P. 1
SDA Non Konvensional Dan Rekayasa Genetik

SDA Non Konvensional Dan Rekayasa Genetik

|Views: 1,590|Likes:
Published by Nazar Pananto

More info:

Published by: Nazar Pananto on Jul 20, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/25/2013

pdf

text

original

ILMU ALAMIAH DASAR (AMBB115

)
Sumber Daya Alam Non Konvensional dan Rekayasa Genetik

Dosen Pengajar: Dra. St. Wahidah A. M.Pd. Oleh Kelompok 12: Puspa Ira Yanti Saddam Husein Maulida Aspahan

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN MATEMATIKA UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT BANJARMASIN TAHUN AKADEMIK 2010/2011

1

KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan taufik dan hidayatnya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah singkat ini. Shalawat serta salam senantiasa selalu tercurah kehaibaan junjungan kita nabi besar Muhammad SAW besertaq para sahabat,. kerabat, serta pengikut-pengikut beliau yang selalu istiqamah di jalan Allah. Dalam kesempatan kali ini kami ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada: 1. Ibu Dra. Wahidah Arsyad M,Pd yang telah memberikan tugas membuat makalah sehingga menembah pemahaman kami baik mengenei materi yang dibahas maupun tentang cara pengetikan yang benar. 2. Pihak perpustakaan yang telah meminjamkan buku-bukunya sehingga mempermudah kami dalam mencari bahan. 3. makalah ini. Disini kami juga memohon maaf yang sebesar-besarnya jika dalam penyusunan makalah ini terdapat kesalahan-kesalahan baik dalam hal isi maupun penulisannya. Akhir kata, semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi kami, dan bagi yang membacanya. Pihak-pihak yang terkait dalam permbuatan

Wassalam Kelompok 12

2

DAFTAR ISI Halaman KATA PENGANTAR………………………………………….………….…1 DAFTAR ISI…………………………………………………….…………...2 BAB I PENDAHULUAN 1.1. 1.2. 1.3. 2.1. 2.2. 2.3. 2.4. 2.5. 2.6. 3.1. 3.2. Latar Belakang………………………………………………….………...3 Rumusan Masalah……………………………………………….………..3 Tujuan pembuatan makalah Makalah………………………….………….3 Pengertian sumber daya alam nonkonvensional………………….……....4 Jenis-jenis SDA non konvensional rekayasa dan non rekayasa….…….....4 Pemanfaatan sumber daya alam non konvensional……………….……....4 Pengertian Rekayasa Genetik……………………………………………10 Manfaat Rekayasa Genetika……………………………………………..10 Efek Samping Penggunaan Rekayasa Genetika ………………………...13 Kesimpulan……………………………………………………..………..21 Saran ………………………………………………………………...…..22

BAB II ISI

BABIII PENUTUP

DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………….....23

3

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Akhir-akhir ini banyak sekali dibicarakan tentang sumberdaya alam non konvensional.Sumberdaya alam konvensional ( misal : minyak bumi dan batu bara ) sebagai sumber energi baru mengingat sumber daya alam konvensional seperti minyak bumi dan batu bara makin lama semakin sedikit jumlahnya.Sedangkan sumber nergi ini masih sangat dibutuhkan untuk keperluan manusia.Hal inilah yang melatarbelakangi kelompok kami mengangkat masakah ini sebagai pokok pembahasan dalam diskusi kali ini. 1.2. Rumusan Masalah 1) Apa pengertian dari SDA non konvensional ? 2) Apa saja jenis-jenis SDA non konvensional dan rekayasa genetik ? 3) Sebutkan beberapa contoh pemanfaatan SDA non konvensional ? 4) Apa saja dan efek samping dari rekayasa genetic ? 1.3. Tujuan pembuatan makalah Makalah 1) Memenuhi tugas yang diberikan Ibu Dra, Wahidah Arsyad M,Pd. 2) Agar kita mengetahui dan memahami perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. 3) Sebagai bahan pelajaran bagi para mahasiswa.

4

BAB II ISI 2.1. Pengertian sumber daya alam nonkonvensional Sumber daya alam adalah sesuatu yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan dan kebutuhan hidup manusia agar hidup lebih sejahtera.SDA ada disekitar alam lingkungan hidup kita seperti minyak bumi,batu bara dan sebagainya.Dengan demikian SDA non konvensional adalah SDA yang ada disekitar kita yang dapat digunakandalam skala besar dan sumberr energi ini diharapkan tidak boleh menghasilkan polutan sama sekali. 2.2. Jenis-jenis SDA non konvensional rekayasa dan non rekayasa Jenis-jenis SDA non konvensional diantaranya energi matahari,energi panas bumi,energi angin,energi pasang surut,enrgi biogas dan energi biomassa.Energi biomassa dan biogas termasuk jenis SDA non konvensional rekayasa karena terdapat campur tangan manusia untuk menghasilkan energi.Sedangkan energi matahari,energi panas bumi,energi angin,energi pasang surut termasuk jenis SDA non konvensional non rekayasa. 2.3. Pemanfaatan sumber daya alam non konvensional 2.3.1 Pemanfaatan energi matahari Sebagaimana kita ketahui bahwa matahari merupakan sumber energi yang tidak dapat habis.Hidup kita di dunia ini hampir sepenuhnya berkat energi matahari karena apa yang kita makan sebenarnya energinya berasal dari matahari yang tersimpan dalam tumbuhan maupun hewan.Namun,manusia membutuhkan energi tidak hanya untuk proses dalam tubuhnya,melainkan juga untuk memenuhi kebutuhan hidup yang

5

lain,misalnya energi untuk transportasi dan industri yang memproduksi sandang,pangan dan barang-barang lainnya. Pemanfaatan energi matahari sebenarnya telah kita lakukan ,misalnya untuk mengeringkan bermacam-macam jemuran. Namun,masalah yang kita hadapi sekarang ialah energi pengganti minyak bumi .Maka,yang harus dipikirkan adalah bagaimana memanfaatkan energi matahari itu sehingga dapat menggerakkan mesin dipabrik-pabrik,menggerakkan kereta api, mobil dan sebagainya. Kita harus dapat mencari teknik mengubah energi matahari menjadi bentuk energi lain,misalnya menjadi energi listrik. Cahaya matahari dapat diubah menjadi energi listrik dengan jalan menangkap cahaya matahari itu dengan beribu-ribu fotosel.Fotosel dapat dibuat dari silikon yang dilapisi satu sisinya dengan boron dan sisi yang lain dengan arsen.Untuk mendapatkan voltase yang tinggi dan arus yang kuat,ribuan fotosel itu dihubungkan secara seri paralel. Untuk memperoleh aliran listrik dari matahari seperti cara diatas telah digunakan pada satelit komunikasi ,misalnya satelit palapa. Pengubahan energi cahaya menjadi energi listrik ini mempunyai prospek yang baik karena energi listrik dapat disimpan dalam accumulator ,yang setiap saat dapt dimanfaatkan kembali.Pada saat ini ,orang telah merintis kendaraan(mobil) yang menggunakan energi listrik yang tersimpan dalam accumulator. Mobil dengan sendirinya tidak menimbulkan polusi suara dan gas seperti mobil yang saat ini kita pakai. Energi matahari dapat diubah menjadi energi panas yang dapat digunakan dalam bentuk kompor yang berprinsip sebafai berikut. Cahaya matahari ditampung dengan sebuah cermin cekung yang bergaris 3m. Dengan cermin cekung itu,matahari akan terkumpul dalam satu titik api. Pada titik api tersebut, diletakkan suatu lempengan logam, maka lempengan itu akan menjadi panas . Tungku matahari berfungsi dengan prinsip sinar matahari “ditangkap” oleh berpuluh-puluh cermin datar (z). Sinar tersebut dipantulkan kearah 6

cermin cekung yang besar (x). Cermin-cermin tersebut mempunyai kedudukan yang dapat diatur sehingga dapat selalu diarahkan kearah sinar matahari datang. Dengan bantuan cermin cekung (x) ,sinar matahari digabungkan kesatu titik api.vMaka,akan diperoleh energi panas yang tinggi sekali. Energi panas ini dapat juga diubah menjadi bentuk energi lain, sesuai dengan keperluan yang berskala besar, misalnya untuk keperluan suatu pabrik. 2.3.2 Pemanfaatan energi panas bumi Energi geothermal yanng dapat kita manfaatkan saat ini ialah panas bumi yang berasal dari magma. Magma adalah batuan cair atau panas yang terdapat dalam kerak bumi. Pada saat bumi mendingin, kulitnya mengalami pengerasan tidak merata,masih ada bagian-bagian batuan bumi yang cair yang teerkurung oleh batuan yang menjadi beku dalam kantong kantong berupa batuan panas atau cairan yang disebut magma. Magma bervariasi, ada yang besar dan ada yang kecil. Magma yang kecil lama kelamaan menjadi padat juga tanpa ada pengaruh yang berarti, tetapi magma yang besar dapat merembes kepermukaan karena pengaruh pergeseran kulit bumi atau karena tekanan . Bila magma sampai kepermukaan bumi, maka disebut lava. Lava inilah yang membentuk gunung-gunung dipermukaan bumi . Gunung-gunung itu dibedakan menjadi gunung yang aktif dan gunung yang tidak aktif. Gununng yang aktif disebut gunung berapi,yaitu gunung yang mulutnya berhubungan dengan magma. Hal ini ditandai denagn adanya asap atau semburan semburan gas yang mengandung mineral, uap air atau belerang; bahkan sering juga mengadakan letusan yang mnegeluarkan massa yang dapat menutupi puncak gunung itu. Gunung merapi merupakan tanda bahwa didalam gunung itu terdapat magma,meskipun kita tidak dapat langsung mengambil energidari magma. Energi yang kita ambil adalah melalaui air atau uap air yang terkena magma tadi. Pada dataran tinggi yang mempunyai gunung berapi ,biasanya terdapat sumber-sumber air panas atau semburan semburan keatas permukaan 7

bumi yang disebut geyser.Ini menunjukkan bahwa didalam gunung berapi itu terdapat kubangan air yang terkena panas. Kubangan air didalam tanah itu mempunyai titik didih yang tinggi. Pemboran pada datarn tinggi yang memiliki kubangan air yang mempunyai tekanan lebih dari 1 atmosfer akan timbul semburan yang kuat sekali.Apa yang keluar dari pemboran itu dapat berupa gas uap panas atau air panas ,tergantung dari letaknya. Bila yang menyembur keluar itu uap air panas , adalah sangat menguntungkan karena dapat langsung dimanfaatkan untuk memutar turbin uap. Turbin ini dikaitkan dengan generator pembangkit listrik. Dengan jala itu kita akan memperoleh energi listrik yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai macam keperluan. Namun,jika yang keluar adalah air dilakukan panas,penggunaan untuk pembangkit listrik tidak dapat secara langsung. Air panas itu baru dapat digunakan untuk menguapkan amoniak, yang selanjutnya dapat digunakn untuk memutar turbin. Kemudian, zat amoniak itu dapat diperoleh kembali dengan jalan kompresi dan proses pendinginan. Air panas itu dapat juga dimanfaatkan untuk keperluan lain. Pemanfaatan energi panas bumi ( energi geotermal ) di Indonesia juga telah dicoba didataran tinggi Dieng ( Jateng ) dan didatarn tinggi Kamojang ( Jabar ). 2.3.3 Pemanfaatan energi angin Udara yang bergerak disebut angin dan dapat terjadi karena perbedaan tekanan disuatu tempat dengan tempat yang lain.Perbedaan tekanan timbul disebabkan adanya perbedaan suhu.Perbedaan suhu teerjadi karena perbedaan daya serap panas dari permukaan bumi,yaitu daratan dan laut .Selama terjadi perbedaan suhu dipermukaan bumi,yaitu daratan dan laut. Selama terjadi perbedaan suhu di permukaan bumi, maka akan terjadi angin. Pemanfaatan angin merupakan salah satu cara menghemat energi yang berasal dari minyak bumi. Energi angin dapat dimanfaatkan untuk diubah menjadi energi listrik yang prinsipnya sangat sederhana, yaitu angin “ditangkap” oleh 8

baling-baling atau katakanlah rotor bersayap. Energi putaran (energi mekanis) diteruskan untuk memutar generator pembangkit listrik. Ukuran generator yang dipasang tentu saja harus disesuaikan dengan kapasitas angin dan rotornya. Pengubahan energi angin menjadi energi listrik ini sangat menguntungkan untuk tempat-tempat yang memang terdapat angin banyak. Memang tidak semua tempat menguntungkan untuk dibangun PLTA ( pusat listrik tenaga angin ) ,tetapi sumber energi itu tersedia secara bebas .Angin akan tetap bertiup sepanjang zaman,maka angin juga merupakan salah satu energi alternatif pengganti minyak bumi. 2.3.4 Pemanfaatan energi pasang surut Energi pasang surut adalah energi yang bersumber dari tenaga yang ditimbulkan oleh daya tarik antara bumi dengan bulan.Karena adanya daya tarik menarik tersebut,maka terdapat bagian bumi yang berhadapan dengan bulan akan tertarik,sedangkan bagian yang lain tidak.Yang teertarik itu mengakibatkan air laut menjadi pasang.Karena bumi mengadakan rotasi selama 24 jam sekali putar ,maka waktu pasang itu datangnya juga 24 jam sekali. Memanfaatkan pasang surut ini untuk memperoleh energi dapat dijelaskan sebagai berikut. Di daerah pasang surut, yaitu daerah pantai, dipasang semacam bendungan air. Air laut yang pasang akan masuk ke dalam bendungan itu melalui pintu-pintu air yang dapat diatur pembukaannya. Demikian pula pada saat air surut, air dari bendungan itu mengalir kembali ke laut melalui pintu-pintu itu lagi. Pada pintu-pintu air dipasang turbin air untuk menggerakkan generator pembangkit listrik. Jadi, baik pada saat air pasang maupun pada saat air surut, arus air itu dimanfaatkan untuk menggerakkan generator listrik. Jadi, energi pasang surut tidak ada batasnya,selama bulan masih berfungsi sebagai satelit yang mengelilingi Bumi. 2.3.5 Biogas Biogas adalah gas yang dihasilkan dari sisa-sisa makhluk yang diuraikan oleh mikroba melalui proses penguraian. Sebagai bahan dasar 9

proses penguraian adalah sisa-sisa makhluk berupa sampah pertanian, yaitu batang pohon jagung, jerami, sisa ampas kelapa, atau tumbuhan lain. Sebagai bahan yang mengandung mikroba pengurai digunakan kotoran sapi. Kemudian,kedua bahan itu diberi air lalu diaduk. Agar proses penguraian berjalan cepat,maka sampah organik itu dapat dipotong-potong. Proses penguraian berjalan optimal pada suhu 35-37 C. Adukan itu tidak boleh bersifat asam, juga tidak boleh bersifat basa, tetapi harus bersifat netral. Proses pembuatan biogas harus dilakukan ditempat yang terrtutup rapat sehingga tidak kemasukkan udara karena mikroba pengurai sangat peka terhadap oksigen. Kecuali itu, bila terbuka akan terkena cahaya Matahari yang menyebabkan mikroba pengurai akan mati sehingga proses penguraian tidak berjalan. Adukan itu ditempatkan dalam suatu bejana atau bak beton yang diletakkan dalam tanah. Gas yang timbul dari hasil penguraian itu sebagian besar adalah gas methan (CH4) yang sangat mudah terbakar, dan gas lain yaitu karbon dioksida (CO2) yang kira-kira seperempat bagian. Gas yang terjadi dalam jumlah yang sangat kecil, antara lain karbon monoksida (CO) yang mudah terbakar dan bersifat racun, nitrogen yang sama sekali tidak berbahaya, tetapi tidak berguna karena tidak dapat dibakar dengan udara, dan gas hidrogen sulfida (H2S) yang juga dapat dibakar dan berbau busuk. Gas itu dapat dinaikkan mutunya dan dihilangkan baunya dengan jalan dicuci, yaitu dengan jalan mengalirkan melalui air yang dibubuhi sedikit kapur. Dengan pencucian itu, bau gas yang tidak enak menjadi hilang dan gas CO2 yang tidak berguna untuk bahan bakar diserap oleh air kapur sehingga biogas yang diperoleh dapat dibakar dengan hasil panas yang tinggi. Biogas yang terjadi itu dapat ditampung dalam tangki penampung gas dan dapat dialirkan kerumah untuk memasak atau keperluan lain. Pengembangan biogas ini masih dalam taraf penelitian. 2.3.6 Biomassa Biomassa adalah segala jasad makhluk hidup yang digunakan untuk menghasilkan energi bila dibakar,yaitu berupa sampah-sampah organik 10

sebagai sisa-sisa produksi pertanian biomassa yang berupa sampah atau sisa-sisa yang tidak berharga dapat digunakan sebagai sumber energi karena ia masih menyimpan energi matahari. Biomassa yang dapat dipakai sebagai bahan bakar tidak selalu berupa sampah, terkadang berupa tanaman yang cepat tumbuh seperti angsana, akasia dan sebagainya dapat digunakan sebagai bahan bakar secara ekonomis atau sebagai sumber energi yang murah. Pengambilan energi dari biomassa prinsipnya adalah membakar biomassa itu dalam tungku pembakar. Panas yang timbul digunakan untuk mendidihkan air, dan dari air mendidih itu timbul uap yang dapat digunakan untuk menggerakkan turbin uap. Selanjutnya turbin uap ini dapat menggerakkan generator listrik. Energi listrik dapat didistribusikan untuk berbagai macam keperluan.

2.4

Pengertian Rekayasa Genetik Gen-gen hadir dalam tubuh semua organisme hidup membantu

menentukan kebiasaan organisme. Rekayasa genetika didefinisikan sebagai satu set teknologi yang digunakan untuk mengubah susunan genetik sel dan memindahkan gen dari satu spesies ke yang lain untuk menghasilkan organisme baru. Teknik yang digunakan sangat manipulasi canggih bahan genetik dan bahan kimia biologis pentinglainnya. 2.5 Manfaat Rekayasa Genetika Rekayasa genetika dalam bentuk yang sekarang telah ada selama sekitar 25 tahun. Hal ini juga menjadi topik yang sangat hangat diperdebatkan dari awal di tahun 1970-an. Ada banyak konsekuensi sosial yang berkaitan dengan rekayasa genetik yang membuat risiko secara keseluruhan atau penilaian manfaat yang sangat rumit. 11

Hampir setiap hari, seorang ilmuwan membuat terobosan baru dalam bidang rekayasa manusia. Mamalia telah berhasil diklon dan proyek genom manusia telah selesai. Ini mendorong para ilmuwan di seluruh dunia untuk penelitian aspek yang berbeda dari rekayasa genetika manusia. Penelitian ini telah memungkinkan pemahaman yang lebih baik DNA dan perannya dalam kedokteran, farmakologi, teknologi reproduksi dan bidang lainnya. Pada manusia, manfaat yang paling menjanjikan rekayasa genetika adalah terapi gen yang merupakan pengobatan penyakit dimana gen yang cacat diperbaiki dan diganti atau gen terapeutik diperkenalkan untuk melawan penyakit. Selama dekade terakhir, penyakit autoimun dan banyak jantung telah diperlakukan dengan menggunakan terapi gen. penyakit tertentu seperti, ALS penyakit Huntington dan cystic fibrosis disebabkan oleh gen yang cacat. Ada harapan bahwa obat untuk penyakit tersebut dapat ditemukan oleh salah memasukkan gen dikoreksi atau memodifikasi gen yang rusak. Akhirnya, harapan adalah sepenuhnya menghilangkan penyakit genetik dan juga mengobati penyakit non-genetik dengan terapi gen yang sesuai. Berkat rekayasa genetika, produk-produk farmasi tersedia saat ini adalah jauh lebih unggul daripada para pendahulu mereka. Produk-produk baru yang diciptakan oleh kloning gen tertentu. Beberapa contoh menonjol adalah insulin bio-rekayasa yang sebelumnya diperoleh dari domba atau sapi dan hormon pertumbuhan manusia yang sebelumnya diperoleh dari mayat. Rekayasa genetika juga merupakan anugerah bagi wanita hamil yang dapat memilih untuk memiliki janin mereka diskrining untuk cacat genetik. Pemutaran ini dapat membantu orang tua dan dokter mempersiapkan kedatangan anak yang mungkin memiliki kebutuhan khusus selama atau setelah melahirkan. Manfaat kemungkinan masa depan rekayasa genetika yang sangat ditunggu-tunggu adalah bahwa janin dengan cacat genetik dapat diobati dengan terapi genetik bahkan 12

sebelum lahir.. Penelitian berlangsung selama terapi gen untuk embrio sebelum ditanamkan ke ibu melalui fertilisasi in-vitro. Bidang pertanian juga sangat manfaat dari rekayasa genetika yang telah meningkatkan kebugaran genetik berbagai spesies tumbuhan. Manfaat umum adalah peningkatan efisiensi fotosintesis, meningkatkan ketahanan tanaman terhadap salinitas, kekeringan dan virus dan juga mengurangi kebutuhan untuk pabrik pupuk nitrogen. Berikut ini adalah daftar dari beberapa manfaat yang paling dimuka rekayasa genetika:

Rekayasa genetika bila digunakan pada mikroorganisme membantu dalam penciptaan obat-obatan baru yang tidak dapat dibuat dengan cara lain. Rekayasa genetika membantu dalam proses bioremediasi yang merupakan proses pembersihan limbah dan polusi dengan bantuan organisme hidup. Rekayasa genetika telah membantu menurunkan penggunaan keseluruhan herbisida dan pestisida. Rekayasa genetika telah membantu dengan produksi vaksin dan obat lain pada tumbuhan. Rekayasa genetika telah membantu menghasilkan cara yang lebih cepat dan lebih dapat diprediksi menghasilkan kultivar baru. Selanjutnya, sifat kultivar yang lebih dikenal hari ini daripada yang pernah diketahui sebelumnya.

Hari ini, rekayasa genetika dapat menghasilkan pertanian yang berkelanjutan. Rekayasa genetika telah menghasilkan bibit rekayasa genetika sangat berguna yang dapat mentolerir peternakan tanpa menderita apapun. Pada manusia, rekayasa genetika digunakan untuk mengobati kelainan genetik dan kanker. Hal ini juga membantu dalam penyediaan bagian tubuh yang baru.

13

Meskipun, ini belum dilakukan hari ini, rekayasa genetika memiliki potensi untuk menciptakan jenis baru manusia dengan sifat menguntungkan banyak.

2.6 Efek Samping Penggunaan Rekayasa Genetika *Mangku Sitepoe Mantan Staf Dirjen Peternakan Bagian Pakan Konsentrat: Domba Dolly yang lahir pada 5 Juli 1996 diumumkan pada 23 Februari 1997 oleh majalah Nature. Pada 4 Januari 2002 di hadapan para wartawan dinyatakan domba itu menderita radang sendi di kaki belakang kiri di dekat pinggul dan lutut atau menderita arthritis. (Kompas, 5/1/02)Kelahiran domba Dolly berkat kemajuan teknologi rekayasa genetika yang disebut kloning dengan mentransplantasikan gen dari sel ambing susu domba ke ovum (sel telur domba) dari induknya sendiri. Sel telur yang sudah ditransplantasi ditumbuhkembangkan di dalam kandungan domba, sesudah masa kebuntingan tercapai maka sang domba lahir yang diberi nama Dolly. Sehingga domba Dolly lahir tanpa kehadiran sang jantan domba, seolah-olah seperti sepotong batang ubi kayu ditanam di tanah yang kemudian tumbuh disebut mencangkok. Sejak lahir si domba Dolly tumbuh dan berkembang dalam keadaan sehat tetapi sesudah hampir enam tahun mulai muncul penyakit arthritis yang dijelaskan di hadapan wartawan. Menjadi pertanyaan: Mengapa domba Dolly menderita arthritis saja diumumkan ke seluruh muka Bumi? Domba Dolly dihasilkan dari hasil transplantasi gen atau gen yang satu dipindahkan ke gen yang lain. Diasosiasikan perpindahan gen. Dapat antarjenis 14

maupun lintas jenis yang kemudian ditumbuhkembangkan. Jenis penyakit yang ditemukan oleh Prusiner SB, 1986 diklasifikasikan sebagai penyakit prion; pada domba disebut penyakit Scrapie pada tahun 1787, dapat menular ke sapi yang disebut penyakit Sapi-gila tahun 1986. Penyakit sapi gila dapat menular ke manusia menjadi penyakit Creutzfeldt-Jakob varian baru (nv CJD) tahun 1996. Sedangkan CJD tradisional dijumpai pada tahun 1922. Ada satu jenis penyakit lagi pada manusia disebut penyakit kuru juga disebabkan oleh prion, tahun 1957. Penyakit prion juga disebut “gangguan dari gen“, dapat dicetuskan apabila adanya kanibalisme. Kekhawatiran penyakit prion atau penyakit gen sesudah 200 tahun kemudian baru menjadi kenyataan, Yaitu sejak tahun 1787 sampai 1986. Demikian pun halnya dengan kekhawatiran penyakit arthritis yang diderita oleh domba Dolly sesudah enam tahun baru muncul. Masa inkubasi penyakit Scrapie pada domba 1,5 sampai dengan empat tahun, penyakit sapi gila empat sampai dengan delapan tahun, dan penyakit kuru pada manusia delapan sampai dengan 20 tahun. Apakah penyakit arthritis yang dijumpai pada domba Dolly sesudah enam tahun juga merupakan suatu penyakit dari gen atau muncul dari penggunaan rekayasa genetika? Pertanyaan ini muncul sesudah adanya pengalaman pada penyakit prion seperti penyakit sapi gila di Inggris yang dikemukakan oleh Prusiner S B di tahun 1986. Kekhawatiran terhadap penyakit arthritis si domba Dolly disebabkan oleh penggunaan rekayasa genetika didukung pula oleh beberapa hasil hewan percobaan: Percobaan Guff B L (1985), penggunaan gen pertumbuhan manusia kepada embrio, diharapkan akan muncul keadaan yang baik ternyata muncullah yang buta, immunosupresif, arthritis, gangguan pencernaan, dan lain-lain. Demikian pula penelitian Arfad Putzai (1998) menggunakan kentang transgenik 15

yang mentah diberikan kepada tikus percobaan memberikan gejala gangguan pencernaan, imunosupresif, kekerdilan, serta adanya arthritis. Apakah arthritis pada domba Dolly sesudah enam tahun dari kelahirannya disebabkan oleh penggunaan teknologi rekayasa genetika? masih diragukan kebenarannya. Walaupun percobaan Arfad Putzai ditentang oleh berbagai pakar di seluruh dunia tentang keakuratan penelitian tersebut, tetapi Perdana Menteri Inggris menyatakan agar meninjau kembali tentang peraturan penggunaan produkproduk biotehnologi di Inggris. Kedua percobaan tersebut merupakan kenyataan dampak negatif yang disebabkan oleh penggunaan GMO. Satu-satunya gangguan kesehatan sebagai dampak negatif atau bentuk nyata penggunaan hasil rekayasa genetika (GMO), pada manusia yang telah dapat dibuktikan ialah reaksi alergis. Tetapi, baik diketahui bahwa gen tersebut menimbulkan reaksi alergis maka seketika itu seluruh gen serta produk dari gen tersebut ditarik dari peredaran, sehingga dikatakan sampai saat ini belum dijumpai lagi adanya dampak negatif gangguan kesehatan yang ditimbulkan dalam penggunaan GMO pada manusia. Seperti dikemukakan oleh Wallase, 2000, bahwa tidak seorang pun di muka Bumi ini ingin menjadi hewan percobaan terhadap penggunaan produk GMO. Sedangkan untuk hewan dan beberapa hewan percobaan ada pula dijumpai di lapangan seperti adanya penggunaan GMO pada tanaman yang digunakan sebagai bahan pakan pokok larva kupu-kupu raja menimbulkan gangguan pencernaan, menjadi kuntet akhirnya larva kupu-kupu mati. Temuan di lapangan mengenai kasus kematian larva kupu-kupu yang memakan bahan pakan produk GMO dan hasil penelitian Arfad Putzai memberikan kekhawatiran terhadap pemberian hasil rekayasa genetika kepada hewan maupun manusia dalam keadaan mentah. Bentuk nyata lainnya penggunaan hasil rekayasa genetika yang telah pernah dijumpai ialah adanya gangguan lingkungan berupa tanaman yang mempergunakan bibit rekayasa genetika menghasilkan pestisida. Sesudah dewasa tanaman transgenik yang tahan hama tanaman menjadi mati dan berguguran ke tanah. Bakteri dan jasat renik lainya yang dijumpai pada tanah 16

tanaman tersebut mengalami kematian. Kenyataan di lapangan bahwa hasil trasngenik akan mematikan jasad renik dalam tanah sehingga dalam jangka panjang dikhawatirkan akan memberikan gangguan terhadap struktur dan tekstur tanah.Di khawatirkan pada areal tanaman transgenetik sesudah bertahun-tahun akan memunculkan gurun pasir. Kenyataan di lapangan adanya sifat GMO yang disebut cross-polination. Gen tanaman transgenetik dapat ber-cross- polination dengan tumbuhan lainnya sehingga mengakibatkan munculnya tumbuhan baru yang dapat resisten terhadap gen yang tahan terhadap hama penyakit. Crosspolination dapat terjadi pada jarak 600 meter sampai satu kilometer dari areal tanaman transgenic. Sehingga bagi areal tanaman transgenik yang sempit dan berbatasan dengan gulma maka dikhawatirkan akan munculnya gulma baru yang juga resisten terhadap hama tanaman tertentu. Penggunaan bovinesomatotropine hormon yang berasal hasil rekayasa genetika dapat meningkatkan produksi susu sapi mencapai 40 persen dari produksi biasanya; demikian pula porcine somatotropin yang dapat meningkatkan produksi daging babi 25 persen dari daily gain biasanya. Tetapi, kedua ini akan menghasilkan hasil sampingan berupa insulin growth factor I (IGF I) yang banyak dijumpai di dalam darah maupun di dalam daging, hati, serta di dalam susu. Mengonsumsi IGF I akan memberikan kekhawatiran risiko munculnya penyakit diabetes, penyakit AIDS dan resisten terhadap antibiotika pada manusia sedangkan pada sapi akan memberikan risiko munculnya penyakit sapi-gila serta penyakit radang kelenjar susu (mastitis). Kekhawatiran munculnya dampak negatif penggunaan GMO terhadap ekonomi bibit yang dihasilkan dengan rekayasa genetika merupakan final stok bahkan disebut dengan suicide seed sehingga membuat kekhawatiran akan adanya monopoli. Kekhawatiran terhadap efesiensi penggunaan GMO, misalnya, di Meksiko penggunaan bovinesomatothropine kepada sapi meningkatkan produksi susu 25 persen tetapi penggunaan pakan meningkat sehingga tidak adanya efisiensi. Demikian pula kekhawatiran penanaman kapas Bt di Provinsi Sulawesi

17

Selatan dapat meningkatkan produksi tiga kali lipat, tetapi bila subsidi supplier ditarik apakah tetap efisien? Kekhawatiran akan musnahnya komoditas bersaing apabila minyak kanola diproduksi dengan rekayasa genetika dapat meningkatkan produksi minyak goreng beratus kali lipat maka akan punah penanaman tanaman penghasil minyak goreng lainnya seperti kelapa dan kelapa sawit. Demikian pula dengan teknologi rekayasa genetika telah diproduksi gula dengan derajat kemanisan beribu kali dari gula biasanya, maka dikekhawatirkan musnahnya tanaman penghasil gula. Kekhawatiran munculnya dampak negatif penggunaan GMO terhadap sosial bersifat religi, bagi umat Islam penggunaan gen yang ditransplantasikan ke produk makanan maka akan menimbulkan kekhawatiran bagi warga Muslim. Penggunaan gen hewan pada bahan makanan hasil rekayasa genetika yang akan dikonsumsi merupakan kekhawatiran bagi mereka yang vegetarian. *** Kasus Ajinomoto di Indonesia di awal tahun 2001, penyedap rasa Ajinomoto diduga menggunakan unsur babi di dalam memroses pembuatan salah satu enzimnya. Pembuatan enzim ini dapat menggunakan teknologi rekayasa genetika peredaran. Kloning manusia seutuhnya merupakan kekhawatiran umat manusia yang akan memusnahkan nilai-nilai kemanusiaan. Gen hewan disilangkan dengan gen manusia yang akan memberikan turunan sebagai hewan, yang jelas-jelas menurunkan nilai-nilai kemanusiaan. Kekhawatiran munculnya dampak negatif penggunaan GMO di Indonesia, Indonesia telah mengimpor berbagai komoditas yang diduga sebagai hasil dari rekayasa genetika maupun yang tercemar dengan GMO, berasal dari negaranegara yang telah menggunakan teknologi rekayasa genetika. Mulai dari tanaman, bahan pangan dan pakan, obat-obatan, hormon, bunga, perkayuan, hasil 18 menggunakan gen. Seluruh produk Ajinomoto yang diduga menggunakan unsur babi di dalam proses pembuatan enzimnya ditarik dari

perkebunan, hasil peternakan dan sebagainya diduga mengandung GMO atau tercemar GMO. Kebiasaan akan mendorong kekhawatiran munculnya dampak negatif penggunaan hasil rekayasa genetika. 2.6.1 Gangguan terhadap lingkungan Pola tanam produk pertanian di Indonesia areal kecil dikelilingi oleh berbagai gulma, dengan adanya sifat cross-polination dari GMO maka dikhawatirkan akan bermunculan gulma baru yang lebih resisten. Tanpa membakar sisa tanaman GMO akan memusnahkan jasad renik dalam tanah bekas penanaman tanaman GMO akibat sifat dari sisa GMO yang bersifat toksis. Jangka panjang akan merubah struktur dan tekstur tanah. Sifat tanaman GMO yang dapat membunuh larva kupu-kupu, akan memberikan kekhawatiran punahnya kupu-kupu di Sulawesi Selatan. Seperti diketahui Sulawesi Selatan termasyhur dengan kupu-kupunya.

2.6.2

Gangguan terhadap kesehatan Satu-satunya gangguan kesehatan akibat penggunaan hasil rekayasa genetika ialah reaksi alergis yang sudah dapat dibuktikan. Kebiasaan mengonsumsi daging, di Indonesia memiliki kekhususan tersendiri dalam pola konsumsi daging, tidak ada bagian tubuh sapi yang tidak dikonsumsi. Apabila sapi disuntik dengan bovinesomatotropin, mengakibatkan kadar IGF I meningkat sangat tinggi dalam darah dan hati. Bagi daerah yang menggunakan darah sebagai bahan pangan demikian pula mengonsumsi hati (Indonesia mengimpor hati sejumlah lima juta kg dari negara-negara yang menggunakan GMO) memberikan kekhawatiran munculnya dampak negatif penggunaan GMO. Kebiasaan di Indonesia mengonsumsi lalapan, mulai dari kol, kacang panjang, terong, kemangi, dan sebagainya apabila berasal dari tanaman transgenik maka dikhawatirkan memunculkan dampak negatif seperti 19

larva kupu-kupu. Kebiasaan di Indonesia menggunakan tauge mentah, kemungkinan dipergunakan kedele impor yang diduga kedele transgenik, maka dikhawatirkan munculnya dampak negatif seperti percobaan Arfad Putzai. Kebiasaan pakan ternak, dari gulma, sisa-sisa dari hasil pertanian apabila berasal dari areal penanaman transgenik kemungkinan telah mengandung transgenik akan memberikan kekhawatiran seperti percobaan Arfad Putzai. Pakan ternak Indonesia didominasi bahan impor, baik bungkil kedele maupun jagung berasal dari negara-negara menggunakan GMO sehingga diduga mengandung bahan GMO. Penyakit ayam kuntet telah dijumpai di Indonesia, dikhawatirkan akibat dari penggunaan jagung dan kedelai transgenik seperti percobaan Arfad Putzai. 2.6.3 Gangguan terhadap religi dan etika Penggunaan obat insulin yang diproduksi dari transplantasi sel pancreas babi ke sel bakteri, serta xenotransplatation yang menggunakan katup jantung babi ditransplantasikan ke jantung manusia memberikan kekhawatiran terhadap mereka yang beragama Islam.Indonesia telah mengimpor kedelai dua juta ton dan jagung 1,2 juta ton serta berbagai komoditas lainnya pada tahun 2000 yang diduga mengandung GMO, sehingga sudah dapat dipastikan Indonesia telah mengonsumsi hasil rekayasa genetika. Tetapi, hingga saat ini belum pernah dilaporkan adanya dampak negatif dari penggunaan GMO. Jangankan mendeteksi dampak negatif penggunaan GMO, mendeteksi apakah komoditas yang diimpor mengandung GMO saja belum pernah dilakukan di Indonesia. Justru untuk itulah kami memberanikan diri mengemukakan dugaan kekhawatiran munculnya dampak negatif penggunaan dari produk rekayasa genetika di Indonesia. 20

Catatan : Soal kematian Dolly, si kambing lahir sebagai rekayasa genetik menarik. Dari sumber lain didapat juga informasi bahwa usia dolly yang lahir itu, sama dengan usia dari sel sebenarnya. Jadi, meski baru terlahir, dia sesungguhnya sudah tua. Rekayasa genetik juga menarik, bahwa sistem informasi dari dalam satu sel bersifat holografis. Maksudnya memberikan informasi terhadap keseluruhan dari wujud keseluruhannya. Sepotong sel daun, memberikan informasi lengkap tentang pohon itu sendiri. Ini fakta pengetahuan yang menarik.

21

BAB III PENUTUP

3.1.

Kesimpulan 3.1.1. Sumber daya alam non konvensional adalah sumber daya alam yang renewable (dapat diperbaharui); sumber daya alam yang tidak akan habis sepanjang masa; sumber daya alam yang tidak menghasilkan banyak polutan ketika digunakan. 3.1.2. Ada dua jenis SDA non konvensional yaitu:  SDA nonkonvensional rekayasa, yaitu yang keberadaannya melibatkan campur tangan manusia. Contoh: energy biogas dan biomassa.  SDA nonkonvensional non rekayasa, yaitu yang keberadaannya memang asli dari alam meski tanpa campur tangan manusia. Contoh: energi matahari,energi panas bumi, energi pasang surut, dan energi angin. 3.1.3. Beberapa contoh pemanfaatan SDA nonkonvensional antara lain:  Energy matahari, energy panas bumi enrgi pasang surut dan energy angin tengah dikembangkan pemanfaatannya untuk membangkitkan tenaga listrik dalam skala besar.  Energy biogas dan biomasa biasanya dimanfaatkan sabagai bahan bakar untuk memasak namun bias juga untuk pembangkit listrik jika dipakai dalam jumlah besar.
3.1.4. Rekayasa genetik didefinisikan sebagai satu set teknologi yang

digunakan

untuk

mengubah 22

susunan

genetik

sel

dan

memindahkan gen dari satu spesies ke yang lain untuk menghasilkan organisme baru. 3.1.5. Beberapa manfaat dan efek samping rekayasa genetik:  Manfaat:
• •

Membantu dalam penciptaan obat-obatan baru. Membantu dalam proses pembersihan limbah dan polusi dengan bantuan organisme hidup. Membantu dengan produksi vaksin pada tumbuhan. Menghasilkan bibit ternak rekayasa genetika yang kebal terhadap penyakit. Mengobati kelainan genetik dan kanker pada manusia.


• •

 Efek samping : • • • Gangguan terhadap kesehatan. Gangguan terhadap lingkungan. Gangguan terhadap religi dan etika.

3.2.

Saran

3.1.6. Hendaknya pemanfaatan sumber daya alam non konvensional lebih dikembangkan lagi agar dapat digunakan dalam skala besar sehingga mampu mangantikan sumber daya alam konvensional yang saat ini semakin menipis keberadaannya.

23

3.1.7. Pemeriksaan keamanan terhadap produk-produk rekayasa genetik harus diperketat untuk meminimalisasi efek samping yang mungkin ditimbulkannya.

24

DAFTAR PUSTAKA Purnama, Hari. 2003. Ilmu Alamiah Dasar. RINEKA CIPTA : Jakarta Jasin, Maskoeri.2009. Ilmu Alamiah Dasar. RAJAWALI PERS : Jakarta http://www.buzzle.com/articles/benefits-of-genetic-engineering.html http://agorsiloku.wordpress.com/2006/11/13/dampak-penggunaan-hasil-rekayasagenetika/ http://en.wikipedia.org/wiki/Genetic_engineering

25

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->