Globalisasi dalam dunia komunikasi saat ini telah terasa begitu nyata.

Pesatnya perkembangan teknologi komunikasi membawa kita ke sebuah era di mana kita dapat berkomunikasi dengan orang lain di belahan bumi mana pun, kapan pun, secara seketika itu juga. Tak dapat disangkal, kita memang sedang berada pada masa global village seperti yang diungkapkan oleh Marshall McLuhan, pakar media dari University of Toronto. McLuhan membagi sejarah kehidupan manusia ke dalam empat periode,1 yakni tribal age, literate age, print age, dan electronic age. Periode-periode tersebut ia bagi berdasarkan pada perkembangan teknologi komunikasi yang dimiliki manusia. Dalam tribal age, manusia hanya mengandalkan indera pendengaran dalam berkomunikasi. Pada masa itu, komunikasi dilakukan berdasarkan pada narasi, cerita, dongeng tuturan dan sejenisnya. Manusia hanya mengandalkan kemampuan lisannya untuk berkomunikasi. Hal tersebut dapat dipahami karena pada masa itu, manusia belum mengenal gambar atau tulisan, sehingga kemampuan visual manusia belum banyak diandalkan dalam komunikasi. Dalam perkembangan selanjutnya, setelah ditemukannya huruf, cara manusia berkomunikasi banyak berubah. Pada literate age, indera penglihatan menjadi dominan pada masa ini. Manusia tidak lagi mengandalkan tuturan, tetapi tulisan dalam berkomunikasi. Penemuan mesin cetak kemudian memberi warna lain kepada cara manusia berkomunikasi. Pada print age, komunikasi manusia menjadi lebih rumit dari sebelumnya. Kemunculan komunikasi massa beserta efeknya terhadap khalayak begitu menarik bagi para ilmuwan sosial sehingga akhirnya terlahir ilmu-ilmu yang mengaji masalah tersebut. Dari sini, pada abad 19, muncul Science of the press di Inggris, Science de la Presse di Perancis, Dagbladwetenchap di Belanda, dan Zeitungswissenschaft di Jerman, yang semuanya berarti ilmu persurakabaran. Karl Bucher adalah orang pertama yang mengajarkan ilmu mengenai persuratkabaran di tingkat universitas pada tahun 1884. Dalam perkembangannya, Zeitungswissenschaft berubah menjadi publisistik. Ilmu-ilmu itulah yang kelak menyusun ilmu komunikasi yang ada saat ini.

dan internet adalah tanda dimulainya sebuah era baru dalam komunikasi. dan sahabat karib. teori belajar sosial. radio. Setidaknya. Teori Norma Budaya yang digagas Melvin DeFleur menjelaskan bahwa media massa melalui penyajiannya yang selektif dan penekanannya pada tema-tema tertentu. VCR. Teori belajar sosial (social learning theory) yang ditampilkan Albert Bandura ini mengaji proses belajar melalui media massa sebagai tandingan terhadap proses belajar secara tradisional. Apabila Karl Marx memiliki pandangan bahwa sejarah ditentukan oleh kekuatan produksi. Dari keempat era tersebut. pada masa di mana ruang dan waktu tidak lagi menjadi masalah yang serius dalam komunikasi: electronic age. McLuhan hendak menjelaskan adanya determinisme teknologi. Dalam hal ini. televisi. Menurutnya. guru. komputer. dan teori agenda setting.Berbagai alat elektronik. maka menurut McLuhan eksistensi manusia ditentukan oleh perubahan mode komunikasi. Media massa pada hakikatnya telah benar-benar mempengaruhi cara kita berpikir. perilaku individual biasanya dipandu oleh norma-norma budaya mengenai suatu hal tertentu maka media komunikasi secara tidak langung akan memengaruhi perilaku. Dalam era ini. seperti telegram. ada tiga teori yang bisa menjelaskan fenomena tersebut. Di sinilah kita berada saat ini. penemuan atau perkembangan dalam teknologi komunikasi memiliki kekuatan untuk mengubah kebudayaan manusia. dan bertindak. teori-teori tersebut tetap tidak kehilangan peminatnya. Tak hanya pola komunikasi pribadi yang berubah. Meski banyak pihak yang menepis anggapan bahwa efek media massa dapat sedemikian dahsyatnya. . kitalah yang dikendalikan oleh media massa. Oleh kerena itu. kita pun selalu diterpa oleh derasnya arus informasi melalui media massa sehingga timbul adanya rasa ketergantungan kita terhadap media massa. bersikap. antara lain teori norma budaya. media massa dianggap sebagai agen sosialisasi yang utama di samping keluarga. Bahkan dalam tahap tertentu. menciptakan kesan-kesan pada khalayak di mana norma-norma budaya umum mengenai topik yang diberi bobot itu dibentuk dengan cara tertentu. Ada beragam teori yang menjelaskan hal tersebut. telepon. faximile. komunikasi massa pun ikut dipengaruhi oleh teknologi komunikasi tersebut.

kaum postmodernis selalu berusaha untuk menunjukkan betapa rapuhnya the One dan betapa berharganya the plurals. Istilah tersebut dibenturkan terhadap the plurals yang berarti sistem-sistem kecil yang bersifat jamak. sentral. maka media itu akan mempengaruhi khalayak untuk menganggapnya penting. Shaw mengatakan bahwa jika media memberikan tekanan pada suatu peristiwa. menentukan arah hidup atau sejarah. adalah sesuatu yang sangat vital. L. Mc Combs dan D. Lewat dekonstruksi. Pendekatan yang dilakukan kaum postmodernis ini agaknya dapat dijadikan sebuah cara untuk memandang globalisasi yang merupakan bagian dari modernisme. Rasio dipandang sebagai kekuatan tunggal yang menentukan segala-galanya. Dalam sejarah filsafat. Humanisme berpandangan bahwa rasion manusia merupakan kekuatan yang dimiliki oleh manusia untuk memahami realitas. sejak zaman renaissance. dapat dianggap sebuah semangat untuk maju. telah terjadi dominasi atau kolonialisasi yang halus dan diam-diam dalam semua aspek kehidupan manusia yang dilakukan oleh the one terhadap the plurals. nilai-nilai lokal atau adat seolah semakin terkikis oleh perkembangan zaman. Di Indonesia. Pengakuan atas rasio ini berimplikasi terhadap pengakuan harkat dan martabat manusia. The One adalah sebuah konsep yang digunakan oleh penganut aliran postmodernisme untuk menyatakan sistem-sistem besar yang bersifat tunggal. politik. Rasio. E.5 Konsekuensi logis yang . arsitektur bergaya Barat dianggap lebih berkualitas dibandingkan dengan arsitektur tradisional seperti Jawa atau Batak. teori agenda setting yang pertama kali diungkapkan oleh M. The one identik dengan kebudayaan barat. modernisme menyertai perkembangan humanisme. memecahkan persoalan. paling utama dalam membentuk wajah peradaban umat manusia. Dalam konteks kajian budaya.4 Contohnya saja dalam bidang arsitektur.Sementara itu. Manusia dengan rasionya adalah subjek yang memberi bentuk pada realitas dan menjadi pusat kehidupan dari dunia ini. media seolah memainkan peran dalam membuat the One menjadi semakin dianggap penting dan dapat dijadikan referensi nilai-nilai universal. dan mengendalikan sistem sosial. membangun pengetahuan. Modernisme dalam perspektif kaum posmodernis. dominan. Menurut pandangan para postmodernis. dalam perspektif kaum modernis. dan budaya.

Bagi Jacques Lacan. Pada ideologi roman. perlengkapan dapur. tersusunlah sebuah hierarki mengenai tata urutan narasi-narasi besar kaum modernisme. dan seterusnya. meminum minuman khusus. kapitalisme yang ditunjang oleh globalisasi pada akhirnya menciptakan sebuah pola masyarakat materialis konsumtif yang tersusun atas kelas-kelas. memakan macam makanan tertentu. dan kontrol sosial dilabuhkan pada kebutuhan-kebutuhan baru yang telah dihasilkan. logika tersebut menimbulkan kecenderungan untuk melupakan dampak lingkungan dari pemakaian sumber daya alam yang tak terbarukan tersebut. Dalam dunia industri. Herbert Marcuse mengembangkan deretan argumen tersebut untuk menunjukkan bahwa ideologi konsumerisme mendorong kebutuhan palsu dan bahwa kebutuhan ini bekerja sebagai satu bentuk kontrol sosial. Akhirnya. orang-orang mengenali diri mereka di dalam komoditas mereka. . Menurut Marcuse. menggunakan barang-barang khusus. cinta membuat kita lengkap. ideologi konsumerisme ini bekerja layaknya ideologi roman di zaman barok. perangkat hi-fi. mengenakan tipe pakaian tertentu. rumah bertingkat.muncul dari anggapan tersebut adalah bahwa manusia yang ‘tidak rasional’ berada di luar hitungan dan terpinggirkan dari kekuasaan. Logika yang dipakai adalah dengan menggunakan biaya serendah mungkin menghasilkan keuntungan sebanyak mungkin. Tak salah apabila ada anggapan yang menyatakan bahwa kapitalisme ikut andil dalam menciptakan masalah-masalah global seperti efek rumah kaca. Dalam bidang gaya hidup. manusia menganggap bahwa cinta adalah solusi bagi semua problem. mereka menemukan jiwa mereka di dalam mobil. pengiklan mendorong kebutuhan palsu – misalnya untuk menjadi orang tertentu. terutama yang memanfaatkan sumber daya alam yang tak terbarukan. cinta membuat kita utuh. Salah satu puncak narasi-narasi besar itu adalah kapitalisme. telah berubah. Menurutnya. kapitalisme yang bermula dari liberalisme mengagungkan kebebasan individu dalam memanfaatkan segenap kemampuannya untuk mencari laba sebesar-besarnya. Seperti diketahui. cinta membuat kita penuh. Mekanisme tradisional yang mengikatkan individu pada masyarakatnya.

Negara Indonesia bangkit melalui rasa kesetiakawanan sosial.Seperti pencarian akan cinta. konsumsi akan membuat kita diliputi kebahagiaan. Secara kultural dan historis. Nyatalah bahwa pola-pola konsumsi akhirnya memelihara dan menghadirkan rasa individualitas. ia berpendapat bahwa meskipun aturan kelas itu pada akhirnya bersifat ekonomi. Pierre Bourdieu memiliki pendapat mengenai konsumerisme dalam konteks penggunaan konsumerisme untuk tujuan pembedaan sosial. . Sementara itu. Bordieu tidak hanya ingin menunjukkan bahwa kelas-kelas yang berbeda memiliki gaya hidup yang berbeda. dan lain-lain. Ada yang akan tergusur.9 Kelas-kelas dalam masyarakat materialis konsumtif tersebut lambat laun menciptakan kesenjangan kelas yang berbahaya bagi kesatuan bangsa Indonesia yang dibangun berlandaskan rasa kesetiakawanan sosial. bentuk yang diambil bersifat kultural. Ia pun menyatakan bahwa pembedaan-pembedaan kelas tersebut menciptakan legitimasi bentuk-bentuk kekuasaan dan dominasi yang akhirnya berakar pada ketidakadilan ekonomi. Dengan kata lain. cenderung secara sadar maupun tidak. tak ada salahnya menyimak apa yang disampaikan Goenawan Mohamad dalam salah satu Catatan Pinggirnya10: Modernisasi pada akhirnya memang suatu permainan kekuatan. ada yang akan menggusur. 7 Konsumsi dianggap sebagai jawaban bagi semua problem kita. Ia berpendapat bahwa budaya hidup atau gaya hidup adalah suatu arena penting bagi pertarungan di antara pelbagai kelompok dan kelas sosial. Ideologi konsumerisme bisa dilihat sebagai salah satu strategi pengalihan. selera-selera yang berbeda dalam budaya. konsumsi bakal membuat kita utuh lagi. Menurut Lacan. konsumsi mengandaikan adanya ketidaklengkapan – sesuatu yang hilang – dalam diri kita. Konsumsi. Mengenai hal tersebut. mengisi suatu fungsi sosial sebagai legitimasi perbedaan-perbedaan sosial. konsumsi akan membuat kita lengkap kembali. pada mulanya. ada yang telantar lemah. Ada yang menang. Toh. konsumsi akan membuat kita penuh kembali. Dalam analisisnya. salah satu contoh mengenai pencarian yang tiada akhir. hal ini bertentangan dengan nilai-nilai bangsa Indonesia yang menitikberatkan pada rasa kekeluargaan.

globalisasi adalah sebuah istilah yang memiliki hubungan dengan peningkatan keterkaitan dan ketergantungan antarbangsa dan antarmanusia di seluruh dunia melalui perdagangan. Pendek kata. budaya populer. Riza Noer Arfani. Globalisasi Apa yang sebenarnya dimaksud dengan globalisasi? Ada beragam definisi yang dapat kita temukan berkaitan dengan pertanyaan tersebut. wikipedia menambahkan bahwa globalisasi mempunyai banyak karakteritik yang sama dengan internasionalisasi sehingga kedua istilah tersebut sering dipertukarkan. antarkelompok.11 Dalam pengertian tersebut. hak asasi manusia dan lingkungan hidup. pertukaran dan perkembangan ide-ide mengenai demokratisasi.” kata Tagore tentang dunia modern Globalisasi – yang terjadi karena kemajuan teknologi dan kapitalisme – sebagai bagian dari modernisasi ibarat pedang bermata dua. terkait. II. Lalu. Globalisasi adalah suatu proses di mana antarindividu. Ada dampak positif yang dapat kita petik sementara di sisi lain ada dampak negatif yang mengancam kita. sebagaimana pasir hanyut berbahaya bagi si gajah. Namun. istilah globalisasi sering dikaitkan dengan berkurangnya peran negara atau batas-batas negara. komunitas domestik atau lokal kini adalah bagian dari rantai perdagangan. Dalam situs wikipedia. .Tapi jangan salah kira: di zaman seperti ini. dan mempengaruhi satu sama lain yang melintasi batas negara. pertukaran ide dari perusahaan transnasional. Arfani menyatakan bahwa pertukaran barang dan jasa. dan berbagai fenomena human trafficking yang melintas batasbatas lokalitas dan nasional kini merupakan fenomena umum yang berlangsung hingga ke tingkat komunitas paling lokal sekalipun. migrasi. dan bentuk-bentuk interaksi yang lain sehingga batas-batas suatu negara menjadi semakin sempit. investasi. “Yang lemah berbahaya bagi yang kuat. bagaimana seharusnya bangsa Indonesia menyiasati arus globalisasi ini? Dalam bab-bab selanjutnya. Sementara itu. akademisi Hubungan Internasional Universitas Gajah Mada (UGM) menyatakan globalisasi adalah kecenderungan umum terintegrasinya kehidupan masyarakat domestik/lokal ke dalam komunitas global di berbagai bidang Untuk memperjelas pengertiannya tersebut. perjalanan. penulis akan berusaha memaparkan bagaimana relevansi Pancasila dalam arus globalisasi. yang lemah tak akan tinggal jadi gurun. bergantung. dan antarnegara saling berinteraksi.

Tabb mengatakan bahwa untuk menilai globalisasi. Pada proses ini. ilmu dan teknologi. Masalah globalisasi yang saat ini kita hadapi bukan hanya eksploitasi kaum buruh pada negara dunia ketiga ataupun kerusakan lingkungan.” Slamet Sutrisno memiliki pandangan yang sama dengan Tabb. perlu dipertimbangkan norma-norma kultural yang dihasilkan oleh proses globalisasi kontemporer. Ini bukan saja soal ekonomi tapi bahkan meningkatnya saling ketergantungan sosial dan budaya dari desa global yang minum Coke dan menonton Disney. Semua itu akan bermuara pada matra sosial budaya sehingga sering kali dikatakan bahwa bangsa-bangsa kini hidup dalam zaman globalisasi budaya atau kebudayaan. Dikatakan akulturasi apabila proses tersebut berlangsung dengan mulus sampai ke sisi dalam kehidupan masyarakat. yang selanjutnya berproses dalam akulturasi atau sinkretisme. Sebaliknya. Menurutnya. Bila dikatakan globalisasi budaya maka hal itu akan melibatkan dimensi nilai-nilai kehidupan manusia. Globalisasi pada bidang ekonomi melahirkan negara-negara industri raksasa dan korporasi perdagangan raksasa yang di sisi lain memarjinalkan negara-negara miskin. globalisasi mencakup mata kehidupan yang amat luas dengan berbagai dampaknya yang mendalam. “istilah tersebut berarti sebuah proses saling keterhubungan antar negara dan masyarakat. berlangsung pula gerak saling memengaruhi di bidang nilai antara bangsa yang satu dengan yang lainnya. Globalisasi budaya menyebabkan dunia dewasa ini dalam keadaan kacau. Pengaruh-pengaruh globalisasi yang demikianlah yang kerap kali dianggap mengkhawatirkan. Menurut Tabb. Globalisasi tidak hanya berkaitan dengan bidang ekonomi. definisi globalisasi merupakan sebuah kategori luas yang mencakup banyak aspek dan makna. Globalisasi dalam bidang polirik mengakibatkan semakin berkurangnya kekuasaan negara karena perkembangan ekonomi dan budaya global. tetapi sekaligus berkaitan dengan matra filsafat dan ideologi. Ini adalah gambaran bagaimana kejadian dan kegiatan di satu bagian dunia memiliki akibat signifikan bagi masyarakat dan komunitas di bagian dunia lainnya. apabila hanya mencapai lapis-lapis luarnya maka hal itu disebut sinkretisme. tetapi juga proses dehumanisasi. .Menurut Tabb seperti dikutip Harjoko Sangganagara. Ia pun menggambarkan secara umum dampak dari globalisasi terhadap sebuah kebudayaan.

Wibowo mengiaskan demokrasi dan kapitalisme sebagai dua obat mujarab yang dipaksakan untuk sekali tenggak. televisi telah menjadikan dunia terasa sempit sekaligus selera manusia semakin terseragamkan. Konsep-konsep Barat. paradoks lain yang dimunculkan oleh globalisasi adalah munculnya kesenjangan yang semakin besar antara negara-negara maju dan negara-negara berkembang. Menurutnya. Dalam tahapan yang lain. . seperti dikutip Imam menyatakan bahwa globalisasi tidak lain adalah suatu mitos yang memang diperlukan (a necessary myth) untuk ekspansi kapitalisme secara internasional. dan kemajuan teknologi. Naisbitt mencontohkan runtuhnya negara Uni Soviet akibat munculnya sub budaya etnis. Sementara itu.” Jalan keluar yang ditawarkan oleh G-7 tersebut seolah menandaskan bahwa rasionalisme Barat adalah satu-satunya solusi untuk menyelesaikan masalah yang menimpa negara-negara berkembang. demokrasi tidak dapat dilepaskan dari kapitalisme. Wibowo mengutip Thomas Friedman yang menyatakan bahwa manusia sekarang menuntut pasar bebas yang sebebas-bebasnya agar mereka dapat berbisnis dengan siapa pun di seluruh dunia. begitu pula sebaliknya. Hirst dan Thompson. kemudian menjelma menjadi suatu hal yang taken for granted. Dalam hal ini. Naisbitt seperti dikutip Sangganagara menyatakan adanya suatu paradoks yang menimbulkan efek diferensiasi dan sekaligus homogenisasi. Untuk memperlihatkan terjadinya efek diferensiasi. Untuk menjelaskan argumennya tersebut.Dalam globalisasi budaya. seperti kapitalisme dan demokrasi Barat. “globalisasi adalah sumber dari peningkatan mutu hidup yang merupakan buah dari perdagangan. Hal yang menarik lainnya adalah bahwa kesenjangan serupa terjadi pula di dalam negara-negara tersebut yang melibatkan kelas-kelas sosial dalam masyarakat. Dampaknya. G-7 dalam pertemuan mereka di Lyon pada akhir Juni 1996 menyatakan bahwa. negara-negara berkembang sudah seharusnya melakukan penyesuaian untuk meningkatkan kompetisi dan usaha khusus untuk menghapus ketidaksetaraan. Untuk itu. kemiskinan menjadi masalah pokok yang harus diatasi oleh dunia. Dalam hal ini. efek homogenisasi terjadi berkaitan dengan pengaruh komunikasi yang semakin intens. Soviet yang semula terdiri dari beragam etnis terpecah menjadi negara-negara baru yang dibangun atas dasar nilai-nilai budaya etnis. investasi internasional. Globalisasi tak lagi dapat dipisahkan dari nafas kapitalisme.

Jika pembangunan ekonomi meningkat. deregulasi. Dalam perkembangan sejarah umat manusia. peningkatan kesenjangan antara kaya dan miskin yang pada gilirannya meningkatkan ketegangan sosial dalam suatu masyarakat. masuknya modal asing kuat ke dalam sektorsektor publik negara-negara berkembang. Ketika kaum borjuis semakin kaya dan semakin terancam oleh pajak yang ditarik oleh raja yang gila perang. menurut Friedman. Menurut Amy Chua. Rasa iri hati dari pihak kelompok mayoritas menyebabkan kemarahan yang kemudian disalurkan melalui mekanisme seperti pemilihan umum. Dalam masa inilah kita berada. dan hancurnya kehidupan buruh dan keluarganya . dan pembangunan ekonomi. Globalisasi dalam bentuk liberalisasi perdagangan. Sebagai kompromi dilahirkan sistem monarki konstitusional dengan memberi kekuasaan yang sebanding dengan parlemen untuk melindungi kepentingan kaum borjuis. ada anggapan bahwa kapitalisme muncul terlebih dahulu dibanding demokrasi. privatisasi sektor-sektor publik dan merajanya keuangan global di atas sektorsektor ekonomi lainnya. kapitalisme dipakai dengan baik oleh kelompok minoritas sementara demokrasi akan dipakai sebagai alat oleh kelompok mayoritas. kemenangan kelompok mayoritas dijamin. maka kemakmuran akan mendorong pluralisme dan liberalisme politik. dalam sebuah negara yang terdiri antara kelompok minoritas dan kelompok mayoritas. Pendek kata. ada pula pandangan yang menyatakan bahwa bagi sebuah negara berkembang. Dalam sistem demokrasi. mereka bergerak dan melawan kecenderungan ini. Namun. perdagangan. “Globalisasi mendorong perniagaan. Chua menyatakan bahwa kekacauan global saat ini berakar dari pertemuan dan kapitalisme itu. menggabungkan kapitalisme dan demokrasi adalah sebuah bahaya besar sehingga mereka harus memilih salah satu. Semakin luas liberalisasi politik akan mempercepat demokratisasi. telah mengakibatkan dampak-dampak negatif yang dahsyat: hancurnya industri-industri domestik yang masih lemah di banyak negara berkembang.” Friedman menggandengkan jalan kapitalisme dan jalan demokrasi sebagai strategi terbaik untuk mendatangkan kemakmuran dan kebahagiaan.Hal tersebut muncul dari dunia saat ini yang tengah dilanda demokrasi yang pada ujungnya menuntut pasar bebas yang sebebas-bebasnya. Kelompok minoritas ini adalah kelompok kaya raya yang muncul berkat sistem ekonomi pasar.

Manusia hidup dalam suasana kerjasama. ia adalah organisasi pokok dari kekuasaan politik. Secara langsung. baik oleh individu dan golongan atau asosiasi. Negara adalah alat dari masyarakat yang mempunyai kekuasaan untuk mengatur hubungan-hubungan manusia dalam masyarakat dan menertibkan gejala-gejala kekuasaan dalam masyarakat. hal tersebut dapat menggusur apa yang sebelumnya menjadi tujuan utama negara. supaya tidak menjadi antagonisme yang membahayakan. maupun oleh negara sendiri. sekaligus suasana antagonistis dan penuh pertentangan. Tujuan negara Indonesia sebagai tercantum di dalam Undang-Undang Dasar 1945 ialah untuk membentuk suatu pemerintahan Negara Indonesia yang melindungi segenap . yakni melindungi masyarakat Indonesia sekaligus meningkatkan kesejahteraan umum. Negara adalah organisasi yang dalam suatu wilayah dapat memaksakan kekuasaannya secara sah terhadap semua golongan kekuasaan lainnya dari kehidupan bersama itu. (b) mengorganisir dan mengintegrasikan kegiatan manusia dan golongan-golongan ke arah tercapainya tujuan-tujuan dari masyarakat seluruhnya. III. Dalam rangka ini boleh dikatakan bahwa negara mempunyai dua tugas: (a) mengendalikan dan mengatur gejala-gejala kekuasaan yang asosial. yakni yang bertentangan satu sama lain. bagi Indonesia. Negara menentukan bagaimana kegiatan asosiasi asosiasi kemasyarakatan disesuaikan satu sama lain dan diarahkan kepada tujuan nasional. Dengan demikian ia dapat mengintegrasikan dan membimbing kegiatan-kegiatan sosial dari penduduknya ke arah tujuan bersama. Negara menetapkan tujuan-tujuan dari kehidupan bersama itu. Negara Indonesia dan Pancasila Negara merupakan integrasi dari kekuasaan politik.karena migrasi industri dan kapital tanpa batas ke wilayah dan negara yang menawarkan banyak kemudahan dan keringan bagi kapital transnasional. Negara menetapkan cara-cara dan batas-batas sampai di mana kekuasaan dapat digunakan dalam kehidupan bersama itu.

Dapat disimpulkan bahwa tujuan yang hendak dicapai oleh Negara Indonesia akan diusahakan dengan berpedoman terhadap Pancasila. naskah Pancasila diselesaikan pada 22 Juni 1945 dalam Piagam Jakarta dengan pengubahan urutan sila-silanya. Dalam hal ini. Pancasila berfungsi sebagai suatu ideologi yang mendasari cara hidup masyarakat Indonesia dalam segala aspek kehidupan. Pada akhirnya. Secara historis. Menurutnya. sila utama Soekarno adalah persatuan Indonesia. walau bagaian-bagiannya merasa punya komunitas sendiri. Pada mulanya. Sila kedua dibuat Soekarno untuk merangkum nasionalisme versi Indonesia. Hal ini menerangkan tujuan negara untuk tidak hanya memerhatikan kesejajaran politik masyarakatnya. Terakhir. dan mufakat. Soekarno mengajukan gagasan Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. nasionalisme yang tidak didasarkan kepada chauvinisme sempit. perlu terlebih dahulu dipahami makna historis dan filosofis dari Pancasila. perdamaian abadi dan keadilan sosial dengan berdasarkan kepada Ketuhanan Yang Mahaesa. persatuan Indonesia. Pancasila pertama kali muncul sebagai konsep dasar negara Soekarno pada sidang pertama Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Oleh karena itu. mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. negara harus dijalankan dengan prinsip perwakilan.bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum. tetapi kepada internasionalisme atau kemanusiaan yang lapang. Elson memaparkan bagaimana kelahiran Pancasila. Hal ini menandakan bahwa bangsa Indonesia menjunjung keterbukaan. mereka hanyalah sebagian kecil dalam kesatuan. namun juga kesejajaran dalam bidang ekonomi. Soekarno mengusulkan sila keadilan sosial. Yang ketiga. . untuk menerapkannya dalam kehidupan kita. Indonesia didasarkan pada geopolitik takdir Tuhan yang Mahakuasa dan abadi. musyawarah. Keempat. kemanusiaan yang adil dan beradab. Hal ini melambangkan dunia spiritual yang kuat serta kolektivitas bangsa Indonesia sebagai umat manusia yang diciptakan Tuhan. dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Indonesia telah sealu ada secara alami.

dengan melihat lebih dekat pada bagaimana sistem ekonomi berfungsi. Sifat individualisme inilah yang menjadi asas demokrasi barat dan membangunkan kapitalisme modern dan imperialisme perekonomian dan politik. Pasar bebas selalu membuat pilihan terbaik dan akan membentuk masyarakat yang paling sempurna. Menurut Chomsky. akan menyebabkan produk terbaik dan harga terbaik mengemuka untuk kebaikan semua orang. Menurut Hatta. Pada akhirnya sistem pasar bebas hanya menguntungkan individu-individu tertentu.Menurut Soediman Kartohadiprodjo seperti diungkapkan Sutrisno. Dalam Pancasila terdapat suatu kesatuan dalam perbedaan dan perbedaan dalam kesatuan. siapa yang membayar pajak. dan bagaimana uang pajak dibelanjakan. sedangkan di bidang ekonomi berlaku kedaulatan kaum pemodal. Di Amerika. Hal tersebut muncul dalam Pancasila sebagai representasi dari nilai-nilai adat di antara suku-suku yang ada di Indonesia. Setiap suku rupanya memang selalu menerapkan asas kekeluargaan yang tercermin dalam bagaimana anggota suku menjalani kesehariannya. Hatta menawarkan pilihan untuk membangun demokrasi berdasarkan paham kebersamaan dan kekeluargaan. Semua masalah ekonomi dikatakan akan sembuh dengan memfungsikan pasar bebas yang melalui persaingan alamiah. Hatta pernah berpendapat tentang demokrasi Barat yang merupakan kondisi yang memengaruhi sistem pasar bebas. Untuk itu. penyebab terjadinya hal ini adalah dibangunnya demokrasi berdasarkan kepada individualisme. Cogswell memaparkan pendapat Chomsky mengenai sistem pasar bebas di Amerika. sistem pasar bebas diperlakukan sebagai prinsip yang sakral. Tengoklah bagaimana sistem pasar bebas bekerja sebagai produk dari kapitalisme. Pendapat Hatta yang dimuat di koran Daulat Ra’jat pada 20 September 1931 itu rupanya masih relevan hingga saat ini mengingat bagaimana efek dari apa yang Hatta sebut ‘kepincangan’ demokrasi Barat. khususnya . Berkaitan dengan hal tersebut. Menurutnya. demokrasi Barat hanya memberikan kedaulatan rakyat di bidang politik saja. Hal tersebut tentu sangat berseberangan dengan pandangan kapitalis. tersingkaplah kenyataan bahwa sistem pasar bebas hanyalah teori yang tak ada dalam realitas dalam konteks mensejahterakan masyarakat. intisari filsafat Pancasila adalah kekeluargaan. siapa yang mendapat subsidi dan siapa yang tidak.

Dengan demikian. Pancasila bukanlah ideologi tertutup melainkan dikembangkan sebagai ideologi terbuka sejalan dengan keterbukaan budaya. Hal tersebut membuat Drijarkara mengatakan bahwa filsafat Pancasila berbasis pada cinta kasih terhadap sesama. Pancasila berciri dinamis. mau menerima berbagai unsur lokal dan modern sejauh tidak bertentangan dengan sila-silanya. Dalam pengertian tersebut. Kedua. Ini berarti bahwa Pancasila adalah suatu sistem budaya yang merupakan sari dari sistem-sistem budaya yang diwarisi secara turun-temurun oleh setiap masyarakat Indonesia. Dalam kehidupan sehari-hari. berbangsa. Bagaimana Pancasila menanggapi tekanan arus globalisasi menurut A. Ketiga. . Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa yang berisi sistem nilai keindonesiaan yang telah berkembang secara akulturatif selama ribuan tahun. kiita mengenal istilah gotong royong yang mana berarti ‘aku’ dinilai eksistensinya berdasarkan perannya dalam kehidupan bermasyarakat. Eksistensi manusia tidak lain adalah koeksistensi. Apabila memahami globalisasi dari sudut pandang determinisme teknologi. Sebagai sebuah ideologi. Pertama. Jelaslah bahwa kapitalisme yang menitikberatkan pada persaingan dan individualisme tidaklah sejalan dengan Pancasila yang berintikan kekeluargaan dan kolektivitas. Pancasila sebagai ideologi nasional berarti segenap warga negara memiliki keniscayaan untuk menghayati nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman hidup bermasyarakat. Posisi partner tidak menomorsatukan persaingan atau konflik melainkan kemitraan dan kerjasama.W Pranarka melihat adanya tiga kapasitas Pancasila yang pokok.musyawarah/mufakat dalam kehidupan politik dan tolong-menolong melalui koperasi dalam kehidupan ekonomi.M. saling membutuhkan sebagai mitra dalam mengarungi kehidupan di dunia ini. Pancasila menjadi sebuah gerbang penyaring dalam menghadapi arus globalisasi. Pancasila sebagai dasar negara atau asas kerohanian negara di mana kapasitas ini menjadi acuan disusunnya Undang-Undang Dasar negara dan dijabarkan ke dalam berbagai konstitusi lainnya. dalam era globalisasi sebagai proses pembentukan global village. dan bernegara.

hal ini bukan berarti dengan serta merta kita menolak globalisasi. Pancasila dapat digunakan untuk meraih kebahagian sebagai tujuan manusia dalam kehidupannya seperti diungkapkan oleh Aristoteles. Budaya globalisasi adalah budaya beresiko besar yang menghilangkan pribadi manusia dengan segala jati diri dan keunikannya selaku insan yang berarti terseret ke dalam materialisme. kita diberkati kemampuan nalar yang dapat digunakan secara bijak untuk menghadapi globalisasi sambil mempertahankan nilai-nilai yang kita anggap baik dan benar.bangsa Indonesia yang berperspektif Pancasila turut menjadi global villager dengan membawa semangat kesetiakawanan sosial. Dalam hal ini. globalisasi berdiri atas dasar kemajuan teknologi sebagai bagian modernisme. Pancasila merupakan suatu cara pandang yang disusun dari nilai-nilai luhur budaya Timur. Toh. Di situ tersimpan pertimbangan-pertimbangan nurani yang menjadi pedoman bagi manusia Indonesia untuk menjalani kehidupannya. pada dasarnya globalisasi adalah sesuatu yang tidak bisa dibendung. teknologi komunikasi membentuk fenomena-fenomena yang terjadi di masyarakat saat ini karena komunikasi adalah sebuah proses primer di mana terjadi transaksi informasi yang memiliki efek tertentu di dalam segala aspek kehidupan manusia. Tentu saja. . Ada hal-hal yang perlu disaring secara ketat dari arus globalisasi yang berlangsung saat ini.Melalui kacamata Pancasila. Namun.Penutup Dalam sudut pandang determinisme teknologi. Meskipun demikian. standar kebahagiaan setiap manusia berbeda. sudah seharusnya kita mampu secara bijaksana mengambil hal-hal positif dari globalisasi sekaligus berusaha untuk meminimalisasi pengaruh buruk dari globalisasi tersebut. IV. Kebahagiaan yang berusaha diraih Pancasila adalah kebahagiaan kolektif di mana kebahagiaan spiritualis tertinggi akan kita dapat ketika kita merasakannya bersama-sama dengan orang lain di sekitar kita. Hal tersebut berimplikasi pada bagaimana kehidupan manusia terbentuk.

2010).com/2008/06/03/determinisme-teknologi-marshall-mcluhan/.1993) 3. “Traktor dan I Gusti Ngurah Cegar”.id/bahan/8. dalam I Wibowo dan Priyono (ed). Zulfikri Suleman. mereka memikirkan satu bangsa yang bukan diikat sentimen primordial. Imam.35 4. 2006). Filsafat dan Ideologi Pancasila. h. h. (1980) dalam Goenawan Mohamad. dan Filsafat Komunikasi. 2010). diunduh pada 29 Juli 2010 8. (Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.wordpress. David Cogswell. pada 29 Juli 2010 2 . 133 13. Slamet Sutrisno. I Wibowo. dalam I Wibowo dan B Herry Priyono (ed). 2010) h. 463 7. “Demokrasi dan Kapitalisme: Dua Obat Mujarab untuk Sekali Tenggak?”. (Yogyakarta: Jalasutra. Demokrasi untuk Indonesia. (Jakarta: Serambi. 144 5. Robert H. Yearry Panji.DAFTAR PUSTAKA 1. (Bandung: Remaja Rosda Karya. 473 6.%20EKONOMI %20POLITIK/1. Chomsky untuk Pemula. atau keterkaitan agama. Langkah besar pertama yang dilakukan dalam mewujudkan rasa kesatuan pribumi sekepulauan Indonesia awalnya berupa pemikiran jernih dan berani Douwes Dekker. 167 12. hal. Sesudah Filsafat (Yogyakarta: Kanisius. 2009). (Jakarta: Kreatama.kompasiana. Teori. 110 15. Miriam Budiardjo: Dasar-Dasar Ilmu Politik. 3 11. dalam Journal Al-Manar edisi I/2004. kesinambungan geografis.E Elson: The Idea of Indonesia. h. (Jakarta: Kompas. Ilmu. “Globalisasi: Proses dan Wacana Kompleks serta Konfliktual”.wikipedia. Filsafat Manusia.org/wiki/Globalisasi. Dengan menggunakan wacana modernitas revolusioner. melainkan proklamasi sederhana rasa kesetiakawanan bangsa yang membebaskan dan diserukan secara horizontal. Cultural Studies dan Kajian Budaya Pop. Determinisme Teknologi Marshall McLuhan. 14 . pada 29 Juli 2010 10. 2006).web. 2006). h. diunduh dari http://yearrypanji. Riza Noer Arfani. h. (Bandung:Citra Aditya Bakti. (Yogyakarta: Resist Book. Tjipto dan Soewardi. diunduh dari http://filsafat. diunduh dari http://al-manar. h. (Yogyakarta: Andi.%20 Globalisasi %20Karakteristik%20dan%20Implikasi. Lihat R. Harjoko Sangganagara. h. h. http://id. Zainal Abidin. 2008). (2010). Sesudah Filsafat (Yogyakarta: Kanisius.pdf pada 29 Juli 2010 9. Catatan Pinggir I. “Globalisasi: Karakteristik dan Implikasinya”. 2006). Onong Uchyana Effendi. 2005). Goenawan Mohamad.com/2010/06/29/pancasila-di-tengah-globalisasi/. Pancasila di Tengah Globalisasi. 38 14. John Storey.

TUGAS KOMUNIKASI INTERNASIONAL PANCASILA DAN GLOBALISASI OLEH : HAIFA CHAIRUNNISA 070810228 DEPARTEMEN KOMUNIKASI FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS AIRLANGGA 2011 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful