kesenian Musik Sunda angklung

Sebuah alat musik yang paling saya gemari dan kuasai adalah alat musik angklung yang merupakan salah satu ciri dari kebudayaan sunda. Angklung adalah sebuah alat atau waditra kesenian yang terbuat dari bambu khusus yang merupakan kesenian lokal atau tradisional karena bunyi-bunyian yang ditimbulkannya sangat merdu dan juga memiliki kandungan lokal dan internasional seperti bunyi yang bertangga nada duremi fa so la si du dan daminatilada. Jumlah pemain angklung bisa dimainkan oleh sampai 50 orang, bahkan sampai 100 orang dan dapat dipadukan dengan alat musik lainnya seperti; piano, organ, gitar, drum, dan lain-lain. Bermain angkluk dengan baik dapat diterapkan dengan teknik sebagai berikut: cara memegang, menggetarkan dan memainkan angklung yang selama ini dianggap paling tepat.yaitu:
y

Posisi angklung yang tinggi berada di sebelah kanan pemain, dan yang kecil berada di sebelah kiri, dengan posisi lurus, tidak miring.

y

Tangan kiri pemain memegang angklung pada bagian atas angklung dan tangan kanan memegang angklung pada bagian bawah angklung. Posisi tangan kiri dapat menggenggam ke arah bawah maupun ke arah atas. Kedua tangan diharapkan dalam posisi lurus.

y

Tangan yang bertugas menggetarkan angklung adalah tangan kanan, sedangkan tangan kiri hanya memegang angklung, tidak turut digerakkan. Gerakan tangan kanan

dapat dilakukan cara memegang angklung sebagai berikut: Angklung yang ukurannya lebih besar dipegang tangan kiri pada posisi yang lebih dekat ke tubuh. Staccato Angklung tidak digetarkan seperti biasanya. dengan getaran ke kiri dan ke kanan. tetapi harus tetap ada jarak antar angklung sehigga tidak saling bersinggungan. Cara Memegang Lebih dari Satu Angklung yaitu: Untuk pemain yang memegang lebih dari satu angklung.adalah arah kanan ke kiri. Getaran untuk cara ini tetap panjang dan disambungkan. angklung dapat kita masukkan ke dalam lengan pemain. maka angklung yang berukuran lebih besar ditempatkan lebih dekat dengan tubuh. sehingga nada dimainkan secara sambung menyambung. Cara Membunyikan Angklung y Angklung digetarkan oleh tangan kanan. sehingga suara angklung lebih halus dan rata. tetapi disarankan pemain memainkan angklung sambil berdiri agar hasil permainan lebih baik. Tengkep Cara ini dimainkan dengan menahan atau menutup tabung kecil sehingga tidak ikut berbunyi. baik dengan cara dimasukkan ke dalam lengan (jika angklung melodi besar atau yang masuk ke dalam lengan pemain) di posisi lengan bawah. atau dimasukkan ke dalam jari tangan kiri sehingga angklung sisanya dapat dipegang juga oleh jari tangan kiri lainnya dan masingmasing angklung dapat dimainkan dengan sempurna dan baik. . tetapi dengan cara dicetok. Kalau kecil. y Sewaktu angklung digetarkan. tidak miring agar suara angklung angklung rata dan nyaring. Biasanya cara memegang angklung untuk menghasilkan bunyi seperti ini adalah dengan sedikit memiringkan angklung dan tabung dasar kanan angklung dipukulkna ke tangan kanan. Apabila ukurannnya cukup besar. Meskipun memainkan angklung bisa sambil duduk. sehingga menghasilkan bunyi yang pendek. Cara ini dilakukan jika ingin menghasilkan suara yang lebih halus. sebaiknya dilakukan dengan frekuensi getaran yang cukup sering. angklung tetap dipegang dengan jari. dan gerakan dilakukan dengan cepat dari pergelangan tangan y Apabila pemain memegang lebih dari satu angklung. Memainkan angklung ada beberapa cara: Getaran panjang Angklung digerakan panjang sesuai dengan nilai nada yang dimainkan. dengan posisi angklung tetap tegak (horisontal).

sehingga saat nada kedua mulai dimainkan. Hal ini dimaksudkan supaya dapat dihasilkan nada yang lebih halus sesui keperluan musik yang akan dimainkan (misalkan untuk tanda dinamika piano). nada pertama masih berbunyi sedikit.Tengkep Angklung dibunyikan dengan digetarkan secara panjang sesuai nilai nada yang dimainkan.Disarankan juga pada saat memulai latihan. angklung dapat dimainkan pelan (piano) atas keras (forte). yaitu dengan digatarkan dan dipukul (dibunyikan putus-putus atau centok). sedangkan yang berbeda adalah jarak ayunan angklung o tangan leh kanan yang selanjutnya akan menentukan amplituda getaran dan menyebabkan keras atau pelannya lnada yang dimainkan. Beberapa Cara Memainkan Angklung yaitu sekurang-kurangnya terdapat dua cara yang paling umum tentang memainkan alat musik angklung. tetapi tidak seperti biasanya tabung kecilnya ditutup oleh salah satu jari tangan kiri sehingga tidak berbunyi (yang berbunyi hanya tabung yng besar saja).MenggetarkanAngklung dibunyikan dengan digetarkan secara panjang sesuai nilai nada yang dimainkan. Bagaimana cara memegang. Hal ini berguna untuk memainkan nada-nada pendek seperti tanda musik pizzicato. maka agar terdengar nyambung maka nada yang dibunyikan pertama dibunyikan sedikit lebih panjang dari nilai nadanya. Dinamika (keras dan pelan). Sesuai kebutuhan lagu. Disarankan untuk kedua jenis dinamika ini sebaiknya frekuensi getaran angklung per detik tetap sama jumlahnya. Nyambung dianjurkan untuk membunyikan nada angklung secara nyambung. Membunyikan Putus putus. sehingga alunan nadanya terdengar nyambung dan tidak putus. yaitu membunyikan angklung bersama-sama dengan melatih nada-nada pendek dan panjang secara bersama selama tiga sampai lima menit setiap latihan. melainkan dipukul ujung tabung dasar (horisontal)-nya oleh telapak tangan kanan untuk menghasilkan centok (seperti suara pukulan). Dipukul (Centok) Angklung tidak digetarkan. dapat dimulai dengan latihan pemanasan. Berikut disampaikan bberapa teknik yang dapat dipergunakan untuk bermain angklung dengan baik. Hal ini dilkukan dengan teknik sebagai berikut: bila ada dua nada yang dimainkan secara berturutan. menggetarkan dan memainkan angklung yang selama ini dianggap paling tepat? .

angklung tetap dipegang dengan jari. y Tangan kiri pemain memegang angklung pada bagian atas angklung dan tangan kanan memegang angklung pada bagian bawah angklung. Angklung Bungko 7. Angklung Buncis 6. Beberapa jenis angklung 1.y Posisi angklung yang tinggi berada di sebelah kanan pemain. tetapi harus tetap ada jarak antar angklung sehigga tidak saling bersinggungan. Kalau kecil. Angklung Kanekes (Baduy) 2. tidak miring. Posisi tangan kiri dapat menggenggam ke arah bawah maupun ke arah atas. terutama di Kajeroan (Tangtu. bukan semata-mata untuk hiburan orangorang. Angklung Gubrag 4. maka angklung yang berukuran lebih besar ditempatkan lebih dekat dengan tubuh. Kedua tangan diharapkan dalam posisi lurus. sedangkan tangan kiri hanya memegang angklung. Gerakan tangan kanan adalah arah kanan ke kiri. Angklung digunakan atau dibunyikan ketika mereka menanam padi di huma (ladang). Apabila ukurannnya cukup besar. dan ada yang dengan ritmis . Menabuh angklung ketika menanam padi ada yang hanya dibunyikan bebas (dikurulungkeun). Angklung Badeng 5. tidak turut digerakkan. Angklung Dogdog Lojor 3. Baduy Jero). dengan posisi lurus. dan gerakan dilakukan dengan cepat dari pergelangan tangan y Apabila pemain memegang lebih dari satu angklung. Angklung Soetigna Jenis-jenis Angklung Tradisional Angklung kanekes Angklung di daerah Kanekes (kita sering menyebut mereka orang Baduy) digunakan terutama karena hubungannya dengan ritus padi. angklung dapat kita masukkan ke dalam lengan pemain. dan yang kecil berada di sebelah kiri. y Tangan yang bertugas menggetarkan angklung adalah tangan kanan.

menyi mpan) angklung setelah dipakai. Pileuleuyan. Rujak Gadung. Celementre. Meski demikian. Menutup angklung dilaksanakan dengan acara yang disebut musungkeun angklung. tetapi di sana juga digunakan angklung karena kaitannya dengan acara ritual padi. Ayun-ayunan. tidak boleh melakukan hal-hal kesenangan duniawi yang berlebihan. Oyong-oyong Bangkong. Sementara itu yang lainnya ada yang ngalage (menari) dengan gerakan tertentu yang telah baku tetapi sederhana. Bogor. Angklung biasanya diadakan saat terang bulan dan tidak hujan. Giler. Semuanya dilakukan hanya oleh laki-laki. Ngaranggeong. Aceukna. Yandu Bibi. . Marengo. Setahun sekali. dan Lebak). Para penabuh angklung sebanyak delapan orang dan tiga penabuh bedug ukuran kecil membuat posisi berdiri sambil berjalan dalam formasi lingkaran. masih bisa ditampilkan di luar ritus padi tetapi tetap mempunyai aturan. Angklung Dogdog Lojor Kesenian dogdog lojor terdapat di masyarakat Kasepuhan Pancer Pangawinan atau kesatuan adat Banten Kidul yang tersebar di sekitar Gunung Halimun (berbatasan dengan jakarta. setelah panen seluruh masyarakat mengadakan acara Serah Taun atau Seren Taun di pusat kampung adat. misalnya hanya boleh ditabuh hingga masa ngubaran pare (mengobati padi). mereka dibatasi oleh adat dengan berbagai aturan pamali (pantangan. antara lain: Lutung Kasarung. yaitu nitipkeun (menitipkan. Mulung Muncang. Gandrung Manggu. Dalam sajian hiburan. Kokoloyoran. Keupat Reundang. dan Culadi Dengdang. Mereka memainkan angklung di buruan (halaman luas di pedesaan) sambil menyanyikan bermacam-macam lagu. selama enam bulan berikutnya semua kesenian tidak boleh dimainkan. Setelah itu. Yari Gandang.tertentu. yaitu nama salah satu instrumen di dalamnya. Yandu Sala. dan boleh dimainkan lagi pada musim menanam padi berikutnya. Kesenian semata-mata dilakukan untuk keperluan ritual. Salak Sadapur. Hal ini berbeda dengan masyarakat Daduy Dalam. yaitu di Kaluaran (Baduy Luar). Papacangan. tabu). Badan Kula. Dengdang. sekitar tiga bulan dari sejak ditanamnya padi. Meski kesenian ini dinamakan dogdog lojor. Pusat kampung adat sebagai tempat kediaman kokolot (sesepuh) tempatnya selalu berpindah-pindah sesuai petunjuk gaib. Oray-orayan. Rangda Ngendong. Ceuk Arileu.

dan acara kemeriahan lainnya. Instrumen yang digunakan dalam kesenian dogdog lojor adalah 2 buah dogdog lojor dan 4 buah angklung besar. dogdog lojor telah mengalami perkembangan. Keempat buah angklung ini mempunyai nama. Tiap instrumen dimainkan oleh seorang. Penduduk meyakini bahwa musibah tersebut terjadi akibat kemarahan Dewi Sri yang sedang murung karena kurang mendapat hiburan. serta hal-hal hiburan kesenangan duniawi bisa dinikmatinya. Sikap ini berpengaruh pula dalam dalam hal fungsi kesenian yang sejak sekitar tahun 1970-an. Secara tradisi mereka mengaku sebagai keturunan para pejabat dan prajurit keraton Pajajaran dalam baresan Pangawinan (prajurit bertombak). Bogor. diancam oleh bencana kelaparan akibat tanaman padi di ladang-ladang yang tidak tumbuh dengan baik.Pertunjukan Angklung Dogdog Lojor Tradisi penghormatan padi pada masyarakat ini masih dilaksanakan karena mereka termasuk masyarakat yang masih memegang teguh adat lama. Kampung Cipining. Masyarakat Kasepuhan ini telah menganut agama Islam dan agak terbuka akan pengaruh modernisasi. kingking. kemudian panembal. atau sedang murka kepada penduduk. dan inclok. Penduduk yang juga . sehingga semuanya berjumlah enam orang. perkawinan. Angklung Gubrag Pada zaman dahulu. yaitu digunakan untuk memeriahkan khitanan anak. yang terbesar dinamakan gonggong.

Dewi Sri tetap tidak berkenan turun ke bumi. Akhirnya. Angklung Gubrag Namun usaha-usaha tersebut tidak membawa hasil. Ia mengajak kawan-kawannya pergi ke Gunung Cirangsad untuk menebang pohon bambu surat. pertunjukan karinding. dengan mempergunakan kesenian Angklung sebagai media. dan lain-lain. Mukhtar mengolah bambu-bambu tersebut menjadi waditra Angklung. dan tanaman padi penduduk tetap tidak tumbuh dengan baik. subur. di antaranya adalah menyediakan sedekah sesajian. . tampillah kemudian seorang pemuda yang bernama Mukhtar. Ternyata setelah upacara tersebut. Ia kemudin mengajarkan permainan Angklung kepada penduduk dan mengatur suatu upacara bagi Dewi Sri. Bambu tersebut kemudian dikeringkan dan sambil melakukan mati geni selama empat puluh hari.meyakini bahwa Dewi Sri bersemayam di angkasa kemudian melakukan berbagai usaha untuk mengundang kembali Dewi Sri untuk turun ke bumi dan memberikan berkahnya bagi kesuburan tanaman padi penduduk. tanaman padi penduduk tumbuh dengan baik. Angklung tersebut lalu disempurnakan dengan ditambahkan dua buah dog-dog lojor. mengadakan acara-acara kesenian seperti pertunjukan seruling. Beberapa usaha dilakukan. dan butir-butirnya pun begitu bernas.

Dalam perkembangannya sekarang digunakan pula bahasa Indonesia. 2 buah terbang atau gembyung. belajar agama Islam ke kerajaan Demak. Sebagai seni untuk dakwah badeng dipercaya berkembang sejak Islam menyebar di daerah ini sekitar abad ke-16 atau 17. Dulu berfungsi sebagai hiburan untuk kepentingan dakwah Islam. Setelah pulang dari Demak mereka berdakwah menyebarkan agama Islam. 2 buah dogdog. . Pertunjukan Angklung Badeng Angklung yang digunakan sebanyak sembilan buah. Salah satu sarana penyebaran Islam yang digunakannya adalah dengan kesenian badeng. Badeng terdapat di Desa Sanding. Arpaen dan Nursaen. 1 angklung kecer. serta menurut keperluan acara. seperti mengiris tubuh dengan senjata tajam. Dalam pertunjukannya selain menyajikan lagu-lagu. yaitu 2 angklung roel. Tetapi diduga badeng telah digunakan masyarakat sejak lama dari masa sebelum Islam untuk acaraacara yang berhubungan dengan ritual penanaman padi. Teksnya menggunakan bahasa Sunda yang bercampur dengan bahasa Arab. 4 angklung indung dan angklung bapa. Isi teks memuat nilai-nilai Islami dan nasihat-nasihat baik. serta 1 kecrek. 2 angklung anak. Garut. Pada masa itu penduduk Sanding.Angklung Badeng Badeng merupakan jenis kesenian yang menekankan segi musikal dengan angklung sebagai alat musiknya yang utama. Kecamatan Malangbong. disajikan pula atraksi kesaktian.

Arjasari. dan lainlain. Tercatat ada Angklung Jinjing yang kerap dimainkan dalam acara-acara hiburan. Desa Baros. Setelah kering. kesenian Angklung dengan lirik berupa susualan di daerah Panamping. masih banyak lagi jenis-jenis Angklung lain yang tersebar di hampir seluruh pelosok daerah Jawa Barat. Banjir tersebut menghanyutkan beberapa batang bambu yang kemudian ia bawa pulang dan disimpan di atas tungku. kesenian Angklung Sered di daerah Tasikmalaya yang berupa perlombaan memainkan waditra Angklung bagi anak-anak. Angklung Bungko pertama ini selalu disertakan dalam setiap pergelaran kesenian Angklung Bungko sebagai simbol resminya pergelaran tersebut. Angklung Bungko kemudian dipergunakan sebagai kesenian yang mendukung penyebaran agama Islam. setelah dipergunakan sebagai kesenian yang mengiringi penduduk Desa Bungko berperang melawan serangan bajak laut. Pertunjukan Angklung Bungko Angklung Buncis Angklung Buncis dibuat pertama kali oleh Pak Bonce pada tahun 1795 di Kampung Cipurut. Diceritakan. Angklung Bungko dilestarikan oleh seorang tokoh masyrakat bernama Syeh Bentong atau Ki Gede Bungko. suatu saat mendapati sungai tempat ia menyimpan bubu meluap dilanda banjir. Selain jenis-jenis Angklung tersebut. bambu-bambu .Angklung Bungko Angklung Bungko terdapat di Desa Bungko yang terletak di perbatasan antara Cirebon dan Indramayu. ada kesenian Angklung tanpa vokal di daerah Kanekes. walaupun sudah tidak bernada lagi. Angklung Bungko pertama masih ada. Oleh Ki Gede Bungko. Walaupun begitu. Pak Bonce yang sehari-hari bekerja sebagai pembubu ikan di sungai. tersimpan dengan baik. Bandung. Angklung Bungko yang pertama dibuat diyakini telah berusia lebih dari 600 tahun.

Ang klung Gubrag (Bogor). dan Angklung Padaeng yang identik dengan Angklung Nasional dengan tangga nada diatonis. Karinding . Angklung Badud (Priangan Timur/Ciamis). Angklung Dog dog Lojor (Sukabumi). Hasil pengembangannya kemudian diajarkan ke siswa-siswa sekolah dan dimainkan secara orkestra besar. Angklung Ciusul (Banten). Angklung Bungko (Indramayu). Angklung Badeng (Malangbong. Angklung Buncis Dari beberapa jenis musik bambu di Jawa Barat (Angklung) di atas. yang terdiri atas: Angklung Buncis (Priangan/Bandung). Oleh Aki Dartiam. yang dikembangkan sejak tahun 1938. Garut). Angklung tersebut lalu dinamakan Angklung Buncis. Angklung kha s Indonesia ini berasal dari pengembangan angklung Sunda.tersebut dipukul-pukul dan ternyata menghasilkan bunyi yang bagus dan nyaring. Angklung-angklung tersebut lalu dikombinasikan dengan dog-dog dan terompet. Bambubambu tersebut kemudian diolah dan dibuat alat musik Angklung. Angklung Sunda yang bernada lima (salendro atau pelog) oleh Daeng Sutigna alias Si Etjle (1908²1984) diubah nadanya menjadi tangga nada Barat (solmisasi) sehingga dapat memainkan berbagai lagu lainnya. adalah beberapa contoh saja tentang seni pertunjukan angklung. Pak Bonce membuat tujuh set Angklung Buncis yang kemudian dijual kepada Aki Dartiam.

Semisal bahan bambu yang lebih menyerupai susuk sanggul. apakah itu Celempung.g itar. Jenis bahan dan jenis disain bentuk karinding. seperti diwilayah priangan timur. Jenis alat seperti Karinding ini adalah alat musik yang dimiliki oleh berbagai suku yang bukan hanya di tatar sunda. tempat dan sebagai perbedaan gender pemakai. Sedang yang laki-laki menggunakan pelapah kawung dengan ukuran lebih pendek. ini untuk perempuan.Karinding adalah alat musik yg terbuat dari bambu atau pelepah daun enau/aren. ada yang di Trim (di getarkan dengan di sentir) dan di Tap ( dipukul). bahan dan suara yang dihasilkan hampir tidak ada bedanya. sedang Zeusharp menggunakan material besi dan baja. yang dimainkan dengan cara ditempelkan di mulut lalu dipukul-pukul ujungnya.yang kedua karinding Wadon (Betina). Suling. tetapi juga sebagai perbedaan tempat dimana dibuatnya. karena biasa disimpan di tempat mereka menyimpan bako. seperti misal jenis ini di Jawa tengah disebutnya sebagai Rinding. . Kecapi. Karinding juga bisa dikolaborasiakan dengan alat musik lainnya. Karinding ada dua macam : yang pertama Karinding Lanang (Jantan). dan gamelan. juga di daerah bahkan negara dan bangsa lain. pelepah kawung dan Bambu. sedangkan alat sejenis di luar dikenal dengan istilah Zuesharp ( harpanya dewa Zues) Material yang digunakan (di wilayah jawa barat) untuk membuat karinding ini ada dua jenis.yang berbeda adalah cara memainkannya.karena konon ibu-ibu menyimpannya dengan di tancapkan disanggul. dan di Bali dikenal sebagai Genggong. itu menunjukan perbedaan usia. Ukuran standar karinding adalah panjang 10 cm dan lebar 2 cm. karinding lebih banyak menggunakan bahan bambu karena bahan ini menjadi bagian dari kehidupannya. Karinding Lanang menghasilkan suara yang lebih tinggi dan nyaring sedangkan karinding Wadon sebaliknya. Jaman dahulu Karinding digunakan untuk upacara adat atau untuk mengusir hama di sawah.

Kedua. konon inilah yang dikenal sekarang sebagai suara ultrasonik. tetapi ada perhitungan lain yang lebih dari itu. walaupun memainkan jenis pukulan (Rahel) yang sama . belakangan kita tahu microsoft mengeluarkan software anti nyamuk. dengan menggunakan satu jari tangan. dengan cara di pukul memperlakukan alat ini seperti alat musik perkusi. goong nya kata orang sunda mah. suara tiap orang yang memainkan akan berbeda dengan yang lainnya. rhytm dan bass nya bisa di hasilkan. coba bayangkan hubungan ilmu leluhur kita antar satu dengan lainnya.Memainkan Karinding cukup mudah untuk siapa saja. Pertama dengan cara di pukul ini mampu menghasilkan bunyi yang variatif cukup banyak. Tarawangsa Istilah tarawangsa memiliki pengertian sebagai alat musik tradisional khas Sunda yang dimainkan dengan cara digesek. saron. yang getaran ini cuma bisa didengar oleh jenis binatang jenis insect. yaitu dengan mulut kosong tanpa napas dan dengan menggunakan napas. alat bukan cuma sekedar alat. maka di ciptakanlah alat yang sangat incredible ini. secara ilmu suara di kategorikan pada jenis low desibel.dengan di tempelkan di mulut sebagai resonansi nya. bahkan menyanyikan lagu dengan karinding sekalipun. pernah denger?. atawa kendang.ini akan menghasilkan bunyi yang berbeda. sebutlah jenis melodi. bukan dengan vokal kita. ini tergantung bagaimana kita bisa memainkan lidah dan napas. Ada beberapa jenis suara yang dihasilkan. yang memiliki 2 (dua) dawai yang terbuat dari kawat . leluhur kita membuatnya sebagai alat pengusir hama (bagaimana mereka bisa mengitung samapi kesana?) dan supaya betah memainkan alat ini. Yang menarik dari Karinding ini adalah. Alat ini bisa menghasilkan suara yang khas dari tiap orang. Low decibel kenapa Karinding mampu menghasilkan suara yang bisa mengusir hama? Suara yang dihasilkan berupa getaran yang tidak begitu jelas terdengar oleh telinga kita. coba dengarkan apa yang diahsilkan oleh alat ini semua? sebuah getaran! Ini lah bedanya ilmu leluhur. juga TV Media menjual sebuah alat ultrasonic yang di connect ke listrik. dan ketika kita sudah mampu menghasilkan getaran secara intens. ini berbeda karena tiap orang memilki konstruksi mulut yang berbeda. dan lidah sebagai pengontrol bunyi yang kita inginkan . Dan alat ini.

sub klasifikasi neck-lute. sedangkan dawai yang satunya lagi dimainkan dengan cara dipetik menggunakan jari telunjuk tangan kiri. berdasarkan wawancara dengan Pupung. Alat musik tarawangsa biasanya berwarna hitam. 1995). Selain pengertian tersebut di atas. pengertian tersebut diambil dari dua suku kata yaitu µtarawang¶ yang diartikan menerawang dan µsa¶ diartikan sebagai Yang Esa´. tarawangsa diklasifikasikan sebagai chordophone. atau kemiri (Aleurites moluccana). dan keputih-putihan atau warna asli kayu.baja atau besi. Istilah tarawangsa juga diartikan sebagai nama salah satu ensambel kecil yang terdiri dari sebuah alat gesek yang disebut tarawangsa dan sebuah alat petik tujuh dawai yang disebut kacapi (Ubun Kubarsah. dadap (Erythrina). kayu yang digunakan biasanya kayu adalah kayu kenanga (Cananga odorata). Bahan-bahan yang digunakan untuk membuat alat musik tarawangsa yaitu kayu dan kawat. dengan bantuan alat penggesek yang disebut pangeset yang terbuat dari kayu lame (Alstonia scolaris) dan tali penggeseknya terbuat dari bulu-bulu buntut kuda. . ³secara bahasa tarawangsa sering diartikan sebagai ³menerawang pada Yang Esa´. Kayu berfungsi sebagai resonator dan kawat berfungsi sebagai sumber bunyi. coklat. Dari pengertian tersebut dapat kita ambil kesimpulan bahwa kesenian tarawangsa adalah sebagai bentuk kesenian yang digunakan sebagai ungkapan rasa syukur masyarakat Kecamatan Rancakalong terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Menurut sistem pengklasifikasian alat musik dari Curt Sachs. Namun yang digesek hanya satu dawai. jengkol (Pithecollobium Jiringa).

(berbentuk piramid) yang digunakan untuk menegangkan kawat (menyetem) dengan cara digeser-geser. Kawat tersebut berjumlah 2 (dua) utas. pria-wanita. bentuk alat musik tarawangsa menggambarkan seorang perempuan yang cantik dan berbudi. Contoh. Pencitraan perempuan sebagai simbol dari alat musik tarawangsa tersebut berhubungan dengan kehidupan masyarakat Rancakalong sebagai masyarakat agraris yang sangat menghormati sosok Dewi Sri yang merupakan sosok seorang perempuan. Pureut. Hiasannya tidak begitu menonjol. yaitu wadah gema (resonator) yang terdiri atas raray. Rancang bangun alat musik tarawangsa terdiri atas . Penggambaran sosok perempuan pada alat musik tarawangsa dapat kita lihat dari penamaan bagian-bagian rancang bangun dari tarawangsa. y y y y Parungpung. malam-siang. Selain pada segi bentuk dan nama bagian -bagian rancang bangun tarawangsa. . berfungsi sebagai penyangga badan tarawangsa. yaitu pemutar yang befungsi untuk mengatur ketegangan kawat (menyetem). yaitu faham yang memandang bahwa alam ini terdiri atas dua macam hakekat yang berpasangan. bobokong. secara keseluruhan. biasanya berbentuk putik. yaitu kaki. Berdasarkan hasil wawancara dengan Bapak Iwan di Rancakalong. bagus-jelek. udel. y Suku. Inang.Alat musik tarawangsa mempunyai bentuk sederhana. Tihang. baik-buruk. dan lain sebagainya. Kacapi Kacapi adalah sebuah alat musik khas daerah Rancakalong yang menyerupai kecapi dengan 7 (tujuh) dawai yang dimainkan dengan cara dipetik. kawat sebelah kiri bernada 1 (da) sedangkan kawat sebelah kanan bernada 5 (la). Jumlah kawat pada alat musik tarawangsa tersebut menggambarkan keyakinan akan konsep dualisme. hidup-mati. hiasan kecil hanya terdapat pada ujung atas tiang. bentuk simbolis lainnya dapat kita lihat pada jumlah kawat (dawai) yang digunakan pada tarawangsa. yaitu tiang yang berfungsi sebagai badan dari tarawangsa.

sedangkan kawat berfungsi sebagai sumber bunyi. kawat. Bentuk anatomi kacapi dilambangkan sebagai perwujudan bumi atau tanah yang subur. .Alat musik ini terbuat dari bahan kayu. kacapi masuk dalam klasifikasi chordophone. Pangeset Pangeset adalah alat yang digesekan pada dawai tarawangsa. dan paku -paku. Pangeset tarawangsa ini biasanya terbuat dari bahan kayu lame dan tali penggeseknya terbuat dari bulu ekor kuda atau dari senar nilon. Sedangkan jumlah 7 (tujuh) dawai merupakan simbol dari jumlah hari dalam satu minggu yang mengatur kehidupan manusia. alat ini berfungsi untuk menghasilkan bunyi. Kayu berfungsi sebagai resonator. Berdasarkan sistem pengklasifikasian alat musik dari Curt Sachs.