P. 1
Dosa Besar Akibat Membaca Ramalan Bintang

Dosa Besar Akibat Membaca Ramalan Bintang

|Views: 12|Likes:
Published by Hanuri Tri Wibowo

More info:

Published by: Hanuri Tri Wibowo on Jul 22, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/22/2011

pdf

text

original

Dosa Besar Akibat Membaca Ramalan Bintang

Allah Ta'ala berfirman yang artinya, "Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis, kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Rabb Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang?” Kemudian pandanglah sekali lagi niscaya penglihatanmu akan kembali kepadamu dengan tidak menemukan sesuatu cacat dan penglihatanmu itu pun dalam keadaan payah. Sesungguhnya Kami telah menghiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang dan Kami jadikan bintang-bintang itu alat-alat pelempar setan, dan Kami sediakan bagi mereka siksa neraka yang menyala-nyala." (QS. Al Mulk: 3-5) Allah menjelaskan kebagusan langit ciptaan-Nya. Langit tersebut menjadi indah dan menawan karena dihiasi dengan bintang-bintang. Bintang dalam ayat di atas disebutkan berfungsi untuk melempar setan dan sebagai penghias langit. Namun sebenarnya fungsi bintang masih ada satu lagi. Bintang secara keseluruhan memiliki tiga fungsi. Tiga Fungsi Bintang di Langit Fungsi pertama: Untuk melempar setan-setan yang akan mencuri berita langit. Hal ini sebagaimana terdapat dalam surat Al Mulk,

ِ ِ ّ َ َ َ ْ ُ َ َ ْ َ ْ ََ ِ ِ َ ّ ِ ً ُ ُ َ َ ْ َ َ َ ‫وجعلناها رجوما للشياطين وأعتدنا لهم عذاب السعير‬
“Dan Kami jadikan bintang-bintang itu alat-alat pelempar setan, dan Kami sediakan bagi mereka siksa neraka yang menyala-nyala.” (QS. Al Mulk: 5) Setan mencuri berita langit dari para malaikat langit. Lalu ia akan meneruskannya pada tukang ramal. Akan tetapi, Allah senantiasa menjaga langit dengan percikan api yang lepas dari bintang, maka binasalah para pencuri berita langit tersebut. Apalagi ketika diutus Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, langit terus dilindungi dengan percikan api. Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman,

‫َأنا كنا نقعد منها مقاعد للسمع فمن يستمع الن يجد له شهابا رصدا, وأنا ل‬ ّ ََ ً َ َ ً َ ِ ُ َ ْ ِ َ َ ِ ِ َ ْ َ ْ َ َ ِ ْ ّ ِ َ ِ َ َ َ ْ ِ ُ ُ ْ َ ّ ُ ّ َ‫و‬ ‫ندري أشر أريد بمن في الرض أم أراد بهم ربهم رشدا‬ ً َ َ ْ ُ َّ ْ ِ ِ َ َ َ ْ َ ِ ْ ِ ْ َِ َ ِ ُ ّ َ َ ِ َْ
“Dan sesungguhnya kami dahulu dapat menduduki beberapa tempat di langit itu untuk mendengar-dengarkan (berita-beritanya). Tetapi sekarang barang siapa yang (mencoba) mendengar-dengarkan (seperti itu) tentu akan menjumpai panah api yang mengintai (untuk membakarnya). Dan sesungguhnya kami tidak mengetahui (dengan adanya penjagaan itu) apakah keburukan yang dikehendaki bagi orang yang di bumi ataukah Tuhan mereka menghendaki

