MEKANISME KERJA OTOT Adi Gunawan M.

S Di balik mekanisme otot yang secara eksplisit hanya merupakan gerak mekanik itu, terjadilah beberapa proses kimiawi dasar yang berseri demi kelangsungan kontraksi otot. Dalam makalah ini, dengan tujuan akhir pada penjelasan lengkap tentang proses di balik kontraksi otot, akan dibahas dahulu mengenai zat-zat kimia penyusun filamen-filamen tebal dan tipis yaitu aktin dan miosin. Akhirnya, penjelasan tentang model ³perahu dayung´ sebagai fasilitator pemahaman mekanisme kontraksi otot dapat tercapai. Hampir semua jenis makhluk hidup memiliki kemampuan untuk melakukan pergerakan. Fenomena pergerakan ini dapat berupa transport aktif melalui membran, translokasi polimerase DNA sepanjang rantai DNA, dan lain-lain termasuk kontraksi otot. Pada makalah ini, fokus perhatian kita adalah otot lurik (=striated). Di samping itu, otot halus juga dibahas sedikit karena sebagian besar mekanismenya mirip dengan mekanisme otot lurik. Untuk dapat menjelaskan mekanisme kontraksi otot, pertama-tama struktur otot akan dibahas. 

Struktur Otot Lurik Otot pengisi atau otot yang menempel pada sebagian besar tulang kita (=skeletal) tampak bergaris-garis atau berlurik-lurik jika dilihat melalui mikroskop. Otot tersebut terdiri dari banyak kumpulan (bundel) serabut paralel panjang dengan diameter penampang 20-100 Qm yang disebut serat otot. Panjang serat otot ini mampu mencapai panjang otot itu sendiri dan merupakan sel-sel berinti jamak (=multinucleated cells). Serat otot sendiri tersusun dari kumpulankumpulan paralel seribu miofibril yang berdiameter 1-2 Qm dan memanjang sepanjang sebuah serat otot. Struktur ini dapat dilihat pada gambar1.

Garis-garis pada otot lurik disebabkan oleh struktur miofibril-miofibril yang saling berkaitan. Pada gambar 2, terlihat bahwa lurik itu merupakan daerah dengan densitas / kepadatan yang silih berganti (antara padat dan renggang) dengan sebutan luriklurik A dan lurik-lurik I. Pola-pola itu berepetisi dengan teratur sehingga tiap satu unit pola dinamakan sarkomer. Sarkomer memiliki panjang 2.5 - 3.0 Qm pada otot yang rileks dan akan memendek saat otot berkontraksi. Antara sarkomer satu dengan lainnya, terdapatlah lapisan gelap disebut disk Z (=piringan Z). Lurik A terpusat pada daerah terang yang dinamakan daerah H yang peusatnya terletak pada lurik / disk M. Jika kita melihat gambar 2 lebih teliti lagi, maka terdapat sekelompok filamen yang tebal dan filamen tipis. Filamenfilamen tebal dengan diameter 150 Angstrom itu tertata secara paralel heksagonal dalam daerah yang disebut daerah H. Sementara itu filamen-filamen tipis dengan diameter 70 Angstrom memiliki ujung yang terkait langsung dengan disk Z. Daerah yang terlihat gelap pada

ujung-ujung daerah A merupakan tempat relasi-relasi antara filamen tebal dan filamen tipis. Relasi-relasi ini berupa cross-bridges (=jembatan-silang) yang berselang secara teratur. a. Filamen-filamen tebal tersusun dari Miosin Filamen-filamen tebal pada vertebrata (makhluk hidup bertulang belakang) hampir sebagian besar tersusun dari sejenis protein yang disebut Miosin. Molekul miosin terdiri dari enam rantai polipeptida yang disebut rantai berat dan dua pasang rantai ringan yang berbeda (disebut rantai ringan esensial dan regulatori, ELC dan RLC). Miosin termasuk protein yang khusus karena memiliki sifat berserat (=fibrous) dan globular. Struktur tersebut dapat dilihat pada gambar 3. Secara umum, molekul miosin dapat dilihat sebagai segmen berbentuk batang sepanjang 1600 Angstrom dengan dua kepala globular. Miosin hanya berada dalam wujud molekul-molekul tunggal dengan kekuatan ioniknya yang lemah. Bagaimanapun juga, protein-protein ini berkaitan satu sama lain menjadi struktur yang dapat dilihat pada gambar 4. Struktur tersebut ialah struktur dari filamen tebal yang telah dibicarakan sebelumnya. Pada struktur itu, filamen tebal merupakan suatu bentuk yang bipolar dengan kepala-kepala miosin yang menghadap tiap-tiap ujung filamen dan menyisakan bagian tengah yang tidak memiliki kepala satupun (=bare zone / jalur kosong). Kepalakepala miosin itulah yang merupakan wujud dari cross-bridges dalam perhubungannya dengan miofibrilmiofibril. Sebenarnya, rantai berat miosin berupa sebuah ATPase yang menghidrolisis ATP menjadi ADP dan Pi dalam suatu reaksi yang membuat terjadinya kontraksi otot. Jadi, otot merupakan alat untuk mengubah energi bebas kimia berupa ATP menjadi energi mekanik. Sementara itu, fungsi rantai ringan miosin diyakini sebagai modulator aktivitas ATPase dari rantai berat yang bersambungan dengannya. Di tahun 1953, Andrew Szent-Gyorgi menunjukkan bahwa miosin yang diberi tripsin secukupnya akan memecah miosin menjadi dua fragmen (Gambar 5) yaitu Meromiosin ringan (LMM) dan Meromiosin berat (HMM). HMM dapat dipecah dengan papain menjadi dua bagian lagi yaitu dua molekul identik dari subfragmen-1 (S1) dan sebuah subframen-2 (S2) yang berbentuk mirip batang. b. Filamen-filamen tipis tersusun dari Aktin, Tropomiosin dan Troponin Komponen penyusun utama filamen tipis ialah Aktin. Aktin merupakan protein eukariotik yang umum, banyak jumlahnya, dan mudah didapati. Aktin didapati dalam wujud monomer-monomer bilobal globular yang disebut G-aktin yang secara normal mengikat satu molekul ATP untuk tiap-tiap monomer. G-aktin itu nantinya akan berpolimerisasi untuk membentuk fiber-fiber yang disebut F-aktin. Polimerisasi ini merupakan suatu proses yang menghidrolisis ATP menjadi ADP dengan ADP yang nantinya terikat pada unit monomer Faktin. Sebagai hasilnya, F-aktin akan membentuk sumbu rantai utama dari filamen tipis dengan struktur yang tergambar pada gambar 6.

Tiap-tiap unit monomer F-aktin mampu mengikat sebuah kepala miosin (S1) yang ada pada filamen tebal. Mikrograf elektron juga menunjukkan bahwa F-aktin merupakan deretan monomer terkait dengan urutan kepala ekor-kepala. Maka dari itu, F-aktin memiliki wujud yang polar. Semua unit monomer F-aktin memiliki orientasi yang sama dilihat dari sumbu fiber. Filamen-filamen tipis itu juga memiliki arah yang menjauhi disk Z. Sehingga kumpulankumpulan filamen tipis yang menjulur pada kedua sisi disk Z itu memiliki orientasi yang berlawanan. Komposisi miosin dan aktin masing-masing sebesar 60-70% dan 20- 25% dari protein total pada otot. Sisa protein lainnya berkaitan dengan filamen tipis yakni Tropomiosin dan Troponin. Troponin terdiri dari tiga subunit yaitu TnC (protein pengikat ion Ca), TnI (protein yang mengikat aktin), dan TnT (protein yang mengikat tropomiosin). Dari sini, dapat disimpulkan bahwa kompleks tropomiosin - Troponin mangatur kontraksi otot dengan cara mengontrol akses cross-bridges S1 pada posisiposisi pengikat aktin. c. Protein minor pada Otot yang mengatur jaringan-jaringan Miofibril Disk Z merupakan wujud amorf dan mengandung beberapa protein berserat (fibrous). Protein-protein lain itu ialah £-aktinin (untuk mengikatkan filamen-filamen tipis pada disk Z), desmin (banyak terdapat pada daerah perifer / tepi disk Z dan berfungsi untuk menjaga keteraturan susunan antar sesama miofibril), vimentin (bersifat sama dengan desmin), titin (merupakan polipeptida dengan massa terbesar, berada sepanjang filamen tebal sampai disk Z, dan berfungsi seperti pegas yang mengatur agar letak filamen tebal tetap di tengah-tengah sarkomer), dan nebulin (berada di sepanjang filamen tipis dan berfungsi untuk mempertahankan panjang filamen). Sementara itu, disk M yang merupakan hasil penebalan akibat sambungan filamen-filamen tebal itu juga mengandung C-protein dan Mprotein. Peranan kedua protein itu ada pada susunan atau perkaitan antara filamen-filamen tebal pada disk M. Mekanisme Kontraksi Otot Setelah struktur otot dan komponen-komponen penyusunnya ditinjau, mekanismeatau interaksi antar komponenkomponen itu akan dapat menjelaskan proses kontraksi otot. a. Filamen-filamen tebal dan tipis yang saling bergeser saat proses kontraksi Menurut fakta, kita telah mengetahui bahwa panjang otot yang terkontraksi akan lebih pendek daripada panjang awalnya saat otot sedang rileks. Pemendekan ini rata -rata sekitar sepertiga panjang awal. Melalui mikrograf elektron, pemendekan ini dapat dilihat sebagai konsekuensi dari pemendekan sarkomer. Sebenarnya, pada saat pemendekan berlangsung, panjang filamen tebal dan tipis tetap dan tak berubah (dengan melihat tetapnya lebar lurik A dan jarak disk Z sampai ujung daerah H tetangga) namun lurik I dan daerah H mengalami reduksi yang sama besarnya. Berdasar pengamatan ini, Hugh Huxley, Jean Hanson, Andrew Huxley dan R.Niedergerke pada tahun 1954 menyarankan model pergeseran filamen (=filament sliding). Model ini mengatakan bahwa gaya kontraksi otot itu dihasilkan oleh suatu proses yang membuat beberapa set filamen tebal dan tipis dapat bergeser antar sesamanya. Fenomena ini terlihat pada gambar 7. b. Aktin merangsang Aktivitas ATPase Miosin

05 per detiknya. ATP terikat pada bagian miosin dari aktomiosin dan menghasilkan disosiasi aktin dan miosin. dan Milligan mengeluarkan postulat bahwa tertutupnya celah aktin akibat rangsangan (berupa ejeksi ADP) itu berperan besar untuk sebuah perubahan konformasional (yang menghasilkan hentakan daya miosin) dalam siklus kontraksi . Holden. Selanjutnya. Kompleks tersebut yang kemudian berikatan dengan Aktin pada tahap ketiga. Daya kerja ATPase miosin yang terisolasi ialah sebesar 0. Kekentalan ini dapat dikurangi dengan menambahkan ATP ke dalam larutan aktomiosin. dan Ronald Milligan telah memformulasikan suatu model yang dinamakan kompleks rigor terhadap kepala S1 miosin dan Faktin. Maka dari itu. Sementara itu. Pada tahap keempat yang merupakan tahap untuk relaksasi konformasional. c. Miosin yang merupakan produk proses ini memiliki ikatan dengan ATP. Selanjutnya. Selanjutnya.Model pergeseran filamen tadi hanya menjelaskan mekanika kontraksinya dan bukan asal-usul gaya kontraktil. Relasi kepala S1 miosin itu nampaknya berinteraksi dengan aktin melalui pasangan ion yang melibatkan beberapa residu Lisin dari miosin dan beberapa residu asam Aspartik dan asam Glutamik dari aktin. adanya aktin (dalam otot) meningkatkan laju hidrolisis ATP miosin menjadi sekitar 10 per detiknya. Holden. kita memerlukan studi kinetika kimia. Rayment. Model ini dapat dilihat pada skema gambar 8. muncullah sebutan aktin. Sebaliknya. Karena aktin menyebabkan peningkatan atau peng-akti-vasian miosin inilah. Szent-Gyorgi kembali menunjukkan mekanisme kontraksi. Pada tahap pertama. Edwin Taylor mengemukakan sebuah model hidrolisis ATP yang dimediasi / ditengahi oleh aktomiosin. kompleks aktin-miosin-ADP-Pi tadi secara tahap demi tahap melepaskan ikatan dengan Pi dan ADP sehingga kompleks yang tersisa hanyalah kompleks Aktin-Miosin yang siap untuk siklus hidrolisis ATP selanjutnya. Pencampuran larutan aktin dan miosin untuk membentuk kom-pleks bernama Aktomiosin ternyata disertai oleh peningkatan kekentalan larutan yang cukup besar. pada tahap kedua. ekor S1 mengarah sejajar sumbu filamen. untuk dapat mendapatkan penjelasan lebih tentang peranan ATP dalam proses kontraksi itu. Model untuk interaksi Aktin dan Miosin berdasar strukturnya Rayment. Melalui pengamatan dengan sinar X terhadap struktur filamen dan kondisinya saat proses hidrolisis terjadi. Pada mulanya. secara paradoks. Pada tahun 1940. Bagaimanapun juga. kita mengasumsikan jika cross-bridges miosin memiliki letak yang konstan tanpa berpindah-pindah. Kepala-kepala Miosin ³berjalan´ sepanjang filamen-filamen aktin Hidrolisis ATP dapat dikaitkan dengan model pergeseran-filamen. Akhirnya dapat disimpulkan bahwa proses terkait dan terlepasnya aktin yang diatur oleh ATP tersebut menghasilkan gaya vektorial untuk kontraksi otot. d. ATP mengurangi daya tarik atau afinitas miosin terhadap aktin. Daerah yang mirip bola pada S1 itu berikatan secara tangensial pada filamen aktin pada sudut 45o terhadap sumbu filamen. cross bridges itu harus berulangkali terputus dan terkait kembali pada posisi lain namun masih di daerah sepanjang filamen dengan arah menuju disk Z. maka model ini tak dapat dibenarkan. Daya kerja sebesar itu ternyata jauh lebih kecil dari daya kerja ATPase miosin yang berada dalam otot yang berkontraksi. ATP yang terikat dengan miosin tadi terhidrolisis dengan cepat membentuk kompleks miosin-ADP-Pi. Mereka mengamati kompleks tersebut melalui mikroskopi elektron.

Tubula tersebut merupakan pembungkus-pembungkus semacam saraf pada membran plasma fiber. Kemudian. Keadaan itu disebut keadaan transien. Secara molekuler. subunit dari troponin. Postulat ini selanjutnya mengarah pada model ³perahu dayung´ untuk siklus kontraktil yang telah banyak diterima berbagai pihak. Sinyal elektrik itu dihantar (dengan proses yang belum begitu dimengerti) menuju retikulum sarkoplasmik (SR). Sebagai akibatnya. pada tahap kelima. Pada tahap keempat. ADP dilepaskan oleh kepala S1 dan siklus berlangsung lengkap. Pada tahap ketiga. Pada mulanya. Selanjutnya. Kepala S1 melepaskan Pi yang mengakibatkan tertutupnya celah aktin sehingga afinitas kepala S1 terhadap aktin membesar. Pengaturan untuk Kontraksi Otot Gerakan otot lurik tentu dibawah komando atau suatu kontrol yang disebut impuls saraf motor. Tubula tersebut mengelilingi tiap miofibril pada disk Z masing-masing. celah aktin akan menutup kembali bersamaan dengan proses hidrolisis ATP yang menyebabkan tegaknya posisi kepala S1. Ca2+ mengatur Kontraksi Otot dengan proses yang ditengahi oleh Troponin dan Tropomiosin Sejak tahun 1940. Setsuro Ebashi menunjukkan bahwa pengaruh Ca2+ ditengahi oleh Troponin dan Tropomiosin. Perhatikan gambar 11. Posisi tegak itu merupakan keadaan molekul dengan energi tinggi (jelas-jelas memerlukan energi). Kehadiran troponin dan tropomiosin pada sistem aktomiosin tersebut meningkatkan sensitivitas sistem terhadap Ca2+. SR merupakan suatu sistem dari vesicles (saluran yang mengandung air di dalamnya) yang pipih. Dengan melihat gambar 11 maka semua sarkomer pada sebuah otot akan menerima sinyal untuk berkontraksi sehingga otot dapat berkontraksi sebagai satu kesatuan utuh. sebelum 1960. bersifat membran.otot. Gambar 9 menjelaskan tentang tahaptahap siklus tersebut. Impuls saraf melepaskan Ca2+ dari Retikulum Sarcoplasma Sebuah impuls saraf yang tiba pada sebuah persambungan neuromuskular (= sambungan antara neuron dan otot) akan dihantar langsung kepada tiap-tiap sarkomer oleh sebuah sistem tubula transversal / T. b. Di samping itu. a. kepala S1melepaskan ikatannya pada aktin. ion Kalsium diyakini turut berperan serta dalam pengaturan kontraksi otot. pada tahap akhir. merupakan satu-satunya komponen pengikat Ca2+. hentakan-daya terjadi dan suatu geseran konformasional yang turut menarik ekor kepala S1 tadi terjadi sepanjang 60 Angstrom menuju disk Z. TnC. Pada tahap kedua. proses kontraksi ini dapat dilihat pada gambar 10. ATP muncul dan mengikatkan diri pada kepala miosin S1 sehingga celah aktin terbuka. Ia menunjukkan aktomiosin yang diekstrak langsung dari otot (sehingga mengandung ikatan dengan troponin dan tropomiosin) berkontraksi karena ATP hanya jika Ca2+ ada pula. Lalu. Sistem tersebut membungkus tiap-tiap . dan berasaldari retikulum endoplasma. kepala S1 mengikatkan diri dengan lemah pada suatu monomer aktin yang posisinya lebih dekat dengan disk Z dibandingkan dengan monomer aktin sebelumnya.

Otot halus atau sering dikatakan otot polos ini berbentuk seperti spindel. tersusun oleh sel sel berinti tunggal. otot halus berperan dalam kontraksi yang lambat. dan tanpa melalui rangsang eksternal seperti pada dinding usus. Otot halus disini memiliki sifat yang sedikit berbeda dibanding otot lurik. Kemampuan SR untuk dapat menyimpan Ca2+ ditingkatkan lagi oleh adanya protein yang bersifat amat asam yaitu kalsequestrin (memiliki situs lebih dari 40 untuk berikatan dengan Ca2+). otot skeletal (lurik) dan otot cardiac masih memiliki perbedaan antar sesamanya terutama pada metabolismenya. Saat rangsangan saraf berakhir. Kedatangan impuls saraf membuat SR menjadi permeabel terhadap Ca2+. Otot cardiac harus beroperasi secara kontinu sepanjang usia hidup dan lebih banyak tergantung pada metabolisme secara aerobik. Kemudian otot menjadi rileks seperti sediakala. Membran SR yang secara normal non-permeabel terhadap Ca2+ itu mengandung sebuah transmembran Ca2+-ATPase yang memompa Ca2+ kedalam SR untuk mempertahankan konsentrasi [Ca2+] bagi otot rileks. Ca2+ berdifusi melalui saluran-saluran Ca2+ khusus menuju interior miofibril. dan tidak membentuk miofibril. Otot cardiac juga secara spontan dirangsang oleh otot jantung itu sendiri dibanding oleh rangsangan saraf eksternal (=rangsangan volunter). Kontraksi otot halus tetap dipicu oleh Ca2+ karena miosin rantai ringan kinase (=myosin light chain kinase / MLCK) secara enzimatik akan menjadi aktif hanya jika Ca2+-kalmodulin hadir. MLCK merupakan sebuah enzim yang memfosforilasi rantai ringan miosin sehingga menstimulasi terjadinya kontraksi otot halus. Walaupun begitu. Di samping itu. membran SR kembali menjadi impermeabel terhadap Ca2+ sehingga Ca2+ dalam miofibril akan terpompa keluar menuju SR. pembuluh darah besar. Akhirnya. . Proses kontraksi otot halus secara kimiawi dapat dilihat pada gambar 12. dan konsentrasi internal [Ca2+] akan bertambah. Miosin dari otot halus (protein khusus secara genetik) berbeda secara fungsional daripada miosin otot lurik dalam beberapa hal: bAktivitas maksimum ATPase hanya sekitar 10% dari otot lurik bBerinteraksi dengan aktin hanya saat salah satu rantai ringannya terfosforilasi bMembentuk filamen-filamen tebal dengan cross-bridges yang tak begitu teratur serta tersebar di seluruh panjang filamen tebal a.Akibatnya. Peningkatan konsentrasi Ca2+ ini cukup untuk memicu perubahan konformasional dalam troponin dan tropomiosin. uterus. Otot cardiac ternyata juga berlurik-lurik sehingga mengindikasikan suatu persamaan antara otot cardiac dan otot lurik. berhubungan dengan jantung) dan otot halus. Kontraksi Otot Halus dipicu oleh Ca2+ Filamen-filamen tipis otot halus memang mengandung Aktin dan Tropomiosin namun tak seberapa mengandung Troponin.miofibril hampir seperti rajutan kain. Otot Halus (Smooth Muscles) Makhluk hidup vertebrata memiliki dua jenis otot selain otot lurik yaitu otot cardiac (=kardiak. kontraksi otot terjadi dengan mekanisme ³perahu dayung´ tadi. tahan lama.

MLCK kemudian dideaktivasi. Saat [Ca2+] menurun akibat pengaruh Ca2+. Lalu.Konsentrasi intraselular [Ca2+] bergantung pada permeabilitas membran plasma sel otot halus terhadap Ca2+. Permeabilitas otot halus tersebut dipengaruhi oleh sistem saraf involunter atau autonomik. Saat [Ca2+] meningkat. rantai ringan terdefosforilasi oleh miosin rantai ringan phosphatase dan otot halus kembali rileks. Tahap-tahap kontraksi yang terjadi pada otot halus ternyata lebih lambat daripada tahap-tahap yang terjadi untuk otot lurik. kontraksi otot halus dimulai. Aktivitas Otot Halus termodulasi secara Hormonal Otot halus juga memberi tanggapan pada hormon seperti epinefrin.ATPase dari membran plasma. struktur dan pengaturan kontrol otot halus tepat dengan fungsi yang diembannya yaitu pengadaan suatu gaya tegang selama rentang waktu cukup lama namun mengkonsumsi ATP dengan laju konsumsi rendah. Pengaruh hormon tersebut juga dapat dilihat pada gambar 12. Jadi. b. .

.

.

S. Oktober 2001 (Adi Gunawan M. 6..sumber: INTEGRAL. 2. Mekanisme dan Mekanika Pergerakan Otot) . no. vol.

yang tersusun dari tulang keras (osteon) dan tulang rawan (kartilago) Fungsi kerangka: 1. Otot. ‡ Pertumbuhan tulang terjadi pada tulang rawan embrional dan kemudian pada cakra epifise.Sistem Alat Gerak / Otot pada Manusia Filed under: Sistem Gerak ² gurungeblog @ 7:23 am Tags: manusia. jantung. dan bagian-bagian tertentu pada kerangka dewasa. Tempat pembentukan sel darh merah dan sel darah putih 5. Untuk menggerakan tubuh serta menentukan bentuk tubuh. Gerakan tersebut disebabkan karena kerja sama antara otot dan tulang. dan tulang panjang. 2. Alat gerak pasif a. 3. Tempat melekatnya otot-otot 4. Tulang Keras : Merupakan bagian utama pada kerangka dewasa. Persendian dibedakan menjadi 2 yaitu: 1. ‡ Tulang rawan terdapat pada bayi. Otot mampu menggerakan tulang karena mempunyai kemampuan berkontraksi. dll. Sistem Alat Gerak Otot merupakan alat gerak aktif. Sedangkan berdasarkan bentuknya dibedakan menjadi tulang pipih. b. tulang keras dibedakan menjadi tulang kompak(padat) dan tulang spons. Melindungi alat-alat tubuh yang penting dan lemah. Berdasarkan strukturnya. Pada umumnya hewan mempunyai kemampuan untuk bergerak. ‡ Rongga di dalam tulang berisi sumsum tulang ada 2 macam yaitu sumsum kering dan sumsum merah. Tulang tidak dapat berfungsi sebagai alat gerak jika tidak digerakan oleh otot. Hubungan Sinartrosis . sehingga kuat dan keras. dan matriknya diperkuat dengan zat kapur. Kerangka manusia merupakan kerangka dalam. Susunanya terdiri dari sedikit sel-sel. Persendian Persendian adalah hubungan antara dua tulang atau lebih. Tulang Rawan : ‡ Tulang rawan hanya mengandung sedikit zat kapur sehingga lunak. tulang pendek. misalnya otak.

*-Fraktura (patah tulang) *-Fisura (retak tulang) . Contoh : Hubungan antar tulang-tulang tengkorak 2. Hubungan Diartrosis Hubungan antar tulang ini memunkinkan terjadinya gerak karena pada ujung-ujung tulang terdapat lapisan tulang rawan hyalin. terdapat pada hubungan antara : o tulang hasta dengan pengumpil o tulang kepala dengan tulang atlas ‡ Sendi Pelana. dapat menimbulkan gangguan proses pembentukan tulang. meliputi : ‡ Sendi Engsel. terdapat pada hubungan antara : o ruas-ruas jari o siku o lutut ‡ Sendi Putar. zat kapur. terdapat pada hubungan antara : o tulang lengan dengan gelang bahu o tulang paha dengan gelang panggul ‡ Sendi Kaku. yang dilumasi dengan cairan synovial. Contoh : hubungan tulang rusuk dengan tulang dada. terdapat pada hubungan antara : o tulang-tulang pergelangan tangan o tulang-tulang pergelangan kaki Kelainan Pada Tulang *-Kelainan tulang karena kebiasaan yang salah : ‡ Lordosis. tulang punggung yang bengkok ke kiri atau ke kanan *-Kelainan tulang karena kekurangan gizi ‡ Kekurangan zat gizi seperti vitamin D. dan fosfor.‡ Sinkondrosis : antara tulang dihubungkan melalui tulang rawan sehingga memungkinkan sedikit gerak akibat elastisitas tulang rawan. tulang punggung yang terlalu bengkok ke depan ‡ Kiposis. ‡ Sinfibrosis : kedua ujung tulang dihubungkan dengan jaringan ikat fibrosis yang pada akhirnya mengalami penulangan dan tidak memungkinkan adanya gerak. tulang punggung yang terlalu bengkok ke belakang ‡ Skoliosis. terdapat pada hubungan antara : o Ruas-ruas jari dengan telapak kaki ‡ Sendi Peluru. Hubungan ruas-ruas tulang belakang.

untuk menggerakkan tulang dari satu posisi ke posisi yang lain. Contoh : ± otot-otot pronator yang terletak pada lengan bawah . otot antagonis menyebabkan terjadinya gerak antagonis. yaitu cara kerja dari dua otot yang satu berkontraksi dan yang lain relaksasi. ‡ Secara sinergis atau bersamaan. otot tersebut harus mengadakan relaksasi dan tulang harus ditarik ke posisi semula. Kontraksi satu macam otot hanya mampu untuk menggerakkan tulang kesatu arah tertentu. . Jadi kedua otot berkontraksi bersama dan berelaksasi bersama. yaitu gerak otot yang berlawanan arah. Untuk itu harus ada otot lain yang berkontraksi yang merupakan kebalikan dari kerja otot pertama. yaitu cara kerja dari dua otot atau lebih yang sama berkontraksi dan sama-sama berelaksasi.*-Arthritis (radang sendi) *-Memar Sistem Otot Jenis-jenis Otot ‡ Otot Polos ‡ Otot Lurik/otot rangka ‡ Otot Jantung (miokardium) Cara Kerja Otot Dengan adanya protein khusus aktin dan miosin. Karena memendek maka tulang yang dilekati oleh otot tersebut akan tertarik atau terangkat. Contoh: Otot trisep dan bisep pada lengan atas.otot-otot dada .otot-otot perut Gerak dan Kerja Otot Kerja Otot Manusia Otot manusia bekerja dengan cara berkontraksi sehingga otot akan memendek. Jika otot pertama berkontraksi dan otot yang kedua berelaksasi. sehingga menyebabkan tulang tertarik / terangkat atau sebaliknya. kemudian kembali ke posisi semula diperlukan paling sedikit dua macam otot dengan kerja yang berbeda. Jadi. Gerak Antagonis Contoh gerak antagonis yaitu kerja otot bisep dan trisep pada lengan atas dan lengan bawah. Otot sinergis menyebabkan terjadinya gerak sinergis. mengeras dan bagian tengahnya menggelembung (membesar). otot bekerja dengan memendek (berkontraksi) dan mengendur (relaksasi) Cara kerja otot dapat dibedakan : ‡ Secara antagonis atau berlawanan. Berdasarkan cara kerjanya. otot dibedakan menjadi otot antagonis dan otot sinergis. Agar tulang dapat kembali ke posisi semula. yaitu gerak otot yang bersamaan arah.

Semua manusia pada dasarnya hampir selalu bergerak. Otot trisep adalah otot yang mempunyai tiga tendon (tiga ujung) yang melekat pada tulang dan terletak di lengan atas bagian belakang. Miosin yang berenergi tinggi ini kemudian mengikatkan diri dengan kedudukan khusus pada aktin membentuk jembatan silang. Sistem Gerak pada Manusia Di Kelas VII lalu. cobalah kamu berlomba dengan temanmu untuk menentukan siapa yang dapat bertahan paling lama dalam suatu posisi tertentu.. dan ujung miosin lalu beristirahat dengan energi rendah. Beberapa energi dilepaskan dengan cara memotong pemindahan ATP ke miosin yang berubah bentuk ke konfigurasi energi tinggi. Masih ingatkah kamu dengan permainan yang sering dilakukan oleh anak-anak SD yang mengharuskan seseorang untuk diam tidak bergerak? Ternyata. Kemudian simpanan energi miosin dilepaskan. Kemudian siklus tadi berulang Iagi. Berapa lama kamu dapat diam dalam suatu posisi tersebut? Mengapa kamu tidak dapat bertahan diam terus-menerus? Jika terlalu lama diam. pada saat inilah terjadi relaksasi. otot trisep berkontraksi dan otot bisep berelaksasi. Untuk menurunkan lengan bawah. Dengan demikian serabut otot menjadi memendek yang tetap panjangnya ialah ban A (pita gelap). kamu telah belajar bahwa salah satu ciri makhluk hidup adalah bergerak. Pada waktu kontraksi. Untuk mengangkat lengan bawah. Rangsangan yang diterima oleh asetilkolin menyebabkan aktomiosin mengerut (kontraksi). Bergerak tidak harus berarti bahwa makhluk hidup tersebut berpindah tempat dari satu tempat ke tempat lain. bukan? Jika kamu ingin mencoba. sedangkan ban I (pita terang) dan zona H bertambah pendek waktu kontraksi. filamen aktin meluncur di antara miosin ke dalam zona H (zona H adalah bagian terang di antara 2 pita gelap). Ikatan antara miosin energi rendah dan aktin terpecah ketika molekul baru ATP bergabung dengan ujung miosin. Relaksasi ini mengubah sudut perlekatan ujung myosin menjadi miosin ekor. Bergerak mencakup semua perubahan kedudukan tubuh atau bagian-bagian tubuh. otot bisep berkontraksi dan otot trisep berelaksasi.Otot bisep adalah otot yang mempunyai dua tendon (dua ujung) yang melekat pada tulang dan terletak di lengan atas bagian depan. Kontraksi otot Kontraksi otot didasarkan adanya dua set filamen di dalam sel otot kontraktil yang berupa filament aktin dan filamen miosin. kamu dapat . sulit sekali untuk diam tidak bergerak. Kontraksi ini memerlukan energi. Ujung miosin dapat mengikat ATP dan menghidrolisisnya menjadi ADP.

bukan tulang penyusun tubuh kita? Tulang-tulang tersebutlah yang menyusun bentuk tubuh kita. Otot dikatakan sebagai alat gerak aktif. Tulang. . dan otot. Perhatikan Gambar 2. Mengapa kamu merasa pegal-pegal jika diam? Untuk apa bergerak? Apakah yang menyebabkan manusia dapat bergerak? Marilah kita kaji pertanyaanpertanyaan tersebut pada bagian berikut. dan sendi. dan berlari serta melakukan berbagai aktivitas lainnya. ketiganya bersatu membentuk satu kesatuan dan memiliki fungsi yang berbeda-beda. Adapun sendi merupakan penghubung antartulang dalam tubuh. Ketiganya bekerja sama membentuk sistem gerak. sendi.merasakan otot-ototmu pegal. Sistem gerak tersebut terdiri atas tulang. otot inilah yang disebut dengan daging. Tulang merupakan alat gerak pasif. Sistem gerak inilah yang memberi bentuk tubuh. Sistem Gerak Pernahkah kamu menyadari. otot. atau disebut juga rangka tubuh. bagaimana tubuh kita dapat memiliki bentuk seperti ini? Tubuhmu dapat memiliki bentuk karena memiliki sistem gerak. Dalam kehidupan sehari-hari. A. Tulang Penyusun Rangka Tubuh Pernahkah kamu perhatikan bentuk tulang penyusun tubuh kita? Coba kamu lihat pada torso atau model rangka manusia? Banyak sekali.2 berikut. Tulang tidak dapat digerakan jika tidak terdapat otot. sebagai alat gerak. Otot inilah yang menggerakan rangka. B. jalan.

1. contohnya tulang tengkorak yang memberi bentuk pada wajah. Alat gerak pasif. Tempat melekatnya otot. tulang ubun-ubun. tulang mata. 4. Memberi bentuk. misalnya pada tulang kering (tibia) menempel otot. Di dalam tengkorak ini terdapat mata. yaitu tulang tengkorak. Tulang-tulang tersebut saling berhubungan membentuk tengkorak. tulang anggota badan. 2. 5. perhatikan gambar berikut. dan tulang anggota gerak. tulang pelipis. Tulang tengkorak tersusun atas tulang pipi. tulang dahi. . dan tulang baji. Tulang Tengkorak Tulang tengkorak merupakan tulang pembentuk kepala. 3. otak. tulang rahang. contohnya tulangtulang rusuk yang melindungi jantung dan paru-paru. Melindungi organ-organ dalam. Tulang-tulang tengkorak sebagian besar disusun tulang yang berbentuk pipih. tulang hidung. Agar lebih jelas. dan organ lainnya yang terlindung oleh tulangtulang tengkorak tersebut. Sebagai penopang tubuh. tulang penyusun rangka tubuh terbagi menjadi tiga bagian. 1. contohnya tulang kaki yang menopang seluruh tubuh. Secara garis besar.Apakah fungsi rangka tubuh bagi manusia? Rangka tubuh bagi manusia memiliki fungsi sebagai berikut.

Tulang Belakang Tulang belakang tersusun atas ruas-ruas tulang yang fleksibel. tetapi kuat. a. paru-paru. dan gelang panggul. Tulang Dada Tulang dada terletak dekat tulang rusuk atau lebih tepatnya di tengah-tengah dada. Tulang belakang terdiri atas 33 ruas.2. tulang dada. yaitu 7 ruas tulang leher. dan organ lainnya. 5 ruas tulang kelangkang (sakrum). badan. Tulang dada terdiri atas bagian hulu. ginjal. b. Tulang anggota badan berfungsi melindungi organ-organ dalam yang lunak. dan taju pedang. 5 ruas tulang pinggang. Masing-masing tulang tersebut membentuk kesatuan. 12 ruas tulang punggung. dan 4 ruas tulang ekor. Tulang Anggota Badan Tulang anggota badan tersusun oleh tulang belakang. seperti jantung. . tulang rusuk.

terdiri atas 7 pasang tulang rusuk sejati. 2 tulang kemaluan (ischium). seperti jantung dan paruparu. dan 2 tulang duduk (pubis). Tulang rusuk manusia. dan 2 pasang tulang rusuk melayang. Tulang Rusuk Tulang rusuk pada manusia terdiri atas 24 buah atau 12 pasang. Gelang panggul terdiri atas 2 tulang usus (ilium). Masing-masing tulang tersebut tersusun oleh beberapa tulang. d.c. Tulang Panggul Gelang panggul atau tulang panggul terletak di ujung bawah tulang belakang. 3 pasang tulang rusuk palsu. Tulang rusuk manusia memiliki fungsi sebagai pelindung organ-organ dalam. Tulang Anggota Gerak Tulang anggota gerak pada manusia terdiri atas tulang anggota gerak bagian atas (tangan) dan tulang anggota gerak bagian bawah (kaki). 3. Apakah kamu tahu penyusun tulang anggota gerak bagian atas dan bagian .

perhatikan gambar berikut. tulang tidaklah padat benar. Untuk lebih jelasnya. dulu saat kamu kecil. Supaya kamu lebih jelas. tulang-tulangmu berukuran kecil. Buktinya. tulang betis (fibula). Macam-Macam Tulang Pernahkah kamu memperhatikan struktur sebuah tulang? Coba kamu perhatikan tulang ayam. Dengan demikian tulang tumbuh memanjang dan melebar secara bersamaan. di bagian tengah tulang terjadi penghancuran sel-sel tulang sehingga terbentuklah rongga . sekarang setelah usiamu mencapai remaja. Di bagian tengah tulang ada rongga yang berisi sumsum. kamu dapat mengamati hal ini dengan sangat jelas. Adapun tulang penyusun anggota gerak bagian bawah adalah tulang paha (femur). Namun. dan tulang hasta (ulna). Apakah tulang pada tubuh kita ini tumbuh atau hidup? Tentu saja tulang-tulang yang ada pada tubuh kita tersebut tumbuh. Jika kamu amati dengan teliti. perhatikanlah gambar struktur tulang manusia berikut.bawah? Tulang anggota gerak bagian atas atau tangan terbentuk dari tulang lengan atas (humerus). dirimu pun bertambah besar. misalnya tulang kaki sapi atau tulang kaki kambing. dan tulang kering (tibia). Selain itu. Pada saat terjadi proses pertumbuhan tulang. Bagaimanakah tulang tumbuh? Tulang dapat tumbuh dan memanjang. karena di bagian ujung-ujung tulang terjadi pembentukan sel-sel tulang baru. C. Pada saat yang bersamaan tulang juga tumbuh melebar dan menebal. Pada tulang yang ukurannya besar. tulang-tulangmu bertambah panjang dan besar. tulang pengumpil (radius).

tulang pipih. b. Tulang pada manusia dibedakan berdasarkan jenis dan bentuknya. berbentuk pipa. Contohnya adalah tulang wajah dan tulang yang terdapat pada ruas-ruas tulang belakang. yaitu tulang tengkorak. Berikut uraiannya agar kamu lebih jelas. Contohnya adalah tulang pergelangan tangan. tulang ini mampu menahan beban yang cukup berat. yaitu tulang pipa. Tulang tidak Beraturan Tulang jenis ini merupakan gabungan dari berbagai bentuk tulang. tulang pendek. Dapatkah kamu memberikan contoh tulang keras dan tulang rawan? Kedua jenis tulang itu berbeda dalam hal bahan penyusunnya. c. Tulang ini memiliki bentuk memanjang dan tengahnya berlubang. dan tulang lengan. Bentuk Tulang Tulang-tulang yang menyusun tubuh kita sangat banyak jumlahnya. Tulang Pendek Tulang pendek memiliki bentuk sesuai dengan namanya berbentuk pendek.yang selanjutnya diisi dengan sumsum tulang atau disebut juga sumsum kuning. a. dan tulang tidak beraturan. tulang pendek. dan telapak kaki. tulang tangan. dan tulang dada. Dapatkah kamu menunjukkan mana tulang pipa. Persendian . dan tulang kaki. Contoh tulang rawan adalah tulang hidung dan tulang telinga. Tulang keras tersusun atas campuran antara kalsium dan kolagen. d. Meskipun tulang ini pendek. tulang pipih. Contoh dari tulang pipih adalah tulang penyusun tengkorak. D. dan tulang tidak beraturan pada tubuh kita? Apabila di sekolahmu terdapat model rangka manusia. Tulang Pipa Tulang ini memiliki bentuk sesuai namanya. 2. Contoh tulang keras. Cobalah kamu renungkan apa yang terjadi seandainya kakimu tersusun dari tulang rawan sedangkan telingamu tersusun dari tulang keras. Berdasarkan bentuknya. Jenis-Jenis Tulang Secara umum tulang dibedakan menjadi tulang keras dan tulang rawan atau disebut juga kartilago. tulang penyusun tubuh kita dapat dibedakan menjadi empat jenis. sedangkan tulang rawan tersusun dari selsel tulang rawan yang sifatnya kenyal dan lentur. 1. Tulang ini bersifat ringan dan kuat. telapak tangan. kamu dapat mencoba menemukan bentukbentuk tulang tersebut. Tulang Pipih Tulang ini memiliki bentuk pipih seperti pelat. Contohnya adalah tulang paha. tulang rusuk. tulang betis.

Adapun sendi kaku adalah hubungan antar tulang yang memungkinkan terjadinya gerakan tulang secara terbatas.Kamu tentu tahu bahwa tulang-tulang tubuh saling berhubungan satu sama lain. sendi geser. sendi dibedakan menjadi sendi mati (sinartrosis). namun tulang-tulangnya tidak lepas satu sama lain. kaki dan tanganmu dapat dilipat. Cobalah kamu amati sambungan pada tulang kaki ayam. Berdasarkan sifat gerak inilah. Hubungan antara tulang yang satu dengan tulang yang lain disebut persendian. sendi gerak (diartorsis). Keadaan inilah yang membuat sendi memungkinkan adanya pergerakan. Sendi mati adalah hubungan antartulang yang tidak dapat digerakkan. . contohnya adalah tulang pergelangan tangan. yaitu sendi peluru. dan sebagainya. persendian yang memungkinkan terjadinya gerakan dibagi menjadi lima bentuk. Berdasarkan bentuknya. contohnya pada tulang tengkorak. sendi engsel. Namun. Tulang-tulang pada persendian diikat oleh suatu bahan yang kuat dan lentur yang disebut ligamen. Persendian memegang peran penting dalam pergerakan tubuh. Sendi gerak adalah hubungan antartulang yang memungkinkan terjadi gerakan tulang secara bebas. Bagian yang liat dan lentur itulah ligamen. Dengan adanya sendi. Tanpa sendi kamu akan sulit bergerak bahkan tidak dapat bergerak sama sekali. sendi putar. banyak persendian yang memungkinkan terjadinya gerakan. dan sendi kaku (amfiartrosis). Pada ujung-ujung tulang terdapat tulang rawan yang merupakan bantalan sehingga tulang tidak langsung bertemu dengan tulang lain. diputar. Kamu akan sulit memisahkan antara tulang satu dengan tulang lainnya karena ada semacam ³daging´ berwarna putih kekuningan yang sangat liat. Persendian diikat pula oleh otot-otot yang sangat kuat. Ruang yang terbentuk antara kedua tulang itu terisi oleh minyak sendi yang dihasilkan oleh membran sendi. Memang ada persendian yang sangat kaku sehingga tidak memungkinkan adanya gerakan. dan sendi pelana.

.

Jika otot biseps tidak bisa memendek maka tidak mungkin kamu dapat melipat lengan bawahmu. Dapatkah kamu menemukan perbedaan pada saat lengan diluruskan dan lengan dilipat? Kamu dapat melipat lengan bawah karena otot biseps memendek. Memendeknya (kontraksi) otot lurik dapat dikendalikan sesuai dengan kemauan manusia. Otot lurik merupakan otot yang berfungsi dalam melakukan gerakan.E. Cobalah kamu perhatikan otot yang ada di lengan atasmu. Hal ini karena otot mampu memendek dan memanjang sehingga memungkinkan terjadinya gerakan. otot polos. ] 2. namun tulang tidak dapat bergerak sendiri. Secara garis besar otot dapat dibedakan menjadi otot lurik. Oleh karenanya tulang disebut alat gerak pasif. Otot Lurik Otot ini jika dilihat menggunakan mikroskop akan tampak bagian gelap dan terang (lurik). 1. Otot Tulang merupakan bagian penting untuk pergerakan. Otot ini menunjang pergerakan. Otot Polos . bekerja sama dengan tulang untuk pergerakan. dan otot jantung. Bagian tubuh yang dapat melakukan pergerakan adalah otot.

.Otot ini jika dilihat menggunakan mikroskop tampak polos. kekurangan vitamin. Oleh karena itu. Kelainan ini dapat terlihat dari kaki yang berbentuk huruf O dan huruf X. dan vitamin D. Otot Jantung Otot jantung tampak seperti otot lurik. Otot polos bekerja di luar kesadaran manusia. kamu tidak dapat mengendalikan kapan jantung harus berdenyut cepat dan kapan harus berdenyut lambat. Berikut contoh-contoh kelainan yang terjadi pada sistem gerak kita. Gangguan pada Sistem Gerak Sistem gerak dapat mengalami gangguan atau kelainan. Kelainan pada sistem gerak dapat terjadi karena beberapa hal. F. 1. Tidak ada bagian yang gelap dan terang seperti halnya pada otot lurik. Kontraksi otot polos tidak dapat dikendalikan secara sadar sehingga kamu tidak dapat menentukan kapan usus harus berkontraksi dan kapan harus berhenti. dan kecelakaan. namun kontraksi otot ini tidak dapat dikendalikan secara sadar. Otot polos merupakan penyusun organorgan tubuh bagian dalam. misalnya saluran pencernaan dan saluran pernapasan. seperti kelainan sejak lahir. fosfor. Rickets Rickets merupakan suatu kelainan pada tulang yang terjadi karena kekurangan zat kapur. 3.

Penyebabnya yaitu karena kekurangan kalsium.19). Akibatnya tulang menjadi keropos. Oleh karena itu. Osteoporosis Suatu keadaan dimana penghancuran tulang lebih cepat daripada proses pembentukan tulang. Dapatkah orang yang patah tulang sembuh kembali? Sebagai organ yang hidup. terutama jika usianya masih muda dapat sembuh kembali. 3. Oleh karena itu. tulang mempunyai kemampuan membentuk jaringan baru untuk memperbaiki jaringan yang rusak. Arthritis . Selain penyebab tersebut. Patah Tulang (Fraktura) Retak atau patah tulang dapat terjadi karena benturan atau tekanan yang terlalu keras. 4. berhati-hatilah jangan sampai ada tulang tubuhmu yang patah. Akan tetapi jika persambungan tulang yang patah tersebut tidak baik maka bentuknya menjadi tidak sempurna dan terlihat cacat (Perhatikan Gambar 2. Penyakit ini mudah terjadi pada orang yang lanjut usia. penderita patah tulang. patah tulang dapat terjadi karena kecelakaan.2.

Kelainan tulang ini dapat terjadi karena kebiasaan posisi duduk yang salah. Skoliosis adalah kelainan pada tulang belakang melengkung ke samping sehingga tubuh ikut melengkung ke samping. kifosis. Hal ini dapat terjadi karena kecelakaan ataupun ketika melakukan olahraga berat. Adapun lordosis merupakan kelainan pada tulang belakang bagian perut melengkung ke depan sehingga bagian perut maju. Kontraksi otot terjadi jika otot sedang melakukan kegiatan . 5. yaitu: . kamu harus berhati-hati agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan pada dirimu.Arthritis merupakan peradangan yang terjadi pada sendi. Otot memendek jika sedang berkontraksi dan memanjang jika berelaksasi. Oleh karena itu. 6. Dengan demikian otot memiliki 3 karakter. Beberapa penyakit atau gangguan pada sistem gerak dapat terjadi pada siapa saja. Lepas Sendi Sendi lepas dapat dari tempatnya sehingga ligamen putus/ sobek. Kifosis adalah kelainan pada tulang belakang melengkung ke belakang. dan lordosis. sedangkan relaksasi otot terjadi jika otot sedang beristirahat. Contoh kelainan akibat kebiasaan duduk yang salah adalah skoliosis. Sistem Mekanisme Gerak Otot SIFAT KERJA OTOT DAN HUBUNGANNYA Otot merupakan alat gerak aktif karena kemampuannya berkontraksi. ataupun infeksi mikroorganisme. Kebiasaan Posisi Duduk Posisi duduk yang salah dapat mengakibatkan pertumbuhan dan posisi tulang seseorang mengalami kelainan. sehingga tubuh bungkuk. Dapat terjadi karena banyak mengangkat atau membawa beban terlalu berat.

Otot lurik (Otot Rangka) Otot lurik disebut juga otot rangka atau otot serat lintang. otot polos. dan otot jantung. hal ini teriadi jika otot sedang melakukan kegiatan. misalnya . Kedua filamen ini menyusun miofibril. Jenis ± Jenis Otot Berdasarkan bentuk morfologi. Otot ini bekerja di bawah kesadaran. Sel-selnya berbentuk silindris dan mempunvai banvak inti. Filamen aktin tipis dan filament miosin tebal. Miofibril menyusun serabut otot dan serabut otot-serabut otot menyusun satu otot. Kebanyakan otot rangka (jumlah dalam manusia Å 600) menyambungkan tulang ke tulang. Insersio merupakan tendon yang melekat pada tulang yang bergerak ketika otot berkontraksi. Ektensibilitas. Urat otot (tendon) tersusun dari jaringan ikat dan bersifat keras serta liat. Kontraksibilitas yaitu kemampuan otot untuk memendek dan lebih pendek dari ukuran semula. Elastisitas. yaitu kemampuan otot untuk memanjang dan lebih panjang dari ukuran semula. Urat otot (tendon). otot dibedakan menjadi tiga. Sebaliknya jika otot tidak digunakan (tidak ada aktivitas) akan menjadi kisut atau mengalami atrofi. yaitu kemampuan otot untuk kembali pada ukuran semula. Gabungan otot berbentuk kumparan dan terdiri dari bagian: 1. merupakan bagian tengah yang menggembung 2. a. Berdasarkan cara melekatnya pada tulang. Otot rangka ini memiliki kumpulan serabut yang dibungkus oleh fasia super fasialis. yaitu otot lurik. fibril-fibrilnya mempunyai jalur-jalur melintang gelap (anisotrop) dan terang (isotrop) yang tersusun berselang-selang. Origo merupakan tendon yang melekat pada tulang yang tidak berubah kedudukannya ketika otot berkontraksi 2.kali. Otot yang dilatih terus menerus akan membesar atau mengalami hipertrofi. 1. c.a. Ventrikel (empal). Pada otot lurik. sistem kerja dan lokasinya dalam tubuh. Otot rangka dapat berkontraksi dengan cepat dan mempunyai periode istirahat berkali . b. Otot tersusun atas dua macam filamen dasar. ada yang menggerakkan bahagian tertentu tanpa melibatkan tulang. yaitu filament aktin dan filament miosin. tendon dibedakan sebagai berikut ini: 1. merupakan kedua ujung yang mengecil.

Otot rangka kelihatan berjalur dan tersusun dalam keadaan selari. tetapi dipersarafi oleh saraf otonom. Otot jantung mengecut secara spontan walaupun tiada rangsangan diterima dari sistem saraf pusat. Otot merah juga mengoksidasi asam lemak untuk memeperoleh energi. disebut pasangan antagonis. Dengan demikian. Otot rangka hanya mampu menarik. Dengan demikian terjadilah ketegangan atau tonus yang maksimum . Otot jantung terlihat berjalur seperti otot rangka. Tonus yang maksimum terus ± menerus disebut tetanus. Masing ± masing sel memiliki satu inti yang letaknya di tengah. Otot merah kaya akan suplai darah. Dinding saluran pencernaan 2. Otot jantung hanya terdapat di jantung. otot triseps mengendur (m. otot biseps mengecut dan pasangan antagonisnya. 2. Rangsangan kedua memperkuat rangsangan pertama dan rangsangan ketiga memeprkuat rangsangan kedua .1039 Campbell. otot jantung disebut juga otot lurik yang bekerja tidak menurut kehendak. Sebaliknya. Setiap sel bersambungsambung dengan sel lain melalui cakera interkalari yang berupaya mengalirkan arus elektrik dari sel ke sel. Otot Jantung Otot jantung mempunyai struktur yang sama dengan otot lurik hanya saja serabutserabutnya bercabang . m. mengandung mitokondria dan mioglobin. Otot polos terdapat pada alat-alat dalam tubuh. b. Contoh: untuk membengkokkan tangan.cabang dan saling beranyaman serta dipersarafi oleh saraf otonom. Manfaat: supaya pengecutan jantung terselaras untuk mengepam darah. Saluran kencing dan kelamin c. melainkan karena suatu rangkaian rangsangan berurutan.s. Selanjutnya. tidak menolak. lidah. mitokondria. Otot polos tersusun dari sel ± sel yang berbentuk kumparan halus. dan mioglobin. Oleh itu. Saluran-saluran pernapasan 3. Otot jantung dikawal oleh sistem saraf autonomi. otot putih memiliki sedikit darah. Akan tetapi. misalnya pada: 1. Mioglobin merupakan senyawa seperti hemoglobin yang mampu mengikat O2 dean menyimpannya di dalam otot. yaitu otot merah dan otot putih. Fungsi Otot Otot dapat berkontraksi karena adanya rangsangan. 846 Audesirk & Audesirk).kelopak mata. Umumnya otot berkontraksi bukan karena satu rangsangan. Bagaimanakah pasangan otot antagonis dikawal? Maklumat eferen somatik merangsang otot pertama (melalui neurotransmiter perangsang) dan merencat otot kedua (melalui neurotransmiter perencat). untuk menggerakkan anggota (pergerakan tulang) otot lazimnya berpasangan.s. Pembuluh darah 4. otot sfinkter. Letak inti sel di tengah. otot putih terspesialisasi . ada 2 tipe otot. Kontraksi otot polos tidak menurut kehendak. Otot Polos Otot polos disebut juga otot tak sadar atau otot alat dalam (otot viseral).

Contohnya pronator teres dan pronator kuadratus (Otot yang menyebabkan telapak tngan menengadah atau menelungkup). Sifat Kerja Otot Sifat kerja otot dibedakan menjadi dua. Otot sinergis adalah dua otot atau lebih yang bekerja bersama ± sama dengan tujuan yang sama. 4. Abduktor (menjauhi badan) dan adductor (mendekati badan) misalnya gerak tangan sejajar bahu dan sikap sempurna. Depresor (ke bawah) dan adduktor ( ke atas). Gerakan pada bagian tubuh. Antagonis juga adalah kerja otot yang kontraksinya menimbulkan efek gerak berlawanan. misalnya gerak telapak tangan menengadah dan gerak telapak tangan menelungkup. misalnya otot trisep dan otot bisep. Jadi. otot ± otot antar tulang rusuk yang bekerja bersama ketika kita menarik napas. Contoh otot antagonis adalah otot bisep dan trisep. Sebaliknya. jika otot pertama berelaksasi dan yang kedua berkontraksi akan menyebabkan tulang kembali ke posisi semula. 2. maka otot akan menarik tulang yang dilekatinya sehingga tulang tersebut bergerak pada sendi yang dimilikinya. 3. otot bisep berkontraksi dan otot trisep berelaksasi. terletak di lengan atas bagian belakang. Apabila otot berkontraksi. otot trisep berkontraksi dan otot bisep berelaksasi. Jika otot pertama berkontraksi dan yang kedua berelaksasi. B. Supinator (menengadah) dan pronator (menelungkup). atau otot pronator. Untuk mengangkat lengan bawah. akan menyebabkan tulang tertarik atau terangkat. tulang. otot ± otot itu berkontraksi bersama dan berelaksasi bersama. Antagonis Otot antagonis adalah dua otot atau lebih yang tujuan kerjanya berlawanan. misalnya gerak kepala merunduk dan menengadah. Misalnya. mengeras. Otot bisep adalah otot yang memiliki dua ujung (dua tendon) yang melekat pada tulang dan terletak di lengan atas bagian depan. dan sendi. contohnya adalah: 1. Kontraksi satu macam otot hanya mampu untuk . Untuk menurunkan lengan bawah. umumnya melibatkan kerja otot. tulang yang dilekati otot tersebut tertarik atau terangkat.untuk melakukan pernapasan anaerobik untuk menghasilkan energi tanpa O2 sehingga cepat berkontraksi meskipun cepat lelah. Otot yang sedang bekerja akan berkontraksi sehingga otot akan memendek. yaitu otot yang menyebabkan telapak tangan menengadah atau menelungkup. dan bagian tengahnya menggembung. Sinergis Sinergis juga adalah otot-otot yang kontraksinya menimbulkan gerak searah. Otot trisep adalah otot yang memiliki tiga jung (tiga tendon) yang melekat pada tulang. 3. Ekstensor( meluruskan) dan fleksor (membengkokkan). yaitu : A. Karena memendek.

filamen aktin meluncur di antara miosin ke dalam zona H (zona H adalah bagian terang di antara 2 pita gelap). Kontraksi ini memerlukan energi. kreatin . Tulang harus ditarik ke posisi semula. Fosfokreatin tidak dapat dipakai langsung sebagai sumber energi. sedangkan ban I (pita terang) dan zona H bertambah pendek waktu kontraksi. ATP berasal dari oksidasi karbohidrat dan lemak. Dengan demikian serabut otot menjadi memendek yang tetap panjangnya ialah ban A (pita gelap). otot tersebut harus mengadakan relaksasi. harus ada otot lain yang berkon traksi yang merupakan kebalikan dari kerja otot pertama. Mekanisme Gerak Otot Dari hasil penelitian dan pengamatan dengan mikroskop elektron dan difraksi sinar X. Model ini menyatakan bahwa kontraksi didasarkan adanya dua set filamen di dalam sel otot kontraktil yang berupa filament aktin dan filamen miosin. Beberapa energi dilepaskan dengan cara memotong pemindahan ATP ke miosin yang berubah bentuk ke konfigurasi energi tinggi. Miosin yang berenergi tinggi ini kemudian mengikatkan diri dengan kedudukan khusus pada aktin membentuk jembatan silang. pada saat inilah terjadi relaksasi. 4. Kemudian siklus tadi berulang Iagi. Rangsangan yang diterima oleh asetilkolin menyebabkan aktomiosin mengerut (kontraksi). untuk menggerakan tulang dari satu posisi ke posisi yang lain. Sumber Energi untuk Gerak Otot ATP (Adenosht Tri Phosphat) merupakan sumber energi utama untuk kontraksi otot.ADP + P Aktin + Miosin------------------------.. Pada waktu kontraksi. kemudian kembali ke posisi semula. Ujung miosin dapat mengikat ATP dan menghidrolisisnya menjadi ADP. Jadi. Ikatan antara miosin energi rendah dan aktin terpecah ketika molekul baru ATP bergabung dengan ujung miosin. tetapi fosfokreatin dapat memberikan energinya kepada ADP.menggerakan tulang ke satu arah tertentu. Kontraksi otot merupakan interaksi antara aktin dan miosin yang memerlukan ATP. Oleh karena itu. 6. dan ujung miosin lalu beristirahat dengan energi rendah. Kemudian simpanan energi miosin dilepaskan. Agar tulang dapat kembali ke posisi semula. Namun relaksasi otot ini saja tidak cukup. otot dibedakan menjadi otot antagonis dan otot sinergis. Relaksasi ini mengubah sudut perlekatan ujung myosin menjadi miosin ekor. ATP---. Hansen dan Huxly (l955) mengemukkan teori kontraksi otot yang disebut model sliding filaments. diperlukan paling sedikit dua macam otot dengan kerja berbeda. Berdasarkan tujuan kerjanya tadi.Aktomiosin ATPase Fosfokreatin merupakan persenyawaan fosfat berenergi tinggi yang terdapat dalam konsentrasi tinggi pada otot.

keratin + ATP Fosfokinase Pada otot lurik jumlah fosfokreatin lebih dari lima kali jumlah ATP. Oleh sebab itu .Fosfokreatin + ADP----------------. Kesimpulan Kesimpulan yang dapat kami ambil adalah bahwa otot sinergis dan otot antagonis merupakan aplikasi dari gerakan alamiah yang dapat dititmbulkan oleh mekanisme gerak tubuh kita. . sehingga kehadirannya sangat dibutuhkan untuk menunjang gerakan yang ditimbulkan oleh tubuh kita terutama pada saat kita sedang beraktivitas. Pemecahan ATP dan fosfokreatin untuk menghasilkan energy tidak memerlukan oksigen bebas. 7. fase kontraksi otot sering disebut fase anaerob.