Peninggalan Hindu-Budha di Bidang Seni Sastra dan Aksara

Hasil sastra berbentuk prosa atau puisi : ~ Tutur pitutur (kitab keagamaan). ~ Wiracarita (kepahlawanan). ~ Kitab Hukum (Undang-Undang). Wiracarita yang terkenal di Indonesia yaitu : ~ Kitab Ramayana dan Mahabarata. Timbul wiracarita gubahan pujangga Indonesia,misalnya: ~ Kitab Baratayuda yang digubah oleh Mpu Sedah dan Mpu Panuluh. Perkembangan aksara, perkembangan huruf Pallawa dari India ke Indonesia, mengakibatkan berkembangnya karya-karya sastra,misalnya : ~ Karya-karya sastra Jawa kuno. ~ Huruf Nagari (dari India). ~ Huruf Bali kuno (dari Indonesia).

Hasil sastra berbentuk prosa atau puisi,yaitu :

Tutur pitutur (Kitab Keagamaan)
Jawa dan Kejawen seolah tidak dapat dipisahkan satu dengan lainnya. Kejawen bisa jadi merupakan suatu sampul atau kulit luar dari beberapa ajaran yang berkembang di Tanah Jawa, semasa zaman Hinduisme dan Budhisme. Dalam perkembangannya, penyebaran islam di Jawa juga dibungkus oleh ajaranajaran terdahulu, bahkan terkadang melibatkan aspek kejawen sebagai jalur penyeranta yang baik bagi penyebarannya. Walisongo memiliki andil besar dalam penyebaran islam di Tanah Jawa. Unsur-unsur dalam islam berusaha ditanamkan dalam budaya-budaya jawa,yaitu : pertunjukan wayang kulit, dendangan lagu-lagu jawa , ular-ular ( putuah yang berupa filsafat), cerita-cerita kuno, hingga upacara-upacara tradisi yang dikembangkan,khususnya di Kerjaan Mataram (Yogya/Solo).

Dalam pertunjukan wayang kulit yang paling dikenal adalah cerita tentang Serat Kalimasada (lembaran yang berisi mantera/sesuatu yang sakral) yang cukup ampuh dalam melawan segala keangkaramurkaan dimuka bumi. Dalam cerita itu dikisahkan bahwa si pembawa serat ini akan menjadi sakti mandraguna. Tidak ada yang tahu apa isi serat ini. Namun diakhir cerita, rahasia dari serat inipun dibeberkan oleh dalang. Isi serat Kalimasada berbunyi "Aku bersaksi tiada Tuhan Selain Allah dan Aku bersaksi Muhammad adalah utusan-Nya" Isi ini tak lain adalah isi dari Kalimat Syahadat. Dalam pertunjukan wayangpun sang wali selalu mengadakan di halaman masjid, yang disekelilingnya di beri parit melingkar berair jernih. Guna parit ini tak lain adalah untuk melatih para penonton wayang untuk wisuh atau mencuci kaki mereka sebelum masuk masjid. Simbolisasi dari wudu yang disampaikan secara baik.

penekna blimbing kuwi. tidak mudah untuk dapat mengerjakan keduanya (Rukun islam dan salat lima waktu) . sang wali juga menyebarkan lagu-lagu yang bernuansa simbolisasi yang kuat. * Kelima segi itu adalah pengerjaan rukun islam (yang lima) dan Salat lima waktu. lunyu-lunyu penekna kanggo seba mengko sore : * Cah angon adalah simbolisasi dari manusia sebagai Khalifah Fil Ardh.mengibaratkan buah belimbing yang memiliki lima segi membentuk bintang. * Lunyu-lunyu penekno . * Kanggo sebo mengko sore. Yang terkenal karangan dari Sunan Kalijaga adalah lagu Ilir-Ilir. atau pemelihara alam bumi ini (angon bhumi). mengingat diperlukannya suatu keindahan dalam mengarang suatu lagu. * Penekno blimbing kuwi . berarti. Sebagian arti yang kini banyak digali dari lagu ini di antaranya : ~ Tak ijo royo-royo tak senggoh penganten anyar : Sebuah diskripsi mengenai para pemuda ~ Cah angon.cah angon.Dalam perkembangan selanjutnya. untuk bekal di hari esok (kehidupan setelah mati). .dan memang jalan menuju ke surga tidak mudah dan mulus. Memang tidak semua syair menyimbolkan suatu ajaran islam.

Memang masih banyak translasi dari lagu ini.~ Mumpung padhang rembulane.menyosialisasikan ibadah dengan tidak lupa tetap menyenangkan kepada pengikutnya yang baru. maka lakukanlah (untuk beribadah). yaitu membumikan agama.yaitu : ~ Mijil ~ Sinom ~ Maskumambang ~ Kinanthi ~ Asmaradhana ~ Megatruh ~ Pucung . mumpung jembar kalangane : Selagi masih banyak waktu selagi muda. namun substansinya sama. Dalam lagu-lagu Jawa ada gendhing. dan ketika tenaga masih kuat.

Sinom. . ini proses sakaratul maut seorang manusia. Kesemua jenis gendhing ditata apik dengan syai-syair yang beragam.badan jenazah harus dikafani dengan kain putih. sedangkan untuk putrinya dengan gendhingKinanthi. Megatruh(Megat-Ruh = Megat berarti bercerai atau terpisah . proses pernikahan atau katresnan antar keduanya. dapat diartikan sebagai lahirnya seorang jabang bayi dari rahim ibu. Pucung (Pocong). diartikan sebagai seorang anak muda yang bersemangat untuk belajar. berarti seorang pria dewasa yang cukup umur untuk menikah. sebagai umat beragama islam tentu dalam prosesi penguburannya . Asmaradhana. Maskumambang. Ruh adalah Roh atau jiwa seseorang).Ternyata kesemuanya merupakan perjalanan hidup seorang manusia : Mijil (keluar). sehingga mudah dan selalu pas untuk didendangkan pada masanya.

. akan sukar untuk meninggalkan budaya lamanya ke ajaran baru walaupun ajaran tesebut sebenarnya mengajarkan sesuatu yang lebih baik. menunjukkan bahwa walisongo dalam mengajarkan agama selalu dilandasi oleh budaya yang kental. karena masyarakat Jawa yang menganut budaya tinggi.Ada banyaknya filsafat Jawa yang berusaha diterjemahkan oleh para wali.seperti ajaran agama islam . Hal ini sangat dimungkinkan.

Wira Carita (kepahlawanan) .

Wiracarita yang terkenal di Indonesia yaitu : .

Ramayana terdapat pula dalam khazanah sastra Jawa dalam bentuk kakawin Ramayana. Dalam bahasa Melayu didapati pula Hikayat Seri Rama yang isinya berbeda dengan kakawin Ramayana dalam bahasa Jawa kuna. adalah sebuah cerita epos dari India yang digubah oleh Walmiki (Valmiki) atau Balmiki.Kitab Ramayana Ramayana dari bahasa Sansekerta ( )R mâya a yang berasal dari kata R ma dan Ayaa yang berarti "Perjalanan Rama". dan gubahangubahannya dalam bahasa Jawa Baru yang tidak semua berdasarkan kakawin ini. .

Balakanda 2.Di India dalam bahasa Sansekerta. Uttarakanda . Sundarakanda 6. Ramayana dibagi menjadi tujuh kitab atau kanda sebagai berikut: 1. Yuddhakanda 7. Aranyakanda 4. Ayodhyakanda 3. Kiskindhakanda 5.

Laos. Kamboja. Philipina.misalnya: Thailand. Selain itu di beberapa negara. Wiracarita Ramayana diangkat sebagai pertunjukan kesenian.Pengaruh dalam budaya Beberapa babak maupun adegan dalam Ramayana dituangkan ke dalam bentuk lukisan maupun pahatan dalam arsitektur bernuansa Hindu. Vietnam.misalnya di Jawa dan Bali. Wiracarita Ramayana juga diangkat ke dalam budaya pewayangan di Nusantara. .

Kitab Aranyakakanda juga menceritakan kisah Sita diculik Rawana dan pertarungan antara Jatayu dengan Rawana. Akhirnya Bharata memerintah kerajaan atas nama Sang Rama. kemudian ia menyusul Rama. Kekayi. yaitu: Rama.Daftar kitab Wiracarita Ramayana terdiri dari tujuh kitab yang disebut Saptakanda. dan Lakshmana di tengah hutan selama masa pengasingan.menceritakan kisah Rama. Bharata. Rama sering membantu para pertapa yang diganggu oleh para rakshasa. Prabu Dasarata yang sudah tua wafat.berisi kisah dibuangnya Rama ke hutan bersama Dewi Sita dan Lakshmana karena permohonan Dewi Kekayi. Kitab Balakanda juga menceritakan kisah Sang Rama yang berhasil memenangkan sayembara dan memperistri Sita. Lakshmana dan Satrughna. Sita. dan Sumitra. Rama menolak untuk kembali ke kerajaan. yaitu: Kosalya. Di tengah hutan. puteri Prabu Janaka. Aranyakanda. Urutan kitab menunjukkan kronologi peristiwa yang terjadi dalam Wiracarita Ramayana : Balakanda. Prabu Dasarata berputra empat orang. Setelah itu. Ayodhyakanda. . Bharata tidak ingin dinobatkan menjadi Raja. Kitab Balakanda menceritakan Prabu Dasarata yang memiliki tiga permaisuri.merupakan awal dari kisah Ramayana.

Kiskindhakanda . Subali terbunuh. Kusa dan Lawa datang ke istana Sang Rama pada saat upacara Aswamedha. Cerita diawali dengan usaha pasukan Sang Rama yang berhasil menyeberangi lautan dan mencapai Alengka. Sundarakanda. Yuddhakanda.menceritakan kisah pembuangan Dewi Sita karena Sang Rama mendengar desas-desus dari rakyat yang sangsi dengan kesucian Dewi Sita. Kemudian Dewi Sita tinggal di pertapaan Rsi Walmiki dan melahirkan Kusa dan Lawa. Dalam pertempuran. Sang Rama membantu Sugriwa merebut kerajaannya dari Subali. Sang Rama pulang dengan selamat ke Ayodhya bersama Dewi Sita.menceritakan kisah tentara Kiskindha yang membangun jembatan Situbanda yang menghubungkan India dengan Alengka. . Kemudian Sang Rama dan Sugriwa bersekutu untuk menggempur Kerajaan Alengka. Pada saat itulah mereka menyanyikan Ramayana yang digubah oleh Rsi Walmiki.menceritakan kisah pertempuran antara laskar kera Sang Rama dengan pasukan rakshasa Sang Rawana. Di sana ia ditangkap namun dapat meloloskan diri dan membakar ibukota Alengka. Uttarakanda. kakaknya. Rawana gugur di tangan Rama oleh senjata panah sakti. Sugriwa menjadi Raja di Kiskindha. Dalam pertempuran. Sementara itu Wibisana diusir oleh Rawana karena terlalu banyak memberi nasihat. Hanuman yang menjadi duta Sang Rama pergi ke Alengka dan menghadap Dewi Sita.menceritakan kisah pertemuan Sang Rama dengan Raja kera Sugriwa.

maka dinamakan Astadasaparwa (asta = 8. parwa = kitab). dasa = 10. Buku ini terdiri dari delapan belas kitab.Kitab Mahabarata Mahabharata (Sansekerta: ) adalah sebuah karya sastra kuno yang konon ditulis oleh Begawan Byasa atau Vyasa dari India. . ada pula yang meyakini bahwa kisah ini sesungguhnya merupakan kumpulan dari banyak cerita yang semula terpencar-pencar. Namun. yang dikumpulkan semenjak abad ke-4 sebelum Masehi.

Mahabharata menceritakan kisah konflik para Pandawa lima dengan saudara sepupu mereka sang seratus Korawa. mengenai sengketa hak pemerintahan tanah negara Astina. . Puncaknya adalah perang Bharatayuddha di medan Kurusetra dan pertempuran berlangsung selama delapan belas hari.Secara singkat.

Di Indonesia. bentuk prosa ini dikenal juga sebagai sastra parwa. Kisah yang semula ditulis dalam bahasa Sansekerta ini kemudian disalin dalam berbagai bahasa. salinan berbagai bagian dari Mahabharata. Mahabharata juga mengandung nilai-nilai Hindu.seperti : ~ Adiparwa ~ Wirataparwa ~ Bhismaparwa Mungkin juga beberapa parwa yang lain. mitologi dan berbagai petunjuk lainnya. terutama mengikuti perkembangan peradaban Hindu pada masa lampau di Asia.Pengaruh dalam budaya Ilustrasi pada sebuah naskah bersungging mengenai perang Bharatayuddha di Kurusetra. termasuk di Asia Tenggara. teristimewa oleh pemeluk agama Hindu. . diketahui telah digubah dalam bentuk prosa bahasa Kawi (Jawa Kuno) semenjak akhir abad ke-10 Masehi. Yakni pada masa pemerintahan raja Dharmawangsa Teguh (991-1016 M) dari Kadiri. Selain berisi cerita kepahlawanan (wiracarita). Oleh sebab itu kisah Mahabharata ini dianggap suci. Karena sifatnya itu.

Karya sastra lain yang juga terkenal adalah Kakawin Bharatayuddha. perkawinan Arjuna) gubahan mpu Kanwa. . menantu raja Dharmawangsa. mpu Panuluh juga menulis kakawin Hariwang a di masa Jayabaya. ditulis pada sekitar akhir masa pemerintahan raja Daha (Kediri) tersebut.Yang terlebih populer dalam masa-masa kemudian adalah penggubahan cerita itu dalam bentuk kakawin. Karya yang diduga ditulis antara 1028-1035 M ini (Zoetmulder. Kakawin ini dipersembahkan bagi Prabu Jayabhaya (1135-1157 M). Di luar itu. 1984) dipersembahkan untuk raja Airlangga dari kerajaan Medang Kamulan. yakni puisi lawas dengan metrum India berbahasa Jawa Kuno. yang digubah oleh mpu Sedah dan belakangan diselesaikan oleh mpu Panuluh (Panaluh). dan diperkirakan pula menggubah Ga otkac raya di masa raja Kertajaya (1194-1222 M) dari Kediri. Salah satu yang terkenal ialah kakawin Arjunawiwaha (Arjunawiw ha.

Kosasih. Salah satu yang terkenal adalah karya dari R. cerita Mahabharata juga disajikan melalui bentuk komik yang membuat cerita ini dikenal luas di kalangan awam.Beberapa kakawin lain turunan Mahabharata yang juga penting untuk disebut. dan P rthayajña (mpu Tanakung) di akhir zaman Majapahit. seni lukis hingga seni pertunjukan seperti wayang kulit dan wayang orang. Di dalam masa yang lebih belakangan. seni tari. terutama di Jawa dan Bali. . Salinan naskahnaskah kuno yang tertulis dalam lembar-lembar daun lontar tersebut juga diketahui tersimpan di Bali. Dalam dunia sastera popular Indonesia. mulai dari seni patung dan seni ukir (relief) pada candi-candi. kitab Bharatayuddha telah disalin pula oleh pujangga kraton Surakarta Yasadipura ke dalam bahasa Jawa modern pada sekitar abad ke-18.A. mahakarya sastra tersebut juga berkembang dan memberikan inspirasi bagi berbagai bentuk budaya dan seni pengungkapan. di antaranya adalah K yana (karya mpu Triguna) dan Bhom ntaka (pengarang tak dikenal) keduanya dari zaman kerajaan Kediri. Di samping itu.

Puru. kisah Bagawan Dhomya yang menguji ketiga muridnya. kisah tewasnya rakshasa Hidimba di tangan Bhimasena. kisah kelahiran Rsi Byasa. . kisah masa kanak-kanak Pandawa dan Korawa.berisi berbagai cerita yang bernafaskan Hindu. misalnya : kisah pemutaran Mandaragiri.Daftar kitab Mah bh rata merupakan kisah epik yang terbagi menjadi delapan belas kitab atau sering disebut Astadasaparwa. dan kisah Arjuna mendapatkan Dropadi. Karena usaha licik Sangkuni. Sakuntala. atas rencana Duryodana. Kuru.berisi kisah pertemuan Pandawa dan Korawa di sebuah balairung untuk main judi. Bharata) sampai kisah diterimanya Pandawa di surga. Adiparwa. Rangkaian kitab menceritakan kronologi peristiwa dalam kisah Mah bh rata. Sabhaparwa. yakni semenjak kisah para leluhur Pandawa dan Korawa (Yayati. kisah para leluhur Pandawa dan Korawa. Yadu. Pandawa harus mengasingkan diri ke hutan selama 12 tahun dan setelah itu melalui masa penyamaran selama 1 tahun. Duswanta. permainan dimenangkan selama dua kali oleh Korawa sehingga sesuai perjanjian.

Kisah Arjuna tersebut menjadi bahan cerita Arjunawiwaha.merupakan kitab awal yang menceritakan tentang pertempuran di Kurukshetra. Nakula sebagai penjinak kuda. Udyogaparwa.Wanaparwa. dan hampir seluruh Kerajaan India Kuno terbagi menjadi dua kelompok. Wirataparwa. Arjuna sebagai guru tari.berisi kisah masa satu tahun penyamaran Pandawa di Kerajaan Wirata setelah mengalami pengasingan selama 12 tahun. Yudistira menyamar sebagai ahli agama. dan Dropadi sebagai penata rias. . Sahadewa sebagai pengembala. Dalam kitab Bhismaparwa juga diceritakan gugurnya Resi Bhisma pada hari kesepuluh karena usaha Arjuna yang dibantu oleh Srikandi. Bhima sebagai juru masak. Percakapan tersebut dikenal sebagai kitab Bhagavad G t . Dalam beberapa bagiannya terselip suatu percakapan suci antara Kresna dan Arjuna menjelang perang berlangsung. Bhismaparwa.berisi kisah tentang persiapan perang keluarga Bharata (Bharatayuddha). Dalam kitab tersebut juga diceritakan kisah Arjuna yang bertapa di gunung Himalaya untuk memperoleh senjata sakti.berisi kisah Pandawa selama masa 12 tahun pengasingan diri di hutan. Kresna yang bertindak sebagai juru damai gagal merundingkan perdamaian dengan Korawa. Pandawa dan Korawa mencari sekutu sebanyak-banyaknya di penjuru Bharatawarsha.

Akhirnya. Karnaparwa. Karna gugur di tangan Arjuna dengan senjata Pasupati pada hari ke-17. Drona. Salya gugur di medan perang. . Dalam kitab tersebut diceritakan gugurnya Dursasana oleh Bhima. Setelah ditinggal sekutu dan saudaranya.menceritakan kisah pengangkatan Bagawan Drona sebagai panglima perang Korawa.berisi kisah pengangkatan Sang Salya sebagai panglima perang Korawa pada hari ke-18. kemudian terjadi pertengkaran antara mereka.Dronaparwa. Salyaparwa. Drona gugur di medan perang karena dipenggal oleh Drestadyumna ketika ia sedang tertunduk lemas mendengar kabar yang menceritakan kematian anaknya.menceritakan kisah pengangkatan Karna sebagai panglima perang oleh Duryodana setelah gugurnya Bhisma. Drona berusaha menangkap Yudistira. Pada hari itu juga. namun gagal. Duryodana gugur. Duryodana menyesali perbuatannya dan hendak menghentikan pertikaian dengan para Pandawa. Dalam perkelahian tersebut. Dalam kitab tersebut juga diceritakan kisah gugurnya Abimanyu dan Gatotkaca. tapi ia sempat mengangkat Aswatama sebagai panglima. dan sekutunya yang lain. Aswatama. Hal itu menjadi ejekan para Pandawa sehingga Duryodana terpancing untuk berkelahi dengan Bhima. Salya menjadi kusir kereta Karna.

Sauptikaparwa. ia bersama Kripa dan Kertawarma menyusup ke dalam kemah pasukan Pandawa dan membunuh banyak orang.berisi kisah ratap tangis kaum wanita yang ditinggal oleh suami mereka di medan pertempuran. Byasa dan Kresna dapat menyelesaikan permasalahan itu.berisi kisah pertikaian batin Yudistira karena telah membunuh saudara-saudaranya di medan pertempuran. kecuali para Pandawa. Setelah itu ia melarikan diri ke pertapaan Byasa. Pada malam hari. Striparwa. Pada hari itu pula Dewi Kunti menceritakan kelahiran Karna yang menjadi rahasia pribadinya. Yudistira menyelenggarakan upacara pembakaran jenazah bagi mereka yang gugur dan mempersembahkan air suci kepada leluhur. Keesokan harinya ia disusul oleh Pandawa dan terjadi perkelahian antara Aswatama dengan Arjuna. Mereka menjelaskan rahasia dan tujuan ajaran Hindu agar Yudistira dapat melaksanakan kewajibannya sebagai Raja. Akhirnya Aswatama menyesali perbuatannya dan menjadi pertapa.berisi kisah pembalasan dendam Aswatama kepada tentara Pandawa. Santiparwa. . Akhirnya ia diberi wejangan suci oleh Rsi Byasa dan Sri Kresna.

Bhisma mengajarkan tentang ajaran Dharma. kisah kelahiran Parikesit yang semula tewas dalam kandungan karena senjata sakti Aswatama. Mereka menyerahkan tahta sepenuhnya kepada Yudistira. .menceritakan kemusnahan bangsa Wresni. Akhirnya Resi Narada datang membawa kabar bahwa mereka telah pergi ke surga karena dibakar oleh api sucinya sendiri. Sri Kresna meninggalkan kerajaannya lalu pergi ke tengah hutan. dan Sanjaya ke tengah hutan. Arjuna mengunjungi Dwarawati dan mendapati bahwa kota tersebut telah kosong. Widura. aturan tentang berbagai upacara. dan sebagainya. Kitab tersebut juga menceritakan kisah pertempuran Arjuna dengan para Raja di dunia. Asramawasikaparwa. untuk meninggalkan dunia ramai. Atas nasihat Rsi Byasa. kewajiban seorang Raja.berisi kisah kepergian Drestarastra.berisi kisah pelaksanaan upacara Aswamedha oleh Raja Yudistira. Aswamedhikaparwa. berisi kisah penyerahan diri Yudistira kepada Resi Bhisma untuk menerima ajarannya. Mosalaparwa.Anusasanaparwa. Bhisma meninggalkan dunia dengan tenang. Gandari. namun dihidupkan kembali oleh Sri Kresna. Kunti. Artha. Akhirnya. Pandawa dan Dropadi menempuh hidup sanyasin atau mengasingkan diri dan meninggalkan dunia fana.

menceritakan kisah perjalanan Pandawa dan Dropadi ke puncak gunung Himalaya. cucu Arjuna.menceritakan kisah Yudistira yang mencapai puncak gunung Himalaya dan dijemput untuk mencapai surga oleh Dewa Indra. yaitu Dewa Dharma. ia ditemani oleh seekor anjing yang sangat setia. Swargarohanaparwa. . Dropadi dan para Pandawa (kecuali Yudistira). Si anjing menampakkan wujudnya yang sebenanrnya.Mahaprastanikaparwa. meninggal dalam perjalanan. Dalam pengembaraannya. Dalam perjalanannya. Ia menolak masuk surga jika disuruh meninggalkan anjingnya sendirian. sementara tahta kerajaan diserahkan kepada Parikesit.

misalnya: .Timbul wiracarita gubahan pujangga Indonesia.

Hingga sekarang masih tetap menjadi pusat perhatian kaum cerdik cendikiawan dan para sarjana dari luar maupun dalam negeri yang ingin memperdalam bahasa serta kesusasteraan Jawa .Kitab Baratayudha Kakawin Bharata Yudha. buah karya Pujangga Besar Empu Sedah dan Empu Panuluh. yang diselesaikan pada tahun 1157 Masehi pada Zaman Jayabaya di Kediri itu.

Karena buku itu memuat cerita perang. bahwa perang besar itu hanyalh berlangsung 18 malam saja.Isi kakawin.050 jiwa belum termasuk para panglima perang ( senapati ) serta korban yang berujud binatang-binatang pembantu perang seperti gajah. Karena kedua belah pihak masih darah daging. . juga kitab Jawa yang bernama Adi Parwa menyebutkan. yaitu 9. korban yang jatuh bukan main besarnya. Kakawin tersebut termasuk kitab Jawa Kuna disusun dengan sekar ( puisi ) dan ( digubah berdasarkan kitab Maha Bharata ) yang dikalangan masyarakat Jawa juga dikenal sebagai kitab Astadasa Parwa ( 18 ) terdiri dari 18 parwa atau bagian. dengan korban-korban berguguran. yaitu rumpun Bharata Yudha. Menurut kata-kata aslinya jumlah itu ialah : ~ Sangang yuta limang keti ~ Tigang leksa sangan ewu langkung seket.539. kuda. Meskipun demikian menurut cerita itu . Kecuali Kakawin Bharata Yudha sendiri .menceritakan perangnya keluarga Pandawa melawan Kurawa. maka isinya untuk sebagian besar adalah soal pertempuran.

3. penasehat agung Pandawa. . yang tersingkat setengah hari saja. menceritakan waktu Pandita Drona.menceritakan ketika prabu Kresna. Lamanya pertempuran ini 5 hari. bahwa Kakawin itu menggubah parwa-parwa atau bagian.Pertempuran yang terlam 10 hari. Bhisma Parwa. 2. seorang perwira wanita. menceritakan ketika Resi ( Pandita ) Bhisma maju memimpin peperangan sebagai panglima besar dari tentara Kurawa. Udyoga parwa. Akhirnya pandita tersebut gugur karena panah Srikandi. Adapun yang dipetik oleh Kakawin itu ialah : 1. putus lehernya oleh Sang Drestadyumna. Drona parwa. Tadi telah disebutkan. Ia gugur pula. Babakan perang ini berlangsung 10 hari ( jadi lebih dari separo lamanya dari perang Bharata Yudha itu sendiri ). melaksanakan tugasnya sebagai Duta Besar Luar Biasa dan berkuasa penuh untuk menyodorkan Claim atas negara Astina kepada sang Kurupati benggol Kurawa yang menduduki negara tersebut. penasehat Kurawa memimpin pertempuran sebagai panglima tentara Kurawa.

sesepuh Kurawa meminpin pertempuran. sebelum mati akan membersihkan telapak kakinya pada kepala-kepala para Pandwa ( kesed ) . Gada ini beratnya bukan alang kepalang karena berkepalakan besi massif. Dalam cerita wayang gada ini sangat terkenal yang oleh Ki Dalang disebut gada Rujak Polo ( polo artinya otak ). Lama pertempuran hanya 2 hari saja dengan berakhir gugurnya sang Karna karena kesaktian Sang Arjuna. tetapi ia tidak juga mati. menceritakan ketika Sang Salya. 6. menceritakan waktu Sang Karna. panglima perang tertinggi tentara Kurawa maju perang meminpin dan memegang sendiri komando pertempuran. mengkisahkan waktu Sang Duryudana bertempur melawan Sang Bima. Karna Parwa. Ia telah bersumpah. Meskipun Duryudana telah remuk dan cacad. Salya Parwa. 5. Pertempuran hanya berlangsung setengah hari saja dengan berakhir gugurnya sang Salya oleh Puntadewa dengan ajimat Kalimahosadhanya.4. Duryudana menemui kekalahannya karena kena pukul pada betisnya oleh Bima dengan gada yang dinamakan Lohitamuka. Gada Parwa.

Dengan muslihatnya yang licik itu pada suatu malam mereka telah merunduk ke perkemahan Pandawa dan berhasil membunuh dengan cara yang tidak ksatria perwira-perwira Pandawa serta kelima putra Yudhistira sesepuh Pandawa. Sebagaimana diketahui. mengkisahkan ketika Aswatama bersama resi Krepa dan Kartamarma sebagai orang-orang Kurawa yang telah kehilangan akal. Mereka meninggalkan perkemahan dengan hati yang resah karena memikirkan sumpah Duryudana tadi. . melakukan serangan pembalasan secara pengecut dengan meninggalkan aturan umum pertempuran. Sauptika parwa. malam itu para Pandawa bersam Kresna sedang melakukan anjangsana kedesa-desa.7.

Dan oleh karena itu. dan adat tata cara merti dusun itu kini tidak lagi terdapat di kota-kota. Biasanya lakon Bharata Yudha hanya dipertunjukkan pada saat-saat upacara bersih desa yang hanya berlangsung setahun sekali di desa-desa. dengan lakon Bharata Yudha itu hampir tidak pernah dilakukan dikota. kalau dilanggar bisa menimbulkan bencana yang tidak diduga-duga. bersih Dusun atau merti dusun ( asal kata Jawa kuno Pitro berarti metathesis).Bharata Yudha dianggap keramat di Jawa. dapat dikatakan bahwa pertunjukan wayang. Menurut kepercayaan yang masih tetap berlaku. Dengan merti dusun penduduk memberi sesaji kepada roh-roh leluhur. Pertunjukan ( wayang ) dengan cerita Bharata Yudha yang mengasyikkan itubuat masyarakat di Jawa pada umumnya masih dianggap keramat dan tidak boleh dipertunjukkan di sembarang tempat dan waktu. Dan pertunjukkan ( wayang ) itu dilakukan ditengah sawah. ( sekarang sudah banyak dipentaskan oleh wayang orang dan disiarkan oleh radio red ) .

Seperti cerita Jayaprana. dan oleh karenanya banyak disitir dalam pelbagai percakapan.Bharata Yudah di Bali. Di Bali kitab Bharata Yudha menjadi bacaan umum. yang diucapkan dengan intonasi khusus pada waktu mereka berjalan mengiring jenazah yang akan diperabukan. Berlainan dengan di Jawam maka Bharata Yudha di Bali tidaklah dianggap keramat dan luar biasa. Disana kitab atau cerita yang dianggap tidak baik akibatnya ialah Serat Kidung Rangga Lawe. Salah satu bait yang sangat populer dari Kakawin itu. kebanyakan bait-bait yang tersurat dalam kitab tersebut. yang mengkisahkan memberontaknya Ki Rangga Lawe dari Tuban terhadap keprabuan Majapahit. Hanan angaraga kalaning pajang lek. Tenuh araras kadi sewaleng tahan mas. terutama bagi mereka yang memperdalam kesusasteraan. Masyarakat Bali umumnya hafal diluar kepala. ialah bait ke I Sekar Puspatagra. cinacah alindi sahantimun genenten . disamping itu juga kitab-kitab lain. suatu cerita yang hampir mirip dengan cerita Pranacitra untuk masyarakat Jawa. Bunyinya bait itu adalah sebagai berikut : Ri pati sang Abimanyu ring ranangga.

Sebagai tambahan. Bagian ini terdapat pada Sekar Sardulawikridita bait ke I : Leng leng ramya nikang sasangka kumenyar mangrongga rum ning puri. mangkin tan pasiring halep ikang umah mas Iwir murub ring langit. Unggawa Bhanumati yanamron alngo mwang natha Duryudana . Terkeping-keping halus bak timu dicacah. Itulah bait yang sedikit banyak menggambarkan peperangan dengan korbannya dan watak-watak pelakunya. dibawah ini di kutip lagi bait yang melukiskan keindahan malam serta pemujaan atas seorang wanita. Sebentar ( luka Itu ) nampak seperti lubang. bak lumut laut di atas piring kencana ukiran. Hancur remuk tetapi malahan nampak indah. Tekwan sarwwa manik tawingnya sinawang saksat sekar ning suji. keranjang kena sinar rembulan purnama.Terjemahannya Ke I sebagai berikut : Gugurnya Sang Abimanyu dimedan perang.

. bak nyala dilangit. menambah indah sinarnya puri.Adapun maknanya Ke I adalah sebagai berikut : Menggairahkan keindahan bulan purnama raya. Diditulah sang Ratna Banuwati biasa bercengkarama bersama Sang Duryudana. Dan bertahtakan Zamrud memancar laksana untaian kembang. Kian tanpa tanding indahnya wism kencana.

perkembangan huruf Pallawa dari India ke Indonesia.Perkembangan aksara. mengakibatkan berkembangnya karya-karya sastra.misalnya : .

.Huruf Pallawa Huruf Pallawa mengacu pada periode sejarah ketika sebuah dinastiprajurit raja dengan nama itu memerintah banyak Tenggara India. dan kehadiran mereka terasa jauh seperti Filipina dan Kalimantan . Periode kira-kira 3-abad ke-5 M.

atau mungkin karena kegiatan tersebut di tanah asing . Hal ini didasarkan pada Brahmi kuno.mereka mengembangkan (atau dipupuk) yang sangat indah dan berpengaruh menulis skrip. berbagai bentuk Bahasa Prakerta termasuk Pali. sistem tulisan utama dari tenggara dari itu mereka membentuk estetika konsonan cocok. selama 500 tahun berikutnya. Tetapi sesuatu tentang script ini pasti sangat mengesankan. dan juga di Asia Tenggara. dan memperluas gagasantanda vokal dilampirkan untuk membolehkan konsonan atau kelompok berturut-turut akan bergabung dalam 'tumpukan'. . variasi dan evolusi itu sedang digunakan untuk menulis sebagian besar bahasa Asia Tenggara. bersama dengan berputar menarik ekor panjang dan baik rasa ruang dan tata letak. Awalnya itu digunakan untuk menulis bahasa Sansekerta. menorehkan monumen batu pada politik dan agama. Ciri khas ini. muncul di seluruh India Selatan.Sebab apabila mereka tidak keprajuritan atau perdagangan . dan bahasa daerah.

turunannya: * Senin . secara langsung atau tidak langsung dipengaruhi: * Telugu * Kannada * Tamil * Malayalam * Sinhala Di Asia Tenggara. Lao * Tai lue dan bahasa Tai lain .Kamboja * Lanna * Thai.Burma * Khmer .Di India.

Karya Sastra Jawa Kuno Aksara Hanacaraka sebagai budaya Jawa tengah dan Jawa Timur. Dan ini sungguh menghawatirkan budaya yang demikian tinggi punah dengan begitu saja . sudah jarang yang memakainya. Tidak mengherankan kalau anak muda sekarang sudah tidak bisa membaca dan menulis menggunakan aksara Jawa. dan juga sering dipakai oleh orang sunda.

dan Aksara Kagana dari Lampung Kha Gha Na kebanyakan merupakan aksara Brahmatik yaitu aksara yang menggambarkan bunyi biasanya bunyi a walaupun orang Jawa membacanya dengan o.Aksara di Nusantara seperti aksara Ngalagena dari Sunda. Surat Bali dari Bali. ha na ca ra ka Dikisahkanlah tentang dua orang abdi yang setia da ta sa wa la Keduanya terlibat perselisihan dan akhirnya berkelahi pa da ja ya nya Mereka sama-sama kuat dan tangguh ma ga ba tha nga Akhirnya kedua abdi itu pun tewas bersama .Aksara Hanacaraka dari Jawa.

1. Aksara Jawa Carakan terdiri dari 20 huruf yaitu : .

maka na sebelum dan sesudah da menjadi mati (menjadi konsonan) menjadi pandan : .misalnya : pandan aksara yang dipakai yaitu pa na da na apabila dipakai da pasangan . Aksara Pasangan (Mati) Yaitu aksara apabila disimpan ditengah maka hurup sebelumnya mati (menjadi konsonan)..

3. . Aksara Swara (Vokal) Biasanya dipakai sebagai hurup awal nama tempat atau nama orang yang dihormati.

Aksara Rekaan Adalah aksara dengan huruf serapan dari bahasa arab/asing .4.

Aksara Murda Biasanya dipakai untuk huruf awal Nama tempat atau nama orang yang dihormati .5.

6. gka/ ila ga .

7. Tanda Baca (Sandangan) .

terutama di naskahnaskah lontar.Aksara Bali Perkembangan bahasa Bali : Dr. Rudolf Gorris menemukan bahwa bahasa Bali Kuna dominan digunakan dalam prasasti-prasasti periode awal zaman Bali Kuna. .Setelah masa pemerintah Raja Udayana Gunapriyadharmapatni (9891011) mulailah digunakan bahasa dan aksara Jawa Kuna. Sedikitnya ada 33 prasasti yang menggunakan bahasa Bali Kuna.Tatkala masuk pengaruh Majapahit. bahasa Kawi-Bali pun mulai digunakan.

sering disebut Kawi-Bali.sering juga disebut dengan nama bahasa Bali Mula. Bahasa Bali Kuna.diwarisi hingga saat ini. Bahasa Bali Kapara atau Bahasa Bali modern. 3. 2.Karena itulah.perkembangan bahasa Bali sendiri dibagi dalam tiga babakan: 1. . Bahasa Bali Tengahan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful