Perencanaan Kopling pada Mobil Avanza TUGAS ELEMEN MESIN II

Dosen Pembimbing: Fauzan,ST,MT Oleh: Muchlis Zain D21107099 DAFT ARI S I KAT A PENGANT AR DAFTAR ISI BAB I PE NDAHULUAN 1.1. Latar belakang....................................................................... 1 1.2.Tujuan.................................................................................... 1 1.3.Batasan masalah..................................................................... 2 BAB II TEORI DASAR 2.1. Pengertian kopling.................................................................... 3 2.2. Klasifikasi kopling.................................................................... 4 2.3. Rumus-rumus yang digunakan dalam percobaan...................... 6 BAB III PERENCANAAN 3.1. Desain Poros............................................................................. 10 3.2. Desaimn Kampas Kopling........................................................ 14 3.3. Karakteristik Kopling............................................................... 26 BAB IV PENUTUP 4.1. Kesimpulan................................................................................ 31 4.2. Saran.......................................................................................... 31 LAMPIRAN DAFTAR PUSTAKA....................................................................... 32

Nama dan Lam bang Satuan Momen puntir yang terjadi (Mp) kg.mm Momen puntir yang direncanakan (Mtd) kg.mm Daya mesin maksimum (N) dk Putaran Mesin (n) rpm Faktor keamanan ( v,s, ) Momen gesek (Mfr) kg.mm Tegangan geser yang diizinkan ( bol) kg/cm2 Tegangan tarik yang diizinkan ( bol) kg/cm2 Diameter poros (dp) cm Diameter spline (ds) cm Tinggi spline (h) cm Lebar spline (w) cm Jari-jari rata-rata cm Panjang (l) cm Jumlah spline (z) Lebar permukaan gesek (b) cm Luas penampang poros (A) cm2 Tekanan yang terjadi (P) kg/cm2 Gaya Tekan (F) kg.cm/s2

Nama dan Lam bang Satuan Momen puntir yang terjadi (Mp) kg.mm Momen puntir yang direncanakan (Mtd) kg.mm Daya mesin maksimum (N) dk Putaran Mesin (n) rpm Faktor keamanan ( v,s, ) Momen gesek (Mfr) kg.mm Tegangan geser yang diizinkan ( bol) kg/cm2 Tegangan tarik yang diizinkan ( bol) kg/cm2 Diameter poros (dp) cm Diameter spline (ds) cm Tinggi spline (h) cm Lebar spline (w) cm Jari-jari rata-rata cm Panjang (l) cm Jumlah spline (z) Lebar permukaan gesek (b) cm Luas penampang poros (A) cm2 Tekanan yang terjadi (P) kg/cm2 Gaya Tekan (F) kg.cm/s2

Perencanaan Kopling pada Mobil Avanza TUGAS ELEMEN MESIN II Dosen Pembimbing: Fauzan,ST,MT Oleh: Muchlis Zain D21107099

1. Latar Belakang Dalam kehidupan sehari-hari kendaraan merupakan sarana terpenting dalam .Jari-jari dalam (r1) cm Jari-jari luar (r0) m Berat kopling (G) kg Defleksi yang terjadi (Y) cm Putaran kritis (ncr) rpm Diameter kritis cm Energi yang hilang karena gesekan (Wg) watt Putaran sudut ( ) rad/s Waktu (t) detik Panas jenis spesifik (Cp) J/kg0C Tebal plat gesek (a) cm Umur kopling (Lt) jam/tahun Kerja beban spesifik (k) watt jam/cm3 Daya yang hilang (Nfr) watt Luas permukaan gesek (Am) cm2 Efesiensi kopling ( ) % .

Diameter sepline 3. Dalam perencanaan kopling ini tidak semua bagian-bagian dari sebuah kopling kami jabarkan. kini telah berubah menjadi modern yang lebih mengandalkan mekanik atau mesin. memiliki konstruksi yang lebih kokoh dan stabil serta kelebihan-kelebihan lainnya. Diameter plat tengah 5. Diameter plat gesek 4. d. Namun kadangkala kita selalu diperhadapkan pada masalah-masalah teknis permesinannya. menunjukkan suatu bukti nyata dengan adanya perubahan-perubahan yang terjadi pada sarana transportasi tersebut. Hal ini membuktikan bahwa mesin tersebut yang terdiri dari bermacammacam elemen mesin memegang peranan yang sangat penting. Lamamya pemakaian . dalam hali ini Kopling Pada Mobil Avanza 1. b. 1. Diantaranya adalah dapat mengangkut beban yang besar. Dapat dikatakan bahwa mobil memiliki kelebian tersendiri dibandingkan dengan kendaraan bermotor lainya. Efisiensi kopling 6. Diameter poros 2. Memiliki efisiensi kerja yang tinggi. Kendaraan yang dahulunya bersifat klasik dimana mengandalkan tenaga hewan. antara lain : a. dapat dipakai untuk menempuh perjalanan yang jauh.3 Batasan Masalah. Mobil sebagai salah satu sarana transportasi.2. Mendapatkan kopling yang kuat tetapi ekonomis. Dapat memperkirakan umur kopling yang direncanakan. c. Hanya sebahagian saja dimana dalam hal ini yang kami bahas adalah : 1.sistem transportasi dan sangat dibutuhkan. Salah satu elemen mesin yang akan dibahas lebih jauh pada tugas perencanaan ini adalahk o p l i n g . maka khusus dalam perencanaan kopling ini terdapat beberapa tujuan yang hendak dicapai agar memiliki efisiensi yang tinggi. Tujuan Karena suatu perencanaa elemen mesin haruslah benar-benar akurat atau teliti. kerap dipakai oleh segenap masyarakat. Ide pengembangan sarana transportasi yang kian berkembang. Mendapatkan kekuatan kopling yang baik dengan dasar bahwa faktor keamanan yang dimilikinya adalah optimal yang ditunjang dengan pemilihan bahan yang sesuai.

e)Apabila sambungan sembarang waktu selama sedang bergerak harus dapat dihubungkan dan dilepaskan. dinamakan kopling elastik. Pengertian Kopling Kopling merupakan suatu bagian dari mesin yang berfungsi sebagai sambungan poros dengan elemen mesin yang dengan terus menerus atau kadang-kadang harus ikut berputar dengan poros tersebut. c) Suatu sambungan yang mengurangi tumbukan lewat akumulasi kerja dan lewat pengubahan kerja menjadi kalor danyang banyak atau sedikit meredam getaran. dipergunakan kopling lekat b)Kalau kopling harus membolehkan gerakan poros yang satu terhadap poros yang lain dalam arah memanjang sebagai akibat perubahan yang diakibatkan oleh perubahan temperatur.1. Misalnya pada kopling cakar. d)Apabila sambungan dapat dibuat bekerja hanya kalau sedang berhenti. maka yang dipergunakan ialah . roda gigi serta tromol. puli tali dan puli rantai. Prinsip-prinsip tersebut antara lain : a) Kalau harus dibuat suatu sambungan mati. Sehubungan dengan tujuannya. dalam arah radial sebagai akibat ketidaktelitian ketika memasang ± maka dipasang kopling yang dapat bergerak atau fleksibel. Elemen mesin serupa itu ialah umpamanya puli sabuk. maka kita sedang berhadapan dengan kopling yang dapat dilepaskan.BAB II T E ORI DASAR 2. terdapat bermacam-macam prinsip kopling. tetapi dapat dilepaskan selama sedang bergerak.

naf pada poros dengan sumbunya dipress atau dibaut. yaitu : ) Kopling tetap adalah suatu elemen mesin yang berfungsi sebagai penerus putaran dan daya poros pengerak ke poros yang digerakkan secara pasti (tanpa terjadi slip).2. Dalam beberapa hal. (Apabila titik barat terletak dalam garissumbu. kalau tidak. kopling akan berayun. Kopling flens kaku terdiri dari naf dengan flens yang terbuat dari besi cor atau baja cor dan dipasang pada ujung poros yang diberi pasak serta diikat dengan flensnya. Kopling ini terbagi atas: Kopling box atau kotak digunakan apabila dua buah poros dan transmisi harus dihubungkan dengan sebuah garis. motor dan sebagainya. maka kopling telah disetimbangkan). Klasifikasi Kopling Secara umum kopling dapat dibedakan atas 2 macam. . dimana sumbu poros tersebut terletak pada suatu garis lurus. kopling hidrolik atau kopling induksi elektromagnetik. f) Untuk pekerjaan berat atau pekerjaa yang peka. Adapun hal-hal yang perlu diperhatikan dalam merencana kopling adalah sebagai berikut : a)Kopling harus ringan. Kopling ini dipakai pada poros transmisi. 2. sederhana dan semurah mungkin dan mempunyai garis tengah yang sekecil mungkin. Yang termasuk kopling tetap adalah 1. d) Kopling harus dapat di pasang dan dilepaskan dengan mudah. Kopling ini dipakai pada mesin dan poros transmisi umumnya di pabrikpabrik. tambahan pula kopling harus disetimbangkan dinamik. e) Bagian menonjol harus di cegah atau ditutupi demikian rupa sehingga tidak menimbulkan bahaya. c)Titik berat kopling sebanyak mungkin harus terletak pada gasris sumbu poros.kopling yang dapat dihubungkan. dipergunakan kopling aman untuk menghindari tumbukan dalam bagian yang peka dalam perkakas yang digerakkan atau beban terlampau besar dalam mesin penggerak. Kopling kaku Kopling ini dipergunakan bila kedua poros harus dihubungkan dengan sumbu segaris. Untuk yang belakangan ini juga diterapkan kopling starter. kopling gesek. b)Garis-sumbu poros yang hendak di sambung harus berderet dengan tepat terutama apabila kopling tidak fleksibel atau tidak elastik.

3. Rumus-Rumus Yang Digunakan 1. Jenis kopling tidak tetap ini adalah 1.Kopling flens tempa. Kopling Plat. hidrolik. Kopling universal. Kopling friwill 5. Kopling ini disusun berdasarkan : Berdasarkan banyaknya plat yaitu kopling plat tunggal dan kopling plat banyak Berdasarkan ada tidaknya pelumas yang digunakan yaitu basah dan kering. Kopling gesek ( dutch ) 2. 2. Ada dua bentuk kopling cakar yaitu: Kopling cakar persegi Kopling cakar spiral 2.3. Berdasarkan pelayanannya yaitu kopling manual. Momen Puntir (Mp) . numatik dan elektromagnetik. kopling ini terbagi atas: Kopling universal hook Kopling universal b) Kopling Tidak Tetap Yaitu suatu elemen mesin yang menghubungkan poros yang digerakkan dengan poros penggerak dengan putaran yang sama dalam meneruskan daya serta dapat melepaskan hubungan kedua poros tersebut baik dalam keadaan diam maupun berputar. kopling ini terbagi atas: Kopling fans lurus Kopling karet ban Kopling karet bintang Kopling rantai Kopling gigi 3. Kopling cakar Kopling ini berfungsi untuk meneruskan momen dengan kontak positif (tidak dengan perantaraan gesekan) sehingga tidak terjadi slip. Kopling luwes. Kopling kerucut 4.

Mp = 71620 N/n (Kg/mm2)« « « « « « « « « « « « « .. Tegangan tarik yang diizinkan std bol = « « « «« « «« «..«6 7. .1 Dimana : N = Daya maksimum mesin (Hp) n = Putaran mesin (rpm) 2.1 x ds« «« «« « «« « «« « «« « ««« « « «« « «« « « 8 9...««. Lebar spline W = 0. Tinggi spline H = 0.«« «« « «« « «« « «« « « «« . ..« « «« « «« « «« « «« «« « « «« « «« « «« 3 4.9 10.. Momen puntir yang direncanakan Mtd = Mp x v«.«« « «« «« « «« « «« «« « « «« « «« « « . Mfr/ bolII]1/3« « « « « « «« « «« «« « « . Tegangan geser yang diizinkan s bol bol = « « « «« « «« « «« « «« « «« « «« «« « « «« «. Momen Gesek (Mfr) Mfr = B x Mtd«. Diameter Spline Ds = dp/0. Tegangan geser yang terjadi pada poros A P ....« « «« « .10 11.. Diameter Poros Dp = [ 5 .2 3.«« « «« « .8«« «« « «« « «« « «« « «« «« « « «« « «« « « . Jari-jari rata-rata 4 Ds Dp rm + = «««««««««««««««««««««««.. ..7 8.«4 5..25 x ds« «« « «« « «« « «« « «« «« « « «« « «« « « .5 6.

11 .« « «« «« « «« « «« « «« « « «.«...s= « « « «« « «.

ST.«« « «« « « « .«« « «« « .« « «« « «« .13 rm = 0. = «««. Perbandingan lebar permukaan gesek terhadap jari-jari rata-rata b = r0 ± r1« « « « « « « « « « « « « « « « «..12 13..5(r0 + r1) .MT Oleh: Muchlis Zain D21107099 12. . Tegangan geser yang terjadi pada spline z F mMg g .Perencanaan Kopling pada Mobil Avanza TUGAS ELEMEN MESIN II Dosen Pembimbing: Fauzan.« «« « «« «.

. ...17 18. dp2 . t . Perbandingan jari-jari dalam dengan jari-jari luar r1/r0 = ( 0.. K)2 ± D1n2) .24 25.« «« « «« « « 21 22. Berat plat gesek Gl = 2 .« « «« « «« « «« « «..6 r0g«« « «« « «« « «« «« « ««« « « «« « «« « . Perhitungan berat rumah kopling G4 = .. plat« « «« « «« « .. Perhitungan berat plat tengah G2 = . Perhitungan naf G3 = . Diameter luar plat gesek D0g = 2 .«« « «« « «« « «« « «« « « «« « «« « 15 16.. . plat« « «« « «« « «« « « 22 23. (D0t ± D1t) .18 19.... ((D0g + 2 .. Perhitungan berat poros G5 = . P .« «« « «« «« « « «« « « . 5 4 = q « « « «« « «« « «« «. t .. Diameter dalam plat gesek D1g = 2 .. t. Fm . r1g« « «« « «« « « . Momen Gesek Mfr = f ...6 ± 0.20 21... rm.... asbes / 4«««.8 )« «« « «« « «« « «« ««« « « «« « «« « 14 15. 3 = .16 17.«« « «« « «« « «« 19 20. Defleksi akibat beban poros 348 .«« « «« « «« « ««« « « «« « «« « 23 24. r0« «« « «« « «« « «« « «« « «« « « «« « «« . plat«. t . Jari-jari dalam plat gesek r1g = 0.«. baja.(D0n-D1n) ...«« « «« « « . A .« « « « « « «« « ...14. (D0g2 ± D1g2) t . Defleksi akibat berat kopling 348 .

«.«««. Kenaikan Suhu Q = Wg = G . Akibat beban terpusat ML1 = Pl/4« «« « «« « «« « «« « «« ««« « « «« « « ..«. W .. Dt« « «« « « . Cp . Putaran Kritis Ncr = 300 tot 1 « « « «« « «« « «« « «« « «« «.«27 28.««25 26.«« « ««« « « «« « «« « 29 30.30 31..« « « «« « «. Momen lentur yang terjadi Mltot = Pl/4 + gl2/8« «« « .««.« «« « . t/2« «« « «« «« « « .« «« « «« « «« « «« « ««« « 31 32.«« « « .««..28 29. Umur Kopling fr m k a = .34 35... 1 .. Efesiensi Kopling m fr m í ..« ««« 26 27... Diameter Kritis Mrc = (ml)2 + A (mp)2« «« « «« « «« « « .« « «« « « «« « «« . Energi yang dihilangkan karena gesekan Wg = Mtd . Akibat beban terbagi merata Ml2 = gl2/8«« « «« « «« « «« « «« « ««« « « «« . .«« « «« « «« « «« « ««« . «« « «« « 33 34..« «« « «« . « « « «« « «« « «« « «« « «« « «« «« .32 33. Diameter kritis yang terjadi pada poros bolii red Dcr . 0 = « « « «« «..

Putaran maksimum : 4200 rpm 3. Desain Poros A. Momen Puntir Yang terjadi n N Mp71620 = cm .= « « « «« « «« « «« «..Daya maksimum : 83 Ps 2.1. Perhitungan Diameter Poros 1.« « «« « «« « «« « 35 BAB III PE RE NCANAAN Data perencanaan dari Mobil Avanza dengan type standart deck : 1.

Untuk menjaga agar dalam operasinya lebih aman maka dipilih baja St ± 60 sebagai bahan poros dalam perencanaan ini.cm 4. = Faktor konstanta = 1. Mtd .2) (5661. 34 .5 = dipilih 1.cm. Momen Gesek Mfr = . Mtd = (1415.2 untuk memperoleh gesekan yang kecil. 3. Semakin besar konstanta maka momen gesek yang terjadi semakin rendah menyebabkan gesekan yang terjadi juga semakin besar.2÷ 1. V . maka material poros yang digunakan haruslah benar-benar kuat. Tegangan tarik yang diizinkan : 2 1000 6 6000 cm kg bollII = .36 kg. Poros dianggap berada pada kondisi beban dinamis II dengan faktor keamanan S = 5÷ 8 maka tegangan-tegangan yang terjadi adalah sebagai berikut : (dipilih S = 6) a. V = Faktor Keamanan = 1÷ 6 = dipilih 4. untuk mengantisipasi adanya pembebanan yang tiba-tiba. Diameter Poros Karena poros merupakan bagian dari suatu mesin yang sangat vital. Mfr = (1. 1415 4200 83 71620 = = 2.63 kg. Semakin tinggi faktor keamanan maka momen puntir yang direncanakan semakin baik terhadap perencanaan poros. sehingga poros yang direncanakan tidak mudah aus. Momen Puntir Yang Direncanakan Mtd = Mp.34) (4) = 5661.36) = 6793.kg Mp .

1 1000 cm kg bollII = = c. 578 63 .= b. 578 73 . Diameter Poros 3 .88 cm = 4 cm . Tegangan geser yang diizinkan : 73 . 5 bol Mfr Dp = =3 03 . 1 II II boll boll = 2 03 . 6793 . 5 = 3.

1415 = = = 2 25 .03 kg/cm2 B.5.Pemeriksaan tegangan geser pada poros 2 4dp P A P s = = kg l Mp P 34 . Perhitungan Splines Splines berfungsi untuk menghubungkan poros dengan cakra sehingga momen puntir cakra dapat dipindahkan melalui alur splines yang mengakibatkan poros berputar . 141 2 4 cm kg s x= = Material poros cukup aman karena tegangan geser yang terjadi lebih kecil dari tegangan geser yang diizinkan yaitu : s < 11.25 < 578. 11 4 34 . 141 10 34 .

Pemilihan jumlah splines Dengan menentukan jumlah splines. kita dapat menentukan dimensi splines yang lain. 3.27 kg/cm2 2. 1 6 . 0 dp Ds= =8 . yaitu : Tegangan tarik yang diizinkan adalah : bolI I = 6 7000 = 1166. Dalam perencanaan ini kita merencana sebanyak 10 buah splines. Selanjutnya dari bahan tersebut kita dapat menentukan tegangan ± tegangan yang diizinkan.6 kg/cm2 Tegangan geser yang diizinkan adalah : bolII = 7 . Pemilihan bahan splines Dari perencanaan ini material poros yang digunakan adalah baja St 70 maka bahan sepline yang digunakan juga adalah baja St 70 yang bekerja pada kondisi pembebanan dinamis II dengan faktor keamanan yang diambil adalah 8. 1.bersama-sama dengan cakra. Perhitungan diameter splines (Ds) 8 . 1166 7 . 0 4 = 5 cm 4. 1 = II bol bolI I = 686. Jari-jari rata-rata splines (rms) ms .

5 .25 cm 7. dm .5 cm 6.8 . Lebar Splines (w=b) w = 0.25 Ds = 0.25 (5) = 1.25 cm 5. 2.25 = 4.rm = 2 .25) = 4.8 . Tingi splines h = 0. z F rm Mfr g= dimana : = 0.1 (5) = 0. 4. .= ¼ (Ds + dp) = ¼ (5 + 4) = 2. l/z Dimana : l = panjang spline = 6 cm (direncanakan) z = 2.5 cm F = 0.5 cm 8. .75 (untuk distribusi pembebanan merata) F = 0. Koreksi faktor keamanan pada spline Tegangan geser yang terjadi pada spline µ . 6/10 = 2. Diameter rata-rata splines (Dms) Dm s = 2 rms = 2 (2.1 Ds = 0.16 cm2 .

b .2. Momen gesek (Mfr) Mfr = f .5) Dalam hal ini dipilih 0. Desain Kampas Kopling Dari tabel untuk bahan plat gerek spesifikasinya adalah sebagai berikut (buku ir.rm .2 d) Tekanan permukaan (P) : 8 kg/cm2 e) Temperatur maksimum : 250°C A.210) selnjutnya terdapat pada lampiran. P .2 ± 0.3.5 sebab semakin besar permukaan geges maka gaya geseknya juga semakin besar sehingga kopling dapat berfungsi dengan baik. Perbandingan lebar permukaan gesek terhadap jari-jari rata-rata adalah : g rmb = g g 2 1 g g ri (ro ri ro + í = (0.8) Dalam hal ini dipilih 0. z Z = jumlah plat gesek . 3.6 ± 0. Perbandingan jari-jari dalam dan jari-jari luar adalah : g g ro ri = (0. a) Material plat gesek : asbes b) Keadaan plat gesek : kering c) Koefisien gesek (f) : 0. rm Dimana Fm = 2 .J Stolk hal. Perhitungan Plat gesek 1.6 sebab semakin kecil perbandingan jari-jari dalan dan jari-jari luar maka geseknya juga semakin kecil sehingga kopling dapat berfungsi dengan baik. 2. Fm .

96 cm rig = 0. Diameter luar pelat gesek : Dog = 2 rog = 2 (10.rm = 0.77 = ½ (1. 0. Dot = Dog = 21.96 ) = 21.92 cm Diameter dalam pelat gesek adalah : Dig = 2 rig = 2 ( 6.6 rog ) 8.38 cm Karena rm = ½ ( rog + rig ) maka : rm = ½ ( rog + 0. 2 .57 cm Syarat tebal plat gesek ( 0.57) = 13.6 . Perhitungan Plat Tengah Gesek Plat ini disatukan dengan naf dan juga berfungsi untuk memegang plat gesek.14 cm B. rm .5rm . Dimensi ± dimensi plat gesek tengah yang direncanakan adalah sebagai berikut : 1.6) rog rog = 10.6 rog = 0.5 ) cm sehingga diplih 0.5 cm Semakin tebal pelat gesek yang direncanakan maka semakin baik karena semakin lama dipakai.2÷ 0.= 2 ( direncanakan ) = 2 . 10. rm3 rm = Sehingga dari persamaan (A) didapat lebar permukaan gesek : b = 0.8.92 cm .77 = 4.96 = 6. P .5. Dimeter luar plat tengah sama dengan diameter luar palat gesek. rm2 Mfr = f. 2 = 2 .5.

.

Bahan plat tengah yaitu St-60 t= 6000 kg/cm2 3. Tebal pelat tengah direncanakn 0.ST.4 cm 4.Perencanaan Kopling pada Mobil Avanza TUGAS ELEMEN MESIN II Dosen Pembimbing: Fauzan.4 cm t = 0.MT Oleh: Muchlis Zain D21107099 2. Na f Naf berfungsi untuk mentransmisi daya poros ke plat gesek dan . Diameter dalam plat tengah direncanakan sama dengan diameter luar naf yaitu sama dengan diameter luar naf Dit = 7 cm C.

0.5 14 . 1 2 2 2 2í .1 gr/cm3 = ( ) 2. Berat plat gesek G1 = ( ) /4 t. Diameter dalam naf sama dengan diameter poros Din = 6.1/4 x .25 cm 3.penghubung antara poros dan seplain Dimensi ± dimensi yang direncanakan : 1. D. Di Do 2 2 g 2 g í asbes = Massa jenis asbes = 2. Diameter luar naf Don = 7 cm 2. Perhitungan kopling dan komponen-komponennya 1. Bahan naf direncanakn adalah St-60. Panjang naf direncanakan sama dengan panjang splain yaitu 6 cm 4. 13 92 . .

Berat plat tengah G2 = ) /4 t.45 gram 2.59 gr 3.= 507.8 gr/cm3 G2 = ( ) 7.8/4 x 0. Berat naf . . 1 2 2 2 2 í = 2113.4 7 92 . Di Do 2 2 t 2 tí baja = 7.

.

.

.

.

.

Di Do 2 2 4 1 n ní baja = 7. x 0.MT Oleh: Muchlis Zain D21107099 G3 = t.ST.8 gr/cm3 = ( ) 7.6 5 7 2 2 4 .Perencanaan Kopling pada Mobil Avanza TUGAS ELEMEN MESIN II Dosen Pembimbing: Fauzan. .

1 í = 176.5 cm direncanakan = ( ) 7. Dog 2 2 4 1 + baja = 7. Berat rumah kopling G4 = ( ) t.34 gr 4. 92 .8 gr/cm3 t = ak = tebal rumah kopling = 0. Din ak 2. . .74 gram 5.5 2.8 x 0.5 5 0. 1 2 2 2 4 1 + = 1531.

3. Berat total kopling tanpa berat poros Gtot = G1 + G2 + G3 + G4 = 507.12 gram E.68 gram 6.Berat Poros G5 = ¼ .59 + 176. Defleksi pada poros Defleksi yang terjadi pada poros kita dapat menganggapnya sebagai akibat dari dua macam pembebanan.42 . = ¼ . C2 = 0 x= ½l . y = 0 . a.7.dp2 . Pemeriksaan putaran kritis 1.74 = 4329.45 + 2113.dx dy= 0 .x + ½ qx2 Karena Mx = EI 2 2 dx y d Maka EI 2 2 dx y d = -½ qlx + ½ qx2 EId x dy= -¼ qlx2 + 1/6 qx3 + c1 EI y =1/12 qlx3 +1/24 qx4 + c1x + c2 Syarat Batas : Pada x = 0 .34 + 1531.10 . L. yaitu pembebanan akibat berat poros itu sendiri (beban terbagi merata) dan pembebanan terpusat yang diakibatkan oleh berat kopling.8 ` = 976.14 . Beban akibat berat poros (beban terbagi merata) Mx = 0 = -½ ql.

-¼ ql (1/2l)2 +1/6 q(1/2l)3 + c1 = 0 -1/8 ql3 +1/12 ql3 + c1 = 0 c1 =1/24 ql3 Sehingga persamaannya menjadi : y = + + 24 24 12 1 3 4 3 x ql qx ql EI Lendutan maximum terjadi pada pertengahan poros atau x = ½l Maka : y = ( ) ( ) ( ) + + í 2 1 3 4 2 .

1 3 2 1 24 1 24 1 12 1 1 gl q l ql EI y = + + í 48 384 96 1 4 4 4 ql qx ql EI y = 384 .

015. 7 .dp4 ~1/64. 5 36 . 0 .44 = 11..15.979/10 = 0. . 10 .. 10-6 b.106 kg/cm2 I = Momen Inersia poros ~1/64.3.0979 kg/cm Sehingga lendutan akibat berat poros adalah : y = 384 10 . Beban akibat berat kopling (beban terpusat) .14.8075. 0979 . 2.15 1 4 6 y = 8.739 cm4 q= Beban terbagi merata ~G p/l = 0.10-7 cm = 0. 5 1 4 ql EI Dimana : E = Modulus elastisitas untuk beban poros St 70 = 21500 kg/mm2 = 2.

Mx = 0 = x l Pb. í Karena : Mx = EI 2 2 dx y d Maka : EI 2 2 dx y d = x l Pb. í EIdx dy = 1 2 . 2 c l Pbx + í EI y = 2 1 2 . 2 c x c l Pbx

+ + í Syarat batas : x=0 ; y=0 x =1/2l dand x dy= 0 , maka : EId x dy= 1 2 . 2 c l Pbx + í C1 = l Pbx . 2 2 í C1 = Pbl/8 Sehingga : y =

;

C2 =0

+ 8 . . . 6 Pb.x . 1 3 x l Pb l EI dimana lendutan maximum terjadi pada x = l/2 dan b = l/2

y =

+ 8 . . . . 6 . P. . 1 2 2 3 2 2 l P l EI l l l l y =

48 P. .

7 64 4 .dp4 = 36 .672 kg Sehingga lendutan akibat beban terpusat dari berat kopling adalah : y = 48 P.106 kg/cm2 I = Momen inersia poros =1/64 . 3 4 = P = Berat total kopling 1. 14 . 1 3 l EI y = . .15.1 3 l EI Dimana : E = Modulus elastisitas kopling dipakai standar baja St 70 = 21500 kg/mm2 = 2.

2n).10-6 cm Maka Ytotal adalah : = y1 +y2 c m = 0. 15 . 3 1 300 í ncr = 173205 rpm Putaran poros (n) dianggap cukup aman jika fluktuasinya berada diantara (0.10 .10-6 cm = 3. 7 . 10 . 2 1 3 6 y = 2.2) (4800rpm) = 5760 rpm.8075.2013. 36 .8n ÷ 1. Sehingga interval putaran maksimum adalah (1.10-6 Putaran Kritis ncr = tot y 1 300 ncr = 6 10 .í 48 1.10-6 +2.2013. dimana putaran poros n = 4800 rpm. Karena putaran optimum (nopt) lebih kecil dari putaran kritis (ncr) maka dapat dikatakan bahwa kondisi putaran poros berjalan dengan stabil terhadap akan adanya pembebanan.672. .

Akibat beban terpusat (P = Gtot) .n opt < n cr 5780 < 173205 rpm F. Pemeriksaan Kekuatan Poros Momen Lentur 1.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

cm Diameter Kritis Pemeriksaan diameter kritis menggunakan momen reduksi Mred = 2 2 ) ( Mp . Momen lentur yang terjadi M l = M l 1 + Ml 2 = Pl/4 + ql2/8 dimana : P = Berat kopling = 1. Akibat beban terbagi merata (berat poros) Ml2 = 0 = -qx.0979.3975 kg.MT Oleh: Muchlis Zain D21107099 Momen lentur terjadi maximum pada L = l/2 Ml1 = 0 = 4 2 .(l/2).(l/4) + q.Perencanaan Kopling pada Mobil Avanza TUGAS ELEMEN MESIN II Dosen Pembimbing: Fauzan.102/8) + (1.97/10 = 0.ST.672 kg l = Panjang poros = 10 cm q = Berat beban terbagi merata = qp/l = 0.10/4) = 5.672.(ql2/8) + ql2/4) = ql2/8. 2 Pl l P = 2.(l/2) = . 3.0974 kg/cm. Ml = (0.

1193 ). karangan Umar Sukrisno. 5 + = 817. untuk baja St 60-70 : bol III = 600 ÷ 800 kg/cm2 .685 Semakin kecil tegangan tarik yang digunakan maka momen reduksinya juga senakin kecil sehingga diameter kritis yang terjadi juga kecil Sehingga : Mred =( ) ( )2 2 67 . hal 186.682 kg. dipilih boll III = 600. = 600/875 = 0.Ml + dimana : = faktor koreksi = bol III/ bol II Berdasarkan tabel XX.4 pada buku referensi Bagian-bagian mesin dan merencana. 0 ( 3975 . 685 .cm Diameter kritis .

.

.

0 .ST.MT Oleh: Muchlis Zain D21107099 = II .Perencanaan Kopling pada Mobil Avanza TUGAS ELEMEN MESIN II Dosen Pembimbing: Fauzan. 1 .

bol Mrd = 600 x 1 .61 . 0 682 . Suhu Kam pa s Kopling Suhu kampas kopling sama dengn suhu kopling dan akan meningkat akibat gesekan/slip saat penyambungan. Untuk asbes suhu kerja yang direncanakan adalah 250o.t. KARAKT E RIST IK KOPLING A.3. 9. 9.2÷ 1) detik = dipilih 1 detik. Mt = Momen puntir rencana = Mtd . = Kecepatan sudut = 60 . Untuk menghitung kenaikan suhu kopling direncanakan (diambil asumsi) : waktu penyambungan : 1 detik panas ditimbulkan oleh plat tengah 1.69< 4 cm 3.69 cm dan diameter poros adalah 4 maka dalam perencanaan ini dianggap aman sebab diameter kritis lebih kecil dari diameter poros.69 cm Karena diameter kritis adalah 3.Energi yang hilang karena gesekan Wfr = 2 Mt. dcr< dp 3.34 Nm t = Waktu penyambungan (0. Kenaikan suhu ini tidak melebihi batas tertentu agar plat gesek lebih awal.. Semakin cepat waktu penyambungan maka energi yang hilang juga semakin kecil agar energi yang dihasilkan tidak terbuang percuma. 817 =3.81 = 56.81 = 555.

1003 .¨ t ¨ t =G o .. 2 = 439. 0 . 2 n = 60 4200 .0053 kJ/kg°C = 1005. 439 . Cp . 1 . . Kenaikan temperatur Q = Wfr Q = 2. .105 Joule Q = Go . 555 = 12.C p Q dimana : Go = Berat plat tengah =0.104 Joule. 764 .488.3 J/kg°C Maka : ¨ t = 5 . 34 .2064.6 rad/sekon Sehingga: Wfr = 2 6 .764 kg/m3 Cp = Panas spesifik udara pada 27°C = 1.

maka agak sukar menentukan umur secara lebih teliti.10 . temperatur dan lain-lain. . Karena laju keausan plat gesek sangat tergantung pada macam bahan geseknya. T kop < t direncaanakan 186 < 250°C B.51 cm2 k = Kerja spesifik untuk bahan asbes. Um ur Kopling Umur kopling plat gesek kering adalah lebih rendah dari pada plat gesek basah.8) dk/cm3 dipilih 8 = 5968 waat jam/cm2 Nfr = Daya yang hilang karena gesekan = 3600 . . tekanan kontak. Umur kopling gesek basah kurang lebih sepuluh kali umur kopling gesek kering.14)(21. 2 . 12 4 = 159oC Karena temperatur kopling dipengaruhi oleh temperatur luar maka : t kop = t udara + ¨ t = (27 + 159)°C = 186°C Karena temperatur kopling lebih kecil dari temperatur yang direncanakan maka kondisi kopling berada dalam keadaan aman. Lama gesekan Ld = NfrAm k a . . 2 = ¼ (3. z . dimana : a = Tebal plat gesek = 0.142). dimana daya yang merusak asbes (5 . 2063 . kecepatan keliling.5 cm = Luas permukaan gesek = ¼ (Dog2 ± Dig2). 2 = 60.922 ± 13.

= 100% . 439. maka : N = 10 jam/hari x 120 detik/jam N = 1200 detik/hari = 0.34 . 2034 5968 . 51 .6. 60 .75 / 0. 5 .39 Watt Maka : Lama gesekan adalah : Ld = 39 .3 =1. 0 = 188. Sehingga waktu yang diperlukan tiap jam adalah ~ 60(1 + 1) detik/jam§ 120 detik/jam Jika diperkirakan kendaraan dipakai selama 10 jam setiap hari.3 jam/hari Sehingga umur kopling didapat adalah : Lt = 188.3600 60 = 2034. Nm Ng - .7 tahun Jadi kopling dapat dipakai selama 1. direncanakan penyambungan oleh kopling 60 kali tiap jamnya dimana waktu kopling menyambung 1 detik dan melepas 1 detik.75 jam Dalam penentuan umur kopling.7 tahun C.2 1.t Mtd Nfr = 555. Efisiensi Kopling Efisiensi kopling merupakan besarnya kemampuan kopling bekerja secara efektif untuk memindahkan daya maksimum ke bagian transmisi lain.

2034 61088 x í = 96.6 % . 736 = 61088 waat Sehingga efesiensi kopling didapat = % 100 61088 39 .Nm Nm = Daya rata-rata kopling tiap jam = 83 .

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

4.BAB IV PE NUT UP 4. bahan poros harus lebih kuat daripada bahan untuk kopling.2 Saran 1. Suatu perncanaan dapat dikatakan aman apabila harga yang didapat lebih kecil daripada harga yang diizinkan. Dalam perencanaan ini ukuran-ukuran poros sagat penting karena turut mempengaruhi perhitungan kopling yang direncanakan. Untuk perencanaan ini sebaiknya diperhatikan bahan yang digunakan untuk desain poros dan komponen-komponen kopling. Suatu perncanaan sebaiknya diperhatikan bahwa harga yang didapat dari hasil perhitungan harus lebih kecil daripada harga yang diizinkan . 3. Dalam desain poros dan kopling.1 Kesimpulan Dalam perencanaan ini dapat ditarik beberapa kesimpulan : 1. 2. 2.

Ir. Pradnya Paramit . Ir. Elemen Mesin. Zaenab A.Ir. H. Graw Hill Book Company Rune. PT. Mc. Jakarta.DAFT AR PUST AKA Dobrovolsky. Prof. Jakarta. 1993. Materi kuliah Mekanika Kekuatan Material I Stolk. Robert. Machine Element Perry. Arifuddin. Engineering Manual.H. Erlangga Sularso. Materi Kuliah Elemen Mesin Ressang. 1987. Dasar Perencanaan dan Pemilihan Elemen Mesin. Elemen Konstruksi dari Bangunan Mesin.Dr.