P. 1
Editing Video

Editing Video

|Views: 640|Likes:
Published by Hamid Abdul

More info:

Published by: Hamid Abdul on Jul 19, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/01/2013

pdf

text

original

Editing Video

pada proses ini software yang digunakan adalah Adobe Premiere Pro CS3. Hasil dari program adobe premiere pro merupakan sebuah video yang memiliki gambar dan audio yang bagus. Selain itu adobe premiere pro CS3 memiliki ruang yang luas untuk berkreasi dan mempunyai banyak fasilitas serta customisasi yang di inginkan atau diharapkan oleh editor, dan juga kompatibel dengan berbagai merek video capture card maupun video editing card. Adobe premiere CS3 juga merupakan video editing profesional karena mempunyai beberapa fasilitas antara lain, pengeditan cahaya, penempatan motion (dua atau lebih gambar bergerak dalam satu layar monitor), penambahan efect text ( title ), penambahan effect animation, menggunakan fasilitas Mp3 encorder (compres file), pembuatan master, memanfaatkan fasilitas Dirext X, memanfaatkan efect penyeimbang.

11
Jendela Project merupakan jendela kerja Adobe Premiere Pro CS4 adapun Fungsi dari jendela Project adalah sebagai tempat pengerjaan file video dan audio, menampung file atau item pendukung. Selain menampung file atau item pendukung, jendela project juga digunakan untuk menampung berbagai macam efek. Adobe Premiere Pro CS4 menyediakan beberapa pilihan jendela project sesuai kebutuhan editing yang akan dikerjakan. 1. Membuat Title : Title digunakan menampilkan efek Teks pada video klip.Untuk membuatnya, pada menu File pilih New > Title (F9), beri nama pada kolom title, lalu klik O.K.

12
2. Membuat Universal Counting Leader : Universal Counting Leader digunakan untuk membuat tampilan awal dengan angka mundur. Cara membuatnya Pada menu File pilih New > Universal Counting Leader > O.K . 3. Menggunakan Sequence : Sequence berfungsi untuk memudahkan pengeditan klip video dan audio.Caranya dengan memilih menu File > New > Sequence. 4. Menghapus dan menggabungkan sebagian video klip : Klip video yang panjang dan lama durasinya dapat diperpendek dengan menghapus bagian klip, caranya : gunakan Razor Tool , lakukan pemotongan klip pada kedua sisi yang di inginkan, seleksi bagian klip yang ingin dibuang dengan Selection Tool , klik kanan klip dan pilih Clear, setelah terpotong, gabungkan klip menggunakan Selection Tool dengan memilih klip lalu drag ke kiri hingga menempel pada klip lainnya. 5. Rendering Proses terakhir dalam editing adalah proses rendering yaitu proses untuk menggabungkan file audio dan video menjadi file video, misalnya AVI, MPEG, MPEG1 dan sebagainya.

13
Berikut langkah-langkah Rendering Video dan Audio : 1. Buka Adobe Premiere Pro CS 3 2. Klik File > Export > Movie ( Ctrl+M ) 4.2.2 Editing Suara Pada proses ini digunakan software Adobe Audition 1.5 dan perangkat mic untuk media perekaman suara narasi Adobe Audition adalah software audio editing yang memiliki banyak pilihan tools, pada project ini software Audition digunakan dalam proses recording suara dan pengolahan file musik sebagai backsound video. kelebihan Auditon 1.5 adalah support dengan berbagai macam soundcard. Berikut langkah-langkah merekam audio track baru : 1) Buatlah sebuah audio track baru, pilih menu New > waveform 2) Pilih 44100 > Stereo > 16-bit > OK

14
3) Gunakan menu input pop-up yang terdapat di atas strip chanel untuk mengecek bahwa input stereo yang sama telah di pilih untuk track yang baru. 4) Rekam menggunakan track baru dengan meng-klik Record (Tombol merah ) pada mixer atau pada audio track. .

harus dirangkaikan silih berganti. Teknik Editing Film Teknik editing film dikategorikan menjadi empat jenis. . 1 Continuity Cutting Metode ini merupakan metode editing film yang berisi penyambungan dari dua buah adegan yang mempunyai kesinambungan. 3 Contras Editing Yakni susunan gambar yang memperlihatkan kontradiksi dua adegan atau lebih. 2 Cross Cutting Yakni beberapa adegan yang disilang atau penyilangan dua adegan dalam waktu tidak bersamaan. cross cutting. 4 Montase Trope Yakni sistem editing yang mempergunakan simbol atau lambang-lambang yang menimbulkan pemikiran pada penonton. 2 Dynamic Cutting Metode editing film yang berisi penyambungan dari dua buah adegan yang tidak mempunyai kesinambungan. dan montase trope. contras editing. File > Save As. proses editing film dibedakan menjadi dua metode. 1 Pararel Editing Yakni kalau ada dua adegan yang mempunyai persamaan waktu. yakni pararel editing. yakni Continuity Cutting dan Dynamic Cutting.5) Kemudian simpan hasil rekaman. Metode Editing Film Secara umum.

bisa diceritakan menjadi 1 jam. Pengertian Editing Editing adalah proses penyambungan gambar dari banyak shot tunggal sehingga menjadi kesatuan cerita yang utuh. waktu yang terjadi dalam film. Seiring dengan perkembangan jaman. Sehingga ketika semuanya sudah masuk ke meja editing menjadi materi yang siap untuk diedit. sebuah kejadian 10 tahun bisa diceritakan hanya dalam waktu 10 menit. atau malah sebaliknya menjadi lebih lambat. Karena pada saat itu film-film lumiere hanya terdiri dari satu buah shot (single shot) dengan panjang durasi yang sama dengan kejadian sesungguhnya (real time). Film pertamanya yang menggambarkan perjalanan orang ke bulan (a trip to the moon) hanya menggunakan editing untuk kesinambungan bercerita (cutting to continuity). Begitu juga waktu yang hanya 10 menit. Editing yang dilakukannya masih sangat sederhana. Sebagai contoh. editing belum menjadi bagian dari proses pembuatan film. Sehingga waktu yang diciptakan bisa menjadi lebih singkat. editing juga mengalami perubahan. Meskipun tahapan editing dikerjakan oleh editor dan dilakukan setelah proses pengambilan gambar.Sejarah Editing Pada saat lumiere mulai membuat film. Editing dapat melakukan manipulasi waktu dalam film. Kita juga kemudian mengenal adanya tipe shot. kita akhirnya mengenal adanya film time. Le Voyage Dans la Lune ± A Trip to the Moon (1902) Dari sini bisa kita simpulkan bahwa editing terjadi apabila terjadi proses pemotongan dari banyak shot. . Melies adalah orang pertama yang membuat film dengan melalui proses editing. Sehingga editing memegang peranan yang cukup penting dalam pembuatan dalam sebuah film. Sebuah film tidak lagi terdiri dari satu shot untuk tiap adegannya. pemikiran editing (editorial thinking) sudah harus dilakukan oleh semua tim kreatif jauh sebelum pengambilan gambar dimulai. Dengan adanya editing. Melies melakukan editing untuk menyambung tiap2 adegan yang hanya terdiri dari satu shot untuk tiap adegannya (sequence shot). Tidak ada manipulasi waktu.

Sebuah shot lebar (Wide Shot) mempunyai fungsi yang berbeda dengan shot padat (Close Shot). Struktur editing tidaklah harus berurutan dari a sampai z. Untuk menekankan sesuatu biasanya digunakan shot padat. menentukan struktur susunan shot yang dibuat. Untuk membantu menentukan keputusan-keputusan tersebut. scene adalah kalimat. Dia menentukan shot mana yang akan dipakai. Apalagi dikerjakan oleh editor yang berbeda. Dia bertanggung jawab dalam pengerjaan akhir sebuah film. sebuah produksi yang telah mengorbankan uang dan tenaga menjadi sia-sia. Penempatan shot yang terlalu panjang akan membuat penonton menjadi bosan. Tanpa proses editing yang baik. seorang editor hanya bisa menghasilkan film yang baik. c. Sebuah awal adegan bisa saja dimulai dengan Establish Shot sebuah tempat kejadian. Sehingga penonton tidak pernah tahu dimana letak ketidaksempurnaan itu. meskipun shot itu sangatlah baik. Memang benar. Bisa saja strukturnya dimulai dari b-c- . Jangan ragu untuk bereksperimen dalam menyusun shot-shot tersebut. proposional. sequence adalah paragraph. menempatkan sebuah shot sesuai dengan proporsinya. Hanya saja. seorang editor yang baik dan kreatif mampu menutupi semua kekurangan yang dialami ketika proses pengambilan gambar. tapi bisa juga dimulai dengan Close Up aktor. bagaimana urutan shot yang disusun. fungsional. Ibarat menulis sebuah cerita. begitu juga dengan film. Seorang editor harus tahu bagaimana bertutur cerita yang baik. struktural. sebaik materi yang dia terima. Begitu juga dengan penempatan shot yang terlalu pendek akan membuat penonton tidak menangkap pesan yang ingin disampaikan. Antara lain: a. b. Panjang pendek sebuah shot haruslah proposional. Sebuah materi yang sama bisa menghasilkan banyak kemungkinan. berapa lama shot itu akan dipakai.Editor menyusun shot-shot tersebut sehingga menjadi sebuah scene. sebuah shot bisa dikatakan sebuah kata. kemudian dari penyusunan scene-scene tersebut akan tercipta sequence sehingga pada akhirnya akan tercipta sebuah film yang utuh. ada tiga hal yang perlu diperhatikan. dan sebagainya. Begitu juga dengan penentuan titik potong (cutting point) dari sebuah shot. Seorang editor dituntut untuk membuat keputusan setiap saat. menentukan sebuah shot berdasarkan fungsinya. kapan sebuah shot harus dipotong. Sebuah cerita akan utuh bilah terdapat semua unsur tersebut.

Editing seperti ini juga dikenal sebagai editing Deck to Deck atau Tape to Tape.a-g-d dan seterusnya. Biasanya menggunakan alat editing dengan merk STEINBECK dan MOVIOLA. Video Tape Recorder). TIPS Posisikan diri kita sebagai penonton setelah kita selesai mengedit sebagian atau seluruh film kita. Ini juga dikenal sebagai juxtaposition. kemungkinan pita tergores (scratch) juga besar dikarenakan terlalu seringnya pita kita diputar. Tanyakan juga kepada mereka apakah pesan yang mereka terima. editing dengan media seluloid editing dengan media seluloid secara fisik memotong dan menyambung pita seloluid. Selain itu. edting dengan media video editing dengan melakukan proses copy dari satu pita video ke pita video yang lain. Mintalah bantua orang lain untuk menonton hasil kita untuk membantu mengurangi penilaian kita yang terlalu subyektif. . Pertimbangan ketiga hal diatas agar tujuan dari pesan yang ingin kita sampaikan bisa tercapai dengan baik. Karena menggunakan alat analog. 2. kemungkinan terjadinya penurunan kualitas sangatlah besar. apakah sudah sama dengan pesan yang ingin kita sampaikan Editing berdasarkan media rekamnya 1. Tanyakan pada diri kita apakah pesan yang ingin disampaikan bisa diterima atau tidak. Menggunakan minimal dua alat yang berfungsi sebagai pemutar dan perekam (VTR.

Saat ini hampir semua proses editing dilakukan dengan menggunakan komputer. Adobe Premiere Pro® dan Final Cut Pro®. Linear Editing Editing dengan menyusun gambar satu per satu secara berurutan dari awal hingga akhir (seperti membentuk sebuah garis lurus tanpa putus). Semua materi terlebih dahulu ditransfer (capture/digitize) ke dalam komputer. Dalam pengerjaannya. . kita harus mengulang kembali proses editing yang telah kita lakukan. Untuk ini diperlukan seperangkat komputer multimedia dengan video capture card (firewire card apabila menggunakan video digital) dan software editing. Editing dengan proses seperti ini biasanya dilakukan dengan media video. Saat ini banyak sekali software editing yang beredar di pasaran. Yang paling sering digunakan dalam dunia profesional untuk Digital Video (DV) adalah AVID XpressPro®. yaitu: 1. editing dibagi menjadi 2. Sehingga seandainya terjadi kesalahan dalam menyusun gambar. baru kemudian dilakukan proses editing.

khususnya di bidang editing. memungkinkan kita untuk merubah susunan dan panjang gambar yang telah kita buat sebelumnya. Kita bisa saja memulainya dari tengah. jenis film terbagi menjadi 2. Dengan editng seperti ini. Editing yang akan kita gunakan adalah Non-Linear Editing Editing Dokumenter Secara Garis Besar. tiap-tiap film membutuhkan penanganan khusus. . yaitu fiksi (cerita) dan non-fiksi (dokumenter). lampu. kita tidak lagi harus memulai editing dari awal dan berurutan hingga akhir. Non-Linear Editing (NLE) Editing dengan menyusun gambar secara acak (tidak berurutan). Skenario yang telah dibuat kemudian dipecah menjadi gambar-gambar yang siap di rekam (director shot/shot list). Karena editing dengan media film sudah sangat jarang digunakan dan pemakaian komputer untuk editing semakin sering kita temui. warna. Penataan kamera. akhir. Dalam pengerjaannya.2. Editing dengan proses seperti ini hanya mungkin dilakukan pada media seluloid dan tekhnologi digital (komputer). atau darimana pun. maka Non Linear Editing identik dengan Digital Video Editing. Setelah itu editor bertugas menggabung potongan-potongan shot tersebut menjadi satu kesatuan cerita yang utuh sesuai dengan skenario yang telah dibuat. Kemudian semua kru mempersiapkan adegan yang akan direkam. sedang dokumenter lebih menekankan pada pemaparan sebuah tema. pemain dan sebagainya disiapkan untuk menerjemahkan skenario yang ada menjadi gambar (footage) yang siap diedit. Sebuah film cerita lebih menekankan pada pengembangan plot cerita. Dengan editing ini juga. Produksi film cerita biasanya jauh lebih bisa dikontrol daripada dokumenter. Tergantung dari materi mana yang telah siap terlebih dahulu.

perpindahan gambar dengan menggeser gambar lainnya. wipe. Sementara kita melakukan ini. Sangat dimungkinkan terjadinya perubahan. animasi. susunan gambar sudah tidak bisa lagi berubah. Penempatan kamera dan lampu hendaknya bukan menjadi hal yang menonjol. seperti yang disebut diatas. ‡ Fine Cut: Hasil edit akhir. Tahapan Editing Film Fiksi Keterangan: ‡ Logging: Mencatat dan memilih gambar yang akan kita pilih berdasarkan timecode yang ada dalam masing-masing kaset. Ini menjadikan editor memiliki fungsi yang sangat penting dalam menyelesaikan pembuatan film dokumenter. Hanya saja yang perlu diingat adalah. Seperti teks. al: 1. Tidak ada pemain disini. menentukan bentuk yang kita inginkan. ‡ Visual Graphic: Penambahan unsur-unsur graphic dalam film. color grading. hanya subyek yang diikuti oleh pembuat film. yaitu CUT dan TRANSISI ‡ Cut Proses pemotongan gambar secara langsung tanpa adanya manipulasi gambar ‡ Transisi Proses pemotongan gambar dengan menggunakan transisi perpindahan gambar Optical Effect secara garis besar terbagi menjadi 3. Peristiwa yang terjadi di depan kita tidak memungkinkan untuk kita melakukan itu. Istilah Tekhnis Editing Metode Editing Terbagi menjadi 2. ‡ Master Edit: Hasil akhir film. Untuk itu seorang editor bersama sutradara dan penulis skenario diharuskan menonton semua hasil shooting. Film dokumenter dibentuk di dalam editing. Musik dan Efek Suara ‡ Married Print: Proses penggabungan suara dan gambar yang tadinya terpisah menjadi satu kesatuan. .Dokumenter secara umum bekerja dengan cara yang berlawanan. Orang-orang sungguhan yang berada dalam suasana sungguhan. dengan kebebasan juga tertadapat tanggung jawab yang besar. proses capture / digitize bisa dilakukan. film dokumenter baru bisa dibentuk di editing. Suara meliputi Dialog. melakukan hal-hal yang biasa mereka lakukan. dsb. Film Dokumenter Tidak seperti film fiksi yang memiliki skenario. ‡ Sound Editing/Mixing: Proses editing dan penggabungan suara. Fungsi ini memberi kebebasan lebih bagi seorang editor dokumenter. Setelah mencapai tahapan ini. ‡ NG Cutting: Memisahkan shot-shot yang tidak baik (NG/Not Good) ‡ Capture / Digitize: Proses memindahkan gambar dari kaset ke komputer ‡ Assembly: Menyusun gambar sesuai dengan skenario ‡ Rough Cut: Hasil edit sementara. Peran sutradara menjadi tidak besar. Setelah itu kita bisa memulai editing di atas kertas.

Cut Away. transisi tidak lagi didasari oleh perpindahan gambar. match cut secara mutlak wajib dilakukan. TIPS Pergunakan transisi sesuai dengan tujuan yang ingin kita capai. Kita bisa menggunakan transisi berdasar elemen/bagian dari gambar. . matching the position menyamakan letak/posisi obyek pada tiap2 gambar yang disambung. Dengan memperhatikan match cut. dua gambar atau lebih yang muncul menumpuk dalam satu frame. matching the look menyamakan arah pandang tiap2 subyek pada tiap2 gambar yang disambung. seolah-olah bagaikan rangkaian gambar yang mengalir tanpa terasa adanya potongan. super impose. editing dilakukan untuk kesinambungan bercerita. penggabungan 2 shot yang saling berkesinambungan 2. maka akan terasa ada loncatan (jumping) dalam penggabungan gambar yang kita lakukan. dll. Cut terbagi menjadi 2. Match Cut.Wipe meliputi banyak transisi. fade. slide. matching the movement menyamakan arah gerak subyek pada tiap2 gambar yang disambung. Dengan adanya tekhnologi komputer. gambar secara perlahan muncul atau menghilang. 2. Hal-hal yang harus diperhatikan agar terciptanya match cut: 1. maka akan tercipta adanya Continuity Editing. continuity editing tidaklah mutlak dilakukan. al: 1. Fade meliputi fade in. baru kemudian disambung dengan bagian lain dari gambar tersebut sampai gambar tersebut menjadi utuh. 2. 3. antara lain wipe. fade out dan dissolve 3. Dalam film dokumenter. Penggunaan transisi secara berlebihan dan tidak tepat akan memberi kesan yang tidak baik bagi film kita. Penggabungan 2 shot yang sama sekali berbeda Dalam film fiksi. Fungsi editing dalam dokumenter lebih mengarah ke cutting to continuity. bukan kesinambungan antar shot. Apabila kita mengabaikan ketiga hal diatas. Match cut memungkinkan sebuah film yang terdiri dari banyak shot yang terpotong-potong. karena penanganannya berbeda dengan film fiksi seperti yang sudah di atas.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->