P. 1
ADB (1998) Kebijakan Anti Korupsi

ADB (1998) Kebijakan Anti Korupsi

|Views: 264|Likes:
Published by adi_sucipto_4

More info:

Published by: adi_sucipto_4 on Jul 19, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/16/2014

pdf

text

original

PERINGATAN Dokumen ini telah diterjemahkan dari Bahasa Inggris untuk menjangkau pengguna yang lebih luas.

Namun, Bahasa Inggris adalah bahasa resmi Asian Development Bank (ADB) dan hanya dokumen asli yang ditulis dalam Bahasa Inggris yang merupakan teks yang otentik (resmi dan otoritatif). Segala sitiran harus mengacu ke dokumen aslinya dalam Bahasa Inggris.

ASIAN DEVELOPMENT BANK

KEBIJAKAN ANTI KORUPSI

Juni 1998

2

DAFTAR SINGKATAN

ADB BPMSD

Asian Development Bank Budget, Personnel & Management Systems Department

ADB Pembangunan Asia Departemen Anggaran, Personalia & Sistem Manajemen, ADB

COSO CRS DMC GDP IBRD IFI IMF MDB NGO OAS

Central Operations Services Office Congressional Research Service Developing Member Country Gross Domestic Product International ADB for Reconstruction and Development International Financial Institutions International Monetary Fund Multilateral Development Bank Nongovernment Organization Office of Administrative Services

Kantor Pelayanan Operasional Pusat, ADB Pelayanan Penelitian Kongres Negara Anggota yang Sedang Berkembang Produk Domestik Bruto Bank Dunia Lembaga-Lembaga Keuangan Internasional Dana Moneter Internasional Bank Pembangunan Multilateral Lembaga Swadaya Masyarakat Kantor Pelayanan Administratif, ADB

3

OAS OECD OGA OGC SPO TA TI UNDP USAID

Organization of American States

Organisasi Negara-Negara Amerika

Organization for Economic Cooperation and Development Organisasi Kerjasama dan Pembangunan Ekonomi Office of General Auditor Office of General Counsel Strategy and Policy Office Technical Assistance Transparency International United Nations Development Programme United States Agency for International Development Kantor Pemeriksa/Auditor, ADB Kantor Penasehat Hukum, ADB Kantor Strategi dan Kebijakan, ADB Bantuan Teknis Transparansi Internasional Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat

CATATAN

Dalam Laporan ini, $ berarti Dolar Amerika Serikat

4

II. IKHTISAR I. Tujuan No. Tujuan No. IV V. 1: Mendukung Pasar yang Kompetitif dan Administrasi Publik yang Efisien. Bertanggung Jawab dan Transparan B.2: Mendukung Upaya-upaya Anti Korupsi yang Menjanjikan atas Dasar Kasus per Kasus dan Meningkatkan Mutu Dialog tentang Masalah-masalah Kepemerintahan C. III. KESIMPULAN DAN SARAN 61 75 54 46 6 18 26 28 34 44 LAMPIRAN-LAMPIRAN . Tujuan No.DAFTAR ISI Halaman No. Efektif. 3: Memastikan agar Proyek-proyek dan Staf ADB Mengikuti Standar Etika yang Tertinggi VI. PENDAHULUAN TANGGAPAN ADB DEFINISI KORUPSI BIAYA-BIAYA YANG DIAKIBATKAN KORUPSI POSISI ADB DALAM PERMASALAHAN ANTI KORUPSI A.

Pendekatan yang seimbang untuk memerangi korupsi harus membahas kedua sisi secara seimbang dan membuat menjadi lebih sulit dan berbahaya bagi mereka yang ingin memberikan suap dan juga bagi mereka yang ingin menerimanya. analisa empiris terakhir menunjukkan bahwa meskipun dampak-dampak korupsi adalah kompleks dan beragam. telah timbul suatu kombinasi faktor-faktor yang kuat di negaranegara donor dan penerima yang memberikan momentum bagi upaya global anti korupsi. Bank Pembangunan Asia (ADB) menyambut baik penekanan pada inisiatif anti korupsi ini sebagai bagian dari pekerjaannya yang lebih luas pada masalah-masalah di bidang pemerintahan. Hal tersebut juga dapat ditemukan di sektor swasta dan dalam interaksi antara sektor-sektor publik dan swasta. Pada waktu yang bersamaan. Sebagai suatu lembaga pembangunan multilateral yang besar dan salah satu sumber dana pembangunan utama di Kawasan Asia dan Pasifik. korupsi secara jelas menimbulkan dampak negatif pada pembangunan. akan tetapi akan tetap merupakan suatu elemen penting bagi perdebatan yang lebih luas tentang pemerintahan yang baik dan manajemen pembangunan yang dapat dipercaya. merupakan masalah kuno yang dapat ditemukan di dalam semua pemerintahan.IKHTISAR Masalah korupsi. Makalah 6 . Sebagai akibatnya. Baru-baru ini. lingkungan di mana bank-bank pembangunan multilateral (MDB) beroperasi telah mengalami perubahan. Tekanan untuk adanya tindakan yang lebih aktif terhadap penyuapan dan penyogokan tidak lagi tampak terpisah dan sporadis. yang di dalam laporan ini didefinisikan sebagai penyalahgunaan jabatan publik atau swasta untuk keuntungan pribadi.

mengakui pentingnya kebertanggungjawaban bagi pegawai-pegawai publik dan transparansi serta keteraturan dalam kegiatan-kegiatan pemerintah--prinsipprinsip yang sangat penting dalam upaya melawan korupsi 1. Secara lebih spesifik. kebijakan ADB terpusat pada tiga tujuan.Dewan Direksi ADB yang berjudul Pemerintahan: Manajemen Pembangunan Yang Dapat Dipercaya. kebijakan anti korupsi ADB dimaksudkan untuk mengurangi beban yang ditimbulkan oleh korupsi yang tersebar luas dan sistemis pada pemerintah dan ekonomi daerah. termasuk korupsi. (ii) menunjang upaya-upaya anti korupsi yang menjanjikan atas dasar kasus per kasus dan meningkatkan mutu dialog ADB dengan negara-negara anggota ADB yang sedang berkembang (DMC) tentang masalah-masalah pemerintahan. dan (iii) memastikan agar proyek-proyek dan staf ADB mengikuti standar etika yang tertinggi. Pada tingkatan yang paling luas. yaitu: (i) menunjang pasar-pasar yang kompetitif dan administrasi publik yang efisien. bertanggung jawab dan transparan sebagai bagian dari pekerjaan ADB yang lebih luas pada pemerintahan dan pengembangan kemampuan. 17 Agustus 7 . Upaya ini akan terdiri dari dua komponen. efektif. Bagian terbesar dari upaya-upaya Bank tersebut akan diarahkan pada tindakantindakan yang lebih luas untuk meningkatkan mutu pemerintahan di negara-negara anggota ADB yang sedang berkembang. 1 R151-95 Pemerintahan: Manajemen Pembangunan Yang Dapat Dipercaya.

Tindakan-tindakan untuk memperkuat fungsi-fungsi audit atau untuk memastikan kendali yang cukup atas pengeluaran-pengeluaran dapat memainkan peran ganda dalam membantu meningkatkan kinerja seraya membuat pencurian dan penggelapan menjadi lebih mudah dideteksi. Hal ini akan mengurangi kesempatan bagi perusahaan atau pegawai untuk mengambil keuntungan dari pasar yang dibatasi secara artifisial atau penetapan harga yang di bawah optimal dalam meminta penyewaan hak monopoli. Tindakan-tindakan untuk meningkatkan prosedur penerimaan pegawai dan kenaikan pangkat akan membantu menghindari penyalahgunaan dukungan. Tindakan-tindakan untuk memperkuat manajemen pengadaan jasa pegawai negeri akan membantu untuk menghilangkan “pegawai-pegawai siluman”. dapat mengurangi biaya-biaya. yang didasari keyakinan bahwa pasar seharusnya efisien. Fokus dari komponen kedua adalah untuk menunjang peningkatan-peningkatan di bidang administrasi publik dan manajemen sektor publik. sebagai contohnya. dan upaya-upaya untuk menekan skala pembayaran dan meningkatkan kondisi kerja akan menurunkan dorongan bagi terjadinya perilaku terlarang. Pembaharuan dalam proses pengadaan. yang sedang diupayakan oleh ADB di sejumlah negara anggota yang sedang berkembang. nepotisme dan favoritisme serta akan membantu mengembangkan penciptaan jasa 8 . sedangkan kecurangan dan penyalahgunaan menjadi lebih sulit untuk menyusup. memiliki daya saing dan memiliki penghalang jalan masuk dan keluar sesedikit mungkin.Komponen pertama bertujuan untuk mengurangi cakupan campur tangan pemerintah secara langsung dalam ekonomi. seharusnya mendorong terciptanya transparansi dan kebertanggungjawaban serta memperkuat kemampuan pemerintah untuk memantau belanja mereka. Upaya-upaya untuk memperkuat sistem-sistem informasi manajemen.

Dalam mengajukan inisiatif-inisiatif tersebut. (ii) sejauh mana permintaan tersebut sesuai dengan strategi operasional ADB yang lebih luas di negara yang bersangkutan dan upaya-upaya yang tengah berlangsung di bidang pemerintahan dan pengembangan kemampuan. ADB menegaskan keinginannya untuk mengambil suatu sikap yang proaktif dan bukan reaktif. dan (iii) sejauh mana permintaan tersebut meliputi daerah di mana ADB mempunyai keahlian. Berdasarkan unsur kebijakan ini. Bantuan oleh ADB akan dipandu oleh tiga buah pertimbangan: (i) sejauh mana bantuan ADB diminta oleh negara anggota yang sedang berkembang. Pada jangka waktu yang lebih panjang. ADB dapat juga diminta untuk membantu negara-negara anggota yang sedang berkembang dalam mengupayakan suatu program anti korupsi yang eksplisit. ADB tampaknya akan lebih efektif apabila memfokuskan upaya-upaya anti korupsinya pada tindakan-tindakan pencegahan dan bukan pada upaya-upaya jangka pendek yang ditujukan pada tuntutan. Staf ADB seharusnya berhati-hati dalam menanggapi sejumlah inisiatif yang secara khusus akan tetap berada di luar cakupan keterlibatan ADB.pegawai negeri yang bersifat independen dan meritokratis. Kebanyakan inisiatif pemerintahan akan memiliki faktor-faktor luar positif yang penting yang akan membuat perilaku korup lebih sulit untuk dilakukan dan lebih cepat dideteksi apabila terjadi. Hal-hal tersebut termasuk upaya-upaya untuk mempengaruhi perdebatan dalam negeri di dalam negara- 9 . ADB dapat pula mendukung inisiatif-inisiatif anti korupsi regional atau penelitian yang berkaitan dengan anti korupsi. Perencanaan ulang dan penyederhanaan proses-proses bisnis dapat meningkatkan keefisienan dan efektifitas sektor publik sambil mengurangi kesempatan untuk terjadinya korupsi.

Untuk memastikan kekonsistenan dengan Anggaran Rumah Tangga ADB. serta staf yang bertanggung jawab atas pinjaman atau proyekproyek Bantuan Teknis. pelaksanaan proyek dan misi peninjauan kembali.negara anggota ADB yang sedang berkembang tentang suatu strategi anti-korupsi atau sejumlah inisiatif anti-korupsi. sampai dengan penilaian. dan inisiatif-inisiatif yang secara besar-besaran bersifat kosmetik dan dirancang untuk membantu terciptanya kesan seolah-olah ada kemajuan tanpa ada substansinya. termasuk perancangan strategi operasional negara dan dokumen-dokumen program bantuan negara. program-program anti-korupsi yang sangat dipolitisasi dan ditargetkan pada seseorang atau sebuah partai politik tertentu. Mereka seharusnya berpengetahuan tentang masalah-masalah korupsi dan dampaknya di dalam cabang operasi geografis dan/atau sektoral mereka. sampai misi peninjauan kembali atas portofolio negara. dimulai dari strategi operasional negara yang bersangkutan dan diskusi-diskusi program bantuan negara tersebut. harus membahas korupsi dalam konteks masalah-masalah pemerintahan dan pengembangan kemampuan yang lebih luas. Mereka akan menggunakan mekanismemekanisme tersebut untuk membahas dan menyarankan cara-cara yang dapat diterapkan oleh ADB untuk membantu memajukan prinsip-prinsip manajemen pembangunan yang 10 . setiap inisiatif anti korupsi yang didukung oleh ADB harus bersifat tidak politis dan didorong semata-mata oleh pertimbangan-pertimbangan ekonomis yang esensial atau perhatian terhadap kejujuran dari kegiatan-kegiatan ADB. ADB memiliki beberapa mekanisme untuk melakukan dialog dengan negaranegara anggota yang sedang berkembang tentang masalah-masalah pemerintahan (termasuk korupsi). Staf ADB yang ditugaskan untuk menyusun strategi negara dan formulasi program.

dapat dipercaya. Untuk tujuan tersebut. termasuk tindakan-tindakan yang akan membantu untuk memerangi korupsi. (ii) 11 . yang akan menentukan tindakan yang optimal. Agar upaya-upaya ADB untuk mengurangi perilaku buruk di antara negaranegara anggotanya yang sedang berkembang akan menjadi dapat dipercaya. badan pelaksana atau badan penyelidikan yang tepat setelah mendapat persetujuan dari pimpinan mereka dan Kantor Penasehat Hukum. Meskipun demikian setiap diskusi dengan suatu perusahaan atau badan pemerintah tersebut harus dibatasi pada suatu kegiatan operasional ADB atau sekumpulan kegiatan operasional ADB yang spesifik. Dalam kebanyakan keadaan. di setiap negara di mana korupsi mempengaruhi proyek-proyek ADB dan prospek-prospek umum perkembangan ekonomi negara yang bersangkutan. Misi peninjauan kembali portofolio negara dan misi peninjauan kembali proyek dapat memberikan suatu wadah yang berguna untuk mendiskusikan kebijakan-kebijakan dan praktek-praktek yang menghalangi pelaksanaan proyek-proyek ADB secara efisien. Dalam kasuskasus langka di mana tindak-lanjut yang cepat mungkin diperlukan. staf dapat membahas masalah-masalah tersebut secara eksplisit dengan perusahaan terkait. tonggak ketiga dari kebijakan anti korupsi ADB menuntut adanya tindakan-tindakan internal yang lebih sehat untuk memperkuat integritas kegiatan operasional ADB bersama dengan lima dimensi. staf yang mencurigai adanya kemungkinan korupsi telah terjadi atau sedang terjadi dalam suatu proyek ADB. yaitu : (i) mempertahankan integritas kegiatan peminjaman dan bantuan teknis ADB. harus mengikuti prosedur yang digariskan dalam alinea 64 dari dokumen ini dan melaporkan masalah tersebut ke Kantor Pemeriksa/Auditor ADB. sangatlah penting agar staf ADB tidak tercela dan peraturan-peraturan dan prosedur intern ADB mendukung standar etika yang tertinggi. ADB (OGC).

Apabila terdapat bukti yang dapat dipercaya tentang adanya korupsi di dalam suatu pinjaman yang dibiayai oleh ADB atau hibah Bantuan Teknis.memperkuat kebijakan pengadaan ADB. menangguhkan pencairan. Pelanggaran-pelanggaran terhadap peraturan-peraturan atau janjijanji pinjaman tertentu dapat mengakibatkan diambilnya suatu keputusan oleh Pimpinan untuk mendaftarhitamkan perusahaan yang terlibat. Pimpinan dan staf akan mempertimbangkan masalah-masalah korupsi secara lebih eksplisit dalam penyusunan strategi operasional negara dan program bantuan negara. atau membatalkan pinjaman. (iv) meningkatkan mutu pengawasan untuk pinjaman-pinjaman ADB dan hibah-hibah Bantuan Teknis. Pimpinan dapat memilih untuk mengurangi atau menangguhkan pinjaman ADB dan kegiatan-kegiatan operasional Bantuan Teknis ke negara tersebut setelah berkonsultasi dengan negara yang bersangkutan dan Dewan Direksi. 12 . Mengikuti perubahan dalam praktek Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia. dan (v) memastikan agar semua staf ADB mengenal kebijakan anti korupsi dan bertindak secara konsisten baik dengan naskah maupun semangat dari kebijakan tersebut. Mungkin terjadi kasus di mana korupsi telah mencapai suatu proporsi yang demikian sehingga hal tersebut merupakan hambatan yang berarti dalam kejujuran kegiatankegiatan operasional ADB atau dalam pencapaian tujuan-tujuan pembangunan yang mendasar dari suatu negara. ADB akan membahas masalah tersebut dalam suatu dialog dengan negara anggota yang sedang berkembang (DMC). Dalam keadaan seperti itu. (iii) memperbaharui Aturan Perilaku ADB dan menciptakan mekanisme pelaporan internal yang independen untuk melaporkan dugaan korupsi di antara staf ADB atau di dalam kegiatan operasional ADB.

ADB akan memberlakukan ketentuan-ketentuan anti 13 .Sebaliknya. dan menegaskan dengan penuh keyakinan pentingnya suatu kebijakan “toleransi nihil” (zero tolerance) saat adanya bukti yang dapat dipercaya tentang adanya korupsi di antara staf atau proyek-proyek ADB. dengan cara yang sesuai dengan prinsip “keekonomisan dan keefisienan” dalam Anggaran Rumah Tangga. Setelah mempertimbangkan manfaat-manfaat dari penyelarasan upaya anti korupsi di antara ADB-ADB Pembangunan Multilateral dengan memperhatikan pengadaan dan keterlibatan konsultan-konsultan. efektifitas dan integritas sektorsektor publik dan swastanya. Dalam keadaan yang demikian. sangatlah penting agar Pimpinan dan staf ADB diberikan keleluasaan tertentu dalam menangani kasus-kasus tersendiri dalam batas-batas parameter yang ditetapkan dalam kebijakan ini. Dibutuhkan penilaian yang berhati-hati berdasarkan informasi yang akurat dan detil-detil dari situasi tersebut. ADB mencatat bahwa jenis-jenis korupsi yang berbeda-beda akan membutuhkan tanggapan-tanggapan yang berbeda-beda pula. Upaya anti korupsi ADB akan menempatkan penekanan khusus pada pelaksanaan tindakan-tindakan pengendalian pencegahan yang praktis dan berdayaguna. Suatu Satuan Tugas Anti Korupsi di bawah kepemimpinan Divisi Koordinasi Proyek dan Pengadaan baru-baru ini dibentuk untuk memeriksa kebijakan pengadaan ADB. Pimpinan dapat memilih untuk mempercepat program pinjaman atau untuk memberikan sumber-sumber Bantuan Teknis tambahan untuk memastikan kesinambungan dari pembaharuan. dapat pula terjadi situasi-situasi di mana suatu negara telah mencapai kemajuan yang berarti dalam meningkatkan keefisienan. Sementara ADB mengakui kebutuhan akan keadilan dan kekonsistenan dalam kegiatankegiatan operasionalnya. Mengingat sifat korupsi yang kompleks dan sangat berbeda-beda.

ADB juga akan menerapkan suatu “pernyataan tentang tidak adanya penyuapan” yang bersifat sukarela dalam formulir penawaran yang akan serupa dengan pernyataan yang dipergunakan oleh Bank Dunia. dokumen-dokumen kontrak akan mencantumkan sebuah janji oleh kontraktor bahwa tidak ada ongkos. tidak ada jalur independen melalui 1 Kantor Penasehat Hukum Kantor Penasehat Hukum 1986 1982 Peraturan-Peraturan Pinjaman Operasional Umum Peraturan-Peraturan Pinjaman Operasional Khusus ADB ADB 14 . Saat ini. komisi atau pembayaran-pembayaran lainnya. 1 Dengan memperhatikan kebijakan-kebijakan dan prosedur-prosedur internal ADB. ketentuan-ketentuan tersebut akan dimasukkan ke dalam Pedoman Pengadaan ADB dan Pedoman Penggunaan Konsultan oleh ADB Pembangunan Asia dan Nasabah-Nasabahnya dan diserahkan kepada Dewan Direksi untuk disetujui. ADB juga akan menerapkan sebuah klausul wajib yang menyatakan bahwa. hadiah.korupsi secara efektif sama dengan ketentuan-ketentuan yang diterapkan oleh Bank Dunia dalam hal penolakan proposal-proposal. Pedoman-pedoman tersebut akan ditambahkan dengan ketentuan-ketentuan dalam peraturan-peraturan pinjaman ADB yang memperkenankan ADB untuk membatalkan pinjaman-pinjaman apabila terdapat bukti tentang korupsi atau penipuan yang berkaitan dengan pemberian suatu kontrak yang dibiayai oleh ADB. rabat. selain yang tertulis dalam penawaran. apabila kontrak akan dibiayai seluruhnya atau sebagian oleh ADB. pernyataan tidak berhak untuk dipilih dan hak-hak untuk pemeriksaan. Setelah disetujuinya kertas kerja kebijakan anti korupsi oleh Dewan Direksi. pemberian. perlu adanya beberapa tindakan untuk memastikan bahwa hal-hal tersebut konsisten dengan kebijakan dan prosedur di ADB Pembangunan Multilateral lainnya dan yang mengembangkan praktek yang terbaik. pembatalan pinjaman. yang telah diberikan atau diterima sehubungan dengan proses pengadaan atau dalam penandatangan kontrak.

Berdasarkan kebijakan ini. ADB akan mengambil sejumlah tindakan untuk meningkatkan mutu pemantauan dan pemeriksaan proyek. Kantor Pemeriksa/Auditor ADB akan mempertimbangkan tindakan-tindakan yang sesuai untuk diambil berdasarkan kebijakan ini untuk memastikan agar semua staf dan proyek ADB mengikuti standar tindakan etis yang tertinggi.mana staf ADB dapat melaporkan kejadian-kejadian korupsi yang mungkin terjadi dan meminta agar kejadian-kejadian tersebut diusut. Departemen Anggaran. Pada bulan Mei 1998. Kantor Pemeriksa/ Auditor ADB akan berlaku sebagai titik awal kontak untuk dugaan-dugaan kecurangan dan korupsi di antara proyek-proyek atau staf ADB. Bagian 4 yang berisi Aturan Perilaku yang menggariskan tugastugas. Upaya-upaya Kantor Pemeriksa/Auditor ADB (OGA) yang tengah berjalan untuk menyederhanakan prosedur-prosedur kerja internal untuk membebaskan sumber-sumber daya yang lebih besar untuk pemeriksaan wilayah-wilayah 15 . 2. Pelatihan khusus dalam akuntansi forensik dan teknik-teknik penyelidikan lainnya akan disediakan. Kemampuan Kantor Pemeriksa akan diperkuat untuk memungkinkannya untuk menangani masalah-masalah anti korupsi secara efektif. Dengan mengadakan konsultasi dengan Kantor Strategi dan Kebijakan (SPO). Personalia dan Sistem Manajemen (BPMSD). Kantor Penasehat Hukum ADB.02. hak-hak dan tanggung jawab staf secara lebih terperinci daripada yang sebelumnya. yang akan juga diperluas untuk memilih analis-analis keuangan dan pegawaipegawai pelaksana proyek. Pimpinan telah menyetujui revisi-revisi Peraturan Administratif No. Kantor Pelayanan Operasional Pusat (COSO) dan departemen-departemen terkait lainnya.

dan bekerjasama dengan departemen-departemen ADB lainnya. Sumber daya-sumber daya yang lebih besar akan disediakan untuk meningkatkan mutu misi pengawasan dan pelaksanaan proyek. OGA akan memperkuat pertukaran informasinya dengan instansi-instansi pemeriksaan tertinggi di negara-negara anggota yang sedang berkembang (DMC). Mutu sistem informasi manajemen ADB akan ditingkatkan untuk memberikan informasi tepat waktu dalam jumlah yang lebih banyak kepada para manajer untuk mengawasi pemrosesan proyek. OGA akan meluangkan lebih banyak waktu untuk melaksanakan pemeriksaan terhadap kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan pengadaan proyek. Tindakan-tindakan tersebut tidak akan efektif apabila staf ADB tidak mengetahui ketentuan-ketentuan kebijakan anti korupsi dan Aturan Perilaku ADB atau lalai dalam melaksanakan tugas-tugas mereka dengan kehati-hatian yang diperlukan.beresiko tinggi dan berdampak tinggi akan terus berlanjut. penatausahaan pinjaman dan status penggunaan anggaran misi. dan agar sistem-sistem pengendalian internal dan sistem akuntansi yang sehat diterapkan untuk suatu proyek sebelum pinjaman dapat dicairkan. Perancangan indikator-indikator keefisienan yang baik akan dipertimbangkan. Bagian-bagian yang relevan dalam Instruksi-Instruksi Administrasi Proyek dan Panduan Pengeluaran Pinjaman akan direvisi untuk mensyaratkan agar akuntan (akuntan) yang memenuhi syarat direkrut oleh instansi pelaku atau pelaksana. yang akan diterapkan dalam pengawasan terhadap kemajuan keuangan dan fisik per kwartal. yang akan membantu mencegah dan mendeteksi korupsi atau bentuk-bentuk lain dari kecurangan. OGA akan memainkan peran yang aktif dalam menilai kebutuhan untuk meningkatkan kemampuan pemeriksaan dari instansi-instansi tersebut. Sementara 16 .

inisiatif-inisiatif pembuatan program yang baru. dan harus siap untuk memberi tanggapan secara baik sebagaimana yang dibutuhkan. Staf ADB harus membiasakan diri mereka dengan isi kebijakan ini dan pedoman-pedoman staf. serta perubahanperubahan administratif. namun demikian. semua departemen dan staf memiliki kewajiban yang mutlak untuk memastikan integritas kegiatan-kegiatan operasional ADB di dalam wilayah-wilayah tanggungjawab mereka masing-masing. Tindakan-tindakan tersebut dapat dipilah-pilah ke dalam tiga jalur. atau bertujuan untuk menjadikan pengendalian korupsi menjadi lebih penting dari tujuantujuan pembangunan lainnya. yaitu : revisi-revisi atas kebijakan ADB dan pedoman-pedoman staf yang disarankan. 17 . Akhirnya. makalah ini menyarankan sejumlah tindakan-tindakan nyata untuk menerapkan kebijakan anti korupsi ADB.maksud dari kebijakan ini bukanlah untuk mengubah staf ADB menjadi “petugas polisi”.

2. Reformasi administrasi publik terbesar pada akhir abad sembilan belas dan awal abad dua puluh.I. Walaupun mungkin terdapat perbedaan-perbedaan dalam sifat dan cakupan dari perilaku korup. Sejumlah besar inovasi untuk pemerintahan yang baik yang bertahan didasari keinginan untuk mengurangi atau menghilangkan korupsi. hubungan antara korupsi di sektor publik dan swasta merupakan suatu bidang perhatian tertentu baik untuk negara-negara maju maupun negara-negara berkembang di Kawasan Asia Pasifik. mengakar 18 . yang dalam makalah ini didefinisikan sebagai penyalahgunaan jabatan publik atau swasta untuk keuntungan pribadi. Memang. pengadaan. telah menjadi salah satu dilema yang paling abadi yang dihadapi oleh pemerintah sepanjang sejarah. Masalah korupsi. Secara historis. keprihatinan tentang masalah korupsi cenderung berputar- putar. atau penciptaan anggaran. fenomena tersebut dapat ditemukan setiap saat dan dalam semua sistem politik. manajemen profesional pada kementrian dan departemen pemerintah. PENDAHULUAN 1. seperti penerapan sistem pelayanan masyarakat yang bersifat meritokratik. serta proses dan instansi pemeriksaan/audit yang lebih resmi. Hal itu juga dapat ditemukan dalam sektor swasta. di mana penyingkapan penyalahgunaan jabatan telah memicu kampanye anti korupsi dan tindakan-tindakan balasan administratif yang kemudian menghilang dari pandangan sampai adanya putaran skandal berikutnya yang memberikan dorongan lebih lanjut untuk pembaharuan. dan sejauh mana tindakan-tindakan anti korupsi ditegakkan.

4. masyarakat Di pihak penerima. Liberalisasi pers di sebagian besar dunia telah memungkinkan para wartawan untuk menulis secara lebih bebas tentang perbuatan-perbuatan pemerintah yang tidak bijaksana. Pada tingkatan yang ekstrim. Faktor pendorong di belakang gerakan ini datang dari berbagai sumber. Banyak perusahaan multi-nasional yang mempercayai bahwa kepentingan-kepentingan mereka dilayani dengan lebih baik melalui persaingan yang terbuka dan transparan. Baru-baru ini. Di pihak donor. upaya untuk memerangi korupsi telah berpindah ke pusat perdebatan tentang pemerintahan yang baik dan pertumbuhan ekonomi. di negara-negara di seluruh Wilayah Asia dan Pasifik. Peningkatan-peningkatan di bidang pendidikan serta arus informasi yang meningkat di 19 .dalam keinginan untuk menghindari penyogokan dan pendukungan politik yang terjadi sebelumnya. contoh negatif dari sekumpulan rezim “pencuri” telah menggarisbawahi bahaya keruntuhan politik dan sosial apabila korupsi yang tersebar luas dibiarkan membusuk tanpa dicegah. 3. berakhirnya Perang Dingin telah mengurangi keinginan negara-negara yang menyediakan bantuan untuk mengabaikan ketidaklayakan keuangan mengingat kepentingankepentingan geopolitis yang lebih luas. Keletihan pihak donor telah menempatkan tekanan yang terus meningkat pada badan-badan bantuan asing untuk menunjukkan bahwa mereka memberikan nilai maksimal dengan uang tersebut. telah mengisyaratkan bahwa mereka tidak mau lagi mentolerir penyalahgunaan kepercayaan masyarakat secara besar-besaran untuk keuntungan pribadi.

sejumlah besar organisasi- organisasi internasional mengambil tindakan-tindakan anti korupsi yang lebih tegas: 20 .antara negara-negara telah membuat masyarakat mereka lebih menyadari upaya-upaya anti korupsi di negara-negara lain dan tidak ingin mentolerir penyalahgunaan sistemis di dalam negeri. Sebagian besar dari dinamika-dinamika tersebut tampaknya akan berlangsung sekurang-kurangnya selama dekade yang akan datang atau bahkan lebih lama. baik di negara-negara maju maupun negara-negara berkembang. Seperti halnya masalah-masalah yang berhubungan dengan lingkungan atau wanita dalam pembangunan. 5. 6. Tuntutan akan adanya tindakan yang lebih aktif terhadap penyuapan dan korupsi tampaknya tidak lagi bersifat terpisah dan sporadis. yang akan menghasilkan suatu perubahan mendasar dalam konteks di mana bankbank pembangunan multilateral beroperasi. Menanggapi tekanan-tekanan tersebut. para pemilih yang berpengaruh dan memiliki hubungan yang kuat baik di dalam maupun di luar komunitas Bank-bank Pembangunan Multilateral (MDB) akan berusaha keras untuk memastikan agar masalah-masalah korupsi dan pemerintahan yang bersih tetap merupakan suatu unsur yang penting dan berkesinambungan dalam perdebatan tentang pembangunan. Munculnya lembaga-lembaga swadaya masyarakat (LSM) dunia yang baru yang berdedikasi untuk memerangi korupsi telah membantu untuk membawa dan mempertahankan masalah tersebut dalam sorotan.

Peru dan Venezuela. (ii) Dewan Menteri Organisasi Kerjasama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) telah menyetujui suatu keputusan yang mendorong negara-negara anggotanya untuk mengakhiri pemotongan pajak dari penyuapan dan komisi asing untuk perusahaan-perusahaan multi-nasional mereka pada bulan Mei 1996. Konvensi Karakas saat ini telah berlaku di antara negara-negara yang ikut mengesahkannya. pengadaan untuk sektor pemerintah yang lebih ketat. Paraguay. yang meminta tindakan kolektif yang energetik di empat bidang utama. Kosta Rika. Meksiko. memberlakukan persyaratan akuntansi dan pengawasan audit eksternal dan internal yang lebih ketat.(i) Dalam sebuah Pertemuan Puncak Negara-Negara Amerika pada bulan Mei 1994. yaitu: Bolivia. Organisasi Negara-Negara Amerika (OAS) berjanji akan memberantas penyuapan lintas-perbatasan dan “pengkayaan gelap” oleh pegawai-pegawai negeri di belahan dunia tersebut. dewan tersebut menyetujui serangkaian lengkap rekomendasi untuk menganggap penyuapan antar negara sebagai tindak kriminal. penyuapan antar negara. pengayaan gelap. serta ekstradisi. serta pengawasan internasional 21 . Setahun kemudian. yaitu: tindakan-tindakan pencegahan dan kerjasama internasional. Ekuador. sebanyak 21 negara anggota OAS telah menandatangani Konvensi Karakas. Pada bulan Maret 1996.

serta perusahaan-perusahaan anggotanya. mengambil dan menerapkan peraturan-peraturan yang lebih ketat tersebut. sebanding dengan penyuapan petugas pemerintahan setempat di negara di tempat kedudukan perusahaan tersebut. Wolfensohn menggambarkan korupsi sebagai suatu “kanker” pada ekonomi global dan menekankan bahwa sudah waktunya untuk “memberi gigi” pada upaya-upaya Bank Dunia untuk membahas hal tersebut. 22 .yang ditingkatkan. (iii) Kamar Dagang Internasional baru-baru ini menyetujui peraturan perilaku yang telah direvisi yang melarang penyuapan dan merekomendasikan agar perkumpulan-perkumpulan anggotanya di seluruh dunia. OECD telah mengesahkan suatu konvensi yang membuat penyuapan petugas asing sebagai tindakan kriminal. Pada bulan Desember 1997. James Wolfensohn. 7. (iv) Pada bulan Desember 1996. Direktur Pelaksana IMF. Salah satu dari pendukung yang paling kuat dari sikap yang teguh terhadap masalah-masalah anti korupsi adalah presiden Bank Dunia. Sidang Umum Perserikatan Bangsa Bangsa mengeluarkan Deklarasi Melawan Korupsi dan Penyuapan di dalam Transaksi-Transaksi Niaga Internasional. Pada pertemuan-pertemuan tahunan Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional (IMF) pada bulan Oktober 1996.

IMF mengambil langkah yang belum pernah dilakukan sebelumnya dengan menangguhkan tahap kedua dari suatu Fasilitas Penyesuaian Struktural yang Ditingkatkan ketika salah satu dari negara-negara anggotanya tidak berhasil menunjukkan bahwa negara tersebut telah berusaha untuk 1 Lihat Bank Dunia 1997 Membantu Negara-Negara dalam Memerangi Korupsi: Peran Bank Dunia. Pada pertemuan-pertemuan tahunan tersebut. bersama dengan panduan staf yang menyertainya. dengan cara yang sama terus terang.1 9. Laporan akhir. analisa.C. serta pemilihan dan perancangan proyek. 23 . (ii) membantu negaranegara yang meminta bantuan Bank Dunia dalam upaya mereka untuk mengurangi korupsi. (iii) mempertimbangkan korupsi secara lebih eksplisit dalam strategi bantuan negara.Michel Camdessus. Pada bulan Agustus. 8. telah dibentuk sebuah kelompok kerja yang dipimpin oleh Wakil Presiden Pembangunan Ekonomi Bank Dunia untuk mengembangkan suatu strategi anti korupsi terpadu. serta (iv) lebih menyuarakan dan mendukung untuk upaya-upaya internasional untuk mengurangi korupsi. dialog tentang kebijakan. Washington D. ditandatangani oleh Dewan Direksi Eksekutif Bank Dunia pada tanggal 2 September 1997. Pendekatan Bank Dunia mendambakan suatu strategi yang seimbang untuk memerangi korupsi yang bertumpu pada empat tonggak: (i) mencegah penipuan dan korupsi dalam proyek-proyek yang dibiayai oleh Bank Dunia. menyatakan bahwa pegawaipegawai IMF akan selamanya mengganggap sebagai tugas mereka untuk menggencarkan reformasi anti korupsi di negara-negara yang berusaha untuk meminjam uang.

14 Agustus. pertumbuhan dan stabilitas ekonomi yang berkesinambungan. Cina pada bulan September 1997. memberikan penekanan khusus pada peran BankBank Pembangunan Multilateral dalam memerangi korupsi. untuk meningkatkan keefisienan dan tanggung jawab sektor publik. Pertemuan puncak Kelompok Tujuh negara-negara industri pada tahun 1997. Komunike dari pertemuan pendahuluan para menteri keuangan dan pemimpin bank sentral pada bulan April berketetapan.mengambil tindakan-tindakan yang memadai untuk mengurangi masalah korupsi. 2 Pada pertemuan-pertemuan tahunan Bank Dunia dan IMF di Hong Kong. Amerika Serikat. serta meningkatkan kemampuan dan keefisienan institusional. di Denver. pernyataan akhir dari pertemuan puncak tersebut mendesak IMF dan BankBank Pembangunan Multilateral untuk memperkuat kegiatan-kegiatan mereka untuk membantu negara-negara memerangi korupsi. “mengingat pengaruh penyuapan dan korupsi yang merusak secara umum pada pencapaian pembangunan. 1997 Harian Singkat Asia Pasifik. komitmen kedua instansi tersebut untuk memerangi korupsi dinyatakan kembali dengan tegas. kami menyambut baik perhatian yang meningkat pada masalahmasalah tersebut atas nama lembaga-lembaga keuangan internasional dan OECD.” Pada bulan Juni. 10. termasuk tindakan-tindakan untuk memastikan aturan hukum. ketidakberesan yang terjadi dalampemberian kontrak untuk dua proyek tenaga. Bank Dunia sangat mendukung tindakan IMF ini dan memperingatkan bahwa pinjamannya sendiri akan “dikurangi secara substansial” apabila tidak ada tindakan tegas yang diambil oleh pemerintah negara yang bersangkutan. dan penggunaan dana di luar anggaran untuk membeli pesawat jet presiden dan membangun sebuah bandara internasional di kampung halaman sang presiden. 24 . Lembaga-lembaga keuangan internasional juga didorong untuk mempromosikan pemerintahan yang bersih 2 Disebutkan dalam Oxford Analytica. Masalah-masalah lain yang disebutkan oleh IMF termasuk kegagalan untuk mengadili para pelaku pemalsuan jutaan dolar.

Pada bulan yang sama. Presiden Filipina menggambarkan “mimpi buruk korupsi di bidang pelayanan masyarakat” sebagai kemalangan yang paling berkepanjangan bagi negara tersebut dan memerintahkan semua departemen pemerintah untuk memberikan laporan bulanan tentang kemajuan usaha mereka melawan korupsi di dalam kantor-kantor mereka. Di Asia Timur. Di Pakistan. Perdana Menteri Thailand berjanji di bulan Januari 1997 untuk membersihkan Departemen Kepabeanan. Pada tahun 1995. 12. yang menciptakan sejumlah “biaya siluman” bagi orang-orang asing yang ingin berusaha di Thailand.di wilayah kewenangan mereka masing-masing dan untuk bekerja sama sepenuhnya dalam upaya Bank Dunia untuk menciptakan pedoman pengadaan yang memenuhi standar transparansi dan keketatan tertinggi. Di anak benua Asia Selatan. beberapa negara yang telah menikmati tingkat pertumbuhan yang tinggi di waktu-waktu yang lalu mengungkapkan keprihatinan bahwa persepsi korupsi dapat menghambat kemampuan mereka untuk menarik penanaman modal di masa yang akan datang. sang Perdana Menteri telah membuat upaya untuk membersihkan 25 . Sejumlah besar dari negara-negara anggota yang sedang berkembang (DMC) Bank Pembangunan Asia (ADB) telah memainkan peran yang terpadu dalam menumbuhkan gerakan anti korupsi. Republik Rakyat Cina mengeluarkan Undang-Undang yang mewajibkan kader pimpinan Partai Komunis di atas tingkat negara untuk menyatakan pemasukan mereka. 11. masalah korupsi telah menjadi salah satu masalah yang paling mendesak yang dihadapi oleh para pemimpin pemerintahan saat ini.

praktek-praktek pengadaan yang transparan. ADB menyambut baik penekanan pada upaya memerangi korupsi ini sebagai bagian dari pekerjaannya yang lebih luas pada masalah-masalah kepemerintahan dan pengembangan kemampuan. pegawai negeri yang profesional. serta suatu kantor pemeriksaan/audit independen yang berfungsi dengan baik. International Herald Tribune. Sebagai sebuah institusi pembangunan multilateral yang besar dan salah satu dari sumber pembiayaan pembangunan utama di Asia. prinsip-prinsip yang sangat penting dalam memerangi korupsi. Presiden India baru-baru ini menggambarkan korupsi sebagai salah satu tantangan terbesar yang tengah dihadapi negaranya saat ini. teratur dan bertanggung-jawab ada pada tempatnya. Narayan 1997 “ Yang selanjutnya India untuk Semua. Pemerintahan: Manajemen Pembangunan yang Dapat Dipercaya. Partisipasi. 26 . termotivasi dan meritokratik.3 II. kompeten. mengakui pentingnya tanggung jawab bagi pegawai-pegawai negeri. yang Bertenggang Rasa dan Tidak Korup. Bagian-bagian tersebut mencakup suatu kerangka kerja hukum yang baik serta mekanisme-mekanisme penegakan hukum yang efektif.” editorial. sistem-sistem kontrol internal yang efektif. TANGGAPAN ADB 13. Makalah Dewan Direksi ADB. R. juga merupakan suatu 3 K. 13 Agustus. dan transparansi serta keteraturan dalam kegiatan-kegiatan pemerintah. 1 Penekanan dalam kebijakan tersebut pada penguatan prasyarat yang esensial untuk administrasi publik yang efektif dirancang untuk memastikan agar bagian-bagian mendasar untuk administrasi yang transparan. prinsip utama ke-empat dalam kebijakan pemerintahan ADB.pemerintahan sebagai salah satu tujuan utama dari pemerintahannya yang baru.

Pengalaman Hong Kong. Cina dan Singapura menunjukkan bahwa dukungan masyarakat merupakan suatu aset yang sangat penting dalam perjuangan melawan penyalahgunaan jabatan. efektif. dan 1 R151-95 Pemerintahan: Manajemen Pembangunan yang Dapat Dipercaya. 14. (ii) mendukung upaya-upaya anti korupsi yang menjanjikan atas dasar kasus per kasus dan meningkatkan mutu dialog kami dengan negara-negara anggota yang sedang berkembang tentang sejumlah masalah pemerintahan. Pada tingkatan yang seluas-luasnya.faktor yang terkait. termasuk korupsi. yaitu: (i) mendukung pasar yang kompetitif dan administrasi publik yang efisien. 17 Agustus 27 . pendekatan ADB terpusat pada tiga tujuan. bertanggung-jawab dan transparan sebagai bagian dari pekerjaan ADB yang lebih luas untuk terciptanya pemerintahan yang bersih dan pengembangan kemampuan. Secara lebih spesifik. sikap ADB terhadap masalah- masalah anti korupsi dimaksudkan untuk mengurangi beban yang ditimbulkan oleh korupsi yang tersebar luas dan sistematis pada pemerintahan serta perekonomian wilayah.

Bagian V menggambarkan pendirian ADB sehubungan dengan permasalahan korupsi dan menggambarkan programprogram ADB saat ini dengan komponen-komponen anti korupsi yang penting. Walaupun tidak ada definisi umum atau menyeluruh tentang apa yang dimaksud dengan perilaku korup. The Oxford Unabridged Dictionary (Kamus Lengkap Oxford) mendefinisikan korupsi sebagai “penyimpangan atau perusakan integritas dalam pelaksanaan tugas-tugas publik dengan penyuapan atau 28 . III. 15. Bagian-bagian lain dari makalah ini akan membahas sifat dari tanggapan ADB. DEFINISI KORUPSI 16.(iii) memastikan agar proyek-proyek dan staf ADB mematuhi standar etika yang tertinggi. Bagian VI ditutup dengan penegasan terhadap langkahlangkah khusus berikutnya yang akan diambil oleh ADB dalam melaksanakan kebijakan ini. definisi yang paling menonjol memberikan penekanan yang sama pada penyalahgunaan kekuasaan atau jabatan publik untuk keuntungan pribadi. Istilah “korupsi” dipergunakan sebagai suatu acuan singkat untuk serangkaian tindakan-tindakan terlarang atau melawan hukum yang luas. Bagian III dan IV akan memberikan tempat untuk diskusi tentang tujuan- tujuan tersebut dengan membahas masalah-masalah definisi di sekitar topik tersebut dan biaya-biaya yang ditimbulkan korupsi pada pembangunan. Bagian tersebut juga menegaskan implikasi-implikasi kebijakan anti korupsi ADB untuk kegiatan-kegiatan ADB saat ini.

1. diedit oleh Jeremy Pope. hal. hal. di mana mereka dengan tidak pantas dan melawan hukum memperkaya diri mereka sendiri.” Pengertian ringkas yang dipergunakan oleh Bank Dunia adalah “ penyalahgunaan jabatan publik untuk keuntungan pribadi.” Definisi ini serupa dengan yang dipergunakan oleh Transparansi Internasional (TI). Sebagai pengertian pintas. Deinisi-definisi tersebut bermanfaat. Definisi Bank Dunia mencakup kegiatan-kegiatan orang-orang pribadi yang menumbangkan kebijakan- 29 . Berlin: TI. baik politikus atau pegawai negeri. tidak memberikan perhatian yang cukup terhadap masalah korupsi di sektor swasta atau terhadap peran sektor swasta dalam mengembangkan korupsi di sektor publik.balas jasa.” 1 17. akan tetapi. LSM utama dalam upaya anti korupsi global.” Definisi yang lebih menyeluruh adalah sebagai berikut: Korupsi melibatkan perilaku oleh sebagian pegawai sektor publik dan swasta. Buku Sumber TI. 8. Lihat juga Transparansi Internasional. di mana mereka dengan tidak pantas dan melawan hukum memperkaya diri mereka sendiri dan/atau orang-orang yang dekat dengan mereka. ADB mengartikan korupsi sebagai “ penyalahgunaan jabatan publik atau swasta untuk keuntungan pribadi. dengan menyalahgunakan kekuasaan publik yang dipercayakan kepada mereka. menurut penilaian ADB.” Webster’s Collegiate Dictionary (Kamus Perguruan Tinggi Webster) mendefinisikannya sebagai “bujukan untuk berbuat salah dengan cara-cara yang tidak pantas atau melawan hukum (seperti penyuapan). 1996. atau membujuk orang lain untuk melakukan 1 Lihat Bank Dunia 1997. atau yang dekat dengan mereka. yaitu : “Korupsi melibatkan perilaku oleh pegawai di sektor publik.

atau untuk mengambil keuntungan dari informasi orang dalam. karena melibatkan upaya-upaya untuk memanipulasi atau memeras uang dari para klien atau pemasok. atau melakukan penyelidikan menyeluruh di dalam instansinya. dengan menyalahgunakan jabatan di mana mereka ditempatkan. karena mengganggu kemampuan sebuah instansi pemerintah dalam menerima atau mengelola stafnya. Kotak 1 : Daftar Ilustratif Perilaku-Perilaku Korup 1. Perencanaan atau pemilihan proyek-proyek yang tidak ekonomis karena kesempatan untuk mendapatkan komisi dan dukungan politik. Katalog tersebut tidak bersifat menyeluruh dan dimaksudkan untuk menggambarkan bidang-bidang yang paling menarik dan mendapat perhatian yang paling besar dari ADB. 30 . seperti penggunaan kekuasaan negara untuk membatasi persaingan secara semu serta memberikan penyewaan hak monopoli. Jenis-jenis korupsi yang lain bersifat eksternal. Beberapa jenis korupsi bersifat internal. mempergunakan sumber daya-sumber dayanya secara efisien. Jenis-jenis korupsi yang lainnya juga melibatkan campur tangan tak berdasar dalam kegiatan-kegiatan pasar. Sebuah daftar tentang perilaku terlarang yang biasanya dimaksudkan sebagai “korupsi” diberikan dalam Kotak 1. kebijakan dan proses-proses publik untuk keuntungan yang bersaing.hal-hal tersebut. 18.

pemasok dan konsultan dengan kriteria selain penawar responsif yang dinilai terendah secara substansial. pembiayaan berlebih. Pembayaran-pembayaran terlarang untuk mencegah penerapan peraturan dan perundang-undangan secara adil dan konsisten. dan/atau informasi yang bukan hak masyarakat. 5. atau untuk menolak akses masyarakat ke barang dan jasa yang secara hukum merupakan hak masyarakat. Pemalsuan pengadaan. Pembayaran-pembayaran “uang pelicin” kepada pegawai-pegawai pemerintah untuk memudahkan penyerahan barang atau jasa secara tepat waktu yang merupakan hak penuh masyarakat. 31 . Pembayaran-pembayaran tidak sah kepada pegawai-pegawai pemerintah untuk memudahkan akses ke barang-barang. atau pemilihan pemborong.2. jasa. seperti izin dan perizinan. khususnya di bidang-bidang yang menyangkut keselamatan umum. 3. penegakan hukum atau penagihan pemasukan. 4. termasuk kolusi.

32 . seperti kelalaian untuk mengungkapkan kewajiban-kewajiban membayar yang bersyarat atau menilai aset di bawah nilai yang sebenarnya di perusahaan-perusahaan yang didaftarkan untuk swastanisasi. Penyalahgunaan informasi rahasia untuk keuntungan pribadi. Pembayaran-pembayaran kepada pegawai-pegawai pemerintah untuk mengembangkan atau mempertahankan akses yang bersifat monopoli atau oligopoli ke pasar-pasar tanpa adanya suatu alasan ekonomi yang mendukung untuk pembatasan-pembatasan semacam itu. 8. seperti mempergunakan pengetahuan tentang penjaluran transportasi umum untuk menanamkan modal di perumahan yang kemungkinan akan bertambah nilainya.6. 7. Pencurian atau penggelapan harta atau uang milik umum. 9. Penyingkapan secara sengaja informasi palsu atau menyesatkan tentang status keuangan perusahaan-perusahaan yang dapat mencegah para calon penanam modal untuk menilai harga perusahaan-perusahaan tersebut secara akurat.

19. yang ditujukan untuk memberikan harga 33 . seperti penggunaan ancaman pemeriksaan pajak atau sanksi hukum untuk memeras keuntungan pribadi. misalnya. atau tindakan-tindakan masyarakat lain yang yang melemahkan dan pelayanan profesional 11. menerima atau meminta sejumlah hal apapun untuk memepengaruhi tindakan dari seorang pegawai negeri dalam proses pengadaan atau penandatanganan kontrak. Definisi-definisi korupsi yang lebih sempit sering diperlukan untuk membahas jenis-jenis tertentu dari perilaku terlarang. dan termasuk praktek-praktek kolusi di antara para pihak yang memberikan penawaran. nepotisme. Di bidang pemalsuan pengadaan. Penghalangan hukum dan campur tangan dalam tugas-tugas instansi-instansi yang ditugaskan untuk memeriksa. penciptaan meritokratik. jabatan. Bank Dunia mengartikan praktek korupsi sebagai “menawarkan... menyelidiki dan menuntut perilaku terlarang. atau kenaikan pangkat kepegawaian.” Praktek pemalsuan didefinisikan sebagai “suatu pemberian fakta yang keliru dalam atau untuk mempengaruhi suatu proses pengadaan atau penandatanganan sebuah kontrak yang merugikan pihak Penerima Pinjaman.10. 12. Pemerasan dan penyalahgunaan jabatan publik. memberi. Penjualan tempat.

yang melibatkan seluruh pemerintah atau kementrian. Akan berguna pula untuk membedakan antara korupsi yang sistemis. jumlah uang yang kecil. dan pertukaran sejumlah besar uang. akan berguna untuk membedakan antara korupsi tersindikasi di mana direncanakan sistem-sistem yang rumit untuk menerima dan menyebarkan uang suap. yang melibatkan pegawai-pegawai tingkat rendah. yang lebih bersifat terpisah dan sporadis. dan korupsi perorangan.penawaran pada tingkat yang semu dan tidak bersaing serta untuk tidak memberikan kesempatan Penerima Pinjaman dari keuntungan persaingan yang bebas dan terbuka. BIAYA-BIAYA YANG DIAKIBATKAN KORUPSI 21. keputusan-keputusan atau kontrak-kontrak besar. beberapa orang berketetapan bahwa hal tersebut adalah alamiah bagi pegawai negeri untuk menaikkan 1 Dalam gerakan untuk menyelaraskan standar-standar pengadaan ADB dengan standar Bank Dunia dalam hal korupsi. pedapat-pendapat diajukan bahwa korupsi dapat membawa efek-efek yang menguntungkan. definisi- 34 . dan korupsi tak tersindikasi. Di negara-negara di mana gaji di sektor publik sering rendah dan di beberapa kasus bahkan mungkin tidak cukup untuk hidup. dan korupsi kecil-kecilan. IV. Korupsi tidak selalu dianggap berdampak negatif bagi pembangunan. Pada akhirnya. di mana pegawai-pegawai secara perorangan mencari atau bersaing untuk mendapatkan uang suap dengan cara ad hoc serta tidak terkoordinasi.” 1 20. pengadaan jasa dan barang secara rutin. Seringkali berguna apa bila dibedakan antara korupsi yang besar yang biasanya melibatkan pejabat-pejabat senior. Di dekade-dekade terdahulu.

atau dapat berguna sebagai suatu alat integrasi nasional dengan mengizinkan elite-elite yang memerintah untuk menarik atau memilih kelompokkelompok politik. menyalurkan sumber daya dari perorangan dan perusahaan-perusahaan kaya ke pihakpihak yang lebih sederhana.gaji mereka dengan cara-cara lain. etnis atau keagamaan.2 Pertama. salah seorang pemerhati yang paling tajam dalam masalah korupsi dalam pembangunan. Pada akhirnya. Lihat Bagian VI. beberapa sarjana berpendapat bahwa korupsi merupakan bagian yang alami dari pembangunan. Saat itu dinyatakan bahwa korupsi dapat memajukan keefisienan ekonomi dengan membantu memperbaiki harga-harga semu dan yang ditentukan secara administratif sampai pada tingkat-tingkat kliring pasar. Robert Klitgaard. korupsi dapat juga menyebabkan akibat-akibat negatif yang menurunkan kinerja dari sistem tersebut sebagai suatu kesatuan dan membahayakan keefisienan dinamis jangka panjang ekonomi. Mereka mencatat bahwa hal tersebut tersebar luas secara umum di sejumlah besar negara maju sampai beberapa waktu yang lalu . definisi ini dapat juga dipakai oleh ADB. 35 . 22. pendapat-pendapat tersebut sering mengacu pada keuntungan-keuntungan yang berpangkal dari tindakan-tindakan terlarang tertentu dan tidak mempertimbangkan dampak sistemis dari korupsi. Menurut pendapat-pendapat yang lainnya korupsi memainkan peran redistribusi yang bermanfaat. ketika korupsi dikurangi (tetapi tidak dihilangkan) melalui pemberlakuan pembaharuan sektor publik secara bertahap selama abad terakhir ini. mencatat bahwa pendapat-pendapat tersebut memiliki beberapa ciri bersama. Meskipun suatu peristiwa atau transaksi tertentu mungkin memiliki hasil-hasil positif.

manfaat-manfaat yang dikatakan berasal dari korupsi. Kedua. tampaknya akan membawa manfaat-manfaat yang lebih besar dengan berlalunya waktu dari pada apabila korupsi yang secara relatif tinggi dibiarkan untuk menutupi kekurangan-kekurangan tersebut. dengan penyederhanaan prosedur kepabeanan atau dengan membayar gaji yang bersaing dengan sektor swasta. 1988. 32. 25. Mengendalikan Korupsi. Walaupun banyak peristiwa di mana tindakantindakan terlarang dapat meningkatkan tingkat ekonomi. korupsi mendorong orang untuk menghindari peraturan-peraturan yang baik maupun yang buruk. seperti penyederhanaan transaksi-transaksi pemerintah atau peningkatan gaji pegawai negeri. hanya tampak seperti demikian dengan dilatarbelakangi oleh suatu sektor publik yang tidak berfungsi secara efektif. Ketiga.23. University of California Press. misalnya. Berkeley dan Los Angeles. 24. hal. 36 . Tidak ada jaminan bahwa seorang importir yang menyuap seorang petugas pabean untuk mempercepat persetujuan untuk mengeluarkan obat-obatan yang sangat dibutuhkan minggu ini tidak akan menyuap petugas tersebut untuk mempercepat persetujuan untuk mengeluarkan obat-obatan terlarang di minggu berikutnya. Pengalaman perekonomian seperti Singapura menunjukkan bahwa upaya yang sabar dan gigih menuju manajemen sektor publik yang lebih baik. Tugas untuk menilai dampak praktis dari korupsi pada pembangunan suatu negara merupakan suatu tugas yang rumit yang sekarang sedang menjadi perhatian para pakar yang semakin meningkat. segudang bukti menunjukkan bahwa tindakan korup secara khusus menimbulkan lebih banyak kerugian dari pada 2 Robert Klitgaard.

keuntungan. Kajian tentang korupsi di sebuah negara Afrika, misalnya, menyimpulkan bahwa korupsi telah meningkatkan konflik etnis, merusak keefisienan pemerintahan kotamadya dan instansi-instansi federal, melumpuhkan sistem nilai dari penerimaan dan kenaikan pangkat pegawai, dan menghasilkan suatu “atmosfir ketidakpercayaan yang meliputi semua tingkatan administrasi. “ Sebuah kajian terhadap sebuah negara Asia menemukan bahwa di antara kasus-kasus yang dipertimbangkan tidak terdapat satu kasus pun di mana uang yang diperoleh dengan korupsi “diinvestasikan secara langsung dan produktif.”
1

Sebuah kajian ekstensif tentang korupsi di sebuah negara Asia lainnya

menyimpulkan sebagai berikut:

Penyogokan dan korupsi telah dengan kuat mempengaruhi upayaupaya pembangunan secara negatif, dengan menyangkal apa yang disebut sebagai “hipotesa pembaharu” (“revisionist hypothesis”) yang lazim di Barat yang menganggap korupsi baik sebagai suatu langkah yang diperlukan dalam proses pembangunan atau sebagai suatu cara untuk mempercepatnya. Sebaliknya, [penelitian kami] menemukan bahwa korupsi membawa kepada pemilihan produserproduser yang tidak efisien, pembagian sumber daya-sumber daya umum yang terbatas secara tidak adil dan tidak merata, serta kebocoran pendapatan dari simpanan pemerintah ke tangan perorangan pribadi. Secara tidak langsung, tetapi tidak kurang
1

Kutipan dari Afrika tersebut berasal dari Herbert Werlin, 1979, “Akibat-akibat Korupsi: Pengalaman Ghana, dalam Monday U. Ekpo, ed. Korupsi Birokratis di Afrika Sub-Sahara: Menuju suatu Pencarian Sebab dan Akibat. Washington D.C. University Press of America, hal. 253. Kutipan kedua berasal dari Kang Sintaek 1978 “Kesimpulan dan Saran,” dalam sebuah makalah yang

37

merugikan,

korupsi

mengakibatkan

hilangnya

kepercayaan

terhadap pemerintah. 2

26.

Setelah dilihat secara lebih dekat, banyak hal yang dikatakan merupakan

manfaat distributif, keefisienan dan politik dari korupsi ternyata hanya sebuah ilusi. Bukannya meningkatkan pembagian pemasukan secara lebih merata, korupsi malah mengubah alokasi sumber daya-sumber daya sosial menjadi jauh dari mereka yang secara sah berhak atasnya dan diberikan kepada orang-orang kaya, orang-orang yang berkuasa, serta orang-orang yang memiliki relasi-relasi politik yang kuat. Bukannya

mengkompensasikan gaji pegawai-pegawai negeri yang rendah, korupsi malah melemahkan sistem nilai dan merugikan profesionalisme pelayanan dan semangat pengabdian (esprit de corps). Dari waktu ke waktu, korupsi bahkan dapat mengembangkan ketidakefisienan tambahan di sektor publik.
1

Ketimbang mempererat

kesetiaan politis, korupsi lebih sering melahirkan sinisme dan penolakan publik terhadap proses politik serta hal-hal yang berhubungan dengannya.

27.

Banyak kajian tentang akibat dari korupsi dalam kasus-kasus tersendiri

melukiskan sebuah gambar yang buruk tentang sumber daya yang hilang, terbuang atau diberikan untuk penggunaan yang kurang optimal:

2 1

ditulis untuk Pertemuan Kerja Ke-empat tentang Perilaku Birokratik dan Pembangunan, Hong Kong, Agustus, dikutip dalam Klitgaard 1988 hal. 37. Ledvina V. Carino dan Josie H. de Leon, 1983. Laporan Akhir untuk Kajian tentang Penyogokan dan Korupsi, Pita Merah dan Ketidakefisienan dalam Pemerintahan, dikutip dalam Klitgaard. hal. 38. Di salah satu negara Afrika, misalnya, setiap pengapalan kontainer impor diperiksa tiga kali oleh petugas-petugas pabean karena kemungkinan penyogokan dan pembayaran uang pelicin, ketimbang melakukan satu kali pemeriksaan di tempat berdasarkan sejarah sang importir, seperti yang dipraktekkan di banyak negara lainnya.

38

(i)

Sejumlah perkiraan memperhitungkan bahwa sebanyak $30 milyar bantuan untuk Afrika berakhir di dalam rekening-rekening bank asing. Jumlah ini dua kali lipat dari jumlah produk domestik bruto (GDP) Ghana, Kenya dan Uganda apabila digabungkan. 2

(ii)

Selama 20 tahun terakhir, salah satu negara Asia Timur diperkirakan telah kehilangan $48 milyar karena korupsi, yang melebihi jumlah seluruh hutang luar negerinya yang berjumlah $ 40,6 milyar.3

(iii)

Sebuah laporan intern dari pemerintah negara Asia lainnya menemukan bahwa selama dekade terakhir, nilai kekayaan negara berkurang lebih dari $50 milyar, terutama karena pejabat-pejabat yang korup telah dengan sengaja menilai kekayaan tersebut lebih rendah saat menjual properti-properti yang besar kepada kepentingan swasta atau kepada para penanam modal asing dengan mendapatkan imbalan hadiah. 4

(iv)

Di salah satu negara Asia Selatan, laporan Pemerintah baru-baru ini menunjukkan bahwa $50 milyar setiap harinya disalahgunakan karena ketidakberesan manajemen dan korupsi. Sang Perdana

2 3

4

P. E. Pedersen 1996. “Mencari Senjata Berasap,” Euromoney (September): 49. Perkiraan Pemerintah Filipina, dikutip dalam Reuter Newswire, 1997. “Korupsi Filipina: Sebuah ‘Mimpi Buruk’ -- Ramos.” 11 Januari. Lihat juga Philippine Star 1997, “Komisi Audit P1.2 B Kerugian karena Penyogokan Setiap Tahun,” 12 Juni. Laporan intern, dikutip dalam Business Week, 1993. “Akibat Destruktif dari Tangan-Tangan Kotor,” 6 Desember, hal. 133.

39

Menteri telah menyatakan secara umum baru-baru ini bahwa mayoritas birokrat dan perangkat administratif dari atas sampai ke bawah bersifat korup. 5

(v)

Di salah satu kota di Amerika Utara, bisnis dapat memotong $330 juta dari suatu tagihan pembuangan limbah tahunan yang berjumlah $1,5 milyar dengan mengeluarkan industri sampah dari dominasi Mafia. Sebuah masalah yang khusus adalah infiltrasi ke dalam lembaga-lembaga pemerintahan oleh kejahatan terorganisir.
6

(vi)

Sejumlah kajian tentang dampak korupsi terhadap kebijakankebijakan pengadaan pemerintah di beberapa negara Asia mengungkapkan bahwa pemerintah-pemerintah tersebut telah membayar 20 hingga 100 persen lebih banyak untuk barang dan jasa dari pada yang seharusnya mereka bayar tanpa korupsi. 7

(vii)

Korupsi dapat merugikan banyak pemerintahan sebesar kurang lebih 50 persen dari pemasukan pajak mereka. Ketika para petugas pabean di sebuah negara Amerika Latin diizinkan untuk menerima

5 6 7

The News, 1997, 28 Maret. The Financial Times, 1997. 6 Juni. Thinapan Nakata, 1978, “Korupsi dalam Birokrasi Thailand: Siapa Dapat Apa, Bagaimana dan Mengapa dalam Biaya-Biaya Publiknya,” The Journal of Public Administration 18 (Januari) 102-28; Clive Gray, 1979, “Kompensasi Pegawai Negeri di Indonesia . Bulletin of Indonesian Economic Studies 15 (Maret) 85-113, dan Robert Wade, 1982. “Sistem Korupsi Administratif dan Politis : Saluran Irigasi di India.” Journal of Development Studies. 18 (April) 287-328. Dikutip dalam Klitgaard 1988 hal. 39-40.

40

Keselamatan umum dibahayakan dengan produk-produk dan bangunan di bawah standar. atau $200 milyar. dan sektor-sektor prioritas seperti pendidikan atau kesehatan menderita secara tidak proporsional. 41 . 134-135. 135. terdapat 60 persen kenaikan dalam pemasukan pabean dalam satu tahun. Sumber daya-sumber daya langka disia-siakan untuk proyek-proyek yang tidak ekonomis karena potensi mereka untuk menghasilkan imbalan yang menguntungkan.1 (viii) Beberapa perkiraan tentang peran korupsi di negara Eropah menyimpulkan bahwa korupsi telah melambungkan jumlah hutang pemerintah negara tersebut sebesar 15 persen. “Akibat Destruktif dari Tangan-Tangan Kotor” 6 Desember. jalan-jalan. Modal ditujukan untuk tempat-tempat penanaman modal yang lebih transparan dan teratur. Business Week 1993. tenaga 1 2 Business Week 1993. Kegiatan pengusaha yang sah dihambat atau ditekan. Orang-orang yang sebenarnya tidak bermaksud untuk berusaha dengan perilaku curang akhirnya memutuskan bahwa mereka tidak punya alternatif lain. 2 28. Di sebuah kota. “Akibat Destruktif dari Tangan-Tangan Kotor” 6 Desember. hal. biaya-biaya tidak langsung dari korupsi sering dapat melebihi jauh akibat-akibat langsungnya.persentase dari apa yang mereka tagih. Meskipun hampir tidak mungkin untuk memberikan penilaian secara akurat. lampu-lampu jalan dan pelayanan sosial. yang kota meningkatkan pengeluarannya secara berarti untuk perawatan sekolah-sekolah. inisiatif anti korupsi telah mengurangi ongkos pengeluaran memungkinkan infrastruktur kepada sebesar tersebut 35-40 untuk persen. hal.

dasar sumber daya alam negara dan sumber-sumber keuntungan komparatifnya memainkan peran yang sangat penting dalam kemampuannya menarik penanaman modal. 42 . sedang yang lainnya tidak. Di beberapa negara. membuat negara tersebut secara inheren lebih menarik dibanding negara-negara lain di mana banyak petugas yang berbeda dapat meminta pembayaran yang tidak ditentukan dan tidak diperkirakan. Pendekatan semacam itu dapat mengurangi biaya transaksi dan menambah sebuah ukuran keteraturan terhadap keputusan-keputusan penanaman modal.3 Faktor kedua adalah bentuk korupsi yang dipraktekkan. 29. keabsahan sektor publik sendiri dipertanyakan dan pemerintah dapat dihadapkan dengan ketidakstabilan atau keruntuhan politik. Meskipun korupsi itu mahal. sejauh mana uang tetap berada di dalam negara yang bersangkutan dan ditanamkan dalam kegiatan ekonomi yang produktif. akan juga 3 Negara-negara dengan sumber daya yang langka atau berharga dapat secara umum menarik penanaman modal daripada mereka yang berusaha untuk bersaing sebagai suatu sumber manufaktur padat karya dengan gaji rendah. Imbalan umumnya diketahui di muka dan dipusatkan di tingkat atas dengan cara “satu-perhentian”. atau mengalir keluar negeri ke dalam rekening-rekening bank asing.” Dalam kasus-kasus yang ekstrim. negara-negara kaya sumber daya tersebut juga sering menikmati tingkat pertumbuhan lebih rendah dari pada rekanan mereka yang lebih miskin. Pada tingkat yang paling dasar. Beberapa negara dapat mentolerir tingkat penyuapan dan penyogokan yang relatif tinggi dan terus mempertahankan tingkat pertumbuhan ekonomi yang membanggakan. Akhirnya. korupsi sangat dirutinkan. Beberapa faktor mempengaruhi seberapa jauh korupsi berperan sebagai sebuah rem bagi proses pembangunan. dampaknya pada pembangunan tidaklah seragam.intelektual dialihkan dari usaha-usaha yang lebih produktif untuk mencari cara untuk “menghindari sistem. Ironisnya.

30. Kutipan-kutipan tersebut masing-masing berasal dari halaman 695 dan 683. 1 31. Lane dan Aaron Tornell.9 persen Produk Domestik Bruto dalam tingkat investasi dan peningkatan sebesar 1. ahli ekonomi IMF. 43 . 1996 “Kekuasaan. Paulo Mauro.membawa dampak terhadap kemampuan suatu negara untuk mentolerir tingkat korupsi yang relatif tinggi dan tetap menikmati tingkat pertumbuhan ekonomi yang layak. menemukan bahwa korupsi “berhubungan erat secara negatif dengan tingkat investasi. tanpa menghiraukan jumlah birokrasi (red tape).” Model Mauro menunjukkan bahwa suatu peningkatan satu standar penyimpangan dalam “indeks korupsi” akan menghasilkan peningkatan sebesar 2. 1 (Juni): 213-241.” Quarterly Journal of Economics 681 (Agustus) : 681-711. Pertumbuhan dan Efek Keserakahan.bahkan untuk membetulkan variabelvariabel seperti keefisienan birokrasi--negara-negara yang mentolerir tingkat korupsi yang relatif tinggi tak mungkin melakukannya secara ekonomis seperti halnya yang mungkin mereka lakukan dengan cara lain.3 persen dalam tingkat per kapita tahunan dari pertumbuhan Produk Domestik Bruto (GDP).” Journal of Economic Growth. Patut dicatat bahwa banyak dari kajian ekonomi lintas negara ini berdasarkan pada tingkat korupsi yang diperkirakan (bukan yang sebenarnya). Meskipun adanya keberatan-keberatan tersebut. Analisa tersebut didukung oleh kajian-kajian baru lainnya. Dengan mempergunakan data dari 39 negara industri dan yang sedang berkembang yang mengatur pemasukan. dan bahwa kajian-kajian tersebut dapat menghadapi masalah-masalah dalam membedakan efek-efek korupsi dari efek-efek variabel-variabel lain yang berhubungan dengan mutu pemerintahan. dua orang peneliti Bank Dunia menemukan bahwa negara-negara yang dianggap memiliki tingkat korupsi yang 1 Lihat Philip R. pendidikan dan pembiasan kebijakan. “Korupsi dan Pertumbuhan. 1995. Dalam satu kajian yang meliputi lebih dari 70 negara selama akhir 1970-an dan awal 1980-an. Paolo Mauro. penelitian empiris yang terbaru dan bersifat inovatif menunjukkan bahwa -.

3 V. kelembagaan dan kebijakan dilaksanakan dengan baik.relatif rendah selalu dapat menarik investasi lebih banyak dari pada negara-negara yang dianggap lebih rentan terhadap kegiatan korup atau terlarang. menemukan bahwa persepsipersepsi korupsi memiliki suatu dampak yang kuat dan negatif terhadap arus investasi asing. Mengingat hal-hal tersebut di atas. Cambridge. ADB mencatat bahwa pengalaman yang ditarik dari Wilayah Asia dan Pasifik serta wilayah-wilayah lainnya menunjukkan bahwa kemajuan yang berarti dapat diraih dalah perjuangan melawan korupsi apabila reformasi hukum. MA. 102-109. ADB menegaskan bahwa perilaku korup dan curang adalah suatu hambatan serius bagi proses pembangunan. World Development Report 1997. atau bahwa tidak pantas bagi lembaga-lembaga keuangan internasional untuk membahas permasalahan tersebut. 44 . 1997. hal. National Bureau of Economic Research. Washington D. Menurut temuan-temuan kajian tersebut.” Working Paper 6030. ADB menolak pendapat bahwa akibat-akibat yang menguntungkan dari korupsi mengalahkan akibatakibat negatifnya. Hasil tersebut terbukti benar baik untuk kedua negara di mana korupsi sangat tersindikasi dan dapat diperkirakan. ADB menyambut baik fokus yang semakin tajam terhadap permasalahan anti korupsi sebagai bagian dari 2 3 Analisa ini dibuat oleh Jose Eduardo Campos dan Sanjay Pradhan sehubungan dengan Laporan Pembangunan Dunia 1997. “Bagaimana Perpajakan Menjadi Korupsi Terhadap Investor-Investor Internasional. : Bank Dunia. Shang-Jin Wei. Lihat Bank Dunia 1997. POSISI ADB DALAM PERMASALAHAN ANTI KORUPSI 32. maupun untuk negara-negara di mana korupsi tidak sedemikian. yang mempergunakan analisis ekonometrik untuk memeriksa dampak korupsi terhadap investasi asing langsung di Asia Timur.C. Asia Timur tidak berbeda dengan wilayah-wilayah lain dalam hal ini. 2 Kajian baru lainnya.

pendekatan ADB terpusat pada tiga sasaran (i) menunjang pasar-pasar yang berdaya-saing dan administrasi publik yang efisien. sikap ADB pada permasalahan anti korupsi dimaksudkan untuk mengurangi beban yang ditimbulkan oleh korupsi yang tersebar luas dan sistemis pada perekonomian wilayah dan pembangunan negara-negara anggota ADB yang sedang berkembang. (ii) mendukung upaya-upaya anti korupsi yang menjajikan atas dasar kasus per kasus dan meningkatkan mutu dialog kami dengan 45 .upayanya yang lebih luas untuk memajukan prinsip-prinsip transparansi. bertanggung-jawab dan transparan sebagai bagian dari pekerjaan ADB yang lebih luas pada pemerintahan yang bersih serta pengembangan kemampuan. inisiatif-inisiatif ADB tentang korupsi akan didasarkan semata-mata pada pertimbangan ekonomi dan perhatian terhadap manajemen pembangunan yang bertanggung-jawab. Sesuai dengan Pasal 36 (2) Anggaran Dasar ADB. 34. efektif. tanggung-jawab dan peran serta berdasarkan kebijakannya. yaitu : Secara lebih spesifik lagi. Inisiatif-inisiatif tersebut tidak akan mencakup campur tangan dalam persoalan politik dari suatu negara anggota yang sedang berkembang atau dipengaruhi oleh karakter politiknya. dasar. keteraturan. 33. Pada tingkatan yang seluas-luasnya.

ADB mencoba untuk menjadikan pendekatannya proaktif dan menjamin adanya upaya yang berkesinambungan untuk meningkatkan keefisienan pasar dan mutu sektor publik sebagai suatu kesatuan. Tujuan No. 1: Menunjang Pasar-Pasar yang Berdaya-saing.negara-negara anggota yang sedang berkembang meliputi permasalahan pemerintahan. Meskipun demikian. 1 1 Penemuan dan penuntutan terhadap kegiatan-kegiatan curang telah menjadi bagian yang penting dari upaya-upaya anti korupsi yang berhasil. Fokus pada pencegahan bukannya pada penuntutan ini mencerminkan keyakinan bahwa kebanyakan dari inisiatif pemerintahan berprioritas memiliki dampakdampak positif yang berarti dalam perjuangan melawan korupsi. Pengalaman ADB sendiri dan keuntungan yang kompetitif secara kuat condong ke sisi pencegahan. 46 . Bertanggung-jawab serta Transparan 35. A. dan (iii) memastikan agar proyek-proyek dan staf ADB mematuhi standar keuangan dan etika yang tertinggi. hukum dan kelembagaan yang penuh kesabaran dan berkesinambungan bukannya melalui upaya-upaya jangka pendek dan bersifat reaktif untuk menghukum orang-orang yang bersalah. pendekatan yang paling efektif mengkombinasikan upaya-upaya penuntutan dengan suatu penekanan yang lebih kuat pada pencegahan. Efektif. Keberhasilan jangka panjang tampaknya akan datang melalui reformasi ekonomi. Sebagai suatu masalah kebijakan. dan Administrasi Publik yang Efisien. termasuk korupsi. kepercayaan utama terhadap upaya anti korupsi ADB akan mengarahkan masalah ini sebagai suatu bagian dari pekerjaannya yang lebih luas pada pemerintahan dan pengembangan kemampuan.

ADB tengah membicarakan inisiatifinisiatif ini dalam dialognya dengan negara-negara anggota yang sedang berkembang (Kotak 2). pengurangan hargaharga yang diatur.36. pembukaan akses ke pasar-pasar asing. ADB akan menggunakan dialognya dengan negara-negara anggota yang sedang berkembang untuk mengajukan rekomendasi-rekomendasi kebijakan yang akan membantu menghilangkan distorsi pasar dan mengurangi kesempatan untuk mencari bagian di pihak perusahaan ataupun petugas. Mengenai hal pertama. perluasan kesempatan bagi petani-petani dan para pelaku usaha kecil. Liberalisasi rezim perizinan. dan pengenalan suatu pembedaan yang jelas antara fungsifungsi produksi dan pengaturan adalah cara-cara yang dapat membantu agar perubahanperubahan kebijakan dapat meluruskan arena permainan dan mengurangi kesempatan untuk terjadinya perilaku yang korup dan curang. Ada dua bidang prioritas di mana ADB akan mengkonsentrasikan upaya- upayanya secara lebih luas: dialog kebijakan yang ditujukan ke arah liberalisasi ekonomi dan reformasi administrasi publik. penghapusan subsidi dan pinjaman-pinjaman lunak yang diatur kepada perusahaanperusahaan yang disukai. 47 .

praktekpraktek perizinan diskriminatif. dan untuk memperbaiki 48 . dan tidak ada diskriminasi pemerintah (melalui peraturan-peraturan. untuk menunjang swastanisasi beberapa badan usaha milik negara terpilih. Salah satu bagian dari proyek ini dan bantuan teknis yang terkait dengannya dirancang untuk membuka kesempatan untuk bersaing di sektor transpor. Dewan Direksi telah menyetujui sebuah pinjaman sebesar $250 juta dan sebuah hibah Bantuan Teknis tambahan kepada Negara Bagian Gujarat. sehingga para konsumen bebas untuk memilih di antara pilihan-pilihan yang bersaing atas dasar harga dan mutu pelayanan. Pinjaman 1506: Program Manajemen Sumber Daya Sektor Publik Gujarat: Pada bulan Desember 1996.Kotak 2 : Contoh-contoh Pinjaman dan Hibah ADB yang Menunjang Liberalisasi Pasar dan Reformasi Kebijakan Pinjaman 1444 dan Bantuan Teknis 2587: Proyek Rehabilitasi Jalan Kirgistan dan Penguatan Kelembagaan Sektor Jalan: Pada bulan Juni 1996. Dewan Direksi telah menyetujui sebuah pinjaman sebesar $50 juta kepada Republik Kirgistan untuk rehabilitasi jalan. pengendalian harga. atau bentuk-bentuk campur tangan lainnya) antara operator-operator jasa transportasi milik Pemerintah dan swasta. India untuk meningkatkan mutu manajemen sektor publiknya.

penyelesaian sengketa dan arbitrase. Tujuannya adalah untuk mengurangi peranan sektor publik dalam pengadaan barang dan jasa tertentu secara langsung. Hal ini juga berlaku di bidang pasar modal. tidak adanya peraturan yang mengatur pemasukan. memberi dengan berbagai cara kontribusi pada meningkatnya kemampuan bersaing. serta kelemahan sistem hukum. termasuk kurangnya transparansi dari sistem pengambilan keputusan. 37. Salah satu tujuan yang sangat penting dari dialog kebijakan ADB adalah untuk membalikkan dampak dari kebijakankebijakan dan peraturan-peraturan di masa lalu yang mendiskriminasikan peran serta sektor swasta dalam infrastruktur. masalahmasalah yang berkaitan dengan penentuan harga dan permasalahan pengaturan dalam kondisi-kondisi monopolistik.infrastrukturnya. ADB mendukung serangkaian reformasi yang berdasarkan kebijakan di sejumlah besar negara yang dimaksudkan untuk mengubah peraturanperaturan perbankan untuk memberi kesempatan bagi persaingan yang lebih besar dan untuk mengurangi pinjaman yang diperintahkan sambil memperkuat kemampuan instansi-instansi pemerintahan. di mana ADB berupaya untuk meningkatkan praktek-praktek keterbukaan dan meningkatkan 49 . beserta kegiatan operasionalnya di sektor swasta. sambil mengorientasikan ulang dan memperkuat peran pengaturannya dalam memastikan adanya suatu arena permainan yang sama rata bagi operasi-operasi sektor publik-swasta. Pekerjaan ADB dalam reformasi perusahaan dan pembangunan pasar keuangan. evaluasi penawaran dan tender. transparansi dan kebertanggungjawaban.

dan penggelapan. seimbang dan secara penuh dapat diperdebatkan dalam penjualan kekayaan milik negara. Melalui kegiatan operasionalnya di sektor swasta. “Swastanisasi dan Korupsi dalam Perekonomian Transisi. 50 . pencurian. 38. sangatlah penting untuk menerapkan prosedur-prosedur yang transparan. Untuk menghindari masalah ini.” Journal of International Affairs 50 (2): 419-458. sekaligus membantu para penanam modal untuk membuat keputusan-keputusan penanaman modal berdasarkan informasi yang tersedia. apabila dilakukan dengan benar. swastanisasi dapat juga membantu untuk menurunkan tingkat korupsi. yang memberikan transparansi di pasar modal dengan menerbitkan penilaian-penilaian independen terhadap mutu penanaman modal dari instrumen-instrumen utang. sangatlah 1 Daniel Kaufmann dan Paul Siegelbaum . ADB menanamkan modal dalam proyek-proyek katalitis seperti agen-agen pemeringkat. ADB juga mempertimbangkan untuk memberikan dukungan bagi inisiatif-inisiatif baru di bidang-bidang seperti pencucian uang. Apabila penjualan tersebut melibatkan monopoli alami.pengawasan pasar. upaya-upaya ini tengah dikembangkan dengan cepat. 1 Meskipun demikian. Penelitian pendahuluan juga menunjukkan bahwa. di beberapa negara proses swastanisasi sering dipenuhi dengan dugaan penyuapan. Dalam kaitannya dengan krisis keuangan yang melanda banyak negara di wilayah Asia Pasifik. Sering kali terdapat alasan-alasan keuangan dan ekonomi yang kuat bagi negara untuk melepaskan kepentingannya dalam kegiatan-kegiatan di mana negara memiliki keuntungan komparatif yang kecil. 1996. Perhatian khusus harus diberikan dalam menangani masalah-masalah swastanisasi. ADB juga menjadi semakin terlibat dalam upaya penguatan pengaturan perusahaan di perusahaan-perusahaan swasta dan dana-dana investasi di mana ADB memiliki suatu kepentingan ekuitas.

Berpaling terlebih dahulu kepada cabang eksekutif. Permasalahan tentang praktek yang terbaik yang melibatkan pengaturan perusahaan juga akan merupakan suatu komponen penting dari pinjaman-pinjaman dan hibah-hibah Bantuan Teknis ADB yang membahas permasalahan swastanisasi. korporasi. dan manajemen perusahaan publik. 39. Sejumlah besar reformasi administrasi publik dasar selama akhir abad ke- sembilan belas dan awal abad ke-dua puluh terjadi sebagai tanggapan terhadap penyalahgunaan jabatan. akan meningkatkan trasparansi dan kebertanggungjawaban. ada beberapa bidang- bidang prioritas dimana upaya-upaya untuk meningkatkan mutu dari administrasi publik suatu negara akan memberikan keuntungan yang berarti dalam perjuangan melawan korupsi. ADB dapat membantu negara-negara anggotanya yang sedang berkembang mencapai perubahan-perubahan yang akan membuat perilaku korup lebih sulit untuk dilakukan dan lebih mudah dideteksi seketika ia muncul. Dengan memfokuskan sebagai suatu prioritas utama pada reformasi sektor publik yang komprehensif.penting pula untuk mendirikan instansi-instansi pengaturan yang independen untuk memberikan pengawasan yang cukup sebelum swastanisasi. Perincian dari inisiatif reformasi yang lebih luas dengan komponen-komponen anti korupsi yang penting diperlihatkan dalam Lampiran 1. Tindakan-tindakan untuk memperkuat fungsi-fungsi audit internal dan untuk memastikan pengawasan yang memadai terhadap pengeluaran dapat 51 . Upaya-upaya untuk memperkuat sistem-sistem informasi khususnya yang berkaitan dengan manajemen keuangan. serta akan memperkuat kemampuan pemerintah untuk memantau perbelanjaan mereka. 40.

Tindakan-tindakan untuk memperkuat manajemen dan pengawasan untuk posisi-posisi pelayanan masyarakat akan membantu untuk menjamin agar tidak ada “pegawai siluman” dalam daftar gaji. Pemerintahan: Manajemen Pembangunan Yang Dapat Dipercaya. dan favoritisme. serta hubungan yang kurang antara jasa dan kenaikan pangkat dapat mengembangkan korupsi yang dapat merembet di antara para pegawai publik.memainkan peran ganda dalam membantu untuk memantau dan meningkatkan kinerja sambil membuat pencurian dan penggelapan lebih mudah untuk dideteksi. moral dan produktifitas yang rendah. akibat kumulatif dari gaji yang kecil. masa depan perkembangan karir yang tidak pasti. Bidang lain di mana kemajuan yang berarti dapat diraih adalah reformasi pegawai negeri. nepotisme. yang tengah diupayakan oleh ADB di beberapa negara anggota yang sedang berkembang. Tindakan-tindakan untuk meningkatkan prosedur penerimaan pegawai dan kenaikan pangkat akan membantu menghidarkan penyalahgunaan dukungan. 42. 41. Inisiatif-inisiatif untuk mengurangi jumlah pengecualian dan tunjangan khusus akan membuat pemberian upah menjadi lebih transparan. ADB dapat mendukung sejumlah inisiatif untuk memperbaiki masalah- masalah ini. dapat menekan biaya-biaya seraya secara bersamaan membuatnya lebih sulit untuk melakukan pemalsuan dan penyalahgunaan. Upaya-upaya untuk menekan skala pengupahan dan meningkatkan kondisi kepegawaian di seantero pelayanan masyarakat akan menurunkan dorongan bagi terjadinya perilaku curang. serta membantu untuk mengembangkan terciptanya suatu pelayanan 52 . Sebagaimana tertulis dalam makalah Dewan Direksi ADB. Reformasi pengadaan.

biasanya kesempatan untuk meminta suap juga akan menurun. deregulasi. Di dalam kementerian-kementerian. seseorang dapat meningkatkan keefisienan dan keefektifan di sektor publik sambil secara bersamaan mengurangi kesempatan untuk korupsi dengan mempersempit cakupan campur-tangannya. 44. Sejalan dengan penyederhanaan dan pelurusan prosedur. Langkah-langkah untuk reformasi hukum dan peradilan. Akhirnya. Pada tingkatan yang lebih luas. kebutuhan akan pembayaran “uang pelicin” untuk memperlancar pelayanan menghilang. Beberapa inisiatif “pemerintahan yang bersih” yang berkaitan dengan cabang-cabang legislatif dan peradilan dapat juga membantu dalam perjuangan melawan korupsi. instansiinstansi dan departemen-departemen. 43. atau untuk meningkatkan manajemen pengadilan untuk 53 . seperti upayaupaya untuk mengurangi timbunan pekerjaan peradilan melalui teknik-teknik penyelesaian sengketa alternatif. Salah satu cara yang penting untuk meningkatkan pertanggung-jawaban adalah dengan memperkuat fungsi pengawasan parlemen dan meningkatkan kemampuan dari lembaga-lembaga parlementer. agar berfungsi dengan efektif. dapat mencapai tujuan-tujuan yang serupa. dalam keadaan yang sesuai.Upaya-upaya untuk merancang dan menegakkan suatu aturan etika akan mempertegas apa yang diharapkan dari para pegawai negeri dan memastikan kepatuhan pada norma-norma perilaku yang baik. Seiring dengan berkurangnya ruang lingkup kegiatan negara. komersialisasi dan swastanisasi. salah satu pendekatan terbaik adalah perekayasaan kembali atas proses-proses usaha.masyarakat yang independen dan meritokratik. seperti badan pemeriksa/audit tertinggi.

ADB dapat juga diminta untuk membantu negara-negara anggota yang sedang berkembang dalam mengupayakan program-program anti korupsi yang nyata. 45. Inisiatif-inisiatif tersebut juga akan menjadi inti dari upaya anti korupsi ADB sebagai bagian dari programnya yang lebih luas untuk memperkuat pemerintahan dan pengembangan kemampuan. meningkatkan kemampuan pengadilan untuk menyidangkan perkara-perkara korupsi. B. Bantuan seperti itu dapat mencakup upaya-upaya untuk mengembangkan suatu strategi anti korupsi nasional. semuanya itu akan membawa hasil-hasil yang positif dalam perjuangan melawan korupsi. Hal yang sama juga berlaku untuk upaya-upaya untuk mengurangi jurang kemahiran yang kritis di bidang-bidang seperti akunting dan audit. memberikan tanggapan terhadap permintaan-permintaan dari para lembaga legislatif dan pejabat pemerintahan untuk memberikan bantuan hukum atau 54 .memastikan agar perkara-perkara dapat disidangkan secara teratur. atau untuk meningkatkan independensi dan profesionalisme lembaga peradilan. Inisiatif-inisiatif ini tidaklah kontroversial dan dikenal secara luas sebagai bagian-bagian dari manajemen sektor publik yang kuat. ADB tengah mengupayakan sejumlah inisiatif yang demikian dalam portofolio pinjaman dan hibah Bantuan Teknisnya yang telah ada (Kotak 3). Tujuan No. 2: Mendukung Upaya-Upaya Anti Korupsi yang Menjanjikan atas Dasar Kasus per Kasus dan Meningkatkan Mutu Dialog tentang Masalah-Masalah Kepemerintahan 46.

ADB akan mempertimbangkan secara cermat setiap permintaan bantuan dari negara anggota yang sedang berkembang dalam membangun upaya anti korupsi. ADB akan memberikan keleluasaan dan pilihan kepada staf dalam mengupayakan inisiatif-inisiatif teesebut atas dasar kasus per kasus. memperkuat mekanisme hukum untuk meninjau kembali tindakan administratif. Bantuan ADB akan dipandu dengan tiga prinsip. seperti misalnya penciptaan suatu ombudsman atau aturan untuk peninjauan ulang atas aturan hukum.teknis dalam merancang undang-undang anti korupsi atau aturan perilaku profesional. serta (iii) permintaan tersebut harus tercakup dalam bidang di mana ADB memiliki atau dapat memberikan keahlian yang relevan. Mengingat kegiatan-kegiatan tersebut kemungkinan bersifat sensitif secara politis dan membutuhkan pengetahuan yang mendetil tentang keadaan-keadaan khusus yang mengelilingi setiap perkara. atau meningkatkan kemampuan dari lembaga-lembaga anti korupsi untuk menyelidiki atau mendakwa perilaku curang. 47. (ii) permintaan tersebut haruslah sesuai dengan strategi operasional negara ADB yang lebih luas serta upaya-upaya yang tengah berlangsung di bidang kepemerintahan dan pengembangan kemampuan. 55 . yaitu: (i) bantuan harus diminta oleh pemerintah dari negara anggota yang sedang berkembang.

Bantuan Teknis 2186: Memperkuat Kerangka Kerja Hukum untuk Administrasi Kepabeanan di Republik Rakyat Cina: Program BANTUAN TEKNIS untuk $646. 56 .KOTAK 3: Contoh-contoh Pinjaman dan Hibah ADB untuk Pemerintahan yang Baik dengan Komponen Anti-Korupsi RETA 5688: Program Pelatihan Audit Regional Jangka Panjang untuk Anggota Organisasi Lembaga Audit Agung: Inisiatif ini untuk sejumlah $ 1. bea-bea kompensasi anti-damping.0 juta telah disetujui oleh Direksi pada bulan Juni 1996. tindakan-tindakan anti pemalsuan di bidang perdagangan. Inisiatif tersebut merencanakan suatu program 5 tahun untuk memperkuat program pelatihan regional untuk lembaga-lembaga audit internasional dan untuk peningkatan kemampuan-kemampuan pelatihan dan teknis audit dari lembaga-lembaga audit individual. (ii) pembuatan sistim informasi hukum bagi perundang-undangan dan peraturan kepabeanan. dan audit eksternal.000 ini telah disetujui oleh Direksi pada bulan Oktober 1994. dan (iii) pelatihan untuk staf CGA dalam melaksanakan tindakan-tindakan tersebut. Sasarannya adalah untuk membantu Administrasi Umum Kepabeanan (CGA) dalam (i) pengajuan perundangan dan peraturan yang berkaitan dengan pengendalian perbatasan terhadap hak milik internasional.

Bantuan Teknis 2616: Reformasi Administrasi Sektor Publik di Sri Lanka: Pada bulan Juli 1996. Hal tersebut juga memungkinkan didirikannya Kantor Ombudsman untuk menjamin arbitrase yang adil dan independen dalam persengketaan antara 57 .000 kepada Pemerintah Sri Lanka untuk membantu membalikkan penurunan yang berkepanjangan pada kualitas dan kemampuan sektor publik. Persyaratan bagian ketiga dalam pinjaman mengharuskan adanya suatu premium untuk pembuatan prosedur-prosedur untuk memberikan perijinan usaha dan penanaman modal asing menjadi lebih transparan dan dapat diprediksi. dan memperbaiki kemampuannya untuk menyediakan suasana kondusif bagi pertumbuhan sektor swasta. pertanggungjawaban sistem manajemen pegawai dan pemerintah dengan yang prosedur-prosedur Pinjaman 1513: Bantuan untuk Program Reformasi Sektor Publik di Republik Kepulauan Marshall: Pada bulan Januari 1997 Direksi telah menyetujui pinjaman senilai $12 juta untuk mendukung pelaksanaan program reformasi di sektor publik yang dimaksudkan untuk menstabilkan keadaan keuangan pemerintah. memperbaiki keefisienan sektor publiknya. Presiden telah menyetujui suatu hibah senilai $275. Dua diantara tujuan-tujuan dari inisiatif ini adalah untuk merasionalisasikan kader-kader di sektor publik dan untuk meningkatkan memperkenalkan berdasarkan hasil.

dan kemungkinan kerjasama dengan lembaga-lembaga swadaya masyarakat lokal maupun internasional yang misinya atau program kerjanya mengedepankan inisiatif-inisiatif serupa. yang berkisar antara diskusi strategi operasional negara dan program 58 . Bank akan mempertimbangkan untuk usaha-usaha anti-korupsi. Bank memiliki serangkaian mekanisme untuk melakukan dialog dengan Negara-negara Anggota yang Sedang Berkembang dalam permasalahan kepemerintahan (termasuk korupsi). mendukung Dengan cara yang serupa. dan kegiatan-kegiatan pelatihan. seminar-seminar. lokakarya-lokakarya. Hal-hal tersebut termasuk usahausaha untuk mempengaruhi perdebatan dalam Negara Anggota yang Sedang Berkembang (DMC) tentang strategi anti-korupsi tertentu atau serangkaian inisiatif anti-korupsi. dan inisiatif-inisiatif yang pada dasarnya hanya bersifat kosmetik dan dirancang untuk memberikan kesan kemajuan tanpa adanya substansi. Staf harus berhati-hati dalam mengemukakan serangkaian inisiatif yang biasanya tetap di luar jangkauan keterlibatan Bank. penelitian dan penerbitanpenerbitan yang berkaitan dengan permasalahan anti-korupsi. 48.pemerintah dan masyarakat luas. 50. program anti-korupsi yang sangat dipolitisir dan ditujukan pada seseorang atau sebuah partai politik tertentu. Bank tidak akan memberikan bantuan untuk langkah-langkah anti-korupsi kecuali terdapat pengertian dengan Negara Anggota yang Sedang Berkembang tentang sifat dan jangkauan dari inisiatif-inisiatif tersebut dan kepentingannya dalam strategi pembangunan negara tersebut secara keseluruhan. 49. konperensi-konperensi.

bantuan negara. 51. harus membahas korupsi dalam konteks kepemerintahan yang lebih luas dan permasalahan pengembangan kemampuan. Staf Bank yang bertanggung-jawab atas strategi negara dan formulasi program. Misi-misi pembahasan portofolio negara dan misi-misi peninjauan kembali atas proyek memberikan wadah yang bermanfaat untuk membahas kebijakankebijakan dan praktek-praktek yang menghambat pelaksanaan proyek-proyek Bank secara efisien. Mereka akan menggunakan mekanisme-mekanisme tersebut untuk membahas dan merekomendasikan cara-cara yang dapat diterapkan oleh Bank untuk membantu memajukan prinsip-prinsip manajemen pembangunan yang benar. termasuk pembuatan rancangan dokumendokumen strategi operasional negara dan program bantuan negara. Mereka harus memiliki pengetahuan tentang permasalahan korupsi dan dampaknya dalam cakupan operasional geografis dan/atau sektoral. termasuk langkahlangkah yang dapat membantu melawan korupsi. yang akan menentukan tindakan yang optimal. serta staf yang bertanggung-jawab untuk pinjaman-pinjaman atau proyek-proyek Bantuan Teknis. Dalam kasus-kasus langka dimana tindakan lanjutan segera 59 . di setiap negara dimana korupsi membawa dampak terhadap proyek-proyek Bank dan prospek-prospek pertumbuhan ekonomi secara umum di negara tersebut. sampai misi-misi pembahasan portfolio negara. staf yang menduga adanya kemungkinan korupsi telah terjadi atau akan terjadi dalam suatu proyek Bank tertentu harus mengikuti prosedur yang ditentukan dalam alinea 64 dan melaporkan hal tersebut kepada Kantor Pemeriksa/Auditor Kantor Pemeriksa/Auditor (OGA) ADB. pelaksanaan dan misi-misi peninjauan kembali. penilaian proyek-proyek. Pada umumnya.

dalam hal ketidakhadirannya. setiap pembicaraan dengan setiap perusahaan atau lembaga pemerintahan harus terbatas pada operasi atau serangkaian operasi Bank yang spesifik. dari kepala pejabat penerangan Bank. Akan tetapi. 3: Memastikan agar Proyek-Proyek dan Staf Bank Mematuhi Standar Etika Tertinggi. atau tentang tingkat korupsi pada umumnya dalam suatu perusahaan atau negara tanpa mendapat persetujuan dari wakil presiden terkait sebelumnya atau. staf dapat mengemukakan masalah tersebut secara eksplisit dengan perusahaan. 53. Apabila Bank berusaha untuk mengurangi perilaku curang antara Negara- negara Anggota yang Sedang Berkembang dan untuk memastikan bahwa para 60 .diperlukan. Presiden. Staf Bank lainnya dapat secara bebas membahas permasalahan korupsi pada umumnya. lembaga pelaksana atau lembaga penyelidikan yang bersangkutan setelah mendapatkan persetujuan dari Direkturnya dan dari Kantor Penasehat Hukum (OGC) ADB. para wakil presiden. C. dengan ketentuan bahwa mereka harus mengikuti posedur yang ditetapkan dalam Pedoman Media. Tujuan No. serta para kepala kantor atau departemen dapat berbicara kepada pers tentang permasalahan korupsi sebagaimana mereka anggap perlu dalam pelaksanaan kegiatan operasional Bank. 52. Sesuai dengan Pedoman Media (Media Guidelines) Bank. mereka tidak diperkenankan untuk berbicara kepada pers baik tentang contoh-contoh korupsi yang spesifik diantara pemasok Bank atau di Negara-negara Anggota yang Sedang Berkembang. Akan tetapi.

(ii) memperkuat kebijakan pengadaan Bank. tonggak ketiga dari kebijakan anti-korupsi Bank memerlukan tindakan-tindakan internal yang lebih tegas untuk memperkuat integritas kegiatan operasional Bank. Untuk tujuan tersebut. Apabila terdapat bukti yang dapat dipercaya tentang korupsi dalam pinjaman atau hibah Bantuan Teknis yang dibiayai Bank. 54.pemasoknya dan para pemborongnya dapat dipercaya. Pelanggaran terhadap peraturan-peraturan atau perjanjian pinjaman tertentu dapat berakibat dimasukkannya perusahaan yang 61 . (iv) meningkatkan mutu dari pengawasan dan pengelolaan dari pinjaman-pinjaman Bank dan hibah-hibah Bantuan Teknis. sangat penting agar staf Bank memiliki reputasi bersih. dan (v) memastikan bahwa semua staf Bank memahami kebijakan anti-korupsi dan bertindak secara konsisten baik dengan perkataannya maupun semangat dari kebijakan ini. (iii) memperbaharui Aturan Perilaku (Code of Conduct) Bank dan menciptakan mekanisme pelaporan internal untuk membahas tuduhan-tuduhan korupsi di antara staf Bank atau dalam kegiatan-kegiatan operasional Bank. Tindakan-tindakan tersebut akan dilaksanakan dalam lima dimensi: (i) mempertahankan integritas operasi-operasi pinjaman dan Bantuan Teknis Bank. Bank akan membahasnya dengan negara yang bersangkutan dalam misi-misi peninjauan kembali atas proyek atau peninjauanan kembali atas portfolio negara. Mempertahankan Integritas dari Operasi-operasi Peminjaman Bank dan Bantuan Teknis. 1. dan para penegak dan prosedur-prosedur internal Bank mendukung standar-standar etika tertinggi.

pengelola dapat memilih untuk mempercepat program peminjaman atau untuk memberikan Bantuan Teknis tambahan untuk memastikan adanya kesinambungan dalam pembaharuan. Sebaliknya. Sesuai dengan perkembangan praktek Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia. Pengelola dapat memilih untuk mengurangi atau menangguhkan kegiatan operasional peminjaman dan Bantuan Teknis Bank untuk negara tersebut setelah berkonsultasi dengan negara tersebut dan Direksi. 56. ditangguhkannya pencairan. Dalam keadaan-keadaan yang demikian. dapat pula terjadi keadaan-keadaan dimana suatu negara tertentu telah mencapai kemajuan yang berarti dalam memperbaiki keefisienan. Sehubungan dengan sifat korupsi yang kompleks dan sangat berbeda- beda. atau dibatalkannya pemberian pinjaman oleh Pengelola.terlibat dalam blacklist. Dalam keadaaan tersebut. 55. Pengelola dan staf akan mempertimbangkan permasalahan korupsi secara lebih eksplisit dalam pembentukan strategi kegiatan operasional negara dan program bantuan negara. 57. sangatlah penting agar Pengelola dan staf Bank diberikan keleluasaan tertentu dalam berurusan dengan kasus-kasus individual dalam batasan-batasan yang telah 62 . efektifitas. dan integritas di sektor publik dan swastanya. Dapat terjadi kasus di mana korupsi telah mencapai tingkatan yang sedemikian rupa sehingga merupakan hambatan yang berarti bagi kejujuran kegiatan operasional Bank atau pencapaian tujuan-tujuan pembangunan mendasar bagi negara yang bersangkutan.

” 2. Bank Dunia akan: (i) menolak usulan untuk memberikan kontrak apabila Bank menemukan bahwa pihak yang mengajukan penawaran yang 63 . Bank mencatat bahwa jenis korupsi yang berbeda memerlukan tanggapan-tanggapan yang berbeda pula. Suatu Satuan Tugas Anti-korupsi yang diketuai oleh Kantor Pelayanan Operasional Pusat baru-baru ini bertemu untuk memeriksa kebijakan pengadaan Bank. Dalam melaksanakan pendekatan ini. Sementara mengakui perlunya keadilan dan kekonsistenan dalam kegiatan operasionalnya. pihak yang mengajukan penawaran. dan pemborong untuk “memperhatikan standar etika tertinggi” dalam pengadaan dan pelaksanaan kontrak1 .ditetapkan dalam kebijakan ini. di mana Bank Dunia mewajibkan para penerima pinjaman. Satuan Tugas tersebut membahas berbagai tindakan anti-korupsi yang telah diambil oleh Bank Dunia pada bulan Juli 1996. pemasok. Diperlukan penilaian yang hati-hati berdasarkan keterangan yang akurat dan ciri-ciri khas dari keadaan tersebut. dengan cara yang sesuai dengan Prinsip Anggaran Rumah Tangga “ekonomi dan keefisienan. Reformasi Pengadaan 58. dan dengan tegas menyatakan pentingnya kebijakan “toleransi nihil” apabila terdapat bukti yang dapat dipercaya tentang adanya korupsi di antara staf atau proyek-proyek Bank. Usaha anti-korupsi Bank akan menitikberatkan pada pelaksanaan dari tindakan-tindakan pencegahan pengendalian yang praktis dan berdayaguna.

pada setiap waktu menemukan bahwa perusahaan tersebut telah melakukan praktek-praktek korupsi atau pemalsuan dalam persaingan untuk memenangkan. (ii) membatalkan bagian dari pinjaman yang diberikan untuk sebuah kontrak untuk barang atau pekerjaan apabila sewaktu-waktu Bank menemukan bahwa praktek-praktek korupsi atau pemalsuan dilakukan oleh wakil-wakil penerima pinjaman atau penerima manfaat pinjaman dalam pengadaan atau pelaksanaan dari kontrak tersebut. untuk memperoleh kontrak untuk proyek yang dibiayai Bank Dunia. 23 Juli 1996 64 . (iii) menyatakan suatu perusahaan tidak berhak. apabila Bank Dunia. dan penerima pinjaman tidak mengambil tindakan yang tepat waktu dan sesuai yang dapat diterima oleh Bank Dunia untuk memperbaiki keadaan tersebut. International Bank for Reconstruction and Development.diusulkan untuk diberikan kontrak tersebut telah melakukan praktek-praktek korupsi atau pemalsuan dalam persaingan untuk memperoleh kontrak tersebut. dan 1 R96-112/1: Perubahan-perubahan yang diusulkan dalam Dokumen Pinjaman Bank untuk Tujuan Membuatnya Lebih Efektif dalam Perang Melawan Pemalsuan dan Korupsi. atau dalam pelaksanaan kontrak-kontrak yang dibiayai Bank Dunia. baik untuk waktu yang tidak ditentukan atau untuk suatu jangka waktu yang ditentukan.

Satuan Tugas telah mempertimbangan tindakan ini dan tindakan-tindakan lainnya.(iv) berhak untuk mewajibkan agar dalam setiap kontrak yang dibiayai oleh pinjaman dari Bank Dunia dimasukkan suatu ketentuan yang mewajibkan para pemasok dan kontraktor untuk mengijinkan Bank Dunia untuk memeriksa rekening dan pembukuan mereka yang berkaitan dengan pelaksanaan kontrak dan untuk meminta dilakukannya audit terhadap mereka oleh auditor yang ditunjuk oleh Bank Dunia. pernyataan tidak dapat dipilih. yang telah dibicarakan dengan Pengelola. Direksi Bank Dunia menyetujui perubahan atas pedoman pengadaan untuk memuat suatu “jaminan tidak adanya suap” dalam formulir tender. Pada tanggal 2 September 1997. dan setelah mempertimbangkan keuntungan-keuntungan dari penyelarasan praktek diantara para Bank Pembangunan Multilateral (MDB) dalam hal pengadaan dan penggunaan para konsultan. 65 . 59. Ketentuan-ketentuan serupa telah diperkenalkan dalam pedoman Bank Dunia untuk Pemilihan dan Penggunaan Konsultan-konsultan. Bank akan memperkenalkan suatu ketentuan anti-korupsi yang secara praktis sama dengan yang ditetapkan oleh Bank Dunia untuk penolakan proposal. 60. pembatalan pinjaman. yang dapat dimasukkan ke dalam proyek-proyek yang didanai Bank Dunia atas permintaan penerima pinjaman dan akan mewajibkan perusahaan-perusahaan untuk mematuhi undang-undang setempat dalam hal memberikan suap kepada para pejabat pemerintah. Sesuai dengan saran dari Kelompok Tujuh Negara-negara industri.

Manila. penilaian penawaran. 61. Bank juga akan memperkenalkan “jaminan tentang tidak adanya suap” yang bersifat pilihan dalam formulir penawaran yang serupa dengan yang dimiliki Bank Dunia. Kantor Penasehat. Setelah Kertas Kerja Kebijakan Anti-Korupsi disetujui oleh Direksi. ADB. pedoman- pedoman Bank yang ada akan diterapkan dengan lebih ketat dan sistematis untuk menjamin keadilan dan transparansi yang lebih besar dalam proses pengadaan. perubahan-perubahan dalam konteks ini akan dimasukkan dalam Pedoman Pengadaan Bank dan Pedoman untuk Penggunaan Konsultan oleh Bank Pembangunan Asia dan Para Penerima Pinjamannya dan akan diajukan kepada Direksi untuk disetujui. Manila. Peraturan-peraturan Pemberian PinjamanDalam Rangka Kegiatan Operasional Khusus.dan hak pemeriksaan. sebagaimana ditentukan dalam alinea 58. dan pembayaran bertahap. Teks dari perubahanperubahan tersebut dimuat dalam Lampiran 3. pemberian kontrak. uang muka. Selain memperkenalkan langkah-langkah baru tersebut. termasuk akan diperkenalkan audit acak. 1986. Perhatian khusus akan diberikan untuk menghilangkan hambatan-hambatan dan permintaanpermintaan untuk perpanjangan dalam tahap pra-kualifikasi. dimulainya proyek. dengan tujuan untuk menjamin 1 Kantor Penasehat Hukum ADB. Peraturan-peraturan Pemberian Pinjaman Dalam Rangka Kegiatan Operasional Biasa. Usahausaha akan ditingkatkan pula untuk mencermati jumlah dan cakupan dari perubahan permintaan. Pedoman akan ditambah lebih lanjut dengan ketentuan-ketentuan dalam Peraturan Peminjaman Bank yang memungkinkan kepada Bank untuk membatalkan pinjaman-pinjaman dimana terdapat bukti tentang korupsi atau pemalsuan sehubungan dengan pemberian kontrak yang didanai Bank1. ADB. Teks perubahan-perubahan tersebut terdapat dalam Lampiran 2. Hukum ADB 1982. 66 .

Pembaharuan Aturan Perilaku dan Penciptaan Mekanisme Pelaporan Internal yang Independen.02 67 . Dengan cara yang konsisten dengan Kertas Kerja. Sehubungan dengan kegiatan operasional Bank di sektor swasta. Tinjauan Ulang Atas Kegiatan Operasional di Sektor Swasta. maka kontrak perekayasaan. selain yang tertera dalam penawaran. pemberian. Apabila kontrak akan dibiayai secara sebagian atau sepenuhnya oleh Bank. hadiah. permasalahan pengadaan adalah yang paling relevan dalam kaitannya dengan proyekproyek prasarana (infrastructure). komisi atau pembayaran-pembayaran lainnya. 63. Personalia dan Manajemen (BPMSD). lebih baik melalui tender. pengadaan dan pembangunan untuk proyek tersebut haruslah ditawarkan secara bersaing (tender). 62. Apabila proyek yang bersangkutan adalah proyek yang dinegosiasikan. 3. telah membuat rancangan perubahan-perubahan terhadap Bagian 4 dari Aturan Administratif No. para sponsor proyekproyek prasarana harus telah dipilih oleh pemerintah tuan rumah dengan cara yang transparan. Kantor Penasehat Hukum (OGC) ADB. yang akan diberikan atau diterima sehubungan dengan proses pengadaan atau dalam pelaksanaan kontrak. 2. potongan. dengan berkonsultasi dengan Bagian Sistem Anggaran.kewajaran dari permintaan-permintaan tersebut. dokumen-dokumen kontrak akan termasuk janji oleh kontraktor bahwa tidak terdapat biaya-biaya.

untuk memperluas cakupannya untuk mencakup hal-hal yang berkaitan dengan afiliasiafiliasi perdagangan dan kegiatan-kegiatan swasta. Tindakan tambahan juga diperlukan untuk memastikan agar kebijakan dan prosedur intern Bank untuk menangani permasalahan perilaku korup atau yang tidak benar adalah sesuai dengan yang dimiliki Bank-Bank Pembangunan Multilateral (MDB) lainnya dan dikembangkan praktek-praktek terbaik. atau munculnya benturan tersebut. Kantor Pemeriksa/Auditor (OGA) akan berfungsi sebagai titik awal kontak untuk tuduhan-tuduhan pemalsuan dan korupsi dalam proyek-proyek atau diantara staf Bank. Pengelola menyetujui perubahan-perubahan tersebut. Tujuan dari perubahan-perubahan tersebut adalah untuk mencegah terjadinya benturan. 68 . Berdasarkan kebijakan ini. Pada tanggal 28 Mei 1998. kegiatan investasi dan perdagangan. Dengan berkonsultasi dengan Kantor Strategi dan Kebijakan (SPO). Kantor Pemeriksa/Auditor (OGA) akan tindakan-tindakan yang akan diambil berdasarkan kebijakan ini untuk memastikan bahwa staf dan proyek-proyek Bank menuruti standar perilaku etika tertinggi. kepentingan-kepentingan keuangan. Saat ini tidak terdapat saluransaluran independen yang dipublikasikan dimana dapat dilaporkan terjadinya korupsi untuk diselidiki. antara anggota staf dengan kepentingan pribadi mereka. dan Bagian 4 kini telah menjadi Aturan Perilaku menyeluruh yang berlaku untuk semua staf Bank. dan penyingkapan dari kepentingan-kepentingan keuangan dan usaha. OGC. 64. Kantor Pelayanan Operasi Pusat (COSO) dan departemen-departemen mempertimbangkan terkait. dan tugas-tugas dan tanggung-jawab mereka sebagai anggota staf. BPMSD.

Apabila staf Bank atau pihak luar tidak puas terhadap temuan-temuan awal Kantor Pemeriksa/Auditor (OGA) dalam kasus tertentu. 1 4. Kemampuan Kantor Pemeriksa/Auditor (OGA) akan diperkuat untuk permasalahan anti korupsi dengan lebih memungkinkannya untuk membahas 69 .65. 67. Tindakan-tindakan tersebut akan memperbaiki mutu keseluruhan serta efektifitas proyek-proyek yang didanai Bank. Bank akan melaksanakan sejumlah tindakan untuk meningkatkan mutu pengawasan proyek dan audit. Suatu subset kasuskasus potensial juga dapat dipertimbangkan oleh Dewan Pemeriksa. atau ditolak apabila tidak diperlukan tindak-lanjut. maka mereka dapat membawanya kepada Pengelola yang akan menentukan apakah kasus tersebut dapat diserahkan kembali kepada Kantor Pemeriksa/Auditor (OGA) untuk pembahasan selanjutnya. Peningkatan Mutu Pengawasan. 66. dengan ketentuan bahwa hal-hal tersebut memenuhi kriteria pemeriksaan yang ditentukan dalam Penentuan Fungsi Pemeriksaan dan Prosedur-prosedur Pemeriksaan yang disetujui oleh Dewan Pemeriksa pada tanggal 9 Oktober 1996. dengan demikian akan menjamin integritas operasi-operasi Bank dan membuat perilaku korup atau terlarang lebih sukar untuk dilaksanakan dan lebih mudah untuk diketahui jika terjadi. diserahkan kepada penyelidik atau perusahaan audit independen untuk pemeriksaan.

Kantor Pemeriksa/Auditor (OGA) akan meluangkan waktu yang lebih banyak untuk melakukan audit terhadap kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan pengadaan proyek. Penentuan Fungsi Pemeriksaan. dan bekerja sama dengan bagian-bagian bank lainnya. Staf tambahan yang memiliki kemampuan di bidang-bidang khusus ini akan direkrut. Kantor Pemeriksa/Auditor(OGA) akan memainkan peran aktif dalam mengkaji perlunya meningkatkan kemampuan audit dari lembaga-lembaga tersebut. Dengan bekerjasama dengan lembaga-lembaga tinggi audit di Negara-negara Anggota Yang Sedang Berkembang dari ADB. 10 Nopember 1995. Kantor Pemeriksa/Auditor (OGA) akan memperkuat pertukaran informasinya dengan lembaga-lembaga tinggi audit dari Negara-negara Anggota Yang Sedang Berkembang dari ADB. R225-95. yang akan membantu mencegah dan mengungkap korupsi atau bentuk-bentuk kecurangan lainnya. Pelatihan yang dikhususkan di bidang akutansi forensik dan teknik-teknik penyelidikan lainnya akan diberikan dan akan dikembangkan untuk memilih para analis keuangan dan petugas pelaksana proyek. Kantor Pemeriksa/Auditor (OGA) juga akan memulai serangkaian audit acak terhadap proyek-proyek Bank untuk memantau kepatuhan keuangan dan kemajuan fisik. Mengingat bahwa kebanyakan bidang dimana korupsi paling mungkin terjadi (seperti pengadaan atau pemilihan konsultan) berada di luar jangkauan mandat Dewan Pemeriksa 70 . 1 Dok. Akan dilanjutkan usaha-usaha Kantor Pemeriksa/Auditor (OGA) yang sedang berjalan untuk menyederhanakan prosedur- prosedur kerja untuk menyediakan sumber daya yang lebih banyak bagi usaha audit di bidang-bidang yang beresiko tinggi dan berdampak luas. Keefektifan tindakan-tindakan tersebut akan dinilai setelah tahun pertama dan langkahlangkah selanjutnya akan dipertimbangkan sebagaimana diperlukan. Kantor Pemeriksa/Auditor(OGA) juga akan mempertimbangkan cara-cara agar laporanlaporan audit proyek lebih terjangkau dan lebih mudah dipahami oleh staf operasi.berdayaguna.

sumber daya tambahan akan diarahkan kepada perbaikan pengawasan terhadap proyek-proyek yang secara khusus terancam dan terhadap pelaksanaan program audit acak untuk memantau pelaksanaan proyek. dan setiap penyimpangan antara efisiensi kinerja yang ditetapkan dengan kinerja yang nyata harus dipertanggung-jawabkan. Manila. Laporan dari Satuan Tugas tentang Perbaikan Kualitas Proyek. Meskipun kualitas pengawasan tidak dapat diperbaiki untuk setiap proyek secara menyeluruh. staf akan memeriksa cara-cara dimana Operasi-operasi Bank dapat dirampingkan dan tindakan-tindakan berdayaguna untuk memperkuat pemantauan dan pengawasan proyek dapat diperkenalkan. Pertimbangan akan diberikan untuk perencanaan dan penggunaan indikator-indikator efisiensi yang sesuai untuk memantau kemajuan kinerja keuangan secara triwulanan.68. Sebelumnya. staf mengantisipasikan terdapatnya sedikit saja kasus korupsi yang mungkin dapat dihadapkan kepada Dewan. 1995. dan kebijakan. Bagian-bagian yang terkait dalam Pedoman Administrasi Proyek dan Buku Pedoman Pemberian Pinjaman akan direvisi untuk mensyaratkan agar (para) akuntan yang memenuhi syarat direkrut oleh lembaga pelaku atau pelaksana dan agar sistem kendali internal dan sistem akutansi yang ketat sudah ditempatkan sebelum pinjaman dapat dicairkan. Kualitas sistem informasi manajemen Bank akan ditingkatkan untuk memberikan pimpinan informasi 2 1 Bank. 1 69. jangka waktu dan mutu dari misi-misi administrasi proyek. 22-26. Asian Development Bank.2 Sikap hati-hati akan diambil dalam memperluas kemahiran teknik misi-misi ini dan untuk memastikan agar staf yang memiliki kualifikasi yang terkait ikut serta. lebih banyak sumber daya tengah dipersiapkan untuk memperbaiki frekuensi. Dalam konteks saran-saran dari Satuan Tugas untuk Perbaikan Kualitas Proyek. Pedoman akan dikluarkan untuk pelaksanaan dari Kebijakan Anti Korupsi yang diusulkan. 71 . manajerial. terutama dalam bidang-bidang keuangan. pp.

70. 71. 1997. 72 . Tindakan-tindakan tersebut tidak akan efektif apabila staf Bank tidak mengenal dengan baik kebijakan Anti Korupsi dan Aturan Perilaku Bank atau lalai dalam melaksanakan tugas-tugasnya. administrasi pinjaman dan status dari penggunaan anggaran misi. Meskipun bukanlah maksud dari kebijakan ini untuk menjadikan staf Bank sebagai “petugas polisi” atau menempatkan tujuan pemberantasan korupsi di atas tujuan pembangunan lainnya. Penelitian Khusus terhadap Permasalahan Penggunaan Konsultan-Konsultan dalam Proyek-proyek Pinjaman Bank dan Pengaruhnya Terhadap Kinerja Proyek. ADB. Apabila terdapat bukti yang meyakinkan bahwa kegiatan-kegiatan korup atau kecurangan telah menghambat efektifitas proyek-proyek Bank atau mengurangi tingkat pendapatannya. laporan- laporan penyelesaian proyek. lihat Post Evaluation Office. Pimpinan dan staf harus menghindari penggunaan bahasa yang tidak jelas atau yang diperhalus yang dapat menutupi sifat dari permasalahannya. permasalahan ini harus dicatat secara eksplisit dalam dokumentasi Bank. Staf Bank diwajibkan untuk mengenali isi kebijakan ini 2 Sebagai contoh yang baik tentang bagaimana permasalahan korupsi dapat ditangani secara tegas tetapi diplomatis dalam dokumen-dokumen Bank. termasuk dalam laporan-laporan pengawasan proyek. 2 5. Meningkatkan Kesadaran Staf. setiap bagian dan staf memiliki kewajiban kuat untuk menjamin integritas kegiatan operasional Bank dalam cakupan tanggungjawab masing-masing. Manila. serta dokumentasi terkait lainnya sehingga tindakan-tindakan perbaikan dapat dipertimbangkan. laporan-laporan audit kinerja.yang tepat waktu untuk memantau pengelolaan proyek.

3 Sanksi-sanksi tersebut berlaku juga dalam situasi dimana staf secara tidak wajar atau tidak sah memperkaya dirinya dan/atau mereka yang dekat dengan mereka. Setiap tuduhan korupsi atau perilaku curang oleh staf Bank harus diserahkan kepada Kantor Pemeriksa/Auditor (OGA). Klaim-klaim yang dapat dipercaya akan diselidiki dengan segera. 2. Integritas staf Bank merupakan salah satu aset terbesar dari lembaga ini. dan pelanggaran oleh staf terhadap Aturan Perilaku atau pedoman-pedoman terkait akan ditindak tegas. 2. pemutusan hubungan kerja dan pemecatan langsung. akan menentukan sejauh mana tuduhan-tuduhan tersebut dapat dipercaya dan perlu diadakannya penyelidikan lebih lanjut. yang dapat memanfaatkan keahlian tambahan baik dari dalam ataupun dari luar Bank sebagaimana diperlukan. 73 . Sesuai dengan prosedur-prosedur kedisiplinan yang ditentukan dalam Perintah Administratif No. penurunan jabatan. pemberhentian sementara tanpa gaji. secara menyeluruh. dan harus siap untuk menanggapinya secara wajar sebagaimana diperlukan. dan keadaan-keadaan dimana membujuk orang lain untuk berbuat demikian. mereka 3 Bagian 5 dari Perintah Administrasi No.serta pedoman pedoman-pedoman staf. yang.04 memberikan kemungkinan naik banding kepada Dewan Banding dan pada akhirnya kepada Mimbar Administratif. 72. staf yang dinyatakan bersalah atas perilaku tersebut akan dikenakan sejumlah sanksi. penggantian dan/atau kehilangan gaji. bersama dengan bagianbagian Bank terkait.04. Personalia & Sistem Manajemen (BPMSD). termasuk pemindahan. dan secara rahasia oleh Kantor Pemeriksa/Auditor (OGA) dan Departemen Anggaran.

Kantor Penasehat Hukum (OGC). pemasok. Saran-saran kebijakan berikut ini diajukan untuk dipertimbangkan dan disetujui oleh Direksi: (i) Menerapkan pendekatan dan saran-saran yang terkandung dalam dokumen ini sebagai suatu kertas kerja kebijakan dan sebagai suatu petunjuk Pimpinan dalam bentuk perintah-perintah untuk staf. Kantor Strategi dan Kebijakan (SPO). KESIMPULAN DAN SARAN-SARAN 74.73. inisiatif-inisiatif pembuatan program dan manajemen proyek yang baru. dan pemborong untuk melawan korupsi. dan Departemen Anggaran. Untuk meningkatkan kesadaran staf. 74 . Makalah ini menyarankan beberapa tindakan nyata untuk menetapkan kebijakan anti korupsi Bank. dan perubahan-perubahan administratif internal. Tindakan-tindakan ini dapat dirinci sejalan dengan tiga jalur: revisi terhadap kebijakan Bank dan pedoman staf. Personalia & Sistem Manajemen (BPMSD) akan bekerjasa sama untuk menghasilkan serangkaian lokakarya pelatihan dan seminar-seminar internal untuk menginformasikan kebijakan Bank kepada staf dan untuk membahas permasalahan dan pilihan yang berkaitan dengan membantu usaha-usaha pemerintahan Negara Anggota Yang Sedang Berkembang dari ADB. VI. 75. Kantor Pemeriksa/Auditor (OGA).

dan perubahanperubahan peraturan-peraturan pinjaman operasi-operasi umum dan khusus Bank yang diusulkan sebagaimana ditentukan dalam Lampiran 2 dan 3. 76. (ii) Memberikan penekanan yang lebih tinggi terhadap penguatan lembaga-lembaga penting untuk memajukan transparansi dan pertanggungjawaban dalam Negara-negara Anggota Yang Sedang Berkembang dari ADB (seperti lembaga-lembaga tinggi audit. dengan perhatian khusus untuk memajukan liberalisasi pasar dan reformasi administrasi publik. 75 .(ii) Menyetujui perubahan-perubahan terhadap pedoman-pedoman Bank untuk pengadaan dan terhadap penggunaan konsultan. (iii) Mempertimbangkan perubahan-perubahan tambahan dalam Pedoman Administrasi Proyek dan Buku Pedoman Pemberian Pinjaman untuk memperkuat pengendalian keuangan dan menyempurnakan persyaratan pelaporan. Makalah ini menyarankan perubahan-perubahan berikut dalam pembuatan program dan manajemen proyek Bank: (i) Melanjutkan perluasan bantuan Bank dalam permasalahan pemerintahan dan pengembangan kemampuan.

dsb. 76 . dengan penekanan khusus pada proyek-proyek yang paling terancam. (v) Mengembangkan serangkaian seminar pelatihan. mendukung inisiatif-inisiatif dan penelitian regional terhadap pertanggungjawaban serta pengembangan kemampuan di wilayah Asia dan Pasifik melalui hibah-hibah Bantuan Teknis. dsb. lembaga-lembaga pengatur. (iv) Meningkatkan mutu pengawasan selama pelaksanaan proyek dan memperkuat misi-misi peninjauan kembali.) sebagai bagian dari penekanan yang lebih luas oleh Bank terhadap pemerintahan dan pengembangan kemampuan. (vi) Menerbitkan brosur dan materi penerangan lainnya yang disederhanakan yang menggambarkan kebijakan anti korupsi Bank untuk disebarluaskan kepada masyarakat umum. kantor ombudsman.. tentang kebijakan anti korupsi Bank dan tentang cara terbaik yang dapat diterapkan oleh staf untuk memajukan integritas dalam operasi Bank dan dalam kerjasama dengan Negara-negara Anggota Yang Sedang Berkembang dari ADB. lokakarya.lembaga-lembaga pengadaan. (iii) Dimana dianggap sesuai.

77. (ii) Menunjuk Kantor Pemeriksa/Auditor (OGA) sebagai titik awal kontak untuk kejadian-kejadian korupsi yang dituduhkan diantara proyek-proyek dan staf Bank. makalah ini menyarankan perubahan-perubahan administratif berikut ini dalam operasi Bank pada tingkat departemen/kantor: (i) Menegakkan pedoman pengadaan yang ada sekarang secara lebih tegas untuk menghindari penundaan yang tidak perlu. Personalia & Sistem Manajemen (BPMSD) dan Kantor Pelayanan Operasional Pusat (COSO). dan 77 . mempertimbangkan cara-cara yang berdayaguna untuk memperkuat pemantauan dan pengawasan proyek. (iii) Dengan berkonsultasi dengan Departemen Anggaran. Personalia & Sistem Manajemen (BPMSD). dan memerintahkan kepada Kantor Pemeriksa/Auditor (OGA) untuk mengembangkan prosedurprosedur yang layak untuk melaksanakan fungsi ini dengan mengadakan konsultasi dengan bagian-bagian terkait Bank. Pada akhirnya. mempertimbangkan untuk menambah anggota staf untuk memungkinkannya memenuhi kewajibannya berdasarkan kebijakan ini secara lebih baik. perpanjangan-perpanjangan dan perubahan-perubahan perintah yang berlebihan. (iv) Dengan berkonsultasi dengan Departemen Anggaran.

1998. bagian-bagian dan kantorkantor terkait akan diminta untuk menyediakan kepada Kantor Strategi dan Kebijakan (SPO). 78.setiap sumber daya tambahan yang mungkin diperlukan untuk melaksanakan tugas-tugas tersebut. (v) Memerintahkan Departemen Kantor Pemeriksa/Auditor Personalia & Sistem (OGA) dan Anggaran. Personalia & Sistem Manajemen (BPMSD) untuk mengadakan serangkaian seminar dan/atau kegiatan penerangan lainnya untuk memberitahukan kepada staf Bank tentang perubahan-perubahan dalam Perintah Administratif No. Untuk memantau dan mengkoordinasikan usaha-usaha Bank sehubungan dengan inisiatif-inisiatif dan program-program antikorupsi. dan petugas pelaksana proyek.02. analis keuangan.2. Bagian 4 tentang Aturan Perilaku Staf. Manajemen (BPMSD) untuk bekerjasama dalam memberikan pelatihan akutansi forensik dan teknik-teknik penyelidikan lainnya untuk memilih staf Kantor Pemeriksa/Auditor (OGA). yang telah disetujui oleh Pimpinan pada tanggal Mei 28. (vi) Memerintahkan Kantor Penasehat Hukum (OGC) dan Departemen Anggaran. Kantor Pemeriksa/Auditor (OGA) dan Kantor Penasehat Hukum (OGC) (sehubungan dengan kerangka kerja dan permasalahan hukum yang berkaitan dengan 78 .

mengajukan perubahan-perubahan untuk pendekatan operasional sebagaimana diperlukan. 79 . sebuah kertas kerja Direksi akan diedarkan pada gilirannya yang menganalisa pengalaman Bank di bidang kebijakan anti korupsi. Setelah memperoleh persetujuan Direksi atas kebijakan operasional Bank sehubungan dengan permasalahan anti korupsi. 79.bidang-bidang tindakan lainnya) laporan penilaian berkala tentang cara-cara yang digunakan oleh mereka untuk melaksanakan ketentuan-ketentuan kebijakan. dan menunjukkan pengaruh-pengaruh anggaran yang lebih spesifik dan pengaruh-pengaruh sumber daya lainnya.

DAFTAR LAMPIRAN Nomor Judul Halaman Dikutip pada ______________________________________________________(halaman. alinea) 1. Usulan Perubahan atas Pedoman Bank untuk Pengadaan yang Berkaitan dengan Antikorupsi (Bagian 2. Perincian Inisiatif-inisiatif Pemerintahan dan Pengembangan Kemampuan yang mengandung Unsur-unsur Antikorupsi 2.15) 3.60 28 20. 93 Pinjaman Operasi Umum dan Khusus 80 . Usulan Perubahan atas Peraturan 30 20. 60 26 14.14 dan 2.

India Bantuan Teknis 2701 Penguatan Kelembagaan Kantor Nasional Penilaian Pengadaan di Vietnam. Bantuan Teknis 2186 Memperkuat Kerangka Kerja untuk Administrasi Kepabeanan di RRC Bantuan Teknis 2459: Bantuan Teknis kepada Nepal untuk Peningkatan Efisiensi Operasioperasi Kepabeanan • • Kementrian Keuangan/ Kementrian Pembagunan • • • Berbagai Kementrian Lembaga dan Departemen Cabang Eksekutif. • • Entitas Sasaran Contoh 81 .Lampiran 1. seperti tanda nama. dsb. Jenis Intervensi Bantuan Teknis 2538 Pengelolaan Anggaran yang Disempurnakan di Mikronesia Pinjaman 1506 untuk Program Pengelolaan Sektor Publik Gujarat. halaman 1 PERINCIAN INISIATIF-INISIATIF PEMERINTAHAN DAN PENGEMBANGAN KEMAMPUAN DENGAN UNSUR-UNSUR ANTI KORUPSI YANG KUAT Badan Sasaran Cabang Eksekutif Komisi Pegawai Negeri Jenis Intervensi • Contoh Bantuan Teknis 2616 kepada Mengubah gaji dan tunjangan untuk menjamin Sri Lanka untuk Reformasi Administrasi Publik kesamaan dengan kesempatan kerja lain Memperkuat tindakantindakan untuk penegakan pemantauan dan pengendalian Mengembangkan dan menyebarluaskan kode etik pegawai negeri Memperkuat sistem sistem pengendalian Manajemen dan Informasi Memperkuat pemantauan dan pengendalian pengeluaran Dukungan untuk perbaikan pedoman pengadaan Penyederhanaan dan Rancang ulang prosesproses bisnis untuk mengurangi peluang untuk pembayaran uang pelicin Memberlakukan tindakantindakan untuk membuat hubungan lembaga/warga menjadi lebih transparan. persyaratan dokumen. kiriman jadwal cumacuma.

• Meningkatkan akses warga terhadap upayaupaya perbaikan keluhankeluhan secara mandiri Cabang Judisial Mengurangi Tertumpuknya Kasus-kasus • Mengembangkan mekanisme untuk penyelesaian persengketaan alternatif Melanjutkan pendidikan bagi para Hakim dan para Pengacara Memperkenalkan sistem pengelolaan pengadilan dan sistem informasi yang diperbaharui Memberikan simpul umpan balik antara kalangan bisnis dan pemerintahan tentang permasalahan pemerintahan yang bersih Bantuan Teknis 2779 untuk Penyelesaian Persengketaan Alternatif di India Bantuan Teknis 2727 Restrukturisasi dan Pengembangan Kemampuan di Kementrian Kehakiman Mongolia Memperkuat Lembagalembaga Primer: Kejaksaan dan Departemen Kehakiman Memperkuat Lembagalembaga Sekunder: Sekolahsekolah Hukum dan Penelitian Hukum Lokal Masyarakat Madani Dewan Bisnis-Pemerintahan • • • Lampiran 2.Cabang Legislatif Lembaga Tinggi Audit • Meningkatkan kemampuan dan kemandirian Lembaga Tinggi Audit RETA 5688 Program Pelatihan Audit Regional Jangka Panjang untuk para Anggota Organisasi LembagaLembaga Tinggi Audit Asia Bantuan Teknis 2463 untuk Memperkuat Kelembagaan Kantor Auditor Jendral di Fiji. Lembaga-lembaga Penelitian Parlemen • Meningkatkan kapsasitas Parlemen untuk berfungsi sebagai Pengawas Mandiri Usaha-usaha USAID/CRS untuk memperkuat Kemampuan Parlemen Perekonomian-perekonomian dalam Transisi Bantuan Teknis 2599 Pelaksanaan Reformasi Kepegawaian Negeri di Kepulauan Marshall Proyek UNDP untuk Koordinasi Kebijakan dan Kepemerintahan di Pasifik Selatan Kantor Ombudsman. halaman 1 82 . dsb.

15.16 dari Pedoman untuk Pengadaan Bank akan diubah sebagai berikut: Pemalsuan dan Korupsi 2. dengan cara menyalahgunakan jabatan mereka. dan hal tersebut 1 Kektentuan-ketentuan serupa akan dimasukkan ke dalam Pedoman Bank untuk penggunaan Konsultan oleh Bank 83 . serta para penawar/pemasok/pemborong berdasarkan kontrak yang didanai Bank. untuk tujuan ketentuan ini. dan 2. istilah-istilah yang ditetapkan di bawah ini sebagai berikut: (i) “praktek korup” berarti perilaku oleh petugas di sektor publik atau swasta dimana orang-orang dengan cara yang tidak wajar atau tidak sah memperkaya diri mereka sendiri dan atau mereka yang dekat dengan mereka. Bagian 2. 2. untuk mematuhi standar etika tertinggi selama pengadaan dan pelaksanaan dari kontrak-kontrak tersebut Dalam pelaksanaan kebijakan ini.USULAN REVISI TERHADAP PEDOMAN-PEDOMAN BANK UNTUK PENGADAAN YANG BERKAITAN DENGAN ANTIKORUPSI1 Sejalan dengan perkembangan praktek terbaik antara Bank-bank Pembangunan Multilateral.14 Sudah merupakan kebijakan bank untuk mewajibkan para penerima Pinjamannya (termasuk penerima manfaat Pinjaman). atau membujuk orang lain melakukannya.14. Bank: (a) mendefinisikan.

(b) akan menolak suatu usulan untuk memberikan kontrak apabila Bank menemukan bahwa penawar yang diusulkan untuk diberikan kontrak tersebut telah melakukan tindakan-tindakan korup atau pemalsuan dalam persaingan untuk mendapatkan kontrak yang dimaksud. penerimaan atau permintaan segala sesuatu yang bernilai untuk mempengaruhi tindakan petugas tersebut dalam proses pengadaan atau dalam pelaksanaan kontrak . pemberian. 84 . dan (ii) “praktek pemalsuan” berarti penyajian yang salah terhadap faktafakta dengan tujuan mempengaruhi proses pengadaan atau pelaksanaan kontrak sehingga merugikan penerima pinjaman. (c) akan membatalkan bagian dari pinjaman yang dialokasikan untuk kontrak barang atau pekerjaan apabila Bank sewaktu-waktu menemukan bahwa tindakan korup atau pemalsuan telah digunakan oleh para wakil penerima Pembangunan Asia dan Para Nasabahnya. dan untuk menghilangkan manfaat persaingan yang bebas dan terbuka dari penerima pinjaman. dan termasuk praktek-praktek kolusif antar para penawar (sebelum atau sesudah pengajuan penawaran) yang dirancang untuk menetapkan tingkat harga penawaran yang artifisial dan tidak bersaing.termasuk tindakan penawaran.

suatu kontrak yang didanai Bank. untuk diberikan kontrak yang didanai Bank apabila setiap waktu Bank menentukan bahwa perusahaan telah melakukan tindakan-tindakan korup atau pemalsuan dalam persaingan untuk. menyertakan suatu ketentuan yang mewajibkan para Pemasok dan Pemborong untuk mengijinkan Bank untuk memeriksa rekening-rekening dan catatan-catatan yang berkaitan dengan kinerja kontrak dan memintanya untuk diaudit oleh para auditor yang ditunjuk oleh Bank.15 Dengan persetujuan Bank yang spesifik. suatu janji oleh pihak yang mengajukan penawaran untuk mematuhi. dan (e) akan berhak untuk mewajibkan.pinjaman atau dari penerima manfaat dari pinjaman selama pengadaan atau pelaksanaan dari kontrak tersebut. 2. (d) akan menyatakan suatu perusahaan tidak berhak. seorang penerima pinjaman dapat memasukkan. agar dalam kontrak yang didanai dari suatu pinjaman bank. dalam formulir penawaran untuk kontrak-kontrak besar yang didanai Bank. atau dalam melaksanakan. dalam persaingan untuk mendapatkan dan melaksanakan suatu 85 . dan penerima pinjaman tidak mengambil tindakan yang wajar dan tepat waktu yang dianggap memuaskan oleh Bank untuk memperbaiki keadaan. baik untuk jangka waktu yang tidak ditentukan maupun untuk jangka waktu yang ditentukan.

hadiah. tanda terimakasih. sebagaimana ditetapkan dalam dokumen penawaran. pemotongan. 86 . komisi atau pembayaran lainnya. Suatu catatan kaki juga harus disertakan di dalam dokumen-dokumen dimana janji tersebut dimasukkan yang menandakan bahwa janji tersebut disertakan di tempat tersebut atas permintaan penerima pinjaman.16 Apabila kontrak didanai secara penuh atau sebagian oleh Bank. yang telah diberikan atau diterima sehubungan dengan proses pengadaan atau dalam pelaksanaan kontrak. hukum negara terhadap pemalsuan dan korupsi (termasuk penyuapan). 2. selain dari yang tertera dalam penawaran.kontrak. dokumendokumen kontrak akan memuat suatu janji oleh pemborong bahwa tidak ada tagihan.

03 dari Peraturan Pinjaman Operasi Umum dan Peraturan Pinjaman Operasi Khusus akan diubah sehingga menjadi sebagai berikut.Lampiran 3. bahwa suatu jumlah dari Pinjaman tidak diperlukan untuk keperluan proyek. setelah mengadakan konsultasi dengan Penerima Pinjaman. atau (iv) sewaktu-waktu Bank menentukan bahwa pengadaan setiap kontrak yang akan didanai dari hasil Pinjaman adalah tidak konsisten dengan prosedur-prosedur yang ditetapkan atau 87 . Perubahan yang terkait telah digarisbawahi: Bagian 8. Pembatalan oleh Bank. atau (ii) setiap saat yang ditentukan oleh Bank. Apabila (i) hak Penerima Pinjaman untuk melakukan penarikan dari Rekening Pinjaman ditangguhkan sehubungan dengan setiap jumlah Pinjaman selama jangka waktu terus menerus tigapuluh (30) hari. halaman 1 USULAN PERUBAHAN TERHADAP PERATURAN PINJAMAN OPERASI UMUM DAN KHUSUS Bagian 8. sehubungan dengan setiap kontrak yang akan didanai dari hasil pinjaman. bahwa tindakan-tindakan korup atau pemalsuan dilakukan oleh para wakil Penerima Pinjaman atau penerima manfaat dari Pinjaman selama pengadaan/pemilihan konsultan atau pelaksanaan kontrak yang bersangkutan. dan Penerima Pinjaman tidak mengambil tindakan yang tepat waktu dan sesuai yang dapat diterima oleh Bank untuk memperbaiki keadaan tersebut. atau (iii) pada setiap saat Bank menentukan.03.

Setelah pemberitahuan tersebut. jumlah Pinjaman atau bagian dari pinjaman tersebut yang berkaitan akan dibatalkan. 88 . Bank dapat dengan pemberitahuan kepada Penerima Pinjaman dan Penjamin. mengakhiri hak Penerima Pinjaman untuk melakukan penarikan atas jumlah atau kontrak tersebut.dimaksud dalam Perjanjian Pinjaman atau (v) hingga tanggal yang tercantum dalam Perjanjian Pinjaman sebagai tanggal penutupan bagi penarikan suatu jumlah dari Pinjaman tidak ditarik dari Rekening Pinjaman. apabila ada.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->