P. 1
11. Uji Mann Whitney

11. Uji Mann Whitney

|Views: 2,611|Likes:
Published by La Ode Rinaldi
Blok 16 Biostatistik
Blok 16 Biostatistik

More info:

Published by: La Ode Rinaldi on Jul 22, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/09/2013

pdf

text

original

Kuliah Oleh Ir. Rahayu Astuti, M.

Kes

MANN-WHITNEY U-TEST
Tujuan Tujuan dari uji ini adalah untuk menguji perbedaan nilai median dari dua sample yang independent yang mewakili dua populasi. Uji U Mann Whitney dapat digunakan pada data ordinal (data dalam bentuk peringkat/ ranking). Bila data berbentuk interval/rasio maka perlu diubah dulu ke dalam data ordinal

(ranking/peringkat). Sebenarnya bila datanya berbentuk interval/rasio dan data berdistribusi normal maka dapat digunakan uji t sampel independent, namun jika asumsi t test tidak dipenuhi (misalnya data berdistribusi tidak normal) maka dapat digunakan uji ini.

Yang perlu diperhatikan dalam uji U Mann Whitney : 1. Data dalam bentuk peringkat/ranking 2. Data telah ditransformasi kedalam bentuk peringkat/ranking dari data yang berbentuk interval/rasio dimana peneliti percaya bahwa asumsi kenormalan atau mungkin asumsi varians sama pada uji t dua sampel independent (yang merupakan uji parametrik yang analog dengan uji U Mann Whitney) telah dilanggar atau tidak dipenuhi. Asumsi : 1. Tiap sampel telah diambil/ dicuplik secara random/acak dari populasi yang diwakilinya 2. Dua sample bersifat independent antara satu dengan lainnya, 3. Variabel asal/ variable hasil observasi adalah variabel random yang kontinyu. Sebenarnya asumsi ini seperti pada kebanyakan uji non parametrik lainnya adalah sering tidak mengikat, seperti uji yang sering digunakan pada variabel random yang diskrit 4. Bentuk distribusi populasinya adalah tidak normal.

Pengujian Hipotesis 2 ekor (two-tailed test) Hipotesis nul : Ho :
1= 2

RA

1

(Median populasi yang diwakili kelompok I sama dengan median populasi yang diwakili kelompok II). Hipotesis alternatif : Ha :
1 2

(Median populasi yang diwakili kelompok I tidak sama dengan median populasi yang diwakili kelompok II).

Hipotesis 1 ekor (one-tailed test) Hipotesis alternatif : Ho :
1> 2

(Median populasi yang diwakili kelompok I lebih besar dari median populasi yang diwakili kelompok II). Hipotesis alternatif : Ha :
1

<

2

(Median populasi yang diwakili kelompok I lebih kecil dari median populasi yang diwakili kelompok II).

Terdapat dua rumus yang digunakan untuk pengujian, yaitu rumus I dan rumus II. Kedua rumus tersebut digunakan dalam perhitungan, karena akan digunakan untuk mengetahui harga U mana yang lebih kecil. Harga U yang lebih kecil yang akan digunakan untuk pengujian dan membandingkan dengan U table Rumus I n1 ( n1 + 1 ) U1 = n1n2 + —————— 2 Rumus II n2 ( n2 + 1 ) U2 = n1n2 + —————— 2 Dimana : n1 : jumlah sampel 1 n2 : jumlah sampel 2 U1 : nilai U pada sampel 1 U2 : nilai U pada sampel 2 R1 : jumlah ranking/peringkat pada sample 1 R2 : jumlah ranking/peringkat pada sample 2 Pengambilan keputusan : Jika nilai U hitung lebih kecil atau sama dengan U tabel maka ada perbedaan yang signifikan. (U hitung ≤ U tabel  Ho ditolak, Ha diterima  ada perbedaan yang signifikan). R2 R1

RA

2

Contoh kasus 1: Dalam penelitian ngin diuji efikasi suatu obat antidepressant. Untuk itu 10 pasien depresi dari klinik diambil secara random dari dua kelompok. Lima pasient disebut kelompok I diberi obat anti depressant selama 6 bulan dan 5 pasien disebut kelompok II diberi placebo selama 6 bulan. Diasumsikan pada penelitian eksperiment ini sebelum perlakuan diberikan telah diukur tingkat depresi pasien pada kedua kelompok adalah sama. Sesudah 6 bulan, ke 10 pasient diukur tingkat depresinya. Skor depresi pada kedua kelompok adalah sebagai berikut : Kelompok I : 11, 1, 0, 2, 0 Kelompok II : 11, 11, 5, 8, 4 Dari data diatas apakah mengindikasikan bahwa obat antidepressant tersebut efektif ? Jawab: Menggunakan uji hipotesis dua ekor (two-tailed): Ho :
1= 2

Ha :

1

2

Tingkat kemaknaan 5% ( 0,05) Tabel 1. Data untuk contoh kasus 1 Kelompok I Subyek Pasien A Pasien B Pasien C Pasien D Pasien E X1 11 1 0 2 0 R1 9 3 1,5 4 1,5 R1= 19 Subyek Pasien F Pasien G Pasien H Pasien I Pasien J Kelompok II X2 R2 11 9 11 9 5 6 8 7 4 5 R2= 36

Tabel 2. Cara memberi peringkat pada contoh kasus 1 Subyek Skor depresi Peingkat Peringkat Tie C 0 1 1,5 E 0 2 1,5 B 1 3 3 D 2 4 4 J 4 5 5 H 5 6 6 I 8 7 7 A 11 8 9 F 11 9 9 G 11 10 9

n1 ( n1 + 1 ) U1 = n1n2 + ————— 2

R1

U1 = 5

5( 5 + 1 ) 5 + ————— - 19 = 21 2

RA

3

n2 ( n2 + 1 ) U2 = n1n2 + ————— 2

R2

U2 = 5

5( 5 + 1 ) 5 + ————— - 36 = 4 2

Jadi karena U1 = 21 dan U2 = 4 maka U = 4 ( dipakai yang nilainya lebih kecil) Pada tabel U Mann Whitney, dengan uji two-tailed dan alpha 0,05, n1 = 5 dan n2 = 5 maka nilai U = 2 Pengambilan keputusan : Karena nilai U hitung > nilai U table  maka Ho diterima, Ha ditolak Artinya : Tidak ada perebedaan yang signifikan nilai median pada kelompok I (menggunakan obat anti depressant) dengan kelompok II (menggunakan placebo/ tidak menggunakan abat antidepressant)  obat antidepressant tsb tidak efektif .

SOAL 1. Suatu penelitian ingin mengetahui apakah ada perbedaan nilai skor pengetahuan ibu tentang hygiene dan sanitasi lingkungan rumah antara ibu di daerah yang terkena wabah diare dengan ibu di daerah yang tidak terkena wabah diare. Untuk itu diambil masing-masing daerah 10 orang ibu tiap daerah. Hasil pengamatan sebagai berikut: Tabel 3. Nilai pengetahuan ibu tentang hygiene dan sanitasi di daerah yang terkena wabah diare dan daerah yang tidak terkena wabah diare No sampel Pengetahuan ibu tentang hygiene dan sanitasi di daerah terkena wabah diare 65 60 63 69 71 59 60 66 75 70 No sampel Pengetahuan ibu tentang hygiene dan sanitasi di daerah tidak terkena wabah diare 75 68 72 80 68 79 65 79 77 83

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Kita anggap semua asumsi uji U Mann Whitney dipenuhi.
RA

4

Daftar Pustaka 1. Sheskin, D.J. Handbook of Parametric and Nonparametric Statistical Prosedures. Third Edition. Chapman & Hall/CRC. Florida. 2004. 2. Murti, B Penerapan Metode Statistik Non-Parametrik Dalam Ilmu –ilmu Kesehatan, PT. Gramedia Pustaka Utama. 1996. 3. Santoso, S. Statistik Non-Parametrik, Elex Media Komputindo. 2003. 4. Ariawan, I. Analisis Data Kategori, Modul, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia. 2003. 5. Siegel, S. Statistik Non Parametrik untuk Ilmu-ilmu Sosial, Gramedia, Jakarta. 1994. 6. Sugiyono. Statistik Non Parametrik Untuk Penelitian, CV Alfabeta, Bandung 2001.

RA

5

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->