URAIAN MATERI JINAYAH DAN HUDUD A.

Pengertian Jinayah dan Hudud Jinayah adalah Perbuatan yang diharamkan atau dilarang karena dapat menimbulkan kerugian atau kerusakan agama, jiwa, akal atau harta benda. Kata jinayah berasal dari kata janayajni yang berarti akhaza (mengambil) atau sering pula diartikan kejahatan, pidana atau kriminal. Hudud adalah bentuk jama’ dari kata had yang asal artinya sesuatu yang membatasi di antara dua benda. Menurut bahasa, kata had berarti al-man’u (cegahan). Adapun menurut syar’i, hudud adalah hukuman-hukuman kejahatan yang telah ditetapkan oleh syara’ untuk mencegah dari terjerumusnya seseorang kepada kejahatan yang sama. B. Macam – macam Jinayah dan Hukum Bagi Pelakunya 1. Pembunuhan Pembunuhan adalah suatu tindakan atau perbuatan yang dapat menghilangkan nyawa seseorang, apa pun bentuknya, apabila suatu tindakan tersebut dapat menghilangkan nyawa, maka ia dikatakan membunuh. Pembunuhan terbagi tiga: pembunuhan dengan sengaja, pembunuhan yang mirip dengan sengaja, dan ketiga pembunuhan karena keliru. a. Pembunuhan yang disengaja Yang dimaksud pembunuhan dengan sengaja ialah seseorang yang secara sengaja (dan terencana) membunuh orang yang terlindungi darahnya (tak bersalah). Adapun untuk pembunuhan yang disengaja dan terencana, maka pihak wali dari terbunuh diberi dua alternatif, yaitu menuntut hukum qishash, atau memaafkan dengan mendapat imbalan diat. b. Pembunuhan yang seperti disengaja Adapun yang dimakasud syibhul ’amdi (pembunuhan yang mirip dengan sengaja) ialah seseorang bermaksud tidak memukulnya, yang secara kebiasaan tidak dimaksudkan hendak membunuhnya, namun ternyata oknum yang jadi korban meninggal dunia. Kejadiannya bisa juga seperti ini, ketika seseorang memukul orang lain tidak dengan benda yang mematikan dan tidak pula mengenai organ tubuh yang vital dan sensitif seperti otak, jantung, dll, dan orang tersebut meninggal dunia. Hal seperti itulah yang dikatakan sebagai pembunuhan yang seperti disengaja. Dalam hal ini tiada wajib qisas (balas bunuh) bagi si pembunuh, tetapi diwajibkan ke atas keluarga pembunuh untuk membayar diyat mughallazah (denda yang berat) dengan secara beransur – ansur selama tiga tahun kepada keluarga korban. c. Pembunuhan yang tidak di sengaja Sedangkan yang dimaksud pembunuh yang tidak disengaja ialah

Pencurian Pencurian adalah mengambil sesuatu milik orang lain secara diamdiam dan rahasia dari tempat penyimpannya yang terjaga dan rapi dengan maksud untuk dimiliki. yaitu perzinahan yang dilakukan oleh orang yang telah melakukan hubungan seksual dalam ikatan perkawinan yang sah. seperti memanah binatang buruan atau semisalnya. 4 orang saksi atau alat bukti. 4) . Dan Pengambilan harta orang lain tanpa bermaksud memiliki itupun tidak termasuk pencurian tetapi Ghosab (memanfaatkan milik orang lain tanpa izin). Perzinahan diharamkan oleh Islam karena : 1) Menghancurkan garis keturunan dan putusnya hak waris.seseorang yang melakukan perbuatan menghilangkan nyawa seseorang tanpa disengaja. 3. Hukuman potong tangan dijatuhkan kepada pencuri oleh hakim setelah terbukti bersalah. saksi dan alat bukti serta barang yang dicurinya bernilai ekonomis. 3) Merupakan salah satu bentuk dari perilaku binatang yang akan menghancurkan kemanusiaan. bisa dikonsumsi dan mencapai nishab. pengurusan dan pembinaan pendidikannya. Pengambilan harta milik orang lain secara terang-terangan tidak termasuk pencurian tetapi Muharobah (perampokan) yang hukumannya lebih berat dari pencurian. Bagi si pembunuh tidak dikenakan qisas (balas bunuh) tetapi dia dikenakan diyat mukhafafah (denda yang ringan). yaitu perzinahan yang dilakukan oleh orang yang belum pernah melakukan hubungan seksual dalam ikatan perkawinan yang sah. Sanksi hukum tersebut baru dapat dijatuhkan apabila sudah terbukti melakukan perzinahan baik dengan pengakuan. baik melalui pengakuan. ternyata anak panahnya nyasar mengenai orang hingga meninggal dunia. Pelaku pencurian diancam hukuman potong tangan dan akan diazab diakherat apabila mati sebelum bertaubat dengan tujuan agar harta terpelihara dari tangan para penjahat. Atau dicambuk 100 kali bagi pezina ghoer mukhshan. Diyat itu dibayar oleh adik-beradik pembunuh dan bayarannya boleh ditangguhkan selama tiga tahun. karena dengan hukuman seperti itu pencuri akan jera dan memberikan pelajaran kepada orang lain yang akan melakukan pencurian karena beratnya sanksi hukum sebagai tindakan defensif (pencegahan). 2. baik dilakukan secara sukarela maupun paksaan. yaitu lebih kurang 93 gram emas. Perzinahan Zina adalah melakukan hubungan seksual di luar ikatan perkawinan yang sah. 2) Mengakibatkan kehamilan sehingga anak yang terlahir tersia-sia dari pemeliharaan. Sanksi hukum bagi yang melakukan perzinahan adalah dirajam (dilempari dengan batu sampai mati) bagi pezina mukhshan. Ketika seseorang melakukan hal yang mubah baginya.

maka kita akan mengetahui macam.Menimbulkan penyakit yang berbahaya dan menular. hikmah. hudud adalah hukuman-hukuman kejahatan yang telah . 4. Qadzaf Qadzaf adalah menuduh orang lain melakukan perzinahan. Pengertian Jinayah dan Hudud Jinayah adalah Perbuatan yang diharamkan atau dilarang karena dapat menimbulkan kerugian atau kerusakan agama. III. C. Dengan mempelajari jinayah dan hudud. dan orang yang senantiasa menjaga diri dari perbuatan dosa besar terutama dosa yang dituduhkan. Dapat mempertebal rasa persaudaraan. Sangsi ini bisa dijatuhkan apabila tuduhan itu dialamatkan kepada orang Islam. 3. 2. Suami yang menuduh isterinya berzina juga dapat terbebas dari sangsi tersebut apabila dapat mengemukakan saksi dan bukti atau meli’an isterinya yang berakibat putusnya hubungan perkawinan sampai hari kiamat. Muharobah Muharobah adalah aksi bersenjata dari seseorang atau sekelompok orang untuk menciptakan kekacauan. Dapat mempertebal rasa keimanan kepada Allah SWT. merampas harta. Sangsi hukum pelaku muharobah adalah : 1.macam tindakan kriminal dan hukumnya. Dapat mengingatkan kita akan adab dalam bergaul di masyarakat. ANALISIS A.hikmah tersebut antara lain sebagai berikut: 1. Konsep 1. baligh. Latar belakang aksi ini bisa bermotif ekonomi yang berbentuk perampokan. Dipenjara atau dibuang dari tempat tinggalnya apabila dalam aksinya hanya melakukan kekacauan saja tanpa mengambil atau merusak harta-benda dan tanpa membunuh. Sangsi hukumnya adalah dicambuk 80 kali. berakal. Dibunuh atau disalib apabila dalam aksinya itu ia membunuh orang. karena perbuatan yang dapat merugikan orang lain sangat di benci oleh Allah SWT. jiwa. penodongan baik di dalam maupun diluar rumah atau bermotif politik yang berbentuk perlawanan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku dengan melakukan gerakan yang mengacaukan ketentraman dan ketertiban umum. 5. Namun ia akan terbebas dari sangsi tersebut apabila dapat mengemukakan 4 orang saksi dan atau bukti yang jelas. 2. 3. merusak harta benda. 4. menumpahkan darah. Hikmah Mempelajari Jinayah dan Hudud Ada beberapa hikmah yang dapat kita petik dalam mata pelajaran ini. akal atau harta benda. Dipotong tangan dan kakinya secara bersilang apabila ia atau mereka hanya mengambil atau merusak harta benda. ladang pertanian dan peternakan serta menentang aturan perundang-undangan.

Qadzaf e. yaitu menuntut hukum qishash. berakal. tetapi diwajibkan ke atas keluarga pembunuh untuk membayar diyat mughallazah (denda yang berat) dengan secara beransur – ansur selama tiga tahun kepada keluarga korban. pembunuhan yang disengaja.ditetapkan oleh syara’ untuk mencegah dari terjerumusnya seseorang kepada kejahatan yang sama. 2. Muharobah B. yaitu perzinahan yang dilakukan oleh orang yang belum pernah melakukan hubungan seksual dalam ikatan perkawinan yang sah. Mencuri c. Hukum Hukum dari jinayah ini ada beberapa macam tergantung perbuatannya. maka pihak wali dari terbunuh diberi dua alternatif. Pembunuhan Ada beberapa hukum dalam pembunuhan. yaitu perzinahan yang dilakukan oleh orang yang telah melakukan hubungan seksual dalam ikatan perkawinan yang sah. Diyat itu dibayar oleh adik-beradik pembunuh dan bayarannya boleh ditangguhkan selama tiga tahun. Pembunuhan tidak di sengaja. Membunuh b. Perzinahan Sanksi hukum bagi yang melakukan perzinahan adalah dirajam (dilempari dengan batu sampai mati) bagi pezina mukhshan. dalam hal ini tiada wajib qisas (balas bunuh) bagi si pembunuh. dan orang yang senantiasa menjaga diri dari perbuatan dosa besar terutama dosa yang dituduhkan. atau memaafkan dengan mendapat imbalan diat. Pencurian Pelaku pencurian diancam hukuman potong tangan dan akan diazab diakherat apabila mati sebelum bertaubat dengan tujuan agar harta terpelihara dari tangan para penjahat. karena dengan hukuman seperti itu pencuri akan jera dan memberikan pelajaran kepada orang lain yang akan melakukan pencurian karena beratnya sanksi hukum sebagai tindakan defensif (pencegahan). d. Qadzaf Sangsi hukumnya adalah dicambuk 80 kali. Muharobah . Berzina d. Atau dicambuk 100 kali bagi pezina ghoer mukhshan. Macam. b. a. Pembunuhan seperti di sengaja. adapun untuk pembunuhan yang disengaja dan terencana. e.macam a. Sangsi ini bisa dijatuhkan apabila tuduhan itu dialamatkan kepada orang Islam. baligh. c. bagi si pembunuh tidak dikenakan qisas (balas bunuh) tetapi dia dikenakan diyat mukhafafah (denda yang ringan).

C. . • Dibunuh atau disalib apabila dalam aksinya itu ia membunuh orang. Oleh karena itu. • Dipenjara atau dibuang dari tempat tinggalnya apabila dalam aksinya hanya melakukan kekacauan saja tanpa mengambil atau merusak harta-benda dan tanpa membunuh. Prinsip Adapun materi diatas mengandung prinsip bahwa melakukan tindakan kriminal atau suatu tindakan yang dapat merugikan orang lain sangat lah tidak baik dan sangat tidak disukai oleh Allah.Sangsi hukum pelaku muharobah adalah : • Dipotong tangan dan kakinya secara bersilang apabila ia atau mereka hanya mengambil atau merusak harta benda. perbuatan tersebut harus di tinggalkan.