Pengertian Elektronika

Elektronika adalah ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) tentang pengendalian partikel bermuatan di dalam ruang hampa, gas, dan bahan semikonduktor.

Gambar 1. Pengertian Elektronika (click gambar untuk memperbesar!) Elektronika yang berhubungan dengan pengendalian partikel bermuatan dalam ruang hampa akan mempelajari piranti-piranti elektronika seperti pentode tabung hampa atau tabung elektron. Contoh: piranti tabung hampa (vacuum tube) adalah piranti yang ada pada radio-radio “kuno”.

Gambar 2. Radio & Tabung Hampa (click gambar untuk memperbesar!) Contoh piranti elektronika tabung hampa lainnya adalah CRT (cathode-ray tube) atau tabung sinar katode yang banyak dijumpai pada pesawat televisi dan osiloskop (CRO: cathode-ray oscilloscope).

Gambar 3. Televisi dan CRT (click gambar untuk memperbesar!)

komponen diartikan sebagai elemen terkecil dari rangkaian/sistem elektronis. Komponen Aktif: Komponen yang dapat menguatkan dan menyearahkan sinyal listrik. Berdasarkan respons output terhadap inputnya komponen elektronik dibedakan menjadi komponen pasif dan komponen aktif. Gambar 4. transistor (gambar a). Elektronika yang berhubungan dengan pengendalian partikel bermuatan dalam semikonduktor akan mempelajari piranti-piranti elektronika semikonduktor seperti diode (gambar b).Elektronika yang berhubungan dengan pengendalian partikel bermuatan dalam gas akan mempelajari piranti-piranti elektronika seperti tabung-tabung foto jenis gas (gas-type phototubes) yang digunakan dalam industri per-film-an sebagai sound-on-film sensors. serta mengubah energi dari satu bentuk ke bentuk lainnya. Contoh komponen aktif: . dan IC (gambar c). Piranti Elektronika Semikonduktor (click gambar untuk memperbesar!) Komponen Elektronika Dalam bidang elektronika.

merupakan piranti elektronika dengan dua elektrode. Diode Sebagai Komponen Penyearah (click gambar untuk memperbesar!) . Pada contoh di bawah ini. Gambar 5. Output Rangkaian Penguat dengan transistor (click gambar untuk memperbesar!) (2) Diode. merupakan komponen elektronika dengan 3 elektrode yang berfungsi sebagai penguat/saklar.(1) Transistor. yang dapat digunakan untuk menyearahkan sinyal listrik. Transistor Sebagai Komponen Aktif Penguat (click gambar untuk memperbesar!) Jika digunakan osiloskop untuk mengamati input dan output rangkaian penguat dengan transistor. diode merupakan komponen dari rangkaian penyearah sinyal AC menjadi DC. Dalam hal ini inputnya dimasukkan ke titik B dan outputnya diambil dari titik A. karena merupakan komponen aktif. Jika menjadi komponen dalam rangkaian penguat. maka hasilnya adalah: Gambar 6. sehingga termasuk komponen aktif. maka transistor dapat menguatkan sinyal listrik. Gambar 7.

Contoh komponen pasif: (1) Resistor. Jika dihubungkan dengan sumber tegangan seperti pada rangkaian di bawah ini. merupakan komponen elektronika yang berfungsi membatasi/menghambat arus listrik. akan memberikan arus 1 mA. LED termasuk komponen aktif karena dapat mengubah suatu bentuk energi (listrik) ke bentuk lainnya (cahaya). maka resistor termasuk komponen pasif. Karena tidak dapat menguatkan sinyal maka resistor termasuk komponen pasif. Pada gambar sebelah kiri. terdapat rangkaian yang memberikan arus sebesar 2 mA. LED Mengubah Energi Listrik Menjadi Cahaya (click gambar untuk memperbesar!) Komponen Pasif: Komponen yang tidak dapat menguatkan dan menyearahkan sinyal listrik serta tidak dapat mengubah suatu energi ke bentuk lainnya. . Nampak bahwa pemasangan resistor tersebut akan membatasi arus. Bentuk Gelombang Input & Output Penyearah (click gambar untuk memperbesar!) (3) LED (light emitting diode). Gambar 9. maka LED tersebut akan menyala. Jika pada rangkaian disisipkan resistor 10 K ohm (gambar kanan). Jadi. Oleh karena tak dapat menguatkan sinyal.Jika dilakukan pengukuran dengan osiloskop menghasilkan: Gambar 8.

Tetapi jika rangkaian dengan kapasitor sumbernya diganti dengan AC seperti pada gambar (c). Simulasi Watak Resistor Sebagai Pembatas Arus (click gambar untuk menampilkan ukuran sebenarnya!) Tampilan berikut ini adalah suatu simulator yang dapat digunakan untuk melakukan percobaan secara simulatif tentang rangkaian seri dua buah resistor. (2) Kapasitor. terbukti pada titik C terdapat tegangan 5. Jika resistor diganti dengan kapasitor seperti pada gambar (b).2 A. rangkaian akan mengalirkan arus sebesar 0. maka arus akan dialirkan. merupakan komponen elektronika yang berfungsi menyimpan medan listrik. dapat berfungsi memblokir arus DC dan meneruskan arus AC. menyearahkan dan mengubah suatu energi ke bentuk lainnya. Karena tidak dapat menguatkan. Simulasi Watak Kapasitor (click gambar untuk menampilkan ukuran sebenarnya!) Gambar (a) menunjukkan bahwa walaupun ditahan oleh resistor. . maka kapasitor termasuk komponen pasif. Coba ikuti simulasi berikut ini! Gambar 11. arus DC ditahan oleh resistor sehingga tegangan pada titik B tidak ada. arus DC masih dapat dialirkan pada rangkaian sehingga pada titik A terdapat tegangan 5V.368V.Gambar 10. R2=40 ohm dan sumber tegangan 12V. Coba anda ubah nilai R1 menjadi 40 ohm! Berapakah nilai arus yang mengalir? Lebih kecil bukan? Itu menunjukkan bahwa resistor berfungsi sebagai pembatas arus. Perhatikan bahwa dengan R1=20 ohm.

Berdasarkan hubungan antara tegangan dan arus yang melewatinya. tegangan pada ujung-ujung resistor 10V. Jika rangkaian dengan induktor diberi sumber AC dalam hal ini 10 Vrms. induktor bagi arus DC bersifat meneruskan. Pada gambar (b). Coba ikuti simulasi berikut ini! Gambar 12. Bagi arus DC induktor bersifat mengalirkannya tetapi bagi arus AC induktor bersifat menghambat. arus berbanding lurus terhadap tegangan. kompoenen elektronika dibedakan atas komponen linear dan komponen non-linear. Jadi. tetapi bagi arus AC bersifat menghambat seperti ditunjukkan pada gambar (c). rangkaian disisipi induktor menghasilkan tegangan yang sama dengan rangkaian tanpa induktor. Simulasi Watak Induktor (click gambar untuk menampilkan ukuran sebenarnya!) Gambar (a) menunjukkan bahwa rangkaian tanpa induktor. maka induktor itu bersifat menghambat sehingga pada ujung-ujung resistor tegangannya turun menjadi 5. Watal Resistor Sebagai Komponen Linear (click gambar untuk memperbesar!) . termasuk komponen pasif karena tidak dapat menguatkan dan menyearahkan sinyal maupun mengubah suatu energi ke bentuk lainnya. Komponen Linear: Hubungan antara arus (I) dan tegangan (V) pada komponen tersebut bersifat linear.056V. Contoh: Resistor.(3) Induktor. Gambar 13.

Pengertian Rangkaian Elektronika (click gambar untuk menampilkan ukuran sebenarnya!) . Gambar 14. Contoh: Diode. Gambar 15. Watak Diode Sebagai Komponen Non-Linear (click gambar untuk memperbesar!) Rangkaian Elektronika Rangkaian elektronika adalah rangkaian yang dibentuk oleh komponen-komponen elektronika pasif dan aktif yang merupakan suatu satuan untuk pemrosesan isyarat (signal processing).Komponen Non-Linear: Hubungan antara arus (I) dan tegangan (V) pada komponen tersebut bersifat tidak linear.

rangkaiannya dinamakan penyearah (rectifier). Gambar 16. Input dan Output Penguat Dengan Penguatan 2 Kali . rangkaiannya dinamakan modulator Pemrosesan sinyal digital Penguatan: contoh rangkaian yang melakukan pemrosesan isyarat ini adalah amplifier dengan penguatan sebesar dua kali. Diagram Blok Amplifier Dengan Penguatan 2 Kali Implementasi rangkaian tersebut menggunakan OPAMP adalah: Gambar 17. Amplifier Dengan Pnguatan 2 Kali Jika dilakukan pengukuran menggunakan osiloskop maka akan dihasilkan gambar seperti ini: Gambar 18.Pemrosesan isyarat dapat mencakup: • • • • • Penguatan (amplification). Penyearahan (rectification). Pembangkitan (oscillation). rangkaiannya dinamakan penguat (amplifier). rangkaiannya dinamakan pembangkit sinyal (oscillator) atau osilator Pemodulasian (modulation).

Rangkaian Penyearah Gelombang Penuh Pengukuran pada input dan output rangkaian tersebut menghasilkan: Gambar 21. Bentuk gelombang input & output penyearah gelombang penuh . Gambar 19.Hasil pengukuran menunjukkan bahwa amplifier melakukan suatu pemrosesan isyarat jenis penguatan dengan menguatkan sinyal input menjadi 2 kalinya pada outputnya. Penyearahan: contoh rangkaian yang melakukan jenis pemrosesan isyarat ini adalah penyearah gelombang penuh. Daiagram Blok Penyearah Gelombang Penuh Rangkaian penyearah gelombang penuh: Gambar 20.

penyearah merupakan rangkaian elektronika. Gambar 22.Rangkaian penyearah melakukan pemrosesan sinyal dengan menyearahkan sinyal AC pada inputnya (titik A) menjadi sinyal DC pada outputnya berbentuk gelombang penuh (titik B). Jadi. Rangkaian Osilator Dengan OPAMP . Pembangkitan: contoh rangkaian yang melakukan pembangkitan isyarat/sinyal adalah osilator gelombang segitiga dan kotak seperti gambar berikut ini. Diagram Blok Osilator Gambar 23.

osilator merupakan rangkaian elektronika.Jika dilakukan pengukuran. Tata Letak Komponen Pada Rangkaian Diskrit . hubungan antar komponen dilakukan melalui konduktor. Output Rangkaian Osilator Dalam simulasi ini. IC). (1) Rangkaian Diskrit: merupakan rangkaian elektronik yang komponen-komponennya diletakkan di atas papan rangkaian seperti PCB (printed circuit board). komponen tersebut dapat diganti. Jadi. Rangkaian elektronika menurut tata letaknya terdiri atas rangkaian diskrit dan rangkaian terintegrasi (integrated circuit. Setiap komponen berdiri sendiri-sendiri. sehingga jika terdapat komponen yang rusak. Gambar 25. hasilnya adalah: Gambar 24. rangkaian oscillator melakukan pekerjaan pemrosesan sinyal jenis pembangkitan dengan membangkitkan gelombang kotak dan segitiga pada outputnya.

Gambar 25. Dalam chip yang ukurannya 1mm persegi tersebut terdapat beribu-ribu komponen. Jika chip tersebut dikemas dan diberi pin sehingga menjadi piranti elektronik maka piranti tersebut dinamakan IC (integrated circuit). Contoh Bentuk IC (Chip) Mikroprosesor Gambar 27.(2) Rangkaian Terintegrasi (IC): Komponen-komponennya tercetak dalam keping silikon yang disebut chip yang ukurannya kira-kira 1mm persegi. Beberapa Bentuk IC Mikrokontroler . Contoh Bentuk IC Gambar 26.

jadi IC nya yang diganti. 1.1 V.1 V. MSI (medium scale integration). 1000 buah.Klasifikasi Rangkaian Terintegrasi: • • • • SSI (small scale integration). Gambar 28. 0. atau instrumentasi dan kendali. atau komputasi. 10.2 V.000 buah VLSI (very large scale integration). yakni sinyal yang nilainya memiliki interval seperti 0. Perbedaan Rangkaian Elektronika Analog dan Digital Sistem Elektronika Sistem elektronika adalah kesatuan yang tersusun dari komponen dan rangkaian elektronika untuk tujuan pengalihan tenaga dalam bidang komunikasi. 2 V dan seterusnya. maka komponen yang rusak itu tidak dapat diganti. jumlah komponen lebih besar dari 10. jumlah komponen antara 100 s. jumlah komponen antara 1000 s.d. .5 V.000 buah Karena proses interkoneksi antar komponen dilakukan di atas chip oleh pabrik kemudian dikemas dalam bentuk IC. maka jika ada komponen yang rusak. (2) Rangkaian Digital: Rangkaian elektronika yang melakukan pemrosesan sinyal yang bersifat diskrit. yakni sinyal yang nilainya dalam dua keadaan saja yakni rendah dan tinggi. jumlah komponen lebih kecil dari 100 buah.d. Rangkaian elektronika menurut jenis sinyal yang diproses terdiri atas: (1) Rangkaian Analog: merupakan rangkaian yang memproses sinyal yang bersifat kontinyu. LSI (large scale integration).

Contoh-contoh sistem elektronika: . dan tujuan adanya sistem adalah untuk melakukan pengalihan tenaga dari satu bentuk ke bentuk lainnya. karena di dalamnya terdapat beberapa rangkaian dan komponen elektronik dan bertujuan melakukan transfer energi (coba sebutkan!). Jika keduanya bergabung menjadi sistem komunikasi. Ilustrasi Sistem Elektronika Dari gambar terlihat bahwa input dan output sistem elektronika berupa suatu energi. Diagram Blok Sistem Komunikasi 1 Arah Pemancar dan penerima merupakan sistem elektronik. maka keduanya disebut subsistem.Gambar 29. Contoh sistem elektronika dalam bidang komunikasi: Gambar 30.

Contoh-contoh Sistem Elektronika Telepon selular atau HP adalah sistem elektronika pada bidang komunikasi karena pada saat pengguna mendengarkan pembicaraan telepon maka HP berfungsi mengubah energi gelombang elektromagnetik menjadi energi gelombang mekanik suara. Televisi berfungsi mengubah energi gelombang elektromagnetik menjadi energi cahaya. Radio merupakan sistem elektronika bidang komunikasi karena berfungsi mengubah energi gelombang elektromagnetik menjadi energi gelombang mekanik suara. Perbedaan sistem dan rangkaian elektronika dapat disimpulkan sebagai berikut: . Robot mengubah sinyal-sinyal listrik menjadi energi gerak dan timbangan digital mengubah energi mekanik berat menjadi energi listrik.Gambar 31. sedangkan saat digunakan untuk menelpon HP berfungsi mengubah energi gelombang mekanik suara menjadi energi gelombang elektromagnetik.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful