P. 1
Makalah Sistem Digital

Makalah Sistem Digital

|Views: 2,722|Likes:
Published by Kurniawan Wiwin
MAKALAH SISTEM DIGITAL TEKNIK INFORMATIKA

UNIVERSITAS PAMULANG Jalan Surya Kencana No 1 Pamulang Barat Telepon 021-7412566 Fax 021-7412566 Tangerang Selatan ± Banten

BAB I ANALOG TO DIGITAL CONVERTER DAN DIGITAL TO ANALOG CONVERTER

1. ANALOG TO DIGITAL CONVERTER A. Pengertian ADC ( Analog to Digital Converter ) adalah suatu perangkat elektronik yang berfungsi untuk mengubah sinyal analog ke bentuk sinyal digital. Berikut adal
MAKALAH SISTEM DIGITAL TEKNIK INFORMATIKA

UNIVERSITAS PAMULANG Jalan Surya Kencana No 1 Pamulang Barat Telepon 021-7412566 Fax 021-7412566 Tangerang Selatan ± Banten

BAB I ANALOG TO DIGITAL CONVERTER DAN DIGITAL TO ANALOG CONVERTER

1. ANALOG TO DIGITAL CONVERTER A. Pengertian ADC ( Analog to Digital Converter ) adalah suatu perangkat elektronik yang berfungsi untuk mengubah sinyal analog ke bentuk sinyal digital. Berikut adal

More info:

Published by: Kurniawan Wiwin on Jul 17, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/26/2013

pdf

text

original

MAKALAH SISTEM DIGITAL

TEKNIK INFORMATIKA










OLEH :
IMAM BARNADIB
Kelas 1 C Malam Teknik Informatika Ruang 519



UNIVERSITAS PAMULANG
1alan Surya Kencana No 1 Pamulang Barat Telepon 021-7412566 Fax 021-7412566
Tangerang Selatan - Banten
BAB I
ANALOG TO DIGITAL CONVERTER
DAN DIGITAL TO ANALOG CONVERTER

1. ANALOG TO DIGITAL CONVERTER
A. Pengertian
ADC ( Analog to Digital Converter ) adalah suatu perangkat elektronik yang berIungsi
untuk mengubah sinyal analog ke bentuk sinyal digital.
Berikut adalah gambar rangkaian salah satu ienis ADC, yaitu ienis Successive
Approximation Convertion ( SAR ).





Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan ADC yaitu :
1. Tegangan maksimal yang dapat dikonversikan ADC.
2. Resolusi.
3. Pewaktu eksternal ADC.
4. Tipe output.
5. Ketepatan dan waktu konversi.


B. Prinsip Keria
Secara singkat prinsip keria ADC adalah semua bit-bit diset kemudian diuii, dan
bilamana perlu sesuai dengan kondisi yang telah ditentukan. Dengan rangkaian yang paling
cepat, konversi akan diselesaikan setelah 8 clock. Keluaran ADC merupakan nilai analog
yang ekivalen dengan nilai register SAR. Apabila konversi telah dilaksanakan, rangkaian
kembali mengirim sinyal setelah konversi yang berlogika rendah. Sisi turun sinyal ini akan
menghasilkan data digital yang ekivalen ke dalam register buIIer. Dengan demikian, output
digital akan tetap tersimpan sekalipun akan dimulai siklus konversi yang baru.






IC ADC mempunyai dua input analog diIerensial yaitu Vin
(¹)
dan Vin
(-)
sehingga data
tegangan yang akan diproses oleh ADC adalah selisih antara Vin
(¹)
dan Vin
(-).
V
reI
adalah tegangan reIerensi ADC yang digunakan untuk mengatur tegangan input
pada Vi¹ dan Vi-Besarnya tegangan reIerensi ini adalah setengah dari tegangan input
maksimal. Hal ini bertuiuan agar pada saat input maksimal data digital iuga akan maksimal.
Frekuensi clock dari ADC dapat diatur dengan komponen R dan C eksternal pada pin R
clk
dan
C
clk
dengan ketentuan :
F
clk
÷ 1 / (1,1 RC)
Chip select berIungsi untuk mengaktiIkan ADC yang diaktiIkan dengan logika low.
Read adalah input yang digunakan untuk membaca data digital hasil konversi yang aktiI pada
kondisi logika low.
rite berIungsi untuk melakukan start konversi ADC yang diaktiIkan pada kondisi
logika low.
Instruksi berIungsi untuk mendeteksi apakah konversi selesai atau tidak, iika sudah
selesai maka pin instruksi akan mengeluarkan logika low.
Data output digital sebanyak 8 bit (DB0-DB7) biner 0000 0000 sampai dengan 1111
1111, sehingga kemungkinan angka desimal yang akan muncul adalah 0 sampai 255 dapat
diambil pada pin D0 sampai D7. DB0-DB7 mempunyai siIat latching.
Berikut adalah gambar konIigurasi PIN ADC.


\





2. DIGITAL TO ANALOG CONVERTER
A. Pengertian
DAC ( Digital to Analog Converter ) adalah suatu perangkat elektronik yang berIungsi
untuk mengubah sinyal digital ke bentuk sinyal analog.
Proses pengubahan pada DAC ini berlawanan dengan ADC. Rangkaian DAC ada 2
macam yaitu DAC ienis Binary eigh Resistor dan DAC ienis R-2R Ladder.


B. Rangkaian
Pada DAC Jenis Binary eight Resistor, pemasangan nilai resistor pada input-input
D
0
, D
1
, D
2
, D
3
adalah sebagai berikut :
Nilai R yang ada di D
1
adalah ½ dari nilai yang ada di D
0.
Nilai R yang ada di D
2
adalah ½
dari nilai yang ada di D
1
(
1
/4
dari R yang ada di D
0
) dan seterusnya. Pemasangan nilai R
seperti itu bertuiuan untuk mendapatkanV
out
yang linier ( kenaikan per stepnya tetap). R
in

dicari dengan mem-paralel nilai-nilai resistor yang ada pada masing-masing input (D), bila
input yang masuk lebih dari satu.

Berikut adalah gambar DAC ienis Binary eigh Resistor.




Pada DAC ienis R-2R Ladder pemasangan nilai resistor pada masing-masing input
adalah R-2R, iadi kalau Nilai R ÷ 10k, maka 2R ÷ 20k. Pemasangan nilai Resistor yang
seperti itu bertuiuan untuk mendapatkan V
out
yang linier ( kenaikan per step nya tetap ).
Berikut adalah gambar DAC ienis R-2R Ladder.







BAB II
ENCODER DAN DECODER

1. ENCODER
A. Pengertian
Encoder adalah suatu perangkat yang berIungsi untuk mengubah ( konversi ) bentuk
sinyal desimal meniadi biner.
B. Rangkaian
Encoder terdiri dari beberapa input line. Salah satu dari input-input tersebut diaktiIkan
pada waktu tertentu yang selaniutnya akan menghasilkan kode output N-bit. Rangkaian
encoder merupakan aplikasi dari gerbang or.
Sebuah priority encoder adalah rangkaian encoder yang mempunyai Iungsi prioritas.
Operasi dari rangkaian priority encoder adalah sebagai berikut:
Jika ada dua lebih input bernilai '1¨ pada saat yang sama, maka input yang mempunyai
prioritas tertinggi yanga akan diambil.

2. DECODER
A. Pengertian
Decoder adalah suatu perangkat yang beIungsi untuk mengubah bentuk sinyal biner
meniadi desimal.
B. Rangkaian
Ada beberapa macam rangkaian Decoder yaitu :
- Decoder 3 x 8 (3 input dan 8 output line)
- Decoder 4 x 16
- Decoder BCD to Decimal (4 bit input dan 10 output line)
- Decoder BCD to 7 Segment (4 bit input dan 8 output line)
Khusus untuk BCD to 7 Segment mempunyai prinsip keria yang berbeda dengan
decoder yang lain, dimana kombinasi dari setiap inputnya dapat mengaktiIkan beberapa
output line-nya (bukan salah satu line).

















BAB III
SHIFT REGISTER

1. Pengertian
Register digunakan sebagai tempat penyimpanan sementara sebuah grup bit data.
Bit-bit data ( 1 atau 0 ) yang sedang berialan di dalam sebuah sistim digital, kadang-
kadang perlu dihentikan, di-copy, dipindahkan atau hanya digeser ke kiri atau ke kanan satu
atau lebih posisi. Maka dari itu diperlukan sebuah perangkat yang dapat melakukan hal
tersebut, yaitu shiIt register.
ShiIt register berIungsi untuk menerima maupun mengeluarkan data dengan cara
pergeseran, yaitu menggeser satu bit data ke kiri atau ke kanan untuk setiap satu periode clock
yang diberikan.
Berikut adalah gambar metode pergeseran pada shiIt register.










BAB IV
PETA KARNAUGH

1. Pengertian
Peta Karnaugh adalah salah satu metode penyederhanaan persamaan logika/rangkaian
logika dengan peta yangg disusun mirip dengan tabel kebenaran.
Peta Karnaugh menggambarkan harga/keadaan suatu Iungsi untuk setiap kombinasi
masukan yang mungkin dibentuk. Jadi sebenarnya, peta Karnaugh memetakan tabel
kebenaran dalam kotak-kotak segi empat yang iumlahnya tergantung dari iumlah peubah
(variabel) masukan.
Untuk Iungsi dengan 2 peubah, peta Karnaugh akan terdiri atas 2
2
÷ 4 kotak, untuk 3
peubah petanya akan terdiri atas 2
3
÷ 8 kotak dan seterusnya artinya untuk n peubah petanya
akan terdiri atas 2
n
kotak.
2. Peta Karnaugh Untuk 2 Peubah
Setiap kotak berisi 0 atau 1 yang menuniukkan keadaan Iungsi untuk kombinasi
masukan yang diwakili kotak bersangkutan.
Berikut adalah gambar peta Karnaugh untuk 2 peubah.




3. Peta Karnaugh Untuk 3 Peubah
Untuk 3 peubah dapat dibentuk 2
3
÷ 8 macam kombinasi. Ini berarti bahwa untuk
memetakan harga Iungsi dengan tiga peubah dalam peta Karnaugh dibutuhkan 8 kotak.
Berikut adalah gambar peta Karnaugh untuk 3 peubah.




















BAB V
MULTIPLEXER DAN DEMULTIPLEXER

1. MULTIPLEXER
A. Pengertian
Multiplexer adalah suatu perangkat pemilih beberapa ialur data ke dalam satu ialur
data untuk dikirim ke titik output.
Dengan kata lain multiplexer merupakan sebuah rangkaian logika yang menerima
beberapa input data digital dan menyeleksi salah satu dari input tersebut pada saat tertentu,
untuk dikeluarkan pada sisi output. Seleksi data tersebut dilakukan oleh selektor line.
Multiplexer disebut sebagai Data Selector atau Pemilih Data.
Berikut adalah ilustrasi gambar multiplexer.






2. DEMULTIPLEXER
A. Pengertian
Demultiplexer adalah rangkaian logika yang menerima satu input data dan
mendistribusikan input tersebut ke beberapa output yang tersedia.
Jika pada multiplexer memilih beberapa ienis input data ke satu output data, maka
demultiplexer merupakan kebalikannya, yaitu memilih satu ienis input data kemudian
mengirimnya ke beberapa output data. Demultiplexer disebut sebagai Data Distributor atau
Pendistribusi Data.
Berikut adalah ilustrasi gambar demultiplexer.



















BAB VI
OSCILLATOR

1. PENGERTIAN
Oscillator adalah suatu rangkaian yang menghasilkan sinyal berupa gelombang yang
amplitudonya berubah-ubah dengan periode tertentu.
Keluarannya bisa berupa gelombang sinusoida, gelombang persegi, gelombang pulsa,
gelombang segitiga atau gelombang gigi gergaii.
Dengan kata lain oscillator mengubah arus searah ( DC ) meniadi arus bolak-balik
( AC ) dalam beban.

2. PRINSIP DASAR
Dalam suatu osillator, suatu resistansi negatiI diberikan untuk kompensasi kehilangan-
kehilangan ( kebocoran ) dalam rangkaian. Dalam oscillator umpan-balik, umpan-balik positiI
dari luar cukup untuk membuat perolehan keseluruhan meniadi tidak terhingga dan
memberikan resistansi negatiI yang diperlukan untuk menanggulangi peredaman alami dari
oscillator. Dalam oscillator resistansi negatiI teriadi umpan-balik positiI dalam dan berperan
menghasilkan resistansi negatiI yang diperlukan.
Dalam suatu oscillator tidak ada sinyal yang diberikan dari luar. Sinyal awal untuk
menyulut (trigger) osilasi biasanya diberikan oleh tegangan derau. Tegangan derau muncul
sewaktu catu daya dihidupkan. Karena spektrum Irekuensi derau sangat lebar, oscillator selalu
memiliki tegangan komponen pada Irekuensi yang benar untuk bekerianya oscillator.

3. JENIS OSCILLATOR
Ada beberapa ienis oscillator berdasarkan bentuk gelombang yang dibangkitkan, yaitu
oscillator sinusoidal ( oscillator harmonic ) dan oscillator relaksasi.
Oscillator sinusoidal menghasilkan bentuk gelombang sinusoidal atau mendekati
sinusoidal pada Irekuensi tertentu. Sedangkan oscillator relaksasi menghasilkan bentuk
gelombang bukan sinusoidal seperti gelombang segiempat dan gelombang gigi-gergaii.
Jenis oscillator berdasarkan daerah Irekuensi yang dihasilkan antara lain :
- Oscillator Frekuensi Audio (AF) beberapa hz -20 KHz.
- Oscillator Frekuensi Radio (RF) 20 KHz - 30MHz.
- Oscillator Frekuensi Sangat Tinggi (VHF) 30MHz - 300MHz.
- Oscillator Frekuensi Ultra Tinggi (UHF) 300MHz - 3GHz.
- Oscillator Gelombang Mikro 3 GHz - Beberapa GHz.
Jenis oscillator harmonic antara lain :
1. Oscillator Amstrong


2. Oscillator Hartley





3. Oscillator Colpits

4. Oscillator Clapp



4949.0 55742.9:43.9:  %0.3/..82... 8.3.32.94343..9./..3.9009743.-0-07.43.5.078   .078.40-039:83.9:089073.3 8.07943 $#        /.9: 038   .9.7 7..  07:9 .83..3/.8:.088...  % % '#%# %%   '#%#    % % '#%#  !03079.3.07907 .9:507.9: 038 $:..3..2503:3.2-.3-071:38 :39:203:-./9.3   3.   %504:95:9   0905.9/43.3/.3   #084:8   !0.3507:/507.5.3. .3./.

3 70107038  .  $0.9:7/03.3/2:.8..9.53#...03 0 /.3.078 .. 507: 808:.3 8090.9. 708907 $#  5.  .3...078 .39.3  207:5.3 /.3. 20372 83. /03.3 70107038 3 .3 5..2.3 02-.078.3 ' 08.03 /03.9 35:92.  .9.9/.3.808.  !738507./9.3 203.7.3 3.  .3 /:3.7 90..5.9  43.3./.7 5.3 0.05.3 . 43.3..82.3 -074. 703/.4.8.3 43/8 .3 35:9 5.8:843.5:3.3.3 0.309039:. 90. 83.3.4.8.. /9039:.3 -..3 :39: 203.3 .3 /8008.. -9 -9 /809 02:/.3.35:9. . /9.3 -079::..7.3 /:  /.5907825.3909..7/. 43.-./.5.9 57385 07.3././.9:'3 /.3  03. /03.3 90.3 .  0:. .3..3  4:95:9 /9.4 .82..3-.2 708907 -:1107  03./.  70:038..82./. 8090....'3 /.3 7.3 3..3089073.3./.3/57480840.3 .3  7../.380.3'3  '701  .73.3 /02.3.../..34254303#/.4/107038. '  /.3. /.7:         2025:3.078 90./. 80903.9:7 90. 90. 802:..7.3'3 803. /.3 2. 90.3 35:9 2. /.  $8 9:7:3 83. 3 .:./:.

9-071:38 :39: 203.3 /../.4  ..3. 4  #0.3 /03.9./9. 43/84./.3 4.91...3:39:202-.  #  5 800.078./..35:9.91.3  .843.3/:3./.915.

.078  .  .70#088947/.8!           %%   '#%#  !03079.  8...9. 8008.4  3897:8 -071:38 :39: 203/0908 .3.25./..25.9.078 8008.3 /03.3.3-071:38 :39:203:-.3  07:9. /082..53 8./.07907 ..3 /.4:95:9 /9.80-.  3 -07.3./9.9.34..3 .  2025:3..3 2:3.  2.9.25.3. 43/8 4.  -9   -307  8. 43.3    803.2-.443.9 /.790-071:38 :39: 20.  /.3 .4   !74808 503:-.3 5..7431:7.0-039:83.81. .: 9/.3   9.3   #.943.32030:.:./.3  .2-5.8:..3. ./..9:0383.533897:8.: ...3 5.3 89.3.91.3038# #.2.5.//07    ./.9009743.79 43.83. 02:33.5./.4  .. 8:/.7. /03.9:507./.2.

/. ./.7 3..-07:9 ././.3 !.3.8./.#./. 35:9 35:9    ./.3./.  038 3.3. 7088947 5.80-..73.#./. /   .  /./.3 .3./  . /.3.3 3.... #../.7 09 #088947  502.

83 35:9 07:9.3.8. 7088947 .3 307  03. # 805079 9: -079::.7038# #.83 2../. /. 909. #     !02.3 .3 3..2-. 35:9. 5.78.3 :39: 203/.8.7.  !02.  038 # # .5.3.3'4:9 . /   /.9.3307 03./.8./.3 3. # #  .3 202 5.70383..350789053.2-..909. 7088947 5./.3:39:203/.83 35:9   -.././.83 2..3 3.7 /03.3 . 2.//07  . 2.9:        !.. #088947 .9. #     2.8:0-/.3 80907:83.32.3 507 89053.3.5  #3  /..3'4:9.3 8050799:-079::..5././. 3.: .0 3.//07 502./ .7 # .70#088947  ..5          07:9.

91.34:95:930  0./.  # #    #  !03079.8/.3  3.078  -039: 83..3  3.3  /.. ./.9: 9079039: .7-0-07..35747903...80-..3..//082.4/07 35:9/.4/07907/7/.3 -01:38 :39: 203:-.3. /:.5.4/07.9 .. 8:./.9:/.. .3.9: 507.3./-307   #.5.4/07 .   5.3 8./.4/07 ..3  0. 35:9 .8/.3:93.3. -307 203.3..   #.-07:9 ..707-.2. 57479..4/07207:5./..2. 0- 35:9 -073.  2.347   $0-:.3 2025:3. 1:38 57479.77.-0-07..4/07.203.5../..4/07 . 8:.3 5.8.35:930 $.2-     #  !03079.735:9 35:990780-:9/.3 -071:38 :39: 203:-. 57479 03.3/.3 203.9 .9: 0.3 03.9 .3 80.3. .3.3..3 2025:3.3 03.4/07./.8.  43.3 4/0 4:95:9  -9  #.27./082.3. 8.30..8  507..4/07 . -039: 83. 7.890793.9: 507.

3.5.3 .9 203.3 /0.34:95:930   :8:8 :39:  94  $02039 2025:3. /03. -935:9/.4/0794$02039 -935:9/. 0.. -:. .5 35:93.2. 57385 07.3 -07-0/.8.8 /.3  /2. /.5.91. 4:95:930 3.3 4:95:930  0.3 -0-07.4/07940.4/07 .7 809.9:30                   . 42-3.38.

3:39:809.9:20308078.3.3507:/039. .07.9025.7:5-9/.: 0- 5488  ./080707.38. . 2. /03..3 ..9.9: .9.:  .9.3802039.3-07.35.9:819708907   $19 708907 -071:38 :39: 203072. 5070807..950325.:0.7.3..:..58.3             07:9.3 .819708907  . /..3   #08907/:3.9 .380/.3.3.3 //.9.  9 -9/.3 /.:0.80-:.:5:3 2030:.4./.:./..9. .9:-9/.72094/05070807./.3 .3 .45 /53/. 90780-:9 .5.7.280-:. $%#$%#   !03079.3.3 / .9.7 9: /507:. 507.7.3.9./.8892/9.9:5074/0.380-.3 80-:.9.2-.9.9 20..3/-07..3 /.

/.3  !09.8.34...3..' !%#&   !03079..2.:.8.35078.73.9:2094/05030/07..

3.3509.7.3 4.7.3 .3/8:8:3275/03.3   !09.-00-03.. .73./03..: 203.39.7.2-.7.

.3.39:3 /..  $09.9.8:.49./.3 2:33 /-039:  .9.7 :2.79 -.0.-078.9.849.5 49. 80 025.: 20209.73.-0 2.8349..349.5 42-3.7...5.3907/7.8:./ 80-03..3        !09. ..3 /.509./..:&39:!0:-.2 49..380907:83.:  .3 9.:39:350:-.3 0.. 50:-.3/.3 1:38 :39: 42-3.9: 1:38 :39: 809.::39:50:-. 907..  20209.7./.1:38/03..350:-.3... ./. 509. :39:  07:9.:&39:!0:-.9 .3.3.3 :2.:..3   &39:1:38/03.  . :39: 50:-.7.73.73.  &39:  50:-. ./. -078  .3 203:3:..8  3 -07.   !09..3 .793.73..8 2.3:9.8 2.39.:/-:9:..2509.8:.73.2-.2 42-3.849..509.73.3907/7.3.-0 0-03.7509.9. 49.3907/7. /.50:-.  509..9 /-039:    2.73..3 8:.

::39:50:-.                     07:9./..7509.2-.  .73...

. /.9. 0 8.3  02:95007 ./.3 2:95007 207:5.9./.9 502 -0-07.3 203008 8.9: 35:9 /.3../. 7.9.72:95007  203/897-:8.390780/.3 203072. 5.9.. /.9. .3  :95007 . 35:9 /.:897. /9.3 80-:.:!02.7 35:9 90780-:9 5.9 9079039:  :39: /0:. 90780-:9 /...9.          &%!#  !03079..3 4. 88 4:95:9  $008 /. -0-07.3 4..3  07:9. 038 35:9 /. 02:/.3..  .8.5...3 5. . .9.  2.4:95:9. 8.' &%!#&%!#   &%!#  !03079.2 8..2-.   .:7 /.:39:/720994:95:9   03./.$00. 8.3 40 800947 30  :95007/80-:980-.9: 4:95:9 /.9: /.3 0-.9: 202 8.5.:./.947.9.33.5.8.. 2:95007 202 -0-07.3 203072.9./.3 . 0 /.9.335:990780-:90-0-07..3.5.9: . /02:95007 207:5. 8:.9: 507.7.3 .9. .9.:7 /.. 7.9: 038 35:9 /.

                     07:9. 897-:947 .9.8.: !03/897-:8.:897..9.. 0 -0-07.203723.5.9. 4:95:9 /. .7/02:95007  ./.  02:95007 /80-:9 80-.9.2-.

54891 /.27.370889..3 . .94783:84/.383:84/.38 30./03.3/507:.38 30.5.947:25./...91907. :25.91. :39: 203::9 9707  48.7.9.' $% #   !#%  8.7:39:-007.3   .. .3 .90-.3 /.47.947 .7.//:5.3-039:042-.3 /07./ 9/..348..94770889.7  $3.:  %0.9.7.350780 042-.   03.3 40 90.3 -07507..03848..9 50740. -.3 .342543035.48.:042-.947 8:.3 .3 70889.2 8:.3 -.9:48..91 .8 -.3 .80.3 /07..7:8 80.3-03./.3 080:7:.3.248.3 /-07.947    $ $% #  /.9:70889./ ...2-0-.9: 7.8.8.::5 :39: 202-:.94770.307.    203.85097:2170:038/07.3:39:425038.2.3 203.3 5070/.170:038. :-.9: 48.8  .3. . 042-.33. /.3 0..:8.3 203.7 :.-07:5.91/-07.9:/. 83.3.39.2 /.947 9/.7243.35:8..9: 48.9:.3 -.94780..8..3 :39: 203.  042-.-07:-.248.3 48.3 .947 203:-..: 80.3.3.7 48.3 203. /.947.3.8.3 202-07. . 8:.7 :.54891 /.259:/43..3    !#$!$#  .3.3.-8..703.: 20290. ./ :25..947 .3.042-.: 2:3.7:8 -4.3 ..8. 48.7 .3 . /-07..3 83.28:.3809.3 -.947-07/.3:.3. 042-.3830. -07:5.3 /....3 /507:.3/-./.3..2 /.  /.7 48.3 0-4.35074/09079039:   0:.-0-07. 9073..3830.

170:038....805079042-.3   8.07.. . 5.8..7..   03848.5. 170:038 9079039:  $0/.3.9/././4 #       8.8.790      .7.9 83:84/.7.3 -039: 042-.947 83:84/..94770:038$.5.3/.3..94770:038:/4  -0-07.3-:.8.39.3.9.380025.94770:038&97..     8.383:84/.947-07/..374 0-07. 203.8 203.7243.3 -039: 042-..3  8.3 48.   03848.947289743     8.3 83:84/.3/. 8.947042-..9%3 '       8.3042-.947.%3 &      8.8.3 07.94770:038#..: 203/0.947.8.39..947 70.

55     .  8.9474598    8.947...

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->