Dosa Besar Akibat Membaca Ramalan Bintang

Allah Ta'ala berfirman yang artinya, "Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis, kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Rabb Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang?” Kemudian pandanglah sekali lagi niscaya penglihatanmu akan kembali kepadamu dengan tidak menemukan sesuatu cacat dan penglihatanmu itu pun dalam keadaan payah. Sesungguhnya Kami telah menghiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang dan Kami jadikan bintang-bintang itu alat-alat pelempar setan, dan Kami sediakan bagi mereka siksa neraka yang menyala-nyala." (QS. Al Mulk: 3-5) Allah menjelaskan kebagusan langit ciptaan-Nya. Langit tersebut menjadi indah dan menawan karena dihiasi dengan bintang-bintang. Bintang dalam ayat di atas disebutkan berfungsi untuk melempar setan dan sebagai penghias langit. Namun sebenarnya fungsi bintang masih ada satu lagi. Bintang secara keseluruhan memiliki tiga fungsi. Tiga Fungsi Bintang di Langit Fungsi pertama: Untuk melempar setan-setan yang akan mencuri berita langit. Hal ini sebagaimana terdapat dalam surat Al Mulk,

ِ ِ ّ َ َ َ ْ ُ َ َ ْ َ ْ ََ ِ ِ َ ّ ِ ً ُ ُ َ َ ْ َ َ َ ‫وجعلناها رجوما للشياطين وأعتدنا لهم عذاب السعير‬
“Dan Kami jadikan bintang-bintang itu alat-alat pelempar setan, dan Kami sediakan bagi mereka siksa neraka yang menyala-nyala.” (QS. Al Mulk: 5) Setan mencuri berita langit dari para malaikat langit. Lalu ia akan meneruskannya pada tukang ramal. Akan tetapi, Allah senantiasa menjaga langit dengan percikan api yang lepas dari bintang, maka binasalah para pencuri berita langit tersebut. Apalagi ketika diutus Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, langit terus dilindungi dengan percikan api. Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman,

‫َأنا كنا نقعد منها مقاعد للسمع فمن يستمع الن يجد له شهابا رصدا, وأنا ل‬ ّ ََ ً َ َ ً َ ِ ُ َ ْ ِ َ َ ِ ِ َ ْ َ ْ َ َ ِ ْ ّ ِ َ ِ َ َ َ ْ ِ ُ ُ ْ َ ّ ُ ّ َ‫و‬ ‫ندري أشر أريد بمن في الرض أم أراد بهم ربهم رشدا‬ ً َ َ ْ ُ َّ ْ ِ ِ َ َ َ ْ َ ِ ْ ِ ْ َِ َ ِ ُ ّ َ َ ِ َْ
“Dan sesungguhnya kami dahulu dapat menduduki beberapa tempat di langit itu untuk mendengar-dengarkan (berita-beritanya). Tetapi sekarang barang siapa yang (mencoba) mendengar-dengarkan (seperti itu) tentu akan menjumpai panah api yang mengintai (untuk membakarnya). Dan sesungguhnya kami tidak mengetahui (dengan adanya penjagaan itu) apakah keburukan yang dikehendaki bagi orang yang di bumi ataukah Tuhan mereka menghendaki

َ ِ َ َ ِ َ ْ ّ َ َ ّ ّ ّ َ ْ َ ََ ‫ولقد زينا السماء الدنيا بمصابيح‬ “Sesungguhnya Kami telah menghiasi langit yang dekat dengan bintangbintang. Barangsiapa yang meyakini fungsi bintang selain itu. Al Mulk: 5) ِ ِ َ َ ْ ٍ َ ِ ِ َ ْ ّ َ َ ّ َّّ ِّ ‫إنا زينا السماء الدنيا بزينة الكواكب‬ “Sesungguhnya Kami telah menghias langit yang terdekat dengan hiasan.‫وتكلف ما ل علم له به‬ ّ “Sesungguhnya Allah Ta’ala hanyalah menciptakan bintang untuk tiga tujuan: [1] sebagai hiasan langit dunia.kebaikan bagi mereka.[2] Fungsi ketiga: Sebagai penerang dan penghias langit dunia.” (QS. Sebagaimana disebutkan dalam firman Allah. maka ia berarti telah berkata-kata dengan pikirannya semata. ia telah mendapatkan nasib buruk. An Nahl: 16).[4] Ilmu yang Mempelajari Posisi Benda Langit Ada dua ilmu yang mempelajari posisi benda langit yaitu ilmu astronomi (ilmu tas-yir) dan ilmu astrologi (ilmu ta’tsir). menyia-nyiakan agamanya (berkonsekuensi dikafirkan) dan telah menyusah-nyusahkan berbicara yang ia tidak memiliki ilmu sama sekali.” (QS. yaitu bintang-bintang. ulama pakar tafsir –Qotadah As Sadusiymengatakan. Dan dengan bintang-bintang itulah mereka mendapat petunjuk.” (QS. Ash Shofaat: 6) Mengenai surat Al Mulk ayat 5. ،‫إن ال جل ثناؤه إنما خلق هذه النجوم لثلث خصال: خلقها زينة للسماء الدنيا، ورجوما للشياطين‬ ً ّ ،‫وعلمات يهتدي بها ؛ فمن يتأول منها غير ذلك، فقد قال برأيه، وأخطأ حظه، وأضاع نصيبه‬ ّ . begitu pula Sufyan bin ‘Uyainah tidak memberi keringanan dalam masalah ini.[1] Fungsi kedua: Sebagai penunjuk arah seperti rasi bintang yang menjadi penunjuk bagi nelayan di laut. Allah menjadikan bagi para musafir tanda-tanda yang mereka dapat gunakan sebagai petunjuk di bumi dan sebagai tanda-tanda di langit. Berita langit yang setan tersebut curi sangat sedikit sekali. . dan [3] sebagai penunjuk arah. َ ُ َ َ ْ ُ ِ ْ ّ َِ ٍ َ َ َ ‫وعلمات وبالنجم هم يهْتدون‬ “Dan (Dia ciptakan) tanda-tanda (penunjuk jalan).”[3] Dari sini Qotadah melarang mempelajari kedudukan bintang.” (QS. [2] sebagai pelempar setan. Al Jin: 9-10).

Karena semua planet. otomatis mereka semua juga beredar di antara zodiak. matahari dan bulan beredar di sepanjang lingkaran ekliptik.Pertama: Ilmu astronomi (ilmu tas-yir) Astronomi. khususnya dalam hal penemuan dan pengamatan fenomena sementara. Ramalan astrologi didasarkan pada kedudukan benda-benda tata surya di dalam zodiak. semua benda tatasurya (planet. yaitu zodiak tropikal dan zodiak sideral. 2.[5] Kedua: Ilmu astrologi (ilmu ta’tsir) Astrologi adalah ilmu yang menghubungkan antara gerakan benda-benda tata surya (planet. orang yang lahir awal desember akan berzodiak Sagitarius. karena pada tanggal tersebut Matahari berada di wilayah rasi bintang Sagitarius. Sebagian besar astrologer Barat menggunakan zodiak tropikal. evolusi. Astronom menggunakan metode ilmiah. 3. Meskipun memiliki asal-muasal yang sama. yang secara etimologi berarti "ilmu bintang" adalah ilmu yang melibatkan pengamatan dan penjelasan kejadian yang terjadi di luar bumi dan atmosfernya. Astronomi adalah salah satu di antara sedikit ilmu pengetahuan di mana amatir masih memainkan peran aktif. 4. bulan dan matahari) dengan nasib manusia. sifat fisik dan kimiawi benda-benda yang bisa dilihat di langit (dan di luar Bumi). Ilmu ini mempelajari asal-usul. Kedudukan Matahari sendiri dibedakan antara waktu tropikal dan waktu sideral yang menyebabkan terdapat dua macam zodiak. yaitu ilmu semu yang mengasumsikan bahwa takdir manusia dapat dikaitkan dengan letak benda-benda astronomis di langit. Capricornus: Kambing laut Aquarius: Pembawa Air Pisces: Ikan Aries: Domba . Jika diamati dari bumi. Rasi-rasi bintang tersebut adalah: 1. juga proses yang melibatkan mereka. Seseorang akan menyandang tanda zodiaknya berdasarkan kedudukan matahari di dalam zodiak pada tanggal kelahirannya. sedangkan astrolog tidak. Misalnya. Bulan dan Matahari) beredar di langit mengelilingi lingkaran ekliptika. Astronomi jangan dikelirukan dengan astrologi. Jadi dapat disimpulkan zodiak adalah semua rasi bintang yang berada disepanjang lingkaran ekliptika. Keistimewaan dari keduabelas zodiak dibanding rasi bintang lainnya adalah semuanya berada di wilayah langit yang memotong lingkaran ekliptika. kedua bidang ini sangat berbeda. Di bola langit terdapat garis khayal yang disebut dengan lingkaran ekliptika.

7. Namun pendapat ini adalah pendapat ulama yang ada di masa silam saja. ada keyakinan bahwa posisi benda-benda langit berpengaruh pada nasib seseorang. Inilah pendapat Qotadah dan Sufyan bin ‘Uyainah. 12. Ishaq bin Rohuyah dan kebanyakan ulama. Alasan mereka melarang hal ini dalam rangka saddu adz dzari’ah yaitu menutup jalan dari hal yang dilarang. 11. Pendapat kedua inilah yang lebih tepat karena berbagai manfaat yang bisa diperoleh dari ilmu astronomi dan tidak termasuk sebab yang dilarang. Jadi. 8. Mereka khawatir jika kedudukan bintang tersebut dipelajari. 10. Inilah yang keliru. Pendapat kedua: Tidak mengapa mempelajari posisi benda langit.[7] Sedangkan yang terlarang untuk dipelajari adalah ilmu yang pertama yang disebut dengan ilmu ta’tsir (ilmu astrologi). Taurus: Kerbau Gemini: Si Kembar Cancer: Kepiting Leo: Singa Virgo: Gadis Perawan Libra: Timbangan Scorpius: Kalajengking Sagitarius : Si Pemanah[6] Hukum Mempelajari Ilmu Astronomi dan Ilmu Astrologi Para ulama dalam menilai ilmu yang mempelajari kedudukan benda langit ada dua pendapat: Pendapat pertama: Terlarang mempelajari posisi benda langit. .[8] Padahal tidak ada kaitan ilmiah antara posisi benda langit dan nasib seseorang. Inilah pendapat Imam Ahmad. Atau untuk urusan dunia seperti mengetahui pergantian musim. 9. 6. akan diyakini bahwa posisi benda langit tersebut bisa berpengaruh pada takdir seseorang. yang terlarang dipelajari adalah ilmu ta’tsir (astrologi). Dalam ilmu astrologi. Di antaranya bisa dipakai untuk kepentingan agama seperti mengetahui arah kiblat dan waktu shalat. Sedangkan ilmu tasyir (astronomi) adalah ilmu yang sangat membantu kehidupan sehingga tidaklah mengapa untuk dipelajari. Yang dibolehkan di sini adalah ilmu tas-yir (ilmu astronomi). Ilmu tasyir (ilmu astronomi) memiliki beberapa manfaat. Ini semua termasuk ilmu hisab dan dibolehkan.5.

dan di dunia maya (seperti di situs jejaring sosial yaitu Facebook dan Friendster). ini merupakan musibah besar di tubuh umat ini. Yang menciptakan setiap kejadian hanyalah Allah. . Biasa digambarkan ramalan keadaan dirinya pada 1 minggu atau sebulan mendatang. Sungguh. koran. Keyakinan semacam ini juga tetap keliru dan termasuk syirik ashgor. Kedua: Keyakinan bahwa posisi benda langit yang ada hanyalah sebagai sebab (ta’tsir) dan benda tersebut tidak menciptakan segala kejadian yang ada. keuangan. Ketiga: Posisi benda langit sebagai petunjuk untuk peristiwa masa akan datang. seperti turunnya hujan dan bertiupnya angin. Keyakinan semacam ini adalah keyakinan yang kufur berdasarkan kesepakatan para ulama. Allah hanya menciptakan bintang untuk tiga tujuan sebagaimana telah dikemukakan di atas. – Wal ‘iyadzu billahHukum Membaca Zodiak dan Ramalan Bintang Zodiak atau ramalan bintang berisi tentang ramalann keadaan asmara.[9] Intinya. Allah pun tidak pernah menganggapnya punya kaitan dengan kejadian yang ada di muka bumi. Mereka begitu semangat menikmati ramalan tersebut di majalah. Segala kejadian yang ada diciptakan oleh benda langit. kesuksesan seseorang di masa akan datang. Keyakinan semacam ini adalah keyakinan yang dimiliki oleh Ash Shobi-ah. Namun sayangnya. Pergerakan benda langit yang ada dapat diklaim menimbulkan kejadian baik dan buruk di alam semesta. Pertama: Keyakinan bahwa posisi benda langit yang menciptakan segala kejadian yang ada di alam semesta dan segala kejadian berasal dari pergerakan benda langit. Karena Allah sendiri tidak pernah menjadikan benda langit tersebut sebagai sebab. Sebagian mereka pun mempercayai ramalan-ramalan bintang tadi. walaupun hanya menganggap sebagai sebab atau hanya sebagai ramalan. Mereka mengingkari Allah sebagai pencipta.Keyakinan Terhadap Zodiak dan Ramalan Bintang Ada tiga macam keyakinan yang dimaksud dan ketiga-tiganya haram. Membaca sampai membenarkan lamaran tadi pun dianggap hal lumrah dan tidak bernilai dosa. Keyakinan semacam ini berarti mengaku-ngaku ilmu ghoib. ketiga keyakinan di atas adalah keyakinan yang keliru. Perbuatan semacam ini termasuk kekufuran berdasarkan kesepakatan para ulama. Ini termasuk perdukunan dan sihir. Semua ini kembali pada pengaturan Allah dan atas izinNya. keyakinan semacam inilah yang tersebar luas di tengah-tengah masyarakat muslim. dan sama sekali tidak ada kaitannya dengan kedudukan benda langit yang ada. sedangkan posisi benda langit tersebut hanyalah sebab semata. Apalagi jika memang ramalan itu pas dengan kondisi keuangan dan asmaranya saat itu.

”[11] Ini akibat dari cuma sekedar membaca. maka dianggap telah mengkufuri Al Qur’an yang menyatakan hanya di sisi Allah pengetahuan ilmu ghoib. maka ia berarti telah kufur terhadap Al Qur’an yang telah diturunkan pada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.Cara memperoleh ramalan bintang ini tidak perlu susah payah sampai ke rumah tukang ramal. maka shalatnya selama 40 hari tidak diterima. maka itu tetap haram. Saat ini. “Jika seseorang membaca halaman suatu koran yang berisi zodiak yang sesuai dengan tanggal kelahirannya atau zodiak yang ia cocoki. ً َ ْ َ َ ِ َ ْ َ ٌ َ َ ُ َ ْ َ ْ ُ ْ َ ‫َ ْ َ َ َ ّ ً َ َ َ َ ُ َ ْ َ ْء‬ ‫من أتى عرافا فسأله عن شى ٍ لم تقبل له صلة أربعين ليلة‬ “Barangsiapa yang mendatangi tukang ramal. Namun shalat yang ia lakukan tetap dianggap dapat menggugurkan kewajiban shalatnya dan ia tidak butuh untuk mengulangi shalatnya. Akibatnya cuma sekedar membaca semacam ini adalah tidak diterima shalatnya selama empat puluh hari.”[12] Kedua: Apabila sampai membenarkan atau meyakini ramalan tersebut.”[10] Intinya. ٍ ّ َ ُ ََ َ ِ ْ ُ َ ِ َ َ َ ْ َ َ ُ ُ َ َ ِ ُ َ ّ َ َ ً ّ َ ْ َ ً ِ َ َ َ ْ َ ‫من أتى كاهنا أو عرافا فصدقه بما يقول فقد كفر بما أنزل على محمد‬ . maka ini layaknya seperti mendatangi dukun. setiap orang sudah disuguhkan cara mudah untuk membaca ramalan bintang melalui majalah. Dari sini perlu diketahui bahwa para ulama seringkali menyamakan hukum membaca ramalan bintang dengan hukum mendatangi tukang ramal yang mengklaim mengetahui perkara yang ghoib. Bahkan sekarang bisa tinggal ketik lewat sms dengan format reg spasi. koran atau TV. Syaikh Sholih Alu Syaikh -hafizhohullah. walaupun tidak mempercayai ramalan tersebut atau tidak membenarkannya.mengatakan. Pertama: Apabila cuma sekedar membaca zodiak atau ramalan bintang. dsb. Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda. ada dua rincian hukum dalam masalah ini. shalatnya tidak diterima selama 40 hari. Sedangkan apabila seseorang sampai membenarkan ramalan dalam zodiak tersebut. Keduanya dinilai sama hukumnya karena sama-sama mempertanyakan hal ghoib di masa akan datang. Akibat perbuatan ini. Maksud tidak diterima shalatnya selama 40 hari dijelaskan oleh An Nawawi: “Adapun maksud tidak diterima shalatnya adalah orang tersebut tidak mendapatkan pahala.

”[13] Namun jika seseorang membaca ramalan tadi untuk membantah dan membongkar kedustaannya. Begitu pula tidak boleh mempercayai ramalan-ramalan semacam itu sebagaimana larangan yang telah kami kemukakan di atas.“Barangsiapa yang mendatangi dukun atau tukang ramal. maka ia berarti telah kufur pada Al Qur’an yang telah diturunkan pada Muhammad. wajib bagi setiap penuntut ilmu agar mengingatkan manusia mengenai akibat negatif membaca ramalan bintang. lalu ia membenarkannya. Namun masih sangat sedikit yang mengingkari dan memberi peringatan terhadap kekeliruan semacam ini.[14] Hukum-hukum ini juga berlaku untuk ramalan lain selain dengan ramalan bintang. semacam ini termasuk yang diperintahkan bahkan dapat dinilai wajib. tetap seseorang bisa terkena dosa jika ia bukan bermaksud untuk membantah ramalan tadi.”[15] Dari sini. Allah Ta’ala berfirman. … Oleh karena itu. ‫إن ال عنده علم الساعة وينزل الغيث ويعلم ما في الرحام وما تدري نفس ماذا تكسب غدا وما‬ َ َ ًَ ُ ِ ْ َ َ َ ٌ َْ ِ ْ َ َ َ ِ َ ْ ِ َ ُ َْ َ َ َ ْ َ ْ ُ ّ َ ُ َ ِ َ ّ ُ ْ ِ ُ َ ْ ِ ّ ّ ِ َ ٌ ِ َ ٌ َِ ‫َ ْ ِ َ ْ ٌ ِ َ ّ َ ْ ٍ َ ُ ُ ِ ّ ل‬ ‫تدري نفس بأي أرض تموت إن ا َ عليم خبير‬ ّ . Semoga Allah melindungi kita dan anak-anak kita dari kerusakan semacam ini. sudah sepatutnya seorang muslim tidak menyibukkan dirinya dengan membaca ramalan-ramalan bintang melalui majalah. Kejadian Masa Akan Datang Menjadi Kekhususan Allah Ketahuilah. saudaraku. ketika selesai shalat lima waktu. Karena ini adalah bencana bagi umat. koran. Perbuatan semacam ini termasuk dosa besar (al kabair) –wal ‘iyadzu billah-. dan dalam khutbah jum’at. televisi atau lewat pesan singkat via sms. Sehingga tidak pantas seorang makhluk pun menerka-nerka apa yang akan terjadi pada masa akan datang melalui ramalan bintang. Syaikh Sholih Alu Syaikh memberi nasehat. Begitu pula tidak perlu seseorang menyibukkan dirinya ketika berada di dunia maya untuk mengikuti berbagai ramalan-ramalan bintang yang ada. Perkara masa akan datang adalah perkara yang menjadi kekhususan Allah dan menjadi ranah ghoib. zodiak dan semacamnya[16]. Hendaklah ia menyampaikannya dalam setiap perkataannya. “Kita wajib mengingkari setiap orang yang membaca ramalan bintang semacam itu dan kita nasehati agar jangan ia sampai terjerumus dalam dosa. Karena walaupun tidak sampai percaya pada ramalan tersebut. Hendaklah kita melarangnya untuk memasukkan majalah-majalah yang berisi ramalan bintang ke dalam rumah karena ini sama saja memasukkan tukang ramal ke dalam rumah.

”[19] Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah membaca ayat di atas kepada Abu Dzar. ُ ُ ْ َ َ ُ َ ّ ََ ْ ّ َ َ َ ْ َ َ ‫ومن يتوكل على ال فهو حسبه‬ ِ “Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.”[17] Kemudian beliau pun membaca firman Allah (yang artinya). ْ ُ ْ َ َ َ َ ِ ْ ُ َ َ ْ ُ ُّ َ ّ ّ َ ْ َ ‫لو أن الناس كلهم أخذوا بها لكفتهم‬ . ً َ ِ ُ ُ َ َ ً َ ِ ُ ْ َ َ ْ ّ ُ ُ ْ َ َ َ ْ ُ َ َ َ َ ِ ِّ َ َ ّ َ ّ ََ َ ُّ َ َ َ ْ ُ ّ َ ْ َ ‫لو أنكم تتوكلون على ال حق توكله لرزقكم كما يرزق الطير تغدو خماصا وتروح بطانا‬ ِ ”Seandainya kalian betul-betul bertawakkal pada Allah. “Sesungguhnya Allah. Luqman: 34) Disebutkan pula dalam kitab Shahih Al Bukhari dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. maka Allah akan mencukupi kebutuhannya. ٌ ْ َ ِ َْ ْ ُ ِ ََ ‫مفاتح الغيب خمس‬ “Kunci ilmu ghoib itu ada lima. dst”. Kita hanya berusaha dan berusaha disertai tawakkal.” (QS.“Sesungguhnya Allah. ”Barangsiapa menyerahkan urusannya sepenuhnya kepada Allah. Kuncinya: Menyandarkan Diri pada Allah Cukuplah seseorang meyakini bahwa segala sesuatu telah ditakdirkan oleh Yang Di Atas.”[18] Jika Allah yang jadi sandaran dalam setiap usaha... dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. dan Dia-lah Yang menurunkan hujan. Bukankah Allah Ta’ala Yang Maha Mencukupi berfirman.” (QS. sungguh Allah akan memberikan kalian rizki sebagaimana burung mendapatkan rizki. Burung tersebut pergi pada pagi hari dalam keadaan lapar dan kembali sore harinya dalam keadaan kenyang. Dengan cara seperti ini. beliau bersabda. hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat. maka Dia akan mencukupi setiap hajat. hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat. . Dari Umar bin Al Khoththob radhiyallahu ‘anhu berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. apa yang kita inginkan dengan izin Allah dapat tercapai. Lalu beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepadanya. Ath Tholaq: 3)? Al Qurtubi mengatakan.

15 Dzulhijah 1430 H [1] Lihat I’anatul Mustafid bi Syarh Kitabit Tauhid. tahun 1423 H.org/wiki/Astronomi [6] Sumber: http://id. Muassasah Ar Risalah. 2/18. hal.”[20] Yaitu seandainya manusia betul-betul bertakwa dan bertawakkal. Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal Artikel http://rumaysho. kata “Astrology”. cetakan pertama. 23/508. 2/14-15. itu sudah akan mencukupi mereka. Maktabah Makkah. 167168. Sleman. padahal ada Rabb Yang Maha Mencukupi dan Sebaikbaik Tempat Bergantung?! Semoga Allah memberi hidayah demi hidayah. [5] Sumber: http://id. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi kita kaum muslimin dan dapat memperbaiki keadaan kita sekalian. Lihat Tafsir Juz Tabaarok. maka sungguh Allah akan mencukupi urusan dunia dan agama mereka.com Diselesaikan di Pangukan. Syaikh Musthofa Al ‘Adawiy mengatakan bahwa sanadnya hasan. [8] Sumber Wikipedia [english]. Syaikh Musthofa Al ‘Adawiy.wikipedia. Pustaka Muslim.org/wiki/Zodiak [7] Lihat Mutiara Faidah Kitab Tauhid. [4] Disebutkan oleh Syaikh Muhammad bin ‘Abdul Wahab dalam Kitabut Tauhid. 1428 H dan I’anatul Mustafid bi Syarh Kitabit Tauhid. Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya segala kebaikan menjadi sempurna. [2] Idem [3] Dikeluarkan oleh Ibnu Jarir Ath Thobariy dalam Jami’il Bayan fii Ta’wilil Qur’an. Abu ‘Isa ‘Abdullah bin Salam. Terbitan Ulin Nuha. 20.[21] Lalu masihkah terbetik dalam hati kita untuk menggantungkan diri dan percaya pada ramalan-ramalan. cetakan pertama. 1420 H. cetakan pertama. hal. Syaikh Sholih bin Fauzan bin ‘Abdillah Al Fauzan.wikipedia.”Seandainya semua manusia mengambil nasehat ini. . tahun 2003.

hal. 2/17. Tirmidzi. Ahmad no. Mawqi’ Ya’sub. Ibnu Majah. Namun makna hadits ini shahih (benar). Muslim no. An Nasa-i dalam Al Kubro. Ibnu Rajab Al Hambali. hal. [21] Lihat Jaami’ul ‘Ulum wal Hikam. Al Qurtubhi. [11] HR. [14] Al Qoulul Mufid ‘ala Kitabit Tauhid. Maktabah Al ‘Ilmi. Beirut. dan Al Hakim. Lihat penjelasan Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin dalam Al Qoulul Mufid Syarh Kitab Tauhid. tahun 1392 H. 2230. 18/161. [15] Lihat At Tamhid Lisyarh Kitabit Tauhid. 349. Dikatakan shohih oleh Syaikh Al Albani dalam Silsilah Ash Shohihah no. [12] Syarh Muslim. 1/330. [10] Lihat At Tamhid Lisyarh Kitabit Tauhid oleh Syaikh Sholih Alu Syaikh pada Bab “Maa Jaa-a fii Tanjim”. tahun 1424 H. dari Shofiyah. 9532. Dar Ihya’ At Turots Al ‘Arobiy.310. penjelasan hadits no. Ahmad. cetakan pertama. [20] HR. Dar At Tauhid. tahun 1423 H. cetakan kedua. Dalam sanad hadits ini terdapat inqitho’ (terputus) sehingga hadits ini adalah hadits yang lemah (dho’if). seperti kapan terjadinya gerhana bulan dan matahari dan bisa ditentukan kapan tanggal pastinya. dari beberapa istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. 14/227. 49. [16] Bukan termasuk perdukunan adalah perkara yang diketahui melalui penelitian ilmiah. [17] HR.[9] Lihat I’anatul Mustafid bi Syarh Kitabit Tauhid. An Nawawi. Bukhari no. Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin. . cetakan kedua. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini hasan. Ahmad. [19] Al Jami’ Liahkamil Qur’an. 349. 4778 [18] HR. [13] HR.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful