P. 1
Pengaruh Keterampilan Manajerial Kepala Sekolah

Pengaruh Keterampilan Manajerial Kepala Sekolah

|Views: 1,850|Likes:
Published by Adhie Aja

More info:

Published by: Adhie Aja on Jul 19, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/22/2013

pdf

text

original

Sections

  • 1.1 Latar Belakang
  • 1.2. Rumusan Masalah
  • 1.3. Tujuan Penelitian
  • 1.4.1 Dari aspek teoritis
  • 1.4.2. Dari aspek Praktis
  • 2.1. Konsep Keterampilan Manajerial Kepala Sekolah
  • 2.2.Konsep Kepemimpinan
  • 2.3. Tugas Guru dalam Proses Pembelajaran
  • 2.4. Konsep Kinerja Guru
  • 2.5. Faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja guru
  • 2.6.Kerangka Berpikir
  • 2.7.Hipotesis Penelitian
  • 3.1. Tipe Penelitian
  • 3.2.1. Variabel Penelitian
  • 3.2.2. Definisi operasional variabel
  • 3.4. Populasi dan Sampel
  • 3.5. Teknik Pengumpulan Data
  • 3.6. Teknik Analisis Data
  • 3.7. Tempat dan Waktu Penelitian
  • 5Perbaikan X
  • 6Ujian tutup X

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Manajemen merupakan hal yang sangat penting dalam semua bidang kehidupan. Dengan manajemen, kinerja sebuah organisasi dapat berjalan secara maksimal. Demikian juga dengan lembaga pendidikan. Dengan manajemen yang baik, maka sebuah institusi pendidikan akan dapat berkembang secara optimal sebagaimana diharapkan. Manajemen pendidikan di Indonesia merupakan titik sentral dalam mewujudkan tujuan pembangunan Sumber Daya Manusia. Dalam pengamatannya, manajemen pendidikan di Indonesia masih belum menampakkan kemampuan profesional sebagaimana yang diinginkan, masalah manajemen pendidikan

merupakan salah satu masalah pokok yang menimbulkan krisis dalam dunia pendidikan Indonesia. Kondisi ini disebabkan karena tidak adanya tenaga-tenaga administrator pendidikan yang profesional. Oleh karena itu, hal penting yang harus dipertimbangkan bagi sebuah institusi pendidikan adalah adanya tenaga administrator pendidikan yang profesional. Dalam pengelolaan administrasi pendidikan, diperlukan kualitas personil yang memadai, dalam arti penempatan orang yang tepat sesuai dengan kompetensi yang diperlukan untuk kinerja yang efektif dan efisien. Faktor manajemen merupakan salah satu faktor yang dapat memberikan efek terhadap prestasi belajar siswa.

1

Seiring dengan diberlakukannya otonomi daerah, maka telah terjadi perubahan paradigma dalam pengelolaan pendidikan yang antara lain telah memunculkan suatu model dalam manajemen pendidikan, yaitu school based management. Model manajemen ini pada dasarnya memberikan peluang yang sangat besar (otonomi) kepada sekolah untuk mengelola dirinya sesuai dengan kondisi yang ada serta memberikan kesempatan kepada masyarakat (stakeholders) untuk ikut berpartisipasi aktif dalam penyelenggaraan pendidikan. Konsekuensi dari pelaksanaan manajemen berbasis sekolah dalam setiap satuan, jenis, dan jenjang pendidikan antara lain sangat diperlukan adanya kemampuan manajerial yang cukup memadai dari kepala sekolah dan didukung oleh adanya kinerja guru yang profesional. Rendahnya kualitas sumber daya manusia merupakan masalah mendasar yang dapat menghambat pembangunan dan perkembangan ekonomi nasional Penataan sumber daya manusia perlu diupayakan secara bertahap dan berkesinambungan melalui sistem pendidikan yang berkualitas baik pada jalur pendidikan formal, informal, maupun non formal, mulai dari pendidikan dasar sampai pendidikan tinggi (Mulyasa,2004:4). Dikatakan lebih lanjut oleh Mulyasa tentang pentingnya pengembangan sistem pendidikan yang berkualitas perlu lebih ditekankan, karena berbagai indikator menunjukkan bahwa pendidikan yang ada belum mampu menghasilkan sumber daya sesuai dengan perkembangan masyarakat dan kebutuhan pembangunan. Keberhasilan pendidikan di sekolah sangat ditentukan oleh keberhasilan kepala sekolah dalam mengelola tenaga kependidikan yang tersedia di sekolah. Kepala
2

sekolah merupakan salah satu komponen pendidikan yang berpengaruh dalam meningkatkan kinerja guru. Kepala sekolah bertanggung jawab atas penyelenggaraan kegiatan pendidikan, administrasi sekolah, pembinaan tenaga kependidikan lainnya, dan pendayagunaan serta pemeliharaan sarana dan prasarana. Hal tersebut menjadi lebih penting sejalan dengan semakin kompleksnya tuntutan tugas kepala sekolah, yang menghendaki dukungan kinerja yang semakin efektif dan efisien.

Kepala sekolah sebagai pimpinan tertinggi yang sangat berpengaruh dan menentukan kemajuan sekolah harus memiliki kemampuan administrasi, memiliki komitmen tinggi, dan luwes dalam melaksanakan tugasnya. Kepemimpinan kepala sekolah yang baik harus dapat mengupayakan peningkatan kinerja guru melalui program pembinaan kemampuan tenaga kependidikan. Oleh karena itu kepala sekolah harus mempunyai kepribadian atau sifat-sifat dan kemampuan serta keterampilan-keterampilan untuk memimpin sebuah lembaga pendidikan. Dalam perannya sebagai seorang pemimpin, kepala sekolah harus dapat memperhatikan kebutuhan dan perasaan orang-orang yang bekerja sehingga kinerja guru selalu terjaga. Sardiman (2005:125) mengemukakan bahwa guru adalah salah satu komponen manusiawi dalam proses belajar mengajar, yang ikut berperan dalam usaha pembentukan sumber daya manusia yang potensial di bidang pembangunan. Oleh karena itu, guru yang merupakan salah satu unsur di bidang kependidikan harus berperan secara aktif dan menempatkan kedudukannya sebagai tenaga profesional, sesuai dengan tuntutan masyarakat yang semakin berkembang. Dalam hal ini guru
3

tidak semata-mata sebagai pengajar yang melakukan transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai pendidik yang melakukan transfer nilai-nilai sekaligus sebagai pembimbing yang memberikan pengarahkan dan menuntun siswa dalam belajar. Temuan penelitian lainya juga menunjukan bahwa kemerosotan mutu hasil belajar murid tidak hanya disebabkan oleh kurangnya motivasi belajar, kurangnya perhatian orang tua, atau kelemahan-kelemahan pada pihak guru, tetapi faktor yang cukup kuat mempengaruhi adalah perilaku kepemimpinan yang tidak tepat pakai dan tidak tepat guna. Dalam usaha mewujudkan tujuan pendidikan, manajemen merupakan faktor yang sangat penting. Oleh karena itu, agar pendidikan dapat maju, maka harus dikelola oleh administrator pendidikan yang profesional. Disamping pentingnya administrator pendidikan yang profesional, usaha yang penting dalam pencapaian tujuan pendidikan adalah kerjasama yang baik antara semua unsur yang ada, termasuk mendayagunakan seluruh sarana dan prasarana pendidikan. Dalam konteks inilah, administrator pendidikan memegang peranan yang cukup penting.

Dalam Peraturan Pemerintah No. 38 Tahun 1992 pasal 3 ayat 3 dijelaskan bahwa pengelola satuan pendidikan terdiri atas kepala sekolah, direktur, ketua, rektor dan pimpinan satuan pendidikan luar sekolah. Kepala sekolah sebagai salah satu pengelola satuan pendidikan juga disebut sebagai administrator, dan disebut juga sebagai manajer pendidikan. Maju mundurnya kinerja sebuah organisasi ditentukan oleh sang manajer. Kepala sekolah sebagai manajer merupakan pemegang kunci maju mundurnya sekolah. Hal ini sejalan dengan pendapat Richardson dan Barbe (1986:
4

kemampuan melihat sekolah dan semua program pendidikan sebagai suatu keseluruhan. ketrampilan hubungan dan ketrampilan tehnikal. Rendahnya kinerja guru harus diidentifikasi penyebabnya. yaitu ketrampilan konseptual.99) yang menyatakan. prosedur dan tehnik pengelolahan kelas. kepala sekolah senantiasa berinteraksi dengan guru bawahannya. 5 . Ada berbagai faktor yang mempengaruhi terhadap kinerja seorang guru. Dalam posisinya sebagai administrator dan manajer pendidikan. Ketrampilan–ketrampilan yang diperlukan dalam mencapai keberhasilan sekolah. kemampuan menjalin hubungan kerjasama secara efektif dan efisien dengan personel sekolah. proses-proses. Pada kondisi semacam ini. menciptakan iklim sekolah yang kondusif dan membangun unjuk kerja personel sekolah serta dapat membimbing guru melaksanakan proses pembelajaran. Rendahnya kinerja guru akan berpengaruh terhadap pelaksanaan tugas yang pada gilirannya akan berpengaruh pula terhadap pencapaian tujuan pendidikan. memonitor dan menilai kegiatan mereka sehari-hari. Ketrampilan tehnikal merupakan kecakapan dan keahlihan yang harus dimiliki kepala sekolah meliputi metodemetode.. Di sekolah. kepala sekolah diharapkan memiliki kemampuan profesional dan ketrampilan yang memadai. Ketrampilan hubungan manusia meliputi. kepala sekolah diharapkan dapat menyusun program sekolah yang efektif. baik secara perorangan maupun kelompok. Ketrampilan konseptual meliputi. “principals is perhaps the most significant single factor in establishing an effective school” (Kepala Sekolah merupakan faktor yang paling penting didalam membentuk sebuah sekolah yang efektif). Dengan kemampuan profesional manajemen pendidikan.

Dalam pelaksanaan tugasnya mendidik. kepala sekolah membangun dan mempertahankan kinerja guru yang positif. persepsi masyarakat selama ini memposisikan guru sebagai kunci 6 . Kondisi guru seperti itulah yang menjadi permasalahan di setiap lembaga pendidikan formal. 4) Kemampuan manajerial Kepala sekolah masih rendah. karena dapat memberikan iklim yang memungkinkan bagi guru berkarya dengan penuh semangat. Berdasarkan fenomena di SD Negeri pada Kecamatan Kendari menunjukan bahwa 1) Rendahnya motivasi kerja kepala sekolah dalam melaksanakan tugasnya. Pertama.kepala sekolah memegang peranan penting. 2) Pengalaman kerja kepala sekolah yang masih minim. Berdasarkan kajian teoretis sebagaimana terdeskripsi diatas. kemajuan dibidang pendidikan membutuhkan administrator pendidikan yang mampu mengelola satuan pendidikan dan mampu meningkatkan kinerja guru dalam mencapai tujuan pendidikan. datang tidak tepat pada waktunya dan tidak mematuhi perintah. selain itu juga ada guru yang sering membolos. ada beberapa alasan yang mendorong penulis untuk melakukan penelitian ini. Kedua. 3) Lemahnya disiplin kerja kepala sekolah dalam melaksanakan tugasnya. ada yang bersemangat dan penuh tanggung jawab. 5) Ketrampilan kepala sekolah dalam menyelesaikan permasalahan belum memuaskan. Dengan adanya guru yang mempunyai kinerja rendah. juga ada guru yang dalam melakukan pekerjaan itu tanpa dilandasi rasa tanggung jawab. Dengan ketrampilan manajerial yang dimiliki. guru memiliki sifat dan perilaku yang berbeda. sekolah akan sulit untuk mencapai hasil seperti yang diharapkan.

Untuk mengkaji dan menganalisis implikasi ketrampilan manajerial kepala terhadap kinerja para guru SD Negeri di Kecamatan Kendari Kota Kendari. 7 . kepala sekolah adalah pihak yang memegang peranan tidak kalah penting.3. Padahal. yang berjalan dengan pesat. Bagaimanakah implikasi ketrampilan manajerial kepala sekolah terhadap kinerja guru SD Negeri di Kecamatan Kendari Kota Kendari ? 2. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dijelaskan di atas maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1. khususnya manajemen pendidikan. Tujuan Penelitian 1. Ketiga. kajian empiris dengan tema ini menarik untuk dilakukan mengingat perkembangan ilmu dan teori manajemen. Di samping guru.2. seorang guru hanyalah salah satu komponen dalam satuan pendidikan di sekolah. 1. Adakah pengaruh positif yang signifikan keterampilan manajerial kepala terhadap kinerja guru SD Negeri di Kecamatan Kendari Kota Kendari ? 1.utama keberhasilan atau kegagalan pendidikan. 2. Dari latar belakang masalah yang dikemukakan di atas maka mendorong penulis memilih judul “ Pengaruh Keterampilan Manajerial Kepala Sekolah Terhadap Kinerja Guru SD Negeridi kecamatan Kendari Kota Kendari”. Untuk mengkaji dan menganalisis pengaruh ketrampilan manajerial kepala Sekolah terhadap kinerja para guru SD Negeri di Kecamatan Kendari Kota Kendari.

1. Sebagai bahan referensi bagi peneliti berikutnya dalam topik yang relevan.4.4. Sebagai bahan pertimbangan dan sumbangan pemikiran guna meningkatkan kinerja guru di SD Negeri Kendari. Manfaat Penelitian 1. b. b.4. c. Sebagai sumbangsih dalam pengembangan ilmu pengetahuan khususnya ilmu manajemen/ kepemimpinan kepala sekolah.2. Memberikan sumbangan pemikiran dan perbaikan dalam kepemimpinan kepala sekolah. 8 . Dari aspek Praktis a.1 Dari aspek teoritis a. Hasil penelitian dapat digunakan sebagai input bagi pimpinan dalam menentukan kebijakan-kebijakan yang berhubungan dengan kepemimpinan kepala sekolah dalam kaitannya dengan peningkatan kinerja guru. 1.

koperatif. (4) ada dua orang atau lebih yang bekerjasama dalam suatu organisasi. Pada prinsipnya pengertian manajemen mempunyai beberapa karakteristik sebagai berikut: (1) ada tujuan yang ingin dicapai. Manajemen merupakan suatu proses pengelolaan sumber daya yang ada mempunyai empat fungsi yaitu perencanaan. terkoordinasi.1. penggerakan. dan pengawasan. Sedangkan. (2) sebagai perpaduan ilmu dan seni. Hal ini sesuai dengan pendapat Terry bahwa bahwa fungsi manajemen 9 . atau mengendalikan. peng-organisasian. (7) merupakan alat untuk mencapai tujuan. tugas dan tanggung jawab. kata manajerial sering disebut sebagai asal kata dari management yang berarti melatih kuda atau secara harfiah diartikan sebagai to handle yang berarti mengurus. manajerial merupakan kata sifat yang berhubungan dengan kepemimpinan dan pengelolaan. Konsep Keterampilan Manajerial Kepala Sekolah Menurut Burhanudin (1990:530) mengatakan bahwa keterampilan sepadan dengan kata kecakapan. dan kepandaian yang disebut dengan skill. Dalam banyak kepustakaan. (5) didasarkan pada pembagian kerja.BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. tata pimpinan atau ketatalaksanaan. menangani. (3) merupakan proses yang sistematis. Sedangkan. dan terintegrasi dalam memanfaatkan unsur-unsurnya. (6) mencakup beberapa fungsi. management merupakan kata benda yang dapat berarti pengelolaan.

Oleh sebab itu. Kegiatan yang dilakukan dalam perencanaan dapat meliputi penetapan tujuan. administrasi perlengkapan. mengapa dikerjakan. administrasi pegawai. dalam rangka mencapai tujuan organisasional. dan administrasi hubungan masyarakat. penggerakan. mengawasi dan mengevaluasi seluruh kegiatan sekolah. Kepala sekolah sebagai top manajemen di lembaga pendidikan Sekolah mempunyai tugas untuk membuat 10 . kapan akan dikerjakan. administrasi siswa. dan pengembangan rencanauntuk mengkoordinasikan kegiatan.1984: 14). yang meliputi bidang proses belajar mengajar. siapa yang mengerjakan dan bagaimana hal tersebut dikerjakan. mengarahkan. penegakan strategi. Di dalam perencanaan ini dirumuskan dan ditetapkan seluruh aktivitas lembaga yang menyangkut apa yang harus dikerjakan. penggerakan. Tugas dan tanggung jawab kepala sekolah adalah merencanakan. merupakan keseluruhan proses pemikiran dan penentuan secara matang tentang hal-hal yang akan dikerjakan di masa yang akan datang dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditentukan. pengorganisasian.mencakup kegiatan perencanaan. administrasi keuangan. di mana dikerjakan. dan pengawasan yang dilakukan untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan melalui pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya. dan pengawasan terhadap seluruh sumber daya yang ada dan kegiatan-kegiatan yang dilakukan di sekolah (Soetopo. pengorganisasian. kepala sekolah pada dasarnya mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk melakukan perencanaan. mengkoordinasikan. administrasi kantor. administrasi perpustakaan. mengorganisasikan. Perencanaan (Planning).

Pengorganisasian merupakan salah satu fungsi manajemen yang perlu mendapatkan perhatian dari kepala sekolah.perencanaan. 2004:15). Fungsi ini perlu dilakukan untuk mewujudkan struktur organisasi sekolah. daya kreasi serta inisiatif yang tinggi dan mampu mendorong 11 . bahwa kegiatan yang dilakukan dalam pengorganisasian dapat mencakup (1) menetapkan tugas yang harus dikerjakan. (2) siapa yang mengerjakan. Oleh sebab itu. dan penentuan sumber daya manusia dan materil yang diperlukan. penentuan hubungan-hubungan pekerjaan di antara mereka dan pemberian lingkungan pekerjaan yang sepatutnya. Penggerakan (actuating). uraian tugas tiap bidang. menurut Terry bahwa pembagian pekerjaan yang direncanakan untuk diselesaikan oleh anggota kelompok pekerjaan. baik dalam bidang program pembelajaran dan kurikulum. dan pengaruh terhadap semua anggota kelompok agar mau bekerja secara sadar dan suka rela dalam rangka mencapai suatu tujuan yang ditetapkan sesuai dengan perencanaan dan pola organisasi. kesiswaan. kepegawaian. diperlukan kemampuan kepala sekolah dalam berkomunikasi. pengarahan. (4) siapa melapor ke siapa. Masalah penggerakan ini pada dasarnya berkaitan erat dengan unsur manusia sehingga keberhasilannya juga ditentukan oleh kemampuan kepala sekolah dalam berhubungan dengan para guru dan karyawannya. keuangan maupun perlengkapan. Pendapat yang sama dikemukakan oleh Robbins (2003:5). adalah aktivitas untuk memberikan dorongan. (3) bagaimana tugas itu dikelompokkan. Pengorganisasian (organizing). wewenang dan tanggung jawab menjadi lebih jelas. (5) di mana keputusan itu harus diambil (Thoha.

(2) mengadakan penilaian atau evaluasi. maka perlu memperhatikan beberapa prinsip berikut: a). Memberikan motivasi untuk dapat mengembangkan potensi yang dimiliki para pegawai melalui ide. g). kemudian apakah perlu diadakan perbaikan. yaitu (1) menetapkan alat ukur atau standar. gagasan dan hasil karyanya. kepala sekolah.. Oleh sebab itu. Memperlakukan para pegawai dengan sebaik-baiknya. e).. b). Menanamkan semangat para pegawai agar mau terus berusaha meningkatkan bakat dan kemampuannya. Memberikan kesempatan yang tepat bagi pengembangan pegawainya. Menghargai setiap karya yang baik dan sempurna yang dihasilkan para pegawai. konselor.semangat dari para guru/ karyawannya. kegiatan pengawasan itu dimaksudkan untuk mencegah 12 . d). f). dapat diartikan sebagai salah satu kegiatan untuk mengetahui realisasi perilaku personel dalam organisasi pendidikan dan apakah tingkat pencapaian tujuan pendidikan sesuai dengan yang dikehendaki. Menguasahan adanya keadilan dan bersikap bijaksana kepada setiap pegawai tanpa pilih kasih. Pada dasarnya ada tiga langkah yang perlu ditempuh dalam melaksanakan pengawasan. dan (3) mengadakan tindakan perbaikan atau koreksi dan tindak lanjut. Pengawasan (controlling). supervisor. Mendorong pertumbuhan dan pengem-bangan bakat dan kemampuan para pegawai tanpa menekan daya kreasinya. c). Untuk dapat menggerakan guru atau anggotanya agar mempunyai semangat dan gairah kerja yang tinggi. dan petugas madrasah lainnya dalam institusi satuan pendidikan. Pengawasan dilakukan untuk mengumpulkan data tentang penyelenggaraan kerja sama antara guru. baik kesempatan belajar maupun biaya yang cukup untuk tujuan tersebut.

kemampuan hubungan kemanusiaan merupakan kemampuan untuk menciptakan dan membina hubungan baik. sarana dan prasarana. hubungan sekolah penunjang lainnya. kurikulum. metode dan teknik dalam suatu aktivitas manajemen secara benar (working with things). dan conceptual skill (kemampuan konseptual). Menurut Katz bahwa kemampuan manajerial itu meliputi technical skill (kemampuan teknik). yaitu kepala sekolah sebagai administrator dan sebagai supervisor. kepala sekolah sebagai supervisor berkaitan dengan kegiatan–kegiatan pelayanan terhadap peningkatan kemampuan profesionalisme guru dalam rangka mencapai proses pembelajaran yang berkualitas. Kepala sekolah sebagai administrator di sekolah mempunyai tugas dan tanggung jawab atas seluruh proses manajerial yang mencakup perencanaan. tata usaha. Untuk dapat melakukan tugas dan tanggung jawab tersebut. Bidang garapan manajemen tersebut dapat meliputi bidang personalia. human skill (kemampuan hubungan kemanusiaan). Kemampuan teknik adalah kemampuan yang berhubungan erat dengan penggunaan alat-alat. kepala sekolah perlu memiliki berbagai kemampuan yang diperlukan. prosedur. Sedangkan. siswa. keuangan. menilai proses dan hasil kegiatan dan sekaligus melakukan tindakan perbaikan. memahami dan mendorong orang lain sehingga mereka 13 dan masyarakat serta unit . Menurut Wahjosumidjo (2002:4) mengemukakan bahwa deskripsi tugas dan tanggung kepala sekolah dapat dilihat dari dua fungsi.penyimpangan dalam pelaksanaan pekerjaan. Sedangkan. dan pengawasan terhadap seluruh bidang garapan yang menjadi tanggung jawab sekolah . penggerakan. pengorganisasian.

yaitu kecerdasan pesonal. Bahkan menurut hasil studi dari Lipham disebutkan bahwa keberhasilan suatu sekolah (madrasah) sangat ditentukan oleh kemampuan kepala madrasah/sekolah dalam mengelola dan memimpin lembaganya. Selain itu.bekerja secara suka rela. menurut Wiles bahwa ada sejumlah keterampilan yang perlu dimiliki oleh seorang pemimpin pendidikan yaitu keterampilan dalam memimpin. mengelola administrasi personalia. menjalin hubungan kerja dengan sesama. dan kecerdasan manajerial. skil dan keterampilan untuk melakukan hubungan sosial dalam konteks tata hubungan profesional maupun sosial. menguasai kelompok. Dengan kata lain. Kemampuan konseptual adalah kemampuan mental untuk mengkoordinasikan. maka kepala sekolah sebagai top manajemen di sekolah mempunyai kedudukan yang sangat penting dan strategis. Dalam kaitannya dengan pengem-bangan personalia di madrasah. dan memadukan semua kepentingan serta kegiatan organisasi. dan keterampilan dalam penilaian. seorang kepala sekolah dalam melaksanakan tugasnya hendaknya mempunyai tiga kecerdasan. kemampuan konseptual ini terkait dengan kemampuan untuk membuat konsep (working with ideas) tentang berbagai hal dalam lembaga yang dipimpinnya (Wahjosumidjo (2002:14) Seiring dengan perubahan paradigma desentralisasi pendidikan dan otonomisasi sekolah/madrasah dengan diberlakukannya suatu model manajemen school based management. kecerdasan professional merupakan 14 . tiada paksaan dan lebih produktif (working with people). kecerdasan profesional. Sedangkan. Kecerdasan personal adalah kemampuan.

2. Dari berbagai pengertian diatas maka dapat diambil kesimpulan bahwa kepemimpinan adalah kemampuan seorang pemimpian untuk mempengaruhi dan menggerakkan orang lain untuk bekerjasama mencapai suatu tujuan kelompok.2004:264).1995:295). komunikasi. maupun melakukan evaluasi (Sahertian. Upaya untuk menilai sukses tidaknya pemimpin itu dilakukan antara lain dengan mengamati dan mencatat sifat-sifat dan kualitas atau mutu perilakunya. membuat perencanaan. atau seni mempengaruhi perilaku orang lain.2000:18). memberikan motivasi. Konsep Kepemimpinan Menurut Soetopo (1984:1) Kepemimpinan adalah suatu kegiatan dalam membimbing suatu kelompok sedemikian rupa sehingga tercapai tujuan dari kelompok itu yaitu tujuan bersama. yang dipakai 15 .2. Sedangkan menurut Handoko (1995:294) bahwa kepemimpinan merupakan kemampuan yang dipunyai seseorang untuk mempengaruhi orang lain agar bekerja mencapai sasaran. atau seni mempengaruhi manusia baik perorangan maupun kelompok (Thoha. pengorganisasian. Kepemimpinan adalah kegiatan untuk mempengaruhi perilaku orang lain.kecerdasan yang diperoleh melalui pendidikan yang berupa keahlian tertentu di bidangnya. Sedangkan menurut Stoner Kepemimpinan adalah suatu proses pengarahan dan pemberian pengaruh pada kegiatan-kegiatan dari sekelompok anggota yang saling berhubungan tugasnya (Handoko. Adapun kecerdasan manajerial adalah kecerdasan yang berkaitan dengan kemampuan untuk melakukan kerja sama dengan mengerjakan sesuatu melalui orang lain. baik kemampuan mencipta.

serta yakin akan manfaatnya. 3) antusiasme pekerjaan mempunyai tujuan yang bernilai. Edwin mengemukakan 6 (enam) sifat kepemimpinan yaitu: 1) kemampuan dalam kedudukannya sebagai pengawas (supervisory ability) atau pelaksana fungsi-fungsi dasar manajemen. Berbagai teori kesifatan juga dikemukakan oleh Ordway Tead dan George R. 4) keramahan dan kecintaan Dedikasi pemimpin bisa memotivasi bawahan untuk melakukan perbuatan yang menyenangkan semua pihak. Teori kesifatan atau sifat dikemukakan oleh beberapa ahli.sebagai kriteria untuk menilai kepemimpinannya. atau kemampuan untuk bertindak tidak tergantung. 6) inisiatif. menyenangkan. Edwin mengemukakan teori mereka tentang teori kesifatan atau sifat kepemimpinan. mencakup kebijakan. mengembangkan serangkaian kegiatan dan menemukan cara-cara baru atau inofasi (Handoko. keuletan. pemikiran kreatif. 5) kepercayaan diri. kekuatan baik jasmani maupun mental untuk mengatasi semua permasalahan. dan daya piker. Terry dalam Kartono (1992:37). 5) 16 . memberikan sukses. atau kemampuan untuk membuat keputusan-keputusan dan memecahkan masalah-masalah dengan cakap dan tepat. mencakup pencarian tanggung jawab dan keinginan sukses. 4) ketegasan. dan dapat membangkitkan antusiasme bagi pimpinan maupun bawahan. 2) kebutuhan akan prestasi dalam pekerjaan.1995:297). atau pandangan pada diri sehingga mampu menghadapi masalah. 2) kesadaran akan tujuan dan arah. mengetahui arah dan tujuan organisasi. Teori kesifatan menurut Ordway Tead adalah sebagaiberikut: 1) energi jasmaniah dan mental Yaitu mempunyai daya tahan. 3) kecerdasan. sehingga dapat diarahkan untuk mencapai tujuan.

watak. 10) kepercayaan Keberhasilan kepemimpinan didukung oleh kepercayaan anak buahnya. mendidik. Pemimpin yang berhasil pasti dapat mengambil keputusan secara cepat. Pemimpin harus bersikap terbuka. tegas dan tepat sebagai hasil dari kearifan dan pengalamannya.integritas. Orang yang cerdas akan mampu mengatasi masalah dalam waktu yang lebih cepat dan cara yang lebih efektif. mengarahkan. merasa utuh bersatu. Terry adalah sebagai berikut: 1) kekuatan. dan menggerakkan anak buahnya untuk berbuat sesuatu. Pemimpin yang baik harus mempunyai kejujuran yang tinggi baik kepada diri sendiri maupun kepada bawahan. Kekuatan badaniah dan rokhaniah merupakan syarat yang pokok bagi pemimpin sehingga ia mempunyai daya tahan untuk menghadapi berbagai rintangan. dan harmonis. dan perilaku bawahan agar bisa menilai kelebihan/kelemahan bawahan sesuai dengan tugas yang diberikan. Pemimpin harus obyektif. Teori Kesifatan menurut George R. 5) obyektif. 9) keterampilan mengajar Pemimpin yang baik adalah yang mampu menuntun. 4) kejujuran. 2) Stabilitas emosi. 8) kecerdasan. Pemimpin memiliki pengetahuan tentang sifat. yaitu percaya bahwa pemimpin dengan anggota berjuang untuk mencapai tujuan. mencari bukti-bukti yang nyata dan sebab musabab dari suatu kejadian dan 17 . 6) Penguasaan teknis. mendorong. 3) pengetahuan tentang relasi insane. Setiap pemimpin harus menguasai satu atau beberapa kemahiran teknis agar ia mempunyai kewibawaan dan kekuasaan untuk memimpin. Pemimpin dengan emosi yang stabil akan menunjang pencapaian lingkungan sosial yang rukun. 7) ketegasan dalam mengambil keputusan. damai. sejiwa dan seperasaan dengan anak buah sehingga bawahan menjadi lebih percaya dan hormat.

yang membawa orang belajar pada sasaran-sasaran tertentu untuk menambah pengetahuan. 12) pengetahuan tentang relasi insan. 3) Inisiatif. 10) keterampilan mengajar. Dia bersikap ramah. mahir mengintegrasikan berbagai opini serta aliran yang berbeda-beda untuk mencapai kerukunan dan keseimbangan. 5) kesadaran akan tujuan dan arah. Pemimpin diharapkan mahir menulis dan berbicara. 8) kemampuan mengajar. 6) dorongan pribadi Keinginan dan kesediaan untuk menjadi pemimpin harus muncul dari dalam hati agar ikhlas memberikan pelayanan dan pengabdian kepada kepentingan umum. 7) keterampilan berkomunikasi. dapat disimpulkan bahwa sifat-sifat kepemimpinan kepala sekolah adalah : 1) kemampuan sebagai pengawas (supervisory ability) 2) kecerdasan. sehingga ia bisa memupuk kerjasama yang baik. keterampilan agar bawahannya bisa mandiri. mudah menangkap maksud orang lain. 9) Keterampilan social. Pemimpin diharapkan juga menjadi guru yang baik. 11) keterampilan social. Agar proses pengembangan para personalia pendidikan berjalan dengan baik.memberikan alasan yang rasional atas penolakannya. Berdasarkan teori-teori tentang kesifatan atau sifat-sifat pemimpin diatas. 8) ketegasan dalam mengambil keputusan. mau menghargai pendapat orang lain. Penguasaan kecakapan teknis agar tercapai efektifitas kerja dan kesejahteraan. 6) stabilitas emosi. 7) obyektif. 1992:25). 10) kecakapan teknis atau kecakapan manajerial (Kartono. mau memberikan loyalitas dan partisipasinya. antara lain dibutuhkan kepemimpinan yang efektif. 4) energi jasmaniah dan mental. Ialah suatu kepemimpinan yang 18 . 9) keterampilan berkomunikasi. terbuka.

Guru sebagai transformator (penerjemah) 4. Guru memainkan multi peran dalam proses pembelajaran yang menyelenggarakan dengan tugas yang amat bervariasi.3. Jika seorang guru telah berpegang dengan ketentuan dan amat bervariasi sehingga di dapatkan guru dapat mewujudkan suasana yang belajar dan mengajar. sehingga akan memudahkan proses pendelegasian dan pemecahan masalah yang semuanya memajukan perencanaan pendidikan. Guru sebagai konservator (pemelihara) 2. yang memperlakukan mereka sesuai dengan bakat. Akan tetapi dari kedua peran tersebut sehingga dapat terjadi arena pemmbelajaran yang dengan tujuan bahwa guru dapat menciptakan suasana yang dan sitasi yang dapat diterima dalam belajar. semangat. Kepemimpinan yang efektif selalu memanfaatkan kerja sama dengan bawahan untuk mencapai cita-cita organisasi. kemampuan. 2. Guru sebagai tramitor (penerus) 3. Dengan cara seperti itu pemimpin akan banyak mendapat bantuan pikiran. yang memberi dorongan untuk berkembang dan mengarahkan diri ke arah tercapainya tujuan lembaga pendidikan. Guru sebagai perencana (planner) 19 . 1. dan tenaga dari bawahan yang akan menimbulkan semangat bersama dan rasa persatuan.menghargai usaha para bawahan. Tugas Guru dalam Proses Pembelajaran Tugas guru dalam profesinya bahwa guru sebagai pendidik dan sebagai pengajar. dan minat masing-masing individu.

Guru sebagai manajer proses pembelajaran 6. e.Kode Etik Guru Indonesia dalam plaksanaan tugasnya sesuai dengan AD/ART PGRI 1994 a. Guru secara pribadi dab bersama-sama mengembangkan dan meningkatkan mutu dan profesinya 20 . 7. f. Guru memiliki dan melaksanakan kejujuran profesional c. Guru memelihara hubungan baik dengan orang tua murid dan masyarakat seitarnya untuk membina peran serta dan tanggung jawab terhadap pendidikan. Guru Sebagai Pemandu (direktur). Guru sebagai fasilitator 10. Sebagai penilai (evaluator) Pemahaman atas tugas dan peran guru dalam penyelenggaraan system pembelajaran seyogianya menjadi kerangka dalam berfikir dalam bahasa tentang penerapan Kode Etik Guru sebagaimana mestinya. Guru sebagai komunikator 9. b. Guru sebagai organisator (penyelenggara) 8. Guru dalam berusaha memperoleh informasi tentang peserta didik sebagai bahan bimbingan dan pembinaan d. Guru menciptakan suasana sekolah sebaik-baiknya untuk menunjang berhasilnya pembelajaran. Guru berbakti membimbing peserta didik untuk membentuk manusia Indonesia yang berjiwa pancasila. Guru sebagai motivator 11.5.

usaha. semangat. penilaian kinerja adalah evaluasi yang sistematis terhadap pekerjaan yang telah dilakukan oleh karyawan dan ditujukan untuk pengembangan. 2. serta waktu. dan kesempatan yang dapat dinilai dari hasil kerjanya (Akadum. Dale Yoder mendefinisikan penilaian kinerja sebagai prosedur yang formal dilakukan di dalam organisasi untuk mengevaluasi pegawai dan sumbangan serta 21 . h. (Hasibuan. Guru secara bersama-sama memelihara dan meningkatkan mutu organisasi sebagai sarana perjuangan. dan kesungguhan. Sulistiyani dan Rosidah menyatakan kinerja seseorang merupakan kombinasi dari kemampuan.4. Guru melaksanakan segala kebijaksanaan pemerintah dalam bidang pendidikan. Konsep Kinerja Guru Akadum (1999:67) mendefinisikan kinerja adalah hasil kerja yang secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Menurut Andrew F. Guru memelihara hubungan sejawat keprofesian. i. kekeluargaan dan kesetiakawanan social. 2005:87).g. Secara definitif Bernandin dan Russell dalam (Akadum. Penilaian kinerja adalah menilai rasio hasil kerja nyata dari standar kualitas maupun kuantitas yang dihasilkan setiap karyawan. 1999:67) juga mengemukakan kinerja adalah suatu hasil kerja yang dicapai seseorang dalam melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya yang didasarkan atas kecakapan. 1999:67). Sikula dalam Hasibuan (2005). pengalaman.

Secara terperinci manfaat penilaian kinerja bagi organisasi. Mengadakan penelitian manajemen personalia. Sedangkan menurut Siswanto (2003: 231) penilaian kinerja adalah suatu kegiatan yang dilakukan manajemen atau penyelia. Mendistribusikan reward dari organisasi atau instansi yang berupa kenaikan pangkat dan promosi yang adil. 4). masih menurut Sulistiyani dan Rosidah dalam Akadum (1999:89) adalah : 1). 3).kepentingan bagi pegawai (Hasibuan. menurut Sulistiyani dan Rosidah dalam Akadum Memotivasi pegawai untuk memperbaiki kinerjanya. Adapun tujuan penilaian (1999:67) adalah: 1). Penilai untuk menilai kinerja tenaga kerja dengan cara membandingkan kinerja atas kinerja dengan uraian atau deskripsi pekerjaan dalam suatu periode tertentu biasanya setiap akhir tahun. 2). Penyesuaian22 . Berdasarkan pengertian tentang kinerja di atas dapat disimpulkan bahwa kinerja adalah hasil atau taraf kesuksesan yang dicapai seseorang dalam bidang pekerjaannya menurut kriteria tertentu dan dievaluasi oleh orang-orang tertentu terutama atasan pegawai yang bersangkutan. 2005:25). Melalui penilaian tersebut. maka dapat diketahui bagaimana kondisi riil pegawai dilihat dari kinerja dan dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan. Tujuan Penilaian kinerja sangat bermanfaat bagi dinamika pertumbuhan organisasi secara keseluruhan. Untuk mengetahui tujuan dan sasaran manajemen dan pegawai.

menilai hasil pembelajaran. Dengan demikian. 23 . pemecatan. Pelaksanaan tugas dan tanggung jawab tersebut merupakan pengekspresian seluruh potensi dan kemampuan yang dimiliki seseorang serta menuntut adanya kepemilikan yang penuh dan menyeluruh. Pengambilan keputusan dalam hal penempatan promosi. 2). mutasi. Untuk kepentingan penelitian pegawai Kinerja (performance) merupakan aktivitas seseorang dalam melaksanakan tugas pokok yang dibebankan kepadanya. Hal ini berarti bahwa selain mengajar atau proses pembelajaran. melakukan pembimbingan dan pelatihan. munculnya kinerja seseorang merupakan akibat dari adanya suatu pekerjaan atau tugas yang dilakukan dalam kurun waktu tertentu sesuai dengan profesi dan job deskcription individu yang bersangkutan. pemberhentian dan perencanaan pegawai. serta melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. tugas guru sebagaimana disebutkan dalam Pasal 39 ayat 2 adalah merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran. guru juga mempunyai tugas melaksanakan pembimbingan maupun pelatihan pelatihan bahkan perlu melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat sekitar. 5). Perbaikan kinerja 3). Sebutan guru dapat menunjukkan suatu profesi atau jabatan fungsional dalam bidang pendidikan dan pembelajaran. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Indonesia Pasal 39 ayat 3 dinyatakan bahwa pendidik yang mengajar pada satuan pendidikan dasar dan menegah disebut guru. Sementara itu.penyesuaian kompensasi. Kebutuhan latihan dan pengembangan 4). Dalam Undang-Undang No. atau seseorang yang menduduki dan melaksanakan tugas dalam bidang pendidikan dan pembelajaran.

kompetensi professionaladalah kemampuan dalam penguasaan materi pembelajaran dan bidang keahliannya. serta sikap continous improvement. Menurut Muhaimin (2001:63). dan keterampilan yang terkait dengan bidang tugasnya. arif. Kompetensi sosial berkaitan dengan kemampuan hubungan antar pribadi dan dalam kehidupan bermasyarakat. kompetensi kepribadian. Guru yang mempunyai kompetensi profesional akan terlihat dalam pelaksanaan tugas dan tanggung jawabnya di sekolah/ madrasah tempat ia bekerja.Untuk dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya. dan kompetensi professional. sikap komitmen terhadap mutu proses dan hasil kerja. yakni selalu berusaha memperbaiki dan memperbaharui model-model atau cara kerjanya sesuai dengan tuntutan jaman yang dilandasi oleh kesadaran yang tinggi bahwa tugas mendidik adalah tugas menyiapkan generasi penerus yang akan hidup pada jamannya dimasa yang akan datang. maka seorang guru harus mempunyai sejumlah kompetensi atau menguasai sejumlah pengetahuan. Sedangkan. Dalam konteks proses pembelajaran di kelas. mengemukakan bahwa seorang guru dikatakan telah mempunyai kemampuan profesional jika pada dirinya melekat sikap dedikatif yang tinggi terhadap tugasnya. berakhlak mulia. sedang kompetensi kepribadian adalah kemampuan pribadi yang mantap. Kompetensi pedagogik adalah berkaitan dengan kemampuan mengelola pembelajaran. Kompetensi yang harus dimiliki oleh guru dapat mencakup kompetensi pedagogik. guru yang mempunyai kemampuan professional berarti yang bersangkutan dapat melaksanakan proses pembelajaran 24 . kompetensi sosial. sikap. dan berwibawa serta menjadi teladan peserta didik.

Ketiga. yang terdiri atas (1) mampu memberikan umpan balik yang positif terhadap respon peserta didik. penghargaan terhadap peserta didik. (2) mampu bertanya atau memberikan tugas yang memerlukan tingkatan berpikir yang berbeda untuk semua peserta didik. (3) mampu menerima. (2) mampu memberikan respon yang bersifat membantu terhadap peserta didik yang lamban dalam belajar. Kedua. (8) mampu meminimalkan friksi-friksi di kelas.secara efektif. bahwa guru yang efektif mempunyai ciriciri sebagai berikut: Pertama. mempunyai kemampuan yang terkait dengan pemberian umpan balik (feed back) dan penguatan (reinforcement). (3) mampu memberikan tindak lanjut terhadap jawaban peserta didik yang kurang memuaskan. mengakui dan memperhatikan peserta didik secara ikhlas. (5) mampu menciptakan atmosfir untuk tumbuhnya kerjasama dan kohesivitas dalam dan antar kelompok peserta didik. mengalihkan perhatian. Menurut Davis dan Thomas. dan mampu memberikan transisi substansi bahan ajar dalam proses pembelajaran. 25 . mempunyai pengetahuan yang terkait dengan iklim belajar di kelas yang mencakup (1) memiliki keterampilan interpersonal khususnya kemampuan untuk menunjukkan empati. suka menyela. (2) menjalin hubungan yang baik dengan peserta didik. kemampuan yang terkait dengan strategi manajemen pembelajaran. (4) menunjukkan minat dan antusias yang tinggi dalam mengajar. (7) mampu mendengarkan peserta didik dan menghargai haknya untuk berbicara dalam setiap diskusi. yang mencakup (1) mempunyai kemampuan untuk menghadapi dan menanggapi peserta didik yang tidak mempunyai perhatian. dan ketulusan. (6) mampu melibatkan peserta didik dalam mengorganisir dan merencanakan kegiatan pembelajaran.

pelaksanaan kegiatan pembelajaran dan evaluasi hasil pembelajaran. 2001:3) . (2) mampu memperluas dan menambah pengetahuan mengenai metode-metode pembelajaran. Berkaitan dengan kinerja guru dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Kinerja Guru yang baik tentunya tergambar pda penampilan mereka baik dari penampilan kemampuan akademik maupun kemampuan profesi menjadi guru artinya mampu mengelola pengajaran di dalam kelas dan mendidik siswa di luar kelas dengan sebaik-baiknya. melaksanakan proses pembelajaran yang bermutu.(4) mampu memberikan bantuan profesional kepada peserta didik jika diperlukan. Kinerja guru yang dicapai harus berdasarkan standar kemampuan profesional selama melaksanakan kewajiban sebagai guru di sekolah. Kinerja guru adalah kemampuan dan usaha guru untuk melaksanakan tugas pembelajaran sebaik-baiknya dalam perencanaan program pengajaran. serta menilai dan mengevaluasi hasil pembelajaran. (3) mampu memanfaatkan perencanaan guru secara berkelompok untuk menciptakan dan mengembangkan metode pembelajaran yang relevan dalam (Suyanto. mempunyai kemampuan yang terkait dengan peningkatan diri yang mencakup (1) mampu menerapkan kurikulum dan metode mengajar secara inovatif. Keempat. terdapat Tugas Keprofesionalan Guru menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 pasal 20 (a) Tentang Guru dan Dosen yaitu merencanakan pembelajaran. Unsur-unsur yang perlu diadakan penilaian dalam proses penilaian kinerja guru menurut Siswanto dalam Lamatenggo (2001:34) adalah sebagai berikut : 26 .

Tanggung Jawab. 5).Kejujuran. Tanggung jawab adalah kesanggupan seorang tenaga kerja dalam menyelesaikan tugas dan pekerjaan yang diserahkan kepadanya dengan sebaik-baiknya dan tepat waktu serta berani membuat risiko atas keputusan yang diambilnya. Kerja sama adalah kemampuan tenaga kerja untuk bekerja bersamasama dengan orang lain dalam menyelesaikan suatu tugas dan pekerjaan yang 27 . c). Menurut Westra dalam Akadum (1999:86) Untuk mengukur adanya tanggung jawab dapat dilihat dari: a).1). Kerja Sama. Kesetiaan. Kejujuran adalah ketulusan hati seorang tenaga kerja dalam melaksanakan tugas dan pekerjaan serta kemampuan untuk tidak menyalahgunakan wewenang yang telah diberikan kepadanya. Prestasi kerja adalah kinerja yang dicapai oleh seorang tenaga kerja dalam melaksanakan tugas dan pekerjaan yang diberikan kepadanya. Kemampuan menyelesaikan tugas dengan tepat dan benar. Tanggung jawab dapat merupakan keharusan pada seorang karyawan untuk melakukan secara layak apa yang telah diwajibkan padanya. peraturan yang berlaku dan menaati perintah yang diberikan atasan yang berwenang. Kesetiaan adalah tekad dan kesanggupan untuk menaati. 3). b). Melaksanakan tugas dan perintah yang diberikan sebaik-baiknya. Kesanggupan dalam melaksanakan perintah dan kesanggupan kerja. 6). 2). Ketaatan adalah kesanggupan seseorang untuk menaati segala ketetapan. melaksanakan dan mengamalkan sesuatu yang ditaati dengan penuh kesabaran dan tanggung jawab. 4). Ketaatan. Prestasi Kerja.

telah ditetapkan sehingga mencapai daya guna dan hasil guna yang sebesarbesarnya. melaksanakan proses pembelajaran. Kepemimpinan. Prakarsa adalah kemampuan seseorang tenaga kerja untuk mengambil keputusan langkah-langkah atau melaksanakan suatu tindakan yang diperlukan dalam melaksanakan tugas pokok tanpa menunggu perintah dan bimbingan dari atasan.. b. Adanya kemauan untuk membantu dalam melaksanakan tugas. 7). Adanya kemauan untuk memberi dan menerima kritik dan saran. d. Kesadaran karyawan bekerja dengan sejawat. atasan maupun bawahan. 8). Kriteria adanya kerjasama dalam organisasi adalah: a. c. 2. keterampilan dan sikap serta nilai yang direfleksikan dalam kebiasaan berfikir dan bertindak setelah mengikuti kegiatan pembelajaran. Prakarsa. Faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja guru 28 . Tindakan seseorang bila mengalami kesulitan dalam melaksanakan tugas. Kepemimpinan yang dimaksud adalah kemampuan kepala sekolah dalam membina dan membimbing guru untuk melaksanakan KBM terutama kegiatan merencanakan.5. Kepemimpinan adalah kemampuan seseorang untuk meyakinkan orang lain sehingga dapat dikerahkan secara maksimal untuk melaksanakan tugas pokok. serta menilai dan mengevaluasi hasil pembelajaran mengarah pada tercapainya kompetensi dasar yang harus dikuasai siswa terkait dengan pengetahuan.

Jadi guru memiliki peran utama dalam sistem pendidikan nasional khususnya dan kehidupan kita umumnya. tingkat kualitas kinerja guru di sekolah memang banyak faktor yang turut mempengaruhi.Kinerja Guru akan menjadi optimal. dan 4. karyawan. 2001:35) Selain itu. bilamana diintegrasikan dengan komponen sekolah baik kepala sekolah. dan kepercayaan masyarakat yang kuat. Dengan demikian nampaklah bahwa kepemimpinan kepala sekolah dan fasilitas kerja akan ikut menentukan baik buruknya kinerja guru (Lamatenggo. Pekerjaan penyemaian yang baik itu adalah pekerjaan seorang guru. selain ada kemajemukan peserta. 2). Faktor-faktor Penyebab Rendahnya Profesionalisme Guru dalam pendidikan nasional kita memang tidak secerah di negara-negara maju. Fasilitas kerja. Tingkat kualitas kinerja guru ini selanjutnya akan turut menentukan kualitas lulusan yang dihasilkan serta pencapaian lulusan yang dihasilkan serta pencapaian keberhasilan sekolah secara keseluruhan (Lamatenggo. juga merupakan tempat bertemunya bibit-bibit unggul yang sedang tumbuh dan perlu penyemaian yang baik.) Kepercayaan personalia sekolah. peraturan dan kebijakan yang berlaku. guru. 3). 29 . institusi yang cukup mapan. baik faktor internal guru yang bersangkutan maupun faktor yang berasal dari guru seperti fasilitas sekolah. Baik institusi maupun isinya masih memerlukan perhatian ekstra pemerintah maupun masyarakat. maupun anak didik. Kepemimpinan kepala sekolah. dan kondisi lingkungan lainnya. 2001:98) . Harapan-harapan. kualitas manajerial dan kepemimpinan kepala sekolah. fasilitas kerja. Dalam pendidikan formal. Menurut Pidarta bahwa ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kinerja guru dalam melaksanakan tugasnya yaitu :1).

Rendahnya gaji berimplikasi pada kinerjanya. Tidak adanya kemandirian atau otonomi itulah yang mematikan profesi guru dari sebagai pendidik menjadi pemberi instruksi atau penatar. (2) belum adanya standar 30 . Selain faktor di atas faktor lain yang menyebabkan rendahnya profesionalisme guru disebabkan oleh antara lain. karena ia paham bagaimana harus menjalankan profesinya namun karena tidak sesuai dengan kehendak pemberi petunjuk atau komando maka cara-cara para guru tidak dapat diwujudkan dalam tindakan nyata.Guru sangat mungkin dalam menjalankan profesinya bertentangan dengan hati nuraninya. (1) masih banyak guru yang tidak menekuni profesinya secara utuh. Bahkan sebagai penatarpun guru tidak memiliki otonomi sama sekali. Selain itu. Dengan dituntutnya guru setiap kali mengajar membuat SP maka waktu dan energi guru banyak terbuang. (1) profesi keguruan kurang menjamin kesejahteraan karena rendah gajinya. seorang guru yang telah memiliki pengalaman mengajar di atas lima tahun sebetulnya telah menemukan pola belajarnya sendiri. Hal ini disebabkan oleh banyak guru yang bekerja di luar jam kerjanya untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari sehingga waktu untuk membaca dan menulis untuk meningkatkan diri tidak ada. ruang gerak guru selalu dikontrol melalui keharusan membuat satuan pelajaran (SP). Guru selalu diinterpensi. Akadum (1999:16) menyatakan dunia guru masih terselingkung dua masalah yang memiliki mutual korelasi yang pemecahannya memerlukan kearifan dan kebijaksanaan beberapa pihak terutama pengambil kebijakan. Waktu dan energi yang terbuang ini dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan dirinya. Padahal. (2) profesionalisme guru masih rendah.

Namun demikian di masa mendatang PGRI sepantasnya mulai mengupayakan profesionalisme para anggo-tanya. (4) kurangnya motivasi guru dalam meningkatkan kualitas diri karena guru tidak dituntut untuk meneliti sebagaimana yang diberlakukan pada dosen di perguruan tinggi. (3) kemungkinan disebabkan oleh adanya perguruan tinggi swasta sebagai pencetak guru yang lulusannya asal jadi tanpa mempehitungkan outputnya kelak di lapangan sehingga menyebabkan banyak guru yang tidak patuh terhadap etika profesi keguruan. Hal ini terbukti dari masih belum mantapnya kelembagaan pencetak tenaga keguruan dan kependidikan. pemerintah berupaya untuk mencari alternatif untuk meningkatkan profesi guru. (3) pengakuan terhadap ilmu pendidikan dan keguruan masih setengah hati dari pengambilan kebijakan dan pihak-pihak terlibat. Kecenderungan PGRI bersifat politis memang tidak bisa disalahkan. (4) masih belum smooth-nya perbedaan pendapat tentang proporsi materi ajar yang diberikan kepada calon guru. Akadum (1999:17) juga mengemukakan bahwa ada lima penyebab rendahnya profesionalisme guru. (2) rentan dan rendahnya kepatuhan guru terhadap norma dan etika profesi keguruan. Dengan melihat adanya faktor-fak tor yang menyebabkan rendahnya profesionalisme guru. 31 . (5) masih belum berfungsi PGRI sebagai organisasi profesi yang berupaya secara makssimal meningkatkan profesionalisme anggotanya. (1) masih banyak guru yang tidak menekuni profesinya secara total.profesional guru sebagaimana tuntutan di negara-negara maju. terutama untuk menjadi pressure group agar dapat meningkatkan kesejahteraan anggotanya.

yang bekerja dengan kinerja yang tinggi. Hipotesis Penelitian Hipotesis adalah suatu jawaban yang bersifat sementara terhadap permasalahan penelitian sampai terbukti melalui data yang terkumpul setelah menentapkan anggapan dasar maka lalu membuat teori sementara yang kebenarannya masih perlu diuji . (Arikunto. Dalam perannya sebagai pemimpin. guru juga sebagai pendidik yang melakukan transfer nilai-nilai sekaligus sebagai pembimbing yang memberikan pengarahan dan menuntun siswa dalam belajar. 1998: 67) 32 .2. Kepemimpinan yang efektif dapat tercipta apabila kepala sekolah memiliki sifat. Kinerja guru akan menjadi optimal. perilaku dan keterampilan yang baik untuk memimpin sebuah organisasi sekolah. Untuk itu guru harus berperan aktif dan menempatkan kedudukannya sebagai tenaga profesional. bila diintegrasikan dengan komponen sekolah.7. baik kepala sekolah maupun sarana prasarana kerja yang memadai. kepala sekolah harus mampu untuk mempengaruhi semua orang yang terlibat dalam proses pendidikan yaitu guru dan fasilitas kerja yang akhirnya mencapai tujuan dan kualitas sekolah. 2. Selain itu.6. Kerangka Berpikir Guru memiliki tugas sebagai pengajar yang melakukan transfer pengetahuan.

Dalam penelitian ini yang menjadi hipotesis kerja (Ha) yaitu “ada pengaruh positif Ketrampilan Manajerial kepala sekolah terhadap kinerja guru SD Negeri di kecamatan Kendari Kota Kendari”. 33 .

Berdasarkan permasalahan yang diteliti. Tipe Penelitian Tipe penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian ini adalah rencana dan sruktur penyelidikan yang disusun sedemikian rupa sehingga peneliti akan memperoleh jawaban untuk pertanyaan . Variabel Penelitian 34 . Variabel Penelitian. 1990:483). 3.pertanyaan penelitiannya” (Kerlinger.2.1.1. maka metode dan jenis penelitian ini menggunakan penelitian Ex-Post Facto atau pengukuran sesudah kejadian dan deskriptif korelasional. Definisi Variabel dan Operasionalisasi Variabel 3.2.BAB III METODE PENELITIAN 3. Metode ini dipergunakan karena penelitian ini berusaha untuk menemukan ada tidaknya pengaruh ketrampilan manajerial kepala sekolah terhadap kinerja guru SD Negeri di kecamatan Kendari Kota Kendari.

Hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat Dimana : X Y = Ketrampilan manajerial kepala sekolah.2. = Kinerja Guru 3. konstelasi hubungan antara variabel penelitian X Y Gambar 1. maka perlu ditegaskan beberapa istilah sebagai berikut: 1.Variabel dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Ketrampilan manajerial kepala sekolah yang merupakan variable bebas (X) yang mempengaruhi variabel terikat.2. Sedangkan kinerja guru (Y) sebagai variabel terikat yang dipengaruhi oleh variabel bebas. Untuk mengetahui tentang pengaruh ketrampilan manajerial kepala sekolah terhadap kinerja guru di SD Negeri di kecamatan Kendari Kota Kendari dapat dilihat pada gambar berikut: Gambar 2. Definisi operasional variabel Untuk menyamakan persepsi dan kesamaan konsep dalam mengartikan istilah. Ketrampilan manajerial kepala sekolah adalah kecerdasan yang berkaitan dengan kemampuan untuk melakukan kerja sama dengan mengerjakan sesuatu melalui 35 .

Kinerja Guru adalah kemampuan dan usaha guru untuk melaksanakan tugas pembelajaran sebaik-baiknya dalam perencanaan program pengajaran. memberikan motivasi. Masingmasing pilihan jawaban diberi skor 3 = Selalu. Y = Skor dari uji coba kedua. Y2 = Kuadrat skor instrumen uji coba kedua. pelaksanaan kegiatan pembelajaran dan evaluasi hasil pembelajaran. X2 = Kuadrat skor instrumen uji coba pertama. 2. Dari dua variabel tersebut dibuat skala penilaian dengan rentang jawaban 3 sampai dengan 1. pengorganisasian. maupun melakukan evaluasi. Validitas dengan menggunakan rumus korelasi product moment: rXY = keterangan : X = Skor dari uji coba pertama. komunikasi. adapun rumus mencari validitas dan reliabilitas adalah sebagai berikut: 1. membuat perencanaan. 36 . baik kemampuan mencipta. Arikunto (1990:225) XY = Hasil kali skor X dengan Y untuk setiap responden. 2 = Kadang – kadang dan 1 = Tidak pernah. Sebelum digunakan instrumen tersebut terlebih dahulu diuji cobakan untuk mengetahui tingkat validitas dan reliabilitasnya.orang lain. Pada penelitian ini instrumen yang digunakan adalah kuesioner yaitu untuk memperoleh data dan informasi tentang ketrampilan manajerial kepala sekolah dan kinerja guru di SD Negeri di kecamatan Kendari Kota Kendari.

Populasi dan Sampel Tujuan penelitian yang dilakukan adalah untuk mencari karakteristik dari populasi atau untuk mencari pola hubungan antar karakteristik tersebut. 37 . peneliti melakukan penarikan sampel yang jumlahnya relatif sedikit kemudian menemukan karakteristik sampel tersebut untuk kemudian digeneralisasikan pada populasi yang jumlahnya lebih besar. Untuk mencapai tujuan yang dimaksud. 3. Sedangkan populasi dalam penelitian ini adalah semua SD Negeri di Kecamatan Kendari Kota Kendari yang berjumlah 15 Sekolah. Reliabilitas dengan menggunakan rumus Alpha: r11 = [ ] [1- ] Arikunto (1998:193) Keterangan : r11 = reliabilitas instrument k= Banyaknya butir pertanyaan ∑σb2 = Jumlah varians butir σt2 = Varians total Kedua rumus tersebut di atas menggunakan kriteria dengan tingkat signifikansi 5 % dimana jika r hitung ≥ r tabel maka item tersebut dikatakan valid dan reliabel. Metode penarikan sampel adalah dengan purposive sampling.4.2.

yaitu penelitian kuantitatif.2007). Dokumentasi . dokumen. \Responden dalam penelitian ini adalah : Kepala Sekolah dari 3 sekolah yang termasuk sampel penelitian.yakni penarikan sampel berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tertentu tentang apa yang diketahui. yaitu mencari data yang berupa catatan. artinya dari data yang diperoleh 38 .5. sebagai pelengkap data primer.6. Kuesioner. 3.. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan sebagai berikut: 1. peneliti mempersiapkan daftar pertanyaan yang akan diisi oleh responden guna memperoleh data dan informasi tentang ketrampilan manajerial kepala sekolah SD Negeri di Kota Kendari. Teknik Analisis Data Sesuai dengan tipe penelitian. Responden/Informan yang dijadikan sampel merupakan orang yang sengaja dipilih berdasarkan pemikiran logis karena dipandang sebagai sumber data atau informasi yang mempunyai relevansi dengan topik penelitian. tiga sekolah sebagai sampel dalam penelitian ini berdasarkan tingkat akreditasi sekolah yaitu SD Negeri 1 Kecamatan Kendari yang terakreditasi A (amat baik) . (anonim . maka data yang diperoleh selanjutnya dianalisa secara kuantitatif. SD Negeri 3 Kecamatan Kendari terakreditasi B (baik) dan SD Negeri 7 Kecamatan Kendari terakreditasi C (cukup). 2. Mereka adalah informasi kunci (key person) yang dapat memberikan informasi terkait dengan masalah yang diteliti. serta seluruh Dewan Guru ke tiga sekolah tersebut 3.

X = Kinerja guru SD Negeri di kecamatan Kendari Kota Kendari. Untuk pengujian signifikansi koefesien dan koefesien regresi berganda menggunakan t – test sebagai berikut : 39 . dengan menggunakan analisa Regresi Linear sederhana dengan formula dari Sugiono (1994. Adapun perhitungan analisis regresi linear sederhana seperti yang tersebut di atas.52) sbb: Ŷ=a+bX keterangan : Ŷ = Prediksi pengaruh ketrampilan manajerial Kepala sekolah.dilakukan pemaparan berupa tabel persentase dan frekwensi serta interpretasi secara mendalam untuk mengetahui pengaruh ketrampilan manajerial kepala sekolah terhadap terhadap kinerja guru di SD Negeri di kecamatan Kendari Kota Kendari. .0 For Windows. peneliti menganalisisnya dengan bantuan SPSS 13. Analisis hipotesis dilakukan untuk mengetahui pengaruh ketrampilan manajerial kepala sekolah terhadap terhadap kinerja guru di SD Negeri di kecamatan Kendari Kota Kendari. dan selanjutnya mendapatkan kesimpulan. a = Konstanta b = Koefesien regresi.

154) sebagai berikut : F-test = Kriteria pengujian hipotesis sebagai berikut : . maka Ha diterima. 40 . Jika nilai t test > nilai t – tabel. maka Ho diterima.T – test = Kriteria pengujian hipotesis sebagai berikut : Jika nilai t test < nilai t – tabel. maka Ho diterima.Jika nilai F hitung < nilai F tabel. artinya ada pengaruh yang signifikan antara ketrampilan manajerial Kepala Sekolah terhadap kinerja guru SD Negeri di Kecamatan Kendari Kota Kendari. artinya tidak ada pengaruh yang signifikan antara ketrampilan manajerial Kepala Sekolah terhadap kinerja guru SD Negeri di Kecamatan Kendari Kota Kendari . maka Ha diterima.Jika nilai F hitung ≥ nilai F tabel. Untuk menguji signifikansi persamaan regresi berganda secara keseluruhan menggunakan formula F-test dari Sugiyono (1998 .

Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini akan dilaksanakan di SD Negeri 1. Selanjutnya untuk interprestasi hasil angket dari penelitian ini adalah sebagai berikut : 76 % . 40 % .100 % dikategorikan baik. Tabel 3 : Jadwal Penelitian Bulan ke No 1 2 3 Kegiatan Penyusunan proposal Seminar proposal Pelaksanaan penelitian I X X X II III IV V VI 41 . Kurang dari 40 % dikategorikan tidak baik.75 % dikategorikan cukup. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada jadwal penelitian dibawah ini. Sumber : Arikunto (1998: 246) 3.Sedangkan rancangan uji hipotesis dengan menggunakan taraf signifikansi 5 % atau taraf kepercayaan 95 % dengan melakukan pengujian satu atau dua arah. SD Negeri 3 dan SD Negeri 7 Kendari dengan waktu pelaksanaan selama 6 (enam) bulan yang dimulai dari sejak pengajuan proposal ini.7.55 % dikategorikan kurang baik. 56 % .

4 Pengolahan dan analisis data Seminar hasil penelitian Perbaikan Ujian tutup X X X 4 X 5 6 X X . Prosedur Penelitian.com/News/1999/01/220199/OpEd. Suharsimi. T. Malayu S. Bumi Aksara dan Kepemimpinan Handoko. 1995. ……………………. (Online).suarapembaharuan. Jakarta: PT. Yogyakarta: BPFE Hasibuan. 1998. 1990. (http://www. Manajemen Penelitian. Manajemen. Akadum. 2005. Jakarta: Rineka Cipta. Bumi Aksara 42 . Manajemen Sumber Daya Manusia. Burhanudin. P. 1999. Jakarta: PT. Hlm. DAFTAR PUSTAKA Arikunto. Potret Guru Memasuki Milenium Ketiga. Hani. 1-2. diakses 7 Juni 2001). 1990. Suara Pembaharuan. Analisis Administrasi Manajemen Pendidikan. H. Yogyakarta: Rineka Cipta.

Raja Grafindo Persada Suyanto. 1992. E. Jakarta: PT. ” Tesis Mulyasa. Menjadi Kepala Sekolah Profesional Dalam Konteks Menyukseskan MBS dan KBK. Raja Grafindo Persada Wahjosumidjo. Pemimpin dan Kepemimpinan. 2004. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Manajemen Tenaga Kerja Indonesia Pendekatan Administratif dan Operasional. Kepemimpinan dan Supervisi Pendidikan. Jakarta: PT. Hendiyat 1984. Jakarta: PT. 16 Februari Siswanto. 2002. Remaja Rosda Karya Sugiyono.Kartono. 2003. 2001“Guru yang Profesional dan Efektif”. Jumat. Kepemimpinan Kepala Sekolah Tinjauan Teoritik dan Permasalahannya. 2004. Kinerja Guru: Korelasi antara Persepsi Guru terhadap Perilaku Kepemimpinan Kepala Sekolah. Metode Penelitian Administrasi. 2005. Jakarta: Bumi Aksara Soetopo. Jakarta: PT. Bandung: PT. Raja Grafindo Persada Lamatenggo. Raja Grafindo Persada 43 . Bandung. Perilaku Organisasi Konsep Dasar dan Aplikasinya. Harian Kompas. Miftah. Bina Aksara Thoha. Jakarta: PT. 2001. 1994. Alfabet. Kartini. Jakarta: Universitas Negeri Jakarta. Motivasi Kerja dan Kinerja Guru SD di Gorontalo” . Sardiman.

44 .

45 .

46 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->