P. 1
Bumi, Bulan Dan Alam Semesta

Bumi, Bulan Dan Alam Semesta

|Views: 2,698|Likes:
Published by Nazar Pananto

More info:

Published by: Nazar Pananto on Jul 20, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/23/2013

pdf

text

original

ILMU ALAMIAH DASAR (AMBB115

)

TUGAS K ELOMPOK

³ B um i B ul a n d a n A l a m Se me s ta ´
Dosen Pembi mbing : D r a . S t . Wa h i d a h Ar s ya d , M . P d Disusun oleh : K elo mpo k 5 N a z a r P a na nt o ( A1 C 1 1 0 0 3 5 ) R a d i ya t u l ( A1 C 1 1 0 0 1 8 )

D e l l y P u t r i A. ( A 1 C 1 1 0 0 3 4 )

REGULER A PROG RAM STUDI PENDIDIK AN MATEMATIK A JURUS AN PENDIDIK AN MATEMATIK A DAN IPA FAK ULTAS K EGURUAN DAN ILMU PENDIDIK AN UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT BANJARMASIN 2010

Kata Pengantar
Dengan mengucapkan puji syukur kehadirat Allah SWT pemilik alam semesta yang telah memberikan kekuatan dan kesehatan kepada penulis sehingga makalah ini telah selesai dapat di tuangkan dalam bentuk karya tulis, karena berkat limpahan rahmat NYA sehingga dapat menyelesaikan makalah ini dengan judul ³pembelajaran Tentang Bumi dan Alam Semesta´. Makalah ini ditulis untuk memenuhi tugas mata kuliah Ilmu Alamiah Dasar dan juga bisa dijadikan sebagai bahan materi kuliah. Makalah ini menguraikan konsep ± konsep, paham ± paham, dan beberapa teori mengenai bumi dan alam semesta dengan menggunakan bahasa Indonesia yang insya Allah mudah dipahami. Berbagai peristiwa yang terkait di sajikan dalam bentuk teks maupun gambar. Dengan membaca makalah ini, kita bisa menambah wawasan tentang : y y y y y y y y y Teori terbentuknya bumi. Struktur bumi. Koordinat pada bola bumi. Rotasi dan revolusi bumi. Gravitasi bumi. Bulan sebagai satelit bumi. Teori terbentuknya alam semesta. Teori tentang galaksi dan tata surya. Sistem tata surya.

Sesungguhnya makalah ini tidak akan terwujud sebagai mana mestinya jika tidak ada bantuan dan dorongan dari berbagai pihak, baik secara langsung maupun tidak langsung untuk itu perkenankanlah penulis dengan hati yang tulus untuk menyampaikan rasa hormat dan ucapan terima kasih sebesar ± besarnya kepada rekan ± rekan yang telah membantu selesainya makalah ini Banjarmasin, Oktober 2010

Penulis

i

DAFTAR ISI

Kata Pengantar ««««««««««««««««««««««« i Daftar Isi «««««««««««««««««««««««««.. ii BABI Pendahuluan 1.1 Latar Belakang Masalah ««««««««««««««««««.. 1 1.2 Tujuan Pembahasan ««««««««««««««««««««. 1 1.3 Perumusan Masalah ««««««««««««««««««««. 1 1.4 Ruang Lingkup Masalah ««««««««««««««««««.. 1 BABII Bumi Bulan dan Alam Semesta 2.1 BUMI ««««««««««««««««««««« ««««. 3 2.1.1 Teori terbentuknya bumi. «««««««««««««««.. 3 2.1.2 Struktur bumi««««««««««««««««««««.. 6 2.1.3 Koordinat pada bola bumi«««««««««««««««.. 10 2.1.4 Rotasi dan revolusi bumi«««««««««««««««« 10 2.1.5 Gravitasi bumi«««««««««««««««««««« 11

2.2 BULAN ««««««««««««««««««««««««.. 12 2.2.1 Bulan sebagai satelit bumi«««««««««««««««. 12

2.3 ALAM SEMESTA ««««««««««««««««««««. 13 2.3.1 Teori terbentuknya alam semesta«««««««««««««.13 2.3.2 Teori tentang galaksi dan tata surya««««««««««««.13 2.3.2.1 Galaksi ««««««««««««««««««««.13 2.3.2.2 Tata Surya dan sistemnya «««««««««««««15 BABIII PENUTUP 3.1 Kesimpulan «««««««««««««««««««««««.. 19 3.2 Saran ± Saran ««««««««««««««««««««««« 22 DAFTAR PUSTAKA «««««««««««««««««««««. 23

ii BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah Kita seringkali tidak menyadari bahwa kejadian ± kejadian mekanisme alam yang terjadi saat ini merupakan salah satu proses kelanjutan dari peristiwa alam yang terjadi pada zaman dulu. Namun berbeda dengan dulu, peristiwa alam yang sekarang searti dengan pengolahan bumi dimana bumi yang sudah ada masih terus mengalami pembentukan, baik secara alami (erosi, abrasi, gunung meletus, pergeseran lempeng, pembentukan delta, dll.) maupun akibat perbuatan manusia (penambangan, pengeboran minyak, reboisasi, dll.) hingga dalam jangka waktu tertentu bumi beserta isinya terus menerus mengalami perubahan. Lalu bagaimana dengan peristiwa alam yang terjadi pada milyaran bahkan trilyunan tahun yang lalu ? saat keadaan masih nihil kemudian terjadi bermacam ± macam proses hingga terbentuklah galaksi, tata surya, matahari, serta planet ± planet (termasuk Bumi). Demi menjawab kuriositas ini, maka kami menyusun sebuah karya tulis yang membahas tentang konsep dan teori pembentukan alam semesta dimana Bumi, bulan, dan benda ± benda langit lainnya yang membentuk Tata surya menjadi objek sasaran makalah ini. 1.2 Tujuan Pembahasan Mengetahui dan memahami proses ± proses terbentukya alam semesta. 1.3 Perumusan Masalah 1. Bagaimana proses pembentukan alam semesta ? 2. Apa saja strukur penyusun Bumi ? 3. Bagaiamana sisitem tata koordinat bumi ? 4. Apa yang terjadi sebagai akibat dari rotasi dan revolusi Bumi ? 5. Apa akibat dari adanya gaya gravitasi ? 6. Bagaimana keadaan bulan sebagai satelit alam Bumi ?

1.4 Ruang Lingkup Masalah y Teori terbentuknya bumi. y Struktur bumi. y Koordinat pada bola bumi. y Rotasi dan revolusi bumi.

1 y Gravitasi bumi. y Bulan sebagai satelit bumi. y Teori terbentuknya alam semesta. y Teori tentang galaksi dan tata surya. y Sistem tata surya.

2 BAB II BUMI, BULAN DAN ALAM SEMESTA

2.1 BUMI 2.1.1 Teori Tentang Terbentuknya Bumi Sebelum itu, mari kita pahami pengertian Bumi. Bumi adalah planet tempat tinggal seluruh makhluk hidup beserta isinya. Sebagai tempat tinggal makhluk hidup, bumi tersusun atas beberapa lapisan bumi, bahan-bahan material pembentuk bumi, dan seluruh kekayaan alam yang terkandung di dalamnya. Bentuk permukaan bumi berbeda-beda, mulai dari daratan, lautan, pegunungan, perbukitan, danau, lembah, dan sebagainya. Bumi sebagai salah satu planet yang termasuk dalam sistem tata surya di alam semesta ini tidak diam seperti apa yang kita perkirakan selama ini, melainkan bumi melakukan perputaran pada porosnya (rotasi) dan bergerak mengelilingi matahari (revolusi) sebagai pusat sistem tata surya. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya siang malam dan pasang surut air laut. Oleh karena itu, proses terbentuknya bumi tidak terlepas dari proses terbentuknya tata surya kita. Setelah memahaminya, inilah proses pembentukan bumi dari beberapa teori: 1.Teori Big Bang Teori ini adalah yang paling terkenal.

Berdasarkan Teori Big Bang, proses terbentuknya bumi berawal dari puluhan milyar tahun yang lalu. Pada awalnya terdapat gumpalan kabut raksasa yang berputar pada porosnya. Putaran yang dilakukannya tersebut memungkinkan bagian-bagian kecil dan ringan terlempar ke luar dan bagian besar berkumpul di pusat, membentuk cakram raksasa. Suatu saat, gumpalan kabut raksasa itu meledak dengan dahsyat di luar angkasa yang kemudian membentuk galaksi dan nebulanebula. Selama jangka waktu lebih kurang 4,6 milyar tahun, nebula-nebula tersebut membeku dan membentuk suatu galaksi yang disebut dengan nama Galaksi Bima Sakti, kemudian membentuk sistem tatasurya. Sementara itu, bagian ringan yang terlempar ke luar tadi mengalami kondensasi sehingga membentuk gumpalangumpalan yang mendingin dan memadat. Kemudian, gumpalan-gumpalan itu membentuk planet-planet, termasuk planet bumi.

3 2. Teori Kabut Kant-Laplace Sejak jaman sebelum Masehi, para ahli telah banyak berfikir dan melakukan analisis

terhadap gejala-gejala alam. Mulai abad ke 18 para ahli telah memikirkan proses terjadinya Bumi. Adapun tentang teori kabut (nebula) yang dikemukakan oleh Immanuel Kant (1755) dan Piere de Laplace (1796), Mereka terkenal dengan Teori Kabut Kant-Laplace. Dalam teori ini dikemukakan bahwa di jagat raya terdapat gas yang kemudian berkumpul menjadi kabut (nebula). Gaya tarik-menarik antar gas ini membentuk kumpulan kabut yang sangat besar dan berputar semakin cepat. Dalam proses perputaran yang sangat cepat ini, materi kabut bagian khatulistiwa terlempar memisah dan memadat (karena pendinginan). Bagian yang terlempar inilah yang kemudian menjadi planet-planet dalam tatasurya (termasuk terbentuknya planet bumi).

3. Teori Planetesimal Seabad sesudah teori kabut tersebut, muncul teori Planetesimal yang dikemukakan oleh Chamberlin dan Moulton. Teori ini mengungkapkan bahwa pada mulanya telah terdapat matahari asal. Pada suatu ketika, matahari asal ini didekati oleh sebuah bintang besar, yang menyebabkan terjadinya Akibat tenaga penarikan matahari asal tadi, terjadilah ledakan-ledakan yang hebat. Gas yang meledak ini keluar dari atmosfer matahari , kemudian mengembun dan membeku sebagai benda-benda yang padat, dan disebut planetesimal. Planetesimal ini dalam perkembangannya menjadi planet-planet, dan salah satunya adalah planet Bumi kita. Pada dasarnya, proses-proses teoritis terjadinya planet-planet dan bumi, dimulai daribenda berbentuk gas yang bersuhu sangat panas. Kemudian karena proses waktu dan perputaran cepat, maka terjadi pendinginan yang menyebabkan pemadatan (pada bagian luar). Adapun tubuh Bumi bagian dalam masih bersuhu tinggi. 4

4. Teori Pasang Surut Gas Teori ini dikemukakan oleh Jeans dan Jeffreys, yakni bahwa sebuah bintang besar mendekati matahari dalam jarak pendek, sehingga

menyebabkan terjadinya pasang surut pada tubuh matahari, saat matahari itu masih berada dalam keadaan gas. Terjadinya pasang surut air laut yang kita kenal di Bumi, ukuranya sangat kecil. Penyebabnya adalah kecilnya massa bulan dan jauhnya jarak bulan ke Bumi (60 kali radius orbit Bumi). Tetapi, jika sebuah bintang yang bermassa hampir sama besar dengan matahari mendekati matahari, maka akan terbentuk semacam gunung-gunung gelombang raksasa pada tubuh matahari, yang disebabkan oleh gaya tarik bintang tadi. Gunung-guung tersebut akan mencapai tinggi yang luar biasa dan membentuk semacam lidah pijar yang besar sekali, menjulur dari massa matahari tadi dan merentang kearah bintang besar itu. Dalam lidah yang panas ini terjadi perapatan gas-gas dan akhirnya kolom-kolom ini akan pecah, lalu berpisah menjadi benda-benda tersendiri, yaitu planet-planet. Bintang besar yang menyebabkan penarikan pada bagian-bagian tubuh matahari tadi, melanjutkan perjalanan di jagat raya, sehingga lambat laun akan hilang pengaruhnya terhadap-planet yang berbentuk tadi. Planet-planet itu akan berputar mengelilingi matahari dan mengalami proses pendinginan. Proses pendinginan ini berjalan dengan lambat pada planet-planet besar, seperti Yupiter dan Saturnus, sedangkan pada planet-planet kecil seperti Bumi kita, pendinginan berjalan relatif lebih cepat. Sementara pendinginan berlangsung, planet-planet itu masih mengelilingi matahari pada orbit berbentuk elips, sehingga besar kemungkinan pada suatu ketika meraka akan mendekati matahari dalam jarak yang pendek. Akibat kekuatan penarikan matahari, maka akan terjadi pasang surut pada tubuh-tubuh planet yang baru lahir itu. Matahari akan menarik kolom-kolom materi dari planet-planet, sehingga lahirlah bulan-bulan (satelit-satelit) yang berputar mengelilingi planet-planet. peranan yang dipegang matahari dalam membentuk bulan-bulan ini pada prinsipnya sama dengan peranan bintang besar dalam membentuk planet-planet, seperti telah dibicarakan di atas.

5

5. Teori Bintang Kembar Teori ini dikemukakan oleh seorang ahli Astronomi R.A Lyttleton. Menurut teori ini, galaksi berasal dari kombinasi bintang kembar. Salah satu bintang meledak sehingga

banyak material yang terlempar. Karena bintang yang tidak meledak mempunyai gaya gravitasi yang masih kuat, maka sebaran pecahan ledakan bintang tersebut mengelilingi bintang yang tidak meledak. Bintang yang tidak meledak itu adalah matahari, sedangkan pecahan bintang yang lain adalah planet-planet yang mengelilinginya.

Dalam perkembangannya, planet bumi terus mengalami proses secara bertahap hingga terbentuk seperti sekarang ini. Ada tiga tahap dalam proses pembentukan bumi, yaitu: a. Awalnya, bumi masih merupakan planet homogen dan belum mengalami perlapisan atau perbedaan unsur. b. Pembentukan perlapisan struktur bumi yang diawali dengan terjadinya diferensiasi. Material besi yang berat jenisnya lebih besar akan tenggelam, sedangkan yang berat jenisnya lebih ringan akan bergerak ke permukaan. c. Bumi terbagi menjadi lima lapisan, yaitu inti dalam, inti luar, mantel dalam, mantel luar, dan kerak bumi. (Perubahan di bumi disebabkan oleh perubahan iklim dan cuaca).

2.1.2 Struktur Bumi Bumi telah terbentuk sekitar 4,6 milyar tahun yang lalu. Bumi merupakan planet dengan urutan ketiga dari sembilan planet yang dekat dengan matahari. Jarak bumi dengan matahari sekitar 150 juta km, berbentuk bulat dengan radius 6.370 km.

6

Bumi merupakan satu-satunya planet yang dapat dihuni oleh berbagai jenis mahluk hidup. Permukaan bumi terdiri dari daratan dan lautan. Secara struktur, lapisan bumi dibagi menjadi tiga bagian, yaitu sebagai berikut : 1. Kerak bumi (crush) merupakan kulit bumi bagian luar (permukaan bumi). Tebal lapisan kerak bumi mencapai 70 km dan merupakan lapisan batuan yang terdiri dari batu-batuan basa dan masam. Lapisan ini

menjadi tempat tinggal bagi seluruh mahluk hidup. Suhu di bagian bawah kerak bumi mencapai 1.100oC. Lapisan kerak bumi dan bagian di bawahnya hingga

kedalaman 100 km dinamakan litosfer 2. Selimut atau selubung (mantle) merupakan lapisan yang terletak di bawah lapisan kerak bumi. Tebal selimut bumi mencapai 2.900 km dan merupakan lapisan batuan padat. Suhu di bagian bawah selimut bumi mencapai 3.000oC. 3. Inti bumi (core), yang terdiri dari material cair, dengan penyusun utama logam besi (90%), nikel (8%), dan lain-lain yang terdapat pada kedalaman 2900 ± 5200 km. Lapisan ini dibedakan menjadi lapisan inti luar dan lapisan inti dalam. Lapisan inti luar tebalnya sekitar 2.000 km dan terdiri atas besi cair yang suhunya mencapai 2.200oC. Inti dalam merupakan pusat bumi berbentuk bola dengan diameter sekitar 2.700 km. Inti dalam ini terdiri dari nikel dan besi yang suhunya mencapai 4.500oC. Berdasarkan susunan kimianya, bumi dapat dibagi menjadi empat bagian, yakni bagian padat (lithosfer) yang terdiri dari tanah dan batuan; bagian cair (hidrosfer) yang terdiri dari berbagai bentuk ekosistem perairan seperti laut, danau dan sungai; bagian udara (atmosfer) yang menyelimuti seluruh permukaan bumi serta bagian yang ditempati oleh berbagai jenis organisme (biosfer). Keempat komponen tersebut berinteraksi secara aktif satu sama lain, misalnya dalam siklus biogeokimia dari berbagai unsure kimia yang ada di bumi, proses transfer panas dan perpindahan materi padat.

7

a. Atmosfer, Atmosfer adalah lapisan udara yang menyelimuti bumi secara menyeluruh dengan ketebalan lebih dari 650 km. Gerakan udara dalam atmosfer terjadi terutama karena adanya pengaruh pemanasan sinar matahari serta perputaran bumi. perputaran bumi ini akan mengakibatkan bergeraknya masa udara, sehingga terjadilah perbedaan tekanan udara di berbagai tempat di dalam atmosfer yang dapat menimbulkan arus angin. Pada lapisan atmosfer terkandung berbagai macam gas. Berdasarkan volumenya, jenis gas yang paling banyak terkandung berturut-turut adalah nitrogen (N2) sebanyak 78,08%, oksigen (O2) sebanyak 20,95%, argon sebanyak 0,93%, serta karbon dioksida (CO2) sebanyak 0,03%. Berbagai jenis gas lainnya juga terkandung dalam atmosfer, tetapi dalam konsentrasi yang jauh lebih rendah, misalnya neon (Ne), helium (He), kripton (Kr), hidrogen (H2), xenon (Xe), ozon (O3), metan dan uap air.

Keberadaan atmosfer yang menyelimuti seluruh permukaan bumi memiliki arti yang sangat penting bagi kelangsungan hidup berbagai organisme di muka bumi. Fungsi atmosfer antara lain : 1. Mengurangi radiasi matahari yang sampai ke permukaan bumi pada siang hari dan hilangnya panas yang berlebihan pada malam hari. Apabila tidak ada lapian atmosfer, suhu permukaan bumi bila 100% radiasi matahari diterima oleh permukaan bumi akan sangat tinggi dan dikhawatirkan tidak ada organisme yang mampu bertaham hidup, termasuk manusia 2. Mendistribusikan air ke berbagai wilayah permukaan bumi. Dalam mendistribusikan air antar wilayah di permukaan bumi, peran atmosfer ini terlihat dalam siklus hidrologi. Tanpa adanya atmosfer yang mampu menampung uap air, maka seluruh air di permukaan bumi hanya akan mengumpul pada tempat yang paling rendah. Sungai-sungai akan kering, seluruh air tanah akan merembes ke laut, sehingga air hanya akan mengumpul di samudera dan laut saja. 3. Pendistribusian air oleh atmosfer ini memberikan peluang bagi semua mahluk hidup untuk tumbuh dan berkembang di seluruh permukaan bumi. 4. Menyediakan okisgen dan karbon dioksida bagi seluruh makhluk hidup. 5. Sebagai penahan meteor yang akan jatuh ke bumi.

8

Berdasarkan perbedaan suhu vertikal, atmosfer bumi dapat dibagi menjadi lima lapisan, yaitu Troposfer(lapisan yang paling bawah, berada antara permukaan bumi sampai pada ketinggian 8 km pada posisi kutub dan 18 ± 19 km pada daerah ekuator), Stratosfer (berada di atas lapisan troposfer sampai pada ketinggian 50 ± 60 km), Mesosfer (terletak di atas stratosfer pada ketinggian 50 ± 70 km),Termosfer (berada di atas mesopouse dengan ketinggian sekitar 75 km sampai pada ketinggian sekitar 650 km), Ekosfer atau atmosfer luar (merupakan lapisan atmosfer yang paling tinggi). b. Hidrosfer, merupakan lapisan air yang menyelimuti permukaan bumi yaitu sekitar 71% permukaan bumi merupakan wilayah perairan. Hidrosfer meliputi samudera, laut, sungai, danau, gletser, salju, air tanah, serta uap air di atmosfer. c. Lithosfer, Lithosfer berasal dari bahasa yunani yaitu lithos artinya batuan, dan sphera artinya lapisan. Lithosfer merupakan lapisan kerak bumi yang paling luar dan terdiri atas batuan dengan ketebalan rata-rata 1200 km. Lithosfer adalah lapisan kulit bumi paling luar yang berupa batuan padat. Lithosfer tersusun dalam dua lapisan, yaitu kerak dan selubung, yang tebalnya 50 ± 100 km. Lithosfer merupakan lempeng yang bergerak sehingga dapt menimbulkan persegeran benua. Penyusun utama lapisan lithosfer adalah batuan yang terdiri ari campuran antar mineral sejenis atau tidak sejenis yang saling terikat secara gembur atau padat. Induk batuan pembentuk litosfer adalah magma, yaitu batuan cair pijar yang bersuhu sangat tinngi dan terdapat di bawah kerak bumi. d. Biosfer, merupakan sistem kehidupan paling besar karena terdiri dari gabungan ekosistem yang ada di planet bumi. Sistem ini mencakup semua mahluk hidup yang berinteraksi dengan lingkungannya sebagai kesatuan utuh. Secara entimologi, biosfer berasal dari dua kata, yaitu bio yang berarti hidup dan sphere yang berarti lapisan. Dengan demikian dapat diartikan biosfer adalah lapisan tempat tinggal mahluk hidup. \

9

2.1.3 Koordinat Pada Bola Bumi

Sistem koordinat geografi digunakan untuk menunjukkan suatu titik di Bumi berdasarkan garis lintang dan garis bujur. Garis lintang yaitu garis vertikal yang mengukur sudut antara suatu titik dengan garis katulistiwa. Titik di utara garis katulistiwa dinamakan Lintang Utara sedangkan titik di selatan katulistiwa dinamakan Lintang Selatan. garis bujur yaitu horizontal yang mengukur sudut antara suatu titik dengan titik nol di Bumi yaitu Greenwich di London Britania Raya yang merupakan titik bujur 0° atau 360° yang diterima secara internasional. titik di barat bujur 0° dinamakan Bujur Barat sedangkan titik di timur 0° dinamakan Bujur Timur. Suatu titik di Bumi dapat dideskripsikan dengan menggabungkan kedua pengukuran tersebut.

2.1.4 Rotasi dan Revolusi Bumi Rotasi adalah perputaran benda pada suatu sumbu yang tetap, misalnya perputaran gasing dan perputaran bumi pada poros/sumbunya. Untuk bumi, rotasi ini terjadi pada garis/poros/sumbu utara-selatan (garis tegak dan sedikit miring ke kanan). Jadi garis utara-selatan bumi tidak berimpit dengan sumbu rotasi bumi, seperti yang terlihat pada "globe bola dunia" yang digunakan dalam pelajaran ilmu bumi/geografi. 10

Bumi berputar pada porosnya dari barat ke timur yang disebut dengan rotasi. Rotasi ini memerlukan waktu 23 jam 56 menit atau 24 jam kurang 4 menit. Arah rotasi dari barat ke timur menyebabkan peredaran semu harian semua benda langit berarah timur barat. Kecepatan rotasi di katulistiwa berbeda dengan di lintang pertengahan, misalnya di 40° LU semakin jauh dari katulistiwa, makin berkurang kecepatan rotasinya bahkan jika kita berdiri di titik kutub utara atau titik kutub selatan kita akan berputar di tempat kita berdiri 24 jam kurang 4 menit sekali putaran.selain itu, rotasi bumi juga berakibat adanya siang dan malam dan munculnya angin darat ± laut. Selain berotasi bumi seperti halnya planet lain dalam tata surya beredar mengelilingi matahari (revolusi). Bidang orbit bumi mengelilingi matahari dinamakan ekliptika. Lama revolusi bumi 365 hari 6 jam 9 menit dan 10 detik inilah yang dinamakan satu tahun siderik (satu tahun bintang) Arah revolusi bumi itu negatif yaitu arah peredarannya berlawanan dengan arah pergerakan jarum jam. Revolusi bumi juga mengakibatkan pergantian musim dan adanya perhitungan tarikh (penanggalan) matahari atau solar kalender.

2.1.5 Gravitasi Bumi Gravitasi mengakibatkan benda-

benda langit berada pada orbit masingmasing dalam mengitari matahari.

Gravitasi adalah gaya tarik-menarik yang terjadi antara semua partikel yang

mempunyai massa di alam semesta.

Fisika modern mendeskripsikan gravitasi menggunakan Teori Relativitas Umum dari Einstein, namun hukum gravitasi universal Newton yang lebih sederhana merupakan hampiran yang cukup akurat dalam kebanyakan kasus. Sebagai contoh, bumi yang memiliki massa yang sangat besar menghasilkan gaya gravitasi yang sangat besar untuk menarik benda-benda di sekitarnya, termasuk makhluk hidup, dan benda-benda yang ada di bumi.

11

Gaya gravitasi ini juga menarik benda-benda yang ada di$ luar angkasa, seperti bulan, meteor, dan benda angkasa lainnya, termasuk satelit buatan manusia. Beberapa teori yang belum dapat dibuktikan menyebutkan bahwa gaya gravitasi timbul karena adanya partikel gravitron dalam setiap atom.

2.2 BULAN 2.2.1 Bulan Sebagai Satelit Bumi Bulan adalah satelit alami yang mengelilingi planet bumiyang dapat dilihat secara langsung dengan mata telanjangtanpa bantuan alat apapun.

Bulan adalah benda angkasa yang bergerak secara relatif. Secara umum bulan bergerak relatip dalam tiga macam, yaitu rotasi, revolusi dan revolusi dengan bumi pada matahari. 1.Rotasi, Rotasi adalah perputaran satelit bulan pada porosnya seperti bumi berputar pada porosnya setiap hari.Saat ini bulan berotasi setiap 27,3 hari sekali. Dengan demikian satu hari di bulan sama dengan 27,3 hari di bumi atau 27,3 kali lebih lama daripada di pelanet kita.

2. Revolusi Terhadap Planet Bumi, Bulan sebagai satelit alami bumi juga berputar mengelilingi bumi dalam jangka waktu 27,3 hari. Karena waktu rotasi dan revolusi bulan adalah sama, maka permukaan bulan yang terlihat dari bumi tidak berubah dari waktu ke waktu.

3. Revolusi Terhadap Matahari Bersama Bumi, Bulan bersama-sama dengan planet bumi juga mengelilingi matahari. Seperti yang kita ketahui bahwa waktu yang dibutuhkan oleh bumi untuk beredar mengelilingi matahari adalah 365.25 hari. Begitupun revolusi bulan terhadap matahari bersama bumi juga 365,25 hari. Setiap empat tahun sekali kelebihan hari dibulatkan menjadi 366 hari atau disebut juga sebagai tahun kabisat.

12

Bulan yang ditarik oleh gaya gravitasi Bumi tidak jatuh ke Bumi disebabkan oleh gaya sentrifugal yang timbul dari orbit Bulan mengelilingi bumi. besarnya gaya sentrifugal Bulan adalah sedikit lebih besar dari gaya tarik menarik antara gravitasi Bumi dan Bulan. Hal ini menyebabkan Bulan semakin menjauh dari bumi dengan kecepatan sekitar 3,8cm/tahun. Bulan berada dalam orbit sinkron dengan Bumi, hal ini menyebabkan hanya satu sisi permukaan Bulan saja yang dapat diamati dari Bumi. Orbit sinkron menyebabkan kala rotasi sama dengan kala revolusinya.

2.3 ALAM SEMESTA 2.3.1 Teori Tentang Terbentuknya Alam Semesta Dua teori tentang terbentuknya alam semesta yaitu : 1. Teori Ledakan Suatu massa yang sangat besar yang terdapat di jagat raya dan mempunyai berat jenis yang sangat besar meledak. Massa yang meledak itu kemudian berserakan dan mengembang dengan sangat cepat serta menjauhi pusat ledakan / inti ledakan. 2. Teori Ekspansi dan Kontraksi Teori ini berdasarkan adanya siklus dari alam semesta, yaitu massa ekspansi dan massa kontraksi. Diduga siklus ini berlangsung dalam jangka waktu 30.000 juta tahun.

2.3.2 Teori Tentang Galaksi dan Tata Surya 2.3.2.1 Galaksi Menurut Fowlet, kira-kira 12.000 juta tahun yang lalu galaksi tidaklah seperti sekarang ini. Pada saat itu galaksi masih merupakan kabut gas hydrogen yang sangat besar yang berada di ruang angkasa. Kabut gas hydrogen tersebut bergerak perlahan-lahan, berputar pada porosnya, sehingga berbentuk bulat.

13

Berdasarkan pengamatan, dapat dibedakan tiga macam galaksi:
y y y

galaksi berbentuk spiral (spiral galaxis) jumlah 80%. galaksi berbentuk ellips (elliptical galaxis) jumlah 17% galaksi berbentuk tak beraturan (irregular galaxis) jumlah 3%

a. Galaksi Spiral (Spiral Galaxis) Galaksi ini merupakan galaksi yang berstruktur paling sempurna, yang terdiri dari tiga bagian : 1. pusat spiral galaksi yang terdiri dari gugusan bintang yang berbentuk bulat 2. lingkaran yang membungkus pusat spiral 3. piringan dengan lengan spiral macam-macam galaksi spiral : 1. Galaksi Bima Sakti Galaksi ini pernah disebut Susunan Kapteyn. Kapteyn adalah seorang astronom yang mengemukakan bahwa matahari terdapat pada galaksi bima sakti ini. 2. Galaksi Andromeda Dengan mata telanjang, galaksi ini tampak seperti lilin dengan panjang 30 (garis tengan bulan) dan lebar 15. dengan teleskop kecil sudah dapat dilihat intinya, di tengah-tengah kabut dan bila menggunakan teleskop 100 inci yang telah dilakukan di Observatory Mounts Wilson, ternyata galaksi Andromeda berbentuk spiral biasa. 3. Galaksi Dolar Perak (Silvery Coin) Berupa galaksi spiral pipih, kira-kira sejauh 13 juta tahun cahaya. 4. Galaksi Roda Biru (Blue pin Wheel) Galaksi yang bergangsing (berputar) di daerah Trianggulum, kira-kira sejauh 2 juta tahun cahaya.

14

5. Galaksi Pusaran Air Sebagai galaksi spiral yang terlentang dan didampingi oleh pengiring, yakni sebuah galaksi tidak teratur. 6. Kabut Magellan (Magellanic Clouds) Gugus bintang ini disebut kabut Magellan, karena ditemukan oleh Magellan pada tahun 1519, berupa galaksi-galaksi yang terletak di konstelasi Dorado dan Tucan.

b. Galaksi Ellips (Elliptical Galaxis) Galaksi ini meliputi jumlah 17% dari semua galaksi yang sudah diketahui, galaksi ini berbentuk ellips, merupakan bangunan yang sederhana karena hanya terdiri atas : 1. pusat roda 2. selubung yang membungkus pusat c. Galaksi tidak beraturan (Irregular Galaxis) Galaksi ini berjumlah kurang dari 3% dari semua galaksi yang sudah ditemukan. Galaksi ini terlihat sebagai gumpalan datar atau onggokan bintang yang semakin menebal, sebagian menipis dalam batas-batas yang tidak jelas.

2.3.2.2 Tata Surya dan Sistemnya Tata Surya adalah kumpulan benda langit yang terdiri atas sebuah bintang yang disebut Matahari dan semua objek yang terikat oleh gaya gravitasinya. Objek-objek tersebut

termasuk delapan buah planet yang sudah diketahui dengan orbit berbentuk elips, lima planet kerdil/katai, 173 satelit alami yang telah diidentifikasi, dan jutaan benda langit (meteor, asteroid, komet) lainnya.

15

Tata Surya terbagi menjadi Matahari, empat planet bagian dalam, sabuk asteroid, empat planet bagian luar, dan di bagian terluar adalah Sabuk Kuiper dan piringan tersebar. Berdasarkan jaraknya dari matahari, kedelapan planet Tata Surya ialah Merkurius (57,9 juta km), Venus (108 juta km), Bumi (150 juta km), Mars (228 juta km), Yupiter (779 juta km), Saturnus (1.430 juta km), Uranus (2.880 juta km), dan Neptunus (4.500 juta km). Sejak pertengahan 2008, ada lima obyek angkasa yang diklasifikasikan sebagai planet kerdil. Orbit planet-planet kerdil, kecuali Ceres, berada lebih jauh dari Neptunus. Kelima planet kerdil tersebut ialah Ceres (415 juta km. di sabuk asteroid; dulunya diklasifikasikan sebagai planet kelima), Pluto (5.906 juta km.; dulunya diklasifikasikan sebagai planet kesembilan), Haumea (6.450 juta km), Makemake (6.850 juta km), dan Eris (10.100 juta km). Enam dari kedelapan planet dan tiga dari kelima planet kerdil itu dikelilingi oleh satelit alami, yang biasa disebut dengan "bulan" sesuai dengan Bulan atau satelit alami Bumi. Masing-masing planet bagian luar dikelilingi oleh cincin planet yang terdiri dari debu dan partikel lain.

Zona Tata Surya yang meliputi, planet bagian dalam, sabuk asteroid, planet bagian luar, dan sabuk Kuiper. (Gambar tidak sesuai skala) y Di zona planet dalam, Matahari adalah pusat Tata Surya dan letaknya paling dekat dengan planet Merkurius (jarak dari matahari 57,9 × 106 km, atau 0,39 SA), Venus (108,2 × 106 km, 0,72 SA), Bumi (149,6 × 106 km, 1 SA) dan Mars (227,9 × 106 km, 1,52 SA). Ukuran diameternya antara 4.878 km dan 12.756 km, dengan massa jenis antara 3,95 g/cm3 dan 5,52 g/cm3. Tata Surya bagian dalam adalah nama umum yang mencakup planet kebumian dan asteroid. Terutama terbuat dari silikat dan logam, objek dari Tata Surya bagian dalam melingkup dekat dengan matahari, radius dari seluruh daerah ini lebih pendek dari jarak antara Yupiter dan Saturnus. 16

Planet-planet bagian dalam. Dari kiri ke kanan: Merkurius, Venus, Bumi, dan Mars (ukuran menurut skala)

y

Sabuk asteroid yaitu terdapat suatu daerah antara Mars dan Yupiter yang, kumpulan batuan metal dan mineral. Kebanyakan asteroid-asteroid ini hanya berdiameter beberapa kilometer, dan beberapa memiliki diameter 100 km atau lebih. Ceres, bagian dari kumpulan asteroid ini, berukuran sekitar 960 km dan dikategorikan sebagai planet kerdil. Orbit asteroid-asteroid ini sangat eliptis, bahkan beberapa menyimpangi Merkurius (Icarus) dan Uranus (Chiron).

Sabuk asteroid utama dan asteroid Troya

y

zona planet luar, terdapat planet gas raksasa Yupiter 5,2 SA), (2,875 × 109 km, dan 1,66 g/cm3. 17 (778,3 × 106 km, Uranus 19,2 SA) Neptunus

(4,504 × 109 km, 30,1 SA) dengan massa jenis antara 0,7 g/cm3 dan

y

Sabuk Kuiper adalah sebuah cincin raksasa mirip dengan sabuk asteroid, tetapi komposisi utamanya adalah es. Sabuk ini terletak antara 30 dan 50 SA, dan terdiri dari benda kecil Tata Surya. Meski demikian, beberapa objek Kuiper yang terbesar, seperti Quaoar, Varuna, dan Orcus, mungkin akan diklasifikasikan sebagai planet kerdil. para ilmuwan memperkirakan terdapat sekitar 100.000 objek Sabuk Kuiper yang berdiameter lebih dari 50 km, tetapi diperkirakan massa total Sabuk Kuiper hanya sepersepuluh massa bumi. Banyak objek Kuiper memiliki satelit ganda dan kebanyakan memiliki orbit di luar bidang eliptika. Sabuk Kuiper secara kasar bisa dibagi menjadi "sabuk klasik" dan resonansi. Resonansi adalah orbit yang terkait pada Neptunus (contoh: dua orbit untuk setiap tiga orbit Neptunus atau satu untuk setiap dua). Resonansi yang pertama bermula pada Neptunus sendiri. Sabuk klasik terdiri dari objek yang tidak memiliki resonansi dengan Neptunus, dan terletak sekitar 39,4 SA sampai 47,7 SA.

18

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan Ada beberapa teori mengenai pembentukan Bumi : 1) Teori Bigbang Dari gumpalan kabut yang berputar sangat cepat hingga melontarkan bagian ± bagian kecil dari kabut tersebut. Material tersebut mengalami pendinginan dan memadat hingga membentuk benda ± benda langit seperti planet (termasuk Bumi). 2. Teori kabut Kant ± Laplace Bumi dan planet lainnya berasal dari kabut yang terlempar dari kumpulan nebula dan mengalami kondensasi. 3. Teori Planetesimal Bumi terbentuk dari gas ± gas yang meledak keluar dari atmosfer matahari akibat gaya tarik ± menarik antara matahari dengan sebuah bintang besar. 4. Teori Pasang Surut Gas. Sebuah bintang mendekat ke matahari dan menyebabkan pasang surutnya gas pada tubuh matahari. Gas tersebut menjilat keluar mengikuti arah bintang. Lama kelamaan lidah mengalami perapatan gas dan material ± materialnya pecah lalu mengalami pendinginan menjadi planet ± planet. 5. Teori Bintang Kembar Terdapat dua bintang yang bentuknya sama dimana salah satunya pecah dan membentuk planet ± planet. Sedang bintang yang satunya menjadi matahari. Dari teori ± teori di atas dapat di simpulkan bahwa, Bumi terbentuk dari bagian kecil ringan yang terlempar ke luar saat gumpalan kabut raksasa berotasi, atau meledak. Secara structural, Bumi tersusun atas 3 lapisan, 1. Kerak Bumi (crush), (  )

Lapisan dimana makhluk hidup tinggal. 2. Mantel/selubung Bumi, (  )

Lapisan yang mengandung banyak batuan padat.

19

3. Inti Bumi (core), ( 

Penyusun lapisan ini adalah logam besi(90%), nikel(8%), dll. Secara kimia, Bumi terbagi atas 4 bagian : 1. Atmosfer, lapisan udara yang menyelimuti bumi secara menyeluruh. Fungsi atmosfer antara lain : a) b) c) d) hidup. 2. Hidrosfer, merupakan lapisan air yang menyelimuti permukaan bumi yaitu sekitar 71% permukaan bumi merupakan wilayah perairan. Hidrosfer meliputi samudera, laut, sungai, danau, gletser, salju, air tanah, serta uap air di atmosfer. 3. Lithosfer 4. Biosfer. Mengurangi radiasi matahari Mendistribusikan air ke berbagai wilayah permukaan bumi. Sebagai penahan meteor yang jatuh ke Bumi. Menyediakan okisgen dan karbon dioksida bagi seluruh makhluk

Sistem koordinat geografi digunakan untuk menunjukkan suatu titik di Bumi berdasarkan garis lintang dan garis bujur. Garis lintang yaitu garis vertikal yang mengukur sudut antara suatu titik dengan garis katulistiwa. Garis bujur yaitu horizontal yang mengukur sudut antara suatu titik dengan titik nol di Bumi yaitu Greenwich di London Britania Raya yang merupakan titik bujur 0° atau 360° yang diterima secara internasional.

Rotasi Bumi adalah perputaran Bumi pada porosnya. Lama rotasi Bumi adalah 23 jam 56 menit. Revolusi Bumi adalah perederan Bumi mengelilingi matahari. Lama revolusi Bumi adalah 365 hair 6 jam 9 menit. Akibat Rotasi dan Revolusi Bumi: 1. Adanya pergantian siang dan malam. 2. Adanya pergantian musim. 3. Matahari terbit di timur dan tenggelam di barat. 4. Bertiupnya angin darat dan angin laut. 5. Terjadinya gerhana matahari.

Gravitasi adalah gaya tarik-menarik yang terjadi antara semua partikel yang mempunyai massa di alam semesta. Gravitasi Bumi mengakibatkan semua benda akan ditarik jatuh ke Bumi.

20

Bulan adalah satelit alami yang mengelilingi planet bumi yang dapat dilihat secara langsung dengan mata telanjang tanpa bantuan alat apapun. Secara umum bulan bergerak relatip dalam tiga gerakan, 1.Rotasi, Rotasi adalah perputaran satelit bulan pada porosnya seperti bumi berputar pada porosnya setiap hari. Saat ini bulan berotasi setiap 27,3 hari sekali.

2. Revolusi Terhadap Planet Bumi, Bulan sebagai satelit alami bumi juga berputar mengelilingi bumi dalam jangka waktu 27,3 hari.

3. Revolusi Terhadap Matahari Bersama Bumi, Bulan bersama-sama dengan planet bumi juga mengelilingi matahari. Seperti yang kita ketahui bahwa waktu yang dibutuhkan oleh bumi untuk beredar mengelilingi matahari adalah 365.25 hari.

Dua teori tentang terbentuknya alam semesta yaitu : 1. Teori Ledakan 2. Teori Ekspansi dan Kontraksi Berdasarkan pengamatan, dapat dibedakan tiga macam galaksi :
y

Galaksi berbentuk spiral (spiral galaxis) jumlah 80% berstruktur paling sempurna yang teridiri dari 3 bagian : 1) Pusat spiral galaksi yang terdiri dari gugusan bintang yang berbentuk bulat. 2) Lingkaran yang membungkus pusat spiral. 3) Piringan dengan lengan spiral. Macam ± macam galaksi spira yaitu; galaksi Bima Sakti, galaksi

Andromeda, galaksi Dolar Perak (silvery coin), galaksi Roda Biru (blue pin wheel), galaksi Pusaran Air, kabut magellan.

y

Galaksi Ellips (Elliptical Galaxis) Galaksi ini meliputi jumlah 17% dari semua galaksi yang sudah diketahui,

galaksi ini berbentuk ellips, merupakan bangunan yang sederhana karena hanya terdiri atas :

21

1. pusat roda 2. selubung yang membungkus pusat.

y

Galaksi tidak beraturan (Irregular Galaxis) Galaksi ini berjumlah kurang dari 3% dari semua galaksi yang sudah

ditemukan. Galaksi ini terlihat sebagai gumpalan datar atau onggokan bintang yang semakin menebal, sebagian menipis dalam batas-batas yang tidak jelas.

Tata Surya adalah kumpulan benda langit yang terdiri atas sebuah bintang yang disebut Matahari dan semua objek yang terikat oleh gaya gravitasinya. Terdiri dari : Matahari, merupakan pusat tata surya. Planet dalam, Merkurius (57,9 juta km), Venus (108 juta km), Bumi (150 juta km), Mars (228 juta km). Sabuk asteroid, yaitu terdapat suatu daerah antara Mars dan Yupiter yang, kumpulan batuan metal dan mineral. Planet luar, Yupiter (779 juta km), Saturnus (1.430 juta km), Uranus (2.880 juta km), dan Neptunus (4.500 juta km). Sabuk kuiper, adalah sebuah cincin raksasa mirip dengan sabuk asteroid, tetapi komposisi utamanya adalah es. Sabuk ini terletak antara 30 dan 50 SA, dan terdiri dari benda kecil Tata Surya. Planet kecil, Ceres (415 juta km. di sabuk asteroid; dulunya diklasifikasikan sebagai planet kelima), Pluto (5.906 juta km.; dulunya diklasifikasikan sebagai planet kesembilan), Haumea (6.450 juta km), Makemake (6.850 juta km), dan Eris (10.100 juta km).

3.2 Saran Masukan dan saran ± saran.

22

DAFTAR PUSTAKA
Varberg, D & Purcell, E.J. 1997. Future Science. Prentice Hall. http://the-gasbor.blogspot.com/2009/11/struktur-lapisan-bumi-kita.html http://artikelindonesia.com/teori-pembentukan-bumi.html http://nessyoctavia.wordpress.com/2009/03/10/tata-koordinat-bumi/ http://www.pesantrenpajagalan.com/rotasi-dan-revolusi-bumi/ http://ms.wikipedia.org http://duhgusti.com http://wapedia.mobi/id http://wikipedia.com http://www.eramuslim.com http://www.crayonpedia.org/mw/Rotasi_dan_Revolusi http://c-o-r-n-e-r.blogspot.com/2007/09/alam-semesta.html http://arifleader.blogspot.com/2010/03/teori-terbentuknya-tata-surya.html http://id.wikipedia.org/wiki/Tata_Surya http://id.wikipedia.org/wiki/BUMI http://id.wikipedia.org/wiki/Gravitasi http://id.wikipedia.org/wiki/Bulan

23

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->