P. 1
Makalah Sarana Prasarana

Makalah Sarana Prasarana

|Views: 5,026|Likes:

More info:

Published by: Julio Anthony Leonard on Jul 20, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/25/2013

pdf

text

original

1

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Sekolah merupakan sebuah sistem yang memiliki tujuan. Berkaitan dengan upaya mewujudkan tujuan tersebut, seringkali masalah dapat muncul. Masalahmasalah itu dapat di kelompokan sesuai dengan tugas-tugas administratif yang menjadi tanggung jawab administrator sekolah, sehingga merupakan substansi tugastugas administratif kepala sekolah selaku administrator. Di antaranya adalah tugas yang di kelompokan menjadi substansi perlengkapan sekolah. Upaya peningkatan mutu pendidikan di sekolah perlu didukung kemampuan manajerial Kepala Sekolah. Kepala Sekolah hendaknya berupaya untuk

mendayagunakan sumber-sumber, baik personal maupun material, secara efektif dan efisien guna menunjang tercapainya tujuan pendidikan di sekolah secara optimal. Manajemen sekolah akan efektif dan efisien apabila didukung oleh sumber daya manusia yang profesional untuk mengoperasikan sekolah, kurikulum yang sesuai dengan tingkat perkembangan dan karakteristik siswa, kemampuan dan commitment (tanggung jawab terhadap tugas) tenaga kependidikan yang handal, dan kesemuanya itu di dukung sarana-prasarana yang memadai untuk mendukung kegiatan belajar-mengajar, dana yang cukup untuk menggaji staf sesuai dengan fungsinya, serta partisipasi masyarakat yang tinggi. Bila salah satu hal diatas tidak sesuai dengan yang diharapkan atau tidak berfungsi sebagaimana mestinya, maka efektivitas dan efisiensi pengelolaan sekolah kurang optimal. Dengan demikian harus ada keseimbangan antara komponen-komponen di atas. Untuk mencapai

keseimbangan tersebut, di perlukan pengelola yang mengerti dan memahami prinsipprinsip dalam pegelolaan sarana prasarana sekolah untuk tercapai ya tujuan n pendidikan tertentu.

tujuan manajemen sarana prasarana pendidikan adalah memberi layanan secara profesional di bidang sarana prasarana pendidikan dalam rangka terselenggaranya proses pendidikan secara efektif dan efisien. Secara rinci tujuannya adalah sebagai berikut : 1) Untuk mengupayakan pengadaan serana dan prasarana pendidikan melalui sistem perencanaan dan pengadaan yang hati-hati dan seksama. . Dengan perkataan ini. 3) Untuk menupayakan pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah. melalui manajemen perlengkapan pendidikan di harapkan semua perlengkapan yang di dapatkan oleh sekolah adalah serana dan serana pendidikan yang berkualitas tnggi. sehingga keberadaannya selalu dan kondisi siap pakai setiap di perlukan oleh semua personel sekolah. RUMUSAN MASALAH 1) Apa yang di maksud dengan manajemen sarana prasarana / fasilitas pendidikan ? 2) Apa saja ruang lingkup dalam pelaksanaan pemenuhan sarana prasarana pendidikan tersebut ? 3) Bagaimana prinsip.prinsip manajemen sarana prasarana pendidikan ? 4) Bagaimana proses yang harus di lakukan dalam manajemen serana prasarana pendidikan ? 5) Bagaimana hubungan sarana prasarana dengan program pengajaran ? 6) Bagaimana tanggung jawab kepala sekolah dan kaitannya dengan pengurusan dan prosedur sarana prasarana ? 7) Bagaimana prosedur pengadaan dan pendistribusian sarana prasarana sekolah ? C. 2) Untuk mengupayakan pemakaian sarana prasarana sekolah secara tepat dan efisien. TUJUAN Secara umum. dan dengan dana yang efisien.2 B. sesuai dengan kebutuhan sekolah.

atau juga sering disebut dengan fasilitas sekolah. Sedangkan menurut keputusan menteri P dan K No. ruang dan sebagainya. pengorganisasian. pengarahan. Secara sederhana. seperti: ruang . dan pengawasan disebut manajemen (Sergiovanni. Sedangkan sarana pendidikan adalah semua perangkat peralatan. lapangan olahraga. Perlengkapan sekolah. bahan dan perabot yang secara langsung digunakan dalam proses pendidikan di sekolah. perpustakaan. manajemen sarana prasarana sekolah dapat didefinisikan sebagai proses kerja pendayagunaan semua perlengkapan pendidikan secara efektif dan efisien.079/1975. atau administrasi pendidikan (educational administration). Pendayagunaan melalui tahapan proses yang meliputi perencanaan. Manajemen merupakan proses pendayagunaan semua sumber daya dalam rangka mencapai tujuan yang telah di tetapkan. Berdasarkan uraian singkat di atas dapat dikatakan bahwa manajemen perlengkapan sekolah merupakan salah satu bagian kejian dalam administrasi sekolah ( school administation ). PENGERTIAN Dalam rangka melaksanakan tugas-tugas yang dikelompokkan sebagai substansi perlengkapan sekolah itu. buku. dapat dapat di kelompokan menjadi sarana pendidikan dan prasarana pendidikan Prasarana pendidikan adalah semua perangkat kelengkapan dasar yang secara tidak langsung menunjang proses pendidikan di sekolah. 1987 ). sarana pendidikan terdiri dari 3 kelompok besar yaitu: 1) Bangunan dan perabot sekolah 2) Alat pelajaran yang terdiri dari pembukauan dan alat-alat peraga dan labolatarium 3) Media pendidikan yang dapat dikelompokan menjadi audiovisual yang menguanakan alat penampil dan media yang tidak menggunakan alat penampil. . di gunakan suatu pendekatan administratif tertentu yang disebut juga manajemen. bangunan sekolah. Dalam pendidikan misalnnya lokasi atau tempat. labolatarium dan sebagainya.3 BAB II PEMBAHASAN A. yang merupakan istilah yang cukup populer.

Maka perlengkapan sekolah hendaknya di lengkapi dengan petunjuk teknis penggunaan dan pemeliharaannya. pada setiap seorang personel sekolah akan menggunakannya. . prinsip prinsip yang dimaksud adalah : 1) Prinsip pencapaian tujuan 2) Prinsip efisiensi 3) Prinsip administratif 4) Prinsip kejelasan tanggung jawab 5) Prinsip kekohesifan 1) Prinsip Pencapaian Tujuan Pada dasarnya manajemen perlengkapan sekolah di lakukan dengan maksud agar semua fasilitas sekolah dalam keadaan kondisi siap pakai. RUANG LINGKUP ADMINISTRASI SARANA PRASARANA Agar tujuan-tujuan manajemen perlengkapan bisa tercapai ada beberapa prinsip yang perlu di perhatikan dalam mengelola perlengkapan di sekolah. Sebagai upaya penerapannya. Selanjutnya. Petunjuk teknis tersebut di komunikasikan kepada semua personil sekolah yang di perkirakan akan menggunakannya. Oleh sebab itu. 2) Prinsip Efisiensi Dengan prinsip efisiensi semua kegiatan pengadaan sarana dan prasarana sekolah di lakukan dengan perencanaan yang hati. sehingga dapat mengurangi pemborosan.4 B. peraturan. bilaman di pandang perlu. Dengan prinsip efisiensi berarti bahwa pemakaian semua fasilitas sekolah hendaknya dilakukan dengan sebaik-baiknya. manajemen perlengkapan sekolah dapat di katakan berhasil bilaman fasilitas sekolah itu selalu siap pakai setiap saat. instruksi. Dengan prinsip administratif berarti semua perilaku pengelolaan perlengkapan pendidikan di sekolah itu hendaknya selalu memperhatikan undang-undang. sehingga bisa memperoleh fasilitas yang berkualitas baik dengan harga yang relatif murah. dan pedoman yang telah di berlakukan oleh pemerintah. 3) Prinsif administratif Di Indonesia terdapat sejumlah peraturan perundang-undangan yang berkenaan dengan sarana dan prarana pendidikan sebagai contoh adalah peraturan tentang inventarisasi dan penghapusan perlengkapan milik negara. di lakukan pembinaan terhadap semua personel.

penetapan kebutuhan. walaupun semua orang yang terlibat dalam pengelolaan perlengkapan itu telah memiliki tugas dan tanggung jawab masing-masing. Oleh karena besar. C. Satu hal yang perlu di pertegas dalam definisi tersebut adalah bahwa manajemen sarana prasarana sekolah merupakan suatu proses pendayagunaan yang sasarannya adalah perlengkapan pendidikan. Akhir. seperti perlengkapan sekolah. namun antara satu dengan yang lainnya harus selalu bekerja sama dengan baik.5 setiap penanggung jawab pengelolaan perlengkapan pendidikan hendaknya memahami semua peraturan perundang-undangan tersebut dan menginformasikan kepada semua personel sekolah yang di perkirakan akan berpartisipasi dalam pengelolaan perlengkapan pendidikan 4) Prinsip Kejelasan Tanggung Jawab Di Indonesia tidak sedikit adanya kelembagaan pendidikan yang sangat besar dan maju. Bilaman hal itu terjadi maka perlu adanya pengorganisasian kerja pengelolaan perlengkapan pendidikan. . penerimaan. media pengajaran.akhir ini banyak sekali uraian tentang langkah-langkah manajemen sarana prasarana sekolah sebagaimana di kemukakan oleh para teoritisi penggelolaan perlengkapan pendidikan. pembelian. dan perlengkapan lainnya. Oleh kerena itu. PROSES. sarana dan prasarananya sangat banyak sehingga manajemennya melibatkan banyak orang. analisis anggaran. seleksi. manajeman perlengkapan sekolah itu terwujud sebagai suatu proses yang terdiri atas langkah langkah tertentu secara sistematis. Dalam pengorganisasiannya. perlengkapan perpustakaan.PROSES MANAJEMEN SARANA PRASARANA Sebelum telah di tegaskan bahwa manajemen sarana prasarana sekolah merupakan proses kerjasama pendayagunaan semua perlengkapan sekolah secara efektif dan efisien. semua tugas dan tanggung jawab semua orang yang terlibat itu perlu di deskripsikan dengan jelas 5) Prinsip Kekohesfan Dengan prinsip kekohesfan berarti manajemen perlengkapan pendidikan di sekolah hendaknya terealisasikan dalam bentuk proses kerja sekolah yang sangat kompak. Stoops dan Johnson (1967) pernah menggungkapkan bahwa langkah-langkah manajemen sarana prasarana pendidikan itu meliputi analisis kebutuhan.

Titik berat dalam hal ini adalah kepada belajar yang dikaitkan dengan masalah-masalah dan kebutuhan serta kegunaan hasil belajar nanti di dalam kehidupannya. semua hasil inventarisasi dan penghapusan tersebut dijadikan analisis kebutuhan untuk pengadaan perlengkapan sekolah pada masa berikutnya. proses manajemen perlengkapan sekolah dapat di tampilkan sebagaimana pada gambar 1. HUBUNGAN SARANA PRASARANA DENGAN PROGRAM PENGAJARAN Jenis peralatan dan perlengkapan yang di sediakan di sekolah dan cara -cara pengadministrasiannya mempunyai pengaruh besar terhadap program mengajar± belajar. Sementara pakar manajemen pendidikan lainnya menyimpulkan bahwa manajemen sarana prasarana pendidikan disekolah itu meliputi analisis dan penyusunan kebutuhan.6 penyimpanan. semua perlengkapan sekolah hendaknya selalu dipelihara. inventarisasi dan pemeliharaan. Oleh karena itu. Begitu perlengkapan sekolah yang diadakan itu diterima. . Dengan demikian. pengadaan. Pada gilirannya nanti. pemakaian. sehingga secara keseluruhan dalam keadaan siap pakai.1 di bawah ini D. semua kegiatan tersebut dapat dikategorikan dengan pengadaan perlengkapan pendidikan. Apabila dalam inventarisasinya ternyata ada sejumlah perlengkapan yang sudah tidak layak pakai maka perlu dilakukan penghapusan. Semantara dipakai. inventarisasi dan penghapusan. Selanjutnya secara periodik semua perlengkapan sekolah tersebut di inventarisasikan. penyaluran. pemakaian dan pemeliharaan. penerimaan perlengkapan sekolah yang pada dasarnya dilakukan oleh pengelola perlengkapan pendidikan sebagai perencanaan pengadaan perlengkapan. sekalipun peralatan dan perlengkapan pengajaran itu keadaannya istimewa. Persediaan yang kurang dan tidak memadai akan menghambat proses belajar mengajar. Karena penyediaan sarana pendidikan di suatu sekolah haruslah di sesuaikan dengan kebutuhan anak didik serta kegunaan hasilnya di masa-masa mendatang. Kegiatan seperti analisis dan penyusunan kebutuhan. pendistribusian. pembelian. Demikian pula administrasinya yang jelek akan menurangi kegunaan alatalat dan perlengkapan tersebut. lalu semuanya disimpan untuk di distribusikan kepada unit-unit yang akan memakainya.

Salah satu tugas utama utama kepala sekolah dalam pengadministrasian sarana prasarana ialah bersama-sama dengan staf menyusun daftar kebutuhan mereka akan alat-alat sarana tersebut dan mempersiapkan perkiraan tahunan untuk di usahakan penyediaannya. sehingga merupakan substansi tugas.7 E. Kemudian menyimpan dan memelihara serta mendistribusikan kepada guru-guru yang bersangkutan. yaitu: a) Semua alat-alat dan perlengkapan harus di simpan di tempat-tempat yang bebas dari factor-faktor perusak seperti: panas. 2) Menyimpan dan mendistribusikan Ada beberapa prinsip administrasi penyimpanan peralatan dan perlengkapan pengajaran sekolah. TANGGUNG JAWAB KEPALA SEKOLAH DAN KAITANNYA PENGURUSAN DAN PROSEDURS SARANA-PRASARANA Sekolah merupakan sistem yang memiliki tujuan.tugas administratif kepala sekolah selaku administrator. Di antaranya adalah tugas yang dikelompokkan menjadi substansi perlengkapan sekolah.lapuk. b) Harus mudah dikerjakan baik untuk menyimpan maupun yang keluar alat. Masalah-masalah itu dapat dikelompokkan sesuai dengan tugas-tugas administratif yang menjadi tanggung jawab administrator sekolah. Sedangkan untuk alat-alat yang belum di standardisasi. Berkaitan dengan upaya mewujudkan tujuan tersebut. serangkaian masalah dapat muncul. dan menginventarisasi alatalat atau sarana tersebut pada akhir tahun pelajaran. c) Mudah di dapat bila sewaktu-waktu di perlukan . 1) Mempersiapkan perkiraan tahunan Biasanya kepala sekolah membuat daftar alat-alat yang diperlukan di sekolahnya sesuai dengan kebutuhannya dengan daftar alat yang standadisasi. kepala sekolah bersama-sam menyusun daftar kebutuhan sekolah masing-masing. lembab.dan serangga.

dan untuk menjaga tingkat persediaan barang setiap tahun dan anggaran mendatang. Janes menegaskan bahwa perencanaan pengadaan perlengkapan pendidikan di sekolah di awali dengan menganalisis jenis pengalaman pendidikan yang di berikan di sekolah itu.8 d) Semua penyimpanan haris di administrasikan menurut ketentuan bahwa persediaan lama harus lebih dulu di pergunakan e) Harus diadakan inventarisasi secara berkala f) Tanggungjawab untuk pelaksanaan yang tepat dari tiap-tiap penyimpanan harus di rumuskan secara terperinci dan di fahami dengan jelas oleh semua pihak yang berkepentingan. maksudnya bila di perlukan sewaktu-waktu segara dapat di sediakan. yaitu Jame J. Pengadaan perlengkapan pendidikan seharusnya di rencanakan dengan hati-hati sehingga semua pengadaan perlengkapan sekolah itu selalu sesuai dengan pemenuhan kebutuhan di sekolah. antara lain adalah seorang teoritisi administrasi pendidikan. atau sebabsebab lain yang dapat di pertanggung jawabkan sehingga memerlukan pergantian. di hapuskan. Pendistribusian peralatan dan perlengkapan pengajaran ini harus berada dalam tanggungjawab salah seorang anggota staf yang di tunjuk. Karena pelaksanaan tanggungjawab ini hanya bersifat ketatausahaan maka kurang tepat jika kepala sekolah atau sendiri yang langsung melaksanakannya. Janes . Pengadaan perlengkapan pendidikan biasanya dilakukan untuk memenuhi kebutuhan sesuai dengan perkembangan pendidikan di suatu sekolah menggantikan barang-barang yang rusak. Yang paling tepat adalah pegawai tata usaha. hilang. PENGADAAN DAN DAN PENDISTRIBUSIAN SARANA PRASARANA SEKOLAH Aktivitas pertama dalam manjemen sarana prasarana pendidikan adalah pengadaan sarana prasarana pendidikan. Jones (1969). Kebijaksanaan pendistribusian ini hendaklah di tekankan kepada prinsip efisien dan pleksibilitas. F. 1) Prosedur Perencanaan Perlengkapan Sekolah Akhir-akhir ini telah banyak teoritisi mendeskripsikan langkah-langkah perencanaan perlengkapan pendidikan di sakolah.

Agar prisip-prinsip tersebut betul-betul terpenuhi. perlengkapan yang sudah di miliki. metode pengajaran. b) Melakuakan survey keseluruh unit sekolah untuk menyususn master plan untuk jangka waktu tertentu. semua pihak yang di libatkan atau di tunjuk sebagai panitia perencanaan pengadaan perlengkapan sekolah perlu mengetahui dan mempertimbangkan program pendidikan. c) Memilih kebutuhan utama berdasarkan hasil survei. Dalam hubungannya dengan program pendidikan yang perlu di perhatikan adalah organisasi kurikulum sekolah. rinci. dan harga pasar. dan teliti berdasarkan informasi dan realistis tentang kondisi sekolah. Ada beberapa karakteristik esensial perencanaan pengadaan perlengkapan sekolah. Berdasarkan uraian tentang prosedur perencanaan pengadaan di atas dapat di tegaskan bahwa perencanaan perencanaan perlengkapan sekolah tidaklah mudah. Perencanaan perlengkapan pendidikan bukan sekedar sebagai upaya mencari ilham. yaitu sebagai berikut : . dan media pengajaran yang di perlukan. e) Merancang setiap proyek yang terpisah-pisah sesuai dengan spesifikasi pendidikan yang diusulkan. d) Mengembangkan educational specification untuk setiap proyek yang terpisah-pisah dalam usaha master plan. f) Mengembangkan dan menguatkan tawaran atau kontrak dan melaksanakan sesuai dengan gambaran kerja ang diusulkan. melainkan upaya memikirkan perlengkapan yang di perlukan di masa yang akan datang dan bagaimana pengadaannya secara sistematis. dana yang tersedia.9 mendeskripsikan langkah-langkah perencanaan pengadaan perlengkapan sekolah sebagai berikut : a) Menganalisis kebutuhan pendidikan suatu masyarakat dan menetapakan program untuk masa yang akan datang sebagai dasar untuk menevaluasi keberadaan fasilitas dan membuat model perencanaan perlengkapan yang akan datang. g) Melenkapi perlengkapan gedung dan meletakannya sehingga siap untuk digunakan.

dan harganya. Artinya dalam kerangka MPMBS atau MBS semua bentuk penyerahan perlengkapan pemerintah kesekolah harus di ubah dari bentuk pemberian dana ke dalam bentuk block grand kepada sekolah. b) Objek pikir dalam perencanaan perlengkapan sekolah adalah upaya memenuhi sarana prasarana pendidikan yang di butuhkan sekolah. merek. jenis. 3) Pendistribusian Sarana Prasarana Sekolah Penditribusian atau penyaluran perlengkapan merupakan kegiatan pemindahan barang dan tanggung jawab penyimpanan kepada unit-unit atau orang-orang yang membutuhkan barang itu. 2) Pengadaan Perlengkapan Sekolah Pengadaan perlengkapan pendidikan pada dasarnya merupakan upaya merealisasikan rencana pengadaan perlengkapan yang telah di susun sebelumnya sering kali sekolah mendapat bantuan saran prasarana pendidikan dari pemerintah. c) Tujuan perencanaan perlengkapan sekolah adalah efektifitas dan efisiensi dalam pengadaan perlengkapan sekolah. Di sisi lain. baik dengan menggunakan dana bantuan pemerintah maupun dana sekolah sendiri. d) Perencanaan perlengkapan sekolah seherusnya memenuhi prinsip-prinsip sebagai berikut: y y y y Harus betul-betul merupakan proses intelektual. dalam kerangka peningkatan mutu pendidikan berbasis sekolah (PMPBS). serta prediksi populasi sekolah. sesuai dengan kenyataan anggaran. kemudian kepala sekolah bersama guru dan bila perlu.10 a) Merupakan proses menetapkan dan memikirkan. Dalam prosesnya ada 3 hal yang harus di perhatikan yaitu . Dinas Pendidikan Nasional Provinsi. pengadaan perlengkapan sekolahharus di lakukan sendiri oleh sekolah. Di dasarkan pada analisis kebutuhan melalui studi komprehensif menganai masyarakat sekolah dan kemungkinan pertumbuhannya. pengurus komite merencanakan dan melakukan pengadaan sendiri perlengkapan yang di butuhkan secara efektif dan efisien. atau dalam ramgka Manajemen Berbasis Sekolah (MBS). baik jumlah. dalam hal ini Departemen Pendidikan Nasional. Visualisasi hasil perencanaan perlengkapan sekolah harus jelas dan rinci. Harus realistis. dan Dinas Pendidikan Nasional Kota/Kabupaten.

Sedangkan dengan menggunakan sistem pendistribusian tidak langsung berarti barang-barang yang sudah di terima dan sudah di inventarisasikan tidak secara langsung di salurkan. c) Penyerahan barang. baik jumlah maupun jenisnya. Barang yang telah di terima di investarisasikan oleh panitia pengadaan. Dalam rangka itu paling tidak 3 langkah yang sebaiknya di tempuh pleh bagian penanggung jawab penyimpanan atau penyaluran.11 ketepatan barang yang di sampaikan. yaitu : a) Penyusunan alokasi barang. Dengan menggunakan sistem pendistribusian langsung. kualitas. Dengan terlebih dahulu di lakukan penyusunan olokasi pendistribusian barang-barang yang telah di terima oleh sekolah yang dapat di selurkan sesuai dengan kebutuhan barang pada bagian-bagian sekolah. dan kuantitas barang yang ada. . Berdasarkan keseluruhan uraian tentang distribusi di atas dapat di tegaskan bahwa pada dasarnya ada 2 sistem pendistribusian barang yang dapat di tempuh oleh pengelola perlengkapan sekolah. pengelolaan perlengkapan sekolah akan mengalami kesulitan dalam membuat laporan pertanggung jawabannya. semakin jelas pula pelimpahan tanggung jawab pada penerima. Semakin jelas alokasinya. dengan melihat kondisi. Tujuan akhir penyusunan alokasi tersebut pada akhirnya adalah untuk menghindari pemborosan yang seharusnya tidak terjadi. ketepatan sasaran penyampaiannya. tidak berarti semua personil sekolah bisa menggunakan secara bebas. berarti barang-barang yang sudah di terima dan di inventarisasikan langsung di salurkan pada bagian-bagian yang membutuhkan tanpa melalui proses penyimpanan terlebih dahulu. Barang-barang tersebut perlu di atur lebih lanjut untuk memudahkan oengawasan dan pertanggung jawaban. yaitu sistem langsung dan sistem tidak langsung. b) Pengiriman barang. Dengan demikian pendistribusian akan lebih mudah di laksanakan dan di kontrol setiap saat. setelah kebenaranmya di periksa berdasarkan daftar yang ada perlu surat pengantar. perlu adanya penyusunan alokasi pendistribusian. Dalam kaitan dengan perihal di atas. ketepatan kondisi barang yang di salurkan. Apabila pendistribusiannya tidak di atur dengan sebaik-baiknya.

Ada beberapa asas pendistribusian yang perlu di perhatikan. . Dalam rangka mempermudah pengawasannya perlu di buat kartu stok barang yang di tempelkan pada barang tersebut untuk mempermudah dalam pengenalan dan pengawasan. dalam pendistribusian harus memenuhi beberapa asas pendistribusian.12 melainkan harus di simpan terlebih dahulu di gudang penyimpanan dengam teratur.yaitu : 1) Asas ketepatan 2) Asas kecepatan 3) Asas keamanan 4) Asas ekonomi Namun jika di gunakan sistem pendistribusian tidak langsung maka barangbarang yang perlu di simpan di gudang perlu mendapatkan pengawasan yang efektif. Hal ini biasanya di gunakan apabila barang-barang yang lalu ternyata masih tersisa. Untuk dapat di katakan berjalan secara efektif.

13 BAB III PENUTUP I. 4) TIM. Bandung. Sarana dan Prasarana Tunjang Kualitas Pendidikan. sbb : 1) Hendaknya kepala sekolah sebagai administrator tidak terlalu menyibukkan dirinya secara langsung dengan urusan pelaksanaan administrasi peralatan dan perlengkapan pengajaran 2) Melakukan sisi pencatatan yang tepat sehingga mudah di kerjakan 3) Administrasi peralatan dan perlengkapan pengajaran harus senantiasa di tinjau dari segi pelayanan untuk turut memperlancar pelaksanaan program pengajaran Kondisi-kondisi di atas akan terpenuhi jika administrator mengikutsertakan semua guru dalam perencanaan seleksi. DAFTAR PUSTAKA 1) Bafadal Ibrahim. Jakarta. Yogkarta. 2003.. Jakarta. PT BUMIKARSA. 2007. Manajemen Pendidikan. 2) TIM. SARAN DAN KESIMPULAN Pelaksanaan administrasi peralatan dan perlengkapan sudah merupakan pekerjaan rutin dan orang-orang di hadapkan kesukaran-kesukaran yang kurang berarti. namun untuk penyempurnaan pekerjaan para ahli menyarankan beberapa pedoman pelaksanaan administrasinya. © Harian Sinar Harapan. 2001. distribusi dan penggunaan serta pengawasan peralatan dan perlengkapan pengajaran. PT REMAJA ROSDAKRYA. UNY Press. 3) Ihwal Chairul. 2004. Manajemen Perlengkapan Sekolah. Problematika dan Tantangannya. . Administrasi dan Supervisi Pendidikan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->