P. 1
Pengukuran Listrik

Pengukuran Listrik

|Views: 745|Likes:
Published by Fitra Asfarina

More info:

Published by: Fitra Asfarina on Jul 19, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/03/2013

pdf

text

original

PENGUKURAN LISTRIK

A. Pengertian Dasar Proses pengukuran dalam system tenaga listrik merupakan salah satu prosedur standar yang harus dilakukan. Karena melalui pengukuran akan diperoleh besaran-besaran yang diperlukan, baik untuk pengambilan keputusan dan instrumen kontrol maupun hasil yang diinginkan oleh seorang user. Kepentingan alat-alat ukur dalam kehidupan kita tidak dapat disangkal lagi. Hampir semua alat ukur berdasarkan energi elektrik, karena setiap kuantitas fisis mudah dapat diubah kedalam kuantitas elektrik, seperti tegangan, arus, frekuensi, perputaran dan lain-lainnya. Misalnya : temperatur yang dulu diukur dengan sebuah termometer airraksa sekarang dapat diukur dengan thermocople. Sifat dari pengukuran itu dibagi dalam : (1). Indication, menyatakan, menunjukkan, alat semacam ini tidak tergantung pada waktu; (2). Recording, mencatat, menyimpan, merekam, alat ini dipergunakan bila pengukuran berubah dengan perubahan waktu; (3). Integrating, menjumlahkan, alat ini dipakai bila konsumsi energi elektrik selama beberapa waktu waktu diperlukan. Pekerjaan mengukur itu pada dasarnya adalah usaha menyatakan sifat sesuatu zat/benda ke dalam bentuk angka atau herga yang lazim disebut sebagai hasil pengukuran. Pemberian angka-angka tersebut dalam praktek dapat dicapai dengan :
y y

Membandingkan dengan alat tertentu yang dianggap sebagai standar. Membandingkan besaran yang akan diukur dengan suatu sekala yang telah ditera atau dikalibrasikan.

Jelaslah bahwa pengukuran sebagai suatu proses yang hasilnya sangat tergantung dari unsur-unsurnya. Unsur-unsur terpenting dalam proses pengukuran itu antara lain :
y y y

Alat yang dipergunakan sebagai pembanding/ penunjuk. Orang yang melaksanakan pengukuran. Cara melaksanakan pengukuran.

Kalau ada salah satu unsur yang tidak memenuhi syarat, maka hasilnya tidak mungkin baik. Penjelasan di atas merupakan pengertian pengukuran yang ditinjau secara umum. Pengukuran listrik mempunyai tujuan yang lebih luas lagi, yaitu : untuk mengetahui, menilai dan atau menguji besaran listrik. Alat yang dipergunakan sebagai pembanding/penunjuk disebut instrumen pengukur. Instrumen ini berfungsi sebagai penunjuk nilai besaran Listrik yang diukurnya. Banyak sekali macam jenis pengukuran ini sesuai dengan banyak besaran yang akan diukur. Hasil pengukuran pada umumnya merupakan penunjukkan yang langsung dapat dibaca/ diketahui, ada yang dengan sistim tercatat dan ada yang tidak. Dari hasil penunjukkan ini selanjutnya dapat dianalisa atau dibuat data untuk suatu bahan studi/ analisa lebih lanjut. Oleh sebab itu hasil pengukuran diharapkan mencapai hasil yang optimal.

B. Alat Ukur Listrik
Untuk mengetahui besaran listrik DC maupun AC seperti tegangan, arus, resistansi, daya, faktor kerja, dan frekuensi kita menggunakan alat ukur listrik. Awalnya dipakai alat-alat ukur analog dengan penunjukan menggunakan jarum dan membaca dari skala. Kini banyak dipakai alat ukur listrik digital yang praktis dan hasilnya tinggal membaca pada layar display (Gambar 8.1). Bahkan dalam satu alat ukur listrik dapat digunakan untuk mengukur beberapa besaran, misalnya tegangan AC dan DC, arus listrik DC dan AC, resistansi kita menyebutnya Multimeter. Untuk kebutuhan praktis tetap dipakai alat ukur tunggal, misalnya untuk mengukur tegangan saja, atau daya listrik saja. Sampai saat ini alat ukur analog masih tetap digunakan karena handal, ekonomis, dan praktis (Gambar 8.2). Namun alat ukur digital makin luas dipakai, karena harganya makin terjangkau, praktis dalam pemakaian, dan penunjukannya makin akurat dan presisi.

kedekatan alat ukur membaca pada nilai yang sebenarnya dari variabel yang diukur. atau derajat untuk membedakan satu pengukuran dengan lainnya. Presisi. dan kesalahan. tapi untuk kebutuhan lokal menggunakan system CGS (centimeter-gram-second). Kepekaan. Amerika Serikat dan Inggris juga menggunakan system metrik untuk kepentingan internasional. d. adalah perangkat untuk menentu kan nilai atau besaran dari kuantitas atau variabel. ratio dari sinyal output atau tanggapan alat ukur perubahan input atau variable yang diukur. Resolusi. resolusi. c. hasil pengukuran yang dihasilkan dari proses pengukuran. akurasi. presisi. yaitu system metrik (dipelopori Prancis sejak 1795). Kesalahan. Sejak . Akurasi. e. perubahan terkecil dari nilai pengukuran yang mampu ditanggapi oleh alat ukur. a. Sistem Satuan Pada awal perkembangan teknik pengukuran mengenal dua sistem satuan. b. kepekaan. Alat ukur. C.Ada beberapa istilah dan definisi pengukuran listrik yang harus dipahami. f. diantaranya alat ukur. angka penyimpangan dari nilai sebenarnya variabel yang diukur.

yaitu: Tabel 8. henry. satuan dan simbol di bidang kelistrikan dan kemagnetan berlaku internasional.2. Tabel 8.tahun 1960 dikenalkan Sistem Internasional (SI Unit) sebagai kesepakatan internasional. Kini sistem SI sudah membuat daftar besaran. Besaran dan Simbol Kelistrikan . amper. dan sebagainya. Enam besaran yang dinyatakan dalam sistem SI. Besaran Sistem Internasional Secara praktis besaran listrik yang sering digunakan adalah volt.1. ohm.

D. dengan menggunakan sistem jembatan Maxwell. kapasitansi. 1. dengan diketahui resistansi dan frekuensi secara teliti akan diperoleh standar kapasitansi (farad). karena sebagai acuan dalam peneraan alat ukur yang diakui oleh komunitas internasional. induktansi. Air menjadi es sama dengan 0° celsius = 273. Standart temperatur menurut ketentuan SI. ditempatkan dalam suhu ruangan. standar induktor akan diper oleh. Tegangan elektrode Weston pada suhu 20°C sebesar 1. 4.160 kelvin. dengan metode geometris. Standar resistansi menurut ketentuan SI adalah kawat alloy manganin resistansi 1 yang memiliki tahanan listrik tinggi dan koefisien temperatur rendah. ditempatkan dalam tabung terisolasi yang menjaga dari perubahan temperatur atmosfer. . menjadi air dan saat air mendidih. Standar luminasi cahaya menurut ketentuan SI. 2. 7. di antara kedua penghantar menimbulkan gaya = 2 × 10-7 newton/m panjang. dan temperatur. 3. Ukuran Standar Kelistrikan Ukuran standar dalam pengukuran sangat penting. yaitu standar amper. diukur dengan derajat kelvin besaran derajat kelvin didasarkan pada tiga titik acuan air saat kondisi menjadi es. Standar Kapasitansi menurut ketentuan SI. resistansi. Standar tegangan ketentuan SI adalah tabung gelas Weston mirip huruh H memiliki dua elektrode. 5. Standar amper menurut ketentuan Standar Internasional (SI) adalah arus konstan yang dialirkan pada dua konduktor dalam ruang hampa udara dengan jarak 1 meter. Ada enam besaran yang berhubungan dengan kelistrikan yang dibuat sebagai standar. diturunkan dari standar resistansi dan standar kapasitansi. 6. air mendidih 100°C. kemagnetan. tabung elektrode positip berisi elektrolit mercury dan tabung elektrode negatip diisi elektrolit cadmium.01858 V. Standar Induktansi menurut ketentuan SI. diturunkan dari standart resistansi SI dan standar tegangan SI. tegangan.

Alat ini dapat dipakai untuk arus searah dan arus bolak balik. Alat dipakai untuk arus searah dan arus bolak balik. contoh : meteran A. . Mekanisme magnit bergerak. Mekanisme elektrodinamik. contoh : Meteran A. contoh : meteran A. V. Alat terdiri dari kumparan tetap yang dialiri arus dengan konduktor yang berbentuk piring atau silinder yang dapat bergerak karena arus imbas secara elektromaknetik. d. contoh : Meteran A dan V. (ferrodynamic). Model-Model Alat Ukur a. c. contoh : meteran Watt. ohm. Mekanisme elektrostatik : Alat terdiri dari beberapa elektroda yang tetap dan satu atau lebih elektroda lawan yang dapat bergerak secara elektrostatik apabila tegangan dipasang. Mekanisme imbas. Alat ini hanya dipakai untuk arus bolak balik. Mekanisme besi bergerak. f. dan satu atau lebih kumparan yang bergerak secara elektrodinamik bila ia dilalui arus. Alat terdiri dari kumparan tetap yang menghasilkan medan magnit di udara. moving mechanism : Alat terdiri dari elemen besi yang bergerak secara elektromagnetik dalam suatu kumparan tetap yang dilalui arus. ohm. Ada dua macam : Alat tanpa besi dan yang pakai besi. Alat macam ini dipakai hanya untuk arus searah. Mekanisme kumparan berputar atau moving coil mechanism : Alat terdiri dari suatu magnit permanen dan satu atau lebih kumparan yang berputar apabila dilalui arus. b. contohnya : meteran elektrik yang berdasarkan pada imbas. Alat ini berguna untuk arus searah dan arus bolak balik. e. contoh : meteran arus searah dan arus bolak balik. Hanya dipakai untuk arus searah.E. Mekanisme dua logam bimetallic mechanism Alat mempunyai elemen dua logam yang menjadi panas bila dilalui arus sehingga elemen itu melengkung dan menunjukkan nilai arus. g. moving magnet mechanism : Alat terdiri dari satu atau lebih mahnit yang dapat bergerak bila arus lalu dalam kumparan tetap yang menimbulkan medan dan mempengaruhi magnit tadi. V.

Penunjukan display dari tegangan atau arus dari meter digital berupa angka tanpa harus membaca dari skala meter.h. Penunjukan angka digital berupa angka diskret dan pulsa diskontinyu berhubungan dengan waktu.3a). Mekanisme pengarah arus. . penunjuk jarum pada skala meter. Sakelar pemindah frekuensi pada pesawat HT juga merupakan angka digital dalam bentuk digital (Gambar 8. Alat terdiri dari tongkat-tongkat yang bergetar disebabkan resonansi karena cara elektromaknetik atau eletrostatik. dan dipakai untuk mengamankan alat dari akibat medan elektrik dan medan magnetik. Sistem analog berhubungan dengan informasi dan data analog. Sistem digital berhubungan dengan informasi dan data digital. mekanisme tongkat bergetar.3b). mekanisme astatik. Alat mempunyai dua bagian sistem astatik yang dihubungkan sedemikian rupa. atau penunjukan skala elektronik (Gambar 8. F. k. rectifier instruments. sehingga ia membantu satu sama lain apabila dilalui arus. Alat dipakai untuk arus searah dan arus bolak balik. Hal ini mengimbangi akibat dari medan maknetik dari luar. i. Alat menggunakan kumparan yang bergerak yang dihubung seri dengan pengarah (pengubah) arus yang mengubah arus balok balik yang diukur menjadi arus searah. misalnya penunjukan temperatur dalam ditunjukkan oleh skala. mekanisme di filter : Alat mempunyai sistem penapis. Sistem Pengukuran Ada dua sistem pengukuran yaitu sistem analog dan sistem digital. contoh : meteran Watt yang elektodinamik. contoh : meteran A dan V arus bolak balik. vibrating reed mechanism. contoh : meteran frekuensi. Alat dipakai hanya untuk arus bolak balik. filter. j. Sinyal analog berbentuk fungsi kontinyu.

tahanan meter. skala dan sekrup pengatur jarum penunjuk (Gambar 8. Bagian listrik yang penting adalah.4). magnet permanen. dan kumparan putar. Bagiannya banyak komponen listrik dan mekanik yang saling berhubungan. .G. Alat Ukur Listrik Analog Alat ukur listrik analog merupakan alat ukur generasi awal dan sampai saat ini masih digunakan. Bagian mekanik meliputi jarum penunjuk.

. Bentuk skala memanjang saat kini jarang ditemukan. Bentuk skala melingkar dan skala kuadran banyak dipakai untuk alat ukur voltmeter dan ampermeter pada panel meter (Gambar 8.7). Pengaturan jarum penunjuk sekaligus untuk memposisikan jarum pada skala nol meter.6). Jika terlalu kencang jarum akan terhambat. jika terlalu kendor jarum akan mudah goncang. Atau jarum penunjuk bergerak ke angka penunjukan perlahan-lahan tanpa ada penyimpangan.Mekanik pengatur jarum penunjuk merupakan dudukan poros kumparan putar yang diatur (Gambar kekencangannya 8. Pada meter dengan kelas industri baik dari jenis kumparan putar maupun jenis besi putar seperti meter yang dipasang pada panel meter banyak dipakai peredam jenis pegas. Alat ukur analog memiliki komponen putar yang akan bereaksi begitu mendapat sinyal listrik. Untuk itu digunakan peredam mekanik berupa pegas yang terpasang pada poros jarum atau bilah sebagai penahan gerakan jarum berupa bilah dalam ruang udara (Gambar 8. Cara bereaksi jarum penunjuk ada yang menyimpang dulu baru menunjukkan angka pengukuran.5).

Multimeter digital mampu menampilkan beberapa pengukuran untuk arus miliamper. dan display digital (Gambar 8. . analog to digital converter. dan praktis. mudah dioperaikan. Pada dasarnya data /informasi yang akan diukur bersifat analog. yaitu: 1. pengukuran tegangan DC dengan batas ukur 0-0. Ohmmeter dengan batas ukur dari 1 1M . daya listrik mW sampai kapasitansi nF (Gambar 8. penguat sinyal analog. Multimeter Analog Multimeter salah satu meter analog yang banyak dipakai untuk pekerjaan kelistrikan dan bidang elektronika (Gambar 8. resistansi ohm. 2. frekuensi Hz. tegangan milivolt.5 V dan 0-500 V. Voltmeter untuk tegangan AC dengan batas ukur 0-500 V.H. Alat Ukur Digital Alat sekarang berbagai ukur digital saat banyak dipakai dengan kelebihannya. Multimeter memiliki tiga fungsi pengukuran. mikroprosesor. alat cetak. Ampermeter untuk arus listrik DC dengan batas ukur 0-50 A dan 0-15 A. temperatur °C. 3.8).9). Blok diagram alat ukur digital terdiri komponen sensor.10). I. murah. pengukuran arus listrik AC 0-15 A.

Sebuah multimeter digital. dari sinyal analog diubah menjadi sinyal digital dengan (ADC) analog to digital akan diolah oleh perangkat PC atau mikroprosessor dengan program tertentu dan hasil pengolahan disimpan dalam sistem memori digital.12). ketika sinyal 0 tidak bertegangan atau OFF. yaitu mengukur tegangan. 14-segmen dan dot matrik 5 x 7 (Gambar 8. Display digital akan menampilkan angka diskrit dari 0 sampai angka 9 ada tiga jenis.³Sensor mengubah besaran listrik dan non elektrik menjadi tegangan. arus. dan tahanan. ketika sinyal 1 bertegangan atau ON.11). terdiri dari tiga jenis alat ukur sekaligus. yaitu 7-segmen. Informasi digital ditampilkan dalam display atau dihubungkan dicetak dengan mesin cetak. .´ Gambar 8.10 Prinsip kerja alat ukur digital Sinyal input analog yang sudah diperkuat. karena tegangan masih dalam orde mV perlu diperkuat oleh penguat input. Sinyal digital terdiri atas 0 dan 1. Mampu untuk mengukur besaran listrik DC maupun AC (Gambar 8.

14). B : 2. Alat Ukur Analog Kumparan Putar Konstruksi alat ukur kumparan putar terdiri dari permanen magnet. pengukuran arus AC/DC. Terminal kabel untuk tegangan dengan arus berbeda. pengukuran diode. Untuk pengukuran listrik AC alat ukur kumparan putar ditambahkan komponen tambahan. simpangan skala penuh 100 derajat memiliki A : 1. dan pegas spiral rambut. Data alat ukur kumparan putar dengan dimensi 31/2 in. dan pengukuran kapasitor. Torsi yang dihasilkan dari interaksi elektromagnetik sesuai persamaan: T=B×A×I×N T = Torsi (Nm) B = kerapatan fluk magnet (Wb/m2) A = luas efektif koil (m2) I = arus ke kumparan putar (A) N = jumlah belitan Dari persamaan di atas.92 × 10±6 Nm R kumparan putar: 88 . sehingga torsi berbanding lurus dengan arus mengalir ke kumparan putar. J. pengukuran tahanan. mencakup tegangan AC/DC. yaitu diode bridge sebagai penyearah AC ke DC (Gambar 8.13). T : 2. A dan N adalah konstan. serta pengatur posisi nol (Gambar 8. jarum penunjuk terikat dengan poros dan inti besi putar.000 G(0. disipasi daya: 88 W. Terminal untuk pengukuran arus kecil 300 mA dengan arus sampai 10 A dibedakan. kumparan putar dengan inti besi bulat. N: 84 lilit.Sakelar pemilih mode digunakan untuk pemilihan jenis pengukuran.72 cm2. komponen B.2 Wb/m2. skala linear. arus 1mA. .

Jika arus melalui belitan kawat. Alat Ukur Besi Putar Alat ukur besi putar memiliki anatomi yang berbeda dengan kumparan putar. Di dalam rongga tabung dipasang sirip besi yang dihubungkan dengan poros dan jarum penunjuk skala meter. K. Sebuah belitan kawat dengan rongga tabung untuk menghasilkan medan elektromagnetik (Gambar 8. Besarnya simpangan jarum dengan kuadrat arus yang melewati belitan skala meter bukan linear tetapi jaraknya angka non-linear.15). Multimeter menggunakan kumparan putar sebagai penggerak jarum penunjuknya. .Tahanan seri RV untuk mendrop tegangan sehingga batas ukur dan skala pukuran sesuai. Sehingga tahanan total RT = RV + R. Alat ukur besi putar sederhana bentuknya dan cukup handal. timbul elektromagnetik dan sirip besi akan bergerak mengikuti hukum tarik-menarik medan magnet.

17). Terminal 2-5 terhubung ke belitan tegangan Wattmeter. 3. Misalkan daya motor 3 phasa 55 kW dengan tegangan 400 V akan menarik arus jalajala 100 A. Pemasangan wattmeter dengan notasi terminal 1. .L. Alat Ukur Elektrodinamik Alat ukur elektrode memiliki dua jenis belitan kawat. karena akibatnya meter tidak berfungsi. Pemasangan terminal meter tidak bolehtertukar. Terminal 1-3 terhubung ke belitan arus Wattmeter. di mana arus beban besar dapat digunakan trafo CT untuk menurunkan arus yang mengalir belitan arus wattmeter. maka digunakan trafo arus CT dengan rating 100/5 A agar pengukuran daya motor dapat dilaksanakan. Terminal 1-2 dikopel untuk mendapatkan catu tegangan suplai tegangan (Gambar 8. dan 5. terhubung seri dengan beban.16). 2. Interaksi medan magnet belitan arus dan belitan tegangan menghasilkan sudut penyimpangan jarum penunjuk sebanding dengan daya yang dipakai beban: P = V · I · cos Pemakaian alat ukur elektrodinamik sebagai pengukur daya listrik atau wattmeter. Kemampuan kWH meter maksimal dilalui arus hanya 10 A. dan belitan kawat tegangan sebagai kumparan putar terhubung dengan poros dan jarum penunjuk (Gambar 8. Untuk pengukuran daya besar. yaitu belitan kawat arus yang dipasang.

menggunakan kawat berpenampang besar. Akibat efek elektromagnetis kedua inti besi tersebut. Untuk keamanan tempatkan selektor amper dan selektor tegangan pada batas ukur tertinggi. pada piringan aluminium timbul arus Eddy yang menyebabkan torsi putar pada piringan. untuk pengaturan amper. Piringan putar aluminium ditempatkan di antara dua inti besi U dan E-I. pengaturan tegangan.19). Inti besi U dipasang dua buah belitan arus pada masing-masing kaki inti. Konstruksi meter piringan putar memiliki dua inti besi (Gambar 8.18). dan pemilihan skala batas ukur. Ada tiga buah selector switch. Jika jarum penunjuk sudut simpangannya masih kecil baru selektor switch arus atau tegangan diturunkan satu tahap. Inti besi berbentuk E-I dengan satu belitan tegangan. jumlah belitan tegangan lebih banyak dengan penampang kawat halus. dipasang pada kaki tengah inti besi. . Alat ukur piringan putar tidak menggunakan jarum penunjuk.Wattmeter portabel pengawatan dengan beban (Gambar 8.

2. terminal 1-2 dikopel. Meter piringan putar disebut kilowatthours (kWh)-meter (Gambar 8. M. Jala-jala L1.21) L1. terminal-4 ke belitan arus-2 terminal 6 langsung beban. Jumlah putaran sebanding dengan energi yang dipakai beban dalam rentang waktu tertentu. terminal-1 ke belitan arus-1 terminal-3 ke beban. Alat Ukur Piringan Putar Pengawatan kWh-meter satu phasa belitan arus dihubungkan ke terminal 1-3. 1. Terminal 10 dan 12. L2. kecepatan putaran sebanding dengan daya dari beban. 4. terminal 7-8 dikopel untuk suplai ke belitan tegangan-3.Piringan aluminium berputar bertumpu pada poros. Sebagai pengukur energi listrik kWhmeter mengukur daya pada interval waktu tertentu dalam konversi waktu jam. Cz = Cz Konstanta jumlah putaran/kWh n Putaran P Daya listrik kW Contoh: kWh-meter satu phasa memiliki konstanta putaran 600 putaran/kWh dalam waktu 1 menit tercatat 33 putaran piringan. 3. Jala-jala L3. Bentuk fisik kWh-meter kita lihat di setiap rumah tinggal dengan instalasi dari PLN. Jala-jala L2. untuk penyambungan kawat netral N dan penyambungan dari ketiga belitan tegangan phasa 1. terminal 1-2 dikopel untuk suplai ke belitan tegangan-1. Setiap kWh-meter memiliki angka konstanta jumlah putaran /kWh.20). dan 3. 2. L3 dan N memiliki tiga belitan arus dan tiga belitan tegangan. terminal 45 dikopel suplai ke belitan tegangan-2. Hitunglah beban daya listrik! Jawaban: P = =   = 33 kW . terminal-7 ke belitan arus-3 ke terminal 9 langsung beban. belitan tegangan disambungkan terminal 2-6. Pengawatan kWh-meter tiga phasa dengan empat kawat (Gambar 8. dan terminal 4-6 juga dikopel langsung.

Voltmeter akan digunakan untuk mengukur tegangan 1. Tahanan dalam meter juga menunjukkan kepekaan meter. Jawaban: .5 V. Pengukuran Tegangan DC Pengukur tegangan voltmeter memiliki tahanan meter Rm (Gambar 8. disebut Ifsd (full scale deflection) arus yang diperlukan untuk menggerakkan jarum meter pada skala penuh. Persamaan tahanan seri meter RV: Rv = {n ± 1} · Rm Rv = Tahan seri meter Rm = Tahanan dalam meter U = Tegangan Um = Tegangan meter Im = Arus meter n = Faktor perkalian Contoh: Pengukur tegangan voltmeter memiliki arus meter 0.N.6 mA dan tegangan meter 0. Untuk menaikkan batas ukur voltmeter harus dipasang tahanan seri sebesar RV.22). Hitung besarnya tahanan seri meter Rv.3 V.

arus yang melalui meter Rm sebesar Im.23). Untuk menaikkan tahanan dalam meter. di depan tahanan meter Rm ditambahkan tahanan seri Rv.O. Menaikkan batas ukur dilakukan dengan memasang tahanan paralel Rp dengan ampermeter (Gambar 8. sedangkan arus yang melewati (Rm + Rv) sebesar Im. Persamaan tahanan paralel Rp: Rp = Tahanan paralel U = Tegangan I = Arus yang diukur Im = Arus melewati meter Ip = Arus melewati tahanan paralel Rm = Tahanan dalam meter Contoh:Ampermeter dengan tahanan dalam Rm = 100 . tahanan dalam meter Rm membatasi kemampuan batas ukur.24). arus yang diizinkan . Tahanan Rp akan dialiri arus sebesar Ip. Tahanan paralel Rp tetap dialiri arus Ip. Sehingga tahanan dalam meter yang baru (Rm + Rv) (Gambar 8. Pengukuran Arus DC Pengukur ampermeter arus listrik memiliki keterbatasan untuk dapat mengukur arus.

25). Batas ukur dengan skala 2 posisi sakelar 2 dipakai tahanan paralel Rp2. sakelar pada posisi 1 dipakai tahanan parallel Rp1. Jawaban: Atau dengan cara yang lain. dan Rp3 yang ketiganya disambung seri (Gambar 8.26). Sakelar posisi 2. didapatkan harga Rp yang sama: Secara praktis untuk mendapatkan batas ukur yang lebar dibuat menjadi tiga tingkatan (Gambar 8. . Saat sakelar posisi 3. posisi sakelar 3 dipakai tahanan paralel Rp3. Sakelar posisi 1. tahanan Rp3 paralel dengan rangkaian (Rp1 + Rp2 + Rv + Rm). Batas ukur ketiga. tahanan (Rp1 + Rp2 + Rp3) paralel dengan rangkaian (Rv + Rm).6 mA.melewati meter I m = 0. Ampermeter akan mengukur arus I = 6 mA. Dengan metoda berbeda dengan tujuan memperluas batas ukur. Hitung tahanan paralel Rp. Batas ukur skala pertama. tahanan (Rp2 + Rp3) paralel dengan rangkaian (Rp1 + Rv + Rm). Rp2. dipakai tiga tahanan paralel Rp1.

27). dengan menempatkan selektor pemilih mode pada pengukuran tahanan. menggunakan alat meter tahanan khusus dengan prinsip kerja seperti jembatan Wheatstone. Pengukuran Tahanan Pengukuran tahanan dapat dilakukan dengan dua cara. Pengukuran tahanan secara langsung bisa menggunakan multimeter. Q. Sumber tegangan DC mencatu rangkaian empat buah resistor. Resistor yang diukur dihubungkan dengan kedua kabel meter dan nilai tahanan terbaca pada skala meter.29). dan R3 seri dengan R4. Jembatan Wheatstone Pengembangan rangkaian resistor seri dan parallel menghasilkan prinsip Jembatan Wheatstone (Gambar 8. yaitu mengukur langsung nilai tahanan dan pengukuran tidak langsung dengan metode jembatan (Gambar 8. . R1 seri dengan R2.P. Pengukuran tidak langsung. Hukum Kirchoff tegangan menyatakan jumlah drop tegangan sama dengan tegangan sumber.

R2 = Rn adalah tahanan yang bisa diatur besarannya. R1 = Rx merupakan tahanan yang dicari besarannya. RMS (root mean square). Kondisi ini disebut setimbang. Rx Tahanan yang dicari R2. Dengan mengatur posisi tahanan geser B. konstan Aplikasi praktis dipakai model Gambar 8. diketahui besarnya nilai R2 = 40 .31). menganalisis gelombang. Dengan osiloskop dapat melihat amplitudo tegangan dan gelombang kotak.30. Selain itu. sampai Voltmeter posisi nol. maupun harga puncak kepuncak atau Vp-p dari tegangan dapat kita ukur. Rn Tahanan variable R3.U = U1 + U2 dan U = U3 + U4 Titik A-B dipasang Voltmeter mengukur beda tegangan. dan fenomena lain dalam rangkaian elektronika (Gambar 8. R4 = 50 . jika meter menunjukkan nol. digunakan untuk melihat bentuk gelombang. artinya tegangan U1 = U3 disebut kondisi seimbang. R1. oleh karena itu harga rata-rata. juga hubungan antara frekuensi dan phasa antara dua gelombang juga . R4 Tahanan ditetapkan. Hitung besarnya R1 dalam kondisi setimbang. Osiloskop Osiloskop termasuk alat ukur elektronik. maka berlaku rumus kesetimbangan jembatan Wheatstone. Jika U1  U3 disebut kondisi tidak seimbang dan meter menunjukkan angka tertentu. Contoh: Jembatan Wheatstone. puncak. R3 dan R4 dari tahanan geser. Jawaban: UAB = 0 V R. R3 = 25 .

.5 s sampai 100 ns/cm Lebar-pita penguat-X: 0««2. . S. simpangan: < 1% Koefisien : di set 1 mV/cm . yaitu osiloskop analog dan osiloskop digital. Ada dua jenis osiloskop.5 MHz (-3dB) ‡ Pembeda Ukuran layar : 8 × 10 cm. raster dalam Tegangan akselarasi : 2000 V 3% (1-2-5 bagian).dapat dibandingkan. 40 MHz (-3dB) Kenaikan waktu : 7 ns. : 400 V ‡ Arah Horisontal: Koefisien waktu: 21 × 0. . Kanal-1 dan Kanal-2 AC atau chop Menjumlah atau Mengurangkan nilai Kanal-1 dan Kanal-2 Tampilan X-Y : Melalui K-1 dan K-2 (K-2 dapat dibalik/ diinvers) Lebar-Pita : 2 x 0 . 20V/cm Impedansi Input : 1 M II 20 pF Kopel Input : DC-AC-GND (Ground) Tegangan Input maks. . . 3% . Data Teknik Osiloskop ‡ Arah Vertikal Menampilkan Kanal-1 (K-1) atau Kanal-2 (K-2).

2 V 1% .Kalibrator : generator kotak 1 kHz atau 1 MHz Output : 0.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->