Dosa Besar Akibat Membaca Ramalan Bintang

Allah Ta'ala berfirman yang artinya, "Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis, kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Rabb Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang?” Kemudian pandanglah sekali lagi niscaya penglihatanmu akan kembali kepadamu dengan tidak menemukan sesuatu cacat dan penglihatanmu itu pun dalam keadaan payah. Sesungguhnya Kami telah menghiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang dan Kami jadikan bintang-bintang itu alat-alat pelempar setan, dan Kami sediakan bagi mereka siksa neraka yang menyala-nyala." (QS. Al Mulk: 3-5) Allah menjelaskan kebagusan langit ciptaan-Nya. Langit tersebut menjadi indah dan menawan karena dihiasi dengan bintang-bintang. Bintang dalam ayat di atas disebutkan berfungsi untuk melempar setan dan sebagai penghias langit. Namun sebenarnya fungsi bintang masih ada satu lagi. Bintang secara keseluruhan memiliki tiga fungsi. Tiga Fungsi Bintang di Langit Fungsi pertama: Untuk melempar setan-setan yang akan mencuri berita langit. Hal ini sebagaimana terdapat dalam surat Al Mulk,

ِ ِ ّ َ َ َ ْ ُ َ َ ْ َ ْ ََ ِ ِ َ ّ ِ ً ُ ُ َ َ ْ َ َ َ ‫وجعلناها رجوما للشياطين وأعتدنا لهم عذاب السعير‬
“Dan Kami jadikan bintang-bintang itu alat-alat pelempar setan, dan Kami sediakan bagi mereka siksa neraka yang menyala-nyala.” (QS. Al Mulk: 5) Setan mencuri berita langit dari para malaikat langit. Lalu ia akan meneruskannya pada tukang ramal. Akan tetapi, Allah senantiasa menjaga langit dengan percikan api yang lepas dari bintang, maka binasalah para pencuri berita langit tersebut. Apalagi ketika diutus Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, langit terus dilindungi dengan percikan api. Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman,

‫َأنا كنا نقعد منها مقاعد للسمع فمن يستمع الن يجد له شهابا رصدا, وأنا ل‬ ّ ََ ً َ َ ً َ ِ ُ َ ْ ِ َ َ ِ ِ َ ْ َ ْ َ َ ِ ْ ّ ِ َ ِ َ َ َ ْ ِ ُ ُ ْ َ ّ ُ ّ َ‫و‬ ‫ندري أشر أريد بمن في الرض أم أراد بهم ربهم رشدا‬ ً َ َ ْ ُ َّ ْ ِ ِ َ َ َ ْ َ ِ ْ ِ ْ َِ َ ِ ُ ّ َ َ ِ َْ
“Dan sesungguhnya kami dahulu dapat menduduki beberapa tempat di langit itu untuk mendengar-dengarkan (berita-beritanya). Tetapi sekarang barang siapa yang (mencoba) mendengar-dengarkan (seperti itu) tentu akan menjumpai panah api yang mengintai (untuk membakarnya). Dan sesungguhnya kami tidak mengetahui (dengan adanya penjagaan itu) apakah keburukan yang dikehendaki bagi orang yang di bumi ataukah Tuhan mereka menghendaki

” (QS. Al Jin: 9-10). Dan dengan bintang-bintang itulah mereka mendapat petunjuk.kebaikan bagi mereka. maka ia berarti telah berkata-kata dengan pikirannya semata. Sebagaimana disebutkan dalam firman Allah.[1] Fungsi kedua: Sebagai penunjuk arah seperti rasi bintang yang menjadi penunjuk bagi nelayan di laut. Barangsiapa yang meyakini fungsi bintang selain itu. Ash Shofaat: 6) Mengenai surat Al Mulk ayat 5.[4] Ilmu yang Mempelajari Posisi Benda Langit Ada dua ilmu yang mempelajari posisi benda langit yaitu ilmu astronomi (ilmu tas-yir) dan ilmu astrologi (ilmu ta’tsir). ulama pakar tafsir –Qotadah As Sadusiymengatakan. . َ ُ َ َ ْ ُ ِ ْ ّ َِ ٍ َ َ َ ‫وعلمات وبالنجم هم يهْتدون‬ “Dan (Dia ciptakan) tanda-tanda (penunjuk jalan). Al Mulk: 5) ِ ِ َ َ ْ ٍ َ ِ ِ َ ْ ّ َ َ ّ َّّ ِّ ‫إنا زينا السماء الدنيا بزينة الكواكب‬ “Sesungguhnya Kami telah menghias langit yang terdekat dengan hiasan. menyia-nyiakan agamanya (berkonsekuensi dikafirkan) dan telah menyusah-nyusahkan berbicara yang ia tidak memiliki ilmu sama sekali.[2] Fungsi ketiga: Sebagai penerang dan penghias langit dunia.‫وتكلف ما ل علم له به‬ ّ “Sesungguhnya Allah Ta’ala hanyalah menciptakan bintang untuk tiga tujuan: [1] sebagai hiasan langit dunia. dan [3] sebagai penunjuk arah. yaitu bintang-bintang. ،‫إن ال جل ثناؤه إنما خلق هذه النجوم لثلث خصال: خلقها زينة للسماء الدنيا، ورجوما للشياطين‬ ً ّ ،‫وعلمات يهتدي بها ؛ فمن يتأول منها غير ذلك، فقد قال برأيه، وأخطأ حظه، وأضاع نصيبه‬ ّ . [2] sebagai pelempar setan.” (QS.” (QS.” (QS. Allah menjadikan bagi para musafir tanda-tanda yang mereka dapat gunakan sebagai petunjuk di bumi dan sebagai tanda-tanda di langit. َ ِ َ َ ِ َ ْ ّ َ َ ّ ّ ّ َ ْ َ ََ ‫ولقد زينا السماء الدنيا بمصابيح‬ “Sesungguhnya Kami telah menghiasi langit yang dekat dengan bintangbintang.”[3] Dari sini Qotadah melarang mempelajari kedudukan bintang. Berita langit yang setan tersebut curi sangat sedikit sekali. An Nahl: 16). ia telah mendapatkan nasib buruk. begitu pula Sufyan bin ‘Uyainah tidak memberi keringanan dalam masalah ini.

Jadi dapat disimpulkan zodiak adalah semua rasi bintang yang berada disepanjang lingkaran ekliptika. yaitu ilmu semu yang mengasumsikan bahwa takdir manusia dapat dikaitkan dengan letak benda-benda astronomis di langit. Ramalan astrologi didasarkan pada kedudukan benda-benda tata surya di dalam zodiak. Sebagian besar astrologer Barat menggunakan zodiak tropikal. Meskipun memiliki asal-muasal yang sama. khususnya dalam hal penemuan dan pengamatan fenomena sementara.Pertama: Ilmu astronomi (ilmu tas-yir) Astronomi. yaitu zodiak tropikal dan zodiak sideral. otomatis mereka semua juga beredar di antara zodiak. yang secara etimologi berarti "ilmu bintang" adalah ilmu yang melibatkan pengamatan dan penjelasan kejadian yang terjadi di luar bumi dan atmosfernya. Bulan dan Matahari) beredar di langit mengelilingi lingkaran ekliptika. Kedudukan Matahari sendiri dibedakan antara waktu tropikal dan waktu sideral yang menyebabkan terdapat dua macam zodiak. Karena semua planet. Ilmu ini mempelajari asal-usul. evolusi. Astronomi adalah salah satu di antara sedikit ilmu pengetahuan di mana amatir masih memainkan peran aktif. matahari dan bulan beredar di sepanjang lingkaran ekliptik. Jika diamati dari bumi.[5] Kedua: Ilmu astrologi (ilmu ta’tsir) Astrologi adalah ilmu yang menghubungkan antara gerakan benda-benda tata surya (planet. Keistimewaan dari keduabelas zodiak dibanding rasi bintang lainnya adalah semuanya berada di wilayah langit yang memotong lingkaran ekliptika. sedangkan astrolog tidak. Seseorang akan menyandang tanda zodiaknya berdasarkan kedudukan matahari di dalam zodiak pada tanggal kelahirannya. bulan dan matahari) dengan nasib manusia. Astronom menggunakan metode ilmiah. Misalnya. Capricornus: Kambing laut Aquarius: Pembawa Air Pisces: Ikan Aries: Domba . orang yang lahir awal desember akan berzodiak Sagitarius. juga proses yang melibatkan mereka. sifat fisik dan kimiawi benda-benda yang bisa dilihat di langit (dan di luar Bumi). kedua bidang ini sangat berbeda. Astronomi jangan dikelirukan dengan astrologi. 2. 4. Rasi-rasi bintang tersebut adalah: 1. karena pada tanggal tersebut Matahari berada di wilayah rasi bintang Sagitarius. semua benda tatasurya (planet. Di bola langit terdapat garis khayal yang disebut dengan lingkaran ekliptika. 3.

Dalam ilmu astrologi. Inilah pendapat Imam Ahmad. Jadi. Yang dibolehkan di sini adalah ilmu tas-yir (ilmu astronomi).[8] Padahal tidak ada kaitan ilmiah antara posisi benda langit dan nasib seseorang. yang terlarang dipelajari adalah ilmu ta’tsir (astrologi). Inilah pendapat Qotadah dan Sufyan bin ‘Uyainah. 10. . Pendapat kedua inilah yang lebih tepat karena berbagai manfaat yang bisa diperoleh dari ilmu astronomi dan tidak termasuk sebab yang dilarang. 8. 12.[7] Sedangkan yang terlarang untuk dipelajari adalah ilmu yang pertama yang disebut dengan ilmu ta’tsir (ilmu astrologi). 6. Ilmu tasyir (ilmu astronomi) memiliki beberapa manfaat. Sedangkan ilmu tasyir (astronomi) adalah ilmu yang sangat membantu kehidupan sehingga tidaklah mengapa untuk dipelajari. 9. Pendapat kedua: Tidak mengapa mempelajari posisi benda langit. Mereka khawatir jika kedudukan bintang tersebut dipelajari. Inilah yang keliru. Namun pendapat ini adalah pendapat ulama yang ada di masa silam saja. akan diyakini bahwa posisi benda langit tersebut bisa berpengaruh pada takdir seseorang. Ini semua termasuk ilmu hisab dan dibolehkan. Di antaranya bisa dipakai untuk kepentingan agama seperti mengetahui arah kiblat dan waktu shalat. 11.5. Ishaq bin Rohuyah dan kebanyakan ulama. Taurus: Kerbau Gemini: Si Kembar Cancer: Kepiting Leo: Singa Virgo: Gadis Perawan Libra: Timbangan Scorpius: Kalajengking Sagitarius : Si Pemanah[6] Hukum Mempelajari Ilmu Astronomi dan Ilmu Astrologi Para ulama dalam menilai ilmu yang mempelajari kedudukan benda langit ada dua pendapat: Pendapat pertama: Terlarang mempelajari posisi benda langit. Alasan mereka melarang hal ini dalam rangka saddu adz dzari’ah yaitu menutup jalan dari hal yang dilarang. ada keyakinan bahwa posisi benda-benda langit berpengaruh pada nasib seseorang. Atau untuk urusan dunia seperti mengetahui pergantian musim. 7.

Pertama: Keyakinan bahwa posisi benda langit yang menciptakan segala kejadian yang ada di alam semesta dan segala kejadian berasal dari pergerakan benda langit. Biasa digambarkan ramalan keadaan dirinya pada 1 minggu atau sebulan mendatang. Perbuatan semacam ini termasuk kekufuran berdasarkan kesepakatan para ulama. Apalagi jika memang ramalan itu pas dengan kondisi keuangan dan asmaranya saat itu. Keyakinan semacam ini juga tetap keliru dan termasuk syirik ashgor. Ini termasuk perdukunan dan sihir. . dan sama sekali tidak ada kaitannya dengan kedudukan benda langit yang ada. kesuksesan seseorang di masa akan datang. ketiga keyakinan di atas adalah keyakinan yang keliru. Mereka mengingkari Allah sebagai pencipta. dan di dunia maya (seperti di situs jejaring sosial yaitu Facebook dan Friendster). Keyakinan semacam ini adalah keyakinan yang dimiliki oleh Ash Shobi-ah. Yang menciptakan setiap kejadian hanyalah Allah. Sungguh. – Wal ‘iyadzu billahHukum Membaca Zodiak dan Ramalan Bintang Zodiak atau ramalan bintang berisi tentang ramalann keadaan asmara.Keyakinan Terhadap Zodiak dan Ramalan Bintang Ada tiga macam keyakinan yang dimaksud dan ketiga-tiganya haram. Pergerakan benda langit yang ada dapat diklaim menimbulkan kejadian baik dan buruk di alam semesta. Karena Allah sendiri tidak pernah menjadikan benda langit tersebut sebagai sebab. keuangan. Membaca sampai membenarkan lamaran tadi pun dianggap hal lumrah dan tidak bernilai dosa. Allah pun tidak pernah menganggapnya punya kaitan dengan kejadian yang ada di muka bumi. sedangkan posisi benda langit tersebut hanyalah sebab semata. ini merupakan musibah besar di tubuh umat ini. Semua ini kembali pada pengaturan Allah dan atas izinNya. Segala kejadian yang ada diciptakan oleh benda langit.[9] Intinya. keyakinan semacam inilah yang tersebar luas di tengah-tengah masyarakat muslim. Namun sayangnya. seperti turunnya hujan dan bertiupnya angin. walaupun hanya menganggap sebagai sebab atau hanya sebagai ramalan. Keyakinan semacam ini adalah keyakinan yang kufur berdasarkan kesepakatan para ulama. Ketiga: Posisi benda langit sebagai petunjuk untuk peristiwa masa akan datang. Keyakinan semacam ini berarti mengaku-ngaku ilmu ghoib. koran. Sebagian mereka pun mempercayai ramalan-ramalan bintang tadi. Allah hanya menciptakan bintang untuk tiga tujuan sebagaimana telah dikemukakan di atas. Mereka begitu semangat menikmati ramalan tersebut di majalah. Kedua: Keyakinan bahwa posisi benda langit yang ada hanyalah sebagai sebab (ta’tsir) dan benda tersebut tidak menciptakan segala kejadian yang ada.

“Jika seseorang membaca halaman suatu koran yang berisi zodiak yang sesuai dengan tanggal kelahirannya atau zodiak yang ia cocoki.”[12] Kedua: Apabila sampai membenarkan atau meyakini ramalan tersebut. Akibat perbuatan ini. Saat ini. ada dua rincian hukum dalam masalah ini. dsb.”[11] Ini akibat dari cuma sekedar membaca. Bahkan sekarang bisa tinggal ketik lewat sms dengan format reg spasi. Dari sini perlu diketahui bahwa para ulama seringkali menyamakan hukum membaca ramalan bintang dengan hukum mendatangi tukang ramal yang mengklaim mengetahui perkara yang ghoib. Maksud tidak diterima shalatnya selama 40 hari dijelaskan oleh An Nawawi: “Adapun maksud tidak diterima shalatnya adalah orang tersebut tidak mendapatkan pahala. maka ini layaknya seperti mendatangi dukun. maka shalatnya selama 40 hari tidak diterima. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. maka itu tetap haram. Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda. ٍ ّ َ ُ ََ َ ِ ْ ُ َ ِ َ َ َ ْ َ َ ُ ُ َ َ ِ ُ َ ّ َ َ ً ّ َ ْ َ ً ِ َ َ َ ْ َ ‫من أتى كاهنا أو عرافا فصدقه بما يقول فقد كفر بما أنزل على محمد‬ . Akibatnya cuma sekedar membaca semacam ini adalah tidak diterima shalatnya selama empat puluh hari.Cara memperoleh ramalan bintang ini tidak perlu susah payah sampai ke rumah tukang ramal. Pertama: Apabila cuma sekedar membaca zodiak atau ramalan bintang. Namun shalat yang ia lakukan tetap dianggap dapat menggugurkan kewajiban shalatnya dan ia tidak butuh untuk mengulangi shalatnya. Keduanya dinilai sama hukumnya karena sama-sama mempertanyakan hal ghoib di masa akan datang. walaupun tidak mempercayai ramalan tersebut atau tidak membenarkannya. ً َ ْ َ َ ِ َ ْ َ ٌ َ َ ُ َ ْ َ ْ ُ ْ َ ‫َ ْ َ َ َ ّ ً َ َ َ َ ُ َ ْ َ ْء‬ ‫من أتى عرافا فسأله عن شى ٍ لم تقبل له صلة أربعين ليلة‬ “Barangsiapa yang mendatangi tukang ramal. setiap orang sudah disuguhkan cara mudah untuk membaca ramalan bintang melalui majalah. koran atau TV. shalatnya tidak diterima selama 40 hari. Sedangkan apabila seseorang sampai membenarkan ramalan dalam zodiak tersebut. maka ia berarti telah kufur terhadap Al Qur’an yang telah diturunkan pada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.”[10] Intinya. Syaikh Sholih Alu Syaikh -hafizhohullah.mengatakan. maka dianggap telah mengkufuri Al Qur’an yang menyatakan hanya di sisi Allah pengetahuan ilmu ghoib.

Syaikh Sholih Alu Syaikh memberi nasehat. … Oleh karena itu. zodiak dan semacamnya[16]. dan dalam khutbah jum’at. Begitu pula tidak perlu seseorang menyibukkan dirinya ketika berada di dunia maya untuk mengikuti berbagai ramalan-ramalan bintang yang ada. Namun masih sangat sedikit yang mengingkari dan memberi peringatan terhadap kekeliruan semacam ini.“Barangsiapa yang mendatangi dukun atau tukang ramal.”[15] Dari sini. lalu ia membenarkannya. ‫إن ال عنده علم الساعة وينزل الغيث ويعلم ما في الرحام وما تدري نفس ماذا تكسب غدا وما‬ َ َ ًَ ُ ِ ْ َ َ َ ٌ َْ ِ ْ َ َ َ ِ َ ْ ِ َ ُ َْ َ َ َ ْ َ ْ ُ ّ َ ُ َ ِ َ ّ ُ ْ ِ ُ َ ْ ِ ّ ّ ِ َ ٌ ِ َ ٌ َِ ‫َ ْ ِ َ ْ ٌ ِ َ ّ َ ْ ٍ َ ُ ُ ِ ّ ل‬ ‫تدري نفس بأي أرض تموت إن ا َ عليم خبير‬ ّ . Kejadian Masa Akan Datang Menjadi Kekhususan Allah Ketahuilah. Begitu pula tidak boleh mempercayai ramalan-ramalan semacam itu sebagaimana larangan yang telah kami kemukakan di atas. semacam ini termasuk yang diperintahkan bahkan dapat dinilai wajib. Hendaklah ia menyampaikannya dalam setiap perkataannya. wajib bagi setiap penuntut ilmu agar mengingatkan manusia mengenai akibat negatif membaca ramalan bintang. tetap seseorang bisa terkena dosa jika ia bukan bermaksud untuk membantah ramalan tadi. Perbuatan semacam ini termasuk dosa besar (al kabair) –wal ‘iyadzu billah-. sudah sepatutnya seorang muslim tidak menyibukkan dirinya dengan membaca ramalan-ramalan bintang melalui majalah. “Kita wajib mengingkari setiap orang yang membaca ramalan bintang semacam itu dan kita nasehati agar jangan ia sampai terjerumus dalam dosa. ketika selesai shalat lima waktu. Karena walaupun tidak sampai percaya pada ramalan tersebut.”[13] Namun jika seseorang membaca ramalan tadi untuk membantah dan membongkar kedustaannya. koran. Semoga Allah melindungi kita dan anak-anak kita dari kerusakan semacam ini. Hendaklah kita melarangnya untuk memasukkan majalah-majalah yang berisi ramalan bintang ke dalam rumah karena ini sama saja memasukkan tukang ramal ke dalam rumah.[14] Hukum-hukum ini juga berlaku untuk ramalan lain selain dengan ramalan bintang. saudaraku. Allah Ta’ala berfirman. maka ia berarti telah kufur pada Al Qur’an yang telah diturunkan pada Muhammad. televisi atau lewat pesan singkat via sms. Perkara masa akan datang adalah perkara yang menjadi kekhususan Allah dan menjadi ranah ghoib. Sehingga tidak pantas seorang makhluk pun menerka-nerka apa yang akan terjadi pada masa akan datang melalui ramalan bintang. Karena ini adalah bencana bagi umat.

”[17] Kemudian beliau pun membaca firman Allah (yang artinya). Lalu beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepadanya. ٌ ْ َ ِ َْ ْ ُ ِ ََ ‫مفاتح الغيب خمس‬ “Kunci ilmu ghoib itu ada lima. dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. dst”. Ath Tholaq: 3)? Al Qurtubi mengatakan.. sungguh Allah akan memberikan kalian rizki sebagaimana burung mendapatkan rizki. .”[18] Jika Allah yang jadi sandaran dalam setiap usaha. ُ ُ ْ َ َ ُ َ ّ ََ ْ ّ َ َ َ ْ َ َ ‫ومن يتوكل على ال فهو حسبه‬ ِ “Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya.” (QS. beliau bersabda. Kuncinya: Menyandarkan Diri pada Allah Cukuplah seseorang meyakini bahwa segala sesuatu telah ditakdirkan oleh Yang Di Atas. Luqman: 34) Disebutkan pula dalam kitab Shahih Al Bukhari dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Bukankah Allah Ta’ala Yang Maha Mencukupi berfirman. “Sesungguhnya Allah.“Sesungguhnya Allah. ”Barangsiapa menyerahkan urusannya sepenuhnya kepada Allah. ْ ُ ْ َ َ َ َ ِ ْ ُ َ َ ْ ُ ُّ َ ّ ّ َ ْ َ ‫لو أن الناس كلهم أخذوا بها لكفتهم‬ .”[19] Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah membaca ayat di atas kepada Abu Dzar. dan Dia-lah Yang menurunkan hujan. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok.” (QS. Burung tersebut pergi pada pagi hari dalam keadaan lapar dan kembali sore harinya dalam keadaan kenyang. ً َ ِ ُ ُ َ َ ً َ ِ ُ ْ َ َ ْ ّ ُ ُ ْ َ َ َ ْ ُ َ َ َ َ ِ ِّ َ َ ّ َ ّ ََ َ ُّ َ َ َ ْ ُ ّ َ ْ َ ‫لو أنكم تتوكلون على ال حق توكله لرزقكم كما يرزق الطير تغدو خماصا وتروح بطانا‬ ِ ”Seandainya kalian betul-betul bertawakkal pada Allah. hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat. maka Dia akan mencukupi setiap hajat. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. Dengan cara seperti ini. Dari Umar bin Al Khoththob radhiyallahu ‘anhu berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. maka Allah akan mencukupi kebutuhannya. hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat. apa yang kita inginkan dengan izin Allah dapat tercapai.. Kita hanya berusaha dan berusaha disertai tawakkal.

wikipedia. padahal ada Rabb Yang Maha Mencukupi dan Sebaikbaik Tempat Bergantung?! Semoga Allah memberi hidayah demi hidayah. Sleman. itu sudah akan mencukupi mereka. hal. 15 Dzulhijah 1430 H [1] Lihat I’anatul Mustafid bi Syarh Kitabit Tauhid. 20. kata “Astrology”. [5] Sumber: http://id. tahun 2003.org/wiki/Zodiak [7] Lihat Mutiara Faidah Kitab Tauhid. Abu ‘Isa ‘Abdullah bin Salam.”Seandainya semua manusia mengambil nasehat ini. [2] Idem [3] Dikeluarkan oleh Ibnu Jarir Ath Thobariy dalam Jami’il Bayan fii Ta’wilil Qur’an. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi kita kaum muslimin dan dapat memperbaiki keadaan kita sekalian. Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya segala kebaikan menjadi sempurna. cetakan pertama. Syaikh Musthofa Al ‘Adawiy. cetakan pertama.[21] Lalu masihkah terbetik dalam hati kita untuk menggantungkan diri dan percaya pada ramalan-ramalan.org/wiki/Astronomi [6] Sumber: http://id. Syaikh Sholih bin Fauzan bin ‘Abdillah Al Fauzan. [4] Disebutkan oleh Syaikh Muhammad bin ‘Abdul Wahab dalam Kitabut Tauhid. . Maktabah Makkah. 23/508. 167168. 1420 H. 1428 H dan I’anatul Mustafid bi Syarh Kitabit Tauhid. maka sungguh Allah akan mencukupi urusan dunia dan agama mereka.com Diselesaikan di Pangukan. 2/18. [8] Sumber Wikipedia [english]. tahun 1423 H. Syaikh Musthofa Al ‘Adawiy mengatakan bahwa sanadnya hasan. hal. Lihat Tafsir Juz Tabaarok. 2/14-15.wikipedia.”[20] Yaitu seandainya manusia betul-betul bertakwa dan bertawakkal. Pustaka Muslim. Terbitan Ulin Nuha. Muassasah Ar Risalah. cetakan pertama. Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal Artikel http://rumaysho.

349. Dikatakan shohih oleh Syaikh Al Albani dalam Silsilah Ash Shohihah no. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini hasan. 2/17. [10] Lihat At Tamhid Lisyarh Kitabit Tauhid oleh Syaikh Sholih Alu Syaikh pada Bab “Maa Jaa-a fii Tanjim”. [19] Al Jami’ Liahkamil Qur’an. Tirmidzi. hal. [21] Lihat Jaami’ul ‘Ulum wal Hikam. . dari beberapa istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beirut. Dar Ihya’ At Turots Al ‘Arobiy. penjelasan hadits no. [20] HR. dari Shofiyah. [17] HR. 349. Lihat penjelasan Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin dalam Al Qoulul Mufid Syarh Kitab Tauhid. [15] Lihat At Tamhid Lisyarh Kitabit Tauhid. 9532.310. cetakan kedua. tahun 1424 H. tahun 1392 H. Ahmad. Maktabah Al ‘Ilmi. cetakan pertama. Bukhari no. 14/227. [14] Al Qoulul Mufid ‘ala Kitabit Tauhid. [12] Syarh Muslim. Muslim no. 1/330. dan Al Hakim. Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin. Dar At Tauhid. Mawqi’ Ya’sub. seperti kapan terjadinya gerhana bulan dan matahari dan bisa ditentukan kapan tanggal pastinya. Dalam sanad hadits ini terdapat inqitho’ (terputus) sehingga hadits ini adalah hadits yang lemah (dho’if). hal. [11] HR. Ibnu Rajab Al Hambali. Al Qurtubhi. An Nasa-i dalam Al Kubro. 4778 [18] HR. [13] HR. [16] Bukan termasuk perdukunan adalah perkara yang diketahui melalui penelitian ilmiah. 49. cetakan kedua. Namun makna hadits ini shahih (benar). tahun 1423 H. Ahmad. Ahmad no.[9] Lihat I’anatul Mustafid bi Syarh Kitabit Tauhid. An Nawawi. 2230. Ibnu Majah. 18/161.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful