P. 1
Seni Sastra Dan Aksara

Seni Sastra Dan Aksara

|Views: 3,584|Likes:
Published by Weka Bathari

More info:

Published by: Weka Bathari on Jul 19, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/26/2012

pdf

text

original

Peninggalan Hindu-Budha di Bidang Seni Sastra dan Aksara

Hasil sastra berbentuk prosa atau puisi : ~ Tutur pitutur (kitab keagamaan). ~ Wiracarita (kepahlawanan). ~ Kitab Hukum (Undang-Undang). Wiracarita yang terkenal di Indonesia yaitu : ~ Kitab Ramayana dan Mahabarata. Timbul wiracarita gubahan pujangga Indonesia,misalnya: ~ Kitab Baratayuda yang digubah oleh Mpu Sedah dan Mpu Panuluh. Perkembangan aksara, perkembangan huruf Pallawa dari India ke Indonesia, mengakibatkan berkembangnya karya-karya sastra,misalnya : ~ Karya-karya sastra Jawa kuno. ~ Huruf Nagari (dari India). ~ Huruf Bali kuno (dari Indonesia).

Hasil sastra berbentuk prosa atau puisi,yaitu :

Tutur pitutur (Kitab Keagamaan)
Jawa dan Kejawen seolah tidak dapat dipisahkan satu dengan lainnya. Kejawen bisa jadi merupakan suatu sampul atau kulit luar dari beberapa ajaran yang berkembang di Tanah Jawa, semasa zaman Hinduisme dan Budhisme. Dalam perkembangannya, penyebaran islam di Jawa juga dibungkus oleh ajaranajaran terdahulu, bahkan terkadang melibatkan aspek kejawen sebagai jalur penyeranta yang baik bagi penyebarannya. Walisongo memiliki andil besar dalam penyebaran islam di Tanah Jawa. Unsur-unsur dalam islam berusaha ditanamkan dalam budaya-budaya jawa,yaitu : pertunjukan wayang kulit, dendangan lagu-lagu jawa , ular-ular ( putuah yang berupa filsafat), cerita-cerita kuno, hingga upacara-upacara tradisi yang dikembangkan,khususnya di Kerjaan Mataram (Yogya/Solo).

Dalam pertunjukan wayang kulit yang paling dikenal adalah cerita tentang Serat Kalimasada (lembaran yang berisi mantera/sesuatu yang sakral) yang cukup ampuh dalam melawan segala keangkaramurkaan dimuka bumi. Dalam cerita itu dikisahkan bahwa si pembawa serat ini akan menjadi sakti mandraguna. Tidak ada yang tahu apa isi serat ini. Namun diakhir cerita, rahasia dari serat inipun dibeberkan oleh dalang. Isi serat Kalimasada berbunyi "Aku bersaksi tiada Tuhan Selain Allah dan Aku bersaksi Muhammad adalah utusan-Nya" Isi ini tak lain adalah isi dari Kalimat Syahadat. Dalam pertunjukan wayangpun sang wali selalu mengadakan di halaman masjid, yang disekelilingnya di beri parit melingkar berair jernih. Guna parit ini tak lain adalah untuk melatih para penonton wayang untuk wisuh atau mencuci kaki mereka sebelum masuk masjid. Simbolisasi dari wudu yang disampaikan secara baik.

mengibaratkan buah belimbing yang memiliki lima segi membentuk bintang. Yang terkenal karangan dari Sunan Kalijaga adalah lagu Ilir-Ilir. lunyu-lunyu penekna kanggo seba mengko sore : * Cah angon adalah simbolisasi dari manusia sebagai Khalifah Fil Ardh. Sebagian arti yang kini banyak digali dari lagu ini di antaranya : ~ Tak ijo royo-royo tak senggoh penganten anyar : Sebuah diskripsi mengenai para pemuda ~ Cah angon. * Penekno blimbing kuwi . * Lunyu-lunyu penekno . * Kanggo sebo mengko sore. berarti.dan memang jalan menuju ke surga tidak mudah dan mulus. * Kelima segi itu adalah pengerjaan rukun islam (yang lima) dan Salat lima waktu. untuk bekal di hari esok (kehidupan setelah mati). atau pemelihara alam bumi ini (angon bhumi). sang wali juga menyebarkan lagu-lagu yang bernuansa simbolisasi yang kuat. Memang tidak semua syair menyimbolkan suatu ajaran islam.Dalam perkembangan selanjutnya. mengingat diperlukannya suatu keindahan dalam mengarang suatu lagu. penekna blimbing kuwi. .cah angon. tidak mudah untuk dapat mengerjakan keduanya (Rukun islam dan salat lima waktu) .

Dalam lagu-lagu Jawa ada gendhing.yaitu : ~ Mijil ~ Sinom ~ Maskumambang ~ Kinanthi ~ Asmaradhana ~ Megatruh ~ Pucung . maka lakukanlah (untuk beribadah).~ Mumpung padhang rembulane. mumpung jembar kalangane : Selagi masih banyak waktu selagi muda. Memang masih banyak translasi dari lagu ini. namun substansinya sama.menyosialisasikan ibadah dengan tidak lupa tetap menyenangkan kepada pengikutnya yang baru. dan ketika tenaga masih kuat. yaitu membumikan agama.

Sinom. ini proses sakaratul maut seorang manusia. sehingga mudah dan selalu pas untuk didendangkan pada masanya. Asmaradhana. Megatruh(Megat-Ruh = Megat berarti bercerai atau terpisah .Ternyata kesemuanya merupakan perjalanan hidup seorang manusia : Mijil (keluar). sebagai umat beragama islam tentu dalam prosesi penguburannya . Pucung (Pocong). Maskumambang.badan jenazah harus dikafani dengan kain putih. proses pernikahan atau katresnan antar keduanya. berarti seorang pria dewasa yang cukup umur untuk menikah. sedangkan untuk putrinya dengan gendhingKinanthi. Ruh adalah Roh atau jiwa seseorang). dapat diartikan sebagai lahirnya seorang jabang bayi dari rahim ibu. . Kesemua jenis gendhing ditata apik dengan syai-syair yang beragam. diartikan sebagai seorang anak muda yang bersemangat untuk belajar.

seperti ajaran agama islam . karena masyarakat Jawa yang menganut budaya tinggi. akan sukar untuk meninggalkan budaya lamanya ke ajaran baru walaupun ajaran tesebut sebenarnya mengajarkan sesuatu yang lebih baik.Ada banyaknya filsafat Jawa yang berusaha diterjemahkan oleh para wali. . Hal ini sangat dimungkinkan. menunjukkan bahwa walisongo dalam mengajarkan agama selalu dilandasi oleh budaya yang kental.

Wira Carita (kepahlawanan) .

Wiracarita yang terkenal di Indonesia yaitu : .

dan gubahangubahannya dalam bahasa Jawa Baru yang tidak semua berdasarkan kakawin ini. adalah sebuah cerita epos dari India yang digubah oleh Walmiki (Valmiki) atau Balmiki. . Dalam bahasa Melayu didapati pula Hikayat Seri Rama yang isinya berbeda dengan kakawin Ramayana dalam bahasa Jawa kuna.Kitab Ramayana Ramayana dari bahasa Sansekerta ( )R mâya a yang berasal dari kata R ma dan Ayaa yang berarti "Perjalanan Rama". Ramayana terdapat pula dalam khazanah sastra Jawa dalam bentuk kakawin Ramayana.

Aranyakanda 4. Yuddhakanda 7. Ramayana dibagi menjadi tujuh kitab atau kanda sebagai berikut: 1. Uttarakanda . Ayodhyakanda 3.Di India dalam bahasa Sansekerta. Sundarakanda 6. Balakanda 2. Kiskindhakanda 5.

misalnya di Jawa dan Bali. Philipina. Laos. Vietnam. . Wiracarita Ramayana juga diangkat ke dalam budaya pewayangan di Nusantara. Selain itu di beberapa negara. Kamboja.Pengaruh dalam budaya Beberapa babak maupun adegan dalam Ramayana dituangkan ke dalam bentuk lukisan maupun pahatan dalam arsitektur bernuansa Hindu. Wiracarita Ramayana diangkat sebagai pertunjukan kesenian.misalnya: Thailand.

dan Lakshmana di tengah hutan selama masa pengasingan. dan Sumitra. Bharata.merupakan awal dari kisah Ramayana. Ayodhyakanda.Daftar kitab Wiracarita Ramayana terdiri dari tujuh kitab yang disebut Saptakanda. yaitu: Rama.berisi kisah dibuangnya Rama ke hutan bersama Dewi Sita dan Lakshmana karena permohonan Dewi Kekayi. Bharata tidak ingin dinobatkan menjadi Raja.menceritakan kisah Rama. Kitab Balakanda menceritakan Prabu Dasarata yang memiliki tiga permaisuri. Rama sering membantu para pertapa yang diganggu oleh para rakshasa. Rama menolak untuk kembali ke kerajaan. Kitab Aranyakakanda juga menceritakan kisah Sita diculik Rawana dan pertarungan antara Jatayu dengan Rawana. Prabu Dasarata berputra empat orang. Di tengah hutan. puteri Prabu Janaka. Kekayi. Aranyakanda. Sita. Setelah itu. Lakshmana dan Satrughna. Kitab Balakanda juga menceritakan kisah Sang Rama yang berhasil memenangkan sayembara dan memperistri Sita. yaitu: Kosalya. kemudian ia menyusul Rama. . Urutan kitab menunjukkan kronologi peristiwa yang terjadi dalam Wiracarita Ramayana : Balakanda. Akhirnya Bharata memerintah kerajaan atas nama Sang Rama. Prabu Dasarata yang sudah tua wafat.

Sang Rama pulang dengan selamat ke Ayodhya bersama Dewi Sita. Sang Rama membantu Sugriwa merebut kerajaannya dari Subali. Subali terbunuh. Hanuman yang menjadi duta Sang Rama pergi ke Alengka dan menghadap Dewi Sita. . kakaknya. Rawana gugur di tangan Rama oleh senjata panah sakti.menceritakan kisah pembuangan Dewi Sita karena Sang Rama mendengar desas-desus dari rakyat yang sangsi dengan kesucian Dewi Sita.Kiskindhakanda . Dalam pertempuran. Sementara itu Wibisana diusir oleh Rawana karena terlalu banyak memberi nasihat. Sundarakanda.menceritakan kisah pertempuran antara laskar kera Sang Rama dengan pasukan rakshasa Sang Rawana. Kusa dan Lawa datang ke istana Sang Rama pada saat upacara Aswamedha. Sugriwa menjadi Raja di Kiskindha. Pada saat itulah mereka menyanyikan Ramayana yang digubah oleh Rsi Walmiki.menceritakan kisah tentara Kiskindha yang membangun jembatan Situbanda yang menghubungkan India dengan Alengka. Yuddhakanda. Uttarakanda. Dalam pertempuran. Kemudian Sang Rama dan Sugriwa bersekutu untuk menggempur Kerajaan Alengka. Di sana ia ditangkap namun dapat meloloskan diri dan membakar ibukota Alengka.menceritakan kisah pertemuan Sang Rama dengan Raja kera Sugriwa. Cerita diawali dengan usaha pasukan Sang Rama yang berhasil menyeberangi lautan dan mencapai Alengka. Kemudian Dewi Sita tinggal di pertapaan Rsi Walmiki dan melahirkan Kusa dan Lawa.

maka dinamakan Astadasaparwa (asta = 8. ada pula yang meyakini bahwa kisah ini sesungguhnya merupakan kumpulan dari banyak cerita yang semula terpencar-pencar. . Namun.Kitab Mahabarata Mahabharata (Sansekerta: ) adalah sebuah karya sastra kuno yang konon ditulis oleh Begawan Byasa atau Vyasa dari India. Buku ini terdiri dari delapan belas kitab. yang dikumpulkan semenjak abad ke-4 sebelum Masehi. dasa = 10. parwa = kitab).

Puncaknya adalah perang Bharatayuddha di medan Kurusetra dan pertempuran berlangsung selama delapan belas hari. . Mahabharata menceritakan kisah konflik para Pandawa lima dengan saudara sepupu mereka sang seratus Korawa.Secara singkat. mengenai sengketa hak pemerintahan tanah negara Astina.

Di Indonesia. diketahui telah digubah dalam bentuk prosa bahasa Kawi (Jawa Kuno) semenjak akhir abad ke-10 Masehi. terutama mengikuti perkembangan peradaban Hindu pada masa lampau di Asia. salinan berbagai bagian dari Mahabharata. Kisah yang semula ditulis dalam bahasa Sansekerta ini kemudian disalin dalam berbagai bahasa.Pengaruh dalam budaya Ilustrasi pada sebuah naskah bersungging mengenai perang Bharatayuddha di Kurusetra. teristimewa oleh pemeluk agama Hindu. bentuk prosa ini dikenal juga sebagai sastra parwa. termasuk di Asia Tenggara. Selain berisi cerita kepahlawanan (wiracarita). Oleh sebab itu kisah Mahabharata ini dianggap suci. Karena sifatnya itu.seperti : ~ Adiparwa ~ Wirataparwa ~ Bhismaparwa Mungkin juga beberapa parwa yang lain. Mahabharata juga mengandung nilai-nilai Hindu. mitologi dan berbagai petunjuk lainnya. . Yakni pada masa pemerintahan raja Dharmawangsa Teguh (991-1016 M) dari Kadiri.

Karya sastra lain yang juga terkenal adalah Kakawin Bharatayuddha. menantu raja Dharmawangsa. Kakawin ini dipersembahkan bagi Prabu Jayabhaya (1135-1157 M). .Yang terlebih populer dalam masa-masa kemudian adalah penggubahan cerita itu dalam bentuk kakawin. perkawinan Arjuna) gubahan mpu Kanwa. yakni puisi lawas dengan metrum India berbahasa Jawa Kuno. Karya yang diduga ditulis antara 1028-1035 M ini (Zoetmulder. 1984) dipersembahkan untuk raja Airlangga dari kerajaan Medang Kamulan. dan diperkirakan pula menggubah Ga otkac raya di masa raja Kertajaya (1194-1222 M) dari Kediri. Di luar itu. yang digubah oleh mpu Sedah dan belakangan diselesaikan oleh mpu Panuluh (Panaluh). mpu Panuluh juga menulis kakawin Hariwang a di masa Jayabaya. Salah satu yang terkenal ialah kakawin Arjunawiwaha (Arjunawiw ha. ditulis pada sekitar akhir masa pemerintahan raja Daha (Kediri) tersebut.

mulai dari seni patung dan seni ukir (relief) pada candi-candi. Dalam dunia sastera popular Indonesia. kitab Bharatayuddha telah disalin pula oleh pujangga kraton Surakarta Yasadipura ke dalam bahasa Jawa modern pada sekitar abad ke-18. Di dalam masa yang lebih belakangan.Beberapa kakawin lain turunan Mahabharata yang juga penting untuk disebut. mahakarya sastra tersebut juga berkembang dan memberikan inspirasi bagi berbagai bentuk budaya dan seni pengungkapan. di antaranya adalah K yana (karya mpu Triguna) dan Bhom ntaka (pengarang tak dikenal) keduanya dari zaman kerajaan Kediri. . Kosasih. cerita Mahabharata juga disajikan melalui bentuk komik yang membuat cerita ini dikenal luas di kalangan awam. seni tari.A. Salah satu yang terkenal adalah karya dari R. seni lukis hingga seni pertunjukan seperti wayang kulit dan wayang orang. Salinan naskahnaskah kuno yang tertulis dalam lembar-lembar daun lontar tersebut juga diketahui tersimpan di Bali. terutama di Jawa dan Bali. Di samping itu. dan P rthayajña (mpu Tanakung) di akhir zaman Majapahit.

berisi kisah pertemuan Pandawa dan Korawa di sebuah balairung untuk main judi.Daftar kitab Mah bh rata merupakan kisah epik yang terbagi menjadi delapan belas kitab atau sering disebut Astadasaparwa. yakni semenjak kisah para leluhur Pandawa dan Korawa (Yayati. Sakuntala. Pandawa harus mengasingkan diri ke hutan selama 12 tahun dan setelah itu melalui masa penyamaran selama 1 tahun. Puru. Bharata) sampai kisah diterimanya Pandawa di surga. Duswanta.berisi berbagai cerita yang bernafaskan Hindu. permainan dimenangkan selama dua kali oleh Korawa sehingga sesuai perjanjian. atas rencana Duryodana. Adiparwa. kisah masa kanak-kanak Pandawa dan Korawa. kisah tewasnya rakshasa Hidimba di tangan Bhimasena. kisah kelahiran Rsi Byasa. Rangkaian kitab menceritakan kronologi peristiwa dalam kisah Mah bh rata. kisah Bagawan Dhomya yang menguji ketiga muridnya. . Karena usaha licik Sangkuni. Yadu. misalnya : kisah pemutaran Mandaragiri. dan kisah Arjuna mendapatkan Dropadi. Kuru. kisah para leluhur Pandawa dan Korawa. Sabhaparwa.

Wanaparwa. Bhima sebagai juru masak. dan hampir seluruh Kerajaan India Kuno terbagi menjadi dua kelompok. Pandawa dan Korawa mencari sekutu sebanyak-banyaknya di penjuru Bharatawarsha. Bhismaparwa.berisi kisah tentang persiapan perang keluarga Bharata (Bharatayuddha).berisi kisah Pandawa selama masa 12 tahun pengasingan diri di hutan. Arjuna sebagai guru tari. Udyogaparwa. Kisah Arjuna tersebut menjadi bahan cerita Arjunawiwaha. . Nakula sebagai penjinak kuda.berisi kisah masa satu tahun penyamaran Pandawa di Kerajaan Wirata setelah mengalami pengasingan selama 12 tahun. Yudistira menyamar sebagai ahli agama. Kresna yang bertindak sebagai juru damai gagal merundingkan perdamaian dengan Korawa.merupakan kitab awal yang menceritakan tentang pertempuran di Kurukshetra. Wirataparwa. Percakapan tersebut dikenal sebagai kitab Bhagavad G t . Dalam kitab tersebut juga diceritakan kisah Arjuna yang bertapa di gunung Himalaya untuk memperoleh senjata sakti. Dalam beberapa bagiannya terselip suatu percakapan suci antara Kresna dan Arjuna menjelang perang berlangsung. Sahadewa sebagai pengembala. dan Dropadi sebagai penata rias. Dalam kitab Bhismaparwa juga diceritakan gugurnya Resi Bhisma pada hari kesepuluh karena usaha Arjuna yang dibantu oleh Srikandi.

berisi kisah pengangkatan Sang Salya sebagai panglima perang Korawa pada hari ke-18. Hal itu menjadi ejekan para Pandawa sehingga Duryodana terpancing untuk berkelahi dengan Bhima. kemudian terjadi pertengkaran antara mereka. Dalam kitab tersebut diceritakan gugurnya Dursasana oleh Bhima. Dalam kitab tersebut juga diceritakan kisah gugurnya Abimanyu dan Gatotkaca. Duryodana menyesali perbuatannya dan hendak menghentikan pertikaian dengan para Pandawa. Salya gugur di medan perang. . Salya menjadi kusir kereta Karna. tapi ia sempat mengangkat Aswatama sebagai panglima.menceritakan kisah pengangkatan Karna sebagai panglima perang oleh Duryodana setelah gugurnya Bhisma.menceritakan kisah pengangkatan Bagawan Drona sebagai panglima perang Korawa. Pada hari itu juga. Drona berusaha menangkap Yudistira. Karna gugur di tangan Arjuna dengan senjata Pasupati pada hari ke-17. Setelah ditinggal sekutu dan saudaranya. Duryodana gugur. Karnaparwa. Drona. dan sekutunya yang lain. Dalam perkelahian tersebut. Aswatama. namun gagal. Drona gugur di medan perang karena dipenggal oleh Drestadyumna ketika ia sedang tertunduk lemas mendengar kabar yang menceritakan kematian anaknya.Dronaparwa. Salyaparwa. Akhirnya.

Pada malam hari. Akhirnya Aswatama menyesali perbuatannya dan menjadi pertapa. Byasa dan Kresna dapat menyelesaikan permasalahan itu. Yudistira menyelenggarakan upacara pembakaran jenazah bagi mereka yang gugur dan mempersembahkan air suci kepada leluhur. Santiparwa.Sauptikaparwa. kecuali para Pandawa. Pada hari itu pula Dewi Kunti menceritakan kelahiran Karna yang menjadi rahasia pribadinya. Akhirnya ia diberi wejangan suci oleh Rsi Byasa dan Sri Kresna.berisi kisah ratap tangis kaum wanita yang ditinggal oleh suami mereka di medan pertempuran. Keesokan harinya ia disusul oleh Pandawa dan terjadi perkelahian antara Aswatama dengan Arjuna. . ia bersama Kripa dan Kertawarma menyusup ke dalam kemah pasukan Pandawa dan membunuh banyak orang.berisi kisah pertikaian batin Yudistira karena telah membunuh saudara-saudaranya di medan pertempuran. Setelah itu ia melarikan diri ke pertapaan Byasa. Striparwa.berisi kisah pembalasan dendam Aswatama kepada tentara Pandawa. Mereka menjelaskan rahasia dan tujuan ajaran Hindu agar Yudistira dapat melaksanakan kewajibannya sebagai Raja.

. dan sebagainya. dan Sanjaya ke tengah hutan.menceritakan kemusnahan bangsa Wresni.berisi kisah kepergian Drestarastra. Pandawa dan Dropadi menempuh hidup sanyasin atau mengasingkan diri dan meninggalkan dunia fana. Kitab tersebut juga menceritakan kisah pertempuran Arjuna dengan para Raja di dunia. Kunti. berisi kisah penyerahan diri Yudistira kepada Resi Bhisma untuk menerima ajarannya. aturan tentang berbagai upacara. Asramawasikaparwa. Bhisma meninggalkan dunia dengan tenang. Artha. namun dihidupkan kembali oleh Sri Kresna. Bhisma mengajarkan tentang ajaran Dharma. Arjuna mengunjungi Dwarawati dan mendapati bahwa kota tersebut telah kosong. Akhirnya Resi Narada datang membawa kabar bahwa mereka telah pergi ke surga karena dibakar oleh api sucinya sendiri. Aswamedhikaparwa. untuk meninggalkan dunia ramai. Atas nasihat Rsi Byasa. kewajiban seorang Raja. Widura.Anusasanaparwa. Mosalaparwa. Mereka menyerahkan tahta sepenuhnya kepada Yudistira. kisah kelahiran Parikesit yang semula tewas dalam kandungan karena senjata sakti Aswatama. Akhirnya. Gandari.berisi kisah pelaksanaan upacara Aswamedha oleh Raja Yudistira. Sri Kresna meninggalkan kerajaannya lalu pergi ke tengah hutan.

menceritakan kisah perjalanan Pandawa dan Dropadi ke puncak gunung Himalaya. . Swargarohanaparwa. ia ditemani oleh seekor anjing yang sangat setia.menceritakan kisah Yudistira yang mencapai puncak gunung Himalaya dan dijemput untuk mencapai surga oleh Dewa Indra. Si anjing menampakkan wujudnya yang sebenanrnya. Ia menolak masuk surga jika disuruh meninggalkan anjingnya sendirian. sementara tahta kerajaan diserahkan kepada Parikesit. cucu Arjuna. Dalam pengembaraannya. meninggal dalam perjalanan. Dalam perjalanannya. Dropadi dan para Pandawa (kecuali Yudistira). yaitu Dewa Dharma.Mahaprastanikaparwa.

misalnya: .Timbul wiracarita gubahan pujangga Indonesia.

Kitab Baratayudha Kakawin Bharata Yudha. yang diselesaikan pada tahun 1157 Masehi pada Zaman Jayabaya di Kediri itu. Hingga sekarang masih tetap menjadi pusat perhatian kaum cerdik cendikiawan dan para sarjana dari luar maupun dalam negeri yang ingin memperdalam bahasa serta kesusasteraan Jawa . buah karya Pujangga Besar Empu Sedah dan Empu Panuluh.

yaitu rumpun Bharata Yudha.menceritakan perangnya keluarga Pandawa melawan Kurawa. maka isinya untuk sebagian besar adalah soal pertempuran. bahwa perang besar itu hanyalh berlangsung 18 malam saja. Kakawin tersebut termasuk kitab Jawa Kuna disusun dengan sekar ( puisi ) dan ( digubah berdasarkan kitab Maha Bharata ) yang dikalangan masyarakat Jawa juga dikenal sebagai kitab Astadasa Parwa ( 18 ) terdiri dari 18 parwa atau bagian. dengan korban-korban berguguran. Kecuali Kakawin Bharata Yudha sendiri .050 jiwa belum termasuk para panglima perang ( senapati ) serta korban yang berujud binatang-binatang pembantu perang seperti gajah. Karena kedua belah pihak masih darah daging. yaitu 9. Meskipun demikian menurut cerita itu . Karena buku itu memuat cerita perang. . kuda. korban yang jatuh bukan main besarnya.Isi kakawin.539. juga kitab Jawa yang bernama Adi Parwa menyebutkan. Menurut kata-kata aslinya jumlah itu ialah : ~ Sangang yuta limang keti ~ Tigang leksa sangan ewu langkung seket.

bahwa Kakawin itu menggubah parwa-parwa atau bagian. Lamanya pertempuran ini 5 hari. melaksanakan tugasnya sebagai Duta Besar Luar Biasa dan berkuasa penuh untuk menyodorkan Claim atas negara Astina kepada sang Kurupati benggol Kurawa yang menduduki negara tersebut. menceritakan ketika Resi ( Pandita ) Bhisma maju memimpin peperangan sebagai panglima besar dari tentara Kurawa. putus lehernya oleh Sang Drestadyumna. menceritakan waktu Pandita Drona. penasehat agung Pandawa. . penasehat Kurawa memimpin pertempuran sebagai panglima tentara Kurawa. Bhisma Parwa. Udyoga parwa. Tadi telah disebutkan. 3. seorang perwira wanita. Ia gugur pula. Akhirnya pandita tersebut gugur karena panah Srikandi. Adapun yang dipetik oleh Kakawin itu ialah : 1. Drona parwa.menceritakan ketika prabu Kresna.Pertempuran yang terlam 10 hari. Babakan perang ini berlangsung 10 hari ( jadi lebih dari separo lamanya dari perang Bharata Yudha itu sendiri ). yang tersingkat setengah hari saja. 2.

Duryudana menemui kekalahannya karena kena pukul pada betisnya oleh Bima dengan gada yang dinamakan Lohitamuka. sesepuh Kurawa meminpin pertempuran. Pertempuran hanya berlangsung setengah hari saja dengan berakhir gugurnya sang Salya oleh Puntadewa dengan ajimat Kalimahosadhanya. Gada ini beratnya bukan alang kepalang karena berkepalakan besi massif. menceritakan waktu Sang Karna. panglima perang tertinggi tentara Kurawa maju perang meminpin dan memegang sendiri komando pertempuran. sebelum mati akan membersihkan telapak kakinya pada kepala-kepala para Pandwa ( kesed ) . Ia telah bersumpah. Meskipun Duryudana telah remuk dan cacad. menceritakan ketika Sang Salya. Gada Parwa. 6. Salya Parwa. Lama pertempuran hanya 2 hari saja dengan berakhir gugurnya sang Karna karena kesaktian Sang Arjuna. tetapi ia tidak juga mati. 5. mengkisahkan waktu Sang Duryudana bertempur melawan Sang Bima. Karna Parwa.4. Dalam cerita wayang gada ini sangat terkenal yang oleh Ki Dalang disebut gada Rujak Polo ( polo artinya otak ).

7. Sebagaimana diketahui. mengkisahkan ketika Aswatama bersama resi Krepa dan Kartamarma sebagai orang-orang Kurawa yang telah kehilangan akal. malam itu para Pandawa bersam Kresna sedang melakukan anjangsana kedesa-desa. melakukan serangan pembalasan secara pengecut dengan meninggalkan aturan umum pertempuran. Mereka meninggalkan perkemahan dengan hati yang resah karena memikirkan sumpah Duryudana tadi. . Sauptika parwa. Dengan muslihatnya yang licik itu pada suatu malam mereka telah merunduk ke perkemahan Pandawa dan berhasil membunuh dengan cara yang tidak ksatria perwira-perwira Pandawa serta kelima putra Yudhistira sesepuh Pandawa.

Bharata Yudha dianggap keramat di Jawa. Dengan merti dusun penduduk memberi sesaji kepada roh-roh leluhur. dengan lakon Bharata Yudha itu hampir tidak pernah dilakukan dikota. Dan pertunjukkan ( wayang ) itu dilakukan ditengah sawah. Pertunjukan ( wayang ) dengan cerita Bharata Yudha yang mengasyikkan itubuat masyarakat di Jawa pada umumnya masih dianggap keramat dan tidak boleh dipertunjukkan di sembarang tempat dan waktu. dan adat tata cara merti dusun itu kini tidak lagi terdapat di kota-kota. Dan oleh karena itu. kalau dilanggar bisa menimbulkan bencana yang tidak diduga-duga. bersih Dusun atau merti dusun ( asal kata Jawa kuno Pitro berarti metathesis). Biasanya lakon Bharata Yudha hanya dipertunjukkan pada saat-saat upacara bersih desa yang hanya berlangsung setahun sekali di desa-desa. Menurut kepercayaan yang masih tetap berlaku. dapat dikatakan bahwa pertunjukan wayang. ( sekarang sudah banyak dipentaskan oleh wayang orang dan disiarkan oleh radio red ) .

Seperti cerita Jayaprana. Tenuh araras kadi sewaleng tahan mas. Masyarakat Bali umumnya hafal diluar kepala. Hanan angaraga kalaning pajang lek. yang mengkisahkan memberontaknya Ki Rangga Lawe dari Tuban terhadap keprabuan Majapahit. disamping itu juga kitab-kitab lain. kebanyakan bait-bait yang tersurat dalam kitab tersebut. terutama bagi mereka yang memperdalam kesusasteraan. suatu cerita yang hampir mirip dengan cerita Pranacitra untuk masyarakat Jawa. cinacah alindi sahantimun genenten . Disana kitab atau cerita yang dianggap tidak baik akibatnya ialah Serat Kidung Rangga Lawe. Berlainan dengan di Jawam maka Bharata Yudha di Bali tidaklah dianggap keramat dan luar biasa. Di Bali kitab Bharata Yudha menjadi bacaan umum. dan oleh karenanya banyak disitir dalam pelbagai percakapan.Bharata Yudah di Bali. yang diucapkan dengan intonasi khusus pada waktu mereka berjalan mengiring jenazah yang akan diperabukan. ialah bait ke I Sekar Puspatagra. Bunyinya bait itu adalah sebagai berikut : Ri pati sang Abimanyu ring ranangga. Salah satu bait yang sangat populer dari Kakawin itu.

Itulah bait yang sedikit banyak menggambarkan peperangan dengan korbannya dan watak-watak pelakunya. Sebentar ( luka Itu ) nampak seperti lubang. Bagian ini terdapat pada Sekar Sardulawikridita bait ke I : Leng leng ramya nikang sasangka kumenyar mangrongga rum ning puri. Sebagai tambahan. bak lumut laut di atas piring kencana ukiran. Unggawa Bhanumati yanamron alngo mwang natha Duryudana . keranjang kena sinar rembulan purnama. Tekwan sarwwa manik tawingnya sinawang saksat sekar ning suji. Hancur remuk tetapi malahan nampak indah. mangkin tan pasiring halep ikang umah mas Iwir murub ring langit. dibawah ini di kutip lagi bait yang melukiskan keindahan malam serta pemujaan atas seorang wanita. Terkeping-keping halus bak timu dicacah.Terjemahannya Ke I sebagai berikut : Gugurnya Sang Abimanyu dimedan perang.

Diditulah sang Ratna Banuwati biasa bercengkarama bersama Sang Duryudana. Dan bertahtakan Zamrud memancar laksana untaian kembang. menambah indah sinarnya puri. . Kian tanpa tanding indahnya wism kencana. bak nyala dilangit.Adapun maknanya Ke I adalah sebagai berikut : Menggairahkan keindahan bulan purnama raya.

mengakibatkan berkembangnya karya-karya sastra.misalnya : . perkembangan huruf Pallawa dari India ke Indonesia.Perkembangan aksara.

. Periode kira-kira 3-abad ke-5 M. dan kehadiran mereka terasa jauh seperti Filipina dan Kalimantan .Huruf Pallawa Huruf Pallawa mengacu pada periode sejarah ketika sebuah dinastiprajurit raja dengan nama itu memerintah banyak Tenggara India.

dan juga di Asia Tenggara. bersama dengan berputar menarik ekor panjang dan baik rasa ruang dan tata letak. Hal ini didasarkan pada Brahmi kuno. variasi dan evolusi itu sedang digunakan untuk menulis sebagian besar bahasa Asia Tenggara. dan bahasa daerah. menorehkan monumen batu pada politik dan agama. dan memperluas gagasantanda vokal dilampirkan untuk membolehkan konsonan atau kelompok berturut-turut akan bergabung dalam 'tumpukan'. selama 500 tahun berikutnya. Awalnya itu digunakan untuk menulis bahasa Sansekerta.mereka mengembangkan (atau dipupuk) yang sangat indah dan berpengaruh menulis skrip.Sebab apabila mereka tidak keprajuritan atau perdagangan . sistem tulisan utama dari tenggara dari itu mereka membentuk estetika konsonan cocok. . muncul di seluruh India Selatan. berbagai bentuk Bahasa Prakerta termasuk Pali. Ciri khas ini. Tetapi sesuatu tentang script ini pasti sangat mengesankan.atau mungkin karena kegiatan tersebut di tanah asing .

Di India. Lao * Tai lue dan bahasa Tai lain .Burma * Khmer . secara langsung atau tidak langsung dipengaruhi: * Telugu * Kannada * Tamil * Malayalam * Sinhala Di Asia Tenggara.Kamboja * Lanna * Thai. turunannya: * Senin .

Dan ini sungguh menghawatirkan budaya yang demikian tinggi punah dengan begitu saja .Karya Sastra Jawa Kuno Aksara Hanacaraka sebagai budaya Jawa tengah dan Jawa Timur. sudah jarang yang memakainya. dan juga sering dipakai oleh orang sunda. Tidak mengherankan kalau anak muda sekarang sudah tidak bisa membaca dan menulis menggunakan aksara Jawa.

Surat Bali dari Bali.Aksara Hanacaraka dari Jawa. dan Aksara Kagana dari Lampung Kha Gha Na kebanyakan merupakan aksara Brahmatik yaitu aksara yang menggambarkan bunyi biasanya bunyi a walaupun orang Jawa membacanya dengan o. ha na ca ra ka Dikisahkanlah tentang dua orang abdi yang setia da ta sa wa la Keduanya terlibat perselisihan dan akhirnya berkelahi pa da ja ya nya Mereka sama-sama kuat dan tangguh ma ga ba tha nga Akhirnya kedua abdi itu pun tewas bersama .Aksara di Nusantara seperti aksara Ngalagena dari Sunda.

1. Aksara Jawa Carakan terdiri dari 20 huruf yaitu : .

Aksara Pasangan (Mati) Yaitu aksara apabila disimpan ditengah maka hurup sebelumnya mati (menjadi konsonan).misalnya : pandan aksara yang dipakai yaitu pa na da na apabila dipakai da pasangan .maka na sebelum dan sesudah da menjadi mati (menjadi konsonan) menjadi pandan : ..

Aksara Swara (Vokal) Biasanya dipakai sebagai hurup awal nama tempat atau nama orang yang dihormati.3. .

4. Aksara Rekaan Adalah aksara dengan huruf serapan dari bahasa arab/asing .

5. Aksara Murda Biasanya dipakai untuk huruf awal Nama tempat atau nama orang yang dihormati .

gka/ ila ga .6.

7. Tanda Baca (Sandangan) .

terutama di naskahnaskah lontar. . Rudolf Gorris menemukan bahwa bahasa Bali Kuna dominan digunakan dalam prasasti-prasasti periode awal zaman Bali Kuna. Sedikitnya ada 33 prasasti yang menggunakan bahasa Bali Kuna.Setelah masa pemerintah Raja Udayana Gunapriyadharmapatni (9891011) mulailah digunakan bahasa dan aksara Jawa Kuna.Tatkala masuk pengaruh Majapahit. bahasa Kawi-Bali pun mulai digunakan.Aksara Bali Perkembangan bahasa Bali : Dr.

Karena itulah. Bahasa Bali Kapara atau Bahasa Bali modern. Bahasa Bali Kuna. . 2.diwarisi hingga saat ini. Bahasa Bali Tengahan.perkembangan bahasa Bali sendiri dibagi dalam tiga babakan: 1.sering disebut Kawi-Bali. 3.sering juga disebut dengan nama bahasa Bali Mula.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->