SUBJEK PAJAK DAN OBJEK PAJAK PENGERTIAN SUBJEK DAN OBJEK PAJAK Subjek pajak adalah pihak – pihak

(orang maupun badan) yang akandikenakan pajak dan yang dimaksud dengan objek pajak yaitu sesuatuyang dikenakan pajak atau dapat diartikan sebagai sasaran pengenaanpajak. 2.1 PAJAK PENGHASILAN A. Subjek Pajak Pajak penghasilan Pph merupakan termasuk pajak subjektif yakni pajakdikenakan karena ada subjeknya, ya kni mematuhi kriteria yangditetapkan dalam peraturan perpajakan. Subjek pajak dapat dikemukakan sebagai berikut : 1. Orang Pribadi Kedudukan orang pribadi sebagai subjek pajak dapatbertempat tinggal di Indonesi a ataupun di luarIndonesia. 2. Warisan yang belum terbagi sebagai satu kesatuanmenggantikan yang berhak Dalam hal ini warisan yang belum terbagi sebagai satukesatuan merupakan subjek pajak pengganti,menggantikan mereka yang berhak yaitu ahli waris. 3. Badan Badan yang sebagai objek pajak meliputi badan usahaatau non usaha. badan sebag ai subjek tidak semata – mata yang bergerak dalam usaha mencari keuntungannamun juga bergerak di bida ng social, kemasyarakatandan sebagainya, sepanjang pendiriannya dikukuhkande ngan akta pendirian oleh yang berwenang. Badansebagai subjek pajak yakni; a. Perseroan terbatas b. Perseroan komanditer c. BUMN atau BUMD dengan nama dan bentukapapun d. Persekutuan e. Perseroan atau perkumpulan f. Firma g. Kongsi h. Perkumpulan koperasi i. Yayasan

instalansi atau proyek perakitan.perkebunan ataukehutanan. Bentukusaha lainnya. Cabang perusahaan c.wilayah kerja pengeboran yan g digunakan untukeksplorasi pertambangan. b. sepanja ng dilakukan lebih darienam puluh hari dalam jangka waktu dua belasbulan. Lembaga k. BUT dapat berupa : a. Kantor perwakilan d. subjek pajak Pph terdiri dari 2 jenis dan dapat diuraikan sebagai berikut : 1. Proyek kontruksi. Bengkel g. Dana pension l. atau juga badan yang tidakdidirikan atau bertempat kedudukan di Indonesia untukmenjalankan usaha atau melakukan kegiatan diIndonesia. l. Orang atau agen yang bertindak selaku agen yang kedudukannya tidak bebas. h. Pemberian jasa dalam bentuk apapun oleh pegawaiatau oleh orang lain. perternakan.j. pertanian. Pertambangan dan penggalian sumber daya alam. Jenis Subjek Pajak Dalam undang – undang Pph. i. k. Bentuk Usaha Tetap Bentuk usaha Tetap (BUT) adalah usaha yangdipergunakan oleh orang pribadi ya ng tidak bertempattinggal di Indonesia atau berada di Indonesia tidak lebihdari 18 3 (seratus delapan puluh tiga) hari dalam jangkawaktu 12 (dua belas) bulan. Agen atau pegawai dari perusahaan asuransi yang tidak didirikan dan tidak bertempat tinngal di Indonesia yang menerima premi atau menanggung risiko di Indonesia. Pabrik f. Periklanan. Gedung kantor e. j. Subjek pajak Dalam Negeri . Bentuk usaha tetap m. Tempat kedudukan manajemen. 4.

b. . c. Subjek pajak Luar Negeri Yang termasuk subjek pajak luar negeri adalah sebagai berikut : a. Yang ditentukan sebagai berikut : a. Menjalankan usaha atau melakukan kegiatan melalui bentuk usaha tetap di indonesia. Orang pribadi yang tidak bertempat tinggal di Indonesia atau pun berada di indonesia namun tidak lebih dari 183 (seratus delapan puluh tiga) hari dalam jangka waktu 12 (dua belas) bulan dan badan yang tidak didirikan dan tidak bertempat kedudukan di Indonesia yang dapat menerima atau memperoleh penghasilan dari indonesia bukan dari menjalankan usaha atau melakukan kegiatan melalui bentuk usaha tetap di Indonesia. dan tidak harus secara berturut – turut 183 (seratus delapan puluh tiga) hari dalam jangka waktu 12 (dua belas) bulan. Menjalankan usaha atau melakukan kegiatan melalui bentuk usaha tetap di indonesia. Subjek pajak orang pribadi yang bertempat tinggal di Indonesia. Saat Mulai dan berakhirnya Kewajiban pajak Subjektif : 1. 2. Warisan yang belum terbagi sebagai satu kesatuan menggantikan yang berhak. Jangka waktu tersebut tidak harus dimulai dari bulan januari atau awal tahun pajak tapi bisa jadi setelahnya. kewajibannya akan dimulai pada saat ia lahir di Indonesia dan berakhir pada saat ia meninggal dunia atau meninggalkan indonesia untuk selama – lamanya. Subjek pajak orang pribadi a. Orang pribadi yang bertempat tinggal di Indonesia atau orang pribadi yang berada di Indonesia lebih dari 183 (seratus delapan puluh tiga) hari dalam jangka waktu 12 bulan.Subjek pajak dalam negeri adalah subjek pajak yang secara fisik memang berada atau bertempat tinggal atau berkedudukan di Indonesia. Badan yang didirikan atau berkedudukan di Indonesia. Orang pribadi yang tidak bertempat tinggal di Indonesia atau pun berada di indonesia namun tidak lebih dari 183 (seratus delapan puluh tiga) hari dalam jangka waktu 12 (dua belas) bulan dan badan yang tidak didirikan dan tidak bertempat kedudukan di Indonesia b.

Objek orang pribadi yang berada di Indonesia lebih dari 183 (seratus delapan puluh tiga) hari dalam jangka waktu 12 (dua belas) bulan atau orang pribadi yang berada di Indonesia dan mempunyai niat untuk bertempat tinggal di Indonesia. Orang pribadi yang tidak bertempat tinggal di Indonesia atau pun berada di indonesia namun tidak lebih dari 183 (seratus delapan puluh tiga) hari dalam jangka waktu 12 (dua belas) bulan. Orang pribadi yang tidak bertempat tinggal di Indonesia atau pun berada di indonesia namun tidak lebih dari 183 (seratus delapan puluh tiga) hari dalam jangka waktu 12 (dua belas) bulan.. maka kewajiban pajak subjektifnya dimulai pada saat orang pribadi tersebut menjalankan usahanya di Indonesia dan berakhir pada saat orang prbadi tidak lagi menjalankan usahanya di Indonesia. b. dan pajak subjektifnya .b. Badan yang tidak didirikan atau tidak bertempat kedudukan di Indonesia yang dapat menerima penghasilan di Indonesia tapi bukan dari menjalankan usaha atau melakukan kegiatan di indonesia. Badan yang didirikan atau berkedudukan di indonesia. kewajiban pajak akan dimulai pada saat badan tersebut didirikan atau bertempat kedudukan di Indonesia dan kewajiban pajak subjektifnya akan berakhir pada saat badan tersebut dibubarkan atau tidak lagi bertempat kedudukan di Indonesia. maka kewajiban pajak subjektif mulai pada saat badan tersebut menerima atau memperoleh penghasilan di Indonesia. maka kewajiban pajak subjektifnya dimulai pada aat menerima atau memperoleh penghasilan di indonesia Dan berakhir pada saat orang pribadi tersebut tidak lagi menerima atau memperoleh penghasilan dari indonesia 2. c. maka kewajiban pajak subjektifnya akan dimulai sejak orang tersebut berada di indonesia dan berakhir pada saat orang tersebut tidak lagimenjalankan usah atau tidak melakukan kegiatannya di Indonesia. d. Subjek pajak badan a.

3. baik yang berasal dari indonesia maupun dari luar Indonesia. 3. yang dapat dipakai untuk . Pejabat – pejabat pewakilan diplomatik dan konsulat atau pejabat – pejabat lain dari asing serta orang orang yang diperbantukan oleh mereka yang bukan warga negara Indonesia. menurut undang – undang Pph penghasilan adalah setiap tambahan kemampuan ekonomis yang diterima atau diperoleh wajib pajak. maka kewajiban dimulai pada saat timbulnya warisan yang belum terbagi tersebut dan berakhir pada saat warisan di bagi kepada para ahli waris dan pada saat itu pula beralih pemenuhan kewajiban perpajakan kepada para ahli warisnya. serta tidak memperoleh penghasilan lain di luar jabatannya selama di Indonesia. pejabat perwakian organisasi internasional yang ditetapkan oleh menteri keuangan dengan syarat bukan warga negara indonesia serta tidak menjalankan usaha atau melakukan kegiatan lain di indonesia. Di samping itu negara tesebtut memberikan perlakuan yang sama sebagai timbal balik. Organisasi – organisasi yang ditetapkan oleh menteri keuangan dengan syarat bahwa indonesia menjadi anggota organisasinya dan tidak menjalankan usaha atau melakukan kegiatan lain untuk memperoleh penghasilan dari indonesia selain memberikan pinjaman kepada pemerintah yang dananya berasal dari iuran pajak. Yang bukan termasuk Subjek pajak 1. Warisan Untuk warisan yang belum terbagi dalam satu kesatuan menggantikan yang berhak. 574/KMK. Badan perwakilan negara asing 2.. 4. Objek Pajak dari Penghasilan Objek Pph adalah penghasilan. Mengenai organisasi – organisasi internasional yang tidak termasuk subjek pajak telah ditetapkan daftar organisasinya melalui keputusan menteri keuangan No.berakhir pada saat badan tersebut tidak lagi menerima atau memperoleh penghasilan di Indonesia.04/2000 yang diubah terakhir kali oleh PMK No 87/PMK. B.03/2007.

keuntungan karena selisih kurs mata uang asing 13. termasuk dividen dari perusahaan asuransi kepada pemegang polis. dengan nama dan bentuk apapun. Sewa dan penghasilan lain sehubungan dengan penggunaan harta 10. atau imbalan dalam bentuk lainnya.konsumsi atau untuk menambah kekayaan wajib pajak yang bersangkutan dengan nama dan dalam bentuk apapun. 1. keuntungan karena penjualan atau pengalihan harta 5. upah tunjangan. honorarium. diskonto. Penggantian atau imbalan berkenaan dengan pekerjaan atau jasa yang diterima termauk gaji. penerimaan kembali pembayaran pajak yang telh dibebankan sebagai biaya 6. premi asuransi 15. Sedangkan penghasilan yang merupakan objek Pph final termasuk dalam pasal 4 ayat (2) yaitu. komisi. gratifikasi. Bunga deposito dan tabungan – tabungan lainnya . pembagian sisa dari hasil usaha koperasi. 2. kecuali ditentukan lain oleh undang – undang PPh. bonus. Tambahan kekayaan neto yang berasal dari penghasilan yang belum dikenakan pajak. laba usaha 4. Royalti 9. keuntungan karena pembebasan utang 12. Hadiah dari undian atau pekerjaan atau kegiatan dan penghargaan 3. Penghasilan yang termasuk sebagai objek pajak sesuai pasal 4 ayat (1) UU Pph telah diberikan uraian mengenai objek Pph adalah sebagai berikut . sepanjang iuran tersebut ditentukan berdasarkan volume kegiatan usaha atau pekerjaan bebas anggotanya 16. iuran yang diterima perkumpulan dari anggotanya yang terdiri dari wajib pajak yang menjalankan usaha atau pekerjaan bebas. 8. 1. selisih lebih karena penilaian kembali aset 14. dan imbalan karena penjaminan utang 7. Dividn. Bunga termasuk premium. uang pensiun. penerimaan atau perolehan pembayaran berkala 11.

jiwa. Bantuan atau sumbangan. BUMN atau BUMD dari penyertaan modal pada badan usaha yang didirikan dan bertempat kedudukan di indonesia 7. dengan syarat badan pasangan usaha tersebut: a. Iuran yang diterima atau diperoleh dana pensiun yang pendiriannya telah disahkan oleh menteri keuangan 8. 4. Penghasilan yang diterima atau diperoleh perusahaan modal ventura berupa bagian laba dari badan pasangan usaha yang didirikan dan menjalankan usaha atau kegiatannya di indonesia. harta hibah yang diterima oleh keluarga sedarah dalam garis keturunan sedarah dalam garis keturunan lurus satu derajat. koperasi. dwiguna dan beasiswa 6. Pembayaran dari perusahaan asuransi kepada orang pribadi sehubungan dengan asuransi keehatan. kecelakaan. Warisan 3. Harta termasuk setoran tunai yang diterima oleh badan sebagai pengganti saham atau penyertaan modal tunai 4. Dividen atau bagian laba yang diperoleh perseroan terbatas sebagai wajib pajak dalam negeri. bagian laba yang diperoleh anggota perseroan komanditer yang modalnya tidak terbagi atas saham – saham.2. Penggantian atau imbalan sehubungan dengan pekerjaan atau jasa yang diterima atau diproleh dalam bentuk natura atau kenikmatan wajib pajak atau pemerintah 5. perkumpulan. Penghasilan dari transaksi saham dan sekuritas lainnya di bursa efek 3. menengah atau menjalankan kegiatan dalam sektor usaha yang ditetapkan menteri keuangan dan . seperti usaha migas dan lain sebagainya. yayasan atau organisasi sejenis. Bunga obligasi yang diterima atau diperoleh perusahaan reksa dana 10. Merupakan perusahaan kecil. dan oleh badan keagamaan atau badan pendidikan atau badan sosial atau pengusaha kecil termasuk koperasi yang ditetapkan oleh menteri keuangan 2. Yang Bukan Termasuk Objek Pajak Berdasarkan pasal 4 ayat (3) Undang – undang Pph. penghasilan tetentu lainnya. firma dan kongsi 9. persekutuan. penghasilan yang tidak termasuk objek pajak adalah : 1. penghasilan dari pengalihan harta berupa tanah atau bangunan.

ekspor barang kena pajak oleh PKP 5. 2. pasal 16C. sepanjang pajak pertambahan nilai yang dibayar pada saat perolehannya menurut ketentuan dapat dikreditkan barang dan jasa yang dikecualikan dari pengenaan pajak pertambahan nilai Kelompok barang yang tidak dikenakan pajak PPN adalah : 1.b. Uang. Makanan dan minuman yang disajikan di hotel.2 PAJAK PERTAMBAHAN NILAI DAN PAJAK PENJUALAN ATAS BARANG MEWAH Pajak pertambahan nilai (PPN) adalah pajak yang dikenakan terhadap penyerahan atau impor barang kena pajak yang dilakukan oleh pengusaha kena pajak. pemanfaatan barang kena pajak tidak berwujud dan pemanfaatan jasa kena pajak dari luar daerah pabean di dalam daerah pabean 4. B. Barang hasil pertambangan atau pengeboran yang di ambil langsung dari sumbernya. dan dapat dikenakan berkali – kali setiap ada pertambahan nilai dan dapat dikreditkan A. baik yang hasilnya digunakan sendiri atau digunakan oleh pihak lain 6. adalah : 1. dan pasal 16 D UU PPN. Penyerahan barang dan jasa kena pajak di dalam daerah pabean yang dilakukan dalam lingkungan perusahaan atau pekerjaan pengusaha kena pajak 2. Kegiatan membangun sendiri yang dilakukan tidak di dalam lingkungan perusahaan atau pekerjaan oleh orang pribadi atau badan. penyerahan aset oleh pengusaha kena pajak yang menurut tujuan semula aset tersebut tidak diperjualbelikan. rumah makan. emas batangan dan surat – surat beharga lainnya Kelompok Jasa yang tidak kena PPN : . Sahamnya tidak diperdagangkan di bursa efek jakarta. Barang – barang kebutuhan pokok yang sangat dibutuhkan oleh rakyat banyak 3. Objek Pajak dari Pajak pertambahan Nilai Objek pajak pertambahan nilai menurut pasal 4. 2. Subjek pajak dari Pajak pertambahan Nilai Subjek pajak PPN adalah pengusaha kena pajak (PKP) yakni pengusaha yang melakukan penyerahan barang kena pajak dan atau jasa kena pajak. restoran. Impor barang kena pajak 3. warung dan sejenisnya 4.

memperoleh manfaat atas bumi dan atau 3. A. jasa dibidang pelayanan sosial 3. 2. dan atau. jasa dibidang kesenian dan hiburan yang telah dikenakan pajak tontonan 8. Subjek pajak dari pajak bumi dan bangunan Subjek pajak bumi dan bangunan adalah orang pribadi atau badan yang secara nyata: 1. jasa dibidang perhotelan 12. Subjek pajak dari pajak penjualan atas barang mewah Subjek pajak PPnBM adalah pengusaha kena pajak yang menghasilkan barang kena pajak tergolong mewah dalam lingkungan perusahaan atau pekerjaannya dan pengusaha yang mengimpor barang yang tergolong mewah. memperoleh manfaat atas bangunan .1. Objek pajak dari pajak penjualan atas barang mewah Objek pajak nya adalah penyerahan barang yang berwujud yang tergolong mewah dan impor barang yang tergolong mewah. B. asuransi. jasa yang disediakan oleh pemerintah dalam rangka menjalankan pemerintahan secara umum. PPnBM hanya dikenakan satu kali pada sumbernya dan tidak dapat dikenakan sendiri tanpa dikenakan pajak pertambahan nilai. menguasai atas bangunan dan atau 4. mempunyai suatu hak atas bumi. jasa dibidang angkutan umum di darat dan di air 10. memiliki. jasa dibidang pebankan. jasa dibidang yang bukan bersifat iklan 9. jasa dibidang pendidikan 7. jasa dibidang tenagan kerja 11.3 PAJAK BUMI DAN BANGUNAN A. jasa dibidang pengiriman surat dengan perangko 4. jasa dibidang keagamaan 6. dan sewa guna usaha dengan hak opsi 5. jasa dibidang pelayanan kesehatan medik 2. Pajak penjualan atas barang mewah adalah pajak yang dikenakan terhadap penyerahan atau impor barang – barang yang berwujud yang tergolong mewah. 2.

b. Perolehan hak atas tanah dan atau bangunan meliputi : 1. Yang Bukan Objek Pajak Bumi dan Bangunan Objek yang bukan pajak bumi dan bangunan adalah 1. sosial. contoh bumi adalah sawah. tukar menukar. pemindahan hak karena: a. Digunakan untuk kuburan atau peniggalan purbakala 3.4 BEA PEROLEHAN ATAS TANAH DAN BANGUNAN A.B. hibah. pemberian hak baru karena : . Dimiliki oleh perwakilan diplomatik berdasarkan asas timbal balik yang ditentukan menteri keuangan 2. B. pemisahan hak yang mengakibatkan peralihan g. Objek pajak Yang menjadi objek pajak adalah perolehan hak atas tanah dan atau bangunan. d. merupakan hutan yang dilindungi 4. penunjukan pembeli dalam lelang h. jual beli. Sedangkan contoh bangunan adalah rumah tempat tinggal. bangunan tempat usaha dll. pemasukan dalam perseroan atau badan hukum lainnya f. c. ladang kebun dll. Objek pajak dari pajak bumi dan bangunan Objek pajak Bumi dan Bangunan adalah ”bumi dan atau bangunan”. Digunakan semata – mata untuk melayani kepentingan umum di bidang ibadah. hibah wasiat e. pelaksanaan putusan hakim yang mempunyai kekuatan hukum tetap i. pendidikan dan kebudayaan nasional yang tidak dimaksudkan memperoleh keuntungan 2. subjek pajak Yang menjadi subjek pajak adalah orang pribadi atau badan yang memperoleh hak atas tanah atau bangunan. hadiah 2.

keadaan atau kenyataan bagi seseorang dan/atau pihak-pihak yang berkepentingan dan dokumen yang disebutkan dalam undang – undang yakni: a. Perwakilan diplomatik. di luar pelepasan hak Hak atas tanah adalah hak milik. Karena wakaf 6.000.1. yaitu kertas yang berisikan tulisan yang mengandung arti dan maksud tentang perbuatan. Karena warisan 7. konsulat berdasarkan timbal balik 2. Surat perjanjian dan surat-surat lainnya yang dibuat dengan tujuan untuk digunakan sebagai alat pembuktian mengenai perbuatan. 2. b. B. Badan atau perwakilan organisasi internasional yang ditetapkan oleh menteri 4.5 PAJAK BEA MATERAI A. Objek Yang Tidak Dikenakan Bea Perolehan atas Tanah dan Bangunan : 1. surat yang yang memuat jumlah uang lebih dari Rp. kelanjutan pelepasan hak b.000. hak pakai. c. Negara untuk penyelenggaraan pemerintahan atau pelaksanaan pembangunan guna kepentingan umum 3. Untuk kepentingan ibadah. akta-akta yang dibuat oleh Pejabat Pembuat Akta Tanah termasuk rangkap-rangkapnya. d.a. Objek Bea Materai Objek Bea Meterai adalah dokumen. Subjek Bea Materai Subjek bea materai adalah pihak yang mendapatkan manfaat dari dokumen kecuali pihak atau pihak – pihak yang bersangkutan menentukan lain. hak bangunan. hak milik atas satuan rumah susun atau hak pengelolaan. Orang pribadi atau badan karena konversi hak dan perbuatan hukum lain dengan tidak ada perubahan nama 5. akta-akta notaris termasuk salinannya. hak guna jasa. kenyataan atau keadaan yang bersifat perdata.- .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful