PELAKSANAAN PERJANJIAN JAMINAN FIDUSIA pAOA LEMBAGA PEMBIAYAAN KONSUMEN 01 KOTA SEMARANG.

TESIS
Untuk Memenuhi 8ebagian Persyaratan Mencapai Derajat 8arjana 8-2

oleh:

NIKEN PUSPITARINI, SH

848002188

PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG
2004

~ "(

.•.••

D.".~:"'~;-:-'".~'

...•• "~._."_ •. ""_

..••..

TESIS

PELAKSANAAN PERJANJIAN JAMINAN FIDUSIA PAOA LEMBAGA PEMBIAYAANKONSUMEN 01 KOTA SEMARANG

disusun oleh : NIKEN PUSPITARINI, SH 848002188

~

Telah dipertahankan di depan Tim Penguji Pada tanggal 16 Juni 2004 Dan dinyatakan telah memenuhi syarat untuk diterima

Menyetujui, Komisis Pembimbing

Pembimbing

Ketua Program Studi Magister Kenotariatan

C -----,1·
H.ACHMAD 8USRO, SH., M.Hum Prof. I.G.N. Sugangga,

~
• 4

--UPI-PtJSTI\\( ~UNO\P_

-

SH

- -~
\ "." .. Nn.
1"gl.

t) ... t t

. 2>4G./T/.0:: r;r:; ~-,l~
......··
; ...

t-1 ~ ..· ...r... Q ··1·L~;

I

ABSTRAKSI
PELAKSANAAN PERJANJIAN JAMINAN FIDUSIA PADA LEMBAGA PEMBIAYAAN KONSUMEN DI KOTA SEMARANG, Tesis, Niken Puspitarini, Magister Kenotariatan Universitas Diponegoro. Penggunaan Lembaga jaminan Fidusia pada Lembaga Pembiayaan Konsumen, sekilas nampak memberikan jaminan yang lebih permanen dalam melindungi investasi berkaitan dengan hak preferen dari jaminan fidusia terhadap Lembaga Pembiayaan Konsumen bersangkutan, tetapi kebenaran dari pendapat ini belum diteliti secara seksama, karena aspekaspek formil didalam jaminan fidusia memiliki mekanisme dan prosedur untuk dapat memberikan perlindungan hukum bagi perusahan Pembiayaan Konsumen tersebut, misalkan aturan tentang tatacara pendaftaran fidusia. Menurut Pasal 11 UU No. 42 Tahun 1999 Tentang [aminan Fidusia, mewajibkan bend a yang dibebani dengan jaminan fidusia didaftarkan pad a Kantor Pendaftaran Fidusia r gunanya untuk memberi kepastian hukum. Tujuan dad pene1itian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisa praktek perjanjian jaminan fidusia pad a Lembaga Pembiayaan Konsumen berkaitan dengan pelaksanaan yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 Tentang Jaminan Fidusia serta untuk mengetahui dan menganalisa pe1aksanaan eksekusi fidusia, terhadap benda fidusia yang tidak didaftarkan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode pendekatan secara yuridis empiris .. dengan spesifikasi deskritif analitis dan pengumpulan data secara primer dan sekunder. Bahwa dalam praktek, dati lembaga pembiayaan konsumen yang menjadi responden penelitian penulis belum melaksanakan Perjanjian Iaminan Fidusia sesuai dengan Undang-Undang [amman Fidusia Nomor 42 Tahun 1999, hal ini disebabkan kurangnya informasi mengenai perjanjian jaminan fidusia, sehingga mengurangi kemampuan dalam bidang hukum perjanjian, kenyataan ini berimplikasi pada keamanan investasi dari lembaga pembiayaan. Terhadap eksekusi jaminan fidusia yang benda jaminannya tidak didaftarkan, eksekusinya dilakukan oleh lembaga pembiayaan dengan cara mengambillangsung benda jaminan dari konsumen, selama ini eksekusi dengan cara demikian lebih efektif, karena selain menurut kenyataannya tidak pernah dihadapi dengan gugatan dari pihak konsumen, juga adanya pemikiran bahwa dasar perjanjian pembiayaan konsumen sudah lebih dari cukup untuk membuktikan kebenaran tindakan lembaga pembiayaan, disamping itu kondisi tersebut didukung oleh tindakan proaktif Aparat Keamanan (Polisi) untuk mengarahkan persoalan .. apabila terjadi keberatan oleh konsumen .

...

, ..

r: . utilize him to give rule of law. Usage of Institute Fiduciary Guarantee at Institute Defrayal of Consumer .. but truth of from this opinion not yet been checked circumspectly. during the time execute at this rate more effective. in a flash look to give more permanent guarantee in protecting investment relate to rights of preference Fiduciary guarantee to Institute Defrayal of pertinent Consumer. According To Article 11 Code Number 42 year 1999 About Fiduciary Guarantee. so that lessen ability in the field of contractual law. That in practice..c_. - _. because besides according to in reality have never been faced with suing of consumer party. Niken Puspitarini. Research method the used is approach method by empiric juridical. despitefully the condition supported by action of pro-active Government officer Security (Police) to instruct problem. this matter is caused the lack of information concerning agreement fiduciary guarantee. Intention of this research is to know and analyze practice agreement of fiduciary guarantee at Institute Defrayal of Consumer relate to execution which is arranged in Code Number 43 Year 1999 About Fiduciary Guarantee and also to know and analyze execution fiduciary execute._ • • . execute him done by defrayal institute by taking is direct guarantee object of consumer.. taking example order about procedure registration of fiduciary. Magister Notary Public Diponegoro University. also the existence of idea that agreement base defrayal of consumer have more than last for proving the truth of action institute defrayal..c. because formal aspects in fiduciary guarantee have procedure and mechanism to be able to give protection of law to company Defrayal of Consumer. with descriptive specification and data collecting primary and secondary. in the event of objection by consumer.. obliging object ladened with fiduciary guarantee registered at Fiduciary Registry.. Thesis.ABSTRACT EXECUTION OF AGREEMENT FIDUCIARY GUARANTEE AT INSTITUTE DEFRAYAL OF CONSUMER IN SEMARANG CITY. to fiduciary object which do not be registered. this fact have implication to investment security of defrayal institute.. from institute defrayal of consumer becoming responder research of writer not yet executed Agreement Fiduciary Guarantee as according to Code Fiduciary Guarantee Number 42 Year 1999. To executing fiduciary guarantee which is its guarantee object do not be registered.

-- .PERNYATAAN Dengan ini saya menyatakan bahwa tesis ini adalah hasil pekerjaan saya sendiri dan di dalamnya tidak terdapat karya yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar di suatu perguruan tinggi dan lembaga pendidikan lainnya. sumbernya dijelaskan di dalam tulisan dan daftar pustaka.. Semarang Maret 2004 .._-- . Pengetahuan yang diperoleh dari hasil penerbitan maupun yang belum/fidak diterbitkan._.

serta ingin oleh karena keterbatasan bacaan. waktu. Segala bantuan.akhirnya penulis dapat menyelesaikannya. Namun ilmu tenaga rasa literatur tahu dengan ilmu dalam pengembangan pengetahuan .KATA PENGANTAR Assalamualaikum Wr. . ketekunan.. Puji syukur memberikan menyelesaikan PERJANJIAN penulis serta panjatkan kehadirat Allah SWT.Wb. Penulisan tesis ini dimaksudkan menyelesaikan studi pada Program sebagai salah satu persyaratan Magister Kenotariatan guna Universitas Diponegoro Semarang. Meskipun telah berusaha semaksimal mungkin. penulis yakin tesis ini masih jauh dari sempurna pengetahuan. sehingga berjudul penulisan JAMINAN tesis ini yang FIDUSIA : uPELAKSANAAN PEMBIAYAAN PADA LEMBAGA KONSUMEN DI KOTA SEMARANG". bahwa tesis ini juga dapat terselesaikan dengan bantuan yang sangat berarti dari berbagai pihak. tekad dan dan harapan. Penulis sangat menyadari. yang telah penulis dapat rahmat hidayah-Nya. budi baik dan uluran tangan berbagai pihak yang telah penulis terima baik " ".

S.Sp. Achmad Busro. Sugangga. Tanpa dukungannya penulisan tesis ini dapat terselesaikan. Soeharyo Hadisaputro. 5. Bapak Prof Ir. . dr. Bapak Prof.. Bapak H. Bapak Prof 1. Bapak R. yang telah banyak membantu. Suharto. S.N. 3..dalam studi maupun dari tahap persiapan penulisan sampai tesis ini terwujud tidak mungkin disebutkan seluruhnya. sehingga penulis dapat menyelesaikan studi di Program Magister Kenotariatan Universitas Diponegoro dan sewaktu tidak mungkin penelitian guna penulisan tesis ini.H. SH selaku Ketua Program Studi Magister Kenotariatan Universitas Diponegoro.PD(K) selaku Direktur Program Pascasarjana Universitas Diponegoro. G. tidak berarti bahwa penulis melupakan yang lain. MSc selaku Rektor Universitas Diponegoro Semarang. MHtnn selaku Sekretaris Program Studi Magister Kenotariatan Universitas Diponegoro Dan Dosen Wali Penulis. selaku Dekan Fakultas Hukurn Universitas Diponegoro dan Dosen Konsultan penulis. Eko Budihardjo. Dr. Meskipun hanya beberapa nama yang disebutkan di sini. antara lain kepada : 1. MlIum. 2. 4. Rasa hormat dan terima kasih juga penulis sampaikan kepada pihakpihak yang telah membantu.H.

. Tim Reviewer proposal penelitian serta Tim Penguji tesis yang telah meluangkan waktu untuk menilai kelayakan proposal penelitian penulis dan bersedia menguji tesis dalam rangka meraih gelar Magister Kenotariatan di Universitas Diponegoro 8. sehingga penulis dapat menyelesaikan studi di Program Magister Kenotariatan. Para guru Besar beserta Bapak/Ibu Dosen pada Program Studi Magister Kenotariatan Universitas Diponegoro yang telah dengan tulus memberikan ilmunya. . setia mendampingi dan selalu memberi dorongan... yang telah begitu banyak membantu. .6. 7. Rekan-rekan mahasiswa/wi Magister Kenotariatan Universitas Diponegoro Angkatan 2002 (Kelas Khusus).. mendorong dan menjadi mitra diskusi selama penults menjadi mahasiswa hingga penyelesaian tesis ini. 9. Staf administrasi Program Studi Magister Kenotariatan Universitas Diponegoro yang telah memberi bantuan selama penulis mengikuti perkuliahan. . Akhirnya untuk suami tercinta dan putera-puteriku yang tersayang penulis ucapkan banyak terima kasih yang te1ah dengan tulus ikhlas. semangat dan nasehat serta do' a kepada penulis selama menyelesaikan perkuliahan dan penulisan tesis ini. ..

Wassalam Wr. NIKEN PUS PIT ARINI. SH . Maret 2004 Penults. Sernoga penulisan tesis ini dapat rnernberikan rnanfaat dan kontribusi positif bagi pengembangan perkembangan ilmu pengetahuan pada umumnya dan untuk kritikan dan saran-saran yang ilmu hukum Perdata pada khususnya. maka dengan kerendahan hati penulis rnenyarnbut masukan yang berrnanfaat dari para pernbaca sekalian untuk memberikan membangun. VVb Semarang.Karena rnenyadari kekurangsernpumaan penulisan tesis ini.

.DAFTAR lSI ABSTRAKSI PERNYATAAN KATAPENGANTAR DAFTARISI BAB I 1. Ruang Lingkup dan Obyek Iaminan Fidusia 2. 2. . .2. Pendaftaran Jaminan Fidusia 2.5.2. Lembaga Pembiayaan Konsumen 2.4. ...6. PembebananJaminan Fidusia 17 19 23 30 31 2.6.5.5..5. Pihak Dalam Pembiayaan Konsumen 34 39 45 45 49 . PENDAHULUAN Latar Belakang Perumusan masalah Tujuan Penelitian Manfaat Penelitian . 9 10 13 14 17 2. Sifat [aminan Fidusia 2. Hapusnya Iaminan Fidusia 2. . Pengertian Lembaga Pembiayaan Konsumen 2.4. 1.1.2. 2.Latar Belakang Iaminan Fidusia 2.5. . 1.1.6. 2.3.3. . .5.3.2. Eksekusi jaminan Fidusia 2. . 1.. TINJAUAN PUSTAKA Pengertian Perjanjian Pad a Umumnya Ienis-Ienis Perjanjian Syarat Sahnya Suatu Perjanjian Asas-Asas Umum Perjanjian [aminan Fidusia 1 7 7 8 .5. .5. .6.4. 2. BAB II 2..1.1.7.5...

.1.5...Praktek Pelaksanaan Perjanjian Jaminan Fidusia Pada Lembaga Pembiayaan Konsumen 4..1... Data 3.2..1.... BAB III 3. 3.... Pelaksanaan Perjanjian Jaminan Fidusia Berdasarkan Undang-Undang Nomor 42 Tahun 1999 64 4... 3..... Pelaksanaan Eksekusi Dalam Perjanjian Iamman Fidusia ....... METODE PENELITIAN Metode Pendekatan Spesifikasi Penelitian Metode Penentuan Sampel.... Pelaksanaan Eksekusi Dalam PerjanjianJaminan.........2.1...1....4. DAFTARPUSTAKA LAMPIRAN ...1..3..2.-.2... BAB 58 N 4.. Fidusia Menurut Undang-Undang Tahun 1999 4. 5.1.... Pelaksanaan Perjanjian Jaminan Fidusia 4.2.... Praktek Pe1aksanaan Eksekusi Benda Jaminan Pada Lembaga Pembiayaan Konsumen BAB V 74 74 Nomor 42 78 PENUTUP Kesimpulan Saran 82 83 5. 4..... Teknik Pengumpulan Metode Analisa Data HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 60 60 54 55 56 57· 3..2.......2.

_- ~. ". Secara garis besar sumber-sumber permodalan di Indonesia di kenaI dan Lembaga dalam dua istilah."_ .. karenanya para investor lebih menyukai suatu produk pelayanan yang memiliki aspek legalitas.· seperti adanya aturan atau perundang- undangan yang menjamin dan melindungi usaha yang dimaksud.1 BAB I PENDAHULUAN 1. Peningkatan pelayanan dan penyediaan fasilitas kemudahan yang diadakan oleh para pelaku pasar memberikan resiko bagi investasi. Dalam perkembangan dunia bisnis dan usaha.. I' '. sering kita jumpai beberapa jenis usaha pe1ayanan yang menyediakan sumber permodalan..'_ ' '0"" ••• ..1. yaitu disebut Lembaga Keuangan Pembiayaan. Latar Belakang Masalah Perekonomian dunia yang bergerak cepat menyebabkan terjadinya kompetisi para pelaku pasar dalam penyediaan modal. disamping itu terjadinya peningkatan pelayanan jasa dalam kualitas dan kuantitas yang melahirkan berbagai produk pasar yang serba memudahkan konsumen.

Anjak Piutang (factoring) . jaminan benda tidak bergerak. 4.2 Secara garis besar menjadi Lembaga besar. [aminan itu sendiri dalam duma perekonomian dua garis besar yang membedakannya. Lembaga Pembiayaan diklasifikasikan menjadi enam yaitu : 1. Perdagangan Surat Berharga (securities trade) . yaitu jaminan benda bergerak dan [aminan terhadap benda tidak bergerak melekat apa yang disebut dengan Hak Tanggungan. yaitu fasilitas di bagi dalam membutuhkan jaminan. Usaha Kartu Kredit (credit card) . 1 Abdulkadir Muhammad dan Rilda Murniati. Segi Hukum Lembaga Keuangan dan Pembtauaan. yaitu Undang-Undang No. Citra Aditya Bakti.--- . Sewa Guna Usaha (leasing). 17. Lembaga Keuangan Bukan Bank dan Lembaga Pembiayaan. Pembiayaan Konsumen (consumers finance). 2. Bandung. . 6. hlm. 42 Tahun 1999 Tentang Jaminan Fidusia. Modal Ventura (venture capital) i 3. sedangkan untuk jaminan bend a bergerak di atur dalam Lembaga Gadai dan Lembaga [aminan Fidusia. Di Indonesia Lembaga Iaminan Fidusia te1ah memiliki dasar hukumnya. Dalam prakteknya secara operasional Lembaga Keuangan dan Lembaga Pembiayaan jenis pe1ayanan lain. Keuangan yaitu dapat diklasifikasikan Keuangan 1 3 (tiga) kelompok Lembaga Bank. 5. 2000.

yang berarti nilai memiliki sudah pasti dan pengembalian tidak mungkin lagi. dengan sistem perjanjian pembayaran dana/ uang pembiayaan adalah angsuran. khususnya Konsumen yang memakai jaminan Fidusia. Penggunaan Lembaga [aminan Fidusia pada Lembaga Pembiayaan Konsumen. yaitu perjanjian pembiayaan konsumen antara lembaga pembiayaan konsumen dan konsumen. serta antara lembaga pembiayaan konsumen dengan dealer/supplier/vendor. tetapi . Antara lembaga pembiayaan konsumen dan konsumen terjadi perjanjian pembiayaan konsumen dengan objek sesuatu benda/barang yang diinginkan oleh konsumen dan dibiayai oleh lembaga pembiayaan konsumen. hal ini dikarenakan semua objek benda pembiayaan adalah barang konsumtif. Sedangkan kajian adalah terhadap hubungan antara lembaga pembiayaan konsumen dan konsumen Secara konseptual dalam praktek pada lembaga pembiayaan terjadi 2 (dua) bentuk kontraktual.3 Dalam permasalahan Pembiayaan pembatasan kajian pada penelitian bidang ini penulis membatasi pokok Lembaga Pembiayaan. dengan pembelian tunai. sekilas nampak memberikan jaminan yang lebih permanen dalam melindungi investasi berkaitan dengan hak preferen dari jaminan fidusia terhadap Lembaga Pembiayaan Konsumen bersangkutan. Sedangkan antara lembaga pembiayaan konsumen dengan dealer/supplier/vendor.

gadai maupun karena perjanjian sewa oleh pihak ketiga. perpindahan terse but dapat terjadi karena jual beli. menyebabkan . perkembangan Lembaga usahanya terkadang nasabah/ debitur peminjam dana dari Konsumen tidak lagi sekedar menggunakan konsumtif Pembiayaan bantu an dana pembelian untuk kepentingan barang-barang melainkan bergeser menjadi pengadaan barang-barang modal. karena aspekaspek formil didalam jaminan fidusia memiliki mekanisme dan prosedur untuk dapat memberikan Konsumen perlindungan misalkan hukum aturan bagi tentang perusahan tatacara Pembiayaan tersebut. pendaftaran fidusia. mewajibkan benda yang dibebani dengan jaminan fidusia didaftarkan Fidusia. gunanya untuk memberi kepastian pada Kantor Pendaftaran hukum.4 kebenaran dari pendapat ini belum diteliti secara seksama. Fasilitas pembiayaan yang diadakan oleh Lembaga Pembiayaan yang kekurangan akan namun dalam Konsumen sangat meringankan dana untuk membeli alat konsumenypasar pendukung kegiatan. 42 Tahun 1999 Tentang [amman Fidusia. Kepentingan perpindahan permodalan ini terkadang menyebabkan terjadinya kepada obyek barang Perjanjian Pembiayaan Konsumen pihak ketiga. Menurut Pasa111 UD No. Pada umumnya benda yang difasilitasi pembiayaan oleh Lembaga Pembiayaan Konsumen adalah benda-benda bergerak.

konsumen dilarang mengalihkan miliknya tersebut. 42 Tahun 1999 tidak dapat dilepas dari mekanisme hukum 2 Sulistyo. kepada pihak lain. karena ada perjanjian jaminan fidusia yang terjadi pada lembaga pembiayaan konsumen yang tidak dibuat dengan akta notariil dan ada pula yang dibuat dengan akta notariil. sebelum perjanjian pembiayaan berakhir. maka dalam perjanjian tersebut (karena barang sudah menjadi milik konsumen) maka. Pra survey 12 Maret 2004. hal lainnya terhadap perjanjian pembiayaan itu sendiri dalam prakteknya berkembang dan membentuk sistim perjanjian baru yang tidak lagi merupakan penyediaan dana pembiayaan diperlukan debitur. baik dengan jual bell maupun gadai. . Persoalan di atas makin rumit bila dilihat secara praktek. disamping itu untuk menjaga kerugian yang dialami oleh lembaga pembiayaan. terutama terhadap benda yang dibelijdidanai oleh Lembaga Pembiayaan melainkan menjadi penyedia barangjbenda yang Konsumen yang menjadi mutlak milik konsumen. tetapi tidak didaftarkan pada Kantor Pendaftaran Fidusia2• Secara prosed ural memahami hak preferen yang lahir dati UndangUndang No. sehingga wajar oleh lembaga pembiayaan dilekatkan Iaminan Fidusia. Kantor Pendaftaran Fidusia Semarang.5 kontrol terhadap benda tersebut menjadi sulit. Permasalahan di atas sangat beresiko secara yuridis.

42 Tahun 1999 secara tegas menyatakan mengakui hak preferen yang lahir dari fidusia hanya ada apabila fidusia tersebut didaftarkan (Pasalll ayat 1 ). Undang-Undang No. sehingga waktu debitor wanprestasi.6 yang berkaitan dengan undang-undang tersebut. tindakan pendaftaran jaminan fidusia ini dalam praktek banyak oleh Lembaga Pembiayaan dilakukan. sehingga status hukum tidaklah dari perjanjian jaminan fidusia tersebut menjadi tidak berguna. lembaga pernbiayaan dapat menarik kernbali barangnya padahal status barang tersebut. [aminan fidusia yang tidak didaftar akan memperlemah posisi Lembaga Pembiayaan Konsumen dalam upayanya untuk mendapatkan pengem balian investasi bila terjadi wanprestasi. Faktor tidak didaftarkannya jaminan fidusia tersebut ke Kantor Pendaftaran Fidusia. antara lain menyangkut mekanisme pendaftaran jaminan fidusia berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. . masih miliknya. karena pendaftaran merupakan hal penting dalam jaminan fidusia untuk memberikan kepastian hukum bagi kreditur dalam hak untuk didahulukan. sebenamya sudah rnenjadi milik konsumen. salah satu penyebabnya adalah bahwa lembaga pembiayaan merasa bahwa barang tersebut. 86 Tahun 2000 Tentang Tata Cara Pendaftaran [aminan Fidusia dan Biaya Pembuatan Akta [aminan Fidusia.

perjanjian jaminan fidusia tersebut ke Kantor Pendaftaran 1.3. oleh penulis juga tertarik untuk meneliti persoalan tidak didaftarkannya Fidusia (KPF). Untuk mengetahui praktek perjanjian jaminan fidusia pada Lembaga Pembiayaan Consumen di Kota Semarang 2.7 Namun menurut pemikiran penulis.4. maka manfaat penelitian ini adalah: . Berdasarkan uraian masalah di atas. Manfaat penelitian Berdasarkan hal-hal tersebut di atas. tidak hanya factor tersebut di atas. 1. Tujuan Penelitian Tujuan penelitian dalam penulisan tesis ini adalah : 1. terhadap benda fidusia yang tidak didaftarkan ? 1.2. . Untuk mengetahui pelaksanaan eksekusi jaminan fidusia. . maka yang akan diteliti dalam penelitian ini adalah : 1. Bagaimanakah pe1aksanaan eksekusi jaminan fidusia.. Perumusan masalah. terhadap bend a fidusia yang tidak didaftarkan . Bagaimanakah praktek perjanjian jaminan fidusia pada Lembaga Pembiayaan Konsumen di Kota Semarang ? 2.

memperluas wawasan hukum para pelaku pasar (Lembaga Pembiayaan Konsumen) tentang pembuatan akta jaminan fidusia. sangat diharapkan hasil penelitian ini dapat berguna sebagai bahan referensi tambahan dalam penelitian berikutnya. hak preferen dari 3. 2.8 1. Bagi pengembangan Hukum ilmu pengetahuan hukum dibidang serta Hukum umum dapat Perjanjian dan Hukum secara khusus dan [aminan secara Perusahaan. Bagi kalangan Akademisi dan Perguruan Tinggi . . Bagi praktisi dan legal consul diharapkan hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan pertimbangan untuk menyusun suatu Perjanjian Pembiayaan Konsumen dengan [aminan Fidusia yang benar dan menguntungkan bagi perusahaan pembiayaan menyangkut perlindungan perusahaan itu sendiri.

1. dirinya terhadap 1 (satu) orang lain atau Para sarjana hukum perdata pada umumnya berpendapat bahwa definisi perjanjian yang terdapat di dalam ketentuan di atas adalah tidak lengkap karena hanya mengenai perjanjian sepihak saja. dan pula terlalu luas karena dapat mencangkup perbuatan di dalam hukum keluarga-. prestasi yang wajib dilakukan debitur yang berkewajiban oleh debitur dalam perjanjian tersebut. hal. . Kompilasi Hukum Perikatan. "kontra tersebut dapat meminta dilakukan 3Mariam Darns Badrulzaman Bakti. . Pengertian Perjanjian Pada Umumnya Dalam Pasal1313 KUHPerdata disebutkan: "Suatu persetujuan adalah suatu perbuatan dengan mana 1 (satu) orang atau lebih mengikatkan lebih".9 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. Bandung 2001. Citra Aditya . di mana satu pihak adalah pihak yang wajib berprestasi (debitur) dan pihak lainnya adalah pihak yang berhak atas prestasi tersebut (kreditur). Selanjutnya dalam rumusan Pasal 1313 dan Pasal 1314 KUH bahwa atas Perdata bila dikembangkan lebih jauh dengan menyatakan.u . Rumusan tersebut memberikan konsekuensi hukum bahwa dalam suatu perjanjian akan selalu ada dua pihak. dkk.65.

I. 4 Ibid. misalnya. 1994. Mandar Maju. Perjanjian timbal batik Adalah perjanjian yang menimbulkan kewajiban pokok bagi kedua belah pihak. haL 1. . 14.2. Intermasa. Suatu perjanjian adalah suatu peristiwa di mana sese orang berjanji kepada seorang lain atau dim ana dua orang itu saling berjanji untuk melaksanakan sesuatu hal."4 Hukum perikatan benda mempunyai dapat mengadakan apapun diatur mempunyai iI dengan atau sistim terbuka sedangkan Sistim terbuka hukum sistim yang tertutup. hIm. 2. Jakarta. timbullah suatu hubungan antara dua orang tersebut yang dinamakan perikatans. 6Subekti. Jenis-jenis Perjanjian Perjanjian dapat dibedakan menurut berbagai cara. perjanjian jual-be1i.10 prestasi" dari lawan pihaknya terse but atau dengan istilah tanpa beban.. 5Purwahid Patrik. Bandung. HukumPerjanjian.1987. hal. Dasar-Dasar hukum Perikatan . adalah orang perikatan yang bersumber pada perjanjian. . perjanjian isinya yang mereka kehendaki. perbedaan tersebut sebagai berikut : a. maupun tidak diatur dalam baik yang undang- dan bagaimanapun dalam undang-undang undang-. dari peristiwa ini.

~f <:- e. Perjanjian bemama (benoemd. Maksudnya ialah perjanjian-perjanjian undang-undang. yaitu perjanjian-perjanjian yang tidak diatur dalam KUH Perdata. tersebut berdasarkan diatur dan diberi nama oleh pembentuk tipe yang peling banyak terjadi sehari-hari. . . specifieil) dan peIjanjian tidak bemama (onbenoemd. d.11 b.'< /' antara pihak-pihak kepada yang mengikatkan lain diri untuk yang melakukan penyerahan pihak (perjanjian menimbulkan perikatan). perjanjian bernama paling panyak terdapat dalam bab V sampai dengan XVIII KUH Perdata. . Perjanjian bemama (khusus) adalah perjanjian yang mempunyai nama sendiri. Perjanjian Obligatoir. Adalah':'p~~anjian . Diluar perjanjian bernama.. Petjanjian cuma-cuma dan perjanjian atas beban Perjanjian dengan cuma-cuma adalah perjanjian yang memberikan keuntungan bagi salah satu pihak saja.~4:~ '. Perjanjian campuran adalah petjanjian yang mengandung berbagai kamar unsur perjanjian. c. tetapi terdapat di masyarakat. tetapi menyajikan makanan (jual-beli) dan juga memberikan pelayanan. misalnya pemilik hotel yang menyewakan (sewa-menyewa). misalnya hibah. Perjanjian campuran .~. . unspecified).

g. Perjanjian Uberatoir. 4. 1774 KUH Perdata. yaitu perjanjian para pihak yang membebaskan diri dari kewajiban yang ada. Perjanjian konsensual dan perjanjian riil. h. 2. Perjanjian Publik. 1. Perjanjian untung-untungan. Perjanjian pembuktian (bewijsDvereenkomst). misalnya pembebasan hutang (kwijschelding) Pasa11438 KUH Perdata. . yaitu perjanjian yang sebagian atau seluruhnya dikuasai oleh hukum publik karena salah satu pihak bertindak sebagai penguasa (pemerintah). yaitu petjanjian antara para pihak untuk menentukan pembuktian apakah yang berlaku antara mereka. misalnya perjanjian asuransi. Perjanjian kebendaan adalah perjanjian hak atas bend a dialihkanj diserahkan (transfer of title) kepada pihak lain. 3. 7 Ibid hllll.12 f. Perjanjian-perjanjian yang istimewa sifatnya. misalnya perjanjian ikatan dinas dan perjanjian pengadaan barang pemerintah (Keppres No. Adalah perjanjian di antara kedua pihak yang telah mencapai persesuaian kehendak untuk mengadakan perikatan. Pasal 29/84)7. Perjanjian kebendaan (zakelijke ooereenkomst).19-21.

yaitu i 1. . 2000.m. __ ..--- . 8 Syarat pertama dan kedua mengenai subyeknya atau pihak-pihak dalam perjanjian sehingga disebut syarat subyektif.? Dalam hal syarat subyektif tidak terpenuhi. Legal Drafting" PT. Pihak yang dapat meminta 8 Hasanudin Rahman. dari semula tidak pernah dilahirkan suatu perjanjian dan tidak pernah ada suatu perikatan. sedangkan syarat ketiga dan keempat disebut syarat obyektif karena mengenai obyeknya suatu perjanjian.cit .--- _. Citra Aditya Bakti. __ - __ -. Syarat-syarat Sahnya Suatu Perjanjian Menurut Pasal 1320 KUH Perdata..5. 9 . Dalam hal ini harus dibedakan syarat obyektif ..13 2. Hasanudin Rahman.. hl. tetapi salah satu pihak mempunyai hak untuk meminta supaya perjanjian itu dibatalkan. maka perjanjian itu batal demi hukum. . 2.... . Dalam hal syarat antara syarat subyektif dengan obyektif Artinya tidak terpenuhi. Loc. yang menyebutkan bahwa untuk sahnya suatu perjanjian harus memenuhi 4 (empat) syarat.3. Kecakapan untuk membuat suatu perikatan . Suatu hal tertentu dan 4. 3. maka perjanjiannya bukan batal demi hukum.. Bandung. Suatu sebab yang halal. Sepakat mereka yang mengikatkan dirinya .

at. dengan kepercayaan ini. .4. Tanpa adanya sarna lain akan memenuhi prestasinya kepercayaan. Asas-asas Umwn Perjanjian. Rumusan ini dapat ditemukan dalam Pasal 1338 ayat (1) KUH Perdata. Asas -asas umum dalam petjanjian meliputi : 1. kedua pihak mengikatkan dirinya kepada Hasanudin Rahman. llMariam Darns Badrulzaman. Loc. 10 42. maka perjanjian itu tidak mungkin akan diadakan oleh para pihak. Bandung 1994 hal. Asas Kepercayaan Seseorang yang mengadakan dapat menumbuhkan kepercayaan perjanjian dengan pihak lain harus di antara kedua pihak.Alunmi. 2. Asas Konsensualisme Setiap petjanjian yang dibuat dengan sah berlaku sebagai Undangundang bagi para pembuatnya.14 pembatalan itu adalah pihak yang tidak 10 cakap atau pihak yang memberikan sepakatnya secara tidak bebas. bahwa satu di kemudian hari. selanjutnya dipertegas kembali dengan ketentuan ayat 2 nya yang menyatakan bahwa perjanjian yang telah disepakati tersebut tidak dapat ditarik kembali secara sepihak oleh salah satu pihak dalam petjanjian tersebut tanpa adanya persetujuan dan lawan pihaknya dalam petjanjian atau dalam hal-hal di mana oleh Undang11 undang dinyatakan cukup adanya alasan untuk itu. Aneka Hukum Bisnis. 2.

bahwa didalam perjanjian terkandung suatu asas kekuatan mengikat.F yang mempunyai kekuatan mengikat sebagai undang- 3...cit. kreditur mempunyai kekuatan untuk menuntut pelunasan prestasi melalui kekayaan debitur. Asas Keseimbangan Asas ini menghendaki kedua belah pihak untuk memenuhi dan melaksanakan perjanjian itu.. Loc. namun kreditur memikul pula beban untuk melaksanakan perjanjian itu dengan itikad baik. masing-masing wajib melihat adanya persamaan ini dan mengharuskan kedua pihak untuk menghormati satu sama lain sebagai manusia ciptaan Tuhan. Asas Kekuatan Mengikat Demikian seterusnya dapat ditarik kesimpulan. Terikatnya para pihak pada apa yang diperjanjikan dan juga terhadap beberapa unsur lain sepanjang dikehendaki oleh kebiasaan dan kepatuhan dan kebiasaan akan mengikat para pihak. 5. pihak walaupun kepercayaan. dapat dilihat di sini bahwa kedudukan kreditur yang kuat diimbangi 12 Mariam Darns Badrulzaman. bangsa. . jabatan dan Iain-lain. 4. asas keseimbangan ini merupakan kelanjutan dari asas persamaan. para pihak di dalam persamaan derajat ada perbedaan kulit. kekuasaan.15 perjanjian undang. Asas Persamaan Hak Asas ini menempatkan tidak ada perbedaan.

16 dengan kewajibannya untuk rnernperhatikan 13 itikad baik.. Pasal1347 KUH Perdata. hlm.t+ 7. Asas Moral Asas ini terlihat dalam perikatan wajar. 44. . . cit. Asas Kebiasaan Asas ini diatur dalam Pasal1339 jo. sehingga kedudukan kreditur dan debitur seimbang. Loc. 6. . dengan perbuatan sukarela (moral) bersangkutan rnernpunyai kewajiban (hukum) untuk rneneruskan dan menyelesaikan perbuatannya. hlm. 14 Mariam 15 Dams Badrulzaman. 8. di mana suatu perbuatan sukarela menggugat dalam dari seseorang tidak menirnbulkan hak baginya untuk kontraprestasi dari pihak debitur. Asas Kepatutan Asas ini dituangkan dalam Pasal 1339 KUH (moral). asas 15 kepatutan di sini berkaitan dengan ketentuan mengenai isi perjanjian. asas ini terdapat memberikan dalam Pasal 1339 KUH Perdata. Suatu perjanjian tidak hanya 13 Ibid.43. Juga hal ini terlihat di di mana seseorang yang yang melakukan suatu zaakmaarneming. Ibid. sebagai Perdata. pada yang bersangkutan Faktor-faktor untuk yang motivasi melakukan perbuatan hukum adalah berdasarkan pada "kesusilaan" panggilan dari hati nuranmya. yang dipandang sebagai bagian dari perjanjian.

Pranata jaminan fidusia sudah dikenal dan diberlakukan dalam masyarakat hukum Romawi. Loc. yaitu sebagai undang-undang bagi para pihak. . ]7 Mariam Darus Badrulzaman. tetapi juga hal-hal yang dalam keadaan dan kebiasaan yang diikuti. Sesuai dengan arti kata ini maka hubungan (hukum) antara Debitur (pemberi kuasa) dan Kreditur (penerima kuasa) merupakan hubungan hukum yang berdasarkan kepercayaan. Keduanya timbul dari perjanjian yang disebut pactum fidusiae yang kemudian diikuti dengan penyerahan hak atau in iure cessio.w 9.17 mengikat untuk hal-hal yang diatur secara tegas. Latar Belakang Jaminan Fidusia Fidusia menurut asal katanya berasal dari kata "Fides" yang berarti kepercayaan. cit. Kepastian ini terungkap dari kekuatan mengikat 17 perjanjian itu.5. Dalam bentuk yang pertama atau lengkapnyafidusia cum creditore contracta yang berarti janji kepercayaan yang dibuat dengan kreditor. cit. Jaminan Fidusia 2. Ada dua bentuk jaminan fidusia yaitu Fidusia cum creditore dan fidusia cum amico. Loc.1.5. dikatakan bahwa debitor akan mengalihkan kepemilikan atas suatu bend a kepada 16 Mariam Darus Badrulzaman. 2. Asas Kepastian Hukum Perjanjian sebagai suatu figure hukum harus mengandung kepastian hukum.

yaitu pranata titipan yang disebut fidusia cum arnica cantracta yang artinya janji kepercayaan yang dibuat dengan ternan. . Raja Crafindo Persada .l'' Meskipun secara praktek fidusia bukan barang barn di Indonesia. Masyarakat hukum rornawi juga rnengenal suatu pranata lain di sam ping jaminan fidusia di atas. lernbaga ini sering digunakan dalam hal seorang pernilik sesuatu benda hams rnengadakan perjalanan ke Iuar kota dan sehubungan dengan itu rnenitipkan kepemilikan bend a tersebut kepada temannya akan mengembalikan kepemilkan Dalam pihak dengan janji bahwa ternan tersebut bend a tersebut jika pemiliknya sudah kembali dari perjalanannya. Jakarta. hal. fiducis cum arnica contracta ini kewenangan diserahkan kepada penerima akan tetapi kepentingan tetap ada pada pihak pemberi.Jaminan Fidusia. Undang-Undang merupakan [aminan Fidusia tidak muneul begitu saja I tetapi reaksi atas kebutuhan dan pelaksanaan praktek fidusia yang 18 Cunawan Widjaya dan Ahmad Yani. tetapi ketentuan perundang-undangannya baru ada pada tahun 1999 dengan di sahkannya Undang-undang nomor 42 tahun 1999 pada tanggal dalam Lembaran 30 September 1999 dan pada hari itu juga diundangkan negara nomor 168.18 kreditor sebagai jaminan atas utangnya dengan kesepakatan bahwa kreditor akan mengalihkan kembali kepemilikan tersebut kepada debitor apabila utangnya sudah dibayar lunas. 113.

14 . Ini berbeda dengan anggapan yang berlaku di Jerman. 19 Satrio. 200ey Hoey Tiong. Hak yang didahulukan dari Penerima Fidusia tidak hapus karena adanya kepailitan Pemberi Fidusia. . Hukum [aminan Hale [aminan Kebendaan Fidusia. 20.. Eidueia Sebagai Jaminan Unsut-unsur Perikatan. melainkan hanya merupakan perjanjian obligatoir yang melahirkan hak yang bersifat "persoonliik" (perorangan) bagi kreditur.2.PT. Penegasan dimaksud jaminan fidusia tidak menghilangkan menimbulkan keraguan dan pendapat hak agunan bahwa atas kebendaan. maka kiranya akan lebih mudah bagi kita untuk mengerti ketentuan-ketentuan Undang-Undang Jaminan Fidusia. Jakarta.Citra Aditya Bakti. Penerima Fidusia memiliki hak yang didahulukan terhadap kreditur lainnya. r -.hal.. bahwa jaminan fidusia adalah agunan atas kebendaan atau jaminan kehendaan (zakelijke zekerheid. security right in rem) yang memberikan kedudukan yang didahulukan kepada Penerima Fidusia. kalau 19 kita memahami praktek dan permasalahan praktek yang selama ini ada 2.2-3. Cetakan Pertama 2002. Sehingga jaminan dapat diartikan sebagai tanggungan UU [aminan Fidusia menegaskan secara jelas. Ghalia Indonesia.5.1983. Sifat jaminan Fidusia Istilah jaminan berasal dari kata jam in yang berarti tanggung. .19 selama ini berjalan. Selain itu UU [aminan Fidusia juga menegaskan bahwa jaminan fidusia merupakan perjanjian ikutan atau aksesor (accessoir) dari suatu perjanjian pokok.hal.

Otra Aditya Bakti. . Op Bal1. hak tanggungan Pasal 1 angka 1 Undang-Undang No.20 bahwa FED tidak bersifat aksesor.2000 . sehingga jaminan fidusia bersifat assesoir dan mengikuti perjanjian dasar. Akibat dari sifat ikutan jaminan fidusia adalah bahwa jaminan fidusia hapus demi hukum bilamana utang yang dijamin dengan jaminan fidusia hapus. maka hanya dapat dilaksanakan jika ketentuan yang disyaratkan dalam perjanjian pokok telah atau tidak terpenuhi. maka 21 J. [aminan fidusia terikat dengan perjanjian pokok. 22 perjanjian jaminan fidusia memiliki sifat-sifat sebagai berikut: 1.•hal. 22 cit. sehingga batalnya perjanjian dasar secara hukum akan membatalkan perjanjian assesoir yang mengikuti perjanjian dasar tersebut. Sebagai suatu perjanjian 21 accessoir.dung.128. 2. . Sebagai perjanjian bersyarat. Sifat ketergantungan terhadap perjanjian pokok . 3.4 Tahun 1996 tentang Hak Tanggungan. . Satrio. Adapun sifat mendahului droit de preference dalam jaminan fidusia sama halnya seperti hak agunan kebendaan lainnya seperti gadai yang diatur dalam Pasal 1150 KUH Perdata. ha1123-124. Gunawan Widjaya dan Ahmad Yani. Keabsahannya semata-mata ditentukan oleh sah tidaknya perjanjian pokok .laminan Fidusia. Hukum [aminan Hak [aminan Kebendaan Fidusia.

hal. Sesuai ketentuan Pasal28 UUJFr prinsip ini berIaku sejak tanggal pendaftaran pada Kantor Pendaftaran Fidusia. 125. melainkan mencakup setiap perikatan (verbintenis) sebagaimana dimaksud dalam Pasal1233 dan 1234 KUH Perdata. . [adi di sini berlaku adagium "jirst registered first secured". kecuali pengalihan atas benda persediaan yang menjadi objek jaminan fidusia.. Selanjutnya Pasal 1 butir 7 dimaksud dan Pasal 7 UU Jaminan Fidusia lanjut jenis utang mengatur Iebih yang pelunasannya dapat dijamin dengan jaminan fidusia. . hal... 23 Ibid. 124. Pasal 1 butir 2 UU Jaminan Fidusia menentukan bahwa jaminan fidusia diberikan sebagai agunan bagi pelunasan utang..21 jaminan fidusia menganut prinsip droit de preference. Ketentuan ini merupakan pengakuan atas prinsip droit de suite yang telah merupakan bagian peraturan perundang-undangan 24 Indonesia dalam kaitannya dengan hak mutlak atas kebendaan (in rem). 23 Droit de suite jaminan fidusia tetap mengikuti benda yang menjadi objek jaminan dalam tangan siapapun benda tersebut berada. Sehubungan dengan kedua ketentuan dimaksud perIu ditegaskan bahwa yang dimaksud dengan utang yang pemenuhannya dapat dijamin dengan jaminan fidusia tidak terbatas pada pengertian utang sebagaimana dimaksud dalam kedua pasal tersebut. 24lbid. .

Ghalia Indonesia. 32 -33. d. 1984. hal. yaitu perikatan pinjam-meminjam antara kreditur dan debitur. 25 Oey Hoey Tiong. yakni merupakan perikatan yang membuntuti perikatan lainnya sedangkan pokoknya ialah hutang piutang . e. Fidusia Sebagai Jaminan Unsur-unsur Perikaian. Hubungan perikatan berdasarkan mana kreditur berhak untuk menuntut penyerahan barang jaminan secara costitutum possesorium dari debitur. karena kalau utangnya dilunasi maka hak jaminannya hapus . Perikatan antara pemberi dan penerima fidusia dengan demikian merupakan perikatan yang sifatnya accessoir. Perikatan itu mengikuti suatu perikatan lain yang telah ada. Jakarta. karena debitur menyerahkan suatu barang secara costitutum possesorium kepada kreditur. yakni perjanjian fidusia. lsi perikatan itu adalah untuk memberi sesuatu.22 Sehingga perikatan yang menimbuIkan perjanjian jaminan fidusia mempunyai sifatjkarakteristik sebagai berikut: 25 a. yang berkewajiban memenuhinya . b. Perikatan fidusia itu terjadi karen a perjanjian pemberian fidusia sebagai jaminan sehingga dapat dikatakan bahwa sumber perikatannya adalah perjanjlan. c. Perikatan fidusia dengan demikian merupakan perikatan dengan syarat batal. ···r·· .

Cit.Op. Jaminan fidusia meliputi kIaim asuransi dalam hal benda yang menjadi objek fidusia diasuransikan.23 f. [aminan fidusia meliputi hasil dati benda yang menjadi objek jaminan fidusia. . hal. 2.3.3. Ruang Lingkup Jaminan Fidusia Ruang lingkup dari perjanjian jaminan fidusia diatur dalam Pasal 10 UUJF26: Kecuali diperjanjikan lain: a. Perjanjian itu merupakan perjanjian yang tidak dikenal oleh KUH Perdata. oleh karena itu ia disebut juga perjanjian tidak bernama innominai atau onbenoemde overeenkomst . 27 Ibid. 26J. Ruang Lingkup dan Obyek Jaminan Fidusia 2. kita. a. Perjanjian tersebut tetap tunduk pada ketentuan-ketentuan umum tentang perikatan yang terdapat dalam KUH Perdata. Berdasarkan pasal tersebut di atas. Hal. Penafsiran luas-? Penjelasan atas Pasal 10 sub 1.23S. baik hasil alamiah maupun hasil perdata.5.236.5. Satrio.1. Iaminan Fidusia sudah dengan sendirinya mencakup pula hasil dari bend a jaminan fidusia. bahwa kata hasil ditafsirkan Iuas. yang mengartikannya sebagai segala sesuatu yang diperoleh memberi petunjuk dan benda yang dibebani jaminan fidusia. Hukum [aminan Hak Jaminan Kebendaan Fidusia. g. b. kepada meliputi.

maka kedudukannya dapat kita samakan dengan bezitter dengan itikad buruk. Satrio. dengan syarat pengambilan kembali itu tidak merusak benda jaminan.lebih luas -. .24 Hasil alamiah misalnya adalah anak dan sapi-induk yang dijaminkan.di sini tidak berlaku asas asesi. Tidak berlaku asas asesi28 Ketentuan Pasal10 dihubungkan dengan Pasal16 Undang-Undang [aminan Fidusia.paling tidak sementara dijaminkan -. bend a tersebut sekarang -.sudah bukan miliknya dan kalau ia tetap melaksanakan perbaikan dan penambahan-penambahan atas benda fidusia. .cit. kita bisa menyimpulkan. Demikian juga dengan dividen suatu saham. Pada hubungan-fidusiare. sedang hasil perdata adalah bunga dan tagihan atau uang sewa dan benda yang dijaminkan. maka berlakulah Pasal 603 KUHPerdata dan dalam peristiwa 28 J. bahwa jaminan fidusia tidak otomatis meliputi perbaikan dan penambahan-penambahannya di kemudian hari atau dengan perkataan lain -. pemilik-asal sebagai orang yang tetap menguasai bend a jaminan fidusia sadar. b. Kalau penambahan itu berupa suatu bangunan. maka terhadapnya kiranya bisa diberlakukan ketentuan Pasal 581 KUHPerdata yaitu Ia hanya bisa mengambil kembali apa yang telah ditambahkan pada benda jaminan.. Pada saat kreditur penerima-fidusia akan melaksanakan eksekusi. . Loc.

. _.5.~L_~.~ . yang merupakan "kecuali ditentukan memberikan kita. lingkup jaminan fidusia yang mereka tutup. lain... __ __ ' ...' .25 seperti itu.3. yang menyatu dengannya. pemilik bisa menyuruh bersangkutans". Obyek Jaminan Fidusia Sebelum berlakunya DD No.. 42 tahun 1999 tersebut benda yang benda-bend a bergerak yang menjadi objek fidusia umumnya merupakan terdiri dati bend a inventary.. peralatan mesin dan kendaraan bermotor. Cit. bahwa pasal tersebut ketentuan hukum yang bersifat menambahv._ .2... 237. -"~"-. Ibid. ~"'-'''''~'. Namun sejak berlakunya DD No. Hal.. Yang demikian ini memang dimungkinkan sebagai yang tampak petunjuk dan kata-kata kepada oleh Pasall0 tersebut di atas.-i" "_~'_:"-:-::I"""'" . 2. piutang. 30 .-. ". 42 tahun 1999. Sekalipun ada perlindungan ketentuan pasal-pasal bongkar tambahan bangunan yang bagi kreditur penerima-fidusia dalam tersebut di atas. benda dagangan. pengertian jaminan fidusia diperluas sehingga yang menjadi objek jaminan fidusia mencakup benda-benda bergerak yang berwujud maupun tidak berwujud 29 Loc. kiranya adalah lebih am an bagi bahwa semua perbaikan dan penambahan termasuk dalam kreditur untuk memperjanjikan atas benda jaminan fidusia.

baik identifikasi benda tersebut maupun penjelasan surat bukti kepemilikannya dan bagi benda inventory yang selalu berubah-ubah dan atau tetap harus dijelaskan jenis bend a dan kualitasnya. termasuk piutang baik yang telah ada pada saat jaminan 31 diberikan maupun yang diperoleh kemudian. I· . terdaftar maupun tidak terdaftar. maka yang dimaksud dengan benda adalah termasuk juga piutang (account receivables). hal.26 serta benda tidak bergerak yang tidak dapat dibebani dengan hak tanggungan menurut UU No. [aminan fidusia dapat diberikan terhadap satu atau lebih satuan atau jenis benda. baik benda itu berwujud maupun tidak berwujud. Benda yang menjadi objek jaminan fidusia adalah benda yang dapat dimiliki dan dialihkan hak kepemilikannya. Himpunan Peraturan Perundang-undangan eli Bidang Jaminan Fidusia. Uraian mengenai benda yang menjadi objek jaminan fidusia harus disebut dengan jelas dalam akta jaminan fidusia.4 Tahun 1996. 31 Apabila kita memperhatikan pengertian benda yang dapat menjadi objek jaminan fidusia tersebut. Khusus mengenai hasil dari benda yang menjadi objek jaminan fidusia. 3. undang-undang mengaturnya dalam Pasal 10 UU]F disebutkan. bergerak maupun tidak bergerak yang tidak dapat dibebani dengan hak tanggungan atau hipotik. bahwa jaminan fidusia meliputi semua hasil dari benda jaminan fidusia tersebut dan juga klaim asuransi kecuali diperjanjikan lain.

sesudah objek prestasinya diserahkan Penjanjian hutang piutang penjanjian pinjam-meminjam/ mengganti (verbruiklening). bahwa jaminan fidusia di sana dipakai untuk menjamin suatu hutang yang sudah terhutangj ada. pada saat jaminan fidusia diberikan hutang yang dijamin memang sudah terhutang. sehingga kalau kita pakai lembaga fidusia untuk menjamin suatu perjanjian utang-piutang. namun Iogika kita mengatakan. Karena sepintas kedengarannya agak janggal. Perjanjian-perjanjian tertentu dalam KUHPerdata merupakan perianjian yang bersifat rill. bahwa debitur terhutang sejumlah uang berdasarkan perjanjian utang-piutang. maka dapat kita katakan. Hutang yang pelunasannya dijamin dengan fidusia dapat berupa: L Hutang yang telah ada. artinya pada saat penjanjian seperti itu ditutup. [adi. yang bersifat riil.27 Pembebanan jaminan atas benda atau piutang yang diperoleh kemudian tidak periu dilakukan dengan perjanjian tersendiri. kalau debitur sudah menerima uang termasuk dalam kelompok . Kita baru bisa mengatakan. maka perIu ada sedikit penjelasan. Walaupun memberikan undang-undang apa-apa maupun penjelasannya tidak patokan kepada kita. objek Prestasinya sudah langsung diserahkan atau lebih tepat perjanjian yang bersangkutan baru Iahir. tentunya patokan itu adalah pada saat jaminan fidusia itu diberikan.

berdasarkan kebebasan berkontrak -.adalah perjanjian yang bersifat obligatoir. Perjanjian seperti itu. Demikian pula -. Nanti pada waktu uang kredit itu benar-benar diambilj dipakai oleh debitur. Baru dengan penyerahan uang pinjam an itulah perjanjian utang-piutang lahir. maka nang kredit kredit. Kalau fidusia dipakai untuk menjamin suatu kewajiban berdasarkan perjanjian yang bersifat riil. sehingga pada saat itu belum terhutang apa-apa oleh debitur.- .perjanjianperjanjian yang ditutup oleh anggota masyarakat -.. Objek prestasinya masih tetap menjadi milik masing-masing pihak yang menutup perjanjian. barn ada terhutang nang oleh debitur..di luar yang secara khusus diatur dalam KUHPerdata . yang pada umumnya berupa di penyerahanjleveringnya. maka dalam hal demikian diberikan terhutang.28 pinjaman tersebut.- . Perjanjian-perjanjian yang demikian barn menimbulkan hak dan kewajiban saja antara para pihak. 2. antara lain perjanjian kredit . fidusia untuk menjamin suatu hutangjkewajiban yang sudah hutang yang timbul di kemudian hari yang telah diperjanjikan dalam jumlah tertentu. [adi.perlu diikuti dengan perjanjian kebendaan. -. kalau orang menutup suatu perjanjian perjanjian itu. atau Sebagian besar dan perjanjian-perjanjian dalam KUHPerdata bersifat obligatoir. dengan ditandatanganinya belum diterima oleh debitur.

yang hanya menyebutkan hutang bunga dan biaya lainnya. Pada Kredit Per Rekening Koran. menutup Perjanjian kredit Per Rekening Koran. bahwa jumlah atau besarnya keseluruhan hutang pad a saat eksekusi akan dilakukan bisa ditentukan Penjelasan atas pasal tersebut. bahwa sudah cukup memenuhi syarat. tidak dapat ditentukan pada saat akta penjaminan pandangan yang sempit dari pembuat mengambarkan undang-undang dan tidak bisa diselaraskan dengan ketentuan Pasal 7 subb.29 3. bank hanya menetapkan suatu plafon kredif tertentu. hutang yang pada saat eksekusi pokok dapat ditentukan jumlahnya kewajiban berdasarkan perjanjian yang menim bulkan memenuhi suatu prestasi Yang dimaksud oleh Pasal 7 sub c Undang-Undang [aminan Fidusia adalah. yang dalam bayangan pembuat undang-undang ditutup. . Jarang sekali orang mengambil kredit dalam jumlah yang selalu semula sudah pasti (fix loan). yang merupakan jumlah maksimal kredit yang bisa diambil oleh debitur. dengan tujuan untuk menghemat sebesar mungkin pembayaran bunga. Pada masa sekarang umumnya para pengusaha yang mengambil kredit dari bank.

30 2. Pasal 37' sub 3 Undang-Undang [aminan Fidusia juga hanya mengatakan bahwa kalau dalarn jangka waktu 60 (enam puluh) hari. untuk pelaksanaan hak-hak dati pada pemberi dan penerima fidusia sebagai yang disebutkan dalam undang undang fidusia harus dipenuhi syarat bahwa jaminan fidusia itu harus dituangkan dalam bentuk notariil.4.5. jaminan fidusia yang lama tidak disesuaikan dengan Undang-undang [aminan Fidusia. Dengan demikian akta notaris di sini merupakan syarat materiil untuk berlakunya ketentuan-ketentuan undang-undang jaminan fidusia atas perjanjian . Pasal5 sub 1 tersebut di atas dapat ditafsirkan. Pembebanan Jaminan Fidusia BENTUK AKTA PEMBEBANAN JAMINAN FIDUSIA Pasal 5 Undang-Undang [aminan Fidusia mengatakan: (1) Pembebanan benda dengan jaminan fidusia dibuat dengan akta notaris dalam bahasa Indonesia dan merupakan akta jaminan fidusia. bahwa terhitung sejak berlakunya Undang-Undang Iaminan Fidusia. (2) Terhadap pembuatan akta jaminan fidusia sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dikenakan biaya yang besarnya diatur lebih lanjut dengan Peraturan Pemerintah. maka jaminan itu bukan merupakan hak agunan atas kebendaan sebagaimana dimaksud dalam undang-undang ini.

31

penjaminan fidusia yang ditutup, di sam ping itu, sudah tentu juga sebagai alat bukti MINIMUM ISI AKTA PERJANJIAN JAMINAN FIDUSIA Akta jaminan fidusia sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 sekurangkurangnya memuat 1. Identitas pihak pemberi dan penerima fidusia; 2. Data perjanjian pokok yang djamin fidusia; 3. Urman mengenai bend a yang menjadi objek jaminan fidusia; 4. Nilai penjaminan dan; 5.Nilai benda yang menjadi objek jaminan fidusia. Disyaratkarinya penyebutan data-data tersebut di atas di dalam akta perjanjian jaminan fidusia sudah bisa diduga adalah berkaitan jaminan

dengan prinsip spesialitas yang dianut oleh Undang-Undang

Fidusia, dan yang pada gilirannya mendukung prinsip kepastian hukum yang menjadi salah satu tujuan Undang-Undang [aminan Fidusia.

2.5.5.

Pendaftaran Jaminan Fidusia Perlindungan terhadap kreditor. [aminan Fidusia harus

didaftarkan, seperti yang diatur dalam Pasal 11 UU Nomor 42 Tahun 1999. Dengan adanya pendaftaran tersebut, UU Fidusia memenuhi asas publisitas yang merupakan salah satu asas utama hukum jaminan

kebendaan. Ketentuan tersebut dibuat dengan tujuan bahwa benda yang

"1'

32

dijadikan obyek jaminan benar-benar merupakan

barang kepunyaan

debitor sehingga kalau ada pihak lain yang hendak mengkIaim benda tersebut, ia dapat mengetahuinya melalui pengumuman tersebut. Pendaftaran jaminan fidusia dilakukan pada kantor pendaftaran fidusia yang berada dilingkup tugas Departemen Hukum dan Perundang Undangan, dimana untuk pertama kalinya kantor tersebut didirikan di Jakarta dengan wilayah kerja mencakup seluruh wilayah negara RI. Hal-hal yang berhubungan dengan pendaftaran: 1. Permohonan pendaftaran fidusia Penerima fidusia sendiri atau kuasanya atau wakilnya mengajukan

permohonan kepada kantor pendaftaran fidusia yang memuat : a. Identitas pihak pemberi fidusia dan penerima fidusia yang meliputi nama lengkap; agama; temp at tinggal ; tempat kedudukan; tempat

dan tanggallahir ; jenis kelamin ; status perkawinan, peketjaan. b. Tanggal dan nomor akta jaminan fidusia, nama dan tempat

kedudukan notaris yang membuat akta jaminan fidusia. c. d. e.
f.

Data perjanjian pokok. Uraian mengenai benda yang menjadi obyek jaminan fidusia. Nilai pejaminan. Nilai benda yang menjadi obyek jaminan fidusia.

,__""''':'''''T'''_~'''_~> ...

. .. '.-~.---""::T:'r'.·'.

33

2. Kantor pendaftaran fidusia, bertugas : a. Mengecek data yang tercantum dalam pemyataan pendaftaran dan tidak melakukan penilaian kebenaran data yang tercantum dalam pernyataan pendaftaran fidusia. b. Mencatat jaminan fidusia dalam buku daftar fidusia pada tanggal yang sama dengan tanggal penerimaan permohonan pendaftaran. c. Menerbitkan dan menyerahkan penerima fidusia pada sertifikat jaminan fidusia kepada yang sama dengan tanggal

tanggal

penerimaan permohonan. 3. Pendaftaran perubahan dalam sertifikat jaminan fidusia : a. Penerima fidusia wajib mengajukan permohonan perubahan tersebut kepada kantor pendaftaran pendaftaran fidusia atas

dengan

melampirkan pemyataan perubahan pendaftaran yang memuat hal-hal yang diubah. b. Kantor pendaftaran wajib mencatat perubahan dalam daftar fidusia pada tanggal yang sama dengan tanggal penerimaan permohonan perubahan, serta menerbitkan pernyataan perubahan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sertifikat jaminan fidusia. 4. Tujuan Pendaftaran, Tujuan dari pendaftaran adalah memberikan kepastian hukum

kepada penerima fidusia dan pemberi fidusia serta pihak ketiga yang berkepentingan. Segala keterangan mengenai bend a yang menjadi obyek

kekuatan eksekutorial rnernperoleh kekuatan Sertifikat Jarninan Fidusia rnernpunyai putusan pengadilan yang yang sarna dengan hukurn tetap=.4 Tahun 1996 tentang Hak Tanggungan. rnelalui sistern pendaftaran ini diatur ciri-ciri yang sernpurna dari jarninan fidusia sehingga rnernperoleh sifat sebagai hak kebendaan (right in rem) yang rnenyandang asas droit de suit. penjualan benda yang menjadi objek jaminan fidusia atas kekuasaan penerima-fidusia sendiri melalui pelelangan umum. Bandung.Citra Aditya Bakti. . penjualan di bawah tangan yang dilakukan berdasarkan kesepakatan pemberi dan penerima-fidusia jika dengan cara demikian dapat diperoleh harga tertinggi yang menguntungkan para pihak. b. eksekusi terhadap benda yang menjadi objek jaminan fidusia dapat dilakukan dengan cara: a.5. 32 Munir Fuady. 2.Hal. c.6. Eksekusi Jaminan Fidusia Sebagaimana Undang-Undang juga dalarn hak tanggungan yang diatur dalarn No. Pasal 29 Undang-Undang [amman Fidusia rnengatur pelaksanaan eksekusi atas benda jarninan fidusia. 2000.34 jarninan fidusia terbuka untuk urnum.60. Kecuali terhadap barang persediaan. dengan menetapkan: (1) Apabila debitur atau pemberi-fidusia cidera janji. Berdasarkan titel eksekutorial tersebut Penerirna Fidusia dapat langsung rnelaksanakan eksekusi rnelalui pelelangan umum atas obyek jaminan fidusia tanpa melalui pengadilan. [aminan Fidusia. pelaksanaan titel eksekutoriaI sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15 ayat (2) oleh penerima-fidusia.

Eksekusi Berdasarkan Grosse Sertifikat [aminan Fidusia PerIu disepakati lebih dahulu. . bahwa yang dinamakan eksekusi adalah pelaksanaan suatu keputusan Pengadilan atau akta. Dalam Pasal 29 ayat (la) Undang-Undang [aminan Fidusia. berdasarkan eksekusi atas benda jaminan eksekutorial sertifikat jaminan fidusia. Kalau eksekusinya didasarkan atas Pasal 29 ayat (la) UndangUndang jaminan Fidusia... yang dimaksud dengan titel eksekutorial sebagai yang disebut dalam Pasal 15 ayat (2) Undang-Undang pelaksanaan [aminan Fidusia termasuk dari pada dalam kelompok eksekusi adalah suatu akta.. Ketua akan memanggil .35 1.maka Pelaksanaannya juga harus mengikuti prosedur pelaksanaan suatu keputusan pengadilan. yaitu berdasarkan tite! eksekutorial sertifikat jaminan fidusia sesuai Pasal 15 ayat (1) Undang-Undang jaminan Fidusia -.yang berarti mempunyai kekuatan sebagai suatu keputusan yang telah mempunyai kekuatan yang tetap -.. kepada Ketua kreditur harus agar titel mengajukan dilaksanakan permohonan Pengadilan. sebagaimana yang diatur dalam Bagian Kelima Bab IX HIR. Tujuan pengambilan pelunasan kewajiban debitur melalui hasil penjualan benda-benda tertentu milik debitur atau pihak ketiga pemberi jaminan.. . tentang Menjalankan Putusan Hakim Sesuai dengan ketentuan Pasal 196 ayat (3) Hili.

kreditur bisa langsung menghubungi minta agar benda jaminan dilelang. Eksekusi Berdasarkan Parate Eksekusi Ketentuan Pasal 29 ayat (lb) Undang-Undang merupakan pelaksanaan Iaminan Fidusia dari pada Pasal 15 ayat (3) Undang- Undang Jaminan Fidusia. [uru lelang dan I I I .36 I I I I debilur /pem beri-fidusia debitur/pemberi-fidusia mestinya. maka Ketua akan memerintahkan kepada juru ~ita untuk menyita benda jaminan (Pasal 197 H. menjual benda objek jaminan.lR) 2.l debitur/pemberifidusia tetap tidak memenuhi kewajibanhya secara I sukarela.R).I. pelaksanaan parate eksekusi tidak melibatkan pengadiJan maupun ~uru sita. maka ia melaksanakan itu berdasarkan parate eksekusi dan dengan itu mengambil jalur yang lain daripada melalui grosse. I I kalau dipenuhi syarat PasaI 29 ayat (lb) Undang-Undan~ ]aminan Fidusia. kalau kreditur melaksanakan eksekusi berdasarkan kekuasaan sendiri. Setelah dan memenuhi waktu memerintahkan kewajibannya tersebut I agar sebagaimana dan lamp.- . pelaksanaJ dilakukan dengan menjual barang jaminan di muka umL I eksekusi (secara lelang) atau dengan cara yang oleh Ketua Pengadilan dianggap baik (Pasa1200 H.

Dalam prakteknya. kalau penghuni rumah yang dilelang tidak mau meninggalkan rumah yang bersangkutan. maka kreditur sudah tentu memikul risiko. Ketentuan-ketentuan dalarn bagian kelima tersebut. belakangan ini jarang kreditur -. bahwa kreditur rnemikul risiko tuntutan ganti rugi dari pemberi-fidusia. yaitu bahwa kreditur yang melaksanakan eksekusi berdasarkan parate eksekusi. dengan akibat.yang mempunyai kewenangan parate eksekusi. di bawah judul Tentang Menjalankan Putusan Hakim. tidak bisa menuntut perlindungan berdasarkan ketentuan Pasal 200 HJ. maka yang berkepentingan harus . Konsekuensinya. bahwa parate eksekusi selalu harus dilaksanakan melalui suatu penjualan di muka umum atau lelang. bahwa ia melaksanakan haknya secara keliru. karena ketentuan itu berada pada Bab IX Bagian Kelima H.R.. hanya berlaku untuk pelaksanaan keputusan hakim. Karena dilaksanakan tanpa me1ibatkan pihak Pengadilan maupun juru sita.37 Yang penting untuk diingat adalah. seperti kreditur yang mempeIjanjikannya berdasarkan Pasall178 ayat (2) KUH Perdata. Eksekusi melalui parate eksekusi juga mempunyai akibat yang lain dari pada eksekusi melalui perintah Ketua Pengadilan.menempuh jalan eksekusi melalui lembaga tersebut dan lebih sering mengarnbil jalan melalui grosse..I.R.

oleh undang-undang . hal. bahwa keharusan -. Penjualan di Bawah Tangan Ketentuan Pasal 29 ayat (Ic) Undang-Undang sungguh merupakan upaya pembuat jaminan Fidusia untuk undang-undang memenuhi kepentingan para pihak dalam perjanjian penjaminan fidusia dengan sebaik-baiknya.bisa dan lazirn untuk dijual melalui suatu Ielang.penjualan melalui lelang dirnaksudkan agar dapat diperoleh suatu harga yang adilj fair. ketentuan penjualan di rnuka urnum rnerupakan perlindungan kepentingan Kalau suatu upaya pemberi jamman. Penerapan Hukum laminan dalam Praktek di Indonesia. agar tidak terjadi suatu akal-akalan harga oleh kreditur-ekskutan. karena orang yang membeli melalui lelang biasanya berangkat dari pikiran bisa rnendapat barang dengan harga yang relatif Iebih murah daripada melalui pembelian biasa. Di samping itu. untuk rnelindungi kepentingan pernberi jaminan. maka terserahkan kepada pernberi jaminan untuk rnenggunakan hak perlindungan 33 Purwoto.38 menggugatnya di muka Pengadilan melalui gugatan pengosongan biasa='. april 1990. Kiranya tidak sernua barang -- misaInya suatu tagihan atas nama -.Gandasubrata. Media Notariat Nomor. di samping itu kita perlu ingat. 3.14-15 Tahun V. dengan perkataan lain.247.5. penjualan rnelalui Ielang tidak selalu menjamin hasil yang optimal. .

Kalau tidak ada pihak yang dirugikan. dengan hapusnya perjanjian maka jaminan fidusia hapus. karena dalam perjanjian pemberian jaminan fidusia bersifat accesoir terhadap perjanjian pokok dalam hal ini perjanjian kredit. sudah tentu syarat itu harus ditafsirkan: dapat diharapkan memperoleh harga tertinggi. Atas dasar itu.Cit. 2) Pelepasan hak atas jaminan fidusia oleh penerima fidusia .Op. hal. [.39 itu atau tidak. yaitu : 35 jaminan fidusia hapus karena hal-hal sebagai berikut : 1) Hapusnya utang yang dijamin dengan fidusia . Hapusnya Jaminan Fidusia Dalam setiap perjanjian pasti ada masa berakhirnya. Op. Hukum Jaminan Hak [aminan Kebendaan Fidusia. . 234. apalagi di sana disertai dengan syarat. Ketentuan hapusnya jaminan fidusia berdasarkan Pasal 25 ayat (1) Undang-Undang Jaminan Fidusia. 318. 34 35 J.7. Satrio.Satrio. pertama: dengan sepakat pemberi dan penerimafidusia" dan kedua: jika dengan eara demikian dapat diperoleh harga tertinggi yang menguntungkan para pihak'.cii. menerimanya= . tetapi malahan kiranya tidak ada alasan bagi kita untuk tidak diuntungkan.5. Apabila kredit dan kewajiban yang terkait dengan perjanjian kredit telah dilunasi maka perjanjian kredit juga hapus. 2. ketentuan Pasal29 ayat (Ic) UndangUndang [aminan Fidusia bisa kita terima.hal.

yailu jaminan fidusia meliputi klaim asuransi.fidusia itu hapus tanpa pemberifidusia hams berbuat apa-apa. Musnahnya benda yang menjadi objek jaminan fidusia tidak menghapuskan klaim asuransi sebagaimana dimaksud Pasal 10 huruf b.5. dalam hal bend a yang menjadi objek jaminan fidusia diasuransikan.. 319 . adalah suatu konsekuensi logis dari sifat jaminan fidusia sebagai perjanjian yang bersifat accessoir (Pasal4 Undang-Undang [aminan Fidusia). seandainya pemberifidusia tidak tahu akan hapusnya perikatan pokok tersebut. dengan sendirinya (demi hukum) turut hapus. kata hutang di sini.sesuai dengan Pasal 1234 KUHPerdata -. Hapusnya Perjanjian Pokok= Bahwa jaminan fidusia berakhir karena hutang yang dijamin dengan fidusia hapus. hal.asal dinyatakan atau bisa dinyatakan dalam sejumlah uang. maka pada asasnya :. yang pada asasnya bisa berupa prestasi apa saja -.40 3) Musnahnya bend a yang menjadi objek jaminan fidusia.1. kalau kewajiban prestasinya dalam perikatan pokok hapus. maka jaminan fidusia yang diberikan untuk menjamin kewajiban tersebut. bahkan termasuk. harus diartikan sesuai dengan Pasal sub 7 undangundang fidusia. jadi. Karena hapusnya terjadi demi hukum.dengan hapusnya perikatan pokok -. 36Ibid.7. 2.

jadi benar sekali. antara lain dan karen a sebagai yang disebutkan beberapa alasan di Iuar itu dalam Pasal 1381 KUHPerdata Hapusnya suatu perikatan menghapuskan disebutkan di dalamnya kewajiban prestasi yang menghapus semua dan ini pada gilirannya perjanjian yang accessoir pada perikatan pokok yang hapus tersebut.7.5. Ketentuan ini adalah sejalan dengan Pasal 1444 KUHPerdata. yang mempetjanjikan Hak tersebut diberikan untuk melindungi karena jaminan fidusia memberikan hak-hak tertentu untuk kepentingan penerima-fidusia. fidusia.3.5.2. menggunakannya maka tersetahlah kepada si empunya hak untuk mau atau tidak.7. 2. Pe1epasan hak atas Jaminan Fidusia Dasar yang kedua disebutkan: pe1epasan hak atas jaminan fidusia oleh penerima-fidusia. bahwa: .41 Suatu perikatan hapus karen a macam-macam alasan. yang mengatakan. kepentingan kreditur. bahwa yang berhak untuk melepaskan hak jaminan fidusia adalah kreditur penerima fidusia. 2. Hak jaminan diberikan kepada kreditur penerimahak tersebut. Musnahnya Jaminan Benda Jaminan Fidusia juga hapus dengan musnahnya benda yang fidusia menjadi objek jaminan fidusia.

fidusia. tetapi Pasal karena juga 1444 KUHPerdata tidak hanya objeknya ternyata hapus. maka hapuslah pad a perjanjian pembenian jaminan maka tidak bisa diperdagangkan Kalan kita terapkan perikatannya. atau lebih luas perikatan kalau kalau objeknya dapat hilang tidak diperdagangkan lagi. musnah. ini bunyi ketentuan Pasal 25 ayat (1 c) Undang-Undang [aminan Fidusia tersebut di atas. maka kalau bend a objek jaminan perjanjian pemberian-fidusia sesuai dengan fidusia itu musnah.42 [ika barang tertentu yang menjadi bahan perjanjian. lebih baik kalau ketentuan Pasal 25 ayat (1 c) menunjuk saja kepada Pasal 1444 KUHPerdata atas. yang juga bisa [adi. Kata bahan adalah terjemahan diterjemahkan musnah. sedemikian rupa sehingga sama sekali tidak diketahui apakah barang itu masih ada. bahwa Undang-Undang jaminan Fidusia hendak menyingkirkan . maka ketentuan Pasal 1444 tidak KUH Perdata tidak berlaku? Dan bunyi pasal yang bersangkntan ternyata. dan sebelum Ia lalai menyerahkannya. musnah. apakah dengan adanya tersebut di Pasal 25 sub Ie tersebut di atas. kalau objek yang perjanjian itu lagi atau hilang. dan 11 ondenoerp". tidak Iagi dapat diperdagangkan atau hilang. maka hapuslah perikatannya. Dengan melihat jangkauan Pasal1444 KUHPerdata yang lebih luas sebagai tersebut di atas. menjadi "objek". itu dengan sendirinya menjadi hapus. Ketentuan jangkauannya. Sekarang ketentuan permasalahannya adalah. asal barang itu musnah atau hHang di luar salahnya si berhutang.

kalau hilang atau musnahnya objek jaminan fidusia disebabkan oleh salahnya pemberifidusia. tetap utuh. [adi kalau benda yang musnah merupakan bagian dan sekelompok benda jaminan fidusia. dengan jaminan umum sebagai yang dijanjikan oleh Pasal1131 KUHPerdata.yang tidak musnah -. bahwa jaminan fidusia yang hapus adalah jaminan fidusia atas benda jaminan yang musnah saja. sehingga tidak mengubah kedudukan pemberi-fidusia sebagai debitur.tetap berlaku. yang dimaksud adalah.kalau tagihannya hanya dijamin dengan fidusia yang objeknya musnah -. Dengan demikian. I ' . kalau benda objek jaminan fidusia hilang. bahwa perjanjian pokoknya.43 ketentuan Pasal 1444 KUHPerdata. hanya saja si kreditur sekarang -. untuk mana diberikan jaminan fidusia. maka untuk benda-benda jaminan yang selebihnya ." . Dalam peristiwa seperti tersebut di atas. jaminan fidusia juga hapus. Kesemuanya dengan tidak mengurangi tanggung jawab pemberi-fidusia. Ada yang perIu mendapat perhatian khusus di sini. perIu diingat.berkedudukan sebagai kreditur konkuren..

7. di Iuar salahnya si berhutang musnah. Ketentuan ini ternyata hanya merupakan penegasan saja dari ketentuan Pasal 1445 KUHPerdata. diwajibkan memberikan hak-hak dan tuntutan-tuntutan tersebut kepada orang yang menghutangkan kepadanya. Hal 237 --'. bahwa sekalipun jarninan fidusianya hapus. maka si berhutang. Klaim Asuransi'" Ketentuan Pasal 25 ayat (2) Undang-Undang Jaminan Fidusia sebagai tersebut di atas akan kedengaran jangal.' • . Lebih dari itu. Maksud di sini adalah. bahwa: [ika barang yang terhutang. yang mengatakan. ~··'·-~---~1""""'··"'"- c·.44 2. tidak dapat diperdagangkan lagi atau hilang. Kalau ketentuan pasal tersebut kita terapkan pada 37 Ibid.atas dasar pergantian benda -. maka hak untuk mengklaim penggantian justru baru muneul. ketentuan Pasal 1445 KUHPerdata jangkauannya juga Iebih luas.-'r '·r·'·---~--~"·-·"c ."--··_····· ".tetap ada pada kreditur. jika ia mempunyai hak-hak atau tuntutan-tuntutan ganti rugi mengenai barang tersebut. karena kalau benda yang bersangkutan diasuransikan.4.r. kalau tidak dihubungkan dengan Pasl 10 sub b Undang-Undang Iaminan Fidusia bahwa klaim musnahnya benda objek jaminan fidusia tidak menghapuskan asuransi adalah sudah dengan sendirinya.5. kalau bend a objek jaminan musnah oleh peristiwa untuk mana telah dipertanggungkan. tetapi hak atas klaim asuransi sebagai yang disebutkan dalam Pasal10 sub b Undang-Undang (zaakvervanging) [aminan Fidusia -.

yang hanya berbicara tentang klaim asuransi atas dasar musnahnya benda jaminan fidusia saja. sehingga tidak perlu ada penyerahan hak tuntut seperti itu kepada kreditur penerima-fidusia. berdasarkan PasallO ayat (2) UndangUndang [aminan Fidusia.maka pemberi-fidusia harus menyerahkan hak tuntut seperti itu kepada kreditur. pemberi-fidusia mempunyai hak tuntut penggantian (ganti-rugi) terhadap pihak-ketiga .45 perjanjian pemberian jaminan fidusia. tidak tercakup oleh Pasal 25 ayat (2) UndangUndang Iaminan Fidusia. dan pemberi-fidusia mempunyai hak untuk mengajukan klaim atas hilangnya benda itu. tidak hanya terhadap perusahaan asuransi -. . sudah termasuk dalam perjanjian pemberian jaminan fidusia.ini jangkauannya luas. bahwa hak atas klaim itu. maka kreditur penerima fidusia bisa menuntut penyerahan hak klaim itu berdasarkan Pasal 1445 KUHPerdata.. Dengan demikian. karena peristiwa seperti itu.perjanjian pemberian jaminan fidusia menjadi hapus atas dasar hilangnya bend a objek jaminan fidusia. - . kalau -- berdasarkan Pasal 1444 KUHPerdata -. maka kalau atas musnah atau hilangnya benda objek jaminan fidusia. Bedanya dengan ketentuan Pasal 25 ayat (2) Undang-Undang Jaminan Fidusia adalah.

maka dari itu biasanya kredit itu diberikan dengan tingkat bunga yang lebih tinggi. yaitu : Kredit yang diberikan kepada konsumen-konsumen guna pembelian barang-barang konsurnsi dan jasa-jasa seperti yang dibedakan dad pinjarnan-pinjaman yang digunakan untuk tujuan-tujuan produktif atau dagang. Kredit yang dernikian itu dapat mengandung resiko yang lebih besar dari pada kredit dagang biasa.6. r···· .Citra Adtya Bakti.39 Keputusan Menkeu Nomor. Hanya saja. jika pembiayaan konsurnen dilakukan oleh Perusahaan Pernbiayaan sementara kredit konsurnsi diberikan oleh Bank. cit. Bandung.162.1.. 38 Munir Fuady Hukum Ten tang Pembiayaan. PI. Loc. Loc.6. Pengertian Lembaga Pembiayaan Konsumen Pranata hukum "Pembiayaan Konsumen" dipakai sebagai terjemahan dari istilah "Consumer Finance." Pembiayaan konsumen ini tidak lain dari sejenis kredit konsurnsi (Consumer credit). 39 4Q . Munir Fuady. Munir Fuady. 1251jKMK013/1988 rnemberikan pengertian kepada pembiayaan konsumen sebagai suatu kegiatan yang H dilakukan dalam bentuk penyediaan dana bagi konsumen untuk pembelian barang yang pembayarannya dilakukan secara angsuran atau berkala oleh konsumen'tw. cit." Namun dernikian pengertian kredit konsumsi sebenarnya secara substantif sarna saja dengan pembiayaan konsumen. 1999.46 2. Lembaga Pembiayaan Konsumen 2. hlm.

karena memang konsumen tidak menerima Cash.cit.42 Sebenarnya kredit itu sendiri dapat dibagi kedalam dua macam. Loc. Loc. tetapi hanya menerima "barang" yang dibeli dengan kredit tersebut. [adi marketnya sudah tertentu. yaitu Sale credit dan Loan credit.v Dalam sistem pembiayaan konsumen ini. . 43 Munir Fuad y.47 Dari definisi-definisi tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa sebenarnya antara kredit konsumsi dengan pembiayaan konsumen sama saja. Munir Fuady. pembiayaan konsumen sebenarnya tergolong kedalam sale credit. .cit. Yang dimaksud dengan Sale Credit adalah pemberian kredit untuk pembelian suatu barang dan nasabah akan menerima barang tersebut Sementara dengan Loan credit. Munir Fuady. Dengan begitu. hanya pihak pemberi kreditnya yang berbeda. Loc. cit.s? 41 42. nasabah akan menerima cash dan berkewajiban pula mengembalikan hutangnya secara Cash juga dikemudian hari. dapat saja suatu perusahaan pembiayaan memberikan bantu an dana untuk pembelian barang-barang produk dari perusahaan dalam kelompoknya. Misalnya seperti yang dilakukan oleh General motors acceptance corporation yang menyediakan pembiayaan konsumen terhadap penjualan produk-produk General motors . Perusahaan pembiayaan seperti ini disebut Captive finance company.

48 Menurut ketentuan Pasal 1 angka (6) Keppres No. perabot rurnah tangga dan kendaraan. hlm . Konsumen yang terkait dalam hubungan yaitu perusahaan (Debitur). mesin cuci. I' . konsumen. sudah tertentu rnengandung banyak konsumen resiko walaupun pernbiayaan resiko tersebut menyebar pada yang relatif keeil dan Rate of Pembiayaan. 61 Tahun 1988 tentang Lembaga Pembiayaan : "Pembiayaan konsurnen adalah pernbiayaan pengadaan barang untuk kebutuhan konsumen dengan sistirn pernbayaran angsuran atau berkala.cit. kulkas.246. alat-alat dapur. keadaan ini dengan interest yang relatif tinggi. b. dan pembiayaan penyedia hukurn Konsumen barang (PernasokjSupplier). Op.. Obyek adalah barang bergerak dipakai untuk keperluan hidup keperluan atau konsurnen yang akan tangga keperluan rumah misalnya televisi. Bagi Perusahaan masih am an kendatipun diperlukan." Karena yang dibiayai itu adalah barang untuk tujuan konsurntif. 44Abdulkadir Muhammad dan Rilda Murniati. Subyek adalah pihak-pihak pernbiayaan (Kreditur).s+ Berdasarkan jarninan (security ) dari pihak konsumen masih definisi tersebut dapat dipahami dan dirinci unsur pengertian pernbiayaan konsumen sebagai berikut : a.

Hubungan konsumen kewajiban dan hak. dan secara angsuran kepada perusahaan pemasok wajib menyerahkan barang kepada konsumen. hlm 247.49 c.s" 45Ibid. Barang yang dibiayai oleh perusahaan pembiayaan semua konsumen merupakan jaminan pokok secara fidusia. Perjanjian adalah perbuatan persetujuan pembiayaan yang diadakan antara perusahaan pembiayaan konsumen dan konsumen. di mana perusahaan pembiayaan wajib membiayai harga pembelian barang keperluan konsumen dan membayar tunai kepada pemasok untuk kepentingan konsumen. e. sedangkan konsumen wajib membayar pembiayaan harga barang konsumen. [aminan berupa kepercayaan kepada konsumen (debitur) merupakan jaminan utama bahwa konsumen dapat dipercaya untuk membayar angsurannya sampai selesai. kepemilikan barang dikuasai oleh perusahaan dokumen pembiayaan angsuran disebutkan konsumen terakhir (Fidusiary transfer of mvnership) sampai Disamping kedua jaminan yang dilunasi. serta jual be1i antara pemasok dan konsumen. d. itu pengakuan hutang (Promissory notes) merupakan jaminan tambahan. . Perjanjian tersebut didukung oleh dokumen-dokumen.

Sejumlah uang dibayarkan tunai kepada pemasok untuk kepentingan konsumen.. Perusahaan tersebut menyediakan jasa kepada konsumen dalam bentuk pembayaran harga barang secara tunai kepada pemasok (supplier).6. 46 Abdulkadir Muhammad dan Rilda Murniati.50 2.. Pemsahaan konsumen Pembiayaan Konsumen Perusahaan pembiayaan konsumen adalah Badan Usaha berbentuk perseroan terbatas atau koperasi. Pihak dalam pembiayaan a. maka barang konsumen tersebut menjadi jaminan hutang secara fidusia. .2. Loc. . Dengan penyerahan tersebut barang barang yang bersangkutan secara kontrak.. UPT -PUSTAK-lIM!!B. .. Antara perusahaan dan konsumen harus ada lebih dahulu kontrak pembiayaan konsumen yang sifatnya pemberian kredit Dalam kontrak tersebut Perusahaan wajib menyediakan kredit sejumlah uang kepada konsumen sebagai harga barang yang dibelinya dari pemasok.. . sedangkan pihak konsumen wajib membayar kembalikredit Kewajiban secara angsuran kepada perusahaan tersebut. yang melakukan kegiatan pembiayaan untuk pengadaan barang berdasarkan kebutuhan konsumen dengan sistim pembayaran angsuran atau berkala oleh konsumen. Pihak konsumen wajib membayar samapai lunas belum kepada dibayar perusahaan sesuai dengan milik angsuran Selama angsuran lunas.w dilaksanakan berdasarkan kontrak pihak-pihak pembiayaan konsumen. menjadi milik konsumen. sedangkan pemasok menyerahkan kepada konsumen. at.

. hl. Oleh karena itu. "':"--' -.-. Dalam pemberian kredit. tani yang berpenghasilan menengah kebawah yang belum tentu mampu bila membeli barang kebutuhannya itu secara tunai.. Perjanjian Pembiayaan yang bersifat pemberian kredit antara perusahaan dan konsumen. -_ - -. Perjanjian [ual-beli antara pemasok dan konsumen yang bersifat tunai. Apabila 47Ibid.~. yaitu perusahaan pembiayaan konsumen. Dalam hal ini ada 2 (dua) hubungan kontraktual yaitu.-~"7 .. .~ _-. buruh. pihak pemasok menetapkan perusahaan syarat harga akan dibayar oleh pihak ketiga. yaitu perusahaan tersebut . 1.~:"":"I"'": •••• ....-. - - -_ . _ _ .pembiayaan konsumen.•. 248.m. resiko menunggak angsuran oleh konsumen merupakan hal yang biasa terjadi. -- - -. -- -. Konsumen Konsumen adalah pihak pembeli barang dari pemasok atas pembayaran oleh pihak ketiga.51 b.----. Pihak konsumen umumnya masyarakat karyawan. Konsumen tersebut dapat berstatus perseorangan (individual) dapat pula perusahaan bukan Badan Hukum. 2.. pihak perusahaan dalam memberikan kredit kepada konsumen masih memerlukan jaminan terutama jaminan fidusia atas barang yang dibeli itu. ~- -. disamping pengakuan hutang (promissory notes ) dari pihak konsumenP Perjanjian jual beli antara pemasok dan konsumen.-~ - .""" .

.dt. 249. Hubungan kontraktual antara pemasok dan konsumen adalah jual-beli bersyarat. hlm. maka jual beli barang antara pemasok dan konsumen akan dibatalkan (voidable ). yaitu tidak melakukan pembayaran sesuai dengan kontrak. kecuali sebagai pihak ketiga yang disyaratkan. tidak ada cacat pelayanan purna jual (after sale service ). yaitu perusahaan pembiayaan konsumen. . Dalam perjanjian jual beli. Pemasok Pemasok adalah pihak penjual barang kepada konsumen atas pembayaran atas pihak ketiga. . c. yaitu perusahaan pembiayaan konsumen. dan konsumen wajib membayar harga barang secara angsuran kepada perusahaan yang telah melunasi harga barang secara tunai. Syarat yang dimaksud adalah pembayaran dilakukan oleh barang dalam keadaan baik.52 melakukan wanprestasi. Antara pemasok dan konsumen terdapat hubungan kontraktual. di mana pemasok wajib menyerahkan barang kepada konsumen. 48Abdulkadir Muhammad dan Rilda Murniati.t? Antara pihak ketiga (Perusahaan pembiayaan konsumen) dan pemasok tidak ada hubungan kontraktual. 49lbid. Loc.48 pihak ketiga. pihak pemasok (penjual) menjamin tersembunyi. .

." menurut dirumuskan. . sistirnatik dan dapat dipertanggungjawabkan (metode ilmiah). jelas. 3. UI Press. Cara tertentu untuk melaksanakan suatu prosedur. penelitian mempunyai ciri sebagai berikut: Bersifat ilmiah. . 1986. Jakarta..' . menguji kebenaran) dengan cara rnengumpulkan dan rnenganalisa data (informasi) yang dilaksanakan dengan teliti..' ". Suatu teknik yang umum bagi ilmu pengetahuan .. 4. Dari definisi di atas. artinya me1alui prosedur yang sistimatik dengan menggunakan pembuktian yang rneyakinkan berupa fakta yang diperoleh secara obyektif. kemungkinan-kemungkinan.. Menurut Soetrisno Hadi Penelitian 50 yang dipergunakan dalam penelitian dan adalah us aha untuk memperoleh fakta atau prinsip (menemukan.~. '.hllll.'. sebagai berikut : 1.53 BAB III METODE PENELITIAN Istilah "Metodologi" kebiasaan metode berasal dari kata dengan "Metode.' .... Pengantar Penelitian Hukum."'. Suatu tipe pemikiran penilaian : 2. mengembangkan. . . 50 Soerjono Soekanto.

Lembaga Pembiayaan dan jaminan fidusia. serta pasal-pasal yang mendasarinya antara lain: 1. Sedangan ilmu yang membahas metode ilmiah dalam mencari. 61 Tahun 1988. sebab hasil suatu penelitian selalu dapat disempurnakan lagi. Keputusan Ketentuan Konsumen. hlm. 2. disebut mengembangkan dan menguji kebenaran suatu pengetahuan 51 metodologi penelitian. yaitu Keppres No.54 Merupakan suatu proses yang berjalan terus menerus. Menteri dan Keuangan cara No. 1251 Tahun Lembaga 1988 Tentang Pembiayaan Tata Pelaksanaan . 51Ibid. Metode Pendekatan Berdasarkan rumusan masalah dan tujuan peneIitian maka metode pendekatan yang digunakan adalah metode pendekatan yuridis empiris. 3. yang menggunakan data primer (hasil dari peneIitian di lapangan) untuk meneliti keabsahan dari suatu Perjanjian Jaminan Fidusia dalam proses pemberian kredit di Lembaga Pembiayaan di Kota Semarang.1. Hasil penelitian tersebut dapat berlanjut / dilanjutkan dengan penelitian lain. Dari sisi yuridis kajian didasarkan pada aturan-aturan hukum yang berlaku dan mengatur tentang perjanjian. Pranata hukum di tanah air tentang Lembaga Pembiayaan Konsumen. 7.

55 3. Op. Dari segi hukum Perdata. . .l0.rit. Undang-Undang No. .. menyangkut ketentuan tentang perjanjian.2. 42 Tahun 1999 Tentang [aminan Fidusia. Pemerintah No.hlm....F Studi kasus yang akan menjadi obyek adalah bagaimana mekanisme/prosedural dari perjanjian jaminan fidusia dalam proses pemberian kredit di lembaga pembiayaan serta akibat hukum yang terjadi bila prosedural pendaftaran ada yang tidak terpenuhi dengan melakukan perbandingan dari sisi normatif.~':~- ..~: . Peraturan Fidusia.. 4. Nilai normatif yang hendak dicapai adalah nilai normatif yang ideal yang maksudnya sesuai dengan apa yang seharusnya berlaku menurut aturan Hukum Positif. 86 Tahun 2000 Tentang Pendaftaran 3. " . 5. Spesifikasi Penelitian Spesifikasi yang digunakan dalam penelitian ini berupa penelitian dengan penguraian secara deskritif analitis tentang prosedur Perjanjian Jaminan Fidusia yang sekarang berlaku dalam hubungannya dengan pemberian kredit pada Lembaga Pembiayaan serta kaidah-kaidah hukum yang harus diperhatikan guna menjamin keabsahan dari suatu Perjanjian Jaminan Fidusia. tentunya dengan melibatkan beberapa hal 52 Soerjono Soekanto.

PerusahaanJlembaga pembiayaan konsumen. Dalam penelitian ini.56 yang dapat terjadi dikarenakan penerapan dari mekanisme peraturan yang lain dari landasan hukum yang ada. 2. PT.••. - ••• -- '''''''". metode penentuan sampel yang digunakan adalah Random Sampling. . Metode Penentuan Sampel Populasi yang akan diteliti adaIah : 1.•• ~ ••. 3. Adira Kantor Cabang Semarang . Yr. d. Pengadilan Negeri Semarang._. f. e.•• . 3. Sun Motor Kantor Cabang Semarang. PT. • ~r~.. Trihamass Kantor Cabang semarang. PT. - .• _" ._. penelitian awal yang telah penulis lakukan dari skema perjanjian yang serta menurut pada Perusahaan Pembiayaan Yang dipilih berdasarkan dan didasari pengakuan maka konteks pimpinan atau staf yang berkompeten yang dipilih adalah perusahaan perusahaan Konsumen sebagai berikut : a. Karya Sirang Kantor Cabang Semarang.3. Swadharma Indotama Finance . Konsumen dari lembaga pembiayaan konsumen Semarang. PT. NO •• .. PT._. b. Lembaga pembiayaan konsumen di kota Semarang.~ . Sampel yang digunakan adalah : 1.~_ ·~c __ . c.-''r" .- •• -- .Prima Dana Perkasa Dtama.

PT. Masing -masing 2 (dua) orang.57 Dari sampeI tersebut diacak. Hakim Pengadilan Negeri Semarang. dalam penelitian ini. 2. Data primer adalah data yang diperoleh langsung dari Lembaga Pembiayaan dan dari Kantor Pendaftaran Fidusia di Semarang. dengan sistem undian dipilih 3 (tiga) sampeJ yang akan mewakili yaitu : a. PT. PT. dalam penelitian ini yang digunakan adalah teknik dengan wawancara. Wawancara dilakukan pad a KepaJa Kantor perusahaanjbagian hukum dari PerusahaanjLembaga ditentukan menjadi sampel dan Pembiayaan Konsumen yang telah Hakim pada Pengadilan Negeri Semarang. untuk wawancara . Adira. Konsumen dari PT. Swadharma Indotama Finance. 3. Prima Dana Perkasa Utama: b. Prima Dana Perkasa Utama dan PT. PT. 3. Teknik Pengumpulan Data Data yang dikumpulkan meliputi data primer dan data sekunder. c. Trihamas. pertanyaan-pertanyaan telah ditentukan. Sun Motor.4.

. . -.58 3.. maka akan diinventarisasi dan kemudian diseleksi yang sesuai untuk digunakan menjawab pokok permasalahan dalam penelitian ini. Metode Analisa Data Setelah data-data tersebut terkumpul.5. Selanjutnya dianalisis secar deskriftif analisis. yaitu mencari dan menemukan hubungan antara data yang diperoleh dari penelitian lapangan dengan landasan teori yang ada dan yang dipakai.."'1" .. sehingga penggambaran konstruktif mengenai permasalahan. """-'·'. .

Pelaksanaan Perjanjian [aminan Fidusia Berdasarkan Undang- Undang Nomor 42 Tahun 1999 dan Praktek Pelaksanaan Perjanjian Iaminan Fidusia Pada Lembaga Pembiayaan Konsumen . Secara keseluruhan Bab IV terdiri atas : Pelaksanaan Perjanjian [aminan Fidusia. Pelaksanaan Eksekusi Dalam Perjanjian [aminan Fidusia yang terdiri atas Pelaksanaan Eksekusi Dalam Perjanjian [aminan Fidusia Menurut Undang-Undang Nomor 42 Tahun 1999 serta Praktek Pelaksanaan Eksekusi Benda [aminan Pada Perjanjian [aminan Fidusia Pada Lembaga Pembiayaan Konsumen. sebagai jawaban atas permasalahan yang dirumuskan pada penelitian ini. Pembahasan dalam Bab IV merupakan analisis penulis dalam mengkaji permasalahan dan memberikan solusi. berupa studi perpustakaan. . yang terbagi dalam dua bagian yaitu : 1.59 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Bab IV merupakan bab yang berisikan hasil penelitian penulis di lapangan serta bersisikanpembahasan yang merupakan analisis penulis terhadap hasil penelitian di lapangan dengan dasar data primer dan dasar data sekunder. 2.

42 Tahun 1999 Undang- dilaksanakan melalui 2 (dua) tahap.••••• " . dibuat oleh dan dihadapan Pejabat Umum yang berkuasa untuk itu ditempat dimana akta tersebut dibuat...60 4. Setelah tahapan pembebanan dilaksanakan berdasarkan ketentuan UUJF No.• .1. .••.• """1' '••... " .'~ .•• .•..•. 42 Tahun 1999 akta perjanjian jaminan fidusia tersebut diwajibkan untuk didaftarkan berdasarkan ketentuan Pasal 11 ayat (1) _. suatu akta otentik adalah suatu akta yang dibuat dalam bentuk yang ditentukan oleh undang-undang. _.'••. _. Pelaksanaan Perjanjian Jaminan Fidusia 4..••.. _ .. Akta Notaris merupakan salah satu wujud akta otentik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1868 KUH Perdata. Pelaksanaan Perjanjian Jaminan Fidusia Berdasarkan Undang Nomor 42 Tahun 1999 Perjanjian jaminan fidusia berdasarkan UU No. Menurut Pasal 4 dari Undang-Undang [aminan Fidusia bahwa "[aminan Fidusia merupakan perjanjian ikutan dari suatu perjanjian pokok yang menimbulkan kewajiban bagi para pihak untuk memenuhi suatu prestasi" Berdasarkan Pasal 5 ayat (1) UUJF dinyatakan : Pembebanan benda dengan jaminan fidusia dibuat dengan Akta Notaris dalam bahasa Indonesia dan merupakan akta jaminan fidusia.~ •• --- ..1. . yaitu tahap pembebanan dan tahap pendaftaran jaminan fidusia.• ". -...- 0··_ •.1.• ·· .

. kuasa atau wakilnya dengan melampirkan pernyataan pendaftaran jaminan fidusia yang memuat 1) Identitas pihak pemberi fidusia dan penerima fidusia yang meliputi nama. jenis kelamin.":i" . "_. 86 Tahun 2000 tentang Tata Cara Pendaftaran [aminan Fidusia : a. nama dan tempat kedudukan notaris yang membuat akta jaminan fidusia . _. tempat dan tanggal lahir. tempat tinggalj tempat kedudukan. agama. status perkawinan. 6) Nilai benda yang menjadi objek jaminan fidusia._. Adapun tata cara pendaftaran jaminan fidusia yang dilakukan oleh penerima fidusia di Kantor Pendaftaran Fidusia sehubungan adanya permohonan pendaftaran jaminan fidusia oleh penerima fidusia._. 4) Uraian mengenai benda yang menjadi objek jaminan fidusia .61 UUJF¥ yang menyatakan bahwa bend a yang dibebani dengan jaminan fidusia wajib didaftarkan..• --". .. pekerjaan. 3) Data perjanjian pokok... diatur lebih lanjut berdasarkan PP No. -_ ·""'T:1Tr-~·~.~ . _" . . 2) Tanggal dan nomor akta jaminan. 5) Nilai penjaminan dan. Permohonan pendaftaran fidusia dilakukan oleh penerima fidusia.

a. maka Kantor Pendaftaran Fidusia akan mencatat akta jaminan fidusia dalam Buku Daftar Fidusia dan kepada kreditur diberikan Sertifikat [amman Fidusia. Pejabat Pendaftaran Fidusia memberikan sertifikat jaminan fidusia dan menyerahkannya kepada pemohon yang dilakukan pada tanggal yang sarna dengan tanggal pencatatan permohonan pendaftaran jaminan fidusia. 53 Purwahid Patrik dan Kashadi. Op. Saat pendaftaran akta pembebanan fidusia adalah melahirkan jaminan fidusia bagi pemberi fidusia. . Apabila tidak lengkap.62 Pejabat Pendaftaran Iaminan Fidusia setelah menerima permohonan tersebut memeriksa kelengkapan persyaratan permohonan. cit. 41. Apabila terdapat kekeliruan penulisan dalam sertifikat jaminan fidusia. b. Dengan didaftarnya akta perjanjian jaminan fidusia. harus langsung dikembalikan berkas permohonan tersebut. memberikan kepastian kepada kreditur lain mengenai bend a yang telah dibebani jaminan fidusia dan memberikan hak yang didahulukan terhadap kreditur dan untuk memenuhi asas 53 publisitas karena Kantor Pendaftaran Fidusia terbuka untuk umum. dalam waktu 60 hari setelah menerima sertifikat jaminan fidusia pemohon memberitahu kepada Kantor Pendaftaran Fidusia untuk diterbitkan sertifikat perbaikan. Apabila sudah lengkap. hal. Sertifikat jaminan fidusia ini memuat tanggal yang sarna dengan tanggal sertifikat semula.

Prima Dana Perkasa Utama. Hal-hal yang perIu diingat dalam pelaksanaan perjanjian jaminan fidusia. . bahwa Setiap peIjanjian yang dibuat dengan sah berlaku sebagai Undangundang bagi para pembuatnya. terhadap masalah ini perlu dipertimbangkan fakta adanya pengakuan hutang dari pemberi fidusia." KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG sebagaimana ketentuan dalam Pasal15 ayat (1) UUJF. bagaimana posisinya terhadap itikad baik dalam suatu perjanjian=. maka penerima fidusia wajib mengajukan permohonan pendaftaran atas perubahan tersebut ke Kantor Pendaftaran Fidusia. hal ini berkaitan dengan penerapan Asas Konsensualisme . tidak akan memberikan hak preferen bagi pemegang jaminan fidusia. pembebanan jaminan fidusia yang tidak ditindaklanjuti dengan pendaftaran sebagaimana yang ditentukan dalam Pasal 11 UUJF. apabila kenyataan ini dikatakan gugur atau tidak dapat diterima klaim atas benda jaminan fidusia. Dalam sertifikat Jaminan Fidusia dicantumkan kata-kata MARA . Ketiadaannya pendaftaran jaminan fidusia menyebabkan akta perjanjian jaminan fidusia dengan sendirinya dianggap tidak pernah ada. menyangkut kebenaran adanya jaminan dengan fidusia dalam hubungan hukum antara penerima dan pemberi fidusia./IDEMI ESA. adalah perlunya pendaftaran terhadap benda jaminan fidusia.63 Iika terjadi perubahan atas data yang tercantum dalam Sertifikat [aminan Fidusia. Rumusan ini dapat ditemukan dalam 54 Agnes Staff Hukum PT.

. ._'.~.._ •• -- - •... . yang menurut ketentuan seperti Pasal 11 UUJF tidak dapat dilaksanakan hak preferen terhadap benda jaminan tersebut..._ •• . 4.2._: •••• " •. _..··. '_"_0 . -"'-""~'"~~r''''' ..64 Pasal1338 ayat (1) KUH Perdata. . Secara umum memperlakukan kalangan ilmuan hukum menghubungkan dan ketentuan sebagaimana diatur dalam Pasal 1320 KUH Perdata jo Pasal 1338 ayat (1) KUH Perdata sebagai asas kebebasan berkontrak dalam hukum perjanjian.0"··... ~". •••• _-_ .• . .. 55 Persoalan di atas menjadi diskusi selama ini menyangkut eksisnya perjanjian jaminan fidusia yang dibuat dibawah tangan serta yang tidak didaftarkan. Praktek Pelaksanaan Perjanjian Jaminan Fidusia Pada Lembaga Pembiayaan Konsumen Keputusan Menkeu Nomor. 1251jKMK._. __ ..~.cit.••._ .· . '. Loc.' . .013j1988 memberikan pengertian kepada pembiayaan konsumen sebagai suatu kegiatan yang /I dilakukan dalam bentuk penyediaan dana bagi konsumen untuk 55 Mariam Darns Badrulzaman.' . selanjutnya dipertegas kembali dengan ketentuan ayat 2 nya yang menyatakan bahwa perjanjian yang telah disepakati tersebut tidak dapat ditarik kembali secara sepihak oleh salah satu pihak dalam perjanjian tersebut tanpa adanya persetujuan dari lawan pihaknya dalam perjanjian atau dalam hal-hal di mana oleh Undangundang dinyatakan cukup adanya alasan untuk itu. - -- _..1. _ '...

Loc. Bandung." Karena yang dibiayai itu adalah barang untuk tujuan konsumtif."56 Pranata hukum "Pembiayaan Konsumen" dipakai sebagai terjemahan dari istilah "Consumer Finance. yaitu : Kredit yang diberikan kepada konsumen-konsumen guna pembelian barang-barang konsumsi dan jasa-jasa seperti yang dibedakan dari pinjaman-pinjaman yang digunakan untuk tujuan-tujuan produktif atau dagang. Loc. maka dari itu biasanya kredit itu diberikan dengan tingkat bunga yang lebih tinggi." Pembiayaan konsumen ini tidak lain dari sejenis kredit konsumsi (Consumer credit). PT. cit. Hanya saja. Kredit yang demikian itu dapat mengandung resiko yang lebih besar dari pada kredit dagang biasa. ci.t. 61 Tahun 1988 tentang Lembaga Pembiayaan: "Pembiayaan konsumen adalah pembiayaan pengadaan barang untuk kebutuhan konsumen dengan sistim pembayaran angsuran atau berkala. sudah tertentu mengandung resiko walaupun resiko tersebut menyebar 56 57 Munir Fuady..Citra Adtya Bakti.58 Menurut ketentuan Pasal 1 angka (6) Keppres No. Munir Fuad y. Munir Fuady Hukum Tentang Pembiayaan. 1999. 58 .162. jika pembiayaan konsumen dilakukan oleh Perusahaan Pembiayaan sementara kredit konsumsi diberikan oleh BankP Namun demikian pengertian kredit konsumsi sebenamya secara substantif sarna saja dengan pembiayaan konsumen. hlm.65 pembelian barang yang pembayarannya dilakukan secara angsuran atau berkala oleh konsumen.

Perjanjian adalah perbuatan persetujuan pembiayaan yang diadakan antara perusahaan pembiayaan konsumen dan konsumen. mesin cuci.. Obyek adalah barang bergerak keperluan konsumen yang akan dipakai untuk keperluan hid up atau keperluan rumah tangga misalnya televisi. b.. . .. Bagi Perusahaan Pembiayaan.. Subyek adalah pihak-pihak yang terkait dalam hubungan pembiayaan (Kreditur). .. perabot rumah tangga dan kendaraan._.....-. yaitu perusahaan pembiayaan Konsumen Konsumen (Debitur)... _. kulkas. keadaan ini masih aman kendatipun jaminan (securihJ ) dari pihak konsumen masih diperlukan. d. ._. Hubungan konsumen kewajiban dan hak. sedangkan konsumen wajib membayar harga barang .--~ .~'~ . Perjanjian terse but didukung oleh dokumen-dokumen. di mana perusahaan pembiayaan wajib membiayai harga pembelian barang keperluan konsumen dan membayar tunai kepada pemasok untuk kepentingan konsumen.rn:"C"-"--""~""'" . c.~. serta jual bell antara pemasok dan konsumen.."..• _. alat-alat dapur._ . hukum konsumen.66 pada banyak konsumen dengan pembiayaan yang relatif kecil dan Rate of interest yang relatif tinggi._ . Berdasarkan definisi tersebut dapat dipahami dan dirinci unsurunsur pengertian pembiayaan konsumen sebagai berikut: a.- ---- . dan penyedia barang (PemasokjSupplier)._" _ .._-- -..T ""'-_'--'T·~-·-·~"'T"·":·-··'-:"·--·· ~'-'--"""':. ~- .

. Barang yang dibiayai oleh perusahaan pembiayaan semua konsumen merupakan jaminan pokok secara fidusia._" .··_"--_-"I. _" ".•. ". • ••• . Pada Lembaga Pembiayaan PT.-~ . Prima Dana Perkasa Utama. dengan fokus pada persoalan praktek pelaksanaan perjanjian jaminan fidusia pada lembaga pembiayaan konsumen dibandingkan dengan nilai-nilai ideal pelaksanaan perjanjian jaminan fidusia menurut Undang-Undang Nomor 42 Tahun 1999.'~'-"""::-:'m':'U'. __ " ~ . e.. Disamping itu pengakuan hutang (Promissory notes) merupakan jaminan tambahan.~_~. -~ • • .. hlm 247. '. Hasil penelitian di lapangan ditemukan : S9Ibid. dan pemasok wajib menyerahkan barang kepada konsumen...'.'on . "_ ._. Jaminan berupa kepercayaan kepada konsumen (debitur) merupakan jaminan utama bahwa konsumen dapat dipercaya untuk membayar angsurannya sampai selesai. diketahui fakta-fakta lapangan sebagai berikut : 1."_"".s? Dari tiga perusahaan lembaga pembiayaan konsumen yang penulis jadikan responden dalam penelitian menyangkut praktek pelaksanaan perjanjian dengan jaminan fidusia._ ~ __ _ _0_.67 secara angsuran kepada perusahaan pem biayaan konsumen.. ._ . ~..'.~ ~ . """0""·· ·'. • ~. kepemilikan barang dikuasai oleh perusahaan sampai yang dokumen pembiayaan angsuran disebutkan konsumen terakhir (Fidusiary transfer of awnership) kedua jaminan dilunasi...__ _ ~_._.

• . Analisis : terhadap mengharuskan fakta ini.." . PDPU. b. BPR Bahtera Masyarakat dan PT.. akibat dari konsep perjanjian baku dalam perjanjian jaminan fidusia akan menyebabkan akta perjanjian jaminan fidusia tidak dapat didaftarkan Jaminan Fidusia.BPR Bahtera Masyarakat. karena perjanjian jaminan fidusianya dianggap tidak pernah ada (sesuai Pasal11 UU)F).."- --:·tm~' ':." +-" - >-'---. '. Analisis : terlihat bahwa PT..... dengan tidak adanya perjanjian jaminan fidusia antara PT. PDPU). - - ---. hal ini akan menghilangkan pembiayaan terhadap benda jaminan di hak Kantor Pendaftaran preferen apabila dari lembaga konsumen fidusia wanprestasi.68 a.. Prima Dana Perkasa Utama dengan konsumenj nasabah.-.~ ---- ... Prima Dana Perkasa Utama dengan konsumen penuntutan hak-hak lembaga pembiayaan PT..... Prima Dana Perkasa Utama (PT.- . -.. _.• ' . '":'1 . Bank Eksekutif Internasional. ~'~'. . . Bank Eksekutif. hanya sebagai agen dari induknya yaitu PT. Tidak adanya konsep perjanjian jaminan fidusia antara PT. Beberapa Perjanjian Pembiayaan dengan perjanjian jaminan fidusianya dilakukan dengan perjanjian baku.. bertentangan dengan Pasal 5 UUJF yang akan menghambat Perjanjian jaminan Fidusia dilakukan dengan akta N otariil. serta antara Konsumenj nasabah dengan PT. perjanjian jaminan fidusia yang ada antara Nasabah dan PT. :. ... "~' ..

Masih adanya konsep baku dalam perjanjian jaminan fidusia.69 2. maka dapat penulis simpulkan tingkat pemahaman dan pengetahuan dari lembaga pembiayaan PT. hasil penelitian di lapangan ditemukan : a. Analisis : akibatnya konsumen tidak mengetahui telah menyetujui pengikatan jaminan fidusia terhadap bend a obyek pembiayaan. meski diberlakukan pada jumlah tertentu dan pihak-pihak tertentu='. serta menyebabkan benda jaminan tidak dapat didaftarkan pada kantor Pendaftaran Fidusia. Wawancara maret2004. yang selanjutnya menyebabkan hilangnya hak preferen terhadap benda obyek jaminan fidusia. Tidak dibacanya perjanjian jaminan fidusia pada konsumen=. b. Pada Lembaga Pembiayaan Swadharma Indotama Finance. Indotama Finance. yaitu menyangkut pengetahuan prosedur pembebanan dan pendaftaran jaminan fidusia. Dari hasil temuan di atas dan diperbandingkan dengan unsur penting dari UUIF. Swadharma Indotama Finance terhadap pelaksanaan Perjanjian Iaminan Fidusia 60 Sumardi. . juga bertentangan dengan Pasal18 Undang-Undang Nomor 8 Tentang Perlindungan Konsumen. Staff Swadharma Mahmudi. wawancara Indotama tanggal 10 Maret tanggal 11 2004 61 Nasabah Swadhanna Finance. sehingga tidak terpennhinya ketentuan Pasal 11 UU}F. Analisis : Konsep Perjanjian baku selain bertentangan dengan Pasal 5 UUJF.

Pada Lembaga Pembiayaan Trihamas. maka akan kehilangan hak preferen atas benda jaminan fidusia. Trihamas. sehingga banyak mengetahui akibat-akibat dari pengikatan dengan jaminan fidusia. namun kiranya informasi atas pengetahuan mengenai Pembebanan dan pendaftaran fidusia belum sepenuhnya merata pada semua person di PT. 62 Leman. meskipun penulis menangkap adanya indikasi pemahaman yang cukup pad a tingkat level Manager di PT. Masih adanya konsep baku dalam perjanjian jaminan fidusia. 'I' . Pada lembaga pembiayaan PT. Analisis : Konsep baku dalam UUJF bertentangan dengan Pasal 5 UUJF dan tidak dapat didaftarkan sesuai dengan ketentuan Pasal 11 UUJF. hal ini juga disebabkan lemahnya Sumber daya manusia menyangkut pengetahuan di bidang hukum jaminan. Trihamas. Staff PT.70 belum terlalu baik. meski diberlakukan pada jumlah tertentu dan pihak-pihak tertentu=. yang sudah mapan dari segi bisnis. pada umumnya konsumen memahami adanya pengikatan jaminan fidusia terhadap benda obyek pembiayaan. namun pemahaman ini bukan karena konsep perjanjian jaminan fidusia dibacakan terhadap konsumen. hasil penelitian di lapangan ditemukan: a. 3. tetapi karena disebabkan konsumen merupakan kalangan tertentu. Swadharma Indotama Finance. . Swadharma Indotama Finance. wawancara tanggall0 Maret 2004.

hal ini karyawan PT. Dari hasil pene1itian penulis ada beberapa faktor yang secara general dapat ditarik jaminan sebagai fidusia kesimpulan. Trihamas menjabarkan secara umum rnaksud dari jaminan fidusia. Trihamas. terlihat dari begitu banyaknya praktek pembebanan jaminan fidusia yang dilakukan dibawah tangan. menyangkut pemahaman karyawanj staf terhadap pernbebanan dan pendaftaran terlihat dari belurn mampunya jaminan fidusia masih rendah. disamping itu juga oleh masyarakat. Praktek demikian menempatkan lembaga pembiayaan konsumen sebagai pihak yang lebih kuat dalam suatu perjanjian jeminan fidusia pada lembaga pembiayaan konsumen.71 Namun secara umum penulis masih menyimpulkan fakta bahwa PT. tetapi sekaligus sebagai pihak yang menggantungkan syarat batal dalam perjanjian tersebut Maksudnya karena selama ini lembaga pembiayaan konsumen berhadapan dengan strata masyarakat yang menegah dan menegah kebawah maka tidak . selain berasal dati sumber daya manusia sebagai karyawanj staf di lembaga pernbiayaan. Rendahnya kesadaran hukum ini. Rendahnya kesadaran hukum masyarakat dan staf lembaga pembiayaan. pada bahwa secara umum pelaksanaan lernbaga-Iembaga pembiayaan konsumen masih sangat rendah pemahaman atau kesadaran hukumnya. dengan perjanjian baku. hal ini berimplikasi pada tidak dihargainya hak-hak konsumen khususnya konsumen pada lembaga pembiayaan konsumen.

Kecakapan untuk membuat suatu perikatan . Menyatakan pengalihan tanggungjawab pelaku usaha. Mengatur perihal pembuktian atas hilangnya kegunaan barang atau pemanfaatan jasa yang dibeli oleh konsumen. Menyatakan pemberian kuasa dati konsumen kepada pelaku usaha baik secara langsung maupun tidak langsung untuk melakukan segala tindakan sepihak yang berkaitan dengan barang yang dibeli oleh konsumen secara angsuran. tambahan. Menyatakan tunduknya konsumen kepada peraturan yang berupa aturan barn. d. Suatu sebab yang halal. c. g. e. b. 2. lanjutan.72 benyak keberatan terhadap praktek pembenanan jaminan fidusia yang demikian. f. h. Serta berdasarkan Pasal 18 (perjanjian baku) Undang-Undang Nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsurnen : (1) Pelaku usaha dalam menawarkan barang dan/ atau jasa yang ditujukan untuk diperdagangkan dilarang membuat atau mencantumkan klausula baku pada setiap dokumen dan/atau perjanjian apabila : a. 3. atau hak Pasal 1320 . Sepakat mereka yang mengikatkan dirinya. berdasarkan KUHPerdata syarat sahnya suatu perjanjian : 1. Menyatakan bahwa pelaku usaha berhak menolak penyerahan kembali uang yag dibayarkan atas barang dan/ atau jasa yang dibeli konsumen. Menyatakan bahwa konsumen rnernberi kuasa kepada pelaku usaha untuk rnernbebankan hak tanggungan. Menyatakan bahwa pelaku us aha berhak menolak penyerahan kembali barang yang dibeli konsumen. padahal bila dikaji secara teoritis. hak gadai. danj atau pengubahan lanjutan yang dibuat sepihak oleh pelaku usaha dalam masa konsumen memanfaatkan jasa yang dibelinya. Memberi hak kepada pelaku usaha untuk mengurangi manfaat jasa atau mengurangi harta kekayaan konsumen yang menjadi obyek jual beli jasa. Suatuhal tertentu dan 4.

Maka konsumen dengan kesadaran hukum yang tinggi dapat saja meminta perjanjian tersebut dibatalkan. menurut penulis dalam kasus tersebut konsumen benar telah menandatangani tidak menyadari apa perjanjian jaminan fidusia tersebut tetapi dimaksud dari isi perjanjian yang yang ditandatangani tersebut. penulis dihadapkan pada kenyataan adanya konsumen yang keberatan dilakukan penyitaan obyek jaminan fidusia (berupa kendaraan bermotor) dengan alas an tidak mengerti apa yang dimaksud perjanjian jaminan fidusia dan tidak merasa menandatangani perjanjian tersebut. pada lembaga pembiayaan konsumen PT. Hal demikian yang sekiranya penting menjadi bahan pertimbangan lembaga pembiayaan konsumen. (3) Setiap klausula baku yang telah ditetapkan oleh pelaku usaha pada dokumen atau perjanjian yang memenuhi ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) dinyatakan batal demi hukum. Dari hasil penelitian penulis berkaitan dengan praktek pembebanan jaminan fidusia. Hal ini disebabkan staf lembaga pembiayaan tidak pernah membacakan isi perjanjian kepada konsumen. (4) Pelaku usaha wajib menyesuaikan klausula baku yang bertentangan dengan undang-undang ini. Prima Dana Perkasa Utama.73 jaminan terhadap barang yang dibeli oleh konsumen secara angsuran. (2) Pelaku usaha dilarang mencantumkan klausula baku yang letak dan bentuknya sulit terlihat atau tidak dapat dibaca secara jelas yang pengungkapannyasulitdimengerti. .

42 tahun 1999. peralatan mesin dan kenderaan bermotor. Op. bergerak maupun tidak bergerak yang tidak dapat dibebani dengan hak 63 tanggungan atau hipotik. Namun sejak berlakunya UU No.2.4 Tahun 1996.1.74 4. Pelaksanaan Eksekusi Dalam Perjanjian Jaminan Fidusia Menurut Undang-Undang Nomor 42 Tahun 1999 Sebelum berlakunya UU No. hal.2. piutang. Khusus mengenai hasil 63 Himpunan Peraturan Perundang-undangan di Bidang [aminan Fidusia. maka yang dimaksud dengan benda adalah termasuk juga piutang (account receivables). Pelaksanaan Eksekusi Dalam Perjanjian Jaminan Fidusia 4.cii. . 42 tahun 1999 tersebut bend a yang menjadi objek fidusia umumnya merupakan benda-benda bergerak yang terdiri dari bend a inventory. bend a dagangan. Apabila kita memperhatikan pengertian benda yang dapat menjadi objek jaminan fidusia tersebut. 3. baik benda itu berwujud maupun tidak berwujud. Benda yang menjadi objek jaminan fidusia adalah benda yang dapat dimiliki dan dialihkan hak kepemilikannya. pengertian jaminan fidusia diperluas sehingga yang menjadi objek jaminan fidusia mencakup benda-benda bergerak yang berwujud maupun tidak berwujud serta bend a tidak bergerak yang tidak dapat dibebani dengan hak tanggungan menurut UU No. terdaftar maupun tidak terdaftar.

Pasal1131 KUHPerdata : "Segala kebendaan si berhutang / debitur.".' . bahwa jaminan fidusia meliputi semua hasil dari benda jaminan fidusia tersebut dan juga klaim asuransi kecuali diperjanjikan lain.. '. undang-undang mengaturnya dalam Pasal 10 UUJF disebutkan. pengaturan tentang pembebanan jaminan secara yuridis dapat dilihat pada: 1.." . . Kedua pasal di atas dapat dikategorikan sebagai jaminan yang bersifat umum . ". Pada dimaksudkan perusahaan pembiayaan konsumen jaminan tersebut agar para pihak terikat untuk memenuhi kewajibannya. baik yang bergerak maupun tidak bergerak.'.. pendapatan penjualan benda-benda itu dibagi-bagi menurut besar kecilnya piutang masing-masing. kecuali apabila di antara para berpiutang itu ada alasan-alas an yang sah untuk didahulukan" .. baik yang sudah ada maupun yang akan ada di kemudian hari menjadi tangggungan untuk segala perikatan perseorangan" 1132 KUHPerdata: "Kebendaan tersebut menjadi jaminan bersama-sama bagi semua orang yang menghutangkan padanya.75 dari benda yang menjadi objek jaminan fidusia.".

76 2 Pasal 1133 KUHPerdata : "Hak untuk didahulukan di antara para kreditur bersumber pad a hak istimewa. . 2. Data perjanjian pokok yang dijamin fidusia. pada gadai dan pada hipotik" pasal tersebut mengenai jaminan terhadap kreditur preferent atau kreditur yang memiliki hak didahulukan. Identitas pihak pemberi dan penerima fidusia. semata-mata berdasarkan sifatnya piutang. meliputi nama lengkap. jenis kelamin. Akta jaminan fidusia yang dibuat secara notariil sekurang- kurangnya hams memuat : 1. agamal' tempat tinggal. juga dicantumkan mengenai waktu (jam) pembuatan akta tersebut. status perkawinan dan pekerjaan. (2) Gadai dan Hipotik adalah lebih tinggi dari pada Previlege kecuali dalam hal-hal di mana oleh undang-undang ditentukan sebaliknya" Pembebanan kebendaan dengan jaminan fidusia dibuat dengan akta notaris dalam bahasa Indonesia yang merupakan akta jaminan fidusia (Pasa15 ayat (1) UU [aminan Fidusia). 2. sehingga tingkatnya lebih tinggi dari orang berpiutang lainya. Dalam akta jaminan fidusia tersebut selain dicantumkan hari dan tang gal. yaitu mengenai macam perjanjian dan utang yang dijamin dengan fidusia. atau temp at kedudukan dan tanggallahir. Pasal 1134 KUHPerdata : "(I) Previlege ialah sumber hak yang oleh undang-undang diberikan kepada seorang berpiutang.

77

3. Uraian mengenai benda yang menjadi obyek jaminan fidusia, tercatat teittang identifikasi benda tersebut dan penjelasan tentang surat kepemilikannya. 4. Nilai penjaminan, dan 5. Nilai benda yang menjadi obyek jaminan fidusia. Sertifikat jaminan fidusia dengan irah-irah "DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETURANAN YANG MARA ESA" pemikiran Pasal 4 Undang-Undang sejalan dengan

Kekuasaan Kehakiman Nomor 14

Tahun 1970, Pasal 435 dan Pasal 440 RV, Pasal 224 HIR dan 258 RBG, sebagai syarat adanya kekuatan eksekutorial akta. Berdasarkan KETUHANAN irah-irah YANG "DEMI KEADILAN BERDASARKAN

MARA ESA"

seperti yang tercantum dalam

Sertifikat [aminan Fidusia, sesuai dengan Pasal14 UU]F, maka sertifikat terse but memiliki kekuatan sebagai eksekutorial akta. Pelaksanaan eksekusi dalam perjanjian jaminan fidusia menurut

Undang-Undang Nomor 42 Tahun 1999 diatur dalam Pasal29 UUJF : (1) Apabila debitor atau pemberi fidusia cidera janji, eksekusi terhadap benda yang menjadi objek jaminan fidusia dapat dilakukan dengan cara: a. Pelaksanaan titel eksekutorial sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15 ayat (2) oleh Penerima Fidusia; b. Penjualan benda yang menjadi jaminan Fidusia atas kekuasaan ·Penerima Fidusia sendiri melalui pe1elangan umum, serta mengambil pelunasan piutangnya dari hasil penjualan ; c. Penjualan di bawah tangan yang dilakukan berdasarkan kesepakatan pemberi dan penerima fidusia jika dengan cara

,.... _-,,,"',"':r'_~

C_

,.,_,

",_",

_,

, ••,."_.

--'·'--,r.:r:',"·",·, .'_-" ,.• ~.-.----'

--",.",,' '.

78

demikian dapat diperoleh harga tertinggi yang menguntungkan parapihak (2) Pelaksanaan penjualan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) huruf c dilakukan setelah lewat waktu 1 (satu) bulan sejak diberitahukan secara tertulis oleh Pemberi dan atau Penerima Fidusia kepada pihakpihak yang berkepentingan dan diumumkan sedikitnya dalam 2 (dua) surat kabar yang beredar di daerah yang bersangkutan Menurut ketentuan di atas, maka pelaksanaan eksekusi terhadap jaminan fidusia dapat dilakukan secara Parate Eksekusi, tetapi dapat juga dengan tuntutan lewat jalur Peradilan Umum, yang mungkin ditempuh apabila benda jaminan digelapkan.

4.2.2. Praktek Pelaksanaan Eksekusi Benda Jaminan Pada Lembaga Pembiayaan Konsumen Hubungan hukum lembaga pembiayaan konsumen dan konsumen, adalah Perjanjian Pembiayaan pembiayaan konsumen Konsumen, dim ana dalam perjanjian dokumen pengakuan hutang dari

terdapat

konsumen terhadap lembaga pembiayaan konsumen. Perjanjian pembiayaan konsumen dan pengakuan hutang konsumen terhadap kausalitas lembaga antara pembiayaan, lembaga menjadi dasar konsumen adanya dengan hubungan jaminan
ini, pad a

pembiayaan

kebendaan yang diberikan konsumen, jaminan kebendaan

praktek di lembaga pembiayaan konsumen tund uk pada lembaga jaminan fidusia.

'1"."'.'

79

Perjanjian jaminan fidusia merupakan perjanjian accesoir, sehingga mengikuti dari perjanjian pokoknya, yaitu pembiayaan konsumen. Praktek pelaksanaan Eksekusi Benda [amman Pada Lembaga

Pembiayaan Konsumen, dari hasil temuan penulis dapat diklasifikasikan dalam: 1. Eksekusi terhadap benda jaminan fidusia yang tidak didaftarkan. Proses yang melatarbelakangi benda jaminan yang demikian adalah : pembuatan perjanjian baku terhadap ditindaklanjuti perjanjian jaminan fidusia dengan pendaftaran benda

sehingga tidak dapat

jaminan fidusia atau pembuatan perjanjian jaminan fidusia dengan akta notariil tetapi tidak dilanjuti dengan pendaftaran pendaftaran fidusia. Terhadap benda dengan jaminan fidusia demikian, maka eksekusinya dilaksanakan sendiri oleh lembaga pembiayaan, untuk melunasi baik dengan hutang cara atau di kantor

menekan konsumen

hutang/ angsuran

ditindak lanjuti dengan mengambil obyek jaminan fidusia secara paksa. Terhadap tindakan demikian Lembaga Pembiayaan mendasarkan pada perjanjian pembiayaan yang salah satu dokumennya adalah surat kuasa pengambilan benda jaminan yang telah diberikan konsumen kepada lembaga pembiayaan. Menurut tanggapan praktisi hukum terhadap tindakan demikian sah-sah saja dilakukan oleh lembaga pembiayaan, namun apabila ada

maka lembaga pembiayaan dianeam dengan pidana atas tindakan tersebut. 2. dim ana terhadap konsumen yang 64 I Wayan. artinya para pihak menempuh penyelesaian hukum secara kekelurgaan=. namun pernah diselesaikan di pengadilan. Terhadap benda jaminan yang didaftarkan oleh lembaga pembiayaan pad a kantor Pendaftaran Fidusia. dan menurut aparat keamanan (Polisi) memungkinkan untuk ditindak lanjuti sebagai suatu kasus perampasan. namun apabila dapat dibuktikan bahwa kuasa dan perjanjian pembiayaan sebagai pokok dari perjanjian jaminan fidusia adalah benar ditandatangani yang bersangkutan serta memenuhi syaratsyarat sahnya suatu perjanjian. berarti memenuhi Pasal 5 UUJF dan memenuhi Pasal 11 UUJF. Hakim Pengadilan Negeri Semarang. maka hakim selain berpedoman pada fakta tidak didaftarkannya perjanjian jaminan fidusia oleh lembaga pembiayaan sehingga jaminan fidusianya tidak diakui secara hukum tetapi Hakim memunculkan fakta barn bahwa benar telah terjadi tindakan peminjaman sejumlah uang dengan jaminan bend a bergerak dalam beberapa kasus kejadian-kejadian seperti ini tidak . Sebenarnya dalam praktek selama ini eksekusi benda jaminan dilakukan secara parate eksekusi. wawancara tanggallO Maret 2004 .80 keberatan dari pemilik benda [aminan. terhadap bend a jmainan fidusia demikian dimungkinkan dilakukan eksekusi dengan cara Parate Eksekusi. Eksekusi terhadap bend a jaminan yang didaftarkan.

_ ~. terhadap ideal hukum. hanya saja dalam beberapa kasus mungkin Pejabat Lelang tidak berani melangsungkan lelang terhadap benda jaminan tersebut tanpa adanya Fiat Eksekusi.81 wanprestasi. 65 1 Wayan. Hakim Pengadilan Negeri Semarang. namun janganlah hal ini dipandang sebagai asumsi bahwa Parate Eksekusi dalam UUJF tidak dapat jalan. seharusnya eksekusi benda jaminan tidak dapat dilaksanakan. hal tersebut mungkin hanyalah merupakan sikap hati-hati dari Pejabat Lelang=. berdasarkan ketentuan dalam Pasal 11 bend a jaminan fidusia yang tidak didaftarkan. wawancara tanggallO Maret 2004 .. pelaksanaan eksekusi dengan parate eksekusi juga dibenarkan dalam UU}F.. Namun berdasarkan kenyataan di lapangan banyak lembaga pembiayaan konsumen tidak terpengaruh dengan asumsi demikian. benda jaminan seketika akan dicari dan ditarik oleh lembaga pembiayaan. dengan dasar sertipikat jaminan fidusia. I _. Mengenai keabsahan terhadap tindakan demikian sebenarnya tidak ada masalah. . Menurut UUJF. hal ini menurut penulis dipengaruhi adanya tindakan tingkat kesadaran hukum dari masyarakat serta proaktif dari petugas keamanan (Polisi) dalam memberikan arahan mengenai posisi kebenaran para pihak.

2. disamping itu lembaga pembiayaan merasa cukup aman karena memegang BPKB dari kendaraan yang menjadi jaminan tersebut..1. maka kreditomya merupakan kreditor biasa yang tidak memiliki hak preferent. Terhadap jaminan fidusia yang benda jaminannya tidak didaftarkan atau dibuat dibawah tangan. terhadap hutang yang jumlahnya besar. ada perjanjian jaminan fidusia pada lembaga pembiayaan konsumen yang dibuat dengan klausula baku yang berarti tidak dapat didaftarkan dan ada juga yang dibuat dengan akta Notariil tetapi tidak hutangnya didaftarkan dengan alasan karen a jumlah kecil. jaminan fidusianya dilakukan dengan akta notariil dan didaftarkan . Dalam praktek. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan hasil analisa penulis. apabila terjadi wanprestasi oleh debitor.82 BAB V PENUTUP 5. . terhadap kreditor tersebut eksekusi jaminan fidusia untuk kepentingan piutangnya tidak dapat dilaksanakan. maka dapat disimpulkan hal-hal sebagai berikut : 1.

tetapi penegasan memiliki arti apabila ada sangsi yang jelas dan tegas.83 5. Saran Dari hasil kesimpulan di atas. namun demi untuk penyadaran mendapat di bidang hukum. penegasan aturan-aturan dalam UUJF perIu ini baru dalam praktek. maka ada beberapa saran penting yang penulis dapat kemukakan yaitu : 1. menyangkut perjanjian jaminan fidusia dan pentingnya pendaftaran jaminan fidusia. dalam hal ini Kantor Pendaftaran Fidusia untuk melakukan penyuIuhan pada lembaga-Iembaga pembiayaan. hal ini berkaitan dengan peningkatan Sumber Daya Manusia pada lembaga pembiayaan. . 2. Perlunya Departemen Kehakiman. Meskipun menurut kenyataan bahwa tanpa adanya pendaftaran. terutama terhadap keamanan investasinya. eksekusi jaminan fidusia dapat berlangsung.2.

Soerjono. -----------. dkk. Rahman. 2001. Citra Aditya Bakti. 2002 Hukum laminan Hak [aminan Kebendaan Fidusia. Fuady. Ahmad dan Gunawan Widjaya. Bandung. Citra Aditya f 1994. Bakti.Citra Aditya Bakti. 1987. Hukum Teniang Pembiauaan. f Badrulzaman Mariam Darns. Bandung . Jakarta. Rineka Cipta. Kompilasi Hukum Perikatan. Bandung. 1986. Legal Drafting. Intermasa. 2000. Citra Aditya Bakti. Segi Ruban Lenibaga Keuangan dan Pembiasjaan. [aminan Eidusia. Rilda dan Abdulkadir Muhammad. 2000. Soekanto. Purwahid. Jakarta. Sinar Grafika. 1999. Munir. Soimin.jakarta. Bandung. 2001 Metode Penelitian Hukum. 1983. Hoey Tiong. Jak~arta. Citra Aditya Bakti. Pengantar Penelitian HuktD11. 1994. Citra Aditya Bakti. Ghalia Indonesia. 2000. Burhan. Jakarta. Soedharyo. Satrio. UI Press. [aminan Fidusia. Murniati. Fiducia Sebagai laminan. Alumni. Patrik . Jakarta. PT. Mandar Maju. Oey. 1999.]. Dasar-Dasar Hukum Perikatun. Yani. Buku-buku : Ashshofa. bandung. Hasanudin. Hukum Perianjian. Bandung. Subekti.. Bandung. Bandung.PT -PUST AK-UNDIPi .DAFTAR PUSTAKA A. 2001. Kitab Undang-undaug Hukl011 Perdata. Aneka Hukum Bisnis. 'U. Raja Grafindo Persada. Badrulzaman Mariam Darus.

Peraturan Pemerinta No. 42 Tahun 1999 Tentang [aminau Fidusia. 61 Tahun 1988 Tentang Lembaga Pembiasjaan Konsumen. 86 Tahun 2000 Tentang Pendaftara Pidusia. KepMenKu No. .B. Keppres No. 1251 Tahun 1988 Tentang Ketentuan dan Tata Cara Pelaksananaan Lembaga Pembiaqaan Konsttmen. Undang-UndangtPeraturan Pemerintah : Undang-Undang No.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful