P. 1
Sutan Takdir Alisyahbana - Layar Terkembang (1)

Sutan Takdir Alisyahbana - Layar Terkembang (1)

|Views: 275|Likes:
Published by Giska Setya Priaji

More info:

Published by: Giska Setya Priaji on Jul 21, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/30/2015

pdf

text

original

LAYAR TERKEMBANG

Karya Sutan Takdir Alisyahbana Disusun oleh Diah Puspita 0605068/06

‡ Rumah Partadiharja.Tema : Perjuangan Wanita Indonesia Latar / Setting . ‡ Gedung Akuarium di Pasar Ikan. . ‡ Rumah Wiriaatmaja. ‡ Mertapura di Kalimantan Selatan. ‡ Rumah Sakit di Pacet. ‡ Gedung Permufakatan.

.Alur Sudut Pandang : Maju : Orang ketiga yang ditandai dengan menggunakan nama dalam menyebutkan tokoh-tokohnya.

jarang memuji. Seorang petani yang pandai dan baik hati. teguh pendirian dan peduli antarsesama. seseorang mahasiswa kedokteran yang pandai dan baik hati. seorang yang memegang teguh agama.lincah dan periang. Partadiharja : Adik Ipar Wiriaatmaja.selalu serius. Saleh : Adik Partadiharja. seseorang yang mudah kagum. Tuti : Anak Raden Wiriaatmaja.Penokohan ‡ ‡ Maria : Anak Raden Wiriaatmaja.pandai dan cakap dalam mengerjakan sesuatu. Wiriaatmaja : Ayah dari Maria dan Tuti.baik hati dan penyayang. seseorang yang baik hati. seseorang yang aktif dalam berbagai kegiatan wanita. ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ . Yusuf : Putra Demang Munaf di Mrtapura.mudah memuji dan memuja. Ratna :Istri saleh. seorang lulusan sarjana yang sangat peduli akan alam sehingga ia mengabdikan diri sebagai seorang petani.

Gaya Penulisan Didalam novel ini banyak ditemukan majas personifikasi dan banyak menggunakan bahasa Melayu sehingga terlihat agak rancu dan sulit dimengerti. .

badannya tegak dan agak gemuk. kedua bersaudara itu pergi melihat-lihat akuarium di pasar melihatikan. Pada hari minggu. sehingga mereka tinggal bertiga dengan ayah mereka. Maria adalah seorang dara yang lincah dan periang.B.S Arjuna di Petojo. Segala sesuatu diukurnya dengan kecakapannya sendiri. Ia merasa pandai dan cakap dalam mengerjakan sesuatu yang ingin dicapainya. Ia telah berusia dua puluh lima tahun dan menjadi guru di Sekolah H. Tuti bukan seorang yang mudah kagum dan heran melihat sesuatu. Ia cepat mengungkapkan perasaannya. Berbeda dengan kakaknya. Ketika sampai di tempat tujuan. mantan wedana di daerah Banten dan ketika pensiun pindah ke Jakarta. yang mudah memuji dan memuja. ia baru berusia dua puluh tahun dan sekolah di H. Maria adalah seseorang yang mudah kagum. baik perasaan senang maupun sedih. oleh karena itu ia jarang memuji.S Carpentier Alting Stichting kelas penghabisan.Sinopsis Roman Layar Terkembang menceritakan perjuangan wanita Indonesia beserta citacita-citanya. Perbedaab sifat dan tingkah laku yang seperti siang dan malam itu tidak mengganggu tali ikatan persaudaraan mereka.I. Keinsafannya akan harga dirinya amat besar. Maria kagum melihat ikan-ikan yang indah ikanpermai. Mereka adalah anak Raden Wiriaatmaja . Tuti adalah kakak dari Maria. sedang Tuti selalu serius dan aktif dalam kegiatan wanita. Ibu mereka telah meninggal dua tahun yang lalu. Dua gadis bersaudara memiliki perangai yang berbeda. Maria memiliki badan yang ramping. .

terlihat laki-laki muda mengangkat kepalanya melihat kearah mereka. Beberapa lama gadis itu berjalan-jalan di beranda akuarium mengamatiikanikan yang aneh yang tersimpan dalam kaca dan botol. matanya menyinarkan kegirangan hidup dan bibirnya senantiasa tersenyum. Ketika daun pintu yang besar dibuka oleh mereka. Yusuf adalah Putra Demang Munaf di Mertapura di Kalimantan Selatan. keluarlah pemuda dari dalam dan menghampiri kedua gadis itu sebab sepedanya terletak dekat dengan sepeda mereka. Ketika itu. Mereka akhirnya berjalan menuju tempat sepeda mereka masing-masing. Sejak perkenalan itu. Ia tinggal bersama saudaranya yang tinggal di Sawah Besar di Daerah Jawa. Yusuf adalah seorang mahasiswa kedokteran.yang pada masa lalu dikenal dengan sebutan Sekolah Tabib Tinggi. Akhirnya mereka berkenalan dengan pemuda tersebut yang ternyata bernama Yusuf. . Yusuf tidak berhenti-hentinya memikirkan Tuti dan Maria. Maria telah menarik hatinya. Muka Maria lebih berseri-seri.Setelah beberapa lam mereka asyik melihat-lihat ikan lalu keluarlah mereka. Namun yang lebih ia pikirkan adalah Maria.

. Yusuf duduk bersama Tuti dan Maria. Tuti dan Ayahnya merasa bahwa Maria dan Yusuf sedang jatuh cinta. ia telah lima kali datang ke rumah R. Wiriaatmaja terlihat sangat bahagia menyambut kedatangan iparnya itu. Akhirnya Tuti memutuskan untuk diam karena ia tahu bahwa pertentangannya itu tidak akan mendatangkan atau membuahkan hasil malah mungkin ia akan dibenci oleh pamannya tersebut. Tak berapa lama datanglah Wiriaatmaja menghampiri mereka.Di jalan Gang Heuber turun seorang anak muda dari sepeda.Wiriaatmaja. Dalam sepuluh hari. kemudian terlihat seorang laki-laki yang kira-kira tiga puluh lima tahun usianya turun dari delman dan masuk ke pekarangan menuju ke meja tempat ketiga anak muda itu duduk. ia adalah Yusuf. Tidak berapa lama mereka berbincang-bincang. Kedatangannya disambut dengan lemah lembut dan hormat. didalam perbincangannya Partadiharja mengeluh tentang adiknya yang bernama saleh yang bekerja di kantor justisi sebagai ajun komis yang gajinya lumayan besar. Tuti memberikan pendapat yang berbeda dari sudut pandang yang berbeda pula namun hal tersebut malah menjadi pertentangan antara Tuti dengan Parta. Setiap pagi ia menunggu Maria di depan Alaidruslaan dan dari sana mereka bersamasama pergi ke sekolah. Lalu ia pun duduk bersama mereka. Setelah meletakan sepedanya. Ternyata yang dating adalah parta. tibatiba mengundurkan diri tanpa alas an yang jelas dan tanpa sepengetahuan famili terlebih dahulu. Yusuf berkunjung ke rumah wiriaatmaja. Merekapun berbincangbincang. Ia adalah adik ipar dari Wiriaatmaja.

Yusuf berlibur ke rumah orang tuanya di mertapura untuk melepas lelah setelah ujian kedokteran. merekapun berbincang-bincang tentang agama. Wiriaatmaja masuk meninggalkan ketiga anak muda yang berada di halaman untuk pergi sembahyang. partadiharja pun pulang.Tak berapa lama senjapun mulai terlihat. yang ujungujungnya terjadi pertentangan antara ketiganya namun pertentangan tersebut tidak brlangsung lama karena terdengar bunyi langkah kaki Bapaknya. Selama di Mertapura Yusuf berkirim-kiriman surat dengan Maria. Setelah sejam lamanya keempat orang tersebut becakap-cakap tentang bebagai topik maka kira-kira pukul delapan. Setelah kepergian Wiriaatmaja. Yusuf pamit untuk pulang. Karena mereka tidak mau ada pertengkaran dengan Bapaknya maka iapun memutuskan untuk mengakhiri perbincangan tentang agama tersebut. . Dan ketika beduk magrib berbunyi. Yusuf menceritakan pengalamannya selama di Mertapura dan Maria menceritakan keadaannya yang kesepian ditinggalkan saudaranya pergi menghadiri kongres.

Dari pintu yang terbuka lebar terlihat orang-orang yang berdatangan tiada henti-henti. dan di sebelah kiri tertulis ´Kongres Kelimaµ. disela-sela kertas merah putih. Merekapun saling berjanji akan menikah di kemudian hari. Di depan ruang itu terdapat layer berwarna ungu berombakombak. Di dinding sebelah kanan nyata jelas tersusun huruf ´Pemuda Baruµ. Dinding Gedung Permufakatan berat berhias daun kelapa dan daun beringin. timbullah benih-benih cinta antara Maria dan Yusuf. Hal tersebut diceritakan oleh maria kepada Tuti dan Rukamah sepupu maria. diluar masih banyak terlihat orang-orang berduyun-duyun datang dari jalan raya . Bau daun yang segar memenuhi seluruh ruangan yang girang gembira dan terlihat cahaya lampu listrik yang terang benderang. Makin banyak orang yang duduk di kursi dan bangku yang tersusun di dalam gedung.Seiring berjalannya waktu.

masuklah Maria kedalam ruangan lalu ia naik ke anak tangga dan mencari-cari Yusuf dan Tuti. diiringi oleh tepuk tangan yang ramai. Dengan suara nyaring. maka dengan cepat ia memanggilnya untuk bersiap-siap memulai pertunjukkan. Ia juga memberitahu bahwa akan ada pertunjukkan yang diharapkan dapat menjadi kenang-kenangan yang indah dan tak terlupakan. Ketika itu juga. Lalu ia pun kembali ke belakang layer. ia memberi sambutan kepada penonton dan membacakan keputusan kongres.Dari pintu bawah sebelah kanan. maka terbukalah layar yang ungu berombak-ombak tersebut. amat dahsyat sehingga menyinari pemandangan yang permai dan memikat itu. Pukul delapan datanglah seorang anak muda keluar dari belakang layer. . padamlah lampu dalam gedung itu dan di atas podium terpasang cahaya biru. Setelah Yusuf terlihat olehnya. Tak berapa lama setelah ia kembali kebelakang layar yang tertutup.

hal itu terang kelihatan pada air mukanya. sesuai dengan deburan jantungnya. Alinea 5 halaman 11 : Tuti yang mengatakan bahwa tiaptiap manusia harus menjalankan penghidupannya sendiri.‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ Kutipan Alinea 2 halaman 1 : Gadis berdua itu adik dan kakak. Alinea 3 halaman 1 : Tuti yang tertua diantara dua saudara itu. bahwa perempuanpun harus mencari bahagianya dengan jalan menghidupkan sukmanya . Bagi Maria sendiri yang masih sebagai anak burung mengepakngepakan sayap. Alinea 5 halaman 2 : Air mata dan gelak berselisih di mukanya sebagai siang dan malam. berlimpah-limpah menggenangi segala sesuatu disekitarnya dengan kepenuhan kalbunya. Alinea 5 halaman 2-3 : Yang lain perempuan dalam arti penjelmaan pancaran siang dan malam yang tiada terhambat-hambat. belum mendapat tempat bertengger. telah dua puluh lima tahun usianya. Alinea 3 halaman 2 : Sekian perkataan itu melancar dari mulutnya sebagai air memancar dari celah gunung. sedang adiknya Maria baru dua puluh tahun. merapat digerakkan oleh suatu gerak yang tiada terkaji. seperti anak ayam berkumpul pada induknya digerakkan oleh sesuatu tenaga yang tiada dapat diketahui. Alinea 1 halaman 3 : Mereka mendapat. pimpinan Tuti yang tiada dinyatakan benar kepadanya itu terasa sebagai keamanan.

maka agama itu ialah yang sesuiadengan akal saya. perasaan takutnya akan mati. Tak perduli ia tiada diketahuinya. yang datang mendekat tiada terelakan lagi. yang terasa oleh hati saya. ‡ Alinea 11 halaman 17 : Bangsa kita haus akan pengajaran dan sebenarnya berbahagialah orang yang dapat serta membantu mempersembahkn air kepada orang berjuta yang kehausan. Pada agama diredakannya. Jika sudah putusasa akan hidup. masakah ia akan dapat menarik pemuda-pemuda yang belum merasa kecemasan akan mati. ‡ Alinea 3 halaman 29 : Agama itu dikerjakan apabila tak ada suatu apa lagi diharapkan dari hidup ini.‡ Alinea 4 halaman 12 : Yusuf ialah Putra Demang Munaf di Mertapura di Kalimantan Selatan. yang masih penuh harapan menghadap hidup? ‡ Alinea 3 halaman 31 : Kalau saya akan memegang agama. Agama yang lain dari itu. Agama yang serupa itu. yang oleh karena itu baginya mengandung rahasia itu. saya anggap seperti bedak tipissaja. yang luntur kena keringat . barulah mencari agama. diredakannya perasaan takutnya akan rahasia mati yang nyata kelihatan kepadanya mengancamnya.

.Amanat Perempuan harus memiliki pengetahuan yang luas sehingga dapat memberikan pengaruh yang sangat besar didalam kehidupan berbangsa dan bernegara dengan demikian perempuan dapat lebih dihargai kedudukannya di masyarakat.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->