Dosa Besar Akibat Membaca Ramalan Bintang

Allah Ta'ala berfirman yang artinya, "Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis, kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Rabb Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang?” Kemudian pandanglah sekali lagi niscaya penglihatanmu akan kembali kepadamu dengan tidak menemukan sesuatu cacat dan penglihatanmu itu pun dalam keadaan payah. Sesungguhnya Kami telah menghiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang dan Kami jadikan bintang-bintang itu alat-alat pelempar setan, dan Kami sediakan bagi mereka siksa neraka yang menyala-nyala." (QS. Al Mulk: 3-5) Allah menjelaskan kebagusan langit ciptaan-Nya. Langit tersebut menjadi indah dan menawan karena dihiasi dengan bintang-bintang. Bintang dalam ayat di atas disebutkan berfungsi untuk melempar setan dan sebagai penghias langit. Namun sebenarnya fungsi bintang masih ada satu lagi. Bintang secara keseluruhan memiliki tiga fungsi. Tiga Fungsi Bintang di Langit Fungsi pertama: Untuk melempar setan-setan yang akan mencuri berita langit. Hal ini sebagaimana terdapat dalam surat Al Mulk,

ِ ِ ّ َ َ َ ْ ُ َ َ ْ َ ْ ََ ِ ِ َ ّ ِ ً ُ ُ َ َ ْ َ َ َ ‫وجعلناها رجوما للشياطين وأعتدنا لهم عذاب السعير‬
“Dan Kami jadikan bintang-bintang itu alat-alat pelempar setan, dan Kami sediakan bagi mereka siksa neraka yang menyala-nyala.” (QS. Al Mulk: 5) Setan mencuri berita langit dari para malaikat langit. Lalu ia akan meneruskannya pada tukang ramal. Akan tetapi, Allah senantiasa menjaga langit dengan percikan api yang lepas dari bintang, maka binasalah para pencuri berita langit tersebut. Apalagi ketika diutus Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, langit terus dilindungi dengan percikan api. Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman,

‫َأنا كنا نقعد منها مقاعد للسمع فمن يستمع الن يجد له شهابا رصدا, وأنا ل‬ ّ ََ ً َ َ ً َ ِ ُ َ ْ ِ َ َ ِ ِ َ ْ َ ْ َ َ ِ ْ ّ ِ َ ِ َ َ َ ْ ِ ُ ُ ْ َ ّ ُ ّ َ‫و‬ ‫ندري أشر أريد بمن في الرض أم أراد بهم ربهم رشدا‬ ً َ َ ْ ُ َّ ْ ِ ِ َ َ َ ْ َ ِ ْ ِ ْ َِ َ ِ ُ ّ َ َ ِ َْ
“Dan sesungguhnya kami dahulu dapat menduduki beberapa tempat di langit itu untuk mendengar-dengarkan (berita-beritanya). Tetapi sekarang barang siapa yang (mencoba) mendengar-dengarkan (seperti itu) tentu akan menjumpai panah api yang mengintai (untuk membakarnya). Dan sesungguhnya kami tidak mengetahui (dengan adanya penjagaan itu) apakah keburukan yang dikehendaki bagi orang yang di bumi ataukah Tuhan mereka menghendaki

kebaikan bagi mereka. Al Mulk: 5) ِ ِ َ َ ْ ٍ َ ِ ِ َ ْ ّ َ َ ّ َّّ ِّ ‫إنا زينا السماء الدنيا بزينة الكواكب‬ “Sesungguhnya Kami telah menghias langit yang terdekat dengan hiasan. . yaitu bintang-bintang.‫وتكلف ما ل علم له به‬ ّ “Sesungguhnya Allah Ta’ala hanyalah menciptakan bintang untuk tiga tujuan: [1] sebagai hiasan langit dunia.[2] Fungsi ketiga: Sebagai penerang dan penghias langit dunia. ulama pakar tafsir –Qotadah As Sadusiymengatakan. Berita langit yang setan tersebut curi sangat sedikit sekali.”[3] Dari sini Qotadah melarang mempelajari kedudukan bintang. َ ِ َ َ ِ َ ْ ّ َ َ ّ ّ ّ َ ْ َ ََ ‫ولقد زينا السماء الدنيا بمصابيح‬ “Sesungguhnya Kami telah menghiasi langit yang dekat dengan bintangbintang. dan [3] sebagai penunjuk arah. Al Jin: 9-10). َ ُ َ َ ْ ُ ِ ْ ّ َِ ٍ َ َ َ ‫وعلمات وبالنجم هم يهْتدون‬ “Dan (Dia ciptakan) tanda-tanda (penunjuk jalan). ،‫إن ال جل ثناؤه إنما خلق هذه النجوم لثلث خصال: خلقها زينة للسماء الدنيا، ورجوما للشياطين‬ ً ّ ،‫وعلمات يهتدي بها ؛ فمن يتأول منها غير ذلك، فقد قال برأيه، وأخطأ حظه، وأضاع نصيبه‬ ّ . ia telah mendapatkan nasib buruk. Dan dengan bintang-bintang itulah mereka mendapat petunjuk.” (QS. [2] sebagai pelempar setan.[4] Ilmu yang Mempelajari Posisi Benda Langit Ada dua ilmu yang mempelajari posisi benda langit yaitu ilmu astronomi (ilmu tas-yir) dan ilmu astrologi (ilmu ta’tsir).” (QS. maka ia berarti telah berkata-kata dengan pikirannya semata.” (QS.” (QS. Allah menjadikan bagi para musafir tanda-tanda yang mereka dapat gunakan sebagai petunjuk di bumi dan sebagai tanda-tanda di langit. Barangsiapa yang meyakini fungsi bintang selain itu. begitu pula Sufyan bin ‘Uyainah tidak memberi keringanan dalam masalah ini. Ash Shofaat: 6) Mengenai surat Al Mulk ayat 5. menyia-nyiakan agamanya (berkonsekuensi dikafirkan) dan telah menyusah-nyusahkan berbicara yang ia tidak memiliki ilmu sama sekali. An Nahl: 16). Sebagaimana disebutkan dalam firman Allah.[1] Fungsi kedua: Sebagai penunjuk arah seperti rasi bintang yang menjadi penunjuk bagi nelayan di laut.

orang yang lahir awal desember akan berzodiak Sagitarius. sifat fisik dan kimiawi benda-benda yang bisa dilihat di langit (dan di luar Bumi). Astronom menggunakan metode ilmiah. evolusi. Astronomi jangan dikelirukan dengan astrologi. semua benda tatasurya (planet. Misalnya.[5] Kedua: Ilmu astrologi (ilmu ta’tsir) Astrologi adalah ilmu yang menghubungkan antara gerakan benda-benda tata surya (planet. Rasi-rasi bintang tersebut adalah: 1. Capricornus: Kambing laut Aquarius: Pembawa Air Pisces: Ikan Aries: Domba . Jika diamati dari bumi. Kedudukan Matahari sendiri dibedakan antara waktu tropikal dan waktu sideral yang menyebabkan terdapat dua macam zodiak. Meskipun memiliki asal-muasal yang sama. Seseorang akan menyandang tanda zodiaknya berdasarkan kedudukan matahari di dalam zodiak pada tanggal kelahirannya. khususnya dalam hal penemuan dan pengamatan fenomena sementara. Jadi dapat disimpulkan zodiak adalah semua rasi bintang yang berada disepanjang lingkaran ekliptika. 3. juga proses yang melibatkan mereka. 2. bulan dan matahari) dengan nasib manusia. Bulan dan Matahari) beredar di langit mengelilingi lingkaran ekliptika. yaitu ilmu semu yang mengasumsikan bahwa takdir manusia dapat dikaitkan dengan letak benda-benda astronomis di langit. kedua bidang ini sangat berbeda. Astronomi adalah salah satu di antara sedikit ilmu pengetahuan di mana amatir masih memainkan peran aktif. yang secara etimologi berarti "ilmu bintang" adalah ilmu yang melibatkan pengamatan dan penjelasan kejadian yang terjadi di luar bumi dan atmosfernya. otomatis mereka semua juga beredar di antara zodiak.Pertama: Ilmu astronomi (ilmu tas-yir) Astronomi. yaitu zodiak tropikal dan zodiak sideral. karena pada tanggal tersebut Matahari berada di wilayah rasi bintang Sagitarius. 4. sedangkan astrolog tidak. Di bola langit terdapat garis khayal yang disebut dengan lingkaran ekliptika. Ilmu ini mempelajari asal-usul. Karena semua planet. Sebagian besar astrologer Barat menggunakan zodiak tropikal. Ramalan astrologi didasarkan pada kedudukan benda-benda tata surya di dalam zodiak. matahari dan bulan beredar di sepanjang lingkaran ekliptik. Keistimewaan dari keduabelas zodiak dibanding rasi bintang lainnya adalah semuanya berada di wilayah langit yang memotong lingkaran ekliptika.

akan diyakini bahwa posisi benda langit tersebut bisa berpengaruh pada takdir seseorang. ada keyakinan bahwa posisi benda-benda langit berpengaruh pada nasib seseorang. Sedangkan ilmu tasyir (astronomi) adalah ilmu yang sangat membantu kehidupan sehingga tidaklah mengapa untuk dipelajari. 9. . Pendapat kedua: Tidak mengapa mempelajari posisi benda langit. Ini semua termasuk ilmu hisab dan dibolehkan. 6. Di antaranya bisa dipakai untuk kepentingan agama seperti mengetahui arah kiblat dan waktu shalat. 11. 12. Jadi. Yang dibolehkan di sini adalah ilmu tas-yir (ilmu astronomi). Namun pendapat ini adalah pendapat ulama yang ada di masa silam saja. Ishaq bin Rohuyah dan kebanyakan ulama. 8. Dalam ilmu astrologi. Mereka khawatir jika kedudukan bintang tersebut dipelajari. 10.[8] Padahal tidak ada kaitan ilmiah antara posisi benda langit dan nasib seseorang.5. yang terlarang dipelajari adalah ilmu ta’tsir (astrologi). Alasan mereka melarang hal ini dalam rangka saddu adz dzari’ah yaitu menutup jalan dari hal yang dilarang. Inilah pendapat Imam Ahmad. Taurus: Kerbau Gemini: Si Kembar Cancer: Kepiting Leo: Singa Virgo: Gadis Perawan Libra: Timbangan Scorpius: Kalajengking Sagitarius : Si Pemanah[6] Hukum Mempelajari Ilmu Astronomi dan Ilmu Astrologi Para ulama dalam menilai ilmu yang mempelajari kedudukan benda langit ada dua pendapat: Pendapat pertama: Terlarang mempelajari posisi benda langit. Inilah yang keliru. Atau untuk urusan dunia seperti mengetahui pergantian musim.[7] Sedangkan yang terlarang untuk dipelajari adalah ilmu yang pertama yang disebut dengan ilmu ta’tsir (ilmu astrologi). Inilah pendapat Qotadah dan Sufyan bin ‘Uyainah. Ilmu tasyir (ilmu astronomi) memiliki beberapa manfaat. Pendapat kedua inilah yang lebih tepat karena berbagai manfaat yang bisa diperoleh dari ilmu astronomi dan tidak termasuk sebab yang dilarang. 7.

Sungguh. keuangan. Semua ini kembali pada pengaturan Allah dan atas izinNya. Pertama: Keyakinan bahwa posisi benda langit yang menciptakan segala kejadian yang ada di alam semesta dan segala kejadian berasal dari pergerakan benda langit.Keyakinan Terhadap Zodiak dan Ramalan Bintang Ada tiga macam keyakinan yang dimaksud dan ketiga-tiganya haram. Apalagi jika memang ramalan itu pas dengan kondisi keuangan dan asmaranya saat itu. Karena Allah sendiri tidak pernah menjadikan benda langit tersebut sebagai sebab. Keyakinan semacam ini berarti mengaku-ngaku ilmu ghoib. Perbuatan semacam ini termasuk kekufuran berdasarkan kesepakatan para ulama. Allah pun tidak pernah menganggapnya punya kaitan dengan kejadian yang ada di muka bumi. Keyakinan semacam ini juga tetap keliru dan termasuk syirik ashgor. Kedua: Keyakinan bahwa posisi benda langit yang ada hanyalah sebagai sebab (ta’tsir) dan benda tersebut tidak menciptakan segala kejadian yang ada. dan sama sekali tidak ada kaitannya dengan kedudukan benda langit yang ada. Namun sayangnya. Yang menciptakan setiap kejadian hanyalah Allah. sedangkan posisi benda langit tersebut hanyalah sebab semata. Biasa digambarkan ramalan keadaan dirinya pada 1 minggu atau sebulan mendatang. Mereka begitu semangat menikmati ramalan tersebut di majalah. Sebagian mereka pun mempercayai ramalan-ramalan bintang tadi. Keyakinan semacam ini adalah keyakinan yang kufur berdasarkan kesepakatan para ulama. Segala kejadian yang ada diciptakan oleh benda langit. Mereka mengingkari Allah sebagai pencipta. Allah hanya menciptakan bintang untuk tiga tujuan sebagaimana telah dikemukakan di atas. koran. Ini termasuk perdukunan dan sihir. ini merupakan musibah besar di tubuh umat ini.[9] Intinya. walaupun hanya menganggap sebagai sebab atau hanya sebagai ramalan. Ketiga: Posisi benda langit sebagai petunjuk untuk peristiwa masa akan datang. seperti turunnya hujan dan bertiupnya angin. ketiga keyakinan di atas adalah keyakinan yang keliru. Pergerakan benda langit yang ada dapat diklaim menimbulkan kejadian baik dan buruk di alam semesta. keyakinan semacam inilah yang tersebar luas di tengah-tengah masyarakat muslim. – Wal ‘iyadzu billahHukum Membaca Zodiak dan Ramalan Bintang Zodiak atau ramalan bintang berisi tentang ramalann keadaan asmara. Membaca sampai membenarkan lamaran tadi pun dianggap hal lumrah dan tidak bernilai dosa. Keyakinan semacam ini adalah keyakinan yang dimiliki oleh Ash Shobi-ah. kesuksesan seseorang di masa akan datang. . dan di dunia maya (seperti di situs jejaring sosial yaitu Facebook dan Friendster).

koran atau TV. Saat ini. ada dua rincian hukum dalam masalah ini. maka itu tetap haram. Bahkan sekarang bisa tinggal ketik lewat sms dengan format reg spasi.mengatakan. ٍ ّ َ ُ ََ َ ِ ْ ُ َ ِ َ َ َ ْ َ َ ُ ُ َ َ ِ ُ َ ّ َ َ ً ّ َ ْ َ ً ِ َ َ َ ْ َ ‫من أتى كاهنا أو عرافا فصدقه بما يقول فقد كفر بما أنزل على محمد‬ . setiap orang sudah disuguhkan cara mudah untuk membaca ramalan bintang melalui majalah. ً َ ْ َ َ ِ َ ْ َ ٌ َ َ ُ َ ْ َ ْ ُ ْ َ ‫َ ْ َ َ َ ّ ً َ َ َ َ ُ َ ْ َ ْء‬ ‫من أتى عرافا فسأله عن شى ٍ لم تقبل له صلة أربعين ليلة‬ “Barangsiapa yang mendatangi tukang ramal. maka dianggap telah mengkufuri Al Qur’an yang menyatakan hanya di sisi Allah pengetahuan ilmu ghoib. Akibatnya cuma sekedar membaca semacam ini adalah tidak diterima shalatnya selama empat puluh hari.Cara memperoleh ramalan bintang ini tidak perlu susah payah sampai ke rumah tukang ramal. Maksud tidak diterima shalatnya selama 40 hari dijelaskan oleh An Nawawi: “Adapun maksud tidak diterima shalatnya adalah orang tersebut tidak mendapatkan pahala. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. Pertama: Apabila cuma sekedar membaca zodiak atau ramalan bintang. Sedangkan apabila seseorang sampai membenarkan ramalan dalam zodiak tersebut. Akibat perbuatan ini. shalatnya tidak diterima selama 40 hari. Dari sini perlu diketahui bahwa para ulama seringkali menyamakan hukum membaca ramalan bintang dengan hukum mendatangi tukang ramal yang mengklaim mengetahui perkara yang ghoib. Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda.”[10] Intinya.”[11] Ini akibat dari cuma sekedar membaca. dsb. Syaikh Sholih Alu Syaikh -hafizhohullah. walaupun tidak mempercayai ramalan tersebut atau tidak membenarkannya.”[12] Kedua: Apabila sampai membenarkan atau meyakini ramalan tersebut. “Jika seseorang membaca halaman suatu koran yang berisi zodiak yang sesuai dengan tanggal kelahirannya atau zodiak yang ia cocoki. maka shalatnya selama 40 hari tidak diterima. maka ini layaknya seperti mendatangi dukun. maka ia berarti telah kufur terhadap Al Qur’an yang telah diturunkan pada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Keduanya dinilai sama hukumnya karena sama-sama mempertanyakan hal ghoib di masa akan datang. Namun shalat yang ia lakukan tetap dianggap dapat menggugurkan kewajiban shalatnya dan ia tidak butuh untuk mengulangi shalatnya.

Namun masih sangat sedikit yang mengingkari dan memberi peringatan terhadap kekeliruan semacam ini. Perkara masa akan datang adalah perkara yang menjadi kekhususan Allah dan menjadi ranah ghoib. tetap seseorang bisa terkena dosa jika ia bukan bermaksud untuk membantah ramalan tadi. Begitu pula tidak boleh mempercayai ramalan-ramalan semacam itu sebagaimana larangan yang telah kami kemukakan di atas. ‫إن ال عنده علم الساعة وينزل الغيث ويعلم ما في الرحام وما تدري نفس ماذا تكسب غدا وما‬ َ َ ًَ ُ ِ ْ َ َ َ ٌ َْ ِ ْ َ َ َ ِ َ ْ ِ َ ُ َْ َ َ َ ْ َ ْ ُ ّ َ ُ َ ِ َ ّ ُ ْ ِ ُ َ ْ ِ ّ ّ ِ َ ٌ ِ َ ٌ َِ ‫َ ْ ِ َ ْ ٌ ِ َ ّ َ ْ ٍ َ ُ ُ ِ ّ ل‬ ‫تدري نفس بأي أرض تموت إن ا َ عليم خبير‬ ّ .”[15] Dari sini. saudaraku. dan dalam khutbah jum’at. Karena ini adalah bencana bagi umat. … Oleh karena itu. Kejadian Masa Akan Datang Menjadi Kekhususan Allah Ketahuilah. ketika selesai shalat lima waktu.“Barangsiapa yang mendatangi dukun atau tukang ramal. koran. Allah Ta’ala berfirman. Hendaklah kita melarangnya untuk memasukkan majalah-majalah yang berisi ramalan bintang ke dalam rumah karena ini sama saja memasukkan tukang ramal ke dalam rumah. Sehingga tidak pantas seorang makhluk pun menerka-nerka apa yang akan terjadi pada masa akan datang melalui ramalan bintang. Karena walaupun tidak sampai percaya pada ramalan tersebut. televisi atau lewat pesan singkat via sms. Semoga Allah melindungi kita dan anak-anak kita dari kerusakan semacam ini.”[13] Namun jika seseorang membaca ramalan tadi untuk membantah dan membongkar kedustaannya. sudah sepatutnya seorang muslim tidak menyibukkan dirinya dengan membaca ramalan-ramalan bintang melalui majalah. lalu ia membenarkannya.[14] Hukum-hukum ini juga berlaku untuk ramalan lain selain dengan ramalan bintang. Hendaklah ia menyampaikannya dalam setiap perkataannya. wajib bagi setiap penuntut ilmu agar mengingatkan manusia mengenai akibat negatif membaca ramalan bintang. zodiak dan semacamnya[16]. Begitu pula tidak perlu seseorang menyibukkan dirinya ketika berada di dunia maya untuk mengikuti berbagai ramalan-ramalan bintang yang ada. Syaikh Sholih Alu Syaikh memberi nasehat. Perbuatan semacam ini termasuk dosa besar (al kabair) –wal ‘iyadzu billah-. maka ia berarti telah kufur pada Al Qur’an yang telah diturunkan pada Muhammad. semacam ini termasuk yang diperintahkan bahkan dapat dinilai wajib. “Kita wajib mengingkari setiap orang yang membaca ramalan bintang semacam itu dan kita nasehati agar jangan ia sampai terjerumus dalam dosa.

dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. “Sesungguhnya Allah. ٌ ْ َ ِ َْ ْ ُ ِ ََ ‫مفاتح الغيب خمس‬ “Kunci ilmu ghoib itu ada lima.” (QS. Dengan cara seperti ini. Luqman: 34) Disebutkan pula dalam kitab Shahih Al Bukhari dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat. Kita hanya berusaha dan berusaha disertai tawakkal. maka Allah akan mencukupi kebutuhannya. Ath Tholaq: 3)? Al Qurtubi mengatakan.” (QS. ْ ُ ْ َ َ َ َ ِ ْ ُ َ َ ْ ُ ُّ َ ّ ّ َ ْ َ ‫لو أن الناس كلهم أخذوا بها لكفتهم‬ . ”Barangsiapa menyerahkan urusannya sepenuhnya kepada Allah. maka Dia akan mencukupi setiap hajat. apa yang kita inginkan dengan izin Allah dapat tercapai. .”[17] Kemudian beliau pun membaca firman Allah (yang artinya). dst”. ً َ ِ ُ ُ َ َ ً َ ِ ُ ْ َ َ ْ ّ ُ ُ ْ َ َ َ ْ ُ َ َ َ َ ِ ِّ َ َ ّ َ ّ ََ َ ُّ َ َ َ ْ ُ ّ َ ْ َ ‫لو أنكم تتوكلون على ال حق توكله لرزقكم كما يرزق الطير تغدو خماصا وتروح بطانا‬ ِ ”Seandainya kalian betul-betul bertawakkal pada Allah. Burung tersebut pergi pada pagi hari dalam keadaan lapar dan kembali sore harinya dalam keadaan kenyang.. Lalu beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepadanya. hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat. dan Dia-lah Yang menurunkan hujan.”[18] Jika Allah yang jadi sandaran dalam setiap usaha.”[19] Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah membaca ayat di atas kepada Abu Dzar. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. ُ ُ ْ َ َ ُ َ ّ ََ ْ ّ َ َ َ ْ َ َ ‫ومن يتوكل على ال فهو حسبه‬ ِ “Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya.“Sesungguhnya Allah. beliau bersabda. Bukankah Allah Ta’ala Yang Maha Mencukupi berfirman. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati.. sungguh Allah akan memberikan kalian rizki sebagaimana burung mendapatkan rizki. Dari Umar bin Al Khoththob radhiyallahu ‘anhu berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. Kuncinya: Menyandarkan Diri pada Allah Cukuplah seseorang meyakini bahwa segala sesuatu telah ditakdirkan oleh Yang Di Atas.

wikipedia. cetakan pertama. [4] Disebutkan oleh Syaikh Muhammad bin ‘Abdul Wahab dalam Kitabut Tauhid. Syaikh Musthofa Al ‘Adawiy mengatakan bahwa sanadnya hasan.org/wiki/Zodiak [7] Lihat Mutiara Faidah Kitab Tauhid. hal. padahal ada Rabb Yang Maha Mencukupi dan Sebaikbaik Tempat Bergantung?! Semoga Allah memberi hidayah demi hidayah. 167168. Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal Artikel http://rumaysho. hal. [2] Idem [3] Dikeluarkan oleh Ibnu Jarir Ath Thobariy dalam Jami’il Bayan fii Ta’wilil Qur’an. [8] Sumber Wikipedia [english]. itu sudah akan mencukupi mereka. Syaikh Sholih bin Fauzan bin ‘Abdillah Al Fauzan. Muassasah Ar Risalah. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi kita kaum muslimin dan dapat memperbaiki keadaan kita sekalian. Pustaka Muslim.org/wiki/Astronomi [6] Sumber: http://id. maka sungguh Allah akan mencukupi urusan dunia dan agama mereka. cetakan pertama. tahun 2003. . 23/508. Maktabah Makkah. tahun 1423 H. Abu ‘Isa ‘Abdullah bin Salam. Lihat Tafsir Juz Tabaarok. Terbitan Ulin Nuha.com Diselesaikan di Pangukan.”Seandainya semua manusia mengambil nasehat ini.wikipedia. Syaikh Musthofa Al ‘Adawiy.”[20] Yaitu seandainya manusia betul-betul bertakwa dan bertawakkal. 20. Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya segala kebaikan menjadi sempurna. kata “Astrology”. cetakan pertama. 15 Dzulhijah 1430 H [1] Lihat I’anatul Mustafid bi Syarh Kitabit Tauhid. 1428 H dan I’anatul Mustafid bi Syarh Kitabit Tauhid. [5] Sumber: http://id. 2/18.[21] Lalu masihkah terbetik dalam hati kita untuk menggantungkan diri dan percaya pada ramalan-ramalan. 1420 H. Sleman. 2/14-15.

9532. tahun 1392 H. . dari Shofiyah. [17] HR. Muslim no. Maktabah Al ‘Ilmi. dari beberapa istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dikatakan shohih oleh Syaikh Al Albani dalam Silsilah Ash Shohihah no. 49. seperti kapan terjadinya gerhana bulan dan matahari dan bisa ditentukan kapan tanggal pastinya. [10] Lihat At Tamhid Lisyarh Kitabit Tauhid oleh Syaikh Sholih Alu Syaikh pada Bab “Maa Jaa-a fii Tanjim”. 14/227. Lihat penjelasan Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin dalam Al Qoulul Mufid Syarh Kitab Tauhid. 2/17. 18/161. cetakan pertama. Al Qurtubhi. 349. 349. tahun 1424 H. 4778 [18] HR. [11] HR. hal. [14] Al Qoulul Mufid ‘ala Kitabit Tauhid. 1/330. Mawqi’ Ya’sub. Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin. Dalam sanad hadits ini terdapat inqitho’ (terputus) sehingga hadits ini adalah hadits yang lemah (dho’if).310. An Nawawi. Bukhari no. Ibnu Rajab Al Hambali. dan Al Hakim. [16] Bukan termasuk perdukunan adalah perkara yang diketahui melalui penelitian ilmiah. Ibnu Majah. Ahmad. [15] Lihat At Tamhid Lisyarh Kitabit Tauhid. Dar Ihya’ At Turots Al ‘Arobiy. cetakan kedua. penjelasan hadits no. [13] HR. Beirut. [21] Lihat Jaami’ul ‘Ulum wal Hikam. Tirmidzi. An Nasa-i dalam Al Kubro.[9] Lihat I’anatul Mustafid bi Syarh Kitabit Tauhid. Ahmad. Ahmad no. tahun 1423 H. [20] HR. 2230. [12] Syarh Muslim. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini hasan. [19] Al Jami’ Liahkamil Qur’an. hal. Namun makna hadits ini shahih (benar). Dar At Tauhid. cetakan kedua.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful