MAKALAH DASAR-DASAR FISIOLOGI TUMBUHAN ACARA I PENGARUH FAKTOR LINGKUNGAN TERHADAP LAJU FOTOSINTESIS

Nama

Disusun Oleh : : NISPA YUHANIS (10929) LUTFIANA NUGRAH (11479) SITI SAFFINATUNSALIS (115770 R. AHMAD MUARIF (11727)

LABORATORIUM ILMU TANAMAN JURUSAN BUDIDAYA PERTANIAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA 2011 PENGARUH FAKTOR LINGKUNGAN TERHADAP LAJU FOTOSINTESIS I. A. LATAR BELAKANG Fotosintesis adalah suatu proses biokimia yang dilakukan tubuhan, alga dan beberapa jenis bakteri untuk memproduksi energi dengan memanfaatkan energi cahaya matahari. Fotosintesis sangat penting bagi kehidupan dibumi karena hasil samping fotosintesis sebagian besar merupakan oksigen sebagai pengisi atmosfer bumi. Organisme yang menghasilkan energi dari fotosintesis disebut sebagai fototrof. Fotosintesis merupakan salah satu cara asimilasi karbon karena dalam fotosintesis karbon bebas dari CO2 diikat (difiksasi) menjadi gula sebgai molekul penyimpan energi. Tipe fotosintesis tumbuhan dibagi ke dalam tiga kelompok besar, yaitu C3, C4, dan CAM (Crassulacean Acid Metabolism). Tumbuhan C4 dan CAM lebih adaptif di daerah panas dan kering dibandingkan dengan tumbuhan C3. Namun tanaman C3 lebih adaptif pada kondisi kandungan CO 2 atmosfer tinggi. Sebagian besar tanaman pertanian, seperti padi, gandum, kentang, kedelai, kacangkacangan, dan kapas merupakan tanaman dari kelompok C3. Sedangkan yang termasuk tanaman C4 misalnya tebu, jagung dan Panicum maximum. Sedangkan salah satu contoh dari tanaman CAM adalah kaktus. PENDAHULUAN

Air muncul pada kedua sisi persamaan itu karena 12 molekul dikonsumsi dan 6 molekul terbentuk lagi selama fotosintesis. fotosintesis bukanlah proses tunggal. yang merupakan suatu paket dikrit dari energi. klorofil a terutama menyerap cahaya biru-violet dan merah. Cahaya memiliki sifat gelombang ( wave nature ) dan sifat partikel ( particle nature ). tetapi dua proses. Persamaan untuk fotosintesis seolah-olah merupakan rangkuman sederhana dari suatu proses yang sangat rumit. Klorofil a berperan langsung dalam reaksi terang. Dengan menggunakan rumus molekul. kita dapat merangkum fotosintesis dengan persamaan kimiawi ini : 12H2O + 6CO2 + cahaya C6H12O6 (glukosa) + 6O2 + 6H2O Karbohidrat ialah glukosa. Cahaya biru dan ungu dengan gelombang yang lebih pendek memiliki lebih banyak foton energetik dibanding cahaya merah atau jingga dengan gelombang yang lebih panjang.. Hal ini terkait pada sifat pigmen penangkap cahaya yang bekerja dalam fotosintesis. (Campbell. TINJAUAN PUSTAKA Dengan keberadaan cahaya.al. Sebenarnya. Prinsip dasar penyerapan cahaya adalah bahwa setiap molekul hanya dapat menyerap satu foton . Masing-masing jenis cahaya berbeda pengaruhnya terhadap fotosintesis. yang masingmasing terdiri dari banyak langkah. Cahaya mencakup bagian dari energi matahari dengan panjang gelombang antara 390 nm sampai 760 nm dan tergolong cahaya tampak. di mana masing-masing dikaitkan dengan panjang gelombang tertentu. Kisaran ini merupakan porsi kecil dari kisaran sprktrum elektromagnetik. et. perlu diketahui terlebih dahulu sifat-sifat cahaya. Untuk mengetahui bagaimana cahaya menyebabkan terjadinya fotosintesis. sedangkan klorofil b tidak secara langsung berperan dalam reaksi terang. biru (410-500 nm) dan violet (<400 nm). Dengan menulis persamaan tersebut dalam bentuk ini. 2002). hanya panjang gelombang tertentu yang dimanfaatkan tumbuhan untuk proses fotosintesis. B. Sifat cahaya sebagai partikel biasanya diekspresikan dengan pernyataan bahwa cahaya menerpa sebagai foton atau kuanta. kita dapat melihat bahwa perubahan kimiawi secara keseluruhan selama fotosintesis merupakan kebalikan perubahan kimiawi yang terjadi selama respirasi seluler. Cahaya tampak terbagi atas cahaya merah (610-700 nm). yaitu panjang gelombang yang berada pada kisaran cahaya tampak (380-700 nm). Kedua tahap fotosintesis ini dikenal sebagai reaksi terang ( bagian foto dari fotosintesis ) dan Siklus Calvin ( bagian sintesis ). bagian-bagian tumbuhan yang berwarna hijau menghasilkan bahan organik dan oksigen dari karbondioksida dan air. Sebagai contoh. hijau kuning (510-600 nm).Dari semua radiasi matahari yang dipancarkan. Kloroplast mengandung beberapa pigmen. Klorofil b menyerap cahaya biru dan oranye dan memantulkan cahaya kuning-hijau.

(Benyamin. Sub acara C: Pengaruh Suhu. kemudian diletakkan diatas tripot dan plat asbes dan dipanaskan dengan lampu spiritus. antara lain: intensitas cahaya. Sub acara A: Pengaruh Intensitas Cahaya. kuning. bagian pangkalnya ditutup dengan tangan sedangkan bagian ujungnya ditutup dengan selang plastik yang sudah dibakar. erlenmeyer ditutup dengan plastik penutup. 3 tripot. warna cahaya. 3. hijau. B: 150 C. Kemudian alat-alat yang diperlukan adalah 1 timbangan 100g. Kemudian elenmeyer tersebut dimasukkan dalam gelas piala dengan perlakuan A: 50 C. Perlakuan pada praktiku ini adalah: 1. Hydrilla tersebut kemudian ditimbang dan dicatat beratnya untuk semua sub acara praktikum sebanyak ulangan yang diperlukan. Pengukuran suhu dilakukan pada air di dalam .D: 300 C. 2. Fakultas Pertanian. Sub acara B: Pengaruh Cahaya Warna. es. Untuk perlakuan A dan B. 75 %.pada waktu tertentu dan foton ini menyebabkan terjadinya eksitasi pada satu elektron dalam suatu molekul. dan biru. Bagian pangkal ditutup dengan Hydrilla hingga air tidak merembes keluar. NaOH 1M. 3 lampu spiritus. plastik penutup warna bening. gelas piala diisi dengan es sedangkan untuk D dan E gelas piala diisi dengan air. kuning. merah. 5 erlenmeyer. 5 termometer. C. serta pH meter atau kertas pH. merah. hijau. METODOLOGI Praktikum Dasar-dasar Fisiologi Tumbuhan acara 1 yang berjudul Pengaruh Faktor Lingkungan Terhadap Laju Fotosintesis ini dilaksanakan di Laboratorium Ilmu Tanaman. pertama pipet diisi air sampai agak penuh. bagian pangkal dilepaskan dan seharusnya air tidak dapat keluar lagi. yaitu warna bening. Kemudian ganggang pada pipet dimasukkan ke dalam erlenmeyer yang telah diisi air sampai batas leher. satu warna untuk tiap erlenmeyer. plastik naungan dengan penerusan cahaya berbeda. yaitu perlakuan intensitas cahaya 100%. Ganggang dalam pipet dimasukkan ke dalam erlenmeter yang telah iisi air sampai batas leher. Sedangkan untuk perlakuan C tergantung dari suhu air. TUJUAN Mengetahui pengaruh factor lingkungan. 5 gelas piala volume 1 liter. ganggang dimasukkan dalam erlenmeyer yang telah diisi air sampai batas leher. suhu dan PH terhadap laju fotosintesis. dan biru. disiapkan erlenmeyer dan diberi penutup plastik sesuai dengan perlakuannya. 5 statif. C: 250C . II. 5 pipet volume 5 ml. Cara kerja pada praktikum ini adalah. dan E: 450 C. Universitas Gadjah Mada. 2008 ). dan 0%. 1 pengukur waktu. 25%. Jurusan Budidaya Pertanian. 3 plat asbes. 50%. dan H2SO4 1M. Bahan yang digunakan adalah Ganggang Hydrilla verticillata.

00 0.70 2.68 1.00 0.05 0. III. dengan air selalu diaduk-aduk.00 0.18 0. Untuk semua sub acara praktikum dilakukan pengamatan yang sama yaitu.00 0.00 0.15 0.02 0. dan dihitung laju fotosintesisnya.00 0.41 3.00 0.00 0.25 0.10 0.05 0.00 0.38 0.05 0.10 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0. Pengukuran pH dapat dilakukan dengan pH meter atau kertas pH.01 0.00 0.07 2. juga dicatat volume oksigen yang dibebaskan atau volume hasil fotosintesis bersihnya.34 1.01 0.03 0.01 0.15 0.25 0.erlenmeyer.05 0.00 0.27 0.56 2. PH 0% 25% 50% 75% 100% Bening Merah Kuning Hijau Biru 5 15 25 30 45 4 5 6 7 8 0.19 0. Dibuat grafik hubungan perlakuan dengan volume oksigen yang dibebaskan.24 0.00 0.10 0.00 0.00 0.82 1.05 0.98 1. Sub acara D: Pengaruh pH. Warna Cahaya 3.00 0.21 3.00 0. 2 0.08 0. Perlakua n Berat Hydrilla (gram) Volume O2 HASIL PENGAMATAN Waktu (jam) Laju Fotosinte sis (ml/gr/ 1 1.00 0.29 1. sedangkan untuk perlakuan D dan E ditambah NaOH hingga pH sesuai dengan perlakuan yang diinginkan.00 0.00 0. 4.36 3.48 1.01 0.33 0.00 0.25 0. Hasil pengamatan dimasukkan dalam tabel hasil pengamatan.00 0.00 0.00 0. A: pH 4. B: pH 5.25 0.05 0. Kemudian untuk perlakuan C tergantung pH air.00 0.00 0.00 0.10 0.00 0.40 1. D: pH 7.00 0.00 0.81 3.12 0.00 jam) Rerata 0.59 IV.00 0.75 1.00 0. Intensitas Cahaya 2.00 0.10 0.01 2.00 0.95 1.00 0.00 0. erlenmeyer diisi dengan air sampai ¾ penuh dan diperlakukan.00 0.08 0.00 0. Untuk perlakuan A dan B ditambah H2SO4 sampai pH air sesuai dengan perlakuan.02 0.06 3. C: pH 6.00 0. E: pH 8.00 PEMBAHASAN .00 1.89 1.00 0. No.10 0. Suhu 4.10 0.00 0.13 0. dicatat permukaan air di dalam pipet apada awal dan akhir pengamatan selama 15 menit (diulang 2x).

Di dalam daun. cahaya akan diserap oleh molekul klorofil untuk dikumpulkan pada pusatpusat reaksi. Autotrof artinya dapat mensintesis makanan langsung. Pada respirasi. Pada dasarnya. Tumbuhan menangkap cahaya menggunakan pigmen yang disebut klorofil. air. Meskipun seluruh bagian tubuh tumbuhan yang berwarna hijau mengandung kloroplas. Tumbuhan memiliki dua jenis pigmen yang berfungsi aktif sebagai pusat reaksi atau fotosistem yaitu fotosistem II dan fotosistem I. Hal ini karena panjang gelombang yang pendek menyimpan lebih banyak energi. Fotosintesis akan menghasilkan lebih banyak energi pada gelombang cahaya dengan panjang tertentu. sedangkan fotosistem I 700 nanometer. Klorofil terdapat dalam organel yang disebut kloroplas. Reaksi ini memerlukan molekul air. namun sebagian besar energi dihasilkan di daun.Tumbuhan bersifat autotrof. Tumbuhan menggunakan karbon dioksida dan air untuk menghasilkan gula dan oksigen yang diperlukan sebagai makanannya. gula (glukosa) dan senyawa lain akan bereaksi dengan oksigen untuk menghasilkan karbon dioksida. Reaksi kimia dalam fotosintesis dapat dituliskan sebagai berikut : 12H2O + 6CO2 + cahaya C6H12O6 (glukosa) + 6O2 + 6H2O Glukosa dapat digunakan untuk membentuk senyawa organik lain seperti selulosa dan dapat pula digunakan sebagai bahan bakar. seperti dua baterai . Klorofil menyerap cahaya yang akan digunakan dalam fotosintesis. Pigmen klorofil menyerap lebih banyak cahaya terlihat pada warna biru ( 400-450 nanometer ) dan merah ( 650-700 nanometer ) dibandingkan hijau ( 500-600 nanometer ). Fotosistem II terdiri dari molekul klorofil yang menyerap cahaya dengan panjang gelombang 680 nanometer. Permukaan daun biasanya dilapisi oleh kutikula dari lilin yang bersifat anti air untuk mencegah terjadinya penyerapan sinar matahari ataupun penguapan air yang berlebihan. dari senyawa anorganik. Kedua fotosistem ini akan bekerja secara simultan dalam fotosintesis. Di dalam daun terdapat lapisan sel yang disebut mesofil yang mengandung setengah juta kloroplas setiap milimeter perseginya. rangkaian reaksi fotosintesis dapat dibagi menjadi dua bagian utama: reaksi terang ( memerlukan cahaya ) dan reaksi gelap ( tidak memerlukan cahaya tetapi memerlukan karbon dioksida ) a. Proses ini berlangsung melalui respirasi seluler yang terjadi baik pada hewan maupun tumbuhan. Hal inilah yang disebut dengan fotosintesis. Proses diawali dengan penangkapan foton oleh pigmen sebagai antena. menuju mesofil. Cahaya akan melewati lapisan epidermis tanpa warna dan yang transparan. tempat terjadinya sebagian besar proses fotosintesis. Pigmen inilah yang memberi warna hijau pada tumbuhan. Reaksi terang Reaksi terang adalah proses untuk menghasilkan ATP dan reduksi NADPH2. Secara umum reaksi yang terjadi pada respirasi seluler berkebalikan dengan persamaan di atas. dan energi kimia. Cahaya hijau ini akan dipantulkan dan ditangkap oleh mata kita sehingga menimbulkan sensasi bahwa daun berwarna hijau.

Proses fotosintesis itu sendiri dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu : 1. makin banyak jumlah bahan yang dapat digunakan tumbuhan untuk melangsungkan fotosintesis. 2. c) Suhu Enzim-enzim yang bekerja dalam proses fotosintesis hanya dapat bekerja pada suhu optimalnya. satuan pertukaran energi dalam sel. kloroplas. Reaksi ini disebut reaksi gelap karena tidak bergantung pada ada tidaknya cahaya sehingga dapat terjadi meskipun dalam keadaan gelap ( tanpa cahaya ). Pada tumbuhan dan alga. Faktor eksternal Artinya bahwa proses fotosintesis dipengaruhi oleh berbagai faktor lingkungan diantaranya : a) Intensitas cahaya Laju fotosintesis maksimum ketika banyak cahaya. membuatnya melepaskan elektron yang akan ditransfer sepanjang rantai transpor elektron. kekurangan elektron ini dipenuhi oleh elektron dari hasil ionisasi air yang terjadi bersamaan dengan ionisasi klorofil. atau organ-organ lain yang berhubungan dengan proses fotosintesis. Umumnya laju fotosintensis meningkat seiring dengan meningkatnya suhu hingga batas toleransi enzim. d) Kadar air . Hasil ionisasi air ini adalah elektron dan oksigen. b) Konsentrasi karbon dioksida Semakin banyak karbon dioksida di udara. cahaya juga mengionisasi fotosistem I. Pada saat yang sama dengan ionisasi fotosistem II.dalam senter yang bekerja saling memperkuat. Faktor internal Artinya bahwa fotosintesis dipengaruhi oleh faktor-faktor genetis dari tubuh tumbuhan itu sendiri misalnya pada stomata. Pada tumbuhan proses biokimia yang terpicu adalah siklus Calvin yang mengikat karbon dioksida untuk membentuk ribulosa ( gula seperti glukosa ). Energi dari elektron ini digunakan untuk fotofosforilasi yang menghasilkan ATP. Reaksi ini menyebabkan fotosistem II mengalami defisit atau kekurangan elektron yang harus segera diganti. Fotosintesis dimulai ketika cahaya mengionisasi molekul klorofil pada fotosistem II. b. Reaksi gelap ATP dan NADPH yang dihasilkan dalam proses fotosintesis memicu berbagai proses biokimia. melepaskan elektron yang ditransfer sepanjang rantai transpor elektron yang akhirnya mereduksi NADP menjadi NADPH.

laju fotosintesis yang didapat 0. e) Tahap pertumbuhan Penelitian menunjukkan bahwa laju fotosintesis jauh lebih tinggi pada tumbuhan yang sedang berkecambah ketimbang tumbuhan dewasa. maka laju fotosintesis akan semakin tinggi juga. Hal ini mungkin dikarenakan tumbuhan berkecambah memerlukan lebih banyak energi dan makanan untuk tumbuh. Hal ini disebabkan karena pada proses fotosintesis memerlukan cahaya matahari untuk mengubah CO2 dan H2O menjadi C6H12O6.12 ml/gr/jam. laju fotosintesis yang didapat 0. Cahaya di sini merupakan komponen yang sangat penting dalam fotosintesis karena tanpa bantuan cahaya proses fotosintesis tidak dapat berlangsung. pada saat intensitas cahaya bernilai 0 atau tidak ada asupan cahaya sama sekali. Hal tersebut dapat dibuktikan pada grafik di atas. Dari grafik diatas dapat diperoleh hasil bahwa pada intensitas cahaya 0%. laju fotosintesis yang didapat 0.27 ml/gr/jam. . menghambat penyerapan karbon dioksida sehingga mengurangi laju fotosintesis. pada intensitas 25%.Kekurangan air atau kekeringan menyebabkan stomata menutup. f) pH Tumbuhan akan berfotosintesis dengan baik pada pH netral yaitu sekitar pH 6-7 dan akan mengalami penurunan laju fotosintesis pada pH yang terlalu asam atau terlalu basa. laju fotosintesis yang didapat 0. laju fotosintesis akan naik. Bila kadar fotosintat bertambah atau bahkan sampai jenuh. Tanpa adanya suhu optimum ataupun pH yang mendukung. laju fotosintesis yang didapat 0. yang paling mempengaruhi laju fotosintesis adalah faktor cahaya baik intensitas ataupun panjang gelombangnya ( warna ). semakin tinggi intensitas cahaya. Pada praktikum ini didapat grafik dari data yang diperoleh. (Kurang penjelasan dari literatur tentang perbandingan hasil praktikum dengan literatur). Sedangkan untuk faktor-faktor lain seperti suhu dan pH hanya merupakan faktor pendukung terjadinya proses fotosintesis secara optimum. pada intensitas cahaya 100%. tetapi untuk suhu atau pH yang kurang mendukung proses fotosintesisnya masih dapat berlangsung. cahaya merupakan faktor mutlak yang harus dipenuhi dalam proses fotosintesis. laju fotosintesisnya juga bernilai 0 yang berarti tidak ada proses fotosintesis yang terjadi. hanya saja laju fotosintesisnya rendah. Dari ke empat faktor di atas. Kadar fotosintat ( hasil fotosintesis ) Jika kadar fotosintat seperti karbohidrat berkurang.33 ml/gr/jam. Jadi. laju fotosintesis akan berkurang. pada intensitas cahaya 75%.19 ml/gr/jam. proses fotosintesis masih dapat berlangsung hanya saja hasilnya kurang maksimal. pada intensitas cahaya 50%.18 ml/gr/jam. Hasil ini sesuai dengan teori pada literatur bahwa.

kuning dan hijau. dan akan rusak bila suhu terlalu tinggi. Enzim bekerja secara optimum pada kisaran suhu 20oC – 40oC. yaitu faktor lingkungan beerupa pada saat perlakuan dilakukan. suhu menentukan laju difusi dari gas dan zat cair dalam tanaman. pada suhu 25 oC didapat hasil fotosintesis 0 ml/gr/jam. Ketidaksesuaian ini dikarenakan beberapa faktor. kerja enzim akan optimum pada kisaran suhu tertentu.03 ml/gr/jam. pada suhu 30 oC didapat hasil fotosintesis 0. Seharusnya pada warna biru dan merah menunjukkan laju fotosintesis yang tinggi dibandingkan pada warna bening. akibatnya cahaya matahari tidak dapat diterima secara maksimal yang mengakibatkan laju fotosintesis menjadi terhambat.600 nm). Pigmen yang terdapat pada membran grana menyerap cahaya yang memiliki panjang gelombang tertentu. sedangkan klorofil b tidak secara langsung berperan dalam reaksi terang (Franklin. Selain itu. pada suhu 45 oC didapat hasil fotosintesis 0. (kurang menjelaskan tentang panjang gelombang pada tiap warna) Radiasi matahari dengan panjang gelombang tertentu yang dimanfaatkan tumbuhan untuk proses fotosintesis.500 nm) dan violet (< 400 nm).Pada grafik diatas didapat hasil bahwa pada semua perlakuan warna cahaya menunjukan nilai laju fotosintesis 0 ml/gr/jam. Klorofil b menyerap cahaya biru dan oranye dan memantulkan cahaya kuning-hijau. Hal ini terkait pada sifat pigmen penangkap cahaya yang bekerja dalam fotosintesis. klorofil a terutama menyerap cahaya biru-violet dan merah. Klorofil a berperan langsung dalam reaksi terang. maka enzim bersifat termolabil. (Kurang jelasin suhu minimum. yaitu panjang gelombang yang berada pada kisaran cahaya tampak (380-700 nm). Fotosintesis masih dipengaruhi oleh kerja enzim. Cahaya tampak terbagi atas cahaya merah (610 .10 ml/gr/jam. pada suhu 15 oC didapat hasil fotosintesis 0. langit sangat mendung. Karena enzim bersifat termo labil maka fotosintesis juga dipengaruhi oleh temperatur.1991). begitu juga untuk gas-gas energi kinetik dari karbodioksida. biru (410 . serta merefleksikan (meneruskan atau memantulkan) warna hijau. viskositas air naik.38 ml/gr/jam. Hal ini sesuai dengan literatur bahwa intensitas cahaya mempengaruhi laju fotosintesis. Pigmen yang berbeda menyerap cahaya pada panjang gelombang yang berbeda (Anonimous . hijau kuning (510 . Kenapa tidak sesuai dengan teori). Karena enzim terbuat dari protein.700 nm). Jadi.2007). Pada graafik diatas didapatkan hasil bahwa pada suhu 5 oC didapatkan hasil laju fotosintesis 0 ml/gr/jam. Kerjanya akan berhenti pada suhu rendah. Sebagai contoh. Oleh karena itu. Proses fotosintesis juga dibantu oleh enzim. Hal ini disebabkan karena tanaman merespon dengan baik pada warna merah dan biru. Masing-masing jenis cahaya berbeda pengaruhnya terhadap fotosintesis. Hal ini tidak sesuai dengan teori. Kloroplast mengandung beberapa pigmen. bila kita melihat tanaman. dan optimum. maksimum. oksigen dan zat lain . Apabila suhu turun. maka tanaman berwarna hijau.

Dalam air dingin kelarutan karbodioksida dua kali lipat dari kelarutannya dalam air panas.. (ini masih kurang jelas) Pada percobaan kali ini menggunakan tanaman Hydrilla karena Hydrilla merupakan tanaman air sehingga berlangsungnya proses fotosintesis dapat teramati dengan cepat karena Hydrilla ini akan mengeluarkan gelembung-gelembung udara yang merupakan penanda hasil fotosintesis berupa oksigen. PT. Dasar-Dasar Fisiologi Tumbuhan. Campbell. Jakarta. 2.. suhu dan PH. L. volume air tersebut akan berkurang.A. L. Edisi kelima Jilid 1. intensitas cahaya.G. N. Reece.01 ml/gr/jam. J. Biologi. 2008. Disini kita dapat mengambila kesimpulan bahwa semakin PH mempengaruhi laju fotosintesis pada tanaman. Jakarta. proses penurunan air pada pipet juga mudah diamati karena air ini merupakan salah satu bahan dalam proses fotosintesis sehingga ketika digunakan dalam proses fotosintesis. Fotosintesis pada tanaman berlangsung optimum pada PH 7 atau netral. karena Hydrilla merupakan tanaman air. V. 2002. DAFTAR PUSTAKA Benyamin. Erlangga. Laju fotosintesis merupakan parameter yang secara teoritis dapat digunakan untuk menunjukkan tingkat produktifitas tumbuhan. Pada grafik diatas didapatkan hasil bahwa pada PH 4. Selain itu.berubah sesuai perubahan suhu. 6 dan 8 laju fotosintesis yang diperoleh sebesar 0 ml/gr/jam. . warna cahaya. Laju fotosintesis dipengaruhi oleh faktor lingkungan antara lain berupa. Hal ini sesuai dengan teori yang ada. 5.Raja Grafindo Persada. Semakin asam atau semakin basa laju tanaman akan semakin kecil. KESIMPULAN 1.B. pada PH 7 didapat hasil laju fotosintesis sebesar 0. Mitchell.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful