P. 1
stad

stad

|Views: 311|Likes:
Published by Tu Hendra

More info:

Published by: Tu Hendra on Jul 19, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/19/2014

pdf

text

original

KEEFEKTIVAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD DAN JIGSAW II TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA POKOK BAHASAN TEOREMA

PYTHAGORAS PADA SISWA KELAS II SEMESTER 1 SMP N 10 SEMARANG TAHUN PELAJARAN 2004/2005

SKRIPSI
Untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan pada Universitas Negeri Semarang

Oleh: Nama NIM Program Studi Jurusan : Fullu Azka : 4101401005 : Pendidikan Matematika : Matematika

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2005

ii

ABSTRAK FULLU AZKA, 2005. “KEEFEKTIVAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD DAN JIGSAW II TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA POKOK BAHASAN TEOREMA PYTHAGORAS PADA SISWA KELAS II SEMESTER 1 SMP N 10 SEMARANG TAHUN PELAJARAN 2004/2005.” Matematika yang bersifat deduktif aksiomatik dan berangkat dari hal-hal yang abstrak, cenderung sulit diterima dan dipahami oleh siswa sehingga mengakibatkan daya tarik siswa terhadap pelajaran matematika cukup rendah. Oleh karena itu penyajian materi perlu mendapat perhatian guru, dan hendaknya dalam pembelajaran di sekolah guru memilih dan menggunakan strategi pendekatan, metode dan teknik yang banyak melibatkan siswa aktif dalam belajar, baik mental, fisik, maupun sosial. Salah satu alternatif pembelajaran yang dapat digunakan diantaranya adalah pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif. Ada beberapa tipe dalam model pembelajaran kooperatif diantaranya tipe STAD dan tipe JIGSAW II. Dari hal tersebut muncul permasalahan manakah yang lebih efektif antara pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD, pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II, ataukah pembelajaran konvensional pada siswa kelas II semester 1 SMPN 10 Semarang tahun pelajaran 2004/ 2005 pada pokok bahasan teorema Pythagoras. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui adakah perbedaan hasil belajar matematika pokok bahasan Teorema Pythagoras antara siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe STAD, tipe JIGSAW II, dan siswa yang dikenai pembelajaran konvensional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas II SMP N 10 Semarang Tahun Pelajaran 2004/ 2005, dengan jumlah siswa 230 orang. Sampel penelitian ini diambil dengan teknik random sampling sejumlah 115 siswa yang terbagi dalam dua kelas eksperimen yaitu kelas II-D yang dikenai pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II dan kelas II-E yang dikenai pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD, dan satu kelas kontrol yaitu kelas II-F yang dikenai pembelajaran konvensional. Kemudian ditentukan pula satu kelas Ujicoba yaitu kelas II-C. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II, model pembelajaran kooperatif tipe STAD, dan konvensional. Sedangkan variabel terikat dalam penelitian ini adalah hasil belajar matematika siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe STAD, tipe JIGSAW II dan siswa yang dikenai pembelajaran konvensional. Dalam penelitian ini analisis data yang digunakan terdiri dari uji pendahuluan dan uji tahap akhir. Uji pendahuluan meliputi uji homogenitas dan uji normalitas, sedangkan uji tahap akhir meliputi analisis varians dan uji Rank Berganda Duncan. Data awal dalam penelitian ini diperoleh dari nilai ulangan harian siswa pada pokok bahasan kuadrat dan akar kuadrat. Dari data tersebut diperoleh bahwa sampel berasal dari populasi yang normal dan homogen. Setelah dua kelas eksperimen dan satu kelas kontrol diberi perlakuan yang berbeda, ketiga kelas tersebut diberikan tes hasil belajar pokok bahasan teorema Pythagoras. Dari tes hasil belajar tersebut diperoleh nilai rata-rata kelas II-D=5,007; nilai rata-rata kelas II-E=5,2053; dan nilai rata-rata kelas IIF= 4,338. Dari Analisis Varians diperoleh Fhitung=5,28973 dan Ftabel=3,08 berarti

iii

Fhitung>Ftabel. Jadi Ho ditolak, dengan kata lain ada perbedaan yang signifikan hasil belajar matematika pokok bahasan teorema Pythagoras siswa kelas II SMPN 10 Semarang Tahun Pelajaran 2004/ 2005 antara siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II, tipe STAD, dan siswa yang dikenai pembelajaran konvensional. Dari uji rank Berganda Duncan diperoleh hasil belajar siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II lebih baik daripada hasil belajar siswa yang dikenai pembelajaran konvensional dan hasil belajar siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe STAD lebih baik daripada hasil belajar siswa yang dikenai pembelajaran konvensional, sedangkan siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II maupun tipe STAD mempunyai hasil belajar yang tidak berbeda secara signifikan. Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa siswa yang diberi pengajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II maupun tipe STAD mempunyai hasil belajar yang lebih baik daripada hasil belajar siswa yang dikenai pembelajaran konvensional. Untuk itu perlu diadakan suatu pengenalan model pembelajaran kooperatif lebih lanjut agar model pembelajaran kooperatif dapat digunakan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada pokok bahasan yang lain.

iv

M. Kusni. Mashuri. Si NIP 131993875 Dra.Si NIP 130515748 Anggota Penguji I Pembimbing Pendamping Drs. Si NIP 131568905 Anggota Penguji II Drs. Si NIP 131568905 v . Si NIP 130815345 Pembimbing Utama Ketua Penguji Drs. Wardono.HALAMAN PENGESAHAN Skripsi dengan judul KEEFEKTIVAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD DAN JIGSAW II TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA POKOK BAHASAN TEOREMA PYTHAGORAS PADA SISWA KELAS II SEMESTER 1 SMP N 10 SEMARANG TAHUN PELAJARAN 2004/2005 telah dipertahankan di hadapan Sidang Panitia Ujian Skripsi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Semarang pada : Hari Tanggal : : Agustus 2005 Panitia Ujian Ketua Sekretaris Drs. M. Kasmadi Imam S. M. M. Wardono.Sc NIP 130781011 Drs. M. Supriyono. M. Si NIP 131993875 Drs. M. Mashuri.

Fuzi. Berdoa dan berusaha adalah kunci keberhasilan dan kesuksesan. PERSEMBAHAN Skripsi ini penulis peruntukkan kepada: Ibu dan Bapakku Tercinta. dan Iin yang manis dan tersayang. Adik-adikku Fuad. Kak Agus Sarwo Edi S yang mendukung dan mendoakanku selalu. Berucaplah syukur atas semua yang menimpamu meskipun itu menyakitkan. Hanya berbekal jiwa yang tenang dan hati yang ridha. vi . yang memberikan kasih sayang dan doa restunya . kebahagiaan dapat diraih.MOTTO DAN PERSEMBAHAN MOTTO Sesungguhnya kenikmatan terbesar yang harus dipelihara adalah kebaikan ketika ia memenuhi jiwa dan menghiasi keadaan. Sohib-sohibku. karena sesungguhnya Allah menyayangi Hamba-NYA yang sabar (Al Hadits). Pendidikan Matematika 2001 Bangsaku dan pemerhati dunia pendidikan serta pecinta Matematika.

vii . 3. S. dan II-E yang telah memberikan banyak bantuan selama pelaksanaan penelitian. selaku kepala SMP N 10 Semarang yang telah memberikan ijin dan bantuan selama pelaksanaan penelitian. Dra.S. dan Drs. Kusni. Kasmadi Imam S. 5. Drs. Mashuri. Drs. Sumiharto. M. S. selaku Dosen Pembimbing yang telah meluangkan waktu dan memberikan petunjuk kepada penulis selama penyusunan skripsi ini.KATA PENGANTAR Segala puji hanya milik Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya sehingga penyusun diberikan izin dan kemudahan dalam menyelesaikan skripsi dengan judul “Keefektivan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Dan JIGSAW II Terhadap Hasil Belajar Matematika Pokok Bahasan Teorema Pythagoras Pada Siswa Kelas II Semester 1 SMP N 10 Semarang Tahun Pelajaran 2004/ 2005”. M. Dekan FMIPA Universitas Negeri Semarang.Si.Pd. 10. Ari Tri Soegito. MM. guru matematika kelas II-C.Si. M. 7. 4. Ketua Jurusan Matematika FMIPA Universitas Negeri Semarang. Supriyono. 6. Rektor Universitas Negeri Semarang. H. M. 9. Adik-adikku tersayang yang selalu menghiburku. 8. SH. guna memperoleh gelar Sarjana Pendidikan. Dr. M. Kak Agus Sarwo Edi S yang selalu memberi dukungan dan doa untukku.Si. Wardono. Ibu dan Bapakku tercinta yang memberikan kasih sayang dan doa restunya.Si selaku dosen penguji atas segala saran dalam penyempurnaan skripsi. 2. Sumardi Sri Purwono.Pd. Penyusun mengucapkan terima kasih atas bantuan dan dukungannya kepada: 1. Drs. II-D.

Serta semua pihak yang telah membantu penyelesaian skripsi ini yang tidak dapat disebutkan satu per satu. Yayuk. Wulan. 20 Agustus 2005 Penyusun viii . dan sobatku yang lain Pendidikan Matematika S1 ’01. Semarang. Amin. semoga apa yang telah diberikan tercatat sebagai amal baik dan mendapatkan balasan dari Allah SWT. 12. Minie. Sobatku Woro. Hanya ucapan terima kasih dan doa. Semoga skripsi ini dapat memberi manfaat dan konstribusi nyata dalam kemajuan dunia pendidikan.11.

KATA PENGANTAR ............................. Sistematika Penulisan Skripsi ............................................... Keefektivan ................... Penegasan Istilah ..................................... A............. Alasan Pemilihan Judul ........................................................................................................... BAB II LANDASAN TEORI DAN HIPOTESIS....................................................................................................... Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD ............................................................................................ C.................................................................................................................................... Pembelajaran Kooperatif Tipe JIGSAW II . 1 2 Tujuan ..................................... Matematika Sekolah ........................................ Manfaat ..................................... Permasalahan.....DAFTAR ISI ABSTRAK ............................................................................................................................................................................................... Hasil Belajar Matematika ....................... DAFTAR LAMPIRAN.. 1 1 3 4 4 4 5 5 5 6 6 6 7 7 8 9 Tujuan Dan Manfaat...... DAFTAR TABEL.................................... DAFTAR ISI ... C...... Teorema Pythagoras ................................................................................................................. Pembelajaran Kooperatif................................... E................................. Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD....................................................................................................................................................................................................................................................................................... 10 10 12 14 ix ...................... Pembelajaran Kooperatif .... Pembelajaran ..................................................................................................................................................................................................................................................................................................... Pembelajaran Konvensional............................... LEMBAR PENGESAHAN...................................................................................................... B............................ ii iv v vi viii xi xii BAB I PENDAHULUAN ...................................... 1 2 3 4 5 6 7 8 D.................................................................... MOTTO DAN PERSEMBAHAN........ B.................... A.........................................................

.......................... I.................... E............... Teorema Van Hiele.................................................................................................................................................................................. 450........................................................... Menggunakan Teorema Pythagoras Untuk Menghitung Panjang Salah Satu Sisi Segitiga Siku-Siku Jika Sisi-Sisi Lainnya Diketahui ...................................... 1 2 3 4 5 Teori Ausubel ................................................................................D... H.............................................. Kerangka Berpikir .................. Pembuktian Teorema Pythagoras ......................................................... Hipotesis Penelitian ........................... 1.............................. BAB III METODE PENELITIAN.................................................. Populasi.................................................... Pembelajaran Konvensional................................................ Luas Daerah Persegi Dan Segitiga Siku-Siku ................................................ 29 29 32 34 37 38 39 41 10 Menyelesaikan soal cerita yang menggunakan teorema pythagoras ........................................................................................................................................................................ A.......... Teori Gestalt..... 2............... Sampel................... 42 42 42 42 43 43 43 Variabel Penelitian ................. Teori Belajar Dan Hasil Belajar Matematika............ F........................ Teori Gagne.... 7 Menggunakan Teorema Pythagoras Pada Bangun Datar Dan Bangun Ruang .. Metode Penentuan Obyek Penelitian.................. Variabel Bebas ................ Teorema Pythagoras .......................................... Teori Skinner........................................................................................................... Dan 600) ............................. Menentukan Jenis Segitiga Jika Diketahui Panjang Sisi-Sisinya............................................................................................................ Variabel terikat ....................... x ....................................................................... Teorema Pythagoras ........................... 1 2 3 4 5 Kuadrat dan Akar Kuadrat Suatu Bilangan...... 8 9 Kebalikan Teorema Pythagoras Dan Tripel Pythagoras............. 6 Menghitung Perbandingan Sisi-Sisi Segitiga Siku-Siku Khusus (Salah Satu Sudutnya 300....................... Pembelajaran Kooperatif Tipe JIGSAW II............................................... 1 2 B.................................................................................... 17 20 21 21 21 22 22 23 25 25 26 27 28 G.............................................................

..... ............................................................... F................................. .... 71 xi .................................. Metode Analisis Data ................................................................ A......................................... B...................... Pembahasan......................................................... Analisis Instrumen............................. BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN......................... 1......... 59 4............... Uji Tahap Akhir............................. B........................................................................................................................................ ........................................................................ 58 2................................. Hasil Uji Hipotesis Data Hasil Belajar Siswa............................................................................................................................................................................... Prosedur pengumpulan Data ............................................................................................................................... Hasil Uji Normalitas Nilai Tes Awal Siswa.......................................................................................................................................... Data Hasil Belajar Siswa ................. 58 58 1................... Saran ............................................................... Hasil Uji Homogenitas Siswa ....................................................... 43 46 46 46 48 50 53 53 54 G............................................ 69 LAMPIRAN-LAMPIRAN............. Teknik Pengumpulan Data................................................................................................ Hasil Penelitian .. D................................................. E............................................ 59 3.......................C................................................................. 2........................................................................................................ Alat Pengumpulan Data... 59 62 BAB V PENUTUP ............................................................... Analisis Instrumen Penelitian.............................. 1 2 Pengujuan Pendahuluan ........... A............ Analisis Uji Coba........................................................................................ Kesimpulan .. ...................... 67 67 68 DAFTAR PUSTAKA ...........

.................................. : Hasil Analisis lanjutan Dengan Uji Rank Berganda Duncan . : Hasil Uji Hipotesis Data Hasil Balajar Siswa ........................ : Hasil Uji homogenitas Populasi ..........DAFTAR TABEL Tabel 1 Tabel 2 Tabel 3 Tabel 4 : Data hasil Belajar Siswa ................................................................ 58 59 60 60 xii ........................................

............................................................. LAMPIRAN 18 : Daftar Nilai Uji Coba Instrumen Penelitian ................................ LAMPIRAN 14 : Kisi-kisi Tes Uji Coba....................... LAMPIRAN 12 : Instrumen Tes Awal............................. LAMPIRAN 15 : Instrumen Tes Uji Coba .... LAMPIRAN 20 : Contoh Hasil Perhitungan Analsis Instrumen ........................................................ : Kuis JIGSAW II .............. LAMPIRAN 17 : Daftar Siswa Kelas Uji Coba.......................................................................... LAMPIRAN 13 : Kunci Jawaban Tes Awal...................................................... : Kegiatan Pembelajaran Kooperatitif Tipe JIGSAW II ....................................... : Modul Jigsaw II .. LAMPIRAN 25 : Daftar Siswa Kelas JIGSAW II ....................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................... xiii ......................................................................... LAMPIRAN 23 : Tes Hasil Belajar.............................................. : Lembar Kerja Siswa........................................................................................................... LAMPIRAN 16 : Kunci Jawaban Tes Uji Coba ...................DAFTAR LAMPIRAN LAMPIRAN 1 LAMPIRAN 2 LAMPIRAN 3 LAMPIRAN 4 LAMPIRAN 5 LAMPIRAN 6 LAMPIRAN 7 LAMPIRAN 8 LAMPIRAN 9 : Rencana Pembelajaran Jigsaw II ............ : Kegiatan Pembelajaran Kooperatitif Tipe STAD........................................................ : Rencana Pembelajaran STAD ...... LAMPIRAN 19 : Analisis Hasil Uji Coba ................. LAMPIRAN 21 : Hasil Analisis Tes Uji Coba ................................ 71 83 95 107 109 111 127 143 153 156 158 160 164 165 170 180 181 182 183 185 189 190 195 203 204 LAMPIRAN 10 : Kuis STAD .... LAMPIRAN 24 : Kunci Tes Hasil Belajar .......................... LAMPIRAN 22 : Kisi-kisi Tes Haisl Belajar ..................... : Rencana Pembelajaran Konvensional............................................................................................. : Kunci jawaban LKS ........................................................................ LAMPIRAN 11 : Tugas Rumah.....................................

......................LAMPIRAN 26 : Daftar Siswa Kelas STAD.................................................................. LAMPIRAN 33 : Data Nilai Tes Hasil belajar ...................................................................................... LAMPIRAN 34 : Daftar Analisis Varian .............................. LAMPIRAN 28 : Daftar Kelompok JIGSAW II......................... LAMPIRAN 30 : Data Nilai Tes awal.............................. LAMPIRAN 29 : Daftar Kelompok STAD .......... LAMPIRAN 35 : Analisis Lanjutan Dengan Uji Rank Berganda Duncan...................... LAMPIRAN 32 : Uji Homogenitas Populasi...................................... LAMPIRAN 27 : Daftar Siswa Kelas Konvensional ......................... LAMPIRAN 31 : Uji Normalitas Tes Awal.................................................................................................................................... LAMPIRAN 36 : Surat Penetapan Pembimbing LAMPIRAN 37 : Surat Permohonan Ijin Penelitian LAMPIRAN 38 : Surat Ijin Penelitian LAMPIRAN 39 : Surat Keterangan Pelaksanaan Penelitian LAMPIRAN 40 : Tabel Nilai-Nilai r Product Moment LAMPIRAN 41 : Tabel Distribusi Normal LAMPIRAN 42 : Tabel Distribusi χ2 LAMPIRAN 43 : Tabel Distribusi F LAMPIRAN 44 : Tabel Uji Rank Berganda Duncan 205 206 207 208 209 210 213 214 215 216 xiv .........................................

Proses belajar mengajar dikatakan efektif apabila terjadi transfer belajar yaitu materi pelajaran yang disajikan guru dapat diserap ke dalam struktur kognitif siswa. Matematika yang bersifat deduktif aksiomatik dan berangkat dari hal-hal yang abstrak. kritis. maka kondisi fisik dan psikis dari setiap individu siswa harus sesuai dengan materi yang dipelajarinya. Konsep matematika tersusun secara hierarkis. yang berarti bahwa dalam mempelajari matematika konsep sebelumnya yang menjadi prasyarat harus benar-benar dikuasai agar dapat memahami konsep selanjutnya. Dalam proses belajar mengajar matematika selalu melibatkan siswa secara aktif untuk mengembangkan kemampuannya dalam berpikir rasional. cenderung sulit diterima dan dipahami oleh siswa. dan kreatif. Siswa dapat mengetahui materi tersebut tidak hanya terbatas pada tahap ingatan saja tanpa pengertian (rote learning) tetapi bahan pelajaran dapat diserap secara bermakna (meaning learning). xv . Agar terjadi transfer belajar yang efektif. Oleh karena itu penyajian materi perlu mendapat perhatian guru.BAB I PENDAHULUAN A. Alasan Pemilihan Judul Proses belajar mengajar merupakan rangkaian kegiatan komunikasi antara siswa dengan guru.

Dengan kata lain siswa SMP secara perlahan perlu dididik agar memiliki rasa tanggung jawab dalam belajar dan membuat program belajar dengan tujuan belajar sendiri. metode dan teknik yang banyak melibatkan siswa aktif dalam belajar. Menurut petunjuk pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di sekolah. maupun sosial. maka sadar diri dan rasa tanggung jawab tersebut perlu ditanamkan. Siswa perlu dididik untuk menjalankan program dan mencapai tujuan belajar sendiri Belajar dengan pengajaran kelompok kecil membuat siswa belajar lebih kreatif dan mengembangkan sifat kepemimpinan pada siswa serta dapat memenuhi kebutuhan siswa secara optimal. Di SMP N 10 Semarang model pembelajaran yang digunakan pada mata pelajaran matematika masih menggunakan pembelajaran konvensional. diantaranya tipe STAD dan JIGSAW II. fisik.Dalam pembelajaran di sekolah guru hendaklah memilih dan menggunakan strategi pendekatan. Pada usia tersebut siswa telah sadar dan memiliki rasa tanggung jawab.” Hal ini disebabkan pembelajaran kooperatif memanfaatkan kecenderungan siswa untuk berinteraksi. Linda Lundgren dalam Muslimin Ibrohim (2000: 17) menyatakan ”Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran kooperatif memiliki dampak positif untuk siswa yang rendah hasil belajarnya. Knoers dan Siti Rahayu dalam Dimyati (1999: 25) dari segi perkembangan anak telah memiliki tujuan sendiri pada usia masih muda (pubertas) dan dewasa muda. baik mental. Menurut xvi . Siswa SMP berada pada usia pubertas. Menurut Monks. Untuk mengetahui efektifitas kedua tipe pembelajaran kooperatif tersebut pada siswa SMP diperlukan adanya penelitian. Terdapat beberapa macam (tipe) pembelajaran kooperatif. dan optimalisasi keterlibatan seluruh indra siswa. penerapan strategi yang dipilih dalam pembelajaran matematika harus bertumpu pada dua hal yaitu optimalisasi interaksi semua unsur pembelajaran. Dari segi pembelajaran.

siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe dan siswa yang dikenai pembelajaran konvensional. untuk itu perlu diadakan penelitian khususnya pembelajaran matematika pada pokok bahasan teorema Pythagoras agar hasil belajarnya meningkat. siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe dan siswa yang dikenai pembelajaran konvensional. 2. xvii . Untuk mengetahui pembelajaran mana yang lebih baik. apakah hasil belajar matematika siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe STAD lebih baik daripada siswa yang dikenai pembelajaran konvensional pada pokok bahasan teorema Pythagoras siswa SMP kelas II. JIGSAW II. Permasalahan Masalah yang akan diteliti pada penelitian ini adalah: 1. apakah ada perbedaan hasil belajar matematika pokok bahasan teorema Pythagoras antara siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe STAD. maka: a.pengamatan hasil belajar matematika pada pokok bahasan kuadrat dan akar kuadrat masih belum memuaskan. JIGSAW II. jika ada perbedaan hasil belajar matematika pokok bahasan teorema Pythagoras antara siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe STAD. B. maka dilakukan penelitian yang berjudul KEEFEKTIVAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD DAN JIGSAW II TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA POKOK BAHASAN TEOREMA PYTHAGORAS PADA SISWA KELAS II SEMESTER 1 SMP N 10 SEMARANG TAHUN PELAJARAN 2004/2005.

(Kamus Besar bahasa Indonesia. Pembelajaran. (Darsono. Penegasan Istilah 1. c.b. manakah yang lebih baik hasil belajar matematika antara siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe STAD dan model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II pada pokok bahasan teorema Pythagoras siswa SMP kelas II . pembelajaran adalah cara guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk berpikir agar mengenal dan memahami apa yang dapat dipelajari apa yang sedang terjadi. Pembelajaran Kooperatif xviii . yakni suatu kegiatan yang dilakukan oleh guru sedemikian rupa. 2. sehingga tingkah laku siswa berubah ke arah yang lebih baik. apakah hasil belajar matematika siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II lebih baik daripada siswa yang dikenai pembelajaran konvensional pada pokok bahasan teorema Pythagoras siswa SMP kelas II. 2000: 24) Pembelajaran konvensional adalah pembelajaran dengan metode ekspositori dimana guru lebih banyak berperan. Keefektivan Efektif adalah ada pengaruhnya atau dapat membawa hasil.1993:219) Keefektivan yang dimaksudkan pada judul di atas bahwa dalam penelitian ini hasil belajar dengan pembelajaran kooperatif tipe STAD dan JIGSAW II lebih baik dari pada hasil belajar kelas dengan pembelajaran konvensional. C. 3. Sedangkan menurut aliran kognitif. Keefektivan adalah keberhasilan tentang suatu usaha atau tindakan.

Pembelajaran Kooperatif Tipe JIGSAW II Pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II merupakan model pembelajaran dimana siswa belajar berkelompok / tim yang beranggotakan 4 atau 5 orang siswa yang heterogen kemampuannya. 1998. Masing masing anggota kelompok asal bertemu dalam kelompok ahli untuk membahas materi yang ditugaskan pada masing-masing anggota kelompok dimana guru sebelumnya tidak menjelaskan tentang materi tersebut.Pembelajaran kooperatif adalah suatu strategi belajar dimana siswa belajar dalam kelompok kecil dengan tingkat kemampuan yang berbeda. Setelah pembahasan dalam kelompok ahli selesai kemudian tiap siswa kembali ke kelompok semula (asal) dan menjelaskan pada teman sekelompoknya untuk mencapai ketuntasan materi.(Slavin dalam Hermin Budiningrati. Selama kerja kelompok. Dalam pembelajaran ini siswa digolongkan dalam dua kelompok yaitu kelompok asal dan kelompok ahli. 6. xix . 5. Dalam menyelesaikan tugas kelompok setiap anggota saling bekerja sama dan membatu untuk memahami suatu bahan pembelajaran.11) 4. Pembelajaran Kooperaif Tipe STAD Student Team Achievement Division (STAD) merupakan tipe pembelajaran yang paling sederhana sebuah model yang bagus untuk memulai bagi seorang guru yang baru untuk menggunakan pendekatan kooperatif. tugas anggota kelompok adalah mencapai ketuntasan materi dan saling membantu teman sekelompok mencapai ketuntasan. Hasil Belajar Matematika Hasil belajar matematika adalah hasil belajar yang diperoleh dari perubahan tingkah laku berkat pengalaman dan latihan yang berupa penguasaan pengetahuan dan keterampilan dalam pelajaran matematika.

Pembelajaran Konvensional Menurut percivel F dan Ellington H ( terjemahan Sudjarwo. D. Berdasarkan kutipan tersebut dapat disimpulkan bahwa guru memegang peranan utama dalam menentukan isi dan proses belajar. Tujuan a.1998:19) pendekatan yang berorientasi pada guru adalah pendidikan yang konvensional dimana hampir seluruh kegiatan pembelajaran dikendalikan oleh guru. 2000: 27) 7. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada perbedaan hasil belajar matematika pokok bahasan teorema Pythagoras antara siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe STAD. atau masalah dalam kehidupan sehari-hari. Teorema Pythagoras Teorema Pythagoras adalah bagian dari materi geometri SLTP yang banyak menuntut siswa untuk dapat menemukan prinsip dan menggunakan teorema itu dalam menyelesaikan soal-soal bangun datar. Pada penelitian ini. 8. termasuk dalam menilai kemajuan belajar siswa. Tujuan Dan Manfaat 1. pembelajaran konvensional adalah pembelajaran dengan menggunakan metode ekspositori. bangun ruang.(Darsono. xx . dan siswa yang dikenai pembelajaran konvensional. siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II. Dalam penelitian ini teorema Pythagoras merupakan salah satu pokok bahasan yang terdapat dalam mata pelajaran matematika bagi SLTP kelas II semester I.

b. xxi . penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manakah yang lebih baik hasil belajar matematika antara siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe STAD dan model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II pada pokok bahasan teorema Pythagoras siswa SMP kelas II. maka: 1. a. karena dalam model pembelajaran kooperatif keberhasilan individu merupakan tanggung jawab kelompok. b. dan siswa yang dikenai pembelajaran konvensional. siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe II. Manfaat Hasil dari kegiatan penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat untuk. Jika ada perbedaan hasil belajar matematika pokok bahasan teorema Pythagoras antara siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe STAD. 2. memberikan alternatif model pembelajaran pokok bahasan teorema Pythagoras. 3. penelitian bertujuan untuk mengetahui apakah hasil belajar matematika siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II lebih baik daripada siswa yang dikenai pembelajaran konvensional pada pokok bahasan teorema pythagoras siswa SMP kelas II. menumbuhkan semangat kerjasama. 2. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah hasil belajar matematika siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe STAD lebih baik daripada siswa yang dikenai pembelajaran JIGSAW konvensional pada pokok bahasan teorema pythagoras siswa SMP kelas II.

Tujuan. berisi: Matematika Sekolah. yaitu: Bab I : Pendahuluan. meningkatkan motivasi dan daya tarik siswa terhadap mata pelajaran matematika. dan bagian akhir skripsi. Manfaat Penelitian. Pembelajaran Konvensional. Teorema Pythagoras. serta Sistematika Penulisan Skripsi. Sistematika Penulisan Skripsi Secara garis besar sistematika skripsi ini terbagi menjadi tiga bagian. Bab II: Landasan Teori. yaitu: bagian awal skripsi. lembar pengesahan. E. Bagian awal skripsi ini berisi halaman judul. bagian isi skripsi. Permasalahan. memberi bekal mahasiswa calon guru matematika siap melaksanakan tugas di lapangan sesuai kebutuhan lapangan (stakeholder). abstrak. daftar isi. Hipotesis Penelitian. daftar tabel dan daftar lampiran. berisi: Alasan Pemilihan Judul. Penegasan Istilah. motto dan persembahan. Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD dan JIGSAW II. Kerangka Berpikir. Bagian isi skripsi terdiri dari 5 bab. kata pengantar.c. Teori Belajar dan Hasil Belajar Matematika. d. xxii .

Sedangkan yang dimaksud kurikulum matematika adalah kurikulum pelajaran matematika yang diberikan di jenjang pendidikan menengah ke bawah bukan di jenjang perguruan tinggi. Bagian akhir skripsi berisi daftar pustaka dan lampiran-lampiran. berisi : Hasil-Hasil Penelitian dan Pembahasan. Analisis Instrumen. Belajar matematika bagi para siswa. Metode Analisis Data. Siswa diberikan pengalaman menggunakan matematika sebagai alat untuk memahami atau menyampaikan suatu informasi misalnya melalui persamaanpersamaan/tabel-tabel dalam model-model matematika yang merupakan penyederhanaan dari soal-soal cerita/ soal uraian matematika lainnya.Bab III: Metode Penelitian. juga merupakan pembentukan pola pikir dalam pemahaman suatu pengertian maupun dalam penalaran suatu hubungan diantara xxiii . berisi: Metode Penentuan Obyek Penelitian. Bab V : Penutup. Alat Pengumpul Data. BAB II LANDASAN TEORI DAN HIPOTESIS A. Prosedur Pengumpulan Data. Bab IV: Hasil Penelitian dan Pembahasan. Teknik Pengumpulan Data. pola pikir. Fungsi mata pelajaran matematika sebagai alat. Variabel Penelitian. berisi: Simpulan dan Saran. Matematika Sekolah Matematika sekolah adalah matematika yang diajarkan di sekolah yaitu yang diajarkan di pendidikan dasar (SD dan SMP) dan pendidikan menengah (SMA/ SMK). dan ilmu atau pengetahuan.

siswa memiliki pandangan yang cukup luas dan memiliki sikap logis. 2003: 68-69). Pembelajaran matematika mengikuti metode spiral. yang dimulai dari hal yang konkrit dilanjutkan ke hal yang abstrak. dari hal yang sederhana ke hal yang kompleks atau dari konsep yang mudah ke konsep yang lebih sukar. Dalam setiap memperkenalkan konsep dan bahan yang baru perlu memperhatikan konsep/ bahan yang dipelajari siswa sebelumnya. cermat.(Erman Suherman. Menurut Erman Suherman (2003: 58) tujuan pembelajaran matematika di SMP adalah agar: a. Pembelajaran matematika adalah berjenjang (bertahap). c. Selain itu matematika berfungsi sebagai ilmu atau pengetahuan. siswa memiliki keterampilan matematika sebagai peningkatan dan perluasan dari matematika sekolah dasar untuk dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari. sehingga tentunya pengajaran matematika di sekolah harus diwarnai oleh fungsi tersebut. b. 2003: 55-56) Tujuan umum pembelajaran matematika pada jenjang pendidikan dasar dan menengah yaitu memberikan penekanan pada keterampilan dalam penerapan matematika. a. Bahan yang xxiv .penalaran-penalaran itu. b. Bahan kajian matematika diajarkan secara berjenjang/ bertahap. dan disiplin serta menghargai kegunaan matematika Karakteristik pembelajaran matematika di sekolah sebagai berikut (Erman Suherman. siswa memiliki kemampuan yang dapat dialihgunakan melalui kegiatan matematika. d. siswa memiliki pengetahuan matematika sebagai bekal untuk melanjutkan ke pendidikan menengah. baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam membantu mempelajari ilmu pengetahuan lainnya. kritis.

tidak ada pertentangan antara kebenaran suatu konsep dengan konsep lainnya. efisiensi dan ketepatan (efektifitas). Proses dan hasil berpikir tersebut dinilai dari segi kelogisan. mendengarkan dengan cermat apa yang sedang diperbincangkan siswa. menganalisis hasil kerja siswa. Dalam proses berpikir perlu dilihat tata nalar. d. Pemahaman konsep-konsep matematika melalui contoh-contoh dengan sifat yang sama yang dimiliki dan yang tidak dimiliki oleh konsep-konsep tersebut merupakan tuntutan pembelajaran matematika. Kebenaran dalam matematika sesuai dengan struktur deduktif aksiomatiknya. mengajukan pertanyaan. d. mendengarakan dengan cermat pendapat siswa. xxv . Kebenaran-kebenaran dalam matematika pada dasarnya merupakan kebenaran konsistensi. b. melalui tes. berdialog dengan teman yang lain . e. Pembelajaran matematika menganut kebenaran konsistensi. Pembelajaran matematika menekankan pola pikir deduktif. pengamatan terhadap siswa sewaktu bekerja. c. alasan (reasoning) dan kreativitas.baru selalu dikaitkan dengan bahan yang telah dipelajarinya dan sekaligus untuk mengingatkannya kembali. Penilaian pembelajaran perlu diusahakan menyeluruh dalam arti meliputi “ langkah kerja” dan “hasil kerja” Menurut Erman Suherman (2003:72) cara menilai dapat dilakukan antara lain melalui: a. Penilaian pembelajaran matematika ditekankan pada proses dan hasil berpikir. c. kecermatan.

Siswa akan dikenakan evaluasi atau diberikan hadiah/penghargaan yang juga akan dikenakan untuk semua anggota kelompok. Siswa dalam kelompoknya haruslah beranggapan bahwa mereka “sehidup sepenanggungan bersama”. (Woolfolk dalam Budiningarti 1998: 22) menyatakan bahwa pembelajaran kooperatif merupakan salah satu pembelajaran yang didasarkan pada faham konstruktivisme. Siswa berbagi kepemimpinan dan mereka membutuhkan keterampilan untuk belajar bersama selama proses belajarnya. 1.B. 4. Dengan menerapkan strategi pembelajaran kooperatif pada siswa berarti sekolah ( guru dan murid): xxvi . 2. Sistem pengajaran yang memberi kesempatan kepada anak didik untuk bekerjasama dengan sesama siswa dalam tugas-tugas yang terstruktur disebut sebagai pengajaran gotong royong atau cooperatif learning. Siswa bertanggungjawab atas segala sesuatu di dalam kelompoknya seperti milik mereka sendiri. 6. Siswa haruslah membagi tugas dan tanggungjawab yang sama diantara anggota kelompoknya. Menurut Muslimin Ibrohim (2000:6) Unsur-unsur dasar pembelajaran kooperatif adalah sebagai berikut. Siswa akan diminta mempertanggungjawabkan secara individual materi yang ditangani dalam kelompok kooperatif. Pembelajaran Kooperatif Pembelajaran kooperatif merupakan strategi belajar mengajar di mana siswa belajar dalam kelompok-kelompok kecil dengan tingkat kemampuan kognitif yang heterogen. 3. 7. Pada pembelajaran kooperatif siswa percaya bahwa keberhasilan mereka akan tercapai jika dan hanya jika setiap anggota kelompoknya berhasil. Sistem pendidikan gotong royong merupakan alternatif menarik yang dapat mencegah timbulnya kegresifan dalam sistem kompetisi dan keterasingan dalam sistem individu tanpa mengorbankan aspek kognitif. Siswa haruslah melihat bahwa semua anggota di dalam kelompoknya memiliki tujuan yang sama. 5.

menciptakan lingkungan yang menghargai. 5. menghormati nilai-nilai ilmiah. a. Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Student Team Achievement Division (STAD) merupakan tipe pembelajaran kooperatif yang dikembangkan oleh Robert Slavin dan teman-temannya di xxvii . Vygotsky mendefinisikan Zone of proximal development sebagai suatu selisih atau jarak antara tingkat perkembangan potensial yang ditentukan oleh pemecah masalah dengan bimbingan orang dewasa atau melalui kerjasama dengan sejawat yang lebih mampu. b. 3. membangun sekolah dalam suasana belajar. menerapkan bimbingan oleh teman (peer coaching).1. mengembangkan dan menggunakan keterampilan kooperatif berfikir kritis dan kerja sama kelompok. 4. menyuburkan hubungan antar pribadi yang positif diantara siswa yang berasal dari latar belakang yang berbeda. Teori Kognitif Asumsi dasar teori-teori perkembangan kognitif adalah bahwa interaksi antar siswa disekitar tugas-tugas yang sesuai akan meningkatkan ketuntasan mereka tentang konsep-konsep penting. C. Adanya tujuan kelompok (tujuan bersama) mampu menciptakan situasi di mana cara bagi setiap anggota kelompok untuk mencapai tujuannya sendiri adalah dengan mengupayakan agar tujuan kelompoknya tercapai terlebih dahulu. Slavin (1995: 16) menyatakan terdapat dua aspek penting yang mendasari keberhasilan cooperatif learning yaitu teori motivasi dan teori kognitif. 2. Teori motivasi Aspek motivasi pada dasarnya ada dalam konteks pemberian penghargaan kepada kelompok.

kesenangan dan lain sebagainya. satu sama lain atau melakukan diskusi. Menurut Slavin (1995:71) STAD terdiri dari 5 (lima) komponen utama yaitu penyajian materi. Secara individual setiap pertemuan siswa diberi kuis. Skor perkembangan ini tidak berdasarkan pada skor mutlak siswa. kelompok. Kuis. sedang dan rendah. Pembawaan siswa ke dalam kelompok-kelompok perlu diseimbangkan sehingga setiap kelompok memiliki anggota yang tingkat prestasinya seimbang. kuis. atau siswa yang mencapai skor sempurna pada kuis-kuis itu. xxviii . siswa-siswa dikelompokkan menjadi kelompok-kelompok yang beranggotakan 4-6 siswa. skor peningkatan individu. tetapi berdasarkan pada seberapa jauh skor itu melampui rata-rata skor siswa yang lalu. diumumkan tim-tim dengan skor tertinggi.Universitas John Hopkin. yang terdiri dari siswa pandai. Anggota tim menggunakan lembar kegiatan atau perangkat pembelajaran yang lain untuk menuntaskan materi pelajarannya dan kemudian saling membantu satu sama lain untuk memahami bahan pelajaran melalui tutorial. Kuis itu diskor dan tiap individu diberi skor perkembangan. Dalam model pembelajaran kooperatif tipe STAD. latar belakang sosial. siswa yang mencapai skor perkembangan tinggi. Kadang-kadang seluruh tim yang mencapai kriteria tertentu dicantumkan dalam lembar itu. dan penghargaan kelompok. Setiap pertemuan pada suatu lembar penilaian singkat atau dengan cara lain. Disamping itu guru juga mempertimbangkan kriteria heterogenitas yang lainnya seperti jenis kelamin. Tipe ini merupakan salah satu tipe pembelajaran kooperatif yang paling sederhana dan sebuah model yang bagus untuk memulai bagi seorang guru yang baru untuk menggunakan pendekatan kooperatif .

dan skor kuis mereka menentukan skor kelompok mereka.1. Setiap siswa diberi skor berdasarkan rata-rata hasil belajar siswa yang lalu pada kuis yang serupa. Siswa diberi lembar kegiatan yang dapat digunakan untuk melatih keterampilan yang sedang diajarkan untuk mengevaluasi diri mereka dan teman satu kelompok. xxix . Kuis dikerjakan oleh siswa secara mandiri. jenis kelamin. Hal ini bertujuan untuk menunjukkan apa saja yang telah diperoleh siswa selama belajar dalam kelompok. tugas anggota kelompok adalah menguasai materi yang diberikan guru dan membantu teman satu kelompok untuk menguasai materi tersebut. Kuis Setelah 1 sampai 2 periode penyajian guru dan latihan tim. dan etnis yang bervariasi. Tim atau kelompok Tim atau kelompok terdiri atas 4-5 siswa dengan prestasi akademik. materi mula-mula diperkenalkan dalam penyajian materi. Skor peningkatan individu Ide yang melatarbelakangi skor perbaikan individu adalah memberikan prestasi yang harus dicapai oleh setiap siswa jika ia bekerja lebih keras dan mencapai hasil belajar yang lebih baik daripada sebelumnya. ras. siswa mengikuti kuis secara individu. Dalam hal ini. 4. Seringkali ini merupakan instruksi langsung atau kuliah-diskusi yang dipandu oleh guru. Penyajian materi Dalam STAD. Selama belajar kelompok. siswa menyadari bahwa mereka harus memeperhatikan selama penyajian kelas karena dengan demikian akan mengerjakan kuis dengan baik. 2. 3. termasuk penyajian dengan audio visual.

Dalam pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II. Seperti juga dalam STAD. dan beberapa topik ilmu sains terutama topik yang berkaitan dengan penanaman konsep. Kunci dari pembelajaran tipe JIGSAW II adalah saling xxx . Pada akhirnya siswa mengerjakan kuis yang mencakup semua topik dan skor yang diperoleh menjadi skor tim (seperti dalam STAD).Kemudian siswa mendapatkan poin untuk timnya berdasarkan tingkat kenaikan skor kuis dan skor dasarnya. D. siswa bekerja dalam tim yang heterogen seperti dalam STAD. 5. selanjutnya dari tim berbeda dengan topik yang sama bertemu (berkumpul) dalam kelompok ahli. skor yang dikontribusi oleh siswa kepada timnya menjadi dasar sistem peningkatan skor individual. Siswa dengan skor tinggi dalam timnya dapat menerima sertifikat atau penghargaan lainnya. untuk mendiskusikan topik mereka selama waktu yang ditentukan. Siswa diminta untuk membaca suatu materi dan diberi lembar ahli (expert sheet) yang memuat topik-topik berbeda untuk tiap anggota tim yang harus dipelajari pada saat membaca. Penghargaan kelompok Tim dimungkinkan mendapat sertifikat atau penghargaan lain apabila skor ratarata mereka melebihi kriteria tertentu. Apabila siswa telah selesai membaca. sehingga pembelajaran ini cocok untuk topik-topik ilmu sosial. literatur. Selanjutnya ahli-ahli ini kembali ke tim masing-masing untuk menyampaikan kepada anggota yang lain dalam satu tim asal. Pembelajaran Kooperatif Tipe JIGSAW II Pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II dapat digunakan apabila topik-topik yang dipelajari ditulis dalam bentuk cerita.

1. yaitu setiap siswa bergantung pada anggota satu timnya untuk menyediakan informasi yang dibutuhkan agar mengerjakan kuis dengan baik. Membaca Siswa menerima topik ahli dan membaca materi yang ditnjuk untuk menggali informasi (mendalaminya). Ilustrasi kelompok JIGSAW II: ⊗ ♦ ∇ ⊗ ♦ ∇ ⊗ ♦ ∇ ⊗ ♦ ∇ ⊗ ⊗ ⊗ ⊗ ♦ ♦ ♦ ♦ ∇ ∇ ∇ ∇ ⊗ ♦ ∇ ⊗ ♦ ∇ Keterangan: Baris I dan III Baris II ⊗ ♦ ∇ ⊗ ♦ ∇ : Kelompok asal : Kelompok ahli Gambar 1 Menurut Slavin ( 1995: 122 ) Kegiatan instruksional yang secara reguler dilaksanakan dalam pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II terdiri atas membaca. diskusi kelompok ahli. laporan tim.kertergantungan. 2. Diskusi kelompok ahli xxxi . dan penghargaan tim. tes.

Siswa mendapatkan poin perkembangan yang besarnya apakan skor kuis terkini mereka menyamai atau melampaui skor dasar mereka. Tes Siswa mengerjakan kuis individual yang mencakup semua topik. 1995: 80) Langkah 1 menetapkan skor dasar Langkah 2 menghitung skor kuis terkini Langkah 3 menghitung skor perkembangan setiap siswa diberikan skor berdasarkan skor kuis yang lalu. sehingga butir-butir itu dapat diskor di kelas atau segera setelah tes diberikan. butir-butir tes pada kuis ini harus merupakan satu jenis tes obyektif paper and pencil.Siswa dengan topik ahli yang sama bertemu untuk mendiskusikannya dalam kelompok ahli. Laporan tim Ahli-ahli kembali pada timnya dan mengajarkan topik mereka kepada anggota yang lain dalam satu timnya. 4. 3. Penilaian Dalam Pembelajaran Kooperatif Penilaian dalam pembelajaran kooperatif dilakukan dengan tes atau kuis tentang bahan pembelajaran. Cara menentukan skor individual (Slavin. Dalam banyak hal. 0 poin 10 poin 20 poin 30 poin 30 poin Lebih dari 10 poin di bawah skor dasar 10 – 1 poin di bawah skor dasar xxxii Skor dasar sampai 10 poin diatas skor dasar Lebih dari 10 poin diatas skor dasar Pekerjaan sempurna (tanpa memperhatikan skor dasar) . dengan menggunakan skala yang diberikan di bawah ini. Siswa memperoleh poin untuk kuis yang berkaitan. Penghargaan tim Tim dimungkinkan mendapatkan sertifikat atau penghargaan lain apabila skor rata-rata mereka melebihi kriteria tertentu. 5.

Erman Suherman (2003:203) menyatakan bahwa dalam metode ekspositori kegiatan pembelajaran terpusat pada guru sebagai pemberi informasi. bekerjasama dengan temannya.E. F. Teori Belajar Dan Hasil Belajar Matematika Ada beberapa teori belajar yang mendasari pelaksanaan belajar matematika diantaranya: 1. Jadi dalam pembelajaran dngan metode ini siswa belajar lebih aktif daripada metode ceramah. atau disuruh mengerjakan di papan tulis. Pembelajaran konvensional di sini adalah pembelajaran dengan menggunakan metode ekspositori. 2001: 93) bahan pelajaran yang dipelajari haruslah “bermakna” (meaningful) artinya bahan pelajaran itu xxxiii . Jadi metode pembelajaran yang pada umumnya digunakan para guru matematika adalah lebih tepat dikatakan sebagai pengajaran dengan menggunakan metode ekspositori daripada metode ceramah. Pembelajaran Konvensional Pembelajaran konvensional dalam penelitian ini adalah pembelajaran yang biasa dilakukan guru dalam mengajar di sekolah menengah pada mata pelajaran matematika. dimana pada awal pelajaran guru menerangkan materi dan memberi contoh soal kemudian siswa membuat catatan dan membuat latihan soal kemudian bertanya jika ada informasi yang tidak dimengerti. karena siswa mengerjakan latihan soal sendiri. Teori Ausubel Menurut Ausubel (1971) dalam (Herman Hudojo.

Setelah belajar siswa memiliki keterampilan. Timbulnya kapabilitas tersebut adalah dari stimulasi yang berasal dari lingkungan dan proses kognitif yang mengubah sifat stimulasi lingkungan. 2.sedemikian hingga konsep-konsep baru benar-benar terserap. dan nilai. c. b. membuat daftar penguat positif. xxxiv . Menurut Gagne belajar terdiri dari tiga komponen penting. Guru mencari dan menemukan perilaku siswa yang positif atau negatif. Guru mencari perilaku yang lebih disukai oleh siswa. intelektual. pengetahuan. Teori Gagne Menurut Gagne dalam (Dimyati. mempelajari keadaan kelas. d. 3. (Dimyati dan Mudjiono. Perilaku positif akan diperkuat dan perilaku negatif diperlemah. membuat program pembelajaran. Dengan perkataan lain pelajaran baru haruslah dikaitkan dengan konsepkonsep yang sudah ada. penguatan. maka responsnya menjadi lebih baik. a. 1999: 9) belajar merupakan kegiatan yang kompleks. Disamping itu iapun menyatakan bahwa dalam belajar siswa tidak hanya menerima dan menghapal tetapi siswa mengkontruksi sendiri pengetahuannya. Pada saat orang belajar. kondisi internal. informasi Verbal adalah kapabilitas untuk menggungkapkan pengetahuan dalam bentuk bahasa baik lisan maupun tertulis. 1999: 8) Menurut Dimyati dan Mudjiono (1999: 8) langkah-langkah pembelajaran berdasarkan teori Skinner sebagai berikut. Ketiga. Kedua. Kesatu. dan hasil belajar berupa kapabilitas. sebaliknya bila ia tidak belajar maka responsnya menurun. Keempat. dan kegiatan luar sekolah yang dapat dijadikan penguat. Menurut Gagne kapabilitas siswa terdiri dari 5 hasil belajar yaitu: a. sikap. emosional siswa terlibat di dalam kegiatan belajar mengajar. menjadi kapabilitas baru. yaitu kondisi eksternal. Dengan demikian. dan hasil belajar. perilaku yang kena hukuman. melewati pengolahan informasi. Teori Skinner Skinner berpandangan bahwa belajar adalah suatu perilaku. waktu mempelajari perilaku dan evaluasi. Program pembelajaran ini berisi urutan perilaku yang dikehendaki.cocok dengan kemamapuan siswa dan harus relevan dengan struktur kognitif siswa. memilih dan menentukan urutan tingkah laku yang dipelajari serta jenis penguatnya.

sehingga terwujud otomatisme gerak jasmani. Dari ketiga hal diatas. Pelaksanaan belajar mengajar harus memperhatikan kesiapan intelektual siswa. Pendekatan dan metode yang digunakan tersebut haruslah disesuaikan dengan kesiapan intelektual siswa. 1999: 10-11) 4. Penyajian konsep harus lebih mengutamakan pengertian. c. b. a. artinya jika ia akan memahami konsep abstrak matematika harus dibantu dengan menggunakan benda konkrit. d. 2003: 47) mengemukakan bahwa pelaksanaan kegiatan belajar mengajar yang diselenggarakan oleh guru harus memperhatikan hal sebagai berikut. Siswa SMP masih ada pada tahap operasi konkrit. (Dimyati dan Mudjiono. c. keterampilan motorik adalah kemampuan melakukan serangkaian gerak jasmani dalam urusan dan koordinasi. Oleh karena itu dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar mulailah menyajikan contoh-contoh konkrit yang beraneka ragam. kemudian xxxv . Teori Gestalt John Dewey dalam (Erman Suherman. sikap adalah kemampuan menerima atau menolak obyek berdasarkan penilaian terhadap obyek tersebut. e. Mengatur suasana kelas agar siswa siap belajar.b. strategi kognitif adalah kemampuan menyalurkan dan mengarahkan aktivitas kognitifnya sendiri meliputi penggunaan konsep dan kaidah dalam memecahkan masalah. melainkan harus lebih mementingkan pemahaman terhadap proses terbentuknya konsep tersebut daripada hasil akhir. keterampilan intelektual adalah kecakapan yang berfungsi untuk berhubungan dengan lingkungan hidup serta mempresentasikan konsep dan lambang. dalam menyajikan pelajaran guru jangan memberikan konsep yang harus diterima begitu saja. Untuk itu guru bertindak sebagai pembimbing dan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan proses melalui metode induktif.

namun belum berkembang secara penuh. tahap analisis. Van Hiele dalam Erman Suherman (2003: 51-52) menyatakan bahwa terdapat 5 tahap belajar anak dalam belajar geometri. d. yaitu tahap pengenalan. 2003: 4748). Tahap Pengurutan Pada tahap ini anak sudah mampu melaksanakan penarikan kesimpulan. dan metode pengajaran yang diterapkan jika ditata secara terpadu akan dapat meningkatkan kemampuan berpikir anak yang lebih tinggi. tahap deduksi. Teorema Van Hiele Teorema Van Hiele mengemukakan teori belajar dalam geometri. Tahap Deduksi xxxvi . Tahap Analisis Pada tahap ini anak sudah mulai mengenali sifat-sifat yang dimiliki benda geometri yang diamatinya. c. Dengan cara seperti itu diharapkan kegiatan belajar mengajar biasa berjalan secara bermakna (Erman Suherman. Tahap Pengenalan Pada tahap ini anak belajar mengenali suatu bentuk geometri secara keseluruhan namun belum mampu mengetahui adanya sifat-sifat dari bentuk dari bentuk geometri yang dilihatnya itu. 5. Ia sudah mampu menyebutkan keteraturan yang terdapat pada benda geometri itu. tahap pengurutan.mengarah pada konsep abstrak. dan tahap akurasi yang diuraikan sebagai berikut. a. yang kita kenal dengan sebutan berpikir induktif. Menurut teorema ini ada tiga unsur utama dalam pengajaran geometri yaitu waktu. materi pengajaran. b.

Pada tahap ini anak sudah mampu menarik kesimpulan secara deduktif dari yang secara umum ke khusus. a. c. 2000: 27). Kepuasan dan kebanggaan yang dapat menumbuhkan motivasi belajar intrinsik pada diri siswa. Menambah keyakinan akan kemampuan dirinya. d. b. bahan informasi dalam inovasi pendidikan. Tahap ini merupakan tahap berpikir yang tinggi. Asumsinya bahwa hasil belajar dapat dijadikan pendorong bagi siswa dalam meningkatkan iptek serta berperan sebagai umpan balik dalam meningkatkan mutu pendidikan. Tahap Akurasi Pada tahap ini anak sudah menyadari betapa pentingnya ketepatan dari prinsip-prinsip dasar yang melandasi suatu pembuktian. hasil belajar yang dicapai siswa melalui proses belajar mengajar yang optimal menunjukkan ciri sebagai berikut. rumit. Anak mulai mampu menggunakan aksioma atau postulat. xxxvii . dan kompleks. Beberapa fungsi hasil belajar yaitu sebagai indikator kualitas dan kuantitas pengetahuan yang telah dikuasai oleh siswa. e. lambang pemuasan. Hasil yang dicapai bermakana bagi diri siswa. dasar ingin tahu. Hasil belajar matematika adalah hasil yang diperoleh dari perubahan tingkah laku berkat pengalaman dan latihan yang berupa penguasaan pengetahuan dan keterampilan dalam pelajaran matematika (Darsono. Hasil belajar yang diperoleh siswa komprehensif (menyeluruh) yang mencakup ranah kognitif. Menurut Nana Sudjana (2001:57). afektif dan psikomotor serta keterampilan atau perilaku. pengetahuan.

Akar kuadrat suatu bilangan Hasil akar kuadrat dari bilangan a.5 25 x 2 = 25 × 2 = 5 2 2. (3) C Jika panjang sisi persegi ABCD adalah a. dengan b ≥ 0 (b adalah bilangan positif atau nol) ( M. Jadi. dapat ditentukan dengan sifat berikut : a = b jika b2 = a. D A Gb.5) 2 = 3. Kemampuan siswa untuk mengontrol/ menilai dan mengendalikan diri dalam menilai hasil yang dicapai maupun proses dan usaha belajarnya. a2 dibaca “a pangkat dua” atau dibaca “a kuadrat”. 4. xxxviii . (-7)2 = -7 x (-7) = 49 3.25 = 50 = (3. Kuadarat dan Akar kuadrat suatu Bilangan a. G. Luas Daerah Persegi Dan Segitiga Siku-Siku a. 12. jadi luas daerah persegi adalah kuadrat sisi-sisinya.e. 172 = 17 x 17 = 289 2. Teorema Pythagoras 1. maka luas B daerah persegi ABCD dirumuskan sebagai berikut : L = a x a = a2 . Persegi Perhatikan persegi ABCD di samping. a2 =a x a b. 1999:12) Contoh Soal : 1. Cholik Adinawan dan Sugijono. Kuadrat suatu bilangan Kuadrat suatu bilangan adalah perkalian suatu bilangan dengan bilangan itu sendiri.

5 = 5 cm2 2 2 . Pernyataan ini dinamakan Teorema Pythagoras.5 cm dan panjang AB= 4cm! A Gb.42 = 0.016 m2 b. luas daerah persegi pada sisi miring sama dengan jumlah luas daerah persegi-persegi pada dua sisi yang lain. Teorema Pythagoras Pada setiap segitiga siku-siku. (5) Penyelesaian: B Panjang AC = t = 2. Segitiga siku-siku C Luas daerah segitiga siku-siku = 1 x panjang 2 sisi siku-siku x A Gb.4 = 0.4 x 0. xxxix = 1 1 × a × t = × 4 × 2.Contoh Soal : Hitunglah luas daaerah persegi yang panjang sisinya 0.016 Jadi luas daerah persegi adalah 0.5 cm Panjang AB = a = 4 cm Luas daerah ∆ ABC 3. (4) Contoh Soal : B panjang sisi siku- Perhatikan gambar di bawah ini C Hitunglah luas daerah segitiga ABC jika panjang AC= 2.4 m Penyelesaian: Luas daerah persegi = s2( s = sisi) = 0.

Pembuktian Teorema Pythagoras Untuk membuktikan teorema Pythagoras. (8) 2 b c a B Luas daerah yang tidak diarsir pada gambar (7) adalah luas daerah persegi ABCD – (4 × luas daerah yang diarsir).E c F a a B c c2 a a 2 a b C b H c c A b I D Dalam ∆ABC siku-siku di C berlaku AB2 = BC2 + AC2 ⇔ c2 = a2 + b2 G b2 b2 Gb.ab 2 2 2 2 ⇔ a + b = (a + b) − 2ab xl . 1 ⇔ a 2 + b 2 = (a + b) × (a + b) − 4. .ab 2 2 2 ⇔ c = (a + b) − 2ab Luas daerah yang tidak diarsir pada gambar (8) adalah luas daerah persegi ABCD – (4 × luas daerah yang diarsir). . (7) a B a A b a2 a b Gb. perhatikan gambar di bawah ini D a b c c a C D a b C b b c c2 b c c A a b Gb. 1 ⇔ c 2 = (a + b) × (a + b) − 4. (6) b 4.

dan BC = 24 cm Hitunglah panjang hipotenusa (sisi miring)! Penyelesaian: B Menurut teorema Pythagoras AB2 = AC2 + BC2 = 182 + 242 24 C A 18 Gb. AC= 18 cm.Ternyata dari kedua gambar tersebut daerah yang tidak diarsir memiliki luas daerah yang sama. (9) 5. Contoh Soal : Diketahui segitiga ABC siku-siku di C . C B Gb. yaitu: 2 2 Dari gambar (5) : c = (a + b) − 2ab 2 2 2 A b c a Dari gambar (6): a + b = (a + b) − 2ab Jadi c2 = a 2 + b2 . Menggunakan Teorema Pythagoras Untuk Menghitung Panjang Salah Satu Sisi Segitiga Siku-Siku Jika Sisi-Sisi Lainnya Diketahui Teorema Pythagoras dapat digunakan untuk menghitung panjang salah satu sisi pada segitiga siku-siku. (10) AB = 324 + 576 = 900 = 900 = 30 Jadi panjang AB adalah 30 cm xli . jika dua sisi lainnya diketahui.

sebab AB = AC 2 A D Gb. 1 panjang sisi di hadapan sudut 300 adalah hipotenusa (sisi 2 miring). ∠ACB = 300 . 2 A D Karena ∠ACD menghadap sisi AD dan sisi AC sebagai sisi miring atau hipotenusa. 2 Jika dalam Gambar (12). sebab AB = BC. atau 2 AD = BD = 1 AC. ∆ADC digambar terpisah. (11) B AD = BD = 1 BC. Menghitung Perbandingan Sisi-Sisi Segitiga Siku-Siku Khusus (Salah Satu Sudutnya 300. maka: AB = BC = AC ∠BAC = ∠ABC = ∠ACB = 600 ∠ACD = ∠BCD = 300. AD = C Gb. maka : 600 xlii A B . Perbandingan sisi-sisi segitiga siku-siku yang salah satu sudutnya 300 atau 600 Gambar (11) adalah ∆ABC sama sisi dan CD adalah garis tinggi. 450. C 300 Dalam ∆ABC seperti gambar di samping.6. (12) 1 AC. maka dapat dinyatakan hal berikut : Dalam setiap segitiga siku-siku yang salah satu sudutnya 300. Dan 600) a. C 1 AD = BD = AB. ∠ABC = 600. dan panjang BC = 2 satuan. maka menjadi seperti gambar (11) : ∠ACD = 300 dan ∠DAC = 600.

Atau 3 : 1. (14) 6 3 =3 3 2 Jadi panjang AB adalah 3 3 cm. AB = 1 satuan. AC = 3 satuan. ∠ ABC = 300 hitunglah panjang : a. sisi di hadapan 600.2 2 =1 Jadi. sehingga : AB = AC. Perbandingan sisi-sisi segitiga siku-siku yang salah satu sudutnya 450 Gambar (13) adalah ∆ABC siku-siku sama kaki.AB = Gb. 13 BC : AB : AC = 2 : Contoh Soal : Segitiga ABC siku-siku di A dan panjang BC = 6 cm. maka : xliii BC2 = AB2 + AC2 = 12 + 12 = 1 +1 C 450 . dan sisi di hadapan 300 adalah 2 : 3 : 1. (13) 1 . b. Dari hasil di atas dapat dibuat perbandingan sebagai berikut : C Perbandingan antara sisi di hadapan sudut 600 1 300 2 900. ∠ABC = ∠ACB = 450 Jika.BC 2 1 = . AB Penyelesaian: C BC : AB = 2 : 3 6 : AB = 2 : 3 6 2 = AB 3 6 3 = 2 AB AB = A 6 cm B Gb. BC2 = AB2 + AC2 22 = 12 + AC2 AC2 = 4 – 1 = 3 AC = 3 Jadi. panjang AB = 1 satuan. A 3 B Gb.

BC : AB = 2 : 1 .Berdasarkan hasil di atas. (16) 10 2 = QR = 2 QR 10 2 2 = 10 Jadi panjang QR adalah 10 cm. dan sisi di hadapan 450 adalah 2 : 1. atau BC : AC = 2 : 1 . atau BC : AB : AC = 2 : 1 : 1. dapat dibuat perbandingan sebagai berikut : C Perbandingan antara sisi di hadapan sudut 900. B 450 A Contoh Soal : Diketahui ∆ PQR siku-siku di Q dengan panjang PR = 10 ∠ QPR = 450 Hitunglah panjang QR ! 2 cm dan Penyelesaian : P PR : QR = 10 2 : QR = 2:1 2:1 10 2 cm 10 2 2 = QR 1 R Q Gb. xliv .

15 2 = 289 .. AB = CD = 15 cm D 17 B Menurut teorema Pythagoras AD2 = BD 2 . BC = 6 cm.EFGH berikut ini panjang AB = 8 cm. dan CG = 15 cm.225 = 64 BC = 64 = 8 A 15 Jadi panjang BC adalah 8 cm.AB 2 = 172 . (17) B C Hitunglah panjang sisi AD dan luas daerah persegi panjang ABCD. Hitunglah panjang AC dan AG ! xlv . Luas daerah persegi panjang ABCD = Panjang x Lebar = AB x AD = 15 x 8 = 120 cm2 Jadi luas daerah persegi panjang ABCD adalah 120 cm2 b Menggunakan teorema Pythagoras untuk menyelesaikan soal bangun ruang Pada balok ABCD. Penyelesaian : Perhatikan ∆ ABD . Menggunakan Teorema Pythagoras Pada Bangun Datar Dan Bangun Ruang Contoh soal: a Gunakan teorema Pythagoras untuk menyelesaikan soal bangun datar di bawah! Perhatikan gambar di samping ! D 15 cm 17 cm A Gb.7.

Kebalikan Teorema Pythagoras Dan Tripel Pythagoras a Kebalikan teorema Pythagoras B Menurut teorema kebalikan Pythagoras bahwa dalam c a C segitiga siku-siku kuadrat panjang hipotenusa sama dengan jumlah kuadrat panjang kedua sisi siku-sikunya.Penyelesaian: H E F a. maka: AC2 = AB2 + BC2 C B Gb. Lihat ∆ ACG siku-siku di titik C AG2 = AC2 + CG2 = 102 +152 = 100 + 225 = 325. (18) = 82 + 62 = 64 + 36 = 100 AC = 100 = 10 A D A Jadi panjang AC = 10 cm b. A b Gb. AG = 325 = 5 13 Jadi panjang AG = 5 13 cm 8. Teorema Pythagoras dalam ∆ABC siku-siku di C dirumuskan sebagai : c 2 = a 2 + b 2 . Perhatikan ∆ ABC siku-siku di G titik B. (19) xlvi .

dan 13 cm. dan c2 = 25 diperoleh 169 = 144 + 25 132 = 122 + 52 a2 = b2 + c2 karena panjang sisi segitiga memenuhi a2 = b2 + c2 . maka menurut kebalikan teorema Pythagoras bahwa segitiga tersebut adalah segitiga sikusiku. Tiga bilangan yang memenuhi teorema Pythagoras itu dinamakan Tripel Pythagoras. b Tripel Pythagoras Dalam perhitungan yang menggunakan teorema Pythagoras selalu memerlukan tiga buah bilangan untuk menyatakan panjang hipotenusa (sisi miring) dan panjang kedua siku-sikunya. Maka : a = 13 dan a2 = 16 b = 12 dan b2 = 144 c = 5. Periksalah apakah segitiga itu siku-siku ! Penyelesaian: Misalkan sisi terpanjang segitiga adalah a. Contoh Soal : Sebuah segitiga memiliki sisi-sisi dengan panjang 5 cm. Contoh Soal : xlvii . dengan siku-siku di A. maka ∠C adalah siku-siku atau ∠C = 900.Sedangkan kebalikan teorema Pythagoras adalah : Apabila dalam ∆ABC berlaku hubungan : c 2 = a 2 + b 2 . 12 cm. dan sisi yang lainnya b dan c.

dan 8 b.dan 15 tidak memenuhi hubungan a2 = b2 + c2 maka bilangan-bilangan itu bukan Tripel Pythagoras. 4 3 . 4 3 . Apakah tripel bilangan berikut merupakan tripel Phytagoras a. dan c =13 a2 = b2 + c2 ⇔ 152 = 142 + 132 ⇔ 225 = 196 +169 (Pernyataan yang bernilai salah) Oleh karena bilangan13. a. 4 3 . Jika dalam ∆ABC berlaku hubungan c2 〉 a2 + b2. 4. maka ∆ABC merupakan segitiga lancip. dan 15 Penyelesaian. 9. b= 4 3 . . maka ∆ABC merupakanxlviii segitiga tumpul. 4.1. 13. dan 8 Misalkan a = 8. b= 14. b. 14. dan c =4 a2 = b2 + c2 ⇔ 82 = (4 3 )2 + 42 ⇔ 64 = 48 + 16 (Pernyataan yang bernilai benar) Oleh karena bilangan 4.14 . 14. 13. b Jika dalam ∆ABC berlaku hubungan c2 〈 a2 + b2. maka ∆ABC adalah siku-siku di C ). dan 8 memenuhi hubungan a2 = b2 + c2 maka bilangan-bilangan itu adalah tripel Pythagoras. Menentukan Jenis Segitiga Jika Diketahui Panjang Sisi-Sisinya B c A a C Jika dalam ∆ABC berlaku hubungan c 2 = a 2 + b 2 . dan 15 Misalkan a = 15.

BC = 6 cm. atau tumpul? a.Contoh Soal : Segitiga ABC berikut merupakan segitiga siku-siku. Menyelesaikan soal cerita yang menggunakan teorema pythagoras Dalam kehidupan sehari-hari. Dan AC =8 cm b. 10. xlix . BC = 5 cm. AB =10 cm. AB = 6 cm. b. terdapat banyak masalah yang berhubungan dengan teorema Pythagoras. AB = 6 cm. Dan AC =3 cm AB2 = BC2 + AC2 6 2 = 52 + 32 36 = 25 + 9 ( Pernyataan yang bernilai salah) Ternyata : AB2 > BC2 + AC2 Jadi Segitiga tersebut merupakan segitiga tumpul. BC = 6 cm. Dan AC =8 cm AB2 = BC2 + AC2 10 2 = 62 + 82 100 = 36 + 64 ( Pernyataan yang bernilai benar) Ternyata : AB2 = BC2 + AC2 Jadi Segitiga tersebut merupakan segitiga siku-siku. lancip. BC = 5 cm. Untuk menyelesaikan soal cerita menggunakan teorema Pythagoras lebih mudah jika dilukiskan dengan sketsa. AB =10 cm. Dan AC =3 cm Penyelessaian: a.

(21) A Penyelesaian : B Perhatikan gambar di bawah ED2 = CD2 . Jika jarak tiang listrik dari patok pengikat adalah 5 m.Contoh Soal : a.00 per meter persegi.82 = 100 . BC= 4 m. Gambar di bawah menunjukkan tembok bagian samping sebuah rumah. Jika tembok itu dicat dengan biaya Rp 500. Agar tiang listrik tersebut dapat berdiri dengan tegak. Penyelesaian: Menurut teorema Pythagoras : AC 2 C tali kawat baja = AB + BC = 52 + 42 2 2 Tiang listrik 4m B = 25 + 16 = 41 AC = 41 A 5m Gb. hitunglah biaya yang diperlukan ! D C Gb. dan CD = 10 m. maka harus ditahan oleh tali kawat baja. Panjang AB = 8 m.64 = 36 ED = 36 . maka panjang tali kawat baja minimal yang dibutuhkan adalah …. (20) b.EC2 D 10 cm E C 4 cm A 8 cm l B = 102 . Sebuah tiang listrik tinggi 4m.

Dalam pembelajaran kooperatif siswa lebih mudah menemukan dan memakai konsep-konsep yang sulit apabila mereka dapat saling mendiskusikan masalah-masalah tersebut dengan temannya. Melalui diskusi akan terjalin komunokasi dimana siswa saling berbagi ide atau pendapat. sehingga dapat meningkatkan daya nalar. Penelitian pembelajaran kooperatif juga menunjukkan bahwa pembelajaran kooperatif memiliki dampak positif terhadap siswa dengan yang rendah hasil belajarnya.= 6 AD = AE + ED AD = 4 + 6 AD = 10 Luas Trapesium ABCD = (AD + BC) x EC 2 = (10+ 4) × 8 2 = 56 Luas Trapesium ABCD Jadi Biaya Pengecatan = 56 m2 = 56 x Rp 500. keterlibatan dalam situasi pembelajaran. Manfaat pembelajaran kooperatif untuk siswa dengan hasil belajar rendah antara lain rendah dapat meningkatkan motivasi. meningkatkan hasil belajar. Pernyataan ini sesuai dengan pendapat Vygotsky dalam Slavin (1995: 49) Pembelajaran kooperatif memanfaatkan kecenderungan siswa untuk berinteraksi. Dalam kelas li . Kerangka Berpikir Salah satu implikasi teori belajar kontruktivis dalam pembelajaran adalah penerapan pembelajaran kooperatif.00 = Rp 28000.00 H. retensi atau penyimpanan materi pelajaran lebih lama. dan memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengungkapkan pendapatnya. Melalui diskusi akan terjadi elaborasi kognitif yang baik.

Siswa dalam kelompok akan berusaha mendorong teman-teman sekelasnya supaya berhasil dalam pembelajaran. berusaha keras membantu dan mendorong semangat teman-teman sekelas untuk sama-sama berhasil. Interaksi-interaksi sosial dalam kelompok secara otomatis akan meningkatkanstatus sosial siswa dalam kelas. Kelompok kerjasama antar teman sebaya menjadikan proses pembelajaran benar-benar dinikmati oleh siswa. karena interaksi kelompok dapat menimbulkan kebutuhan saling memiliki. Di dalam kerja kelompok secara tidak sadar akan terjadi suatu interaksi yang dapat meningkatkan status sosial masingmasing individu. Skema Kerangka Berpikir 0 lii . Pada prakteknya bidang studi yang melibatkan beberapa keterampilan dan menyelesaikan masalah akan lebih tepat jika dikerjakan secara kelompok kerjasama daripada secara kompetisi dan individu.kooperatif siswa akan berusaha keras untuk hadir dalam kelas dengan teratur.

I. dan kelas II-F dengan jumlah siswa 37. Hipotesis Penelitian Hipotesis dalam penelitian ini adalah ada perbedaan hasil belajar matematika pokok bahasan teorema Pythagoras antara siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Metode Penentuan Obyek Penelitian 1. kelas II-C dengan jumlah siswa 37 orang. BAB III METODE PENELITIAN A. siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II dan siswa yang dikenai pembelajaran konvensional. kelas II-E dengan jumlah siswa 38 orang. liii . kelas II-D dengan jumlah siswa 40 orang. Populasi Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas II semester 1 SMPN 10 Semarang tahun pelajaran 2004/ 2005 yang terdiri dari 6 kelas yaitu kelas II-A dengan jumlah siswa 38 orang. kelas II-B dengan jumlah siswa 40 orang.

Variabel Penelitian Variabel dalam penelitian ini adalah: 1. satu kelas untuk model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II yaitu kelas II-D. B. Variabel terikat Variabel terikat dalam penelitian ini adalah Hasil belajar matematika siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe STAD. siswa mendapat materi berdasarkan kurikulum yang sama. dan satu kelas sebagai kelas kontrol yang dikenai model pembelajaran konvensional (ekspositori) yaitu kelas II-F. siswa yang menjadi objek penelitian duduk pada kelas yang sama dan pembagian kelas tidak ada kelas yang unggulan. Pada penelitian ini diambil 3 kelas sebagai sampel yaitu satu kelas untuk model pembelajaran kooperatif tipe STAD yaitu kelas IIE. Variabel bebas X1 = Pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II X2 = Pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD X3 = Pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Konvensional 2. siswa diampu oleh guru yang sama. hasil belajar matematika liv . Jadi siswa sudah tersebar secara acak pada kelas yang telah ditentukan. Hal ini dilakukan setelah memperhatikan ciri-ciri antara lain.2. Sampel Sampel dalam penelitian ini diambil dengan random sampling.

lv . Prosedur Pengumpulan Data 1. dan reliabilitas tes. dimana instrumen tes tersebut akan digunakan sebagai tes hasil belajar pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Menyusun kisi-kisi tes 5. 2. Menganalisis data nilai tes awal pada sampel penelitian pada 1) untuk uji homogenitas dan normalitas. Menyusun instrumen tes ujicoba berdasarkan kisi-kisi yang ada. 7. dan hasil belajar matematika siswa yang dikenai pembelajaran konvensional. 8.kemudian menentukan kelas ujicoba di luar sampel penelitian.siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II. siswa diampu oleh guru yang sama. Menganalisis data hasil ujicoba instrumen tes ujicoba pada kelas uji coba untuk mengetahui taraf kesukaran. C. Berdasarkan data 1) ditentukan sampel penelitian yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol dengan menggunakan random sampling dengan pertimbangan siswa mendapat materi berdasarkan kurikulum yang sama. daya pembeda. siswa yang menjadi objek penelitian duduk pada kelas yang sama dan pembagian kelas tidak ada kelas yang unggulan. 6. Mengujicobakan instrumen tes ujicoba pada kelas ujicoba yaitu kelas II-C (yang sebelumnya telah diajarkan pokok bahasan teorema Pythagoras). Menentukan soal-soal yang memenuhi syarat berdasarkan data 7). validitas. 3. 4. Mengambil data nilai tes kelas II semester 1 SMPN 10 Semarang dengan materi pelajaran pokok bahasan kuadrat dan akar kuadrat kelas II semester 1.

13. Melaksanakan pembelajaran koperatif tipe JIGSAW II pada kelas II-D 11. 12. Melaksanakan pembelajaran konvensional yaitu kelas II-F. Menganalisis data hasil tes. 15. Menyusun hasil penelitian. Menyampaikan langkah-langkah pembelajaran koperatif tipe STAD dan JIGSAW II kepada guru-guru kelas eksperimen dan kelas kontrol. Melaksanakan pembelajaran koperatif tipe STAD pada kelas II-E. Skema Prosedur Penelitian lvi . Melaksanakan tes hasil belajar pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. 14. 10.9.

dan kelas II-F yang dikenai pembelajaran konvensional. 2. Tes hasil belajar pokok bahasan kuadrat dan akar kudrat Tes ini dikenakan pada siswa kelas II semester 1 SMP N 10 Semarang pada kelas II-E yang dikenai pembelajaran kooperatif tipe STAD. Alat Pengumpul Data Dalam penelitian ini instrumen yang digunakan adalah tes. Tes hasil belajar pokok bahasan Teorema Pythagoras Tes ini dikenakan pada kelas II-E yang dikenai pembelajaran kooperatif tipe STAD. 1. Teknik Pengumpulan Data Metode Tes Metode ini digunakan untuk mengambil data hasil belajar matematika.Gambar 23 D. Data ini digunakan untuk uji homogenitas dan normalitas populasi. E. lvii . dan kelas II-F yang dikenai pembelajaran konvensional digunakan untuk menjawab hipotesis penelitian. kelas II-D yang dikenai pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II. kelas II-D yang dikenai pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II.

Instrumen penelitian ini diujicobakan pada kelas II-C dengan pertimbangan bahwa kelas tersebut merupakan bagian dari populasi. Tahap pelaksanaan c. a. Dalam penelitian ini ujicoba instrumen dilakukan di kelas II-C yang tidak terpilih sebagai sampel.F. Jumlah soal yang diujicobakan sebanyak 40 soal. sehingga memiliki kemampuan yang sama dengan kelompok sampel penelitian. Tahap analisis lviii . Adapun langkah yang diambil dalam tes ujicoba soal tes matematika sebagai berikut. b. membuat kisi-kisi soal. Analisis Instrumen Instrumen penelitian harus memenuhi syarat-syarat sebagai instrumen yang baik. maka instrumen tersebut harus diujicobakan pada kelas di luar kelas sampel penelitian. Pengujian instrumen penelitian dilakukan untuk mengetahui bahwa instrumen penelitian yang disusun memenuhi persyaratan sebagai instrumen yang baik. membuat soal sesuai dengan kisi-kisi. meliputi menentukan alokasi waktu. Tahap persiapan.

Reliabilitas soal Karena tes yang digunakan merupakan tes pilihan ganda yang dikotomis maka rumus untuk menghitung reliabilitas soal dengan menggunakan rumus Kuder Richardson formula 20 (KR-20). 2003: 72) b. Analisis Instrumen Penelitian Tes hasil belajar matematika a. jika rxy > rkritis maka butir soal tersebut valid dan jika tidak maka butir soal tersebut tidak valid. Validitas tiap butir soal Untuk menghitung validitas tiap butir soal digunakan rumus Korelasi Product Moment. rxy = N ∑ XY − (∑ X )(∑ Y ) ( N ∑ X 2 − (∑ X ) 2 )( N ∑ Y 2 − (∑ Y ) 2 ) : : Koefisien korelasi item soal : Banyak peserta tes : skor item : Skor total Keterangan rxy N X Y Hasil perhitungan rxy dikonsultasikan pada tabel kritis r product moment dengan signifikansi 5%. (Suharsimi Arikunto. yaitu r11 = KR − 20 = ( n ) n −1 (σ x − ∑ p i (1 − p i )) 2 i =1 N σ x2 lix .1.

2003: 208) Soal dengan p = 0. P= Rumus yang digunakan: Keterangan P B N : B N : Tingkat kesukaran : Banyaknya siswa yang menjawab benar : Jumlah peserta tes Untuk menginterpretasikan nilai tingkat kesukaran itemnya dapat digunakan tolak ukur sebagai berikut (Suharsimi Arikunto.70 adalah soal berkriteria sedang.30 – 0.Keterangan r11 n : : Indeks korelasi (harga reliabilitas) : Banyaknya butir soal : Variansi total : Taraf kesukaran masing-masing butir soal σ x2 Pi (Instrumen dikatakan reliabel jika rhitung > rtabel) .00 – 0. Dalam penelitian ini bila soal dengan p = 0.30 soal berkriteria sukar. (Suharsimi Arikunto. d.30 : Soal sukar. Taraf kesukaran Teknik perhitungannya adalah dengan menghitung rasio antara banyaknya siswa yang menjawab benar dengan jumlah peserta tes. 2003 : 100) c. Soal dengan p = 0.70 – 1. Soal dengan p = 0. dan soal dengan p = 0.70 : Soal sedang. Daya pembeda Soal lx .00 : Soal mudah.

2. 2. Mencari P (tingkat kesukaran) dari kelompok atas dan kelompok bawah. Analisis hasil Uji Coba Setelah dilakukan uji coba di kelas II-C SMP N 10 Semarang diperoleh data yang diperlukan untuk menentuka validitas. reliabilitas.40 d = 0. taraf kesukaran. 1. 4. dan bila nilai d = 0.Untuk menghitung daya pembeda soal dapat dilakukan dengan langkahlangkah sebagai berikut.40 – 0. 2003: 214) Dalam penelitian ini bila d = 0.70 d = 0. Mengurangkan tingkat kesukaran kelompok atas dengan tingkat kesukaran kelompok bawah.70 maka soal mempunyai daya beda baik. Kriteria yang digunakan d = 0.20 d = 0. 3.00 – 0. d = PA .40 merupakan soal dengan daya beda cukup. dan lxi .20 – 0.00 : Daya beda soal jelek : Daya beda soal cukup : Daya beda soal baik : Daya beda soal baik sekali (Suharsimi Arikunto. Mengurutkan skor total masing-masing siswa dari yang tertinggi sampai yang terendah. Membagi data yang sudah terurut menjadi dua kelompok yaitu kelompok atas dan kelompok bawah.70 – 1. d = 0.20 merupakan soal dengan daya beda jelek.PB Keterangan: d : Daya pembeda soal PA : Taraf kesukaran masing-masing soal dari kelompok atas PB : Taraf kesukaran masing-masing soal dari kelompok bawah.

35. 24. 21. 19. 20. 34. 5. 15. Dari perhitungan data seperti pada lampiran 19. 37. 38.325. 9. 3. 28. Soal dengan kategori valid yaitu nomor 1. sedangkan soal yang lainnya tidak valid. 4. Berdasarkan analisis hasil uji coba instrumen pada lampiran 19 . 12. 22. 34 butir dengan kriteria sedang. 31. 26. 36.312 Karena rhitung>rtabel maka instrumen penelitian adalah reliabel. 5 butir dengan kriteria sukar. 19. dan 33 dari hasil perhitungan seperti dalam lampiran 19. 38. 10. 29. 18.85 dan rtabel =0. 15. 23. lxii . sedang dan sukar. Dari analisis taraf kesukaran diperoleh soal dengan kriteria mudah. 27. diperoleh: a. Soal dengan kriteria mudah adalah nomor 8 sedang soal dengan kriteria sedang adalah nomor 1. 35. 23. Perhitungan relibilitas diperoleh rhitung = 0. Dari hasil perhitungan (dalam lampiran 19) untuk tiap butir soal dari 40 soal yang diujicobakan diperoleh rhitung = 0. 36. 32.daya pembeda soal. 3. 17. 16. untuk tiap butir soal dari dari 40 butir soal yang diujicobakan diperoleh 1 butir dengan kriteria mudah. 27. 28. 13. untuk tiap butir soal dari 40 soal yang diujicobakan terdapat 31 butir soal yang valid 9 butir soal yang lain tidak valid.85. 30. 37. b. 22. 6. 2. 12. 5. 7. 13. Setelah mendapat harga rhitung kemudian dikonsultasikan dengan harga kriteria. 9. 16. 30. 14. 25. 20. 24. 34. 11. 25. c. 39. 7.4. dan 40. 18. Karena banyaknya responden ada 37 siswa maka suatu butir soal dikatakan valid jika rhitung>rtabel = 0. 31. 2. dan 40 sedang soal dengan kriteria sukar adalah 11. 14. 29.

d. Dari analisis daya pembeda sperti pada lampiran 19, soal yang mempunyai daya pembeda jelek adalah soal nomor 6, 8, 10, 17, 21, 26, 32, 33, dan 39 Soal dengan daya beda cukup adalah soal nomor 1, 2, 7, 9, 14, 16, 18, 20, 22, 24, 25, 28, 30, 31, 34, 35, 36, dan 37 Soal dengan daya pembeda baik adalah soal nomor 3, 4, 5, 11, 12, 15, 19, 23, 27, 29, 38, dan 40. Dari hasil perhitungan (pada lampiran 19), untuk tiap butir soal dari 40 butir yang telah diujicobakan diperoleh 9 butir soal dengan daya pembeda jelek, 19 butir soal dengan daya pembeda cukup, 12 butir soal dengan daya pembeda baik. Dengan memperhatikan segenap aspek analisis item, baik validitas butir, reliabilitas, tingkat kesukaran, dan daya pembeda soal m aka 40 soal yang diujicobakan diambil 30 soal yang dipergunakan yaitu 1, 2, 3, 4, 5, 7, 9, 11, 12, 13, 14, 15, 18, 19, 20, 22, 23, 24, 25, 27, 28, 29, 30, 31, 34, 35, 36, 37, 38, dan 40. Soal-soal yang yang digunakan memenuhi syarat soal valid, tingkat kesukaran mudah, sedang, dan sukar serta daya pembeda baik sekali, baik dan cukup, sedangkan soal yang lain tidak digunakan. Soal yang dipilih ini selanjutnya diberi nomor 1 sampai 30 (dapat dilihat pada lampiran 23) dan perangkat yang terdiri atas 30 butir yang memenuhi persyaratan dijadikan sebagai instrumen pada penelitian ini.

G. Metode Analisis Data
1. Pengujian Pendahuluan a. Uji homogenitas populasi, langkah-langkahnya adalah sebagai barikut: 1). Membuat tabel seperti di bawah ini;

lxiii

Sample ke

dk

dk-1

Si2

log Si2

dk log Si2

2). Variansi gabungan dari semua sampel

 ∑ (ni − 1) S i 2  S =   ∑ (ni − 1)   
2

3). Harga satuan B dengan rumus

B = (log S 2 )∑ (ni − 1)
4). x 2 = (ln 10) B − ∑ ( ni − 1) log S i

{

2

}

x 2 hitung yang diperoleh dikonsultasikan dengan x 2 tabel dengan dk= (nk1)+(ne-1) dan taraf signifikansi 5%. Apabila x 2 hitung < x 2 tabel maka tidak ada perbedaan yang signifikansi atau dengan kata lain kedua kelompok homogen. (Sudjana, 1996: 263) b. Uji normalitas sampel Langkah awal untuk menganalisis data adalah menguji kenormalan distribusi sampel. Statistika yang digunakan dalam uji normalitas ini adalah uji Lilliofors. Dalam (Sudjana,1996:467) dituliskan Prosedur pengujian kenormalannya adalah sebagai berikut. 1). Pengamatan x1, x2, … , xn dijadikan bilangan baku z1, z2, … , zn dengan menggunakan rumus : zi =
xi − x ( x dan s masing-masing s

merupakan rata-rata dan simpangan baku sampel). 2). Untuk tiap bilangan baku ini dan menggunakan daftar distribusi normal baku, kemudian dihitung peluang F(zi) = P(z ≤ zi). 3). Selanjutnya dihitung proporsi z1, z2, … , zn yang lebih kecil atau sama dengan zi. Jika proporsi ini dinyatakan oleh S(zi) maka

banyaknya ⋅ z1 , z 2 ,..., z n ⋅ yang ≤ z i n S(zi) =

lxiv

4). Hitung selisih F(zi) – S(zi) kemudian tentukan harga mutlaknya. 5). Ambil harga yang paling besar diantara harga-harga mutlak selisih tersebut, sebut L0. 6). Nilai kritis untuk L adalah Ltabel = sampel. 7). Kriteria, tolak Ho : populasi berdistribusi normal jika L0 ≥ Ltabel 2. Uji Tahap Akhir a. Analisis Varians Untuk menguji hipotesis penelitian ini digunakan uji analisis varians satu arah jalan (Sudjana,1996:302-305). Untuk menguji hipotesis nol tandingan (Ha) H0 = µ1 = µ2 = µ3 Ha = Paling sedikit satu tanda sama dengan tidak berlaku Keterangan: µ1 = rata-rata nilai tes pokok bahasan teorema Pythagoras siswa yang dikenai pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II µ2 = rata-rata nilai tes pokok bahasan teorema Pythagoras siswa yang dikenai pembelajaran kooperatif tipe STAD µ3 = rata-rata nilai tes pokok bahasan teorema Pythagoras siswa yang dikenai pembelajaran konvensional Digunakan tabel analisis varians seperti pada tabel berikut: Sumber variasi Rata-rata Antar Kelompok Dalam Kelompok dk 1 k-1 Σ(ni-1) JK Ry Ay Dy KT R=Ry/1 A=Ay/(k-1) D= Dy/Σ(ni-1) A/D F (H0) dengan

0,886 dengan n adalah banyaknya n

lxv

diteruskan dengan uji lanjut ANAVA yaitu dengan Uji Rank Berganda Duncan. untuk dalam kelompok dk=Σ(ni-1) dan untuk total ( ∑ Y 2 ) dk=Σni F= Ay /( k − 1) D y / ∑ ( ni − 1) Jika harga Fhitung> Ftabel..(k-1.. untuk antar kelompok (Ay) dk=(k-1). maka Ho ditolak. mula-mula mean dari masing-masing m buah perlakuan diurutkan dari harga terkecil hingga harga terbesar. Jika Ho ditolak. ≤ y m 2). y m diurutkan menjadi y1 ≤ y 2 ≤ y 3 ≤ .. b. dengan Ftabel = Fα.Total Keterangan: Σni ΣY2 - - R y = J 2 / ∑ ni dengan J = J1 + J 2+ J3 +…+ Jk Ji = Σ(Χi) Ay = ∑ ( J i2 / ni ) − R y ∑Y 2 = jumlah kuadrat-kudrat (JK) dari semua nilai pengamatan 2 D y = ∑ Y − R y − Ay untuk rata-rata(Ry) dk=1 . kemudian standar error dari masing-masing mean-mean perlakukan dihitung dengan rumus lxvi . y 3 .n-k) untuk α=5% .. y 2 .. Misalkan: mula-mula mean-mean perlakukan adalah y1 .. sebagai berikut: 1). Uji Rank Berganda Duncan Prosedur pelaksanaan dari Uji Rank Berganda Duncan.

3.. Selisih-selisih dari mean-mean perlakuan dihitung kemudian dibandingkan dengan nilai Rp sebagai berikut: y m − y1 dibandingkan dengan R m y m − y 2 dibandingkan dengan Rm −1 y m − y 3 dibandingkan dengan R m − 2 y m − y m −1 dibandingkan dengan R2 6)... 1998:2.n sebagi berikut Rp = rα ( p.... Kriteria untuk pengujian adalah yang digunakan adalah: bila selisih 2 buah mean dari butir 5 diatas lebih besar dari nilai R yang dipasangkan.s yi = RK s dengan RKs = nh Dy ∑n i −k dan n h = m 1 ∑n i =1 i m i = menyatakan perlakuan : i = 1.48) lxvii . s y m 5)...45-2. maka kita menyimpulkan bahwa kedua buah mean tersebut berbeda. f ) untuk p = 2.( Sandra Widasari...m RKs = rata–rata kuadrat sesatan nh = jumlah observasi yang sama untuk tiap perlakuan 3).2.m α = taraf signifikan f = jumlah derajat bebas sesatan 4)..3.. f ) . setelah itu kita gunakan Tabel Rank Berganda Duncan dan mencari nilainilai : rα ( p. cari niali-nilai Rp untuk p= 2.

KONVENSIONAL Tes Hasil Belajar Mean S2 5.2053 1. Data hasil belajar siswa Berdasarkan data nilai tes hasil belajar diperoleh hasil sebagai berikut: Tabel 1: Data Hasil Belajar Siswa K. JIGSAW II K.BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A.6207 Tes Hasil Belajar 5. STAD K.338 1.007 1.1963 lxviii .6843 Tes Hasil Belajar 4. Hasil Penelitian 1.

3. Rata-rata hasil belajar matematika siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II pada pokok bahasan teorema Pythagoras kelas II SMP N 10 Semarang Tahun Pelajaran 2004/2005 adalah 5.2978 1. maka populasi penelitian berdistribusi normal.85546 hitung χ2 tabel 5. Kelas STAD.07608. Rata-rata hasil belajar matematika siswa yang dikenai pembelajaran konvensional pada pokok bahasan teorema Pythagoras kelas II SMP N 10 Semarang Tahun Pelajaran 2004/2005 adalah 4. Hasil Uji Normalitas Nilai Tes Awal Siswa Dari perhitungan dalam lampiran 31 dengan α = 5% diperoleh L = 0. Jadi diperoleh Lo < L . b.08262 dan Lo = 0.S 1.205. lxix . Rata-rata hasil belajar matematika siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe STAD pada pokok bahasan teorema Pythagoras kelas II SMP N 10 Semarang Tahun Pelajaran 2004/2005 adalah 5.007. Hasil Uji Homogenitas Siswa Tabel 2 : Hasil Uji Homogenitas Populasi α 5% dk= k-1 2 χ2 hitung 0.338 2.27307 1.0938 Dari hasil perhitungan diperoleh : a. dan kelas Konvensional atau dengan kata lain keempat kelas tersebut homogen.99 Keterangan Homogen Dari hasil perhitungan diperoleh χ2 <χ2 tabel yang berarti bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara kelas JIGSAW II. c.

hal ini berarti Ho ditolak artinya ada perbedaan yang signifikan hasil belajar matematika pokok bahasan teorema Pythagoras siswa kelas II SMPN 10 Semarang Tahun Pelajaran 2004/2005 antara siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II. lxx . siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe STAD.Σn-k) 2.112 F hitung 5. siswa yang dikenai pembelajaran konvensional.28973 hitung F tabel 3.08 Keterangan Tolak Ho Dari tabel 3 menunjukkan F >F tabel.4. Keterangan: µ1 = Rata-rata hasil belajar matematika pokok bahasan teorema Pythagoras siswa kelas II SMP N 10 Semarang Tahun Pelajaran 2004/2005 yang diberi pengajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II µ2 = Rata-rata hasil belajar matematika pokok bahasan teorema Pythagoras siswa kelas II SMP N 10 Semarang Tahun Pelajaran 2004/2005 yang diberi pengajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD µ3 = Rata-rata hasil belajar matematika pokok bahasan teorema Pythagoras siswa kelas II SMP N 10 Semarang Tahun Pelajaran 2004/2005 yang diberi pengajaran dengan menggunakan pembelajaran Konvensional Tabel 3 : Hasil Uji Hipotesis Data Hasil Belajar Siswa α 5% dk = (k-1. Hasil Uji Hipotesis Data Hasil Belajar Siswa Rumusan hipotesis pada penelitian ini adalah sebagai berikut: Ho : µ1 = µ2 = µ3 Ha : paling sedikit tanda sama dengan tidak berlaku.

Dari hasil analisis diperoleh adanya perbedaan yang signifikan dari tiga perlakuan tersebut. |YF-YE| > R3. lxxi .007 YE 5.338 YD 5. yaitu hasil belajar siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II lebih baik daripada hasil belajar siswa yang dikenai pembelajaran konvensional.2053 R2 0. hal ini berarti hasil belajar siswa yang dikenai dengan model pembelajaran koopertaif tipe JIGSAW II dan siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe STAD tidak berbeda secara signifikan.19776 Dari hasil analisis lanjutan dengan Uji Rank Berganda Duncan diperoleh: a. |YF-YD| > R2. hal ini berarti hasil belajar siswa yang dikenai pembelajaran konvensional dan siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II berbeda secara signifikan. b.8674 |YD-YE| 0.6932 |YF-YD| 0.6640 R3 0. Tabel 4 : Hasil Analisis Lanjutan Dengan Uji Rank Berganda Duncan YF 4. hal ini berarti hasil belajar siswa yang dikenai dengan pembelajaran konvensional dan siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe STAD berbeda secara signifikan. |YE-YD| < R2. yaitu hasil belajar siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe STAD lebih baik daripada hasil belajar siswa yang dikenai dengan pembelajaran konvensional. c. Maka untuk mengetahui perbedaan rata-rata dari masingmasing perlakuan digunakan uji Rank Berganda Duncan.6697 |YF-YE| 0.

B. lxxii . Dalam penelitian ini waktu pembelajaran yang digunakan adalah 6 kali pertemuan ( 12 jam pelajaran). Dari hasil penelitian ini dapat dicermati beberapa hal yang terkait dengan proses pembelajaran dari awal hingga akhir penelitian. Grafik. Oleh karena itu untuk menentukan sampel yang akan dijadikan kelas eksperimen dan kelas kontrol tidak terikat pada salah satu kelas saja. Karena siswa belum diberi perlakuan maka untuk mengetahui kemampuan awal digunakan data nilai ulangan harian tersebut terdapat pada lampiran 30. Pembahasan Pada analisis tahap awal diperoleh data yang menunjukkan bahwa semua kelas berdistribusi normal dan populasi mempunyai varians yang homogen. Pemetaan. kelas II-E adalah kelas yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe STAD dan kelas II-F adalah dikenai pembelajaran konvensional. Setelah diberikan perlakuan pada kelas eksperimen dan kelas kontrol diberikan tes akhir atau tes hasil belajar. Hal ini berarti sampel berasal dari kondisi atau keadaan yang sama yaitu pengetahuan awal yang sama. Kuadrat dan Akar Kuadrat. Sebagai rujukan untuk pengetahuan awal pada penelitian ini adalah data nilai ulangan harian kelas II semester I pada pokok bahasan Relasi. Penentuan sampel dari populasi yang ada dengan teknik random sampling diperoleh kelas II-C sebagai kelas uji coba. kemudian ditentukan kelas eksperimen yaitu kelas yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II dan kelas yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe STAD serta kelas kontrol yaitu kelas yang dikenai pembelajaran konvensional. kelas II-D merupakan kelas yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II.

namun dengan bimbingan guru. Dari hasil tersebut kemudian dilakukan analisis lanjutan. siswa mulai dapat memahami dan dapat menyesuaikan diri dengan metode ini. 2. dengan Berganda Duncan diperoleh: 1. Hal ini berarti bahwa ada perbedaan hasil belajar matematika siswa pada pokok bahasan teorema Pythagoras siswa kelas II semester I SMP N 10 Semarang Tahun Pelajaran 2004/2005 antara siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II. Pada uji hipotesis atau analisis varians diperoleh Fhitung lebih besar dari Ftabel sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II maupun tipe STAD mempunyai hasil belajar yang sama. siswa langsung menempatkan diri sesuai kelompoknya dan mengerjakan uji Rank lxxiii . Hasil belajar siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II lebih baik daripada hasil belajar siswa yang dikenai pembelajaran konvensional. Setelah dibentuk kelompok pada pertemuan pertama. siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe STAD dan siswa yang dikenai model pembelajaran konvensional. Hal ini berarti model pembelajaran pembelajaran kooperatif tipe STAD lebih efektif daripada pembelajaran konvensional 3.Setelah perlakuan diberikan kepada kelas eksperimen dan kelas kontrol didapatkan rata-rata hasil belajar matematika kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata hasil belajar matematika kelas kontrol. Hasil belajar siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe STAD lebih baik daripada hasil belajar siswa yang dikenai pembelajaran konvensional. Pada awal penelitian siswa yang menjadi sampel merasa kebingungan dan merasa mendapat beban dengan adanya suatu metode yang tidak biasa mereka dapatkan. Hal ini berarti model pembelajaran pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II lebih efektif daripada pembelajaran konvensional.

tetapi mereka juga harus siap memberikan dan mengajarkan materi tersebut pada anggota lain dalam kelompok asal. sehingga dapat meningkatkan daya nalar dan memberi kesempatan siswa untuk mengungkapkan pendapatnya.apa yang menjadi tugasnya. Bersama dengan teman sekelompok mereka bekerjasama menyelesaikan tugas dan mengerjakan LKS yang sudah dibuat guru sebagai bahan kontrol atas kemajuan yang diperoleh siswa. Dengan adanya kebebasan yang lebih untuk beraktivitas. selain itu akan terjalin komunikasi elaborasi kognitif yang baik. proses pembelajaran terkadang mengalami gangguan dengan adanya siswa yang saling mengganggu antar kelompok. Melalui diskusi akan terjalin komunikasi dan interaksi dengan siswa saling berbagi ide atau pendapat serta memberi kesempatan siswa untuk mengungkapkan pendapatnya. dan juga pembelajaran orang lain. Siswa tidak hanya mempelajari materi yang diberikan. Penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II dan tipe STAD dapat meningkatkan hasil belajar siswa karena dengan menerapkan suatu metode baru pada proses pembelajaran siswa tidak merasa bosan dan jenuh sehingga siswa termotivasi dan terlibat secara aktif untuk mengikuti proses belajar mengajar. lxxiv . namun hal ini dapat dikendalikan oleh guru. STAD didesain untuk memotivasi siswa-siswa supaya memberi semangat dan tolong menolong untuk mengembangkan keterampilan yang diajarkan guru. Hasil belajar kelas eksperimen yang menggunakan model pemberian kooperatif tipe JIGSAW II dan tipe STAD pada pokok bahasan teorema Pythagoras lebih baik karena siswa lebih mudah menentukan dan memahami konsep-konsep yang sulit yaitu dengan mendiskusikan masalah–masalah tersebut dengan temannya. JIGSAW II didesain untuk meningkatkan rasa tanggung jawab siswa terhadap pembelajarannya sendiri.

Pembelajaran kooperatif lebih baik karena pencapaian tujuan struktur kooperatif dengan menciptakan situasi dimana keberhasilan seseorang ditentukan oleh keberhasilan kelompoknya. Dengan adanya berbagai permasalahan dan kelemahan tersebut perlu adanya perbaikan dalam proses pembelajaran selanjutnya yaitu. Metode pembelajaran kooperatif dapat digunakan dalam kelas berjenjang namun demikian pembelajaran kooperatif mempunyai kelemahan-kelemahan yaitu tidak semua mata pelajaran cocok diajar dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif. Dalam pelaksanaannya siswa yang aktif hanya siswa tertentu saja dan belum menyeluruh sehingga kesan pembelajaran searah masih terlihat dan siswa belum terbiasa dengan kondisi kelas pada saat proses pembelajaran. Dalam pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II siswa yang berkemampuan rendah dalam menjelaskan materi mengalami kesulitan dalam menyampaikan materi yang ia pelajari kepada anggota kelompok yang dapat mengakibatkan tidak semua materi tersampaikan. Dalam pembelajaran kooperatif tipe STAD siswa yang berkemampuan rendah masih merasa rendah diri. guru dapat lebih memotivasi siswa untuk mengungkapkan pendapatnya dengan cara berdiskusi dan bekerjasama dengan kelompoknya dengan mengerjakan soal-soal latihan serta terjalinnya komunikasi yang baik antara siswa dan siswa ataupun guru dan siswa. atas inisiatif sendiri maupun menjawab pertanyaan guru dan berdiskusi. Pada pembelajaran kooperatif guru berperan sebagai fasilitator dan siswa memperoleh kesempatan untuk terlibat secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran seperti bertanya. lxxv .

siswa yang diberi pengajaran dengan menggunakan model lxxvi . Simpulan Berdasarkan perumusan masalah. analisis data penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan sebagai berikut: Uji hipotesis menunjukkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima. pengajuan hipotesis.BAB V PENUTUP A. hal ini berarti ada perbedaan hasil belajar matematika siswa pada pokok bahasan teorema Pythagoras siswa kelas II semester I SMP N 10 Semarang Tahun Pelajaran 2004/2005 antara siswa yang diberi pengajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II.

Hal ini berarti model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II lebih efektif daripada pembelajaran konvensional.pembelajaran kooperatif tipe STAD dan siswa yang diberi pengajaran dengan menggunakan model pembelajaran konvensional. uji Rank Berganda Ducan diperoleh sebagai B. Model pembelajaran kooperatif tipe STAD dan JIGSAW II dapat digunakan sebagai alternatif pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa pokok bahasan teorema Pythagoras. Dari analisis lanjutan dengan berikut. 2 Hasil belajar siswa yang diberi pengajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD lebih baik daripada hasil belajar siswa yang diberi pengajaran dengan menggunakan pembelajaran konvensional. Hal ini berarti model pembelajaran pembelajaran kooperatif tipe STAD lebih efektif daripada pembelajaran konvensional 3 Siswa yang diberi pengajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II maupun tipe STAD mempunyai hasil belajar yang tidak berbeda secara signifikan. Model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II dan STAD di SMP N 10 Semarang belum dapat dilaksanakan dengan maksimal. Saran 1. 1 Hasil belajar siswa yang diberi pengajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II lebih baik daripada hasil belajar siswa yang diberi pengajaran dengan menggunakan pembelajaran konvensional. hal ini dikarenakan model pembelajaran kooperatif merupakan suatu metode yang baru di SMP N lxxvii . 2.

Dalam proses pembelajaran masih memerlukan adanya perbaikan yaitu guru dapat lebih memotivasi siswa untuk aktif sehingga terjalin komunikasi yang baik antar siswa ataupun guru dengan siswa. Belajar dan Pembelajaran. 2000. 3.M.2001. Fred. DAFTAR PUSTAKA Adinawan. Belajar dan Pembelajaran. 2000. Surabaya: University Press Lie. Jakarta: ERLANGGA Arikunto. Teknologi Pendidikan. Hermin.Pembelajaran Kooperatif. Muslimin dkk. Cooperative Learning. 1998. Jakarta: Erlangga lxxviii . IKIP Surabaya Dimyati dan Mudjiono. 4. Ellington.Anita. Matematika untuk SLTP KelasII. Cholik dan Sugiyono. 1998. Budiningrati.2002. Jakarta: PT Rineka Jaya Darsono. Tesis. Malang: Universitas Malang Ibrohim. 2003.Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran Matematika. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Hendaknya perlu penerapan pembelajaran kooperatif secara bertahap dengan teknik yang menarik. Mempraktekkan Cooperative Learning di Ruang-Ruang Kelas. Jakarta: Bumi Aksara. 2000. Henry (terjemahan Sudjarwo). Perlu adanya penelitian lebih lanjut untuk menentukan metode yang tepat untuk digunakan pada pokok bahasan tertentu. 1999. Semarang: IKIP Press Hodojo. Jakarta: PT Gramedia Percivel. Max. Pengembangan Strategi Pembelajaran Kooperatif Tipe JIGSAW Pada Pengajaran Fisika di SMU.10 Semarang. Herman. Suharsimi.

1996.1999. E Robert. Erman dkk.Nana. Erman.Puspowati. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.1998. Sudjana. Penilaian Hasil Dan Proses Hasil Belajar.Heni. Research. And Practice.Penerapan Pembelajaran Kooperatif Tipe JIGSAW II Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Pada Siswa SMP. Strategi Belajar dan Pembelajaran Matematika. lxxix . Sandra.1993. Bandung: JICA UPI Tim Penyusun KBBI. Jakarta: Karunia jakarta. 2001. Cooperative Learning :Theory. 2003. Semarang: Skripsi UNNES Slavin. Strategi Pembelajaran Matematika Kontemporer.2003. Bandung: Tarsito Suherman. Metoda Statistika.Jakarta: Balai Pustaka Widasari. Kamus Besar bahasa Indonesia. Surabaya: UNESA University Press Suherman. 1995. UT. New Jersey: Prentice Hall Sudjana. Rancangan Percobaan.

Media/alat 1. Pengertian kuadrat dan akar kuadrat suatu bilangan D.1 Menemukan teorema Pythagoras B. Kompetensi Dasar 5.Lampiran 1 Rencana Pembelajaran 01 Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/semester Pokok Bahasan Sub Pokok Bahasan Alokasi waktu Standar Kompetensi : SMP : matematika : VII/I : Geometri dan Pengukuran : Teorema Pythagoras : 2 x 45 menit : Menentukan panjang garis dalam segitiga serta dapat menggunakannya dalam pemecahan masalah A. Kegiatan Pendahuluan a. Strategi Pembelajaran Model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW F. LKS E. Penggaris 3. Materi Pokok Teorema Pythagoras C. Proses Belajar Mengajar 1.Guru menginformasikan model pembelajaran yang akan digunakan yaitu model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW lxxx . Kapur warna 2. Indikator 1.

Motivasi 2. Kuis. c.b. Penutup a. lxxxi . Kegiatan Inti a. 2) Tiap siswa dalam kelompok asal saling menularkan dan menerima materi. 3) Guru memonitoring kerja kelompok. Guru memberikan tugas rumah. 3. kelompok baru yang terbentuk tersebut disebut kelompok ahli 5) Siswa mendiskusikan materi dalam kelompok ahli 6) Guru mengawasi dan memberikan batuan seperlunya b. Guru membagi kelompok kooperatif tipe JIGSAW d. Guru bersama siswa membahas LKS dan membuat rangkuman materi. Penguasan materi 1) Guru menjelaskan materi kuadrat adan akar kuadrat 2) Guru membagi LKS untuk tiap-tiap individu dalam kelompok 3) Tiap siswa berusaha menguasai materi sesuai dengan soal yang diterima 4) Mengubah bentuk kelompok dengan cara penukaran sejumlah kelompok menurut soal yang diterima. Guru menginformasikan tujuan pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW c. b. Penularan Materi 1) Dari kelompok ahli siswa kembali ke kelompok asal.

Guru menginformasikan model pembelajaran yang akan digunakan yaitu model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW c.1 Menemukan teorema Pythagoras B. LKS E. Guru menginformasikan tujuan pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW lxxxii .Rencana Pembelajaran 02 Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/semester Pokok Bahasan Sub Pokok Bahasan Alokasi waktu Standar Kompetensi : SMP : matematika : VII/I : Geometri dan Pengukuran : Teorema Pythagoras : 2 x 45 menit : Menentukan panjang garis dalam segitiga serta dapat menggunakannya dalam pemecahan masalah A. Indikator 1. Menetukan Luas daerah segitiga siku-siku D. Kompetensi Dasar 5. Materi Pokok Teorema Pythagoras C. b. Penggaris 3. Kapur warna 2. Menentukan luas daerah persegi 2. Strategi Pembelajaran Model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW F. mengingat kembali pengertian kuadrat dan akar kuadrat suatu bilangan. Media/alat 1. Kegiatan Pendahuluan a. Apersepsi. Proses Belajar Mengajar 1.

Kegiatan Inti a. Guru bersama siswa membahas LKS dan membuat rangkuman materi. Guru memonitoring kerja kelompok. Tiap siswa berusaha menguasai materi sesuai dengan soal yang diterima 4). Motivasi 2. Penguasan materi 1). 3. 2). kelompok baru yang terbentuk tersebut disebut kelompok ahli 5). Mengubah bentuk kelompok dengan cara penukaran sejumlah kelompok menurut soal yang diterima. c. Guru memberikan tugas rumah lxxxiii . Penularan Materi 1). Dari kelompok ahli siswa kembali ke kelompok asal. b. Tiap siswa dalam kelompok asal saling menularkan dan menerima materi. Penutup a. Guru membagi LKS untuk tiap-tiap individu dalam kelompok 3). Kuis.d. Guru mengawasi dan memberikan batuan seperlunya b. Guru menjelaskan materi luas daerah persegi panjang. Guru membagi kelompok kooperatif tipe JIGSAW e. 2). 3). persegi dan luas daerah segitiga siku-siku. Siswa mendiskusikan materi dalam kelompok ahli 6).

Indikator 1. mengingat kembali pengertian kuadrat dan akar kuadrat suatu bilangan. Apersepsi. Menuliskan teorema Pythagoras 3. Proses Belajar Mengajar 1. Kegiatan Pendahuluan a. Guru membagi kelompok kooperatif tipe JIGSAW lxxxiv . Media/alat 1. Menggunakan teorema Pythagoras untuk menghitung panjang salah satu sisi segitiga siku-siku jika kedua sisinya diketahui D. Menjelaskan dan menemukan teorema Pythagoras 2.1 Menemukan teorema Pythagoras B. Penggaris 3. Strategi Pembelajaran Model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW F. b. Materi Pokok Teorema Pythagoras C. LKS E. Kompetensi Dasar 5. Kapur warna 2. Guru menginformasikan tujuan pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW d.Rencana Pembelajaran 03 Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/semester Pokok Bahasan Sub Pokok Bahasan Alokasi waktu Standar Kompetensi : SMP : matematika : VII/I : Geometri dan Pengukuran : Teorema Pythagoras : 2 x 45 menit : Menentukan panjang garis dalam segitiga serta dapat menggunakannya dalam pemecahan masalah A. Guru menginformasikan model pembelajaran yang akan digunakan yaitu model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW c.

e. kelompok baru yang terbentuk tersebut disebut kelompok ahli 7) Siswa mendiskusikan materi dalam kelompok ahli 8) Guru mengawasi dan memberikan batuan seperlunya b. Rencana Pembelajaran 04 Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/semester Pokok Bahasan Sub Pokok Bahasan : SMP : matematika : VII/I : Geometri dan Pengukuran : Teorema Pythagoras lxxxv . Kegiatan Inti a. 2) Tiap siswa dalam kelompok asal saling menularkan dan menerima materi. Penutup a. b. guru membahas tentang penentuan sisi miring (hipotenusa) dengan jumlah kuadrat siku-sikunya 3) Guru menjelaskan penggunaan teorema Pythagoras untuk menghitung panjang salah satu sisi segitiga siku-siku jika dua sisi lainnya diketahui 4) Guru membagi LKS untuk tiap-tiap individu dalam kelompok 5) Tiap siswa berusaha menguasai materi sesuai dengan soal yang diterima 6) Mengubah bentuk kelompok dengan cara penukaran sejumlah kelompok menurut soal yang diterima. Penguasan materi 1) Guru menjelaskan materi luas daerah persegi panjang. Tugas rumah. 2) Guru menerangkan teorema Pythagoras • Menyatakan teorema Pythagoras dalam bentuk rumus • Dengan cara tanya jawab dan peragaan. c. Guru bersama siswa membahas LKS dan membuat rangkuman materi. 3. Motivasi 1. Penularan Materi 1) Dari kelompok ahli siswa kembali ke kelompok asal. Kuis. persegi dan luas daerah segitiga siku-siku. 3) Guru memonitoring kerja kelompok.

Alokasi waktu : 2 x 45 menit Standar Kompetensi : Menentukan panjang garis dalam segitiga serta dapat menggunakannya dalam pemecahan masalah

A. Kompetensi Dasar
5.2 Menggunakan Teorema Pythagoras

B. Materi Pokok
Teorema Pythagoras

C. Indikator
1. Menghitung perbandingan sisi-sisi segitiga siku-siku khusus (salah satu sudutnya 30o, 45o, 60o). 2. Menggunakan teorema Pythagoras untuk menyelesaikan soal pada bangun datar dan bangun ruang.

D. Media/alat
1. Kapur warna 2. Penggaris 3. LKS E. Strategi Pembelajaran Model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW

F. Proses Belajar Mengajar
1. Kegiatan Pendahuluan a. Apersepsi, mengingat kembali teorema Pythagoras dalam bentuk rumus (tanya jawab) b. Apresiasi, membahas PR c. Guru menginformasikan model pembelajaran yang akan digunakan yaitu model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW d. Guru menginformasikan tujuan pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW e. Motivasi 2. Kegiatan inti a. Pengembangan Materi 1) Guru menjelaskan tentang perbandingan sisi-siku-siku khusus (salah satu sudutnya 30o, 45o, 60o) 2) Guru menerangkan cara menggunakan teorema Pythagoras untuk menyelesaikan soal-soal pada bangun datar dan bangun ruang 3) Guru membagi LKS untuk tiap-tiap individu dalam kelompok

lxxxvi

4) Tiap siswa berusaha menguasai materi sesuai dengan soal yang diterima 5) Mengubah bentuk kelompok dengan cara penukaran sejumlah kelompok menurut soal yang diterima, kelompok baru yang terbentuk tersebut disebut kelompok ahli 6) Siswa mendiskusikan materi dalam kelompok ahli 7) Guru mengawasi dan memberikan batuan seperlunya b. Penularan materi 1) Dari kelompok ahli siswa kembali ke kelompok asal. 2) Tiap siswa dalam kelompok asal saling menularkan dan menerima materi. 3) Guru memonitoring kerja kelompok. 3. Penutup a. Siswa diarahkan untuk membuat rangkuman materi b. Kuis c. Guru memberikan tugas rumah

Rencana Pembelajaran 05
Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/semester Pokok Bahasan Sub Pokok Bahasan Alokasi waktu Standar Kompetensi : SMP : matematika : VII/I : Geometri dan Pengukuran : Teorema Pythagoras : 2 x 45 menit : Menentukan panjang garis dalam segitiga serta dapat menggunakannya dalam pemecahan masalah

lxxxvii

A. Kompetensi Dasar 5.2 Menggunakan teorema Pythagoras B. Materi Pokok
Teorema Pythagoras

C. Indikator 1. Menemukan kebalikan teorema Pythagoras 2. Menentukan tiga bilangan yang menggunakan tripel Pythagoras 3. Menentukan jenis segitiga jika diketahui panjang sisi-sisinya D. Media/alat
1. Kapur warna 2. Penggaris 3. LKS

E. Strategi Pembelajaran Model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW F. Proses Belajar Mengajar
1. Kegiatan Pendahuluan
a. Apersepsi, mengingat kembali rumus teorema Pythagorasi(tanya jawab) b.Apresiasi, membahas PR

c. Guru menginformasikan model pembelajaran yang akan digunakan yaitu model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW d. Guru menginformasikan tujuan pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW e. Motivasi

2. Kegiatan Inti a. Penguasan materi 1. Dengan cara tanya jawab guru membahas tentang kebalikan teorema Pythagoras. 2. Guru menjelaskan tigaan Pythagoras atau tripel Pythagoras. 3. Guru menjelaskan jenis segitiga jika diketahui panjang sisi-sisinya. 4. Guru membagi LKS untuk tiap-tiap individu dalam kelompok 5. Tiap siswa berusaha menguasai materi sesuai dengan soal yang diterima 6. Mengubah bentuk kelompok dengan cara penukaran sejumlah kelompok menurut soal yang diterima, kelompok baru yang terbentuk tersebut disebut kelompok ahli 7. Siswa mendiskusikan materi dalam kelompok ahli 8. Guru mengawasi dan memberikan batuan seperlunya b. Penularan materi

lxxxviii

Indikator 1. Guru memberikan tugas rumah Rencana Pembelajaran 05 Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/semester Pokok Bahasan Sub Pokok Bahasan Alokasi waktu Standar Kompetensi : SMP : matematika : VII/I : Geometri dan Pengukuran : Teorema Pythagoras : 2 x 45 menit : Menentukan panjang garis dalam segitiga serta dapat menggunakannya dalam pemecahan masalah A. Guru memonitoring kerja kelompok. Tiap siswa dalam kelompok asal saling menularkan dan menerima materi. 3. Siswa diarahkan untuk membuat rangkuman materi b. 3. Penutup a. Kapur warna lxxxix . Kuis c. Materi Pokok Teorema Pythagoras C. 2. Menyelesaikan soal cerita yang menggunakan teorema Pythagoras D.1. Media/alat 1. Dari kelompok ahli siswa kembali ke kelompok asal.2 Menggunakan teorema Pythagoras B. Kompetensi Dasar 5.

Penularan materi 1) Dari kelompok ahli siswa kembali ke kelompok asal. 4) Guru menerangkan cara menyelesaikan soal cerita dengan menggunakan teorema Pythagoras. 3. Guru menginformasikan tujuan pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW e. kelompok baru yang terbentuk tersebut disebut kelompok ahli 8) Siswa mendiskusikan materi dalam kelompok ahli 9) Guru mengawasi dan memberikan batuan seperlunya b. 5) Guru membagi LKS untuk tiap-tiap individu dalam kelompok 6) Tiap siswa berusaha menguasai materi sesuai dengan soal yang diterima 7) Mengubah bentuk kelompok dengan cara penukaran sejumlah kelompok menurut soal yang diterima. LKS E.Apresiasi. Siswa diarahkan untuk membuat rangkuman materi xc . mengingat kembali teorema Pythagoras. Penutup a. Kegiatan Inti a. Penguasan materi 1) Dengan cara tanya jawab guru membahas tentang kebalikan teorema Pythagoras. Proses Belajar Mengajar 1. Strategi Pembelajaran Model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW F. Motivasi 2. membahas PR c. Apersepsi. 2) Guru menjelaskan tigaan Pythagoras atau tripel Pythagoras. 3) Guru memonitoring kerja kelompok.2. 2) Tiap siswa dalam kelompok asal saling menularkan dan menerima materi. Guru menginformasikan model pembelajaran yang akan digunakan yaitu model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW d. 3) Guru menjelaskan jenis segitiga jika diketahui panjang sisi-sisinya. kebalikan teorema Pythagoras dan tripel Pythagoras(tanya jawab) b. Penggaris 3. Kegiatan Pendahuluan a.

b. Menentukan kuadrat dan akar kuadrat suatu bilangan. dan luas daerah segitiga sikusiku. Menentukan luas daerah persegi panjang. Menuliskan teorema Pythagoras. 6.1 Menemukan teorema Pythagoras 5. 60o). Indikator 1. Materi Pokok Teorema Pythagoras C. 2. Kuis Rencana Pembelajaran 07 Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/semester Pokok Bahasan Sub Pokok Bahasan Alokasi waktu Standar Kompetensi : SMP : matematika : VII/I : Geometri dan Pengukuran : Teorema Pythagoras : 2 x 45 menit : Menentukan panjang garis dalam segitiga serta dapat menggunakannya dalam pemecahan masalah A.2 Menggunakan teorema Pythagoras B. persegi. xci . Menghitung perbandingan sisi-sisi segitiga siku-siku khusus ( salah satu sudutnya 30o. Menjelaskan dan menemukan teorema Pythagoras. 45o. 3. 5. Menggunakan dalil Pythagoras untuk menghitung panjang salah satu sisi segitiga siku-siku jika kedua sisinya diketahui. Kompetensi Dasar 5. 4.

Motivasi. 9. Kapur warna 2. Menetukan jenis segitiga jika diketahui panjang sisi-sisinya 11. b. Mengenal tiga bilangan yang menggunakan tripel Pythagoras 10. Menemukan kebalikan teorema Pythagoras. Pelaksanaan tes hasil belajar. Kegiatan penutup a. Menggunakan teorema Pythagoras untuk menyelesaikan soal pada bangun datar dan bangun ruang. Guru mengawasi jalannya tes hasil belajar. LKS E. Kegiatan inti a. Guru membagi soal tes hasil belajar untuk tiap-tiap individu.7. Guru mengkoordinasikan tempat duduk siswa secara acak untuk pelaksanaan tes hasil belajar sebagai umpan balik pembelajaran. Penggaris 3. Media/alat 1. Menyelesaikan soal cerita yang menggunakan teorema Pythagoras D. 3. 2. b. Strategi Pembelajaran Model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW F. Kegiatan Pendahuluan a. Pembahasan soal tes hasil belajar yang dirasa sulit oleh siswa xcii . Siswa mengumpulkan hasil jawaban tes b. Proses Belajar Mengajar 1. 8. c.

Materi Pokok Teorema Pythagoras H. Kapur warna 4. Motivasi 3. Proses Belajar Mengajar 1. Kegiatan Pendahuluan a.Rencana Pembelajaran 01 Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/semester Pokok Bahasan Sub Pokok Bahasan Alokasi waktu Standar Kompetensi : SMP : matematika : VII/I : Geometri dan Pengukuran : Teorema Pythagoras : 2 x 45 menit : Menentukan panjang garis dalam segitiga serta dapat menggunakannya dalam pemecahan masalah F. Modul Teorema Pythagoras J.1 Menemukan teorema Pythagoras G. Guru menginformasikan tujuan pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II c. Guru membagi kelompok kooperatif tipe JIGSAW II d. Kompetensi Dasar 5. Penguasan materi 1) Guru memberikan modul teorema Pythagoras pada setiap siswa 2) Guru menentukan materi untuk setiap siswa pada kelompok asal xciii . Indikator 1. Guru menginformasikan model pembelajaran yang akan digunakan yaitu model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II b. Penggaris 5. Strategi Pembelajaran Model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II K. Kegiatan Inti a. Media/alat 3. Pengertian kuadrat dan akar kuadrat suatu bilangan I.

3) Guru mengawasi kerja kelompok dan memberikan bantuan seperlunya 3. Guru bersama siswa membahas materi yang telah didiskusikan. Penutup a. kelompok baru yang terbentuk tersebut disebut kelompok ahli 5) Siswa mendiskusikan materi dalam kelompok ahli 6) Guru mengawasi dan memberikan batuan seperlunya b. b. Kuis. c. Penularan Materi 1) Dari kelompok ahli siswa kembali ke kelompok asal. Pemberian tugas rumah. 2) Tiap siswa dalam kelompok asal saling menularkan dan menerima materi.3) Tiap siswa berusaha menguasai materi yang telah ditentukan 4) Mengubah bentuk kelompok dengan cara penukaran sejumlah kelompok menurut materi yang diterima. Rencana Pembelajaran 02 Satuan Pendidikan : SMP xciv .

Menentukan luas daerah persegi 2. Kapur warna 4. Guru menginformasikan model pembelajaran yang akan digunakan yaitu model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II c. Kegiatan Inti a. Guru membagi kelompok kooperatif tipe JIGSAW II e. Modul Teorema Pythagoras E. b. mengingat kembali pengertian kuadrat dan akar kuadrat suatu bilangan. Apersepsi. Guru menginformasikan tujuan pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II d. Penguasan materi 1) Guru memberikan modul teorema Pythagoras pada setiap siswa 2) Guru menentukan materi untuk setiap siswa pada kelompok asal 3) Tiap siswa berusaha menguasai materi yang telah ditentukan xcv . Materi Pokok Teorema Pythagoras C. Indikator 1. Proses Belajar Mengajar 1.Mata Pelajaran Kelas/semester Pokok Bahasan Sub Pokok Bahasan Alokasi waktu Standar Kompetensi : matematika : VII/I : Geometri dan Pengukuran : Teorema Pythagoras : 2 x 45 menit : Menentukan panjang garis dalam segitiga serta dapat menggunakannya dalam pemecahan masalah A. Media/alat 1.1 Menemukan teorema Pythagoras B. Motivasi 3. Penggaris 5. Strategi Pembelajaran Model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II F. Menetukan luas daerah segitiga siku-siku D. Kompetensi Dasar 5. Kegiatan Pendahuluan a.

Penutup a. kelompok baru yang terbentuk tersebut disebut kelompok ahli 5) Siswa mendiskusikan materi dalam kelompok ahli 6) Guru mengawasi dan memberikan batuan seperlunya b. Penularan Materi 1) Dari kelompok ahli siswa kembali ke kelompok asal. 3) Guru mengawasi kerja kelompok dan memberikan bantuan seperlunya 3. Guru bersama siswa membahas materi yang telah didiskusikan. c. b. 2) Tiap siswa dalam kelompok asal saling menularkan dan menerima materi.4) Mengubah bentuk kelompok dengan cara penukaran sejumlah kelompok menurut materi yang diterima. Pemberian tugas rumah Rencana Pembelajaran 03 Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/semester Pokok Bahasan Sub Pokok Bahasan Alokasi waktu : SMP : matematika : VII/I : Geometri dan Pengukuran : Teorema Pythagoras : 2 x 45 menit xcvi . Kuis.

D. Menjelaskan dan menemukan teorema Pythagoras 2. Guru menginformasikan tujuan pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II d. Penguasan materi 1) Guru memberikan modul teorema Pythagoras pada setiap siswa 2) Guru menentukan materi untuk setiap siswa pada kelompok asal 3) Tiap siswa berusaha menguasai materi yang telah ditentukan xcvii . Kapur warna 2. mengingat kembali pengertian kuadrat dan akar kuadrat suatu bilangan. luas daerah persegi dan derah segitiga siku-siku b. Media/alat 1.1 Menemukan teorema Pythagoras B. Menggunakan teorema Pythagoras untuk menghitung panjang salah satu sisi segitiga siku-siku jika kedua sisinya diketahui. Kegiatan Pendahuluan a. Menuliskan teorema Pythagoras 3. Proses Belajar Mengajar 1.Standar Kompetensi : Menentukan panjang garis dalam segitiga serta dapat menggunakannya dalam pemecahan masalah A. Kompetensi Dasar 5. Strategi Pembelajaran Model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II F. Penggaris 3. Guru membagi kelompok kooperatif tipe JIGSAW II e. Indikator 1. Motivasi 2. Materi Pokok Teorema Pythagoras C. Apersepsi. Kegiatan Inti a. Modul Teorema Pythagoras E. Guru menginformasikan model pembelajaran yang akan digunakan yaitu model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II c.

Rencana Pembelajaran 04 Satuan Pendidikan : SMP Mata Pelajaran : matematika Kelas/semester : VII/I Pokok Bahasan : Geometri dan Pengukuran Sub Pokok Bahasan : Teorema Pythagoras Alokasi waktu : 2 x 45 menit Standar Kompetensi : Menentukan panjang garis dalam segitiga serta dapat menggunakannya dalam pemecahan masalah A. Penutup a. Kuis. kelompok baru yang terbentuk tersebut disebut kelompok ahli 5) Siswa mendiskusikan materi dalam kelompok ahli 6) Guru mengawasi dan memberikan batuan seperlunya b. b. Kompetensi Dasar 5.2 Menggunakan Teorema Pythagoras B. Guru bersama siswa membahas materi yang telah didiskusikan. Penularan Materi 1) Dari kelompok ahli siswa kembali ke kelompok asal. c. 2) Tiap siswa dalam kelompok asal saling menularkan dan menerima materi. Pemberian tugas rumah.4) Mengubah bentuk kelompok dengan cara penukaran sejumlah kelompok menurut materi yang diterima. Materi Pokok Teorema Pythagoras xcviii . 3) Guru mengawasi kerja kelompok dan memberikan bantuan seperlunya 3.

60o). Media/alat 1. Penggaris 3. mengingat kembali teorema Pythagoras dalam bentuk rumus (tanya jawab) b. Penguasaan Materi 1) Guru menyuruh siswa menyiapkan modul yang telah diberikan. Kapur warna 2. Kegiatan inti a. 5) Siswa mendiskusikan materi dalam kelompok ahli. Penularan Materi 1) Dari kelompok ahli siswa kembali ke kelompok asal. Guru menginformasikan tujuan pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II d. Guru menginformasikan model pembelajaran yang akan digunakan yaitu model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II c. Motivasi 2. 3. modul teorema Pythagoras E. Menggunakan teorema Pythagoras untuk menyelesaikan soal pada bangun datar dan bangun ruang. kelompok baru yang terbentuk tersebut disebut kelompok ahli. Proses Belajar Mengajar 1. Menghitung perbandingan sisi-sisi segitiga siku-siku khusus (salah satu sudutnya 30o. 2) Tiap siswa dalam kelompok asal saling menularkan dan menerima materi. Indikator 1. 6) Guru mengawasi dan memberikan batuan seperlunya. 3) Tiap siswa berusaha menguasai materi yang diterima. 3) Guru mengawasi kerja kelompok dan memberikan bantuan seperlunya 3. Penutup xcix . Strategi Pembelajaran Model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II F. 45o. 4) Mengubah bentuk kelompok dengan cara penukaran sejumlah kelompok menurut materi yang diterima.C. 2) Guru menentukan materi untuk setiap siswa pada kelompok asal. Apersepsi. b. Kegiatan Pendahuluan a. D.

Kuis c.2 Menggunakan teorema Pythagoras B. Kapur warna 2. Guru bersama siswa membahas materi pada modul yang telah didiskusikan b. Menentukan jenis segitiga jika diketahui panjang sisi-sisinya D. Indikator 1. Menentukan tiga bilangan yang menggunakan tripel Pythagoras 3. Menemukan kebalikan teorema Pythagoras 2.a. Media/alat 1. Kompetensi Dasar 5. Pemberian tugas rumah Rencana Pembelajaran 05 Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/semester Pokok Bahasan Sub Pokok Bahasan Alokasi waktu Standar Kompetensi : SMP : matematika : VII/I : Geometri dan Pengukuran : Teorema Pythagoras : 2 x 45 menit : Menentukan panjang garis dalam segitiga serta dapat menggunakannya dalam pemecahan masalah A. Penggaris c . Materi Pokok Teorema Pythagoras C.

LKS E. 6) Guru mengawasi dan memberikan batuan seperlunya. Penularan Materi 1) Dari kelompok ahli siswa kembali ke kelompok asal. Guru menginformasikan model pembelajaran yang akan digunakan yaitu model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II d. Kegiatan Pendahuluan a. kelompok baru yang terbentuk tersebut disebut kelompok ahli. Penutup a. 3) Guru mengawasi kerja kelompok dan memberikan bantuan seperlunya 4. Guru bersama siswa membahas materi pada modul yang telah didiskusikan b. mengingat kembali teorema Pythagoras dalambentuk rumus (tanya jawab) b. 2) Tiap siswa dalam kelompok asal saling menularkan dan menerima materi. 3) Tiap siswa berusaha menguasai materi yang diterima. Kegiatan Inti a. 4) Mengubah bentuk kelompok dengan cara penukaran sejumlah kelompok menurut materi yang diterima. Penguasan materi JIGSAW II 1) Guru menyuruh siswa menyiapkan modul yang telah diberikan.3. Motivasi 2. Guru menginformasikan tujuan pembelajaran kooperatif tipe e. Proses Belajar Mengajar 1. b. 2) Guru menentukan materi untuk setiap siswa pada kelompok asal. 5) Siswa mendiskusikan materi dalam kelompok ahli. Strategi Pembelajaran Model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II F. Pemberian tugas rumah ci . Kuis c. Apersepsi.

Rencana Pembelajaran 06
Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/semester Pokok Bahasan Sub Pokok Bahasan Alokasi waktu Standar Kompetensi : SMP : matematika : VII/I : Geometri dan Pengukuran : Teorema Pythagoras : 2 x 45 menit : Menentukan panjang garis dalam segitiga serta dapat menggunakannya dalam pemecahan masalah

A. Kompetensi Dasar 5.2 Menggunakan teorema Pythagoras B. Materi Pokok
Teorema Pythagoras

C. Indikator 1. Menyelesaikan soal cerita yang menggunakan teorema Pythagoras D. Media/alat
1. Kapur warna 2. Penggaris 3. LKS

E. Strategi Pembelajaran Model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II F. Proses Belajar Mengajar 1. Kegiatan Pendahuluan
a. Apersepsi, mengingat kembali teorema Pythagoras, kebalikan teorema Pythagoras dan tripel Pythagoras (tanya jawab) b. Guru menginformasikan model pembelajaran yang akan digunakan yaitu model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II

d. Guru menginformasikan tujuan pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II e. Motivasi 2. Kegiatan Inti

cii

a. Penguasan materi 1) Guru menyuruh siswa menyiapkan modul yang telah diberikan. 2) Guru menentukan materi untuk setiap siswa pada kelompok asal. 3) Tiap siswa berusaha menguasai materi yang diterima. 4) Mengubah bentuk kelompok dengan cara penukaran sejumlah kelompok menurut materi yang diterima, kelompok baru yang terbentuk tersebut disebut kelompok ahli. 5) Siswa mendiskusikan materi dalam kelompok ahli. 6) Guru mengawasi dan memberikan batuan seperlunya. b. Penularan Materi 1) Dari kelompok ahli siswa kembali ke kelompok asal. 2) Tiap siswa dalam kelompok asal saling menularkan dan menerima materi. 3) Guru mengawasi kerja kelompok dan memberikan bantuan seperlunya 5. Penutup a. Guru bersama siswa membahas materi pada modul yang telah didiskusikan b. Kuis

ciii

Rencana Pembelajaran 07
Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/semester Pokok Bahasan Sub Pokok Bahasan Alokasi waktu Standar Kompetensi : SMP : matematika : VII/I : Geometri dan Pengukuran : Teorema Pythagoras : 2 x 45 menit : Menentukan panjang garis dalam segitiga serta dapat menggunakannya dalam pemecahan masalah

A. Kompetensi Dasar 5.1 Menemukan teorema Pythagoras
5.2 Menggunakan teorema Pythagoras

B. Materi Pokok Teorema Pythagoras C. Indikator 1. Menentukan kuadrat dan akar kuadrat suatu bilangan.
2. Menentukan luas daerah persegi panjang, persegi, dan luas daerah segitiga sikusiku. 3. Menjelaskan dan menemukan teorema Pythagoras. 4. Menuliskan teorema Pythagoras. 5. Menggunakan dalil Pythagoras untuk menghitung panjang salah satu sisi segitiga siku-siku jika kedua sisinya diketahui. 6. Menghitung perbandingan sisi-sisi segitiga siku-siku khusus ( salah satu sudutnya 30o, 45o, 60o). 7. Menggunakan teorema Pythagoras untuk menyelesaikan soal pada bangun datar dan bangun ruang. 8. Menemukan kebalikan teorema Pythagoras. 9. Mengenal tiga bilangan yang menggunakan tripel Pythagoras 10. Menetukan jenis segitiga jika diketahui panjang sisi-sisinya 11. Menyelesaikan soal cerita yang menggunakan teorema Pythagoras

D. Media/alat
1. Kapur warna

civ

Penggaris 3. Pelaksanaan tes hasil belajar.2. LKS E. 2. b. Motivasi. Siswa mengumpulkan hasil jawaban tes b. b. Kegiatan penutup a. Guru membagi soal tes hasil belajar untuk tiap-tiap individu. Guru mengkoordinasikan tempat duduk siswa secara acak untuk pelaksanaan tes hasil belajar sebagai umpan balik pembelajaran. Kegiatan inti a. Guru mengawasi jalannya tes hasil belajar. c. Proses Belajar Mengajar 1. Pembahasan soal tes hasil belajar yang dirasa sulit oleh siswa cv . Strategi Pembelajaran Model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW F. 3. Kegiatan Pendahuluan a.

1 Menemukan teorema Pythagoras C. Guru menginformasikan tujuan pembelajaran kooperatif tipe STAD c.Lampiran 2 Rencana Pembelajaran 01 Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/semester Pokok Bahasan Sub Pokok Bahasan Alokasi waktu Standar Kompetensi : SMP : matematika : VII/I : Geometri dan Pengukuran : Teorema Pythagoras : 2 x 45 menit : Menentukan panjang garis dalam segitiga serta dapat menggunakannya dalam pemecahan masalah B. Kapur warna 2. Strategi Pembelajaran Model pembelajaran kooperatif tipe STAD G. Pengertian kuadrat dan akar kuadrat suatu bilangan E. Kompetensi Dasar 5. Proses Belajar Mengajar 1. Media/alat 1. Motivasi 2. LKS F. Penggaris 3. Kegiatan Inti a. Guru membagi kelompok kooperatif tipe STAD d. Materi Pokok Teorema Pythagoras D. Guru menginformasikan model pembelajaran yang akan digunakan dalam pembelajaran selanjutnya yaitu model pembelajaran kooperatif tipe STAD b. Indikator 1. Kegiatan Pendahuluan a. Penguasan materi 1) Guru mengingatkan materi kuadrat dan akar kuadrat cvi .

guru bersama siswa membahas LKS dan membuat rangkuman materi. Kegiatan Kelompok 1) Guru mengorganisasikan siswa dalam kelompok . Penutup 1. bertanya dan memeriksa ketetapan. Guru memberikan tugas rumah. D. mendengarkan dengan aktif. 3. 2. 4) Guru mengingatkan agar siswa tetap bersama kelompoknya masingmasing sampai tugas selesai dikerjakan dengan menggunakan keterampilan kooperatif yang dikembangkan dengan mengambil giliran dan berbagai tugas kelompok. 2) Guru membagikan LKS pada tiap kelompok dan menjelaskan penggunaan LKS tersebut 3) Siswa mengerjakan LKS secara kelompok dan guru memberikan bantuan seperlunya.b. mendorong berpartisipasi. Kuis. cvii .

Materi Pokok Teorema Pythagoras C. Kegiatan Inti a. Apersepsi Mengingat kembali pengertian kuadrat dan akar kuadrat suatu bilangan. Strategi Pembelajaran Model pembelajaran kooperatif tipe STAD F. Kapur warna 5. Menentukan luas daerah segitiga siku-siku D. Guru menginformasikan model pembelajaran yang akan digunakan yaitu model pembelajaran kooperatif tipe STAD c. Proses Belajar Mengajar 1. Guru membagi kelompok kooperatif tipe STAD e. Media/alat 4. b.1 Menemukan teorema Pythagoras B. Kompetensi Dasar 5. Penguasan materi cviii . Kegiatan Pendahuluan a. Indikator 1. LKS E. Guru menginformasikan tujuan pembelajaran kooperatif tipe STAD d.Rencana Pembelajaran 02 Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/semester Pokok Bahasan Sub Pokok Bahasan Alokasi waktu Standar Kompetensi : SMP : matematika : VII/I : Geometri dan Pengukuran : Teorema Pythagoras : 2 x 45 menit : Menentukan panjang garis dalam segitiga serta dapat menggunakannya dalam pemecahan masalah A. Menentukan luas daerah persegi 2. Motivasi 2. Penggaris 3.

Tugas rumah. E. Rencana Pembelajaran 03 Satuan Pendidikan : SMP cix . Kegiatan Kelompok 1) Guru mengorganisasikan siswa dalam kelompok . Penutup 1. Guru bersama siswa membahas LKS dan membuat rangkuman materi. 3. Kuis. 2) Guru membagikan LKS pada tiap kelompok dan menjelaskan penggunaan LKS tersebut 3) Siswa mengerjakan LKS secara kelompok dan guru memberikan bantuan seperlunya. 2.1) Guru menjelaskan materi luas daerah persegi dan luas daerah segitiga siku-siku. mendengarkan dengan aktif. 4) Guru mengingatkan agar siswa tetap bersama kelompoknya masingmasing sampai tugas selesai dikerjakan dengan menggunakan keterampilan kooperatif yang dikembangkan dengan mengambil giliran dan berbagai tugas kelompok. b. bertanya dan memeriksa ketetapan. mendorong berpartisipasi.

Menjelaskan dan menemukan teorema Pythagoras 2. Media/alat 1) Kapur warna 2) Penggaris 3) LKS F. luas daerah persegi dan luas daerah persegi panjang b. Materi Pokok Teorema Pythagoras D. Menggunakan teorema Pythagoras untuk menghitung panjang salah satu sisi segitiga siku-siku jika kedua sisinya diketahui E. Indikator 1. Kegiatan Pendahuluan a. Kegiatan Inti cx .1 Menemukan teorema Pythagoras C. Proses Belajar Mengajar 1. Guru menginformasikan model pembelajaran yang akan digunakan yaitu model pembelajaran kooperatif tipe STAD c. Strategi Pembelajaran Model pembelajaran kooperatif tipe STAD G. Motivasi 3. Apersepsi Mengingat kembali pengertian kuadrat dan akar kuadrat suatu bilangan. Guru membagi kelompok kooperatif tipe STAD e. Guru menginformasikan tujuan pembelajaran kooperatif tipe STAD d. Menuliskan teorema Pythagoras 3.Mata Pelajaran Kelas/semester Pokok Bahasan Sub Pokok Bahasan Alokasi waktu Standar Kompetensi : matematika : VII/I : Geometri dan Pengukuran : Teorema Pythagoras : 2 x 45 menit : Menentukan panjang garis dalam segitiga serta dapat menggunakannya dalam pemecahan masalah B. Kompetensi Dasar 5.

Kuis. 4).a. mendengarkan dengan aktif. 2). bertanya dan memeriksa ketetapan. Guru mengingatkan agar siswa tetap bersama kelompoknya masingmasing sampai tugas selesai dikerjakan dengan menggunakan keterampilan kooperatif yang dikembangkan dengan mengambil giliran dan berbagai tugas kelompok. 3). Tugas rumah. Penguasan materi 1) Guru menerangkan teorema Pythagoras 2) Menyatakan teorema Pythagoras dalam bentuk rumus 3) Dengan cara tanya jawab dan peragaan. guru membahas tentang penentuan sisi miring (hipotenusa) dengan jumlah kuadrat siku-sikunya 4) Guru menjelaskan penggunaan teorema Pythagoras untuk menghitung panjang salah satu sisi segitiga siku-siku jika dua sisi lainnya diketahui b. Guru mengorganisasikan siswa dalam kelompok . c. Rencana Pembelajaran 04 Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/semester Pokok Bahasan Sub Pokok Bahasan Alokasi waktu Standar Kompetensi : SMP : matematika : VII/I : Geometri dan Pengukuran : Teorema Pythagoras : 2 x 45 menit : Menentukan panjang garis dalam segitiga serta dapat menggunakannya dalam pemecahan masalah cxi . mendorong berpartisipasi. 2). Kegiatan Kelompok 1). Penutup 1). Siswa mengerjakan LKS secara kelompok dan guru memberikan bantuan seperlunya. Guru membagikan LKS pada tiap kelompok dan menjelaskan penggunaan LKS tersebut 3). guru bersama siswa membahas LKS dan membuat rangkuman materi.

D. Strategi Pembelajaran Model pembelajaran kooperatif tipe STAD F.2 Menggunakan Teorema Pythagoras B. Kegiatan Pendahuluan a. 60o). Indikator 1. Menghitung perbandingan sisi-sisi segitiga siku-siku khusus (salah satu sudutnya 30o. Media/alat 1. Proses Belajar Mengajar 1. Menggunakan teorema Pythagoras untuk menyelesaikan soal pada bangun datar dan bangun ruang. Guru menginformasikan tujuan pembelajaran kooperatif tipe STAD e. 45o. Pengembangan Materi 1) Guru menjelaskan tentang perbandingan sisi-siku-siku khusus (salah satu sudutnya 30o. Kapur warna 2. Guru menginformasikan model pembelajaran yang akan digunakan yaitu model pembelajaran kooperatif tipe STAD d. membahas PR c. Kegiatan Kelompok 1) Guru mengorganisasikan siswa dalam kelompok . 2. LKS E. Penggaris 3. 45o. 60o) 2) Guru menerangkan cara menggunakan teorema Pythagoras untuk menyelesaikan soal-soal pada bangun datar dan bangun ruang b. Apersepsi. cxii . mengingat kembali teorema Pythagoras dalam bentuk rumus (tanya jawab) b.A. Materi Pokok Teorema Pythagoras C. Apresiasi. Kegiatan inti a. Motivasi 2. Kompetensi Dasar 5.

4) Guru mengingatkan agar siswa tetap bersama kelompoknya masingmasing sampai tugas selesai dikerjakan dengan menggunakan keterampilan kooperatif yang dikembangkan dengan mengambil giliran dan berbagai tugas kelompok. Siswa diarahkan untuk membuat rangkuman materi b. Materi Pokok Teorema Pythagoras cxiii .Guru memberikan latihan 3.2 Menggunakan teorema Pythagoras B. Kompetensi Dasar 5. Guru memberikan tugas rumah Rencana Pembelajaran 05 Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/semester Pokok Bahasan Sub Pokok Bahasan Alokasi waktu Standar Kompetensi : SMP : matematika : VII/I : Geometri dan Pengukuran : Teorema Pythagoras : 2 x 45 menit : Menentukan panjang garis dalam segitiga serta dapat menggunakannya dalam pemecahan masalah A. bertanya dan memeriksa ketetapan. mendorong berpartisipasi. Kuis c.2) Guru membagikan LKS pada tiap kelompok dan menjelaskan penggunaan LKS tersebut 3) Siswa mengerjakan LKS secara kelompok dan guru memberikan bantuan seperlunya. Penutup a. mendengarkan dengan aktif.

b.Apresiasi. mengingat kembali penggunaan teorema Pythagoras untuk menghitung panjang salah satu sisi segitiga siku-siku jika kedua sisinya diketahui(tanya jawab) b. LKS E. Media/alat 1. 4) Guru mengingatkan agar siswa tetap bersama kelompoknya masingmasing sampai tugas selesai dikerjakan dengan menggunakan keterampilan kooperatif yang dikembangkan dengan mengambil giliran dan berbagai tugas kelompok. 3) Guru menjelaskan tigaan Pythagoras atau tripel Pythagoras. Penggaris 3. 4) Guru menjelaskan jenis segitiga jika diketahui panjang sisi-sisinya. Kegiatan Inti a. Proses Belajar Mengajar 1. Motivasi 2. mendengarkan cxiv . mendorong berpartisipasi. membahas PR c. 2) Guru membagikan LKS pada tiap kelompok dan menjelaskan penggunaan LKS tersebut 3) Siswa mengerjakan LKS secara kelompok dan guru memberikan bantuan seperlunya. Menentukan jenis segitiga jika diketahui panjang sisi-sisinya D. Kegiatan kelompok 1) Guru mengorganisasikan siswa dalam kelompok . Apersepsi. Kegiatan Pendahuluan a. Indikator 1.C. F. Strategi Pembelajaran Model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Guru menginformasikan model pembelajaran yang akan digunakan yaitu model pembelajaran kooperatif tipe STAD d. Pengembangan materi 2) Dengan cara tanya jawab guru membahas tentang kebalikan teorema Pythagoras. Guru menginformasikan tujuan pembelajaran kooperatif tipe STAD e. Menemukan kebalikan teorema Pythagoras 2. Menentukan tiga bilangan yang menggunakan tripel Pythagoras 3. Kapur warna 2.

2 Menggunakan teorema Pythagoras B.Guru memberikan latihan 3. LKS cxv . Guru memberikan tugas rumah Rencana Pembelajaran 06 Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/semester Pokok Bahasan Sub Pokok Bahasan Alokasi waktu Standar Kompetensi : SMP : matematika : VII/I : Geometri dan Pengukuran : Teorema Pythagoras : 2 x 45 menit : Menentukan panjang garis dalam segitiga serta dapat menggunakannya dalam pemecahan masalah A. Menyelesaikan soal cerita yang menggunakan teorema Pythagoras D. Media/alat 1. Penggaris 3. Kapur warna 2. Materi Pokok Teorema Pythagoras C. bertanya dan memeriksa ketetapan. Penutup a. Siswa diarahkan untuk membuat rangkuman materi b. Kompetensi Dasar 5. Kuis c.dengan aktif. Indikator 1.

Kegiatan kelompok 1. Motivasi 2. Pengembangan materi 1. Guru menginformasikan model pembelajaran yang akan digunakan yaitu model pembelajaran kooperatif tipe STAD d. Guru memberikan tugas rumah cxvi . 4. Kuis c. bertanya dan memeriksa ketetapan. Proses Belajar Mengajar 1. F. membahas PR c. Kegiatan Pendahuluan a. mendengarkan dengan aktif.Guru memberikan latihan 3.Apresiasi. Guru mengingatkan agar siswa tetap bersama kelompoknya masingmasing sampai tugas selesai dikerjakan dengan menggunakan keterampilan kooperatif yang dikembangkan dengan mengambil giliran dan berbagai tugas kelompok. Siswa diarahkan untuk membuat rangkuman materi b. Penutup a. mendorong berpartisipasi.E. Guru mengorganisasikan siswa dalam kelompok . 2. Guru menerangkan cara menyelesaikan soal cerita dengan menggunakan teorema Pythagoras. b. Siswa mengerjakan LKS secara kelompok dan guru memberikan bantuan seperlunya. mengingat kembali penggunaan teorema Pythagoras untuk menghitung panjang salah satu sisi segitiga siku-siku jika kedua sisinya diketahui(tanya jawab) b. Strategi Pembelajaran Model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Guru membagikan LKS pada tiap kelompok dan menjelaskan penggunaan LKS tersebut 3. Apersepsi. Guru menginformasikan tujuan pembelajaran kooperatif tipe STAD f. Kegiatan Inti a.

Kompetensi Dasar 5. Indikator 1. 6. dan luas daerah segitiga sikusiku.1 Menemukan teorema Pythagoras 5. Materi Pokok Teorema Pythagoras C. Menghitung perbandingan sisi-sisi segitiga siku-siku khusus ( salah satu sudutnya 30o. Menentukan kuadrat dan akar kuadrat suatu bilangan. 45o. 3. 4. Menggunakan dalil Pythagoras untuk menghitung panjang salah satu sisi segitiga siku-siku jika kedua sisinya diketahui. persegi. Menentukan luas daerah persegi panjang.Rencana Pembelajaran 07 Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/semester Pokok Bahasan Sub Pokok Bahasan Alokasi waktu Standar Kompetensi : SMP : matematika : VII/I : Geometri dan Pengukuran : Teorema Pythagoras : 2 x 45 menit : Menentukan panjang garis dalam segitiga serta dapat menggunakannya dalam pemecahan masalah A. 60o).2 Menggunakan teorema Pythagoras B. 5. Menuliskan teorema Pythagoras. 2. Menjelaskan dan menemukan teorema Pythagoras. cxvii .

2. Kegiatan penutup a. Menetukan jenis segitiga jika diketahui panjang sisi-sisinya 11. 9. LKS E. Proses Belajar Mengajar 1. b. Pelaksanaan tes hasil belajar. Media/alat 1. Siswa mengumpulkan hasil jawaban tes b. 3. c. Kegiatan Pendahuluan a. Mengenal tiga bilangan yang menggunakan tripel Pythagoras 10. Kegiatan inti a. Menyelesaikan soal cerita yang menggunakan teorema Pythagoras D. Kapur warna 2. Menggunakan teorema Pythagoras untuk menyelesaikan soal pada bangun datar dan bangun ruang. b. Guru mengawasi jalannya tes hasil belajar. Pembahasan soal tes hasil belajar yang dirasa sulit oleh siswa cxviii . Strategi Pembelajaran Model pembelajaran kooperatif tipe STAD F.7. 8. Penggaris 3. Guru mengkoordinasikan tempat duduk siswa secara acak untuk pelaksanaan tes hasil belajar sebagai umpan balik pembelajaran. Motivasi. Menemukan kebalikan teorema Pythagoras. Guru membagi soal tes hasil belajar untuk tiap-tiap individu.

Kompetensi Dasar 5. Guru menunjuk siswa untuk mengerjakan di depan kelas 4. Guru memberikan latihan b. Siswa diarahkan untuk membuat rangkuman materi cxix . Penggaris E. Media/alat 1. Proses Belajar Mengajar 1. Kegiatan Pendahuluan a. Materi Pokok Dalil Pythagoras C. Pengertian kuadrat dan akar kuadrat suatu bilangan D.1 Menemukan dalil Pythagoras B. Apersepsi 2. Guru memberikan waktu pada siswa untuk mengerjakan latihan c. Guru memberikan contoh soal 3. Pengembangan Materi a. Strategi Pembelajaran Model pembelajaran konvensional(ekspositori) F. Penutup a. Guru mengingatkan kembali materi kuadrat dan akar kuadrat b. Penerapan a. Kapur warna 2.Lampiran 3 Rencana Pembelajaran 01 Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/semester Pokok Bahasan Sub Pokok Bahasan Alokasi waktu Standar Kompetensi : SMP : matematika : VII/I : Geometri dan Pengukuran : Teorema Pythagoras : 2 x 45 menit : Menentukan panjang garis dalam segitiga serta dapat menggunakannya dalam pemecahan masalah A. Indikator 1.

Apersepsi Guru mengingatkan kembali kuadrat dan akar kuadrat suatu bilangan. Kegiatan Pendahuluan a. Materi Pokok Dalil Pythagoras C. Guru menunjuk siswa untuk mengerjakan di depan kelas cxx .Rencana Pembelajaran 02 Satuan Pendidikan : SMP Mata Pelajaran : matematika Kelas/semester : VII/I Pokok Bahasan : Geometri dan Pengukuran Sub Pokok Bahasan : Teorema Pythagoras Alokasi waktu : 2 x 45 menit Standar Kompetensi : Menentukan panjang garis dalam segitiga serta dapat menggunakannya dalam pemecahan masalah A. b. Penerapan a. Pengembangan Materi a. Menentukan luas daerah persegi 2. Proses Belajar Mengajar 1. Kompetensi Dasar 5. Motivasi 2. Guru memberikan waktu pada siswa untuk mengerjakan latihan c. Strategi Pembelajaran Model pembelajaran konvensional(ceramah dan tanya jawab) F. Media/alat 1. Menentukan luas daerah segitiga siku-siku D. Penggaris E. Kapur warna 2. Guru memberikan latihan b.1 Menemukan dalil Pythagoras B. Indikator 1. Guru memberikan penjelasan materi luas daerah persegi dan luas daerah segitiga siku-siku b. Guru memberikan contoh soal 3.

Penutup a.4. Guru memberikan tugas rumah Rencana Pembelajaran 03 Satuan Pendidikan : SMP cxxi . Siswa diarahkan untuk membuat rangkuman materi b. Guru memberikan kuis pada sisiwa c.

Apersepsi Guru mengingatkan kembali kuadrat dan akar kuadrat suatu bilangan. guru membahas tentang penentuan sisi miring (hipotenusa) dengan jumlah kuadrat siku-sikunya b Guru menjelaskan penggunaan teorema Pythagoras untuk menghitung panjang salah satu sisi segitiga siku-siku jika dua sisi lainnya diketahui c. Menemukan teorema Pythagoras 2. Materi Pokok Dalil Pythagoras I. Pengembangan Materi a. Kompetensi Dasar 5. Menggunakan teorema Pythagoras untuk menghitung panjang salah satu sisi segitiga siku-siku jika kedua sisi yang lainnya diketahui J. Strategi Pembelajaran Model pembelajaran konvensional(ceramah dan tanya jawab) L. Guru menerangkan teorema Pythagoras Menyatakan teorema Pythagoras dalam bentuk rumus Dengan cara tanya jawab dan peragaan.1 Menemukan dalil Pythagoras H. Guru memberikan contoh soal cxxii . Kapur warna 2. Media/alat 1. Kegiatan Pendahuluan a. menuliskan teorema Pythagoras untuk sisi-sisi segitiga 3.Mata Pelajaran Kelas/semester Pokok Bahasan Sub Pokok Bahasan Alokasi waktu Standar Kompetensi : matematika : VII/I : Geometri dan Pengukuran : Teorema Pythagoras : 2 x 45 menit : Menentukan panjang garis dalam segitiga serta dapat menggunakannya dalam pemecahan masalah G. Indikator 1. Proses Belajar Mengajar 1. Motivasi 2. Penggaris K. luas daerah persegi dan luas daerah segitiga siku-siku b.

Guru memberikan latihan b. Guru memberikan waktu pada siswa untuk mengerjakan latihan c.3. Penerapan a. Guru Memberikan tugas rumah Rencana Pembelajaran 04 Satuan Pendidikan : SMP Mata Pelajaran : matematika Kelas/semester : VII/I Pokok Bahasan : Geometri dan Pengukuran cxxiii . Guru memberikan kuis pada sisiwa c. Siswa diarahkan untuk membuat rangkuman materi b. Penutup a. Guru menunjuk siswa untuk mengerjakan di depan kelas 4.

Guru menerangkan cara menggunakan teorema Pythagoras untuk menyelesaikan soal-soal pada bangun datar dan bangun ruang d.2 Menggunakan dalil Pythagoras B. Apresiasi. 60o). Kegiatan Pendahuluan a. Guru memberikan latihan cxxiv . Penerapan Materi a. Guru memberikan contoh soal c. Kapur warna 4. Pengembangan Materi a. 45o. 45o. 3. D. Kompetensi Dasar 5. mengingat kembali teorema Pythagoras dalam bentuk rumus (tanya jawab) b. Proses Belajar Mengajar 1. Apersepsi. membahas PR 2. tanya jawab) F. Penggaris E. Menghitung perbandingan sisi-sisi segitiga siku-siku khusus (salah satu sudutnya 30o. Materi Pokok Dalil Pythagoras C. Guru memberikan contoh soal 3.Sub Pokok Bahasan : Teorema Pythagoras Alokasi waktu : 2 x 45 menit Standar Kompetensi : Menentukan panjang garis dalam segitiga serta dapat menggunakannya dalam pemecahan masalah A. Menggunakan teorema Pythagoras untuk menyelesaikan soal pada bangun datar dan bangun ruang. Strategi Pembelajaran Model pembelajaran konvensional (ceramah. 60o) b. Indikator 2. Media/alat 1. Guru menjelaskan tentang perbandingan sisi-siku-siku khusus (salah satu sudutnya 30o.

Guru menunjuk siswa untuk mengerjakan di depan kelas 4. Guru memberikan tugas rumah Rencana Pembelajaran 05 Satuan Pendidikan : SMP Mata Pelajaran : matematika Kelas/semester : VII/I Pokok Bahasan : Geometri dan Pengukuran Sub Pokok Bahasan : Teorema Pythagoras Alokasi waktu : 2 x 45 menit cxxv . Guru memberikan kuis pada siswa c. Penutup a.b. Siswa diarahkan untuk membuat rangkuman materi b. Guru memberikan waktu pada siswa untuk mengerjakan latihan c.

c. Pengembangan Materi a. Kapur warna 2. Guru memberikan contoh soal kebalikan teorema Pythagoras. 3. Guru menjelaskan jenis segitiga yang diketahui panjang sisi-sisinya. Penerapan Materi a. Penggaris E. tanya jawab) F. Menemukan kebalikan teorema Pythagoras 2. e. Menentukan tiga bilangan yang menggunakan tripel Pythagoras 3. Guru memberikan waktu pada siswa untuk mengerjakan latihan cxxvi . Guru menjelaskan tigaan Pythagoras atau tripel Pythagoras. Materi Pokok Teorema Pythagoras C. Indikator 1. Motivasi c. membahas PR 2.2 Menggunakan teorema Pythagoras B. Media/alat 1. Guru memberikan contoh soal tripel Pythagoras. d. Kompetensi Dasar 5. b. Guru memberikan latihan b. Apresiasi. Apersepsi. Menentukan jenis segitiga jika diketahui panjang sisi-sisinya D. f.Standar Kompetensi : Menentukan panjang garis dalam segitiga serta dapat menggunakannya dalam pemecahan masalah A. mengingat kembali rumus teorema Pythagoras (dengan tanya jawab) b. Strategi Pembelajaran Model pembelajaran konvensional (ceramah. Kegiatan Pendahuluan a. Proses Belajar Mengajar 1. Guru memberikan contoh soal tentang jenis segitiga jika diketahui panjang sisi-sisinya. Dengan cara tanya jawab guru membahas tentang kebalikan teorema Pythagoras.

Guru menunjuk siswa untuk mengerjakan di depan kelas 4.c. Siswa diarahkan untuk membuat rangkuman materi b.2 Menggunakan teorema Pythagoras cxxvii . Guru memberikan tugas rumah Rencana Pembelajaran 06 Satuan Pendidikan : SMP Mata Pelajaran : matematika Kelas/semester : VII/I Pokok Bahasan : Geometri dan Pengukuran Sub Pokok Bahasan : Teorema Pythagoras Alokasi waktu : 2 x 45 menit Standar Kompetensi : Menentukan panjang garis dalam segitiga serta dapat menggunakannya dalam pemecahan masalah Kompetensi Dasar 5. Penutup a. Guru memberikan kuis c.

Guru menerangkan cara menyelesaikan soal cerita dengan menggunakan teorema Pythagoras e. Guru memberikan contoh soal kebalikan teorema Pythagoras. membahas PR Pengembangan Materi a. Apresiasi. Guru memberikan tugas rumah cxxviii .Materi Pokok Teorema Pythagoras Indikator 1. mengingat kembali rumus teorema Pythagoras (dengan tanya jawab) b. Guru menunjuk siswa untuk mengerjakan di depan kelas Penutup a. Guru memberikan latihan b. Penggaris Strategi Pembelajaran Model pembelajaran konvensional (ceramah. Guru memberikan waktu pada siswa untuk mengerjakan latihan c. tanya jawab) Proses Belajar Mengajar Kegiatan Pendahuluan a. Motivasi c. Guru memberikan kuis c. Apersepsi. Siswa diarahkan untuk membuat rangkuman materi b. Menyelesaikan soal cerita yang menggunakan teorema Pythagoras Media/alat 1. Kapur warna 2. Penerapan Materi a.

1 Menemukan teorema Pythagoras 5. cxxix .2 Menggunakan teorema Pythagoras B. Materi Pokok Teorema Pythagoras D. Indikator 1. Menentukan kuadrat dan akar kuadrat suatu bilangan.Rencana Pembelajaran 07 Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/semester Pokok Bahasan Sub Pokok Bahasan Alokasi waktu Standar Kompetensi : SMP : matematika : VII/I : Geometri dan Pengukuran : Teorema Pythagoras : 2 x 45 menit : Menentukan panjang garis dalam segitiga serta dapat menggunakannya dalam pemecahan masalah A. Kompetensi Dasar 5.

3. 2. Menemukan kebalikan teorema Pythagoras. Strategi Pembelajaran Model pembelajaran konvensional (ceramah. persegi. Menetukan jenis segitiga jika diketahui panjang sisi-sisinya 11. 4. Menghitung perbandingan sisi-sisi segitiga siku-siku khusus ( salah satu sudutnya 30o.2. 60o). 7. 5. c. 45o. tanya jawab) G. 8. Pelaksanaan tes hasil belajar. Mengenal tiga bilangan yang menggunakan tripel Pythagoras 10. Penggaris F. Media/alat 1. 3. 6. Menentukan luas daerah persegi panjang. Menjelaskan dan menemukan teorema Pythagoras. b. Guru mengkoordinasikan tempat duduk siswa secara acak untuk pelaksanaan tes hasil belajar sebagai umpan balik pembelajaran. Guru mengawasi jalannya tes hasil belajar. Proses Belajar Mengajar 1. Menggunakan teorema Pythagoras untuk menyelesaikan soal pada bangun datar dan bangun ruang. b. Menyelesaikan soal cerita yang menggunakan teorema Pythagoras E. Menuliskan teorema Pythagoras. dan luas daerah segitiga sikusiku. 9. Kapur warna 2. Menggunakan dalil Pythagoras untuk menghitung panjang salah satu sisi segitiga siku-siku jika kedua sisinya diketahui. Motivasi. Kegiatan penutup a. Pembahasan soal postes yang dirasa sulit oleh siswa cxxx . Kegiatan Pendahuluan a. Siswa mengumpulkan hasil jawaban tes b. Guru membagi soal tes hasil belajar untuk tiap-tiap individu. Kegiatan inti a.

motivasi 2. Setiap anggota kelompok mendapatkan satu soal. apresiasi. 3.Lampiran 4 KEGIATAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW II Pertemuan I.Tahap I. Siswa berdiskusi dalam kelompok ahli untuk memperoleh jawaban. Tahap II. C. B. 4. III. 2. Menjelaskan pada siswa tentang model pembelajaran yang dipakai dan menjelaskan manfaatnya. Apersepsi. Mengubah bentuk kelompok dengan cara penukaran sejumlah anggota kelompok menurut soal yang diterima (yaitu soal yang sama). Tiap siswa berusaha menguasai materi sesuai soal yang diterima. Penularan Materi (25 menit) cxxxi . IV dan V A. 3. Kelompok yang baru terbentuk disebut kelompok ahli. Pembentukan kelompok Setiap kelompok terdiri dari 4 -5 orang dengan kemampuan yang heterogen. II . Penguasaan Materi (15 menit) 1. Pembagian Materi Pada poin ini setiap kelompok diberikan 4 -5 butir soal sesuai dengan jumlah anggota kelompok. Pendahuluan (15 menit) 1. Tahap III.

Kegiatan inti (45 menit) 1. Mengumpulkan jawaban tes hasil belajar siswa. 2. C. Guru bersama siswa membahs soal dan merangkum materi. 2. Tahap II.Tahap I. Tahap III. Pelaksanaan tes hasil belajar. Penutup (15 menit) 1. Pendahuluan (5 menit) 1. D. motivasi Mengkoordinasikan tempat duduk siswa. Tahap IV. apresiasi. 3. Membahas soal tes yang dirasa sulit oleh siswa D.Dari kelompok ahli siswa kembali ke kelompoknya masing-masing (kelompok asal) untuk melakukan kegiatatan memberi dan menerima materi oleh anggota kelompok yang telah berdiskusi dalam kelompok ahli. Penutup (25 menit) 1. B. Pertemuan VI A. 2. Monitoring ( 25 menit) cxxxii . Apersepsi. Tes individual (kuis). Pemberian tugas rumah (PR).

cxxxiii .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->