MAKALAH DASAR-DASAR FISIOLOGI TUMBUHAN ACARA I PENGARUH FAKTOR LINGKUNGAN TERHADAP LAJU FOTOSINTESIS

Nama

Disusun Oleh : : NISPA YUHANIS (10929) LUTFIANA NUGRAH (11479) SITI SAFFINATUNSALIS (115770 R. AHMAD MUARIF (11727)

LABORATORIUM ILMU TANAMAN JURUSAN BUDIDAYA PERTANIAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA 2011 PENGARUH FAKTOR LINGKUNGAN TERHADAP LAJU FOTOSINTESIS I. A. LATAR BELAKANG Fotosintesis adalah suatu proses biokimia yang dilakukan tubuhan, alga dan beberapa jenis bakteri untuk memproduksi energi dengan memanfaatkan energi cahaya matahari. Fotosintesis sangat penting bagi kehidupan dibumi karena hasil samping fotosintesis sebagian besar merupakan oksigen sebagai pengisi atmosfer bumi. Organisme yang menghasilkan energi dari fotosintesis disebut sebagai fototrof. Fotosintesis merupakan salah satu cara asimilasi karbon karena dalam fotosintesis karbon bebas dari CO2 diikat (difiksasi) menjadi gula sebgai molekul penyimpan energi. Tipe fotosintesis tumbuhan dibagi ke dalam tiga kelompok besar, yaitu C3, C4, dan CAM (Crassulacean Acid Metabolism). Tumbuhan C4 dan CAM lebih adaptif di daerah panas dan kering dibandingkan dengan tumbuhan C3. Namun tanaman C3 lebih adaptif pada kondisi kandungan CO 2 atmosfer tinggi. Sebagian besar tanaman pertanian, seperti padi, gandum, kentang, kedelai, kacangkacangan, dan kapas merupakan tanaman dari kelompok C3. Sedangkan yang termasuk tanaman C4 misalnya tebu, jagung dan Panicum maximum. Sedangkan salah satu contoh dari tanaman CAM adalah kaktus. PENDAHULUAN

biru (410-500 nm) dan violet (<400 nm). tetapi dua proses. Persamaan untuk fotosintesis seolah-olah merupakan rangkuman sederhana dari suatu proses yang sangat rumit. Cahaya biru dan ungu dengan gelombang yang lebih pendek memiliki lebih banyak foton energetik dibanding cahaya merah atau jingga dengan gelombang yang lebih panjang. 2002). fotosintesis bukanlah proses tunggal. Klorofil a berperan langsung dalam reaksi terang.Dari semua radiasi matahari yang dipancarkan..al. di mana masing-masing dikaitkan dengan panjang gelombang tertentu. perlu diketahui terlebih dahulu sifat-sifat cahaya. Kloroplast mengandung beberapa pigmen. yaitu panjang gelombang yang berada pada kisaran cahaya tampak (380-700 nm). yang masingmasing terdiri dari banyak langkah. Cahaya memiliki sifat gelombang ( wave nature ) dan sifat partikel ( particle nature ). hanya panjang gelombang tertentu yang dimanfaatkan tumbuhan untuk proses fotosintesis. Cahaya mencakup bagian dari energi matahari dengan panjang gelombang antara 390 nm sampai 760 nm dan tergolong cahaya tampak. Cahaya tampak terbagi atas cahaya merah (610-700 nm). sedangkan klorofil b tidak secara langsung berperan dalam reaksi terang. Sifat cahaya sebagai partikel biasanya diekspresikan dengan pernyataan bahwa cahaya menerpa sebagai foton atau kuanta. et. Masing-masing jenis cahaya berbeda pengaruhnya terhadap fotosintesis. Klorofil b menyerap cahaya biru dan oranye dan memantulkan cahaya kuning-hijau. Prinsip dasar penyerapan cahaya adalah bahwa setiap molekul hanya dapat menyerap satu foton . Kisaran ini merupakan porsi kecil dari kisaran sprktrum elektromagnetik. TINJAUAN PUSTAKA Dengan keberadaan cahaya. Dengan menggunakan rumus molekul. klorofil a terutama menyerap cahaya biru-violet dan merah. Air muncul pada kedua sisi persamaan itu karena 12 molekul dikonsumsi dan 6 molekul terbentuk lagi selama fotosintesis. Hal ini terkait pada sifat pigmen penangkap cahaya yang bekerja dalam fotosintesis. B. Sebagai contoh. (Campbell. yang merupakan suatu paket dikrit dari energi. bagian-bagian tumbuhan yang berwarna hijau menghasilkan bahan organik dan oksigen dari karbondioksida dan air. Untuk mengetahui bagaimana cahaya menyebabkan terjadinya fotosintesis. Kedua tahap fotosintesis ini dikenal sebagai reaksi terang ( bagian foto dari fotosintesis ) dan Siklus Calvin ( bagian sintesis ). Dengan menulis persamaan tersebut dalam bentuk ini. kita dapat merangkum fotosintesis dengan persamaan kimiawi ini : 12H2O + 6CO2 + cahaya C6H12O6 (glukosa) + 6O2 + 6H2O Karbohidrat ialah glukosa. Sebenarnya. hijau kuning (510-600 nm). kita dapat melihat bahwa perubahan kimiawi secara keseluruhan selama fotosintesis merupakan kebalikan perubahan kimiawi yang terjadi selama respirasi seluler.

Hydrilla tersebut kemudian ditimbang dan dicatat beratnya untuk semua sub acara praktikum sebanyak ulangan yang diperlukan. suhu dan PH terhadap laju fotosintesis. 3 lampu spiritus. hijau. Cara kerja pada praktikum ini adalah. B: 150 C. 3 plat asbes. dan H2SO4 1M. bagian pangkalnya ditutup dengan tangan sedangkan bagian ujungnya ditutup dengan selang plastik yang sudah dibakar. Bagian pangkal ditutup dengan Hydrilla hingga air tidak merembes keluar. erlenmeyer ditutup dengan plastik penutup. 5 statif. plastik naungan dengan penerusan cahaya berbeda. 5 termometer. Universitas Gadjah Mada. Kemudian ganggang pada pipet dimasukkan ke dalam erlenmeyer yang telah diisi air sampai batas leher. 5 gelas piala volume 1 liter. yaitu perlakuan intensitas cahaya 100%. disiapkan erlenmeyer dan diberi penutup plastik sesuai dengan perlakuannya. Kemudian alat-alat yang diperlukan adalah 1 timbangan 100g. Untuk perlakuan A dan B. dan E: 450 C. Jurusan Budidaya Pertanian. plastik penutup warna bening. es. 3. yaitu warna bening. TUJUAN Mengetahui pengaruh factor lingkungan. NaOH 1M. Ganggang dalam pipet dimasukkan ke dalam erlenmeter yang telah iisi air sampai batas leher. Sub acara B: Pengaruh Cahaya Warna.D: 300 C. 2. warna cahaya. (Benyamin. Kemudian elenmeyer tersebut dimasukkan dalam gelas piala dengan perlakuan A: 50 C. C. 25%. Fakultas Pertanian. Bahan yang digunakan adalah Ganggang Hydrilla verticillata. gelas piala diisi dengan es sedangkan untuk D dan E gelas piala diisi dengan air. serta pH meter atau kertas pH. antara lain: intensitas cahaya.pada waktu tertentu dan foton ini menyebabkan terjadinya eksitasi pada satu elektron dalam suatu molekul. Sub acara A: Pengaruh Intensitas Cahaya. pertama pipet diisi air sampai agak penuh. 5 erlenmeyer. ganggang dimasukkan dalam erlenmeyer yang telah diisi air sampai batas leher. 75 %. merah. Sub acara C: Pengaruh Suhu. merah. bagian pangkal dilepaskan dan seharusnya air tidak dapat keluar lagi. kuning. Perlakuan pada praktiku ini adalah: 1. hijau. dan biru. dan 0%. 1 pengukur waktu. METODOLOGI Praktikum Dasar-dasar Fisiologi Tumbuhan acara 1 yang berjudul Pengaruh Faktor Lingkungan Terhadap Laju Fotosintesis ini dilaksanakan di Laboratorium Ilmu Tanaman. 5 pipet volume 5 ml. kemudian diletakkan diatas tripot dan plat asbes dan dipanaskan dengan lampu spiritus. C: 250C . 3 tripot. II. 50%. kuning. Sedangkan untuk perlakuan C tergantung dari suhu air. satu warna untuk tiap erlenmeyer. Pengukuran suhu dilakukan pada air di dalam . 2008 ). dan biru.

24 0.00 0.10 0.00 0.00 0.08 0.25 0.00 1. juga dicatat volume oksigen yang dibebaskan atau volume hasil fotosintesis bersihnya.00 0.00 0.00 0.40 1.82 1.10 0. B: pH 5.08 0.00 0.05 0.00 0.00 0.00 0.00 0. A: pH 4.07 2.10 0.01 0.10 0.02 0.12 0. Hasil pengamatan dimasukkan dalam tabel hasil pengamatan.01 0.00 0.41 3. 4.75 1. Kemudian untuk perlakuan C tergantung pH air.00 PEMBAHASAN . erlenmeyer diisi dengan air sampai ¾ penuh dan diperlakukan. No.18 0.05 0.10 0.98 1.01 0. Intensitas Cahaya 2. dan dihitung laju fotosintesisnya.00 0.erlenmeyer. dengan air selalu diaduk-aduk.00 0.00 0.36 3.00 0.00 0.27 0.05 0.06 3. Perlakua n Berat Hydrilla (gram) Volume O2 HASIL PENGAMATAN Waktu (jam) Laju Fotosinte sis (ml/gr/ 1 1. Sub acara D: Pengaruh pH.00 0. PH 0% 25% 50% 75% 100% Bening Merah Kuning Hijau Biru 5 15 25 30 45 4 5 6 7 8 0.00 0.00 0.05 0.38 0.25 0.21 3.70 2.10 0.81 3.00 0. dicatat permukaan air di dalam pipet apada awal dan akhir pengamatan selama 15 menit (diulang 2x).15 0. Pengukuran pH dapat dilakukan dengan pH meter atau kertas pH.33 0. C: pH 6.00 0.19 0.00 0.95 1. D: pH 7.00 0.15 0.00 0.00 0.89 1. Dibuat grafik hubungan perlakuan dengan volume oksigen yang dibebaskan.59 IV.00 0. III.00 0.00 0.00 0.00 0. sedangkan untuk perlakuan D dan E ditambah NaOH hingga pH sesuai dengan perlakuan yang diinginkan.00 0.00 0. Suhu 4.00 0.01 2.00 jam) Rerata 0.48 1.00 0. Warna Cahaya 3.29 1.25 0.01 0. E: pH 8. Untuk semua sub acara praktikum dilakukan pengamatan yang sama yaitu.05 0.05 0.00 0.02 0.00 0. Untuk perlakuan A dan B ditambah H2SO4 sampai pH air sesuai dengan perlakuan.56 2.03 0.68 1.10 0.25 0. 2 0.00 0.13 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.34 1.00 0.

Fotosistem II terdiri dari molekul klorofil yang menyerap cahaya dengan panjang gelombang 680 nanometer. Tumbuhan menggunakan karbon dioksida dan air untuk menghasilkan gula dan oksigen yang diperlukan sebagai makanannya. Autotrof artinya dapat mensintesis makanan langsung. menuju mesofil. Reaksi terang Reaksi terang adalah proses untuk menghasilkan ATP dan reduksi NADPH2. Cahaya akan melewati lapisan epidermis tanpa warna dan yang transparan. Proses diawali dengan penangkapan foton oleh pigmen sebagai antena. Hal inilah yang disebut dengan fotosintesis. Pada respirasi. Hal ini karena panjang gelombang yang pendek menyimpan lebih banyak energi. namun sebagian besar energi dihasilkan di daun. Klorofil menyerap cahaya yang akan digunakan dalam fotosintesis. Tumbuhan menangkap cahaya menggunakan pigmen yang disebut klorofil.Tumbuhan bersifat autotrof. Fotosintesis akan menghasilkan lebih banyak energi pada gelombang cahaya dengan panjang tertentu. Reaksi kimia dalam fotosintesis dapat dituliskan sebagai berikut : 12H2O + 6CO2 + cahaya C6H12O6 (glukosa) + 6O2 + 6H2O Glukosa dapat digunakan untuk membentuk senyawa organik lain seperti selulosa dan dapat pula digunakan sebagai bahan bakar. rangkaian reaksi fotosintesis dapat dibagi menjadi dua bagian utama: reaksi terang ( memerlukan cahaya ) dan reaksi gelap ( tidak memerlukan cahaya tetapi memerlukan karbon dioksida ) a. Secara umum reaksi yang terjadi pada respirasi seluler berkebalikan dengan persamaan di atas. seperti dua baterai . Pigmen inilah yang memberi warna hijau pada tumbuhan. Cahaya hijau ini akan dipantulkan dan ditangkap oleh mata kita sehingga menimbulkan sensasi bahwa daun berwarna hijau. Proses ini berlangsung melalui respirasi seluler yang terjadi baik pada hewan maupun tumbuhan. tempat terjadinya sebagian besar proses fotosintesis. Klorofil terdapat dalam organel yang disebut kloroplas. Tumbuhan memiliki dua jenis pigmen yang berfungsi aktif sebagai pusat reaksi atau fotosistem yaitu fotosistem II dan fotosistem I. sedangkan fotosistem I 700 nanometer. Kedua fotosistem ini akan bekerja secara simultan dalam fotosintesis. Di dalam daun terdapat lapisan sel yang disebut mesofil yang mengandung setengah juta kloroplas setiap milimeter perseginya. Pada dasarnya. dan energi kimia. cahaya akan diserap oleh molekul klorofil untuk dikumpulkan pada pusatpusat reaksi. dari senyawa anorganik. Di dalam daun. Meskipun seluruh bagian tubuh tumbuhan yang berwarna hijau mengandung kloroplas. gula (glukosa) dan senyawa lain akan bereaksi dengan oksigen untuk menghasilkan karbon dioksida. air. Pigmen klorofil menyerap lebih banyak cahaya terlihat pada warna biru ( 400-450 nanometer ) dan merah ( 650-700 nanometer ) dibandingkan hijau ( 500-600 nanometer ). Permukaan daun biasanya dilapisi oleh kutikula dari lilin yang bersifat anti air untuk mencegah terjadinya penyerapan sinar matahari ataupun penguapan air yang berlebihan. Reaksi ini memerlukan molekul air.

Fotosintesis dimulai ketika cahaya mengionisasi molekul klorofil pada fotosistem II. makin banyak jumlah bahan yang dapat digunakan tumbuhan untuk melangsungkan fotosintesis. Pada saat yang sama dengan ionisasi fotosistem II. Faktor eksternal Artinya bahwa proses fotosintesis dipengaruhi oleh berbagai faktor lingkungan diantaranya : a) Intensitas cahaya Laju fotosintesis maksimum ketika banyak cahaya. Proses fotosintesis itu sendiri dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu : 1. melepaskan elektron yang ditransfer sepanjang rantai transpor elektron yang akhirnya mereduksi NADP menjadi NADPH. b) Konsentrasi karbon dioksida Semakin banyak karbon dioksida di udara. kekurangan elektron ini dipenuhi oleh elektron dari hasil ionisasi air yang terjadi bersamaan dengan ionisasi klorofil. cahaya juga mengionisasi fotosistem I. c) Suhu Enzim-enzim yang bekerja dalam proses fotosintesis hanya dapat bekerja pada suhu optimalnya. Pada tumbuhan proses biokimia yang terpicu adalah siklus Calvin yang mengikat karbon dioksida untuk membentuk ribulosa ( gula seperti glukosa ). kloroplas. d) Kadar air . Energi dari elektron ini digunakan untuk fotofosforilasi yang menghasilkan ATP. membuatnya melepaskan elektron yang akan ditransfer sepanjang rantai transpor elektron. 2. Reaksi ini disebut reaksi gelap karena tidak bergantung pada ada tidaknya cahaya sehingga dapat terjadi meskipun dalam keadaan gelap ( tanpa cahaya ). atau organ-organ lain yang berhubungan dengan proses fotosintesis. satuan pertukaran energi dalam sel. Umumnya laju fotosintensis meningkat seiring dengan meningkatnya suhu hingga batas toleransi enzim. b. Reaksi ini menyebabkan fotosistem II mengalami defisit atau kekurangan elektron yang harus segera diganti. Hasil ionisasi air ini adalah elektron dan oksigen. Pada tumbuhan dan alga. Reaksi gelap ATP dan NADPH yang dihasilkan dalam proses fotosintesis memicu berbagai proses biokimia.dalam senter yang bekerja saling memperkuat. Faktor internal Artinya bahwa fotosintesis dipengaruhi oleh faktor-faktor genetis dari tubuh tumbuhan itu sendiri misalnya pada stomata.

. Hal ini mungkin dikarenakan tumbuhan berkecambah memerlukan lebih banyak energi dan makanan untuk tumbuh. (Kurang penjelasan dari literatur tentang perbandingan hasil praktikum dengan literatur). Dari ke empat faktor di atas. laju fotosintesisnya juga bernilai 0 yang berarti tidak ada proses fotosintesis yang terjadi. Dari grafik diatas dapat diperoleh hasil bahwa pada intensitas cahaya 0%.18 ml/gr/jam. laju fotosintesis akan naik.12 ml/gr/jam. Hal ini disebabkan karena pada proses fotosintesis memerlukan cahaya matahari untuk mengubah CO2 dan H2O menjadi C6H12O6. Cahaya di sini merupakan komponen yang sangat penting dalam fotosintesis karena tanpa bantuan cahaya proses fotosintesis tidak dapat berlangsung. Tanpa adanya suhu optimum ataupun pH yang mendukung. e) Tahap pertumbuhan Penelitian menunjukkan bahwa laju fotosintesis jauh lebih tinggi pada tumbuhan yang sedang berkecambah ketimbang tumbuhan dewasa. cahaya merupakan faktor mutlak yang harus dipenuhi dalam proses fotosintesis. Hal tersebut dapat dibuktikan pada grafik di atas. Pada praktikum ini didapat grafik dari data yang diperoleh. Kadar fotosintat ( hasil fotosintesis ) Jika kadar fotosintat seperti karbohidrat berkurang. laju fotosintesis yang didapat 0. pada intensitas cahaya 50%. pada intensitas cahaya 100%. laju fotosintesis akan berkurang. tetapi untuk suhu atau pH yang kurang mendukung proses fotosintesisnya masih dapat berlangsung. maka laju fotosintesis akan semakin tinggi juga.19 ml/gr/jam. pada intensitas cahaya 75%. f) pH Tumbuhan akan berfotosintesis dengan baik pada pH netral yaitu sekitar pH 6-7 dan akan mengalami penurunan laju fotosintesis pada pH yang terlalu asam atau terlalu basa. yang paling mempengaruhi laju fotosintesis adalah faktor cahaya baik intensitas ataupun panjang gelombangnya ( warna ).Kekurangan air atau kekeringan menyebabkan stomata menutup. pada saat intensitas cahaya bernilai 0 atau tidak ada asupan cahaya sama sekali. proses fotosintesis masih dapat berlangsung hanya saja hasilnya kurang maksimal. laju fotosintesis yang didapat 0. menghambat penyerapan karbon dioksida sehingga mengurangi laju fotosintesis. semakin tinggi intensitas cahaya. hanya saja laju fotosintesisnya rendah. laju fotosintesis yang didapat 0.33 ml/gr/jam. Sedangkan untuk faktor-faktor lain seperti suhu dan pH hanya merupakan faktor pendukung terjadinya proses fotosintesis secara optimum. laju fotosintesis yang didapat 0. Jadi.27 ml/gr/jam. laju fotosintesis yang didapat 0. pada intensitas 25%. Bila kadar fotosintat bertambah atau bahkan sampai jenuh. Hasil ini sesuai dengan teori pada literatur bahwa.

maka enzim bersifat termolabil.10 ml/gr/jam. Pigmen yang berbeda menyerap cahaya pada panjang gelombang yang berbeda (Anonimous . Hal ini disebabkan karena tanaman merespon dengan baik pada warna merah dan biru. serta merefleksikan (meneruskan atau memantulkan) warna hijau. kuning dan hijau. Selain itu. Masing-masing jenis cahaya berbeda pengaruhnya terhadap fotosintesis.500 nm) dan violet (< 400 nm). akibatnya cahaya matahari tidak dapat diterima secara maksimal yang mengakibatkan laju fotosintesis menjadi terhambat. maka tanaman berwarna hijau.1991). pada suhu 45 oC didapat hasil fotosintesis 0. Sebagai contoh. pada suhu 30 oC didapat hasil fotosintesis 0.Pada grafik diatas didapat hasil bahwa pada semua perlakuan warna cahaya menunjukan nilai laju fotosintesis 0 ml/gr/jam. Apabila suhu turun. oksigen dan zat lain . langit sangat mendung. biru (410 . suhu menentukan laju difusi dari gas dan zat cair dalam tanaman.38 ml/gr/jam.700 nm). Seharusnya pada warna biru dan merah menunjukkan laju fotosintesis yang tinggi dibandingkan pada warna bening.03 ml/gr/jam. pada suhu 15 oC didapat hasil fotosintesis 0. bila kita melihat tanaman. Jadi. Karena enzim bersifat termo labil maka fotosintesis juga dipengaruhi oleh temperatur. yaitu panjang gelombang yang berada pada kisaran cahaya tampak (380-700 nm). dan optimum. Klorofil a berperan langsung dalam reaksi terang. Proses fotosintesis juga dibantu oleh enzim. Ketidaksesuaian ini dikarenakan beberapa faktor. begitu juga untuk gas-gas energi kinetik dari karbodioksida. Hal ini sesuai dengan literatur bahwa intensitas cahaya mempengaruhi laju fotosintesis. Enzim bekerja secara optimum pada kisaran suhu 20oC – 40oC. viskositas air naik. Pada graafik diatas didapatkan hasil bahwa pada suhu 5 oC didapatkan hasil laju fotosintesis 0 ml/gr/jam. Klorofil b menyerap cahaya biru dan oranye dan memantulkan cahaya kuning-hijau. maksimum. dan akan rusak bila suhu terlalu tinggi. (Kurang jelasin suhu minimum. kerja enzim akan optimum pada kisaran suhu tertentu. sedangkan klorofil b tidak secara langsung berperan dalam reaksi terang (Franklin. Cahaya tampak terbagi atas cahaya merah (610 . Kenapa tidak sesuai dengan teori). pada suhu 25 oC didapat hasil fotosintesis 0 ml/gr/jam. klorofil a terutama menyerap cahaya biru-violet dan merah. Pigmen yang terdapat pada membran grana menyerap cahaya yang memiliki panjang gelombang tertentu. Karena enzim terbuat dari protein.600 nm). (kurang menjelaskan tentang panjang gelombang pada tiap warna) Radiasi matahari dengan panjang gelombang tertentu yang dimanfaatkan tumbuhan untuk proses fotosintesis. Hal ini terkait pada sifat pigmen penangkap cahaya yang bekerja dalam fotosintesis. Kloroplast mengandung beberapa pigmen. Fotosintesis masih dipengaruhi oleh kerja enzim. Kerjanya akan berhenti pada suhu rendah. Oleh karena itu. yaitu faktor lingkungan beerupa pada saat perlakuan dilakukan.2007). Hal ini tidak sesuai dengan teori. hijau kuning (510 .

L. Mitchell. volume air tersebut akan berkurang. Pada grafik diatas didapatkan hasil bahwa pada PH 4. Jakarta. karena Hydrilla merupakan tanaman air. Laju fotosintesis merupakan parameter yang secara teoritis dapat digunakan untuk menunjukkan tingkat produktifitas tumbuhan. warna cahaya. suhu dan PH.. pada PH 7 didapat hasil laju fotosintesis sebesar 0. 2008. Reece. . Campbell. Biologi. Hal ini sesuai dengan teori yang ada. PT.01 ml/gr/jam. N. Dalam air dingin kelarutan karbodioksida dua kali lipat dari kelarutannya dalam air panas. Erlangga. DAFTAR PUSTAKA Benyamin. V. 2. intensitas cahaya.. J. Jakarta.B.A. Dasar-Dasar Fisiologi Tumbuhan. KESIMPULAN 1. 5.berubah sesuai perubahan suhu.G.Raja Grafindo Persada. Selain itu. Disini kita dapat mengambila kesimpulan bahwa semakin PH mempengaruhi laju fotosintesis pada tanaman. Semakin asam atau semakin basa laju tanaman akan semakin kecil. 6 dan 8 laju fotosintesis yang diperoleh sebesar 0 ml/gr/jam. L. Fotosintesis pada tanaman berlangsung optimum pada PH 7 atau netral. (ini masih kurang jelas) Pada percobaan kali ini menggunakan tanaman Hydrilla karena Hydrilla merupakan tanaman air sehingga berlangsungnya proses fotosintesis dapat teramati dengan cepat karena Hydrilla ini akan mengeluarkan gelembung-gelembung udara yang merupakan penanda hasil fotosintesis berupa oksigen. 2002. proses penurunan air pada pipet juga mudah diamati karena air ini merupakan salah satu bahan dalam proses fotosintesis sehingga ketika digunakan dalam proses fotosintesis. Edisi kelima Jilid 1. Laju fotosintesis dipengaruhi oleh faktor lingkungan antara lain berupa.