P. 1
Buku Plh Kelas 7 Smp

Buku Plh Kelas 7 Smp

5.0

|Views: 38,335|Likes:

More info:

Published by: rezna anggara saputra on Jul 17, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/18/2015

pdf

text

original

Indonesia memiliki aneka ragam sumber daya energi dalam jumlah

memadai namun tersebar tidak merata. Konsumsi energi tumbuh pesat

seiring pertumbuhan penduduk dan ekonomi. Sebagian besar beban

konsumsi berada di Jawa, pulau yang membutuhkan banyak energi,

namun yang tidak memiliki sumberdayanya sendiri dalam jumlah

memadai. Sebaliknya, banyak sumber energi terdapat di tempat berpen-

duduk sedikit, kegiatan ekonominya belum berkembang serta berjarak

cukup jauh dari Jawa.

Mobil pertama ciptaan Henry Ford di Amerika sebenarnya tidak

menggunakan bahan bakar fosil. Ketika pada tahun 1896 dia membuat

mobil pertamanya, Thin Lizzie, dia menjejalkan etanol ke tangki bahan

bakar untuk mesin dua silindernya. Tapi Ford akhirnya harus mengakui

bensin menjadi bahan bakar yang jauh lebih murah dan menghasilkan

tenaga lebih besar. Ford akhirnya menggunakan bensin dan industrinya

menjadi salah satu industri mobil terbesar di dunia.

Efisiensi juga menjadi kata kunci ketika Rudolph Diesel akhirnya

juga mengganti bahan bakar minyak kacang untuk mesin berkompresi

pertama yang dibuatnya, yang populer dengan sebutan mesin diesel,

yang diciptakannya tahun 1893. Itu dilakukan karena bahan bakar fosil

lebih murah, lebih bertenaga, dan pasokannya lebih pasti.

Bahan bakar fosil adalah sumber energi yang tidak terkalahkan

selama dua abad ini. Kini 80 persen dari pasokan energi dunia disumbang

oleh bahan bakar fosil. Enam miliar ton bahan bakar fosil yang kita gali

setiap tahun menghasilkan emisi gas rumah kaca. Emisi rumah kaca ini

membentuk selimut yang begitu tebal di atmosfer sehingga memerangkap

panas matahari di atmosfer dan meningkatkan suhu global.

PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP KELAS 7

SMP

Bab 7 Energi

61

Gambar 7.1 Skema Efek Rumah Kaca

Jika energi terbarukan yang ramah lingkungan tidak segera

dikembangkan secara global, lima tahun lagi dunia akan membutuhkan 99

juta barrel minyak bumi per hari. Itu artinya, kita akan menambah emisi

rumah kaca, yang sejak tahun 2004 sudah menyemburkan 27 miliar ton

karbon dioksida (CO2) ke atmosfer per tahun.

Penghasil emisi gas rumah kaca terbesar memang bukan

kendaraan, melainkan kebutuhan manusia akan listrik yang menyumbang

40 persen dari emisi karbon dioksida di dunia. Sebab sebagian besar

pembangkit listrik di dunia menggunakan bahan bakar fosil. Masalahnya,

sedikit sekali negara yang sudah mengembangkan sumber energi lain

seperti tenaga air, angin, panas matahari, panas bumi, bahkan ombak

laut.

Diet karbon

Penghematan listrik baik di rumah, di kantor, di tempat-tempat

umum, maupun industri menjadi hal berarti untuk mengurangi pemanasan

global. Penataan kota yang lebih ramah lingkungan, penghematan listrik di

PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP KELAS 7

SMP

Bab 7 Energi

62

gedung-gedung, tempat umum, dan perkantoran menjadi hal yang

semakin menjadi tuntutan. ”Kita misalnya harus mulai tahu berapa jejak

karbon kita. Kita harus paham bagaimana memilih peralatan elektronik

yang hemat listrik, mulai dari lampu, alat-alat rumah tangga, AC, televisi,

dan peralatan lainnya. Kita juga sudah harus mengenal konsep tentang

diet karbon,” ujar Ichiro Suganuma, Presiden Direktur PT Panasonic

Indonesia.

Diet karbon sebagai cara menekan emisi rumah kaca bisa

dilakukan anggota keluarga di rumah, misalnya dengan memahami jumlah

emisi dari setiap peralatan rumah tangga yang dipakai. ”Diet karbon bukan

cuma membutuhkan sikap, tapi juga pengetahuan memadai tentang emisi

dari setiap kegiatan kita,” ujar Suryopratomo, Direktur Pemberitaan

MetroTV.

Seandainya kita mengganti satu lampu pijar saja dengan lampu

hemat energi tipe compact fluorescent lamp (CFL) misalnya, kita akan

mengurangi emisi setara dengan pembakaran 23 kilogram batu bara

selama masa pakainya. Kalau hal ini dilakukan seluruh warga Jakarta

misalnya, maka pembakaran jutaan ton batu bara bisa dicegah.

”Penanganan global warming bukan hanya butuh kebijakan pemerintah

dan komitmen dunia usaha, tapi juga prakarsa individual di rumah, kantor,

atau tempat-tempat umum,” ujar Hanny Soema Di Pradja, CEO Delta

Female Indonesia.

Emisi Kendaraan Bermotor

Setelah kebutuhan listrik, penyebar emisi CO2 terbesar adalah asap

dari kendaraan, mulai dari mobil, motor, pesawat terbang, atau mesin

transportasi lain. Sumbangannya secara total 24 persen dari emisi CO2

dunia. Namun, kendaraan juga mengeluarkan emisi beracun, seperti

karbon monoksida, partikel logam, atau asap berbahaya yang

mengerikan.

PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP KELAS 7

SMP

Bab 7 Energi

63

”Pengembangan energi alternatif yang lebih ramah lingkungan dan

energi yang terbarukan terus kami kembangkan. Bahan bakar biodiesel

dari pohon jarak atau mobil berbahan bakar etanol adalah beberapa

contoh yang dikembangkan Pertamina,” ujar Basuki Trikora Putra, wakil

humas Pertamina.

Bahaya emisi kendaraan bermotor kini mengancam kita. Jumlah

kendaraan bermotor di dunia sudah lebih dari 880 juta unit. Di Indonesia,

produksi sepeda motor saja mencapai 4 juta unit per tahun dan akan terus

bertambah oleh permintaan yang terus meningkat.

Para pengambil kebijakan di banyak perkotaan juga tidak banyak

memberi disinsentif untuk pemilikan kendaraan karena pajak kendaraan

adalah pendapatan yang signifikan bagi pemerintah. Mobil hybrid yang

diproduksi beberapa pabrikan mobil misalnya, malah dikenakan pajak

lebih mahal dibanding mobil konvensional.

Di sisi lain, alternatif sepeda sebagai alat transportasi misalnya,

meski banyak dikampanyekan, belum juga menjadi pilihan menarik. ”Kalau

saya tinggal di Eropa yang hawanya sejuk mungkin saya mau naik sepeda

setiap hari. Tapi kalau di Indonesia yang suhunya panas begini, lalu

lintasnya semrawut, perilaku sopirnya ugal-ugalan, polusinya udaranya

parah, lajur sepeda tidak ada, buat apa naik sepeda. Sudah capek, tidak

sehat, tidak aman pula”. Jawaban yang masuk akal ini, lalu makin

membenarkan asumsi bahwa kita semua ikut berkontribusi terhadap

ancaman bencana yang akan menimpa kita. Tapi tidakkah sekarang

saatnya kita menyadari bahwa masa depan kita tergantung pada pilihan

kita sekarang. (Nugroho F Yudho, energi.yang.terus.membakar.bumi). Rabu, 25

November 2009 | 03:30 WIB

PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP KELAS 7

SMP

Bab 7 Energi

64

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->