P. 1
Wes Rampung Mas Harno

Wes Rampung Mas Harno

|Views: 1,803|Likes:
Published by Wiwit Tri Wibowo

More info:

Published by: Wiwit Tri Wibowo on Jul 21, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/10/2013

pdf

text

original

Gejala yang timbul biasanya berhubungan dengan beratnya derajat hiperaktivitas

bronkus. Obstruksi jalan nafas dapat reversibel secara spontan maupun dengan

pengobatan. Gejala-gejala asma antara lain :

1. Bising mengi (wheezing) yang terdengar dengan atau tanpa stetoskop.

2. Batuk produktif, sering pada malam hari.

3. Sesak nafas dada seperti tertekan.

Gejalanya bersifat proksimal, yaitu membaik pada siang hari dan memburuk pada

malam hari. (5)

8

Klasifikasi derajat asma(5)

Derajat asma

Gejala

Gejala

malam

Fungsi paru

Intermitten
mingguan

Persisten ringan

mingguan

Persisten sedang

harian

Persisten berat
kontinu

- Gejala < 1x/minggu
- Tanpa gejala di luar
serangan

- Serangan singkat
- Fungsi paru
asimtomatik dan
normal luar serangan

- Gejala > 1x/minggu

tapi < 1x/hari
- Serangan dapat
mengganggu aktivitas
dan tidur

- Gejala harian

- Menggunakan obat
setiap hari
- Serangan
mengganggu aktivitas
dan tidur
- Serangan 2x/minggu,

bisa berhari-hari

- Gejala terus-menerus
- Aktivitas fisik terbatas
- Sering serangan

e 2 kali

seminggu

> 2 kali

seminggu

> sekali

seminggu

sering

VEPI atau APE u
80%

VEPI atau APE u
80% normal

VEPI atau APE >
60% tetapi e 80%
normal

VEPI atau APE <
80% normal

Pemeriksaan Penunjang

- Laboratorium

- Spirometri

- Tes provokasi bronkial

- Pemeriksaan tes kulit

- Pemeriksaan kadar IgE total dan spesifik dalam serum

- Pemeriksaan radiologi

- Analisis gas darah

- Pemeriksaan eosinofil dalam darah dan pemeriksaan sputum. (3,4)

Diagnosis

Diagnosis asma berdasarkan :

9

1. Anamnesis : riwayat perjalanan penyakit, faktor-faktor yang berpengaruh terhadap

asma, riwayat keluarga dan riwayat alergi, serta gejala klinis.

2. Pemeriksaan fisik

3. Pemeriksaan laboratorium : darah (terutama eosinofil, IgE total, IgE spesifik), sputum

(eosinofil, spiral curshman, kristal chartot-leyden). (3,5)

4. Tes fungsi paru dengan spirometri atau peak flow meter untuk menentukan adanya

obstruksi jalan nafas.

Diagnosis Banding

1. Bronkhitis kronik

2. Emfisema paru

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->