P. 1
hinduklsXIsmk

hinduklsXIsmk

|Views: 25,569|Likes:
Published by they_waja

More info:

Published by: they_waja on Jul 22, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/31/2015

pdf

text

original

Smrti merupakan kitab suci agama Hindu, sesudah Veda Sruti. Kitab Smrti
memuat tentang ajaran hukum agama Hindu, yang juga disebut Dharma atau
Dharma Sastra. Dharma berarti hukum dan sastra berarti ilmu.
Dharma Sastra berarti Ilmu Hukum Agama Hindu. Kata Smrti berasal dari
bahasa Sansekerta, dari kata smrta (neuter) berarti: ingatan, menjadi kata smrti
(feminime) berarti: ingatan, kenangan, tradisi yang berwenang.
Kitab Smrti adalah kitab suci Veda yang ditulis berdasarkan ingatan oleh para
Maharesi dan wahyu Sang Hyang Widhi / Tuhan Yang Maha Esa. Kitab Smrti
adalah kitab Veda juga, karena fungsi dan kedudukannya dipersamakan dengan
kitab Veda Cruti.
Keterangan tentang hal tersebut di atas, kita temukan dalam beberapa kitab
agama Hindu, antara lain:

Kitab Menawa Dharma Castra, Bab 11.10 menyebutkan sebagai berikut:

Crutistu Wedo Wzjneyo
dharmacastram tu wai smrtih
te sarwarthes wamimansye
tabhyam dharmohi nirbabhau
artinya:

yang dimaksud dengan Cruti ia!ah Weda dan dengan Smrti adalah
Dharma Sastra, kedua macam pustaka suci
mi tidak boleh diragu
ragukan kebenarannya mengenai apapun juga karena dan keduanya
itu hukum inL

Berdasarkan uraian di atas, dengan jelas dapat kita pahami bahwa Smrti
merupakan kitab suci agama Hindu. Smrti adalah kitab suci Weda yang ditulis
berdasarkan ingatan oleh para Maharesi bersumberkan pada Veda Cruti.
Dengan demikian kitab-kitab Smrti tidak boleh bertentangan dengan Weda
Cruti. Kitab Smrti adalah merupakan kitab pendukung dan penjelasan dan kitab
Weda Cruti, yang ditulis oleh banyak Maharesi. Oleh karena itu pergunakanlah

Pendidikan Agama Hindu

68/76

kitab kitab sastra sebagai petunjuk untuk menentukan tentang segala sesuatu
yang harus kita kerjakan dan untuk dapat mengetahui apa yang patut kita
kerjakan.
Beberapa kitab suci agama Hindu yang termasuk kitab Smrti, antara lain:
Manawa Dharma Sastra, Sarasamuccaya, Clokantara, Tattwa Suksma,
Bharatayudhya, Yoga Sutra, Ramayana, Niti Sastra, Cilakrama, Manu Smrti,
Yajna Pawitra dan Brahmanda Purana.
Kitab-kitab suci yang tergolong jenis kitab Smrti itu banyak jumlahnya, dan
penulisnyapun banyak pula. Hal semacam ini disebabkan oleh munculnya
berbagai macam kebutuhan masyarakat (umat Hindu) yang diisarakat oleh Veda
dalam mencapai keadilan, keamanan, kesejahteraan dan kebahagiaan hidup.
Untuk dapat mengamalkan Veda secara benar di dalam upaya mewujudkan
tujuan hidup secara rohani dan jasmani, jenis kitab-kitab Smrti perlu
dipergunakan sebagai pedoman hidup (dipedomani).

Berdasarkan kebiasaan yang telah berjalan, jenis kitab-kitab Smrti
dikelompokkan menjadi dua (2) kelompok besar, yang terdiri dan:
a. Kelompok Vedangga
b. Kelompok Upaveda

a. Jenis atau kelompok Vedangga

Kata Vedangga, terdiri dan kata: Veda dan Angga (bahasa Sansekerta).
Veda berarti ilmu pengetahuan suci dan angga berarti bagian, anggota,
badan, sumber, dasar. Jadi Vedangga berarti batang tubuh dari Veda.
Untuk dapat mempelajari, memahami, dan mendalami Veda dengan baik,
kita hendaknya terlebih dahulu mendalami Vedangga. Vedangga sebagai
kitab Smrti, terdiri dan beberapa kitab, antara lain

1) Siksa (Phonetika)

Siksa adalah kitab Vedangga yang isinya menguraikan tentang petunjuk-
petunjuk tata cara mengucapkan mantra yang tepat sesuai dengan
tinggi-rendahnya tekanan suara. Untuk dapat mengucapkan mantra
(Weda Cruti) dengan baik, fungsi kitab siksa ini adalah sangat penting.
Dalam hubungannya dengan mempelajari mantra (Weda Cruti) kitab-
kitab siksa, juga disebut dengan nama Pratisakhya.

2) Wyakarana (Tata Bahasa)

Kitab Wyakarana isinya menguraikan tentang tata bahasa, untuk dapat
menghayati Veda dengan benar, kecil kemungkinannya dapat diketahui,
tanpa mengerti dan mengetaui tata bahasanya. Oleh karenanya kitab
Wyakarana ini memiliki fungsi yang sangat penting di dalam kita
mempelajari Veda.

Pendidikan Agama Hindu

69/76

Para Maharesi yang mendalami tentang tata bahasa (Veda) adalah :
Maharesi Sakatayana, Begawan Panini, Maharesi Patanjali, dan Begawan
Yaska.
Di antara orang suci tersebut di atas, yang terkenal adalah Begawan
Panini. Beliau menulis Kitab Asta Dhyayi dan Patanjali Bhasa. Begawan
Panini adalah orang suci yang pertama kali mengenalkan kata bahasa
Sanskerta popular (bahasa yang dipergunakan oleh masyarakat) dan
bahasa Daiwak yaitu bahasa para Dewa-Dewa.

3) Chanda (Lagu)

Chanda adalah cabang Veda yang secara khusus membicarakan tentang
aspek ikatan bahasa dalam Veda yang disebut lagu. Dalam mempelajari
Veda kita perlu mendalami kitab Chanda, karena bersumberkan pada
pendalaman kitab Chanda semua ayat-ayat Veda dapat dipelajari secara
turun temurun. Hal ini kita dapat persamakan dengan berbagai macam
nyanyian yang dapat dinyanyikan dan mudah diingat. Dan berbagai
macam kitab-kitab Chanda, yang masih terdapat utuh sampai sekarang
ada dua buah buku, yaitu : Midana Sutra dan Chanda Sutra. Kedua kitab
ini dihimpun oleh Begawan Pinggala.

4) Nirukta

Kitab-kitab Nirukta berisikan tentang penafsiran otentik yang
berhubungan dengan kata-kata yang terdapat dalam Veda. Kitab Nirukta
ditulis oleh Begawan Yaska pada tahun ± 800 SM. Kitab

5) Jyotisa (Antronomi)

Kitab Jyotisa, isinya yang terutama adalah menguraikan tentang
peredaran tata surya, bulan dan badan angkasa lainnya yang dipandang
dan dianggap memiliki pengaruh dalam pelaksanaan yadnya. Kitab
Jyotisa adalah kitab pendukung Veda, yang menguraikan tentang pokok-
pokok pengetahuan dalam bidang astronomi.

Melalui pengetahuan yang terdapat dalam kitab Jyotisa juga kita dapat
memahami, bahwa bagaimana Veda mengajarkan kepada umatnya untuk
dapat berhubungan secara harmonis dengan alam dan lingkungannya
berdasarkan yadnya.
Di antara kitab Jyotisa, yang terdapat masih sampai sekarang adalah
kitab Jyotisa Wedangga. Kitab mi memiliki hubungan dengan kitab Veda
Cruti, Rg. Veda, dan Yajur Veda.

6) Kalpa

Kitab Kalpa adalah jenis kitab Smrti (Vedangga) yang isinya berhubungan
dengan kitab Brahmana dan kitab-kitab mantra. Kitab Kalpa mi terdiri
dan beberapa bidang kitab antara lain:

Pendidikan Agama Hindu

70/76

a) Bidang Srauta

Kitab Srauta atau juga disebut Srauta Sutra, isinya memuat berbagai
macam ajaran mengenai tata cara melakukan yadnya.

b) Bidang Grhya

Kitab Grhya Sutra, isinya menguraikan tentang berbagai ajaran
mengenai aturan pelaksanaan yadnya yang mesti dilaksanakan oleh
orang-orang / masyarakat (umat Hindu) yang telah hidup berumah
tangga

c) Bidang Dharma Sutra
Kitab Dharma Sutra, isinya menguraikan tentang berbagai macam
aspek mengenai peraturan hidup bermasyarakat dan bernegara.
Kitab Dharma Sutra juga disebut Dharma Sastra. Kitab Dharma Sutra
dipandang sebagai kitab yang sangat penting di antara kitab-kitab
jenis Kalpa. Karena dipandang sangat penting, maka terdapatlah
kesan bahwa Veda Smrti itu adalah Dharma Sastra.

Agama Hindu mengajarkan kepada umatnya, bahwa dalam hidup dan
kehidupan kita ini, dilalui oleh empat zaman atau juga disebut Catur
Yuga. Bhagawan Sankhalikhita, bahwa masing-masing yuga dan
Catur Yuga mempunyai Dharma Sastranya tersendiri, seperti:
(1)Pada masa Satya / Krtha Yuga berlaku kitab Manawa Dharma
Sastra karya sastra dan Bhagawan Manu.
(2)Pada masa Trita Yuga berlaku kitab Dharma sastra yang ditulis
oleh Bhagawan Yajnawalkhya.
(3)Pada masa Dwapara Yuga berlaku kitab Dharma Sastra buah
karya Bhagawan Sankha Likhita.
(4)Pasa masa Kaliyuga dipergunakanlah Dharma Sastra yang ditulis
oleh Bhagawan Parasara.
Di antara keempat kitab Dharma Sastra tersebut, yang diterapkan
untuk masing-masing bagian Catur Yuga adalah memiliki sifat saling
mengisi atau melengkapi di antara sam dengan yang lainnya.

d) Bidang Suliwa

Kitab Suliwa Sutra adalah merupakan bagian terakhir dan kitab-kitab
Kalpa.
Kitab Sulwa Sutra ini, isinya memuat tentang petunjuk dan peraturan-
peraturan mengenai tata cara membuat dan mendirikan tempat suci
untuk beribadat (Pura, Candi), bangunan—bangunan lainnya yang
berhubungan dengan arsitektur.

Pendidikan Agama Hindu

71/76

b. Jenis atau Kelompok Upaweda

Kitab-kitab Upaweda merupakan kitab kelompok kedua dan Veda Smrti,
setelah kitab-kitab Vedangga. Kata upaweda berasal dan bahasa Sanskerta,
yang terdiri dan dua kata, yaitu : kata upa dan veda. Kata “upa” dapat
diartikan “dekat” dan kata “veda” berarti “pengetahuan suci (kitab suci)”.
Upaweda berarti dekat dengan Veda (Pengetahuan suci). Upaweda juga
diartikan Veda tambahan.

Kitab Upaweda memiliki fungsi sama pentingnya dengan kitab-kitab Smrtti
yang lainnya. Kitab Upaweda terdiri dan beberapa cabang ilmu, antara lain ;
1)Itihasa

Kitab Itihasa dikelompokkan dalam kitab-kitab Upaweda. Kata Ityihasa
terdiri dan tiga suku kata, yakni “Iti-ha-sa” yang artinya “sesungguhnya
kejadian itu begitulah nyatanya.
Nama Itihasa pada mulanya diberikan oleh penulis kitab Mahabharata
pada bagian Adiparwa yaitu Bhagawan Wiyasa. Itihasa adalah sebuah
epos yang menceritakan sejarah perkembangan raja—raja dan kerajaan
Hindu di masa lampait. Itihasa adalah karya sastra yang bersifat spiritual,
di mana ceriteranya penuh filsafat, roman, kewiraan dan mitologi.
Kitab Itihasa terdiri dan kitab Ramayana (terdiri dan 7 kanda) dan
Mahabharata ( terdiri dan 18 parwa).

2)Purana

Kitab Purana adalah bagian dan kitab—kitab Upaweda. Kitab Purana
berisikan berbagai macam cerita dan keterangan kebiasaan-kebiasaan
yang berlaku pada zaman dahulu kala (kuno).

3)Artha Sastra

Kitab Artha Sastra mi berisikan tentang pokok-pokok pemikiran bidang
ilmu politik. Artha Sastra sebagai bagian dan kitab Upaweda, ditulis oleh
Bhagawan Brhaspati. Jejak beliau di dalam tulis-menulis kitab-kitab
“Artha Sastra” diikuti oleh Maharesi Kautilya (Canakhya).
Di samping Maharesi Kautilya yang mengikuti Bhagawan Brhaspati dalam
menulis kitab-kitab Artha Sastra, adajuga Bhagawan yang lainnya, seperti
: Bhagawan Usana dan Bhagawan Parasara, Danding, Wisnugupta,
Bharadwaja, dan Wisalaksa.
Kitab-kitab yang tergolong kitab Artha Sastra yang lainnya adalah Niti
Sastra atau Rajadharma (Dandaniti). Jenis kitab Artha Sastra yang
digubah di Indonesia adalah jenis Usana dan Niti Sastra, serta Sukraniti.

4)AyurWeda

Kitab Ayur Weda kelompok kitab Upaweda, yang isinya menguraikan
tentang bidang ilmu kedokteran atau kesehatan baik rohani maupun
jasmani. Adapun nama kitab yang termasuk kelompok kitab Ayur weda

Pendidikan Agama Hindu

72/76

adalah kitab Caraka Samhita, Susruta Samhita, Kasyapa Samhita,
Astanggahrdaya, Yogasara dan Kama Sutra.
Berdasarkan materai yang terdapat dalam kitab Ayur Weda maka isi kitab
Ayur Weda meliputi delapan bidang ajaran umum, yaitu:
a)Salya yaitu ajaran mengenai ilmu bedah
b)Salkya adalah ajaran mengenai ilmu penyakit
c)Kayakitsa yaitu ajaran mengenai ilmu obat-obatan
d)Bhuta Widya yaitu ajaran mengenai ilmu psikoteraphy
e)Kaumara Bhrtya yaitu ajaran mengenai pendidikan anak-anak, dan
merupakan dasar bagi ilmu jiwa anak-anak
f)Agada Tantra yaitu ilmu toxikologi
g)Rasayama Tantra yaitu ilmu mujizat, dan
h)Wajikarana Tantra yaitu ilmu jiwa remaja

Kitab Caraka Samhita merupakan baginn dan kitab Ayur Weda. Kitab
tersebut mernuat delapan bidang ajaran, antara lain:
a)Sutrathana : isinya menguraikan tentang ilmu pengobatan
b)Nidanasthana : isinya memuat tentang berbagai penyakit yang
bersifat umum
c)Wimanasthana : isinya menguraikan tentang ilmu pathologi
d)Sarithana : isinya menguraikan tentang ilmu anatomi dan
embriology
e)Indiyasthana : isinya menguraikan tentang materia diagnosa dan
prognosa
f)Cikitasasthana : isinya menguraikan tentang ajaran khusus
mengenai
pokok-pokok ilmu therapy
g)Kalpasthnana : isinya menguraikan tentang ajaran di bidang
theraphy secara umum
h)Siddistana : isinya juga menguraikan tentang pokok-pokok di bidang
therapy secara umum.
Berdasarkan catatan yang ada kitab Kalpasthana dan Kitab
Siddhistana telah diterjemahkan ke dalam bahasa Arab dan Persia
pada tahun 800 Masehi.
Kitab Susruta Samhita ditulis oleh Bhagawan Susanta. Kitab mi
isinya menguraikan tentang pentingnya ajaran umum di bidang ilmu
bedah. Di samping itu pula kitab Susruta Samhita mencatatkan
berbagai macam alat-alat yang dapat dipergunakan dalam
pembedahan.
Kitab Susruta Samhita ditulis oleh Bhagawan Susanta. Kitab mi
isinya menguraikan tentang pentingnya ajaran umum di bidang ilmu
bedah. Disamping itu pula kita Susruta Samhita mencatatkan
berbagai macam alat-alat yang dapat dipergunakan dalam
pembedahan.

Pendidikan Agama Hindu

73/76

Kitab Yogasara dan Yogasastra ditulis oleh Bhagawan Nagarjuna.
Kedua kitab mi isinya menguraikan tentang pokok-pokok ilmu yoga
yang berhubungan dengan sistem anatomi dalam pembinaan
kesehatan, baik jasmani maupun rohani.
Kitab Kama Sutra ditulis oleh Bhagawan Watsyayana pada abad ke-
10 Masehi. Kitab Kamasutra berhubungan dengan kitab Wajikarana
Tantra. Isinya menguraikan tentang ajaran ilmu jiwa remaja.

5) Gandharwa Weda

Kitab Gandharwa Weda merupakan bagian dan kitab-kitab Upaweda.
Gandharwa Weda sebagai kitab Smrti, juga memiliki beberapa bagian
kitab-kitab lagi, seperti: Natya Sastra, kitab Natya Wedagama, Dewa
Dasa Sahasri, Rasarnawa, Rasaratnasamucaya, dan yang lainnya. Kitab
Gandharwa Weda, isisnya menguraikan tentang berbagai aspek cabang
ilmu seni.

6) Kama Sastra

Kitab Kama Sastra adalah termasuk kitab suci agama Hindu pada bagian
Smrti (Upaweda). Kama Sastra sebagai bagian dan jenis kitab Upaweda
isinya menguraikan tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan
asmara, seni atau rasa indah.
Di dalam upaya untuk mewujudkan salah sath tujuan hidup, umat
beragama dipandang perlu untuk membangkitkan rasa indah tersebut.
Kebangkitan dan rasa indah manusia terbentuk untuk berbakti kepada
Sang Hyang Widhi/Tuhan Yang Maha Esa, hendaknya dipedomani oleh
Kama Sastra. Karena dengan demikian asmara dan rasa indah yang
muncul itu tentu terarahlbernilai positif adanya.
Diantara kitab-kitab Kama Sastra yang terkenal adalah karya dan
Bhagawan Watsyayana.

7) Agama

Kitab agama itu baru ada setelah Agama Hindu ada dan berkembang di
dunia, Menurut Veda, agama Hindu boleh dan dapat dipelajari oleh
seluruh umat manusia. Hal mi termuat dalam kitab Yajur Veda sebagai
berikut:

“Yaatkeram wacam kalyanin awadonijanebhyah, Brahma Rajanyabhyam
cudraya caryaya ca siwaya caranayaca”
Artinya:

“Biar kunyatakan disini kitab suni ini kepada orang-orang
banyak, kepada kaum Brahmana, kaum Ksatrya, kaum Sudra,
dan kaum Waisya dan bahkan kepada orang-orangKu dan
kepada mereka (orang-orang asing) sekalipun.

Pendidikan Agama Hindu

74/76

(Yajur Veda XVI. 18)

Berdasarkan bunyi Cloka tersebut di atas dinyatakan bahwa kitab suci Veda
(Hindu) dapat dipelajari oleh siapa saja, tidak terkecuali. Namum menyadari
akan kekurang sempurnaan kita sebagai umatnya, maka tidak akan semuanya
dapat mempelajarinya dengan sempuma.
Disamping itu kita juga perlu menyadari bahwa, Veda sebagai sumber ajaran
agama Hindu mengandung ajaran yang sangat tinggi.
Bagi mereka yang belum dapat mempelajari Veda dapat belajar agama Hindu
berdasarkan kitab-kitab agama. Kitab agama isinya memuat ajaran tentang
keyakinan adanya Tuhan Yang Maha Esa dan petunjuk-petunjuk untuk
melaksanakan tata cara persembahyangan.
Dan uraian di atas dapatlah kita simpulkan bahwa jumlah kitab-kitab Smrti yang
dapat kita pergunakan sebagai petunjuk untuk menata kehidupan berhubungan
dengan Sang Hyang Widhi / Tuhan Yang Maha Esa, banyak jenisnya. Hal mi
sesuai dengan ucapan kitab Smrti (Dharma Sastra) sebagai berikut:

“Wedo ‘khilo dharma mulam smrti cue ca tad widam acaracca iwa sadhunam
atmanastustir ceva ca”
Artinya:

Seluruh Weda merupakan sumber utama daripada dharma (agama
Hindu) kemudian barulah Smrti, disamping kebiasaan-kebiasaan yang
baik dan orang-orang yang rnenghayati Veda (sila) dan kemudian
tradisi-tradisi dan orang-orang suci (acara) serta yang terakhir ada!ah
rasa puas din sendiri (atmanastusti)
(Manawa Dharrna Sastra 11.6)

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->