P. 1
LAPORAN KEANEKARAGAMAN ILYAS

LAPORAN KEANEKARAGAMAN ILYAS

|Views: 1,049|Likes:
Published by Ilyassyah Pasee

More info:

Published by: Ilyassyah Pasee on Jul 19, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/04/2013

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Mengapa terjadi keanekaragaman hayati?

Ada dua factor penyebab terjadinya keanekaragaman, yaitu faktor keturunan atau factor genetik dan faktor lingkungan. Faktor keturunan disebabkan oleh adanya gen yang akan memberikan sifat dasar atau sifat bawaan. Sifat bawaan ini diwariskan secara turun-temurun dari induk kepada keturunannya. Namun, sifat bawaan terkadang tidak muncul (tidak tampak) karena faktor lingkungan. Faktor bawaan sama, tetapi lingkungannya berbeda, akan mengakibatkan sifat yang tampak menjadi berbeda. Jadi, terdapat interaksi antara faktor genetik dan faktor lingkungan. Karena adanya kedua faktor tersebut, muncullah keanekaragaman hayati. Sebagai contoh, kita tanam bunga bougenvill secara setek ke dalam dua pot yang diberi media tanam berbeda. Karena dari tanaman setek, secara genetik tanaman tersebut sama, dalam arti gen yang dikandung di dalamnya sama. Tanaman yang diberi media tanam humus (bersifat asam) akan menghasilkan bunga berwarna oranye, sedangkan yang ditanam di pot yang diberi media tanam kapur (bersifat basa) akan menghasilkan bunga berwarna ungu. Jadi, perbedaan keasaman tanah dapat mengakibatkan keanekaragaman bunga bougenvill. Makhluk hidup yang sejenis (dalam spesies yang sama) memiliki ciri yang sama. Coba kalian amati sapi yang hidup di Pulau Jawa dengan sapi yang hidup di Pulau Sumatra! Pasti mereka memiliki ciri yang sama karena mereka satu spesies.

1

ukuran. 1. Keanekaragaman hayati yang ada di dunia ini meliputi berbagai variasi bentuk. jumlah (frekuensi). sedangkan antarspesies yang berbeda terdapat keanekaragaman. warna. setiap sistem lingkungan mempunyai keanekaragaman masing-masing.2 Tujuan Percobaan Praktikum ini bertujuan untuk mempelajari sebagian dari keanekaragaman tumbuhan. Keanekaragaman tersebut berlangsung mulai dari tingkatan gen. jenis. Untuk memudahkan pemahaman kita mengenai konsep keanekaragaman dan keseragaman hayati maka dilakukanlah percobaan ini. 2 . Jadi. sampai ekosistem. dan sifat-sifat lain dari makhluk hidup.Jadi. di dalam spesies yang sama terdapat keseragaman ciri makhluk hidup.

Sekalipun individu-individu suatu jenis itu memiliki kerangka dasar komponen genetik yang sama.BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. rambut pirang. mempunyai volume otak di atas 1. dan postur tubuh tidak terlalu tinggi. dan sifat-sifat lain makhluk hidup. Dapat dijelaskan bahwa terdapatnya keseragaman dalam tingkatan spesies. warna. Keanekaragaman hayati ditunjukkan. tetapi di dalam keseragaman ini terdapat keanekaragaman pula. Akan tetapi. (Wikipedia. Keanekaragaman ini tidak lain disebabkan oleh keanekaragaman gen yang mengontrol spesies. (Ari Sulistyorini. yaitu bipedal (berjalan dengan dua kaki). spesies Homo Sapiens dan manusia mempunyai keseragaman ciri.100 cc. Misalnya. dan memiliki wajah proporsional dengan dua mata menghadap depan. variasi terletak satu tingkat di bawah spesies. sedangkan manusia Amerika memiliki warna kulit putih. Dasar Teori Setiap sistem lingkungan memiliki keanekaragaman yang berbeda. Misalnya. rambut hitam. jumlah (frekuensi). manusia di dunia ini juga memiliki keanekaragaman. 2009) Keanekaragaman pada tingkat jenis terjadi karena adanya variasi dari spesies tersebut. Dalam urutan taksonomi. sedangkan keseragaman adalah ciri yang sama yang terdapat dalam satu spesies. setiap individu ternyata memiliki komponen faktor 3 . antara lain. oleh variasi bentuk. manusia Indonesia memiliki warna kulit sawo matang. 2009). ukuran. dan postur tubuh tinggi.

tergantung pada penurunannya. Jadi.yang berbeda-beda. masingmasing individu dalam suatu jenis mempunyai susunan faktor genetik yang tidak sama dengan susunan genetik individu yang lain. 2002). Keanekaragaman genetik suatu jenis ditentukan oleh keanekaragaman susunan faktor genetik yang terkandung dalam jenis yang bersangkutan. 4 . meskipun dalam jenis yang sama (Suwarno. Susunan perangkat faktor genetik ini menentukan sifat yang disandang individu yang bersangkutan.

2 Alat dan Bahan Alat yang digunakan pada praktikum ini adalah peralatan tulis.BAB III METODE PRAKTIKUM 3. 3. Mengamati dan menggambar serta memberi keterangan. kembang sepatu (Hibiscus rosasinensis). paku suplir (Adiantum cuneatum).00 – 13. bunga kelapa (Cocos nucifer).30 WIB. 5 . 3. air kolam. Bertempat di Laboratorium Dasar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jabal Ghafur. lumut daun (Polytrichum commune).3 Prosedur Kerja 1.1 Waktu dan Tempat Praktikum ini dilaksanakan pada hari sabtu tanggal 15 Januari 2011 dari pukul 11.

Termasuk tumbuhan dikotil. Kelompok kelas Spermatophyta) 2. Cocos nucifera (bunga kelapa) 1.BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Pengamatan Gambar Keterangan Hibiscus rosasinensis (kembang sepatu). 1. 3. Perkembangbiakan nya dengan biji. 6 . Termasuk tumbuhan monokotil.

Scenedesmus .sp Spirosyra.Volvox sp. Sp 7 .

Akar berfungsi untuk menyerap air dan mineral dari dalam tanah. dan durian. baik alat tubuh maupun alat perkembangbiakannya. dan daun. Tumbuhan biji adalah jenis tumbuhan yang paling sempurna. Tiap-tiap alat tubuh tersebut mempunyai fungsi yang jelas. Tumbuhan biji memiliki alat tubuh yang lengkap yang terdiri dari akar. pepaya.2 Pembahasan Selain tumbuhan lumut dan paku-pakuan. Akar berasal dari titik tumbuh 8 . batang. juga terdapat tumbuhan lain. Alat perkembangbiakannya berupa bunga dan biji. mangga. kelapa. Semua tumbuhan ini termasuk dalam kelompok tumbuhan biji (spermatophyta). padi.Polytrichum commune Adiantum cuneatum 4. seperti melinjo.

Pada tumbuhan berkeping satu (monokotil) sistem perakarannya merupakan akar serabut. jambu. batas antara akar dan batang tidak jelas. Akar serabut ini tidak mempunyai akar pokok. Akar ini terdiri atas satu akar pokok yang dapat tumbuh membesar dan memanjang. Berkas-berkas pembuluh pada batang merupakan perpanjangan berkas pembuluh pada akar. Pada tumbuhan berkeping dua (dikotil). Batang berasal dari titik tumbuh batang yang terdapat pada jaringan embrional. Selain itu. Ada dua sistem perakaran pada tumbuhan tingkat tinggi. batang juga berfungsi sebagai alat penyimpan makanan. tetapi pangkal tumbuhnya berasal dari batang tumbuhan sehingga terlihat sebagai serabut-serabut halus yang menyebar yang berpangkal dari bagian pangkal batang. Contoh tanaman yang memiliki akar tunggang adalah mangga. 9 . Pada tumbuhan dikotil. Dapat diperhatikan bahwa bagian tanaman yang tumbuh ke atas permukaan tanah dapat disebut batang dan yang tumbuh ke dalam tanah disebut dengan akar. Selain itu. dan cabai. Batang merupakan bagian tanaman yang berfungsi untuk menopang dedaunan yang menghasilkan pangan dan menghubungkannya dengan akar yang menyerap air dan unsur hara. Contoh tanaman yang memiliki akar serabut adalah jagung. pisang. Di sekitar akar ini akan tumbuh rambut-rambut akar yang lebih halus. susunan berkas-berkas pada batang monokotil secara nyata berlainan dengan susunan berkas pada batang dikotil. tetapi penyusunannya agak berbeda. dan rumput-rumputan. Akar merupakan bagian bawah suatu tanaman yang umumnya tumbuh dan berkembang di bawah permukaan tanah.akar yang terdapat pada jaringan embrional. sistem perakarannya merupakan akar tunggang. yaitu akar tunggang dan akar serabut.

karbon dioksida dari udara. Selain itu. Pada tumbuhan biji. stomata.Daun yang banyak mengandung klorofil berfungsi sebagai tempat pembuatan makanan bagi tumbuhan melalui proses fotosintesis. dan air dari dalam tanah diubah menjadi karbohidrat dengan bantuan cahaya matahari. Perhiasan bunga terdiri atas dua bagian. Kelopak bunga sangat penting karena pada saat bunga masih kuncup. Fotosintesis adalah proses pembentukan karbohidrat atau energi oleh klorofil. daun juga berfungsi untuk transpirasi. yaitu perhiasan bunga dan alat kelamin. Transpirasi pada hakikatnya sama dengan penguapan. kelopak bunga ini dapat melindungi bagian bunga di dalamnya. bunga merupakan organ untuk perkembangbiakannya. Pada prinsipnya. yaitu mahkota bunga dan kelopak bunga. Transpirasi dapat terjadi melalui kutikula. Warna yang mencolok ini dapat menarik serangga yang dapat membantu penyerbukan. Transpirasi adalah hilangnya air dari tubuh tanaman dalam bentuk uap melalui stomata. Bunga merupakan organ yang penting untuk perkembangbiakan tumbuhan. Sebagian besar transpirasi terjadi pada stomata di dalam daun karena hilangnya molekul-molekul air dari tubuh tanaman sebagian besar melalui daun. ataupun lentisel. setiap bunga selalu memiliki bagian yang sama yang terdiri atas dua bagian. Kelopak bunga biasanya berwarna hijau yang terletak di lingkaran luar mengelilingi mahkota bunga. Mahkota bunga terletak di lingkaran mengelilingi benang sari dan putik sehingga mahkota bunga ini juga berfungsi untuk melindungi benang sari dan putik. Alat reproduksi (alat kelamin bunga) 10 . Mahkota bunga biasanya berbentuk seperti lembaran dengan warna yang mencolok.

Lumut ini hampir tidak pernah mengisap air dari dalam tanah. Pada tempat yang sesuai. Terbentuknya banyak kuncup menyebabkan tumbuhan lumut tersusun seperti rumpun. fototrof. dan sedikit yang terdapat di dalam air. Lumut daun merupakan tumbuhan yang berdiri tegak. Jika sel piramida terputus. Lumut di daerah lahan gambut dapat menutupi tanah sampai beribu kilometer. dan dapat dilihat dengan mata biasa karena mirip seperti hifa cendawan. di atas batu cadas.000 jenis lumut daun yang ada di alam ini. Di daerah kering. Pada keadaan cukup cahaya. sedangkan yang hidup di tanah hutan dapat berbentuk seperti lapisan permadani. Dari protonema. Alat kelamin Musci terkumpul pada 11 . akan tumbuh anakan baru dari sel tersebut. Terjadinya kuncup diawali dengan adanya tonjolan-tonjolan ke samping pada cabang protonema. di antara rumput-rumput. batang pohon. Protonema ini terdiri atas benang berwarna hijau. protonema akan membentuk kuncup yang dapat berkembang menjadi tumbuhan lumut. di atas pasir bergerak. kecil. Lumut sejati juga disebut dengan lumut daun. bercabang-cabang. muncul rizoid yang masuk ke dalam tanah. Kurang lebih terdapat 12. di rawa-rawa. dan letak daunnya tersusun teratur mengelilingi tangkainya seperti spiral. badan lumut ini dapat berbentuk seperti bantalan. tetapi justru banyak melindungi tanah dari penguapan air yang terlalu besar. spora akan berkecambah membentuk protonema. Lama-kelamaan pada ujungnya akan terjadi sel berbentuk piramida yang meristematik.terdiri atas alat kelamin betina berupa putik dan alat kelamin jantan berupa benang sari. Lumut daun dapat tumbuh di tanahtanah gundul yang secara periodik mengalami kekeringan.

menempel di kulit pohon (epifit). Sebagian besar tumbuhan paku mempunyai batang yang tumbuh di dalam tanah yang disebut rhizoma. Xilem berfungsi untuk menyerap air dan garam mineral dari dalam tanah dan diangkut ke daun. Daun steril adalah daun yang tidak ada bintil-bintil hitam di 12 .Tumbuhan berpembuluh ini terdiri atas dua kelompok. atau di atas sampah atau sisa tumbuhan atau hewan (saprofit). yaitu tumbuhan paku (Pteridophyta) dan tumbuhan biji (Spermatophyta). juga telah memiliki jaringan pengangkut xilem dan floem yang terdapat pada daun. Tumbuhan paku dapat hidup di atas tanah atau batu. Daun paku dewasa terdiri atas daun fertil dan daun steril. yaitu pembuluh xilem dan pembuluh floem. di tepi sungai di tempattempat yang lembap (higrofit). dan daun. Daun mulai tumbuh dari rhizome tersebut. juga telah memiliki pembuluh yang merupakan jaringan pengangkut. Tumbuhan paku merupakan tumbuhan yang telah memiliki kormus atau tumbuhan yang sudah mempunyai akar. hidup di air (hidrofit). Tumbuhan biji dibagi lagi menjadi tumbuhan berbiji terbuka (gymnospermae) dan tumbuhan berbiji tertutup (angiospermae). Selain itu. Tumbuhan berpembuluh merupakan tumbuhan yang lebih sempurna daripada tumbuhan tidak berpembuluh karena telah memiliki akar. dan akarnya. Floem berfungsi untuk mengangkut sari makanan hasil fotosintesis dan mengedarkannya ke seluruh tubuh tanaman. Jaringan pengangkut berupa dua pembuluh. batang. dan daun sejati. batang.ujung batang atau ujung cabang dan dikelilingi oleh daun paling atas. batang. Ada yang berumah satu dan ada yang berumah dua. Daun paku muda ujungnya selalu menggulung.

permukaan bawah daunnya. Bintil-bintil kehitaman yang terletak di permukaan bawah daun ini adalah kumpulan sporangium yang disebut sorus. Daun ini disebut juga daun subur. Daun fertil adalah daun paku yang di permukaan bawah daunnya terdapat bintil-bintil kehitaman. 13 . Daun ini disebut juga daun mandul.

BAB V PENUTUP 5. Ada dua sistem perakaran pada tumbuhan tingkat tinggi. kecil. Namun itu tidak ada. Tumbuhan paku merupakan tumbuhan yang telah memiliki kormus atau tumbuhan yang sudah mempunyai akar. batang. juga telah memiliki jaringan pengangkut xilem dan floem yang terdapat pada daun. 14 . batang. Lumut daun merupakan tumbuhan yang berdiri tegak.1 Kesimpulan Kesimpulan yang dapat diambil dari praktikum kali ini adalah: 1. dan letak daunnya tersusun teratur mengelilingi tangkainya seperti spiral.2 Saran Percobaan seperti seharusnya praktikan dapat melihat hasil praktikumnya. 2. yaitu akar tunggang dan akar serabut . 5. dan daun sejati. 3.

dan kawan-kawan. A. Jakarta 15 . 2005. Erlangga. Biologi Jilid 3. Hubu dkk. Fisiologi Tumbuhan. Erlangga. Simbolon. Jakarta. Biologi. Kimball. Erlangga. I. FMIPA Universitas Lambung Mangkurat. Prinsip-prinsip Biologi Tumbuhan untuk daerah Tropik. 1986. Erlangga.Banjarbaru.W. Penuntun Praktikum Biologi Umum. Lovelles. Krisdianto. Biologi. Syamsuri. Jakarta.DAFTAR PUSTAKA Dwidjoseputro. J. Jakarta. 1989. 2000. R. 1997. Jakarta. 2002. PT Gramedia.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->