BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah Kemajuan-kemajuan yang dicapai di era reformasi cukup memberikan harapan yang lebih baik, namun di siisi lain masih ada masalah yang memprihatikan khususnya menyangkut perilaku sebagaian generasi muda kita yang terperangkap pada penyalahgunaan Narkoba/Naza (Narkotika, Alkohol dan zat adiktif lainnya) baik mengkonsumsi maupun mengedarkannya. Hal itu mengisyaratkan kepada kita untuk peduli dan memperhatikan secara lebih khusus untuk menganggulanginya, karena bahaya yang ditimbulkan dapat mengancam keberadaan generasi muda yang kita harapkan kelak akan menjadi pewaris dan penerus perjuangan bangsa di masa-masa mendatang. Kota-kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Surabaya, Denpasar termasuk Yogyakarta dulu dikenal hanya merupakan daerah transit peredaran narkoba, namun seiring perkembangan globalisasi dunia, kota-kota besar di Indonesia sudah merupakan pasar peredaran narkoba, sasaran pasar peredaran narkoba sekarang ini tidak terbatas pada orang-orang yang broken home, frustasi maupun orang-orang yang berkehidupan malam, namun telah merambah kepada para mahasiswa, pelajar bahkan tidak sedikit kalangan eksekutif maupun bisnisman telah terjangkit barnag-barnag haram tersebut. Meskipun diakui bersama bahwa narkoba di satu sisi merupakan obat atau bahan yang bermanfaat dibidang pengobatan, pelayanan kesehatan dan pengembangan ilmu pengetahuan, namun di sisi lain dapat pula menimbulkan addication (ketagihan dan ketergantungan) tanpa adanya pembatasan, pengendalian dan pengawasan yang ketat dan seksama dari pihak yang berwenang.

1

B. Tujuan Penulisan 1. Agar siswa mampu memahami pengertian narkoba? 2. Agar siswa mampu memahami bahaya narkoba dikalangan remaja 3. Agar siswa memhami dampak yang ditimbulkan dari narkoba 4. Agar siswa memahami cara penanggulangan bahaya narkoba.

2

(Menurut Lydia). tetapi sering disalahgunakan. 3 . dan zat bukan makanan. dan zat yang menyebabkan ketergantungan (Napza). Napza (narkotika. karena mengacu pada undang-undang yang berlaku mengenai narkotika dan psikotropika. bahan. baik yang diatur undang-undang dan peraturan hokum lain maupun yang tidak. dan juga inhalansia/solven. demikian pula fungsi vital organ tubuh lain (jantung. seperti alcohol. kerja otak berubah (meningkat atau menurun). Yang dimaksud dengan bahan berbahaya adalah bahan yang tidak aman digunakan atau membahayakan dan penggunaannya bertentangan dengan hokum atau melanggar hokum (ilegal). Termasuk dalam hal ini adalah obat. digunakan karena telah popular. Narkoba atau Napza adalah obat. Psikotropika. zat Adiktif Lain) adalah istilah kedokteran untuk sekelompok zat yang jika masuk ke dalam tubuh menyebabkan ketergantungan (adiktif) dan berpengaruh pada kerja otak (psikoaktif). dihirup. peredaran darah. dan lainlain). dihisap. Pengertian Narkoba Narkoba (Narkotika dan Obat/Bahan Berbahaya) adalah isitilah yang digunakan oleh penegak hokum dan masyarakat. Istilah ini lebih tepat. bahan. ditelan. pernapasan. Akibatnya. Pendekatan ini perlu dilakukan terutama dalam upaya pencegahan. tetapi ruang lingkupnya meliputi semua obat. nikotin. sebab zat adiktif lain seperti nikotin sering menjadi pintu masuk penggunaan narkoba lain.BAB II LANDASAN TEORI A. atau disuntikkan berpengaruh pada kerja otak (susunan saraf pusat) dan sering menyebabkan ketergantungan. bahan. yang jika diminum. atau zat. Isitlah Narkoba. kafein.

Golongan I. Buprenorfina. Nitrazepan. MMDA yang terdapat kandungan ectasy Golongan II.B. meliputi : Amfetamina (sabu-sabu). meliputi : Amobarbital. mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan yang dibedakan dalam golongangolongan tertentu. Golongan III. Golongan I. Dokstroposifem. Pengaruh dan Akibat Narkoba Pengaruh Narkotika. meliputi : Asetihidroteina. Depresant yaitu mengendurkan atau mengurangi aktivitas atau kegiatan susunan syaraf pusat. Fenetilena. meliputi : MDMA (Ectasy). opium. Jenis-Jenis Narkoba Ada beberapa jenis narkoba seperti yang diatur dalam UU No 22 Tahun 1997 tentang Narkotika dan UU No. sebagai berikut : 1. 2. Dihidrokodenia. ganja Golongan II. tanaman koka-daun koka-kokain mentah-kokaina. N=-etil MDA. 4 . Meliputi tanaman papaver somniverum. meliputi : Diazepam (Nipam/BK/Magadon). Psikotropika dan antara lain : a. C. hilangnya rasa. Butalbital. Betametadol Golongan III. Deksamfetamina. meliputi : Alfesetilmetadol. Benzetidin. 5 Tahun 1997 tentang psikotropika. sehingga dipergunakan untuk menenangkan syaraf seseorang untuk dapat tidur/istirahat. Psikotropika adalah zat atau obat baik alamiah maupun sintesis bukan narkotika yang berkhasiat psikotropika melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan khas paa aktifitas mental dan perilaku. Golongan IV. heroin-morphine. Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman baik sentesis maupun semi sintesis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran.

senang berbohong. terutama yang popular adalah ecstasy dan sabusabu mengakibatkan: Efek farmakologi : meningkatkan daya tahan tubuh. • Psikotropika. menimbulkan khayalan yang menyenangkan. • • • • • Narkotika mengakibatkan Merusak susunan syaraf pusat Merusak organ tubuh. menurunkan emosi. 5 .b. untuk memperoleh narkotika dilakukan dengan segala macam cara dimulai dengan mengambil barang milik sendiri. energik. Stimulant yaitu meningkatkan keaktifan susunan syaraf pusat sehingga merangsang dan meningkatkan kemampuan fisik seseorang. moral dan daya fikir Cenderung melakukan penyimpangan social masyarakat. • Karena ketagihan. meningkatkan kewaspadaan. pemakainya terasa hangat. Melemahkan fisik. menodong. bahagia semu. seperti bintik-bintik merah pada kulit. menimbulkan rasa nikmat. Untuk pil ecstasy reaksinya relative cepat. seperti hati dan ginjal Menimbulkan penyakit kulit. Halusinogen yaitu menimbulkan perasaan-perasaan yang tidak riel atau khayalan-khayalan yang menyenangkan Akibat yang ditimbulkan bagi para penyalahgunaan Narkoba yang sudah adict atau kecanduan antara lain : a. keluarga. mencuri. merampok dan sebagainya. berkelahi. c. free seks dll. kelelahan dna mulut terasa kaku serta dapat mengakibatkan kematian kalau terlalu over dosis. merusak barang milik orang lain. yaitu 30-40 menit setelah diminum. bahagia fisik dan mental sampai reaksi ecstasy tersebut berakhir (2-6 jam). seperti kudis dsb. nikmat. namun buruknya setelah itu tubuh berubah seperti keracunan. b.

jantung lemah. gelisah. Bahaya Narkoba Berdasarkan Tenisinya 1. depresi. nafsu makan berkurang. aptis terhadap lingkungan Efek terhadap organ tubuh : gangguan pada otak. kulit dan kemaluan. jantung. • • Efek lain : tidur berlama-lama. timbul khayalan menakutkan. kejang-kejang. D. sakit kepala.• Efek samping : muntah dan mual. hati. denyut jantung meningkat. Opioid • • • • • • • • • • • • • • • • • • • Depresi berat Apatis Rasa lelah berlebihan Malas bergerak Banyak tidur Gugup Gelisah Selalu merasa curiga Denyut jantung bertambah cepat Rasa gembira berlebihan Banyak bicara namun cadel Rasa harga diri meningkat Kejang-kejang Pupil mata mengecil Tekanan darah meningkat Berkeringat dingin Mual hingga muntah Luka pada sekat rongga hidung Kehilangan nafsu makan 6 . pendarahan otak. hipertensi. ginjal.

Kokain • • • • • • • • • • • • • • 3. Ganja • • • • • • • • • • • • Turunnya berat badan Denyut jantung bertambah cepat Gelisah Rasa gembira berlebihan Rasa harga diri meningkat Banyak bicara Kejang-kejang Pupil mata melebar Berkeringat dingin Mual hingga muntah Mudah berkelahi Pendarahan pada otak Penyumbatan pembuluh darah Pergerakan mata tidak terkendali Kekauan otot leher Mata sembab Kantung mata terlihat bengkak. merah dan berair Sering melamun Pendengaran terganggu Selalu tertawa Terkadang cepat marha Tidak bergairah Gelisah Dehidrasi Tulang gigi keropos Liver Saraf otak dan saraf mata rusak 7 .• 2.

Ectasy • • • • • • • • • • • • • • • • • • Skizofrenia Enerjik tapi matanya sayu dan wajahnya pucat Berkeringat Sulit tidur Kerusakan saraf otak Dehidrasi Gangguan liver Tulang dan gigi keropos Tidak nafsu makan Saraf mata rusak Enerjik Paranoid Sulit tidur Sulit berfikir Kerusakan saraf otak. terutama saraf pengendali pernafasan hingga Banyak bicara Denyut jantung bertambah cepat Pendarahan otak Shock pada pembuluh darah jantung yang akan berujung pada 5.• 4. Shabu-shabu merasa sesak nafas kematian 6. Benzodiazepin • • • • • Berjalan sempoyongan Wajah kemerahan Banyak bicara tapi cadel Mudah marah Konsentrasi terganggu 8 .

yaitu : a. Hal tersebut dapat terjadi karena benteng pertahanan dirinya lemah. baik lingkungan sekolah.• Kerusakan organ-organ tubuh terutama otak E. Preventif (pencegahan). kemudian kesempatan yang memungkinkan serta didukung adanya sarana dan prasarana. pergaulan dan lain-lain. yaitu pengaruh yang ditimbulkan dari lingkungan sosial pelaku. sehingga tidak dapat membendung pengaruh negatif dari lingkungannya. Pencegahan adalah lebih baik dari pada pemberantasan. Faktor kepribadian : rendah diri. Faktor lingkungan sosial. lemah mental. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penyalahgunaan Narkoba Ada beberapa faktor dapat mempengaruhi penyalahgunaan narkoba. Pada awalnya mungkin sekedar motif ingin tahu dan cobacoba terhadap hal yang baru. penyuluhan oleh pihak yang kompeten baik di sekolah dan masyarakat. seperti pembinaan dan pengawasan dalam keluarga. sebagai berikut ini : a. pengajian oleh para ulama. yaitu untuk membentuk masyarakat yang mempunyai ketahanan dan kekebalan terhadap narkoba. Upaya Penggulangan Penyalahgunaan Narkoba Upaya penaggulangan penyalahgunaan Narkoba dapat dilakukan melalui beberapa cara. Pencegahan penyalgunaan Narkoba dapat dilakukan dengan berbagai cara. emosi tidak stabil. pengawasan distribusi obat-obatan ilegal dan melakukan tindakan-tindakan lain yang bertujuan untuk mengurangi atau meniadakan kesempatan terjadinya penyalahgunaan Narkoba 9 . Tapi lama kelamaan dirinya terperangkap pada jerat penyalahgunaan narkoba b. pengawasan tempat-tempat hiburan malam oleh pihak keamanan. Untuk menutupi itu semua dan biar merasa eksis maka melakukan penyalahgunaan narkoba F.

Kalau masyarakaty mengetahui harus segera melaporkan kepada pihak berkewajib dan tidak boleh main boleh main hakim sendiri. Di Indonesia sudah banyak didirikan tempat-tempat penyembuhan dan rehabilitasi pecandu narkoba seperti Yayasan Titihan Respati. Represif (penindakan). Kuratif (pengobatan). c.b. bertujuan penyembuhan para korban baik secara medis maupun dengan media lain. dilakukan agar setelah pengobatan selesai para korban tidak kambuh kembali ”ketagihan” Narkoba. Rehabilitas berupaya menyantuni dan memperlakukan secara wajar para korban narkoba agar dapat kembali ke masyarakat dalam keadaan sehat jasmani dan rohani. yaitu menidak dan memberantas penyalahgunaan narkoba melalui jalur hukum. yang dilakukan oleh para penegak hukum atau aparat keamanan yang dibantu oleh masyarakat. Kita tidak boleh mengasingkan para korban narkoba yang sudah dan bertobat. supaya mereka tidak terjerumus kembali sebagai pecandu narkoba. Rehabilitatif (rehabilitasi). 10 . pesantren-pesantren. yayasan Pondok Bina Kasih dll d.

Identifikasi Kasus a. Menciptakan hubungan yang baik dan penuh keakraban c. penyembuhan atas masalah yang dihadapi berdasarkan keputusan prognosis. Melakukan analisis terhadap hasil belajar siswa 2. b.BAB III PROSEDUR LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING Langkah-Langkah Diagnosis 1. siswa 3. Diagnosis dipengaruhi oleh 2 faktor : a. Konselor memanggil peserta didik secara bergiliran b. Treatmen Yaitu pelaksanaan. 11 . perbaikan. Diagnosis Merupakan upaya untuk menemukan faktor persyaratan yang melatar belakangi masalah siswa. 4. Internal Exsternal Pragnosis Identifikasi Masalah Merupakan upaya untuk memahami jenis karakteristik masalah yang dihadapi Dilakukan untuk memperkirakan apakah masalah siswa masih mungkin diatasi dan memerlukan alternative pemecahan 5.

konseli bergaul di lingkungan yang mendukung konseli melakukan penyalahgunaan narkoba.Dalam kasus ini siswa yang mengalami penyalahgunaan narkoba dipengaruhi oleh lingkungan social yaitu lingkungan siswa. 2. dan lingkungan pergaulan. Identifikasi Kasus Siswa yang mengalami penyalahgunaan narkoba disebabkan karena konseli salah pergaulan. menarik diri dari pergaulan. suka membolos. apakah memerlukan layanan lagi / tidak BAB IV PELAKSANAAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING 1. Identifikasi Masalah 12 . baik di sekolah. Siswa yang mengalami penyalalahgunaan narkoba biasanya terlihat murung.Siswa yang mengalami penyalahgunaan narkoba sebagai kompensasi atau pelarian dari kehiduapan siswa selama ini yang keras dan mengecewakan. malas dalam mengikuti pelajaran. nilai rendah. tidak percaya diri. - Evaluasi dan Follow up Evaluasi → memberikan penilaian apakah layanan bimbingan tercapai Follow up → setelah dievaluasi.6. masyarakat. kurus dan pucat dan sebagainya.Konseli tidak mempunyai pertahanan diri yang kuat sehingga dengan mudahnya dapat dipengaruhi oleh orang lain untuk melakukan penyalahgunaan narkoba.

wali kelas dan juga orang tua siswa.Dengan masalah penyalahgunaan narkoba ini konselor menggunakan metode observasi. pergaulan. seperti pembinaan dan pengawasan dalam keluarga. Sehingga tidak dapat membendung pengaruh negative dari lingkungannya. pengawasan distribusi obatobatan ilegal dan melakukan tindakan-tindakan lain yang bertujuan untuk mengurangi atau meniadakan kesempatan terjadinya penyalahgunaan Narkoba 13 . Pencegahan penyalgunaan Narkoba dapat dilakukan dengan berbagai cara.Yaitu konselor melakuan pengamatan terhadap siswa yang mempunyai cirri-ciri seperti diatas. Prognosis Masalah siswa masih mungkin diatasi dengan berbagai alternative pemecahan sebagai berikut : a. 4. Preventif (pencegahan). Faktor Eksternal Faktor lingkungan social yaitu pengaruh yang ditimbulkan dari lingkungan social. Faktor Internal Yaitu perasaan rendah diri. Diagnosis Faktor-faktor yang mempengaruhi masalah siswa adalah : a. pengajian oleh para ulama. baik lingkungan sekolah. 3. emosi yang tidak stabil. yaitu untuk membentuk masyarakat yang mempunyai Pencegahan ketahanan adalah dan kekebalan dari terhadap pada narkoba. keluarga yang broken. pengawasan tempat-tempat hiburan malam oleh pihak keamanan. lebih baik pemberantasan. Untuk menutupi itu semua maka melakukan penyalahgunaan narkoba b. lemah mental. dll. penyuluhan oleh pihak yang kompeten baik di sekolah dan masyarakat. Hal tersebut dapat terjadi karena benteng pertahanan diri siswa lemah. Selain itu konselor juga melihat raport siswa dan data-data lain mengenai siswa tersebut. dalam kerjanya konselor dibantu oleh guru.

5. yang dilakukan oleh para penegak hukum atau aparat keamanan yang dibantu oleh masyarakat. Di Indonesia sudah banyak didirikan tempat-tempat penyembuhan dan rehabilitasi pecandu narkoba seperti Yayasan Titihan Respati. Tugas perkenbangan : Mencapai kematangan dalam hubungan dengan teman sebaya 1. yaitu menidak dan memberantas penyalahgunaan narkoba melalui jalur hukum. Satlan SATUAN LAYANAN BIMBINGAN KONSELING Nama sekolah Waktu pelaksanaan Kela s Tahun pelajaran : SMA N 2 Mejayan : semester ganjil/1 :XC : 2010 / 2011 : Penyalahgunaan Narkoba di Kalangan Remaja 2. yayasan Pondok Bina Kasih dll d. Kuratif (pengobatan). supaya mereka tidak terjerumus kembali sebagai pecandu narkoba. Kita tidak boleh mengasingkan para korban narkoba yang sudah dan bertobat. bertujuan penyembuhan para korban baik secara medis maupun dengan media lain. c. Topik permasalahan 14 . Rehabilitatif (rehabilitasi). Represif (penindakan). Kalau masyarakaty mengetahui harus segera melaporkan kepada pihak berkewajib dan tidak boleh main boleh main hakim sendiri. pesantrenpesantren.b. dilakukan agar setelah pengobatan selesai para korban tidak kambuh kembali ”ketagihan” Narkoba. Rehabilitas berupaya menyantuni dan memperlakukan secara wajar para korban narkoba agar dapat kembali ke masyarakat dalam keadaan sehat jasmani dan rohani.

Pelaksana kegiatan 13. Tempat pelaksanaan 12. Alat perlengkapan 15. Pembukaan Kegiatan konselor : Pembinaan raport oleh konselor (5 menit) Konselor menyampaikan tujuan diadakannya bimbingan : Bimbingan individu : 2 X 45 menit : Desember minggu pertama : Ruang kelas : Konselor : Semua siswa kelas XC : Buku Modul dan LCD : Terlampir dalam makalah : 15 . b. Fungsi layanan : Kelas X C : Sosial : layanan informasi : Pemahaman dan Pencegahan narkoba di kalangan remaja 7. Sasaran pelayanan 4. (5menit) 2. 2. Konselor memberikan apersepsi tentang pentingnya Kegiatan konseli : Mendengarkan dan memahami yang disampaikan konselor (15 menit) Pertengahan Kegiatan konselor : Menyampaikan materi terkait (40 menit) memberi pertanyaan tentang materi terkait (20 menit) Kegiatan konseli : menyampaikan permasalahan. Waktu pelaksanaan 11. Bidang layanan 5.3. Jenis layanan 6. Proses Kegiatan a. Alokasi waktu 10. 1. Kompetensi yang ingin dicapai : siswa mampu memahami tentang bahaya 8. Materi layanan 16. Pihak yang disertakan 14. Bentuk kegiatan 9. 1.

Mendengarkan dan memahami materi yang disampaikan Menjawab pertanyaan dari konselor (20 menit) Kegiatan konselor Konselor menanyakan pada konseli kesan dan pesan Mencarikan tindak lanjut (10 menit) Kegiatan konseli Menarik kesan dan pesan dari proses kegiatan (5 menit) Pengambilan keputusan tentang prosen kegiatan (10 konselor (40 menit) Pengakhiran selama proses kegiatan berlangsung (5 menit) Laigseg (segera) : Menanyakan apakah siswa senang dan puas atas wawancara kegiatan.c. Rencana penilaian a. b. Rencana tindak lanjut : Didasarkan atas komitmen pada saat pengakhiran kegiatan bimbingan. dengan kegiatan ini konseli untuk memantau Laigapen ( jangka pendek) : Observasi dan pelaksanaan keputusan yang diambil. 1. 2. Laigapan (jangka panjang) : wawancara dengan konseli untuk mengetahui hasil dari keputusan 1 tahun berikutnya. 16 . d. 1 minggu pasca c. menit) 17.

dsb Melamahkan fisik. seperti bintik-bintik 17 . merah pada kulit. Simpulan Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa pengertian narkoba adalah obat. dihisap. Bahaya narkoba secara umum aalah sebagai berikut. ditelan atau disuntikkan berpengaruh pada kerja otak (susunan saraf pusat) dan sering menyebabkan ketergantungan.BAB PENUTUP A. moral dan daya fikir Cenderung melakukan penyimpangan social Merusak susunan syaraf pusat Menimbulkan penyakit kulit. bahan dan zat bukan makanan yang jika diminum. dihirup.

Tahap Awal Di dalam sebuah ruangan yang nampak tenang seorang konselor sedang mengerjakan laporan. seperti keluarga. tok…tok).Upaya penanggulangan penyalahgunaan narkoba dapat di lakukan melalui beberapa cara diantaranya : B. Saran Upaya penaggulangan bahaya narkoba tidak semata-mata tugas pemerintah saja. Siswa Ko Siswa Ko Siswa : “(Tok…. masyarakat. ini dengan mas Bagus dari kelas X11 IPS 1ya?” : “Iya bu…. sekolah. Mari silakan duduk. tetapi merupakan tugas dan tanggung jawab kita bersama.. Assalamualaikum!” : “Waalaikumsalam! Mari silakan masuk (berdiri mengampiri klien). untuk itu kita harus ada upaya terpadu (integrated) dari semua pihak.” (Rapport) : “Terima kasih bu…. pemerintah untuk bersatu pada mencegah dan memberantas bahaya narkoba. Preventif Represif Kuratif Rahabilitatif Analisis Proses Konseling Penyalahgunaan Narkoba Dikalangan Remaja 1. tiba-tiba pintu diketuk oleh seoran siswa..” 18 . Apakah benar ibu memanggil saya?” : “Iya benar sekali.

Konselor dalam dialog diatas melalukan structuring (pembatasan peran). hal ini besar pengaruhnya terhadap kepercayaan siswa kepada konselor sehingga siswa tidak merasa canggung dalam menyampikan permasalahan yang sedang dialaminya. Apakah benar begitu mas?” Siswa Ko Siswa Ko : “Iya bu….(mengangguk)” Analisis Tahap Awal Sampai pada dialog diatas konselor telah mencapai rapoort yaitu hubungan akrab atara konselor dan siswa. selain itu konselor menunjukkan sikap ramah. tapi saya malas ikut bu…” : “Begini ya mas pasti anda bingung kenapa saya panggil kemari. saya dapat memahami apa yang anda rasakan? Tetapi perlu anda ketahui bahwa apapun yang akan anda katakan disini adalah rahasia dan ibu dibatasi oleh kode etik jabatan. Dalam dialog diatas juga telah ada opening yaitu pengalihan topic netral hal ini bertujuan agar siswa bisa sejenak mengalihkan masalah yang dialaminya. Bisa dimengerti mas?” ( structuring: pembatasan peran) Siswa :” Bisa bu…. menurut wali kelas akhir-akhir ini anda sering membolos.murah senyum dan bersahabat berarti konselor telah mencapai attending. Tahap Pertengahan (Tahap Kerja) Ko : “Baiklah kalau begitu agar proses konseling ini berjalan lancar coba ceritakan apa yang sebenarnya terjadi?” 19 . 2 hari yang lalu ada laporan dari wali kelas anda.Ko Siswa Ko : “O iya. 2.bahwa pembimbing harus merahasiakan semua yang dikatakan klien.” : “Kalau ibu boleh tahu kenapa?” :”Emmm……………” ( terdiam nampak bingung) : “Baiklah. tadi sedang pelajaran apa mas?” (topic netral) : “Matematika.

Itu pasti tidak sangat tidak mengenakkan. lalu milik siapa?” 20 . saya sedih sekali ketika mendengar keputusan orang tua saya…” : “Dari pembicaran kita tadi dapat ibu simpulkan bahwa anda sering membolos dikarenakan orang tua anda mengusir anda dari rumah.” : “Lalu??” : “Seketika itu orang tua saya marah kepada saya dan mengusir saya dari rumah. Itu bu 2 hari yang lalu orang tua saya mengusir saya dari rumah.Benar begitu ya mas?” Siswa Ko Siswa :”Iya bu…. Tanpa mereka bertanya itu ganja milik saya atau bukan. saya ketahuan menyimpan ganja dalam tas saya. orang tua saya menuduh saya memakai ganja tersebut. hal ini sangat tidak mengenakkan dan menggangu pikiran saya. akhir-akhir ini saya malas masuk sekolah.” : “O…jadi anda malas untuk pergi ke sekolah?” (restatement) : “Iya bu.” Ko Siswa Ko Siswa : “Kalau anda tidak keberatan apa yang menyebabkan orang tua anda sampai mengusir anda dari rumah?” : “Emm… Begini bu.” Ko : “Tadi anda bilang ganja tersebut bukan milik anda.” : “Sepertinya anda sangat kecewa terhadap sikap orang tua anda?” :” Iya bu. Tetapi apa yang menjadi penyebab anda malas masuk sekolah?” : “Emmm….” : “Iya bu.…” : “Iya ibu dapat memahami perasaan mas Bagus. Maka dari itu akhir-akhir ini saya jarang masuk kelas.Siswa Ko Siswa Ko Siswa Ko Siswa Ko : “Begini bu.” : “Saya dapat memahami perasaan anda.

dari keseluruhan pembicaraan kita tadi dapat saya simpulkan bahwa anda sering membolos dikarenakan anda diusir dari rumah dan hal itu disebabkan karena anda menyimpan ganja di dalam tas sekolah sekolah anda.” :” Baiklah.” : “Kalau ibu boleh tahu.. masih adakah yang mengganjal dihati anda?” : “Saya takut bu…. Bagaimana ini bu?” : “Begini mas Bagus..Siswa :”Itu punya teman saya. Ibu yakin orang tua anda pasti percaya dengan apa yang anda katakana. Karena takut ketahuan orang tuanya. orang tua pasti ingin yang terbaik untuk anaknya. Dan waktu saya mau pulang teman saya lupa mengambil kembali. apakah mas Bagus juga pemakai juga seperti teman anda tadi?” :”Tidak bu…Saya tidak pernah melakukan hal tersebut.” Ko : “Baiklah. tapi saya akan segera membicarakan hal ini kepada orang tua saya. ibu percaya pada mas Bagus. Setelah kita membicarakan banyak hal tentng anda. Mungkin waktu itu mereka emosi sehingga mengusir anda 21 .” :”Bagus kalau begitu. baiknya anda pulang kerumah dan menjelaskan kesalahpahaman ini.” : “Takut kenapa mas?” : ”Saya takut orang tua saya tidak percaya kepada saya bu. Lalu apakah anda sudah mencoba menjelaskan hal ini kepada orang tua anda?” : “Belum bu. waktu itu saya main kerumah teman saya kemudian teman saya menyimpan ganja tersebut didalam tas saya.” Siswa Ko Siswa Ko Siswa Ko Siswa Ko Siswa Ko Siswa Ko : “Benar bu (menanggukan kepala)” : “Selama diusir dari rumah anda menginap di tempat siapa?” : “Di rumah teman saya bu…. Bagaimanapun anak.

sepulang sekolah nanti saya akan pulang kerumah dan menjelaskan semunya kepada orang tua saya. Bagaimana mas Bagus?” ( advice) Siswa : “Baiklah bu. Pada tahap ini konselor berupaya membantu klien agar klien: a). c). 3. saya permisi dulu. senang sekali ibu bisa bertemu kamu lagi. Orang tua pasti menyesal telah mengusir anda dari rumah. Tahap Kerja Ko Siswa Ko Siswa Ko Siswa : “Bagus kalau begitu!” “Bagaimana perasaanmu sekarang?” : “Alhamdulilah sudah lega bu…” : “Bagus kalau begitu ibu ikut senang.dari rumah. Mampu memecahkan masalahnya dengan bantuan konselor. b).” Analisis Tahap Pertengahan Pada tahap ini konselor menggunakan tehnik empati sehingga konseli secara terbuka mengungkapkan masalahnya. Bagaimana pertemuan kita selanjutnya?” : “Minggu depan saya akan kesini bu…” : ‘Baiklah.dan mampu mengembangkan potensi yang dimiliki konseli.” : “Terimakasih bu… baikah bu. Agar konseli kembali bersemangat mengikuti pelajaran di sekolah.. 22 . Agar konseli mampu mengambil keputusan yang sesuai dengan masalahnya. Dengan begitu konselor dapat membantu mencari jalan keluar yang terbaik untuk masalahnya.

or.php? option=com_content&view=article&id=477:dampak-penyalahgunaannarkoba&catid=58:berita-bnp&Itemid=11 23 . 1984. Yogyakarta http://www.bnpjabar.Assalamualaikum…” Ko : “Waalaikumsalam…. Penerbit Kanisius.id/index. Pendekatan Analisis Kenakalan Remaja dan Penanggulangannya. Analisis Tahap Kerja DAFTAR PUSTAKA Molyono.” Pada tahap ini konselor telah mampu meyakinkan konseli terhadap keputusan yang diambil. Bambang Y.

Makalah ini dapat terealisasi berkat tersedianya referensi dari para ahli atau para pengarang. dosen pengampu yang mempunyai kepedualian terhadap 24 .acehprov.id/book/export/html/21 +pengertian+narkoba&cd=3&hl=id&ct=clnk&gl=id&client=firefox-a KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT yang telah memberikan kemudahan kepada kami untuk menyusun makalah sebagai tugas mata kuliah “studi kasus” dengan cara tema “perilaku bolos sekolah”.googleusercontent.go.http://webcache.com/search? q=cache:JH1BZXf3hAEJ:www.bnp.

kelancaran. Madiun. Dan semoga dengan terwujudnya makalah kami ini kita bisa menjadi konselor yang cakap dan sesuai yang diharapkan. November 2010 Penyusun STUDI KASUS ii “PENYALAHGUNAAN NARKOBA DIKALANGAN REMAJA” 25 . saran dan makalah demi sempurnanya makalah ini. Kami menyadari bahwa makalah yang kami susun ini jauh lebih dari sempurna. serta kualitas layanan bimbingan dan konseling di sekolahsekolah. maka kami terbuka terhadap kritik. kemajuan.

......................... 1 26 ....................................Disusun Oleh BK VC Kelompok II 1...... Ika Nurcahyani 2.......................................... Latar Belakang................ Joko Purnomo 3........................................................... Nias Edi Pratama 4.... iii BAB I PENDAHULUAN A....................................................................................................................................... ii Daftar Isi.......................................... Nuryani PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN IKIP PGRI MADIUN 2010 DAFTAR ISI Halaman Judul................. i Kata Pengantar....

Identifikasi Masalah................................................ Rumusan Masalah........................... Identitas masalah... Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Narkoba.................................................... Identifikasi Kasus................................................. 11 F...................................... Diagnosis. Identitas kasus.................................. 2 BAB II LANDASAN TEORI A............................ Upaya Penanggulangan Penyalahgunaan Narkoba.................................................... 13 E.......................................... 17 DAFTAR PUSTAKA iii 27 ................................................. 12 B. Bahaya Narkoba Berdasarkan jenis................................................................................................................................................ 12 D......................................... 9 BAB III PROSEDUR PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING A.............. 11 C................................. Diagnosis......................................................................................................... Pengaruh dan Akibat Narkoba........... Progrosis.............................. Kesimpulan........................ Treatment........................................................ Prognosis......................................... Evaluasi dan follow up..................................... 11 BAB IV PELAKSANAAN BIMBINGAN DAN KONSELING A........ 17 B............................ 13 F........ 12 C... Pengertian Narkoba.... 11 E........ Saran.................... 15 BAB V PENUTUP A..................................... 4 C.................................................................................... 6 E..................... Satuan Layanan................ 11 D................................. Treathment...........................................B....... 11 B............... 3 B................................................................... 8 F...... Jenis-jenis Narkoba.................................................. 4 D...............................................................................

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful