Asal usul Lampung

Asal-usul Ulun Lampung erat kaitannya dengan istilah Lampung sendiri. Kata Lampung sendiri berasal dari kata "anjak lambung" yang berarti berasal dari ketinggian ini karena para puyang Bangsa Lampung pertama kali bermukim menempati dataran tinggi Sekala Brak di lereng Gunung Pesagi. Sebagaimana I Tsing yang pernah mengunjungi Sekala Brak setelah kunjungannya dari Sriwijaya dan dia menyebut To-Langpohwang bagi penghuni Negeri ini. Dalam bahasa hokkian, dialek yang dipertuturkan oleh I Tsing To-Langpohwang berarti orang atas dan seperti diketahui Pesagi dan dataran tinggi Sekala brak adalah puncak tertinggi ditanah Lampung. Prof Hilman Hadikusuma di dalam bukunya (Adat Istiadat Lampung:1983) menyatakan bahwa generasi awal Ulun Lampung berasal dari Sekala Brak, di kaki Gunung Pesagi, Lampung Barat. Penduduknya dihuni oleh Buay Tumi yang dipimpin oleh seorang wanita bernama Ratu Sekerummong. Negeri ini menganut kepercayaan dinamisme, yang dipengaruhi ajaran Hindu Bairawa. Buay Tumi kemudian dapat dipengaruhi empat orang pembawa Islam yang berasal dari Pagaruyung, Sumatera Barat yang datang ke sana. Mereka adalah Umpu Bejalan diWay, Umpu Nyerupa, Umpu Pernong dan Umpu Belunguh. Keempat Umpu inilah yang merupakan cikal bakal Paksi Pak Sekala Brak sebagaimana diungkap naskah kuno Kuntara Raja Niti. Namun dalam versi buku Kuntara Raja Niti, nama puyang itu adalah Inder Gajah, Pak Lang, Sikin, Belunguh, dan Indarwati. Berdasarkan Kuntara Raja Niti, Prof Hilman Hadikusuma menyusun hipotesis keturunan Ulun Lampung sebagai berikut:
y

Inder Gajah

Gelar: Umpu Lapah di Way Kedudukan: Puncak Dalom, Balik Bukit Keturunan: Orang Abung
y

Pak Lang

Gelar: Umpu Pernong Kedudukan: Hanibung, Batu Brak Keturunan: Orang Pubian
y

Sikin

Gelar: Umpu Nyerupa Kedudukan: Tampak Siring, Sukau Keturunan: Jelma Daya
y

Belunguh

Batu Brak Keturunan: Tulang Bawang Adat-istiadat Pada dasarnya jurai Ulun Lampung adalah berasal dari Sekala Brak. Padang Cermin. Belalau. dan Terbanggi. Suoh. masing masing terdiri dari: y y y y y y Paksi Pak Sekala Brak (Lampung Barat) Keratuan Melinting (Lampung Timur) Keratuan Darah Putih (Lampung Selatan) Keratuan Semaka (Tanggamus) Keratuan Komering (Provinsi Sumatera Selatan) Cikoneng Pak Pekon (Provinsi Banten) Masyarakat adat Lampung Pepadun Masyarakat beradat Pepadun/Pedalaman terdiri dari: y Abung Siwo Mego (Unyai. Way Lima. Talang Padang. Batu Brak. Pesisir Krui. Muara Dua. Unyi. Ranau. Teluk Betung. Cukuh Balak. Raja Basa. Sekincau. Masyarakat Adat Saibatin seringkali juga dinamakan Lampung Pesisir karena sebagian besar berdomisili di sepanjang pantai timur. Martapura. Kalianda. selatan dan barat lampung. Anak Tuha. namun dalam perkembangannya. Gunung Sugih. Seputih Timur. Semaka. Sukadana. secara umum masyarakat adat Lampung terbagi dua yaitu masyarakat adat Lampung Saibatin dan masyarakat adat Lampung Pepadun. Kayu Agung. Jabung. Masyarakat Adat Saibatin kental dengan nilai aristokrasinya. Liwa. Way Jepara. Kota Agung. empat kota ini ada di Propinsi Sumatera Selatan.Gelar: Umpu Belunguh Kedudukan: Kenali. Subing. Masyarakat Abung mendiami tujuh wilayah adat: Kotabumi. Jabung. sedangkan Masyarakat adat Pepadun yang baru berkembang belakangan kemudian setelah seba yang dilakukan oleh orang abung ke banten lebih berkembang dengan nilai nilai demokrasinya yang berbeda dengan nilai nilai Aristokrasi yang masih dipegang teguh oleh Masyarakat Adat Saibatin. Belalau Keturunan: Peminggir y Indarwati Gelar: Puteri Bulan Kedudukan: Cenggiring. Selagai. Cikoneng di Pantai Banten dan bahkan Merpas di Selatan Bengkulu. . Masyarakat adat Lampung Saibatin Masyarakat Adat Lampung Saibatin mendiami wilayah adat: Labuhan Maringgai. Pugung. Kunang. Beliyuk. Nyerupa). Uban. Labuhan Maringgai.

Pakuan Ratu.y y Mego Pak Tulangbawang (Puyang Umpu. wat liom ghega dighi Juluk-adok gham pegung. adalah sebuah bahasa yang dipertuturkan oleh Ulun Lampung di Propinsi Lampung. bahasa Bali. Bahuga. dan Pugung. Panaragan. Sifat-sifat orang Lampung tersebut juga diungkapkan dalam adi-adi (pantun): Tandani ulun Lampung. Barasakti. y Falsafah Hidup Ulun Lampung Falsafah Hidup Ulun Lampung termaktub dalam kitab Kuntara Raja Niti. Bahasa ini termasuk cabang Sundik. sakai-Sambaian gawi. Masyarakat Sungkay-WayKanan mendiami sembilan wilayah adat: Negeri Besar. Sungkay-WayKanan Buay Lima (Pemuka. Mesuji. Bunga Mayang. Tegineneng. dan Wiralaga. dari rumpun bahasa Melayu-Polinesia barat dan dengan ini masih dekat berkerabat dengan bahasa Sunda. dan Kasui. dialek A (api) yang dipakai oleh ulun Sekala Brak. Gedungtataan. Baradatu. . Balau Telukbetung. bahasa Jawa. Bahasa Lampung Artikel Lengkap di Bahasa Lampung Bahasa Lampung. Puyang Bulan. Bahasa Lampung memiliki dua subdilek. Melinting Maringgai. Bahuga. Baradatu. Minak Demang Lanca atau Suku Tambapupus. bahasa Batak. Blambangan Umpu. wat piil-pusanggiri Mulia heno sehitung. Padang Ratu. yaitu: y y y y y Piil-Pusanggiri (malu melakukan pekerjaan hina menurut agama serta memiliki harga diri) Juluk-Adok (mempunyai kepribadian sesuai dengan gelar adat yang disandangnya) Nemui-Nyimah (saling mengunjungi untuk bersilaturahmi serta ramah menerima tamu) Nengah-Nyampur (aktif dalam pergaulan bermasyarakat dan tidak individualistis) Sakai-Sambaian (gotong-royong dan saling membantu dengan anggota masyarakat lainnya) Sifat-sifat di atas dilambangkan dengan µlima kembang penghias sigor¶ pada lambang Provinsi Lampung. selatan palembang dan pantai barat Banten. Seputih Barat. Darah Putih Rajabasa. Pertama. nemui-nyimah muaghi Nengah-nyampugh mak ngungkung. yaitu lima keturunan Raja Tijang Jungur). Semenguk. Masyarakat Tulangbawang mendiami empat wilayah adat: Menggala. Pubian Telu Suku (Minak Patih Tuha atau Suku Manyarakat. Minak Handak Hulu atau Suku Bukujadi). Bukujadi. Masyarakat Pubian mendiami delapan wilayah adat: Tanjungkarang. bahasa Melayu dan sebagainya. Puyang Tegamoan). Balau. Berdasarkan peta bahasa. Sungkay. Ketapang. Puyang Aji.

Komering dan Daya (yang beradat Lampung Saibatin). Sultan Haji. yaitu Dialek Belalau atau Dialek Api dan Dialek Abung atau Nyow. Had Lampung memiliki bentuk kekerabatan dengan aksara Rencong. Piagam Bojong menunjukkan bahwa tahun 1500 hingga 1800 Masehi Lampung dikuasai oleh kesultanan Banten. Aksara lampung telah mengalami perkembangan atau perubahan. Saya minta tolong. Had Lampung disebut dengan istilah KaGaNga ditulis dan dibaca dari kiri ke kanan dengan Huruf Induk berjumlah 20 buah. subdialek O (nyo) yang dipakai oleh ulun Abung dan Tulangbawang (yang beradat Lampung Pepadun). juga terdapat lambing.Semaka Kota Agung. Huruf atau Had Lampung yang diajarkan di sekolah sekarang adalah hasil dari penyempurnaan tersebut. anak huruf ganda dan gugus konsonan. Kedua. menyerahkan beberapa wilayah kekuasaan Sultan Ageng Tirtayasa kepada Belanda. Pesisir Krui. Artinya Had Lampung dipengaruhi dua unsur yaitu Aksara Pallawa dan Huruf Arab. Sungkai. Di dalamnya termasuk Lampung sebagai hadiah bagi Belanda karena membantu melawan Sultan Ageng Tirtayasa. Aksara Lampung Aksara lampung yang disebut dengan Had Lampung adalah bentuk tulisan yang memiliki hubungan dengan aksara Pallawa dari India Selatan. akan segera serahkan kepada kompeni. Had Lampung terdiri dari huruf induk. Ranau. masing-masing tanda mempunyai nama tersendiri. Dr Van Royen mengklasifikasikan Bahasa Lampung dalam Dua Sub Dialek. Aksara Rejang Bengkulu dan Aksara Bugis. Surat bertanggal 12 Maret 1682 itu isinya. Macam tulisannya fonetik berjenis suku kata yang merupakan huruf hidup seperti dalam Huruf Arab dengan menggunakan tanda tanda fathah di baris atas dan tanda tanda kasrah di baris bawah tapi tidak menggunakan tanda dammah di baris depan melainkan menggunakan tanda di belakang. Permintaan itu termuat dalam surat Sultan Haji kepada Mayor Issac de Saint Martin. dan Pubian (yang beradat Lampung Pepadun). Admiral kapal VOC di Batavia yang sedang berlabuh di Banten. Putra mahkota Banten. . angka dan tanda baca. Sehingga dilakukan penyempurnaan sampai yang dikenal sekarang. anak huruf. Sebelumnya Had Lampung kuno jauh lebih kompleks. serta Way Kanan. nanti daerah Tirtayasa dan negeri-negeri yang menghasilkan lada seperti Lampung dan tanah-tanah lainnya sebagaimana diinginkan Mayor/ Kapten Moor.

Penguasaan sumber rempah-rempah dunia berarti menguasai perdagangan dunia dan tentu saja wilayah. Pada 21 November 1682 VOC kembali ke pulau Jawa hanya membawa 744. Dari angka itu dapat disimpulkan bahwa Lampung kala itu dikenal sebagai penghasil lada hitam utama. Bangunan ini terdiri dari beberapa ruangan. Serambi Tengah (tempat duduk anggota kerabat pria). Rumah ini selalu dihuni oleh kerabat tertua yang mewarisi kekuasaan memimpin keluarga. Lambahana atau Nuwou.. Setiap tiyuh terbagi lagi ke dalam beberapa bagian yang disebut bilik. Akan tetapi. kebik tengah (yaitu kamar tidur untuk anak penyimbang batin atau anak ketiga). Dalam setiap bilik terdapat sebuah rumah klen yang besar disebut nuwou menyanak.292.312 gulden. dan bangunan penyimpanan bahan makanan dan benda pusaka yang disebut Lamban Pamanohan Rumah adat orang Lampung biasanya didirikan dekat sungai dan berjajar sepanjang jalan utama yang membelah kampung. kebik rangek (kamar tidur bagi anak penyimbang ratu atau anak kedua). Lapang Agung (tempat kerabat wanita berkumpul). Bangunan beberapa buway membentuk kesatuan teritorial-genealogis yang disebut marga. Surau. Ada dua jenis rumah adat Nuwou Balak aslinya merupakan rumah tinggal bagi para Kepala Adat (penyimbang adat).188 ton lada hitam seharga 62. Bahkan. upaya menguasai pasar lada hitam Lampung kurang memperoleh sambutan baik. yang dalam bahasa Lampung juga disebut Balai Keratun. Rang Ngaji. Anjung-anjung (serambi depan tempat menerima tamu). yaitu tempat berdiam buway .Surat itu kemudian dikuatkan dengan surat perjanjian tanggal 22 Agustus 1682 yang membuat VOC memperoleh hak monopoli perdagangan lada di Lampung. Mesigit. Kejayaan Lampung sebagai sumber lada hitam pun mengilhami para senimannya sehingga tercipta lagu Tanoh Lada. Arsitektur lainnya adalah ³lamban pesagi´ yang merupakan rumah tradisional berbentuk panggung yang sebagian besar terdiri dari bahan kayu dan atap ijuk. Rumah ini berasal dari desa Kenali Kecamatan Belalau. Kebik Temen atau kebik kerumpu (kamar tidur bagi anak penyimbang bumi atau anak tertua). bangunan musyawarah yang disebut sesat atau bantaian. lada hitam menjadi salah satu bagian lambang daerah itu. yang disebut tiyuh. Lada hitam pula yang mengilhami berbagai negara Eropa ambil bagian dalam konstelasi politik Nusantara kala itu. Kabupaten Lampung Barat. sayang saat ini kejayaan tersebut telah pudar. Pusiban (tempat tamu melapor) dan Ijan Geladak (tangga "naik" ke rumah). ketika Lampung diresmikan menjadi provinsi pada 18 Maret 1964. Rumah Adat Lampung Rumah Adat Lampung umumnya terdiri dari bangunan tempat tinggal disebut Lamban. yaitu Lawang Kuri (gapura). . bangunan ibadah yang disebut Mesjid. atau Pok Ngajei. Namun.

begawi. Selain siger ada juga keris. Di Lamban Dalom ini ada siger yang berusia ratusan tahun. dan tala(sejenis alat musik khas Lampung sejenis kulintang) dan salah satunya dinamakan Talo Balak. Bangunan ini aslinya adalah balai pertemuan adat tempat para purwatin (penyimbang) pada saat mengadakan pepung adat (musyawarah). yang berwarna putih.Siger ini hanyalah salah satu artefak atau peninggalan budaya yang sudah ratusan tahun usianya disimpan oleh Marga Balak. Meskipun berada di perkotaan. Sampai sekarang lamban dalom ini ditempati kepala adat Marga Balak secara turun temurun. Karena itu balai ini juga disebut Sesat Balai Agung. Atap itu disebut Rurung Agung. Kemudian anjungan (serambi yang digunakan untuk pertemuan kecil. Bandar Lampung. dan ruang Gajah Merem ( tempat istirahat bagi para penyimbang) . dan acara-acara adat lain. konon sudah ada sebelum Gunung Krakatau meletus.Begitu memasuki Olokgading kita akan menjumpai jajaran rumah panggung khas Lampung Pesisir. ruang tetabuhan (tempat menyimpan alat musik tradisional). kuning. pedang. musyawarah. dan di sanalah kita akan melihat Lamban Dalom Kebandaran Marga Olokgading. Teluk Betung Barat. Siger yang terbuat dari bahan perak ini adalah milik kepala adat dan diwariskan secara turun temurun. Negeri Olokgading ini termasuk Lampung Pesisir Saibatin . pusiban (ruang dalam tempat musyawarah resmi). yang melambangkan tingkat kepenyimbangan bagi masyarakat tradisional Lampung Pepadun. Bagian bagian dari bangunan ini adalah ijan geladak (tangga masuk yang dilengkapi dengan atap). Bentuknya sangat unik dan khas dengan siger besar berdiri megah di atas bangunan bagian muka . yang menjadi pusat adat istiadat Marga Balak Olokgading. terbangan( alat musik pukul seperti rebana). dan merah. . kain sarat( kain khas Lampung Pesisir seperti tapis). Bangunan ini berbahan kayu dan di depan rumah berdiri plang nama bertuliskan ³Lamban Dalom Kebandaran Marga Balak Lampung Pesisir´.Bangunan lain adalah Nuwou Sesat. tombak samurai. Hal lain yang khas di rumah sesat ini adalah hiasan payung-payung besar di atapnya (rurung agung). Arsitek tradisinoal Lampung lainnya dapat ditemukan di daerah Negeri Olokgading. Lamban Dalom Kebandaran Marga Balak berfungsi sebagai tempat rapat. fungsi rumah panggung tidak begitu saja hilang.

sedangkan wanitanya menggunakan setagen. Pemakaian kawai kemija ini sudah biasa untuk menyertai kain dan peci. Selikap yang terbuat dari kain yang mahal dipakai saat menghadiri upacara adat dan untuk melakukan ibadah ke masjid. kaum ibu kadangkadang menggunakannya sebagai kain pengendong anak kecil. Bila dipakai dalam kerapatan adat dipadukan dengan baju teluk belanga dan kain. yaitu destar dengan bagian tepi dihias bunga-bunga dari benang emas dan bagian tengah berhiaskan siger. Bahannya dari kain halus tipis atau sutera. Untuk mempererat ikatan kain (senjang) dan celana di pinggang laki-laki digunakan bebet (ikat pinggang). Khusus bagi wanita yang baru menikah. kain tenun bersulam benang emas yang indah. Sebagai penutup badan dikenakan kawai. yaitu tutup kepala berbentuk segi empat berwarna hitam terbuat dari kain tebal. Lawai kurung digunakan sebagai penutup badan. Bagian bawah mengenakan senjang. yaitu kain selendang yang dipakai untuk penahan panas atau dingin yang dililitkan di leher. Lelaki muda Lampung lebih menyukai memakai kepiah/ketupung. Bahannya dari kain batik. Bugis atau batik Jawa. pada saat menghadiri upacara perkawinan mengenakan kawai/kebayou (kebaya) beludru warna hitam dengan hiasan rekatan atau sulaman benang emas . serta di salah satu sudutnya terdapat sulaman benang emas berupa bunga tanjung dan bunga cengkeh. Perlengkapan lain yang dikenakan oleh laki-laki Lampung adalah selikap. Tetapi sekarang telah dikenal adanya celanou (celana) pendek dan panjang sebagai penganti kain. seperti perkawinan.Busana Adat Daerah Lampung dikenal sebagai penghasil kain tapis. apalagi kalau ingin bertemu dengan gadis. Pada penyelenggaraan upacara adat. tapis yang dipenuhi sulaman benang emas dengan motif yang indah merupakan kelengkapan busana adat daerah Lampung. yaitu bentuk kemeja seperti pakaian sekolah atau moderen. Sebagai kain dikenakan senjang atau cawol. Baju ini terbuat dari bahan kain tetoron atau belacu dan lebih disukai yang berwarna terang. baik yang gadis maupun yang sudah kawin. Kemudian rajutan tadi ditusuk dengan bunga kawat yang dapat bergerak-gerak (kembang goyang). Untuk menghadiri upacara adat. ketika menghadiri upacara adat sekalipun. Dalam keseharian laki-laki Lampung mengikat kepalanya dengan kikat. Tetapi sekarang banyak digunakan kawai kemija. kain ini dipakai sebagai kain basahan. memiliki bentuk seperti baju kurung. Kaum wanita Lampung sehari-hari memakai kanduk/kakambut atau kudung sebagai penutup kepala yang dililitkan. Baju ini terbuat dari bahan tipis atau sutra dan pada tepi muka serta lengan biasa dihiasi rajutan renda halus. Pada waktu mandi di sungai. Untuk mengiring pengantin dikenakan kekat akkin. yaitu baju berbentuk teluk belanga belah buluh atau jas. yaitu kain yang dibuat dari kain Samarinda. Kain ini dibuat oleh wanita. Cara menyanggul seperti ini memerlukan rambut tambahan untuk melilit rambut ash dengan bantuan rajutan benang hitam halus. menyanggul rambutnya (belatung buwok). seperti perkawinan kaum wanita. Selain itu.

yaitu ikat pinggang dari uang ringgitan Belanda dengan gambar ratu Wihelmina di bagian atas. yang dikenal sebagai kain tapis atau kain Lampung.pada ujung-ujung kebaya dan bagian punggungnya. yaitu ikat pinggang yang terbuat dari kain beludru berlapis kain merah. yang setiap lekukannya diberi hiasan bunga cemara dari kuningan (beringin tumbuh). bunga cengkeh dan hiasan berupa ayam jantan. Para ibu muda dan pengantin baru dalam menghadiri upacara adat mengenakan kain tapis bermotif dasar bergaris dari bahan katun bersulam benang emas dan kepingan kaca. Pinggang mempelai wanita dilingkari bulu serti. Di bahunya tersampir tuguk jung sarat. Sebagai kainnya dikenakan kain tapis dewo sanow (kain tapis dewasana) dipakai oleh wanita pada waktu upacara besar (begawi) dari bahan katun bersulam emas dengan motif tumpal atau pucuk rebung. Kelai pungew. yaitu mahkota berbentuk seperti tanduk dari lempengan kuningan yang ditatah hias bertitik-titik rangkaian bunga. Dikenakan senjang/ cawol yang penuhi hiasan terbuat dari bahan tenun bertatah sulam benang emas. hingga tidak nampak kain dasarnya. yaitu gelang yang dipakai di lengan kanan atau kiri. Pakaian mewah dipenuhi dengan warna kuning keemasan dapat dijumpai pada busana yang dikenakan pengantin daerah Lampung. biasanya memiliki bentuk seperti badan ular (kalai ulai). Siger ini berlekuk ruji tajam berjumlah sembilan lekukan di depan dan di belakang (siger tarub). Selain itu. Mulai dari kepala sampai ke kaki terlihat warna kuning emas. Pada umumnya terbuat dari bahan kuningan yang ditatah. yaitu kalung leher (monte) berangkai kecil-kecil dilengkapi dengan leontin dari batu permata yang ikat dengan emas. Kain ini dibuat beralaskan benang emas. Untuk memperindah dirinya dipergunakan berbagai asesoris terbuat dari emas. yaitu selendang sutra disulam dengan emas dengan motif pucuk rebung. Di kepala mempelai wanita bertengger siger. tetapi ada yang disulam hampir di seluruh kain. kecuali saat pergi ke ladang. Jenis tapis dewasana merupakan hasil tenunan sendiri. Dikenakan pula kalai kukut. yaitu selendang sutra bersulam benang emas dengan motif tumpal dan bunga tanjung. . Pada jari tengah atau manis diberi cincin (alali) dari emas. Kalai kukut ini dipakai sebagai perlengkapan pakaian masyarakat yang hidup di desa. Puncak siger diberi hiasan serenja bulan. Bagian atas ikat pinggang ini dijaitkan kuningan yang digunting berbentuk bulat dan bertahtakan hiasan berupa bulatan kecil-kecil. yang sekarang sangat jarang dibuat lagi. Badan mempelai dibungkus dengan sesapur. yaitu gelang kaki yang biasanya berbentuk badan ular melingkar serta dapat dirangkaikan. yaitu kembang hias berupa mahkota berjumlah satu sampai tiga buah. yaitu baju kurung bewarna putih atau baju yang tidak berangkai pada sisinya dan di tepi bagian bawah berhias uang perak yang digantungkan berangkai (rambai ringgit). di tengahnya bermotifkan siger yang di kelilingi bunga tanjung. Bila kain dasarnya masih nampak disebut jung sarat. juga dapat dikenakan selekap balak. Sulaman benang emas ada yang dibuat berselang-seling. Selambok/rattai galah. Mahkota kecil ini mempunyai lengkungan di bagian bawah dan beruji tajam-tajam pada bagian atas serta berhiaskan bunga. Di bawah bulu serti dikenakan pending. perak atau suasa diberi mata dari permata.

. Bahannya dari kuningan bertahtakan hiasan karangan bunga. terbuat dari kuningan berukir dan gelang Arab. Dikenakan pula buah jukum. Dipakai celanou (celana) panjang dengan warna sama dengan warna baju. Biasanya kalung ini dipakai melingkar mulai dari bahu ke bagian perut sampai ke belakang. yaitu hiasan dari kuningan berbentuk seperti tanduk tanpa motif. Gelang burung. tepatnya di bagian atas perut. Di atasnya direkatkan bebe. yaitu uang Arab dari emas diberi peniti digantungkan pada sesapur. Lengan dihias dengan gelang burung dan gelang kana. Kemudian dinar. Perlengkapan lain yang menghiasi badan sama seperti yang dikenakan oleh mempelai wanita. Kaki kedua mempelai dibungkus dengan selop beludru warna hitam. yaitu sulaman kain halus yang berlubang-lubang. yaitu hiasan berbentuk buah-buah kecil di atas kain yang dirangkai menjadi untaian bunga dengan benang dijadikan kalung panjang. Bagian dada dilibatkan membentuk silang limar. Sementara gelang kana. Pada pinggang dibalutkan tapis bersulam benang emas penuh diikat dengan pending. yang memiliki bentuk sedikit berbeda. yaitu selendang dari sutra disulam benang emas penuh. yaitu hiasan dari kuningan berbentuk burung bersayap yang diikatkan pada lengan kiri dan kanan. Bentuknya bulat ke atas dengan ujung beruji tajam.Pada bagian dada tergantung mulan temanggal. dikenakan bersama-sama di lengan atas dan bawah. Badannya ditutup dengan sesapur warna putih berlengan panjang. tepatnya di bawah bahu. hanya bertatah dasar. Mempelai laki-laki mengenakan kopiyah mas sebagai mahkota.

mulai dari jenis tradisional hingga modern (musik modern yang mengadopsi kebudayaan musik global). Lagu Lampung Lipang-Lipang Dang Pang li pang dang li pang dang kilidang Pang li pang dang sakik lipang jak kundang Yu yupayu yupayu ku tekhima yu yupayu yupayu kaya dia Api penggali lawas pakai tembilang besi Mekha nai awas awas mekha nai awas awas Nayah muli membudi . contohnya adalah sebuah Festival yang diadakan oleh Pemda Lampung yang bertujuan untuk mengenalkan Lampung kepada dunia luar dan sekaligus menjadi ajang promosi pariwisata. Beberapa kegiatan festival diadakan dengan tujuan untuk mengembangkan budaya musik tradisional tanpa harus khawatir akan kehilangan jati diri. Festival Krakatau. Jenis musik ini biasanya diiringi oleh alat musik gambus dan gitar akustik. Mungkin jenis musik ini merupakan perpaduan budaya Islam dan budaya asli itu sendiri. Lampung memiliki beraneka ragam jenis musik. Adapun jenis musik yang masih bertahan hingga sekarang adalah Klasik Lampung.Musik Sebagaimana sebuah daerah.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful