Definisi Merger dan Akuisisi

Posted on April 1, 2010 by Putra Salah satu strategi untuk menjadi perusahaan yang besar dan mampu bersaing adalah melalui ekspansi baik dalam bentuk ekspansi internal maupun ekspansi eksternal. Ekspansi internal terjadi pada saat divisi-divisi yang ada dalam perusahaan tumbuh secara normal melalui kegiatan capital budgeting sedangkan ekspansi eksternal dapat dilakukan dalam bentuk penggabungan usaha (business combination). Penggabungan usaha dalam akuntansi ada tiga bentuk yaitu: konsolidasi, merger,akuisisi.

Berikut ini berbagai macam definisinya. 1. Beams dan Yusuf (2000) menyatakan bahwa merger terjadi ketika sebuah perusahaan mengambil alih semua operasi dari entitas usaha lain dan entitas yang diambil alih tersebut dibubarkan. Jadi, setelah merger perusahaan yang diambil alih dibubarkan, sedangkan perusahaan yang mengambil alih tetap beroperasi secara hukum sebagai satu badan usaha dan melanjutkan kegiatan perusahaan yang diambil alih. 2. Baridwan (1992) dalam Hamid (1998) menyatakan bahwa merger terjadi bila suatu perusahaan mengeluarkan saham untuk ditukarkan dengan seluruh saham biasa perusahaan lainnya. Pemegang saham perusahaan yang diambil alih ini menjadi pemegang saham perusahaan yang mengambil alih, dan perusahaan yang diambil alih tidak lagi merupakan perusahaan yang berdiri sendiri, tetapi menjadi bagian dari perusahaan yang mengambil alih. 3. Menurut pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. 22 tentang penggabungan badan usaha, definisi akuisisi adalah suatu penggabungan usaha dimana salah satu perusahaan, yaitu pengakuisisi memperoleh kendali atas aktiva netto dan operasi perusahan yang diakuisisi, dengan memberikan aktiva tertentu, mengakui suatu kewajiban atau dengan mengeluarkan saham. Akuisisi adalah bentuk pengambil alihan kepemilikan perusahaan oleh pihak pengakuisisi sehingga mengakibatkan berpindahnya kendali atas perusahaan yang diambil alih tersebut. Biasanya pihak pengakuisisi memiliki ukuran yang lebih besar dibanding dengan pihak yang diakuisisi. Pengklasifikasian Merger dan Akuisisi Berdasarkan hubungan usaha, serta ada atau tidaknya kesamaan sifat dari dua entitas usaha yang melakukan merger dan akuisisi, bentuk merger dan akuisisi dapat diklasifikasikan sebagai berikut: a. Horizontal Merger, adalah penggabungan dari dua unit usaha atau lebih yang memiliki produk sejenis baik barang atau jasa. Hal ini dilakukan untuk mengurangi persaingan industri, memperkuat pangsa pasar, dan memperoleh efisiensi biaya operasional.

b. Vertikal Merger, adalah penggabungan antara dua unit usaha atau lebih yang mempunyai keterkaitan supplier atau pelanggan. Ini dilakukan untuk lebih menjaga kontinuitas produksi dan operasi perusahaan. c. Congeneric Merger, adalah merger antara dua unit usaha atau lebih dalam industri sejenis yang tidak memiliki keterkaitan supplier atau pelanggan. d. Conglomerate Merger, merupakan merger antara dua unit usaha atau lebih dalam industri yang berbeda dan tidak ada keterkaitan satu sama lain, sehingga model ini merupakan diversifikasi usaha untuk mengurangi resiko. Merger dan akuisisi merupakan alat ekspansi dan pertumbuhan bagi perusahaan. Ini juga salah satu cara untuk menguasai pasar.

Macam, Jenis Serta Pengertian Ekspansi Bisnis - Merger, Akuisisi, Hostile Take Over dan Leverage Buyout
Thu, 04/05/2006 - 12:05am ² godam64 Perluasan atau expansi bisnis diperlukan oleh suatu perusahaan untuk mencapai efisiensi, menjadi lebih kompetitif, serta untuk meningkatkan keuntungan atau profit perusahaan. Ekspansi bisnis dapat dilakukan dalam beberapa metode, yakni : 1. Merger Atau Penggabungan Merger adalah penggabungan dari dua atau lebih perusahaan menjadi satu kesatuan yang terpadu. Perusahaan yang dominan dibanding dengan perusahaan yang lain akan tetap mempertahankan identitasnya, sedangkan yang lemah akan mengaburkan identitas yang dimilikinya. jenis-jenis merger : a. Merger Vertikal Perusahaan masih dalam satu industri tetapi beda level atau tingkat operasional. Contoh : Restoran cepat saji menggabungkan diri dengan perusahaan peternakan ayam. b. Merger Horisontal Perusahaan dalam satu industri membeli perusahaan di level operasi yang sama. Contoh : pabrik komputer gabung dengan pabrik komputer. c. Merger Konglomerasi Tidak ada hubungan industri pada perusahaan yang diakuisisi. Bertujuan untuk meningkatkan profit perusahaan dari berbagai sumber atau unit bisnis. Contoh : perusahaan pengobatan alternatif bergabung dengan perusahaan operator telepon seluler nirkabel.

2. Akuisisi Akuisisi adalah pembelian suatu perusahaan oleh perusahaan lain atau oleh kelompok investor. Akuisisi sering digunakan untuk menjaga ketersediaan pasokan bahan baku atau jaminan produk akan diserap oleh pasar. Contoh : Aqua diakuisisi oleh Danone, Pizza Hut oleh Coca-Cola, dan lain-lain. 3. Hostile Take Over atau Pengambil Alihan Secara Paksa Hostile take over adalah suatu tindakan akuisisi yang dilakukan secara paksa yang biasanya dilakukan dengan cara membuka penawaran atas saham perusahaan yang ingin dikuasai di pasar modal dengan harga di atas harga pasar. Pengambilalihan secara paksa biasanya diikuti oleh pemecatan karyawan dan manajer untuk diganti orang baru untuk melakukan efisiensi pada operasional perusahaan. 4. Leverage Buyout Leverage buy out adalah teknik pengusaan perusahaan dengan metode pinjaman atau utang yang digunakan pihak manajemen untuk membeli perusahaan lain. Terkadang suatu perusahaan target dapat dimiliki tanpa modal awal yang besar.

Pengertian Merger dan Akuisisi, Merger adalah penggabungan dua perusahaan menjadi satu, dimana perusahaan yang me-merger mengambil/membeli semua assets dan liabilities perusahaan yang di-merger dengan begitu perusahaan yang me-merger memiliki paling tidak 50% saham dan perusahaan yang di-merger berhenti beroperasi dan pemegang sahamnya menerima sejumlah uang tunai atau saham di perusahaan yang baru (Brealey, Myers, & Marcus, 1999, p.598). Definisi merger yang lain yaitu sebagai penyerapan dari suatu perusahaan oleh perusahaan yang lain. Dalam hal ini perusahaan yang membeli akan melanjutkan nama dan identitasnya. Perusahaan pembeli juga akan mengambil baik aset maupun kewajiban perusahaan yang dibeli. Setelah merger, perusahaan yang dibeli akan kehilangan/berhenti beroperasi (Harianto dan Sudomo, 2001, p.640). Akuisisi adalah pengambil-alihan (takeover) sebuah perusahaan dengan membeli saham atau aset perusahaan tersebut, perusahaan yang dibeli tetap ada. (Brealey, Myers, & Marcus, 1999, p.598). Jenis-jenis Merger dan Akusisi Menurut Damodaran 2001, suatu perusahaan dapat diakuisisi perusahaan lain dengan beberapa cara, yaitu : a. Merger Pada merger, para direktur kedua pihak setuju untuk bergabung dengan persetujuan para pemegang saham. Pada umumnya, penggabungan ini disetujui oleh paling sedikit 50% shareholder dari target firm dan bidding firm. Pada akhirnya target firm akan menghilang (dengan atau tanpa proses likuidasi) dan menjadi bagian dari bidding firm. b. Konsolidasi Setelah proses merger selesai, sebuah perusahaan baru tercipta dan pemegang saham kedua belah

c. Keuntungannya adalah perusahaan dapat menggunakan penjualan dan distribusi yang sama. b. Westerfield. penawaran diberikan langsung kepada pemilik perusahaan yang menjual. Bidding firm tetap berdiri dengan identitas dan namanya. Congeneric merger terjadi ketika perusahaan dalam industri yang sama tetapi tidak dalam garis bisnis yang sama dengan supplier atau customernya. dan antara perusahaan yang di-merger atau yang me-merger tidak dibedakan. Alasan-alasan Melakukan Merger dan Akuisisi Ada beberapa alasan perusahaan melakukan penggabungan baik melalui merger maupun . Vertical merger terjadi ketika suatu perusahaan mengakuisisi perusahaan supplier atau customernya. Banyak tender offer yang kemudian berubah menjadi merger karena bidding firm berhasil mengambil alih kontrol target firm. b. saham. diajukan dari sebuah perusahaan langsung kepada pemilik perusahaan lain. Keuntungannya adalah dapat mengurangi resiko. c. atau surat berharga lain. Menurut mereka hanya ada tiga cara untuk melakukan akuisisi. merger atau akuisisi dapat dibedakan : a. Kedua perusahaan sama-sama menghilangkan keberadaan perusahaan secara hukum dan menjadi bagian dari perusahaan baru itu. c. d. Acquisition of assets Perusahaan dapat mengakuisisi perusahaan lain dengan membeli semua asetnya. 2003. dan disebut tender offer karena merupakan hostile takeover.717). (Gitman. dapat dengan cara membeli sacara tunai. d.pihak menerima saham baru di perusahaan ini.835). Sedangkan berdasarkan jenis perusahaan yang bergabung. seperti yang terdapat pada acquisition of stock (p. dibutuhkan suara pemegang saham target firm sehingga tidak terdapat halangan dari pemegang saham minoritas.817-818). Pada jenis ini. Acquisition of stock dapat dilakukan dengan mengajukan penawaran dari suatu perusahaan terhadap perusahaan lain. Konsolidasi sama dengan merger kecuali terbentuknya perusahaan baru. Setelah merger target firm berhenti untuk menjadi bagian dari bidding firm. Acquisition of stock Akuisisi dapat juga dilakukan dengan cara membeli voting stock perusahaan. p. dan memperoleh semua aset dan kewajiban milik target firm. Tender offer Terjadi ketika sebuah perusahaan membeli saham yang beredar perusahaan lain tanpa persetujuan manajemen target firm. yaitu : a. (p. Tender offer adalah penawaran kepada publik untuk membeli saham target firm. Horizontal merger terjadi ketika dua atau lebih perusahaan yang bergerak di bidang industri yang sama bergabung. Hal ini dapat disesuaikan dengan melakukan tender offer. Acquisistion of assets Sebuah perusahaan membeli aset perusahaan lain melalui persetujuan pemegang saham target firm. Pembagian akuisisi tersebut berbeda menurut Ross. Merger atau konsolidasi Merger adalah bergabungnya perusahaan dengan perusahaan lain. dan Jaffe 2002. Conglomerate merger terjadi ketika perusahaan yang tidak berhubungan bisnis melakukan merger. dan pada beberapa kasus. Target firm akan tetap bertahan selama tetap ada penolakan terhadap penawaran.

tetapi dapat memperoleh dana untuk melakukan ekspansi eksternal. maka perusahaan dapat mengurangi perusahaan pesaing atau mengurangi persaingan. Sinergi Sinergi dapat tercapai ketika merger menghasilkan tingkat skala ekonomi (economies of scale). Perusahaan tidak memiliki resiko adanya produk baru. 2003. Menambah ketrampilan manajemen atau teknologi Beberapa perusahaan tidak dapat berkembang dengan baik karena tidak adanya efisiensi pada manajemennya atau kurangnya teknologi. Melindungi diri dari pengambilalihan Hal ini terjadi ketika sebuah perusahaan menjadi incaran pengambilalihan yang tidak bersahabat. tetapi berdasarkan dari tujuan memaksimisasi kesejahteraan pemilik. pasar saham. Perusahaan tersebut menggabungkan diri dengan perusahaan yang memiliki likuiditas tinggi sehingga menyebabkan peningkatan daya pinjam perusahaan dan penurunan kewajiban keuangan. Sinergi tampak jelas ketika perusahaan yang melakukan merger berada dalam bisnis yang sama karena fungsi dan tenaga kerja yang berlebihan dapat dihilangkan. Pertumbuhan atau diversifikasi Perusahaan yang menginginkan pertumbuhan yang cepat. Pertimbangan pajak Perusahaan dapat membawa kerugian pajak sampai lebih 20 tahun ke depan atau sampai kerugian pajak dapat tertutupi. g. e. Perusahaan yang tidak dapat mengefisiensikan manajemennya dan tidak dapat membayar untuk mengembangkan teknologinya. Meningkatkan likuiditas pemilik Merger antar perusahaan memungkinkan perusahaan memiliki likuiditas yang lebih besar. jika melakukan ekspansi dengan merger dan akuisisi. 2001. Pada kasus ini perusahaan yang mengakuisisi akan menaikkan kombinasi pendapatan setelah pajak dengan mengurangkan pendapatan sebelum pajak dari perusahaan yang diakuisisi. Target firm mengakuisisi perusahaan lain. d. p. karena beban hutang ini.641) . Hal ini memungkinkan meningkatnya dana dengan biaya rendah. maka pasar saham akan lebih luas dan saham lebih mudah diperoleh sehingga lebih likuid dibandingkan dengan perusahaan yang lebih kecil. dan membiayai pengambilalihannya dengan hutang.714-716). p. Bagaimanapun merger tidak hanya dikarenakan keuntungan dari pajak. Jika perusahaan lebih besar. Tingkat skala ekonomi terjadi karena perpaduan biaya overhead meningkatkan pendapatan yang lebih besar daripada jumlah pendapatan perusahaan ketika tidak merger. maupun diversifikasi usaha dapat melakukan merger maupun akuisisi.akuisisi. Selain itu. dapat menggabungkan diri dengan perusahaan yang memiliki manajemen atau teknologi yang ahli. b. kewajiban perusahaan menjadi terlalu tinggi untuk ditanggung oleh bidding firm yang berminat (Gitman. c. yaitu : a. baik ukuran. Perusahaan yang memiliki kerugian pajak dapat melakukan akuisisi dengan perusahaan yang menghasilkan laba untuk memanfaatkan kerugian pajak. Kelebihan dan Kekurangan Merger dan Akuisisi Kelebihan Merger Pengambilalihan melalui merger lebih sederhana dan lebih murah dibanding pengambilalihan yang lain (Harianto dan Sudomo. f. Meningkatkan dana Banyak perusahaan tidak dapat memperoleh dana untuk melakukan ekspansi internal.

Dalam Akusisi Saham.643) Labels: Manajemen Investasi. perusahaan yang membeli dapat berurusan langsung dengan pemegang saham perusahaan yang dibeli dengan melakukan tender offer sehingga tidak diperlukan persetujuan manajemen perusahaan.642) Kelebihan dan Kekurangan Akuisisi Kelebihan Akuisisi Keuntungan-keuntungan akuisisi saham dan akuisisi aset adalah sebagai berikut: a. b. Manajemen Keuangan . p. 2001. maka akuisisi akan batal. Karena tidak memerlukan persetujuan manajemen dan komisaris perusahaan. akuisisi saham dapat digunakan untuk pengambilalihan perusahaan yang tidak bersahabat (hostile takeover). p.643-644).Kekurangan Merger Dibandingkan akuisisi merger memiliki beberapa kekurangan. Pada umumnya anggaran dasar perusahaan menentukan paling sedikit dua per tiga (sekitar 67%) suara setuju pada akuisisi agar akuisisi terjadi. Apabila perusahaan mengambil alih seluruh saham yang dibeli maka terjadi merger. (Harianto dan Sudomo. Akuisisi Aset memerlukan suara pemegang saham tetapi tidak memerlukan mayoritas suara pemegang saham seperti pada akuisisi saham sehingga tidak ada halangan bagi pemegang saham minoritas jika mereka tidak menyetujui akuisisi (Harianto dan Sudomo. b. yaitu harus ada persetujuan dari para pemegang saham masing-masing perusahaan. 2001. Pada dasarnya pembelian setiap aset dalam akuisisi aset harus secara hukum dibalik nama sehingga menimbulkan biaya legal yang tinggi. (Harianto dan Sudomo. c. Jika cukup banyak pemegang saham minoritas yang tidak menyetujui pengambilalihan tersebut. mereka dapat menahan sahamnya dan tidak menjual kepada pihak Bidding firm. 2001. Kekurangan Akuisisi Kerugian-kerugian akuisisi saham dan akuisisi aset sebagai berikut : a. p.sedangkan untuk mendapatkan persetujuan tersebut diperlukan waktu yang lama. Akuisisi Saham tidak memerlukan rapat pemegang saham dan suara pemegang saham sehingga jika pemegang saham tidak menyukai tawaran Bidding firm. d. c.

SH Fakultas Hukum Bagian Hukum Keperdataan Universitas Sumatera Utara I. dimiliki atau dikendalikan suatu perusahaan yang mandiri pula yaitu holding company tersebut. B. holding company ialah perusahaan yang menguasai perusahaan lain. Konsentrasi yang diinginkan dapat dicapai dengan bantuan modal asing. 1999. Perusahaan yang dipecah pecah tersebut telah menjadi perusahaan yang mandiri. dengan pemilik yang sama atau minimal ada hubungan khusus.Proses Pembentukan Holding Company Secara Umum Proses pembentukan Holding Company dapat dilakukan dengan tiga prosedur. mengingat banyak perusahaan yang telah melakukan kegiatan bisnis yang sudah sedemikian besar dengan berbagai garapan kegiatan. atau controlling company. artinya walaupun perusahaan tersebut telah dipecah-pecah dan menjadi perseroan terbatas tersendiri. CARTEL. yaitu : 1 1. Menurut Winardi. Maskapai induk (moedermaatschappij ) melalui kekayaan sahamsahamnya sebesar 40% hingga 50% dapat mengendalikan sejumlah maskapai anak (doctermaatschappijen) yangkembali lagi melalui pemilikan saham (aandelenbezit) menguasai maskapai-maspakai anak lainnya. Istilah dan Pengertian Perusahaan holding sering juga disebut dengan holding company. Untuk itu pecahan-pecahan perusahaan tersebut bersama-sama dengan perusahaan-perusahaan lain yang mungkin timbul telah terlebih dahulu ada. tidak otomatis terpisah mutlak dari perusahaan holding. Prosedur residu Dalam hal ini perusahaan asal dipecah pecah sesuai masing masing sektor usaha. sementara sisanya (residu) dari perusahaan asal dikonversi menjadi perusahaan holding. parent company. ©2003 Digitized by USU digital library 2 B. Seringkali orang mengatakan bahwa sebuah "holding company is a company which holds other companies". Bandung. Munir Fuady mengartikan holding company adalah suatu perusahaan yang bertujuan untuk memiliki saham dalam satu atau lebih perusahaan lain dan/atau mengatur satu atau lebih perusahaan laintersebut.©2003 Digitized by USU digital library 1 TINJAUAN TERHADAP HOLDING COMPANY. HOLDING COMPANY A. 1 Munir Fuady. sehingga perusahaan itu perlu dipecah-pecah menurut penggolongan bisnisnya. Namun dalam pelaksanaan kegiatan bisnis yang dipecah-pecah tersebut. Citra Aditya Bakti. mengeluarkan saham-saham badan usaha lain dan deviden yang tercapai dengannya. Dalam dunia bisnis. Hukum Perusahaan Dalam Paradigma Hukum Bisnis. hal. 2 . TRUST. Proses Pembentukan Holding Company tersebut. 1 Pada holding company terdapat konsentrasi saham-saham dengan tujuan untuk mencapai pengaruh pada perusahaan tertentu atau cabang perusahaan tertentu atau dengan maksud untuk mengendalikannya. 84. DAN CONCERN HASIM PURBA. kehadiran holding company merupakan sesuatu yang lumrah. yang masing-masing akan menjadi perseroan terbatas yang mandiri masih dalam kepemilikan yang sama dengan pengontrolan yang masih tersentralisasi dalam batas-batas tertentu. yang juga memegang saham pada perusahaan pecahan tersebut dan perusahaan-perusahaan lainnya jika ada. holding company merupakan perusahaan yang berdiri sendiri yang atas namanya sendiri.

X : Perusahaan baru dibentuk yang dipersiapkan untuk menjadi perusahaan holding. R : Pecahan dari perusahaan X2 yang sudah mandiri 3 2 Winardi. X2 : Bagian dari bisnis perusahaan yang pertu dimandirikan P. Y : Perusahaan lain dengan kepemilikan yang berbeda/tidak saling berhubungan. Ekonomi Perusahaan dan Manajemen. 3 Komaruddin. 1982. : Saham perusahaan anak yang dipegang oleh perusahaan holding. mandar maju. 1999. tetapi dengan kepemilikan yang berlainan dan tidak mempunyai keterkaitan satu sarna lain. C. Diambil salah satu dari perusahaan yang sudah acta tetapi masih dalam kepemilikan yang sarna atau berhubungan. 4 2. C : Perusahaan yang tetah tertebih dahulu ada. tetapi perusahaan penuh dan mandiri. ©2003 Digitized by USU digital library 5 . 161 ©2003 Digitized by USU digital library 3 A. Jakarta. Prosedur penuh Prosedur penuh ini sebaiknya dilakukan jika sebelumnya tidakterlatu banyak terjadi pemecahan/pemandirian perusahaan. D : Perusahaan-perusahaan dengan kepemilikan yang samal saling berhubungan. ataupun b. Bandung. B. 1996. X3 : Perusahaan holding yang terbentuk akibat proses residu. 85. hal. Diakuisisi perusahaan yang lain yang sudah terlebih dahulu ada. hal. Cit. Tipe A : tipe pembentukan perusahaan baru Tipe B :Tipe pengambitan perusahaan yang sudah ada tetapi masih dalam kepemilikan yang sama atau saling berhubungan. menurut Munir Fuady digambarkan sebagai berikut : Keterangan Diagram: X : Perusahaan asal Xi : Bagian dari bisnis perusahaan asat yang tidak pertu dimandirikan. Hukum Perusahaan Dalam Paradigma Hukum Bisnis. Pembentukan perusahaan holding lewat prosedur penuh menurut Munir Fuady digambarkan sebagai berikut : 4 Munir Fuady. hal. 5 5 Munir Fuady. Alumni. 86-88. pembentukan holding company melalui prosedur residu. Dalam hal ini. Istilah Ekonomi Dalam 3 Bahasa. ©2003 Digitized by USU digital library 4 Keterangan Diagram: A. Op. tetapi dengan kepemilikan yang sama/berhubungan dengan pemilik X. Citra Aditya Bakti. B. 188. tetapi rmasing-masing perusahaan dengan kepemilikan yang sarna/berhubungan saling terpencar-pencar. Inggris-Belanda-Indonesia. Q. tanpa terkonsentrasr dalam suatu perusahaan holding. yang menjadi perusahaan holding bukan sisa dari perusahaan asal seperti pada prosedur residu. Perusahaan mandiri cajon perusahaan holding ini dapat berupa :] a. Tipe C :Tipe pengakuisisi terlebih dahulu perusahaan yang sudah ada dan dengan kepemilikan yang berlainan/tidak saling berhubungan. hal. Bandung. dan sahamnya akan dialihkan ke X.selanjutnya menurut Komaruddin yang dimaksud dengan holding company ialah suatu badan usaha yang didirikan dengan tujuan untuk menguasai sebagian besar saham dari badan usaha yang akandipengaruhinya.

1 Tahun 1995 tidak menjelaskan berapa banyak pengambilalihan saham yang dapat dianggap sebagai peralihan pengendalian.Kemudian untuk setiap bisnis yang dilakukan. Y. Istilah dan Pengertian Mengenai pengertian trust. jurnlah perusahaan baru sebagai anak perusahaan dapat terus berkembang jurnlahnya seirama dengan perkembangan bisnis dari group usaha yang bersangkutan. dimana perusahaan holding sebagai pemegang saham biasanya bersama-sama dengan pihak lain sebagai partner bisnis.. 7 Pengertian lain mengenai trust dikemukakan oleh Komaruddin yang memberikan pengertian. T R U S T A. hal. (2) Pengambilalihan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dapat dilakukan melalui pengambilalihan seluruh atau sebagian besar saham yang dapat mengakibatkan beralihnya pengendalian terhadap perseroan tersebut. Perusahaan gabungan yang diadakan untuk melakukan pengawasan produksi atau distribusi barang atau jasa tertentu baik secaramonopoli. Karenanya.8 Pada bentuk trust. Z : Perusahaan lain dengan kepemilikan yang berbeda/tidak saling berhubungan. Z : Pemegang saham secara akuisisi. trust adalah suatu bentuk pemusatan dari badan usahabadan usaha yang harta miliknya disatukan. dalam arti ekonomik kehilangan kemerdekaan mereka. Pernbentukan holding company terprogram.UU No. menurut Munir Fuady digambarkan sebagai berikut.Sebagian besar modal saham mereka berada dalam tangan sebuahorgan (badan) yang mengendalikannya. Prosedur terprogram Dalam prosedur ini pembentukan perusahaan holding telah direncanakan sejak awal start bisnis. 88-89 ©2003 Digitized by USU digital library 6 II. Cit.6 C. perusahaan yang pertama sekali didirikan dalam groupnya adalah perusahaan holding. C. akan dibentuk atau diakuisisi perusahaan lain. B. B.3.D : Perusahaan baru dibentuk (Anak Perusahaan ) x. sejumlah badan-badan usaha secara yuridis berdiri sendiri.C. Perbandingan Menurut UU No.1 Tahun 1995 Dalam UU No. Penyerahan harta untuk diatur atau dikelola orang lain. Y.Mungkin dalam bentuk konsentrasi mendatar (horizontal). Trust terbentuk dengan caradidirikan sebuah "holding company" atau melalui fusi (peleburan)badan-badan usaha. . Menurut Pasal 103 UU No. mungkin konsentrasi menegak (vertikal) atau mungkin pula konsentrasi sejajar (paralel). Dalarn hal ini. Namun mengenai pengambilalihan(acquisition) dikenal dalam Pasal 103. Edilius dan Sudarsono mengartikan sebagai berikut : a. Op. Proses Pembentukan Trust Terdapat tiga macam cara pemusatan yang mungkin untuk trust. 6 Munir Fuady. Istilah holding company tidak dikenal. : Keterangan Diagram A : Calon Perusahaan Holding A1 : Perusahaan Holding B.1 Tahun 1995 tentang Perseroan Terbatas.1 Tahun 1995 pada ayat (1) dan (2) disebutkan : (1) Pengambilalihan perseroan dapat dilakukan oleh badan hukum atau orang persebrangan. 0 : Memegang saham dari awal terbentuk perusahaan. b. Pengambilalihan dapat dilakukan melalui pengambilan seluruh atau sebagian besar saham yang dapatmengakibatkan beralihnya pengendalian terhadap perseroan terbatas. X.

Kamus Ekonomi Uang dan Bank. untuk meringankan resiko dan untuk dapat menguasai pasar.5. dan karet di dalam satu konsentrasi danpenggabungan manajemen yang sarna. Komaruddin. Ekonomi Perusahaan dan Manajemen. [1 2 3 4S} Perusahaan-perusahaan No. Konsentrasi horizontal itu dalam beberapa segi dapat merasionalisasikan produksi. Konsentrasi paralel Konsentrasi paralel ini merupakan penggabungan beberapa badan usaha yang memproduksi atau menjual barang-barang yang berlainantetapi untuk pesanan yang sarna. Dengan cars itu maka resiko mereka dapat didistribusikan diantara para anggota yang terkonsentrasi di dalam trust itu. 248. Karena trust-trust dunia banyakpengaruhnya terhadap pasar. 1982. rnisalnya rnerupakan perusahaan yang membuat mesin-rnesin.1. maka fenomena-fenomena itumenimbulkan pro dan kontra. Konsentrasi horizontal Konsentrasi horizontal ialah pemusatan dari beberapa Badan Usaha yang pemecahanya sama.4 adalah perusahaan pengepakan 5 Perusahaan No. Syarat-syarat penjualan dapat lebih baik dan tepat serta menyenangkan.1. Efisiensi terhadap ongkos-ongkos bisa terjadi karena konsentrasi paralel. Contoh pemusatan ini ialahpenggabungan badan usaha-badan usaha yang beroperasi dalam perkebunan kina.Jadi dalarn konsentrasi vertikal badan usaha rnerupakan rangkaian dalarn proses produksi dilebur rnenjadi satu. Alumni. Motivasi dan tujuan yang kuat dari konsentrasi horizontal terutama untuk memperoleh harga pokok yang rendah. hal. Sebagai suatu bentuk konsentrasi badan usaha-badan usaha. Konsentrasi vertikal Konsentrasi vertikal ini adalah gabungan dari beberapa badanusaha yang menghasilkan barang-barang berturut"turut yang merupakanlajur perusahaan dalarn proses produksi. 2.1 s/d No. kerugian ini dapat ditimbun oleh keuntungan-keuntungan dari barang lainnya. b.3. 4 Perusahaan No. 152. hal. Pabrik kertas dan pabrik kertas. organisasi dan manajemen penjualan digabungkan. rnerupakan peleburan besi yang rnenghasilkan potongan-potongan besi/baja. merupakan pe rusahaan transpor 3. 1994. Di antara kebaikan-kebaikan karena berdirinya trust terhadap masyarakat misalnya dalam hat harga-harga produksi yang dibuat oleh . rnisalnya rnerupakan perusahaan menggali bij besi. sebab ongkos-ongkos seperti untuk reklame. a.misalnya usaha pemusatan untuk Pabrik Kertas.Seperti konsentrasi-konsentrasi lainnya. didalamnya banyak pula membawakesulitan-kesulitan. Jakarta. 7 8 Edilius ± Sudarsono. rnenjadi satu badan usaha. konsentrasi paralel punmembawa akibat-akibat terhadap tingkatan efisiensi dan kemungkinankerugian yang akan diderita.merupakan gejala sosial dan ekonomis. mencegah investasModal yang berlebih-lebihan dan dalam segi lainnya dapat mengadakanpenghematan atas ongkos perusahaan. Jakarta. 2 Perusahaan No.Misalnya saja suatu penggabungan harts rnilik badan usaha-badanmenjadi satu dengan manajernen yang sarna. kopi. Pada dasarny konsentrasi vertikal ini bisa dirnulai dari proses produksi yang pertarnahingga rnelayani konsurnen. Oiakui pula disamping pengaruh positifterhadap kehidupan ekonomis. Kompensasi seperti itu akan memberikan suasana tenang bagi perusahaanperusahaan. ©2003 Digitized by USU digital library 7 1 Perusahaan No. teh. Bilamana terdapat suatu macam barang yang merugikan.5 merupakan perusahaan-perusahaan sejenis.2. 3 Perusahaan No. Rineka Cipta.

wilayah pemasaran dan sebagainya. akibatnya.5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat. harga tidak akan labil. tetapi malahan iapun dapat menambah kesukaran bagi pekerja yang berada di dalam lingkungan trust itu. Istilah dan Pengertian Istilah karte. Karena pekerja-pekerja itu sekarang lebih banyak tergantung kepada trust. diperlukan syarat bahwa kartel mencakup bagian terbesar dari badan. hat mana biasanya tujuan pembentukan kartel. dengan tujuan menekan persaingan dan meraih keuntungan. membedakan kartel dengan bentuk. Terdesaknya perusahaan-perusahaan yang lemah ini berarti akan menyebabkan pengangguran-pengangguran bagi buruh yang bekerja pada perusahaan yang kecil itu.badan usaha tersebut.bentuk trust dan konsern. Sisi negatif trust lainnya adalah bahwa trust itu tidak hanya mempersulit pekerja yang bekerja di luar lingkungan trust. ©2003 Digitized by USU digital library 9 III. ©2003 Digitized by USU digital library 8 Sedangkan yang dimak~ud dengan praktek monopoli adalah pemusatan kekuatan ekonomi oleh satu atau lebih pelaku usaha yang mengakibatkan dikuasainya produksi dan atau pemasaran barang dan atau jasa tertentu sehingga menimbulkan persaingan usaha tidak sehat dan dapat merugikan kepentingan umum. Monopoli yang dicapai trust akan menyebabkan seorang buruh dengan keahliannya. badan usaha yang ada. Sedangkan aspek negatifnya adalah kedudukan monopoli yang telah dicapai trust dapat menghancurkan perusahaan-perusahaan kecil yang biaya produksinya sedang menanjak. peniadaan sebagian atau seluruh persaingan antar pengusaha. lihat Pasal 1 ayat (2) dari Undang-undang Anti Monopoli. CAR TEL A. dengan ketentuan bahwa mereka menggarap pasaran yang bersangkutan. untuk dapat menguasai pasar.J terdapat da1am beberapa bahasa seperti "cartel" dalam bahasa Inggris dan "kartel" dalam bahasa Belanda.trust bukan dengan cars meninggikan harga barang-barang tetapi dengan merendahkan harga pokok.99 Selanjutnya menurut Winardi kartel itu merupakan gabungan atau persetujuan (conventie) antara pengusaha-pengusaha yang secara yuridis dan ekonomis berdiri sendiri. Unsur positif dari monopoli ini adalah bahwa trust dapat menyesuaikan penawaran terhadap permintaan. Menurut Pasal 1 ayat (1) dari Undang-undang Anti Monopoli yang dimaksud dengan monopoli adalah suatu penguasaan stag produksi dan atau pemasaran barang dan atau stag penggunaan jasa tertentu oleh satu pelaku usaha atau satu kelompok pelaku usaha. Rasionalisasi dengan cara teknik. organisasi dan manajemen yang tepat membawa trust ke titik efisiensi yang tinggi. memang ada sisi positif dan negatifnya. Persentuhan Trust Dengan UU No. "Cartel" disebut juga "syndicate" yaitu suatu kesepakatan (tertulis) antara beberapa perusahaan produsen dan lain-lain yang sejenis untuk mengatur dan mengendalikan berbagai hal. seperti harga. Untuk mencapai sasaran. Dengan cars itu pula maka biaya dapat ditekan sehingga harga-harga barang produksi trust itu bigs rendah pula. jelas praktek trust sudah tidak dapat dipertahankan di Indonesia. Seandainya trust dapat merebut kedudukan monopoli. 10 Berdiri sendirinya badan.5 Tahun 1999 Dengan diberlakukannya UU No. tertutup untuk mencoba memilih perusahaan lain.verkoopkantoor) yang membagi pesanan-pesanan . Hal tersebut tetap dipertahankan sekalipun kerjasama pada penjualan demikian jauh hingga dibentuk suatu kantor penjualan bersama (gemeinschappelijk . B.

masing-masing anggota kartel diberikan jatah dalam banyaknya produksi yang diperbolehkan. menetapkan syarat-syarat pengiriman. Biasanya perusahaan yang memproduksi lebih sedikit daripada jatah yang sisanya menurut ketentuan. Benih dari persaingan kerapkali juga datang dari perhitungan Isba yang akan diperoleh suatu badan usaha. Keseragaman itu perlu di dalam kebijaksanaan harga. Dalam pada itu kartel rayon pun menentukan pula suatu peraturan bahwa setiap anggota tidak diperkenankan menjual barang-barangnya di daerah. Cit. Pada kartel jenis ini ditetapkan harga-harga penjualan bagi para anggota kartel. Oengan ini dapat dicegah persaingan diantara anggota. Kartel harga pokok (prijskartel) Di dalam kartel harga pokok. Istilah Ekonomi Dalam Tiga Bahasa. Fob. Apakah ditetapkan loco gudang. hal. Penetapan wilayah ini kemudian diikuti oleh penetapan harga untuk masing-masing daerah. B. 1996. C & F.ketentuan yang ditetapkan atas badan-badan usaha yang menjadi anggota. Indonesia. Kartel syarat Dalam kartel ini memerlukan penetapan-penetapan di dalam syarat-syarat penjualan misalnya. 4. 7. Pada dasarnya anggota-anggota itu diperbolehkan menjual di atas penetapan harga akan tetapi atas tanggung jawab sendiri. Dengan menyeragamkan tingginya labs maka persaingan diantara mereka dapat dihindarkan. Kartellaba atau pool Di dalam kartel laba. yang mungkin harga-harga barangnya berlainan. sehingga tidak akan terjadi persaingan diantara mereka. akan diberi premi hadiah. Mandar Maju. Akan tetapi sebaliknya akan didenda.44 Winardi.Jkulasi harga pokok dan besarnya Isba. dibagibagikan . Cif. Kartel kontigentering Di dalam jenis kartel ini. Op. hal. kemudian laba bersih kartel. Maksud dari peraturan ini adalah untuk mengadakan restriksi yang ketal terhadap banyaknya persediaan sehingga harga barang-barang yang mereka jual dapat dinaikkan. Misalnya bahwa laba kotor harus disentralisasikan pada suatu kas umum kartel. 5. Setiap anggota tidak diperkenankan untuk menjual barang-barangnya dengan harga yang bebas rendah daripada harga yang telah ditetapkan itu. Ambisi kartel kontingentering biasanya untuk mempermainkan jumlah persediaan barang dan dengan cara itu harus berada dalam kekuasaannya. Kartel rayon Kartel rayon atau kadang-kadang juga disebut kartel wilayah pemasaran untuk mereka. 9 10 ©2003 Digitized by USU digital library 10 3. Belanda. embalase atau pembungkusan dan syarat-syarat pengiriman lainnya. Inggris. Kartel juga menetapkan standar kwalitas barang yang dihasilkan atau dijual. 2. Kartel harga Dalam kartel ini ditetapkan harga minimum untuk penjualan barang-barang yang mereka produksi atau perdagangkan. anggota kartel biasanya menentukan peraturan yang berhubungan dengan laba yang mereka peroleh. Edilius & Sudarsono. 6. anggota-anggota menciptakan peraturan diantara mereka untuk perhitungan ka. yang dikehendaki adalah keseragaman diantara para anggota yang tergabung dibawah kartel. Sindikat penjualan atau kantor sentral penjualan Di dalam kartel penjualan ditentukan bahwa penjualan hasil produksi dari anggota harus melewati sebuah badan tunggal ialah kantor penjualan pusat. Jenis-jenis Kartel 1. Persaingan diantara mereka akan dapat dihindarkan karenanya. 47.menurut ketentuan. Bandung. lain.

Dengan demikian kedudukan para pekerja lebih stabil jika dibandingkan dengan kedudukan mereka di dalam persaingan bebas. Kedudukan KarteS Ditinjau dari UU No. maka praktek bisnis kartel sebenarnya kurang tepat diberikan beroperasi dalam sistim perekonomian nasional. Keburukan kartel bagi para anggota-anggota. Karena kartel itu dapat melaksanakan rasionalisasi. sebab salah satu praktek karte! itu adalah penguasaan produk sejumlah produksi oleh sekelompok pengusaha yang tergabung dalam satu kartel.diantara mereka dengan perbandingan yang tertentu pula. kartel dianggap sebagai sesuatu yang merugikan masyarakat.5 Tahun 1999. maka nampak bahwa praktek monopoli dapat terjadi dalam berbagai lapangan/sektor kegiatan bisnis yang dilakukan oleh sekelompok pengusaha secara ©2003 Digitized by USU digital library 12 bersama-sama. Melihat berbagai jenis praktek kartel yang dapat muncul dalam dunia bisnis. c. bisa jadi tanpa pemecatan pekerja-pekerja. sebab dalam persaingan bebas seandainya kartel hendak merendahkan harga pokok. Praktek kartel walaupun dapat menghasilkan barang dan jasa dengan harga murah. tetapi dapat menimbulkan persaingan usaha tidak sehat yang merusak sendi-sendi perekonomian masyarakat. para pekerja itu dapat dikeluarkan. karena baik produksi maupun penjualan dapat diatur dan dijamin jumlahnya. Hubungan perburuhan dan manajemen personalia mungkin dapat lebih tenang. saingan kartel dapat menyelundup ke dalam anggota kartel. Dalam kehidupan masyarakat luas. b. maka kemungkinan sekali harga barang-barang yang dijual diproduksi kartel tersebut cenderung turun pula. c. Unsur negatif dari kartel a. karena kartel itu praktis dapat meninggikan harga dengan gaya yang lebih leluasa dari pads di dalam pasar bebas D. b. Praktek seperti ini dilarang sepanjang menimbu1kan persaingan usaha tidak sehat den atau merugikan masyarakat (tihat Pass I 14 UU No. Peraturan~peraturan yang dibuat bersama diantara mereka dengan sanksi-sanksi intern kartel itu akan mengikat kebebasan para anggota yang bergabung di dalam kartel ini. Dengan diundangkannya UU No. ©2003 Digitized by USU digital library 11 C. ©2003 Digitized by USU digital library 13 . Kebaikan-kebaikan kartel bagi badan usaha-badan usaha yang tergantung didalamnya yaitu : resiko penjualan barang-barang yang dihasilkan dan resiko kapital para anggota dapat diminimalkan. Giat atau tidak giat anggota kartel itu akan memperoleh laba yang hampir tetap. Unsur-unsur Positif dan Negatif dari Kartel 1. sehingga demikian pulalah dalam hat buruh. misalnya kegiatan para pengusaha dan manajer tingkat tinggi yang tergabung di dalam kartel itu hiss berkurang. turunnya harga yang disebabkan turunnya harga pokok (akibat rasionalisasi). walaupun laba ini mung kin dihisap dari anggota lainnya yang memperoleh Isba yang lebih besar dari anggota yang tidak giat. Dalam suatu keadaan. 2. Unsur positif dari kartel a. adalah hampir stabil dan lebih pasti. Kedudukan monopoli dari kartel di pasar menyebabkan kartel mempunyai posisi yang baik di dalam menghadapi persaingan.5 Tahun 1999). karena ketegangan-ketegangan yang disebabkan tuntutan kenaikan upah atau kenajkan kesejahteraan pekerja lainnya dapat lebih mudah dikabulkan oleh pengusaha atau manajer. d. Dalam berbagai kemungkinan. lantaran Isba yang diperoleh bagi anggota secara individuil.5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat.

Konsern merupakan suatu perkumpulan badan-badan usaha yang secara yuridls berdiri sendiri 'dibawah satu pimpinan sentral. concern terjadi seandainya beberapa orang tertentu atau sesuatu bank yang modalnya besar memperoleh pengaruh yang menentukan di atas badan usaha-badan usaha karena ia membeli sebagian besar dari badan usaha-badan usaha itu. Rasionalisasi atau usaha meninggikan efisiensi dalam usaha proses produksi. Penghapusan persaingan dan rnernajukan kerjasama diantara mereka.IV. Perkembangan teknologi memberikan kemungkinan untuk menciptakan barang-barang yang baru dan karena itu perlu mendapa1 hak-hak paten. Cit. Badan usaha-badan usaha itu pad a prinsipnya masih tetap bebas.5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat. Ada beberapa motif dan tujuan concern dibentuk antara lain yaitu: a. Sebab secara umum malah concern berusaha untuk menghapuskan persaingan tidak sehat dan sebaliknya memajukan kerjasama diantara mereka. 68.5 Tahun 1999 Kalau dilihat apa yang menjadi motif dan tujuan terbentuknya concern. 11 Konsern dapat juga dikatakan sebuah badan usaha yang karena perkembangan teknis serta ilmiah telah berkembang menjadi sangat besar. Saling tukar-menukar pengalaman-pengalaman. Sebab dalam perdagangan bebas nanti masing-masing badan usaha akan sui it untuk bertahan apabila bertahan . B. B. maka pembentukan dan kegiatan badan usaha yang berbentuk concern ini tidak 11 Winardi. Op. c.. Kedudukan Concern Ditinjau dari UU No. Dengan cara itu maka setiap anggota dapat menikmati perkembangan teknologi dari setiap anggota lainnya.TerbentuknyaKonsern Berlainan dengan maksud karter. b. dimana hasil umum dinyatakan dalam neraca konsern. sebab dengan keberhasilan menekan biaya produksi secara efisien tanpa mengurangi mutu (kwalitas) produksi akan membawa dampak positif bagi masyarakat pemakai (konsumen) dimana harga produksi ditingkat konsumen retatif murah (terjangkau). akan tetapi teristimewa sebagai hasil daripada perkembangan ilmu pengetahuan dan kemajuan teknologi. riset-riset pasar atau laboratorium dan juga perlindungan hak-hak paten diantara badan usaha-badan usaha adalah merupakan sesuatu yang penting dalam menghadapi era perdagangan bebas. pads umumnya terbentuknya konsern itu bukanlah sebagai akibat dari persaingan atau dengan maksud untuk menguasai pasar. riset-riset pasar atau laboratorium dan demikian pu1a paten-paten diantara badan usaha yang berada dibawah concern itu. Upaya ini memang sangat penting datam rangka meningkatkan efisiensi cost (bunga) produksi. Melalui concern juga akan diadakan rasionalisasi atau usaha meninggikan efisiensi datam usaha proses produksi. Istilah dan Pengertian Istilah konsern dalam bahasa Inggris disebut "concern" dan dalam bahasa Belanda dlsebut :'concern". Jika kartel dengan melalui kontrak-kontrak diantara para anggota dan trust dengan GarB penggabungan badan usaha. hal. ©2003 Digitized by USU digital library 14 bertentangan dengan UU No. Selain itu adanya tujuan lain dari concern yaitu untuk saling tukar-menukar pengalaman-pengalaman. Konsern timbul apabila badan-badan usaha sejenis dilebur menjadi satu. C O N C E R N A. Dan paten yang diperoleh anggota dengan berdirinya concern ini dapat dipertukarkan satu sarna lain.

Mandar Maju. 1996. Sanusi Bintang dan Dahlan. Mandar Maju. Uana dan Bank. Komaruddin. 19996. Bandung. Kamus Ekonomi. Jakarta. Bandung. 1999. Winarno. Ka ita Selekta Hukum Perusahaan. Penaantar Hukum Ekonomi. Bandung. Hukum Bisnis Dalam Teori dan Praktek.secara sendiri-sendiri. Citra Aditya Bakti. 1982. Ekonomi Perusahaan. Hardijan Rusli. Medan. Perseroan Terbatas dan As ek Hukumn a. Sri Redjeki Hartono. Janus Sidabalok. Rineka Cipta. Bandung. Hukum Anti Mono oli Men on son Era Persaingan Sehat Bandung. 2000. Bina Media. 1994. ©2003 Digitized by USU digital library 15 DAFTARPUSTAKA Edilius-Sudarsono. 2000. Munir Fuady. Citra Aditya Bakti. Bandung. Hukum Perusahaan Dalam Paradi ma Hukum Bisnis. Citra Aditya Bakti. maka sangat dibutuhkan bentuk kerjasama yang saling menguntungkan. Alumni. Pustaka Sinar Harapan. Citra Aditya Bakti. Istilah Ekonomi Dalam 3 Bahasa In ris-Belanda-lndonesia. . Jakarta. 1996. Jakarta. 2000. Buku Kesatu. Pokok-ookok Hukum Ekonomi dan Bisnis. 1999.

2008 HOLDING COMPANY PADA PERUSAHAAN DAERAH UNTUK MENINGKATKAN PROFESIONALISME USAHA DALAM RANGKA MENINGKATKAN PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) Oleh : Yusuf Sofyan I. Kreativitas diperlukan untuk mengoptimalkan seluruh sumber daya yang ada dalam kepentingan melaksanakan prinsip otonimi daerah secara tepat sasaran (Rini Suwandi. kini porsinya lebih banyak masuk ke kas daerah. Sebagai Administrator penuh. akan tetapi bagi daerah yang sumber daya minim juga berdampak terhadap pendapatan yang selama ini biaya pembangunannya disubsidi oleh pemerintah pusat. LATAR BELAKANG Otonomi Daerah. disatu pihak kemandirian dan kewenangan daerah diberikan sangat besar. Dampak dari diberlakukannya kedua undang-undang tersebut diatas terhadap pengelolaan pemerintah daerah yaitu bahwa pemerintah daerah harus lebih bersikap profesional dalam pengelolaan daerahnya. agar pengelolaan daerahnya lebih terfokus dan berhasil guna. . dua suku kata yang berdampak sangat besar dalam pola kehidupan pemerintahan di daerah. Akan tetapi betulkah setiap daerah selalu menyambut hangat datangnya otonomi daerah tersebut ? yang berarti pemerintah daerah harus mampu membiayai kegiatan pemerintahan dan pembangunan daerahnya sendiri. 25 tahun 1999 seakan menjadi jawaban tentang keinginan pemerintah daerah dalam mengelola daerahnya secara mandiri/otonom. Otonomi daerah yang telah lama diidamkan oleh daerah seakan menjadikan harapan yang sangat besar bagi pemerintah daerah untuk mulai dapat mengatur dan mengelola sumber daya daerahnya yang selama masa orde baru telah dikekang melalui aturan dan pengawasan yang tersentral yang justru bagi beberapa daerah tertentu kondisi semacam itu dianggap sebagai pemerasan sumber kekayaan daerah untuk kepentingan pemerintah pusat. membawa konsekwensi baru pada keuangan daerah.Selasa. akan tetapi dipihak lain sumber pendapatan daerah terbatas. Pelaksanaan otonomi daerah. Perusahaan daerah inilah yang nantinya merupakan salah satu profit center bagi pemerintah daerah dan keberadaannya sebagai jantung bagi penggerak kegiatan di segala sektor yang dilakukan oleh pemerintah daerah. Tentu saja dibutuhkan kreativitas bagi daerah masingmasing. suatu kata yang sangatlah populer sekarang ini. Untuk itu pengelolaan Perusahaan Daerah haruslah sangat profesional. Maret 18. merupakan salah satu dari sumber pendapatan asli daerah sudah saatnya mulai difikirkan sebagai suatu bagian yang sangat penting dalam menyumbang pendapatan daerah. sesuai dengan sasaran. 22 tahun 1999 dan Undang-undang No. Upaya-upaya untuk lebih meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) harus segera difikirkan sebagai salah satu sumber pendapatan daerah Perusahaan Daerah. dengan memisahkan pengelolaan pemerintah daerah dengan pengelolaan perusahaan daerah agar lebih profesional dan tidak dicampuri oleh kepentingan-kepentingan aparat pemerintah apalagi sebagai bagian dari kepentingan politik pihak-pihak tertentu. 8 Mei 2000). Media Indonesia. pendapatan daerah yang sebelumnya lebih banyak dikirim ke Pemerintah Pusat. Sudah saatnya daerah dikelola seperti sebuah perusahaan yang harus mampu menghidupi kebutuhannya sendiri dan bertanggung jawab terhadap kesejahteraan masyarakatnya melalui pembangunan yang langsung maupun tidak langsung dapat dinikmati oleh masyarakat. Undang-undang No.

Salah satu pemecahan masalah tersebut melului pembentukan holding company yang diharapkan akan mampu merubah pola manajemen dan sistem operasional perusahaan daerah sehingga lebih profesional. Lemahnya Pengendalian Intern diZ beberapa perusahaan daerah. dibanding dengan cara memperluas perusahaan dengan cara ekpansi investasi. Suatu perusahaan melakukan pengabungan sumbersumber ekonomis yang dimiliki oleh perusahaan lainnya. Dari pantauan awal. III. Perusahaan daerah yang selama ini dipandang sebelah mata karena tidak mampu menyumbang PAD yang cukup sebetulnya disebabkan kerana kurangnya profesionalisme pengelolaan usaha serta banyaknya campur tangan pihak eksekutif yang penuh dengan kepentingan-kepentingan didalamnya. Pengertian Holding Company Penggabungan badan usaha adalah usaha untuk menggabungkan suatu perusahaan dengan satu atau lebih perusahaan lain ke dalam satu kesatuan ekonomis. yang kemampuannya dalam mengelola perusahaan belum teruji. Dari beberapa sumber pendapatan asli daerah.II. permasalahan yang perlu mendapat perhatian pemerintah daerah adalah usaha pemerintah daerah untuk lebih menggali potensi daerah sebagai konsekwensi diberlakukannya otonomi daerah. Lemahnya Sistem Informasi Manajemen danZ Akuntansi pada kebanyakan perusahaan daerah. kebanyakan manajemen perusahaan daerah dipegang oleh Pegawai pemerintah. Penggabungan badan usaha dalam bentuk Holding Company pada umumnya merupakan cara yang dianggap lebih menguntungkan. sumber pendapatan yang berasal dari Perusahaan Daerah perlu mendapatkan perhatian khusus. Mengadakan penggabungan badan usaha atau External Business Expansion merupakan alasan pemilik perusahaan untuk lebih mengembangkan usahanya dimasa yang akan datang dalam rangka mempersiapkan perusahaan dalam posisi yang berdaya saing yang kuat. Z Tidak didukung dengan Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompeten dan profesional. Pensiunan ABRI. 1. maka perlu dicarikan jalan pemecahannya. PERMASALAHAN Dari latar belakang tersebut diatas. dapat dirinci beberapa kelemahan *) dari sistem pengelolaan Perusahaan Daerah selama ini antara lain : LemahnyaZ bentuk Badan Usaha (PD) yang sudah tidak relevan dengan perkembangan dunia usaha dewasa ini. Karena dengan pengabungan perusahaan ini akan diperoleh kepastian mengenai : . akibat dari kelemahan sistem informasi manajemen dan akuntansi diatas. HOLDING COMPANY SEBAGAI ALTERNATIP DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALISME PERUSAHAAN DAERAH Untuk memecahkan permasalahan dan meminimalkan kelemahan sistem pengelolaan perusahaan daerah tersebut diatas. Sistem dan etos kerja Perusahaan daerah biasanya mengikuti sistem yang ada di pemerintahan yang secara umum sangat lemah. Beberapa perusahaan daerah justru terlilit hutang luar negeri yang justru menambah beban perusahaan. Lemahnya permodalan akibat dariZ lemahnya kemampuan perusahaan daerah dalam penyediaan modal.

Holding Company dimulai sejak tahun 1889. Selain itu. maka peraturan pajak Amerika Serikat . Ketika Nem Jersey menjadi Negara Bagian pertama yang memberlakukan Undang-undang yang mengijikkan pembentukan perusahaan dengan tujuan utamanya memiliki saham perusahaan lain. Akan tetapi seperti yang akan kita lihat nanti. Sumber pendapatan utama bagi Holding Company adalah pendapatan deviden dari saham-saham yang dimilikinya. maka kewajiban dalam setiap unit terpisah dari setiap unit lainnya. Bringham & Houston (2001) menguraikan lebih jauh tentang keunggulan dan kelemahan suatu Holding Company sebagai berikut : Keunggulan Holding Company : a) Pengendalian dengan kepemilikan sebagian. Akan tetapi meskipun gambaran umumnya demikian. sebuah perusahaan dapat membeli 5. sumber bahan baku atau penghematan biaya melalui penggunaan fasilitas dan sarana yang lebih ekonomis dan efisien (Hadori yunus. Apabila holding company memiliki sekurang-kurangnya 80 % saham anak perusahaan yang mempunyai hak suara. Akan tetapi suatu holding company bisa saja mempunyai usaha sendiri disamping memiliki saham di beberapa perusahaan lainnya. pengendalian berdasar marjin yang sangat kecil dapat dipertahankan melalui hubungan dengan pemegang saham yang besar diluar kelompok holding company bersangkutan. penggunaan holding company untuk mengendalikan operasi bersekala besar mempunyai sejumlah keunggulan dan kelemahan yang nyata. 2. b) Pemisahan Resiko. Menurut Bringham & Houston (2001. 413) Holding company adalah Korporasi yang memiliki Saham biasa perusahaan lain dalam jumlah yang cukup sehingga dapat menggendalikan perusahaan tersebu Hadori Yunus (1990) mendefinisikan Holding company sebagai suatu perusahaan yang dibentuk dengan tujuan khusus untuk memiliki saham-saham dan mengendalikan operasi perusahaan lain. Kelemahan Holding Company : a) Pajak berganda parsial. meskipun secara hukum tidak terikat untuk itu. Kepemilikan sebagian (Fractional ownership) tersebut mungkin sudah mencukupi untuk dapat mengendalikan secara efektif operasi perusahaan yang sahamnya dibeli. atau 50% saham perusahaan lain.1990). Karena iitu kerugian fatal yang yang dialami suatu unit holding company tidak bisa dibebankan sebagai klaim atas aktiva unit lainnya. atau biasa disebut dengan ³Operating Holding Company´ Sedangkan perusahaan-perusahaan yang manajemen dan operasionalnya dikendalikan oleh perusahaan induk disebut dengan sebagai Perusahaan Anak (Subsidiary Company). Pengendalian kerja sering memerlukan pemilikan saham biasa lebih dari 25 %. namun hal itu tidak selalu berlaku.Daerah pemasaran. Akan tetapi kepemilikan tersebut bisa saja hanya 10%. Apakah perusahaan itu ditata berdasarkan divisi atau dengan cabang-cabang yang dipertahankan sebagai perusahaan terpisah tidak mempengaruhi alasan dasar untuk menjalankan operasi multi produk dan multi pabrik bersekala besar. 10. Hubungan antara perusahaan induk dan perusahaan anak disebut Hubungan Affiliasi. Melalui operasi holding company. Seorang ahli keuangan menyatakan bahwa sikap manajemenlebih penting daripada jumlah saham yang dimiliki : ³Jika manajemen berpendapat bahwa Anda dapat mengendalikan perusahaan tersebut. Pertama. Karena berbagai perusahaan operasi (operating company) dalam sistem holding company merupakan badan hukum terpisah. Perusahaan induk (Parent company) mungkin saja merasa wajib untuk menyelesaikan utang anak perusahaan. demi menjaga nama baik dan mempertahankan para pelanggan. Kekuatan & kelemahan Holding Company Banyak keunggulan dan kelemahan holding company adalah identik dengan setiap organisasi berskala besar. maka Andalah yang mengendalikan´.

perusahaan daerah dapat diatur dengan sistem yang seragam dan pengendalian terpusat yang berada di kantor perusahaan Induk. Terjadinya penggabungan melalui Holding Company Penggabungan usaha melalui holding company dapat dilakukan dengan berbagai cara yang didasarkan pada pertimbangan hukum. maka surat pemberitahuan pajak tidak dapat dikonsolidasikan. 3. Penggabungan usaha dapat dilakukan dengan penerbitan saham atau dengan penyerahan kas. yang berarti bahwa kemungkinan divestitur secara paksa akan diperkecil. jika kepemilikan saham kurang dari 80%. e) Sistem yang sama tersebut sekaligus dapat dipakai sebagai tolak ukur penilaian kinerja manajer perusahaan anak. b) Mudah dipaksa untuk melepas saham. komite audit intern dapat dibentuk di perusahaan Induk. penyediaan perangkat sistem. Kepada perusahaan anak. penyediaan modal kerja dan SDM dll. dan sebagai dasar promosi jabatan. yang berarti bahwa yang diterima perusahaan induk tidak kena pajak. Khususnya dalam pencapaian laba. perangkat hukum. pengalihan aktiva neto dari satu auat lebih badan usaha yang bergabung kepada badan usaha lain ataupembubaran satu atau lebih badan usaha yang bergabung. Pengenaan pajak berganda parsial ini sedikit banyak mengurangi keunggulan holding company yang dapat mengendalikan anak perusahaan dengan kepemilikan terbatas. Sedangkan menurut yusuf sofyan (majalah PELUANG. aktiva setara kas atau aktiva lainnya. perpajakan atau alasan lainnya seperti pertimbangan kepentingan dan strategi bisnis. proses produksi dan pemasaran dan kegiatan-kegiatan rutin yang hanya terkait dengan kegiatan dalam unit usaha yang dikelolanya. Jika keterpaduan operasi sudah terjadi akan jauh lebih sulit untuk memisahkan kedua perusahaan tersebut setelah bertahun-tahun menjalin hubungan. Apabila substansi dari transaksi konsisten dengan definisi penggabungan usaha dalam pernyataan ini. Penggabungan usaha dapat berupa pembelian saham suatu perusahaan oleh perusahaan lain atau pembelian saham suatu perusahaan oleh perusahaan lain atau pembelian saham suatu perusahaan oleh perusahaan lain atau pembelian aktiva netto suatu perusahaan. penelitian dan pengembangan.memperbolehkan penyerahan surat pemberitahuan pajak terkonsolidasi. edisi Maret 2002) Beberapa keuntungan yang dapat diperoleh dari adanya penggabungan perusahaan melalui Holding Company adalah sebagai berikut : a) Dengan Holding Company. d) Sistem Informasi manajemen dan keuangan ditetapkan secara seragam dan tetap memperhatikan karekteristik usaha masing-masing perusahaan anak. tetapi apakah denda pajak tersebut lebih besar dari keunggulan holding company lainnya merupakan masalah yang harus ditentukan kasus per kasus. Transaksi dapatterjadi antar pemegang saham perusahaan yang bergabung atau antara suatu perusahaan dengan pemegang saham perusahaan lain. Perusahaan yang memiliki lebih dari 20% tetapi kurang dari 80% dividen yang diterima. Penggabungan usaha dapat berupa pembentukan suatu badan usaha baru (New enterprise) untuk mengendalikan perusahaan yang bergabung. sedang perusahaan yang memiliki kurang dari 20% hanya dapat mengurangkan 70% dari dividen yang diterima. Namun. Relatip mudah untuk menuntut dilepaskannya anak perusahaan dari holding company apabila kepemilikan saham itu ternyata melanggar Undangundang antitrust. hal tersebut menimbulkan adanya standar sistem pengendalian intern yang baik. b) Kantor pusat bertanggung jawab terhadap pembinaan. c) Unit usaha dipimpin oleh Direktur anak perusahaan yang bertanggung terhadap pelaksanaan kegiatan operasional. sehingga dapat memacu adanya persaingan yang sehat diantara anak perusahaan. Akan tetapi. maka perlakuan akuntansinya harus mengacu pada .

Seringkali legal mergerterjadi dalam rangka restrukturisasi atau reorganisasi dari suatu group. d) Kekuasaan untuk mendapatkan hak suara mayoritas dalam rapat direksi perusahaan yang lain tersebut. Suatu legal merger biasanya merupakan merger dua badan usaha mellalui salah satu cara berikut : a) Aktiva dan kewajiban dari suatu perusahaan dialihkan ke perusahaan lain dan perusahaan yang melakukan pengalihan tersebut dibubarkan. salah satu perusahaan yang bergabung memperoleh kendali atas perusahaan lain. akan tetapi perusahaan yang pemegang sahamnya sekarang mengendalikan perusahaan gabungan adalah perusahaan pengakuisisi yang menikmati hak suara tersebut atau kekuasaan lainnya. Akuisisi ini disebut reserve acquisition. akan tetapi sebagian bagian dari suatu transaksi pertukaran. Beberapa kejadian yang dapat mengakibatkan terjadinya penggabungan perusahaan antara lain : Akuisisi (Acquisition) Pada dasarnya . Kepemilikannya pada perusahaan anak dicatat sebagai investasi (penyertaan) pada perusahaan anak. mungkin sulit sekali mengidentifikasi pengakuisisi. Penyatuan Kepentingan (Uniting of Interest) Dalam keadaan tertentu. Disamping itu. Penggabungan usaha melalui holding company depat mengakibatkan terjadinya legal merger. Meskipun salah satu dari perusahaan yang bergabung tidak memiliki lebih dari 50% hak suara pada perusahaan lain. Meskipun secara formal perusahaan yang mengeluarkan sahamnya itu dapat disebut sebagai induk perusahaan. akan tetapi para pemegang saham perusahaan yang bergabung bersama-sama mengendalikan seluruh (atau secara efektif seluruh) aktiva netto dan operasi. Tidak adapihak dominan yang timbul dari penggabungan tersebut. perusahaan pengakuisisi mungkin tetap dapat diidentifikasi apabila salah satu perusahaan yang bergabung memperoleh : a) Kekuasaan (power) lebih 50% hak suara atas prusahaan yang lain tersebut berdasarkan perjanjian dengan investor lain. pada semua perusahaan yang bergabung membentuk holding company.pernyataan ini. Reverse Acquisition Kadangkala suatu perusahaan memperoleh saham perusahaan lain. manajemen perusahaan-perusahaan yang bergabung menjadi bagian . terlepas dari bentuk hukum yang dipilih dalam melakukan penggabungan usaha. b) Aktiva dan kewajiban dari dua atau lebih perusahaan dialihkan ke perusahaan baru dan kedua perusahaan yang melakukan pengalihan tersebut dibubarkan. perusahaan tersebut mengeluarkan sahamnya yang berhak suara (voting shares) dalam jumlah tertentu sehingga menyebabkan pengendalian perusahaan atas perusahaan gabungan beralih ke pemegang saham perusahaan yang sahamnya telah di akuisisi. Dalam keadaan demikian perusahaan induk menerapkan pernyataan ini dalam laporan keuangan konsolidasinya. c) Kekuasaan untuk mengangkat dan memberhentikan sebagian besar anggota pengurus perusahaan yang lain tersebut. kecuali apabila dapat dibuktikan sebaliknya bahwa tidak terdapat pengendalian walaupun pemilikan lebih dari 50%. Penggabungan usaha dapat menyebabkan timbulnya hubungan induk dengan anak perusahaan. b) Kekuasaan (power) untuk mengatur kebijakan keuangan dan operasi perusahaan lain tersebut berdasarkan anggaran dasar atau perjanjian. Pengendalian (control) diasumsikan diperoleh apabila salah satu perusahan yang bergabung memperoleh lebih dari 50% hak suara pada perusahaan lain.

para pemegang s perusahaan yang digabung bersama-sama berbagi resiko dan manfaat atas perusahaan gabungan tersebut. suatu keuntungan atau kerugian modal bagi para pemegang saham ini diakui pada saat telah terimanya saham mereka jika terjadi salah satu dari : a) Harga beli telah dibayar penuh secara tunai b) Telah diterimauang muka. dan saldony akan dibayar tunai melalui suatu periode waktu c) Pengeluaran sebagian melalui kas dan sebagian dengan saham 5. Peraturan perundang-undangan selalu berubah sekian banyaknya. c) Para pemegang saham setiap perusahaan tetap mempertahankan hak suara dan kepemilikan yang seimbang dalam perusahaan gabungan. maka ada beberapa alasan mengapa usulan pembentukan holding company pada perusahaan derah dirasa sangat mendesak : a) Perlunya Diversifikasi untuk pertumbuhan b) Perluasan. relatip sama dengan sebelum perusahaan bergabung. Akan tetapi harus diakui bahwa pengaruh pajak dari suatu transaksi mungkin memerlukan penyesuaian pada harga jual. 4. Alasan pembentukan Holding Company pada Perusahaan Daerah Setelah memahami beberapa latar belakang dan permasalahan serta dasar teori mengenai holding company. sehingga mendapatkan penawaran yang cukup dari bahan baku atau suku cadang yang kritis. Masalah konsekuensi perpajakan jelas menarik perhatian langsung dari para pemegang saham yang menjual perusahaannya. sehingga tidak ada gunanya membahas konsekuensi-konsekuensi pajak dari peraturan-peraturan perundang-undangan yang berlaku sekarang ini. Untuk mencapai pembagian resiko dan manfaat secara seimbang antar perusahaan yang bergabung maka : a) Mayoritas dari saham berhak suara perusahaan yang bergabung dipertukarkan atau digabungkan. pembentukan perusahaan baru maupun marger. b) Nilai wajar suatu perusahaan tidak berbeda secara signifikan dengan nilai wajar perusahaan lainnya. Pertukaran tersebut menjamin bahwa porsi pemilikan perusahaan yang bergabung. d) Integrasi. Secara umum. adalah penting bahwa pihak-pihak yang terlibat dalam transaksi memahami sejelasjelasnya pengaruh perpajakan dari cara melakukan transaksi tersebut. penyempurnaan atau komplementasi lini produk c) Mendapatkan kemampuan riset dan pengembangan yang baik dan komprehensip. Pembagian bersama risiko dan manfaat yang seimbang biasanya tidak mungkin tanpa adanya pertukaran hak suara yang seimbang antar perusahaan-perusahaan yang bergabung. Penggabungan usaha demikian diperlakukan sebagai penyatuan kepentingan (Uniting of Interest). Pertimbangan Perpajakan dalam pembentukan Holding Company.dari manajemen perusahaan gabungan. Akibatnya. dan juga resiko serta manfaat pada perusahaan gabungan dapat dipertahankan dan wewenang keduanya dalam pengambilan keputusan tetap terlindungi. e) Memperbaiki kinerja manajemen dengan dibentuknya Manajemen Informasi system yang . yang mungkin tidak berlaku lagi dimasa yang akan datang. Atas dasar bahwa terdapat alasan ekonomis yang baik untuk melakukan pembentukan sebuah holding company baik melalui pembelian (akuisisi).

jelas sudah bahwasanya Perusahaan daerah yang dengan segala keterbatasan dan kelemahan budayanya akan mampu ditingkatkan kinerjanya melalui suatu pembentukan holding company. f) Meningkatkan system kontrol yang baik dan handal. Holding company akan memberikan suatu sistem pengelolaan perusahaan melalui manajemen yang baik dengan tingkat pengendalian (Control) yang handal dan komprehensip. menuntut Pemerintah Daerah untuk berfikir dalam memenuhi kebutuhan pendanaan baik rutin maupun Biaya pembangunannya dari kemampuan sendiri berupa Pendapatan Asli Daerah (PAD). Melalui perencanaan yang baik. memungkinkan para manajer di setiap perusahaan anak akan dapat bekerja secara optimal. hukum dll. IV. Untuk itu perlu kiranya dirumuskan program-program suatu pembentukan holding compani perusahaan daerah yang antara lain : a) Merumuskan tujuan-tujuan Perusahaan untuk perkembangan jangka panjang. yang kadang-kadang malah dianggap sebagai beban bagi Pemerintah Daerah. SIMPULAN Pada era otonomi daerah yang diperluas. Dengan holding company maka perusahaan daerah akan dikelola secara profesional dengan tingkat perencanaan. e) Memperoleh kemampuan untuk menganalisa secara kritis sebuah perusahaan dibandingkan dengan perusahaan-perusahaan lain.terpusat. g) Mencapai keuntungan perpajakan. pengendalian dan evaluasi yang bagus. Perusahaan-perusahaan pilihan inlah yang nantinya sebagai perusahaan anak dalam mendukung sebuah usaha secara gabungan (holding). Setiap Pemerintah daerah pada dasarnya mempunyai banyak potensi. Rencanarencana harus memuah hal-hal yang spesifik untuk mencakup proyeksi pertumbuhan selama 5 atau 10 tahun kedepan. c) Menyediaan tenaga ahli yangterkoordinir dan efektif untuk meneliti dan mengavaluasi rencana dan prospek. d) Menetapkan spesifikasi yang harus dipenuhi oleh perusahaan yang akan digabungkan. salah satunya adalah Perusahaan Daerah yang keberadaannya saat ini masih dipandang sebelah mata. b) Mengembangkan suatu program dan dadual untuk pencapaian tujuan. Pembentukan Holding Company untuk perusahaan daerah sebagai jawaban atas kelemahankelemahan pengelolaan usaha yang selama ini telah berjalan. h) Menaikkan nilai pasar saham i) Memperbaiki citra dan reputasi perusahaan serta peningkatan pelayanan kepada pelanggan. Holding Company dapat meningkatkan profesionalisme usaha Daribeberapa keunggulan suatu holding company dibandingkan dengan perusahaan mandiri. . Perusahaan-perusahaan dibawah kepemilikan Pemerintah Daerah yang begitu banyaknya harus segera dikelola secara profesional. Dan sistem penilaian kinerja yang obyektip antar perusahaan anak akan memunculkan sikap saling berkompetisi secara sehat. 6. Adanya istilah perusahaan anak yang merupakan suatu unit-unit usaha terpisah akan mengakibatkan adanya kompetisi anatara masing-masing anak perusahaan untuk mendapatkan penilaian kinerja yang baik. akan dievaluasi terlebih dahuli perusahaan-perusahaan yang feasible dan mempunyai prospek usaha yang baik atau perusahaan-perusahaan yang mampu mendukung unit usaha lainnya dalam penyediaan bahan baku yang murah dan berkualitas.

Aries Hanggoro & Erwin S. Hadori Yunus. Buku II. Akuntansi Keuangan Lanjutan. DAN PENGAMBILALIHAN PERSEROAN TERBATAS´ . Yusuf Sofyan. 2001. PELEBURAN. Penerbit Salemba Empat. Ikatan akuntan Indonesia. DAFTAR PUSTAKA 1.Ada berbagai kemungkinan dibentuknya suatu holding company. Controllership. Willson Campbell. Pradnya Paramita Jakarta. 3. Kumpulan Peraturan tentang Otonomi Daerah. Tahun 1992 7. BPFE Yogyakarta. Th. 6. Manajemen Keuangan Jilid II. 24 FEBRUARI 1998. 2000 2. Peraturan Pemerintah No. ____________. Standar Akuntansi Keuangan. Heckert. 27 Th. Majalah Peluang. Brigham & Houston. Weston & Copeland. 1998. Tahun 1995. Tentang ³PENGGABUNGAN. Pemda Kab Malang. Tgl. Akan tetapi yang tidak kalah pentingnya adalah kesiapan mental Sumber Daya Manusia di Daerah dalam menjalankan sebuah perusahaan yang berbentuk Holding Company ini.Q Haripramono. 1986 5. Diharapkan holding compani pada perusahaan daerah dapat menjawab permasalahan-permasalah yang kerap muncul khususnya berkaitan dengan lemahnya kemampuan menghasilkan laba pada perusahaan daerah. Penyatuan kepentingan (uniting of interest) atau melalui pembentukan perusahaan yang baru. yaitu dapat melalui pembelian perusahaan (akuisisi). Erlangga Surabaya. Penerbit Erlangga Jakarta. Majemen Keuangan. Edisi Kedelapan. Th. Maret 2002 8. 1990 4.

Definisi perusahaan holding company Definisi perusahaan holding company : Perusahaan holding sering juga disebut dengan holding company. mengeluarkan saham-saham badan usaha lain dan deviden yang tercapai dengannya. Untuk itu pecahan-pecahan perusahaan tersebut bersama-sama dengan perusahaan-perusahaan lain yang mungkin timbul telah terlebih dahulu ada. artinya walaupun perusahaan tersebut telah dipecah-pecah dan menjadi perseroan terbatas tersendiri. sehingga perusahaan itu perlu dipecah-pecah menurut penggolongan bisnisnya. Holding company merupakan perusahaan yang berdiri sendiri yang atas namanya sendiri. kehadiran holding company merupakan sesuatu yang lumrah. atau controlling company. dimiliki atau dikendalikan suatu perusahaan yang mandiri pula yaitu holding company tersebut. Dalam dunia bisnis. parent company. Konsentrasi yang diinginkan dapat dicapai dengan bantuan modal asing. mengingat banyak perusahaan yang telah melakukan kegiatan bisnis yang sudah sedemikian besar dengan berbagai garapan kegiatan. dengan pemilik yang sama atau minimal ada hubungan khusus. Munir Fuady mengartikan holding company adalah suatu perusahaan yang bertujuan untuk memiliki saham dalam satu atau lebih perusahaan lain dan/atau mengatur satu atau lebih perusahaan laintersebut. Namun dalam pelaksanaan kegiatan bisnis yang dipecah-pecah tersebut. . yang masing-masing akan menjadi perseroan terbatas yang mandiri masih dalam kepemilikan yang sama dengan pengontrolan yang masih tersentralisasi dalam batas-batas tertentu. Pada holding company terdapat konsentrasi saham-saham dengan tujuan untuk mencapai pengaruh pada perusahaan tertentu atau cabang perusahaan tertentu atau dengan maksud untuk mengendalikannya. Contoh : Maskapai induk (moedermaatschappij ) melalui kekayaan sahamsahamnya sebesar 40% hingga 50% dapat mengendalikan sejumlah maskapai anak (doctermaatschappijen) yang kembali lagi melalui pemilikan saham (aandelenbezit) menguasai maskapai-maspakai anak lainnya. tidak otomatis terpisah mutlak dari perusahaan holding.

(Brealey. perusahaan yang dibeli tetap ada. 1999. Myers. dimana perusahaan yang me-merger mengambil/membeli semua assets dan liabilities perusahaan yang di-merger dengan begitu perusahaan yang me-merger memiliki paling tidak 50% saham dan perusahaan yang di-merger berhenti beroperasi dan pemegang sahamnya menerima sejumlah uang tunai atau saham di perusahaan yang baru (Brealey.598). Setelah merger. penggabungan ini disetujui oleh paling sedikit 50% shareholder dari target firm dan bidding firm. Perusahaan pembeli juga akan mengambil baik aset maupun kewajiban perusahaan yang dibeli. Dalam hal ini perusahaan yang membeli akan melanjutkan nama dan identitasnya. Myers. Akuisisi sering digunakan untuk menjaga ketersediaan pasokan bahan baku atau jaminan produk akan diserap oleh pasar. Pada akhirnya target firm akan menghilang (dengan atau tanpa proses likuidasi) dan menjadi bagian dari bidding firm. p. p. 2001. Tender offer . Definisi merger yang lain yaitu sebagai penyerapan dari suatu perusahaan oleh perusahaan yang lain. 1999.Pengertian Merger dan Akuisisi Beserta Contoh Perusahaannya June 4. 2010 . c. Akuisisi adalah pengambil-alihan (takeover) sebuah perusahaan dengan membeli saham atau aset perusahaan tersebut.640). & Marcus. sebuah perusahaan baru tercipta dan pemegang saham kedua belah pihak menerima saham baru di perusahaan ini. Contoh : Aqua diakuisisi oleh Danone. dan lain-lain. b.p. dari kata kerja acquirere. Pada umumnya.Posted by ste_fredy Merger adalah penggabungan dua perusahaan menjadi satu. Akuisis bisa juga pembelian suatu perusahaan oleh perusahaan lain atau oleh kelompok investor.598). yaitu : a. Merger Pada merger. Akuisisi berasal dari sebuah kata dalam bahasa Inggris acquisition yang berarti pengambilalihan. Pizza Hut oleh Coca-Cola. & Marcus. perusahaan yang dibeli akan kehilangan/berhenti beroperasi (Harianto dan Sudomo. Kata akuisisi aslinya berasal dari bhs. para direktur kedua pihak setuju untuk bergabung dengan persetujuan para pemegang saham. suatu perusahaan dapat diakuisisi perusahaan lain dengan beberapa cara. acquisitio. Latin. Jenis-jenis Merger dan Akusisi Menurut Damodaran 2001. Konsolidasi Setelah proses merger selesai.

Menurut mereka hanya ada tiga cara untuk melakukan akuisisi. b. Target firm akan tetap bertahan selama tetap ada penolakan terhadap penawaran.835). Acquisition of stock Akuisisi dapat juga dilakukan dengan cara membeli voting stock perusahaan. dapat dengan cara membeli sacara tunai. Acquisition of assets Perusahaan dapat mengakuisisi perusahaan lain dengan membeli semua asetnya. atau surat berharga lain. merger atau akuisisi dapat dibedakan : a. dan memperoleh semua aset dan kewajiban milik target firm. dibutuhkan suara pemegang saham target firm sehingga tidak terdapat halangan dari pemegang saham minoritas. diajukan dari sebuah perusahaan langsung kepada pemilik perusahaan lain. seperti yang terdapat pada acquisition of stock (p. Konsolidasi sama dengan merger kecuali terbentuknya perusahaan baru. dan Jaffe 2002. Pada jenis ini.817-818). (p. Westerfield. Setelah merger target firm berhenti untuk menjadi bagian dari bidding firm. b. Merger atau konsolidasi Merger adalah bergabungnya perusahaan dengan perusahaan lain. c. Hal ini dapat disesuaikan dengan melakukan tender offer. Keuntungannya adalah perusahaan dapat . Congeneric merger terjadi ketika perusahaan dalam industri yang sama tetapi tidak dalam garis bisnis yang sama dengan supplier atau customernya. Kedua perusahaan sama-sama menghilangkan keberadaan perusahaan secara hukum dan menjadi bagian dari perusahaan baru itu. Banyak tender offer yang kemudian berubah menjadi merger karena bidding firm berhasil mengambil alih kontrol target firm. d. penawaran diberikan langsung kepada pemilik perusahaan yang menjual. Acquisistion of assets Sebuah perusahaan membeli aset perusahaan lain melalui persetujuan pemegang saham target firm. saham. yaitu : a. Sedangkan berdasarkan jenis perusahaan yang bergabung. Acquisition of stock dapat dilakukan dengan mengajukan penawaran dari suatu perusahaan terhadap perusahaan lain. dan disebut tender offer karena merupakan hostile takeover. Vertical merger terjadi ketika suatu perusahaan mengakuisisi perusahaan supplier atau customernya. c. dan antara perusahaan yang di-merger atau yang me-merger tidak dibedakan. Bidding firm tetap berdiri dengan identitas dan namanya. Horizontal merger terjadi ketika dua atau lebih perusahaan yang bergerak di bidang industri yang sama bergabung.Terjadi ketika sebuah perusahaan membeli saham yang beredar perusahaan lain tanpa persetujuan manajemen target firm. dan pada beberapa kasus. Tender offer adalah penawaran kepada publik untuk membeli saham target firm. Pembagian akuisisi tersebut berbeda menurut Ross.

pasar saham. Pertimbangan pajak Perusahaan dapat membawa kerugian pajak sampai lebih 20 tahun ke depan atau sampai kerugian pajak dapat tertutupi.717). p. Conglomerate merger terjadi ketika perusahaan yang tidak berhubungan bisnis melakukan merger.menggunakan penjualan dan distribusi yang sama. dapat menggabungkan diri dengan perusahaan yang memiliki manajemen atau teknologi yang ahli. tetapi dapat memperoleh dana untuk melakukan ekspansi eksternal. baik ukuran. b. 2003. d. Selain itu. Hal ini memungkinkan meningkatnya dana dengan biaya rendah. e. Sinergi tampak jelas ketika perusahaan yang melakukan merger berada dalam bisnis yang sama karena fungsi dan tenaga kerja yang berlebihan dapat dihilangkan. Meningkatkan dana Banyak perusahaan tidak dapat memperoleh dana untuk melakukan ekspansi internal. Perusahaan yang memiliki kerugian pajak dapat melakukan akuisisi dengan perusahaan yang menghasilkan laba untuk memanfaatkan kerugian pajak. Sinergi Sinergi dapat tercapai ketika merger menghasilkan tingkat skala ekonomi (economies of scale). (Gitman. Tingkat skala ekonomi terjadi karena perpaduan biaya overhead meningkatkan pendapatan yang lebih besar daripada jumlah pendapatan perusahaan ketika tidak merger. maka perusahaan dapat mengurangi perusahaan pesaing atau mengurangi persaingan. . Pada kasus ini perusahaan yang mengakuisisi akan menaikkan kombinasi pendapatan setelah pajak dengan mengurangkan pendapatan sebelum pajak dari perusahaan yang diakuisisi. Perusahaan yang tidak dapat mengefisiensikan manajemennya dan tidak dapat membayar untuk mengembangkan teknologinya. maupun diversifikasi usaha dapat melakukan merger maupun akuisisi. yaitu : a. c. Pertumbuhan atau diversifikasi Perusahaan yang menginginkan pertumbuhan yang cepat. Alasan-alasan Melakukan Merger dan Akuisisi Ada beberapa alasan perusahaan melakukan penggabungan baik melalui merger maupun akuisisi. jika melakukan ekspansi dengan merger dan akuisisi. Menambah ketrampilan manajemen atau teknologi Beberapa perusahaan tidak dapat berkembang dengan baik karena tidak adanya efisiensi pada manajemennya atau kurangnya teknologi. Perusahaan tidak memiliki resiko adanya produk baru. d. Keuntungannya adalah dapat mengurangi resiko. Perusahaan tersebut menggabungkan diri dengan perusahaan yang memiliki likuiditas tinggi sehingga menyebabkan peningkatan daya pinjam perusahaan dan penurunan kewajiban keuangan.

yaitu harus ada persetujuan dari para pemegang saham masing-masing perusahaan. 2001. Dalam Akusisi Saham. mereka dapat menahan sahamnya dan tidak menjual kepada pihak Bidding firm. 2003. b. Akuisisi Saham tidak memerlukan rapat pemegang saham dan suara pemegang saham sehingga jika pemegang saham tidak menyukai tawaran Bidding firm. Karena tidak memerlukan persetujuan manajemen dan komisaris perusahaan. b. p. Kelebihan dan Kekurangan Merger dan Akuisisi Kelebihan Merger Pengambilalihan melalui merger lebih sederhana dan lebih murah dibanding pengambilalihan yang lain (Harianto dan Sudomo. Jika perusahaan lebih besar.641) Kekurangan Merger Dibandingkan akuisisi merger memiliki beberapa kekurangan. perusahaan yang membeli dapat berurusan langsung dengan pemegang saham perusahaan yang dibeli dengan melakukan tender offer sehingga tidak diperlukan persetujuan manajemen perusahaan.643-644). Melindungi diri dari pengambilalihan Hal ini terjadi ketika sebuah perusahaan menjadi incaran pengambilalihan yang tidak bersahabat. tetapi berdasarkan dari tujuan memaksimisasi kesejahteraan pemilik. Akuisisi Aset memerlukan suara pemegang saham tetapi tidak memerlukan mayoritas suara pemegang saham seperti pada akuisisi saham sehingga tidak ada halangan bagi pemegang saham minoritas jika mereka tidak menyetujui akuisisi (Harianto dan Sudomo.Bagaimanapun merger tidak hanya dikarenakan keuntungan dari pajak. Pada umumnya anggaran dasar perusahaan menentukan paling sedikit dua per tiga (sekitar 67%) suara setuju pada akuisisi agar akuisisi terjadi.714-716). . Meningkatkan likuiditas pemilik Merger antar perusahaan memungkinkan perusahaan memiliki likuiditas yang lebih besar. dan membiayai pengambilalihannya dengan hutang. g. p.sedangkan untuk mendapatkan persetujuan tersebut diperlukan waktu yang lama. Target firm mengakuisisi perusahaan lain. maka pasar saham akan lebih luas dan saham lebih mudah diperoleh sehingga lebih likuid dibandingkan dengan perusahaan yang lebih kecil. c. 2001.642) Kelebihan dan Kekurangan Akuisisi Kelebihan Akuisisi Keuntungan-keuntungan akuisisi saham dan akuisisi aset adalah sebagai berikut: a. f. Apabila perusahaan mengambil alih seluruh saham yang dibeli maka terjadi merger. karena beban hutang ini. d. kewajiban perusahaan menjadi terlalu tinggi untuk ditanggung oleh bidding firm yang berminat (Gitman. Kekurangan Akuisisi Kerugian-kerugian akuisisi saham dan akuisisi aset sebagai berikut : a. maka akuisisi akan batal. Jika cukup banyak pemegang saham minoritas yang tidak menyetujui pengambilalihan tersebut. (Harianto dan Sudomo. p. p. 2001. akuisisi saham dapat digunakan untuk pengambilalihan perusahaan yang tidak bersahabat (hostile takeover).

Bank Mandiri Bank Sinar H (Bali) 80 . Bank Victoria Bank Swaguna 99. Konsorsium Wishart Bank Anglomas Intl 90 02.79 07.49 04. BoTM-UFJ+Acom Bank Nusantara P 75. ICBC Bank Halim 90 13. Bank Panin Bank Harfa 100 16. (Harianto dan Sudomo. Bank Commonwealth Bank Arta Niaga K 80 10. Rabobank Bank Haga & Hagakita 08. Bank Multicor Bank Windu Kentjana 15. Bank of India Bank Swadesi 90 12. Kharisma Putra K Bank Ina Perdana 55 05. 2001. Bank Danamon dan Bank Permata telah merangsang bank-bank pada papan menengah seperti Bank Haga dan Bank Hagakita untuk bergabung dengan pihak bank asing Rabobank. Triputra Persada R Bank Purba Danarta 81. Pada dasarnya pembelian setiap aset dalam akuisisi aset harus secara hukum dibalik nama sehingga menimbulkan biaya legal yang tinggi. p. Dian Intan Pertiwi Bank Finconesia 51 06. BRI Bank Jasa Arta 100 11.41 09. Bank Index Selindo Bank Harmoni 14. Daftar Akuisisi dan Merger Bank di Indonesia antara lain: Nama Bank Akuisisi Saham % 01. Dan terakhir ini kita melihat adanya minat dari bank-bank kecil menengah (Bank Harta.643) Contoh Merger dan Akuisisi: Sukses merger dari bank papan atas seperti Bank Mandiri.c. Hana Bank + IFC Bank Bintang Manunggal 61 03. Bank Mitraniaga. Bank Harmoni) untuk melakukan strategi serupa.

Mercy Corps Bank Sri Partha 68 .17.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful