P. 1
Kejadian Tsunami Di Pulau Bali Dan Nusa Tenggara Dan Upaya ya

Kejadian Tsunami Di Pulau Bali Dan Nusa Tenggara Dan Upaya ya

|Views: 785|Likes:
Kejadian tsunami di Pulau Bali dan Nusa Tenggara dan upaya mitigasinya
Kejadian tsunami di Pulau Bali dan Nusa Tenggara dan upaya mitigasinya

More info:

Categories:Types, Research, Science
Published by: Satriyo Ijo Panalaran on Jul 18, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/08/2013

pdf

text

original

KEJADIAN TSUNAMI 01 PULAU BALI DAN NUSA TENGGARA DAN UPAYA MITIGASI NYA

MATA KULIAH: MITIGASI BENCANA

disusun oleh: SATRIYO PANALARAN K2E 007030

PROGRAM STUDI OSEANOGRAFI JURUSAN ILMU KELAUTAN FAKUL TAS PERIKANANDANILMU UNIVERSITAS KELAUTAN

DIPONEGORO

SEMARANG 2010

KEJADIAN

TSUNAMI DI PULAU BALI DAN NUSA TENGGARA MITIGASI NYA

DAN UPAYA

Fenomena tsunami Secara harfiah, tsunami berasal dari Bahasa Jepang. 'Tsu' berarti pelabuhan dan 'nami' adalah gelombang. Secara umum kita dapat definisikan tsunami adalah

gelombang laut dengan perioda panjang, yang mampu menggerakkan

selurh kolom air,

dan memiliki kecepatan perambatan sangat besar. Tsunami disebabkan karena adanya gangguan impulsif pada medium laut, contohnya : gempa bumi tektonik di laut, erupsi

vulkanik di laut, longsoran di laut, atau jatuhnya meteor di laut. Tidak seperti gelombang pada umunya di laut yang disebabkan oleh angin, dan pasut yang

berada di laut secara kontinyu dengan periode 20 detik, atau gelombang

setiap hari dijumpai dengan periode 12 sampai 24 jam. Tsunami terjadi apabila ada fenomena yang menyebabkan gangguan impulsif pada kolom laut dan memiliki periode

antara 10 sampai 60 menit (Barber, 1969). Selain dilihat dari periode gelombang, gelombang yang dibangkitkan Gelombang perbedaan gelombang tsunami dengan air yang

oleh angin adalah terletak yang dibangkitkan

pada gerakolom

mampu digerakkan.

oleh angin hanya menggerakkan seluruh

partikel air laut di permukaan, namun pada gelombang tsunami menggerakkan kolom air dari permukaan sampai dasar perairan. Oi lokasi pusat tsunami dengan panjang gelombang tinggi gelombang puluhan diperkirakan kilometer. 0,5 sampai

3 meter,

mencapai

Selain

itu ciri lain dari

gelombang tsunami ialah kecepatan rambat di laut dalam berkisar antara 400 sampai 1000 km/jam dan penjalarannya dapat mencapai ribuan kilometer dari pusatnya. Menurut teorigelombang dangkal shoalling perairan dangkal, ketika gelombang masuk ke perairan gelombang. bertambah Keadaan tetapi ini disebabkan rambat adanya efek gelombang

akan terjadi transformasi yaitu tinggi gelombang

kecepatan

menurun. Hal ini disebabkan adanya gesekan antara massa air dengan dasar perairan.

Untuk

menghitung

gelombang

tsunami

kita

dapat

rnelakukan

dengan

menggunakan Teori Gelombang Solitary yang merupakan gelombang dengan amplitudo berhingga dan non linier. Teori gelombang Solitary berlaku untuk kedalaman relatif perairan dangkal dimana seluruh perpindahan permukaan airnya berada di atas still water level. Tipe gelombang dapat dihitung berdasarkan kedalaman relatif, yaitu dihitung berdasarkan perbandingan antara nilai kedalaman perairan dengan panjang gelombang (d/L). Jika d/L < 0,05 termasuk gelombang perairan dangkal Jika 0,05 < d/L < 0,5 terrnasuk gelombang perairan menengah Jika d/L > 0,5 termasuk gelombang perairan dalam Dalarn hal ini tsunami memiliki panjang gelombang yang sangat besar bila dibandingkan kedalaman perairannya, sehingga nilai d/L nya kurang dari 0,05 maka dalam

perhitungannya tsunami dikelompokkan sebagai tipe gelombang perairan dangkal. Dari efek shoalling dapat kita simpulkan bahwa kecepatan tsunami di laut dalam jauh lebih besar daripada kecepatan rambat tsunami ketika memasuki perairan dangkal. Pada perairan dalam kecepatan rambat tsunami dapat mencapai 400 sampai 1000 kmljam. Sebaliknya ketika tsunami berada di perairan dangkal kecepatan rambat akan berkurang mencapai 25-100 km/jam, tetapi tinggi gelombang akan semakin besar ketika mencapai pantai, hal ini disebabkan penurunan kecepatan. adanya penumpukan rnassa airakibat adanya

Proses Terjadinya Gempa dan Tsunami Tsunami disebabkan karena adanya gangguan impulsif pada medium laut,

contohnya :gempa bumi tektonik di laut, erupsi vulkanik di laut, longsoran di laut, atau jatuhnya meteor di laut. Tetapi pada umunya tsunami disebabkan oleh adanya gempa tektonik berdasarkan pergerakan lempeng bumi. Sedangkan baik gunung berapi maupun gempa bumi cenderung untuk terdapat di sepanjang sistem mid-oceanic ridge dan di sepanjang batas-batas lempeng. Hal ini disebabkan di bawah batas antar lempeng-Iempeng terse but terdapat proses geologi di dalam bumi. Proses geologi ini berupa adanya aliran konveksidi lapisan litosfer.

Akibatnya lempengan bumi di atasnya pun ikut bergerak saling mendekat ataupun saling menjauhi.

\

-

Gambar. Pergerakan lempeng bumi Oi dalam inti bumi memiliki suhu sangat tinggi, sedangkan berisi cairan hasil dari lelehan batuan karena suhunya pada lapisan mantel tinggi. Oalam

yang sangat

keadaan ini maka pada lapisan mantel akan terjadi proses konveksi dimana cairan yang lebih dekat sedangkan dengan core akan lebih panas kemudian akan naik ke lapisan atas,

cairan pada lapisan lebih atas

turun ke bawah. Proses ini menyebabkan lapisan diatas bergeser

pergerakan sehingga pada titik konvergen akan menggerakkan untuk menjauh satu sama lain, sedangkan antar lempeng dan dapat menyebabkan gunung baru

pada titik divergen dapat terjadi tumbukan adanya gempa ataupun terjadinyagunung-

Gambar. Proses konveksi dalam mantel bumi Menurut teori pergerakan dibagi menjadi enam lempengan, lempeng (tectonic plates) , di atas permukaan tetapi dalam perkembangannya bumi

jumlah lempeng ini

terus bertambah karena lempeng ini terus bergerak .

Gambar. Lempeng bumi Indonesia merupakan negara yang rawan dengan gempa bumi, karena [ika kita perhatikan Indonesia berada di atas 3 pertemuan lempeng dunia yaitu Lempeng

Eurasian, Lemoeng Indo-australian,

Lempeng Pasifik. Dan dari data pusat gempa yang

telah ada, ternyata terbukti bahwa pusat gempa umunya terjadi pada daerah-daerah yang berada di aas pertemuan lempeng-Iempeng bumi.

Gambar. Sistem mid-oceanic ridge Ketika subsidensi Lempeng continental dan lempeng oceanik bertemu, maka terjadi Hal ini

pada lempeng oceanik menghujam

ke bawah lempeng continental.

disebakan lempeng oseanik memiliki karakter lebih lunak dibandingkan

maferi penyusun

dari lempeng continental. Akibat dari pergeseran lni maka kan ada gesekan dan tegangan antar kedua lempeng yang dapat menimbulkan patahan dan gempa.

Gambar. Pertemuan antar lempeng continental dan lempeng oseanik Tsunami disebabkan oleh pergeseran vertikal lempeng bumi dibawah dasar laut dalam dengan sumber atau pusatgempa laut secara mendadak akibat patahan dengan posisi dilepas pantai. Perubahan dasar subduksi saat gempa diikuti pula dengan

perubahan massaair air laut yang dapat

laut secara rnendadak, diikuti pula dengan psrubahenelevasi menimbulkan 'gelombang air Iaut flang sangat panjang

rnuka (dapat

mencapai 800 km) dengan periode gelombang

yang sangat lama (dapat mencapai 60

menit).
G e 10 m bang terse but men] alar de ngan kece patan sanoat ting gi (dap at m en cap ai 800' km/jam) sscara frontal denqan arah tegak lurus terhadap bi'dang pergeseran

subduksl pada dasar laut Tsunami flang terjadl dapat mengalami refraksl, defraksi, dan shoalling, sehigga dalam penjalarannya di pantai dapat berubah rneriadi gelombang yang sanqat tih ggl Tid ak sem u a yang: ter] adidil epas pa ntai karenaakan

me ngaki batkan

ad anya ts una m i

tergantung besar kecilnya magnitude dan pusatgempa

Terjadinva tsunamiakibat

gem pa tektonik secara ernpiris jika gempa berkekuatan lebih kurang 60 km dan dasar laut, dan

dan 6,5 SR pusat gempa berada pada kedalaman d!3(OtTn asi vertjkal.das ar Iaut cuku p; bes ar.

Indonesia rawan gempa Indonesia merupakan negara yang rawan terhadap gempa, karena Indonesia

terletak pada daerah pertemuan antara tiga lempeng bumi. Ketiga lempeng itu adalah Eurasia, Samudera Pasifik, dan lempeng Indo-Australia. Dengan adanya pertemuan

antara lempeng tersebut, maka diatas wilayah Indonesia terdapat banyak titik panas (hot spot). Seperti yang telah kita pelajari pada proses geologis, akibat Indonesia terletak pada daerah mid-oceanic ridge, Indonesia sangat beresiko dengan bencana gema bumi dan tsunami.
Prelirmnary 'pe~ermi~til)n of E,Pkoertters 358,,21.4Eveots, 1963 -1998

Gambar. Pusat kejadian gempa di bumi umumnya berada di mid oceanic ridge Indonesia bahkan memiliki 240 gunung api dan diantaranya 70 masif aktif dan

dapat meletus. Rangkaian busur api di Indonesia merupakan bagian dari The Pacific Ring of Fire yang bermula Sulawesi, dari Alaska, Jepang, Sumatera, Jawa, Bali, Lombok, Flores,

dan berakhir di Filipina. Dengan demikian

menurut Arnol (1986) Indonesia

merupakan salah satu negara yang memiliki tingkat kegempaan tinggi di dunia. Menurut namun tidak kedalaman Diposaptono gempa (2008) hampir setiap bersifat merusak hari terjadi gempa di Indonesia, gempa,

semua

tergantung

besar

magnitude

gempa, jarak dari pusat gempa, kondisi geologi, dan kondisi bangunan di

daerah yang terkena gempa. Menurut Diposaptono (2008) kejadian tsunami di Indonesia sebagian besar

disebabkan oleh gempa tektonik di sepanjang daerah subduksi dan daerah seisrnik aktif yang memanjang dari Papua bag ian selatan, Biak, Maluku, bag ian utara Sulawesi Utara, dan bagian selatan Nusa Tenggara, Bali dan Jawa, dan Bagian barat Pulau Sumatra.

Selama periode tahun 1600 sampai 2007 terjadi kurang lebih 109 tsunami. Dari jumlah itu 90 persen disebabkan oleh gempa tektonik, 9 persen karena letusan gunung berapi, dan 1 persen disebabkan longsoran bawah laut.

Gambar. VVilayah rawan gempa beserta tahunkejadian

gempa yang merusak

Berdasarkan peta rawan gempa di Indonesia telah terjadi gempa bumi di wilayah jawa Timur dan Bali pada tahun 1958, 1967, 1972, 1976, 1979, 1994, 2004, dan 2007. Dan pada vvilayah

Nu sa Tenggara Timur telah terjadi gempa pada tahun 1954, 1961;

1977, 1979, 1982, 1987, 1989, 1992, 2004, dan 2007. Di vvilayah Nusa Tenggara Barat tsunami terjadi pada 1979. Berdasarkan seimotektonik, hubungan antara tsunami, aktivitas kegempaan, dan karakt·eristik

Latief, et al. (2000) membagi ke dalam enam zona seismotektonik.

Gambar. Pembagianzona Tabel. Aktivitas tsunami di Indonesia Zona A B
C

seimotektonik

di Indonesia

Daerah Busur Sunda bagian barat Busur Sunda bagian timur Busur banda Selat Makassar Selat Maluku Papua baqlanutara

Jumlah tsunami 19 11 35 9 32 3

Persentase kejadian 17,43 10,09 32,11 8,26 29,36 2,75

Jumlah korban jiwa
> 300.000

3.260 5.570 1.020 7.57.0 360

D

E F

Zona A telah terjadi tsunami sebanyak 19 kali, 17 diantaranya disebabkan oleh gempa tektonik sedangkan 2 lainnya diakibatkan meletusnya gunung api bawah laut. Tsunami NAD 2004, Nias 2005, dan Bengkulu 2007 merupakan tsunami hasil subduksi lempeng tektonik Indo-australia dan lempeng eurasia. Sedangkan tsunami akibat 17

meletusnya gunung Krakatau terjadi pada ta hun 1883 dan 1928. Berdsarkandata

tsunami diakibatkan gempa bumi yang terjadi pada tahun 1970-2007, ini berarti periode ulang tsunami pada zona A adalah sekitar 10-15 tahun. Kontribusi kejadian tsunami di zona A adalah 17,73 % terhadap seluruh kejadian tsunami di Indonesia. Zona B meliputi Busur Sunda bagian timur terbentang antara Selat Sunda ke timur sampai Sumba. Wilayah itu meliputi Pulau Jawa, Bali, Lombok, Sumbawa, dan Sumba. Tsunami yang terjadi di zona ini 10 kalidisebabkan oleh gempa tektonik, sedangkansatu kali disebabkan meletusnya gunung api bawah laut. Kontribusi kejadian tsunami di zona B adalah 10,09 % terhadap seluruh kejadian tsunami di Indonesia. Zona C meliputi Laut banda, Flores, Timor, Kepulauan Banda, Kepulauan

Tanimbar, Seram, dan Pulau Buru. Pada zona C terjadi tsunami sebanyak 30 kali yang disebabkan oleh gempa tektonik, tsunamidiakibatkan 2 tsunami oleh meletusnya gunung bawah laut, dan 1

oleh longsoran. Kontribusi kejadian tsunami di zona C adalah 32,11

% terhadap seluruh kejadian tsunami di Indonesia. Zona D meliputi Selat Makassar dan telah terjadi terjadi sebanyak 9 kali tsunami dalam kurun waktu 1600-2007. Kontribusi kejadian tsunami di zona D adalah 8,26 % terhadap seluruh kejadian tsunami di Indonesia. Zona E terletak di laut Maluku dan telah terjadi terjadi sebanyak 32 kali tsunami dalam kurun waktu 1600-2007. Kontribusi kejadian tsunami di zona E adalah 29,36 % terhadap seluruh kejadian tsunami di Indonesia. Zona F berada di sebelah utara Papua. Pada zona ini telah terjadi tsunami sebanyak 3 kali dalam kurun waktu 1600-2007. Kontribusi kejadian tsunami di zona D adalah 2,75 % terhadap seluruh kejadian tsunami di Indonesia. Melihat dari data-data diatas rata-rata pericde ulang tsunami pada tiap zona yaitu antara 10-15 tahun. Rekor tinggi run-up tsunami paling besar di Indonesia yaitu pada tahun 1883 saat meletusnya Gunung Krakatau di Selat Sunda. Pada saat tersebut tinggi run-up tsunami mencapai 41 meter. Dan dilihat dari jumlah korbannya Tsunami Aceh pada tahun 2004 memakan korban paling banyak di Indonesia bahkan di dunia.

Tsunami di Bali dan Nusa Tenggara

B>.DIoN i>ER[NC.N~~~P[IdMNGUr"'-N IIl\~R~H IMPPlD~)

1._ ..

~

.

n!';n~EH[lJTIAH

:::.~:~@
... ' ,-,

LJ"~~"HID~IPP.LJtI

PETA rOTENSJ TSllNAMI PROVINSI BALl

=
_'J'(f·

....

,·,...","'''''"''li.
........... (11':1)·

_,-.....,,·.-

Gambar. Peta potensi tsunami Pulau Bali Bali merupakan pulau yang sering mengalami gempa, berikut adalah tabel kejadian gempa bumi di Bali dari tahun 1862 sampai 2004
NO,
1.

NA1;I!.'l G1'MPco\ BuL>!c:ng
Negara

TA.~OGAL 2.9'1311$62 111071189I1

PUSAT CH.!PA.

KDU.~
OOf)

M.o\!G

SKALA
lI'lMI

nRllSAKAN

2.

vn

Trg,a pit", gaGlmg p=~<!i1= belah I>er>:r>h horizontal <1m ret""'"
T..,j.";; "i"!Id.>.bm';"" !QIlg>iwon tJfiah. 1.500 wong tewas.

3.

Mi

211'0111917

V[I

4.

Bali

3011011'9.38

s,.!ns.
lIS,ScBT

5. Cmlpmr

7iQ311961 .!..rat VII 14i0711976
s..cirit IIlII-IX

RJ"t.ll.on cfu!<lin:~ m6j'id <Ii Sakara, di wilay"ah ~ .~j1lil'll!1ah bang&t1Jnru>ak b:r~t.

6.

BJfigll1UD rseak G1 Campmrdarat K~~"",",g.

dan

7. BJfigll

2.1'iWI/1977

S,25~li.S· H5,YBT.

'!Hl%hm~"" ~ roboh ..Di Tabaaan <1m Jembrm. 75% "".ok, )59'<><:; 850 org

,,,,,;,s,

luka l>er.>.t & 3.200

org luJr:;" ringac.

Di K>.::."obihi 9W,i, b.mgt>ll.Jfi "",Jik, 1 pm-a bJfi= ~"". runllih dt S",,,I & Bangli, <ill H:mjH ,I\.nt=~ 80% 1»n~ retak, Loagsoraa tarrah di<nbn Ly",bihi <Ian Banjar .4.nt"Wlga.n. Goneanga" t"""" .. ""'\~t lm"lm Dsnpasar.

mn

NO..

N,"~\ CllWA

TANOGAL

PUSAT GE!l!ll'.\

MAG

SKALA ll!U!.U Eli K2r=¥=> 5· <>r~ 11<.'=, 34 or~ 1~ bS!!" f., 250 Oi",g lDk •. ring,an;. b.a1Ier"P'>' a hart~ roboh.
Di Ahan;,g I J =5 bao'H, 9' org luka l>erni~

3,000 Ofg lllka. rin:~, <<Ji""h_

~h2r2j>' "=gI!ifiafi

Eli: c..1ik 1 =5 be"",,", 2 m-glIi1E2IIer.L,. IS
~.! lUL':.3.,~.!UL~

ib.. 'b.QrJ.j:!o:a: ibuL.~
<If~

t ... b:k

9.

berat, 4 <><g 111k. ring;""." h'-1:gt>ITafi rum ~ ~et;.ili_Ret;abn ilij",hnil= tanah ""l'=j:mg O;5km_

l!}i Be1=L&-n

1 =g 12W>."".2

ll!lb

!JO_
l{'a:r.3n,g"~

!7tl2JlgS7

HS,S'·.B'I

S6

vn

n.

O.2IOlf1004

33

Baber,'j>.)b"""""",a1'l ru.>,J;: <Ii. lDenP'-3M_ Gon=~ ·121'''''' =_gJ,1 mt i!iB.ili. ~ i.,.omook KemlR<!'y._~ tlE!fjl>.i!i t.=anii_

R "",;mg m~g,aJ ~ 33 m=_g luka-Iuka, :0 "t>e:<'j» rum>J:! d, ~ r",,~lli.uh TtW..ilrob>h, 57 ru;nah pem!uOOlt rude, 8 'temp.at ]>2tiJoo.<ht;2n (1 ~t1£JBj;:.s & J pm;>} nWk.Eleh2r.p a, b2n~P~t;'"' Ka:~t= ~gai!2rn fll.""k, ;;-"til .:

:>l'O\

N,l..\L\.

T"'_~'GG<!IL, .IDl{llQ.OO4

rUSAf

,GEMI'A

KDL-M

11.

GEMPA
&La=g,,-=

S;:';I,f'IJl
L 15)9' .B-'I

M{)
3.1

SK.:Udl.

.MMI
V

Peni,ai!ll.m N:es_eri,.R=;,h ".kil,. BI2~,. IM[>2flrl>.,. RlIl1tili Din'3 W;rlcil B1'P"t" GPR:
_~~iSl\1..:!i~
Pmik~iifIJ:01[~:g:!~ din A.ib:illJ.~ 1.."\V"uJ.}-"':ili Y"'2[J.!

01"""-.0;""''= kecI.,akan :;dooa. t Tukad,.I!a",,'Toop'I.i, ~M1!fi=,.

&". :a",kil ~~];, ., Ke;bXl B,;kjt~ K;,;1>: :::::M~'il:' .. "",. h[li.102<'~ ~211~ :

""'-="" [la1Jl:.
:ep;;:.ai:Il.}~

.ma

~i::iJ:I:c:n::
:>lOO2!"><L

~jiil[~:,

'["e:~i:&::Il. .&.:fJ.~£:,

&n~, 02ft. iii ilk, D"llh Tukad ti2j:2Ji!!. =.bru"rn.y. ~ ~~ t.ilW:lbill_

T==

oIlm

<<J'oohnyo.i>2.<rg"",""" M.""" bJ«ISlrulGi k

12.

15!OOl2oo4M:35-JO

S,)ID>:;.LS LD54"£FI"

v
1 UI~rI.n:!LL~~~.£i\.Jl.~1~.-ttil..:t:~L
~.i'bOrO;P3"b:m.!J1irtUI. ;["!.Xi:U:.:
m.§:i;D:.

"VITA

d'1:..:JI:.'Ii.r.J.p.l;ar.,

(Zatl:l";t[! [..".,.

~i11:.i""...,., 8lah 'if 1!ll\.11_

Dan tidak mustahil jika gempa yang ada di Bali ini pun :dapat me nye-bEibkantsunami.

Tabel. Kejadian tsunami di Wilayah Bali dan Nusa Tenggara pada tahun 1961 - 2007 No Tahun Pusat Gempa 8,2 1 1961 BT 11,1 LS - 118,5 2 1977 BT 8,0 3 1977 BT 8,4 4 1979 BT 8,4 5 1982 BT 8,4 6 1987 BT 8,1 7 1989 BT 8,5 8 1992 BT LS LS - 125,1 7 7 NTT, P.Alor LS - 124,3 7 108 NTT, Flores Timur, P.PAntar LS LS LS 7 316 NTB, P.Sumbawa LS - 122,0 7 6 NTT, Flores Run-up maksimum Koban Jiwa Daerah bencana

-

125,3 7 25 NTT, Flores, P. Atauro NTB, 7 200 Lombok P.Sumbawa, Bali, dan

- 115,9 - 123,0
7 400

NTT, Larantuka

- 121,9
11,2-26,2 2.126 NTT, Flores, P. Babi

Pantai barat Sumatera,

pantai selatan Jawa, Bali, NTB, dan NTT merupakan

daerah yang rawan gempa disertai oleh tsunami. Karena pada wilayah itu merupakan tempat pertemuan antara Lempeng Eurasia dan Lempenh Indo-australia. Lempeng

Samudera

Indo-australia

ters bergerak menujam lempeng benua Eurasia. Bagian dari dan terus-menerus

ujung lempeng benua Eurasia tertarik turun secara berangsur-angsur sehingga terjadi akumulasi tegangan. Akibat akumulasi tegangan yang mencapai

batasnya maka terjadi gempa dan

ujung lempeng benua Eurasia melenting ke atas. Pergerakan vertikal ujung lempeng benua Eurasia ini menimbulkan gangguan impulsif medium laut yang dapat

menyebabkan terjadinya tsunami. Yugo Kumoro, Kepala Bidang Geologi Teknik dan Konservasi Penelitian Geoteknologi sampai Kebumian Pusat

Lembaga IImu Pengetahuan Indonesia, mengatakan sejak 1629 54 gempa berskala besar di kawasan Bali dan Nusa

2006 sudah tercatat

Tenggara. Dari 54 gempa tersebut sebanyak 20 kali disertai dengan ombak tsunami.

Contoh kejadian Gempa 1977 Pada 19 Agustus 1977 sebuah gempa bumi besar terjadi di selatan Kepula uan Sunda Kecil (wilayah Nusa Tenggara), di barat Pulau Sumba .

Ib, •

.. ~

.(;:iI.,.

'Dlnp

~~.at'~~~~Q; iuf' ~ ."" ~
B~
Sum!>a"'!'

.

... , l..!'mnb1jG
Flo;es

a'

~

.~

l.ombok 'BIIII

.....

.1'ft"Dpa

,
<10,,;:. ... -

.....

-_<!>......:r::?;;.,_. _ku_p •....I"1

menurut catatan ini rnerupakan gempa terbesar dekade. Gempa ini meliputi Bali, Lombok, Oari

sepanjang Sumbawa,

Palung jawa dalam beberapa Sumba,

Flores, Timor, Alor, dan pulau-pulau

lain yang berdekatan.

gempa ini terbentuk tsunami di sepanjang Pantai Sumba, Sumbawa, Lombok, dan Bali. Gempa ini terjadi pada pukul 06:08:52 waktu setempat. Pusat gempa pada 11,09 S dan 118,46 Edengan besar 7,7 SR. Bahkan menurut catatan getaran dari gempa kerusakan 107

mencapai Perth, Australia. Oi Sumbawa dan Bima gempa ini mengakibatkan parah pada gedung-gedung

dan sarana kota. Gempa dan tsunami ini menyebabkan

korban jiwa meninggal dunia di wilayah Nusa Tenggara, sebanyak 440 rumah hancur, 467 perahu hilang, 5 bangunan sekolah hancur. Survei terhadap wilayah pesisir di Pulau Sumba, Sumbawa, dilakukan dibantu oleh oleh Intergovermental Lembaga Oceanographi Commission Lombok, dan Bali NOAA yang

(IOC) dan oleh Perhubungan

Meteorologi

dan Geofisika

Oepartemen

dipimpin oleh Dr. Susanto. Gempa ini menghasilkan tsunami dengan ketinggian gelombang mencapai 15

meter di pesisir Indonesia yang berdekatan dengan pusat gempa, bahkan di Autralia pun terjadi tsunami. Oi Kuta, Bali tercatat 1 orang tewas, 5 rumah roboh, 26 perahu rusak atau hilang. Oi Lombok tercatat 20 orang tewas, 115 rumah rusak, 132 perahu hilang atau rusak, Oi Sumbawa tercatat 81 orang tewas, 53 orang hilang, 63 rumah dan 1 gedung sekolah hancur, Menurut studi yang ada di Pilau Sumbawa gelombang meter di atas air pasang dan menembus sekitar 500 meter ke pedalaman. mencapai 15

Contoh kejadian Gempa Flores 1992 Gempa tektonik yang terjadi di Flores pada 1992 dan berkekuatan 7,5 SM telah menyebabkan tsunami. Oimana gempa tersebut menyebabkan gelombang dengan

ketinggian 26 meter di daerah pantai. Gempa tersebut berhasil meruntuhkan seluruh bangunan di kawasan pesisir dan tercatat1.713 orang meninggal dunia. Gempa terjadi pada pada 12 Oesember 1992 pukul 13:30 WIT dengan kekuatan gempa 7,8 skala Ritcher. Gempa terse but berpusat di8,5° LS - 121,9 BT yaitu di lepas
0

pantai utara Flores. Oasar laut tiba-tiba naik 1,3 meter, mengangkat seluruh air di kolom lautan dan menimbulkan tsunami besar. Tsunami di lepas pantai utara Flores

menghantam ujung bagian timur Pulau Flores. Oesa Wuring yang dibangun di atas daratan pasir setinggi 1,6 meter dalam kondisi berbahaya. Gelombang tsunami menghantam ujung timur Pulau Flores dengan ketinggian 3,3 meterdi Oesa Wuring. Tsunami di wilayah tersebut menghasilkan 80

persen rumah bambu di desa tersebut hancur dan 87 orang tewas. Perahu-perahu nelayan yang ditambatkan di pantai terlempar menghantam rumah-rumah. Beberapa

bangunan yang masih kokoh termasuk diantaranya masjid-masjid yang dibangun dari batu batao Oi ujung timur dari pantai utara Pulau Flores, tsunami masuk ke daratan dengan ketinggian lebih dari 10 meter. Sementara itu di Oesa Riang-Roko ketinggian tsunami mencapai 26 meter dan menggenangi daratan sejauh 660 meter. Pelabuhan larantuka pun terkena gelombang tsunami bahkan hanya 2 menit setelah terjadinya gempa. Oi Pulau Babi, pulau dengan diameter kurang dari 2,4 km berjarak 4,8 km dari pusat gempa. Sekilas daerah tersebut terlindung dari gelombang samudera dan

gelombang oleh angin lokal karena dilindunqi oleh terumbu karang yang luas. Tetapi nyatanya Pulau Babi tetap terkena dampakdari Tsunami Flores 1992. Hanya tiga menit setelah terjadinya gempa, tsunami mendekati Pulau babi. Gelombang terbelah menjadi dua di sekitar perairan tersebut. Satu gelombang mengitari bagian timur Pulau babi sedangkan satu gelombang yang lain mengitari bagian barat. Kedua gelombang terse but mengitari Pulau Babi dan bertemu di bagian selatan yang terlindung. Tumbukan antara kedua gelombang tersebut menyebabkan ketinggian

gelombang semakin naik. Beberapa ilmuwan menyimpulkan tsunami semakin besar karena sebagian dari energi gelombang telah menghantam pantai Pulau Flores dan

dipantulkan sebagai gelombang balik. Dengan tenaga perusak yang jauh lebih besar dari sebelumnya, rnaka telah menghancurkan kedua desa di Pulau tersebut. hal

Dari bencana yang telah terjadi di Flores pada tahun 1992 ini ada beberapa yang harusdiperhatikan terjadi bencana, kedepannya,antara

lain: tidak adanya rencana evakuasi apabila tidak memilikiinformasi tentang tsunami.

hampir semua masyarakat

Respon masyarakat

ketika mereka melihatgelombang

tinggi masuk ke perairan adalah dalarn mitigasi, tidak semua orang

dengan berlari. Padahal tanpa adanya perencanaan mampu berlari dengan cepat termasuk lumpuh. Beberapa gambar

anak-anak, ·orang lanjut usia, dan orang-orang

setelah terjadinya Tsunami Flores 1992 :

Pelabuhan Sadang Bui

Toko Kalimas

Kawasan Pertokoan

Pasar Baru

G"udang Kopra Tanda-tanda tsunami Untuk menghindari diajarkan korbari dalam jumlah yang besar, sebalknya masyarakat

menqenai tanda-tanda

yang langsung dapat dilihat di alam. Tsunami dapat

ditandai sebagai berikut : biasanya didahului oleh terjadinya gem pa, airlaut surut secara mendadak, keUka gelombang tsunami telah mendekati perairan maka akan terdengar

suara gemuruh. Selain itu terkadang disertai dengan adanya bau garC!m yang sangat kuat secara tlba-tlba.

Ketika air surut secara mendadak, ikan-ikan akan terlihat menggelepar yang airnya telah surut secara tiba-tiba. Biasanya masyarkat

di pantai

akan memanfaatkan , tetapi pada terjadinya datang gelombangg dari gelombang

kesempatan ini untuk mengumpulkan tsunami dengan

ikan sebanyak-banyaknya kemudian

ketika air laut telah surut secara mendadak tinggi yang besar dan kecepatan yang

lebih cepat

pada

umumnya.Hal

ini dapat menyebabkan

banyaknya

korban jiwa jika tidak ada sistem

peringatan dini yang tepat. Banyak nya korban jivva disebabkan alam terjadinya tsunami. ketidaktahuan mereka tentang tanda-tanda

Pada beberapa kejadian tsunami ketika air laut surut secara kecil yang

mendadak, beberapa dari mereka terlihat mencari ikan atau kepiting-kepiting terdarnpar di dasar.

Dampak terjadinya tsunami Ketika tsunami memasuki daratan, tinggi gelombang tsunami ini dapat mencapai 10 meter.Karena energi potensial dari tinggi gelombang ini tentu dapat menghancurkan kehidupan pantai ataupun bangunan-bangunan termasuk rumah-rumah di dekat pantai.

Meskipun tsunami yang memasuki daratan tidak memiliki tinggi gelombang yang besar, tetapi limpahan air dalam volume besar ke arah daratan ini membawa debit air yangdapat memindahkan suatu benda dari satu tempat ke tempat lain, ataupun bersifat air ke laut (run-down) dapat menyeret segala sesuatu

merusak. Selain itukembalinya kembali ke laut. Akibat bangunan, kekuatan tsunami

yang

begitu

besar

dapat

merobohkan

bangunan-

merusak jalan, merusak jaringan

listrik, dan telekomunikasi.

Bahkan dapat

memindahkan

benda-benda berat ke lokasi lain sehingga menyebabkan kerusakan pada

benda-benda lain yang terbenturnya. Selain kerusakan sarana kota, pada saat terjadi tsunami menyebabkan gangguan pada sarana air bersih karena air tavvar telah tercampur membavva sedimen-sedimen tersuspensi. Akibatdari air laut, dan keruh karena air di darat maka

kerusakan

berirnbas juga pada lahan pertanian, lahan perikanan tambak.

Tumbuhan gempuran tsunami.

pepohonan

pun banyak yang mati ataupun tumbang

mendapat

Namun pada daerah pesisir yang banyak ditumbuhi mangrove

dengan lebat dan rapat, maka sedikit banyak dapat mengurangi efek dari tsunami karena struktur komunitas mangrove ini dapat meredam energi tsunami.

Penyelamatan diri ketika terjadi tsunami Berikut adalah hal-hal yang perlu dilakukan apabila datang tanda-tanda tsunami: • Jika berada di sekitar pantai, terasa adaguncangan gempabumi, air laut dekat

pantai surut secara tiba-tiba sehingga dasar laut terlihat, segeralah lari menuju ke tempat yang tinggi (perbukitan atau bangunan tinggi) sambil memberitahukan teman-teman yang lain. • Jika sedang berada di dalam perahu atau kapal di tengah laut serta mendengar berita daripantai telah terjadi tsunami, jangan mendekat ke pantai. Arahkan perahu ke laut. • Jika gelombang pertama telah datang dan surut kembali, jangan segera turun ke daerah yang rendah. Biasanya gelombang berikutnya akan menerjang. • Jika gelombang telah benar-benar mereda, lakukan pertolongan pertama pada korban.

Identifikasi

daerah rawan bencana yang akan yaitu

Analisis bahaya tsunami bertujuan untuk mengidentifikasidaerah terkena

bahaya tsunami. Setidaknya ada dua metode untuk mengidentifikasi

simulasi hubungan antara pembangkit tsunami dengan tinggi gelombang tsunami, dan memetakan hubungan sumber tsunami dengan terjadinya gelombang tsunami berdasar sejarah terjadinya tsunami, kemudian diidentifikasi dan dipetakan lokasi yang terkena dampak tsunami. Analisis kerentanan bahaya tsunami bertujuan untuk mengidentifikasi dampak terjadinya tsunami yang berupa jumlah korban jiwa, kerugian ekonomi, baik dalam jangka pendek dan jangka panjang akibat kerusakan yang ditimbulkan. Analisis kerentanan ini didasarkan masyarakat, pada aspek kepadatan akses penduduk, tingkat informasi, ketergantungan tingkat ekonorni dan

keterbatasan

transportasi,

pendidikan

kesadaran masyarakat. Hal-hal inilah yang mempengaruhi kerentanan terhadap bahaya tsunami. Sedangkan analisis ketahanan ditujukan untuk mengidentifikasi kemampuan pemerintah dan masyarakat untuk merespon terjadinya bencana tsunami sehingga

mampu mengurangi dampaknya. Analisis ini dapat diidentflkasi

dari beberapa aspek, di

antaranya jumlah tenaga kesehatan terhadap jumlah penduduk, kemampuan mobilitas masyarakat dalam evakuasi dan penyelamatan dan ketersediaan peralatan

yang dapat dipergunakan untuk evakuasi.

Mitigasi Bencana
Dalam penanganan sebuah bencana tanpa adanya persiapan, penanganan ini lebih ditekankan pada saat telah terjadi bencana. Hal ini berakibat pada kerugian yang sangat besar karena terjadi kehancuran besar di sana-sini. Untuk itu dalam upaya

meminimalkan terjadinya

dampak yang dapat terjadi perlu adanya persiapan penanganan sebelum pencegahan,

bencana melalui pendekatan resiko. Yaitu dengan upaya-upaya

mitigasi, dan kesiasiagaan. Mitigasi penanggulangan bencana merupakan kegiatan yang amat penting dalam

bencana, karena kegiatan ini merupakan kegiatan sebelum terjadinya untuk mengantisipasi agar dampak yang ditimbulkan dapat

bencana yang dimaksudkan

dikurangi. Masyarakat yang berada di daerah ravvan bencana maupun yang berada di luar sangat besar perannya, sehingga perlu ditingkatkankesadarannya, dan kecintaannya kepeduliannya terhadap

terhadap alam dan lingkungan hidup serta kedisiplinannya

peraturan dan norma-norma yang ada. Pada sebuah siklus mitigasi ditekankan pada pengelolaan bencana dimulai dari pencegahan, rekontruksi), mitiqasi, serta kesiapsiagaan, tanggap Pencegahan darurat, pemulihan (rehabilitasidan avval, sebab

pembangunan.

merupakan

tahap

pencegahan merupakan upaya untuk menghambat atau menghilangkan beragam bahaya yang bisa terjadi. Dalam bencana gempa dan tsunami pencegahan sangat sulit untuk

dilakukan karena kita tidak tahu kapan itu bisa terjadi, dan seberapa besar gempa atau tsunami tersebut. Sehingga yang bisa kita lakukan adalah meminimalkandampak masyarakat apabila terjadi gempa dan tsunami. Salah satu upaya dalam mitigasi adalah memberi peringatan dini. Langkah ini bertujuan agar masyarakat bersiap diri menghadap bencana yang bakal terjadi. Dari bagi

kesiapsiagaan

ini keselarnatan manusia ditentukan. Siap siaga merupakan segala upaya atau mengantisipasi bencana yang mungkin terjadi. Pada tahap ini yang

untuk menghadapi masyarakat

yang berada di daerah rawan bencana telah memiliki pengetahuan

cukup tentang bagaimana mereka harus menyelamatkan sosialisasi sebelumnya.

diri mereka, melalui sosialisasi-

Begitu bencana terjadi, langkah yang dilakukan adalah menangani korban dengan dengan kegiatan tanggap darurat berupa secara makanan, tepat dan cepat. Korban perlu dan segera tempat

mendapatkan penampungan.

bantuan

minuman,

obat-obatan,

Pemetintah pun harus berupaya agar fasilitas-fasilitas

air bersih dan listrik

dapat segera terpenuhi kembali. Jika kondisi telah relatif tenang tahap berikutnya adalah pemulihan yang meliputi rehabilitasi dan rekontruksi, Proses rehabilitasi bertujuan untuk membantu masyarakat

terkena bencana agar pulih kembali, dan rekontruksi untuk membangun kembali saranaprasarana di lokasi bencana sehingga lebih baik dari kondisi sebelumnya. Selain hal tersebut diatas perlu dipikirkan pula penerapan pengelolaan terpadu ditujukan (integrated coastal management) untuk mitigasi bencana. pesisir ini

Pendekatan

untuk mengalokasikan

atau memanfaatkan

sumber dayadan

daya dukung

lingkungan suatu wilayah pesisir yang mencakup suatu kesatuan dalam perencanaan, penggunaan lahan atau peruntukan, pemeliharaan, kontrol, evaluasi, rehabilitasi,

pembangunan dan konservasi lingkungan pesisir.

Upaya Mitigasi

Bencana

Gempa Bumi dan Tsunami dapat dilakukan (non struktural). dengan membangun Upaya fisik dalam energi untuk

Dalam upaya mitigasi bencana tsunami secara fisik (struktural) bencana yang maupun non fisik

menangani gelombang

tsunami

adalah

upaya teknis kehidupan dengan tahan

untuk bertujuan di darat. sarana gempa

merdam fisik

dapat

menghancurkan dapat dilakukan

8ecara

meminimalkan pembangunan

bencana breakwater,

buatan

yaitu

dengan ataupun

sea wall,

rumah

dan tsunami

secara alami dengan adanya penataan

melestarikan

vegetasi

pantai yaitu mangrove,

selain itu perlu di

rUang yang tepat untuk dapat meminimalkan

korban tsunami

kawasan pesisir. Upaya tsunami tentang kegiatan mitigasi upaya bencana tsunami nonstruktural dalam menangani bencana

adalah kegiatan

non teknis yang menyangkut agar sesuai dengan

penyesuaian mitigasi

dan pengaturan struktural. Untuk

manusia

upaya

nonfisik dapat dilakukan

dengan antisipasi bangunan,

berupa pembuatan

Peta Rawan dan

Bencana, kebijakan tentang standarisasi kegiatan tepat, perekonomian masyarakat

kebijakan tentang eksplorasi

pantai, sistim peringatan bencana, penyuluhan

dini, tata ruang yang dalam kesiapsiagaan

penyadaran

masyarakat

akan

menghadapi

bencana, dan masih banyak lagi.

Membangun menampung

bangunan banyak

vital/strategis manusia

atau

bangunan rawan

lainnya

yang

dapat

di wilayah

gempabumi

dan tsunami

menggunakan konstruksi yang tahan terhadap gempa. • Tidak tebing. • Tidak mendirikan bangunan diatas tanah timbunan yang tidak memenuhi tingkat kepadatan yang sesuai dengan daya dukung tanah terhadap konstruksi bangunan diatasnya. • • Pemetaan mikrozonasi di wilayah rawan gempa bumi. Perlu adanya RUTR dan RTRW yang dituangkan dalam peraturan daerah yang berwawasan dan mempertimbangkan aspek kebencanaan sehingga prinsip membangun permukiman dan aktifitas penduduk diatas atau dibawah

bangunan berkelanjutan dapat tercapai. • Membangun kewaspadaan masyarakat dan pemerintah daerah melalui pelatihan

antisipasi jika sewaktu-waktu terjadi gempa bumi. • • Menyiapkan alur dan tempat evakuasi bencana. Menyelenggarakan pendidikan dini melalui jalur pendidikan formal dan non-formal diri ketika

tentang gempa bumi, bahayanya, dan bagaimana cara penyelamatan terjadi bencana. •

Membangun alur dan tempat pengungsian serta bukit-bukit untuk menghindar dari gelombang tsunami.

Perencanaan kerusakan

letak

bangunan

di daerah

pantai

harus

memperhatikan

tipe

yang dapat ditimbulkan

yaitu kerusakan

struktural

bangunan akibat

gaya hidrodinamik gelombang.

8eberapa

pedoman

untuk membangun

sebuah

bangunan

di daerah

pantai,

adalah: sisi panjang dari struktur bangunan sedapat mungkin diarahkan sejajar dengan arah penjalaran pantai. Shear wall atau lateral beacing gelombang tsunami. lantai terbawah ditempatkan searah dengan arah penjalaran bertingkat dibuat terbuka gelombang, sisi pendek dari struktur bangunan sejajar dengan garis

dari struktur bangunan

total, dinding sisi bavvah dibuat dari bahan yang mudah pecah, supaya gelombang tsunami dapat lewat dengan leluasa. Pondasi bangunan bersifat menerus, akrena

memiliki ketahanan yang jauh lebih baik untuk menahan gerusan akibat arus gelombang tsunami. Disamping itu, bangunan harus direncanakan tahangempa yang kemungkinan adanya

akan menerima beban gempa sebelum di datangi tsunami. Juga dlrencanakan

perhitungan ketahanan terhadap benturan benda keras (kapal, bangunan lepas pantai, ramb-rambu laut, dan sebagainya yang terbawa arus kecepatan sangat tinggi dari

gelombang tsunami. Karakteristik gaya hidrodinamik yang ditimbulkan oleh tsunami dapat

memperkirakan analisis secara rinci terhadap kerusakan struktural bangunan di daerah pantai. Informasi tersebut sangat diperlukan untuk mengembangkan pedoman

perancangan sistem struktur tahan tsunami.

Kendala dalam mitigasi bencana Pelaksanaan mitigasi bencana tsunami sendiri tidak lepas dari sejumlah

kendala. Kendala tersebut disebabkan, pertama, kejadian tsunami di Indonesia pada umumnya adalah tsunami lokal yang terjadi sekitar 10-20 menit setelah terjadinya gempa bumi dirasakan masyarakat. Pada saat ini, sistem monitoring yang dimiliki Badan

Meteorologi dan Geofisika (BMG) memerlukan waktu 30 menit sampai 3 jam untuk menyelesaikan proses di atas. Kedua, belum terintegrasinya sistem pengamatan dengan kondisi riil di

lapangan disebabkan minimnya stasiun pengamatan yang ada. Ketiga, belum adanya mekanisme kornunikasi antar stasiun pengamatan dan instansi terkait. Dan keempat, upaya penanganan kendala mitigasi akan efektif jika mekanisme komunikasi dan

desiminasi hasil pemantauan terjadinya aktivitas gempa bumi, longsoran dasar laut, serta letusan gunung api bavvah laut yang dapat memicu terjadinya tsunami dapat secara langsung diterima masyarakat. Mengingat besarnya kerugian yang ditimbulkan oleh bencana tsunami di Aceh dan disekitarnya, maka perlu segera dilakukan berbagai upaya secara menyeluruh

tentang tsunami di Indonesia. Untuk mengantisipasi dampak bencana terutama tsunami dan berbagai permasalahan pesisir terse but, perlu diupayakan suatu strategi dan

kebijakan yang bersifat reaktif dan proaktif. Secara proaktif pemerintah juga menyusun kebijakan dan program jangka panjang yang bertujuan mengatasi permasalahn pesisir pulau-pulau kecil. Bentuk kebijakan ini antara lain pembuatan pedoman umum dan menyusun peraturan perundang-undangan yang didalamnya akan mengatur juga tentang bencana alam di wilayah pesisir. Untuk itu dalam upaya meningkatkan upaya mitigasi pasca bencana tsunami tersebut, beberapa hal yang penting, untuk manjadi bahan pemikiran bersama untuk segera di tindaklanjuti, di antaranya UU Pengelolaan Wilayah Pesisir, penataan ruang di wilayah pesisir dan laut, building code bangunan, sistem perlindungan, serta early

warning system, dan SAR. Dengan adanya sistem perlindungan yang memadai dan struktur yang kuat, building code bangunan yang baik dan sesuai dengan kaidah-kaidah lingkungan setempat, dampak kerusakan akibat tsunami akan dapat diminimalisasikan. Jika sistem peringatan dini (early warning system) yang berupa informasi tsunami dan gempa bumi pada sistem pengamatan terdiri dari beberapa proses sebelum statusnya menjadi peringatan, yaitu deteksi, perhitungan hypocenter, perkiraan tsunami, dan

perkiraan resiko berjalan dengan baik, dampak korban jiwa dapat diminimalkan sekecil mungkin.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->