KATA PENGANTAR

Bismillahirahmanirahim, Dengan rahmat Allah SWT, marilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat-Nya yang telah memberikan kesempatan pada penyusun sehingga dapat menyelesaikan tugas ini yang merupakan salah satu tugas yang diberikan pada mata kuliah Pengantar Epidemiologi AIDS. Dalam kehidupan kita, tanpa kita sadari kita seringkali menganggap odha (orang dengan HIV/AIDS) adalah orang-orang yang buruk dan mempunyai dosa yang besar. Stigma tersebut ternyata meluas sampai ke tataran masyarakat serta berdampak pada pekerjaan dan pendidikan bagi odha. Seringkali odha diberhentikan dari sekolah, universitas, pekerjaanya karena statusnya tersebut. Anggapan ini ternyata telah meluas sampai pada diskriminasi odha dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Hal ini tentu saja tidak boleh kita biarkan dan patut kita berikan edukasi bahwa odha adalah manusia sama seperti halnya kita. Pada kesempatan ini penyusun mengucapkan terimakasih kepada :
1. 2.

dr. Toha Amin, selaku dosen mata kuliah Pengantar Epidemiologi AIDS. Kedua orang tua kami.

3.

Teman-Teman Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Penulis menyadari bahwa paper ini masih belum dikatakan sempurna, oleh karena itu

Jakarta. bila ada saran dan masukan yang bersifat membangun, penulis terbuka untuk menerimanya. Mudah-mudahan makalah ini dapat membantu para mahasiswa atau siapa saja yang memerlukannya.

Jakarta, Juli 2011

Penyusun

i

...............................................1 Latar Belakang...........................2 Tujuan................15 3.........................2 Saran............... ii BAB I...........................................................................................3 2. 8 2.3 Rumusan Masalah...................................1 Kesimpulan........................8 2..................................................6 Efek Stigmatisasi dan Diskriminasi Bagi ODHA.15 3.........2 Pengertian AIDS........................................ 3 PEMBAHASAN................................... 16 ii .......................................................................................................................................9 BAB III................................................................3 2......................................................................2 1.....................7 Peran Pemuka Agama dalam Mengurangi Stigmatisasi dan Diskriminasi ODHA..................................................................................................................................................................4 Stigma dan Diskriminasi Bagi ODHA..............1 1.................................................................3 2..........................................4 2............................................................................................................................................................................6 2..................................................................2 BAB II................................................................................... 15 KESIMPULAN DAN SARAN..............................5 Bentuk-Bentuk Diskriminasi ODHA di masyarakat....................................DAFTAR ISI KATA PENGANTAR..... 1 PENDAHULUAN......................8 Solusi Permasalahan Diskriminasi dan Stigmatisasi ODHA............................................................................................................i DAFTAR ISI............................................................................................................................................................................................................................................................................. 15 DAFTAR PUSTAKA.................................................... 1 1.........................4 2.............3 Cara Penularan HIV........................................................................................................................1 Pengertian HIV...................

Januari . meskipun di Jakarta pada tahun 1983 terdapat sedikitnya tiga kasus AIDS. kasus AIDS pertama kali dilaporkan secara resmi adalah pada seorang turis asing di Bali pada tahun 1987. maka kasus pertama disepakati pada tahun tersebut di atas. Permasalahan AIDS dan perkembangannya memang tidak bisa diabaikan. fenomena gunung es. Penderita AIDS di Indonesia masih belum mendapatkan tempat yang tepat di masyarakat. yang menimpa seorang gay pada tahun 1981. Secara kumulatif. mungkin saja terjadi di Indonesia. Selanjutnya. jumlah kasus AIDS yang dilaporkan sejak 1978 sampai Maret 2011 sebanyak 24. selama tiga bulan terakhir. Hal ini yang mungkin menurut anggapan masyarakat AIDS sebagai gambaran yang menakutkan. Pandangan masyarakat mengenai penyakit AIDS masih dipengaruhi oleh pemahaman – pemahaman takhayul dan kurafat. Di Indonesia sendiri. pada tahun 1982. karena yang dilaporkan adalah hanya yang terdapat di Bali. Selain itu. AIDS merajalela di negara-negara berkembang.482 kasus tersebar di 300 kab/kota di 32 provinsi.1 Latar Belakang AIDS (Acquired Immunodeficiency Down Syndrome) adalah sindrom yang disebabkan oleh virus HIV (Human Immunodeficiency Virus).Maret 2011. Namun. Kasus pertama yang terjadi di San Fransisco. Menurut laporan triwulan Kemenkes Januari-Maret 2011. Kesalahan dalam memahami HIV AIDS telah berdampak pada tatanan sosial dalam masyarakat. Semula permasalahan AIDS tidak dibahas secara terbuka karena masyarakatnya masih menganut norma kebudayaan dan agama.BAB I PENDAHULUAN 1. Angka penderita AIDS memang kelihatannya kecil. lebih banyak diemukan pada gay. tambahan jumlah pengidap AIDS baru yang dilaporkan adalah 351 kasus dari 27 kab/kota di 12 provinsi. misalnya India dan Thailand. AIDS memang belum ditemukan obatnya sehingga belum bisa disembuhkan. pemerintahnya mengkhawatirkan bila berita tentang keberadaan AIDS di negaranya dapat mengganggu sektor pariwisata. namun patutu diperhatikan bahwa tidak semua kasus dapat dideteksi dengan baik dan dilaporkan ke Kementerian Kesehatan. Sindrom ini yang dulu belum punya nama. Hal ini terjadi karena kurangnya perhatian dari masyarakat dan pemerintahnya. penderita AIDS dipinggirkan 1 Istilah .

dan cara penularannya? 2. Mengetahui efek stigmatisasi dan diskriminasi bagi ODHA. 7. AIDS bukanlah penyakit kutukan dan penderita HIV AIDS sebenarnya masih bisa produktif dalam masyarakat.2 Tujuan Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut : 1. Apa saja Hak bagi ODHA ? 2 . Bagaimana bentuk – bentuk stigmatisasi dan diskriminasi ODHA di masyarakat ? 4. Memahami peran pemuka agama dalam pengurangan stigmatisasi dan diskriminasi. Apa pengertian stigma dan diskriminasi ? 3.3 Rumusan Masalah 1. Apa pengertian HIV. Bagaimana solusi permasalahan diskriminasi dan stigmatisasi ODHA? 7. Mengetahui pengertian HIV. ODHA dijauhi dan distigmatisasi sebagi makhluk-makhluk pendosa yang tidak punya hak untuk hidup sebagaimana manusia normal. 2. Apa peran pemuka agama dalam mengurangi stigmatisasi dan diskriminasi ODHA di masyarakat ? 6. bahkan menghilangkan kesempatannya untuk bekerja dan hidup seperti orang lain. 3. Mengetahui Hak Asasi Manusia bagi ODHA 1. Kesalahpahaman masyarakat dalam memahami HIV AIDS dapat berakibat buruk bagi penderita AIDS itu sendiri. AIDS. Mengetahui bentuk-bentuk stigmatisasi dan diskriminasi ODHA di masyarakat. Stigmatisasi yang berujung pada diskriminasi ODHA patut untuk dibahas dan dicarikan solusi permasalahannya. 4. Padahal. Apa efek stigmatisasi dan diskriminasi bagi ODHA? 5. Mengetahui pengertian stigma dan diskriminasi. dan cara penularannya. Mencari dan memahami solusi permasalahan diskriminasi dan stigmatisasi ODHA. AIDS. 6.dari kehidupan bermasyarakat. 5. terjadilah pembedaan (diskriminasi) bagi para ODHA dengan membatasi. 1. Kemudian.

yang akan mengakibatkan defisiensi kekebalan tubuh (KPAN) .sel darah putih tersebut termasuk limfosit yang disebut ‘sel T-4’ atau sel ‘T penolong’ (helper).2 Pengertian AIDS AIDS atau Acquired Immuno Deficiency Syndrome merupakan sekumpulan gejala dan infeksi yang terkait dengan menurunnya sistem kekebalan tubuh manusia yang disebabkan oleh virus HIV (KPAN. atau disebut juga sel CD-4 (Kemenkes. 1997). HIV menyerang salah satu jenis dari sel-sel darah putih. dan menghancurkan atau mengganggu fungsinya.1 Pengertian HIV HIV atau Human Immunodeficiency Virus merupakan retrovirus yaitu kelompok virus yang mempunyai kemampuan mengkopi cetak materi genetik diri di dalam materi genetik sel-sel yang ditumpanginya. Melalui proses ini sel HIV dapat mematikan sel-sel T4.BAB II PEMBAHASAN 2. HIV adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia dan kemudian menimbulkan AIDS. Infeksi virus ini mengakibatkan terjadinya penurunan sistem kekebalan yang terus-menerus. Pengerttian lain adalah retrovirus yang menjangkiti sel-sel sistem kekebalan tubuh manusia (terutama CD4 positive T-sel dan macrophages– komponen-komponen utama sistem kekebalan sel). 2. 3 .2007). dalam buku AIDS dan Penanggulangannya. yang befungsi untuk menangkal atau mencegah infeksi.

Sehingga. Prenatal (dari ibu hamil ke anak yang dikandung) (Kemenkes. pengguna jarum suntik narkoba.3 Cara Penularan HIV Cara penularan HIV dapat dengan cara. maka kurang tepa jika AIDS disebut sebagai penyakit. golongan. homoseksual. HIV – dalam jumlah yang cukup untuk menginfeksi orang lain. Penularan tersebut terjadi melalui luka yang terjadi saat berhubungan. atau kumpulan gejala penyakit. definisi yang lebih tepat disebut sindrom. air ludah. 2010) Hubungan seks. 2.dapat ditemukan dalam darah. 1. Hubungan seks (heteroseksual. 4 . Cairan tubuh yang lain tidak pernah dilaporkan adanya kasus penularan HIV (misalnya disebabkan oleh.4 Stigma dan Diskriminasi Bagi ODHA Dalam kamus besar bahasa Indonesia. Selain itu juga cara penularan HIV dengan transfusi darah. dll) 2. air mata. Tingkat HIV baik dari segi jumlah dan timbulnya berbagai infeksi tertentu merupakan indikator bahwa infeksi HIV telah berkembang menjadi AIDS. Stigmatisasi merupakan proses bagaimana stigma berkembang dan menjadi sebuah opini umum dalam masyarakat. ekonomi.cara sebagai berikut . Stigma merupakan anggapan negatif seseorang kepada orang lain. suku. Serangan penyakit yang awalnya tidak berbahayapun lama kelamaan apat menyebabkan penderita sakit parah dan akhirnya meninggal. penggunaan jarum suntik pengguna narkoba) 3. air mani. dan akhirnya masuk ke aliran darah dan menyerang sel darah putih. Karena penyakit yang menyerang sangat bervariasi. 2. serta ditularkan dari ibu kepada anaknya melalui luka saat persalinan. keringat. IDU (transfusi darah. stigma mempunyai pengertian ciri negatif yang menempel pada pribadi seseorang karena pengaruh lingkungannya. baik homoseksual maupun heteroseksual dengan seseorang yang sudah terinfeksi HIV dapat menjadi faktor resiko penularan HIV. dan cairan vagina seorang pengidap HIV. dan air kencing).Menurunnya sistem kekebalan tubuh ini menyebagkan odha (orang dengan HIV/AIDS) menjadi sangat rentan dan mudah terjangkit oleh berbagai macam penyakit. Pengertian diskriminasi dalam kamus besar bahasa Indonesia adalah pembedaan perlakuan terhadap sesama warga Negara(berdasarkan warna kulit.

5 .agama. Ketakutan akan pembedaan perlakuan ini membuat odha berusaha untuk menjembatani diri atau menjaga jarak dengan orang-orang di sekitarnya. bahkan keluarganya sendiri. maka diskriminasi sudah menyentuh pada pembedaan pada kenyataan. HIV/AIDS berhubungan dengan perilaku (misalnya homoseks dan penasun) yang telah terstigmatisasi dalam masyarakat 4. Kita sering mendengar odha menghadapi banyak masalah sosial. Masalah sosial tersebut antara lain berupa dikucilkan dan diasingkan oleh teman-teman. Akhirnya baik odha maupun masyarakat saling menjaga jarak. dan susahnya mencari layanan kesehatan bagi odha yang mudah diakses dan terjangkau. pekerjaan. keluarga. Kepercayaan agama dan moral yang membuat masyarakat percaya bahwa HIV/AIDS merupakan hasil dari kesalahan moral (misalnya seks bebas dan perilaku seks menyimpang) yang pantas dihukum (anonim). karena ada kemungkinan adanya diskriminasi di lingkungannya. Fenomena orang-orang dengan HIV/AIDS merupakan suatu fenomena yang asing namun menarik bagi masyarakat kita. atau layanan kesehatan. Masyarakat takut mengidap HIV/AIDS 3. Belum lagi pandangan dari masyarakat yang penuh ketakutan dan kebencian terhadap odha. Bila stigma hanya merupakan ciri negatif dan belum sampai pada tataran realita. 5. Tekanan psikologi bisa saja muncul karena menerima kenyataan mengidap suatu penyakit yang sampaisekarang belum bisa disembuhkan. misalnya pembedaan perlakuan dalam keluarga. dsb. HIV/AIDS dianggap penyakit seumur hidup 2. dan sebagainya. Orang yang terinfesi HIV seringkali berfikir bahwa ialah yang harus bertanggungjawab terhadap infeksi yang menimpanya. Odha seringkali menutupi identitasnya jika ingin merasa aman. baik dalam kelompok skala kecil maupun skala yang besar. Menjalani hidup sebagai odha memang kenyataannya sangat berat dan menyedihkan. Faktor-faktor yang berhubungan dengan stigma HIV/AIDS dalam masyarakat adalah sebagai berikut : 1. baik pekerjaan.

Contohnya terjadi seorang remaja yang positif HIV dilarang untuk bergaul dengan tetangganya dan kemudian dikucilkan. homoseks. c. Diskriminasi di lingkungan Keluarga Diskriminasi di lingkungan keluarga sering dialami oleh odha. Hal ini terjadi karena orang tua anak lainnya takut anaknya akan tertular HIV. d. 2. Padahal. Murid yang kedapatan mengidap AIDS dikeluarkan dari sekolah atau kampusnya. Sikap diskriminasi dan diskriminasi terhadap odha biasainya terjadi ketika kasus AIDS baru merebak dan masyarakat masih awam sekali dalam menghadapinya. Bentuk diskriminasi misalnya sering terjadi bahwa seorang anak yang positif HIV dilarang untuk tetap bersekolah dan kemudian dikucilkan oleh orang tuanya karena dihkawatirkan dapat menularkan kepada anggota keluarga yang lainnya. namun juga karena berbagai faktor lain baik yang sengaja maupun tidak disengaja. namun merambah pada masalah kultur sosial bagaimana masyarakat menempatkan odha. b. misalnya : a. Diskriminasi di lingkungan pendidikan Di lingkungan pendidikan juga mungkin bisa terjadi diskriminasi odha.5 Bentuk-Bentuk Diskriminasi ODHA di masyarakat Bentuk-bentuk diskriminasi odha di masyarakat cukup beragam. termasuk stigmatisasi yang terjadi pada masyarakat. penasun).Stigma khas yang masih melekat pada odha bahwa mereka adalah manusia pendosa dan tidak bermoral. pemaparan HIV tidak hanya diakibatkan oleh faktor perilaku yang menyimpang (seks bebas. Diskriminasi di Lingkungan Kerja 6 .. Diskriminasi di Lingkungan Masyarakat Keadaan ini biasanya dialami oleh masyarkat-masyarakat yang untuk pertama kali menghadapi HIV/AIDS. Sikap diskriminasi dan stigmatisasi ini sebenarnya muncul karena masyarakat belum sepenuhnya memahami HIV/AIDS dan sikap masyarakat yang terlalu berlebihan dan tidak proporsional dalam menghadapi masalah HIV/AIDS. Padahal kita tahu bahwa hal ini tidak mungkin terjadi. Permasalahan odha akhirnya semakin meluas tidak hanya masalah medis saja.

5. 9. kondisi-kondisi politik yang menyebabkan rasisme. 7 . para responden dengan jelas menyebutkan stigma berasal dari: 1. 6. 8. dan sering terjadi karyawan dipecat oleh perusahaannya ketika diketahui positif HIV. Kurangnya akses ke ARV atau pelanggaran akses. Kesalahan dalam penyediaan layanan kesehatan termasuk pelanggaran atas kerahasiaan. 10. Nilai-nilai budaya dan praktek-praktek menyangkut sakit yang serius. 3. 2. Diskriminasi di tingkat kerabat dan masyarakat.Diskriminasi di lingkungan kerja. 4. 11. yang mempertanda bahwa akar stigma dan diskriminasi berasal dari praktek-praktek budaya yang dekat yang tak jauh berbeda dengan yang terjadi di kondisikondisi ekonomi makro atau politik yang lebih besar. Secara khusus. Nilai-nilai budaya menyangkut pengucilan. Pengungkapan status mereka oleh orang lain. Perusahaan takut bahwa odha yang tidak produktif lagi akan menjadi beban bagi perusahaan. 7. Dalam sebuah penelitian kualitatif tahun 2010 yang dilakukan di pegunungan papua di kota Wamena di kabupaten Jayawijaya dan kota Enarotali di kabupaten Paniai. Nilai-nilai budaya seputar kematian dan ajal. Pengungkapan status mereka oleh orang lain yang memiliki kekuasaan seperti pemimpin gereja atau petugas kesehatan. Ketidakadaan atau tidak cukup layanan kesehatan. dan mempunyai anggapan yang salah bahwa odha tersebut akan menularkan HIV kepada karyawan lainnya. Pikiran-pikiran budaya dan praktek-praktek menyangkut sakit yang serius. Penundaan dalam penyediaan berbagai layanan dasar. terhadap 28 odha didapatkan bahwa para responden menceritakan praktek-praktek stigma datang dari beragam sumber.

Sejak mengetahui bahwa dirinya terinfeksi HIV. Odha merasa disisihkan oleh masyarakat sekitarnya yang takut secara berlebihan bahwa bila bersentuhan ataupun mendekat saja dengan odha akan tertular. 3.2. Dengan berkembangnya penyakit-penyakit yang mekin lama makin berat odha makin tersiksa. Diam disini maksudnya adalah bersikap tidak peduli terhadap permasalahan HIV/AIDS yang terjadi di sekelilingnya.7 Peran Pemuka Agama dalam Mengurangi Stigmatisasi dan Diskriminasi ODHA Dalam buku Apa yang dapat diperbuat Para Pemuka Agama terhadap Masalah HIV/AIDS? Yang dibuat oleh UNICEF. odha juga menanggung beban psikososial yang besar akibat stigamtisasi dan diskriminasi. masyarakat mencurigai odha dan menganggap mereka sebagai manusia yang menjijikkan. Penyakit-penyakit yang berlangsung berbulan-bulan membutuhkan biaya yang besar. diantaranya : 1.6 Efek Stigmatisasi dan Diskriminasi Bagi ODHA Selain menanggung beban medis. 5. ODHA mengetahui bahwa AIDS adalah penyakit yang mematikan. Keadaan ini menambah berat penderitaan odha. budaya ini sering dikaitkan dengan kepercayaan Hubungan Antara HIV dengan imoralitas perilaku seksual.1997) beban psikis yang dialami oleh odha terkait dengan diskriminasi cukup bervariasi. diterangkan bahwa di beberapa negara. walaupun tidak mengetahui siapa orangnya dan bagaimana cara menularnya. Dan perlu diingat bahwa yang harus dimusnahi adalah penyakitnya bukan orangnya. Bagi odha yang tidak mampu hal ini akan menambah beratnya depresi. Karena cara penularan AIDS yang sangat spesifik. 6. pada umunya odha mengalami syok kejiwaan yang berat dan dapat melumpuhkan kekuatan jiwanya serta membuatnya putus asa. kotor dan berdosa. dan penggunaan narkoba serta alkohol Pemuka agama mempunyai kemampuan memecahkan kebisuan dengan memberikan ceramah pada masyarakat untuk 8 . 2. padahal kita mengetahui bahwa aids tidak menular lewat kontak sosial biasa 2. Permasalahan tersebur terkait dengan karakteristik HIV/AIDS maupun dengan sikap masyarakat terhadap dirinya. Dalam Buku AIDS dan Penanggulangannya (Kemenkes. ODHA merasa dihukum oleh masyarakat sekitarnya. 4. masih ada yang memakai budaya diam dalam menghadapi masalah HIV/AIDS. Kekhawatiran membebani batinnya.

pelayanan. Misalnya dengan menggelar malam renungan AIDS. yang membantu pada odha untuk mengadvokasi dan meningkatkan kepedulian terhadap AIDS. mata masyarakat mulai terbuka mengenai hal ini. dan mencari solusinya juga harus menyeluruh. agar odha tidak merasa menjadi sampah masyarakat. program.pada ofha. Pihak Pemerintah Kebijakan perintah dan strategi politik seharusnya memperhatikan apa yang dirasakan ODHA. Mereka masih punya hak dan kewajiban seperti masyarakat lainnya. maka solusi dari permasalahan sosial yang dihadapi odha adalah sebagai berikut : 1. Oleh karena itu segala kebijakan.8 Solusi Permasalahan Diskriminasi dan Stigmatisasi ODHA Diskriminasi dan stigmatisasi bagi ODHA tidak lepas dari permasalahan sosial yang dialami oleh odha. Dalam hal ini harus ada perubahan persepsi dari masyarakat. 2. Berdasarkan hal tersebut. dan sejenisnya. dan strategi yang efektif adalah yang client-centered. Meningkatkan keterlibatan dan peran ODHA dalam penaggulangan HIV/AIDS Upaya pencegahan penularan HIV tidak dapat perawatan yang baik walaupun memakan waktu yang cukup lama. penolakan. Masyarakat dapat membantu menghilangkan cap buruk pada odha dengan cara memperlihatkan perhatian dan dukungannya. untuk bisa hidup sehat secara fisik dan secara psikologis. 2. Peran pemuka agama memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai HIV/AIDS bukanlah penyakit karena kutukan. 9 . apa yang dibutuhkan ODHA. stigma. suasana yang seperti apa yang dibutuhkan ODHA. masalah yang ditimbulkan seringkali lebih banyak masalah sosialnya daripada masalah medisnya. Segala sikap diskriminatif yang mengarah pada pengucilan dapat dianggap sebagai pelanggaran terhadap hak asasi manusia.mengakhiri rasa bersalah. apa yang tidak dibutuhkan ODHA. dalam konteks ini menempatkan ODHA sebagai pusat. 3. Mengubah Persepsi Masyarakat Seseorang yang terkena HIV bukan berarti hak hidupnya dicabut. dan diskriminasi.

2006) 4. Dukungan dan perawatan sangat erat kaitannya dengan pencegahan. Tapi sayang ketiga prinsip ini masih 10 . ODHA menjadi bagian penting upaya penanggulangan HIV/AIDS karena mereka adalah orang-orang yang hidupnya tersentuh dan terpengaruh secara langsung oleh virus ini. Tidak seorangpun yang mengharapkan untuk menjadi sakit atau terinfeksi sesuatu yang belum ada obatnya. Menghubungkan pencegahan dengan dukungan dan perawatan adalah salah satu hal yang paling masuk akal yang pernah tercetus dalam upaya penanggulangan upaya penaggulangan HIV/AIDS. terutama oleh mereka yang pekerjaannya berhubungan dengan HIV/AIDS. upaya pencegahan HIV+ tidak bisa berhenti pada pencegahan saja.Kini disadari bahwa ODHA orang dengan HIV/AIDS sesungguhnya mempunyai peran penting dalam upaya pencegahan penularan. dalam masyarakatnya (baik yang terinfeksi maupun tidak) rasa aman dan nyaman timbul. Semua itu sangat berpengaruh pada kesehatan fisik dan mental orang itu selanjutnya. konseling yang harus diberikan sebelum dan sesudah tes. Mereka adalah sumber pengertian yang paling tepat dan paling dalam mengenai HIV/AIDS.Dukungan Pertama Saat Menjalani Tes Dukungan dan pelayanan untuk ODHA sebenarnya sudah dimulai sejak orang tersebut mengetahui status HIVnya. Jika ada orang yang terkena juga penyakit ini. dan dengan demikian HIV/AIDS mulia mendapat perhatian serius sebagaimana mestinya dari semua orang. a.(Murni. Dengan memberikan perhatian yang cukup pada dukungan dan perawatan. maka ini adalah bukti bahwa upaya pencegahan yang dilaksanakan belum mencapai semua orang atau belum tepat caranya. serta kerahasiaan yang harus dijunjung tinggi. Oleh karena itu. ketakutan yang berlebihan dapat dikikis. Tetapi harus bahu membahu dengan upaya memberikan dukungan dan layanan bagi yang sudah terinfeksi. Dukungan dan Pelayanan untuk Orang HIV+ ODHA juga berhak atas kehidupan yang sehat. Pengertian ini penting dimiliki oleh setiap orang. Bahkan sudah juga harus dipikirkan apa yang akan dilakukan jika dukungan dan layanan ini tidak diberikan dengan semestinya. Disana disebutkan mengenai informed consent (dengan pengetahuan dan kesadaran) orang yang bersangkutan. meningkatkan dukungan dan perawatan terbukti sangat menunjang keberhasilan upaya pencegahan mereka. Melihat pengalaman di beberapa tempat/negara. Bentuknya sudah dijelaskan dalam prinsipprinsiptes HIV yang tercantum dalam Strategi Nasional Penanggulangan AIDS.

Perlakuan yang Etis dan Tidak Diskriminatif Perlakuan terhadap orang HIV+ pertama kali dilakukan oleh tenaga kesehatan yang kemudian ia akan berhubungan kembali dengan tenaga-tenaga kesehatan tersebut. Hal ini dapat mempengaruhi fisik dan mentalnya. Namun kenyataan yang harus dihadapi orang HIV+ adalah ketiadaan obat penyembuh tersebut. Hal ini berlaku untuk semua penyakit. Bagi banyak masyarakat Indonsia. Hal ini perlu dikembangkan untuk HIV/AIDS. penyakit inilah yang akan menyebabkan kematian. Apa bila tenaga kesehatan tersebut kurang informasi dan pemahaman bisa menimbulkan ruang untuk terjadinya ketakutan yang berlebihan dan diskriminasi. agar bisa mengisi kekosongan obat-obatan medis.Kelompok Dukungan Sebaya Sebenarnya Kelompok dukungan sebaya ini termasuk kedalam terapi non medis. pengadaannya tidak merata serta tidak dapat dijamin ada/ tidaknya. Obatobatan ini masih terus menerus diteliti. d.Keterbatasan Obat-obatan Jika seseorang sakit. Harapan yang sangat besar lalu digantungkan pada obta-obtatan antiretroviral. karena dianggap lebih tahu. self-help group.Pencegahan dan Pengobatan Penyakit Oportunistik Pada ODHA dimana daya tahan tubuhnya sangat rendah. atau peer 11 .sering dilanggar di lapangan. f. maka yang utama ia cari adalah obat penyembuhannya untuk kembali sehat. Tidak berbeda dengan HIV. Walaupun belum sempurna. karena : obat-obatan ini harganya jauh diatas jangkauan masyarakat. dan masih kurangnya informasi yang baru mengenai obat-obatan. mulai dari disepelekannya kerahasiaan sampai menolak unuk merawat. sehingga penyakitpenyakit dapat mudah masuk ke dalam tubuhnya. c. Pada orang yang sudah masuk AIDS. e. Tenaga kesehatan ini akan menjadi role model bagi masyarakat dan penyedia layanan yang lain tentang bagaimana bersikap terhadap orang HIV+.Terapi Non Medis Pengembangan terapi non medis ini untuk HIV/AIDS perlu didorong dan didukung. Kelompok dukungan sering disebut support group. Masih ada orang yang di tes tanpa sepengetahuan dan seijinnya. agamapun telah menjadi semacam terapi. obat-obatan ini telah terbukti dapat menurunkan kadar virus dalamdarah seseorang sampai tidak bisa dideteksi lagi. b. fasilitas dan kemampuan monitoring atas dampak obat-obatan ini masih sangat rendah.

dimana pelayanan untuk orang HIV+ masih lemah atau bahkan tidak ada sama sekali. 12 . artinya kelompok dukungan yang dikelola oleh dan untuk orang-orang HIV+.  Kelompok dukungan menjadi badan dimana dukungan diberikan dan perawatan disediakan. g.  Tidak melakukan diskriminasi  Penulisan tanpa mengkategorikan bahwa turis asing. dan berperan dalam proses pengambilan keputusan. Yang agak khusus dengan HIV/AIDS.  Seharusnya tidak dikaitkan dengan profesi.support group.  Kelompok dukungan menutupi kurangnya layanan konseling yang semestinya ada menyertai semua tes HIV tetapin sering tidak dilaksanakan. Terutama di negara berkembang. dan terdukung. namun pembaca juga bisa memahami sebuah peristiwa secara beruntun dan tidak melakukan penghakiman pada penderita. kelompok dukungan memiliki peran besar dalam upaya penanggulangan HIV/AIDS secara keseluruhan. berusaha mempengaruhi pembuatan kebijakan. melainkan bahwa semua orang potensial terkena HIV/AIDS.  Tidak menimbulkan stigma baru dalam masyarakat Jurnalis tidak berhak menulis atau menyiratkan sebuah peristiwa yang mengakibatkan masyarakat ikut menghukum penderita. stigma dan diskriminasi yang menyertai ODHA menjadi faktor penting di belakang bermunculannya kelompok dukungan. terjaga kerahasiaannya. pekerja seks atau tenaga kerja ilegal sangat potensial terkena HIV/AIDS.  Kelompok dukungan menjadi tempat dimana pendidikan dan penyebarluasan informasi mengenai HIV/AIDS terjadi. aman. Bagi banyak orang HIV+ di banyak tempat tertentu di dunia :  Kelompok dukungan adalah tempat satu-satunya dimana mereka merasa nyaman. bisa keluar dari isolasi.  Kelompok-kelompok dukungan ini ada yang berkembang menjadi bahan advokasi yang menyuarakan keprihatinan tentang hidup dengan HIV/AIDS.Jurnalis perlu memperhatikan dan mengedepankan hal-hal di bawah ini :  Humanis dan memperhatikan hak-hak penderita Pemberitaan yang dituliskan oleh jurnalis tidak hanya mampu menimbulkan simpati dari pembaca.

Dalam buku AIDS dan Penanggulangannga (Kemenkes. 2. Hak untuk konfidentialitas. Hak untuk menentukan bersama tenaga kesehatan tindakan medis yang perlu dilakukan pada dirinya. Hak untuk diperlakukan manusiawi dan tidak diskriminatif dalam layanan kesehatan. Hidup dengan HIV/AIDS : 13 . Hak untuk mendapatkan pendidikan dan penghasilan yang sesuai dengan dengan pekerjaannya. 1997) secara khusus hak-hak odha adalah sebagai berikut : 1. Memberikan persetujuan atau tidak sebelum menjalani tes HIV d.  Tidak menuliskan berita sensasional dan mengeksploitasi penderita. Tes hasilnya dirahasiakan 2. 8. Sebelum mengetahui terinfeksi atau tidak a. Dalam tulisannya. 3. Hak untuk mendapat kesempatan bekerja. layanan sosial dan lain-lain. Hak untuk mendapatkan informasi yang benar mengenai keadaan atau status kesehatannya. berkarya dan berpartisipasi sebagai anggota masyarakat. Tidak menuliskan identitas narasumber kecuali dengan kesepakatan. 5. Hak untuk menginformasikan atau tidak menginformasikan statusnya kepada orang lain. Konseling sebelum menjalani tes HIV c. 4. 7.9 Hak Bagi ODHA Odha seperti manusia lainnya juga memiliki hak dalam hidupnya. 6. Hak untuk mendapat dan memilih jenis layanan kesehatan yang sesuai dengan kehenaknya. Informasi dan keterampilan untuk melindungi diri dari penularan b. 2. Jurnalis tidak menuliskan sesuatu yang membuat pembaca menjadi terkejut dan menyalahkan penderita. murni (2006) menjalaskan hak asasi manusia dalam konteks HIV adalah sebagai berikut : 1.

Hak untuk mendapatkan santunan dan pensiun yang mejadi haknya. Hak untuk mengakses pendidikan i. Hak atas privasi e. Hak untuk hidup c. 14 . Jadi tidak ada satu alasanpun yang membuat hak odha berbeda dari hak-hak orang pada umumnya. Hak untuk bergerak atau berpinah tempat g. Hak untuk tidak dibedakan serta persamaan di hadapan hukum b. Hak untuk tiak dibocorkan identitasnya d. Hak untuk menikah dan membangun keluarga h. Upaya-upaya untuk mendeskriditkan odha dengan membatasi atau menghilangkan haknya. Hak untuk berkumpul j. Hak untuk mengikuti program asuransi 3. Hak untuk mendapatkan pelayanan dan penguburan yang layak c.a. merupakan sebuah tindakan yang tidak sepatutnya dilakukan. Hak bagi keluarganya untuk tidak diganggu e. Hak untuk jenazahnya diperlakukan dengan bermartabat b. Selain itu. Hak untuk mendapatkan standar kesehatan fisik dan mental tertinggi yang bisa dicapai d. Hak untuk bekerja f. Saat dan Setelah Meninggal a. hal tersebut juga merupakan sebuah pelanggaran hukum yang akan diberikan sanksi.

Artinya. Stigmatisasi dan diskriminasi tersebut tentu akan sangat merugikan odha. Status odha anggaplah sebagai penebus dosa-dosa di dunia yang dilakukan. tetaplah berfikir positif dalam menjalani hidup ini. Perlu membuat kebijakan – kebijakan yang proporsional sesuai dengan peran dan kemampuan odha dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. dan bergaul dengan odha bukanlah sesuatu yang buruk dan berbahaya. Bagi odha.BAB III KESIMPULAN DAN SARAN 3. bila ada anggota keluarganya yang terkana HIV jangan malu untuk dilaporkan dan dirawat ke rumah sakit. 4. Serta tingkatkanlah kualitas keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan YME. Tegakkan sanksi yang tegas bagi siapa saja yang merampas hak-hak odha . Bagi pemerintah . Mereka hanya mengidap suatu penyakit yang belum dutemukan obatnya. 2. stigmatisasi dan diskriminasi terhadap odha merupakan suatu tindakan menggeneralisir bahwa semua odha berperilaku buruk. dan sebagainya merupakan suatu perbuatan melanggar hak asasi manusia. karena dapat berakibat odha tidak bisa produktif lagi di masyarakat. pendidikan. 15 . Ada aspek lain yang menyebabkan seseorang tertular HIV.2 Saran Yang perlu dilakukan oleh semua pihak adalah sebagai berikut : 1. Selain itu perbuatan tersebut akan merampas hak-haknya sebagai warga negara yang memiliki kedudukan dan peranan yang sama di hadapan hukum. masyarakat. serta pemerintah. 3. Upaya-upaya untuk membatasi hak-hak odha dalam bermasyarakat dalam bentuk diskriminasi dalam pekerjaan. Bagi keluarga.1 Kesimpulan Odha adalah manusia yang sama seperti kita yang memerlukan dukungan sosial dari keluarga. 3. buang jauh-jauh prasangka-prasangka buruk terhadap odha serta berikan perlakuan kepada odha seperti pada masyarakat umumnya tanpa diskriminasi. dan lainnya. Bagi masyarakat . Janganlah takut bersosialisasi dengan masyarakat serta teruslah berusaha untuk tetap produktif dalam masyarakat. janganlah bersedih. Berikan dukungan dan simpati agar odha merasa tidak sendirian. antara lain penularan dari ibu ke anaknya dan transfusi darah serta penggunaan jarum suntik yang tidak steril. HIV/AIDS merupakan masalah kesehatan yang tidak hanya dikaitkan dengan aspek moral saja.

DAFTAR PUSTAKA Anonim. Jurnal : Stigma dan HIV AIDS di wilayah pegunungan Papua. R. 2007 Kemkes. Apa yang dapat diperbuat Para Pemuka Agama terhadap Masalah HIV/AIDS? Parker. lestie. Social Science & Me dicine 57:13‐24. Masalah sosial dan pemechannya. HealthyPlace. Argyo. HIV and AIDS‐related Stigma and Discrimination: A Conceptual Framework and Implications for Action. [Stigma yang berkaitan dengan HIV dan AIDS: Suatu K erangka Konseptual dan Implikasinya bagi Aksi] 16 . Rencana Nasional Penanggulangan HIV/AIDS. Kumpulan Tulisan Suzzana Murni. 2010 Demartto. 2006. Dua Sisi Dari Satu Sosok. and P. 2003. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Laporan Triwulan Situasi Perkembangan HIV/AIDS di Indonesia Sampai dengan Maret 2011. HIV and AIDS: Stigma and Discrimination. Suzana. dkk. 2005 Kemdiknas. Makalah : Odha. Jakarta Unicef.com [Juli 2011] Butt. Murni. Aggleton. 2008 KPAN.

PAPER PENGANTAR EPIDEMIOLOGI AIDS “STIGMA DAN DISKRIMINASI ORANG DENGAN HIV/AIDS (ODHA)” DI SUSUN OLEH : HAMDAN RACHMAT NOVIAR 2008717025 2008710064 PROGRAM STUDI KESEHATAN MASYARAKAT FAKULTAS KEDOKTERAN DAN KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA 2011 17 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful