KATA PENGANTAR Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP) merupakan program pemberdayaan dalam rangka meningkatkan kinerja ekonomi

petani di perdesaan. Melalui program PUAP dapat mempercepat upaya mengentaskan masyarakat perdesaan khususnya petani dari kemiskinan dan pengangguran sesuai dengan tujuan pembangunan pertanian. PUAP dilaksanakan melalui fase pelatihan petani dan pengurus gapoktan yang selanjutnya diberikan bantuan modal usaha kepada petani yang dikoordinasikan gapoktan. Sebagai program pemberdayaan, gapoktan PUAP diberikan pendampingan tentang kelembagaan, dengan harapan dapat menumbuhkan keswadayaan dan partisipasi masyarakat dalam mengembangkan Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis (LKM-A) pada gapoktan PUAP untuk mempercepat proses pembangunan pertanian di perdesaan. Sejalan dengan format penumbuhan gapoktan menjadi kelembagaan tani diperdesaan sesuai Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 273/Kpts/OT.160/4/2007, maka Gapoktan penerima BLM PUAP 2008 harus dapat dibina dan ditumbuhkan menjadi lembaga ekonomi ataupun lembaga keuangan mikro agribisnis sebagai salah satu unit usaha dalam Gapoktan sehingga dapat mengelola dan melayani pembiayaan bagi petani anggota secara berkelanjutan. Untuk menentukan kapasitas kelembagaan gapoktan untuk pembinaan berkelanjutan maka diperlukan “ Petunjuk teknis pemeringkatan (Rating) gapoktan PUAP menuju LKM-A” dengan harapan dapat memberikan informasi yang obyektif bagi semua pihak dalam menilai kinerja, kapabilitas & prospek gapoktan sebagai LKM. Juknis pemeringkatan ini juga diperlukan sebagai bahan pertimbangan bagi pemerintah untuk membangun jejaring pembiayaan (linkages). Untuk itun kami mengucapkan terima kasih atas kerja Tim Pelaksana PUAP Pusat yang telah menyusun pola rating Gapoktan sebagai dokumen acuan dan ukuran pembinaan gapoktan PUAP secara berkelanjutan. Jakarta, Juni 2010 Kepala Badan PSDM Pertanian/ Ketua Tim PUAP Pusat, Dr. Ir. Ato Suprapto, MS. DAFTAR ISI Halaman Bab I. Pendahuluan 1 1.1 Latar Belakang 2 1.2 Tujuan 2 1.3 Sasaran 2 1.4 Indikator Keberhasilan 3 1.5 Pengertian dan Definisi

Bab II. Organisasi Gapoktan 5 2.1 Aturan Organisasi (AD/ART) 5 2.2 Pengorganisasian Pengelola Usaha Gapoktan 6 2.3 Rencana Kerja 6 2.4 Rapat Anggota 6 2.5 Penyelenggaraan RAT 6 2.6 Badan Hukum Bab III.Managemen Pengelolaan LKM-A 3.1 Portofolio penyaluran dana untuk usaha pertanian 3.2 Pembiayaan petani miskin 3.3 Pengendalian penyaluran dana 3.4 Pencatatan dan pembukuan 3.5 Analisa kelayakan usaha 3.6 Pelaporan 3.7 Pembinaan usaha anggota 3.8 Pengawasan penggunaan pembiayaan 3.9 Mekanisme insentif dan sanksi 3.10 Sarana dan prasarana LKM-A 8 9 9 9 9 10 10 10 11 Bab IV. Kinerja Pengelolaan LKM-A 12 4.1 Modal keswadayaan gapoktan 13 4.2 Simpanan sukarela 13 4.3 Aset yang dikelola 13 4.4 Kumulatif penyaluran 14 4.5 Tingkat pembiayaan bermasalah Bab V. Klasifikasi Gapoktan PUAP 15 Bab VI. Penutup 17 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang PUAP merupakan program terobosan Kementerian Pertanian untuk untuk mempercepat pengentasan kemiskinan dan pengangguran melalui pengembangan usaha agribisnis di perdesaan. PUAP menjadi bagian dari Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri ( PNPM Mandiri) yang berada dalam kelompok program ke II, dan pada akhirnya Gapoktan pelaksana PUAP harus sudah dapat masuk kedalam tahapan kemandirian ekonomi masyarakat yaitu penguatan usaha mikro dan kecil atau kelompok program ke -III. PUAP telah dilaksanakan sejak tahun 2008 dan Gapoktan yang sudah melaksanakan proram PUAP sampai saat ini berjumlah 20.426 Gapoktan yang berada di 33 Propinsi. Dari hasil evaluasi

kinerja Gapoktan penerima dan pengelola bantuan program, PUAP telah banyak memberikan manfaat bagi petani terutama dalam bentuk fasilitasi pembiayaan usaha ekonomi produktif yang murah dan mudah diakses. Sejalan dengan format penumbuhan kelembagaan tani diperdesaan, Menteri Pertanian melalui Peraturan Menteri Pertanian Nomor 273 / Kpts/OT.160/4/2007 telah menetapkan Gapoktan merupakan format final dari organisasi ditingkat petani diperdesaan yang didalamnya terkandung fungsi-fungsi pengelolaan antara lain unit pengolahan dan pemasaran hasil, unit peyediaan saprodi, unit kelembagaan keuangan mikro. Melalui Permentan 273 Kementerian Pertanian telah menetapkan dan mewadahi Gapoktan sebagai kelembagaan ekonomi petani serta sekaligus menentukan arah pembinaan kelembagaan petani diperdesaan. Gapoktan penerima BLM PUAP, diarahkan untuk dapat dibina dan ditumbuhkan menjadi Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis (LKM-A) sebagai salah satu unit usaha dalam Gapoktan. Kebijakan pengembangan Gapoktan PUAP menjadi Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis (LKM-A) merupakan langkah strategis Kementerian Pertanian untuk menyelesaikan persoalan pembiayaan petani skala mikro dan buruh tani yang jumlahnya cukup besar diperdesaan. Sejalan dengan kebijakan tersebut Kabinet Indonesia Bersatu–II, melalui Keputusan Bersama Menteri Keuangan, Menteri Dalam Negeri, Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah serta Gubernur Bank Indonesia , telah mengatur strategi pengembangan Lembaga Keuangan Mikro (LKM) diperdesaan dimana PUAP merupakan salah satu komponen dari LKM yang diatur dalam Keputusan Bersama tersebut. Pemeringkatan (Rating) Gapoktan PUAP Menuju LKM-A 1 Dalam upaya mencapai tujuan terbentuknya LKM-A pada Gapoktan PUAP, diperlukan adanya Petunjuk teknis pemeringkatan (Rating) gapoktan PUAP menuju LKM-A” sehingga kinerja Gapoktan PUAP yang akan ditransformasi dapat memenuhi kriteria yang dipersyaratkan. Kriteria penilaian gapoktan PUAP pada Juknis pemeringkatan ini didasarkan pada penilaian: (1) Kinerja organisasi Gapoktan; (2) Managemen Pengelolaan LKM-A; dan (3) Kinerja pengelolaan LKM-A. 1.2. Tujuan Petunjuk teknis pemeringkatan Gapoktan PUAP betujuan untuk : a. Memberikan acuan teknis dalam penilaian kinerja Gapoktan dalam pelaksanaan program PUAP; b. Melaksanakan penilaian kualitas managemen Gapoktan dalam pengelolaan program menuju pembentukan LKM-A ; c. Memetakan kemampuan teknis dan kinerja Gapoktan PUAP sebagai embrio LKM-A; d. Menentukan pola pemberdayaan Gapoktan PUAP secara berkelanjutan.

1. Terlaksananya pengelompokan Gapoktan penerima bantuan modal usaha PUAP dalam 3(tiga) klasifikasi kelas gapoktan yaitu : 1) Gapoktan Pemula. bantuan penguatan modal pemerintah. Akses adalah kemampuan petani secara individu maupun kelompok dalam mendapatkan fasilitasi permodalan serta pelayanan keuangan dari perbankan / lembaga keuangan. b.3. teknologi dan lain-lain. Teridentifikasinya Gapoktan yang memenuhi syarat untuk masuk kedalam program lingkages dan atau sistem jejaring (Networking) pelayanan perbankan dan lembaga keuangan. . 2) Gapoktan Madya. Terlaksananya penilaian kinerja Gapoktan dalam melaksanakan program PUAP . 3. d. Aset adalah kekayaan gabungan kelompok tani (Gapoktan) yang dikelola untuk kepentingan anggota dan kelompok.4. Pemeringkatan (Rating) Gapoktan PUAP Menuju LKM-A 2 c. Agribisnis adalah rangkaian kegiatan usaha pertanian yang terdiri atas 4 (empat) sub-sistem.5. dan 3) Gapoktan Utama. 1. c. dan (d) subsistem penunjang yaitu kegiatan yang menyediakan jasa penunjang antara lain permodalan. maupun program yang ditujukan untuk pemberdayaan gapoktan. Indikator Keberhasilan Indikator keberhasilan adalah sebagai berikut: a. Teridentifikasinya Gapoktan penerima bantuan modal usaha PUAP yang dapat dibina dan ditumbuhkan menjadi kelembagaan keuangan mikro agribisnis. (c) subsitem agribisnis hilir yaitu yang mengolah dan memasarkan komoditas`pertanian. Pengertian dan Definisi 1. yaitu (a) subsistem hulu yaitu kegiatan ekonomi yang menghasilkan sarana produksi (input) pertanian. Terlaksananya pengelompokan Gapoktan PUAP. Teridentifikasinya kemampuan Gapoktan yang dapat dibina untuk ditumbuhkan menjadi LKM-A dalam upaya mempermudah akses petani kepada sumber pembiayaan. 2. baik yang berasal dari dana swadaya kelompok. 4. b. Terlaksananya penilaian kualitas managemen pengelolaan program PUAP oleh Gapoktan. (b) subsistem pertanian primer yaitu kegiatan ekonomi yang menggunakan sarana produksi yang dihasilkan subsistem hulu. Sasaran Sasaran rating Gapoktan PUAP adalah sebagai berikut: a. Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) PUAP adalah kumpulan beberapa Kelompok Tani yang bergabung dan bekerja sama untuk meningkatkan skala ekonomi dan efisiensi usaha. berdasarkan kualitas dan kemampuan managemen Gapoktan sebagai acuan pembinaan berkelanjutan .1.

7. melaksanakan. mengarahkan dan mendukung individu/kelompok masyarakat dalam mengidentifikasi masalah. Pendampingan adalah suatu kegiatan yang ditujukan untuk membantu. 12. merencanakan. Pemeringkatan (Rating) Gapoktan PUAP Menuju LKM-A 3 9. sumber daya) dan keakraban untuk meningkatkan skala ekonomi dan efisiensi usaha. Magang adalah proses kegiatan belajar sambil bekerja dalam waktu tertentu sebagai proses pembelajaran langsung dari gapoktan yang telah dilatih 8. 6. 10. dimiliki dan dikelola oleh petani/masyarakat tani di perdesaan guna memecahkan masalah/kendala akses untuk mendapatkan pelayanan keuangan untuk membiayai usaha agribisnis.5. Program Kerjasama Lanjutan (Linkage Programe) adalah program yang dirancang secara terintegrasi antara Lembaga Keuangan Mikro dengan lembaga keuangan lainnya untuk memperluas jangkauan/layanan kepada petani sebagai kelompok penerima manfaat. memantau dan mengevaluasi dalam mengembangkan organisasi yang dilakukan oleh masyarakat dan berorientasi pada kemajuan untuk meningkatkan pemberdayaan usaha kelompok. Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis (LKM-A) adalah Lembaga Keuangan Mikro yang didirikan. Pengembangan Usaha Agribisnis di Perdesaan (PUAP yang selanjutnya di sebut PUAP adalah bagian dari pelaksanaan program PNPM-Mandiri melalui bantuan modal usaha dalam menumbuhkembangkan usaha agribisnis sesuai dengan potensi pertanian desa sasaran. kesamaan kondisi lingkungan (sosial. Pemberdayaan Masyarakat Pertanian adalah upaya-upaya yang dilakukan dalam rangka meningkatkan kemampuan masyarakat agribisnis sehingga secara mandiri mampu mengembangkan diri dan dalam melakukan usaha secara berkelanjutan. Kelompok tani adalah kumpulan petani/peternak yang dibentuk atas dasar kesamaan kepentingan. ekonomi. Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri yang selanjutnya di sebut PNPM-Mandiri adalah program pemberdayaan masyakarat yang ditujukan untuk mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kesempatan kerja. Pemeringkatan (Rating) Gapoktan PUAP Menuju LKM-A 4 BAB II ORGANISASI GAPOKTAN . 11.

Teller dan penggalangan dana. melaporkan perkembangan dan kemajuan organisasi kepada anggota atau pemegang saham. pembinaan kelompok tani diarahkan pada penerapan sistem agribisnis.Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) merupakan organisasi petani diperdesaan yang dibentuk secara musyawarah dan mufakat untuk meningkatkan skala ekonomi dan efisiensi usaha. 2. Administrasi Pembukuan. pengawasan. dan pemasaran. Aturan yang dimilki. Pemeringkatan (Rating) Gapoktan PUAP Menuju LKM-A 5 Pengelola merupakan organik pelaksana operasional bisnis keuangan organisasi LKM-A sesuai dengan AD/ART. Sejalan dengan strategi pembinaan Gapoktan PUAP untuk ditumbuhkan menjadi LKM-A. diperlukan dukungan sumber daya manusia yang berkualitas melalui pembinaan yang berkelanjutan. Pengelola LKM-A Pengelola dan pengurus dalam suatu organisasi lembaga keuangan yang sehat sebaiknya terpisah.1. Pengelola LKMA antara lain terdiri dari Manajer. peran serta petani dan anggota masyarakat perdesaan. Aturan yang harus dimiliki oleh gapoktan adalah Anggaran Dasar (AD) yang merupakan aturan dasar dari sebuah lembaga gapoktan yang disusun oleh petani pemilik gapoktan dalam menentukan arah dan kebijakan agar tujuan yang diharapkan dapat tercapai. . peningkatan peranan. pengurus dan pengelola. (2) berada pada kawasan usahatani yang menjadi tanggung jawab bersama diantara para anggotanya. Gapoktan dibentuk atas dasar: (1) kepentingan yang sama diantara para anggotanya. (5) Mempunyai kegiatan yang dapat dirasakan manfaatnya oleh sebagian besar anggotanya. dan (6) adanya dorongan atau motivasi dari tokoh masyarakat setempat. Untuk membangun Gapoktan yang ideal sesuai dengan tuntutan organisasi masa depan. Sedangkan Anggaran Rumah Tangga (ART) merupakan penjabaran dari anggaran dasar yang memuat aspek: hak dan kewajiban anggota. kegiatan usaha. Secara umum pengurus mempunyai tugas dan fungsi merumuskan kebijakan organisasi.160/4/2007 tentang Pedoman pembinaan kelembagaan petani. maka diperlukan aturan tertulis yang disepakati dan mengikat seluruh anggota dengan Gapoktan sebagai organisasi. Dalam rangka mengukur kapasitas dan aspek tata kelola organisasi menggunakan ukuran sebagai berikut: 2. Proses penumbuhan dan pengembangan gapoktan yang kuat dan mandiri diharapkan secara langsung dapat menyelesaikan permasalahan petani dalam pembiayaan. pembinaan dan pengawasan dan lain-lain.2. Berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 273/Kpts/OT. (4) memilki kader atau pemimpin diterima oleh petani lainnya. modal dan simpanan anggota. Pembiayaan. (3) Mempunyai kader pengelola yang berdedikasi untuk menggerakkan para petani.

2. 2. Pemeringkatan (Rating) Gapoktan PUAP Menuju LKM-A 7 BAB III MANAGEMEN PENGELOLAAN LKM-A Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis (LKM-A) merupakan lembaga keuangan mikro yang ditumbuhkan dari gapoktan pelaksana PUAP dengan fungsi utamanya adalah untuk mengelola aset dasar dari dana PUAP dan dana keswadayaan angggota. Gapoktan yang diproyeksikan menjadi LKM-A disarankan menggunakan dasar hukum Undang Undang Koperasi Nomor 25 tahun 1992 dan dalam operasionalnya menggunakan PP Nomor 9 tahun 1995 tentang pelaksanaan kegiatan usaha simpan pinjam oleh koperasi. Dana yang dikelola LKM-A dimanfaatkan secara maksimal untuk membiayai usaha agribisnis anggota.4.3. Badan Hukum Sebagai lembaga keuangan mikro yang mengelola dana petani dan masyarakat. Badan hukum merupakan persyaratan penting yang harus dimilki. Pertemuan atau rapat anggota yang dilaksanakan secara berkala dan terjadwal merupakan hal dasar yang dapat mengukur kedinamisan pengelolaan Gapoktan sebagai organisasi ekonomi. 2. gapoktan juga dapat menggunakan badan hukum melalui peraturan daerah (perda) walaupun secara teknis belum/tidak dapat dipakai sebagai dasar program lingkage dengan perbankan/lembaga keuangan. Rencana Kerja. Rapat anggota secara berkala. Penyelenggaraan Rapat Anggota (RAT) Sebagai organisasi yang mempunyai basis dasar hukum koperasi maka penyelenggaraan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Gapoktan PUAP adalah menjadi ukuran keberhasilan pengelola dalam mengorganisasikan LKM-A sebagai lembaga ekonomi. Pembentukan rencana kerja yang ideal pada umumnya dilakusanakan secara partisipatif. Jadwal waktu pelaksanaan RAT juga menjadi ukuran keberhasilan pengelola untuk mencapai tujuan organisasi.2.6. Pengukuran kinerja aspek managemen pengelolaan LKM-A pada gapoktan . Rencana kerja organisasi merupakan rencana bisnis yang telah diputuskan melalui rapat anggota. Tradisi melaksanakan rapat-rapat internal Gapoktan secara teratur menunjukan kinerja pengelolaan organisasi yang baik sehingga dapat dipastikan seluruh anggota mengetahui kebijakan dan program gapoktan serta langkah-langkah organisasi yang bertujuan untuk memecahkan persoalan anggota.5. Rencana kerja gapoktan ditetapkan oleh pengurus melalui rapat anggota dan menjadi dasar pengelola dalam pengembangan usaha dan bisnis gapoktan. Pemeringkatan (Rating) Gapoktan PUAP Menuju LKM-A 6 Disamping menggunakan badan hukum koperasi.

diversifikasi pangan. dalam upaya mengembangkan dan mendukung 4(empat) program prioritas Kementerian Pertanian yaitu. Sebagai kelompok program pengentasan kemiskinan melalui pemberdayaan PNPM. maka aspek penilaian managemen pengelolaan LKM-A adalah sebagai berikut: 3. (d) Memudahkan dalam pembuatan laporan keuangan kepada pihak eksternal terutama mempersiapkan Gapoktan masuk pada jaringan Linkages program dari bank/lembaga keuangan (e) Memudahkan badan / tim pengawas melakukan pemeriksaan dalam penggunaan uang organisasi. pencatatan keuangan bertujuan untuk: (a) Meningkatkan tata cara pengelolaan keuangan dan pelaksanaan teknis di lapangan. Sejalan dengan kebijakan pola pembinaan Gapoktan PUAP berkelanjutan.2.Mandiri. Gapoktan penerima BLM PUAP harus dapat menyalurkan dana PUAP kepada petani yang selama ini . serta peningkatan kesejahteraan petani. PUAP merupakan program terobosan untuk pembiayaan usaha ekonomi produktif pertanian. daya saing dan ekspor. Berkaitan dengan hal tersebut dana PUAP harus dikelola untuk pembiayaan usaha ekonomi produktif dan terus berkembang sesuai dengan prisnsip pemberdayaan untuk disalurkan pertanian anggota. Setiap kebijakan yang berkaitan dengan pengelolaan keuangan didasarkan pada AD/ART dan standar manajemen keuangan yang telah ditetapkan. untuk menjamin akuntabilitas pengelolaan keuangan. (b) Mengetahui tata cara penggunaan dana. Sesuai dengan kaedah-kaedah pengelolaan keuangan. Pengukuran managemen pengelolaan LKM-A dilakukan untuk beberapa pertimbangan yaitu : (1) Mengukur tingkat keberhasilan dari proses pendampingan terkait dengan pengelolaan keuangan. (2) Mengukur proses pencatatan dan pelaporan keuangan. swasembada dan swasembada berkelanjutan.1. Penyaluran Untuk Usaha Pertanian. Pembiayaan kepada petani miskin.merupakan suatu kegiatan untuk mengetahui pola pengelolaan keuangan (manajemen keuangan) di tingkat Gapoktan PUAP oleh pengurus. nilai tamba. Proses pendampingan ini secara nyata ditunjukkan adanya peningkatan kemampuan pengurus gapoktan dalam mengelola keuangan. (c) Dalam tahap awal dapat diketahui tingkat efesiensi atau adanya penyimpangan dalam penggunaan dana. Pemeringkatan (Rating) Gapoktan PUAP Menuju LKM-A kepada usaha 8 3.

pemasaran hasil pertanian anggota dan lain lain. Gapoktan sebagai lembaga ekonomi difungsikan untuk memberikan pelayanan keuangan. Pencatatan dan pembukuan Keteraturan pembukuan dan manajemen keuangan yang dilakukan oleh pengurus Gapoktan PUAP dapat menggambarkan bahwa: (1) seluruh kebijakan pengelolaan keuangan di tingkat LKM (bendahara) telah ditetapkan sesuai dengan ketentuan. dan c) menjaga kelangsungan hidup usaha LKM-A. 3.. 3. Sebagai organisasi yang mengelola dana PUAP dan dana keswadayaan masyarakat. Pengendalian Penyaluran Dana . untuk itu LKM-A harus dapat mengambil peran untuk membiayai usaha yang dilakukan oleh petani miskin tersebut. dan lain lain.tidak pernah bisa akses kepada sumber pembiayaan perbankan. (2) seluruh transaksi keuangan telah dicatat dan dilakukan sesuai dengan prinsip dasar manajemen keuangan. penyediaan saprodi. (3) seluruh transaksi keuangan dicatat dan dilaporkan tepat waktu dan layak. kelompok masyarakat yang selama ini hampir dipastikan tidak masuk dalam skenario untuk dibiayai oleh perbankan karena tidak mempunyai agunan dan hasil usaha cenderung secara maksimal untuk dikonsumsi. Petani skala mikro/miskin diperdesaan merupakan. Pengendalian penyaluran dana/pembiayaan kepada anggota dilakukan oleh pengelola LKM-A dengan membentuk komite pembiayaan yang bertujuan untuk mengawasi dan mengendalikan total dan kualitas pembiayaan kepada anggota. b) tingkat keuntungan. Pelaporan merupakan bentuk pertanggung jawaban pengelola LKM-A dalam mengelola dana PUAP dan dana keswadayaan masyarakat .4. Untuk memastikan tingkat akuntabilitas pengelolaan aset. Pelaporan. d) kemampuan membayar kembali. Analisa kelayakan usaha anggota Analisis kelayakan usaha anggota sebelum diberikan pembiayaan ditujukan untuk : a) memperkecil risiko pembiayaan. maka gapoktan harus mempunyai sistem pengendalian yang baik. 3. Pemeringkatan (Rating) Gapoktan PUAP Menuju LKM-A 9 Analisis kelayakan usaha untuk pembiayaan. b) memastikan ketetapatan sasaran pembiayaan.5. c) kebutuhan modal riil yang perlu dicukupi dari pembiayan LKM-A .6. maka penilaian kinerja tentang pencatatan dan pembukuan Gapoktan yang diwujudkan dalam bentuk neraca dam laporan rugi/laba) digunakan sebagai alat ukur utama untuk menentukan klasifikasi Gapoktan sebagai LKM-A. dilakukan oleh pengurus LKM-A dengan memperhatikan aspek-aspek: a) peluang pasar. 3.3.

7. Pembinaan usaha anggota. Pengawasan pembiayaan dimaksudkan untuk pengawalan dana sehingga dapat bermanfaat sesuai usulan dan petani mampu mengembalikannya. supaya tidak terjadi distorsi dalam implementasi kebijakan yang pada akhirnya juga akan berdampak terhadap LKM-A. Sarana dan Prasarana LKM-A. Pembinaan usaha kepada anggota harus menjadi perhatian penting dari petugas LKMA karena dana di LKMA merupakan dana umat bukan dana milik sendiri. Mekanisme insentif dan sanksi Mekanisme insentif dan sanksi merupakan metode pembinaan karakter sehingga anggota yang meminjam dapat mengembalikan secara teratus dan disiplin. Pembinaan usaha anggota dimaksudkan supaya bantuan modal/pembiayaan yang diberikan LKMA dinilai dapat meningkatkan omset usaha calon debitur sekaligus menaikkan pendapatannya. Kantor pelayanan untuk anggota/masyarakat yang standar dan memenuhi syarat sudah menjadi kaharusan dan penting bagi gapoktan PUAP menuju lembaga keuangan mikro.9. 3.secara transparan dan akuntabel. 3. Pengawasan pembiayaan juga dimaksudkan untuk melakukan pembinaan teknis dan karakter dari petani anggota sebagai penerima manfaat. Pengawasan pembiayaan dilakukan oleh pengelola LKM-A kepada petani anggota yang sudah melakukan akad kredit/pembiayaan dengan LKM-A.10. Disamping itu diharapkan juga dapat terjalin hubungan yang baik antara pengelola LKM-A dan anggota. Pengawasan pembiayaan. 3. Penampilan kantor harus dapat menunjukan dan meyakinkan petani/masyarakat sebagai nasbah penabung atau yang akan mempercayakan dananya dikelola oleh gapoktan dan dapat . Insentif dan sanksi harus dapat dilakukan secara konsisten oleh pengelola kepada anggota yang melakukan transaksi pinjaman.8. Pelaporan pelaksanaan dana PUAP oleh dilakukan secara berkesinambungan dari pengelola kepada pengurus dan anggota yang tergabung dalam gapoktan. Pemeringkatan (Rating) Gapoktan PUAP Menuju LKM-A 10 3. Pembinaan usaha anggota dilakukan dalam rangka menjaga keterjaminan proses pengembalian pembiayaan dari anggota.

dan pada akhirnya difasilitasi menjadi jejaring pembiayaan (Linkages) dari perbankan/lembaga keuangan. usaha mikro dan sektor informal untuk dapat mengembangkan potensi usaha ekonomi produktifnya. Pengelolaan LKM-A diukur dari metoda pelayanan keuangan yang dapat menjangkau seluruh petani diperdesaan. diukur berdasarkan azas desentralisasi ekonomi baik dalam konteks wilayah maupun unit organisasi. fasilitas buku tabungan dan pinjaman anggota serta fasilitas lain menjadi pelengkap utama Gapoktan sebagai LKM-A. termasuk penampilan pengelola LKM sehari-hari dalam melayani anggota. dilaksanaannya melalui pendekatan dan strategi sebagai berikut : (1) Memberikan bantuan stimulus modal usaha kepada petani untuk membiayai usaha ekonomi produktif dengan membuat usulan dalam bentuk RUA. Sarana dan prasarana kantor/tempat usaha dan pelayanan anggota. LKM dapat menyesuaikan operasional pelayanannya pada azas demokrasi ekonomi dan dapat memberikan kesempatan pada seluruh masyarakat. RUK dan RUB dan menggunakan dana PUAP sesuai dengan usulan (tahun ke-I). aspek penilaian yang menjadi ukuran kinerja Gapoktan adalah sebagai berikut: 4. termasuk masyarakat /petani miskin. mengingat selama ini petani mengalami kesulitan untuk mengikuti aturan. mencari laba bersama. meningkatkan kinerja ekonomi masyarakat miskin sehingga dapat keluar dari kemiskinan itu sendiri. Dalam rangka menentukan Gapoktan PUAP yang dapat ditumbuhkan menjadi LKM-A. untuk itu penumbuhan pelayanan keuangan mikro pada organisasi Gapoktan PUAP diperdesaan diharapkan dapat menumbuhkan kemandirian ekonomi masyarakat tani dan sekaligus dapat mengatasi persoalan permodalan petani. (2) Petani penerima manfaat program PUAP tersebut harus mengembalikan dana stimulasi modal usaha kepada Gapoktan sehingga dapat digulirkan lebih lanjut oleh Gapoktan melalui kaedahkaedah usaha simpan-pinjam (tahun ke-II). Pelayanan keuangan mikro bagi petani. Pemeringkatan (Rating) Gapoktan PUAP Menuju LKM-A 11 BAB IV KINERJA PENGELOLAAN LKM-A Pengelolaan yang baik adalah berorientasi bisnis.1. Program PUAP yang dilaksanakan oleh Kementerian Pertanian sejak dari tahun 2008. .menghasilkan laba. Modal keswadayaan Modal keswadayaan dari anggota yang berhasil diorganisir dan dikumpulkan oleh gapoktan dapat digunakan sebagai ukuran keberhasilan Gapoktan dalam melaksanakan PUAP sebagai program pemberdayaaan. (3) Dana stimulasi modal usaha yang sudah digulirkan melalui pola simpan–pinjam selanjutnya melalui keputusan seluruh anggota gapoktan daharapkan dapat ditumbuhkan menjadi LKM-A. regulasi dan persyaratan yang diterapkan perbankan.

Simpanan sukarela Simpanan sukarela merupakan bentuk kepercayaan anggota untuk menyimpan dana di LKM-A sebagai lembaga ekonomi petani yang menggunakan dasar hukum undang undang koperasi. Ukuran kinerja gapoktan PUAP sebagai LKM adalah kumulatif penyaluran yang dalam sisytem perbankan disebut LDR (Loan to Deposit Ratio) . Aset LKM-A merupakan kekayaan gabungan kelompok tani (Gapoktan) yang berasal dari dana keswadayaan (simpanan) . 4.3. Partisipasi anggota melalui simpanan sukarela perlu ditumbuhkan bagi seluruh anggota sehingga diharapkan dapat terjadi akumulasi modal yang digunakan sebagai sumber pembiayaan yang dikelola oleh LKM-A.4. saham dan dana penyertaan pemerintah yang dikelola untuk kepentingan anggota dan kelompok. serta dapat meyakinkan pihak lain untuk menitipkan bantuan penguatan modal pemerintah ( dana stimulan) maupun program yang ditujukan untuk pemberdayaan gapoktan . Kumulatif penyaluran Penyaluran dana sesuai dengan yang diusulkan adalah merupakan gambaran ketaatan pemngelola dalam menjalankan aturan organisasi. Besaran kumulatif dana yang disalurkan untuk membiayai usaha anggota sesuai dengan tujuan organisasi LKM-A merupakan bentuk ekspansi pembiayaan kepada anggota dengan bertujuan untuk memberikan keuntungan kepada LKM-A .2. 4.Penggalangan dana keswadayaan oleh gapoktan PUAP dalam bentuk simpanan pokok. 4. Dana Pemeringkatan (Rating) Gapoktan PUAP Menuju LKM-A 12 keswadayaan yang dapat dikumpulkan oleh gapoktan harus dapat dioptimalkan untuk meningkatkan pelayanan kepada anggota. simpanan wajib dan simpanan khusus merupakan alat ukur utama dalam menentukan kemandirian gapoktan untuk dapat dijadikan Lembaga Keuangan Mikro. Disamping itu simpanan sukarela juga dijadikan salah satu variabel penilaian akuntabilitas pengelolaan keuangan oleh pengurus pengelola dan dapat menunjukan kepada masyarakat bahwa Gapoktan dapat dipercaya sebagai tempat menitipkan dana. penghasilkan laba dari pengelolaan tersebut. Asset yang dikelola. Pertumbuhan aset yang dikelola oleh LKM-A dapat menjadi ukuran keberhasilan pengurus dan pengelola dalam meyakinkan masyarakat serta anggota untuk menitipkan dana keswadayaan kepada LKM-A. Gapoktan PUAP yang akan ditumbuhkan menjadi LKM-A dapat diukur dari partisipasi anggota dalam mengumpulkan dana melalui mekanisme simpanan khususnya simpanan sukarela.

Propinsi. dan (c) anggota tidak mau membayar karena karakter yang kurang baik. Setiap anggota yang meminjam harus dapat mengembalikan dana tepat waktu dan tidak terdapat pembiayaan yang bermasalah. Secara teknis pembiayaan bermasalah akan mengurangi tingkat kesehatan LKM-A mengingat terdapat komponen dana yang dikelola LKM-A yang harus dicadangkan sebagai PPAP (Penyisihan Permodalan dari Aktifa Produktif). Gapoktan sebagai aset kelembagaan dari Kementerian Pertanian diharapkan dapat dibina dan dikawal selamanya oleh seluruh komponen masyarakat pertanian mulai dari Pusat. Peraturan Menteri Pertanian (PERMENTAN) Nomor 273 / Kpts/OT. Sebagai organisasi ekonomi milik petani diperdesaan. Gapoktan Pemula. telah memberikan arahan bahwa Gapoktan dapat melakukan fungsi-fungsi ekonomi antara lain: unit usaha pengolahan. Kabupaten/Kota sampai Kecamatan untuk dapat melayani seluruh kebutuhan petani diperdesaan. diharapkan gapoktan dapat tumbuh menjadi organisasi tani yang kuat. Pemeringkatan (Rating) Gapoktan PUAP Menuju LKM-A 14 BAB V KLASIFIKASI GAPOKTAN PUAP Gapoktan merupakan kelembagaan ekonomi diperdesaan yang didalamnya bergabung kelompok-kelompok tani.5. . mandiri sebagai basis pertumbuhan ekonomi perdesaan.160 /4/ 2007. Tingkat pembiayaan bermasalah Gapoktan sebagai organisasi ekonomi petani diperdesaan yang telah menerima dan memanfaatkan dana penguatan modal usaha PUAP diharapkan dapat mengelola dan menyalurkan dana untuk menghasilkan laba.Pemeringkatan (Rating) Gapoktan PUAP Menuju LKM-A 13 4. Untuk itu gapoktan pelaksana program PUAP dapat diklasifikasikan sebagai dasar pembinaan organisasi lebih lanjut dalam 3 (tiga) strata yaitu : 1. Pembiayaan yang bermasalah dapat terjadi sangat tergantung dari : (a) analisa usaha anggota sebelum pembiayaan diberikan kepada anggota peminjam tidak akurat sehingga over estimated dalam memberikan persujuan kredit/pembiayaan. PUAP merupakan program strategis Kementerian Pertanian telah menetapkan Gapoktan sebagai pelaksana dan pengelola dana bantuan modal untuk dimanfaatkan membiayai usaha tani anggota secara berkelanjutan. unit usaha Saprodi. unit usaha Keuangan Mikro sesuai dengan kebuthan dan harus disepakati oleh seluruh anggota gapoktan. unit usaha Pemasaran. diharapkan gapoktan dapat melayani kebutuhan petani tentang pembiayaan . Permentan 273. adalah aturan dasar pada Kementerian Pertanian untuk membangun kelembagaan tani bebasis Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dalam 1(satu) desa. (b) anggota tidak mampu membayar akibat puso.

Pemeringkatan (Rating) Gapoktan PUAP Menuju LKM-A 15 c. Berdasarkan indikator-indikator penilaian kinerja Gapoktan PUAP maka gapoktan pemula berada pada skala nilai 0. namun tidak maksimal dalam mengorganisir dana mayarakat dalam rangka panmbahan asset .Gapoktan yang baru dibentuk dan dipersiapkan oleh tim teknis kabupaten/kota untuk melaksanakan program PUAP. Adanya kesungguhan anggota dan pengurus untuk mengoptimalkan kinerja organisasi dan meningkatkan akumulasi dana keswadayaan dana dari anggota dan meningkatkan laba dari operasiona dana bantuan modal usaha PUAP. serta mempunyai aturan yang disepakati dan diikuti oleh seluruh anggota. b. Gapoktan telah dapat membagi struktur kepengurusan khusus . b. Penyaluran dana telah sesuai dengan Rencana Usaha Bersama (RUB). Gapoktan dapat mengkoordinasikan anggota untuk memanfaatkan dana penguatan modal usaha PUAP dalam membiayai usaha produktif sesuai dengan usulan. Ciri-ciri dasar gapoktan yang dapat diklasifikasikan sebagai gapoktan pemula yang baik antara lain : a. s/d 105 2. Sebagai program pemberdayaan Kementerian Pertanian telah melakukan pelatihan kepada pengurus dan pengelola gapoktan. Setelah pelatihan maka dilakukan pendampingan oleh Penyuluh dan PMT dengan maksud dan harapan dana penguatan modal usaha PUAP yang diterima oleh Gapoktan dapat dikelola oleh pengurus untuk dimanfaatkan sebesar besarnya untuk kepentingan petani. Ciri-ciri dasar gapoktan yang dapat diklasifikasikan sebagai gapoktan Madya antara lain : a. Gapoktan Madya Gapoktan Madya merupakan gapoktan pemula yang dibina dan didampingi secara baik oleh tim teknis kabupaten/kota sehingga dapat meningkatkan tingkat keswadayaan kepengurusan dan organisasi serta dana sehingga sudah dapat diproyeksikan pada tahun ke 3 menjadi LKM sesuai struktur kebijakan program PUAP. Seluruh anggota sepakat untuk menggulirkan dana dalam bentuk simpan pinjam.

1. Berdasarkan indikator-indikator penilaian kinerja Gapoktan PUAP maka gapoktan utama berada pada skala nilai 211 s/d 315 Pemeringkatan (Rating) Gapoktan PUAP Menuju LKM-A 16 BAB VI PENUTUP Sebagai salah satu program strategis Kementerian Pertanian untuk mengatasi kesulitan permodalan yang dialami oleh para petani perdesaan. Simpanan sukarela. 998.4 Milyar disalurkan kepada 9884 gapoktan. Berdasarkan indikator-indikator penilaian kinerja Gapoktan PUAP maka gapoktan Madya berada pada skala nilai 106 s/d 210.saham ) dan dari laba/ keuntungan usaha i.426 Gapoktan.mengelola dana dalam format simpan pinjam. sehingga total gapoktan penerima BLM PUAP berjumlah 20. c. Gapoktan Utama yang akan ditumbuhkan menjadi LKM-A diharapkan dapat meningkatkan akumulasi dana sebagai modal dari dana keswadayaan anggota melalui tabungan dan saham anggota. Sudah membagi kepengurusan unit LKM pada gapoktan dan kepengurusan sebagai pengelola gapoktan c. Gapoktan secara reguler dan konsisten telah melaksanakan rapat anggota b. Memiliki dana keswadayaan yang tumbuh secara progresif g. Pada tahun 2009 dana BLM PUAP sebesar Rp. . Memiliki pencatatan/pembukuan dan managemen yang baik e. Sudah dapat meningkatkan jumlah dana yang dikelola saat ini terdiri dari dana PUAP. 3. Sudah memiliki aturan organisasi. Ciri-ciri dasar gapoktan yang dapat diklasifikasikan sebagai gapoktan utama antara lain : a.wajib. AD/ART d. . Gapoktan Utama Gapoktan Utama adalah gapoktan yang sudah mengelola dan menjaga perguliran dana BLM PUAP serta dana keswadayaan (simpanan anggota ) dalam format Usaha Simpan Pinjam (U S/P). .542 gapoktan.053 trilyun telah disalurkan kepada 10. Pada tahun 2008 jumlah dana BLM PUAP sebesar Rp. Sudah menerapkan pola dan sistem pelayanan anggota f.PUAP telah dilaksanakan sejak tahun 2008. Sudah memilki kantor pelayanan sebagai bagian dari sentra pelayanan anggota (sewa/milik sendiri) h. Simpanan (pokok.

sekaligus menentukan pola dan sistem pemberdayaan PUAP secara berkelanjutan. PUAP menjadi pilar utama Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri (PNPM-Mandiri) karena cakupannya yang cukup besar yaitu tersebar di sekitar 20.2 Pengelola LKM-A 1. Gapoktan penerima BLM PUAP diharapkan dapat menjalankan fungsi pelayanan keuangan mikro dengan harapan dapat mempercepat upaya penanggulangan kemiskinan petani diperdesaan melalui pendekatan pengembangan usaha agribinis . diharapkan dapat menjadi networking dan kemitraan usaha untuk mempercepat pertumbuhan usaha agribisnis petani diperdesaan. Unit Usaha Pemasaran dan Unit Usaha Keuangan Mikro.3 Rencana Kerja 12 16 3 15 2 10 15 3 15 2 10 15 3 15 . 417 kabupaten/kota. sehingga dapat membantu usaha mikro dan masyarakat miskin menjalankan kegiatan ekonominya LKM-A yang ditumbuhkan dari Gapoktan PUAP. Gapoktan PUAP merupakan jembatan bagi Kementerian Pertanian untuk mengembangkan kelembagaan ekonomi dan menjadi pintu masuk seluruh program dari Direktorat Jenderal teknis kepada petani diperdesaan.Sebagai program pemberdayaan masyarakat. Pemeringkatan (Rating) Gapoktan PUAP Menuju LKM-A 17 LAMPIRAN : 1 PENILAIAN (SKORING) RATING GAPOKTAN PUAP No 1 ASPEK DAN FAKTOR NILAI KETENTUAN 1. 273. 3410 Kecamatan di 33 Propinsi. Sebagai pelaksana program PUAP Gapoktan harus dapat dibina dan ditumbuhkan menjadi organisasi usaha ekonomi yang dapat menjalankan fungsi-fungsi ekonomi antara lain sebagai Unit Usaha Pengolahan. Unit Usaha Saprodi.426 desa. Bertumbuhnya Gapoktan PUAP yang dapat menjalankan fungsi pelayanan keuangan adalah merupakan tujuan akhir pemberdayaan petani dan kelembagaan petani. Untuk itu Kementerian Pertanian mendasari kebijakan pembinaan gapoktan tersebut dalam Permentan No. Metoda rating gapoktan ini diharapkan dapat memetakan tingkat kemampuan gapoktan.

Oleh pengurus Gapoktan Nilai =2 c. Nilai =3 b.Tidak memiliki AD/ART Nilai =1 6 Ada pemisahan Dalam Gapoktan. Belum ada pemisahan Nilai =1 Pembuatan rencana kerja 5 Gapoktan : a. Sudah memiliki AD/ART tapi belum lengkap Nilai =2 c. Nilai =3 b. Nilai =3 b. antara 5 antara pengurus pengurus Gapoktan dan Gapoktan dan pengelola LKM-A: pengelola LKM-A a. Dalam proses pemisahan Nilai =2 c. Sudah memiliki AD/ART. Dibuat oleh pihak lain . dan disahkan. Sudah ada pemisahan.2 10 15 3 15 2 10 15 3 12 28 14 39 26 1 KET 18 2 Sudah mempunyai 3 Gapoktan melandasi dan memiliki AD/ART operasional usaha dengan Gapoktan aturan a. Partisipatif.

Dilaksanakan tidak tepat waktu. Dalam proses.Nilai =1 Gapoktan melaksanakan 5 Rapat: a. Nilai =3 b. Nilai =2 c. Nilai =3 b.1 Penyalur an untuk usaha pertanian SKOR (TT) 30 1. Nilai=1 Gapoktan melakukan RAT 5 sesuai dengan waktu AD/ART: a. Nilai =2 c. Nilai =2 c. Dilaksanakan tepat waktu.Tidak ada. Diatas tiga bulan. Tidak dilaksanakan =1 Gapoktan sudah memiliki 4 badan hukum: a.4 Rapat Anggota secara berkala .1 kali tiga bulan.5 Penyeleng RAT terlaksana tepat garaan waktu sesuai RAT peraturan Gapoktan sudah berbadan hukun ASPEK PENGELOLA AN LKM-A 2. Ada.1 kali satu bulan. Nilai =3 b. Nilai =1 Adanya pembuatan rencana kerja Gapoktan Pelaksanaan rapat anggota yang terjadwal 1.

>80% untuk petani miskin. 50-80% untuk petani miskin.1. Nilai =2 c. Nilai =2 c. Nilai komite =3 . Nilai =3 b.Aturan Organisasi (AD/ART) 2 INDIKATOR 30 Persentase penyaluran dari dana yang dikelola untuk usaha pertanian Persentase penyaluran dana untuk usaha pertanian: a. Nilai =3 b.1.2 Pembiaya Persentase Persentase penyaluran 3 FAKTOR an kepada penyaluran dana dana untuk pembiayaan petani untuk pembiayaan kepada petani miskin: miskin kepada petani miskin a.6 Badan Hukum BOBOT 3 PERSENTASE ASPEK ORGANISASI 1. 50-80% untuk usaha pertanian. Nilai =1 3 Pemeringkatan (Rating) Gapoktan PUAP Menuju LKM-A No NILAI ASPEK DAN KETENTUAN INDIKATOR 2. Nilai =1 Adanya mekanisme Mekanisme pengendalian 3 pengendalian penyaluran dana : penyaluran dana a. <50% untuk petani miskin. >80% untuk usaha pertanian. Dibahas dalam komite yang dibahas dalam pembiayaan. <50% untuk usaha pertanian.

Nilai sasaran) sesuai sasaran =1 2. Nilai =1 2. Nilai dalam Gapoktan =3 b. Nilai =1 Sarana dan prasarana 5 . Nilai =3 b. Ada tapi tidak lengkap (hanya buku kas). Tidak ada. Kadang-kadang. Tidak ada analisa.7 Pembiana Adanya pembinaan Pembinaan usaha 2 an usaha usaha anggota anggota: anggota a. Nilai =1 Analisa kelayakan usaha 2 anggota : a. Nilai biayaan pembiayaan =3 (pengguna (penyaluran dana) b. Nilai=2 c. Kadang-kadang dianalisa. Nilai =2 c. Nilai pengurus Gapoktan =3 b. Kadang-kadang. Nilai=2 c. Kadang-kadang.Tidak ada. Nilai =2 c.8 Pengawas Adanya pengawasan Pengawasan pembiayaa : 2 an pem dalam hal a. Ada dan lengkap Gapoktan (neraca dan Laporan R/L). Nilai =3 b. Tidak ada. Nilai =1 Adanya pelaporan Pelaporan : 3 yang dibuat oleh a. Ada analisa. Ada. Nilai =1 Adanya pencatatan Pencatatan dan 5 dan pembukuan Pembukuan: dalam aktivitas a.b. Ada. Nilai=2 c. Tidak pernah.Kadang-kadang.9Mekanisme Adanya mekanisme Mekanisme insentif dan 2 insentif dan insentif dan sanksi di sanksi: sanksi a. Kadang-kadang.Tidak ada. Nilai =2 c. Ada. Nilai =3 b. Nilai=2 an sesuai agar penggunaan c. Nilai =1 2. Ada.Tidak ada.

slip penarikan simpanan.dsb) BOBOT SKOR (TT) 36 13 39 26 13 3 15 2 10 .6 Pelaporan 2.Terbatas.5 Analisa Kelayakan usaha anggota 2.10 Sarana dan prasarana LKM-A Adanya analisa kelayakan usaha anggota dalam pertimbangan penyaluran dana Adanya sarana dan prasarana LKM-A (komputer. slip setoran tabungan. buku kas. buku tabungan anggota. Tidak ada.Ada.LKM-A : a. Nilai =1 2. formulir pengajuan pinjaman.3 Pengenda lian Penyalur an dana 2. Nilai =3 b. kendaraan operasional. Nilai =2 c.4 Pencatat an dan Pembukuan 2. kantor.

ASPEK DAN FAKTOR NILAI KETENTUAN INDIKATOR KINERJA PENGELOLA AN LKM-A BOBOT SKOR (TT) 3 15 2 1 2 10 15 3 30 2 20 1 10 3 30 2 20 .15 36 24 12 39 26 13 36 24 12 36 24 12 36 24 12 3 2 1 KET 9 2 PERSENTASE 15 10 5 Pemeringkatan (Rating) Gapoktan PUAP Menuju LKM-A No 3.

Sebagian anggota punya simpanan sukarela. Nilai . Nilai =2 c. Nilai =1 3. >150 juta.2 Simpanan Adanya simpanan Sukarela sukarela bagi anggota Gapoktan Modal keswadayaan: a. Nilai =3 b. 5-10 juta. Tidak ada simpanan.1 Modal Keswadaya dana keswadayaan an (simpanan pokok. Nilai c.1 10 3 2 1 KET 30 20 10 3 PERSENTASE 30 20 10 40 Gapoktan memiliki 3. <5 juta.3 Asset yang Asset yang dikelola Jumlah asset yang dikelola 10 dikelola (modal PUAP + simpanan (modal PUAP + + laba + dana stimulan): simpanan + laba + a. Semua anggota punya simpanan sukarela.>10 juta. Nilai 10 =3 =2 =1 Simpanan sukarela: 5 a. nilai b. simpanan wajib dan simpanan khusu) 3.

<5%. 100-150 juta.315 Pemeringkatan (Rating) Gapoktan PUAP Menuju LKM-A KEBIJAKAN TEKNIS PROGRAM PENGEMBANGAN USAHA AGRIBISNIS PERDESAAN Disampaikan pada Rakornas Gubernur dan Bupati/Walikota DEPARTEMEN PERTANIAN Jakarta. >10%. 31 Januari 2008 1 LATAR BELAKANG  Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP) merupakan program terobosan Departemen Pertanian untuk penanggulangan kemiskinan dan penciptaan lapangan kerja diperdesaan.5 Tingkat Tingkat pembiayaan 5 Tingkat pembiayaan bermasalah : pembiayaan bermasalah yang a. Nilai anggota) =3 b. Nilai bermasalah terjadi (kredit macet) b.dana stimulan) =3 b. . Nilai =3 =2 =1 TOTAL 630 PEMBAGIAN RANK BERDASARKAN SKOR PENILAIAN PEMULA 0 – 105 MADYA UTAMA 106 – 210 211 .  PUAP merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri yang dikordinasikan oleh kantor Menko KESRA. sekaligus mengurangi kesenjangan pembangunan antar wilayah pusat dan daerah serta antar subsektor. Nilai =2 c. >100%. Nilai =1 Kumulatif penyaluran Kumulatif penyaluran (total 10 3.4 Kumulatif penyaluran pinjaman penyaluran (total penyaluran kepada anggota): pinjaman kepada a. Nilai =1 3. Nilai c. 50-100%. 5-10%. <100 juta. Nilai =2 c. <50%.

mingguan maupun musiman. • Meningkatnya jumlah petani. • Terlaksananya fasilitasi penguatan kapasitas dan kemampuan sumber daya manusia pengelola GAPOKTAN. 5 Lanjutan Indikator Keberhasilan.000 Desa miskin/tertinggal yang mempunyai potensi pertanian.000 Gapoktan/ Poktan yang dimiliki dan dikelola petani. 2 TUJUAN 1 Menumbuhkembangkan usaha agribisnis untuk mengurangi kemiskinan dan pengangguran di perdesaan 2 Meningkatkan kemampuan pelaku usaha agribisnis perdesaan utamanya pengurus Gapoktan. Indikator Outcome PUAP antara lain: • Meningkatnya kemampuan GAPOKTAN dalam memfasilitasi penyaluran dana BLM untuk petani anggota baik pemilik. 4 INDIKATOR KEBERHASILAN PUAP 1.. buruh tani dan rumah tangga tani yang mendapatkan bantuan modal usaha. 4) Pelaku usaha agribisnis yang mempunyai transaksi hasil usaha harian. 2) 10.000 desa miskin/ tertinggal/ yang memiliki potensi pertanian dan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan untuk mengelola kegiatan PUAP. buruh tani dan rumah tangga tani dalam melakukan usaha produktif pertanian. petani/peternak (pemilik dan atau penggarap) skala kecil dan buruh tani.. 3) Rumah tangga tani miskin. buruh tani maupun rumah tangga tani. petani penggarap. dan • Meningkatnya pendapatan petani (pemilik dan atau penggarap). penyuluh dan penyelia mitra tani 3 Memberdayakan kelembagaan petani dan ekonomi perdesaan untuk pengembangan kegiatan usaha agribisnis 4 Meningkatkan fungsi kelembagaan ekonomi petani menjadi jejaring atau mitra lembaga keuangan dalam rangka akses ke permodalan SASARAN 1) 10. Indikator Output antara lain: • Tersalurkannya BLM kepada petani. Lokasi PUAP difokuskan di 10. • Meningkatnya aktivitas kegiatan agribisnis (budidaya dan hilir) di perdesaan. buruh tani dan rumah tangga tani dalam . Penyuluh Pendamping dan Penyelia Mitra Tani. 2.

NUSA TENGGARA Jumlah No Propinsi . 3.360 desa 8 SUMATERA Jumlah No Propinsi Kabupaten/ Kuota Kota 1 NAD 19 600 2 Sumatera Utara 19 475 3 Sumatera Barat 12 208 4 Riau 10 182 5 Jambi 9 208 6 Bengkulu 9 292 7 Sumatera Selatan 12 369 8 Lampung 9 269 9 Bangka Belitung 6 63 10 Kepulauan Riau 4 54 9 JAWA .000 PROPINSI KABUPATEN/ KOTA KECAMATAN MISKIN DESA MISKIN B..BALI . Indikator Benefit dan Impact antara lain : • Berfungsinya GAPOKTAN sebagai lembaga ekonomi yang dimiliki dan dikelola oleh petani.640 desa 4. MENURUT LOKASI 33 379 1. 7 SEBARAN LOKASI PUAP A. • Berkembangnya usaha agribisnis dan usaha ekonomi rumah tangga tani dilokasi desa PUAP. 6 Lanjutan Indikator Keberhasilan. dan • Berkurangnya jumlah petani miskin dan pengangguran di perdesaan.berusaha tani sesuai dengan potensi daerah.834 10.. MENURUT WILAYAH KBI : KTI : 5.

KEPEMIMPINAN 2.Kabupaten/ Kota Kuota 11 DKI Jakarta 4 15 12 Jawa Barat 19 529 13 Jawa Tengah 30 987 14 D.I. Yogyakarta 4 127 15 Jawa Timur 30 987 16 Banten 5 138 17 Bali 9 137 18 NTB 8 220 19 NTT 18 522 KALIMANTAN-MALUKU-PAPUA Jumlah No Propinsi Kabupaten/ Kota Kuota 20 Kalimantan Barat 11 244 21 Kalimantan Tengah 13 225 22 Kalimantan Timur 10 239 23 Kalimantan Selatan 11 355 24 Sulawesi Utara 9 214 25 Sulawesi Tengah 9 290 26 Sulawesi Selatan 20 417 27 Sulawesi Tenggara 10 315 28 Sulawesi Barat 4 110 29 Gorontalo 5 134 30 Maluku 7 195 31 Maluku Utara 6 145 32 Papua Barat 8 230 33 Papua 20 505 11 POLA DASAR PUAP DIKLAT 1. MANAJEMEN BANTUAN LANGSUNG MASYARAKAT (BLM) KOMITE PENGARAH Penyelia Mitra Tani GAPOKTAN PENDAMPING POKTAN USAHA PRODUKTIF P E T A N I 12 Usaha Produktif Petani . KEWIRAUSAHAAN 3.

3. Penguatan modal bagi petani kecil. Rekruitmen dan pelatihan bagi PMT. Pendampingan bagi GAPOKTAN /POKTAN. dan 4. Off farm (Non budidaya) : 2. Penyaluran BLM-PUAP kepada pelaku agribisnis melalui GAPOKTAN. Penentuan usaha agribisnis (budidaya dan hilir) unggulan. Penyusunan dan pelaksanaan RUB berdasarkan usaha agribisnis unggulan. Perkebunan 2.2. Usaha lain berbasis pertanian. 3.3. Pelatihan bagi pengurus GAPOKTAN. 15 Lanjutan Strategi Operasional. Optimalisasi potensi agribisnis di desa miskin dan tertinggal. dan Pelatihan bagi petani sebagai pelaku PUAP oleh penyuluh pendamping. Optimalisasi potensi agribisnis di desa miskin dan tertinggal dilaksanakan melalui: a. buruh tani dan rumahtangga miskin kepada sumber permodalan dilaksanakan melalui: a. Hortikultura 1. b. STRATEGI DASAR PUAP 1.2.4.1. dll) 2. Peternakan 1. buruh tani dan rumahtangga miskin kepada sumber permodalan. Penguatan modal petani kecil. c. b. 14 STRATEGI OPERASIONAL 1.Industri rumah tangga pertanian 2..1. Tanaman Pangan: 1. On farm (Budidaya) : 1. Identifikasi potensi desa. 2..1. dan c. Pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan PUAP. 3. Pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan PUAP dilaksanakan melalui: a. 2. Pemasaran hasil pertanian (bakulan. d. Pelatihan bagi petugas pembina dan pendamping PUAP. .

d. 3. . Penempatan dan penugasan PMT di setiap kabupaten/kota. Data desa tertinggal dari Kementerian PDT. Prima Tani. c. Penyaluran sumber pendanaan lainnya dari provinsi dan kabupaten/kota kepada pelaku agribisnis melalui GAPOKTAN. dan c. 4. c. P4MI.. Pembentukan Komite Pengarah di setiap GAPOKTAN. f. b. Pandampingan GAPOKTAN/POKTAN dilaksanakan melalui: a. e. Berdasarkan daftar tersebut diatas. Data desa miskin dari BPS. 17 Lanjutan Kriteria Seleksi Desa PUAP. Tim PUAP Pusat melakukan verifikasi atas usulan desa PUAP yang diajukan oleh Gubernur. 16 KRITERIA SELEKSI DESA PUAP 1. Data Potensi Desa (Podes). b. Penempatan dan penugasan Penyuluh Pendamping di setiap GAPOKTAN. 18 KRITERIA GAPOKTAN PENERIMA BLM PUAP 1. 2.. Bupati/Walikota dan aspirasi masyarakat. Daftar calon desa PUAP dikirim oleh Tim PUAP Pusat ke Gubernur dan Bupati/ Walikota. Seleksi Desa PUAP a. Penetapan Kuota Desa dilakukan dengan mempertimbangkan : a. Hasil verifikasi desa PUAP oleh Tim PUAP Pusat. dan c. Pidra. 2. Pengembangan kemitraan dengan lembaga keuangan formal. Data Desa dari Aspirasi Masyarakat. dan Data desa lokasi program lanjutan DEPTAN antara lain : P4K. Data lokasi PNPM-Mandiri.b. selanjutnya ditetapkan oleh MENTERI PERTANIAN sebagai desa PUAP. LKM-A serta desa rawan pangan. d. Pemerintah Kabupaten/Kota mengusulkan calon desa PUAP kepada Departemen Pertanian melalui Gubernur. b.

Memiliki SDM yang mampu mengelola usaha agribisnis.. Sekretaris Wakil Sekretaris : Sekretaris Badan PSDMP : Seluruh Sekretaris Eselon I lingkup Anggota Deptan.. 5. Tim Pelaksana PUAP Ketua Wakil Ketua Kepala Badan PSDMP : Staf Khusus Menteri Pertanian Bidang Peningkatan Efisiensi Pembangunan Pertanian. 6. wakil dari POKTAN dan Penyuluh Pendamping. Dikukuhkan oleh Bupati/ Walikota atau pejabat yang ditunjuk. : 21 Lanjutan Organisasi Pelaksanaan PUAP. Staf Khusus Mentan Bidang Ekonomi Pertanian. Kepala Biro Perencanaan. Mempunyai struktur kepengurusan yang aktif. Dimiliki dan dikelola oleh petani. Apabila di desa tersebut tidak terdapat GAPOKTAN dan baru ada POKTAN. Kepala Pusat PSEKP. Kepala BB2TP. Kapusbangluh BPSDMP. : Kepala Pusat Pembiayaan Pertanian.4.. Tingkat Pusat Tim Pengarah • Ketua • Sekretaris • Anggota : Menteri Pertanian RI : Sekjen Deptan : Seluruh Eselon I Lingkup Deptan 20 Lanjutan Organisasi Pelaksanaan PUAP. Dilengkapi dengan Komite Pengarah yang terdiri dari: Wakil Pemuka Masyarakat Desa. maka POKTAN dapat ditunjuk menjadi pengelola BLM PUAP dan untuk selanjutnya ditumbuhkan menjadi GAPOKTAN. 19 ORGANISASI PELAKSANAAN PUAP A. Kepala Pusat Data dan Informasi. Kepala Biro Organisasi dan Kepegawaian.. . Kapus Banglatan BPSDMP.

Tim Pelaksana : Tim Pengarah PNPM-M Kabupaten/Kota : • Ketua : • Sekretaris : • Anggota : Salah satu Kepala Dinas Lingkup Pertanian Kepala Kelembagaan yang menangani Penyuluhan Pertanian Instansi terkait lainnya dan Penyelia Mitra Tani (PMT). dan anggota.. yang terdiri dari Pemuka Masyarakat. Unit Usaha Otonom. • Sekretaris : Kepala BPP • Anggota : KCD dan Kepala Desa lingkup kecamatan 24 ORGANISASI GAPOKTAN 1. Tim Pengarah : Tim Pengarah PNPM-M Provinsi B. D.. Sekretaris. 23 Lanjutan Organisasi Pelaksanaan PUAP.1. C. Organisasi GAPOKTAN dikukuhkan oleh Bupati/ Walikota dengan susunan : Ketua..1. Komite Pengarah dengan susunan Ketua. Tim Pelaksana • Ketua • Sekretaris • Anggota : Salah satu Kepala Dinas Lingkup Pertanian : Kepala BPTP : Instansi terkait lainnya 22 Lanjutan Organisasi Pelaksanaan PUAP. Tingkat Kecamatan Bupati/ walikota membentuk Tim Teknis Kecamatan dengan susunan sebagai berikut : • Ketua : Camat. Tingkat Kabupaten/Kota Bupati/ walikota membentuk Tim Teknis PUAP tingkat Kabupaten/ kota dengan susunan sebagai berikut : C.2.B. Bendahara. .Tim Pengarah C. 2.. Tingkat Propinsi Tim Pembina PUAP Propinsi dibentuk oleh Gubernur dengan susunan sebagai berikut : B.2.

dan 2. 2. Mengawasi penggunaan dana BLM-PUAP. Menyusun sistem pemanfaatan dana BLMPUAP. 6.. 27 TUGAS PENYULUH PENDAMPING 1. Mengarahkan dan mengesahkan RUB. teknologi dan pasar. 29 TUGAS PMT 1. Memberikan bimbingan teknis dalam pemanfaatan dana BLM-PUAP. Melakukan supervisi dan advokasi kepada Penyuluh Pendamping dan GAPOKTAN. 28 Lanjutan Tugas Penyuluh Pendamping. Membantu GAPOKTAN dalam membuat laporan perkembangan PUAP. 4. Menyusun RUB . dan 7. 2. 26 TUGAS KOMITE PENGARAH 1. Memberikan bimbingan teknis usaha agribisnis perdesaan termasuk pemasaran hasil usaha. Membuat laporan tentang perkembangan pelaksanaan PUAP. Melaksanakan pelatihan usaha agribisnis dan usaha ekonomi produktif sesuai potensi desa. Membantu memfasilitasi kemudahan akses terhadap sarana produksi. Melaksanakan pertemuan reguler dengan Penyuluh Pendamping dan GAPOKTAN. ditetapkan oleh Kepala Desa. Melakukan verifikasi awal terhadap RUB dan dokumen administrasi lainnya. 3. 4. Melakukan identifikasi potensi ekonomi desa yang berbasis usaha pertanian. 25 TUGAS PENGURUS GAPOKTAN 1. Menyalurkan dan memantau penggunaan dana BLM-PUAP kepada anggota. 5. 3. Membantu memecahkan permasalahan usaha petani /kelompok tani.. dan 5. serta mendampingi Gapokan selama proses penumbuhan kelembagaan. 30 .wakil Poktan dan Penyuluh Pendamping. 4. 2. Melaksanakan pertemuan rutin. 3. Menyusun laporan pelaksanaan PUAP.

2. 31 Lanjutan Pembinaan dan Pengendalian.. Pengendalian Tim Propinsi 1. 2. B... C. Mengembangkan sistem pelaporan PUAP. . Peningkatan kualitas SDM yang menangani PUAP di tingkat kecamatan. Mengembangkan operation room sebagai pusat pengendali PUAP.... 3. Pelatihan Petugas bagi Tim Pembina Propinsi dan Tim Teknis kabupaten/ kota Koordinasi dengan Tim PNPM Mandiri dalam Sosialisasi Program PUAP Supervisi pelaksanaan PUAP di Propinsi dan kabupaten/ Kota. Mengembangkan data base PUAP (GAPOKTAN.. Melakukan pertemuan reguler dan kunjungan lapangan ke propinsi dan kabupaten/ kota untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi di lapangan. Penyuluh Pendamping.PEMBINAAN DAN PENGENDALIAN A. Peningkatan kualitas SDM yang menangani PUAP di tingkat Kabupaten/ Kota.. 34 Lanjutan Pembinaan dan Pengendalian. Melakukan pertemuan reguler dan kunjungan lapangan ke kabupaten/ kota dan kecamatan untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi di lapangan. Pembinaan Tim Kabupaten/ Kota 1. Koordinasi dan Pengendalian PUAP. PMT dan Usaha Agribisnis GAPOKTAN) 3. Pelatihan/ Apresiasi peningkatan pemahaman pelaksanaan PUAP di tingkat kecamatan 33 Lanjutan Pembinaan dan Pengendalian. 2. Pembinaan Tim Propinsi 1. Pembinaan Tim Pusat 1. Tim Pembina PUAP dapat memanfaatkan data base yang dikembangkan Tim Pusat sebagai bahan penyusunan laporan. 2. 3. 3. 32 Lanjutan Pembinaan dan Pengendalian. Pengendalian Tim Pusat 1. Gubernur diharapkan dapat membentuk operation room 2.

36 EVALUASI DAN PELAPORAN A. Tim Pusat Ketua Tim Pelaksana PUAP membentuk Tim Pokja Monev untuk melaksanakan evaluasi awal. C.. Pengendalian Tim Kabupaten/Kota 1. Melakukan pertemuan reguler dan kunjungan lapangan ke kecamatan dan desa untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi di lapangan.. B. 3. evaluasi pelaksanaan yang sedang berjalan dan evaluasi akhir. evaluasi pelaksanaan yang sedang berjalan dan evaluasi akhir. Tim Teknis Kabupaten/ Kota dapat memanfaatkan data base. Tim Propinsi Ketua Tim Pembina dapat membentuk Pokja Monev tingkat propinsi untuk melaksanakan evaluasi awal. Bupati/ Walikota diharapkan dapat membentuk operation room 2.. 37 Lanjutan Evaluasi dan Pelaporan. 38 BAGAN PEMBINAAN DAN PENGENDALIAN PUAP TIM PUAP PUSAT PROPINSI BPTP Form E2 KABUPATEN/ KOTA Form C Form F Tim Pembina Propinsi Form B Tim Teknis Kabupaten/Kota Penyelia Mitra Tani Form D1 . serta perangkat keras dan lunak komputer. Tim Kabupaten/ Kota Ketua Tim Teknis PUAP kabupaten/ kota dapat membentuk Pokja Monev tingkat kabupaten/ kota untuk melaksanakan evaluasi awal. evaluasi pelaksanaan yang sedang berjalan dan evaluasi akhir.35 Lanjutan Pembinaan dan Pengendalian..

Form D2 Form B Form A3 Penyuluh Pendamping Form A1 GAPOKTAN Form A3 (10.000 orang) KECAMATAN/ DESA PUSAT MENTERI PERTANIAN Form A2 POKTAN USAHA PRODUKTIF PETANI Form A1 Tim Teknis Kecamatan .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful