P. 1
Artikel Aldehid Dan Keton

Artikel Aldehid Dan Keton

|Views: 990|Likes:

More info:

Published by: farmasisrulmahasiswa on Jul 22, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/26/2013

pdf

text

original

Artikel aldehid dan keton

03 mei 2011.
Senyawa aldehida dan keton yaitu atom karbon yang dihubungkan dengan atom oksigen oleh ikatan ganda dua (gugus karbonil). Aldehida adalah senyawa organic yang karbon karbonilnya (karbon yang terikat pada oksigen) selalu berikatan dengan paling sedikit satu hydrogen. O HCH Keton adalah senyawa organic yang karbon karbonilnya dihubungkan dengan dua karbon lain. Aldehida dan keton sangat reaktif, tetapi biasanya aldehida lebih reaktif dibanding keton. Reaksi yang menyebabkan penjenuhan pada ikatan rangkap disebut reaksi adisi (reaksi penjenuhan). Pada reaksi adisi, satu ikatan rangkap menjadi terbuka. Sementara itu pereaksi yang mengadisi terputus menjadi dua gugus yang kemudian terikat pada ikatan rangkap yang terbuka tersebut. Apabila pereaksi yang mengadisi bersifat polar gugus yang lebih positif terikat pada oksigen, sedangkan gugus yang lebih negatif terikat pada karbon. Titik pusat reaktivitas dalam aldehida dan keton ialah ikatan pi dari gugus karbonilnya. Seperti alkena, aldehid dan keton mengalami adisi reagensia kepada ikatan pi-nya. Nu I R C R + H Nu R C R III O OH Reaktivitas relatif aldehida dan keton dalam reaksi adisi sebagian dapat disebabkan oleh banyaknya muatan positif pada karbon karbonilnya, makin besar muatan itu akan makin reaktif. Bila muatan positif parsial ini tersebar ke seluruh ,olekul, maka senyawaan karbonil itu kurang reaktif dan lebih stabil. Gugus karbonil distabilkan oleh gugus alkil di dekatnya yang bersifat

Kemudian mendinginkannya dalam larutan es. Sementara dalam praktikum uji aldehid dan keton dengan reaksi adisi nukleofilik menggunakan alat kimia seperti : erlenmeyer. 3 ml etanol ditambahkan untuk memulai penghabluran. Kemudian langkah berikutnya adalah dengan menambahkan 2. kemudian dilakukan penyaringan hasil reaksi dengan kertas saring. Darjanto. Sedangkan bahan yang digunakan adalah : 2 ml larutan jenuh natrium bisulfit. dan pemanas sedangkan bahan yang diperlukan yaitu formaldehid. glukosa dan campuran fehling A dan fehling B. dan pipet tetes.5 ml aseton secara perlahan sambil di kocok. Banyaknya gugus di sekitar karbonil menyebabkan halangan sterik yang lebih besar. Langkah terakhir adalah dengan meneteskan asam klorida pekat pada hablur yang telah disaring. Suaru keton dengan gugus R lebih stabil dibandingkan suatu aldehida yang hanya memiliki satu gugus R. serta HCl pekat. 2. Perubahan yang terjadi dari langkah satu Percobaan tersebut dilakukan di Laboratorium Pangan dan Gizi Universitas Jenderal Soedirman pada Hari Kamis. Kemudian menambahkan 2 ml campuran fehling A (CuSO4) dan fehling B (NaOH + Natrium Kalium Tartrat) dengan perbandingan [1:1] ke dalam masing masing tabung reaksi. diperlukan beberapa alat yaitu pipet. Kedua larutan tersebut dipanaskan diatas pemanas dengan medium air sampai terjadi perubahan warna. suatu reaksi adisi dari gugus karbonil juga meningkatkan halangan sterik di sekitar karbon karbonil (Ir.melepaskan elektron. kertas saring. Proses yang dilakukan yaitu menyiapkan 1 ml larutan aldehid (formaldehid dan glukosa) dalam tabung reaksi. 3 ml etanol. Setelah penghabluran terjadi. 10 Mei 2007 pukul 14. Faktor sterik juga memainkan peranan dalam kereaktifan relatif aldehida dan keton. METODE PENENTUAN ALDEHID DAN KETON Dalam menguji adanya gugus aldehid (senyawa aldehid) dengan pereaksi fehling. 1988). Langkah pertama dalam praktikum uji aldehid dan keton dengan reaksi adisi nukleofilik adalah memasukkan 2 ml larutan jenuh Natrium bisulfit ke dalam erlenmeyer. Setelah menunggu 5 menit. Reaksi-reaksi penting dari gugus karbonil .5 ml aseton.00. Proses pendinginan dilakukan secermat mungkin agar tidak terjadi pembekuan. es.dkk. tabung reaksi.

Oksidasi aldehid dan keton juga dibahas dalam modul belajar online ini pada sebuah halaman khusus di topik aldehid dan keton. CH3COOH. ikatan rangkap C=O terputus. CN-). atau ion etanoat. dan etanal memiliki titik didih +21°C. CH3CHO. Ini menghasilkan reaksi yang dikenal sebagai adisi-eliminasi atau kondensasi. atau bagian yang bermuatan negatif dari sebuah molekul (misalnya. Ini berarti bahwa etanal akan mendidih pada suhu yang mendekati suhu kamar. Sifat-sifat fisik Titik didih Aldehid sederhana seperti metanal memiliki wujud gas (titik didih -21°C). sangat mudah dioksiasi baik menjadi asam etanoat.Atom karbon yang sedikit bermuatan positif pada gugus karbonil bisa diserang oleh nukleofil. Sebagai contoh. CH3COO-. Ini menyebabkan aldehid sangat mudah teroksidasi. Nukleofil merupakan sebuah ion bermuatan negatif (misalnya. Perbedaan aldehid dan keton Aldehid berbeda dengan keton karena memiliki sebuah atom hidrogen yang terikat pada gugus karbonilnya. Selama reaksi berlangsung. Aldehid dan keton mengandung sebuah gugus karbonil. Keton tidak memiliki atom hidrogen tersebut sehingga tidak mudah dioksidasi. ion sianida. Ini berarti bahwa reaksi keduanya sangat mirip jika ditinjau berdasarkan gugus karbonilnya. . seringkali diikuti dengan hilangnya sebuah molekul air. Dalam pembahasan tentang aldehid dan keton anda akan menemukan banyak contoh reaksi adisi sederhana dan reaksi adisi-eliminasi. Keton hanya bisa dioksidasi dengan menggunakan agen pengoksidasi kuat yang memiliki kemampuan untuk memutus ikatan karbonkarbon. pasangan elektron bebas pada sebuah atom nitrogen dalam molekul amonia NH3). Efek murni dari pemutusan ikatan ini adalah bahwa gugus karbonil akan mengalami reaksi adisi. etanal.

Ketiga senyawa ini memiliki panjang rantai yang sama. molekul CH3CH2CH3 CH3CHO CH3CH2OH tipe alkana aldehid alkohol titik didih (°C) -42 +21 +78 Pada tabel di atas kita bisa melihat bahwa aldehid (yang memiliki gaya tarik dipol-dipol dan gaya tarik dispersi) memiliki titik didih yang lebih tinggi dari alkana berukuran sebanding yang hanya memiliki gaya dispersi. Besarnya titik didih dikendalikan oleh kekuatan gaya-gaya antar-molekul. juga akan ada gaya tarik antara dipol-dipol permanen pada molekul-molekul yang berdekatan. Peningkatan gaya tarik ini akan meningkatkan ukuran dipol-dipol temporer yang terbentuk. Seperti halnya gaya-gaya dispersi. .Aladehid dan keton lainnya berwujud cair. Mari kita membandingkan titik didih dari tiga senyawa hidrokarbon yang memiliki besar molekul yang mirip. Gaya dispersi van der Waals Gaya tarik ini menjadi lebih kuat apabila molekul menjadi lebih panjang dan memiliki lebih banyak elektron. Ini berarti bahwa titik didih akan menjadi lebih tinggi dibanding titik didih hidrokarbon yang berukuran sama yang mana hanya memiliki gaya dispersi. dengan titik didih yang semakin meningkat apabila molekul semakin besar. Inilah sebabnya mengapa titik didih meningkat apabila jumlah atom karbon dalam rantai juga meningkat baik pada aldehid maupun pada keton. dan jumlah elektronnya juga mirip (walaupun tidak identik). Gaya tarik dipol-dipol van der Waals Aldehid dan keton adalah molekul polar karena adanya ikatan rangkap C=O.

Pembentukan gaya-gaya tarik ini melepaskan energi yang membantu menyuplai energi yang diperlukan untuk memisahkan molekul air dan aldehid atau keton satu sama lain sebelum bisa bercampur. titik didih aldehid lebih rendah dari titik didih alkohol. Apabila panjang rantai meningkat. namun keduanya bisa berikatan hidrogen dengan molekul air. Alasan mengapa aldehid dan keton yang kecil dapat larut dalam air adalah bahwa walaupun aldehid dan keton tidak bisa saling berikatan hidrogen sesamanya. namun keduanya tidak memiliki atom hidrogen yang terikat langsung pada oksigen. . sehingga kelarutan berkurang. Walaupun aldehid dan keton merupakan molekul yang sangat polar. Tentunya juga terdapat gaya dispersi dan gaya tarik dipol-dipol antara aldehid atau keton dengan molekul air. Dengan menekan diri diantara molekul-molekul air. terdapat ikatan hidrogen ditambah dengan dua jenis gaya-tarik antar molekul lainnya (gaya-tarik dipol-dipol dan gaya-tarik dispersi). ekor-ekor hidrokarbon tersebut memutus ikatan hidrogen yang relatif kuat antara molekul-molekul air tanpa menggantinya dengan ikatan yang serupa. Ini menjadi proses yang tidak bermanfaat dari segi energi. etanal dan propanon yang merupakan aldehid dan keton berukuran kecil dapat bercampur dengan air pada semua perbandingan volume. Salah satu dari atom hidrogen yang sedikit bermuatan positif dalam sebuah molekul air bisa tertarik dengan baik ke salah satu pasangan elektron bebas pada atom oksigen dari sebuah aldehid atau keton untuk membentuk sebuah ikatan hidrogen. metanal.Akan tetapi. maka ekor-ekor hidrokarbon dari molekul-molekul (semua hidrokarbon sedikit menjauh dari gugus karbonil) mulai mengalami proses di atas. sehingga tidak bisa membentuk ikatan hidrogen sesamanya. Kelarutan dalam air Aldehid dan keton yang kecil dapat larut secara bebas dalam air tetapi kelarutannya berkurang seiring dengan pertambahan panjang rantai. Sebagai contoh. Pada alkohol.

PEMBUATAN ALDEHID : Ø Oksidasi dari alkohol primer Ø Oksidasi dari metilbenzen Ø Reduksi dari asam klorida PEMBUATAN KETON Ø Oksidasi dari alkohol sekunder Ø Asilasi Friedel-Craft Ø Reaksi asam klorida dengan organologam NAMA NIM KELAS KEL/GOL = ISRUL Z LAMOHAN = 70100110058 = FARMASI B = SATU/ II .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->