P. 1
Reevaluasi Peranan IPTEK Dalam Kehidupan Manusia

Reevaluasi Peranan IPTEK Dalam Kehidupan Manusia

|Views: 571|Likes:
Published by Nazar Pananto

More info:

Published by: Nazar Pananto on Jul 20, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/11/2012

pdf

text

original

ILMU ALAMIAH DASAR

PERANAN IPTEK DALAM KEHIDUPAN DAN TERHADAP LAPISAN OZON
oleh: Kelompok XI
Lilis Puri Sukadasih (A1C110022) Hijriati Noor (A1C110037) Erik Yustari (A1C110047)

Dosen Pengasuh:

Dra. St Wahidah Arsyad M.Pd
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT BANJARMASIN 2010/2011

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang
Seperti yang kita ketahui, teknologi kini telah merembes dalam kehidupan kebanyakan manusia bahkan dari kalangan atas hingga menengah kebawah sekalipun. Dimana upaya tersebut merupakan cara atau jalan dalam mewujudkan kesejahteraan dan peningkatan harkat martabat manusia. Atas dasar kreatifitas akalnya, manusia mengembangkan IPTEK dalam rangka untuk mengolah SDA yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa. Dimana dalam pengembangan IPTEK harus didasarkan terhadap moral dan kemanusiaan yang adil dan beradab, agar semua masyarakat mengecam IPTEK secara merata. Begitu juga diharapkan SDM nya bisa lebih baik lagi, apalagi banyak kemudahan yang kita dapatkan. Namun, berbanding terbalik dengan realita yang ada karena semakin canggih perkembangan teknologi, telah membuat masyarakat menjadi malas yang disebabkan oleh kemudahankemudahan yang ada tersebut.

1.2 Rumusan Masalah
Konsep, teori, dan azas ekosistem sebagai masukan dalam pengembangan teknologi. Konsep, teori dan azas ekologi sebagai masukan dalam menganalisis, memonitor dan mengevaluasi kemungkinan timbulnya dampak positif maupun negatif. Pemanfaatan hasil analisis dan evaluasi dampak dalam perencanaan, pengelolaan dan pelestarian sumber daya alam dan lingkungan hidup. Merencanakan penggunaan dan pengembangan teknologi protektif untuk mencegah dan penanggulangan pencemaran, pengendalian hama, dan penyakit serta bencana alam. Pengembangan teknologi daur ulang untuk menjawab tantangan terhadap berbagai bentuk keborosan sumber daya alam dan penanggulangan limbah. Teknologi tepat guna, ciri-cirinya, efesiensinya serta hubungannya dengan teknologi lain. Proses perusakan lapisan ozon. Upaya penyelamatan lapisan ozon.

1.3 Tujuan Penulisan
a) Mempelajari reevaluasi peranan IPTEK dalam kehidupan manusia b) Mempelajari reevaluasi peranan IPTEK terhadap lapisan ozon c) Memenuhi tugas IAD ( Ilmu Alamiah Dasar ) yang diberikan oleh Ibu Dra. St. Wahidah Arsyad, M.Pd

1.4 Metode Penulisan

menggunakan internet buku pedoman.

1.5 Manfaat Penulisan

Untuk memberikan wawasan, pengetahuan dan pembelajaran tentang perkembangan teknologi bagi kehidupan manusia.

BAB II REEVALUASI PERANAN IPTEK DALAM KEHIDUPAN MANUSIA

2. 1 Konsep, Teori dan Azas Ekosistem sebagai Masukan dalam Pengembangan Teknologi ‡ Ekosistem adalah suatu sistem ekologi yang terbentuk oleh hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya. ‡ Ekosistem bisa dikatakan juga suatu tatanan kesatuan secara utuh dan menyeluruh antara segenap unsur lingkungan hidup yang saling mempengaruhi. ‡ Ekosistem merupakan suatu interaksi yang kompleks dan memiliki penyusun yang beragam. Di bumi ada bermacam-macam ekosistem.

Dilihat dari susunan dan fungsinya, suatu ekosistem tersusun atas komponen sebagai berikut.
1. Komponen autotrof (Auto = sendiri dan trophikos = menyediakan makan).

Autotrof adalah organisme yang mampu menyediakan/mensintesis makanan sendiri yang berupa bahan organik dari bahan anorganik dengan bantuan energi seperti matahari dan kimia. Komponen autotrof berfungsi sebagai produsen, contohnya tumbuh-tumbuhan hijau.
2. Komponen heterotrof (Heteros = berbeda, trophikos makanan).

Heterotrof merupakan organisme yang memanfaatkan bahan-bahan organik sebagai makanannya dan bahan tersebut disediakan oleh organisme lain. Yang tergolong heterotrof adalah manusia, hewan, jamur, dan mikroba.
3. Bahan tak hidup (abiotik).

Bahan tak hidup yaitu komponen fisik dan kimia yang terdiri dari tanah, air, udara, sinar matahari. Bahan tak hidup merupakan medium atau substrat tempat berlangsungnya kehidupan, atau lingkungan tempat hidup.
4. Pengurai (dekomposer)

Pengurai adalah organisme heterotrof yang menguraikan bahan organik yang berasal dari organisme mati (bahan organik kompleks). Organisme pengurai menyerap sebagian hasil penguraian tersebut dan melepaskan bahan-bahan yang sederhana yang dapat digunakan kembali oleh produsen. Termasuk pengurai ini adalah bakteri dan jamur.

‡ Ekosistem secara rinci dibedakan atas ekosistem darat dan ekosistem air.Selanjutnya ekosistem air tawar, misalnya ekosistem danau, sungai hulu;ekosistem air payau mislanya muara sungai, tambak;ekosistem air asin, misalnya laut. ‡ Dalam rangka penyusunan kebijakan dan strategi pengelolaan lingkungan perlu memahami konsep dasar ekologi. Setelah kita dapat memahami konsep ekologi dapat digunakan untuk melakukan identifikasi karakteristik ekologi melalui penelusuran proses ekologi. ‡ Proses ekologi dalam suatu wilayah ekosistem dapat diidentifikasi melalui hubungan antara komponen lingkungan biofisik dan komponen lingkungan sosialbudaya.

2.2

Konsep, Teori dan Azas Ekologi sebagai Masukan dalam Menganalisis, Memonitor dan Mengevaluasi Kemungkinan Timbulnya Dampak Positif maupun Negatif Ekologi adalah ilmu yang mempelajari interaksi antara organisme dengan lingkungannya dan yang lainnya. Berasal dari kata Yunani oikos ("habitat") dan logos ("ilmu"). Ekologi diartikan sebagai ilmu yang mempelajari baik interaksi antar makhluk hidup maupun interaksi antara makhluk hidup dan lingkungannya. Dalam ekologi, kita mempelajari makhluk hidup sebagai kesatuan atau sistem dengan lingkungannya.

‡ Ekologi, biologi dan ilmu kehidupan lainnya saling melengkapi dengan zoologi dan botani yang menggambarkan hal bahwa ekologi mencoba memperkirakan, dan ekonomi energi yang menggambarkan kebanyakan rantai makanan manusia dan tingkat tropik ‡ Ekowilayah bumi dan riset perubahan iklim ialah dua wilayah di mana ekolog (orang yang mempelajari ekologi) kini berfokus.

E k o l o g i d a l a m P o l o t i k

Ekologi menimbulkan banyak filsafat yang amat kuat dan pergerakan politik termasuk gerakan konservasi, kesehatan, lingkungan,dan ekologi yang kita kenal sekarang.

Saat semuanya digabungkan dengan gerakan perdamaian dan Enam Asas, disebut gerakan hijau.

Umumnya, mengambil kesehatan ekosistem yang pertama pada daftar moral manusia dan prioritas politik, seperti jalan buat mencapai kesehatan manusia dan keharmonisan sosial, dan ekonomi yang lebih baik .

Hubungan ekologi dan ekonomi menurut beberapa ekolog

Lynn Margulis mengatakan bahwa studi ekonomi bagaimana manusia membuat kehidupan. Studi ekologi bagaimana tiap binatang lainnya membuat kehidupan.

E k o l o g I d a l a m E k o n o m i

Mike Nickerson mengatakan bahwa "ekonomi tiga perlima ekologi" sejak ekosistem menciptakan sumber dan membuang sampah, yang mana ekonomi menganggap dilakukan "untuk bebas".

Ekologi Antropologis
‡ Antropologi ialah tentang bagaimana tubuh dan pikiran kita are dipengaruhi lingkungan kita ‡ Ekologi ialah tentang bagaimana lingkungan kita dipengaruhi tubuh dan pikiran kita.

2.3

Pemanfaatan Hasil Analisis dan Evaluasi Dampak dalam Perencanaan, Pengelolaan dan Pelestarian Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup

Lingkungan adalah kombinasi antara kondisi fisik yang mencakup keadaan sumber daya alam seperti tanah, air, energi surya, mineral, serta flora dan fauna yang tumbuh di atas tanah maupun di dalam lautan

Lingkungan terdiri dari:
Komponen abiotik adalah segala yang tidak bernyawa seperti tanah, udara, air, iklim, kelembaban, cahaya, bunyi komponen biotik adalah segala sesuatu yang bernyawa seperti tumbuhan, hewan, manusia dan mikro-organisme (virus dan bakteri).

Konsep Lingkungan di Indonesia
Lingkungan, di Indonesia sering juga disebut "lingkungan hidup". Misalnya dalam UndangUndang no. 23 tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup, definisi Lingkungan Hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia, dan perilakunya, yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lain.

2.4 Merencanakan Penggunaan Dan Pengembangan Teknologi serta Dampak yang Ditimbulkan Materi adalah apa saja yang mempunyai massa dan menempati ruang Energi adalah suatu tenaga yang dapat memindahkan materi dari suatu tempat ke tempat lain Energi terdapat dalam berbagai bentuk, misalnya energi panas, energi cahaya, energi gerak, energi listrik, energi kimia, dan sebagainya. Energi dapat berubah dari bentuk yang satu ke bentuk yang lain. Energi itu kekal adanya

MesinMesin-mesin Hasil Perkembangan Teknologi
‡ ‡ ‡ ‡ ‡ Mesin bakar Mesin disel Jet Roket Nuklir

Mesin Bakar
Prinsipnya, bahan bakar dicampur udara yang dimampatkan dalam silinder, diledakkan dengan bunga api dari busi. Gerakan ini diteruskan oleh roda penerus yang sekaligus memutar mesin dan membuang bahan bakar yang telah terpakai kemudian memampatkan bahan bakar dan udara yang baru, kemudian diledakkan dan seterusnya.

Mesin Disel
Prinsipnya hampir sama dengan mesin bakar, tetapi tanpa menggunakan percikan bunga api dari bahan bakar yang digunakan yaitu solar.

Jet
Prinsipnya, bahan bakar dicampur udara, dibakar dalam tabung pembakar. Gas panas yang dihasilkan digunakan untuk menggerakkan mesin dan seluruh tubuh pesawat. Mesin jet dapat menggunakan atau tanpa menggunakan turbin.

Roket
Prinsipnya hampir sama dengan jet, hanya di sini digunakan bahan bakar padat yang telah mengandung Oksigen, jadi tidak perlu dicampur udara.

NUKLIR
Bahan ini dapat dimanfaatkan untuk sumber tenaga, kesehatan atau pengobatan, peningkatan daya guna tanaman pertanian, pengawetan bahan makanan, pengawetan kayu, peningkatan mutu tekstil, penelitian radiografi, hidrologi, dan penelitian pencemaran lingkungan.

Dampak Teknologi

1. Dampak Positif
a) Bidang industri:
1. Diperluasnya lapangan kerja dengan berdirinya industri atau pabrik baru. 2. Perkembangan industri bertambah baik, misalnya dengan penelitian dan pengembangan di bidang industri transportasi, elektronika, dan industri rekayasa. 3. Diciptakannya mesin daur ulang, sehingga sampah sebagai sumber pencemaran lingkungan dapat di urangi.

b)

Bidang Pertanian:
1. Bertambahnya varietas baru dan unggul. 2. Peningkatan hasil produksi pertanian. 3. Pemberantasan hama dengan pesawat terbang di perkebunan.

2. Dampak Negatif
Bidang lingkungan alam: Rusaknya lingkungan alam, karena dibangunnya industri atau pabrik. Terjadinya banjir dan erosi karena penebangan hutan tidak terkendali. ( illegal loging) Untuk pemenuhan kebutuhan primer dan sekundernya manusia mengeksploitasi alam. Pemupukan yang berlebihan mengakibatkan pencemaran tanah.

2.5 Teknologi Tepat Guna
‡ Teknologi tepat guna adalah teknologi yang dirancang bagi suatu masyarakat tertentu agar dapat disesuaikan dengan aspek-aspek lingkungan, keetisan, kebudayaan, sosial, politik, dan ekonomi masyarakat yang bersangkutan. ‡ Dari tujuan yang dikehendaki, teknologi tepat guna haruslah menerapkan metode yang hemat sumber daya, mudah dirawat, dan berdampak polutif minimalis dibandingkan dengan teknologi arus utama, yang pada umumnya beremisi banyak limbah dan mencemari lingkungan.

Teknologi Tepat Guna (TTG) yaitu suatu teknologi yang memenuhi, persyaratan: teknis, ekomomi dan sosial budaya. 1. Teknis, yaitu memperhatikan dan menjaga tata kelestarian lingkungan hidup, penggunaan secara maksimal bahan baku lokal, menjamin mutu (kualitas) dan jumlah (kuantitas) produksi, secara teknis efektif dan efisien, mudah perawatan dan operasi, serta relatif aman dan mudah menyesuaikan terhadap perubahan. 2. Ekonomis, yaitu efektif menggunakan modal, keuntungan kembali kepada produsen, jenis usaha kooperatif yang mendorong timbul industri lokal. 3. Sosial budaya, memanfaatkan keterampilan yang sudah ada, menjamin perluasan lapangan kerja, menekan pergeseran tenaga kerja, menghidari konflik sosial budaya dan meningkatkan pendapatan yang merata.

BAB III REEVALUASI PERANAN IPTEK TERHADAP LAPISAN OZON

3.1 Proses Kerusakan Lapisan Ozon
Lapisan ozon yang berfungsi menyerap radiasi ultraviolet yang berbahaya agar tidak mencapai permukaan bumi Lubang ozon adalah penipisan lapisan ozon bagian atas Antartika yang disebabkan oleh pelepasan bahan kimia sintetik yang disebut CFC (chlorofluorocarbons). Kerusakan ozon yang berkelanjutan dapat menyebabkan kanker kulit, mata katarak, hilangnya kekebalan tubuh, dan produktivitas tanaman menurun

3.1.1 Mekanisme Perusakan Lapisan Ozon
Dalam waktu kira-kira 5 tahun, CFC bergerak naik dengan perlahan ke dalam stratosfer (10 ± 50 km). Molekul CFC terurai setelah bercampur dengan sinar UV, dan membebaskan atom KLORIN Atom klorin ini berupaya memusnahkan ozon dan menghasilkan LUBANG OZON. Penipisan lapisan ozon akan menyebabkan lebih banyak sinar UV memasuki bumi

3.1.2

Regulasi

1975, dikhawatirkan aktivitas manusia akan mengancam lapisan ozon. Oleh itu atas permintaan ³United Nations Environment Programme´ (UNEP), WMO memulai Penyelidikan Ozon Global dan Proyek Pemantauan untuk mengkoordinasi pemantauan dan penyelidikan ozon dalam jangka panjang Semua data dari tapak pemantauan di seluruh dunia diantarkan ke Pusat Data Ozon Dunia di Toronto, Kanada, yang tersedia kepada masyarakat ilmiah internasional.

3.2 Upaya Penyelamatan Lapisan Ozon
Cobalah untuk menggunakan produk yang diberi label "Ozone-Friendly" Pastikan teknisi perbaikan lemari es atau AC pulih dan daur ulang CFC tua sehingga mereka tidak dilepas keatmosfer. Unit AC Kendaraan harus diperiksa secara teratur untuk kebocoran. Ganti alat pemadam kebakaran halon dengan alternatif (misalnya karbon dioksida atau busa).

3.2.1 Upaya Indonesia dalam Penyelamatan Lapisan Ozon

Indonesia telah menjadi negara yang turut menandatangani Konvensi Vienna maupun Protokol Montreal sejak ditetapkannya Keputusan Presiden No 23 Tahun 1992 Berdasarkan Keputusan Presiden itu, Indonesia juga punya kewajiban untuk melaksanakan program perlindungan lapisan ozon (BPO) secara bertahap

BAB IV PENUTUP

Kesimpulan
‡ Teknologi berperan penting dalam kehidupan manusia dan manusia tidak dapat terlepas dari teknologi. Maka apabila teknologi tersebut dimanfaatkan dengan baik akan memberikan kesejahteraan khususnya bagi kehidupan manusia dan alam sekitarnya. Manusia sering tidak sadar akan apa yang dilingkungannya sendiri, sehingga menyebabkan terjadinya dampak yang negatif. Tetapi dari pengalaman hiduplah manusia dapat belajar untuk memperbaiki kehidupan yang akan dijalani nantinya dengan pemanfaatan teknologi, serta pelestarian lingkungan hidupnya. Ozon sangat berperan penting terutama bagi kelangsungan hidup manusia dan lingkungannya. Untuk itu dengan semakin menipisnya lapisan ozon belakangan ini kita sebagai manusia herus dapat memanfaatkan teknologi yang ada sebagai upaya penyelamatan lapisan ozon agar lapisan ozon tidak menghilang serta kelangsungan kehidupan dibum tetap terjaga.

‡

SARAN

‡ Gunakanlah teknologi secara bijak demi kesejahteraan manusia dan lingkungan. ‡ Jangan menggunakan produk-produk produkyang dapat merusak lapisan ozon ozon.

TERIMA KASIH

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->