PENGEMBANGAN ORGANISASI

D I S U S U N Oleh Nama :Hafzi Ramadhani Semester Jurusan NPM :IV (empat) /04 :ilmu administrasi negara :090210.0071 :

Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan T.A 2010/2011

terpadu dan terencana untuk meningkatkan efektivitas organisasi serta memecahkan masalah-masalah (seperti kutrangnya kerja sama/koperasi. Menggunakan pendekatan komitmen 5. pasar. Bennis: pengembangan organisasi adalah suatu jawaban terhadap perubahan. Menekankan cara-cara baru meningkatkan kinerja 3. Menggunakan pendekatan ilmiah . dan nilai dan susunan organisasi sehingga organisasi dapat lebih baik dalam menyesuaikan dengan teknologi. Definisi pengembangan organisasi • Warren G. desentralisasi yang berlebihan dan kurang cepatnya komunikasi dan sebagainya) yang merintangi efisiensi pengoperasian pada semua tingkatan. dan tantangan yang baru serta perputaran yang cept dari perubahan itu sendiri. • Richard Beckhard: Pengembangan organisasi adalah usaha berencana meliputi organisasi keseluruhan yang diurusi dari atas untuk meningkatkan efektivitas dan kesehatan organisasi melalui pendekatan berencana dalam proses organisasi dengan memakai pengetahuan ilmu perilaku. sikap. Mengandung nilai humanistik 4. suatu strategi pendidikan yang kompleks yang diharapkan untuk merubah kepercayaan. Ciri-ciri pengembangan organisasi yang efektif sebagai berikut : 1.PENGERTIAN PENGEMBANGAN ORGANISASI (Organization Development) merupakan: Suatu pendekatan sistematik. Strategi terencana 2.

Perubahan komprehensif 3. Partisipasi pengantar perubahan 6. Tekanan pada intervensi dan riset kegiatan Sejarah pengembangan organisasi French dan Bell menemukakan bahwa ”Pengembangan organisasi telah muncul dari ilmu pengetahuan keperilakuan terapan dan psikologi sosial dan dari usaha-usaha yang berurutan untuk menerapkan latihan laboratorium dan survei umpan balik ke dalam berbagai sistem total”.Karakteristik pengembangan organisasi 1. Manajemen kolaboratif 7. Perubahan jangka panjang 4. Hasil karya Kurt Lewin merupakan peralatan bantu dalam kedua pendekatan tersebut. Contoh kasus Citi Group merger Citibank + travelers Group . Perubahan yang direncanakan 2. dapat dikatakan bahwa dua pendekatan pengembangan organisasi adalah latihan laboratorium dan survei umpan balik. Tekanan pada kelompok-kelompok kerja 5. Jadi.

maka keefektifan organisasi akan didukung oleh kekuatan kebiasaan pikiran yang terkait dengan 1) Organisasi digerakkan oleh manusia dalam melaksanakan pekerjaan sejalan dengan sasaran dan rencana . maka dijelaskan secara singkat yang terkait dengan : Keefektifan organisasi : Tidak ada satu difinisipun yang dapat merumuskan untuk mengungkapkan yang dimaksud dengan keefektifan organisasi. Oleh karena itu dalam teori organisasi memberikan jawaban lain terhadap pertanyaan “apa yang membuat organisasi effektif ?” Jawabannya adalah struktur organisasi yang tepat dimana didalamnya termasuk bahwa cara kita menempatkan orang serta pekerjaannya dan menetapkan peran serta hubungan mereka. . 2) Bentuk mengikuti fungsi .Citi group merupakan hasil dari pengembangan organisasi dengan melakukan merger antara citibank dan travelers group. Hal ini memperburuk sistem perusahaan dan pada akhirnya citigroup mengalami gejolak / krisis manajerial yang parah. Bertolak dari pikiran diatas. KEEFEKTIFAN DAN PENDEKATAN untuk menerapkan pokok pikiran yang diungkapkan diatas. 4) Sistem penghargaan . Namun contoh kasus citibank ini merupakan salah satu contoh dari gagalnya pengembangan organisasi dikarenakan adanya kesalahan dalam struktur internal perusahaan (pemilihan pemimpin) yang tidak berdasarkan skill SDM (mampu tidaknya dalam membaca situasi global) namun berdasarkan “perkoncoan”. 3) Keputusan dibuat dekat sumber informasi .

5) Komunikasi horizontal dan vertical . 7) Membangun organisasi system terbuka . kepuasaan pada kondisi kerja . maka pemahamannya melalui suatu pendekatan yang sering diungkapkan dengan apa yang disebut : 1) Pendekatan pencapaian tujuan. Pendekatan organisasi : Keyakinan bahwa keefektifan organisasi tidak dapat dirumuskan karena ada perbedaan pandangan. 6) Menghindari konflik individu dan atau kelompok . menyatakan bahwa keefektifan sebuah organisasi harus dinilai dengan pencapaian tujuan ketimbang caranya. 9) Ada nilai kebersamaan yang didukung strategi manajemen . oleh karena itu dinilai berdasarkan kemampuannya untuk dan mempertahankan stabilitas dan keseimbangan. pelanggan adalah kepuasan terhadap harga. tnjangan tambahan. kualitas. Organisasi berintraksi dengan lingkungan . . 2) Pendekatan sistim. 10) Kekuatan dalam umpan balik untuk individu dan kelompok sehingga mampu mendorong belajar. kreditur adalah kemampuan untuk membayar hutang. pegawai adalah kompensasi. pertumbuhan penghasilan . 3) Pendekatan stakeholders. pelayanan . bahwa organisasi terdiri sub bagian yang saling berhubungan. dikatakan efektif apabila dapat memenuhi bagi pemilik adalah laba atau investasi. oleh karena itu.

. Dalam praktek yang perlu kita pahami adalah tiap teori dan dalam praktek tidak menjamin pilihan atas satu model yang tidak siap mengungkapkan dampak pengaruh perubahan yang rumit dan komplek sehingga prinsip-prinsip organisasi tidak dapat dijalankan secara konsisten karena ketidak mampuan memecahkan hal-hal yang terkait dengan kepentingan individu. bentuk dan tipe organisasi dapat anda pelajari dari beberapa penulis yang banyak dapat kita ketemukan dan dipergunakan sebagai informasi. produktifitas (volume keluaran tinggi. kontinuitas. kegiatan berfungsi secara lancar) . Tempat kerja yang kondusif (pegawai mempercayai. perencanaan (tujuan jelas dan dipahami dengan benar) . Ketersediaan informasi (saluran komunikasi membantu pemberian informasi kepada orang mengenai hal-hal yang mempengaruhi pekerjaan mereka) .4) Pendekatan nilai-nilai bersaing. mempunyai keterampilan dan berkapasitas untuk melaksanakan pekerjaannya dengan baik) ILMU ORGANISASI DAN FAKTOR PENENTU Ilmu organisasi yang menjelaskan mengenai organisasi yang mengungkapkan macam. kelompok dan organisasi. menghormati serta bekerja sama dengan yang lain) . stabilitas (perasaan tenteram. rasio keluaran terhadap masukan tinggi) . bertitik tolak dengan assumsi terdapat apa yang disebut dengan fleksibilitas (mampu menyesuaikan diri dengan perubahan . perolehan sumber (mampu meningkatkan dukungan dari luar dan memperluas jumlah tenaga kerja) . tenaga kerja terampil (pegawai memperoleh pelatihan.

Kekuatan kebiasaan pikiran dalam mendorong tuntutan perubahan akan sjalan dengan kemampuan untuk memahami atas dimensi sebagai komponen dari struktur organisasi yang dapat diibaratkan sebuah kursi yang berkaki tiga dimana tanpa satu kaki. jumlah tingkatan ditentang olh rentang kendali . . maka ia tidak berfungsi. 3) Organisasi fungsional . Kedua adalah Vertical. merujuk kepada kedalam organisasi. apa yang disebut dengan: Pertama adalah Horizontal yang menunjukkan adanya diferensiasi dari unit-unit berdasarkan orientasi para anggotanya. disebut dengan Kompleksitas : Merujuk kepada tingkat diferensiasi yang terdapat dalam organisasi. 2) Organisasi garis . menurut bentuk yang banyak diterapkan. apa yang disebut dengan 1) Organisasi staff . 4) Organisasi staff dan garis . fungsional dan staff. 7) Organisasi garis. Dari pengalaman juga memberikan gambaran bahwa bentuk organisasi tersebut diatas yang bersifat abstrak dan menjadi konkrit digerakkan oleh manusia tidak mampu menjamin dalam menyesuaikan dengan tuntutan perubahan. 5) Organisasi garis dan fungsional . sifat dari tugas yang dilaksanakannya serta tingkat pendidikan dan pelatihannya . berarti menunjukkan banyak atau sedikitnya tingkatan.Dalam praktek. Dalam hal ini dipahami apa yang disebut dengan : Pertama. maka terdapat tiga bentuk dengan karekteristik. 6) Organisasi fungsional dan staff .

masukan yang lebih banyak. unit atau suatu tingkat.Ketiga adalah Spasial merujuk pada tingkat sejauh mana lokasi berdasarkan geografis. itu berarti seluruh aktivitas dituangkan dalam manual organisasi administrasi seperti manual akuntansi. personalia. pembelian. Ini berarti memberikan tanggapan yang cepat terhadap informasi yang baru. 5) Melaksanakannya. Kedua. 3) Membuat pilihan mengenai apa yang hendak dilakukan . sehingga setiap pemain peran akan selalu siap menghadapi dari setiap perubahan. 2) Memproses dan menginterprestasikan informasi sebagai dasar saran yang akan disampaikan . . kebutuhan organisasi yang mampu membangun satu kekuatan yang mendorong daya kemauan setiap pemain dalam semua peran agar mampu memupuk kebiasaan kekuatan pikiran kedalam kebiasaan yang produktif. Tingkat kontrol yang dipunyai seseorang dalam seluruh proses keputusan melalui langkah-langkah sebagai brikut 1) Mengumpul informasi sebagai dasar pengambilan keutusan . Bila tingkat kontrol dapat dilakukan dengan cermat. instruksi dan komunikasi tertulis. disebut dengan Formalisasi : Merujuk pada tingkat sejauh mana pekerjaan dalam organisasi distandarisasi dalam bentuk peraturan.. disebut dengan Sentralisasi : Sentralisasi dinyatakan sebagai tingkat sejah mana kekuasaan formal dapat membuat kebijaksanaan-kebijaksanaan dikonsentrasikan pada individu. memotivasi para manajer untuk terlibat dalam pengambilan kputusan. maka kemungkinan proses pengambilan keputusan akan disentralisasikan. Oleh karena itu. pemasaran. 4) Memberikan wewenang kepada orang lain mengenai apa yang hendak dilaksanakan . proseur. Ketiga.

maka rancangan structural dapat dipergunakan sebagai alat dalam menghadapi tantangan atas lingkungan. menengah dan besar haruslah bermula dengan satu pemikiran dengan melihat masa lalu. lingkungan dan pengendalian kekuasaan.Jadi pada organisasi dalam skala kecil. masa kini dan juga dengan suatu pemikiran jauh melihat kedepan bahwa pemilihan yang terkait dengan macam. bentuk dan tipe organisasi menjadi suatu keputusan yang bersifat strategik. Besaran organisasi : Besaran organisasi merujuk kepada variable dan jumlah total pegawai. Teknologi : Tekologi merujuk kepada informasi. Lingkungan : Ketidakpastian lingkungan yang dihadapi oleh berbagai macam organisasi. . teknik dan proses yang dibutuhkan untuk mengubah masukan menjadi keluaran. peralatan. karena manusia serta intrasaksinyalah yang terstruktur sehingga mereka harus dihubungkan dengan struktur. sehingga perlu mendalami hal-hal penentu yang terkait dalam membangun struktur yang bersifat fleksibel dan mudah dikontrol yaitu yang terkait dengan apa yang disebut strategi. besaran organisasi. teknologi. Strategi : Menentukan struktur bertitik tolak dari keputusan strategic dan oleh karena itu ia merupakan determine yang dominant karena ia memberikan gambaran persfektif dengan arah jangka panjang dan memberikan arah posisi kedalam jangka menengah.

organisasi sebagai suatu sistim komunikasi informal. the technostructure (para analis yang mempunyai tanggung jawab untuk melaksanakan bentuk standarisasi tertentu dalam organisasi). Oleh karena itu. the strategic apex (manajer tingkat puncak. 2) Merumuskan bagian-bagian dasar dalam organisasi kedalam apa yang disebut the operating core (para pegawai yang melaksanakan pekerjaan dasar yang berhungan dengan produki dari produk dan jasa).Pengendalian kekuasaan : Bahwa sebuah struktur organisasi kapanpun adalah merupakan hasil pilihan oleh mereka yang memiliki kekuasaan sampai tingkat maksimum tertentu akan berusaha mempertahankan dan meningkatkan control mereka. dalam melaksanakan pemikiran diatas. the support staff (orang-orang yang mengisi unit staf yang memberikan jasa pendukung tidak langsung kepada organisasi) 3) Merumuskan organisasi sebagai suatu sistem alur. diperlukan pemikiran sebagai langkah penggerak dari kekuatan kebiasaan pikiran bahwa apa yang diungkapkan dibawah ini merupakan pemikiran dalam merancang suatu struktur formal sebagai langkah-langkah dalam menggerakkan kekuatan pikiran sebagai pendorong sebagai berikut : Pondasi meletakkan bagaimana fungsi-fungsi organisasi : 1) Pondasi dalam meletakkan bagaimana fungsi-fungsi organisasi. standardization of work processes. Dalam hal ini yang perlu mendapatkan perhatian mengenai mekanisme koordinasi yang disebut dengan mutual adjustment. direct supervision. organisasi sebagai sistim alur pengaturan. organisasi sebagai sistim adhoc proses keputusan. standardization of skills. standardization of outputs. . organisasi sebagai suatu sistim konstilasi kerja. yang diberi tanggung jawab keseluruhan untuk organisasi itu). apa yang disebut dengan organisasi sebagai suatu sistim kekuasaan formal.

Dengan terbentuknya tim yang kompak dan berkomitment.Penutup Kesimpulan dan saran Kesimpulan. Akan tetapi. terlebih dalam penyelenggaraan acara. pembuatan acara memakan waktu & tenaga yg lebih banyak. Pengurus di sarankan agar aktif dalam menjaga hubungan antar sesama agar pekerjaan terasa lebih mudah & di sarankan untuk lebih menyebarkan informasi ttg organisasinya agar mendapatkan lebih banyak anggota agar dpt mengembangkan organisasinya ke skala yg lebih besar. Pengembangan organisasi baru di butuh kan kekompakan dan komitmen yg tinggi dr tiap-tiap individu. pengembangan organisasi akan lebih mudah. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful