Nama : Yusuf Muflikh R. NIM : K1210064 Kelas :A HUKUM ISLAM DI INDONESIA DAN KONTRIBUSI UMAT ISLAM A.

Sumber Hukum Islam Quran dan Hadist Sumber hukum Islam berasal dari sumber Ilahi dan potensi-potensi insani. Oleh karena itu, pada dasarnya, sumber hukum Islam ada yang naqliyyah dan aqliyyah. Sehingga, seringkali para pakar hukum Islam menyatakan bahwa sumber hukum ada tiga, Pertama al-Qur’an; kedua Sunnah; dan ketiga ijtihad. Ijma’, qiyas, istihsan dan sebagainya tidak lagi disebut sebagai sumber hukum Islam karena semuanya merupakan hasil ijtihad. Menurut Khallaf bahwa ulama mujtahid telah sepakat mengenai Allah Swt. sebagai sumber hukum. Menurutnya kesepakatan itu bisa dilihat dari definisi hukum yang dikemukakan. Menurut pakar Ushul Fikih, hukum adalah perintah Allah yang berkaitan dengan perbuatan Muslim dewasa, baik berupa tuntutan untuk berbuat, pilihan, maupun praktek hukum yang berkaitan dengan sebab, syarat, dan halangan-halangannya. Mereka sepakat bahwa sumber hukum adalah Allah Swt. Dengan demikian, sumber hukum tertinggi adalah al-Qur’an, karena ia diyakini sebagai firman Allah. Sumber hukum yang kedua adalah Sunnah. Sunnah atau hadits adalah perkataan, perbuatan, ketetapan dan sifat yang disandarkan kepada Nabi Muhammad Saw. Oleh karena itu, Nabi Muhammad Saw adalah sumber hukum karena beliau juga berkedudukan sebagai penentu hukum. Hal ini karena terdapat sejumlah ketentuan dalam hadits yang tidak terdapat dalam kitab suci al-Qur’an. Ketentuan yang terdapat dalam al-Qur’an dan hadits terkadang tidak menggunakan petunjuk yang tegas sehingga memerlukan penggalian hukum yang dilakukan oleh ulama. Oleh karena itu, ulama melakukan kegiatan akademik dalam rangka memperoleh dan menangkap maksud Allah dan rasulNya melalui proses yang disebut dengan ijtihad atau istinbath. Oleh karena itu, dalam batas-batas tertentu, ulama mujtahid juga berkedudukan sebagai penentu hukum. Dengan Demikian, sumber hukum dalam Islam adalah al-Qur’an (Allah), hadits (Nabi Muhammad Saw), dan ijtihad. Akan tetapi, perkembangan peradaban

mendorong perkembangan hukum sehingga melahirkan sejumlah istilah teknis hukum yang juga menggambarkan konsep dan situasi hukum yang berbedabeda. maka hendaklah berusaha dengan jalan menganalogikannya kepada peristiwa yang sejenis yang telah ada nashnya. al-Ijma dan al-Qiyas ialah apabila terdapat suatu kejadian yang memerlukan ketetapan hukum pertama-tama hendaklah dicari terlebih dahulu di dalam alQur’an. dan ulil amri di antara kamu. selama tidak ada nash dan ijma’. taatilah Allah dan taatilah Rasul (nya). Hadits riwayat Abu Daud dari Anas bin Malik : Adapun sebagai dasar hukum keharusan menertibkan jenjang dalam beristidlal dengan 4 macam dalil hukum tersebut ialah wawancara Rasulullah Saw . Tetapi apabila ketetapan hukumnya tidak ditemukan di dalam as-sunnah. An-Nisa: 59) Perintah untuk mengikuti Allah dan rasul-Nya adalah perintah untuk mengikuti Al-Qur’an dan As-Sunnah. as-Sunnah. Adapun perintah untuk memulangkan perkara yang di perselisihkan kepada Allah dan Rasul-Nya adalah perintah untuk menggunakan analogi (qiyas). yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. ditetapkanlah hukum sesuai dengan yang ditunjuk oleh al-Qur’an. barulah beralih meneliti keputusan para mujtahid yang menjadi ijma’ dari masa ke masa tentang masalah yang sedang dicari hukumnya itu. Maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya).(QS. Yang dimaksud dengan tertib dalam ber-istidlal dari dalil al-Qur’an. Tetapi apabila ketetapan hukumnya tidak ditemukan di dalam ijma. Sedang perintah untuk mentaati orang yang memegang kekuasaan ialah perintah untuk untuk mengikuti hukum-hukum dan ketentuan-ketentuan yang dibuat dan disetujui oleh badan-badan yang mempunyai kekuasaan membuat undang-undang dari golongan kaum muslimin. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu. jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Tetapi apabila ketetapan hukumnya tidak ditemukan di dalam al-Qur’an barulah beralih meneliti as-Sunnah. Al-Qur’an surat An-Nisa ayat 59: Hai orang-orang yang beriman.

” jawabnya dengan tegas. Rasululllah Saw. lalu bagaimana? tanya Rasulullah lebih lanjut. Hal inilah yang kemudian menimbulkan polemik dalam struktur. Hukum Islam dalam Sistem Hukum Indonesia Dalam proses sejarah terbentuknya hukum nasional Indonesia. katanya. substansi. B. Kecenderungan yang paling signifikan nampak dalam berbagai aspirasi umat Islam yang mengusulkan pencantuman isi Piagam Jakarta dalam UUD 1945 serta penerapan hukum pidana Islam. Indikator yang mencerminkan kecenderungan tersebut dapat dilihat dari lahirnya peraturan perundangundangan yang dalam ketentuan-ketentuannya menyerap jiwa dan prinsipprinsip hukum Islam serta melindungi kepentingan umat Islam. sesungguhnya Rasul Saw ketika akan mengutus Muadz ke Yaman. Hukum Islam telah turut serta memberikan kontribusi norma-norma dan nilainilai hukum yang berlaku di dalam kehidupan masyarakat Indonesia yang heterogen. Kata berliau: Artinya: Dari Anas bin Malik. Meskipun perlu disadari pula bahwa mayoritas kuantitas penduduk muslim di suatu negara tidak selalu dapat diasumsikan berarti juga “mayoritas” dalam politik dan kesadaran melaksanakan hukum (Islam). Abu Dawud dan al-Turmudzi). lalu menepuk dadanya seraya memuji. Ahmad.” Jawabnya. dan budaya hukum di Indonesia yang pada akhirnya menimbulkan permasalahan. Allah telah memberi taufiq kepada utusan rasulullah sesuai dengan apa yang diridhai Allah dan Rasul-Nya. Fungsi amar ma’ruf nahi munkar : perintah kebaikan dan pencegah kemunkaran 3. lantas bagaimana? Sambung Rasulullah. Alhamdulillah. Fungsi Ibadah : sebagai alat untuk menegakkan ibadah 2. “ Aku akan menggunakan ijtihad pikiranku dan aku tidak akan meninggalkannya. “Jika kamu tidak mendapatkannya di dalam kitab Allah. Fungsi zawajir : sebagai alat penjeraan 4. “Dapatkah hukum Islam dan hukum nasional hidup . Fungsi tandzim wa ishlah al-ummah: penataan organisasi dan rehabilitasi masyarakat C. Beliau bersabda: Bagaimana caranya kamu memutuskan perkara yang dikemukakan padamu?” “Kuhukumi dengan kitab Allah. (HR. NIM : K1210064 Kelas :A dengan Muadz bin jabal sesaat ia dilantik sebagai penguasa untuk negeri Yaman. Kecenderungan masyarakat Indonesia saat ini menunjukkan bahwa mayoritas muslim ingin semakin menegaskan diri dalam arti kekuasaan politik serta aspirasi pembentukan dan penerapan hukum yang didasarkan dan bersumber pada norma-norma dan nilai-nilai hukum Islam. “Dengan Sunnah Rasulullah. Fungsi Hukum Islam Fungsi hukum Islam: 1. hukum Islam merupakan salah satu elemen pendukung selain hukum adat dan hukum Barat.Nama : Yusuf Muflikh R.

Hukum Islam bukanlah sesuatu yang harus dijadikan momok bagi masyarakat yang adil dan sejahtera karena hal ini telah terbukti sejak periode Piagam Madinah dimana kaidah-kaidah (hukum) Islam dapat menjamin kelangsungan penyelenggaraan negara secara adil dan sejahtera. sebab secara historis hukum Islam dengan segenap pola legislasinya telah teruji. Mochtar Kusumatmadja. Hal ini menunjukkan bahwa negara mengakui dan menjunjung tinggi eksistensi agama termasuk hukum-hukumnya. hukum Islam tidak hanya dapat hidup berdampingan dengan hukum nasional. Oleh karena itu. sila KeTuhanan Yang Maha Esa pada hakekatnya berisi amanat bahwa tidak boleh ada produk hukum nasional yang bertentangan dengan agama atau bersifat menolak atau bermusuhan dengan agama. Prospek Hukum Islam Di Indonesia Berdasarkan keseluruhan dari uraian di atas. Hukum Islam yang masuk dalam peraturan perundang-undangan nasional dan berlaku untuk setiap warganegara (contoh: Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1990 Tentang Kesehatan). maka tidak ada alasan bagi bangsa Indonesia untuk tetap mendiskriminasikan hukum Islam dalam tata hukum nasional dengan alasan eksklusivitas. Menurut Prof. 2. Pola Legislasi Berkaitan dengan kontribusi hukum Islam dalam hukum nasional di Indonesia maka terdapat 3 (tiga) pola legislasi hukum Islam dalam peraturan perundangundangan nasional. dan 3. yaitu: 1. Pasal 29 UUD 1945 menegaskan tentang jaminan yang sebaik-baiknya dari Pemerintah dan para penyelenggara negara kepada setiap penduduk agar mereka dapat memeluk dan beribadah menurut agamanya masing-masing. Hukum Islam berlaku untuk setiap warganegara dengan beberapa pengecualian. baik eksistensinya maupun efektivitasnya. Korelasi Hukum Islam Dengan Hukum Nasional Tata hukum Indonesia yang berlandaskan Pancasila dan UUD 1945 telah memberikan landasan dan arahan politik hukum terhadap pembangunan bidang agama (hukum agama) dengan jelas.berdampingan?”. Hukum Islam diundangkan dan hanya berlaku bagi umat Islam (contoh: Undang-Undang Nomor 44 Tahun 1999 Tentang Penyelenggaraan Keistimewaan Provinsi Daerah Istimewa Aceh). Untuk menjawab permasalahan ini maka tulisan ini dibuat dalam kerangka pemikiran yang bersifat intersubyektif dimana tujuan utamanya adalah mencoba menjawab permasalahan tersebut. . Untuk mengimplementasikan semua itu tidak harus misalnya dengan menerapkan aturan-aturan pidana Islam di Indonesia ataupun bahkan dengan mengubah Negara Kesatuan Republik Indonesia menjadi Negara Islam. namun hukum Islam juga dapat berperan sebagai pondasi utama dan melengkapi kekurangankekurangan hukum nasional. namun yang terpenting bahwa hukum Islam harus dapat menjiwai dan menjadi pondasi utama bagi struktur hukum nasional. Pola ini dikenal sebagai pola unifikasi dengan diferensiasi (contoh: Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan). dalam turut serta menjamin kehidupan masyarakat Indonesia yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. melindungi dan melayani keperluan pelaksanaan hukum-hukum tersebut.

Jika hal ini diterapkan. Dan salah satu jalannya ialah dakwah. Seperti halnya dalam hukum islam jika seseorang melakukan pembunuhan. berbagi ilmu. Kontribusi Umat Islam Di Indonesia yang negaranya mengakui lima agama dan menganut sistem hukum nasional jadi. E. Umat islam Indonesia juga perlu mempelajari dan mengerti hukum islam. : K1210064 :A D. Indonesia mengakui lima agama yang sah di mata negara. Mengenalkan hukum islam kepada umat islam yang lain itu saya rasa perlu. maka si pelaku hukumannya juga harus dibunuh.Nama NIM Kelas : Yusuf Muflikh R. Meskipun di Indonesia ini hanya sebagian kecil saja yang bisa diterapkan. keadilan dan kesejahteraan yang dapat terwujud jika hukum islam itu diterapkan adalah sangat realistis. Keadilan dan Kesejahteraan Menurut saya. . dan dakwah. dan masih banyak yang lainnya. Kemudian juga di bagikan pengetahuan tersebut. saya rasa tidak akan lagi ada orang yang akan berbuat kejahatan karena dia tahu apa konsekuensi yang akan ia dapatkan jika melakukannya. karena hal itu tadi. Kemudian juga seperti mencuri. Orang yang k yamencuri hukuman baginya adalah dipotonglah tangannya. Selanjutnya terjadilah sebuah situasi yang dinamakan kesejahteraan dimana semuanya bisa berjalan dengan aman dan terkendali karena tidak ada lagi kriminalisme. kontribusi umat islam Indonesia konkretnya ialah menuntut ilmu.