P. 1
Penyebab Motor Starter

Penyebab Motor Starter

|Views: 755|Likes:
Published by 085729060231

More info:

Published by: 085729060231 on Jul 21, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/26/2012

pdf

text

original

Penyebab Motor Starter / Dinamo Starter Berat Saat Mesin Panas

Rate This

Motor starter/ dinamo starter yang berat berputar untuk start mesin pada saat kondisi mesin panas dan mudah utnuk starter pada saat kondisi mesin dingin tentunya sering terjadi untuk generasi mobil-mobil lama karena usia pakai sudah overtime. Untuk menservice supaya normal kembali tentu kita harus mau sedikit untuk melepas dinamo motor starter dan membongkarnya satu persatu. (Untuk yang masih awam bisa gunakan teknologi kamera ponsel untuk save gambar agar mudah dalam melakukan prose pengembalikan/perakitan part motor starter). Pekerjaan yang utama dan harus di lakukan untuk menyembuhkan penyakit motor starter berat saat mesin panas adalah rekondisi kumparan rotor starter/ angker starter/ Rotor Field, yakni dengan mensolder ulang koneksi kawat email kumparan ke lamel angker. Kondisi mesin yang panas sering menyebabkan koneksi email kumparan dan lamel renggang, sehingga mengakibatkan putaran starter menjadi berat saat mesin panas.

Jangan lupa cek koneksi/sambungan brostel jika perlu solder ulang. Setelah semua proses selesai rakit motor starter dan bila lupa posisi part bisa buka pictur di ponsel anda. • Share this: Email Facebook

• •

• Dengan kinerja berat walau hanya sesaat saat start menghidupkan mesin serta besarnya arus yang di butuhkan tentunya motor starter juga memiliki time of service. 1. 3. • Cara service dan pengecekan kerusakan pada Motor Starter bisa kita lakukan dengan: • • • • • rotor (Armatur) 2. yakni bagian2 yang mengalami keausan serta terbakarnya kumparan motor. Cek Bostel Motor (Brush).• • • • Digg Cara Service Motor Starter 4 Votes • Motor Starter tidak berbeda jauh dengan motor2 DC lainnya. yang membedakannya beda adalah daya putar yang dihasilkan oleh motor starter yang besar dan arusnya so pasti butuh gede juga tuch. Cek Kumparan Stator(Field Coil). Cek Switch Starter (Magnetic switch/Starter Bendix) Penyebab Kabel Starter Panas Rate This . Bostel/arang sering habis/Retak/putus karena gesekan serta penghantar arus besar ke Kumparan 4. Cek Kumparan Rotor (Armatur).

kabel pun turut panas. 31= – Baterai. walau dulu masih sering kita jumpai pada kaki-kaki switch-switch tetapi karena perubahan dan perkembangan teknologi yang tidak memungkinkan lagi menggunakan kode angka semua. sekun kabel aki juga panas. Kabel ke dinamo starter panas di sebabkan oleh arus besar yang mengalir secara terus menerus. Beberapa arti kode angka yang masih sering kita butuhkan dalam service sistem kelistrikan mobil antara lain: • • • 30= +Baterai.Untuk trouble yang satu ini tentunya sering banget terjadi pada mobil usia lanjut juga. Skun kabel panas disebabkan karatan /klem kurang rapat. NB: • • • Nepel-nepel aki panas disebabkan kendor. begitu di starter berulang-ulang maka akan cepat meningkatkan panas dan akibat paling fatal adalah terbakar. Beberap kode angka yang sering dipergunakan di dalam sistem kelistrikan mobil yang paling mencolok terlihat pada kaki relay. motor starter juga ikut-ikutan panas karena di paksa berputar. tentunya beban berat mrnimpa kabel dan motor starter dan yang sering terjadi adalah nepel-nepel aki akan panas. 15= + Coil Ignition. . Kabel starter segede jari tangan manusia bisa panas juga saat motor starter ngadat alias berat atau bisa juga terjadi saat mesin susah hidup saat di starter. Flaser dan komponen lainnya. kalau libom baru so pasti cek greng he he. Panas tersebut sebenarnya di akibatkan oleh besarnya aliran listrik yang mengalir ke motor starter.

tetapiauntuk menjaga agar alternator tidak ngadat di jalanan. Alternator atau dinamo isi merupakan hal vital dalam mobil sebagai generator untung menghasilkan arus listrik pada saat mesin nyala/running. 87= Output Relay. brush/bostel dan IC. Sudah bisa di pastikan aki akan tekor apabila sistem pengisian tidak bekerja normal. Cek Kumparan Rotor dan Stator koil. Bersihkan Lamel atau yang berhubungan dengan brush/bostel menggunakan kertas gosok. BukaBody alternator. (kalau sudah habis ganti aja). (Rusak ganti) Cek kondisi brush/bostel. 50= Starter 58= Lampu Kota (Tail Light). Adapun Cara membongkar alternator antara lain: • • • • • • • • • • Buka baut pully. . Lepaskan Diode Unit. Buka Tutup alternator (dari belakang). 49= Lampu Sain(Lampu tanda belok). 86= Control Driver Relay. Untuk melakan perawatan terhadap alternator merupakan hal penting walau usia alternator tergolong awet dan tahan lama. Baca dulu sebagai modal untuk memudahkan • • • • • • • dalam service tentang prinsip kerja alternator. 85= Control Driver Relay.• 1= – Coil Ignition. Hal-hal yang harus di cek saat membongkar alternator adalah: Cek kondisi laker depan dan belakang as rotor. Perakitan kembali setelah semua normal dan bagus. 56= Lampu Head. Buka baut body alternator.

B.Test A untuk kebocoran arus kumparan ke ground. Langkah untuk melakukan pengetesan kumparan stator dan kumparan rotor alternantor yakni: • • • • Bongkar alternator.Pemeriksaan kumparan alternator baik stator koil ataupun rotor coil merupakan hal penting di saat kita melakukan service alternator atau dinamo isi. Ukur kumparan rotor koil seperti pada gambar1. Set avometer pada Ohm Meter(?). Pengecekan dua kumparan ini untuk memastikan bahwa kumparan dalam kondisi baik atau rusak. sehingga mempunyai alternatif penyelesaian dan cari solusi berikutnya.C. Besar hambatan tidak boleh Nol(0) • Ukur kumparan rotor koil seperti pada gambar2. Besar hambatan tidak boleh Nol(0) . Untuk pengetesan yang akurat sebaiknya lepas dioda/kiprok dari kumparan stator. semua harus terhubung tetapi tidak boleh terhubung ama ground. lakukan pengetesan antara kawat A. Siapkan Avometer. test B untuk mengetahui kumparan putus atau Short(Hubung Singkat).

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->