Daftar Isi

Daftar Isi...........................................................................1
PENGANTAR..................................................................4
A. KAPAN HARUS PUASA ?.........................................6
1. Batas Mulai Puasa ................................................ 6
2. Jadwal Shalat/Puasa Bila Tidak Ada
Matahari(Sinar) .................................................. 7
3. Rasulullah Menggunakan Hisab Atau Ru‘yat? .... 9
4. Penentuan Awal Dan Akhir Ramadhan ............. 11
5. Penentuan Awal Ramadhan & Idulfitri .............. 14
6. Apakah Dasar Hukum Penggunaan Hisab (ied)?
............................................................................. 16
7. Perbedaan Awal Puasa : Beda Pendapat Adalah
Rahmat ? .......................................................... 18
B. BOLEHKAH PUASA PADA HARI INI ?................21
8. Puasa Sunnah Pasca Nisfu Sya`ban ................... 21
9. Puasa Yang Dilarang .......................................... 22
10. Kapan Puasa Diharamkan ? ............................. 23
11. Puasa Di Hari Tasrik ........................................ 26
12. Tentang Puasa Daud Bila Jatuh Hari Jumat ..... 28
13. Puasa Terus-menerus ....................................... 30
C. DALAM KONDISI SEPERTI INI, WAJIBKAH
BERPUASA ? ..........................................................32
14. Nifas Pada Bulan Romadhon ........................... 32
15. Puasa Untuk Lansia .......................................... 35
16. Puasa Wanita Menyusui ................................... 37
17. Kewajiban Puasa Ramadhan Utk Wanita Hamil
............................................................................. 38
18. Wanita Hamil Dengan Diabetes, Bolehkan Tidak
Shaum? ............................................................. 41
1
19. Hukum Wanita Tak Berjilbab Tapi Puasa ....... 44
20. Apakah Orang Kafir Diperintahkan Untuk Puasa
Juga .................................................................. 46
21. Istihadhah : Boleh Puasa ? ............................... 49
D. BATALKAH PUASA SAYA ?.................................51
22. Kencan Dengan Pacar : Batalkah Puasa Saya .. 51
23. Puasa Kok Onani .............................................. 53
24. Bercumbu Di Bulan Ramadhan 1 .................... 54
25. Bercumbu Di Bulan Ramadhan 2 ..................... 56
26. Bercumbu Dengan Selain Istri Dibulan Ramadhan
............................................................................ 60
27. Jima` Nya Orang Yang Uzur Pada Ramadhan .62
28. Keluar Mani Saat Puasa ................................... 64
29. Berkumur Dalam Wudhu`saat Puasa ............... 66
30. Obat Semprot Asthma Ketika Berpuasa
Ramadhan ......................................................... 67
31. Obat Tetes MataBagi Yang Berpuasa ? ........... 69
32. Muntah, Puasa Batal Atau Tidak ??? ............... 70
33. Batalalkah Puasa Bila Disuntik ? ..................... 71
34. Puasanya Penderita Rheumatoid Arthritis ....... 72
35. Puasa Boleh Gosok Gigi Dengan Pasta Gigi? . 74
36. Belum Mandi Wajib (suci Dari Haid), Bangun
Kesiangan Di Bulan Ramadhan ....................... 75
37. Hukuman Karena Ciuman Dengan Pacar Di Bulan
Ramadhan Sampai Batal Puasa ........................ 77
38. Menunda Haid Di Bulan Ramadhan ................ 80
39. Menonton TV Di Bulan Ramadhan ................. 81
40. Sahur Setelah Shubuh ...................................... 82
E. MENGGANTI HUTANG PUASA............................84
41. Istri Meninggal Dan Masih Punya Hutang Puasa
Ramadhan ......................................................... 84
42. Qodho\' Shoum Untuk Orang Yang Wafat ...... 85
2
43. Hutang puasa di bulan ramadhan yang lalu belum
dibayar .............................................................. 86
44. Cara Membayar Hutang Puasa Yang Menumpuk
Selama Bertahun-tahun .................................... 87
45. Hutang Puasa .................................................... 89
46. Mengganti Puasa .............................................. 90
47. Puasa Syawal Dulu Atau Bayar Qadha\' Dulu ?
............................................................................. 92
48. Jima Ketika Membayar Puasa .......................... 93
F. SANKSI......................................................................95
49. Puasa Sunnah Dan Puasa Bayar Hutang .......... 95
50. Tidak Mampu Bayar Fidyah ............................ 96
51. Pelaksanaan Sanksi Melanggar Puasa .............. 98
52. Fidyah Dan Bagaimana Membayarnya .......... 101
H. PUASA DALAM BERBAGAI KONDISI..............103
53. Puasa Saat Musafir ......................................... 103
54. Puasa Saat Musim Panas ................................ 104
55. Sholat & Puasa Di Alaska .............................. 108
56. Berpuasa Di Daerah Kutub ............................ 112
G. PUASA SUNNAH...................................................116
57. Puasa Hari Kelahiran ..................................... 116
58. Mengenai Shaum Ayyamul Bidh Yang Bentrok
........................................................................... 117
59. Nisfu Sya\'ban, Syar\'i-kah? ........................... 118
60. Puasa Ruah ..................................................... 122
61. Perbanyak Puasa Sunah Di Bln Rajab ........... 124
62. Benarkah Puasa Syawal Haditsnya Dha’if ? .. 125
63. Puasa Sunat Di Bulan Muharram ................... 127
3
PENGANTAR
Oleh Dr. Salim Segaf Al-Jufri, MA
Direktur Pusat Konsultasi Syariah
Assalamu ‘alaikum Wr. Wb.
Sejak berdirinya Pusat Konsultasi Syariah di tahun 2001,
kami telah membangun sebuah sarana konsultasi online di
internet. Di luar dugaan, ternyata begitu banyak orang yang
membutuhkan jawaban syar`i atas semua sisi kehidupannya.
Sehingga kami cukup kewalahan menerima begitu banyak
pertanyaan yang masuk.
Semua itu menunjukkan betapa umat ini haus akan syariah.
Selain itu juga menunjukkan sebuah gejala baik dimana
muncul kesadaran untuk kembali kepada tuntunan dan
ajaran Rasulullah SAW.
Setelah mengalami penjajahan lama oleh barat dan proses
sekulerisasi yang tidak pernah berhenti, ternyata ketahanan
umat untuk bisa tetap di atas manhaj Nabi masih kita
dapati. Justru semakin hari semakin terasa gairah keislaman
umat ini. Mereka akan terus mencari syariah, mempelajari,
bertanya dan mulai menerapkannya dalam kehidupan nyata,
mulai dari lingkup terkecil yaitu diri sendiri dan keluarga.
4
Kemudian diharapkan akan menyembul kepermukaan
menjadi sebuah fenomena sosial dimana negeri dengan
jumlah umat Islam terbesar di dunia ini akan tampil dengan
wajah asli mereka sebagai muslimin.
Apa yang kami tuliskan dalam buku ini sekedar sebuah
dokumentasi dari sekian banyak tanya jawab syariah di situs
syariahonline, terutama yang terkait dengan masalah puasa
dan aktifitas ramadhan. Semoga ada manfaatnya.
Jakarta
Dr. Salim Segaf Al-Jufri, MA
Direktur Pusat Konsultasi Syariah
5
A. KAPAN HARUS PUASA ?
1. Batas Mulai Puasa
Ada sebagian orang berpendapat bahawa puasa dimulai
ketika waktu imsak.Ada yang berpendapat ketika
subuh.Menurut para aktivis harakah puasa dimulai ketika
terbit.
Saya membaca di terjemah Shahih Bukhari maksud
daripada benang hitam dan benang putih adalah
hitamnya(gelapnya) malam dan putihnya(terangnya) siang.
Menurut analisis pak Ustadz manakah pendapat yang paling
shahih?
Eka S
Jawaban :
Sebenarnya yang paling tepat sesuai dengan keterangan
dari sunnah Rasulullah SAW adalah sejak masuknya waktu
shubuh. Saat itulah sesungguhnya puasa dimulai dan bukan
waktu imsak atau terbitnya fajar.
Dalam Al-Quran disebutkan:
ط..`يخلا نم `ضي`بلا ط`يخلا `مكل ن`يبتي ى`تح او`بر`شاو اولكو
ل`يللا ىلإ ماي`صلا او'متأ `مث ر`جفلا نم دو`سلا
Makan dan minumlah kamu semua, hingga terang bagi kamu
benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian
sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam". (QS. Al-
Baqarah: 187)
Fajar yang dimaksud bukan terbitnya matahari tapi fajar
masuknya waktu subuh. Adapun imsak sekedar tanda untuk
bersiap-siap mulai menahan dari makan dan minum. Imsak
bukanlah titik start untuk mulai berpuasa.
Biasanya imsak ini dimulai kira-kira 10 menit sebelum
waktu subuh menjelang. Gunanya agar kita punya persiapan
ketika waktu subuh masuk dan tidak dalam keadaan makan
atau minum saat masuk waktu untuk berpuasa. Sedangkan
terbitnya matahari adalah menandakan bahwa waktu subuh
telah selasai.
Wallahu a‘lam bis-shawab.
2. Jadwal Shalat/Puasa Bila Tidak Ada
Matahari(Sinar)
Assalamua`laikum wr.wb
1. Ada pertanyaan menarik dari rekan non-muslim .. `Ada
bagian bumi, dimana pada saat-saat tertentu, matahari tidak
pernah terbenam, puasanya bagaimana ya?`, apa yang jadi
patokan , kapan saur dan berbukanya .... ?
2. Sepertinya sama saja dengan hal shalat, kan waktu
sholat diliat dari matahari.....terus bila ada bagian bumi yang
kebagian siangnya/malamnya lebih lama, atau matahari tidak
bersinar/terbenam bagaimana patokan untuk sholat ya
pak .... ? Ada dasar-dasarnya juga(Al-quran dan sunnah), ya....
pak Thank`s sir Wassalamua`laikum wr.wb
John
Jawaban :
Assalamu `alaikum Wr. Wb.
Keduanya berketapan bahwa bila ada wilayah yang
mengalami siang selama 24 jam dalam sehari pada waktu
tertentu dan sebaliknya mengalami malam selama 24 jam
7
dalam sehari, maka dalam hal ini masalah jadwal puasa dan
juga shalatnya memang menjadi titik perbedaan. Secara
umum, kita bisa membaginya menjadi tiga pendapat.
1. Pendapat Pertama : Ikut Wilayah Terdekat
Waktu shalat dan puasanya disesuaikan dengan jadwal
puasa dan shalat wilayah yang terdekat dengannya dimana
masih ada pergantian siang dan malam setiap harinya.
Pendapat ini didukung oleh Majelis Majma` Al-Fiqh Al-
Islami pada jalsah ketiga hari Kamis 10 Rabiul Akhir 1402
H betepatan dengan tanggal 4 Pebruari 1982 M.
Selain itu juga merupakan ketetapan dari Hai`ah Kibarul
Ulama di Mekkah al-Mukarramah Saudi Arabia nomor 61
pada tanggal 12 Rabiul Akhir 1398 H.
2. Pendapat Kedua : Ikut Waktu HIJAZ
Jadwal puasa dan shalatnya mengikuti jadwal yang ada
di hijaz (Mekkah, Madinah dan sekitarnya). Karena wilayah
ini dianggap tempat terbit dan muncul Islam sejak pertama
kali.
Lalu diambil waktu siang yang paling lama di wilayah itu
untuk dijadikan patokan mereka yang ada di qutub utara
dan selatan.
3. Pendapat Ketiga : Ikut Waktu Negara Islam
terdekat
Pendapat lain mengatakan bahwa jadwal puasa dan
shalat orang-orang di kutub mengikuti waktu di wilayah
negara Islam yang terdekat. Dimana di negeri ini bertahta
Sultan / Khalifah muslim.
Pendapat kedua dan ketiga adalah pendapat ulama
lainnya diantaranya adalah Dr. Mustafa Az-Zarqa’.
8
3. Rasulullah Menggunakan Hisab Atau
Ru‘yat?
Apakah hisab ru‘yat itu? Manakah yang paling sering
digunakan Nabi Muhammad SAW?
M. Alifi

2003-02-21 16:25:00 : 2

Assalamu ‘alaikum Wr. Wb. Hisab
artinya hitungan sedangkan ru‘yat adalah
pandangan/penglihatan. Istilah ilmu hisab maknanya adalah
disiplin ilmu untuk menetukan penanggalan berdasrkan
hitungan matematis. Sedangkan ru‘yat adalah penetuan
jatuhnya awal bulan qamariyah berdasarkan penghilatan
mata atau pengamatan ada tidaknya bulan sabit (hilal)
tanggal satu pada hari terakhir (tanggal 29) bulan qamariyah.
Pengamatan dilakukan pada sore hari menjelang matahari
terbenam. Bila di hari itu nampak hilal, maka dipastikan
bahwa esok telah masuk kepada bulan baru atau tanggal
satu. Dan hari itu (tanggal 29) menjadi hari terakhir dari
bulan sebelumnya. Rasulullah SAW dalam beribadah selalu
menjalankannya sesuai dengan kehendak Allah. Dan apa
yang dikerjakannya itu menjadi dasar hukum Islam yang
harus diikuti oleh umat Islam seluruhnya hingga akhir masa.
Dalam penentuan awal Ramadhan, Idul Fithri dan Idul
Ahda tidak pernah Rasulullah SAW menentukannya
berdasarkan hisab. Bukan karena di zaman itu tidak ada
ilmu hisab, tapi karena memang itulah yang dijadikan ajaran
Islam. Pada abad ke-7 dimana Rasulullah SAW hidup, ilmu
hisab sebenarnya sudah ada dan cukup maju. Dan bila
memang mau, tidak ada kesulitan sedikitpun untuk
menggunakan ilmu hisab di zaman itu. Apalagi bangsa arab
9
terkenal sebagai pedangan yang sering melakukan perjalanan
ke berbagai peradaban besar dunia seperti Syam dan
Yaman. Namun belum pernah didapat sekalipun keterangan
dimana Rasulullah SAW memerintahkan untuk mempelajari
ilmu hisab ini terutama untuk penentuan awal bulan.
Karena itu alasan yang pasti mengapa Rasulullah SAW tidak
menggunakan hisab dalam penetuan tanggal adalah karena
memang ajaran Islam tidak merekomendir penggunaan
hisab untuk dijadikan penentu penanggalan. Sebaliknya
Rasulullah SAW sejak awal telah mengunakan ru‘yatul hilal
dan ada sekian banyak hadits menyebutkan hal itu. Dari Abi
Hurairah ra. Bahwa Rasulullah SAW telah
bersabda”Puasalah kamu dengan melihat hilal dan
berbukalah kamu (lebaran) dengan melihatnya. Apabila
tertutup awan, maka genapkanlah bulan sya‘ban menjadi 30
hari”. (HR. Bukhari dan Muslim). Rasulullah SAW
bersabda,”Satu bulan itu ada 29 hari, maka janganlah kamu
puasa kecuali melihat hilal. Namun bila hilal tertutup awan,
maka genapkanlah menjadi 30 hari”. (HR. Bukhari) Karena
itu wajar bila semua ulama baik di zakan dahulu maupun di
zaman sekarang semuanya sepakat bahwa dalam
menentukan pergantian kalender hijriyah yang berkaitan
dengan masalah jadwal ibadah seperti awal ramadhan, jatuh
hari Raya Idul Fithri dan Idul Adha serta yang lainnya
adalah dengan menggunakan ru‘yatul hilal. Hikmah di balik
penggunaan ru‘yatul hilal tidak lain adalah bahwa agama
Islam itu mudah. Tidak memerlukan teknologi canggih
untuk bisa menerapkannya. Juga tidak membutuhkan
perhitungan (hisab) yang njelimet untuk menentukannya.
Bahkan seorang arab badui yang tinggal di tengah padang
pasir dan jauh dari pusat peradaban bisa sekalipun bisa
melakukannya. Sebaliknya, meski sering dikatakan lebih
ilmiyah, namun metode hisab itu sendiri juga penuh dengan
10
perbedaan. Karena ada banyak cara atau metode
penghitungan yang dikenal. Selain itu juga ada sekian
banyak ketentuan dan sistem yang dipakai oleh masing-
masing pelaku hisab. Walhasil, meski menggunakan ilmu
hitung yang paling modern sekalipun, hasilnya tidak selalu
sama. Sehingga bila kita menelusuri leteratur fiqih baik
klasik maupun modern, maka kita hampir tidak mendapati
metode hisab dalam penentuan tanggal hijriyah. Kalaupun
hisab itu akan digunakan, maka sifatnya hanya sebagai
pengiring atau pemberi informasi umum tentang dugaan
posisi hilal, namun bukan sebagai eksekutor dimana hanya
dengan hisab lalu belum apa-apa sudah dipastikan jatuh
awal Ramadhan. Ini jelas tidak bisa diterima dalam Fiqih
Islam. Sema orang yang pernah belajar fiqih apalagi di
universitas Islam, pasti tahu hal itu. Karena itu aneh kiranya
bila jabatan Menteri Agama dipegang oleh seorang doktor
syariah dari Universitas Ummul Quro Mekkah, tapi
kebijakannya dalam masalah penetapan awal Ramadhan
masih lebih bertumpu kepada hisab dan bukan ru‘yatul hilal.
Karena pendapat tentang keabsahan hisab dalam penetuan
awal Ramadhan dan sebagainya adalah pendapat yang asing
dan tidak dikenal dalam wilayah fiqih Islam. Wallahu A‘lam
Bish-Showab, Wassalamu ‘Alaikum Warahmatullahi Wa
Barakatuh.
4. Penentuan Awal Dan Akhir Ramadhan

Assalamu`alaikum wr. wb. 1. Bagaimana
menurut dalil dalam penentuan awal dan akhir ramadhan ?
2. Benarkan Mekah sebagai ummul quro harus dijadikan
panutan dalam menentukan awal dan akhir ramadhan ? 3.
11
Kenapa sering terjadi perbedaan antara penentuan awal dan
akhir ramadhan ? Terima kasih atas penjelasannya.
Erus
2003-10-09 11:58:20 : 2
Assalamu `alaikum Wr. Wb.
Al-Hamdulillahi Rabbil `Alamin, Washshalatu Wassalamu
`Alaa Sayyidil Mursalin, Wa `Alaa `Aalihi Waashabihi
Ajma`in, Wa Ba`d
Untuk menentukan awal Ramadhan, ada dua cara yang telah
diajarkan oleh Rasulullah SAW yaitu :
1. Dengan melihat bulan (ru`yatul hilal).
Yaitu dengan cara memperhatikan terbitnya bulan di
hari ke 29 bulan Sya`ban. Pada sore hari saat
matahari terbenam di ufuk barat. Apabila saat itu
nampak bulan sabit meski sangat kecil dan hanya
dalam waktu yang singkat, maka ditetapkan bahwa
mulai malam itu, umat Islam sudah memasuki
tanggal 1 bulan Ramadhan. Jadi bulan Sya`ban
umurnya hanya 29 hari bukan 30 hari. Maka
ditetapkan untuk melakukan ibadah Ramadhan
seperti shalat tarawih, makan sahur dan mulai
berpuasa.
2. (Ikmal) Menggenapkan umur bulan Sya`ban
menjadi 30 hari
Tetapi bila bulan sabit awal Ramadhan sama sekali
tidak terlihat, maka umur bulan Sya`ban ditetapkan
menjadi 30 hari (ikmal) dan puasa Ramadhan baru
dilaksanakan lusanya. Perintah untuk melakukan
ru`yatul hilal dan ikmal ini didasari atas perintah
Rasulullah SAW dalam hadits riwayat Abu Hurairah
12
ra. : Puasalah dengan melihat bulan dan berfithr
(berlebaran) dengan melihat bulan, bila tidak
nampak olehmu, maka sempurnakan hitungan
Sya`ban menjadi 30 hari.(HR. Bukhari dan Muslim).
Sedangkan metode penghitungan berdasarkan ilmu
hisab dalam menentukan awal Ramadhan tidak
termasyuk cara yang masyru` karena tidak ada dalil
serta isyarat dari Rasulullah SAW untuk
menggunakannya. Ini berbeda dengan penentuan
waktu shalat dimana Rasulullah SAW tidak memberi
perintah secara khusus untuk melihat bayangan
matahari atau terbenamnya atau terbitnya atau ada
tidaknya mega merah dan seterusnya. Karena tidak
ada perintah khusus untuk melakukan rukyat,
sehingga penggunaan hisab khusus untuk
menetapkan waktu-waktu shalat tidak terlarang dan
bisa dibenarkan.
Ikhtilaful Matholi`
Ada perbedaan pendapat tentang ru`yatul hilal, yaitu apakah
bila ada orang yang melihat bulan, maka seluruh dunia wajib
mengikutinya atau tidak ? Atau hanya berlaku bagi negeri
dimana dia tinggal ? Dalam hal ini para ulama memang
berbeda pendapat :
• Pendapat pertama adalah pendapat jumhur ulama
Mereka (jumhur) menetapkan bahwa bila ada satu
orang saja yang melihat bulan, maka semua wilayah
negeri Islam di dunia ini wajib mengikutinya.
Hal ini berdasarkan prinsip wihdatul matholi`, yaitu
bahwa mathla` (tempat terbitnya bulan) itu
13
merupakan satu kesatuan di seluruh dunia. Jadi bila
ada satu tempat yang melihat bulan, maka seluruh
dunia wajib mengikutinya.
Pendapat ini didukung oleh Imam Abu Hanifah,
Imam Malik dan Imam Ahmad bin Hanbal.
• Pendapat Kedua adalah pendapat Imam Syafi`i RA.
Beliau berpendapat bahwa bila ada seorang melihat
bulan, maka hukumnya hanya mengikat pada negeri
yang dekat saja, sedangkan negeri yang jauh
memeliki hukum sendiri. Ini didasarkan pada
prinsip ihktilaful matholi` atau beragamnya tempat
terbitnya bulan.
Ukuran jauh dekatnya adalah 24 farsakh atau
133,057 km. Jadi hukumnya hanya mengikat pada
wilayah sekitar jarak itu. Sedangkan diluar jarak
tersebut, tidak terikat hukum ruk`yatul hilal.
Dasar pendapat ini adalah hadits Kuraib dan hadits Umar,
juga qiyas perbedaan waktu shalat pada tiap wilayah dan
juga pendekatan logika. Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in,
Wallahu A`lam Bish-shawab,
Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.
5. Penentuan Awal Ramadhan & Idulfitri
Assalamu‘alaikum Bagaimana menurut
tim PKS penentuan Awal Ramadhan dan Idul Fitri. Apakah
cukup dengan Hisab apa harus Rukyat Hilal. Tolong
14
dijelaskan dengan gamblang Wassalamu‘alaikum

Agus B Raharjo

2002-11-09 14:37:00 : 2

Allah memerintahkan dalam
menentukan mulai dan habisnya bulan Ramadhan dengan
melihat bulan sabit bulan Ramadhan untuk memulai puasa,
dan dengan melihat hilal bulan Syawal untuk berhari raya
‘Iedul Fitri. Allah telah menjadikan sebagai tanda-tanda
mengetahui waktu untuk manusia dan untuk untuk
(menentukan) bulan haji. Maka tidak diperbolehkan bagi
orang Islam untuk menentukan waktu dengan selain
ketentuan ibadah; baik bulan Ramadhan, hari raya dan
bulan haji dan lain-lain, hal itu berdasarkan dalill-dalil
berikut: همKKKصيلفرهKKKشلامKKKكنمدهKKKشنKKKمف Artinya: "Maka barang
siapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di
bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu". (QS.
Al-Baqarah: 185). جKKحلاوساKKنلتيقاوKKميKKهلKKقةKKلهلانKKعكنولأKKسي
Artinya: "Meraka beratanya kepadamu tentang bulan sabit.
Katalanlah: "Bulan sabit itu adalah tanda-tanda waktu bagi
manusia dan (bagi ibadah) haji". (QS. Al-Baqarah: 189). "
اموينيثلثنابعشاولمكأفمكيلعمغنإف،هتيؤرلاورطفأوهتيؤرلاوموص "
Artinya: "Berpuasalah setelah melihat bulan dan berhari
rayalah sesudah melihat bulan; Kalau bulan didindingi oleh
awan maka sempurnakanlah bulan Sya‘ban tiga puluh hari".
Oleh karena itu wajib bagi orang yang belum melihat hilal
dari tempat tinggalnya baik dalam keadaan terang maupun
terhalangi oleh awan hendaknya ia menyempurnakan
hitungan bulan Sya‘ban 30 hari jika di tempat lain juga
belum melihatnya, jika di tempat lain telah terlihat maka
15
dalam puasa atau hari raya ia harus mengikuti keputusan
pemerintah setempat. Sedangkan hisab bisa digunakan
untuk membantu untuk rukyat itu sendiri seperti untuk
mengetahui perkiraan posisi bulan dan data-datanya. Jadi
hisab ini bersifat membantu namun yang menentukan
adalah rukyat. Wallahu a‘lam bis-shawab
6. Apakah Dasar Hukum Penggunaan Hisab
(ied)?
Dalil apakah yang menunjukkan
bolehnya menggunakan hisab untuk menentukan sholat ied?

Rohmanto

2003-02-21 16:25:00 : 2

Assalamu ‘alaikum Wr. Wb. Para
ulama sepakat bahwa dalam menentukan pergantian
kalender hijriyah yang berkaitan dengan masalah jadwal
ibadah seperti awal ramadhan, jatuh hari Raya Idul Fithri
dan Idul Adha serta yang lainnya adalah dengan
menggunakan ru‘yatul hilal. Hal itu memang telah
ditegaskan langsung oleh Rasulullah SAW sejak 15 abad
yang lampau. Dari Abi Hurairah ra. Bahwa Rasulullah SAW
telah bersabda”Puasalah kamu dengan melihat hilal dan
berbukalah kamu (lebaran) dengan melihatnya. Apabila
tertutup awan, maka genapkanlah bulan sya‘ban menjadi 30
hari”. (HR. Bukhari dan Muslim). Rasulullah SAW
bersabda,”Satu bulan itu ada 29 hari, maka janganlah kamu
puasa kecuali melihat hilal. Namun bila hilal tertutup awan,
16
maka genapkanlah menjadi 30 hari”. (HR. Bukhari) Hikmah
di balik penggunaan ru‘yatul hilal tidak lain adalah bahwa
agama Islam itu mudah. Tidak memerlukan teknologi
canggih untuk bisa menerapkannya. Juga tidak
membutuhkan perhitungan (hisab) yang njelimet untuk
menentukannya. Bahkan seorang arab badui yang tinggal di
tengah padang pasir dan jauh dari pusat peradaban bisa
sekalipun bisa melakukannya. Sebaliknya, meski sering
dikatakan lebih ilmiyah, namun metode hisab itu sendiri
juga penuh dengan perbedaan. Karena ada banyak cara atau
metode penghitungan yang dikenal. Selain itu juga ada
sekian banyak ketentuan dan sistem yang dipakai oleh
masing-masing pelaku hisab. Walhasil, meski menggunakan
ilmu hitung yang paling modern sekalipun, hasilnya tidak
selalu sama. Sehingga bila kita menelusuri leteratur fiqih
baik klasik maupun modern, maka kita hampir tidak
mendapati metode hisab dalam penentuan tanggal hijriyah.
Kalaupun hisab itu akan digunakan, maka sifatnya hanya
sebagai pengiring atau pemberi informasi umum tentang
dugaan posisi hilal, namun bukan sebagai eksekutor dimana
hanya dengan hisab lalu belum apa-apa sudah dipastikan
jatuh awal Ramadhan. Ini jelas tidak bisa diterima dalam
Fiqih Islam. Sema orang yang pernah belajar fiqih apalagi di
universitas Islam, pasti tahu hal itu. Karena itu aneh kiranya
bila jabatan Menteri Agama dipegang oleh seorang doktor
syariah dari Universitas Ummul Quro Mekkah, tapi
kebijakannya dalam masalah penetapan awal Ramadhan
masih lebih bertumpu kepada hisab dan bukan ru‘yatul hilal.
Karena pendapat tentang keabsahan hisab dalam penetuan
awal Ramadhan dan sebagainya adalah pendapat yang asing
dan tidak dikenal dalam wilayah fiqih Islam. Wallahu A‘lam
Bish-Showab, Wassalamu ‘Alaikum Warahmatullahi Wa
Barakatuh.
17
7. Perbedaan Awal Puasa : Beda Pendapat
Adalah Rahmat ?
Assalaamu`alaikum pak Ustazd ,
Semoga pak ustazd selalu dalam rahmat & ridloNya aamiin.
Pak Ustazd saya mau nanya , sering kita dengar & baca
bahwa perbedaan itu adalah rahmat. Dalam hal ini biasanya
terjadi penentuan awal puasa & idhul fitri. Yang saya
tanyakan bagaimana dengan sering terjadi perbedaan hari
raya ,yang satu masih puasa yang lain sudah
lebaran.Bagaimana jika yang betul itu adalah orang yang
sudah berlebaran ,sedangkan puasa pada hari lebaran
hukumnya haram ?Lantas yang mana harus diikuti ? Mohon
penjelasan terimakasih .Wassalaam.

IRHAM

2003-10-21 16:01:59 : 2

Assalamu `alaikum Wr. Wb.
Al-Hamdulillahi Rabbil `Alamin, Washshalatu Wassalamu
`Alaa Sayyidil Mursalin, Wa `Alaa `Aalihi Waashabihi
Ajma`in, Wa Ba`d
Kejadian perbedaan penetuan awal Ramadhan atau Iedul
Fithri bukan hanya terjadi pada masa sekarang ini saja. Juga
bukan semata-mata karean perbedaan metode penentuan
dimana yang satu menggunakan rukyat dan yang lain
menggunakan hisab. Tetapi meski keduanya menggunakan
rukyatul hilal sebagaimana disyariatkan oleh Rasulullah
SAW, namun hasil akhirnya masih mungkin untuk terjadi
18
perbedaan. Dalam hal ini, kita mengenal istilah Ikhtilaful
Matholi` Ada perbedaan pendapat tentang ru`yatul hilal,
yaitu apakah bila ada orang yang melihat bulan, maka
seluruh dunia wajib mengikutinya atau tidak ? Atau hanya
berlaku bagi negeri dimana dia tinggal ? Dalam hal ini para
ulama memang berbeda pendapat :
Pendapat pertama adalah pendapat jumhur ulama
Mereka (jumhur) menetapkan bahwa bila ada satu orang
saja yang melihat bulan, maka semua wilayah negeri Islam di
dunia ini wajib mengikutinya. Hal ini berdasarkan prinsip
wihdatul matholi`, yaitu bahwa mathla` (tempat terbitnya
bulan) itu merupakan satu kesatuan di seluruh dunia. Jadi
bila ada satu tempat yang melihat bulan, maka seluruh dunia
wajib mengikutinya. Pendapat ini didukung oleh Imam Abu
Hanifah, Imam Malik dan Imam Ahmad bin Hanbal.
Pendapat Kedua adalah pendapat Imam Syafi`i RA.
Beliau berpendapat bahwa bila ada seorang melihat bulan,
maka hukumnya hanya mengikat pada negeri yang dekat
saja, sedangkan negeri yang jauh memiliki hukum sendiri.
Ini didasarkan pada prinsip ihktilaful matholi` atau
beragamnya tempat terbitnya bulan. Ukuran jauh dekatnya
adalah 24 farsakh atau 133,057 km. Jadi hukumnya hanya
mengikat pada wilayah sekitar jarak itu. Sedangkan diluar
jarak tersebut, tidak terikat hukum ruk`yatul hilal. Dasar
pendapat ini adalah hadits Kuraib dan hadits Umar, juga
qiyas perbedaan waktu shalat pada tiap wilayah dan juga
pendekatan logika.
Kesimpulan
Perbedaan hasil ijtihad tentang awal mulainya puasa bila
memang berdasarkan ijtihad yang mu`tabar dan dengan
19
menggunakan metode yang masyru`, mungkin terjadi. Dan
bila sampai terjadi, maka masing-masing pihak tidak bisa
disalahkan atau dituduh telah melakukan pelanggaran atau
berpuasa pada hari yang diharamkan. Karena setiap
pendapat itu bisa memiliki hujjah dan dasar yang kuat.
Kalaulah misalnya, salah satunya bisa dianggap lebih
mendekati ke arah kebenaran, maka isya Allah pelakunya
akan mendapat 2 pahala. Dan sebaliknya, yang pendapatnya
kurang mendekati kebenaran, maka dia tetap akan
mendapat satu pahala. Kita tidak bisa menyalahkan salah
satunya atau mengatakannny berdosa. Demikianlah syariah
telah mengajarkan kita untuk bisa tetap bersaudara dalam
beribadah. Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in, Wallahu
A`lam Bish-shawab,
Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.
20
B. BOLEHKAH PUASA PADA HARI INI ?
8. Puasa Sunnah Pasca Nisfu Sya`ban
assalamu `alaikum mohon informasi ttg
nisfu sya`ban (ayat qur`an / hadits yang berkaitan dengan
hal tsb) di lingkungan saya, disebutkan bahwa setelah nisfu
sya`ban, orang dilarang berpuasa sampai saat ramadhan ,
apakah hal tsb ada dasar hukumnya ? terima kasih

Rudi

2003-10-21 10:50:35 : 2

Assalamu `alaikum Wr. Wb.
Al-Hamdulillahi Rabbil `Alamin, Washshalatu Wassalamu
`Alaa Sayyidil Mursalin, Wa `Alaa `Aalihi Waashabihi
Ajma`in, Wa Ba`d
Diantara puasa yang diharamkan adalah puasa ini mulai
tanggal 15 Sya`ban hingga akhir bulan Sya`ban. Namun bila
puasa bulan Sya`ban sebulan penuh, justru merupakan
sunnah. Sedangkan puasa wajib seperti qadha` puasa
Ramadhan wajib dilakukan bila memang hanya tersisa hari-
hari itu saja. Ini adalah pendapat kalangan Asy-Syafi`iyah
yang banyak diikuti oleh penduduk negeri ini. Namun bila
kita melihat pendapat ulama lainnya seperti Al-Hanabilah,
maka mereka tidak mengharamkannya. Penyebab perbedaan
pandangan itu adalah masalah perbedaan mereka dalam
menilai derajat hadits yang mendasarinya. Dalil yang
mendasari hal ini adalah hadits Rasulullah SAW berikut ini :
Dari Abi Hurairah ra bahwa Rasulullah SAW
bersabda,”Apabila bulan sya’ban telah terlewati separuhnya,
21
maka janganlah berpuasa. (HR. Ahmad dan Ashabus Sunan
yang empat). Imam As-Suyuti menyebutkan bahwa derajat
hadits ini hasan meski imam Ahmad mengatakannya dhaif.
Sedangkan Ibnu Hibban mengatakan bahwa hadits ini
shahih. Lihat Subulus Salam 2: 171). Sehingga dari kalangan
fuqoha ada perbedaan pendapat tentang keharamannya.
Kalangan Asy-Syafi`iyah mengatakan bahwa puasa sunnah
yang dilakukan setelah tanggal 15 Sya`ban itu adalah haram
berdasarkan hadits ini. Tentu saja mereka tidak
mendhaifkannya. Sedangkan Al-Hanabilah tidak
mengharamkannya karena menurut mereka hadits ini lemah
/ dhaif. Jadi kalau Anda mendengar ada yang
mengharamkan puasa sunnah pasca tanggal 15 sya`ban,
memang ada dalilnya dan ada pendapat dari imam mazhab
akan hal itu. Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in, Wallahu
A`lam Bish-shawab,
Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.
9. Puasa Yang Dilarang
Assalamu‘alaikum wr. Wb. Hari/tgl yang
dilarang berpuasa. Wassalamu‘alaikum wr. Wb.



2002-10-23 11:58:00 : 2

Diantara puasa yang dilarang (haram) antara
lain adalah: 1. Puasa pada hari Raya Idul Fitri (1 syawwal)
dan Idul Adha (10 Zulhijjah). 2. Puasa pada hari tasyrik
yaitu tanggal 11, 12, 13 Zulhijjah. 3. Puasa pada hari syak
22
yaitu tanggal 30 bulan Sya‘ban dimana kita tidak dapat
memastikan apakah bulan sudah nampak atau tidak. 4.
Puasa sunnah pada paruh kedua bulan sya‘ban yaitu setelah
tanggal 15 Sya‘ban hingga akhir bulan Sya‘ban. Kecuali
untuk mengerjakan puasa wajib yaitu Qadha‘ yang belum
terbayar. Atau mengerjakan puasa sunnah bulan Sya‘ban
sepenuhnya yaitu selama 29/30 hari. Ini merupakan sunnah
yang dikerjakan Rasulullah SAW dimana beliau puasa
sebulan penuh diluar bulan Ramadhan. 5. Puasa khusus
pada hari Jumat dimana tidak dibarengi dengan hari
sebelum atau sesudahnya. 6. Puasa setiap hari kecuali bila
diselang seling sebagaimana puasa nabi Daud. Wallahu
a‘lam bis-shawab.
10. Kapan Puasa Diharamkan ?
Assalamu `alaikum Warahmatullahi
Wabaraktuh Alhamdulillahi rabbil `alamin, washshalatu
wassalamu `ala sayyidil mursalin, wa ba`du, pada tgl dan
bulan apa saja puasa diharamkan ustadz jazakallah khairan
katsirah
Ibnu Adam

2004-02-27 11:03:30 : 2

Assalamu `alaikum Warahmatullahi Wabaraktuh
Alhamdulillahi rabbil `alamin, washshalatu wassalamu `ala
sayyidil mursalin, wa ba`du,
Ada puasa pada waktu tertentu yang hukumnya haram
dilakukan, baik karena waktunya atau karena kondisi
23
pelakukanya. 1. Hari Raya Idul Fithri
Tanggal 1 Syawwal telah ditetapkan sebagai hari raya sakral
umat Islam. Hari itu adalah hari kemenangan yang harus
dirayakan dengan bergembira. Karena itu syariat telah
mengatur bahwa di hari itu tidak diperkenankan seseorang
untuk berpuasa sampai pada tingkat haram. Meski tidak ada
yang bisa dimakan, paling tidak harus membatalkan
puasanya atau tidak berniat untuk puasa. 2. Hari Raya Idul
Adha
Hal yang sama juga pada tanggal 10 Zulhijjah sebagai Hari
Raya kedua bagi umat Islam. Hari itu diharamkan untuk
berpuasa dan umat Islam disunnahkan untuk menyembelih
hewan Qurban dan membagikannya kepada fakir msikin
dan kerabat serta keluarga. Agar semuanya bisa ikut
merasakan kegembiraan dengan menyantap hewan qurban
itu dan merayakan hari besar. 3. Hari Tasyrik
Hari tasyrik adalah tanggal 11, 12 dan 13 bulan Zulhijjah.
Pada tiga hari itu umat Islam masih dalam suasana perayaan
hari Raya Idul Adha sehingga masih diharamkan untuk
berpuasa. Pada tiga hari itu masih dibolehkan utnuk
menyembelih hewan qurban sebagai ibadah yang
disunnahkan sejak zaman nabi Ibrahim as. 4. Puasa sehari
saja pada hari Jumat
Puasa ini haram hukumnya bila tanpa didahului dengan hari
sebelum atau sesudahnya. Kecuali ada kaitannya dengan
puasa sunnah lainnya seperti puasa sunah nabi Daud, yaitu
sehari berpuasa dan sehari tidak. Maka bila jatuh hari Jumat
giliran untuk puasa, boleh berpuasa. 5. Puasa sunnah
pada paruh kedua bulan Sya`ban
Puasa ini mulai tanggal 15 Sya`ban hingga akhir bulan
Sya`ban. Namun bila puasa bulan Sya`ban sebulan penuh,
justru merupakan sunnah. Sedangkan puasa wajib seperti
qadha` puasa Ramadhan wajib dilakukan bila memang
24
hanya tersisa hari-hari itu saja. 6. Puasa pada hari Syak
Hari syah adalah tanggal 30 Sya`ban bila orang-orang ragu
tentang awal bulan Ramadhan karena hilal (bulan) tidak
terlihat. Saat itu tidak ada kejelasan apakah sudah masuk
bulan Ramadhan atau belum. Ketidak-jelasan ini disebut
syak. Dan secara syar`i umat Islam dilarang berpuasa pada
hari itu. 7. Puasa Selamanya
Diharamkan bagi seseorang untuk berpuasa terus setiap
hari. Meski dia sanggup untuk mengerjakannya karena
memang tubuhnya kuat. Tetapi secara syar`i puasa seperti
itu dilarang oleh Islam. Bagi mereka yang ingin banyak
puasa, Rasulullah SAW menyarankan untuk berpuasa
seperti puasa Nabi Daud as yaitu sehari puasa dan sehari
berbuka. 8. Puasa wanita haidh atau nifas
Wanita yang sedang mengalami haidh atau nifas diharamkan
mengerjakan puasa. Karena kondisi tubuhnya sedang dalam
keadaan tidak suci dari hadats besar. Apabila tetap
melakukan puasa, maka berdosa hukumnya. Bukan berarti
mereka boleh bebas makan dan minum sepuasnya. Tetapi
harus menjaga kehormatan bulan Ramadhan dan kewajiban
menggantinya di hari lain. 9. Puasa sunnah bagi wanita
tanpa izin suaminya
Seorang istri bila akan mengerjakan puasa sunnah, maka
harus meminta izin terlebih dahulu kepada suaminya. Bila
mendapatkan izin, maka boleh lah dia berpuasa. Sedangkan
bila tidak diizinkan tetapi tetap puasa, maka puasanya haram
secara syar`i. Dalam kondisi itu suami berhak untuk
memaksanya berbuka puasa. Kecuali bila telah mengetahui
bahwa suaminya dalam kondisi tidak membuthkannya.
Misalnya ketika suami bepergian atau dalam keadaan ihram
haji atau umrah atau sedang beri`tikaf. Sabda Rasulullah
SAW
25
Tidak halal bagi wanita untuk berpuasa
tanpa izin suaminya sedanga suaminya
ada dihadapannya.
Karena hak suami itu wajib ditunaikan dan merupakan
fardhu bagi istri, sedangkan puasa itu hukumnya sunnah.
Kewajiban tidak boleh ditinggalkan untuk mengejar yang
sunnah. Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in, Wallahu
A`lam Bish-shawab,
Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.
11. Puasa Di Hari Tasrik
Assalamualaikum...wr.wb pak ustadz, saya mau
bertanya : 1. Bolehkah kita berpuasa sunah senin-kamis atau
puasa nya nabi Daud di hari tasrik, kalau kita tetap
menjalaninya apakah kita berdosa ? 2. pada tgl 11, 12, 13
dzulhijjah masih bolehkah kita meniatkan untuk memotong
hewan korban wassalamu`alaikum Wr.Wb

Agus Hendra

2004-02-03 16:09:16 : 2

Assalamu `alaikum Wr. Wb.
Al-Hamdulillahi Rabbil `Alamin, Washshalatu Wassalamu
`Alaa Sayyidil Mursalin, Wa `Alaa `Aalihi Waashabihi
Ajma`in, Wa Ba`d
Puasa sunnah Senin-Kamis dan juga puasa Daud yang
berselang-seling tiap hari itu bila jatuh pada hari tasyrik,
26
maka hukumnya haram dikerjakan. Sebab tingkat
larangannya jauh lebih kuat dan universal ketimbang nilai
kesunnahannya. Maksudnya, keharaman puasa pada hari
Iedul Adh-ha dan hari-hari tasyrik itu memang mutlak.
Sehingga jenis puasa apapun termasuk yang sudah bernilai
wajib seperti nazar, juga haram untuk dilakukan.
Gambarannya adalah seorang yang bernazar bahwa bila
pada hari itu dinyatakan lulus test dan mendapat pekerjaan,
dia akan langsung berpuasa 4 hari berturut-turut keesokan
harinya. Nah, kebetulan dia dinyatakan lulus pada tanggal 9
Zulhijjah. Sebenarnya karena sudah nazar, dia wajib
berpuasa pada tanggal 10, 11, 12, dan 13 Zulhijjah. Tapi
karena 4 hari itu adalah hari yang mutlak haram berpuasa,
maka bila dia tetap puasa dengan dalih telah nazar, maka dia
berdosa. Sebab nazarnya berhadapan dengan sesuatu yang
haram secara mutlak, meski tidak sengaja. Karena itu dia
wajib menunda nazarnya setelah tanggal 14 Zulhijjah. Nah,
kalau puasa nazar yang wajib pun haram dilakukan, apalagi
puasa sunnah seperti Senin dan Kamis atau puasa sunah
nabi Daud. Tentu jauh lebih haram lagi, bukan ? Dalil yang
mengharamkan puasa pada hari tasyrik ini adalah hadits
Rasulullah SAW :
Dari Abu Hurairah ra bahwa mengutus
Abdullah bin Huzaifah keliling
Mina,”Janganlah kamu puasa pada hari-
hari ini (tasyrik), sebab ini adalah hari-
hari makan dan minum serta hari zikir
kepada Allah SWT (HR. Ahmad dengan
isnad jayyid)
Dari Ibnu Abbas ra bahwa mengutus
seseorang untuk
27
mengumumkan,”Janganlah kamu puasa
pada hari-hari ini (tasyrik), sebab ini
adalah hari-hari makan dan hari-hari
jima’ (hubungan suami istri) (HR.
Ahmad dengan isnad jayyid)
Namun di dalam kitab Fiqih Sunnah karya As-Sayyid Sabiq,
disebutkan bahwa sebagian pengikut Asy-Syafi’iyah
membolehkan puasa di hari tasyrik bila ada sebab
sebelumnya, seperti nazar, bayar kaffarah atau qadha’.
Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in, Wallahu A`lam Bish-
shawab,
Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.
12. Tentang Puasa Daud Bila Jatuh Hari Jumat

Assalaamu`alaykum ustadz, saya ingin
menanyakan perihal puasa daud, hikmah dan tata cara
pelaksanaannya. Karena saya pernah mendengar seorang
ulama yang mengatakan bahwa puasa pada hari sabtu itu
tidak diperbolehkan, kecuali untuk puasa wajib, ramadhan,
qadha, nazar... atau diikuti oleh hari sesudah atau
sebelumnya.. sedangkan kalau puasa daud, berarti mau tak
mau akan berpuasa pada hari sabtu, tanpa diikuti hari
sebelum atau sesudahnya. Demikian saja, terima kasih atas
jawabannya. Jazakumullah khoiran katsir
wassalaamu`alaykum wr wb

UNi

28
2004-01-22 16:16:51 : 2

Assalamu `alaikum Warahmatullahi Wabaraktuh
Alhamdulillahi rabbil `alamin, washshalatu wassalamu `ala
sayyidil mursalin, wa ba`du,
Yang ada larangan untuk puasa sehari saja adalah puasa
khusus pada hari jumat. Sehingga bila kita ingin puasa
sunnah yang kebetulan jatuh pada hari jumat, haruslah
dirangkaikan dengan puasa sehari sebelumnya atau sehari
sesudahnya. Sehingga tidak terjadi puasa hanya khusus pada
hari jumat saja. Sedangkan bila dalam rangkaian puasa Daud
yang sehari puasa dan sehari tidak, kalau kebetulan pas jatuh
hari jumat, tentu tidak termasuk yang dilarang. Karena pada
hakikatnya kita tidak berniat mengkhususkan hari jumat itu
untuk sebuah puasa. Bila kenyataannya kita puasa pada hari
jumat dan sehari sebelum dan sesudahnya tidak puasa, tentu
tidak bisa disamakan dengan niat puasa hanya pada hari
jumat. Begitu juga bila seseorang bernazar untuk puasa.
Misalnya kalau dia naki kelas, besoknya akan puasa satu
hari. Ternyata pengumuman naik kelasnya jatuh pada hari
kamis dan dia dinyatakan lulus. Maka esoknya, yaitu hari
jumat dia wajib puasa. Karena dia sudah bernazar. Yang
tidak boleh adalah menyengaja untuk mengkhususkan hanya
hari jumat saja untuk berpuasa sunnah. Sedangkan bila tidak
disengaja dan karena terkait dengan rangkaian puasa lainnya,
maka hal itu boleh dilakukan. Hadaanallahu Wa Iyyakum
Ajma`in, Wallahu A`lam Bish-shawab,
Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.
29
13. Puasa Terus-menerus
Assalamu‘alaikum wr.wb Kepada Ustadz
pengasuh rubik konsultasi yang dirahmati Allah Begini
Ustadz saya mau bertanya: 1. Apakah ada tuntunan dari
Rosul Saw mengenai berpuasa secara terus menerus (pada
siang hari)dalam rangka menuntut ilmu (di ponpes)? Dan
bagaimana hukumnya berpuasa seperti itu? 2. Begini
bagaimana hukumnya membayar zakat dengan uang
pemberian orang tua yang non islam, karena saya belum
berpenghasilan? Demikian pertanyaan dari saya atas
jawaban Ustadz saya Ucapakan Jazzakumullahu khoiron
katsiron Wassalamu‘alaikum wr wb Hormat saya

Sutrisno

2002-11-29 13:55:00 : 2

1. Puasa terus menerus setiap hari tanpa
berhenti tidak dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Bahkan
ketika mendengar ada diantara shahabat yang ingin
melakukannya, beliau mencegahnya dan memberi alternatif
untuk puasa seperti nabi Daud as. Yaitu sehari berpuasa dan
sehari tidak. Ini adalah bentuk puasa sunnah yang maksimal
boleh dikerjakan oleh seseorang untuk jangka waktu
selamanya. Namun bila hanya untuk jangka waktu tertentu
seperti selama bulan Sya‘ban atau bulan-bulan lainnya, maka
boleh saja. Tetapi berpuasa terus menerus seumur hidup
setiap hari, maka hal itu dilarang. Puasalah sehari dan
berbukalah sehari itu adalah puasa nabi Daud as. Dan itu
adalah puasa (sunnah) yang paling utama”. Aku
berkata,”Aku sanggup lebih dari itu”. Nabi SAW
bersabda,”Tidak ada yang lebih utama dari itu (puasa nabi
30
Daud)”. Abdullah bin Amar menceritakannya bahwa
Rasululah SAW bersabda kepadanya,” ”Shalat yang paling
dicintai Allah adalah shalatnya Nabi Daud alaihis salam,
beliau tidur setengah malam lalu bangun sepertiganya dan
tidur seperenamnya. Dan puasa yang paling dicintai Allah
adalah puasa Nabi Daud, beliau puasa sehari dan berbuka
sehari.” 2. Membayar zakat fitrah adalah kewajiban setiap
muslim. Karena itu anda wajib membayar zakat itu. Namun
karena orang tua anda bukan muslim, maka anda wajib
membayarkan sendiri zakat itu. Masalah bahwa uang berasal
dari orang tua anda, tidak mengapa. Karena uang itu
menjadi milik anda begitu diberikannya kepada anda. Dan
anda adalah pemilik uang itu. Orang tua anda memang tidak
wajib membayar zakat buat anda. Tapi memberi uang atau
nafkah adalah kewajiban orangtua anda. Maka begitu anda
punya uang, bayarkanlah zakat fitrahnya. Sedangkan zakat
mal hanya diwajib dibayarkan oleh mereka yang memiliki
harta atau berpenghasilan yang telah melebihi nisabnya. Bila
anda belum bekerja dan tidak punya penghasilan alias masih
dibiayayai, tidak ada kewajiban zakat mal dari anda. Wallahu
a‘lam bis-shawab
31
C. DALAM KONDISI SEPERTI INI,
WAJIBKAH BERPUASA ?
14. Nifas Pada Bulan Romadhon
Assalamu`alaikum Wr. Wb. Pertanyaan
Majelis ta`lim saya. Pertanyaan adalah : 1. Ada seorang ibu
sedang nifas di bulan Romadhon, sehingga ia tidak shoum
Romadhon dan hanya membayar fidyah. Padahal setahu
saya ia harusnya mengqodho. Karena kejadiaan ini sudah
beberapa tahun lalu, apa yang harus dilakukan si ibu ini,
apakah ia wajib mengqodho puasa yang telah 3 tahun lalu
atau bagaimana? 2. Ada seorang akhwat yang tidak sempat
membayar qodho ramadhon tahun 1422 H karena malas
puasa sebelum-sebelumnya, giliran mo puasa haidh dan
sudah dekat Romadhon 1423 H. Jika kasusnya demikian,
apa yang harus dilakukan ustadz? Syukron.
Wassalamu`alaikum Wr. Wb.

Maelawati

2003-10-15 14:04:02 : 9

Assalamu `alaikum Wr. Wb.
Al-Hamdulillahi Rabbil `Alamin, Washshalatu Wassalamu
`Alaa Sayyidil Mursalin, Wa `Alaa `Aalihi Waashabihi
Ajma`in, Wa Ba`d
1. Ketika seseorang meninggalkan kewajiban ibadah puasa,
maka ada konsekuensi yang harus dikerjakan. Konskuensi
itu merupakan resiko yang harus ditanggung karena
32
meninggalkan kewajiban puasa yangtelah ditetapkan.
Adapun bentuknya, ada beberapa bentuk, yaitu qada`
(mengganti puasa di hari lain), membayar fidyah (memberi
makan fakir miskin) dan membayar kaffarah (denda).
Masing-masing bentuk itu harus dikerjakan sesuai dengan
alasan tidak puasanya.
1. Qadha`
Qadha` adalah berpuasa di hari lain di luar bulan
Ramadhan sebagai pengganti dari tidak berpuasa
pada bulan itu.
Yang wajib mengganti (mengqadha`) puasa dihari
lain adalah :
a. Wanita yang mendapatkan haidh dan nifas.
Mereka diharamkan menjalankan puasa pada saat
mendapat haidh dan nifas. Karena itu wajib
menggantinya di hari lain
b. Orang sakit termasuk yang dibolehkan untuk
tidak berpuasa Ramadhan. Karena itu apabila telah
sehat kembali, maka wjaib menggantinya di hari lain
setelah dia sehat.
c. Wanita yang menyusui dan hamil karena alasan
kekhawatiran pada diri sendiri. Mereka dibolehkan
tidak berpuasa karena dapat digolongkan sebagai
orang sakit
d. Bepergian (musafir). Orang yang bepergian
mendapat keringanan untuk tidak berpuasa, tetapi
harus mengganti di hari lain ketika tidak dalam
perjalanan.
33
e. Orang yang batal puasanya karena suatu sebab
seperti muntah, keluar mani secara sengaja, makan
minum tidak sengaja dan semua yangmembatalkan
puasa. Tapi bila makan dan minum karena lupa,
tidak membatalkan puasa sehingga tidak wajib
mengqadha`nya.
2. Bagaimana hukumnya bila Ramadhan telah tiba
sementara masih punya hutang qadha` puasa
Ramadhan tahun lalu ?
Para ulama berbeda pendapat dalam hal ini. Sebagian
fuqoha seperi Imam Malik, Imam as-Syafi`i dan Imam
Ahmad bin Hanbal mengatakan bahwa harus mengqadha`
setelah Ramadhan dan membayar kaffarah (denda). Perlu
diperhatikan meski disebut dengan lafal ‘kaffarah’, tapi
pengertiannya adalah membayar fidyah, bukan kaffarah
dalam bentuk membebaskan budak, puasa 2 bulan atau
memberi 60 fakir miskin. Ini dijelaskan dalam Al-Fiqhul
Islami wa Adillatuhu karya Dr. Wahbah Az-Zuhaili.
Dasar pendapat mereka adalah qiyas, yaitu mengqiyaskan
orang yang meinggalkan kewajiban mengqadha` puasa
hingga Ramadhan berikutnya tanpa uzur syar`i seperti orang
yang menyengaja tidak puasa di bulan Ramadhan. Karena
itu wajib mengqadha` serta membayar kaffarah (bentuknya
Fidyah). Sebagian lagi mengatakan bahwa cukup
mengqadha` saja tanpa membayar kaffarah. Pendapat ini
didukung oleh Mazhab Hanafi, Al-Hasan Al-Bashri dan
Ibrahim An-Nakha`i. Menurut mereka tidak boleh
mengqiyas seperti yang dilakukan oleh pendukung pendapat
di atas. Jadi tidak perlu membayar kaffarah dan cukup
mengqadha` saja. Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in,
34
Wallahu A`lam Bish-shawab,
Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.
15. Puasa Untuk Lansia
Assalamualaikum,wr,wb. Ust,langsung saja : 1.
Apa konsekuensi bagi lansia yang tidak kuat untuk saum ? 2.
Gimana hukumnya seorang yang telah mengalami
kecelakaan fisik dan ketika ia saum tidak kuat, kemungkinan
ada organ tertentu yang terganggu.mohon penjelasannya.
Terima kasih.

HAMIM

2003-10-15 14:05:04 : 2

Assalamu `alaikum Wr. Wb.
Al-Hamdulillahi Rabbil `Alamin, Washshalatu Wassalamu
`Alaa Sayyidil Mursalin, Wa `Alaa `Aalihi Waashabihi
Ajma`in, Wa Ba`d
Orang yang sudah tua dan tidak mampu lagi untuk
berpuasa, maka tidak ada kewajiban untuk berpuasa
Ramadhan baginya. Cukup dengan membayar fidyah saja.
Dalilnya adalah ayat Al-Quran Al-Karim : ... Dan wajib bagi
orang-orang yang berat menjalankannya membayar fidyah, :
memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan
kerelaan hati mengerjakan kebajikan , maka itulah yang
lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika
kamu mengetahui. (QS. Al-Baqarah : 184) Fidyah adalah
memberi makan kepada satu orang fakir miskin sebagai
35
ganti dari tidak berpuasa. Fidyah itu berbentuk memberi
makan sebesar satu mud sesuai dengan mud nabi. Ukuran
makan itu bila dikira-kira adalah sebanyak dua tapak tangan
nabi SAW. Sedangkan kualitas jenis makanannya sesuai
dengan kebiasaan makannya sendiri. Yang diwajibkan
membayar fidyah adalah :
1. Orang yang sakit dan secara umum ditetapkan sulit
untuk sembuh lagi.
2. Orang tua atau lemah yang sudah tidak kuat lagi
berpuasa.
3. Wanita yang hamil dan menyusui apabila ketika
tidak puasa mengakhawatirkan anak yang dikandung
atau disusuinya itu. Mereka itu wajib membayar
fidyah saja menurut sebagian ulama, namu menurut
Imam Syafi`i selain wajib membayar fidyah juga
wajib mengqadha` puasanya. Sedangkan menurut
pendapat lain, tidak membayar fidyah tetapi cukup
mengqadha`.
4. Orang yang meninggalkan kewajiban meng-qadha`
puasa Ramadhan tanpa uzur syar`i hingga
Ramadhan tahun berikutnya telah menjelang.
Mereka wajib mengqadha`nya sekaligus membayar
fidyah.
Berapa ukuran fidyah itu ?
Sebagian ulama seperti Imam As-Syafi`i dan Imam Malik
menetapkan bahwa ukuran fidyah yang harus dibayarkan
kepada setiap satu orang fakir miskin adalah satu mud
gandum sesuai dengan ukuran mud Nabi SAW. Sebagian
lagi seperti Abu Hanifah mengatakan dua mud gandum
dengan ukuran mud Rasulullah SAW atau setara dengan
setengah sha` kurma/tepung atau setara dengan memberi
36
makan siang dan makan malam hingga kenyang.
Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in, Wallahu A`lam Bish-
shawab,
Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.
16. Puasa Wanita Menyusui
assalamu`alaikum wr.wb ba`da tahmid wa
sholawat. 1. bagaimana yang terbaik ya ustadz shiyam untuk
wanita menyusui ( ket: anak kami kembar usia 4 bln ) ? 2.
mhn penjelasan dalil ponint 1. 3. ramadhan kmarin istri
buka 2 hari karena ga kuat, kmudian bayar fidyah, komentar
ustadz ? 4. mhn penjelasan sunnah menyambut ramadhan.
jazakumullah khair, jawabannya di tunggu sekali

Abu Kembar

2003-10-21 16:02:41 : 9

Assalamu `alaikum Wr. Wb.
Al-Hamdulillahi Rabbil `Alamin, Washshalatu Wassalamu
`Alaa Sayyidil Mursalin, Wa `Alaa `Aalihi Waashabihi
Ajma`in, Wa Ba`d
Wanita yang hamil atau menyusui di bulan Ramadhan boleh
tidak berpuasa, namun wajib menggantinya di hari lain. Ada
beberapa pendapat berkaitan dengan hukum wanita yang
haidh dan menyusui dalam kewajiban mengganti puasa yang
ditnggalkan. Pertama : Mengganti dengan puasa
Mereka digolongkan kepada orang sakit. Sehingga boleh
tidak puasa dengan kewajiban menggadha` (mengganti) di
hari lain. ...Maka barangsiapa diantara kamu ada yang sakit
37
atau dalam perjalanan, maka (gantilah dengan puasa)
sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain.
(QS. Al-Baqarah : 184) Kedua : Membayar Fidyah
Mereka digolongkan kepada orang yang tidak kuat/mampu.
Sehingga mereka dibolehkan tidak puasa dengan kewajiban
membayar fidyah. ... dan wajib bagi orang-orang yang berat
menjalankannya membayar fidyah, : memberi makan
seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati
mengerjakan kebajikan , maka itulah yang lebih baik
baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu
mengetahui. (QS. Al-Baqarah : 184) Ketiga : Menganti
puasa dan bayar fidyah juga
Mereka digolongkan kepada keduanya sekaligus yaitu
sebagai orang sakit dan orang yang tidak mampu, karena itu
selain wajib mengqadha`, mereka wajib membayar fidyah.
Pendapat terahir ini didukung oleh Imam As-Syafi`i ra.
Namun ada juga para ulama yang memilah sesuai dengan
motivasi berbukanya. Bila motivasi tidak puasanya karena
khawatir akan kesehatan / kekuatan dirinya sendiri, bukan
bayinya, maka cukup mengganti dengan puasa saja. Tetapi
bila kekhawatirannya juga berkait dengan anak yang
dikandungnya atau bayi yang disusuinya, maka selain
mengganti dengan puasa, juga membayar fidyah.
Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in, Wallahu A`lam Bish-
shawab,
Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.
17. Kewajiban Puasa Ramadhan Utk Wanita
Hamil
Ass. wr. wb Ustadz, ada beberapa
pertanyaan dari saya mengenai puasa ramadhan; 1.
38
Bagaimana kewajiban puasa ramadhan atas wanita yang
sedang hamil ? 2. Apabila diperbolehkan untuk tidak
berpuasa, apakah harus membayar fidyah dan tetap
mengganti (membayar) kewajiban puasa di lain waktu? atau
tidak perlu membayar fidyah ? 3. Bagaimana jika sedang
menyusui, apakah akan membatalkan puasa? Jazzakullah
khoiran katsiro Wassalam

Ningrum

2003-09-06 11:35:31 : 9

Assalamu `alaikum Wr. Wb.
Bismillahirrahmanirrahiem. Alhamdulillahi Rabbil `Alamin.
Wash-shalatu Was-Salamu `alaa Sayyidil Mursalin. Wa ba`d,
Wanita yang hamil atau menyusui di bulan Ramadhan boleh
tidak berpuasa, namun wajib menggantinya di hari lain. Ada
beberapa pendapat berkaitan dengan hukum wanita yang
haidh dan menyusui dalam kewajiban mengganti puasa yang
ditnggalkan.
• Pertama, mereka digolongkan kepada orang sakit.
Sehingga boleh tidak puasa dengan kewajiban
menggadha` (mengganti) di hari lain. Orang yang
sakit dan khawatir bila berpuasa akan menyebabkan
bertambah sakit atau kesembuhannya akan
terhambat, maka dibolehkan berbuka puasa. Bagi
orang yang sakit dan masih punya harapan sembuh
dan sehat, maka puasa yang hilang harus diganti
setelah sembuhnya nanti. Sedangkan orang yang
sakit tapi tidak sembuh-sembuh atau kecil
39
kemungkinannya untuk sembuh, maka cukup
dengan membayar fidyah, yaitu memberi makan
fakir miskin sejumlah hari yang ditinggalkannya.
• Kedua, mereka digolongkan kepada orang yang
tidak kuat/mampu. Sehingga mereka dibolehkan
tidak puasa dengan kewajiban membayar fidyah.
Orangyang lanjut usia dan tidak kuat lagi untuk
berpuasa, maka tidak wajib lagi berpuasa. Hanya saja
dia wajib membayar fidyah, yaitu memberi makan
fakir miskin sejumlah hari yang ditinggalkannya itu.
Firman Allah SWT :
Dan bagi orang yang tidak kuat/mampu, wajib bagi
mereka membayar fidyah yaitu memberi makan
orang miskin (QS Al-Baqarah)
• Ketiga, mereka digolongkan kepada keduanya
sekaligus yaitu sebagai orang sakit dan orang yang
tidak mampu, karena itu selain wajib mengqadha`,
mereka wajib membayar fidyah. Pendapat terahir ini
didukung oleh Imam As-Syafi`I RA. Namun ada
juga para ulama yang memilah sesuai dengan
motivasi berbukanya. Bila motivasi tidak puasanya
karena khawatir akan kesehatan / kekuatan dirinya
sendiri, bukan bayinya, maka cukup mengganti
dengan puasa saja. Tetapi bila kekhawatirannya juga
berkait dengan anak yang dikandungnya atau bayi
yang disusuinya, maka selain mengganti dengan
puasa, juga membayar fidyah.
Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in, Wallahu A`lam Bish-
shawab,
Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.
40
18. Wanita Hamil Dengan Diabetes, Bolehkan
Tidak Shaum?
Assalamu`alaikum, Ustadz yang
dirahmati Alloh swt, saat ini saya sedang hamil anak
pertama usia 7,5 bulan. Sejak kehamilan usia hampir 5
bulan, saya didiagnosis menderita diabetes karena
kehamilan. Setelah melalui kontrol dokter dan pemeriksaan
kadar gula darah, akhirnya diputuskan saya harus disuntik
insulin setiap hari 3 kali sampai persalinan. Karena
kebetulan saya tinggal di Jerman dan dokter saya bukan
muslim, maka saya tidak berani bertanya, apakah saya
diperbolehkan untuk shaum atau tidak, karena khawatir
jawabannya tidak objektif, namun demikian saya mencari
tahu dengan bertanya pada seorang dokter di Indonesia
(melalui kerabat di tanah air). Jawaban yang saya dapat,
sebaiknya saya tidak melakukan shaum Ramadhan, karena
dikhawatirkan akan membahayakan bayi yang saya kandung
(bisa terjadi kematian bayi mendadak). Pertanyaan saya,
dalam situasi dan kondisi demikian, saya ingin mencari
jawaban secara syariah, apakah dibolehkan saya tidak shaum
Ramadhan selama sebulan penuh atau ada cara lain? Kalau
memang saya mendapatkan rukhsah untuk tidak shaum
sebulan penuh ini, selain membayar fidhyah apakah saya
perlu mengqodho nya atau hanya salah satu diantaranya.
Jazaka`Lloh khoiron ustadz jawabannya
Wassalamu`alaikum, Nurul, Aachen-Jerman

Nurul Huriah

41
2003-10-29 14:06:11 : 9

Assalamu `alaikum Wr. Wb.
Al-Hamdulillahi Rabbil `Alamin, Washshalatu Wassalamu
`Alaa Sayyidil Mursalin, Wa `Alaa `Aalihi Waashabihi
Ajma`in, Wa Ba`d
Wanita yang sedang hamil tentu mendapatkan rukhshah
atau keringanan dari Allah SWT untuk tidak berpuasa wajib
di bulan ramadhan. Karena Allah SWT tidak akan
membebani seseorang di luar kemampuan dan
kesanggupannya. Kalau kita buka kitab-kitab fiqih, maka
kita dapati bahwa wanita hamil ini selalu dibahas oleh para
fuqaha tentang bagaimana seharusnya tindakan yang
dilakukannya karena tidak berpuasa. Secara umum, mereka
sepakat untuk mengatakan bahwa wanita hamil (dan juga
menyusui) boleh tidak berpuasa. Diantara dalilnya adalah
hadits berikut : Bahwa Rasulullah SAW membolehkan tidak
puasa dan tidak shalat bagi musafir, begitu juga bagi wanita
hamil dan menyusui(HR. Ahmad dan Ashhabussunan)
Hanya saja mereka berbeda pendapat tentang bagaimana
menggantinya atau bagaimana konsekuensinya. Pertama :
Mengganti dengan puasa qadha’
Mereka digolongkan kepada orang sakit. Sehingga boleh
tidak puasa dengan kewajiban menggadha` (mengganti) di
hari lain. Ini merupakan pendapat kalangan Al-
Hanafiyah. ...Maka barangsiapa diantara kamu ada yang
sakit atau dalam perjalanan, maka (gantilah dengan puasa)
sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain.
(QS. Al-Baqarah : 184) Kedua : Membayar Fidyah
Mereka digolongkan kepada orang yang tidak kuat/mampu.
Sehingga mereka dibolehkan tidak puasa dengan kewajiban
membayar fidyah. Ini adalah pendapat kalangan ... dan wajib
42
bagi orang-orang yang berat menjalankannya membayar
fidyah, : memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang
dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan , maka itulah
yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu
jika kamu mengetahui. (QS. Al-Baqarah : 184) Ketiga :
Menganti puasa dan bayar fidyah juga
Mereka digolongkan kepada keduanya sekaligus yaitu
sebagai orang sakit dan orang yang tidak mampu, karena itu
selain wajib mengqadha`, mereka wajib membayar fidyah.
Pendapat terahir ini didukung oleh Imam As-Syafi`i ra.
Namun ada juga para ulama yang memilah sesuai dengan
motivasi berbukanya. Bila motivasi tidak puasanya karena
khawatir akan kesehatan / kekuatan dirinya sendiri, bukan
bayinya, maka cukup mengganti dengan puasa saja. Tetapi
bila kekhawatirannya juga berkait dengan anak yang
dikandungnya atau bayi yang disusuinya, maka selain
mengganti dengan puasa, juga membayar fidyah. Ini adalah
pendapat jumhur ulama dan diantaranya ada Al-Imam Asy-
Syafi`i. Dari Ibnu Abbas ra,”Laki-laki atau wanita yang
sudah tua bila tidak mampu berpuasa maka dibolehkan
berbuka. Dengan memberi makan (fidyah) atas setiap hari
dari puasa yang ditinggalkannya itu satu orang miskin. Dan
wanita hamil atau menyusui bila mengkhawatirkan bayi
mereka boleh tidak puasa dengan memberi makan orang
miskin (membayar fidyah).” (HR. Abu Daud – Nailul
Authar 3/231) Namun Abu Hanifah berpendapat bahwa
tidak ada kewajiban untuk membayar fidyah berdasarkan
hadits berikut : Dari Anas bin Malik AlKa’biy, ”Bahwa
Allah SWT telah menetapkan kepada musafir dibolehkan
menyingkat shalat. Dan wanita hamil atau menyusui boleh
tidak puasa. Demi Allah, Rasulullah SAW mengatakan hal
ini salah satunya atau keduanya. (HR. An-Nasai dan Tirmizy
– hasan) Hadits yang digunakan oleh Al-Hanafiyah ini sama
43
sekali tidak menyebutkan kewajiban untuk membayar
fidyah. Karena tidak puasanya itu disebabkan uzur yang
merupakan fithrah dari Allah SWT. Dengan logika itu maka
Al-Hanafiyah menyamakan posisi wanita yang hamil atau
menyusui seperti orang yang sakit. Dimana orang sakit itu
sama sekali tidak diwajibkan membayar fidyah namun
menggantinya dengan puasa qadha’. Hadaanallahu Wa
Iyyakum Ajma`in, Wallahu A`lam Bish-shawab,
Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.
19. Hukum Wanita Tak Berjilbab Tapi Puasa

Pak ustadz, wanita yang tidak memakai
jilbab/kerudung bila di depan pria non mahram kan nggak
boleh/dosa. Trus bagaimana hukumnya bila wanita tsb
sedang berpuasa, tapi tidak berjilbab dan ada di depan pria
non mahram, puasanya sah nggak ?

Budi H

2003-11-03 11:36:19 : 9

Assalamu `alaikum Wr. Wb.
Al-Hamdulillahi Rabbil `Alamin, Washshalatu Wassalamu
`Alaa Sayyidil Mursalin, Wa `Alaa `Aalihi Waashabihi
Ajma`in, Wa Ba`d
Berjilbab atau menutup aurat hukumnya wajib bagi para
muslimah yang telah akil baligh. Dan secara syar`i, batasan
dari aurat adalah seluruh tubuh terkecuali wajah dan tapak
tangan. Aurat wanita tidak boleh terlihat oleh laki-laki lain
44
atau laki-laki asing atau yang sering disebut juga ajnabi.
Selain itu juga tidak boleh terlihat oleh sesama wanita yang
bukan muslimah. Kedudukan wanita yang bukan muslimah
ini sama dengan laki-laki asing. Sedangkan kepada ayah,
paman, saudara, keponakan orang-orang yang punya
hubungan kemahraman dengannya, maka dia boleh
memperlihatkan sebagian auratnya seperti kepala, tangan
dan kaki. Semua itu adalah ketentuan dari Allah SWT yang
telah dijelaskannya di dalam Al-Quran Al-Karim :
Katakanlah kepada wanita yang beriman: `Hendaklah
mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan
janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang
nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan
kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan
perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah
mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka,
atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-
laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau
putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-
wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau
pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan
atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita.
Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui
perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah
kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman
supaya kamu beruntung. (QS. An-Nur : 31). Sedangkan
perintah untuk berpuasa adalah perintah yang mencakup
semua muslim baik laki-laki maupun perempuan yang telah
akil baligh. Khusus di bulan ramadhan, Allah SWT telah
mewajibkan umat Islam ini untuk berpuasa. Dan puasa
wajib adalah bagian dari rukun Islam yang lima. Hai orang-
orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa
sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu
45
agar kamu bertakwa, (QS. Al-Baqarah : 183). Antara
menutup aurat dengan berpuasa sama-sama kewajiban yang
dibebankan Allah SWT kepada hamba-Nya. Dan
meninggalkannya dengan sengaja akan menghasilkan dosa
dan ancaman siksa yang pedih. Namun dari sisi hukum dan
aturan teknis pelaksanaannya, masing-masing berdiri sendiri.
Syah atau tidaknya sebuah puasa tidaklah ditentukan apakah
orang itu menutup aurat atau tidak. Begitu juga pemakaian
jilbab tidak ada kaitannya dengan keharusan untuk puasa.
Masing-masing punya aturan teknis sendiri-sendiri. Sehingga
bila ada wanita muslimah yang menjalankan ibadah puasa
ramadhan tapi keluar rumah tanpa menutup aurat, maka
puasanya itu syah bila syarat dan rukunnya terpenuhi.
Sedangkan urusan dosa tidak pakai jilbab, lain lagi
urusannya. Secara teknis hukum, ketika wanita itu tidak
pakai jilbab, tidak mempengaruhi syah tidaknya dia dalam
berpuasa. Kalaulah ada kaitannya hanya pada masalah jenis
dan besarnya pahala. Karena dalam berpuasa, seseorang
diwajibkan untuk menahan nafsu syahwat, padahal ketika
wanita itu tampil di muka umum dengan aurat yang terbuka,
maka sedikit banyak dia telah mengakibatkan orang lain
untuk melihat auratnya. Dan tentu saja karena dia yang
menyebabkannya, pahalanya pun akan terkurangi dengan
sendirinya. Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in, Wallahu
A`lam Bish-shawab,
Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.
20. Apakah Orang Kafir Diperintahkan Untuk
Puasa Juga
puasa diwajibkan kpd semua umat
islam yang sdh balig,namun sebenarnya perintah puasa itu
46
bukan hanya untuk umat islam saja tapi umat non islam juga
biasanya puasa. Yang ingin saya tanyakan mengapa
demikian jelaskan dan apa saja sih dalil yang terdapat dalam
masalah ini.
Fivin Oktaria

2004-01-07 17:47:55 : 2

Assalamu `alaikum Wr. Wb.
Al-Hamdulillahi Rabbil `Alamin, Washshalatu Wassalamu
`Alaa Sayyidil Mursalin, Wa `Alaa `Aalihi Waashabihi
Ajma`in, Wa Ba`d
Puasa merupakan bentuk ibadah yang sudah lama Allah
SWT syariatkan kepada manusia, jauh sebelum Rasulullah
SAW diutus ke muka bumi. Bersama dengan shalat dan
zakat, ibadah puasa adalah ibadah yang menjadi pondasi
dari setiap agama yang Allah SWT turunkan. Karena itu
ketika Allah SWT menurunkan perintah wajibnya puasa
kepada umat Islam, terselip informasi bahwa sebenarnya
ibadah puasa ini sudah pernah diwajibkan pula kepada umat
terdahulu. Meski dengan beberapa perbedaan dalam detail
aturannya. Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas
kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan kepada orang-
orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,(QS. Al-
Baqarah : 183). Kita bisa melihat bahwa dahulu Nabi Daud
as mendapat perintah puasa yang wajib dijalankan sebagai
ibadah pokok selain shalat. Namun aturannya adalah
dengan sehari puasa dan sehari tidak. Sedangkan Mayam,
ibunda Nabi Isa kita dapati puasanya adalah tidak makan,
tidak minum dan tidak berbicara. Maka makan, minum dan
bersenang hatilah kamu. Jika kamu melihat seorang
manusia, maka katakanlah: `Sesungguhnya aku telah
47
bernazar berpuasa untuk Tuhan Yang Maha Pemurah, maka
aku tidak akan berbicara dengan seorang manusiapun pada
hari ini`.(QS. Maryam : 26). Sedangkan khusus untuk umat
Nabi Muhammad SAW, maka aturan puasa wajibnya adalah
para bulan Ramadhan mulai terbit fajar hingga matahari
terbenam. Selam itu mereka tidak boleh makan, minum atau
hubungan badan dengan istri. Tapi boleh bicara namun
disunnahkan untuk menjaga lisan. Bulan Ramadhan, bulan
yang di dalamnya diturunkan Al Qur`an sebagai petunjuk
bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk
itu dan pembeda . Karena itu, barangsiapa di antara kamu
hadir di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan
itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan , maka ,
sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang
lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak
menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu
mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu
mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan
kepadamu, supaya kamu bersyukur.(QS. Al-Baqarah : 185).
Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa
bercampur dengan isteri-isteri kamu; mereka adalah pakaian
bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka. Allah
mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan
nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi
ma`af kepadamu. Maka sekarang campurilah mereka dan
ikutilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan
makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari
benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa
itu sampai malam, janganlah kamu campuri mereka itu,
sedang kamu beri`tikaf dalam mesjid. Itulah larangan Allah,
maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah
menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka
bertakwa.(QS. Al-Baqarah : 187). Dari sini kita tahu bahwa
48
hampir setiap agama memiliki ibadah puasa yang beraneka
ragam. Bahkan agama bumi pun juga mengenal jenis-jenis
puasa. Namun buat kita umat Islam, hanya yang sesuai
dengan aturan nabi saja yang dibolehkan bagi kita untuk
mengerjakannya. Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in,
Wallahu A`lam Bish-shawab,
Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.
21. Istihadhah : Boleh Puasa ?
bolehkah seorang yang istihadhoh
melakukan puasa sunah seperti puasa senin dan kamis

Anien

2003-10-13 11:30:44 : 9

Assalamu `alaikum Wr. Wb.
Al-Hamdulillahi Rabbil `Alamin, Washshalatu Wassalamu
`Alaa Sayyidil Mursalin, Wa `Alaa `Aalihi Waashabihi
Ajma`in, Wa Ba`d
Darah istihadhah yang keluar adalah darah penyakit, bukan
darah haidh. Sedangkan yang mengahlangi seorang wanita
dari menjalankan ibadah shalat dan puasa adalah bila dia
mengalami haidh atau nifas. Sedangkan isithadhah tidak
termasuk yang menghalanginya untuk menjalankan ibadah
shalat atau puasa. Antara darah haidh dan darah istihadhah
(karena penyakit) sebenarnya dapat dengan mudah
dibedakan. Para wanita biasanya lebih mengerti hal tersebut.
Namun sebagai acuan dalam pembedaannya, baiklah kami
49
kutipkan uraian para ulama tentang ciri khas masing-masng
darah itu.
1. Sumber
Darah haid itu sumbernya berasal dari bagian dalam
rahim wanita, sedangkan darah istihadhah bisa dari
kemaluan atau bagian rahim namun bukan dari
bagian dalamnya.
2. Kekentalan
Darah haid itu biasanya kental dan agak kehitaman,
sedangkan darah istihadhah tidak demikian.
3. Warna Darah haid itu berwarna kehitaman dan
kadang berubah menjadi kuning atau merah ,
sedangkan darah istihadhah berwarna merah darah.
Rasulullah SAW bersabda,”Darah haidh itu
warnanya hitam dan dikenali oleh wanita”.
4. Menggumpal
Darah haid itu keluar dalam tidak dalam bentuk
menggumpal atau membeku dan bisa dalam
keadaan seperti itu dalam waktu yang lama tanpa
membeku, sedangkan darah istihadhah sering
menggumpal dan membeku. Sehingga bila setelah
masa haidh yang biasanya itu masih ada darah yang
terus keluar namun dia menggumpal atau membeku,
dengan mudah bisa dikenali sebagai darah
istihadhah.
5. Bau
Darah haid itu umunya memiliki aroma khas dan
bau, sedangkan darah istihadhah tidak berbau.
6. Waktu
Darah haid itu biasanya punya siklus waktu teratur
sehingga para ulama biasa membuat jadwal waktu
tertentu untuk menentukan apakah darah itu
50
termasuk hadih atau istihadah. Sedangkan darah
istihadhah adalah darah penyakit yang keluar kapan
saja tanpa waktu tertentu.
Jadi bila Anda mendapatkan ciri-ciri seperti di atas,
ketahuilah bahwa itu darah isitihadhah dan Anda tetap wajib
menjalankan shalat dan puasa wajib. Dan agar tidak menjadi
najis, maka sebelum melakukan shalat, hendaklah
dibersihkan dan ditutup dengan pembalut. Hadaanallahu
Wa Iyyakum Ajma`in, Wallahu A`lam Bish-shawab,
Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.
D. BATALKAH PUASA SAYA ?
22. Kencan Dengan Pacar : Batalkah Puasa
Saya
Assalamu `alaikum Wr. Wb.
Bismillahirrahmanirrahiem. Alhamdulillahi Rabbil `Alamin.
Pak ustadz saya mau tanya pada bulan ramadhan yang lalu
saya jalan-jalan dengan pacar, sambil menunggu waktu
berbuka puasa kami jalan-jalan dan saling bergandengan
tangan, saya merasakan keluar sedikit cairan dari alat
kemaluan saya, apakah itu termasuk mazi atau mani ?
apakah puasa saya batal ? dan bagaimana cara menggantinya
puasa di lain hari atau membayar fidyah. atas jawaban nya
saya ucapkan terima-kasih. wassalamu`alaikum Wr.Wb

Hamba Allah

51
2003-09-15 08:46:21 : 2

Assalamu `alaikum Wr. Wb.
Al-Hamdulillahi Rabbil `Alamin, Washshalatu Wassalamu
`Alaa Sayyidil Mursalin, Wa `Alaa `Aalihi Waashabihi
Ajma`in, Wa Ba`d
Pertama-tama anda harus bedakan dengan pasti apakah
yang keluar itu mani atau madzi. Untuk membedakannya
mudah saja, bahwa cairan bening tidak kental dan lengket
yang keluar ketika sedang bercumbu dengan istri/suami
atau ketika membayangkan hal tersebut dalam khazanah
Fiqh Islam disebut Madzi. Cairan ini adalah Najis karena
Rasulullah SAW memerintahkan agar mencuci kemaluan
dari cairan tersebut dan berwudhu. Dari Ali bin Abi Thalib
RA, ia berkata: “Aku adalah orang yang banyak
mengeluarkan madzi akan tetapi aku malu untuk bertanya
kepada Rasulullah SAW berkaitan hal tersebut karena
alasana putri beliau (Fatimah). Maka aku memerintahkan
Miqdad bin Al-Aswad untuk menanyakan hal tersebut
kepada Rasulullah SAW, beliau pun bersabda: “Hendaklah
ia membersihkan kemaluannya dan berwudhu” (HR.
Bukhori dan Muslim) Imam As-Syairoji meyebutkan karena
cairan tersebut (madzi) keluar dari tempat keluarnya hadats
maka hukmnya seperti air kencing. (Fatawa Al-Hindiyah
1/46) Jumhurul ulama menyatakan jika cairan madzi
tersebut keluar ketika seseorang sedang melaksanakan
ibadah shaum maka ibadah shaumnya tidak bathal, karena
tidak ada nash yang menyatakan hal tersebut dan juga tidak
ada Ijma (konsensus ulama). Dan juga tidak mungkin
diqiaskan (dianalogikan) kepada jima. (Al-Mughny Ibnu
Qudamah 3/49) Puasa anda tidak batal namun jangan
bicara nilai dan pahala, karena apa yang anda lakukan itu
52
sangat bertentangan sekali dengan hikmah yang tujuan
puasa yang intinya mengendalikan hawa nafsu. Hawa nafsu
yang halal saja harus dikekang apalagi hawa nafsu yang
haram, tentu lebih tidak boleh lagi untuk dikerjakan. Apalagi
di bulan Ramadhan yang nota bene bulan ibadah dan bulan
pengekangan hawa nafsu, eh…anda malah pacaran, gimana
nih ? Namun bila cairan itu bentuknya cairan putih kental
dan keluarnya dengan memancar akibat kuatnya dorongan
syahwat, maka itu adalah mani. (lihat AL-Muhgni karya
Ibnu Qudamah jiid 1 hal 199). Dalam hal ini bila yang
keluar adalah mani, maka puasa anda batal dengan
sendirinya, karena secara sengaja melakukan tindakan yang
mengakibatkan keluarnya mani. Namun bila keluarnya mani
itu dalam keadaan tidak ada unsur kesengajaan seperti saat
tidur siang, maka tidak membatalkan puasa. Hadaanallahu
Wa Iyyakum Ajma`in, Wallahu A`lam Bish-shawab,
Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.
23. Puasa Kok Onani
Ass wr wb, Saya ingin menanyakan hukum pd
saat bln puasa ramadhan melakukan masturbasi/onani
sehingga keluar seperma ia sedang puasa, dan itu dilakukan
pada waktu yang lampau kira-kira 8th silam, karena masih
merasa berdosa, walaupun ia telah melakukan puasa di
bulan lain. Pertannyaan. 1. Apakah secara syari ia terkena
hukum seperti orang melakukan zina disiang hari?? 2. Jika
terkena fidyah atau puasa berturut-turut 2 bulan atau cukup
membayar puasa di bulan lain sebanyak yang batal. 3.
Fidyah berapa yang harus dibayar? 4. Bagaimana agar kita
mendapat ampun dr Allah akibat kelalian pd masa lampau?
Demikian ustadz, sazakumullah khairan katsira. Wassalam

53
Abm
2003-01-01 08:00:00 : 2

Ass wr wb, 1. Onani diharamkan hukumnya
oleh sebagian ulama dan sebagian yang lain membolekannya
dengan catatan dan persyaratan. Dan beronani sehingga
mengakibatkan keluarnya sperma, akan membatalkan puasa
seseorang. Karena itu wajib baginya untuk mengganti puasa
dihari lain. Dan onani meski diharamkan oleh sebagian
ulama, namun bukanlah zina yang diharamkan secara
mutlak oleh Al-Quran dan sunnah. 2. Beronani di siang hari
bulan puasa membatalkan puasa. Cukup mengganti dengan
berpuasa di hari lainnya. Tapi tidak sama dengan orang yang
berhubungan seksual dengan istrinya di siang hari bulan
puasa. Buat mereka, tidak cukup sekedar mengganti puasa
di hari lain, teapi wajib membayar kaffarat, yaitu
membebaskan budak, atau puasa 2 bulan berturut-turut atau
memberi makan 60 orang miskin. 3. Sebagian ulama
mengatakan bahwa bila menyengaja berbuka puasa di siang
hari di bulan ramadhan selain wajib mengganti maka wajib
pula membayar fidyah, yaitu memberi makan satu orang
miskin. 4. Minta ampun kepada Allah adalah dengan tobat
kepadanya dan jalannya paling tidak ada tiga tingkatan: -
berhenti dari apa yang telah dikerjakan - menyesal dan
berjanji tidak akan mengulangi - meminta ampun kepada
Allah Wallahu a‘lam bishshowab.
24. Bercumbu Di Bulan Ramadhan 1
P` Ustadz, Saya ingin penjelasan lebih
jauh mengenai jawaban ustadz terhadap pertanyaan sdr
Abdulloh tgl 21 October `03 yang lalu. Puasa adalah
menahan nafsu termasuk syahwat terhadap hal-hal yang di
54
larang seperti makan dan minum di siang hari walaupun
milik kita sendiri (halal). Bagaimana dengan mencium istri
atau lebih jauh lagi bercumbu dengan istri ? Apakah
mungkin tidak didasari oleh nafsu syahwat ?? Sedangkan
puasa adalah latihan utk mengekang hawa nafsu kita ???
Mohon diluruskan pendapat saya ini.......
Wassalamu`alaiukum wr. wb.

Ihsan

2003-10-26 16:34:53 : 5

Assalamu `alaikum Wr. Wb.
Al-Hamdulillahi Rabbil `Alamin, Washshalatu Wassalamu
`Alaa Sayyidil Mursalin, Wa `Alaa `Aalihi Waashabihi
Ajma`in, Wa Ba`d
Bahwa tujuan puasa adalah mengekang hawa nasfu, itu
adalah benar. Selayaknya dan seharusnya seorang yang
berpuasa menjauhi hal-hal yang membangkitkan
syahwatnya. Seperti mencumbu istri dan sejenisnya. Hanya
saja dalam hal ini kita sedang berbicara dalam koridor fiqih,
sehingga ruang lingkupnya bukan urusan hakikat atau
makna, tetapi lebih kepada batasan real dan aturan baku
yang membatasi antara batal dan tidaknya sebuah puasa.
Adanya batasan real seperti ini cukup penting untuk
kepastian hukum dalam ibadah. Untuk itulah para ulama
dengan berdasarkan dalil-dalil yang mereka telaah secara
sistematis baik dari Al-Quran Al-Karim maupun sunnah
maupun sumber-sumber hukum Islam lainnya membuat
batasan yang real dan sistematis yang kita kenal dengan
nama hukum fiqih. Dengan fiqih inilah kita bisa
mengkodifikasi syariat Islam secara sistematis dan jelas. Jadi
55
ruang lingkup ilmu fiqih ini lebih kepada batasan-batasan
teknis yang bersifat hitam putih atas hukum sebuah ibadah
formal, bukan bicara kualitas, filosofi, hikmat atau esensi
sebuah ibadah. Kajian itu milik bidang ilmu Islam lainnya di
luar fiqih. Misalnya dalam perspektif ilmu tasawwuf yang
bersih, seseorang dianggap sudah kehilangan nilai kualitas
puasa ketika pada siang hari terbersit dalam pikirannya
tentang jenis makanan apa yang akan dilahapnya nanti saat
berbuka. Karena secara hati, hal itu merusak esensi puasa
yaitu menahan diri dari nafsu. Termasuk membayangkan
makan apa nanti, dianggap sudah mengurusi hawa nafsu.
Bila Anda duduk di depan TV di siang hari bulan ramadhan
dan secara tidak sengaja melihat ada pembawa acara yang
lumayan cantik, untuk sepersekian detik Anda tertarik
dengan wajah itu, maka nilai puasa Anda hilang. Karena
nafsu berhasil menguasai pikiran Anda walau hanya
sepersekian detik. Kalau Anda tertarik untuk berpuasa
dengan kualitas seperti itu, silahkan saja, tapi jangan
paksakan orang lain untuk meraih kualitas puasa seperti
Anda. Karena kalau dipaksakan, maka tidak akan ada orang
yang puasa selama Ramadhan. Buat orang umum, maka
puasa dengan batasan hukum fiqh sudah cukup baik dan
insya Allah SWT diterima. Karena tetap mengacu dan
berdasarkan petunjuk dan aturan dari Rasulullah SAW. Dan
itulah yang berlaku selama ini di dunia Islam. Hadaanallahu
Wa Iyyakum Ajma`in, Wallahu A`lam Bish-shawab,
Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.
25. Bercumbu Di Bulan Ramadhan 2
Assalamu`alaikum warohmatullohi
wabarokatuh... Ustadz, saya ingin bertanya jika di siang hari
56
bulan Ramadhan saya mencium (maaf:bibir) istri saya
apakah itu membatalkan shaum saya? Lantas kalau
bersetubuh tapi tidak sampai jima` bagaimana pula
hukumnya? Terima kasih atas jawabannya.
Wassalamu`alaikum warohmatullohi wabarokatuh...

Abdulloh

2003-10-21 16:01:35 : 5

Assalamu `alaikum Wr. Wb.
Al-Hamdulillahi Rabbil `Alamin, Washshalatu Wassalamu
`Alaa Sayyidil Mursalin, Wa `Alaa `Aalihi Waashabihi
Ajma`in, Wa Ba`d
Bercumbu dengan istri tidak membatalkan puasa selama
tidak sampai keluar mani. Begitu juga menciumnya atau
memeluknya tidak membatalkan puasa. Sedangkan
hubungan seksual suami istri tentu membatalkan puasa.
Dan bila dikerjakan pada saat puasa Ramadhan, maka selain
membayar qadha` juga diwajibkan membayar kaffarah.
Karena hubungan seksual di siang hari bulan Ramadhan
termasuk perbuatan yang merusak kesucian Ramadhan itu.
Padahal kita diperintahkan pada saat-saat itu untuk
menahan segala nafsu dan dorongan syahwat dengan tidak
makan, tidak minum dan tidak melakukan hal-hal yang keji
dan mungkar. Tetapi justru pada saat yang semulia itu
malah melakukan hubungan seksual di siang hari. Karena
itu hukumannya tidak hanya mengganti / mengqadha`
puasa di hari lain, tetapi harus membayuar denda / kaffarah
sebagai hukuman dari merusak kesucian bulan Ramadhan.
Bentuk kaffarah itu salah satu dari tiga hal :
57
 Memerdekakan budak
 Puasa 2 bulan berturut-turut
 Memberi makan 60 orang miskin. Sedangkan mencium
istri pada bibir telah dijelaskan tidak akan membatalkan
puasa. Ketika Rasulullah SAW ditanya tentang hal ini, beliau
menyamakannya dengan berkumur. Dari Umar bin Al-
Khattab ra berkata,`Aku bernafsu maka aku mencium
(istriku) sedangkan aku dalam keadaan puasa, maka aku
bertanya,`Wahai Rasulullah, hari ini telah melakukan hal
yang besar karena aku telah mencium istriku dalam keadaan
puasa.`. Rasulullah SAW menjawab,`Bagaimana
pendapatmu bila kamu berkumur-kumur sedangkan kamu
dalam keadaan puasa ?`. Aku menjawab,`Ya tidak
mengapa`. Rasulullah SAW menjawab lagi,`Ya begitulah
hukumnya`. (HR. Abu Daud- shahih) Kumur adalah
memasukkan air ke dalam mulut untuk dibuang kembali
dan hal itu boleh dilakukan saat puasa meski bukan untuk
keperluan berwudhu`. Namun harus dijaga jangan sampai
tertelan atau masuk ke dalam tubuh, karena akan
membatalkan puasa.
Bersetubuh tapi tidak sampai jima ?
Anda berkata bahwa anda bersetubuh tapi tidak sampai
jima`. Maksudnya bagaimana ? Bukankah bersetubuh itu
adalah jima` ? Atau anda punya pengertian bahwa ada
sebuah persetubuhan tanpa jima` ? Atau barangkali anda
ingin mengatakan bahwa anda telah melakukan percumbuan
dengan istri namun tidak sampai terjadi penetrasi atau
hubungan kelamin. Kalau itu pertanyaan anda, maka para
ulama mengatakan bahwa hukum asalnya adalah boleh, asal
tidak sampai (inzal) keluarnya mani dan tidak sampai
penetrasi. Namun kita juga mendapatkan riwayat hadits
yang menyebutkan bahwa Rasulullah SAW pernah melarang
58
seseorang yang sedang puasa untuk mencumbui istrinya
tetapi beliau juga pernah membolehkan yang lain untuk
melakukannya. Bagaimana hal itu bisa terjadi ? Ternyata
ketika melarang seseorang untuk mencumbui istrinya,
pertimbangan yang dilakukan oleh Rasulullah SAW adalah
karena orang itu tidak mampu menahan dirinya dari
dorongan syahwat, sehingga ditakutkan bahwa
percumbuannya itu akan membawanya kepada hal yang
lebih jauh seperti hubungan kelamin. Dan ketika beliau
membolehkan orang lain untuk bercumbui istrinya, maka
pertimbangannya adalah karena orang tersebut mampu
menahan dorongan syahwat dan bisa menguasai diri saat
bercumbu. Lebih jelasnya, mari kita baca hadits tersebut :
Dari Abi Hurairah ra bahwa ada seseorang yang bertanya
kepada Rasulullah SAW tentang mencumbui wanita bagi
orang yang puasa. Rasulullah SAW llau memberikan
rukhshah (keringanan) bagi orang itu. Kemudian datang lagi
yang lainnya tapi nabi melarangnya. Ternyata yang diberi
keringanan adalah orang yang sudah tua sdangkan yang
dilarang adalah yang masih muda (HR. Abu Daud – shahih)
Bahkan ada atsar yang lebih jelas dari hadits diatas : Dari
Said bin Jubair bahwa seorang bertanya kepada Ibnu
Abbas,`Aku baru saja menikah dengan anak pamanku yang
sangat cantik dan kami berbulan madu di bulan Ramadhan.
Bolehkah aku menciumnya ?`. Ibnu Abbas menjawba
,`Bisakah kau kuasai dirimu?`. Dia menjawab,`Ya`. Ibnu
Abbas berkata,`Ciumlah istrimu`. Dia bertanya
lagi,`Bolehkah aku mencumbuinya ?`. Ibnu Abbas
menjawba ,`Bisakah kau kuasai dirimu?`. Dia
menjawab,`Ya`. Ibnu Abbas berkata,`Cumbuilah istrimu`.
Dia bertanya lagi,`Bolehkah aku memegang kemaluannya ?`.
Ibnu Abbas menjawab ,`Bisakah kau kuasai dirimu?`. Dia
menjawab,`Ya`. Ibnu Abbas berkata,`peganglah `. Ibnu
59
Hazm berkata bahwa riwayat ini shahih dari Ibnu Abbas
dengan syarat dari Bukhari. Namun bila dalam percumbuan
itu sampai terjadi keluarnya mani (inzal) maka para ulama
mengatakan bahwa hal itu membatalkan puasa. Karena
salah satu hal yang membatalkan puasa adalah keluarnya
mani bila dilakukan dengan sengaja, baik dengan cara
istimna` (onani) ataupun dengan percumbuan dengan istri.
Itulah yang disebutkan oleh ustaz Assayyid Sabiq dalam
kitabnya Fiqhus Sunnah jilid 1 halaman 466. Namun ada
juga yang mengatakan bahwa bila percumbuan itu sampai
keluar mani (inzal) maka tidaklah membatalkan puasa. Yang
itu dikatakan oleh Al-Bani dalam Tamamul Minnah dan
juga oleh Asy-Syaukani yang conodng kepada pendapat
tersebut. Begitu juga dengan Ibnu Hazm, tokoh dari
kalangan zhahiri. Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in,
Wallahu A`lam Bish-shawab,
Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.
26. Bercumbu Dengan Selain Istri Dibulan
Ramadhan
Ass wr wb Ustad langsung saja, saya
ingin menanyakan tentang mencium pipi teman wanita
saya,yang mana dia bukan muhrim saya.Apakah hal tersebut
membatalkan nilai Puasa saya baik secara hukum sah
maupun hukum wajib. Mohon Pancerahan
wassalamualaikum
Muhammad

2003-11-03 11:35:29 : 5

60
Assalamu `alaikum Wr. Wb.
Al-Hamdulillahi Rabbil `Alamin, Washshalatu Wassalamu
`Alaa Sayyidil Mursalin, Wa `Alaa `Aalihi Waashabihi
Ajma`in, Wa Ba`d
Mencium pipi wanita yang bukan mahram tentu sebuah
dosa karena hal itu diharamkan oleh Allah SWT. Jangankan
mencium, sekedar bersentuhan kulit saja pun hukumnya
diharamkan. Sehingga tentu saja bila sudah sampai
mencium segala, dosa jauh lebih besar dari hanya sentuhan
kulit biasa. Apalagi perilaku tercela itu dilakukan dalam
keadaan berpuasa di bulan ramadhan. Namun secara hukum
syah tidaknya puasa, meski perbuatan itu dosa dan diancam
hukuman azab, tapi tidaklah membatalkan puasa. Karena
bila dikonfirmasi dengan point-point yang membatalkan
puasa, tidak ada satu pun yang cocok. Sehingga puasanya
tetap syah dan harus diterukan sampai maghrib. Yang
berpengaruh adalah nilai dan pahala puasa di sisi Allah
SWT. Karena khusus dalam ibadah puasa, Allah SWT
merahasiakan nilai pahala puasa hamba-Nya. Dalam hadits
qudsi disebutkan bahwa Allah SWT telah memperlakukan
ibadah puasa secara khusus berbeda dengan ibadah lainnya.
Dari Abi Hurairah ra bahwa Rasulullah SAW
bersabda,”Allah SWT telah berfirman,”Seluruh amal anak
Adam itu diberi ganjaran kecuali puasa. Karena puasa itu
untukKu dan Akulah yang memberi ganjarannya…”. (Hr.
ahmad, Muslim dan An-Nasai) Sehingga meski kewajiban
puasanya telah gugur dan secara hukum telah syah, namun
bisa jadi tidak ada nilainya disisi Allah SWT. Karena puasa
itu dilaksanakan tanpa meninggalkan perbuatan rafats
(kecabulan). Rasulullah SAW bersabda,”Puasa itu adalah
benteng, sehingga bila seorang kamu berpuasa, janganlah
melakukan rafats (cumbu yang diharamkan) dan berlaku
jahil. …”(HR. Bukhari dan Abu Daud) Tentang puasa yang
61
tanpa makna ini, Rasulullah SAW telah berkali-kali
mengingatkannya. Orang itu memang tidak batal puasanya
dan tidak diwajibkan menggantinya di hari lain, namun rasa
lapar dan haus yang ditahannya sejak pagi itu seolah lenyap
begitu saja tanpa makna di sisi Allah SWT, karena dia
kehilangan makna puasa sekaligus pahalanya. Dari Abi
Hurairah ra bahwa Rasulullah SAW bersabda,”Berapa
banyak orang yang puasa tapi tidak mendapatkan apa-apa
selain lapar…(HR. Ahmad Dalam Musnad Imam Ahmad
9308) Dari Abi Hurairah ra bahwa Rasulullah SAW
bersabda,”Berapa banyak orang yang puasa tapi tidak
mendapatkan apa-apa selain haus…(HR. Ad-Darimi Dalam
Sunan Ad-Darimi 2604)
27. Jima` Nya Orang Yang Uzur Pada
Ramadhan
Assalaamu`alaikum wr wb Ustadz, saya
ingin bertanya tentang hukum jima` di siang hari
Ramadhan. Apakah hukum tersebut juga mengenai orang
yang uzur alias semua orang tanpa kecuali, atau hanya orang
yang berpuasa. Misalkan seseorang yang sedang safar dan
dia mengambil keringanan tidak berpuasa di Bulan
Ramadhan, dan dia mencampuri isterinya pada saat itu.
Bagaimanakah hukumnya? Apakah tetap terkena hukum
tersebut di atas? Juga hal ini apakah sama dengan orang
semisal dengan kasus tersebut di atas tapi tidak sampai
mencampuri namun hanya bercumbu saja hingga keluar
mani. Mohon penjelasannya, ustadz. Jazakallah.
Wassalaamu`alaikum wr. wb.

62
Hamba Allah

2003-11-26 13:49:13 : 2

Assalamu `alaikum Wr. Wb.
Al-Hamdulillahi Rabbil `Alamin, Washshalatu Wassalamu
`Alaa Sayyidil Mursalin, Wa `Alaa `Aalihi Waashabihi
Ajma`in, Wa Ba`d
Dendanya orang yang merusak puasa ramadhannya dengan
melakukan hubungan seksual adalah puasa 2 bulan berturut-
turut, atau membebaskan budak atau memberi makan 60
orang fakir miskin. Namun untuk bisa sampai kepada
pelanggaran berat tersebut, ada syarat yang diajukan. Dalam
mazhab Al-Hanafiyah, Al-Malikiyah, Asy-Syafi`iyah dan Al-
Hanabilah disebutkan bahwa kaffarat atas pelanggaran
kesucian bulan ramadhan itu adalah bila syarat itu tidak
terpenuhi, maka tidak ada kewajiban membayar denda.
Diantara syarat itu adalah bahwa jima’ yang dilakukannya itu
memang jima’ yang membuat puasanya batal. Maksudnya
adalah dia memang sedang dalam keadaan berpuasa dimana
malamnya memang telah berniat puasa. Lalu pada siang
harinya, dia merusak puasa itu dengan berhubungan seksual
dengan istrinya. Sedangkan bila tidak dalam keadaan puasa,
karena safar, sakit dan sebab lainnya, maka dianggap bukan
pelanggaran atas kesucian ramadhan. Sehingga tidak
diwajibkan menggantinya dengan denda yang berat. Dia
cukup mengganti puasa yang ditinggalkannya. Hadaanallahu
Wa Iyyakum Ajma`in, Wallahu A`lam Bish-shawab,
Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.
63
28. Keluar Mani Saat Puasa
assalamu`alaikum wr.wb. saya seorang pemuda
yang telah memiliki keinginan dan Insya Allah siap menikah
dan hal itu telah saya sampaikan namun masih dalam
proses, pagi hari dibulan Ramadhan ini saya pernah
mengeluarkan mani. Ketika itu saya bangun dari tidur dan
dorongan syahwat saya datang, karena kondisi saya baru
bangun tidur jadi pikiran saya pun terasa antara sadar dan
tidak, karena kuatnya syahwat itu saya menekan kemaluan
saya dengan kedua paha saya dan akhirnya keluarlah mani
tersebut. setelah itu saya sangat takut kalau hal ini sangat
dimurkai oleh Allah SWT karena kelemahan saya menahan
syahwat tersebut. Pertanyaan saya apakah pusa saya menjadi
batal karena hal itu? jika itu sebuah pelanggaran syariat apa
hukumannya? saya mohon ma`af kalau kata-kata yang saya
gunakan kurang sopan. wassalamu`alaikum wr.wb.

Abdullah

2003-11-10 12:49:28 : 2

Assalamu ‘alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Alhamdulillahi Rabbil ‘Alamin, Washshalatu Wassalamu
‘Ala sayyidil Mursalin
Wa ‘alaa ‘Aalihi Wa Ashabihi ajma’ien. Wa Ba’du
Keluar mani secara tidak sengaja berbeda dengan
mengeluarkannya dengan sengaja. Mengeluarkan mani
dengan sengaja disebut juga onani atau masturbasi. Tentu
yang dimaksud adalah bila dilakukan diluar percumbuan
dengan istri yang syah. Sehingga dalam kaitannya dengan
batal tidaknya puasa seseorang bila keluar mani, maka para
64
ulama menghukumi tidak batal manakala mani itu keluar
dengan sendirinya akibat dorongan biologis tubuh. Baik
dengan melalui mimpi (sweet deam) atau tidak. Dan secara
teknis, seseorang tidak melakukan proses perangsangan
dengan sengaja. Namun bila ada semacam kesengajaan
dalam proses keluarnya mani itu, seperti dengan memijit
atau menggesek-gesekkan, maka termasuk bagian dari onani
itu sendiri. Termasuk bila melakukan percumbuan dengan
istri meski tidak sampai melakukan hubungan seksual
(penetrasi). Bila keluar mani karena faktor tersebut, maka
batallah puasanya dan harus menggantinya dengan puasa
qadha’ di hari lain setelah bulan ramadhan. Tetapi harus
dibedakan dengan kaffarat-nya orang yang melakukan
hubungan suami istri. Karena buat pasangan suami istri
yang syah dan melakukannya hubungan intim di siang hari
bulan ramadhan, maka hukumannya adalah salah satu dari
tiga hal, yaitu : a. Memerdekakan budak
b. Puasa 2 bulan berturut-turut
c. Memberi makan 60 fakir miskin
Kewajiban puasa ini adalah sebagai kaffarah dari dirusaknya
kehormatan bulan Ramadhan. Selain wajib mengganti hari
yang dirusaknya itu dengan puasa di hari lain, ada kewajiban
berpuasa 2 bulan berturut-turut sesuai dengan hitungan
bulan qamariyah. Syarat untuk berturut-turut ini menjadi
berat karena manakala ada satu hari saja di dalamnya
dimana dia libur tidak puasa, maka wajib baginya untuk
mengulangi lagi dari awal. Bahkan meski hari yang
ditinggalkannya sudah sampai pada hitungan hari yang
paling akhir dari 2 bulan berturut-turut. Hadaanallahu Wa
Iyyakum Ajma`in, Wallahu A`lam Bish-shawab,
Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.
65
29. Berkumur Dalam Wudhu`saat Puasa
Assalamua`alaikumWr.Wb., Para
ustadz yang dimuliakan Allah,saya ingin mengetahui
bagaimanakah hukumnya jika waktu berwudhu` di saat
sedang shaum tetap berkumur-kumur?Saya mohon
dijelaskan pula dalil-dalilnya agar dapat beribadah dengan
lebih sempurna. Jazakallahu khoiraan katsiiraan.
Wassalamu`alikum Wr.Wb

Fauzi

2003-11-11 13:14:16 : 2

Assalamu ‘alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Alhamdulillahi Rabbil ‘Alamin, Washshalatu Wassalamu
‘Ala sayyidil Mursalin
Wa ‘alaa ‘Aalihi Wa Ashabihi ajma’ien. Wa Ba’du
Assalamu `alaikum Warahmatullahi Wabaraktuh
Alhamdulillahi rabbil `alamin, washshalatu wassalamu `ala
sayyidil mursalin, wa ba`du,
Berkumur-kumur atau dalam bahasa Arab disebut “Al-
Madlmadlah” ketika sedang berpuasa diperbolehkan, selama
tidak berlebih-lebihan. Dari Umar bin Al-Khotob Ra ia
berkata : “Aku berhasrat kemudian aku mencium isteriku
sedangkan aku sedang shaum. Lalu aku bertanya: “Wahai
Rasulullah aku melakukan suatu hal yang besar, aku
mencium isteriku sedangkan aku sedang shaum? Rasulullah
SAW menjawab : “Bagaimana pendapatmu jika kamu
berkumur-kumur sedangkan kamu sedang shaum? Aku
menjawab : “Tidak mengapa” Beliau pun berkata:
66
“Demikian juga mencium isteri” (HR Abu Daud Lihat
Shohih Sunan Abu Daud No. 2089) Hadis diatas dengan
jelas menyatakan bahwa berkumur-kumur diperbolehkan
karena Umar menjawab : Laa Ba’sa bihi atau tidak mengapa.
Ketika Rasulullah SAW bertanya tentang hal tersebut yang
jawabannya diamini oleh beliau. Bahkan dalam kitab Al-
Mugny karangan Ibnu Qudamah Al-Maqdis dijelaskan
bahwa jika seseorang berkumur atau menghirup air ketika
bersuci kemudian ada air yang masuk ke dalam mulut
dengan tidak sengaja dan tidak berlebih-lebihan, maka hal
tersebut tidak membatalkan shaum. Pendapat ini
merupakan pendapat imam Al-Auza’i, Ishaq, Imam Syafi’i
dalam salah satu pendapatnya dan ini juga merupakan
pendapatnya Ibnu Abbas Ra (Al-Mughny 3/44) Ibnu Hajar
berkata dalam Fathul-Bary mengutip perkatan Ibnul
Mundzir : “Para ulama telah berijma’ bahwa tidak apa-apa
bagi orang yang shaum (Tidak batal puasanya) yang
menelan sesuatu yang mengalir bersama air liurnnya
diantara giginya yang tidak dapat dia keluarkan” (Fathul-
Bary 4/161) Dalam Syarhul-Kabir disebutkan bahwa : “
Pendapat berkumur-kumur tidak membatalkan puasa adalah
tidak diperselisihkan lagi, baik ketika sedang bersuci
maupun tidak” (Syarhul Kabir 3/44) Wallahu a`lam
bishshowab. Wassalamu `alaikum Warahmatullahi
Wabarakatuh.
30. Obat Semprot Asthma Ketika Berpuasa
Ramadhan
Assalamu`alaikum wr.wb Ustadz, saya
ingin tanya. Bagaimana hukumnya menggunakan obat
semprot asthma di saat siang hari ketika berpuasa
67
Ramadhan, karena saya ini adalah penderita asthma yang
menggunakan obat semprot ketika asthma saya kambuh.
Terima kasih atas jawabannya Wassalam, Bagus

Bagus Wibisono

2003-11-03 11:24:14 : 2

Assalamu `alaikum Wr. Wb.
Al-Hamdulillahi Rabbil `Alamin, Washshalatu Wassalamu
`Alaa Sayyidil Mursalin, Wa `Alaa `Aalihi Waashabihi
Ajma`in, Wa Ba`d
Syekih Abdullah bin Baz, salah seorang tokokh ulama
rujukan di Saudi Arabia dalam fatwa beliau tentang masalah
yang Anda tanyakan menjawab bahwa obat semprot seperti
itu tidak bila digunakan oleh orang yang sedang puasa tidak
membatalkan puasanya. Karena tidak memenuhi kriteria
makan atau minum yang membatalkan puasa. Sehingga
penggunaannya oleh orang yang sedang puasa dibolehkan
dan tidak berdampak apa-apa bagi puasanya. Semoga Allah
SWT menyembuhkan penyakit Anda dengan kesembuhan
yang cepat dan kesehatan yang pulih dan kesehatan yang
tetap. Syafaakallahu syifaan ‘ajilaa
Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in, Wallahu A`lam Bish-
shawab,
Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.
68
31. Obat Tetes MataBagi Yang Berpuasa ?

Assalamu`alaikum Wr.Wb.... ustadz... saya
mau menanyakan tentang hukumnya meneteskan obat tetes
mata ( mis: insto ) pada saat kita shaum....soalnya ada
beberapa pendapat mengatakan bahwa itu bisa
membatalkan puasa...... terima kasih atas jawabannya
Wassallam, erin - serang

Erin

2003-11-17 13:54:16 : 2

Assalamu `alaikum Wr. Wb.
Al-Hamdulillahi Rabbil `Alamin, Washshalatu Wassalamu
`Alaa Sayyidil Mursalin, Wa `Alaa `Aalihi Waashabihi
Ajma`in, Wa Ba`d
Obat tetes mata bila dipakai tidaklah termasuk yang
membatalkan puasa. Karena bukanlah sesuatu yang masuk
ke dalam bagian tubuh yang menyebabkan seseorang bisa
dikategorikan memakan makanan. Obat tetes mata adalah
termasuk jenis obat luar, sebagaimana jenis obat lainnya
seperti kompres, plester, obat luka atau juga semprotan
untuk penyakit asma. Semua itu bila digunakan buat
penderita, tidak termasuk hal yang membatalkan puasa.
Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in, Wallahu A`lam Bish-
shawab,
Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.
69
32. Muntah, Puasa Batal Atau Tidak ???
Assalamualaikum Wr Wb. Saya mau tanya,
apakah jika muntah (cukup banyak) karena sakit atau masuk
angin, puasa orang tersebut batal atau tidak ?? Mohon
jawabannya Pak Ustadz.

Eko

2003-11-06 12:26:33 : 2

Assalamu `alaikum Wr. Wb.
Al-Hamdulillahi Rabbil `Alamin, Washshalatu Wassalamu
`Alaa Sayyidil Mursalin, Wa `Alaa `Aalihi Waashabihi
Ajma`in, Wa Ba`d
Istiqa` atau memuntahkan adalah bila seseorang melakukan
sesuatu yang mengakibatkan muntah, maka puasanya batal.
Seperti memasukkan jari ke dalam mulut tidak karena
kepentingan. Atau membuang lendir dari tenggorokan
tetapi malah mengakibatkan muntah. Dan semua pekerjaan
lainnya yang pada dasrnya tidak perlu dilakukan tetapi
malah mengakibatkan muntah. Semua itu dapat
membatalkan puasa karena itu harus dihindari agar tidak
melakukannya saat berpuasa. Namun bila muntah karena
sebab yang tidak bisa ditolak seperti karena masuk angin
atau sakit lainnya, maka puasanya tetap syah. Muntah yang
membatalkan puasa hanyalah muntah yang disengaja oleh
pelakunya. Dalilnya adalah sabda Rasulullah SAW :
Rasulullah SAW bersabda,”Siapa yang menyngaja muntah,
wajiblah mengganti (mengqadha`) puasanya.” (HR. )
Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in, Wallahu A`lam Bish-
shawab,
Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.
70
33. Batalalkah Puasa Bila Disuntik ?
Assalamu`alaikum Wr. Wb. Ustad,
batalkah puasa orang yang ketika sakit disuntik oleh
dokter?. Padahal dia masih mampu untuk tidak makan &
minum. Terimakasih atas jawabannya. Wassalamu`alaikum
Wr. Wb. Ahmad
Ahmad

2003-11-07 13:19:52 : 2

Assalamu ‘alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Alhamdulillahi Rabbil ‘Alamin, Washshalatu Wassalamu
‘Ala sayyidil Mursalin
Wa ‘alaa ‘Aalihi Wa Ashabihi ajma’ien. Wa Ba’du
Suntikan yangdilakukan oleh dokter kepada pasiennya yang
dalam keadaan berpuasa tidak membatalkan puasa. Hal itu
karena pada prinsipnya obat yang dimasukkan itu bukanlah
makanan yang masuk ke rongga perut. Tetapi obat itu larut
dalam darah. Selain itu obat bukanlah nutrisi yang apabila
disuntikkan akan menambah tenaga atau energi. Karena
obat bukanlah makanan bagi tubuh, bahkan sebaliknya obat
adalah racun yang akan melumpuhkan bibit penyakit.
Karena itu para ulama sepakat bila yang dimasukkan /
diinfuskan ke dalam tubuh adalah cairan infus untuk
memberi ‘makan’ / nutrisi bagi tubuh, hukumnya
membatalkan puasa. Karena memasukkan selang infus ke
dalam tubuh sama saja dengan makan meski tidak lewat
mulut. Kesimpulannya : suntik obat tidak membatalkan
puasa dan infus makanan membatalkan puasa.
71
Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in, Wallahu A`lam Bish-
shawab,
Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.
34. Puasanya Penderita Rheumatoid Arthritis

Assalamu`alaikum ustad, Nama saya
Anti, saya berumur 25 tahun belum menikah. Sejak tahun
1996 saya menderita penyakit Rheumatoid Arthritis, yaitu
penyakit over immune yang menurut dokter immune di
tubuh saya terlalu banyak sehingga jika mereka tidak
mendapat makanan akan memakan diri saya sendiri. Saya
sangat menderita sejak tahun 1996 - 2002, namun saya tetap
tawakal kepada ALLAH SWT dan akhirnya sampai
sekarang saya bisa berjalan kembali (saya pernah memakai
kursi roda, kruk / tongkat, karena tidak bisa berjalan..) Saya
menceritakan sedikit background saya untuk menjadi
gambaran bagi ustadz.. Untuk ustadz ketahui bahwa setiap
hari saya meminum obat untuk peredam aktifitas immune
dan untuk menghilangkan rasa sakit (jika saya tidak minum
obat ini maka sekujur tubuh saya sangat sakit) Yang jadi
pertanyaan saya adalah: saya sekarang bekerja di sebuah
perusahaan swasta dan selama ini tidak ada masalah karena
saya selalu minum obat itu. Namun hari ini hari puasa
pertama, saya hanya meminum obat saat sahur... dan
sekarang ini tangan saya sakiiiiiiiit sekali dan kaki saya sangat
ngiluuuuuu... ingin rasanya saya berbuka untuk minum obat
tapi saya masih muda dan bukan orang yang sudah uzur..
Ustadz, tolong beri masukan kepada saya.. apa yang mesti
saya lakukan ustadz.... rasa sakit ini sangat nyeriii... Terima
72
kasih ustadz atas masukannya... Wasallamualaikum wr. wb,
Tienanti
Anti

2003-10-29 14:07:18 : 2

Assalamu `alaikum Wr. Wb.
Al-Hamdulillahi Rabbil `Alamin, Washshalatu Wassalamu
`Alaa Sayyidil Mursalin, Wa `Alaa `Aalihi Waashabihi
Ajma`in, Wa Ba`d
Orang yang sakit secara tegas dibolehkan untuk tidak puasa
di bulan ramadhan ini. Dalam ayat yang sangat masyhur di
bulan ramadhan, kita dapat melihat bagaimana keringanan
itu Allah SWT berikan kepada para orang yang sakit. ...Maka
barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam
perjalanan (boleh tidak puasa), maka (gantilah dengan
puasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari
yang lain. (QS. Al-Baqarah : 184) Orang yang sakit dan
khawatir bila berpuasa akan menyebabkan bertambah sakit
atau kesembuhannya akan terhambat, maka dibolehkan
berbuka puasa. Bagi orang yang sakit dan masih punya
harapan sembuh dan sehat, maka puasa yang hilang harus
diganti setelah sembuhnya nanti. Sedangkan orang yang
sakit tapi tidak sembuh-sembuh atau kecil kemungkinannya
untuk sembuh, maka cukup dengan membayar fidyah, yaitu
memberi makan fakir miskin sejumlah hari yang
ditinggalkannya. Khusus dalam masalah Anda ini, Anda bisa
berkonsultasi dengan dokter Anda tentang teknik
pemakaian obat ini. Langkah pertama adalah bagaimana
cara mengatur jadwal minum obat agar bisa disesuaikan
dengan jadwal puasa. Bila secara jadwal sulit untuk bisa
diatur waktu untuk minum obat, bisakah dokter memberi
73
obat berbentuk suntikan dan bukan dengan menelan pil.
Karena para ulama berpendapat bahwa suntikan itu tidak
membatalkan puasa. Bila kedua jalan itu sama sekali buntu
dan belum ada alternatif lainnya, maka Anda bisa
digolonglkan sebagai orang yang sakit dan tidak mampu
mengganti / mengqadha’ puasa di hari lain. Untuk itu maka
Anda diwajibkan membayar fidyah sebagai ganti qadha’ di
hari lain. Namun sebelumnya, Anda perlu melakukan
konfirmasi dengan beberapa dokter agar keputusan bahwa
Anda wajib minum obat siang hari dan ketidak-mungkinan
mengganti pil dengan suntikan itu dibenarkan oleh jumhur
para dokter lainnya. Sehingga bila telah ada kesepakatan dari
para ahli medis, Anda boleh tidak puasa dan tidak perlu
menggantinya dengan puasa qadha’ tapi cukup bayar fidyah
saja. Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in, Wallahu A`lam
Bish-shawab,
Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.
35. Puasa Boleh Gosok Gigi Dengan Pasta
Gigi?
Assalamu`alaikum Wr.Wb. Pak Ustadz
rohimakumullah, kalau gosok gigi dengan menggunakan
odol padahal kita lagi saum, batal nggak puasanya
(maksudnya biar mulut tetap segar dan tidak bau) sukron
Wassalam
Hamba Allah

2003-11-13 15:50:56 : 2

Assalamu ‘alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Alhamdulillahi Rabbil ‘Alamin, Washshalatu Wassalamu
74
‘Ala sayyidil Mursalin
Wa ‘alaa ‘Aalihi Wa Ashabihi ajma’ien. Wa Ba’du
Menggosok gigi bukanlah perkara yang membatalkan puasa
secara umum dari pandangan para ulama. Kalaulah ada yang
melarangnya, hanya sampai pada taraf memakruhkannya
saja, itupun setelah zhuhur hingga maghrib. Tapi tidak
berarti membatalkan puasa. Walau pun dengan
menggunakan pasta gigi. (Odol adalah nama atau merek
dagang salah satu produsen pasta gigi di masa lalu yang
dengan salah kaprah digunakan masyarakat untuk menyebut
pasta gigi). Kalangan As-syafi’iyyah adalah diantara yang
memakruhkannya berdasarkan hadits Rasulullah SAW : Bau
mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah SWT
dari wangi misik. Dan biasanya, mulut orang yang puasa itu
baru akan menjadi bau setelah agak siang sehabis zhuhur,
sehingga mereka memakruhkannya setelah zhuhur saja.
Sedangkan bila airnya tertelan akibat kecerobohan maka
barulah batal puasanya. Tapi bukan karena gosok giginya,
tapi karena minumnya. Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in,
Wallahu A`lam Bish-shawab,
Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.
36. Belum Mandi Wajib (suci Dari Haid),
Bangun Kesiangan Di Bulan Ramadhan
Assalaamu\'alaikum ustadz, Saya mau
nanya, pada saat Romadhon, bagaimana puasa kita kalo kita
belum mandi suci sesudah selesainya haid dan bangun
terlambat (sesudah shubuh). Apa sah puasa kita seperti
orang yang bangun kesiangan sebelum mandi junub
(sesudah berjima) pada bulan Ramadhan? Jazakalloh atas
jawabannya. wassalaamualaikum

75
Yuni

2004-01-29 17:12:10 : 9

Assalamu `alaikum Wr. Wb.
Al-Hamdulillahi Rabbil `Alamin, Washshalatu Wassalamu
`Alaa Sayyidil Mursalin, Wa `Alaa `Aalihi Waashabihi
Ajma`in, Wa Ba`d
Belum Mandi Selepas Haidh Keburu Shubuh
Jumhur ulama mengatakan bahwa bila seorang wanita sudah
merasa berhenti dari haidh tapi belum mandi, lalu masuklah
waktu shubuh dan sudah berniat mau puasa, maka puasanya
syah. Dan untuk bisa mulai puasa, dia tidah diwajibkan
mandi terlebih dahulu, berbeda dengan shalat. Untuk bisa
shalat shubuh, maka dia wajib mandi janabah. Ini
diungkapkan oleh Al-Hafizh Ibnu Hajar dalam Fathul-Bari
jilid 1 halaman 192 ketika menerangkan masalah beda
antara puasa dan shalat bagi orang yang mendapat haidh.
Belum Mandi Karena Hubungan Seksual
Orang yang berjunub, baik karena hubungan suami istri
lantas kesiangan sehingga telah masuk waktu sholat subuh
atau karena berihtilam/mimpi basah siang hari, shaum yang
dilakukan pada hari tersebut tetap sah. Yang dilarang ketika
sedang shaum adalah melakukan hubungan “intim”, karena
hal tersebut termasuk hal-hal yang membatalkan shaum.
Dalam sebuah riwayat dijelaskan bahwa Rasulullah SAW
pernah bangun pagi dalam keadaan junub padahal telah
masuk waktu sholat shubuh. Kemudian Rasulullah SAW
melaksanakan mandi wajib, kemudian sholat shubuh dan
tetap melanjutkan shaumnya.
76
“Dari Abu Bakar (Tabi’in) ia
mengatakan bahwa Marwan Ra
mengutus dirinya menemui Ummu
Salamah Ra untuk bertanya tentang
seseorang yang di waktu pagi dalam
keadaan junub, apakah ia boleh shaum?
Ummu Salamah menjawab: Rasulullah
SAW pernah di waktu pagi dalam
keadaan junub setelah berjima’ bukan
berihtilam, kemudian beliau tidak
berbuka (tetap melanjutkan shaumnya)
dan juga tidak mengqodonya” (HR.
Muslim 2/780).
Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in, Wallahu A`lam Bish-
shawab,
Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.
37. Hukuman Karena Ciuman Dengan Pacar
Di Bulan Ramadhan Sampai Batal Puasa

Assalamualikum wrwb Pengasuh yang
terhormat Pada saat ramadhan kemaren temen saya
melakukan zina (berciuman)dg pacarnya, kalo dihitung bisa
terjadi 4 kali kesempatan,dan pernah sekali karena nafsunya
hingga dia junub. Dia sekarang sadar dan sangat menyesal,
dia pengen menebus kesalahan tersebut,bagaimana caranya
karena setahu dia, kalo puasa ramadhan batal dg disengaja
maka tidak bisa diganti? Kalo misal hukum ttg harus puasa
2 bulan berturut2,apakah jd 8 bulan karena dilakukan 4 kali,
jg tentang dia hanya pada 1 kali kesempatan aja sampai
77
junub bagaimana?yang diganti cuma yang junub tsb (1kali)
ato 4 kali kesempatan yang telah dia lakukan. kalo harus
memberi makan fakir miskin, apakah 60 orang juga
dikalikan 4? memberi makan itu,sekali makan ato dalam
sehari(3x)? dan yang diberi harus orang miskin ato bisa yang
laen, seperti anak yatim dalam panti asuhan ato yang
laennya. mohon petunjuknya,karena dia sekarang bener-
bener sangat menyesal hingga selalu merasa bersalah,bahkan
jika dia sholat, dia sangat merasa malu kepadaNya karena
telah berbuat seperti itu. terima kasih atas bantuan dan
bimbingannya. wasssalamualaikum Wb Wb

Awang Reza

2003-12-14 16:05:20 : 2

Assalamu `alaikum Wr. Wb.
Al-Hamdulillahi Rabbil `Alamin, Washshalatu Wassalamu
`Alaa Sayyidil Mursalin, Wa `Alaa `Aalihi Waashabihi
Ajma`in, Wa Ba`d
Yang jelas bila seseorang membatalkan puasanya, baik
dengan alasan yang syar’i maupun yang tidak syar’i, maka
dia punya kewajiban untuk menggantinya. Yang
membedakannya hanya bila alasan membatalkan puasa itu
tidak syar’i seperti kasus yang Anda ceritakan, maka itu
adalah perbuatan dosa. Tapi tetap harus diganti. Sedangkan
bila alasannya syar’i seperti karena sakit atua safar, maka hal
itu merupakan keringanan yang Allah SWT berikan. Tapi
tetap harus diganti juga. Jadi tidak benar kalau ada yang
mengatakan bila membatalkan puasa karena sengaja, tidak
bisa diganti dengan puasa qadha’. Seseorang tetap wajib
mengganti puasanya di hari lain di luar bulan ramadhan,
78
apapun alasan tidak puasanya. Tentang hukuman harus
puasa 2 bulan berturut-turut, itu hanya dalam kasus
hubungan seksual. Sedangkan bila tidak terjadi hubungan
seksual, maka tidak ada kewajiban seperti itu. Jadi yang
harus dilakukan oleh teman Anda dalam masalah ini adalah :
1. Mengganti puasanya yang batal dengan berpuasa
sebanyak hari yang ditinggalkannya. Bukan dengan puasa 2
bulan berturut-turut atau memberi makan fakir miskin. 2.
Karena dia telah melakukan maksiat yaitu berciuman
dengan wanita yang bukan istrinya, maka dia telah
melakukan dosa. Apalagi dilakukannya di dalam bulan
ramadhan, bulan yang sebenarnya untuk menahan hawa
nafsu. Hal yang harus dikerjakannya adalah bertobat dan
memohon ampunan. Selama seorang manusia masih hidup,
maka selama itu pula masih terbuka pintu taubat untuknya.
Dosa apapun yang pernah dilakukannya, pastilah Allah
SWT akan ampuni bila memang dia meminta ampun secara
tulus, ikhlas dan dari dalam lubuk hati terdalam. Allah SWT
tidak pernah ‘sakit hati’ atas dosa hambanya dan tidak akan
dibuat susah. Bahkan meski hamba-Nya datang dengan
setumpuk dosa besar yang pernah dilakukannya, namun Dia
pasti mengampuninya bila meminta ampunan. Juga tidak
akan menghukum hamba-Nya itu dengan hukuman yang
tidak mampu dipikulnya. Termasuk tidak menerima amal
kebajikannya. Maha suci Allah dari sifat demikian.
Dengarlah firman Allah SWT dalam hadits qudsi : Dari
Anas bin Malik ra berkata,”Aku mendengar Rasulullah
SAW bersabda bahwa Allah SWT berfirman,”Wahai anak
Adam, selama kamu berdoa dan berharap kepada-Ku, maka
Aku mengampuni dosa-dosa lampaumu dan Aku tidak
peduli. Wahai anak Adam, meski dosamu sepenuh langit,
namun bila kamu meminta ampun kepada-Ku, pastilah Ku
ampuni dan Aku tidak peduli. Wahai anak Adam, meski
79
kamu datang kepada Ku dengan dosa sepenuh bumi namun
bila kamu menemui-Ku tanpa syirik kepaa-Ku, maka Aku
akan mendatangimu dengan ampunan sepenuh itu juga.
(HR. At-Tirmizy). Namun minta ampun itu bukan
sembarang minta ampun, melainkan sebuah tobat yang
nashuha, yang tidak akan diulanginya lagi. Hadaanallahu Wa
Iyyakum Ajma`in, Wallahu A`lam Bish-shawab,
Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.
38. Menunda Haid Di Bulan Ramadhan
Assalaamu‘alaikum Pak ustadz, 1. Kalau
kami(wanita) ingin melaksanakan puasa ramadhan sebulan
penuh, kemudian kami menunda haid dengan meminum
obat/ramuan itu hukumnya bagaimana? 2. Saya pernah
dengar kalau menunaikan ibadah haji, maka boleh menunda
haid, kalau hal ini benar dasarnya apa? Terima kasih atas
jawabannya Assalaamu‘alaikum Lala



2002-11-09 14:41:00 : 9

Boleh bagi wanita untuk menggunakan
obat-obatan penahan datang bulan jika disetujui oleh
dokter-dokter ahli yang dapat dipercaya atau orang-orang
yang pengalaman dalam bidang ini; bahwa pemakaian obet
tersebut tidak berbahaya, juga tidah mempengaruhi
rahimnya. Tapi lebih baik agar tidak mempergunakannya,
karena Allah telah menjadikan keringanan bagi kaum wanita
yang haid pada bulan Ramadhan untuk tidak berpuasa. Dan
80
Allah memerintahkan untuk mengganti hari-hari yang ia
tidak puasa tersebut lagi pula Allah telah merelakan syari‘at
seperti itu sebagai ajaran agama. Sedangkan pada saat haji
yang kesempatannya sangat jarang, maka boleh
menggunakan obat seperti itu. Asal telah mendapat
persetujuan dari dokter. Dasrnya adalah kemudahan, karena
pada dasarnya Islam itu mudah. Dan juga tidak kita dapati
larangan yang secara jelas tidak membolehkannya. Wallahu
a‘lam bis-shawab.
39. Menonton TV Di Bulan Ramadhan
assalamu\'alaikum langsung ke
pertanyaan saya: -saat ini tayangan di tv khan sudah tdk
lepas dr hal2 yang berbau politik, sensualitas, kriminal,dll
yang menayangkan hal2 yang amat tdk mendidik, ada yang
menampilkan kekerasan, bahkan pornografi. bagaimana
pahala ibadah puasa kita, apakah tdk diterima krn nonton
hal2 yang demikian? tolong dijawab ust. jazakumullah
wassalam
Izaluddin

2003-11-17 13:49:50 : 11

Assalamu `alaikum Wr. Wb.
Al-Hamdulillahi Rabbil `Alamin, Washshalatu Wassalamu
`Alaa Sayyidil Mursalin, Wa `Alaa `Aalihi Waashabihi
Ajma`in, Wa Ba`d
Sebaiknya memang Anda di bulan ramadhan yang mulia ini
mengurangi jam nonton TV. Karena ada banyak pekerjaan
yang jauh lebih bermakna ketimbang nongkrong di depan
TV. Memang banyak acara TV di bulan ramadhan ini yang
81
dikemas seolah-olah ikut memeriahkan suasana ramadhan,
mulai dari para artis yang berbusana seperti busana
muslimah sampai kepada settingcerita yang berbau
ramadhan. Tapi terus terang saja bahwa pada tingkat esensi,
masih banyak yang kedodoran. Masih terlalu banyak acara
yang berhenti pada kemasan dan kehilangan makna
ramadhannya sendiri. entah itu lawakan yang tidak bermutu
hingga praktek-praktek yang justru bertentangan dengan
syariat Islam. Bahkan beberapa stasiun TV tetap setia
menampilkan wanita telanjang di bulan suci ini. Entah
dimana otak mereka, yang jelas tayangan kotor dan hina itu
tetap saja tampil. Karena itu dari pada Anda hanya bisa
ngedumel sendiri lebih baik matikan TV dan buka mushaf
Al-Quran Al-Karim. Bacalah Al-Quran Al-Karim insya
Allah Anda mendapt pahala. Atau kalau memang mungkin,
isilah ramadhan dengan kegiatan yang jelas-jelas bermanfaat
dan islami. Kalaulah di TV ada ceramah keagamaan, pilihlah
yang serius dan benar-benar sesuai dengan syariah Islam.
Bila telah selesai, matikan TV dan jangan biarkan pahala
puasa Anda hilang digerogoti acara maksiat dan jahiliyah.
Alangkah ruginya para pemirsa yang tidak punya kontrol itu.
Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in, Wallahu A`lam Bish-
shawab,
Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.
40. Sahur Setelah Shubuh
Hari ini saya dan isteri bangun sahur pukul
4.30, namun kami tanpa sadar (karena masih
mengantuk)menganggap saat itu baru pukul 3.30 karena
memang kebiasaan kami sahur pukul 3.30. Baik saya dan
isteri saya masing-masing melihat jam dan menganggap saat
82
itu baru pukul 3.30. Lalu kami makan sahur seperti biasa.
Setelah selesai sahur, kami duduk menunggu adzan subuh,
namun akhirnya kami menyadari bahwa saat itu sudah pukul
5 yang berarti sebenarnya adzan subuh sudah berlalu satu
jam sebelumnya dan kami makan sahur setelah subuh tanpa
kami sadari. Pertanyaannya, apakah puasa kami tetap sah?
Jika tidak, apa yang harus kami lakukan?

Fakhri

2002-11-26 16:00:00 : 2

Diantara yang membatalkan puasa adalah
makan dan minum dengan menyangka bahwa saat itu masih
malam hari dan belum masuk waktu shubuh. Ini jelas
disebutkan oleh banyak fuqoha dalam literatur fiqih klasik
dan modern. Meski melakukan ini tidak berdosa (karena
tidak beriat untuk merusak puasa), namun puasanya batal
dan waib mengqodho‘ di hari lain. Karena nyatanya,
memakan atau memimun sesuatu setelah terbit fajar. Dan
hal itu merusak puasa. Lain halnya dengan lupa. Lupa tidak
membatalkan puasa karena dalilnya jelas bahwa orang yang
makan dan minum pada siang hari karena lupa, maka makan
dan minumnya itu tidak membatalkan puasa. Bahkan
disebutkan bahwa Allah memberinya rizki. Wallahu a‘lam
bis-shawab.
83
E. MENGGANTI HUTANG PUASA
41. Istri Meninggal Dan Masih Punya Hutang
Puasa Ramadhan
Assalamu\'alaikum wr wb Segala puji
bagi Allah yang senantiasa memberikan Nikmat-Nya kepada
kita sehingga kita dimudahkan dalam menjalankan tugas
sehari-hari. Pak Ustadz yang dimuliakan Allah, saya ingin
bertanya. Istri saya telah meninggal dan setahu saya masih
mempunyai hutang puasa Ramadhan. Bagaimana cara
membayar hutang puasanya? Terima kasih.
Wassalamu\'alaikum wr. wb.

Adi

2003-10-15 14:03:42 : 2

Assalamu `alaikum Wr. Wb.
Al-Hamdulillahi Rabbil `Alamin, Washshalatu Wassalamu
`Alaa Sayyidil Mursalin, Wa `Alaa `Aalihi Waashabihi
Ajma`in, Wa Ba`d
Orang yang punya hutang puasa dan belum sempat
membayarkannya lalu meninggal dunia, maka keluarganya
boleh berpuasa untuk membayarnya. Dalilnya adalah sabda
Rasulullah SAW : Dari ‘Aisyah ra bahwa Rasulullah SAW
bersabda:” Barang siapa yang meninggal dengan
mempunyai kewajiban shaum (puasa) maka keluarganya
berpuasa untuknya”(HR Bukhari dan Muslim) Sedangkan
bila hutangnya kepada manusia, maka ahli wairsnya harus
membayarkannya dari harta yang meninggal. Bila dari
hartanya tidak ada, maka ahli wairis itu yang harus
84
mengeluarkan dari harta mereka. Hadaanallahu Wa Iyyakum
Ajma`in, Wallahu A`lam Bish-shawab,
Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.
42. Qodho\' Shoum Untuk Orang Yang Wafat

Bagaimana cara membayar fidyah untuk
seorang gadis yang dikarenakan sakit terpaksa meninggalkan
shoum ramadhan sebulan penuh. Dan sebelum sempat dia
mengqodlo\'-nya Allah SWT. \"memanggil\"-nya ??

Abdurrohiim

2003-11-10 12:52:37 : 2

Assalamu ‘alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Alhamdulillahi Rabbil ‘Alamin, Washshalatu Wassalamu
‘Ala sayyidil Mursalin
Wa ‘alaa ‘Aalihi Wa Ashabihi ajma’ien. Wa Ba’du
Orang yang punya hutang puasa dan belum sempat
membayarkannya lalu meninggal dunia, maka keluarganya
boleh berpuasa untuk membayarnya. Kita mendapati ada
hadits yang menjelaskan masalah itu dan ternyata cara
membayarnya bukan dengan membayar fidyah, tapi dengan
melakukan pembayaran puasa untuk menutupi hutang
puasanya. Dalilnya adalah sabda Rasulullah SAW : Dari
‘Aisyah ra bahwa Rasulullah SAW bersabda:” Barang siapa
yang meninggal dengan mempunyai kewajiban shaum
(puasa) maka keluarganya berpuasa untuknya”(HR Bukhari
dan Muslim) Sedangkan bila hutangnya kepada manusia,
maka ahli warisnya harus membayarkannya dari harta yang
85
meninggal. Bila dari hartanya tidak ada, maka ahli waris itu
yang harus mengeluarkan dari harta mereka. Hadaanallahu
Wa Iyyakum Ajma`in, Wallahu A`lam Bish-shawab,
Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.
43. Hutang puasa di bulan ramadhan yang lalu
belum dibayar
apa boleh kita puasa ramadhan jika
utang puasa di bulan ramadhan yang lalu belum dibayar?

Teris

2003-09-17 16:38:06 : 2

Assalamu `alaikum Wr. Wb.
Al-Hamdulillahi Rabbil `Alamin, Washshalatu Wassalamu
`Alaa Sayyidil Mursalin, Wa `Alaa `Aalihi Waashabihi
Ajma`in, Wa Ba`d
Hutang puasa wajib dibayar sebelum datangnya bulan
Ramadhan berikutnya. Karena jatah untuk melunasinya
memang selama belum datang lagi Ramadhan berikutnya.
Apabila hutang ini sampai belum terbayar sampai
Ramadhan berikutnya, maka jelas akan berdosa. Tapi tidak
berarti menggugurkan kewajiban untuk melunasinya setelah
selesai bulan Ramadhan. Juga tidak menggugurkan
kewajiban puasa Ramadhan berikutnya. Kewajiban puasa
Ramadhan itu tidak gugur hanya karena hutang yang dahulu
itu belum dibayarkan. Bahkan sebagian ulama seperti Asy-
Syafi`iyah mengatakan bahwa seseorang yang tidak sempat
lagi membayar hutang puasanya hingga datang Ramadhan
86
berikutnya, wajib membayar denda / kafarat. Yaitu
hutangnya tetap wajib dilunasi pasca Ramadhan berikutnya
dan wajib pula membayar kaffaratnya. Yaitu memberi
makan orang miskin sebanyak hari yang ditinggalkannya
dengan takaran satu mud. (lihat Al-Fiqhul Islami Wa
Adillatuhu oleh Dr. Wahbah Az-zuhaili hal. 1700).
Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in, Wallahu A`lam Bish-
shawab,
Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.
44. Cara Membayar Hutang Puasa Yang
Menumpuk Selama Bertahun-tahun
Assalamu\'alakum Wr. WB. Yth.
Ustadz pengasuh syariahonline Pada usia saya sekarang,
Alhamdulillah saya dikarunia kesehatan dan Insya\'Allah
berniat untuk memperbaiki agama. Ustadz, bagaimanakah
cara membayar hutang puasa wajib Ramadhan pada tahun-
tahun dahulu yang kurang saya bayar? Hutang puasa saya
banyak sekali Ustadz. Pada saat ini, saya berusaha
membayarnya dengan cara sehari puasa sehari buka ala Nabi
Daud, namun dengan niat menqadla puasa. Atas
perhatiannya, saya ucapkan terimakasih. Wassalam Nindya

Nindya

2004-01-08 20:51:40 : 2

Assalamu `alaikum Wr. Wb.
Al-Hamdulillahi Rabbil `Alamin, Washshalatu Wassalamu
`Alaa Sayyidil Mursalin, Wa `Alaa `Aalihi Waashabihi
Ajma`in, Wa Ba`d
87
Apa yang Anda lakukan sudah benar, yaitu berpuasa seperti
nabi Daud as untuk membayar hutang-hutang puasa Anda.
Karena yang namanya hutang memang wajib dilunasi. Dan
hutang kepada Allah SWT lebih-lebih lagi kewajibannya.
Allah SWT telah mewajibkan orang-orang yang
meninggalkan puasa Ramadhan untuk menggantinya di
bulan lainnya. Maka barangsiapa diantara kamu ada yang
sakit atau dalam perjalanan , maka (gantilah) sebanyak hari
yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib
bagi orang-orang yang berat menjalankannya membayar
fidyah, : memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang
dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan , maka itulah
yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu
jika kamu mengetahui.(QS. Al-Baqarah : 184). Tentu saja
bila alasan tidak puasanya karena safar, haidh atau sakit.
Namun bila alasannya karena hamil atau menyusui, maka
ada bentuk pelunasan hutang puasa yang berbeda. Ada
beberapa pendapat berkaitan dengan hukum wanita yang
haidh dan menyusui dalam kewajiban mengganti puasa yang
ditnggalkan. Pertama, mereka digolongkan kepada orang
sakit. Sehingga boleh tidak puasa dengan kewajiban
menggadha` (mengganti) di hari lain. Kedua, mereka
digolongkan kepada orang yang tidak kuat/mampu.
Sehingga mereka dibolehkan tidak puasa dengan kewajiban
membayar fidyah. Ketiga, mereka digolongkan kepada
keduanya sekaligus yaitu sebagai orang sakit dan orang yang
tidak mampu, karena itu selain wajib mengqadha`, mereka
wajib membayar fidyah. Pendapat terahir ini didukung oleh
Imam As-Syafi`I RA. Namun ada juga para ulama yang
memilah sesuai dengan motivasi berbukanya. Bila motivasi
tidak puasanya karena khawatir akan kesehatan / kekuatan
dirinya sendiri, bukan bayinya, maka cukup mengganti
dengan puasa saja. Tetapi bila kekhawatirannya juga berkait
88
dengan anak yang dikandungnya atau bayi yang disusuinya,
maka selain mengganti dengan puasa, juga membayar
fidyah. Wallahu a`lam bishshowab. Wassalamu `alaikum
Warahmatullahi Wabarakatuh
45. Hutang Puasa
Asalammualaikum wr wb. Rhomadhon
kemarin saya punya hutang puasa 10 hari karena sakit.
Seandainya tahun ini saya tidak bisa membayar, Apakah
ditahun besok saya harus membayar puasa 2 kali lipat.
Terimakasih atas jawabannya. Wasalammualaiku wr wb.

Herdiyanto Jpn

2003-07-13 13:33:44 : 2

Assalamu\'alaikum Warohmatullohi
Barokatuhu. Orang yang memiliki hutang shaum Ramadhan
diperintahkan untuk mengganti puasanya tersebut di hari-
hari yang lain selain bulan Ramadhan. Dalam Al-Qur\'an
Alloh SWT berfirman: \"Barangsiapa sakit atau dalam
perjalanan, (maka dia (boleh) tidak berpuasa) dan
menghitung berapa hari ia tidak berpuasa untuk
digantikannya pada hari-hari yang lain\". (QS.Al-Baqoroh :
186) Meng-qadha\' (mengganti) shaum, apakah harus
segera, dalam arti harus dilakukannya pada awal Syawal,
ataukah dapat ditangguhkan sampai sebelum datangnya
Ramadhan berikut? Sejumlah ulama ada yang menyatakan
bahwa pelaksanaan qodho harus sesegera mungkin, namun
yang lainnya tidak mengharuskan ketergesaan itu, walaupun
89
diakui bahwa semakin cepat semakin baik. Nah, bagaimana
kalau Ramadhan berikutnya sudah berlalu, kemudian kita
tidak sempat menggantinya seperti halnya yang saudara
alami, apakah ada kaffarat akibat keterlambatan itu? Imam
Malik, Syafi\'i, dan Ahmad, berpendapat bahwa di samping
berpuasa, ia harus membayar kaffarat berupa memberi
makan seorang miskin; sedangkan imam Abu Hanifah tidak
mewajibkan kaffarat dengan alasan tidak dicakup oleh
redaksi ayat di atas. Wallohu \'Alamu Bis-Showab.
Wassalamu\'alaikum Warohmatullohi Wabarokatuhu
46. Mengganti Puasa
Istri saya memiliki hutang puasa 4 hari
pada bulan Romadhon lalu, tetapi pada saat ini hamil 7
bulan sehingga tidak dapat melaksanakan puasa karena
faktor bayi. Bagaimana cara membayarnya dan bagaimana
untuk bulan romadhon yang akan datang ?

Dyan

2003-10-21 16:03:50 : 9

Assalamu `alaikum Wr. Wb.
Al-Hamdulillahi Rabbil `Alamin, Washshalatu Wassalamu
`Alaa Sayyidil Mursalin, Wa `Alaa `Aalihi Waashabihi
Ajma`in, Wa Ba`d
Orang yang memiliki hutang shaum Ramadhan
diperintahkan untuk mengganti puasanya tersebut di hari-
hari yang lain selain bulan Ramadhan. Dalam Al-Qur\'an
Alloh SWT berfirman: \"Barangsiapa sakit atau dalam
90
perjalanan, (maka dia (boleh) tidak berpuasa) dan
menghitung berapa hari ia tidak berpuasa untuk
digantikannya pada hari-hari yang lain\". (QS.Al-Baqoroh :
186) Meng-qadha\' (mengganti) shaum, apakah harus
segera, dalam arti harus dilakukannya pada awal Syawal,
ataukah dapat ditangguhkan sampai sebelum datangnya
Ramadhan berikut? Sejumlah ulama ada yang menyatakan
bahwa pelaksanaan qodho harus sesegera mungkin, namun
yang lainnya tidak mengharuskan ketergesaan itu, walaupun
diakui bahwa semakin cepat semakin baik. Nah, bagaimana
kalau Ramadhan berikutnya sudah berlalu, kemudian kita
tidak sempat menggantinya seperti halnya yang saudara
alami, apakah ada kaffarat akibat keterlambatan itu? Imam
Malik, Syafi\'i, dan Ahmad, berpendapat bahwa di samping
berpuasa, ia harus membayar kaffarat berupa memberi
makan seorang miskin. Sedangkan imam Abu Hanifah tidak
mewajibkan kaffarat dengan alasan tidak dicakup oleh
redaksi ayat di atas. Hukum Wanita yang hamil atau
menyusui
Wanita yang hamil atau menyusui di bulan Ramadhan boleh
tidak berpuasa, namun wajib menggantinya di hari lain. Ada
beberapa pendapat berkaitan dengan hukum wanita yang
haidh dan menyusui dalam kewajiban mengganti puasa yang
ditnggalkan. Pertama : Mengganti dengan puasa
Mereka digolongkan kepada orang sakit. Sehingga boleh
tidak puasa dengan kewajiban menggadha` (mengganti) di
hari lain. ...Maka barangsiapa diantara kamu ada yang sakit
atau dalam perjalanan, maka (gantilah dengan puasa)
sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain.
(QS. Al-Baqarah : 184) Kedua : Membayar Fidyah
Mereka digolongkan kepada orang yang tidak kuat/mampu.
Sehingga mereka dibolehkan tidak puasa dengan kewajiban
membayar fidyah. ... dan wajib bagi orang-orang yang berat
91
menjalankannya membayar fidyah, : memberi makan
seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati
mengerjakan kebajikan , maka itulah yang lebih baik
baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu
mengetahui. (QS. Al-Baqarah : 184) Ketiga : Menganti
puasa dan bayar fidyah juga
Mereka digolongkan kepada keduanya sekaligus yaitu
sebagai orang sakit dan orang yang tidak mampu, karena itu
selain wajib mengqadha`, mereka wajib membayar fidyah.
Pendapat terahir ini didukung oleh Imam As-Syafi`i ra.
Namun ada juga para ulama yang memilah sesuai dengan
motivasi berbukanya. Bila motivasi tidak puasanya karena
khawatir akan kesehatan / kekuatan dirinya sendiri, bukan
bayinya, maka cukup mengganti dengan puasa saja. Tetapi
bila kekhawatirannya juga berkait dengan anak yang
dikandungnya atau bayi yang disusuinya, maka selain
mengganti dengan puasa, juga membayar fidyah.
Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in, Wallahu A`lam Bish-
shawab,
Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.
47. Puasa Syawal Dulu Atau Bayar Qadha\'
Dulu ?
Assalaamua\'laikum pak ustazd Singkat saja
Jika kita punya hutang puasa Ramadlan dan ingin puasa
sunnat Syawal , manakah yang lebih didahulukan Puasa
Syawal atau bayar hutang dulu , mengingat waktu syawal
hanya sebulan ? Terimakasih atas jawaban pak ustazd
Wassalaamua\'laikum wr wb.

HAZM

92
2003-11-26 07:02:04 : 2

Assalamu `alaikum Wr. Wb.
Al-Hamdulillahi Rabbil `Alamin, Washshalatu Wassalamu
`Alaa Sayyidil Mursalin, Wa `Alaa `Aalihi Waashabihi
Ajma`in, Wa Ba`d
Pada dasrnya tidak ada larangan untuk melakukan puasa
sunnah syawwal meski masih punya hutang puasa wajib
Ramadhan. Hal ini disebabkan waktu yang tersedia untuk
membayar puasa qadha` Ramadhan itu terbentang luas
hingga menjelang Ramadhan tahun depan (berikutnya).
Sedangkan kesempatan untuk puasa sunnah Syawwal hanya
terbatas pada bulan Syawwal saja. Disisi lain,
menggabungkan dua niat dengan satu amal, yaitu berpuasa
di bulan Syawwal dengan niat puasa sunnah sekaligus
membayar qadha`, bukanlah pilihan yang dibenarkan oleh
kebanyakan ulama. Karena masing-masing memliki dasar
hukum dan landasan yang berbeda. Tetapi bila bisa
mengqadha` terlebih dahulu di bulan syawwal dan
kemudian masih ada kesempatan berpuasa 6 hari di bulan
Syawwal, tentu lebih utama. Hadaanallahu Wa Iyyakum
Ajma`in, Wallahu A`lam Bish-shawab,
Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.
48. Jima Ketika Membayar Puasa
assalamu alaikum wr.wb. mohon
penjelasan mengenai seorang isteri yang melakukan jima
dengan suaminya (karena suami merayunya) padahal isteri
tsb sedang membayar (meng-qodho) puasa ramadhan.
apakah terkena kafarat seperti puasa ramadhan? wassalam

93
Tri

2003-12-05 17:43:44 : 9

Assalamu `alaikum Wr. Wb.
Al-Hamdulillahi Rabbil `Alamin, Washshalatu Wassalamu
`Alaa Sayyidil Mursalin, Wa `Alaa `Aalihi Waashabihi
Ajma`in, Wa Ba`d
Jima’ yang mewajibkan pelanggaran kaffarat adalah bukan
sembarang jima’. Hanya jima’ yang memenuhi syarat saja
yang mewajibkan puasa 2 bulan berturut-turut atau
membebaskan budak atau memberi makan fakir miskin
sebanyak 60 orang. Sedangkan jima’ yang dilakukan di luar
bulan Ramadhan meski puasa untuk membayar ramadhan,
maka tidaklah mewajibkan kaffarah. Untuk jelasnya, kami
tuliskan disini persyaratan apa saja yang perlu dipenuhi agar
sebuah jima’ itu mewajibkan kaffarah. Hal itu telah
ditegaskan oleh para ulama Islam dengan syarat bahwa jima;
yang dilakukan itu memenuhi kriteria berikut :
1. Dilakukan pada siang hari bulan ramadhan,
sedangkan pada puasa selain ramadhan meskipun
hukumnya wajib, seperti puasa nazar atau puasa
qadha’ ramadhan, tidaklah mewajibkan kaffarat.
2. Dilakukan dalam keadaan puasa dimana pada
malam harinya memang sudah berniat untuk puasa.
3. Dilakukan secara sengaja, tanpa paksaan dan juga
dengan sepenuh pengetahuan akan keharamannya.
4. Rusaknya puasa itu karena semata-mata jima’ yang
dilakukan. Sehingga secara hukum, bila ada yang
membatalkan puasa terlebih dahulu dengan makan
94
atau minum lalu melakukan jima’, maka jima’ seperti
itu tidaklah mewajibkan kaffarah.
5. Yang melakukannya adalah orang yang memang
punya kewajiban untuk puasa Ramadhan.
Sedangkan yang secara hukum tidak wajib puasa
seperti musafir, orang sakit, anak kecil, orang yang
tidak kuat puasa.
6. Tidak ada kesalahan dalam masalah waktu seperti
mengira masih malam ternyata sudah siang. Kalau
kesalahan ini terjadi secara tidak sengaja, maka hal
itu tidak mewajibkan kaffarah.
7. Jima’ yang dilakukannya itu haruslah merupakan
jima’ yang sempurna dimana terjadi penetrasi
kelamin laki-laki ke dalam kelamin wanita.
Sedangkan bila tidak sampai masuk, maka bukanlah
jima’ yang mewajibkan kaffarah, meski dengan itu
sampai keluar mani.
Untuk lebih jelasnya, silahkan Anda buka Al-Fiqhul Islami
Wa Adillatuhu oleh Dr. Wahbah Az-Zuhaili hal. 1822-1823.
Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in, Wallahu A`lam Bish-
shawab,
Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.
F. SANKSI
49. Puasa Sunnah Dan Puasa Bayar Hutang

Apakah seorang muslimah boleh melakukan
puasa syawal dulu baru membayar hutang puasanya.

95
Ali

2002-12-18 18:57:00 : 2

Pada dasrnya tidak ada larangan
untuk melakukan puasa sunnah syawwal meski
masih punya hutang puasa wajib Ramadhan. Hal ini
disebabkan waktu yang tersedia untuk membayar
puasa qadha‘ Ramadhan itu terbentang luas hingga
menjelang Ramadhan tahun depan (berikutnya).
Sedangkan kesempatan untuk puasa sunnah
Syawwal hanya terbatas pada bulan Syawwal saja.
Disisi lain, menggabungkan dua niat dengan satu
amal, yaitu berpuasa di bulan Syawwal dengan niat
puasa sunnah sekaligus membayar qadha‘, bukanlah
pilihan yang dibenarkan oleh kebanyakan ulama.
Karena masing-masing memliki dasar hukum dan
landasan yang berbeda. Tetapi bila bisa mengqadha‘
terlebih dahulu di bulan syawwal dan kemudian
masih ada kesempatan berpuasa 6 hari di bulan
Syawwal, tentu lebih utama. Wallahu a‘lam bis-
shawab.
50. Tidak Mampu Bayar Fidyah
bismillahirrahmanirrahiem, 1. saat ini saya
hamil muda sehingga tidak shaum tetapi suami saya di phk
dan kami sering tidak mempunyai uang sepeser pun selama
beberapa hari dan utang kami banyak, jika nanti saya tidak
mampu bayar fidyah apakah saya harus mengqadla saja? 2.
96
bagaimana hukum aqiqah bagi orang yang tidak mampu?
apakah tetap harus mengadakan aqiqah setelah kami
mempunyai uang? (setelah anaknya besar).

Sha\'imah

2003-11-17 13:57:38 : 2

Assalamu `alaikum Wr. Wb.
Al-Hamdulillahi Rabbil `Alamin, Washshalatu Wassalamu
`Alaa Sayyidil Mursalin, Wa `Alaa `Aalihi Waashabihi
Ajma`in, Wa Ba`d
1. Masalah ibu hamil yang tidak berpuasa, maka ada
beberapa pendapat berkaitan dengan hukum wanita yang
haidh dan menyusui dalam kewajiban mengganti puasa yang
ditnggalkan. Pertama, mereka digolongkan kepada orang
sakit. Sehingga boleh tidak puasa dengan kewajiban
menggadha` (mengganti) di hari lain. Kedua, mereka
digolongkan kepada orang yang tidak kuat/mampu.
Sehingga mereka dibolehkan tidak puasa dengan kewajiban
membayar fidyah. Ketiga, mereka digolongkan kepada
keduanya sekaligus yaitu sebagai orang sakit dan orang yang
tidak mampu, karena itu selain wajib mengqadha`, mereka
wajib membayar fidyah. Pendapat terahir ini didukung oleh
Imam As-Syafi`i ra. Namun ada juga para ulama yang
memilah sesuai dengan motivasi berbukanya. Bila motivasi
tidak puasanya karena khawatir akan kesehatan / kekuatan
dirinya sendiri, bukan bayinya, maka cukup mengganti
dengan puasa saja. Tetapi bila kekhawatirannya juga berkait
dengan anak yang dikandungnya atau bayi yang disusuinya,
maka selain mengganti dengan puasa, juga membayar
fidyah. 2. Aqiqah adalah ibadah yang hukum hanya sunnah
97
saja, sama sekali bukan kewajiban. Sehingga buat orang tua
yang mendapatkan kelahiran anak bayi tapi tidak mampu
melakukan ritual aqiqah dengan menyembelih kambing,
maka sama sekali tidak ada dosa bila tidak melakukannya.
Ada pendapat yang membolehkan untuk melakukan aqiqah
setelah lewat masa 7 atau 14 hari. Bahkan ada juga yang
membolehkan dilakukan setelah anak itu besar. Dalam hal
ini para ulama memiliki pandangan yang cukup luas dan
bisa digunakan pendapat mereka. Karena pada dasarnya
agama Islam itu mudah dan bukan hanya untuk orang kaya
saja. Bahkan kewajiban zakat dan haji itu hanya khusus buat
mereka yang mampu dan punya uang lebih. Sedangkan
mereka yang tidak mampu atau pendapatannya pas-pasan,
tidak wajib mengeluarkan zakat, bahkan sebaliknya mereka
berhak mendapat pemberian zakat. Kalau zakat yang
hukumnya wajib itu menjadi tidak wajib bagi mereka yang
miskin dan kurang mampu, bagaimana dengan aqiqah yang
hukum dasarnya hanyalah sunnah saja. Tentu lebih tidak
wajib lagi. Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in, Wallahu
A`lam Bish-shawab,
Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.
51. Pelaksanaan Sanksi Melanggar Puasa
asalamu alaikum ustadz saya ingin
bertanya mengenai pelaksanaan sanksi suami-isteri yang
melakukan hubungan intim di siang hari bulan ramadhan: 1.
apakah puasa dua bulan berturut-turut setelah puasa
ramadhan atau keesokan harinya dan niatnya digabung
dengan puasa ramadhan? 2. apakah sanksi tersebut
dikenakan kepada suami saja atau juga beserta isterinya?
98
mohon penjelasannya.. wassalam

Tri

2003-10-30 14:46:58 : 2

Assalamu `alaikum Wr. Wb.
Al-Hamdulillahi Rabbil `Alamin, Washshalatu Wassalamu
`Alaa Sayyidil Mursalin, Wa `Alaa `Aalihi Waashabihi
Ajma`in, Wa Ba`d
Kewajiban puasa ini adalah sebagai kaffarah dari dirusaknya
kehormatan bulan Ramadhan dengan melakukan hubungan
seksual suami istri. Selain wajib mengganti hari yang
dirusaknya itu dengan puasa di hari lain, ada kewajiban
berpuasa 2 bulan berturut-turut sesuai dengan hitungan
bulan qamariyah. Pelaksanaan puasa denda 2 bulan
berturut-turut itu tentu saja dilakukan di luar bulan
ramadhan, karena selama ramadhan kita wajib menjalankan
puasanya. Nanti bila ramadhan telah usai, barulah saat itu
diwajibkan untuk mengganti puasa yang batal plus denda
puasa 2 bulan berturut-turut. Syarat untuk berturut-turut ini
menjadi berat karena manakala ada satu hari saja di
dalamnya dimana dia libur tidak puasa, maka wajib baginya
untuk mengulangi lagi dari awal. Bahkan meski hari yang
ditinggalkannya sudah sampai pada hitungan hari yang
paling akhir dari 2 bulan berturut-turut. Kecuali bagi wanita
yang mendapatkan haidh dalam menjalani proses bayar
denda puasa 2 bulan berturut-turut, maka saat dia mendapat
haidh, dia harus berhenti dari puasa untuk diteruskan lagi
setelah suci dari haidh. Siapa yang wajib membayar
kaffarah, suami saja atau keduanya ?
Para fuqoha berbeda pandangan dalam hal ini. Sebagian
99
mengatakan bahwa kewajiban membayar kaffarat ini hanya
dibebankan kepada laki-laki saja dan bukan pada istrinya,
meski mereka melakukannya berdua, tetapi pelakunya tetap
saja jatuh pada laki-laki, karena biar bagaimanapun laki-laki
yang menentukan terjadi tidaknya hubungan seksual.
Pendapat ini didukung oleh Imam Asy-Syafi`i dan Ahli
Zahir. Dalil yang mereka gunakan adalah hadits tentang
laki-laki yang melapor kepada Rasulullah SAW bahwa
dirinya telah melakukan hubungan suami istri di bulan
Ramadhan. Saat itu Rasulullah SAW hanya memerintahkan
suami saja untuk membayar kaffarah tanpa menyinggung
sama sekali kewajiban membayar bagi istrinya. Namun
sebagian fuqoha lainnya berpendapat bahwa kewajiban
membayar kaffarah itu berlaku bagi masing-masing suami
istri. Pendapat ini didukung oleh Imam Abu Hanifah dan
Imam Malik dan lainnya. Sedangkan dalil yang merka
gunakan adalah qiyas, yaitu mengqiyaskan kewajiban suami
kepada kewajiban istri pula. Bila berhubungan suami istri
berulang-ulang, apakah wajib membayar kaffarah
sebanyak itu atau cukup membayar untuk sekali saja ?
Para fuqoha sepakat bila melakukan hubungan suami istri
berkali-kali dalam satu hari di bulan Ramadhan, maka
kewajiban membayar kaffarahnya hanya satu kali saja.
Namun bila pengulangan itu dilakukan di hari yang berbeda
dan belum membayar kaffarah, maka ada beberapa
pendapat. Pendapat pertama mengatakan bahwa wajib
membayar kaffarah sebanyak hari melakukan hubungan itu.
Ini adalah pendapat Imam Malik dan Imam Asy-Syafi`i.
Pendapat kedua mengatakan bahwa hanya wajib sekali saja
membayar kaffarahnya selama dia belum membayar untuk
hari sebelumnya itu. Ini adalah pendapat Imam Abu
Hanifah dan jamaahnya. Hadaanallahu Wa Iyyakum
100
Ajma`in, Wallahu A`lam Bish-shawab,
Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.
52. Fidyah Dan Bagaimana Membayarnya
istri saya sedang hamil dan tidak
berpuasa ramadhan ini, bagaimana cara membayar fidyah
istri saya ini ??? mohon bantuan

Norman

2003-10-29 14:06:56 : 9

Assalamu `alaikum Wr. Wb.
Al-Hamdulillahi Rabbil `Alamin, Washshalatu Wassalamu
`Alaa Sayyidil Mursalin, Wa `Alaa `Aalihi Waashabihi
Ajma`in, Wa Ba`d
Fidyah adalah memberi makan kepada satu orang fakir
miskin sebagai ganti dari tidak berpuasa. Allah SWT
berfirman : … Dan wajib bagi orang-orang yang berat
menjalankannya membayar fidyah, : memberi makan
seorang miskin.. .(QS. Al-Baqarah ) Yang diwajibkan
membayar fidyah adalah :
• Orang yang sakit dan secara umum ditetapkan sulit
untuk sembuh lagi.
• Orang tua atau lemah yang sudah tidak kuat lagi
berpuasa.
• Wanita yang hamil dan menyusui apabila ketika
tidak puasa mengakhawatirkan anak yang dikandung
atau disusuinya itu. Mereka itu wajib membayar
101
fidyah saja menurut sebagian ulama, namun
menurut Imam Syafi`i selain wajib membayar fidyah
juga wajib mengqadha` puasanya. Sedangkan
menurut pendapat lain, tidak membayar fidyah
tetapi cukup mengqadha`.
Fidyah itu berbentuk memberi makan sebesar satu mud
sesuai dengan mud nabi. Ukuran makan itu bila dikira-kira
adalah sebanyak dua tapak tangan nabi SAW. Sedangkan
kualitas jenis makanannya sesuai dengan kebiasaan
makannya sendiri. Harga Fidyah
Sebagian ulama seperti Imam As-Syafi`i dan Imam Malik
menetapkan bahwa ukuran fidyah yang harus dibayarkan
kepada setiap satu orang fakir miskin adalah satu mud
gandum sesuai dengan ukuran mud Nabi SAW. Sebagian
lagi seperti Abu Hanifah mengatakan dua mud gandum
dengan ukuran mud Rasulullah SAW atau setara dengan
setengah sha` kurma/tepung atau setara dengan memberi
makan siang dan makan malam hingga kenyang. Kepada
Siapa Dibayarkan ?
Fidyah intinya adalah memberi makan fakir miskin dengan
makanan sehari. Dan disekeliling kita ada banyak orang
miskin, namun sebaiknya jangan kepada orang yang
nafkahnya masih dalam tanggungan kita. Karena memberi
makan orang yang nafkahnya dalam tanggungan kita adalah
wajib sejak awal. Bahwa kita memberinya lebih atau sesuai
dengan standarnya, tidaklah menjadi pembeda. Sehingga
para ulama mengatakan tidaklah fidyah itu dibayarkan
kepada anak sendiri atau istri sendiri. Karena mereka itu
adalah orang yang wajib kita beri makan setiap hari meski
tidak ada kewajiban fidyah. Namun kalau kepada saudaraa
atau famili yang kita tidak menanggung nafkahnya, bolehlah
diberikan. Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in, Wallahu
102
A`lam Bish-shawab,
Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.
H. PUASA DALAM BERBAGAI KONDISI
53. Puasa Saat Musafir
Assalamu`alaikum Wr.Wb Langsung saja para
ustad yang terhormat, mana yang kita anut , negara yang
kita tinggalkan atau negara yang kita tuju saat sahur atau
buka puasa, bila kita musafir dg memakai pesawat ,tetapi
teap melakukan puasa. sekian terima kasih bannyak
sebelumnya. Wassalam.

Noer`s
2003-08-11 20:59:23 : 2

Assalamu `alaikum Wr. Wb. Yang paling tepat
dalam masalah ini adalah mengikuti waktu dan jadwal
dimana kita berada saat itu. Misalnya Anda pada saat saur
ada di wilayah Indonesia atau tepatnya Jakarta, maka
sahurlah pada jam sahurnya waktu Jakarta. Katakanlah jam
04.00 wib. Lalu misalnya Anda terbang ke Cairo dan tiba
disana 10 jam kemudian, tapi karena ada perbedaan waktu
dimana jakarta lebih dahulu 5 jam dari pada Cairo, maka
Anda tiba jam 11.00 siang waktu Cairo. Sedangkan ukuran
waktu jakarta, saat itu sudah jam 14.00. Bagaimana dengan
jadwal buka puasa ? Apakah ikut jadwal buka puasa Jakarta
atau ikut Cairo ? Kalau ikut jakarta, maka waktu berbuka
tinggal 6 jam lagi (dengan anggapan bahwa maghrib di
Jakarta jam 18.00). Tapi kalau ikut waktu Cairo, maka waktu
103
berbuka masih panjang yaitu sekitar 7 jam lagi (dengan
anggapan bahwa maghrib di Cairo jam 18.00 waktu cairo).
Dan pada saat itu jakarta sudah jam 23.00 malam hari.
Jawabannya adalah Anda harus ikut jadwal buka puasa
dimana Anda sedang berada, yaitu waktru Cairo, meski
untuk itu Anda harus berpuasa selama 19 jam yaitu dari jam
04.00 s/d 23.00). Tapi kalau Anda melakukan perjalanan
sebaliknya, maka Anda bisa menghemat 5 jam dari waktu
normal. Wallahu a`lam bishshowab. Wassalamu `alaikum
Wr. Wb.
54. Puasa Saat Musim Panas
assalamu\'alaikum Ana mau tanya tentang
bagaimana caranya puasa di saat musim panas yang lamanya
bisa mencapai 19 jam dan apa hukumnya?? Jazaakallahu
Khairan Katsiran Wassalamu\'alaikum wr.wb

Wahyu

2003-07-12 16:33:43 : 2

Assalamu\'alaikum wr.wb Bismillah, wal
hamdulillah, Washshalatu wassalamu ala Rasulillah, wa ba`d.
Para ulama sejak dahulu memang berbeda pendapat tentang
masalah puasa di wlayah yang siangnya lebih panjang dari
malammnya atau sebaliknya. Mereka telah membuat banyak
pernyataan dalam kaitan perbedaan musim dan
pergantiannya dikaitkan dengan datangnya bulan
Ramadhan. Atas kehendak Allah SWT, perhitungan bulan-
bulan Hijriyah tidak sama dengan sistem peredaran matahari
dan sudut kemiringan bumi terhadap garis edarnya.
104
Sehingga usia 1 tahun hijriyah dengan masehi akan selalu
berbeda jumlah harinya. Hal ini akan mengakibatkan efek
rotasi dan pergiliran musim terutama bagi mereka yang
tinggal di wilayah sub tropis. Sehingga datangnya bulan
Ramadhan akan selalu bergantian antara musim dingin dan
musim panas. Sehingga sudah wilayah tidak akan selamanya
mendapati Ramadhan di musim dingin saja. Dan sebaliknya
tidak selalu di musim panas saja. Selalu ada pergiliran setiap
sekian tahun sekali dimana terakadang Ramadhan datang di
musim dingin, tepi terkadang Ramadhan datang di musim
panas. Sebagaimana kita ketahui bahwa di wilayah sub
tropis atau yang lebih utara lagi atau lebih selatan lagi,
musim panas akan membuat siang hari lebih lama dari
malam hari. Dan musim dingin akan membuat malam
menjadi lebih panjang dari siang hari. Hal ini memang akan
berpengaruh kepada daya tahan seseorang yang melakukan
ibadah puasa. Karena puasa itu dimulai dari masuk waktu
shubuh hingga terbenam matahari Majelis Majma` Al-Fiqh
Al-Islami pada jalsah ketiga hari Kamis 10 Rabiul Akhir
1402 H betepatan dengan tanggal 4 Pebruari 1982 M. telah
menerbitkan ketetapan tentang masalah ini. Selain itu juga
ada ketetapn dari Hai`ah Kibarul Ulama di Mekkah al-
Mukarramah Saudi Arabia nomor 61 pada tanggal 12 Rabiul
Akhir 1398 H. Kedua majelis ini membagi masalah ini
menjadi tiga kasus. 1. Pertama : Wilayah yang mengalami
siang selama 24 jam dalam sehari pada waktu tertentu dan
sebaliknya mengalami malam selama 24 jam dalam sehari.
Dalam kondisi ini, masalah jadwal puasa dan juga shalat
disesuaikan dengan jadwal puasa dan shalat wilayah yang
terdekat dengannya dimana masih ada pergantian siang dan
malam setiap harinya. 2. Kedua : wilayah yang tidak
mengalami hilangnya mega merah (syafaqul ahmar) sampai
datangnya waktu shubuh. Sehingga tidak bisa dibedakan
105
antara mega merah saat maghrib dengan mega merah saat
shubuh. Dalam kondisi ini, maka yang dilakukan adalah
menyesuaikan waktu shalat `isya`nya saja dengan waktu di
wilayah lain yang terdekat yang masih mengalami hilannya
mega merah maghrib. Begitu juga waktu untuk imsak puasa
(mulai start puasa), disesuaikan dengan wilayah yang
terdekat yang masih mengalami hilangnya mega merah
maghrib dan masih bisa membedakan antara dua mega itu.
3. Ketiga : Wilayah yang masih mengalami pergantian
malam dan siang dalam satu hari, meski panjangnya siang
sangat singkat sekali atau sebaliknya. Dalam kaondisi ini,
maka waktu puasa dan juga shalat tetap sesuai dengan
aturan baku dalam syariat Islam. Puasa tetap dimulai sejak
masuk waktu shubuh meski baru jam 02.00 dinihari. Dan
waktu berbuka tetap pada saat matahari tenggelam meski
waktu sudah menunjukkan pukul 22.00 malam. ... Makan
minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang
hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu
sampai malam, janganlah kamu campuri mereka itu, sedang
kamu beri\'tikaf dalam mesjid... (QS. Al-Baqarah : 187).
Sedangkan bila berdasarkan pengalaman berpuasa selama
lebih dari 19 jam itu menimbulkan madharat, kelemahan
dan membawa kepada penyakit dimana hal itu dikuatkan
juga dengan keterangan dokter yang amanah, maka
dibolehkan untuk tidak puasa. Namun dengan kewajiban
menggantinya di hari lain. Dalam hal ini berlaku hukum
orang yang tidak mampu atau orang yang sakit, dimana
Allah memberikan rukhshah atau keringan kepada
mereka. \"Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya
diturunkan Al Qur\'an sebagai petunjuk bagi manusia dan
penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda .
Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir di bulan itu,
maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa
106
sakit atau dalam perjalanan , maka , sebanyak hari yang
ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah
menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki
kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan
bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas
petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu
bersyukur.\" (QS. Al-Baqarah : 185). PENDAPAT LAIN :
Namun ada juga pendapat yang tidak setuju dengan apa
yang telah ditetapkan oleh dua lembaga fiqih dunia itu.
Diantaranya apa yang dikemukakan oleh Syeikh Dr.
Mushthafa Az-Zarqo rahimahullah. Alasannya, apabila
perbedaan siang dan malam itu sangat mencolok dimana
malam hanya terjadi sekitar 30 menit atau sebaliknya,
dimana siang hanya terjadi hanya 15 menit misalnya,
mungkinkah pendapat itu relevan ? Terbayangkah seseorang
melakukan puasa di musim panas dari terbit fajar hingga
terbenam matahari selama 23 jam 45 menit. Atau sebaliknya
di musim dingin, dia berpuasa hanya selama 15 menit ?
Karena itu pendapat yang lain mengatakan bahwa di wilayah
yang mengalami pergantian siang malan yang ekstrim seperti
ini, maka pendapat lain mengatakan : a. Mengikuti Waktu
HIJAZ Jadwal puasa dan shalatnya mengikuti jadwal yang
ada di hijaz (Mekkah, Madinah dan sekitarnya). Karena
wilayah ini dianggap tempat terbit dan muncul Islam sejak
pertama kali. Lalu diambil waktu siang yang paling lama di
wilayah itu untuk dijadikan patokan mereka yang ada di
qutub utara dan selatan. b. Mengikuti Waktu Negara Islam
terdekat Pendapat lain mengatakan bahwa jadwal puasa dan
shalat orang-orang di kutub mengikuti waktu di wilayah
negara Islam yang terdekat. Dimana di negeri ini bertahta
Sultan / Khalifah muslim. Namun kedua pendapat di atas
masing-masing memiliki kelebihan dan kelemahan. Karena
107
keduanya adalah hasil ijtihad para ulama.
Wassalamu\'alaikum wr.wb
55. Sholat & Puasa Di Alaska
Assalamu\'alaikum wr wb Ustad, saya
mempunyai suadara, dia ditugaskan ke Alaska. Disana
jadwal sholat susah didapat dan jika dibandingkan dengan di
indonesia kelihatannya sangat menyusahkan. Dia pernah
merasakan, puasa dimana shubuh jatuh pukul 02.30 pagi
dan maghrib pukul 22.00. dan isya jatuh pada pukul 23.00.
Saudara saya, tidak kuat melaksanakan puasa pada saat itu,
bahkan untuk sholat saja, sering kali berlubang... Mohon
pencerahan atas masalah tersebut ? Jazakallah

ALAMSYAH
2003-08-11 20:44:40 : 2

Assalamu `alaikum Wr. Wb. Masalah ini telah
pernah kami bahas dalam konsultasi sebelumnya. Intinya,
khusus untuk mereka yang tinggal di wilayah kutub utara,
selatan dan sekitarnya, ada tiga kategori bentuk penentuan
jadwal shalat dan puasa. Untuk lebih rincinya, kami
kutipkan pembahasan masalah ini : Para ulama sejak dahulu
memang berbeda pendapat tentang masalah puasa di wlayah
yang siangnya lebih panjang dari malammnya atau
sebaliknya. Mereka telah membuat banyak pernyataan
dalam kaitan perbedaan musim dan pergantiannya dikaitkan
dengan datangnya bulan Ramadhan. Atas kehendak Allah
SWT, perhitungan bulan-bulan Hijriyah tidak sama dengan
sistem peredaran matahari dan sudut kemiringan bumi
terhadap garis edarnya. Sehingga usia 1 tahun hijriyah
108
dengan masehi akan selalu berbeda jumlah harinya. Hal ini
akan mengakibatkan efek rotasi dan pergiliran musim
terutama bagi mereka yang tinggal di wilayah sub tropis.
Sehingga datangnya bulan Ramadhan akan selalu bergantian
antara musim dingin dan musim panas. Sehingga sudah
wilayah tidak akan selamanya mendapati Ramadhan di
musim dingin saja. Dan sebaliknya tidak selalu di musim
panas saja. Selalu ada pergiliran setiap sekian tahun sekali
dimana terakadang Ramadhan datang di musim dingin, tepi
terkadang Ramadhan datang di musim panas. Sebagaimana
kita ketahui bahwa di wilayah sub tropis atau yang lebih
utara lagi atau lebih selatan lagi, musim panas akan
membuat siang hari lebih lama dari malam hari. Dan musim
dingin akan membuat malam menjadi lebih panjang dari
siang hari. Hal ini memang akan berpengaruh kepada daya
tahan seseorang yang melakukan ibadah puasa. Karena
puasa itu dimulai dari masuk waktu shubuh hingga
terbenam matahari Majelis Majma` Al-Fiqh Al-Islami pada
jalsah ketiga hari Kamis 10 Rabiul Akhir 1402 H betepatan
dengan tanggal 4 Pebruari 1982 M. telah menerbitkan
ketetapan tentang masalah ini. Selain itu juga ada ketetapn
dari Hai`ah Kibarul Ulama di Mekkah al-Mukarramah Saudi
Arabia nomor 61 pada tanggal 12 Rabiul Akhir 1398 H.
Kedua majelis ini membagi masalah ini menjadi tiga kasus.
1. Pertama : Wilayah yang mengalami siang selama 24 jam
dalam sehari pada waktu tertentu dan sebaliknya mengalami
malam selama 24 jam dalam sehari. Dalam kondisi ini,
masalah jadwal puasa dan juga shalat disesuaikan dengan
jadwal puasa dan shalat wilayah yang terdekat dengannya
dimana masih ada pergantian siang dan malam setiap
harinya. 2. Kedua : wilayah yang tidak mengalami hilangnya
mega merah (syafaqul ahmar) sampai datangnya waktu
shubuh. Sehingga tidak bisa dibedakan antara mega merah
109
saat maghrib dengan mega merah saat shubuh. Dalam
kondisi ini, maka yang dilakukan adalah menyesuaikan
waktu shalat `isya`nya saja dengan waktu di wilayah lain
yang terdekat yang masih mengalami hilannya mega merah
maghrib. Begitu juga waktu untuk imsak puasa (mulai start
puasa), disesuaikan dengan wilayah yang terdekat yang
masih mengalami hilangnya mega merah maghrib dan masih
bisa membedakan antara dua mega itu. 3. Ketiga : Wilayah
yang masih mengalami pergantian malam dan siang dalam
satu hari, meski panjangnya siang sangat singkat sekali atau
sebaliknya. Dalam kaondisi ini, maka waktu puasa dan juga
shalat tetap sesuai dengan aturan baku dalam syariat Islam.
Puasa tetap dimulai sejak masuk waktu shubuh meski baru
jam 02.00 dinihari. Dan waktu berbuka tetap pada saat
matahari tenggelam meski waktu sudah menunjukkan pukul
22.00 malam. ... Makan minumlah hingga terang bagimu
benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian
sempurnakanlah puasa itu sampai malam, janganlah kamu
campuri mereka itu, sedang kamu beri\'tikaf dalam mesjid...
(QS. Al-Baqarah : 187). Sedangkan bila berdasarkan
pengalaman berpuasa selama lebih dari 19 jam itu
menimbulkan madharat, kelemahan dan membawa kepada
penyakit dimana hal itu dikuatkan juga dengan keterangan
dokter yang amanah, maka dibolehkan untuk tidak puasa.
Namun dengan kewajiban menggantinya di hari lain. Dalam
hal ini berlaku hukum orang yang tidak mampu atau orang
yang sakit, dimana Allah memberikan rukhshah atau
keringan kepada mereka. \"Bulan Ramadhan, bulan yang di
dalamnya diturunkan Al Qur\'an sebagai petunjuk bagi
manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu
dan pembeda . Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir
di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu,
dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan , maka ,
110
sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang
lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak
menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu
mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu
mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan
kepadamu, supaya kamu bersyukur.\" (QS. Al-Baqarah :
185). PENDAPAT LAIN : Namun ada juga pendapat yang
tidak setuju dengan apa yang telah ditetapkan oleh dua
lembaga fiqih dunia itu. Diantaranya apa yang dikemukakan
oleh Syeikh Dr. Mushthafa Az-Zarqo rahimahullah.
Alasannya, apabila perbedaan siang dan malam itu sangat
mencolok dimana malam hanya terjadi sekitar 30 menit atau
sebaliknya, dimana siang hanya terjadi hanya 15 menit
misalnya, mungkinkah pendapat itu relevan ? Terbayangkah
seseorang melakukan puasa di musim panas dari terbit fajar
hingga terbenam matahari selama 23 jam 45 menit. Atau
sebaliknya di musim dingin, dia berpuasa hanya selama 15
menit ? Karena itu pendapat yang lain mengatakan bahwa di
wilayah yang mengalami pergantian siang malan yang
ekstrim seperti ini, maka pendapat lain mengatakan : a.
Mengikuti Waktu HIJAZ Jadwal puasa dan shalatnya
mengikuti jadwal yang ada di hijaz (Mekkah, Madinah dan
sekitarnya). Karena wilayah ini dianggap tempat terbit dan
muncul Islam sejak pertama kali. Lalu diambil waktu siang
yang paling lama di wilayah itu untuk dijadikan patokan
mereka yang ada di qutub utara dan selatan. b. Mengikuti
Waktu Negara Islam terdekat Pendapat lain mengatakan
bahwa jadwal puasa dan shalat orang-orang di kutub
mengikuti waktu di wilayah negara Islam yang terdekat.
Dimana di negeri ini bertahta Sultan / Khalifah muslim.
Namun kedua pendapat di atas masing-masing memiliki
kelebihan dan kelemahan. Karena keduanya adalah hasil
111
ijtihad para ulama. Wallahu a`lam bis-shawab. Wassalamu
`alaikum Wr. Wb.
56. Berpuasa Di Daerah Kutub
assalaamu`alaikum warahamatullaahi
wabarakatuh, alhamdulillah, ana mau tanya, bagaimanakah
puasa muslim yang berada di belahan bumi yang siangnya
sangat panjang atau sebaliknya malam yang sangat panjang,
misalnya di daerah kutub? apakah ada ketentuan lain?
tolong dengan dalil yang rinci.

Abdurrasyid

2003-11-13 15:51:44 : 2

Assalamu `alaikum Wr. Wb.
Al-Hamdulillahi Rabbil `Alamin, Washshalatu Wassalamu
`Alaa Sayyidil Mursalin, Wa `Alaa `Aalihi Waashabihi
Ajma`in, Wa Ba`d
Masalah ini telah pernah kami bahas dalam konsultasi
sebelumnya. Intinya, khusus untuk mereka yang tinggal di
wilayah kutub utara, selatan dan sekitarnya, ada tiga kategori
bentuk penentuan jadwal shalat dan puasa. Untuk lebih
rincinya, kami kutipkan pembahasan masalah ini : Para
ulama sejak dahulu memang berbeda pendapat tentang
masalah puasa di wilayah yang siangnya lebih panjang dari
malammnya atau sebaliknya. Mereka telah membuat banyak
pernyataan dalam kaitan perbedaan musim dan
pergantiannya dikaitkan dengan datangnya bulan
Ramadhan. Atas kehendak Allah SWT, perhitungan bulan-
bulan Hijriyah tidak sama dengan sistem peredaran matahari
112
dan sudut kemiringan bumi terhadap garis edarnya.
Sehingga usia 1 tahun hijriyah dengan masehi akan selalu
berbeda jumlah harinya. Hal ini akan mengakibatkan efek
rotasi dan pergiliran musim terutama bagi mereka yang
tinggal di wilayah sub tropis. Sehingga datangnya bulan
Ramadhan akan selalu bergantian antara musim dingin dan
musim panas. Sehingga sudah wilayah tidak akan selamanya
mendapati Ramadhan di musim dingin saja. Dan sebaliknya
tidak selalu di musim panas saja. Selalu ada pergiliran setiap
sekian tahun sekali dimana terakadang Ramadhan datang di
musim dingin, tepi terkadang Ramadhan datang di musim
panas. Sebagaimana kita ketahui bahwa di wilayah sub
tropis atau yang lebih utara lagi atau lebih selatan lagi,
musim panas akan membuat siang hari lebih lama dari
malam hari. Dan musim dingin akan membuat malam
menjadi lebih panjang dari siang hari. Hal ini memang akan
berpengaruh kepada daya tahan seseorang yang melakukan
ibadah puasa. Karena puasa itu dimulai dari masuk waktu
shubuh hingga terbenam matahari Majelis Majma` Al-Fiqh
Al-Islami pada jalsah ketiga hari Kamis 10 Rabiul Akhir
1402 H betepatan dengan tanggal 4 Pebruari 1982 M. telah
menerbitkan ketetapan tentang masalah ini. Selain itu juga
ada ketetapn dari Hai`ah Kibarul Ulama di Mekkah al-
Mukarramah Saudi Arabia nomor 61 pada tanggal 12 Rabiul
Akhir 1398 H. Kedua majelis ini membagi masalah ini
menjadi tiga kasus. 1. Pertama : Wilayah yang mengalami
siang selama 24 jam dalam sehari pada waktu tertentu dan
sebaliknya mengalami malam selama 24 jam dalam sehari.
Dalam kondisi ini, masalah jadwal puasa dan juga shalat
disesuaikan dengan jadwal puasa dan shalat wilayah yang
terdekat dengannya dimana masih ada pergantian siang dan
malam setiap harinya. 2. Kedua : wilayah yang tidak
mengalami hilangnya mega merah (syafaqul ahmar) sampai
113
datangnya waktu shubuh. Sehingga tidak bisa dibedakan
antara mega merah saat maghrib dengan mega merah saat
shubuh. Dalam kondisi ini, maka yang dilakukan adalah
menyesuaikan waktu shalat `isya`nya saja dengan waktu di
wilayah lain yang terdekat yang masih mengalami hilannya
mega merah maghrib. Begitu juga waktu untuk imsak puasa
(mulai start puasa), disesuaikan dengan wilayah yang
terdekat yang masih mengalami hilangnya mega merah
maghrib dan masih bisa membedakan antara dua mega itu.
3. Ketiga : Wilayah yang masih mengalami pergantian
malam dan siang dalam satu hari, meski panjangnya siang
sangat singkat sekali atau sebaliknya. Dalam kondisi ini,
maka waktu puasa dan juga shalat tetap sesuai dengan
aturan baku dalam syariat Islam. Puasa tetap dimulai sejak
masuk waktu shubuh meski baru jam 02.00 dinihari. Dan
waktu berbuka tetap pada saat matahari tenggelam meski
waktu sudah menunjukkan pukul 22.00 malam. Makan
minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang
hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu
sampai malam, janganlah kamu campuri mereka itu, sedang
kamu beri\'tikaf dalam mesjid... (QS. Al-Baqarah : 187).
Sedangkan bila berdasarkan pengalaman berpuasa selama
lebih dari 19 jam itu menimbulkan madharat, kelemahan
dan membawa kepada penyakit dimana hal itu dikuatkan
juga dengan keterangan dokter yang amanah, maka
dibolehkan untuk tidak puasa. Namun dengan kewajiban
menggantinya di hari lain. Dalam hal ini berlaku hukum
orang yang tidak mampu atau orang yang sakit, dimana
Allah memberikan rukhshah atau keringan kepada
mereka. \"Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya
diturunkan Al Qur\'an sebagai petunjuk bagi manusia dan
penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda .
Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir di bulan itu,
114
maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa
sakit atau dalam perjalanan , maka , sebanyak hari yang
ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah
menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki
kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan
bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas
petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu
bersyukur.\" (QS. Al-Baqarah : 185). PENDAPAT
LAIN :
Namun ada juga pendapat yang tidak setuju dengan apa
yang telah ditetapkan oleh dua lembaga fiqih dunia itu.
Diantaranya apa yang dikemukakan oleh Syeikh Dr.
Mushthafa Az-Zarqo rahimahullah. Alasannya, apabila
perbedaan siang dan malam itu sangat mencolok dimana
malam hanya terjadi sekitar 30 menit atau sebaliknya,
dimana siang hanya terjadi hanya 15 menit misalnya,
mungkinkah pendapat itu relevan ? Terbayangkah seseorang
melakukan puasa di musim panas dari terbit fajar hingga
terbenam matahari selama 23 jam 45 menit. Atau sebaliknya
di musim dingin, dia berpuasa hanya selama 15 menit ?
Karena itu pendapat yang lain mengatakan bahwa di wilayah
yang mengalami pergantian siang malan yang ekstrim seperti
ini, maka pendapat lain mengatakan : a. Mengikuti Waktu
HIJAZ
Jadwal puasa dan shalatnya mengikuti jadwal yang ada di
hijaz (Mekkah, Madinah dan sekitarnya). Karena wilayah ini
dianggap tempat terbit dan muncul Islam sejak pertama kali.
Lalu diambil waktu siang yang paling lama di wilayah itu
untuk dijadikan patokan mereka yang ada di qutub utara
dan selatan. b. Mengikuti Waktu Negara Islam terdekat
Pendapat lain mengatakan bahwa jadwal puasa dan shalat
orang-orang di kutub mengikuti waktu di wilayah negara
115
Islam yang terdekat. Dimana di negeri ini bertahta Sultan /
Khalifah muslim. Namun kedua pendapat di atas masing-
masing memiliki kelebihan dan kelemahan. Karena
keduanya adalah hasil ijtihad para ulama. Hadaanallahu Wa
Iyyakum Ajma`in, Wallahu A`lam Bish-shawab,
Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.
G. PUASA SUNNAH
57. Puasa Hari Kelahiran
Assalamualaikum ... Saya mau menanyakan
perihal puasa hari kelahiran dan puasa lepas tali pusar.
Bagamana hukumnya dalam islam. Apakah ada dalam
tuntunan islam/ajaran rosulullah Assalamualaikum ....

Marsiano

2003-10-09 12:02:23 : 2

Assalamu `alaikum Warahmatullahi Wabaraktuh
Alhamdulillahi rabbil `alamin, washshalatu wassalamu `ala
sayyidil mursalin, wa ba`du,
Puasa adalah termasuk ibadah mahdloh, oleh karena itu
dalam pensyariatannya harus berdasarkan dalil yang shohih
dari Rasulullah SAW yang memerintahkan adanya ibadah
tersebut. Sebab dalam suatu qaidah dijelaskan bahwa asal
dalam setiap ibadah adalah batal alias tidak sah sampai ada
dalil yang memerintahkannya. Dengan demikian, berkaitan
dengan ibadah puasa yang saudara tanyakan, kami belum
mendapatkan dalil yang memerintahkan pelaksanaan puasa
116
tersebut. Sedangkan shaum senin yang biasa dilakukan oleh
Rasulullah SAW dan disunahkan bagi kita untuk
melaksankaannya tidak dapat kita jadikan dalil adanya
pensyariatan shaum pada hari kelahiharan dengan alasan
Rasulullah SAW pun melaksankan shaum pada hari senin,
yang sebagaimana dijelaskan dalam sejumlah hadis itu
merupakan hari kelahiran beliau. Karena boleh jadi hal
tersebut merupakan kekhususan bagi beliau di sampng itu,
tidak ada satu keterangan pun baik dari para sahabat atau
para salafus-sholih yang menjelaskan bahwa mereka biasa
melakukan shaum pada hari kelahiran mereka. Jadi kalau
Anda ingin melaksanakan shaum sunnah, maka
laksanakanlah shaum yang dicontohkan dan diperintahkan
oleh Rasulullah SAW seperti shaum senin kamis, shaum
Daud dan lain-lain. Wallahu a`lam bishshowab. Wassalamu
`alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
58. Mengenai Shaum Ayyamul Bidh Yang
Bentrok
Assalamu‘alaikum.wr.wb. Saya ingin tanya
tentang ayyamul bidh. Jika hari terakhir ayyamul bidh adalah
hari Ahad apakah besoknya (Senin) boleh untuk shaum
senin-kamis? Mengingat shaum sunnah yang diperbolehkan
Rasulullah yang terberat hanya sampai shaum Nabi Daud.
Terima kasih. Wassalamu‘alaikum.wr.wb.

Dian Jak

2002-09-24 11:12:00 : 2

117
Sebanarnya bila sampai terjadi secara
kebetulan kita puasa sunnah lalu hasilnya malah jadi
berturut-turut tidak apa-apa. Karena memang niatnya pun
berbeda-beda. Puasa Nabi Daud adalah alternatif yang
Rasulullah SAW berikan pada salah seorang shahabat yang
bertekan mau puasa seumur hidup setiap hari. Maka
dianjurkan untuk puasa Daud yang berselang seling sehari
puasa dan sehari tidak. Tapi bila anda ingin puasa berturut-
turut satu minggu atau sebulan, boleh–boleh saja. Selama
tidak mengurangi kewajiban asasi anda sendiri. Karena itu
bila ternyata hasil dari penggabungan dua jenis puasa
sunnah itu menunjukkan puasa berturu-turut, maka secara
umum tidak masalah. Wallahu a‘lam bis-shawab. Pusat
Konsultasi Syariah
59. Nisfu Sya\'ban, Syar\'i-kah?
assalamu\'alaikum wr. wb Ustadz yang
dirahmati Allah, dalam ajaran Islam adakah yang disebut
Nisfu Sya\'ban? karena banyak orang di lingkungan saya
yang melakukan ibadah-ibadah khusus (seperti shalat
khusus nisfu sya\'ban & membaca wirid2 tertentu) di
malam nisfu sya\'ban. benarkah malam nisfu sya\'ban
berarti pergantian \"buku\" (saya sendiri kurang mengerti
maksud \"buku\" di sini). adakah dalili yang menunjang itu
semua? atas bantuannya, saya ucapkan syukran katsir
Wassalamu\'alaikum wr wb

Diandra

2003-10-13 11:20:53 : 2

118
Assalamu `alaikum Wr. Wb.
Al-Hamdulillahi Rabbil `Alamin, Washshalatu Wassalamu
`Alaa Sayyidil Mursalin, Wa `Alaa `Aalihi Waashabihi
Ajma`in, Wa Ba`d
Bulan Sya’ban adalah bulan dimana amal shalih diangkat ke
langit. Hal tersebut didasrkan kepada hadits Rasulullah
SAW : Dari Usamah bin Zaid berkata: Saya bertanya:
“Wahai Rasulullah saw, saya tidak melihat engkau puasa
disuatu bulan lebih banyak melebihi bulan Sya’ban”. Rasul
saw bersabda:” Bulan tersebut banyak dilalaikan manusia,
antara Rajab dan Ramadhan, yaitu bulan diangkat amal-amal
kepada Rabb alam semesta, maka saya suka amal saya
diangkat sedang saya dalam kondisi puasa” (Ahmad, Abu
Dawud, An-Nasa’i dan Ibnu Huzaimah) Disamping itu
bulan sya’ban yang letaknya persis sebelum ramadhan
seolah menjadi starting point untuk menyambut ramadhan.
Sehingga isyaratnya adalah kita perlu menyiapkan bekal
ibadah untuk menyambut bulan Ramadhan. Dalam hal
mempersiapkan hati atau ruhiyah, Rasulullah saw.
mencontohkan kepada umatnya dengan memperbanyak
puasa di bulan Sya’ban, sebagaimana yang diriwayatkan
‘Aisyah ra. berkata: ”Saya tidak melihat Rasulullah SAW
menyempurnakan puasanya, kecuali di bulan Ramadhan.
Dan saya tidak melihat dalam satu bulan yang lebih banyak
puasanya kecuali pada bulan Sya’ban” (HR Muslim).
Sedangkan khusus dalam keuatamaan malam pertengahan
bulan sya’ban (nisfu sya’ban), memang ada dalil yang
mendasarinya meski tidak terlalu kuat. Diantaranya hadits
berikut : Sesungguhnya Allah SWT bertajalli (menampakkan
diri) pada malam nisfu sya’ban kepada hamba-hamba-Nya
serta mengabulkan doa mreka, kecuali sebagian ahli maksiat.
Sayangnya hadits ini tidak mencapai derajat shahih kecuali
hanya dihasankan oleh sebagian orang dan didhaifkan oleh
119
sebagian lainnya. Bahkan Al-Qadhi Abu Bakar Ibnul Arabi
mengatakan bahwa tidak ada satu hadits shahih pun
mengenai keutamaan malam nisfu sya’ban. Begitu juga Ibnu
Katsir telah mendha’ifkan hadits yang menerangkan tentang
bahwa pada malam nisfu sya’ban itu, ajal manusia
ditentukan dari bulan pada tahun itu hingga bulan sya’ban
tahun depan. Sedangkan amaliyah yang dilakukan secara
khusus pada malam nisfu sya’ban itu seperti yang sering
dikerjakan oleh sebagian umat Islam dengan serangkaian
ritual, kami tidak mendapatkan satu petunjuk pun yang
memiliki dasar yang kuat. Seperti membaca surat Yasin,
shalat sunnah dua raka’at dengan niat minta dipanjangkan
umur, shalat dua rakaat dengan niat agar menjadi kaya dan
seterusnya. Memang praktek seperti ini ada di banyak
negeri, bukan hanya di Indonesia, tetapi di Mesir, Yaman
dan negeri lainnya. Bahkan mereka pun sering membaca
lafaz doa khusus yang -entah bagaimana- telah tersebar di
banyak negeri meski sama sekali bukan berasal dari hadits
Rasulullah SAW.
Kritik Terhadap Lafaz Doa Malam Nisfu Sya’ban
Sering kita dapati bahwa sebagian umat Islam memanjatkan
doa khusus pada malam nisfu sya’ban. Di dalam doa itu
mereka meminta agar Allah SWT menghapuskan taqdir
yang buruk yang telah tertulis di lauhil mahfuz. Seperti doa
berikut ini : Ya Allah, jika engkau mencatat aku di sisi-Mu
dalam ummul kitab, sebagai orang yang celaka (sengsara), terhalang,
terusir, atau sempit rizkiku, maka hapuskanlah Ya Allah dengan
dengan karunia-Mu atas kesengsaraanku, keterhalanganku,
keterusiranku dan kesempitan rizkiku. Dan tetapkanlah aku
disisimu di dalam ummil kitab sebagai orang yang bahagia, diberi
rizki, dan diberi pertolongan kepada kebaikan seluruhnya. Karean
sesungguhnya Engkau telah berfirman dan firman-Mu adalah benar,
120
di dalam kitab-Mu yang Engkau turunkan melalui lisan nabi-Mu
yang Engkau utus : Allah menghapuskan apa yang Dia kehendaki
dan menetapkan , dan di sisi-Nya-lah terdapat Ummul-Kitab (lauhil
Mahfuz) . Hal itu karena mereka berhujah bahwa Allah SWT
dengan kehendak-Nya bisa menghapus apa-apa yang pernah
ditulisnya di lauhil mahfuz dan menggantinya dengan taqdir
yang lain. Dasarnya adalah firman Allah SWT : Allah
menghapuskan apa yang Dia kehendaki dan menetapkan ,
dan di sisi-Nya-lah terdapat Ummul-Kitab (lauhil Mahfuz).
(QS. Ar-Ra’d : 39). Namun oleh sebagian ulama, lafaz doa
seperti itu dianggap bertentangan, karena apa-apa yang
sudah tertulis di lauil mahfuz tidak mungkin dihapus.
Karena ada sabda Rasulullah SAW : Dari Ibnu Umar ra
bahwa Rasulullah SAW bersabda,”Allah SWT
menghapuskan apa yang dikehendakinya dan menetapkan
apa yang dikehendaki-Nya, kecuali kebahagiaan,
kesengsaran dan kematian.” Ibnu Abbas berkata,””Allah
SWT menghapuskan apa yang dikehendakinya dan
menetapkan apa yang dikehendaki-Nya, kecuali penciptaan,
perilaku, ajal, rizqi, kebahagiaan dan kesengsaran.” Selain itu
lafaz doa itu seolah-olah mengantungkan kepada Allah
SWT apakah ingin mengabulkan atau tidak. Padahal salah
satu adab berdoa adalah harus ber’azam atau bertekad kuat
untuk dikabulkan. Sedangkan penggunaan lafaz {bila
Engkau kehendaki}, seolah mengesankan tidak serius dalam
meminta. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW : Bila kamu
meminta kepada Allah SWT maka mantapkanlah
permintaanmu itu Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in,
Wallahu A`lam Bish-shawab,
Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.
1. 3067 Nisfu Sya`ban, Syar`i-kah?
121
60. Puasa Ruah
Assalamualaikum wr. wb. Seorang teman
menanyakan melalui milis tentang puasa ruah. Saya sendiri
tidak mengerti apa yang dimaksud dengan itu. Mohon ustad
jelaskan tentang kedudukannya dalam Islam.
Wassalamualaikum wr. wb Saipul

Saipul
2003-10-08 15:59:58 : 2

Assalamu `alaikum Wr. Wb.
Al-Hamdulillahi Rabbil `Alamin, Washshalatu Wassalamu
`Alaa Sayyidil Mursalin, Wa `Alaa `Aalihi Waashabihi
Ajma`in, Wa Ba`d
Ruah itu nama sebutan lain dari bulan Sya\'ban. Jadi kalau
disebut puasa ruah maka maknanya adalah puasa sunnah di
bulan Sya\'ban. Memang sebagian masyarakat kita sering
menggunakan istilah sendiri untuk menamakan bulan-bulan
hijriyah, seperti mulud yang sebenarnya berasal dari maulud
atau maulid yang artinya adalah kelahiran Rasulullah SAW.
Padahal nama sebenarnya adalah Rabi\'ul Awwal.
Sedangkan orang betawi sering menamakan bulan
Zulqo\'dah dengan istiah bulan APIT, maksudnya
barangkali bulan yang kejepit diantara dua bulan yang ada
hari rayanya, yaitu hari raya Iedul Fithri dan Iedul Adha.
Hukum Puasa Sya\'ban
Kita memang harus menyiapkan bekal ibadah untuk
menyambut bulan Ramadhan. Dalam hal mempersiapkan
hati atau ruhiyah, Rasulullah saw. mencontohkan kepada
umatnya dengan memperbanyak puasa di bulan Sya’ban,
sebagaimana yang diriwayatkan ‘Aisyah ra. berkata: ”Saya
122
tidak melihat Rasulullah SAW menyempurnakan puasanya,
kecuali di bulan Ramadhan. Dan saya tidak melihat dalam
satu bulan yang lebih banyak puasanya kecuali pada bulan
Sya’ban” (HR Muslim). Salah satu diantara hikmahnya
adalah bahwa bulan Sya’ban adalah bulan dimana amal
shalih diangkat ke langit. Rasulullah SAW bersabda: Dari
Usamah bin Zaid berkata: Saya bertanya: “Wahai Rasulullah
saw, saya tidak melihat engkau puasa disuatu bulan lebih
banyak melebihi bulan Sya’ban”. Rasul saw bersabda:”
Bulan tersebut banyak dilalaikan manusia, antara Rajab dan
Ramadhan, yaitu bulan diangkat amal-amal kepada Rabb
alam semesta, maka saya suka amal saya diangkat sedang
saya dalam kondisi puasa” (Ahmad, Abu Dawud, An-Nasa’i
dan Ibnu Huzaimah) Dalam masalah puasa di bulan
Sya`ban, kita hanya mendapatkan hadits-hadits shahih atau
hasan yang menceritakan bahwa secara umum Rasulullah
SAW memang banyak melakukan puasa di bulan tersebut
dan juga bulan sebelumnya yaitu Rajab. Namun tidak ada
riwayat yang menyebutkan bahwa Rasulullah SAW
melakukan puasa sebulan penuh di bulan Rajab atau ublan
Sya`ban. Namun bukan berarti tidak boleh melakukan
shalat dan beristighfar di bulan tersebut. Yang kami
terangkan adalah bahwa hadits-hadits yang diriwayatkan
tentang hal itu umumnya hadits yang tertolak. Misalnya
hadits yang bunyinya : “Rajab adalah bulan Allah, Sya`ban
adalah bulanku (Rasulullah SAW ) dan Ramadhan adalah
bulan ummatku” Hadits ini oleh para muhaddits disebutkan
sebagai hadits palsu dan munkar. Hadaanallahu Wa
Iyyakum Ajma`in, Wallahu A`lam Bish-shawab,
Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.
123
61. Perbanyak Puasa Sunah Di Bln Rajab
Ass.wrwb. Ustadz kalo keterangan
hadits yang menyatakan rasul memperbanyak puasa sunnah
di bulan rajab dan syaban apa juga palsu?

Buzul

2003-09-03 14:26:30 : 2

Assalamu `Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Al-hamdulillahi Rabbil `Alamin, Washshalatu Wassalamu
`Ala Sayyidil Mursalin, Wa ba`d
Dalam masalah puasa di Bulan Rajab dan Sya`ban, kita
hanya mendapatkan hadits-hadits shahih atau hasan yang
menceritakan bahwa secara umum Rasulullah SAW
memang banyak melakukan puasa di kedua bulan tersebut.
Karna bulan Rajab termasuk bulan haram, dan puasa di
bulan-bulan haram itu maqbul (diterima) dan mustahab
(disukai) dalam keadaan apapun. Namun tidak ada riwayat
yang menyebutkan bahwa Rasulullah SAW melakukan
puasa sebulan penuh di bulan Rajab atau ublan Sya`ban.
Sedangkan hadits-hadits yang menceritakan bahwa kalau
melakukan shalat ini dan itu di bulan Rajab maka mendapat
ganjaran ini dan itu, atau siapa yang beristighfar akan
mendapat ganjaran tertentu, umumnya bukanlah hadits
yang kuat, bahkan kebanyakannya adalah hadits dhaif dan
mungkar. Namun bukan berarti tidak boleh melakukan
shalat dan beristighfar di bulan Rajab. Yang kami terangkan
adalah bahwa hadits-hadits yang diriwayatkan tentang hal
itu umumnya hadits yang tertolak. Misalnya hadits yang
bunyinya : “Rajab adalah bulan Allah, Sya`ban adalah
bulanku (Rasulullah SAW ) dan Ramadhan adalah bulan
124
ummtku” Hadits ini oleh para muhaddits disebutkan
sebagai hadits palsu dan munkar. Hadaanallahu Wa
Iyyakum Ajma`in, Wallahu A`lam Bish-shawab,
Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.
62. Benarkah Puasa Syawal Haditsnya Dha’if ?

Ass wr wb, Yth Pak Ustadz, Saya ingin
menanyakan tentang hadits puasa sawal,sebab saya pernah
dengar bahwa puasa sawal hadistnya lemah apa betul Pak
Ustadz,mohon penjelasan. Wasslam Wr Wb Tarmizi

Tarmizi Abdullah

2003-12-02 13:04:44 : 2

Assalamu `alaikum Wr. Wb.
Al-Hamdulillahi Rabbil `Alamin, Washshalatu Wassalamu
`Alaa Sayyidil Mursalin, Wa `Alaa `Aalihi Waashabihi
Ajma`in, Wa Ba`d
Ketentuan tentang masyru`iyah puasa sebanyak 6 hari di
bulan syawwal didasarkan pada Rasulullah SAW yang
shahih riwayat Imam Muslim. Dari Abi Ayyub Al-Anshari
ra bahwa orang yang puasa ramadhan lalu dilanjutkan
dengan puasa 6 hari Syawwal, maka seperti orang yang
berpuasa setahun(HR. Muslim). Juga ada hadits lainnya yang
juga menguatkan masyru’iyah puasa syawwal, yaitu hadits
Tsauban berikut ini : Dari Tsauban ra berkata bahwa
Rasulullah SAW bersabda,”Puasa ramadhan pahalanya
seperti puasa 10 bulan. Dan puasa 6 hari setelahnya
(syawwal) pahalanya sama degan puasa 2 bulan. Dan
125
keudanya itu genap setahun). Sebagian kalangan Al-
Hanafiyah tidak menganggapnya sunnah
Kalau pun ada yang mengatakan tidak ada kesunnahan
puasa 6 hari bulan syawwal, maka itu adalah pendapat
menyendiri dari kalangan mazhab Al-Hanafiyah.
Diriwayatkan bahwa Al-Imam Abu Hanifah
mengkarahahkan puasa 6 hari syawwal baik berturut-turut
maupun tidak berturutan. Sedangkan Abu Yusuf, salah
seorang ulama dari mazhab Al-Hanafiyah mengatakan
bahwa karahahnya hanyalah bila puasa 6 hari syawwal itu
dilakukan dengan cara berturut-turut. Sedangkan bila
dilakukan dengan tidak berturut-turut, maka tidak makruh.
Namun para ulama Al-Hanafiyah dari kalangan mutaakhirin
tidak berpendapat sebagaimana pendapat Al-Imam Abu
Hanifah. Mereka sebagaimana pendapat dari mazhab
lainnya menyatakan bahwa puasa 6 hari di bulan syawwal itu
memang hukumnya sunnah. Dan sebagaimana kami
katakan, bahwa jumhurul fuqaha baik dari kalangan Al-
Malikiyah, Asy-Syafi\'iyah mapun Al-Hanabilah semua
sepakat mengatakan bahwa puasa 6 hari di bulan Sawwal itu
hukumnya sunnah. Meskipun mereka berbeda pendapat
tentang cara melakukannya. Haruskah dilakukan berturut-
turut atau tidak ?
a. Asy-Syafi\'iyah dan sebagian Al-Hanabilah
Al-Imam Asy-Syafi\'i dan sebagian fuqaha Al-Hanabilah
mengatakan bahwa afdhalnya puasa 6 hari Syawwal itu
dilakukan secarar berturut-turut selepas hari raya ‘Iedul
fithri. Yaitu tanggal 2 hingga tanggal 7 Syawwal. Dengan
alasan agar jangan sampai timbul halangan bila ditunda-
tunda. b. Mazhab Al-Hanabilah
Tetapi kalangan resmi mazhab Al-Hanabilah tidak
membedakan apakah harus berturut-turut atau tidak, sama
sekali tidak berpengaruh dari segi keutamaan. Dan mereka
126
mengatakan bahwa puasa 6 hari syawwal ini hukumnya
tidak mustahab bila yang melakukannya adalah orang yang
tidak puasa bulan ramadhan. c. Mazhab Al-Hanafiyah
Sedangkan kalangan Al-Hanafiyah yang mendukung
kesunnahan puasa 6 hari syawwal mengatakan bahwa lebih
utama bila dilakukan dengan tidak berturut-turut. Mereka
menyarankan agar dikerjakan 2 hari dalam satu minggu. d.
mazhab Al-Malikiyah
Adapun kalangan fuqaha Al-Malikiyah justru mengatakan
bahwa puasa itu menjadi makruh bila dikerjakan
bergandengan langsung dengan bulan ramadhan. Yaitu bila
langsung dikerjakan mulai pada tanggal2 syawwal selepas
hari ‘Iedul fithri. Bahkan mereka mengatakan bahwa puasa
6 hari itu juga disunnahkan di luar bulan syawwal, seperti 6
hari pada bulan Zulhijjah. Hadaanallahu Wa Iyyakum
Ajma`in, Wallahu A`lam Bish-shawab,
Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.
63. Puasa Sunat Di Bulan Muharram
Assalaamu\'alaikum Ustd, Apakah ada
ketentuan utk puasa sunat di bulan Muharram?

Sister

2004-02-25 10:44:16 : 2

Assalamu `alaikum Wr. Wb.
Al-Hamdulillahi Rabbil `Alamin, Washshalatu Wassalamu
`Alaa Sayyidil Mursalin, Wa `Alaa `Aalihi Waashabihi
Ajma`in, Wa Ba`d
127
Yang disunnahkan secara tegas adalah berpuasa pada
tanggal 10 Muharram dan sehari sebelumnya atau sehari
sesudahnya. Dan sering disebut juga juga dengan Shaum
Asyuro. Pada asalnya Shaum Asyuro ini adalah wajib.
Kemudian kewajibannya dinasakh dengan kewajiban shaum
Ramadhan, maka shaum tersebut berubah hukumnya
menjadi sunnah. Oleh karena itu Rasulullah SAW
menganjurkan kepada umat Islam untuk melaksanakan
shaum assyuraa (shaum hari kesepuluh) dari bulan
Muharram ditambah dengan shaum sehari sebelumnya atau
sesudahnya. Hal ini berdasarkan hadits-hadits yang
diriwayatkan para sahabat. Antara lain:
Dari Humaid bin Abdir Rahman, ia
mendengar Muawiyah bin Abi Sufyan
RA berkata: “Wahai penduduk
Madinah, dimana ulama kalian? Aku
mendengar Rasulullah SAW bersabda:
“Ini hari Assyura, dan Alloh tidak
mewajibkan shaum kepada kalian di
hari itu, sedangkan saya shaum, maka
siapa yang mau shaum hendaklah ia
shaum dan siapa yang mau berbuka
hendaklah ia berbuka” (HR Bukhori
2003)
Juga ada hadits lainnya berikut ini :
Dari Ibnu Abbas RA, ia berkata: ketika
Rasulullah SAW tiba di kota Madinah
dan melihat orang-orang Yahudi sedang
melaksanakan shaum assyuraa, beliau
pun bertanya? Mereka menjawab: Ini
128
hari baik, hari di mana Allah
menyelamatkan bani Israil dari musuh
mereka lalu Musa shaum pada hari itu.
Maka Rasulullah SAW menjawab: “Aku
lebih berhak terhadap Musa dari
kalian”, maka beliau shaum pada hari
itu dan memerintahkan untuk
melaksanakan shaum tersebut. (HR
Bukhori 2004)
Dari Ibnu Abbas RA, ia berkata: pada
saat Rasulullah SAW melaksanakan
shaum Assyura dan memerintah para
sahabat untuk melaksanakannnya,
mereka berkata: “Wahai Rasulullah hari
tersebut (assyura) adalah hari yang
diagung-agungkan oleh kaum Yahudi
dan Nashrani”. Maka Rasulullah SAW
bersabda: “Insya Allah jika sampai
tahun yang akan datang aku akan
shaum pada hari kesembilannya”. Ibnu
Abbas berkata: “Rasulullah SAW
meninggal sebelum sampai tahun
berikutnya” (HR Muslim 1134)
Rasulullah SAW bersabda: “Shaumlah
kalian pada hari assyura dan berbedalah
dengan orang Yahudi. Shaumlah kalian
sehari sebelumnya atau sehari
sesudahnya” (HR Thohawy dan
Baihaqy serta Ibnu Huzaimah 2095)
129
Adapun keutamaan shaum tersebut sebagaimana
diriwayatkan dalam hadits dari Abu Qatadah, bahwa shaum
tersebut bisa menghapus dosa-dosa kita selama setahun
yang telah lalu (HR Muslim 2/819) Imam Nawawy ketika
menjelaskan hadits di atas beliau berkata: “Yang dimaksud
dengan kafaraoh dosa adalah penghapus dosa-dosa kecil,
akan tetapi jika orang tersebut tidak memiliki dosa-dosa
kecil diharapkan dengan shaum tersebut dosa-dosa besarnya
diringankan, dan jika ia pun tidak memiliki dosa-dosa besar,
Allah akan mengangkat derajat orang tersebut di sisi-Nya.
Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in, Wallahu A`lam Bish-
shawab,
Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.
130

19. Hukum Wanita Tak Berjilbab Tapi Puasa .......44 20. Apakah Orang Kafir Diperintahkan Untuk Puasa Juga ..................................................................46 21. Istihadhah : Boleh Puasa ? ...............................49 D. BATALKAH PUASA SAYA ?.................................51 22. Kencan Dengan Pacar : Batalkah Puasa Saya ..51 23. Puasa Kok Onani ..............................................53 24. Bercumbu Di Bulan Ramadhan 1 ....................54 25. Bercumbu Di Bulan Ramadhan 2 .....................56 26. Bercumbu Dengan Selain Istri Dibulan Ramadhan ............................................................................60 27. Jima` Nya Orang Yang Uzur Pada Ramadhan .62 28. Keluar Mani Saat Puasa ...................................64 29. Berkumur Dalam Wudhu`saat Puasa ...............66 30. Obat Semprot Asthma Ketika Berpuasa Ramadhan .........................................................67 31. Obat Tetes MataBagi Yang Berpuasa ? ...........69 32. Muntah, Puasa Batal Atau Tidak ??? ...............70 33. Batalalkah Puasa Bila Disuntik ? .....................71 34. Puasanya Penderita Rheumatoid Arthritis .......72 35. Puasa Boleh Gosok Gigi Dengan Pasta Gigi? . 74 36. Belum Mandi Wajib (suci Dari Haid), Bangun Kesiangan Di Bulan Ramadhan .......................75 37. Hukuman Karena Ciuman Dengan Pacar Di Bulan Ramadhan Sampai Batal Puasa ........................77 38. Menunda Haid Di Bulan Ramadhan ................80 39. Menonton TV Di Bulan Ramadhan .................81 40. Sahur Setelah Shubuh ......................................82 E. MENGGANTI HUTANG PUASA............................84 41. Istri Meninggal Dan Masih Punya Hutang Puasa Ramadhan .........................................................84 42. Qodho\' Shoum Untuk Orang Yang Wafat ......85

2

43. Hutang puasa di bulan ramadhan yang lalu belum dibayar ..............................................................86 44. Cara Membayar Hutang Puasa Yang Menumpuk Selama Bertahun-tahun ....................................87 45. Hutang Puasa ....................................................89 46. Mengganti Puasa ..............................................90 47. Puasa Syawal Dulu Atau Bayar Qadha\' Dulu ? .............................................................................92 48. Jima Ketika Membayar Puasa ..........................93 F. SANKSI......................................................................95 49. Puasa Sunnah Dan Puasa Bayar Hutang ..........95 50. Tidak Mampu Bayar Fidyah ............................96 51. Pelaksanaan Sanksi Melanggar Puasa ..............98 52. Fidyah Dan Bagaimana Membayarnya ..........101 H. PUASA DALAM BERBAGAI KONDISI..............103 53. Puasa Saat Musafir .........................................103 54. Puasa Saat Musim Panas ................................104 55. Sholat & Puasa Di Alaska ..............................108 56. Berpuasa Di Daerah Kutub ............................112 G. PUASA SUNNAH...................................................116 57. Puasa Hari Kelahiran .....................................116 58. Mengenai Shaum Ayyamul Bidh Yang Bentrok ...........................................................................117 59. Nisfu Sya\'ban, Syar\'i-kah? ...........................118 60. Puasa Ruah .....................................................122 61. Perbanyak Puasa Sunah Di Bln Rajab ...........124 62. Benarkah Puasa Syawal Haditsnya Dha’if ? ..125 63. Puasa Sunat Di Bulan Muharram ...................127

3

4 . Semua itu menunjukkan betapa umat ini haus akan syariah. Wb. kami telah membangun sebuah sarana konsultasi online di internet. mempelajari. Justru semakin hari semakin terasa gairah keislaman umat ini. ternyata begitu banyak orang yang membutuhkan jawaban syar`i atas semua sisi kehidupannya. MA Direktur Pusat Konsultasi Syariah Assalamu ‘alaikum Wr.PENGANTAR Oleh Dr. Salim Segaf Al-Jufri. ternyata ketahanan umat untuk bisa tetap di atas manhaj Nabi masih kita dapati. Mereka akan terus mencari syariah. Selain itu juga menunjukkan sebuah gejala baik dimana muncul kesadaran untuk kembali kepada tuntunan dan ajaran Rasulullah SAW. Sejak berdirinya Pusat Konsultasi Syariah di tahun 2001. bertanya dan mulai menerapkannya dalam kehidupan nyata. Setelah mengalami penjajahan lama oleh barat dan proses sekulerisasi yang tidak pernah berhenti. mulai dari lingkup terkecil yaitu diri sendiri dan keluarga. Di luar dugaan. Sehingga kami cukup kewalahan menerima begitu banyak pertanyaan yang masuk.

Jakarta Dr. Salim Segaf Al-Jufri. Semoga ada manfaatnya.Kemudian diharapkan akan menyembul kepermukaan menjadi sebuah fenomena sosial dimana negeri dengan jumlah umat Islam terbesar di dunia ini akan tampil dengan wajah asli mereka sebagai muslimin. MA Direktur Pusat Konsultasi Syariah 5 . Apa yang kami tuliskan dalam buku ini sekedar sebuah dokumentasi dari sekian banyak tanya jawab syariah di situs syariahonline. terutama yang terkait dengan masalah puasa dan aktifitas ramadhan.

Dalam Al-Quran disebutkan: ‫وكلوا واشربوا حتى يتبين لكم الخيط البيض من الخي ط‬ ‫السود من الفجر ثم أت +وا ال )يام إلى ا%ليل‬ ‫ل‬ ‫م ص‬ Makan dan minumlah kamu semua.Ada yang berpendapat ketika subuh. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam". (QS. hingga terang bagi kamu benang putih dari benang hitam.Menurut para aktivis harakah puasa dimulai ketika terbit. KAPAN HARUS PUASA ? 1. Menurut analisis pak Ustadz manakah pendapat yang paling shahih? Eka S Jawaban : Sebenarnya yang paling tepat sesuai dengan keterangan dari sunnah Rasulullah SAW adalah sejak masuknya waktu shubuh.A. Saya membaca di terjemah Shahih Bukhari maksud daripada benang hitam dan benang putih adalah hitamnya(gelapnya) malam dan putihnya(terangnya) siang. Batas Mulai Puasa Ada sebagian orang berpendapat bahawa puasa dimulai ketika waktu imsak. AlBaqarah: 187) . yaitu fajar. Saat itulah sesungguhnya puasa dimulai dan bukan waktu imsak atau terbitnya fajar.

Adapun imsak sekedar tanda untuk bersiap-siap mulai menahan dari makan dan minum.. kapan saur dan berbukanya . dimana pada saat-saat tertentu.wb 1. ? 2. pak Thank`s sir Wassalamua`laikum wr. ? Ada dasar-dasarnya juga(Al-quran dan sunnah)...terus bila ada bagian bumi yang kebagian siangnya/malamnya lebih lama.. `Ada bagian bumi.. kan waktu sholat diliat dari matahari...wb John Jawaban : Assalamu `alaikum Wr.. Ada pertanyaan menarik dari rekan non-muslim . puasanya bagaimana ya?`. apa yang jadi patokan . Jadwal Shalat/Puasa Matahari(Sinar) Bila Tidak Ada Assalamua`laikum wr. ya. Imsak bukanlah titik start untuk mulai berpuasa.. Sedangkan terbitnya matahari adalah menandakan bahwa waktu subuh telah selasai.. matahari tidak pernah terbenam..Fajar yang dimaksud bukan terbitnya matahari tapi fajar masuknya waktu subuh. Gunanya agar kita punya persiapan ketika waktu subuh masuk dan tidak dalam keadaan makan atau minum saat masuk waktu untuk berpuasa... atau matahari tidak bersinar/terbenam bagaimana patokan untuk sholat ya pak . Biasanya imsak ini dimulai kira-kira 10 menit sebelum waktu subuh menjelang. Keduanya berketapan bahwa bila ada wilayah yang mengalami siang selama 24 jam dalam sehari pada waktu tertentu dan sebaliknya mengalami malam selama 24 jam 7 . Sepertinya sama saja dengan hal shalat.. Wb. 2. Wallahu a‘lam bis-shawab.

Pendapat Ketiga : Ikut Waktu Negara Islam terdekat Pendapat lain mengatakan bahwa jadwal puasa dan shalat orang-orang di kutub mengikuti waktu di wilayah negara Islam yang terdekat. Lalu diambil waktu siang yang paling lama di wilayah itu untuk dijadikan patokan mereka yang ada di qutub utara dan selatan. Pendapat ini didukung oleh Majelis Majma` Al-Fiqh AlIslami pada jalsah ketiga hari Kamis 10 Rabiul Akhir 1402 H betepatan dengan tanggal 4 Pebruari 1982 M. Pendapat kedua dan ketiga adalah pendapat ulama lainnya diantaranya adalah Dr. kita bisa membaginya menjadi tiga pendapat. Secara umum. 2. 1.dalam sehari. Karena wilayah ini dianggap tempat terbit dan muncul Islam sejak pertama kali. 3. Selain itu juga merupakan ketetapan dari Hai`ah Kibarul Ulama di Mekkah al-Mukarramah Saudi Arabia nomor 61 pada tanggal 12 Rabiul Akhir 1398 H. 8 . Dimana di negeri ini bertahta Sultan / Khalifah muslim. Madinah dan sekitarnya). Pendapat Pertama : Ikut Wilayah Terdekat Waktu shalat dan puasanya disesuaikan dengan jadwal puasa dan shalat wilayah yang terdekat dengannya dimana masih ada pergantian siang dan malam setiap harinya. Mustafa Az-Zarqa’. Pendapat Kedua : Ikut Waktu HIJAZ Jadwal puasa dan shalatnya mengikuti jadwal yang ada di hijaz (Mekkah. maka dalam hal ini masalah jadwal puasa dan juga shalatnya memang menjadi titik perbedaan.

Wb. Bila di hari itu nampak hilal. tapi karena memang itulah yang dijadikan ajaran Islam. Pengamatan dilakukan pada sore hari menjelang matahari terbenam. Dan apa yang dikerjakannya itu menjadi dasar hukum Islam yang harus diikuti oleh umat Islam seluruhnya hingga akhir masa. ilmu hisab sebenarnya sudah ada dan cukup maju. 2003-02-21 16:25:00 : Alifi 2 Assalamu ‘alaikum Wr. Sedangkan ru‘yat adalah penetuan jatuhnya awal bulan qamariyah berdasarkan penghilatan mata atau pengamatan ada tidaknya bulan sabit (hilal) tanggal satu pada hari terakhir (tanggal 29) bulan qamariyah. Hisab artinya hitungan sedangkan ru‘yat adalah pandangan/penglihatan. Rasulullah SAW dalam beribadah selalu menjalankannya sesuai dengan kehendak Allah. Apalagi bangsa arab 9 . tidak ada kesulitan sedikitpun untuk menggunakan ilmu hisab di zaman itu.3. Pada abad ke-7 dimana Rasulullah SAW hidup. Dan bila memang mau. Rasulullah Ru‘yat? Menggunakan Hisab Atau Apakah hisab ru‘yat itu? Manakah yang paling sering digunakan Nabi Muhammad SAW? M. maka dipastikan bahwa esok telah masuk kepada bulan baru atau tanggal satu. Istilah ilmu hisab maknanya adalah disiplin ilmu untuk menetukan penanggalan berdasrkan hitungan matematis. Dalam penentuan awal Ramadhan. Idul Fithri dan Idul Ahda tidak pernah Rasulullah SAW menentukannya berdasarkan hisab. Dan hari itu (tanggal 29) menjadi hari terakhir dari bulan sebelumnya. Bukan karena di zaman itu tidak ada ilmu hisab.

Hikmah di balik penggunaan ru‘yatul hilal tidak lain adalah bahwa agama Islam itu mudah. (HR. Bukhari) Karena itu wajar bila semua ulama baik di zakan dahulu maupun di zaman sekarang semuanya sepakat bahwa dalam menentukan pergantian kalender hijriyah yang berkaitan dengan masalah jadwal ibadah seperti awal ramadhan.terkenal sebagai pedangan yang sering melakukan perjalanan ke berbagai peradaban besar dunia seperti Syam dan Yaman. Namun bila hilal tertutup awan. maka genapkanlah menjadi 30 hari”. Namun belum pernah didapat sekalipun keterangan dimana Rasulullah SAW memerintahkan untuk mempelajari ilmu hisab ini terutama untuk penentuan awal bulan. Karena itu alasan yang pasti mengapa Rasulullah SAW tidak menggunakan hisab dalam penetuan tanggal adalah karena memang ajaran Islam tidak merekomendir penggunaan hisab untuk dijadikan penentu penanggalan. Juga tidak membutuhkan perhitungan (hisab) yang njelimet untuk menentukannya. Apabila tertutup awan. meski sering dikatakan lebih ilmiyah. Bahkan seorang arab badui yang tinggal di tengah padang pasir dan jauh dari pusat peradaban bisa sekalipun bisa melakukannya. Sebaliknya. (HR. Bukhari dan Muslim). Bahwa Rasulullah SAW telah bersabda”Puasalah kamu dengan melihat hilal dan berbukalah kamu (lebaran) dengan melihatnya. Sebaliknya Rasulullah SAW sejak awal telah mengunakan ru‘yatul hilal dan ada sekian banyak hadits menyebutkan hal itu. Rasulullah SAW bersabda. maka genapkanlah bulan sya‘ban menjadi 30 hari”. namun metode hisab itu sendiri juga penuh dengan 10 .”Satu bulan itu ada 29 hari. Tidak memerlukan teknologi canggih untuk bisa menerapkannya. jatuh hari Raya Idul Fithri dan Idul Adha serta yang lainnya adalah dengan menggunakan ru‘yatul hilal. Dari Abi Hurairah ra. maka janganlah kamu puasa kecuali melihat hilal.

Sema orang yang pernah belajar fiqih apalagi di universitas Islam. Wallahu A‘lam Bish-Showab. Kalaupun hisab itu akan digunakan. wb. tapi kebijakannya dalam masalah penetapan awal Ramadhan masih lebih bertumpu kepada hisab dan bukan ru‘yatul hilal. meski menggunakan ilmu hitung yang paling modern sekalipun. 11 . 1. Ini jelas tidak bisa diterima dalam Fiqih Islam. Karena ada banyak cara atau metode penghitungan yang dikenal. Penentuan Awal Dan Akhir Ramadhan Assalamu`alaikum wr. Walhasil. Karena pendapat tentang keabsahan hisab dalam penetuan awal Ramadhan dan sebagainya adalah pendapat yang asing dan tidak dikenal dalam wilayah fiqih Islam. maka kita hampir tidak mendapati metode hisab dalam penentuan tanggal hijriyah.perbedaan. 4. maka sifatnya hanya sebagai pengiring atau pemberi informasi umum tentang dugaan posisi hilal. Benarkan Mekah sebagai ummul quro harus dijadikan panutan dalam menentukan awal dan akhir ramadhan ? 3. Wassalamu ‘Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh. hasilnya tidak selalu sama. pasti tahu hal itu. namun bukan sebagai eksekutor dimana hanya dengan hisab lalu belum apa-apa sudah dipastikan jatuh awal Ramadhan. Bagaimana menurut dalil dalam penentuan awal dan akhir ramadhan ? 2. Selain itu juga ada sekian banyak ketentuan dan sistem yang dipakai oleh masingmasing pelaku hisab. Karena itu aneh kiranya bila jabatan Menteri Agama dipegang oleh seorang doktor syariah dari Universitas Ummul Quro Mekkah. Sehingga bila kita menelusuri leteratur fiqih baik klasik maupun modern.

ada dua cara yang telah diajarkan oleh Rasulullah SAW yaitu : 1. Perintah untuk melakukan ru`yatul hilal dan ikmal ini didasari atas perintah Rasulullah SAW dalam hadits riwayat Abu Hurairah 12 . Apabila saat itu nampak bulan sabit meski sangat kecil dan hanya dalam waktu yang singkat. Yaitu dengan cara memperhatikan terbitnya bulan di hari ke 29 bulan Sya`ban. Wa Ba`d Untuk menentukan awal Ramadhan. makan sahur dan mulai berpuasa. Wb. Al-Hamdulillahi Rabbil `Alamin. maka ditetapkan bahwa mulai malam itu. maka umur bulan Sya`ban ditetapkan menjadi 30 hari (ikmal) dan puasa Ramadhan baru dilaksanakan lusanya. Wa `Alaa `Aalihi Waashabihi Ajma`in. Pada sore hari saat matahari terbenam di ufuk barat. 2. umat Islam sudah memasuki tanggal 1 bulan Ramadhan.Kenapa sering terjadi perbedaan antara penentuan awal dan akhir ramadhan ? Terima kasih atas penjelasannya. Erus 2003-10-09 11:58:20 : 2 Assalamu `alaikum Wr. Dengan melihat bulan (ru`yatul hilal). Maka ditetapkan untuk melakukan ibadah Ramadhan seperti shalat tarawih. (Ikmal) Menggenapkan umur bulan Sya`ban menjadi 30 hari Tetapi bila bulan sabit awal Ramadhan sama sekali tidak terlihat. Jadi bulan Sya`ban umurnya hanya 29 hari bukan 30 hari. Washshalatu Wassalamu `Alaa Sayyidil Mursalin.

maka seluruh dunia wajib mengikutinya atau tidak ? Atau hanya berlaku bagi negeri dimana dia tinggal ? Dalam hal ini para ulama memang berbeda pendapat : • Pendapat pertama adalah pendapat jumhur ulama Mereka (jumhur) menetapkan bahwa bila ada satu orang saja yang melihat bulan.(HR. Ini berbeda dengan penentuan waktu shalat dimana Rasulullah SAW tidak memberi perintah secara khusus untuk melihat bayangan matahari atau terbenamnya atau terbitnya atau ada tidaknya mega merah dan seterusnya. Hal ini berdasarkan prinsip wihdatul matholi`. Sedangkan metode penghitungan berdasarkan ilmu hisab dalam menentukan awal Ramadhan tidak termasyuk cara yang masyru` karena tidak ada dalil serta isyarat dari Rasulullah SAW untuk menggunakannya. maka sempurnakan hitungan Sya`ban menjadi 30 hari. Ikhtilaful Matholi` Ada perbedaan pendapat tentang ru`yatul hilal. maka semua wilayah negeri Islam di dunia ini wajib mengikutinya. yaitu bahwa mathla` (tempat terbitnya bulan) itu 13 . sehingga penggunaan hisab khusus untuk menetapkan waktu-waktu shalat tidak terlarang dan bisa dibenarkan.ra. : Puasalah dengan melihat bulan dan berfithr (berlebaran) dengan melihat bulan. bila tidak nampak olehmu. Karena tidak ada perintah khusus untuk melakukan rukyat. Bukhari dan Muslim). yaitu apakah bila ada orang yang melihat bulan.

5. Pendapat ini didukung oleh Imam Abu Hanifah. juga qiyas perbedaan waktu shalat pada tiap wilayah dan juga pendekatan logika. Tolong 14 . Jadi hukumnya hanya mengikat pada wilayah sekitar jarak itu. Apakah cukup dengan Hisab apa harus Rukyat Hilal. Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in.merupakan satu kesatuan di seluruh dunia. Penentuan Awal Ramadhan & Idulfitri Assalamu‘alaikum Bagaimana menurut tim PKS penentuan Awal Ramadhan dan Idul Fitri. Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh. maka seluruh dunia wajib mengikutinya. Sedangkan diluar jarak tersebut. Wallahu A`lam Bish-shawab. Ini didasarkan pada prinsip ihktilaful matholi` atau beragamnya tempat terbitnya bulan. Jadi bila ada satu tempat yang melihat bulan. Beliau berpendapat bahwa bila ada seorang melihat bulan. • Pendapat Kedua adalah pendapat Imam Syafi`i RA. Dasar pendapat ini adalah hadits Kuraib dan hadits Umar. sedangkan negeri yang jauh memeliki hukum sendiri. maka hukumnya hanya mengikat pada negeri yang dekat saja. Imam Malik dan Imam Ahmad bin Hanbal. Ukuran jauh dekatnya adalah 24 farsakh atau 133. tidak terikat hukum ruk`yatul hilal.057 km.

hal itu berdasarkan dalill-dalil berikut: ‫مه‬KKK‫هر فليص‬KKK‫م الش‬KKK‫هد منك‬KKK‫ن ش‬KKK‫ فم‬Artinya: "Maka barang siapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu. jika di tempat lain telah terlihat maka 15 . (QS. ‫ج‬KK‫اس والح‬KK‫واقيت لن‬KK‫ي م‬KK‫ل ه‬KK‫ة ق‬KK‫ن الهل‬KK‫ألونك ع‬KK‫يس‬ Artinya: "Meraka beratanya kepadamu tentang bulan sabit. Oleh karena itu wajib bagi orang yang belum melihat hilal dari tempat tinggalnya baik dalam keadaan terang maupun terhalangi oleh awan hendaknya ia menyempurnakan hitungan bulan Sya‘ban 30 hari jika di tempat lain juga belum melihatnya. dan dengan melihat hilal bulan Syawal untuk berhari raya ‘Iedul Fitri. maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu". (QS. hari raya dan bulan haji dan lain-lain. Kalau bulan didindingi oleh awan maka sempurnakanlah bulan Sya‘ban tiga puluh hari". Maka tidak diperbolehkan bagi orang Islam untuk menentukan waktu dengan selain ketentuan ibadah.dijelaskan dengan gamblang Wassalamu‘alaikum B 14:37:00 Raharjo : 2 Agus 2002-11-09 Allah memerintahkan dalam menentukan mulai dan habisnya bulan Ramadhan dengan melihat bulan sabit bulan Ramadhan untuk memulai puasa. Al-Baqarah: 185). Allah telah menjadikan sebagai tanda-tanda mengetahui waktu untuk manusia dan untuk untuk (menentukan) bulan haji. Katalanlah: "Bulan sabit itu adalah tanda-tanda waktu bagi manusia dan (bagi ibadah) haji". " ‫" صوموا لرؤيته وأفطروا لرؤيته، فإن غم عليكم فأكملوا شعبان ثلثين يوما‬ Artinya: "Berpuasalah setelah melihat bulan dan berhari rayalah sesudah melihat bulan. baik bulan Ramadhan. Al-Baqarah: 189).

maka janganlah kamu puasa kecuali melihat hilal. (HR. Dari Abi Hurairah ra. Apabila tertutup awan. Bahwa Rasulullah SAW telah bersabda”Puasalah kamu dengan melihat hilal dan berbukalah kamu (lebaran) dengan melihatnya.”Satu bulan itu ada 29 hari. Wb. Bukhari dan Muslim). Namun bila hilal tertutup awan. Jadi hisab ini bersifat membantu namun yang menentukan adalah rukyat.dalam puasa atau hari raya ia harus mengikuti keputusan pemerintah setempat. Hal itu memang telah ditegaskan langsung oleh Rasulullah SAW sejak 15 abad yang lampau. 16 . jatuh hari Raya Idul Fithri dan Idul Adha serta yang lainnya adalah dengan menggunakan ru‘yatul hilal. Rasulullah SAW bersabda. Para ulama sepakat bahwa dalam menentukan pergantian kalender hijriyah yang berkaitan dengan masalah jadwal ibadah seperti awal ramadhan. maka genapkanlah bulan sya‘ban menjadi 30 hari”. Apakah Dasar Hukum Penggunaan Hisab (ied)? Dalil apakah yang menunjukkan bolehnya menggunakan hisab untuk menentukan sholat ied? Rohmanto 2003-02-21 16:25:00 : 2 Assalamu ‘alaikum Wr. Sedangkan hisab bisa digunakan untuk membantu untuk rukyat itu sendiri seperti untuk mengetahui perkiraan posisi bulan dan data-datanya. Wallahu a‘lam bis-shawab 6.

Sebaliknya. tapi kebijakannya dalam masalah penetapan awal Ramadhan masih lebih bertumpu kepada hisab dan bukan ru‘yatul hilal. pasti tahu hal itu. Karena ada banyak cara atau metode penghitungan yang dikenal. Tidak memerlukan teknologi canggih untuk bisa menerapkannya. Karena itu aneh kiranya bila jabatan Menteri Agama dipegang oleh seorang doktor syariah dari Universitas Ummul Quro Mekkah. namun bukan sebagai eksekutor dimana hanya dengan hisab lalu belum apa-apa sudah dipastikan jatuh awal Ramadhan. Karena pendapat tentang keabsahan hisab dalam penetuan awal Ramadhan dan sebagainya adalah pendapat yang asing dan tidak dikenal dalam wilayah fiqih Islam. Sema orang yang pernah belajar fiqih apalagi di universitas Islam. Selain itu juga ada sekian banyak ketentuan dan sistem yang dipakai oleh masing-masing pelaku hisab. 17 . Ini jelas tidak bisa diterima dalam Fiqih Islam. Wassalamu ‘Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh. maka sifatnya hanya sebagai pengiring atau pemberi informasi umum tentang dugaan posisi hilal. Juga tidak membutuhkan perhitungan (hisab) yang njelimet untuk menentukannya. Bahkan seorang arab badui yang tinggal di tengah padang pasir dan jauh dari pusat peradaban bisa sekalipun bisa melakukannya. Bukhari) Hikmah di balik penggunaan ru‘yatul hilal tidak lain adalah bahwa agama Islam itu mudah. Sehingga bila kita menelusuri leteratur fiqih baik klasik maupun modern. (HR.maka genapkanlah menjadi 30 hari”. meski menggunakan ilmu hitung yang paling modern sekalipun. namun metode hisab itu sendiri juga penuh dengan perbedaan. hasilnya tidak selalu sama. Kalaupun hisab itu akan digunakan. meski sering dikatakan lebih ilmiyah. Wallahu A‘lam Bish-Showab. Walhasil. maka kita hampir tidak mendapati metode hisab dalam penentuan tanggal hijriyah.

Tetapi meski keduanya menggunakan rukyatul hilal sebagaimana disyariatkan oleh Rasulullah SAW.Wassalaam. sering kita dengar & baca bahwa perbedaan itu adalah rahmat. Washshalatu Wassalamu `Alaa Sayyidil Mursalin. Wa Ba`d Kejadian perbedaan penetuan awal Ramadhan atau Iedul Fithri bukan hanya terjadi pada masa sekarang ini saja. Wb. Semoga pak ustazd selalu dalam rahmat & ridloNya aamiin. namun hasil akhirnya masih mungkin untuk terjadi 18 .sedangkan puasa pada hari lebaran hukumnya haram ?Lantas yang mana harus diikuti ? Mohon penjelasan terimakasih . Al-Hamdulillahi Rabbil `Alamin. Yang saya tanyakan bagaimana dengan sering terjadi perbedaan hari raya . Pak Ustazd saya mau nanya .Bagaimana jika yang betul itu adalah orang yang sudah berlebaran . IRHAM 2003-10-21 16:01:59 : 2 Assalamu `alaikum Wr. Perbedaan Awal Puasa : Beda Pendapat Adalah Rahmat ? Assalaamu`alaikum pak Ustazd .yang satu masih puasa yang lain sudah lebaran. Juga bukan semata-mata karean perbedaan metode penentuan dimana yang satu menggunakan rukyat dan yang lain menggunakan hisab.7. Wa `Alaa `Aalihi Waashabihi Ajma`in. Dalam hal ini biasanya terjadi penentuan awal puasa & idhul fitri.

Pendapat Kedua adalah pendapat Imam Syafi`i RA. sedangkan negeri yang jauh memiliki hukum sendiri. Dasar pendapat ini adalah hadits Kuraib dan hadits Umar.perbedaan. Hal ini berdasarkan prinsip wihdatul matholi`. Jadi hukumnya hanya mengikat pada wilayah sekitar jarak itu. yaitu bahwa mathla` (tempat terbitnya bulan) itu merupakan satu kesatuan di seluruh dunia. maka hukumnya hanya mengikat pada negeri yang dekat saja. Ukuran jauh dekatnya adalah 24 farsakh atau 133. maka seluruh dunia wajib mengikutinya atau tidak ? Atau hanya berlaku bagi negeri dimana dia tinggal ? Dalam hal ini para ulama memang berbeda pendapat : Pendapat pertama adalah pendapat jumhur ulama Mereka (jumhur) menetapkan bahwa bila ada satu orang saja yang melihat bulan. Dalam hal ini. Jadi bila ada satu tempat yang melihat bulan. Pendapat ini didukung oleh Imam Abu Hanifah. yaitu apakah bila ada orang yang melihat bulan. Kesimpulan Perbedaan hasil ijtihad tentang awal mulainya puasa bila memang berdasarkan ijtihad yang mu`tabar dan dengan 19 .057 km. juga qiyas perbedaan waktu shalat pada tiap wilayah dan juga pendekatan logika. tidak terikat hukum ruk`yatul hilal. maka seluruh dunia wajib mengikutinya. Sedangkan diluar jarak tersebut. Imam Malik dan Imam Ahmad bin Hanbal. Beliau berpendapat bahwa bila ada seorang melihat bulan. maka semua wilayah negeri Islam di dunia ini wajib mengikutinya. kita mengenal istilah Ikhtilaful Matholi` Ada perbedaan pendapat tentang ru`yatul hilal. Ini didasarkan pada prinsip ihktilaful matholi` atau beragamnya tempat terbitnya bulan.

Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh. 20 . Kita tidak bisa menyalahkan salah satunya atau mengatakannny berdosa. yang pendapatnya kurang mendekati kebenaran. Karena setiap pendapat itu bisa memiliki hujjah dan dasar yang kuat. Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in. salah satunya bisa dianggap lebih mendekati ke arah kebenaran. Demikianlah syariah telah mengajarkan kita untuk bisa tetap bersaudara dalam beribadah. maka isya Allah pelakunya akan mendapat 2 pahala.menggunakan metode yang masyru`. mungkin terjadi. maka dia tetap akan mendapat satu pahala. maka masing-masing pihak tidak bisa disalahkan atau dituduh telah melakukan pelanggaran atau berpuasa pada hari yang diharamkan. Dan bila sampai terjadi. Wallahu A`lam Bish-shawab. Kalaulah misalnya. Dan sebaliknya.

Puasa Sunnah Pasca Nisfu Sya`ban assalamu `alaikum mohon informasi ttg nisfu sya`ban (ayat qur`an / hadits yang berkaitan dengan hal tsb) di lingkungan saya. disebutkan bahwa setelah nisfu sya`ban. Penyebab perbedaan pandangan itu adalah masalah perbedaan mereka dalam menilai derajat hadits yang mendasarinya. Wa `Alaa `Aalihi Waashabihi Ajma`in. Washshalatu Wassalamu `Alaa Sayyidil Mursalin. Dalil yang mendasari hal ini adalah hadits Rasulullah SAW berikut ini : Dari Abi Hurairah ra bahwa Rasulullah SAW bersabda. maka mereka tidak mengharamkannya. Ini adalah pendapat kalangan Asy-Syafi`iyah yang banyak diikuti oleh penduduk negeri ini. Wb. orang dilarang berpuasa sampai saat ramadhan . Namun bila puasa bulan Sya`ban sebulan penuh. BOLEHKAH PUASA PADA HARI INI ? 8. Al-Hamdulillahi Rabbil `Alamin. justru merupakan sunnah.B. 21 . Sedangkan puasa wajib seperti qadha` puasa Ramadhan wajib dilakukan bila memang hanya tersisa harihari itu saja. apakah hal tsb ada dasar hukumnya ? terima kasih Rudi 2003-10-21 10:50:35 : 2 Assalamu `alaikum Wr. Namun bila kita melihat pendapat ulama lainnya seperti Al-Hanabilah. Wa Ba`d Diantara puasa yang diharamkan adalah puasa ini mulai tanggal 15 Sya`ban hingga akhir bulan Sya`ban.”Apabila bulan sya’ban telah terlewati separuhnya.

Sedangkan Al-Hanabilah tidak mengharamkannya karena menurut mereka hadits ini lemah / dhaif. Puasa pada hari tasyrik yaitu tanggal 11. 2. Kalangan Asy-Syafi`iyah mengatakan bahwa puasa sunnah yang dilakukan setelah tanggal 15 Sya`ban itu adalah haram berdasarkan hadits ini. Jadi kalau Anda mendengar ada yang mengharamkan puasa sunnah pasca tanggal 15 sya`ban. Ahmad dan Ashabus Sunan yang empat). Puasa Yang Dilarang Assalamu‘alaikum wr. 3. Hari/tgl yang dilarang berpuasa. Sehingga dari kalangan fuqoha ada perbedaan pendapat tentang keharamannya. Imam As-Suyuti menyebutkan bahwa derajat hadits ini hasan meski imam Ahmad mengatakannya dhaif. Tentu saja mereka tidak mendhaifkannya. Puasa pada hari Raya Idul Fitri (1 syawwal) dan Idul Adha (10 Zulhijjah). Wb.maka janganlah berpuasa. Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh. Wb. 9. Lihat Subulus Salam 2: 171). (HR. memang ada dalilnya dan ada pendapat dari imam mazhab akan hal itu. 2002-10-23 11:58:00 : 2 Diantara puasa yang dilarang (haram) antara lain adalah: 1. Wallahu A`lam Bish-shawab. Puasa pada hari syak 22 . 12. Sedangkan Ibnu Hibban mengatakan bahwa hadits ini shahih. 13 Zulhijjah. Wassalamu‘alaikum wr. Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in.

washshalatu wassalamu `ala sayyidil mursalin. wa ba`du. baik karena waktunya atau karena kondisi 23 . 4. wa ba`du. Wallahu a‘lam bis-shawab. Puasa sunnah pada paruh kedua bulan sya‘ban yaitu setelah tanggal 15 Sya‘ban hingga akhir bulan Sya‘ban. Ini merupakan sunnah yang dikerjakan Rasulullah SAW dimana beliau puasa sebulan penuh diluar bulan Ramadhan. washshalatu wassalamu `ala sayyidil mursalin. 5. Atau mengerjakan puasa sunnah bulan Sya‘ban sepenuhnya yaitu selama 29/30 hari. pada tgl dan bulan apa saja puasa diharamkan ustadz jazakallah khairan katsirah Ibnu Adam 2004-02-27 11:03:30 : 2 Assalamu `alaikum Warahmatullahi Wabaraktuh Alhamdulillahi rabbil `alamin. Ada puasa pada waktu tertentu yang hukumnya haram dilakukan. 6. Kapan Puasa Diharamkan ? Assalamu `alaikum Warahmatullahi Wabaraktuh Alhamdulillahi rabbil `alamin. 10.yaitu tanggal 30 bulan Sya‘ban dimana kita tidak dapat memastikan apakah bulan sudah nampak atau tidak. Puasa setiap hari kecuali bila diselang seling sebagaimana puasa nabi Daud. Puasa khusus pada hari Jumat dimana tidak dibarengi dengan hari sebelum atau sesudahnya. Kecuali untuk mengerjakan puasa wajib yaitu Qadha‘ yang belum terbayar.

Kecuali ada kaitannya dengan puasa sunnah lainnya seperti puasa sunah nabi Daud. boleh berpuasa. Hari Raya Idul Fithri Tanggal 1 Syawwal telah ditetapkan sebagai hari raya sakral umat Islam. 5. 1. Pada tiga hari itu umat Islam masih dalam suasana perayaan hari Raya Idul Adha sehingga masih diharamkan untuk berpuasa. Hari Raya Idul Adha Hal yang sama juga pada tanggal 10 Zulhijjah sebagai Hari Raya kedua bagi umat Islam.pelakukanya. Puasa sunnah pada paruh kedua bulan Sya`ban Puasa ini mulai tanggal 15 Sya`ban hingga akhir bulan Sya`ban. 4. Maka bila jatuh hari Jumat giliran untuk puasa. Meski tidak ada yang bisa dimakan. 3. Hari itu diharamkan untuk berpuasa dan umat Islam disunnahkan untuk menyembelih hewan Qurban dan membagikannya kepada fakir msikin dan kerabat serta keluarga. Sedangkan puasa wajib seperti qadha` puasa Ramadhan wajib dilakukan bila memang 24 . justru merupakan sunnah. Puasa sehari saja pada hari Jumat Puasa ini haram hukumnya bila tanpa didahului dengan hari sebelum atau sesudahnya. Namun bila puasa bulan Sya`ban sebulan penuh. yaitu sehari berpuasa dan sehari tidak. Hari Tasyrik Hari tasyrik adalah tanggal 11. Agar semuanya bisa ikut merasakan kegembiraan dengan menyantap hewan qurban itu dan merayakan hari besar. Hari itu adalah hari kemenangan yang harus dirayakan dengan bergembira. Pada tiga hari itu masih dibolehkan utnuk menyembelih hewan qurban sebagai ibadah yang disunnahkan sejak zaman nabi Ibrahim as. paling tidak harus membatalkan puasanya atau tidak berniat untuk puasa. Karena itu syariat telah mengatur bahwa di hari itu tidak diperkenankan seseorang untuk berpuasa sampai pada tingkat haram. 2. 12 dan 13 bulan Zulhijjah.

Bila mendapatkan izin. Apabila tetap melakukan puasa. 7. Meski dia sanggup untuk mengerjakannya karena memang tubuhnya kuat. Tetapi harus menjaga kehormatan bulan Ramadhan dan kewajiban menggantinya di hari lain. Karena kondisi tubuhnya sedang dalam keadaan tidak suci dari hadats besar. 6. Sedangkan bila tidak diizinkan tetapi tetap puasa. Dalam kondisi itu suami berhak untuk memaksanya berbuka puasa. Tetapi secara syar`i puasa seperti itu dilarang oleh Islam. 8.hanya tersisa hari-hari itu saja. Puasa pada hari Syak Hari syah adalah tanggal 30 Sya`ban bila orang-orang ragu tentang awal bulan Ramadhan karena hilal (bulan) tidak terlihat. Puasa Selamanya Diharamkan bagi seseorang untuk berpuasa terus setiap hari. Kecuali bila telah mengetahui bahwa suaminya dalam kondisi tidak membuthkannya. maka berdosa hukumnya. Saat itu tidak ada kejelasan apakah sudah masuk bulan Ramadhan atau belum. 9. Ketidak-jelasan ini disebut syak. Dan secara syar`i umat Islam dilarang berpuasa pada hari itu. Bukan berarti mereka boleh bebas makan dan minum sepuasnya. Misalnya ketika suami bepergian atau dalam keadaan ihram haji atau umrah atau sedang beri`tikaf. Puasa sunnah bagi wanita tanpa izin suaminya Seorang istri bila akan mengerjakan puasa sunnah. Bagi mereka yang ingin banyak puasa. Sabda Rasulullah SAW 25 . maka puasanya haram secara syar`i. maka harus meminta izin terlebih dahulu kepada suaminya. maka boleh lah dia berpuasa. Rasulullah SAW menyarankan untuk berpuasa seperti puasa Nabi Daud as yaitu sehari puasa dan sehari berbuka. Puasa wanita haidh atau nifas Wanita yang sedang mengalami haidh atau nifas diharamkan mengerjakan puasa.

pada tgl 11. 11. Wa `Alaa `Aalihi Waashabihi Ajma`in. 26 . Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh. Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in. Wa Ba`d Puasa sunnah Senin-Kamis dan juga puasa Daud yang berselang-seling tiap hari itu bila jatuh pada hari tasyrik.. Washshalatu Wassalamu `Alaa Sayyidil Mursalin. Wallahu A`lam Bish-shawab. kalau kita tetap menjalaninya apakah kita berdosa ? 2.Wb Agus 2004-02-03 16:09:16 : Hendra 2 Assalamu `alaikum Wr. sedangkan puasa itu hukumnya sunnah. Kewajiban tidak boleh ditinggalkan untuk mengejar yang sunnah.wb pak ustadz..wr. saya mau bertanya : 1. Bolehkah kita berpuasa sunah senin-kamis atau puasa nya nabi Daud di hari tasrik. 13 dzulhijjah masih bolehkah kita meniatkan untuk memotong hewan korban wassalamu`alaikum Wr. Puasa Di Hari Tasrik Assalamualaikum. Wb. Karena hak suami itu wajib ditunaikan dan merupakan fardhu bagi istri. 12. Al-Hamdulillahi Rabbil `Alamin.Tidak halal bagi wanita untuk berpuasa tanpa izin suaminya sedanga suaminya ada dihadapannya.

Nah. dan 13 Zulhijjah. Sebenarnya karena sudah nazar. dia akan langsung berpuasa 4 hari berturut-turut keesokan harinya. kebetulan dia dinyatakan lulus pada tanggal 9 Zulhijjah. sebab ini adalah harihari makan dan minum serta hari zikir kepada Allah SWT (HR. 11. bukan ? Dalil yang mengharamkan puasa pada hari tasyrik ini adalah hadits Rasulullah SAW : Dari Abu Hurairah ra bahwa mengutus Abdullah bin Huzaifah keliling Mina. Nah. apalagi puasa sunnah seperti Senin dan Kamis atau puasa sunah nabi Daud. Ahmad dengan isnad jayyid) Dari Ibnu Abbas ra bahwa mengutus seseorang untuk 27 . keharaman puasa pada hari Iedul Adh-ha dan hari-hari tasyrik itu memang mutlak.maka hukumnya haram dikerjakan. 12. maka dia berdosa. Sebab nazarnya berhadapan dengan sesuatu yang haram secara mutlak. maka bila dia tetap puasa dengan dalih telah nazar. Tapi karena 4 hari itu adalah hari yang mutlak haram berpuasa. meski tidak sengaja. Tentu jauh lebih haram lagi.”Janganlah kamu puasa pada harihari ini (tasyrik). dia wajib berpuasa pada tanggal 10. Sehingga jenis puasa apapun termasuk yang sudah bernilai wajib seperti nazar. Maksudnya. Karena itu dia wajib menunda nazarnya setelah tanggal 14 Zulhijjah. Gambarannya adalah seorang yang bernazar bahwa bila pada hari itu dinyatakan lulus test dan mendapat pekerjaan. juga haram untuk dilakukan. Sebab tingkat larangannya jauh lebih kuat dan universal ketimbang nilai kesunnahannya. kalau puasa nazar yang wajib pun haram dilakukan.

mengumumkan.. sebab ini adalah hari-hari makan dan hari-hari jima’ (hubungan suami istri) (HR.. atau diikuti oleh hari sesudah atau sebelumnya. tanpa diikuti hari sebelum atau sesudahnya. Demikian saja. kecuali untuk puasa wajib. Wallahu A`lam Bishshawab. nazar. terima kasih atas jawabannya. Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh. seperti nazar. Tentang Puasa Daud Bila Jatuh Hari Jumat Assalaamu`alaykum ustadz.”Janganlah kamu puasa pada hari-hari ini (tasyrik). disebutkan bahwa sebagian pengikut Asy-Syafi’iyah membolehkan puasa di hari tasyrik bila ada sebab sebelumnya. hikmah dan tata cara pelaksanaannya. saya ingin menanyakan perihal puasa daud. Jazakumullah khoiran katsir wassalaamu`alaykum wr wb UNi 28 .. Ahmad dengan isnad jayyid) Namun di dalam kitab Fiqih Sunnah karya As-Sayyid Sabiq. Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in. qadha. Karena saya pernah mendengar seorang ulama yang mengatakan bahwa puasa pada hari sabtu itu tidak diperbolehkan. 12. bayar kaffarah atau qadha’. ramadhan. sedangkan kalau puasa daud. berarti mau tak mau akan berpuasa pada hari sabtu.

2004-01-22

16:16:51

:

2

Assalamu `alaikum Warahmatullahi Wabaraktuh Alhamdulillahi rabbil `alamin, washshalatu wassalamu `ala sayyidil mursalin, wa ba`du, Yang ada larangan untuk puasa sehari saja adalah puasa khusus pada hari jumat. Sehingga bila kita ingin puasa sunnah yang kebetulan jatuh pada hari jumat, haruslah dirangkaikan dengan puasa sehari sebelumnya atau sehari sesudahnya. Sehingga tidak terjadi puasa hanya khusus pada hari jumat saja. Sedangkan bila dalam rangkaian puasa Daud yang sehari puasa dan sehari tidak, kalau kebetulan pas jatuh hari jumat, tentu tidak termasuk yang dilarang. Karena pada hakikatnya kita tidak berniat mengkhususkan hari jumat itu untuk sebuah puasa. Bila kenyataannya kita puasa pada hari jumat dan sehari sebelum dan sesudahnya tidak puasa, tentu tidak bisa disamakan dengan niat puasa hanya pada hari jumat. Begitu juga bila seseorang bernazar untuk puasa. Misalnya kalau dia naki kelas, besoknya akan puasa satu hari. Ternyata pengumuman naik kelasnya jatuh pada hari kamis dan dia dinyatakan lulus. Maka esoknya, yaitu hari jumat dia wajib puasa. Karena dia sudah bernazar. Yang tidak boleh adalah menyengaja untuk mengkhususkan hanya hari jumat saja untuk berpuasa sunnah. Sedangkan bila tidak disengaja dan karena terkait dengan rangkaian puasa lainnya, maka hal itu boleh dilakukan. Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in, Wallahu A`lam Bish-shawab, Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.

29

13. Puasa Terus-menerus Assalamu‘alaikum wr.wb Kepada Ustadz pengasuh rubik konsultasi yang dirahmati Allah Begini Ustadz saya mau bertanya: 1. Apakah ada tuntunan dari Rosul Saw mengenai berpuasa secara terus menerus (pada siang hari)dalam rangka menuntut ilmu (di ponpes)? Dan bagaimana hukumnya berpuasa seperti itu? 2. Begini bagaimana hukumnya membayar zakat dengan uang pemberian orang tua yang non islam, karena saya belum berpenghasilan? Demikian pertanyaan dari saya atas jawaban Ustadz saya Ucapakan Jazzakumullahu khoiron katsiron Wassalamu‘alaikum wr wb Hormat saya Sutrisno 2002-11-29 13:55:00 : 2

1. Puasa terus menerus setiap hari tanpa berhenti tidak dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Bahkan ketika mendengar ada diantara shahabat yang ingin melakukannya, beliau mencegahnya dan memberi alternatif untuk puasa seperti nabi Daud as. Yaitu sehari berpuasa dan sehari tidak. Ini adalah bentuk puasa sunnah yang maksimal boleh dikerjakan oleh seseorang untuk jangka waktu selamanya. Namun bila hanya untuk jangka waktu tertentu seperti selama bulan Sya‘ban atau bulan-bulan lainnya, maka boleh saja. Tetapi berpuasa terus menerus seumur hidup setiap hari, maka hal itu dilarang. Puasalah sehari dan berbukalah sehari itu adalah puasa nabi Daud as. Dan itu adalah puasa (sunnah) yang paling utama”. Aku berkata,”Aku sanggup lebih dari itu”. Nabi SAW bersabda,”Tidak ada yang lebih utama dari itu (puasa nabi 30

Daud)”. Abdullah bin Amar menceritakannya bahwa Rasululah SAW bersabda kepadanya,” ”Shalat yang paling dicintai Allah adalah shalatnya Nabi Daud alaihis salam, beliau tidur setengah malam lalu bangun sepertiganya dan tidur seperenamnya. Dan puasa yang paling dicintai Allah adalah puasa Nabi Daud, beliau puasa sehari dan berbuka sehari.” 2. Membayar zakat fitrah adalah kewajiban setiap muslim. Karena itu anda wajib membayar zakat itu. Namun karena orang tua anda bukan muslim, maka anda wajib membayarkan sendiri zakat itu. Masalah bahwa uang berasal dari orang tua anda, tidak mengapa. Karena uang itu menjadi milik anda begitu diberikannya kepada anda. Dan anda adalah pemilik uang itu. Orang tua anda memang tidak wajib membayar zakat buat anda. Tapi memberi uang atau nafkah adalah kewajiban orangtua anda. Maka begitu anda punya uang, bayarkanlah zakat fitrahnya. Sedangkan zakat mal hanya diwajib dibayarkan oleh mereka yang memiliki harta atau berpenghasilan yang telah melebihi nisabnya. Bila anda belum bekerja dan tidak punya penghasilan alias masih dibiayayai, tidak ada kewajiban zakat mal dari anda. Wallahu a‘lam bis-shawab

31

Padahal setahu saya ia harusnya mengqodho. Al-Hamdulillahi Rabbil `Alamin. Washshalatu Wassalamu `Alaa Sayyidil Mursalin. apa yang harus dilakukan si ibu ini. Jika kasusnya demikian. Wa Ba`d 1. Ketika seseorang meninggalkan kewajiban ibadah puasa. Ada seorang ibu sedang nifas di bulan Romadhon. Ada seorang akhwat yang tidak sempat membayar qodho ramadhon tahun 1422 H karena malas puasa sebelum-sebelumnya. DALAM KONDISI WAJIBKAH BERPUASA ? SEPERTI INI. apakah ia wajib mengqodho puasa yang telah 3 tahun lalu atau bagaimana? 2. Wb. Nifas Pada Bulan Romadhon Assalamu`alaikum Wr. Maelawati 2003-10-15 14:04:02 : 9 Assalamu `alaikum Wr. Wa `Alaa `Aalihi Waashabihi Ajma`in. Wb. Karena kejadiaan ini sudah beberapa tahun lalu. apa yang harus dilakukan ustadz? Syukron. 14. Konskuensi itu merupakan resiko yang harus ditanggung karena 32 . Pertanyaan Majelis ta`lim saya. giliran mo puasa haidh dan sudah dekat Romadhon 1423 H. maka ada konsekuensi yang harus dikerjakan. Pertanyaan adalah : 1.C. Wassalamu`alaikum Wr. Wb. sehingga ia tidak shoum Romadhon dan hanya membayar fidyah.

meninggalkan kewajiban puasa yangtelah ditetapkan. Adapun bentuknya, ada beberapa bentuk, yaitu qada` (mengganti puasa di hari lain), membayar fidyah (memberi makan fakir miskin) dan membayar kaffarah (denda). Masing-masing bentuk itu harus dikerjakan sesuai dengan alasan tidak puasanya. 1. Qadha` Qadha` adalah berpuasa di hari lain di luar bulan Ramadhan sebagai pengganti dari tidak berpuasa pada bulan itu. Yang wajib mengganti (mengqadha`) puasa dihari lain adalah : a. Wanita yang mendapatkan haidh dan nifas. Mereka diharamkan menjalankan puasa pada saat mendapat haidh dan nifas. Karena itu wajib menggantinya di hari lain b. Orang sakit termasuk yang dibolehkan untuk tidak berpuasa Ramadhan. Karena itu apabila telah sehat kembali, maka wjaib menggantinya di hari lain setelah dia sehat. c. Wanita yang menyusui dan hamil karena alasan kekhawatiran pada diri sendiri. Mereka dibolehkan tidak berpuasa karena dapat digolongkan sebagai orang sakit d. Bepergian (musafir). Orang yang bepergian mendapat keringanan untuk tidak berpuasa, tetapi harus mengganti di hari lain ketika tidak dalam perjalanan.
33

e. Orang yang batal puasanya karena suatu sebab seperti muntah, keluar mani secara sengaja, makan minum tidak sengaja dan semua yangmembatalkan puasa. Tapi bila makan dan minum karena lupa, tidak membatalkan puasa sehingga tidak wajib mengqadha`nya. 2. Bagaimana hukumnya bila Ramadhan telah tiba sementara masih punya hutang qadha` puasa Ramadhan tahun lalu ? Para ulama berbeda pendapat dalam hal ini. Sebagian fuqoha seperi Imam Malik, Imam as-Syafi`i dan Imam Ahmad bin Hanbal mengatakan bahwa harus mengqadha` setelah Ramadhan dan membayar kaffarah (denda). Perlu diperhatikan meski disebut dengan lafal ‘kaffarah’, tapi pengertiannya adalah membayar fidyah, bukan kaffarah dalam bentuk membebaskan budak, puasa 2 bulan atau memberi 60 fakir miskin. Ini dijelaskan dalam Al-Fiqhul Islami wa Adillatuhu karya Dr. Wahbah Az-Zuhaili. Dasar pendapat mereka adalah qiyas, yaitu mengqiyaskan orang yang meinggalkan kewajiban mengqadha` puasa hingga Ramadhan berikutnya tanpa uzur syar`i seperti orang yang menyengaja tidak puasa di bulan Ramadhan. Karena itu wajib mengqadha` serta membayar kaffarah (bentuknya Fidyah). Sebagian lagi mengatakan bahwa cukup mengqadha` saja tanpa membayar kaffarah. Pendapat ini didukung oleh Mazhab Hanafi, Al-Hasan Al-Bashri dan Ibrahim An-Nakha`i. Menurut mereka tidak boleh mengqiyas seperti yang dilakukan oleh pendukung pendapat di atas. Jadi tidak perlu membayar kaffarah dan cukup mengqadha` saja. Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in,

34

Wallahu A`lam Bish-shawab, Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.

15. Puasa Untuk Lansia Assalamualaikum,wr,wb. Ust,langsung saja : 1. Apa konsekuensi bagi lansia yang tidak kuat untuk saum ? 2. Gimana hukumnya seorang yang telah mengalami kecelakaan fisik dan ketika ia saum tidak kuat, kemungkinan ada organ tertentu yang terganggu.mohon penjelasannya. Terima kasih. HAMIM 2003-10-15 14:05:04 : 2

Assalamu `alaikum Wr. Wb. Al-Hamdulillahi Rabbil `Alamin, Washshalatu Wassalamu `Alaa Sayyidil Mursalin, Wa `Alaa `Aalihi Waashabihi Ajma`in, Wa Ba`d Orang yang sudah tua dan tidak mampu lagi untuk berpuasa, maka tidak ada kewajiban untuk berpuasa Ramadhan baginya. Cukup dengan membayar fidyah saja. Dalilnya adalah ayat Al-Quran Al-Karim : ... Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya membayar fidyah, : memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan , maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. (QS. Al-Baqarah : 184) Fidyah adalah memberi makan kepada satu orang fakir miskin sebagai

35

ganti dari tidak berpuasa. Yang diwajibkan membayar fidyah adalah : 1. 4. namu menurut Imam Syafi`i selain wajib membayar fidyah juga wajib mengqadha` puasanya. Mereka itu wajib membayar fidyah saja menurut sebagian ulama. Orang tua atau lemah yang sudah tidak kuat lagi berpuasa. Sebagian lagi seperti Abu Hanifah mengatakan dua mud gandum dengan ukuran mud Rasulullah SAW atau setara dengan setengah sha` kurma/tepung atau setara dengan memberi 36 . Fidyah itu berbentuk memberi makan sebesar satu mud sesuai dengan mud nabi. 3. Mereka wajib mengqadha`nya sekaligus membayar fidyah. Berapa ukuran fidyah itu ? Sebagian ulama seperti Imam As-Syafi`i dan Imam Malik menetapkan bahwa ukuran fidyah yang harus dibayarkan kepada setiap satu orang fakir miskin adalah satu mud gandum sesuai dengan ukuran mud Nabi SAW. Sedangkan kualitas jenis makanannya sesuai dengan kebiasaan makannya sendiri. Orang yang meninggalkan kewajiban meng-qadha` puasa Ramadhan tanpa uzur syar`i hingga Ramadhan tahun berikutnya telah menjelang. Wanita yang hamil dan menyusui apabila ketika tidak puasa mengakhawatirkan anak yang dikandung atau disusuinya itu. Sedangkan menurut pendapat lain. 2. Ukuran makan itu bila dikira-kira adalah sebanyak dua tapak tangan nabi SAW. tidak membayar fidyah tetapi cukup mengqadha`. Orang yang sakit dan secara umum ditetapkan sulit untuk sembuh lagi.

Washshalatu Wassalamu `Alaa Sayyidil Mursalin. 3.makan siang dan makan malam hingga kenyang. Sehingga boleh tidak puasa dengan kewajiban menggadha` (mengganti) di hari lain. Al-Hamdulillahi Rabbil `Alamin.. 1.. komentar ustadz ? 4.wb ba`da tahmid wa sholawat. 16. Wb. jazakumullah khair. bagaimana yang terbaik ya ustadz shiyam untuk wanita menyusui ( ket: anak kami kembar usia 4 bln ) ? 2. Wallahu A`lam Bishshawab. mhn penjelasan sunnah menyambut ramadhan. Ada beberapa pendapat berkaitan dengan hukum wanita yang haidh dan menyusui dalam kewajiban mengganti puasa yang ditnggalkan. Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in. Wa Ba`d Wanita yang hamil atau menyusui di bulan Ramadhan boleh tidak berpuasa.Maka barangsiapa diantara kamu ada yang sakit 37 . Wa `Alaa `Aalihi Waashabihi Ajma`in. kmudian bayar fidyah. . Pertama : Mengganti dengan puasa Mereka digolongkan kepada orang sakit. Puasa Wanita Menyusui assalamu`alaikum wr. namun wajib menggantinya di hari lain. jawabannya di tunggu sekali Abu 2003-10-21 16:02:41 : Kembar 9 Assalamu `alaikum Wr. ramadhan kmarin istri buka 2 hari karena ga kuat. mhn penjelasan dalil ponint 1. Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.

bukan bayinya. Pendapat terahir ini didukung oleh Imam As-Syafi`i ra. Wallahu A`lam Bishshawab. . wr. maka cukup mengganti dengan puasa saja. Sehingga mereka dibolehkan tidak puasa dengan kewajiban membayar fidyah.atau dalam perjalanan. juga membayar fidyah... 1. karena itu selain wajib mengqadha`. Al-Baqarah : 184) Kedua : Membayar Fidyah Mereka digolongkan kepada orang yang tidak kuat/mampu. maka itulah yang lebih baik baginya. (QS. Tetapi bila kekhawatirannya juga berkait dengan anak yang dikandungnya atau bayi yang disusuinya. : memberi makan seorang miskin. maka (gantilah dengan puasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. mereka wajib membayar fidyah. 17. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. Bila motivasi tidak puasanya karena khawatir akan kesehatan / kekuatan dirinya sendiri. Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in. dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya membayar fidyah. ada beberapa pertanyaan dari saya mengenai puasa ramadhan. maka selain mengganti dengan puasa. Kewajiban Puasa Ramadhan Utk Wanita Hamil Ass. Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan . wb Ustadz. (QS. Namun ada juga para ulama yang memilah sesuai dengan motivasi berbukanya. Al-Baqarah : 184) Ketiga : Menganti puasa dan bayar fidyah juga Mereka digolongkan kepada keduanya sekaligus yaitu sebagai orang sakit dan orang yang tidak mampu. 38 .

Bagi orang yang sakit dan masih punya harapan sembuh dan sehat. mereka digolongkan kepada orang sakit. Wash-shalatu Was-Salamu `alaa Sayyidil Mursalin. Orang yang sakit dan khawatir bila berpuasa akan menyebabkan bertambah sakit atau kesembuhannya akan terhambat. namun wajib menggantinya di hari lain. Wa ba`d. Wb. Bismillahirrahmanirrahiem. Apabila diperbolehkan untuk tidak berpuasa. Sehingga boleh tidak puasa dengan kewajiban menggadha` (mengganti) di hari lain. Ada beberapa pendapat berkaitan dengan hukum wanita yang haidh dan menyusui dalam kewajiban mengganti puasa yang ditnggalkan. Alhamdulillahi Rabbil `Alamin. maka dibolehkan berbuka puasa. Wanita yang hamil atau menyusui di bulan Ramadhan boleh tidak berpuasa. Bagaimana jika sedang menyusui.Bagaimana kewajiban puasa ramadhan atas wanita yang sedang hamil ? 2. Sedangkan orang yang sakit tapi tidak sembuh-sembuh atau kecil 39 . • Pertama. maka puasa yang hilang harus diganti setelah sembuhnya nanti. apakah akan membatalkan puasa? Jazzakullah khoiran katsiro Wassalam Ningrum 2003-09-06 11:35:31 : 9 Assalamu `alaikum Wr. apakah harus membayar fidyah dan tetap mengganti (membayar) kewajiban puasa di lain waktu? atau tidak perlu membayar fidyah ? 3.

Bila motivasi tidak puasanya karena khawatir akan kesehatan / kekuatan dirinya sendiri. wajib bagi mereka membayar fidyah yaitu memberi makan orang miskin (QS Al-Baqarah) • Ketiga. Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in. mereka digolongkan kepada orang yang tidak kuat/mampu. yaitu memberi makan fakir miskin sejumlah hari yang ditinggalkannya itu. Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh. Wallahu A`lam Bishshawab. yaitu memberi makan fakir miskin sejumlah hari yang ditinggalkannya. maka selain mengganti dengan puasa. Sehingga mereka dibolehkan tidak puasa dengan kewajiban membayar fidyah. maka cukup dengan membayar fidyah. bukan bayinya. juga membayar fidyah. 40 . karena itu selain wajib mengqadha`. Tetapi bila kekhawatirannya juga berkait dengan anak yang dikandungnya atau bayi yang disusuinya. maka cukup mengganti dengan puasa saja. Pendapat terahir ini didukung oleh Imam As-Syafi`I RA.• kemungkinannya untuk sembuh. mereka digolongkan kepada keduanya sekaligus yaitu sebagai orang sakit dan orang yang tidak mampu. mereka wajib membayar fidyah. Kedua. Orangyang lanjut usia dan tidak kuat lagi untuk berpuasa. Namun ada juga para ulama yang memilah sesuai dengan motivasi berbukanya. Hanya saja dia wajib membayar fidyah. Firman Allah SWT : Dan bagi orang yang tidak kuat/mampu. maka tidak wajib lagi berpuasa.

Pertanyaan saya. Bolehkan Tidak Shaum? Assalamu`alaikum. maka saya tidak berani bertanya. dalam situasi dan kondisi demikian. apakah saya diperbolehkan untuk shaum atau tidak.5 bulan. saya didiagnosis menderita diabetes karena kehamilan. karena khawatir jawabannya tidak objektif.18. Setelah melalui kontrol dokter dan pemeriksaan kadar gula darah. namun demikian saya mencari tahu dengan bertanya pada seorang dokter di Indonesia (melalui kerabat di tanah air). Sejak kehamilan usia hampir 5 bulan. Aachen-Jerman Nurul Huriah 41 . karena dikhawatirkan akan membahayakan bayi yang saya kandung (bisa terjadi kematian bayi mendadak). Wanita Hamil Dengan Diabetes. sebaiknya saya tidak melakukan shaum Ramadhan. Nurul. apakah dibolehkan saya tidak shaum Ramadhan selama sebulan penuh atau ada cara lain? Kalau memang saya mendapatkan rukhsah untuk tidak shaum sebulan penuh ini. Ustadz yang dirahmati Alloh swt. akhirnya diputuskan saya harus disuntik insulin setiap hari 3 kali sampai persalinan. selain membayar fidhyah apakah saya perlu mengqodho nya atau hanya salah satu diantaranya. saya ingin mencari jawaban secara syariah. Jawaban yang saya dapat. Karena kebetulan saya tinggal di Jerman dan dokter saya bukan muslim. saat ini saya sedang hamil anak pertama usia 7. Jazaka`Lloh khoiron ustadz jawabannya Wassalamu`alaikum.

mereka sepakat untuk mengatakan bahwa wanita hamil (dan juga menyusui) boleh tidak berpuasa. dan wajib 42 . Wa Ba`d Wanita yang sedang hamil tentu mendapatkan rukhshah atau keringanan dari Allah SWT untuk tidak berpuasa wajib di bulan ramadhan.. maka (gantilah dengan puasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain.2003-10-29 14:06:11 : 9 Assalamu `alaikum Wr... Karena Allah SWT tidak akan membebani seseorang di luar kemampuan dan kesanggupannya. Sehingga boleh tidak puasa dengan kewajiban menggadha` (mengganti) di hari lain. Wb. maka kita dapati bahwa wanita hamil ini selalu dibahas oleh para fuqaha tentang bagaimana seharusnya tindakan yang dilakukannya karena tidak berpuasa. Ini adalah pendapat kalangan . . Ahmad dan Ashhabussunan) Hanya saja mereka berbeda pendapat tentang bagaimana menggantinya atau bagaimana konsekuensinya.. Sehingga mereka dibolehkan tidak puasa dengan kewajiban membayar fidyah. Ini merupakan pendapat kalangan AlHanafiyah. Al-Baqarah : 184) Kedua : Membayar Fidyah Mereka digolongkan kepada orang yang tidak kuat/mampu. Washshalatu Wassalamu `Alaa Sayyidil Mursalin. Kalau kita buka kitab-kitab fiqih. Al-Hamdulillahi Rabbil `Alamin. Diantara dalilnya adalah hadits berikut : Bahwa Rasulullah SAW membolehkan tidak puasa dan tidak shalat bagi musafir. Secara umum. begitu juga bagi wanita hamil dan menyusui(HR. (QS. Pertama : Mengganti dengan puasa qadha’ Mereka digolongkan kepada orang sakit.Maka barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan. Wa `Alaa `Aalihi Waashabihi Ajma`in.

Bila motivasi tidak puasanya karena khawatir akan kesehatan / kekuatan dirinya sendiri. Pendapat terahir ini didukung oleh Imam As-Syafi`i ra. Abu Daud – Nailul Authar 3/231) Namun Abu Hanifah berpendapat bahwa tidak ada kewajiban untuk membayar fidyah berdasarkan hadits berikut : Dari Anas bin Malik AlKa’biy. ”Bahwa Allah SWT telah menetapkan kepada musafir dibolehkan menyingkat shalat. Dengan memberi makan (fidyah) atas setiap hari dari puasa yang ditinggalkannya itu satu orang miskin.”Laki-laki atau wanita yang sudah tua bila tidak mampu berpuasa maka dibolehkan berbuka. Demi Allah. mereka wajib membayar fidyah.bagi orang-orang yang berat menjalankannya membayar fidyah. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. maka cukup mengganti dengan puasa saja. (HR. maka selain mengganti dengan puasa. Rasulullah SAW mengatakan hal ini salah satunya atau keduanya. : memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan . Al-Baqarah : 184) Ketiga : Menganti puasa dan bayar fidyah juga Mereka digolongkan kepada keduanya sekaligus yaitu sebagai orang sakit dan orang yang tidak mampu. karena itu selain wajib mengqadha`.” (HR. bukan bayinya. An-Nasai dan Tirmizy – hasan) Hadits yang digunakan oleh Al-Hanafiyah ini sama 43 . Namun ada juga para ulama yang memilah sesuai dengan motivasi berbukanya. Tetapi bila kekhawatirannya juga berkait dengan anak yang dikandungnya atau bayi yang disusuinya. Ini adalah pendapat jumhur ulama dan diantaranya ada Al-Imam AsySyafi`i. Dan wanita hamil atau menyusui bila mengkhawatirkan bayi mereka boleh tidak puasa dengan memberi makan orang miskin (membayar fidyah). Dari Ibnu Abbas ra. juga membayar fidyah. maka itulah yang lebih baik baginya. Dan wanita hamil atau menyusui boleh tidak puasa. (QS.

puasanya sah nggak ? Budi 2003-11-03 11:36:19 : H 9 Assalamu `alaikum Wr. tapi tidak berjilbab dan ada di depan pria non mahram. 19. Dimana orang sakit itu sama sekali tidak diwajibkan membayar fidyah namun menggantinya dengan puasa qadha’. Wa Ba`d Berjilbab atau menutup aurat hukumnya wajib bagi para muslimah yang telah akil baligh. Trus bagaimana hukumnya bila wanita tsb sedang berpuasa.sekali tidak menyebutkan kewajiban untuk membayar fidyah. Karena tidak puasanya itu disebabkan uzur yang merupakan fithrah dari Allah SWT. Washshalatu Wassalamu `Alaa Sayyidil Mursalin. Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in. batasan dari aurat adalah seluruh tubuh terkecuali wajah dan tapak tangan. Wb. Dengan logika itu maka Al-Hanafiyah menyamakan posisi wanita yang hamil atau menyusui seperti orang yang sakit. Wallahu A`lam Bish-shawab. Hukum Wanita Tak Berjilbab Tapi Puasa Pak ustadz. Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh. Aurat wanita tidak boleh terlihat oleh laki-laki lain 44 . wanita yang tidak memakai jilbab/kerudung bila di depan pria non mahram kan nggak boleh/dosa. Al-Hamdulillahi Rabbil `Alamin. Dan secara syar`i. Wa `Alaa `Aalihi Waashabihi Ajma`in.

dan kemaluannya. atau putera-putera saudara perempuan mereka. Dan puasa wajib adalah bagian dari rukun Islam yang lima. saudara. atau budak-budak yang mereka miliki. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya.atau laki-laki asing atau yang sering disebut juga ajnabi. Semua itu adalah ketentuan dari Allah SWT yang telah dijelaskannya di dalam Al-Quran Al-Karim : Katakanlah kepada wanita yang beriman: `Hendaklah mereka menahan pandangannya. paman. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Khusus di bulan ramadhan. Sedangkan perintah untuk berpuasa adalah perintah yang mencakup semua muslim baik laki-laki maupun perempuan yang telah akil baligh. atau putera-putera saudara lelaki mereka. Allah SWT telah mewajibkan umat Islam ini untuk berpuasa. atau putera-putera mereka. Kedudukan wanita yang bukan muslimah ini sama dengan laki-laki asing. (QS. dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka. Hai orangorang yang beriman. kecuali yang nampak dari padanya. dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya. atau wanitawanita islam. atau ayah mereka. maka dia boleh memperlihatkan sebagian auratnya seperti kepala. Selain itu juga tidak boleh terlihat oleh sesama wanita yang bukan muslimah. tangan dan kaki. An-Nur : 31). diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu 45 . atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. Sedangkan kepada ayah. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah. atau saudara-saudara lakilaki mereka. keponakan orang-orang yang punya hubungan kemahraman dengannya. atau putera-putera suami mereka. atau ayah suami mereka.

padahal ketika wanita itu tampil di muka umum dengan aurat yang terbuka. Dan tentu saja karena dia yang menyebabkannya. Secara teknis hukum. Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh. Wallahu A`lam Bish-shawab. pahalanya pun akan terkurangi dengan sendirinya.namun sebenarnya perintah puasa itu 46 . Apakah Orang Kafir Diperintahkan Untuk Puasa Juga puasa diwajibkan kpd semua umat islam yang sdh balig. masing-masing berdiri sendiri. maka sedikit banyak dia telah mengakibatkan orang lain untuk melihat auratnya. Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in. Masing-masing punya aturan teknis sendiri-sendiri. ketika wanita itu tidak pakai jilbab. Dan meninggalkannya dengan sengaja akan menghasilkan dosa dan ancaman siksa yang pedih. Sedangkan urusan dosa tidak pakai jilbab. Antara menutup aurat dengan berpuasa sama-sama kewajiban yang dibebankan Allah SWT kepada hamba-Nya. maka puasanya itu syah bila syarat dan rukunnya terpenuhi. Karena dalam berpuasa. Begitu juga pemakaian jilbab tidak ada kaitannya dengan keharusan untuk puasa. 20. Namun dari sisi hukum dan aturan teknis pelaksanaannya. Syah atau tidaknya sebuah puasa tidaklah ditentukan apakah orang itu menutup aurat atau tidak. (QS.agar kamu bertakwa. Sehingga bila ada wanita muslimah yang menjalankan ibadah puasa ramadhan tapi keluar rumah tanpa menutup aurat. Kalaulah ada kaitannya hanya pada masalah jenis dan besarnya pahala. Al-Baqarah : 183). lain lagi urusannya. tidak mempengaruhi syah tidaknya dia dalam berpuasa. seseorang diwajibkan untuk menahan nafsu syahwat.

Maka makan. Karena itu ketika Allah SWT menurunkan perintah wajibnya puasa kepada umat Islam. jauh sebelum Rasulullah SAW diutus ke muka bumi. Namun aturannya adalah dengan sehari puasa dan sehari tidak. Sedangkan Mayam. Meski dengan beberapa perbedaan dalam detail aturannya. Al-Hamdulillahi Rabbil `Alamin. diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan kepada orangorang sebelum kamu agar kamu bertakwa. Wb. tidak minum dan tidak berbicara. terselip informasi bahwa sebenarnya ibadah puasa ini sudah pernah diwajibkan pula kepada umat terdahulu. Jika kamu melihat seorang manusia.(QS. Wa Ba`d Puasa merupakan bentuk ibadah yang sudah lama Allah SWT syariatkan kepada manusia. Kita bisa melihat bahwa dahulu Nabi Daud as mendapat perintah puasa yang wajib dijalankan sebagai ibadah pokok selain shalat. maka katakanlah: `Sesungguhnya aku telah 47 . Hai orang-orang yang beriman. ibunda Nabi Isa kita dapati puasanya adalah tidak makan. Wa `Alaa `Aalihi Waashabihi Ajma`in. Washshalatu Wassalamu `Alaa Sayyidil Mursalin. minum dan bersenang hatilah kamu.bukan hanya untuk umat islam saja tapi umat non islam juga biasanya puasa. Fivin Oktaria 2004-01-07 17:47:55 : 2 Assalamu `alaikum Wr. ibadah puasa adalah ibadah yang menjadi pondasi dari setiap agama yang Allah SWT turunkan. Yang ingin saya tanyakan mengapa demikian jelaskan dan apa saja sih dalil yang terdapat dalam masalah ini. AlBaqarah : 183). Bersama dengan shalat dan zakat.

minum atau hubungan badan dengan istri. dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam. yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai malam. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu.bernazar berpuasa untuk Tuhan Yang Maha Pemurah. Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu. Dari sini kita tahu bahwa 48 . dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. supaya kamu bersyukur. Bulan Ramadhan. Karena itu. Al-Baqarah : 187). karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi ma`af kepadamu. Itulah larangan Allah. Tapi boleh bicara namun disunnahkan untuk menjaga lisan. Selam itu mereka tidak boleh makan. Al-Baqarah : 185). sedang kamu beri`tikaf dalam mesjid.(QS. maka . Allah menghendaki kemudahan bagimu. pada hari-hari yang lain. janganlah kamu campuri mereka itu. maka janganlah kamu mendekatinya. Sedangkan khusus untuk umat Nabi Muhammad SAW. barangsiapa di antara kamu hadir di bulan itu.(QS. maka aku tidak akan berbicara dengan seorang manusiapun pada hari ini`. sebanyak hari yang ditinggalkannya itu. Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan isteri-isteri kamu.(QS. dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan . Maka sekarang campurilah mereka dan ikutilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu. maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu. Maryam : 26). bulan yang di dalamnya diturunkan Al Qur`an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda . Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia. dan kamupun adalah pakaian bagi mereka. mereka adalah pakaian bagimu. maka aturan puasa wajibnya adalah para bulan Ramadhan mulai terbit fajar hingga matahari terbenam. supaya mereka bertakwa.

Antara darah haidh dan darah istihadhah (karena penyakit) sebenarnya dapat dengan mudah dibedakan. Washshalatu Wassalamu `Alaa Sayyidil Mursalin. Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh. baiklah kami 49 . 21. Namun sebagai acuan dalam pembedaannya. Wa `Alaa `Aalihi Waashabihi Ajma`in. Para wanita biasanya lebih mengerti hal tersebut. hanya yang sesuai dengan aturan nabi saja yang dibolehkan bagi kita untuk mengerjakannya. Wallahu A`lam Bish-shawab. Sedangkan isithadhah tidak termasuk yang menghalanginya untuk menjalankan ibadah shalat atau puasa. Wa Ba`d Darah istihadhah yang keluar adalah darah penyakit. Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in. Istihadhah : Boleh Puasa ? bolehkah seorang yang istihadhoh melakukan puasa sunah seperti puasa senin dan kamis Anien 2003-10-13 11:30:44 : 9 Assalamu `alaikum Wr. Al-Hamdulillahi Rabbil `Alamin. bukan darah haidh. Wb. Namun buat kita umat Islam. Sedangkan yang mengahlangi seorang wanita dari menjalankan ibadah shalat dan puasa adalah bila dia mengalami haidh atau nifas.hampir setiap agama memiliki ibadah puasa yang beraneka ragam. Bahkan agama bumi pun juga mengenal jenis-jenis puasa.

1. Sumber Darah haid itu sumbernya berasal dari bagian dalam rahim wanita. Sehingga bila setelah masa haidh yang biasanya itu masih ada darah yang terus keluar namun dia menggumpal atau membeku.kutipkan uraian para ulama tentang ciri khas masing-masng darah itu. sedangkan darah istihadhah bisa dari kemaluan atau bagian rahim namun bukan dari bagian dalamnya. Kekentalan Darah haid itu biasanya kental dan agak kehitaman. Rasulullah SAW bersabda. Menggumpal Darah haid itu keluar dalam tidak dalam bentuk menggumpal atau membeku dan bisa dalam keadaan seperti itu dalam waktu yang lama tanpa membeku. Waktu Darah haid itu biasanya punya siklus waktu teratur sehingga para ulama biasa membuat jadwal waktu tertentu untuk menentukan apakah darah itu 50 . 4. Bau Darah haid itu umunya memiliki aroma khas dan bau. 6. 3.”Darah haidh itu warnanya hitam dan dikenali oleh wanita”. sedangkan darah istihadhah tidak berbau. 5. Warna Darah haid itu berwarna kehitaman dan kadang berubah menjadi kuning atau merah . sedangkan darah istihadhah berwarna merah darah. 2. dengan mudah bisa dikenali sebagai darah istihadhah. sedangkan darah istihadhah sering menggumpal dan membeku. sedangkan darah istihadhah tidak demikian.

Alhamdulillahi Rabbil `Alamin. ketahuilah bahwa itu darah isitihadhah dan Anda tetap wajib menjalankan shalat dan puasa wajib. Dan agar tidak menjadi najis. Wallahu A`lam Bish-shawab. D.Wb Hamba Allah 51 . Pak ustadz saya mau tanya pada bulan ramadhan yang lalu saya jalan-jalan dengan pacar. sambil menunggu waktu berbuka puasa kami jalan-jalan dan saling bergandengan tangan. maka sebelum melakukan shalat. wassalamu`alaikum Wr. Bismillahirrahmanirrahiem. Jadi bila Anda mendapatkan ciri-ciri seperti di atas.termasuk hadih atau istihadah. Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh. Wb. BATALKAH PUASA SAYA ? 22. hendaklah dibersihkan dan ditutup dengan pembalut. Kencan Dengan Pacar : Batalkah Puasa Saya Assalamu `alaikum Wr. atas jawaban nya saya ucapkan terima-kasih. saya merasakan keluar sedikit cairan dari alat kemaluan saya. Sedangkan darah istihadhah adalah darah penyakit yang keluar kapan saja tanpa waktu tertentu. apakah itu termasuk mazi atau mani ? apakah puasa saya batal ? dan bagaimana cara menggantinya puasa di lain hari atau membayar fidyah. Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in.

Al-Hamdulillahi Rabbil `Alamin. Cairan ini adalah Najis karena Rasulullah SAW memerintahkan agar mencuci kemaluan dari cairan tersebut dan berwudhu. ia berkata: “Aku adalah orang yang banyak mengeluarkan madzi akan tetapi aku malu untuk bertanya kepada Rasulullah SAW berkaitan hal tersebut karena alasana putri beliau (Fatimah). Dari Ali bin Abi Thalib RA. Bukhori dan Muslim) Imam As-Syairoji meyebutkan karena cairan tersebut (madzi) keluar dari tempat keluarnya hadats maka hukmnya seperti air kencing. Washshalatu Wassalamu `Alaa Sayyidil Mursalin. karena tidak ada nash yang menyatakan hal tersebut dan juga tidak ada Ijma (konsensus ulama). Untuk membedakannya mudah saja. Wb. bahwa cairan bening tidak kental dan lengket yang keluar ketika sedang bercumbu dengan istri/suami atau ketika membayangkan hal tersebut dalam khazanah Fiqh Islam disebut Madzi. (Fatawa Al-Hindiyah 1/46) Jumhurul ulama menyatakan jika cairan madzi tersebut keluar ketika seseorang sedang melaksanakan ibadah shaum maka ibadah shaumnya tidak bathal. Dan juga tidak mungkin diqiaskan (dianalogikan) kepada jima. Maka aku memerintahkan Miqdad bin Al-Aswad untuk menanyakan hal tersebut kepada Rasulullah SAW. beliau pun bersabda: “Hendaklah ia membersihkan kemaluannya dan berwudhu” (HR. Wa Ba`d Pertama-tama anda harus bedakan dengan pasti apakah yang keluar itu mani atau madzi.2003-09-15 08:46:21 : 2 Assalamu `alaikum Wr. karena apa yang anda lakukan itu 52 . Wa `Alaa `Aalihi Waashabihi Ajma`in. (Al-Mughny Ibnu Qudamah 3/49) Puasa anda tidak batal namun jangan bicara nilai dan pahala.

Namun bila keluarnya mani itu dalam keadaan tidak ada unsur kesengajaan seperti saat tidur siang. walaupun ia telah melakukan puasa di bulan lain. Fidyah berapa yang harus dibayar? 4. 1. Jika terkena fidyah atau puasa berturut-turut 2 bulan atau cukup membayar puasa di bulan lain sebanyak yang batal. Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in. Dalam hal ini bila yang keluar adalah mani. maka tidak membatalkan puasa. karena masih merasa berdosa. sazakumullah khairan katsira. 3. Hawa nafsu yang halal saja harus dikekang apalagi hawa nafsu yang haram. dan itu dilakukan pada waktu yang lampau kira-kira 8th silam. maka puasa anda batal dengan sendirinya. (lihat AL-Muhgni karya Ibnu Qudamah jiid 1 hal 199). tentu lebih tidak boleh lagi untuk dikerjakan. Apalagi di bulan Ramadhan yang nota bene bulan ibadah dan bulan pengekangan hawa nafsu. Apakah secara syari ia terkena hukum seperti orang melakukan zina disiang hari?? 2. Wallahu A`lam Bish-shawab. Bagaimana agar kita mendapat ampun dr Allah akibat kelalian pd masa lampau? Demikian ustadz. karena secara sengaja melakukan tindakan yang mengakibatkan keluarnya mani. eh…anda malah pacaran. Pertannyaan. Saya ingin menanyakan hukum pd saat bln puasa ramadhan melakukan masturbasi/onani sehingga keluar seperma ia sedang puasa. 23. Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh. maka itu adalah mani. Wassalam 53 .sangat bertentangan sekali dengan hikmah yang tujuan puasa yang intinya mengendalikan hawa nafsu. gimana nih ? Namun bila cairan itu bentuknya cairan putih kental dan keluarnya dengan memancar akibat kuatnya dorongan syahwat. Puasa Kok Onani Ass wr wb.

yaitu membebaskan budak. teapi wajib membayar kaffarat.Abm 2003-01-01 08:00:00 : 2 Ass wr wb. Karena itu wajib baginya untuk mengganti puasa dihari lain. akan membatalkan puasa seseorang. Dan beronani sehingga mengakibatkan keluarnya sperma. Dan onani meski diharamkan oleh sebagian ulama. Beronani di siang hari bulan puasa membatalkan puasa. 3. 24. Minta ampun kepada Allah adalah dengan tobat kepadanya dan jalannya paling tidak ada tiga tingkatan: berhenti dari apa yang telah dikerjakan . 1. Bercumbu Di Bulan Ramadhan 1 P` Ustadz. Buat mereka. 2. Saya ingin penjelasan lebih jauh mengenai jawaban ustadz terhadap pertanyaan sdr Abdulloh tgl 21 October `03 yang lalu. atau puasa 2 bulan berturut-turut atau memberi makan 60 orang miskin. namun bukanlah zina yang diharamkan secara mutlak oleh Al-Quran dan sunnah. Onani diharamkan hukumnya oleh sebagian ulama dan sebagian yang lain membolekannya dengan catatan dan persyaratan. Cukup mengganti dengan berpuasa di hari lainnya. Tapi tidak sama dengan orang yang berhubungan seksual dengan istrinya di siang hari bulan puasa.menyesal dan berjanji tidak akan mengulangi . 4. Sebagian ulama mengatakan bahwa bila menyengaja berbuka puasa di siang hari di bulan ramadhan selain wajib mengganti maka wajib pula membayar fidyah. Puasa adalah menahan nafsu termasuk syahwat terhadap hal-hal yang di 54 . yaitu memberi makan satu orang miskin. tidak cukup sekedar mengganti puasa di hari lain.meminta ampun kepada Allah Wallahu a‘lam bishshowab.

. Dengan fiqih inilah kita bisa mengkodifikasi syariat Islam secara sistematis dan jelas. Ihsan 2003-10-26 16:34:53 : 5 Assalamu `alaikum Wr. Bagaimana dengan mencium istri atau lebih jauh lagi bercumbu dengan istri ? Apakah mungkin tidak didasari oleh nafsu syahwat ?? Sedangkan puasa adalah latihan utk mengekang hawa nafsu kita ??? Mohon diluruskan pendapat saya ini. Wb. Jadi 55 . Washshalatu Wassalamu `Alaa Sayyidil Mursalin. Wa `Alaa `Aalihi Waashabihi Ajma`in. Wassalamu`alaiukum wr. itu adalah benar. sehingga ruang lingkupnya bukan urusan hakikat atau makna. Untuk itulah para ulama dengan berdasarkan dalil-dalil yang mereka telaah secara sistematis baik dari Al-Quran Al-Karim maupun sunnah maupun sumber-sumber hukum Islam lainnya membuat batasan yang real dan sistematis yang kita kenal dengan nama hukum fiqih.. tetapi lebih kepada batasan real dan aturan baku yang membatasi antara batal dan tidaknya sebuah puasa..larang seperti makan dan minum di siang hari walaupun milik kita sendiri (halal). Selayaknya dan seharusnya seorang yang berpuasa menjauhi hal-hal yang membangkitkan syahwatnya.. Seperti mencumbu istri dan sejenisnya. Al-Hamdulillahi Rabbil `Alamin. Wa Ba`d Bahwa tujuan puasa adalah mengekang hawa nasfu. Adanya batasan real seperti ini cukup penting untuk kepastian hukum dalam ibadah.. Hanya saja dalam hal ini kita sedang berbicara dalam koridor fiqih.. wb.

bukan bicara kualitas. dianggap sudah mengurusi hawa nafsu. untuk sepersekian detik Anda tertarik dengan wajah itu. Karena secara hati. Termasuk membayangkan makan apa nanti. maka puasa dengan batasan hukum fiqh sudah cukup baik dan insya Allah SWT diterima. tapi jangan paksakan orang lain untuk meraih kualitas puasa seperti Anda.ruang lingkup ilmu fiqih ini lebih kepada batasan-batasan teknis yang bersifat hitam putih atas hukum sebuah ibadah formal. Bercumbu Di Bulan Ramadhan 2 Assalamu`alaikum warohmatullohi wabarokatuh. seseorang dianggap sudah kehilangan nilai kualitas puasa ketika pada siang hari terbersit dalam pikirannya tentang jenis makanan apa yang akan dilahapnya nanti saat berbuka. Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh. Wallahu A`lam Bish-shawab.. Bila Anda duduk di depan TV di siang hari bulan ramadhan dan secara tidak sengaja melihat ada pembawa acara yang lumayan cantik. maka tidak akan ada orang yang puasa selama Ramadhan. Karena kalau dipaksakan. 25. Misalnya dalam perspektif ilmu tasawwuf yang bersih. saya ingin bertanya jika di siang hari 56 . hal itu merusak esensi puasa yaitu menahan diri dari nafsu. Dan itulah yang berlaku selama ini di dunia Islam. Buat orang umum. Karena tetap mengacu dan berdasarkan petunjuk dan aturan dari Rasulullah SAW.. Ustadz. Kajian itu milik bidang ilmu Islam lainnya di luar fiqih. Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in. filosofi. Karena nafsu berhasil menguasai pikiran Anda walau hanya sepersekian detik. silahkan saja. maka nilai puasa Anda hilang. Kalau Anda tertarik untuk berpuasa dengan kualitas seperti itu. hikmat atau esensi sebuah ibadah.

tetapi harus membayuar denda / kaffarah sebagai hukuman dari merusak kesucian bulan Ramadhan. Wb. Wa `Alaa `Aalihi Waashabihi Ajma`in.. Abdulloh 2003-10-21 16:01:35 : 5 Assalamu `alaikum Wr. Dan bila dikerjakan pada saat puasa Ramadhan. Bentuk kaffarah itu salah satu dari tiga hal : 57 . Wa Ba`d Bercumbu dengan istri tidak membatalkan puasa selama tidak sampai keluar mani. Karena hubungan seksual di siang hari bulan Ramadhan termasuk perbuatan yang merusak kesucian Ramadhan itu.bulan Ramadhan saya mencium (maaf:bibir) istri saya apakah itu membatalkan shaum saya? Lantas kalau bersetubuh tapi tidak sampai jima` bagaimana pula hukumnya? Terima kasih atas jawabannya. tidak minum dan tidak melakukan hal-hal yang keji dan mungkar. Karena itu hukumannya tidak hanya mengganti / mengqadha` puasa di hari lain. Al-Hamdulillahi Rabbil `Alamin. Washshalatu Wassalamu `Alaa Sayyidil Mursalin. Padahal kita diperintahkan pada saat-saat itu untuk menahan segala nafsu dan dorongan syahwat dengan tidak makan. Begitu juga menciumnya atau memeluknya tidak membatalkan puasa. maka selain membayar qadha` juga diwajibkan membayar kaffarah. Tetapi justru pada saat yang semulia itu malah melakukan hubungan seksual di siang hari. Sedangkan hubungan seksual suami istri tentu membatalkan puasa. Wassalamu`alaikum warohmatullohi wabarokatuh..

Sedangkan mencium istri pada bibir telah dijelaskan tidak akan membatalkan puasa. Rasulullah SAW menjawab lagi. Memerdekakan budak  Puasa 2 bulan berturut-turut  Memberi makan 60 orang miskin. Abu Daud. beliau menyamakannya dengan berkumur. Bersetubuh tapi tidak sampai jima ? Anda berkata bahwa anda bersetubuh tapi tidak sampai jima`.`Bagaimana pendapatmu bila kamu berkumur-kumur sedangkan kamu dalam keadaan puasa ?`.`. maka aku bertanya. Namun kita juga mendapatkan riwayat hadits yang menyebutkan bahwa Rasulullah SAW pernah melarang 58 . Aku menjawab.`Aku bernafsu maka aku mencium (istriku) sedangkan aku dalam keadaan puasa.`Wahai Rasulullah. Kalau itu pertanyaan anda.`Ya tidak mengapa`. maka para ulama mengatakan bahwa hukum asalnya adalah boleh. hari ini telah melakukan hal yang besar karena aku telah mencium istriku dalam keadaan puasa. Rasulullah SAW menjawab.`Ya begitulah hukumnya`. Namun harus dijaga jangan sampai tertelan atau masuk ke dalam tubuh. karena akan membatalkan puasa. asal tidak sampai (inzal) keluarnya mani dan tidak sampai penetrasi. (HR.shahih) Kumur adalah memasukkan air ke dalam mulut untuk dibuang kembali dan hal itu boleh dilakukan saat puasa meski bukan untuk keperluan berwudhu`. Ketika Rasulullah SAW ditanya tentang hal ini. Maksudnya bagaimana ? Bukankah bersetubuh itu adalah jima` ? Atau anda punya pengertian bahwa ada sebuah persetubuhan tanpa jima` ? Atau barangkali anda ingin mengatakan bahwa anda telah melakukan percumbuan dengan istri namun tidak sampai terjadi penetrasi atau hubungan kelamin. Dari Umar bin AlKhattab ra berkata.

seseorang yang sedang puasa untuk mencumbui istrinya tetapi beliau juga pernah membolehkan yang lain untuk melakukannya. Ibnu 59 . Lebih jelasnya.`Ciumlah istrimu`. Rasulullah SAW llau memberikan rukhshah (keringanan) bagi orang itu. Dan ketika beliau membolehkan orang lain untuk bercumbui istrinya. Ternyata yang diberi keringanan adalah orang yang sudah tua sdangkan yang dilarang adalah yang masih muda (HR. sehingga ditakutkan bahwa percumbuannya itu akan membawanya kepada hal yang lebih jauh seperti hubungan kelamin.`Bolehkah aku memegang kemaluannya ?`. Dia bertanya lagi. Ibnu Abbas berkata. Ibnu Abbas berkata. maka pertimbangannya adalah karena orang tersebut mampu menahan dorongan syahwat dan bisa menguasai diri saat bercumbu.`Bisakah kau kuasai dirimu?`. mari kita baca hadits tersebut : Dari Abi Hurairah ra bahwa ada seseorang yang bertanya kepada Rasulullah SAW tentang mencumbui wanita bagi orang yang puasa.`Bolehkah aku mencumbuinya ?`. Ibnu Abbas menjawab . Ibnu Abbas menjawba .`Cumbuilah istrimu`.`Ya`.`Bisakah kau kuasai dirimu?`.`Aku baru saja menikah dengan anak pamanku yang sangat cantik dan kami berbulan madu di bulan Ramadhan. Dia menjawab. Abu Daud – shahih) Bahkan ada atsar yang lebih jelas dari hadits diatas : Dari Said bin Jubair bahwa seorang bertanya kepada Ibnu Abbas. Ibnu Abbas menjawba . Kemudian datang lagi yang lainnya tapi nabi melarangnya. Bolehkah aku menciumnya ?`. Dia menjawab.`Bisakah kau kuasai dirimu?`. Dia menjawab.`Ya`.`peganglah `. Dia bertanya lagi.`Ya`. Ibnu Abbas berkata. pertimbangan yang dilakukan oleh Rasulullah SAW adalah karena orang itu tidak mampu menahan dirinya dari dorongan syahwat. Bagaimana hal itu bisa terjadi ? Ternyata ketika melarang seseorang untuk mencumbui istrinya.

Itulah yang disebutkan oleh ustaz Assayyid Sabiq dalam kitabnya Fiqhus Sunnah jilid 1 halaman 466. Yang itu dikatakan oleh Al-Bani dalam Tamamul Minnah dan juga oleh Asy-Syaukani yang conodng kepada pendapat tersebut. Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh. saya ingin menanyakan tentang mencium pipi teman wanita saya. Wallahu A`lam Bish-shawab. tokoh dari kalangan zhahiri. Karena salah satu hal yang membatalkan puasa adalah keluarnya mani bila dilakukan dengan sengaja. Begitu juga dengan Ibnu Hazm. Namun bila dalam percumbuan itu sampai terjadi keluarnya mani (inzal) maka para ulama mengatakan bahwa hal itu membatalkan puasa. Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in. 26. baik dengan cara istimna` (onani) ataupun dengan percumbuan dengan istri. Namun ada juga yang mengatakan bahwa bila percumbuan itu sampai keluar mani (inzal) maka tidaklah membatalkan puasa. Bercumbu Dengan Selain Istri Dibulan Ramadhan Ass wr wb Ustad langsung saja.Apakah hal tersebut membatalkan nilai Puasa saya baik secara hukum sah maupun hukum wajib.yang mana dia bukan muhrim saya. Mohon Pancerahan wassalamualaikum Muhammad 2003-11-03 11:35:29 : 5 60 .Hazm berkata bahwa riwayat ini shahih dari Ibnu Abbas dengan syarat dari Bukhari.

Assalamu `alaikum Wr. ahmad. Jangankan mencium. Dalam hadits qudsi disebutkan bahwa Allah SWT telah memperlakukan ibadah puasa secara khusus berbeda dengan ibadah lainnya. Sehingga tentu saja bila sudah sampai mencium segala. …”(HR. Al-Hamdulillahi Rabbil `Alamin.”Seluruh amal anak Adam itu diberi ganjaran kecuali puasa. Washshalatu Wassalamu `Alaa Sayyidil Mursalin.”Puasa itu adalah benteng. Rasulullah SAW bersabda. Bukhari dan Abu Daud) Tentang puasa yang 61 .”Allah SWT telah berfirman. tapi tidaklah membatalkan puasa. Karena puasa itu dilaksanakan tanpa meninggalkan perbuatan rafats (kecabulan). Muslim dan An-Nasai) Sehingga meski kewajiban puasanya telah gugur dan secara hukum telah syah. meski perbuatan itu dosa dan diancam hukuman azab. Karena bila dikonfirmasi dengan point-point yang membatalkan puasa. Karena puasa itu untukKu dan Akulah yang memberi ganjarannya…”. janganlah melakukan rafats (cumbu yang diharamkan) dan berlaku jahil. dosa jauh lebih besar dari hanya sentuhan kulit biasa. Wa Ba`d Mencium pipi wanita yang bukan mahram tentu sebuah dosa karena hal itu diharamkan oleh Allah SWT. Wb. Wa `Alaa `Aalihi Waashabihi Ajma`in. namun bisa jadi tidak ada nilainya disisi Allah SWT. Sehingga puasanya tetap syah dan harus diterukan sampai maghrib. tidak ada satu pun yang cocok. Karena khusus dalam ibadah puasa. Dari Abi Hurairah ra bahwa Rasulullah SAW bersabda. sekedar bersentuhan kulit saja pun hukumnya diharamkan. Allah SWT merahasiakan nilai pahala puasa hamba-Nya. sehingga bila seorang kamu berpuasa. (Hr. Namun secara hukum syah tidaknya puasa. Apalagi perilaku tercela itu dilakukan dalam keadaan berpuasa di bulan ramadhan. Yang berpengaruh adalah nilai dan pahala puasa di sisi Allah SWT.

wb. dan dia mencampuri isterinya pada saat itu. Misalkan seseorang yang sedang safar dan dia mengambil keringanan tidak berpuasa di Bulan Ramadhan. karena dia kehilangan makna puasa sekaligus pahalanya. Wassalaamu`alaikum wr. Jazakallah. Jima` Nya Ramadhan Orang Yang Uzur Pada Assalaamu`alaikum wr wb Ustadz. Ad-Darimi Dalam Sunan Ad-Darimi 2604) 27.”Berapa banyak orang yang puasa tapi tidak mendapatkan apa-apa selain haus…(HR. Apakah hukum tersebut juga mengenai orang yang uzur alias semua orang tanpa kecuali. Rasulullah SAW telah berkali-kali mengingatkannya.tanpa makna ini. Orang itu memang tidak batal puasanya dan tidak diwajibkan menggantinya di hari lain. Mohon penjelasannya. saya ingin bertanya tentang hukum jima` di siang hari Ramadhan. Ahmad Dalam Musnad Imam Ahmad 9308) Dari Abi Hurairah ra bahwa Rasulullah SAW bersabda. Bagaimanakah hukumnya? Apakah tetap terkena hukum tersebut di atas? Juga hal ini apakah sama dengan orang semisal dengan kasus tersebut di atas tapi tidak sampai mencampuri namun hanya bercumbu saja hingga keluar mani. atau hanya orang yang berpuasa. 62 . ustadz. namun rasa lapar dan haus yang ditahannya sejak pagi itu seolah lenyap begitu saja tanpa makna di sisi Allah SWT. Dari Abi Hurairah ra bahwa Rasulullah SAW bersabda.”Berapa banyak orang yang puasa tapi tidak mendapatkan apa-apa selain lapar…(HR.

Namun untuk bisa sampai kepada pelanggaran berat tersebut. Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in. dia merusak puasa itu dengan berhubungan seksual dengan istrinya. Al-Hamdulillahi Rabbil `Alamin.Hamba 2003-11-26 13:49:13 : Allah 2 Assalamu `alaikum Wr. ada syarat yang diajukan. Dalam mazhab Al-Hanafiyah. Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh. Wb. Lalu pada siang harinya. sakit dan sebab lainnya. Diantara syarat itu adalah bahwa jima’ yang dilakukannya itu memang jima’ yang membuat puasanya batal. 63 . Asy-Syafi`iyah dan AlHanabilah disebutkan bahwa kaffarat atas pelanggaran kesucian bulan ramadhan itu adalah bila syarat itu tidak terpenuhi. Sedangkan bila tidak dalam keadaan puasa. Dia cukup mengganti puasa yang ditinggalkannya. Maksudnya adalah dia memang sedang dalam keadaan berpuasa dimana malamnya memang telah berniat puasa. Sehingga tidak diwajibkan menggantinya dengan denda yang berat. maka tidak ada kewajiban membayar denda. Wa `Alaa `Aalihi Waashabihi Ajma`in. Wa Ba`d Dendanya orang yang merusak puasa ramadhannya dengan melakukan hubungan seksual adalah puasa 2 bulan berturutturut. Al-Malikiyah. Washshalatu Wassalamu `Alaa Sayyidil Mursalin. Wallahu A`lam Bish-shawab. atau membebaskan budak atau memberi makan 60 orang fakir miskin. karena safar. maka dianggap bukan pelanggaran atas kesucian ramadhan.

Tentu yang dimaksud adalah bila dilakukan diluar percumbuan dengan istri yang syah. Wa Ba’du Keluar mani secara tidak sengaja berbeda dengan mengeluarkannya dengan sengaja. karena kondisi saya baru bangun tidur jadi pikiran saya pun terasa antara sadar dan tidak. Mengeluarkan mani dengan sengaja disebut juga onani atau masturbasi. Pertanyaan saya apakah pusa saya menjadi batal karena hal itu? jika itu sebuah pelanggaran syariat apa hukumannya? saya mohon ma`af kalau kata-kata yang saya gunakan kurang sopan.wb. karena kuatnya syahwat itu saya menekan kemaluan saya dengan kedua paha saya dan akhirnya keluarlah mani tersebut. pagi hari dibulan Ramadhan ini saya pernah mengeluarkan mani. Keluar Mani Saat Puasa assalamu`alaikum wr. maka para 64 . Ketika itu saya bangun dari tidur dan dorongan syahwat saya datang. Washshalatu Wassalamu ‘Ala sayyidil Mursalin Wa ‘alaa ‘Aalihi Wa Ashabihi ajma’ien. setelah itu saya sangat takut kalau hal ini sangat dimurkai oleh Allah SWT karena kelemahan saya menahan syahwat tersebut.wb. saya seorang pemuda yang telah memiliki keinginan dan Insya Allah siap menikah dan hal itu telah saya sampaikan namun masih dalam proses. Sehingga dalam kaitannya dengan batal tidaknya puasa seseorang bila keluar mani.28. Abdullah 2003-11-10 12:49:28 : 2 Assalamu ‘alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Alhamdulillahi Rabbil ‘Alamin. wassalamu`alaikum wr.

seseorang tidak melakukan proses perangsangan dengan sengaja. Memerdekakan budak b. seperti dengan memijit atau menggesek-gesekkan. Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh. Tetapi harus dibedakan dengan kaffarat-nya orang yang melakukan hubungan suami istri. Karena buat pasangan suami istri yang syah dan melakukannya hubungan intim di siang hari bulan ramadhan. Syarat untuk berturut-turut ini menjadi berat karena manakala ada satu hari saja di dalamnya dimana dia libur tidak puasa.ulama menghukumi tidak batal manakala mani itu keluar dengan sendirinya akibat dorongan biologis tubuh. Wallahu A`lam Bish-shawab. yaitu : a. Bahkan meski hari yang ditinggalkannya sudah sampai pada hitungan hari yang paling akhir dari 2 bulan berturut-turut. Bila keluar mani karena faktor tersebut. Dan secara teknis. maka termasuk bagian dari onani itu sendiri. Puasa 2 bulan berturut-turut c. maka hukumannya adalah salah satu dari tiga hal. Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in. ada kewajiban berpuasa 2 bulan berturut-turut sesuai dengan hitungan bulan qamariyah. Selain wajib mengganti hari yang dirusaknya itu dengan puasa di hari lain. maka wajib baginya untuk mengulangi lagi dari awal. Baik dengan melalui mimpi (sweet deam) atau tidak. Namun bila ada semacam kesengajaan dalam proses keluarnya mani itu. maka batallah puasanya dan harus menggantinya dengan puasa qadha’ di hari lain setelah bulan ramadhan. 65 . Memberi makan 60 fakir miskin Kewajiban puasa ini adalah sebagai kaffarah dari dirusaknya kehormatan bulan Ramadhan. Termasuk bila melakukan percumbuan dengan istri meski tidak sampai melakukan hubungan seksual (penetrasi).

Dari Umar bin Al-Khotob Ra ia berkata : “Aku berhasrat kemudian aku mencium isteriku sedangkan aku sedang shaum. Para ustadz yang dimuliakan Allah. Lalu aku bertanya: “Wahai Rasulullah aku melakukan suatu hal yang besar.saya ingin mengetahui bagaimanakah hukumnya jika waktu berwudhu` di saat sedang shaum tetap berkumur-kumur?Saya mohon dijelaskan pula dalil-dalilnya agar dapat beribadah dengan lebih sempurna. Wassalamu`alikum Wr. washshalatu wassalamu `ala sayyidil mursalin.Wb Fauzi 2003-11-11 13:14:16 : 2 Assalamu ‘alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Alhamdulillahi Rabbil ‘Alamin.Wb. aku mencium isteriku sedangkan aku sedang shaum? Rasulullah SAW menjawab : “Bagaimana pendapatmu jika kamu berkumur-kumur sedangkan kamu sedang shaum? Aku menjawab : “Tidak mengapa” Beliau pun berkata: 66 . Wa Ba’du Assalamu `alaikum Warahmatullahi Wabaraktuh Alhamdulillahi rabbil `alamin. selama tidak berlebih-lebihan.29. Berkumur-kumur atau dalam bahasa Arab disebut “AlMadlmadlah” ketika sedang berpuasa diperbolehkan. Washshalatu Wassalamu ‘Ala sayyidil Mursalin Wa ‘alaa ‘Aalihi Wa Ashabihi ajma’ien.. Jazakallahu khoiraan katsiiraan. wa ba`du. Berkumur Dalam Wudhu`saat Puasa Assalamua`alaikumWr.

“Demikian juga mencium isteri” (HR Abu Daud Lihat Shohih Sunan Abu Daud No. 30. Imam Syafi’i dalam salah satu pendapatnya dan ini juga merupakan pendapatnya Ibnu Abbas Ra (Al-Mughny 3/44) Ibnu Hajar berkata dalam Fathul-Bary mengutip perkatan Ibnul Mundzir : “Para ulama telah berijma’ bahwa tidak apa-apa bagi orang yang shaum (Tidak batal puasanya) yang menelan sesuatu yang mengalir bersama air liurnnya diantara giginya yang tidak dapat dia keluarkan” (FathulBary 4/161) Dalam Syarhul-Kabir disebutkan bahwa : “ Pendapat berkumur-kumur tidak membatalkan puasa adalah tidak diperselisihkan lagi. Ishaq. Bahkan dalam kitab AlMugny karangan Ibnu Qudamah Al-Maqdis dijelaskan bahwa jika seseorang berkumur atau menghirup air ketika bersuci kemudian ada air yang masuk ke dalam mulut dengan tidak sengaja dan tidak berlebih-lebihan. Bagaimana hukumnya menggunakan obat semprot asthma di saat siang hari ketika berpuasa 67 . saya ingin tanya. maka hal tersebut tidak membatalkan shaum.wb Ustadz. baik ketika sedang bersuci maupun tidak” (Syarhul Kabir 3/44) Wallahu a`lam bishshowab. Obat Semprot Asthma Ketika Berpuasa Ramadhan Assalamu`alaikum wr. Ketika Rasulullah SAW bertanya tentang hal tersebut yang jawabannya diamini oleh beliau. Wassalamu `alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Pendapat ini merupakan pendapat imam Al-Auza’i. 2089) Hadis diatas dengan jelas menyatakan bahwa berkumur-kumur diperbolehkan karena Umar menjawab : Laa Ba’sa bihi atau tidak mengapa.

68 .Ramadhan. Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh. Bagus Bagus 2003-11-03 11:24:14 Wibisono : 2 Assalamu `alaikum Wr. Wa `Alaa `Aalihi Waashabihi Ajma`in. Wallahu A`lam Bishshawab. Wb. salah seorang tokokh ulama rujukan di Saudi Arabia dalam fatwa beliau tentang masalah yang Anda tanyakan menjawab bahwa obat semprot seperti itu tidak bila digunakan oleh orang yang sedang puasa tidak membatalkan puasanya. Al-Hamdulillahi Rabbil `Alamin. Wa Ba`d Syekih Abdullah bin Baz. karena saya ini adalah penderita asthma yang menggunakan obat semprot ketika asthma saya kambuh. Sehingga penggunaannya oleh orang yang sedang puasa dibolehkan dan tidak berdampak apa-apa bagi puasanya. Washshalatu Wassalamu `Alaa Sayyidil Mursalin. Terima kasih atas jawabannya Wassalam. Syafaakallahu syifaan ‘ajilaa Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in. Semoga Allah SWT menyembuhkan penyakit Anda dengan kesembuhan yang cepat dan kesehatan yang pulih dan kesehatan yang tetap. Karena tidak memenuhi kriteria makan atau minum yang membatalkan puasa.

sebagaimana jenis obat lainnya seperti kompres.. Wallahu A`lam Bishshawab... saya mau menanyakan tentang hukumnya meneteskan obat tetes mata ( mis: insto ) pada saat kita shaum.. tidak termasuk hal yang membatalkan puasa. Obat tetes mata adalah termasuk jenis obat luar. plester. Wa Ba`d Obat tetes mata bila dipakai tidaklah termasuk yang membatalkan puasa.. terima kasih atas jawabannya Wassallam. Al-Hamdulillahi Rabbil `Alamin.Wb. ustadz.. Obat Tetes MataBagi Yang Berpuasa ? Assalamu`alaikum Wr. Wb. 69 . obat luka atau juga semprotan untuk penyakit asma. Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in.. Karena bukanlah sesuatu yang masuk ke dalam bagian tubuh yang menyebabkan seseorang bisa dikategorikan memakan makanan.soalnya ada beberapa pendapat mengatakan bahwa itu bisa membatalkan puasa. Wa `Alaa `Aalihi Waashabihi Ajma`in... erin serang Erin 2003-11-17 13:54:16 : 2 Assalamu `alaikum Wr.31.. Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh. Washshalatu Wassalamu `Alaa Sayyidil Mursalin... Semua itu bila digunakan buat penderita..

Al-Hamdulillahi Rabbil `Alamin. Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh. Seperti memasukkan jari ke dalam mulut tidak karena kepentingan. Semua itu dapat membatalkan puasa karena itu harus dihindari agar tidak melakukannya saat berpuasa. maka puasanya tetap syah. Dalilnya adalah sabda Rasulullah SAW : Rasulullah SAW bersabda.32. Wa Ba`d Istiqa` atau memuntahkan adalah bila seseorang melakukan sesuatu yang mengakibatkan muntah. maka puasanya batal. Dan semua pekerjaan lainnya yang pada dasrnya tidak perlu dilakukan tetapi malah mengakibatkan muntah. wajiblah mengganti (mengqadha`) puasanya. Namun bila muntah karena sebab yang tidak bisa ditolak seperti karena masuk angin atau sakit lainnya. Wa `Alaa `Aalihi Waashabihi Ajma`in. Washshalatu Wassalamu `Alaa Sayyidil Mursalin. Wallahu A`lam Bishshawab. Muntah. puasa orang tersebut batal atau tidak ?? Mohon jawabannya Pak Ustadz. 70 . Eko 2003-11-06 12:26:33 : 2 Assalamu `alaikum Wr. Wb. Saya mau tanya. ) Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in. apakah jika muntah (cukup banyak) karena sakit atau masuk angin.” (HR. Atau membuang lendir dari tenggorokan tetapi malah mengakibatkan muntah. Muntah yang membatalkan puasa hanyalah muntah yang disengaja oleh pelakunya. Puasa Batal Atau Tidak ??? Assalamualaikum Wr Wb.”Siapa yang menyngaja muntah.

Wb. hukumnya membatalkan puasa. Washshalatu Wassalamu ‘Ala sayyidil Mursalin Wa ‘alaa ‘Aalihi Wa Ashabihi ajma’ien. Kesimpulannya : suntik obat tidak membatalkan puasa dan infus makanan membatalkan puasa. Terimakasih atas jawabannya. bahkan sebaliknya obat adalah racun yang akan melumpuhkan bibit penyakit. Karena memasukkan selang infus ke dalam tubuh sama saja dengan makan meski tidak lewat mulut. Hal itu karena pada prinsipnya obat yang dimasukkan itu bukanlah makanan yang masuk ke rongga perut. Ustad. Wa Ba’du Suntikan yangdilakukan oleh dokter kepada pasiennya yang dalam keadaan berpuasa tidak membatalkan puasa. Ahmad Ahmad 2003-11-07 13:19:52 : 2 Assalamu ‘alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Alhamdulillahi Rabbil ‘Alamin. 71 . batalkah puasa orang yang ketika sakit disuntik oleh dokter?. Karena obat bukanlah makanan bagi tubuh. Wb. Tetapi obat itu larut dalam darah. Wassalamu`alaikum Wr. Padahal dia masih mampu untuk tidak makan & minum. Selain itu obat bukanlah nutrisi yang apabila disuntikkan akan menambah tenaga atau energi. Batalalkah Puasa Bila Disuntik ? Assalamu`alaikum Wr.33. Karena itu para ulama sepakat bila yang dimasukkan / diinfuskan ke dalam tubuh adalah cairan infus untuk memberi ‘makan’ / nutrisi bagi tubuh.

kruk / tongkat. namun saya tetap tawakal kepada ALLAH SWT dan akhirnya sampai sekarang saya bisa berjalan kembali (saya pernah memakai kursi roda. dan sekarang ini tangan saya sakiiiiiiiit sekali dan kaki saya sangat ngiluuuuuu. Ustadz.Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in. Terima 72 . ingin rasanya saya berbuka untuk minum obat tapi saya masih muda dan bukan orang yang sudah uzur....) Saya menceritakan sedikit background saya untuk menjadi gambaran bagi ustadz..... yaitu penyakit over immune yang menurut dokter immune di tubuh saya terlalu banyak sehingga jika mereka tidak mendapat makanan akan memakan diri saya sendiri.. Wallahu A`lam Bishshawab. Untuk ustadz ketahui bahwa setiap hari saya meminum obat untuk peredam aktifitas immune dan untuk menghilangkan rasa sakit (jika saya tidak minum obat ini maka sekujur tubuh saya sangat sakit) Yang jadi pertanyaan saya adalah: saya sekarang bekerja di sebuah perusahaan swasta dan selama ini tidak ada masalah karena saya selalu minum obat itu. saya hanya meminum obat saat sahur. saya berumur 25 tahun belum menikah.2002. karena tidak bisa berjalan. rasa sakit ini sangat nyeriii. Sejak tahun 1996 saya menderita penyakit Rheumatoid Arthritis. tolong beri masukan kepada saya. Nama saya Anti.. 34. Saya sangat menderita sejak tahun 1996 ... Namun hari ini hari puasa pertama.. apa yang mesti saya lakukan ustadz. Puasanya Penderita Rheumatoid Arthritis Assalamu`alaikum ustad. Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh..

maka dibolehkan berbuka puasa.. Tienanti Anti 2003-10-29 14:07:18 : 2 Assalamu `alaikum Wr. . Bagi orang yang sakit dan masih punya harapan sembuh dan sehat. Anda bisa berkonsultasi dengan dokter Anda tentang teknik pemakaian obat ini. Dalam ayat yang sangat masyhur di bulan ramadhan.. Al-Baqarah : 184) Orang yang sakit dan khawatir bila berpuasa akan menyebabkan bertambah sakit atau kesembuhannya akan terhambat.. Khusus dalam masalah Anda ini. Al-Hamdulillahi Rabbil `Alamin. Bila secara jadwal sulit untuk bisa diatur waktu untuk minum obat. wb. Sedangkan orang yang sakit tapi tidak sembuh-sembuh atau kecil kemungkinannya untuk sembuh. Washshalatu Wassalamu `Alaa Sayyidil Mursalin. Langkah pertama adalah bagaimana cara mengatur jadwal minum obat agar bisa disesuaikan dengan jadwal puasa.. yaitu memberi makan fakir miskin sejumlah hari yang ditinggalkannya. bisakah dokter memberi 73 . maka (gantilah dengan puasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain.Maka barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (boleh tidak puasa).kasih ustadz atas masukannya. maka puasa yang hilang harus diganti setelah sembuhnya nanti. Wb. kita dapat melihat bagaimana keringanan itu Allah SWT berikan kepada para orang yang sakit. Wa Ba`d Orang yang sakit secara tegas dibolehkan untuk tidak puasa di bulan ramadhan ini. Wa `Alaa `Aalihi Waashabihi Ajma`in. maka cukup dengan membayar fidyah. Wasallamualaikum wr. (QS.

Wb. batal nggak puasanya (maksudnya biar mulut tetap segar dan tidak bau) sukron Wassalam Hamba Allah 2003-11-13 15:50:56 : 2 Assalamu ‘alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Alhamdulillahi Rabbil ‘Alamin. Anda boleh tidak puasa dan tidak perlu menggantinya dengan puasa qadha’ tapi cukup bayar fidyah saja. Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in. Washshalatu Wassalamu 74 . 35. kalau gosok gigi dengan menggunakan odol padahal kita lagi saum. Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh. Puasa Boleh Gosok Gigi Dengan Pasta Gigi? Assalamu`alaikum Wr. Sehingga bila telah ada kesepakatan dari para ahli medis. Anda perlu melakukan konfirmasi dengan beberapa dokter agar keputusan bahwa Anda wajib minum obat siang hari dan ketidak-mungkinan mengganti pil dengan suntikan itu dibenarkan oleh jumhur para dokter lainnya. Namun sebelumnya. Wallahu A`lam Bish-shawab. Untuk itu maka Anda diwajibkan membayar fidyah sebagai ganti qadha’ di hari lain. Pak Ustadz rohimakumullah. Bila kedua jalan itu sama sekali buntu dan belum ada alternatif lainnya.obat berbentuk suntikan dan bukan dengan menelan pil. Karena para ulama berpendapat bahwa suntikan itu tidak membatalkan puasa. maka Anda bisa digolonglkan sebagai orang yang sakit dan tidak mampu mengganti / mengqadha’ puasa di hari lain.

Dan biasanya. Belum Mandi Wajib (suci Dari Haid). Kalaulah ada yang melarangnya. Wallahu A`lam Bish-shawab. Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in. Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh. Sedangkan bila airnya tertelan akibat kecerobohan maka barulah batal puasanya. bagaimana puasa kita kalo kita belum mandi suci sesudah selesainya haid dan bangun terlambat (sesudah shubuh). tapi karena minumnya. itupun setelah zhuhur hingga maghrib. sehingga mereka memakruhkannya setelah zhuhur saja. Tapi bukan karena gosok giginya. Apa sah puasa kita seperti orang yang bangun kesiangan sebelum mandi junub (sesudah berjima) pada bulan Ramadhan? Jazakalloh atas jawabannya. Tapi tidak berarti membatalkan puasa. (Odol adalah nama atau merek dagang salah satu produsen pasta gigi di masa lalu yang dengan salah kaprah digunakan masyarakat untuk menyebut pasta gigi). Walau pun dengan menggunakan pasta gigi. Saya mau nanya. Bangun Kesiangan Di Bulan Ramadhan Assalaamu\'alaikum ustadz. Kalangan As-syafi’iyyah adalah diantara yang memakruhkannya berdasarkan hadits Rasulullah SAW : Bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah SWT dari wangi misik. pada saat Romadhon. 36. mulut orang yang puasa itu baru akan menjadi bau setelah agak siang sehabis zhuhur.‘Ala sayyidil Mursalin Wa ‘alaa ‘Aalihi Wa Ashabihi ajma’ien. wassalaamualaikum 75 . hanya sampai pada taraf memakruhkannya saja. Wa Ba’du Menggosok gigi bukanlah perkara yang membatalkan puasa secara umum dari pandangan para ulama.

Dan untuk bisa mulai puasa. Kemudian Rasulullah SAW melaksanakan mandi wajib. lalu masuklah waktu shubuh dan sudah berniat mau puasa.Yuni 2004-01-29 17:12:10 : 9 Assalamu `alaikum Wr. Untuk bisa shalat shubuh. Al-Hamdulillahi Rabbil `Alamin. maka puasanya syah. baik karena hubungan suami istri lantas kesiangan sehingga telah masuk waktu sholat subuh atau karena berihtilam/mimpi basah siang hari. shaum yang dilakukan pada hari tersebut tetap sah. karena hal tersebut termasuk hal-hal yang membatalkan shaum. kemudian sholat shubuh dan tetap melanjutkan shaumnya. Belum Mandi Karena Hubungan Seksual Orang yang berjunub. Washshalatu Wassalamu `Alaa Sayyidil Mursalin. Wb. Ini diungkapkan oleh Al-Hafizh Ibnu Hajar dalam Fathul-Bari jilid 1 halaman 192 ketika menerangkan masalah beda antara puasa dan shalat bagi orang yang mendapat haidh. dia tidah diwajibkan mandi terlebih dahulu. Dalam sebuah riwayat dijelaskan bahwa Rasulullah SAW pernah bangun pagi dalam keadaan junub padahal telah masuk waktu sholat shubuh. berbeda dengan shalat. Wa Ba`d Belum Mandi Selepas Haidh Keburu Shubuh Jumhur ulama mengatakan bahwa bila seorang wanita sudah merasa berhenti dari haidh tapi belum mandi. maka dia wajib mandi janabah. Yang dilarang ketika sedang shaum adalah melakukan hubungan “intim”. 76 . Wa `Alaa `Aalihi Waashabihi Ajma`in.

Wallahu A`lam Bishshawab. Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in. dia pengen menebus kesalahan tersebut. apakah ia boleh shaum? Ummu Salamah menjawab: Rasulullah SAW pernah di waktu pagi dalam keadaan junub setelah berjima’ bukan berihtilam.bagaimana caranya karena setahu dia.“Dari Abu Bakar (Tabi’in) ia mengatakan bahwa Marwan Ra mengutus dirinya menemui Ummu Salamah Ra untuk bertanya tentang seseorang yang di waktu pagi dalam keadaan junub.apakah jd 8 bulan karena dilakukan 4 kali. Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh. Hukuman Karena Ciuman Dengan Pacar Di Bulan Ramadhan Sampai Batal Puasa Assalamualikum wrwb Pengasuh yang terhormat Pada saat ramadhan kemaren temen saya melakukan zina (berciuman)dg pacarnya. kalo puasa ramadhan batal dg disengaja maka tidak bisa diganti? Kalo misal hukum ttg harus puasa 2 bulan berturut2. Dia sekarang sadar dan sangat menyesal. Muslim 2/780).dan pernah sekali karena nafsunya hingga dia junub. 37. kemudian beliau tidak berbuka (tetap melanjutkan shaumnya) dan juga tidak mengqodonya” (HR. kalo dihitung bisa terjadi 4 kali kesempatan. jg tentang dia hanya pada 1 kali kesempatan aja sampai 77 .

Yang membedakannya hanya bila alasan membatalkan puasa itu tidak syar’i seperti kasus yang Anda ceritakan. baik dengan alasan yang syar’i maupun yang tidak syar’i. wasssalamualaikum Wb Wb Awang 2003-12-14 16:05:20 : Reza 2 Assalamu `alaikum Wr. Wb. dia sangat merasa malu kepadaNya karena telah berbuat seperti itu. seperti anak yatim dalam panti asuhan ato yang laennya.karena dia sekarang benerbener sangat menyesal hingga selalu merasa bersalah. 78 .sekali makan ato dalam sehari(3x)? dan yang diberi harus orang miskin ato bisa yang laen. Sedangkan bila alasannya syar’i seperti karena sakit atua safar. Washshalatu Wassalamu `Alaa Sayyidil Mursalin. Tapi tetap harus diganti. Jadi tidak benar kalau ada yang mengatakan bila membatalkan puasa karena sengaja. tidak bisa diganti dengan puasa qadha’. Wa Ba`d Yang jelas bila seseorang membatalkan puasanya. maka dia punya kewajiban untuk menggantinya. Tapi tetap harus diganti juga. Wa `Alaa `Aalihi Waashabihi Ajma`in. maka hal itu merupakan keringanan yang Allah SWT berikan. mohon petunjuknya.junub bagaimana?yang diganti cuma yang junub tsb (1kali) ato 4 kali kesempatan yang telah dia lakukan. maka itu adalah perbuatan dosa.bahkan jika dia sholat. apakah 60 orang juga dikalikan 4? memberi makan itu. terima kasih atas bantuan dan bimbingannya. kalo harus memberi makan fakir miskin. Al-Hamdulillahi Rabbil `Alamin. Seseorang tetap wajib mengganti puasanya di hari lain di luar bulan ramadhan.

Mengganti puasanya yang batal dengan berpuasa sebanyak hari yang ditinggalkannya. Allah SWT tidak pernah ‘sakit hati’ atas dosa hambanya dan tidak akan dibuat susah. Maha suci Allah dari sifat demikian. Wahai anak Adam. Bahkan meski hamba-Nya datang dengan setumpuk dosa besar yang pernah dilakukannya. Karena dia telah melakukan maksiat yaitu berciuman dengan wanita yang bukan istrinya.”Wahai anak Adam.”Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda bahwa Allah SWT berfirman. maka Aku mengampuni dosa-dosa lampaumu dan Aku tidak peduli. Termasuk tidak menerima amal kebajikannya. Wahai anak Adam. Jadi yang harus dilakukan oleh teman Anda dalam masalah ini adalah : 1. Selama seorang manusia masih hidup.apapun alasan tidak puasanya. Sedangkan bila tidak terjadi hubungan seksual. namun Dia pasti mengampuninya bila meminta ampunan. Juga tidak akan menghukum hamba-Nya itu dengan hukuman yang tidak mampu dipikulnya. Hal yang harus dikerjakannya adalah bertobat dan memohon ampunan. namun bila kamu meminta ampun kepada-Ku. meski 79 . Tentang hukuman harus puasa 2 bulan berturut-turut. Dengarlah firman Allah SWT dalam hadits qudsi : Dari Anas bin Malik ra berkata. pastilah Allah SWT akan ampuni bila memang dia meminta ampun secara tulus. bulan yang sebenarnya untuk menahan hawa nafsu. ikhlas dan dari dalam lubuk hati terdalam. 2. Apalagi dilakukannya di dalam bulan ramadhan. pastilah Ku ampuni dan Aku tidak peduli. itu hanya dalam kasus hubungan seksual. maka dia telah melakukan dosa. Bukan dengan puasa 2 bulan berturut-turut atau memberi makan fakir miskin. selama kamu berdoa dan berharap kepada-Ku. Dosa apapun yang pernah dilakukannya. maka selama itu pula masih terbuka pintu taubat untuknya. meski dosamu sepenuh langit. maka tidak ada kewajiban seperti itu.

38. Namun minta ampun itu bukan sembarang minta ampun. Saya pernah dengar kalau menunaikan ibadah haji. Dan 80 . karena Allah telah menjadikan keringanan bagi kaum wanita yang haid pada bulan Ramadhan untuk tidak berpuasa. Wallahu A`lam Bish-shawab. maka boleh menunda haid. Tapi lebih baik agar tidak mempergunakannya. kalau hal ini benar dasarnya apa? Terima kasih atas jawabannya Assalaamu‘alaikum Lala 2002-11-09 14:41:00 : 9 Boleh bagi wanita untuk menggunakan obat-obatan penahan datang bulan jika disetujui oleh dokter-dokter ahli yang dapat dipercaya atau orang-orang yang pengalaman dalam bidang ini. juga tidah mempengaruhi rahimnya. melainkan sebuah tobat yang nashuha. Menunda Haid Di Bulan Ramadhan Assalaamu‘alaikum Pak ustadz. Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in. At-Tirmizy). Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh. bahwa pemakaian obet tersebut tidak berbahaya. 1. maka Aku akan mendatangimu dengan ampunan sepenuh itu juga. yang tidak akan diulanginya lagi. (HR. kemudian kami menunda haid dengan meminum obat/ramuan itu hukumnya bagaimana? 2.kamu datang kepada Ku dengan dosa sepenuh bumi namun bila kamu menemui-Ku tanpa syirik kepaa-Ku. Kalau kami(wanita) ingin melaksanakan puasa ramadhan sebulan penuh.

dll yang menayangkan hal2 yang amat tdk mendidik. Dan juga tidak kita dapati larangan yang secara jelas tidak membolehkannya. karena pada dasarnya Islam itu mudah. Wa Ba`d Sebaiknya memang Anda di bulan ramadhan yang mulia ini mengurangi jam nonton TV. Karena ada banyak pekerjaan yang jauh lebih bermakna ketimbang nongkrong di depan TV. Dasrnya adalah kemudahan. Menonton TV Di Bulan Ramadhan assalamu\'alaikum langsung ke pertanyaan saya: -saat ini tayangan di tv khan sudah tdk lepas dr hal2 yang berbau politik. Wallahu a‘lam bis-shawab. apakah tdk diterima krn nonton hal2 yang demikian? tolong dijawab ust. Asal telah mendapat persetujuan dari dokter. Memang banyak acara TV di bulan ramadhan ini yang 81 . bagaimana pahala ibadah puasa kita.Allah memerintahkan untuk mengganti hari-hari yang ia tidak puasa tersebut lagi pula Allah telah merelakan syari‘at seperti itu sebagai ajaran agama. ada yang menampilkan kekerasan. 39. Sedangkan pada saat haji yang kesempatannya sangat jarang. Washshalatu Wassalamu `Alaa Sayyidil Mursalin. Wb. Al-Hamdulillahi Rabbil `Alamin. kriminal. Wa `Alaa `Aalihi Waashabihi Ajma`in. sensualitas. maka boleh menggunakan obat seperti itu. jazakumullah wassalam Izaluddin 2003-11-17 13:49:50 : 11 Assalamu `alaikum Wr. bahkan pornografi.

isilah ramadhan dengan kegiatan yang jelas-jelas bermanfaat dan islami. mulai dari para artis yang berbusana seperti busana muslimah sampai kepada settingcerita yang berbau ramadhan. Karena itu dari pada Anda hanya bisa ngedumel sendiri lebih baik matikan TV dan buka mushaf Al-Quran Al-Karim. Tapi terus terang saja bahwa pada tingkat esensi. namun kami tanpa sadar (karena masih mengantuk)menganggap saat itu baru pukul 3. Bacalah Al-Quran Al-Karim insya Allah Anda mendapt pahala. Wallahu A`lam Bishshawab. Bahkan beberapa stasiun TV tetap setia menampilkan wanita telanjang di bulan suci ini. yang jelas tayangan kotor dan hina itu tetap saja tampil. 40. Entah dimana otak mereka. masih banyak yang kedodoran. Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in. Bila telah selesai.30 karena memang kebiasaan kami sahur pukul 3. Atau kalau memang mungkin. Sahur Setelah Shubuh Hari ini saya dan isteri bangun sahur pukul 4. Alangkah ruginya para pemirsa yang tidak punya kontrol itu.30. matikan TV dan jangan biarkan pahala puasa Anda hilang digerogoti acara maksiat dan jahiliyah. entah itu lawakan yang tidak bermutu hingga praktek-praktek yang justru bertentangan dengan syariat Islam. Baik saya dan isteri saya masing-masing melihat jam dan menganggap saat 82 . pilihlah yang serius dan benar-benar sesuai dengan syariah Islam.30. Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh. Masih terlalu banyak acara yang berhenti pada kemasan dan kehilangan makna ramadhannya sendiri. Kalaulah di TV ada ceramah keagamaan.dikemas seolah-olah ikut memeriahkan suasana ramadhan.

Setelah selesai sahur. Pertanyaannya. Ini jelas disebutkan oleh banyak fuqoha dalam literatur fiqih klasik dan modern. apakah puasa kami tetap sah? Jika tidak. 83 . namun puasanya batal dan waib mengqodho‘ di hari lain. Lain halnya dengan lupa. Meski melakukan ini tidak berdosa (karena tidak beriat untuk merusak puasa). apa yang harus kami lakukan? Fakhri 2002-11-26 16:00:00 : 2 Diantara yang membatalkan puasa adalah makan dan minum dengan menyangka bahwa saat itu masih malam hari dan belum masuk waktu shubuh. Karena nyatanya. Wallahu a‘lam bis-shawab.itu baru pukul 3.30. Bahkan disebutkan bahwa Allah memberinya rizki. namun akhirnya kami menyadari bahwa saat itu sudah pukul 5 yang berarti sebenarnya adzan subuh sudah berlalu satu jam sebelumnya dan kami makan sahur setelah subuh tanpa kami sadari. Lalu kami makan sahur seperti biasa. kami duduk menunggu adzan subuh. maka makan dan minumnya itu tidak membatalkan puasa. Dan hal itu merusak puasa. Lupa tidak membatalkan puasa karena dalilnya jelas bahwa orang yang makan dan minum pada siang hari karena lupa. memakan atau memimun sesuatu setelah terbit fajar.

E. Bagaimana cara membayar hutang puasanya? Terima kasih. maka ahli wairsnya harus membayarkannya dari harta yang meninggal. Pak Ustadz yang dimuliakan Allah. Dalilnya adalah sabda Rasulullah SAW : Dari ‘Aisyah ra bahwa Rasulullah SAW bersabda:” Barang siapa yang meninggal dengan mempunyai kewajiban shaum (puasa) maka keluarganya berpuasa untuknya”(HR Bukhari dan Muslim) Sedangkan bila hutangnya kepada manusia. Istri saya telah meninggal dan setahu saya masih mempunyai hutang puasa Ramadhan. Adi 2003-10-15 14:03:42 : 2 Assalamu `alaikum Wr. Washshalatu Wassalamu `Alaa Sayyidil Mursalin. Wa `Alaa `Aalihi Waashabihi Ajma`in. Istri Meninggal Dan Masih Punya Hutang Puasa Ramadhan Assalamu\'alaikum wr wb Segala puji bagi Allah yang senantiasa memberikan Nikmat-Nya kepada kita sehingga kita dimudahkan dalam menjalankan tugas sehari-hari. Wb. MENGGANTI HUTANG PUASA 41. maka keluarganya boleh berpuasa untuk membayarnya. maka ahli wairis itu yang harus 84 . Bila dari hartanya tidak ada. saya ingin bertanya. Al-Hamdulillahi Rabbil `Alamin. Wa Ba`d Orang yang punya hutang puasa dan belum sempat membayarkannya lalu meninggal dunia. wb. Wassalamu\'alaikum wr.

maka ahli warisnya harus membayarkannya dari harta yang 85 . tapi dengan melakukan pembayaran puasa untuk menutupi hutang puasanya. Qodho\' Shoum Untuk Orang Yang Wafat Bagaimana cara membayar fidyah untuk seorang gadis yang dikarenakan sakit terpaksa meninggalkan shoum ramadhan sebulan penuh. Wallahu A`lam Bish-shawab.mengeluarkan dari harta mereka. Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh. Wa Ba’du Orang yang punya hutang puasa dan belum sempat membayarkannya lalu meninggal dunia. \"memanggil\"-nya ?? Abdurrohiim 2003-11-10 12:52:37 : 2 Assalamu ‘alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Alhamdulillahi Rabbil ‘Alamin. Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in. Dan sebelum sempat dia mengqodlo\'-nya Allah SWT. 42. Washshalatu Wassalamu ‘Ala sayyidil Mursalin Wa ‘alaa ‘Aalihi Wa Ashabihi ajma’ien. Kita mendapati ada hadits yang menjelaskan masalah itu dan ternyata cara membayarnya bukan dengan membayar fidyah. Dalilnya adalah sabda Rasulullah SAW : Dari ‘Aisyah ra bahwa Rasulullah SAW bersabda:” Barang siapa yang meninggal dengan mempunyai kewajiban shaum (puasa) maka keluarganya berpuasa untuknya”(HR Bukhari dan Muslim) Sedangkan bila hutangnya kepada manusia. maka keluarganya boleh berpuasa untuk membayarnya.

Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in. Washshalatu Wassalamu `Alaa Sayyidil Mursalin. Juga tidak menggugurkan kewajiban puasa Ramadhan berikutnya. maka jelas akan berdosa. Karena jatah untuk melunasinya memang selama belum datang lagi Ramadhan berikutnya.meninggal. 43. Wa `Alaa `Aalihi Waashabihi Ajma`in. Al-Hamdulillahi Rabbil `Alamin. Hutang puasa di bulan ramadhan yang lalu belum dibayar apa boleh kita puasa ramadhan jika utang puasa di bulan ramadhan yang lalu belum dibayar? Teris 2003-09-17 16:38:06 : 2 Assalamu `alaikum Wr. Wallahu A`lam Bish-shawab. Kewajiban puasa Ramadhan itu tidak gugur hanya karena hutang yang dahulu itu belum dibayarkan. Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh. Wa Ba`d Hutang puasa wajib dibayar sebelum datangnya bulan Ramadhan berikutnya. maka ahli waris itu yang harus mengeluarkan dari harta mereka. Apabila hutang ini sampai belum terbayar sampai Ramadhan berikutnya. Bahkan sebagian ulama seperti AsySyafi`iyah mengatakan bahwa seseorang yang tidak sempat lagi membayar hutang puasanya hingga datang Ramadhan 86 . Tapi tidak berarti menggugurkan kewajiban untuk melunasinya setelah selesai bulan Ramadhan. Wb. Bila dari hartanya tidak ada.

Atas perhatiannya. Ustadz. Wa `Alaa `Aalihi Waashabihi Ajma`in.berikutnya. 1700). (lihat Al-Fiqhul Islami Wa Adillatuhu oleh Dr. Yaitu memberi makan orang miskin sebanyak hari yang ditinggalkannya dengan takaran satu mud. Yth. Wallahu A`lam Bishshawab. wajib membayar denda / kafarat. Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in. Wa Ba`d 87 . saya berusaha membayarnya dengan cara sehari puasa sehari buka ala Nabi Daud. Wb. Yaitu hutangnya tetap wajib dilunasi pasca Ramadhan berikutnya dan wajib pula membayar kaffaratnya. Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh. namun dengan niat menqadla puasa. Ustadz pengasuh syariahonline Pada usia saya sekarang. 44. saya ucapkan terimakasih. Al-Hamdulillahi Rabbil `Alamin. bagaimanakah cara membayar hutang puasa wajib Ramadhan pada tahuntahun dahulu yang kurang saya bayar? Hutang puasa saya banyak sekali Ustadz. WB. Cara Membayar Hutang Puasa Menumpuk Selama Bertahun-tahun Yang Assalamu\'alakum Wr. Wassalam Nindya Nindya 2004-01-08 20:51:40 : 2 Assalamu `alaikum Wr. Alhamdulillah saya dikarunia kesehatan dan Insya\'Allah berniat untuk memperbaiki agama. Wahbah Az-zuhaili hal. Pada saat ini. Washshalatu Wassalamu `Alaa Sayyidil Mursalin.

maka ada bentuk pelunasan hutang puasa yang berbeda. Al-Baqarah : 184). mereka digolongkan kepada orang sakit. : memberi makan seorang miskin. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan . Allah SWT telah mewajibkan orang-orang yang meninggalkan puasa Ramadhan untuk menggantinya di bulan lainnya. maka (gantilah) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Tetapi bila kekhawatirannya juga berkait 88 . Ada beberapa pendapat berkaitan dengan hukum wanita yang haidh dan menyusui dalam kewajiban mengganti puasa yang ditnggalkan. Pendapat terahir ini didukung oleh Imam As-Syafi`I RA. mereka digolongkan kepada orang yang tidak kuat/mampu. Karena yang namanya hutang memang wajib dilunasi. karena itu selain wajib mengqadha`.(QS. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya membayar fidyah. bukan bayinya. Dan hutang kepada Allah SWT lebih-lebih lagi kewajibannya.Apa yang Anda lakukan sudah benar. Maka barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan . maka cukup mengganti dengan puasa saja. maka itulah yang lebih baik baginya. Namun ada juga para ulama yang memilah sesuai dengan motivasi berbukanya. mereka wajib membayar fidyah. Sehingga boleh tidak puasa dengan kewajiban menggadha` (mengganti) di hari lain. Tentu saja bila alasan tidak puasanya karena safar. yaitu berpuasa seperti nabi Daud as untuk membayar hutang-hutang puasa Anda. Kedua. mereka digolongkan kepada keduanya sekaligus yaitu sebagai orang sakit dan orang yang tidak mampu. Pertama. Namun bila alasannya karena hamil atau menyusui. Sehingga mereka dibolehkan tidak puasa dengan kewajiban membayar fidyah. Bila motivasi tidak puasanya karena khawatir akan kesehatan / kekuatan dirinya sendiri. Ketiga. haidh atau sakit.

Rhomadhon kemarin saya punya hutang puasa 10 hari karena sakit. (maka dia (boleh) tidak berpuasa) dan menghitung berapa hari ia tidak berpuasa untuk digantikannya pada hari-hari yang lain\". walaupun 89 . apakah harus segera. Wallahu a`lam bishshowab. dalam arti harus dilakukannya pada awal Syawal. Apakah ditahun besok saya harus membayar puasa 2 kali lipat. Wasalammualaiku wr wb. Herdiyanto 2003-07-13 13:33:44 : Jpn 2 Assalamu\'alaikum Warohmatullohi Barokatuhu. Wassalamu `alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh 45. (QS. namun yang lainnya tidak mengharuskan ketergesaan itu.Al-Baqoroh : 186) Meng-qadha\' (mengganti) shaum. Hutang Puasa Asalammualaikum wr wb.dengan anak yang dikandungnya atau bayi yang disusuinya. Orang yang memiliki hutang shaum Ramadhan diperintahkan untuk mengganti puasanya tersebut di harihari yang lain selain bulan Ramadhan. Seandainya tahun ini saya tidak bisa membayar. maka selain mengganti dengan puasa. Terimakasih atas jawabannya. ataukah dapat ditangguhkan sampai sebelum datangnya Ramadhan berikut? Sejumlah ulama ada yang menyatakan bahwa pelaksanaan qodho harus sesegera mungkin. juga membayar fidyah. Dalam Al-Qur\'an Alloh SWT berfirman: \"Barangsiapa sakit atau dalam perjalanan.

Wa `Alaa `Aalihi Waashabihi Ajma`in. Nah. Wb. dan Ahmad. Syafi\'i. kemudian kita tidak sempat menggantinya seperti halnya yang saudara alami. sedangkan imam Abu Hanifah tidak mewajibkan kaffarat dengan alasan tidak dicakup oleh redaksi ayat di atas. Wassalamu\'alaikum Warohmatullohi Wabarokatuhu 46. Bagaimana cara membayarnya dan bagaimana untuk bulan romadhon yang akan datang ? Dyan 2003-10-21 16:03:50 : 9 Assalamu `alaikum Wr. Wa Ba`d Orang yang memiliki hutang shaum Ramadhan diperintahkan untuk mengganti puasanya tersebut di harihari yang lain selain bulan Ramadhan. berpendapat bahwa di samping berpuasa. Al-Hamdulillahi Rabbil `Alamin.diakui bahwa semakin cepat semakin baik. Wallohu \'Alamu Bis-Showab. Mengganti Puasa Istri saya memiliki hutang puasa 4 hari pada bulan Romadhon lalu. tetapi pada saat ini hamil 7 bulan sehingga tidak dapat melaksanakan puasa karena faktor bayi. Washshalatu Wassalamu `Alaa Sayyidil Mursalin. apakah ada kaffarat akibat keterlambatan itu? Imam Malik. bagaimana kalau Ramadhan berikutnya sudah berlalu. Dalam Al-Qur\'an Alloh SWT berfirman: \"Barangsiapa sakit atau dalam 90 . ia harus membayar kaffarat berupa memberi makan seorang miskin.

namun yang lainnya tidak mengharuskan ketergesaan itu. (QS. . Hukum Wanita yang hamil atau menyusui Wanita yang hamil atau menyusui di bulan Ramadhan boleh tidak berpuasa. Ada beberapa pendapat berkaitan dengan hukum wanita yang haidh dan menyusui dalam kewajiban mengganti puasa yang ditnggalkan. (maka dia (boleh) tidak berpuasa) dan menghitung berapa hari ia tidak berpuasa untuk digantikannya pada hari-hari yang lain\". berpendapat bahwa di samping berpuasa. ia harus membayar kaffarat berupa memberi makan seorang miskin.perjalanan. Pertama : Mengganti dengan puasa Mereka digolongkan kepada orang sakit. Sedangkan imam Abu Hanifah tidak mewajibkan kaffarat dengan alasan tidak dicakup oleh redaksi ayat di atas. Nah. Sehingga mereka dibolehkan tidak puasa dengan kewajiban membayar fidyah. . ataukah dapat ditangguhkan sampai sebelum datangnya Ramadhan berikut? Sejumlah ulama ada yang menyatakan bahwa pelaksanaan qodho harus sesegera mungkin. namun wajib menggantinya di hari lain. dan Ahmad. dan wajib bagi orang-orang yang berat 91 .. Sehingga boleh tidak puasa dengan kewajiban menggadha` (mengganti) di hari lain.Maka barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan. Al-Baqarah : 184) Kedua : Membayar Fidyah Mereka digolongkan kepada orang yang tidak kuat/mampu. dalam arti harus dilakukannya pada awal Syawal.. apakah ada kaffarat akibat keterlambatan itu? Imam Malik. kemudian kita tidak sempat menggantinya seperti halnya yang saudara alami. apakah harus segera. maka (gantilah dengan puasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain.. (QS. walaupun diakui bahwa semakin cepat semakin baik. Syafi\'i.. bagaimana kalau Ramadhan berikutnya sudah berlalu.Al-Baqoroh : 186) Meng-qadha\' (mengganti) shaum.

Puasa Syawal Dulu Atau Bayar Qadha\' Dulu ? Assalaamua\'laikum pak ustazd Singkat saja Jika kita punya hutang puasa Ramadlan dan ingin puasa sunnat Syawal . 47. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. Namun ada juga para ulama yang memilah sesuai dengan motivasi berbukanya. juga membayar fidyah. mereka wajib membayar fidyah. maka cukup mengganti dengan puasa saja. manakah yang lebih didahulukan Puasa Syawal atau bayar hutang dulu . Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh. karena itu selain wajib mengqadha`. Wallahu A`lam Bishshawab. Pendapat terahir ini didukung oleh Imam As-Syafi`i ra. Al-Baqarah : 184) Ketiga : Menganti puasa dan bayar fidyah juga Mereka digolongkan kepada keduanya sekaligus yaitu sebagai orang sakit dan orang yang tidak mampu. bukan bayinya.menjalankannya membayar fidyah. maka itulah yang lebih baik baginya. maka selain mengganti dengan puasa. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan . Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in. HAZM 92 . : memberi makan seorang miskin. Tetapi bila kekhawatirannya juga berkait dengan anak yang dikandungnya atau bayi yang disusuinya. Bila motivasi tidak puasanya karena khawatir akan kesehatan / kekuatan dirinya sendiri. mengingat waktu syawal hanya sebulan ? Terimakasih atas jawaban pak ustazd Wassalaamua\'laikum wr wb. (QS.

Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in. Wa Ba`d Pada dasrnya tidak ada larangan untuk melakukan puasa sunnah syawwal meski masih punya hutang puasa wajib Ramadhan. Karena masing-masing memliki dasar hukum dan landasan yang berbeda. Tetapi bila bisa mengqadha` terlebih dahulu di bulan syawwal dan kemudian masih ada kesempatan berpuasa 6 hari di bulan Syawwal. menggabungkan dua niat dengan satu amal. tentu lebih utama. apakah terkena kafarat seperti puasa ramadhan? wassalam 93 . Hal ini disebabkan waktu yang tersedia untuk membayar puasa qadha` Ramadhan itu terbentang luas hingga menjelang Ramadhan tahun depan (berikutnya). Washshalatu Wassalamu `Alaa Sayyidil Mursalin. bukanlah pilihan yang dibenarkan oleh kebanyakan ulama. Wb. mohon penjelasan mengenai seorang isteri yang melakukan jima dengan suaminya (karena suami merayunya) padahal isteri tsb sedang membayar (meng-qodho) puasa ramadhan. Disisi lain.wb.2003-11-26 07:02:04 : 2 Assalamu `alaikum Wr. Sedangkan kesempatan untuk puasa sunnah Syawwal hanya terbatas pada bulan Syawwal saja. yaitu berpuasa di bulan Syawwal dengan niat puasa sunnah sekaligus membayar qadha`. Wa `Alaa `Aalihi Waashabihi Ajma`in. Al-Hamdulillahi Rabbil `Alamin. Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh. Wallahu A`lam Bish-shawab. 48. Jima Ketika Membayar Puasa assalamu alaikum wr.

maka tidaklah mewajibkan kaffarah. Wa `Alaa `Aalihi Waashabihi Ajma`in. sedangkan pada puasa selain ramadhan meskipun hukumnya wajib.Tri 2003-12-05 17:43:44 : 9 Assalamu `alaikum Wr. yang dilakukan itu memenuhi kriteria berikut : 1. Sedangkan jima’ yang dilakukan di luar bulan Ramadhan meski puasa untuk membayar ramadhan. Hanya jima’ yang memenuhi syarat saja yang mewajibkan puasa 2 bulan berturut-turut atau membebaskan budak atau memberi makan fakir miskin sebanyak 60 orang. 3. kami tuliskan disini persyaratan apa saja yang perlu dipenuhi agar sebuah jima’ itu mewajibkan kaffarah. Dilakukan dalam keadaan puasa dimana pada malam harinya memang sudah berniat untuk puasa. Dilakukan pada siang hari bulan ramadhan. Wb. Wa Ba`d Jima’ yang mewajibkan pelanggaran kaffarat adalah bukan sembarang jima’. 2. Washshalatu Wassalamu `Alaa Sayyidil Mursalin. Al-Hamdulillahi Rabbil `Alamin. Dilakukan secara sengaja. bila ada yang membatalkan puasa terlebih dahulu dengan makan 94 . Untuk jelasnya. Hal itu telah ditegaskan oleh para ulama Islam dengan syarat bahwa jima. seperti puasa nazar atau puasa qadha’ ramadhan. tidaklah mewajibkan kaffarat. Rusaknya puasa itu karena semata-mata jima’ yang dilakukan. 4. tanpa paksaan dan juga dengan sepenuh pengetahuan akan keharamannya. Sehingga secara hukum.

Yang melakukannya adalah orang yang memang punya kewajiban untuk puasa Ramadhan. anak kecil. meski dengan itu sampai keluar mani. 5. maka bukanlah jima’ yang mewajibkan kaffarah. maka jima’ seperti itu tidaklah mewajibkan kaffarah. 7. Sedangkan bila tidak sampai masuk. orang yang tidak kuat puasa. 6. silahkan Anda buka Al-Fiqhul Islami Wa Adillatuhu oleh Dr. Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in. Tidak ada kesalahan dalam masalah waktu seperti mengira masih malam ternyata sudah siang. maka hal itu tidak mewajibkan kaffarah. Sedangkan yang secara hukum tidak wajib puasa seperti musafir.atau minum lalu melakukan jima’. Wahbah Az-Zuhaili hal. Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh. Wallahu A`lam Bishshawab. F. Puasa Sunnah Dan Puasa Bayar Hutang Apakah seorang muslimah boleh melakukan puasa syawal dulu baru membayar hutang puasanya. orang sakit. Kalau kesalahan ini terjadi secara tidak sengaja. SANKSI 49. Untuk lebih jelasnya. 1822-1823. Jima’ yang dilakukannya itu haruslah merupakan jima’ yang sempurna dimana terjadi penetrasi kelamin laki-laki ke dalam kelamin wanita. 95 .

1. Tetapi bila bisa mengqadha‘ terlebih dahulu di bulan syawwal dan kemudian masih ada kesempatan berpuasa 6 hari di bulan Syawwal. yaitu berpuasa di bulan Syawwal dengan niat puasa sunnah sekaligus membayar qadha‘.Ali 2002-12-18 18:57:00 : 2 Pada dasrnya tidak ada larangan untuk melakukan puasa sunnah syawwal meski masih punya hutang puasa wajib Ramadhan. bukanlah pilihan yang dibenarkan oleh kebanyakan ulama. Wallahu a‘lam bisshawab. Karena masing-masing memliki dasar hukum dan landasan yang berbeda. menggabungkan dua niat dengan satu amal. jika nanti saya tidak mampu bayar fidyah apakah saya harus mengqadla saja? 2. 96 . Disisi lain. Tidak Mampu Bayar Fidyah bismillahirrahmanirrahiem. Sedangkan kesempatan untuk puasa sunnah Syawwal hanya terbatas pada bulan Syawwal saja. tentu lebih utama. 50. Hal ini disebabkan waktu yang tersedia untuk membayar puasa qadha‘ Ramadhan itu terbentang luas hingga menjelang Ramadhan tahun depan (berikutnya). saat ini saya hamil muda sehingga tidak shaum tetapi suami saya di phk dan kami sering tidak mempunyai uang sepeser pun selama beberapa hari dan utang kami banyak.

2. Washshalatu Wassalamu `Alaa Sayyidil Mursalin. Wa Ba`d 1. Wb. Ketiga. maka selain mengganti dengan puasa. karena itu selain wajib mengqadha`. juga membayar fidyah. Sehingga mereka dibolehkan tidak puasa dengan kewajiban membayar fidyah. Al-Hamdulillahi Rabbil `Alamin. Bila motivasi tidak puasanya karena khawatir akan kesehatan / kekuatan dirinya sendiri. Aqiqah adalah ibadah yang hukum hanya sunnah 97 . Sha\'imah 2003-11-17 13:57:38 : 2 Assalamu `alaikum Wr. Pendapat terahir ini didukung oleh Imam As-Syafi`i ra. mereka digolongkan kepada orang sakit. Wa `Alaa `Aalihi Waashabihi Ajma`in. Namun ada juga para ulama yang memilah sesuai dengan motivasi berbukanya. Tetapi bila kekhawatirannya juga berkait dengan anak yang dikandungnya atau bayi yang disusuinya. Masalah ibu hamil yang tidak berpuasa. Sehingga boleh tidak puasa dengan kewajiban menggadha` (mengganti) di hari lain.bagaimana hukum aqiqah bagi orang yang tidak mampu? apakah tetap harus mengadakan aqiqah setelah kami mempunyai uang? (setelah anaknya besar). bukan bayinya. mereka digolongkan kepada orang yang tidak kuat/mampu. maka ada beberapa pendapat berkaitan dengan hukum wanita yang haidh dan menyusui dalam kewajiban mengganti puasa yang ditnggalkan. mereka wajib membayar fidyah. maka cukup mengganti dengan puasa saja. Kedua. Pertama. mereka digolongkan kepada keduanya sekaligus yaitu sebagai orang sakit dan orang yang tidak mampu.

Bahkan kewajiban zakat dan haji itu hanya khusus buat mereka yang mampu dan punya uang lebih. Bahkan ada juga yang membolehkan dilakukan setelah anak itu besar. Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.saja. Sedangkan mereka yang tidak mampu atau pendapatannya pas-pasan. bahkan sebaliknya mereka berhak mendapat pemberian zakat. 51. apakah puasa dua bulan berturut-turut setelah puasa ramadhan atau keesokan harinya dan niatnya digabung dengan puasa ramadhan? 2. Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in. Tentu lebih tidak wajib lagi. Dalam hal ini para ulama memiliki pandangan yang cukup luas dan bisa digunakan pendapat mereka. Pelaksanaan Sanksi Melanggar Puasa asalamu alaikum ustadz saya ingin bertanya mengenai pelaksanaan sanksi suami-isteri yang melakukan hubungan intim di siang hari bulan ramadhan: 1. sama sekali bukan kewajiban. maka sama sekali tidak ada dosa bila tidak melakukannya. Sehingga buat orang tua yang mendapatkan kelahiran anak bayi tapi tidak mampu melakukan ritual aqiqah dengan menyembelih kambing. Kalau zakat yang hukumnya wajib itu menjadi tidak wajib bagi mereka yang miskin dan kurang mampu. tidak wajib mengeluarkan zakat. Karena pada dasarnya agama Islam itu mudah dan bukan hanya untuk orang kaya saja. apakah sanksi tersebut dikenakan kepada suami saja atau juga beserta isterinya? 98 . bagaimana dengan aqiqah yang hukum dasarnya hanyalah sunnah saja. Ada pendapat yang membolehkan untuk melakukan aqiqah setelah lewat masa 7 atau 14 hari. Wallahu A`lam Bish-shawab.

maka saat dia mendapat haidh.. ada kewajiban berpuasa 2 bulan berturut-turut sesuai dengan hitungan bulan qamariyah. Selain wajib mengganti hari yang dirusaknya itu dengan puasa di hari lain. Washshalatu Wassalamu `Alaa Sayyidil Mursalin. Tri 2003-10-30 14:46:58 wassalam : 2 Assalamu `alaikum Wr. barulah saat itu diwajibkan untuk mengganti puasa yang batal plus denda puasa 2 bulan berturut-turut. maka wajib baginya untuk mengulangi lagi dari awal. Wb. Siapa yang wajib membayar kaffarah. Sebagian 99 . Al-Hamdulillahi Rabbil `Alamin. Pelaksanaan puasa denda 2 bulan berturut-turut itu tentu saja dilakukan di luar bulan ramadhan. suami saja atau keduanya ? Para fuqoha berbeda pandangan dalam hal ini.mohon penjelasannya. dia harus berhenti dari puasa untuk diteruskan lagi setelah suci dari haidh. Wa Ba`d Kewajiban puasa ini adalah sebagai kaffarah dari dirusaknya kehormatan bulan Ramadhan dengan melakukan hubungan seksual suami istri. Bahkan meski hari yang ditinggalkannya sudah sampai pada hitungan hari yang paling akhir dari 2 bulan berturut-turut. Wa `Alaa `Aalihi Waashabihi Ajma`in. karena selama ramadhan kita wajib menjalankan puasanya. Kecuali bagi wanita yang mendapatkan haidh dalam menjalani proses bayar denda puasa 2 bulan berturut-turut. Syarat untuk berturut-turut ini menjadi berat karena manakala ada satu hari saja di dalamnya dimana dia libur tidak puasa. Nanti bila ramadhan telah usai.

mengatakan bahwa kewajiban membayar kaffarat ini hanya dibebankan kepada laki-laki saja dan bukan pada istrinya. maka kewajiban membayar kaffarahnya hanya satu kali saja. Saat itu Rasulullah SAW hanya memerintahkan suami saja untuk membayar kaffarah tanpa menyinggung sama sekali kewajiban membayar bagi istrinya. tetapi pelakunya tetap saja jatuh pada laki-laki. Dalil yang mereka gunakan adalah hadits tentang laki-laki yang melapor kepada Rasulullah SAW bahwa dirinya telah melakukan hubungan suami istri di bulan Ramadhan. apakah wajib membayar kaffarah sebanyak itu atau cukup membayar untuk sekali saja ? Para fuqoha sepakat bila melakukan hubungan suami istri berkali-kali dalam satu hari di bulan Ramadhan. Namun sebagian fuqoha lainnya berpendapat bahwa kewajiban membayar kaffarah itu berlaku bagi masing-masing suami istri. Pendapat ini didukung oleh Imam Abu Hanifah dan Imam Malik dan lainnya. Pendapat ini didukung oleh Imam Asy-Syafi`i dan Ahli Zahir. Ini adalah pendapat Imam Abu Hanifah dan jamaahnya. Hadaanallahu Wa Iyyakum 100 . meski mereka melakukannya berdua. Ini adalah pendapat Imam Malik dan Imam Asy-Syafi`i. karena biar bagaimanapun laki-laki yang menentukan terjadi tidaknya hubungan seksual. Bila berhubungan suami istri berulang-ulang. Sedangkan dalil yang merka gunakan adalah qiyas. Pendapat pertama mengatakan bahwa wajib membayar kaffarah sebanyak hari melakukan hubungan itu. maka ada beberapa pendapat. yaitu mengqiyaskan kewajiban suami kepada kewajiban istri pula. Namun bila pengulangan itu dilakukan di hari yang berbeda dan belum membayar kaffarah. Pendapat kedua mengatakan bahwa hanya wajib sekali saja membayar kaffarahnya selama dia belum membayar untuk hari sebelumnya itu.

Allah SWT berfirman : … Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya membayar fidyah. Mereka itu wajib membayar 101 . Wanita yang hamil dan menyusui apabila ketika tidak puasa mengakhawatirkan anak yang dikandung atau disusuinya itu. Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh. Fidyah Dan Bagaimana Membayarnya istri saya sedang hamil dan tidak berpuasa ramadhan ini. Orang tua atau lemah yang sudah tidak kuat lagi berpuasa. Wa `Alaa `Aalihi Waashabihi Ajma`in. : memberi makan seorang miskin. Wa Ba`d Fidyah adalah memberi makan kepada satu orang fakir miskin sebagai ganti dari tidak berpuasa. Al-Baqarah ) Yang diwajibkan membayar fidyah adalah : • • • Orang yang sakit dan secara umum ditetapkan sulit untuk sembuh lagi..(QS. Al-Hamdulillahi Rabbil `Alamin.Ajma`in. Wb. Wallahu A`lam Bish-shawab. Washshalatu Wassalamu `Alaa Sayyidil Mursalin. 52. bagaimana cara membayar fidyah istri saya ini ??? mohon bantuan Norman 2003-10-29 14:06:56 : 9 Assalamu `alaikum Wr. .

Karena memberi makan orang yang nafkahnya dalam tanggungan kita adalah wajib sejak awal. tidaklah menjadi pembeda. Sedangkan menurut pendapat lain. Kepada Siapa Dibayarkan ? Fidyah intinya adalah memberi makan fakir miskin dengan makanan sehari. tidak membayar fidyah tetapi cukup mengqadha`. Sehingga para ulama mengatakan tidaklah fidyah itu dibayarkan kepada anak sendiri atau istri sendiri. Namun kalau kepada saudaraa atau famili yang kita tidak menanggung nafkahnya. Karena mereka itu adalah orang yang wajib kita beri makan setiap hari meski tidak ada kewajiban fidyah. namun menurut Imam Syafi`i selain wajib membayar fidyah juga wajib mengqadha` puasanya. Sedangkan kualitas jenis makanannya sesuai dengan kebiasaan makannya sendiri. Bahwa kita memberinya lebih atau sesuai dengan standarnya. Fidyah itu berbentuk memberi makan sebesar satu mud sesuai dengan mud nabi. bolehlah diberikan. Ukuran makan itu bila dikira-kira adalah sebanyak dua tapak tangan nabi SAW. Dan disekeliling kita ada banyak orang miskin. Wallahu 102 . Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in.fidyah saja menurut sebagian ulama. Harga Fidyah Sebagian ulama seperti Imam As-Syafi`i dan Imam Malik menetapkan bahwa ukuran fidyah yang harus dibayarkan kepada setiap satu orang fakir miskin adalah satu mud gandum sesuai dengan ukuran mud Nabi SAW. Sebagian lagi seperti Abu Hanifah mengatakan dua mud gandum dengan ukuran mud Rasulullah SAW atau setara dengan setengah sha` kurma/tepung atau setara dengan memberi makan siang dan makan malam hingga kenyang. namun sebaiknya jangan kepada orang yang nafkahnya masih dalam tanggungan kita.

sekian terima kasih bannyak sebelumnya. tapi karena ada perbedaan waktu dimana jakarta lebih dahulu 5 jam dari pada Cairo. Lalu misalnya Anda terbang ke Cairo dan tiba disana 10 jam kemudian. Wb. Yang paling tepat dalam masalah ini adalah mengikuti waktu dan jadwal dimana kita berada saat itu. Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.00 wib.tetapi teap melakukan puasa. maka waktu 103 . negara yang kita tinggalkan atau negara yang kita tuju saat sahur atau buka puasa. Wassalam.00). PUASA DALAM BERBAGAI KONDISI 53.00 siang waktu Cairo.00. bila kita musafir dg memakai pesawat . mana yang kita anut . maka Anda tiba jam 11. Tapi kalau ikut waktu Cairo. maka waktu berbuka tinggal 6 jam lagi (dengan anggapan bahwa maghrib di Jakarta jam 18. Sedangkan ukuran waktu jakarta. maka sahurlah pada jam sahurnya waktu Jakarta. Puasa Saat Musafir Assalamu`alaikum Wr. Katakanlah jam 04.A`lam Bish-shawab. saat itu sudah jam 14. Bagaimana dengan jadwal buka puasa ? Apakah ikut jadwal buka puasa Jakarta atau ikut Cairo ? Kalau ikut jakarta. H.Wb Langsung saja para ustad yang terhormat. Misalnya Anda pada saat saur ada di wilayah Indonesia atau tepatnya Jakarta. Noer`s 2003-08-11 20:59:23 : 2 Assalamu `alaikum Wr.

00 waktu cairo). perhitungan bulanbulan Hijriyah tidak sama dengan sistem peredaran matahari dan sudut kemiringan bumi terhadap garis edarnya. Para ulama sejak dahulu memang berbeda pendapat tentang masalah puasa di wlayah yang siangnya lebih panjang dari malammnya atau sebaliknya. yaitu waktru Cairo.00 s/d 23.00). wa ba`d. maka Anda bisa menghemat 5 jam dari waktu normal.berbuka masih panjang yaitu sekitar 7 jam lagi (dengan anggapan bahwa maghrib di Cairo jam 18. Tapi kalau Anda melakukan perjalanan sebaliknya. Mereka telah membuat banyak pernyataan dalam kaitan perbedaan musim dan pergantiannya dikaitkan dengan datangnya bulan Ramadhan. Wallahu a`lam bishshowab. Washshalatu wassalamu ala Rasulillah. 54. Wb. Atas kehendak Allah SWT. Jawabannya adalah Anda harus ikut jadwal buka puasa dimana Anda sedang berada. Wassalamu `alaikum Wr. wal hamdulillah. Dan pada saat itu jakarta sudah jam 23.wb Bismillah. 104 .wb Wahyu 2003-07-12 16:33:43 : 2 Assalamu\'alaikum wr.00 malam hari. Puasa Saat Musim Panas assalamu\'alaikum Ana mau tanya tentang bagaimana caranya puasa di saat musim panas yang lamanya bisa mencapai 19 jam dan apa hukumnya?? Jazaakallahu Khairan Katsiran Wassalamu\'alaikum wr. meski untuk itu Anda harus berpuasa selama 19 jam yaitu dari jam 04.

Dan musim dingin akan membuat malam menjadi lebih panjang dari siang hari. Kedua : wilayah yang tidak mengalami hilangnya mega merah (syafaqul ahmar) sampai datangnya waktu shubuh.Sehingga usia 1 tahun hijriyah dengan masehi akan selalu berbeda jumlah harinya. Hal ini akan mengakibatkan efek rotasi dan pergiliran musim terutama bagi mereka yang tinggal di wilayah sub tropis. Sebagaimana kita ketahui bahwa di wilayah sub tropis atau yang lebih utara lagi atau lebih selatan lagi. tepi terkadang Ramadhan datang di musim panas. telah menerbitkan ketetapan tentang masalah ini. Sehingga tidak bisa dibedakan 105 . Hal ini memang akan berpengaruh kepada daya tahan seseorang yang melakukan ibadah puasa. 2. Dan sebaliknya tidak selalu di musim panas saja. musim panas akan membuat siang hari lebih lama dari malam hari. Selain itu juga ada ketetapn dari Hai`ah Kibarul Ulama di Mekkah alMukarramah Saudi Arabia nomor 61 pada tanggal 12 Rabiul Akhir 1398 H. 1. Sehingga datangnya bulan Ramadhan akan selalu bergantian antara musim dingin dan musim panas. Kedua majelis ini membagi masalah ini menjadi tiga kasus. masalah jadwal puasa dan juga shalat disesuaikan dengan jadwal puasa dan shalat wilayah yang terdekat dengannya dimana masih ada pergantian siang dan malam setiap harinya. Karena puasa itu dimulai dari masuk waktu shubuh hingga terbenam matahari Majelis Majma` Al-Fiqh Al-Islami pada jalsah ketiga hari Kamis 10 Rabiul Akhir 1402 H betepatan dengan tanggal 4 Pebruari 1982 M. Sehingga sudah wilayah tidak akan selamanya mendapati Ramadhan di musim dingin saja. Selalu ada pergiliran setiap sekian tahun sekali dimana terakadang Ramadhan datang di musim dingin. Pertama : Wilayah yang mengalami siang selama 24 jam dalam sehari pada waktu tertentu dan sebaliknya mengalami malam selama 24 jam dalam sehari. Dalam kondisi ini.

Dalam kondisi ini. Namun dengan kewajiban menggantinya di hari lain. dan barangsiapa 106 . disesuaikan dengan wilayah yang terdekat yang masih mengalami hilangnya mega merah maghrib dan masih bisa membedakan antara dua mega itu. maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu. Dalam hal ini berlaku hukum orang yang tidak mampu atau orang yang sakit. meski panjangnya siang sangat singkat sekali atau sebaliknya. 3. maka yang dilakukan adalah menyesuaikan waktu shalat `isya`nya saja dengan waktu di wilayah lain yang terdekat yang masih mengalami hilannya mega merah maghrib. Sedangkan bila berdasarkan pengalaman berpuasa selama lebih dari 19 jam itu menimbulkan madharat. Begitu juga waktu untuk imsak puasa (mulai start puasa).00 dinihari. \"Bulan Ramadhan.antara mega merah saat maghrib dengan mega merah saat shubuh.. kelemahan dan membawa kepada penyakit dimana hal itu dikuatkan juga dengan keterangan dokter yang amanah. Puasa tetap dimulai sejak masuk waktu shubuh meski baru jam 02. janganlah kamu campuri mereka itu. Al-Baqarah : 187). barangsiapa di antara kamu hadir di bulan itu. Makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam. Ketiga : Wilayah yang masih mengalami pergantian malam dan siang dalam satu hari. Karena itu. maka waktu puasa dan juga shalat tetap sesuai dengan aturan baku dalam syariat Islam. . sedang kamu beri\'tikaf dalam mesjid. Dalam kaondisi ini.. yaitu fajar. maka dibolehkan untuk tidak puasa. dimana Allah memberikan rukhshah atau keringan kepada mereka. bulan yang di dalamnya diturunkan Al Qur\'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda . (QS. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai malam.. Dan waktu berbuka tetap pada saat matahari tenggelam meski waktu sudah menunjukkan pukul 22..00 malam.

Lalu diambil waktu siang yang paling lama di wilayah itu untuk dijadikan patokan mereka yang ada di qutub utara dan selatan. Mengikuti Waktu HIJAZ Jadwal puasa dan shalatnya mengikuti jadwal yang ada di hijaz (Mekkah. maka . Alasannya. PENDAPAT LAIN : Namun ada juga pendapat yang tidak setuju dengan apa yang telah ditetapkan oleh dua lembaga fiqih dunia itu. maka pendapat lain mengatakan : a. dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Diantaranya apa yang dikemukakan oleh Syeikh Dr. supaya kamu bersyukur. mungkinkah pendapat itu relevan ? Terbayangkah seseorang melakukan puasa di musim panas dari terbit fajar hingga terbenam matahari selama 23 jam 45 menit.sakit atau dalam perjalanan . Mengikuti Waktu Negara Islam terdekat Pendapat lain mengatakan bahwa jadwal puasa dan shalat orang-orang di kutub mengikuti waktu di wilayah negara Islam yang terdekat. apabila perbedaan siang dan malam itu sangat mencolok dimana malam hanya terjadi sekitar 30 menit atau sebaliknya. Al-Baqarah : 185). sebanyak hari yang ditinggalkannya itu. Mushthafa Az-Zarqo rahimahullah. dia berpuasa hanya selama 15 menit ? Karena itu pendapat yang lain mengatakan bahwa di wilayah yang mengalami pergantian siang malan yang ekstrim seperti ini. pada hari-hari yang lain. Dimana di negeri ini bertahta Sultan / Khalifah muslim. Namun kedua pendapat di atas masing-masing memiliki kelebihan dan kelemahan. Allah menghendaki kemudahan bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu. Madinah dan sekitarnya). Karena wilayah ini dianggap tempat terbit dan muncul Islam sejak pertama kali. Karena 107 . Atau sebaliknya di musim dingin. dimana siang hanya terjadi hanya 15 menit misalnya. b.\" (QS.

. Sholat & Puasa Di Alaska Assalamu\'alaikum wr wb Ustad. Dia pernah merasakan. Saudara saya. dan isya jatuh pada pukul 23. Atas kehendak Allah SWT. Sehingga usia 1 tahun hijriyah 108 . Mohon pencerahan atas masalah tersebut ? Jazakallah ALAMSYAH 2003-08-11 20:44:40 : 2 Assalamu `alaikum Wr. perhitungan bulan-bulan Hijriyah tidak sama dengan sistem peredaran matahari dan sudut kemiringan bumi terhadap garis edarnya. kami kutipkan pembahasan masalah ini : Para ulama sejak dahulu memang berbeda pendapat tentang masalah puasa di wlayah yang siangnya lebih panjang dari malammnya atau sebaliknya. ada tiga kategori bentuk penentuan jadwal shalat dan puasa. khusus untuk mereka yang tinggal di wilayah kutub utara. Disana jadwal sholat susah didapat dan jika dibandingkan dengan di indonesia kelihatannya sangat menyusahkan. 55.00. Mereka telah membuat banyak pernyataan dalam kaitan perbedaan musim dan pergantiannya dikaitkan dengan datangnya bulan Ramadhan.wb ijtihad para ulama. bahkan untuk sholat saja. Intinya.00. selatan dan sekitarnya. Wb.. tidak kuat melaksanakan puasa pada saat itu. Untuk lebih rincinya. puasa dimana shubuh jatuh pukul 02. dia ditugaskan ke Alaska. sering kali berlubang. Masalah ini telah pernah kami bahas dalam konsultasi sebelumnya.30 pagi dan maghrib pukul 22. saya mempunyai suadara.keduanya adalah hasil Wassalamu\'alaikum wr.

Kedua majelis ini membagi masalah ini menjadi tiga kasus. Karena puasa itu dimulai dari masuk waktu shubuh hingga terbenam matahari Majelis Majma` Al-Fiqh Al-Islami pada jalsah ketiga hari Kamis 10 Rabiul Akhir 1402 H betepatan dengan tanggal 4 Pebruari 1982 M. 1. Dan sebaliknya tidak selalu di musim panas saja. Sehingga sudah wilayah tidak akan selamanya mendapati Ramadhan di musim dingin saja. Sehingga tidak bisa dibedakan antara mega merah 109 . Dan musim dingin akan membuat malam menjadi lebih panjang dari siang hari. Sebagaimana kita ketahui bahwa di wilayah sub tropis atau yang lebih utara lagi atau lebih selatan lagi. Dalam kondisi ini.dengan masehi akan selalu berbeda jumlah harinya. Hal ini akan mengakibatkan efek rotasi dan pergiliran musim terutama bagi mereka yang tinggal di wilayah sub tropis. telah menerbitkan ketetapan tentang masalah ini. Hal ini memang akan berpengaruh kepada daya tahan seseorang yang melakukan ibadah puasa. Pertama : Wilayah yang mengalami siang selama 24 jam dalam sehari pada waktu tertentu dan sebaliknya mengalami malam selama 24 jam dalam sehari. Selain itu juga ada ketetapn dari Hai`ah Kibarul Ulama di Mekkah al-Mukarramah Saudi Arabia nomor 61 pada tanggal 12 Rabiul Akhir 1398 H. Sehingga datangnya bulan Ramadhan akan selalu bergantian antara musim dingin dan musim panas. masalah jadwal puasa dan juga shalat disesuaikan dengan jadwal puasa dan shalat wilayah yang terdekat dengannya dimana masih ada pergantian siang dan malam setiap harinya. tepi terkadang Ramadhan datang di musim panas. Kedua : wilayah yang tidak mengalami hilangnya mega merah (syafaqul ahmar) sampai datangnya waktu shubuh. 2. musim panas akan membuat siang hari lebih lama dari malam hari. Selalu ada pergiliran setiap sekian tahun sekali dimana terakadang Ramadhan datang di musim dingin.

00 malam.00 dinihari. 3. Sedangkan bila berdasarkan pengalaman berpuasa selama lebih dari 19 jam itu menimbulkan madharat. meski panjangnya siang sangat singkat sekali atau sebaliknya. 110 . Makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam. Al-Baqarah : 187). Begitu juga waktu untuk imsak puasa (mulai start puasa). maka yang dilakukan adalah menyesuaikan waktu shalat `isya`nya saja dengan waktu di wilayah lain yang terdekat yang masih mengalami hilannya mega merah maghrib. maka waktu puasa dan juga shalat tetap sesuai dengan aturan baku dalam syariat Islam.. Ketiga : Wilayah yang masih mengalami pergantian malam dan siang dalam satu hari. kelemahan dan membawa kepada penyakit dimana hal itu dikuatkan juga dengan keterangan dokter yang amanah. Dalam hal ini berlaku hukum orang yang tidak mampu atau orang yang sakit. dimana Allah memberikan rukhshah atau keringan kepada mereka. disesuaikan dengan wilayah yang terdekat yang masih mengalami hilangnya mega merah maghrib dan masih bisa membedakan antara dua mega itu. (QS. .. sedang kamu beri\'tikaf dalam mesjid. janganlah kamu campuri mereka itu.saat maghrib dengan mega merah saat shubuh.. \"Bulan Ramadhan. yaitu fajar. Dan waktu berbuka tetap pada saat matahari tenggelam meski waktu sudah menunjukkan pukul 22. Puasa tetap dimulai sejak masuk waktu shubuh meski baru jam 02. dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan . barangsiapa di antara kamu hadir di bulan itu. bulan yang di dalamnya diturunkan Al Qur\'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda . maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu. Karena itu.. Namun dengan kewajiban menggantinya di hari lain. Dalam kondisi ini. Dalam kaondisi ini. maka . Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai malam. maka dibolehkan untuk tidak puasa.

Karena keduanya adalah hasil 111 . Allah menghendaki kemudahan bagimu. Atau sebaliknya di musim dingin. PENDAPAT LAIN : Namun ada juga pendapat yang tidak setuju dengan apa yang telah ditetapkan oleh dua lembaga fiqih dunia itu. Mengikuti Waktu Negara Islam terdekat Pendapat lain mengatakan bahwa jadwal puasa dan shalat orang-orang di kutub mengikuti waktu di wilayah negara Islam yang terdekat. dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. dia berpuasa hanya selama 15 menit ? Karena itu pendapat yang lain mengatakan bahwa di wilayah yang mengalami pergantian siang malan yang ekstrim seperti ini. mungkinkah pendapat itu relevan ? Terbayangkah seseorang melakukan puasa di musim panas dari terbit fajar hingga terbenam matahari selama 23 jam 45 menit.\" (QS. Dimana di negeri ini bertahta Sultan / Khalifah muslim. b. Madinah dan sekitarnya). supaya kamu bersyukur. maka pendapat lain mengatakan : a. Karena wilayah ini dianggap tempat terbit dan muncul Islam sejak pertama kali. Diantaranya apa yang dikemukakan oleh Syeikh Dr. Namun kedua pendapat di atas masing-masing memiliki kelebihan dan kelemahan. Lalu diambil waktu siang yang paling lama di wilayah itu untuk dijadikan patokan mereka yang ada di qutub utara dan selatan. apabila perbedaan siang dan malam itu sangat mencolok dimana malam hanya terjadi sekitar 30 menit atau sebaliknya. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu. dimana siang hanya terjadi hanya 15 menit misalnya. pada hari-hari yang lain. Al-Baqarah : 185). Mengikuti Waktu HIJAZ Jadwal puasa dan shalatnya mengikuti jadwal yang ada di hijaz (Mekkah.sebanyak hari yang ditinggalkannya itu. Alasannya. Mushthafa Az-Zarqo rahimahullah.

56. kami kutipkan pembahasan masalah ini : Para ulama sejak dahulu memang berbeda pendapat tentang masalah puasa di wilayah yang siangnya lebih panjang dari malammnya atau sebaliknya.ijtihad para ulama. perhitungan bulanbulan Hijriyah tidak sama dengan sistem peredaran matahari 112 . bagaimanakah puasa muslim yang berada di belahan bumi yang siangnya sangat panjang atau sebaliknya malam yang sangat panjang. selatan dan sekitarnya. Mereka telah membuat banyak pernyataan dalam kaitan perbedaan musim dan pergantiannya dikaitkan dengan datangnya bulan Ramadhan. Wb. Wb. Intinya. Al-Hamdulillahi Rabbil `Alamin. khusus untuk mereka yang tinggal di wilayah kutub utara. Wa `Alaa `Aalihi Waashabihi Ajma`in. Berpuasa Di Daerah Kutub assalaamu`alaikum warahamatullaahi wabarakatuh. Wa Ba`d Masalah ini telah pernah kami bahas dalam konsultasi sebelumnya. ada tiga kategori bentuk penentuan jadwal shalat dan puasa. Atas kehendak Allah SWT. alhamdulillah. Wallahu a`lam bis-shawab. Abdurrasyid 2003-11-13 15:51:44 : 2 Assalamu `alaikum Wr. Untuk lebih rincinya. ana mau tanya. Wassalamu `alaikum Wr. misalnya di daerah kutub? apakah ada ketentuan lain? tolong dengan dalil yang rinci. Washshalatu Wassalamu `Alaa Sayyidil Mursalin.

Pertama : Wilayah yang mengalami siang selama 24 jam dalam sehari pada waktu tertentu dan sebaliknya mengalami malam selama 24 jam dalam sehari. Kedua : wilayah yang tidak mengalami hilangnya mega merah (syafaqul ahmar) sampai 113 . Sehingga usia 1 tahun hijriyah dengan masehi akan selalu berbeda jumlah harinya. Dan sebaliknya tidak selalu di musim panas saja. Kedua majelis ini membagi masalah ini menjadi tiga kasus. Sebagaimana kita ketahui bahwa di wilayah sub tropis atau yang lebih utara lagi atau lebih selatan lagi. Hal ini memang akan berpengaruh kepada daya tahan seseorang yang melakukan ibadah puasa. musim panas akan membuat siang hari lebih lama dari malam hari. Dalam kondisi ini. masalah jadwal puasa dan juga shalat disesuaikan dengan jadwal puasa dan shalat wilayah yang terdekat dengannya dimana masih ada pergantian siang dan malam setiap harinya. Selalu ada pergiliran setiap sekian tahun sekali dimana terakadang Ramadhan datang di musim dingin. Dan musim dingin akan membuat malam menjadi lebih panjang dari siang hari. Karena puasa itu dimulai dari masuk waktu shubuh hingga terbenam matahari Majelis Majma` Al-Fiqh Al-Islami pada jalsah ketiga hari Kamis 10 Rabiul Akhir 1402 H betepatan dengan tanggal 4 Pebruari 1982 M.dan sudut kemiringan bumi terhadap garis edarnya. Selain itu juga ada ketetapn dari Hai`ah Kibarul Ulama di Mekkah alMukarramah Saudi Arabia nomor 61 pada tanggal 12 Rabiul Akhir 1398 H. 1. telah menerbitkan ketetapan tentang masalah ini. tepi terkadang Ramadhan datang di musim panas. 2. Sehingga datangnya bulan Ramadhan akan selalu bergantian antara musim dingin dan musim panas. Sehingga sudah wilayah tidak akan selamanya mendapati Ramadhan di musim dingin saja. Hal ini akan mengakibatkan efek rotasi dan pergiliran musim terutama bagi mereka yang tinggal di wilayah sub tropis.

Dalam kondisi ini. kelemahan dan membawa kepada penyakit dimana hal itu dikuatkan juga dengan keterangan dokter yang amanah.00 malam. maka yang dilakukan adalah menyesuaikan waktu shalat `isya`nya saja dengan waktu di wilayah lain yang terdekat yang masih mengalami hilannya mega merah maghrib. yaitu fajar. Namun dengan kewajiban menggantinya di hari lain. \"Bulan Ramadhan. maka dibolehkan untuk tidak puasa. Dan waktu berbuka tetap pada saat matahari tenggelam meski waktu sudah menunjukkan pukul 22. 114 . Puasa tetap dimulai sejak masuk waktu shubuh meski baru jam 02. Al-Baqarah : 187). maka waktu puasa dan juga shalat tetap sesuai dengan aturan baku dalam syariat Islam. dimana Allah memberikan rukhshah atau keringan kepada mereka. Karena itu. Sehingga tidak bisa dibedakan antara mega merah saat maghrib dengan mega merah saat shubuh. meski panjangnya siang sangat singkat sekali atau sebaliknya.00 dinihari.. Sedangkan bila berdasarkan pengalaman berpuasa selama lebih dari 19 jam itu menimbulkan madharat.. Dalam hal ini berlaku hukum orang yang tidak mampu atau orang yang sakit. sedang kamu beri\'tikaf dalam mesjid. janganlah kamu campuri mereka itu. disesuaikan dengan wilayah yang terdekat yang masih mengalami hilangnya mega merah maghrib dan masih bisa membedakan antara dua mega itu. Dalam kondisi ini. Begitu juga waktu untuk imsak puasa (mulai start puasa). Ketiga : Wilayah yang masih mengalami pergantian malam dan siang dalam satu hari. barangsiapa di antara kamu hadir di bulan itu. 3.datangnya waktu shubuh. Makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam. (QS. bulan yang di dalamnya diturunkan Al Qur\'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda . Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai malam.

Lalu diambil waktu siang yang paling lama di wilayah itu untuk dijadikan patokan mereka yang ada di qutub utara dan selatan. sebanyak hari yang ditinggalkannya itu. dia berpuasa hanya selama 15 menit ? Karena itu pendapat yang lain mengatakan bahwa di wilayah yang mengalami pergantian siang malan yang ekstrim seperti ini. Mushthafa Az-Zarqo rahimahullah. Diantaranya apa yang dikemukakan oleh Syeikh Dr. Allah menghendaki kemudahan bagimu. Al-Baqarah : 185). dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Karena wilayah ini dianggap tempat terbit dan muncul Islam sejak pertama kali. maka . apabila perbedaan siang dan malam itu sangat mencolok dimana malam hanya terjadi sekitar 30 menit atau sebaliknya. PENDAPAT LAIN : Namun ada juga pendapat yang tidak setuju dengan apa yang telah ditetapkan oleh dua lembaga fiqih dunia itu. Alasannya.maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu. dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan . pada hari-hari yang lain. mungkinkah pendapat itu relevan ? Terbayangkah seseorang melakukan puasa di musim panas dari terbit fajar hingga terbenam matahari selama 23 jam 45 menit. Atau sebaliknya di musim dingin. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu. supaya kamu bersyukur. Mengikuti Waktu Negara Islam terdekat Pendapat lain mengatakan bahwa jadwal puasa dan shalat orang-orang di kutub mengikuti waktu di wilayah negara 115 .\" (QS. dimana siang hanya terjadi hanya 15 menit misalnya. Madinah dan sekitarnya). b. maka pendapat lain mengatakan : a. Mengikuti Waktu HIJAZ Jadwal puasa dan shalatnya mengikuti jadwal yang ada di hijaz (Mekkah.

Namun kedua pendapat di atas masingmasing memiliki kelebihan dan kelemahan. Karena keduanya adalah hasil ijtihad para ulama. Apakah ada dalam tuntunan islam/ajaran rosulullah Assalamualaikum . Puasa adalah termasuk ibadah mahdloh... oleh karena itu dalam pensyariatannya harus berdasarkan dalil yang shohih dari Rasulullah SAW yang memerintahkan adanya ibadah tersebut. Bagamana hukumnya dalam islam. Puasa Hari Kelahiran Assalamualaikum .. Saya mau menanyakan perihal puasa hari kelahiran dan puasa lepas tali pusar. PUASA SUNNAH 57. Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh. G. Dengan demikian.. washshalatu wassalamu `ala sayyidil mursalin. Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in. kami belum mendapatkan dalil yang memerintahkan pelaksanaan puasa 116 . Marsiano 2003-10-09 12:02:23 : 2 Assalamu `alaikum Warahmatullahi Wabaraktuh Alhamdulillahi rabbil `alamin. Sebab dalam suatu qaidah dijelaskan bahwa asal dalam setiap ibadah adalah batal alias tidak sah sampai ada dalil yang memerintahkannya.Islam yang terdekat. Wallahu A`lam Bish-shawab. Dimana di negeri ini bertahta Sultan / Khalifah muslim. wa ba`du.. berkaitan dengan ibadah puasa yang saudara tanyakan.

Sedangkan shaum senin yang biasa dilakukan oleh Rasulullah SAW dan disunahkan bagi kita untuk melaksankaannya tidak dapat kita jadikan dalil adanya pensyariatan shaum pada hari kelahiharan dengan alasan Rasulullah SAW pun melaksankan shaum pada hari senin.wr. tidak ada satu keterangan pun baik dari para sahabat atau para salafus-sholih yang menjelaskan bahwa mereka biasa melakukan shaum pada hari kelahiran mereka.wb.wr. shaum Daud dan lain-lain. Wassalamu‘alaikum.wb. Jadi kalau Anda ingin melaksanakan shaum sunnah.Mengenai Shaum Ayyamul Bidh Yang Bentrok Assalamu‘alaikum. Terima kasih. Wallahu a`lam bishshowab. Saya ingin tanya tentang ayyamul bidh. 58.tersebut. Dian 2002-09-24 11:12:00 : Jak 2 117 . yang sebagaimana dijelaskan dalam sejumlah hadis itu merupakan hari kelahiran beliau. Karena boleh jadi hal tersebut merupakan kekhususan bagi beliau di sampng itu. Wassalamu `alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. maka laksanakanlah shaum yang dicontohkan dan diperintahkan oleh Rasulullah SAW seperti shaum senin kamis. Jika hari terakhir ayyamul bidh adalah hari Ahad apakah besoknya (Senin) boleh untuk shaum senin-kamis? Mengingat shaum sunnah yang diperbolehkan Rasulullah yang terberat hanya sampai shaum Nabi Daud.

adakah dalili yang menunjang itu semua? atas bantuannya. maka secara umum tidak masalah. Maka dianjurkan untuk puasa Daud yang berselang seling sehari puasa dan sehari tidak. Pusat Konsultasi Syariah 59. Nisfu Sya\'ban. Karena itu bila ternyata hasil dari penggabungan dua jenis puasa sunnah itu menunjukkan puasa berturu-turut. dalam ajaran Islam adakah yang disebut Nisfu Sya\'ban? karena banyak orang di lingkungan saya yang melakukan ibadah-ibadah khusus (seperti shalat khusus nisfu sya\'ban & membaca wirid2 tertentu) di malam nisfu sya\'ban. wb Ustadz yang dirahmati Allah. Karena memang niatnya pun berbeda-beda. boleh–boleh saja. saya ucapkan syukran katsir Wassalamu\'alaikum wr wb Diandra 2003-10-13 11:20:53 : 2 118 . benarkah malam nisfu sya\'ban berarti pergantian \"buku\" (saya sendiri kurang mengerti maksud \"buku\" di sini). Selama tidak mengurangi kewajiban asasi anda sendiri. Wallahu a‘lam bis-shawab.Sebanarnya bila sampai terjadi secara kebetulan kita puasa sunnah lalu hasilnya malah jadi berturut-turut tidak apa-apa. Puasa Nabi Daud adalah alternatif yang Rasulullah SAW berikan pada salah seorang shahabat yang bertekan mau puasa seumur hidup setiap hari. Tapi bila anda ingin puasa berturutturut satu minggu atau sebulan. Syar\'i-kah? assalamu\'alaikum wr.

Rasulullah saw. mencontohkan kepada umatnya dengan memperbanyak puasa di bulan Sya’ban. sebagaimana yang diriwayatkan ‘Aisyah ra. Sehingga isyaratnya adalah kita perlu menyiapkan bekal ibadah untuk menyambut bulan Ramadhan. Wa Ba`d Bulan Sya’ban adalah bulan dimana amal shalih diangkat ke langit. antara Rajab dan Ramadhan. kecuali di bulan Ramadhan. yaitu bulan diangkat amal-amal kepada Rabb alam semesta. memang ada dalil yang mendasarinya meski tidak terlalu kuat. Al-Hamdulillahi Rabbil `Alamin. Sayangnya hadits ini tidak mencapai derajat shahih kecuali hanya dihasankan oleh sebagian orang dan didhaifkan oleh 119 . Diantaranya hadits berikut : Sesungguhnya Allah SWT bertajalli (menampakkan diri) pada malam nisfu sya’ban kepada hamba-hamba-Nya serta mengabulkan doa mreka. Rasul saw bersabda:” Bulan tersebut banyak dilalaikan manusia. saya tidak melihat engkau puasa disuatu bulan lebih banyak melebihi bulan Sya’ban”. berkata: ”Saya tidak melihat Rasulullah SAW menyempurnakan puasanya. Wa `Alaa `Aalihi Waashabihi Ajma`in. Abu Dawud. Dan saya tidak melihat dalam satu bulan yang lebih banyak puasanya kecuali pada bulan Sya’ban” (HR Muslim). kecuali sebagian ahli maksiat. Sedangkan khusus dalam keuatamaan malam pertengahan bulan sya’ban (nisfu sya’ban). Washshalatu Wassalamu `Alaa Sayyidil Mursalin.Assalamu `alaikum Wr. maka saya suka amal saya diangkat sedang saya dalam kondisi puasa” (Ahmad. Dalam hal mempersiapkan hati atau ruhiyah. Hal tersebut didasrkan kepada hadits Rasulullah SAW : Dari Usamah bin Zaid berkata: Saya bertanya: “Wahai Rasulullah saw. An-Nasa’i dan Ibnu Huzaimah) Disamping itu bulan sya’ban yang letaknya persis sebelum ramadhan seolah menjadi starting point untuk menyambut ramadhan. Wb.

Yaman dan negeri lainnya. tetapi di Mesir. Di dalam doa itu mereka meminta agar Allah SWT menghapuskan taqdir yang buruk yang telah tertulis di lauhil mahfuz. shalat sunnah dua raka’at dengan niat minta dipanjangkan umur. kami tidak mendapatkan satu petunjuk pun yang memiliki dasar yang kuat. dan diberi pertolongan kepada kebaikan seluruhnya. Dan tetapkanlah aku disisimu di dalam ummil kitab sebagai orang yang bahagia. diberi rizki. Bahkan Al-Qadhi Abu Bakar Ibnul Arabi mengatakan bahwa tidak ada satu hadits shahih pun mengenai keutamaan malam nisfu sya’ban. Memang praktek seperti ini ada di banyak negeri. ajal manusia ditentukan dari bulan pada tahun itu hingga bulan sya’ban tahun depan. Begitu juga Ibnu Katsir telah mendha’ifkan hadits yang menerangkan tentang bahwa pada malam nisfu sya’ban itu. keterhalanganku. 120 . shalat dua rakaat dengan niat agar menjadi kaya dan seterusnya. atau sempit rizkiku.telah tersebar di banyak negeri meski sama sekali bukan berasal dari hadits Rasulullah SAW. jika engkau mencatat aku di sisi-Mu dalam ummul kitab. Sedangkan amaliyah yang dilakukan secara khusus pada malam nisfu sya’ban itu seperti yang sering dikerjakan oleh sebagian umat Islam dengan serangkaian ritual. Kritik Terhadap Lafaz Doa Malam Nisfu Sya’ban Sering kita dapati bahwa sebagian umat Islam memanjatkan doa khusus pada malam nisfu sya’ban. Karean sesungguhnya Engkau telah berfirman dan firman-Mu adalah benar. Seperti doa berikut ini : Ya Allah. Seperti membaca surat Yasin. bukan hanya di Indonesia. Bahkan mereka pun sering membaca lafaz doa khusus yang -entah bagaimana. maka hapuskanlah Ya Allah dengan dengan karunia-Mu atas kesengsaraanku.sebagian lainnya. sebagai orang yang celaka (sengsara). keterusiranku dan kesempitan rizkiku. terusir. terhalang.

di dalam kitab-Mu yang Engkau turunkan melalui lisan nabi-Mu yang Engkau utus : Allah menghapuskan apa yang Dia kehendaki dan menetapkan , dan di sisi-Nya-lah terdapat Ummul-Kitab (lauhil Mahfuz) . Hal itu karena mereka berhujah bahwa Allah SWT dengan kehendak-Nya bisa menghapus apa-apa yang pernah ditulisnya di lauhil mahfuz dan menggantinya dengan taqdir yang lain. Dasarnya adalah firman Allah SWT : Allah menghapuskan apa yang Dia kehendaki dan menetapkan , dan di sisi-Nya-lah terdapat Ummul-Kitab (lauhil Mahfuz). (QS. Ar-Ra’d : 39). Namun oleh sebagian ulama, lafaz doa seperti itu dianggap bertentangan, karena apa-apa yang sudah tertulis di lauil mahfuz tidak mungkin dihapus. Karena ada sabda Rasulullah SAW : Dari Ibnu Umar ra bahwa Rasulullah SAW bersabda,”Allah SWT menghapuskan apa yang dikehendakinya dan menetapkan apa yang dikehendaki-Nya, kecuali kebahagiaan, kesengsaran dan kematian.” Ibnu Abbas berkata,””Allah SWT menghapuskan apa yang dikehendakinya dan menetapkan apa yang dikehendaki-Nya, kecuali penciptaan, perilaku, ajal, rizqi, kebahagiaan dan kesengsaran.” Selain itu lafaz doa itu seolah-olah mengantungkan kepada Allah SWT apakah ingin mengabulkan atau tidak. Padahal salah satu adab berdoa adalah harus ber’azam atau bertekad kuat untuk dikabulkan. Sedangkan penggunaan lafaz {bila Engkau kehendaki}, seolah mengesankan tidak serius dalam meminta. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW : Bila kamu meminta kepada Allah SWT maka mantapkanlah permintaanmu itu Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in, Wallahu A`lam Bish-shawab, Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh. 1. 3067 Nisfu Sya`ban, Syar`i-kah?

121

60. Puasa Ruah Assalamualaikum wr. wb. Seorang teman menanyakan melalui milis tentang puasa ruah. Saya sendiri tidak mengerti apa yang dimaksud dengan itu. Mohon ustad jelaskan tentang kedudukannya dalam Islam. Wassalamualaikum wr. wb Saipul Saipul 2003-10-08

15:59:58

:

2

Assalamu `alaikum Wr. Wb. Al-Hamdulillahi Rabbil `Alamin, Washshalatu Wassalamu `Alaa Sayyidil Mursalin, Wa `Alaa `Aalihi Waashabihi Ajma`in, Wa Ba`d Ruah itu nama sebutan lain dari bulan Sya\'ban. Jadi kalau disebut puasa ruah maka maknanya adalah puasa sunnah di bulan Sya\'ban. Memang sebagian masyarakat kita sering menggunakan istilah sendiri untuk menamakan bulan-bulan hijriyah, seperti mulud yang sebenarnya berasal dari maulud atau maulid yang artinya adalah kelahiran Rasulullah SAW. Padahal nama sebenarnya adalah Rabi\'ul Awwal. Sedangkan orang betawi sering menamakan bulan Zulqo\'dah dengan istiah bulan APIT, maksudnya barangkali bulan yang kejepit diantara dua bulan yang ada hari rayanya, yaitu hari raya Iedul Fithri dan Iedul Adha. Hukum Puasa Sya\'ban Kita memang harus menyiapkan bekal ibadah untuk menyambut bulan Ramadhan. Dalam hal mempersiapkan hati atau ruhiyah, Rasulullah saw. mencontohkan kepada umatnya dengan memperbanyak puasa di bulan Sya’ban, sebagaimana yang diriwayatkan ‘Aisyah ra. berkata: ”Saya 122

tidak melihat Rasulullah SAW menyempurnakan puasanya, kecuali di bulan Ramadhan. Dan saya tidak melihat dalam satu bulan yang lebih banyak puasanya kecuali pada bulan Sya’ban” (HR Muslim). Salah satu diantara hikmahnya adalah bahwa bulan Sya’ban adalah bulan dimana amal shalih diangkat ke langit. Rasulullah SAW bersabda: Dari Usamah bin Zaid berkata: Saya bertanya: “Wahai Rasulullah saw, saya tidak melihat engkau puasa disuatu bulan lebih banyak melebihi bulan Sya’ban”. Rasul saw bersabda:” Bulan tersebut banyak dilalaikan manusia, antara Rajab dan Ramadhan, yaitu bulan diangkat amal-amal kepada Rabb alam semesta, maka saya suka amal saya diangkat sedang saya dalam kondisi puasa” (Ahmad, Abu Dawud, An-Nasa’i dan Ibnu Huzaimah) Dalam masalah puasa di bulan Sya`ban, kita hanya mendapatkan hadits-hadits shahih atau hasan yang menceritakan bahwa secara umum Rasulullah SAW memang banyak melakukan puasa di bulan tersebut dan juga bulan sebelumnya yaitu Rajab. Namun tidak ada riwayat yang menyebutkan bahwa Rasulullah SAW melakukan puasa sebulan penuh di bulan Rajab atau ublan Sya`ban. Namun bukan berarti tidak boleh melakukan shalat dan beristighfar di bulan tersebut. Yang kami terangkan adalah bahwa hadits-hadits yang diriwayatkan tentang hal itu umumnya hadits yang tertolak. Misalnya hadits yang bunyinya : “Rajab adalah bulan Allah, Sya`ban adalah bulanku (Rasulullah SAW ) dan Ramadhan adalah bulan ummatku” Hadits ini oleh para muhaddits disebutkan sebagai hadits palsu dan munkar. Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in, Wallahu A`lam Bish-shawab, Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.

123

atau siapa yang beristighfar akan mendapat ganjaran tertentu. Wa ba`d Dalam masalah puasa di Bulan Rajab dan Sya`ban.wrwb. Perbanyak Puasa Sunah Di Bln Rajab Ass. Washshalatu Wassalamu `Ala Sayyidil Mursalin. Sya`ban adalah bulanku (Rasulullah SAW ) dan Ramadhan adalah bulan 124 . umumnya bukanlah hadits yang kuat. bahkan kebanyakannya adalah hadits dhaif dan mungkar. Misalnya hadits yang bunyinya : “Rajab adalah bulan Allah. Namun tidak ada riwayat yang menyebutkan bahwa Rasulullah SAW melakukan puasa sebulan penuh di bulan Rajab atau ublan Sya`ban.61. kita hanya mendapatkan hadits-hadits shahih atau hasan yang menceritakan bahwa secara umum Rasulullah SAW memang banyak melakukan puasa di kedua bulan tersebut. Namun bukan berarti tidak boleh melakukan shalat dan beristighfar di bulan Rajab. Karna bulan Rajab termasuk bulan haram. Al-hamdulillahi Rabbil `Alamin. Ustadz kalo keterangan hadits yang menyatakan rasul memperbanyak puasa sunnah di bulan rajab dan syaban apa juga palsu? Buzul 2003-09-03 14:26:30 : 2 Assalamu `Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Sedangkan hadits-hadits yang menceritakan bahwa kalau melakukan shalat ini dan itu di bulan Rajab maka mendapat ganjaran ini dan itu. dan puasa di bulan-bulan haram itu maqbul (diterima) dan mustahab (disukai) dalam keadaan apapun. Yang kami terangkan adalah bahwa hadits-hadits yang diriwayatkan tentang hal itu umumnya hadits yang tertolak.

maka seperti orang yang berpuasa setahun(HR. Wasslam Wr Wb Tarmizi Tarmizi 2003-12-02 13:04:44 Abdullah : 2 Assalamu `alaikum Wr.”Puasa ramadhan pahalanya seperti puasa 10 bulan. Juga ada hadits lainnya yang juga menguatkan masyru’iyah puasa syawwal.sebab saya pernah dengar bahwa puasa sawal hadistnya lemah apa betul Pak Ustadz. Wb. Muslim). Al-Hamdulillahi Rabbil `Alamin. Saya ingin menanyakan tentang hadits puasa sawal. Wa Ba`d Ketentuan tentang masyru`iyah puasa sebanyak 6 hari di bulan syawwal didasarkan pada Rasulullah SAW yang shahih riwayat Imam Muslim. Washshalatu Wassalamu `Alaa Sayyidil Mursalin.ummtku” Hadits ini oleh para muhaddits disebutkan sebagai hadits palsu dan munkar. Wa `Alaa `Aalihi Waashabihi Ajma`in. 62. Yth Pak Ustadz. yaitu hadits Tsauban berikut ini : Dari Tsauban ra berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda. Dan puasa 6 hari setelahnya (syawwal) pahalanya sama degan puasa 2 bulan. Wallahu A`lam Bish-shawab.mohon penjelasan. Dari Abi Ayyub Al-Anshari ra bahwa orang yang puasa ramadhan lalu dilanjutkan dengan puasa 6 hari Syawwal. Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh. Benarkah Puasa Syawal Haditsnya Dha’if ? Ass wr wb. Dan 125 . Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in.

sama sekali tidak berpengaruh dari segi keutamaan. Dengan alasan agar jangan sampai timbul halangan bila ditundatunda. Asy-Syafi\'iyah mapun Al-Hanabilah semua sepakat mengatakan bahwa puasa 6 hari di bulan Sawwal itu hukumnya sunnah. maka itu adalah pendapat menyendiri dari kalangan mazhab Al-Hanafiyah. Dan sebagaimana kami katakan.keudanya itu genap setahun). salah seorang ulama dari mazhab Al-Hanafiyah mengatakan bahwa karahahnya hanyalah bila puasa 6 hari syawwal itu dilakukan dengan cara berturut-turut. bahwa jumhurul fuqaha baik dari kalangan AlMalikiyah. Namun para ulama Al-Hanafiyah dari kalangan mutaakhirin tidak berpendapat sebagaimana pendapat Al-Imam Abu Hanifah. Sedangkan Abu Yusuf. Dan mereka 126 . Sedangkan bila dilakukan dengan tidak berturut-turut. Mereka sebagaimana pendapat dari mazhab lainnya menyatakan bahwa puasa 6 hari di bulan syawwal itu memang hukumnya sunnah. Meskipun mereka berbeda pendapat tentang cara melakukannya. Yaitu tanggal 2 hingga tanggal 7 Syawwal. Haruskah dilakukan berturutturut atau tidak ? a. maka tidak makruh. Mazhab Al-Hanabilah Tetapi kalangan resmi mazhab Al-Hanabilah tidak membedakan apakah harus berturut-turut atau tidak. Diriwayatkan bahwa Al-Imam Abu Hanifah mengkarahahkan puasa 6 hari syawwal baik berturut-turut maupun tidak berturutan. Sebagian kalangan AlHanafiyah tidak menganggapnya sunnah Kalau pun ada yang mengatakan tidak ada kesunnahan puasa 6 hari bulan syawwal. Asy-Syafi\'iyah dan sebagian Al-Hanabilah Al-Imam Asy-Syafi\'i dan sebagian fuqaha Al-Hanabilah mengatakan bahwa afdhalnya puasa 6 hari Syawwal itu dilakukan secarar berturut-turut selepas hari raya ‘Iedul fithri. b.

Wb. Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in. Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh. Al-Hamdulillahi Rabbil `Alamin. 63. Yaitu bila langsung dikerjakan mulai pada tanggal2 syawwal selepas hari ‘Iedul fithri. Apakah ada ketentuan utk puasa sunat di bulan Muharram? Sister 2004-02-25 10:44:16 : 2 Assalamu `alaikum Wr. d. Mereka menyarankan agar dikerjakan 2 hari dalam satu minggu. Wa `Alaa `Aalihi Waashabihi Ajma`in. Wallahu A`lam Bish-shawab. c. seperti 6 hari pada bulan Zulhijjah. mazhab Al-Malikiyah Adapun kalangan fuqaha Al-Malikiyah justru mengatakan bahwa puasa itu menjadi makruh bila dikerjakan bergandengan langsung dengan bulan ramadhan. Wa Ba`d 127 . Bahkan mereka mengatakan bahwa puasa 6 hari itu juga disunnahkan di luar bulan syawwal. Mazhab Al-Hanafiyah Sedangkan kalangan Al-Hanafiyah yang mendukung kesunnahan puasa 6 hari syawwal mengatakan bahwa lebih utama bila dilakukan dengan tidak berturut-turut.mengatakan bahwa puasa 6 hari syawwal ini hukumnya tidak mustahab bila yang melakukannya adalah orang yang tidak puasa bulan ramadhan. Puasa Sunat Di Bulan Muharram Assalaamu\'alaikum Ustd. Washshalatu Wassalamu `Alaa Sayyidil Mursalin.

beliau pun bertanya? Mereka menjawab: Ini 128 . Dan sering disebut juga juga dengan Shaum Asyuro. ia berkata: ketika Rasulullah SAW tiba di kota Madinah dan melihat orang-orang Yahudi sedang melaksanakan shaum assyuraa. Oleh karena itu Rasulullah SAW menganjurkan kepada umat Islam untuk melaksanakan shaum assyuraa (shaum hari kesepuluh) dari bulan Muharram ditambah dengan shaum sehari sebelumnya atau sesudahnya. Pada asalnya Shaum Asyuro ini adalah wajib. dan Alloh tidak mewajibkan shaum kepada kalian di hari itu. Hal ini berdasarkan hadits-hadits yang diriwayatkan para sahabat. maka siapa yang mau shaum hendaklah ia shaum dan siapa yang mau berbuka hendaklah ia berbuka” (HR Bukhori 2003) Juga ada hadits lainnya berikut ini : Dari Ibnu Abbas RA. ia mendengar Muawiyah bin Abi Sufyan RA berkata: “Wahai penduduk Madinah. maka shaum tersebut berubah hukumnya menjadi sunnah. Kemudian kewajibannya dinasakh dengan kewajiban shaum Ramadhan. sedangkan saya shaum.Yang disunnahkan secara tegas adalah berpuasa pada tanggal 10 Muharram dan sehari sebelumnya atau sehari sesudahnya. dimana ulama kalian? Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Ini hari Assyura. Antara lain: Dari Humaid bin Abdir Rahman.

ia berkata: pada saat Rasulullah SAW melaksanakan shaum Assyura dan memerintah para sahabat untuk melaksanakannnya.hari baik. mereka berkata: “Wahai Rasulullah hari tersebut (assyura) adalah hari yang diagung-agungkan oleh kaum Yahudi dan Nashrani”. hari di mana Allah menyelamatkan bani Israil dari musuh mereka lalu Musa shaum pada hari itu. maka beliau shaum pada hari itu dan memerintahkan untuk melaksanakan shaum tersebut. Maka Rasulullah SAW menjawab: “Aku lebih berhak terhadap Musa dari kalian”. Ibnu Abbas berkata: “Rasulullah SAW meninggal sebelum sampai tahun berikutnya” (HR Muslim 1134) Rasulullah SAW bersabda: “Shaumlah kalian pada hari assyura dan berbedalah dengan orang Yahudi. (HR Bukhori 2004) Dari Ibnu Abbas RA. Maka Rasulullah SAW bersabda: “Insya Allah jika sampai tahun yang akan datang aku akan shaum pada hari kesembilannya”. Shaumlah kalian sehari sebelumnya atau sehari sesudahnya” (HR Thohawy dan Baihaqy serta Ibnu Huzaimah 2095) 129 .

Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh. bahwa shaum tersebut bisa menghapus dosa-dosa kita selama setahun yang telah lalu (HR Muslim 2/819) Imam Nawawy ketika menjelaskan hadits di atas beliau berkata: “Yang dimaksud dengan kafaraoh dosa adalah penghapus dosa-dosa kecil. 130 . Allah akan mengangkat derajat orang tersebut di sisi-Nya. Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in. Wallahu A`lam Bishshawab. dan jika ia pun tidak memiliki dosa-dosa besar. akan tetapi jika orang tersebut tidak memiliki dosa-dosa kecil diharapkan dengan shaum tersebut dosa-dosa besarnya diringankan.Adapun keutamaan shaum tersebut sebagaimana diriwayatkan dalam hadits dari Abu Qatadah.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful