PEMERINTAH PROVINSI KALIMANTAN BARAT DINAS KESEHATAN

Jl. D.Abdul Hadi No. 7 Telp. (0561) 734458-746856 Fax. (0561) 739097
PONTIANAK

DOKUMEN PENUNJUKAN LANGSUNG
( RENCANA KERJA DAN SYARAT-SYARAT ) BAB I SYARAT-SYARAT UMUM

Pasal 1 PEKERJAAN YANG AKAN DILAKSANAKAN 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Unit Kerja Tahun Anggaran Kegiatan Pekerjaan Lokasi Pekerjaan Dokumen Pelaksanaan Anggaran Sumber Dana : : : : Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat 2010 Pemeliharaan Rutin / Berkala “PENGAWASAN PEMELIHARAAN RUTIN“ Pontianak : Nomor : 007/DPA-SKPD/KEU-A. : Tanggal : 20 April 2007 : APBD Propinsi Kalimantan Barat ( DPA ).

Pasal 2 PIHAK-PIHAK YANG BERSANGKUTAN Dalam hal ini yang dimaksud dengan : 1. Pengguna : Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat Tahun Anggaran 2. Barang/Jasa : 2010. Panitia Panitia Pengadaan Barang/Jasa Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat Tahun Anggaran 2010, yang dibentuk berdasarkan Surat Keputusan Pengguna Barang/Jasa untuk 3. : melaksanakan pemilihan penyedia barang/jasa. Pejabat penggadaan Personil yang diangkat oleh Pengguna Barang/jasa, untuk melaksanakan pemilihan penyedia barang/jasa dengan nilai 4. : sampai dengan Rp. 50.000.000,00 (lima Pengawas/Pemeriksa puluh juta rupiah. Staf Teknis Unit Kerja Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat Tahun Anggaran 2010, yang dibentuk berdasarkan 5. : Surat Keputusan Pengguna Barang/Jasa untuk melaksanakan Penyedia pengawasan pada pekerjaan pengadaan jasa konsultansi. 6. Barang/Jasa : Penyedia Barang/Jasa yang memenuhi syarat sebagai penunjukan langsung. Penawar/Penunjukan Badan Usaha atau orang perseorangan yang kegiatan Langsung usahanya menyedikan barang/layanan jasa.

Pasal 3 KERANGKA ACUAN KERJA (KAK) Kerangka Acuan Kerja untuk pekerjaan Konsultan ini terdiri : a. Syarat-syarat Umum. b. Syarat-syarat Administrasi. c. Syarat-syarat Teknis/Kerangka Acua Kerja (KAK).

Foto Copy Sertifikat. Foto Copy SITU. 2.Pasal 4 PENGAMBILAN DOKUMEN PENUNJUKAN LANGSUNG Kerangka Acuan Kerja (KAK) disampaikan kepada rekanan bersamaan dengan undangan penawaran yang dilakukan pada : Hari : …………………………………… Tangga : …………………………………… l : …………………………………… Jam : Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat Tempat Jalan D. 8. 2. Abdul Hadi No. 7. Pontianak Pasal 5 PEMBERIAN PENJELASAN PEKERJAAN 1. baik lisan maupun tulisan dapat diajukan dalam rapat Penjelasan. 7. Persyaratan Administrasi dan Teknis c. Daftar Peralatan yang digunakan. Foto Copy Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Hasil-hasil rapat penjelasan akan dimuat dalam Berita Acara Penjelasan Pekerjaan yang sifatnya mengikat. Berita Acara Penjelasan Pekerjaan. Dokumen Teknis terdiri : 1. Time Schedule berupa jadwal kegiatan yang akan dilaksanakan sesuai dengan Kerangka Acuan Kerja (KAK) yang telah ditetapkan. Pendekatan dan Methodologi Pelaksanaan Pekerjaan (Metode Kerja). b. Sampul tersebut berisi : Dokumen Administrasi : 1. 5. Foto Copy Akte Pendirian Perusahaan beserta perubahannya bila ada. 2. 3. 5. Abdul Hadi No. Pontianak Pasal 6 TATA CARA PENAWARAN 1. 3. 4. Penjelasan Pekerjaan akan dilaksanakan pada : Hari : …………………………………… Tanggal : …………………………………… Jam : …………………………………… Tempat : Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat Jalan D. 7. Berkas-berkas Penawaran. penyedia Barang/Jasa. Tanda Anggota INKINDO. 4. 7. Para Penawar membuat penawaran berdasarkan pada : a. Foto Copy SIUJK. 6. Berkas-berkas penawaran disampaikan kepada Panitia/Pejabat Pengadaan dalam 1 (satu) sampul yang dimasukkan dalam 1 (satu) amplop tertutup. Abdul Hadi No. Daftar Pengalaman Perusahaan terhadap pekerjaan sejenis atau sedang dilaksanakan oleh Konsultan yang bersangkutan selama 3 tahun terakhir. Daftar Personalia dan Kualifikasi Tenaga Ahli yang digunakan. Surat Penawaran dan lampiran harga : . Foto Copy Tanda Daftar Perusahaan (TDP). 3. Peraturan yang berkaitan dengan pelaksanaan Jasa Kontruksi d. 4. Referensi Bank Khusus untuk pekerjaan ini. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 80 Tahun 2003 tentang Pedoman Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. Berita Acara Rapat penjelasan dapat diambil pada : Hari : …………………………………… Tangga : …………………………………… l : …………………………………… Jam : Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat Tempat Jalan D. Pontianak Pertanyaan dari penawar.

Pemeriksaan terhadap kelengkapan dokumen. 2.00 (enam ribu rupiah ) diberi tanggal dan cap Perusahaan serta ditanda tangani Kepala atau Penerima Kuasa yang dibuat di Notaris atau disahkan oleh Notaris. c. dibubuhi Cap Perusahaan serta ditanda tangani Kepala atau Penerima Kuasa yang dibuat di Notaris yang dibuat atau disahkan oleh Notaris. Perubahan atau susulan memberi tambahan. dibuat Rekapitulasinya dan ditanda tangani oleh Kepala/yang dikuasakan dan di Cap Perusahaan. mana yang sah dan mana yang tidak sah berikut alasannya yang akan dicantumkan dalam Berita Acara Pembukaan Penawaran. Tahapan Proses Evaluasi a. Kesimpulan dokumen penawaran yang diajukan. Abdul Hadi No. Dokumen Penawaran harus dibawa sendiri oleh penawar dan dimasukkan kedalam kotak penawaran yang telah disediakan pada : Hari : …………………………………… Tangga : …………………………………… l : …………………………………… Jam : Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat Tempat Jalan D. 7. Disampaikan diluar batas waktu yang ditentukan. 5. Metode yang digunakan dalam Evaluasi Penawaran ini adalah sistem gugur yaitu dengan pelaksanaan penilaian antara lain : a. tanggal dan tanda tangan. Panitia menyatakan dari semua dokumen penawaran yang masuk. Abdul Hadi No. sedangkan harga penawarannya tidak diumumkan. Time Schedule (jadwal) kegiatan yang akan dilaksanakan dan ditanda tangani oleh Kepala/yang di Kuasakan. 6.000. c. Evaluasi Administrasi: dilakukan pada saat pembukaan Surat penawaran. Pasal 7 PEMASUKAN DAN PEMBUKAAN SURAT PENAWARAN 1. apabila telah memenuhi persyaratan sebagaimana diatur dalam Kerangka Acuan Kerja (KAK). Surat Penawaran dilampiri Perincian Biaya Penawaran yang memuat secara detail unsur-unsur biaya Pengawasan. 2. Pasal 8 EVALUASI PENAWARAN 1. Pembukaan Dokumen Penawaran akan diadakan pada : Hari : …………………………………… Tangga : …………………………………… l : …………………………………… Jam : Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat Tempat Jalan D. 4. 6. Surat Penawar dibuat seperti contoh (terlampir) dan dibuat diatas ber Kop Perusahaan. diberi materai Rp. 2. demikian pula penjelasan secara lisan atau tertulis tidak dapat diterima kecuali untuk memenuhi kekurangan pada materai. keterangan dan sebagainya dari para peserta. Pontianak Setelah saat penyampaian Surat Penawaran ditutup. Penilaian terhadap kebenaran substansi ini dokumen penawaran. tidak dapat lagi diterima Surat Penawaran. Surat Kuasa diatas Kop Perusahaan diberi materai Rp. Untuk penawaran yang sah akan diumumkan nama perusahaannya saja. 3. b. b. b. 4. Evaluasi Harga: yang lulus pada evaluasi teknis dilanjutkan dengan evaluasi harga. Tidak memenuhi ketentuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 6 a (sampul satu).00 ( enam ribu rupiah ).1.000. . Pontianak 3. 7. Surat Penawaran tidak sah bila : a. Evaluasi Teknis: yang lulus pada evaluasi administrasi dilakukan evaluasi teknis.

Perhitungan harga yang ditawarkan dapat dipertangggung jawabkan. b. Pasal 10 PENETAPAN DAN PENUNJUKAN PENYEDIA JASA Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat menetapkan penyedia jasa pekerjaan Konsultan Pengawas sesuai dengan ketentuan yang berlaku. dan akan segera disampaikan kepada perusahaan penyedia pekerjaan Jasa Konsultan/Pengawas. maka Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat akan menerbitkan Surat Perintah Kerja (SPK). . 2. 1. 3. Surat Keputusan Penunjukan Penyedia Jasa akan diterbitkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat. c. Telah memperhatikan penggunaan semaksimal hasilhasil produksi Dalam Negeri. Penawaran secara teknis dapat dipertanggung jawabkan. Segera setelah Surat Keputusan Penyedia Jasa dibuat.Penetapan akan segera disampaikan kepada Panitia selambat-lambatnya dalam waktu 2 (dua) hari kerja setelah diterimanya laporan dari panitia dan diumumkan oleh panitia kepada peserta selambat-lambatnya 2 (dua) hari kerja setelah diterimanya keputusan tersebut.Pasal 9 USULAN CALON PENYEDIA JASA Apabila harga dalam penawaran telah dianggap wajar dan dalam batas ketentuan mengenai harga satuan (harga standar) yang telah ditetapkan serta telah sesuai dengan ketentuan maka Panitia akan mengadakan negosiasi dan mengusulkan calon penyedia jasa yang menguntungkan bagi Negara dalam arti : a.

Pasal 3 RENCANA KERJA Sebelum Pelaksanaan Pekerjaan dimulai. Pasal 4 PEMERIKSAAN/SERAH TERIMA PEKERJAAN Dokumen hasil pekerjaan Pengawasan yang ada kaitannya dengan pelaksanaan pelelangan konstruksi harus dapat diserahkan kepada pengguna barang/jasa sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan dalam jadwal pekerjaan dan sebelumnya telah diteliti oleh Staf Teknis. Dasar-dasar Surat Perintah Kerja (SPK) adalah : – Berita Pemberian Penjelasan Pekerjaan. 1. . Yang dianggap keadaan memaksa adalah keadaan yang nyata-nyata diluar kekuasaan dan kemampuan kedua pihak untuk mengatasinya ( Perang.BAB II SYARAT-SYARAT ADMINISTRASI Pasal 1 JANGKA WAKTU PELAKSANAAN PEKERJAAN Pekerjaan Jasa Konsultan Pengawas dilaksanakan dalam jangka waktu 90 (sembilan puluh) hari kalender terhitung sejak ditanda tanganinya Surat Perintah Kerja (SPK) sampai dengan Serah Terima Dokumen. 4. 1. 2. maka akan diadakan addendum sebagaimana mestinya. Segala pengeluaran sehubungan dengan pembuatan Surat Perintah Kerja (SPK) ini menjadi tanggungan Pelaksana/Konsultan. – Berita Acara Pembukaan Surat Penawaran. Administrasi dan Keuangan serta Instansi terkait/Dinas Permukiman dan Prasarana Wilayah Provinsi Kalimantan Barat. sehubungan dengan saat Serah Terima Pertama Pekerjaan Konstruksi. Apabila terjadi perubahan waktu pelaksanaan. Pasal 2 SURAT PERJANJIAN KERJA/KONTRAK Surat Perintah Kerja (SPK) adalah Surat Perjanjian yang dibuat antara Pemberi Tugas dengan Pelaksana yang ditunjuk/Konsultan tentang pekerjaan yang akan dilaksanakan dengan memperhatikan ketentuan-ketentuan yang berlaku. Konsultan harus menyusun rencana kerja sebagaimana yang tertuang pada Kerangka Acua Kerja (KAK) yang telah ditetapkan.PPB/J). Bea materai harus dipenuhi oleh Konsultan Pengawas sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku. 3. – Berita Acara Hasil Pelaksanaan Penunjukan Langsung. Gempa Bumi dan Sabotase ). 2. Atas kejadian/akibat tersebut pada poin 1 yang timbul selama berlangsungnya pekerjaan maka diwajibkan melaporkan kepada Pemberi Tugas dalam jangka waktu 3 x 24 jam dari saat kejadian. – Surat Penawaran. Pasal 6 KEADAAN MEMAKSA ( FORCE MAJURE ) 1. – Surat Keputusan Penunjukan Penyedia Barang/Jasa (SK. Pasal 5 ANGSURAN PEMBAYARAN Pembayaran dilakukan sesuai dengan kemajuan pekerjaan dan akan diatur kemudian dalam Surat Perintah Kerja (SPK). 2.

Penyedia barang/jasa nyata-nyata tidak dapat melaksanakan atau melanjutkan pekerjaan pengadaan barang/jasa ini. setelah pengguna barang/jasa memberikan peringatan/teguran tertulis sebanyak 3 (tiga) kali berturut-turut. pihak penyedia barang/jasa tidak memulai melaksanakan pekerjaan pengadaan barang/jasa. Dalam waktu 7 (tujuh) hari kerja berturut-turut tidak melanjutkan pekerjaan pengadaan barang/jasa ini yang telah dimulainya. 3. maka segala resiko akibat kemacetan-kemacetan tersebut menjadi tanggung jawab penyedia barang/jasa. Pengguna barang/jasa dapat memutuskan hubungan kerja secara sepihak. 5. Jika penyedia barang/jasa melaksanakan pekerjaan pengadaan barang/jasa ini tidak sesuai dengan jadwal waktu yang telah disetujui oleh pengguna barang/jasa. f. Penyedia barang/jasa telah memborongkan sebagian atau seluruhnya pekerjaan pengadaan barang/jasa ini kepada PIHAK KETIGA (Sub Kontrktor). Memberikan keterangan tidak benar yang dapat merugikan pengguna barang/jasa sehubungan dengan pekerjaan pengadaan barang/jasa. 4. maka penyedia barang/jasa bertanggung jawab atas segala kerugian yang timbul. Dalam waktu 14 (empat belas) hari kerja terhituung sejak tanggal surat keputusan penetapan/penunjukan penyedia barang/jasa diterbitkan oleh pengguna barang/jasa. Secara langsung atau tidak langsung dengan sengaja memperlambat penyelesaian pekerjaan pengadaan barang/jasa ini. Pasal 7 KELALAIAN DAN DENDA Untuk setiap hari keterlambatan dari waktu penyelesaian pekerjaan yang telah ditentukan tanpa alasan yang dapat diterima. e. 2. maka segala kerugian ditanggung oleh penyedia barang/jasa. Penyedia barang/jasa tidak dapat mengajukan klaim/kenaikan harga dan biayabiaya lainnya. Apabila pada waktu pelaksanaan pekerjaan pengadaan barang terjadi kemacetan-kemacetann akibat tidak tersedianya barang/bahan dan sebab-sebab lain karena kesalahan penyedia barang/jasa. Apabila hasil pekerjaan pengadaan barang/jasa yang dilaksanakan oleh penyedia barang/jasa hilang. maka Konsultan wajib membayar denda sebesar 10/00 (satu permil) dari harga borongan untuk setiap hari keterlambatan. Pasal 8 RESIKO 1. maka pengguna barang/jasa dapat menunjuk penyedia barang/jasa lain untuk melaksanakan pekerjaan pengadaan barang/jasa ini. kecuali apabila Pemerintah Republik Indonesia dalam bidang moneter secara resmi menyatakan tentang kenaikan tersebut yang diatur dalam peraturan perundang-undangan atau pemberitahuan resmi secara tertulis. Kenaikan harga barang dan biaya-biaya lainnya selama masa pelaksanaan pekerjaan pengadaan jasa konsultansi ini. c. tetapi penyedia barang/jasa tetap tidak memperhatikannya dalam hal ini : a. musnah karena kelalaian penyedia barang/jasa sebelum diserahkan kepada pengguna barang/jasa. d. maka Konsultan kehilangan haknya untuk menuntut ganti kerugian sebagaimana yang berhubungan dengan hal tersebut. ditanggung sepenuhnya oleh penyedia barang/jasa. 2. b. Penyedia barang/jasa segera menyerahkan kepada pengguna . g. Pasal 9 PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA 1. Apabila selama penyedia barang/jasa melaksanakan pekerjaan jasa konsultansi ini menimbulkan kerugian PIHAK KETIGA (orang-orang yang tidak ada sangkut pautnya dengan pekerjaan ini) akibat kelalaian penyedia barang/jasa. Apabila terjadi pemutusan kerja secara sepihak oleh pengguna barang/jasa sebagaimana dimaksud ayat 1 pasal ini. Bila batas waktu yang telah ditentukan pada poin 2 tersebut dilampaui.3.

. Keputusan Panitia Pendamai ini mengikat pihak pengguna barang/jasa dan penyedia barang/jasa dan biaya penyelesaian perselisihan ditanggung bersama oleh pihak penggguna barang/jasa dan penyedia barang/jasa. sebagai ketua yang disetujui oleh pihak pengguna barang/jasa dan penyedia barang/jasa. b. 4. terdiri dari 3 (tiga) orang yang bertugas sebagai juri yang dibentuk oleh pengguna barang/jasa dan penyedia barang/jasa. Apabila terjadi perselisihan antara pengguna barang/jasa dan penyedia barang/jasa akan diselesaikan secara musyawarah dan mufakat. 3. Seorang PIHAK KETIGA yang ahli. 2. yaitu : a. c. Apabila keputusan sebagaimana dimaksud dalam ayat 2 pasal ini tidak dapat diterima oleh salah satu pihak. maka perselisihan akan diselesaikan melalui Pengadilan Negeri. ini yang telah dilakukan pihak penyedia barang/jasa. maka akan diselesaikan melalui Panitia Pendamai. Pasal 10 PENYELESAIAN PERSELISIHAN 1. 3. Apabila perselisihan tidak dapat diselesaikan secara musyawarah dan mufakat. maka pengguna barang/jasa akan memperhitungkan dan menetapkan pembayaran berdasarkan penilaian prestasi pelaksanaan pekerjaan yang telah diselesaikan oleh penyedia barang/jasa. Seorang wakil dari pihak pengguna barang/jasa sebagai anggota. Apabila terjadi pemutusan hubungan kerja sebagaimana dimaksud dalam ayat 2 pasal ini.barang/jasa dokumen kontrak lengkap dengan lampiran-lampirannya dan seluruh keterangan lain yang berkaitan dengan pekerjaan pengadaan barang/jasa. Seorang wakil dari pihak penyedia barang/jasa sebagai anggota.

Menyelenggarakan rapat-rapat lapangan secara berkala. dan biaya pekerjaan kostruksi fisik. C. dan dilakukan secara penuh dengan menempatkan tenaga-tenaga ahli pengawasan dilapangan sesuai kebutuhan dan kompleksitas pekerjaan. Lingkup kegiatan tersebut antara lain adalah : 1. dengan masukan hasil rapat-rapat lapangan. A. 1. 3. B. Latar Belakang. mingguan dan bulanan pekerjaan konstruksi yang dibuat oleh Pemborong. 4. 5. 2. Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat Pemegang Mata Anggaran adalah Pemerintah RI yang dalam hal ini adalah Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat KEGIATAN PENGAWASAN. 1. kuantitas. Lingkup tugas harus dilaksanakan oleh Konsultan Pengawas adalah berpedoman kepada ketentuan yang berlaku. Konsultan Pengawas bertujuan secara umum mengawasi pekerjaan konstruksi. Memeriksa dan mempelajari dokumen untuk pelaksanan konstruksi yang akan dijadikan dasar dalam pengawasan pekerjaan di lapangan. khususnya Pedoman Teknis Bangunan Gedung Negara. keluaran dan proses yang harus dipenuhi dan diperhatikan serta diinterprestasikan ke dalam pelaksanaan tugas pengawasan. 4. Mengumpulkan data dan informasi di lapangan untuk memecahkan persoalan yang terjadi selama pelaksanaan konstruksi. 2. Maksud dan Tujuan. Mengawasi pelaksanaan pekerjaan konstruksi dari segi kualitas. Pekerjaan yang akan dilaksanakan adalah merupakan bagian lingkup 2. . 3. Mengawasi pelaksanaan bahan. kriteria. serta mengawasi ketepatan waktu. Kerangka Acuan Kerja (KAK) ini merupakan petunjuk bagi Konsultan Pengawas yang memuat masukan azas. agar rencana teknis yang telah disiapkan dan digunakan sebagai dasar pelaksanaan konstruksi dapat berlangsung operasional efektif. mutu dan waktu kegiatan pelaksanaan. Pelaksanaan pengawasan lapangan harus dilakukan oleh Pemberi Jasa Pengawasan yang kompeten. dari segi biaya. Setiap pelaksanaan prasarana fisik yang dilakukan oleh Kontraktor Pelaksana harus mendapat pengawasan secara teknis di lapangan. 2. laporan harian. B. dan bulanan pekerjaan pangawasan. serta secara menyeluruh dapat melakukan kegiatannya berdasarkan Kerangka Acuan Kerja (KAK) yang telah disepakati. Umum.BAB III KERANGKA ACUAN KERJA PENGAWASAN ( KAK ) PEKERJAAN PENGAWASAN PEMELIHARAAN RUTIN TAHUN ANGGARAN 2010 PENDAHULUAN A. Dengan penugasan ini diharapkan Konsultan Pengawas dapat melaksanakan tanggung jawabnya dengan baik untuk menghasilkan keluaran yang memadai sesuai KAK ini. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor : 45/PRT/M/2007 Tanggal 27 Desember 2007 tentang Pedoman Teknis Pembangunan Gedung Negara. dan laju pencapaian volume / realisasi fisik. membuat laporan mingguan. peralatan dan metode pelaksanaan. Kinerja pengawasan lapangan sangat ditentukan oleh kualitas dan intensitas pengawasan. 1.

Berita Acara Kemajuan Pekerjaan untuk pembayaran angsuran. Tenaga kerja. Konsultan Pengawas bartanggung jawab secara profesional atas jasa pengawasan yang dilakukan sesuai ketentuan dan kode tata laku profesi yang berlaku.(Tiga Puluh Delapan Juta Empat Ratus Tujuh Puluh Ribu Rupiah) 6. B. dan Konsultan Pengawas.38. TANGGUNG JAWAB PENGAWASAN. A. tetapi juga bagi para tenaga ahli profesional pengawasan yang terlibat. D. B. pemeliharaan pekerjaan. G. 9. 8. Laporan rapat dilapangan (site meeting).000. serah terima pertama dan kedua pekerjaan konstruksi. Gambar rincian pelaksanaan (shop drawings) dan Time Schedulle yang dibuat oleh Kontraktor Pelaksana. Menyusun daftar cacat/kerusakan sebelum serah terima pertama. Buku harian. 7. C. F. yang minimal meliputi : A. Laporan mingguan dan bulanan sebagai resume laporan harian. K R I T E R I A. Persyaratan Umum Pekerjaan. E. Laporan harian. 5. Waktu pelaksanaan pekerjaan. Penanggung jawab profesional pengawasan adalah tidak hanya Konsultan Pengawas sebagai suatu perusahaan.470. Keluaran yang dihasilkan oleh Konsultan Pengawas berdasarkan Kerangka Acuan Kerja ini adalah lebih lanjut akan diatur dalam Surat Perjanjian. Meneliti gambar-gambar yang telah sesuai dengan pelaksanaan (ASBuild drawing) sebelum Serah Terima Pertama. 3. 3. Gambar-gambar sesuai dengan pelaksanaan (shop drawings) dan manual peralatan-peralatan yang dibuat oleh Kontraktor Pelaksanaan. perintah/petunjuk yang penting dari Pengguna Anggaran. 4. Pekerjaan Pengawasan Pemeliharaan Rutin adalah sebesar Rp. H. Sumber dana dari keseluruhan pekerjaan Pengawasan dibebankan pada : Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat Pontianak. Pekerjaan-pekerjaan yang diselenggarakan. II. Hasil evaluasi pengawasan dan dampak yang ditimbulkan. Biaya Pengawasan. Surat Perintah Perubahan Pekerjaan dan Berita Acara Pemeriksaan Pekerjaan Tambah Kurang. Secara umum tanggung jawab Konsultan adalah minimal sebagai berikut : 1. 2. Bahan-bahan yang datang. A. Kesesuaian pelaksanaan konstruksi dengan dokumen pelelangan / pelaksanaan yang dijadikan pedoman.. 2. dan laporan akhir pekerjaan pengawasan. . serta peraturan standar dan pedoman teknis yang berlaku. K E L U A R A N.Menyusun Berita Acara kemajuan pekerjaan. I. berisikan keterangan tentang : 1. III. mengawasi perbaikannya pada masa pemeliharaan. Kinerja pengawasan telah memenuhi standar hasil kerja pengawasan yang berlaku. Alat-alat. diterima atau ditolak. Pekerjaan yang akan dilaksanakan oleh Konsultan Pengawas seperti yang dimaksud pada KAK harus memperlihatkan persyaratan-persyaratan sebagai berikut : A. Kontraktor Pelaksana. C. Sumber Dana. Setiap bagian dari pekerjaan pengawasan harus dilaksanakan secara benar dan tuntas sampai dengan memberi hasil yang telah ditetapkan dan diterima dengan baik oleh Pengguna Anggaran. Besarnya biaya pekerjaan pengawasan untuk Kegiatan Pemeliharaan Rutin / Berkala Gedung Kantor. Meneliti gambar-gambar pelaksanaan (shop drawings) yang diajukan oleh Pemborong. B I A Y A. B. yang memuat semua kejadian.

E. Menyusun laporan kerja. koordinasi dan inspeksi kegiatan-kegiatan pembangunan agar pelaksanaan teknis maupun administrasi teknis yang dilakukan dapat secara terus menerus sampai dengan pekerjaan diserahkan untuk kedua kalinya. Pekerjaan Teknis Pengawasan Lapangan. Memeriksa Time schedulle / Bar chart. kualitas. dan kuantitas dari setiap bagian pekerjaan sesuai standar hasil kerja pengawasan yang berlaku. baik yang menyangkut macam. kualitas dan kuantitas dari bahan atau komponen bangunan. dan Net Work Planning yang diajukan oleh Kontraktor Pelaksana untuk selanjutnya diteruskan kepada Pengguna Anggaran untuk mendapatkan persetujuan. Memberikan masukan pendapat teknis tentang penambahan atau pengurangan pekerjaan yang dapat mempengaruhi biaya dan waktu pekerjaan serta berpengaruh pada ketentuan kontrak. pengawasan lapangan. 1. Konsultasi. dengan pemberitahuan tertulis kepada Pengguna Anggaran. dan ketentuanketentuan sebagai dasar perjanjiannya. Pengawas dan Pemborong dengan tujuan untuk . Pekerjaan pengawasan gedung harus dilaksanakan dengan profesionalisme yang tinggi sebagai konsultan Pengawas yang secara fungsional dapat mendorong peningkatan kinerja . Melakukan konsultasi kepada Pengguna Anggaran untuk membahas segala masalah dan persoalan yang timbul selama masa pelaksanaan konstruksi gedung. Mengawasi kebenaran ukuran. Persyaratan Obyektif. pedoman. 3. b. C. Memberi petunjuk. agar batas waktu pelaksanaan minimal sesuai dengan jadwal yang ditetapkan. 2. Persyaratan Prosedural Penyelesaian administratif sehubungan dengan pekerjaan di lapangan harus dilaksanakan sesuai dengan prosedur dan peraturan yang berlaku. S-Curve. Ketentuan yang diberlakukan untuk pekerjaan yang bersangkutan. Persyaratan Teknis Lainnya. dan menghasilkan keluaran sebagaimana yang diharapkan. untuk pekerjaan pengawasan berlaku pula ketentuan-ketentuan seperti standar. Mengawasi kemajuan pelaksanaan dan mengambil tindakan yang tepat dan cepat. Konsultan Pengawas harus membuat uraian kegiatan secara terperinci yang sesuai dengan setiap bagian pekerjaan pengawasan yang dihadapi di lapangan yang secara garis besar adalah sebagai berikut : a. yaitu Surat Perjanjian Pelaksanaan beserta kelengkapannya. Yang termuat dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor : 45/PRT/M/2007 Tanggal 27 Desember 2007 tentang Pedoman Teknis Pembangunan Gedung Negara. 4. untuk mendapatkan persetujuan dari Pengguna Anggaran. Melaksanakan pekerjaan pengawasan secara umum. Persyaratan Fungsional. D. Mengadakan rapat lapangan secara berkala. sedikitnya dua kali dalam sebulan. c. perintah sejauh tidak mengenai pengurangan dan penambahan biaya dan waktu pekerjaan serta tidak menyimpang dari kontrak. peralatan dan perlengkapan selama pekerjaan pelaksanaan di lapangan atau di tempat kerja lainnya. Selain kriteria umum diatas. dan peraturan yang berlaku antara lain : 1. Peraturan pembangunan Pemerintah Daerah Setempat. Umum Konsultan Pengawas dalam menjalankan tugasnya diperlukan pula oleh Pengguna Anggaran agar fungsi dan tanggung jawab Konsultan Pengawas dapat terlaksana dengan baik. alokasi tenaga dan konsepsi pekerjaan pengawasan. Standar dan Pedoman Teknis yang berlaku di bidang penyelenggaraan bangunan gedung. dengan Pengguna Anggaran. Uraian Tugas Operasional Konsultan Pengawasan. dapat langsung disampaikan kepada Pemborong.B. Pekerjaan Persiapan. PROSES PEKERJAAN PENGAWASAN. Pelaksanaan pekerjaan pengawasan teknis prasarana gedung yang obyektif untuk kelancaran pelaksanaan.

Kesalahan / kelalaian pekerjaan pengawasan sebagai akibat dari kesalahan informasi menjadi tanggung jawab Konsultan Pengawas. Dokumen. serta sesudah diterima paling lambat 1 minggu kemudian. Melaporkan bahan-bahan bangunan yang dipakai. 2. Melaporkan kemajuan pekerjaan yang nyata dilaksanakan dan dibandingkan dengan jadwal yang telah disetujui. M A S U K A N. Laporan.Gambar-gambar pelaksanaan. Bar Chart dan S-Curve serta Net Work Planning dari pekerjaan yang dibuat oleh Pemborong (setelah disetujui). Kerangka Acuan Kerja (KAK) Pengawasan. Sebelum melaksanakan tugasnya Konsultan Pengawas harus segera menyusun : Program kerja. Untuk melaksanakan tujuannya. termasuk petunjuk teknis simak pengawasan mutu pekerjaan. serta penambahan atau pengurangan pekerjaan guna keperluan pembayaran.membicarakan masalah dan persoalan yang timbul dalam pelaksanaan. d. Memeriksa dan menyiapkan daftar volume dan nilai pekerjaan. baik ditinjau dari segi lingkup (besar) Kegiatan maupun tingkat kompleksitas pekerjaan. prosentase dan nilai bobot bagianbagian pekerjaan yang akan dilaksanakan oleh pemborong. . Tenaga. Konsultan Pengawas harus menyediakan tenaga yang memenuhi ketentuan. Alokasi tenaga ahli yang lengkap (disiplin dan keahliannya). Tenaga-tenaga yang diusulkan oleh Konsultan Pengawas harus mendapatkan persetujuan dari Pengguna Anggaran. untuk kemudian membuat risalah rapat dan mengirimkan kepada semua pihak yang bersangkutan. dan juga perhitungan serta gambar konstruksi yang dibuat oleh Pemborong (Shop Drawings). jumlah tenaga kerja dan alat yang digunakan. Mempersiapkan formulir. . serta keperluan pendaftaran sebagai bangunan gedung negara.Berita acara aanwijzing sampai dengan penunjukan Pemborong. Untuk melaksanakan tugasnya Konsultan Pengawas harus mencari informasi yang dibutuhkan selain dari informasi yang diberikan oleh Pengelola Kegitan termasuk melalui Kerangka Acuan Kerja ini. Berita Acara Kemajuan Pekerjaan. mingguan dan bulanan. standar dan pedoman yang berlaku untuk pekerjaan pengawasan teknis konstruksi. Mengadakan rapat diluar jadwal rutin tersebut apabila dianggap mendesak. Memeriksa gambar-gambar kerja tambahan yang dibuat oleh Pemborong terutama yang mengakibatkan tambah atau berkurangnya pekerjaan. baik yang berasal dari Pengguna Anggaran. laporan harian. PROGRAM KERJA. Informasi lainnya.Dokumen kontrak Pelaksanaan / Pemborong. Informasi pengawasan antara lain : Dokumen pelaksanaan yaitu : . Konsultan Pengawas harus memeriksa kebenaran informasi yang digunakan dalam pelaksanaan tugasnya. dll. Menerima dan menyiapkan Berita Acara sehubungan dengan penyelesaian pekerjaan dilapangan serta untuk keperluan pembayaran angsuran. Penyerahan Pertama dan Kedua serta formulir-formulir lainnya yang diperlukan untuk kebutuhan dokumen pembangunan. maupun yang dicari sendiri. termasuk Jadwal kegiatan rencana detail. Memberikan laporan dan pendapat teknis administrasi dan teknis teknologi kepada Pengguna Anggaran mengenai volume. Informasi. Peraturan-peraturan. Konsep penanganan pekerjaan pengawasan . .Rencana kerja dan syarat-syarat . e.

.Program kerja secara keseluruhan harus mendapatkan persetujuan dari Pengguna Anggaran. SH NIP... maka Konsultan Pengawas hendaknya memeriksa semua bahan masukan yang diterima dan mencari bahan masukan lain yang dibutuhkan.. Setelah sebelumnya dipresentasikan oleh Konsultan Pengawas dan mendapatkan pendapat teknis dari Pengelola Teknis Proyek... Setelah Kerangka Acuan Kerja (KAK) ini diterima... Dibuat di : Pontianak Tanggal : . Berdasarkan bahan-bahan tesebut Konsultan agar segera menyusun program kerja untuk dibahas dengan Pengguna Anggaran...... P E N U T U P. 19621003 198712 1 001 ..2010 Panitia Pengadaan Barang/Jasa Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat Ketua MULYANTO..