kebaikan bagi mereka. yaitu bintang-bintang.[1] Fungsi kedua: Sebagai penunjuk arah seperti rasi bintang yang menjadi penunjuk bagi nelayan di laut. Barangsiapa yang meyakini fungsi bintang selain itu. dan [3] sebagai penunjuk arah. Ash Shofaat: 6) Mengenai surat Al Mulk ayat 5. َ ُ َ َ ْ ُ ِ ْ ّ َِ ٍ َ َ َ ‫وعلمات وبالنجم هم يهْتدون‬ “Dan (Dia ciptakan) tanda-tanda (penunjuk jalan).” (QS. .‫وتكلف ما ل علم له به‬ ّ “Sesungguhnya Allah Ta’ala hanyalah menciptakan bintang untuk tiga tujuan: [1] sebagai hiasan langit dunia. maka ia berarti telah berkata-kata dengan pikirannya semata. ،‫إن ال جل ثناؤه إنما خلق هذه النجوم لثلث خصال: خلقها زينة للسماء الدنيا، ورجوما للشياطين‬ ً ّ ،‫وعلمات يهتدي بها ؛ فمن يتأول منها غير ذلك، فقد قال برأيه، وأخطأ حظه، وأضاع نصيبه‬ ّ . An Nahl: 16). Allah menjadikan bagi para musafir tanda-tanda yang mereka dapat gunakan sebagai petunjuk di bumi dan sebagai tanda-tanda di langit.” (QS.[4] Ilmu yang Mempelajari Posisi Benda Langit Ada dua ilmu yang mempelajari posisi benda langit yaitu ilmu astronomi (ilmu tas-yir) dan ilmu astrologi (ilmu ta’tsir). menyia-nyiakan agamanya (berkonsekuensi dikafirkan) dan telah menyusah-nyusahkan berbicara yang ia tidak memiliki ilmu sama sekali. َ ِ َ َ ِ َ ْ ّ َ َ ّ ّ ّ َ ْ َ ََ ‫ولقد زينا السماء الدنيا بمصابيح‬ “Sesungguhnya Kami telah menghiasi langit yang dekat dengan bintangbintang.” (QS. begitu pula Sufyan bin ‘Uyainah tidak memberi keringanan dalam masalah ini. Sebagaimana disebutkan dalam firman Allah.[2] Fungsi ketiga: Sebagai penerang dan penghias langit dunia. Al Jin: 9-10).”[3] Dari sini Qotadah melarang mempelajari kedudukan bintang. Dan dengan bintang-bintang itulah mereka mendapat petunjuk. [2] sebagai pelempar setan. ia telah mendapatkan nasib buruk. Berita langit yang setan tersebut curi sangat sedikit sekali. ulama pakar tafsir –Qotadah As Sadusiymengatakan.” (QS. Al Mulk: 5) ِ ِ َ َ ْ ٍ َ ِ ِ َ ْ ّ َ َ ّ َّّ ِّ ‫إنا زينا السماء الدنيا بزينة الكواكب‬ “Sesungguhnya Kami telah menghias langit yang terdekat dengan hiasan.

Misalnya. otomatis mereka semua juga beredar di antara zodiak. 2. Meskipun memiliki asal-muasal yang sama. Seseorang akan menyandang tanda zodiaknya berdasarkan kedudukan matahari di dalam zodiak pada tanggal kelahirannya. 3. Jadi dapat disimpulkan zodiak adalah semua rasi bintang yang berada disepanjang lingkaran ekliptika. Sebagian besar astrologer Barat menggunakan zodiak tropikal. Bulan dan Matahari) beredar di langit mengelilingi lingkaran ekliptika. Jika diamati dari bumi. karena pada tanggal tersebut Matahari berada di wilayah rasi bintang Sagitarius. Di bola langit terdapat garis khayal yang disebut dengan lingkaran ekliptika. sedangkan astrolog tidak. kedua bidang ini sangat berbeda. juga proses yang melibatkan mereka. bulan dan matahari) dengan nasib manusia. semua benda tatasurya (planet. Keistimewaan dari keduabelas zodiak dibanding rasi bintang lainnya adalah semuanya berada di wilayah langit yang memotong lingkaran ekliptika.[5] Kedua: Ilmu astrologi (ilmu ta’tsir) Astrologi adalah ilmu yang menghubungkan antara gerakan benda-benda tata surya (planet. Rasi-rasi bintang tersebut adalah: 1. 4. khususnya dalam hal penemuan dan pengamatan fenomena sementara. Ilmu ini mempelajari asal-usul. orang yang lahir awal desember akan berzodiak Sagitarius. Capricornus: Kambing laut Aquarius: Pembawa Air Pisces: Ikan Aries: Domba . yang secara etimologi berarti "ilmu bintang" adalah ilmu yang melibatkan pengamatan dan penjelasan kejadian yang terjadi di luar bumi dan atmosfernya. Ramalan astrologi didasarkan pada kedudukan benda-benda tata surya di dalam zodiak. sifat fisik dan kimiawi benda-benda yang bisa dilihat di langit (dan di luar Bumi). yaitu zodiak tropikal dan zodiak sideral. Karena semua planet.Pertama: Ilmu astronomi (ilmu tas-yir) Astronomi. Astronom menggunakan metode ilmiah. Kedudukan Matahari sendiri dibedakan antara waktu tropikal dan waktu sideral yang menyebabkan terdapat dua macam zodiak. matahari dan bulan beredar di sepanjang lingkaran ekliptik. yaitu ilmu semu yang mengasumsikan bahwa takdir manusia dapat dikaitkan dengan letak benda-benda astronomis di langit. Astronomi adalah salah satu di antara sedikit ilmu pengetahuan di mana amatir masih memainkan peran aktif. Astronomi jangan dikelirukan dengan astrologi. evolusi.

Mereka khawatir jika kedudukan bintang tersebut dipelajari. 6. 8. Ilmu tasyir (ilmu astronomi) memiliki beberapa manfaat. Inilah yang keliru. Ini semua termasuk ilmu hisab dan dibolehkan. Ishaq bin Rohuyah dan kebanyakan ulama. Yang dibolehkan di sini adalah ilmu tas-yir (ilmu astronomi). Pendapat kedua: Tidak mengapa mempelajari posisi benda langit. Alasan mereka melarang hal ini dalam rangka saddu adz dzari’ah yaitu menutup jalan dari hal yang dilarang. yang terlarang dipelajari adalah ilmu ta’tsir (astrologi). Pendapat kedua inilah yang lebih tepat karena berbagai manfaat yang bisa diperoleh dari ilmu astronomi dan tidak termasuk sebab yang dilarang. Taurus: Kerbau Gemini: Si Kembar Cancer: Kepiting Leo: Singa Virgo: Gadis Perawan Libra: Timbangan Scorpius: Kalajengking Sagitarius : Si Pemanah[6] Hukum Mempelajari Ilmu Astronomi dan Ilmu Astrologi Para ulama dalam menilai ilmu yang mempelajari kedudukan benda langit ada dua pendapat: Pendapat pertama: Terlarang mempelajari posisi benda langit. Inilah pendapat Qotadah dan Sufyan bin ‘Uyainah. . ada keyakinan bahwa posisi benda-benda langit berpengaruh pada nasib seseorang.5. Atau untuk urusan dunia seperti mengetahui pergantian musim. Dalam ilmu astrologi. Sedangkan ilmu tasyir (astronomi) adalah ilmu yang sangat membantu kehidupan sehingga tidaklah mengapa untuk dipelajari. Jadi. Inilah pendapat Imam Ahmad. 12. 7. 10. 11. akan diyakini bahwa posisi benda langit tersebut bisa berpengaruh pada takdir seseorang.[7] Sedangkan yang terlarang untuk dipelajari adalah ilmu yang pertama yang disebut dengan ilmu ta’tsir (ilmu astrologi). Di antaranya bisa dipakai untuk kepentingan agama seperti mengetahui arah kiblat dan waktu shalat.[8] Padahal tidak ada kaitan ilmiah antara posisi benda langit dan nasib seseorang. 9. Namun pendapat ini adalah pendapat ulama yang ada di masa silam saja.

Segala kejadian yang ada diciptakan oleh benda langit. Pergerakan benda langit yang ada dapat diklaim menimbulkan kejadian baik dan buruk di alam semesta. Sebagian mereka pun mempercayai ramalan-ramalan bintang tadi.Keyakinan Terhadap Zodiak dan Ramalan Bintang Ada tiga macam keyakinan yang dimaksud dan ketiga-tiganya haram. Allah pun tidak pernah menganggapnya punya kaitan dengan kejadian yang ada di muka bumi. Namun sayangnya. Membaca sampai membenarkan lamaran tadi pun dianggap hal lumrah dan tidak bernilai dosa. Mereka mengingkari Allah sebagai pencipta. walaupun hanya menganggap sebagai sebab atau hanya sebagai ramalan. keuangan. Perbuatan semacam ini termasuk kekufuran berdasarkan kesepakatan para ulama. Yang menciptakan setiap kejadian hanyalah Allah. ketiga keyakinan di atas adalah keyakinan yang keliru. Keyakinan semacam ini juga tetap keliru dan termasuk syirik ashgor. Kedua: Keyakinan bahwa posisi benda langit yang ada hanyalah sebagai sebab (ta’tsir) dan benda tersebut tidak menciptakan segala kejadian yang ada. Pertama: Keyakinan bahwa posisi benda langit yang menciptakan segala kejadian yang ada di alam semesta dan segala kejadian berasal dari pergerakan benda langit. koran. kesuksesan seseorang di masa akan datang. Karena Allah sendiri tidak pernah menjadikan benda langit tersebut sebagai sebab. . Keyakinan semacam ini adalah keyakinan yang kufur berdasarkan kesepakatan para ulama. dan sama sekali tidak ada kaitannya dengan kedudukan benda langit yang ada. seperti turunnya hujan dan bertiupnya angin. ini merupakan musibah besar di tubuh umat ini. sedangkan posisi benda langit tersebut hanyalah sebab semata. Ini termasuk perdukunan dan sihir. Semua ini kembali pada pengaturan Allah dan atas izinNya. Keyakinan semacam ini adalah keyakinan yang dimiliki oleh Ash Shobi-ah. Apalagi jika memang ramalan itu pas dengan kondisi keuangan dan asmaranya saat itu. Biasa digambarkan ramalan keadaan dirinya pada 1 minggu atau sebulan mendatang. keyakinan semacam inilah yang tersebar luas di tengah-tengah masyarakat muslim. Ketiga: Posisi benda langit sebagai petunjuk untuk peristiwa masa akan datang.[9] Intinya. Mereka begitu semangat menikmati ramalan tersebut di majalah. – Wal ‘iyadzu billahHukum Membaca Zodiak dan Ramalan Bintang Zodiak atau ramalan bintang berisi tentang ramalann keadaan asmara. Allah hanya menciptakan bintang untuk tiga tujuan sebagaimana telah dikemukakan di atas. Keyakinan semacam ini berarti mengaku-ngaku ilmu ghoib. Sungguh. dan di dunia maya (seperti di situs jejaring sosial yaitu Facebook dan Friendster).

Bahkan sekarang bisa tinggal ketik lewat sms dengan format reg spasi. Dari sini perlu diketahui bahwa para ulama seringkali menyamakan hukum membaca ramalan bintang dengan hukum mendatangi tukang ramal yang mengklaim mengetahui perkara yang ghoib.”[11] Ini akibat dari cuma sekedar membaca. koran atau TV. maka itu tetap haram.mengatakan. Akibat perbuatan ini. setiap orang sudah disuguhkan cara mudah untuk membaca ramalan bintang melalui majalah. Sedangkan apabila seseorang sampai membenarkan ramalan dalam zodiak tersebut. maka dianggap telah mengkufuri Al Qur’an yang menyatakan hanya di sisi Allah pengetahuan ilmu ghoib. maka shalatnya selama 40 hari tidak diterima. maka ia berarti telah kufur terhadap Al Qur’an yang telah diturunkan pada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.”[10] Intinya. maka ini layaknya seperti mendatangi dukun. Keduanya dinilai sama hukumnya karena sama-sama mempertanyakan hal ghoib di masa akan datang. dsb.”[12] Kedua: Apabila sampai membenarkan atau meyakini ramalan tersebut. walaupun tidak mempercayai ramalan tersebut atau tidak membenarkannya. Saat ini. Maksud tidak diterima shalatnya selama 40 hari dijelaskan oleh An Nawawi: “Adapun maksud tidak diterima shalatnya adalah orang tersebut tidak mendapatkan pahala. Namun shalat yang ia lakukan tetap dianggap dapat menggugurkan kewajiban shalatnya dan ia tidak butuh untuk mengulangi shalatnya. Syaikh Sholih Alu Syaikh -hafizhohullah. Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda. Pertama: Apabila cuma sekedar membaca zodiak atau ramalan bintang. “Jika seseorang membaca halaman suatu koran yang berisi zodiak yang sesuai dengan tanggal kelahirannya atau zodiak yang ia cocoki. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.Cara memperoleh ramalan bintang ini tidak perlu susah payah sampai ke rumah tukang ramal. shalatnya tidak diterima selama 40 hari. Akibatnya cuma sekedar membaca semacam ini adalah tidak diterima shalatnya selama empat puluh hari. ada dua rincian hukum dalam masalah ini. ٍ ّ َ ُ ََ َ ِ ْ ُ َ ِ َ َ َ ْ َ َ ُ ُ َ َ ِ ُ َ ّ َ َ ً ّ َ ْ َ ً ِ َ َ َ ْ َ ‫من أتى كاهنا أو عرافا فصدقه بما يقول فقد كفر بما أنزل على محمد‬ . ً َ ْ َ َ ِ َ ْ َ ٌ َ َ ُ َ ْ َ ْ ُ ْ َ ‫َ ْ َ َ َ ّ ً َ َ َ َ ُ َ ْ َ ْء‬ ‫من أتى عرافا فسأله عن شى ٍ لم تقبل له صلة أربعين ليلة‬ “Barangsiapa yang mendatangi tukang ramal.

“Barangsiapa yang mendatangi dukun atau tukang ramal. Begitu pula tidak perlu seseorang menyibukkan dirinya ketika berada di dunia maya untuk mengikuti berbagai ramalan-ramalan bintang yang ada. koran. zodiak dan semacamnya[16]. Sehingga tidak pantas seorang makhluk pun menerka-nerka apa yang akan terjadi pada masa akan datang melalui ramalan bintang. Hendaklah ia menyampaikannya dalam setiap perkataannya. Kejadian Masa Akan Datang Menjadi Kekhususan Allah Ketahuilah. ketika selesai shalat lima waktu. maka ia berarti telah kufur pada Al Qur’an yang telah diturunkan pada Muhammad. Syaikh Sholih Alu Syaikh memberi nasehat. Begitu pula tidak boleh mempercayai ramalan-ramalan semacam itu sebagaimana larangan yang telah kami kemukakan di atas. Karena walaupun tidak sampai percaya pada ramalan tersebut. Hendaklah kita melarangnya untuk memasukkan majalah-majalah yang berisi ramalan bintang ke dalam rumah karena ini sama saja memasukkan tukang ramal ke dalam rumah.[14] Hukum-hukum ini juga berlaku untuk ramalan lain selain dengan ramalan bintang. “Kita wajib mengingkari setiap orang yang membaca ramalan bintang semacam itu dan kita nasehati agar jangan ia sampai terjerumus dalam dosa. Allah Ta’ala berfirman. semacam ini termasuk yang diperintahkan bahkan dapat dinilai wajib. televisi atau lewat pesan singkat via sms. ‫إن ال عنده علم الساعة وينزل الغيث ويعلم ما في الرحام وما تدري نفس ماذا تكسب غدا وما‬ َ َ ًَ ُ ِ ْ َ َ َ ٌ َْ ِ ْ َ َ َ ِ َ ْ ِ َ ُ َْ َ َ َ ْ َ ْ ُ ّ َ ُ َ ِ َ ّ ُ ْ ِ ُ َ ْ ِ ّ ّ ِ َ ٌ ِ َ ٌ َِ ‫َ ْ ِ َ ْ ٌ ِ َ ّ َ ْ ٍ َ ُ ُ ِ ّ ل‬ ‫تدري نفس بأي أرض تموت إن ا َ عليم خبير‬ ّ . saudaraku. Perkara masa akan datang adalah perkara yang menjadi kekhususan Allah dan menjadi ranah ghoib. Semoga Allah melindungi kita dan anak-anak kita dari kerusakan semacam ini. Karena ini adalah bencana bagi umat. sudah sepatutnya seorang muslim tidak menyibukkan dirinya dengan membaca ramalan-ramalan bintang melalui majalah. … Oleh karena itu.”[15] Dari sini. tetap seseorang bisa terkena dosa jika ia bukan bermaksud untuk membantah ramalan tadi. dan dalam khutbah jum’at. lalu ia membenarkannya. Namun masih sangat sedikit yang mengingkari dan memberi peringatan terhadap kekeliruan semacam ini. Perbuatan semacam ini termasuk dosa besar (al kabair) –wal ‘iyadzu billah-.”[13] Namun jika seseorang membaca ramalan tadi untuk membantah dan membongkar kedustaannya. wajib bagi setiap penuntut ilmu agar mengingatkan manusia mengenai akibat negatif membaca ramalan bintang.

maka Allah akan mencukupi kebutuhannya.” (QS. Lalu beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepadanya. sungguh Allah akan memberikan kalian rizki sebagaimana burung mendapatkan rizki. Dari Umar bin Al Khoththob radhiyallahu ‘anhu berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.” (QS. Ath Tholaq: 3)? Al Qurtubi mengatakan..”[17] Kemudian beliau pun membaca firman Allah (yang artinya). Bukankah Allah Ta’ala Yang Maha Mencukupi berfirman. beliau bersabda. Luqman: 34) Disebutkan pula dalam kitab Shahih Al Bukhari dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. . dst”. ٌ ْ َ ِ َْ ْ ُ ِ ََ ‫مفاتح الغيب خمس‬ “Kunci ilmu ghoib itu ada lima. “Sesungguhnya Allah. maka Dia akan mencukupi setiap hajat. ْ ُ ْ َ َ َ َ ِ ْ ُ َ َ ْ ُ ُّ َ ّ ّ َ ْ َ ‫لو أن الناس كلهم أخذوا بها لكفتهم‬ . ً َ ِ ُ ُ َ َ ً َ ِ ُ ْ َ َ ْ ّ ُ ُ ْ َ َ َ ْ ُ َ َ َ َ ِ ِّ َ َ ّ َ ّ ََ َ ُّ َ َ َ ْ ُ ّ َ ْ َ ‫لو أنكم تتوكلون على ال حق توكله لرزقكم كما يرزق الطير تغدو خماصا وتروح بطانا‬ ِ ”Seandainya kalian betul-betul bertawakkal pada Allah. ُ ُ ْ َ َ ُ َ ّ ََ ْ ّ َ َ َ ْ َ َ ‫ومن يتوكل على ال فهو حسبه‬ ِ “Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya. hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat. Kita hanya berusaha dan berusaha disertai tawakkal. Kuncinya: Menyandarkan Diri pada Allah Cukuplah seseorang meyakini bahwa segala sesuatu telah ditakdirkan oleh Yang Di Atas. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. apa yang kita inginkan dengan izin Allah dapat tercapai. hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. dan Dia-lah Yang menurunkan hujan..“Sesungguhnya Allah. ”Barangsiapa menyerahkan urusannya sepenuhnya kepada Allah. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dengan cara seperti ini. Burung tersebut pergi pada pagi hari dalam keadaan lapar dan kembali sore harinya dalam keadaan kenyang.”[18] Jika Allah yang jadi sandaran dalam setiap usaha.”[19] Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah membaca ayat di atas kepada Abu Dzar.

Semoga tulisan ini bermanfaat bagi kita kaum muslimin dan dapat memperbaiki keadaan kita sekalian. Maktabah Makkah.org/wiki/Zodiak [7] Lihat Mutiara Faidah Kitab Tauhid. [4] Disebutkan oleh Syaikh Muhammad bin ‘Abdul Wahab dalam Kitabut Tauhid. Syaikh Musthofa Al ‘Adawiy.”Seandainya semua manusia mengambil nasehat ini.”[20] Yaitu seandainya manusia betul-betul bertakwa dan bertawakkal. cetakan pertama. Syaikh Sholih bin Fauzan bin ‘Abdillah Al Fauzan. 1420 H. 1428 H dan I’anatul Mustafid bi Syarh Kitabit Tauhid.wikipedia. Terbitan Ulin Nuha. tahun 1423 H. [5] Sumber: http://id. hal. 15 Dzulhijah 1430 H [1] Lihat I’anatul Mustafid bi Syarh Kitabit Tauhid. 20. itu sudah akan mencukupi mereka.wikipedia. Abu ‘Isa ‘Abdullah bin Salam.[21] Lalu masihkah terbetik dalam hati kita untuk menggantungkan diri dan percaya pada ramalan-ramalan.org/wiki/Astronomi [6] Sumber: http://id. Sleman. Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya segala kebaikan menjadi sempurna. Syaikh Musthofa Al ‘Adawiy mengatakan bahwa sanadnya hasan. cetakan pertama. maka sungguh Allah akan mencukupi urusan dunia dan agama mereka. . cetakan pertama. Pustaka Muslim. kata “Astrology”. padahal ada Rabb Yang Maha Mencukupi dan Sebaikbaik Tempat Bergantung?! Semoga Allah memberi hidayah demi hidayah. 167168. [2] Idem [3] Dikeluarkan oleh Ibnu Jarir Ath Thobariy dalam Jami’il Bayan fii Ta’wilil Qur’an. [8] Sumber Wikipedia [english]. tahun 2003. Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal Artikel http://rumaysho. Lihat Tafsir Juz Tabaarok. 2/14-15. hal. Muassasah Ar Risalah.com Diselesaikan di Pangukan. 2/18. 23/508.

dan Al Hakim. cetakan kedua. Muslim no. Maktabah Al ‘Ilmi. Mawqi’ Ya’sub. hal. [19] Al Jami’ Liahkamil Qur’an. [17] HR. seperti kapan terjadinya gerhana bulan dan matahari dan bisa ditentukan kapan tanggal pastinya. Beirut. Al Qurtubhi. [12] Syarh Muslim. Ahmad. hal. 349. 2/17. Ibnu Majah. . 1/330. Ahmad no. dari Shofiyah. cetakan pertama. 4778 [18] HR. 9532. [14] Al Qoulul Mufid ‘ala Kitabit Tauhid. 2230. 18/161. [11] HR. Dar At Tauhid. [10] Lihat At Tamhid Lisyarh Kitabit Tauhid oleh Syaikh Sholih Alu Syaikh pada Bab “Maa Jaa-a fii Tanjim”. Dalam sanad hadits ini terdapat inqitho’ (terputus) sehingga hadits ini adalah hadits yang lemah (dho’if). [16] Bukan termasuk perdukunan adalah perkara yang diketahui melalui penelitian ilmiah. An Nawawi. Dar Ihya’ At Turots Al ‘Arobiy. Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin. Lihat penjelasan Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin dalam Al Qoulul Mufid Syarh Kitab Tauhid. Dikatakan shohih oleh Syaikh Al Albani dalam Silsilah Ash Shohihah no.310. penjelasan hadits no. [15] Lihat At Tamhid Lisyarh Kitabit Tauhid. 349.[9] Lihat I’anatul Mustafid bi Syarh Kitabit Tauhid. 14/227. [13] HR. 49. Ibnu Rajab Al Hambali. tahun 1392 H. cetakan kedua. tahun 1424 H. Ahmad. Namun makna hadits ini shahih (benar). Bukhari no. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini hasan. [21] Lihat Jaami’ul ‘Ulum wal Hikam. [20] HR. An Nasa-i dalam Al Kubro. tahun 1423 H. dari beberapa istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Tirmidzi.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->