P. 1
Definisi AMDAL

Definisi AMDAL

|Views: 209|Likes:
Published by miftah_hazmi

More info:

Published by: miftah_hazmi on Jul 18, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/20/2014

pdf

text

original

AMDAL AMDAL adalah kajian mengenai dampak besar dan penting suatu usaha dan/atau kegiatan yang

direncanakan pada lingkungan hidup yang diperlukan bagi proses pengambilan keputusan tentang penyelenggaraan usaha dan/atau kegiatan. Dasar hukum AMDAL adalah PP No. 27/1999 yang didukung oleh paket Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No.17/2001 tentang Jenis Rencana Usaha dan/atau Kegiatan yang Wajib Dilengkapi dengan AMDAL UU No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup Peraturan Menteri No. 17 Tahun 2010 tentang Audit Lingkungan

Tujuan dan Sasaran AMDAL Tujuan dan sasaran AMDAL adalah untuk menjamin suatu usaha atau kegiatan pembangunan dapat berjalan secara berkesinambungan tanpa merusak lingkungan hidup. Dengan melalui studi AMDAL diharapkan usaha dan/atau kegiatan pembangunan dapat memanfaatkan dan mengelola sumber daya alam secara efisien,meminimumkan dampak negatip dan memaksimalkan dampak positip terhadap lingkungan hidup. Mulainya Studi AMDAL AMDAL merupakan bagian dari studi kelayakan suatu rencana usaha dan/atau kegiatan. Sesuai dengan PP No. 27/1999 maka AMDAL merupakan syarat yang harus dipenuhi untuk mendapatkan ijin melakukan usaha dan/atau kegiatan. Oleh karenanya AMDAL harus disusun segera setelah jelas alternatif lokasi usaha dan/atau kegiatannya serta alternatif teknologi yang akan digunakan. AMDAL dan Perijinan Agar supaya pelaksanaan AMDAL berjalan efektif dan dapat mencapai sasaran yang diharapkan, pengawasannya dikaitkan de -ngan mekanisme perijinan rencana usaha dan/atau kegiatan.Berdasarkan PP No. 27/1999 suatu ijin untuk melakukan usahadan/atau kegiatan baru akan diberikan bila hasil dari studi AMDALmenyatakan bahwa rencana usaha dan/atau kegiatan tersebut layaklingkungan. Ketentuan dalam RKL/RPL menjadi bagian dari ketentuan ijin.Pasal 22 PP No. 27/1999 mengatur bahwa instansi yang bertanggung jawab (Menteri Lingkungan Hidup atau Gubernur)memberikan keputusan layak atau tidak lingkungan apabila sesuai dengan hasil penilaian Komisi . Keputusan tersebut harus diikuti olehinstansi yang berwenang

Sudah saatnya sistem hukum kita memberikan ancaman sanksi tidak hanya kepada masyarakat umum. Dokumen Rencana Pemantauan Lingkungan (RPL) Pendekatan Studi AMDAL Dalam rangka untuk mencapai efisiensi dan efektivitas pelaksanaan AMDAL. tetapi harus berlaku pula bagi pejabat yang tidak melaksanakan Undang-undang seperti sanksi disiplin ataupun sanksi pidana. Memprediksi dampak penting. yaitu : 1. Dokumen Analisis Dampak Lingkungan (ANDAL) 4. Dokumen Rencana Pengelolaan Lingkungan (RKL) 5. Apabila pejabat yang berwenang menerbitkan ijin usaha tidak mengikuti keputusan tersebut. Dokumen Kerangka Acuan Analisis Dampak Lingkungan (KA-ANDAL) 3. Pendekatan studi AMDAL Kegiatan Dalam Kawasan . Konsultasi Masyarakat sebagai implementasi Kepka Bapedal No. Menguraikan rona lingkungan awal.menerbitkan ijin usaha. 2. Dokumen AMDAL terdiri dari 5 (lima) rangkaian dokumen yang dilaksanakan secara berurutan. Pendekatan studi AMDAL Kegiatan Terpadu 3.8/2000 2. maka pejabat yang berwenang tersebut dapat menjadi obyek gugatan tata usaha negara di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). penyusunan AMDAL bagi rencana usaha dan/atau kegiatan dapat dilakukan melalui pendekatan studi AMDAL sebagai berikut : 1. Mengevaluasi dampak penting dan merumuskan arahan RKL dan RPL. Pendekatan studi AMDAL Kegiatan Tunggal 2. Mengidentifikasi dampak dari rencana usaha dan/atau kegiatan . Prosedur penyusunan AMDAL Secara garis besar proses AMDAL mencakup langkah sebagai berikut : 1. 3. 4.

masyarakat berhak memberikan saran. berada di wilayah sengketa. Dalam pelaksanaan otonomi daerah. pemrakarsa dapat meminta jasa konsultan untuk menyusunnya. diwajibkan bagi pemrakarsa untuk mengumumkan terlebih dulu kepada masyarakat sebelum pemrakarsa menyusun AMDAL yaitu pelaksanaan Kepka Bapedal No. Penilaian Rencana Pemantauan Lingkungan (RPL) . Pada proses penilaian AMDAL oleh Komisi Peni lai AMDAL maka saran. Penilaian dokumen Analisis Dampak Lingkungan (ANDAL) . 3. . 8/2000 tentang Keterlibatan Masyarakat dan Keterbukaan Informasi dalam proses AMDAL. untuk memberikan pertimbangan. yaitu untuk menilai usaha dan/atau kegiatan yang lokasinya melebihi satu Kabupaten/Kota. pendapat. pendapat dan tanggapan dalam pelaksanaan studi AMDAL. Sedangkan anggota penyusun lainnya adalah para pemegang sertifikat Dasar AMDAL dan para ahli dibidangnya yang sesuai dengan bidang kegiatan yang dibuat dokumen AMDALnya. Anggota penyusun (minimal koordinator pelaksana) harus bersertifikat Penyusun AMDAL (AMDAL B). Dalam jangka waktu 30 hari sejak diumumkan. dan/atau lokasinya di lintas batas negara RI dengan negara lain. Penilaian dokumen Kerangka Acuan (KA). Dalam proses pembuatan AMDAL.Penyusunan AMDAL Untuk menyusun studi AMDAL. pendapat. maka peran masyarakat tetap diperlukan. berada di ruang lautan. meliputi : 1. 4. Peran Serta Masyarakat Semua kegiatan dan/atau usaha yang wajib AMDAL. untuk tingkat propinsi penilaian dokumen AMDAL dilakukan ole h Bapedal Propinsi. yait u untuk menilai dokumen AMDAL dari usaha dan/atau kegiatan yang bersifat strategis. saran. 2. Dokumen yang dinilai. Untuk tingkat Kabupaten/Kota sudah tersedia pula tim penilai yaitu para pejabat yang sudah mendapatkan sertifikat Penilai (AMDAL C). lokasinya melebihi satu propinsi. Penilaian dokumen AMDAL dilakukan untuk beberapa dokumen dan meliputi penilaian terhadap kelengkapan administrasi dan isi dokumen. Penilaian Rencana Pengelolaan Lingkungan (RKL) . PENILAIAN DOKUMEN AMDAL Penilaian dokumen AMDAL dilakukan oleh Komisi Penilaian AMDAL Pusat yang berkedudukan di Jakarta. dan tanggapan. dan tanggapan masyarakat akan menjadi dasar pertimbangan penetapan kelayakan lingkungan dari suatu rencana usaha dan/atau kegiatan.

2. yang terdiri dari : a. Pelaksanaan studi. Kelengkapan administrasi . Pendahuluan. 3. Rona lingkungan awal . Ruang lingkup studi. g. b. Penilaian Rencana Pemantauan Lingkungan (RPL). Penilaian Analisis Dampak Lingkungan (ANDAL). d. e.Penilaian Kerangka Acuan (KA). e. f. c. Daftar pustaka dan lampiran. meliputi : . 4. Pendekatan RKL. Lingkup RKL. Kedalaman RKL. 5. Isi dokumen. Evaluasi dampak penting dan daftar pustaka serta lampiran. meliputi : a. meliputi : 1. Metode studi. c. Rencana pelaksanaan RKL. d. Daftar pustaka dan lampiran. Ruang lingkup studi. Kelengkapan administrasi . Penilaian Rencana Pengelolaan Lingkungan (RKL) . Isi dokumen. meliputi : 1. 2. meliputi : 1. Rencana usaha dan/atau kegiatan. Metode studi. 2. Prakiraan dampak penting. Pendahuluan. b.

.1. Pendekatan RPL. 4. Rencana pelaksanaan RPL. Lingkup RPL. Daftar pustaka dan lampiran. 2. 3.

32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup Peraturan Menteri No.Daftar Pustaka : Peraturan Pemerintah No. 27 Tahun 1999 Tentang : Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup UU No. 17 Tahun 2010 tentang Audit Lingkungan .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->