P. 1
Modul 7 Eselon 4 Manajemen Aset

Modul 7 Eselon 4 Manajemen Aset

|Views: 1,814|Likes:
Published by Sena_Puja_Gare_2760

More info:

Published by: Sena_Puja_Gare_2760 on Jul 18, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/18/2013

pdf

text

original

Modul 7 Pemindah-tanganan Dan Penghapusan Aset/ Barang Milik Daerah

Diklat Teknis Manajemen Aset Daerah
(Asset Management - Physical)

Eselon IV

SAMBUTAN DEPUTI BIDANG PEMBINAAN DIKLAT APARATUR LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA

Selaku Instansi Pembina Diklat PNS, Lembaga Administrasi Negara senantiasa melakukan penyempurnaan berbagai produk kebijakan Diklat yang telah dikeluarkan sebagai tindak lanjut Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2000 tentang Diklat Jabatan PNS. Wujud pembinaan yang dilakukan di bidang diklat aparatur ini adalah penyusunan pedoman diklat, bimbingan dalam pengembangan kurikulum diklat, bimbingan dalam penyelenggaraan diklat, standarisasi, akreditasi Diklat dan Widyaiswara, pengembangan sistem informasi Diklat, pengawasan terhadap program dan penyelenggaraan Diklat, pemberian bantuan teknis melalui perkonsultasian, bimbingan di tempat kerja, kerjasama dalam pengembangan, penyelenggaraan dan evaluasi Diklat. Sejalan dengan hal tersebut, melalui kerjasama dengan Departemen Dalam Negeri yang didukung program peningkatan kapasitas berkelanjutan (SCBDP), telah disusun berbagai kebijakan guna lebih memberdayakan daerah seperti peningkatan kapasitas institusi, pengelolaan dan peningkatan SDM melalui penyelenggaraan Diklat teknis, pengembangan sistem keuangan, perencanaan berkelanjutan dan sebagainya. Dalam hal kegiatan penyusunan kurikulum diklat teknis dan modul diklatnya melalui program SCBDP telah disusun sebanyak 24 (dua puluh empat) modul jenis diklat yang didasarkan kepada prinsip competency based training. Penyusunan kurikulum dan modul diklat ini telah melewati proses yang cukup panjang melalui dari penelaahan data dan informasi awal yang diambil dari berbagai sumber seperti Capacity Building Action Plan (CBAP) daerah yang menjadi percontohan kegiatan SCBDP, berbagai publikasi dari berbagai media, bahan training yang telah dikembangkan baik oleh lembaga donor, perguruan tinggi, NGO maupun saran dan masukan dari berbagai pakar dan tenaga ahli dari berbagai bidang dan disiplin ilmu, khususnya yang tergabung dalam anggota Technical Review Panel (TRP). Disamping itu untuk lebih memantapkan kurikulum dan modul diklat ini telah pula dilakukan lokakarya dan uji coba/pilot testing yang dihadiri oleh para pejabat daerah maupun para calon fasilitator/trainer. Dengan proses penyusunan kurukulum yang cukup panjang ini kami percaya bahwa kurikulum, modul diklatnya berikut Panduan Fasilitator serta Pedoman Umum Diklat Teknis ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pelatihan di daerah masing-masing.

i

Harapan kami melalui prosedur pembelajaran dengan menggunakan modul diklat ini dan dibimbing oleh tenaga fasilitator yang berpengalaman dan bersertifikat dari lembaga Diklat yang terakreditasi para peserta yang merupakan para pejabat di daerah akan merasakan manfaat langsung dari diklat yang diikutinya serta pada gilirannya nanti mereka dapat menunaikan tugas dengan lebih baik lagi, lebih efektif dan efisien dalam mengelola berbagai sumber daya di daerahnya masing-masing. Penyempurnaan selalu diperlukan mengingat dinamika yang sedemikian cepat dalam penyelenggaraan pemerintahan negara. Dengan dilakukannya evaluasi dan saran membangun dari berbagai pihak tentunya akan lebih menyempurnakan modul dalam program peningkatan kapasitas daerah secara berkelanjutan. Semoga dengan adanya modul atau bahan pelatihan ini tujuan kebijakan nasional utamanya tentang pemberian layanan yang lebih baik kepada masyarakat dapat terwujud secara nyata.

ii

Berdasarkan pengalaman penyelenggaraan pemerintahan di banyak negara. dan pendek. menengah. dan mengacu pada kebijakan nasional. Proyek SCBD ini secara umum memiliki tujuan untuk meningkatkan kapasitas Pemerintah Daerah dalam aspek sistem. Bank Pembangunan Asia (ADB). salah satu faktor penting yang mempengaruhi keberhasilan otonomi daerah adalah kapasitas atau kemampuan daerah dalam berbagai bidang yang relevan.KATA PENGANTAR DIREKTUR JENDERAL OTONOMI DAERAH Setelah diberlakukannya UU Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah. yang kemudian diganti dengan UU Nomor 32 Tahun 2004. dalam rangka penyelenggaraan pelayanan kepada masyarakat dan peningkatan daya saing daerah diperlukan kemampuan atau kapasitas Pemerintah Daerah yang memadai. dan meningkatkan daya saing daerah. dan dari Pemerintah RI sendiri melalui Departemen Dalam Negeri dan kontribusi masing-masing daerah. serta mencakup multistakeholder. kelembagaan dan individu SDM aparatur Pemerintah Daerah melalui penyusunan dan implementasi Rencana Tindak Peningkatan Kapasitas (Capacity Building Action Plan/CBAP). kelembagaan. Departemen Dalam Negeri. Dengan demikian. iii . yang semula lebih berorientasi sentralistik menjadi desentralistik dan menjalankan otonomi seluas-luasnya. bersifat demand driven yaitu berorientasi pada kebutuhan masing-masing daerah. pada tahun 2002 Pemerintah telah menetapkan Kerangka Nasional Pengembangan dan Peningkatan Kapasitas Dalam Mendukung Desentralisasi melalui Keputusan Bersama Menteri Dalam Negeri dan Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Bappenas. Peningkatan kapasitas tersebut meliputi sistem. Dalam rangka pelaksanaan peningkatan kapasitas Pemerintah Daerah. dengan Direktorat Jenderal Otonomi Daerah sebagai Lembaga Pelaksana (Executing Agency) telah menginisiasi program peningkatan kapasitas melalui Proyek Peningkatan Kapasitas yang Berkelanjutan untuk Desentralisasi (Sustainable Capacity Building Project for Decentralization/ SCBD Project) bagi 37 daerah di 10 Provinsi dengan pembiayaan bersama dari Pemerintah Belanda. yang dalam pelaksanaannya menganut prinsip-prinsip multi dimensi dan berorientasi jangka panjang. Salah satu aspek penting kebijakan otonomi daerah dan desentralisasi adalah peningkatan pelayanan umum dalam rangka mewujudkan kesejahteraan masyarakat. dan individu. telah terjadi perubahan paradigma dalam pemerintahan daerah. Dalam rangka peningkatan kapasitas untuk mendukung pelaksanaan desentralisasi dan otonomi daerah.

Dalam memenuhi kurikulum serta materi diklat tersebut telah dikembangkan sejumlah modul-modul diklat oleh Tim Konsultan yang secara khusus direkrut untuk keperluan tersebut yang dalam pelaksanaannya disupervisi dan ditempatkan di Lembaga Administrasi Negara (LAN) selaku Pembina Diklat PNS. agar diperoleh kesesuaian/ relevansi dengan kompetensi yang harus dimiliki oleh para pejabat daerah itu sendiri. Selain itu juga dalam setiap tahapan proses pengembangannya telah melibatkan pejabat daerah sebagai narasumber. Diharapkan bahwa dengan terlatihnya para pejabat daerah maka kompetensi mereka diharapkan semakin meningkat sehingga pelayanan kepada masyarakat semakin meningkat pula. Kurikulum dan meteri diklat yang dihasilkan melalui Proyek SCBD ini.Salah satu komponen peningkatan kapasitas di daerah adalah Pengembangan SDM atau Diklat bagi pejabat struktural di daerah. khususnya untuk peningkatan kapasitas individu SDM aparatur daerah. dapat juga digunakan di daerah lainnya karena dalam pengembangannya telah memperhatikan aspekaspek yang berkaitan dengan pelaksanaan desentralisasi dan otonomi daerah. yang pada akhirnya kesejahteraan masyarakat dapat segera tercapai dengan lebih baik lagi. juga melibatkan pejabat daerah. iv . Dengan telah tersedianya kurikulum dan materi diklat. Pejabat daerah merupakan narasumber yang penting dan strategis karena merupakan pemanfaat atau pengguna kurikulum dan materi diklat tersebut dalam rangka memberikan pelayanan kepada masyarakat. maka pelaksanaan peningkatan kapasitas Pemerintah Daerah. telah siap untuk dilaksanakan. selain untuk digunakan di lingkungan Proyek SCBD sendiri. Dalam rangka memperoleh kurikulum dan materi diklat yang akuntabel dan sesuai dengan kebutuhan daerah. dalam tahapan proses pengembangannya telah memperoleh masukan dari para pejabat daerah dan telah diujicoba (pilot test).

.......... v PENDAHULUAN.................. 32 Proses Penghapusan barang milik daerah ................................................. 2 Bentuk-bentuk pemindah-tanganan..............................Depdagri ........................................... Pengertian tentang pemindah-tanganan. G.......................... 28 BAB III PENGHAPUSAN BARANG/ASET MILIK DAERAH...........LAN ....................................................................................... 1 Indikator Hasil Belajar ............................................... 29 Dasar Pertimbangan Penghapusan Barang/Aset .... C.......................................... 27 Rangkuman........ 4 Latihan-I/Study Kasus................................ i Kata Pengantar Dirjen Otonomi Daerah ............................................................................................... persetujuan dan pelaku.......................................................................................................................... B.......... E........................... 2 A............................... F............. 1 A..............iii Daftar Isi BAB I ............................... 37 Rangkuman........................................................................... B...............................................................DAFTAR ISI Sambutan Depuy IV ......................... 31 Pelaksanaan penghapusan barang milik daerah ........................ 37 Daftar Pustaka Lampiran v ... B............................................... Maksud dan tujuan penghapusan barang/aset milik daerah ......................................................................... 1 Pokok Bahasan .............. 33 Latihan-II... 29 A............................................................................... D.................... BAB II Deskripsi Singkat ........................ D......... 1 Hasil Belajar................ 1 BENTUK-BENTUK PEMINDAHTANGANAN BARANG/ASET MILIK DAERAH.... C............... C.................................... D..................... 30 Wewenang penghapusan barang milik daerah ............................................................................

Penyertaan modal pemerintah daerah. d. Hasil Belajar Setelah melalui proses pembelajaran para peserta pelatihan diharapkan dapat memahami dan mengerti proses tatacara pelaksanaan pemindahtanganan dan penghapusan terhadap barang/aset milik daerah yang akan dipindahtangankan atau dihapuskan. dan Memproses penghapusan barang/aset daerah yang seharusnya dihapus. Bentuk-bentuk pemindahtanganan barang/aset milik daerah. Penghapusan barang/aset milik daerah. para peserta pelatihan diharapkan akan dapat dan mampu untuk: 1. Indikator Hasil Belajar Setelah selesainya proses pembelajaran Modul ini. hibah. b.BAB I PENDAHULUAN A. D. 2. Memproses pemindahtanganan (penjualan. Penjualan. 1 . Tukar-menukar. B. C. Hibah. Pokok Bahasan 1. penyertaan modal) aset milik daerah. c. 2. tukar-menukar. a. Deskripsi Singkat Modul Pemindahtanganan dan penghapusan barang/aset membahas tentang tata cara/proses dan aturan kebijakan pelaksanaan pemindahtanganan dan/atau penghapusan barang/aset milik daerah.

hibah. 2. Pemanfaatan dimaksud dilakukan dalam bentuk sewa. 2. Tanah dan/atau bangunan yang tidak dipergunakan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi instansi pengguna barang harus diserahkan kepada Gubernur/Bupati/Walikota selaku pemegang kekuasaan pengelolaan barang milik daerah. Penjualan. bangun serah guna dan bangun guna serah. direalisasikan melalui pemanfaatan dan pemindahtanganan. Barang milik daerah berupa tanah dan/atau bangunan yang telah diserahkan tersebut selanjutnya didayagunakan untuk penyelenggaran pemerintahan daerah yang meliputi fungsi-fungsi berikut: 1. Tukar-menukar. dan penyertaan modal daerah. Fungsi pelayanan. tukar menukar. termasuk cara/proses pelaksanaannya dan mampu untuk melaksanakannya A. Barang milik daerah dapat dimanfaatkan atau dipindahtangankan apabila tidak digunakan utuk penyelenggaraan pemerintahan daerah. dimana barang milik daerah dialihkan penggunaannya kepada instansi/satuan unit kerja perangkat daerah lainnya untuk digunakan dalam rangka memenuhi kebutuhan organisasi sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya. Sedangkan pemindahtanganan dilakukan dalam bentuk penjualan. dipertukarkan. Berdasarkan Pasal 45 Peraturan Pemerintah No. Pengertian tentang pemindah-tanganan.BAB II BENTUK-BENTUK PEMINDAHTANGANAN BARANG/ASET MILIK DAERAH Peserta setelah menerima pembelajaran Bab. persetujuan dan pelaku Pemindah tanganan adalah pengalihan kepemilikan barang milik daerah kepada pihak lain sebagai tindak lanjut dari penghapusan dengan cara dijual. direalisasikan melalui pengalihan status penggunaan. dihibahkan atau disertakan sebagai modal pemerintah. dalam kontek pemindahtanganan akan terjadi peralihan kepemilikan atas barang milik daerah dari pemerintah kepada pihak lain. kerjasama pemanfaatan. 6 Tahun 2006 dan Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 1.II ini diharapkan akan memahami dan mampu menjelaskan tentang pemindahtanganan serta Bentuk-bentuk pemindah-tanganan aset/barang milik daerah berikut dasar-dasar pertimbangannya.17 Tahun 2007 Pasal 57 menyatakan bahwa bentukbentuk pemindahtanganan sebagai tindak lanjut atas penghapusan barang milik negara/daerah ini meliputi. pinjam pakai. Fungsi budgeter. 2 .

Pemindah tanganan barang milik daerah selain tanah dan/atau bangunan yang bernilai sampai dengan Rp.000. Dikuasai Negara berdasarkan keputusan pengadilan. ditetapkan dengan Keputusan Kepala Daerah setelah mendapat persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. 1. diatas diajukan oleh Gubernur/Bupati/ Walikota ke DPRD untuk memperoleh persetujuan DPRD dan ditetapkan dengan Keputusan Kepala Daerah. 4.000.000. 5..17 Tahun 2007): 1. Untuk pemindah tanganan tanah dan/atau bangunan pada point a s/d e diatas ditetapkan dengan Keputusan Kepala Daerah. Penyertaan modal pemerintah daerah. Hibah. 2. 2.000. 5.000.(lima milyar rupiah). Pemindah tanganan barang milik daerah sebagai yang dimaksud oleh peraturan tersebut. 3. Harus dihapuskan karena anggaran untuk bangunan pengganti sudah disediakan dalam dokumen penganggaran. dan pemindah tanganan selain tanah dan/atau bangunan seperti tercantum pada (2).000. diatas Rp. Diperuntukkan bagi pegawai negeri. Proses pemindah tanganan bagi tanah dan/atau bangunan seperti yang tercantum pada (1). yang telah memiliki kekuatan hukum tetap dan/atau berdasarkan ketentuan perundang-undangan. 4. Pemindah tanganan barang milik daerah yang berupa tanah dan/atau bangunan tidak memerlukan persetujuan DPRD dan ditetapkan dengan Keputusan Kepala Daerah.(lima milyar) dengan persetujuan DPRD.000.(lima milyar) dilakukan oleh Pengelola barang setelah mendapat persetujuan Gubernur/Bupati/Walikota.000.000.. Tanah dan/atau bangunan. 5. apabila (Pasal 9 Permendagri No. yang jika status kepemilikannya dipertahankan tidak layak secara ekonomis. Diperuntukkan bagi kepentingan umum. 5. dan Selain tanah dan/atau bangunan yang bernilai lebih dari Rp. Untuk lebih jelasnya dan lebih ringkasnya pelaku pemindah tanganan dan yang menyetujuinya dalam proses pemindah tanganan ini dapat dilihat pada daftar pada halaman berikut ini: .3 3. Sudah tidak sesuai dengan tata ruang wilayah atau penataan kota. dan berlaku untuk.

Untuk optimalisasi barang milik daerah yang berlebih atau idle (menganggur). Tanah dan/atau bangunan b. Pengecualian ini menurut Permendagri No. kecuali dalam hal-hal tertentu. Cara pelaksanaan penjualan Pelaksanaan penjualan barang milik daerah dilakukan secara lelang melalui Kantor Lelang Negara setempat. Secara ekonomis lebih menguntungkan bagi daerah apabila dijual. Penjualan barang milik daerah dilaksanakan dengan berdasarkan beberapa pertimbangan dan tujuan yaitu: 1) 2) 3) b.17 Tahun 2007 Pasal 61 ayat (3) meliputi: 1) 2) Penjualan kendaraan perorangan dinas pejabat negara. Penjualan a. Bentuk-bentuk pemindah-tanganan 1. Dasar pertimbangan penjualan Penjualan barang milik daerah adalah pengalihan kepemilikan barang milik daerah kepada pihak lain dengan menerima penggantian dalam bentuk uang. dan . kecuali yg termasuk kategory 1) s/d 5) Pasal 46 Ayat (3) Selain tanah dan/atau Bangunan DPRD Pengelola Barang. denganKeputusan Kepala Daerah Nilai (Rp) M=milyar Persetujuan Pelaku - Gub/Bpt/Wk II Sampai 5 M Gub/Bpt/Wk Lebih dr 5 M DPRD Pengelola Barang.6 Tahun 2006) No Objek/jenis Tanah dan/atau bangunan: I a. denganKeputusan Kepala Daerah B. Penjualan rumah golongan III. No. Sebagai pelaksanaan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.4 PELAKU PEMINDAH TANGANAN DAN PEMBERI PERSETUJUAN PADA PEMINDAH TANGAN BARANG/ASET MILIK DAERAH (PP.

mikro bus. diperlukan surat pernyataan kesediaan Pihak Ketiga untuk menerima tanah dan/atau bangunan itu dengan pembayaran ganti rugi sesuai dengan ketentuan yang berlaku. pesawat. . c. Penerbitan persetujuan pelaksanaan oleh Pengelola barang untuk penjualan pada poin 4) diatas dilakukan setelah mendapat persetujuan Gubernur/Bupati/Walikota atau DPRD. Proses penjualan barang milik daerah Penjualan barang milik daerah selain tanah dan/atau bangunan dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut. Dalam hal pelepasan hak dengan pembayaran ganti rugi. derek. Dalam hal pelepasan dengan pembayaran ganti rugi. Penjualan barang milik daerah yang dilakukan secara lelang meliputi barang bergerak dan barang tidak bergerak. Penjualan barang milik daerah berupa tanah dan/atau bangunan serta barang milik daerah selain tanah dan/atau bangunan dilaksanakan oleh Pengelola barang setelah mendapat persetujuan Gubernur/ Bupati/Walikota. 1). kendaraan diatas air dan jenis kendaraan untuk melayani kepentingan umum serta barang inventaris lainnya. alat-alat berat. 3). Barang bergerak seperti mobil ambulance. 2). Pengelola barang meneliti dan mengkaji usul penjualan yang diajukan oleh pengguna barang ssuai dengan kewenangannya. Pengelola barang mengeluarkan keputusan untuk menyetujui atau tidak menyetujui usulan penjualan yang diajukan oleh pengguna barang dalam batas kewenangannya. Pengguna barang mengajukan usul penjualan kepada pengelola barang. pengelola barang mengajukan usul penjualan disertai dengan pertimbangan atas usul penjualan dimaksud. 4).5 3) Barang milik daerah lainnya yang ditetapkan lebih lanjut oleh pengelola. Untuk penjualan yang memerlukan persetujuan Gubernur/Bupati/ Walikota atau DPRD. diperlukan surat pernyataan kesediaan Pihak Ketiga untuk menerima tanah dan/atau bangunan itu dengan pembayaran ganti rugi sesuai ketentuan yang berlaku. mobil pemadam kebakaran. Barang yang tidak bergerak yaitu tanah dan/atau bangunan.

dan dijual . Untuk lebih jelasnya proses penjualan barang milik daerah dapat dilihat pada chart berikut ini. Penjualan Kendaraan Dinas. Pengertian tentang Kendaraan Dinas yang dapat (Permendagri No.6 Hasil penjualan barang milik daerah wajib disetorkan seluruhnya ke rekening Kas Daerah sebagai penerimaan Daerah. Kendaraan dinas yang dapat dijual terdiri dari: a) Kendaraan perorangan dinas pejabat negara dalam hal ini yang dimaksud adalah Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah.17 Tahun 2007 Pasal 62. 63 dan 64). Gambar 2.1 Proses Pengajuan Usulan Penjualan Barang Milik Daerah Gubernur/Bupati/ Walikota/ DPRD Pengelola barang Mengajukan usul penjualan disertai pertimbangan Pengelola barang Tidak Menyetujui Pengelola barang Menyetujui Pengelola barang Mengeluarkan keputusan Pengelola barang Meneliti dan mengkaji usulan penjualan Pengguna barang Mengajukan usul penjualan kepada Pengelola barang 1).

Penjualan Kendaraan perorangan dinas Kendaraan Perorangan Dinas yang dapat dijual adalah: a) KendaraanPerorangan Dinas yang dipergunakan Gubernur/ Wakil Gubernur. surat pernyataan belum pernah membeli kendaraan perorangan dinas dalam tenggang waktu 10 (sepuluh) tahun. Belum pernah membeli kendaraan perorangan dinas dari Pemerintah dalam tenggang waktu 10(sepuluh) tahun. Pelaksanaan penjualan kendaraan perorangan Dinas. harus didasarkan atas kedudukan dan atau pangkat yang lebih tinggi dan atau pemegang kendaraan dan atau pegawai yang akan pensiun atau yang sudah pensiun. = Pemohon mengajukan permohonan pembelian kendaraan perorangan dinas dengan melampirkan syarat-syarat administratif sebagai berikut: a) b) keputusan pengangkatan pertama sebagai Kepala Daerah atau Wakil Kepala Daerah. Dalam hal ini Kepala Daerah dapat menetapkan kebijakan lebih lanjut mengenai umur kendaraan yang akan dijual belikan sesuai kondisi Daerah masing-masing. b) c) d) Sekalipun Kendaraan Perorangan Dinas sudah dipergunakan untuk kepentingan dinas selama 5 (lima) tahun atau lebih. yaitu: a) b) c) d) Kepala Daerah Wakil Kepala Daerah Yang telah mempunyai masa jabatan 5 (lima) tahun atau lebih dan. . Sudah ada penggantinya dan Tidak akan mengganggu kelancaran pelaksanaan tugas. tidak dengan sendirinya harus dijual. Dalam mempertimbangkan prioritas permohonan pembelian Kendaraan Perorangan Dinas. jika penjualan Kendaraan Perorangan Dinas dapat mengganggu kelancaran pelaksanaan tugas sehari-hari.7 b) kendaraan dinas operasional. Yang berhak membeli kendaraan perorangan dinas adalah Pejabat sebagaimana dimaksud dalam Undang-undang Kepegawaian.Bupati/Wakil Bupati dan Walikota/Wakil Walikota serta Yang sudahdipergunakan selama 5 (lima) tahun atau lebih.

harga jualnya 20 % (dua puluh persen) dari harga umum /pasaran yang berlaku. maka Panitia Penghapusan Kendaraan Dinas Operasional mengadakan pengecekan/ penelitian setempat. Harga yang ditetapkan. = Panitia Penjualan kendaraan meneliti dari segi administratif/pemilikan Kendaraan. efisiensi penggunaannya. keadaan fisik. Biaya perbaikan selama 1 (satu) tahun terakhir. landasan hukum dan persyaratan lainnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Hasil penelitian Panitia Kendaraan tersebut dituangkan dalam bentuk Berita Acara. persyaratan-persyaratan personil calon pembeli. = Hasil penelitian Panitia Penjualan dan harga jual kendaraan perorangan dinas dilampirkan kepada surat permohonan pemohon. Data mengenai kendaraan. Penelitian diarahkan agar penjualan kendaraan tidak akan mengganggu kelancaran tugas dinas. Jumlah harga yang harus dibayar pembeli. Untuk melaksanakan penelitian atas kendaraan yang dimohon untuk dibeli.8 = Sebelum Kepala Daerah menetapkan Keputusan penjualannya. harga jualnya adalah 40 % (empat puluh persen) dari harga umum / pasaran yang berlaku. nilai jual kendaraan. Harga jual sesuai dengan peraturan perundang-undangan. biaya operasional. persyaratan pejabat pemohon dan lain-lain yang dipandang perlu. Setelah penetapan penjualan kendaraan perorangan dinas selanjutnya: . = Harga jual kendaraan perorangan dinas ditentukan sebagai berikut: a) kendaraan perorangan dinas yang telah berumur 5 sampai dengan 7 tahun. efisiensi penggunaan kendaraan. kendaraan perorangan dinas yang telah berumur 8 tahun atau lebih. = Pelaksanaan teknis penjualan kendaraan perorangan dinas. kemungkinan mengganggu kelancaran tugas dinas. Kepala Daerah dengan Surat Keputusan membentuk Panitia Penjualan Kendaraan Perorangan Dinas. b) = Kepala Daerah menetapkan keputusan penjualan kendaraan perorangan dinas dengan lampiran Keputusan yang memuat antara lain: a) b) c) d) e) f) Nama dan jabatan pembeli.

(7) Berdasarkan Keputusan Kepala Daerah dimaksud pada angka 6) di atas. (4) Dalam hal kendaraan tersebut masih dipergunakan untuk kepentingan dinas. Surat perjanjian sewa beli harus memuat: (1) Besarnya cicilan bulanan atas harga jual kendaraan dimaksud dengan ketentuan harus sudah dilunasi paling lambat dalam waktu 5 (lima) tahun. (8) Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah baru diberikan hak untuk membeli lagi kendaraan perorangan dinas setelah jangka waktu 10 (sepuluh) tahun sejak saat pembeliannya yang pertama. maka dikeluarkan Keputusan Kepala Daerah yang menetapkan: (a) Pelepasan hak pemerintah daerah atas Kendaraan Perorangan Dinas tersebut kepada pembelinya. pejabat pembeli Kendaraan Perorangan Dinas dapat melakukan Balik Nama Kendaraan tersebut sesuai dengan ketentuan yang berlaku. b) c) .9 a) Dibuat Surat Perjanjian Sewa Beli Kendaraan Perorangan Dinas yang ditandatangani oleh Pengelola atas nama Kepala Daerah. maka untuk biaya oli dan BBM dapat disediakan pemerintah daerah sepanjang memungkinkan. (6) Setelah harga jual kendaraan perorangan dinas dilunasi. (2) Apabila dilunasi dalam waktu kurang dari 1 (satu) tahun. (3) Selama belum dilunasi kendaraan perorangan dinas tersebut tetap tercatat sebagai barang inventaris milik pemerintah daerah. (5) Semua harga jual dan biaya perbaikan selama 1 (satu) tahun terakhir merupakan penerimaan Pemerintah Daerah dan harus disetor ke Kas Daerah. maka biaya dimaksud harus dibayar lunas sekaligus oleh pembeli sebelum Surat Perjanjian ditandatangani. Apabila ada biaya perbaikan selama 1 (satu) tahun terakhir atas kendaraan tersebut. maka balik nama atas kendaraan tersebut dapat dilaksanakan. dan (b) Menghapuskan Kendaraan Perorangan Dinas dari Buku Inventaris Pemerintah Daerah.

dan kendaraan diatas air. (sepeda motor dan scooter). biaya operasional. nilai jual kendaraan. alat-alat besar. Pengguna/kuasa pengguna barang mengajukan usul penghapusan kendaraan dinas operasional yang telah memenuhi persyaratan umur kendaraan kepada Kepala Daerah melalui pengelola. Kepala Daerah dengan Surat Keputusan membentuk Panitia Penghapusan Kendaraan Dinas Operasional. dan lain-lain yang dipandang perlu. Proses penghapusan kendaraan dinas operasional adalah sebagai berikut: a) Permohonan penghapusan kendaraan dinas operasional. Kendaraan dinas operasional yang dapat dijual adalah Kendaraan dinas operasional yang telah dihapus dari Daftar Inventaris Barang Milik Daerah dapat dijual melalui pelelangan baik pelelangan umum dan/atau pelelangan terbatas. mobil pemadam kebakaran. Persyaratan Kendaraan dinas operasional yang dapat dihapus dari Daftar Inventaris Barang Milik Daerah adalah: a) yang telah berumur 5 (lima) tahun lebih. bus. efisiensi penggunaannya. pesawat. b) Pembentukan Panitia Penghapusan. minibus dan pickup. b) tidak akan mengganggu kelancaran pelaksanaan tugas sehari-hari. keadaan fisik. jeep.10 Pejualan Kendaraan Dinas Operasional. truck. . mikro bus. kemungkinan mengganggu kelancaran tugas dinas. c) sudah ada penggantinya. Panitia penghapusan kendaraan dinas operasional meneliti dari segi administratif/pemilikan kendaraan. Hasil penelitian Panitia Penghapusan tersebut dituangkan dalam bentuk Berita Acara. Jenis Kendaraan Dinas operasional khusus terdiri dari mobil Ambulans. station wagon. Jenis kendaraan bermotor beroda 2 (dua). Untuk melaksanakan penelitian atas kendaraan yang dimohon untuk dihapus. Kendaraan dinas operasional yang dapat dihapus dari Daftar Inventaris terdiri dari: a) b) c) Jenis sedan.

(6) Kendaraan dinas operasional yang dapat dilakukan penjualan/ pelelangan terbatas. ambulance. truck. (7) Kendaraan dinas operasional khusus lapangan (bus. alat-alat berat. pelaksanaan penjualannya dapat dilakukan melalui pelelangan umum atau pelelangan terbatas. jeep. Kepala Daerah menetapkan keputusan tentang penghapusan kendaraan dinas operasional. (8) Hasil penjualan/pelelangan kendaraan tersebut disetor sepenuhnya ke Kas Daerah. belum dapat dihapuskan jika belum tersedia kendaraan baru sebagai penggantinya.11 Apabila memenuhi persyaratan. (2) Pelelangan umum dilaksanakan melalui kantor lelang negara. pemadam kebakaran. penjualan/ pelelangannya dilakukan melalui pelelangan umum atau pelelangan terbatas. . Masa Kerja pegawai dibuktikan dengan melampirkan Surat Keputusan Pengangkatan pertama sebagai pegawai Negeri. c) Pelaksanaan Penjualan/Pelelangan: (1) Setelah dihapus dari daftar inventaris. (4) Yang dapat mengikuti pelelangan terbatas terhadap kendaraan dinas operasional yaitu Pejabat/Pegawai Negeri Sipil yang telah mempunyai masa kerja 10 (sepuluh) tahun dengan prioritas pejabat/pegawai yang akan memasuki masa pensiun dan pejabat/pegawai pemegang kendaraan dan/atau pejabat/pegawai yang lebih senior dan Ketua dan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah yang telah mempunyai masa bhakti 5 (lima) tahun. pick up dan jenis kendaraan bermotor beroda 2 (dua). dlsb). (5) Dalam tenggang waktu 10 (sepuluh) tahun pejabat/pegawai. (3) Pelelangan terbatas dilaksanakan oleh panitia pelelangan terbatas yang ditetapkan dengan Keputusan Kepala Daerah. minibus. jenis sedan. Ketua/Wakil Ketua DPRD dapat mengikuti pelelangan terbatas kembali sejak saat pembeliannya yang pertama. station wagon. Kendaraan dinas operasional khusus seperti tersebut diatas.

(c) Rumah Daerah Golongan III yang masih dalam sengketa. b) Rumah Daerah Golongan III milik Daerah dapat dijual/disewa belikan kepada pegawai. (2) Yang berhak membeli Rumah Daerah Golongan III. (d) Rumah Daerah Golongan III yang belum berumur 10 (sepuluh) tahun. . Penjualan Rumah Daerah Golongan III. kecuali yang telah dialihkan menjadi Rumah Daerah Golongan III. Penentuan Rumah Daerah Golongan III ditetapkan dengan Keputusan Kepala Daerah. harus tinggal di rumah tersebut (rumah jabatan). Pengertian tentang Rumah Daerah Rumah milik Daerah dibedakan dalam 3 (tiga) golongan yakni: (1) Rumah Daerah Golongan I: ialah rumah milik Daerah yang disediakan untuk ditempati oleh pemegang jabatan tertentu yang berhubungan dengan sifat dinas dan jabatannya. yang telah berumur 10 (sepuluh) tahun atau lebih.12 2). hanya: (2) Rumah Daerah Golongan III dan (3) Rumah Daerah Golongan II yang telah dirubah golongannya menjadi Rumah Dinas Golongan III yang permanen. tidak termasuk Rumah Daerah Golongan I dan Golongan II tersebut di atas. (3) Rumah Daerah Golongan III: ialah rumah milik Daerah lainnya (rumah milik Daerah yang disediakan untuk ditempati oleh Pegawai Negeri). a). (1) Rumah dinas milik Daerah yang tidak dapat dijual ialah: (a) Rumah Daerah Golongan I (b) Rumah Daerah Golongan II. (2) Rumah Daerah Golongan II: ialah rumah milik Daerah yang tidak boleh dipindah-tangankan dari suatu dinas ke dinas yang lain dan hanya disediakan untuk ditempati oleh pegawai dari Dinas yang bersangkutan (rumah Instansi). Semi Permanen dan Darurat. (a) Pegawai Negeri Mempunyai masa kerja sekurang-kurangnya 10 (sepuluh) tahun. (1) Rumah milik Daerah yang dapat dijual/disewa belikan kepada pegawai.

. Almarhum suaminya/isterinya belum pernah dengan jalanl cara apapun memperolehl membeli rumah dari Pemerintah berdasarkan peraturan Perundang-undangan yang berlaku. Memiliki Surat Izin Penghunian (SIP) yang sah. (c) Janda/Duda pegawai Negeri : Masih menerima tunjangan pensiun dari Negara I Pemerintah. Belum pernah dengan jalan/cara apapun memperoleh/membeli rumah dari Pemerintah berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.Masa kerja almarhum suaminyal isterinya ditambah dengan jangka waktu sejak yang bersangkutan menjadi janda/duda berjumlah sekurang-kurangnya 10 (sepuluh) tahun. yang suaminya/isterinya dinyatakan sebagai Pahlawan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku : Masih menerima tunjangan pensiunan dari Pemerintah. (e) Pejabat Negara/Daerah atau janda/duda Pejabat Negara/Daerah: Masih berhak menerima tunjangan pensiun dari Pemerintah. adalah : . (b) Pensiunan pegawai Negeri : Menerima pensiunan dari Negara/Pemerintah. Surat Ijin Penghunian ditanda tangani oleh Pengelola atas nama Kepala Daerah. Memiliki Surat Izin Penghunian (SIP) yang sah. Belum pernah dengan jalan/cara apapun memperolehl membeli rumah dari Pemerintah berdasarkan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku.Almarhum suaminya/ isterinya sekurangkurangnya mempunyai masa kerja 10 (sepuluh) tahun pada Pemerintah. (d) Janda/Duda Pahlawan. Almarhum suaminya/isterinya belum pernah dengan jalan/cara apapun memperoleh/membeli rumah dari Pemerintah berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.13 Memiliki Surat IzinPenghunian (SIP) yang sah. Memiliki Surat Izin Penghunian (SIP) yang sah. atau .

(2) 4 % setiap tahun untuk semi permanen. Proses pelaksanaan penjualan Rumah Daerah Golongan III didasarkan atas permohonan dari Pegawai Negeri yang telah . yakni: (1) Pembayaran angsuran pertama paling sedikit 5 % (lima persen) dari harga yang ditetapkan dan harus dibayar penuh pada saat perjanjian sewa beli ditandatangani. d) Permohonan membeli Rumah Daerah Golongan III. (3) 10 % setiap tahun untuk darurat.secara angsuran/cicilan. Pembayaran harga rumah dilaksanakan. maka pengajuan permohonan pengalihan hak/membeli atas rumah dimaksud dapat diajukan oleh anak sah dari penghuni yang bersangkutan. Penjualan Rumah Daerah Golongan III milik Daerah tidak dapat diproses sebelum adanya Peraturan Daerah yang mengatur penjualan rumah daerah golongan III atau diatur dalam Peraturan Daerah tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah. Harga rumah dan tanahnya ditetapkan sebesar 50 % (lima puluh persen) dari harga taksiran dan penilaian yang dilakukan oleh Panitia. Dengan ketentuan setinggi-tingginya (maksimal) penyusutan 80% atau nilai sisa bangunan/rumah minimal 20 %. c) Pengalihan hak atas Rumah Daerah Golongan III sebagaimana dimaksud huruf i s/d vi tersebut di atas dilakukan dengan cara Sewa Beli Taksiran harga rumah Daerah Golongan III berpedoman pada nilai biaya yang digunakan untuk pembangunan rumah yang bersangkutan pada waktu penaksiran dikurangi penyusutan menurut umur bangunan/rumah dikalikan dengan :: (1) 2 % setiap tahun untuk permanen. (f) Apabila penghuni rumah Daerah Golongan III sebagaimana dimaksud pada huruf i s/d v meninggal dunia.14 Memiliki Surat Izin Penghunian (SIP) yang sah. (2) Sedang sisanya diangsur paling lambat 20 (dua puluh) tahun. Almarhum suaminya/isterinya belum pernah dengan jalan/ cara apapun memperoleh/membeli rumah dari Pemerintah berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

(b) Susunan Panitia Penilai terdiri dari unsur-unsur : Sekretaris Daerah. Kepala Instansi Badan Pertanahan Nasional/Kantor Pertanahan. Kepala Biro Hukum/Bagian Hukum. Kepala Dinas Teknis. (1) Setelah mendapat persetujuan dari Kepala Daerah. dan janda/duda sebagai dimaksud pada huruf c) di atas.15 mendapat persetujuan dari atasan langsungnya. walaupun demikian Kepala Daerah mempunyai kewenangan dalam penyusunannya: (a) Susunan Panitia Penaksir terdiri dari unsur-unsur : Asisten Sekretaris Daerah yang membidangi. Kepala Biro Kepegawaian/Bagian Kepegawaian. (b) Susunan Personalia kedua panitia tersebut tidak boleh dirangkap dan diusahakan agar anggota-anggota Panitia Penilai. maka segera dibentuk Panitia Penaksir dan Panitia Penilai. Kepala Dinas Teknis. Kepala Biro Kepegawaian/Bagian Kepegawaian. Sebagai gambaran dari kedua panitia ini dapat kita lihat dari Kepmendagri sebelumnya sebagai berikut. Kepala Biro / Bagian Perlengkapan. (b) Keadaan fisik rumah. baikjabatan maupun pangkatnya lebih tinggi dari pada Personalia Panitia Penaksir. Kepala Biro Keuangan/Bagian Keuangan. e) Pengelola mengkoordinir permohonan pembelian rumah Daerah Golongan III dan secara periodik melaporkan kepada Kepala Daerah. (c) Perbaikan-perbaikan yang telah dilaksanakan. Kepala Biro Hukum/Bagian Hukum. Kepala Biro Keuangan/Bagian Keuangan. Kepala Instansi Badan Pertanahan Nasional/ Kepala Kantor Pertanahan. . Kepala Biro/Bagian Perlengkapan. (2) Tugas Panitia Penaksir adalah meneliti dari segi antara lain: (a) Pembangunan dan pemilikan rumah dan atau tanahnya. (d) Izin penghunian. (a) Susunan Panitia Penaksir dan Panitia Penilai melibatkan unsur teknis terkait.

kepada masing-masing pegawai. pernah/belum membeli rumah Pemerintah dengan cara apapun. Selain itu harus pula ditegaskan Pelaksanaan penjualannya diatur dalam Surat Perjanjian Sewa Beli. (g) Lain-lain yang dipandang perlu. Dengan telah terpenuhinya semua pers.16 (e) Persyaratan personil pegawai dari segi masa kerja. (3) Persyaratan-persyaratan administrasi dan personil pembeli. Menaksir harga rumah dan ganti rugi atas tanahnya disesuaikan dengan keadaan pada saat penaksiran termasuk perbaikan-perbaikan yang telah dilakukan atas biaya Pemerintah Daerah. Hasil penelitian penaksiran tersebut dituangkan dalam bentuk Berita Acara hasil penaksiran. (3) Tugas Panitia Penilai adalah untuk menilai hasil Penaksiran Panitia Penaksir tersebut di atas. (f). Apabila hasil penaksiran Panitia Penaksir dan hasil penilaian Panitia Penilai tidak sama (tidak sepakat) maka yang menetapkan/ memutuskan harga taksiran tersebut adalah Pengelola f) Keputusan Kepala Daerah. dengan mencantumkan pula jabatannya. . Selanjutnya penjualan rumah Daerah golongan III dan atau ganti rugi atas tanah bangunannya. Hasil penilaian Panitia Penilai dituangkan dalam bentuk Berita Acara. Apabila perbaikan dilakukan oleh dan atas beban penghuni sendiri tidak diperhitungkan.yaratan yang diperlukan yaitu: (1) Persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah tentang penjualan Rumah Daerah Golongan III milik Daerah. Dalam Keputusan penjualan rumah Daerah Golongan III harus dengan tegas menetapkan penjualan rumah Daerah golongan III dan termasuk tanah bangunannya atau rumahnya saja atau tanahnya saja. (2) Berita Acara hasil penaksiran Panitia Penaksir dan Berita Acara hasil penilaian Panitia Penilai. ditetapkan dengan Keputusan Kepala Daerah.

2. Dalam Surat Perjanjian tersebut harus dicantumkan besarnya angsuran bulanan yang sama terhadap sisa harga yang belum dilunasi. pembeli harus melunasi minimum 5 % dari harga jual rumah beserta tanahnya/ganti rugi atas tanahnya yang telah ditetapkan. dibuat Surat Perjanjian SewaBeli rumah dan ganti rugi atas tanahnya yang ditandatangani oleh Kepala Daerah atau pejabat yang ditunjuk sebagai Pihak ke I dan masingmasing pegawai/pembeli sebagai pihak ke II. dan harus disetor sepenuhnya ke Kas Daerah sebagai penerimaan Daerah. Berdasarkan Keputusan Kepala Daerah tersebut di atas. (2) Menetapkan penghapusan rumah dan atau tanah bangunannya dari Buku Inventaris kekayaan milik Pemerintah Daerah. Apabila dilunasi dalam waktu yang lebih cepat.17 g) Surat Perjanjian Sewa Beli Setelah dikeluarkan Keputusan Kepala Daerah tentang penjualan rumah golongan III. maka dapat dilakukan Pelepasan hak. h) Pelepasan hak dan penghapusan dari Buku Inventaris Setelah pegawai yang bersangkutan melunasi harga rumah dan atau ganti rugi atas tanah maka Kepala Daerah menetapkan Keputusan tentang: (1) Pelepasan hak Pemerintah Daerah atas rumah dan atau tanah bangunannya yang telah dijual kepada pembeli. Waktu pelunasan seluruh harga jualnya dilaksanakan paling lama 20 (dua puluh) tahun. Sebelum Surat Perjanjian ditanda tangani. Selain itu dalam Surat Perjanjian tersebut harus dicantumkan pula persyaratan lainnya yang dipandang perlu mengenai sanksi yang dapat dikenakan apabila terjadi kelalaian atau pelanggaran atas ketentuan yang berlaku. Tukar-menukar Tukar-menukar barang milik daerah adalah pengalihan kepemilikan barang milik daerah yang dilakukan antara pemerintah daerah dengan pemerintah . maka atas hak/sertifikat atas tanah bangunan dapat dimohon oleh pegawai yang bersangkutan untuk mendapatkan sesuatu hak pada Instansi Pertanahan setempat.

Adapun alasan dilaksanakannya pelepasan hak dengan cara tukar menukar/ tukar guling (ruislag) antara lain disebabkan oleh.18 pusat. c. Terkena planologi. Tukar menukar barang milik Negara atau barang milik daerah khususnya untuk tanah dan/atau bangunan sudah sering kita dengar dan sudah sering kita baca dikoran-koran dengan istilah ruilslag atau tukar guling dengan bermacam persoalan dan masaalah yang mengikutinya. Memenuhi kebutuhan operasional Pemerintah Daerah sebagai akibat pengembangan organisasi. Tukar menukar barang milik daerah ini dilaksanakan dengan pertimbangan: a. Tanah dan/atau bangunan yang masih dipergunakan untuk penyelenggaraan tugas pokok dan fungsi pengguna barang akan tetapi tidak sesuai lagi dengan tata ruang wilayah atau penataan kota. Swasta. atau antar pemerintah daerah. d. e. c. Belum dimanfaatkan secara optimal. Tidak tersedia dana dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. b. Barang milik daerah selain tanah dan/atau bangunan Tukar menukar barang milik daerah ini dapat dilakukan dengan pihak-pihak sebagai berikut. Menyatukan barang/aset yang lokasinya terpencar untuk memudahkan koordinasi dan dalam rangka efisiensi. sekurang-kurangnya dengan nilai seimbang. Untuk optimalisasi barang milik daerah . Tanah dan/atau bangunan yang telah diserahkan kepada Gubernur/ Bupati/Walikota untuk barang milik daerah. Objek dari tukar-menukar barang milik daerah yang dapat dilakukan tukarmenukarnya adalah: a. dan c. Untuk memenuhi kebutuhan operasional penyelenggaraan pemerintah. c. b. Badan usaha milik Negara/daerah atau badan hukum milik pemerintah lainnya. atau dengan Badan Usaha Milik Negara/Daerah atau Badan Hukum milik pemerintah lainnya. dengan menerima penggantian dalam bentuk barang. Pihak pemerintah pusat. a. a. b. atau dengan pihak swasta/pihak lainnya. b. Pertimbangan khusus dalam rangka pelaksanaan rencana strategis Hankam. Pelepasan hak dengan alasan tersebut dilaksanakan karena dana untuk keperluan memenuhi kebutuhan Pemerintah Daerah tidak tersedia dalam .

untuk kavling perumahan. TNI. Tanah dan bangunan Pemerintah Daerah yang sudah tidak cocok lagi dengan peruntukan tanahnya tidak sesuai lagi dengan tata ruang wilayah atau penataan kota. Disamping alasan diatas yang juga merupakan motivasi atau pertimbangan lainnya. Membantu instansi Pemerintah diluar Pemerintah Daerah yang bersangkutan yang memerlukan tanah untuk lokasi kantor. Cara penentuan nilai Tanah dan/atau bangunan Nilai tanah dan/atau bangunan yang akan dilepaskan dengan ganti rugi/tukar menukar (ruilslag/tukar guling) kepada Pihak Ketiga: a. 2) Sedangkan untuk Instansi Pemerintah. Nilai ganti rugi dan nilai taksiran tanah: 1) Nilai ganti rugi tanahnya dapat ditetapkan dengan berpedoman pada harga dasar terendah atas tanah yang berlaku setempat. diperlukan Surat Perjanjian Tukar Menukar antara Pemerintah Daerah dengan Pihak Ketiga yang bersangkutan yang mengatur materi tukar-menukar. adalah: a. Nilai bangunannya ditaksir berdasarkan nilai bangunan pada saat pelaksanaan penaksiran dan hasilnya dikurangi dengan nilai susut bangunan yang diperhitungkan jumlah umur bangunan dikalikan dengan: 1) 2 % untuk bangunan permanen. b. . sehingga tidak efektif lagi untuk pelaksanaan tugas pokok dan fungsinya dapat dilepas kepada Pihak Ketiga. Disesuaikan dengan peruntukan tanahnya berdasarkan Recana Umum Tata Ruang Kota/Wilayah (RUTRK/W). Dalam hal tukar menukar (ruilslag/tukar guling) maka nilai tukar pada prinsipnya harus berimbang yang lebih menguntungkan Pemerintah Daerah. terlalu sempit dan bangunannya sudah tua dsb. b. Apapun yang harus dibangun Pihak Ketiga diatas tanah tersebut harus seizin Pemerintah Daerah agar sesuai dengan peruntukan tanahnya. 2). d.19 Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Dalam hal pelepasan dengan tukar-menukar (ruilslag/tukar guling). Membantu kesejahteraan pegawai atau anggota DPRD dalam bentuk memberi kesempatan untuk membeli kaveling perumahan. 3). 3) Nilai taksiran tanah untuk swasta harus ditetapkan dengan berpedoman pada harga umum tanah dan berdasarkan NJOP yang berlaku setempat. dengan Pembayaran ganti rugi atau cara tukar menukar(ruilslag/tukar guling). Koperasi dan/atau Yayasan dapat ditetapkan dengan berpedoman pada NJOP dan/atau harga pasaran umum tanah setempat. c. POLRI dan DPRD. 1). e. hak dan kewajiban masing-masing Pihak sesuai ketentuan yang berlaku. Untuk itu perlu diperhatihan hal-hal sebagi berikut. pegawai negeri. Perumahan dan untuk keperluan pembangunan lainnya.

3) Keputusan Kepala Daerah. Pada lampiran Keputusan Kepala Daerah tersebut di atas harus memuat data atas tanah dan/atau bangunan yakni : Letak/alamat. dan lain-lain keterangan yang dipandang perlu.20 2) 3) 4 % untuk bangunan semi permanen. 1). c. Kepala Daerah membentuk Panitia Penaksir yang bertugas meneliti bukti penguasaan atas tanah dan/atau bangunan: a) meneliti kenyataan lokasi dan keadaan lingkungan tanah dan/atau bangunan tanah tersebut. Luas dan tahun perolehan. menaksir besarnya nilai atas tanah dan/atau bangunan tersebut dengan berpedoman pada harga dasar/umum/NJOP tanah yang berlaku setempat dan untuk bangunannya sesuai tersebut pada huruf e angka 2) di atas. ekonomi. meneliti bonafiditas dan loyalitas calon pihak ketiga dan memberikan saran-saran kepada Kepala Daerah. 1) Pembentukan Panitia Penaksir. b) c) d) Hasil penelitian Panitia Penaksir tersebut dituangkan dalam bentuk Berita Acara. 10 % untuk bangunan yang darurat. Permohonan Persetujuan DPRD. Dengan ketentuan maksimal susutnya sebesar 80 % dari nilai taksiran (tidak dikenakan potongan sebesar 50 % seperti pada penjualan rumah Daerah golongan III). . dihubungkan dengan rencana pelepasan hak atas tanah ditinjau dari segi sosial. Proses hak atas tanah dan bangunan. Pengelola menyiapkan surat permohonan Kepala Daerah kepada DPRD untuk mengajukan permohonan persetujuan atas rencana pelepasan hak atas tanah dan/atau bangunan dengan cara ganti rugi atau cara tukar menukar (ruilslag/tukar guling) dengan melampirkan Berita Acara hasil penaksiran Panitia Penaksir. budaya dan kepentingan Pemerintah Daerah yang bersangkutan. nama dan alamat Pihak Ketiga dan besarnya nilai ganti rugi atau nilai tukar menukar tanah dan/atau bangunan tersebut. Berdasarkan persetujuan DPRD tersebut di atas selanjutnya ditetapkan Keputusan Kepala Daerah tentang pelepasan hak atas tanah dengan ganti rugi atau tukar menukar.

Selanjutnya sertifikat hak atas tanah bagi masing-masing pegawai yang bersangkutan baru dapat diproses melalui Kantor Pertanahan setempat. b) Penghapusan tanah dan/atau bangunan dari Buku Inventaris. maka sertifikat atas tanah yang dilepaskan kepada Pihak Ketiga dapat diselesaikan melalui Kantor Pertanahan setempat berdasarkan Keputusan Kepala Daerah yang bersangkutan tentang pelepasan hak atas tanah dan/atau bangunan Pemerintah Daerah dimaksud b) . Pelepasan hak atas tanah dan/atau bangunan dengan cara tukar menukar (ruilslag) dimaksud harus diatur dalam Surat Perjanjian Bersama antara Pemerintah Daerah dengan Pihak Ketiga. Pelepasan hak atas tanah dan/atau bangunan dengan cara tukar menukar dilakukan langsung dengan Pihak Ketiga (tidak dilakukan pelelangan/tender) dan dilakukan negosiasi harga yang dituangkan dalam Berita Acara. 5) 6) Setelah selesai pelaksanaan ketentuan dimaksud dalam Surat Perjanjian Bersama dan Surat Pernyataan Berita Acara Serah Terima tersebut. Teknis pelepasan hak atas tanah dan/atau bangunan: a) Perjanjian antara Pemerintah Daerah dengan Pihak Ketiga.21 4) Pelepasan hak atas tanah dan/atau bangunan dengan cara ganti rugi dilakukan dengan pelelangan / tender dan apabila peminatnya hanya satu dilakukan dengan penunjukan langsung dan dilakukan negosiasi harga yang dituangkan dalam Berita Acara. ketentuan mengenai sanksi dan ketentuan lain yang dipandang perlu. Dalam Surat Perjanjian Bersama tersebut harus dicantumkan secara jelas mengenai data tanah dan/atau bangunan. Pelepasan hak atas tanah dan/atau bangunan dengan cara pembayaran ganti rugi harus dilengkapi dengan Surat Pernyataan dari Pihak Ketiga mengenai kesediaan menerima pelepasan tanah dan/atau bangunan tersebut dengan pembayaran ganti rugi sesuai ketentuan yang berlaku yang dituangkan dalam Berita Acara Serah Terima. apabila mengenai tanah dimaksud pada huruf a di atas. maka: a) apabila mengenai tanah kapling untuk rumah pegawai. hak dan kewajiban kedua belah pihak. harus ditegaskan dalam Keputusan Kepala Daerah tentang pelepasan hak Pemerintah Daerah atas tanah tersebut dan menghapuskan tanah tersebut dari Buku Inventaris.

atau kepada pihak lain tanpa memperoleh penggantian. Wewenang dalam penetapan pemberian Hibah adalah: a. Barang milik daerah yang dapat dihibahkan ini berlandaskan Pasal 59 Peraturan Pemerintah No.22 dan menghapuskan tanah dan/atau bangunan tersebut dari Buku Inventaris . Tidak digunakan lagi dalam penyelenggaraan tugas pokok dan fungsi dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. b. Barang milik daerah yang akan dihibahkan itu harus memenuhi persyaratan sebagai berikut: a. Hibah Hibah adalah pengalihan kepemilikan barang pemerintah daerah kepada pemerintah pusat. Tanah dan/atau bangunan yang dari awal pengadaannya direncanakan untuk dihibahkan. a. d. Untuk kemanusiaan.17 Tahun 2007 dapat berupa: a. Dan untuk penyelenggaraan pemerintahan daerah. 3. Barang milik daerah selain tanah dan/atau bangunan yang telah diserahkan oleh Kepala SKPD kepada Kepala Daerah melalui Pngelola. Untuk keagamaan.17 Tahun 2007. Tanah dan/atau bangunan yang telah diserahkan oleh Kepala SKPD kepada Kepala Daerah.17 Tahun 2007) sebagai berikut. kecuali bagi tanah dan/atau bangunan yang tidak memerlukan persetujuan DPRD sebagai tercantum dalam Pasal 58 ayat (2) Permendagri No.6 Tahun 2006 dan Pasal 78 Permendagri No. c. c. c. Untuk kepentingan sosial. Bukan merupakan barang yang menguasai hajat hidup orang banyak. diatas. . b. atau antar pemerintah daerah. diatas. 6 Tahun 2006 dan Pasal 79 Permendagri No. d. b. b. Penghibahan barang milik daerah ini dilakukan dengan Keputusan Kepala Daerah (Gubernur/Bupati/Walikota) dengan memperhatikan dan mempertimbangkan kepentingan (Pasal 58 Peraturan Pemerintah No. Penetapan dengan Keputusan Kepala Daerah setelah mendapat persetujuan DPRD bagi tanah dan/atau bangunan pada point 1. Penetapan dengan Keputusan Kepala Daerah bagi tanah dan/atau bangunan pada point 2. Selain tanah dan/atau bangunan yang dari awal pengadaannya direncanakan untuk dihibahkan. Bukan merupakaan barang rahasia Negara.

000.-(lima milyar rupiah).6 Tahun 2006.5. 4. d. Pengelola barang mengajukan usul hibah kepada Kepala Daerah disertai alasan/pertimbangan. tanah dan/atau bangunan dari pengadaannya untuk dihibahkan) diatas dilaksanakan dengan ketentuan sebagai berikut: a. Jenis barang/aset 1.Selain tanah dan/ atau bangunan DPRD Kepala Daerah DPRD ---------Pengelola Pengguna Pengguna Untuk pelaksanaan hibah bagi tanah dan/atau bangunan seperti yang dimaksud pada 1 dan 2 tersebut (tanah dan/atau bangunan.000. PELAKSANA. No. b.000. Kepala Daerah dapat mempertimbangkan untuk menetapkan dan/atau menyetujui tanah dan/atau bangunan yangakan dihibahkan. kalau nilainya kurang dari itu ditetapkan tanpa meminta persetujuan DPRD. d.000. 2.000.000.5. PERSETUJUAN DAN PENETAPAN TERHADAP BARANG/ASET YANG AKAN DIHIBAHKAN Penetapan yang akan dihibahkan oleh Kepala Daerah Kepala Daerah Kepala Daerah Kepala Daerah Hibah dilaksanakan oleh Pengelola barang Pengelola barang Pengelola Persetujuan oleh No. c. . Dilaksanakan oleh Pengguna setelah mendapat persetujuan dari Pengelola. kelengkapan data.000. 3.atau Pasal 78 ayat (2) Permendagri No.23 c. bagi hibah pada point 4. Kepala Daerah membentuk Tim untuk meneliti dan mengkaji berdasarkan pertimbangan dan syarat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58 PP. berpedoman pada ketentuan Pasal 46 ayat (2) dan Pasal 48 ayat (2) dari PP No.5. diatas.<Rp.6 Tahun 2006.17 Tahun 2007 Apabila memenuhi syarat sesuai dengan peraturan yang berlaku.000. dan kalau yang memerlukan persetujuan DPRD maka Kepala Daerah mengajukan permohonan persetujuan dari DPRD. diatas kalau nilainya diatas Rp. Setelah mendapat persetujuan DPRD. Penetapan dengan Keputusan Kepala Daerah setelah mendapat persetujuan DPRD bagi hibah pada point 3. ditindak lanjuti dengan Surat Keputusan Penghapusan oleh Kepala Daerah atas tanah dan/atau bangunan dimaksud dan dituangkan dalam Berita Acara Hibah.000. Tanah dan/atau bangunan Tanah dan/atau bangunan dari awalnya utk hibah Selain tanah dan/ atau bangunan >Rp.

2006 menetapkan/menyetujui mengkaji dan mempertimbangkan menetapkan/menyetujui Untuk melaksanakan hibah bagi barang milik daerah selain tanah dan/atau bangunan dilaksanakan dengan ketentuan sebagai berikut: a. e. Pengelola barang melaksanakan hibah dengan berpedoman pada Surat Keputusan Kepala Daerah Pelaksanaan serah terima barang yang dihibahkan harus dituangkan dalam berita acara serah terima barang. dan hasil pengkajian tim intern instansi pengguna barang. c.58 PP. d. Apabila memenuhi syarat sesuai dengan peraturan yang berlaku. . kelengkapan data.24 e.2 Proses hibah tanah dan/atau bangunan Pengelola barang Gubernur/Bupati /Walikota DPRD Mengajukan usul hibah melaksanakan hibah Berita Acara serah terima barang menerima persetujuan mengkaji dan mempertimbangkan berdasarkan Psl. No. Pengguna barang mengajukan usulan kepada Pengelola Barang disertai alasan/pertimbangan.6 Th. pengelola barang dapat mempertimbangkan untuk menyetujui sesuai batas kewenangannya Pengguna barang melaksanakan hibah dengan berpedoman pada persetujuan Pengelola barang. Untuk mudahnya dapat dilihat pada gambar dari flow-chart berikut ini: Gambar 2. f. Pengelola barang meneliti dan mengkaji berdasarkan pertimbangan dan syarat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58 PP.No. b. Pelaksanaan serah terima barang yang dihibahkan harus dituangkan dalam Berita Acara serah terima barang.6 Tahun 2006 diatas.

58 PP No.25 Gambar2. atau 2). 2006 menetapkan/menyetujui menerima persetujuan melaksanakan hibah Berita Acara serah terima barang 4. Barang milik daerah tersebut tercatat dalam buku inventaris sebagai aset daerah. Pengertian tentang Penyertaan Modal Pemerintah Daerah Penyertaan modal pemerintah daerah adalah pengalihan kepemilikan barang milik daerah yang semula merupakan kekayaan yang tidak dipisahkan menjadi kekayaan yang dipisahkan untuk diperhitungkan sebagai modal/saham daerah pada badan usaha milik Negara/daerah atau badan hukum lainnya. Penyertaan modal pemerintah daerah atas barang milik daerah dilakukan dalam rangka pendirian. pengembangan. Penyertaan modal pemerintah daerah atas barang daerah dilakukan dengan pertimbangan sebagai berikut: 1).3 Flow-chart proses hibah selain tanah dan/atau bangunan Pengguna barang Pengguna barang Pengelola Barang Kalau disetujui Mengajukan usul hibah mengkaji dan memper timbangkan berdasarkan Psl. dan peningkatan kinerja badan usaha milik daerah atau badan hukum lainnya yang dimiliki oleh Pemerintah dan Swasta. Penyertaan Modal Pemerintah Daerah a. Usaha pemerintah dalam penghapusan barang milik daerah yang akan di tanamkan dalam penyertaan modal pemerintah daerah atau di PMP kan (Penanaman Modal Pemerintah) harus memenuhi syarat-syarat pengajuan yakni: 1). Barang milik daerah yang dari awal pengadaannya sesuai dokumen penganggaran diperuntukkan bagi badan usaha milik daerah atau badan hukum lainnya yang dimiliki daerah dalam rangka penugasan pemerintah. . 6 Th. Barang milik daerah tersebut akan lebih optimal apabila dikelola oleh badan usaha milik daerah atau badan hukum lainnya yang dimiliki daerah baik yang sudah ada maupun yang akan dibentuk.

Pelaksanaan penyertaan modal sesuai peraturan perundangundangan. Penyertaan modal pemerintah hanya diperuntukkan bagi BUMN/D atau badan hukum lainnya dimiliki Negara. Barang milik daerah eks proyek harus sudah diaudit oleh BPKP dan telah ditetapkan status sementara. Kepala Daerah menetapkan penghapusan terhadap aset tersebut. Setelah Peraturan Daerah ditetapkan.26 2). selanjutnya Kepala Daerah mengajukan permohonan persetujuan kepada DPRD untuk menghapus/memindahtangankan aset tersebut yang akan dijadikan sebagai penyertaan modal. selanjutnya dilakukan penyerahan barang dengan Berita Acara Serah Terima kepada pihak ketiga selaku mitra penyertaan modal daerah. Tata Cara Pelaksanaan Penyertaan Modal Daerah atas Tanah dan/atau Bangunan Tanah dan/atau bangunan yang telah diserahkan oleh Pengguna. b. Penyertaan modal pemerintah daerah atas barang milik daerah dapat berupa: 1) 2) Tanah dan/atau bangunan milik daerah yang telah diserahkan oleh Pengguna kepada Kepala Daerah melalui pengelola barang. selanjutnya pengelola menyiapkan rancangan Peraturan Daerah tentang Penyertaan Modal Daerah. 3). 2) 3) 4) 5) 6) . Apabila Kepala Daerah menyetujui atas rencana penyertaan modal tersebut. 3) Kepala Daerah menetapkan barang milik daerah berupa tanah dan/atau bangunan yang akan dijadikan untuk penyertaan modal daerah sesuai batas kewenangannya. Barang milik daerah lainnya selain tanah dan/atau bangunan. ataupun tanah dan/atau bangunan yang dibawah pengawasan langsung Pengelola yang menurut Pengelola dapat diikut sertakan dalam penanaman Modal Daerah maka dapat diajukan/diusulkan kepada Kepala Daerah untuk itu sebagai berikut: 1) Pengelola mengajukan usul penyertaan modal Pemerintah Daerah atas tanah dan/atau bangunan kepada Kepala Daerah disertai alasan pertimbangan serta kelengkapan data. Kepala Daerah membentuk Tim untuk meneliti dan mengkaji usul yang disampaikan oleh pengelola. Setelah mendapat persetujuan DPRD. Tanah dan/atau bangunan yang dari awal pengadaannya direncanakan untuk disertakan sebagai modal pemerintah daerah sesuai tercantum dalam dokumen penganggaran.

000. hibah dan penyertaan modal. tukar-menukar. Tanah dan bangunan tersebut diperkirakan bernilai sekitar Rp. selanjutnya pengelola menyiapkan rancangan Peraturan Daerah dan disampaikan kepada DPRD. pengguna melakukan penyerahan barang kepada pihak ketiga dan dituangkan dalam Berita Acara Serah Terima 2) 3) 4) d. Sebagai pemegang Eselon IV yang diserahi tanggung jawab dalam pengurusan barang inventaris pada SKPD nya Apakah yang harus Saudara lakukan untuk itu dan tolong dijelaskan selengkapnya sebagai bahan usulan ke Pengelola Barang sampai kegiatan itu selesai? . 8.000. Laporan pemindahtangan Pemindahtanganan yang meliputi penjualan. 00. Study kasus. C.000. Setelah Perda ditetapkan. Hasil penelitian dan kajian tersebut di atas. pengelola menyampaikan kepada Kepala Daerah dan apabila Kepala Daerah menyetujui. Tata Cara Penyertaan selain tanah dan/atau bangunan: Dalam hal Pengguna mempunyai aset selain tanah dan/atau bangunan yang menurut pertimbangannya dapat diikut sertakan dalam Penyertaan Modal Pemerintah Daerah. Pengelola melakukan penelitian dan pengkajian dan apabila memenuhi syarat. maka diajukan kepada Pengelola Barang sebagai berikut: 1) Pengguna barang mengajukan usul kepada Kepala Daerah melalui pengelola disertai alasan pertimbangan dan kelengkapan data dan hasil kajian Tim intern Instansi pengguna. pengelola dapat mempertimbangkan untuk menyetujui usul dimaksud sesuai batas kewenangannya. Suatu persil tanah dan bangunan suatu instansi pemerintah tidak memenuhi lagi Rencana Tata Ruang Kota (RUTK) dan instansi tersebut tidak memakai lagi karena sudah mempunyai lokasi yang baru dengan bangunan yang baru dibangun 2 tahun yang lalu. Latihan-I/Study Kasus Latihan pendalaman materi dari pokok bahasan yang telah disampaikan.27 c. Kepala Daerah melaporkan kepada Menteri Dalam Negeri selambat-lambatnya 15 (lima belas) hari setelah ditetapkan Keputusan Penghapusan.

Pemindahatanganan tanah dan bangunan harus atas persetujuan DPRD kecuali bila tidak sesuai lagi dengan RUTR. Penjualan aset daerah berupa tanah dan bangunan perumahan (rumah Golongan III) dan kenderaan dinas diatur dengan peraturan tersendiri. diatas itu atas persetujuan DPRD.5. hibah ataupun penyertaan modal pemerintah. Rangkuman 1. 2.000.000. . diperuntukkan bagi kepentingan umum atau dikuasai Negara berdasarkan keputusan pengadilan yang berkekuatan hokum tetap atau ketentuan perundang-undangan.28 D. 5. Bentuk-bentuk pemindahtanganan aset pemerintah daerah bisa berupa: penjualan.(Lima milyar rupiah) atas persetujuan Gubernur/Bupati/Wako. Pemindahtanganan tanah dan atau bangunan yang bernilai sampai Rp. diperunukan bagi PNS. tukar-menukar. hibah serta untuk penyertaan modal pemerintah dapat juga dilakukan sesuai dengan ketentuan dan peraturan untuk itu. Pemindahatanganan secara tukar guling (ruislag).000. 3. dihapuskan karena sudah ada anggaran pengganti. 4.

Merusak lingkungan hidup atau lingkungan kerja. penyimpanan dan pengamanannya. tetapi karena suatu alasan tertentu tidak dilaksanakan penghapusannya akan dapat: 1.BAB III PENGHAPUSAN BARANG/ASET MILIK DAERAH Peserta setelah menerima pembelajaran Bab. cara dan proses pelaksanaannya dan mampu untuk melaksanakannya. wewenang. Surat Keputusan Kepala Daerah tentang Penghapusan Barang Milik Daerah akan membebaskan pengguna dan/atau kuasa pengguna barang dan/atau pengelola barang dari tanggung jawab administrasi dan tanggungjawab fisik atas barang yang berada dalam penguasaannya. Penghapusan didasarkan kepada Keputusan dari Pejabat yang berwewenang untuk menghapus barang dari inventaris (Buku Inventaris) dengan tujuan membebaskan staff Pengurus barang terhadap barang yang berada dibawah pengurusannya dan penguasaannya sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku dari: 29 .III ini diharapkan akan memahami dan mampu menjelaskan tentang maksud dan tujuan penghapusan aset/barang milik daerah serta dasar-dasar pertimbangan. 4. Membebani terus dalam penatausahaannya. A. tak terpakai dan daluarsa. Sedangkan hasil penjualan dari barang-barang yang dihapuskan dapat merupakan sebagian dari penerimaan daerah. Membebani gudang/ruangan penyimpanan dengan tumpukan barang rusak. Untuk menghindari hal-hal tersebut maka setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah harus melaksanakan penghapusan barang berdasarkan aturan yang ditentukan untuk itu. 2. 5. dan membebani lingkungan dengan polusi. Menambah beban/kerugian dalam pemeliharaan. Masalah penghapusan barang/aset kekayaan milik pemerintah daerah bukanlah masaalah yang bisa dianggap sepele karena bila suatu barang dalam pengurusan dan penguasaannya tidak memperhatikan terhadap masaalah penghapusan yang seharusnya wajib dilaksanakan secara konsekwen maka barang yang sudah waktunya/seharusnya dihapus. Maksud dan tujuan penghapusan barang/aset milik daerah Penghapusan barang milik daerah adalah tindakan menghapus barang Pengguna/Kuasa Pengguna dan penghapusan barang milik daerah dari Daftar Inventaris Barang Milik Daerah dengan menerbitkan Surat Keputusan Kepala Daerah tentang Penghapusan Barang Milik Daerah. 3. perawatan. dan sebagainya.

aus dan lain-lain. dilakukan dalam hal barang milik daerah dimaksud sudah tidak berada dalam penguasaan pengguna/kuasa pengguna barang*). susut. dan tidak ekonomis bila diperbaiki. 5) Selisih kurang dalam timbangan/ukuran disebabkan penggunaan/ susut dalam penyimpanan/pengangkutan. dilakukan dalam hal barang milik daerah dimaksud sudah beralih kepemilikannya. ataupun kepada pihak lain. Penghapusan dari Daftar Barang Milik Daerah. Pemusnahan. Penghapusan dari Daftar Barang Pengguna dan/atau Kuasa Pengguna. 2) Secara teknis tidak dapat digunakan lagi akibat modernisasi. Dasar Pertimbangan Penghapusan Barang/Aset Penghapusan barang/aset dilakukan berdasarkan pertimbangan atas alasan-alasan sebagai berikut: 1. terbakar. 2. kecurian. 2. 3) Telah melampaui batas waktu kegunaannya/kadaluarsa 4) Karena penggunaan biasa mengalami perubahan dalam spesifikasi seperti terkikis. Pertanggung jawaban fisik barang Penghapusan barang milik daerah meliputi Permendagri No.30 1. Untuk barang bergerak Barang bergerak dapat dipertimbangkan untuk disarankan/diusulkan penghapusannya berdasarkan pertimbangan teknis. Penghapusan tersebut dilakukan dengan penerbitan Surat Keputusan Penghapusan dari Kepala Daerah. antara lain: 1) Secara fisik barang tidak dapat dipergunakan karena rusak berat. Sebab-sebab lain: karena hilang. Barang milik daerah sudah tidak berada dalam penguasaan pengguna/kuasa pengguna barang disebabkan karena: 1. 3. terjadi pemusnahan atau karena sebab-sebab lain. pertimbangan ekonomis dan pertimbangan karena hilang/kekurangan sebagai berikut: a. Pengalihgunaan barang milik daerah selain tanah dan/atau bangunan kepada pengguna barang lain. 2. Penyerahan kepada pengelola barang. menguap. Pertanggung jawaban administrasi barang. 4. mencair. B.17 Tahun 2007 Pasal 53: 1. Penghapusan tersebut dilakukan dengan penerbitan Surat Keputusan Penghapusan dari: Pe ngelola Barang setelah mendapat persetujuan Kepala Daerah. . Pertimbangan teknis.

bagi tanaman atau ternak/hewan. 2. Kebutuhan organisasi karena perkembangan tugas. Karena hilang/kekurangan Penyimpan atau kerugian yang disebabkan: 1) Kesalahan atau kelalaian Penyimpan dan/atau Pengurus Barang. sedangkan untuk barang-barang inventaris lainnya cukup ditetapkan dengan Keputusan Kepala Daerah. Penghapusan barang milik daerah dengan tindak lanjut pemusnahan dilaksanakan oleh Pengguna Barang dengan keputusan dari Pengelola Barang setelah mendapat persetujuan dari Kepala Daerah dan dituangkan dalam Berita Acara . dan barang bergerak seperti: kendaraan perorangan dinas. ekses) 2) Secara ekonomis lebih menguntungkan bagi daerah apabila dihapus karena biaya operasional dan pemeliharaannya lebih besar dari manfaat yang diperoleh.31 b. terkena bencana alam. kendaraan dinas operasional.000. Sedangkan untuk barang-barang inventaris lainnya selain tanah dan/atau bangunan sampai dengan Rp. Rusak berat. antara lain: 1) Karena berlebih (surplus. Wewenang penghapusan barang milik daerah berupa barang tidak bergerak seperti: tanah dan/atau bangunan. c.-00 (lima milyar rupiah) dilakukan oleh Pengelola setelah mendapat persetujuan Kepala Daerah. ditetapkan dengan Keputusan Kepala Daerah setelah mendapat persetujuan dari DPRD. Wewenang penghapusan barang milik daerah Penghapusan barang milik Daerah berupa barang tidak bergerak seperti tanah dan/atau bangunan ditetapkan dengan Keputusan Kepala Daerah setelah mendapat persetujuan DPRD. Pertimbangan dalam rangka pelaksanan rencana strategis Hankam. Penyatuan lokasi dalam rangka efisiensi dan memudahkan koordinasi.000. Pertimbangan ekonomis. e. Barang daerah yang status hukumnya sudah berubah harus dihapus dari Daftar Inventaris Daerah tersebut C. 5. d.000. force majeure atau Idle (tak digunakan lagi). b. f. Tidak dapat digunakan secara optimal (idle) Terkena program planologi kota. c. Untuk barang yang tak bergerak Barang yang tak bergerak dapat atau perlu dipertimbangkan untuk diusulkan penghapusannya atas pertimbangan sebagai berikut: a. 4) Karena kecelakaan atau alasan tidak terduga (force majeure). 2) Diluar kesalahan/kelalaian Penyimpan dan/atau Pengurus Barang 3) Mati.

atau melalui Panitia Pelelangan Terbatas/Penjualan barang yang dibentuk dengan Keputusan Kepala Daerah. Keanggotaan Panitia Pelelangan/Penjualan barang tersebut dapat sama dengan keanggotaan Panitia Penghapusan. b. Alasan lain sesuai ketentuan perundang-undangan Hilang. dan penyertaan modal pemerintah daerah. a. menguap. tidak dapat dimanfaatkan. 1. dan tidak dapat dipindahtangankan. 3. d. gempa. Guna susun. Dengan tindak lanjut pemusnahan yang dilakukan apabila barang milik daerah tersebut. hibah. terbakar. Ttidak dapat digunakan atau tidak dapat dimanfaatkan lagi dan tidak dapat dipindah tangankan. 2. kecurian. Penjualan. D. Tidak dapat digunakan. Pelaksanaan penghapusan barang milik daerah Pelaksanaan penghapusan barang milik daerah ini terlaksana merupakan sebab akibat atau sebagai tindak lanjut dari: 1. Penghapusan barang-barang yang mempunyai nilai ekonomis Untuk pelaksanaan penghapusan barang milik daerah bagi barang-barang yang masih mempunyai nilai ekonomis dapat dilakukan dengan cara: a. Penghapusan barang milik daerah secara khusus (bangunan yang membahayakan keselamatan jiwa) ditetapkan dengan Keputusan Kepala Daerah. Penghapusan itu sendiri seperti: penjualan. 2. dan hasil penjualan/pelelangan tersebut harus disetor sepenuhnya ke Kas Daerah. b. tukar-menukar.32 Pemusnahan dan dilaporkan kepada Kepala Daerah. susut. atau Alasan lain sesuai ketentuan perundang-undangan. . Penghapusan Barang-Barang Yang Tidak Mempunyai Nilai Ekonomis Penghapusan barang milk daerah dengan tindak lanjut pemusnahan dilakukan apabila barang milik daerah dimaksud: a. Pelelangan dapat dilakukan melalui Kantor Lelang Negara setempat. post-majeura lainnya. Pelelangan. 4. Pemindahtanganan/dalam rangka menjalankan putusan pengadilan yang telah memiliki kekuatan hukum tetap. c. mencair. banjir. Disumbangkan/dihibahkan. atau b.

d. Penghapusan secara khusus Khusus mengenai pelaksanaan penghapusan gedung milik Daerah yang harus segera dibangun kembali(rehab total) sesuai dengan peruntukan semula serta sifatnya mendesak dan membahayakan. Kepala Unit/Karo/Kabag terkait. Biro hukum/Bagian Hukum. Tugas Panitia Penghapusan Adapun Tugas Panitia Penghapusan adalah meneliti kondisi barang-barang yang diajukan untuk dihapuskan. pengguna. Kepala Unit Pemakai Barang. Dalam keadaan bangunan yang membahayakan keselamatan jiwa dapat dilakukan pembongkaran lebih dahulu sambil menunggu Keputusan Kepala Daerah. Rusak berat yang disebabkan bencana alam force majeure. banjir. b. administrasi. seperti gempa bumi. g. pelaksanaan pemusnahan dituangkan dalam Berita Acara Pemusnahan dan dilaporkan kepada Kepala Daerah 3. c. . Mengenai susunan dan unsur personilnya tidak dijelaskan dalam Permendagri No. Panitia Penghapusan Barang Milik Daerah Dalam pelaksanaan proses penghapusan barang milik daerah dimulai dengan pembentukan Panitia Penghapusan Barang Milik Daerah yang dibentuk dengan Keputusan Kepala Daerah (Gubernur/Bupati/ Walikota) yang susunan personilnya terdiri dari unsur teknis terkait. angin topan. Biro Keuangan/Bagian Keuangan. e. f. 2. Rusak berat yang disebabkan oleh kondisi konstruksi bangunan gedung sangat membahayakan keselamatan jiwa dan mengakibatkan robohnya bangunan gedung tersebut. Biro/Bagian Perlengkapan.17 Tahun 2007. Kepala Dinas/Instansi Teknis yang membidangi.33 Penghapusan barang-barang yang tidak mempunyai nilai ekonomis ini dilakukan dengan cara pemusnahan yang dilaksanakan oleh Pengguna dengan keputusan dari Pengeloa Barang setelah mendapat persetujuan dari Kepala Daerah. b. penghapusannya ditetapkan dengan Keputusan Kepala Daerah. E. Proses Penghapusan barang milik daerah 1. maka tidak ada salahnya kita tinjau unsur terkait dari Kepmendagri terdahulu yaitu sebagai beriku: a. Alasan-alasan pembongkaran bangunan gedung dimaksud adalah: a. Asisten Sekretaris Daerah (Sekda) yang membidangi. baik dari pemilikan. kebakaran dan yang sejenis.

Hasil penelitian panitia dituangkan dalam bentuk Berita Acara dengan melampirkan data-data barang tersebut tentang kerusakan. Selanjutnya Pengelola Barang mengajukan permohonan persetujuan kepada Kepala Daerah mengenai rencana penghapusan barang dimaksud dengan melampirkan Berita Acara hasil penelitian Panitia Penghapusan. surat keterangan sebab kematian (hewan) dan lain-lain. Truk. juga . b. Memeriksa/meneliti kondisi barang yang akan dihapuskan meliputi: 1) Meneliti barang yang akan dihapus 2) Meneliti kondisi barang yang akan dihapus 3) Menetapkan perkiraan nilai barang yang akan dihapus 4) Membuat Berita Acara Pemeriksaan Menyelesaikan kelengkapan administratif usul penghapusan. f. Membuat Laporan pelaksanaan penghapusan. Menyusun rencana penghapusan. juga menetapkan cara penjualan dengan cara lelang umum melalui Kantor Lelang Negara atau lelang terbatas dan/atau disumbangkan/dihibahkan atau dimusnahkan. Setelah mendapat persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). atau dengan kata lain Panitia Penghapusan bertugas antara lain: a. Mengajukan usulan penghapusan kepada Pengelola Barang. g. Ambulance atau kendaraan lapangan lainnya ditetapkan penghapusannya oleh Pengelola setelah mendapat persetujuan Kepala Daerah.34 kerusakan maupun data lainnya yang dipandang perlu. e. penghapusan ditetapkan dengan Surat Keputusan Kepala Daerah. Setelah mendapat persetujuan Kepala Daerah. laporan hilang dari kepolisian. Khusus penghapusan untuk barang bergerak karena rusak berat dan tidak dapat dipergunakan lagi seperti alat Kantor dan Alat Rumah Tangga yang sejenis termasuk kendaraan khusus lapangan seperti Alat Angkutan berupa kendaraan Alat Berat. Mengajukan pelaksanaan pelelangan barang melalui Kantor Lelang setempat. Kepala Daerah membentuk Panitia Pelelangan Terbatas untuk melaksanakan penjualan/pelelangan terhadap barang yang telah dihapuskan dari Daftar Inventaris Barang Milik Daerah. Laporan harus disampaikan Panitia Penghapusan kepada Pejabat yang menerbitkan Surat Keputusan Penghapusan selambat-lambatnya 30 hari setelah serah terima dilakukan. Mobil Jenazah. c d. penghapusan ditetapkan dengan Surat Keputusan Pengelola atas nama Kepala Daerah. Apabila akan dilakukan lelang terbatas. Selanjutnya Kepala Daerah mengajukan permohonan dimintakan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) tentang penghapusan barangbarang dimaksud yang memerlukan persetujuan DPRD dengan melampirkan Berita Acara hasil penelitian Panitia Penghapusan.

Hasil penelitian dituangkan dalam bentuk Berita Acara. Penghapusan alat-alat angkutan dan alat-alat besar. d. 3. rumah/bangunan dan tanah bangunan (karena rusak berat) dilaksanakan sebagai berikut: a. c. b.alat kantor dan alat rumah tangga yang sejenis termasuk kendaraan khusus lapangan seperti alat angkutan berupa kendaraan alat berat. maka harus dibentuk Panitia Pelelangan terhadap barang yang telah dihapuskan dari Daftar Inventaris dengan Surat Keputusan Kepala Daerah. Tatacara pelaksanaan penjualan a. Khusus penghapusan untuk barang bergerak karena rusak berat dan tidak dapat dipergunakan lagi seperti alat. Proses penghapusan barang Daerah berupa kendaraan Dinas operasional perkantoran dan kendaraan operasional khusus seperti Truck. dengan dilampiri hasil pengujian dari Instansi Teknis yang berwewenang. Ambulance. g. penelitiannya dilaksanakan oleh Panitia Penghapusan Barang. penelitian dilakukan oleh Panitia Penghapusan. Pembentukan Panitia Penghapusan Penyiapan data barang yang diusulkan penghapusan meliputi: 1) Jenis barang 2) Klasifikasi barang 3) Harga jual yang ditetapkan Panitia 4) Ukuran barang 5) Jumlah barang Menghubungi kantor lelang guna menetapkan Hari dan Tanggal pelaksanaan pelelangan Pengumuman Pelaksanaan Pelelangan Risalah Lelang Penyetoran hasil penjualan barang milik daerah ke Kas Daerah. Apabila akan dilakukan lelang terbatas. Penghapusan rumah/bangunan dan tanah-tanah atau rumah/bangunan. alat-alat besar. . e. mobil jenazah. b.35 menetapkan cara penjualan dengan cara lelang umum melalui Kantor Lelang Negara atau lelang terbatas dan atau disumbangkan/dihibahkan atau dimusnahkan. Hasil penelitian Panitia Penghapusan dituangkan kedalam Berita Acara dengan dilampiri hasil pengujian dari Instansi Teknis berwewenang. ambulance atau kendaraan lapangan lainnya penghapusannya ditetapkan dengan Keputusan Kepala Daerah tanpa persetujuan DPRD. f. truk.

) NIP ……………………….. . (………………………….) NIP…………………………... Kode Barang 3 No..36 DAFTAR USULAN BARANG YANG AKAN DIHAPUS SKPD KAB/KOTA ………….. Kode Lokasi 4 Merk/ Type 5 Dokumen Kepemilikan 6 Tahun Beli/ Pembelian 7 Harga Perolehan 8 Keadaan Barang (B.KB. 1 Nama Barang 2 No. PROVINSI : …… : …… : …… No. PENGURUS BARANG (……………………………..RB) 9 Keterangan 10 MENGETAHUI KEPALA SKPD …………………………………….

2. 4.37 F. Penyatuan lokasi dalam rangka efisiensi dan memudahkan koordinasi. terkena bencana alam. Dan anggaran belum memungkinkan untuk membeli tanah yang baru serta untuk pembangunan kantor yang baru. Kebutuhan organisasi karena perkembangan tugas. a. Suatu persil tanah beserta bangunan berada dalam suatu areal kota madya milik suatu instansi dan masih digunakan dan diperlukan untuk pelaksanaan tugas pokok dan fungsi instansi yang bersangkutan. c. Untuk barang yang tak bergerak. Rangkuman 1. b.5 (terakhir) Latihan/Workshop pendalaman materi. b. e. Pertimbangan dalam rangka pelaksanan rencana strategis Hankam. Rusak berat. Karena hilang/kekurangan perbendaharaan atau kerugian. Carikan solusi pemecahannya serta cara pelaksanaan dari solusi yang dimaksudkan ! G. Latihan-II Latihan pada session ke. force majeure atau Idle (tak digunakan lagi). 3. Pertimbangan teknis. . Pertimbangan ekonomis. Penghapusan barang milik daerah adalah tindakan menghapus barang milik daerah dari daftar barang dengan menerbitkan Surat Keputusan dari pejabat yang berwewenang untuk membebaskan pengguna dan/atau kuasa pengguna barang dan/atau pengelola barang dari tanggung jawab administrasi dan fisik atas barang yang berada dalam penguasaannya. Penghapusan barang/aset dilakukan berdasarkan pertimbangan atas alasanalasan sebagai berikut: Untuk barang bergerak. d. c. Study kasus dan solusi pemecahan masalahnya serta konsep cara pelaksanaannya. Terkena program planologi. Barang yang tak bergerak dapat atau perlu dipertimbangkan untuk diusulkan penghapusannya atas pertimbangan sebagai berikut: a. Bangunan itu kondisi letaknya tak cocok lagi untuk kegiatan instansi yang bersangkutan dan juga tidak memenuhi lagi dalam Rencana Umum Tata Ruang Kota (RUTRK).

38 5. sedangkan untuk barang-barang inventaris lainnya cukup ditetapkan dengan Keputusan Kepala Daerah. Wewenang perobahan status hukum barang milik daerah khususnya penghapusan barang milik daerah berada di tangan Kepala Daerah ditetapkan dengan Keputusan Kepala Daerah setelah mendapat persetujuan dari DPRD. .

Jakarta. Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 153 Tahun 2004 Tentang Pedoman Pengelolaan Barang Daerah yang dipisahkan. SIREGAR. Manajemen Aset. Drs. Manajemen Aset Daerah.DAFTAR PUSTAKA Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 Tentang Keuangan Negara Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 Tentang Perbendaharaan Negara Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 1994 Tentang Rumah Negara/Tata cara penjualan rumah Negara. . Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 2 Tahun 2003 Tentang Pedoman Penilaian Barang Daerah. DOLI.M. ANWAR SULAIMAN. Jakarta. (2000). D. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 17 Tahun 2007 Tentang Pedoman TeknisPengelolaan Barang Milik Daerah Surat Keputusan Menteri Keuangan No. Jakarta. SADEWO. Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 7 Tahun 2006 Tentang Standarisasi Sarana dan Prasarana Kerja Pemda. Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2005 Tentang Hibah kepada Daerah Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 Tentang Pengelolaan keuangan Daerah Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2006 Tentang Pengelolaan barang milik Negara/Daerah. Pembinaan Administrasi Barang Milik/Kekayaan Negara. H. Panca Usaha.16. Surat Edaran Direktorat Jenderal Anggaran Nomor SE-144/A/2002 Tentang Petunjuk Teknis Tata Cara Pelaksanaan Penghapusan Barang Inventaris Milik Negara. CV. Drs. R. Satyatama Graha Tara. (1999). STIA LAN Press.SE-187/MK-2/2003 Ttg Penjualan Kendaraan Dinas. (2004).

.

. Undang – undang Nomor ……. NOMOR TENTANG PEMBENTUKAN PANITIA PENGHAPUSAN BARANG INVENTARIS MILIK PEMERINTAH PROVINSI /KABUPATEN/KOTA ……… GUBERNUR /BUPATI/WALIKOTA . Undang – undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 126.. rusak berat dan tidak efisien lagi penggunaannya untuk kepentingan dinas. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4286) . GUBERNUR /BUPATI/WALIKOTA ……. Undang-undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 5..Tahun ……. perlu dibentuk Panitia Penghapusan barang – barang inventaris dengan Keputusan Gubernur/Bupati/Walikota ……. Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2000 tentang kewenangan Pemerintah dan kewenangan Provinsi sebagai . Undang-undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 47..LAMPIRAN 1. 2... Tambahan Lembaran Negara Nomor 4437). Menimbang : 1. perlu dihapuskan dari buku Inventaris milik Pemerintah Provinsi/Kabupaten/Kota ……... Nomor …. 5. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4355) ..... bahwa barang milik Pemerintah Daerah yang hilang. bahwa untuk dapat mencapai maksud tersebut di atas.. 6.. 4.. 3.. 2.... Undang – undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah ( Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 125.. ). tentang Pembentukan Daerah (Lembaran Negara Tahun …. KEPUTUSAN GUBERNUR/BUPATI/WALIKOTAS……………. Mengingat : 1. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4438). Tambahan Lembaran Negara Nomor ….

. Semua biaya untuk pelaksanaan tugas panitia dimaksud dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Provinsi/Kabupaten/Kota……... 10....... pada tanggal GUBERNUR/BUPATI/WALIKOTA…… ( ………………………………….... Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan . Tambahan Lembaran Negara Nomor 3952)......7. KEEMPAT : KELIMA : Ditetapkan di ……………………. . 2. Meneliti kebenaran keadaan fisik barang-barang dihubungkan dengan kepentingan urusan dinas. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 1970 tentang Penjualan dan atau Pemindah Tanganan Barang-Barang yang dimilki/ dikuasai Negara. 9. tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah MEMUTUSKAN : : Menetapkan PERTAMA : KEDUA Pantia Penghapusan sebagaimana dimaksud Diktum KEDUA bertugas : 1..... Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor . ……………………… 3. KETIGA : Hasil Penelitian Panitia sebagaimana dimaksud Diktum KEDUA dituangkan dalam Berita Acara . Meneliti administrasi barang dan dokumen pemilikan. .... Tahun ….... 8... tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Barang Daerah. 3. dan biaya pemeliharaan... Daerah Otonom (Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 54.... Lain – lain yang dipandang perlu. ……………………… 2..... ...... Peraturan Daerah Provinsi/Kabupaten/Kota . dengan susunan personalia sebagaimana tercantum pada lampiran Keputusan ini..) Tembusan Yth : 1. Membentuk Panitia Penghapusan barang-barang inventaris milik Pemerintah Daerah Provinsi/Kabupaten/Kota……..

....LAMPIRAN KEPUTUSAN GUBERNUR/BUPATI/WALIKOTA ....… SUSUNAN PERSONALIA PANITIA PENGHAPUSAN BARANG –BARANG INVENTARIS DAN BARANG LAINNYA MILIK PEMERINTAH PROVINSI /KABUPATEN/KOTA………... NOMOR : ………………………………. (………………………. 5 GUBERNUR/BUPATI/WALIKOTA ……. No Urt 1 Nama 2 Kedudukan dalam Panitia 3 Jabatan pada instansinya 4 Ket.) ..... TANGGAL : ……………………………..

Adapun hasil pengecekan / penelitian atas barang –abarang tersebut ternyata semua barang –barang dimaksud adalah milik Pemerintah Provinsi/Kabupaten/Kota …… dan semua / sebahagiannya dalam kedaan rusak berat dan sudah tidak dapat dipergunakan untuk kepentingan dinas.. 4. Berhubungan dengan kondisi barang –barang tersebut. Ketua. ……………………………. ……………………………. Sebagaimana tersebut pada Berita Acara ini. 5. 1... ……………………………. 6. Sekretaris.. untuk dipergunakan sebagaimana mestinya. telah melakukan pengecekan/ penelitian atas barang-barang milik …….... Demikian Berita Acara ini kami buat dengan sebenarnya dan disampaikan kepada Gubernur/Bupati/Walikota…….. 7. BERITA–ACARA Nomor : Pada hari …... 2..Anggota . sedangkan manfaat penggunaanya untuk kepentingan dinas tidak seimbang dengan biaya perbaikan yang akan dikeluarkan... ……………………………. Anggota ……………………………. Anggota …………………………….. 3.Wk....Ketua... kami yang tertanda tangan di bawah ini selaku Panitia penghapusan barang – barang inventaris Pemerintah Provinsi/Kabupaten/Kota …….... ………………………………. Anggota ……………………………. 20 ……… PANITIA PENGHAPUSAN BARANG – BARANG INVENTARIS DAN BARANG LAINNYA MILIK PEMERINTAH PROVINSI/KABUPATEN/KOTA . Tanggal …...LAMPIRAN 2 PANITIA PENGHAPUSAN BARANG –BARANG INVENTARIS MILIK PEMERINTAH PROVINSI/KABUPATEN/KOTA.... diusulkan kepada pejabat yang berwenang agar barang – barang dimaksud dapat dipertimbangkan untuk dihapus dari daftar inventaris kekayaan milik Pemerintah Provinsi/Kabupaten/Kota ………… Dan selanjutnya dilelang secara umum / dilelang terbatas/dihibahkan dan atau dimusnahkan...

..RB) 9 Keterangan 10 MENGETAHUI: KEPALA SKPD ……………………………………. PENGURUS BARANG (……………………………. PROVINSI : …… : …… : …… No. Kode Lokasi 4 Merk/ Type 5 Dokumen Kepemilikan 6 Tahun Beli/ Pembelian 7 Harga Perolehan 8 Keadaan Barang (B..) NIP………………………….) NIP ……………………….. Kode Barang 3 No. (………………………….KB. .. 1 Nama Barang 2 No.LAMPIRAN 3 DAFTAR USULAN BARANG YANG AKAN DIHAPUS SKPD KAB/KOTA …………..

kalau tidak diketahui tahun pembelian. Diisi dengan keterangan yang dipandang perlu. BPKB.Petunjuk Pengisian Daftar Usulan Barang Yang Akan Dihapus. No. Daftar Usulan Barang Yang Akan Dihapus terdiri dari 10 kolom yang cara pengisiannya adalah sebagai berikut: Kolom 1 : Nomor Urut. Rusak Berat. Kolom 6 Kolom 7 Kolom 8 Kolom 9 Kolom 10 Setelah diisi seluruhnya maka pada sebelah kanan bawah dibubuhkan tanggal pencatatan dan ditandatangani Pengurus Barang dan diketahui (sebelah kiri bawah) oleh Kepala SKPD. IMB. No. : Dokumen Kepemilikan. Diisi dengan keterangan Baik. : Tahun pembelian/perolehan. : Nama Barang. Terlebih dahulu diisi Nama SKPD. Diisi merek/type barang yang bersangkutan. Diisi tahun pembelian/pembelian. No. Diisi nomor kode lokasi masing-masing SKPD. : Harga Perolehan. : Nomor Kode Barang. Diisi bukti kepemilikan barang seperti Sertifikat. Provinsi yang bersangkutan pada sudut kiri atas. Kolom 2 Kolom 3 diisi sesuai dengan jenis Kolom 4 Kolom 5 : Nomor Kode Lokasi. Diisi harga perolehaan. Nomor urut pencatatan setiap jenis barang. Polisi dlsb. : Keterangan. : Keadaan Barang. Nomor kode barang barang/kodefikasi barang. Kurang Baik. diisi dengan membandingkan barang yang sejenis. Diisi nama barang yang akan dihapus. : Merk/Type. Kabupaten/Kota. .

Diminta dengan hormat hasil pengujian tersebut disebelah ini dan dikirimkan kepada instansi – instansi yang tersebut dalam Pasal 7 ayat 4 Surat Keputusan Menteri Perhubungan yang termasuk di atas. Penguasaan tersebut di atas.. Jml Kilometer terpakai ………………….. ………………………………………….. Jumlah tempat duduk …………………..Pol …………………… Nomor Landasan …………………...) (………………. : ( …………………………. : : : ………………….. ………………………………………….... ( ………….. : : Ketua . Di ………………………. Panitia Pengujian (1) AN.. Ukuran Ban Jumlah Roda Cadangan …………………..dicoret seperlunya (3) – Tanda tangan .LAMPIRAN 4 DAFTAR UNTUK MENGUJI KENDARAAN BERMOTOR DINAS Kepada Ketua Panitia Penguji Kendaraan di …………………………………………………. …………………………………………. Nama Penguasa …………………… Tempat Merk Pabrik Type Tahun Pembikinan Huruf Nomor Pend... NIP DIDAFTARKAN TANGGAL ……………………….) NIP. 2. Saudara ……………………………… Di …………………………………. …………………………………………. Kepada 1. Dan ternyata bahwa kendaraan tersebut . : : …………………… : …………………… : …………………… : …………………… : : : …………………. Nomor Mesin Kekuatan Motor …………………. 3.. Cabang Panitia Pengujian (2) Di ……………………………… TIDAK DAPAT (1) MASIH DAPAT (2) Dipakai lagi untuk Dinas disertakan dengan ini laporan penguji yang bersangkutan. ………………………. Tembusan kepada : ………………………………………… ………………………………………… ………………………………………… (1) – dicoret seperlunya (2) ... ) NIP. 4.. Dengan ini diberitahukan bahwa kendaraan bermotor yang tersebut disebelah ini telah diuji pada tanggal …………. Dengan ini disampaikan tentang kendaraan Bermotor kepunyaan Dinas untuk di uji dan dinyatakan dapat tidaknya untuk dipakai lagi. Tindasan kepada : Anggota Panitia / Cabang tersebut. Sekretaris AN...

depan kiri Roda & tutup roda 8 II ……. Huruf nomor Pendaftaran Polisi : …………………… Jml. kan tutup mesin tempat duduk depan dan belakang Sepatbor-sepatbor XI V ……… … Alat-alat listrik (aki... pitman arm stangstang sambungan 6 Alat pendingin (radiator pompa.. belakang. countout relay kawat listrik. air sapu kipas) Ban-ban (ban depan kanan.. Nomo r urut 1 I Bagian Keadaan buruk/baik 3 ……… % No. klakson/born sikat kaca (wiip sr.. Thn Pembikinan : …………………… Jumlah Roda Cadangan : …………………. … X XI ……… … XII Body/badan (pintupintu) belakang. Type : …………………… Ukuran Ban : …………………..tgl …………………… PANITIA PENGUJIAN DAERAH PROVINSI / KABUPATEN / KOTA …………………………. dynamo.5/16/21 menerangkan atas sumpah bahwa pada tanggal dan tempat yang tersebut di atas telah diuji Kendaraan bermotor dan ditaksir nilainya sebagai berikut : Merk : …………………… Jumlah tempat duduk : ………………….LAMPIRAN 5 LAPORAN PENGUJIAN KENDARAAN BERMOTOR …………….. rem tromol/brake drump) Alat pengemudi (stir) stering hause.Sidang ke …………….Tempat ………………………. urt 4 5 … IX Bagian Keada an baik / buruk 7 % 2 Landasan (baut pengikat body bumper belakang) As/cardan depan steer ing knule & univvyoint koglager as depan kanan dan kiri As/ cardan belakang (cardan & Pignon) kokellager as belankang kanan dan kiri Pesawat rem (master pump pipa rem-rem tangan. Sebagai termaktub dalam Surat Keputusan Menteri Perhubungan tanggal 18 Oktober 1958 Nomor U. alat penunjuk jurusan) Alat-alat pembakar (coil III IV ……… … XII I V XV ……… … VI . Nomor …………………. starter. PANITIA PENGUJIAN KENDARAAN DAERAH ………………………. KM yang tlh ditempuh : ………………….

) NIP. kaca pintu kanan kiri kaca belakang dan lainlain) Grill mask ……… … … ……… … Jml % yang ditaksir (2) Prosenan nilai ……………… (1) x100 % = …………………. fusel pen kanan dan kiri Mesin Alat pengatur bahan baker (tank bensin pipa-pipa pompa bensin karburator dan air filter) Cluth & perseneling shoktransm) 2 ak (joint ……… … XV I distributor kabel – kabel dan spork plu/bangie2) Dascooard (ukuran amper. parker.. ( ………………………. dan … XXI XXI I … XVIII ……… … …… …… … … XXI II XXI … V Alat-alat lain yang belum termasuk diatas XIX XX Kaca-kaca (kaca depan kanan kiri.% ……………… (2) dibuat sesungguhnya Panitia Penguji Daerah ……………………... lampu stop. spriral kanan dan spiral kanan belakang) dan pir kiri.VII stir.. lampu dalam dan lain –lain Penahanan shoe pir-pir (tangan. panas air tekanan minyak kilometer dan jam) VII ……… … 3 ……… … 4 5 6 Keadaan duko Saluran tempat duduk (coper dan lain-lain) Perkakas-perkakas 7 …… …… 8 … … XVII Lampu-lampu (lampu depan belakang.) NIP……………………… . ……………. (……………………. Ketua Sekretaris.

. 2. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/daerah.Tahun ……... Berita Acara hasil penelitian Panitia Penghapusan Barangbarang inventaris dan barang lainnya milik Pemerintah Provinsi Mengingat : Memperhatikan : . 1. 2... 6.. bahwa barang milik Pemerintah Daerah yang hilang. bahwa untuk maksud tersebut huruf a di atas. Undang – undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah ( Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 125. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4355) . b. tentang Pembentukan Daerah (Lembaran Negara Tahun …. Undang – undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 126. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3952). Tentang Pembentukan Panitia Penghapusan Barang-barang Inventaris dan barang lainnya milik Pemerintah Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Tambahan Lembaran Negara Nomor …. 9. rusak berat berat dan tidak efisien lagi penggunaannya untuk kepentingan dinas.. Undang-undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 5. Tahun .LAMPIRAN 6 KEPUTUSAN GUBERNUR/BUPATI/WALIKOTA …… NOMOR …………………. ). 3.. tentang Pengelolaan Barang Milik daerah. Tahun . Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2000 tentang kewenangan Pemerintah dan kewenangan Provinsi sebagai Daerah Otonom (Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 54. 7. 1. Peraturan Daerah Provinsi/Kabupaten/Kota Nomor . Keputusan Gubernur …… No.. TENTANG PENGHAPUSAN BARANG – BARANG INVENTARIS MILIK PEMERINTAH PROVINSI/KABUPATEN/WALIKOTA ……… GUBERNUR /BUPATI/WALIKOTA……………. …… Tanggal ……. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor . 5. tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Barang Daerah. perlu dihapuskan dari buku Inventaris kekayaan milik Pemerintah Provinsi/Kabupaten/Kota…… ..... perlu ditetapkan dengan Keputusan Gubernur/Bupati/Walikota……... Tambahan Lembaran Negara Nomor 4286) . Undang-undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 47.... Tambahan Lembaran Negara Nomor 4437). 4.. 8. Nomor ….... Menimbang : a. Undang – undang Nomor …... Tambahan Lembaran Negara Nomor 4438).

. guna susun. . di KEEMPAT : KELIMA : (……………………………….... ... Keputusan DPRD Provinsi/Kabupaten/Kota ... (untuk tanah dan/atau bangunan serta selain tanah dan bangunan di atas Rp 5 (lima) milyard). disumbangkan..... Untuk barang-barang yang masih mempunyai nilai ekonomis dapat dilakukan dengan cara penjualan/pelelangan.. MEMUTUSKAN Menetapkan PERTAMA : : Menghapus dari Daftar Inventaris Barang-barang inventaris yang hilang.. KEDUA : Pelaksanaanya dilakukan denga cara : 1. Dst .... tentang Persetujuan Penghapusan barang-barang inventaris dan barang lainnya milik Pemerintah Provinsi/Kabupaten/Kota ......... KETIGA : Pelelangan dapat dilakukan memalui Kantor Lelang Negara setempat atau melalui Pantia Pelelangan Terbatas yang dibentuk dengan Keputusan Kepala Daerah dan hasil penjualan disetor ke Kas Daerah. 2.) Tembusan Yth : 1.... 2...... Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan......... 3. Surat usulan penghapusan Gubernur/Bupati/Walikota . 4. Semua biaya untuk pelaksanaan tugas panitia dimaksud dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Provinsi/Kabupaten/Kota ………........ Ditetapkan ………………… Pada tanggal ………………… GUBERNUR/BUPATI/WALIKOTA…. Untuk barang-barang yang tidak mempunyai nilai ekonomis dilakukan dengan cara pemusnahan yang dituangkan dalam Berita Acara Pemusnahan dari Panitia Pelelangan/Penjualan.. mati dan rusak berat milik/yang dikuasai Pemerintah Provinsi /Kabupaten/Kota sebagaimana tercantum dalam Daftar Lampiran Keputusan ini...Nanggroe Aceh Darussalam Nomor …… tanggal …… 3...

Tahun dapat dihapus dari daftar inventaris. d. bahwa untuk dapat mencapai maksud tersebut diatas. bahwa barang-barang milik Pemerintah Daerah. dapat dihapuskan dari daftar inventaris kekayaan milik Pemerintah Daerah yang bersangkutan.. Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 1971 tentang penjualan Kendaraan perorangan dinas milik Negara (Lembaran Negara Tahun 1971 Nomor 59. Tambahan Lembaran Negara Nomor . Tambahan Lembaran Negara Nomor 4438). b. dalam hal ini kendaraan bermotor perorangan dinas dan operasional dinas yang sudah memenuhi umum kendaraan yang ditetapkan dan atau dalam keadaan rusak atau tidak efisien lagi penggunaannya untuk kepentingan dinas. 2. Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 125.. Meningat : 1. bahwa kendaraan operasional dinas milik pemerintah daerah yang telah dipergunakan lebih ……. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4437). c. bahwa kendaraan perorangan dinas milik Pemerintah Daerah yang sudah dipergunakan lebih dari 5 (lima) tahun dapat dijual/sewa belikan kepada Pejabat Negara. TENTANG PEMBENTUKAN PANITIA PENJUALAN/PENGHAPUSAN KENDARAAN MILIK PROVINSI / KABUPATEN / KOTA Menimbang : a. perlu dibentuk Panitia Penjualan/penghapusan Kendaraan bermotor/perorangan dinas milik Pemerintah Daerah ………. 3. Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 126.LAMPIRAN 7 KEPUTUSAN KEPALA DAERAH NOMOR………………………….

7.... Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2000 tentang Kewenangan Pemerintah dan Kewenangan Propinsi sebagai Daerah Otonom (Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 54. 10. Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 1970 tentang Penjualan dan atau Pemindah tanganan Barang-barang yang dimiliki/dikuasai Negara. 5.. Dengan susunan personalia sebagaimana tercantum pada Lampiran Keputusan ini. 8. 4. 2. termasuk pembelian dan pengurusannya. Lain – lain yang dipandang perlu. Keputusan Presiden Nomo 5 Tahun 1983 tentang Penghapusan Penyediaan Kendaraan Perorangan Dinas..... Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor …. . Nomor ..) 6..2967)... KETIGA : Hasil penelitian Panitia sebagaimana dimaksud Diktum KEDUA dituangkan dalam Berita Acara. MEMUTUSKAN Menetapkan PERTAMA : : Membentuk Panitia Penjualan/Penghapusan Kendaraan bermotor perorangan dinas dan operasional dinas (disingkat Panitia Kendaraan) milik Pemerintah Provinsi/Kabupaten/Kota ….. Meneliti keadaan fisik kendaraan dihubungkan dengan kepentingan urusan dinas dan biaya pemeliharaan.. Meneliti administrasi pemilikan barang. Keputusan Presiden Nomor 54 Tahun 1971 tentang Pembentukan Panitia Penaksir Harga Penjualan Kendaraan Perorang Dinas milik Negara. Tahun …… tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Barang Milik Daerah. Tambahan Lembaran Negara Nomor ……. Tahun .... Tambahan Lembaran Negara Nomor 3952).. tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah... 3. 9.... 4. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/daerah (Lembaran Negara Tahun 2006 Nomor ……. KEDUA : Panitia Kendaraan sebagaimana dimaksud Diktum PERTAMA bertugas : 1. Peraturan Daerah Provinsi/Kabupaten/Kota .

2....... KELIMA : Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. …………………………………… 3........... Dst . Pada tanggal ……………………... ) SALINAN Keputusan ini disampaikan kepada : 1.... .. GUBERNUR/BUPATI/WALIKOTA………………… ( …………………………………….. Ditetapkan di ……………………..KEEMPAT : Semua biaya untuk pelaksanaan tugas panitia dimaksud dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Provinsi / Kabupaten / Kota …………...........................

.. TENTANG ......................................................................................................................... ) ...... NOMOR ..................... PANITIA PENJUALAN KENDARAAN JABATAN PADA INSTANSI NO URUT NAMA KEDUDUKAN DALAM PANITIA KETERANGAN 1 2 3 4 5 KEPALA DAERAH ( ...................................................LAMPIRAN KEPUTUSAN GUB/BUP/WALIKOTA KEPALA DAERAH .................. TANGGAL ...........................

………………………………………………. Pada hari …. 2. Tanggal …. telah melakukan pengecekan / penelitian terhadap kendaraan-kendaraan milik Pemerintah …. 4. …………………… (Daftar kendaraan yang diusulkan untuk dihapus) Demikian Berita Acara ini kami buat dengan sebenarnya dan disampaikan kepada ……. 5. ………… …………..( Daftar kendaraan yang diusulkan untuk dijual) 2.. ………………………………………………. Pemilikan Keadaan kendaraan Pemakaian dan pemeliharaan Biaya pemeliharaan Lain – lain yang perlu : ……………………………….. :………………………………. 3. 4. Sekretaris : …………………………………………. Anggota : …………………………………………. Kepala Daerah …. :………………………………… :………………………………… :. maka Panitia mengusulkan sebagai berikut : 1. Anggota : ………………………………………….. ……………tanda : : : : tangan . Adapun hasil pengecekan/penelitian atas kendaraan-kendaraan tersebut adalah sebagai berikut : 1.LAMPIRAN 8 PANITIA PENJUALAN KENDARAAN MILIK PEMERINTAH PROVINSI / KABUPATEN / KOTA……….20… PANITIA KENDARAAN TERSEBUT DI ATAS 1.. BERITA ACARA NOMOR …………. 5.……………………………… Sehubungan dengan hasil penelitian tersebut di atas. untuk dipergunakan sebagaimana mestinya. ……………………. Kami yang bertanda tangan di bawah ini selaku Panitia Kendaraan Milik Pemerintah Provinsi/Kabupaten/Kota …. 3. Kepala Daerah …. (Daftar kendaraan yang diusulkan untuk ditangguhkan dulu) 3. Ketua : …………… Nama …………………… : ………………… 2. ………………………………………………. ……………………………………………….. ……………………. (sebagaimana terlampir) Yang direncanakan untuk dijual kepada Pejabat Negara dan dihapus dari daftar inventaris sebagaimana tersebut pada Berita Acara ini. Wk Ketua : …………………………………………. Yang dibentuk dengan Keputusan ….

. Nama penghuni yang sah Tanggal dan nomor surat izin Penghunian : …………………………………………….... A. Huruf Daftar Nomor C... 5.. Letak Jalan Blok Desa/Kelurahan Kecamatan Kabupaten/Kota : ……………………………………………........ : …………………………………………….. 4.. Perihal : Permohonan membeli rumah Daerah Golongan III milik Daerah Lampiran : 2 (dua ) *) Yang bertanda tangan dibawah ini : 1. Gubernur/Bupati/Walikota… …… Melalui : Sekretaris Daerah Di . ……. Tunjangan Pensiun : ……………………………………………. : …………………………………………….......... 6... Pekerjaan sekarang : …………………………………………….. : ……………………………………………...jo. Mengajukan permohonan membeli rumah Daerah yang saya tempati berdasarkan Undangundang Nomor 72 Tahun 1957 jo. Nama : …………………………………………….. NIP/NRP : ……………………………………………. Instansi terakhir tempat bekerja : ……………………………………………. : …………………………………………….... B. 2... 8......... ……………… 20 Mengetahui/menyetujui Materai ……………………….. 7... Demikian permohonan ini saya sampaikan dengan penuh harapan untuk kiranya dapat dikabulkan.... Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 1994.. Rumah Daerah yang dimohon : ……………………………………………. : ……………………………………………. 3.... Masa Kerja pada Pemerintah : ……………………………………………. 31 Tahun 2005 dan Peraturan Menteri Dalam Nomor …. : …………………………………………….. 9. ( …………………………… ) .. Tempat dan tanggal lahir : ……………………………………………. Tahun ….. ) Kepala SKPD *) Surat bukti Pensiun dan SIP atas rumah....LAMPIRAN 8 KEPADA YTH.. Peraturan Pemerintah No. Belum pernah membeli/memper Oleh rumah dari Pemerintah : ……………………………………………..

Bahwa Rumah Daerah Golongan III dan atau tanah bangunannya milik Daerah dapat dijual /disewa balikan kepada pegawai. perlu dibentuk Panitia Penaksir dan Panitia Penilai harga penjualan/sewa beli rumah Daerah golongan III dan atau ganti rugi atas tanah bangunannya. Menimbang : a. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3573). Peraturan pemerintah Nomor 31 Tahun 2005.. NOMOR …………………………. . Meningat : 1. Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah (Lembaran Negara Tahun 1999 Nomor 126. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3952). 4.. yang telah direncanakan untuk dijual/disewa balikan kepada pegawai. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4438). b. Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2000 tentang Kewenangan Pemerintah dan Kewenangan Propinsi sebagai Daerah Otonom (Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 54. Jo.. Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 125.. 3. TENTANG PEMBENTUKAN PANITIA PENAKSIR DAN PANITIA PENILAI HARGA PENJUALAN/SEWA BELI RUMAH GOLONGAN III DAN ATAU GANTI RUGI ATAS TANAH BANGUNANNYA MILIK PEMERINTAH PROVINSI / KABUPATEN / KOTA……. . Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 1994 tentang penjualan Rumah Negeri (Lembaran Negara Tahun 1994 Nomor 69.LAMPIRAN 9 KEPUTUSAN GUBERNUR/BUPATI/WALIKOTA……. GUBERNUR/BUPATI/WALIKOTA ………………………. 2. Bahwa untuk melaksanakan penaksiran dan penilaian atas rumah Dearah golongan III dan atau termasuk bangunannya milik Daerah …. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4437).

. Tahun …. disingkat Panitia Penaksir Harga Jual Rumah Daerah Golongan III Membentuk Panitia Penilai harga penjualan/sewa beli rumah Daerah golongan III dan atau ganti rugi atas tanah bangunannya Provinsi/Kabupaten/kota …. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor …. Peraturan Daerah Provinsi/Kabupaten/Kota Nomor …. Hasil penilaian tersebut dituangkan dalam Berita Acara. 2. 7. Meneliti administrasi pemilikan rumah/tanah dimaksud. 6. disingkat Panitia Penilai Harga Rumah Daerah Golongan III Tugas Panitia Penaksir dan Panitia Penilai sebagaimana dimaksud Diktum PERTAMA dan KEDUA tersebut diatas adalah : Tugas Panitia Penaksir : 1. penggunaan. Lain – lain yang dipandang perlu. tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Barang Pemerintah Daerah. Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Meneliti hasil Penkasiran Panitia Penaksir.. Tahun … tentang Pengelolaan Barang Daerah MEMUTUSKAN Menetapkan PERTAMA : : Membentuk Panitia Penaksir harga penjualan/sewa beli rumah Daerah golongan III dan atau ganti rugi atas tanah bangunannya Provinsi/Kabupaten/kota …. KELIMA : . Keputusan Presiden Nomor 40 Tahun 1974 tentang tata acara Penjualan Rumah Negeri. KEDUA : KETIGA : KEEMPAT : Semua biaya untuk pelaksanaan tugas Panitia dimaksud dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Provinsi / Kabupaten / Kota…….5. Tugas Panitia Penilai : 1. Dengan susunan personalia sebagaimana tercantum pada Lampiran II Keputusan ini. perbaikan-perbaikan yang pernah dilaksanakan. termasuk pembangunan. Dengan susunan personalia sebagaimana tercantum pada Lampiran I Keputusan ini. Hasil penelitian dan pemeriksaan tersebut dituangkan dalam Berita Acara 4. 3. Menaksir harga jual rumah dan ganti rugi atas tanah sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 2.

di tanggal KEPALA DAERAH ………………………… ( …………………. …………………………………… . Pada ……………………. …………………………………… 3.Ditetapkan …………………….. ) SALINAN Keputusan ini disampaikan kepada : 1. …………………………………… 2..

( ………………………… ) . PANITIA PENAKSIR HARGA JUAL RUMAH DAERAH GOLONGAN III NO URT 1 NAMA KEDUDUKAN DALAM PANITIA 3 JABATAN PADA INSTANSI 4 KETERANGAN 2 5 GUB/BUPATI/WALIKOTA……. TENTANG ………………………………. TANGGAL ……………………………….LAMPIRAN I KEPUTUSAN KEPALA DAERAH ……………… NOMOR ………………………………….

PANITIA PENILAI RUMAH DAERAH GOLONGAN III NO URT 1 NAMA KEDUDUKAN DALAM PANITIA 3 JABATAN PADA INSTANSI 4 KETERANGAN 2 5 KEPALA DAERAH ( ……………….. NOMOR …………………………………..... TENTANG ………………………………... TANGGAL ……………………………….... ) .LAMPIRAN II KEPUTUSAN KEPALA DAERAH …….....

( ………… ) Ganti rugi atas tanah : Rp. …………………………. kami Panitia Penaksiran harga rumah Daerah Golongan III dengan ganti rugi atas tanahnya milik Pemerintah Daerah Provinsi/Kabupaten/Kota …. ………………………… 2.. ………………………… Harga Rumah Ganti rugi atas tanah Rp. Dan memperoleh data-data sebagai tersebut pada lampiran Berita Acara ini. ……………………………. 2. ………………………….. Yang ditetapkan dengan Keputusan Kepala Daerah …. ……….. Rp.. Blok : ……………………………………………. ……………………….. Dari hasil pemeriksanaan di atas.... ……………………….. Rp. 3.LAMPIRAN 10 BERITA ACARA PENAKSIRAN HARGA RUMAH DAN GANTI RUGI ATAS TANAHNYA Pada hari ini . kami masing-masing anggota Panitia Penaksir memberikan taksiran harga rumah dan ganti rugi atas tanahnya sebagai berikut : Nama Anggota 1. . ……………………………..... ( ………… ) Demikian Berita Acara ini kami buat dengan sesuangguhnya dalam rangkap 8 (delapan) untuk dipergunakan seperlunya.. Huruf Daftar Nomor : ……………………………………………. ……………….... ………………. maka harga taksiran ditetapkan dengan mengambil harga rata-rata dari penaksiran masing-masing anggota Panitia Penaksir yaitu : Rumah : Rp. 5. ………... Berdasarkan datadata tersebut. ………………………… 3. Rp.. tanggal …. …………………………. Kecamatan : ……………………………………………. PANITIA PENAKSIR Nama 1.. Tanda tangan ……………………………. ……………………….. …………………………. Rp.. ( ………… ) Maka taksiran harga rumah dan ganti rugi atas tanah tersebut: Rp. ………………. Rp. 4. Rp. Kabupaten/Kota : ……………………………………………. tannngal … Nomor … telah memeriksa dan menaksir harga rumah dengan ganti rugi atas tanah rumah Daerah golongan III Letaknya : Jalan : …………………………………………….... Desa/Kelurahan : ……………………………………………. ………………………… 4. ………………………. Rp. ………………. ……………………….. ……………………………. Rumah didirikan tahun : ……………………………………………. ……………………………. ……….

... PANITIA PENILAI NAMA 1. Rumah didirikan tahun : …………………………………………….. Huruf Daftar Nomor : ……………………………………………. nilai rumah tersebut Rp. ….. Tanggal …. ………………… ( ……………. Yang ditetapkan dengan Keputusan ….. ) ( …………………………. ) Harga rumah dan tanah dapat/tidak dapat setujui dipergunakan menjadi dasar penetapan harga penjualannya. ) : Rp.. % lebih tinggi/rendah Harga taksiran : Rumah Ganti rugi atas tanah Jumlah : Rp. b. 3. Ditetapkan / tidak didasarkan nilai pasaran yang sebenarnya berlaku secara riil pada waktu penjualan.. telah meneliti dan menilai Berita Acara hasil pemeriksanaan Panitia Penaksir harga Rumah Daerah golongan III berikut ganti rugi atas tanahnya tanggal ………. Desa/Kelurahan : ……………………………………………. Kecamatan : ……………………………………………. berdasarkan nilai biaya yang dipergunakan untuk membangun yang bersangkutan pada waktu penjualan. ) ( ………………………….. Nilai ganti rugi atas tanah tersebut Rp.. Tanggal …. Nomor ……. …. ………………………….. Blok : …………………………………………….. Demikianlah Berita aacara ini kami buat dengan sesungguhnya dalam rangkap 8 (delapan) untuk dipergunakan sepenuhnya. Menurut penilaian kami nilai rumah adalah …. c.. ………………… ( ……………. ………………………….. Kami panitia penilaia harg Rumah Daerah golongan III dan grugi atas tanahnya milik Pemerintah Daerah Provinsi/Kabupaten/Kota …. ………. ) .LAMPIRAN 11 BERITA ACARA PENILAIAN HARGA RUMAH DAN GANTI RUGI ATAS TANAHNYA Pada hari ini. TANDA TANGAN ( …………………………. Kabupaten/Kota : ……………………………………………. ………………………….. ) : Rp. % lebih tinggi /rendah dan nilai ganti rugi atas tanah adalah ….. Menurut penelitian dan penilaian kami : a.. Kepala Daerah …. ditetapkan / tidak …………. ………………… ( ……………. Letaknya : Jalan : ……………………………………………. 2.

. NOMOR …………………………. Tambahan Lembaran Negara Nomor ……). Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan .). 4. Undang–undang Nomor …. 3. 2.LAMPIRAN 12 KEPUTUSAN GUBERNUR/BUPATI/WALIKOTA…….. TENTANG PENJUALAN RUMAH DAERAH GOLONGAN III BESERTA GANTI RUGI ATAS TANAHNYA MILIK PROVINSI / KABUPATEN / KOTA…… GUBERNUR/BUPATI/WALIKOTA ………………………. Tambahan Lembaran Negara Nomor …. 5. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4437). Undang-undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-pokok Agraria (Lembaran Negara Tahun 1960 Nomor 104. Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 125. Bahwa para pegawai/ pensiun/janda / duda calon pembeli dimaksud masing-masing telah mempunyai masa kerja 10 (sepuluh) tahun lebih dan tidak dalam sengketa sedangkan status tanahnya adalah milik/dikuasai Pemerintah Daerah Provinsi/Kabupaten/Kota ………… Mengingat : 1. Bahwa rumah-rumah yang dimohon untuk dibeli oleh para pegawai / pensiun / janda / duda tersebut adalah rumah Daerah golongan III milik Pemerintah Daerah Provinsi/Kabupaten/Kota ………yang telah berumur 10 (sepuluh) tahun lebih dan tidak dalam sengketa sedangkan status tanahnya adalah milik/dikuasai Pemerintah Daerah Provinsi/Kabupaten/Kota ………… 2. Tahun 19… tentang Pembentukan Daerah Provinsi/Kabupaten/Kota ………… (Lembaran Negara Tahun … Tahun …. Tambahan Lembaran Negara Nomor 2043). Undang-undang Nomor 72 Tahun 1957 tentang Penetapan Undang-undang Darurat Nomor 19 Tahun 1955 tentang Penjualan rumah-rumah negeri kepada Pegawai Negeri sebagai undangundang (Lembaran Negara Tahun … Nmor …. Menimbang : 1.

. Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2000 tentang Kewenangan Pemerintah dan Kewenangan Propinsi sebagai Daerah Otonom (Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 54. Permohonan dari saudara-saudara yang namanya tercantum dalam lajur 2 Surat Keputusan ini. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 7 Tahun 1973 tentang Pembagian Uang Pemasukan Pemberian Hak Atas Tanah. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4438). Berita Acara hasil penaksiran dan Berita Acara hasil penilaian rumah dang anti rugi atas tanahnya dari Panitia penaksir dan Panitia penilai masing-masing tanggal … Nomor … dan tanggal … nomor … MEMUTUSKAN Menetapkan PERTAMA : : Menjual Rumah Daerah golongan III beserta ganti rugi atas tanah milik Daerah Provinsi/Kabupaten/Kota ………… kepada para Pegawai sebagaimana tercantum dalam lampiran Keputusan ini.. harus dibayar oleh pembeli dengan angsuran sebagai berikut : a. Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 1994 tentang penjualan Rumah Negeri (Lembaran Negara Tahun 1994 Nomor 69. 2. 10. Sisanya diangsur paling lama 20 tahun. untuk dapat membeli rumah Daerah golongan III milik Daerah. KEDUA : KETIGA : Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Memperhatikan : 1. JO... 9. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3952). Tambahan Lembaran Negara Nomor 3573). 7. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor … Tahun . Harga penjualan rumah beserta ganti rugi atas tanah sebagaimana tersebut pada lajur 15 Lampiran Keputusan ini. Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 126. Peraturan Pemerintah Nomor 31 Tahun 2005. tentang Pedoman Teknis Pengelolaan barang Pemerintah Daerah. 8. Peraturan Daerah Provinsi/Kabupaten/kota …. .6. b. Angsuran pertama minimal 5 % dari jumlah harga yang harus dibayar dan harus disetorkan pada Kas Daerah Provinsi/Kabupaten/Kota ………… oleh yang bersangkutan sebelum surat perjanjian sewa belinya ditandatangani. Nomor … Tahun … tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah..

Ditetapkan …………………….. Pada ……………………. KEPALA ………………

di tanggal

DAERAH

( ………………….. ) SALINAN Keputusan ini disampaikan kepada : 1. …………………………………… 2. …………………………………… 3. …………………………………… 4. ……………………………………

LAMPIRAN 13 DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KEPUTUSAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH PROVINSI/KABUPATEN/KOTA................... TENTANG PERSETUJUAN PENGHAPUSAN/PENJUALAN BARANG MILIK PEMERINTAH PROVINSI/KABUPATEN/KOTA................. DEWAN PERWAKILAN RAKYATDAERAH PROVINSI/KABUPATEN/KOTA Menimbang : 1. bahwa barang-barang milik daerah yang sudah rusak, tidak efisien lagi untuk kepentingan dinas hilang, mati atau berkelebihan, berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 1970 dan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor ... Tahun 2000 dapat dihapuskan dari daftar inventaris kekayaan daerah; 2. bahwa kendaraan perorangan dinas yang telah diperguhakan selama 5 (lima) tahun lebih berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 1971 dan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor ... Tahun 2000 dapat dijual/sewa belikan kepada Pegawai; 3. bahwa rumah Daerah Golongan III dan atau termasuk tanah yang sudah berumur 10 tahun lebih berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 1994 dan Keputusan Menteri Dalam Negeri dan Otonomi Daerah Nomor ... Tahun 2001 dapat dijual/sewa belikan kepada Pegawai/pensiunan/janda/duda. 4. bahwa barang-barang milik Daerah yang diusulkan untuk dihapuskan tersebut sebagian besar dalam keadaan rusak berat, sehingga memerlukan biaya yang besar untuk pemeliharaan dan perbaikannya dan tidak seimbang dengan mantaat penggunaannya untuk kepentingan dinas; 5. bahwa berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tersebut diatas, maka kebijaksanaan ... Kepala Daerah ... untuk menghapuskan/ menjual barang-barang milik Daerah dimaksud dapat disetujui. Mengingat : 1. Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Tahun 1999 Nomor 60, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3839); 2. Undang-undang Nomor 25 Tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah (Lembaran Negara Tahun 1999 Nomor 72, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3848); 3. Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 1971 tentang Penjualan Kendaraan Perorangan Dinas Milik Negara (Lembaran Negara Tahun 1971 Nomor 59; Tambahan Lembaran Negara Nomor 2967); 4. Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 1994 tentang penjualan Rumah Negeri (Lembaran Negara Tahun 1994 Nomor 69, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3573); 5. Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 1970 tentang Penjualan dan atau pemindahtanganan Barang-barang yang dimiliki/dikuasai Negara;

6. Peraturan Menteri Dalam Negeri dan Otonomi Daerah Nomor ... Tahun 2001 tentang Pengelolaan Barang Pemerintah Daerah. Memperhatikan : 1. Surat Gubernur/Bupati/Walikota Kepala Daerah ... tanggal ... Nomor ... tentang permohonan persetujuan penghapusan/penjualan barang-barang milik Pemerintah Daerah Provinsi/Kabupaten/Kota 2. Berita Acara hasil penelitian barang-barang yang akan diusulkan untuk dihapuskan/dijual dimaksud; 3. Hasil penelitian keadaan tisik barang-barang tersebut dari Tim DPRD. MEMUTUSKAN Menetapkan : PERTAMA : Menyetujui penghapusan/penjualan barang-barang milik Pemerintah Daerah Provinsi Kabupaten/Kota ... sebagaimana tercantum pada Lampiran Keputusan ini. KEDUA : Penghapusan/penjualan barang-barang milik Daerah dimaksud Bagian PERTAMA dilaksanakan oleh Gubernur/BupatiIWalikota Kepala Daerah ... sesuai dengan ketentuan Peraturan perundang-undangan yang berlaku. Ditetapkan di Pada tanggal DPRD PROV/KAB/KOTA KETUA,

(………………………… ………) Salinan Keputusan ini disampikan kepada Yth : 1. Gubernur/Bupati/Walikota Kepala Daerah ………… 2. ……………………………………………………………………

... ( ......LAMPIRAN KEPUTUSAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH PROVINSI/KABUPATEN/KOTA NOMOR ……………… TANGGAL …………… DAFTAR BARANG-BARANG MILIK DAERAH YANG DISETUJUI UNTUK DIHAPUS/DIJUAL Nomor Dan lain sebagainva Keterangan Urut 1 2 3 DPRD PROVINSI/KAB/KOTA ............ ) ......... KETUA........

) .. Nama : ………………………………… Tempat/tgl lahir/umur : ………………………………… NIP/Pensiun/NRP : ………………………………… Pangkat / golongan : ………………………………… Jabatan : ………………………………… Instansi/tempat bekerja : ………………………………… Alamat/tempat tinggal : ………………………………… Telah mengadakn perjanjian sewa beli rumah dan atau termasuk tanah bangunannya berdasarkan Undang-undang Nomor 72 Tahun 1957. Pada hari ini … tanggal … bulan … tahun seribu sembilan ratus … yang bertanda tangan dibawah ini : Nama : ……………. Huruf Daftar Nomor : …………………………………………….... jo Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 1994 dan Peraturan Pemerintah Nomor 31 Tahun 2005 serta Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor … Tahun …….. Kecamatan : …………………………………………….LAMPIRAN 14 SURAT PERJANJIAN SEWA BELI NOMOR ………………….. : ……………………………………………. Berbatasan sebelah Utara Timur Selatan Barat Dengan harga murah Dan ganti rugi tanah Jumlah : : ……………………………………………. Luas : ……………………………………………. ……………… ( ……………………… ) : Rp. Berikut tanah pekarangannya : ……………………………………………. Blok : ……………………………………………... Desa/Kelurahan : …………………………………………….... Kabupaten/Kota : ……………………………………………. sebagaimana ditetapkan dalam Keputusannya tanggal … Nomor … yakni : Letaknya : Jalan : ……………………………………………. Rumah : …………………………………………….. Dalam hal ini bertindak dan atas nama Pemerintah Daerah ……. ……………… ( ……………………… ) Dengan ketentuan – ketentuan sebagai berikut : Sekretaris Daerah (pemohon/pembeli) (…………………. : ……………………………………………..) (…………………. selanjutnya disebut pihak kesatu.. : Rp. Kelas/golongan : ……………………………………………. ……………… ( ……………………… ) : Rp.. Jabatan : …………….. : …………………………………………….

This document was created with Win2PDF available at http://www. .com. The unregistered version of Win2PDF is for evaluation or non-commercial use only.daneprairie.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->