Dosa Besar Akibat Membaca Ramalan Bintang

Allah Ta'ala berfirman yang artinya, "Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis, kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Rabb Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang?” Kemudian pandanglah sekali lagi niscaya penglihatanmu akan kembali kepadamu dengan tidak menemukan sesuatu cacat dan penglihatanmu itu pun dalam keadaan payah. Sesungguhnya Kami telah menghiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang dan Kami jadikan bintang-bintang itu alat-alat pelempar setan, dan Kami sediakan bagi mereka siksa neraka yang menyala-nyala." (QS. Al Mulk: 3-5) Allah menjelaskan kebagusan langit ciptaan-Nya. Langit tersebut menjadi indah dan menawan karena dihiasi dengan bintang-bintang. Bintang dalam ayat di atas disebutkan berfungsi untuk melempar setan dan sebagai penghias langit. Namun sebenarnya fungsi bintang masih ada satu lagi. Bintang secara keseluruhan memiliki tiga fungsi. Tiga Fungsi Bintang di Langit Fungsi pertama: Untuk melempar setan-setan yang akan mencuri berita langit. Hal ini sebagaimana terdapat dalam surat Al Mulk,

ِ ِ ّ َ َ َ ْ ُ َ َ ْ َ ْ ََ ِ ِ َ ّ ِ ً ُ ُ َ َ ْ َ َ َ ‫وجعلناها رجوما للشياطين وأعتدنا لهم عذاب السعير‬
“Dan Kami jadikan bintang-bintang itu alat-alat pelempar setan, dan Kami sediakan bagi mereka siksa neraka yang menyala-nyala.” (QS. Al Mulk: 5) Setan mencuri berita langit dari para malaikat langit. Lalu ia akan meneruskannya pada tukang ramal. Akan tetapi, Allah senantiasa menjaga langit dengan percikan api yang lepas dari bintang, maka binasalah para pencuri berita langit tersebut. Apalagi ketika diutus Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, langit terus dilindungi dengan percikan api. Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman,

‫َأنا كنا نقعد منها مقاعد للسمع فمن يستمع الن يجد له شهابا رصدا, وأنا ل‬ ّ ََ ً َ َ ً َ ِ ُ َ ْ ِ َ َ ِ ِ َ ْ َ ْ َ َ ِ ْ ّ ِ َ ِ َ َ َ ْ ِ ُ ُ ْ َ ّ ُ ّ َ‫و‬ ‫ندري أشر أريد بمن في الرض أم أراد بهم ربهم رشدا‬ ً َ َ ْ ُ َّ ْ ِ ِ َ َ َ ْ َ ِ ْ ِ ْ َِ َ ِ ُ ّ َ َ ِ َْ
“Dan sesungguhnya kami dahulu dapat menduduki beberapa tempat di langit itu untuk mendengar-dengarkan (berita-beritanya). Tetapi sekarang barang siapa yang (mencoba) mendengar-dengarkan (seperti itu) tentu akan menjumpai panah api yang mengintai (untuk membakarnya). Dan sesungguhnya kami tidak mengetahui (dengan adanya penjagaan itu) apakah keburukan yang dikehendaki bagi orang yang di bumi ataukah Tuhan mereka menghendaki

،‫إن ال جل ثناؤه إنما خلق هذه النجوم لثلث خصال: خلقها زينة للسماء الدنيا، ورجوما للشياطين‬ ً ّ ،‫وعلمات يهتدي بها ؛ فمن يتأول منها غير ذلك، فقد قال برأيه، وأخطأ حظه، وأضاع نصيبه‬ ّ . َ ِ َ َ ِ َ ْ ّ َ َ ّ ّ ّ َ ْ َ ََ ‫ولقد زينا السماء الدنيا بمصابيح‬ “Sesungguhnya Kami telah menghiasi langit yang dekat dengan bintangbintang.[1] Fungsi kedua: Sebagai penunjuk arah seperti rasi bintang yang menjadi penunjuk bagi nelayan di laut. menyia-nyiakan agamanya (berkonsekuensi dikafirkan) dan telah menyusah-nyusahkan berbicara yang ia tidak memiliki ilmu sama sekali.” (QS.” (QS. maka ia berarti telah berkata-kata dengan pikirannya semata. Al Jin: 9-10). ia telah mendapatkan nasib buruk.‫وتكلف ما ل علم له به‬ ّ “Sesungguhnya Allah Ta’ala hanyalah menciptakan bintang untuk tiga tujuan: [1] sebagai hiasan langit dunia. [2] sebagai pelempar setan.”[3] Dari sini Qotadah melarang mempelajari kedudukan bintang. Al Mulk: 5) ِ ِ َ َ ْ ٍ َ ِ ِ َ ْ ّ َ َ ّ َّّ ِّ ‫إنا زينا السماء الدنيا بزينة الكواكب‬ “Sesungguhnya Kami telah menghias langit yang terdekat dengan hiasan. Ash Shofaat: 6) Mengenai surat Al Mulk ayat 5. yaitu bintang-bintang.” (QS. Sebagaimana disebutkan dalam firman Allah. Dan dengan bintang-bintang itulah mereka mendapat petunjuk.” (QS.[4] Ilmu yang Mempelajari Posisi Benda Langit Ada dua ilmu yang mempelajari posisi benda langit yaitu ilmu astronomi (ilmu tas-yir) dan ilmu astrologi (ilmu ta’tsir). . ulama pakar tafsir –Qotadah As Sadusiymengatakan. Berita langit yang setan tersebut curi sangat sedikit sekali. An Nahl: 16).[2] Fungsi ketiga: Sebagai penerang dan penghias langit dunia. dan [3] sebagai penunjuk arah. Allah menjadikan bagi para musafir tanda-tanda yang mereka dapat gunakan sebagai petunjuk di bumi dan sebagai tanda-tanda di langit. begitu pula Sufyan bin ‘Uyainah tidak memberi keringanan dalam masalah ini. Barangsiapa yang meyakini fungsi bintang selain itu. َ ُ َ َ ْ ُ ِ ْ ّ َِ ٍ َ َ َ ‫وعلمات وبالنجم هم يهْتدون‬ “Dan (Dia ciptakan) tanda-tanda (penunjuk jalan).kebaikan bagi mereka.

4. Astronomi jangan dikelirukan dengan astrologi. karena pada tanggal tersebut Matahari berada di wilayah rasi bintang Sagitarius. Ramalan astrologi didasarkan pada kedudukan benda-benda tata surya di dalam zodiak. Kedudukan Matahari sendiri dibedakan antara waktu tropikal dan waktu sideral yang menyebabkan terdapat dua macam zodiak. Jika diamati dari bumi. Seseorang akan menyandang tanda zodiaknya berdasarkan kedudukan matahari di dalam zodiak pada tanggal kelahirannya. semua benda tatasurya (planet. Astronomi adalah salah satu di antara sedikit ilmu pengetahuan di mana amatir masih memainkan peran aktif. Di bola langit terdapat garis khayal yang disebut dengan lingkaran ekliptika. Keistimewaan dari keduabelas zodiak dibanding rasi bintang lainnya adalah semuanya berada di wilayah langit yang memotong lingkaran ekliptika. sedangkan astrolog tidak.[5] Kedua: Ilmu astrologi (ilmu ta’tsir) Astrologi adalah ilmu yang menghubungkan antara gerakan benda-benda tata surya (planet. kedua bidang ini sangat berbeda.Pertama: Ilmu astronomi (ilmu tas-yir) Astronomi. yaitu zodiak tropikal dan zodiak sideral. evolusi. Rasi-rasi bintang tersebut adalah: 1. Jadi dapat disimpulkan zodiak adalah semua rasi bintang yang berada disepanjang lingkaran ekliptika. Capricornus: Kambing laut Aquarius: Pembawa Air Pisces: Ikan Aries: Domba . matahari dan bulan beredar di sepanjang lingkaran ekliptik. Sebagian besar astrologer Barat menggunakan zodiak tropikal. Karena semua planet. orang yang lahir awal desember akan berzodiak Sagitarius. sifat fisik dan kimiawi benda-benda yang bisa dilihat di langit (dan di luar Bumi). bulan dan matahari) dengan nasib manusia. Misalnya. Meskipun memiliki asal-muasal yang sama. juga proses yang melibatkan mereka. 3. yang secara etimologi berarti "ilmu bintang" adalah ilmu yang melibatkan pengamatan dan penjelasan kejadian yang terjadi di luar bumi dan atmosfernya. yaitu ilmu semu yang mengasumsikan bahwa takdir manusia dapat dikaitkan dengan letak benda-benda astronomis di langit. otomatis mereka semua juga beredar di antara zodiak. khususnya dalam hal penemuan dan pengamatan fenomena sementara. Bulan dan Matahari) beredar di langit mengelilingi lingkaran ekliptika. 2. Ilmu ini mempelajari asal-usul. Astronom menggunakan metode ilmiah.

Inilah pendapat Imam Ahmad. Pendapat kedua inilah yang lebih tepat karena berbagai manfaat yang bisa diperoleh dari ilmu astronomi dan tidak termasuk sebab yang dilarang. Sedangkan ilmu tasyir (astronomi) adalah ilmu yang sangat membantu kehidupan sehingga tidaklah mengapa untuk dipelajari. . Inilah yang keliru. 10. 12. Inilah pendapat Qotadah dan Sufyan bin ‘Uyainah.5. Atau untuk urusan dunia seperti mengetahui pergantian musim. Di antaranya bisa dipakai untuk kepentingan agama seperti mengetahui arah kiblat dan waktu shalat. akan diyakini bahwa posisi benda langit tersebut bisa berpengaruh pada takdir seseorang. yang terlarang dipelajari adalah ilmu ta’tsir (astrologi). 6. Pendapat kedua: Tidak mengapa mempelajari posisi benda langit. Yang dibolehkan di sini adalah ilmu tas-yir (ilmu astronomi). Alasan mereka melarang hal ini dalam rangka saddu adz dzari’ah yaitu menutup jalan dari hal yang dilarang. Ini semua termasuk ilmu hisab dan dibolehkan. 8. ada keyakinan bahwa posisi benda-benda langit berpengaruh pada nasib seseorang.[7] Sedangkan yang terlarang untuk dipelajari adalah ilmu yang pertama yang disebut dengan ilmu ta’tsir (ilmu astrologi).[8] Padahal tidak ada kaitan ilmiah antara posisi benda langit dan nasib seseorang. 9. Dalam ilmu astrologi. 11. Jadi. Ishaq bin Rohuyah dan kebanyakan ulama. Ilmu tasyir (ilmu astronomi) memiliki beberapa manfaat. Mereka khawatir jika kedudukan bintang tersebut dipelajari. Taurus: Kerbau Gemini: Si Kembar Cancer: Kepiting Leo: Singa Virgo: Gadis Perawan Libra: Timbangan Scorpius: Kalajengking Sagitarius : Si Pemanah[6] Hukum Mempelajari Ilmu Astronomi dan Ilmu Astrologi Para ulama dalam menilai ilmu yang mempelajari kedudukan benda langit ada dua pendapat: Pendapat pertama: Terlarang mempelajari posisi benda langit. 7. Namun pendapat ini adalah pendapat ulama yang ada di masa silam saja.

dan sama sekali tidak ada kaitannya dengan kedudukan benda langit yang ada. ini merupakan musibah besar di tubuh umat ini. Sungguh. Sebagian mereka pun mempercayai ramalan-ramalan bintang tadi. Ketiga: Posisi benda langit sebagai petunjuk untuk peristiwa masa akan datang. Karena Allah sendiri tidak pernah menjadikan benda langit tersebut sebagai sebab. Keyakinan semacam ini berarti mengaku-ngaku ilmu ghoib. Keyakinan semacam ini juga tetap keliru dan termasuk syirik ashgor. Membaca sampai membenarkan lamaran tadi pun dianggap hal lumrah dan tidak bernilai dosa. Mereka mengingkari Allah sebagai pencipta. keyakinan semacam inilah yang tersebar luas di tengah-tengah masyarakat muslim. Keyakinan semacam ini adalah keyakinan yang dimiliki oleh Ash Shobi-ah. ketiga keyakinan di atas adalah keyakinan yang keliru. Semua ini kembali pada pengaturan Allah dan atas izinNya. Keyakinan semacam ini adalah keyakinan yang kufur berdasarkan kesepakatan para ulama.[9] Intinya. Perbuatan semacam ini termasuk kekufuran berdasarkan kesepakatan para ulama. keuangan. dan di dunia maya (seperti di situs jejaring sosial yaitu Facebook dan Friendster). Yang menciptakan setiap kejadian hanyalah Allah. seperti turunnya hujan dan bertiupnya angin. Pergerakan benda langit yang ada dapat diklaim menimbulkan kejadian baik dan buruk di alam semesta. . Biasa digambarkan ramalan keadaan dirinya pada 1 minggu atau sebulan mendatang. Kedua: Keyakinan bahwa posisi benda langit yang ada hanyalah sebagai sebab (ta’tsir) dan benda tersebut tidak menciptakan segala kejadian yang ada. walaupun hanya menganggap sebagai sebab atau hanya sebagai ramalan. Mereka begitu semangat menikmati ramalan tersebut di majalah. Pertama: Keyakinan bahwa posisi benda langit yang menciptakan segala kejadian yang ada di alam semesta dan segala kejadian berasal dari pergerakan benda langit. – Wal ‘iyadzu billahHukum Membaca Zodiak dan Ramalan Bintang Zodiak atau ramalan bintang berisi tentang ramalann keadaan asmara. Ini termasuk perdukunan dan sihir. Apalagi jika memang ramalan itu pas dengan kondisi keuangan dan asmaranya saat itu. kesuksesan seseorang di masa akan datang. Namun sayangnya. sedangkan posisi benda langit tersebut hanyalah sebab semata. koran. Segala kejadian yang ada diciptakan oleh benda langit.Keyakinan Terhadap Zodiak dan Ramalan Bintang Ada tiga macam keyakinan yang dimaksud dan ketiga-tiganya haram. Allah hanya menciptakan bintang untuk tiga tujuan sebagaimana telah dikemukakan di atas. Allah pun tidak pernah menganggapnya punya kaitan dengan kejadian yang ada di muka bumi.

Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda. Keduanya dinilai sama hukumnya karena sama-sama mempertanyakan hal ghoib di masa akan datang.mengatakan. ٍ ّ َ ُ ََ َ ِ ْ ُ َ ِ َ َ َ ْ َ َ ُ ُ َ َ ِ ُ َ ّ َ َ ً ّ َ ْ َ ً ِ َ َ َ ْ َ ‫من أتى كاهنا أو عرافا فصدقه بما يقول فقد كفر بما أنزل على محمد‬ . maka ia berarti telah kufur terhadap Al Qur’an yang telah diturunkan pada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Maksud tidak diterima shalatnya selama 40 hari dijelaskan oleh An Nawawi: “Adapun maksud tidak diterima shalatnya adalah orang tersebut tidak mendapatkan pahala. ada dua rincian hukum dalam masalah ini.”[10] Intinya. maka shalatnya selama 40 hari tidak diterima. Dari sini perlu diketahui bahwa para ulama seringkali menyamakan hukum membaca ramalan bintang dengan hukum mendatangi tukang ramal yang mengklaim mengetahui perkara yang ghoib. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. Namun shalat yang ia lakukan tetap dianggap dapat menggugurkan kewajiban shalatnya dan ia tidak butuh untuk mengulangi shalatnya. dsb. walaupun tidak mempercayai ramalan tersebut atau tidak membenarkannya. koran atau TV. setiap orang sudah disuguhkan cara mudah untuk membaca ramalan bintang melalui majalah.Cara memperoleh ramalan bintang ini tidak perlu susah payah sampai ke rumah tukang ramal. Akibat perbuatan ini. Akibatnya cuma sekedar membaca semacam ini adalah tidak diterima shalatnya selama empat puluh hari. Pertama: Apabila cuma sekedar membaca zodiak atau ramalan bintang. Sedangkan apabila seseorang sampai membenarkan ramalan dalam zodiak tersebut. maka dianggap telah mengkufuri Al Qur’an yang menyatakan hanya di sisi Allah pengetahuan ilmu ghoib. ً َ ْ َ َ ِ َ ْ َ ٌ َ َ ُ َ ْ َ ْ ُ ْ َ ‫َ ْ َ َ َ ّ ً َ َ َ َ ُ َ ْ َ ْء‬ ‫من أتى عرافا فسأله عن شى ٍ لم تقبل له صلة أربعين ليلة‬ “Barangsiapa yang mendatangi tukang ramal. Syaikh Sholih Alu Syaikh -hafizhohullah. maka itu tetap haram. shalatnya tidak diterima selama 40 hari. maka ini layaknya seperti mendatangi dukun.”[11] Ini akibat dari cuma sekedar membaca. “Jika seseorang membaca halaman suatu koran yang berisi zodiak yang sesuai dengan tanggal kelahirannya atau zodiak yang ia cocoki. Saat ini.”[12] Kedua: Apabila sampai membenarkan atau meyakini ramalan tersebut. Bahkan sekarang bisa tinggal ketik lewat sms dengan format reg spasi.

Karena ini adalah bencana bagi umat. saudaraku. Semoga Allah melindungi kita dan anak-anak kita dari kerusakan semacam ini. ketika selesai shalat lima waktu. Perkara masa akan datang adalah perkara yang menjadi kekhususan Allah dan menjadi ranah ghoib.”[13] Namun jika seseorang membaca ramalan tadi untuk membantah dan membongkar kedustaannya. zodiak dan semacamnya[16].“Barangsiapa yang mendatangi dukun atau tukang ramal. sudah sepatutnya seorang muslim tidak menyibukkan dirinya dengan membaca ramalan-ramalan bintang melalui majalah. Namun masih sangat sedikit yang mengingkari dan memberi peringatan terhadap kekeliruan semacam ini. Perbuatan semacam ini termasuk dosa besar (al kabair) –wal ‘iyadzu billah-. lalu ia membenarkannya. dan dalam khutbah jum’at. tetap seseorang bisa terkena dosa jika ia bukan bermaksud untuk membantah ramalan tadi. Sehingga tidak pantas seorang makhluk pun menerka-nerka apa yang akan terjadi pada masa akan datang melalui ramalan bintang. televisi atau lewat pesan singkat via sms. Allah Ta’ala berfirman. Hendaklah kita melarangnya untuk memasukkan majalah-majalah yang berisi ramalan bintang ke dalam rumah karena ini sama saja memasukkan tukang ramal ke dalam rumah. maka ia berarti telah kufur pada Al Qur’an yang telah diturunkan pada Muhammad.”[15] Dari sini. Kejadian Masa Akan Datang Menjadi Kekhususan Allah Ketahuilah. koran. Begitu pula tidak boleh mempercayai ramalan-ramalan semacam itu sebagaimana larangan yang telah kami kemukakan di atas. Begitu pula tidak perlu seseorang menyibukkan dirinya ketika berada di dunia maya untuk mengikuti berbagai ramalan-ramalan bintang yang ada. Syaikh Sholih Alu Syaikh memberi nasehat. Karena walaupun tidak sampai percaya pada ramalan tersebut. … Oleh karena itu. Hendaklah ia menyampaikannya dalam setiap perkataannya. “Kita wajib mengingkari setiap orang yang membaca ramalan bintang semacam itu dan kita nasehati agar jangan ia sampai terjerumus dalam dosa. semacam ini termasuk yang diperintahkan bahkan dapat dinilai wajib.[14] Hukum-hukum ini juga berlaku untuk ramalan lain selain dengan ramalan bintang. wajib bagi setiap penuntut ilmu agar mengingatkan manusia mengenai akibat negatif membaca ramalan bintang. ‫إن ال عنده علم الساعة وينزل الغيث ويعلم ما في الرحام وما تدري نفس ماذا تكسب غدا وما‬ َ َ ًَ ُ ِ ْ َ َ َ ٌ َْ ِ ْ َ َ َ ِ َ ْ ِ َ ُ َْ َ َ َ ْ َ ْ ُ ّ َ ُ َ ِ َ ّ ُ ْ ِ ُ َ ْ ِ ّ ّ ِ َ ٌ ِ َ ٌ َِ ‫َ ْ ِ َ ْ ٌ ِ َ ّ َ ْ ٍ َ ُ ُ ِ ّ ل‬ ‫تدري نفس بأي أرض تموت إن ا َ عليم خبير‬ ّ .

Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. Luqman: 34) Disebutkan pula dalam kitab Shahih Al Bukhari dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.”[19] Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah membaca ayat di atas kepada Abu Dzar. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. dan Dia-lah Yang menurunkan hujan. Lalu beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepadanya. .“Sesungguhnya Allah. Ath Tholaq: 3)? Al Qurtubi mengatakan. hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat. Dari Umar bin Al Khoththob radhiyallahu ‘anhu berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. Dengan cara seperti ini. dst”. Kita hanya berusaha dan berusaha disertai tawakkal. ُ ُ ْ َ َ ُ َ ّ ََ ْ ّ َ َ َ ْ َ َ ‫ومن يتوكل على ال فهو حسبه‬ ِ “Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya.”[18] Jika Allah yang jadi sandaran dalam setiap usaha. ”Barangsiapa menyerahkan urusannya sepenuhnya kepada Allah. ٌ ْ َ ِ َْ ْ ُ ِ ََ ‫مفاتح الغيب خمس‬ “Kunci ilmu ghoib itu ada lima. sungguh Allah akan memberikan kalian rizki sebagaimana burung mendapatkan rizki.” (QS.” (QS.. ْ ُ ْ َ َ َ َ ِ ْ ُ َ َ ْ ُ ُّ َ ّ ّ َ ْ َ ‫لو أن الناس كلهم أخذوا بها لكفتهم‬ . apa yang kita inginkan dengan izin Allah dapat tercapai. maka Dia akan mencukupi setiap hajat.”[17] Kemudian beliau pun membaca firman Allah (yang artinya). dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. “Sesungguhnya Allah.. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. maka Allah akan mencukupi kebutuhannya. ً َ ِ ُ ُ َ َ ً َ ِ ُ ْ َ َ ْ ّ ُ ُ ْ َ َ َ ْ ُ َ َ َ َ ِ ِّ َ َ ّ َ ّ ََ َ ُّ َ َ َ ْ ُ ّ َ ْ َ ‫لو أنكم تتوكلون على ال حق توكله لرزقكم كما يرزق الطير تغدو خماصا وتروح بطانا‬ ِ ”Seandainya kalian betul-betul bertawakkal pada Allah. Bukankah Allah Ta’ala Yang Maha Mencukupi berfirman. Kuncinya: Menyandarkan Diri pada Allah Cukuplah seseorang meyakini bahwa segala sesuatu telah ditakdirkan oleh Yang Di Atas. Burung tersebut pergi pada pagi hari dalam keadaan lapar dan kembali sore harinya dalam keadaan kenyang. hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat. beliau bersabda.

[21] Lalu masihkah terbetik dalam hati kita untuk menggantungkan diri dan percaya pada ramalan-ramalan. maka sungguh Allah akan mencukupi urusan dunia dan agama mereka. Syaikh Sholih bin Fauzan bin ‘Abdillah Al Fauzan. hal.wikipedia. 2/14-15. itu sudah akan mencukupi mereka. kata “Astrology”. 1420 H.com Diselesaikan di Pangukan. 2/18. padahal ada Rabb Yang Maha Mencukupi dan Sebaikbaik Tempat Bergantung?! Semoga Allah memberi hidayah demi hidayah. 15 Dzulhijah 1430 H [1] Lihat I’anatul Mustafid bi Syarh Kitabit Tauhid. Pustaka Muslim. [2] Idem [3] Dikeluarkan oleh Ibnu Jarir Ath Thobariy dalam Jami’il Bayan fii Ta’wilil Qur’an. Maktabah Makkah. . Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal Artikel http://rumaysho. Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya segala kebaikan menjadi sempurna.org/wiki/Zodiak [7] Lihat Mutiara Faidah Kitab Tauhid. 23/508. 167168. Abu ‘Isa ‘Abdullah bin Salam. Syaikh Musthofa Al ‘Adawiy. [4] Disebutkan oleh Syaikh Muhammad bin ‘Abdul Wahab dalam Kitabut Tauhid. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi kita kaum muslimin dan dapat memperbaiki keadaan kita sekalian. Syaikh Musthofa Al ‘Adawiy mengatakan bahwa sanadnya hasan. cetakan pertama. cetakan pertama. Muassasah Ar Risalah. [5] Sumber: http://id. 20. hal.”[20] Yaitu seandainya manusia betul-betul bertakwa dan bertawakkal. Lihat Tafsir Juz Tabaarok.”Seandainya semua manusia mengambil nasehat ini. Terbitan Ulin Nuha.wikipedia. 1428 H dan I’anatul Mustafid bi Syarh Kitabit Tauhid. Sleman. cetakan pertama.org/wiki/Astronomi [6] Sumber: http://id. tahun 1423 H. tahun 2003. [8] Sumber Wikipedia [english].

Ahmad. cetakan kedua. 14/227. [21] Lihat Jaami’ul ‘Ulum wal Hikam. Dar At Tauhid. Beirut. Namun makna hadits ini shahih (benar). dan Al Hakim. Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin. tahun 1392 H. Lihat penjelasan Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin dalam Al Qoulul Mufid Syarh Kitab Tauhid. Ibnu Majah. cetakan kedua. dari beberapa istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. An Nasa-i dalam Al Kubro. [15] Lihat At Tamhid Lisyarh Kitabit Tauhid. 1/330. Dikatakan shohih oleh Syaikh Al Albani dalam Silsilah Ash Shohihah no. [12] Syarh Muslim. Bukhari no. [10] Lihat At Tamhid Lisyarh Kitabit Tauhid oleh Syaikh Sholih Alu Syaikh pada Bab “Maa Jaa-a fii Tanjim”.[9] Lihat I’anatul Mustafid bi Syarh Kitabit Tauhid. tahun 1423 H. Ahmad. 4778 [18] HR. [17] HR. 349. 349. Mawqi’ Ya’sub. tahun 1424 H. [16] Bukan termasuk perdukunan adalah perkara yang diketahui melalui penelitian ilmiah. hal. Tirmidzi. Al Qurtubhi. An Nawawi. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini hasan. [19] Al Jami’ Liahkamil Qur’an. penjelasan hadits no. [14] Al Qoulul Mufid ‘ala Kitabit Tauhid. Ibnu Rajab Al Hambali. 9532. 2/17. Maktabah Al ‘Ilmi. 2230. Dar Ihya’ At Turots Al ‘Arobiy. [20] HR. 18/161. seperti kapan terjadinya gerhana bulan dan matahari dan bisa ditentukan kapan tanggal pastinya. [11] HR. dari Shofiyah. Ahmad no. hal. Muslim no. 49.310. Dalam sanad hadits ini terdapat inqitho’ (terputus) sehingga hadits ini adalah hadits yang lemah (dho’if). [13] HR. cetakan pertama. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful