PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP

Untuk SMP Kelas VII

Jilid

1

Pendidikan Lingkungan Hidup
Untuk Sekolah Menengah Pertama Kelas VII Jilid 1

    Tim Penulis:  1. Drs. Rudi Hartono, M.Si.  2. Dr. Sugeng Utaya M.Si.  3. Dra. Susriyati Mahanal, M.Pd.  4. Dr. Fathur Rohman, M.Si.  5. Drs. Yudhi Utomo, M.Si.  6. Neena Zakia, S.Si., M.Si.  7. Samsul Hidayat, S.Si., M.T.          Editor:  1. Dr. Mardi Wiyono, M.Pd.  2. Dr. Sutrisno, M.Si.        PUSAT PENELITIAN LINGKUNGAN HIDUP LEMBAGA PENELITIAN UNIVERSITAS NEGERI MALANG
Jalan Semarang 5 Malang 65145, Telp (0341) 551-312 psw 496 Fax (0341) 580311 Email: pplh@lemlit.um.ac.id • Website: http://www.lemlit.um.ac.id

Kerjasama dengan BADAN LINGKUNGAN HIDUP PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN 2009

PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP

KELAS 7 SMP

KATA PENGANTAR

Kami panjatkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas taufiq dan hidayah-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan penulisan buku ini. Buku ini dirancang untuk mendukung tercapainya tujuan

pembelajaran pendidikan lingkungan hidup di Sekolah Menengah Pertama atau Tsanawiyah. Buku Pendidikan Lingkungan Hidup untuk Sekolah Menengah Pertama Kelas VII Jilid 1 ini telah dirancang sesuai dengan kompetensi dasar yang telah ditetapkan dalam kurikulum pendidikan lingkungan hidup, mulai dari manusia dan lingkungan, memelihara kebersihan lingkungan, sumber daya alam, air, pencemaran udara, tanah dan lahan, energi, hutan, bencana alam, pesisir dan laut, sungai dan danau. Pada buku ini diberikan pula kasus/permasalahan yang harus diselesaikan oleh siswa sehingga akan melatih untuk bersikap dan berperilaku positif terhadap lingkungan. Kami berharap buku ini dapat bermanfaat untuk mengembangkan pengetahuan, sikap dan keterampilan siswa sehingga mampu menerapkan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari. Akhir kata, kami tunggu kritik dan saran untuk perbaikan buku ini di masa yang akan datang. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Badan Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur yang telah mempercayakan penyusunan buku ini kepada PPLH Lembaga Penelitian Universitas Negeri Malang. Malang, Desember 2009

Tim Penulis

Kata Pengantar

ii

PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP

KELAS 7 SMP

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR -------------------------------------------------------------- ii DAFTAR ISI-------------------------------------------------------------------------- iii BAB I MANUSIA DAN LINGKUNGAN --------------------------------------- 1 A. B. C. D. E. F. G. Manusia sebagai Makhluk Sosial --------------------------------- 1 Pengertian dan Komponen Ekosistem -------------------------- 3 Hubungan Timbal Balik Makhluk Hidup dan Lingkungan --- 8 Keanekaragaman Hayati-------------------------------------------- 10 Pemanfaatan Keanekaragaman Hayati ------------------------- 11 Rangkuman ------------------------------------------------------------ 14 Kasus/Permasalahan ------------------------------------------------ 14

BAB II MEMELIHARA KEBERSIHAN LINGKUNGAN------------------- 15 A. B. C. D. E. F. G. Pengertian Sampah -------------------------------------------------- 15 Jenis Sampah --------------------------------------------------------- 16 Pengelolaan Sampah ------------------------------------------------ 16 Kebersihan Lingkungan --------------------------------------------- 19 Dampak Sampah Terhadap Lingkungan ----------------------- 21 Rangkuman ------------------------------------------------------------ 22 Kasus/Permasalahan ------------------------------------------------ 22

BAB III SUMBER DAYA ALAM ------------------------------------------------ 23 A. Pendahuluan ----------------------------------------------------------- 23 B. Pengertian dan Jenis Sumberdaya Alam Terbarui (Renewable) dan Tidak Terbarui (Nonrenewable)------------ 24 C. Rangkuman ------------------------------------------------------------ 30 D. Kasus/Permasalahan ------------------------------------------------ 30 BAB IV AIR ------------------------------------------------------------------------- 31 A. B. C. D. E. F. Jenis Air ----------------------------------------------------------------- 31 Hidrosfer dan Sikulus Hidrologi ----------------------------------- 33 Pencemaran Air ------------------------------------------------------- 36 Dampak Pencemaran Air ------------------------------------------- 38 Rangkuman ------------------------------------------------------------ 40 Kasus/Permasalahan ------------------------------------------------ 40

Daftar Isi

iii

PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP

KELAS 7 SMP

BAB V PENCEMARAN UDARA ----------------------------------------------- 42 A. B. C. D. E. F. Pendahuluan ----------------------------------------------------------- 42 Pencemaran Udara--------------------------------------------------- 43 Sumber Pencemaran Udara dan Jenis Zat Pencemarnya - 44 Kebisingan dan Bau-------------------------------------------------- 47 Rangkuman ------------------------------------------------------------ 50 Kasus/Permasalahan ------------------------------------------------ 50

BAB VI TANAH DAN LAHAN -------------------------------------------------- 51 A. B. C. D. E. F. G. Pendahuluan ----------------------------------------------------------- 51 Pengertian Tanah Longsor ----------------------------------------- 52 Jenis-jenis Tanah Longsor ----------------------------------------- 52 Pencemaran Tanah -------------------------------------------------- 54 Dampak Pencemaran Tanah -------------------------------------- 55 Rangkuman ------------------------------------------------------------ 56 Kasus/Permasalahan ------------------------------------------------ 56

BAB VII ENERGI ------------------------------------------------------------------- 57 A. B. C. D. E. Pendahuluan ----------------------------------------------------------- 57 Sumber-sumber Energi---------------------------------------------- 58 Pemanfaatan Energi ------------------------------------------------- 60 Rangkuman ------------------------------------------------------------ 64 Kasus/Permasalahan ------------------------------------------------ 64

BAB VIII HUTAN ------------------------------------------------------------------- 65 A. Pendahuluan----------------------------------------------------------- 65 B. Kerusakan Hutan dan Penyebabnya ---------------------------- 66 C. Berbagai Kegiatan Manusia yang Menyebabkan Kerusakan Hutan ----------------------------------------------------- 67 D. Rangkuman ------------------------------------------------------------ 72 E. Kasus/Permasalahan ------------------------------------------------ 72 BAB IX BENCANA ALAM ------------------------------------------------------- 73 A. B. C. D. Pengertian dan Jenis Bencana Alam ---------------------------- 73 Mitigasi (Upaya Penanganan) Bencana Alam ----------------- 83 Rangkuman ------------------------------------------------------------ 86 Kasus/Permasalahan ------------------------------------------------ 86

Daftar Isi

iv

PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP

KELAS 7 SMP

BAB X PESISIR DAN LAUT ---------------------------------------------------- 87 A. B. C. D. E. Pendahuluan ----------------------------------------------------------- 87 Ekosistem Laut dan Pesisir ---------------------------------------- 88 Pengelolaan Pesisir -------------------------------------------------- 90 Rangkuman ------------------------------------------------------------ 92 Kasus/Permasalahan ------------------------------------------------ 92

BAB XI SUNGAI DAN DANAU ------------------------------------------------- 93 A. B. C. D. E. F. G. Ekosistem Sungai dan Danau ------------------------------------- 93 Manfaat Sungai dan Danau ---------------------------------------- 96 Pencemaran Sungai ------------------------------------------------- 96 Pengolahan Limbah -------------------------------------------------- 98 Sedimentasi dan Pendangkalan ---------------------------------- 100 Rangkuman ------------------------------------------------------------ 101 Kasus/Permasalahan ------------------------------------------------ 101

DAFTAR PUSTAKA--------------------------------------------------------------- 102

Daftar Isi

v

PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP

KELAS 7 SMP

BAB I MANUSIA DAN LINGKUNGAN
Standar Kompetensi: Memahami lingkungan sosial, lingkungan fisik, dan ekosistem.

Kompetensi Dasar: 1. Menjelaskan pengertian manusia sebagai makhluk sosial. 2. Mengidentifikasi bentuk hubungan sosial antar manusia. 3. Menyebutkan komponen ekosistem dan saling hubung antar komponen. 4. Mengidentifikasi pentingnya keanekaragaman makhluk hidup dalam pelestarian ekosistem.

Indikator: 1. Siswa dapat menjelaskan pengertian manusia sebagai makhluk sosial. 2. Siswa dapat mengidentifikasi bentuk hubungan sosial antar manusia. 3. Siswa dapat menyebutkan komponen ekosistem dan saling hubung antar komponen. 4. Siswa dapat Mengidentifikasi pentingnya keanekaragaman makhluk hidup dalam pelestarian ekosistem.

A. Manusia sebagai Makhluk Sosial Manusia sebagai makhluk Tuhan adalah makhluk pribadi sekaligus makhluk sosial, susila, dan religius. Sifat kodrati manusia sebagai makhluk pribadi, sosial, susila, dan religi harus dikembangkan secara seimbang, selaras, dan serasi. Perlu disadari bahwa manusia hanya mempunyai arti dalam kaitannya dengan manusia lain dalam masyarakat. Manusia mempunyai arti hidup secara layak jika ada di antara manusia lainnya. Tanpa ada manusia lain atau tanpa hidup bermasyarakat, seseorang tidak dapat menyelenggarakan hidupnya dengan baik.

Bab 1 Manusia dan Lingkungan

1

PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP

KELAS 7 SMP

Guna meningkatkan kualitas hidup, manusia memerlukan pendidikan, baik pendidikan yang formal, informal maupun nonformal. Dalam kenyataannya, manusia menunjukkan bahwa pendidikan merupakan pembimbingan diri sudah berlangsung sejak zaman primitif. Kegiatan pendidikan terjadi dalam hubungan orangtua dan anak. Di dalam kehidupannya, manusia tidak hidup dalam kesendirian. Manusia memiliki keinginan untuk bersosialisasi dengan sesamanya. Ini merupakan salah satu kodrat manusia adalah selalu ingin berhubungan dengan manusia lain. Hal ini menunjukkan kondisi yang interdependensi. Di dalam kehidupan manusia selanjutnya, ia selalu hidup sebagai warga suatu kesatuan hidup, warga masyarakat, dan warga negara. Hidup dalam hubungan antaraksi dan interdependensi itu mengandung konsekuensikonsekuensi sosial baik dalam arti positif maupun negatif. Keadaan positif dan negatif ini adalah perwujudan dari nilai-nilai sekaligus watak manusia bahkan pertentangan yang diakibatkan oleh interaksi antarindividu. Tiaptiap pribadi harus rela mengorbankan hak-hak pribadi demi kepentingan bersama. Dalam rangka ini dikembangkanlah perbuatan yang luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan. Pada zaman modern seperti saat ini manusia memerlukan pakaian yang tidak mungkin dibuat sendiri. Tidak hanya terbatas pada segi badaniah saja, manusia juga mempunyai perasaaan emosional yang ingin diungkapkan kepada orang lain dan mendapat tanggapan emosional dari orang lain pula. Manusia memerlukan pengertian, kasih sayang, harga diri pengakuan, dan berbagai rasa emosional lainnya. Tanggapan emosional tersebut hanya dapat diperoleh apabila manusia berhubungan dan berinteraksi dengan orang lain dalam suatu tatanan kehidupan bermasyarakat. Dalam berhubungan dan berinteraksi, manusia memiliki sifat yang khas yang dapat menjadikannya lebih baik. Kegiatan mendidik merupakan salah satu sifat yang khas yang dimiliki oleh manusia. Imanuel Kant

Bab 1 Manusia dan Lingkungan

2

PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP

KELAS 7 SMP

mengatakan, "manusia hanya dapat menjadi manusia karena pendidikan". Jadi jika manusia tidak dididik maka ia tidak akan menjadi manusia dalam arti yang sebenarnya. Hal ini telah terkenal luas dan dibenarkan oleh hasil penelitian terhadap anak terlantar. Hal tersebut memberi penekanan bahwa pendidikan memberikan kontribusi bagi pembentukan pribadi seseorang. Dengan demikian manusia sebagai makhluk sosial berarti bahwa disamping manusia hidup bersama demi memenuhi kebutuhan jasmaniah, manusia juga hidup bersama dalam memenuhi kebutuhan rohani.

B. Pengertian dan Komponen Ekosistem

Konsep Ekosistem Istilah ekosistem pertama kali diperkenalkan oleh Roy Clapham pada tahun 1930. Menurut Clapham dalam suatu ekosistem antara makhluk hidup dengan lingkungannya terjadi hubungan satu sama lain sebagai suatu unit. Athur Tansley, seorang ahli lingkungan Inggris pada tahun 1935 menggunakan istilah ekosistem untuk menggambarkan hubungan timbal balik antara komponen biotik dan komponen abiotik. Ekosistem merupakan kumpulan makhluk hidup (tumbuhan, hewan, organisme mikro) yang tinggal bersama-sama dalam suatu wilayah, saling berinteraksi membentuk suatu kesatuan yang komplek dan dinamis. Menurut Undang-Undang Pengelolaan Lingkungan Hidup No.23 th 1997: Ekosistem adalah tatanan secara utuh menyeluruh antara segenap unsur lingkungan hidup yang saling mempengaruhi. Jadi ekosistem adalah tatanan unsur lingkungan hidup yang merupakan kesatuan utuh menyeluruh dan saling mempengaruhi dalam membentuk keseimbangan, stabilitas, dan produktivitas lingkungan hidup. Semua makhluk hidup di dunia ini tidak ada yang hidup mandiri. Setiap makhluk hidup akan bergantung pada makhluk hidup lain dan lingkungan sekitarnya untuk memperoleh makanan, tumbuh dan

Bab 1 Manusia dan Lingkungan

3

PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP

KELAS 7 SMP

berkembang biak, serta tempat berlindung. Hubungan antara makhluk hidup dengan lingkungannya bersifat timbal balik dan komplek. Setiap mahluk hidup berada dalam lingkungannya masing-masing, yaitu lingkungan biotik dan lingkungan abiotik. Lingkungan biotik yaitu semua makhluk hidup yang berada di sekeliling organisme, dan lingkungan abiotik yaitu faktor-faktor tidak hidup seperti iklim (suhu, kelembaban, cahaya), tanah dan garam-garam mineral yang larut dalam tanah, air, udara dan lain-lain. Lingkungan abiotik dapat mempengaruhi makhluk hidup dan sebaliknya makhluk hidup dapat mempengaruhi lingkungan abiotik. Demikian juga makhluk hidup dapat empengaruhi makhluk hidup yang lainnya. Hubungan timbal balik antara makhluk hidup (komponen biotik) dengan lingkungan abiotik dikenal dengan istilah ekosistem atau sistem ekologi.

Komponen-Kompenen Ekosistem Ekosistem terdiri dari dua komponen utama yaitu kompoenen abiotik dan komponen biotik.

Komponen Biotik Komponen biotik merupakan komponen ekosistem berupa makhluk hidup yang dapat dikelompokkan berdasarkan perannya dalam rantai makanan meliputi produsen, konsumen, dan decomposer (pengurai). a. Produsen yaitu tumbuhan yang memiliki zat hijau daun. Produsen mampu menangkap energi matahari melalui fotosintesis dan menyerap nutrisi dari tanah, menyimpan energi untuk digunakan oleh tumbuhan itu sendiri dan oleh organisme lain. Rumput, semak, pohon, lumut, dan beberapa bakteri juga bersifat autotrof sehingga dikelompokkan ke dalam produsen. b. Konsumen adalah organisme yang tidak memiliki kemampuan untuk menangkap energi matahari, tetapi mengkonsumsi tanaman dan/atau hewan untuk memperoleh energi yang digunakan untuk pertumbuhan dan kegiatan. Konsumen dibagi lagi menjadi tiga jenis berdasarkan

Bab 1 Manusia dan Lingkungan

4

PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP

KELAS 7 SMP

pada kemampuan mereka untuk mencerna bahan tanaman dan hewan:

Herbivora hanya makan tumbuh-tumbuhan, seperti seperti rusa yang merumput di padang rumput lembah Columbia, atau serangga menggigit daun geranium yang lengket.

Omnivora makan baik tumbuhan dan binatang, seperti beruang hitam.

Karnivora hanya makan binatang, seperti elang ekor merah atau barat ular berbisa.

c. Dekomposer (pengurai), yaitu organisme yang memperoleh energi dengan cara menguraikan bahan organik mati (detritus), menyerap sebagian hasil penguraian dan melepaskan unsur-unsur dan senyawa yang pada gilirannya diperlukan oleh tumbuh-tumbuhan. Organisme yang termasuk dekomposer yaitu jamur, alga dan bakteri.

Komponen Abiotik Tumbuhan dan binatang-binatang untuk tumbuh dan beraktivitas memerlukan beberapa faktor-faktor abiotik. Faktor-faktor tersebut adalah Iklim (cahaya, temperatur, air, udara atau gas-gas di atmosfir) dan faktorfaktor edafik (tanah).

a. Iklim Iklim ditentukan oleh berbagai faktor yang berinteraksi seperti cahaya matahari, curah hujan, suhu dan pola angin yang terjadi di suatu daerah, dan merupakan komponen abiotik yang paling penting dari ekosistem. Suhu, bersama-sama dengan curah hujan, menentukan apakah suatu ekosistem berupa padang rumput, hutan, atau kombinasi keduanya. Jumlah dan distribusi curah hujan suatu daerah dalam setahun berpengaruh terhadap jenis dan produktivitas tanaman suatu ekosistem.

Bab 1 Manusia dan Lingkungan

5

PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP

KELAS 7 SMP

b. Cahaya Energi cahaya (cahaya matahari) adalah sumber energi utama dari hampir semua ekosistem termasuk ekosistem air tawar. Cahaya adalah energi yang digunakan oleh tumbuhan hijau (yang mengandung butir hijau daun) untuk proses fotosintesis yaitu suatu proses pembentukan zat organik dari zat anorganik. Faktor-faktor seperti banyaknya cahaya, intensitas cahaya, dan panjang periode terang (panjang siang) memainkan peran yang penting dalam satu ekosistem. Di dalam ekosistem-ekosistem akuatik, banyaknya cahaya merupakan suatu faktor pembatas. Cahaya matahari pada ekosistem perairan yang dalam hanya menembus pada kedalaman tertentu.

c. Suhu Suhu suatu perairan menggambarkan panas yang terdistribusi pada suatu volume tertentu di perairan itu. Matahari merupakan sumber panas utama untuk perairan. Suhu air dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti ketinggian tempat, suhu udara, dan iklim. Suhu sebagai salah satu faktor penentu dalam ekosistem perairan sangat berpengaruh terhadap penyebaran suatu spesies, karena setiap spesies memiliki kisaran toleransi terhadap suhu yang berbeda-beda. Distribusi tumbuhan dan binatang-binatang adalah sangat dipengaruhi oleh suhu yang ekstrim. Ekstremum-ekstremum di dalam temperatur sebagai contoh musim yang hangat. Berikut adalah contoh-contoh dari pengaruh suhu terhadap makhluk hidup dalam suatu ekosistem. Mekarnya bunga-bunga dari berbagai tumbuhan sepanjang hari dan malam sering karena perbedaan suhu antara siang malam. Bunga Wijayakusuma memerlukan suhu tertentu untuk mekar, itulah sebabnya bunga wijayakusuma mekar pada tengah malam. Pohon-pohon jati berganti daun setiap tahun menggugurkan daun-daun mereka pada waktu musim panas.

Bab 1 Manusia dan Lingkungan

6

PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP

KELAS 7 SMP

Binatang-binatang, dapat dibedakan antara yang ectothermic ("berdarah dingin" atau poikilothermic misalnya katak dan kadal) dan binatang-binatang yang endotermis ("berdarah panas" atau homothermic misalnya tikus dan kelinci). Di padang pasir terjadi perbedaan suhu yang lebih besar antara siang dan malam dan organisme-organisme mempunyai aktivitas dengan periode-periode yang terpisah; contohnya banyak kaktus berbunga pada malam hari dan diserbukkan oleh serangga-serangga pada malam hari.

d. Air Air merupakan habitat tumbuhan dan binatang akuatik. Air adalah penting bagi makhluk hidup dan semua organisma bergantung padanya untuk bertahan hidup. Tumbuhan dapat digolongkan ke dalam 3 kelompok menurut keperluan air mereka: • • • Hydrophyte adalah tumbuhan yang tumbuh dan berkembang dalam air misalnya, teratai. Mesofit adalah tumbuhan dengan persyaratan-persyaratan air sedang, contoh bunga mawar. Xerofita adalah tumbuhan yang berkembang dalam lingkunganlingkungan kering di mana mereka sering kali mengalami kekurangan air misalnya kaktus dan tumbuhan sukulenta. Pohon gaharu yang banyak tumbuh di Nusa Tenggara Timur adalah xerofita-xerofita.

e. Udara di atmosfer Udara yang paling penting yang digunakan oleh tumbuhan dan binatang adalah oksigen, gas CO2 dan Nitrogen. • • • Oksigen. Oksigen digunakan oleh semua organisma-organisma yang hidup selama pernapasan. Karbon dioksida. Karbon dioksida dibutuhkan oleh tumbuhan hijau selama fotosintesis. Nitrogen. Nitrogen bebas tidak dapat dimanfaatkan secara langsung oleh tumbuhan dan hewan. Hanya beberapa makhluk hidup prokariotik

Bab 1 Manusia dan Lingkungan

7

PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP

KELAS 7 SMP

(bakteri dan ganggang biru) yang mampu mengikat N2 bebas dari atmosfer. Tanaman memperoleh nitrogen dalam bentuk nitrat (NO3-) atau amonia (NH3). Nitrogen diubah menjadi nitrat atau amonia oleh bakteri yang tertentu dengan bantuan kilat.

f. Tanah (faktor edafik) Tanah berkembang dari bahan induk bagian atas dan merupakan campuran dari komponen komponen biotik dan komponen abiotik. Komponen abiotik tanah meliputi tekstur tanah (ukuran partikel tanah), udara tanah, suhu tanah, air tanah, larutan tanah dan pH. Komponen biotik tanah yaitu organisma-organisma tanah. Jenis bahan induk di daerah tertentu mempengaruhi tekstur tanah. Kombinasi tekstur tanah, aliran air dan kimia menentukan vegetasi yang tumbuh di daerah tersebut. Ukuran dari partikel-partikel tanah bervariasi dari tanah liat dengan partikel yang mikroskopis sampai pasir dengan partikel-partikel yang lebih besar. Tanah liat adalah suatu campuran dari partikel-partikel pasir dan tanah liat. Tanah berpasir mempunyai aerasi yang bagus, air yang berlebih dialirkan dengan dengan cepat, mengandung sedikit unsur hara yang diperlukan untuk pertumbuhan, dan mudah untuk dinanami. Tanah liat adalah cocok untuk pertumbuhan tanaman karena kaya akan mineral, tetapi sirkulasi udaranya jelek. Tanah memiliki banyak fungsi penting dalam ekosistem. Tanah menyediakan unsur hara bagi tumbuhan, dan menyediakan habitat penting bagi organisme tanah. Tanah adalah penghubung yang penting antara komponen biotik dan abiotik dari ekosistem padang rumput.

C. Hubungan Timbal Balik Mahluk Hidup dan Lingkungannya Keberlangsungan hidup suatu organisme bergantung pada lingkungannya. Makhluk hidup mendapatkan materi dan energi dari lingkungannya. Tumbuhan memerlukan materi (garam-garam mineral, air, oksigen, karbondioksida), dan cahaya matahari (energi) dari lingkungan. Tumbuhan mengubah bahan-bahan mentah dengan bantuan energi sinar

Bab 1 Manusia dan Lingkungan

8

PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP

KELAS 7 SMP

matahari menjadi zat gula (karbohidrat). Materi dan energi dari tumbuhan akan diteruskan ke hewan pemakan tumbuhan. Materi dan energi dari hewan pemakan tumbuhan diteruskan ke hewan pemakan daging. Materi dan energi yang berasal dari lingkungan abiotik akan kembali ke lingkungan abiotik. Tumbuhan bernafas mengambil oksigen dari lingkungan abiotik, tumbuhan mengeluarkan air dan karbondioksida ke lingkungan abiotik. Karbon dioksida dan air yang ada di lingkungan abioik diambil oleh tanaman lain untuk fotosintesis dengan bantuan energi matahari. Proses fotosintesis menghasilkan karbohidrat dan oksigen yang dikembalikan ke lingkungan abiotik. Selanjutnya oksigen yang ada di lingkungan abiotik dimanfaatkan oleh makhluk hidup lain untuk bernafas. Berdasarkan sejarah terbentuknya, ekosistem dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu: 1. Ekosistem Alami, yaitu ekosistem yang terbentuk secara alami, tanpa adanya pengaruh atau campur tangan manusia. Misalnya, ekosistem gurun pasir, ekosistem hutan tropis, ekosistem hutan gugur, ekosistem padang rumput. Setiap ekosistem mempunyai ciri khas. Ciri itu sangat ditentukan oleh faktor suhu, curah hujan, iklim, dan lain-lain. 2. Ekosistem Buatan, yaitu ekosistem yang sengaja dibuat oleh manusia. Misalnya, kolam, waduk, sawah, ladang, dan tanam. Pada umumnya, ekosistem buatan mempunyai komponen biotik sesuai dengan yang diinginkan pembuatnya. Pada ekosistem sawah, komponen biotik yang banyak, yaitu padi dan kacang. 3. Ekosistem Suksesi, yaitu ekosistem yang merupakan hasil suksesi lingkungan yang sebelumnya didahului oleh kerusakan. Pada

lingkungan demikian, jenis tumbuhan yang berkembang ditentukan oleh jenis organisme yang hidup di sekitarnya. Contoh ekosistem suksesi adalah ekosistem gunung Anak Krakatau.

Padang rumput adalah bagian penting dari bumi yang luasnya sekitar 25% dari permukaan bumi. Padang rumput menyediakan tanah yang luas untuk penggembalaan baik hewan liar maupun hewan

Bab 1 Manusia dan Lingkungan

9

PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP

KELAS 7 SMP

peliharaan, serta lahan datar yang cocok untuk bercocok tanam. Padang rumput terjadi di daerah yang beriklim panas dan curah hujan yang rendah. Salah satu jenis padang rumput luas yaitu savana. Savana berada di wilayah yang beriklim tropis terdapat di wilayah dengan curah hujan 50-130 cm per tahun, tetapi dengan musim kering yang panjang dan mudah terbakar. Savana yang terluas di dunia terdapat di Afrika dan di Australia. Tumbuhan yang berupa rerumputan dan pohonpohon yang hidup harus tahan terhadap musim kering dan api, maka jumlah jenis tumbuh-tumbuhan yang hidup di savana ini tidak banyak, tidak seperti yang hidup di hutan hujan tropis. Rumput-rumput dari marga Panicum, Pennisetum, Andropogon dan Imperata mendominasi

lingkungan ini, sedangkan pepohonan yang hidup di sana sama sekali berbeda dengan jenis pohon yang hidup di hutan hujan tropis. Di Afrika diantaranya terdapat pohon Acacia yang terbesar di savana. Di Indonesia padang savana ini dapat ditemukan di Taman Nasional (TN) Baluran dan TN Alas Purwo di Banyuwangi, Jawa Timur.

D. Keanekaragaman Hayati Para ahli biologi mendefinisikan keanekaragaman hayati atau biodiversitas sebagai keanekaragaman gen, spesies, dan ekosistem suatu wilayah. Bruce A. Wilcox dalam makalah yang dipresentasikan pada konferensi tentang Konservasi Alam dan Sumber Daya Alam untuk Taman Nasional Dunia di Bali pada tahun 1982 mendefinisikan keanekaragaman hayati adalah berbagai bentuk kehidupan di semua tingkat sistem biologis, yaitu molekul (gen), organisme, populasi, spesies, dan ekosistem. Selanjutnya, pada tahun 1992 Peserikatan Bangsa-Bangsa mengadakan KTT Bumi di Rio de Janeiro mendefinisikan keanekaragaman hayati sebagai variabilitas di antara organisme hidup dari semua sumber, termasuk antara ain darat, laut, dan ekosistem perairan. Keanekaragaman organisme ini termasuk keragaman spesies dalam ekosistem. Menurut Emil Salim keanekaragaman hayati atau biodiversitas adalah keadaan beragamnya ekosistem, jenis, dan variabilitas genetika.

Bab 1 Manusia dan Lingkungan

10

PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP

KELAS 7 SMP

Dari berbagai definisi tersebut secara singkat dapat di simpulkan bahwa keanekaragaman hayati adalah variasi kehidupan di semua tingkat biologi. Setiap individu mengandung ratusan gen bahkan ribuan gen, dan spesies terdiri dari banyak individu, sedangkan ekosistem merupakan kunpulan banyak spesies yang saling berinteraksi satu dengan yang lainya juga dengan lingkungan fisiknya. Dengan demikian di antara berbagai macam keanekaragaman hayati terjadi saling keterkaitan. Selain itu keanekaragaman hayati dapat dibedakan menjadi dua kategori, yaitu: 1) keanekaragaman hayati primer, yaitu kemungkinan terlestarikannya keanekaragaman hayati di hutan primer alamiah, cagar alam, dan tanaman suaka/kebun botani, kebun binatang dan sejenisnya, 2) keanekaragaman hayati sekunder adalah keanekaragaman spesies/ jenis yang dibudidayakan oleh manusia yang secara regular di tanam, dipelihara, dipanen, dibongkar untuk diganti dengan yang baru, baik spesies yang sama atau spesies lain. Tingkat kelestarian keanekaragaman hayati sekunder sangat labil, lebih ditentukan oleh nilai ekonomi, mutu produk, teknologi yang diharapkan dan budaya manusia pengelolanya.

E. Pemanfaatan Keanekaragaman Hayati Harus disadari bahwa keberadaan generasi sekarang dan seterusnya sangat bergantung pada keberadaan keanekaragaman hayati. Hal ini disebabakan betapa pentingnya manfaat keanekaragaman hayati bagi kelangsugan hidup manusia. Pemanfaatan keanekaragaman hayati berbeda-beda sesuai dengan karakteristik sumber keanekaragaman hayati. Namun secara umum keanekaragaman hayati mempunyai beberapa manfaat sebagai berikut.

1. Keseimbangan Alam Keanekaragaman hayati juga mendukung sejumlah proses-proses ekosistem alam seperti menjaga stabilitas iklim (mempertahankan persentase CO2, Oksigen, mencegah erosi, mempertahankan siklus air). Sejak zaman batu hilangnya spesies telah dipercepat oleh aktivitas

Bab 1 Manusia dan Lingkungan

11

PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP

KELAS 7 SMP

manusia. Laju kepunahan spesies sulit untuk diperkiraan, tapi telah diperkirakan sekarang laju kepunahan spesies 100 kali lebih cepat dibanding pada zaman batu. Hutan belantara dengan satwa liar telah banyak yang berubah menjadi lahan pertanian, pertambangan, dan perkotaan untuk manusia. Lebih parah lagi banyaknya pestisida untuk melindungi makanan manusia justru mempercepat hilangnya spesies. Sebagian besar jenis burung dapat hilang dalam kurun waktu 100 tahun. Hilangnya sebagian besar hutan dapat menyebabkan erosi dan berkurangnya oksigen di atmosfer.

2. Pertanian Keanekaragaman gen merupakan sumber plasma nutfah (sumber genetis) dalam bentuk varietas liar yang hidup secara alamiah di alam. Keragaman gen sangat penting untuk meningkatkan kualitas tanaman pangan seperti kentang, padi, gandum dan sebagainya. Peningkatan produksi tanaman budidaya selama 250 tahun terakhir telah banyak memanfaatkan keanekaragaman genetik yang berasal dari tanaman liar. Contoh ketika hama wereng menyerang sawah di Indonesia pada tahun1970-an, diuji 6,273 varietas padi tahan terhadap hama wereng dan ditemukan satu varietas padi yang tahan terhadap hama wereng. Tanaman yang heterogen (keanekaragaman tanaman) dapat membantu memulihkan system ketika jenis tanaman yang dominan diserang oleh suatu penyakit. Tanaman monokultur (kurangnya keanekaragaman hayati), merupakan faktor untuk beberapa bencana dalam sejarah pertanian. Keanekaragaman hayati yang tinggi dapat mengontrol

penyebaran penyakit tertentu . Keanekaragaman hayati dapat dimanfaatkan sebagai sumber pangan bagi manusia, Manusia menggunakan setidaknya 40.000 jenis tanaman dan hewan sebagai sumber makanan,tempat tinggal dan pakaian. Ada potensi yang belum dimanfaatkan untuk meningkatkan berbagai produk makanan yang cocok untuk dikonsumsi manusia.

Bab 1 Manusia dan Lingkungan

12

PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP

KELAS 7 SMP

3. Kesehatan Hubungan keanekaragaman hayati bagi kesehaan manusia

menjadi isu utama politik internasional. Masalah ini juga terkait dengan isu perubahan iklim, karena banyak resiko kesehatan yang diakibatkan olehi perubahan iklim, berhubungan dengan perubahan dalam keanekaragaman hayati (misalnya perubahan populasi dan penyebaran vektor penyakit, kelangkaan air bersih, dampak terhadap keanekaragaman hayati pertanian dan sumber makanan, dll). Beberapa masalah kesehatan dipengaruhi oleh keanekaragaman hayati termasuk kesehatan dan gizi, penyakit menular, ilmu kedokteran dan obat-obatan, sumber daya, sosial dan kesehatan psikologis dan kesejahteraan rohani). Keanekaragaman hayati juga dikenal memiliki peran penting dalam mengurangi risiko bencana, dan bantuan pasca-bencana dan upaya pemulihan. Salah satu masalah kesehatan utama yang berkaitan dengan keanekaragaman hayati adalah bahwa penemuan obat dan ketersediaan sumberdaya obat. Bagian penting dari obat-obatan yang diperoleh, secara langsung atau tidak langsung, dari sumber-sumber biologis; Chivian dan Bernstein melaporkan bahwa sedikitnya 50% dari senyawa farmasi di pasar di Amerika Serikat berasal dari senyawa alami yang ditemukan pada tumbuhan, hewan, dan mikroorganisme, sementara sekitar 80% penduduk dunia tergantung pada obat-obatan dari alam (digunakan dalam baik modern atau tradisional praktek medis) untuk pelayanan kesehatan. Selain itu, hanya sebagian kecil dari total keragaman spesies liar telah diselidiki berpotensi sebagai sumber-sumber baru obat-obatan.

Bab 1 Manusia dan Lingkungan

13

PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP

KELAS 7 SMP

F. Rangkuman Istilah ekosistem pertama kali diperkenalkan oleh Roy Clapham pada tahun 1930. Menurut Clapham dalam suatu ekosistem antara makhluk hidup dengan lingkungannya terjadi hubungan satu sama lain sebagai suatu unit. Athur Tansley, seorang ahli lingkungan Inggris pada tahun 1935 menggunakan istilah ekosistem untuk menggambarkan hubungan timbal balik antara komponen biotik dan komponen abiotik. Hubungan keanekaragaman hayati bagi kesehaan manusia menjadi isu utama politik internasional. Masalah ini juga terkait dengan isu perubahan iklim, karena banyak resiko kesehatan yang diakibatkan olehi perubahan iklim, berhubungan dengan perubahan dalam keanekaragaman hayati (misalnya perubahan populasi dan penyebaran vektor penyakit, kelangkaan air bersih, dampak terhadap keanekaragaman hayati pertanian dan sumber makanan dll).

G. Kasus/Permasalahan Terjadinya bencana lumpur Lapindo di Porong, Sidoarjo, telah mengubah kondisi lingkungan alam maupun lingkungan sosial. Cobalah untuk mengidentifikasi beberapa perubahan yang terjadi terhadap lingkungan alam dan sosial di Porong, Sidoarjo.

Bab 1 Manusia dan Lingkungan

14

PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP

KELAS 7 SMP

BAB II MEMELIHARA KEBERSIHAN LINGKUNGAN
Standar Kompetensi: Memahami sampah, jenis dan sumber sampah, serta dampak sampah terhadap kesehatan manusia dan lingkungan.

Kompetensi Dasar: 1. Mendeskripsikan pengertian sampah. 2. Mengidentifikasi jenis sampah. 3. Menjelaskan dampak sampah terhadap kesehatan manusia. 4. Menjelaskan dampak sampah terhadap lingkungan hidup. 5. Mengidentifikasi jenis sampah B3.

Indikator: 1. Siswa dapat mendeskripsikan pengertian sampah. 2. Siswa dapat mengidentifikasi jenis sampah. 3. Siswa dapat menjelaskan dampak sampah terhadap kesehatan manusia. 4. Siswa dapat menjelaskan dampak sampah terhadap lingkungan hidup. 5. Siswa dapat mengidentifikasi jenis sampah B3. 6. Siswa dapat menjelaskan cara pengelolaan sampah B3.

A. Pengertian Sampah Sampah adalah semua material yang dibuang dari kegiatan rumah tangga, perdagangan, industri dan kegiatan pertanian. Sampah yang berasal dari kegiatan rumah tangga dan tempat perdagangan dikenal dengan limbah municipal yang tidak berbahaya (non hazardous). Soewedo (1983) menyatakan bahwa sampah adalah bagian dari sesuatu yang tidak dipakai, tidak disenangi atau sesuatu yang harus dibuang, yang umumnya berasal dari kegiatan yang dilakukan manusia (termasuk kegiatan industri), tetapi bukan yang biologis.

Bab 2 Memelihara Kebersihan Lingkungan

15

PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP

KELAS 7 SMP

Sampah adalah bahan sisa yang sudah tidak dibutuhkan oleh manusia. Umumnya sampah dipisahkan menurut jenisnya seperti: sampah basah, sampah kering. Namun sampah dapat dipisahkan juga menurut asalnya, misalnya sampah rumah tangga, sampah industri, sampah rumah sakit. Sifat bahan kimia yang dikadung oleh sampah adalah yang paling penting karena ini akan menentukan sampah itu berbahaya atau tidak. Sampah yang berbahaya atau beracun biasanya disebut limbah beracun (sering disebut bahan beracun berbahaya atau B3) dan mengandung unsur-unsur kimia yang membahayakan serperti sampah batu baterai, limbah cair dari pabrik, partikel beracun dan sebagainya.

B. Jenis Sampah Menurut Hidayatullah Adronafis, sampah dipisahkan menurut jenisnya yaitu: 1. Sampah organik yaitu sampah yang terdiri dari bahan-bahan yang bisa terurai secara alamiah/ biologis. Misalnya adalah sisa makanan. 2. Sampah anorganik yaitu sampah yang terdiri dari bahan-bahan yang sulit terurai secara biologis sehingga penghancurannya membutuhkan penanganan lebih lanjut. Misalnya adalah plastik dan styrofoam. 3. Sampah B3 (bahan berbahaya dan beracun) yaitu sampah yang terdiri dari bahan-bahan berbahaya dan beracun. Misalnya adalah bahan kimia beracun. 4. Kompos adalah sampah yang teruraikan secara biologis, yaitu melalui pembusukan dengan bakteri yang ada di tanah, dan kerap digunakan sebagai pupuk.

C. Pengelolaan Sampah Bagaimana kehidupan masyarakat kita ke depan, jika persoalan sampah tidak segera diselesaikan? Permasalahan sampah bukan hanya berdampak pada persoalan lingkungan, tetapi juga telah menimbulkan kerawanan sosial dan bencana kemanusiaan.

Bab 2 Memelihara Kebersihan Lingkungan

16

PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP

KELAS 7 SMP

Berbagai kasus, seperti di Bantargerbang, Bojong Gede, dan Leuwigajah, mengingatkan kita bahwa persoalan sampah bukan hal yang sepele. Lalu, apa yang dapat kita lakukan agar sampah tidak menggunung dan membuat lingkungan tidak sehat? Sistem Pengelolaan Sampah Secara garis besar ada tiga sistem pengelolaan sampah. Dengan cara kimiawi melalui pembakaran, cara fisik melalui pembuangan di TPA, dan cara biologis melalui proses kompos. Yang lazim dilakukan untuk sampah dalam jumlah besar adalah secara fisik. Bagaimana siklus sistem pengelolaan sampah? Sampah dari rumah-rumah dikumpulkan dan disimpan dalam tempat atau kontainer sementara, untuk kemudian diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) untuk diolah sebelum dibuang. Mengapa sampah yang dibuang harus diolah dulu? Tumpukan mengundang sampah tikus, yang tidak diolah terlebih dulu dapat yang

lalat,

pertumbuhan

organisme-organisme

membahayakan, mencemari udara, tanah dan air. Bagaimana penanganan sampah di TPA? TPA sering juga disebut landfill, yaitu tempat pembuangan yang memiliki dasar impermeable (tidak tembus air) sehingga sampah yang diletakkan diatasnya tidak akan merembes hingga mencemari air dan tanah di sekitarnya. Sampah-sampah yang datang diletakkan secara berlapis, dipadatkan, dan ditutupi dengan tanah liat untuk mencegah datangnya hama dan menghilangkan bau. TPA umumnya dibuat untuk bisa menampung sampah selama jangka waktu beberapa tahun.

Bab 2 Memelihara Kebersihan Lingkungan

17

PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP

KELAS 7 SMP

Apa itu Insinerator? Insinerator adalah perangkat pembakaran sampah yang efisien dan bisa mengurangi polusi udara. Insinerator yang baik memiliki sistem penangkal pencemar udara di cerobongnya (walaupun tetap menyebabkan pencemaran udara), dan sanggup mengurangi volume sampah sampai 80%nya seusai dibakar. Prinsip 4R dalam menangani sampah Ada beberapa hal kreatif dan efektif yang bisa kita lakukan yaitu menerapkan prinsip 4R : Replace (mengganti), reduce (mengurangi), reuse (memakai lagi), dan recycle (mendaur ulang). 1. Replace (Ganti dengan barang ramah lingkungan) Teliti barang yang kita pakai sehari-hari. Gantilah barang barang yang hanya bisa dipakai sekalai dengan barang yang lebih tahan lama. Juga telitilah agar kita hanya memakai barang-barang yang lebih ramah lingkungan. Misalnya, ganti kantong keresek kita dengan keranjang bila berbelanja, dan jangan pergunakan styrofoam karena kedua bahan ini tidak bisa didegradasi secara alami. 2. Reduce (Kurangi sampah!) Yaitu usaha untuk mengurangi sampah dalam kegiatan sehari-hari seperti: a. Membawa tas belanja sendiri untuk mengurangi sampah kantong plastik pembungkus barang belanja. b. Membeli kemasan isi ulang untuk shampoo dan sabun daripada membeli botol baru setiap kali habis. c. Membeli susu, makanan kering, deterjen, dan lain-lain dalam paket yang besar dari pada membeli beberapa paket kecil untuk volume yang sama.

Bab 2 Memelihara Kebersihan Lingkungan

18

PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP

KELAS 7 SMP

3. Reuse (Gunakan sisa sampah yang masih bisa dipakai!) Coba cara-cara ini meliputi: a. Memanfaatkan botol-botol bekas untuk wadah. b. Memanfaatkan kantong plastik bekas kemasan belanja untuk pembungkus. c. Memanfaatkan pakaian atau kain-kain bekas untuk kerajinan tangan, perangkat pembersih (lap), maupun berbagai keperluan lainnya.

4. Recycle (Daur ulang sampah!) Daur ulang sendiri memang tidak mudah, karena kadang dibutuhkan teknologi dan penanganan khusus. Tapi teman-teman bisa membantu dengan cara-cara ini : a. Mengumpulkan kertas, majalah, dan surat kabar bekas untuk didaur ulang. b. Mengumpulkan sisa-sisa kaleng atau botol gelas untuk didaur ulang. c. Menggunakan berbagai produk kertas maupun barang lainnya hasil daur ulang.

D. Kebersihan Lingkungan Kebersihan adalah keadaan bebas dari kotoran, termasuk di antaranya, debu, sampah, dan bau. Di zaman modern, setelah Louis Pasteur menemukan proses penularan penyakit atau infeksi disebabkan oleh mikroba, kebersihan juga berarti bebas dari virus, bakteri patogen, dan bahan kimia berbahaya. Betapa pentingnya kebersihan bagi kehidupan manusia sebab banyak penyakit yang bisa ditimbulkan karena kondisi lingkungan hidup

Bab 2 Memelihara Kebersihan Lingkungan

19

PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP

KELAS 7 SMP

yang tidak bersih. Cobalah tengok tumpukan sampah yang menggunung, Kira-kira penyakit apakah yang bisa ditimbulkan dari sampah itu? Pada timbunan sampah biasanya hidup bermacam mikroba dan bakteri penyebab penyakit. Mikroba dan bakteri ini dapat berpindah ke mana-mana karena dibawa oleh lalat dan serangga lainya yang sering ada di tempat sampah. Bakteri dan mikroba dapat menyebabkan sakit perut atau diare, batuk-batuk dan infeksi saluran napas, penyakit kulit dan sebagainya. Infeksi saluran pernapasan penularannya melalui percikan ludah orang yang sudah terkena penyakit itu, maka sebaiknya hindari sebisa mungkin sumber penularan tersebut. Jadi kalau bersin dan batuk harus selalu ditutupi mulutnya, agar tak menular ke orang lain. Juga jangan meludah sembarangan. Kebiasaan meludah sembarangan ini sangat potensial menularkan beragam penyakit. Selain dapat menimbulkan penyakit, sampah yang menggunung juga tidak nyaman untuk dipandang. Dia juga menyebarkan bau busuk, menyebabkan pencemaran airtanah, udara atau lingkungan di sekitarnya. Kawasan wisata alam merupakan tempat yang menarik untuk dikunjungi, baik oleh wisatawan lokal maupun wisatawan mancanegara yang menyenangi nuansa alami. Selain itu kawasan wisata alam adalah sarana tempat terjadinya interaksi sosial dan aktivitas ekonomi. Untuk menjaring masyarakat dan wisatawan sebanyak mungkin, setiap kawasan wisata alam harus menjaga keunikan, kelestarian, dan keindahannya. Semakin banyak kunjungan wisatawan, maka aktivitas dikawasan tersebut akan meningkat, baik aktivitas sosial maupun ekonomi. Setiap aktivitas yang dilakukan, akan menghasilkan manfaat ekonomi bagi kawasan tersebut. Namun yang harus diingat adalah bahwa limbah atau sampah yang ditimbulkan dari kegiatan tersebut dapat mengancam kawasan wisata alam. Sampah apabila dibiarkan tidak dikelola dapat menjadi ancaman yang serius bagi kelangsungan dan kelestarian kawasan wisata alam.

Bab 2 Memelihara Kebersihan Lingkungan

20

PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP

KELAS 7 SMP

Sebaliknya, apabila dikelola dengan baik, sampah memiliki nilai potensial, seperti penyediaan lapangan pekerjaan, peningkatan kualitas dan estetika lingkungan, dan pemanfaatan lain sebagai bahan pembuatan kompos yang dapat digunakan untuk memperbaiki lahan kritis di berbagai daerah di Indonesia, dan dapat juga mempengaruhi penerimaan devisa negara.

E. Dampak Sampah Terhadap Lingkungan Dampak negatif yang ditimbulkan dari sampah yang tidak dikelola dengan baik adalah sebagai berikut: a. Gangguan Kesehatan: Timbulan sampah dapat menjadi tempat pembiakan lalat yang dapat mendorong penularan infeksi. Timbulan sampah dapat menimbulkan penyakit yang terkait dengan tikus; b. Menurunnya kualitas lingkungan c. Menurunnya estetika lingkungan Timbulan sampah yang bau, kotor dan berserakan akan menjadikan lingkungan tidak indah untuk dipandang mata; d. Terhambatnya pembangunan negara.

Dengan menurunnya kualitas dan estetika lingkungan, mengakibatkan pengunjung atau wisatawan enggan untuk mengunjungi daerah wisata tersebut karena merasa tidak nyaman, dan daerah wisata tersebut menjadi tidak menarik untuk dikunjungi. Akibatnya jumlah kunjungan wisatawan menurun, yang berarti devisa negara juga menurun (Sumber:
www.shantybio..transdigit.com, diakses Kamis, 3 Desember 2009 jam 09.43).

Bab 2 Memelihara Kebersihan Lingkungan

21

PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP

KELAS 7 SMP

F. Rangkuman Sampah adalah semua material yang dibuang dari kegiatan rumah tangga, perdagangan, industri dan kegiatan pertanian. Sampah yang berasal dari kegiatan rumah tangga dan tempat perdagangan dikenal dengan limbah municipal yang tidak berbahaya (non hazardous). Sampah juga merupakan bagian dari sesuatu yang tidak dipakai, tidak disenangi atau sesuatu yang harus dibuang, yang umumnya berasal dari kegiatan yang dilakukan manusia (termasuk kegiatan industri), tetapi bukan yang biologis.

G. Kasus/Permasalahan 1. Cobalah sebutkan sampah d sekitar kalian! Termasuk jenis sampah apakah itu? 2. Dapatkah kalian menjelaskan pengelolaan sampah yang ada di sekitarmu?

Bab 2 Memelihara Kebersihan Lingkungan

22

PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP

KELAS 7 SMP

BAB III SUMBER DAYA ALAM
Standar Kompetensi: Memahami pengertian, jenis dan pemanfaatan, serta kerusakan sumber daya alam.

Kompetensi Dasar: 1. Menjelaskan pengertian sumber daya alam terbarui (renewable) dan tidak terbarui (nonrenewable). 2. Mengidentifikasi jenis sumber daya alam terbarui dan tidak terbarui. 3. Menjelaskan pemanfaatan sumber daya alam terbarui dan tidak terbarui.

Indikator: 1. Siswa dapat menjelaskan pengertian sumber daya alam terbarui (renewable) dan tidak terbarui (nonrenewable). 2. Siswa dapat mengidentifikasi jenis sumber daya alam terbarui dan tidak terbarui. 3. Siswa dapat menjelaskan pemanfaatan sumber daya alam terbarui dan tidak terbarui.

A. Pendahuluan Ketersediaan sumberdaya alam untuk memenuhi kebutuhan dasar, dan tersedianya cukup ruang untuk hidup pada tingkat kestabilan sosial tertentu disebut daya dukung lingkungan. Singkatnya, daya dukung lingkungan ialah kemampuan lingkungan untuk mendukung perikehidupan semua makhluk hidup. Di bumi ini, penyebaran sumber daya alam tidak merata letaknya. Ada bagian bumi yang sangat kaya akan mineral, ada pula yang tidak. Ada yang baik untuk pertanian ada pula yang tidak. Oleh karena itu, agar pemanfaatannya dapat berkesinambungan, maka tindakan eksploitasi sumber daya alam harus disertai dengan tindakan perlindungan. Pemeliharaan dan pengembangan lingkungan

Bab 3 Sumber Daya Alam

23

PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP

KELAS 7 SMP

hidup harus dilakukan dengan cara yang rasional antara lain sebagai berikut : 1. Memanfaatkan sumber daya alam yang dapat diperbaharui dengan hati-hati dan efisien, misalnya: air, tanah, dan udara. 2. Menggunakan bahan pengganti, misalnya hasil metalurgi (campuran). 3. Mengembangkan metoda menambang dan memproses yang efisien, serta pendaurulangan (recycling). 4. Melaksanakan etika lingkungan berdasarkan falsafah hidup secara damai dengan alam.

B. Pengertian dan Jenis Sumberdaya Alam Terbarui (Renewable) dan Tidak Terbarui (Nonrenewable)

Macam-macam Sumber Daya Alam Sumber daya alam dapat dibedakan berdasarkan sifat, potensi, dan jenisnya. 1. Berdasarkan sifat Menurut sifatnya, sumber daya alam dapat dibagi 3, yaitu sebagai berikut : a) Sumberdaya alam yang terbarukan (renewable), sumber daya alam yang dapat diusahakan kembali keberadaannya dan dapat dimanfaatkan secara terus-menerus, misalnya: hewan, tumbuhan, mikroba, air, dan tanah. Disebut terbarukan karena dapat melakukan reproduksi dan memiliki daya regenerasi (pulih kembali). b) Sumberdaya alam yang tidak terbarukan (nonrenewable), sumber daya alam yang apabila digunakan secara terus-menerus akan habis, misalnya: minyak tanah, gas bumi, batu bara, dan bahan tambang lainnya. c) Sumber daya alam yang tidak habis, misalnya, udara, matahari, energi pasang surut, dan energi laut.

Bab 3 Sumber Daya Alam

24

PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP

KELAS 7 SMP

2. Berdasarkan potensi Menurut potensi penggunaannya, sumber daya alam dibagi beberapa macam, antara lain sebagai berikut. a) Sumber daya alam materi; merupakan sumber daya alam yang dimanfaatkan dalam bentuk fisiknya. Misalnya, batu, besi, emas, kayu, serat kapas, rosela, dan sebagainya. b) Sumber daya alam energi; merupakan sumber daya alam yang dimanfaatkan energinya. Misalnya batu bara, minyak bumi, gas bumi, air terjun, sinar matahari, energi pasang surut laut, kincir angin, dan lain-lain. c) Sumber daya alam ruang; merupakan sumber daya alam yang berupa ruang atau tempat hidup, misalnya area tanah (daratan) dan angkasa.

3. Berdasarkan jenis Menurut jenisnya, sumber daya alam dibagi dua sebagai berikut: a) Sumber daya alam nonhayati (abiotik); disebut juga sumber daya alam fisik, yaitu sumberdaya alam yang berupa benda-benda mati. Misalnya: bahan tambang, tanah, air, dan kincir angin. b) Sumber daya alam hayati (biotik); merupakan sumber daya alam yang berupa makhluk hidup. Misalnya: hewan, tumbuhan, mikroba, dan manusia.

Sumber daya alam yang dapat diperbarui Ialah sumber daya alam yang dapat diusahakan kembali keberadaannya dan dapat dimanfaatkan secara terus-menerus, contohnya: air, udara, tanah, hutan, hewan dan tumbuhan.

a) Air Air merupakan kebutuhan utama seluruh makhluk hidup. Bagi manusia selain untuk minum, mandi dan mencuci, air bermanfaat juga: 1. sebagai sarana transportasi 2. sebagai sarana wisata/rekreasi

Bab 3 Sumber Daya Alam

25

PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP

KELAS 7 SMP

3. sebagai sarana irigasi/pengairan 4. sebagai PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air) Cekungan di daratan yang digenangi air terjadi secara alami disebut danau, misalnya Danau Toba di Sumatera Utara. Sedangkan cekungan di daratan yang digenangi air terjadi karena buatan manusia disebut waduk, misalnya waduk Sermo di Kulon Progo dan Waduk Gajah Mungkur di Wonogiri (Jateng).

b) Udara Udara yang bergerak dan berpindah tempat disebut angin. Lapisan udara yang menyelimuti bumi disebut atmosfer. Lapisan Ozon berfungsi untuk melindungi bumi dari sinar ultraviolet yang dipancarkan oleh matahari.

c) Tanah Tanah adalah lapisan kulit bumi bagian atas yang terbentuk dari pelapukan batuan dan bahan organik yang hancur oleh proses alamiah. Tanah banyak dimanfaatkan untuk menanam sumber daya alam pertanian. Pertanian meliputi tanaman untuk makanan pokok, seperti padi, jagung dan sagu. Palawija terdiri dari ubi-ubian dan kacang-kacangan; dan holtikultura yang meliputi berbagai jenis sayuran dan buah-buahan.

d) Hewan Hewan di Indonesia dapat digolongkan menjadi dua, yaitu hewan liar dan hewan piaraan. Hewan liar ialah hewan yang hidup di alam bebas dan dapat mencari makan sendiri, misalnya dari jenis burung, ikan dan serangga. Hewan piaraan ialah hewan yang dipelihara untuk sekadar hobi atau kesenangan semata, misalnya burung perkutut, marmut, kucing dan kakaktua. Hewan ternak ialah hewan yang dikembangbiakkan untuk kemudian dimanfaatkan atau diperjualbelikan.

Bab 3 Sumber Daya Alam

26

PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP

KELAS 7 SMP

e) Tumbuhan
• Hutan

Hutan merupakan sebuah areal luas yang ditumbuhi beraneka ragam pepohonan. Dilihat dari jenis pohonnya, hutan dapat dibagi menjadi dua, yaitu: 1. Hutan Homogen ialah hutan yang ditumbuhi oleh satu jenis pohon/tanaman, misal: hutan jati, hutan pinus, hutan cemara dll. 2. Hutan Heterogen ialah hutan yang ditumbuhi oleh berbagai jenis pohon/tanaman. Dilihat dari arealnya, hutan dapat dibagi menjadi lima, yaitu sebagai berikut: 1. Hutan lindung ialah hutan yang berfungsi melindungi tanah dari erosi, banjir dan tanah longsor. 2. Hutan produksi ialah hutan yang berfungsi untuk menghasilkan berbagai produk industri dan bahan perlengkapan masyarakat, seperti kayu lapis, mebel, bahan bangunan dan kerajinan tangan. 3. Hutan wisata ialah hutan yang ditujukan khusus untuk menarik para wisatawan domestik (dalam negeri) maupun wisatawan mancanegara. 4. Hutan suaka alam ialah hutan yang berfungsi memelihara dan melindungi flora (tumbuhan) dan fauna (hewan). 5. Hutan mangrove ialah hutan bakau di tepi pantai yang berfungsi untuk menghindari daratan dari abrasi. Hasil hutan yang dapat dimanfaatkan oleh kita yaitu: kayu (jati, pinus, cemara, cendana), damar, rotan, bambu dll. Erosi ialah pengikisan tanah yang disebabkan oleh air hujan. Reboisasi ialah penanaman/ penghijauan kembali hutan yang telah gundul. Abrasi ialah penyempitan daratan akibat pengikisan tanah yang disebabkan oleh air laut. Korasi ialah pengikisan daratan yang disebabkan oleh angin.
• Pertanian

Pertanian di Indonesia menghasilkan berbagai macam tumbuhan, antara lain padi, jagung, kedelai, sayur-sayuran, cabai, bawang dan

Bab 3 Sumber Daya Alam

27

PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP

KELAS 7 SMP

berbagai macam buah-buahan, seperti jeruk, apel, mangga, dan durian. Indonesia dikenal sebagai negara agraris karena sebagian besar penduduk Indonesia mempunyai pencaharian di bidang pertanian atau bercocok tanam.
• Perkebunan

Jenis tanaman perkebunan yang ada di Indonesia meliputi karet, cokelat, teh tembakau, kina, kelapa sawit, kapas, cengkih dan tebu. Berbagai jenis di antara tanaman tersebut merupakan tanaman ekspor (kegiatan mengirim barang ke luar negeri ) yang menghasilkan devisa (tabungan bagi negara ). Hasil pertanian dan perkebunan antara lain: Padi Merupakan bahan baku nasi yang menjadi makanan pokok masyarakat Indonesia. Jagung Bahan membuat makanan ternak di samping sebagai makanan pokok daerah tertentu Karet Bahan baku pembuatan ban mobil atau motor/sepeda dan bahan isolator. Kapas Bahan baku tekstil Tembakau Bahan baku rokok dan obat Kopi Bahan baku pembuatan minuman Tebu Untuk bahan baku gula pasir Vanili Untuk penyedap rasa Agave Bermanfaat untuk pembuatan tali

Bab 3 Sumber Daya Alam

28

PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP

KELAS 7 SMP

Rosela Bermanfaat untuk bahan pembuatan karung goni Kina Untuk membuat obat malaria

Sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui Ialah sumber daya alam yang apabila digunakan secara terusmenerus akan habis. Biasanya sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui berasal dari barang tambang (minyak bumi dan batu bara) dan bahan galian (emas, perak, timah, besi, nikel dan lain-lain).

Batubara Batubara berasal dari tumbuhan purba yang telah mati berjuta-juta tahun yang lalu. Batubara banyak digunakan sebagai bahan bakar untuk keperluan industri dan rumah tangga.

Minyak Bumi Minyak bumi berasal dari hewan (plankton) dan jasad-jasad renik yang telah mati berjuta-juta tahun. Dari minyak bumi dapat dibuat antara lain: Avtur untuk bahan bakar pesawat terbang; Bensin untuk bahan bakar kendaraan bermotor; Kerosin untuk bahan baku lampu minyak; Solar untuk bahan bakar kendaraan diesel; LNG (Liquid Natural Gas) untuk bahan bakar industri; Oli ialah bahan untuk pelumas mesin; Vaselin ialah salep untuk bahan obat; Parafin untuk bahan pembuat lilin; dan Aspal untuk bahan pembuat jalan (dihasilkan di Pulau Buton)

• •

Emas dan perak untuk perhiasan Besi dan timah Besi berasal dari bahan yang bercampur dengan tanah, pasir dan sebagainya. Besi merupakan bahan endapan dan logam yang berwarna putih. Timah berasal dari bijih-bijih timah yang

Bab 3 Sumber Daya Alam

29

PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP

KELAS 7 SMP

tersimpan di dalam bumi.Biji Besi digunakan untuk peralatan rumah tangga, pertanian dan lain-lain • • • • • • • • • Tembaga, merupakan jenis logam yang berwarna kekuning-kuningan, lunak dan mudah ditempa. Bauksit sebagai bahan dasar pembuatan alumunium. Marmer untuk bahan bangunan rumah atau gedung Belerang untuk bahan obat penyakit kulit dan korek api Yodium untuk obat dan peramu garam dapur beryodium Nikel untuk bahan pelapis besi agar tidak mudah berkarat. Gas Alam untuk bahan bakar kompor gas Mangaan untuk pembuatan pembuatan besi baja Grafit bermanfaat untuk membuat isi pensil

C. Rangkuman Sumber daya alam dapat dibedakan berdasarkan sifat, potensi, dan jenisnya. Menurut sifatnya, sumber daya alam dapat dibagi 3, yaitu sebagai berikut : • Sumber daya alam yang terbarukan (renewable), sumber daya alam yang dapat diusahakan kembali keberadaannya dan dapat dimanfaatkan secara terus-menerus, misalnya: hewan, tumbuhan, mikroba, air, dan tanah. Disebut terbarukan karena dapat melakukan reproduksi dan memiliki daya regenerasi (pulih kembali). • Sumber daya alam yang tidak terbarukan (nonrenewable), sumber daya alam yang apabila digunakan secara terus-menerus akan habis, misalnya: minyak tanah, gas bumi, batu bara, dan bahan tambang lainnya. • Sumber daya alam yang tidak habis, misalnya, udara, matahari, energi pasang surut, dan energi laut.

D. Kasus/Permasalahan 1. Coba sebutkanlah sumber daya yang dipakai sehari-hari di rumahmu! 2. Termasuk sumber daya apa yang dipakai di rumahmu itu?

Bab 3 Sumber Daya Alam

30

PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP

KELAS 7 SMP

BAB IV A I R

Standar Kompetensi: Mengenal jenis-jenis air, siklus hidrologi dan pencemaran air.

Kompetensi Dasar: 1. Mengidentifikasi perbedaan sifat air bersih dan air kotor. 2. Menjelaskan peristiwa terjadinya siklus hidrologi di bumi. 3. Menjelaskan pentingnya siklus hidrologi bagi kehidupan di bumi. 4. Mendefinisikan pencemaran air menurut peraturan perundangundangan. 5. Menjelaskan penyebab terjadinya pencemaran air. 6. Menyebutkan dampak pencemaran air terhadap lingkungan hidup. 7. Menyebutkan dampak pencemaran terhadap kesehatan manusia. Indikator: 1. Siswa dapat mengidentifikasi perbedaan sifat air bersih dan air kotor. 2. Siswa dapat menjelaskan peristiwa terjadinya siklus hidrologi di bumi. 3. Siswa dapat menjelaskan pentingnya siklus hidrologi bagi kehidupan di bumi. 4. Siswa dapat mendefinisikan pencemaran air menurut peraturan perundang-undangan. 5. Siswa dapat menjelaskan penyebab terjadinya pencemaran air. 6. Siswa dapat menyebutkan dampak pencemaran air terhadap lingkungan hidup. 7. Siswa dapat menyebutkan dampak pencemaran terhadap kesehatan manusia.

A. Jenis Air Air, dalam hal ini adalah semua air yang terdapat di atas, maupun di bawah permukaan tanah. Air dalam pengertian ini termasuk air permukaan, air tanah, air hujan, dan air laut yang dimanfaatkan di darat. Jumlah air di bumi relatif tetap, yakni sebesar kurang lebih 1,4 miliar km3 atau hampir 97,5% air di dunia dalam keadaaan asin. Bila dianggap

Bab 4 Air

31

PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP

KELAS 7 SMP

permukaan bumi ini seragam (tanpa lembah dan gunung), maka jumlah air sebesar itu akan menutup rata seluruh permukaan bumi sedalam 2,6 km. Air dalam jumlah sebesar itu, hanya 2,5% air di dunia yang bersifat tawar, sekitar 1,7% tersimpan dalam bentuk es, terutama sekali di daerah kutub, sedangkan 0,1% berada di atmosfer sebagai uap air. Dari seluruh air tawar di bumi, sekitar dua pertiga berwujud es di kutub. Sementara sebagian besar dari sepertiga sisa air tawar berupa air tanah yang berada pada kedalaman 200 – 600 m di bawah permukaan tanah. Dari seluruh air tawar, hanya 0,006% yang mengalir di permukaan bumi, sementara kandungan air tawar dalam tubuh makhluk hidup seluruhnya hanya sebesar 0,003% yakni sekitar setengah dari jumlah air tawar di danau, sungai dan rawa-rawa di bumi kita. Jumlah tersebut relatif kecil jika dibandingkan dengan seluruh jumlah air di dunia. Kendati secara harfiah dunia tidak kehabisan air, di berbagai tempat dan sebagian besar proporsi penduduk dunia. Sekitar 700 juta penduduk di 43 negara hidup di bawah ambang batas kebutuhan air minimum yaitu 1,700 meter kubik per orang per tahun. Dalam 20 tahun, 3 milyar penduduk dunia akan hidup di bawah ambang batas tersebut. Meningkatnya kebutuhan air akibat perluasan kota, industri, pertanian, serta tuntutan akan energi semakin menyulitkan kondisi masyarakat miskin sudah rentan terhadap ketersediaan makanan dan mata pencarian. Disekitar kita dapat ditemui air dari sungai yang besar, sering melimpah pada musim hujan namun kenyataan dalam kehidupan masyarakat dinyatakan kekurangan air. Keadaan demikian berarti tidak semua jenis air yang dibutuhkan oleh manusia, manusia membutuhkan air bersih untuk kebutuhan rumah tangga terutama untuk minum, memasak, mandi dan kegiatan rumah tangga lainnya. Air bersih secara fisik dapat dikenali bersifat tidak berwarna, tidak berbau dan tidak berasa. Bila disyaratkan lebih rinci air bersih seharusnya juga harus memenuhi kriteria air parameter kimiawi dan biologis. Sebaliknya air yang tidak mempunyai sifat salah satu parameter fisika sudah dikategorikan air kotor, tentunya dimungkinkan tidak meme-

Bab 4 Air

32

PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP

KELAS 7 SMP

nuhi kriteria parameter kimiawi maupun biologis. Air yang berwarna dapat disebabkan banyak faktor, seperti: terlarutnya butiran tanah permukaan atau debu, adanya proses alam pelapukan bahan-bahan organik oleh mikroorganisme pada sumber air yang menggenang, atau masuknya bahan-bahan kimia sehingga mengubah warna air. Air berbau menunjukkan adanya bahan-bahan lain yang larut dalam air, misal bahan organik membusuk mengeluarkan gas ammonia sehingga berbau sengak, air yang tercampur bahan organik, darah, sisa cucian daging atau ikan akan menghasilkan bau air anyir. Air murni tidak berasa, bila dalam air terlarut bahan-bahan kimia lain bisa menjadi pahit atau masam sehingga air tersebut tidak layak digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Sumber penyebab air kotor bisa karena kejadian alam, air hujan yang membawa kotoran, banjir yang membawa lumpur. Air kotor alam sifatnya sesaat tetapi bisa pada wilayah yang sangat luas. Air kotor yang berasal dari kegiatan manusia banyak kita jumpai baik domestik yaitu limbah rumah tangga dan pertanian serta limbah industri yang sifatnya terus menerus, sehingga terkumpul di sungai menjadi air kotor sulit dikendalikan.

B. Hidrosfer dan Siklus Hidrologi Hidrosfer adalah lapisan air yang menyelimuti permukaan bumi. Kata hidrosfer berasal dari kata hidros yang berarti air dan sphere yang berarti lapisan. Hidrosfer di permukaan bumi meliputi danau, sungai, laut, lautan, salju atau gletser, air tanah dan uap air yang terdapat di lapisan udara. Air merupakan salah satu sumber daya secara alamiah dapat diperbaharui (renewable), bukan berarti air yang habis dapat dibuat air baru tetapi dapat diperbarui dalam kualitas dan adanya perubahan wujud serta dapat mengalami perpindahan. Air mempunyai daya regerenasi dalam suatu sirkulasi yang disebut siklus air. Ilmu yang mempelajari tentang hidrosfer disebut hidrologi.

Bab 4 Air

33

PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP

KELAS 7 SMP

Siklus Hidrologi Siklus air atau siklus hidrologi adalah sirkulasi air yang tidak pernah berhenti dari atmosfer ke bumi dan kembali ke atmosfir melalui kondensasi, presipitasi, evaporasi dan transpirasi (Gambar 4.1). Pemanasan air laut oleh sinar matahari merupakan kunci proses siklus hidrologi tersebut dapat berjalan secara terus menerus. Air berevaporasi, kemudian jatuh sebagai presipitasi dalam bentuk hujan, salju, hujan batu, hujan es dan salju (sleet), hujan gerimis atau kabut. Pada perjalanan menuju bumi beberapa presipitasi dapat

berevaporasi kembali ke atas atau langsung jatuh yang kemudian diintersepsi oleh tanaman sebelum mencapai tanah. Setelah mencapai tanah, siklus hidrologi terus bergerak secara kontinu dalam tiga cara yang berbeda:

Evaporasi/transpirasi - Air yang ada di laut, di daratan, di sungai, di tanaman, dsb. kemudian akan menguap ke angkasa (atmosfer) dan kemudian akan menjadi awan. Pada keadaan jenuh uap air (awan) itu akan menjadi bintik-bintik air yang selanjutnya akan turun (precipitation) dalam bentuk hujan, salju, es.

Presipitasi merupakan proses pengendapan air di awan dalam bentuk embun selanjutnya jatuh dari atmosfer ke permukaan bumi dalam bentuk yang berbeda, bisa berupa hujan, hujan es batu (hail), atau salju

Infiltrasi/Perkolasi ke dalam tanah - Air bergerak ke dalam tanah melalui celah-celah dan pori-pori tanah dan batuan menuju muka air tanah. Air dapat bergerak akibat aksi kapiler atau air dapat bergerak secara vertikal atau horizontal di bawah permukaan tanah hingga air tersebut memasuki kembali sistem air permukaan.

Air Permukaan - Air bergerak di atas permukaan tanah dekat dengan aliran utama dan danau; makin landai lahan dan makin sedikit pori-pori tanah, maka aliran permukaan semakin besar. Aliran permukaan tanah dapat dilihat biasanya pada daerah urban. Sungai-sungai bergabung satu sama lain dan membentuk sungai

Bab 4 Air

34

PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP

KELAS 7 SMP

utama yang membawa seluruh air permukaan di sekitar daerah aliran sungai menuju laut.

Air permukaan, baik yang mengalir maupun yang tergenang (danau, waduk, rawa), dan sebagian air bawah permukaan akan terkumpul dan mengalir membentuk sungai dan berakhir ke laut. Proses perjalanan air di daratan itu terjadi dalam komponen-komponen siklus hidrologi yang membentuk sistem Daerah Aliran Sungai (DAS). Jumlah air di bumi secara keseluruhan relatif tetap, yang berubah adalah wujud dan tempatnya.

Gambar 4.1 Siklus Hidrologi

Bab 4 Air

35

PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP

KELAS 7 SMP

C. Pencemaran Air

Gambar 4.2 Pencemaran Air

Air merupakan sumber yang penting bagi kehidupan manusia. Tanpa air dunia akan menjadi sebuah planet yang tidak bernyawa. 3/4 bagian bumi diliputi oleh air dan lebih 2/3 dari pada berat badan manusia adalah air. Pada umumnya seorang manusia menggunakan 1.000 liter air setahun sebagai minuman. Di bumi cukup melimpah air tetapi sering kita menyaksikan atau mendengar banyak penduduk kekurangan air karena banyak sumber air yang mengalami penurunan kualitas sehingga tidak layak dikonsumsi, sering kita mendengar karena terjadi pencemaran air. Pencemaran air adalah suatu perubahan keadaan di suatu tempat penampungan air seperti danau, sungai, lautan dan air tanah akibat aktivitas manusia. Walaupun fenomena alam seperti gunung berapi, badai, gempa bumi, dll. juga mengakibatkan perubahan yang besar terhadap kualitas air, hal ini tidak dianggap sebagai pencemaran. Menurut Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 82 Tahun 2001, tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air. Pencemaran air adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi dan atau komponen lain ke dalam air oleh

Bab 4 Air

36

PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP

KELAS 7 SMP

kegiatan manusia, sehingga kualitas air turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan air tidak dapat berfungsi sesuai dengan peruntukannya. Pencemaran air dapat disebabkan oleh berbagai hal dan memiliki karakteristik yang berbeda-beda.
• •

Meningkatnya kandungan nutrien dapat mengarah pada eutrofikasi. Sampah organik seperti air comberan (sewage) menyebabkan peningkatan kebutuhan oksigen pada air yang menerimanya yang mengarah pada berkurangnya oksigen yang dapat berdampak parah terhadap seluruh ekosistem.

Industri membuang berbagai macam polutan ke dalam air limbahnya seperti logam berat, toksin organik, minyak, nutrien dan padatan. Air limbah tersebut memiliki efek termal, terutama yang dikeluarkan oleh pembangkit listrik, yang dapat juga mengurangi oksigen dalam air. Air dikatakan tercemar bilamana terjadi perubahan komposisi atau

kondisi yang diakibatkan oleh adanya kegiatan atau hasil kegiatan manusia sehingga secara langsung maupun tidak langsung air menjadi tidak layak atau kurang layak untuk semua fungsi atau tujuan pemanfaatan sebagaimana kewajaran air yang dalam keadaan alami. Indikator air telah tercemar adalah adanya perubahan atau tanda yang dapat diamati melalui : adanya perubahan suhu air, perubahan pH, perubahan warna, bau dan rasa, timbulnya endapan, koloidal, bahan pelarut, adanya mikroorganisme, dan meningkatnya radioaktivitas air lingkungan.

Bab 4 Air

37

PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP

KELAS 7 SMP

(a)

(b)

(c)
Gambar 4.3 Pencemaran Air; (a) Limbah Industri, (b) Limbah Domestik, dan (c) Limbah Industri dan Domestik ke Sungai.

D. Dampak Pencemaran Air Kemampuan manusia untuk mengubah atau memoditifikasi kualitas lingkungannya tergantung sekali pada taraf sosial budayanya. Masyarakat yang masih primitif hanya mampu membuka hutan secukupnya untuk memberi perlindungan pada masyarakat. Sebaliknya, masyarakat yang sudah maju sosial budayanya dapat mengubah lingkungan hidup sampai taraf yang irreversible. Prilaku masyarakat ini menentukan gaya hidup tersendiri yang akan menciptakan lingkungan yang sesuai dengan yang diinginkannya mengakibatkan timbulnya penyakit juga sesuai dengan prilakunya tadi. Dengan demikian eratlah hubungan antara kesehatan dengan sumberdaya sosial ekonomi. WHO menyatakan “Kesehatan adalah suatu keadaan sehat yang utuh secara fisik, mental dan sosial serta bukan hanya merupakan bebas dari penyakit”. Dalam Undang Undang No. 9 Tahun 1960 tentang Pokok-Pokok Kesehatan. Dalam Bab 1, Pasal 2 dinyatakan bahwa “Kesehatan adalah meliputi kesehatan badan (somatik), rohani (jiwa) dan sosial dan bukan

Bab 4 Air

38

PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP

KELAS 7 SMP

hanya keadaan yang bebas dari penyakit, cacat dan kelemahan”. Definisi ini memberi arti yang sangat luas pada kata kesehatan. Masyarakat adalah terdiri dari individu-individu manusia yang merupakan makhluk biologis dan makhluk sosial di dalam suatu lingkungan hidup (biosfir). Sehingga untuk memahami masyarakat perlu mempelajari kehidupan biologis bentuk interaksi sosial dan lingkungan hidup. Dengan demikian permasalahan kesehatan masyarakat merupakan hal yang kompleks dan usaha pemecahan masalah kesehatan masyarakat merupakan upaya menghilangkan penyebab-penyebab secara

rasional, sistematis dan berkelanjutan. Menurut paradigma Blum tentang kesehatan dari lima faktor lingkungan mempunyai pengaruh dominan. Faktor lingkungan yang mempengaruhi status kesehatan seseorang itu dapat berasal dari lingkungan pemukiman, lingkungan sosial, linkungan rekreasi, dan lingkungan kerja. Pengaruh air terhadap kesehatan dapat menyebabkan penyakit menular dan tidak menular. Perkembangan epidemiologi menggambarkan secara spesifik peran lingkungan dalam terjadinya penyakit dan wabah. Lingkungan berpengaruh pada terjadinya penyakit-penyakit umpama penyakit malaria karena udara jelek dan tinggal di sekitar rawa-rawa. Orang beranggapan bahwa penyakit malaria terjadi karena tinggal pada rawa-rawa padahal nyamuk yang bersarang di rawa menyebabkan penyakit malaria. Dipandang dari segi lingkungan kesehatan, penyakit terjadi karena interaksi antara manusia dan lingkungan. Air yang telah tercemar dapat mengakibatkan kerugian terhadap manusia juga ekosistem yang ada didalam air. Kerugian yang disebabkan oleh pencemaran air dapat berupa : Air tidak dapat digunakan lagi untuk keperluan rumah tangga, hal ini diakibatkan oleh air sudah tercemar sehingga tidak bisa digunakan lagi apalagi air ini banyak manfaatnya seperti untuk diminum, mandi, memasak mencuci dan lain-lain.

Bab 4 Air

39

PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP

KELAS 7 SMP

Air tidak dapat digunakan untuk keperluan industri, contoh air yang terkena minyak tidak dapat digunakan lagi sebagai solven atau sebagai air dalam proses industri kimia. Air tidak dapat digunakan untuk keperluan pertanian, seperti untuk irigasi, pengairan sawah dan kolam perikanan. Apabila air sudah tercemar oleh senyawaan organik dapat mengakibatkan perubahan drastis pada PH air. Air yang bersifat terlalu asam atau basa akan mematikan tanaman dan hewan air, selain itu air yang tercemar oleh limbah B3 menyebabkan banyak ikan mati dan pada manusia timbul penyakit kulit (rasa gatal).

E. Rangkuman Pengertian “air” adalah semua air yang terdapat pada di atas, maupun di bawah permukaan tanah. Air dalam pengertian ini termasuk air permukaan, air tanah, air hujan, dan air laut yang dimanfaatkan di darat. Hidrosfer adalah lapisan air yang menyelimuti permukaan bumi. Kata hidrosfer berasal dari kata hidros yang berarti air dan sphere yang berarti lapisan. Hidrosfer di permukaan bumi meliputi danau, sungai, laut, lautan, salju atau gletser, air tanah dan uap air yang terdapat di lapisan udara. Air merupakan salah satu sumber daya secara alamiah dapat diperbaharui (renewable). Siklus air atau siklus hidrologi adalah sirkulasi air yang tidak pernah berhenti dari atmosfer ke bumi dan kembali ke atmosfir melalui kondensasi, presipitasi, evaporasi dan transpirasi. Air dikatakan tercemar bilamana terjadi perubahan komposisi atau kondisi yang diakibatkan oleh adanya kegiatan atau hasil kegiatan manusia sehingga secara langsung maupun tidak langsung air menjadi tidak layak atau kurang layak untuk semua fungsi atau tujuan pemanfaatan sebagaimana kewajaran air yang dalam keadaan alami.

F. Kasus/Permasalahan 1. Sebutkan sumber-sumber air yang terdapat di sekitarmu! 2. Apakah sumber air di sekitarmu ada yang tercemar! Bila ada, tolong jelaskan proses pencemarannya !

Bab 4 Air

40

PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP

KELAS 7 SMP

Buatlah suatu cerita tentang peristiwa-peristiwa di atas dan buatlah ringkasan tentang dampak pencemaran air terhadap kesehatan manusia dan kehidupan makhluk lain.

Bab 4 Air

41

PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP

KELAS 7 SMP

BAB V PENCEMARAN UDARA
Standar Kompetensi: Memahami fungsi udara, pencemaran, dan dampak yang ditimbulkan, serta cara pengendaliannya.

Kompetensi Dasar: 1. Menjelaskan fungsi udara. 2. Menjelaskan pengertian pencemaran udara. 3. Mengidentifikasi sumber pencemaran udara dan jenis zat pencemarnya. 4. Menjelaskan gangguan kesehatan yang ditimbulkan dari kebisingan dan bau.

Indikator: 1. Siswa dapat menjelaskan pengertian fungsi udara. 2. Siswa dapat menjelaskan pengertian pencemaran udara. 3. Siswa dapat mengidentifikasi sumber pencemaran udara dan jenis zat pencemarnya. 4. Siswa dapat menjelaskan gangguan kesehatan yang ditimbulkan dari kebisingan dan bau.

A. Pendahuluan Dalam bab ini akan diuraikan tentang pengertian pencemaran udara. Selanjutnya juga akan diuraikan bagaimana mengidentifikasi sumber pencemaran udara dan jenis zat pencemarnya, selain itu juga dijelaskan bahwa pencemaran udara dapat timbul karena suara dan bau. Dalam bab ini juga diuraikan tentang gangguan kesehatan yang ditimbulkan karena pencemaran yang disebabkan oleh suara (kebisingan) dan bau. Udara mempunyai peran penting di dalam kehidupan. Udara merupakan campuran beberapa gas dan partikel yang sangat dibutuhkan oleh makhluk hidup. Dalam udara terdapat gas oksigen yang digunakan

Bab 5 Pencemaran Udara

42

PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP

KELAS 7 SMP

untuk bernafas, gas karbondioksida untuk fotosintesis, dan lapisan ozon untuk menahan sinar ultraviolet dari matahari. Salah satu dampak dari adanya peningkatan jumlah populasi manusia dan perkembangan teknologi adalah munculnya masalah lingkungan yaitu pencemaran. Pencemaran dapat terjadi di lingkungan udara, air, dan tanah. Pencemaran lingkungan yang paling mempengaruhi keadaan iklim dunia adalah pencemaran udara. Pencemaran udara dapat menimbulkan dampak negatif bagai kehidupan di muka bumi. Pencemaran udara tidak hanya mempengaruhi kesehatan manusia saja, namun juga memberi dampak pada makhluk hidup lain seperti tumbuhan dan hewan.

B. Pencemaran Udara Pencemaran udara atau disebut juga dengan polusi udara adalah proses masuknya polutan (bahan pencemar) ke dalam lapisan udara (atmosfer) sehingga dapat menurunkan kualitas lingkungan udara tersebut. Pada dasarnya, secara alamiah alam mampu mengurangi polutan yang masuk ke lingkungannya untuk diubah menjadi suatu zat yang tidak berbahaya dan diperlukan untuk kehidupan di bumi ini. Namun, apabila jumlah zat polutan yang masuk ke dalam lingkungan telah melebihi batas normal yang dapat ditolerir oleh lingkungan maka terjadilah peristiwa yang disebut dengan pencemaran. Konsentrasi polutan yang masuk ke lingkungan sudah tidak sebanding lagi dengan laju proses penguraiannya, sehingga menyebabkan terjadinya pencemaran. Pencemaran yang disebabkan oleh gas karbondioksida adalah salah satu contoh ketidakseimbangan saat ini yang terjadi di alam. Secara alami gas karbondioksida (CO2) diperlukan untuk proses fotosintesis oleh tumbuhan untuk menghasilkan gas oksigen. Gas oksigen sangat diperlukan oleh manusia dan hewan, karena digunakan untuk proses pernafasan. Gas karbondioksida berasal dari berbagai proses pembakaran yang berlangsung secara sempurna. Jumlah gas karbondioksida yang dikeluarkan semakin hari semakin bertambah karena proses pembakaran juga semakin meningkat. Banyaknya kendaraan bermotor, kebakaran

Bab 5 Pencemaran Udara

43

PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP

KELAS 7 SMP

(sengaja ataupun tidak), dan banyaknya pabrik yang berproduksi, menyebabkan jumlah gas karbondioksida semakin meningkat. Peningkatan ini tidak disertai dengan meningkatnya jumlah tanaman atau tumbuhan yang dapat mengeliminasi atau mengurangi jumlah karbondioksida di udara. Akibatnya terjadi ketidakseimbangan alam, jumlah CO2 yang dikeluarkan lebih besar daripada yang dimanfaatkan oleh tumbuhan, sehingga terjadilah pencemaran udara. Pencemaran udara terutama terjadi di kota-kota besar, daerah yang padat lalu lintasnya, dan kawasan padat industri. Pencemaran dapat terjadi di mana-mana, di dalam ruang maupun di luar ruangan. Bila pencemaran terjadi di dalam rumah, ruang sekolah atau perkantoran maka disebut sebagai pencemaran dalam ruang (indoor pollution). Sedangkan apabila pencemaran terjadi di luar ruangan disebut dengan outdoor pollution. Pencemaran dapat terjadi secara lokal (lingkup kecil), nasional (lingkup yang agak besar), regional (lingkup lebih besar), ataupun secara global (atau di seluruh permukaan bumi). Dapatkah kalian menyebutkan satu contoh dari masing-masing pencemaran yang terjadi baik secara lokal, nasional, regional, atau global? Diskusikan bersama guru dan teman kalian! Mengapa disebut pencemaran lokal, nasional, regional, ataupun global? Siapa yang merasakan dampak dari pencemaran tersebut? Dampak dari pencemaran udara terutama adalah mengganggu kesehatan makhluk hidup atau bahkan dapat menyebabkan timbulnya kematian bagi makhluk di lingkungan udara yang tercemar. Pencemaran juga menimbulkan dampak kerusakan pada benda-benda yang ada di lingkungan yang tercemar. Dampak tersebut ada yang tidak langsung terlihat, namun tidak sedikit dampaknya baru terasa setelah bertahuntahun atau bahkan menurun ke anak cucunya.

C. Sumber Pencemaran Udara dan Jenis Zat Pencemarnya Sumber pencemaran udara berasal dari aktivitas alam dan kegiatan manusia. Aktivitas alam seperti letusan gunung berapi, pembusukan zat

Bab 5 Pencemaran Udara

44

PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP

KELAS 7 SMP

secara alami, serta kebakaran hutan yang tidak disengaja dapat menimbulkan masalah pencemaran udara. Sedangkan aktivitas manusia akan memberikan sumbangan terbesar bagi terciptanya masalah pencemaran udara. Aktivitas manusia antara lain dari aktivitas industri, kendaraan bermotor, pembakaran sampah, merokok, dan lainlain. Zat atau bahan
Gambar 5.1 Pembuangan Asap Proses Industri

yang dapat mengakibatkan pencemaran disebut dengan polutan. Sumber pencemar udara dapat digolongkan menjadi sumber diam dan sumber bergerak. Sumber diam misalnya gunung meletus, asap dari penggorengan di dapur, sedangkan sumber bergerak misalnya kendaraan bermotor. Polutan dapat berpindah tempat karena bantuan angin dan hujan. Angin menyebabkan pencemaran dapat menyebar kemana-mana. Hujan sebenarnya adalah pembersih alami. Dengan adanya hujan, maka polutan dapat turun ke bumi dan masuk ke dalam air atau tanah, dan menjadi sumber nutrisi bagi tanaman atau ikan di dalam air. Namun, jika dalam udara mengandung kadar polutan yang sangat tinggi maka hujan membawa polutan yang berbahaya bagi air, tanah, serta makhluk hidup yang tinggal di dalamnya. Sumber pencemar dapat berupa gas dan partikel. Zat pencemar yang sering dijumpai di lingkungan perkotaan adalah berupa gas CO2, CO, SO2, NO2, partikel debu, dan logam Pb. Selain itu, bau dan suara dapat menimbulkan pencemaran udara. Gas karbondioksida adalah gas yang dihasilkan dari semua proses pembakaran yang terjadi secara sempurna. Semakin tahun jumlah gas CO2 yang dilepaskan ke udara semakin meningkat. Sumbangan terbesar gas CO2 adalah berasal dari kendaraan bermotor. Gas CO2 sebenarnya

Bab 5 Pencemaran Udara

45

PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP

KELAS 7 SMP

tidak berpengaruh secara langsung pada kesehatan manusia, namun dampak yang terjadi dengan adanya peningkatan gas CO2 memberikan dampak yang lebih besar terhadap lingkungan. Gas CO2 dapat meningkatkan suhu bumi sehingga dapat menyebabkan pemanasan global. Jika terjadi secara terus menerus dan tidak ada upaya untuk mengurangi bertambahnya kadar CO2 yang masuk udara, maka diprediksi akan terjadi pencairan gunung es, naiknya permukaan air laut, dan terjadinya perubahan iklim yang ekstrim. Gas CO (karbonmonoksida) diperoleh dari pembakaran yang tidak sempurna. Misalnya memanaskan mobil di dalam ruang yang tertutup dapat menimbulkan gas CO. Apabila keracunan gas CO dapat mengakibatkan pusing, pingsan, bahkan dapat menyebabkan kematian. Hal ini disebabkan gas CO dalam tubuh lebih mudah berikatan dengan haemoglobin (Hb) dalam darah. Darah di dalam tubuh yang normal seharusnya mengangkut gas oksigen, namun jika terdapat gas CO maka darah akan lebih mudah membawa gas CO, sehingga dapat menyebabkan kematian apabila tidak segera mendapat pertolongan. Gas SO2 dan NO2 berasal dari pembakaran bahan bakar fosil seperti minyak, bensin, solar, dan batubara. Keberadaan kedua gas tersebut di udara dapat menyebabkan hujan yang turun di daerah yang mengandung kadar SO2 dan NO2 tinggi dapat menyebabkan hujan asam. Hujan asam dapat mengakibatkan tumbuhan dan hewan yang hidup di dalam tanah mati, besi dan logam mudah berkarat, dan bangunan kuno seperti candi menjadi cepat rusak. Selain itu, kadar SO2 yang tinggi dapat menyebabkan gangguan pada pertumbuhan tanaman seperti menguningnya daun dan kerdilnya tanaman. Partikel debu secara alami dapat dihasilkan dari debu tanah kering yang terbawa oleh angin atau dari letusan gunung berapi. Partikel debu dapat berada di udara melayang-layang dalam waktu yang relatif lama, sehingga dapat masuk ke dalam tubuh manusia melalui saluran pernafasan. Partikel debu dapat mengandung berbagai senyawa kimia, dan mempunyai ukuran yang berbeda tergantung dari sumber emisinya.

Bab 5 Pencemaran Udara

46

PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP

KELAS 7 SMP

Partikel selain debu, dapat berupa asap. Asap berasal dari pembakaran batubara, proses industri, pembakaran sampah, kendaraan bermotor, dan asap rokok. Bahkan dalam asap rokok tidak hanya mengandung satu jenis senyawa yang berbahaya, namun dapat mengandung lebih dari dua senyawa yang berbahaya. Asap rokok justru akan memberikan pengaruh yang berbahaya terhadap orang yang tidak merokok tetapi langsung menghirup asap rokok. Orang yang demikian disebut dengan perokok pasif, sedangkan orang yang melakukan kegiatan merokok disebut dengan perokok aktif. Asap rokok dapat menyebabkan kanker paru-paru, batuk kronis, bahkan pada ibu hamil dapat mempengaruhi janin dalam kandungannya. Logam Pb di udara salah satunya yang dapat terkandung di dalam partikel debu. Logam Pb diperoleh dari hasil emisi pembakaran bahan bakar bensin yang mengandung Pb. Partikel Pb dalam bensin berupa senyawa organik yaitu Pb-tetraetil yang berfungsi untuk menaikkan bilangan oktan dari bensin. Polutan Pb yang masuk ke dalam tubuh dapat menghambat sistem pembentukan haemoglobin (Hb) dalam darah, merusak fungsi hati dan ginjal, serta penyebab kerusakan syaraf.

D. Kebisingan dan Bau Selain gas dan partikel yang dapat menyebabkan pencemaran udara, bau dan kebisingan juga dapat menimbulkan masalah pencemaran udara. Mengapa bau dan suara dapat menimbulkan pencemaran? Dari mana asal terjadinya bau dan suara yang dapat menyebabkan udara menjadi tercemar? Apa dampak dari pencemaran udara yang disebabkan oleh bau dan suara? Udara yang bersih atau tidak tercemar bersifat tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak berasa. Udara yang berbau menunjukkan terjadinya pencemaran udara. Bau dapat berasal dari peristiwa biologis seperti terjadinya proses pembusukan tumbuhan atau bangkai. Gas yang dilepaskan dari bau busuk tersebut biasanya mengandung gas H2S atau gas amoniak (NH3). Selain proses alami, tumpukan sampah juga akan

Bab 5 Pencemaran Udara

47

PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP

KELAS 7 SMP

menyebabkan bau busuk. Apakah pengambilan sampah di lingkungan sekitar kalian rutin dilakukan? Apa yang terjadi apabila tukang sampah tidak mengambil tumpukan sampah di sekitar rumahmu selama 1 hingga 2 hari? Bagaimana bau yang timbul di sekitar rumahmu jika hal tersebut terjadi? Sampah adalah segala sesuatu yang dihasilkan dari berbagai kegiatan manusia, yang sudah tidak dapat dimanfaatkan lagi. Tumpukan sampah terutama yang berasal dari sampah organik jika dibiarkan lama kelamaan akan menimbulkan bau busuk. Pernahkah kalian berada di lokasi penimbunan sampah? Tempat Pembuangan Akhir pastilah banyak sampah yang terkumpul dalam jumlah yang sangat besar. Apa yang terjadi jika tidak ada tempat pembuangan akhir dari sampah? Apa yang terjadi jika sampah dibiarkan saja, tanpa diolah atau diperlakukan? Bau busuk yang berasal dari sampah juga merupakan proses biologis yang dilakukan oleh mikroorganisme. Mikroorganisme melakukan penguraian secara alami untuk mengubah senyawa menjadi zat yang lebih sederhana. Timbunan sampah selain menghasilkan gas H2S yang berbau busuk, juga dapat menghasilkan gas metana (CH4). Bau busuk yang timbul dari sampah dapat menyebabkan timbulnya penyakit. Binatang lalat juga membantu penyebaran terjadinya penyakit. Melalui udara, bau yang timbul dari sampah dapat menyebabkan kepala pusing, sesak nafas, dan dapat menimbulkan mual bagi orang yang menghirupnya. Bunyi atau suara juga dapat menyebabkan pencemaran udara jika melampaui batas pendengaran manusia. Bunyi merupakan gelombang zat yang sampai ke telinga manusia. Bising merupakan bunyi yang tidak dikehendaki karena tidak sesuai dengan konteks ruang dan waktu sehingga menimbulkan gangguan kenyamanan dan kesehatan. Sumber kebisingan dapat berasal dari kendaraan bermotor seperti saat menyalakan klakson, bunyi knalpot yang memekakkan telinga, atau banyaknya mobil yang berlalu lalang. Sumber transportasi lain yang juga dapat menyebabkan kebisingan adalah kereta api dan penerbangan.

Bab 5 Pencemaran Udara

48

PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP

KELAS 7 SMP

Kebisingan juga dapat terjadi dari sumber yang diam seperti pada kegiatan konstruksi yaitu mesin pengaduk semen, penghancuran material, atau pemadatan tanah. Dari kegiatan perindustrian, alat-alat industri, mesin, dan diesel juga dapat menyebabkan kebisingan. Acara live music yang menggunakan sound system atau alat pengeras suara yang memekakkan telinga juga penyebab terjadinya kebisingan. Tahukah kalian bahwa kegaduhan di ruang kelas juga dapat menyebabkan kebisingan? Apa dampak yang terjadi karena kebisingan? Dampak yang timbul karena kebisingan dapat mengganggu kesehatan. Kebisingan dapat menyebabkan meningkatnya tekanan darah, yang mengakibatkan timbulnya rasa tidak nyaman, kurang konsentrasi, susah tidur, dan mudah emosi. Oleh karena itu, tidak heran jika dalam acara musik yang digelar di panggung dapat memicu terjadinya pertengkaran antar penonton. Kebisingan dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama dapat meniumbulkan tuli sementara. Namun, jika terjadi secara terus menerus dapat menyebabkan tuli yang bersifat permanen. Bahkan akan terjadi kerusakan sebagian atau seluruh alat pendengaran jika intensitas kebisingan sangat tinggi. Jadi, jangan menganggap terlampau remeh terhadap kebisingan yang timbul, karena dengan meningkatnya usia, kebisingan dapat menyebabkan penurunan daya dengar yang akhirnya dapat mengakibatkan ketulian yang permanen.

Bab 5 Pencemaran Udara

49

PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP

KELAS 7 SMP

E. Rangkuman Udara merupakan campuran beberapa gas dan partikel yang sangat dibutuhkan oleh makhluk hidup. Dalam udara terdapat gas oksigen yang digunakan untuk bernafas, gas karbondioksida untuk fotosintesis, dan lapisan ozon untuk menahan sinar ultraviolet dari matahari. Pencemaran udara adalah proses masuknya polutan (bahan pencemar) ke dalam lapisan udara (atmosfer) sehingga dapat menurunkan kualitas lingkungan udara tersebut. Sumber pencemaran udara berasal dari aktivitas alam (misal letusan gunung berapi, pembusukan zat secara alami, serta kebakaran hutan yang terjadi secara tidak disengaja) dan kegiatan manusia (antara lain aktivitas industri, kendaraan bermotor, pembakaran sampah, merokok, dan lainlain). Zat pencemar yang sering dijumpai di lingkungan perkotaan adalah berupa gas CO2, CO, SO2, NO2, partikel debu, dan logam Pb. Selain itu, bau dan suara dapat menimbulkan pencemaran udara.

F. Kasus/Permasalahan 1. Apakah kamu pernah mencium bau udara yang tidak sedap pada saat melewati suatu tempat? Udara dari mana kira-kira asalnya? 2. Sebutkan kegiatan-kegiatan yang dapat menimbulkan pencemaran udara!

Bab 5 Pencemaran Udara

50

PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP

KELAS 7 SMP

BAB VI TANAH DAN LAHAN

Standar Kompetensi: Memahami tanah longsor dan pencemaran tanah.

Kompetensi Dasar: 1. Menjelaskan pengertian tanah longsor. 2. Mengidentifikasi kegiatan manusia yang dapat menyebabkan tanah longsor. 3. Mendeskripsikan upaya manusia dalam mencegah tanah longsor. 4. Mengidentifikasi sumber pencemaran tanah bagi ekosistem darat. 5. Menjelaskan dampak pencemaran tanah bagi ekosistem darat. 6. Mengidentifikasi dampak pencemaran tanah bagi manusia.

Indikator: 1. Siswa dapat menjelaskan pengertian tanah longsor. 2. Siswa dapat mengidentifikasi kegiatan manusia yang dapat menyebabkan tanah longsor. 3. Siswa dapat mendskripsikan upaya manusia dalam mencegah tanah longsor. 4. Siswa dapat mengidentifikasi sumber pencemaran tanah bagi ekosistem darat. 5. Siswa dapat menjelaskan dampak pencemaran tanah bagi ekosistem darat. 6. Siswa dapat mengidentifikasi dampak pencemaran tanah bagi manusia.

A. Pendahuluan Tanah merupakan bagian penting dalam menunjang kehidupan makhluk hidup di muka bumi. Seperti kita ketahui rantai makanan bermula dari tumbuhan. Manusia, hewan hidup dari tumbuhan. Memang ada tumbuhan dan hewan yang hidup di laut, tetapi sebagian besar dari makanan kita berasal dari permukaan tanah. Oleh sebab itu, sudah menjadi kewajiban kita menjaga kelestarian tanah sehingga tetap dapat

Bab 6 Tanah dan Lahan

51

PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP

KELAS 7 SMP

mendukung kehidupan di muka bumi ini. Akan tetapi, sebagaimana halnya pencemaran air dan udara, pencemaran tanah pun akibat kegiatan manusia juga.

B. Pengertian Tanah Longsor Tanah longsor atau dalam bahasa Inggris disebut landslide, adalah perpindahan material pembentuk lereng berupa batuan, bahan rombakan, tanah, atau material campuran tersebut, bergerak ke bawah atau keluar lereng. Proses terjadinya tanah longsor dapat diterangkan sebagai berikut: air yang meresap ke dalam tanah akan menambah bobot tanah. Jika air tersebut menembus sampai tanah kedap air yang berperan sebagai bidang gelincir, maka tanah menjadi licin dan tanah pelapukan di atasnya akan bergerak mengikuti lereng dan keluar lereng sehingga terjadi tanah longsor.

C. Jenis-jenis Tanah Longsor Ada 6 jenis tanah longsor, yakni: longsoran translasi, longsoran rotasi, pergerakan blok, runtuhan batu, rayapan tanah, dan aliran bahan rombakan. Jenis longsoran translasi dan rotasi paling banyak terjadi di Indonesia. Sedangkan longsoran yang paling banyak memakan korban jiwa manusia adalah aliran bahan rombakan.

1. Longsoran Translasi Longsoran translasi adalah bergeraknya massa tanah dan batuan pada bidang gelincir berbentuk rata atau menggelombang landai.

2. Longsoran Rotasi Longsoran rotasi adalah bergeraknya massa tanah dan batuan pada bidang gelincir berbentuk cekung.

Bab 6 Tanah dan Lahan

52

PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP

KELAS 7 SMP

3. Pergerakan Blok Pergerakan blok adalah perpindahan batuan yang bergerak pada bidang gelincir berbentuk rata. Longsoran ini disebut juga longsoran translasi blok batu.

4. Runtuhan Batu Runtuhan batu terjadi ketika sejumlah besar batuan atau material lain bergerak ke bawah dengan cara jatuh bebas. Umumnya terjadi pada lereng yang terjal hingga menggantung terutama di daerah pantai. Batubatu besar yang jatuh dapat menyebabkan kerusakan yang parah.

5. Rayapan Tanah Rayapan tanah adalah jenis tanah longsor yang bergerak lambat. Jenis tanahnya berupa butiran kasar dan halus. Jenis tanah longsor ini hampir tidak dapat dikenali. Setelah waktu yang cukup lama longsor jenis rayapan ini bisa menyebabkan tiang-tiang telepon, pohon, atau rumah miring ke bawah.

6. Aliran Bahan Rombakan Jenis tanah longsor ini terjadi ketika massa tanah bergerak didorong oleh air. Kecepatan aliran tergantung pada kemiringan lereng, volume dan tekanan air, dan jenis materialnya. Gerakannya terjadi di sepanjang lembah dan mampu mencapai ratusan meter jauhnya. Di beberapa tempat bisa sampai ribuan meter seperti di daerah aliran sungai di sekitar gunung api. Aliran tanah ini dapat menelan korban cukup banyak.

Gambar 6.1 Mekanisme Terjadinya Tanah Lonsor Jenis Aliran Bahan Rombakan

Bab 6 Tanah dan Lahan

53

PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP

KELAS 7 SMP

D. Pencemaran Tanah Pencemaran tanah dapat disebabkan oleh limbah domestik, limbah industri, dan limbah pertanian. Limbah domestik Limbah domestik dapat berasal dari daerah: pemukiman penduduk; perdagangan/pasar/tempat usaha hotel dan lain-lain; kelembagaan misalnya kantor-kantor pemerintahan dan swasta; dan wisata, dapat berupa limbah padat dan cair. a. Limbah padat berupa sampah anorganik. Jenis sampah ini tidak dapat diuraikan oleh mikroorganisme (non-biodegradable), misalnya kantong plastik, bekas kaleng minuman, bekas botol plastik air mineral, dsb. b. Limbah cair berupa: tinja, deterjen, oli, cat, jika meresap ke dalam tanah akan merusak kandungan air tanah bahkan dapat membunuh mikroorganisme di dalam tanah. Limbah industri Limbah industri berasal dari pembuangan yang dilakukan oleh kegiatan industri. a. Limbah industri berupa limbah padat yang merupakan hasil buangan industri berupa padatan, lumpur, bubur yang berasal dari proses pengolahan. Misalnya sisa pengolahan pabrik gula, pulp, kertas, rayon, plywood, pengawetan buah, ikan daging, dll. b. Limbah cair yang merupakan hasil pengolahan dalam suatu proses produksi, misalnya sisa-sisa pengolahan industri pelapisan logam dan industri kimia lainnya. Tembaga, timbal, perak, khrom, arsen dan boron adalah zat-zat yang dihasilkan dari proses industri pelapisan logam

Bab 6 Tanah dan Lahan

54

PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP

KELAS 7 SMP

Limbah pertanian Limbah pertanian berupa sisa-sisa pupuk sintetik untuk menyuburkan tanah/tanaman, misalnya pupuk urea, pestisida, pemberantas hama tanaman, misalnya DDT.

E. Dampak Pencemaran Tanah Timbulan sampah yang berasal dari limbah domestik dapat mengganggu/mencemari karena: lindi (air sampah), bau dan estika. Timbulan sampah juga menutupi permukaan tanah sehingga tanah tidak bisa dimanfaatkan. Selain itu, timbunan sampah dapat menghasilkan gas nitrogen dan asam sulfida, adanya zat merkuri, khrom dan arsen pada timbunan sampah dapat menimbulkan gangguan terhadap bio tanah, tumbuhan, merusak struktur permukaan dan tekstur tanah. Limbah lain seperti oksida logam, baik yang terlarut maupun tidak pada permukaan tanah menjadi racun. Sampah anorganik tidak terbiodegradasi, yang menyebabkan lapisan tanah tidak dapat ditembus oleh akar tanaman dan tidak tembus air sehingga peresapan air dan mineral yang dapat menyuburkan tanah hilang dan jumlah mikroorganisme di dalam tanah pun akan berkurang, akibatnya tanaman sulit tumbuh bahkan mati karena tidak memperoleh makanan untuk berkembang. Limbah cair rumah tangga berupa: tinja, deterjen, oli bekas, cat, jika meresap kedalam tanah akan merusak kandungan air tanah bahkan zatzat kimia yang terkandung di dalamnya dapat membunuh mikroorganisme di dalam tanah.

Bab 6 Tanah dan Lahan

55

PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP

KELAS 7 SMP

F. Rangkuman Tanah longsor atau dalam bahasa Inggris disebut landslide, adalah perpindahan material pembentuk lereng berupa batuan, bahan rombakan, tanah, atau material campuran tersebut, bergerak ke bawah atau keluar lereng. Proses terjadinya tanah longsor dapat diterangkan sebagai berikut: air yang meresap ke dalam tanah akan menambah bobot tanah. Jika air tersebut menembus sampai tanah kedap air yang berperan sebagai bidang gelincir, maka tanah menjadi licin dan tanah pelapukan di atasnya akan bergerak mengikuti lereng dan keluar lereng.

G. Kasus/Permasalahan 1. Sebutkan jenis-jenis tanah longsor yang terjadi di daerahmu kalau memang ada! 2. Sebutkan jenis limbah yang dapat mencemari tanah!

Bab 6 Tanah dan Lahan

56

PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP

KELAS 7 SMP

BAB VII ENERGI

Standar Kompetensi: Memahami pengertian, pemanfaatan dan dampak pemakaian energi terhadap lingkungan.

Kompetensi Dasar: 1. Menjelaskan pengertian energi. 2. Mengidentifikasi sumber-sumber dan bentuk-bentuk energi. 3. Mendeskripsikan pemanfaatan energi.

Indikator: 1. Siswa dapat menjelaskan pengertian energi. 2. Siswa dapat mengidentifikasi sumber-sumber dan bentuk-bentuk energi. 3. Siswa dapat mendeskripsikan pemanfaatan energi.

A. Pendahuluan Energi adalah kemampuan untuk melakukan usaha atau kerja. Ketika kita berjalan, kita memerlukan energi untuk mengerakkan kaki kita dan menopang tubuh kita. Ketika kita berlari, kita memerlukan energi lebih banyak untuk menggerakkan kaki kita lebih cepat dan menopang tubuh kita. Ketika kita bermain sepak bola, kita memerlukan energi lebih banyak lagi untuk berlari dan menendang bola. Ketika kita bermain bola basket, kita perlu energi lebih banyak lagi. Makin keras aktivitas kita, makin banyak energi yang kita perlukan. Ketika kita berpuasa, kita tidak mampu bermain lebih keras daripada saat tidak berpuasa. Saat kita berpuasa, kita akan cepat lemas melakukan aktivitas. Pada saat berpuasa, energi kita sedikit karena kita tidak makan. Makanan adalah sumber energi bagi tubuh kita.

Bab 7 Energi

57

PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP

KELAS 7 SMP

Sebuah sepeda motor perlu bensin untuk menghidupi mesinnya. Bensin tersebut dibakar di dalam mesin untuk dapat menggerakkan toraknya. Gerakan torak tersebut selanjutnya diubah menjadi putaran roda belakang untuk melaju. Ketika kawat gas ditarik, putaran mesin semakin cepat. Sepeda motor dapat melaju lebih cepat pula. Saat itu pula diperlukan lebih banyak bensin. Sepeda motor pada umumnya tidak mampu mengangkut

segerobak pasir. Kendaaraan yang dirancang untuk mengangkut pasir adalah truk. Truk memiliki mesin yang lebih besar. Truk biasanya menggunakan bahan bakar solar. Ruang tempat membakar solar pada mesin truk jauh lebih besar dari pada ruang tempat membakar bensin pada mesin sepeda motor. Akibatnya gaya angkut truk lebih besar daripada sepeda motor. Truk lebih mampu melakukan kerja dibanding sepeda motor. Atau dengan kata lain energi truk lebih besar daripada energi sepeda motor. Jadi energi adalah kapasitas atau kemampuan untuk melakukan usaha.

B. Sumber-sumber Energi Manusia perlu makan untuk dapat melakukan aktivitas. Tanpa makan, tubuh kita akan lemah. Makanan adalah sumber energi bagi manusia. Di dalam pencernaan kita, sari-sari makanan diangkut oleh darah untuk diedarkan ke seluruh tubuh. Di dalam sel-sel tubuh, makanan dibakar sehingga kita memiliki energi. Pada mesin sepeda motor, energi didapat dari pembakaran bensin di ruang bakar mesin. Tanpa bensin sepeda motor tidak dapat hidup. Jadi bensin adalah sumber energi bagi sepeda motor.

Macam-macam bentuk energi: 1. Energi Panas Energi panas atau kalor adalah energi yang berasal dari panas yang terjadi dari sinar energi matahari atau berasal dari nyala api. Energi panas dapat menyebabkan benda memuai, mencair, menguap atau terbakar.

Bab 7 Energi

58

PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP

KELAS 7 SMP

2. Energi Gerak (kinetik) Energi gerak atau kinetik adalah energi yang dimiliki benda untuk bergerak. Contohnya air yang mengalir dan angin yang bertiup. 3. Energi Cahaya Energi cahaya adalah energi yang ditimbulkan oleh cahaya. Contohnya cahaya matahari yang dikumpulkan lewat lensa cembung dapat memanaskan kertas sampai terbakar. 4. Energi Bunyi Energi bunyi adalah energi yang dihasilkan oleh bunyi atau suara. Contohnya bunyi bom, bunyi halilintar, dan bunyi petasan. 5. Energi Potensial Energi potensial adalah energi yang tersimpan dalam suatu benda. Contohnya energi yang terdapat dalam katapel, per atau busur panah yang terenggang. 6. Energi Kimia Energi kimia adalah energi yang tersimpan dalam senyawa-senyawa kimia. Contohnya aki, baterai, dinamo. 7. Energi Atom Energi atom adalah energi yang timbul pada reaksi atom saat inti atom dipecah menjadi partikel-partikel lainnya. 8. Energi Nuklir Energi nuklir adalah energi yang tersimpan dalam atom dari unsur-unsur nuklir. Contohnya pada ledakan bom atom. 9. Energi Listrik Energi listrik adalah energi yang dihasilkan oleh arus listrik. Contohnya pada generator dan dinamo.

Bab 7 Energi

59

PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP

KELAS 7 SMP

10. Makanan Makanan merupakan sumber energi bagi kita. Makanan menyimpan energi dalam bentuk zat kimia.

C. Pemanfaatan Energi Indonesia memiliki aneka ragam sumber daya energi dalam jumlah memadai namun tersebar tidak merata. Konsumsi energi tumbuh pesat seiring pertumbuhan penduduk dan ekonomi. Sebagian besar beban konsumsi berada di Jawa, pulau yang membutuhkan banyak energi, namun yang tidak memiliki sumberdayanya sendiri dalam jumlah memadai. Sebaliknya, banyak sumber energi terdapat di tempat berpenduduk sedikit, kegiatan ekonominya belum berkembang serta berjarak cukup jauh dari Jawa. Mobil pertama ciptaan Henry Ford di Amerika sebenarnya tidak menggunakan bahan bakar fosil. Ketika pada tahun 1896 dia membuat mobil pertamanya, Thin Lizzie, dia menjejalkan etanol ke tangki bahan bakar untuk mesin dua silindernya. Tapi Ford akhirnya harus mengakui bensin menjadi bahan bakar yang jauh lebih murah dan menghasilkan tenaga lebih besar. Ford akhirnya menggunakan bensin dan industrinya menjadi salah satu industri mobil terbesar di dunia. Efisiensi juga menjadi kata kunci ketika Rudolph Diesel akhirnya juga mengganti bahan bakar minyak kacang untuk mesin berkompresi pertama yang dibuatnya, yang populer dengan sebutan mesin diesel, yang diciptakannya tahun 1893. Itu dilakukan karena bahan bakar fosil lebih murah, lebih bertenaga, dan pasokannya lebih pasti. Bahan bakar fosil adalah sumber energi yang tidak terkalahkan selama dua abad ini. Kini 80 persen dari pasokan energi dunia disumbang oleh bahan bakar fosil. Enam miliar ton bahan bakar fosil yang kita gali setiap tahun menghasilkan emisi gas rumah kaca. Emisi rumah kaca ini membentuk selimut yang begitu tebal di atmosfer sehingga memerangkap panas matahari di atmosfer dan meningkatkan suhu global.

Bab 7 Energi

60

PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP

KELAS 7 SMP

Gambar 7.1 Skema Efek Rumah Kaca

Jika energi terbarukan yang ramah lingkungan tidak segera dikembangkan secara global, lima tahun lagi dunia akan membutuhkan 99 juta barrel minyak bumi per hari. Itu artinya, kita akan menambah emisi rumah kaca, yang sejak tahun 2004 sudah menyemburkan 27 miliar ton karbon dioksida (CO2) ke atmosfer per tahun. Penghasil emisi gas rumah kaca terbesar memang bukan kendaraan, melainkan kebutuhan manusia akan listrik yang menyumbang 40 persen dari emisi karbon dioksida di dunia. Sebab sebagian besar pembangkit listrik di dunia menggunakan bahan bakar fosil. Masalahnya, sedikit sekali negara yang sudah mengembangkan sumber energi lain seperti tenaga air, angin, panas matahari, panas bumi, bahkan ombak laut. Diet karbon Penghematan listrik baik di rumah, di kantor, di tempat-tempat umum, maupun industri menjadi hal berarti untuk mengurangi pemanasan global. Penataan kota yang lebih ramah lingkungan, penghematan listrik di

Bab 7 Energi

61

PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP

KELAS 7 SMP

gedung-gedung, tempat umum, dan perkantoran menjadi hal yang semakin menjadi tuntutan. ”Kita misalnya harus mulai tahu berapa jejak karbon kita. Kita harus paham bagaimana memilih peralatan elektronik yang hemat listrik, mulai dari lampu, alat-alat rumah tangga, AC, televisi, dan peralatan lainnya. Kita juga sudah harus mengenal konsep tentang diet karbon,” ujar Ichiro Suganuma, Presiden Direktur PT Panasonic Indonesia. Diet karbon sebagai cara menekan emisi rumah kaca bisa dilakukan anggota keluarga di rumah, misalnya dengan memahami jumlah emisi dari setiap peralatan rumah tangga yang dipakai. ”Diet karbon bukan cuma membutuhkan sikap, tapi juga pengetahuan memadai tentang emisi dari setiap kegiatan kita,” ujar Suryopratomo, Direktur Pemberitaan MetroTV. Seandainya kita mengganti satu lampu pijar saja dengan lampu hemat energi tipe compact fluorescent lamp (CFL) misalnya, kita akan mengurangi emisi setara dengan pembakaran 23 kilogram batu bara selama masa pakainya. Kalau hal ini dilakukan seluruh warga Jakarta misalnya, maka pembakaran jutaan ton batu bara bisa dicegah. ”Penanganan global warming bukan hanya butuh kebijakan pemerintah dan komitmen dunia usaha, tapi juga prakarsa individual di rumah, kantor, atau tempat-tempat umum,” ujar Hanny Soema Di Pradja, CEO Delta Female Indonesia. Emisi Kendaraan Bermotor Setelah kebutuhan listrik, penyebar emisi CO2 terbesar adalah asap dari kendaraan, mulai dari mobil, motor, pesawat terbang, atau mesin transportasi lain. Sumbangannya secara total 24 persen dari emisi CO2 dunia. Namun, kendaraan juga mengeluarkan emisi beracun, seperti karbon monoksida, partikel logam, atau asap berbahaya yang

mengerikan.

Bab 7 Energi

62

PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP

KELAS 7 SMP

”Pengembangan energi alternatif yang lebih ramah lingkungan dan energi yang terbarukan terus kami kembangkan. Bahan bakar biodiesel dari pohon jarak atau mobil berbahan bakar etanol adalah beberapa contoh yang dikembangkan Pertamina,” ujar Basuki Trikora Putra, wakil humas Pertamina. Bahaya emisi kendaraan bermotor kini mengancam kita. Jumlah kendaraan bermotor di dunia sudah lebih dari 880 juta unit. Di Indonesia, produksi sepeda motor saja mencapai 4 juta unit per tahun dan akan terus bertambah oleh permintaan yang terus meningkat. Para pengambil kebijakan di banyak perkotaan juga tidak banyak memberi disinsentif untuk pemilikan kendaraan karena pajak kendaraan adalah pendapatan yang signifikan bagi pemerintah. Mobil hybrid yang diproduksi beberapa pabrikan mobil misalnya, malah dikenakan pajak lebih mahal dibanding mobil konvensional. Di sisi lain, alternatif sepeda sebagai alat transportasi misalnya, meski banyak dikampanyekan, belum juga menjadi pilihan menarik. ”Kalau saya tinggal di Eropa yang hawanya sejuk mungkin saya mau naik sepeda setiap hari. Tapi kalau di Indonesia yang suhunya panas begini, lalu lintasnya semrawut, perilaku sopirnya ugal-ugalan, polusinya udaranya parah, lajur sepeda tidak ada, buat apa naik sepeda. Sudah capek, tidak sehat, tidak aman pula”. Jawaban yang masuk akal ini, lalu makin membenarkan asumsi bahwa kita semua ikut berkontribusi terhadap ancaman bencana yang akan menimpa kita. Tapi tidakkah sekarang saatnya kita menyadari bahwa masa depan kita tergantung pada pilihan kita sekarang. (Nugroho F Yudho, energi.yang.terus.membakar.bumi). Rabu, 25
November 2009 | 03:30 WIB

Bab 7 Energi

63

PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP

KELAS 7 SMP

D. Rangkuman Energi adalah kemampuan untuk melakukan usaha atau kerja. Ketika kita berjalan, kita memerlukan energi untuk mengerakkan kaki kita dan menopang tubuh kita. Ketika kita berlari, kita memerlukan energi lebih banyak untuk mengerakkan kaki kita lebih cepat dan menopang tubuh kita. Manusia perlu makan untuk dapat melakukan aktivitas. Tanpa makan, tubuh kita akan lemah. Makanan adalah sumber energi bagi manusia. Di dalam pencernaan kita, sari-sari makanan diangkut oleh darah untuk diedarakan ke seluruh tubuh. Di dalam sel-sel tubuh, makan dibakar sehingga kita memiliki energi. Indonesia memiliki aneka ragam sumber daya energi dalam jumlah memadai namun tersebar tidak merata. Konsumsi energi tumbuh pesat seiring pertumbuhan penduduk dan ekonomi. Sebagian besar beban konsumsi berada di Jawa, pulau yang membutuhkan banyak energi, namun yang tidak memiliki sumberdayanya sendiri dalam jumlah memadai. Sebaliknya, banyak sumber energi terdapat di tempat berpenduduk sedikit, kegiatan ekonominya belum berkembang serta berjarak cukup jauh dari Jawa.

E. Kasus/Permasalahan 1. Tahukah kamu mengapa di pulau Jawa konsumsi energi lebih besar dibandingkan dengan pulau-pulau lain di luar Jawa? 2. Energi apakah yang digunakan oleh kompor sewaktu memasak? dan mengapa lampu-lampu di rumahmu dapat menyala?

Bab 7 Energi

64

PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP

KELAS 7 SMP

BAB VIII H U T A N

Standar Kompetensi: Mengenal kerusakan hutan, penyebab terjadinya kerusakan hutan dan upaya mengatasinya.

Kompetensi Dasar: 1. Mendeskripsikan kerusakan hutan. 2. Mengidentifikasi berbagai kegiatan manusia yang menyebabkan kerusakan hutan.

Indikator: 1. Siswa dapat mendeskripsikan kerusakan hutan. 2. Siswa dapat mengidentifikasi berbagai kegiatan manusia yang menyebabkan kerusakan hutan.

A. Pendahuluan Perkembangan pembangunan kehutanan pada masa lalu, telah mengubah banyak wajah hutan Indonesia. Kebakaran hutan, penebangan liar, perladangan berpindah, dan penurunan keragaman hayati adalah cerita yang melekat pada hutan Indonesia. Fenomena-fenomena tersebut

Bab 8 Hutan

65

PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP

KELAS 7 SMP

telah mempengaruhi cerita bangsa dalam kehidupan masyarakat Internasional. Kerusakan yang terjadi terhadap salah satu ekosistem dapat menimbulkan dampak lanjutan bagi aliran antar ekosistem maupun ekosistem lain di sekitarnya. Khusus bagi komunitas bakau/mangrove dan lamun, gangguan yang parah akibat kegiatan manusia berarti kerusakan dan musnahnya ekosistem. Kerusakan hutan dipicu oleh kebutuhan manusia yang semakin banyak dan berkembang, sehingga terjadi hal-hal yang dapat merusak hutan Indonesia.

B. Kerusakan Hutan dan Penyebabnya Hutan merupakan sesuatu yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sebagian besar rakyat Indonesia, karena hutan memberikan sumber kehidupan bagi kita semua. Hutan menghasilkan air dan oksigen sebagai komponen yang yang sangat diperlukan bagi kehidupan umat manusia. Demikian juga dengan hasil hutan lainnya memberikan berbagai manfaat bagi kehidupan masyarakat. Kebutuhan manusia yang semakin banyak dan berkembang, Kerusakan hutan dipicu oleh sehingga terjadi hal-hal yang dapat merusak hutan Indonesia.

Deskripsi Kerusakan Hutan Kerusakan hutan adalah kegiatan pembalakan hutan, merupakan kegiatan yang merusak terhadap kondisi hutan setelah penebangan, karena di luar dari perencanaan yang telah ada. Kerusakan hutan Indonesia dipicu oleh tingginya permintaan pasar dunia terhadap kayu, meluasnya konversi hutan menjadi perkebunan sawit, korupsi dan tidak ada pengakuan terhadap hak rakyat dalam pengelolaan hutan. Kerusakan hutan berdampak negatif dan dan positif. Faktor-faktor yang menyebabkan kerusakan hutan antara lain : a. Kerusakan hutan karena perbuatan manusia secara sengaja. b. Kerusakan hutan karena hewan dan lingkungan. c. Kerusakan hutan karena serangan hama dan penyakit.

Bab 8 Hutan

66

PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP

KELAS 7 SMP

Kerusakan hutan telah menimbulkan perubahan kandungan hara dalam tanah dan hilangnya lapisan atas tanah yang mendorong erosi permukaan dan membawa hara penting bagi pertumbuhan tegakan. Terbukanya tajuk iokut menunjang segara habisnya lapisan atas tanah yang subur dan membawa serasah sebagai pelindung sekaligus simpanan hara sebelum terjadinya dekomposisi oleh organisme tanah. Terjadinya kerusakan hutan, apabila terjadi perubahan yang menganggu fungsi hutan yang berdampak negatif, misalnya: adanya pembalakan liar (illegal logging) menyebabkan terjadinya hutan gundul, banjir, tanah longsor, kehidupan masyarakat terganggu akibat hutan yang jadi tumpuhan hidup dan kehidupannya tidak berarti lagi serta kesulitan dalam memenuhi ekonominya.

C. Berbagai Kegiatan Manusia yang Menyebabkan Kerusakan Hutan Kerusakan yang terjadi terhadap salah satu ekosistem dapat menimbulkan dampak lanjutan bagi aliran antar ekosistem maupun ekosistem lain di sekitarnya. Khusus bagi komunitas mangrove dan lamun, gangguan yang parah akibat kegiatan manusia berarti kerusakan dan musnahnya ekosistem. Kerusakan hutan dipicu oleh kebutuhan manusia yang semakin banyak dan berkembang, sehingga terjadi hal-hal yang dapat merusak hutan Indonesia antara lain:

1. Penebangan hutan tanpa perhitungan dapat mengurangi fungsi hutan sebagai penahan air. Akibatnya daya dukung hutan menjadi berkurang. Penebangan hutan akan berakibat pada kelangsungan daur hidrologi dan menyebabkan humus cepat hilang. Dengan demikian kemampuan tanah untuk menyimpan air berkurang. Air hujan yang jatuh ke permukaan tanah akan langsung mengalir, hanya sebagian kecil yang meresap ke dalam tanah. Tanah hutan yang miring akan tererosi, khususnya pada bagian yang subur, sehingga menjadi tanah yang tandus. Bila musim penghujan tiba

Bab 8 Hutan

67

PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP

KELAS 7 SMP

akan menimbulkan banjir, dan pada musim kemarau mata air menjadi kering karena tidak ada air tanah. Penggundulan hutan dapat menyebabkan terjadi banjir dan erosi. Akibat lainnya adalah harimau, babi hutan, ular dan binatang buas lainnya menuju ke permukiman manusia. Dampak lain dari penggundulan hutan yaitu terjadinya pemanasan global. Padahal tanaman sangat berperan dalam penyerapan karbon dioksida di udara. Jika pohon-pohon telah ditebangi, maka jumlah karbon dioksida diudara akan semakin meningkat yang menyebabkan meningkatnya suhu udara. Salah satu sebab utama perusakan hutan adalah penebangan hutan. Banyak tipe kayu yang digunakan untuk perabotan, lantai, dan konstruksi diambil dari hutan tropis di Afrika, Asia, dan Amerika Selatan. Dengan membeli produk kayu tertentu, orang-orang di daerah seperti Amerika Serikat secara langsung membantu perusakan hutan hujan. Kerusakan hutan yang paling besar dan sangat merugikan adalah kebakaran hutan. Diperlukan waktu yang lama untuk mengembalikannya menjadi hutan kembali.

Gambar 8.1 Penebangan Hutan

Bab 8 Hutan

68

PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP

KELAS 7 SMP

Walau penebangan hutan dapat dilakukan dalam aturan tertentu yang mengurangi kerusakan lingkungan, kebanyakan penebangan hutan di hutan hujan sangat merusak. Pohon-pohon besar ditebangi dan diseret sepanjang hutan, sementara jalan akses yang terbuka membuat para petani miskin mengubah hutan menjadi lahan pertanian. Di Afrika para pekerja penebang hutan menggantungkan diri pada hewan-hewan sekitar untuk mendapatkan protein. Mereka memburu hewan-hewan liar seperti gorila, kijang, dan simpanse untuk dimakan.

2. Kebakaran hutan Kerusakan hutan yang paling besar dan sangat merugikan adalah kebakaran hutan. Diperlukan waktu yang lama untuk mengembalikannya menjadi hutan kembali. Kebakaran liar, atau juga kebakaran hutan, kebakaran vegetasi, kebakaran rumput, atau kebakaran semak, adalah sebuah kebakaran yang terjadi di alam liar, tetapi dapat juga memusnahkan rumah-rumah atau sumber daya pertanian. Penyebab umum termasuk petir, kecerobohan mansusia, dan pembakaran. Musim kemarau dan pencegahan kebakaran hutan kecil adalah penyebab utama kebakaran hutan besar. Hal-hal yang sering menjadi penyebab kebakaran hutan antara lain sebagai berikut: a. Musim kemarau yang sangat panjang. b. Meninggalkan bekas api unggun yang membara di hutan. c. Pembuatan arang di hutan. d. Membuang puntung rokok sembarangan di hutan.

Bab 8 Hutan

69

PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP

KELAS 7 SMP

Gambar 8.2 Kebakaran hutan

Penyebab kebakaran hutan, antara lain:

Sambaran petir pada hutan yang kering karena musim kemarau yang panjang.

Kecerobohan manusia antara lain membuang puntung rokok secara sembarangan dan lupa mematikan api di perkemahan.

Aktivitas vulkanis seperti terkena aliran lahar atau awan panas dari letusan gunung berapi.

Tindakan yang disengaja seperti untuk membersihkan lahan pertanian atau membuka lahan pertanian baru dan tindakan vandalisme.

Kebakaran di bawah tanah/ground fire pada daerah tanah gambut yang dapat menyulut kebakaran di atas tanah pada saat musim kemarau.

Dampak yang ditimbulkan dari kebakaran liar antara lain: 1. Menyebarkan emisi gas karbon dioksida ke atmosfer. 2. Terbunuhnya satwa liar dan musnahnya tanaman baik karena kebakaran, terjebak asap atau rusaknya habitat. Kebakaran juga dapat menyebabkan banyak spesies endemik/khas di suatu daerah turut punah sebelum sempat dikenali/diteliti. 3. Menyebabkan banjir selama beberapa minggu di saat musim hujan dan kekeringan di saat musim kemarau.

Bab 8 Hutan

70

PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP

KELAS 7 SMP

4. Kekeringan yang ditimbulkan dapat menyebabkan terhambatnya jalur pengangkutan lewat sungai dan menyebabkan kelaparan di daerah-daerah terpencil. 5. Musnahnya bahan baku industri perkayuan, mebel/furniture. Lebih jauh lagi hal ini dapat mengakibatkan perusahaan perkayuan terpaksa ditutup karena kurangnya bahan baku dan puluhan ribu pekerja menjadi penganggur/kehilangan pekerjaan. 6. Meningkatnya jumlah penderita penyakit infeksi saluran

pernapasan atas (ISPA) dan kanker paru-paru. Hal ini bisa menyebabkan kematian bagi penderita berusia lanjut dan anakanak. Polusi asap ini juga bisa menambah parah penyakit para penderita TBC/asma.

3. Penambangan liar Aktivitas seperti penambangan di hutan dapat menyebabkan kerusakan permanen. Aktivitas penambangan dapat menimbulkan dampak yang besar, tidak hanya pada kawasan penambangan tapi juga wilayah disekitarnya, termasuk wilayah hilir dan pesisir dimana limbah penambangan dialirkan. Tidak hanya itu, sisa-sisa hasil penambangan dapat merusak ekosistem di dalam hutan dan merusak keseimbangan alam.

4. Perburuan liar Perburuan, meskipun hanya mengancam sebagian kecil dari spesies yang ada, sangat berpengaruh kepada keberadaan spesiesspesies yang langka dan mempunyai nilai ekonomi tinggi. Gajah, kijang kuning (Muntiacus muntjak) dan rusa (Cervus unicolor) merupakan contoh satwa yang sering diburu orang.

Bab 8 Hutan

71

PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP

KELAS 7 SMP

D. Rangkuman Kerusakan hutan adalah kegiatan pembalakan hutan, merupakan kegiatan yang merusak kondisi hutan setelah penebangan, karena di luar dari perencanaan yang telah ada. Kerusakan hutan kita dipicu oleh tingginya permintaan pasar dunia terhadap kayu, meluasnya konversi hutan menjadi perkebunan sawit, korupsi dan tidak ada pengakuan terhadap hak rakyat dalam pengelolaan hutan.

E. Kasus/Permasalahan 1. Apakah di sekitar rumahmu terdapat hutan? 2. Sebutkanlah jenis-jenis pohon yang ada di hutan itu? 3. Menurut kamu apakah hutan di sekitarmu masih baik? Jikalau sudah rusak, sebutkanlah kerusakannya dan apa penyebabnya!

Bab 8 Hutan

72

PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP

KELAS 7 SMP

BAB IX BENCANA ALAM

Standar Kompetensi: Memahami bencana alam dan penyebab terjadinya bencana alam.

Kompetensi Dasar: Mengidentifikasi bencana alam yang sering terjadi di Indonesia.

Indikator: Siswa dapat mengidentifikasi bencana alam yang sering terjadi di Indonesia.

A. Pengertian dan Jenis Bencana Alam Bencana alam adalah peristiwa alam yang menimbulkan resiko dan bahaya terhadap kehidupan manusia. Bencana alam itu terjadi dimanamana, dan terjadi pada masa lampau, masa sekarang, dan masa yang akan datang. Kejadian bencana alam seperti tsunami, gempa bumi, letusan gunungapi, longsor lahan, amblesan tanah, badai taipon, banjir, kebakaran hutan, dan badai salju adalah bencana yang banyak melanda berbagai negara dan bangsa, dan menimbulkan banyak kerugian baik berupa harta, benda, bahkan nyawa manusia (Sutikno, 1985). Apabila diperhatikan ternyata bencana alam terjadi pada

lingkungan yang sangat bervariasi. Lingkungan terjadinya bisa terjadi di dataran, pegunungan, daerah pantai, ataupun daerah yang subur. Jenis bencana alam yang pernah melanda Indonesia antara lain:

1. Tsunami Tsunami (bahasa Jepang, secara harafiah berarti "ombak besar di pelabuhan") adalah sebuah ombak yang terjadi setelah sebuah gempa

Bab 9 Bencana Alam

73

PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP

KELAS 7 SMP

bumi, gempa laut, gunung berapi meletus, atau hantaman meteor di laut. Tenaga setiap tsunami adalah tetap terhadap fungsi ketinggian dan kelajuannya. Dengan itu, apabila gelombang menghampiri pantai, ketinggiannya meningkat sementara kelajuannya menurun. Gelombang tersebut bergerak pada kecepatan tinggi, hampir tidak dapat dirasakan efeknya oleh kapal laut (misalnya) saat melintasi di laut dalam, tetapi meningkat ketinggian hingga mencapai 30 meter atau lebih di daerah pantai. Tsunami bisa menyebabkan kerusakan, erosi dan korban jiwa pada kawasan pesisir pantai dan kepulauan. Dampak negatif yang diakibatkan tsunami adalah merusak apa saja yang dilaluinya. Bangunan, tumbuh-tumbuhan, dan mengakibatkan korban jiwa manusia serta menyebabkan genangan, pencemaran air asin lahan pertanian, tanah, dan air bersih. Tsunami dapat terjadi jika terjadi gangguan yang menyebabkan perpindahan sejumlah besar air, seperti letusan gunung api, gempa bumi, longsor maupun meteor yang jatuh ke bumi. Namun, 90% tsunami adalah akibat gempa bumi bawah laut. Dalam rekaman sejarah beberapa tsunami diakibatkan oleh gunung meletus, misalnya ketika meletusnya Gunung Krakatau, tahun 1883. Gerakan vertikal pada kerak bumi, dapat mengakibatkan dasar laut naik atau turun secara tiba-tiba, yang mengakibatkan gangguan keseimbangan air yang berada di atasnya. Hal ini mengakibatkan terjadinya aliran energi air laut, yang ketika sampai di pantai menjadi gelombang besar yang mengakibatkan terjadinya tsunami. Kecepatan gelombang tsunami tergantung pada kedalaman laut di mana gelombang terjadi, dimana kecepatannya bisa mencapai ratusan kilometer per jam. Bila tsunami mencapai pantai, kecepatannya akan menjadi kurang lebih 50 km/jam dan energinya sangat merusak daerah pantai yang dilaluinya. Di tengah laut tinggi gelombang tsunami hanya beberapa centimeter hingga beberapa meter, namun saat mencapai pantai tinggi gelombangnya bisa mencapai puluhan meter karena terjadi penumpukan masa air. Saat mencapai pantai tsunami akan merayap masuk daratan jauh dari garis

Bab 9 Bencana Alam

74

PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP

KELAS 7 SMP

pantai dengan jangkauan mencapai beberapa ratus meter bahkan bisa beberapa kilometer. Gerakan vertikal ini dapat terjadi pada patahan bumi atau sesar. Gempa bumi juga banyak terjadi di daerah subduksi (tubrukan lempeng tektonik), dimana lempeng samudera menelusup ke bawah lempeng benua. Tanah longsor yang terjadi di dasar laut serta runtuhan gunung api juga dapat mengakibatkan gangguan air laut yang dapat menghasilkan tsunami. Gempa yang menyebabkan gerakan tegak lurus lapisan bumi. Akibatnya, dasar laut naik-turun secara tiba-tiba sehingga keseimbangan air laut yang berada di atasnya terganggu. Demikian pula halnya dengan benda kosmis atau meteor yang jatuh dari atas. Jika ukuran meteor atau longsor ini cukup besar, dapat terjadi mega-tsunami yang tingginya mencapai ratusan meter.
(Sumber: Maulana, http//:maul4n4.multiply.com/journal/item) Diakses 14 Oktober 2009 jam 09.00.

Pada tanggal 26 Desember 2004, terjadi gempa bumi dahsyat di Samudra Hindia, lepas pantai barat Aceh dan disusul dengan Tsunami yang menyerang pesisir barat pulau Sumatera. Provinsi Nangroe Aceh Darusallam dan Kepulauan Nias, Sumatera Utara adalah wilayah terparah yang diporak poranda diterjang air bah. Kerugian material yang diakibatkan bencana ini ditaksir hampir ratusan trilyun rupiah. Banyak saranasarana transportasi, komunikasi, dan infrastruktur lainnya hancur ditelan gelombang air pasang ini. Kota yang dulunya dipadati oleh rumah-rumah penduduk dan bangunan batu, kini hampir rata dengan tanah. Ratusan ribu nyawa melayang. Dalam waktu sekejap mayat-mayat bergelimpangan disepanjang jalan dan dibiarkan membusuk tanpa ada yang merawatnya. Bencana ini kini tidak saja dirasakan oleh mereka yang terkena langsung, tetapi dirasakan oleh segenap masyarakat dunia. Tsunami di Aceh itu terjadi karena gempa bumi pada jam 7:58:53 WIB. Pusat gempa terletak pada 3.316° LU dan 95.854° BT , kurang lebih 160 km sebelah barat Aceh sedalam 10 kilometer.

Bab 9 Bencana Alam

75

PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP

KELAS 7 SMP
diakses 14

(sumber:http//:id.wikipedia.org/wiki/Gempa_bumi_Samudra_Hindia_2004), Oktober 2009.

Gempa di lepas pantai Aceh itu berkekuatan 9,3 menurut skala Richter dan dengan merupakan gempa bumi terdahsyat dalam kurun waktu 40 tahun terakhir ini yang menghantam Aceh, Sumatera Utara, Pantai Barat Semenanjung Malaysia, Thailand, Pantai Timur India, Srilangka, bahkan sampai Pantai Timur Afrika. Gempa yang

mengakibatkan tsunami itu menyebabkan sekitar 230.000 orang tewas di 8 negara. Ombak tsunami setinggi 30 meter. Bencana ini merupakan kematian terbesar sepanjang sejarah. Indonesia, Sri Langka, India, dan Thailand merupakan negara dengan jumlah kematian terbesar.

Gambar 9.1 Masjid Terkena Gelombang Laut Tsunami

Gambar 9.2 Hantaman Gelombang Laut ke Daratan karena Tsunami

Bab 9 Bencana Alam

76

PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP

KELAS 7 SMP

Gambar 9.3 Lumpur Sisa-sisa Tsunami yang Terbawa ke Daratan

2. Gempa Bumi Gempa bumi adalah getaran atau guncangan yang terjadi di permukaan bumi. Gempa bumi biasa disebabkan oleh pergerakan kerak bumi (lempeng bumi). Kata gempa bumi juga digunakan untuk menunjukkan daerah asal terjadinya kejadian gempa bumi tersebut. Bumi kita walaupun padat, selalu bergerak, dan gempa bumi terjadi apabila tekanan yang terjadi karena pergerakan itu sudah terlalu besar untuk dapat ditahan.
(Sumber: wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas, http//: id.wikipedia.org/ wiki/Gempa_bumi). Diakses 14 Oktober 2009.

Gempa bumi tektonik disebabkan oleh perlepasan (tenaga) yang terjadi karena pergeseran lempeng tektonik seperti layaknya gelang karet ditarik dan dilepaskan dengan tiba-tiba. Tenaga yang dihasilkan oleh tekanan antara batuan dikenal sebagai kecacatan tektonik. Teori dari tektonik plate (lempeng tektonik) menjelaskan bahwa bumi terdiri dari beberapa lapisan batuan, sebagian besar daerah dari lapisan kerak itu akan hanyut dan mengapung di lapisan seperti salju. Lapisan tersebut begerak perlahan sehingga berpecah-pecah dan bertabrakan satu sama lainnya. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya gempa tektonik. Gempa bumi tektonik memang unik. Peta penyebarannya mengikuti pola dan aturan yang khusus dan menyempit, yakni mengikuti pola-pola pertemuan lempeng-lempeng tektonik yang menyusun kerak bumi. Dalam ilmu kebumian (geologi), kerangka teoretis tektonik lempeng merupakan

Bab 9 Bencana Alam

77

PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP

KELAS 7 SMP

postulat untuk menjelaskan fenomena gempa bumi tektonik yang melanda hampir seluruh kawasan, yang berdekatan dengan batas pertemuan lempeng tektonik. Contoh gempa tektonik ialah seperti yang terjadi di Yogyakarta, Indonesia pada Sabtu, 27 Mei 2006 pagi hari, pukul 05.54 WIB.

Penyebab terjadinya gempa bumi Kebanyakan gempa bumi disebabkan dari pelepasan energi yang dihasilkan oleh tekanan yang dilakukan oleh lempeng tektonik yang bergerak. Semakin lama tekanan itu kian membesar dan akhirnya mencapai pada keadaan dimana tekanan tersebut tidak dapat ditahan lagi oleh pinggiran lempengan. Pada saat itulah gempa bumi akan terjadi. Gempa bumi biasanya terjadi di perbatasan lempengan lempengan tersebut. Gempa bumi yang paling parah biasanya terjadi di perbatasan lempengan kompresional dan translasional. Gempa bumi fokus dalam kemungkinan besar terjadi karena materi lapisan litosfer yang terjepit

kedalam mengalami transisi fase pada kedalaman lebih dari 600 km. Beberapa gempa bumi lain juga dapat terjadi karena pergerakan magma di dalam gunung berapi. Gempa bumi seperti itu dapat menjadi gejala akan terjadinya letusan gunung berapi (dikenal sebagai gempa volkanik). Beberapa gempa bumi juga terjadi karena menumpuknya massa air yang sangat besar di balik dam, seperti Dam Karibia di Zambia (gempa seperti ini jarang terjadi), Afrika. Sebagian lagi (jarang juga) juga dapat terjadi karena injeksi atau akstraksi cairan dari/ke dalam bumi (contoh. pada beberapa pembangkit listrik tenaga panas bumi dan di Rocky Mountain Arsenal. Terakhir, gempa juga dapat terjadi dari peledakan bahan peledak. Hal ini dapat membuat para ilmuwan memonitor tes rahasia senjata nuklir yang dilakukan pemerintah. Gempa bumi yang disebabkan oleh manusia seperti ini dinamakan juga seismisitas terinduksi.

Bab 9 Bencana Alam

78

PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP

KELAS 7 SMP

Gambar 9.4 Gedung Beton Luluh Lantak Terkena Gempa Tektonik

Gambar 9.5 Bangunan Bertingkat Lebih Rawan Hancur Terkena Gempa Kalau Konstruksinya Tidak Kuat

3. Letusan Gunung Api Letusan gunung api merupakan bagian dari aktivitas vulkanik yang dikenal dengan istilah “erupsi”. Hampir semua kegiatan gunung api berkaitan dengan zona kegempaan aktif sebab berhubungan dengan batas lempeng tektonik. Pada batas lempeng tektonik inilah terjadi perubahan tekanan dan suhu yang sangat tinggi sehingga mampu melelehkan material sekitarnya yang merupakan cairan pijar (magma). Magma akan mengintrusi/menerobos batuan atau lapisan bahan lain di sekitarnya melalui rekahan-rekahan mendekati permukaan bumi.

Bab 9 Bencana Alam

79

PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP

KELAS 7 SMP

Setiap gunung api memiliki karakteristik tersendiri jika ditinjau dari jenis muntahan atau produk yang dihasilkannya. Akan tetapi apapun jenis produk tersebut kegiatan letusan gunung api tetap membawa bencana bagi kehidupan. Bahaya letusan gunung api memiliki resiko merusak dan mematikan. Bahaya letusan gunung api dibagi menjadi dua berdasarkan waktu kejadiannya, yaitu: a) Bahaya Utama (Primer) 1) Awan panas (neuu ardante), merupakan campuran material letusan antara gas dan bebatuan (segala ukuran) terdorong ke bawah lereng akibat densitas yang tinggi dan merupakan adonan yang jenuh menggulung secara turbulensi bagaikan gunung awan yang menyusuri lereng. Selain suhunya sangat tinggi, antara 300 – 700º Celcius, kecepatan lumpurnyapun sangat tinggi, > 70 km/jam (tergantung kemiringan lereng). 2) Lontaran material (berupa bom, lapili, debu pijar), terjadi ketika letusan berlangsung. Jauh lontarannya sangat tergantung dari besarnya energi letusan, bisa mencapai ratusan meter jauhnya. Selain suhunya tinggi (>200ºC), ukuran materialnya pun besar dengan diameter > 10 cm sehingga mampu membakar sekaligus melukai, bahkan mematikan mahluk hidup. Lazim juga disebut sebagai “bom vulkanik” 3) Hujan abu lebat, terjadi ketika letusan gunung api sedang

berlangsung. Material yang berukuran halus (abu dan pasir halus) yang diterbangkan angin dan jatuh sebagai hujan abu dan arahnya tergantung dari arah angin. Karena ukurannya yang halus, material ini akan sangat berbahaya bagi pernafasan, mata, mencemari air tanah, merusak tumbuh-tumbuhan dan mengandung unsur-unsur kimia yang bersifat asam sehingga mampu mengakibatkan korosi terhadap seng dan mesin pesawat. 4) Lava, merupakan magma yang mencapai permukaan, sifatnya cair/liquid (cairan kental dan bersuhu tinggi, antara 700 – 1200ºC. Karena cair, maka lava umumnya mengalir mengikuti lereng dan

Bab 9 Bencana Alam

80

PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP

KELAS 7 SMP

membakar apa saja yang dilaluinya. Bila lava sudah dingin, maka wujudnya menjadi batu (batuan beku) dan daerah yang dilaluinya akan menjadi ladang batuan beku. 5) Gas racun, muncul tidak selalu didahului oleh letusan gunung api sebab gas ini dapat keluar melalui rongga-rongga ataupun rekahanrekahan yang terdapat di daerah gunung api. Gas utama yang biasanya muncul adalah CO2, H2S, HCl, SO2, dan CO. Yang sering menyebabkan kematian adalah gas CO2. Beberapa gunung api yang memiliki karakteristik letusan gas beracun adalah Gunung Api Tangkuban Perahu, Gunung Api Dieng, Gunung Ciremai, dan Gunung Api Papandayan. 6) Tsunami, umumnya dapat terjadi pada gunung api pulau, dimana saat letusan terjadi material-material akan memberikan energi yang besar untuk mendorong air laut ke arah pantai sehingga terjadi gelombang tsunami. Makin besar volume material letusan makin besar gelombang yang terangkat ke darat. Sebagai contoh kasus adalah letusan Gunung Krakatau tahun 1883.

b) Bahaya Ikutan (Sekunder) Bahaya ikutan letusan gunung api adalah bahaya yang terjadi setelah proses peletusan berlangsung. Bila suatu gunung api meletus akan terjadi penumpukan material dalam berbagai ukuran di puncak dan lereng bagian atas. Pada saat musim hujan tiba, sebagian material tersebut akan terbawa oleh air hujan dan tercipta adonan lumpur turun ke lembah sebagai banjir bebatuan, banjir tersebut disebut lahar.

Bab 9 Bencana Alam

81

PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP

KELAS 7 SMP

Gambar 9.6 Aliran Lava Pijar dari Gunungapi

Gambar 9.7 Erupsi Gunungapi di Laut

Gambar 9.8 Awan Pijar (Neuu Ardante) yang Menuruni Lereng Gunungapi

Bab 9 Bencana Alam

82

PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP

KELAS 7 SMP

B. Mitigasi (Upaya Penanganan) Bencana Alam Setiap bencana memerlukan tindakan prioritas dan kebutuhan informasi yang relatif berbeda. Prioritas tindakan dan kebutuhan informasi pada waktu bencana gempa bumi akan berbeda dengan bencana banjir. Namun secara umum, informasi yang dibutuhkan pada waktu penanganan bencana adalah: (1) wilayah serta lokasi geografis bencana dan perkiraan populasi, (2) status jalur transportasi dan sisem komunikasi, (3) ketersediaan air bersih, bahan makanan, fasilitas sanitasi dan tempat hunian, (4) jumlah korban, (5) kerusakan, kondisi pelayanan, ketersediaan obat-obatan, peralatan medis serta tenaga di fasilitas kesehatan, (6) lokasi dan jumlah penduduk yang menjadi pengungsi, dan (7) estimasi jumlah yang meninggal dan hilang.

Pada tahap awal, tindakan kemanusiaan dan pengumpulan informasi dilakukan secara simultan. Pengumpulan data harus dilakukan secara cepat untuk menentukan tindakan prioritas yang harus dilakukan oleh manajemen bencana. Data ini bias diperoleh misalnya dari peta ataupun citra penginderaan jauh. Misal Peta Rupabumi untuk menentukan lokasi bencana longsor tanah. Penggunaan Global Positioning Systems (GPS) berperan penting dalam menentukan lokasi tempat pengungsi maupun fasilitas kesehatan. Data tersebut dapat digabungkan dengan data spatial dari satelit. sebagai contoh,pPada awal kejadian tsunami di Aceh, gambar satelit dari Quick Birds sangat bermanfaat untuk mengestimasikan cakupan bencana serta perkiraan sarana transportasi yang rusak. Data spatial tersebut selanjutnya digabungkan dengan informasi mengenai jumlah maupun distribusi pengungsi, ketersediaan air bersih serta bahan makanan akan memberikan masukan penting bagi koordinasi dan manajemen pada fase tanggap darurat.

Bab 9 Bencana Alam

83

PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP

KELAS 7 SMP

Gambar 9.9 Peta Rupa Bumi untuk Menentukan Lokasi Longsor Tanah

Mitigasi Bencana Gunung Berapi Mitigasi bencana gunung berapi ialah upaya memperkecil jumlah korban jiwa dan kerugian harta benda akibat letusan gunung berapi, tindakan yang perlu dilakukan: a) Pemantauan, aktivitas gunung api dipantau selama 24 jam menggunakan alat pencatat gempa (seismograf). Data harian hasil pemantauan dilaporkan ke kantor Direktorat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (DVMBG) di Bandung dengan menggunakan radio komunikasi SSB. Petugas pos pengamatan Gunung berapi menyampaikan laporan bulanan ke pemda setempat. b) Tanggap Darurat, tindakan yang dilakukan oleh DVMBG ketika terjadi peningkatan aktivitas gunung berapi, antara lain mengevaluasi laporan

Bab 9 Bencana Alam

84

PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP

KELAS 7 SMP

dan data, membentuk tim Tanggap Darurat, mengirimkan tim ke lokasi, melakukan pemeriksaan secara terpadu. c) Pemetaan, Peta Kawasan Rawan Bencana Gunung berapi dapat menjelaskan jenis dan sifat bahaya gunung berapi, daerah rawan bencana, arah penyelamatan diri, lokasi pengungsian, dan pos penanggulangan bencana. d) Penyelidikan gunung berapi menggunakan metoda Geologi, Geofisika, dan Geokimia. Hasil penyelidikan ditampilkan dalam bentuk buku, peta dan dokumen lainya. e) Sosialisasi, petugas melakukan sosialisasi kepada Pemerintah Daerah serta masyarakat terutama yang tinggal di sekitar gunung berapi. Bentuk sosialisasi dapat berupa pengiriman informasi kepada Pemda dan penyuluhan langsung kepada masyarakat. (Sumber: Panduan
Pengenalan Karakteristik Bencana Dan Upaya Mitigasinya di Indonesia. Set BAKORNAS PBP; Leaflet Set. BAKORNAS PBP dan Gunung Api. Direktorat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi 2006.

Persiapan dalam Menghadapi Letusan Gunung Berapi

Mengenali daerah setempat dalam menentukan tempat yang aman untuk mengungsi.

• • •

Membuat perencanaan penanganan bencana. Mempersiapkan pengungsian jika diperlukan. Mempersiapkan kebutuhan dasar.

Jika Terjadi Letusan Gunung Berapi:

Hindari daerah rawan bencana seperti lereng gunung, lembah dan daerah aliran-lahar.

• • •

Ditempat terbuka, lindungi diri dari abu letusan dan awan panas. Persiapkan diri untuk kemungkinan bencana susulan. Kenakan pakaian yang bisa melindungi tubuh seperti: baju lengan panjang, celana panjang, topi dan lainnya.

• •

Jangan memakai lensa kontak. Pakai masker atau kain untuk menutupi mulut dan hidung.

Bab 9 Bencana Alam

85

PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP

KELAS 7 SMP

Saat turunnya awan panas usahakan untuk menutup wajah dengan kedua belah tangan.

Setelah Terjadi Letusan Gunung Berapi
• •

Jauhi wilayah yang terkena hujan abu. Bersihkan atap dari timbunan abu. Karena beratnya, bisa merusak atau meruntuhkan atap bangunan.

Hindari mengendarai mobil di daerah yang terkena hujan abu sebab bisa merusak mesin.

C. Rangkuman Bencana alam adalah peristiwa alam yang menimbulkan resiko dan bahaya terhadap kehidupan manusia. Bencana alam itu terjadi di mana-mana, dan terjadi pada masa lampau, masa sekarang, dan masa yang akan datang. Kejadian bencana alam seperti tsunami, gempa bumi, letusan gunungapi, longsor lahan, amblesan tanah, badai taipon, banjir, kebakaran hutan, dan badai salju adalah bencana yang banyak melanda berbagai negara dan bangsa, dan menimbulkan banyak kerugian baik berupa harta, benda, bahkan nyawa manusia. Pada tahap mitigasi bencana alam, tindakan kemanusiaan dan pengumpulan informasi dilakukan secara simultan. Pengumpulan data harus dilakukan secara cepat untuk menentukan tindakan prioritas yang harus dilakukan oleh manajemen bencana. Data ini bias diperoleh misalnya dari peta ataupun citra penginderaan jauh. Misal Peta Rupabumi untuk menentukan lokasi bencana longsor tanah. Penggunaan Global Positioning Systems (GPS) berperan penting dalam menentukan lokasi kamp pengungsi maupun fasilitas kesehatan.

D. Kasus/Permasalahan 1. Sebutkanlah bencana alam yang pernah terjadi di daerahmu? 2. Bagaimana korban yang yang ditimbulkan? 3. Tindakan apakah yang harus dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya bencana alam?

Bab 9 Bencana Alam

86

PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP

KELAS 7 SMP

BAB X PESISIR DAN LAUT
Standar Kompetensi: Mengenal ekosistem pesisir dan laut, pencemaran dan dampak yang ditimbulkan, serta cara pemeliharaannya.

Kompetensi Dasar: 1. Menjelaskan pengertian dan komponen ekosistem pesisir dan laut serta perbedaannya. 2. Menjelaskan interaksi hubungan antar lingkungan pesisir dan laut.

Indikator: 1 Siswa dapat menjelaskan pengertian dan komponen ekosistem pesisir dan laut serta perbedaannya. 2 Siswa dapat menjelaskan interaksi hubungan antar lingkungan pesisir dan laut.

A. Pendahuluan Wilayah pesisir memiliki arti strategis karena merupakan wilayah peralihan antara ekosistem darat dan laut, serta memiliki potensi sumberdaya alam dan jasa-jasa lingkungan yang sangat kaya. Namun,

Bab 10 Pesisir dan Laut

87

PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP

KELAS 7 SMP

karakteristik laut tersebut belum sepenuhnya dipahami dan diintegrasikan secara terpadu. Kebijakan pemerintah yang sektoral dan bias daratan, akhirnya menjadikan laut sebagai kolam sampah raksasa. Dari sisi sosialekonomi, pemanfaatan kekayaan laut masih terbatas pada kelompok pengusaha besar dan pengusaha asing. Nelayan sebagai jumlah terbesar merupakan kelompok profesi paling miskin di Indonesia. Pengelolaan wilayah pesisir secara terpadu atau yang lebih di kenal dengan Integrated Coastal Zone Management atau disingkat ICZM adalah pengelolaan pemanfaatan sumberdaya alam dan jasa-jasa lingkungan yang terdapat di kawasan pesisir dengan cara melakukan penilaian menyeluruh tentang kawasan pesisir beserta sumberdaya alam dan jasajasa lingkungan yang terdapat di dalamnya, menentukan tujuan dan sasaran pemanfaatan, dan kemudian merencanakan serta mengelola segenap kegiatan pemanfaatannya guna mencapai pembangunan yang optimal dan berkelanjutan.

B. Ekosistem Laut dan Pesisir

Gambar 10.1 Wilayah Pesisir

Berdasarkan kesepakatan umum di dunia bahwa wilayah pesisir adalah suatu wilayah peralihan antara daratan dan lautan. Dilihat dari garis pantai, maka wilayah pesisir memiliki dua macam batas yaitu: batas yang sejajar garis pantai dan batas yang tegak lurus terhadap garis

Bab 10 Pesisir dan Laut

88

PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP

KELAS 7 SMP

pantai. Akan tetapi, penetapan batas-batas suatu wilayah pesisir yang tegak lurus terhadap garis pantai, sejauh ini belum ada kesepakatan. Dengan kata lain batas wilayah pesisir berbeda dari satu negara ke negara lain karena setiap negara memiliki karakteristik lingkungan, sumberdaya dan sistem pemerintahan tersendiri. Menurut kesepakatan internasional terakhir, wilayah pesisir didefinisikan sebagai wilayah peralihan antara laut dan daratan, ke arah darat mencakup daerah yang masih terkena pengaruh dinamika air laut atau pasang surut dan ke arah laut meliputi daerah paparan benua. Dalam hasil rapat kerja nasional proyek MREP di Manado 1994, telah di tetapkan bahwa batas ke arah laut suatu wilayah pesisir adalah sesuai dengan batas laut yang terdapat dalam Peta Lingkungan Pantai Indonesia (PLPI) dengan skala 1:50.000 yang telah diterbitkan oleh Badan Koordinasi Survey dan Pemetaan Nasional (BAKOSURTANAL). Sedangkan batas ke arah darat adalah mencakup batas administratif seluruh desa pantai yang termasuk ke dalam wilayah Pesisir. Dalam suatu wilayah pesisir terdapat satu atau lebih sistem lingkungan dan sumberdaya pesisir. Ekosistem pesisir dapat bersifat alami ataupun buatan. Ekosistem alami yang terdapat di wilayah pesisir antara lain adalah: terumbu karang, hutan mangrove, padang lamun, pantai berpasir, formasi pescaprea, formasi baringtonia, estuaria, laguna, dan delta. Sedangkan ekosistem buatan antara lain berupa: tambak, sawah pasang surut, kawasan pariwisata, kawasan industri, kawasan agroindustri dan kawasan pemukiman. Sumberdaya di wilayah pesisir terdiri dari sumber daya alam yang dapat pulih dan tidak dapat pulih, sumberdaya alam yang dapat pulih seperti: perikanan, rumput laut, padang lamun, hutan mangrove dan terumbu karang, sedangkan sumberdaya tak dapat pulih antara lain: minyak dan gas, bijih besi, pasir, timah, bauksit, dan mineral serta bahan tambang lainnya.

Bab 10 Pesisir dan Laut

89

PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP

KELAS 7 SMP

C. Pengelolaan Pesisir Secara normatif, kekayaan sumberdaya pesisir dikuasai oleh negara untuk dikelola sedemikian rupa guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat, memberikan manfaat bagi generasi sekarang tanpa mengorbankan kebutuhan generasi yang akan datang. Ironisnya, sebagian besar tingkat kesejahteraan masyarakat yang bermukim di wilayah pesisir justru menempati strata ekonomi yang paling rendah bila dibandingkan dengan masyarakat darat lainnya. Selama ini, kegiatan ekonomi yang berlangsung di wilayah pesisir hanya dilakukan berdasarkan pendekatan sektoral yang didukung UU tertentu yang menguntungkan instansi sektor dan dunia usaha terkait. Akibatnya, pengelolaan pesisir dan pulau-pulau kecil cenderung

eksploitatif, tidak efisien, dan sustainable (berkelanjutan). Banyak faktorfaktor yang menyebabkan ketidakefektifan pengelolaan sumberdaya pesisir ini, antara lain ketidakjelasan pemilikan dan penguasaan sumberdaya, ketidakpastian hukum, serta konflik pengelolaan. Ketidakjelasan pemilikan dan penguasaan sumberdaya pesisir masih sering terjadi di berbagai tempat. Biasanya sumberdaya pesisir dianggap tanpa pemilik (open access property), tetapi berdasarkan pasal 33 UUD 1945, dan UU Pokok Perairan No. 6/1996, dinyatakan sebagai milik pemerintah (state property). Namun, ada indikasi di beberapa wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil terjadi pemilikan pribadi (quasi private proverty). Di beberapa wilayah pesisir atau pulau masih dipegang teguh sebagai milik kaum atau masyarakat adat (common property). Perbedaan penerapan konsep pemilikan dan penguasaan sumberdaya ini mendorong ketidakjelasan siapa yang berhak untuk mengelolanya. Hal ini mendorong berbagai pemilik modal untuk mengeksploitasi sumberdaya wilayah pesisir ini secara berlebihan, kalau tidak maka pihak lain yang akan memanfaatkannya, dan tidak ada insentif untuk melestarikannya, sehingga terjadi bencana bersama yang baru. Pada dasarnya, hampir di seluruh wilayah pesisir Indonesia terjadi konflik-konflik antara berbagai pihak yang berkepentingan. Masing-masing

Bab 10 Pesisir dan Laut

90

PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP

KELAS 7 SMP

mempunyai tujuan, target, dan rencana untuk mengeksploitasi sumberdaya pesisir. Perbedaan tujuan, sasaran, dan rencana tersebut mendorong terjadinya konflik pemanfaatan dan konflik kewenangan. Pengelolaan lautan sangat terkait dengan kebijakan nasional yang mengatur pengelolaan wilayah laut. Adapun batas wilayah lautan dimulai dari batas yurisdiksi di darat sampai ke laut lepas sejauh klaim Negara yang bersangkutan. Konvensi Hukum Laut PBB 1982 (UNCLOS) memberikan dasar hukum bagi negara-negara pantai untuk menentukan batasan lautan sampai ZEE (Zona Ekonomi Eksklusif) dan landas kontinen. Dengan dasar itu, suatu negara memiliki wewenang untuk mengeksploitasi sumberdaya yang ada di zona tersebut. Berbicara masalah kelautan, memang masih ada ketidakjelasan perbedaan antara wilayah pesisir dengan wilayah lautan. Para ahli oseanografi dengan persepsi global terhadap masalah kelautan, biasanya menganggap seluruh area yang ada dalam batas paparan benua sebagai wilayah pesisir. Sedangkan para pengelola wilayah pesisir biasanya menganggap seluruh area di luar batas wilayah laut territorial sebagai wilayah laut. Dengan demikian yang membedakan antara program pengelolaan lautan dengan pengelolaan wilayah pesisir adalah pada ruang lingkup pengelolaannya. Program pengelolaan wilayah pesisir mencakup kawasan daratan sampai laut pesisir, sedangkan pengelolaan lautan hanya meliputi pengelolaan wilayah laut di luar paparan benua.

Bab 10 Pesisir dan Laut

91

PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP

KELAS 7 SMP

D. Rangkuman Wilayah pesisir memiliki arti strategis karena merupakan wilayah peralihan antara ekosistem darat dan laut, serta memiliki potensi sumberdaya alam dan jasa-jasa lingkungan yang sangat kaya. Menurut kesepakatan internasional terakhir, wilayah pesisir didefinisikan sebagaiwilayah peralihan antara laut dan daratan, kearah darat mencakup daerah yang masih terkena pengaruh percikan air laut atau pasang surut dan kearah laut meliputi daerah paparan benua. Secara normatif, kekayaan sumberdaya pesisir dikuasai oleh negara untuk dikelola sedemikian rupa guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat, memberikan manfaat bagi generasi sekarang tanpa mengorbankan kebutuhan generasi yang akan datang.

E. Kasus/Permasalahan 1. Jelaskan apakah yang dimaksud dengan wilayah pesisir itu ! 2. Apakah perbedaan ekosistem pesisir dan daratan? 3. Identifikasi flora dan fauna di pesisir? 4. Sebutkan faktor-faktor yang menyebabkan ketidak-efektifan pengelolaan sumberdaya pesisir? 5. Lembaga apakah Bakorsurtanal itu? 6. Secara normatif siapakah pemilik wilayah pesisir itu dan apa tanggung jawabnya?

Bab 10 Pesisir dan Laut

92

PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP

KELAS 7 SMP

BAB XI SUNGAI DAN DANAU
Standar Kompetensi: Mengenal ekosistem sungai dan danau, pencemaran dan dampak yang ditimbulkan, serta cara pemeliharaannya.

Kompetensi Dasar: 1. Menjelaskan pengertian ekosistem sungai dan danau, serta perbedaannya. 2. Menjelaskan hubungan interaksi antar lingkungan sungai dan danau.

Indikator: 1 Siswa dapat menjelaskan pengertian ekosistem sungai dan danau, serta perbedaannya. 2 Siswa dapat menjelaskan hubungan interaksi antar lingkungan sungai dan danau.

A. Ekosistem Sungai dan Danau Air adalah sumberdaya alam yang dinamik (dynamic resources), yang memberikan manfaat untuk mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia dalam segala bidang, sehingga memberikan implikasi yang relatif pelik dan khas dalam upaya pengelolaan dan

Bab 11 Sungai dan Danau

93

PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP

KELAS 7 SMP

pemanfaatannya. Pengelolaan sungai, danau dan waduk adalah upaya merencanakan, melaksanakan, memantau dan mengevaluasi kegiatan konservasi sumberdaya air, pendayagunaan sumberdaya air dan pengendalian daya rusak air agar terciptanya konservasi sumber daya air. Tujuan pengelolaan sungai, danau dan waduk untuk Konservasi Sumberdaya Air adalah upaya pencegahan banjir dan kekeringan, pencegahan erosi dan sedimentasi, pencegahan kerusakan bantaran sungai, pencegahan tercemarnya sumber air, dan juga untuk menghindari konflik dan degradasi sumberdaya alam dan lingkungan. Sungai adalah tempat-tempat dan wadah-wadah serta jaringan pengaliran air mulai dari mata air sampai muara dengan dibatasi kanan dan kirinya serta sepanjang pengalirannya oleh garis sempadan. Danau adalah bagian dari sungai yang lebar dan kedalamannya secara alamiah jauh melebihi ruas-ruas lain dari sungai yang bersangkutan. Waduk adalah wadah air yang terbentuk sebagai akibat dibangunnya bangunan sungai dalam hal ini bangunan bendungan, dan berbentuk pelebaran alur/badan/palung sungai. Wilayah sungai adalah kesatuan wilayah tata pengairan sebagai hasil pengembangan satu atau lebih daerah pengaliran sungai. Bantaran sungai adalah lahan pada kedua sisi sepanjang palung sungai dihitung dari tepi sampai dengan kaki tanggul sebelah dalam. Bangunan sungai adalah bangunan yang berfungsi untuk

perlindungan, pengembangan, penggunaan dan pengendalian sungai. Garis sempadan sungai adalah garis batas luar pengamanan sungai. Suatu daerah aliran sungai (DAS) dibatasi oleh topografi alami berupa punggung-punggung bukit/gunung, dimana presipitasi yang jatuh di atasnya mengalir melalui titik keluar tertentu (outlet) yang akhirnya bermuara ke danau atau laut. Wilayah DAS terdiri dari komponen

Bab 11 Sungai dan Danau

94

PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP

KELAS 7 SMP

sumberdaya biotik, abiotik dan lingkungan lainnya yang saling berinteraksi membentuk kesatuan ekosistem. Ekosistem DAS sebagai unit pengelolaan sumberdaya alam terdiri dari sistem fisik, sistem biologis dan sistem manusia serta masing-masing komponen dalam sistem dan subsistem-subsistemnya saling berinteraksi. Wilayah DAS menjadi integrator beragam interaksi komponen ekosistem, sehingga batas DAS sering dijadikan batas ekologis. Batas ekologis menjadi sangat penting dalam pembangunan berkelanjutan yang menjamin fungsi ekologis dan ekonomi. Aliran sungai yang umumnya berada di tengah wilayah DAS sering dijadikan batas terluar dari batas administrasi daerah otonom. Oleh karena itu batas DAS bersifat lintas lokal melampaui batas-batas kekuasaan politis dan administrasi, sehingga masalah DAS menyangkut beberapa kabupaten dalam satu atau lebih provinsi. Pengaturan dan pengelolaan sumberdaya air dalam DAS

dirasakan semakin kompleks dalam era otonomi daerah dan berpotensi menimbulkan konflik antar daerah otonom apabila tidak dipahami dengan menyeluruh. Oleh karena itu strategi pengelolaan DAS secara terpadu, menyeluruh, fleksibel, efisien dan berkeadilan dalam konteks otonomi daerah diperlukan untuk menghindari konflik dan degradasi sumberdaya alam dan lingkungan. Pengelolaan sungai secara terpadu seperti yang dilakukan Singapura dengan prinsip "One river, one plan, one management" dapat menjadi salah satu alternatif program pemerintah dalam mengatasi masalah air. Selain itu untuk mengatasi limbah, perlu dilakukan penggelontoran. Caranya tiap industri yang berada sepanjang DAS danau dan waduk sebagai kompensasi harus membuat embung untuk menampung air hujan. Air dari embung ini selain berfungsi menggelontor dan menambah cadangan air juga untuk mencegah banjir.

Bab 11 Sungai dan Danau

95

PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP

KELAS 7 SMP

B. Manfaat Sungai dan Danau Banyak manfaat yang dapat diperoleh dari keberadaan sungai dan danau. Di Jawa hampir seluruh sungai dimanfaatkan untuk PLTA, perikanan, pertanian, dan rekreasi. Sungai Brantas di Jawa Timur misalnya, ada beberapa bendungan untuk PLTA, yaitu Bendungan Sengguruh di Kepanjen, Bendungan Sutami di Karangkates, dan Bendungan Wlingi Raya di Blitar. Sedangkan di sungai Konto juga dibangun Bendungan Selorejo dan di Bojonegoro ada waduk Pacal. Di Jawa Tengah ada waduk Gajah Mungkur dan di Jawa Barat ada waduk Citarum. Danau yang juga dimanfaatkan untuk bendungan PLTA adalah danau Toba melalui Sungai Asahan. Karakteristik sungai di Jawa ini sangat sesuai dengan tuntutan persyaratan bendungan, yakni airnya deras dan curam. Sungai-sungai di Sumatra dan Kalimantan sebagian besar dimanfaatkan penduduk untuk sarana transportasi. Misalnya di Sumatra ada sungai Musi dan Batanghari. Sedangkan di Kalimantan ada sungai Kapuas dan Kahayan. Meskipun akhir-akhir ini banyak dibangun transportasi darat, tetapi keberadaan transportasi sungai ini masih tetap ada. Keberadaan bendungan dan danau juga bermanfaat menjadi pengendali banjir. Air bah dari hulu dapat dihambat oleh bendungan. Namun, kelemahan yang terjadi adalah terjadinya sedimentasi.

Bendungan dan danau juga dapat menjadi tempat budidaya perikanan darat oleh masyarakat sekitar dengan menggunakan keramba. Hasil budidaya perikanan ini dapat membantu perekonomian masyarakat sekitar danau atau bendungan.

C. Pencemaran Sungai Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 82 Tahun 2001 mengenai Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air bahwa Pemerintah Provinsi mengkoordinasikan pengelolaan kualitas air dan melakukan pengendalian pencemaran air pada sumber air yang

Bab 11 Sungai dan Danau

96

PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP

KELAS 7 SMP

merupakan lintas Kabupaten/Kota. Oleh karena itu dalam pengelolaan dan pengendalian pencemaran air pada sumber air yang lintas kab/kota diperlukan adanya koordinasi dengan kabupaten/kota serta kerjasama dengan berbagai sektor terkait lainnya. Koordinasi dan Fasilitasi Pengendalian Pencemaran Air dengan kabupaten/Kota serta stake holder terkait dilakukan untuk merumuskan suatu langkah/strategi dalam upaya pengelolaan kualitas air dan pengendalian pencemaran air serta untuk mensosialisasikan kegiatan/ program pengendalian pencemaran air yang sudah dan sedang dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi maupun oleh Kabupaten/kota, serta rencana program kegiatan yang akan dilaksanakan pada tahun berikutnya. Pencemaran air sungai disebabkan oleh banyaknya air limbah yang masuk ke dalam sungai yang berasal dari berbagai sumber pencemaran yaitu dari limbah industri, domestik, rumah sakit, peternakan, pertanian dan sebagainya. Untuk mencegah agar tidak terjadi pencemaran air, dalam aktivitas kita dalam memenuhi kebutuhan hidup hendaknya tidak menambah terjadinya bahan pencemar antara lain tidak membuang sampah rumah tangga, sampah rumah sakit, sampah/limbah industri secara

sembarangan, tidak membuang ke dalam air sungai, danau ataupun ke dalam selokan. Tidak menggunakan pupuk dan pestisida secara berlebihan, karena sisa pupuk dan pestisida akan mencemari air di lingkungan tanah pertanian. Tidak menggunakan deterjen fosfat, karena senyawa fosfat merupakan makanan bagi tanaman air seperti enceng gondok yang dapat menyebabkan terjadinya pencemaran air. Pencemaran air yang telah terjadi secara alami misalnya adanya jumlah logam-logam berat yang masuk dan menumpuk dalam tubuh manusia, logam berat ini dapat meracuni organ tubuh melalui pencernaan karena tubuh memakan tumbuh-tumbuhan yang mengandung logam berat

Bab 11 Sungai dan Danau

97

PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP

KELAS 7 SMP

meskipun diperlukan dalam jumlah kecil. Penumpukan logam-logam berat ini terjadi dalam tumbuh-tumbuhan karena terkontaminasi oleh limbah industri. Untuk menanggulangi agar tidak terjadi penumpukan logamlogam berat, maka limbah industri hendaknya dilakukan pengolahan sebelum dibuang ke lingkungan. Proses pencegahan terjadinya

pencemaran lebih baik daripada proses penanggulangan terhadap pencemaran yang telah terjadi.

D. Pengolahan Limbah Limbah industri sebelum dibuang ke tempat pembuangan, dialirkan ke sungai atau selokan hendaknya dikumpulkan di suatu tempat yang disediakan, kemudian diolah, agar bila terpaksa harus dibuang ke sungai tidak menyebabkan terjadinya pencemaran air. Bahkan kalau dapat setelah diolah tidak dibuang ke sungai melainkan dapat digunakan lagi untuk keperluan industri sendiri. Sampah padat dari rumah tangga berupa plastik atau serat sintetis yang tidak dapat diuraikan oleh mikroorganisme dipisahkan, kemudian diolah menjadi bahan lain yang berguna, misalnya dapat diolah menjadi keset. Sampah organik yang dapat diuraikan oleh mikroorganisme dikubur dalam lubang tanah, kemudian kalau sudah membusuk dapat digunakan sebagai pupuk. Di Jawa Timur, tingginya tingkat pencemaran domestik di Kali Brantas, khususnya di Desa Cangkir dan Driyorejo, Kecamatan Driyorejo Kabupaten Gresik semakin mengkhawatirkan. Direktur Ekesekutif

Lembaga Kajian Ekologi dan Konservasi Lahan-lahan Basah atau Ecoton, Prigi Arisandi (2009) menyebutkan populasi penduduk di dua desa itu mencapai 10.000 jiwa dan menyumbangkan limbah cair dan limbah padat berupa sampah domestik setara dengan limbah industri. Sementara itu berdasarkan data dari Badan Lingkungan Hidup (BLH) Provinsi Jawa Timur, limbah cair industri dan limbah cair domestik

Bab 11 Sungai dan Danau

98

PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP

KELAS 7 SMP

yang dibuang di Kali Brantas mencapai 150 ton per hari dengan komposisi 55 persen berasal dari limbah domestik dan 45 persen limbah industri. Penanganan limbah industri sekarang sedang digalakkan oleh BLH Jatim dengan Perum Jasa Tirta 1 Malang melalui patroli sungai. Hingga kini sudah lebih dari 12 perusahaan yang sedang diberkas kasusnya oleh Polwiltabes Kota Surabaya, kata Kepala Bidang

Komunikasi Lingkungan dan Peningkatan Peran serta masyarakat BLH Jatim, Putu Arthagiri, dalam pelatihan 30 kader pengolah sampah dari Kecamatan Driyorejo. Putu menyatakan BLH Jatim sekarang sedang menggalakkan penanganan limbah domestik dan pengolahan sampah dengan melibatkan peran serta masyarakat. Salah satu bentuknya bekerja sama dengan Ecoton melatih 30 kader pengolah sampah untuk Desa Cangkir dan Desa Driyorejo sejak 30 Juli hingga 2 Agustus ini. Peserta dibekali ketrampilan dasar pengolahan sampah dengan metode

composting (pengomposan), metode Pemilahan dan teknik daur ulang bahan-bahan bekas serta sosialisasi kebijakan pengelolaan sampah. BLH Jatim akan mendukung dan memberikan konsultasi serta bantuan teknis kepada Desa Cangkir dan Driyorejo dengan melihat kesiapan masing-masing desa untuk melakukan pengolahan sampah. “Kami tidak ingin, bantuan teknis berupa instalasi pengolah limbah dan depo-depo kompos nantinya hanya akan menjadi monumen,” ujar Putu Arthagiri. Faktor pribadi, orang masih tidak memiliki kepedulian pada masalah sampah, yang didasari oleh kurangnya informasi dan pendidikan tentang dampak sampah dan pengolahan sampah. Faktor komunitas, hilangnya gotong royong dalam masyarakat, tidak adanya mekanisme punishment (sanksi) dan reward (pengharagaan) terkait pengolahan sampah dan limbah cair. Selain itu informasi tentang keberhasilan (success story) pengelolaan sampah masih jarang. Faktor pemerintah,

Bab 11 Sungai dan Danau

99

PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP

KELAS 7 SMP

kurangnya sosialisasi tentang kebijakan pengolahan samp ah dan kurangnya perhatian pemerintah dalam penyadaran masyarakat. Rendahnya kepedulian masyarakat pada pengolahan sampah selain disebabkan oleh rendahnya kesadaran hidup bersih. juga tidak adanya dorongan dan perhatian dari pemerintah Kabupaten Gresik terkait pengolahan sampah di Desa Driyorejo, ujar salah seorang peserta, Mulyono, Kepala Dusun Lopang Desa Driyorejo.

E. Sedimentasi dan Pendangkalan Masalah pokok yang dihadapi oleh sungai dan danau adalah sidimentasi dan pendangkalan. Sedimentasi terjadi karena adanya lumpur yang mengumpul di dasar sungai dan danau. Hal ini terutama disebabkan oleh adanya banjir yang membawa lumpur dari hulu sungai dan penambangan pasir liar. Adanya penggundulan hutan merupakan pemicu timbulnya erosi tanah di hulu. Sedimentasi ini lama-kelamaan dapat menyebabkan pendangkalan bendungan. Bendungan Sutami Karangkates yang diperkirakan dapat berusia 100 tahun, dengan adanya sedimentasi ini dapat turun usianya menjadi 60 tahun saja. Jika fungsi dari bendungan sebagai PLTA terganggu maka penyediaan listrik di Jawa-Bali akan juga menurun.

Bab 11 Sungai dan Danau

100

PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP

KELAS 7 SMP

F. Rangkuman Pengelolaan sungai, danau dan waduk adalah upaya merencanakan, melaksanakan, memantau dan mengevaluasi kegiatan konservasi sumber daya air, pendayagunaan sumberdaya air dan pengendalian daya rusak air. Konservasi sumberdaya air adalah upaya memelihara keberadaan serta keberlanjutan keadaan, sifat dan fungsi sumber daya air agar senantiasa tersedia dalam kuantitas dan kualitas yang memadai untuk memenuhi kebutuhan makhluk hidup, baik pada waktu sekarang maupun yang akan datang. Sungai, waduk dan danau merupakan sumber air yang sangat penting fungsinya dalam pemenuhan kebutuhan masyarakat dan meningkatkan pembangunan nasional, sehingga dalam rangka pemanfaatan dan pelestariannya dipandang perlu melakukan pengaturan mengenai sumber air tersebut yang meliputi perlindungan, pengembangan, penggunaan dan pengendalian dengan Peraturan Pemerintah. Apabila sumberdaya air ini dikelola secara profesional dan penggunaannya proporsional antara kepentingan badan usaha dan kepentingan masyarakat luas, maka akan menambah sumber devisa negara yang pada akhirnya akan bermuara pada kesejahteraan masyarakat.

G. Kasus/Permasalahan 1. Jelaskan pengertian sungai, danau, dan waduk/bendungan! 2. Apakah tujuan pengelolaan sungai, danau, dan waduk itu? 3. Sebutkan manfaat utama danau dan sungai? 4. Apakah di sekitar anda terdapat bendungan. Sebutkan dan apa manfaatnya selama ini?

Bab 11 Sungai dan Danau

101

PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP

KELAS 7 SMP

DAFTAR PUSTAKA

Direktorat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Panduan Pengenalan Karakteristik Bencana Dan Upaya Mitigasinya di Indonesia. Leaflet Set. BAKORNAS PBP dan Gunungapi. Direktorat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi 2006). http://staff.undip.ac.id/ (Online, diakses 15 Oktober 2009) Heny Pagoray. 2003. Lingkunagn Pesisir dan Masalahnya Sebagai Daerah Buangan Limbah. Makalah Seminar. Program Pascasarjana S3. Bogor: IPB. Kumar, A.D. 1986. Environmental Chemistry. India: Mohender Singh Sejwal Manahan, S.B. 1983. Environmental Chemistry. Boston: Willard Grant Press Maulana, 2009. Tsunami Asia Tenggara. http//:maul4n4.multiply.com/journal/item) Diakses 14 Oktober 2009 jam 09.00. Moore, J.W., and Moore, E.A. 1976. Environmental Chemistry. New York: Academic Press Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 82 Tahun 2001, Tentang Pengelolaan Kualitas Air Dan Pengendalian Pencemaran Air. Rahardjo, S., Dina, L., dan Suyono. 2006. Pengendalian Dampak Lingkungan. Surabaya: Penerbit Airlangga Sutikno. 1985. Dampak Bencana Alam Terhadap Lingkungan Fisik. Makalah, disampaikan Dalam Acara Ceramah Ilmiah Lingkungan dalam rangka HUT MAPA GEGAMA Fakultas Geografi UGM. Yogyakarata 1985.

Daftar Pustaka

102

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful