafik, sebab orang beretika pasti orang sungguh2 baik. Etos Kerja yt totalitas dedikasi (kepatuhan) & loyalitas pengabdian, ukurannya terlihat dari rasa tg jwb menjalankan amanah, profesi yg diembannya & rasa tg jwb moral. Komitmen organisasi adl suatu keadaan di mana seseorang memihak utk memperta-hankan keanggotaannya dlm organisasi tsb.

dsb. Kpd siswa diajarkan bagaimana cara belajar yg baik/ belajar bagaimana belajar. sosial dan fisik. pola kalimat / wacana. dpt bekerja sama. Karakteristik WL: Secara umum WL dpt dinyatakan sbg seperangkat wawasan yg mengarahkan kerangka berpikir praktisi . OSI pembel bhs perlu dititikberatkan pd penget ttg struktur bhs yg tercakup dlm fonologi. Jadi PBM ditentukan oleh 7an yg telah ditetapkan. kelemahannya sering mengabaikan pemilihan kata shg muncul kalimat yg tdk lazim seperti anjing digigit adik. yaitu teori belajar. menerapkan (mengunakan konsep: kaidah bahasa dlm menyusun dapat berupa penulis-an wacana. Dlm hal ini penget ttg pola2 kalimat. pengajaran bhs. kaidah bahasa dsb. Pendekatan dlm BI dimaknai sbg seperangkat asumsi tentang hakikat bhs. Menghubungkan artikulasi yg satu dg yg lain dari beberapa wacana (e) menemukan pola:menentukan/ menebak suatu pola cerita yg berupa prosa maupun pola kalimat (f) menarik simpulan: mengambil suatu simpulan dari suatu wacana secara induktif maupun deduktif (g) menggeneralisasikan: mengambil kesimpul-an secara induktif atau dari ruang lingkup yg luas drpd menarik kesipulan (h) mengana-lisis: menganalisis suatu wacana berdasar-kan paragraf. kalimat atau kosa kata. dsb. Mengamati (a) menatap. asumsi ttg pengajaran & peranan G. KK memahami yg menghasilkan pemahaman selalu dpt dipulangkan kpd ketramp proses mengamati seperti membaca sesuatu atau menyimak sesuatu. KK menerapkan secara langsung mengacu kpd ketramp proses menerapkan konsep. Pengembangan pendekatan WL diilhami oleh pandangan konstruktivisme dlm pendidikan. misalnya: memahami. 5. Kelemahannya: G mengabaikan proses seperti memperlakukan siswa tidak manusiawi. Contoh: Lukiskan situasi yg dialami kuda dlm wacana berikut: . surat menyurat.. Dgn memperhatikan 7an yg telah ditetapkan. Ketramp proses juga dikenali pd instruksi yg disampaikan oleh G kpd siswa utk melakukan sesuatu. Ke3 kemampuan ini yg disebut dgn ketramp proses. kata bentukan. dan proses belajar berbahasa yg mjd dasar G merancang. hal yg harus dipikirkan dan ditetapkan lebih dahulu adl 7an yg hendak dicapai. kritis. objektif. WL menggunakan seperangkat asumsi dari 4 landasan. 4. perbedaan/pengolongan (dpt berupa wacana. terbuka. bertanya. aplikasi. dan unsur-unsur. yt mencari persamaan. (c) memberi arti: mencari arti kata-kata atau mencari pengertian sesuatu wacana kemu-dian mengutarakan kembali baik lisan mau-pun tertulis (d) mencari hubungan situasi: mencari atau menebak waktu kejadian dari suatu wacana puisi. dan rajin. OKI. yt kemampuan seseorang utk mengenali.Empati. pertandingan. dapat berupa kata dasar. psikologi kognitif dan psiko-logi perkembangan. Ketramp proses berkaitan dg kemampuan. sosiolinguistik. tenggang rasa. perbedaan / penggolongan. & pendidikan. Menurut Goodman. Jenis2 Pendekatan Pembel BI 1. psikolinguistik. mempersepsi dan merasakan perasaan orang lain. OKI pembel bhs harus mengutamakan penguasaan kaidah2 bhs / tata bahasa. pola. memahami suatu bacaan (c) menyimak.. KBM pd hakekatnya mrpk rangkaian aktifi-tas siswa & G dlm mencapai 7an pembel. mendeklamasikan. Tanda2 pendekatan ketramp proses berhasil yt siswa menjadi lebih teliti. kalimat. Pendekatan Whole Language/ Komprehensip (Menyeluruh) Whole Language adl pandangan ttg hakikat belajar & bagaimana mendorong proses tsb agar siswa dpt belajar sec efektif & efisien shg mencapai hasil yg optimal (Weaver). Ketrampilan proses berfungsi sbg alat menemukan & mengembangkan konsep. jenis kata. Ke3 Kata Kerja itu selalu ditemui dalam KD pokok bahasan pembel membaca. Dlm ketramp proses diperlukan ketramp intelektual. Dlm rangkaian aktifitas itu dimungkinkan membina satu. 3. sosial & fisik.. jujur. sedangkan yg berhub dg bahasa sbg materi pembel & penentuan isi pembel diwarnai oleh fungsionalisme. teori kebahasaan. Mengkomunikasikan (a) berdiskusi: melakukan diskusi dan tanya jawab dg memakai argumentasi/alasan2 & bukti2 utk memecahkan suatu masalah (b) mendeklamasikan: melakukan deklamasi suatu puisi dg menjiwai sesuatu yg dideklamasikan (c) dramatisasi: menirukan sesuatu perilaku dg penjiwaan yg mendalam (d) ber?: mengajukan berbagai jenis pertanyaan yg mengarah kpd: pengetahuan pemahaman. Ketrampilan proses apa yg tersirat dlm instruksi tsb di atas? Menafsirkan? Kata2 kunci dlm SK pun mrpk petunjuk utk menget ketramp proses mana yg turut dikembangkan. menerapkan & mengkomunikasikan. berarti KBM dianggap berhasil apabila sedikit2nya 85% dari siswa yg mengikuti pelajaran menguasai minimal 75% dari bahan ajar yg diberikan (berdasar hasil dari tes sumatif). mengarang. 4. kesimpulan dan mengelompokkan suatu wacana (b) mencari dasar penggolongan: mengelompokkan sesuatu berdasarkan suatu kaidah. peninjauan ke lapangan. Pendekatan jg mrpk dasar teoritis yg mjd dasar pemilihan metode. penerapan ketramp proses diletakkan atau inklusif dlm kompetensi dasar.. bertgjwb. Dg demikian kata kerja mengkomuni-kasikan secara langsung mengacu kpd ketramp proses mengkomunikasikan melalui kegiatan diskusi. memperhatikan (b) membaca. Pendekatan jg dimaknai “a way of beginning something”. kreatif. Menggolongkan. merencanakan dan mengevaluasi pembel. dua atau beberapa aspek ketramp proses pd diri siswa. dramatisasi. Karakter BI dlm pendekatan ketrmp proses: 1. 2. Surat menulis ayah. / evaluasi (e) mengarang: menulis sesuatu dapat dg melihat objeknya yg nyata dulu dg bantuan gambar atau tanpa bantuan apa2 (f) mendra-makan/bermain drama: memainkan sesuatu teks cerita seperti apa yang tertera pada bacaan. analisis. dll. 3. mofologi dan sintaksis. pola kata dan suku kata mjd sangat penting. mengabaikan minat siswa dlm rangka mencapai 7an. untuk mencapai 7an itu sendiri. sintensis. situasi. Pengertian Pendekatan: Pendekatan mrpk terjemahan dari kata approach. evaluasi. Pendekatan Struktural (cocok mulai SMA) Pendekatan ini dilandasi oleh asumsi yg menganggap bahasa sbg kaidah. KK memahamipun dpt dikembalikan kpd ketramp proses menggo-longkan seperti mencari persamaan. kata bentukan dg memperhatikan ejaan/kaidah bahasa). Pendekatan Ketrampilan Proses Dlm pendekatan ketramp proses guru melalui CBSA mengembangkan kemampuan dasar siswa mjd ketramp intelektual. Kelebihan pendekatan ini adl siswa lebih cermat dlm menyusun kalimat. karangan. WL dikembangkan berdasarkan berbagai wawasan & hasil penelitian dari berbagai bidang ilmu.. antara lain pemerolehan bhs & pengembangan baca-tulis. Pendekatan Tujuan (Goal Oriented) Pendekatan ini dilandasi pemikiran bhw dlm setiap pembelajaran. G menentukan metode yg akan digunakan dan teknik pengajaran yang akan diterapkan agar 7an pembelajaran tsb dpt tercapai. antropologi. (g) mengungkapkan/melapor kan sesuatu dlm bentuk lisan & tulisan: melaporkan darmawisata. serta pandangan kurikulum pengajaran Bhs. Penerapan 7an ini sering dikaitkan dgn cara beljar tuntas. 2. memahami sesuatu yg dibicara-kan orang lain. Menafsirkan yt (a) menafsirkan: mencari/menemukan arti. kalimat2.

Meningkatkan kemampuan membaca. Setelah mereka dewasa. Hal ini disebabkan karena di sekolah bahasa diajarkan secara terpisah-pisah. siswa diminta untuk menulis karangan tentang kehidupan di laut. dan yang tidak kalah penting adalah menumbuhkan minat baca pada siswa. 4. menulis jurnal adalah komponen yang dapat dengan mudah diterapkan. Memberi kesempatan untuk membuat refleksi. membeberkan hasil belajarnya. Membaca adalah kegiatan penting yang menyenangkan. Australis. . 2. mereka dapat melihat kembali hal-hal apa yang pernah anggap penting pada waktu dulu. demikian dengan yang lainnya. ketika anak mulai sekolah dan mendapat pelajaran bahasa. 5. Dengan menulis jurnal siswa akan terbiasa mengungkapkan pikirannya dalam bentuk tulisan yang kemudian membantunya untuk mengembangkan kemampuan menulis. Orang-orang yang dimaksud adalah siswa dan guru. 2. Orang tua mengeluh tentang anaknya yang mendapat nilai kurang untuk pelajaran Bahasa Indonesia. Guru membaca dan siswa menyimak sambil melihat bacaan yang tertera pada buku. menceritakan kejadian di sekitarnya. seperti dialog (percakapan) dan cerita bersambung. 7. Shared reading ini adalah kegiatan membaca bersama antara guru dan siswa dimana setiap orang mempunyai buku yang sedang dibacanya. 1986). Kesempatan ini dapat digunakan sebagai sarana untuk bereksplorasi. Untuk jurnal jenis ini siswa boleh memilih apakah guru boleh membaca jurnalnya atau tidak. Mereka juga menggunakan bentuk tulisan yang berbeda. Siswa juga mulia menulis dengan menggunakan topik. Reading aloud Journal writing Sustained silent reading Shared reading Guided reading Guided writing Independent reading Independent writing Nah sekarang mari kita pelajari komponen Whole Language tersebut satu per satu. Bahasa yang semula merupakan hal yang mudah dan mengasyikkan berubah menjadi pelajaran yang sulit (Goodman. Para ahli Whole Language berkeyakinan bahwa bahasa merupakan satu kesatuan (Whole) yang tidak dapat dipisah-pisahkan. Shared reading Komponen Whole Language yang keempat adalah shared reading. memperkaya kosa kata. Komponen-Komponen Whole Language Whole Language adalah cara untuk menyatukan pandangan tentang bahasa. Dengan meminta siswa menulis jurnal berarti melatih mereka melakukan proses berpikir. Memberikan tempat yang akam dan rahasia untuk menulis. Bagi guru yang menerapkan Whole Language. Siswa dapat melihat kembali jurnal yang ditulisnya dan menilai sendiri kemampuan menulisnya. Mereka dapat melihat komentar atau respons guru atas kemajuannya. isi pembel dan proses pembel. berbicara. Anda da[at mencoba menerapkannya dengan mengetahui komponenkomponen yang tedapat dalam Whole Language. 3. yaitu : 1. Kegiatan ini dapat dilakukan baik di kelas rendah maupun di kelas tinggi. 5. Kanada dan AS mulai menerapkan pendekatan Whole Language pada sekitar tahun 80-an (Routman. Meningkatkan kemampuan berpikir.Menjadi dokumen tertulis. jurnal adalah sarana untuk mengungkapkan perasaan pribadi. Menulis jurnal bukanlah tugas yang harus dinilai namun guru berkewajiban untuk membaca jurnal yang ditulis anak dan memberi komentar atau respons terhadap tulisan tersebut sehingga ada dialog antara guru dan siswa. memilih kejadian mana yang akan diceritakan. Meningkatkan kemampuan menulis. 6. Jurnal ini sering disebut diary atau buku harian. Seiring kita jumpai anak yang pandai bercerita dengan susunan kalimat yang benar sehingga orang yang mendengarkannya dapat menerima. Guru dapat memberi contoh sikap membaca dalam hati yang baik sehingga mereka dapat meningkatkan kemampuan membaca dalam hati untuk waktu yang cukup lama. 5. Melalui menulis jurnal siswa belajar tata cara menulis. seperti : Inggris. membantu meningkatkan membaca pemahaman. Journal writing Journal writing atau menulis jurnal. mereka berusaha mengingat kembali. antara lain sebagai berikut : 1. Terpisah maksudnya guru mengajarkan bahasa secara terpisah. tentunya siswa akan kesulitan. SSR adalah kegiatan membaca dalam hati yang dilakukan oleh siswa. tanda baca dan struktur kalimat (tata bahasa). tentang pembelajaran dan tentang orang-orang yang terlibat dalam pembelajara.dlm menentukan bhs sbg materi pelajaran. Untuk memperbaiki pengajaran bahasa di beberapa negara. Banyak manfaat yang dapat kita peroleh dari kegiatan menulis jurnal ini. Whole Language dimulai dengan menumbuhkan lingkungan dimana bahasa diajarkan secara utuh dan keterampilan bahasa (menyimak. Guru percaya bahwa siswa memahami apa yang mereka baca. Biarkan siswa untuk memilih bacaan yang sesuai dengan kemampuannya sehingga mereka dapat menyelesaikan membaca bacaan tersebut. 10. memahami jalan cerita tersebut. Siswa membaca bergiliran. dan subtopik. Namun. Pesan yang ingin disampaikan kepada siswa melalui kegiatan ini adalah : 1. Kejadian apa saja yang dialami oleh siswa baik di sekolah maupun di luar sekolah dapat diungkapkan dalam jurnal. Ada beberapa cara melakukan kegiatan ini. Memvalidasi pengalaman dan perasaan pribadi. Journal writing dapat digunakan siswa sebagai dokumen tertulis mengenai perkembangan hidup atau pribadinya. Melalui jurnal siswa dapat merefleksi apa yang telag dipelajarinya atau dilakukannya. Sustained silent reading Komponen Whole Language yang ketiga adalah sustained silent reading (SSR). Menurut Routman (1991) dan Froese (1991) ada delapan komponen Whole Language. 4. Membaca dapat dilakukan oleh siapapun. 4. Jurnal merupakan sarana yang aman bagi siswa untuk mengungkapkan perasaannya. judul. New Zealand. Contoh pelajaran menulis. 3. Siswa dapat membaca dan berkonsentrasi pada bacaannya dalam waktu yang cukup lama. Manfaat yang didapat dari reading aloud. keadaan menjadi terbalik. Meningkatkan kesadaran akan peraturan menulis. Dalam kegiatan ini siswa diberi kesempatan untuk memilih sendiri buku atau materi yang akan dibavanya. membaca dan menulis) diajarkan secara terpadu. 9. Reading aloud Reading aloud adalah kegiatan membaca yang dilakukan oleh guru untuk siswanya. 1991). Oleh karena itu pengajaran keterampilan berbahasa dan komponen bahasa seperti tata bahasa dan kosa kata disajikan secara utuh bermakna dan dalam situasi nyata atau autentik. Reading aloud juga dapat dilakukan dan baik dilakukan di kelas tinggi. Semua ini diajarkan tidak secara formal. Siswa dapat berbagi pengetahuan yang menarik dari materi yang dibacanya setelah kegiatan SSR berakhir. sehingga tidak menarik bagi siswa. 6. Membaca berarti kita berkomunikasi dengan pengarang buku tersebut. ternyata anak tersebut belum sekolah. Terutama untuk siswa kelas tinggi. Guru membaca dan siswa mengikutinya (untuk kelas rendah). Menjadi alat evaluasi. Menulis jurnal bukanlah kegiatan yang harus dinilai maka siswa tidak perlu takut untuk berbuat salah. Reading aloud dilakukan setiap hari saat mulai pelajaran. dan menggunakan bahasa dalam bentuk tulisan. 8. Di samping itu materi yang diajarkan terlihat artifilasi dan tidak relevan dengan kehidupan siswa. Dengan menghargai apa yang ditulis siswa akan membuat siswa merasa dihargai. Siswa secara spontan akan membaca hasil tulisannya sendiri setiap ia selesai menulis jurnal. Pelajaran bahasa yang seharusnya menyenang kan dan mengasyikkan ternyata jauh dari harapan. 3. padahal mereka belum pernah melihat laut. antara lain : meningkatkan keterampilan menyimak. Guru dapat menggunakan bacaan yang terdapat dalam buku teks atau buku cerita lainnya dan membacakannya dengan suara keras dan intonasi yang baik sehingga setiap siswa dapat mendengarkan dan menikmati ceritanya. B. Dengan bahasa kita dapat menyampaikan keinginan pendapat dan perasaan. yaitu : 1. misalnya membaca diajarkan pada jam yang berbeda dengan menulis. Dengan bahasa pula kita dapat memahami dan mengetahui apa yang terjadi di dunia dan lingkungan sekitar. 7. 2. Mari kita mulai dengan reading aloud. dan menyusun informasi yang dimiliki menjadi cerita yang dapat dipahami pembaca. Whole Language adalah satu pendekatan pengajaran bahasa yang menyajikan pengajaran bahasa secara utuh tidak terpisah-pisah. halaman. 2. 8. 3. Manfaat tersebut. seperti penggunaan huruf besar. 6. Setiap orang memiliki kemampuan berbahasa. Menumbuhkan keberanian menghadapi resiko. Kegiatan ini sangat bermanfaat terutama jika dilakukan di kelas rendah. Bahasa sangat pentintg dalam kehidupan.

Keenam. di kelas Whole Language siswa terlibat secara aktif dalam pembelajaran bermakna. Barang-barang tersebut tergantung di dinding. di kelas Whole Language siswa bekerja dan belajar sesuai dengan tingkat kemampuannya. bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menulis. Kelima. melakukan brainstorming dan mengumpulkan fakta. berkolaborasi. Jika siswa telah terbiasa menggunakan komponen tersebut kemudian mencoba lagi menerapkan komponen yg lain. di toko buku. menyimak. Peran guru di kelas Whole Language lebih sebagai fasilitator dan siswa mengambil alih beberapa tanggung jawab yang biasanya dilakukan guru. guru memperhatikan siswa menulis. Independent reading atau membaca bebas adalah kegiatan membaca. anda telah melakukan shared reading. guru memberikan penilaian pada siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Dalam kegiatan ini proses writing. seperti memilih topik. Ketujuh. Siswa secara aktif terlibat dalam kegiatan pembelajaran yang membantu mengembangkan rasa tanggung jawab dan tidak tergantung. Siswa dapat saja mendapatkan buku dari berbagai sumber seperti perpustakaan kota/kabupaten. Siswa diharapkan dapat membangun pengetahuannya yang akan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dengan memadukan materi pelajaran yang telah diterimanya di sekolah. Portofolio adalah kumpulan hasil kerja siswa selama kegiatan pembelajaran. kelas yang menerapkan WL penuh dengan barang cetakan. fasilitator. Sambil melihat tulisan. pintu. bahkan guru juga memberikan penilaian saat siswa bermain selama waktu istirahat. Poster hasil kerja siswa menghiasi dinding dan bulletin board. Ciri kelas Whole Language. buku-buku yang ada di rumah. Guru bertindak sebagai pendorong bukan pengatur. Ketika siswa bercakap-cakap dengan temannya atau dengan guru. di kelas WL siswa belajar melalui model atau contoh. Siswa akan mampu menggunakan pengetahuannya untuk menyelesaikan masalahmasalah baru yang belum pernah dihadapinya dengan peningkatan pengalaman dan pengetahuannya. Pendekatan Konstekstual Pendekatan kontekstual mengasumsikan bahwa secara natural pikiran mencari makna konteks sesuai dengan situasi nyata lingkungan seseorang melalui pencarian hubungan masuk akal dan bermanfaat. selama pembelajaran berlangsung. dan melakukan konferensi. Kegiatan ini merupakan kegiatan membaca yang penting dilakukan di kelas. dimana siswa berlesempatan untuk menentukan sendiri materi yang ingin dibacanya. membuat draft. Meja ditata berkelompok agar memungkinkan siswa berdiskusi. dan mengedit dilakukan sendiroi oleh siswa. Membaca bebas merupakan bagian integral dari Whole Language. setting the conditions for learning. Siswa membuat kumpulan kata (words banks). Siswa mendengarkan cerita melalui tape recorder untuk mendapatkan contoh membaca yang benar. 3. Jangan mencoba menerapkan semua kompo nen sekaligus karena akan membingungkan siswa. guru menjadi pengamat dan fasilitator. pinjam teman atau dari sumber lainnya. Pekerjaan siswa ditulis pada chart dan terpampang di seluruh ruangan. Siswa terlibat dalam kegiatan kelompok kecil atau keinginan individual. Guided reading Komponen Whole Language yang kelima adalah guided reading. Guru dan siswa bersama-sama melakukan kegiatan membaca. Guided writing Komponen Whole Language yang keenam adalah guided writing atau menulis terbimbing. Jika tidak ada keterangan tertulis tentang pengarang atau ilustrator. bukan sekedar pertanyaan pemahaman. Label yang dibuat siswa ditempel pada meja. Hal ini penting dilakukan agar siswa sadar. Menurut penelitian yang dilakukan Anderson dkk (1988). Agar siswa dapat belajar sesuai dengan tingkat perkembangannya maka di kelas tersedia buku dan materi yang menunjang. dan menulis respons. C. Guru di kelas Whole Language menyediakan kegiatan belajar dalam berbagai tingkat kemampuan sehingga semua siswa dapat berhasil. Selain penilaian informal. Konferensi antara guru dan siswa memberi kesempatan pada siswa untuk melakukan penilaian diri dan melihat perkembangan diri. dan berbicara. Dalam memperkenalkan buku. bahwa pemberian feedback dilakukan dengan segera. Melalui pemaduan materi yang dipelajari dengan pengalaman keseharian siswa akan menghasilkan dasar-dasar pengetahuan yang mendalam. dan furniture. menulis. mendengarkan siswa berdiskusi baik dalam kelompok ataupun diskusi kelas. di kelas Whole Language siswa berani mengambil resiko dan bebas bereksperimen. sistematis dan menarik. 4. model. dan meningkatkan kemampuan berpikir kritis. Mengajar berarti memandu dan memfasilitasi belajar memungkinkan pemelajar . Memberikan kesempatan untuk memperlihat kan keterampilan membacanya. membantu siswa menemukan apa yang ingin ditulisnya dan bagaiman menulisnya dengan jelas. Siswa yang mempresentasikan hasil tulisannya mendapatkan respons positif dari temannya. Dalam independent reading siswa bertanggung jawab terhadap bacaan yang dipilihnya sehingga peran guru pun berubah dari seorang pemrakarsa. dimana guru lebih berperan sebagai model dalam membaca. kabinet. Hasil tulisan siswa dipajang tanpa ada tanda koreksi. guru senan tiasa memperhatikan kegiatan yang dilakukan siswa. Kemudian. sebaiknya anda juga membahas tentang pengarang dan ilustrator yang biasanya tertuis di halaman akhir.Maksud kegiatan ini adalah : 1. Salah satu sudut kelas diubah menjadi perpustakaan yang dilengkapi berbagai jenis buku. dan pemberi tuntunan menjadi seorang pengamat. sebagai pemberi saran bukan pemberi petunjuk. Nathan Gage in Brown mendefinisikan pengajaran sebagai berikut. di kelas Whole Language siswa mendapat balikan (feedback) positif baik dari guru maupun temannya. Tidak seperti pada shared reading. Buku yang dibaca siswa untuk independent reading tidak selalu harus didapat dari perpus takaan sekolah atau kelas atau disiapkan guru. Penilaian dlm Kelas Whole Language Di dalam kelas Whole Language. Independent writing Komponen Whole Language yang kedelapan adalah independen writing atau menulis bebas. Contoh dengan satu komponen dulu dan perhatikan hasilnya. Hal ini dapat membangkitkan rasa percaya diri.” (H. dan pemberi respons. Dalam guided reading semua siswa membaca dan mendiskusi kan buku yang sama. Jenis menulis yang termasuk dalam independent writing antara lain menulis jurnal. dikelas Whole Language siswa berbagi tanggung jawab dalam pembelajaran. 2. siswa berkesempatan untuk memperhatikan guru membaca sebagai model. Guru melemparkan pertanyaan yang meminta siswa menjawab dengan kritis. Ketiga. 1994:7). Siswa bertanggung jawab sepenuhnya dalam proses menulis. enabling the learner to learn. Over Head Projector (OHP) dan transparansi digunakan untuk memperagakan proses menulis. Dalam menulis bebas siswa mempunyai kesempatan untuk menulis tanpa ada intervensi dari guru. Kedua. bahwa sesungguhnya buku itu ditulis oleh manusia bukan mesin. memperbaiki. Secara informal. Dalam hal ini. Karya tulis siswa dan chart yang dibuat siswa menggantikan bulletin board yang dibuat guru. Ciri-Ciri Kelas Whole Language Ada tujuh ciri yang menandakan kelas WL Pertama. penilaian juga dilakukan. Sebaiknya anda meneruskan kegiatan ini dengan melibatkan keterampilan lain. meningkatkan kebiasaan menulis. anda paling tidak dapat menyebutkan nama-nama mereka atau tambahkan sedikit informasi yang anda ketahui. “Teaching is guiding and facilitating learning. penilaian juga dilakukan dengan menggunakan portofolio. Contoh hasil kerja setiap siswa terpampang di seputar ruang kelas. dan sudut belajar. Independent reading Komponen Whole Language yang ketujuh adalah independent reading. dalam guided reading atau disebut juga membaca terbimbing. Dengan portofolio perkembangan siswa dapat terlihat secara otentik. Siswa yang masih kurang terampil dalam membaca mendapat contoh membaca yang benar. seperti berbicara dan menulis agar kegiatan Anda menjadi kegiatan berbahasa yang utuh dan riel. D. Keempat. Douglas Brown. Dalam menulis terbimbing peran guru adalah sebagai fasilitator. Siswa menjaga kebersihan dan kerapian kelas. membaca bebas yang diberikan secara rutin walaupun hanya 10 menit sehari dapat meningkatkan kemampuan membaca pada siswa. penilaian juga berlangsung ketika siswa dan guru mengadakan konferensi.

Kaitkan setiap mata pelajaran dengan seorang tokoh yang sukses dalam menerapkan mata pelajaran tersebut. Pembelajaran yang berorientasi pada target penguasaan materi terbukti berhasil dalam kompetisi ‘mengingat’ jangka pendek. Kontekstual adalah kaidah yang dibentuk berazaskan maksud kontekstual itu sendiri. 8) menggunakan penilaian autentik (Elaine B. d. masyarakat. Ketiga. 5) berpikir kritis dan kreatif. bukan sekedar ‘mengetahui’ apa yang dipelajarinya”. Dengan demikian. Kisahkan terlebih dahulu riwayat hidup sang tokoh atau temukan cara-cara sukses yang ditempuh sang tokoh dalam menerapkan ilmu yang dimilikinya. c. Kedua. b. Johnson. “Belajar akan lebih bermakna jika anak didik ‘mengalami’ apa yang dipelajarinya. siswa dituntut untuk dapat menangkap hubungan antara pengalaman belajar di sekolah dengan kehidupan nyata. dan juga memberi makna dalam kehidupan seharian mereka. c.Pemahaman pengetahuan (understanding knowledge) berarti pengetahuan yang diperoleh bukan untuk dihafal. Dengan konsep itu. Mempraktikkan pengetahuan dan pengalaman tersebut(applying knowledge). 6) membantu individu untuk tumbuh dan berkembang. Pertama. Hernowo (2005:93) menawarkan langkah-langkah praktis menggunakan strategi pembelajaran berdasarkan CTL. Tidak terkecuali dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia. Melakukan refleksi (reflecting knowledge) terhadap strategi pengembangan penget. menciptakan kondisi belajar. Dengan transfer diharapkan: (a) siswa belajar dari mengalami sendiri. CTL merupakan konsep belajar yang membantu para guru mengaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimiliki dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat. apa yang akan dipelajari tidak terlepas dari pengetahuan yang sudah dipelajari. 3) Pendekatan Komunikatif Munculnya pendekatan komunikatif dalam pembelajaran bahasa bermula dari adanya perubahan-perubahan dalam tradisi pembelajaran bahasa di Inggris pada tahun 1960an menggunakan pendekatan situasional (Tarigan. Artinya. Bimbing mereka untuk menggunakan emosi dalam setiap pembelajaran sehingga anak didik penuh arti (tidak sia-sia dalam belajar di sekolah). CTL tidak hanya mengharapkan siswa dapat memahami materi yang dipelajarinya. pemelajaran kontekstual merupakan satu konsepsi pengajaran dan pembelajaran yang membantu guru mengaitkan bahan subjek yang dipelajari dengan situasi dunia sebenarnya dan memotivasikan pemelajar untuk membuat hubungan antara pengetahuan dengan aplikasinya dalam kehidupan harian mereka sebagai anggota keluarga. Dalam pembelajaran bahasa secara . melainkan untuk dipahami dan diyakini. Johnson). Contextual Teaching and Learning (CTL) adalah suatu pendekatan pembelajaran yang menekankan kepada proses keterlibatan siswa secara penuh untuk dapat menemukan materi yang dipelajari dan menghubungkannya dengan situasi kehidupan nyata sehingga mendorong siswa untuk dapat menerapkannya dalam kehidupan mereka (Sanjaya. d. Di sisi lain. f. Proses pembelajaran lebih dipentingkan daripada hasil. Proses belajar dalam konteks CTL tidak mengharapkan agar siswa hanya menerima pelajaran. Upayakan agar ilmu-ilmu yang dipelajari di sekolah dapat memotivasi anak didik untuk mengulang dan mengaitkannya dengan kehidupan keseharian mereka. Hal ini sangat penting sebab dengan dapat mengkorelasikan materi yang ditemukan dengan kehidupan nyata. Berikan kebebasan kepada setiap anak didik untuk mengkonstruksi ilmu yang diterimanya secara subjektif sehingga anak didik dapat menemukan sendiri cara belajar alamiah yang cocok dengan dirinya. Berdasarkan pengertian di atas dapat dijelaskan bahwa pendekatan kontekstual adalah mempraktikkan konsep belajar yang mengaitkan materi yang dipelajari dengan situasi dunia nyata siswa. Materi pelajaran dalam konteks CTL tidak untuk ditumpuk di otak dan kemudian dilupakan. kontekstual seharusnya mampu membawa pelajar ke pemelajaran isi dan konsep yang berkenaan atau relevan bagi mereka. Berdasarkan penjelasan di atas. e. proses belajar diorientasi kan pd proses pengalaman scr langsung. pengetahuan yang akan diperoleh siswa adalah pengetahuan yang utuh yang memiliki keterkaitan satu sama lain. pengetahuan dan pengalaman yang diperolehnya harus dapat diaplikasikan dalam kehidupan nyata. CTL mendorong siswa untuk dapat menerapkan pengetahuannya dalam kehidupan. Pengajaran merupakan kegiatan yang diciptakan oleh guru untuk memfasilitasi siswa dalam proses pembelajaran. Dalam CTL pembelajaran merupakan proses pengaktifan pengetahuan yang sudah ada (activing knowledge). Jadi. 2007:14). Artinya. dan mereka menangkap makna dalam tugas-tugas sekolah jika mereka bisa mengaitkan informasi baru dengan pengetahuan dan pengalaman yang sudah mereka miliki sebelumnya. Pengetahuan baru itu dapat diperoleh dengan cara deduktif. (c) Penting bagi siswa tahu ‘untuk apa’ ia belajar. materi yang dipelajarinya itu akan bermakna secara fungsional dan tertanam erat dalam memori siswa sehingga tidak akan mudah terlupakan. Menurut konsep CTL. 1989:270). e.untuk belajar. CTL mendorong agar siswa dapat menemukan hubungan antara materi yang dipelajari dengan situasi kehidupan nyata. 2005:109). tetapi sebagai bekal bagi mereka dalam kehidupan nyata. Pembelajaran yang kontekstual adalah pembelajaran dalam rangka memperoleh dan menambah pengetahuan baru (acquiring knowledge). bukan transfer pengetahuan dari guru kepada siswa. tetapi yang diutamakan adalah proses mencari dan menemukan sendiri materi pelajaran. hasil pembelajaran berlangsung alamiah dalam bentuk kegiatan siswa bekerja dan mengalami. 2) me lakukan pekerjaan yg berarti. CTL menekankan kepada proses keterlibatan siswa untuk menemukan materi. Demikian juga dengan pendekatan kontekstual yang berpusat pada siswa. 4) bekerja sama. Johnson memberikan penjelasan bahwa Contextual Teaching Learning (CTL) adalah sebuah sistem belajar yang didasarkan pada filosofi bahwa siswa mampu menyerap pelajaran apabila mereka menangkap makna dalam materi akademis yang mereka terima. berarti pendekatan kontekstual bertujuan membekali siswa dengan pengetahuan yang secara fleksibel dapat diterapkan (ditransfer) dari satu permasalahan ke permasalahan lain dan dari satu konteks ke konteks lainnya. g. (b) keterampilan dan pengetahuan itu diperluas dari konteks yang terbatas (sempit) sedikit demi sedikit. (Elaine B. b. dan pekerja. 7) mencapai standar yang tinggi. Definisi di atas menunjukkan bahwa pengajaran tidak dapat dipisahkan dari pembelajaran. dan ‘bagaimana’ ia menggunakan pengetahuan dan keterampilan itu. Elaine B. Hal ini dilakukan sebagai umpan balik untuk proses perbaikan dan penyempurnaan strategi. tetapi gagal dalam membekali anak didik memecahkan persoalan dalam kehidupan jangka panjang (Hernowo. Terdapat lima karakteristik penting dalam proses pembelajaran yang menggunakan CTL: a. Pendekatan kontekstual dapat diterapkan dalam mata pelajaran apa saja. ada delapan komponen yang harus ditempuh. Artinya.Rumuskan dan tunjukkan manfaat yang jelas dan spesifik kepada anak didik berkaitan dengan ilmu (mata pelajaran) yang diajarkan kepada mereka. Pengajaran merupakan kegiatan yang sangat memerlukan keterlibatan siswa. bukan dari ‘pemberian orang lain’. Artinya. tetapi bagaimana materi itu dapat mewarnai perilakunya dalam kehidupan seharihari. a. 2005:61). 3) melakukan pembelajaran yang diatur sendiri. Dalam pendekatan kontekstual. Galilah kekayaan emosi yang ada pada diri setiap anak didik dan biarkan mereka mengekspresikannya dengan bebas. Artinya. Dari konsep tersebut ada tiga hal yang harus kita pahami. yt: 1) Membuat keterkaitan-keterkaitan yang bermakna. Artinya. pembelajaran dimulai dengan mempelajari secara keseluruhan kemudian memperhatikan detailnya. Siswa secara bersama-sama membentuk suatu sistem yang memungkinkan mereka melihat makna di dalamnya.

atau peta. Teori belajar yang cocok untuk pendekatan ini adalah teori pemerolehan bahasa kedua secara alamiah. dan manajer proses belajar. Guru meminta siswa untuk mengulang-ulang sampai tidak ada kesalahan. Metode itu muncul karena terlalu lamanya waktu yang ditempuh dalam belajar bahasa target. d. pelaksanaan evaluasi. bahasa Indonesia dengan matematika atau dengan bidang studi lainnya. 4) Pendekatan Integratif Pendekatan Integratif dapat dimaknakan sebagai pendekatan yang menyatukan beberapa aspek ke dalam satu proses. dalam perkembangan selanjutnya. Tujuan itu dapat dipecah menjadi (a) memahami pesan. produk-produk tersebut dihasilkan melalui penyelesaian tugas yang berhasil. dalam Solchan T. Jenis-Jenis Pembelajaran Indonesia 1) Metode Bahasa Desain yang bermuatan komunikatif harus mencakup semua keterampilan berbahasa. c) dialog dan bermain peran. sehingga siswa tidak hanya menguasai bentuk bahasa. (c) mengajukan pertanyaan untuk memperoleh lebih banyak informasi. pelatihan lisan dialog yang disajikan. c. penganalisis kebutuhan. Saat mengajarkan kalimat. Integratif terbagi menjadi interbidang studi dan antarbidang studi. c) berbagi informasi dengan kerja sama terbatas. g. 1984:280. e. Yang dimaksud dengan komunikatif di sini adalah adanya respon dari lawan bicara. aktivitas interpretatif. (d) membuat catatan. dkk. b) aneka simulasi. 2. penelaah dan pengkajian. Sebuah produk di sini dimaksudkan sebagai sebuah informasi yang dapat dipahami. dan pelatihan pola-pola kalimat berkalikali secara intensif. Misalnya.W. Setiap tujuan diorganisasikan ke dalam pembelajaran. Siswa harus banyak berbicara atau menuangkan gagasannya. (c) penyajian kalimat dilatihkan dengan pengulangan. Prosedur-prosedur pembelajaran berdasarkan pendekatan komunikatif lebih bersifat evolusioner daripada revolusioner. d) sidang-sidang konversasi. berbicara. Integratif sangat diharapkan dalam pembelajaran bahasa Indonesia. integratif interbidang studi lebih banyak digunakan. bukan pengetahuan tentang bahasa. Semua gagasan yang disampaikan dengan menggunakan bahasa yang komunikatif. Padahal untuk kepentingan tertentu. h. ditolak di Amerika Serikat pada pertengahan tahun 1960-an dan para pakar linguistik terapan Inggris pun mulai mempermasalahkan asumsiasumsi yang mendasari pengajaran bahasa situasional. Materi ajar justru merupakan kesatuan yang perlu dikemas secara menarik. guru yang pandai mengintegrasikan penyampaian materi dapat menyebabkan siswa tidak merasakan perpindahan materi. yang menekankan pada dimensi semantik dan komunikatif daripada ciriciri gramatikal bahasa. yakni: a) improvisasi lakon-lakon pendek yang lucu. partisipan tugas dan tes. Silabus harus disusun searah dengan tujuan pembelajaran dan tujuan yang dirumuskan dan materi yang dipilih sesuai dengan kebutuhan siswa. Kegiatan interaksi sosial terdiri atas 6 hal. yang perlu ditonjolkan adalah interaksi dan komunikasi bahasa. b) berbagi dan mengolah informasi. diutarakan. Sepucuk surat adalah sebuah produk. Integratif antarbidang studi merupakan pengintegrasian bahan dari beberapa bidang studi. juga mengembangkan prosedurprosedur bagi pembelajaran 4 keterampilan berbahasa (menyimak. 1989:270). Bahkan. Dalam audiolingual yang berdasarkan pendekatan struktural itu. juga merupakan produk yang dapat dilihat dan diamati. atau disajikan ke dalam nonlinguistis. Siswa diberi latihan2 untuk mengasosiasikan kalimat dengan artinya melalui Metode Audiolingual Metode audiolingual sangat mengutamakan drill (pengulangan). (b) mengajukan pertanyaan untuk menghilangkan keraguan. Kegiatan komunikatif fungsional terdiri atas 4 hal. bahasa yang diajarkan dicurahkan pada lafal kata. 1989. mendengarkan diintegrasikan dengan berbicara dan menulis. Contohnya menyampaikan pesan kepada orang lain yang sesuai dengan tujuan pembelajaran. e) diskusi. Ada delapan aspek yang berkaitan erat dengan pendekatan komunikatif (David Nunan. yakni: a) mengolah infomasi. Teori Bahasa Pendekatan Komunikatif berdasarkan teori bahasa menyatakan bahwa pada hakikatnya bahasa adalah suatu sistem untuk mengekspresikan makna. dan (f) menyampaikan pesan secara lisan. Menurut mereka. Demikian pula sebuah perintah. Peranan materi pendukung usaha mening katkan kemahiran berbahasa dalam tindak komunikasi nyata. dan d) berbagi informasi dengan kerja sama tak terbatas.Tujuan mengembangkan kemampuan siswa untuk berkomunikasi (kompetensi dan performansi komunikatif). pesan. mengakui dan menghargai saling ketergantungan bahasa. Tujuan metode langsung adalah penggunaan bahasa secara lisan agar siswa dapat berkomunikasi secara alamiah seperti penggunaan bahasa Indonesia di masyarakat. Menulis diintegrasikan dengan berbicara dan membaca. Ciri utama pendekatan komunikatif adalah adanya 2 kegiatan yang saling berkaitan erat. Adapun garis kegiatan pembelajaran yang ditawarkan mereka adalah: penyajian dialog singkat. penyajian tanya jawab. 2001:66). Pendekatan komunikatif adalah suatu pendekatan yang bertujuan untuk membuat kompetensi komunikatif sebagai tujuan pembelajaran bahasa. konselor. (b) peniruan dan penghafalan teks itu setiap kalimat secara serentak dan siswa menghafalkannya. Oleh karena itu. dan menulis). dalam Tarigan. guru tidak secara langsung menyodorkan materi kalimat ke siswa tetapi diawali dengan membaca atau yang lainnya.situasional. (e) menyusun catatan secara logis. aktivitas komunikasi dapat terbangun secara menarik. dan f) berdebat. Peran siswa pemberi dan penerima. Interbidang studi artinya beberapa aspek dalam satu bidang studi diintegrasikan. 3) Metode Produktif Metode produktif diarahkan pada berbicara dan menulis. bila kita menulis lawan bicara kita adalah pembaca. dan membuat siswa lebih intensif. tapi juga bentuk dan maknanya. Dengan begitu. Dalam pembelajaran bahasa Indonesia. bahasa diajarkan dengan cara mempraktikkan/melatihkan struktur-struktur dasar dalam berbagai kegiatan berdasarkan situasi yang bermakna. mendalam. f. Namun. Langkah-langkah yang biasanya dilakukan adalah (a) penyajian dialog atau teks pendek yang dibacakan guru berulang-ulang dan siswa menyimak tanpa melihat teks yang dibaca.. Pengintegrasi annya diaplikasikan sesuai dengan kompetensi dasar yang perlu dimiliki siswa. 4) Metode Langsung Metode langsung berasumsi bahwa belajar bahasa yang baik adalah belajar yang langsung menggunakan bahasa secara intensif dalam komunikasi. yakni adanya kegiatan-kegiatan komunikatif fungsional (functional communi cation activies) dan kegiatankegiatan yang sifatnya interaksi sosial (social interaction activies). perlu penguasaan bahasa dengan cepat. tidak ada harapan/masa depan untuk meneruskan mengajar gagasan yang tidak masuk akal terhadap peramalan bahasa berdasarkan peristiwaperistiwa situasional. seperti halnya teori linguistik yang mendasari audiolingualisme. Apa yang dibutuhkan adalah suatu studi yang lebih cermat mengenai bahasa itu sendiri dan kembali kepada konsep tradisional bahwa ucapan-ucapan mengandung makna dalam dirinya dan mengekspresikan makna serta maksudmaksud pembicara dan penulis yang menciptakannya (Howatt. Misalnya. membaca. laporan. ditulis. b. untuk materi bahasan penyampaian pesan saja. Materi kebahasaan diintegrasikan dengan keterampilan bahasa. (d) dramatisasi dialog atau teks yang dilatihkan kemudian siswa memperagakan di depan kelas. Dengan begitu. Peran guru fasilitator proses komunikasi. Materi tidak dipisahpisahkan. Setiap pembelajaran dispesifikkan ke dalam tujuan konkret yang merupakan produk akhir. Tipe kegiatan tukar menukar informasi. penarikan simpulan. negosiasi makna atau kegiatan lain yang bersifat riil. Bila kita berbicara lawan bicara kita adalah pendengar. Perpindahannya diatur secara tipis. yaitu: a. dan (e) pembentukan kalimat lain yang sesuai dengan yang dilatihkan 2) Metode Komunikatif . pemberian tugas. Dengan menggunakan metode produktif diharapkan siswa dapat menuangkan gagasan yang terdapat dalam pikirannya ke dalam keterampilan berbicara dan menulis secara runtun. aktivitas produksi lisan.

Dengan berpartisipasi aktif. Dikatakan pembelajaran langsung karena guru menentukan tujuan yang harus dicapai melalui diskusi. menulis. dinamis. dan Chambers (1996) berpendapat bahwa belajar melalui kooperatif dapat dijelaskan dari beberapa perspektif. pandai berperan sebagai moderator dan kreatif. Tugas guru hanyalah memonitor apa yang dikerjakan siswa. & Johnson. mengatakan ada komponen yang sangat penting dalam strategi pembelajaran cooperative yaitu kooperatif dalam mengerjakan tugas-tugas dan kooperatif dalam memberikan dorongan atau motivasi. 10) Metode Kerja Kelompok Kecil (SmallGroup Work) Mengorganisasikan siswa dalam kelompok kecil merupakan metode yang banyak dianjurkan oleh para pendidik. membaca. Hal semacam ini akan mendorong setiap anggota kelompok untuk memperjuangkan keberhasilan kelompoknya. 6) Metode Membaca Metode membaca bertujuan agar siswa mempunyai kemampuan memahami teks bacaan yang diperlukan dalam belajar siswa. Elaborasi kognitif. Beberapa penulis seperti Slavin. Melalui Cooperative Learning siswa didorong untuk bekerja sama secara maksimal sesuai dengan keadaan kelompoknya. dan konseptual. Bekerja secara tim dengan mengevaluasi keberhasilan sendiri oleh kelompok. merupakan iklim yang bagus. Semua siswa dapat mengikuti proses pembelajaran dengan logika yang dipunyainya. pembelajar dapat mememori. artinya bahwa penghargaan yang diberikan kepada kelompok memungkinkan setiap anggota kelompok akan saling membantu. menambah pengetahuan atau pemahaman. perspektif perkembangan kognitif dan perspektif elaborasi kognitif. Berikut langkah-langkah metode membaca: (1) pemberian kosakata dan istilah yang dianggap sukar dari guru ke siswa. konkret. peragaan. yaitu perspektif sosial.demonstrasi. Gaya belajar mengacu pada otak kanan dan otak kiri menjadi ciri khas QL. 2) Strategi Pembelajaran Cooperative Learning Cooperative Learning adalah strategi pembelajaran yang menekankan kepada proses kerja sama dalam suatu kelompok yang biasa terdiri atas 3 sampai 5 orang siswa untuk mempelajari suatu materi akademik yang spesifik sampai tuntas. kontemporer. setiap anggota harus memiliki tanggung jawab penuh terhadap kelompoknya. mereka secara aktif dan meningkatkan belajar. Siswa dituntut untuk memperoleh pengetahunan sendiri melalui bekerja secara bersama-sama. 3. Hal ini diberikan dengan definisi dan contoh ke dalam kalimat (2) Penyajian bacaan di kelas. Hal itu dilakukan jika dipandang perlu oleh guru (5) Pembicaraan kosakata yang relevan (6) Pemberian tugas seperti mengarang (isinya relevan dengan bacaan) atau membuat denah. Namun. Kegagalan individu adalah kegagalan kelompok. Hubungan dinamis dalam lingkungan kelas merupakan landasan dan kerangka untuk belajar. Dalam metode partisipatori siswa aktif. Oleh karena itu. serta mereka dapat menemukan hasil diskusi mereka. tetapi guru juga aktif dalam memfasilitasi belajar siswa dengan suara. Kerja kelompok kecil merupakan metode pembelajaran yang berpusat kepada siswa. bukan berarti guru harus pasif. Bacaan dibaca dengan diam selama 10-15 menit (untuk mempercepat waktu. Johnson. dan sebagainya yang berkaitan dengan isi bacaan. siswa dapat menemukan hasil belajar. Perspektif motivasi. pembelajaran dapat terjadi secara langsung dan bersifat student centered (berpusat pada siswa). diagram. mengontrol aktivitas siswa serta menentukan fokus dan keberhasilan pembelajaran. dan berlaku sebagai subjek. Metode pembelajaran dengan kuliah dan demonstrasi merupakan bentuk-bentuk strategi pembelajaran langsung. bacaan dapat diberikan sehari sebelumnya) (3) Diskusi isi bacaan dapat melalui tanya jawab (4) Pembicaraan tata bahasa dilakukan dengan singkat. Perspektif sosial artinya bahwa melalui kooperatif setiap siswa akan saling membantu dalam belajar karena mereka menginginkan semua anggota kelompok memperoleh keberhasilan. Apabila proses diskusi melibatkan seluruh anggota kelas. Dengan begitu. serta mimik secara langsung. Strategi pembelajaran langsung merupakan bentuk dan pendekatan pembelajaran yang berorientasi kepada guru (teacher centered approach). Tema tidak disajikan secara abstrak tetapi diberikan secara konkret. Tema yang telah ditentukan haruslah diolah dengan perkembangan lingkungan siswa yang terjadi saat ini. dan membuat peta pikiran dengan cepat. Guru hanya bersifat sebagai pemandu atau fasilitator. 5) Metode Partisipatori Metode pembelajaran partisipatori lebih menekankan keterlibatan siswa secara penuh. artinya bahwa setiap siswa akan berusaha untuk memahami dan menimba informasi untuk menambah pengetahuan kognitifnya. pikiran.menjawab suatu pertanyaan. tindakan. serta sejauh mana guru mengubah lingkungan. Jenis-Jenis Strategi Pembelajaran BI 1) Strategi Pembelajaran Langsung (Direct Instruction) Pembelajaran langsung adalah istilah yang sering digunakan untuk teknik pembelajaran ekspositoris. skema. penggunaan. dan rancangan pengajaran maka sejauh itulah proses belajar berlangsung. dan sebagainya. Konsep2 dasar tidak terlepas. QL mengutamakan kecepatan belajar dengan cara partisipatori peserta didik dalam melihat potensi diri dalam kondisi penguasaan diri. Begitu pula isi tema disajikan secara kontemporer sehingga siswa senang. Apa yang terjadi sekarang di lingkungan siswa juga harus terbahas dan terdiskusikan di kelas. gerakan. Strategi pembelajaran Cooperative Learning mulai populer akhir2 ini. Siswa dianggap sng penentu keberhasilan belajar. Perspektif perkembangan kognitif artinya bahwa dengan adanya interaksi antara anggota kelompok dapat mengembangkan prestasi siswa untuk berpikir mengolah berbagai informasi. Yang perlu dipahami adalah bahwa tema bukanlah tujuan tetapi alat yang digunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Setiap anggota kelompok saling bertukar ide tentang suatu isu dengan tujuan untuk memecahkan suatu masalah. dan asosiasi. Konteks siswa menjadi tumpuan utama. Kerja sama di sini dimaksudkan setiap anggota kelompok harus saling bantu. Dengan demikian keberhasilan setiap indivindu pada dasarnya adalah keberhasilan kelompok. Segala sesuatu dapat berarti setiap kata. presentasi. gambar. Tema tersebut harus diolah dan disajikan secara kontekstualitas. Guru berperan sebagai pemandu yang penuh dengan motivasi. 8) Metode Kuantum Quantum Learning (QL) merupakan metode pendekatan belajar yang bertumpu dari metode Freire dan Lozanov. semua komponen materi pembelajaran diintegrasikan ke dalam tema yang sama dalam satu unit pertemuan. 7) Metode Tematik Dalam metode tematik. Metode ini dapat dilakukan untuk mengajarkan materi-materi khusus. dan sebaliknya keberhasilan individu adalah keberhasilan kelompok. 9) Metode Diskusi Diskusi adalah proses pembelajaran melalui interaksi dalam kelompok. Siswa didudukkan sebagai subjek belajar. tulisan dinding. 3)Strategi PembelajaranProblem Solving Mengajar memecahkan masalah berbeda dengan penggunaan pemecahan masalah sebagai suatu strategi pembelajaran. Slavin. atau membuat suatu keputusan. Mengajar memecahkan . di mana setiap anggota kelompok menginginkan semuanya memperoleh keberhasilan. sebab dalam staretgi ini guru memegang peran yang sangat dominan. rangkuman. Melalui strategi ini guru menyampaikan materi pembelajaran secara terstruktur. Siswa berangkat dari konsep ke analisis atau dari analisis ke konsep kebahasaan. Diharapkan apa yang disampaikan itu dapat dikuasai siswa dengan baik. atau teknik penyampaian semacam kuliah (sering juga digunakan istilah “chalck and talk”). Yang ingin diperolah melalui kerja kelompok adalah kemampuan interaksi sosial. Yang cepat harus membantu yang lambat karena penilaian akhir ditentukan oleh keberhasilan kelompok. ikhtisar. Fokus utama strategi ini adalah kemampuan akademik (academic achievement) siswa. Abrani. Dikatakan berpusat kepada siswa karena sebagian besar input pembelajaran berasal dari siswa. Menurut QL bahwa proses belajar mengajar adalah fenomena yang kompleks. dan pemahaman. Dikatakan demikian. atau kemampuan akademik atau mungkin juga keduanya.

P4QR singkatan dar Preview (membaca selintas dengan cepat). analogi. . waktu tertentu. Mnemonics membentuk kategori khusus dan secara teknis dapat diklasifikasikan sebagai satu strategi. dan sederhana. Ada beberapa ciri strategi pembelajaran dengan pemecahan masalah. reflect. Penyerapan bahan belajar yang lebih kompleks memerlukan strategi mengulang kompleks.masalah adalah mengajar bagaimana siswa memecahkan suatu persoalan. P4QR merupakan strategi yang digunakan untuk membantu siswa mengingat apa yang mereka baca. pengkodean lebih mudah dilakukan dan lebih memberikan kepastian. 6) Strategi Organisasi Strategi organisasi membantu pelaku belajar meningkatkan kebermaknaan bahan-bahan baru dengan struktur pengorganisasian baru. dan 4R singkatan dari read. Strategi tersebut tentunya perlu diajarkan ke siswa agar terbiasa dengan cara demikian. Beberapa bentuk strategi elaborasi adalah pembuatan catatan. Siswa belajar menghubungkan berbagai macam topik atau ide dengan beberapa ide utama. misalnya otak kiri mirip dengan komputer yang menerima dan menyimpan informasi. 4) Strategi Mengulang Strategi mengulang sederhana digunakan untuk sekedar membaca ulang materi tertentu untuk menghafal saja. membuat catatan pinggir. dan kata berkait. akronim. Strategi elaborasi membantu pemindahan informasi baru dari memori di otak yang bersifat jangka pendek ke jangka panjang dengan menciptakan hubungan dan gabungan antara informasi baru dengan yang pernah ada. Pembuatan catatan adalah strategi belajar yang menggabungkan antara informasi yang dipunyai sebelumnya dengan informasi baru yang didapat melalui proses mencatat. Bentuk strategi organisasi adalah Outlining. Strategi organisasi terdiri atas pengelompokan ulang ide-ide atau istilah menjadi subset yang lebih kecil. dalam beberapa hal lebih efektif daripada outlining. Mapping. siswa bekerja secara individual atau bekerja dalam kelompok kecil. hasil dari pemecahan maslah adalah tukar pendapat (sharing) di antara semua siswa. sedangkan pemecahan masalah adalah sebagai suatu strategi. dan sebagainya. Contoh lain dari strategi sederhana adalah menghafal nomor telepon. Sedangkan strategi pembelajaran pemecahan masalah adalah teknik untuk membantu siswa agar memahami dan menguasai materi pembelajaran dengan menggunakan strategi pemecahan masalah. keempat. ketiga. menanyakan pada diri sendiri. daftar belanjaan. dan mengulang secara menyeluruh. dan review atau membaca. seketika. Strategi PQ4R merupakan strategi belajar elaborasi yang terbukti efektif dalam membantu siswa menghafal informasi bacaan.persoalan untuk dipecahkan dan lebih disukai persoalan yang banyak kemungkinan cara pemecahanya. misalkan memecahkan soal-soal matematika. dan PQ4R. Mengajar memecahkan masalah berarti pemecahan masalah itu sebagai isi atau content dari pelajaran. Memori yang sudah ada di pikiran dimunculkan kembali untuk kepentingan jangka pendek. arah tempat. Mnemonics membantu dengan membentuk asosiasi yang secara alamiah tidak ada yang membantu mengorganisasikan informasi menjadi memori kerja. yang lebih dikenal dengan pemetaan konsep. 5) Strategi Elaborasi Strategi elaborasi adalah proses penambahan rincian sehingga informasi baru akan menjadi lebih bermakna. pertama. Strategi Mnemonics terdiri atas pemotongan.siswa menggunakan banyak pendekatan dalam belajar. Dengan mencatat. Dengan strategi elaborasi. pembelajaran ditekankan kepada materi pelajaran yang mendukung persoalan. Jadi. kedudukan pemecahan masalah hanya sebagai suatu alat saja untuk memahami materi pembelajaran. Menggarisbawahi ide-ide kunci. elaborasi atau organisasi. recite. siswa dapat menuangkan ide baru dari percampuran dua informasi itu. Analogi merupakan cara belajar dengan pembandingan yang dibuat untuk menunjukkan persamaan antara ciri pokok benda atau ide. Question (bertanya). kedua. merefleksi. dan menuliskan kembali inti informasi yang telah diterima merupakan bagian dari mengulang kompleks. yakni membuat garis besar. Strategi tersebut juga berperan sebagai pengindentifikasian ide-ide atau fakta kunci dari sekumpulan informasi yang lebih besar. Dengan demikian perbedaan keduanya terletak pada kedudukan pemecahan masalah itu.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful