4 Kemampuan Dasar Guru Profesional: a. Kemampuan komunikasi, yt kemampuan menyampaikan materi pelajaran kepada peserta didik. b.

Kemampuan kolaborasi, yt kemampuan bekerjasama dgn pihak terkait untuk meningkatkan mutu pendidikan. c. Kemampuan teknologi, yt kemampuan menggunakan perangkat teknologi informasi dalam pembelajaran. d. kemampuan evaluasi, yt kemampuan melakukan penilaian terhadap pencapaian peserta didik. 4 Komponen penting Guru Profesional: a. Basis pengetahuan, yt (a) G memahami teori belajar, pengembangan kurikulum, pengembangan peserta didik dan tahu bagaimana menggunakan penget tsb di dlm merencanakan pembelajaran utk mencapai 7an kurikulum. (b)G Profesional slalu aktif mencari pengetahuan baru dalam pembelajaran. (c) G harus memahami kebutuhan peserta didik di kelas baik berdasarkan budaya, komunitas, suku, ekonomi & bhs. b. Pedagogik, yt (a) G yg efektif slalu meningkatkan pembelajaran untuk mencapai prestasi peserta didik sesuai dgn harapan standar yg ditentukan. (b) Pembelajaran menekankan pembelajaran aktif yg menggunakan berbagai macam teknik, materi dan pengalaman belajar utk smua peserta didik. (c) G yg efektif mengandalkan penget pedagogik yg berkualitas utk penentuan kurikulum, pemilihan strategi pembel, perencanaan pengembangan pembel dan merumuskan penilaian utk mengukur kemampuan belajar peserta didik. c. Kepemimpinan, yt (a) kepemimpinan yg fokus pd peningkatan prestasi peserta didik yg lebih baik, (b) sbg pemimpin, G harus mampu menempatkan prioritas pd keunggulan (excellent), mengandalkan penget

dan ketramp merumuskan strategi BM yg efektif. (c) Guru menjalin kerjasama (networking) dg sesama pendidik & pihak lain utk meningkatkan kualitas program dan berbagi kemampuan yg lebih maju. d. Personal Attributes, yt (a) G harus bersikap jujur & adil (b) G memiliki visi pribadi yg bisa membimbing peserta didik untuk mencapai 7an belajar (c) G yg efektif selalu melakukan evaluasi diri atas sikap/tindakan yg dilakukan demi kemajuan peserta didik. 3 Kompetensi Guru menurut Raka Joni: a. Komp profesional, memiliki penget yg luas dr bid studi yg diajarkannya, memilih & menggunakan berbagai metode mengajar di dlm proses BM yg diselenggarakannya b. Komp kemasyarakatan, mampu berkomunikasi, baik dg siswa, sesama guru maupun masy luas. c. Komp persoanl, yt memiliki kepribadian yg mantap dan patut diteladani. 4 Kompetensi Guru menurut PP No. 19 Th 2005 ttg Standar Nas Penddkan: a. Komp. Pedagogik yt kemampuan guru dlm pengelolaan peserta didik. (a) pemaham-an wawasan/landasan kependidikan (b) P terhdp peserta didik (c) pengembangan kurikulum/silabus (d) perancangan pembelajaran, (e) pelaks pembel yg mendidik & dialogis (f) evaluasi hasil belajar (g) pengemb peserta didik u mengaktualisasikan berbagai potensi yg dimilikinya. b. Komp. Kepribadian yt kemampuan pribadi yg (a) mantap (b) stabil (c) dewasa (d) arif & bijaksana (e) berwibawa (f) berakhlak mulia (g) mjd teladan bg peserta didik & masy (h) mengevaluasi kinerja sendiri (i) mengemb.kan diri secara berkelanjutan. c. Komp. Sosial, yt mrpk kemampuan pendidik sbg bagian dari masy. Utk (a) berkomunikasi lisan & tulisan (b) menggunakan teknologi komunikasi dan informasi scr fungsional (c) bergaul secara efektif dgn peserta didik,

sesama pendidik, tenaga kependidikan, ortu/ wali peserta didik (d) bergaul secara santun dgn masy sekitar. d. Komp. Profesional mrpk kemampuan penguasaan materi scr luas & mendalam yg meliputi (a) konsep, struktur, dan metoda keilmuan/tekn/seni yg menaungi/ koheren dg materi ajar (b) materi ajar yg ada dlm kurikulum seklah (c) hub konsep antar mata pelajaran terkait (d) penerapan konsep2 keilmuan dlm kehidupan sehari2, (e) kompetensi sec profesional dlm konteks global dgn tetap melestarikan nilai dan budaya nasional. Dlm melaksanakan tugas keprofesionalan G berkewajiban 1. merencanakan pembelajaran, melaksana-kan proses pembelajaran yg bermutu, serta menilai & mengevaluasi hasil pembelajaran 2. meningkatkan mutu & mengembangkan kualitas akademik dan kompetensi scr berkelanjutan sejalan dg perkemb iptek dan seni 3. bertindak objektif dan tdk diskriminatif atas dasar pertimbangan jenis kelamin, agama, suku, ras dan kondisi fisik tertt, atau latar belakang keluarga, status sosial ekonomi PD dlm pembelajara. 4. menjunjung tinggi peraturan perUUan, hukum, kode etik guru, serta nilai2 agama dan etika. 5. memelihara dan memupuk persatuan dan kesatuan bangsa. Pengembangan Prof. G b erbasis Karakter lewat: 1. pendidikan profesi (sekaligus memenuhi kualifikasi guru) 2. pembinaan berkelanjutan melalui peningkatan kualitas supervisi akademik oleh Pengawas dan KS, inservice training, KKG/MGMP. KKG/MGMP mrpk salah satu wadah guru dlm mengembangkan kompetensinya melalui kerjasama, diskusi, sharing pengalaman dlm mempersiapkan pembel & mengatasi masalah pembel di kelas. 7an utama pd aspek kualitas

pembelajaran. Dlm KKG G juga mengembangkan kontak akademik dan melakukan refleksi diri. Guru Prof berbasis Karakter maka G harus: Memiliki personal attributes seperti bersikap jujur & adil, memiliki visi pribadi, melakukan ev diri, juga guru dituntut memiliki (a) citra diri yg positif (b) etika (c) etos kerja (d) komitmen (e) empati. Citra diri yg positif adl sebuah gambaran mental yg G ambil utk diri G sendiri, & tanpa disadari gambaran metal tersbt mjd dasar G dlm bertindak & mengambil keputusan pd seluruh aktifitas G. Citra Positif G yt G memiliki ciri2 (a)menghargai orang lain sebaik menghargai diri sendiri (b) selalu memberikan upaya terbaik dlm segala aktifitas yg dilakukan (c) selalu bekerja ke arah pencapaian yg lebih baik (d) selalu mendorong orang lain di sekitarnya utk menikmati keberhasilan seperti dirinya. Cara untuk mendapatkan Citra Positif : Taat beribadah, menghargai orang lain, selalu berpikir positif dlm segala hal, jujur, buat daftar prestasi diri, ajarkan keahlian kpd orang lain (teman sejawat, PD), ingat pd moment yg membahagiakan ketika kehilangan motivasi, tulis sifat yg paling menarik bagi orang lain, tulis sifat2 yg anda ingin miliki, berikan pujian pada orang lain. Etika menyangkut cara dilakukannya suatu perbuatan sekaligus memberi norma dari perbuatan itu sendiri, mis: tdk mencuri, jujur. Etika bersifat absolut, memandang manusia dari dlm & orang yg beretika tdk mungkin bersifat munafik, sebab orang beretika pasti orang sungguh2 baik. Etos Kerja yt totalitas dedikasi (kepatuhan) & loyalitas pengabdian, ukurannya terlihat dari rasa tg jwb menjalankan amanah, profesi yg diembannya & rasa tg jwb moral. Komitmen organisasi adl suatu keadaan di mana seseorang memihak utk memperta-hankan keanggotaannya dlm organisasi tsb.

Ketramp proses juga dikenali pd instruksi yg disampaikan oleh G kpd siswa utk melakukan sesuatu. kaidah bahasa dsb. dll. memahami sesuatu yg dibicara-kan orang lain. Karakteristik WL: Secara umum WL dpt dinyatakan sbg seperangkat wawasan yg mengarahkan kerangka berpikir praktisi . 3. pertandingan. Jadi PBM ditentukan oleh 7an yg telah ditetapkan. kalimat. Pendekatan Tujuan (Goal Oriented) Pendekatan ini dilandasi pemikiran bhw dlm setiap pembelajaran. dpt bekerja sama. Dlm ketramp proses diperlukan ketramp intelektual. pola kata dan suku kata mjd sangat penting. menerapkan & mengkomunikasikan. berarti KBM dianggap berhasil apabila sedikit2nya 85% dari siswa yg mengikuti pelajaran menguasai minimal 75% dari bahan ajar yg diberikan (berdasar hasil dari tes sumatif). Pengertian Pendekatan: Pendekatan mrpk terjemahan dari kata approach. G menentukan metode yg akan digunakan dan teknik pengajaran yang akan diterapkan agar 7an pembelajaran tsb dpt tercapai. Dg demikian kata kerja mengkomuni-kasikan secara langsung mengacu kpd ketramp proses mengkomunikasikan melalui kegiatan diskusi. dan unsur-unsur. memahami suatu bacaan (c) menyimak.. Pendekatan Struktural (cocok mulai SMA) Pendekatan ini dilandasi oleh asumsi yg menganggap bahasa sbg kaidah. Jenis2 Pendekatan Pembel BI 1. serta pandangan kurikulum pengajaran Bhs. menerapkan (mengunakan konsep: kaidah bahasa dlm menyusun dapat berupa penulis-an wacana. aplikasi. misalnya: memahami. peninjauan ke lapangan. 4. kreatif.. WL dikembangkan berdasarkan berbagai wawasan & hasil penelitian dari berbagai bidang ilmu. 5. kesimpulan dan mengelompokkan suatu wacana (b) mencari dasar penggolongan: mengelompokkan sesuatu berdasarkan suatu kaidah. sedangkan yg berhub dg bahasa sbg materi pembel & penentuan isi pembel diwarnai oleh fungsionalisme. Tanda2 pendekatan ketramp proses berhasil yt siswa menjadi lebih teliti. pola. Pengembangan pendekatan WL diilhami oleh pandangan konstruktivisme dlm pendidikan. memperhatikan (b) membaca. Ke3 kemampuan ini yg disebut dgn ketramp proses. kritis. 4. mengarang. yt kemampuan seseorang utk mengenali. Pendekatan jg mrpk dasar teoritis yg mjd dasar pemilihan metode. Ketrampilan proses berfungsi sbg alat menemukan & mengembangkan konsep. tenggang rasa.Empati. hal yg harus dipikirkan dan ditetapkan lebih dahulu adl 7an yg hendak dicapai. Pendekatan Whole Language/ Komprehensip (Menyeluruh) Whole Language adl pandangan ttg hakikat belajar & bagaimana mendorong proses tsb agar siswa dpt belajar sec efektif & efisien shg mencapai hasil yg optimal (Weaver). sosial & fisik. dapat berupa kata dasar.. analisis. perbedaan / penggolongan. WL menggunakan seperangkat asumsi dari 4 landasan. dan proses belajar berbahasa yg mjd dasar G merancang. pengajaran bhs. bertanya. mendeklamasikan. dua atau beberapa aspek ketramp proses pd diri siswa. jujur. KK menerapkan secara langsung mengacu kpd ketramp proses menerapkan konsep. Contoh: Lukiskan situasi yg dialami kuda dlm wacana berikut: . Penerapan 7an ini sering dikaitkan dgn cara beljar tuntas. OKI pembel bhs harus mengutamakan penguasaan kaidah2 bhs / tata bahasa. mengabaikan minat siswa dlm rangka mencapai 7an. penerapan ketramp proses diletakkan atau inklusif dlm kompetensi dasar. surat menyurat. KK memahami yg menghasilkan pemahaman selalu dpt dipulangkan kpd ketramp proses mengamati seperti membaca sesuatu atau menyimak sesuatu. sosial dan fisik. Karakter BI dlm pendekatan ketrmp proses: 1. kalimat2. perbedaan/pengolongan (dpt berupa wacana. 2. Pendekatan Ketrampilan Proses Dlm pendekatan ketramp proses guru melalui CBSA mengembangkan kemampuan dasar siswa mjd ketramp intelektual. untuk mencapai 7an itu sendiri. Kelebihan pendekatan ini adl siswa lebih cermat dlm menyusun kalimat. (g) mengungkapkan/melapor kan sesuatu dlm bentuk lisan & tulisan: melaporkan darmawisata. Dlm hal ini penget ttg pola2 kalimat. Mengkomunikasikan (a) berdiskusi: melakukan diskusi dan tanya jawab dg memakai argumentasi/alasan2 & bukti2 utk memecahkan suatu masalah (b) mendeklamasikan: melakukan deklamasi suatu puisi dg menjiwai sesuatu yg dideklamasikan (c) dramatisasi: menirukan sesuatu perilaku dg penjiwaan yg mendalam (d) ber?: mengajukan berbagai jenis pertanyaan yg mengarah kpd: pengetahuan pemahaman. Menurut Goodman. psikolinguistik. 2. Surat menulis ayah. OSI pembel bhs perlu dititikberatkan pd penget ttg struktur bhs yg tercakup dlm fonologi. Menafsirkan yt (a) menafsirkan: mencari/menemukan arti. dsb.. pola kalimat / wacana. dsb. kata bentukan. bertgjwb. Mengamati (a) menatap. sintensis. (c) memberi arti: mencari arti kata-kata atau mencari pengertian sesuatu wacana kemu-dian mengutarakan kembali baik lisan mau-pun tertulis (d) mencari hubungan situasi: mencari atau menebak waktu kejadian dari suatu wacana puisi. Menggolongkan. antropologi. jenis kata. dramatisasi. asumsi ttg pengajaran & peranan G. Pendekatan dlm BI dimaknai sbg seperangkat asumsi tentang hakikat bhs. Dlm rangkaian aktifitas itu dimungkinkan membina satu. Dgn memperhatikan 7an yg telah ditetapkan. terbuka. psikologi kognitif dan psiko-logi perkembangan. OKI. & pendidikan. sosiolinguistik. kalimat atau kosa kata. Kpd siswa diajarkan bagaimana cara belajar yg baik/ belajar bagaimana belajar. merencanakan dan mengevaluasi pembel. Menghubungkan artikulasi yg satu dg yg lain dari beberapa wacana (e) menemukan pola:menentukan/ menebak suatu pola cerita yg berupa prosa maupun pola kalimat (f) menarik simpulan: mengambil suatu simpulan dari suatu wacana secara induktif maupun deduktif (g) menggeneralisasikan: mengambil kesimpul-an secara induktif atau dari ruang lingkup yg luas drpd menarik kesipulan (h) mengana-lisis: menganalisis suatu wacana berdasar-kan paragraf. teori kebahasaan. antara lain pemerolehan bhs & pengembangan baca-tulis. Ketramp proses berkaitan dg kemampuan. KK memahamipun dpt dikembalikan kpd ketramp proses menggo-longkan seperti mencari persamaan. situasi.. evaluasi. dan rajin. yaitu teori belajar. 3. Pendekatan jg dimaknai “a way of beginning something”. karangan. Kelemahannya: G mengabaikan proses seperti memperlakukan siswa tidak manusiawi. / evaluasi (e) mengarang: menulis sesuatu dapat dg melihat objeknya yg nyata dulu dg bantuan gambar atau tanpa bantuan apa2 (f) mendra-makan/bermain drama: memainkan sesuatu teks cerita seperti apa yang tertera pada bacaan. objektif. kata bentukan dg memperhatikan ejaan/kaidah bahasa). mempersepsi dan merasakan perasaan orang lain. Ketrampilan proses apa yg tersirat dlm instruksi tsb di atas? Menafsirkan? Kata2 kunci dlm SK pun mrpk petunjuk utk menget ketramp proses mana yg turut dikembangkan. kelemahannya sering mengabaikan pemilihan kata shg muncul kalimat yg tdk lazim seperti anjing digigit adik. mofologi dan sintaksis. KBM pd hakekatnya mrpk rangkaian aktifi-tas siswa & G dlm mencapai 7an pembel. Ke3 Kata Kerja itu selalu ditemui dalam KD pokok bahasan pembel membaca. yt mencari persamaan.

Manfaat yang didapat dari reading aloud. 3. Dengan bahasa kita dapat menyampaikan keinginan pendapat dan perasaan. Biarkan siswa untuk memilih bacaan yang sesuai dengan kemampuannya sehingga mereka dapat menyelesaikan membaca bacaan tersebut. Meningkatkan kemampuan berpikir. tentunya siswa akan kesulitan. 7. Jurnal ini sering disebut diary atau buku harian. judul. 3. misalnya membaca diajarkan pada jam yang berbeda dengan menulis. Siswa juga mulia menulis dengan menggunakan topik. Membaca dapat dilakukan oleh siapapun. Namun. 6. seperti penggunaan huruf besar. Guru membaca dan siswa mengikutinya (untuk kelas rendah). 2. membaca dan menulis) diajarkan secara terpadu. Terutama untuk siswa kelas tinggi. Melalui menulis jurnal siswa belajar tata cara menulis. Setiap orang memiliki kemampuan berbahasa. demikian dengan yang lainnya. dan menggunakan bahasa dalam bentuk tulisan. yaitu : 1. Guru membaca dan siswa menyimak sambil melihat bacaan yang tertera pada buku. Siswa dapat melihat kembali jurnal yang ditulisnya dan menilai sendiri kemampuan menulisnya. Meningkatkan kemampuan membaca.Menjadi dokumen tertulis. Jurnal merupakan sarana yang aman bagi siswa untuk mengungkapkan perasaannya. Seiring kita jumpai anak yang pandai bercerita dengan susunan kalimat yang benar sehingga orang yang mendengarkannya dapat menerima. SSR adalah kegiatan membaca dalam hati yang dilakukan oleh siswa. Manfaat tersebut. Membaca adalah kegiatan penting yang menyenangkan. 6. Dengan menulis jurnal siswa akan terbiasa mengungkapkan pikirannya dalam bentuk tulisan yang kemudian membantunya untuk mengembangkan kemampuan menulis. membantu meningkatkan membaca pemahaman. Para ahli Whole Language berkeyakinan bahwa bahasa merupakan satu kesatuan (Whole) yang tidak dapat dipisah-pisahkan. Kegiatan ini sangat bermanfaat terutama jika dilakukan di kelas rendah. Setelah mereka dewasa. keadaan menjadi terbalik. Melalui jurnal siswa dapat merefleksi apa yang telag dipelajarinya atau dilakukannya. Hal ini disebabkan karena di sekolah bahasa diajarkan secara terpisah-pisah. Mereka dapat melihat komentar atau respons guru atas kemajuannya. tentang pembelajaran dan tentang orang-orang yang terlibat dalam pembelajara.dlm menentukan bhs sbg materi pelajaran. Dengan meminta siswa menulis jurnal berarti melatih mereka melakukan proses berpikir. Siswa dapat berbagi pengetahuan yang menarik dari materi yang dibacanya setelah kegiatan SSR berakhir. memahami jalan cerita tersebut. New Zealand. Semua ini diajarkan tidak secara formal. Dengan bahasa pula kita dapat memahami dan mengetahui apa yang terjadi di dunia dan lingkungan sekitar. mereka dapat melihat kembali hal-hal apa yang pernah anggap penting pada waktu dulu. Ada beberapa cara melakukan kegiatan ini. Membaca berarti kita berkomunikasi dengan pengarang buku tersebut. 5. 6. padahal mereka belum pernah melihat laut. Contoh pelajaran menulis. Mereka juga menggunakan bentuk tulisan yang berbeda. berbicara. 4. Menurut Routman (1991) dan Froese (1991) ada delapan komponen Whole Language. Kesempatan ini dapat digunakan sebagai sarana untuk bereksplorasi. Di samping itu materi yang diajarkan terlihat artifilasi dan tidak relevan dengan kehidupan siswa. ternyata anak tersebut belum sekolah. menulis jurnal adalah komponen yang dapat dengan mudah diterapkan. Meningkatkan kemampuan menulis. memperkaya kosa kata. Sustained silent reading Komponen Whole Language yang ketiga adalah sustained silent reading (SSR). Siswa membaca bergiliran. siswa diminta untuk menulis karangan tentang kehidupan di laut. Menjadi alat evaluasi. 3. Reading aloud Reading aloud adalah kegiatan membaca yang dilakukan oleh guru untuk siswanya. Siswa dapat membaca dan berkonsentrasi pada bacaannya dalam waktu yang cukup lama. 2. dan menyusun informasi yang dimiliki menjadi cerita yang dapat dipahami pembaca. Orang tua mengeluh tentang anaknya yang mendapat nilai kurang untuk pelajaran Bahasa Indonesia. Oleh karena itu pengajaran keterampilan berbahasa dan komponen bahasa seperti tata bahasa dan kosa kata disajikan secara utuh bermakna dan dalam situasi nyata atau autentik. 3. 7. membeberkan hasil belajarnya. Pesan yang ingin disampaikan kepada siswa melalui kegiatan ini adalah : 1. Memberikan tempat yang akam dan rahasia untuk menulis. Orang-orang yang dimaksud adalah siswa dan guru. antara lain : meningkatkan keterampilan menyimak. dan subtopik. Siswa secara spontan akan membaca hasil tulisannya sendiri setiap ia selesai menulis jurnal. Guru dapat menggunakan bacaan yang terdapat dalam buku teks atau buku cerita lainnya dan membacakannya dengan suara keras dan intonasi yang baik sehingga setiap siswa dapat mendengarkan dan menikmati ceritanya. 2. Untuk jurnal jenis ini siswa boleh memilih apakah guru boleh membaca jurnalnya atau tidak. Komponen-Komponen Whole Language Whole Language adalah cara untuk menyatukan pandangan tentang bahasa. Dalam kegiatan ini siswa diberi kesempatan untuk memilih sendiri buku atau materi yang akan dibavanya. Meningkatkan kesadaran akan peraturan menulis. 8. menceritakan kejadian di sekitarnya. Memvalidasi pengalaman dan perasaan pribadi. Bahasa yang semula merupakan hal yang mudah dan mengasyikkan berubah menjadi pelajaran yang sulit (Goodman. Anda da[at mencoba menerapkannya dengan mengetahui komponenkomponen yang tedapat dalam Whole Language. 2. Shared reading Komponen Whole Language yang keempat adalah shared reading. Bagi guru yang menerapkan Whole Language. 4. tanda baca dan struktur kalimat (tata bahasa). 9. Reading aloud dilakukan setiap hari saat mulai pelajaran. B. 5. Menumbuhkan keberanian menghadapi resiko. Terpisah maksudnya guru mengajarkan bahasa secara terpisah. 4. sehingga tidak menarik bagi siswa. ketika anak mulai sekolah dan mendapat pelajaran bahasa. 10. Menulis jurnal bukanlah tugas yang harus dinilai namun guru berkewajiban untuk membaca jurnal yang ditulis anak dan memberi komentar atau respons terhadap tulisan tersebut sehingga ada dialog antara guru dan siswa. Kejadian apa saja yang dialami oleh siswa baik di sekolah maupun di luar sekolah dapat diungkapkan dalam jurnal. Mari kita mulai dengan reading aloud. 1986). Reading aloud Journal writing Sustained silent reading Shared reading Guided reading Guided writing Independent reading Independent writing Nah sekarang mari kita pelajari komponen Whole Language tersebut satu per satu. seperti dialog (percakapan) dan cerita bersambung. Guru percaya bahwa siswa memahami apa yang mereka baca. Guru dapat memberi contoh sikap membaca dalam hati yang baik sehingga mereka dapat meningkatkan kemampuan membaca dalam hati untuk waktu yang cukup lama. Whole Language dimulai dengan menumbuhkan lingkungan dimana bahasa diajarkan secara utuh dan keterampilan bahasa (menyimak. Kegiatan ini dapat dilakukan baik di kelas rendah maupun di kelas tinggi. Journal writing dapat digunakan siswa sebagai dokumen tertulis mengenai perkembangan hidup atau pribadinya. Memberi kesempatan untuk membuat refleksi. seperti : Inggris. . isi pembel dan proses pembel. Australis. 1991). Menulis jurnal bukanlah kegiatan yang harus dinilai maka siswa tidak perlu takut untuk berbuat salah. 8. Bahasa sangat pentintg dalam kehidupan. halaman. Whole Language adalah satu pendekatan pengajaran bahasa yang menyajikan pengajaran bahasa secara utuh tidak terpisah-pisah. Journal writing Journal writing atau menulis jurnal. Kanada dan AS mulai menerapkan pendekatan Whole Language pada sekitar tahun 80-an (Routman. Pelajaran bahasa yang seharusnya menyenang kan dan mengasyikkan ternyata jauh dari harapan. Shared reading ini adalah kegiatan membaca bersama antara guru dan siswa dimana setiap orang mempunyai buku yang sedang dibacanya. Banyak manfaat yang dapat kita peroleh dari kegiatan menulis jurnal ini. memilih kejadian mana yang akan diceritakan. 5. jurnal adalah sarana untuk mengungkapkan perasaan pribadi. mereka berusaha mengingat kembali. Untuk memperbaiki pengajaran bahasa di beberapa negara. dan yang tidak kalah penting adalah menumbuhkan minat baca pada siswa. antara lain sebagai berikut : 1. Reading aloud juga dapat dilakukan dan baik dilakukan di kelas tinggi. Dengan menghargai apa yang ditulis siswa akan membuat siswa merasa dihargai. yaitu : 1.

Dalam menulis bebas siswa mempunyai kesempatan untuk menulis tanpa ada intervensi dari guru. Buku yang dibaca siswa untuk independent reading tidak selalu harus didapat dari perpus takaan sekolah atau kelas atau disiapkan guru. dimana guru lebih berperan sebagai model dalam membaca. Membaca bebas merupakan bagian integral dari Whole Language. dimana siswa berlesempatan untuk menentukan sendiri materi yang ingin dibacanya. Pekerjaan siswa ditulis pada chart dan terpampang di seluruh ruangan. Ketika siswa bercakap-cakap dengan temannya atau dengan guru. anda paling tidak dapat menyebutkan nama-nama mereka atau tambahkan sedikit informasi yang anda ketahui. dan menulis respons. Guided writing Komponen Whole Language yang keenam adalah guided writing atau menulis terbimbing. dan pemberi tuntunan menjadi seorang pengamat. setting the conditions for learning. kabinet. bahwa sesungguhnya buku itu ditulis oleh manusia bukan mesin. menulis. meningkatkan kebiasaan menulis. dan melakukan konferensi. Secara informal. dikelas Whole Language siswa berbagi tanggung jawab dalam pembelajaran. Sambil melihat tulisan. Kemudian. Contoh dengan satu komponen dulu dan perhatikan hasilnya. Guru di kelas Whole Language menyediakan kegiatan belajar dalam berbagai tingkat kemampuan sehingga semua siswa dapat berhasil. Siswa secara aktif terlibat dalam kegiatan pembelajaran yang membantu mengembangkan rasa tanggung jawab dan tidak tergantung. Independent reading Komponen Whole Language yang ketujuh adalah independent reading. penilaian juga berlangsung ketika siswa dan guru mengadakan konferensi. sebagai pemberi saran bukan pemberi petunjuk.” (H. model. dan mengedit dilakukan sendiroi oleh siswa. penilaian juga dilakukan dengan menggunakan portofolio. Siswa yang masih kurang terampil dalam membaca mendapat contoh membaca yang benar. Dalam memperkenalkan buku. Siswa diharapkan dapat membangun pengetahuannya yang akan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dengan memadukan materi pelajaran yang telah diterimanya di sekolah. Pendekatan Konstekstual Pendekatan kontekstual mengasumsikan bahwa secara natural pikiran mencari makna konteks sesuai dengan situasi nyata lingkungan seseorang melalui pencarian hubungan masuk akal dan bermanfaat. bukan sekedar pertanyaan pemahaman. Kelima. 3. dan meningkatkan kemampuan berpikir kritis. Independent writing Komponen Whole Language yang kedelapan adalah independen writing atau menulis bebas. di kelas Whole Language siswa mendapat balikan (feedback) positif baik dari guru maupun temannya. Jika tidak ada keterangan tertulis tentang pengarang atau ilustrator. di kelas Whole Language siswa terlibat secara aktif dalam pembelajaran bermakna. Independent reading atau membaca bebas adalah kegiatan membaca. Douglas Brown. Siswa menjaga kebersihan dan kerapian kelas. penilaian juga dilakukan. berkolaborasi. dan pemberi respons. Jenis menulis yang termasuk dalam independent writing antara lain menulis jurnal. di kelas Whole Language siswa bekerja dan belajar sesuai dengan tingkat kemampuannya. guru menjadi pengamat dan fasilitator. 2. Sebaiknya anda meneruskan kegiatan ini dengan melibatkan keterampilan lain. Label yang dibuat siswa ditempel pada meja. “Teaching is guiding and facilitating learning. Keenam. pinjam teman atau dari sumber lainnya. membantu siswa menemukan apa yang ingin ditulisnya dan bagaiman menulisnya dengan jelas. enabling the learner to learn. membuat draft. Barang-barang tersebut tergantung di dinding. Portofolio adalah kumpulan hasil kerja siswa selama kegiatan pembelajaran. guru memperhatikan siswa menulis. melakukan brainstorming dan mengumpulkan fakta. Dalam menulis terbimbing peran guru adalah sebagai fasilitator. bahkan guru juga memberikan penilaian saat siswa bermain selama waktu istirahat. Penilaian dlm Kelas Whole Language Di dalam kelas Whole Language. Menurut penelitian yang dilakukan Anderson dkk (1988). Siswa akan mampu menggunakan pengetahuannya untuk menyelesaikan masalahmasalah baru yang belum pernah dihadapinya dengan peningkatan pengalaman dan pengetahuannya. 4. Contoh hasil kerja setiap siswa terpampang di seputar ruang kelas. di toko buku. D.Maksud kegiatan ini adalah : 1. Siswa membuat kumpulan kata (words banks). Guru bertindak sebagai pendorong bukan pengatur. Ketujuh. Selain penilaian informal. Jika siswa telah terbiasa menggunakan komponen tersebut kemudian mencoba lagi menerapkan komponen yg lain. guru senan tiasa memperhatikan kegiatan yang dilakukan siswa. Memberikan kesempatan untuk memperlihat kan keterampilan membacanya. seperti memilih topik. Dengan portofolio perkembangan siswa dapat terlihat secara otentik. bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menulis. dan furniture. sistematis dan menarik. Guru melemparkan pertanyaan yang meminta siswa menjawab dengan kritis. pintu. Ciri-Ciri Kelas Whole Language Ada tujuh ciri yang menandakan kelas WL Pertama. Dalam hal ini. guru memberikan penilaian pada siswa selama proses pembelajaran berlangsung. sebaiknya anda juga membahas tentang pengarang dan ilustrator yang biasanya tertuis di halaman akhir. Peran guru di kelas Whole Language lebih sebagai fasilitator dan siswa mengambil alih beberapa tanggung jawab yang biasanya dilakukan guru. Ketiga. mendengarkan siswa berdiskusi baik dalam kelompok ataupun diskusi kelas. Nathan Gage in Brown mendefinisikan pengajaran sebagai berikut. Ciri kelas Whole Language. Poster hasil kerja siswa menghiasi dinding dan bulletin board. fasilitator. Hasil tulisan siswa dipajang tanpa ada tanda koreksi. Jangan mencoba menerapkan semua kompo nen sekaligus karena akan membingungkan siswa. Melalui pemaduan materi yang dipelajari dengan pengalaman keseharian siswa akan menghasilkan dasar-dasar pengetahuan yang mendalam. menyimak. dan berbicara. Meja ditata berkelompok agar memungkinkan siswa berdiskusi. kelas yang menerapkan WL penuh dengan barang cetakan. dan sudut belajar. Over Head Projector (OHP) dan transparansi digunakan untuk memperagakan proses menulis. Dalam independent reading siswa bertanggung jawab terhadap bacaan yang dipilihnya sehingga peran guru pun berubah dari seorang pemrakarsa. Tidak seperti pada shared reading. buku-buku yang ada di rumah. Mengajar berarti memandu dan memfasilitasi belajar memungkinkan pemelajar . Konferensi antara guru dan siswa memberi kesempatan pada siswa untuk melakukan penilaian diri dan melihat perkembangan diri. Siswa mendengarkan cerita melalui tape recorder untuk mendapatkan contoh membaca yang benar. Siswa yang mempresentasikan hasil tulisannya mendapatkan respons positif dari temannya. Dalam guided reading semua siswa membaca dan mendiskusi kan buku yang sama. Siswa bertanggung jawab sepenuhnya dalam proses menulis. Kegiatan ini merupakan kegiatan membaca yang penting dilakukan di kelas. di kelas Whole Language siswa berani mengambil resiko dan bebas bereksperimen. seperti berbicara dan menulis agar kegiatan Anda menjadi kegiatan berbahasa yang utuh dan riel. Siswa dapat saja mendapatkan buku dari berbagai sumber seperti perpustakaan kota/kabupaten. Dalam kegiatan ini proses writing. di kelas WL siswa belajar melalui model atau contoh. Hal ini penting dilakukan agar siswa sadar. anda telah melakukan shared reading. Salah satu sudut kelas diubah menjadi perpustakaan yang dilengkapi berbagai jenis buku. C. Keempat. Karya tulis siswa dan chart yang dibuat siswa menggantikan bulletin board yang dibuat guru. Siswa terlibat dalam kegiatan kelompok kecil atau keinginan individual. Kedua. selama pembelajaran berlangsung. dalam guided reading atau disebut juga membaca terbimbing. Agar siswa dapat belajar sesuai dengan tingkat perkembangannya maka di kelas tersedia buku dan materi yang menunjang. Hal ini dapat membangkitkan rasa percaya diri. Guided reading Komponen Whole Language yang kelima adalah guided reading. siswa berkesempatan untuk memperhatikan guru membaca sebagai model. 1994:7). memperbaiki. membaca bebas yang diberikan secara rutin walaupun hanya 10 menit sehari dapat meningkatkan kemampuan membaca pada siswa. bahwa pemberian feedback dilakukan dengan segera. Guru dan siswa bersama-sama melakukan kegiatan membaca.

Tidak terkecuali dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia. 5) berpikir kritis dan kreatif. ada delapan komponen yang harus ditempuh. 6) membantu individu untuk tumbuh dan berkembang. Materi pelajaran dalam konteks CTL tidak untuk ditumpuk di otak dan kemudian dilupakan.untuk belajar. Dalam pembelajaran bahasa secara . proses belajar diorientasi kan pd proses pengalaman scr langsung. Artinya.Pemahaman pengetahuan (understanding knowledge) berarti pengetahuan yang diperoleh bukan untuk dihafal. Dalam pendekatan kontekstual. CTL merupakan konsep belajar yang membantu para guru mengaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimiliki dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat. pengetahuan dan pengalaman yang diperolehnya harus dapat diaplikasikan dalam kehidupan nyata. Berikan kebebasan kepada setiap anak didik untuk mengkonstruksi ilmu yang diterimanya secara subjektif sehingga anak didik dapat menemukan sendiri cara belajar alamiah yang cocok dengan dirinya. hasil pembelajaran berlangsung alamiah dalam bentuk kegiatan siswa bekerja dan mengalami. Galilah kekayaan emosi yang ada pada diri setiap anak didik dan biarkan mereka mengekspresikannya dengan bebas. Hal ini sangat penting sebab dengan dapat mengkorelasikan materi yang ditemukan dengan kehidupan nyata. Berdasarkan pengertian di atas dapat dijelaskan bahwa pendekatan kontekstual adalah mempraktikkan konsep belajar yang mengaitkan materi yang dipelajari dengan situasi dunia nyata siswa. Elaine B. tetapi yang diutamakan adalah proses mencari dan menemukan sendiri materi pelajaran. Johnson. Pengetahuan baru itu dapat diperoleh dengan cara deduktif. g. bukan transfer pengetahuan dari guru kepada siswa. Jadi. f. materi yang dipelajarinya itu akan bermakna secara fungsional dan tertanam erat dalam memori siswa sehingga tidak akan mudah terlupakan. Johnson memberikan penjelasan bahwa Contextual Teaching Learning (CTL) adalah sebuah sistem belajar yang didasarkan pada filosofi bahwa siswa mampu menyerap pelajaran apabila mereka menangkap makna dalam materi akademis yang mereka terima. Dengan demikian. Dengan konsep itu. Hernowo (2005:93) menawarkan langkah-langkah praktis menggunakan strategi pembelajaran berdasarkan CTL. Di sisi lain. berarti pendekatan kontekstual bertujuan membekali siswa dengan pengetahuan yang secara fleksibel dapat diterapkan (ditransfer) dari satu permasalahan ke permasalahan lain dan dari satu konteks ke konteks lainnya. a. dan mereka menangkap makna dalam tugas-tugas sekolah jika mereka bisa mengaitkan informasi baru dengan pengetahuan dan pengalaman yang sudah mereka miliki sebelumnya. 3) Pendekatan Komunikatif Munculnya pendekatan komunikatif dalam pembelajaran bahasa bermula dari adanya perubahan-perubahan dalam tradisi pembelajaran bahasa di Inggris pada tahun 1960an menggunakan pendekatan situasional (Tarigan. Berdasarkan penjelasan di atas. Artinya. Kisahkan terlebih dahulu riwayat hidup sang tokoh atau temukan cara-cara sukses yang ditempuh sang tokoh dalam menerapkan ilmu yang dimilikinya. Menurut konsep CTL. CTL tidak hanya mengharapkan siswa dapat memahami materi yang dipelajarinya. d. Mempraktikkan pengetahuan dan pengalaman tersebut(applying knowledge). tetapi sebagai bekal bagi mereka dalam kehidupan nyata. b. Terdapat lima karakteristik penting dalam proses pembelajaran yang menggunakan CTL: a. menciptakan kondisi belajar. (b) keterampilan dan pengetahuan itu diperluas dari konteks yang terbatas (sempit) sedikit demi sedikit. dan juga memberi makna dalam kehidupan seharian mereka. Contextual Teaching and Learning (CTL) adalah suatu pendekatan pembelajaran yang menekankan kepada proses keterlibatan siswa secara penuh untuk dapat menemukan materi yang dipelajari dan menghubungkannya dengan situasi kehidupan nyata sehingga mendorong siswa untuk dapat menerapkannya dalam kehidupan mereka (Sanjaya. Artinya. Siswa secara bersama-sama membentuk suatu sistem yang memungkinkan mereka melihat makna di dalamnya. Demikian juga dengan pendekatan kontekstual yang berpusat pada siswa. Dari konsep tersebut ada tiga hal yang harus kita pahami. “Belajar akan lebih bermakna jika anak didik ‘mengalami’ apa yang dipelajarinya. e. Kontekstual adalah kaidah yang dibentuk berazaskan maksud kontekstual itu sendiri. d. 2005:61). Proses pembelajaran lebih dipentingkan daripada hasil. Pendekatan kontekstual dapat diterapkan dalam mata pelajaran apa saja. CTL mendorong agar siswa dapat menemukan hubungan antara materi yang dipelajari dengan situasi kehidupan nyata. siswa dituntut untuk dapat menangkap hubungan antara pengalaman belajar di sekolah dengan kehidupan nyata. tetapi gagal dalam membekali anak didik memecahkan persoalan dalam kehidupan jangka panjang (Hernowo. dan pekerja. 1989:270). c. Bimbing mereka untuk menggunakan emosi dalam setiap pembelajaran sehingga anak didik penuh arti (tidak sia-sia dalam belajar di sekolah). Pembelajaran yang berorientasi pada target penguasaan materi terbukti berhasil dalam kompetisi ‘mengingat’ jangka pendek. Pembelajaran yang kontekstual adalah pembelajaran dalam rangka memperoleh dan menambah pengetahuan baru (acquiring knowledge). Artinya. 3) melakukan pembelajaran yang diatur sendiri. (Elaine B. b. 4) bekerja sama. 8) menggunakan penilaian autentik (Elaine B. Kaitkan setiap mata pelajaran dengan seorang tokoh yang sukses dalam menerapkan mata pelajaran tersebut. Kedua. 2) me lakukan pekerjaan yg berarti. kontekstual seharusnya mampu membawa pelajar ke pemelajaran isi dan konsep yang berkenaan atau relevan bagi mereka. Pertama. tetapi bagaimana materi itu dapat mewarnai perilakunya dalam kehidupan seharihari. (c) Penting bagi siswa tahu ‘untuk apa’ ia belajar. 2005:109). Pengajaran merupakan kegiatan yang diciptakan oleh guru untuk memfasilitasi siswa dalam proses pembelajaran. Ketiga. Dalam CTL pembelajaran merupakan proses pengaktifan pengetahuan yang sudah ada (activing knowledge). yt: 1) Membuat keterkaitan-keterkaitan yang bermakna. Definisi di atas menunjukkan bahwa pengajaran tidak dapat dipisahkan dari pembelajaran. CTL menekankan kepada proses keterlibatan siswa untuk menemukan materi. Artinya. melainkan untuk dipahami dan diyakini. Artinya. pembelajaran dimulai dengan mempelajari secara keseluruhan kemudian memperhatikan detailnya. pengetahuan yang akan diperoleh siswa adalah pengetahuan yang utuh yang memiliki keterkaitan satu sama lain. apa yang akan dipelajari tidak terlepas dari pengetahuan yang sudah dipelajari. Hal ini dilakukan sebagai umpan balik untuk proses perbaikan dan penyempurnaan strategi. c. Upayakan agar ilmu-ilmu yang dipelajari di sekolah dapat memotivasi anak didik untuk mengulang dan mengaitkannya dengan kehidupan keseharian mereka.Rumuskan dan tunjukkan manfaat yang jelas dan spesifik kepada anak didik berkaitan dengan ilmu (mata pelajaran) yang diajarkan kepada mereka. 2007:14). Melakukan refleksi (reflecting knowledge) terhadap strategi pengembangan penget. Johnson). dan ‘bagaimana’ ia menggunakan pengetahuan dan keterampilan itu. Pengajaran merupakan kegiatan yang sangat memerlukan keterlibatan siswa. 7) mencapai standar yang tinggi. bukan sekedar ‘mengetahui’ apa yang dipelajarinya”. CTL mendorong siswa untuk dapat menerapkan pengetahuannya dalam kehidupan. pemelajaran kontekstual merupakan satu konsepsi pengajaran dan pembelajaran yang membantu guru mengaitkan bahan subjek yang dipelajari dengan situasi dunia sebenarnya dan memotivasikan pemelajar untuk membuat hubungan antara pengetahuan dengan aplikasinya dalam kehidupan harian mereka sebagai anggota keluarga. bukan dari ‘pemberian orang lain’. Dengan transfer diharapkan: (a) siswa belajar dari mengalami sendiri. masyarakat. e. Proses belajar dalam konteks CTL tidak mengharapkan agar siswa hanya menerima pelajaran.

1989:270). Dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Pengintegrasi annya diaplikasikan sesuai dengan kompetensi dasar yang perlu dimiliki siswa. Pendekatan komunikatif adalah suatu pendekatan yang bertujuan untuk membuat kompetensi komunikatif sebagai tujuan pembelajaran bahasa. aktivitas interpretatif. d. Misalnya. negosiasi makna atau kegiatan lain yang bersifat riil. (e) menyusun catatan secara logis. Demikian pula sebuah perintah. Misalnya. bahasa Indonesia dengan matematika atau dengan bidang studi lainnya. Langkah-langkah yang biasanya dilakukan adalah (a) penyajian dialog atau teks pendek yang dibacakan guru berulang-ulang dan siswa menyimak tanpa melihat teks yang dibaca. diutarakan. guru yang pandai mengintegrasikan penyampaian materi dapat menyebabkan siswa tidak merasakan perpindahan materi. f. dan membuat siswa lebih intensif. guru tidak secara langsung menyodorkan materi kalimat ke siswa tetapi diawali dengan membaca atau yang lainnya. (b) mengajukan pertanyaan untuk menghilangkan keraguan. mengakui dan menghargai saling ketergantungan bahasa. Teori Bahasa Pendekatan Komunikatif berdasarkan teori bahasa menyatakan bahwa pada hakikatnya bahasa adalah suatu sistem untuk mengekspresikan makna. juga merupakan produk yang dapat dilihat dan diamati. dalam perkembangan selanjutnya. yaitu: a. 3) Metode Produktif Metode produktif diarahkan pada berbicara dan menulis. aktivitas produksi lisan. dan manajer proses belajar. juga mengembangkan prosedurprosedur bagi pembelajaran 4 keterampilan berbahasa (menyimak. partisipan tugas dan tes. b) aneka simulasi. d) sidang-sidang konversasi. Yang dimaksud dengan komunikatif di sini adalah adanya respon dari lawan bicara. Silabus harus disusun searah dengan tujuan pembelajaran dan tujuan yang dirumuskan dan materi yang dipilih sesuai dengan kebutuhan siswa. Siswa harus banyak berbicara atau menuangkan gagasannya. dan menulis). (c) mengajukan pertanyaan untuk memperoleh lebih banyak informasi. bahasa diajarkan dengan cara mempraktikkan/melatihkan struktur-struktur dasar dalam berbagai kegiatan berdasarkan situasi yang bermakna. Integratif antarbidang studi merupakan pengintegrasian bahan dari beberapa bidang studi. Materi tidak dipisahpisahkan. Integratif terbagi menjadi interbidang studi dan antarbidang studi. berbicara. h. 4) Pendekatan Integratif Pendekatan Integratif dapat dimaknakan sebagai pendekatan yang menyatukan beberapa aspek ke dalam satu proses. 1989. Sebuah produk di sini dimaksudkan sebagai sebuah informasi yang dapat dipahami. atau peta. 1984:280. penelaah dan pengkajian. bila kita menulis lawan bicara kita adalah pembaca. penganalisis kebutuhan. Menurut mereka. Dengan begitu. dkk. Dengan begitu. 2. penyajian tanya jawab. yang perlu ditonjolkan adalah interaksi dan komunikasi bahasa. Setiap pembelajaran dispesifikkan ke dalam tujuan konkret yang merupakan produk akhir. yakni: a) improvisasi lakon-lakon pendek yang lucu. Setiap tujuan diorganisasikan ke dalam pembelajaran. Adapun garis kegiatan pembelajaran yang ditawarkan mereka adalah: penyajian dialog singkat. mendengarkan diintegrasikan dengan berbicara dan menulis. (d) membuat catatan. Materi ajar justru merupakan kesatuan yang perlu dikemas secara menarik. Prosedur-prosedur pembelajaran berdasarkan pendekatan komunikatif lebih bersifat evolusioner daripada revolusioner. dan d) berbagi informasi dengan kerja sama tak terbatas. atau disajikan ke dalam nonlinguistis. Metode itu muncul karena terlalu lamanya waktu yang ditempuh dalam belajar bahasa target. tapi juga bentuk dan maknanya. Ada delapan aspek yang berkaitan erat dengan pendekatan komunikatif (David Nunan. Kegiatan interaksi sosial terdiri atas 6 hal. Integratif sangat diharapkan dalam pembelajaran bahasa Indonesia. tidak ada harapan/masa depan untuk meneruskan mengajar gagasan yang tidak masuk akal terhadap peramalan bahasa berdasarkan peristiwaperistiwa situasional. konselor. Perpindahannya diatur secara tipis. b) berbagi dan mengolah informasi. Saat mengajarkan kalimat. untuk materi bahasan penyampaian pesan saja. pemberian tugas. sehingga siswa tidak hanya menguasai bentuk bahasa. 2001:66). laporan.situasional. dan pelatihan pola-pola kalimat berkalikali secara intensif. Dengan menggunakan metode produktif diharapkan siswa dapat menuangkan gagasan yang terdapat dalam pikirannya ke dalam keterampilan berbicara dan menulis secara runtun. perlu penguasaan bahasa dengan cepat. seperti halnya teori linguistik yang mendasari audiolingualisme. Siswa diberi latihan2 untuk mengasosiasikan kalimat dengan artinya melalui Metode Audiolingual Metode audiolingual sangat mengutamakan drill (pengulangan). ditolak di Amerika Serikat pada pertengahan tahun 1960-an dan para pakar linguistik terapan Inggris pun mulai mempermasalahkan asumsiasumsi yang mendasari pengajaran bahasa situasional. c. (c) penyajian kalimat dilatihkan dengan pengulangan. Tujuan itu dapat dipecah menjadi (a) memahami pesan. bahasa yang diajarkan dicurahkan pada lafal kata. Guru meminta siswa untuk mengulang-ulang sampai tidak ada kesalahan. penarikan simpulan. 4) Metode Langsung Metode langsung berasumsi bahwa belajar bahasa yang baik adalah belajar yang langsung menggunakan bahasa secara intensif dalam komunikasi. e) diskusi. Semua gagasan yang disampaikan dengan menggunakan bahasa yang komunikatif. Menulis diintegrasikan dengan berbicara dan membaca. Ciri utama pendekatan komunikatif adalah adanya 2 kegiatan yang saling berkaitan erat. Tujuan metode langsung adalah penggunaan bahasa secara lisan agar siswa dapat berkomunikasi secara alamiah seperti penggunaan bahasa Indonesia di masyarakat. Materi kebahasaan diintegrasikan dengan keterampilan bahasa. yakni: a) mengolah infomasi. membaca. b. (d) dramatisasi dialog atau teks yang dilatihkan kemudian siswa memperagakan di depan kelas. Apa yang dibutuhkan adalah suatu studi yang lebih cermat mengenai bahasa itu sendiri dan kembali kepada konsep tradisional bahwa ucapan-ucapan mengandung makna dalam dirinya dan mengekspresikan makna serta maksudmaksud pembicara dan penulis yang menciptakannya (Howatt. pelaksanaan evaluasi. yakni adanya kegiatan-kegiatan komunikatif fungsional (functional communi cation activies) dan kegiatankegiatan yang sifatnya interaksi sosial (social interaction activies). Dalam audiolingual yang berdasarkan pendekatan struktural itu. Interbidang studi artinya beberapa aspek dalam satu bidang studi diintegrasikan. Oleh karena itu. ditulis. bukan pengetahuan tentang bahasa.Tujuan mengembangkan kemampuan siswa untuk berkomunikasi (kompetensi dan performansi komunikatif). dalam Tarigan. Padahal untuk kepentingan tertentu. Jenis-Jenis Pembelajaran Indonesia 1) Metode Bahasa Desain yang bermuatan komunikatif harus mencakup semua keterampilan berbahasa. Teori belajar yang cocok untuk pendekatan ini adalah teori pemerolehan bahasa kedua secara alamiah. Peran siswa pemberi dan penerima. pelatihan lisan dialog yang disajikan. e. c) berbagi informasi dengan kerja sama terbatas. aktivitas komunikasi dapat terbangun secara menarik. Tipe kegiatan tukar menukar informasi. (b) peniruan dan penghafalan teks itu setiap kalimat secara serentak dan siswa menghafalkannya.. dan (e) pembentukan kalimat lain yang sesuai dengan yang dilatihkan 2) Metode Komunikatif . mendalam. Peranan materi pendukung usaha mening katkan kemahiran berbahasa dalam tindak komunikasi nyata. Contohnya menyampaikan pesan kepada orang lain yang sesuai dengan tujuan pembelajaran. c) dialog dan bermain peran. pesan. dan (f) menyampaikan pesan secara lisan. g. integratif interbidang studi lebih banyak digunakan. dalam Solchan T. dan f) berdebat. Bahkan. Sepucuk surat adalah sebuah produk. Peran guru fasilitator proses komunikasi. yang menekankan pada dimensi semantik dan komunikatif daripada ciriciri gramatikal bahasa. produk-produk tersebut dihasilkan melalui penyelesaian tugas yang berhasil. Kegiatan komunikatif fungsional terdiri atas 4 hal. Bila kita berbicara lawan bicara kita adalah pendengar. Namun.W.

Semua siswa dapat mengikuti proses pembelajaran dengan logika yang dipunyainya. dan berlaku sebagai subjek. Yang perlu dipahami adalah bahwa tema bukanlah tujuan tetapi alat yang digunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran. ikhtisar. Siswa berangkat dari konsep ke analisis atau dari analisis ke konsep kebahasaan. diagram. menulis. Yang ingin diperolah melalui kerja kelompok adalah kemampuan interaksi sosial. yaitu perspektif sosial. siswa dapat menemukan hasil belajar. Guru berperan sebagai pemandu yang penuh dengan motivasi. Berikut langkah-langkah metode membaca: (1) pemberian kosakata dan istilah yang dianggap sukar dari guru ke siswa. Hal semacam ini akan mendorong setiap anggota kelompok untuk memperjuangkan keberhasilan kelompoknya. presentasi. Jenis-Jenis Strategi Pembelajaran BI 1) Strategi Pembelajaran Langsung (Direct Instruction) Pembelajaran langsung adalah istilah yang sering digunakan untuk teknik pembelajaran ekspositoris. Dengan begitu. 6) Metode Membaca Metode membaca bertujuan agar siswa mempunyai kemampuan memahami teks bacaan yang diperlukan dalam belajar siswa. Dengan berpartisipasi aktif. pembelajaran dapat terjadi secara langsung dan bersifat student centered (berpusat pada siswa). Kerja kelompok kecil merupakan metode pembelajaran yang berpusat kepada siswa. merupakan iklim yang bagus. dan membuat peta pikiran dengan cepat. Melalui Cooperative Learning siswa didorong untuk bekerja sama secara maksimal sesuai dengan keadaan kelompoknya. Tema tidak disajikan secara abstrak tetapi diberikan secara konkret. Abrani. Dikatakan pembelajaran langsung karena guru menentukan tujuan yang harus dicapai melalui diskusi. bukan berarti guru harus pasif. bacaan dapat diberikan sehari sebelumnya) (3) Diskusi isi bacaan dapat melalui tanya jawab (4) Pembicaraan tata bahasa dilakukan dengan singkat. menambah pengetahuan atau pemahaman. 7) Metode Tematik Dalam metode tematik. rangkuman. konkret. atau membuat suatu keputusan. skema. Hal itu dilakukan jika dipandang perlu oleh guru (5) Pembicaraan kosakata yang relevan (6) Pemberian tugas seperti mengarang (isinya relevan dengan bacaan) atau membuat denah. serta mereka dapat menemukan hasil diskusi mereka. mereka secara aktif dan meningkatkan belajar. Metode ini dapat dilakukan untuk mengajarkan materi-materi khusus. peragaan. gambar. Begitu pula isi tema disajikan secara kontemporer sehingga siswa senang. atau teknik penyampaian semacam kuliah (sering juga digunakan istilah “chalck and talk”). setiap anggota harus memiliki tanggung jawab penuh terhadap kelompoknya. Diharapkan apa yang disampaikan itu dapat dikuasai siswa dengan baik. sebab dalam staretgi ini guru memegang peran yang sangat dominan. Namun. Fokus utama strategi ini adalah kemampuan akademik (academic achievement) siswa. Hubungan dinamis dalam lingkungan kelas merupakan landasan dan kerangka untuk belajar. Tugas guru hanyalah memonitor apa yang dikerjakan siswa. 8) Metode Kuantum Quantum Learning (QL) merupakan metode pendekatan belajar yang bertumpu dari metode Freire dan Lozanov. penggunaan. di mana setiap anggota kelompok menginginkan semuanya memperoleh keberhasilan. Konteks siswa menjadi tumpuan utama. Mengajar memecahkan . tetapi guru juga aktif dalam memfasilitasi belajar siswa dengan suara. Siswa dianggap sng penentu keberhasilan belajar. tindakan. Siswa didudukkan sebagai subjek belajar. Segala sesuatu dapat berarti setiap kata. kontemporer. Strategi pembelajaran langsung merupakan bentuk dan pendekatan pembelajaran yang berorientasi kepada guru (teacher centered approach). dan Chambers (1996) berpendapat bahwa belajar melalui kooperatif dapat dijelaskan dari beberapa perspektif. Bacaan dibaca dengan diam selama 10-15 menit (untuk mempercepat waktu. Oleh karena itu. Tema tersebut harus diolah dan disajikan secara kontekstualitas. gerakan. 9) Metode Diskusi Diskusi adalah proses pembelajaran melalui interaksi dalam kelompok. dan konseptual. dan rancangan pengajaran maka sejauh itulah proses belajar berlangsung. pandai berperan sebagai moderator dan kreatif. 3. Yang cepat harus membantu yang lambat karena penilaian akhir ditentukan oleh keberhasilan kelompok. mengatakan ada komponen yang sangat penting dalam strategi pembelajaran cooperative yaitu kooperatif dalam mengerjakan tugas-tugas dan kooperatif dalam memberikan dorongan atau motivasi. semua komponen materi pembelajaran diintegrasikan ke dalam tema yang sama dalam satu unit pertemuan. pikiran. serta mimik secara langsung. atau kemampuan akademik atau mungkin juga keduanya. 5) Metode Partisipatori Metode pembelajaran partisipatori lebih menekankan keterlibatan siswa secara penuh. Perspektif sosial artinya bahwa melalui kooperatif setiap siswa akan saling membantu dalam belajar karena mereka menginginkan semua anggota kelompok memperoleh keberhasilan. Dengan demikian keberhasilan setiap indivindu pada dasarnya adalah keberhasilan kelompok. tulisan dinding. QL mengutamakan kecepatan belajar dengan cara partisipatori peserta didik dalam melihat potensi diri dalam kondisi penguasaan diri. 3)Strategi PembelajaranProblem Solving Mengajar memecahkan masalah berbeda dengan penggunaan pemecahan masalah sebagai suatu strategi pembelajaran. pembelajar dapat mememori.demonstrasi. Slavin. Dikatakan demikian. Strategi pembelajaran Cooperative Learning mulai populer akhir2 ini. Konsep2 dasar tidak terlepas. 10) Metode Kerja Kelompok Kecil (SmallGroup Work) Mengorganisasikan siswa dalam kelompok kecil merupakan metode yang banyak dianjurkan oleh para pendidik. Bekerja secara tim dengan mengevaluasi keberhasilan sendiri oleh kelompok. 2) Strategi Pembelajaran Cooperative Learning Cooperative Learning adalah strategi pembelajaran yang menekankan kepada proses kerja sama dalam suatu kelompok yang biasa terdiri atas 3 sampai 5 orang siswa untuk mempelajari suatu materi akademik yang spesifik sampai tuntas. Menurut QL bahwa proses belajar mengajar adalah fenomena yang kompleks. dan asosiasi.menjawab suatu pertanyaan. dan sebaliknya keberhasilan individu adalah keberhasilan kelompok. artinya bahwa penghargaan yang diberikan kepada kelompok memungkinkan setiap anggota kelompok akan saling membantu. Melalui strategi ini guru menyampaikan materi pembelajaran secara terstruktur. dan sebagainya yang berkaitan dengan isi bacaan. Metode pembelajaran dengan kuliah dan demonstrasi merupakan bentuk-bentuk strategi pembelajaran langsung. Apa yang terjadi sekarang di lingkungan siswa juga harus terbahas dan terdiskusikan di kelas. membaca. dan sebagainya. artinya bahwa setiap siswa akan berusaha untuk memahami dan menimba informasi untuk menambah pengetahuan kognitifnya. Perspektif motivasi. Beberapa penulis seperti Slavin. dinamis. serta sejauh mana guru mengubah lingkungan. Perspektif perkembangan kognitif artinya bahwa dengan adanya interaksi antara anggota kelompok dapat mengembangkan prestasi siswa untuk berpikir mengolah berbagai informasi. Setiap anggota kelompok saling bertukar ide tentang suatu isu dengan tujuan untuk memecahkan suatu masalah. Johnson. Elaborasi kognitif. perspektif perkembangan kognitif dan perspektif elaborasi kognitif. Tema yang telah ditentukan haruslah diolah dengan perkembangan lingkungan siswa yang terjadi saat ini. dan pemahaman. mengontrol aktivitas siswa serta menentukan fokus dan keberhasilan pembelajaran. Dalam metode partisipatori siswa aktif. Kegagalan individu adalah kegagalan kelompok. Kerja sama di sini dimaksudkan setiap anggota kelompok harus saling bantu. Guru hanya bersifat sebagai pemandu atau fasilitator. & Johnson. Dikatakan berpusat kepada siswa karena sebagian besar input pembelajaran berasal dari siswa. Apabila proses diskusi melibatkan seluruh anggota kelas. Hal ini diberikan dengan definisi dan contoh ke dalam kalimat (2) Penyajian bacaan di kelas. Gaya belajar mengacu pada otak kanan dan otak kiri menjadi ciri khas QL. Siswa dituntut untuk memperoleh pengetahunan sendiri melalui bekerja secara bersama-sama.

dan sebagainya. P4QR singkatan dar Preview (membaca selintas dengan cepat). Penyerapan bahan belajar yang lebih kompleks memerlukan strategi mengulang kompleks. arah tempat. Siswa belajar menghubungkan berbagai macam topik atau ide dengan beberapa ide utama. Dengan demikian perbedaan keduanya terletak pada kedudukan pemecahan masalah itu. sedangkan pemecahan masalah adalah sebagai suatu strategi. Strategi tersebut tentunya perlu diajarkan ke siswa agar terbiasa dengan cara demikian. Bentuk strategi organisasi adalah Outlining. yakni membuat garis besar. dalam beberapa hal lebih efektif daripada outlining. recite. dan sederhana. yang lebih dikenal dengan pemetaan konsep. merefleksi. dan review atau membaca. Jadi. Mapping. hasil dari pemecahan maslah adalah tukar pendapat (sharing) di antara semua siswa. ketiga. Strategi tersebut juga berperan sebagai pengindentifikasian ide-ide atau fakta kunci dari sekumpulan informasi yang lebih besar. waktu tertentu. misalnya otak kiri mirip dengan komputer yang menerima dan menyimpan informasi. Analogi merupakan cara belajar dengan pembandingan yang dibuat untuk menunjukkan persamaan antara ciri pokok benda atau ide. daftar belanjaan. Ada beberapa ciri strategi pembelajaran dengan pemecahan masalah. Question (bertanya). Dengan mencatat. pertama. elaborasi atau organisasi. membuat catatan pinggir. Strategi Mnemonics terdiri atas pemotongan. Contoh lain dari strategi sederhana adalah menghafal nomor telepon. Pembuatan catatan adalah strategi belajar yang menggabungkan antara informasi yang dipunyai sebelumnya dengan informasi baru yang didapat melalui proses mencatat. akronim.siswa menggunakan banyak pendekatan dalam belajar. Sedangkan strategi pembelajaran pemecahan masalah adalah teknik untuk membantu siswa agar memahami dan menguasai materi pembelajaran dengan menggunakan strategi pemecahan masalah. kedudukan pemecahan masalah hanya sebagai suatu alat saja untuk memahami materi pembelajaran. kedua. 4) Strategi Mengulang Strategi mengulang sederhana digunakan untuk sekedar membaca ulang materi tertentu untuk menghafal saja. Dengan strategi elaborasi. . 6) Strategi Organisasi Strategi organisasi membantu pelaku belajar meningkatkan kebermaknaan bahan-bahan baru dengan struktur pengorganisasian baru. dan menuliskan kembali inti informasi yang telah diterima merupakan bagian dari mengulang kompleks. misalkan memecahkan soal-soal matematika. dan kata berkait. menanyakan pada diri sendiri. 5) Strategi Elaborasi Strategi elaborasi adalah proses penambahan rincian sehingga informasi baru akan menjadi lebih bermakna. Strategi organisasi terdiri atas pengelompokan ulang ide-ide atau istilah menjadi subset yang lebih kecil. Strategi elaborasi membantu pemindahan informasi baru dari memori di otak yang bersifat jangka pendek ke jangka panjang dengan menciptakan hubungan dan gabungan antara informasi baru dengan yang pernah ada. Mnemonics membentuk kategori khusus dan secara teknis dapat diklasifikasikan sebagai satu strategi. keempat. dan mengulang secara menyeluruh. Beberapa bentuk strategi elaborasi adalah pembuatan catatan. seketika. pengkodean lebih mudah dilakukan dan lebih memberikan kepastian. analogi. siswa dapat menuangkan ide baru dari percampuran dua informasi itu. dan PQ4R.persoalan untuk dipecahkan dan lebih disukai persoalan yang banyak kemungkinan cara pemecahanya. pembelajaran ditekankan kepada materi pelajaran yang mendukung persoalan. Mengajar memecahkan masalah berarti pemecahan masalah itu sebagai isi atau content dari pelajaran. siswa bekerja secara individual atau bekerja dalam kelompok kecil. Mnemonics membantu dengan membentuk asosiasi yang secara alamiah tidak ada yang membantu mengorganisasikan informasi menjadi memori kerja. reflect. Memori yang sudah ada di pikiran dimunculkan kembali untuk kepentingan jangka pendek.masalah adalah mengajar bagaimana siswa memecahkan suatu persoalan. P4QR merupakan strategi yang digunakan untuk membantu siswa mengingat apa yang mereka baca. Menggarisbawahi ide-ide kunci. dan 4R singkatan dari read. Strategi PQ4R merupakan strategi belajar elaborasi yang terbukti efektif dalam membantu siswa menghafal informasi bacaan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful